Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad.
- [berdehem]
- Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari
- ini hari Jumat tanggal 20 Rabiul Awal
- 1445 47 Hijriah atau tanggal 12
- September 2025. Kita jumpa lagi dalam
- acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an untuk edisi tanya jawab.
- Silakan apabila Anda punya pertanyaan
- langsung saja kirim ke 0811999720.
- Kanusin sudah hadir. Ada Ustaz Ondi
- Saputra dan Algi. Salam. Asalamuin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Seperti biasa kita baca al-Fatihah lulus
- belum mulai. Silakan.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Alhamdulillahi
- rabbil alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- Amin. Alhamdulillah kita sudah baca
- al-Fatihah. [berdehem] Mudah-mudahan
- Allah mudahkan kita dalam memahami
- jawaban-jawaban yang diberikan oleh
- Ustaz Husein bin Hamid Alattas. Baik,
- pertanyaan pertama datang dari Ardi
- Karawang. Asalamualaikum, Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sebetulnya arti istiwa itu apa? Ada yang
- mengatakan bersemahyam, tapi itu katanya
- kurang tepat. Ada 14 arti dari istawa
- katanya. Sebaiknya tidak usah diartikan.
- Bilang saja istiwa. Istiwa begitu. Mohon
- penjelasannya dari Ardi Karawang.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin
- hamdan katsiron thyiban mubarokan fi
- kama yuhibuna.
- Allahumma sholli ala muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Asalamualaika ya rasulullah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi unfa bima alamtana
- rbana zidna ilman nafian
- wa alhiqna bisolihin
- waj'al lana lisana sidqin fil akhirin
- waj'alna min warati jannatin naim wala
- tukhzina yaumaddin yauma la yanfau
- maalun
- [berdehem]
- Amma ba'du.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah pada Jumat yang penuh
- berkah ini
- kita dapat kembali
- bersama-sama berkumpul di bawah naungan
- Al-Qur'an
- untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan
- dari saudara dan saudari kita.
- Semoga jawaban yang kita berikan sesuai
- dengan tuntunan Allah dalam Al-Qur'an.
- Demikian pula
- uraian dan penjelasan Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Pertama-tama
- perlu kita semua memahami
- bahwasanya Al-Qur'an diturunkan Allah
- Subhanahu wa taala dalam bahasa Arab
- yang dipergunakan
- komunikasi mereka. Nah,
- mereka pergunakan untuk [berdehem]
- mengungkapkan dan menjelaskan berbagai
- macam ungkapan.
- Baik itu emosi mereka,
- begitu juga berkaitan dengan wawasan dan
- pengetahuan,
- mereka ungkapkan dengan bahasa
- ya sesuai dengan
- apa yang Allah Subhanahu wa taala
- ajarkan kepada mereka. Artinya bahasa
- ini merupakan bahasa manusia
- yang biasa dipergunakan untuk
- mengungkapkan hal-hal yang berhubungan
- dengan manusia, dengan makhluk.
- Tapi di saat kata-kata dan bahasa ini
- digunakan untuk mengungkapkan Allah
- Subhanahu wa taala dengan sendirinya,
- bahasa tersebut ya tidak akan mampu
- untuk mengungkapkan kebesaran dan
- keagungan Allah.
- Oleh karena itu, di saat Allah Subhanahu
- wa taala meminjam bahasa Arab atau
- meminjam bahasa manusia dipergunakan
- untuk mengungkapkan kebesaran dan
- keagungannya. Dengan sendirinya
- bahasa tersebut tidak dapat sama sekali
- mengungkapkan kebesaran keagungan Allah
- sebagaimana mestinya. Dan juga mau tidak
- mau
- hal-hal yang berhubungan dengan makhluk
- karena bahasa tersebut bahasa yang
- dipergunakan oleh makhluk juga mau tidak
- mau apa? Mau tidak mau bercampur
- dengan kebesaran dan keagungan Allah
- serta kesuciannya.
- Oleh karena itu, pada saat kita
- mendengarkan ayat-ayat Al-Qur'an yang
- diturunkan dalam bahasa Arab, berbicara
- mengenai Allah Subhanahu wa taala,
- jangan konotasinya pemahamannya
- disamakan dengan pemahaman kita mengenai
- apa-apa yang biasa kita pahami dari
- makhluk.
- Sebagai contoh
- kita
- mendengarkan nama-nama Allah Subhanahu
- wa taala
- seperti
- al-Alim,
- begitu juga al-Hakim
- As-Sami Al-Bashir
- ar-Rahman ar-Rahim.
- Nama-nama ini
- Allah Subhanahu wa taala berikan untuk
- dirinya dengan mempergunakan kata-kata
- yang biasa dipergunakan untuk makhluk.
- Sebagai contoh
- kata arrahman ar-Rahim ya diambil dari
- kata rahmat.
- Kalau dipergunakan
- ya untuk seorang manusia, kata rahmat
- ini menggambarkan ya perasaan lembut ya
- yang penuh dengan kecintaan yang
- mendorong dirinya untuk berbuat kebaikan
- kepada sesamanya
- juga menolongnya, melindunginya dari
- apa-apa yang membahayakan dirinya. Ini
- merupakan gelora perasaan. Tapi kalau
- bagi Allah Subhanahu wa taala ya dengan
- sendirinya
- hal-hal yang bersifat manusiawi ini
- tidak berlaku untuk Allah. Maka Allah
- Subhanahu wa taala arrahman arrahim
- merupakan narasumber rahmat yang
- melimpahkan rahmat dan kasih-Nya dalam
- hati manusia,
- dalam hati hewan-hewan hingga harimau
- yang buas saja ya begitu menyayangi
- anaknya, melindunginya
- dengan penuh kasih sayang. Hingga saat
- kita menyaksikan seekor harimau sedang
- membelai anaknya,
- sedang menjilatinya,
- berburu untuk anaknya sebelum dia makan,
- anak-anaknya lebih dulu makan.
- Ini betul-betul menimbulkan keharuan di
- hati kita semua. Dan rahmat ini
- merupakan anugerah dari Allah Subhanahu
- wa taala, narasumber rahmat yang
- melimpahkan rahmat-Nya kepada seluruh
- makhluknya.
- Lalu dalam hadis Nabi menerangkan kepada
- kita bahwa rahmat yang dibagikan di atas
- muka bumi ini hanya satu di antara 100
- rahmat. Di hari akhirat nanti 100
- rahmatnya akan sepenuhnya Allah
- limpahkan bagi orang-orang yang beriman.
