Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirahmanirahim, assalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Allahuma shali ala sayyidina Muhammad wa
- ala alihi sayyidina Muhammad,
- alhamdulillah kita berjumpa lagi hari
- ini
- hari Kamis tanggal 10 Jumadil akhir 1443
- Hijriah atau tanggal 13 Januari 2020.
- Kita jumpa lagi dalam acara Ruang
- Kesehatan. Biasanya acara ini dibawakan
- oleh Mbak Hajah Nur Nuning, tapi Mbak
- Nuning sekarang sedang rihlah bersama
- suami tercintanya. Ya, kita doakan
- mudah-mudahan
- banyak happy dan barokah.
- Mbak Nuning selamat senang-senang
- jalan-jalan dia ke luar kota.
- Kita akan menghadirkan kembali Bapak
- Fuad Baraja. Mungkin bagi Anda yang dulu
- suka nonton TV tahun
- 96 sampai 2000 sudah hafal ya dengan
- wajahnya. Beliau
- ee sebagai ayah di acara
- sinetron Jin dan Jun.
- Beliau ini multi talent.
- Bisa nyanyi lagu-lagu country, lagu-lagu
- padang pasir,
- bisa
- tanam-tanaman,
- kaktus, kuliner,
- dan lain-lain.
- Multitalent, main sinetron, luar biasa.
- Tapi sekarang beliau sibuk di Komnas
- Pengendalian Tembakau, anggota bidang
- pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
- Kami akan bacakan nanti nomor
- teleponnya, silakan Anda siapkan saja
- pulpen sama kertasnya ya.
- Kita tahu upaya pemerintah untuk
- bagaimana rakyatnya tidak terlalu banyak
- merokok, misalnya dengan
- me
- memahalkan harga rokok. Ada satu warung,
- orang mau beli rokok, "Pak, mau beli
- rokok, Pak."
- "Berapa nih, Pak, harganya?" "50.000."
- "Hah, 50.000, mahal banget." "Itu kan
- pemerintah yang bilang." "Itu kan baru
- bawa wacana, Pak." Nah, itulah bedanya
- saya sama pemerintah. Kalau pemerintah
- cuma wacana, kalau saya mau
- melaksanakannya.
- Ya, tapi ya iklan rokok masih ada
- ternyata di TV. Saya kira sudah enggak
- ada, cuma jam 10.00 malam ke atas baru
- ada iklan rokok.
- 1.30 ya, 1.30 sudah. Kemudian billboard
- juga ternyata masih ada. Dan kalau
- enggak salah boleh bikin sinetron adegan
- rokok, tapi yang merokok orang jahat.
- Kalau orang baik enggak boleh merokok.
- Jadi antagonis boleh melakukan adegan
- merokok, tapi kalau yang baik-baik tidak
- boleh.
- Eee wallahualam ya. Oke, asalamualaikum,
- Bib. Pak Fuad Baraja.
- Waalaikumsalam, Bib. Pak Fuad Baraja.
- Fuad Baraja.
- Masyaallah. Jadi kita
- wabarakatuh. Baik, kita akan mengambil
- tema
- kerugian
- dari rokok baik itu material maupun non
- material.
- Harga rokok berapa sekarang?
- Ya, ada kenaikan dalam awal Januari ini,
- ada kenaikan 20
- Tapi masih terjangkau ya? Masih
- terjangkau. Karena kalah sama
- Kurang kurang signifikan naiknya. Ya,
- karena inflasinya kan juga sekitar itu
- juga Oh.
- Oke, silakan Bib. Oke,
- bismillahirrahmanirrahim.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pemirsa dan pendengar Radio Rasio dan TV
- Rasio TV di manapun Anda berada, jumpa
- kembali dengan saya hari ini.
- Alhamdulillah dalam keadaan sehat
- walafiat insyaallah ya.
- Eh, kita memang diberikan oleh Allah
- kesempatan
- waktu hidup ya.
- Tapi
- selalu kita harus kembali.
- Kita harus selalu kembali kepada
- proses penciptaan kita atau tujuan dari
- penciptaan kita ya. Jadi, setiap kali
- kita
- sadari bahwa hidup kita atau umur kita
- semakin berkurang ya, eh kita harus
- kembali kepada pemahaman bahwa Allah
- menciptakan kita tujuannya tidak lain
- dan tidak bukan kecuali untuk
- menyembah kepada-Nya.
- Difirmankan di Alquran,
- bismillahirrahmanirrahim, "Wama
- kholaqtul jinna wal insa illa
- liya'budun."
- Dan tidaklah kami ciptakan jin dan
- manusia kecuali untuk menyembah
- kepada-Ku.
- Jadi
- ketika kita eh tujuan penciptaan kita
- adalah untuk menyembah kepada Allah
- subhanahu wa taala, untuk berbakti,
- untuk me ya, melakukan ibadah kepada
- Allah subhanahu wa taala
- maka
- Allah memberikan fasilitas-fasilitasnya.
- Begitu lengkap fasilitasnya.
- Dari badan yang sempurna ya.
- Kemudian
- eh
- organ tubuh
- alat-alat vital ya.
- Seperti misalnya paru-paru, jantung dan
- sebagainya diberikan oleh Allah,
- dititipkan kepada kita
- organ-organ tubuh yang sangat sempurna
- dalam keadaan sehat ya.
- Tentu saja kita harus menjaganya. Karena
- kalau sampai rusak atau kita sengaja
- merusaknya nanti kita kesulitan dalam
- proses ibadah kepada Allah ini
- menyebabkan ibadah kita kepada Allah
- menjadi kurang berkualitas dan ini ada
- pertanggungjawabannya.
- Ya, bukan-bukan free ya. Artinya kita
- diciptakan untuk menyembah kepada-Nya
- kalau kita tidak kalau kita sudah
- bermaksiat terus kepada Allah sehingga
- mmm ujungnya ada proses perusakan organ
- tubuh gara-gara eh amaliyah kita
- sehari-hari yaitu dalam hal ini tentu
- saja dalam rokok ya.
- Ini pertanggungjawabannya berat sekali.
- Anda bisa bayangkan yang contoh yang
- nyata saja. Saat kemarin waktu Covid
- sedang merajalela itu kan.
- Itu tabung gas oksi tabung oksigen itu
- kan begitu mahal. Ngisi oksigen itu
- sampai puluhan ribu.
- Mmm. Betul.
- Puluhan ribu satu yang kalau dihisap
- kalau dihisap terus-menerus 2 jam habis
- itu. Mmm.
- Sekian ri puluh ribu hanya untuk
- bernafas.
- Itu mengajak kita untuk bersyukur ya.
- Hah, coba. Seandainya kita harus
- bernafas dengan oksigen dengan tabung
- oksigen terus karena kita sudah rusak
- paru-paru kita. Berapa miliar yang kita
- keluarkan setiap tahun untuk untuk
- membeli
- oksigen di tabung itu.
- Ini ini yang harus kita pahami. Jangan
- sampai kita
- melakukan eh ke proses perusakan dengan
- rokok tentunya sampai akhirnya paru-paru
- kita rusak tidak maksimal lagi dalam mem
- apa menyediakan oksigen untuk kita.
- Akhirnya kita harus dibantu alat bantu
- yaitu eh tabung oksigen itu. Ini
- kerugian yang luar biasa. Jadi Om Krisna
- sudah mengatakan eh kita hari ini akan
- membahas tentang kerugian akibat merokok
- baik kerugian material maupun non
- material.
- Kita langsung saja kalau kita bicara
- kerugian
- hampir selalu ya tidak selalu ya hampir
- selalu kaitannya dengan material. Ya,
- dengan uang.
- Kalau bicara kerugian akibat merokok
- berarti uang kita terbuang untuk membeli
- rokok, itu kerugian. Ya memang betul itu
- kerugian, tapi banyak sekali kerugian
- bukan hanya itu ya.
- Untuk untuk supaya runut pembicaraan
- kita ya, Anda harus tahu bahwa saat ini
- ada sekitar 60 juta perokok di
- Indonesia. Ini ini angka minimal sekali,
- padahal saya menurut saya lebih dari
- itu. Tapi okelah
- ada yang mengatakan 60 juta orang
- perokok. Katakanlah bila 80% nya, 80%
- nya itu muslimin
- sekitar 50 juta.
- Oke, sekitar 50 juta perokok. Kalau
- mereka merokok satu hari satu bungkus
- saja, ini kita bicara material dulu ya.
- Kalau kita satu hari merokok satu
- bungkus saja
- ada asumsinya satu bungkus ya, ada yang
- merokok dua bungkus, tiga bungkus,
- banyak. Bahkan salah satu pasien saya di
- klinik terapi
- merokok empat bungkus sehari. Sehari.
- Itu itu sudah sudah nanti nanti kita
- bahas ini. Nah
- kalau kita asumsikan satu bungkus saja
- seharga 20.000 saja, di tengah-tengah
- itu ya, seharga 20.000 saja. Artinya
- umat Islam ini merokok per harinya 1
- triliun, tolong baca bibir saya.
- 1 triliun itu hanya untuk membeli rokok
- setiap hari. Per hari. Per hari.
- Kita lihat banyak sekali orang-orang di
- jalan di dalam perjalanan tadi ada dua
- ada dua kelompok manusia yang duduk di
- tengah jalan dengan kotak amal He em. ya
- me me di sebelahnya ada masjid dikasih
- tanda panah
- kotak infak untuk pembangunan masjid di
- sebelah kanan kita.
- Anda percaya? Masjid itu katakanlah
- seandainya dibangun dengan
- dengan biaya dengan biaya
- sori
- biaya pembangunan masjid itu misalnya 10
- miliar
- 10 miliar misalnya biaya pembangunan
- masjid itu. Artinya dalam satu hari bisa
- dibangun per hari 100 masjid
- seharga 1 miliar.
