Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:04 at 0:14 [Musik] 0:30 [Musik] 0:45 Brail 0:58 [Musik] 1:06 [Musik] 1:09 TV alamin. Allahumma sholli ala 1:12 sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina 1:13 Muhammad. Assalamualaikum warahmatullahi 1:16 wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat pendengar 1:18 Radio Silaturahim dan juga pemirsa Rasil 1:21 Visual yang dirahmati Allah. Semoga 1:23 kabar Anda sehat di malam hari ini, Iwan 1:25 Ahwat. Hari ini hari Selasa, hari yang 1:27 ke-14 di bulan Rabiul Aal 1442 Hijriah 1:31 atau bertepatan dengan hari yang 1:33 ke-29 di bulan 1:35 Desember 2020. Kita kembali berjumpa di 1:39 acara renungan QBU bersama Ustaz 1:42 Rahmatullah yang alhamdulillah hari ini 1:44 telah hadir di studio Ikhwan Ahwat. Kita 1:46 sapa terlebih dahulu. Asalamualaikum 1:49 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:50 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:52 wabarakatuh. Sehat, Ustaz? Ya, kabar. 1:54 Alhamdulillah. Ini tak terasa kita sudah 1:56 ada di hujung penghujung tahun 2020, 1:57 Ustaz, ya. Iya. Saking betahnya kayaknya 2:00 kayak kemarin tahun baruan 2020, 2:02 sekarang sudah hampir berakhir lagi nih. 2:05 Saking betahnya di Dinda ini ya, Ustaz 2:06 ya. mungkin. Baik, Pak Ustaz, kita hari 2:08 ini singkat sekali ya, kita akan ee 2:12 membahas tema mengenai pengertian orang 2:15 yang berakal dan yang tidak berakal. H 2:19 gini, kebanyakan orang kan ee memahami 2:23 akal itu di kepala gitu ya. Akal tuh 2:26 sama dengan pikiran. Ternyata itu salah 2:29 tafsir, Ustaz, ya. Hm. Itu berarti jadi 2:31 salah salah pemahaman juga akhirnya. 2:33 Iya. Jadi sebenarnya akal itu 2:37 kan ee bahasa 2:41 Al-Qur'an ya. Karena itu bahasa 2:43 Al-Qur'an 2:45 maka 2:46 pengertiannya atau definisinya itu 2:50 kembalikan ke dalam Al-Qur'an karquran. 2:54 Kemudian dari bahasa Al-Qur'an itu 2:57 kemudian ee 3:01 menjadi bahasa Indonesia. Hm. 3:05 akal menjadi bahasa Nisa yang aslinya 3:08 adalah dari bahasa Al-Qur'anul 3:10 Karim. Nah, sementara orang-orang 3:13 Indonesia yang 3:14 memakai ee 3:18 bahasa ee Al-Qur'an itu Heeh. ee ketika 3:24 mendefinisikan tentang akal dan 3:26 orang-orang yang berakal itu tidak lagi 3:29 dikembalikan ke dalam Al-Qur'an. Iya. 3:33 Nah, kemudian di ee 3:36 diartikan ee ke dalam bahasa kita 3:40 sehari-hari. Iya. Ya. Dan itu sudah 3:44 berlangsung cukup lama sehingga menjadi 3:48 satu 3:49 kebenaran ee umum ya. Jadi umum ya. 3:52 Padahal salah itu. Padahal salah menurut 3:55 Al-Qur'anul Karim gitu. 3:57 Nah, sehingga ini yang perlu kita ee apa 4:02 namanya? Mencari 4:04 tahu 4:06 tentang ee definisi akal, orang yang 4:09 berakal dan orang yang tidak berakal. 4:11 Ya, supaya ee kita 4:15 [Musik] 4:17 ee menjadi ee apa? Karena akal ini 4:21 merupakan sesuatu yang hakiki ya. Iya. 4:26 hak karena akal ini orang yang berakal 4:29 ini adalah orang yang beriman 4:30 sesungguhnya. 4:33 Nah, kenyataannya di dalam kehidupan 4:36 sehari-hari antara orang yang berakal 4:38 ini seolah-olah terlepas dari dari 4:42 keimanan. Padahal orang yang berakal itu 4:44 adalah orang yang beriman gitu. 4:49 Baik, Ustaz. Iya. 4:51 disimpulkan dibahas yang akan kita bahas 4:53 di hari ini yang ingin bergabung silakan 4:55 nanti juga bergabung mohon maaf di 5:00 0811999720 ataupun telepon 5:04 0218451512 Ustaz ya. Baik terima kasih 5:07 Kang 5:09 Fahri. Bismillahirrahmanirrahim. 5:11 Asalamualaikum warahmatullahi 5:17 wabarakatuh. Alhamdulillah. 5:20 Alhamdulillahilladzi khalaqal mauta wal 5:22 hayata liyabluakum ayukum ahsanu amala 5:25 wahual azizul gfur ashadu alla 5:28 ilahaillallah wa asyhadu anna muhammadan 5:30 abduhu wa 5:32 rasuluhumma sholli wasallim wabarik ala 5:35 muhammad wa ala ali muhammad 5:39 wad para pemirsa dan pendengar radio 5:44 serta TV rasil yang dimuliakan Allah 5:47 subhanahu wa taala 5:50 Terlebih dahulu marilah kita memanjatkan 5:53 puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu 5:55 wa 5:56 taala. Selawat serta salam semoga Allah 6:00 limpahkan kepada junjungan kita 6:03 Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi 6:05 wasallam, keluarga beliau, para 6:07 sahabatnya dan kepada kita sekalian. 6:09 Amin ya rabbal 6:16 alamin. Pada kesempatan pada ee malam 6:20 hari 6:22 ini 6:24 yang berada 6:26 di 6:28 penghujung akhir tahun ya 6:31 2020 6:35 ini. Pada kesempatan ini kita akan 6:38 membahas 6:40 tentang orang yang berakal dan orang 6:43 yang tidak berakal. 6:50 Pada ee episode yang du pekan yang lalu 6:55 kita telah menjelaskan bahwa 6:59 sesungguhnya 7:01 ee hakikat 7:04 daripada ee jiwa 7:06 manusia ya itu berada pada ee fuadnya 7:10 tadi. 7:12 dalam fuad 7:13 itulah 7:15 ee wahyu Allah ee 7:18 diturunkan. 7:20 Hm. Pemahaman yang di ee miliki oleh 7:24 Fuad itulah ee sesungguhnya ee orang 7:27 yang berakal 7:30 itu. Kemudian bagaimana sesungguhnya 7:33 kiprah daripada orang-orang yang berakal 7:35 di dalam kehidupan sehari-hari? 7:47 Mari kita melihat pada surah Al-Baqarah 7:52 ya pada ayat yang ke 8:00 164. Auzubillahiminasyaitanirrajim. 8:07 inna fi khalqis samawati wal 8:10 ardhifil laili w 8:12 nahari wal 8:14 fulqilladzi wal fulqillati tajri fil 8:19 bahri bima 8:22 yamafaunasa wama anzalallahu 8:26 minasamaai mim 8:28 main faahya bihil ardha ba'da 8:32 mautiha wabasa fiha 8:44 mushartiati bainasama wal ardi 8:48 laq yaun. 8:56 Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan 9:02 bumi silih bergantinya malam dan 9:08 siang. 9:09 Bahtera yang berlayar di 9:12 laut membawa apa yang berguna bagi 9:16 manusia. 9:20 Dan apa yang Allah turunkan dari langit 9:23 berupa 9:26 air. Lalu dengan air itu dia hidupkan 9:30 bumi sesudah 9:33 matinya atau sesudah keringnya. 9:38 Dan dia sebarkan di bumi itu 9:41 segala jenis 9:45 hewan dan pengisaran angin dan 9:49 awan yang 9:51 dikendalikan antara langit dan 9:55 bumi. 9:58 Sungguh terdapat 10:00 tanda-tanda keesaan dan kebesaran Allah 10:04 bagi kaum yang 10:10 berakal. Hm. 10:14 Jadi pada ayat ini 10:16 sesungguhnya orang yang berakal itu 10:20 adalah orang 10:22 yang dapat membaca fenomena 10:30 alam. Buah siang 10:36 malam merupakan satu fenomena alam 10:40 langit bumi ya. 10:44 Terus ada hewan, ada angin, ada air 10:47 turun, air hujan. 10:50 H. Maka itu adalah merupakan satu 10:54 fenomena alam yang 10:58 ada ada yang mengaturnya. Yang mengatur 11:02 itu semua adalah Allah Subhanahu wa 11:04 taala. 11:09 Jadi orang yang berakal itu 11:11 adalah orang yang iqra bismi 11:15 rabbikalladzi 11:17 khalaq. Ya membaca membaca fenom 11:21 fenomena alam itu adalah 11:24 sesuatu yang memang direncanakan atau 11:28 diperbuat oleh Allah Subhanahu wa taala. 11:33 Tidak satuun di jagat raya 11:36 ini akan 11:38 bergerak tanpa satu komando atau 11:43 perintah dari Allah Subhanahu wa taala. 11:49 Maka itulah 11:51 sesungguhnya yang dimaksudkan dengan 11:53 orang-orang yang berakal 11:56 itu bahwa segala sesuatu fenomena 12:00 kehidupan yang 12:04 terjadi bahkan apa yang akan terjadi 12:07 maka itu semua adalah merupakan 12:11 perbuatan Allah Subhanahu wa taala. 12:18 Sehingga dengan demikian sesungguhnya 12:20 orang yang berakal ini adalah orang yang 12:22 beriman kepada 12:24 Allah. Membaca sesuatu 12:27 itu itu adalah merupakan satu kehendak 12:30 Allah Subhanahu wa taala. Iqra bismi 12:32 rabbikalladzi 12:38 khalaq. Itu yang pertama pengertian 12:41 adalah ee orang-orang yang berakal. 12:48 Kemudian yang 12:54 kedua di dalam surah 12:59 Al-Anqabut pada ayat yang 13:02 ke41 sampai dengan 13:07 49. Auzubillahiminasyaitanirrajim. 