Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- kirsiran thyiban baran fih kama
- yuhibunaard. Allahumma shi wasallim
- wabarik ala sayidina Muhammadin waa ali
- sayidina Muhammad. masih dipancarkan
- dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimangis Cibur Bekasi, Radio
- Silaturahim dan juga Rasil TV untuk
- Islam yang satu. [berdehem]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. Senang sekali di
- kesempatan ini kami bisa kembali hadir
- secara langsung dalam program acara
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- untuk edisi Senin ya. Ini hari ke-18 di
- bulan Agustus 2025. nuansanya masih
- nuansa hood hari jadi Indonesia ya
- dirgahayu Republik Indonesia yang ke-80
- dan bertepatan juga ini sudah masuk hari
- ke-24 Ustaz ya di bulan Safar 1447
- Hijriah. Insyaallah di kesempatan ini
- kita akan kembali melanjutkan ee
- renungan di bawah naungan Al-Qur'annya
- tafsir Quran surah Alja.
- Pekan lalu kita sudah ke ayat yang
- ke-13. Insyaallah hari ini kita akan
- lanjutkan mulai ayat yang ke-14. Bagi
- ikhwanawat yang mungkin masih
- bercengkrama dengan Al-Qur'an bisa
- membuka [berdehem] Quran surah Aljasiah.
- Telah hadir guru kita Ustaz Husein
- Alatas yang akan kembali melanjutkan
- kajian tafsirnya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar baik dan sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah wasyukrulillah.
- Baik, kita awali tafsir ini, kajian ini
- dengan baca Quran surah Alfatihah yang
- akan dibimbing langsung oleh Ustaz
- [berdehem] Husin atas. Kami persilakan
- Ustaz
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin.
- Amin. [berdehem]
- Ya, ikhwana. Alhamdulillah telah kita
- buka bersama dengan pembacaan Quran
- surah Al-Fatihah. Dan kita akan simak
- bersama kajian tafsir Quran surah
- Aljasiyah dimulai ayat yang ke-14. Dan
- ikhwanawat insyaallah nanti ustaz jika
- ada waktu yang ingin menanggapi,
- memberikan komentar ataupun pertanyaan
- kami persilakan Ikhwan Nawat bisa
- mengirimkannya di 0811999720.
- Kami persilakan Iwan Nawat. Untuk itu
- kami persilakan Ustaz untuk kajiannya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Hamdulillahi rabbil alamin.
- Hamdan katsiron thyyiban mubarokan fih
- kama yuhibbu rabbuna.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Rbana zidna ilman wa alhikna bisolihin.
- Allahumma atina
- minika rahmah waimna minadunka ilman
- nafna bimaam.
- Allahumma inna naudubika anadilla au
- nudhol au nazilla au nuzal au nadlima au
- nudlama au najhala yujala.
- Amma ba'du.
- Assalamualaika ya Rasulullah.
- Asalamualaina wa ala ibadillah shihin.
- Wasalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Bertepatan dengan peringatan hari
- kemerdekaan
- Republik Indonesia
- yang [mendengus]
- ke-80.
- Ke-80.
- Artinya kita sudah cukup lama.
- merdeka dari penjajahan Belanda,
- Portugis,
- bahkan di cela-celanya pernah Inggris
- juga menjajah kita.
- Kemerdekaan tersebut bukan kemerdekaan
- yang kita dapatkan dengan begitu saja,
- tapi melalui perjuangan, melalui
- pengorbanan,
- melalui juga darah yang tumpah dari para
- pahlawan kita.
- Mereka
- tidak sayang-sayang
- mempersembahkan yang termahal dari hidup
- mereka agar
- bangsa kita ini, rakyat kita terbebas
- dari penjajahan asing dengan niat yang
- amat mulia.
- Tapi sayang sungguh sayang, ternyata
- yang mewarisi kemerdekaan ini tidak
- menghargainya sebagaimana
- mereka-mereka yang rela berkorban demi
- anak bangsa kita. Betul. Kita terbebas
- dari penjajahan militer, penjajahan
- politik,
- tapi tidak lepas dari penjajahan
- ekonominya.
- Hm. yang berpengaruh juga terhadap
- kebijakan politik dalam negeri kita. Mau
- tidak mau?
- Kalau dahulu merupakan Belanda yang
- menjajah kita, pada saat ini ternyata
- sebahagian
- anak bangsa kita menjajah sebahagian
- yang lain.
- Ini jauh lebih menyedihkan, lebih
- mengerikan.
- Dalam situasi ekonomi yang sulit pada
- saat ini, ternyata pajak dikenakan bukan
- hanya terhadap yang mampu. Malah saya
- yakin yang mampu ya yang berkolaborasi
- dengan kekuasaan mereka dapat mengelak
- dari kewajiban pajak mereka yang
- sebenarnya. Tapi rakyat kecil
- ke mana pun mereka pergi mereka akan
- terkena pajak.
- Oleh karena itu saya sesalkan apa yang
- keluar dari mulut Sri Mulyani sebagai
- Menteri Keuangan.
- Sudah banyak pelanggaran yang dilakukan
- dan ini memalukan bagi bangsa kita.
- Nah, yang terakhir ketika dia mengatakan
- bahwa
- pada setiap harta yang kamu miliki ada
- hak orang lain,
- baik dalam bentuk wakaf, dalam bentuk
- zakat, maupun pajak.
- Ucapan beliau ini ada benarnya, tapi
- banyak salahnya.
- Betul. Pada setiap
- harta yang kita miliki ya ada kewajiban
- yang Allah wajibkan
- bagi mereka yang mampu untuk mengayomi
- mereka yang tidak mampu.
- Juga dipergunakan untuk perjuangan di
- jalan Allah Subhanahu wa taala.
- Menuntaskan penderitaan yang dialami
- oleh bangsa kita. Memperbaiki [berdehem]
- situasi mereka
- sebagaimana yang diterangkan Al-Qur'an.
- dalam delapan golongan yang berhak untuk
- menerima zakat.
- Tapi tidak mungkin sama dengan pajak
- yang diambil dari kaya maupun miskin.
- Kemudian ke mana perginya uang tersebut?
- Tidak jelas.
- Jadi kalau pada harta si kaya Allah
- wajibkan ya untuk membantu [berdehem]
- mereka-mereka yang hidup kekurangan itu
- benar.
- Tapi ingat,
- pemerintah kita ternyata
- menuntut dari rakyatnya
- agar menjalankan kewajibannya, tapi
- tidak menjalankan kewajiban pada rakyat.
- Seharusnya Ibu Sri Mulyani sebagai
- seorang muslimah seharusnya berpikir
- bagaimana dia sebagai Menteri Keuangan
- yang menerima amanat yang begitu besar
- untuk dapat mendistribusikan keuangan
- negara. kekayaannya
- secara adil, bukan hanya terbatas pada
- mereka-mereka yang kaya dan mampu. Dan
- saya khawatir Ibu Sri Mulyani kalau
- tidak bertobat dari kesalahannya, tidak
- memperbaiki dirinya, akan berhadapan
- dengan azab Allah yang amat mengerikan.
- Anda hidup di dunia hanya sebagai
- menteri, menikmati fasilitas tanpa
- merasakan penderitaan rakyat. Tapi
- apa yang Anda lakukan? Anda akan
- betul-betul berhadapan dengan hisab yang
- berat. Maka ittaqillah, bertakwalah
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Saya
- sependapat seperti yang Ibu Sri Mulyani
- ucapkan bahwa pada harta yang kita
- miliki, Allah wajibkan zakat dalam
- rangka mensucikan harta kita juga
- menumbuhkannya dengan pertumbuhan yang
- sehat.
