Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismahirrahmanirrahim.
- [musik]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi.
- Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari
- ini dalam acara renungan di bawah
- naungan Al-Qur'an. Untuk edisi tanya
- jawab hari ini adalah ee tanggal 8
- Muharram 1447 Hijriah atau tanggal 4
- Juli
- 2025. Insyaallah besok ada juga yang
- puasa ya. Ee baik ee kita mulai acara.
- Ada ada Ondi sini Ondi dan ALGI ya. Kita
- mulai acara ini dengan membaca
- al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- in
- amin. Alhamdulillah. Dengan bacaan alfat
- ini mudahan Allah mudahkan kita dalam
- memahami apa-apa yang dijelaskan oleh
- guru kita Ustaz Husein bin Hamid Alatas.
- Baik, pertanyaan pertama dari Bapak
- Ihsan. Asalamualaikum satu.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Mohon penjelasan mengenai surah Al-Anfal
- atau surah 8 ayat 17 tentang kalimat
- maka sebenarnya bukan kamu yang membunuh
- mereka dan bukan engkau yang melempar
- ketika engkau melempar tapi Allah yang
- melempar. Allah berbuat demikian untuk
- membinasakan mereka dan untuk memberi
- kemenangan kepada mereka orang-orang
- mukmin. Untuk kemenangan orangorang
- mukmin yang dengan kemenangan yang baik.
- Sungguh Allah maha mendengar dan maha
- mengetahui. Mohon penjelasannya mengenai
- surat ini, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Allahumma sholli
- wasallim wabarik ala abdika wa rasulika
- sayyidina wa nabiyana Muhammadin
- wa alihi wasahbihi wasallim.
- Assalamualaika ya Rasulullah.
- Wasalamu alaina wa ala ibadillahi
- shihin. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [berdehem]
- Allahumma atina minika rahma waimna min
- ladunka ilman nafi wfa bimaam.
- Rbana zidna ilman walhiknain.
- Ikhwan akhwat
- pendengar pemirsa radio TV silaturahmi
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- dengan
- semboyan umatan wahidah untuk satu umat,
- untuk satu Islam sebagaimana
- yang
- disampaikan oleh para nabi
- yang merupakan pesan Allah Subhanahu wa
- taala kepada mereka dan kepada nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- an aqimuddin wala tatafarraqu fih.
- Hendaklah kalian menegakkan agama Allah
- yaitu alislam dan jangan kalian
- bercerai-berai di dalamnya. Ini perintah
- Allah. Ini ajaran para nabi. Maka mereka
- yang bercerai-berai dalam agama Allah,
- mereka bukan pengikut para nabi dan
- pengikut nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam.
- menjawab pertanyaan
- yang berhubungan dengan ayat 17 dari
- suratul anfal.
- Allah berfirman, "Falam taqtuluhum
- walakinnallaha qatalahum."
- Wama ramaita id ramaita wakinnallaha
- roma waliyubliyal mukminina minhu balaan
- hasana. Innallaha samiun alim.
- Ikum wa anallaha muhinu kaidil kafirin.
- Kedua ayat ini merupakan kabar gembira
- bagi Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Demikian pula untuk
- orang-orang yang beriman
- di saat mereka pergi berjuang di jalan
- Allah Subhanahu wa taala dengan
- mengharapkan rida Allah semata, Allah
- menerangkan kepada mereka
- pada saat melempar pada saat mereka
- menghadapi musuh mereka, mereka melempar
- lembing mereka, panah mereka.
- Sebenarnya
- Allah Subhanahu wa taala mendukung
- kalian dan memberikan bantuan agar
- panah-panah dan lebing tersebut mengenai
- musuh mereka. Allah Subhanahu wa taala
- melemahkan kekuatan orang-orang yang
- kafir, melipat gandakan kekuatan orang
- yang beriman hingga dengan mudah
- walaupun jumlah mereka sedikit,
- orang-orang yang beriman mampu untuk
- mengalahkan musuh mereka.
- Jadi sebenarnya pada saat orang yang
- beriman berjihad di jalan Allah,
- memerangi musuh mereka dan membunuh
- mereka dalam peperangan, sebenarnya yang
- berperang di sini adalah Allah Subhanahu
- wa taala yang memerangi mereka. Jadi
- ayat ini bukan menunjukkan makna
- fatalisme atau jabariah sama sekali
- tidak. Tapi merupakan kabar gembira.
- Begitu kamu keluar di jalan Allah,
- berperang dengan mengharapkan ridanya
- bukan untuk dunia, maka Allah yang akan
- turun tangan memerangi mereka,
- mengalahkan mereka, bahkan membunuh
- pasukan mereka.
- Jadi sebenarnya bukan kalian yang
- membunuh mereka, tapi Allah yang
- membunuh mereka. Ini kan luar biasa
- indahnya kan. Sebagaimana dalam satu
- hadis, man walian faqadantuhu bil harb.
- Dalam hadis qudsi ini, Allah
- menerangkan, "Siapa yang memerangi
- wali-waliku,
- aku mengumumkan perang terhadap
- dirinya."
- Aku mengumumkan perang terhadap dirinya.