- 100 masjid bisa dibangun. Padahal orang
- banyak saudara-saudara kita yang masih
- berpanas-panas, berhujan-hujan menunggu
- uluran tangan
- di tengah jalan, memacetkan jalan juga
- ya. Berapa banyak orang yang merasa ya
- jalan terganggu. Tapi biaya rokok umat
- Islam saja per harinya bisa untuk
- membangun 1.000 masjid seharga 1 M, bisa
- untuk membangun 100 masjid seharga 10 M.
- Belum sekolah ya?
- Itulah, belum pesantren yang lain kan.
- Aneh ya kita ini ini satu kerugian yang
- enggak bisa ini enggak bisa artinya
- nyata ya ini nyata. Ada uang yang keluar
- itu ada.
- Ya kalau kita bicara secara keseluruhan.
- Oke, kita
- kita runut dulu. Kita ke perokoknya.
- Sehari dia merokok 20.000 artinya
- sebulan dia merokok 600.000. Ehm.
- Berarti setahun itu dia merokok 7 juta
- lebih. Ehm.
- Nah,
- kalau dalam satu tahun dia merokok 7,2
- ini minimal ya satu satu satu bungkus
- seharga 20.000.
- Kalau dia merokok satu tahun 7,2 juta.
- Padahal setiap Idul Adha dia tidak
- mampu, merasa tidak mampu berkorban
- seekor kambing pun.
- Artinya apa?
- Hilang darinya kemampuan untuk melakukan
- ibadah kurban. Ehm.
- Jadi terkurangi kemampuannya gara-gara
- rokok.
- Merokok. Oh itu kan penting Pak, nanti
- kita bahas ya jangan jangan ini dulu.
- Oke? Oke.
- Itu
- artinya baru
- penggunaan uang untuk membeli rokok yang
- membuatnya tidak mampu melakukan ibadah
- kurban padahal
- harga kambing itu hanya sepertiga. Jadi
- kalau dia enggak merokok uangnya
- ditabung itu bisa satu tahun 3 ekor
- kambing dia. Dia korbankan itu. Dan
- mendekatkan dia kepada Allah Subhanahu
- Wa Ta'ala. Ya toh, kurban itu kan
- artinya mendekatkan diri, pendekatan
- diri.
- Nah,
- kemudian yang yang jadi masalah lagi
- adalah
- ini data ya, data. Kebanyakan orang yang
- merokok ini justru di kalangan menengah
- ke bawah. Ehm.
- Ini sangat miris ya.
- Bayangkan orang yang
- nyari uangnya susah
- ya, ber panas-panas, berhujan-hujan, dia
- harus cari uang untuk keluarganya.
- Saya pernah lihat tuh gambarnya orang
- pemulung ya, saudara kita yang
- ya, bernasib
- belum beruntung ya, dia narik gerobak
- pemulung itu sambil merokok.
- Saya pernah tanya, Pak
- sampean ini kalau kerja cari
- apa namanya, nyari pemu jadi pemulung
- ini, berapa penghasilan 1 hari?
- 50.000, ini ya ini ini ini kejadian
- sudah 10 tahun yang lalu, lebih ya.
- 50.000, Pak.
- 50.000.
- Merokoknya apa, Pak? Tunjukin harga
- rokoknya itu harga waktu itu 15.000.
- Sekarang 20.000 rokoknya.
- Harganya 15.000, berapa banyak rokoknya?
- 2 bungkus, Pak.
- Artinya 60%
- 60% dari keringat hariannya dia
- adalah untuk menghidupi pabrik rokok.
- Artinya ya, di samping dia harus bayar
- cukai juga karena rokok itu kena cukai,
- nanti kita bahas masalah cukai. Nah,
- itu kerugian yang luar biasa, kenapa?
- Kerugian saudara kita yang bekerja
- ataupun di bawah garis kemiskinan
- ataupun menengah ke bawah ini
- karena dia akan mengurangi, akan
- terkurangi kemampuannya
- untuk menyediakan gizi bagi
- anak-anaknya.
- Ini bukan main-main loh.
- Banyak sekali saudara-saudara kita yang
- anak-anaknya tidak pernah merasakan
- lezatnya daging
- tidak merasakan manfaat susu
- tidak merasakan lezatnya buah-buahan dan
- sebagainya karena bapaknya merokok.
- Bahkan tidak sekolah karena bapaknya
- enggak punya uang untuk menyekolahkan.
- Ya, oke katakanlah sekolah gratis tapi
- kan angkotnya, jajannya apa semua kan
- perlu dibayar. Bukunya.
- Bukunya, seragamnya dan sebagainya.
- Ini semua terkurangi dan itu banyak di
- saya kasih contoh Mas. Saya di buku saya
- saya tuliskan ini pengalaman nyata
- ketika saya jadi host di acara Kemenkes
- atau Departemen Kesehatan waktu itu di
- kantor Depkes di mana?
- Rasuna Said.
- He eh.
- Acaranya tahun 2000 sekian.
- Masih awal-awal 2000-an itu.
- Saya diminta jadi host acaranya
- testimoni. He
- Yang dibawa yang di dahak yang
- dihadirkan itu adalah seorang nelayan
- sama seorang kuli panggul, kuli panggul
- di di di pasar ikan. He Yang satu
- nelayan di Muara Angke.
- Singkat cerita Pak namanya siapa?
- Namanya
- Samsul Mas saya seingat saya ingat saya
- ya.
- Bapak
- ee kerjanya apa? Saya nelayan Pak.
- He
- Penghasilan berapa satu hari Pak? Dia
- bilang setelah dipotong nyewa perahu
- bayar kenek, beli solar dia enggak punya
- perahu, enggak punya perahu solar solar
- mesti beli ya toh, perahu nyewa, bayar
- kenek yang untuk bantu dia dia enggak
- mungkin kerja sendiri kan.
- Itu saya dapat 50.000 Pak. 50.000?
- Waktu itu
- Kerjanya dari jam berapa jam jam
- Kejadiannya sudah lama tapi kita kita
- lihat perbandingannya saja ya karena
- sekarang kan walaupun sekarang dapat
- duitnya naik kadang rokoknya juga naik
- kan. He
- Oke.
- Bapak
- ee merokoknya oh ini merokoknya satu
- hari Bapak merokok? Iya saya merokok.
- Berapa banyak satu hari?
- Empat bungkus setengah.
- Ini masih benar-benar nempel di otak
- saya.
- Bapak punya anak?
- Anak saya 4, Pak.
- Dia bilang.
- Anaknya sekolah semua, Pak?
- Yang 2 sekolah, yang 2 berhenti, Pak.
- Ehm, karena enggak ada biaya. Kenapa
- berhenti, Pak?
- Enggak punya biaya, katanya. Ehm. Loh,
- Pak.
- Bapak ini ngerokok 4 bungkus setengah,
- masa enggak bisa nyekolahin anak?
- Ehm. Apa dia bilang?
- Ini ini bukan saya sendiri, ya. Saya
- ceritakan ini di depan saya ini ada
- ratusan tamu undangan, katakanlah
- orang-orang orang-orang
- toplah, ya, di
- undangan Departemen Kesehatan, ya.
- Dari dari apa namanya kedutaan, dari
- sori, dari WHO, dari dan orang-orang
- tokoh-tokoh nasional.
- Nah.
- Beliau ini
- apa dia bilang? Saya kan bilang, kenapa
- Bapak enggak bisa nyekolahin anak,
- ngerokoknya 4 bungkus sehari? Apa dia
- bilang?
- Saya lebih baik anak saya berhenti
- sekolah daripada saya berhenti merokok.
- Waduh. Itu disaksikan oleh ratusan orang
- di aula Depkes itu.
- Innalillah.
- Itu seketika ruangan itu jadi apa
- namanya? Hening. Bukan hening. Malah.
- Bergemuruh gitu, kan. Kaget gitu, loh.
- Loh, ini diceritakan langsung loh oleh
- orangnya, bukan bukan saya bukan saya
- menceritakan kejadian ini.
- Kan saya saya saya tanya gitu, kan.
- Dijawab gitu. Saya lebih baik anak saya
- berhenti sekolah daripada saya berhenti
- merokok.
- Itulah dahsyatnya rokok. Oke, kita
- kembali ke
- eh trik apa namanya? Trek pembicaraan
- kita.
- Itu tadi kerugian uang, ya. Kerugian
- materi
- yang akan berimbas pada kerugian
- non materi juga. Sedianya di antaranya
- tidak bisa memberikan gizi kepada
- anak-anaknya, juga pendidikan juga
- berkurangi dan sebagainya dan
- sebagainya.
- Oke, kerugian non material.
- Kerugian non material ini berupa
- misalnya, ya, tadi itu salah satunya
- adalah tidak kemampuan untuk memberikan
- gizi dan
- sakit.
- Ehm. Sakit ini ketika orang itu sakit,
- dia bisa kerja. Hmm.
- Kalau dia enggak bisa kerja kan berarti
- enggak dapat uang.
- Oke, maaf ya kepada pemirsa semuanya,
- kita jangan melihat kerugian ini untuk
- kalangan Anda yang
- duit itu enggak masalah gitu ya.
- Ya, mungkin di di di di kelas Anda
- mungkin duit itu ada buat beli rokok
- enggak masalah enggak masalah.
- Tapi kita lihat saudara-saudara kita
- yang jauh banyak sekali mereka yang
- untuk makan besok itu baru nyari hari
- ini. Itu benar-benar dalam arti yang
- sebenarnya. Artinya kalau hari ini dia
- enggak kerja besok enggak makan. Hmm.
- Jadi ini yang kita harus lihat gitu dan
- itu ada puluhan juta.
- Ya. Jadi jangan jangan
- apa apriori maaf Fuad terlalu
- berlebihan. Masa orang ini apa namanya
- merokok mengurangi gini gini gini. Ya,
- kalau di kelas Anda mungkin enggak ya,
- tapi
- saudara-saudara kita yang ini data bahwa
- perokok lebih banyak di kalangan miskin
- daripada di kalangan orang-orang yang
- punya uang. Ini data ya.
