Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- hilv Islam yang satu.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- wa ali sayyidina Muhammad. Alhamdulillah
- kita berjumpa lagi hari ini hari Rabu
- tanggal 22 Rabiul Awal 1441 Hijriah atau
- tanggal 20 November 2019. Seperti biasa
- Radio Solotim dan Rasil TV melalui
- YouTube kembali menghanjarkan acara
- keluarga bersama Ustaz Atas, Ustaz Abu
- Bakar Baraja, Hajah Nur eh dan saya
- tentu ya. Eh, kali ini kasus yang masuk
- mengenai kasus perceraian. Yang satunya
- tentang seorang yang dulunya laki-laki
- ee suka nakal dan dia berjanji kepada
- dirinya kalau sampai dia berzina lagi
- dia ingin dia ingin menalak istrinya.
- Nah, dia menanya bagaimana hukumnya ini?
- Kemudian satu lagi seorang istri yang
- bahannya tuh enggak suka sama suaminya.
- Bannya main cerai aja belum punya anak.
- Ana nanti kasusnya akan dibacakan oleh
- Mbak Nuning. Baik, kita mulai acara ini
- dengan membaca al-Fatihah dipimpin oleh
- Ustaz Husin. Silakan.
- [Musik]
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin arrahman.
- Maiki
- [Musik]
- yaumiddin iyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina an'amta alaihim ghairil
- maghdubi alaihim wad
- [Tertawa]
- Alhamdulillah kita sudah baca alfatihah.
- Mun Allah memberkahi kita dan dimudahkan
- segala urusan kita ya. Baik. Ee kasusnya
- akan dibacakan oleh Mbak Nuneng. Tafadol
- Mbak Nuning.
- Terima kasih Mas Krishna. Asalamualaikum
- Ustaz Husein, Ustaz Abu Bakar dan Ikhwan
- Akhwat rahimakumullah.
- Sejak minggu kemarin kita bicara soal
- perceraian.
- Kita memang akan bercerai dengan 2019
- ya. Bisa jadi sampai dengan jelang akhir
- tahun bahas mengenai perceraian ini
- sangat-sangat diperlukan penjelasannya.
- Seperti hari ini, Ustaz. Asalamualaikum.
- Masa muda saya tergolong nakal, suka
- main perempuan. Nah, sewaktu menikah
- saya sumpah dalam batin kalau saya
- berzina lagi maka jatuh talak istri saya
- satu. Subhanallah. sedang berjalan lebih
- dari 27 tahun perkawinan saya. Saya
- berzina dengan teman
- sekantor. Pertanyaannya, apakah sumpah
- dalam hati itu menjadikan jatuhnya talak
- pada istri? Kedua, apakah saya harus
- membayar kafarah untuk menggugurkan
- sumpah saya? Jazakallah. Kemudian yang
- kedua, Ustaz, saya ingin minta cerai
- pada suami. Salah enggak sih? Kalau
- ditanya apa alasannya? Memang tidak bisa
- diungkapkan.
- Cuman 10 tahun pernikahan saya merasa
- tidak nyaman sampai hari ini. Saat ini
- kami memang belum mempunyai anak.
- Apalagi 5 tahun belakangan ini perasaan
- saya bertambah tidak tenang dan selalu
- gelisah. Jika saya teruskan pernikahan
- ini, saya akan tersiksa. Urusan rumah
- tangga istri semua yang tanggung. Cuma
- kadang-kadang suami bayarin. Ternyata
- Ustaz cinta saja tidak cukup ya, tidak
- cukup kuat untuk bertahan.
- Jadi, apakah saya harus berani minta
- cerai atau saya bertahan saja sampai
- Allah yang menentukan? Terima kasih.
- Iya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil
- alamin. Hamdan katsiran thyiban
- mubarokan fih kama yuhibuna waard.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad. Subhanaka la ilma lana illa ma
- alamtana innaka antal alimul
- hakim. Wala haula wala quwwata illa
- billahil aliyil
- adzim. Rbana zidna ilman wa alhikna
- shihin. Amma ba'du. Ikhwan akhwat
- pendengar pemirsa yang dirahmati Allah.
- Begitu pula ikhwan kita yang menemani
- kita pagi hari ini, Ustaz Abu Bakar
- Baraja, Ustaz Muhammad Krishna, Ustazah
- Nuning atau Hajah Nur. Begitu pula Ondi
- dan semua rekan yang menemani kita di
- studio pagi hari ini. Salamullahualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Menjawab pertanyaan
- pertama.
- Seorang
- laki-laki berumah tangga selama 27
- tahun. Dia sebelumnya pernah
- bersumpah di dalam
- hatinya karena kebiasaan dia sebelumnya
- yang gemar melakukan perbuatan zina,
- suka bermain perempuan. Maka dia
- bersumpah kalau sampai setelah dia
- menikah dia berzina maka jatuh talak.
- Ini namanya talak bersyarat. Talak
- bersyarat. Bersyarat. Seperti seorang
- laki-laki mengatakan, "Kalau kamu keluar
- dari pagar rumah jatuh cerai." Itu
- namanya talak bersyarat. Bersyarat. Nah,
- talak semacam ini tidak
- sah. Talak semacam ini tidak sah. Tidak
- sah. Karena kita telah pelajari
- sama-sama
- bahwasanya talak harus ditempatkan pada
- tempatnya. Sebagaimana yang Al-Qur'an
- sebutkan ditempatkan pada tempatnya
- dengan
- pertimbangan. Kalau orang memulai
- pernikahan membutuhkan betul-betul
- persyaratan ya dan beban yang begitu
- besar apalagi mengakhiri kehidupan rumah
- tangga. Oleh karena
- itu apabila seorang
- laki-laki mengucapkan cerai bersyarat
- ini tidak
- sah. Tapi kata cerai itu baru dianggap
- sah di saat dia mengucapkan tegas saya
- ceraikan kamu. Kemudian ucapan tersebut
- dijatuhkan pada saat si istri dalam
- keadaan suci belum digauli. Bukan pada
- saat suci yang pernah digauli. Bukan
- pada saat datang bulan.