13:14 matsalulladzinakadzu min 13:17 dunillahi 13:19 auliya 13:22 kamalilabutakat 13:26 baitan wa 13:28 inna ahanal buyuti labaitul 13:33 ankabut lau kanu 13:38 y'lamun 13:39 innallaha yalamu 13:44 [Musik] 13:46 Wah azizul 13:50 hakim watilkal amsalu nadribuha 13:54 linas wama yaqiluha 13:58 illalimun. 14:05 Perumpamaan orang-orang yang mengambil 14:08 pelindung-pelindung selain 14:12 Allah adalah 14:14 seperti sarang laba-laba. 14:21 Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah 14:25 adalah rumah 14:27 laba-laba kalau mereka 14:34 mengetahui. Sesungguhnya Allah 14:37 mengetahui apa saja yang mereka seru 14:40 selain 14:44 Allah dan dia maha 14:47 perkasa lagi maha bijaksana. 14:52 Dan perumpamaan-perumpaan ini kami buat 14:55 untuk 14:59 manusia dan tidak ada yang memahaminya 15:03 kecuali orang yang 15:07 berilmu. Jadi dikatakan di dalam ayat 15:09 ini sesungguhnya orang yang berakal itu 15:13 adalah orang yang berilmu. 15:18 Dan orang yang berakal itu adalah orang 15:22 yang paham 15:25 perumpamaan-perumpamaan yang dibuat oleh 15:27 Allah Subhanahu wa taala. 15:32 Jadi selain Allah, kekuatan selain Allah 15:38 maka tidak lebih kuat daripada sarang 15:41 laba-laba. 15:46 Artinya 15:48 bahwa ayat itu 15:51 mengatakan mengapa manusia 15:55 itu mencari pelindung, mencari 15:59 pertolongan kepada selain 16:03 Allah di mana kekuatannya 16:08 adalah sarang laba-laba 16:11 tadi. Jadi sarang laba-laba itu yang 16:14 mengatakan kuat ya hanya lalat, nyamuk, 16:19 semut. Ini kalau hinggap di sarang 16:23 laba-laba maka dia akan terperangkap, 16:25 tidak akan bisa bergerak 16:29 lagi. Jadi orang-orang yang berilmu itu 16:32 adalah orang-orang yang berakal. Dan 16:34 orang-orang yang berakal itu adalah 16:36 orang yang mampu memahami 16:41 perumpamaan-perumpamaan yang dibuat oleh 16:43 Allah Subhanahu wa taala. Itulah orang 16:45 yang berakal. 16:50 Sehingga karena kekuatan selain Allah 16:54 itu hanya seperti sarang laba-laba saja, 16:58 maka tentu orang yang berakal ini akan 17:02 mencari pelindung ya yang maha 17:07 perkasa, maha bijaksana, yaitu Allah 17:10 Subhanahu wa taala. 17:18 Jadi bahasa perumpamaan 17:22 perumpamaan maka orang-orang yang 17:24 berakal itu langsung nyambung ya paham 17:29 dengan bahasa perumpamaan yang dibuat 17:32 oleh Allah Subhanahu wa taala. 17:36 Kemudian yang 17:43 ketiga di dalam surah Al-Baqarah pada 17:46 ayat 72 dan 17:50 73. 17:55 Auzubillahiminasyaitanirrajim. Waid 17:57 waidqotun waid qotum nafsam fadarum 18:01 fiha. 18:03 Wallahu mukhrijum ma kuntum 18:08 taktumun. Faqulbuhu 18:12 biba'diha kadalika yuhyillahul mauta 18:17 wurikum ayatihi la'allakum taqlun. 18:25 Dan 18:26 ingatlah ketika kamu membunuh seorang 18:33 manusia, lalu kamu saling tuduh-menuduh 18:37 tentang 18:40 itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa 18:43 yang selama ini kamu sembunyikan. 18:50 Lalu kami lalu kami berfirman, "Pukullah 18:54 mayat itu dengan sebagian anggota sapi 18:59 betina 19:02 itu." Demikianlah Allah menghidupkan 19:05 kembali orang-orang yang telah 19:07 mati dan memperlihatkan padamu 19:11 tanda-tanda 19:13 kekuasaannya agar kamu berakal. 19:19 Jadi orang yang berakal itu 19:22 adalah orang 19:24 yang 19:26 memahami tentang fenomena mukjizat ya 19:30 mukjizat Nabi Musa Alaih 19:33 Salam. Jadi sapi betina 19:37 itu 19:39 ee disembelih. 19:43 Kemudian orang yang telah meninggal itu 19:48 ya Allah berfirman, "Pukullah mayat itu 19:52 dengan sebagian anggota sapi betina itu. 19:56 Maka si mayat itu menjadi hidup 19:58 kembali." 20:03 Maka tentu saja ketika itu terjadi, maka 20:06 bagi orang-orang kafir, wah ini sihir. 20:11 Hm. Jadi orang-orang kafir artinya 20:14 orang-orang yang tidak beriman kepada 20:17 Allah bahwa itu adalah merupakan 20:20 sihirnya 20:23 Musa. Sementara orang-orang yang berakal 20:26 adalah bahwa itulah sesungguhnya 20:28 kekuasaan 20:30 Allah dengan cara Allah memukulkan 20:35 sebagian ya anggota sapi yang telah 20:38 disembelih tadi kepada mayat yang 20:41 terbunuh 20:43 tadi. Jadi artinya di sini 20:46 bahwa orang yang berakal itu 20:49 adalah orang yang paham, memahami bahwa 20:53 itu adalah kekuasaan 20:55 Allah ya yang diberikan 20:59 kepada Nabi Allah Musa Alaih Salam 21:01 berupa 21:04 mukjizat. Jadi bukan sebagaimana orang 21:07 kafir tadi menyangka bahwa itu adalah 21:09 sihir ya. 21:15 Itu adalah beberapa definisi tentang 21:18 akal. Di mana hakikat daripada akal itu 21:21 sesungguhnya orang yang berakal itu 21:24 adalah sesungguhnya adalah orang yang 21:25 beriman kepada Allah. H. Sehingga bagi 21:29 orang yang tidak berakal itu adalah 21:31 orang yang tidak beriman kepada Allah 21:33 Subhanahu wa 21:37 taala. Kemudian yang kedua yaitu orang 21:41 yang tidak berakal. Bagaimana Allah 21:44 menceritakan orang-orang yang tidak 21:46 berakal di dalam Al-Qur'anul 21:49 Karim di dalam surah Al-Haj pada ayat 2 21:52 45 sampai ee 21:57 46. Auzubillahiminasyaitanirrajim. 22:00 [Musik] 22:02 Ya faqayim min qaryatin 22:06 ahlaknaaha 22:08 wahiya doimatun fahiya khawiyatun ala 22:17 urusiha wabi'rin 22:21 muatin waqasrin 22:25 masyid afalam yasiru fil 22:28 ardhi fatakuna lahum 22:39 faha laal absu 22:44 wakinalubati 22:50 fur berapalah banyaknya kota yang kami 22:54 telah 22:56 membinasakan yang penduduknya dalam 23:00 keadaan dan 23:03 zalim. Maka tembok-tembok kota itu 23:08 roboh menutupi 23:13 atap-atapnya. Dan berapa banyak sumur 23:16 yang telah 23:18 ditinggalkan dan istana yang 23:23 tinggi? Maka apakah mereka tidak 23:27 berjalan di muka bumi? 23:30 Lalu mereka mempunyai kalbu yang dengan 23:33 kalbu itu mereka dapat 23:39 memahaminya atau mempunyai telinga yang 23:42 dengan telinga itu mereka dapat 23:45 mendengar. 23:48 Karena sesungguhnya bukanlah mata itu 23:52 yang 23:53 buta, tetapi yang buta ialah kalbu yang 23:57 di dalam dada, yaitu akalnya 24:01 tadi. H. Jadi, akal itu ada di dalam 24:05 kalbu ya. Karena akalnya sudah tertutup, 24:08 dikunci mati oleh Allah. H. 24:12 Maka orang-orang 24:15 yang ee tidak berakal itu tidak mampu ya 24:21 memahami fenomena 24:23 bencana. Di mana Allah turunkan bencana 24:27 itu merupakan satu tazkirah, peringatan. 24:34 Jadi ee merupakan suatu pelajaran ya 24:39 pelajaran yang Allah berikan dan itu 24:41 hanya mampu ditangkap oleh orang yang 24:47 berakal. 24:49 Sehingga di ayat yang lain Allah 24:52 menyatakan wafil ardhi ayatul lil muqin 24:56 wafi anfusikum afala 24:59 tubsir di bumi ini ya. 25:03 Ada ayat-ayatku bagi orang-orang 25:05 orang-orang yang 25:07 yakin. Wafi anfusikum. Dan di dalam 25:09 dirimu itu juga ada 25:12 ayat-ayatku. Afala tubsirun. Kenapa 25:14 tidak 25:19 diperhatikan? Maka orang-orang yang 25:22 berakal Allah akan berikan 25:26 kepahaman. Nah tentang fenomena alam, 25:29 tentang fenomena diri. 25:32 yang sesungguhnya Allah ingin berbicara 25:35 kepada hamb-Nya, kepada orang-orang yang 25:37 berakal 25:39 tadi. Bahwa Allah sedang menurunkan 25:45 peringatan bisa 25:48 banjir, gempa 25:51 bumi, tsunami. Iya. Ya, itu hanya 25:56 orang-orang yang berakal yang mampu 25:57 menangkap sinyal-sinyal 26:00 itu. Tapi bagi orang yang misalnya gempa 26:03 bumi, oh iya kan itu sesungguhnya gempa 26:06 bumi itu terjadi karena pergeseran 26:10 lempeng-lempeng bumi 26:12 saja. Jadi yang dilihat lempengnya tadi 26:16 gimana alamnya? Iya. Gejala alamnya 26:19 terlepas dari kekuasaan Allah. 26:22 Nah, orang yang berakal tidak seperti 26:25 itu. Orang yang berakal 26:28 adalah secara ee ilmu pengetahuan benar 26:33 itu adalah lempeng bumi. Tapi jangan 26:35 lupa lempeng bumi itu ya kan kalau tidak 26:40 diperintah oleh Allah tidak akan 26:42 bergerak. Nah, di sini sesungguhnya 26:46 terjadi satu ee apa? Pemutusan ya. ya 26:51 putus ya bahwa sesegala sesuatu yang 26:55 terjadi di alam dan di dalam diri 26:58 manusia maka itu semua adalah merupakan 27:01 perintah dari Allah Subhanahu wa 27:05 taala. Nah, kalau orang ahli pikir 27:08 mengatakan bahwa oh iya itu gejala alam 27:12 karena terjadinya pergeseran lempeng 27:15 bumi. Namun demikian tidak demikian 27:18 dengan orang-orang yang berakal. 