Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin
- wabihi nastain waa umurid dunya waddin
- wasalatu wassalamu ala asrofil iyaai wal
- mursalin wa ala alihi wasohbihi ajmain.
- Ashadu alla ilahaillallah wa ashadu anna
- muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma
- sholli wasallim wabarik ala nabiyana
- Muhammadin waa alihi wasohbihi ajmain.
- Qallahu taala fil quranil karim.
- Aubillahiminasyaitanirjim.
- Qolu subhanaka la ilma lana illa ma
- alamtana innaka antal alimul hakim.
- Waqala aidon innallaha waaikatahu
- yusuna alan nabi. Ya ayyuhalladzina
- amanu shu alaihi wasallimu taslim.
- Sadaqallahulim. Alhamdulillahiabbil
- alamin. Masih dipancarkan dari Jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Cibubur,
- Bekasi. Inilah Radio Silaturahim dan
- Rasil TV untuk Islam yang satu. Ikhwan
- [mendengus] akhwat yang dimuliakan Allah
- Subhanahu wa taala, bagaimana kabar Anda
- di Jumat sore ini? Semoga selalu dalam
- keadaan sehat walafiat. Senang sekali
- saya Fauzi Ridanul Ha ditemani oleh Atep
- dan juga Yusuf Subangkit dapat kembali
- menemani ikhwan akhwat dalam program
- tausiah sore edisi Jumat 21 Safar 1447
- Hijriah dan juga bertepatan dengan
- tanggal 15 Agustus 2025 bersama guru
- kita almukaram Ustaz Ahmad Shoh.
- Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama
- kita. Oleh karena itu kita sapa guru
- kita terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabarnya sehat, Ustaz?
- Alhamdulillah sehat walafiat atas doa
- dari semuanya. Alhamdulillah.
- Alhamdulillahirabbilamin.
- Baik, semoga kesehatan juga dirasakan
- oleh Ikhwan akhwat di mana pun Anda
- berada. Semoga Ikhwan Ahwat selalu dalam
- keadaan sehat walafiat seperti yang
- dirasakan oleh Ustaz Ahmad sore sekarang
- ini. Baik Ikhwan Ahmad. Semoga kajian
- ini dapat menemani ikhwan akhwat di
- Jumat sore. Ee Jumat sore ini adalah
- waktu yang mustajab, Ustaz. Ya.
- Sampai menjelang magrib 3 insyaallah.
- dan tidak di diisi dengan zikir, berdoa
- dan wabil khusus menambah ilmu tausiah
- sore mendengarkan ilmu yang akan
- disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh.
- Insyaallah pada sore Jumat sore kali ini
- Ustaz Ahmad Saleh akan
- melanjutkan pembahasan tentang kemuliaan
- dan keutamaan para wali Allah.
- Terakhir
- yang lalu, Ustaz Ahmad Shis
- yang pertama dari bab kemuliaan dan
- keutamaan para wali Allah. Sekarang pada
- sore kali ini insyaallah akan
- melanjutkan dengan hadis yang kedua
- n
- tentang kemuliaan dan keutamaan para
- wali Allah. Kajian kitab syarah Riyadus
- Shihin karya Syekh Dib Albugha dan
- kawan-kawan.
- Baik. Oke, mohon bagi Anda yang ingin
- berpartisipasi dalam kajian ini dapat
- mengirimkan pertanyaan di WhatsApp
- 0811999720.
- Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi
- langsung dengan Ustaz dapat mengirimkan
- dapat menghubungi di 021851512.
- Mari kita persilakan kepada Ustaz untuk
- menyampaikan ilmu kepada kita semua
- tentang kemuliaan dan keutamaan para
- wali Allah. Hadis kedua. Tafadul ustaz.
- Alhamdulillahi
- hamdan katsiran thayyiban mubarokan fih
- kama yuhib rbuna waard.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabiya
- ba'dah. Allahumma sholli ala sayyidina
- Muhammadin abdika wa nabiyika wa
- rasulika nabiyil ummi wa ala alihi
- wasohbihi wasallim taslima. Amma ba'd.
- Ikhwan dan akhwat pendengar radio
- silaturahim serta pemirsa Rasil Visual
- di mana pun berada. Alhamdulillah pada
- kesempatan ini kita dipertemukan kembali
- oleh Allah azza wa jalla untuk
- melanjutkan kajian kitab Syarhu Riyadus
- Shihin.
- Ee pada yang berarti bulan lalu kita
- membahas hadis pertama wal hadir
- sanatallam. Dan sekarang kita akan
- membahas sanadabhaf ee alhadis anani
- hadis yang kedua. Tayib. Untuk tidak
- memperpanjang percakapan kita lanjut
- saja kepada hadis kedua. an Abi Hurairat
- radhiallahu anhu
- qala
- qala Rasulullahi sallallahu alaihi
- wasallam
- laqana fi qoblakum minal umami nasun
- muhaddatuna
- fain yaqu fi ummati ahadun fainnahu umar
- rawahu albukhariyu warahu muslimun min
- riwayati Aisyata.
- Sungguh pada di antara umat sebelum
- kalian terdapat orang-orang yang meng ee
- mendapat ilham.
- Sekiranya di antara umatku ada seseorang
- yang mendapat ilham, maka ia adalah
- Umar. Hadis riwayat Imam Bukhari. Hadis
- ini diriwayatkan pula oleh Imam Muslim
- dari jalur Aisyah radhiallahu anha.
- Mutiara-mutiara atau mutiara yang dapat
- kita gali dari hadis tadi ini adalah
- penjelasan tentang keutamaan Umar Ibnu
- Khattab radhiallahu anhu. Perlu saya
- jelaskan agar tidak salah paham. Ketika
- hadis ini berbicara tentang Umar bin
- Khattab, bukan berarti sahabat lain
- tidak utama.
- Nah, karena ini pembahasannya ya hadis
- ini membahas tentang Umar, maka
- disebutlah keutamaan Umar bin
- al-Khattab.
- Jadi nanti kalau kita mendengar lagi
- keutamaan Abu Bakar, keutamaan Utsman,
- keutamaan Ali, kita akan menyimpulkan
- loh semuanya utama. Nah, dan mereka para
- sahabat tidak seperti para pengikutnya.
- Kita bisa jadi tersinggung loh, kenapa
- Umar yang disebut? Kenapa bukan Utsman?
- Kenapa bukan Ali? Kenapa bukan Abu
- Bakar? Karena kita pengikutnya. Bahkan
- mereka masyaallah
- mereka itu tidak ingin mengklaim paling
- baik.
- Abu Bakar yang jelas-jelas kita baca
- dalam beberapa riwayat bahwa dia adalah
- orang terbaik setelah Rasulullah.
- Ini menarik. Muhammad bin Ali bin Abi
- Thalib pernah bertanya kepada ayahnya
- yaitu Ali bin Abi Thalib.
- Kurang lebih ya Abatah. Wahai ayahku
- siapa orang yang terbaik setelah
- Rasulullah?
- Qala Ali. Ali menjawab, "Aba Bakrin."
- Abu Bakar. Abu Bakar.
- Tumma man ya abah? Kemudian siapa lagi
- setelah Abu Bakar itu?
- Umar bin al-Khattab.
- Kata Ali, Umar bin Alkhattab. Jadi
- setelah Abu Bakar tuh Umar, anaknya
- langsung bilang, "Tentu engkau akan
- mengatakan yang ketiganya adalah
- Utsman." Kan gitu. Jadi anaknya sudah
- tahu tidak akan pernah ayahnya
- mengatakan orang terbaik setelah Rasul,
- "Aku ayahmu." Lah, tidak mungkin.
- Ketawaduan para sahabat itu saling
- mendahulukan keutamaan-keutamaan
- sahabatnya.
- Ba'da Nabi Abu Bakr ba'da Abu B'da Abi
- Bakrin Umar bin alkhattab ba Umar
- Utsman lah. [tertawa] Jadi anaknya
- langsung tentu engkau akan mengatakan
- setelah Umar adalah Utsman kan gitu. Nah
- karena tahu ketawaduan ayahnya gitu
- bahwa kemudian di sisi Allah mereka
- adalah orang-orang utama. Kama arafna
- sebagaimana kita ketahui mereka adalah
- orang-orang yang utama. Nah, jadi e
- hadis ini juga begitu. Jadi kalau hadis
- ini mengatakan
- bahwa eh apa namanya? Faqui umati
- ahadun. Jika ada di antara umatku,
- sekiranya ada di antara umatku yang
- muhaddatun, bagian dari muhaddatun,
- fainnahu Umar, maka dia adalah Umar.