- Kemudian begitu akan berakhir masa
- idahnya menghadirkan dua orang saksi.
- Ini persyaratan yang ditetapkan oleh
- Al-Qur'an sebagaimana yang terdapat
- dalam surat thalaq. Ya ayyuhalladzina
- amanu idza thaqtumunisa fatliquunna
- liiddatihin. Kemudian pada ayat
- berikutnya faid balagna ajalahun
- faamsikunna
- brufinna bruf waidum.
- Artinya diperintahkan untuk menghadirkan
- dua orang saksi yang adil. Nah, apabila
- cerai
- dijatuhkan tidak memenuhi syarat, sama
- dengan orang yang akan masuk ke dalam
- salat tanpa berwudu.
- Atau orang salat sebelum waktunya.
- Katakan subuh waktunya jam .00, dia
- salat jam .00. Walaupun niatnya baik,
- tapi tetap tidak sah. Begitu juga cerai
- yang dijatuhkan bukan pada tempatnya.
- Apabila syarat dan sebabnya tidak
- terpenuhi, maka hukumnya tidak apa?
- Tidak berlaku. Oleh karena itu, bagi
- saudara kita tadi yang mengucapkan
- sumpahnya pada saat dia menikah, "Kalau
- saya berzina ya sebagaimana kebiasaan
- sebelumnya maka jatuh talak. Talak ini
- tidak sah, tapi sumpahnya wajib
- digugurkan dengan membayar kafarah."
- Berapa tuh, Pak? Nah,
- kafarahnya dia bisa melepaskan budak
- puasa. Puasa ya sebanyak
- apa? Hah? Sebanyak apa? Sebanyak 3 hari.
- Atau memberikan makan 10 orang miskin.
- Fakaatuhuamu asar
- masakin austimuna
- ahlumuhum tahriq.
- berikan makan ya ee 10 orang miskin atau
- berpuasa 3 hari atau melepaskan budak.
- Jadi yang tersedia di hadapan kita
- karena masa perbudakan telah berlalu.
- Memberikan makan 10 orang miskin atau
- berpuasa selama 3 hari. Selama tiga ha 3
- hari. Salah satunya saja. Iya boleh
- salah satunya. Karena ada pilihan di
- sini yaitu amu asyarati masakin.
- Memberikan makan 10 orang miskin dari
- kebiasaan yang kita makan. berarti
- ukurannya berbeda-beda tergantung
- kebiasaan kita kan atau memberikan atau
- berpuasa selama 3 hari atau melepaskan
- budak. Jadi yang ada tersedia pada saat
- ini dua hal tadi. Memberikan makan 10
- orang miskin atau berpuasa selama 3
- hari. Dalika kafaratu aimanikum id
- haftum. Itulah merupakan kafarah dari
- sumpah kalian di saat kalian bersumpah.
- Mau kasih uang makan boleh ngasih uang
- aja untuk beli makanan. Beritahukan
- mereka bahwa ini apa namanya? Untuk
- kafarah saya. Baik untuk beli pakaian
- mereka. Alangkah indahnya kalau belikan
- pakaian juga berikan makan juga. Itu
- faman tatawa khairon fahua khairullah.
- Walaupun salah satunya cukup tapi kalau
- dia mampu mengapa tidak
- dua-duanya? Jadi sumpahnya wajib untuk
- kafarah tapi cerainya tidak jatuh.
- Karena masalahnya ini masalah
- pelanggaran ya. Pelanggaran. Ya, itu
- berkaitan dengan zina. Dan yang wajib
- pertama dilakukan dia bertobat kepada
- Allah, berjanji untuk tidak
- mengulanginya, menyesali perbuatannya.
- Ini yang paling utama untuk dibahas.
- Bertobat setelah itu dia membayar
- kafarah, tidak mengulangi perbuatannya
- kembali semoga Allah menerima
- taubatnya. Adapun cerainya tidak sah
- cerainya. Karena ini bukan berhubungan
- dengan sebab-sebab ya yang mengharuskan
- terjadinya perceraian. Sebagai contoh,
- seorang dalam keadaan mabuk menceraikan
- istrinya. Jatuh apa tidak? Sebetulnya
- tidak jatuh. Tapi sebagian fuqaha
- mengatakan jatuh tujuannya untuk
- menghukum orang yang mabuk. Nah, ini
- kesalahan besar. Yang mabuk hukumannya
- ada. Kenapa harus dilibatkan istri sama
- anaknya? H.
- Jadi jangan satu kesalahan ya ternyata
- apa melibatkan orang-orang yang tidak
- berdosa. Kalau dia menceraikan istrinya
- atau cerainya dianggap jatuh, istri dan
- anak menjadi korban. Betul gak? Oleh
- karena itu dia yang mabuk dikenakan
- hukuman ya dikenakan takzir tapi istri
- anak tidak sama sekali dilibatkan dalam
- perbuatan yang tidak mereka lakukan.
- Jadi si laki-lakinya bisa aja masih
- sayang sama istrinya. dia baik ya, cuma
- dia tidak mampu meninggalkan kebiasaan
- minum. Nah, pada saat dia mabuk tanpa
- dia sadar mengucapkan kata cerai, kita
- tahu bahwasanya orang yang bersumpah
- tidak dengan hatinya saja sumpahnya apa?
- Dianggap tidak apa? Tidak melahirkan
- atau tidak mengharuskan dirinya untuk
- membayar kafarah. La
- yuakidukumullah bilagwi fianikum. Allah
- tidak menghukum kalian pada sumpah
- kalian yang tidak sungguh-sungguh.
- Terdapat dalam surah Al-Baqarah.
- Demikian pula dalam suratul Maidah. Jadi
- orang yang mabuk kalau menceraikan
- istrinya di luar kesannya tidak jatuh.
- Tapi fuqaha terkadang merasa lebih
- daripada Allah Taala. Jatuh sebagai
- pelajaran supaya dia tidak mengulangi
- apa namanya ee kebiasaannya
- minum-minuman keras. Ini berarti kita
- melibatkan istri anak yang tidak
- berdosa dalam kesalahan yang dilakukan
- oleh suaminya. Jadi berkaitan dengan
- sumpah Bapak tadi ya, bahwa kalau
- seandainya saya berzina kembali jatuh
- cerai, zina yang Bapak lakukan dosa.
