Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Berasil
- TV untuk Islam yang satu.
- silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala. Terima kasih Anda
- masih bersama kami dalam program di
- malam hari ini renungan QBU bersama
- Ustaz Rahmatullah. Baik, kita akan awali
- pertanyaan pertama dari pendengar kita
- Ibu Habibah di Tangerang. Asalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Baik, Pak
- Ustaz. Orang yang menjauhi keburukan dan
- tidak terjerumus ke dalamnya dan kembali
- kepada Allah Subhanahu wa taala dalam
- bertobat lalu mengikuti yang terbaik di
- antaranya. Bukankah mereka itu orang
- yang mendapat bimbingan Allah dan mereka
- orang yang arif? Dan apakah orang yang
- sudah pasti diputuskan mendapat azab
- pantas berlaku sama terhadap orang yang
- menjauhi kejahatan? Mohon pencerahannya.
- I.
- Jadi ee bagi orang-orang yang ee apa
- namanya tadi disebutkan di dalam surah
- Ali Imran ya karena itu
- menjadikan satu penyesalan di hari
- akhir. Kalau
- saja
- ee dihidupkan
- kembali, maka dia akan menjadi orang
- yang banyak berbuat kebajikan, jadi
- muhsinin. Maka sesungguhnya di sini ee
- dikatakan bahwa wasariu ila magfirat
- mirbikum. Jadi bersegera ya bersegera
- memohon ampunan kepada Allah Subhanahu
- wa taala.
- Jadi kalau di dalam hadis Nabi itu
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- itu beristigfar
- kepada Allah Subhanahu wa taala
- itu 100 kali. Hm. Ya. Setiap hari. Tapi
- Nabi enggak punya dosa gitu. Iya. Tentu
- saja kan berbeda dengan kita gitu.
- Maka ee kita yang selalu berbuat dosa
- baik sadar maupun tidak, baik sengaja
- maupun tidak, maka Allah perintahkan
- wasariu ila
- magfiratbikum. Bersegeralah memohon
- ampunan kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Kemudian jadikanlah bahwa ee untuk
- mendekatkan diri kepada Allah diawali
- dengan istigfar dan diakhiri juga dengan
- istigfar kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Kemudian yang kedua adalah
- alladzina yunfiquun fisar wad. Jadi
- bersedekah dalam keadaan lapang dan
- sempit.
- jadikan ini merupa ee menjadi satu satu
- kebiasaan kita jadikan sifat
- ya wal kadi minal
- ghaib dan menahan
- marah walina aninas dan memaafkan
- kesalahan manusia jadi sesungguhnya ini
- satu paket wal kadibinal gid walinainas
- Jadi selalu
- memaafkan kesalahan manusia, maka tentu
- saja orang itu tidak akan jadi marah
- gitu.
- Wallahi yuhibbul muhsinin. Dan itulah
- Allah cinta kepada muhsinin. Jadi yang
- dimaksudkan muhsinin itu ya itu
- perbuatan
- itu.
- Bersegera selalu mohon ampunan kepada
- Allah
- ya. Alladina yunfiquuna far
- w waladi minal ghaid walinaas. Maka ini
- jadikanlah ini amalan. Jadi
- ingat-ingatlah perintah Allah di dalam
- surah Ali Imran pada ayat yang
- ke13 dan
- 134. Sehingga ketika kita misalnya
- memaafkan kesalahan manusia, kita
- merasakan
- betul bahwa kita ini memaafkan kesalahan
- manusia itu adalah karena perintah Allah
- gitu.
- Karena semata-mata taat dengan perintah
- Allah. Maka perbuatan memaafkan
- kesalahan manusia
- itu ketika kita merasakan
- semata-mata bahwa itu adalah perintah
- dari Allah, itulah ahsanu amala amalan
- yang terbaik di sisi Allah.
- Tapi kalau kita memaafkan kesalahan
- manusia kemudian karena tidak enak
- kepada orang
- lain, nah tentu saja tidak akan menjadi
- ahsanu amalah di sisi Allah.
- Jadi memaafkan kesalahan manusia dan
- menahan marah yang menjadi satu paket
- itu rasakan bahwa ini
- adalah karena
- semata-mata kita patuh kepada perintah
- Allah. Jadi merasakan bahwa
- itu perintah Allah. Maka itu yang yang
- disebutkan dengan perbuatan ihsan
- itu berbuat sesuatu karena merasa
- diperintah Allah, merasa diawasi oleh
- Allah gitu. Maka itu yang dinamakan
- dengan ihsan.