- Bahkan di di sampaikan di
- apa namanya hasil Riskesdas itu, Riset
- Kesehatan Dasar bahwa semakin tinggi
- tingkat pendidikan semakin sedikit yang
- merokok. Semakin tinggi tingkat ekonomi
- semakin sedikit yang merokok. Artinya
- apa?
- Kesadarannya lebih tinggi. Ya, yang
- merokok lebih banyak yang miskin.
- Oke.
- Kemudian ketika kita sakit kita enggak
- bisa kerja.
- Kemudian
- tadi itu ketika orang akhirnya umat
- Islam mengeluarkan uang 1 triliun
- per hari
- untuk membeli rokok sampai untuk untuk
- membangun masjid harus minta sumbangan
- di tengah jalan padahal biaya rokoknya
- bisa membangun 1.000 masjid per hari.
- Artinya ini akan mengurangi kemampuan
- orang untuk beribadah dalam hal
- menyumbang pembangunan masjid.
- Mmm.
- Iya toh, Mas? Iya. Nah, itu kan
- terkurangi. Artinya
- harusnya, harusnya orang itu bisa
- menyumbang lebih besar kalau dia enggak
- ngerokok, katakanlah uang yang tadinya
- dibeli rokok
- 20.000 sehari
- kalau dia tabung 1 tahun 7.200.000,
- dia masukkan ke dalam kotak masjid atau
- diberikan pada panitia pembangunan
- masjid, dapat itu berapa puluh meter apa
- namanya lantai keramik
- berapa banyak amal jariyah yang terus
- mengalir ke sampai dia dikubur nanti.
- Mmm.
- Itu terkurangi kemampuannya dia untuk
- melakukan
- ee ibadah yang satu ini. Ini non
- material.
- Kemudian
- ada satu hal yang miris sekali ya
- kaitannya dengan ee anak-anak saudara
- kita anak-anak dari saudara kita yang di
- tingkat ekonominya sangat rendah ya.
- Mereka karena tidak mampu memberikan
- gizi yang cukup, efeknya, salah satu
- efeknya, salah satunya ya, itu adalah
- sel otak anaknya tidak berkembang
- maksimal.
- Mmm.
- Karena perkembangan sel otak manusia itu
- paling dahsyat di usia oleh di usianya
- dulu, di usia 3 tahun pertama. Artinya
- orang nyebutnya 1.000 hari pertama.
- Mmm.
- Itu sangat mempengaruhi apa kemampuan
- kecer tingkat kecerdasan anak itu ketika
- dewasa nanti.
- Karena apa? Ketika 0 sampai 3 tahun,
- dari lahir sampai usia 3 tahun, itu sel
- otak manusia itu berkembang pesat sekali
- dengan syarat dia mendapatkan gizi yang
- cukup.
- Mmm.
- Ya, gizi yang cukup ini ya yang seimbang
- tentu saja apalagi untuk anak-anak yang
- baru lahir sampai umur 3 tahun ini, dia
- perlu susu, perlu yang lain-lain ya.
- Dan itu bapaknya harusnya punya uang
- untuk memberikan itu semua, tapi tidak
- mendapatkan.
- Berapa banyak orang yang
- ee ada ibu-ibu
- maaf
- bapak-bapak waktu itu
- Saya tanya, "Ini anak enggak pernah
- dikasih susu ya, Pak, ya?" "Aduh, Pak,
- saya ini orang miskin, Pak.
- Saya enggak mampu beli susu, Pak."
- Saya lihat di kantongnya dia itu,
- rokoknya merek
- angka-angka,
- yang angka-angka iya mahal punya.
- Itu itu
- beli rokoknya sehari saja, itu bisa
- membeli 1/4 kilo susu merek terbaik buat
- saat itu.
- 1/4 kilo susu merek terbaik untuk sehari
- loh.
- Kalau sehari dia bisa beli 1/4 kilo susu
- merek terbaik, bukan hanya minum susu,
- bisa mandi susu anaknya itu.
- Iya toh?
- Artinya
- itu itu sangat mempengaruhi tingkat
- kecerdasan, karena untuk mendapatkan
- kesempatan
- sel otaknya berkembang maksimal, dia
- harus makan makanan bergizi.
- Dia harus tidur dengan kondisi yang
- bagus tidurnya, kualitas tidurnya harus
- bagus dan sebagainya.
- Iya kan? Tapi apa yang terjadi? Enggak
- dapat, anak-anak ini enggak dapat.
- Sehingga akhirnya apa? Ketika dia di
- usia 3 tahun sampai 3 tahun, dia tidak
- mendapatkan kesempatan untuk apa namanya
- sel otaknya berkembang maksimal,
- akhirnya
- tidak berkembang maksimal, jadi
- kalah dia bersaing dengan teman-temannya
- yang otaknya berkembang maksimal. Di
- sekolahnya nanti pasti kalah dia tingkat
- kecerdasannya itu.
- Nah, ini ini kerugian-kerugian yang
- intangible.
- Intangible ini artinya tidak
- memang tidak bisa diukur dengan uang
- gitu loh.
- Enggak bisa diukur dengan uang gitu.
- Dan itu kerugiannya
- benar-benar
- hilang satu generasi.
- Hilang satu generasi.
- Bayangkan,
- sekarang ini begitu banyak orang dengan
- mudah
- ada satu kerugian lain.
- Kerugian in ma non
- ya.
- Ternyata
- tingkat kecerdasan anak-anak, eh bukan
- tingkat kecerdasan saja, artinya
- tingkat kemampuan untuk men menerima
- pelajaran di kelas pada saat sekolah
- itu anak-anak yang perokok, yang memang
- sudah merokok, itu
- sangat rendah. Artinya apa? Kalah dengan
- mereka yang tidak merokok,
- konsentrasinya full kepada pelajaran.
- Tapi ketika anak yang sudah merokok,
- luar biasa rusaknya.
- Karena apa? Ketika dia belajar, saat itu
- dia enggak bisa merokok karena dia di
- dalam kelas. Mmm. Enggak mungkin dong
- merokok di dalam, merokok di kelas.
- Karena dia enggak bisa merokok, akhirnya
- apa? Eh, keinginan merokoknya ini
- membuatnya enggak konsentrasi. Mmm.
- Ini kerugian yang luar biasa.
- Apalagi kenyataannya sekarang
- laju pertumbuhan perokok, berapa kali
- saya katakan ini? Mmm. Laju pertumbuhan
- perokok remaja kita tercepat di dunia
- dan bukan tercepat lagi, malah hanya
- satu-satunya negara yang masih tumbuh
- dengan maksimal. Mmm.
- Perokok remajanya, itu peningkatannya
- dalam 10 tahun terakhir 300%.
- Maaf, 240%.
- Kenapa kenapa lebih gila Mas, begitu
- cepatnya? Apa yang menyebabkan? Loh, iya
- iya itu tadi, banyaknya iklan rokok,
- harga rokok yang murah, kemudian eh
- perokok di mana saja merokok, ini
- membuat dia terpajan. Mmm.
- Gitu loh. Artinya pengendalian rokok ini
- di Indonesia masih sangat lemah, ini
- yang membuat pabrik rokok berfoya-foya
- di sini.
- Berpesta pora di sini. Karena dia bisa
- melakukan apa saja untuk melanggengkan
- bisnis kotornya ini.
- Kenapa saya katakan? Mas Tikan tahu.
- Orang yang punya pabrik rokok gimana?
- Enggak ngerokok.
- Pernah lihat videonya? Iya.
- Mereka enggak ngerokok.
- punya pabrik rokok enggak ngerokok.
- Hampir semua orang yang punya pabrik
- rokok enggak ngerokok karena dia tahu
- persis apa yang ada dalam batang rokok
- itu.
- Tapi yang juga
- rokok. Tapi yang paling banyak laku itu
- rokok. Ya pastilah.
- Kenapa? Ya karena rokok itu kan candu,
- Bang.
- Orang yang sudah merokok, dia harus beli
- rokok itu.
- Makanya dia enggak bisa enggak menjual
- rokok karena itu paling banyak laku.
- Kenapa enggak laku, Bang? Bagaimana
- enggak laku? Mas, sekarang kalau mau
- jualan susu atau jualan apa ya, makanan
- yang lain gitu. Kalau dia enggak punya
- duit, dia enggak beli. He eh. Tapi kalau
- rokok,
- enggak punya duit, ngutang.
- Enggak bisa ngutang, ngerampok, nyolong
- dan sebagainya. He eh. Banyak sekali
- apa, aksi kriminal.
- untuk mendapatkan
- Oh iya, pokoknya harus dapat. Banyak
- aksi kriminal yang dilakukan
- dan hampir
- setiap ditanya buat beli rokok uangnya.
- Bawa saya klip, dulu ada kliping itu. He
- eh. Apa, eh cerita-cerita kriminal. Di
- Bali itu pernah ada anak muda yang
- remaja nyolong tabung gas.
- He eh.
- Dia kan pengin ngerokok enggak punya
- uang.
- Nah, itu ada lagi di mana, di Jawa
- Tengah apa di mana gitu. Di tengah sawah
- ada anak lagi duduk berduaan ngerokok.
- Maksudnya anak laki-laki dua pengin
- ngerokok enggak punya duit, tiba-tiba
- ada orang perempuan tua gitu
- jalan di sebelah gubuk yang dia itu.
- Karena
- karena dia pengin beli rokok enggak
- punya uang, kelihatan bahwa ibu-ibu tua
- itu pakai kalung emas. Digebuk gitu.
- Dibunuh, digebuk mati.
- Diambil kalungnya.
- Dijual katanya buat beli rokok.
- Artinya gini, artinya kerugian-kerugian
- ini adalah intangible ya. Intangible itu
- yang saya bilang tadi, enggak bisa
- diukur dengan uang.
- Banyak sekali kejadian. Nah, inilah eh
- kita berharap ya, kita mendapatkan
- pemerintah yang lebih cerdas
- yang mau, bukan hanya bisa. Kalau kalau
- kalau dia mau, pasti bisa.
- Kenapa hampir 200 negara, hampir 200
- negara mampu mengendalikan rokok?
- Karena instrumennya sudah ada.
