Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:10 Rahman Rahim. Assalamualaikum 0:12 warahmatullahi wabarakatuh. 0:13 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:15 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:16 ini dalam acara renungan di bawah 0:18 naungan Alquran untuk edisi tanya jawab. 0:20 Hari ini adalah 0:22 tanggal 8 Muharram 1447 Hijriah atau 0:25 tanggal 4 Juli 2025 insyaallah besok ada 0:29 juga yang puasa ya. 0:31 Baik 0:32 ya 0:33 kita mulai acara 0:35 ada ada Onis ini Ondy dan Algi ya. Kita 0:37 mulai acara ini dengan membaca Al 0:38 Fatihah. 0:42 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 0:47 Bismillahirrahmanirrahim. 0:53 Alhamdulillahirobbil 0:58 Arrahmanirrahim. 1:03 Maliki yaumiddin. 1:07 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 1:12 Ihdinas sirotol mustaqim. 1:17 Sirotol ladzina an'amta alaihim. 1:22 Ghoiril maghdubi alaihim walad 1:27 dholin. 1:31 Amin alhamdulillah. 1:33 Dengan bacaan Al Fatihah ini 1:34 mudah-mudahan Allah mudahkan kita dalam 1:36 memahami apa-apa yang dijelaskan oleh 1:37 guru kita Ustaz Husein bin Hamid Al 1:39 Athas. Baik pertanyaan pertama dari 1:41 Bapak Ihsan. 1:43 Assalamualaikum Ustaz Husein. 1:44 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:45 Mohon penjelasan mengenai surat 1:47 Al Anfal atau surat 8 ayat 17 tentang 1:50 kalimat maka sebenarnya bukan kamu yang 1:52 membunuh mereka dan bukan engkau yang 1:55 melempar ketika engkau melempar tapi 1:57 Allah yang melempar. Allah berbuat 1:59 demikian untuk membinasakan mereka dan 2:01 untuk memberi kemenangan kepada mereka, 2:03 orang-orang mukmin, 2:04 untuk kemenangan orang-orang mukmin yang 2:06 dengan kemenangan yang baik. Sungguh 2:08 Allah Maha mendengar dan Maha 2:10 mengetahui. Mohon penjelasannya mengenai 2:11 surat ini, Ustaz. 2:12 Bismillahirrahmanirrahim. 2:15 Alhamdulillahirobbilalamin. 2:19 Allahumma sholli 2:21 wasallim wabarik ala abdika warosulika 2:25 sayyidina 2:27 wanabiyina Muhammadin 2:29 wa alihi wasohbihi wasallim. 2:37 Assalamualaikum ya Rasulallah. 2:41 Wasalamualaina waala 2:45 Wasalamualaikum warahmatullahi 2:48 wabarakatuh. 2:53 [berdehem] 2:55 Allahumma atina min indika rohma wa 2:57 alimna min ladunka ilman nafi'a wanfa'na 3:01 bima alamtana. 3:03 Robbana zidna ilman wal hikmah 3:06 bisholihin. 3:08 Ikhwan akhwat, 3:10 pendengar, pemirsa Radio TV Silaturahmi 3:13 yang dirahmati Allah Subhanahu wa 3:15 Ta'ala. 3:18 Dengan 3:20 semboyan ummatan wahidah, 3:23 untuk satu umat, 3:26 untuk satu Islam sebagaimana 3:29 yang 3:31 disampaikan oleh para nabi, 3:34 yang merupakan pesan Allah Subhanahu wa 3:37 Ta'ala kepada mereka dan kepada nabi 3:39 kita Muhammad Shallallahu alaihi 3:41 wasallam, 3:43 an aqimuddin wala tatafarroqu fih, 3:47 hendaklah kalian menegakkan agama Allah, 3:51 yaitu Al Islam dan jangan kalian 3:53 bercerai berai di dalamnya. Ini perintah 3:55 Allah. 3:56 Ini ajaran para nabi. Maka mereka yang 3:58 bercerai berai dalam agama Allah 4:02 mereka bukan pengikut para nabi dan 4:05 pengikut nabi kita Muhammad Shallallahu 4:07 Alaihi Wa Alihi Wasallam. 4:11 Menjawab pertanyaan 4:13 yang berhubungan dengan ayat 17 dari 4:16 surat Al Anfal. 4:18 Allah berfirman falam taqtuluhum 4:21 walakinnallaha qatalahum. 4:24 Wama ramaita idz ramaita walakinnallaha 4:27 rama. 4:28 Waliyubliyal mukminina minhu balaan 4:32 hasana. Innallaha samiun alim. 4:37 Dzalikum wa annallaha muhinu kaidil 4:40 kafirin. 4:44 Kedua ayat ini merupakan kabar gembira 4:47 bagi nabi kita Muhammad Shallallahu 4:50 Alaihi Wasallam 4:52 demikian pula untuk orang-orang yang 4:54 beriman. 4:56 Di saat mereka pergi berjuang 4:58 di jalan Allah Subhanahu Wa Ta'ala 5:01 dengan mengharapkan ridho Allah semata, 5:04 Allah menerangkan kepada mereka. 5:06 Pada saat melempar pada saat mereka 5:09 menghadapi musuh mereka mereka melempar 5:12 lembing mereka, panah mereka. 5:16 Sebenarnya 5:18 Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah 5:20 mendukung kalian dan memberikan bantuan 5:23 agar panah-panah dan lembing tersebut 5:25 mengenai musuh mereka. 5:27 Allah Subhanahu Wa Ta'ala melemahkan 5:30 kekuatan orang-orang yang kafir 5:32 melipatgandakan kekuatan orang yang 5:34 beriman 5:35 hingga dengan mudah walaupun jumlah 5:37 mereka sedikit, orang-orang yang beriman 5:40 mampu untuk mengalahkan musuh mereka. 5:43 Jadi sebenarnya pada saat orang yang 5:45 beriman berjihad di jalan Allah 5:48 memerangi musuh mereka dan membunuh 5:50 mereka dalam peperangan 5:52 sebenarnya yang berperang di sini adalah 5:55 Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang memerangi 5:57 mereka. 