- Nah, orang yang melakukan perbuatan yang
- semacam itu, itulah yang dinamakan
- dengan
- muhsin. Karena jamak banyak maka
- dinamakan
- muhsin sehingga itu merupakan
- sesuatu ee
- rumusan-rumusan yang akan menjadi
- muhsinin. Maka senantiasa bersegera
- mohon ampunan kepada Allah.
- selalu bersedekah dalam keadaan lapang
- dan sempit, memaafkan kesalahan
- manusia, bisa menahan marah, maka itulah
- sesungguhnya orang-orang yang bertakwa
- pada tingkatan
- muhsinin. Dan itu ee tingkatan muhsinin
- ini adalah tingkatan yang tertinggi di
- sisi Allah.
- ihsan. Tentu saja nih
- memang ee terutama bagaimana memaafkan
- kesalahan manusia dan menahan marah ini
- tentu saja ini perbuatan yang tidak
- mudah. Ya, oleh karena itu segala
- sesuatunya itu kita memohon pertolongan
- kepada Allah Subhanahu wa taala supaya
- kita diberikan sifat untuk bisa selalu
- memaafkan kesalahan manusia sekaligus
- bisa menahan
- marah. Maka itulah yang
- harus kita lakukan secara
- istikamah. Ee niat melakukan secara
- istikamah, ya.
- ketidakmampuan kita akan melakukan itu,
- maka kita bergantung memohon pertolongan
- dari Allah Subhanahu wa taala taala.
- Maka bagi Allah tidak ada sesuatu yang
- sulit kalau Allah mau. Nah, kita sebagai
- hambanya yang
- lemah senantiasa memohon pertolongan
- dari Allah Subhanahu wa taala.
- Barangkali itu, wall. Baik, terima kasih
- Ustaz. Demikian jawaban untuk Ibu
- Habibah di Tangerang. Kemudian
- ke pertanyaan selanjutnya dari hamba
- Allah di Sukabumi. Pak Ustaz I.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah. Baik, Pak Ustaz. Mohon
- pencerahannya. Bagaimana cara
- menghilangkan sakit hati? Hm. Bagaimana
- cara menghilangkan sakit
- hati? Ya, kembali lagi ee apa namanya?
- ee dilihat di surah Ali Imran tadi 133
- dan
- 134.
- Hm. Karena di
- sini ee apa? Rasakan bahwa kita ini
- diperintah oleh
- Allah. Jadi yang namanya sabar itu kata
- Allah tidak sakit hati.
- Karena sakit hati
- itu akan melahirkan kebencian.
- Heeh. Akan melahirkan
- dendam untuk selanjutnya akan membalas
- ya kebencian tadi. Maka di situlah
- sesungguhnya ee apa namanya? Kenapa
- Allah menyatakan
- ee walimin ghaid walinainas ya.
- Jadi menahan marah dan memaafkan
- kesalahan manusia ini adalah merupakan
- satu
- kesatuan. Bagaimana supaya kita tidak
- bisa marah? Artinya kita tidak akan
- marah. Maka tidak marah
- itu bagi orang-orang yang sudah
- memaafkan. Artinya kesalahan orang itu
- di kita maafkan.
- Pada saat kita memaafkan kesalahan orang
- lain
- itu, rasakan bahwa itu adalah merupakan
- satu perintah dari Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, jadi itu yang harus kita
- pahami nanti kepada hamba Allah ya bisa
- dilihat di surah Al Imran ayat 133 dan
- 134.
- Kemudian ee pemarah itu tandanya artinya
- ee
- itulah ee penyakit yang terdapat di
- dalam sodr itu. Itu maksudnya. Hmm.
- Sehingga Allah menyatakan yasrah
- sadrahu. Lapangkan dadamu itu dari
- kebencian, sakit hati.
- Karena kalau itu masih
- ada, itu sesungguhnya yang akan menjadi
- hijab turunnya cahaya itu karena
- terhijab dengan sifat-sifat buruk yang
- ada di dalam
- shad. Nah, maka untuk itu semua yaitu
- tadi perbanyaklah beristigfar kepada
- Allah. Subhanallah. Astagfirullahalazim.