- Artinya Allah yang akan turun tangan.
- Lalu pertanyaannya, lalu kenapa kita
- diperintahkan untuk berjihad? Kita
- diperintahkan untuk berjihad untuk
- menguji kita. Apakah kita lebih
- mengutamakan dunia? Apakah mengutamakan
- Allah?
- Allah perintahkan kita berjihad
- seandainya kita mampu membunuh mereka.
- Ya, kita mengalahkan musuh kita
- mendapatkan kemuliaan dunianya belum
- lagi janji Allah di akhirat. Seandainya
- kita mati dalam keadaan syahid di medan
- perang tersebut,
- itu merupakan harapan dambaan orang yang
- beriman menjadikan kematiannya sebagai
- mahar untuk meraih keridaan Allah dan
- kebahagiaan di hari akhir. Karena
- kematian baik di rumah maupun di medan
- perang apabila tiba saatnya pasti akan
- terjadi. Keberanian seseorang tidak akan
- mempercepat kematiannya.
- Rasa takut seseorang tidak akan
- memperlambat kematiannya karena ajal
- telah ditentukan waktunya.
- Tapi yang penting bagi kita, bagaimana
- kita memilih kematian kita.
- Pesan Allah, wala tamutunna illa wa
- antum muslimun. Dan kematian di jalan
- Allah merupakan kemuliaan. Oleh karena
- itu Allah mengatakan, "Wama ramaita id
- ramaita wakinnallah rama." Ketika engkau
- melemparkan panah kamu, lembing kamu,
- sebenarnya yang melentar, yang melontar
- dan melempar adalah Allah. Tapi dengan
- jihad ini, waliyublial mukminina minhu
- balaan hasanah, Allah subhanahu wa taala
- dengan jihad ini menguji orang yang
- beriman dengan ujian yang baik, membuat
- mereka keluar sebagai pemenang atau
- mereka mati dalam keadaan syahid.
- Innallaha samiun alim. Sungguh Allah
- maha mendengar lagi maha mengetahui.
- Dalikum waallaha muhinu kaidil kafirin.
- Yang demikian itu karena Allah Subhanahu
- wa taala telah menetapkan untuk
- melemahkan tipu daya orang-orang kafir.
- Oleh karena itu, Yaman
- sebagai negara yang kecil bahkan
- tertinggal
- dengan ekonomi yang betul-betul
- porak-poranda.
- Ketika mereka melontarkan rudal-rudal,
- mereka menghadapi negara besar adidaya
- seperti Amerika,
- ternyata kapal induk Amerika yang
- dianggap sebagai
- raksasa dalam peperangan melarikan diri
- tungganglanggang
- bahkan mampu mengirimkan rudal menuju
- wilayah Israel.
- Begitu juga Iran dalam perjuangan
- kemarin. Kalau bukan pertolongan Allah
- dan bantuannya,
- rudal-rudal Iran tidak akan mengenai
- sasaran. Tapi dengan rahmat Allah
- Subhanahu wa taala, ruda tersebut ya
- membuat
- negara Zionis Israel atau yang sekarang
- dikuasai Zionis porakporanda
- meninggalkan ratusan ribu ton
- puing-puing dari kehancuran tersebut
- hanya dalam beberapa hari, 12 hari.
- Sedangkan Gaza bertahan bertahun-tahun.
- Apa yang mereka lakukan terhadap rakyat
- Gaza? dibalas oleh Allah melalui
- tangan-tangan pejuang dari Iran dan
- semuanya berjuang untuk Allah Rasul-Nya.
- Dan ini hadirin sekalian paling tidak
- membuat sejuk hati saudara-saudara kita
- yang selama ini tertindas di Gaza.
- Membuat sejuk perasaan orang yang
- beriman di mana sakit hati mereka,
- dendam mereka terlampiaskan dengan
- bantuan dari Allah Subhanahu wa taala.
- Maka orang yang beriman di saat dia
- berjuang di jalan Allah jangan pernah
- takut dan gentar.
- Jihad ini merupakan ujian. Tapi
- sebenarnya yang turun tangan mendukung
- orang yang beriman adalah Allah
- Subhanahu wa taala. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Ibu Wah
- Ibu Wahyu Ningsi
- Mafin
- di Asalamualaikum Ustaz Husin. Di surah
- Azzumarikumsalam warahmatullah. Di surah
- Az-Zumar ayat 50 dikatakan Allah
- melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia
- kehendaki dan membatasi bagi siapa yang
- dikehendaki. Artinya Allah juga
- menentukan keterbatasan rezeki pada
- orang itu atau bagaimana? Bukankah Allah
- maha pemurah dari Ibu Wayuningsi Bogor?
- Dalam banyak ayat Al-Qur'an Allah
- menerangkan hal ini.
- Allahu yabsutur rizqa liman yasyau
- waqdir.
- Allah subhanahu wa taala yang
- membentangkan rezeki bagi
- hamba-hamba-Nya.
- Waqdir. Demikian pula Allah Subhanahu wa
- taala juga yang membatasinya.
- Sebetulnya ayat ini
- memberikan peringatan kepada kita.
