Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- saja ya tadi jam
- Ustaz Jazir ASP yang merupakan Dewan
- Syura Masjid Jogokarian Yogyakarta dan 1
- tahun terakhir ini beliau ee menjadi
- pembina Radio Silaturahim. Cukup sering
- beliau berkunjung ke Rasil dan
- memberikan beberapa nasehat, masukan,
- dan juga beberapa kali juga siaran
- dengan kami. Ust. Alhamdulillah Ustaz
- Husein telah hadir juga dan mungkin
- mendoakan beliau Ustaz
- semoga ditempatkan di tempat terbaik di
- sisi Allah. Kami persilakan Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Hamdan katsir thyyiban mubarokan fih
- kama yuhibbu rabbuna war. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Asalamualaika. Ya Rasulullah.
- Assalamualaina wa ala ibadillah shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Semoga
- pagi hari ini,
- pagi kedua dari bulan Rajab
- yang diharamkan Allah Subhanahu wa taala
- menjadi bulan pendidikan bagi kita untuk
- dapat betul-betul menjaga, menjunjung
- tinggi kehormatan Allah Subhanahu wa
- taala,
- kehormatan sesama manusia
- juga. kehormatan
- lingkungan hidup kita yang mesti kita
- jaga yang semua merupakan
- apa-apa yang diharamkan Allah Subhanahu
- wa taala.
- Baru saja kita dengar berita wafatnya
- Ustaz Jazir yang cukup vokal ya,
- yang berani menyampaikan yang benar
- tanpa tendeng aling-aling.
- Ya, kita harapkan mudah-mudahan amal
- perjuangan beliau, jihad beliau di jalan
- Allah Subhanahu wa taala diterima di
- sisi Allah Taala, diampuni dosa-dosanya,
- diangkat derajatnya, dikumpulkan bersama
- sahabat-sahabat Nabi kita yang berjuang
- di jalan Allah Subhanahu wa taala.
- Beliau sudah cukup lama sakit ya dan
- sudah berulang kali melakukan cuci
- darah.
- Mudah-mudahan penyakitnya juga sebagai
- penghapus dosanya.
- Amin.
- Kita doakan kita mulai dengan membaca
- al-Fatihah bersama-sama. Semoga bacaan
- kita ini menjadi wasilah yang baik.
- Membuka hati kita semuanya, membuka
- pintu rahmat Allah.
- Demikian pula ampunannya bagi kita, bagi
- almarhum, bagi seluruh kaum muslimin dan
- muslimat.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin.
- Iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim
- waladin.
- Amin.
- Amin.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Allahumma inna nas'aluka bismikat thayib
- thhir
- almubarak al ahabbi ilaikalladzi idza
- duita bihi ajabta waidza suilta bihi
- waidurhimta bihi rahimt
- antagfir lana waliikhwaninalladina
- sabaquuna bil iman waliamiil mukminina
- wal mukminat fi masyariqil ardhi ila
- magaribiha
- Allahumfir ya rabbanaika
- al ustaz jazir
- allahumagfirlahu
- warhamhu waafihi wafu anhu.
- Allahumma
- inana muhsinan fazid fi ihsanihi
- wainana musian fataja sayiati.
- Allahumma hasibhu hisaban yasir.
- Allahumma hasibhu hisaban yasir.
- Allahumma hasibhu hisaban yasir. Amin.
- Wajal qobrahu ya rabbana ya rahman ya
- rahim raudatan min riyadil jannah
- wajalhu hufratan min hufarin nir.
- Allahumma ya rabbanailhu fasiha jannatik
- maalladina anamta alaihim minan nabiyin
- wasiddiqin wasyuhada wasolihin
- allahumma adkilhilhu fasiha jannati
- bijiwari nabika Muhammadin shallallahu
- alaihi wa alihi wasallam waim ahlahu
- wasan wa inna lillahi wa inna ilaihi
- rojiunbana
- inakaulimba
- ala inaka
- antwaburahimhamdulillahbilamin.
- Amin. Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Insyaallah e Ustaz Jazir ASP sebagai
- dewan syura Masjid Jokoarian diberikan
- tempat yang terbaik, Ustaz di sisi Allah
- ya. Amin. Insyaallah.
- Bagaimana jasa-jasa beliau masyaallah
- memakmurkan masjid jogo karyan dan juga
- masjid-masjid di banyak daerah, Ustaz.
- Masyaallah. Sehingga bagaimana
- pengelolaan masjid yang benar, bagaimana
- memakmurkan masjid. Masyaallah semoga
- itu jadi amal jariah juga buat. Amin.
- Amin ya rabbal alamin.
- Iwanad. Baik. Di kesempatan ini Ustaz
- mungkin ee kita ingin membahas bagaimana
- kemuliaan seorang ibu Ustaz. Ini juga
- banyak pertanyaan yang sering ditanyakan
- oleh para pendengar ee bagaimana
- kedudukan sebenarnya seorang ibu di
- dalam Islam dibandingkan dengan anggota
- keluarga lainnya. Kemudian juga ee
- mengapa Rasulullah menyebut kata ibumu
- hingga tiga kali sebelum menyebut ayahmu
- dalam hadis ee tentang siapa yang paling
- berhak mendapatkan kebangkitan. Nah,
- juga mohon penjelasan mengenai makna
- mendalam dari ungkapan surga di bawah
- telapak kaki ibu.
- Nah, apakah hadis ini sahih dan juga
- terkait ee apa ya tradisi, Ustaz? Budaya
- memuliakan Ibu di hari peringatan hari
- ibu, Ustaz tanggal 22 Desember
- bertepatan dengan hari ini. Apakah ini
- termasuk tasyabuh dan
- pertanyaan-pertanyaan lainnya? Intinya
- bagaimana ee Islam memuliakan seorang
- ibu? Kami persilakan, Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin hamdan
- katsiran thyiban mubarokan fi kama
- yuhibabbuna
- rabbana zidna ilmanihin
- Allahumma atina minika rahmah waimna
- minadunka ilman nafna
- bima
- ikhwan akhwat yang dirahmati
- Di tengah-tengah masyarakat yang
- tenggelam dalam materialisme,
- kita jumpai hubungan
- kekeluargaan,
- hubungan persaudaraan. Semakin hari
- semakin apa? Semakin
- rapuh.
- Hm.
- kehangatan yang kita rasakan pada
- masa-masa lampau.
- Ketika manusia
- kebanyakan mereka masih dalam keadaan
- sadar,
- belum dikuasai
- oleh kehidupan materi yang luar biasa
- seperti saat ini. Kita merasakan
- betul-betul di saat kita berjumpa dengan
- salah satu dari keluarga kita, sanak
- famili kita, kita merasakan kehangatan
- yang luar biasa.
- Lama tak berjumpa kita merasakan
- kerinduan.
- Apalagi dengan kedua orang tua kita.