- Jadi Allah Subhanahu wa taala rahmanud
- dunya wal akhirah. Artinya Allah yang
- melimpahkan kasih dan anugerah-Nya dalam
- kehidupan dunia.
- Bukan hanya orang yang beriman, bahkan
- orang yang tidak beriman pun menerima
- anugerah dari Allah, menerima rezekinya,
- menerima juga berbagai macam karunianya.
- Sedangkan di hari akhir rahmat Allah
- yang pengasih ini khusus hanya hambanya
- untuk orang yang beriman yang bersyukur
- kepadanya.
- Sedangkan warahimahuma
- nama Allah arrahim menggambarkan
- kecintaan Allah.
- Rahmat Allah yang khusus,
- petunjuknya,
- perlindungannya kepada hamba-hambnya
- yang beriman dan bersyukur kepada Allah
- yang menyayangi mereka dalam kehidupan
- dunia, mengutamakan mereka karena mereka
- bersyukur dan menghargai nikmat Allah,
- menghormati kebesaran dan keagungannya.
- Sedangkan di hari akhir orang yang
- beriman akan menerima dua rahmat
- tersebut. di samping karunia anugerah
- yang tak terhingga juga kecintaan Allah
- kepada mereka. Nah, kata cinta di sini
- dengan sendirinya dipergunakan untuk
- manusia berbeda dengan apa? Kata ini
- yang dipergunakan untuk Allah
- disesuaikan dengan kebesarannya,
- keagungannya, kesuciannya.
- Begitu juga kata asami al-Bashir
- yang maha mendengar lagi maha melihat.
- kita memahami ya kata mendengar itu ya
- yang dipergunakan untuk makhluk
- menunjukkan mereka bertelinga artinya
- memiliki alat pendengaran sedangkan
- Albashir menunjukkan mereka melihat
- dengan alat penglihatan yang Allah
- berikan untuk mereka. Sedangkan Allah
- Subhanahu wa taala assami al basir ya
- dengan sendirinya kita harus sucikan
- Allah Subhanahu wa taala dengan hal-hal
- yang serupa dengan manusia. Tapi dari
- makna assami al bashir kita memahami
- ilmu Allah ini meliputi segala sesuatu.
- baik
- hal-hal yang halus.
- Begitu juga suara bagaimanapun kecilnya
- semua terdengar oleh Allah sampai
- bisikan hati kita. Jadi ini merupakan
- cabang dari nama Allah al-Alim yang maha
- tahu. Cuma Allah pergunakan kata assami
- al bashir untuk menerangkan kepada kita.
- Allah Subhanahu wa taala maha mengetahui
- segala sesuatu. Baik itu suara yang
- lembut bahkan sampai bisikan hati kita,
- objek yang lembut yang tidak terlihat
- oleh mata kita, bahkan lebih kecil dari
- itu Allah Subhanahu wa taala maha
- mengetahui.
- Begitu juga Mas Krishna di saat kita
- mendengar
- nama Allah Subhanahu wa taala atau Allah
- mengungkapkan tentang kekuasaannya.
- Biyadihi malakutus samawati wal ard atau
- biyadihil muluk. dalam genggamannya
- kerajaan langit dan bumi
- dengan sendirinya ya menggunakan
- ungkapan ini untuk menunjukkan bahwa
- apa? Langit dan bumi dan seluruh isinya
- dalam genggaman Allah Subhanahu wa taala
- dalam kekuasaannya. Bukan berarti Allah
- Subhanahu wa taala bertangan. Kita wajib
- mensucikan Allah Subhanahu wa taala dari
- hal-hal yang bersifat manusiawi dan
- makhluk.
- Oleh karena itu, Mas Krisa dapat
- ee memahami makna ini dari firman Allah
- dalam surah Al-A'la. Kita lihat ya, dari
- mulai ayat pertama setelah
- bismillahirrahmanirrahim,
- sabbihisma rabbikal a'la.
- Sucikanlah nama kebesaran dan keagungan
- Tuhanmu yang maha agung.
- kita diperintahkan mensucikan namanya
- karena kita berkomunikasi dengan Allah
- melalui nama-namanya. Betul gak? Nah,
- pada saat kita menyeru Allah, memanggil
- Allah Subhanahu wa taala
- dengan sendirinya kita harus memahami
- bahwa Allah Subhanahu wa taala ya
- mendengarkan semua yang kita ungkapkan,
- bahkan sampai bisikan hati kita
- mengetahui seluruh keadaan kita. Maha
- Pengasih, Maha Penyayang, Maha Kuasa
- untuk mengabulkan doa kita. Nah, pada
- saat kita memanggil Allah melalui
- nama-namanya, kita harus mensucikan nama
- Allah dari segala yang tidak layak, yang
- tidak sesuai dengan kebesaran dan
- keagungannya.
- Nah, begitu juga pada saat kita memahami
- firman Allah, wasia kursiyuhus samawati
- wal ard.
- Kursi kebesaran keagungan Allah meliputi
- langit dan bumi. Orang-orang Arab ketika
- mendengarkan ungkapan semacam ini,
- orang-orang Arab yang memahami bahasa
- Arab dengan baik, mereka akan memahami
- bahwa maksud dari ayat ini adalah
- kekuasaan Allah yang meliputi langit dan
- bumi. Semua dalam genggaman
- kekuasaannya.
- Semua tunduk kepada aturannya.
- Adapun penafsiran sebagian kalangan yang
- mengatakan bahwa kursi ini tempat Allah
- meletakkan dua kakinya. Ini
- jelas-jelasan wali iyadzubillah
- menisbatkan kepada Allah yang tidak
- layak baginya. Hanya bersumber dari
- riwayat palsu yang diada-adakan oleh
- mereka yang berdusta atas nama Allah dan
- Rasul-Nya. Padahal seharusnya kita
- kembali kepada Al-Qur'an itu sendiri
- untuk memahami maksud dari ayat tadi.
- Jadi ungkapan bahwa kursi itu tempat
- Allah meletakkan dua kakinya
- jelas-jelasan menggambarkan Allah
- Subhanahu wa taala serupa dengan
- makhluknya. Anda boleh membuka
- terjemahan
- yang diterjemahkan oleh ee pemerintah
- Saudi Arabia ketika membaca ayatul kursi
- wasi kursiyuhus samawati wal ard di
- footnat kita akan lihat
- sebagian kalangan menerangkan bahwa
- maksudnya kekuasaan Allah tapi menurut
- riwayat yang benar bahwa kursi merupakan
- tempat meletakkan kaki Allah subhanahu
- wa taala amma yasifun
- Maha suci Allah dari segala apa yang
- mereka sifati untuk Allah yang tidak
- selai sejalan selaras dengan kebesaran
- dan keagungannya.
