Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:09 [musik] 0:12 Brazil 0:20 [musik] 0:26 [musik] 0:32 [musik] 0:38 Allahu [musik] Akbar. 0:42 Allahu Akbar. 0:46 Lailahaillallah. 0:49 [musik] 0:58 [musik] 0:58 Bismillahirrahmanirrahim. 1:00 Asalamualaikum warahmatullahi 1:02 wabarakatuh. Allahumma sholli ala 1:04 sayyidina Muhammad wa sayidina Muhammad. 1:06 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 1:08 ini hari Jumat tanggal 23 Syawal 1442 1:12 Hijriah atau tanggal 4 Juni 2021. 1:15 Seperti biasa Radio Sulatim Darasil TV 1:18 kembali menghadirkan acara sirah nabawa 1:20 bersama Ustaz Salaman Alfarisi yang 1:23 sudah lama kita tidak jumpa ya. 1:25 [tertawa] 1:25 Sekali. 1:26 Asalamualaikum Ustaz Salman. 1:28 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:30 wabarakatuh. Horas tulang mulak di 1:33 badanum. 1:37 Nah, itu kalau orang Arab. 1:38 Oh, gitu ya. 1:42 Faizin, Ustaz selama lebaran ke mana 1:43 aja? 1:44 Di rumah. 1:45 Di rumah aja. 1:46 Iya. 1:47 Apa kegiatan yang di rumah? Men, 1:49 ngasih makan kambing, sapi, bebek, 1:53 ee jaga kambing. Lagi musim di kampung 1:55 kita maling kambing. Sembelih tempat. 1:58 Ada maling [tertawa] kambing juga. 1:59 Iya. Nanam jagung, nanam alpukat. 2:02 Kalau maling kambing tuh gimana sih? 2:04 Katanya di tangannya diolesin apa bawang 2:06 supaya 2:07 enggak tahu. Kita juga bingung tuh. 2:08 Kalau kita masuk ke kandang kambing 2:10 pasti ngembek tuh ya. 2:12 Iya. Dia 2:12 kalau dia yang datang ke kandang 2:13 ada sirapnya tuh. 2:14 Iya. Kalau kata orang kampung kita ada 2:16 sirapnya. 2:18 Makanya ikhtiar kita semoga Allah jaga 2:21 ya kita jaga. 2:22 Heeh. Sudah berapa ekor yang hilang? 2:24 Kalau kita belum. 2:25 Belum. 2:26 Alhamdulillah. Alhamdulillah. 2:27 Alhamdulillah. Alhamdulillah. 2:28 Alhamdulillah. [tertawa] 2:30 Tapi teman-teman sekitar kita yang 2:31 ternak kambing sudah banyak yang hilang. 2:32 Hm. 2:33 Sekali hilang sekanda 2:35 sembeli di tempat diisa saya nanya 2:37 jeroannya. Ini Pak polisi gimana sih ni? 2:40 Kalau lagi ngomong bisa kok hebat banget 2:42 tapi nangkap maling kambingnya enggak 2:43 bisa dia. Mohon maaf nih Pak Polisi yang 2:45 dengerin kita turun ke anak buah ente 2:47 dulu di kampung-kampung biar 2:49 pengusaha-pengusaha kecil nyaman 2:51 beternak ya. 2:52 Oke. Baik. 2:53 Iya. [tertawa] 2:54 Kita kali ini tidak akan ngomong 2:56 kambing. Kita ee judulnya atas nama. 2:59 Iya, 3:00 atas nama. Masyaallah. Apakah atas nama 3:03 yang nanti akan diuraikan? [tertawa] 3:04 Kita dengar saja Ustaz Salman Farisi 3:07 dengan tema atas nama. Baik, terima 3:11 kasih Pak Krishna. Semoga Pak Krisna 3:12 sehat selalu, 3:14 panjang umur ya, e diberkahi Allah 3:16 Subhanahu wa taala. E semua pendengar 3:19 Rasil, semua kru Rasil, owner Rasil yang 3:22 berinfak, bersedekah ke Rasil, pecinta 3:25 Rasil disehatkan. Yang enggak cinta pun 3:27 sama Rasil disehatkan sama Allah 3:29 Subhanahu wa taala, dipanjangkan umur 3:31 sehingga mereka lebih teliti melihat aib 3:33 Rasil ini menjadi bahan koreksi bagi 3:36 kita di Rasil. Karena kalau kita terlalu 3:37 cinta sama Rasil ini enggak nampak kita 3:40 aibnya kan. Tapi kalau ada ya itulah 3:42 manfaatnya kenapa ada orang yang benci 3:44 kita 3:45 supaya kita tahu aib kita gitu ya. 3:47 pemirsa ee pendengar di mana pun berada. 3:51 Asalamualaikum warahmatullahi 3:52 wabarakatuh. 3:55 Bismillahirrahmanirrahim. 3:57 Alhamdulillahi rabbil alamin. Wasalatu 3:59 wassalamu ala sayyidil mursalin 4:01 sayyidina Muhammadin wa ala alihi 4:03 wasohbihi ajmain. 4:05 Eh, segala puji syukur kepada Allah, 4:08 selawat salam kepada nabi kita Muhammad 4:10 sallallahu alaihi wasallam. Semoga 4:13 pemirsa semua diberikan keberkahan oleh 4:15 Allah subhanahu wa taala. Hari ini 4:17 ketemu lagi kita dalam rangka masih 4:20 lebaran ini kan ya aidin wal faizin. 4:23 Mohon maaf lahir dan batin. Taqabbalahu 4:25 minna winkumir 4:30 e semoga lebaran kali ini lebih nikmat 4:32 dan lebih indah dibandingkan 4:34 lebaran-lebaran tahun sebelumnya. 4:36 Amin. Amin ya Allah. Alhamdulillah Pak 4:38 Krisna saya di bulan Syawal ini 4:40 mendapatkan rezeki yang luar biasa. 4:42 Apa itu? Ee 4:45 sesudah hampir 10 tahun saya pulang dari 4:48 Makkah. 4:49 Heeh. 4:50 Ee ada teman saya WA saya kemarin Salman 4:52 ada silaturahim alumni murid Sayid 4:56 Muhammad Almiki. 4:58 Nama nama nama nama nama komunitasnya 5:02 Assofwa Almalikiyah. 5:03 Waduh senang sekali. 5:05 Tapi waktu itu di Celeduk di Bas Mall 5:07 saya terlambat. He. Tapi gembira sekali 5:10 ya ketemu guru-guru karena alumni-alumni 5:13 beliau ini 5:14 Oh, ada guru-guru juga. 5:15 Oh, levelnya sudah level guru semua. 