27:20 bahwa ini adalah merupakan satu 27:22 peringatan dari 27:25 Allah. Dosa apa yang telah dilakukan 27:29 oleh kita kepada Allah? Karena itu 27:31 tazkirah, peringatan. 27:35 H. 27:37 Nah, sehingga di sini ee orang-orang 27:40 yang berakal itu adalah orang yang mampu 27:44 memahami fenomena bencana alam. 27:47 Sementara orang yang tidak berakal itu 27:51 tidak ada hubungannya dengan Allah 27:53 gitu. Jadi yang dianggap biasa saja 27:56 bahwa itu adalah gejala 27:59 alam. Nah, itu yang orang yang tidak 28:03 berakal itu yang ee pertama bagi orang 28:07 yang ee tidak berakal. 28:14 Kemudian yang kedua 28:18 adalah mari kita lihat di dalam surah 28:20 Al-Anfal pada ayat yang ke-20 dan 28:25 23. 28:29 Auzubillahiminasyaitanirrajim. Ya 28:30 ayyuhalladzina amanu 28:33 atiullaha wa 28:35 rasulahu wala tawallau anhu wa antum 28:39 tasmaun. 28:41 Wala takunu kalladzina qolu samina wahum 28:46 la 28:49 yasmaun. 28:57 Inarwabiallahulmuladzi 29:00 laun walau alimallahu 29:03 fihimir 29:05 asamaahum walau asamaahum lawallau wahum 29:09 muidun. 29:13 Wahai orang-orang yang beriman, taatlah 29:16 kepada Allah dan 29:17 [Musik] 29:19 Rasul-Nya dan janganlah kamu berpaling 29:23 daripadanya sedang kamu mendengar 29:29 perintah-perintahnya. Dan janganlah kamu 29:31 menjadi seperti orang-orang munafik yang 29:34 berkata, "Kami mendengarkan." 29:38 Padahal mereka tidak 29:42 mendengarkan. Sesungguhnya 29:45 binatang atau makhluk yang 29:48 seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah 29:52 orang yang tuli, bisu, yang tidak 29:57 berakal. 30:01 Kalau sekiranya Allah 30:03 mengetahui kebaikan ada pada mereka, 30:07 tentulah Allah menjadikan mereka dapat 30:13 mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan 30:16 mereka dapat 30:17 mendengar, niscaya mereka pasti 30:20 berpaling 30:22 juga, sedangkan mereka memalingkan diri. 30:30 Maka ini orang-orang yang tidak berakal. 30:33 Jadi orang-orang yang munafik itu adalah 30:36 orang-orang yang tidak 30:38 berakal, yaitu orang yang tidak mau 30:41 mendengarkan peringatan Allah Subhanahu 30:43 wa taala. 30:48 Sehingga di dalam ayat ini sesungguhnya 30:50 adalah orang 30:52 yang tidak berakal itu adalah orang yang 30:57 tuli dan 31:00 bisu. H. Jadi orang 31:04 munafik ya. Kalau telinga sih mendengar 31:07 gitu. Iya ya. Tapi yang tidak mendengar 31:10 itu pendengaran yang di dalam QBU 31:15 tadi. Jadi yang di dalam QBU itu adalah 31:19 penglihatan dan pendengaran yang ada di 31:21 dalam enggak mendengar. Yang mendengar 31:23 cuman telinganya saja, enggak masuk ke 31:26 dalam kalbunya. Ya. Sehingga kalau 31:30 dibilang, "Iya, saya sudah 31:32 mendengar mendengar telinganya tapi 31:35 pendengaran kalbunya tidak mendengar, 31:37 maka itu dikatakan tuli ya, tuli, bisu 31:43 ya. Nah, dan itu dikatakan orang 31:45 munafik." Jadi, orang yang munafik itu 31:47 adalah orang yang tidak berakal. 31:51 H mengingkari ya 31:55 mengingkari apa yang ee kebenaran yang 31:59 disampaikan oleh Allah Subhanahu wa 32:06 taala. Kemudian yang ketiga adalah 32:11 ee sebagaimana di dalam surah Al-Baqarah 32:14 ayat 170 dan 171. 32:22 [Musik] 32:24 Auzubillahiminasyaitanirrajim. Waidza 32:27 lahumabiu ma 32:29 anzalallahu qolu bal 32:32 nattabiu ma alfaina alaihi 32:37 abaana. Awalau kana abauhum la 32:42 yaqilunaan wala yahtadun. 32:47 Waladzina kafaru 32:51 kamalilladzi yan bima la yasma illa 32:55 duaan 32:57 waidaan summun bukmun umyum fahum la 33:01 yaqilun. 33:06 Dan apabila dikatakan kepada mereka, 33:09 "Ikutilah apa yang telah diturunkan 33:13 Allah,"Ak menjawab, 33:17 "Tidak." Tetapi kami hanya mengikuti apa 33:21 yang telah kami dapati dari perbuatan 33:25 nenek moyang 33:29 kami. Apakah mereka akan menggitu juga? 33:34 Walaupun nenek moyang mereka 33:37 itu tidak 33:39 mengetahui, tidak 33:42 berakal, dan tidak mendapatkan petunjuk 33:46 dari Allah Subhanahu wa 33:49 taala. Dan perumpama orang-orang kafir 33:53 adalah seperti penggembala yang 33:56 memanggil binatang yang tidak mendengar 33:59 selain panggilan dan seruan saja. 34:04 Mereka itu tuli, bisu, dan buta. Maka 34:08 mereka tidak 34:12 berakal. Tuli, bisu, buta. Artinya itu 34:16 yang ada di dalam 34:18 kalbunya. 34:19 H. Sehingga tidak berakal. Nah, karena 34:23 akalnya sudah dikunci mati oleh Allah 34:25 Subhanahu wa taala. Hm. 34:29 Mata kepala dia bisa 34:31 melihat, telinga bisa 34:34 mendengar, lisan juga bisa 34:37 berbicara, 34:38 tapi kalbunya dikunci mati oleh Allah 34:41 Subhanahu wa taala. Karena di dalam QBU 34:43 itulah sesungguhnya pusat akal 34:46 itu. Sehingga sudah tidak mampu lagi 34:50 melihat, 34:52 mendengar, dan mengatakan sesuatu. 34:56 Ya, Allah menyatakan mereka itu adalah 34:59 tuli, bisu, dan 35:02 buta. Maka mereka itu tidak 35:07 berakal. Jadi sebenarnya dengan ee 35:11 beberapa ayat ini sesungguhnya 35:14 bahwa akal itu adalah orang yang berakal 35:18 itu adalah orang yang beriman kepada 35:21 Allah Subhanahu wa taala. 35:25 Dan akal itu adanya di dalam kalbu tadi. 35:28 Ketika kalbu ini sudah dikuci mati oleh 35:30 Allah Subhanahu wa taala, maka manusia 35:34 sudah tidak mampu menerima kebenaran 35:38 Allah Subhanahu wa taala. Tidak mampu 35:40 menerima kebenaran agama Allah Subhanahu 35:43 wa taala. Maka semuanya itu akan e 35:45 ditolak oleh. 35:48 Maka itulah sesungguhnya yang dinamakan 35:51 dengan orang yang tidak 35:54 berakal. Hm. Jadi orang yang tidak 35:57 berakal itu adalah orang yang menolak 36:00 kebenaran Allah Subhanahu wa 36:03 taala. Sehingga Allah menyatakan ee bisu 36:08 ya, tuli, buta dan mereka itu adalah 36:12 orang-orang yang tidak berakal. 36:15 Barangkali itu, wallahuam. Baik rahmat 36:17 telah kita bersama-simak ee renungan QBU 36:20 bersama Ustaz Rahmatullah dengan tema 36:23 pengertian orang yang berakal dan orang 36:26 yang tidak berakal. Yang ingin bergabung 36:28 silakan Iwan Nawat yang ingin bertanya 36:30 atau berkomentar di malam hari ini di 36:35 0811999720 ataupun telepon kami di 36:39 0218451512. Kami segera kembali. 36:42 [Musik] 36:56 at 37:13 [Musik] 37:25 at 37:34 [Musik] 37:51 [Musik] 38:03 at 38:13 [Musik] 38:29 [Musik] 38:39 at 38:50 at 39:08 [Musik] 39:24 at 39:46 [Musik] 39:55 at 40:24 [Musik] 40:33 [Musik] 40:38 berasil 41:01 Radio Rasil untuk Islam yang satu. Masih 41:03 bersama kami ikhwan akhwat di acara 41:04 renungan QBU bersama Ustaz Rahmatullah 41:07 dengan tema pengertian orang yang 41:09 berakal dan yang tidak berakal. Sudah 41:13 banyak yang masuk Ustaz di WhatsApp 41:15 Rasil yang ingin bertanya. Saya langsung 41:17 aja bacakan Ustaz ya. Iya. Ini yang 41:19 pertama datangnya dari Bapak Adi di 41:23 Pasar Minggu. Pak Ustaz. H. 41:25 Asalamualaikum warahmatullahi 41:26 wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam 41:28 warahmatullahi wabarakatuh. ee apa 41:30 perbedaan berpikir dengan berakal? Iya. 41:34 Baik, terima kasih ke Bang Adi 41:38 ya. Ee berpikir dan berakal 41:42 ya. Berpikir itu ee adanya di kepala 41:48 ya. Di kepala. Di kepala kita ya. 41:53 Dan berakal itu adanya di kalbu ya. QBU. 42:00 Nah, nah ee Allah menyatakan di dalam ee 42:05 surat 96 ayat yang 42:08 ke ee 16. Nasiatin kadibatin khatiah 42:12 nasiah ubun-ubun 42:16 ya. Kadibah kadah 42:20 pembohong khatiah dan 42:23 ee salah ya. Hm. Jadi sumber kesalahan 42:27 kebohongan itu adanya di ubun-ubun. 42:29 Nasiatin kadibatin khatiah. 