- Bapak mohon ampun kepada Allah. Oleh
- karena itu tidak apa tidak sama sekali
- dibenarkan melibatkan urusan rumah
- tangga yang tidak ada sangkut pautnya.
- Karena orang berzina tidak serta-merta
- apa? Memutuskan hubungan dan ikatan
- suami is istri. Jadi, Anda bertobat,
- mohon ampun kepada Allah Subhanahu wa
- taala, bayar kafarah dan jangan
- ceritakan dosa Anda kepada orang lain.
- Itu yang paling penting. Dan
- mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala
- membimbing Anda untuk bertobat,
- memperbaiki diri. Karena menikmati
- sesuatu yang haram ternyata tidak
- seindah seperti yang
- dikhayalkan. Menimbulkan kegelisahan,
- keresahan, rasa malu. Betul gak? Jadi
- kembali kepada Allah.
- sadari bahwa perbuatan ini betul-betul
- amat merugikan. Kalau kita tidak
- bertaubat, maka di hari kemudian nanti
- kita akan menghadapkan menghadapi hisab
- yang berat. Dan jangan bercerita kepada
- siapapun termasuk kepada istri Anda agar
- tidak
- menimbulkan flek dalam hatinya yang
- membuat nanti akhirnya sikap dan
- perlakuannya berubah terhadap Anda. Jadi
- bertobatlah kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Adapun pertanyaan yang
- kedua, seorang ibu mengatakan ternyata
- cinta tidak
- cukup. Setelah sekian lama berumah
- tangga, mulai dia merasakan kejemuan
- bersama suaminya. Mungkin karena peran
- dia lebih besar dari suami. Bisakah dia
- memohon perceraian? Karena hari demi
- hari dia merasakan penderitaan dan tidak
- merasakan betul-betul apa? Hubungan yang
- harmoni di antara suami dan
- istri. Memang cinta saja. tidak cukup.
- Karena cinta itu berhubungan
- dengan wajah, kecantikan dan penampilan.
- Sedangkan semua ini kan mudah sekali
- pudar. Ada masanya dalam keadaan ya
- bagaikan bunga yang bagaimana? Bunga
- yang sedang mekar, bersemi dan mekar.
- Tapi tidak lama kemudian seperti bunga
- melati pagi harinya berjatuhan dan
- berserakan.
- Itulah cinta pada bentuk dan rupa. Oleh
- karena itu, kalau seorang wanita melihat
- laki-laki hanya dari penampilan dan
- rupanya, begitu pula laki-laki melihat
- wanita dari penampilan dan rupa,
- ketahuilah bahwa itu bukan merupakan
- usaha mereka. Itu merupakan anugerah
- Allah untuk mereka yang patut mereka
- syukuri. Tapi yang kembali pada usaha
- mereka, akhlak, perilaku, tanggung
- jawab, amanat ini yang akan menumbuhkan
- rasa cinta.
- Oleh karena itu, hubungan yang semakin
- hari semakin mendingin kalau dasarnya
- hanya kecintaan kepada rupa, kepada
- penampilan memang merupakan hal yang
- mudah sekali untuk pudar dan sirna.
- Berpacaran selama 10 tahun, bercerai
- selama 1
- bulan itu wajar. Kenapa? Karena
- sehari-sehari, sehari-sehari apa?
- Sehari-shari keindahannya telah mereka
- hisab selama 10 tahun. Begitu mereka
- menikah selama 1 bulan mereka jemu.
- Kenapa? Karena sehari-sarinya telah
- habis. Baikan tembuh ya yang telah
- diambil sehari-sarinya tertinggal
- ampasnya. Nah, kalau orang berumah
- tangga dengan apa? Dengan ampas
- kehidupan, bagaimana mungkin mereka akan
- merasakan kenikmatan? Beda dengan
- laki-laki yang bertemu tanpa berpacaran
- sebelumnya. Mereka berkenalan. Setelah
- itu mereka menikah dalam keridaan Allah,
- memohon bimbingan dan tujuan
- petunjuknya. Dan mereka berumah tangga
- dengan betul-betul tujuan yang mulia
- untuk membentengi diri mereka. Nah,
- orang seperti ini dengan mudah akan
- mendapatkan bimbingan petunjuk dari
- Allah karena niat yang
- baik. Hari demi hari kecintaan di antara
- mereka bukan hanya sebatas cinta
- diiringi dengan rahmat. Walaupun istri
- semakin tua, laki telah betul-betul
- period, ternyata rasa rahmat di hati
- mereka dan cinta bukan berkurang, tapi
- semakin tumbuh bahkan semakin sulit
- dipisahkan di antara mereka. Satu pergi,
- yang satu mencari dan penuh
- kerinduan.
- Jadi sekarang Ibu melihat kalau ibu
- berumah tangga bersama suami ibu, ibu
- tidak dapat melayani suami dengan baik.
- Kemudian ibu takut kalau sampai ibu
- melakukan perbuatan yang tidak benar.
- Ya, dalam hal ini ya ibu istikharah
- mohon petunjuk kepada Allah. Saya tidak
- tahu bagaimana kondisi rumah tangga yang
- sebenarnya. Tapi bagi seorang wanita di
- saat dia takut tidak mampu menjalankan
- kewajiban dia sebagai istri, tidak mampu
- betul-betul untuk menjadi ibu yang baik,
- Allah berikan
- kesempatan untuk mohon berpisah dari
- suaminya. mohon berpisah dari
- suaminya. Kalau laki-laki mempunyai hak
- cerai, wanita mempunyai hak
- khuluk. Khuluk artinya mohon agar
- dirinya dilepaskan dari ikatan
- pernikahan. Ini pernah terjadi pada masa
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam. Seorang wanita, saya
- tidak sebutkan namanya datang kepada
- Rasulullah mengatakan, "Ya Rasulullah,
- inni akrahul kufro ba'dal Islam. Saya
- takut saya ini terjerumus dalam
- kekafiran. Setelah saya masuk ke dalam
- Islam, saya tidak membenci suami saya.