- Kalau kita mendengarkan
- firman Allah Subhanahu wa taala dalam
- Al-Qur'an,
- kita menemukan bahwa kedudukan kedua
- orang tua begitu mulia.
- Hingga Allah Subhanahu wa taala
- berfirman, waqad rabbuka
- alla ta'budu illa iyah.
- Dalam wasiat yang Allah tuangkan dalam
- suratul Isra dan wasiat ini wasiat yang
- juga disampaikan kepada para nabi, para
- rasul sebelum Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- termasuk dalam 10 wasiat yang Allah
- sampaikan kepada Musa.
- Allah telah menetapkan, Allah
- menggunakan kata qada di sini yang
- menunjukkan ketegasan waqad rabbuka.
- Tuhanmu telah menetapkan
- alla ta'budu illa iya. Agar kalian tidak
- menyembah kecuali hanya kepada Allah
- subhanahu wa taala.
- Wabil walidaini
- ihsan.
- Dan Allah juga perintahkan kalian untuk
- memperlakukan kedua orang tua kalian
- ihsana dengan perlakuan yang baik dan
- mulia.
- Baik kedua orang tua kita orang-orang
- yang beriman ataupun tidak, ketetapan
- dari Allah mengharuskan kita untuk
- memperlakukan mereka dengan mulia.
- Apabila seorang taat kepada Allah
- Subhanahu wa taala,
- beribadah kepadanya, bersedekah,
- menjalankan perintah-perintah Allah,
- tapi dia mengabaikan kedua orang tuanya,
- maka seluruh ketaatan yang dilakukan
- hancur berguguran.
- Ini bukan hal yang sepele. Sebagaimana
- seorang walaupun hidup berbuat kebaikan
- di atas muka bumi ini,
- tapi dia mempersekutukan Allah, maka dia
- tidak akan mendapatkan ampunan dari
- Allah Subhanahu wa taala.
- Sebagaimana kalau dia
- bertauhid kepada Allah Subhanahu wa
- taala, mengerjakan salat, mengeluarkan
- zakat, menunaikan hajinya, menjalankan
- ibadah siam, dia baik terhadap
- masyarakat, tapi dia sia-siakan kedua
- orang tuanya,
- maka tidak ada harapan baginya untuk
- masuk ke dalam surga.
- Allah Subhanahu wa taala berulang kali
- mengingatkan kita, memberikan wasiat
- kepada kita untuk memperlakukan kedua
- orang tua.
- Lalu pertanyaannya, kenapa Allah
- Subhanahu wa taala
- tidak mengingatkan kita untuk
- memperlakukan anak-anak kita dengan
- mulia? H
- kenapa kira-kira terhadap istri Allah
- perintahkan kita menggauli mereka dengan
- cara yang makruf? Waasyiruhunna bil
- maruf.
- Dan seorang wanita menjadi istri kita
- setelah adanya akad nikah. Tapi kalau
- orang tua,
- orang tua kita
- hubungan kita dengan mereka hubungan
- yang betul-betul amat dalam
- terjadinya pembuahan kita melalui
- hubungan ayah ibu kita. Kita tumbuh
- dalam rahim ibu kita. Oleh karena itu,
- pesan Allah kepada kedua orang tua
- secara khusus untuk ibu kita.
- tegas dalam Al-Qur'an.
- Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa
- taala dalam surah Al-Ahqaf.
- Wawasinal insana biwalidaihi ihsana.
- Kami wanti-wanti
- berpesan kepada setiap manusia
- agar mereka memperlakukan kedua orang
- tua mereka dengan perlakuan yang baik
- dan mulia.
- hamalathu ummuhu qurha
- wawadathu qurha terutama ibu yang
- mengandung dengan susah payah dalam
- keadaan yang tidak mengenak bukan sehari
- du hari 9 bulan
- wawadathu
- qurha
- dan dia juga melahirkan kan dengan susah
- payah
- bahkan bisa mengalami pendarahan
- bisa mendorong dirinya menuju kematian.
- Tapi walaupun dia mengandung dengan
- susah payah, melahirkan dengan susah
- payah, begitu dia melahirkan anaknya,
- hatinya, jiwanya, wajahnya penuh
- kebahagiaan berseri-isteri
- karena kecintaan kepada anak.
- Wa hamluhu wa fisaluhu salatuna syahr.
- Masa
- kehamilannya
- ditambah masa menyusui hingga di sapi
- kurang lebih selama 30 bulan.
- Arti masa yang cukup panjang. Apakah
- selesai? Tidak.
- Setelah disapi, tugas ibu ternyata lebih
- berat lagi.
- Mulai dia mengawasi anaknya, merawatnya,
- kemudian memperhatikan anaknya lebih
- daripada perhatiannya terhadap dirinya.
- Apabila dia menjumpai anaknya dalam
- keadaan sehat, dalam keadaan baik,
- berseri-seri, hatinya bahagia, gembira.
- Tapi di saat dia menjumpai anaknya dalam
- keadaan tidak nyaman atau sakit, hatinya
- bergelisah, air matanya berlinang-linang
- di saat dia menyaksikan anaknya dalam
- keadaan sakit, demam, apalagi di saat
- dia menghadapi saat-saat yang berbahaya.
- Anak merasakan panasnya ya katakan dan
- sakitnya penyakit tapi ibu hatinya lebih
- penuh rasa khawatir cinta yang
- betul-betul murni. Dia bekerja untuk
- anaknya bukan 1 jam 20 jam 2 jam
- tapi bekerja sepanjang 24 jam tanpa
- menerima imbalan. Bahkan terkadang
- anaknya di saat berhasil
- dia lupa kepada orang tuanya.
- Perhatiannya lebih banyak tertuju pada
- istri dan anaknya.
- Ini yang menyebabkan mengapa Allah
- Subhanahu wa taala berulang kali
- menyampaikan wasiatnya kepada kita agar
- memperlakukan kedua orang tua kita
- dengan perlakuan yang mulia. Karena air
- biasanya tidak naik ke atas kecuali
- kalau dipompa, dia selalu turun ke bawah
- terhadap anak, terhadap istri. Seorang
- laki-laki perhatiannya tanpa diingatkan
- dia memberikan perhatian. Tapi kepada
- orang tuanya yang jasanya lebih besar
- daripada istri dan anaknya. Seringki
- kita jumpai anak-anak tidak mengingatmu
- kebaikan orang tuanya. Mereka
- beranggapan apa yang dilakukan orang
- tuanya itu merupakan kewajiban untuk
- anak-anaknya. Sedangkan dia tidak merasa
- wajib untuk berbakti, berbuat kebaikan,
- dan memperlakukan kedua orang tuanya
- dengan mulia.
- Ternyata perhatian orang tua bukan hanya
- sebatas
- setahun, 2 tahun.
