Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma shalloli ala sayyidina
- Muhammad wa ali sayyidina Muhammad.
- Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari
- ini hari Jumat tanggal 7 Maret 2025 atau
- 7 Ramadan 1446 Hijriah. Kita jumpa lagi
- dalam renungan di bawah naangun
- Al-Qur'an bersama Ustaz Husein bin Amir
- Talotos. Di sini juga alhamdulillah
- sudah ada Oni Saputra, Gustaf, dan Algi.
- Asalamualaikum Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kita membahas infak sebagai solusi bagi
- riba. Infak sebagai solusi bagi riba.
- Mari kita buka acara ini dengan membaca
- al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqimat
- anamtaaiim
- giril magdubi alaihim wadin
- ya. Alhamdulillah kita sudah membaca
- al-Fatihah. Mudah Allah mudahkan kita
- dalam memahami apa-apa yang dijelaskan
- oleh guru kita. Infak sebagai solusi
- bagi riba. Ustaz
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Hamdan katsiran thyiban
- mubarokan fi kama yuhibuna waard.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulik sayyidina wa nabiina
- Muhammadin wa alih thyibin wasohabatihil
- guril mayamin
- wat tabiina lahum bihsanin ila yaumiddin
- asalamu alaika ya rasulallah
- wassalamu ala ahli baitik thyibin
- wasohabatikal gurril mayamin
- Wasalamu
- alaina wa ala ibadillah shihin.
- Wasalamualaikum ayyuhal ikhwatul
- mukminun wal akhwatul mukminat
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Allahumma atina minika rahmah waimna
- ladunka ilman nafi bimaamana.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Pada kajian
- kemarin
- kita telah berbicara di seputar zakat
- dan sedekah.
- Telah menjelaskan makna keduanya.
- Zakat menunjukkan kepada pembersihan dan
- penyuburan serta pertumbuhan.
- Sedangkan sedekah diambil dari kata
- asidqu menunjukkan arti pembuktian.
- Apabila seorang mengeluarkan
- zakatnya atau infaknya dalam rangka
- berzakat, maka itu merupakan pembuktian
- bahwa dirinya adalah orang yang
- betul-betul beriman kepada Allah,
- mengutamakan Allah dari harta yang
- dicintai.
- Sebagaimana firman Allah, khub min
- amwalihim shodqatan. ambil
- dari sebagian harta mereka sebagai
- pembuktian.
- Sebagaimana Nabi berkata dalam hadis
- yang sahih, wasodqatu burhan. Dan
- seodqah itu burhan.
- Argumen, bukti bahwa dia lebih
- mengutamakan Allah dan hari akhirat dari
- kehidupan dunia ini.
- Min amwalihim shodqataniruhum
- wa tuzakihim biha. yang akan mensucikan
- diri mereka, mensucikan juga harta
- mereka, mensucikan jiwa mereka dan
- menyuburkan
- nilai-nilai mulia dalam diri mereka.
- Dan Nabi diperintahkan untuk mengucapkan
- selawat, mendoakan mereka yang
- mengeluarkan sodqah. Wasolli alaihim
- inna shataka sakan lahum. Dan
- berselawatlah, doakan mereka.
- Sesungguhnya selawat kamu akan
- menentramkan hati mereka. Nah,
- sebagaimana yang telah kita terangkan
- bahwa sedah dan zakat ini masuk dalam
- kata infak yang maknanya meluas.
- Cuma kedua-duanya merupakan infak yang
- khusus
- ya. Sedangkan
- ada infak yang lain. Infak yang
- dikeluarkan seseorang untuk memberikan
- nafkah bagi keluarganya, bagi kedua
- orang tuanya, bagi kerabatnya. Ada pula
- infak yang mereka keluarkan di tempat
- maksiat yang akan menjadi beban yang
- berat di hari kemudian nanti. [berdehem]
- Kemudian kita semua sama-sama tahu
- mengenai bahaya riba.
- Orang yang makan dari riba.
- Begitu juga yang bekerja sama dengan
- rentenir.
- Mereka sebetulnya telah melakukan satu
- perbuatan yang merugikan mereka.
- Walaupun mereka memandang bahwa harta
- mereka bertambah,
- mereka menerima keuntungan dari pinjaman
- yang mereka berikan. Tapi sebetulnya
- semua itu menuju kehancuran. Allah
- berfirman, "Yamahqat
- wallahu la yuhib kaarin."
- Allah akan menghancurkan riba.
- Harta yang tumbuh dari riba ini Allah
- akan hancurkan.
- Wqat. Sedangkan Allah akan
- mengembangkan, menembuhkan sedekah yang
- dikeluarkan seseorang.
- Ada seorang yang butuh ya membutuhkan
- pinjaman untuk kebutuhan dirinya.
- bukan untuk usaha tapi untuk menutupi
- kebutuhan hidupnya. Di mana pada saat
- itu dia tidak memiliki sama sekali apa
- yang dapat mengeluarkan dia dari
- problema yang dihadapi.
- Dia meminjam kepada seseorang.
- Seorang mengatakan, "Saya akan pinjamkan
- dengan bunga sekian setiap bulan." Maka
- dia melangkah menuju kehancuran.
- Seorang yang lain mengatakan, "Saya
- berikan pinjaman, kamu kembalikan." Bila
- tiba saat ya kamu dalam keadaan mampu,
- ini orang-orang yang mempersiapkan
- dirinya untuk menjadi orang-orang yang
- beruntung di dunia, beruntung di
- akhirat. Hartanya Allah akan kembangkan.