42:33 Iya. Dan ee berpikir itu adalah ee yang 42:37 ada di ubun-ubun itu adalah 42:40 orientasinya adalah ee kepada ee 42:43 kehidupan dunia. Dunia kehidupan dunia 42:46 saja. Selalu dunia pasti ya. Sudah pasti 42:48 dunia kalau Iya. 42:51 Maka berpikir itu adalah ee orientasinya 42:56 kepada kehidupan 42:58 dunia dan itu ee berpikir itu yang ada 43:03 di dunia. Kemudian ketika orientasinya 43:06 kepada dunia itu oleh Allah itu tidak 43:10 dikabulkan. He. Berpikir terus bagaimana 43:13 memikirkan dunia supaya dia bisa menepuk 43:15 harta yang sebanyak-banyaknya. 43:16 maksudnya. 43:20 Maka berpikir itu akan menjadi terbebani 43:24 pikiran 43:26 itu. He. Maka Allah menyatakan di dalam 43:31 surah 43:32 al-Muddattir ee surah yang ke-74 ya dari 43:37 ayat yang ke-12 sampai 23 itu 43:42 menyatakan jangan sekali-kali mengambil 43:45 satu keputusan yang berdasarkan pikiran 43:49 H 43:51 ya maka itu akan ee memberikan satu ee 43:56 apa? 43:58 Allah 43:59 menyatakan faqutila kaifaqadar. 44:02 Celakalah yang mengambil keputusan dari 44:06 ee 44:07 pemikiran sumber dari ee 44:10 apa yang ada di ubun-ubun tadi orientasi 44:14 kepada 44:17 dunia sehingga akan membuat sesuatu itu 44:20 akan menjadi semakin ee rumit ya. tidak 44:24 membuahkan satu jalan keluar. Nah, 44:29 itu dari sisi tempat itu adanya di 44:32 kepala. Itu namanya berpikir. Iya. 44:34 Sementara berakal, ya. Berakal itu ya 44:39 adanya di dalam QB. Dalam kalbu 44:41 ya di dalam surah An-Najm itu dikatakan 44:46 bahwa ee bahwa wahyu itu diturunkan 44:50 kepada fuad. 44:52 Fuat itu adanya di dalam QBU. Fuat itu 44:54 sebetulnya ee jiwa 44:56 manusia. H di situ dikatakan di dalam 45:00 surat An-Najm pada ayat yang ke-10 dan 45:03 ee 11 itu bahwa wahyu Allah diturunkan 45:07 ke dalam fuad. Ma kadabal fuadu 45:11 maroah. Jadi tidak pernah bohong apa 45:14 yang dilihat oleh Fuad tadi. Jadi itu 45:17 pasti benar gitu. Sudah pasti benar ya. 45:21 Dan itu yang 45:22 yang ee apa namanya? Yang dinamakan 45:26 orang yang berakal tadi. 45:30 Hm. Jadi ketika Allah menurunkan 45:34 wahyunya ke dalam fuad, kemudian Allah 45:36 menyatakan lagi di dalam surah 45:39 Yusuf, inna anzalnahu quranan arabian 45:43 laallakumun. 45:45 H. Sungguhnya kami menurunkan Al-Qur'an 45:48 ini dalam bahasa Arab supaya kalian 45:50 berakal. Iya. 45:53 Hm. Berakal itulah yang dimilik oleh 45:57 fuad tadi. Jiwa yang terdalam itu ya. 46:00 Fuad itu. Dan itu pasti benar. Karena 46:03 itu, karena itu firman Allah itu dari 46:05 Allah Subhanahu wa taala gitu. Pasti 46:07 tiap orang punya fuad itu Ustaz. Tiap 46:09 semua manusia punya fuad. Cuman ada yang 46:12 bisa mengaktifkannya, ada yang enggak 46:13 gitu kan. H yang aktif, ada yang justru 46:17 tidak diaktifkan. Tidak diaktifkan. H 46:20 padahal itu ciptaan Allah yang sungguh 46:22 sangat luar biasa, sangat-sangat 46:25 istimewa gitu 46:27 ya. Jadi bagaimana Allah telah 46:29 menyempurnakan ciptaannya itu. He. 46:34 Hm. Kemudian ee di situ ee menjadi satu 46:39 jelas ya. Jadi antara berpikir dan 46:43 berakal, berakal itu pasti benar. Maka 46:47 berpikir itu bisa benar, bisa salah. H 46:50 tapi dasarnya adalah ya ituu tadi 46:54 nasiatin kadibatin 46:56 khatiah ya. Jadi ee kebohongan ya. Terus 47:01 kemudian enggak pernah benar gitu. H 47:04 dasarnya adalah itu pikiran berpikir. 47:07 Karena orientasi berpikir itu hanya 47:09 dunia saja. 47:11 Sementara akal itu adalah dunia dan 47:15 akhirat. H. Nah, inilah sesungguhnya 47:18 perbedaan yang sangat bertolak belakang. 47:22 Artinya 47:24 definisidefinisi yang seperti ini yang 47:27 sudah jelas di dalam Al-Qur'an itu 47:30 sehingga kita ketika kita memakai alat 47:32 ini maka ee dengan penuh satu kepastian 47:37 karena ini semuanya itulah dari Allah 47:39 Subhanahu wa taala. 47:42 Allah menyatakan bahwa jangan 47:44 sekali-kali mengambil suatu keputusan 47:47 tentang sesuatu itu sumbernya dari 47:49 pemikiran. 47:52 Tapi ambillah keputusan itu yang dari 47:56 akal tadi karena itu pasti nanti akan ee 48:00 mendapatkan satu hidayah dari Allah 48:03 Subhanahu wa taala. 48:05 Jadi secara hakiki perbedaan berpikir 48:09 dan berakal barangkali itu. Wallahuam. 48:12 Baik, selanjutnya dari hamba Allah, Pak 48:15 Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi 48:16 wabarakatuh. Waalaikumsalam 48:17 warahmatullahi wabarakatuh. Ee Pak 48:19 Ustaz, dalam menjalani kehidupan ini, 48:21 Allah memberi ujian kepada hambnya 48:23 dengan ujian yang berbeda-beda. Jika 48:26 setiap ujian yang Allah hadirkan tidak 48:27 bisa merubah kita menjadi lebih baik, 48:30 apakah ini termasuk ke dalam golongan 48:32 orang-orang yang tidak berakal? Pak 48:34 Ustaz, mohon pencerahannya. Iya. Baik, 48:37 terima kasih. 48:43 Jadi Allah tadi menciptakan tadi sudah 48:47 kita jelaskan bahwa orang-orang yang 48:49 berakal itu adalah orang yang 48:53 mampu 48:55 menterjemahkan musibah yang diturunkan 48:58 oleh Allah Subhanahu wa taala. 49:03 Artinya musibah yang tertimpa kepada 49:05 orang yang berakal 49:07 tadi ee ditafakuri 49:10 kemudian ini menjadi satu keimanan 49:15 i bahwa 49:17 sebenarnya ee ketika ulbab itu atau 49:22 orang yang berakal itu adalah menerima 49:25 ujian dari Allah maka dia akan 49:28 introspeksi terlebih dahulu setelah apa 49:30 ini saya dengan 49:32 Allah barangkali terlalu banyak dosa. H 49:37 h maka semuanya itu adalah ee 49:40 dikembalikan kepada ee apa yang sudah 49:43 kita lakukan atau kesalahan-kesalahan 49:47 apa yang telah kita lakukan ee kepada 49:49 Allah Subhanahu wa 49:50 taala. H. 49:53 Nah, artinya bahwa ee orang-orang yang 49:58 berakal itu 50:01 ya tentu saja ya ee apa namanya ya sedia 50:07 payung sebelum hujan gitu ya. H karena 50:10 sesungguhnya akal ini ee tadi dijelaskan 50:13 bahwa ee ada orang yang berakal dan ada 50:16 orang yang tidak berakal. He. Jadi 50:19 artinya apa? Akal ini bisa keluar masuk 50:21 gitu. Iya. He. Jadi sesungguhnya akal 50:24 itu adalah iman. Alimanu yazid yangkus 50:28 kata Nabi sallallahu alaihi 50:29 wasallam. H. sehingga ketika diuji 50:35 dengan ee berbagai macam musibah, 50:38 kemudian kondisi kita lagi ee misalnya 50:42 ee tidak ada iman, ya sudah pasti nanti 50:45 terjemahakannya akan berbeda dengan 50:48 ketika misalnya kita sudah siap dengan 50:51 satu keimanan kemudian diuji sama Allah, 50:53 maka itu semuanya akan menjadi ee 50:57 semakin ee bertambah ee dekat dengan 51:00 Allah Subhanahu wa 51:02 taala. Karena orang-orang yang berakal 51:04 itu yakin betul bahwa semua apa yang 51:08 musibah yang diturunkan oleh Allah itu 51:10 pasti Allah akan memberikan jalan 51:12 keluar. 51:14 Keyakinan itulah sesungguhnya yang hanya 51:16 dimiliki oleh orang-orang yang berakal 51:21 tadi. Nah, sehingga Allah berikan satu 51:25 kemampuan untuk memahami musibah yang 51:28 sedang dialami. Kemudian Allah berikan 51:30 jalan keluar 51:32 ya bagi orang-orang yang berakal tadi. 51:37 Nah, nah ketika misalnya kita diuji oleh 51:40 Allah 51:41 dalam ee kondisi yang tidak siap h maka 51:46 tentu jawabannya akan berbeda. H 51:49 ya bingung terus kemudian mau ke mana 51:53 itu enggak tahu apa yang mau dilakukan. 51:56 Maka ee apa persis seperti apa yang 52:00 ditanyakan tadi bahwa ee orang yang 52:04 berakal tentu saja berbeda dengan orang 52:07 yang tidak berakal ketika mendapatkan 52:10 musibah dari Allah Subhanahu wa taala. 