- Begitu juga firman Allah
- istawa alal arsy. Kita semua orang-orang
- yang beriman beriman
- akan apa? Akan arasy kebesaran dan
- keagungan Allah.
- Bahkan dalam suratul haqqah Allah
- gambarkan wahmilu arsyaika fauqahum
- yaumaidin tsamania. Di hari kiamat nanti
- setelah kebangkitan manusia bagaimana
- arasy Allah subhanahu wa taala turun
- diangkat oleh para malaikat
- datang di tengah-tengah kita semuanya.
- Tapi di sini kita mesti berhati-hati.
- Kata istawa al-arsyi
- itu biasa dipergunakan dalam bahasa
- manusia itu untuk menunjukkan seorang
- yang duduk di atas kekuasaannya.
- Baik secara fisik duduk di atas
- singgahsana atau menunjukkan arti
- maknawi.
- Istawa fulan ala arsihi
- min amad ila amad. Si fulan berkuasa di
- atas arasnya dari mulai tahun sekian
- sampai tahun sekian. Ini tidak
- menjelaskan bahwa dia duduk di atas
- singgahsana tapi menggambarkan dia mulai
- duduk di atas kekuasaannya dari tahun
- sekian sampai tahun sekian.
- [mendengus]
- Jadi kata istawa di sini bisa berarti
- secara fisik duduk di atas singgahsana,
- bisa juga berarti bahwa dia berkuasa di
- atas singgahsana. Nah, kira-kira kalau
- kita terjemahkan Allah duduk di atas
- arasynya,
- kira-kira makna ini ya kira-kira layak
- tidak bagi Allah Subhanahu wa taala?
- Kira-kira layak tidak makna ini kalau
- dinisbatkan kepada Allah Subhanahu wa
- taala?
- Dari satu ucapan yang diriwayatkan dari
- Amirul Mukminin alaihialatu wasalam itu
- Ali ibn Abi Thalib, beliau mengatakan,
- "Ma khalaqallahu al arsya makanan
- lidzatihi." Allah tidak menciptakan
- arasy sebagai tempat bagi apa? Bagi
- zatnya. Karena Allah ghaniyun alil
- alamin. Allah maha kaya dari segala
- sesuatu.
- Wakinnallaha khalaqal arsya idhar
- liadomati. Tapi Allah menciptakan arsy
- untuk menunjukkan kebesaran dan
- keagungannya.
- Jadi ketika Allah selesai menciptakan
- langit dan bumi, Allah duduk di atas
- arasy kebesarannya mengatur memerintah
- segala sesuatu.
- Duduk di atas arasnya di sini. Bukan
- berarti
- Allah Subhanahu wa taala duduk secara
- fisik di atas Arasy seperti yang
- dipahami oleh kalangan manusia. Tapi
- Allah memerintah dari arasy kebesaran
- dan keagungannya mengatur segala
- sesuatu. [mendengus]
- Dan ungkapan semacam ini dalam bahasa
- Arab sering digunakan. Ini namanya
- ungkapan majaz.
- Majaz ya merupakan ungkapan dan bahasa
- metafora di mana Allah Subhanahu wa
- taala tidak seperti anggapan sebagian
- filosuf yang mengatakan setelah Allah
- menciptakan langit dan bumi, Allah
- meninggalkannya karena Allah tidak
- butuh. Tidak. Setelah Allah menciptakan
- langit dan bumi, Allah juga menempatkan
- manusia di atas muka bumi sebagai
- khalifahnya. Allah Subhanahu wa taala
- mengawasi seluruh perbuatan mereka.
- memerintahkan malaikat juga untuk
- mencatat amal perbuatan mereka. Dan
- kelak satu hari Allah Subhanahu wa taala
- akan membalas mereka sesuai dengan
- perbuatan yang mereka lakukan. Oleh
- karena itu, pandangan-pandangan yang
- mengartikan istawa al-arsyi artinya
- Allah bersemayam di atas arasynya. Tapi
- kami tidak mengetahui bagaimana cara
- bersemayamnya. ini sebetulnya ya
- menisbatkan kepada Allah bahwa Allah
- duduk di atas Arasy. Cuma bagaimananya
- mereka tidak tahu. Sebetulnya ini
- menggambarkan tajsim, menggambarkan
- Allah bagaikan jisim seperti ee apa yang
- berlaku untuk manusia.
- Nah, Mas Krishna kalau kita perhatikan
- bersama-sama ya,
- betapa lemahnya kata-kata bahasa manusia
- ini untuk mengungkapkan kebesaran
- keagungan Allah.
- Jangankan untuk mengungkapkan kebesaran
- keagungan Allah. Kata-kata dan bahasa
- begitu lemah untuk dapat mengungkapkan
- gelora perasaan seseorang. Untuk
- mengungkapkan perasaannya,
- kecintaannya kepada seseorang. Ya, lebih
- banyak mereka menggunakan bahasa kiasan.
- Ketika seorang bertanya, "Sampai di mana
- rasa cintamu kepadaku?"
- Dia ingin berikan perumpamaan dengan
- bermacam-macam. tak mampu untuk
- mengungkapkan kecintaannya. Dia
- mengatakan, "Rasa cinta saya merupakan
- sesuatu yang hidup, sedangkan kata-kata
- merupakan benda mati." Bagaimana mungkin
- yang mati dapat mengungkapkan sesuatu
- yang hidup? Ini merupakan bahasa kiasan
- yang digunakan oleh sebagian orang untuk
- mengungkapkan bahwa cintanya tak dapat
- diungkapkan dengan kata-kata.
- Oleh karena itu, Allah berikan satu
- perumpamaan yang amat indah dalam surat
- Luqman.
- Walau anama fil ardhi min syajaratin
- aqlam bahru yamudduhu min ba'dihi sabatu
- abhur mafidat kalimatullah.
- Seandainya seluruh kayu di atas muka
- bumi ini dijadikan sebagai pena
- lautan yang ada
- seluruh samudera yang ada ini ditambah
- lagi tujuh kali lipat dijadikan sebagai
- tinta. tidak akan mampu untuk menulis
- mencatat kalimat Allah Subhanahu wa
- taala.
