Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brazil
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma
- shi ala sayyidina Muhammad wa sayidina
- Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa
- lagi hari ini hari Rabu tanggal 9
- Jumadil Akhir 1446 Hijriah atau tanggal
- 11 Desember 2024. Hari ini sebenarnya
- acara tamu kita tapi Pak Bilal. Tapi
- berhubung Pak Bilal ini tiba-tiba
- berhalangan hadir kita isi dengan
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- bersama Usta1 atas. Ee silakan Anda bisa
- buka surat Azzumar atau surah ke-39
- mulai dari ayat 5 sampai dengan ayat 7.
- Surat Azzumar atau surah ke-39 ayat 5
- sampai dengan ayat 7. Asalamualaikum
- Ustaz Husin. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik, di
- sini juga ada Ondi dan Algi. Baik, kita
- mulai acara ini dengan membaca
- al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin arrahmanirrahim.
- Maiki
- yaumiddin iyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina an'amta
- alaihim ghairil maghdubi
- alaihim wad
- in.
- Amin. Alhamdulillah kita sudah membaca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam memahami apa-apa yang
- diterangkan oleh guru kita. Mari kita
- buka surat Azzumar ayat 5 sampai dengan
- ayat 7. Tafadal
- Ustaz. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Ya rabbana lakal hamdu kama
- yambagjalali wajhikal
- karim waliadimi
- sultanik. Subhanaka la nuhsi tsanaan
- alaika anta kama atnaita ala
- nafsik. Falakal hamdu hatta
- tard. Walakal hamdu idza radit wakal
- hamdu ba'dal rid.
- Allahumma sholli ala sayyidina wa nabina
- Muhammadin wa alihi wasahbihi wasallim.
- Asalamualaika ya rasulullah.
- Assalam ala ahli baitik
- thyibin washabatikal guril
- mayamin wasairina ala nahjihil qawim ila
- yaumiddin. Subhanaka la ilma lana illa
- ma alamtana innaka antal alimul hakim.
- Wala haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim. Allahumma atina minika
- rahmah waimna min ladunka ilman nafi'
- wfaana. Ikhwan akhwat
- pendengar pemirsa radio TV silaturahmi
- yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah pagi hari ini kita dapat
- melanjutkan renungan dan kajian kita di
- bawah naungan surah Az-Zumar dimulai
- dari ayat 5 hingga ayat 7. Semoga Allah
- Subhanahu wa taala membuka pintu-pintu
- hati kita untuk
- dapat meresapi, menghayati, dan
- mengamalkan.
- Petunjuk Allah Subhanahu wa taala dalam
- ayat-ayat suci kitabnya yang
- diturunkan sebagai
- petunjuk,
- cahaya dan rahmat serta penyembuh dari
- berbagai macam penyakit dan juga
- merupakan furqan, pemisah di antara yang
- hak dan yang batil.
- Mari pertama-tama kita
- membaca beberapa ayat yang kita akan
- renungkan pada pagi hari ini. Dimulai
- dari ayat
- 5. Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Khalaqas
- samaawati wal ardha
- bilhaq yukawwirul laila alan nahari wa
- yukawwirun nahar alal
- lail
- wasakharasyamsa wal
- qamar kullun yajri liajalim
- Musamma ala huwal azizul
- ghaffar ala huwal
- azizul ghaffar.
- Khalaqakum min nafsin
- wahidatin tumma ja'ala minha
- zaujaha wa anzala lakum minal an'ami
- tsamaniyata
- azwaj yakhluqukum fi butuni
- ummahatikum khalqom mim ba'di khalqi
- [Musik]
- Ikumullahu rabbukum lahul mulk.
- La
- ilahailla hua
- faanna
- tusrofun. In takfuru
- fainnallaha ghaniyun.
- taskuru yardahu
- lakum wala taziru
- wairatun wizro
- ukhro tumma ila rabbikum marjiukum
- fayunabbiukum bimaa kuntum ta'malun
- Innahu alimum
- bidur
- shqallahuladzim shqallahul
- adzim wasodqo rasuluhul karim wahnu ala
- dalalika minas
- syahidin. Ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah.
- Kalau kita kembali kepada ayat-ayat
- sebelumnya, Allah Subhanahu wa
- taala setelah memulai surah ini dengan
- bismillahirrahmanirrahim yang mengajak
- kita semua
- bersama-sama memulai dan masuk ke dalam
- rahmat Allah Subhanahu wa taala yang
- maha pengasih lagi maha penyayang. Ini
- merupakan karunia Allah yang tak
- terhingga. Siapa saja di mana pun kita
- berada, apapun kedudukan kita, Allah
- Subhanahu wa taala buka pintunya bagi
- mereka-mereka yang mau masuk ke dalam
- rahmat-Nya berjalan di bawah naungan.
- Nah, di antara rahmat Allah yang Allah
- karuniakan kepada kita semua, Al-Qur'an
- yang Allah turunkan kepada
- kita sebagai petunjuk, sebagai
- cahaya, sebagai
- penyembuh dan juga rahmat dan kabar
- gembira bagi orang-orang yang
- beriman. Tanzilul kitabi minallahil
- azizil hakim.