- Disediakan. WHO diinisiasi oleh WHO,
- mereka menciptakan satu instrumen
- pengendalian rokok yang namanya FCTC,
- Framework Convention on Tobacco Control.
- Sampai hari ini, satu-satunya negara di
- Asia semua yang enggak meratifikasi cuma
- Indonesia. Ehm. Kalau narasi peringatan
- rokok di bungkus-bungkus rokok yang dulu
- kan kalau merokok menyebabkan kanker,
- apa segala rupa itu, dengan kalau rokok
- akan mematikan dan mana lebih lebih
- persuasif lebih berpengaruh?
- ya. Sebetulnya sebetulnya itu kalau
- tulisan ya yang berupa tulisan itu sudah
- enggak ngaruh sama sekali.
- Tulisan yang berupa tulisan ya itu sudah
- enggak ngaruh.
- ya? Karena
- walaupun dengan gambar segala nah kalau
- yang gambar sebetulnya ngaruh.
- Yang gambar itu sebenarnya ngaruh karena
- itulah itu salah satu yang diinisiasi
- oleh WHO tadi, FCTC tadi, salah satunya
- adalah ya dia peningkatan harga rokok,
- pelarangan iklan, ee kawasan tanpa rokok
- dan yang keempat ini adalah gambar
- bungkus rokok, gambar yang seram-seram
- di bungkus rokok itu. Itu itu
- itu ngaruh. Ehm. Hanya saja pabrik rokok
- ini kan akalnya banyak Man.
- Nanti pita cukai lah ditempelin di atas
- gambar itu.
- Sehingga tak terlihat semua.
- jadi enggak kelihatan sebagian ya.
- Kemudian ada diberikan dulu pernah
- beredar itu apa kotak di mana dia
- membuat menyimpan bungkus rokok ini.
- Jadi dibeli rokoknya Jadi dimasukin ke
- kotak itu jadi bungkusnya dibuang.
- Banyak itu.
- Jadi banyak orang usaha-usaha ini.
- Artinya kita ini sekarang dalam kerugian
- yang sangat besar ya, negara ini rugi
- sangat besar ya. Jangan pernah
- mengatakan negara untung gara-gara
- rokok, tidak ya. Saya mengapresiasi Bu
- ee
- Menkeu ke Menteri Keuangan
- ya Menteri Mulyani Menteri Mulyani yang
- di podcast-nya Deddy Corbuzier dia
- mengatakan ini pengendalian.
- Ya, karena ternyata memang betul ee
- pendapatan cukai rokok itu yang sudah
- naik, sudah naik nih sekarang, sudah
- naik rokoknya, tetap saja masih jauh
- bila dibanding dengan kerugian
- materialnya.
- oleh Iya, jauh. Waktu cukainya diterima
- 177 triliun atau 170-an triliun,
- itu biaya kesehatan yang harus
- ditanggung pemerintah dan masyarakat 531
- triliun. Ehm.
- Rugi, sebetulnya rugi gitu.
- BPJS mesti enggak menga, jangan
- meng-cover.
- BPJS itu
- yang disebabkan oleh rokok. sampai jebol
- kan,
- sampai jebol gara-gara harus mengobati
- orang-orang yang penyakit akibat rokok.
- Ya, sekarang gini, bayar
- bayar BPJS 25.000. Ehm.
- Yang kelas 3 ya kalau enggak salah ya
- waktu itu.
- Ehm, enggak tahu saya, enggak paham.
- pokoknya mu, murah sekali, tapi kalau
- dia kena kanker, kena serangan, kena
- penyakit jantung dan kena stroke atau
- apa, diobati.
- Itulah tiga penyakit yang paling banyak
- menguras duit BPJS itu, kanker, jantung,
- pertama jantung dulu, jantung, stroke
- dan kanker.
- Dan mungkin
- premi segitu kalau buat
- Ya, jadi rugi, semua rokok itu
- ujung-ujungnya semua rugi, kecuali yang
- untung adalah
- yang untung adalah pabrik rokoknya
- sendiri ya. Dan kalau dibilang negara
- untung untung dari cukai rokok, tidak,
- sama sekali tidak. Ehm. Rugi. Dan rakyat
- rugi ya, masyarakat semua rugi dan
- orang-orang per, orang juga yang sakit
- gara-gara rokok, semua rugi.
- Dia apalagi kerugian-kerugian intangible
- yang artinya dia ngerokok di dalam rumah
- ya, karena dia sudah terlalu kecanduan,
- dia merokok di dalam rumah, akhirnya
- anak-istrinya semua jadi perokok pasif
- ya. Ada satu lagi Mas, saya lupa ini,
- saya baru ingat tadi.
- Sekarang ini banyak
- perusahaan-perusahaan
- yang tidak menerima karyawan yang
- merokok. Jadi pada saat proses
- perekrutmen, mereka tidak menerima
- karyawan yang merokok.
- Kenapa?
- Kerugian saat menerima karyawan merokok
- ini. Orang yang merokok ini kan enggak
- bisa merokok di kantor.
- Lah kalau kantornya di lantai 16.
- Dia perlu minimal, minimal turun naik
- plus merokoknya itu minimal 15 menit.
- Iya. Benar apa enggak?
- Iya, betul-betul. 15 menit per batang
- kalau kita merokoknya satu batang.
- Lah kalau enggak bisa sebatang.
- Kalau dia merokok sehari, katakanlah
- selama waktu kerja itu enam batang saja.
- Katanya para orang tua juga tidak
- menerima menantu yang menantunya itu
- merokok.
- Itu itu bagus itu. Itu artinya itu
- kehati-hatian. Iya.
- Jadi ini kalau dia menerima karyawan
- yang merokok,
- dia menghitung. Kalau satu batang rokok
- itu dihabiskan paling cepat 15 menit,
- dia harus dari naik turun, turun ke
- bawah, merokok, naik lagi, paling cepat
- 15 menit.
- Kemudian kalau dia merokok
- delapan batang per hari, per per
- waktu kerja itu, dia merokok delapan
- batang.
- Artinya delapan kali 15 menit itu sudah
- dua jam hilang buat buat merokoknya.
- Waktu kerja delapan jam, dua jam sudah
- hilang buat
- rokok. Orang yang kecanduan itu berapa
- jam dia bisa bertahan untuk itu
- sementara tidak merokok dulu?
- Tergantung. Tergantung gini, kalau Anda
- dalam posisi yang benar-benar kejepit,
- enggak bisa merokok, dia bisa bertahan.
- Kayak puasa gitu misalnya. Ya, kalau
- puasa ya oke itu karena motivasi yang
- kuat ya.
- Jadi kalau misalnya, tapi tapi secara
- umum nanti akan saya saya berikan
- gambarannya ya. Tapi ketika dia berada
- dalam posisi misalnya lagi rapat, dia
- enggak bisa merokok, ya itu karena dia
- sudah tahu bahwa dia akan rapat di
- tempat yang enggak bisa merokok, dia
- bisa bertahan.
- Tapi kalau tiba-tiba, enggak bisa.
- Saya kasih contoh ya Mas ya.
- Orang merokok satu hari satu bungkus,
- ya.
- Satu bungkus 16 batang. Kebanyakan ya,
- 16 batang.
- Kalau orang merokok satu hari 16 batang
- He eh.
- ya
- hidupnya satu hari berapa jam?
- Waktu hidupnya? 24 jam. 24 jam.
- Dipotong tidur, sholat, mandi dan mesti
- tidak melakukan aktivitas yang tidak
- mungkin merokok He eh. kira-kira 6 jam.
- Iya. Artinya dia tinggal berapa?
- Sorry. 6 jam 8 24 kurang 6 jam. He eh.
- Ya. Tinggal berapa? 19 jam.
- 8 18 jam.
- 18 jam. Kalau dia merokok 16 batang
- berarti dia merokok per jam dia mesti
- merokok
- satu ya
- satu batang. He eh. Ya kalau dia merokok
- satu batang per hari
- artinya setiap satu jam He eh.
- dia merokok.
- Iya kan? He eh.
- Kan 16 jam dia merokok 16 batang.
- Katakanlah begitu ya. 16 jam hidupnya
- dipotong waktu-waktu tadi 16 jam, dia
- merokok 16 batang. Artinya setiap jam
- dia merokok rata-ratanya gitu.
- Iya dong.
- Rata-ratanya 16 jam 16 batang berarti
- satu jam satu batang.
- Itu rata-ratanya.
- Tapi ketika bulan puasa dengan motivasi
- yang kuat saya tidak boleh merokok
- karena ini perintah agama. Kalau saya
- merokok puasa saya batal, dosa besar. He
- eh.
- Itu bisa. Orang yang kemarinnya sebelum
- masuk waktu Ramadhan merokok satu hari
- satu bungkus tiba-tiba pet
- tidak merokok, bisa.
- Tapi ya ujung-ujungnya waktu buka habis
- itu.
- Oke, itu dari saya ya beberapa hal-hal
- yang menyangkut kerugian yang
- eee kerugian yang
- apa ya material dan non material tadi ya
- di antaranya eee pelajar yang akhirnya
- banyak
- eee apa fokusnya lari dari pelajaran
- karena itu juga intangible. He eh.
- Oke, ini Pak Fuad disiaran dirahasiakan
- sudah berapa lama ya? Ngomong selalu
- rokok enggak habis-habisnya tuh.
- Seperti cinta masalah rokok tuh enggak
- habis-habisnya.
- Oke, silakan Anda boleh bertanya nanti
- juga kami akan membacakan nomor HP Pak
- Fuad Baraja
- dan Pak Fuad juga mengadakan terapi
- untuk berhenti merokok Mas ya, Mas ya.
- Tapi mesti dengan perjanjian dulu kalau
- yang mau terapi di Pak Fuad Baraja.
- Jadi miris sekali dengar ceritanya Pak
- Fuad tadi tentang bagaimana pengaruh
- rokok, ruginya secara material maupun
- non material. Ini nomor telepon Pak Fuad
- Baraja 0811
- 866
- 411
- 0811
- 866
- 411
- kami akan
- kembali setelah yang berikut ini.