- Dan dengan sendirinya harta dari zakat
- ini dikelola untuk
- delapan golongan yang telah ditetapkan
- Allah subhanahu wa taala. Oleh karena
- itu, pemerintah seharusnya memfasilitasi
- pemungutan zakar dengan menghitung harta
- si kaya. Kemudian juga pengambilannya
- diawasi,
- pendistribusiannya
- kepada mereka-mereka yang berhak agar
- meringankan beban negara.
- Tapi kalau uang zakat diambil dari satu
- [berdehem] katakan daerah kemudian ke
- mana perginya tidak jelas haram
- hukumnya. Karena seharusnya diambil dari
- satu daerah ya dari orang-orang yang
- mampu untuk mensejahterakan penduduk
- setempat. Kalau berlebihan baru
- dipindahkan ke daerah minus.
- Bukan seperti yang dilakukan Basis pada
- saat ini. [mendengus]
- Jadi kemerdekaan untuk bangsa ini bukan
- hanya untuk satu golongan. Bukan hanya
- untuk satu golongan, tapi semua rakyat
- Indonesia harus menerima dan menikmati
- kemerdekaannya sebagai anak bangsa. Tapi
- ingat, kemerdekaan seseorang bukan
- berarti apa? Dia berhak untuk melanggar
- hak-hak dan kemerdekaan orang lain.
- Dalam pepatah Arab disebutkan anta hur
- maam tatajus hududak. Kamu merdeka
- selagi kamu tidak melintasi batas
- wilayah kamu. Dalam wilayah kamu kamu
- merdeka.
- Tapi kalau kamu keluar dari wilayah
- kamu, kamu akan masuk wilayah orang lain
- dan wilayah umum. Oleh karena itu,
- kemerdekaan kita berakhir dengan
- memasuki wilayah orang lain. Kita harus
- saling menghargai, saling menghormati.
- Sampai pada saat kita menyetel musik,
- kita bebas mendengarkan di rumah kita.
- Tapi ingat, jangan mengganggu tetangga
- kita di sekeliling kita. Begitu juga
- suara speaker yang mengganggu orang lain
- di luar yang Allah wajibkan juga
- merupakan perbuatan dosa. Jangan kita
- mengatakan bahwa ini syiar Islam. He.
- Syar Islam tidak dibangun di atas
- kesalahan dan kezaliman.
- Jadi kemerdekaannya harus menyeluruh
- sebagaimana yang diperjuangkan Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam. Bukan kemerdekaan yang liar,
- yang merusak lingkungan, yang memberikan
- kepada sebagian orang untuk berbuat
- semena-mena atas orang lain. Tapi
- kemerdekaan dimulai dari kemerdekaan
- dari syirik menuju iman dan tauhid.
- Hingga semua ini berhadapan di hadapan
- Allah dengan kedudukan yang sama.
- Baik Presiden, Menteri, Wakil Rakyat,
- dan rakyat jelata di bawah semua
- berhadapan dengan otoritas tertinggi di
- alam semesta ini, yaitu Allah. Dan kitab
- undang-undang yang Allah turunkan itu
- memiliki otoritas yang lebih tinggi dari
- kitab manapun.
- Oleh karena itu, kita yang beriman, yang
- mengakui pemerintahan Allah atas seluruh
- alam semesta dan menjadikan kita
- khalifah, menurunkan kitabnya, mengutus
- rasulnya, kita harus menghormati otorita
- ini. Jadi, kemerdekaan dari syirik
- menuju iman dan tauhid ini merupakan
- kemerdekaan yang paling indah. Hingga
- semua manusia di mata Allah, baik muslim
- nonmuslim ya
- sama.
- Artinya apa? Kalau seorang muslim
- berbuat aniaya, dia terkena hukuman.
- Begitu juga nonmuslim. Kalau seorang
- nonmuslim berbuat keb kebaikan,
- kebenaran,
- maka pemerintahan Islam memberikan
- dukungan padanya. Kalau seorang muslim
- berbuat aniaya, dia dikenanakan akan
- hukuman. Oleh karena itu, ahludimmah
- dari kalangan ahli kitab dengan tegas
- lahum ma lana wa alaihim ma alaina.
- Mereka memiliki hak yang sama dengan
- kita tapi juga terkena sanksi hukum yang
- sama. Itu keadilan Islam. Islam tidak
- dibenarkan memaksa orang lain untuk
- masuk ke dalam agamanya, menyampaikan
- dakwahnya. Kalau dia menerima untuk
- kebaikan dia menolak lakum dinukum
- waladim.
- Kemudian juga kemerdekaan yang
- diperjuangkan Rasul ini kemerdekaan yang
- betul-betul menjunjung tinggi martabat
- manusia.
- Bukan sebagian orang menjadikan sebagian
- yang lain sebagai budak karena status,
- karena kekayaan dan lain sebagainya.
- Oleh karena itu dengan tegas Allah
- mengatakan, "Ya ayyuhannas inna
- khalaqnakum min dzakarin wa unsa wa
- ja'alnakum syuban waqoba litaarfu inna
- akramakumallahi
- atqakum." Ini jelas dideklarasikan oleh
- Allah sebelum deklarasi
- perserikatan bangsa-bangsa.
- Martabat manusia, darah, harta,
- kehormatan mereka haram
- untuk kita ganggu.
- Oleh karena itu, Allah ingatkan kita
- bahwa kita diciptakan berasal usul dari
- ayah ibu yang sama. Dan Nabi mengumumkan
- pada haji perpisahan bahwa sesungguhnya
- Tuhan kalian satu, ayah kalian sama.
- Tidak ada keutamaan bagi sebagian
- kalangan atas sebagian yang lain. Baik
- yang putih atas yang hitam,
- begitu juga ya Arab atas ajamnya. Yang
- menentukan kemuliaannya bukan nasabnya,
- bukan statusnya, tapi iman dan takwanya
- kepada Allah. Inna akramakumallahi.
- Dan ini harus diterima. Ini bukan
- merupakan pilihan tapi harus kita imani,
- kita yakini dan kita jalankan dalam
- kehidupan kita.
- [mendengus]
- Jadi kemerdekaan bangsa kita ini belum
- sempurna. Hingga kita setiap orang
- menghargai memperjuangkan martabat
- kehormatan orang lain sebagaimana kita
- memperjuangkan martabat dan kehormatan
- diri kita. Kemudian keadilan dalam
- perlakuan dan hukum. Demikian pula dalam
- kesempatan ini harus kita perjuangkan.
- bukan hanya terbebas dari penjajahan
- Belanda menuju penjajahan pribumi
- terhadap pribumi.
- Oleh karena itu, kemerdekaan yang telah
- diperjuangkan oleh para pendahulu kita,
- kita junjung tinggi, kita hormati, kita
- hargai.
- Sebagaimana Panglima Sudirman, Bung Tomo
- dan pahlawan-pahlawan bangsa kita ini.
- Kita merasa malu ya. Ternyata kita tidak
- menghargai kemerdekaan yang mereka
- perjuangkan. anugerah yang Allah
- karuniakan bagi kita semuanya. Oleh
- karena itu, memperingati hari
- kemerdekaan yang ke-80 ini, mari kita
- perjuangkan kemerdekaan bangsa kita,
- rakyat kita, negara kita, dan mari
- bersama-sama para ulama memberikan
- edukasi pendidikan kepada anak bangsa
- kita bahwa kamu ya memiliki kehormatan
- martabat yang sama ya sebagaimana
- saudara-saudara kamu. Baik mereka yang
- kaya, yang menjabat, yang berkedudukan,
- jangan kamu rendahkan martabat
- kehormatan kamu demi kepingan-kepingan
- dunia atau harapan-harapan kosong. Kalau
- kamu berharap kepada Allah, Allah akan
- muliakan diri kamu. Ini tugas ulama,
- bukan menyibukkan umat dalam khilafiah.