- Karena apa? Karena agamanya dan
- akhlaknya. Dia suami yang baik,
- agamanya, akhlaknya cukup
- baik. Tapi saya merasa setiap kali suami
- saya berjalan di tengah-tengah pria, dia
- orang yang terburuk.
- Rupanya orang yang tidak menarik.
- Jadi saya takut kalau sampai saya terus
- begini, saya takut terjerumus nanti
- dalam kekafiran arti berbuat zina,
- berbuat yang tidak di mata mereka orang
- yang berzina itu ya zina itu identik
- dengan
- kekafiran. Karena Allah mengatakan dalam
- Al-Qur'an, azzani la yankihu illa
- zaniyatan musyrikah. Wazaniyatu la
- yangihuha illa zanin musyrik. Seorang
- penzina dia tidak akan berzina kecuali
- dengan penzina seperti dirinya atau
- wanita musyrik. Begitu pula
- sebaliknya. Rasulullah mengatakan, "Kamu
- siap tidak mengembalikan kebun yang
- diberikan suami kamu kepada
- kamu sebagai
- mahar." Dia bilang, "Siap, ya
- Rasulullah." Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam ya panggil suaminya
- kembalikan kebun yang digunakan oleh
- suami sebagai mahar. Kemudian dipisahkan
- di antara keduanya. Rupanya wanita ini
- menerima lamaran dari pria yang tidak
- menarik rupanya. hanya karena melihat
- kebunnya. Setelah mereka berumah tangga,
- ternyata kebunnya tidak mampu untuk
- mengisi apa? Tidak mampu untuk mengisi
- kekosongan jiwanya. Kebunnya di luar,
- sedangkan jiwanya apa? Oleh karena itu
- dia menyesali tapi dia siap
- mengembalikan mahar yang pernah
- diberikan suaminya
- kepadanya. Nah, begitu juga ibu. Suami
- ibu waktu menikah dengan ibu dia
- memberikan mahar. Mahar di sini bukan
- hanya yang tertulis di mana? Di kertas.
- Di apa? catatan perkawinan 50 atau
- Rp100.000. Tapi bawa-bawaan yang
- sifatnya apa? Bawa-bawaan juga yang
- sifatnya ee dalam keadaan tetap. Adapun
- bawaan dalam bentuk uang yang untuk
- perkawinan istri enggak wajib
- mengembalikan karena dinikmati bersama.
- Tapi emas ya katakan yang dihadiahkan
- atau katakan rumah kalau diberikan itu
- dikembalikan kepada suami kalau dia
- ingin mohon untuk dipisahkan dari
- suaminya supaya suaminya bisa menikah
- menikah lagi. Kecuali kalau akibat
- KDART, si laki-laki menganiaya istrinya,
- istri mohon dipisahkan, si istri tidak
- wajib mengembalikan apa yang diberikan
- suami. Karena ee percahaya ini
- diakibatkan oleh perbuatan suami yang
- melakukan tindakan kekerasan. Tapi kalau
- suami tidak melakukan tindakan
- kekerasan, tidak berbuat aniaya, istri
- merasa tidak nyaman hidup berumah tangga
- bersamanya, maka istri bisa mengajukan
- permohonan untuk dipisahkan dari
- suaminya.
- Setelah dilihat dan ditanya sebabnya
- apa. Jadi sebab perceraian kalau memang
- dari istri bukan karena perbuatan aniaya
- suami, maka istri ya yang memohon untuk
- dipisahkan dan diputuskan hubungan
- dengan suaminya, dia mengembalikan apa
- yang pernah diberikan suaminya dalam
- bentuk bahan, barang-barang berharga.
- Ini merupakan jalan keluar yang Allah
- berikan. Allah sebutkan dalam Al-Qur'an.
- maratan
- brufinhun bisan setelah itu Allah
- katakan w yahu lakum
- mimmaumun w
- yahuakumudu
- mimmaitumun illaak yuqima
- hududallahum alla yuqima hudud fala
- junaha
- alaihima fala junaha alaihima ftadat bih
- tilka hududullahi falaha
- Talak itu sebanyak dua kali ya, dua kali
- yang bisa kembali ya. Setelah itu dia
- menarik istrinya dengan cara yang baik
- dan tujuan yang baik. Rujuk untuk
- memperbaiki rumah tangga mereka dengan
- niat yang tulus atau dipisahkan dengan
- cara baik-baik. Begitu dipisahkan dengan
- sendirinya tidak akan dapat kembali
- sampai si wanita menikah dengan pria
- lah. Setelah itu Allah
- tegaskan, wala yahillu lakum anzu
- mimmaitumuhun. Dan tidak dihalalkan bagi
- kalian berarti haram seorang laki-laki
- suami mengambil apa yang pernah
- diberikan kepada istrinya.
- Ya, kalau dia ceraikan istrinya, haram
- baginya mengambil apa yang pernah
- diberikan kepada istrinya. Illa an yakla
- yuqima hududallah. Kecuali kalau sebab
- perpisahan itu kembali kepada wanita ya
- yang takut tidak mampu untuk menjalankan
- hukum Allah menjadi seorang istri yang
- baik, ibu yang baik, maka fala junah
- faum yuqim hududallah. Kalau kalian
- takut, mereka berumah tangga tidak mampu
- untuk menjalani hukum Allah dengan
- sebaik-baiknya, fala junah alaihi
- maftadat bih, maka tidak ada sama sekali
- apa? Ee tidak ada halangan bagi
- keduanya. Mereka tidak bersalah kalau si
- wanita menebus dirinya dengan
- mengembalikan mahar yang pernah
- diberikan. Tilka hududullah itu
- merupakan ketetapan dan batas yang telah
- ditetapkan oleh Allah. Wamataadda
- hududallah faulaika humalimun.
- Siapa-siapa yang melampaui melanggar
- batas yang telah ditetapkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala, maka mereka adalah
- orang-orang yang zalim. Nah, ini ee bisa
- dilihat dalam suratul baqarah biar apa
- namanya? Lebih jelas lagi ayatnya dan
- bisa ee apa namanya menjadi pegangan
- buat siapa namanya? Buat kita semua.