- Artinya seandainya
- pohon-pohon menjadi pena, lautan
- ditambah tujuh kali lipat menjadi tinta,
- tak akan mampu untuk mencatat
- mengungkapkan kalimat Allah. Ini baru
- kalimatnya. Bagaimana kebesaran Allah
- itu sendiri. Oleh karena itu, kata-kata
- bahasa manusia yang dipergunakan untuk
- menggambarkan Allah hendaknya kita harus
- sucikan dari apa? dari hal-hal yang
- mirip dan menyerupai makhluk yang tidak
- sesuai dengan kebesaran keagungannya.
- Oleh karena itu, kita diperintahkan
- bertasbih kepada Allah agar jangan kita
- dalam memahami Allah Subhanahu wa taala
- pemahaman kita serupa dengan pemahaman
- kita mengenai makhluk.
- Allah Subhanahu wa taala dalam ayat yang
- lain berfirman, "Wah maum ainama
- kuntum." Dia bersama kalian di mana pun
- kalian berada.
- Wahnu aqru ilaihi min hablil warid. Dan
- kami lebih dekat kepadanya daripada
- pembunuh darah jantungnya.
- Dalam ayat yang lain, wahualladzi fisama
- lahun wafil ardhi ilah. Dan dialah Tuhan
- yang memerintah di langit dan juga
- memerintah di bumi. Jadi kalau kita
- gabungkan ayat-ayat yang bermacam-macam
- semua menunjukkan bahwa Allah subhanahu
- wa taala munazzahun alil makani
- wazzaman. Allah Subhanahu wa taala tidak
- sama sekali terikat oleh tempat dan
- waktu. Dan tidak mungkin kita dapat
- membayangkan, mengkhayalkan,
- menggambarkan Allah Subhanahu wa taala.
- Tapi yang dapat kita imani bahwa Allah
- merupakan apa? Merupakan Tuhan yang maha
- kuasa, yang maha indah, yang maha agung,
- yang maha sempurna, yang tidak
- menyerupai makhluknya dan tidak ada
- satuun makhluk yang menyerupai dirinya.
- Oleh karena itu, Abu Bakar Assiddiq
- radhiallahu anhu berkata,
- "Alzu
- alajzu
- andarqi, adarqi idrakun wal bahsu
- fidatillahi israkun."
- Orang yang tidak mampu lagi
- mengkhayalkan, membayangkan,
- menggambarkan Allah Subhanahu wa taala
- pada saat itu dia telah mengenal Allah
- yang maha suci yang tak mungkin dapat
- kita perikan, kita khayalkan. Dan orang
- kalau bertele-tele berbicara mengenai
- zat Allah, pasti dia akan terjerumus
- dalam syirik. Karena pasti dia akan
- menggambarkan Allah, membayangkan Allah
- seperti yang dikenal dalam alam makhluk.
- Dalam ucapan Imam Ali ketika ditanya
- mengenai Allah, beliau menjawab,
- "At-tauhid alla tatawahama."
- Kamu baru mencapai derajat tauhid kalau
- kamu tidak lagi mengkhayalkan
- membayangkan Allah dalam benakmu seperti
- bayangan-bayangan ya yang serupa dengan
- makhluknya. Karena Allah Subhanahu wa
- taala lam yalid walam yulad walam yakun
- lahu kufuwan ahad. Jadi, bagaimana
- mungkin kamu mengkhayalkan membayangkan
- Allah, menyerupakan dengan makhluk?
- Karena pengetahuan kita pengetahuan yang
- terbatas.
- Jangankan mengenai alam makhluk
- seluruhnya, yang kita ketahui amat
- sedikit, bagaimana mungkin kita
- mengkhayalkan membayangkan Allah. Oleh
- karena itu, makna istawa al-arsy seperti
- yang ee diungkapkan oleh para ulama,
- mereka hanya memahami bahwa Allah maha
- kuasa.
- Allah Subhanahu wa taala maha agung.
- Allah Subhanahu wa taala merupakan zat
- yang maha sempurna
- yang memiliki nama-nama yang penuh
- keagungan dan Allah maha suci dari
- segala sifat Quran yang tidak layak
- baginya.
- Adapun ungkapan makna dari ayat ini ya
- secara apa? secara eksplisit,
- secara detail kita sebagai hamba
- mengetahui bahwa kita tak akan mampu
- untuk meliputi kebesaran dan keagungan
- Allah. Wala yuhituna bisyaaiim min
- ilmihi illa bimya.
- Jadi cukup kita memahami melalui ayat
- ini bahwa Allah Subhanahu wa taala yang
- maha agung, yang maha sempurna, yang
- maha kuasa, yang memerintah dengan
- rahmat dan kasihnya di seluruh alam
- rakyat.
- Wallahuam.
- Baik. [berdehem] Kemudian ee
- sur ee pertanyaan ke
- selanjutnya Bapak Imran di Tangerang.
- Asalamualaikum Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Surat Oh ini ada yang sang telepon
- masalah lagi bisa diterima.
- Hah?
- Oh, enggak bisa mati. Mati. Baik. Ini
- ee surat ee
- in Oh, terima. Halo. Halo.
- Asalamualaikum.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Dengan siapa ini? Maaf warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Dengan siapa?
- Saya hamba Allah nih. Ustaz Husin. Apa
- kabar? Sehat.
- Baik. Alhamdulillah. Baik, Ibu. Sehat.
- Silakan.
- Iya. Ustaz mau tanya
- ee ini mengenai
- hubungan suami istri.
- Iya.
- Kalau si
- suaminya itu
- ee
- salat subuhnya tidak mau dibangunin,
- dia
- ee mengatakan bahwa
- ee kalau saya dibangunin salat subuh,
- berarti salat subuh saya karena kamu,
- bukan karena Allah.
- Hm.
- Nah, setelah kejadian ee dia percakapan
- tersebut
- ee kita sudahi
- untuk hari selanjutnya
- sama istrinya.
- Akhirnya ee istri apa suami tersebut
- meninggalkan salat subuh terus. H
- sementara si istri merasa bersalah dan
- dia bilang, "Oke, kamu R nanti di radio
- tanya sama Ustaz Husein apa pernyataan
- saya ini benar atau tidak?"
- Jadi saya membutuhkan jawaban karena
- kita ini mengarungi bahtera perkawinan
- itu kan satu sama lain harus melindungi
- dari api neraka.