- Bahkan walaupun sudah berumah tangga
- apabila anaknya sakit, rasa khawatir ibu
- lebih besar. Demikian pula orang tua
- terhadap terhadap siapa? Terhadap
- anaknya. Walaupun telah berpisah,
- walaupun dia telah berumah tangga,
- walaupun memiliki anak. Begitu orang tua
- mendengar anaknya sakit, hatinya
- langsung merasakan perasaan tidak
- nyaman.
- Kecintaan yang betul-betul tulus, murni,
- tanpa mengharapkan imbalan.
- Tapi anak-anak pada masa kini banyak
- dari mereka.
- Seorang laki-laki begitu menikah
- perhatiannya besar kepada istrinya, pada
- anaknya tapi lupa kepada orang tuanya.
- Bahkan ada yang menjadikan orang tuanya
- sebagai pembantu rumah tangga mengurus
- anak-anaknya.
- bukan memuliakan mereka.
- Padahal Allah berulang kali memberikan
- wasiatnya kepada mereka.
- Bahkan kita dengar
- pembicaraan dan tutur
- seorang yang ditanya, "Bagaimana kalau
- seandainya pendapatan seorang anak
- hanya mencukupi dia dan istri serta
- anaknya, tidak mampu membantu orang
- tuanya?"
- jawabannya.
- Maka dia berikan
- apa yang didapatkan untuk istri dan
- anaknya.
- Dia belum berkewajiban untuk membantu
- orang tuanya pada saat pendapatan dia
- tidak mencukupi.
- Ternyata jawaban GPT GPT ya yang kita
- anggap bukan makhluk yang berakal.
- AI sudah
- ketika ditanya,
- "Bagaimana pendapat Anda bila pendapatan
- seorang hanya pas-pasan untuk
- keluarganya,
- sedangkan dia tidak mampu untuk memenuhi
- kebutuhan orang tuanya yang dalam
- keada?" Jawabannya, pendapatnya dibagi
- dua. Sebahagian untuk orang tuanya,
- sebagian untuk keluarganya.
- Ini merupakan jawaban yang betul-betul
- menarik. Kenapa? Karena Allah Subhanahu
- wa taala dengan kebaikan yang diberikan
- kepada orang tuanya, Allah akan buka
- pintu rahmat. Ini ujian.
- Ujian untuk menguji rasa syukurnya
- terhadap orang tuanya.
- J begitu dia berikan perhatian pada
- orang tuanya, Allah akan bukakan pintu
- rahmatnya. Oleh karena itu, barang siapa
- yang ingin diampuni dosanya, dimurahkan
- rezekinya,
- diangkat derajatnya, muliakan orang
- tuanya.
- Saya mengenal secara langsung beberapa
- orang
- yang amat-amat berbakti kepada orang
- tuanya, memperlakukan orang tuanya luar
- biasa
- dan selalu wanti-wanti mengingatkan
- istrinya.
- untuk berlaku baik pada kedua orang
- tuanya.
- Termasuk juga ingatkan anak-anaknya
- kepada orang-orang yang berada di
- sekeliling orang tuanya untuk memuliakan
- orang tuanya.
- Seorang anak mengatakan pada istrinya,
- "Saya bisa memberikan maaf kepada kamu
- apabila kamu melakukan
- kesalahan-kesalahan
- ya
- antara kamu dengan saya. Tapi kalau kamu
- memperlakukan orang tua saya dengan cara
- yang tidak mulia,
- maka saya putuskan untuk berpisah dari
- kamu.
- Waktunya, perhatiannya terhadap orang
- tuanya tiada tara. Dia merasa bahwa
- semua keberhasilan dia, apa yang dia
- dapatkan semua karena pengorbanan orang
- tuanya.
- Sampai pernah sekali waktu ketika dia
- menikah dengan seorang wanita,
- wanita tersebut ketika melihat suaminya
- selalu memberikan orang tuanya, dia
- merasa marah. Dia mengatakan,
- "Seharusnya kamu kalau memberikan orang
- tua kamu minta izin sama saya. Saya kan
- istri kamu, pasangan kamu."
- Suaminya mengatakan
- dia ya memberikan segala-galanya untuk
- saya.
- Dan apa yang kamu terima saat ini semua
- termasuk pengorbanan ibu saya.
- Disebabkan karena perbuatan istrinya,
- dia putuskan untuk meninggalkan
- istrinya.
- Dia pisah dari istrinya.
- Itu juga yang terjadi pada sepak bola
- yang berasal dari Spanyol Ronaldo. Dia
- tinggalkan istrinya. Karena apa? Karena
- bersikap
- kurang ajar terhadap ibunya.
- Lalu mengatakan keberhasilan saya itu
- karena perjuangan ibu saya. Dia bekerja
- sebagai kuli untuk mencuci pakaian
- memberikan sepatu buat anaknya agar bisa
- bermain bola.
- Jadi kita lihat pada zaman ini
- betul-betul materialisme ini telah
- menggantikan betul-betul nilai-nilai
- mulia, nilai-nilai moral, kebaktian
- kepada kedua orang tua, kecintaan kepada
- kecintaan dan kehangatan kepada
- keluarga, bersikap baik dan mulia
- terhadap sesama. Mereka menganggap semua
- ini ya tidak sebanding dengan nilai
- materi
- yang betul-betul mereka hargai, mereka
- muliakan. Mereka juga memuliakan
- orang-orang yang memiliki materi. Mereka
- memandang remeh orang-orang kecil yang
- papa dan tak berdaya.
- Bahkan ini bukan di tengah-tengah
- masyarakat umum, bahkan di kalangan
- orang yang beragama ini banyak dilakukan
- oleh mereka. Bersikap kasar pada orang
- tua mereka.
- Begitu juga dalam surah Luqman. Allah
- Subhanahu wa taala mengisahkan bagaimana
- ketika Allah Subhanahu wa taala
- menceritakan Luqman yang memberikan
- wasiat kepada anaknya. Di cela-celanya
- Allah ingatkan agar setiap anak
- memperlakukan kedua orang tuanya dengan
- mulia. Allah berfirman dalam surat
- Luqman dimulai dari ayat 12. Walaqina
- luqman hikmata aniskurillah
- wam yaskur fainnama yaskuru linafsih
- waman kafara fainnallaha ghaniyun hamid.
- Sesungguhnya kami telah menganugerahkan
- untuk Luqman alhikmah.
- Alhikmah ini betul-betul kebijaksanaan.
- Menempatkan sesuatu pada tempatnya,
- bersikap juga pada tempatnya. Sehingga
- Allah berfirman, "Waman yutal hikmata
- faqad utiya khairon katir." Siapa yang
- diberikan hikmah berulah diberikan
- kebaikan yang amat banyak.
- Kami telah menganugerahkan bagi Luqman
- alhikmah hingga beliau dikenal dengan
- Luqman al-Hakim.
- Anisyur lillah.