- Astagfirullahalazim. Ya Allah tolong
- cabutkan ya Allah sifat apa tadi yang
- sakit. Nah, sifat sakit hati ini ya
- Allah berikan sifat memaafkan kesalahan
- manusia ya menghilangkan kemarahan itu
- minta kepada
- Allah sebagaimana yang di dilakukan oleh
- Nabi Musa kepada Allah. Rabbisrahli
- sodri ya Rabbi. Ya Tuhan israh liadri
- lapangkan dadaku. Maksudnya lapangkan
- dari sakit hati tadi gitu. minta kepada
- Allah. Kalau kita mengandal, wah saya
- akan coba enggak anu memaafkan kesalahan
- manusia, pasti sulit, pasti tidak
- bisa. Maka kita minta pertolongan kepada
- Allah supaya Allah lapangkan.
- Jadi nanti Allah akan berikan ee satu
- petunjuk ya untuk melapangkan ya ee
- sifat-sifat buruk yang ada di
- dalam diri kita itu. He maka kita
- sebagai
- hambanya di situ dikatakan wasariu ila
- magfiratbikum. Jadi bersegera memohon
- ampunan kepada Allah. Istigfar
- astagfirullahalazim.
- Astagfirullahalazim.
- Jadi mohon ampunan kepada Allah. Ee
- bayangkan keagungan Allah ya, kasih
- sayang Allah.
- Astagfirullahalazim. Sambil ee merasakan
- sakit hati yang ada di dalam dada. Di
- dalam dada itu minta kepada Allah supaya
- itu dicabut disertai dengan ucapan
- astagfirullahalazim.
- Astagfirullah. Minta supaya dicabut
- sakit hati
- itu oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Dan setelah itu maka jangan lupa
- berselawat kepada Nabi sallallahu alaihi
- wasallam. Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad. Jadi istigfar kita itu ee
- berada di antara langit dan bumi kecuali
- dengan berselawat kepada Nabi baru ini
- sampai ke hadirat Allah Subhanahu wa
- taala wa taala.
- Barangkali itu. Wallahuam. Baik, Ustaz,
- terima kasih. Dari Sukabumi kita
- ke Bekasi ada Ibu Liza. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Ee mohon
- nasihat dan pencerahannya apa saja yang
- harus kita amalkan agar kita selalu
- bersyukur, lapang dada, dan tenang tanpa
- terkontaminasi oleh hal-hal yang membuat
- hati menjadi sempit dan sakit.
- Ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Yang pertama
- bahwa
- ee kita harus ee menyadari betul
- bahwa kita ini adalah makhluk akhirat.
- Ya, dunia ini adalah sementara saja.
- Bagaimana kita di akhirat itu jangan
- sampai kita menjadi orang yang merugi.
- Heeh.
- Jadi artinya
- apa?
- Ee memaafkan kesalahan manusia ya.
- Menahan marah, bersedekah lapang dan
- sempit itu adalah merupakan
- pekerjaan-pekerjaan yang akan menolong
- kita di dalam kehidupan akhirat.
- Demikian
- juga ee karena kita ini adalah hamba
- Allah, maka sudah jauh sebelumnya Allah
- sudah mengingatkan kita.
- Ya, di dalam surah
- Al-Furqan ayat 63 itu
- disebutkan
- azubillahiminasyaitanirrajim wa ibadur
- rahmanilladzina yamsyuna alal ardhi
- ha waidza ja
- ajluhum waidza khatumul jahilun qalu
- salam wa ibadurrahman
- Jadi menjadi hamba ar-Rahman menjadi
- hamba Allah yang maha pengasih dan maha
- penyayang. Alladzina yamsyuna alal ardhi
- haunan. Jadi berjalan di permukakan bumi
- itu dengan rendah
- hati. Waidza khatumul jahilun qolu
- salam.
- Tapi kalau ada orang yang
- jahil menghina atau merendahkan
- kita, QU sama tetap mengatakan
- ucapan-ucapan yang mengandung
- keselamatan. Jadi itu adalah merupakan
- satu apa? Perintah Allah ya. Selalu
- ingat dengan ayat itu ya. di surah
- Al-Furqan maupun surah Ali
- Imran
- ya. Bahwa itu selalu ayat itu
- terngiang-ngiang bahwa Allah
- selalu menasihati kita agar supaya kita
- berbuat seperti
- itu. Tujuannya apa? Itulah merupakan
- satu
- pekerjaan ahsanu amala yang mempunyai
- nilai tertinggi di sisi Allah. subhanahu
- wa taala itu yang akan kita bawa nanti
- ke negeri
- akhirat.