- Kitab yang agung dan mulia ini
- diturunkan dari sisi Allah yang maha
- perkasa lagi maha
- bijaksana. Maka siapa yang mengikuti
- petunjuk Alkitab, dia akan berada dalam
- lindungan yang maha
- perkasa juga maha bijaksana. Dia tidak
- akan tersesat
- jalan. Akan menjadi manusia-manusia yang
- hakim, yang bijak dengan mengikuti
- petunjuk Allah.
- Lalu Allah Subhanahu wa taala jelaskan
- kepada kita tujuan diturunkan Al-Qur'an
- ini. Inna anzalna ilaikal kitaba bilhaq.
- Sesungguhnya kami telah menurunkan
- kepadamu Alkitab wahai Rasulullah
- bilhaq dengan tujuan yang hak.
- Bukan dalam rangka
- bermain-main, tapi Al-Qur'an turun
- dengan membawa petunjuk dan pedoman
- hidup yang hak yang tidak terdapat
- keraguan
- daripadanya. Fa'budillaha mukhlison
- lahuddin. Maka sembahlah Allah dengan
- memurnikan pengabdian dan ibadahmu
- semata-mata hanya teruntuk Allah.
- Inilah jalan keselamatan yang Allah
- tunjukkan yang akan memasukkan kita ke
- dalam rahmat Allah dan Allah akan turun
- tangan langsung menjadi pelindung kita,
- pembimbing jalan kita apabila kita
- beribadah mengabdi kepada Allah dengan
- tulus dan tidak mempersekutukan Allah
- dengan
- sesuatu. Tapi bila kita persekutukan
- Allah maka Allah akan meninggalkan kita.
- Allah akan serahkan kita kepada
- sekutu-sekutu yang kita persekutukan
- bersama
- Allah. Padahal di saat kita bersama
- Allah, Allah akan mencukupi kita. Tapi
- di saat Allah meninggalkan kita, tak ada
- satu pun yang kuasa untuk menggantikan
- Allah.
- Lalu setelah Allah memerintahkan kita
- untuk beribadah kepadanya dengan
- tulus yang tidak bercampur dengan
- kesyirikan, tidak bercampur juga dengan
- hawa nafsu dan tujuan-tujuan yang
- akan membuat keruh tujuan ibadah kita
- kepada
- Allah. Allah ingatkan ala lillahiddinul
- khalis.
- Ketahuilah kepunyaan
- Allah
- hanya akan disambut oleh Allah dan
- diterima. Adinul khalis yaitu pengabdian
- dan ibadah yang tulus yang murni kepada
- Allah subhanahu wa
- taala. Ini yang menjadi milik Allah dan
- dialah satu-satunya yang berhak untuk
- kita sembah. Karena dialah satu-satunya
- pencipta dan tiada sekutu bersamanya.
- Oleh karena itu, yang akan disambut oleh
- Allah, yang menjadi hak milik Allah
- Subhanahu wa taala dan menjadi kewajiban
- hamba-Nya adalah memurnikan pengabdian
- dan ibadahnya semata-mata karena Allah.
- Ala lillahiddinul khalis.
- Ketahuilah bahwa kepunyaan Allah dan
- menjadi hak Allah, milik Allah, adinul
- khalis, pengabdian dan ibadah yang
- benar-benar
- murni. Bagaimana kita memberikan atau
- mempersembahkan ibadah kita kepada
- selain
- Allah? Padahal mereka tidak memiliki
- sedikit pun andil dalam penciptaan kita.
- penciptaan langitnya, buminya,
- seluruhnya Allah Subhanahu wa taala yang
- melakukan. Jadi ungkapan ala
- lillahiddinul khalis, ketahuilah
- kepunyaan Allah, hak Allah, milik Allah,
- pengabdian yang benar-benar murni.
- Apabila kita lakukan hal ini, maka Allah
- akan turun tangan langsung untuk
- membimbing, menunjukkan jalan,
- melindungi, dan mencurahkan rahmatnya
- atas kita semua.
- Lalu Allah Subhanahu wa taala menyindir
- sebagian
- hamba-hambnya yang menunjukkan ibadah
- mereka, doa mereka kepada selain
- Allah. Sewaktu ditanya, "Mengapa kalian
- melakukan hal ini?" Mereka menjawab,
- "Kami melakukan semua ini dalam rangka
- untuk mendekatkan kami kepada Allah.
- disebabkan karena dosa kami, disebabkan
- karena rendahnya kami, kalau langsung
- kepada Allah tidak akan diterima.
- Padahal sebagaimana pada kajian kita
- yang lalu, jangankan manusia yang
- berdosa, seandainya iblis datang
- bertobat kepada Allah, Allah akan
- kabulkan
- doanya. Maka di sini Allah Subhanahu wa
- taala terangkan kesalahan mereka dan
- juga kebohongan mereka.
- Walladzinaakhadzu minunihi auliya ma
- na'buduhum illa liyuqorbuna ilallahi
- zulfa. Innallaha yahkumu bainahum fima
- hum fihi
- yaktun. Innallaha la yahdi man hua
- kadibun
- kaffa. Setelah Allah jelaskan bahwa
- kepunyaan Allah milik Allah, hak Allah,
- pengabdian dan ibadah yang benar-benar
- murni. Lalu
- Allah melanjutkan dengan sindiran kepada
- mereka-mereka yang tidak sama sekali
- menghargai hak Allah dan tidak
- memahaminya. Mempersembahkan ibadah
- mereka kepada selain Allah di samping
- kepada Allah.