- Nah, jadi memang kelebihan-kelebihan
- Umar bisa kita pahami bagaimana ayat
- banyak ayat turun berkenaan tentang
- karakter dan sikap Umar. Begitu juga
- ayat ada yang turun berkenaan dengan Abu
- Bakar gitu. Nah, maka oleh sebab itu
- sekali lagi jangan dimaknainya sebagai
- dibentrok-bentrokan
- antara sahabat satu dengan sahabat lain.
- La laaisa hak tidak seperti itu. Karena
- memang pembahasannya Umar gitulah
- [berdehem] ya. Jadi nanti kalau
- pembahasannya tentang Abu Bakar, tentung
- keutamaan Abu Bakar.
- Abu Bakar itu adalah orang yang tak
- pernah membantah.
- Sahabat lain pernah membantah.
- Tapi Abu Bakar enggak pernah sekalipun
- membantah Nabi. Makanya assiddiq
- enggak pernah sedikit pun ragu, enggak
- pernah sedikit pun mendustakan.
- Ha hua Abu Bakrin assiddiq radhiallahu
- anhu. Orang mulai gamang, mulai ragu.
- Tapi Abu Bakar kalau dia yang
- mengatakan, jika Rasulullah yang
- mengatakan, jangankan seperti itu,
- ceritanya lebih dahsyat dari aku
- percaya.
- Masyaallah.
- Ee kenapa? Karena Abu Bakar itu mengenal
- Nabi sejak kecil.
- Sejak sebelum dikasih gelar al-Amin, Abu
- Bakar tuh sudah kenal dengan Rasulullah.
- Sehingga ah enggak mungkin dia berdusta.
- Enggak mungkin berdusta. Maka dengan
- keteguhan dan keyakinannya ee Abu Bakar
- mengatakan masyaallah jangankan seperti
- itu, lebih dari itu pun jika ceritanya
- lebih dari itu yang lebih tidak masuk
- akal lagi saya percaya. Tuh, maka
- digelar oleh Nabi assiddiqdiq.
- Dan sesungguhnya masyaallah sejalan
- dengan isyarat Al-Qur'an minan nabiyini
- minan nabiyyina
- wasidqin.
- Ah. Nah, gitu ya. Masyaallah.
- Nah, itu hahua Abu Bakar radhiallahu anh
- waha hua Umar bin al-Khattab radhiallahu
- anhu. Oke. Tiib.
- Hadis yang ketiga.
- An Jabir bin Samsurah radhiallahu anhu
- qal, syaka ahlul kufati sa'dan.
- Syaka mengadukan. Siapa? Ahlul Kufah.
- Jadi orang Kufah mengadukan Sa'ad. Siapa
- Sa'dan ini? Saad ini yakni Ibna Abi
- Waqqas. Yaitu Sa'ad bin Abi Waqqas.
- Semoga Allah meridainya. Kepada Umar bin
- al-Khattab. Umar waktu itu jadi amirul
- mukminin, jadi imamul muslimin, jadi
- khalifatu khalifati khalifatillah
- gitu loh ya.
- radhiallahu anhu. Semoga Allah meridai
- Umar. Faalahu wasala alai.
- Maka kemudian eh Umar menggantinya
- wasala dan mengangkatnya untuk mereka
- untuk ahluk kufah. Ammaron. Ammar
- maksudnya Ammar bin Yasir.
- Fasyaqau hattaakaru annahu la yuhsinu
- yusoli. Jadi fasyaq mereka mengadukan.
- Jadi ahlu Kufah itu mengadukan ee kepada
- Umar tadi ya hatta zakaru. Sehingga
- mereka menyebutkan annahu bahwasanya
- siapa? Saad bin Abi Waqqas ini la
- yuhsinu yusolli.
- Salatnya tidak bagus gitu loh ya. ee
- bahwa ia e apa tidak sempurna salatnya.
- Yuhsinu yusoli itu tidak bagus salatnya
- asalnya. Tapi kemudian dimaknai yuhsinu
- bimakna ee kamil akmala yukmilu yukmalu
- farsala ilaih.
- Maka kemudian
- ee apa namanya? Kemudian Umar
- memanggilnya. Faarsal mengutus seseorang
- kepadanya memanggilnya. Faqala ya Aba
- Ishaq. Wahai Aba Ishaq. Inna haulai
- yazamuna annaka la yuhsinu tusoli.
- Wahai Aba Ishaq. Aba Ishqala la bagi
- Saad bin Abi Waqqas. Ya Aba Ishak.
- Ya Aba Ishaq. In haulai. Sesungguhnya
- mereka itu yazumuna
- mengklaim menuduh annaka bahwasanya
- engkau lauhsinu tusoli. Bahwa engkau
- salatnya tidak sempurna, tidak bagus
- salatmu. Begitu ya.
- faqal. Maka Saad bin Abi Waqqas
- menjawab, "Amma ana, adapun aku, wallahi
- demi Allah fini kuntui bihim shat
- rasulillah sallallahu alaihi wasallam."
- Sesungguhnya aku adalah salat bersama
- mereka seperti salatnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. La akrimuha
- usi shatal isya faarquil eh aulayaini wa
- ukhifu fil eh ukhin. Jadi saya salat
- seperti salat Rasulullah. Rakaat kesatu,
- kedua bacaan panjang dan rakaat ketiga
- dan keempat salatnya lebih pendek
- dibanding bacaan kesatu dan kedua.
- Begitu ya. Oke. Eik
- ya ab ishaq. Itulah yang mereka tuduhkan
- kepada engkauamahuulanijalan.
- Maka kemudian
- Umar mengutus Saad bersama yang lainnya
- ke Kufah.
- Nah sekarang Saad bersama yang lainnya.
- Yasalu anhu ahla Kufah. Beliau mereka
- bertanya
- apa anhu tentang Saad ini kepada ahlal
- Kufah. Falam yada masjidan illa sahu
- tidak terlewat satu masjid pun semuanya
- kecuali ahli masjidnya ditanya tentang
- saat gitu ya. Wasnuna ma'rufan
- hatta dakala masjid libani abas. Nah,
- maka kemudian ee apa namanya ya? Ketika
- masuk Bali Abbas, berdilah seorang di
- antara mereka. Ya, faqom rajulun minhum.
- Berdilah salah seorang di antara mereka.
- Yuqolu lahu Usamah bin Qatadah. Dia
- disebut yang berdiri itu siapa? Usamah
- bin Qatadah.
- Yukanna Aba Sa'dah.
- Ee kemudian e apa ya diberi kunah A
- Saadah. Ia berkata
- wiah.
- Sesungguhnya Saad Saad dan sesungguhnya
- Saadirah.
- Dia tidak pernah memimpin perang, tidak
- pernah memimpin pasukan tidak pernah
- membagi wala yuksimu, tidak pernah
- membagi bawiyah dengan adil. Sama sawiah
- itu sama.
- sama rata e wiluqah
- dan tidak adil di dalam memutuskan
- perkara.
- Saad kemudian qadun Saad berkata amma
- wallahi
- demi Allah
- sungguh aku akan berdoa kepada Allah
- dengan tiga persoalan. Allahumma in
- abduka kadiban. Allahum ya Allah
- sekiranya hambau ini, hambamu ini yang
- menuduh tadi ya hambamu ini kadibanan
- wasumatan karena riah karena ingin
- dilihat dan ingin didengar ingin
- popularitas
- umur panjangkan umurnya. Ah waatil
- faqrahu. Tapi panjangkan juga
- kefakirannya tuh kalau dia berdusta.
- baikunirun
- maun.
- Jadi ee apa? Setelah tadi panjangkanlah
- usianya, panjangkanlah kemiskinannya dan
- timpakanlah berbagai fitnah padanya.
- Nah, kemudian doa itu dikabulkan oleh
- Allah. Doa sa'ad itu dikabulkan oleh
- Allah. Ee asobatni dakwatu sa'ad. Maka
- tadi si syianya
- panjang itu ee kemudian doa itu sehingga
- apabila orang itu ditanya oleh seorang
- maka ia menjawab, "Aku tua rentak dan
- tertimpa doa saat."
- H.
- Nah, jadi dia panjang umurnya dan fakir
- banyak masalah, banyak fitnah.
- Eh asobatni dwatu qala Abdul Malik bin
- Umair Arrawi. Kemudian berkatalah si
- perawi yaitu Abdullah Abdul Malik bin
- Umair
- an Jabir bin Samroh. Faana roituhu. Dan
- adapun aku melihatnya ba'du qodq
- hajibahu ala aahi minal kibr.
- Jadi aku sendiri telah melihat Usamah
- demikian tuanya hingga kedua alisnya
- hampir menutupi kedua matanya. Ya waahu
- yatau lil jawari fituruqi
- fayagmizuhunna.