5:58 Jadi ayat ini bukan menunjukkan makna 6:01 fatalisme 6:03 atau Jabariyah sama sekali tidak, tapi 6:05 merupakan kabar gembira begitu kamu 6:07 keluar di jalan Allah 6:10 berperang dengan mengharapkan ridhonya 6:12 bukan untuk dunia maka Allah yang akan 6:15 turun tangan memerangi mereka, 6:17 mengalahkan mereka, bahkan membunuh 6:20 pasukan mereka. 6:22 Jadi sebenarnya bukan kalian yang 6:23 membunuh mereka tapi Allah yang membunuh 6:25 mereka ini kan luar biasa indahnya kan? 6:28 Sebagaimana dalam satu hadis 6:30 Man ada li waliyan faqad adzantu bil 6:32 harb dalam hadis qudsi ini Allah 6:34 menerangkan siapa yang memerangi 6:36 wali-waliku 6:38 aku mengumumkan perang terhadap dirinya. 6:41 Aku mengumumkan 6:43 perang terhadap dirinya. 6:45 Artinya Allah yang akan turun tangan. 6:48 Lalu pertanyaannya lalu kenapa kita 6:49 diperintahkan untuk berjihad? Kita 6:51 diperintahkan untuk berjihad untuk 6:53 menguji kita apakah kita lebih 6:56 mengutamakan dunia apakah mengutamakan 6:58 Allah? 7:00 Allah perintahkan kita berjihad 7:02 seandainya kita mampu membunuh mereka ya 7:05 kita mengalahkan musuh kita mendapatkan 7:07 kemuliaan dunianya belum lagi janji 7:10 Allah di akhirat. Seandainya kita mati 7:13 dalam keadaan syahid di medan perang 7:15 tersebut 7:17 itu merupakan harapan dambaan orang yang 7:19 beriman menjadikan kematiannya sebagai 7:23 mahar untuk meraih keridhoan Allah dan 7:25 kebahagiaan di hari akhir. 7:27 Karena kematian baik di rumah maupun di 7:30 medan perang apabila tiba saatnya pasti 7:33 akan terjadi. 7:34 Keberanian seseorang tidak akan 7:36 mempercepat kematiannya 7:39 rasa takut seseorang 7:41 tidak akan memperlambat kematiannya 7:43 karena ajal telah ditentukan waktunya. 7:47 Tapi yang penting bagi kita, bagaimana 7:49 kita memilih kematian kita. 7:53 Pesan Allah wala tamutunna illa wa antum 7:56 muslimun. Dan kematian di jalan Allah 7:58 merupakan kemuliaan. 8:00 Oleh karena itu Allah mengatakan wa ma 8:02 ramaita idz ramaita wa lakin Allah rama. 8:05 Ketika engkau melemparkan panah kamu, 8:07 belimbing kamu, sebenarnya yang 8:09 melentar, yang melontar dan melempar 8:11 adalah Allah. 8:12 Tapi dengan jihad ini waliyublial 8:15 mukminina minhu balaan hasanah 8:17 Allah subhanahu wa taala 8:20 dengan jihad ini menguji orang yang 8:21 beriman dengan ujian yang baik, membuat 8:24 mereka keluar sebagai pemenang atau 8:27 mereka mati dalam keadaan syahid. 8:29 Innallaha samiun alim, sungguh Allah 8:31 Maha mendengar lagi Maha mengetahui. 8:33 Dzalikum wa annallaha muhinu kaidil 8:37 kafirin. Yang demikian itu karena Allah 8:40 subhanahu wa taala 8:42 telah menetapkan untuk melemahkan tipu 8:44 daya orang-orang kafir. 8:46 Oleh karena itu Yaman 8:49 sebagai negara yang kecil bahkan 8:51 tertinggal 8:53 dengan ekonomi yang betul-betul porak 8:55 poranda. 8:57 Ketika mereka melontarkan 8:59 rudal-rudal mereka menghadapi negara 9:01 besar adidaya seperti Amerika 9:05 ternyata kapal induk Amerika yang 9:08 dianggap sebagai 9:10 raksasa dalam peperangan melarikan diri 9:13 tunggang langgang. 9:15 Bahkan mampu mengirimkan rudal yang 9:16 menuju wilayah Israel. 9:18 Begitu juga Iran. 9:20 Dalam perjuangan kemarin 9:22 kalau bukan pertolongan Allah dan 9:24 bantuannya 9:26 rudal-rudal Iran tidak akan mengenai 9:27 sasaran. 9:29 Tapi dengan rahmat Allah subhanahu wa 9:31 taala rudal tersebut ya membuat 9:35 negara Zionis Israel atau yang sekarang 9:37 dikuasai Zionis porak poranda 9:41 meninggalkan ratusan ribu ton 9:44 puing-puing dari kehancuran tersebut 9:46 hanya dalam beberapa hari, 12 hari. 9:49 Sedangkan Gaza bertahan bertahun-tahun. 9:52 Apa yang mereka lakukan terhadap rakyat 9:54 Gaza dibalas oleh Allah melalui 9:56 tangan-tangan pejuang dari Iran 9:59 dan semuanya berjuang untuk Allah 10:01 Rasul-Nya 10:03 dan ini 10:04 hadirin sekalian paling tidak membuat 10:07 sejuk hati saudara-saudara kita yang 10:09 selama ini tertindas di Gaza. 10:12 Membuat sejuk perasaan orang yang 10:13 beriman 10:14 di mana sakit hati mereka, dendam mereka 10:17 telah terpiaskan dengan bantuan dari 10:19 Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Maka orang 10:21 yang beriman di saat dia berjuang di 10:23 jalan Allah, jangan pernah takut dan 10:25 gentar. 10:26 Jihad ini merupakan ujian tapi 10:28 sebenarnya yang turun tangan mendukung 10:30 orang yang beriman adalah Allah 10:32 Subhanahu Wa Ta'ala. Wallahu A'lam. 10:34 Baik, selanjutnya dari Ibu Wah 10:39 Ibu Wahyuning sih Ehm. Ehm, maaf ini 10:42 Ehm. 10:43 Di Assalamualaikum Ustad Husein di surat 10:46 Az-Zumar 10:47 Wa'alaikumsalam Warahmatullahi di surat 10:47 Az-Zumar ayat 52 dikatakan Allah 10:49 melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia 10:52 kehendaki dan membatasi bagi siapa yang 10:54 dikehendaki. Artinya Allah juga 10:56 menentukan keterbatasan rezeki pada 10:58 orang itu atau bagaimana? Bukankah Allah 11:01 Maha Pemurah? Dari Ibu Wahyuning sih 11:03 Bogor. 