- Dan mereka-mereka yang
- mengangkat yang menjadikan selain dari
- Allah sebagai wali-wali pelindung
- mereka, penolong mereka, pengabul hajat
- mereka. Alasan mereka berbuat seperti
- ini, ma na'buduhum illa liuqoribuna
- ilallahi zulfa. Bahwa kami tidak
- menyembah mereka melainkan dalam rangka
- mendekatkan kami kepada Allah.
- melalui mereka kami memanjatkan hajat
- kami kepada Allah. Padahal Allah
- Subhanahu wa taala tidak pernah
- mengizinkan hal
- ini. Tapi yang Allah perintahkan kepada
- para nabinya, para rasulnya, kepada kita
- semua untuk menyembah Allah dan tidak
- mempersekutukannya dengan sesuatu. Wama
- umiru illa liya'budullaha muklisina
- lahuddina hulafa. Dan mereka tidak
- diperintahkan melainkan untuk beribadah
- kepada Allah dengan mengikhlaskan,
- memurnikan ibadah mereka semata-mata
- kepada Allah. Hunafa dengan
- lurus. Wauqimus shah wautuz zakah.
- Kemudian mereka mendirikan salat,
- mengeluarkan
- zakat. Wadzalikadinul qayyimah. Itulah
- walika dinul qayyimah. Itulah merupakan
- agama yang betul-betul akan membimbing
- kita dan meleruskan kehidupan
- kita. Innallaha yahkumu bainahum fima
- hum fihi yaktun. Sesungguhnya Allah akan
- memberikan keputusan di antara mereka
- pada apa yang mereka
- perselisihkan. Seharusnya di saat kita
- berselisih, kita kembali kepada Allah.
- Kita bertanya kepada Allah, apakah yang
- kita lakukan benar sesuai dengan
- petunjuk Allah? Apakah menyalahi
- petunjuk Allah? Kalau kita betul-betul
- orang-orang yang mencintai kebenaran,
- mencintai Allah, seharusnya kita siap
- untuk menyesuaikan sikap kita, ibadah
- kita, begitu pula cara hidup kita dengan
- apa yang Allah turunkan untuk kita
- melalui rasul-Nya dan nabi-nabinya.
- Innallaha la yahdi man hua kadibun
- kafar. Sesungguhnya Allah tidak akan
- memberikan petunjuk
- kepada
- seorang pendusta dan mengingkari
- kebenaran. Alasan mereka sebetulnya
- menunjukkan kebohongan. Karena yang di
- hati mereka bukan Allah. Tapi
- sekutu-sekutu yang mereka persekutukan
- dengan Allah itu yang mereka percayai.
- Sampai salah seorang dari mereka ketika
- ditanya,
- "Kenapa kamu justru berdoa memohon
- kepada
- mereka?" Dia mengatakan, "Kalau saya
- mohon kepada Allah langsung, saya tidak
- merasakan dikabulkan. Tapi kalau saya
- datang kepada mereka, kepada makam
- mereka meminta, saya merasakan langsung
- doa saya
- dikabulkan." Sebetulnya Allah tidak
- mengabulkan doa kamu karena kamu datang
- kepada Allah bukan dengan hati yang
- tulus murni.
- Tapi ketika kamu datang kepada selain
- Allah, setan di sini yang turun tangan
- untuk menjadi
- walimu. Semakin kamu merasa doamu
- diterima, semakin dalam kamu
- dijerumuskan oleh Allah oleh setan ke
- dalam jurang kesesatan. Maka
- hati-hatilah. Jangan kamu beranggapan di
- saat kamu datang memohon kepada selain
- Allah lalu kamu merasa doamu dikabulkan.
- Sebetulnya itu merupakan tipu daya
- setan.
- J orang semacam inah orang yang
- berdusta. Dia bohongi dirinya. Dia juga
- mengingkari kebenaran yang datang dari
- Allah. Bagaimana mungkin orang semacam
- ini berharap Allah Subhanahu wa taala
- akan mengelurkan tangannya membantu
- dirinya? Lalu Allah lanjutkan, "Lau
- arallahuattak waladan lfa mimma yakluqu
- ma yasya." Ini sebagai perumpamaan.
- Apabila Allah Subhanahu wa taala ingin
- mengangkat anak atau memiliki anak,
- niscaya Allah akan pilih dari
- makhluk-makhluknya yang Allah
- kehendaki. Bukan memilih dari kalangan
- manusia ya yang penuh dengan kotoran,
- penuh dengan
- kekurangan dan kelemahan. Allah bisa
- memilih dari
- makhluknya apa-apa yang Allah
- kehendaki. Tapi
- subhanahu huallahul wahidul qahar. Maha
- suci Allah. Dialah Tuhan yang maha
- esa, yang maha perkasa. Ini merupakan
- satu kemungkinan tapi mustahil bagi
- Allah. Kalau dia memiliki anak, maka
- satu hari kekuasaannya akan diwarisi.
- Hm.
- dan terus akan
- berkembang
- hingga yang menciptakan kita ya begitu
- pula yang mengawasi kita bisa-bisa ya
- bukan lagi Tuhan yang menciptakan kita.