- Kalau kita berusaha bagaimanapun,
- maksimal usaha kita apabila Allah
- Subhanahu wa taala menahan,
- maka tak mungkin sama sekali apa akan
- terbuka.
- Tetapi sebaliknya walaupun usaha kita
- kecil karena keterbatasan kemampuan
- kita, Allah kuasa dengan rahmatnya untuk
- membuka pintu rezeki yang seluas-luasnya
- bagi kita semua.
- Ayat ini bukan menunjukkan arti jabari
- ya atau menunjukkan bahwa
- orang yang berusaha dan yang tidak
- berusaha sama sekali tidak.
- Tapi di sini Allah Subhanahu wa taala
- dengan rahmatnya membentangkan rezeki
- bagi siapa yang dikehendaki. Begitu pula
- menyempitkannya. Di balik semua ini ada
- hikmah yang besar.
- Dengan saat-saat kita mengalami cobaan.
- Katakan kesempitan dalam rezeki Mas
- Krishna. Hati kita orang-orang yang
- beriman akan semakin merapat dan
- mendekat ke sisi Allah.
- Karena kalau Allah bentangkan, luaskan
- rezeki kita tanpa batas, yang akan
- terjadi
- hati kita akan terbuai oleh bisikan
- setan, terbawa oleh angan-angan.
- Kita merasa diri kita mampu dan kuat
- hingga kita melupakan Allah subhanahu wa
- taala. Allah berfirman, "Wala takunu
- kalladzina nasullaha faansahum
- anfusahum." Jangan kalian tergolong dari
- orang-orang yang lupa kepada Allah.
- Akhirnya begitu mereka lupa kepada
- Allah, Allah membuat mereka lupa diri.
- Jadi kalau Allah bentangkan rezekinya
- bagi hamba-hambnya
- tanpa batas, niscaya mereka akan
- melakukan kerusakan dan meraja lela di
- atas muka bumi. Tapi Allah Subhanahu wa
- taala turunkan dengan kehendaknya,
- dengan kebijaksanaannya
- sebetulnya sebagai bimbingan tuntunan
- bagi manusia dan juga peringatan kepada
- mereka.
- Dan kita semua tahu, Mas Krishna, bahwa
- kebutuhan kita akan rezeki itu hanya
- sebagai sarana, bukan tujuan. Betul
- tidak?
- Iya.
- Oleh karena itu, orang yang Allah
- Subhanahu wa taala berikan dia ya
- kecukupan dalam kebutuhan hidupnya,
- Allah berikan rasa aman
- juga dalam keadaan sehat walafiat. Orang
- ini sebetulnya orang yang paling kaya.
- Karena apabila seorang katakan
- berkecukupan rezekinya tapi jiwanya
- penuh ketakutan atau katakan dirinya
- dalam keadaan sakit, maka orang seperti
- ini sebetulnya orang apa? Orang yang
- miskin.
- Tapi orang yang diberikan kecukupan,
- hidup dalam suasana aman, sehat afiat.
- Sebagaimana sabda Rasul, manana aminan
- fi apa?
- muan fi badani wumiqun.
- Siapa yang aman di rumahnya,
- dalam kesehariannya di luar, begitu pula
- anak-anaknya,
- disehatkan badannya, kebutuhan
- sehari-harinya terpenuhi, maka dia telah
- mendapatkan dunia ya dan seluruh isinya.
- Karena rezeki itu sekedar sarana ya
- untuk kebutuhan kita menjalani tugas
- kita sebagai khalifah di atas muka bumi.
- Apa artinya rezeki yang melimpah ruah
- tapi dalam ketakutan, dalam keadaan
- sakit dan tidak tenang. Apa artinya
- rezeki yang luas tapi kita pergunakan
- untuk berbuat maksiat, berbuat
- kejahatan, menimbulkan fitnah di atas
- muka bumi. Jadi dengan kebijaksanaan
- Allah, terkadang Allah membentangkan
- rezekinya bagi hambanya.
- Terkadang Allah menahan dan
- menyempitkan. Pada saat membentangkan
- rezekinya, Allah menguji, syukur kita.
- Pada saat Allah menyempitkan rezekinya,
- mengingatkan kita bahwa kita
- bagaimanapun pandai, bagaimanapun kuat,
- kita tidak dapat bergantung kepada semua
- itu tanpa bantuan dari Allah. Hingga
- Allah berfirman,
- ma yaftahillahu linasi rahmatin fala
- mumsika laha. Apa yang Allah buka
- dari rahmatnya bagi hambanya? Tak ada
- seorang yang kuasa untuk menahan.
- Wama yumsik. Tapi kalau Allah menahan
- rezekinya, rahmatnya dari hambanya, fala
- mursil lahu min ba'dih. Maka tak ada
- seorang pun yang kuasa untuk membukanya.
- Wahual azizul hakim. Dan dia maha
- perkasa lagi maha bijaksana. Maka ee
- kesan dari ayat ini mengingatkan kita.