52:13 Dia paham betul bahwa ini adalah dari 52:15 Allah dan pasti Allah akan memberikan 52:19 jalan keluar bagi orang-orang yang 52:20 berakal 52:26 tadi. Dari orang-orang yang bertakwa 52:29 kepada Allah itu Allah akan berikan 52:30 jalan keluar dari ee persoalan kehidupan 52:34 yang sedang dia 52:35 alami. Min haitu yah. dan Allah akan 52:38 berikan ee rezeki yang tidak 52:42 terduga-duga. 52:43 Hm. Sehingga ee dari sini jelaslah bahwa 52:47 ee orang yang berakal itu 52:50 insyaallah ee dapat dipastikan bisa 52:53 lulus ya dengan pertolongan Allah 52:55 Subhanahu wa 52:57 taala. Karena sesungguhnya orang yang 53:00 berakal ini adalah orang yang 53:02 beriman. Hm. 53:05 sementara keimanan ini ya bisa naik 53:08 turun he atau bahkan bisa keluar gitu. 53:11 Iya. Sehingga ee posisi manusia itu bisa 53:16 juga pada suatu ketika dia berakal ya, 53:20 tapi pada ee waktu yang lain bisa juga 53:23 dia tidak berakal. He. Ketika misalnya 53:27 di dalam ee jiwa yang ada di dalam QBU 53:31 itu ee ada satu sumbatan. Iya. Ee 53:36 terlalu 53:37 banyaknya ee apa? Kedurhakaan, 53:40 kemaksiatan atau bahkan makan barang 53:43 haram misalnya. H. Maka itu sudah ee 53:46 ketika orang makan barang haram ya sudah 53:48 e sudah tidak berakal lagi gitu. Karena 53:51 di situ petunjuk Allah itu tidak akan 53:53 turun kepada orang yang perutnya diisi 53:56 dengan barang haram. Itu barang haram 53:58 barangkali itu. Wallahuam. Baik. Jadi 54:01 kalau ujian tidak bisa menambah iman 54:03 kita, berarti bisa dibilang itu bukan 54:05 ujian, Pak Ustaz. Atau mungkin siksa 54:07 atau gimana, Pak Ustaz? Atau kita enggak 54:09 punya fuad untuk bisa mendeteksi apa itu 54:12 ujian, apakah azab dari Allah atau 54:14 gimana, Bu? Iya. Artinya kita belum 54:15 siap. Belum siap. Jadi, kan analoginya 54:18 begini. ketika kita misalnya sekolah 54:21 misalnya ya kan kita sudah tahu bahwa 54:23 ini akan ada ujian ya untuk dapatkan 54:27 ijazah kemudian kita tidak belajar 54:30 akhirnya apa ujiannya enggak lulus 54:32 karena enggak bisa jawab kenapa karena 54:34 tidak belajar sama dengan itu gitu. Nah 54:38 kita ini setiap saat akan diuji sama 54:40 Allah Subhanahu wa taala. Iya. Tapi 54:42 kalau kita tidak mempersiapkan diri 54:44 setiap hari ya, tidak belajar ya, maka 54:49 ini yang yang yang sangat sangat ya 54:51 dapat dipastikan tidak lulus. 54:54 Bagaimana? Sehingga di dalam surat 54:56 Fusilat itu Allah nyatakan ee 55:00 innalladzina qalu rbunallah tummtaqomu. 55:04 H. Sesungguhnya orang-orang yang 55:06 mengatakan tuhan kami adalah Allah. 55:10 Kemudian dia 55:15 istiqamah. Kemudian Allah turunkan 55:18 malaikat. Malaikat akan membisikkan ke 55:21 dalam jiwanya tadi. Alla takfu wala 55:24 tahzanu. Jangan sedih, jangan 55:27 berdukaita. Nah, artinya bahwa 55:29 orang-orang yang istiqamah inilah 55:31 sesungguhnya yang akan selalu siap i 55:36 dengan ujian dari Allah Subhanahu wa 55:38 taala. 55:39 H maka nanti akan dibisikkan oleh 55:42 malaikat ee jangan sedih, jangan berduka 55:47 cita. Kemudian ketika orangorang yang 55:50 diuji sama Allah tadi dalam kondisi 55:52 memang akalnya itu sudah siap, artinya 55:55 dalam keadaan bertakwa kepada Allah, 55:57 maka Allah turunkan cahaya 56:00 petunjuknya. 56:02 Dengan cahaya itu nanti kamu bisa 56:04 berjalan di permukaan bumi, kata Allah 56:06 Subhanahu wa taala gitu. Hmm. 56:09 Sehingga artinya apa? Bahwa ya berakal 56:14 ini atau orang yang berakal ini adalah 56:17 ee harus ee senantiasa kita upayakan 56:21 secara istikamah. Karena sesungguhnya 56:24 orang yang berakal itu adalah orang yang 56:26 beriman. Jadi hakikat akal itu adalah 56:29 hakikat keimanan kita gitu. 56:32 Nah, itulah sekarang definisinya. Jadi 56:35 orang yang berakal itu adalah orang yang 56:36 beriman. orang yang beriman. Tidak 56:38 berakal bagi orang yang tidak beriman. 56:42 H. Jadi barangkali itu. Wallah. Baik. 56:45 Dari ee Ibu L, Pak Ustaz. Asalamualaikum 56:48 warahmatullahi wabarakatuh. 56:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:50 wabarakatuh. Ee, Ustaz, kita dengar 56:53 sering mendengar kata-kata gunakan akal 56:58 sehatmu. Apakah ada akal yang tidak 57:00 sehat, Pak Ustaz? Atau maksudnya kurang 57:02 akal atau bagaimana, Pak Ustaz? Mohon 57:04 pencerahannya. Iya. Baik, terima kasih. 57:07 kepada Ibu L. Ya, inilah akal sehat ya. 57:13 Ya, jadi artinya karena akal itu 57:17 sesungguhnya adalah bahasa 57:19 Al-Qur'an. Hm. Kemudian dari bahasa 57:23 Al-Qur'an itu menjadi bahasa Indonesia. 57:26 Jadi di Indonesia akal gitu. Nah, 57:29 kemudian karena sudah menjadi bahasa 57:31 Indonesia akal, akhirnya apa? penggunaan 57:35 akal ini disesuaikan dengan ya kebiasaan 57:38 kita gitu. Sehingga sudah sudah tercabut 57:42 dari hakikat ee pengertian akal di dalam 57:47 Al-Qur'anul Karim. H 57:50 hm. Jadi sebenarnya akal sehat itu 57:54 adalah bahasa Indonesia. Iya. Kalau di 57:57 dalam Al-Qur'an enggak ada akal sehat. 57:59 Sehat. Iya kan? 58:02 Nah, coba bisa bayangkan bagaimana Allah 58:04 menyatakan dalam sur inna anzalnahu 58:06 quranan arabian laakum 58:10 taqilun. Sungguhnya aku turunkan 58:12 Al-Qur'an itu dalam bahasa Arab supaya 58:14 kalian 58:17 berakal. Jadi sesungguhnya akal itu 58:20 adalah pemahaman Al-Qur'an yang 58:24 ditangkap oleh 58:25 fuad sebagai satu kebenaran dari Allah 58:28 lah. Itulah namanya orang yang berakal. 58:30 H. 58:33 Jadi sesungguhnya istilah akal sehat itu 58:35 di dalam Al-Qur'an enggak ada. Tidak 58:37 ada. Itu bahasa Indonesia. Itu bahasa 58:39 Indonesia yang kurang tepat ya 58:41 mengartikan akal itu. Iya. Bukan kurang 58:43 tepat, salah malahan. Salah gitu ya. 58:46 Kalau ada akal sehat berarti ada akal 58:48 yang enggak sehat dong. Hm. Padahal akal 58:50 pasti sehat. Nah. Maka di dalam 58:53 Al-Qur'an itu hanya ada dua, orang yang 58:57 berakal sama orang yang tidak berakal. 59:00 Heeh. Yang ada cuman dua 59:02 itu. Akal sehat mah enggak ada gitu. 59:06 H. Jadi orang yang mempunyai akal dan 59:09 orang yang tidak punyai akal. Nah, orang 59:14 yang punyai akal yaitu orang yang mampu 59:18 ee 59:19 menterjemahkan ee apa musibah tadi ya. 59:22 He. Orang yang mampu membaca fenomena 59:26 alam dan fenomena diri sendiri. 59:29 Iqra bismi rabbikalladzi khalaq. Bahwa 59:32 itu adalah semuanya adalah ee karena 59:35 diciptakan oleh Allah Subhanahu wa 59:37 taala. 59:39 H. Nah, sementara orang yang tidak 59:42 berakal tadi sudah kita jelaskan 59:45 bahwa orang munafik itu ada orang kafir 59:48 itu orang yang tidak 59:50 berakal. Bahkan seperti zabbah. Zabbah 59:53 itu binatang 59:54 melata. Nah, dikatakan oleh Allah tuli 59:57 bisu ya. ya ee tuli, bisu, 1:00:03 buta. Maka itulah orang yang tidak 1:00:05 berakal kata Allah Subhanahu wa taala. 1:00:07 Jadi definisinya di dalam Al-Qur'an itu 1:00:10 seperti itu. Jadi tidak berakal. H tidak 1:00:13 berakal itu adalah orang yang tuli, 1:00:16 bisu, buta. H yaitu ee yang kalbunya 1:00:21 tadi yang bisu, buta, dan tuli tadi 1:00:23 gitu. Nah, sementara akal sehat enggak 1:00:26 ada. Karena akal sehati adalah bahasa 1:00:29 Indonesia ya. 1:00:31 H ya. Bagaimana kita menghadapi ee 1:00:34 istilah ee akal sehat ya persoalannya 1:00:37 itu kan sudah booming ya akal sehat 1:00:40 terlanjur ramai dibicarakan tentang Iya. 1:00:43 Iya ya. Kita sebagai ee apa artinya yang 1:00:50 mencari sesuatu kepada sumbernya ya kita 1:00:53 harus kita ngikutin Al-Qur'an. 1:00:56 He. Cuma ya kita tidak perlu counter, 1:00:59 "Oh, enggak ada itu akal sehat." Ini 1:01:01 jadi ribut 1:01:02 nantinya debat. Iya, jadi debat yang 1:01:05 tidak akan ada habis-habisnya gitu ya. 1:01:09 Tapi kita sebagai orang yang beriman 1:01:11 perlu tahu bahwa inilah Al-Qur'an tuh 1:01:14 membentangkan sesuatu seperti ini gitu. 1:01:16 H hm. Jadi kita tidak niru-niru. Iya. 1:01:20 Oh, akal sehat. Akal sehat. Kalau ada 1:01:22 akal sehat, ada akal yang enggak sehat 1:01:24 dong. Gitu. Kalau akal yang enggak sehat 1:01:27 apa gitu. Iya. Kalau misalkan pikiran 1:01:30 sehat juga itu mungkin tepat 1:01:32 ya. Sehat kalau itu iya iya. Jadi 1:01:37 istilahnya kalau mereka itu adalah 1:01:39 positive thinking. Positive thinking. 