- Memalukan 1400 tahun lebih kita masih
- berkutat dalam urusan yang tidak
- memajukan kita, malah memecah belah
- kita.
- Nah, bertepatan dengan peringatan Maulid
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam, maka juga bertepatan
- dengan memperingati hari lahirnya
- kemerdekaan umat manusia yang dibawa
- oleh atau yang diumumkan dideklarasikan
- oleh sang Nabi yang membawa rahmat bagi
- alam semesta bukan hanya bagi kaum
- muslimin.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. ini hanya sekedar
- kesan dan pesan yang berhubungan dengan
- kemerdekaan
- atau peringatan kemerdekaan bagi bangsa
- kita. Semoga Allah menjadikan kita
- hamba-hamba yang bersyukur kepad-Nya
- atas nikmat-nikmatnya.
- Hamba yang dapat menjadi contoh dalam
- menghargai kemerdekaan sesama manusia
- dan menjadi contoh sebagai pengikut nabi
- yang sebenar-benarnya yang membawa
- rahmat bagi orang di sekeliling kita.
- Amin ya rabbal alamin.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala.
- Pada kesempatan hari ini kita akan
- melanjutkan insyaallah renungan kita
- bersama surah aljasiah dimulai dari ayat
- 14.
- Pada ayat-ayat sebelumnya, Allah
- Subhanahu wa taala telah menerangkan
- kepada kita
- bahwa kitab suci Al-Qur'an ini
- diturunkan oleh Allah Subhanahu wa taala
- yang maha perkasa lagi maha bijaksana.
- Oleh karena itu, mengherankan sekali
- kalau kita meninggalkan Allah yang maha
- perkasa yang kuasa melindungi kita,
- yang maha bijaksana,
- di mana Allah memperlakukan hamb-Nya
- dengan perlakuan yang baik dan mulia.
- Kita meninggalkannya
- kepada kitab-kitab, undang-undang yang
- berasal dari manusia yang penuh dan
- syarat dengan kepentingan kepepentingan
- para pembuat undang-undang dan hukum
- tersebut.
- yang menurunkan kitab suci Al-Qur'an ini
- adalah sang pemilik otorita tertinggi di
- seluruh alam semesta ini yang akan
- meminta pertanggungjawaban kita di
- hadapan Allah Subhanahu wa taala. Lalu
- setelah itu Allah menerangkan tentang
- ayat-ayat kebesaran keagungannya baik di
- langit maupun di bumi. Apabila orang
- beriman saja mereka akan melihat
- bukti-bukti yang tak terelakkan di
- hadapannya.
- Begitu pula dalam penciptaan diri kita.
- Kemudian juga hewan-hewan melata yang
- Allah Subhanahu wa taala tebarkan di
- atas muka bumi penuh dengan ayat-ayat,
- bukti-bukti bagi orang. yang memiliki
- keyakinan dari iman menuju lebih dalam
- lagi
- di mana keyakinan telah betul-betul apa
- bersemayam dalam hatinya hingga setiap
- kali dia melihat sesuatu langsung dia
- melihat Allah subhanahu wa taala.
- Begitu pula pada perubahan malam dan
- siang yang sini berganti.
- Butiran-butiran air hujan yang Allah
- turunkan yang membawa rezeki bagi
- hamba-hamba-Nya
- yang menghidupkan bumi setelah
- kematiannya.
- Begitu pula perkisaran angin yang
- bertiup terkadang dari barat ke timur,
- terkadang dari timur ke barat, terkadang
- dari utara ke selatan. Selatan utara
- yang diatur sedemikian urai membawa
- manfaat bagi umat manusia
- merupakan tanda-tanda kebesaran Allah
- bagi mereka yang berakal yang mau
- berpikir.
- Semua itu merupakan ayat-ayat Allah yang
- kami bacakan kepadamu wahai Rasulullah
- dengan hak.
- Lalu ucapan siapa lagi yang mereka akan
- terima dan imani setelah keterangan
- yang datang dari Allah?
- Fabiayyi hadisin ba'dallahi wa ayatihi
- yminun. Maka setelah keterangan Allah
- dan ayat-ayat yang begitu jelas, kalau
- mereka masih menolak, apalagi yang
- mereka akan imani?
- Maka Allah Subhanahu wa taala dengan
- tegas mengatakan, "Wailun likulli
- affaakin aim." Celaka
- bagi setiap orang yang suka
- mengada-adakan kebohongan dan
- memutarbalikkan fakta, gemar melakukan
- perbuatan dosa hingga mereka memutar
- balikkan kebenaran.
- Mendengarkan ayat-ayat Allah yang
- dibacakan kepadanya, ternyata dia masih
- bersih, keras dalam keadaan sombong
- seolah-olah dia tidak mendengarkannya.
- Maka sampaikan kabar gembira kepadanya
- dengan azab yang maha pedih.
- Dan apabila dia mengetahui sesuatu dari
- ayat-ayat Kami, dia menjadikannya
- sebagai bahan olok-olokan.
- Sesungguhnya bagi mereka sediakan azab
- yang akan menghinakan mereka. Azab yang
- pedih, azab yang menghinakan ini
- merupakan ancaman bagi mereka-mereka
- yang mengingkari ayat-ayat Allah dan
- bukti-bukti kebenaran.
- [menghela napas]
- Di hadapan mereka api neraka jahanam
- yang siap untuk menyambut mereka.
- Dan semua hasil usaha mereka takkan
- kuasa untuk menyelamatkan mereka sedikit
- pun. Begitu pula yang mereka angkat
- sebagai sekutu-sekutu Allah, sebagai
- pelindung-pelindung mereka, semua tak
- akan berguna bagi mereka. Dan bagi
- mereka sediakan azab yang maha besar.
- Dari mulai azab yang pedih, azab yang
- menghinakan, kemudian yang terakhir azab
- yang amat besar.
- Had huda. Ini adalah petunjuk.
- Walladzina kafaru biayatib rbihim lahum
- adzabum barrijzin alim. Adapun orang
- yang ingkar kepada ayat-ayat Tuhan
- mereka yang begitu jelas, Allah sediakan
- azab yang akan membawa kehinaan yang
- amat pedih bagi mereka.
- Lalu setelah itu Allah Subhanahu wa
- taala mengalihkan kepada ayat-ayatnya ya
- yang terdapat di lautan
- yang membawa berbagai manfaat bagi
- mereka. Allahu sakum Allah sakra lakumul
- bahro litajrial fulk.
- Sesungguhnya Allah yang menundukkan bagi
- kalian lautan agar bahtera-bahtera dapat
- berlayar
- di tengah-tengah lautan tersebut biamrih
- dengan perintah dan ketentuan Allah.
- Walittagu minad. Demikian pula agar
- kalian berusaha untuk mendapatkan
- karunia Allah. Wala'allakum tasykurun.
- Demikian pula agar kalian bersyukur
- kepada Allah. Arti mereka yang berlayar
- di lautan bukan berlayar dengan
- kekuasaan mereka, tapi dengan izin Allah
- dan hukum-hukum yang Allah Subhanahu wa
- taala tetapkan.
- Dan semua dengan tujuan untuk
- melimpahkan rahmat dan kemurahannya bagi
- hamba-hamba-Nya.
- Wasakhar lakum ma fis samawati wa fil
- ard. Dan Allah tundukkan bagi kalian apa
- yang terdapat di langit maupun di bumi.
- Jami minhu seluruhnya berasal dari
- Allah.
- Inna fialika laayatin liquatafakarun.
- Pada semua itu terdapat tanda-tanda,
- bukti-bukti bagi mereka yang mau
- berpikir.