- Sehingga orientasi kita sebagaimana pada
- pekan yang lalu
- bahwa orang-orang yang beriman itu
- adalah selalu
- melihat kebaikan yang
- mempunyai nilai terbaik di sisi Allah
- nanti di
- akhirat. Hm.
- Jadi kalau di situ dia katakan selalu
- berzikir, selalu ingat. Berzikir apa?
- Ingat akan perintah Allah di dalam surah
- Ali Imran. Ingat akan perintah Allah di
- dalam surah Al-Furqan. bahwa ketika kita
- melakukan sesuatu itu memang betul-betul
- tumbuh dari jiwa yang ada di dalam kalbu
- itu. Bahwa
- semata-mata kami lakukan itu adalah
- semata-mata karena ketaatan kita kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Maka itulah
- yang dimaksudkan dengan ahsan waamala
- itu. Itulah yang mempunyai nilai
- tertinggi di sisi Allah.
- Karena kita ini
- adalah makhluk
- akhirat di dunia sementara
- saja.
- Sehingga pemahaman tentang kehidupan
- negeri akhirat yang harus lebih
- besar. Jangan sampai kita nanti di sana
- merugi. Itulah yang
- akan dimungkinkan seorang hamba itu akan
- menjadi sabar.
- menjadi memaafkan kesalahan orang lain
- gitu.
- Jadi semua itu kesadaran-kesadaran
- akhirat itulah yang membuat manusia itu
- bisa menahan marah, bisa kesabaran
- sesuai dengan sabaran yang ee diminta
- oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Barangkali itu, wallahuam. Baik, terima
- kasih Ustaz atas jawabannya. Eh,
- demikian untuk Bunda Liza di Bekasi.
- Kemudian kita ke pertanyaan dari Bu Ayu
- di Cengkareng, Pak Ustaz. Bu Ayu. Bu
- Ayu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Baik, Pak Ustaz. Mengapa begitu banyak
- orang yang tertipu dengan kesenangan
- dunia bahkan dari orang-orang yang
- berilmu dan paham agama sekalipun,
- Ustaz? Terima kasih. I. Baik, terima
- kasih Bu
- Ayu
- ya.
- Ee ada tiga tingkatan sesungguhnya ada
- Islam, ada ada iman, ada ihsan
- gitu. N jadi ada Islam, ada iman, ada
- ihsan. Iya.
- Jadi sebagaimana
- ee kita lihat di dalam ee surah ke-49
- ya, ayat surat ee surah Al-Hujurat ya
- ayat 14 dan
- 15. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Qtil
- aman
- lammin
- aslamnaum
- inallaha inalminah
- Jadi di sini dikatakan bahwa ada
- orang-orang Bwi berkata, "Kami telah
- beriman. Qul katakanlah kepada mereka,
- ya Muhammad, lam
- tukmin bahwa kalian belum beriman.
- Walakin qulu aslam. Akan tetapi
- katakanlah kami baru Islam.
- Iya. Walamma yadulil iman fi qulubikum.
- Karena iman itu ya belum masuk ke dalam
- kalbumu. Kata
- Allah. Nah di sini selanjutnya.
- Waullaha waasulahu la yalidkum min
- aalikum. Jadi yang namanya iman ada di
- dalam kalbu itu adalah taat kepada Allah
- dan
- rasul-Nya. Ah itu iman.
- Jadi ayat ini kalau kita
- pahami bukan ucapan
- lisan
- ukurannya, tapi taat kepada Allah yang
- tumbuh dari lubuk kalbunya. Itulah
- sesungguhnya orang yang
- beriman. Innallaha gfurrahim.
- Sesungguhnya Allah maha pengampun dan
- maha penyayang.
- Kemudian ayat itu disebutkan, innamal
- mukminunina amanu billahi
- waasulihiamu. Sesungguhnya orang yang
- beriman itu adalah orang-orang yang
- hanya beriman kepada Allah dan
- rasulnya. Kemudian tidak
- ragu-ragu. Apa buktinya tidak ragu?