- Anisyukur. Hendaklah kamu bersyukur
- kepada Allah.
- Wam yaskur fainnama yaskuru linafsih.
- Siapa yang bersyukur
- sesungguhnya
- syukurnya akan kembali manfaatnya untuk
- dirinya. Di saat dia bersyukur kepada
- Allah, Allah Subhanahu wa taala tidak
- diuntungkan. Tapi syukurnya, manfaatnya
- kembali kepadanya seluruhnya. Bersyukur
- kepada kedua orang tuanya karena
- mentaati Allah Taala. Allah akan
- limpahkan rahmat, keberkahan yang tak
- terhingga baginya. Waman kafar
- fainnallaha
- ghaniyun hamid. Siapa yang ingkar
- sungguh Allah maha kaya lagi maha
- terpuji.
- Allah anugerahkan buat Luqman alhikmah.
- Di antara hikmah yang terbesar adalah
- bersyukur kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Waidola Luqmanu libnihi wahua yaidu.
- Ya bunayya la tusyrik billah innirka
- ladulmunim.
- Dan ketika Luqman berkata kepada
- putranya,
- memberikan nasihat, bimbingan yang
- sebaik-baiknya, jangan sekali-kali
- engkau mempersekutukan Allah Subhanahu
- wa taala.
- Inn syirka ladulmunzim. Sesungguhnya
- syirik ini merupakan kezaliman yang amat
- besar. Tidak ada kezaliman yang lebih
- besar daripada syirik. Begitu orang
- mempersekutukan Allah, dia telah
- berkhianat terhadap Allah yang
- menciptakan dirinya tanpa sekutu. Tapi
- dia persekutukan Allah dengan
- makhluk-makhluknya.
- Sebagai dampak akibat dari syirik ini,
- maka akan merusak seluruh kehidupannya.
- Kehidupan yang dibangun di atas syirik
- adalah kehidupan yang rusak, kehidupan
- yang penuh dengan kezaliman. Berbeda
- dengan kehidupan yang dibangun atas iman
- kepada Allah, iman kepada hari akhir,
- iman kepada kitabnya, iman kepada
- rasul-Nya akan membimbing mereka di atas
- jalan yang lurus.
- Lalu wawinal insana biwalidaihi
- hamalathu ummuhu wahnan ala wahnin wau
- fiurli
- waliika
- masir. Dicela-celah
- eh
- anugerah yang Allah berikan kepada
- Luqman, begitu juga wasiat Luqman kepada
- putranya.
- Allah Subhanahu wa taala menegaskan,
- "Wainal insan." Dan kami wanti-wanti
- berpesan kepada manusia
- biwalidaihi
- agar memperlakukan kedua orang tuanya
- dengan perlakuan yang mulia.
- Jaga, perhatikan, sayangi orang tua
- kalian yang telah berkorban untuk
- kalian.
- Hammalatu ummuhu wahnan ala wahnin wau
- fiin. Dia mengandung dengan berat dan
- susah payah. Masa juga penyapiannya
- selama 2 tahun. Lalu Allah ingatkan,
- "Aniskurli waliwalidaika ilai masir."
- Bersyukurlah kepadaku
- dan kepada kedua orang tuamu. Dan
- kepadaku kelak kalian akan dikembalikan.
- Kita lihat Allah ingatkan agar manusia
- bersyukur kepada Allah dan bersyukur
- kepada kedua orang tuanya.
- Kalau dalam suratul Israqbuka
- alla ta'budu illa iyah wabil walidain
- ihsana. Penegasan penetapan dari Allah.
- Siapa yang melanggarnya dia tidak akan
- mendapatkan rahmat Allah agar kalian
- tidak menyembah kecuali hanya kepada
- Allah. Dan Allah juga menetapkan agar
- kalian memperlakukan kedua orang tua
- kalian dengan perlakuan yang baik dan
- mulia.
- Wain jahaaka ala anusrika bi ma laaisaka
- bihi ilmun fala tu'huma wasohibhuma fid
- dunya mar'rufa. Kalau kedua orang tua
- kamu maksa kamu, meminta kamu untuk
- melakukan perbuatan yang tidak benar,
- mempersekutukan aku dengan lainnya, ya
- atau katakan perbuatan yang diharamkan
- Allah. Orang tua memerintahkan kita
- untuk melakukan perbuatan yang tidak
- benar, jangan kalian taati mereka.
- Washohibhuma fid dunya ma'rufat. Tapi
- tetap gauli mereka dengan cara yang
- makruf. ini pada saat orang tua
- mempersekutukan Allah, Allah masih
- perintahkan kita untuk memperlakukan
- mereka dengan mulia. Jangan perlakuan
- kita ya dihubungkan dengan apa? Syirik
- mereka kepada Allah. Perbuatan syirik
- mereka menjadi tanggung jawab mereka.
- Tapi anak tetap harus memperlakukan
- orang tuanya dengan mulia.
- Betul-betul ini satu bimbingan dan
- petunjuk dalam hidup yang amat indah.
- Betul-betul.
- Wasohibhuma fid dunya ma'rufa wattabi
- sabila man anaba ilai. Hendaklah dalam
- perjalanan hidup ini ikutilah jalannya
- orang yang kembali padaku. Bukan
- jalannya orang-orang yang dikuasai oleh
- nafsu, oleh kecintaan pada dunia, lupa
- kepada hari akhirat. Hidupnya
- diombang-ambingkan oleh setan di
- tengah-tengah gelombang kehidupan yang
- tak jelas.
- Tumma ilaiya marjiukum faunabbiukum
- bimaa kuntum tam'malun. Kemudian
- kepadaku kalian semua akan dikembalikan
- dan aku akan memberitahukan kalian
- tentang apa yang dulu kalian perbuat.
- Hidup di dunia tidak lama.
- Seandainya kita hidup selama 100 tahun,
- kehidupan kita singkat. Karena satu hari
- di sisi Allah sama dengan 1000 tahun.
- Jadi berarti kita hanya hidup 1/10 satu
- hari
- dari hari akhirat. Sedangkan kehidupan
- akhirat tiada akhir. Apa yang kita akan
- banggakan? Kita mengejar dunia yang
- berlari meninggalkan kita. Kita penuh
- kesetiaan terhadap dunia padahal dunia
- mengkhianati kita. Pada saat kita dalam
- keadaan terkapar, dunia hanya melihat
- dan mentertawakan kita. Karena kita
- telah mengutamakan dunia dengan
- melupakan Allah. yang menciptakan dunia
- ini. Akhirnya kita menjadi permainan
- yang diombang-ambingkan oleh
- kegelisahan, keresahan, ketakutan,
- harapan dan semua itu merupakan ilusi
- dan bayang-bayang fat morgana. Berbeda
- dengan orang yang mencintai Allah, Allah
- anugerahkan baginya dunia dan
- akhiratnya. Maka ingat, tak lama
- kemudian kalian akan dikembalikan
- kepadaku dan aku akan memberitahukan
- kepada kalian apa yang dahulu kalian
- lakukan.