11:05 Dalam banyak ayat Alquran Allah 11:08 menerangkan hal ini. 11:11 Allahu Yabsuthur Rizqa Limay Yasyau 11:14 Wayakdir. 11:17 Allah Subhanahu Wa Ta'ala 11:19 yang membentangkan rezeki bagi 11:21 hamba-hambanya. 11:25 Wayakdir, demikian pula Allah Subhanahu 11:28 Wa Ta'ala juga yang membatasinya. 11:33 Sebetulnya ayat ini 11:38 memberikan peringatan kepada kita. 11:42 Kalau kita berusaha bagaimanapun 11:45 maksimal usaha kita 11:47 apabila Allah subhanahu wa taala menahan 11:51 maka tak mungkin sama sekali apa akan 11:53 terbuka. 11:56 Tetapi sebaliknya walaupun usaha kita 11:59 kecil karena keterbatasan kemampuan kita 12:03 Allah kuasa dengan rahmatnya untuk 12:05 membuka pintu rezeki yang seluas-luasnya 12:08 bagi kita semua. 12:10 Ayat ini bukan menunjukkan arti jabari 12:14 ya atau menunjukkan bahwa 12:17 orang yang berusaha dan yang tidak 12:19 berusaha sama sekali tidak. 12:22 Tapi di sini Allah subhanahu wa taala 12:24 dengan rahmatnya membentangkan rezeki 12:26 bagi siapa yang dikehendaki 12:29 begitu pula menyempitkannya. Di balik 12:31 semua ini ada hikmah yang besar. 12:35 Dengan saat-saat kita mengalami cobaan 12:40 katakan kesempitan dalam rezeki Mas 12:42 Krisna 12:44 hati kita orang-orang yang beriman akan 12:46 semakin merapat dan mendekat ke sisi 12:48 Allah. 12:50 Karena kalau Allah bentangkan luaskan 12:52 rezeki kita tanpa batas yang akan 12:54 terjadi 12:56 hati kita akan terbuai oleh bisikan 12:58 setan, terbawa oleh angan-angan. 13:01 Kita merasa diri kita mampu dan kuat 13:03 hingga kita melupakan Allah subhanahu wa 13:05 taala. 13:07 Allah berfirman wala takunu kalladzina 13:09 nasuallah faansahum anfusahum. 13:12 Jangan kalian tergolong dari orang-orang 13:14 yang lupa kepada Allah akhirnya begitu 13:17 mereka lupa kepada Allah, Allah membuat 13:19 mereka lupa diri. 13:22 Jadi kalau Allah bentangkan rezekinya 13:24 bagi hamba-hambanya 13:28 tanpa batas niscaya mereka akan 13:30 melakukan kerusakan dan merajalela di 13:33 atas muka bumi. 13:35 Tapi Allah Subhanahu wa Ta'ala turunkan 13:37 dengan kehendaknya, dengan 13:38 kebijaksanaannya 13:40 sebetulnya sebagai bimbingan, tuntunan 13:44 bagi manusia dan juga peringatan kepada 13:46 mereka. 13:48 Dan kita semua tahu Mas Krishna 13:51 bahwa kebutuhan kita akan rezeki itu 13:55 hanya sebagai sarana bukan tujuan. 13:57 Betul tidak? Iya. Oleh karena itu orang 13:59 yang Allah Subhanahu wa Ta'ala berikan 14:02 dia, ya 14:04 kecukupan dalam kebutuhan hidupnya. 14:08 Allah berikan rasa aman 14:11 juga dalam keadaan sehat walafiat, orang 14:13 ini sebetulnya orang yang paling kaya. 14:17 Karena 14:17 apabila seorang 14:19 katakan 14:20 berkecukupan rezekinya, tapi jiwanya 14:23 penuh ketakutan 14:24 atau katakan dirinya dalam keadaan sakit 14:27 maka orang seperti ini sebetulnya orang 14:29 apa? Orang yang miskin. 14:32 Tapi orang yang diberikan kecukupan, 14:34 hidup dalam suasana aman, sehat afiat 14:37 sebagaimana sabda Rasul, "Man kana 14:40 aminan fi 14:42 fi apa? 14:43 fi hazihi 14:45 mu'afan fi badanihi wa ma'ahu qutu 14:48 yaumihi faqad hizat lahud dunya 14:49 bihadafiha." Siapa yang aman di rumahnya 14:54 dalam kesehariannya di luar, begitu pula 14:57 anak-anaknya 14:59 disehatkan badannya, kebutuhan 15:01 sehari-harinya terpenuhi, maka dia telah 15:04 mendapatkan dunia, ya, dan seluruh 15:06 isinya. Karena rezeki itu sekedar 15:10 sarana, ya, untuk kebutuhan kita 15:12 menjalani tugas kita sebagai khalifah di 15:15 atas muka bumi. 15:17 Apa artinya rezeki yang melimpah ruah 15:19 tapi dalam ketakutan, dalam keadaan 15:22 sakit dan tidak tenang. 15:24 Apa artinya rezeki yang luas tapi kita 15:26 pergunakan untuk berbuat maksiat, 15:28 berbuat kejahatan, menimbulkan fitnah di 15:31 atas muka bumi. 15:33 Jadi dengan kebijaksanaan Allah 15:36 terkadang Allah membentangkan rezekinya 15:38 bagi hambanya. 15:41 Terkadang Allah menahan dan 15:42 menyempitkan. Pada saat membentangkan 15:44 rezekinya Allah menguji syukur kita, 15:47 pada saat Allah menyempitkan rezekinya 15:49 mengingatkan kita 15:52 bahwa kita bagaimanapun pandai, 15:54 bagaimanapun kuat 15:56 kita tidak dapat bergantung kepada semua 15:59 itu tanpa bantuan dari Allah. Hingga 16:01 Allah berfirman Ma yaftahul, ma 16:03 yaftahillahu linnasi min rahmatin fala 16:06 mumsikalaha. 16:07 Apa yang Allah buka 16:11 dari rahmatnya bagi hambanya, tak ada 16:13 seorang yang kuasa untuk menahan. 16:16 Wa ma yumsik, tapi kalau Allah menahan 16:19 rezekinya, rahmatnya dari hambanya, fala 16:22 mursilalahu min ba'dihi, maka tak ada 16:24 seorang pun yang kuasa untuk membukanya. 16:26 Wa huwal azizul hakim, dan Dia Maha 16:28 Perkasa lagi Maha Bijaksana. 