- Wajahadu biamwalihim anfusim fibilillah.
- Mereka berjuang dengan harta dan jiwa
- mereka di jalan Allah. Hulaika
- humusodiqun. Itulah iman yang
- benar. Jadi di
- sini
- ee yang dinilai itu adalah bukan
- ucapan, jadi bukan bukan kulit
- luar ya.
- Jadi seberapa
- jauh kita taat kepada Allah, benar-benar
- taat di dalam lubuk kalbu kita dan
- ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya
- dibuktikan dengan memperjuangkan agama
- Allah dengan harta dan jiwa mereka.
- Itulah iman yang benar. Iya. Maka
- ukurannya adalah itu bukan ucapan.
- Sehingga kata Nabi sallallahu alaihi
- wasallam, alilmu ilman. Karena sekarang
- yang yang dilihat profesor, doktor gitu
- ya. Padahal kata Nabi, "Al ilmu ilman."
- Ilmu itu ada dua
- ya. Ilmun filqb. Ilmu yang ada di
- dalambualikal ilmun nafi. Itulah ilmu
- yang bermanfaat.
- wa ilmun al lisan dan ilmu yang ada di
- lisan
- ini. Wah itu ngomongnya pintar gitu tapi
- sesungguhnya tidak ada di dalam
- kalbunya. Nah itu orang Islam
- gitu. Jadi keimanan itu tidak bisa
- diukur dengan profesor doktor banyaknya
- gelar. Enggak
- bisa. Jadi ukuran keimanan itu adalah
- taat kepada Allah. benar-benar taat
- kepada dan itu tumbuh dari lubuk
- kalbuna. Jadi apa yang ada di dalam
- kalbu itu betul-betul sum lam yartabu
- tidak ada satu
- keraguan. Apa buktinya tidak keraguan?
- Dibuktikan dengan berjuang
- bersungguh-sungguh di jalan Allah dengan
- harta dan jiwa mereka. Ulaika humusodq.
- Itulah iman yang
- benar. Jadi ada Islam, ada iman.
- [Musik]
- Heeh. Jadi ukuran
- ukurannya bukan
- gelar. Apalah artinya
- gelar karena itu semuanya casing ya,
- kulit luar. Maka Allah di sini yang
- dilihat.
- Nah, artinya bahwa ya kita mengikuti apa
- yang dirumuskan oleh Allah bahwa berbeda
- antara Islam dengan iman
- itu
- dan Allah subhanahu wa taala yang
- dilihat itu ya innallaha la yanduru
- ilaarikum wawalikum wakin yanduru ila
- qulubikum waalikum.
- Sesungguhnya Allah itu tidak melihat
- kepada rupa dan harta bendamu. Tapi yang
- dilihat oleh Allah adalah kalbumu dan
- perbuatanmu. Jadi kalbumu itu Allah tahu
- apa yang dibisikan di dalam kalbu.
- Kemudian dari kalbu itu berbuat apa itu
- Allah tahu. Dan itulah yang diperhatikan
- oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi Allah tidak melihat
- casing-nya, tidak melihat profesornya,
- tidak melihat doktornya, tidak melihat
- kiainya, tidak melihat ustaznya. Tapi
- yang dilihat adalah jiwa yang ada di
- dalam kalbunya itu. Apa yang dibisikkan
- Allah
- tahu. Maka itulah ukuran keimanan
- menurut Allah Subhanahu wa taala. Jadi
- berbeda dengan penglihatan
- manusia. Manusia cenderung yang dilihat
- adalah ketika gelarnya berendeng.
- Nah, padahal Allah tidak melihat
- itu. Yang dilihat adalah kalbunya.
- Ya. Sehingga di
- sini ee kita juga yang menjadi ukuran
- itu adalah Al-Qur'anul Karim.
- Jadi kita mengikuti ukuran Allah dan
- Rasul-Nya sesuai dengan Al-Qur'an dan
- sunah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Barangkali itu. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Terima kasih. Ee kembali
- dari hamba Allah di Sukabumi. Pak Ustaz
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam. Ustaz, saya
- sebagai mertua sudah berulang kali
- menasehati
- menantu, berulang kali memaafkan, tapi
- terakhir kali malah menantu saya mau
- memukul saya. Jadinya anak
- saya yang lainnya melarang dia untuk
- datang ke rumah. Pertanyaannya, apakah
- ini termasuk memutuskan tali
- silaturahim? Mohon
- penjelasannya. Iya.