- Kemudian dia akan mendapatkan ampunan
- dari Allah. Allah jauhkan dari kesedihan
- dan Allah siapkan ampunan dari Allah.
- Dan orang semacam ini sama dengan orang
- yang meminjamkan kepada Allah.
- inqribullaha qan hasana
- yudifuakumfirakum
- wallahu gurahim. Kalau kalian memberikan
- kelid pinjaman yang baik,
- kamu berikan pinjaman pada saudara kamu
- yang butuh, itu namanya qarbun hasan.
- Di samping apa yang kamu keluarkan di
- jalan Allah untuk perjuangan, apa yang
- kamu pinjamkan pada saudara kamu karena
- Allah, sama kamu dengan memberikan
- pinjaman untuk Allah.
- Allah akan lipat gandakan apa yang kamu
- keluarkan dan Allah akan ampuni
- dosa-dosa kamu. Sungguh Allah maha
- pengampun lagi maha penyayang.
- [berdehem]
- Sedangkan riba sebagaimana firman Allah
- dalam surat Rrum. Wama ataitum mir riba
- liyarbua fi amwalinasi fala yarbuallah.
- Wataitum min zakatin turiduna wajahi
- faulaika humul mudifun.
- apa yang kamu keluarkan, apa yang kamu
- berikan sebagai pinjaman
- dengan mengharapkan pertumbuhan
- perkembangan pada harta orang lain. Di
- mana dia tumbuh tapi dengan menghisab
- sehari-shari
- kemampuan orang lain. Jadi apa yang kamu
- berikan dengan mengharapkan dia akan
- tumbuh berkembang pada harta orang lain.
- Dari sana kamu mendapatkan keuntungan
- tanpa bersusah payah, tanpa sama sekali
- resiko kerugian. Ketahuilah dia tidak
- akan berkembang tumbuh di sisi Allah.
- Tapi apa yang kamu berikan?
- Wama ataitum min zakatin turiduna
- wajallah. Apa yang kamu berikan sebagai
- zaka
- dengan mengharapkan wajah Allah?
- Faulaika humul mudifun. Merekalah yang
- akan melipat gandakan harta mereka.
- Yang memahami dan merasakan hal ini
- hanyalah orang yang beriman. Tapi orang
- yang bersifat duniawi yang selalu
- menghitung hitung hartanya, dia tidak
- akan memahami hal ini dan dia tidak akan
- menghargai janji Allah yang akan melipat
- gandakan hartanya,
- yang akan mengampuni dosanya, yang akan
- menghilangkan ketakutan, kesedihan dalam
- kehidupan dunia ini maupun dalam
- kehidupan akhirat.
- Bahkan orang yang
- meribakan hartanya, memberikan pinjaman
- dengan mengharapkan bunga, orang-orang
- yang kalau tidak bertobat mereka akan
- kekal dalam azab api neraka. Mereka akan
- kekal dalam azab api neraka. [berdehem]
- Allah berfirman
- ee [berdehem]
- di dalam surah Al-Baqarah
- [berdehem]
- alladzina yaulun riba Ini terdapat pada
- ayat e 275.
- Alladina yaakulunar riba la yaquumun
- illa kama yaquumadzi yatakbatu
- minalikaahum
- innamal riba wahallahu alai wa riba
- jaahu maidatum mirbihi fantaha falahu ma
- salafa wa amruhu ilallah waman faulaika
- ashabunari hum fiha
- Orang-orang yang suka meribatkan harta
- mereka, hidup mereka tidak akan pernah
- tenang, tentram, damai, tapi selalu
- dalam ketakutan.
- Seperti orang yang kesurupan dan
- dijungkir balikkan oleh setan.
- Alasan mereka, mereka mengatakan
- bukankah riba sama dengan jual beli?
- Kalau kita berusaha berjual beli dengan
- uang kita, kita akan meraih keuntungan.
- Masa saya memberikan pinjaman bagi
- seorang untuk berusaha saya tidak
- menerima keuntungan.
- Usahanya belum menghasilkan, tapi
- bunganya sudah dipatok. Apalagi kalau
- orang tersebut meminjam untuk menutupi
- kebutuhannya. Dari mana ada pertumbuhan.
- Nah, kalau kita masyarakat Islam
- bersifat materialistis,
- tidak sama sekali mengharapkan apa-apa
- yang Allah janjikan bagi kita,
- niscaya kehidupan masyarakat ini
- betul-betul akan gersang, kering,
- kerontang, tidak akan tumbuh cinta,
- kasih sayang di antara mereka. Padahal
- kita hidup tanpa cinta, kita hidup di
- tengah-tengah kegelapan.
- Kita tidur di atas duri-duri yang akan
- menusuk hati kita. Tapi betapa indahnya
- hidup dengan kasih sayang, kecintaan,
- saling menghargai, saling menghormati,
- dan saling menolong.
- Tapi pada saat ini ketika materialisme
- menjadi ideologi,
- orang dikuasai kecintaan kepada harta,
- orang hanya mengejar peruntungan
- tanpa memperhatikan rahmat.
- Mereka mengatakan jual beli sama dengan
- riba. Tidak mungkin sama jual beli
- saling menguntungkan. Adapun riba hanya
- menguntungkan satu pihak merugikan pihak
- yang lain.
- Begitu bunga dipatok maka angka akan
- bertumbuh berkembang sedangkan nilainya
- akan turun. Terjadilah inflasi akibat
- transaksi ribawi ini.