- Pertama, jangan pernah kamu lupa kepada
- Allah karena rezeki kamu bahkan hidup
- kamu seluruhnya di tangan Allah
- Subhanahu wa taala. Kalau kamu bersama
- Allah tidak melupakan Allah, Allah
- Subhanahu wa taala kuasa untuk
- menyelesaikan semua urusanmu, melunasi
- hutang-hutangmu, memperbaiki keadaan
- kamu dalam ketentraman dan keridaan
- Allah.
- Tapi bila kamu melupakan Allah, walaupun
- siang malam kamu bekerja,
- seluruh pikiran kamu tertuju ke sana,
- kamu tidak akan dapatkan melainkan apa
- yang telah ditentukan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Kemudian
- di samping
- sebagai apa? sebagai ya pengingat bagi
- kita untuk tidak melupakan Allah
- Subhanahu wa taala di mana seluruh
- kerajaan langit dan bumi termasuk
- ubun-ubun kepala kita semua dalam
- genggamannya.
- Di saat kita bertawakal kepada Allah,
- Allah Subhanahu wa taala akan
- menyelesaikan semua urusan kita.
- [mendengus]
- Kemudian yang kedua, Mas Krishna, di
- balik
- luas dan sempitnya rezeki, terdapat
- kebijaksanaan Allah. Pada saat kita
- menerima rezeki, jangan kita lupa
- hendaknya kita gunakan uang kita dalam
- keridauan Allah, berbagi bersama saudara
- kita. Karena hidup ini ladang jihad.
- Dan kita diperintahkan sebagai sesama
- saudara yang beriman, sesama saudara
- yang berasal dari ayah ibu yang sama
- diperintahkan untuk bekerja sama dalam
- kebajikan,
- dalam perbuatan yang mulia dan
- menjauhkan diri dari perbuatan mungkar,
- dari perbuatan keji. Demikian pula
- pelanggaran terhadap hak-hak orang lain.
- Nah, pada saat kita sempit, kita
- diingatkan akan kelemahan kita. Hingga
- pada saat kita berdoa, pada saat kita
- salat, kita meresapi betul-betul akan
- kelemahan diri kita, kebodohan diri
- kita. Dan di sana kita merasakan
- ketergantungan kita sepenuhnya pada
- Allah. Innallaha yamsut rizq liman
- yasyau waqdir.
- Sesungguhnya Allah yang membentangkan
- rezekinya bagi hambnya dan
- menyempitkannya. Innahuana biibadihi
- khabir bir. Sesungguhnya Allah maha
- melihat, maha mengetahui keadaan
- hambanya. Mana yang baik buat dia, mana
- yang lebih baik buat dia. Maka semua
- yang datang dari Allah baik pada saat
- dia luas maupun sempit, semua merupakan
- kebijaksanaan yang datang dari Allah.
- Dan mesti kita ingat bahwasanya di
- antara ketentuan Allah, rezeki itu
- mengalir bersama ketakwaan kepada Allah.
- Di saat kita lupa, maka rezeki dan
- rahmat Allah yang tadinya membanjiri
- kita bisa saja berganti dengan
- kesempitan dan kesusahan. Walau anna
- ahlal qura amanu wattaqau lafatahna
- alaihim barakatim minasama wal ard.
- Apabila penduduk negeri beriman
- bertakwa, kami akan buka bagi mereka
- keberkahan kami dari langit maupun bumi.
- Begitu juga waman yattaqillah yaj'alahu
- makhraja. Siapa yang bertakwa pada
- Allah, Allah akan berikan jalan keluar
- baginya dari segala kesulitannya. Jadi,
- kesimpulannya
- hendaknya kita selalu bersandar kepada
- Allah, berlabuh di sisinya, selalu ingat
- padanya, Allah tidak akan pernah
- melupakan kita. Fadkuruni adkurkum
- waskuruni wala takfurun. Hendaklah
- kalian selalu mengingat aku dan jangan
- kalian lupa dan bersyukurlah kepadaku
- dan janganlah kalian ingkar. Begitu kita
- ingat Allah, Allah akan selalu mengingat
- kita. Semoga Allah memberikan rahmatnya
- kepada kita, kepada keluarga kita,
- menyelesaikan semua urusan kita. Orang
- yang punya sangkut paut, yang berhutang
- dibebaskan dari hutangnya,
- yang berduka, yang bersedih,
- yang terkena penyakit, Allah sembuhkan
- dari penyakitnya dan angkat kesedihannya
- dan fokuskan hidupnya semata-mata untuk
- mengabdi kepada Allah subhanahu wa
- taala. Amin ya rabbal alamin.
- Baik, ini mungkin pertanyaan terakhir.
- Ken Ustaz Husein kan menjadi khatib ya
- di Masjid Umar bin Khattab.
- Asalamualaikum Ustaz Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Apa urgensi umat Islam memiliki mazhab?
- Bolehkah kita tidak bermazhab dari Kadir
- di Tangsel?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Kata mazhab ini, Mas Krisna bisa berarti
- dua hal. Yang pertama menjelaskan manhaj
- seorang mujtahid. Menjelaskan manhaj
- seorang mujtahid dalam memahami ya hukum
- dari nas-nas. Baik nas yang
- memang dipastikan dan disepakati
- kebenarannya atau nas-nas yang bersifat
- doni.