- Ee baik.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ini merupakan
- satu masalah ya. Iya. Jadi kalau kita
- lihat sesungguhnya adalah itu adalah itu
- yang dimaksudkan yasrah sadrahu lil
- Islam itu adalah
- itu. Jadi sadrnya itu penuh dengan
- kebencian ya, penuh dengan kedengkian,
- kemarahan gitu.
- Maka itu sesungguhnya pokok persoalannya
- di
- situ. Sehingga memang ini
- ya harus dimulai dari awal
- gitu. Bagaimana petunjuk itu mau turun
- ketika sodernya itu sudah penuh dengan
- permusuhan, kebencian, kedendaman gitu.
- Nah, memang ini ee apa
- namanya? Kalau itu masalah ya.
- Tapi kan yang kita bicarakan ini
- sesungguhnya bagaimana mengatasi masalah
- itu sebelum masalah terjadi.
- Yasrahrohuil Islam lapangkan dada
- itu. Sehingga memang kalau kalau kalau
- seperti ini ya karena itu terjadi apa?
- Pemukulan tadi ya. Iya. Maka
- kedua-duanya ya sama-sama introspeksi
- diri. gitu. H. Jadi kita tidak bisa
- menghakimi orang lain ya, tetapi
- sementara yang lain kita tidak tahu
- pokok persoalannya apa yang
- sesungguhnya. Sehingga mengatasi seperti
- itu, lihat terlebih dahulu pokok
- persoalannya apa. Nah, itu yang harus
- diselesaikan. Kemudian marilah kembali
- kepada Allah dan Rasul-Nya. Kembali
- kepada Al-Qur'an dan sunah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Kalau semuanya kembali kepada Al-Qur'an
- dan sunah Rasul, insyaallah dunia ini
- akan aman gitu. Iya. Tapi kalau
- kedua-duanya sudah terjadi sampai
- pemukulan yang semacam itu, yang satu
- hawa nafsu, yang lain hawa nafsu, sudah
- selesailah hidup itu, gitu.
- Dan perlu dicatat
- bahwa persoalan itu tidak pernah akan
- selesai kalau persoalan itu diselesaikan
- dengan hawa
- nafsu.
- Jadi sampai-sampai Allah Subhanahu
- Subhanahu wa taala menyatakan
- walaaba haqqu
- ahwaahum lafasadatis samawatu wal ardu w
- fihin. Kalau saja kebenaran itu
- mengikuti hawa nafsunya pastilah akan
- hancur langit bumi dan seluruh akan
- hancur. Maka apa kata Allah? Bai bal
- atainahum bidikrihim.
- Bahkan telah kami datangkan kepada
- mereka itu bidikrihim
- peringatan. Peringatan apa? Kembalilah
- kepada Al-Qur'anul Karim dan sunah
- Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Jadi si
- mertua kembali kepada Allah dan
- Rasul-Nya, si menantu juga kembali
- kepada Allah dan Rasulnya. Maka nanti
- sama-sama introspeksi diri sendiri ya.
- Jadi melihat diri sendiri bukan melihat
- misalnya katanya si menantu kesalahannya
- mertua, kata si mertua kesalahannya
- menentu. Maka mari ibda binafsik kembali
- kepada masing-masing ya. Ya. Mertua apa
- kesalahannya mertua? Si menantu apa
- kesalahannya menantu? Maka sama-sama
- merujuk kepada peringatan Allah.
- Kembalikan kepada Al-Qur'an dan sunah
- Rasul. Kalau ingin selesai. Iya. Tapi
- kalau diselesaikan dengan hawa
- nafsu bukan selesai
- ya, maka
- akan mengalami satu
- kehancuran. Nah, tentu saja kalau
- kondisinya seperti itu maka harus dicari
- satu orang yang mempunyai wibawa kepada
- keduanya.