- Kemudian
- [berdehem]
- jaahu maidumbihi
- fantaha falahuala amruhuallah. Allah
- halalkan jual beli, haramkan riba. Dan
- barang siapa yang datang tuntunan
- bimbingan nasihat ini kepadanya fantaha
- dia berhenti falahualaf yang lalu Allah
- maafkan.
- ada barang siapa yang kembali faulaika
- asun fiha khidun maka mereka akan
- menjadi penghuni api neraka
- di dalamnya berdiam untuk
- selama-lamanya.
- Lalu Allah terangkan yamhaqulah riba
- harta yang tumbuh dari riba Allah akan
- hancurkan
- dan Allah akan lipat gandakan sedekah
- yang dikeluarkan.
- Wallahu la yuhibbu kulla kafarin aim.
- Allah tidak menyukai orang-orang yang
- ingkar lagi bergelimangan dosa.
- Setelah itu Allah Subhanahu wa taala
- terangkan bahwa
- sedekah dan zakat yang dikeluarkan infak
- di jalan Allah secara umum itu akan
- menjadi solusi bagi mereka-mereka yang
- meminjam karena kebutuhan mereka.
- Innalladzina amanu wailus shihat waqomus
- wauzakah lahum ajruhumbihim
- w khaufun alaihim wum yahzanun.
- Sesungguhnya orang yang beriman
- mengerjakan amal saleh, mendirikan salat
- berjamaah bersama-sama menginfakkan
- sebagian yang kami berikan kepada
- mereka. Allah janjikan bagi mereka lahum
- ajruhumbihim.
- Mereka akan menerima ganjaran di sisi
- Tuhan mereka. Wala khaufun alaihim wum
- yahzanun. Dan mereka tidak akan
- mengalami ketakutan, kesedihan di dunia
- didampingi Allah di hari akhirat ketika
- dibangkitkan dia akan betul-betul berada
- dalam suasana aman.
- Ini betul-betul anugerah yang tidak
- dapat dibeli dengan harta. Tapi dengan
- jalan ini Allah janjikan buat kita
- ampunan dosa, ketentraman hidup jauh
- dari ketakutan, kesedihan. Masa kita
- lebih mengutamakan kepingan-kepingan
- dunia yang cepat. Dalam kehidupan dunia
- yang fana merupakan hari akhirat yang
- kekal dan abadi.
- Setelah itu Allah mengancam maskrisna.
- Ya ayyuhalladzina amanutaqulah. Wahai
- orang yang beriman bertakwalah pada
- Allah. Waru ma baqiya minar riba. Kalau
- sebelumnya riba yang diharamkan riba
- yang berlipat ganda dengan bertambahnya
- waktu maka
- pada ayat ini keluar hukum yang bersifat
- final. Hukum yang muhkam
- mengharamkan semua sisa-sisa riwa
- setelah perekonomian beralih di tangan
- umat Islam.
- Wahai orang yang beriman, bertakwalah
- pada Allah dan tinggalkan sisa-sisa riba
- kalau kalian beriman. Berarti dikaitkan
- dengan iman.
- Faillam taf'alu fanu biarbin minallahi
- waasulih. Kalau kalian tidak hentikan
- maka Allah mengumumkan perang terhadap
- kalian dan rasulnya.
- Wa tubtum falakum ruusu amwalikum laimun
- wlamun. Kalau kalian tobat, ambil yang
- menjadi pokok pinjaman kalian kepada
- orang lain lalu tinggalkan bunganya. La
- tadlimun kalian tidak berbuat aniaya
- pada orang lain. Wala tuun dan kalian
- tidak akan dizalimi.
- Waana usratiniratun
- maisar. Kalau orang dalam keadaan sulit
- belum bisa memulangkan, jangan kamu
- ambil bunga.
- Yakin akan janji Allah. Tangguhkan dia
- sampai saat-saat dia mudah. Sampai
- saat-saat dia
- mudah.
- Mudah. Waquir
- lakum in kuntum tlamun. Tapi kalau
- kalian sedekahkan harta kalian, itu akan
- lebih baik bagi kalian. In kuntum
- tlamun. Kalau kalian mengetahui apa yang
- Allah janjikan bagi orang-orang yang
- bersedekah, niscaya kalian akan
- berlomba-lomba untuk bersedekah.
- Tapi keuntungan yang cepat di dunia itu
- yang menjadi perhatian kalian. Sayang
- sungguh sayang. Jadi bila kita
- perhatikan bersama-sama
- kita ini
- terlalu
- tergesa-gesa, tergopoh-gopoh untuk
- mengutamakan keuntungan yang cepat Mas
- Krishna. Tapi kita lupakan keuntungan
- yang jauh lebih kekal dan abadi.
- [berdehem]
- Jadi kalau kita perhatikan gambaran
- manusia yang diciptakan bersifat
- tergesa-gesa ini memang nampak.
- Allah sengaja tidak tunjukkan pada kita,
- tidak tampakkan bagaimana keuntungan
- manfaat yang akan didapatkan oleh
- orang-orang yang bersedekah, yang
- memberikan pinjaman tanpa bunga. Karena
- ini merupakan ujian. Apakah kamu yakin
- terhadap janji Allah? Apa kamu lebih
- percaya kepada angan-anganmu dan hawa
- nafsumu?
- Setelah itu Allah subhanahu wa taala
- ingatkan saat kita kembali pada Allah.
- Wattaqu yauman turjauna fihi ilallah.
- Waspadalah kalian menghadapi [berdehem]
- satu hari kalian akan dikembalikan pada
- hari tersebut ke hadapan Allah. Tumma
- tuwaa kullu nafsim ma kasabat wahum la
- yudramun. Kemudian setiap orang akan
- dibalas dengan penuh apa-apa yang
- dilakukan.