- Rasil TV
- Frame yang dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim 36 Kalimanggis Cibubur,
- masih di acara Ruang Kesehatan bersama
- Bapak Fuad Baraja, beliau adalah
- aktivis dari NGO Komnas Pengendalian
- Tembakau, anggota bidang pendidikan dan
- pemberdayaan masyarakat.
- Sudah ada
- WA yang masuk. Assalamualaikum Pak Fuad.
- Pak Fuad, betul apa yang Pak Fuad
- katakan bahwa tulisan atau narasi di
- bungkus rokok tidak pengaruh baik nama
- akan menderita kanker maupun akan akan
- mati dengan merokok karena
- mobil-mobil penyok yang dipajang di
- perempatan-perempatan
- jalan supaya orang hati-hati, tetap saja
- tidak membuat orang enggak berhenti
- ngebut. Tetap ngebut.
- Gitu.
- Itu baru mobil Mobil
- penyebab kecelakaan.
- kan suka dipajang tuh di jalan.
- Itu itu artinya
- eh kemungkinan penyebabnya ada
- kemungkinan besar adalah kekurangan
- disiplinan. He eh. Umumnya kecelakaan
- itu kan karena kurang disiplin. Iya. Ya
- kalau lampu merah-merah dia berhenti
- sebelum merah, insyaallah selamat ya
- kan. Kebanyakan kan terobos lampu merah
- tuh. Nah, kalau rokok ini ya kalau
- dibandingkan dengan rokok karena rokok
- ini adiksi. Rokok itu disebabkan oleh
- candu. Rokok itu adalah
- sesuatu benda yang membuat orang
- kecanduan. Jadi, orang ketika sudah
- kecanduan, dia harus merokok. Kalau
- enggak merokok enggak nyaman, enggak
- enak, enggak bisa kerja, enggak bisa
- mikir, enggak bisa nulis, enggak bisa
- gambar. Katanya begitu, karena kalau
- sudah dia begitu merokok, datang lagi
- tuh katanya ilhamnya, katanya.
- Ilhamnya datang kayak parasit.
- Jadi,
- jadi artinya kalau dibandingkan dengan
- kecelakaan apa
- mobil-mobil penyok tetap tidak membuat
- orang berhati-hati, tetap saja bahwa
- kecelakaan terjadi.
- Itu karena umumnya karena kurang
- disiplin.
- Tapi kalau rokok karena kecanduan. Jadi,
- secara emosi juga enggak ada pengaruhnya
- tuh ya mobil-mobil yang ini.
- Enggak bikin orang jadi ngeri. Oh, iya,
- iya. Karena karena mereka
- gini Mas, sekarang gini, orang pakai
- helm ya.
- Kenapa banyak orang enggak pakai helm?
- Karena dia merasa
- tidak akan kecelakaan.
- Iya kan?
- Artinya, oh saya kan di di jalanan
- kecil. Saya enggak enggak enggak anu.
- Padahal,
- semua orang yang kepalanya pecah ketika
- tabrakan juga tidak pernah tahu bahwa
- dia akan kecelakaan.
- Iya toh?
- Jadi, di sinilah pertanyaan kecerdasan
- itu ya.
- Kalau orang yang yang cerdas, dia pakai
- helm. Karena dia tahu bahwa helm lebih
- keras daripada batok kepalanya.
- Kemudian dari Ibu Tuti di Petogogan,
- assalamualaikum Pak Fuad, saya paling
- senang kalau Pak Fuad mendengarkan
- bahaya merokok.
- Ini kadang-kadang Pak Fuad yang bikin
- pegal juga banyak kiai-kiai dia sambil
- berceramah sambil juga merokok. Padahal
- dia kan
- pemberi kebaikan sehingga orang
- menganggapnya no problem dengan merokok
- itu. Ya, inilah ke
- lemahnya akal daripada
- apa public figure ataupun
- tokoh-tokoh panutan masyarakat kita.
- Akalnya itu masih lemah gitu.
- Kenapa saya katakan akalnya lemah?
- Karena dia harusnya tahu bahwa merokok
- itu perbuatan yang tidak baik. Kalaupun
- sebagai manusia dia belum mampu untuk
- berhenti merokok,
- jangan merokok di depan orang. Karena
- apapun yang dilakukan oleh publik figur,
- tokoh panutan, itu akan di tiru. Apalagi
- dia menyampaikan tabligh ya, apa?
- Kebaikan ya.
- Ya kan, dia berceramah menyampaikan amar
- ma'ruf nahi mungkar, kebaikan,
- menyampaikan kebenaran.
- Tapi kebenaran bahwa rokok itu membunuh,
- kebenaran bahwa rokok itu merugikan,
- kebenaran bahwa rokok itu bikin sakit,
- tidak pernah disinggung. Sehingga
- dia enggak mungkin nyinggung masalah
- itu. Karena kan dia ngerokok kan.
- Banyak itu. Almarhum
- K.H. Ali Mustafa Yaqub,
- dulu Imam
- Masjid Istiqlal,
- itu
- suatu suatu hari pernah bersama saya di
- acara di Walikota Bogor sebelum yang
- sekarang, masih yang tua. Ya kira-kira
- ya pasti sebelum beliau wafat itu
- kira-kira 5-6 tahun yang lalu,
- itu
- dalam satu
- kursi bersama sama saya di di
- bersebelahan.
- Dia betul Pak, di Bogor sini aja masih
- banyak itu kiai-kiai yang merokok sambil
- taklim.
- Pernah itu ada kiai, dia dia cerita
- Bahkan ada suguannya itu. Nah. Ya kan
- dimasukkan
- kalau suguhan itu biasanya di acara
- Tahlilan.
- Tapi ini lagi taklim, dia bilang.
- Dia bilang, "Ibu-ibu, hukumnya merokok
- itu bagaimana?
- Haram Pak, makruh Pak, haram, gini gini
- gini.
- Tapi saya ini kalau enggak ngerokok
- enggak bisa ngajar.
- Jadi gimana hukumnya?
- Aduh, jadi dicari pembenaran
- ini. Ini luar biasa. Ini saya bilang
- akalnya lemah.
- Ya karena bagaimanapun juga dia harusnya
- tahu, harusnya tahu bahwa
- merokok itu satu yang tidak baik.
- Kalau tapi sebetulnya ada ada ada
- kenyataan yang me me menyenangkan juga
- ketika mengetahui bahwa 83%
- ulama mengatakan rokok itu haram mutlak.
- Ehm. Yang mengatakan rokok itu makruh
- itu hanya 17%.
- Ehm.
- Bahkan ada yang mengatakan bahwa gambar
- yang tenggorokannya bolong itu lebay.
- Itu
- kan seperti saya pernah forward ke Pak
- Fuad videonya. Ehm. Ya, ustaz mengatakan
- itu yang lebay, terlalu lebay itu. Nanti
- kalau ketemu sama ustaz itu lagi
- tolong sampaikan ya, saya ceritakan Pak
- yang Anda ceritakan itu ke Pak Fuad
- bilang kata Pak Fuad
- Pak Fuad
- bersedia mendatangkan
- 50 orang korban rokok yang
- lehernya bolong
- lehernya bolong, saya datangkan.
- Iya. Untuk menunjukkan Dia bukan bukan
- lebay itu lebay.
- mengatakan itu lebay, ngada-ngada ada
- atau bagaimana. Diantaranya bahkan ada
- ibu-ibu yang tidak merokok ya.
- Dibalik jilbabnya itu
- bolong sininya. Bu Ika namanya, saya
- ingat banget itu.
- Ehm. Pak Zainudin itu tidak merokok tapi
- dia bolong sininya. Ya, karena jadi
- perokok pasif. Ehm. Ini semua ada
- orangnya masih hidup, dia survive ya.
- Artinya dia ini orang yang eh selamat
- dari dari maksudnya survive hidup apa
- sih survive itu apa?
- Penyintas ya. Ehm. Ada masih ada. Saya
- bisa mendatangkan 50 orang dengan
- leher-leher bolong. Karena itu
- dipastikan karena rokok. Silakan kalau
- Anda merasa itu lebay
- telepon saya, saya datangkan.
- Assalamualaikum Pak Fuad, apakah di
- negara-negara yang tidak bisa tumbuh
- pohon tembakau, apakah di sana juga ada
- rokok dijual?
- Ya, di Saudi enggak ada tembakau ya?
- Iya.
- Gini loh.
- Ya
- ya kalau enggak ada enggak ada orang
- yang tanam tembakau kan rokok bisa
- diimpor. Ehm.
- Pabrik-pabriknya kan banyak.
- Tidak tidak mesti di negaranya ada pohon
- tembakau ya.
- tidak, enggak ada di mana-mana. Selama
- orang itu mau beli akan didatangkan
- dengan cara apapun. Karena sekarang
- rokok mahal, di mana-mana rokok itu
- mahal. Karena pemerintah
- Singapura berapa rokok?
- Contoh ya, waktu itu rokok yang di sini
- harganya 25.000, di Singapura sudah
- 130.000.
- Oh, mahal sekali.
- Iya. Di mana-mana, di negara
- Hanya orang yang bekerja yang bisa beli,
- yang anak-anak pelajar enggak bisa ya?
- Enggak bisa, justru tujuannya itu.
- Supaya pertumbuhan perokok itu ter
- terberhentik-terhentikan gitu. Jadi, eh,
- nanti akan ada suatu saat rokok itu akan
- punah.
- Sekarang contoh di Australia saja, di
- Australia, New Zealand itu harga
- rokoknya di atas 400.000.
- Hah, kulaknya dari sini.
- Harga 20.000, 25.000, di sana harganya
- 400.000. Oke.
- Jadi, tujuannya bukan pemerintah nyari
- duit, tapi pengendalian.