- Nah, setelah bukti-bukti penjelasan yang
- begitu jelas, lalu Allah memberikan
- bimbingan kepada orang yang beriman
- di saat menghadapi keingkaran,
- pembangkangan,
- olok-olok yang dilakukan oleh
- orang-orang kafir agar mereka tidak
- berkecil hati. Qul lilladzina amanu
- yagfiru lilladzina laa yarjuna
- ayyamallah. Katakan pada orang-orang
- yang beriman agar mereka memaafkan
- dan tidak meladeni mereka-mereka yang
- tidak sama sekali apa? Mengharapkan
- kedatangan hari-hari Allah.
- Liajziuman bima kanu yaksibun.
- Agar Allah Subhanahu wa taala membalas
- setiap kaum setiap kaum sesuai dengan
- apa yang mereka lakukan dan mereka
- perbuat.
- Yang dimaksudkan dengan hari-hari Allah
- dengan sendirinya,
- hari-hari di mana Allah Subhanahu wa
- taala menepati janjinya bagi orang yang
- beriman dan menjatuhkan hukumannya bagi
- orang-orang yang ingkar dalam kehidupan
- dunia. Sebagai contoh ketika Allah ee
- menenggelamkan ya dan membinasakan kaum
- Nuh dengan badai tofan dan gelombang
- yang dahsyat. Begitu pula yang terjadi
- pada kaum Hud, yang terjadi pada kaum
- Saleh, yang terjadi pada kaum Luth, yang
- terjadi juga pada Firaun. Itu merupakan
- hari-hari Allah di mana Allah turun
- tangan langsung menghadapi apa?
- Menghadapi orang yang ingkar. Begitu
- juga
- apa-apa yang Allah tetapkan di hari
- kebangkitan, hari padang mahsyar, ya.
- Kemudian hari mereka dikumpulkan ketika
- mereka berdiri di hadapan hisab kemudian
- sebahagian diantar menuju surga dengan
- terhormat
- sebahagian lagi dijerumuskan ke dalam
- api neraka. Ini merupakan hari-hari
- Allah di mana Allah turun tangan
- langsung
- [berdehem] melaksanakan
- kebijaksanaannya.
- Nah, untuk membuat hati kita tidak
- risau, tidak sedih, tidak berduka, Allah
- ingatkan, katakan pada orang yang
- beriman agar mereka memberikan maaf
- kepada mereka-mereka yang tidak
- mengharapkan kedatangan hari-hari Allah.
- Kalian tidak perlu berduka karena kelak
- satu hari Allah akan membalas setiap
- kaum sesuai dengan hasil usaha yang
- mereka perbuat. Bukan karena Allah
- berbuat zalim.
- Hukuman berada di tangan Allah. Tugas
- kalian menyampaikan dakwah Allah kepada
- mereka agar mereka tidak beralasan bahwa
- mereka tidak tahu menau. Man amila
- shihan falinafsih. Orang yang berbuat
- kebaikan kebaikannya kembali kepadanya.
- Dia yang beruntung dengan kebaikan
- tersebut. Waman asa faaiha. Siapa-siapa
- yang berbuat buruk maka keburukannya
- hanya akan mendatangkan kerugian dan
- akibat buruk baginya. Tumma ilbikum
- turjaun. Kemudian kepada Tuhan kalian
- seluruhnya kalian akan dikembalikan.
- Artinya kalian tidak akan mungkin lari
- dan tidak akan pergi ke mana-mana tapi
- kalian akan kembali kepada Allah
- sebagaimana kalian berawal berasal dari
- Allah.
- Artinya orang yang beriman yang beramal
- saleh tidak akan dirugikan.
- Cobaan yang datang kepada mereka malah
- akan mengangkat derajat mereka.
- Sedangkan orang yang berbuat kejahatan
- mereka akan menerima akibat dari
- perbuatan mereka.
- Faina tadhabun. Ke mana kalian akan
- pergi? Sebetulnya mereka-mereka yang
- ingkar berbuat kejahatan orang yang
- patut untuk dikasihani. Karena apa yang
- mereka akan hadapi di hari akhir nanti
- amat mengerikan dan menakutkan.
- Lalu setelah itu Allah menerangkan
- kepada kita, walaqina bani israil kitaba
- wal hukma wubataqnahum
- min thibat
- waadolnahum alalamin. Dan sesungguhnya
- kami telah menganugerahkan kepada Bani
- Israil alkitab yaitu kitab Taurat
- termasuk Injil juga dan Zabur Allah
- anugerahkan bagi Bani Israil.
- Wal hukma w nubuwah. Kami anugerahkan
- bagi mereka hukum yang akan mengatur
- kehidupan mereka dengan penuh keadilan.
- W nubuwah. Begitu pula kenabian.
- Warqnahum minat thibat. Dan kami
- anugerahkan mereka dari rezeki-rezeki
- yang thayib.
- alalamin. Dan kami utamakan mereka atau
- anugerahkan mereka dengan berbagai macam
- karunia dan keutamaan atas
- manusia-manusia
- yang hidup pada saat itu. Kata fadala
- yufadilu diambil dari kata alfadlu.
- Kita tahu bahwasanya e bentuk fa'ala
- yufa'ilu itu itu untuk menunjukkan arti
- attakfir. Seperti karama yukarrimu
- berbeda dengan akrama yukrimu. Kalau
- akrama memuliakan, kalau karrama
- yukarrimu artinya berapa banyak karunia
- yang kami anugerahkan kepada mereka.
- Begitu juga fadola yufadilu artinya,
- "Dan kami anugerahkan mereka dengan
- berbagai macam keutamaan atas
- manusia-manusia hidup pada saat itu.
- Bukan hanya sampai di sana. Waatainahum
- bayyinatim minal amr." Kami juga
- anugerahkan bagi mereka
- penjelasan-penjelasan,
- keterangan-keterangan
- yang sejelas-jelasnya. minal amri eh min
- amrina dari urusan kami maksudnya dari
- petunjuk kami. Kami anugerahkan bagi
- mereka keterangan yang sejelas-jelasnya
- ya yang menjelaskan apa yang mereka
- butuhkan dalam kehidupan ini dan
- petunjuk yang mereka butuhkan minal amri
- a min amrina dari perintah kami. Bukan
- berasal dari apa? Dari selain Allah tapi
- semuanya berasal dari dari Allah yang
- terdapat dalam kitab Taurat. Alafu
- illa min ba'di ma jaahumul ilmu
- baginahum. Tapi ternyata mereka tidak
- berselisih melainkan setelah datangnya
- ilmu kepada mereka. Apa penyebabnya?
- Jadi penyebab mereka berselisih bukan
- karena kebodohan, bukan karena tidak
- jelasnya hukum Allah dan aturannya, tapi
- terjadinya perselisihan di antara mereka
- setelah datangnya ilmu yang menjadi
- penyebab bagian bainahum karena
- persaingan di antara mereka dalam
- memperebutkan apa-apa yang mereka sukai
- ya atau yang disukai oleh hawa nafsu
- mereka. persaingan memperebutkan
- kedudukan, pengaruh
- seperti kita jumpai di antara kiai-kiai
- atau habib-habib umpamanya yang punya
- pengaruh disebabkan karena persaingan
- dalam pengaruh dan dunia bisa apa?
- Saling berselisih bertentangan bukan
- karena hukum Allah tidak jelas. Akhirnya
- mereka membela yang salah, membenarkan
- yang tidak benar, menyalahkan yang benar
- karena bagian bainahum ayab ba'duhum ala
- ba'd. di mana persaingan,
- pengaruh, kedudukan, harta menyebabkan
- mereka berselisih. Ini yang terjadi pada
- para ahli kitab sebelum kita. Bukan
- karena tidak jelasnya kebenaran.