- Begitu pula yang mengadili kita di hari
- kemudian nanti. Tapi semua ini merupakan
- hal yang mustahil bagi Allah. Qul
- huallahu ahad. Allahus somad. Lam yalid
- walam yulad walam yakun lahu kufuwan
- ahad.
- Tapi di sini Allah ingin memberikan
- perumpamaan walaupun dia merupakan hal
- yang mustahil. Kalau memang Allah ingin
- memilih anak, masa Allah akan memilih
- anak dari kalangan manusia yang begitu
- lemah dan penuh kekurangan. Allah bisa
- memilih dari makhluk-makhluknya yang
- Allah kehendaki. Tapi semua ini
- perumpamaan yang mustahil. Maha suci
- Allah Subhanahu wa
- taala. Tuhan yang maha
- esa. Tuhan yang tunggal. La syarikalah.
- Al-Qahar yang maha perkasa. Ini
- merupakan ee kajian kita sebelumnya.
- Sekarang kita memasuki kajian
- berikutnya. Setelah Allah Subhanahu wa
- taala
- menjelaskan bahwa menjadi milik Allah
- dan hak Allah semata pengabdian yang
- murni dan itu yang akan disambut dan
- diterima, Allah menjelaskan alasannya
- bukan tanpa alasan. Khalaqas samawati
- wal ard bilhaq. Dia telah menciptakan
- langit dan bumi bilhaq dengan tujuan
- yang hak. Bukan dalam rangka
- bermain-main kehadiran kita ke dunia ini
- dengan tujuan yang hak di mana Allah
- menguji
- kita. Allah Subhanahu wa taala
- memberikan pilihan, memberikan kita akal
- juga mengajarkan kita ilmu, mengutus
- rasul-Nya, menurunkan
- kitabnya sebagai ujian bagi kita. Siapa
- di antara kita yang bersyukur dan siapa
- di antara kita yang ingkar? Siapa di
- antara kita yang terbaik amal yang akan
- menentukan kedudukan kita di hari
- kemudian
- nanti? Oleh karena itu, jangan kita
- bermain-main dalam mendengarkan ayat
- Allah. Karena yang diterangkan Allah
- berkaitan dengan tujuan hidup kita,
- penciptaan kita, dan penempatan kita di
- bumi
- ini. Allah Subhanahu wa taala
- menciptakan langit dan bumi dengan
- tujuan yang hak. Yukawirul laila alan
- nahar waukawirun nahar
- alil. Kata kawar yukawiru makrishna. Mas
- Krishna dalam bahasa Arab itu berarti
- memutar. Kawaral imamah alih. Yaitu
- seorang yang memutar sorban mengitari
- apa? Kepalanya. Kepalanya. Jadi kawaro
- yukawir. Oleh karena itu bola dalam
- bahasa Arab namanya qurah.
- Jadi kalau kawar
- yukawiru allaila alan nahar berarti
- Allah
- memutar melingkarkan
- apa malam atas
- siang nahar dan juga melingkarkan dan
- memutar siang atas malam berarti
- menunjukkan bahwa bumi kita ini bulat
- apa datar bulat bulat.
- Jadi seringki orang menafsirkan Quran
- sepotong-sepotong.
- akhirnya
- memahami ya dari potongan ayat tersebut
- tanpa disatukan pemahaman yang
- salah. Jadi, yukawirul laila alan nahar
- artinya Allah
- memutar si memutar malam atas siang.
- Begitu juga wukwirun nahar alil dan
- memutar siang atas malam. Kita akan tahu
- yang berhadapan dengan matahari ya dia
- mendapatkan penerangan. yang
- membelakangi matahari dalam keadaan
- malam dan gelap. Jadi Allah Subhanahu wa
- taala terangkan bagaimana Allah memutar
- malam atas siang dan siang atas
- malam.
- Sebetulnya ini
- menjelaskan gerakan semu bumi
- kita yang berputar ya pada sumbunya di
- hadapan matahari. Sepas mataharinya
- seolah-olah yang putar yang berputar.
- Padahal bumi kita yang melakukan rotasi
- pada sungguhnya hingga apa? Terjadi
- perubahan siang dan malam yang
- berhadapan dengan matahari siang yang
- membelakanginya malam. Kalau seandainya
- bumi datar yang akan terjadi dalam waktu
- yang sama akan apa? Akan terang
- benderang yang berhadapan dengan
- matahari. Heeh. Betul gak? Mataharinya
- berputar juga. Nah, matahari dengan
- sendirinya dia juga beredar mengitari
- pusat galaksinya. Tapi ketika dia
- beredar, semua planet mengikuti di
- belakangnya. Jadi beredar mengitari
- pusat galaksi dan subhanallah bumi
- melakukan rotasi
- ya di hadapan matahari dan juga
- mengelilingi matahari. Cuma keajaiban
- yang luar biasa. Dalam waktu yang sama
- matahari
- beredar, dia berputar juga pada
- sumbunya. Dia berputar juga pada
- sumbunya bisa diteliti kalau kita buka
- Google menjelaskan bagaimana matahari
- juga berputar pada sumbunya. Kemudian
- dia mengitari pusat galaksinya bersama
- anak-anaknya. Itu planet-planet yang
- mengelirinya. Sedangkan planet juga apa?