- Dan ia selalu menghadang
- perempuan-perempuan di jalan-jalan dan
- menggoda mereka. Jadi sudah rentak fakir
- kehidupannya cuma mengandu mengganggu
- perempuan-perempuan. itu kata dia
- sendiri ini akibat doanya sa'ad. Maka
- ee dapat dipahami
- para sahabat itu
- doanya
- iya adalah para auliyaullah.
- Auliaullah itu karena ketaatan kepada
- Allah. Syaratnya itu taat kepada Allah.
- Dan serius
- dalam beribadahnya. Serius. Serius
- kepada Allah.
- Kalaupun dia mengucapkan, kalau dia
- berdoa, dia akan dikabulkan. Karena
- memang ee apa namanya? Ee
- di dalam satu riwayat dinyatakan
- ee bahwa ee Nabi mengatakan
- Allah akan mengabulkan doa saat gitu ya.
- Ee ini masyaallah la haula wala quwwata
- illa billah. Nah, ee mutiara-mutiara
- yang dapat kita gali dari hadis ini
- pertama keutamaan Saad bin Abi Waqqas
- dan bahwa ia adalah orang yang mustajab
- doanya.
- At-Tirmidzi, Ibnu Hiban dan Al-Hakim
- meriwayatkan dari Sa'ad bahwa Nabi
- pernah berdoa, "Ya Allah, kabulkanlah
- doa Saad apabila ia berdoa kepadamu."
- Gitu ya. Masyaallah. Kemudian yang
- kedua, mari hadis yang kedua, apabila
- terjadi suatu protes terhadap gubernur,
- terhadap waliul imam, begitu ya, maka
- yang ditanya adalah orang-orang yang
- memiliki keutamaan di tempat kerjanya.
- Karena Umar bertanya kepada ahli masjid
- yang selalu salat di masjid. Jadi, ini
- ee kenapa nanya kepada ahli? Karena ahli
- masjid dulu itu sejalan antara ibadah
- dan karakternya.
- Raden ke masjid begitu juga karakter
- keilmuannya sepadan.
- Maka dulu tuh enggak enggak susah nanya
- itu nanya ahli masjid aja. Kalau
- sekarang ada orang rajin ke masjid
- bebelnya minta ampun. Ini ini fakta ya.
- Meskipun juga banyak orang yang sering
- ke masjid, saleh-saleh, ilmunya fakih
- banyak, tapi sekarang itu tidak jadi
- bisa tidak apa tidak jadi patokan.
- Ada orang serius
- tapi ilmunya terbatas. Oke. Tapi
- kemudian ada orang yang mohon maaf alim
- tidak terlihat di masjid.
- Nah, kan begitu. Nah, itu fakta-fakta
- ya. Nah, kalau tapi yang jelas adalah
- tokoh-tokoh yang makruf. Karena begini,
- tokoh-tokoh yang dikenal itu karena dulu
- pengenalannya mereka adalah perhatian.
- Kalau sekarang lewat medsos meskipun
- sekali lagi medsos bukan satu-satunya
- referensi gitu kan, lewat medsos lewat
- ini bisa jadi catatan-catatan
- gitu ya. Maka sekarang aduh bingung juga
- ada fitnah satu diklarifikasi
- muncul lagi fitnah lain. Ah subhanallah
- la haula wala quwwata illa billah. Maka
- oleh sebab itu sekali lagi ee sekarang
- mah memang harus disertai dengan
- istikharah gitu loh ya. Istikharah juga.
- Oke. Baik. Kemudian yang ketiga, imam
- maksudnya imamul muslimin atau amirul
- mukminin atau khalifatur rasul boleh
- memakjulkan
- gubernur atau waliul imam yang diadukan
- meskipun ia difitnah apabila imam
- melihat maslahat dalam pemakjulan
- tersebut. Jadi karena dulu dalam tanda
- petik jabatan itu bukan sesuatu yang wah
- meskipun belakangan itu belakangan
- setelah zaman-zaman tabiin jadi
- kedamiran itu jadi sesuatu yang wah
- keamiran itu menunjukkan kehormatan di
- zaman sahabat keamiran itu adalah amanah
- sampai pada enggak mau jadi amir sampai
- Abu Bakar pun nangis menunjuk Bilal bin
- Rabah jadi amir jadi gubernur lah ya Aba
- Bakr kata kata Bilal
- apakah engkau dulu membebaskan aku
- sehingga engkau enak saja menuruk aku
- jadi gubernur lah ya Abu Bakrin tidak
- tuh kalau sekarang jadi rebutan
- dulu para sahabat itu enggan enggak mau
- maka wajar di zamannya Utsman bin Affan
- para sahabat sudah enggak mau maka
- saudara-saudaranya ya sudahudah Utsman
- kalau sahabat-sahabatmu sudah tidak mau
- lagi jadi amir. Biar akulah kamilah
- saudara-saudaramu yang akan membantu
- engkau. Maka dimulai zaman itulah Utsman
- bin Affan dituduh nevotisme. H
- padahal bukan karena neosisme, karena
- tidak ada yang mau gitu loh. Kalau
- dihitung-hitung juga dari kerabatnya
- juga tetap masih sedikit. Kebanyakannya
- sahabat Utsman yang tidak ada ikatan
- nasab. Tuh, itu kan ketika peristiwa ee
- apa namanya? Fitnah ya kan. Heeh.
- Nah, jadi ya sekali lagi imam boleh
- memakjulkan kalau memakjulkannya itu
- dipandang banyak manfaatnya agar ia
- tidak tetap menjadi waliul imam atau
- menjadi gubernur sementara di antara
- rakyatnya terdapat orang yang tidak
- menyukainya. Nah, gitu. Jadi ee toh juga
- kalaupun mohon maaf bukan dipecat ya
- diberhentikan.
- diberhentikan itu untuk kebaikan dan
- para sahabat memandang itu. Maka ketika
- dia ya saya serahkan kembali kepada
- Anda. Jadi tidak ada beban, tidak ada
- kasak kusuk. Wah ini mau mau suksesi.
- Maka kemudian gimana supaya tidak
- terjadi suksesi, supaya tidak terjadi
- resapel gak? Di zaman sahabat samina
- wahanna. Karena itulah keikhlasan para
- sahabat. Jadi contoh, jadi teladan.
- Kepemimpinan itu bukan sesuatu hal yang
- harus diperebutkan, tetapi itu amanat
- dan tanggung jawab. Kenapa? Karena tidak
- ada duitnya.
- Kalau sekarang kan apa? Wah, ini duit.
- Wah, ini bisa blok ini bisa saya tanda
- tangan nih. Bisa 20% nih. Kan begitu
- zaman dulu gak.
- Masyaallah. La haula wala quata. Maka
- kebersihan hati mereka wajar kalau
- kemudian doanya mustajab. doanya makbul
- tuh. Maka ee boleh dibilang aglabuhum
- atau aksaruhum minhabati
- hum auliyaullah.
- Kebanyakan dari para sahabat mereka itu
- adalah para waliullah.
- Tuh gitu. Makanya doanya mustajab.
- Masyaallah. La haula wala quwata. Nah,
- ini saya kira sebagai pengantar dalam
- kajian kesempatan ini yaitu hadis kedua
- dan hadis ketiga. Demikian yang dapat
- saya kemukakan. Wasallallahu ala
- nabiyina Muhammadin walhamdulillahi
- rabbil alamin. Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Alhamdulillahirabbil
- alamin. Jazakumullah khairan kiremb
- pembukanya. Baik, ikhwana, kita sudah
- selesai materi dari Ustaz Ahmad Saleh
- tentang dua hadis dari bab keutamaan dan
- kemuliaan para wali Allah. Masyaallah.
- Kemuliaan dari Umar bin Khattab dan Saad
- bin Abi Waqqas telah kita pelajari dari
- Ustaz Ahmad Saleh. Semoga dapat
- bermanfaat untuk Ikhwan Ahmad sekalian.
- Baik Ikhwan Ahmad. Kami akan rehat
- sejenak setelah nada takwa berikut tetap
- di Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Terima kasih.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Terima kasih
- Iwan akhwat masih bersama Radio
- Silaturahim dan Rasil TV untuk Islam
- yang satu. Alhamdulillah kita sudah
- berada di sesi kedua tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Saleh.
- Di sesi kedua ini kita akan berdiskusi
- dengan Ustaz Ahmad Saleh menjawab
- pertanyaan-pertanyaan dari ikhwan
- akhwat. Sebelum
- kami bacakan pertanyaan,
- ee kita sapa pendengar yang sudah
- ee WA melalui WhatsApp. Pertama dari
- Bapak Anwar.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Jazakumullah khairan
- katsir ilmunya, Ustaz. Kemudian, Bapak
- Baron
- di Betawi menyimak di dapur, Ustaz.