- Innobbaka yaqdi bainahum yaumalqiamah.
- Kalau di dunia masing-masing mengklaim
- mereka yang benar, mereka yang berjalan
- di atas petunjuk Allah, sesungguhnya
- Tuhanmu akan memberikan keputusan di
- antara mereka pada hari kiamat. Fima
- kanu fihi yakhtalifun pada apa yang
- dahulu mereka perselisihkan.
- Di sini Allah mengisahkan keadaan Bani
- Israil
- di mana perselisihan di antara mereka
- bukan karena tidak jelasnya kebenaran.
- Kita ambil contoh yang paling jelas bagi
- kita. Apa yang membuat saudara-saudara
- Yusuf
- berencana untuk membunuh saudara mereka
- walaupun pada akhirnya mereka masukkan
- ke dalam sumur. Apa kira-kira? Apa
- karena kebenaran tidak jelas? Apa mereka
- tidak tahu bahwa perbuatan mereka salah?
- tahu. Tapi hanya karena persaingan ingin
- merebut, menguasai kecintaan ayah
- mereka, mereka tega terhadap saudara
- mereka.
- Ini anak Nabi. Anak-anak na
- Nabi.
- Jadi kalau bisa terjadi pada anak-anak
- Nabi, tidak perlu kita heran kalau
- terjadi di tengah-tengah bangsa kita.
- Kemudian apa yang menyebabkan
- anak Adam membunuh saudaranya?
- Apa kira-kira?
- Karena dia merasa apa? Dia merasa
- disisihkan, pengorbannya tidak diterima,
- saudaranya diterima. Dia mengatakan,
- "Laulanak, aku akan membunuh engkau."
- Saudaranya mengatakan, "Kalau kamu
- ulurkan tanganmu untuk membunuh saya,
- saya sekali-kali tidak akan mengelurkan
- tangan saya untuk melakukan hal yang
- sama. Saya takut kepada Allah, Tuhan
- semesta alam." Jadi, kita lihat di sini
- orang yang beriman takut tetap berjalan
- di atas kebenaran walaupun menuju
- kematian. Tapi orang yang dikuasai hawa
- nafsu, dia menghalalkan segala cara.
- Padahal ini anak-anak
- dari apa? Manusia yang pernah tertipu,
- terpedaya oleh setan. Tapi ternyata
- setan berhasil memperdayakan mereka.
- [mendengus]
- Jadi kita harus ingat sebetulnya
- kebenaran yang dijelaskan Al-Qur'an tuh
- jelas luar biasa sebagaimana kitab
- Taurah. Tapi yang membuat kejelasan
- Al-Qur'an menjadi samar hawa nafsu kita,
- persaingan kita. Kita lupa bahwa kita
- ini sedang menjalani ujian untuk kembali
- menuju kehidupan akhirat yang dirindukan
- oleh kakek kita yang membuat mereka
- keluar disebabkan pelanggaran mereka.
- Masa kita akan mengulangi kembali.
- Oleh karena itu, kebersihan hati ini
- yang menjadi jaminan keselamatan.
- Di mana orang di hari kemudian nanti
- tidak akan selamat kecuali yang datang
- dengan hati yang bersih. Yauma la
- yanfaun wala banun illa man atallaha
- biqalbin salim. Yang selamat bukan yang
- menyelamatkan kita bukan anak, bukan
- harta, tapi yang datang ke hadapan Allah
- dengan hati bersih dari kedengkian,
- kebencian, permusuhan atau hawa nafsu
- atau persaingan.
- Tapi sekarang kita lihat hanya gara-gara
- persaingan memperebutkan jabatan.
- Orang tega untuk bukan hanya
- mencemarkan, bahkan memenjarakan,
- membunuh saudaranya.
- Wali
- iyadzubillah. Nah, setelah pengalaman
- Bani Israil, Allah menceritakan ya ee
- apa yang seharusnya dilakukan oleh umat.
- Allah menjelaskan apa yang harus
- dilakukan oleh nabi kita dan umat yang
- setia.
- Ma ja'alnaka ala syariat minal amri.
- Kemudian kami tempatkan engkau, jadikan
- engkau wahai Rasulullah di atas syariat
- yang berasal langsung dari ketentuan
- kami. Bukan datang dari manusia,
- tapi datang dari mana? Dari ketentuan
- Allah, bimbingan petunjuknya.
- Ja'alnaka alayari minal amri fattabiha.
- Ikuti syariat tersebut wahai Rasulullah.
- Artinya Rasul yang pertama diperintahkan
- untuk mengikuti syariat Allah.
- Jadi kalau seanda
- ini yang memerintahkan Rasul untuk
- mengikuti syariat Allah, lalu bagaimana
- pendapat yang mengatakan kita wajib
- kembali kepada Al-Qur'an dan sunah tapi
- sesuai dengan pemahaman salaf
- yang kita ikuti. Salaf apa? Apa?
- Al-Qur'an.
- Al-Qur'an
- dengan sendirinya harus kita ikuti
- Al-Qur'an. Tapi sekarang untuk mengelak
- mengelak dari Al-Qur'an yang begitu
- jelas, yang begitu gamblang, mereka
- beralasan kita mengikuti Al-Qur'an dan
- sunah sesuai dengan pemahaman salaf
- karena mereka yang lebih tahu. Padahal
- salafnya tidak jelas siapa yang
- dimaksudkan dengan salaf. Bagaimana
- kalau seandainya para sahabat berbeda
- pendapat. Jadi kata salaf ini sebetulnya
- merupakan bidah yang paling mengerikan.
- Karena apa? Karena Quran menjelaskan
- pada kita waumbi
- anzallahabi
- alaihi abana. Kalau dikatakan pada
- mereka, "Mari kita kembali pada apa yang
- Allah turunkan, mereka mengatakan, "Kami
- hanya akan mengikuti apa yang kami
- dapatkan dari leluhur kami, salaf-salaf
- kami." Awalau abuhum laqilunaian
- wahtadun.
- Apakah tetap mereka akan mengikuti salaf
- mereka? Walaupun orang-orang tua mereka
- tidak berakal dan tidak mengikuti
- petunjuk Allah Subhanahu wa taala. Maka
- yang menjadi hakim itu Quran, bukan
- salafi, bukan tradisi, bukan budaya.
- Karena Al-Qur'an berasal dari pemilik
- otoritas tertinggi di alam semesta ini
- yang menciptakan kita, yang melimpahkan
- nikmatnya atas kita, yang kelak kita
- akan dikembalikan ke hadapan. Jadi
- kemudian kami jadikan engkau tempatkan
- engkau di atas syariat dari bimbingan
- petunjuk kami. Fattabiha maka ikutilah
- wala tattabi ahwa alladina la yamun. Dan
- jangan sekali-kali engkau mengikuti hawa
- nafsu mereka-mereka yang tak berilmu.
- Innahum yugnu minallahi. Ketahuilah
- sesungguhnya mereka sedikit pun tak akan
- mampu untuk menyelamatkan kamu atau
- menolong kamu atau melindungi kamu.
- Wa inadzalimina ba'duhum auliya ba'din.
- Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim
- sebahagian mereka bekerja sama
- tolong-menolong
- bersama sebahagian yang lain. Jadi orang
- yang zalim disatukan apapun latar
- belakang mereka, apapun sekta mereka,
- apapun mazhab mereka, mereka bekerja
- sama bersatu.
- Itu merupakan hal yang sifatnya apa?
- Aksiomatis.
- Selalu orang yang zalim akan bekerja
- sama dengan orang yang zalim. Apapun
- latar belakang mereka.
- Wa inimina baum auliyain. Sebagaimana
- firman Allah dalam suratul anam.
- Demikianlah kami menyatukan sebagian
- orang yang zalim bekerja sama dengan
- orang yang zalim disatukan oleh apa?