5:16 Habib-habib, 5:18 kiai-kiai dari Indonesia. Indesia. 5:21 Ah, kemarin kita halal bihalal di 5:23 Sukabumi 5:24 di pesantren namanya Darul Habib. 5:27 Masyaallah, bahagia betul ya. 5:29 Nikmat betul. Kita kita kan saya kan 5:32 junior banget kan di 2 tahun terakhir 5:34 hidup beliau. Saya ngaji sama beliau kan 5:36 ketemu kita yang belajar sama beliau 5:37 tahun 0 ya. Waduh masyaallah 5:39 tabarakallah bahagia luar biasa ya. 5:43 Semoga para habaib 5:44 ada berapa ini? 5:45 Ada kemarin kita di Sukabumi ada 30-an 5:48 orang. 5:48 30 orang 5:49 ya. Jabore tabik gitu ya. I. 5:51 Alhamdulillah. Alhamdulillah. 5:53 Alhamdulillah. Mudah-mudahan ee para 5:56 habaib, para guru-guru alumni Sayyid 5:58 Muhammad Almiki ataupun semua para ulama 6:00 wabil khhusus As Sayyid Muhammad Almiki 6:02 yang sudah banyak berjuang untuk kita di 6:04 Indonesia terutama ya. Sayyid Muhammad 6:06 Ali AlMaliki ee sudah banyak ee apa 6:10 namanya ya titisan keberkahannya di 6:13 Indonesia. Berdirinya 6:14 pesantren-pesantren luar biasa ee 6:16 terdidiknya ulama-ulama yang luar biasa. 6:18 Ya, kalau di tanah Jawa ada Pak ee Mbah 6:21 Kiai Thaifur, ada Mbah Kiai ee siapa 6:26 namanya? Pujon Malang. Allahumma shalli 6:28 Kiai Ihya. Ya, 6:29 masyaallah [berdehem] tabarakallah. 6:31 Ee inilah perjuangan yang hebat menurut 6:34 saya. Diam tak terasa tapi tiba-tiba 6:37 berjawab gitu ya. 6:39 Itu kalau berjuang pakai pendidikan itu 6:41 begitu Pak Krisna. Jadi saya melihat 6:43 Sayid Muhammad Al Malik itu dia di 6:45 Makkah ngajarin anak-anak 6:48 fitnah diserang pemerintah. Ulama-ulama 6:52 pemerintah Saudi Arabia ini semuanya 6:54 pasti nyerang Sayid Muhammad almaliki. 6:56 Bahkan mereka tega mengatakan beliau 6:58 musyrik dan lain sebagainya. Bahkan 6:59 murid-muridnya ee Salafi Indonesia ini 7:02 salah satu doktor di Indonesia yang 7:04 sangat terkenal pernah mengatakan 7:06 ee Sayid Muhammad musyrik dan lain 7:07 sebagainya ya. Tapi beliau tetap 7:10 mengajar. Saya terinspirasi sekali. 7:13 Terinspirasi sekali 7:14 sampai dibilang musyrik. 7:15 Oh, macam-macam fitnah yang diterima. 7:17 Tapi beliau terus ngajar mengajarkan 7:20 ilmu yang sangat luar biasa dengan 7:22 konsep yang luar biasa. Ilmu yang bukan 7:24 ilmu abal-abal. Wah, itu dia. 7:26 Hm. 7:27 Ya, ilmu 7:27 ciri-ciri ilmu yang bukan albab-abal itu 7:29 apa? 7:30 Enggak bisa baca Quran gurunya. Ngapain 7:31 gua belajar sama dia? [tertawa] I kan 7:33 gurunya enggak bisa baca Quran, ngapain 7:35 gua belajar sama dia? Dia menjelaskan 7:37 Islam tapi dia enggak bisa Alquran. 7:39 Ngapain? 7:41 banyak. Kalau tinggal levelnya aja nih 7:43 mau level di mana ada terus sertifikasi 7:46 ulama itu harusnya dibikin. Kalau enggak 7:48 bisa baca Quran, jangan boleh ceramah 7:50 lah. 7:51 Apa pula kau boleh ceramah baca 7:53 Al-Qur'an aja kau enggak bisa. 7:55 Dari mana kau paham agama ini? 7:57 Kalau kau mau ikut ceramah, belajar dulu 7:59 kau baca Quran. Hm. 8:02 Mau ikut wilayah yang agak sensitif 8:04 harus bisa baca kitab lah dia. 8:05 Hm. 8:06 Mau ikut lagi harus bisa analisa dia. 8:07 Mau ikut lagi harus bisa. Harus bisa 8:09 dibikin. 8:12 Kita di Indonesia ini enggak ada itu. 8:13 Enggak ada. Ya 8:14 kau Pak Krishna sudah 9 tahun kau 8:16 dengarkan ceramah Habib Husein kan 8:18 banyak ka data di kepala kau Habib 8:20 Husein. Besok kupanjangkan sikit jenggot 8:22 kau. Kuin kau jubah ku ajarin kau pakai 8:25 sorban. Bujuk selesai. Apalagi 8:27 materi-materi hijrah gua bikin. Selesai 8:30 sudah 8:31 besok kita bikin nama nama kau Pak 8:33 Krishna Krishna Arrasili. [tertawa] 8:38 Kembali lagi ya Sayid Muhammad Almaliki. 8:40 Masyaallah tabarakallah. 8:42 Fokus istiqamah beliau ya. Saya sangat 8:44 terinspirasi sekali mengajarkan ee 8:46 santri ya dengan bukan cuma mengajar Pak 8:49 Krishna ya. Dia mengajarkan ilmunya 8:52 berkorban hartanya. Wah itu yang jarang. 8:54 Heeh. mengajarkan ilmunya, berkorban 8:57 hartanya. Karena kami ngaji di situ 8:58 gratis semua. 8:59 Heeh. 9:01 Saya ini santri luar yang saya temui 9:02 tadi malam itu, Pak Kris, yang kemarin 9:03 itu santri dalam rata-rata. Wuh, itu 9:06 saya yakin tuh 9:07 ilmu di kepalanya itu sudah menari-nari 9:10 itu ya. 9:11 Kalau kita di luar kan cuma ngaji dari 9:12 magrib sampai isya jam 0.30 sudah pulang 9:15 gitu kan. 9:16 Mulai memang di sana 24 jam. Masyaallah. 9:19 Alhamdulillah. Terima kasih kepada Bang 9:21 Aswin namanya itu yang kemarin ngajak 9:24 saya dan saya merasa luar biasa. 