- Dia berputar pada sumbunya. Kemudian dia
- mengitari matahari. Coba saksikan
- gerakan yang dilakukan oleh matahari.
- Baik. Dia berputar pada sumbunya.
- Wasyamsu tajri
- limustaqilaha. Kemudian matahari juga
- mengangkut anak-anaknya itu matahari
- planet-planet yang melihinya mengitari
- pusat galaksinya. Sedangkan bumi
- berputar pada sumbunya mengitari
- matahari. Begitu juga planet yang lain
- semua beredar sesuai dengan waktu yang
- ditentukan Allah Subhanahu wa taala.
- putaran ee bumi pada sumuhnya melahirkan
- perubahan siang dan malam. Kemudian
- putaran matahari mengitari eh putaran ee
- planet bumi mengitari matahari. Lahirlah
- perubahan tahun. Ini semua merupakan
- apa? Merupakan paparan dari ayat-ayat
- Allah yang begitu menakjubkan. Siapa
- yang melakukan semua ini? Apakah
- Amerika? Apakah Rusia? Apakah
- negara-negara barat yang dianggap mereka
- maju dalam bidang teknologi? Jangankan
- matahari, sampai saat ini belum ada
- manusia yang sampai ke planet
- Mars. Baru pesawat tanpa awak itu pun
- membutuhkan waktu selama kurang lebih 7
- bulan. Planet Mars ini merupakan planet
- terdekat dengan kita.
- Sedangkan planet-planet yang lain masih
- jauh dari jangkauan kita. Apalagi
- berbicara tentang matahari, apalagi
- berbicara tentang galaksi yang begitu
- menakjubkan.
- Jadi Allah Subhanahu wa taala terangkan
- kepada kita bagaimana Allah Subhanahu wa
- taala menciptakan langit bumi dengan
- tujuan yang hak sebagai
- ayat-ayat bukti-bukti bagi kita yang
- menegaskan kebenaran Allah Subhanahu wa
- taala. Kitab Allah terbagi dua, Mas
- Krisna. Satu kitab
- ya yang apa? yang tidak bersuara, yang
- tidak
- berbicara
- ya dalam bentuk
- tulisan yang menunjukkan kepada
- ayat-ayat Allah di alam semesta
- ini. Sedangkan kitab yang kedua, kitab
- yang
- terlihat melalui kitab tersebut kita
- menyaksikan ayat-ayat Allah yang begitu
- menakjubkan. Ternyata antara dua kitab
- Al-Qur'an yang tertulis dan alam semesta
- yang dapat kita saksikan semuanya
- menunjukkan keselarasan dan keserasian.
- Tidak ada pertentangan antara Al-Qur'an
- dan alam semesta yang diciptakan Allah.
- Bagaimana mungkin ada pertentangan
- sedangkan Allah yang menciptakan alam
- semesta, menciptakan kita dan Dia juga
- yang menurunkan Al-Qur'an yang bersumber
- dari ilmunya.
- Kemudian wasakharasyamsa wal qamar.
- Allah juga menundukkan matahari dan
- bulan untuk melayani kita
- semuanya. Allah tundukkan matahari bulan
- untuk melayani kita. Setiap pagi
- matahari terbit di hadapan kita. Siapa
- yang mengatur? Siapa yang
- menentukan? Tidak ada satu pun dari
- manusia merencanakannya. Bila tiba dia
- tenggelam, dia akan tenggelam.
- Menyelimuti kita dengan kegelapan malam.
- Membuat kita dapat beristirahat dan
- tidur dengan lelap dan nyenyak. Siapa
- yang mengatur semua
- itu?
- Wasakhar asyamsa wal qamar. Allah
- menundukkan matahari dan
- bulan. Bulan ditundukkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Ketika dia tenggelam
- matahari, bulan menggantikan dan
- mengiringinya. Kemudian melalui gerakan
- bulan berpindah-pindah dari manzilah ke
- manzilah, kita menyaksikan bagaimana
- ayat-ayat Allah Subhanahu wa taala yang
- membantu kita
- untuk mengetahui hitungan hari, hitungan
- bulan.
- di mana kita saksikan pada saat
- bulan
- muncul pada saat terbenam matahari itu
- sebagai pertanda bergantinya hati baru.
- bukan pada pukul 00 sebagaimana jam yang
- kita kenal, jam konvensional, tapi jam
- berdasarkan hitungan waktu dalam
- Islam dengan terbenamnya matahari dan
- lahirnya hilal itu menunjukkan awal
- bulan. Dan setiap malam kita menyaksikan
- bagaimana bulan sabit yang tadinya lahir
- dalam keadaan kecil, dia bergerak
- membesar sedikit demi sedikit yang
- menunjukkan terjadinya perubahan
- hari. Jadi, awal hari dalam Islam
- dimulai dengan terbenamnya matahari.
- Oleh karena itu, begitu kita masuk
- terbenam matahari, maka pergantian hari
- pada saat tersebut. Kalau sekarang di
- siang hari kita pada hari Rabu terbenam
- matahari, maka sudah berubah menjadi
- hari Kamis. Hari Kamis. Oleh karena itu,
- setiap orang untuk menemukan awal
- Ramadan, mereka
- menyaksikan lahirnya Hilal bersama
- terbenamnya
- matahari. Kullun yajri liajali musamma.