- Masyaallah, barakallah fikum. sambil
- masak mungkin.
- I
- Ibu Ani Hani.
- Bismillah. Alhamdulillah hadir menyimak
- dari awal Ustaz dari awal radio.
- Kemudian
- Ibu Tine di Jatuh Ranggon. Alhamdulillah
- menyimak Ibu Anggit alhamdulillah simak
- menyimak tausiah sore. Bapak
- Bapak Asalam di Kutai Barat.
- Jazakumullah khairan kirsir Ustaz.
- Wyakum jazakumullah khair.
- Kemudian Bapak Mukhtar.
- Jazakumullah khairan kirsir Ustaz. Ibu
- Hati alhamdulillah Ustaz menyimak
- jazakumullah khairan katsir ilmunya.
- Kemudian Ibu Sri juga terima kasih Ustaz
- atas ilmunya.
- Nah, sekarang kita akan membacakan
- pertanyaan dari
- Ibu Umama. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Ustaz selalu dalam keadaan sehat
- walafiat.
- Amin. Allahum amin.
- Terima kasih Ustaz atas ilmunya. Izin
- mau bertanya Ustaz. Memang boleh kalau
- kita mendoakan kejelekan untuk orang
- lain, Ustaz? Jazakumullah khairan
- katsir. E naam. Masyaallah. Barakallahu
- fikum. Boleh enggak kita mendoakan
- kejelekan untuk orang lain? Kalau tidak
- ada penyebab apa-apa, tidak boleh
- mendoakan kejelekan. Tapi kalau ada
- penyebab sehingga kemudian ada syubhat
- dan syubhat itu bisa terwujud nyata
- benar salahnya kecuali dengan doa
- kejelekan. Maka doa kejelekan
- diperbolehkan gitu. Sekiranya saya kalau
- sekiranya dia berdusta maka kad waadza
- gitu loh ya. Nah, itu biasanya dan tidak
- semua orang gitu ya, tidak semua orang
- bisa dikabul itu persoalannya. Maka
- sekali lagi kalau kemudian sekali lagi
- kalau tidak dilakukan ee doa seperti itu
- mendoakan kejelekan, maka terjadi
- syubhat terus. Maka mendoakan kejelekan
- diperkenankan.
- Tapi kan begini, [berdehem]
- saya difitnah
- bahwa saya suka main perempuan ini. Woh.
- Sehingga kemudian masyarakat menilai
- saya tukang main perempuan.
- Saya mau mengadu tidak berani kan misal
- bukan tidak berani ya karena
- pembuktiannya prosesnya bahkan bisa
- mengungkap aib-aib yang lain maka
- kemudian saya boleh berdoa itu untuk
- apa? Untuk apa? Menghapus ee nilai buruk
- saya. Karena kalau dibiarkan orang
- menganggapnya saya buruk. Kan bisa saja.
- Tapi kan bisa sabar ya. Iya bisa sabar.
- Tapi kemudian sampai kapanp itu semuanya
- tidak akan terhapus kecuali saya dinilai
- orang jelek.
- Maka kemudian saya berdoa, "Ya Allah,
- jika sekiranya dia berdusta dan
- katakanlah saya doa-doanya makbul.
- Sekiranya dia berdusta maka jadikan dia
- kad waadza. Dan kemudian disaksikan
- orang, didengar orang sehingga kemudian
- di di Oh iya dia ternyata kena tuh kena
- doanya si fulan karena dia berarti dusta
- kan begitu. Tapi kalau dibiarkan ya
- kecuali kalau saya sabar saya sudah
- hebat kedudukannya sudah saya sabar
- bahkan saya doakan kebaikan ya Allah
- berikanlah dia kesempatan untuk
- bertobat. Bisa juga begitu.
- Nah, tapi para sahabat itu kenapa
- berdoanya seperti itu? Karena supaya
- jelas terang ini yang benar, ini yang
- salah. Tuh, jadi ketahuan tuh yang
- benar, yang salahnya. Nah, kalau kita
- karena kita juga merasa bukan doanya
- yang selalu dimakbul Allah, maka doanya
- jadi baik kebaikan aja. Jadi banyak
- pilihan dalam beragama itu. Ah, se itu
- saya doakan baik aja. Saya akan
- bersabar, saya rida enggak apa-apa.
- Saya dinilai oleh masyarakat menjadi
- orang buruk. Asal Engkau rida kepadaku,
- ya Allah, saya pasrah. Bisa begitu. Tapi
- sekali lagi untuk bisa menjelaskan mana
- yang benar, mana yang salah, doa buruk
- tadi mau tidak mau harus dipanjatkan,
- gitu ya. Jadi sangat tergantung
- konsekuensinya seperti apa. Jadi kalau
- doa tiba-tiba doa keburukan untuk orang
- lain tanpa penyebab tidak boleh.
- Harus ada ilat.
- Ah, ada ilatnya. Jadi, oh boleh
- mendoakan keburukan itu karena kaz
- karena ada fitnah yang tidak bisa
- dituntaskan kecuali dengan doa buruk.
- Bukan doa buruk, dengan doa yang akan
- berdampak buruk kepada si pelaku
- pendusta
- gitu ya. Kalau sekarang kan maka ada di
- kita ini yang diterkenal dengan
- ee lian saling melaknat sama doa. Apa
- ya? Ada satu istilah bukan sumpah pocong
- ya. Iya. Orang menyebutnya sumpah pocong
- tapi bukan sumpah pocong. Apa namanya?
- Ee astagfirullah kok lupa saya. Ada satu
- doa saling mendoakan, saling mentahdir.
- Ee apa kalau antara Islam dan non Islam
- itu mubahalah. Tapi sekarang kadang
- mubahalah juga bisa dimaknai antar
- golongan umat Islam yang berbeda
- pendapat. Padahal saya tidak setuju apa
- tidak sependapat mubahalah dilakukan
- antar kelompok umat Islam. Wong
- akidahnya sama kok. Bahwa. Kemudian
- perbedaan itu perbedaan-perbedaan furu.
- Perbedaan furu mah insyaallah enggak ada
- masalah sesungguhnya kan begitu. Tapi
- kemudian sekarang ee karena menyangkut
- bukan furu masalah-masalah yang ee apa
- namanya bukan ya kan bukan kategori usul
- juga masalah-masalah penting gitu loh.
- Maka kemudian orang saling me saling apa
- namanya mubahalah gitu. Nah, maka saya
- kira [berdehem]
- kan Rasul sendiri kan memberi contoh ya
- mubahalah mengundang Ali dan putrinya
- dan cucu-cucunya menghadapi ee Nasrani
- bani Najron kan begitu ee minta dilaknat
- siapa yang berdusta dilaknat gitu.
- Akhirnya kemudian mereka ngepare, "Ah,
- jangan-jangan ini benar Nabi gitu kan.
- Ah, akhirnya ngeperah jadinya tidak ya
- tidak tidak disepakati mubahalahnya."
- Nah, seperti itu. Jadi insyaallah boleh
- jika ada penyebabnya. Kalau tidak ada
- penyebab tiba-tiba mendoakan keburukan
- orang lain, mamnuun dilarang, tidak
- dikehendaki. Demikian yang dapat saya
- jelaskan. Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Umama
- semoga dapat menjawab jawaban dari Ustaz
- Ahmad Saleh. Berikutnya pertanyaan kedua
- dari Pak Abdullah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Izin bertanya, Ustaz. Ee sekarang di
- negara kita,
- negara kita berada dalam keburukan
- karena pemimpin dan pemerintah yang
- tidak baik. Apakah kita harus mendoakan
- kebaikan atau keburukan, Ustaz?
- Jazakumullah khairan katsir.
- Iya. Jika telah nyata-nyata secara
- meyakinkan
- ketidakadilan itu apa namanya? Ee
- terwujud betul, maka boleh memohonkan
- kepada Allah azza wa jalla ya sesuatu
- yang membuktikan benar atau salahnya
- gitu ya. Ah, kan ada juga di antara kita
- yang berdoa bahkan dia sudah dihukum,
- sudah dipenjara gitu kan. Nah, itu sudah
- dibuktikan. Tapi kemudian begini eh
- sekali lagi kalau sudah terbukti dengan
- meyakinkan bahwa dia berlaku tidak adil,
- berlaku zalim, maka boleh. Apalagi bukan
- sekali dua kali, berpanjang-panjang
- waktu dia melakukannya. Tapi kalau baru
- dugaan-dugaan,
- baru dugaan dia tidak adil ini tidak
- terbukti ketidakadilannya, belum
- terbukti ketidakadilannya atau kita
- tidak meyakini gitu, maka sebaiknya
- minta kepada Allah keteguhan dan
- ketetapan. Minta ditunjukkan mana yang
- hak, mana yang batil. Adapun yang sudah
- jelas terlihat kebatilan boleh berdoa
- kepada Allah subhanahu wa taala. Hanya
- begini.