9:26 Tapi mereka enggak muncul ya di 9:27 kepermukaan ya. Enggak 9:28 mungkin karena melihat gurunya Pak 9:31 melihat gurunya 9:32 malu gitu ya. 9:33 Malu. Dan gini Pak Krisna ya muncul di 9:35 permukaan itu enggak penting-penting 9:36 banget. [berdehem] 9:37 Bukan enggak penting-penting banget, 9:38 enggak penting sama sekali. Yang penting 9:41 itu do something. 9:42 Hm. 9:43 Jangan ee kan iklan rokoknya do more 9:46 talk less. Heh, 9:47 ini enggak talkm dues. 9:50 Dules 9:51 siapa air beriak tanda tak dalam pepatah 9:54 itu betul tong kosong nyaring bunyinya 9:58 itu udah paten mereka tapi tidak 10:00 youtuber ya 10:01 enggak 10:03 tapi bergerilnya di bawah mencerdaskan 10:06 orang itu yang paten. Tapi tidak pula 10:08 setuju semua orang apa pendapatku ini 10:11 kan. Namanya kita manusia mana pula 10:13 mungkin setuju orang dengan pendapat 10:14 kita ya. Ya yang setuju setuju yang 10:16 kagaknya kagak makan bakso ya bareng 10:18 kita. Emang harus sama pendapat kan 10:20 enggak harus [tertawa] sama kan. 10:22 Tapi karena kita belajar dengan beliau 10:25 ya kita lihat bahwa fokus mengajar itu 10:29 menghasilkan sesuatu yang luar biasa ya. 10:31 Tapi memang gemuruhnya tidak terlihat. 10:34 Pak Krisa yang saya muliakan. pemirsa 10:36 yang saya muliakan itu menceritakan apa? 10:39 Tahadus bin nikmah ya. Karena riangnya 10:41 kita bertemu dengan para habaib, para 10:43 kiai alumni Asayid Muhammad Almiki. Luar 10:46 biasa. Masyaallah. Masyaallah. Saya 10:48 mohon kepada pemirsa kita bacakan 10:49 alfatihah khasatan ila arwah almarhum 10:53 Asayid ee Abuya eh Muhammad Almiki. 10:56 Semoga beliau dilapangkan dalam kubur, 10:58 diberikan ee surga yang berlipat-lipat, 11:01 ditempatkan bersama Rasulullah 11:03 sallallahu alaihi wasallam. 11:06 Nabi mustofa sallallahu alaihi wasallam. 11:09 Alfatihah. 11:10 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 11:13 Bismillahirrahmanirrahim. 11:15 Alhamdulillahi rabbil alamin. 11:17 Arrahmanirrahim. Maiki yaumiddin. Iyaka 11:21 na'budu wa iyyaka nasta ihdinasirat 11:25 mustaqim. Shathalladzina an'amta alaihim 11:29 ghairil maghdubi alaihim waladin. 11:35 Amin. 11:36 Jazakumullah khair atas nama itu yang 11:39 kita bahas pada hari ini ya. [berdehem] 11:41 Ini judul ini terinspirasi gara-gara 11:43 Mbak Reni Jayusman nih. Pak Krishna. 11:46 Ingat enggak Pak Krisna kita datang 11:47 launching album dia waktu itu? 11:49 Oh di Dik Doang 11:50 di Kandang Jurang Doang. 11:53 Abang Dik Doang. Bang Dang juga lagi 11:55 ngeluarin solo. 11:56 Iya. 11:57 Lagu baru tuh. 11:58 Heeh. 11:59 Ada Bang Didi di kemput. 12:00 Judulnya. Judulnya apa? Lupa. 12:02 Ah lupa juga aku sel [tertawa] ada di 12:04 handphone aku. Iya 12:05 iya. 12:06 Padahal dikirimin. 12:07 Dikirimin juga gitu ya. Masyaallah ya. 12:09 Senang kita ya seniman-seniman 12:11 ee menulis lagu yang menggelitik 12:14 pendengarnya agar memikirkan Allah dan 12:16 Rasul-Nya kan gitu ya. Benar. Eh, Mbak 12:19 Reni waktu itu hampir 10 lagu kalau 12:20 enggak salah satu album kan launching di 12:22 sana. Ada Kak Sleng lah, ada macam-macam 12:24 musisi pada waktu itu ya. 12:26 Banyak sekali yang hadir. Waktu itu ada 12:27 salah satu lagu judulnya atas nama. 12:30 Walaupun tak tahu aku note-nya apalagi 12:32 liriknya secara seperti 12:33 cambi lagu itu menggelitik bagi saya. 12:36 Karena kira-kira dia bilang atas nama 12:38 keadilan, keadilan dirusak. 12:39 H 12:40 atas nama agama, agama dirusak. 12:42 Atas nama demokrasi, demokrasi juga 12:44 dirusak. atas nama NKRI, NKRI juga 12:47 dirusak. 12:48 Kan sekarang hampir kita semua 12:50 mengatasnamakan kan. 12:51 He atas rakyat. 12:53 Oh atasnamakan rakyat. Menyengsarakan 12:55 rakyat. Coba itu 12:57 saya kira saya pun sangat berpotensi 13:01 terjebak di situ atas nama 13:04 memperjuangkan pendidikan yatim duafa 13:06 gratis. Justru saya merusak mereka. 13:08 Waliyadzubillah. Waliyadzubillah. 13:10 Waliyadzubillah. 13:11 Ya, atas nama perjuangan agama, justru 13:15 agama kita injak-injak. 13:16 Atas nama persatuan, 13:18 atas nama persatuan kita justru memecah 13:20 belah masyarakat. 13:22 Ini yang terjadi sekarang ya. Semua 13:25 mengatasnamakan. 13:26 He. 13:27 Kenapa ini terjadi? Nah, ini yang yang 13:29 asyik untuk kita kaji sebenarnya. Kenapa 13:32 muncul orang-orang dengan PD-nya 13:34 mengatasnamakan 13:36 tapi tak ada berbuat apa-apa? Bukan 13:39 sekedar tak berbuat apa-apa. 13:41 mengatasnamakan keadilan. Kalau dia 13:43 tidak adil, ya sudahlah. Ini 13:46 mengatasnamakan adilan. Bukan sekedar 13:49 dia tidak adil, dia justru merusak 13:51 keadilan itu sendiri. Ini yang terjadi 13:53 sekarang. Atas nama agama dia bersuara 13:58 di media, di podium, di mana. Bukan 14:00 sekedar dia tidak punya ilmu agama kalau 14:03 sekarang. Justru dia sedang merusak 14:05 agama itu. 14:06 Hm. Atas nama anti korupsi. 