- Nah, itu yang pertama. Ee apa ee
- pertanyaan saya yang pertama. Yang kedua
- mengenai wakaf, Ustaz.
- Iya.
- Ini ada satu wakaf dari kakek.
- Duitnya tidak boleh diambil
- anaknya
- dan keluarganya.
- Jadi wakaf tersebut itu har ee wakaf
- tersebut berupa rumah yang uang
- kontrakannya tidak boleh diambil oleh
- keluarga dan harus disedekahkan
- untuk majelis taklim
- ee
- masjid, pembangunan masjid, pokoknya
- yang berhubungan dengan
- keagamaan dan insyaallah pahalanya
- mengalir ke
- ee kakek tersebut. Nah, terus sudah gitu
- ee yang dipertanggungjawabkan ini yang
- diberi tanggung jawab
- ee dia mau memberikan satu sedekah
- kepada satu masjid dan satu masjid itu
- rupanya mengeluarkan pernyataan yang
- tidak enak yang menyakitkan hatinya
- si dari dari pihak keluarga ini yang
- ngurus ini, yang ngurus wakaf. Terus dia
- mengeluarkan kata-kata. Saya tegur, saya
- tegur ee orang tersebut. kamu enggak
- boleh. Kamu kan cuman diamanatin.
- Jadi, kamu harus ee berikan aja. Oh,
- enggak bisa. Saya punya prinsip dan
- mungkin e kamu tanya aja sama Ustaz
- Husein. Tanya lagi. Saya suruh tanya
- lagi sama Ustaz Husein. Mm. Apa ee kalau
- memang orang yang diberi tanggung jawab
- tersebut sakit hati, itu enggak bakal
- sampai katanya pahalanya ke ahli kubur
- yang mewariskan harta tersebut.
- Jadi inti dari dari apa? Dari persoalan
- ini wakaf ini Ustaz diberi tanggung
- jawab tapi yang tanggung jawab itu
- karena sakit hati jadi dia tidak mau
- memberikan
- kepada ee
- apa penerima sumbangan
- dan amalnya itu tidak sampai. [berdehem]
- Itu aja.
- Baik.
- Oke. Sukses buat Mas Krishna. Oke,
- saya iri nih sama Mas Krishna dengan
- Radio Prambos dulu. Sekarang harus Rasil
- seperti Radio Prambos.
- Oke, terima kasih.
- Terima kasih. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Suami istri, begitu pula orang tua
- terhadap anak,
- begitu juga saudara dengan saudaranya
- atau bersama sahabat-sahabatnya.
- Allah perintahkan dalam Al-Qur'an agar
- kita bekerja sama dalam kebaikan
- dan ketakwaan pada Allah. Allah larang
- kita untuk bekerja sama dalam
- perbuatan-perbuatan dosa dan mungkar.
- Maka dari sini lahirlah perintah amar
- makruf nahi mungkar.
- Wal takum minkum ummatun yaduna ilalir
- wuruna bil maruf wahaunail munkar waika
- humul muflihun. Hendaklah tampil di
- tengah-tengah kalian satu umat yang
- mengajak kepada yang makruf,
- mencegah dari yang mungkar.
- Jendaklah
- tampil di antara kalian satu umat yang
- mengajak pada kebajikan,
- pada hal-hal yang makruf.
- nilai-nilai kebaikan yang bersifat
- universal.
- Munkar mencegah dari yang munkar waika
- humul muflihun. Dan mereka adalah
- orang-orang yang benar-benar sukses dan
- beruntung.
- Dan Allah gambarkan ciri umat nabi kita
- ini yang bekerja sama dalam mengajak
- kepada yang makruf dan mencegah dari
- yang mungkar. Kuntum khair ummatin
- ukhrijat linas tamuruna bil ma'ruf
- watanhauna munkar.
- Kalian sebaik-baiknya umat yang telah
- dipersiapkan oleh Allah.
- Ciri-cirinya kalian mengajak kepada yang
- makruf, mencegah dari yang mungkar. Wa
- tumminuna billah dan kalian beriman
- kepada Allah.
- [berdehem]
- Begitu juga Allah ingatkan agar dalam
- kehidupan rumah tangga ini
- kita melindungi keluarga kita, anak-anak
- kita dari azab api neraka. Allah
- berfirman dalam surah at-Tahrim, "Ya
- ayyuhalladzina amanu qu anfusakum wa
- ahlikum na." Wahai orang yang beriman,
- hendaklah kalian menjaga melindungi
- diri kalian dan keluarga kalian dari
- azab api neraka.
- Suami mengingatkan istri, istri juga
- mengingatkan suami.
- Begitu juga orang tua mengingatkan
- anaknya dan anak juga dibenarkan untuk
- mengingatkan orang tuanya.
- Kehidupan rumah tangga ini Allah
- Subhanahu wa taala tidak pasangkan pria
- dan wanita hanya sekedar untuk apa?
- Berhubungan suami istri dan melahirkan
- anak, tapi untuk bekerja sama. Allah
- bantu dengan menuangkan rasa mawaddah,
- rahmah, dan juga sakinah di hati mereka
- untuk dapat membuat mereka bekerja sama
- dengan sebaik-baiknya.
- Kita sebagai khalifah Allah di atas muka
- bumi bukan hidup seperti hewan.
- Makan, minum, ya, lalu berkumpul bersama
- lawan jenis seperti kita saksikan
- ayam-ayam yang makan, minum, kemudian
- mereka berkelahi untuk apa? Untuk
- memperebutkan pasangan mereka. Kita
- manusia merupakan makhluk yang menerima
- kemuliaan dari Allah. Allah angkat
- sebagai khalifah, menerima amanat.
- Allah turunkan kitabnya, utus rasulnya
- untuk membimbing kita. Nah, di antara
- kewajiban yang Allah wajibkan kepada
- kita yang merupakan tiang dari agama
- kita adalah salat.
- Asalatu imaduddin. Salat tiang dari
- agama. Faman aqomaha faqad aqomaddin.
- Yang menegakkannya berarti menegakkan
- agamanya. Waman tarakaha. Dan siapa yang
- meninggalkannya faqad hadamadin berarti
- dia menghancurkan agamanya.