- Masing-masing beredar sesuai dengan
- waktu yang telah ditentukan.
- Ala huwal azizul ghaffar. Ketahuilah
- sesungguhnya dia Tuhan yang maha
- perkasa. Kalau tidak perkasa, bagaimana
- mungkin mengatur alam raya yang begitu
- dahsyat? Alghffar tapi dia maha
- pengampun bagi hambanya yang datang
- memohon ampun kepada Allah. Sedangkan
- yang sombong dia akan berhadapan dengan
- Alaziz Aljabbarul
- Mutakabbir. Jadi ketahuilah sesungguhnya
- dia adalah Tuhan Tuhan kita Allah yang
- maha perkasa lagi maha
- pengampun. Selagi ada kesempatan bagi
- kita untuk bertobat memohon ampun kepada
- Allah, kenapa tidak kita
- gunakan? Banyak orang menyombongkan diri
- mereka
- enggak kesalahannya di hadapan Allah.
- Padahal ini merupakan kesempatan yang
- paling berharga begitu kita berada pada
- sakaratul maut, pintu taubat dan ampunan
- tertutup. Sebagaimana Firaun ketika air
- sampai ke tenggorokannya, dia
- mengatakan, "Sekarang saya beriman."
- Allah mengatakan, "Ke mana saja kamu
- sebelumnya?" Berulang kali Allah berikan
- kesempatan dia tidak
- menghargainya. Alana, baru sekarang kamu
- akan beriman. Jadi, jangan sampai kita
- terlambat. Mari bersama-sama kita
- mengakui kesalahan kita, memperbaiki
- diri kita dengan bertobat pada Allah.
- Mohon ampun atas kekurangan kesalahan
- yang kita lakukan sebelum
- terlambat. Jadi ayat-ayat yang tadi kita
- baca maksna, ayat-ayat yang memaparkan
- kebesaran keagungan Allah yang semuanya
- manfaatnya kembali kepada kita
- semuanya. Tapi kenapa banyak manusia
- masih menyombongkan diri mereka, bangga
- dengan kekuatan mereka, ilmu mereka.
- kekayaan mereka. Padahal w minal ilmi
- illa qila kalian tidak diberikan
- pengetahuan kecuali sedikit
- sekali. Kita lanjutkan bagaimana Allah
- memaparkan ayat-ayat Allah Subhanahu wa
- taala. Allah Subhanahu wa
- taala menjelaskan bagaimana penciptaan
- kita dan apa yang Allah uraikan sesuai
- dengan fakta kebenaran. Walaupun pada
- saat itu ilmu pengetahuan belum
- menjangkau. Khalaqokum min nafsin
- wahidah. Allah menciptakan kalian semua
- dari entitas yang sama, pria maupun
- wanita. Allah berfirman, "Wa annahu
- khalaq zaujainzakar wal unsa." Sesungguh
- dia menciptakan pasangan pria dan wanita
- min nutfatin id tumna. Dari tetesan
- sperma. Allah ciptakan Adam dan Hawa.
- Kedua-duanya berasal dari tanah.
- Sedangkan anak keturunannya berkembang
- biak dari sari-sari tanah yang mereka
- makan atau yang orang tua mereka makan.
- Allah berfirman, "Alladzi ahsana
- kullaaiin khalaq." Dialah yang telah
- memperindah apa saja yang diciptakan
- oleh Allah. Semua datang dalam bentuk
- indah, keadaan yang indah walaupun dari
- asal-usul yang rendah.
- insan min Allah memulai penciptaan
- manusia baik itu kakek kita Adam maupun
- Hawa istrinya dari
- tanah
- jaahu maahin kemudian Allah menciptakan
- mengembang biakkan anak-anak
- keturunannya dari sari-sari pati tanah
- yang menghasilkan tetesan air yang
- hina dari asal usul yang hina Allah
- ciptakan kita lalu lahirlah manusia yang
- berbeda dengan asal-usulnya. Allah
- ciptakan manusia yang berakal, berpikir,
- ya. Kemudian juga kita saksikan bentuk
- rupanya yang berbeda dengan
- asal-usulnya. Memiliki kecerdasan ilmu,
- ya. Bahkan mampu untuk mengembangkan
- ilmu pengetahuan dan mengeksplorasi
- berbagai macam karunia Allah yang
- terdapat di
- bumi. Tumma ja'ala minha zauja. Kemudian
- dari entitas dan asal-usul yang sama,
- Allah ciptakan
- pasangannya. Bukan seperti yang
- diterangkan dalam Perjanjian Lama bahwa
- ketika Allah menciptakan
- Adam seorang diri dalam keadaan sepi,
- maka Allah ambil tulang rusuknya satu,
- Allah bungkus dengan daging, lahirlah
- Hawa.