14:08 Atas nama anti korupsi. I kan. atas nama 14:11 anti korupsi. Bukan sekedar dia tidak 14:14 korupsi, tapi dia menyuburkan korupsi di 14:17 negara ini. Wah, ini bahaya ini. What's 14:23 wrong? Ya kan? Ada apa ini dengan atas 14:25 nama ini kan gitu di lagunya Mbak Reni 14:29 itu saya kira tapi enggak tahu aku ada 14:31 di YouTube enggak lagu itu. Enggak tahu 14:33 Mbak Reni dengerin kita. 14:34 Aku ada kabarin ya. Heeh. Ren 14:37 lagu itu keren menurut saya atas nama 14:39 itu ya. 14:40 Nah, kenapa ini bisa terjadi? 14:44 Tentu 14:46 kalau kita lihat dari gaya Rasulullah 14:48 sallallahu alaihi wasallam, dari 14:50 kehidupan Rasulullah sallallahu alaihi 14:51 wasallam, dia berjuang atas nama anak 14:56 yatim piatu. Memang benar ya, yang dia 15:01 ambil adalah kantongnya. 15:04 H 15:04 beliin nasi uduk buat anak yatim 15:07 sekitarnya. 15:08 Hm. 15:11 Besok dia mau bantu apa yang dia ambil 15:14 rogoh kantongnya. H 15:16 bukan mengatasnamakan nama anak yatim 15:20 ngemis ke mana-mana. 15:21 Hm. 15:23 Kalau mengatasnamakan 15:25 nama anak yatim ngemis ke mana-mana 15:27 kemudian hasil pengemisan kita ini total 15:30 diberikan ke anak yatim. Oh, itu keren. 15:32 Masih, masih keren, Pak Krisna. 15:34 Misalnya Pak Krisna ngumumkan dirasil 15:36 nih, saya punya yayasan yatim piatu, 15:38 butuh dana 400 miliar 15:40 karena membangun bla bla bla bla bla. 15:44 Akhirnya karena pendengar rasil ini baik 15:46 hati semuanya, Pak Krishna dapat 500 15:48 miliar. [berdehem] 15:50 Pak Krisna karena tidak mau ee ee e kena 15:54 dengan jebakan atas nama, justru bukan 15:56 500 miliar yang dibangunkan. Berapa? 600 15:58 miliar. 15:59 Karena 100 miliar lagi dari mana? dari 16:02 Pak Krishna pribadi 16:05 atas nama anti korupsi. 16:08 H 16:08 loh kita memang pangeran terdepannya ini 16:11 atas nama anti korupsi semua ngomong 16:13 anti korupsi tapi bikin KTP karena 16:15 gagal, gagal, gagal lagi. Akhirnya bayar 16:17 dia. Eh kayak mana ya kau? 16:21 Siapa di sini yang lulus bikin KTP 16:23 enggak bayar? Coba 16:26 bikin SIM enggak lulus. Siapa di sini 16:28 yang lulus? Ku tanya dulu kau coba dulu 16:31 telepon aku atau SMS aku. Aku lulus. 16:32 [tertawa] Ustaz 16:34 jasa. 16:34 Ah [berteriak] 16:36 banyak cengkek kita nih sekarang nih. 16:39 Kebanyakan cengkek. Siapa kita yang anti 16:42 korupsi benar-benar 16:44 ya mau berangkat umrah. Mau berangkat 16:47 umroh. Ada enggak praktik korupsi di 16:49 situ? Banyak. 16:51 Mulai dari mana tuh? 16:52 Mulai dari pengurusan bagaimana 16:54 pengurusan lancar? 16:56 Waktu aku main travel umrah, Pak Kr, 16:58 [tertawa] 16:59 ada orang minta kayak gini sama aku, 17:01 Salman, bisa enggak kita di Saudi Arabia 17:04 itu enggak ikut antri di imigrasi? Loh, 17:07 bisa. 17:07 H 17:08 ada harganya. Aku bilang, 17:10 "Bapak mau dijemput langsung ke pesawat 17:13 atau dari pesawat jalan kaki sampai ke 17:15 ruangan baru kami jemput. Sesudah itu 17:18 mau duduk di loncat." 17:19 Beda-beda tarifnya. 17:20 Beda tarifnya. Hai hepeng domang nama 17:22 mengatur negara. [tertawa] 17:25 Innalillahir. Jadi kita kayak ngomong 17:28 anti korupsi, bikin SIM aja kau korupsi, 17:30 enggak usah banyak cengkah 17:32 gitu kan. 17:34 Memang kondisi kita begitu ya. Kalau ada 17:38 yang menyangkal ini ya fakta di lapangan 17:40 begitu. Oh di di kantor Samsatnya 17:43 dilarang pungliap. Woh tulisannya paten 17:46 kali kalau tulisan. 17:48 Praktiknya enggak bisa. Jadi apa ini? 17:51 Bagaimana ini kita ini kok begini kita 17:54 ini kan gitu ya 17:56 semua pungli main Pak semuanya mau 18:00 ketemu tokoh aja pakai pungli 18:04 ah enggak usah kayak gitu ini terjadi. 18:06 Kalau ada yang nyangkal boleh jumpai aku 18:08 kita makan. Tapi jangan kita debat. 18:10 Ngapain kita jumpai aku k traktir kau 18:13 makan gitu ya kan ustaz? Karena tak ada 18:16 jadwal diteleponnya masjid bilang 18:18 dakwahnya, "Undang aku dong, nanti aku 18:20 kasih kau Rp200.000." Bujuk dakku. 18:23 Bilang, "Paten kali 18:26 negara manusia ini. Innalillahi wa inna 18:29 ilaihi rojiun." Ini yang kita bilang 18:32 tadi. Atas nama keadilan kita meruntak. 18:35 Atas nama agama kita hancurkan agama 18:36 ini. Berjuang atas agama, agama, agama. 18:40 Apanya sih? Kalau kau memperjuangkan 18:42 agama ini, periman Allah Taala adalah 18:45 sebagai apanya namanya? E standarnya. 18:48 Lihat bagaimana Allah ajarkan kita 18:49 memperjuangkan agama ini. Sudah belajar 18:52 belum? H. 18:53 Bagaimana kau pula bisa paham Al-Qur'an 18:55 mengajari kau cara berjuang 18:58 memperjuangkan agama ini? Kalau belajar 19:01 membacanya aja kau malas. 