- Ayat-ayat Al-Qur'an merupakan nas-nas
- yang pasti dari Allah Taala.
- Tapi hadis-hadis yang diriwayatkan dari
- Nabi kita bisa saja sebagian menerima,
- sebagian menolak. Maka lahirlah
- perbedaan.
- Perbedaan ini terjadi ya kembali di
- antaranya kepada keraguan terhadap nas
- tersebut ya bagi sebagian orang dan
- sebagian lagi menerimanya dan
- menganggapnya sebagai benar. Atau
- kembali kepada apa? Interpretasi seorang
- mujtahid.
- [mendengus]
- nasnya sama tapi interpretasinya yang
- berbeda.
- Nah, perbedaan ini terkadang perbedaan
- yang tidak apa yang tidak keluar dari
- nasna.
- Di mana perbedaan tersebut perbedaan
- yang sifatnya beragam ya memperkaya
- masukan dan wawasan bagi kita yang
- merepotkan kalau perbedaan yang
- bagaimana perbedaan yang saling
- berlawanan.
- Nah, ini biasanya kita jumpai pada
- sebagian kalangan yang ulama-ulama
- mereka ini menggunakan kacamata kuda.
- Melihat dirinya ya memonopoli kebenaran
- dan menganggap orang lain yang berbeda
- dengan dirinya sesat. Padahal yang
- menjadi bahan kajian itu merupakan ranah
- yang bersifat doni. Dugaan, bukan hal
- yang bersifat pasti. Kalau yang bersifat
- pasti yang disepakati yang kembali pada
- syariat Allah yang ditetapkan dalam
- Al-Qur'an atau disepakati dari riwayat
- dari Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam, kita di sini dibenarkan
- untuk apa? Menyalahkan orang yang tidak
- sesuai dengan syariat Allah. Sebagai
- contoh salat subuh dengan rukun-rukun
- yang disepakatinya
- kemudian ya dilakukan sebanyak dua
- rakaat setelah terbitnya fajar shaodq.
- Kalau dia melakukan salat subuh sebelum
- terbitnya fajar shaodq
- walaupun dilakukan dengan jumlah yang
- lebih banyak katakan 100 rakaat itu
- merupakan bidah
- atau dilakukan di luar waktunya setelah
- waktunya usai. Katakan dilakukan salat
- subuh pada pukul 8.00 pagi atau pukul
- .00 pagi walaupun dilakukan dengan
- jumlah lebih banyak
- maka salat tersebut merupakan bidah ya
- dolalah yang mesti diluruskan dan
- diperbaiki.
- Karena apa? Karena ini merupakan syariat
- yang disepakati. Tapi kalau berkaitan
- dengan perbedaan pendapat, berkaitan
- dengan qunut ya dan tidak qunut,
- peringatan Maulid Nabi, peringatan Isra
- Mikraj yang dilakukan sesuai dengan
- aturan dan sunah nabi kita artinya tidak
- melanggar apa-apa yang diajarkan Allah
- Subhanahu wa taala disunahkan oleh Nabi
- kita dalam penyelenggaraan tersebut.
- Dalam hal ini hendaknya yang tidak suka
- tidak perlu ikut, tapi jangan mereka
- mencerca mencaci maki orang yang berbeda
- dengan mereka.
- Jadi kata mazhab ini bisa berarti metode
- pengambilan hukum yang dilakukan seorang
- mujtahid. di mana ada perbedaan antara
- metode dan manhajnya Imam Syafi'i dengan
- Imam katakan Abu Hanifah dengan Imam
- Malik bin Anas radhiallahu anhu atau
- Ahmad bin Hambal dalam sebagian hal.
- [mendengus]
- Tapi bisa berarti juga pada saat kita
- menyebutkan mazhab Syafi'i Maliki adalah
- pendapat Syafi'i. Pendapat Maliki. Eh
- arroyuladzi dahahaba ilaih. Pendapat
- yang dipilih oleh Syafi'i, oleh Maliki,
- oleh Hambali atau Hanafi. [berdehem]
- Nah, di sini kita mesti memahami
- betul-betul bahwa ya yang memahami
- perbedaan mazhab pendapat merujuk kepada
- dalilnya adalah para ulama Mas Krishna.
- Para ul
- para ulama
- para ulama. Para ulama ya yang
- mempelajari dan mengkhususkan diri
- mereka dalam mempelajari fikih Islam.
- Merekalah yang mengetahui perbedaan
- mazhab
- yang merujuk kepada dalil masing-masing.
- Adapun orang awam, pedagang gado-gado,
- pedagang soto,
- masyarakat awam yang bekerja sebagai
- petani, nelayan atau katakan mereka yang
- bekerja di arena pemerintahan yang
- kebanyakan dari mereka tidak memiliki
- kemampuan untuk memahami
- perbedaan pendapat di antara para ulama.
- dengan sendirinya mazhab ini dan
- mengkajinya merupakan otoritas
- orang-orang yang berilmu.
- Sedangkan awam seharusnya mereka tidak
- diracuni oleh fanatisme mazhab
- awam mengikuti gurunya yang memang
- memenuhi persyaratan untuk berbicara
- tentang fikih Islam.