- Ya bunai, wahai anakku.
- innaha in takumqala habbatim min
- kardalin fatakun firatin fis samawati
- fil ardallah innallaha khabir. Wahai
- anakku,
- sesungguhnya
- perbuatan
- perbuatan ya sekecil apapun,
- baik itu syirik kepada Allah,
- baik itu perbuatan dosa, kejahatan,
- kezaliman sekecil apapun
- katakan perbuatan tersebut perbuatan
- tersebut apa tersebut ya hanya sebesar
- biji khardal. Ini merupakan ungkapan
- sesuatu yang amat-amat kecil.
- Katakan perbuatan yang kamu lakukan itu
- perbuatan yang kecil. Tersembunyi dalam
- batu kemudian tersimpan baik di langit
- maupun di bumi. Keberadaannya
- tersembunyi. Allah akan menghadirkan
- perbuatan tersebut. Yati bihallah.
- Innallaha latifun khabir. Sungguh Allah
- maha lembut. Artinya apapun yang lembut
- sekecil apapun akan dihadirkan oleh
- Allah. Timbangan Allah Kang Rizal
- bergetar oleh sesuatu sekecil apapun
- bahkan bukan hanya bersifat materi. Hal
- yang bersifat maknawi
- akan menggetarkan timbangan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Bukan hanya hal yang kecil, bukan hanya
- yang bersifat matahari, yang bersifat
- maknawi akan membuat timbangan Allah
- bergetar sekecil apapun. Itu merupakan
- rahmat kasih Allah yang tidak akan
- menyia-nyakan kebaikan seseorang. Tapi
- Allah tidak akan membiarkan kezaliman
- sekecil apapun yang dilakukan manusia
- kecuali kalau dia bertobat kembali pada
- Allah.
- Innallaha latifun khabir. Sungguh Allah
- maha lembut lagi maha mengetahui.
- Ya bunay aqimah wur bil marufi wanil
- munkar. Wahai anakku dirikanlah salat.
- Kemudian jalankan tugasmu sebagai
- anggota masyarakat yang mengajak kepada
- yang makruf, kepada nilai-nilai mulia.
- Jangan justru yang mungkar diserukan
- dengan keras. Banyak yang apa? yang
- mengajaknya, sedangkan yang makruf
- suaranya rendil
- kamu bersama teman-teman kamu, saudara
- kamu untuk mengajak kepada yang makruf.
- Wam'm wuri.
- Kemudian wanilkar
- dan cegah dah dari yang mungkar. Jangan
- biarkan yang mungkar dengan berani,
- dengan lantang ya mengangkat suaranya,
- menampilkan wajahnya. Sedangkan yang
- makruf sembunyi-sembunyi karena malu.
- Whail munkar wasbir ala ma asobaka
- innazalika min azmil umur. Bersabarlah
- atas apa saja yang menimpa kamu dalam
- perjalanan hidup kamu yang taat kepada
- Allah, mengajak kepada yang makruf,
- mencegah dari yang mungkar. Karena
- cobaan yang kamu hadapi itu cobaan yang
- betul-betul merupakan besar nilainya.
- Oleh karena itu, nabi-nabi yang
- mempunyai jiwa yang sabar, yang mengajak
- pada kebajikan, yang mengajak manusia
- kembali kepada Allah, dikenal dengan
- ulul azmi minar rasusul, nabi-nabi yang
- memiliki tekad yang besar. Jadi,
- bersabarlah atas apa saja yang menimpa
- kamu di jalan Allah dalam menyampaikan
- pesan-pesan Allah. Dan ini merupakan
- perkara yang besar yang membutuhkan
- betul-betul apa? Tekad yang besar. Oleh
- karena itu nilainya pun amat besar di
- sisi Allah Subhanahu wa taala.
- Wala tusir khoddaka linasi wala tamsi
- fil ardhi maroha. Jangan palingkan
- wajahmu dengan angkuh dari dari manusia.
- Jangan kamu
- membesarkan diri kamu di hadapan
- manusia. meremehkan orang lain dengan
- sikap memalingkan pipi kamu dari mereka
- pada saat berbicara, pada saat berjabat
- tangan, tapi sambil menjabat tangan
- mereka dengan kata-kata yang manis,
- memandang mereka, memuliakan mereka,
- Allah akan memuliakan dan mengangkat
- martabatmu.
- Jadi, jangan pilih palingkan wajahmu ya
- di hadapan manusia.
- Wala tamsi fil ardhi maroha. Dan jangan
- kamu berjalan di muka bumi ya dengan
- penuh kebanggaan. Dengan penuh apa?
- Kebanggaan dan angkuh.
- Allah Subhanahu wa taala tegaskan,
- "Innallaha laa yuhibbu kulla mukhtarin
- fakhur." Allah paling tidak menyukai
- orang yang bersifat angkuh. Mukhtar
- menggambarkan bahasa tubuh yang angkuh.
- Fakhur lagi gemar membanggakan diri.
- Berjalanlah dengan sederhana penuh
- ketawaduan di atas muka bumi. Kemudian
- rendahkan suara kamu. Jangan kamu
- mengangkat suara kamu tinggi-tinggi yang
- menunjukkan keangkuhan dan kebanggaan.
- Inna ankaral aswatiutul hamir.
- Sesungguhnya suara yang paling buruk,
- yang paling tidak disukai dan diingkari
- adalah suara himar dan keledai.
- Ini merupakan nasihat wasiat ya yang
- Allah Subhanahu wa taala wasiatkan dan
- nasihatkan kepada kita melalui lisan
- Luqman al-Hakim.
- Ini merupakan apa? Nasihat yang
- disampaikan oleh Luukman
- dan juga apa dicatat oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Allah sampaikan
- kepada setiap umat.
- Nah, kalau kita renungkan bersama-sama
- dari wasiat pada surah Luqman ini maupun
- pada surah
- Al-Ahqaf ya, terdapat juga dalam suratul
- ankabut, terdapat juga dalam suratul
- An'am ya mengingatkan kita kepada
- mengingatkan kita semua untuk
- betul-betul menyembah Allah, tidak
- mempersekutukan Allah dengan sesuatu dan
- yang kedua betul-betul kita
- memperlakukan orang tua kita dengan
- mulia.
- Oleh karena itu hendaknya seorang anak
- apabila dia dewasa, sudah mampu bekerja,
- hendaknya perhatiannya kepada orang tua
- lebih besar bahkan daripada perhatiannya
- kepada dirinya maupun kepada
- keluarganya.
- Karena keluarganya
- justru
- menerima apa? Menerima apa? keberhasilan
- yang diperjuangkan orang tuanya hingga
- mendapatkan suami yang baik, suami yang
- mampu bekerja memberikan nafkah kepada
- istrinya, begitu pula kepada
- anak-anaknya.