1:01:41 Berpikir positif. Nah, iya berpikir 1:01:43 positif. Ada negative thinking. 1:01:46 Barangkali itu yang eh positive thinking 1:01:49 itu sebetulnya bukan akal sehat ya, 1:01:52 pikiran sehat. Pikiran sehat mungkin 1:01:53 lebih tepat ya. yang tepat itu. Jadi 1:01:57 akal sehat harusnya dicoret. Heeh. Ya. 1:02:00 Jadi pikiran sehat kalau gak ya 1:02:02 diusulkan aja kepada Ri Gerung. Jangan 1:02:05 pakai akal sehat dong, pakai pikiran 1:02:08 sehat. Gitu aja. Iya. 1:02:12 Nanti ada pikiran enggak sehat. Nah, itu 1:02:14 tepat. Nah, itu tepat itu. Itu benar. 1:02:17 Kalau yang namanya akal sudah pasti 1:02:19 sehat gitu. Kalau akal kan bahasa bahasa 1:02:21 Al-Qur'an, Ustaz ya. Iya. Berdasarkan 1:02:23 Al-Qur'an karim. He. Oke. Kita kita 1:02:26 harus harus ee paham ya dengan hal-hal 1:02:30 ee pengertian seperti itu, Ustaz ya. 1:02:32 Supaya lebih dalam memahami Al-Qur'an 1:02:33 itu lebih lebih pas lagi gitu, Ustaz. 1:02:35 Biar nyambung I. Karena apa? 1:02:36 Sesungguhnya kita ini sangat penting 1:02:39 mengetahui istilah dan definisi. 1:02:42 Definisi. Iya. Oh, katakanlah tadi 1:02:44 seperti ee pertanyaan siapa? Bang Adi 1:02:47 tadi apa? Pikiran berpikir, berakalik 1:02:50 itu sangat penting. He. Karena itu 1:02:54 berbeda. Berpikir itu orientasinya hanya 1:02:58 dunia. Sementara berakal itu dunia 1:03:02 akhirat. Dan berakal ini pasti benar. 1:03:05 Iya. Nah, sehingga ketika Al-Qur'an 1:03:07 mengatakan seperti itu, ya sudah kita 1:03:10 pakai berakal saja, gak usah pakai 1:03:12 berpikir. Ya, mungkin ada orang yang wah 1:03:16 gimana kita enggak berpikir? Jangan lupa 1:03:19 bahwa berakal itu adalah kekuatan 1:03:23 berzikir dan berpikir. Itulah yang 1:03:25 dinamakan dengan 1:03:27 akal. Hu dengan kata lain, itulah yang 1:03:30 dinamakan dengan ulul albab, gitu. 1:03:34 Jadi ee akal itu adalah ee lebih komplit 1:03:38 gitu. Komplit. Jadi berpikir itu 1:03:41 sesungguhnya sudah ada di dalam akal. 1:03:43 Hm. Termasuk dalam akal berpikir itu 1:03:45 adalah bagian daripada akal. Jadi 1:03:47 berakal itu sesungguhnya kalau 1:03:49 dirumuskan tuh zikir dan fikir. Zikir 1:03:52 fikir. H lah itu namanya akal. Hm. 1:03:56 Ketika ee mengendap di kepala ya ras 1:04:00 begitu akhirnya zikirnya hilang. tinggal 1:04:03 berpikir saja. Nah, ini yang penuh 1:04:05 dengan kebohongan itu, gitu. He. Penuh 1:04:08 dengan tipu daya 1:04:11 gitu. Eeah. Maka ya Al-Qur'an ini luar 1:04:16 biasa gitu. Iya. Subhanallah. Sehingga 1:04:20 ya kita mempergunakan pakai pakai akal, 1:04:22 jangan pakai pikiran. 1:04:25 Hm. Karena pikiran pasti ada yang sehat, 1:04:27 ada yang tidak sehat. Iya. Kalau pakai 1:04:29 pikiran ini Subhanallah. Oh iya orang 1:04:32 yang stres karena banyak pakai pikiran 1:04:34 pikirannya berat di kepala berat di 1:04:37 kepala iya tapi kalau orang pakai akal 1:04:40 enggak ada namanya stres it coba 1:04:42 persoalan semua seberat apa masuk ke 1:04:45 dalam akal hilang gitu di menetralisir 1:04:48 jadi akal itu apa ibaratnya seperti 1:04:51 samudra sampah apapun masuk ke samudra 1:04:53 ditelan sama samudra hilang itu. Iya 1:04:56 itulah akal itu. Jadi luar biasa akal 1:05:00 itu. 1:05:01 H jadi sudah pasti sehat. Enggak ada 1:05:03 akal sehat itu sudah pasti benar. Sudah 1:05:06 pasti benar dan sehat. Nah, sehingga 1:05:08 dengan demikian ya kita dari ee apa yang 1:05:12 diterangkan oleh Allah di dalam 1:05:13 Al-Qur'an. Oh ya. Jadi kalau gitu kita 1:05:15 pakai akal saja supaya kita gak stres. 1:05:19 Betul. He. Dan dijamin kalau pakai akal 1:05:21 pasti tidak stres deh. He. Dicoba deh 1:05:24 kalau enggak percaya gitu. Allah yang 1:05:27 menjamin ya. yang menjamin gitu pasti 1:05:29 ada jalan keluar kok gimana. Iya kan? 1:05:33 Hidup ini kan ada yang ngatur gitu. Iya. 1:05:37 Cuma kadang-kadang tanpa kita sadari 1:05:39 kita ini ee lama-lama menuhankan diri 1:05:42 gitu karena menentukan diri sendiri. Oh 1:05:45 saya bisa begini. Padahal kita enggak 1:05:47 bisa apa-apa gitu. La haula wala quwwata 1:05:49 illa billah. La haula wala quwwata illa 1:05:51 billahil aliyilim. Itu gitu. Maka kalau 1:05:54 itu dihayati ya sudah setiap segala 1:05:56 sesuatu gerak yang apa kita lakukan ya 1:05:59 sudah lapor saja kepada Allah nanti 1:06:01 Allah itu yang akan ngatur semuanya 1:06:03 beres sudah sudah enggak stres nyaman 1:06:06 gitu iya ya selalu bersama-sama dengan 1:06:09 Allah kan nikmat hidup itu nikmat sekali 1:06:11 subhanallah 1:06:12 nah tapi sebaliknya kalau pada pakai 1:06:15 pikiran di mana sumbernya itu adalah 1:06:17 hawa nafsu orientasikannya kepada ee 1:06:21 kehidupan dunia sudahlah Di situlah 1:06:23 sumber malapetaka itu ada di 1:06:27 situ. Pikiran itu. 1:06:31 Coba orang yang stres-stres orangnya 1:06:32 sampai gila itu kan karena banyak 1:06:34 pikiran itu ya 1:06:36 kan jadi gila itu. Tapi orang yang 1:06:39 berakal itu ee ee pernah menggunakan 1:06:42 pikiran enggak, Ustaz? Pikirannya 1:06:43 digunakan apa gimana? Ustaz W orang 1:06:45 berakal bukan pakai pikiran itu sudah 1:06:48 otomatis sudah pasti. Jadi, akal itu 1:06:50 adalah kekuatan berzikir dan berpikir. 1:06:55 Nah, coba di di definisi ulbab ya, di 1:06:57 surat Alimran itu ya. Ee, siapakah ulul 1:07:01 albab itu? Alladzina 1:07:04 yadakkurunallaha qiam waud waa junubihim 1:07:08 waatafakaruna. Nah, gitu kan. 1:07:11 Jadi ulul albab itu adalah orang yang 1:07:13 berzikir kepada Allah dalam keadaan 1:07:15 berdiri, duduk dan berbaring. 1:07:17 Watatafakaruna. Kemudian baru dia 1:07:19 berpikir, itulah akal 1:07:25 itu. Jadi, Bu, jadi enggak benar. Oh, 1:07:28 orang berakal enggak berpikir gimana? 1:07:31 Itu sudah komplit. Sudah komplit sudah 1:07:33 di akal. Tapi kalau orang berpikir itu 1:07:36 hanya berpikir tafakar khqamawati wal 1:07:39 ard saja. 1:07:41 alladzina yzkurunallah qiama waqu w 1:07:44 junubihim itu yang 1:07:47 putus 1:07:49 h. Nah, sehingga dengan demikian ee akal 1:07:54 itu, orang yang berakal itu sudah 1:07:57 komplit berpikir itu bahkan itu 1:08:00 berpikirnya sudah paripurna. He. Kenapa 1:08:03 paripurna? Karena di situlah berpikir 1:08:06 itu mendapat arahan dari Allah Subhanahu 1:08:08 wa taala 1:08:10 gitu sehingga nyamanlah gitu. He. 1:08:15 Jadi memang ini ya perlu digali, perlu 1:08:17 di ee apa namanya ee dilatih gitu, 1:08:22 dirasakan pendek katanya aman dah. 1:08:25 Jadi benar-benar Allah itu menurunkan 1:08:27 sesuatu itu. Maka di situ nanti ee orang 1:08:31 yang berakal itu ada tiga hal yang 1:08:33 dihasilkan oleh akal 1:08:36 itu. Yang pertama apa? Rabbana ma 1:08:40 khalaqta hadza batila. Ya. 1:08:43 Ya Tuhan tidak ada yang sia-sia apa yang 1:08:47 telah Engkau ciptakan. Apapun yang 1:08:49 diciptakan Allah tidak ada yang sia-sia. 1:08:51 Hatta itu musibah bagi manusia. 1:08:56 semuanya 1:08:57 itu ada makna di balik itu yang justru 1:09:02 Allah akan berikan satu pahala bighhairi 1:09:05 hisab 1:09:07 rabbana ma khalaqta 1:09:10 subhanaka artinya apa semua yang 1:09:12 diturunkan itu adalah Allah ini bukan 1:09:15 raja tega 1:09:17 jadi semua itu diturunkan oleh Allah 1:09:19 karena kesucian 1:09:21 Allah karena sayangnya Allah kepada 1:09:23 hamb-Nya 1:09:25 Maka setelah memahami dua hal tadi, yang 1:09:29 pertama tidak ada yang sia-sia bahwa 1:09:31 sesungguhnya ee apa yang diturunkan 1:09:34 karena kesucian Allah, maka dia memohon 1:09:36 kepada rabbana ee apa ee waqinaabanar. 