- Oleh kepentingan keuntungan yang mereka
- dapatkan.
- Oleh karena tidak perlu heran kalau
- seandainya negara-negara Arab para
- pemimpinnya bekerja sama dengan Zionis.
- Kenapa? karena mereka punya kepentingan
- yang sama, keuntungan yang sama. Saling
- menikmati ya yang di yang dikatakan
- sebagai hubungan simbiosis mutualisme
- antara para pemimpin Arab yang
- berkhianat dengan Zionis Israel
- dan junjungan mereka dengan sendirinya
- bukan lagi Allah tapi Raja iblis. Raja
- iblis di dunia dan raja iblis di
- belakang layar yang bermain wali
- iyadzubillah.
- Innahum yugnika minallahi wa inimina
- ba'duhum auliya ba'din wallahu waliyul
- muttaqin. Sedangkan Allah dialah
- walinya orang yang bertakwa. Pelindung,
- pembantu, penolong orang yang bertakwa.
- Saudara-saudara kita diazah walaupun
- mereka lemah, walaupun mereka dibantai,
- tapi Allah yang akan menjadi wali
- mereka, pelindung mereka yang mati
- sebagai syahid, yang hidup juga meraih
- kemuliaan.
- [mendengus]
- Setelah itu Allah Subhanahu wa taala
- berfirman, "Hadza bashairu linasi wudan
- warahmatun liquumi yuqinun." Inilah
- merupakan basir
- yang
- Allah Subhanahu wa taala anugerahkan
- bagi umat manusia
- petunjuk dan rahmat bagi orang-orang
- yang yakin akan janji Allah. Apa yang
- dimaksudkan dengan bashair? Dalam bahasa
- Arab bashar itu adalah pandangan mata.
- Kalau basirah merupakan pandangan yang
- lebih dalam lagi. Yaitu apa? Yaitu
- merupakan
- kecerdasan, kecerdikan, kebijakan yang
- Allah berikan pada kalbu manusia untuk
- melihat kebenaran dengan benar, yang
- batil dengan batil.
- Nah, kata basirah jamaknya adalah
- bashair.
- Bisa digunakan untuk bukti-bukti yang
- tak terbantahkan.
- Basirah ini ya merupakan bukti-bukti
- yang membuka mata dengan jelas ya.
- Bisa juga menggambarkan apa? Kebijakan,
- kecerdasan dan kebenaran yang terdapat
- dalam kalbu manusia. Duanya saling
- berkaitan. Allah berfirman dalam surat
- Yusuf, qul hadi sabili. Katakan ini
- jalanku.
- Adu ilallah. Aku hanya mengajak manusia
- kepada bukan kepada Salafi, bukan kepada
- Khalafi, bukan kepada NU, bukan kepada
- Muhammadiyah tapi kepada Allah. Oleh
- karena itu, jemaah NU yang mengajak
- kepada Allah, jemaah Muhammadiyah yang
- mengajak kepada Allah, Salafi yang
- mengajak kepada Allah, siapapun yang
- mengajak kepada Allah, mereka merupakan
- orang-orang yang dicintai Allah.
- Bukan mengajak untuk berpecah belah dan
- bergolong-golongan.
- Ad'u ilallah. Aku mengajak kepada
- ala basirah. Apa al basirah? Maksudnya
- bukan dengan mengajak mereka ya secara
- memboh tapi al basir membuka akal
- pikiran mereka melalui bukti-bukti dan
- ayat-ayat Allah.
- Jadi bukan memaksa mereka, bukan juga
- mengharuskan mereka menerima ya secara
- membo, tapi menerima atas dasar
- kesadaran pemahaman. Ini ala basirah.
- Ana wamani. Inilah aku. Ya, demikian
- pula prinsip orang yang mengikuti aku.
- Mengajak manusia ala basirah. Ana wabani
- wubhanallah w minal musyrikin. Dan maha
- suci Allah. Sekali-kali aku bukan orang
- yang mempersekutukan Allah. Artinya apa?
- Rasul bukan mengajak kepada dirinya,
- bukan mengajak untuk memujikan dia
- sebagai sekutu Allah. Beliau seorang
- rasul yang menyampaikan risalah Allah
- Subhanahu wa taala. Udual sabilika bil
- hikmati wal maidil has begitu juga waman
- ahsanu mimman daallah. Semuanya mengajak
- kepada Allah. Para nabi sebelumnya, nabi
- kita begitu juga para sahabat nabi,
- keluarga nabi, begitu juga para penerus
- mereka semua mengajak kepada Allah. Tapi
- kita bukan mengajak kepada Allah,
- mengajak kepada mereka. Padahal mereka
- mengajak kepada
- Allah. Ini yang menyebabkan mereka
- berpecah belah karena persaingan
- disebabkan oleh hawa nafsu.
- Jadi Allah tegaskan, hadza
- bashailulinnas. Ini merupakan
- bukti-bukti yang terang benerang, yang
- jelas, gamblang
- yang membuka hati manusia.
- Kemudian
- begitu juga wahudan warahm di samping
- bukti-bukti keterangan yang
- sejelas-jelasnya dia merupakan petunjuk
- dan bukan hanya seket-reka
- yang betul-betul memiliki keyakinan
- bukan hanya ikut-ikutan
- bagi mereka-mereka yang memiliki
- keyakinan yang berdiri tegak di atas
- kebenaran yang tak terbantahkan. Ini
- keterangan Allah yang begitu jelas. Lalu
- apalagi yang membuat kita
- bercerai-berai,
- berselisih
- di hadapan syariat Allah? Kita wajib
- mengatakan samna wahanna. Tapi di
- hadapan fikih manusia, pendapat kita
- berlapang dada. Jangan keberatan kalau
- kita menyaksikan saudara kita berbeda
- dalam sebagian praktik. Karena itu bukan
- datang dari All
- kemudian belum tentu pasti dari Nabi
- kita. Oleh karena itu, fikih bersifat
- dan dugaan. Tapi kalau syariat Allah itu
- merupakan hal yang wajib kita terima
- tanpa tawar-menawar.
- Jadi, ikhwan-akhwat yang dirahmati
- Allah, renungan kita secara singkat
- sampai pada ayat 20. [mendengus] Kita
- ingin betul-betul ya bisa menyampaikan
- pesan Allah yang mudah untuk dipahami
- oleh kita. Bersatu di jalan Allah. Ini
- merupakan seruan yang dikumandangkan
- oleh radio TV silaturahmi
- menuju umatan wahidah, umat yang satu.
- Oleh karena itu, radio kita ya ee begitu
- pula siaran YouTube kita umatan wahidah
- sebetulnya merupakan buah yang lahir
- dari silaturahmi. melalui silaturahmi di
- jalan Allah. Kita ingin membentuk dan
- memperjuangkan umatan wahidah tapi tanpa
- ada paksaan yang mau berkumpul dalam
- umatan wahidah berjalan bergabung
- bersama kafilah nabi kita yang penuh
- toleransi
- dalam menghadapi perbedaan tapi bersatu
- dalam prinsip-prinsip syariat yang
- datang dari Allah yang dicontohkan oleh
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- Baik, demikianlah ikhwan akhwat ee
- kajian tafsir Quran surah Aljasiyah tadi
- sampai ayat 20 Ustaz ya dari ayat ke
- 14 ya. Alhamdulillah.
- Dan Ustaz masih ada waktu sedikit Ustaz
- mungkin dua pertanyaan saya gabungkan
- ini yang sudah masuk.
- He
- dari Pak Joko di Jakarta dan Bu Lia di
- Pasar Minggu. Heeh.
- Ustaz, ini Quran surah ee Aljasiah ayat
- 13.
- He.