- Kebaikan dilipat gandakan, keburukan
- dibalas dengan sesuai apa yang dilakukan
- dan mereka tidak akan dizalimi sedikit
- pun.
- Yang beriman selalu mengingat Allah,
- mengingat hari akhir, bersiap-siap untuk
- menyongsong menghadapi hari tersebut
- hingga mampu mereka mengandalikan
- syahwat mereka, angan-angan mereka.
- Mereka selalu berlomba-lomba berbekal
- untuk meraih ampunan Allah dari
- surganya. Wasariu ila magfiratim
- mirbikum wa jannatin arduhas samawatu
- wal ard wa idat lil muttaqin alladina
- yunfiquuna fara wad waliminal gid
- walinainas wallahu yuhibbul muhsin
- mereka selalu berlomba-lomba untuk
- meraih ampunan Allah dengan memberikan
- maaf kepada manusia berbuat kebajikan,
- menolong sesama
- dan berlomba-lomba untuk meraih surga
- yang luasnya bagaikan luas langit dan
- bumi. Bumi kita sempit, kecil, laksana
- penjara bagi orang yang beriman.
- Walaupun bagi orang kafir,
- bumi ini dengan seluruh derita
- orang-orang yang kafir masih dianggap
- surga dibandingkan dengan neraka yang
- mereka bakal masuki.
- Tapi bagi orang yang beriman walaupun
- dia hidup dalam keluasan kesenangan
- seperti yang Allah berikan kepada
- Sulaiman,
- tetap bumi ini merupakan neraka
- dibandingkan surga yang Allah janjikan
- bagi orang-orang yang beriman.
- Jadi jangan biarkan diri kita terpedaya
- oleh kehidupan dunia. Fala
- tagurannakumul hayatud dunya wagurnakum
- billahil garur. Jangan kamu biarkan diri
- kamu terpedaya oleh kehidupan dunia dan
- jangan kamu juga membiarkan setan yang
- penuh dengan tipu daya memperdayakan
- kalian.
- Jadi ikhwan akhwat yang dirahmati Allah,
- menghadapi bahaya riba.
- riba yang berhubungan dengan
- mereka-mereka yang susah membutuhkan
- pinjaman untuk menutupi kebutuhan
- mereka, pendidikan anak mereka,
- pengobatan keluarga mereka. Maka
- pinjaman yang baik qardun hasan
- atau sedekah dan zakat itu merupakan
- solusi yang Allah berikan untuk
- memecahkan problema yang dihadapi oleh
- mereka.
- As Syekh Alqardhawi pernah menulis
- sebuah buku namanya Musykilatul Fqri
- Waifa Arajahal Islam. Problema
- kemiskinan bagaimana Islam memberikan
- solusi.
- Nah, kita langsung ditunjukkan oleh
- Allah solusi. Menguntungkan bagi yang
- kaya, yang mampu menguntungkan juga bagi
- yang membutuhkan tanpa saling merugikan.
- yang fakir yang butuh kita berikan
- solusi dari uang kita, harta kita yang
- tidak berarti. Sedangkan kita
- mendapatkan janji Allah ampunannya, rasa
- aman, jauh dari ketakutan, kesedihan,
- kemudian harta kita akan dilipat
- gandakan hingga 700 kali lipat mas
- Krisna. Sebagaimana firman Allah pada
- ayat 261 dalam surah Albaqarah.
- Mataluladzina yunfiquuna amwalahum
- fibilillah.
- Perumpamaan mereka yang menginfakkan
- harta mereka di jalan Allah,
- sodqah, zakat termasuk memberikan
- pinjaman yang baik itu bahagia dari
- infak di jalan Allah. Kamali habbatin
- ambatat sabanabil bagaikan seorang
- menanam satu butir menghasilkan tujuh
- tangkai. fi sumbulat miatu habba. Tiap
- tangkainya menghasilkan 100 butir.
- Kali 7 berarti 700 butir dari satu butir
- yang kita tanam. Saya kira bank mana pun
- tidak akan ada yang memberikan janji
- keuntungan sedemikian rupa. Wallahu
- yudifu liman yasya. Dan Allah masih akan
- melipat gandakan bagi siapa yang Allah
- kehendaki. Wallahu wasiun alim. Sungguh
- Allah maha luas kekayaannya lagi maha
- mengetahui semua perbuatan hamba-Nya.
- Lalu Allah ingatkan bagi yang berinfak
- untuk tidak menyakiti perasaan
- orang-orang yang diberikan bantuan,
- tidak pula mengungkit yang akan merusak
- amal mereka.
- amwahumillahinafiqu
- amwahumilillahbiuna
- maquan
- w lahum ajruhumbihim w khaufun alaihim
- wum yahzanun
- orang-orang yang menginfakkan harta
- mereka di jalan Allah tidak diiringi
- dengan ungkitan
- ataupun gangguan yang menyakitkan orang
- yang mener terima bantuan
- Allah janjikan bagi mereka ganjaran
- mereka
- di sisi Tuhan mereka.
- Plus wala khaufun alaihim walah hum
- yahzaun. Mereka tidak akan mengalami
- ketakutan dan tidak akan mengalami
- kesedihan.
- Di dunia Allah selalu
- memberikan hiburan bagi mereka dalam
- kesusahan mereka. Apa yang pergi
- meninggalkan mereka kelak akan kembali
- mereka jumpai di hari yang lebih indah.