1:09:41 Jadi, mohon diselamatkan dari siksa 1:09:43 nerakanya tadi. Jadi, tiga hal yang 1:09:47 dihasilkan oleh orang-orang yang berakal 1:09:50 dan itu pasti benar. H karena Allah 1:09:53 sendiri yang mengatakan pasti benar 1:09:54 bukan bukan saya gitu. Begitulah di 1:09:57 dalam Al-Qur'an 1:09:59 itu. Itulah orang yang berakal. Makanya 1:10:02 pakai akal. Jadi kalau saya pikir kalau 1:10:04 orang enggak pakai akal gimana ya? 1:10:07 Iya kan? He. Bahkan ada yang mengatakan, 1:10:10 "Oh, kalau Quran itu jangan ditafsirkan 1:10:12 pakai akal." Loh, enggak pakai akal 1:10:14 gimana orang akal? Apa sih akal itu? 1:10:18 Kan itu persoalannya. Iya. 1:10:22 H. Jadi sebenarnya ee yang bertanya 1:10:27 tidak ee tidak terdefinisi dengan baik 1:10:30 menurut Al-Qur'an. Iya. Orang akal itu 1:10:33 sesungguhnya kepahaman Al-Qur'an. Gimana 1:10:36 menafsirkan Al-Qur'an enggak pakai 1:10:38 kepahaman Al-Qur'an kan jadi 1:10:40 kebalik-balik gitu. Iya. 1:10:44 Iya. Barangkali itu. Wallahualam. Iya. 1:10:47 Pertanyaan selanjutnya dari Ibu Nugroho, 1:10:50 Pak Ustaz. Ee asalamualaikum 1:10:52 warahmatullahi wabarakatuh. 1:10:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:10:53 wabarakatuh. Pak Ustaz ee jika ada 1:10:57 manusia yang 1:10:59 berselingkuh baik itu suami maupun istri 1:11:02 ee walau mereka saling menyayangi, 1:11:04 saling cinta, dan tidak ada masalah 1:11:06 dalam rumah tangganya, apakah itu 1:11:08 termasuk musibah atau ataukah Allah 1:11:11 telah menutup akal orang tersebut, Pak 1:11:14 Ustaz? 1:11:17 Ya, itu akalnya sudah enggak ada. Yang 1:11:20 akal itu iman 1:11:22 ya. Akal itu adalah 1:11:24 iman. 1:11:25 [Musik] 1:11:27 Ee mari kita lihat di dalam surah 1:11:29 Al-Furqan 1:11:31 ya, surah 25 ya. 1:11:54 ee ee kepada Ibu Nugraho ya nanti bisa 1:11:58 dilihat di surah Al-Furqan ya. Al-Furqan 1:12:01 pada ayat yang 1:12:02 ke-43 sampai 44 ya. 1:12:08 Bunyinya begini. 1:12:12 Auzubillahiminasyaitanirrajim. Afar 1:12:14 araita manak ilahahu hawahu afaantta 1:12:19 takunu alaihi 1:12:24 waqila. Sudahkah engkau melihat 1:12:27 orang-orang yang menjadikan hawa 1:12:30 nafsunya sebagai Tuhannya? H 1:12:34 apakah engkau akan menjadi pelindungnya? 1:12:37 Allah bertanya seperti itu. Jadi orang 1:12:40 hawa nafsu. Karena tadi Bu Nugraha ee 1:12:44 berbicara tentang selingkuh ya. Iya. Ya. 1:12:47 Maka selingkuh itu adalah pekerjaan hawa 1:12:48 nafsu. Hawa nafsu. 1:12:51 Hm. Maka coba kamu lihat itu orang-orang 1:12:54 yang menjadikan hawa nafsunya sebagai 1:12:56 Tuhannya. Sudah punya suami, sudah punya 1:12:58 istri masih selingkuh gitu. H hm. 1:13:02 Kemudian pada ayat yang 1:13:05 ke-44, amahsabu 1:13:09 annaum 1:13:11 yasmaun 1:13:13 yailun inhum illa kal anami balhum adu 1:13:20 sabil atau apakah engkau mengira bahwa 1:13:24 kemanjakan mereka itu mendengar 1:13:27 Allah tanya iya orang yang menjadikan 1:13:30 hawa nafsunya itu apa engkau kira-kira 1:13:33 mereka itu mendengar enggak? 1:13:36 Hm. Atau mereka itu 1:13:39 berakal enggak? Enggak punya akal. Jadi 1:13:42 orang-orang yang menjadikan hawa 1:13:44 nafsunya Tuhannya tuh enggak mendengar, 1:13:46 enggak 1:13:47 berakal. 1:13:49 Hmm. Kemudian apa? Mereka itulah 1:13:53 hanyalah seperti hewan ternak bahkan 1:13:55 lebih sesat jalan. 1:13:59 Jadi nanti Ibu Nugraho lihat di surah 25 1:14:02 ayat 43 dan 1:14:06 44. Karena tadi bertanyanya bab 1:14:08 selingkuhan. Babelingkuhan itu masalah 1:14:10 hawa nafsu. He. 1:14:13 Jadi orang yang hawa nafsu itu orang 1:14:16 yang ee sudah hilang akalnya. H 1:14:22 sudah tidak mendengar lagi. Walaupun 1:14:24 dikasih nasihat sudah sudah enggak 1:14:26 dengar ya. Telinganya mendengar tapi 1:14:28 enggak masuk ke dalam pendengaran di 1:14:30 dalam QBU. Kenapa? Karena akalnya sudah 1:14:32 dikunci mati sama Allah. 1:14:36 Hm. Jadi orang yang berbuat selingkuh, 1:14:38 orang yang berbuat ee itu adalah 1:14:41 orang-orang yang akalnya enggak ada dan 1:14:45 tidak mampu mendengarkan nasihat. Ah, 1:14:49 itu namanya orang yang tidak bakar. 1:14:52 Jadi, summun bukmun umyum fahum la 1:14:57 yaqilun. 1:14:59 Ya, jadi sudah buta, bisu ya kan. Betul. 1:15:03 Buta, bisu, betul. Ee budek ya. Heeh. Ee 1:15:07 itu orang yang tidak berakal. 1:15:10 Maka orang itu karena hawa nafsunya ya 1:15:12 sudah hawa nafsunya itu yang bekerja 1:15:14 gitu. 1:15:17 Jadi barangkali itu 1:15:20 ee pertanyaan dari Ibu Nugrah tadi. 1:15:23 Nanti bisa dilihat di surat 25 ayat ee 1:15:27 43 sampai 44 bahwa orang yang menjadikan 1:15:31 hawa nafsunya gejola hawa nafsunya 1:15:33 tinggi maka akalnya sudah hilang, 1:15:38 pendengarannya sudah ditutup mati oleh 1:15:42 Allah Subhanahu wa taala. 1:15:43 [Musik] 1:15:45 ulaikal anam mereka seperti binatang 1:15:49 ternakhum adol bahkan lebih sesat 1:15:51 daripada binatang ter 1:15:55 barangkali itu wallahuam iya itu kenapa 1:15:58 bisa seperti it bisa Allah kunci mati 1:16:01 kalbunya itu penyebabnya apa, Ustaz? 1:16:04 Kenapa Allah itu mengkunci mati? Karena 1:16:06 ada hawa nafsunya 1:16:07 tadi. Hawa nafsu itu kan hawa nafsu 1:16:09 syahwat tadi. Heeh. Terlalu mengikuti 1:16:11 gitu ya. Terlalu meng Iya. hawa nafsu 1:16:14 syahwat tadi bukan pada tempatnya ya kan 1:16:17 mestinya hawa nafsu syahwat itu ya kan 1:16:20 sebetulnya hawa nafsu ini diciptakan 1:16:22 oleh Allah ya kan ada pada tempatnya 1:16:26 ee jadi misalnya ee nafsu syahwat ya kan 1:16:30 kalau enggak ada nafsu syahwat kan tidak 1:16:33 ada keturunan itu. Iya. Dan itu adalah 1:16:35 pekerjaan dari hawa. 1:16:38 H kemukan dunia atau kita lapar, 1:16:41 kepengin makan, itu tugas yang diberikan 1:16:44 kepada Hawa. Hawa. Tapi apa kata Allah? 1:16:47 Wahai Hawa, kamu harus tunduk kepada 1:16:50 jiwa. Jiwa yang sudah bersyahadah kepada 1:16:54 Allah. 1:16:55 Ya. Maka jiwa yang sudah bersyahadah 1:16:57 kepada Allah ini diberikan beban oleh 1:16:59 Allah untuk mengendalikan hawa tadi 1:17:03 sebagai pengendali itu jiwa ya. 1:17:06 Hawanya dikendalikan oleh jiwa. Maka itu 1:17:09 adalah tugas jiwa. Jiwa itu siapa? Yaitu 1:17:11 fuad 1:17:13 itu. 1:17:15 Hm. Hm. Karena 1:17:19 ee ya katalah 1:17:22 ee jiwa yang bisa 1:17:25 mengendalikan hawa tadi ya fainnal 1:17:28 jannata hiyal mawa maka surgalah tempat 1:17:31 tinggalnya. Nyaman ya. Nah, ketika orang 1:17:35 itu ee menjadikan hawa nafsunya sebagai 1:17:39 sebagai Tuhan, mari kebalik. 1:17:42 Hawa yang bisa mengendalikan jiwa. Iya. 1:17:46 Karena hawa ini sudah bisa mengendalikan 1:17:49 jiwa ya kan ya. 1:17:53 Sementara jiwa ini tempat akal itu kan 1:17:56 di jiwa. Iya. Nah ini sudah dikendalikan 1:17:59 oleh hawa ya sudah otomatis ini tertutup 1:18:02 itu kemampuan akal itu akan dikunci mati 1:18:05 oleh Allah karena perbuatannya sendiri. 1:18:10 Bagaimana Allah itu akan memberikan satu 1:18:13 menurunkan cahaya, akan memberikan 1:18:16 petunjuk kepada orang itu sementara hawa 1:18:19 nafsunya itu mengendalikan jiwanya. 1:18:22 Hm. Nah, cahaya ini Allah akan turunkan 1:18:26 ke dalam kalbu. 1:18:28 Sementara kalbunya ada hawa, maka di 1:18:31 sini gak pas gitu. Karena penghalangnya 1:18:34 ada, maka dia akan balik ee cahaya tadi 1:18:38 gitu. 1:18:40 Sehingga bukan bukan Allah tidak mau 1:18:42 menurunkan petunjuk tapi karena ya 1:18:46 manusia sendiri yang salah karena sudah 1:18:48 menjadikan hawa nafsu itu adalah sebagai 1:18:51 Tuhannya. Maksudnya sebagai Tuhannya 1:18:54 tadi di situ adalah bahwa gejola hawa 1:18:58 nafsu itu jauh lebih tinggi daripada 1:19:01 gejola jiwanya. H gejola jiwa ini kepada 1:19:04 Allah. 