16:31 Maka 16:32 eee kesan dari ayat ini 16:35 mengingatkan kita. 16:37 Pertama, jangan pernah kamu lupa kepada 16:40 Allah. 16:41 Karena rezeki kamu, bahkan hidup kamu 16:44 seluruhnya di tangan Allah Subhanahu wa 16:45 ta'ala. 16:46 Kalau kamu bersama Allah tidak melupakan 16:48 Allah Allah Subhanahu wa ta'ala kuasa 16:52 untuk menyelesaikan semua urusanmu, 16:55 melunasi hutang-hutangmu, memperbaiki 16:57 keadaan kamu dalam ketentraman dan 17:00 keridhoan Allah. 17:02 Tapi bila kamu melupakan Allah walaupun 17:04 siang malam kamu bekerja 17:06 seluruh pikiran kamu tertuju ke sana, 17:09 kamu tidak akan dapatkan melainkan apa 17:11 yang telah ditentukan Allah Subhanahu wa 17:13 ta'ala. 17:14 Kemudian 17:16 di samping 17:18 sebagai apa? Sebagai eh 17:21 pengingat bagi kita untuk tidak 17:23 melupakan Allah subhanahu wa taala, 17:26 di mana seluruh 17:29 kerajaan langit dan bumi termasuk 17:31 ubun-ubun kepala kita semua dalam 17:33 genggamannya. 17:35 Di saat kita bertawakal kepada Allah, 17:37 Allah subhanahu wa taala akan 17:39 menyelesaikan semua urusan kita. 17:41 [mendengus] 17:43 Kemudian yang kedua, Mas Krisna, di 17:44 balik 17:46 luas dan sempitnya rezeki 17:48 terdapat kebijaksanaan Allah. 17:51 Pada saat kita menerima rezeki, jangan 17:53 kita lupa. 17:54 Hendaknya kita gunakan uang kita dalam 17:56 kelibuan Allah, berbagi bersama saudara 17:59 kita. Karena hidup ini ladang jihad. 18:02 Dan kita diperintahkan sebagai sesama 18:05 saudara yang beriman, sesama saudara 18:08 yang berasal dari ayah ibu yang sama, 18:10 diperintahkan untuk bekerja sama dalam 18:12 kebajikan, 18:14 dalam perbuatan yang mulia, dan 18:16 menjauhkan diri dari perbuatan mungkar, 18:19 dari perbuatan keji. Demikian pula 18:21 pelanggaran terhadap hak-hak orang lain. 18:25 Nah, pada saat kita sempit, 18:27 kita diingatkan akan kelemahan kita. 18:30 Hingga pada saat kita berdoa, pada saat 18:32 kita salat, kita meresapi betul-betul 18:34 akan kelemahan diri kita, kebodohan diri 18:37 kita, dan di sana kita merasakan 18:39 ketergantungan kita sepenuhnya pada 18:41 Allah. Innallaha yabsuthur rizqa limay 18:44 yasya' wa yaqdir. 18:47 Sesungguhnya Allah yang membentangkan 18:48 rezekinya bagi hambanya dan 18:51 menyempitkannya. Innahu kana bi'ibadihi 18:54 khabiran bashira. Sesungguhnya Allah 18:56 maha melihat, maha mengetahui keadaan 18:59 hambanya, mana yang baik buat dia. 19:02 Mana yang lebih baik buat dia, maka 19:04 semua yang datang dari Allah baik pada 19:05 saat dia luas maupun sempit, semua 19:08 merupakan 19:09 kebijaksanaan yang datang dari Allah dan 19:12 mesti kita ingat 19:13 bahwasanya di antara ketentuan Allah 19:16 rezeki itu mengalir bersama ketakwaan 19:19 kepada Allah. 19:21 Bisa kita lupa, maka rezeki dan rahmat 19:24 Allah yang tadinya membanjiri kita 19:27 bisa saja berganti dengan kesempitan dan 19:30 kesusahan. Walau anna ahlal qura amanu 19:33 wattaqau 19:34 lafatahna alaihim barakatin minassamai 19:37 wal ard apabila penduduk negeri beriman 19:40 dan bertakwa, kami akan buka bagi mereka 19:42 keberkahan kami dari langit maupun bumi. 19:45 Begitu juga waman yattaqillaha 19:46 yaj'allahu makhraja, siapa yang bertakwa 19:49 pada Allah, Allah akan berikan jalan 19:51 keluar baginya dari segala kesulitannya. 19:53 Jadi kesimpulannya 19:56 hendaknya kita selalu bersandar kepada 19:59 Allah, berlabuh di sisi-Nya selalu ingat 20:02 pada-Nya, Allah tidak akan pernah 20:04 melupakan kita. Fadzukuruni adzkurkum 20:07 wasykuruli wala takfurun hendaklah 20:09 kalian selalu mengingat Aku dan jangan 20:11 kalian lupa 20:13 dan bersyukurlah kepada-Ku 20:16 dan janganlah kalian ingkar. Begitu kita 20:18 ingat Allah, Allah akan selalu mengingat 20:20 kita. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya 20:22 kepada kita, kepada keluarga kita 20:25 menyelesaikan semua urusan kita, orang 20:26 yang punya sangkut paut, yang berhutang 20:28 dibebaskan dari hutangnya yang berduka, 20:31 yang bersedih 20:33 yang terkena penyakit Allah sembuhkan 20:35 dari penyakitnya dan angkat kesedihannya 20:38 dan fokuskan hidupnya semata-mata untuk 20:40 mengabdi kepada Allah Subhanahu wa 20:42 Ta'ala. Amin ya rabbal alamin. Baik, ini 20:44 mungkin pertanyaan terakhir karena Ustaz 20:45 Husin ini kan menjadi khatib ya di 20:47 Masjid Umar bin Khattab. 20:49 Salam Ustaz Husin. Waalaikumsalam 20:51 warahmatullahi 20:52 Apa urgensi umat Islam memiliki mazhab? 20:54 Bolehkah kita tidak bermazhab? Dari 20:56 Kadir di Tangsel. 20:59 Bismillahirrahmanirrahim. 21:01 [berdehem] 21:03 Kata mazhab ini, Mas Krisna bisa berarti 21:06 dua hal. 21:08 Yang pertama 21:09 menjelaskan manhaj seorang mujtahid. 21:12 Menjelaskan manhaj seorang mujtahid 21:15 dalam memahami ya 21:18 hukum dari nas-nas baik nas yang 21:22 memang 21:24 dipastikan dan disepakati kebenarannya 21:27 atau nas-nas yang bersifat zanni. 