- Maka bimbinglah istri kita untuk
- menghormati orang tua kita. Sebagaimana
- seorang laki-laki hendaknya juga
- menghormati, memuliakan orang tua istri
- yang telah menghadiahkan anaknya untuk
- kita setelah pendidikan yang panjang
- tanpa menerima imbalan dengan harapan
- kita perlakukan juga putri mereka dengan
- mulia. Tapi ingat, jangan kita
- disebabkan istri, disebabkan anak, kita
- lupa kepada orang tua kita. Oleh karena
- itu, siapa yang memuliakan orang tuanya
- sepanjang hidupnya? Insyaallah Allah
- Subhanahu wa taala berikan kemuliaan
- walaupun dia bukan orang yang beriman.
- Kalau dia beriman di dunia Allah
- muliakan dirinya. Begitu pula di hari
- akhirat Allah Subhanahu wa taala akan
- melimpahkan kemuliaan atas hamba-hambnya
- yang beriman tidak mempersekutukan Allah
- dengan sesuatu dan memuliakan kedua
- orang tuanya. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Selanjutnya Ustaz kita
- lanjutkan. Ada dua pertanyaan ini dari
- Pak Ahmad
- di Cilegon dan Bunda Khairoh tidak
- menyebutkan tempatnya, Ustaz, terkait
- kemuliaan ibu ini, Ustaz. Yang pertama,
- Ustaz, bagaimana cara menyembuhkan luka
- hati seorang ibu jika kita pernah
- berbuat kesalahan besar di masa lalu
- kepada ibu, Ustaz? Kemudian dari Bunda
- Khairo, "Ustaz, apa pesan dari Ustaz
- bagi para pemuda dan juga anak-anak kita
- yang saat ini terkadang lebih
- mendahulukan urusan hobi atau
- teman-teman dibandingkan melayani
- kebutuhan ibunya di rumah?" K ustaz.
- Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana zidna ilman wa alhikna
- bisalihin.
- Hobi
- seseorang itu merupakan hal yang baik
- selagi mengarah kepada hal-hal yang
- positif ya yang tidak melupakan dirinya
- dari kewajiban dia kepada Allah,
- kewajiban dia kepada orang tuanya,
- kewajiban dia kepada keluarganya,
- kewajiban dia kepada masyarakatnya.
- Tapi kalau dengan alasan hobi, alasan
- hoi
- dia mengabaikan atau melalaikan
- kewajibannya, maka dengan sendirinya ini
- bukan merupakan satu hal yang baik dan
- sehat. Seperti orang punya hobi
- kecanduan untuk mengkonsumsi rokok.
- Rokok dipandang orang merupakan hal yang
- sepele kan.
- Padahal kita tahu bahwa merokok ini di
- samping kita merusak diri kita.
- Kita juga bisa menzalimi orang lain
- dengan asap ya yang kita semburkan dari
- mulut kita mengenai orang-orang yang
- tidak merokok
- dan juga dapat apa? Dapat juga menzalimi
- istri kita, anak kita yang sehari-hari
- menerima semburan asap kita.
- Dia menyebarkan penyakit bukan hanya
- untuk dirinya tapi juga untuk orang di
- sekitarnya.
- Yang ketiga, dia menghambur-hamburkan
- hartanya bukan pada tempatnya.
- Yang keempat,
- di samping dia menghambur-hamburkan
- hartanya bukan pada tempatnya,
- dia juga apa? Dia juga
- mempergunakan hartanya untuk keuntungan
- orang-orang yang tidak bermanfaat untuk
- umat.
- Dengan alasan seperti ini, maka hukum
- rokok bukan lagi makruh, tapi haram.
- Allah berfirman dalam Al-Qur'an,
- wala tubadir tabir. Jangan kamu
- menghambur-hamburkan hartamu dengan cara
- yang sia-sia. Innal mubabbirina kanu
- ikhwanatin
- waanaitanu lirabbihi kafur. Sesungguhnya
- orang yang suka menghambur-hamburkan
- hartanya ini
- adalah saudara-saudaranya setan. Dan
- setan merupakan makhluk yang ingkar
- kepada Tuhannya. Jadi kita bersahabat,
- bersaudara dengan setan.
- Siapa yang mengatakan bahwa merokok
- bukan menghambur-hamburkan hartanya?
- Kalau ada larangan dalam Al-Qur'an
- seperti ini menunjukkan hukumnya haram.
- setiap perintah yang tidak ada sama
- sekali qarinah dalil yang memalingkan
- perintah tersebut ya maka kata perintah
- ini menunjukkan kepada kepada apa
- perintah sebaliknya apabila ada larangan
- tanpa ada sesuatu
- yang memalingkan dari larangan tersebut
- maka hukumnya haram
- itu merupakan kaidah yang makruf dalam
- ushul fikih
- maka atas dasar ini
- Berdasarkan ayat ini saja sudah haram
- hukumnya. Yang kedua, berbuat kezaliman.
- Allah melarang kita untuk berbuat
- kezaliman. Begitu pula sunah-sunah Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Baik menzalimi diri kita,
- menzalimi orang lain, keluarga kita,
- masyarakat kita. Ini semua merupakan
- perbuatan yang diharamkan Allah
- Subhanahu wa taala. Bahkan Allah
- haramkan kezaliman atas dirinya. Allah
- jadikan kezaliman haram di antara kita.
- Ayat yang melarang kita berbuat
- kezaliman begitu banyak. Hadis Nabi pun
- baik hadis yang langsung Nabi ucapkan
- atau hadis qudsi juga jelas-jelasan
- mengharapkan kezaliman. Ini sudah dua
- perkara.
- Yang ketiga,
- menjerumuskan diri kita ke dalam
- kebinasaan. W tulqu
- walqu ya biidikum ilat tahluka. Jangan
- kalian jeremuskan diri kalian ke dalam
- kebinasaan.
- Rokok ini jelas-jelasan menimbulkan
- kerusakan secara perlahan-lahan.
- Yang seharusnya kita menjaga tubuh kita,
- kita rusak dengan tangan kita, paru-paru
- kita, jantung kita, dan organ-organ
- tubuh kita yang lain juga mengalami
- gangguan. Belum lagi ya harta yang kita
- keluarkan tidak menguntungkan kaum
- muslimin,
- tapi menguntungkan ya konglomerat,
- oligarki
- yang tidak kelihatan kontribusinya untuk
- umat.
- Seandai mereka membayar pajak pun kita
- kan tahu bahwa sebagian pajak ini
- mengalami kebocoran di sana sini. Yang
- diuntungkan pejabat sedangkan rakyat
- hanya mendengar angkanya tapi tidak
- menikmati hasilnya.
- Kalau di luar negeri orang membayar
- pajak tinggi ya mereka betul-betul
- merasakan.