- Mereka juga tidak akan menghadapi
- ketakutan menghadapi ancaman apapun.
- Allah yang akan mendampingi mereka.
- Malaikat-malaikat Allah yang akan
- menjadi pengawal mereka.
- um marufun wa magfiratunir [mendengus]
- minqatin yatbaha
- kata-kata yang begitu juga wagfir
- memberikan maaf atas kesalahan orang
- kata-kata yang baik memberikan maaf
- lebih baik daripada sedekah yang
- diiringi dengan apa unkitan dan
- perbuatan yang menyakitkan
- wallahu ghaniyun halim sungguh Allah
- maha kaya tapi walaupun dia maha Kayak
- Halim Maha Penyabar.
- Memperlakukan hambanya dengan penuh
- kesabaran, dengan penuh kasih sayang,
- memaafkan kekurangan mereka. Padahal dia
- sang pencipta yang menciptakan kita,
- yang memberikan kita segala-galanya. Dia
- tidak bersifat sewenang-wenang. Lalu
- kenapa kita sesama hamba yang kita bantu
- hanya dengan bantuan yang tak berarti?
- Tapi kita bersikap arogan,
- sewenang-wenang, menyakiti perasaannya,
- mengungkit apa yang kita berikan
- padanya. Maka Allah ingatkan kata-kata
- yang baik dan memberikan maaf lebih baik
- di sisi Allah daripada sedekah yang
- diiringi dengan gangguan yang
- menyakitkan.
- Wallahu ghaniyun halim. Lalu setelah itu
- Allah memperingatkan kita, ya
- ayyuhalladzina amanu lau shodqatikum bil
- manni walab. Wahai orang yang beriman,
- jangan kalian gugurkan sedekah kalian
- dengan ungkitan dan sikap perbuatan
- perkataan yang menyakitkan.
- Jangan mentang-mentang kita membantu,
- kita sakiti perasaannya, kita ungkit apa
- yang kita berikan. Semua ini bukan untuk
- Allah, bahkan akan menuai akibat buruk
- baginya.
- Kalladzi yunfiqu maalahu rianas.
- Bagaikan orang yang menginfakkan
- hartanya karena ri
- sebutan, pujian, pandangan dari manusia.
- Wala yumminu billah wala yumminu billahi
- wal yaumil akhir. Dan dia tidak beriman
- kepada Allah maupun hari akhir.
- Alaihiun faahu wabilun farakah
- la yaqdiruna
- mimma kasabu. Wallahu la yahdil kafirin.
- Orang yang berinfak dengan ria, tidak
- beriman kepada hari akhirat, tidak
- mengharapkan rida Allah. Sama dengan
- gundukan tanah Mas Krishna yang terdapat
- di atas batu yang licin.
- Datang hujan lebat dengan angin menyapu
- tanah tersebut dan batu kembali dalam
- keadaan bersih. Begitu juga infak yang
- dikeluarkan dengan ria,
- dengan ungkitan, dengan
- perbuatan-perkataan yang menyakitkan.
- sama dengan gundukan tanah yang tersapu
- dari permukaan batu yang licin. Mereka
- tidak menghasilkan apa-apa dari apa yang
- mereka usahakan. Dan Allah tidak akan
- memberikan hidayah petunjuk kepada
- orang-orang yang kafir. Artinya orang
- yang semacam ini masuk dalam kategori
- orang-orang yang ingkar dan kafir.
- Kalau dia menyadari bahwa ini merupakan
- anugerah Allah, tidak mungkin dia akan
- bersikap seperti ini.
- Lalu Allah Subhanahu wa taala lanjutkan
- dengan ayat yang menjelaskan
- kebalikannya.
- yunfiqu amwalahumardillahbitan
- min anfusihimtin
- asaha wabil faatha
- faillam yusbha wabilun wallahu bima
- tamaluna bir wahai orang-orang yang
- beriman dan
- adapun perumpamaan orang-orang yang
- menginfakkan harta mereka dengan
- mengharapkan kan rida Allah juga untuk
- meneguhkan keimanan mereka.
- Bagaikan seorang yang memiliki sebuah
- kebun yang berada di dataran tinggi
- yang disirami oleh hujan yang lebat
- hingga menghasilkan hasilnya yang
- berlipat ganda.
- Apabila tidak turun hujan lebat,
- paling tidak dia mendapatkan siraman
- dari embun-embun yang membasahinya.
- Wallahu bima tammaluna basir. Sungguh
- Allah maha melihat yang kalian perbuat.
- Ini janji Allah bagi yang berinfak
- mengharapkan keridaan Allah dan
- meneguhkan iman mereka. bagikan kebun di
- dataran tinggi yang disirami hujan yang
- lebat atau paling tidak
- disirami oleh embun-embun pada saat
- pagi.
- Setelah itu Allah Subhanahu wa taala
- memberikan satu perumpamaan yang
- menyentuh hati kita.
- Ayawaddu ahadukum an takuna lahu
- jannatum min nakirin waabin tajri min
- tahtihal anhar. Apakah salah seorang
- dari kalian ingin
- dia memiliki sebuah kebun kurma dan
- anggur sungai mengalir di
- celah-celahnya.
- Fiha min kulli tsamarat. Di dalamnya
- terdapat berbagai macam buah-buahan.
- Wa asobahul kibar. Datang usia tuan.
- Walahuatun duafa. Dan dia masih memiliki
- anak-anak yang kecil dan lemah.
- Faasahaun
- fiarun fahtalaqat. Tahu-tahu datang
- angin
- yang apa? Yang membawa api, membakar
- semua kebun-kebun dan hasilnya. Datang
- tornado seperti LA ya yang membawa api.