- Jadi kepada si mertua orang ini
- berwibawa, kepada menantu juga akan
- berwibawa. Nah, orang-orang yang seperti
- inilah yang ee bisa memberikan nasihat
- ya, baik kepada mertua maupun menantunya
- ya. Barangkali itu secara garis
- besarnya. Wallahuam. Baik, Ustaz. Terima
- kasih. Kita ke pertanyaan terakhir, Pak
- Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabakatuh. dari ibu hamba
- Allah, "Ustaz, kenapa jika saya salat
- suka ada perasaan yang tidak baik?
- Misalnya ragu-ragu atau apalah begitu
- ya. Dan terkadang tidak fokus atau
- khusyuk. Apakah ini godaan dari iblis
- atau bagaimana? Terima kasih.
- Yait
- bismillahirrahmanirrahim. Di dalam diri
- kita ini ada hawa namanya. Ada hawa, ada
- nafsu ya.
- Nafsu itu yang mempunyai fitrah
- bersyahadah dengan Allah. Alastu
- birabbikum? Apakah aku ini bukan
- Tuhanmu? Qolu bala syahidna. Jadi nafsu
- itu sesungguhnya jiwa. Fitrahnya jiwa
- ini bersyahadat dengan Allah. Nah, di
- dalam diri kita ini ada
- hawa. Hawa ini tugasnya kalau lapar
- pengin makan itu hawa. Nafsu syahwat itu
- tugasnya hawa.
- Tapi semuanya ini Hawa harus tunduk
- kepada jiwa. Nah, jiwa yang diatur oleh
- undang-undang yang diturunkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala.
- Maka kalau tadi dikatakan ee kenapa
- permasalahannya tidak ee khusyuk,
- was-was, ragu-ragu tidak khusyuk. Waswas
- itu was-was itu sesungguhnya adalah ee
- timbul dari hawa nafsu. Hawa.
- Kalau
- eas minal jin waswas itu adalah dari jin
- dan manusia. Bisa juga was-was itu
- karena misalnya melihat perbuatan orang
- lain. Atau bisa juga was-was itu
- dibisik-bisikkan oleh e setan yang
- karena setan itu minal jiniti was jin
- dan manusia.
- Maka solusinya menghadapi semacam itu
- harus tingkatkan jiwa itu kembalikan
- kepada
- fitrahnya. Ya, perbanyaklah berzikir
- kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Dan berzikir itu bukan hanya pada
- saat salat saja. Heeh.
- Di luar salat lupa kepada Allah.
- Bagaimana tidak akan wasmas
- masuk? Jadi, kenapa was-was itu ee
- terjadi? Karena fungsi dari hawa itu
- lebih besar dibandingkan dengan jiwanya
- tadi. Itu yang membuat was-was
- gitu. Nah, maka bagaimana ee jalan
- keluarnya? Maka harus ditingkatkan
- zikirnya jiwa
- tadi. Maka Allah di dalam surah ee apa?
- Al'raf ayat 205 itu wakur rbaka fi
- nafsik. Berzikirlah kepada Tuhanmu fi
- nafsik di dalam
- jiwamu. Di dalam naf Heeh
- nafsun. Cuma orang ketika ngomong nafsun
- seolah-olah nafsu itu konotasinya jelek.
- Padahal nafsu itu jiwa. Yang jelek itu
- sesungguhnya hawa bukan
- nafsu. Nafsu fi
- nafs. Jadi yang bisa berzikir khusyuk
- itu adalah jiwa.
- Nafsun fi
- nafsaran jah. Dengan rasa rendah diri
- dan rasa takut. Jadi penuh dengan
- perasaan yang ada di dalam jiwa.
- Kalau itu
- dilakukan ya bukan saja pada saat salat
- tapi di luar salat maka Allah menyatakan
- di dalam surah Alimran itu
- alladzinaunallahaqiam wa
- junub. Jadi berzikir dalam keadaan
- berdiri, duduk dan
- berbaring. Berdiri, duduk, dan berbaring
- itu adalah posisi manusia. Artinya apa?
- Setiap saat.
- Maka kalau zikir dilakukan setiap saat
- yang semacam
- itu,
- maka kesempatan untuk menimbulkan
- was-was, ragu-ragu karena
- itu ee keluarnya dari hawa
- tadi. Nah, bagaimana supaya ini hilang?
- Nah, zikir jiwa ini yang harus
- dinaikkan. Heeh.
- Sehingga hawa
- ini betul dikendalikan oleh jiwa kita.