19:05 Kadang-kadang banyak kali orang trek, 19:06 "Wah, pinggir, Pak. Saya tes baca Quran 19:09 enggak bisa. A kau pulang kau ke rumah 19:12 belajar kau baca Quran lebih banyak 19:14 pahalanya. Aku bilang 19:16 enggak pulang kau ke rumah. Nabi enggak 19:19 terima orang kayak gitu. Salahuddin 19:22 alayyyubi kalau ada pasukan enggak bisa 19:23 baca Quran pulang kam belajar dulu kau 19:25 baca Quran. 19:27 Muhammad Al Fatih kalau ada pasukan 19:29 enggak bisa baca Quran pulang kau. 19:31 Kau belajar dulu baca Quran. 19:33 Gimana aku yakin kau mau memperjuangkan 19:35 agama ini kalau memperjuangkan agar 19:38 dirimu bisa baca Quran aja tak mau kau 19:42 terus kau paksa aku yakin kau berjuang 19:44 sama agama ini ya enggak mauah ak b kali 19:47 akalau ku akui kau berjuang atas nama 19:50 agama in baca Quran aja kau belpotan 19:53 enggak akan yakin ak 19:59 pun enggak yakin ak 20:01 mau kuyakini ini sebagai pejuang agama 20:04 tadi ya minimal baca Quran kau lulus. 20:07 Tandanya kau memang perjuangan agama 20:10 ini. Nih enggak giliran disuruh baca 20:13 Quran malas. Dia bilang tualah dia 20:15 bilang udah apalah. Dia bilang orang 20:16 Jawa aku ya aku orang Batak aku. 20:18 [tertawa] Emang ada ada masalah di suku 20:21 kalau mempelajari Al-Qur'an enggak ada. 20:23 Gus Bahan no orang Jawa pasih baca Quran 20:26 ya. 20:26 Iya Quraishab no orang Gorontalo fasih 20:29 baca Quran kagak ada. Muammar orang 20:32 mana? Muammar. 20:34 Muamar mana ya? 20:34 Betawi kali 20:35 barangkali ya. 20:36 Barangkali Betawi. Jadi enggak ada ya. 20:38 Jadi atas nama-atas nama ini 20:41 menggelisahkan kita. Kenapa ini terjadi? 20:45 Kalau kita coba lihat-lihat ya balik 20:48 lagi Pak Krishna ya. Karena keserakahan 20:51 yang pernah kita kaji di sini 20:53 bareng-bareng. Kira-kira di Ramadan 20:54 kemarin atau sebelumnya 20:56 saya lihat keserakahan. 20:58 Keserakahan ini menggerogoti 21:01 ee batin manusia, pikiran manusia. Takut 21:05 dia enggak makan, takut enggak ke bagian 21:07 panggung, takut enggak ke bagian 21:09 jabatan. Sehingga dia mencari sensasi 21:12 bagaimana agar dia ke bagian potongan 21:14 kue ini. 21:18 Nah, ini ini bahaya obatnya apa? 21:23 supaya kita enggak kena penyakit ini, 21:26 obatnya hanya iman kepada Allah 21:28 Subhanahu wa taala. 21:30 Dia harus benar-benar beriman kepada 21:32 Allah Subhanahu wa taala supaya serakah 21:34 yang menggerogoti batinnya hilang. 21:38 Keserakahan ini muncul karena selalu 21:40 melihat kecil nikmat yang Allah beri. 21:43 Karena selalu melihat besar bencana yang 21:46 Allah beri. Ketakutan dia ketika ada 21:48 masalah. Euforia berlebihan dia ketika 21:51 ada rezeki. Kenapa dia bisa begitu? Ya, 21:55 karena dia tidak beriman kepada Allah 21:57 Subhanahu wa taala. Allah berfirman di 22:00 dalam Al-Qur'an apa? 22:04 Innalbakanud 22:10 wa innahu ala dzalika lasyahid. 22:22 Wah, ini inilah manusia ini. 22:26 Apa itu manusia? Innal insanaud. 22:30 Sungguh manusia itu sangat ingkar kepada 22:33 Tuhannya, tidak bersyukur kepada Tuhan. 22:35 Ini yang bikin kita tadi mengatasnamakan 22:38 bla bla bla bla. Padahal kita adalah 22:41 perusaknya. Kenapa? Kenapa dia 22:43 mengatasnamakan? karena dia ingin 22:45 mengambil peluang-peluang yang sudah dia 22:48 bahas. Padahal ada banyak nikmat. Andai 22:50 dia diam, andai dia tidak 22:52 mengatasnamakan itu, bersyukur terhadap 22:55 apa yang Allah beri berkembang 22:58 dan tidak perlu merusak apa-apa. Ah, itu 23:00 ya. Dan dibilang Allah pula di hadis e 23:03 firman di bawahnya apa kata Allah? Wa 23:07 innahu alaikaahid. 23:11 Sesungguhnya manusia menyaksikan 23:14 mengakui keingkarannya. Ya, ini kita 23:16 sekarang sekarang sedang mengakui 23:18 keingkaran kita. Wa inahuubbilhairiadid. 23:25 Ini ini ini juga adalah ee e apa 23:29 namanya? Penyakitnya yang membikin kita 23:33 kayak gini. Nah, ini penyakit ayat-ayat 23:34 Al-Adiyat. Siapa yang mau baca Al-Qur'an 23:36 ini ya? Surah Al-Adiyat ya. Surah 23:39 Al-Adiyat ayat 8. Dan sesungguhnya 23:42 cintanya kepada harta benar-benar 23:45 berlebihan. 23:47 Inilah yang membunuh kita itu semuanya 23:49 ya. Wa innahu lihubbil khairi la syadid. 23:55 Inilah yang membunuh kita semua ini. 23:58 Coba levelnya Allah bikin. Innal insana 24:02 lirabbihiud 24:05 wa innahu ala dalalikaahid. 24:17 Levelnya Allah bikin manusia ini ingkar 24:20 terhadap Tuhan, gak mau bersyukur 24:22 terhadap Tuhan. Level keingkaran pertama 24:25 yang dibikin oleh Allah adalah apa? Wa 24:28 innahu 24:30 liubbilhairi la syadid. 24:33 Si manusia ini cinta betul sama hepeng. 