- Oke, dari Ibu Susan Salam Wafat. Pak
- Wafat, saya sebagai tuan rumah apabila
- menerima tamu yang merokok lalu dia
- minta asbak, bagaimana Pak? Bagaimana
- supaya dia jangan di sini tidak boleh
- merokok atau bagaimana sikap kita? Ibu
- Susan. Ibu Susan di mana? Ada tahu
- enggak? Enggak tahu enggak, disebutnya.
- Ibu Susan, barangkali Anda
- sedang menyaksikan atau nonton acara
- ini. Begini, Bu. Untuk untuk langkah
- awal,
- tempelkan stiker
- di depan pintu, ya. Ini ini ini ini
- masih jauh dari dari ini, masih sopan
- sekali ya.
- Katakan di tulisan stiker itu, pendek
- saja,
- "Selamat datang di rumah bebas asap
- rokok."
- Dengan menempelkan stiker di depan
- pintu, insyaallah
- orang tahu bahwa Anda tidak mau ada
- orang merokok di dalam rumah. Ya.
- Mas, di buku-buku saya ada. Saya pergi
- ke
- Bukittinggi.
- Itu di Bukittinggi itu ada rumah-rumah,
- saya lihat sendiri loh, saya foto, saya
- pasang di buku saya.
- Ditulis di pintunya besar ukuran 70 * 1
- m, "Kami tidak menerima tamu yang
- merokok."
- Bukan
- bukan stiker kecil.
- Ditulis itu.
- Saya datang, saya lihat loh ya, di
- Bukittinggi ada bukan satu dua rumah,
- banyak rumah itu.
- Ya, jadi boleh Anda sebagai orang yang
- punya rumah, Anda tidak ingin anggota
- keluarga Anda terganggu asap rokok,
- tidak ingin rumah Anda kotor kotor
- dengan asap rokok, Anda boleh
- minimal kalau Anda tidak menyediakan
- asbak, itu Anda tidak mengizinkan tamu,
- maksudnya tamu tahunya begitu ya. Tapi
- lebih bagus lagi ketika Anda tempelkan
- stiker kecil saja atau tulisan kecil
- jadi pintu
- selamat datang di rumah bebas asap
- rokok, itu ya. Nah, kalau sampai tamu
- itu tanya, "Oh, maaf Pak, karena kami
- tidak merokok, di rumah ini enggak ada
- yang merokok,
- kami tidak menyediakan asbak. Nah, Bapak
- silakan kalau mau merokok di teras depan
- itu Pak, asbaknya 2 juta hektar."
- Artinya halaman itu semuanya asbak buat
- Anda, tapi di luar ya.
- Eee.
- Assalamualaikum Pak Fuad, bagaimana
- peran pemerintah untuk mengatasi para
- perokok di kendaraan umum Pak Fuad?
- Ini
- saya bingung jawabnya, karena saya
- pernah satu hari saya mengharuskan saya
- harus naik kendaraan umum karena mobil
- saya rusak di Purwakarta. Ehm.
- Jadi untuk membawa mobil saya, waktu itu
- saya karena keburu-buru saya harus
- tinggalkan mobil itu di
- salah satu bengkel kemudian
- saya datang lagi ke Purwakarta naik bis.
- Tiba-tiba kecium bau rokok.
- Tiba-tiba bau rokok itu semakin kencang,
- tiba-tiba tambah kencang rokok baunya
- itu semakin keras.
- Saya lihat orang yang duduk di depan
- saya
- dari dari pantulan kaca di sebelah
- kirinya itu, dia rokoknya menyala. Oh,
- orang depan saya merokok.
- Ketika saya heran, di belakang saya juga
- merokok, di samping kanan saya juga
- merokok. Oh, luar biasa. Jadi
- kesadaran pemerintah atau tingkat
- kemauan politik untuk mengendalikan
- rokok di dalam kendaraan umum itu masih
- sangat lemah.
- Mungkin Anda kalau melihat Transjakarta
- ya pastilah enggak ada enggak enggak
- akan terjadi itu.
- Kendaraan-kendaraan umum, tapi kalau
- Anda lihat di angkot-angkot di mana-mana
- itu itu sangat buruk sekali ya.
- Di
- Bogor itu yang kata kota sejuta angkot
- ya itu itu sudah sudah bisa
- mengendalikan.
- Ya setahu saya di Bogor itu mereka keras
- terhadap orang yang merokok di angkot.
- Ya sekarang tinggal supirnya aja kalau
- supirnya tidak merokok ya insya Allah
- gampang.
- Karena kalau supirnya enggak merokok
- dia bilang "Mas kalau Anda merokok saya
- turunkan." Bisa kan? Tapi kalau supirnya
- sendiri merokok bagaimana caranya?
- Ya kan? Nah itu itu sebetulnya gini eh
- saya kembali kepada kemauan politik.
- Kalau kemauan politik pemerintah kita
- kuat untuk menyelamatkan rakyatnya dari
- bahaya jadi perokok pasif ini ya insya
- Allah kita bisa.
- Tapi peraturan-peraturan itu kok
- sepertinya dibuat untuk dilanggar gitu
- loh.
- Jadi di beberapa angkutan umum antar
- kota masih banyak itu bis-bis yang
- membiarkan orang merokok.
- Umumnya karena supirnya juga masih
- merokok.
- Assalamualaikum Pak Fuad, bagaimana
- dengan toko rokok elektrik? Apakah itu
- punya pengaruh yang sama dengan rokok
- tembakau?
- Ya ini pertanyaannya sudah sering ya
- tapi enggak apa-apa kita jawab lagi ya.
- Eh sebetulnya kita harus kembali ke
- belakang dulu 10 tahun yang lalu hampir
- enggak ada tuh rokok elektrik ya.
- Rokok elektrik baru 10 tahun terakhir
- ini ya.
- Kenapa sih kok ada rokok elektrik itu?
- Karena rokok konvensional, rokok biasa
- itu sudah semakin terpojok.
- Sudah ditanggulangi dengan keras oleh
- masyarakat dunia sehingga
- di banyak negara
- ending daripada pabrik rokok ataupun
- industri rokok itu sudah kelihatan.
- Mereka disebut dengan
- eh
- sunset industri.
- Sunset industri itu industri yang pasti
- suatu saat akan punah.
- Seiring dengan
- kesadaran masyarakat yang tidak merokok,
- kemudian dibantu di dikendalikan lagi
- dengan pengendalian yang kuat, harganya
- dibikin mahal, iklannya dilarang,
- kawasan tanpa rokok dibatasi dengan
- keras, kemudian gambar bungkus rokok
- yang seram-seram, itu semua akan membuat
- masyarakat menjadi tidak merokok.
- Artinya ujung-ujungnya nanti seperti
- itu.
- Negara Eropa mencanangkan tahun 2050
- rokok itu sudah punah. Ehm.
- Negara-negara di Eropa umumnya 2050.
- New Zealand
- dia mencanangkan 2025. Ehm. 2025 itu
- tinggal 3 tahun lagi.
- Tanaman tembakau untuk apa ya nanti ini?
- Oh, banyak gunanya. Guna tembakau itu ha
- itu itu pernah ada itu yang tanya gitu.
- Lah kalau tembakau itu enggak baik untuk
- apa Allah menciptakan tembakau itu?
- Ya, sekarang Bisa untuk anu. Banyak.
- Punya orang lain ya? Banyak. Itu untuk
- apa ya eh
- untuk pa paling yang paling gampang
- adalah dibuat eh pestisida organik.
- Pestisida. Ya. Ehm. Selama ini kita
- pakai kan pestisida kimia kan? Ehm. Itu
- bisa digunakan pestisida organik.
- Banyak, banyak sekali. Bahkan sudah di
- sudah dilakukan sudah dilakukan
- penelitian untuk dibuat eh
- apa fuel, apa fuel ini? Bahan bakar dari
- Ehm.
- dari ini, dari tembakau.
- Tapi ya belum diproduksi untuk massal ya
- kan?
- Oke ya.
- Assalamualaikum, terima kasih Pak Fuad
- sudah hadir kembali di Rasyid. Mohon
- cara cepat praktis memberi nasehat ke
- anak saya supaya berhenti merokok
- padahal bapaknya tidak merokok. Anak
- saya usia 20 tahun sudah bekerja.
- 20 tahun sudah bekerja ya.
- Logika saya mengatakan anak itu
- merokoknya bukan dari sejak 20 tahun
- tapi sudah sejak SMP atau SMA.
- Ya, jadi eh kalau sudah
- karena saya berani bisa mengatakan
- begitu karena hampir semua pasien saya
- di klinik ketika saya tanyakan
- merokoknya sejak kapan,
- itu mereka mengatakan merokok sejak SMP.
- Heeh.
- Yang lebih dekat lagi SMA, tapi banyak
- SMP.
- Nah, artinya ketika kalau mungkin anak
- Ibu ini umur 20 tahun sekarang sudah
- merokok, itu sudah merokoknya bukan umur
- 20 tahun, merokoknya sudah SMP atau SMA,
- ya. Jadi, sudah merokok itu sudah bisa 5
- atau 4 atau 5 tahun, gitu kan?
- Artinya kecanduannya sudah cukup lama.
- Heeh. Sebetulnya, Bu, ya, artinya kalau
- Bapak, apalagi Bapaknya tidak merokok,
- itu berarti dari korban lingkungan, ya,
- lingkungan teman yang mereka itu ee,
- biasanya ee, mereka-mereka yang kumpul,
- ya, apa kalau di disebutnya tuh peer
- group, ya.
- Group dari orang-orang yang di usia
- sebaya.
- Itu kalau sudah merokok, ada yang
- merokok, itu biasanya akan mempengaruhi
- teman-temannya untuk merokok juga, gitu.
- Karena rokok itu adiksi.
- Rokok itu kan adiktif. Jadi, yang masuk
- enggak bisa keluar. Heeh. Jadi, kalau
- dia biasanya, ya, "Cobain deh, cobain
- deh, cobain deh." gitu, kan? Nah, itu
- itu itu dia akan mencoba dan akhirnya
- kecanduan juga, gitu. Nah, sekarang
- kalau anaknya Ibu ini sudah terlanjur
- kecanduan dan sudah merokok, ya, Bu, ya.