1:19:06 gejola ee nafsu hawa ini ya kepada 1:19:09 syahwat tadi syahwat 1:19:11 ah itu yang lebih besar sementara kepada 1:19:14 Allah jiwanya tadi kecil nah otomatis 1:19:18 apa ya sudah bisa dikendalikan oleh hawa 1:19:22 tadi 1:19:23 nah di situlah 1:19:25 sesungguhnya ee apa namanya ee 1:19:30 pentingnya ya bagaimana jiwa kita ini 1:19:34 akan selalu istikamah kepada Allah 1:19:36 Subhanahu wa taala sehingga nanti bisa 1:19:38 mengendalikan hawa. Hawa ini memang 1:19:40 tidak bisa 1:19:41 dihilangkan cuma punya tugas 1:19:43 masing-masing 1:19:45 ya. Kalau orang enggak punya hawa bisa 1:19:47 mati kelaparan. Iya ada nafsu makan 1:19:50 nafsu iya kan tugas tugas saw itu. Oh 1:19:53 kepengin makan. Oh lapar perut lagi 1:19:55 kosong. Ee terasa kan? Oh ee keinginan 1:19:59 untuk makan. Ah itulah hawa. 1:20:02 H kalau enggak ada Hawa ya kan enggak 1:20:06 bisa kita ini ee punya keturunan enggak 1:20:08 bisa gitu. Iya. Nah, namun 1:20:12 demikian maka Hawa ini harus tunjuk 1:20:14 kepada jiwa di mana jiwa ini bersyahadah 1:20:17 kepada Allah Subhanahu wa taala. H. Jadi 1:20:20 syariatnya seperti itu. Jangan dibalik. 1:20:24 Justru Hawa yang meninggalkan 1:20:26 mengendalikan jiwa. Ya, itulah akibatnya 1:20:28 seperti pertanyaan Ibnu Nugeroko itu 1:20:30 tadi. H 1:20:32 hm. Sehingga Allah menyatakan ee orang 1:20:37 yang sudah hawanya itu berjola, akalnya 1:20:40 sudah hilang ya. 1:20:43 Dan mau kasih nasihat apapun pasti tidak 1:20:46 akan mendengar. H karena pendengaran 1:20:49 sudah dikunci mati oleh Allah Subhanahu 1:20:52 wa taala. Barangkali itu. Baik, Ustaz. 1:20:55 Terakhir eh pertanyaan terakhir dari Ibu 1:20:57 Hikmah, Pak Ustaz. Iya. Asalamualaikum 1:20:59 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:21:01 Ee apakah orang yang tobat bisa dibilang 1:21:05 akalnya berfungsi kembali? 1:21:08 Orang yang tobat akalnya berfungsi 1:21:11 kembali. 1:21:15 Ee ee bukan akalnya berfungsi kembali 1:21:19 ya. Karena itu memang akal itu sudah 1:21:22 fitrahnya. He fitrahnya akal itu adalah 1:21:26 ee kepada Allah gitu. Jiwa itu 1:21:29 bersyahadah kepada 1:21:31 Allah. H. Jadi ee bersyahadah itu ee di 1:21:37 dalam surah Ala'raf ya ayat 1:21:41 172 itu adalah jiwa selalu bersyahadah 1:21:43 kepada Allah. Kemudian setelah 1:21:45 dimasukkan ke dalam jasad manusia maka 1:21:48 ini di dalam jasad itu sudah ada hawa. 1:21:50 He. Maka di situ terjadi satu ee 1:21:53 pertarungan kepentingan antara 1:21:55 kepentingan hawa dan kepentingan jiwa 1:21:57 gitu. 1:21:59 Maka ketika ketika ee si jiwa itu adalah 1:22:03 kembali kepada fitrahnya bisa 1:22:05 mengendakkan hawa secara istikamah, maka 1:22:09 itulah sesungguhnya orang-orang yang ee 1:22:13 senantiasa beriman dan bertakwa kepada 1:22:15 Allah Subhanahu wa taala. Hm. 1:22:18 Jadi ee kalau tadi dikatakan bertobat ee 1:22:22 bahwa suatu ketika misalnya jiwa itu ada 1:22:25 kesalahan cepat kembali ke rel yang ee 1:22:30 dibenarkan oleh Allah. Ya. Maka ee tobat 1:22:35 pintu ee tobat itu adalah merupakan 1:22:37 fitrah daripada ee ee akal tadi. He. 1:22:41 Karena maunya ke sana, maunya kepada 1:22:43 Allah gitu. Kembali ke ke jalan Allah 1:22:46 Subhanahu wa taala. ee pada saat ee hawa 1:22:50 itu selalu merongrong jiwanya. 1:22:54 Maka supaya jiwa ini kuat, maka ee apa? 1:22:58 Jiwa ini harus senantiasa kembali kepada 1:23:01 fitrahnya. Fitrahnya apa? Allah turunkan 1:23:03 Al-Qur'an itu. 1:23:06 Karena Al-Qur'an ini kan perwakilan 1:23:08 daripada 1:23:09 Allah. I kan kalau Nabi Musa kan bisa 1:23:13 berbicara langsung sama Allah. He. Oh, 1:23:16 kita kan enggak bisa. I ya sudah ee 1:23:19 pembicaraan itu sudah direkam sama Allah 1:23:21 gitu diturunkan ya berupa Al-Qur'an ini 1:23:23 ya rekapannya ini kita. Oh, saya punya 1:23:25 persoalan apa? Ee cari di persoalan 1:23:28 jawabannya seperti apa semuanya ada di 1:23:30 dalam Al-Qur'an itu gitu. 1:23:33 Hm. Jadi, Al-Qur'an ini sesuatu yang 1:23:36 hidup yang memberikan motivasi kepada 1:23:38 jiwa manusia. 1:23:42 Maka alangkah ruginya kalau Al-Qur'an 1:23:45 ini disia-siakan di dalam hidup ini. Ini 1:23:49 mukjizat ee ee Nabi Muhammad sallallahu 1:23:52 alaihi wasallam yang ee masih berlaku 1:23:55 sampai sekarang itu ya. 1:23:59 Maka kita berharap 1:24:02 bahwa ee mudah-mudahan diberikan satu ee 1:24:07 hidayah dari Allah untuk mencintai 1:24:11 Al-Qur'anul Karim. Amin ya rabbal 1:24:12 alamin. Kar ini nanti akan menjadi 1:24:14 syafaat bagi kita ya di dunia maupun di 1:24:18 akhirat. Jadi bukan hanya di di akhirat 1:24:21 saja. Di dunia ini aja sudah Al-Qur'an 1:24:24 ini akan memberikan payung ya. payahung 1:24:27 cahaya ya. Ke mana kita mau berjalan? 1:24:30 Al-Qur'an itulah akan memberikan ee 1:24:33 arahan di dalam hidup ini. Ya, 1:24:36 barangkali itu. Wallahuam. Baik, Ustaz. 1:24:38 Kita dibatasi oleh waktu mungkin sebelum 1:24:39 pamit disimpulkan pembahasan di malam 1:24:41 hari ini, Pak Ustaz. 1:24:43 Ya. Baik, terima 1:24:44 kasih Pak. 1:24:49 Ee kesimpulannya adalah 1:24:52 bahwa hakikat daripada orang yang 1:24:55 berakal itu adalah orang yang beriman 1:24:58 kepada Allah Subhanahu wa taala. 1:25:04 ee intinya adalah bahwa jiwa 1:25:07 manusia, jiwa manusia yang terdalam itu 1:25:10 yang diwakili oleh yang namanya fuad 1:25:13 tadi. Di mana wahyu Allah diturunkan ke 1:25:16 dalam fuad itu dipahami oleh fuad yang 1:25:19 tidak pernah 1:25:21 berdusta, 1:25:23 senantiasa ee samna wa kepada wahyu 1:25:27 Allah. Maka itulah yang dinamakan dengan 1:25:29 orang-orang yang berakal. 1:25:32 Sementara orang-orang yang tidak berakal 1:25:34 itu 1:25:35 adalah 1:25:36 [Musik] 1:25:38 ee orang yang menjadikan hawa nafsunya 1:25:41 sebagai Tuhan, maka orang itu sudah 1:25:43 tidak 1:25:44 berakal. Ketika orang itu menjadi 1:25:47 munafik, ya, maka orang itu sudah tidak 1:25:52 lagi berakal. 1:25:54 Ketika orang itu kafir, maka orang itu 1:25:57 sudah tidak lagi 1:25:59 dikatakan orang yang berakal, tapi orang 1:26:03 yang tidak berakal. Nah, sumun bukmun 1:26:06 omunfahum la yaqlun. Jadi ee apa? bisu, 1:26:12 tuli, buta. Ah, itulah orang yang tidak 1:26:15 berakal tadi, yaitu orang kafir. 1:26:18 Sehingga dengan demikian kita ee menjadi 1:26:22 jelas bahwa antara orang yang berakal 1:26:25 dan orang yang tidak 1:26:28 berakal. Jadi 1:26:31 ee di dalam Al-Qur'anul Karim tidak ada 1:26:34 yang dinamakan dengan akal sehat. 1:26:37 yang ada hanya adalah orang yang 1:26:40 mempunyai akal dan orang yang ee tidak 1:26:43 mempunyai akal. Dan akal itu adalah 1:26:46 pasti benar. Karena hakikat daripada 1:26:48 orang yang berakal itu adalah orang yang 1:26:50 beriman kepada Allah Subhanahu wa taala. 1:26:54 Inna anzalnahu quranan arabian 1:26:57 laakum. Kami turunkan Al-Qur'an dalam 1:27:00 bahasa Arab supaya kalian berakal. Jadi 1:27:03 sesungguhnya orang yang berakal itu 1:27:04 adalah orang yang memahami Al-Qur'anul 1:27:09 Karim. Mudah-mudahan dengan penjelasan 1:27:12 yang sangat singkat ini akan memberikan 1:27:16 pencerahan kepada kita tentang akal. Apa 1:27:21 itu akal? Apa orang itu yang berakal? 1:27:24 Apa orang itu yang tidak 1:27:26 berakal? Barangkali itu kurang 1:27:29 lebihnya. Mohon maaf. Subhanakallahumma 1:27:32 wabihamdik ashadu alla ilahailla anta 1:27:34 astagfiruka. Asalamualaikum 1:27:36 warahmatullahi wabarakatuh. 1:27:37 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:27:39 wabarakatuh. Demikian akhwat kebersamaan 1:27:40 kita di acara renungan QBU bersama Ustaz 1:27:42 Rahmatullah mengenai pengertian orang 1:27:44 yang berakal dan orang yang tidak 1:27:46 berakal. Semoga apa yang ustaz sampaikan 1:27:49 dapat menambah ilmu agama kita juga 1:27:51 menambah iman dan takwa kita kepada 1:27:52 Allah Subhanahu wa taala. Yang sudah 1:27:54 bergabung terima kasih banyak. Yang 1:27:55 belum sempat terbakar mohon maaf karena 1:27:56 waktu yang terbatas. Saya Fahri ditemani 1:27:59 Ondi dan juga Yusuf sebagai pamit. 1:28:01 Billah taufik walidayah. Wasalamualaikum 1:28:03 warahmatullahi wabarakatuh.