24:38 Ah, itu tadi yang membuat kita 24:40 berantakan ni semua terlalu cinta kita 24:43 sama harta. 24:45 Semua ngomong berjuang, berjuang, 24:47 berjuang. Rupanya dia numpang atas nama 24:50 berjuang untuk bisa hidup. Ah, kupikir 24:53 kau pejuang. Seringkiali saya kayak gitu 24:55 ketipu. Gampang mengetahui. Hanya tiga 24:58 jurus kita butuh untuk mengetahui. Dia 25:01 berjuang benar atau numpang hidup dengan 25:03 perjuangan. 25:05 Tiga tiga metode. Kasih aku orang yang 25:08 berjuang. Aku tahu dalam 7 menit bisa 25:10 aku tahu. Oh, ini pejuang yang benar apa 25:12 pejuang yang nompang. 25:15 Gampang ngeceknya. 25:17 Nah, itu kenapa cintanya kita ke harta 25:20 ini loh. Pengin punya mobil mewah, 25:23 pengin punya rumah mewah, pengin punya 25:26 duit banyak, handphone harus bagus, jam 25:28 tangan harus bagus. Beli sepeda rajin 25:31 sampai nyicil-nyicil. Tapi kalau bangun 25:33 masjid kagak mau ya tersama perjuang 25:37 kau. Ah 25:39 k tepok juga jid kau kan gitu ya. 25:41 Atas nama kesederhanaan. 25:43 Atas nama kesederhanaan dia 25:45 menghancurkan kesederhanaan gara-gara 25:47 apa? Hubbil khairil syadid. 25:51 Kita dijebak sudah terlalu cinta sama 25:55 harta ini. Terlalu cinta kita sama harta 25:58 ini. Kita terabas semua batas-batas yang 26:01 dibilang oleh Allah demi harta ini. 26:04 Padahal Allah ajarkan kita kalau mau 26:07 cari duit. Bagaimana caranya? Bukan 26:09 Allah enggak suka sama orang kaya. Allah 26:11 sarankan kita kaya. Allah suruh kau 26:13 berzakat, Allah suruh kau berwakaf. 26:15 Allah suruh kau haji. Itu secara tidak 26:18 langsung Allah suruh kau kaya. Tetapi 26:20 ikuti aturan Allah. Karena kalau kau 26:23 enggak ikuti aturan Allah, lihat nih 26:25 ayat di bawahnya. Lihat ayat di bawahnya 26:26 lagi. 26:29 Apa ayat di bawahnya? Afala yalamu idza 26:33 buir ma fil qubur. 26:39 Kalau kau cinta kali sama harta ini, 26:42 cinta buta yang membuatmu menerabas 26:45 semua aturan Allah demi mendapatkan 26:47 harta, Allah ingatkan. Maka tidakkah dia 26:50 mengetahui apa yang ada dalam kubur 26:54 kalau sudah dikeluarkan nanti. 26:57 Tahu enggak kok nanti apa? 26:59 Hah? Apa kata orangorang Medan? Tiada 27:04 lagi 27:06 gunanya harta 27:09 kawan karib sanak saudara. 27:14 Jikalau ada 27:17 amal di dunia, 27:20 itulah hanya pembela kita. 27:25 Bila izrail 27:28 datang memanggil, 27:30 jasad terbujur 27:33 di pembaringan. 27:36 Seluruh tubuh 27:39 akan menggigil. [bernyanyi] 27:42 Sekujur badan kan kedinginan. 27:47 Datang masanya 27:50 insaflah diri. 27:53 Selimut putih 27:55 pembalut badan. 27:58 Datang masanya 28:01 insaflah diri 28:04 selimut putih. 28:06 Pembalut badan tinggal semua yang 28:12 dikasihi 28:14 berbakti hidup 28:17 sepanjang zaman. 28:21 Prem. 28:23 Nah, gitu. Berarti jangan ingkar sama 28:28 Allah. Kalau kau mau mencintai harta, 28:31 ikuti aturan Allah. Kenapa? Karena nanti 28:34 kalau kau terabas aturan Allah demi 28:37 harta, kau akan tahu akibatnya nanti di 28:40 mana sesudah kau masuk di dalam kubur. 28:44 Bahaya kau nanti kawan. Mau kayak mana 28:47 pun kau nanti punya backing pengacara, 28:49 segiman pun harta kau, udah habis kau di 28:52 situ. Ya, kalau kalau sudah kita 28:56 bayangkan betapa luar biasanya itu 29:00 Allah, kita pun mulai merapikan. Nyari 29:03 duit boleh, kaya mesti ya, punya jabatan 29:08 tinggi wajib umat Islam ini. Tetapi 29:11 dengan jabatan, dengan kekayaan, dengan 29:14 massa, dengan viewer, dengan subscriber, 29:17 tegakkan kalimat Allah ini. Sampaikan 29:20 ajaran Allah ini. Jangan mengatasnamakan 29:23 ajaran Allah. Lantas kau justru 29:25 menghancurkan ajaran Allah Subhanahu wa 29:27 taala. Ya, wa innahu liubbil khairi la 29:31 syadid katanya. Yaalaamu 29:39 fur. 29:40 Waduh. Dan apa yang tersimpan di dalam 29:43 dada dizahirkan nanti di Padang Mahsyar. 29:47 He di padang mahsyar 29:50 enggak bisa lagi kita bohong. Kenapa? 29:53 Karena yang ngomong siapa? Tangan. 29:55 Anggota tubuh yang 29:56 anggota tubuh kau yang bersaksi. Mulut 29:58 kau komplain. Kenapa kali bersaksi? 30:00 Antan Allah yang bikin kami bicara 30:02 adalah Allah. 30:04 [tertawa] 30:05 Hati-hati kita. Innabbahum 30:08 bihim yaumaid 30:10 khabir. Sungguh Tuhan mereka pada hari 30:13 itu maha teliti terhadap keadaan mereka. 30:17 Nanti Allah akan tahu mana emas, mana 30:20 loyang sebenarnya. Terbukti di padang 30:22 mahsyar. Ayat ini seolah-olah ingin 30:24 mengatakan jangan mengatasnamakan agama. 30:27 Kau berjuang agama e memperjuang atas 30:29 nama memperjuangkan agama padahal kau 30:31 menghabisi agama. Kenapa? Nanti kan 30:33 ditelanjangi oleh Allah kau di depan 30:35 mahsyar. 