- Dan dia menundukkan apa yang ada di
- langit dan apa yang ada di bumi untukmu
- semuanya sebagai rahmatnya. Nah, ini
- kenapa Allah
- tidak sekalian saja katanya menundukkan
- juga orang-orang yang zalim yang seperti
- ustaz jelaskan tadi
- dan juga yang ingkar.
- Zalim kepada rakyat, zalim kepada orang
- lemah dari Bu Lia. Kemudian dari Pak
- Joko, Ustaz, bagaimana cara membersihkan
- hati dari kebencian terhadap seorang
- yang pernah membuat kita kecewa?
- Bagaimana juga menghadapi orang yang
- suka apa nih? Suka play playing victim
- dan mencari kambing hitam ee padahal
- jelas dia yang salah. Apakah sifat
- demikian bisa disembuhkan? Demikian,
- Ustaz. [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Kepada Ibu siapa tadi? Bu Lia di J
- Bulia
- Pasar Minggu
- Bu Lia Allah menjelaskan kepada kita
- karunianya dan ayat-ayat yang tak
- terhingga
- baik di langit maupun di bumi ya
- di lautan di daratan ya semua merupakan
- nikmat Allah yang Allah Subhanahu wa
- taala karuniakan bagi hambanya yang
- berstatus khalifah
- Allah turunkan kitab sucinya utus rasul
- Nah, mereka sebagai khalifah Allah
- Subhanahu wa taala dengan sendirinya
- mereka punya pilihan,
- punya kehendak.
- Ini yang menimbulkan pertanyaan
- malaikat. Apa sebabnya engkau
- menempatkan di bumi makhluk yang
- berpotensi untuk bisa merusak dan
- menumpahkan darah? Malaikat melihat sisi
- negatif dengan kebebasan yang Allah
- berikan pada manusia. Tapi Allah
- mengatakan, "Aku tahu apa yang kalian
- tidak tahu." Betul. Potensi ini bisa
- disalahgunakan.
- Tapi orang-orang yang beriman, yang
- mencintai Allah, mereka bahkan rela
- mengorbankan diri mereka untuk
- kesejahteraan manusia, untuk menegakkan
- kebenaran dan keadilan. Dari sini baru
- teruji, terlihat siapa yang betul-betul
- apa? layak untuk mendapatkan penghargaan
- dan siapa yang layak untuk menerima
- hukuman. Nah, kalau Allah turun tangan
- menghentikan perbuatan orang yang zalim
- secara langsung, sedangkan yang tidak
- berbuat zalim justru menerima kezaliman
- dan tidak berjuang
- dengan sendirinya peran mereka sebagai
- khalifah apa?
- Berarti apa?
- Sia-sia. Surga neraka ditutup. Betul
- gak? Iya.
- Oleh karena itu, kita harus paham bahwa
- kezaliman yang muncul bukan lahir begitu
- saja, tapi karena diamnya orang-orang
- yang benar di hadapan kezaliman. Oleh
- karena itu, perlu kita memberikan
- edukasi kepada anak bangsa kita untuk
- tidak menerima kezaliman, tapi jangan
- berbuat zalim. Jadi, bukan hanya tidak
- berbuat zalim, tapi tidak menerima
- kezaliman.
- W kita tidak memb tidak tidak menerima
- bahaya tapi tidak juga membahayakan
- orang lain. Jangan seperti yang ada pada
- saat ini. Waktu masih jadi oposisi atau
- oposan
- mereka luar biasa gembar-gembar mengenai
- reformasi, demokrasi, keadilan. Begitu
- mereka naik, ternyata mereka menjadi
- penjahat-penjahat yang menginjak-injak
- reformasi, demokrasi, dan keadilan.
- Nah, Allah inginkan kita itu betul-betul
- bersikap adil.
- Oleh karena itu, rakyat harus diberikan
- edukasi pendidikan. Bukan edukasi
- pendidikan mengenai qunut tidak qunut.
- Ya, tarawih 1123, membaca Yasin malam
- Jumat atau tidak. Ini jelas-jelasan
- pembodohan.
- [mendengus]
- Tapi diberikan indukasi setelah
- diberikan penjelasan mengenai iman
- tauhid, kewajiban mereka terhadap Allah,
- kewajiban mereka juga terhadap kedua
- orang tua, kewajiban mereka terhadap
- pemerintah, kewajiban pemerintah
- terhadap rakyatnya. [mendengus]
- Mereka harus berjuang. Jangan mau
- menerima kezaliman, tapi jangan juga
- apa? Berbuat kezaliman. Oleh karena itu,
- kalau kita menolak kezaliman, tidak
- boleh kita menggunakan kezaliman.
- Menimbulkan ketakutan di hati rakyat,
- merusak, menjarah. Ini
- perbuatan-perbuatan biadab.
- Jadi rakyat kalau seandainya turun
- serentak menolak kezaliman, masa yang
- zalim berani berbuat kezaliman. Tapi
- lihat, kita ini tidak pernah
- bersungguh-sungguh untuk memilih
- pemimpin yang baik.
- H.
- Tapi pemimpin yang kita pilih itu
- tergantung pengaruh dari apa? Media ya.
- [berdehem]
- Pengaruh juga dari partai yang
- mencalonkan orang yang mereka tentukan
- dan bukan orang yang terbaik dari anak
- bangsa kita. Yang dicalonkan oleh partai
- itu yang kira-kira bakal menguntungkan
- partai.
- Jadi rakyatnya harus terbuka matanya,
- tidak membiarkan kezaliman.
- Tapi jangan berbuat kezaliman. Mereka
- berjuang bukan hanya untuk kemerdekaan
- diri mereka, tapi kemerdekaan seluruh
- umat manusia. sebagaimana yang
- diprokamirkan oleh Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam dan peran
- Nabi sebagai rahmatan lil alamin. Tapi
- ingat kalau orang-orang yang berbuat
- kezaliman,
- mereka melakukan kezaliman hingga tiba
- pada puncaknya, Allah tidak akan
- biarkan. Allah akan turun tangan
- menghancurkan kezaliman dan termasuk
- yang berpangku tangan mendiamkan
- kezaliman.
- J kalau seandainya ada orang berbuat
- zalim lalu sebagian orang tidak berbuat
- zalim tapi membiarkan,
- maka apabila azab turun mereka kena
- bersama-sama semuanya.
- Falamasu maukiru bi anjainalladina
- yanhaunaisu.
- Begitu datang azab Allah ketika mereka
- lupa kepada peringatan-peringatan yang
- datang dari Allah yang kami selamatkan
- hanya yang setia mengingatkan orang
- berbuat buruk agar mereka berhenti dari
- kejahatan mereka.
- Lalu kami menghukum orang yang zalim
- dengan azab yang betul-betul menghinakan
- mereka disebabkan karena kefasikan
- mereka. Siapa orang yang zalim? Yang
- berbuat zalim. Yang diam
- di hadapan kezaliman. Menyaksikan rakyat
- dizalimi di tapi mereka diam
- berpanggutan. Oleh karena itu kita para
- ustaz mohon ampun pada Allah kalau kita
- menyaksikan orang teraniah, kita enggak
- memberikan bantuan. Seperti yang terjadi
- di Gaza kita enggak berdaya berbuat
- apa-apa.
- Jadi seharusnya rakyat ini bersatu,
- bukan mau dipecah belah di bawah naungan
- partai-partai yang menghisab sari-sari
- kehidupan mereka, memanfaatkan mereka,
- tapi berjuang untuk menegakkan
- kemerdekaan bangsa kita sebagaimana para
- pahlawan-pahlawan bangsa kita dahulu
- kala. Jadi bukan hanya kemerdekaan yang
- bersifat fisik, militer, tapi
- kemerdekaan politik, kemerdekaan juga
- ekonomi, kemerdekaan sosial yang
- semuanya menandakan bangsa yang maju.