- H
- akhirnya memberangus dan menghancurkan
- semua kebunnya.
- fiarunqika
- yubayinahu lakumulati laakumfakarun.
- Demikianlah Allah menjelaskan bagi
- kalian ayat-ayatnya agar menjadi bahan
- renungan bagi kalian.
- Jadi kalau seandainya kita tidak
- berinfak hanya mengumpulkan harta benda,
- mengumpulkan aset dengan harapan untuk
- bekal bagi diri kita, anak-anak kita,
- ketahuilah harta kita tidak dalam
- keadaan aman.
- Kalau kalian tidak bertobat, Allah
- Subhanahu wa taala akan kirimkan bencana
- yang menghancurkan harta kita. Akhirnya
- pada saat kita lemah, tua, renta,
- tahu-tahu kita kehilangan
- segala-galanya. Sedangkan anak kita yang
- terbiasa hidup mewah, yang masih lemah
- kehilangan pegangan hidup, akhirnya
- nikmat yang Allah anugerahkan buat
- mereka sebagai ujian karena tidak
- disyukuri. Mereka mengalami kehilangan
- segala-galanya.
- Selanjutnya Allah Subhanahu wa taala
- mengumumkan, "Ya ayyuhalladzina amanu
- anfiqu min thyibati ma kasabtum wimma
- akhrajna lakum minal ard. Wala
- tayammamul khabit minhu tunfiquun.
- Wahai orang-orang yang beriman,
- infakkanlah sebahagian dari hasil usaha
- kalian yang kalian usahakan dari usaha
- yang baik. Kata usaha di sini bukan
- terbatas pada perdagangan. Kalau dulu
- peternakan, pertanian, begitu juga
- perdagangan. Sekarang dunia usaha
- berkembang dengan pesat. terutama dalam
- bidang jasa yang meliputi 75% perputaran
- uang.
- Selagi dia merupakan usaha yang halal
- berhubungan dengan transaksi yang halal,
- maka dari keuntungannya kalian wajib
- untuk keluarkan zakat kalian.
- Karena ini merupakan zakat hasil mirip
- dengan pertanian, seharusnya yang
- dikeluarkan adalah 10% bukan 2,5% sama
- dengan hasil pertanian. Masa petani yang
- hanya mendapatkan setiap kali 4 bulan
- mendapatkan R juta dikenakan Rp2 juta.
- Hm.
- Sedangkan kalian yang mendapatkan setiap
- bulannya Rp25 juta mengeluarkan 2,5% itu
- pun setelah dipotong kebutuhan kalian
- semuanya.
- Seharusnya kalian keluarkan dari 25 juta
- berapa, Mas Krisna? Kalau 10%
- 25 juta.
- 25 juta 10% berapa?
- R juta.
- Dia masih memiliki 22,5 untuk
- keluarganya dan dirinya. Yang 2,5 dibagi
- sekian banyak orang.
- Oleh karena itu, menderitaan atau
- penderitaan yang dialami oleh orang yang
- susah dan mereka meminjam dengan cara
- apa namanya? ee riba di antara dosa
- mereka yang menjadi penanggung jawab
- terbesar orang-orang yang mampu. Jadi
- kalau banyak orang terjerumus dalam riba
- karena kebutuhan yang mendesak bagi
- mereka, mereka meminjam semuanya
- menawarkan pinjaman dengan bunga, maka
- orang-orang yang kaya, orang-orang Islam
- yang mampu bertanggung jawab atas dosa
- yang dialami oleh saudara-saudara
- mereka.
- Nah, pada masa Nabi kita zakat itu mampu
- untuk menutupi delapan golongan.
- Sekarang untuk fuqara ulama sakit saya
- tidak mencukupi karena orang-orang
- kayanya yang pelit lebih mencintai dunia
- daripada akhirat.
- Jadi kalau sampai orang-orang miskin
- mengalami kesusahan, penderitaan,
- tidak mampu untuk menutupi kebutuhan
- mereka, pinjaman yang ditawarkan semua
- dengan bunga, maka orang-orang yang
- memberikan pinjaman semacam ini mereka
- ikut bertanggung jawab terhadap problema
- kemiskinan yang sedang berlangsung.
- Tapi kalau mereka dengan sesuai
- kemampuan mereka memberikan pinjaman,
- mereka mendapatkan keuntungan di dunia,
- keuntungan di hari akhirat, tidak
- khawatir terhadap ancaman yang Allah
- ancamkan pada mereka-mereka yang kaya.
- [berdehem]
- Di samping hasil usaha kalian, Allah
- juga perintahkan, "Wamimma akhrojna
- lakum minal ard dan apa yang kami
- keluarkan bagi kalian dari hasil bumi."
- Kalau dulu makanan-makan pokok yang
- lebih utama, sekarang aneka macam sayur
- mayur bisa disimpan di kul storage
- dengan harga yang lebih tinggi bahkan
- dari harga beras.
- Iya.
- Masa mereka tidak mengeluarkan zakat?
- mereka wajib keluar 10% atau 5% pada
- saat penyiramannya menggunakan peralatan
- dan biaya yang cukup tinggi.
- Kemudian dulu mereka mengeluarkan
- hasil-hasil bumi dalam bentuk makanan.
- Sekarang mas kristna ada nekel, ada
- tembaga, ada [berdehem] batu bara, emas.
- Maka yang dikeluarkan bukan 2,5%.