- Jadi seorang laki-laki di saat
- diingatkan oleh istrinya seharusnya dia
- bersyukur bukan dia marah. Istri
- diingatkan oleh suami juga bersyukur dan
- cara mengingatkannya dengan cara yang
- baik dan tidak menyakitkan hati. Kalau
- seorang laki-laki sampai meninggalkan
- salat dengan sengaja dan tidak
- melakukannya
- karena dia mendengarkan nasihat dari
- istri, dia merasa dirinya ee betul-betul
- apa? tersinggung. Lalu kebanggaan
- kesombongan yang muncul ini berbahaya
- sekali. Allah gambarkan dalam suratul
- baqarah waidza qila lahuttaqillah
- akathul izzatu bilni fahasbuhu jahanam.
- Kalau diingatkan untuk bertakwa kepada
- Allah, kembali ke jalannya, melaksanakan
- perintahnya, rasa bangga dan sombong ya
- menghalangi dia untuk menerima
- kebenaran. Nah, ini berbahaya sekali
- buat dirinya. Oleh karena itu, Ibu
- ingatkan dia bahwa saya sebagai istri
- hanya berupaya untuk mengingatkan dan
- kewajiban saya. Kamu juga kalau saya
- lalai, saya lupa kamu punya kewajiban
- untuk mengingatkan kita. Begitu juga
- orang tua terhadap anak-anaknya. Kalau
- kamu meninggalkan
- kewajiban salat, kamu hancurkan agamamu.
- Dan saya sebagai istri tidak ingin hal
- ini terjadi. Kamu kan suami saya,
- pasangan saya. Kalau sampai kamu
- merusak, menghancurkan agama kamu, di
- samping saya juga mesti memberikan
- peringatan. Kamu hancurkan diri kamu,
- kebahagiaan kamu padahal kamu sebagai
- contoh di antara anak-anak kamu. Ini
- merupakan dosa besar seharusnya dia
- bersyukur dengan peringatan dari
- istrinya. Oleh karena itu, pada masa
- dahulu kala seorang sahabat kalau
- diberikan peringatan atau diingatkan
- kesalahannya, dia bersyukur. Seperti
- Sayidina Umar berkata, "Rahimraan ahda
- ila Umar masawiah."
- Semoga Allah merahmati seseorang yang
- memberikan hadiah kepada Umar
- menjelaskan keburukan-keburukan dan
- perbuatan yang salah. Karena selagi dia
- diingatkan, dia bisa perbaiki. Jadi
- hendaknya suami istri selalu saling
- mengingatkan di jalan Allah Subhanahu wa
- taala. Sampaikan kepada suami ibu, mari
- bersama-sama kita berjalan menuju Allah
- menjadi contoh di tengah-tengah keluarga
- kita. Rahmat Allah pasti akan Allah
- tuangkan di hati kita semua. Jangan
- sampai kita berpaling dari Allah yang
- membawa kerugian bagi diri kamu dan
- keluarga kamu di dunia maupun di hari
- akhir. Adapun berkaitan dengan wakaf
- yang tadi Ibu sebutkan,
- kalau wakaf diwakafkan untuk Allah,
- berarti keluarga tidak memiliki hak
- milik lagi pada wakaf tersebut. Kecuali
- kalau wakaf keluarga. di mana orang tua
- mengatakan, "Saya wakafkan ini untuk
- anak-anak keluarga yang tidak mampu."
- Tapi kalau alwakfu ya alam yaitu wakaf
- kepemilikannya bukan lagi milik keluarga
- tapi milik Allah. Nah, sang penjaga yang
- menjaga hanya menjaga amanat all bukan
- lagi sebagai pemilik.
- Nah, kalau dia secara pribadi umpamanya
- tersinggung
- dengan ucapan pengurus masjid, kalau
- sifatnya pribadi, jangan kita korbankan
- hak-hak yang Allah Subhanahu wa taala
- wajibkan. Selagi pengurusnya menjaga
- amanah tersebut, ya kemudian mengaturnya
- sesuai dengan aturan Allah, maka kita
- suka tidak suka kita sampaikan amanat
- Allah. Karena wakaf ini bukan lagi milik
- pribadi, tapi merupakan milik Allah.
- Sedangkan kita hanya pengemban amanat.
- Oleh karena itu, Al-Qur'an mengingatkan
- kita, "Ya ayyuhalladzina amanu kunu
- qawwamina bilqisti syuhadaillah walau
- ala anfusikumil walidaini wal aqrabin."
- Wahai orang-orang yang beriman, jadilah
- kalian penegak keadilan.
- menyampaikan kesaksian kalian karena
- Allah walaupun konsekuensinya
- akan merugikan diri kalian, kedua orang
- tua kalian, ataupun kerabat kalian.
- Kalau seandai kita salah, kebenaran ada
- pada orang lain, kita mesti menyampaikan
- kesaksian kita.
- Jadi dalam hal ini kepada suami ibu ya
- atau siapa saja yang menerima amanat ini
- hendaknya jangan karena kebencian
- terhadap seseorang menghalangi kita
- untuk menyampaikan kebaikan. Tapi kalau
- seandainya pengurus masjid tersebut
- tidak menjalankan amanat Allah tidak
- boleh kita titipkan dan berikan
- kepadanya. Walaupun orang tersebut orang
- yang kita suka. Jadi jangan suka benci
- menghalangi kita untuk melakukan
- kebaikan. Semoga Allah berikan hidayah
- kepada kita semua.
- agar kita semua kembali kepada Allah dan
- selalu berjalan di atas jalannya. Dan
- mudah-mudahan suami ibu mendapatkan
- taufik dan hidayah dari Allah bisa
- mengarungi kehidupan bersama-sama dalam
- keridaannya. Amin ya rabbal alamin.
- Baik, selanjutnya dari Bapak Imran
- ditanak Asalam Husin.
- Waalaikumsalam.
- Surat inna innaal kautsar. Begitu
- pendek. Apakah keistimewaan dari surat
- inna atau inakal kautsar?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Kalau seandainya kita memahami ya
- latar belakang turunnya suratul kautsar,
- suratul kautsar ini diturunkan Allah
- subhanahu wa taala sebagai hiburan bagi
- nabinya Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam.
- di mana ketika anak laki-laki nabi kita
- satu persatu dipanggil oleh Allah,
- kaum musyrikin mengatakan inna Muhammad
- abtar.
- Hm.
- Muhammad artinya putus keturunan. Putus
- keturunan.
- Keturunan.
- Karena dalam tradisi jahiliah keturunan
- itu dari laki-laki.
- H.
- Jadi mereka dengan senang gembira bahwa
- Nabi Muhammad telah putus keturunan.
- Kalau dia meninggal dunia, tidak akan
- ada yang melanjutkannya.