- Karena fitrah jiwa itu adalah
- bersyahadah kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Maka lakukanlah zikrullah,
- perbanyaklah istigfar,
- berselawat, ya mensucikan Allah.
- Subhanallah, alhamdulillah,
- lailahaillallah, Allahu Akbar.
- betul-betul ee angan-angan yang keluar
- dari hawa itu tidak punya kesempatan
- lagi
- untuk melakukan bisikan-bisikan
- ya. Karena bisikan bisikan-bisikan setan
- itu yang menerima adalah
- Hawa. Kenapa Hawa menerima bisikan
- setan? Karena jiwa sudah tidak lagi
- mampu mengatasi hawa.
- Maka untuk menyelesaikan itu, tingkatkan
- zikirnya secara istikamah kepada Allah,
- maka nanti akan dihilangkan was-was
- itu. Barangkali itu solusinya.
- Wallahuam. Baik, Ustaz. Terima kasih
- banyak. Demikian untuk Ibu hamba Allah
- di Jakarta semoga terjawab. Itu menjadi
- pertanyaan terakhir, Pak Ustaz, di malam
- hari ini.
- Dan seperti biasa, Pak Ustaz, sebelum
- berpisah, kesimpulan yang bisa
- disampaikan, ya. Baik.
- Ee kesimpulan
- pada ee malam hari ini adalah
- bahwa karena Allah Subhanahu wa taala
- yang akan dinilai adalah ahsanu amalah,
- amalan yang
- terbaik. Bagaimana
- kita akan menyampaikan amalan yang
- terbaik?
- Nah, amalan yang terbaik itu harus
- didasarkan kepada apa yang diturunkan
- oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Maka ahsanu
- amala akan terjadi amalan yang terbaik
- itu akan terwujud kalau didasarkan
- kepada apa yang diturunkan oleh
- Allah berupa Al-Qur'an dan sunah
- Rasul-Nya.
- sehingga penyesalan ya tiga penyesalan
- yang
- sudah digambarkan oleh Allah Subhanahu
- wa
- taala
- kelalaian
- semasa ada di
- dunia
- kemudian
- ee merasa kalau sekiranya Allah
- memberikan petunjuk padahal sesungguhnya
- petunjuk itu sudah diturunkan oleh
- Allah. Dan penyesalan yang
- ketiga, mereka meminta kepada Allah
- supaya
- dikembalikan kehidupan dunia
- kembali. Maka permintaan
- itu sesuatu yang tidak mungkin
- dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Sehingga
- marilah
- mumpung sisa-sisa umur yang masih Allah
- akan berikan kepada
- kita. Allah sudah turunkan yang terbaik
- yaitu Al-Qur'an dan sunah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Sebagaimana Rasulullah
- menyatakan, "Taroktu fikum
- amraini ma inaktum bihima lantadillu
- abada
- kitaballahi sunnata
- rasuli. Aku tinggalkan dua perkara."
- Kata Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam, "Kalau kalian berpegang teguh
- kepada dua perkara ini, niscaya kalian
- tidak akan sesat selama-lamanya. Apa
- itu? Kitaballahi wasunata rasul,
- Al-Qur'an Karim, kitab Allah dan sunah
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Sehingga dengan kita berpegang
- teguh kepada dua hal ini, kitaballahi wa
- sunnata
- rasulihi, maka
- mudah-mudahan tiga penyesalan
- tadi yang
- akan dirasakan oleh orang-orang yang
- sudah tidak lagi mengikuti apa yang
- diturunkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Marilah kita
- bersungguh-sungguh. Karena Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam menyatakan
- bahwa khairukum man ta'alamal Quran
- waamahu. J orang yang paling baik di
- antara kalian adalah orang yang
- mempelajari Al-Qur'anul Karim dan
- mengajarkannya. Barangkali itu
- kesimpulannya. Iya. Kurang lebihnya
- mohon maaf. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka
- wa atubuik. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik, Ustaz
- terima kasih banyak. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh, ikhwan dan
- akhwat. Demikian tausiah yang telah
- disampaikan oleh Ustaz Rahmatullah di
- malam hari ini. Terima kasih banyak atas
- segala perhatian dari Anda. Mohon maaf
- atas segala khilaf dan salah. Saya Agus
- Ondi dan Yusuf Subangkit mohon undur
- diri. Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.