- Ee, mungkin ada banyak sih yang omongan,
- kata-kata yang, tapi pelan-pelan
- ngomongnya, ya, Bu. Pelan-pelan, "Nak,
- orang tua kamu ini kan ada batasnya.
- Suatu saat kita akan pergi. Heeh.
- Ini salah satunya loh, ya. Bu Ibu ada
- kata-kata lain yang
- "Nak,
- kita ini Bapak Ibu ini suatu saat akan
- pergi.
- Kita ingin ketika nanti kami pergi tidak
- bersama kamu lagi.
- Heeh.
- Kita inginnya kamu itu dalam keadaan
- sehat. Heeh.
- Ya, jangan sampai
- kita pergi, kamunya sakit gara-gara
- rokok. Karena penyakit akibat rokok itu
- timbulnya tidak seketika, tapi 20 sampai
- 25 tahun setelah orang itu mulai
- merokok, ini terbukti. Iya. Di Pak Fuad
- klinik saya
- hampir kebanyakan kebanyakan dari
- pasien-pasien saya itu umurnya sekitar
- 40.
- He em he em. Sekitar 40.
- Oke, ini ada Jadi kalau dikurangi 25
- tahun kan SMP.
- Eh, assalamualaikum tetangga saya usia
- 75 tahun masih merokok tapi kok
- sehat-sehat saja, kenapa itu Pak Fuad?
- Ini pertanyaan
- imajiner benar ya.
- He em. Oke oke oke.
- Jadi
- apa ya? Oke kalau ini ini yang yang
- tanya ini mudah-mudahan bisa mengerti ya
- bahwa
- yang merokok usia sampai 100 tahun ada,
- ya. Merokok usianya sampai 70 tahun, 80
- tahun, 90 tahun ada, ya. Tapi kita harus
- lihat berapa banyak orang yang merokok
- sampai umur berapa banyak?
- He em. Anda lihat berapa banyak? He em.
- Ada 1, 2, 10, 100? Enggak sampai.
- Katakanlah 100 yang Anda tahu. He em.
- Tapi data mengatakan orang yang
- meninggal karena penyakit akibat rokok
- dalam 1 tahun 240.000 orang. He em.
- Mau percaya yang mana?
- Iya toh?
- Oke, assalamualaikum eh
- syukron Pak Fuad sudah hadir kembali
- dirasa dengan ilmunya, senang banget
- dengan ruang kesehatan.
- Eh, di Singapura harganya sekarang 15
- dolar atau 150.000 per bungkus, ini
- kasih info.
- Tadi tadi saya bilang 13 dolar itu
- orangnya datangnya 2 tahun yang lalu Mas
- Fuad, karena sudah naik lagi kan
- berarti.
- He em.
- Eh, assalamualaikum nah
- waduh
- Pak Fuad tadi menyebut eh Pak Fuad nulis
- buku, apa judul bukunya dan bisa didapat
- di mana bukunya Pak Fuad? Judul bukunya
- apa, di mana dia bisa didapatkannya?
- Kalau ada
- eh ada tiga, kalau ada yang skip nomor
- handphone saya
- nanti ketika Anda buka WhatsApp, simpan
- nomor WhatsApp nomor saya,
- di profil, foto profil saya di WhatsApp
- itu gambar buku-buku saya.
- Silakan, ya, nanti bisa pesan.
- Ehm.
- Oke, saya akan bacakan lagi nomornya
- Fakhru Baraja. Silakan siapkan pulpen
- sama kertas.
- Saya akan bacakan lagi. Fakhru Baraja
- adalah aktivis di Komnas Pengendalian
- Tembakau, anggota bidang pendidikan dan
- pemberdayaan masyarakat.
- Nomor teleponnya 0811.
- Sudah?
- Kemudian 866.
- Sudah? Kemudian 411.
- 0811
- 8
- 66
- 4
- 11. Kalau Anda mau
- terapi supaya bagaimana berhenti
- merokok,
- Pak juga mengadakan terapi untuk Anda
- yang kecanduan rokok, ya.
- Assalamualaikum, saya perokok mana sih
- tadi itu?
- Saya suka perokok aktif, sudah perokok
- aktif 10 batang per hari selama 16
- tahun.
- Ini ini kurang-kurang kepeleset itu.
- Coba dibaca lagi. Saya perokok aktif 10
- batang per hari selama 16 tahun. Baru
- berhenti merokok dua bulanan. Lalu
- efeknya pas minggu pertama rasanya
- nyiksa, enggak bisa tidur,
- tidur kebangun terus, rasa ingin merokok
- nah, timbul terus, tapi pas menginjak
- satu bulanan sudah tidak ingat lagi
- merokok lagi efek-efeknya berhenti
- merokok sudah hilang. Terus kemarin
- merokok lagi karena godaan teman. Pas
- merokok rasanya
- biasanya rada pahit, tapi ini cuma pas
- main
- sama rokok saja. Pas sudah di rumah
- tidak mau merokok lagi. Gimana cara
- menolak ajakan teman untuk merokok dan
- apakah pakai masker bisa menghindari
- aman dari menjadi perokok yang pasif?
- Ya, artinya gini. Pertama tadi saya mau
- bahas tentang apa namanya?
- Tentang dia
- merokok terus dia berhenti ya.
- Dia berhenti merokok kemudian ee pada
- saat
- hari-hari pertama sampai sebulan itu
- merasakan tidak nyaman gitu ya, tapi
- setelah sebulan hilang. Jadi gini,
- sebetulnya secara alami tubuh manusia
- itu menolak hal-hal buruk. He em.
- Itu Allah ciptakan tubuh manusia ini
- secara alami
- menolak hal yang buruk. Jadi rokok ini
- buruk. Oh, tubuh kita lebih tahu bahwa
- rokok ini isinya racun melulu.
- Jadi tubuh kita tahu sehingga ditolak
- oleh tubuh kita. Itu buktinya apa?
- Ketika Anda merokok pertama kali, ketika
- Anda mencoba merokok pertama kali, rokok
- itu enggak enak.
- Pahit, mual, batuk-batuk, ya itu semua
- adalah bentuk penolakan tubuh kita
- terhadap rokok.
- Tapi ketika mulai merokok lagi, lagi dan
- lagi nyoba lagi, nyoba lagi, akhirnya
- kecanduan.
- Ketika sudah kecanduan, dia harus
- merokok terus.
- Karena dia butuhkan lagi. Dia butuhkan
- juga sudah bukan menolak lagi karena dia
- sudah kecanduan, candunya itu lebih
- kuat. Sehingga dia menjadi
- dia membutuhkan, jadi pecandu gitu ya.
- He em. Nah, ketika dia bisa bertahan
- tidak merokok sampai 1 bulan tadi,
- kan tubuh kita sudah sudah menolak kan.
- Jadi ketika sudah berhenti yang enggak
- merokok selama 1 bulan, tubuh kita
- kembali normal lagi seperti awal lagi.
- Sehingga ketika merokok rasanya enggak
- enak. He em. Dan sudah menolak dan
- menolak rokok itu lebih mudah gitu. Nah,
- tapi kalau kiatnya seperti bagaimana?
- Pertama sebisa mungkin jangan duduk
- ngobrol sama yang merokok, sebisa
- mungkin ya. Tapi kalau enggak bisa
- dihindari ya jangan lama-lama, kalau ada
- perlunya saja.
- Kalau kalau misalnya harus lama-lama
- kalau pakai masker itu memang mengurangi
- ya, mengurangi resiko bisa.
- Mengurangi resiko dari jadi menjadi
- perokok pasif, tapi sebaiknya ya memang
- tidak duduk bersama para perokok. Oke.
- Saya punya teman dia melakukan resolusi
- tahun 2022 ini tidak merokok lagi.
- Saya belum tahu apa apa benar saya belum
- ketemu lagi.
- Mudah-mudahan benar ya enggak merokok
- lagi.
- Kemudian
- Assalamualaikum Pak Fuad ah ya yang
- membuat orang kembali merokok karena
- ustadnya akhir-akhir ini kembali
- merokok.
- Itu kan tokoh panutan ya. Heeh jadi
- ustadnya merokok gitu.
- merokok
- dia sudah berhenti merokok nih
- tapi ketika lihat panutannya, lihat
- tokoh yang diidolakan itu merokok nah
- itulah sebabnya para pabrik rokok itu eh
- dengan senang hati membayar mahal
- iya model-model iklan rokok itu dibayar
- mahal, banyak artis-artis yang dengan
- tega dia makan duit hasil memerosokkan
- anak bangsa kepada Heeh. rokok, jadi dia
- menjadi model iklan rokok, itu kan dia
- makan duit yang buat apa itu? Artinya
- duit apa itu? Jadi ketika dia menerima
- upah dari menjadi model iklan itu, dia
- harusnya sadar bahwa apa yang dia
- lakukan mengiklankan rokoknya adalah
- memerosokkan generasi muda ke dalam
- jurang adiksi rokok. Oke.
- Jadi jangan bangga kalau Anda jadi model
- iklan rokok. Kemudian dari Bu Rina di
- Depok Assalamualaikum Pak Fuad,
- bagaimana agar umat Islam di muka bumi
- ini bersatu untuk haram merokok sebab
- keuntungan dari hasil penjualan rokok
- adalah untuk menzalimi saudara sesama
- muslim.
- Dari Bu Rina di Depok.
- Iya Bu Rina ini
- rokok ini
- bukan seperti
- barang lain ya Bu Rina ya karena rokok
- ini adiktif ya
- dan otomatis eh sulit sekali karena
- karena adiksinya tadi itu ya.
- Tapi dengan kesadaran
- dengan motivasi yang kuat itu sebenarnya
- bisa hanya saja
- motivasi atau contoh-contoh,
- cerita-cerita itu tidak sampai ke
- mereka.