- Merasakan apa? Merasakan juga yang
- merasakan rakyat seluruhnya kan
- merasakan. Saksikan bagaimana keadaan di
- Australia, Islandia Baru ya,
- kesejahteraan bagi mereka-mereka
- orang-orang yang tidak mampu untuk
- bekerja, orang-orang yang tidak memiliki
- sama sekali lapangan pekerjaan, yang
- sakit mendapatkan betul-betul perhatian
- dari negara. Dari membayar pajak pun
- diberikan penghargaan.
- Kesenjangan antara yang kaya miskin
- tidak terlalu jauh, tidak seperti di
- negara-negara yang berkembang. Kita
- saksikan bagaimana perhatian terhadap
- rakyat amat sedikit sekali. Malah kalau
- kita perhatikan rakyat menjadi korban
- ulah perbuatan mereka-mereka yang
- berkuasa. Demikian pula oligarki yang
- berkolaborasi dengan mereka seperti yang
- kita jumpai di mana?
- Kita jumpai di Sumatera
- dan di tempat-tempat lain.
- Baik, Ustaz. Yang satu tadi bagaimana ee
- dulu pernah menyakiti Ibu? Baik.
- Jadi berkaitan dengan apa yang harus
- diingatkan pada anak-anak kita,
- hobi-hobi
- yang merugikan harus diperangi.
- Dan kita harus ingat bahwa kita ini
- bertanggung jawab atas perbuatan yang
- kita lakukan
- dan kelak akan berdiri di hadapan Allah
- dalam kehidupan singkat dalam kehidupan
- dunia dengan hobi-hobi yang kita sukai.
- sebetulnya hanya memberikan kesenangan
- sesaat,
- tapi akan menjadi beban yang berat bagi
- kita di hari kemudian nanti. Oleh karena
- itu, hobi yang negatif, hobi yang
- menyebabkan kita melalaikan kewajiban
- kita kepada Allah, kepada kedua orang
- tua kita, kepada keluarga kita,
- masyarakat kita, itu harus kita perangi.
- Dan hendaknya umat juga bekerja sama.
- Karena berat kalau seandainya apa? Satu
- orang menghadapi cobaan yang begitu
- berat di tengah-tengah regulasi yang
- membiarkan, di tengah-tengah umat juga
- yang gemar melakukan. Sekarang kalau
- kita perhatikan media kita ini banyak
- mengajak kepada kemungkaran. Iklan-iklan
- ke arah pornografi sebagai contoh. Luar
- biasa meraja dengan mudah orang bisa
- mengaksesnya.
- Kemudian ke aplikasi-aplikasi yang
- menyediakan juga kita dapat menginstall
- ya.
- Bahkan
- pertanyaan mengenai usia pun anak kecil
- juga bisa berbohong. Ditanya berapa usia
- kamu disebutkan 30 tahun?
- Mereka tidak akan sama sekali apa tidak
- akan bertanya lebih teliti karena apa?
- Ini merupakan apa? Merupakan pasar yang
- menguntungkan mereka.
- Iya.
- Begitu juga berkaitan dengan pinjol,
- berkaitan dengan judi online, berkaitan
- dengan perselingkuhan. Aplikasinya
- tersedia dengan mudah didapatkan oleh
- setiap orang yang menginginkan.
- Negara yang seperti ini, negara yang
- menghancurkan bangsanya, menghancurkan
- betul-betul apa dan merusak moral
- mereka. Satu bangsa bukan dilihat dari
- kesejahteraan
- secara fisik, tapi dilihat dari moralnya
- dan akhlaknya. Oleh karena itu, seorang
- penyair mengungkapkan misi Rasul yang
- paling utama bahwa satu bangsa itu
- dilihat dari akhlak dan moralnya. Bila
- akhlak dan moralnya rusak, maka bangsa
- tersebut walaupun ada sama dengan tidak
- ada. sedang berjalan menuju kehancuran.
- Jadi, mari kita bantu pemuda-pemudi kita
- agar hidup dalam lingkungan yang sehat,
- opini yang sehat, terbiasa untuk
- mengerjakan yang baik dan diarahkan agar
- hobi mereka itu ke arah yang positif,
- yang baik, yang dapat betul-betul apa?
- Membuat mereka menjadi orang yang
- bertanggung jawab terhadap keluarga,
- terhadap masyarakat, terhadap bangsa dan
- negara. Adapun hobi-hobi yang buruk
- seperti korupsi,
- Heeh. merusak ya yang dilakukan oleh
- para oligarki maupun para pejabat ini
- hobi yang harus diperangi. Kalau
- rakyatnya sadar, umatnya sadar, ini
- semua bisa sekejap dibersihkan.
- Iya.
- Tapi yang menyedihkan ternyata bukan
- hanya yang di atas yang zalim, yang di
- bawah juga kalau punya kesempatan
- berbuat kezaliman. Yang di bawah ini
- punya kesempatan berbuat kezaliman. J
- bagaimana negara kita ini akan bangkit,
- akan berjaya, akan sejahtera, akan hidup
- dalam suasana yang penuh keadilan kalau
- kita gemar berbuat kezaliman dan
- menyukai hobi-hobi yang tidak baik. Oleh
- karena itu, Bapak, Ibu, didik anak kita
- jangan semenjak anak tersebut sudah
- mulai sekolah dan dewasa.
- Tapi dari mulai kecil berikan contoh.
- Sibukkan anak kita arahkan kepada ee
- hobi-hobi yang baik dan sehat. Dalam
- pergaulan mereka dipantau jangan bergaul
- dengan orang-orang yang tidak baik. Tapi
- bergaul dengan orang yang baik, tumbuh
- dalam lingkungan yang baik ini akan juga
- menumbuhkan
- hobi-hobi dan kebiasaan yang sehat dalam
- hati mereka. Tapi kalau sudah SMA,
- perguruan tinggi, baru orang tua mulai
- kalangkabut melihat perlakuan mereka,
- maka Bapak Ibu terlambat dalam masalah
- ini. Mereka sudah betul-betul apa?
- Dewasa.
- Kebiasaan tersebut telah mengakar dalam
- diri mereka. Jadi, mari kita mulai
- pendidikan anak kita. Bahkan dari mulai
- kita memilih pasangan kita.
- Hm. pilih wanita yang salehah. Yang
- perempuan memilih juga suami yang saleh.