- Ini sebagai pertimbangan saja ya. Kadang
- jika kita berdoa untuk kehancuran
- mereka-mereka,
- dampaknya juga ke kita, [tertawa]
- dampaknya ke negara, dampaknya ke ini,
- akhirnya enggak ada pilihan,
- pajak naik lagi, ini naik lagi. Nah,
- jadi subhanallah ya. Maka mintalah
- kepada Allah solusi terbaik. Maka jangan
- menggunakan logika kita. Menurut logika
- kita begini-begini mohon kepada Allah,
- "Ya Allah mohon ee makhraja ya
- sebaik-baik makhraja, sebaik-baik jalan
- keluar karena kita tidak tahu persis.
- Karena itu mesti sistemik.
- Sistemik. Kalau ini ternyata misalnya di
- majel, dia tidak akan diam. Dia juga
- akan menggerogoti ee pejabat yang ada
- kaitannya dengan dia. Dibuka kartunya,
- ASnya kena juga. Oh, akhirnya dampaknya
- ke rakyat-rakyat juga. Nah, maka oleh
- sebab itu mintalah kepada Allah solusi
- terbaik sekaligus juga usaha-usaha tetap
- dilakukan gitu ya. Upaya-upaya hukum
- terus dilakukan ya. Upaya-upaya ee
- pendesakan, mendesak pembuktian
- kebenarannya dituntut kan antara yang
- bersumpah dengan yang menuduh. yang
- menuduh apa namanya ee apa namanya ee
- apa namanya yang dituduh boleh bersumpah
- gitu kan yang menuduh menghadirkan
- bukti.
- Kalau buktinya tidak ada maka tidak bisa
- atau sebaliknya gitu loh dia ngelak oh
- gak saya tapi enggak ada bukti sama juga
- kay gitu tapi sesungnya kalau dulu
- dengan sumpah aja cukup
- ya dengan sumpah. Nah, kalau sekarang
- orang sumpah aduh kan mohon maaf ya
- menjabat itu kan pakai Quran lagi
- bersumpahnya.
- Kemudian diabaikan
- sudah melakukan kezaliman-kezaliman
- terus-menerus. Saya bilang terus-menerus
- saking lamanya. Maka saya sebut
- terus-menerus saking lamanya tapi Allah
- masih mengulurnya.
- Kenapa? Rupanya Allah ingin memberikan
- kesadaran kepada bangsa ini, kepada umat
- ini untuk berpikir kritis, untuk
- bersikap apa namanya? Berjuang gitu loh,
- membela kebenaran gitu loh. Jadi, jadi
- kemudian kita gagal itu bukan sebuah
- kegagalan. Tidak berhasil itu bukan
- menunjukkan kekalahan. Dalam Islam tuh
- enggak begitu. Banyaknya yang terbunuh
- bukan berarti kalah
- ya. Bahkan mati saja belum tentu kalah.
- Kan banyak para nabi yang dibunuh
- kaumnya toh.
- Iya.
- Berhasil enggak tuh dakwahnya? Berhasil.
- Masa berhasil kok sampai dibunuh sama
- kaumnya? Lah iya. Karena dia tetap
- berhasil dapat apa? Mendapatkan
- pertolongan Allah. Karena sampai matinya
- pun dia tetap berpegang dengan keyakinan
- lailahaillallah.
- Selama itu masih berpegang dengan
- lailahaillallah berarti dia menang.
- Gaza porak-poranda sekarang. Tapi mereka
- husnudan kepada Allah. Dia ngasih makan
- tawanan-tawanannya padahal mereka juga
- perlu makan. Mereka memanusiakan manusia
- tawanannya padahal orang-orang kafir.
- Tapi karena dia mentaati Allah Subhanahu
- wa taala maka merekalah orang-orang yang
- menang.
- Begitu juga orang merdeka dengan orang
- yang dijajah.
- Jika dijajah itu mengakibatkan ibadah
- tidak serius,
- zikir tidak dawam, maka sama juga orang
- yang merdeka tapi ibadahnya enggak
- serius.
- Dikasih merdeka tapi ibadahnya enggak
- serius, berarti dijajah kamu. Masih
- dijajah tuh, itu hakikat.
- Nah, kan kita dikasih kemerdekaan 80
- tahun.
- Mengisi kemerdekaannya dengan maksiat,
- dengan kezaliman, dengan ketidakadilan.
- Mereka yang dijajah tetap baca Quran,
- tetap salat, tetap memanusiakan manusia.
- Tuh, aduh, masyaallah. La haula wala
- quwwata illa billah. Mak. Maka oleh
- sebab itu kita kadang
- tidak sampai kepada pemikiran hakikat.
- Kita hanya ee berpikir dari sisi
- kulitnya saja. Akibatnya kita tetap jauh
- dari Allah Subhanahu wa taala. Oke, saya
- kira demikian yang dapat saya jelaskan.
- Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Pak Abdullah
- semoga dapat menjawab. Berikutnya
- pertanyaan ketiga dari Ibu Rukmini
- Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Izin bertanya, Ustaz, tentang masalah
- isbal, Ustaz.
- Naam.
- Apakah laki-laki harus memakai pakaian
- atau celana isbal atau cingkrang? Apa?
- Apakah boleh memakai pakaian yang
- dipakai oleh anak saya sekarang? Tidak
- isbal berarti. Oh iya mungkin tidak
- isbal. Iya iya
- demikian ustaz. Jazakumullah khairan.
- Naam. Masyaallah.
- Masalah.
- Para ulama berbeda pendapat tentang
- penghukuman isbal.
- Sebagian ulama menghukumi haram baik itu
- dengan sombong atau tidak sombong.
- Tapi sebagian ulama juga membolehkan
- kalau tidak dibarengi sombong. Tapi juga
- ada orang yang kharijum minal ikhtilaf
- yang keluar dari perbedaan pendapat itu,
- gitu ya. Oke. Nah,
- jadi saya melihat pendapat yang
- menyatakan ee tidak boleh itu kalau
- berbarengan dengan sombong. Jadi kalau
- sombong gitu kan, kalau sombong itu apa
- namanya? Ee
- berarti haram kalau bersamaan dengan
- sombong. Nah, karena kalau sombong itu
- kan di hati kalau sudah dibuktikan
- dengan perbuatan e kesombongannya lalu
- berdampak kepada pakaian di bawah mata
- kaki itu adalah ee apa ya? Khuyala.
- Khuyala.
- Heeh. Kiber. Kiber itu di hati. Khuyala
- itu eh iya khuyala kalau enggak salah.
- Saya ingat-ingat lupa tuh. Khuyala
- berarti itu sudah kesombongan yang
- ditampakkan
- gitu ya. Kesombongan yang ditampakkan.
- Nah, jadi ketika kesombongan baik ada di
- dalam hati maupun ditampakkan maka haram
- isbal itu. Tapi sebagian ulama
- mengatakan boleh kalau tidak har kalau
- tidak sombong mah apa a yang dihukumi
- haram. Tidak sombong kok gitu loh ya.
- Maka terjadi dua pendapat. Nah, bahkan
- bisa terjadi begini. Orang yang tidak
- isbal tapi sombong. Mungkin enggak tuh
- enggak isbal mungkin. Alah pakai celana
- nutup mata kaki guan paling sunah nih. G
- kan bisa begitu.
- Iya.
- Ah [tertawa] ini kan ee pertama kalau e
- pendekatannya pendekatan. Jadi kalau
- memisahkan ada syariat, hakikat sama
- makrifat gitu tadi tadi seperti itu.
- Yang penting tidak isbal meskipun
- hatinya sombong tapi kalau yang
- memadukan antara syariat hakikat maka
- berpakaian tidak isbal bersamaan
- dengannya ketawaduan.
- Dia pakai jilbab tapi merendahkan
- manusia lain. Nah, itu yang memisahkan
- berarti antara syariat dengan hakikat.
- Yang memadukan syariat dengan hakikat ya
- dia pakai jilbab, ya dia baik hati, ya
- dia tawadu gitu loh. Gitu ya.
- Masyaallah. La haula wala quwata
- illallah. Jadi ee baik jika memang
- mungkin maka saya menganjurkan yang
- kharijum minal ikhtilaf. Sombong atau
- tidak sombong sebaiknya tidak isbal.