21:31 Ayat-ayat Alquran merupakan nas-nas yang 21:34 pasti dari Allah Ta'ala. 21:36 Tapi hadis-hadis yang diriwayatkan dari 21:38 Nabi kita bisa saja sebagian menerima, 21:42 sebagian menolak. 21:44 Maka lahirlah perbedaan. 21:46 Perbedaan ini terjadi ya 21:49 kembali di antaranya kepada keraguan 21:51 terhadap nas tersebut ya bagi sebagian 21:54 orang 21:55 dan sebagian lagi menerimanya dan 21:58 menganggapnya sebagai benar atau kembali 22:00 kepada apa? Interpretasi seorang 22:03 mujtahid. 22:05 [mendengus] 22:05 Nasnya sama tapi interpretasinya yang 22:07 berbeda. 22:09 Nah, perbedaan ini terkadang 22:11 perbedaan yang tidak apa? Yang tidak 22:13 keluar dari nas Mas Krisna. 22:16 Di mana perbedaan tersebut perbedaan 22:18 yang sifatnya beragam ya memperkaya 22:21 masukan dan wawasan bagi kita yang 22:23 merepotkan kalau perbedaan yang 22:26 bagaimana? 22:27 Perbedaan yang saling berlawanan. 22:31 Nah, ini biasanya kita jumpai pada 22:33 sebagian kalangan 22:35 yang ulama-ulama mereka ini menggunakan 22:38 kacamata kuda. 22:40 Melihat dirinya ya 22:43 yang memonopoli kebenaran dan menganggap 22:45 orang lain yang berbeda dengan dirinya 22:47 sesat. Padahal yang menjadi bahan kajian 22:51 itu merupakan ranah yang bersifat zanni 22:53 dugaan bukan hal yang bersifat pasti. 22:56 Kalau yang bersifat pasti yang 22:58 disepakati yang kembali pada syariat 23:00 Allah yang ditetapkan dalam Alquran atau 23:03 disepakati dari riwayat dari Nabi kita 23:05 Muhammad Shallallahu alaihi wasallam 23:08 kita di sini dibenarkan untuk apa? 23:10 Menyalakan orang yang tidak sesuai 23:13 dengan syariat Allah. Sebagai contoh 23:15 salat subuh 23:17 dengan rukun-rukun yang disepakatinya 23:20 kemudian ya dilakukan sebanyak dua 23:22 rakaat 23:24 setelah terbitnya Fajar Shadiq 23:27 kalau dia melakukan salat subuh sebelum 23:30 terbitnya Fajar Shadiq 23:33 walaupun dilakukan dengan jumlah yang 23:35 lebih banyak katakan 100 rakaat itu 23:37 merupakan bidah 23:39 atau dilakukan di luar waktunya setelah 23:42 waktunya usai katakan dilakukan salat 23:45 subuh pada pukul 08.00 pagi atau pukul 23:47 07.00 pagi 23:48 walaupun dilakukan dengan jumlah lebih 23:50 banyak 23:52 maka salat tersebut merupakan bidah ya 23:56 dholalah yang mesti diluruskan dan 23:58 diperbaiki 24:00 karena apa? Karena ini merupakan syariat 24:02 yang disepakati tapi kalau berkaitan 24:04 dengan perbedaan pendapat berkaitan 24:06 dengan qunut ya dan tidak qunut 24:09 peringatan Maulid Nabi peringatan Isra 24:11 Mikraj yang dilakukan sesuai dengan 24:14 aturan 24:15 dan sunah Nabi kita artinya tidak 24:17 melanggar apa-apa yang diajarkan Allah 24:20 Subhanahu wa taala disunahkan oleh Nabi 24:23 kita dalam penyelenggaraan tersebut 24:26 dalam hal ini hendaknya yang tidak suka 24:29 tidak perlu ikut tapi jangan mereka 24:31 mencerca mencaci maki orang yang berbeda 24:34 dengan mereka 24:37 jadi kata mazhab ini bisa berarti metode 24:40 pengambilan hukum yang dilakukan seorang 24:43 mujtahid 24:44 di mana ada perbedaan antara metode dan 24:47 manhajnya Imam Syafi'i dengan Imam 24:50 katakan Abu Hanifah dengan Imam Malik 24:52 bin Anas radhiallahu anhu atau Ahmad bin 24:55 Hanbal dalam sebagian hal. 24:58 [mendengus] 24:59 Tapi bisa berarti juga 25:01 pada saat kita menyebutkan mazhab 25:02 Syafii, Maliki adalah pendapat Syafii, 25:06 pendapat Maliki. E arroyu ladzi dzahaba 25:09 ilaihi. Pendapat yang dipilih oleh 25:12 Syafii, oleh Maliki, oleh Hambali atau 25:14 Hanafi. 25:16 [berdehem] 25:17 Nah, di sini kita mesti memahami 25:18 betul-betul 25:20 bahwa ya yang memahami perbedaan mazhab 25:23 pendapat 25:24 merujuk kepada dalilnya adalah para 25:26 ulama Mas Krisna. Para ula? Para ulama. 25:29 Para ulama. 25:31 Para ulama ya 25:32 yang mempelajari dan mengkhususkan diri 25:35 mereka dalam mempelajari fikih Islam 25:39 merekalah yang mengetahui perbedaan 25:41 mazhab. 25:43 Yang merujuk kepada dalil masing-masing. 25:46 Adapun orang awam 25:48 pedagang gado-gado 25:51 pedagang soto 25:53 masyarakat awam yang bekerja sebagai 25:55 petani, nelayan atau katakan mereka yang 25:59 bekerja di arena pemerintahan yang 26:02 kebanyakan dari mereka tidak memiliki 26:05 kemampuan untuk memahami 26:08 perbedaan pendapat di antara para ulama. 26:12 Dengan sendirinya 26:13 mazhab ini 26:15 dan mengkajinya merupakan otoritas 26:18 orang-orang yang berilmu. 26:21 Sedangkan awam seharusnya mereka tidak 26:23 diracuni oleh fanatisme mazhab. 26:27 Awam mengikuti gurunya yang memang 26:30 memenuhi persyaratan untuk berbicara 26:32 tentang fikih Islam. 26:37 Oleh karena itu Mas Krisna 26:41 Al Imam Tajuddin As-Subki 26:45 mengatakan al amila mazhabala orang awam 26:48 ini 26:49 la mazhabala mereka tidak punya mazhab. 