- Oleh karena itu, Mas Krisna,
- Al Imam Tajuddin Assubki
- mengatakan, "Alami la mazhabala." Orang
- awam ini la mazhab. Mereka tidak punya
- mazhab. Karena apa? Karena dia mengikuti
- gurunya yang mengajarkan dirinya. Nah,
- kalau kita baca definisi fikih dan fqih.
- Definisi fikih sebagaimana yang kita
- pahami dalam ilmu fikih ya
- ada apa? Istinbatul ahkam syariatil
- amalati min adillatiha tafsiliah.
- Sedangkan alfaqih almustambit lil
- ahkamil amal tafsiri
- almustambil ahkamil amaliah min
- adillatihafsiriah.
- Jadi fikih itu adalah apa?
- tugas dari seorang mujtahid
- yang memahami hukum atau memetik hukum
- hukum syari yang bersifat amali yang
- praktis ya yang dipetik langsung dari
- dalil-dalilnya yang terperinci maka dia
- harus menguasai betul-betul ilmu ushul
- ya menguasai ilmu usul untuk dapat
- memahami bagaimana caranya dia memetik
- dan mengambil hukum-hukum amali yang
- bersifat praktis [mendengus] ya
- dari dalil-dalil dan sumbernya secara
- langsung. Tapi kalau dia hanya
- mempelajari katakan pendapat fikih yang
- terdapat dalam buku-buku fikih tanpa
- memahami proses pemetikan dan
- pengambilannya, dia tidak dapat
- dikatakan sebagai fakih.
- Hm.
- Tidak dapat dikatakan sebagai
- fqih.
- Fqih. Dia hanya mengajarkan apa yang
- ditulis oleh ulama yang mengarang buku
- tersebut. Tapi fakih yang sebenarnya itu
- yang memahami bagaimana dia memetik
- hukum-hukum syar'i amali ya dari
- dalilnya secara tafsil secara
- terperinci. Nah, fakih adalah orang yang
- melakukan hal tersebut. Sedangkan
- fikihnya proses pemetikan hukum sesuai
- dengan aturan-aturan yang telah
- ditetapkan.
- Oleh karena itu, Mas Krisna, kalau ada
- seorang ustaz
- yang mempelajari fikih dan menguasai
- ushul fikih, menguasai juga adillah
- syariah, dalil-dalil syari, dan dia bisa
- membandingkan antara pendapat-pendapat
- para mujtahid, ya. Lalu dia memilih
- pendapat yang dianggap paling sesuai
- dengan nas dan paling sesuai dengan
- kebutuhan umat. Ya, maka orang semacam
- ini yang punya wewenang untuk
- berijtihad.
- Sedangkan awam yang belajar daripadanya
- mengikuti apa yang diajarkan gurunya.
- Kalau seandainya umat Islam memahami
- betul-betul batasan mana syariat yang
- pasti, mana fikih yang kembali kepada
- pemahaman manusia yang bisa
- berubah-rubah, mereka pahami aja hal
- ini. Insyaallah umat akan apa? akan
- paham di mana mereka harus bersatu, di
- mana mereka dapat berbeda. Tapi
- sayangnya banyak orang-orang yang
- mengajarkan fikih yang tidak menguasai
- adillah syariah, dalil-dalil syari,
- tidak menguasai ushul fikih. Mereka
- berbicara tentang fikih sesuai dengan
- apa yang dicatat oleh ulama mereka dalam
- buku-buku yang mereka karang tanpa sama
- sekali memahami
- perbedaan pendapat di antara ulama. Lalu
- dia mengklaim bahwa pendapat ini adalah
- yang hak, pendapat ini adalah yang
- sunah. Sedangkan yang berbeda merupakan
- bidah dolalah, maka terjadilah seperti
- yang terjadi pada saat ini. Oleh karena
- itu antara Imam Syafi'i, Maliki,
- Hambali, Hanafi, dan lain-lain
- sebagainya walaupun mereka berbeda
- pendapat tapi tidak saling mencerca
- menyesatkan.
- Mereka memaklumi alasan perbedaan
- tersebut. Tapi sayangnya kita di
- belakang hari ini yang tidak memahami
- adillah syariah, tidak memahami ushul,
- tidak memahami juga asalibal arab fi
- kalamihim uslub-uslub bangsa Arab dalam
- ungkapan mereka yang terkadang
- menggunakan uslub majaz. Ya, sebagian
- lagi menolak adanya majaz dalam
- Al-Qur'an. Akhirnya apa yang terjadi?
- Yang terjadi fitnah yang amat besar.
- Karena orang yang tidak tahu masak
- ikut-ikutan memasak. yang tidak tahu
- persoalan ikut-ikut bicara. Ini yang
- terjadi pada saat ini fitnah yang besar.
- Oleh karena itu, umat Islam jangan
- diracuni
- oleh fanatisme mazhab, tapi hendaknya
- dikembalikan semuanya bersatu dalam
- Islam. Jadi, baik itu yang bermazhab
- Syafi'i, Maliki, Hambali, Ahmad, dari
- ulama-ulama kita, begitu pula pengikut
- mereka.