- Sebaiknya saya tidak mengatakan haram
- karena saya ikut ulamanya seperti itu
- ya. Sebaiknya tidak isbal meskipun tadi
- tidak sombong kecuali terpaksa baru beli
- gamis, baru beli celana belum sempat
- dipotong. Nah, itu enggak ada masalah
- gitu ya. Ataupun dilinting. Kalau
- dilinting juga jadi tidak bagus gitu
- kan. Ah, maka ee sebaiknya tadi ya
- usahakan untuk tidak isbal. Saya tidak
- mengatakan haram kepada yang isbal,
- tetapi saya berupaya berpakaian tidak
- isbal. Itu kharijum minal ikhtilaf.
- Demikian yang dapat saya jelaskan.
- Wallahu aam biswab.
- Wallahuam bawab. Demikian Ibu Rukmini
- semoga dapat menjawab. Lanjut Ustaz.
- Iya.
- Pertanyaan keempat dari Bapak Junaidi,
- Ustaz.
- Nam.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Jazakumullah khairan kasiran, Ustaz,
- ilmunya, Ustaz.
- Wyakum jazakumullahu khairan.
- Ustaz, izin bertanya ee tentang para
- sahabat. Sahabat Abu Bakar dan istri
- Nabi yaitu Siti Khadijah. Setelah
- menggunakan hartanya di jalan Allah,
- mereka menjadi miskin. Bagaimana dengan
- ee ayat Al-Qur'an? Yaitu akan diganti
- 700 kali lipat atau lebih setelah
- sedekah di jalan Allah, Ustaz?
- Demikian, Ustaz. Jazakumullah khair.
- Iya. Jadi dibalas itu dengan
- berlipat-lipat 70 atau 100 itu bisa di
- dunia bisa di akhirat.
- Karena bisa jadi kalau dibalas di dunia
- malah dipakai maksiat.
- Tuh Abu Bakar itu habis harta jadi
- miskin. Di sisi Allah dia terpuji.
- Tapi ada orang mohon maaf ya, ada orang
- pejuang dapat fasilitas setelah pulang
- dari medan perang dapat
- fasilitas-fasilitas.
- Karena punya fasilitas dipakai maksiat
- kan itu tidak lebih baik,
- lebih buruk. Nah, maka di dalam surat
- apa itu ya? Ada menarik itu ada yang
- sawabad dunya sama husnu sawabil
- akhirah. Kalau sawabil akhirah pakai
- husnu. Tapi kalau sawab dunia e apa?
- Sawab dunia itu enggak pakai husnu.
- Karena tadi
- dia kalau pejuang itu dia akan dikasih
- oleh Allah di dunia dan akan juga
- dikasih sebaik-baik balasan di akhirat.
- disebut di akhirat itu sebaik-baik
- balasan,
- khusus.
- Nah, karena orang pulang perang dapat
- gonimah, dapatlah dunia.
- Tapi kemudian dapat dunia itu ada yang
- dipakai lagi untuk berjuang,
- tapi ada yang dipakai untuk maksiat.
- Makanya kalau sawabud dunya itu bukan
- final, tidak final.
- Masih ada pertanggungjawaban lanjutan.
- Tapi kalau balasan akhirat misalnya
- syahid sudah surga
- final tidak ada lagi pilihan
- macam-macam. Oh saya dapat balasan
- akhirat itu mesti husn tsawabil akhirah.
- Kalau dunia enggak pakai husna karena
- tadi bisa peluang tadi bisa peluang husn
- husnu bisa peluang juga su
- masih ada peluang maksiat.
- Masih ada peluang maksiat. Maka oleh
- sebab itu Abu Bakar kenapa tadi miskin
- sampai akhir hayatnya dan miskin juga
- keluarganya tidak minta-minta.
- Misalnya pernah dengar enggak ada
- riwayat anak Abu Bakar atau cucunya
- bahkan
- i
- beli saya makan saya cucunya Abu Bakar
- Abu Bakar hartanya habis
- tidak enggak akan. Kenapa? Karena Abu
- Bakar telah meninggalkan untuk
- keluarganya Allah dan Rasulnya. Abqit
- lahumullaha wa rasula. Aku tinggalkan
- buat mereka, buat keluargaku Allah dan
- Rasulnya. Maksudnya apa? Aku telah
- tinggalkan untuk keluargaku, untuk istri
- dan anak-anakku ajaran-ajaran Allah dan
- Rasul-Nya.
- Masyaallah.
- Tidak akan pernah minta-minta. Kan
- ajaran Rasul mengatakan, "Senantiasa
- orang minta-minta sampai dia datang di
- pengadilan Allah dalam keadaan mukanya
- tak berdaging,
- maka tidak akan pernah ditemukan
- keturunan Abu Bakar minta minta gitu."
- Maka tadi sampai miskin Abu Bakar
- masyaallah ya. Setelah jadi khalifah
- juga sebelum e wafat dia pesan sama asma
- ini girbah kembalikan ini istilahnya apa
- inventaris inventaris khalifah diminta
- untuk dikembalikan termasuk girirbah
- tempat air minum yang tidak seberapa pun
- tetap harus dikembalikan masyaallah
- hahua
- Abu Bakrin assiddiq radhiallahu anh jadi
- begitu ya jadi kesimpulannya ada orang
- yang dibalas balas di dunia. Ada orang
- yang dibalasnya di akhirat dan ada orang
- yang dibalas di dunia dan di akhirat.
- Tuh di dunia berarti DP. Nah, sisanya di
- akhirat. Kalau akhirat berarti tanpa DP.
- Tapi kalau kemudian yang cuma dikasih
- dunia saja, sisanya enggak ada tuh untuk
- akhirat ada. Makanya para sahabat itu
- enggak mau khawatir
- kebaikannya sudah dibayar di dunia. Maka
- nangis mereka ketika dapat wah masya
- innalillahi wa inna dapat ya harta dapat
- apa nama uang
- innalillahi.
- Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Ibu
- katanya ada apa bapaknya begitu. Apakah
- amirul mukminin meninggal dunia lebih
- dari itu? Apa ini fitnahfitnah kabirah
- kata dia fitnah yang lebih besar apa
- dibagikanlah buru-buru dibagikan lagi
- pada fakir miskin kepada yang
- membutuhkan enggak lama kemudian orang
- yang tadi ngasih balik lagi.
- H
- mana tadi uang gitu? Kenapa salah bukan
- untuk antum gitu [tertawa]
- kalian ah saya bagikan kepada fakir
- miskin. Aduh kata petugasnya salah saya
- tuh. Karena mereka itu dia lebih
- menitifkannya kepada Allah, ditabungnya
- di Allah.
- Kalau kita kan masih bisa nabung di
- bawah kasur, di bawah bantal, atau tidak
- di bank-bank konvensional atau bank-bank
- syariah sekalipun, kita nabung di situ.
- Kalau para sahabat nabungnya di sisi
- Allah ketika mau ngambil, "Ya Allah,
- saya mau ngambil tabunganku." Begitu
- kurang lebih
- ya kan kita juga kan bikin ngisi tuh
- ngambil R500.000 atau 100 apa R juta dan
- lain sebagainya. Mereka juga sama
- dititipkan ya Allah titipkan fakir
- miskin janda perjuangan fisabilillah
- dititipkan semuanya mereka kemudian
- perlu mendesak salat dua rakaat gitu ya.
- Ya Allah. Allahumma inni as'aluka kad wa
- kad wa kad. Dikabul oleh Allah. Tuh itu
- kata tadi mereka itu para auliaullah.
- Ketaatannya bulat, enggak ragu. Ini yang
- kita cari.
- Ah, enggak mungkinlah kalau ya kalau
- kita mungkin bisa menyatakan tidak
- mungkin. At ibadahnya juga belum
- seserius para sahabat.
- Maka Rasulullah makanya ya kita
- berdoanya Allahumma inni as'aluka ma
- saalaka nabiyuna Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Ya Allah saya memohon
- kepadamu apa-apa yang diminta oleh
- nabimu.
- Waubika mimma yaubika nabiyuna Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Dan saya
- berlindung kepada engkau dari apa-apa
- yang nabi kami berlindung darinya. Gitu
- ya. Jadi itu yang lebih jadi doa yang
- paling menyeluruh itu gitu loh ya.
- Hafalkan itu aja, enggak usah doa-doa
- yang lain lagi gitu loh. Jadi saya
- memohon kepada Engkau ya Allah apa-apa
- yang dimohonkan oleh Nabiuna Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam dan saya
- berlindung kepada Engkau dari apa-apa
- yang nabi kami berlindung darinya. Gitu
- ya. Oke saya kira demikian yang yang
- dapat saya jelaskan. Wallahu aam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Bapak semoga
- dapat menjawab. Berikutnya dari Ibu Nur
- Ustaz.