- [berdehem]
- Jadi satu persatu putra-putra Rasulullah
- diambil.
- Allah Subhanahu wa taala menghibur
- rasulnya mengatakan, "Inna aainakal
- kautsar." Sesungguhnya kami telah
- menganugerahkan kepadamu wahai
- Rasulullah al-Kautsar.
- Dalam memahami Alkautsar, ada sebagian
- mengatakan bahwa itu telaga di mana Nabi
- nanti menunggu umatnya untuk berkumpul
- di tempat tersebut.
- Sebetulnya telaga ini merupakan salah
- satu dari makna kautsar. Karena makna
- kautsar ini ala wazni faual menunjukkan
- kebaikan yang amat banyak yang Allah
- anugerahkan bagi rasulnya.
- Tapi karena ini merupakan jawaban dari
- Allah untuk kaum musyrikin yang mencerca
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam, maka dengan sendirinya
- sesuai dengan konteks dari surah ini,
- Allah anugerahkan bagi nabi kita segala
- kebaikan. Di antaranya juga keturunan
- yang banyak. Di antaranya keturunan yang
- banyak.
- Adapun keturunan tersebut bukan datang
- dari anak laki-laki. Ini juga meluruskan
- pemahaman kita. Meluruskan juga
- pemahaman jahiliah yang beranggapan
- bahwa cucu keturunan itu hanya dari anak
- laki-laki.
- Seperti ucapan mereka dalam masa
- jahiliah, banuna banu abnaina. anak-anak
- kami itu yang dari anak laki-laki kami.
- Wabanatuna banuhun abna risal rijalil
- abaidi. Adapun anak perempuan kita,
- anak-anak mereka itu anak orang lain.
- Nah, Rasul menjawab hal ini dalam hadis
- yang sahih ya yang diriwayatkan oleh
- apa? Oleh Bukhari. Ibnu ukhtil qumi min
- anfusihim.
- Anak dari saudara perempuan kita. Anak
- dari saudari perempuan kita itu juga
- bahagian dari mereka.
- Riwayat yang lain, ibnu ukhtil kaumi
- minhum.
- Anak dari saudari perempuan satu kaum
- merupakan bahagian dari mereka.
- Jadi lahirnya keturunan dari anak
- perempuan
- bukan berarti anak tersebut tidak
- terhubung dengan kakeknya dari pihak
- ibu.
- Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa
- taala meluruskan pemahaman ini dengan
- menganugerahkan Rasul keturunan dari
- putrinya Fatimah, bukan dari anak laki
- yang dipanggil oleh Allah. Untuk di sini
- menjelaskan bahwa kaum wanita juga apa?
- Kaum wanita juga mendapatkan karunia
- kehormatan dari Allah Subhanahu wa
- taala.
- Masyaallah.
- Bahkan kita tahu bahwa anak kita itu
- banyak dipengaruhi oleh ibunya.
- Sampai orang Arab mengatakan, "Itansib
- bil khikal walad." Kamu kalau mau punya
- anak, lihat bagaimana hal-halnya saudara
- ibunya. Karena anak kamu akan serupa
- dengan mereka.
- Jadi kalau seorang laki-laki ingin
- mendapatkan keturunan yang baik, dia
- harus menikahi wanita juga yang berasal
- dari keluarga baik-baik dan yang berjiwa
- baik insyaallah akan melahirkan anak
- yang baik dan mulia.
- Sampai dalam sebuah riwayat disebutkan
- takyaru linfikumal
- irqas.
- Untuk wadah sperma kalian hendaknya
- kalian harus memilih yang
- sebaik-baiknya. Karena alirq dasas
- keturunan itu merebes ke bawah. Jadi
- pengaruh ibu cukup kuat.
- Oleh karena itu, hak kebaktian pada ibu
- itu sampai tiga kali
- hak kebaktian kepada ayah.
- Jadi Rasul tidak memiliki ketuan dari
- anak laki-laki karena dipanggil oleh
- Allah. Tapi Allah anugerahkan dari
- putrinya Sayidah Fatimah lahirlah al-Han
- wal Husain.
- Dan Nabi mengatakan bahwa mereka adalah
- anak-anakku bahagian dari diriku.
- Dan ini bukan hanya khusus untuk Nabi,
- tapi juga apa? Berlaku untuk kita
- semuanya. Jangan kita memandang wanita
- itu merupakan makhluk inferior.
- Mereka juga merupakan kalangan yang
- mulia. Jadi kalau seandainya
- kita menikah dengan seorang wanita, ya
- ketahuilah ya kita memiliki anak
- perempuan, jangan kita perlakukan cucu
- dari anak perempuan berbeda dengan cucu
- dari anak laki-laki. Seperti tradisi
- jahiliah kita perlakukan mereka sama.
- Mereka juga merupakan darah daging kita.
- Oleh karena itu, banyak kita jumpai
- orang-orang terkemuka
- yang berasal dari ibu, yang berasal dari
- keluarga terkemuka seperti Umar bin
- Abdul Aziz. Ibunya merupakan cucu dari
- Umar ibn Khattab radhiallahu anhu.
- Nah, pada masa dahulu kala ketika Islam
- betul-betul mendominasi, kita saksikan
- bagaimana penghormatan terhadap wanita
- sampai datang masa jahiliah. Mulai peran
- mereka kembali seperti masa-masa
- jahiliah. Jadi, inna aainakal kautsar.
- Sesungguhnya kami menganugerahkan kamu
- wahai Rasulullah alkautsar kebaikan yang
- amat luas.
- Fasolli labiabbika wanar. Maka hendaklah
- sebagai ungkapan syukurmu kamu salat
- wanhar dan lakukanlah penyembelihan.
- Wanhar di sini bukan meletakkan tangan
- di sini bukan.
- Tapi wanhar di sini sebagai ungkapan
- syukur. Di samping salat syukur, Nabi
- juga menyembelih sebagai ungkapan
- syukurnya kepada Allah. Innaniaka hual
- abtar. Sesungguhnya yang mencaci makus
- mencaci maki kamu sebagai orang yang
- putus keturunan. Dia yang putus
- keturunan.
- Jadi Abu Yahal dan rekan-rekannya memaki
- Rasulullah, mereka yang putus keturunan.
- Kenapa? Karena anaknya yang beriman
- terputus dari ayahnya.