- Jangan mengatakan pada muridnya, "Kamu
- ini pengikut Syafi'i."
- Lalu ditanamkan fanatisme dalam hatinya.
- Lalu diingatkan untuk tidak sama sekali
- apa? Mencampur aduk antara pendapat
- Syafi'i dan pendapat yang lain.
- Seharusnya ulama memilih dari
- pendapat-pendapat yang ada.
- Atau kalau seandainya pendapat para
- ulama belum berbicara tentang persoalan
- tersebut, dari kaidah yang dipahami,
- yang dipelajari, dia berijtihad untuk
- mengeluarkan pendapat-pendapat yang baru
- sesuai dengan tantangan zaman ini di
- bawah frame
- dan naungan Al-Qur'an serta sunah-sunah
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Sebagai contoh, Mas Krishna,
- kalau orang ditanya, seorang ulama
- ditanya tentang bayi tabung, kalau dia
- kembali kepada tulisan-tulisan para
- ulama terdahulu yang belum sama sekali
- menemukan persoalan ini, maka jawabannya
- pasti akan kacau. Tapi kalau dia kembali
- kepada Al-Qur'an, Al-Qur'an memberikan
- tuntunan bagaimana
- dia memberikan pendapat dalam persoalan
- tersebut.
- Selagi spermanya dari suaminya,
- kemudian telur dari istrinya, rahim juga
- yang dipergunakan rahim istrinya bukan
- mengontrak rahim. Kemudian dilakukan
- oleh dokter muslim yang terpercaya yang
- tidak sama sekali akan apa? akan
- berdusta mempergunakan baik sperma orang
- lain atau telur orang lain. Maka dalam
- hal ini ya apabila kehamilan yang normal
- tidak dapat dilakukan, dilakukan melalui
- bayi tabung dari sperma suami, dari
- telur istri, kemudian dilakukan juga
- oleh dokter-dokter muslim yang jujur
- terpercaya, maka hal ini dibolehkan.
- Tapi kalau dengan mengontrak rahim atau
- katakan dengan mempergunakan sperma
- laki-laki lain atau mempergunakan telur
- yang bukan telur istrinya, hal ini
- merupakan hal yang dilarang dalam agama
- karena mengacaukan nasab dan bisa
- menimbulkan terjadinya fitnah di antara
- mereka. Wali iyazubillah. Jadi kembali
- kepada kitab Allah dan sunah rasul-Nya.
- Dan ini merupakan wewenang para ulama
- dan para ulama tidak perlu mengatakan
- ini pendapat Syafi'i, ini pendapat
- Maliki. Jadi jangan sampai mazhab
- menggantikan Islam. Jangan sampai orang
- loyal kepada mazhab lebih daripada
- loyalitasnya kepada Islam maupun kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Oleh karena
- itu untuk masyarakat awam
- sebenarnya mereka tidak mengenal mazhab.
- Oleh karena itu orang awam tidak
- dikatakan sebagai orang yang bermazhab A
- atau B. Tapi ulama-ulamanya kita
- harapkan betul-betul menjadi orang yang
- bijak, takut kepada Allah. Dalam
- berbicara juga dia berhati-hati
- mempertimbangkan betul-betul keridaan
- Allah. Dan mereka tidak bicara kecuali
- dalam urusan yang mereka tahu. Jangan
- tidak tahu lalu memberikan komentar,
- menyebarkan fitnah ke sana kemari
- seperti yang kita jumpai pada saat ini.
- Jadi kata mazhab ini bukan merupakan
- satu keharusan. Tapi bila Anda tidak
- tahu, tanyalah kepada orang-orang yang
- ahli. Selagi Anda meyakini orang
- tersebut jujur, memenuhi syarat,
- mumpuni, maka ikuti orang tersebut. Tapi
- kalau Anda menjumpai ulama-ulama yang
- mudah menjas, menyesatkan, mengkafirkan,
- membidahkan orang lain, jangan dekati
- orang seperti ini. Ini lebih berbahaya
- daripada penyakit lepra.
- Karena penyakit lepra penularannya tidak
- seberapa dibandingkan penularan fitnah
- yang disebarkan ulama yang bisa
- menimbulkan kebencian maupun permusuhan.
- Wallahuam.
- Baik, Ustaz Husin. Ee kita
- dari Royan. Dari Royan
- di roh royan.
- Iya.
- Salamin injam beratnya. Kalau kami
- membaca surat Asajadah sampai ayat 15
- apakah wajib bersujud atau bagaimana?
- Dalam suratus sajadah Allah menyebutkan,
- "Sesungguhnya orang-orang yang
- benar-benar beriman
- itu mereka-mereka
- yang apabila bila dibacakan ayat-ayat
- Allah Subhanahu wa taala
- mereka tersungkur sujud." tersungkur su
- sujud.
- Sujud.
- Jadi sesungguhnya orang-orang yang
- beriman kepada ayat-ayat Kami kalau
- mereka diberikan peringatan dengan
- ayat-ayat Allah ya langsung mereka
- tersungkur sujud. Arti secara tidak
- langsung apaak secara tidak langsung ini
- merupakan isyarat dari Allah Subhanahu
- wa taala untuk membuktikan iman kita
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Kalau
- benar-benar kita beriman, kita apa? kita
- sujud kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Begitu juga dalam surah al-Alaq
- ayat terakhir bunyinya apa?