26:52 Karena apa? Karena dia mengikuti gurunya 26:55 yang mengajarkan dirinya. Nah, kalau 26:57 kita baca definisi fikih dan fakih 27:02 definisi fikih sebagaimana yang kita 27:04 pahami dalam ilmu fikih, ya. 27:07 Ada apa? 27:08 Istimbatul ahkamis syar'iyatil amaliyati 27:12 min adillatiha tafsiriyah. 27:14 Sedangkan al fakih al mustambit lil 27:17 ahkamis syar'iyatil amaliyati 27:19 tafsiriyati 27:21 al mustambit lil ahkamis syar'iyatil 27:23 amaliyah min adillatiha tafsiriyah. 27:26 Jadi fikih itu 27:28 adalah apa? 27:31 Tugas dari seorang mujtahid 27:33 yang memahami hukum atau memetik hukum 27:37 hukum syar'i yang bersifat amali yang 27:40 praktis, ya. Yang dipetik langsung dari 27:43 dalil-dalilnya yang terperinci. 27:46 Maka dia harus menguasai betul-betul 27:48 ilmu usul, 27:50 menguasai ilmu usul untuk dapat memahami 27:53 bagaimana caranya dia memetik dan 27:56 mengambil hukum-hukum amali yang 27:59 bersifat praktis, 28:01 [mendengus] 28:01 ya. 28:03 Dari dalil-dalil dan sumbernya secara 28:05 langsung. 28:07 Tapi kalau dia hanya mempelajari katakan 28:09 pendapat fikih yang terdapat dalam 28:10 buku-buku fikih tanpa memahami proses 28:14 pemetikan dan pengambilannya, dia tidak 28:16 dapat dikatakan sebagai fakih. Ehm. 28:18 Tidak dapat dikatakan sebagai? Fakih. 28:20 Fakih. Dia hanya mengajarkan apa yang 28:22 ditulis oleh ulama yang mengarang buku 28:24 tersebut. Tapi fakih yang sebenarnya itu 28:27 yang memahami bagaimana dia memetik 28:31 hukum-hukum syar'i amali, ya. Dari 28:34 dalilnya secara tafsil, secara 28:37 terperinci. 28:38 Nah, fakih adalah orang yang melakukan 28:40 hal tersebut. Sedangkan fikihnya proses 28:42 pemetikan hukum sesuai dengan 28:44 aturan-aturan yang telah ditetapkan. 28:49 Oleh karena itu, Mas Krisna, kalau ada 28:50 seorang ustaz 28:52 yang mempelajari fikih dan menguasai 28:55 usul fikih, menguasai juga adillah 28:57 syar'iyah, dalil-dalil syar'i, 29:00 dan dia bisa 29:02 membandingkan antara pendapat-pendapat 29:05 para mujtahid, ya, lalu dia memilih 29:07 pendapat yang dianggap paling sesuai 29:09 dengan nas dan paling sesuai dengan 29:11 kebutuhan umat, ya, maka orang semacam 29:15 ini yang punya wewenang untuk 29:16 berijtihad. 29:19 Sedangkan awam yang belajar daripadanya 29:22 mengikuti apa yang diajarkan gurunya. 29:24 Kalau seandainya umat Islam memahami 29:27 betul-betul batasan mana syariat yang 29:29 pasti, mana fikih yang kembali kepada 29:33 pemahaman manusia yang bisa 29:34 berubah-rubah, mereka pahami saja hal 29:37 ini, insyaallah umat akan apa? Akan 29:40 paham di mana mereka harus bersatu, di 29:43 mana mereka dapat berbeda. Tapi 29:45 sayangnya, banyak orang-orang 29:48 yang mengajarkan fikih yang tidak 29:50 menguasai adillah syar'iyah, dalil-dalil 29:53 syar'i, tidak menguasai usul fikih, 29:55 mereka berbicara tentang fikih sesuai 29:58 dengan apa yang dicatat oleh ulama 30:00 mereka dalam buku-buku yang mereka 30:01 karang, 30:02 tanpa sama sekali memahami 30:06 perbedaan pendapat di antara ulama, lalu 30:09 dia mengklaim bahwa pendapat ini adalah 30:11 yang hak, pendapat ini adalah yang 30:13 sunah, sedangkan yang berbeda merupakan 30:16 bid'ah dhalalah, maka terjadilah seperti 30:18 yang terjadi pada saat ini. 30:20 Oleh karena itu, antara Imam Syafii, 30:22 Maliki, Hambali, Hanafi, dan lain-lain 30:25 sebagainya, walaupun mereka berbeda 30:27 pendapat, tapi tidak saling mencerca, 30:29 menyesatkan. 30:30 Mereka memaklumi alasan perbedaan 30:32 tersebut. Tapi sayangnya, kita di 30:35 belakang hari ini yang tidak memahami 30:37 adillah syar'iyah, tidak memahami usul, 30:40 tidak memahami juga asali ibal Arabi 30:43 kalamihim uslub-uslub bangsa Arab dalam 30:46 ungkapan mereka yang terkadang 30:47 menggunakan uslub majas ya. 30:50 Sebagian lagi menolak adanya majas dalam 30:52 Alquran, akhirnya apa yang terjadi? Yang 30:55 terjadi fitnah yang amat besar karena 30:58 orang yang tidak tahu masak ikut-ikutan 31:01 memasak. 31:02 Yang tidak tahu persoalan ikut-ikut 31:04 bicara, ini yang terjadi pada saat ini 31:06 fitnah yang besar. Oleh karena itu 31:09 umat Islam jangan diracuni 31:12 oleh fanatisme mazhab. 31:15 Tapi hendaknya dikembalikan semuanya 31:17 bersatu dalam Islam. 31:19 Jadi baik itu yang bermazhab Syafii, 31:22 Maliki, Hambali, Ahmad dari ulama-ulama 31:25 kita begitu pula pengikut mereka 31:28 jangan mengatakan pada muridnya kamu ini 31:30 pengikut Syafii. 31:33 Lalu ditanamkan fanatisme dalam hatinya. 