- Nam
- Ibu Nur. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz ada orang yang
- hutang sama saya tapi enggak ada kabar
- dan omongan. Terus saya bilang, "Kalau
- emang kamu mau nipu atau menzalimi saya,
- nanti suatu saat rezekimu akan lebih
- banyak kerugian. Kamu akan ditipu oleh
- orang lain.
- Apakah saya boleh berdoa atau mengomong
- seperti itu, Ustaz? Karena sudah kesal."
- Baik,
- terima kasih, Ustaz.
- Pertama, harus dilacak dulu. Kalau gitu
- enggak bisa langsung dihukumi, ya.
- Pertama, ketika pinjam meminjam,
- adakah ditentukan kapan batas akhir
- pengembalian?
- Misalnya 6 bulan kemudian, 5 bulan
- kemudian, atau pokoknya pinjam aja. Ah,
- itu kan enggak enggak enggak bisa
- ditentukan. Tapi kalau insyaallah akan
- saya kembalikan setelah 3 bulan. Berarti
- kalau 3 bulan setelah 3 bulan tidak ada
- kabar, ah itu bisa diingatkan. Kamu nih
- sudah 3 bulan ingatkan. Ah kemudian nah
- setelah itu baru setelah warning-nya
- tidak ada baru tuh kalau kamu mau menipu
- saya maka hidupmu akan lebih sempit. Ah
- itu
- ya. Tapi kalau belum ada peroloh
- sebaiknya dilakukan dulu peroloh gitu
- ya. Diingatkan. Kalau tidak diingat,
- kalau misalnya tidak apa namanya tidak
- ditentukan di dalam perjanjiannya, maka
- ditanyakan setelah berapa bulan itu kamu
- kan berhutang kepadaku R10 juta, kapan
- mau dikembalikannya? Padahal Anda sudah
- nunggu 2 bulan tuh. Oh, ya nanti ya
- tunggu 1 bulan lagi ya. Baik, kalau gitu
- saya tunggu 1 bulan lagi. Meskipun saya
- butuh susunya pertengahan bulan ini gitu
- loh. Ditunggu 1 bulan, telepon lagi
- enggak diangkat di WA enggak dijawab.
- Sudah kirim aja WA enggak apa-apa mau
- dibaca mau enggak gitu kan. Kalau kamu
- kad waad maka kad waz gitu loh ya. Nah,
- jadi sesungguhnya tidak ada masalah.
- Tetapi sebaiknya tadi pas kasih dulu
- perolohnya ya. ditanya dulu
- jangan-jangan dia lupa
- ya karena Anda tidak ngingatkan jadi
- lupa orang ke hutang kadang tidak ingat
- ketika mau pinjamnya maksa kalau mau
- ininya lupa kan begitu. Nah, maka
- diingatkan dulu kamu sudah 2 bulan nih
- atau sudah 3 bulan ngutang ke saya kapan
- mau dikembalikan?
- Saya kasih waktunya 10 hari gitu loh.
- Jadi sudah 2 bulan 10 hari. Nah, tolong
- kamu cari gimana caranya gitu ya. Baru
- setelah itu dia membantah ini dan itu
- baru tuh Anda boleh ultimatum seperti
- tadi. Tapi sebaiknya juga sekali lagi
- kalau zaman kita sekali lagi cari yang
- terbaiklah.
- Cari-cari yang terbaik itu maksudnya ya
- Allah mudahkan dia rezekinya sehingga
- dia bisa segera membayar kepada saya.
- Satu,
- ya Allah saya uang saya dihutang apa
- dipinjam oleh si fulan sampai sekian
- bulan dia belum bayar. Maka dari itu, ya
- Allah, saya hanya Engkau minta kepada
- Engkau dari mana saja Engkau ganti,
- gantilah ya Allah. Karena saya perlu
- untuk kuliah anak saya. Begitu.
- Jadi boleh pilihan-pilihannya gitu loh
- ya. Nah, jadi sesungguhnya
- pilihan-pilihan itu ya boleh ee yang
- lembut, boleh yang sedikit lembut gitu
- gitu. Ada yang kasar sekalipun, tapi
- dengan catatan tetap harus di jalan yang
- be yang benar. Jadi ada warning dulu,
- ada peringatan dulu, baru kemudian di
- dalam tanda petik diancam gitu ya.
- Demikian yang dapat saya jelaskan.
- Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Nur
- semoga dapat menjawab. Baik yawat kami
- akan
- ada telepon masuk ya. Silakan.
- Asalamualaikum.
- Ada pertanyaan berikutnya?
- Ada pendengar melalui telepon.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuhum.
- Waalaikumsalam.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Iya, saya dengan Bu Hajilis dari Tebet.
- Saya bisa bicara dengan Pak Ustaz. Saya
- mau nanya. Boleh?
- Oh, boleh. [tertawa]
- Dengan siapa ini, Pak?
- Ustaz Ahmad Saleh.
- Oh, dengan Ustaz Ahmad Saleh. Bisa, Pak
- Ustaz, saya mau bicara.
- Iya, sil
- boleh boleh.
- Silakan, Ibu.
- Katanya kita mau berdoa itu enggak boleh
- semisalkan contoh ya, "Ya Allah, semoga
- cucu saya jadi anak yang saleh." Katanya
- enggak boleh pakai semoga. Betul enggak
- itu Pak Ustaz? [tertawa]
- Iya, iya. Oke. Baik, baik baik. Iya,
- baik. Sudah, Bu.
- Ya, itu aja, Pak Ustaz. Semoga
- ee ustaz-ustaz diril dengan pemimpin
- mentinnya biar semua pada sehat, berkah.
- Amin. Amin. Amin. Amin. Amin. Amin.
- Baik. Baik.
- Iya. Terima kasih, Pak Ustaz.
- Baik. Baik, baik.
- Katanya enggak boleh pakai semoga kan
- kalau kita mau berdoa.
- Terima kasih, Pak Ustaz. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Itu adalah pendekatan lghawi, bahasa.
- Semoga itu adalah kata halus. Kan boleh
- saja begini. Ya Allah jadikanlah cucuku
- orang yang saleh. Boleh
- jadikan. Jadi kemud semoga itu adalah
- harapan kepada Allah agar Allah
- menjadikan cucu kita anak yang saleh. Ya
- Allah semoga anakku [batuk] cucuku
- menjadi hambaMu yang saleh. Boleh juga.
- Nah tetapi apa tadi? Semoga dengan kan
- tadi e kan mohon maaf ya ada common ada
- polite apa gitu dalam bahasa Inggris itu
- kan ada common itu perintah ada kemudian
- kalau common itu close the door tapi ada
- close the door please.
- Nah itu sudah beda tuh. Nah, kalau tadi
- semoga itu boleh kategorinya pakai kalau
- dalam bahasa Inggris kayak istilah
- please
- yang paling tinggi lagi pardon me please
- gitu loh ya. Kemudian baru minta. Ah
- intinya sama-sama perintah hanya ada
- adab. Sekali lagi boleh mengatakan, "Ya
- Allah, jadikan kaz
- tapi kemudian ya Allah semoga ini
- maksudnya semoga itu saya berharap
- kepada Engkau agar engkau menjadikan
- gitu loh." Itu maksudnya semoga gitu
- loh. Tapi kalau semoga itu dalam
- pengertian ragu ah maka jadi tidak
- boleh. Jadi harus yakin berdoanya, "Ya
- Allah jadikan anakku hamba yang saleh."
- Begitu ya. Ah, jadi, ya Allah semoga
- anakku jadi anak yang saleh. Boleh juga
- sekali lagi gitu ya. Kalau kemudian doa
- seperti itu dimaknai juga penuh dengan
- kepastian dan harapan.
- Nah, jadi saya kira ee dalam pemahaman
- saya itu adalah pendekatan bahasa saja
- gitu loh ya. pendekatan bahasa. Karena
- tadi kalau di dalam bahasa Inggris itu
- ada ada common, ada request kalau tidak
- salah saya lupa lagi gitu ya. Ada yang
- tadi misalnya langsung merintah open the
- door, ada open the door please, ada
- pardon me please gitu. Pardon me, close
- the door please gitu lah. Jadi seperti
- itulah kurang lebih ya. Jadi insyaallah
- tidak ada masalah. Wallahu aam biswab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Ibu semoga
- dapat menjawab. Baik, kita akan rehat
- sejenak setelah nada tafkah berikut
- tetap di radio silaturahim dan Rasil TV
- untuk Islam yang satu. Terima kasih.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Terima
- kasih ikwan akhwat masih setia bersama
- Radio Silaturahim.
- Kita masuk sesi kedua
- untuk tanya jawab.