- Nah, kita perhatikan usaha ya yang Allah
- sebutkan sebelumnya. Usaha yang thayib
- ini berbagai macam jenis usaha kemudian
- didampingi dengan apa? Dengan hasil
- bumi. Maka yang mesti dikeluarkan
- seharusnya bukan 2,5% tapi dikeluarkan
- 10%. 2,5% itu bagi emas perak yang Anda
- simpan tidak ada kelola. Maka bila
- berputar 1 tahun Anda keluarkan 2,5%.
- [berdehem]
- Tapi orang-orang yang tidak beriman
- kepada Allah dan hari akhirat, jangankan
- 10%, yang 2,5% saja mereka merasakan
- jantung mereka mau lompat dari
- kerongkongan mereka.
- Tapi orang yang beriman tidak akan
- sayang-sayang berinfak karena semua
- kembali pada dirinya.
- Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- ingatkan, wala tayammamul khabit minhu
- tunfiquun. Jangan kalian memilih yang
- buruk dari hasil kalian. Itu yang kalian
- infakkan.
- Kurma mereka keluarkan, yang buruk
- mereka infakkan, sedangkan yang baik
- mereka simpan. Kalian keluarkan
- seharusnya dari apa yang kalian suka.
- W tayamamul khit minh wasum biak.
- Padahal kalau kalian mengambilnya,
- kalian tidak mengambilnya kecuali dengan
- merem-merem. Hm.
- Kalian mengurangi bahkan apa? Kalau
- kalian beli, kalian kurangi dia punya
- harga. Jadi, kalian menerima dengan
- berat atau kalian berikan pada orang
- lain ya
- dan kalian ambil yang terbaik. Ini bukan
- gambaran orang yang beriman yang sejati.
- Setelah itu, wa'lamu annallaha ghaniyun
- hamid. Ketahuilah sungguh Allah Maha
- Kaya lagi maha terpuji. Allah bisa
- memberikan bantuannya langsung, tapi
- Allah ingin memuliakan kalian,
- menjadikan kalian sebagai saluran
- bantuan yang Allah berikan kepada
- hamba-hambnya.
- Asyaitanu yaukumul faqroitanu
- yaidukumul yaidukumulitan
- [berdehem]
- yaidukumul faqurukum
- bil fahsya. Setan ini subhanallah
- menakut-nakuti kalian dengan kemiskinan,
- tapi mendorong kalian berbuat keji.
- Kalau berbuat keji orang berinfak tanpa
- berhitung.
- Yang pelit ketemu perempuan cantik yang
- menggodanya, subhanallah dia tidak
- sayang-sayang keluarkan uangnya.
- Wallahu yaidukum magfiratan minhu. Kalau
- setan menakut-lakuti kalian dengan
- kemiskinan dan memberanikan kalian
- berbuat yang keji, Allah menjanjikan
- kalian ampunan dari apa? dari sisinya
- dan juga karunia ampunan dan karunia.
- Wallahu wasiun alim. Sungguh Allah maha
- luas kekayaannya, maha mengetahui
- hamba-hambnya.
- Nah, sebagai penutup yil hikmata man
- yasya. Allah memberikan hikmah
- kebijaksanaan bagi siapa yang Allah
- kehendaki.
- Orang yang bijak, orang yang beriman
- pada Allah, yakin [berdehem] akan
- janji-janji Allah dan takut terhadap
- ancamannya. Yang berlomba-lomba untuk
- meraih kemuliaan, itulah orang-orang
- yang bijak.
- W yutal hikmata faqad utiyairon katir.
- Siapa yang diberikan hikmah berarti dia
- telah diberikan kebaikan yang amat
- banyak.
- Wakaru illa ulul albab. Dan [berdehem]
- seorang tidak akan mengambil pelajaran
- ini kecuali orang-orang yang berakal
- sempurna dan bijak.
- Nah, Mas Krishna, kalau orang yang butuh
- pinjaman untuk kebutuhan dirinya, jelas
- infak ini merupakan solusi yang terbaik.
- Kalau orang punya kesempatan, punya
- kemampuan, hendaknya dia berlomba-lomba.
- Bukan justru lebih penting menimbun
- hartanya di dunia. mengejar kemuliaan
- dunia, lupa kepada hari akhirat.
- Nah, kita bertanya-tanya bagaimana
- pengusaha yang butuh dana? Baik itu
- pengusaha kecil atau pengusaha yang
- mempunyai kesempatan mendapatkan proyek
- yang baik, menguntungkan, tapi tidak
- punya modal. Solusinya adalah apa? Kerja
- sama.
- Solusinya kerja
- kerja sama
- sama. Bukan justru kita memberikan
- pinjaman kepadanya dengan mengharapkan
- bunga yang bisa membawa kehancuran
- dua-duanya bahkan kehancuran bangsa dan
- negara. Tapi dengan bekerja sama kamu
- punya modal diinvestasikan
- di bawah pengawasan dan kontrol kamu
- pada usaha yang jelas transparan. nya
- ini akan lebih menguntungkan membuka
- lapangan pekerjaan, memajukan juga
- saudara-saudara kamu, bangsa kamu.
- Sebagai orang beralasan gimana kalau
- investasi kita hilang? Kalau di bank
- kita paling tidak mendapatkan keuntungan
- uang kita terjak. Tapi kalau kita
- bekerja sama bisa-bisa uang kita hilang.
- Jangankan untung, malah modal kita bisa
- hilang. Oleh karena itu, dalam kondisi
- saat ini karena kepercayaan teras ya
- telah hilang disebabkan karena sekian
- lama umat Islam jauh dari tuntunan
- agamanya, maka di saat seorang
- berinvestasi dia bisa meminta jaminan.