31:35 Lalu diingatkan untuk tidak sama sekali 31:37 apa? Mencampuraduk antara pendapat 31:41 Syafii dan pendapat yang lain. 31:43 Seharusnya ulama memilih dari 31:45 pendapat-pendapat yang ada 31:49 atau kalau seandainya pendapat para 31:51 ulama belum berbicara tentang persoalan 31:53 tersebut dari 31:55 qaidah yang dipahami, yang dipelajari 31:58 dia berijtihad untuk mengeluarkan 32:01 pendapat-pendapat yang baru sesuai 32:04 dengan tantangan zaman ini di bawah 32:07 frame 32:09 dan naungan Alquran serta sunah-sunah 32:11 Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi 32:13 Wasallam. Sebagai contoh Mas Krisna. 32:16 Kalau orang ditanya 32:17 seorang ulama ditanya tentang bayi 32:20 tabung. 32:21 Kalau dia kembali kepada tulisan-tulisan 32:23 para ulama terdahulu yang belum sama 32:25 sekali menemukan persoalan ini, maka 32:28 jawabannya pasti akan kacau. 32:30 Tapi kalau dia kembali kepada Alquran, 32:32 Alquran memberikan tuntunan bagaimana 32:35 dia 32:36 memberikan pendapat dalam persoalan 32:38 tersebut. 32:39 Selagi spermanya dari suaminya, 32:42 kemudian telur dari istrinya, 32:45 rahim juga yang dipergunakan rahim 32:46 istrinya, bukan mengontrak rahim, 32:49 kemudian dilakukan oleh dokter muslim 32:51 yang terpercaya yang tidak sama sekali 32:53 akan apa? 32:54 Akan berdusta mempergunakan baik sperma 32:57 orang lain atau telur orang lain, maka 32:58 dalam hal ini, ya, 33:00 apabila kehamilan yang normal tidak 33:03 dapat dilakukan, dilakukan melalui bayi 33:06 tabung dari sperma suami, dari telur 33:09 istri, kemudian dilakukan juga oleh 33:11 dokter-dokter muslim yang jujur, 33:13 terpercaya, 33:14 maka hal ini dibolehkan. Tapi kalau 33:16 dengan mengontrak rahim 33:18 atau katakan dengan mempergunakan sperma 33:21 laki-laki lain atau mempergunakan telur 33:24 yang bukan telur istrinya, hal ini 33:26 merupakan hal yang dilarang dalam agama 33:28 karena mengacaukan nasab dan bisa 33:30 menimbulkan terjadinya fitnah di antara 33:34 mereka, wallahu a'lam 33:36 Jadi, kembali kepada kitab Allah dan 33:37 sunah rasul-Nya, dan ini merupakan 33:39 wewenang para ulama, dan para ulama 33:42 tidak perlu mengatakan ini pendapat 33:44 Syafii, ini pendapat Maliki. Jadi, 33:46 jangan sampai mazhab menggantikan Islam. 33:48 Jangan sampai orang 33:50 loyal kepada mazhab lebih daripada 33:52 loyalitasnya kepada Islam maupun kepada 33:54 Allah subhanahu wa ta'ala. Oleh karena 33:56 itu, untuk masyarakat awam 33:59 sebenarnya mereka 34:01 tidak mengenal mazhab. Oleh karena itu, 34:03 orang awam tidak dikatakan sebagai orang 34:06 yang bermazhab A atau B, tapi 34:08 ulama-ulamanya kita harapkan betul-betul 34:11 menjadi orang yang bijak, takut kepada 34:13 Allah dalam berbicara juga dia 34:15 berhati-hati, 34:17 mempertimbangkan betul-betul keridaan 34:19 Allah. 34:20 Dan mereka tidak bicara kecuali dalam 34:22 urusan yang mereka tahu. Jangan tidak 34:24 tahu lalu memberikan komentar, 34:27 menyebarkan fitnah ke sana kemari 34:29 seperti yang kita jumpai pada saat ini. 34:32 Jadi, kata mazhab ini bukan merupakan 34:34 satu keharusan, 34:36 tapi bila Anda tidak tahu, tanyalah 34:38 kepada orang-orang yang ahli, 34:41 selagi Anda meyakini orang tersebut 34:42 jujur, memenuhi syarat mumpuni, maka 34:45 ikuti orang tersebut. Tapi, kalau Anda 34:48 menjumpai ulama-ulama yang mudah menjaz, 34:51 menyesatkan, mengkafirkan, membid'ahkan 34:53 orang lain, jangan dekati orang seperti 34:55 ini. Ini lebih berbahaya daripada 34:57 penyakit lepra. 34:59 Karena penyakit lepra penularannya tidak 35:01 seberapa dibandingkan penularan 35:03 fitnah yang disebarkan ulama yang bisa 35:05 menimbulkan kebencian maupun permusuhan. 35:07 Wallahu a'lam. 35:08 Baik, Ustaz Husein, eh kita 35:10 Sekali lagi, sekali lagi. pertanyaan 35:11 dari Royan, Royan. 35:16 Di Roy, Roh, 35:18 Royan. Iya. Assalamualaikum, Ustaz 35:20 Husein. Izin bertanya, kalau kami 35:21 membaca surat As-Sajadah sampai ayat 15, 35:24 apakah wajib bersujud atau bagaimana? 35:33 Dalam surat As-Sajadah, Allah 35:34 menyebutkan, 35:38 "Sesungguhnya orang-orang yang 35:39 benar-benar beriman, 35:42 itu mereka-mereka 35:45 yang apa apabila dibacakan ayat-ayat 35:47 Allah subhanahu wa ta'ala, 35:50 mereka tersungkur sujud." 35:53 Tersungkur su 35:54 Sujud. Sujud. 35:57 Jadi, sesungguhnya orang-orang yang 35:58 beriman kepada ayat ayat kami. 36:01 Kalau mereka diberikan peringatan dengan 36:03 ayat-ayat Allah, 36:05 langsung mereka tersungkur sujud. 36:08 Artinya, secara tidak langsung apa 36:09 artinya? 36:09 Secara tidak langsung, ini merupakan 36:12 isyarat dari Allah subhanahu wa ta'ala 36:15 untuk membuktikan iman kita kepada Allah 36:17 subhanahu wa ta'ala. Kalau benar-benar 36:20 kita beriman, kita apa? 36:22 Kita sujud kepada Allah subhanahu wa 36:25 ta'ala. 36:27 Begitu juga dalam surat Al-Alaq. 36:30 Ayat terakhir bunyinya apa? 36:33 Wasjud. 