- Ini sebetulnya merupakan keterangan yang
- tidak selaras dengan Al-Qur'an yang
- menerangkan kepada kita bagaimana
- penciptaan manusia pertama dimulai dari
- tanah. Lalu Allah ciptakan juga
- pasangannya dari entitas dan asal-usul
- yang sama, bukan dari asal-usul yang
- berbeda. Jadi mereka semua kembali
- kepada asal-usul yang sama. Kemudian
- anak keturunannya berkembang biak mereka
- diambil dari saripati tanah yang dimakan
- ayah ibu
- mereka. Setelah itu Allah
- sempurnakan ciptaan tubuhnya, jiwanya
- dengan penuh keseimbangan. Wafi ruhi
- Allah tiupkan ruh ke
- dalamnya. Wakum wal
- absalid qil. Allah anugerahkan bagi
- kalian pendengaran, penglihatan juga
- akal. Tapi sedikit di antara kalian yang
- bersyukur pada Allah malah yang ada
- bersikap angkuh bangga dengan sedikit
- ilmu yang Allah
- ajarkan. Wa anzala lakum minal an'am
- tsamaniata azwaj. Dan Allah anugerahkan
- bagi kalian. Kata anzala dalam bahasa
- Arab menunjukkan menurunkan. Tapi maksud
- di sini Allah turunkan dalam arti Allah
- menganugerahkan dari rahmatnya, dari
- kemuliaan keagungannya bagi kalian
- tamanata azwaj
- delapan pasang apa dari apa dari
- binatang-binatang ternak sebagaimana
- yang Allah terangkan dalam suratul
- an'amaniata
- azwaj delapan pasang sebetulnya empat
- pasang dari 8
- ekoraniata azwaj
- Pertama unta sepasang. Begitu juga apa?
- Sapi juga sepasang.
- Kemudian waminal apa?
- Wamin waminal maznain. Dari domba juga
- sepasang. Dari apa? Dari kambing-kambing
- ya. Ee atau dari kambing ya yang dalam
- bahasa Arab namanya mais atau kambing
- Jawa ya. Juga Allah ciptakan sepasang.
- Berarti empat pasang ini terdiri dari 8
- ekor. Jadi tsamaniata azwaj di sini
- Allah Subhanahu wa taala anugerahkan
- bagi kalian 8 ekor yang terdiri dari
- empat pasang.
- Nah, ungkapan dalam Al-Qur'an di sini wa
- anzala wa anzala
- eh lakum minal
- anamiani dan Allah turunkan atau
- anugerahkan bagi kalian dari sisinya
- sebagai karunia dan rezeki dari Allah
- Subhanahu wa taala dari hewan-hewan
- ternak 8 ekor yang terdiri dari empat
- pasang yakluukum
- baqin Allah Subhanahu wa taala
- menciptakan kalian tidak langsung jadi
- sebagai manusia sempurna tapi
- bertahap dari mulai sperma yang
- membuahkan rahim lahir zigot yang
- melekat pada dinding rahim kemudian dia
- mulai membelah dirinya mulai membentuk
- organ tubuhnya jantungnya kemudian mulai
- yang lain-lain ya di tempat yang gelap
- gurita tersebut yang tak terlihat Lihat
- oleh mata Allah Subhanahu wa taala
- menciptakan kita berpindah dari fase
- ciptaan menuju fase ciptaan
- berikutnya. Yakluquukum fi butuni
- ummahatikum khalq min ba'di khalqin.
- Allah menciptakan
- kalian dalam perut ibu-ibu kalian.
- Khalqon m baadi khalqin. Berpindah
- bertahap ya secara apa? secara bertahap
- dari satu ciptaan atau keadaan menuju
- keadaan yang lain. Fiulumatin salat
- dalam tiga lapisan kegelapan
- masada kedalaman rahim atau perut
- seorang wanita. Tapi bersama kemajuan
- zaman, apa yang Allah ungkapkan? Bahwa
- pertumbuhan kita dalam rahim ibu kita
- berada pada tiga lapisan kegelapan. Yang
- pertama adalah
- lapisan ari-ari atau
- ketubat. Yang kedua, lapisan kedua yang
- menjadi penutup dinding
- rahim. Sedangkan yang ketiga adalah
- dinding perut yang terdiri daripada
- otot. Jadi dinding perut di bagian luar.
- Kemudian dinding rahim. Yang ketiga
- adalah dinding ketuban atau
- ari-ari. Bayi betul-betul tumbuh dalam
- keadaan terjaga dan terpelihara.
- Dia mendapatkan oksigen dari apa yang
- dihirup orang tuanya. Begitu pula
- sari-saripati makan ibunya melalui tali
- pusat diberikan kepada sang anak
- tersebut yang sedang tumbuh bersama
- pertumbuhan dirinya, perkembangannya
- hingga lahir menjadi anak sempurna.
- Kemudian keluar melalui rahim ibunya,
- melalui rahim tersebut. Subhanallah.
- Seolah-olah dia pernah belajar
- sebelumnya untuk keluar dari rahim
- ibunya.
- Yakluquukum fi butuni umahatikum khq
- ba'di khqin. Allah menciptakan kalian
- dalam perut ibu-ibu kalian. Berpindah
- dari fase ke fase
- fiulumatinat dalam tiga
- kegelapan.
- Dalikumullahubukum lahul mulk. Itulah
- Allah. Jangan kalian salah dalam apa?
- Dalam menemukan Tuhan kalian. Ullah.