- Jangan mau kita dipecah ber domba. Ada
- yang berjuang untuk kebenaran, keadilan,
- satu kelompok lain dibayar menentang.
- Kezwaliman tersebut akan kembali pada
- mereka. Jadi, Ibu Liah sebetulnya di
- sini yang wajib turun rakyat, yang wajib
- berbicara para ulama dengan santun,
- dengan baik mengajak rakyat untuk
- betul-betul apa? Menolak kezaliman dalam
- bentuk apapun. Bukan hanya kezaliman
- atas dirinya saja atau atas golongannya,
- tapi terhadap semua orang.
- Oleh karena itu saya kagum sekali kepada
- apa? Rakyat Filipin
- ketika salah satu ya anak bangsa mereka
- bekerja di satu negara dizalimi,
- dianiaya,
- seluruh rakyat Filipin berdemo.
- Padahal orang tersebut apa? Berbeda
- agama.
- Kenapa? Karena
- mereka sadar kalau kita biarkan kewaiman
- pada seseorang satu hari akan mengenai
- mereka.
- Iya. [mendengus] Kalau kita tidak, asal
- kita jangan kena kezaliman. Biarin aja
- urusan orang lain. Ini salah besar.
- [berdehem]
- Maka wajib ingat jangan lihat partai,
- jangan lihat golongan, jangan lihat
- mazhab. Orang NU, orang Muhammadiyah
- kalau menyaksikan kezaliman di mana pun
- juga wajib tegak menolak kezaliman.
- Ini wajib ya yang diemban oleh para
- ulama untuk menyampaikannya. Berhenti.
- Sudah bicara masalah khilafiah.
- Ada lagi pertanyaan
- yang satu, Ustaz. tadi bagaimana
- membersihkan hati dari kebencian
- terhadap seorang yang pernah membuat
- kita kecewa dan menghadapi orang yang
- suka playing victim mencari kambing
- hitam padahal jelas dia yang salah.
- Apakah sifat demikian bisa disembuhkan?
- Kalau seandainya hati kita tulus
- mengharapkan rida Allah, menyadari bahwa
- perbuatan aniaya orang lain terhadap
- kita malah menguntungkan kita,
- mengangkat derajat kita, menjadi tangga
- menuju kemuliaan. Sebagai contoh,
- saudara-saudara Yusuf yang pernah
- menjerumuskan dirinya ke dalam sumur,
- menganiayanya
- hingga Yusuf dijual di pasar perbudakan.
- Kalau Yusuf mengingat ini, hatinya akan
- sakit
- dan tak akan memberikan maaf.
- Tapi Yusuf tidak mengingat ini. Kalau
- bukan karena rahmat Allah, perbuatan
- saudaranya, tidak mungkin dia akan
- sampai pada puncak kemuliaan.
- Oleh karena itu ketika saudaranya
- menyadari bahwa orang yang mereka mohon
- bantuannya ternyata saudara mereka
- mengatakan laqadarakallahu
- al wain kunna sungguh Allah telah
- mengutamakan kamu atas kami. Kami
- mengakui dulu kami berbuat kesalahan.
- Yusuf menjawab alikum tidak perlu kalian
- menyalahkan diri kalian. Semoga Allah
- mengampuni dosa-dosa kalian. Bahkan dia
- perintahkan agar mereka membawa keluarga
- mereka.
- menikmati kemuliaan bersama Yusuf.
- Padahal mereka yang duduk berbuat
- aniaya. Yusuf mengatakan, "Innahu man
- yattaqiasbir fainnallahaj
- muhsinin." Siapa saja yang bertakwa dan
- bersabar, Allah tidak akan
- menyia-nyiakan ganjaran orang yang
- berbuat kebaikan. Oleh karena itu, Bapak
- menghadapi mereka-mereka yang suka
- memutarbalikkan fakta playing, fiktif,
- yang menyebarkan kebohongan, ketahuilah
- ini semua menjadi tangga buat kemuliaan
- Bapak.
- ini akan menjadi pembuka pintu rahmat
- Allah bila Anda bersabar. Oleh karena
- itu, orang yang bersabar mendapatkan
- janji Allah. Pertama, wallahu
- yuhibbusirin. Allah mencintai orang yang
- bersabar. Artinya orang yang dapat
- cobaan seperti ini dicintai Allah. Yang
- kedua, wallahu maobirin. Allah akan
- selalu menemani orang yang bersabar.
- Kemudian,
- innama yuwairuna ajrohum bighir hisab.
- Orang yang bersabar akan mendapatkan
- balasan dari Allah tanpa hitungan.
- Jadi sebetulnya yang diuntungkan Bapak
- bukan dia. Biarkan dia berbuat
- kebohongan.
- Bapak katakan hasbiallah
- alaihi tawakaltu.
- La ilahaillahu alaihi tawakaltu wahua
- rabbul arsyil alim atau hasbunallahu
- wanikmal wakil. Allah yang akan turun
- tangan menghadapinya. Nah, sebagai
- penutup satu hari Abu Bakar Assiddiq
- radhiallahu anhu bersama Rasulullah
- mendengarkan cacian makian.
- Ya, berurusan dari orang-orang musyrik.
- Abu Bakar berdiam pertama-tama
- lama-kelamaan enggak tahan dia menjawab
- dengan emosi. Rasulullah langsung
- bangun. [berdehem]
- Abu Bakar begitu melihat Rasulullah
- bangun, Rasul mengajar di belakang.
- Abu Bakar bertanya, "Ya Rasulullah,
- kenapa kamu meninggalkan?" Dia
- mengatakan, "Waktu kamu tadi berdiam,
- malaikat yang menjawab."
- Tapi begitu kamu menjawab mereka
- meladeni orang bodoh, malaikat
- meninggalkan. Mending mana? Allah yang
- turun tangan apa kita?
- Jadi kalau kita dizalimi, serahkan pada
- Allah. Tapi bukan berarti berdiam tanpa
- memperjuangkan hak kita. Artinya ocehan
- ocehan ya yang keluar dari mulut jangan
- diladeni.
- Kita berlapang dada katakan, "Ya Allah,
- jadikan ini sebagai penghapus dosaku,
- pengangkat derajatku di sisiMu dan
- Engkau masukkan aku ke dalam hamba-hamba
- yang ku cintai, ya Allah." Kan indah
- sekali, kan? I.
- Jadi kita mengambil hikmah dari seluruh
- perjalanan hidup ini tanpa mengeluarkan
- kata-kata yang tidak patut. Demikianlah
- subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Allahumf'na bima alamtana waimna
- ma yunfa wajalna hudatan muhtadin
- wala'alna
- mudillin birahmatika ya arhamarahimin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih guru kita
- Ustaz Husein Alas yang telah memberikan
- kajian tafsirnya di kesempatan pagi hari
- ini. Ee tafsir Quran surah Aljaah
- dimulai tadi dari ayat 14 sampai ke-20.
- Terima kasih juga Ikhwan Nawat yang
- sudah menyimak, menyampaikan pertanyaan
- dan juga ee pesan-pesannya, tanggapannya
- mohon maaf yang belum sempat dibacakan
- Pak Erwin kemudian Bu Nanai Fatimah
- menyimak katanya Eyang Hangsri juga
- masyaallah sangat terjin sekali ya
- menanggapi dan mengomentari dan juga
- mengirimkan pertanyaan Iwan Nawat kami
- undur diri saya Rizal Alhaq dan juga
- teman-teman yang sudah bertugas
- pagi-pagi ini ada Bang Ondi dan juga
- Bang Algi undur diri billahi taufik wal
- hiidayah wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuhikum Waalaikumsalam