- Saya ingin
- betul-betul agar orang dalam menerima
- hukum itu bukan atas dasar ee bukan atas
- dasar apa namanya kebodohan atau
- ikut-ikutan, tapi betul-betul dengan
- dasar pengetahuan
- memiliki
- ee dasar yang cukup kuat kembali kepada
- kitab Allah Subhanahu wa taala.
- Ee begitu pula kepada sunah-sunah
- nabinya seperti yang tadi telah kita ee
- sebutkan yaitu ayat 229 dari suratul
- baqarah. 229 229
- 229 dari suratul baqarah. Silakan
- diperiksa. Jadi seorang
- wanita kalau tidak mampu untuk
- menjalankan hukum Allah ya melayani
- suaminya dengan baik, menjadi ibu yang
- baik ya atau tidak lagi merasakan ee
- kebahagiaan, kenikmatan dalam rumah
- tangganya. Dia ingin berpisah, dia dapat
- menebus dirinya. Kalau sebab perpisahan
- tersebut bukan kembali kepada perbuatan
- suami, tapi kalau suami melakukan
- tindakan kekerasan, perbuatan aniaya,
- lalu istri minta bercerai, suami
- mengatakan, "Kembalikan apa yang saya
- pernah berikan itu tidak dibenarkan
- dalam agama." Berarti di sini Allah
- mempertimbangkan apa? Mempertimbangkan
- kondisi istrinya ya, tidak seperti agama
- yang lain yang melarang untuk bercerai.
- Akhirnya membuat seorang wanita bisa
- berselingkuh dengan pria yang disukai.
- Si laki-laki juga berhubungan dengan
- wanita-wanita di luar apa? Di luar
- wanita yang dihalalkan Allah. Tapi Islam
- bertindak, bersikap secara
- realistis. Hak istri diberikan untuk
- berpisah, tapi hak suami juga apa?
- Dilindungi. Karena kalau seorang wanita
- tiap kali dia enggak suka dia minta
- berpisah dari suaminya, akhirnya
- perempuan-perempuan dapat menggunakan
- cara seperti ini untuk apa? Untuk
- menikahi pria-pria yang kaya,
- berkedudukan. Setelah itu apa? Setelah
- dia menerima maharnya, kemudian dia
- minta untuk
- berpisah. Akhirnya laki-laki akan
- menjadi korban. Tapi kalau wanita tidak
- diberikan hak untuk berpisah dari
- suaminya padahal sudah merasakan
- penderitaan dalam rumah tangganya, maka
- ini juga perbuatan zalim terhadap
- wanita. Jadi laki-laki haknya
- dilindungi, wanita juga dilindungi. Nah,
- kita harapkan mudah-mudahan tidak
- terjadi perceraian. Kalau
- terjadi serupa dengan seorang yang
- giginya satu, kenapa? Dalam keadaan
- infeksi, dokter mengatakan kalau
- dibiarkan dia akan meradang ya dan
- menyebabkan gigi yang lain juga
- mengalami kerusakan dan tidak mungkin
- lagi untuk dirawat baru dicabut. Tapi
- kalau masih bisa dirawat, masih bisa
- ditambal, walaupun ditambal jauh lebih
- baik daripada gigi palsu ya yang tidak
- akan menyatu dengan manusia. Tapi kalau
- gigi yang Allah berikan subhanallah ikut
- menikmati makanan yang kita punya. Betul
- gak? Ikut merasakan penderitaan kita
- sebagaimana nikmatnya ikut juga
- merasakan penderitaan kita. Tapi kalau
- gigi-gigi palsu ini tidak merasakan
- nikmat yang Allah berikan, tidak
- merasakan juga
- apa? Tidak merasakan juga derita yang
- kita rasakan.
- Jadi dalam hal ini dengan sendirinya
- kalau memang bisa dirawat, diperbaiki,
- dirawat,
- diobati, kalau menimbulkan bahaya bagi
- gigi yang lain baru kita cabut. Berarti
- perceraian itu merupakan jalan akhir.
- Jadi, ibu lihat, seandainya ibu merasa
- bahwa ibu tidak lagi mampu untuk
- menjalankan ee kewajiban sebagai istri
- yang baik, bertakwa kepada Allah,
- merasakan derita, keresahan, takut
- berbuat yang tidak-tid, ibu bisa
- mengajukan
- gugatan dan permohonan untuk dipisahkan
- dari suami. Tapi sebelumnya istikharah
- dulu,
- bermusyawarah, lihat bisa tidak kondisi
- Bapak Ibu diperbaiki. Mungkin ibu
- menginginkan suami ibu berubah dari satu
- sisi, bisa berikan nasihat padanya. Ibu
- enggak mampu untuk menyampaikan
- langsung, ibu minta kepada orang yang
- bisa dipercaya dari keluarganya untuk
- memberikan masukan. Karena kadang-kadang
- terjadi kebuntuhan di antara pasangan
- suami istri karena istri menyampaikan
- keinginannya terkadang tidak mampu untuk
- mengungkapkan lahir salah paham dari
- pihak suami. Akhirnya masalah yang kecil
- sebetulnya dapat diselesaikan dengan
- mudah karena kesalahpahaman dan
- miskomunikasi mengakibatkan akhirnya
- terjadi kerusakan yang fatal. Wallahuam.
- Subhanallah. Luar biasa sekali. Jadi
- tidak ada yang tidak diatur dalam Islam.
- Semuanya ada pegangannya dan
- insyaallah ada rida di sana kalau memang
- itu yang harus dilakukan.
- Bagaimana saran dari psikolog kita,
- Ustaz Abu Bakar? Mari kita simak.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sin
- Krisna
- dalam Allah itu
- adil. Keadilan itu akan memberikan
- kebahagiaan kepada
- makhluknya. Keadilan itu akan dirasakan
- kepada
- hamb-Nya ketika hambanya benar-benar
- menerima keadilan tersebut.