- Maka itulah sebabnya saya dengan senang
- hati diminta oleh Mas Krishna untuk
- datang seperti ini, saya senang hati
- sekali. Saya bisa sharing banyak sekali
- cerita-cerita dengan
- eee yang saya tulis di buku-buku saya,
- ada sekitar 700 cerita di buku-buku
- saya. Itu yang cerita-cerita yang
- sebetulnya sangat
- Itu real itu ya? Banyak yang real dan
- itu memotivasi, memotivasi orang-orang
- untuk berhenti merokok.
- Saya kasih contoh motivasi ya, Bu, ya.
- Motivasi yang paling sering saya
- ceritakan ada dua apa tiga gitu.
- Ada seorang pasien saya datang ke klinik
- saya dari Cirebon khusus dia naik mobil
- berhenti di depan rumah saya terapi saya
- tanya
- Pak Malik namanya. Pak Malik, apa yang
- membuat Anda sampai jauh-jauh dari
- Cirebon datang hanya untuk terapi
- berhenti merokok, Anda nyetir sendiri?
- Apa dia bilang? He Anak saya usia 4
- tahun sekarang sudah mulai merokok, Pak.
- Ya, jadi guru TK, guru TK-nya dia
- menemukan rokok di di dalam tasnya anak
- itu.
- Panggil bapaknya.
- Anak Bapak sudah merokok setiap hari.
- Dia enggak percaya, dipanggil anaknya.
- Dek, Adik, kamu merokok ya? Iya. Ya
- Allah. Kamu tiap hari merokok? Iya.
- Dapat rokoknya dari mana? Rokok Papa.
- He Itu itu yang buat dia merasa
- tertampar, tertonjok gitu karena dia
- merasa mengajarkan perilaku merokok
- kepada anaknya.
- Jadi untuk Anda yang belum bisa berhenti
- merokok, ya.
- Saya yakin ya, memang berhenti merokok
- itu sulit karena Anda dengan kesadaran
- pun sulit untuk berhenti merokok itu,
- ya. Apalagi yang enggak sadar gitu kan.
- Jadi dengan kesadaran saja sulit, jadi
- dengan motivasi yang kuat bisa. Ya. Nah,
- kalau Anda belum mampu berhenti merokok,
- saya sarankan jangan merokok di depan
- anak-anak.
- Ini cerita sudah ribuan, Pak. Ya, jadi
- jangan pernah me jangan pernah ketika
- mendapati anak Anda merokok Anda pukul
- dia, Anda
- jangan
- gimana anak dipukul
- ada itu, kecil-kecil sudah merokok mau
- jadi apa kamu nah kalau dia bilang mau
- jadi seperti bapak gimana
- gitu
- jadi perokok seperti bapak
- nah jadi artinya
- janganlah anak itu dipukul, diajarin
- nak
- bapakmu ini merokok karena sudah
- kecanduan
- kamu jangan mulai, kalau kamu mulai kamu
- akan kecanduan, kalau kamu kecanduan
- kamu enggak bisa berhenti, susah
- berhenti merokok itu, jadi ini dengan
- pengakuan dosa yang tulus ini
- ya, itu akan membuat anak itu paham tapi
- kalau dimarahin, dipukul wong bapaknya
- dia di dia mau dikatakan rokok itu
- kenapa kok kok saya enggak boleh merokok
- kenapa
- berontak otaknya dia sementara bapak
- sendiri merokok
- kenapa kok saya enggak boleh merokok,
- bapak merokok
- karena rokok itu enggak baik, bagaimana
- kok bapak tahu kan rokok itu enggak baik
- kenapa bapak merokok gitu kan jadi kan
- begitu gimana nanti bapaknya emosi
- dipukul
- sudahlah yang kayak gini-gini ini
- harusnya enggak terjadi lah ya,
- harusnya ini sudah yang kayak gini
- distop nih, kebodohan atau bahasanya
- Rocky Gerung itu kedunguan, kedunguan
- macam ini ini sudah harusnya disudahi
- ya, jadi kalau Anda sudah belum mampu
- berhenti merokok jangan merokok di dalam
- rumah karena disamping mem mem mem
- membuat anak itu jadi perokok pasti dia
- terpajan, terpajan itu dia melihat dan
- ini akan membuat dia meniru perilaku
- Anda
- di YouTube tuh ada prank yang bagus tuh
- oh iya jadi kan kalau orang merokok kan
- duduk di taman
- itu tangannya kan di apa disandarkan ke
- kursi atau ke pagar
- dia kan nengok ke mana lagi gitu ya oh
- tangannya yang ada rokoknya itu iya,
- ditembak pakai apa pistol-pistolan isi
- air
- jadi ditembak ke api rokoknya itu
- pakai gunting digunting
- itu prank yang bagus sehat tuh, prank
- yang sehat jadi
- jadi dia me
- mematikan
- api rokok di ujungnya itu dengan dengan
- pistol air.
- Eee itu prank yang bagus.
- Jadi kembali tadi tadi sudah terjawab
- semua itu Pak Fuad.
- Sudah sudah terjawab ya.
- Oke ya Pak Fuad seperti kita sudah
- dibatasi oleh waktu ada kesimpulan mau
- disampaikan? Nanti saya akan bacakan
- lagi nomor HP Pak Fuad ya.
- Oke baiklah eee sekali lagi ya.
- Kita bicara tadi tentang kerugian akibat
- merokok.
- Anda pertama jangan berpikir kerugian
- itu materi saja.
- Karena ketika Anda berpikir kerugian itu
- hanya materi Anda bisa mengatakan saya
- tidak rugi karena uang saya banyak. Ehm.
- Ya. Tapi kerugian yang yang banyak
- sekali adalah kerugian keluarga Anda
- terpapar asap rokok, anak-anak meniru
- jadi perokok perokok perokoknya ditiru
- oleh anak-anak. Kemudian anak-anak
- menjadi perokok pasif dengan resiko yang
- kurang lebih sama dengan perokok
- aktifnya. Kemudian eee uang yang Anda
- gunakan itu ya kalau kita bicara dari
- segi agama itu akan dipertanyakan.
- Salah satu yang ditanya ketika hari di
- hari di padang mahsyar itu
- dikatakan di situ salah satu yang
- ditanyakan adalah
- dari mana uangmu dan kemana
- membelanjakannya.
- Jadi Anda jangan berpikir bahwa rokok
- ini benda biasa. Tidak rokok itu racun.
- Kalau Anda enggak percaya rokok itu
- racun buka website-nya pabrik rokok.
- Ada ditulis di situ. Jadi pabrik rokok
- itu sebetulnya di atas angin dia.
- Karena kalau dia sampai dihujat atau dia
- lho saya sudah tulis kok di website
- saya.
- Anda enggak baca apa?
- Oke baik terima kasih Pak Fuad masya
- Allah. Baik ini belum ini masih belum
- selesai.
- Karena yang tadi saya katakan pertama ya
- pertama ketika Anda merasakan mengata
- mengetahui bahwa rokok itu merugikan
- bukan hanya kerugian materi tapi juga
- kerugian non materi ya. Intangible cost
- itu atau kerugian yang tidak bisa diukur
- dengan uang ya. Ini eee nanti anak-anak
- Anda jadi perokok pasif yang mungkin
- efeknya itu baru terasa 20 tahun lagi
- dari sekarang.
- Di saat Anda sudah tua, anak Anda sudah
- dewasa, justru pada saat itu anak Anda
- mendapatkan penyakit akibat rokok itu.
- Baik dari perokok aktif maupun perokok
- pasif. Perokok aktif yang ditiru karena
- perilaku merokok Anda, meniru perilaku
- merokok Anda, juga perokok pasif karena
- rokok yang asap rokok yang Anda
- hembuskan dalam rumah. Kemudian eh yang
- harus Anda ingat bahwa
- eh uang yang Anda gunakan itu adalah
- rezeki dan itu akan ditanyakan oleh Anda
- oleh Allah kepada Anda, apa digunakan
- untuk apa. Kalau sampai Anda merokok 7
- juta katakanlah dengan harga rokok
- 20.000 per bungkus, 7 juta sebulan per
- per tahun maksud saya, Anda tidak tidak
- mau mengatakan tidak mampu membeli
- daging atau kambing untuk dikurbankan di
- hari raya Idul Adha, ini satu yang
- sangat tragis sekali. Mmm. Ya, bagaimana
- ya. Kemudian
- eh
- kalau Anda
- tanyakan kepada diri Anda, tromol masjid
- ketika jalan di depan Anda, pernahkah
- Anda memasukkan 100.000? Mmm. 50.000?
- Mmm. 20.000?
- Mmm. 10.000? Mmm. Ya.
- Lebih besar mana uang yang Anda masukkan
- ke tromol masjid dengan uang yang Anda
- gunakan untuk beli rokok?
- Ya ini, uang yang uang yang Anda
- belanjakan untuk di masjid ini ini
- adalah uang yang Anda akan menolong Anda
- nanti. Mmm.
- Iya kan? Uang yang Anda belanjakan untuk
- sesuatu yang bermanfaat itu akan
- menolong Anda, tapi uang yang Anda
- belanjakan untuk beli rokok akan
- membles, membenamkan Anda di
- kerugian yang sangat besar. Nah,
- kemasalahannya kerugian itu tidak bisa
- Anda
- eh perbaiki ketika kita sudah di hadapan
- Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Oke.
- Itu saja untuk sementara ya. Barangkali
- Anda ada pertanyaan, boleh di WA saya.
- Masya Allah.
- Yang menginginkan buku-buku saya, bisa
- telepon langsung ke nomor telepon saya.
- Saya akan bacakan lagi Pak.
- Yang mau buku, yang mau terapi juga
- silakan. Ini nomor teleponnya saya akan
- bacakan lagi untuk tarekatnya ya. 0811
- kemudian 8
- 66
- 4
- 11
- 0811
- 866411
- Pak Fuad adalah NGO dari Komnas
- Pengendalian Tembakau anggota bidang
- pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
- Terima kasih Pak Fuad.
- Mudah-mudahan bermanfaat siaran kita ya.
- Saya Muhammad Krisna Ondie Saputra dan
- juga Anis Mualim mohon pamit. Wabillahi
- taufik walhidayah. Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.