- Dia berikan investasi dalam bentuk uang,
- sedangkan pihak lain dalam bidang skill
- kemampuan dan proyek yang dimiliki. Dia
- tidak terlibat dalam usaha tersebut. dia
- berikan investasi tapi ada jaminan.
- Jaminan tersebut juga dinotaris ya
- disepakati apabila dia katakan
- [berdehem] ee melakukan pelanggaran atau
- katakan ya dia mengklaim kerugian dengan
- sendirinya ya dia bisa menjual jaminan
- tersebut diambil yang menjadi haknya
- dikembalikan kepada apa? kepada ee
- pemilik aset tersebut kelebihannya.
- Mungkin orang bertanya, "Ustaz, kan
- kalau kita berinvestasi
- bukan memberikan pinjaman."
- Hm.
- Masalahnya kalau dulu pada zaman Nabi,
- sahabat itu betul-betul apa? Bersifat
- transparan. Mereka baru beriman menjaga
- diri mereka. Kalau sekarang orang empat
- gulipat h
- orang menerima dana investasi tahu tahu
- di akhirnya mengatakan, "Boking saya
- mengalami kerugian."
- Padahal kita enggak tahu menaut tentang
- usaha tersebut. Paling tidak kembalikan
- modalnya.
- Iya.
- Nah, kalau dia beruntung, keuntungan
- dibagi sesuai dengan saham yang
- diberikan. Kenapa dia tidak menanggung
- kerugian? Dia tidak tahu-menu tentang
- usahanya, tidak terlibat di dalamnya.
- Dia hanya memberikan uestasi.
- Kalau dia sama-sama terlibat dalam
- usaha, kebijakan, keputusan,
- dimusyawarahkan bersama-sama, maka
- keuntungan sama-sama dinikmati,
- sedangkan kerugian sama-sama ditanggung.
- Tapi kalau dia memberikan investasi
- tanpa dia tahu seluk-beluk usahanya, ya
- dia mendapatkan proposal, mendapatkan
- janji-janji yang indah, maka pihak yang
- menginvestasikan
- wajib memberikan jaminan untuk menjaga
- hak-hak orang lain agar tidak mengatakan
- bahwa investasi merupakan cara yang
- tidak tepat sama sekali. Dia tidak
- mengambil bunga, paling tidak modalnya
- dikembalikan.
- Sampai kepercayaan terbangun di antara
- umat Islam, yakin beriman terhadap janji
- Allah Taala. Baru pada saat itu tidak
- diperlukan jaminan. Jadi ikhwan- akhwat
- yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala,
- sodqah
- zakat dan infak secara menyeluruh itu
- menjadi kewajiban si kaya.
- Apabila mereka menjumpai saudara mereka
- dalam kebutuhan membutuhkan pinjaman,
- maka berikan pinjaman tanpa mengharapkan
- bunga. Yang Allah janjikan buat kamu
- bukan hanya bunga, tapi 700 kali lipat
- dari apa yang kamu investasikan.
- Kalau dia masih belum mampu, tangguhkan
- sampai dia mampu. Tapi kalau seandainya
- dia tidak mampu membayar, bisa kalian
- potong dari zakat kalian. Wa anasdaqu
- khairul lakum in kuntum tlamun. Atau
- kalian mau bersedekah secara sukarela di
- luar zakat, sudah saya ikhlaskan.
- Jadi para jemaah sekalian, orang yang
- beriman tidak akan pernah dirugikan.
- Sedangkan orang-orang yang lemah, mereka
- mendapatkan lindungan dari orang yang
- mampu hingga tidak menjadi korban
- pinjol,
- korban judi online. Maka orang-orang
- yang mampu ikut bertanggung jawab
- terhadap penderitaan saudara mereka.
- Karena Rasulullah mengatakan, "Almukmin
- lil mukmin kal bunyan yasyudu ba'duhu
- ba'd dalam Quran, wal mukminun wal
- mukminat ba'duhum auliya ba."
- Tugas saya menyampaikan
- orang yang beriman sebagian mereka
- menjadi wali pelindung sebagian yang
- lain. Seorang mukmin menurut Rasulullah
- bersama saudaranya bagaikan bangunan
- yang saling topangmenopang.
- Nah, kalau kita hanya memikirkan diri
- sendiri maka tunggu akibatnya di hari
- kemudian nanti yauma la yanfau maun wala
- banun illa man atallaha biqalbin salim.
- Mengingat hari Jumat. Jadi kita enggak
- lanjutkan dengan tanya jawab. Insyaallah
- kita akan ee kembali bertemu
- apabila
- tak ada halangan pada esok pagi
- biidnillahi azza waalla.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik walfu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah. Terima kasih
- Ustaz Husin atas penjelasannya mengenai
- infak sebagai solusi bagi Ribani yang
- bertanya cukup banyak ya. Mohon maaf
- nanti hari ini jawab
- besok e hari Sabtu ya dengar lagi ya.
- Bapak Junaidi, Bu Saida, kemudian lagi
- Bapak Jumadi
- Eyang, kemudian juga Pak Mormon dan
- lain-lain juga langsung ada infak dari
- Ibu Ui Saukani. Terima kasih Ibu
- Uciukani atas infak yang berhasil.
- Mudah-mudahan Allah lipat gandakan ya
- pahala dan kebaikan untuk Mbak Uci.
- Terima kasih untuk baik saya Muhammad
- Krishna Gustaf kemudian juga Ondi dan
- Algi mohon pamit. Wabillahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.