- Begitu indahnya keadilan yang Allah
- berikan kepada setiap
- makhluknya. Begitu
- serasinya ciptaannya Allah. Sehingga
- tidak ada satuun yang merasa
- dirugikan. Ketika aturan-aturan itu
- benar-benar berjalan dengan pas dan
- tepat.
- Semua ciptaan akan ada
- guiding-nya, ada petunjuknya, ada
- aturan-aturannya. Kita menciptakan
- sesuatu pun pasti akan memberikan
- aturan-aturannya. Ketika melanggar
- sedikit saja dalam aturan,
- maka kita akan merasakan itu sendiri.
- Ciptaan kita pun akan terjadi sesuatu
- yang tidak menyenangkan.
- Begitu indahnya, adilnya Allah,
- ciptaannya Allah, semuanya tersebut
- hanya satu yang kadang kita tidak mampu
- mengendalikan sehingga kita keluar
- daripada keadilan Allah.
- kita keluar. Kita ingin memaksakan
- diri melakukan sesuatu yang
- bukan kita inginkan, yang bukan kita
- butuhkan, tapi kita memaksakan diri.
- Dorongan-dorongan biologis tersebut yang
- terjadi pada saat itu, itu bukan
- kebutuhan ketika kita melihat yang lain.
- Itu hanya dorongan-dorongan memaksakan
- diri. Dorongan memaksakan diri inilah
- yang kadang-kadang kita keluar dengan
- keadilan dalam diri kita. Kita
- mengeluarkan diri kita sendiri.
- Perbuatan-perbuatan yang kita tidak
- sukai itu merupakan paksaan diri,
- dorongan-dorongan diri. Ketika kita
- lapar, haus, ketika melihat air
- minum, kemudian kita mengambil tanpa
- peduli siapa
- punya. Karena dorongan kita sudah tidak
- mampu lagi kita kendalikan.
- kita paksakan dan kita tidak mampu lagi
- mengatakan siapa
- punya bolehkah saya meminta sudah tidak
- mungkin lagi kita berpikir karena kita
- memaksakan proses dalam diri kita
- tersebut. Memaksakan ini itu yang akan
- terus meningkatkan diri kita untuk terus
- menuntut menuntut menuntut menuntut.
- Jadi ketika kita mencoba untuk lepas
- dari keadilan Allah, maka kita akan
- terus dituntut untuk berbuat sesuatu
- yang tidak
- adil. Begitu pula kalau kita benar-benar
- yakin dan benar masuk kepada proses
- keadilan Allah, maka kita akan terus
- dituntut untuk terus berjalan di jalan.
- Bagaimana kita mampu untuk mengendalikan
- seperti ini?
- Perasaan kita
- pun menjadikan satu kekuatan di mana
- kita mampu berada di dalam posisi itu.
- Tidak adil atau yang
- adil. Kita perasaan kita sudah berasa
- merasa bahwa perbuatan yang tidak adil
- tersebut, perbuatan yang tidak baik
- tersebut, perbuatan yang menyiksa diri
- kita itu sudah menyatu dengan perasaan
- kita, maka dorongan itu akan terus
- berjalan.
- dorongan itu akan terus menjalan. Sudah
- 10 tahun saya
- meninggalkannya, sudah sekian tahun saya
- meninggalkannya. Tapi kenapa kok bisa
- muncul? Kenapa kok bisa kita kembali
- lagi? Karena pada saat itu kita hanya
- menegaskan apalagi kita cuman
- berjanji tapi kita tidak pernah
- melakukan sesuatu.
- kita lupa perbuatan-perbuatan yang kita
- sudah lakukan. Apa yang kita
- lakukan? Kita
- mendekati. Kita berusaha mendekati,
- mendekati, mendekati. Bagaimana kita
- tidak beralih, beralih, beralih ini yang
- menyebabkan kita kembali lagi. Maka
- ketika tadi dikatakan oleh Ustaz Husin,
- ketika kita bertobat maka kita berjanji.
- Kata janji ini yang sering sekali kita
- ucapkan tapi tidak masuk ke dalam
- pikiran, tidak masuk ke dalam akal kita.
- Kita hanya berjanji, "Ah, saya bertobat.
- Pokoknya kalau saya melakukan ini, saya
- akan begini. Kalau begini muncullah
- proses-proses yang disebut tadi bahwa
- kita bingung, akhirnya kita mengalami
- kebingungan tidak ada jawaban, maka kita
- tidak bisa melakukan keadilan
- lagi.
- berjanji mengatakan bahwa saya tidak
- akan melakukan lagi
- benarkah adilkah
- kita ketika kita keluar saya tidak mau
- makan sambal
- lagi. Ketika apa?
- Ketika lagi makan kita lupa. Tapi ketika
- kepedesan, sudah habis sambalnya, kita
- kepedesan, perut sakit baru kita
- janji. Waktu ngelihat
- sambal, apa yang terjadi di dalam
- pikiran kita? Oh, ini kalau enggak pakai
- sambal enggak nafsu makan kita. Kita
- lupa dengan sakit perut.
- perbuatan negatif. Seorang yang
- katakanlah ee terjangkit
- narkoba ketika dia mengatakan waktu saya
- melakukannya saya
- nikmat. Karena nikmatnya sudah ada di
- dalam pikirannya dia, maka nikmat itu
- akan tersimpan.
- dia akan menyimpan,
- berhenti, menunggu munculnya stimulus
- baru yang akan dilakukan
- lagi. Maka ketika dia melakukannya, dia
- rasakan nikmat itu. Setelah itu dia
- menyesali. Setelah itu dia menyesali.
- Maka proses kata waktu kita menikmati,
- maka nikmat itu akan terus memanggil
- kita makanan apapun, perbuatan apapun
- ketika kita menyukainya,
- menyenangkannya, maka dia akan terus
- memanggil, meminta, menyuruh, mendorong
- untuk melakukan kembali. Maka kata
- nikmat perbuatan
- apapun ketika kita mampu menikmatinya
- maka nikmat itu akan terus mendorong
- kita. Oleh karena itu, ketika kita
- mencoba untuk
- beralih, peralihan kita, apakah kita
- sudah bisa menikmatinya? Ketika kita
- beralih mampu menikmatinya, maka yang
- lama akan
- tergeser. Yang lama akan
- tergeser. Ken nikmat yang lama itu terus
- muncul karena ada beberapa proses
- kenikmatan yang tidak akan bisa
- dilupakan meskipun itu tidak baik.