- Kemudian di saat berkumpul juga selalu
- betul-betul apa mereka berdoa kepada
- Allah pada saat anaknya lahir juga dari
- mulai kebiasaan biasakan mereka dengan
- lingkungan yang sehat. Mendengarkan
- ayat-ayat Allah juga bicara orang tuanya
- yang baik, ibunya juga yang betul-betul
- bekerja sama bersama suami untuk
- membangun kebaikan. Jangan jeritan,
- teriakan. kemarahan ya bentakan yang
- didengar oleh anak tersebut semenjak
- kecil maka anak tersebut otomatis akan
- mencontoh orang tuanya. Tapi nilai-nilai
- yang baik sebarkan biasakan di
- tengah-tengah lingkungan anak dan
- keluarga kita. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Satu tadi, Ustaz yang
- terlewat. Bagaimana ee jika pernah
- menyakiti ibu di masa lalu membuat
- kesalahan besar kepada ibu? Ustaz
- artinya seorang anak bila menyadari dia
- berbuat kesalahan pada ibunya kan dia
- bisa datang kepada orang tuanya.
- He.
- Apabila masih hidup satu peruntungan
- datang memohon ampun pada orang tuanya,
- memperbaiki kesalahannya. Dia susul
- keburukannya dengan perbuatan yang
- mulia. Dia layani ibunya dengan
- sebaik-baiknya. Yang menyedihkan kalau
- orang tuanya sudah meninggal dunia.
- Maka pada saat orang tuanya meninggal
- dunia, dia masih memiliki harapan.
- hendaknya dia memperlakukan orang-orang
- yang dicintai ibunya dengan perlakuan
- yang mulia. Dia tebus kesalahannya
- dengan perbuatan-perbuatan yang mulia.
- Mengerjakan amalan-amalan saleh,
- berharap pada Allah untuk menjadi
- tebusan dari kesalahannya. Kemudian
- kalau dia memiliki saudara-saudari,
- perlakukan mereka dengan mulia.
- Perlakukan mereka dengan mulia. Begitu
- juga saudara-saudari orang tuanya.
- Semua orang yang menjadi kecintaan orang
- tuanya, perlakukan mereka dengan baik,
- mulia, yang perlu bantuan kita membantu
- mereka, hargai mereka. Ini bentuk taubat
- yang kita harapkan mudah-mudahan ibunya
- di alam baka akan tersenyum gembira
- menyaksikan anaknya yang dulu
- menyakitinya. Setelah dia meninggal
- dunia, ternyata anak tersebut menyadari
- kesalahannya. Dan kita harapkan
- mudah-mudahan rahmat Allah Subhanahu wa
- taala Allah limpahkan pada sang ibu.
- yang hidup di dunia dengan susah payah
- dan rahmat juga pada anak yang bertobat
- kembali pada Allah Subhanahu wa taala.
- Dan saya yakin setiap orang tua
- mengharapkan yang terbaik buat anaknya.
- Saya menjumpai seorang tua ya ibu
- anaknya luar biasa menyusahkan orang
- tuanya.
- Sampai masyarakat dari kesal sama ini
- anak diletakkan di tengah jalan biar
- ditabrak sama mobil. ditabrak sama
- mobil. Tapi ternyata si ibu yang
- menangis-nangis yang luar biasa
- tergopoh-gopo menyelamatkan anak
- tersebut. Ibu tidak pernah menyimpan
- kebencian pada anaknya. Walaupun
- terkadang dia marah, terkadang dia
- mengatakan kata-kata yang kasar, tapi
- setelah itu kecintaan ibu akan terus
- meluap dalam hatinya dan dia tidak dapat
- membenci anak yang dicintai. Oleh karena
- itu, merugikan sekali anak yang memiliki
- kedua orang tua, tapi tidak menghargai
- mereka. Apalagi di saat di hari tua,
- maka hendaknya jaga pesan Allah Taala.
- Dan orang yang memiliki orang tua
- walaupun amalnya ya amalnya tidak banyak
- bahkan dia melakukan dosa dengan
- kebaktian kepada orang tuanya dengan
- mengharapkan rida Allah insyaallah
- dosanya diampuni Allah, diangkat
- derajatnya, dikumpulkan bersama
- orang-orang yang dimuliakan Allah
- subhanahu wa taala. Demikianlah ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah. Mungkin
- jawaban tadi ee bercampur dengan yang
- lain, tapi semua bertujuan untuk
- mengingatkan kita. Dan saya termasuk ee
- anak yang kehilangan ibu semenjak kecil.
- Jadi betul-betul merasakan kerugian dan
- berandai-andai seandainya dia masih
- hidup, kita bisa memperlakukan dengan
- mulia. Tapi rupanya Allah punya kehendak
- lain. Mudah-mudahan Allah ampuni dosa
- kesalahan kita. Allah limpahkan
- rahmatnya kepada kita. Allah jadikan
- kita manusia yang mulia. Mulia terhadap
- hamba-hamba Allah Taala. Baik terhadap
- keluarga kita, masyarakat kita, bahkan
- terhadap lingkungan hidup kita. Kita
- tidak melakukan kerusakan hingga tiba di
- hadapan Allah. Kita tiba dalam keadaan
- orang-orang yang jauh dari perbuatan
- zalim. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa
- taala jadikan bangsa kita, bangsa
- Indonesia ini yang mayoritas beragama
- Islam agar betul-betul menjadi manusia
- mulia hingga tidak mempermalukan agama
- mereka, mempermalukan juga nabi mereka.
- Demikian pula orang-orang yang belum
- mendapatkan hidayah agar Allah berikan
- hidayah agar kita bersatu dalam hidayah
- Allah subhanahu wa taala.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik wal afu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- bersama guru kita Ustaz Husein Alatas
- terkait bagaimana kita memuliakan Ibu
- Ikhwana. Kita doakan ibu-ibu kita semoga
- diberikan kesehatan dan kebaikan dan
- juga kemuliaan ee dari Allah subhanahu
- wa taala. Bagi ibu yang masih ada ya,
- masih hidup dan juga bagi ibu yang sudah
- meninggalkan kita terlebih dahulu semoga
- diberikan ee ampunan ya ee kubur yang
- lapang ustaz ya. Insyaallah ditempatkan
- di tempat yang terbaik pula. Amin.
- Amin. Amin yaabalamin. Dan ikhwanat
- sebelum diakhiri kami sampaikan kembali
- berita duka telah meninggal dunia. Ustaz
- Muhammad Jazir ASP yang merupakan Dewan
- Sya Masjid Jokokarian Yogyakarta.
- Meninggal dunia ee tadi pagi ya pukul
- 5.58 hari Senin ya hari ini 2 Rajab 1447
- Hijriah bertepatan dengan 22 Desember
- 2025. Beliau juga satu tahun terakhir
- ini cukup intens ya bersilaturahim ke
- Rasil memberikan nasehatnya membina
- radio silaturahim. Masyaallah semoga
- beliau Allah ampuni dosa-dosanya dan
- Allah terima amal salehnya dan juga amal
- jariahnya bagaimana beliau
- mengedukasi terutama ee
- pengelola-pengelola masjid di seluruh
- Indonesia membuat peradaban masjid yang
- lebih baik. Ikhwan akhwat kami undur
- diri. Billahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.