30:38 Rupanya kita pengkhianat agama. 30:39 Waliyadzubillah. Waliyadzubillah. 30:41 Waliyyaadzubillah. Maka sekali lagi kita 30:45 harus kembali lagi kepada hadis yang 30:47 pertama di di di Sahih Bukhari hadis itu 30:52 ditawar di bab pertama di Arbain Nawawi 30:54 juga ditaruh di pertama ya apa? Innamal 30:58 a'alu binniat. 31:01 Kalau kau mau ngapa-ngapain, 31:03 bikin dulu niatnya apa. 31:06 Di hati kau apa yang kau cari? 31:09 Jangan bohong kau sama hati kau. Kalau 31:11 bohong juga kau sama hati kau, ya parah 31:14 sudah hidup ini sudah sama dirimu aja 31:17 kau bohong kan enggak kepegang lagilah 31:19 kau. Nah, itu ya. Innamal a'alu bin 31:23 niat. Semoga kita memperjuangkan agama. 31:26 Benar yang kita cari rida Allah. Semoga 31:28 kita memperjuangkan keadilan benar yang 31:30 kita cari adalah Allah. Semoga kita 31:33 memperjuangkan apaagi? Palestin. Memang 31:35 yang kita cari adalah Allah Subhanahu wa 31:37 taala. Semoga kita memperjuangkan 31:38 apaagi? 31:40 Semua yang kita sedang perjuangkan yang 31:42 kita cari adalah ridanya Allah Subhanahu 31:45 wa taala. Tidak numpang dengan niat itu. 31:48 Niat-niat yang lain yang menguntungkan 31:50 kita secara duniawi. Apalagi sudah Allah 31:52 ingatkan tadi wa innahuilhairiadidala 31:56 yamu 31:58 mail qubur wur. 32:02 Ini dulu Pak Krisna yang bisa kita 32:03 sampaikan. Eh, silakan istirahat dulu 32:06 kita karena intonasi oktapnya agak 32:08 tinggi. [tertawa] 32:09 Silakan, Pak Krisna. 32:10 Oke, terima kasih Ustaz Salman atas 32:13 nama. Silakan yang mau bertanya, mau 32:16 sharing juga boleh. Kami tunggu untuk 32:18 telepon di 0218451512. 32:22 Untuk WA di 0811999720. 32:28 [musik] 32:35 [musik] 32:40 Brail TV 32:48 [musik] 32:53 [musik] 33:00 [musik] 33:04 [musik] 33:07 Allahu Akbar. 33:10 Allahu Akbar. 33:14 Lailahaillallah. [musik] 33:19 [musik] 33:28 Radio Silaturahim yang dipancarkan dari 33:30 jalan Masjid Silaturahim 36 Kalimanggi 33:33 Cibur. Masih di acara sirah Nabawiyah 33:35 bersama Ustaz Salman Alfarisi. 33:37 Sudah ada telepon. Halo. Asalamualaikum. 33:40 Waalaikumsalam. 33:41 Ya. Dengan siapa ini? Maaf 33:42 wabarakatuh. Dengan Bapak Taslim. 33:45 Pak Taslim. Apa kabar Pak Taslim? 33:47 Sehat-sehat. Alhamdulillat ya. Silakan 33:50 Pak Ustaz Salman. Waalaikumsalam 33:53 warahmatullahi wabarakatuhinkum 33:56 pak ustaz 33:58 ya 33:58 minal aidin faizin 34:01 menyimak soal ustaz katakan hawa nafsu 34:04 segala macam itu. Jadi saya teringat 34:07 bahwa perang yang paling bahaya itu hawa 34:10 nafsu gitu melawannya Pak Ustaz. Ya, 34:12 benar sekali Pak 34:13 seingga sekarang ini perang segala macam 34:15 perang dengan apalah ini senjata dengan 34:17 kimia segala macam itu ya. hawa nafsu 34:19 itu gitu mungkin gitu ustaz ya. 34:21 Benar sekali. 34:22 Nah, satu itu yang kedua ini ee kita 34:25 atas nama Allah ini yang repot loh, Pak 34:26 Ustaz. 34:27 Atas nama Allah ya. 34:28 Iya. Sumpah demi Allah segala macam itu 34:31 daripada para para pejabat kita sekarang 34:34 ini. Akhirnya apa? Allah kasih bukti 34:38 kamu mendusai saya babak belur kamu 34:42 rakyatmu kasihan gunung-gunung meletus 34:44 kan gitu Pak Ustaz. Wallah. 34:46 Ini yang Pak Ustaz ceramahkan ini sangat 34:49 sangat apa bagi saya tertentu banget 34:51 gitu loh. 34:52 Sesuai dengan keadaan sekarang. Paz 34:53 tolong beri pencerahan mereka. 34:56 Jangan bisa pada Allah sama manusia aja. 34:58 Bebak dulu. Allah sih bisa minta ampun. 35:00 Tapi kadang manusia sama rakyat yang 35:02 anda sengsarakan anda tembak. Gimana 35:04 gitu aja Pak Ustaz? 35:05 Siap. Siap. Pak Tas. 35:06 Asalamualaikum. 35:06 Oke. Terima kasih, Pak Taslim. 35:09 Waduh ini keren sekali menurut saya ya. 35:13 Pertama yang yang menurut saya tadi 35:16 keren sekali adalah ketika Pak Taslim 35:18 mengatakan perang yang sesungguhnya 35:20 adalah menawan hawa nafsu. Ya, yang saya 35:23 sendiri juga enggak lulus-lulus di situ 35:24 nih ya. Karena 35:27 ya kita kalah sama nafsu ini ya. Kita 35:31 kalah sama nafsu. Nafsu kita ini memang 35:35 apa? adalah perjuangan bagaimana kita 35:37 nanti 35:39 berhasil menghadap Allah Subhanahu wa 35:40 taala dengan nafsu yang sudah terkontrol 35:42 oleh iman gitu ya. Ini bukan hal yang 35:45 mudah tapi harus kita lanjutkan, 35:49 harus kita perjuangkan ya. Jangan sampai 35:52 ego, syahwat nafsu kita menguasai 35:56 kecerdasan iman kita gitu ya. Jangan 35:59 sampai ya. itu perlu latihan, perlu 36:01 pengkajian yang mendalam sehingga kita 36:03 tahu bagaimana cara ee mengkontrol 36:07 syahwat, nafsu, ego kita agar mengikuti 36:11 iman kita kepada Allah subhanahu wa 36:12 taala. Dan ini luar biasa contoh dari 36:15 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 36:19 Kemudian tadi atas nama Allah para 36:22 pejabat diangkat gitu ya, papi mereka 36:26 mengkhianati Allah kan gitu ya. 36:28 Terus Pak Taslim gimana ini mengajari 36:32 mereka? Udah enggak mungkin diajari Pak 36:33 Taslim. Ngapain kita ajari lagi? Enggak. 