- Itulah yang mengikat sehingga kita
- munculkan
- kembali perbuatan-perbuatan negatif
- kita, perlakuan-perlakuan negatif kita.
- Karena kita sudah menyimpan
- itu. Simpanan inilah yang harus kita
- buang. Simpanan inilah yang harus kita
- singkirkan sehingga kita mampu untuk
- berjalan di jalannya yang benar. Ketika
- kita melakukan langsung kita melihat
- menikmatinya. Apa perbuatan baik itu
- nikmat enggak buat
- kita? Begitu bersama
- dengan istri yang Allah sudah
- benarkan, namun apa yang terjadi? Sudah
- biasa aja.
- Berbeda dengan perbuatan yang lain. Yang
- pernah
- terbayang, oh kalau ini selesai sudah
- cuman menikmati sesaat itu. Maka
- muncullah proses itu
- mendorong. Oleh karena itu, kembali
- kepada proses di mana kita kuatkan diri
- kita. Kita benar-benar berani menyatakan
- bahwa apa yang kita lakukan itu tidak
- nikmat.
- Kecuali kalau kita sudah sakit, perutnya
- akut, maka dengan paksa kita melihat
- sambal sudah mengatakan apa? Ini yang
- merusak diri
- saya. Karena kita sudah
- akut. Apakah kita menunggu sesuatu yang
- sudah akut
- dulu?
- Tidak. Tentu tidak. Mulai saat ini,
- mulai saat ini
- benar-benar sesuatu yang pernah kita
- tidak sukai, sesuatu yang kita tidak
- senangi. Katakan bahwa itu merusak diri
- kita. Masukkan ke dalam. Ketika kita
- melakukannya, kita katakan itu tidak
- enak.
- Dan kita berani mengatakan bahwa ini
- bahaya dan kita mampu melihat, merasakan
- nikmat itu menjadi tidak nikmat. Tetapi
- sesuatu yang baik itu adalah sesuatu
- yang
- nikmat. Perasaan itulah yang bisa
- memunculkan ketika kita mencoba untuk
- merasakan.
- Pertanyaan yang kedua, apakah kita tidak
- bisa
- merasakan suami saya merasakan bahagia
- dengan suami saya? Karena kebahagiaan
- kita tidak ada di dalam. Kalau kita
- menikah karena paksaan, karena kita
- tidak terasakan apa-apa, mampu kita
- membalikkan rasa itu menjadi kebaikan
- kalau benar-benar kita rasakan.
- Tapi kalau kita sudah terbayang,
- terobsesi yang obsesi itu sudah mengikat
- pada kita dan kemudian kita tidak nyaman
- apalagi suami kita tidak pernah
- memberikan sesuatu yang membuat diri
- kita
- bahagia. Melihatnya sudah enggak bahagia
- apalagi memberikan sesuatu yang membuat
- ketakutan diri kita, membuat tidak
- nyaman diri kita. Allah berikan keadilan
- buat diri kita. Kalau itu yang terjadi,
- bagaimana ketika kita menikahnya?
- Bagaimana kita memulainya untuk di
- jalannya?
- Ketika kita menikah benar-benar terjadi
- sesuatu yang benar Allah ridakan, maka
- perjalanan itu akan terus mengalir.
- Sedikit dua sedikit insyaallah akan
- tergeser. Kembali kepada ketika kita
- benar-benar ingin bahagia, rasakan
- nikmati kebahagiaan itu. Nikmati apa
- yang terjadi pada kita.
- Kebaikan-kebaikan yang kita lakukan.
- nikmati. Ketika kita benar-benar
- melakukan nikmat pada saat kebahagiaan
- itu, ketika kita mau melakukan
- perbuatan, kita enggak suka sama suami,
- katakan itu bukan diri
- saya. Kita harus lepaskan ke rasakan,
- cari. Saya sering
- menyampaikan cari kepada pada suami kita
- yang kita senangi. Cari kepada sesuatu
- yang kita
- sukai.
- Enggak ada sama
- sekali. Ya Allah berikan jalan yang
- terbaik. Kalau sudah dikatakan tidak ada
- sama
- sekali. Cuman karena satu sehingga
- semuanya tidak ada. Oh sebaiknya
- berpikir
- dulu. Hanya
- satu misalnya suami kita ini suka
- ngomonginnya nyakitin terus.
- Kalau ngomong kita
- kesal hanya satu. Tapi yang lain-lainnya
- kita mendapatkan karena ini jadi satu
- kenikmatan buat kita. Kesal, marah. Kita
- menikmati marah kita akhirnya gelisah.
- Saya katakan menikmati itu kita terima
- terus. Kita menerima kekesalan tersebut
- akhirnya keseluruhan yang baik pun
- menjadi tidak baik. Karena kita selalu
- memperhatikan, meyakinkan, membenarkan
- ketidakbaikan dia kepada diri kita. Atau
- biasa saya mengatakan kita ngambil, kita
- ambilin tuh yang enggak enak dari suami
- kita ambil, kita masukkan pada pikiran
- kita. Sesuatu yang kita lihat tidak
- nyaman, kita
- lihat misalnya cara
- duduknya. Ih, geli saya lihat duduknya.
- Jangan dilihat yang kita sukai, yang
- kita lihat. Maka di situlah satu
- kenikmatan. Jangan kita perhatikan.
- Kalau kita perhatikan terus, maka yang
- ada di dalam pikiran kita selalunya
- enggak
- enak. Ketika kita bersama dengan ee
- sekantor, jangan perhatikan kenikmatan
- itu. Apa yang bisa kita lakukan?