- Orang-orang yang orang tuanya kafir itu
- [berdehem] langsung terbuang. Dia
- terhubung dengan orang tuanya yang
- beriman. Oleh karena itu, Salman
- al-Farisi ketika dia ditanya, "Siapa
- ayah kamu?" Dia mengatakan, "Abil
- Islam." Ayah saya adalah is
- Islam. Islam yang memuliakan dirinya.
- Tapi Abu Lahab walaupun paman Nabi, dia
- tersungkur jatuh dalam kehinaan karena
- dia tidak beriman pada Allah. Jadi
- hendaknya betul-betul ya dalam kita ee
- memperlakukan
- orang-orang di sekeliling kita,
- perlakukan mereka dengan baik dan mulia,
- anak-anak kita baik yang datang dari
- anak laki-laki kita maupun anak
- perempuan kita. hendaknya kita
- perlakukan mereka dengan mulia.
- Jangankan keluarga terhadap orang lain
- saja kita diperintahkan untuk menggauli
- manusia dengan cara baik. Jadi jangan
- kita terbawa oleh tradisi jahiliah Arab
- dahulu kala yang memandang keturunan
- hanya dari anak perempuan atau tradisi
- Cina. Dalam tradisi sebagian rakyat Cina
- ini kalau seorang belum punya anak
- laki-laki dianggap apa dia berbuat dosa
- terhadap leluhurnya. H
- dia harus punya anak laki-laki yang
- meneruskan keturunannya. Ini merupakan
- pemahaman yang salah. Nah, kita harus
- meluskan kembali. Oleh karena itu, Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- setiap kali pergi ke mana-mana,
- rumah terakhir yang dikunjungi Sayidah
- Fatimah.
- Masyaallah.
- Setiap pulang dari mana-mana setelah
- masjid, rumah pertama yang dikunjungi
- putrinya Sayidah Fatimah.
- Masyaallah. Dan dia memanggil putrinya
- Ummu Abiha, ibu dari ayahnya. Artinya,
- perlakukan wanita kita dengan mulia,
- mereka akan membawa kemuliaan buat kita
- semuanya. Ini merupakan ungkapan yang
- amat indah, jawaban bagi mereka mencaci
- Rasul sebagai orang yang putus turunan.
- Allah katakan, "Kami anugerahkan justru
- kebalikan. Kami berikan kamu kebaikan
- yang anak. Di antaranya keturunan."
- Wallahuam. Baik, selanjutnya dari Ibu
- Masyur. Asalamualaikum Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam. Lagi sakit Masakat.
- Mudah-mudahan ketemu ya. Izin bertanya,
- bagaimana sikap saya ketika harus
- menghadapi ujian sakit?
- Allah Subhanahu wa taala dalam surah
- Al-Hadid yang kita baca pada kajian hari
- ee Kamis yang lalu.
- Kamis
- kita mahami bersama-sama firman Allah.
- Maa asoba mim musibatin fil ardhi wala
- fi anfusikum illa fi kitabi
- minqobliraha.
- Tidak ada satu musibah yang terjadi di
- bumi atau pada diri kita, melainkan
- semua tercatat ya dalam kitab kami
- sebelum kami menciptakan bahkan
- manusianya maupun apa menciptakan
- buminya. Artinya ini semua dalam
- pengetahuan Allah.
- Allah beritahukan hal ini likatakum
- agar kalian tidak bersedih, berduka,
- larut dalam kesedihan karena sesuatu
- yang hilang dari kalian atau cobaan yang
- menimpa kalian. W tafrahu bima atakum.
- Tapi kalian juga jangan beriforia,
- bersenang-senang, lupa dengan apa yang
- Allah berikan kepada kalian. Pada saat
- seorang mukmin dicoba dengan penyakit,
- dengan cobaan, dia bersabar. Allah
- bersihkan dosanya.
- Amin.
- Allah berikan dia ganjaran tanpa batas.
- Innama yiruna ajrahum hisab.
- Sesungguhnya orang-orang yang bersabar
- akan dibalas oleh Allah tanpa hisab.
- Nah, kalau kita berjuang untuk
- mendapatkan ampunan dosa, ya berjuang
- dengan amal kita,
- niscaya akan berat. Tapi dengan cobaan
- seperti penyakit, kesedihan, kesusahan
- yang datang pada kita, kita bersabar
- menerima dari Allah, Allah berikan kita
- ampunan dosa. Allah juga berikan kita
- ganjaran yang melimpah tanpa hisab.
- Jadi, kita harus selalu ingat pada saat
- kita sakit, jangan berkecil hati, jangan
- beranggapan Allah meninggalkan kita,
- tapi kita terima dengan rida sebagaimana
- yang diucapkan oleh Ayub alaihialatu
- wasalam.
- Selama ini kita diberikan kesehatan,
- kita bersyukur pada Allah dengan
- penyakit kita diingatkan akan keutamaan
- kesehatan tersebut juga kita mendapatkan
- ampunan dosa, mendapatkan ganjaran yang
- tak terhingga. Jadi, Ibu masyur semoga
- Allah sembuhkan penyakitnya.
- Nah, dalam keadaan sakit coba resapi
- nikmat sehat yang selama ini Allah
- berikan kepada kita. Kita sering
- melupakannya.
- Nah, dengan penyakit ini Allah ingatkan
- dan Allah juga hapuskan dosa-dosa
- kesalahan kita sebelumnya.
- Dan mudah-mudahan Ibu Masyukkur bersama
- suami, keluarga juga mendapatkan karunia
- dari Allah yang tak terhingga. Begitu
- pula kita semua. Mudah-mudahan yang
- sedang sakit Allah sembuhkan. Yang
- meninggal dunia Allah subhanahu wa taala
- ampuni dosanya, angkat derajatnya. Dan
- mereka-mereka yang sedang berumah
- tangga, Allah bahagiakan rumah tangganya
- dan bimbing mereka untuk berjalan di
- atas keridaannya. yang belum berumah
- tangga semoga Allah berikan
- pasangan-pasangan yang sesuai bagi
- mereka yang bekerja sama dalam keridaan
- Allah hingga akhir hayat Allah kumpulkan
- kita semua bersama Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam para
- keluarganya demikian pula para rasul
- yang merupakan
- contoh-contoh dan teman dalam kehidupan
- yang amat indah. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik wal afu
- minkum wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah terima kasih
- Ustaz Husin atas jawaban yang diberikan.
- Mudah-mudahan sesuai apa yang dikenai
- Allah ya. Baik saya Muhammad Krishna
- Ondi Saputra dan juga Algi mohon pamit.
- Wabillahi taufik walah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.