36:35 Waqtarib. Sujudlah kamu. Dan dekatkan 36:38 diri kamu kepada Allah Subhanahu wa 36:41 ta'ala. 36:42 Nah, perintah Allah Subhanahu wa ta'ala 36:44 yang memerintahkan kita untuk sujud. 36:48 Kalau kita tidak lakukan bagaimana 36:50 kira-kira Mas Krisna? 36:52 Emm. 36:53 Bagaimana kira-kira kalau kita tidak 36:54 melakukan? 36:56 Ya. 36:57 Tidak taat pada Allah. 36:58 Iya. Oleh karena itu baik dalam salat. 37:01 Ya. Maupun di luar salat bila kita 37:03 mendengarkan firman Allah Subhanahu wa 37:05 ta'ala. 37:06 Wasjud waqtarib. Sampai pada ayat 37:08 tersebut. 37:10 Baik dalam salat maupun di luar salat 37:12 kita langsung apa? 37:13 Kita langsung sujud. 37:15 Kalau kita di kendaraan tundukkan. 37:18 Katakan di kuda atau kita di kendaraan 37:20 di mobil. 37:21 Tundukkan kepala kita. Nah, kalau kita 37:23 membaca firman Allah Subhanahu wa ta'ala 37:26 dalam surat As-Sajdah. 37:28 Allah berfirman pada ayat 15. Innam 37:30 ayyukminu. 37:32 Biayatina ladzina idza dzukiru biha 37:35 kharru sujjada. 37:37 Wasabbahu bihamdi rabbihim. Wahum la 37:40 yastakbirun. 37:42 Sesungguhnya ciri-ciri orang yang 37:43 beriman kepada ayat-ayat kami. Apabila 37:46 mereka diberikan peringatan dengan 37:48 ayat-ayat Allah mereka langsung 37:50 tersungkur sujud. 37:52 Dan mereka bertasbih memuji Tuhan 37:55 mereka. 37:56 Nah, pada ayat-ayat ini dengan 37:58 sendirinya kalau dia beriman. Dia tidak 38:01 akan menolak untuk sujud. Tatajaafa 38:03 junubuhum anil madhaji'i yadz'una 38:06 rabbahum khaufan wa thama'a wa mimma 38:08 razaqnahum yunfiqun. 38:10 Tubuh mereka meninggalkan pembaringan. 38:13 Sambil memohon kepada Tuhan mereka. Di 38:16 waktu malam hari. 38:18 Mereka memohon kepada Tuhan mereka. 38:20 Penuh dengan apa? Dengan rasa takut. 38:23 Bukan takut Allah akan menganiaya 38:25 mereka, justru yang paling mereka takuti 38:27 adalah keadilan Allah. Karena kalau 38:29 seandainya amal mereka ditimbang, lebih 38:32 banyak kemaksiatannya, pelanggaran, 38:34 kelalaian dibandingkan dengan 38:36 nikmat-nikmat yang Allah berikan. 38:39 Mereka penuh rasa takut dari kesalahan 38:41 dosa mereka. 38:42 Tapi penuh rasa harap terhadap rahmat 38:45 Allah subhanahu wa taala dan ampunannya. 38:48 Wamimma razaqnahum yunfiqun dan dari apa 38:51 yang kami berikan kepada mereka, mereka 38:53 berinfak. Ini gambaran orang yang 38:55 beriman, yang hati mereka selalu ingat 38:58 kepada Allah, penuh rasa takut kepada 39:00 Allah 39:01 atas kelalaian mereka dan penuh harap 39:03 kepada rahmat Allah. Takutnya membuat 39:06 dia memiliki kendali diri. 39:08 Tidak sembarangan dia berbicara maupun 39:10 berbuat. Sedangkan harapannya 39:12 membuat mereka tidak mudah berputus asa. 39:16 Dari harta yang Allah berikan kepada 39:18 mereka, sebagian yang mereka infakkan 39:20 karena mereka hidup di dunia ini 39:22 bukan hanya untuk diri mereka. Tapi 39:24 orang yang beriman 39:25 merupakan wali orang yang beriman, baik 39:28 itu pria maupun wanita. 39:30 Jadi kesimpulannya, Mas Krisna, 39:32 kalau ada ayat-ayat yang memerintahkan 39:35 sujud seperti ayat dalam surat Sajdah 39:37 atau surat Al-A'raf, 39:39 maka 39:41 kita dalam hal ini jangan 39:42 berlambat-lambatan. 39:45 Begitu juga ya dalam surat Al-Isra pada 39:48 ayat-ayat terakhir yang kita jumpai 39:49 bagian 39:51 Allah subhanahu wa taala menggambarkan 39:53 orang-orang yang beriman. 39:55 Di saat ya mereka mendengarkan ayat-ayat 39:59 Allah subhanahu wa taala, 40:01 dengan penuh rasa khusyuk mereka 40:03 tersungkur sujud sambil mengatakan 40:05 subhana rabbina in kana wa'du rabbina 40:08 lamaf'ula. Maha suci Tuhan kami, 40:11 sesungguhnya janji Tuhan kami 40:13 benar-benar pasti akan terlaksana. 40:16 Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati 40:18 Allah dalam dialog tanya jawab pagi ini, 40:21 mengingat hari Jumat mendekati saat-saat 40:23 kita menyampaikan khotbah Jumat. Semoga 40:26 Allah terima, semoga bermanfaat, semoga 40:28 menyatukan hati kita dalam ummatan 40:30 wahidah untuk Islam yang satu, 40:33 untuk Indonesia 40:35 bersatu. 40:36 Mudah-mudahan 40:38 setiap kali kita mendengarkan 40:40 kajian-kajian di Radio Silaturahmi ini 40:42 walaupun Ustadnya berbeda-beda, 40:44 tapi tujuannya semua satu untuk 40:47 bersama-sama mengabdikan dengan tulus 40:49 kepada Allah. Subhanakallahumma 40:51 wabihamdika asyhadu an la ilaha illa 40:53 anta astagfiruka wa atubu ilaik wal afu 40:56 minkum wassalamualaikum warahmatullahi 40:58 wabarakatuh. 40:59 Assalamualaikum warahmatullahi 40:59 wabarakatuh. Alhamdulillah terima kasih 41:01 Ustad Husein, mudah-mudahan 41:02 menambah wawasan kita tentang Al-Islam. 41:05 Saya Muhammad Risna Ondisa Putra dan Ali 41:07 mohon pamit wabillahi taufik walhidayah. 41:08 Assalamualaikum warahmatullahi 41:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 41:11 wabarakatuh.