- Wasjudarib.
- Sujudlah kamu dan dekatkan diri kamu
- kepada Allah subhanahu wa taala. Nah,
- perintah Allah Subhanahu wa taala yang
- memerintahkan kita untuk sujud kalau
- kita tidak lakukan. Bagaimana kira-kira
- Mas Krisna?
- Bagaimana kira-kira kalau kita tidak
- melakukan
- ya tidak taat pada Allah?
- Iya. Oleh karena itu, baik dalam salat
- ya maupun di luar salat bila kita
- mendengarkan firman Allah Subhanahu wa
- taala wasjud waqtarib sampai pada ayat
- tersebut baik dalam salat maupun di luar
- salat kita langsung apa? Kita langsung
- sujud. Kalau kita di kendaraan
- tundukkan.
- Katakan di kuda atau kita di kendaraan,
- di mobil, tundukkan kepala kita. Nah,
- kalau kita membaca firman Allah
- Subhanahu wa taala dalam suratus sajdah,
- Allah berfirman pada ayat 15. Innama
- yukminu
- biayatinalladzina
- idzairu biha khru sujada wasabbahu
- bihamdibbihim wahum la yastakbirun.
- Sesungguhnya ciri-ciri orang yang
- beriman kepada ayat-ayat Kami apabila
- mereka diberikan peringatan dengan
- ayat-ayat Allah, mereka langsung
- tersungkur sujud dan mereka bertasbih
- memuji Tuhan mereka. Nah, pada ayat-ayat
- ini dengan sendirinya kalau dia beriman
- dia tidak akan menolak untuk sujud.
- Tatajafa junubuhumil madji yadunbahum
- khaufan waimqahum
- yunfiquun.
- Tubuh mereka meninggalkan pembaringan
- sambil memohon kepada Tuhan mereka di
- waktu malam hari. Mereka memohon kepada
- Tuhan mereka penuh dengan apa? Dengan
- rasa takut. Bukan takut Allah akan
- menganiaya mereka. Justru yang paling
- mereka takuti adalah keadilan Allah.
- Karena kalau seandainya amal mereka
- ditimbang lebih banyak kemaksiatannya,
- pelanggaran, kelaraian dibandingkan
- dengan nikmat-nikmat yang Allah berikan.
- Mereka penuh rasa takut dari kesalahan
- dosa mereka, tapi penuh rasa harap
- terhadap rahmat Allah Subhanahu wa taala
- dan ampunannya. Wamimma roqnahum
- yunfiquun. Dan dari apa yang kami
- berikan kepada mereka, mereka berinfak.
- Ini gambaran orang yang beriman yang
- hati mereka selalu ingat kepada Allah,
- penuh rasa takut kepada Allah atas
- kelayan mereka dan penuh harap kepada
- rahmat Allah. Takutnya membuat dia
- memiliki kendali diri. tidak sembarangan
- berbicara maupun berbuat. Sedangkan
- harapannya
- membuat mereka tidak mudah berputus asa.
- Dari harta yang Allah berikan kepada
- mereka. Sebahagian yang mereka infakkan
- karena mereka hidup di dunia ini bukan
- hanya untuk diri mereka, tapi orang yang
- beriman merupakan wali orang yang
- beriman, baik itu pria maupun wanita.
- Jadi kesimpulannya, Mas Krisna, kalau
- ada ayat-ayat yang memerintahkan sujud
- seperti ayat dalam surah Sajdah atau
- surah al-Alaq,
- maka kita dalam hal ini jangan
- berlambat-lambatan.
- Begitu juga ya dalam surat Al-Isra pada
- ayat-ayat terakhir yang kita jumpai
- bagaimana Allah Subhanahu wa taala
- menggambarkan orang-orang yang beriman
- di saatnya mereka mendengarkan ayat-ayat
- Allah Subhanahu wa taala dengan penuh
- rasa khusyuk mereka tersungkur sujud
- sambil mengatakan subhana rabbina inana
- wa'du rabbina la maf'ula. Maha suci
- Tuhan kami. Sesungguhnya janji Tuhan
- kami benar-benar pasti akan terlaksana.
- Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah dalam dialog tanya jawab pagi ini
- mengingat hari Jumat mendekati saat-saat
- kita menyampaikan khotbah Jumat. Semoga
- Allah terima, semoga bermanfaat, semoga
- menyatukan hati kita dalam umatan
- wahidah untuk Islam yang satu, untuk
- Indonesia
- bersatu. Mudah-mudahan
- setiap kali kita mendengarkan
- kajian-kajian di radio silaturahmi ini
- walaupun ustaznya berbeda-beda tapi
- tujuannya semua satu untuk bersama-sama
- mengabdikan dengan tulus kepada Allah.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik walu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah terima kasih
- Ustin. Mudah-mudahan
- menambah wawasan kita tentang alislam.
- Saya Muhammad Krisna oni Saputra dan Ali
- Mohon pamit. Wabillahi taufik walidah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakat.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.