- kita bersama dengan wanita misalnya,
- lepaskan pikiran kita bahwa itu siapa,
- bagaimana, saya sebagai apa, oh saya
- teman, oh saya sebagai ini. Pastikan
- diri kita jangan sampai muncul
- pikiran-pikiran yang memancing,
- mengundang, apalagi kita punya
- pengalaman yang tidak pernah
- terelesaikan. Nah, oleh karena itu
- ketika kita ingin kembali
- bertobat,
- isi kekosongan kita. Kita kalau kembali
- bertobat itu kosong. Maka kita harus isi
- kebaikan, teruskan kebaikan-kebaikan
- kita. Ketika kita melakukan perbuatan
- baik, maka yang enggak baik di dalam
- pikiran kita akan tergeser. Nah, inilah
- sesuatu di mana bagaimana keadilan Allah
- dalam kehidupan manusia. Ada
- tempatnya. Ada tempatnya. Tidak
- sembarangan. Mau bercerai boleh, ada
- tempatnya. Istri meminta cerai boleh.
- Ada tempatnya, ada caranya. Insyaallah
- kalau kita berada di posisi seperti ini,
- tatan
- indah. Terima kasih.
- Iya. Jadi, sebagaimana yang Ustaz Abu
- Bakar sampaikan dan juga Ustaz Husein,
- ada cara ini yang membuat kita aman.
- Banyak sekali yang mengacungkan jempol
- untuk materi kita. Ibu Darman, Mama
- Dini, Ibu Hani. Eh, kemudian Pak Syam,
- Liza, dan ada lagi dari tidak ada
- namanya banyak. Ini Ustaz, psikologi
- tentang perceraian benar-benar sangat
- penting. Apalagi saat ini angka
- perceraian meningkat begitu tinggi dan
- mudah sekali orang bercerai. Jadi,
- terima kasih pencerahannya, Ustaz.
- Mudah-mudahan akan terus berlanjut
- sampai akhir tahun. Seperti yang tadi
- dibilang Mbak Noning, semua kru juga
- terima kasih. Kemudian em karena waktu
- kita sangat terbatas tampaknya memang
- bahasan-bahasan yang diminta untuk
- diuraikan ini bisa kita pakai minggu
- depan ya Mas Krishna ya. Kalau bisa ya
- ajukan lagi pertanyaan-pertanyaan ini
- sudah ada tiga. Mudah-mudahan kalau Anda
- mau lagi silakan. Emang talak nih Pak
- Ustaz kalau ada saat masa idah kemudian
- eh kita bergaul ini tetap dihitung
- sebagai talak enggak? ee karena kan
- secara otomatis kalau sudah digauli
- secara hukum talaknya gugur.
- Kemudian apakah perlu ee apa ritual
- tertentu? Kemudian ada juga tentang
- istri yang setiap kali bertengkar dengan
- suaminya selalu minta cerai. Ini bayar
- kafarat enggak sih? Seperti yang ustaz
- bilang tadi, terima kasih nasihatnya dan
- banyak yang lainnya. waktu yang kita
- miliki sebagai yang rujuk boleh dibahas
- sekali mudah simpel aja yang rujuk tuh
- laki-laki kalau bercerai sama istrinya
- si wanita masih iddah si wanita harus
- tinggal di rumah tidak boleh keluar
- sampai iddahnya berakhir. Oke. Kalau dia
- ingin rujuk tinggal dia tarik istrinya
- berkumpul kembali selesai.
- Enggak ada masalah. Jadi kalau rujuk
- simpel. Kalau mau cerai ya dengan
- sendirinya kita harus ikuti
- ketentuan-ketentuannya. Termasuk di
- antara menghadirkan dua saksi. He. Tapi
- kalau mereka ingin rujuk, kalau selama 3
- bulan tinggal di rumah masing-masing
- mempertimbangkan dengan baik, si
- laki-laki ingin rujuk tinggal kedipkan
- mata, tarik istrinya, selesai sudah.
- Meskipun berulang istrinya minta cerai
- dan aku mau cerai aja, aku mau cerai aja
- enggak masalah. Ya kan kalau istri minta
- cerai, kalau laki belum ucapkan tidak
- jatuh. Kecuali kalau wanita minta
- dipisahkan kemudian suami memenuhi
- dengan persyaratan tadi. Jadi kalau 1000
- kali sejuta kali wanita minta cerai
- sebetulnya bukan minta cerai sungguhan
- ngad mau tahu suaminya sayang sama dia
- apa tidak. Kadang-kadang dia ingin tahu
- suaminya ini ada perempuan di luar apa
- tidak. Sengaja dipancing. Kalau gitu
- ceraikan saya. Nah, dia melihat sikap
- suami. Kalau bilang iya berarti ada apa?
- Jadi bisa jadi trik nih ikhwan akhwat ya
- meskipun tidak dianjurkan. Jadi seperti
- itu ya. Selagi kalau merujuk dengan
- mudah tinggal dia menarik istrinya. Si
- istri dengan sendirinya tidak dapat
- menolak. Kalau sudah berakhir indah si
- perempuan harus keluar dari rumah dan
- kalau ingin menikah lagi dia harus
- melamar lagi. Apakah si perempuan setuju
- itu kembali pada wanitanya. Iya. Jadi
- memang Allah telah berikan kita jodoh
- kita masing-masing dan itu semua adalah
- bagian dari perjalanan yang akan
- mewarnai kehidupan berumah tangga kita.
- Sakinah, mawadah, waramahkah atau banyak
- halangan yang mampu atau berat kita
- lewati? Mudah-mudahan minggu depan kita
- masih bicara soal ini agar semakin yakin
- dan mantap bahwa segala sesuatunya ada
- pada jalur yang tepat. Mas Krishna
- waktunya habis. Baik, semua ada
- aturannya, ada hukumnya ya, ada caranya.
- Baik, terima kasih. Kita akan jumpa lagi
- pada Rabu depan acara psikologi
- keluarga. Terima kasih Ustaz Husein,
- Ustaz Abu Bakar, Mbak Nur Kresna Ondi,
- dan Abi Agus. Apa Fari?
- Iniillahi taufik walhidah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- Rohim
- [Musik]
- karimunim
- adimun
- harim
- hakimul
- [Musik]
- watin
- manna
- rahman fatta Yeah.