- Selanjutnya pertanyaan berikutnya dari
- Bapak Dodi di Cilangkap, Pak Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, izin bertanya. Rumah saya dekat
- dengan musala dan alhamdulillah saya
- istikamah
- salat lima waktu di musala [mendengus]
- kalau lagi di rumah. Tetapi hampir 1
- bulan ini saya khusus salat Isya, saya
- berjamaah di rumah bersama istri dan
- anak-anak saya. Lanjut membaca Al-Qur'an
- bersama. Karena saya dan istri merasa
- quality time dan kebersamaan bersama
- anak-anak dari mulai SD sampai SMA kami
- jarang kumpul, Ustaz. Pertanyaannya
- apakah langkah saya yang tadi rutin imam
- salat Isya berjamaah di rumah itu
- bersama keluarga diperbolehkan
- atau apakah ini termasuk di mana anak
- jadi fitnah yang tadi Ustaz sampaikan,
- Ustaz? Demikian Ustaz pertanyaan saya.
- Jazakumullah khairan kairan. Masyaallah.
- La haula wala quwwata illa billah. Jadi
- ketika sekali lagi ketika persoalan
- komunikasi dengan istri dan anak menjadi
- kendala,
- maka seperti itu dibenarkan
- gitu ya. Tapi kalau kemudian komunikasi
- dengan istri dan anak tidak terganggu
- dengan aktifnya kita senantiasa salat
- berjamaah di musala,
- maka sekali lagi tetaplah kita harus
- salat di musala.
- Jadi begini, syariat Islam itu
- diturunkan untuk menyelesaikan
- persoalan-persoalan.
- Kalau ada persoalan yang muncul, nah
- berarti tadi maka boleh tuh gitu loh.
- Boleh sudah kamu di rumah saja.
- Tapi kalau mungkin juga kebersamaan itu
- bisa jadi istri dan anak kita dibawa
- salat ke masjid, ke musala
- gitu ya. Dibawa agar berjamaah di mus di
- musala. Jadi boleh boleh pilihan-pilihan
- itu boleh gitu ya. Selama tadi kalau ada
- masalah gitu karena syariat Islam ini
- diturunkan bukan untuk membuat masalah.
- Jadi kalau kemudian masalah komunikasi
- dengan istri dan anak bisa dituntaskan
- dengan tidak melalui seperti itu, maka
- tempuhlah jalannya. Tapi wah saya harus
- menyempatkan nih salat berjamaah di
- rumah bersama istri dan anak-anak. Jika
- itu memang satu-satunya jalan yang bisa
- dibangun, lakukan
- gitu loh ya. Nah, karena juga Anda salat
- berjamaah di rumah gitu. Nah, bahkan
- jadi persoalan. Jadi sekali lagi bahkan
- persoalan-persoalan itu tidak boleh
- muncul, tidak boleh ada persoalan.
- Misalnya begini,
- Anda salat ke mana misalnya? Ke mana? Ke
- masjid. Katakan masjid.
- Iya.
- Naik mobil.
- Iya.
- Kemudian ada tetangga yang sering jalan
- kaki. Kemudian Anda karena tidak tahu,
- Anda lewat saja tidak diajak naik mobil.
- kemudian jadi masalah.
- Nah, berarti itu harus dituntaskan tuh
- mobilnya gitu. Berarti Anda enggak usah
- pakai mobil, paling tidak pakai motor
- boncengan sama anak loh, gituah ya. Atau
- kalau bawa mobil lagi ajak tuh.
- Iya,
- gitu. Karena ada persoalan. Jadi Islam
- datang untuk menyelesaikan persoalan.
- Jadi bukan menciptakan persoa persoalan.
- Jadi sesungguhnya tapi bisa jadi Anda
- bawa mobil ngajak, "Ayo Pak naik naik
- bareng sama saya." Ondah. Terima kasih.
- Saya ingin jalan saja. Lah kan lain lagi
- itu. Kalau itu tidak ada persoalan,
- nolak saja. Nolak diajak naik mobil.
- Jika itu jadi masalah maka Anda harus
- ikut.
- Betul.
- Iya betul. Anda harus ikut. Kalau eh
- sombong amat diajak ini kok enggak mau.
- Ah itu jadi masalah. Maka sebaiknya ikut
- saja. Nah, maka oleh sebab itu jadi
- persoalannya jadi variasi.
- Tapi yang jelas Islam datang memberi
- solu solusi gitu loh gitu ya. Begitu
- juga tadi kepada salat berjamaah dengan
- keluarga di rumah. Kalau tidak harus
- dengan ee salat berjamaah di rumah
- misalnya istri dan anak bisa dibawa ke
- musala, salatnya berjamaah dulu di
- musala, pulang dari musala kemudian
- ngaji bersama di rumah enggak ada
- masalah gitu ya. Tapi sekali lagi, Islam
- memberikan peluang-peluang yang mungkin
- dilakukan gitu. Yang mungkin dilakukan
- dan mampu dilakukan maka lakukan. Ya,
- demikian yang dapat saya jawab. Wallahu
- aam bisawab.
- Wallahuam bawab. Demikian, Pak Dodi,
- semoga dapat menjawab. Masyaallah
- jawaban Ustaz ya dari berbagai sisi
- dijawab. Masyaallah.
- Masyaallah. Masyaallah. Barakallahu
- fikum. Nah, kemudian ee kita bacakan ee
- komentar-komentar dari
- Bapak Ibu Anggit. Ibu Anggit
- alhamdulillah menyimak, Ustaz.
- Jadi tentang langsung saja, Ustaz, ya
- berdoanya tanpa semoga.
- Iya, ya. Boleh, boleh.
- Kemudian Bapak Amsir Tabrani.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Afana Amsir Tabrani di Kemang Utara ikut
- menyimak. Semoga Ustaz Ahmad Saleh dan
- Kurasil dalam keadaan sehat dan barokah.
- Amin. Barakallahu fikum.
- Kemudian Bapak Nur, alhamdulillah kami
- menyimak tausiah sore Ustaz Ahmad Saleh
- yang bertemakan kemuliaan dan keutamaan
- para wali Allah saleh. Terima kasih
- Ustaz.
- Kemudian Bapak Bani Adam, Bapak Fajar,
- Bapak Edwin Saleh menyimak melalui
- YouTube.
- Bapak Mul Hhenri, Ibu Ningsih,
- Bapak Junaidi, Bapak Mustofa Hasan,
- Bapak Abu Abdillah,
- Bapak Asep menyimak melalui mobil dalam
- perjalanan dalam perjalanan pulang kami.
- Masyaallah. Kami doakan semoga lancar
- dan selamat sampai rumah.
- Amin.
- Ee
- Ibu Ibu Ida.
- Alhamdulillah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Terima kasih, Ustaz. Semoga
- Ustaz sekeluarga dan kruasil dalam
- keadaan sehat dan berkah.
- Amin. Allahum amin.
- Baik, Ustaz. Sepertinya sudah
- di ujung waktu, Ustaz.
- Oke. Baik. Ustaz sebagai penutup Ustaz
- Tafadul.
- Baik sebagai penutup atau kesimpulan
- yang ingin digaris bawahi. Pertama,
- kemuliaan yang Allah berikan dalam
- bentuk karamah.
- Ya, tadi kan waliullah ya, karamah.
- Karamah itu karena ee keistikamahan
- dalam mengabdi kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Baik wajibnya maupun sunahnya.
- Paling tidak wajibnya serius dilakukan
- dan tidak ragu. Nah, maka kemudian yang
- paling penting juga selain melaksanakan
- yang wajib-wajib, kemudian lebih bagus
- juga ditambah yang mustahab atau yang
- sunah-sunah. Maka yang paling penting
- adalah meninggalkan kemaksiatan. Karena
- meninggalkan kemaksiatan tidak boleh ada
- pilihan. Tapi kalau melaksanakan
- perintah itu ada pilihan yaitu mastatna
- sekemampuan kita. Semoga Allah azza
- waalla memberikan kekuatan kepada kita
- untuk bisa istiqamah mengabdi kepada
- Allah dan betul-betul mampu menjauhi
- larangan-larangan Allah subhanahu wa
- taala. Demikian. Wasallallahu ala
- nabiyina Muhammadin. Walhamdulillahi
- rabbil alamin. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz jazakumullah khair
- kir. Ustakum jazakum khair.
- Demikian ikhwan akhwat terima kasih Ibu
- Ida, Ibu Ningsih, Bapak Maman Sumantri,
- Ibu Purnawa Ningsih
- atas segala apresiasinya dan terima
- kasih ikhwan akhwat semua yang sudah
- menyimak.
- Saya Fauzi Ridwan mohon undir diri.
- Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla
- ilahailla anta astagfiruka waubu ilaik.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.