- Itulah Allah yang menciptakan dan
- melakukan semua itu. Termasuk kita semua
- berhutang kepada Allah
- sepenuhnya. Dalikumullah rbukum. Itulah
- Rabb kalian, pencipta kalian, pengasuh
- kalian. Lahul
- mulk kepunyaannya seluruh kerajaan bait
- itu langit maupun bumi. La
- ilahaillahu. Tiada Tuhan selain
- daripadanya. Faanna tusrofun. Maka
- mengapa kalian dipalingkan dari Allah
- kepada selainnya?
- Sungguh tidak masuk di akal, tidak dapat
- diterima oleh akal sehat seorang yang
- menuju selain Allah dan meninggalkan
- Allah yang telah menciptakan dirinya,
- menganugerahkan nikmat karunia yang tak
- terhingga menciptakan langit bumi, dia
- datang kepada
- makhluk-makhluk yang mereka ciptakan
- dengan imajinasi mereka sebagai
- tuhan-tuhan palsu yang mereka sembah
- dengan meninggalkan Tuhan yang
- menciptakan mereka. Ini kan aneh luar
- biasa Mas
- Krisna. Maka alhamdulillah yang
- memberikan hidayah kepada kita,
- memberikan kita akal, mengajarkan kita
- kebenaran. Kalau tidak kita akan seperti
- mereka-mereka yang menyembah kepada
- makhluk-makhluk yang begitu rendah
- melupakan karunia dan kemuliaan yang
- Allah berikan kepadanya.
- Lalu
- selanjutnya Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan kita agar kita sadar bukan
- Allah yang butuh kepada kita, tapi kita
- yang butuh kepada Allah. In takfuru
- fainnallaha ghaniyun anum. Apabila
- kalian
- ingkar setelah kalian mengetahui
- kebenaran ini, ketahuilah sungguh Allah
- Maha Kaya, tak butuh pada kalian.
- Dan Allah tidak meridai kekafiran dari
- hambnya. Kekafiran dan keingkaran akan
- membuat orang tersebut terlontar jauh
- dari keridaan Allah. Akan membuat
- dirinya terputus dari rahmat Allah dan
- harapan untuk selamat di hari akhir
- nanti. Wain tasykuru yardahu lakum. Bila
- kalian bersyukur sebagai hamba,
- menyadari kesalahan kalian, kembali
- kepada Allah, kemudian kalian
- menyembahnya, tidak mempersekutukannya
- dengan sesuatu dan kalian hidup sesuai
- dengan petunjuknya, melakukan kebaikan,
- menegakkan keadilan, menjalankan amanat,
- kalau kalian bersyukur pada Allah, Allah
- akan meridai
- kalian. Wala taziru waziratun wizra
- ukhro. Dan tidak
- ada seorang yang akan menanggung dosa
- orang lain. Oleh karena itu, jangan
- kalian berharap dari orang-orang tua
- kalian akan menanggung dosa kalian,
- memberikan syafaat bagi kalian. H kalau
- kalian beriman, tidak mempersekutukan
- Allah dengan sesuatu, syafaat Rasul dan
- syafaat yang diizinkan untuk memberikan
- syafaat bisa memberikan syafaat bagi
- kalian. Tapi kalau kalian ingkar, kalian
- tidak bersyukur kepada Allah, menyembah
- kepada selainnya, maka ketahuilah tak
- ada seorang pun yang akan mampu memikul
- dosa orang lain. Wala taziru waziratun
- wizra ukhra. Seorang yang juga akan
- bertanggung jawab di hadapan Allah kelak
- dengan amalnya. Tidak mungkin dia akan
- mau memikul dosa orang
- lain. Setiap orang akan
- menanggung akibat dari perbuatan yang
- dilakukan. Tumma ila rbikum marjiukum.
- Kemudian kepada Tuhan kalian, kalian
- dikembalikan. Kalian tidak akan lepas
- dan tidak akan mampu melarikan diri.
- Kemudian kepada Tuhan kalian, kalian
- dikembalikan semuanya.
- Fayunabbiukum bima kuntum tamalun.
- Kemudian Allah akan memberitahukan
- kalian tentang apa yang dulu kalian
- kerjakan. Innahu alimum
- bidzudur. Sesungguhnya Dia maha
- mengetahui apa-apa yang menjadi rahasia
- yang tersimpan dalam dada kita, yang
- tersembunyi dalam lengkung kalbu kita,
- semua diketahui oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi bukan hanya yang tampak ya,
- tapi yang menjadi rahasia hati kita
- diketahui oleh Allah. Maka ke mana kita
- akan melarikan diri? Ayat-ayat Quran
- yang begitu indah mengajak kita
- merenung, berpikir, mendorong kita untuk
- bersyukur kepada Allah. Inilah jalan
- keselamatan. Mudah-mudahan renungan kita
- yang singkat ini bisa memberikan
- betul-betul manfaat bagi kita semua,
- terutama sekali bagi saya pribadi.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik walu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah. Eh, terima
- kasih Ustaz Husin. Demikian
- tadi eh perenungan surah Az-Zumar ayat 5
- sampai dengan ayat 7. Mudah-mudahan kita
- bisa berjumpa lagi di lain waktu ya.
- Baik, saya Muhammad Krishna Oni di
- Saputra dan Algi. Mohon pamit. Wabillahi
- taufik walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.