36:36 Udah biarin aja, tunggu aja. Kita hanya 36:38 doa semoga di husnul khatimah. Udah mau 36:40 gimana ngajari dia? Dia udah pintar ya 36:43 kan. Apa yang harus kita lakukan? Yang 36:45 kita ajari anak-anak yang masih kecil 36:48 ya. Kalau udah bebel diajarin muka 36:50 tembok, kulit badak, tulang baja. Mau 36:53 kayak mana [tertawa] kita lagi? Loh, 36:55 gini loh saya ini lucu ya. Ini mohon 36:59 maaf anggota DPR RI yang saya bicarakan 37:01 ini ya. Dulu Iwan Vals lagu apa? Lagu 37:06 dia tentang kantor DPR itu lupa saya kan 37:08 ada lagu lagunya Iwan Vals 37:11 wakil rakyat seharusnya 37:16 merakyat. 37:19 Jangan tidur waktu sidang soal rakyat 37:24 itu DPR-nya kesinggung. H. 37:27 Yang kata orang DPR masa Pak Harto korup 37:30 itu tersinggung 37:31 loh. DPR sekarang [berteriak] diundang 37:33 penyinggungnya di depan mata dia dan dia 37:35 ketawa kan bengak kuadrat ini. Mohon 37:38 maaf ya anggota DPR RI ya. Mohon maaf 37:40 kalian tuh bengak banget. Gua bilang loh 37:42 dulu kan gitu kan Pak. Iya. 37:44 Dulu Iwan Vals itu kalau nyanyiin yang 37:47 menyinggung pemerintah, pemerintah 37:48 tersinggung. Sekarang enggak. [tertawa] 37:50 Iwan Valsnya disuruh nyanyi 37:52 pemerintahnya. 37:54 Ya kan ini kan bengak udah itu ma kita 37:56 didik buang uang waktu [tertawa] 37:59 buang uang waktu 38:01 biarin aja udah Pak Taslim enggak usah 38:03 pikirin mereka yang kita pikirkan 38:05 anak-anak kita karena buang-buang waktu 38:07 kita orang-orang kayak itu tinggal kita 38:10 doain aja semoga husnul khatimah udah 38:14 apalagi yang mau kita lakukan bebel dia 38:17 lebih pintar dia dari kita dia juga tahu 38:19 firm tahu hadis tahu apa tahu dia neraka 38:22 surga Ya wong dia haji dulu pergi ke 38:25 Makkah dulu haji sebelum kampanye. 38:27 H. 38:27 Jadi pergi dia dulu haji kan 38:29 baru kampanye supaya nanti di balihonya 38:31 tertulis haji ya [tertawa] kan bengak 38:34 itu. Maka sekali lagi saya suka ungkapan 38:38 Cak Nun kalau Sengkuni itu dulu 38:39 berkhianat karena dia merasa 38:41 dipecundangi oleh para para 38:43 pendekar-pendekar ini 38:44 karena sama-sama berjuang mereka. 38:46 Kenapa aku dapat hasil lebih kecil? Kan 38:48 gitu. 38:49 Ini kalian ini berjuang kagak ngerogoti? 38:51 Iya. H 38:52 terus merasa kalian tidak pantas 38:54 dibilang Sengkuni kan gitu kan. Jangan 38:57 bilang mereka ini Sengkuni. Bukan lebih 38:58 bejat dari Sengkuni gitu ya. Ya 39:01 [tertawa] kalau itu aja lihat dia undang 39:04 stand up komedi ke 39:06 DPR. [tertawa] 39:07 Ke DPR khusus untuk ngenyek dia dan dia 39:09 ketawa kan bengak itu. Itu udah bengak 39:12 kali itu bengak kuadrat kalau bisa. Apa 39:15 lagi namanya? Bengak bukan kuadrat ya. 39:17 Bengak tu juga lipat. Tapi mohon maaf 39:20 aku ya. Bukan aku ya, apa boleh buat ya. 39:22 Kalau kalian marah ya apa boleh buat. 39:24 Tapi kayak gituah emang apa adanya ya. B 39:26 namanya. 39:28 Dulu mereka tersinggung sekarang enggak 39:30 enggak tersinggung. Kita kita misalnya 39:33 kita ceramahin mereka dengan cara 39:34 mencaci buang-buang waktu enggak juga 39:36 berubah. 39:37 H 39:38 enggak akan berubah. Pak Taslim enggak 39:39 usah benci mereka. Karena kalau kau 39:41 benci mereka Pak Taslim kau stres 39:43 mikirinnya. Kau habis tenagamu habis 39:45 pikir ngapain sekarang? Kalau Pak Taslim 39:47 mau ayo kita didik anak-anak. 39:50 Harapan kita adalah anak-anak kita ini 39:52 sekarang. 39:54 Harapan kita 100% anak-anak kita ini. 39:57 Ayo kita didik mereka jadi orang yang 39:58 adil. Ayo kita didik mereka jadi orang 40:01 yang punya kehormatan, punya tanggung 40:03 jawab, amanah, jujur. Ayo 40:08 daripada karena gini, mencaci mereka 40:10 yang ada ini. Emosi kita habis, tenaga 40:14 kita habis, enggak ada gunanya. 40:18 Udah kalau perlu kalau perlu sampai 40:21 muntah kau korupsi makan aja udah gitu 40:25 [tertawa] kita aja ngapain Pak Taslim 40:27 capek kita. Tapi kalau Pak Taslim bilang 40:30 sama aku, "Ayo kita didik anak-anak siap 40:33 itu akan kudriik habis-habisan. Sedaya 40:35 semampu sekuat yang Allah izinkan akan 40:38 kita didik anak-anak ini." 40:40 Karena ini harapan kita. 40:42 Ini yang bisa kita rubah cara pikirnya. 40:46 Ini yang bisa kita rubah. 40:47 Kalau udah umur kan rata-rata pejabat 40:50 tuh kan sudah umur 50 tahun ke atas, 40:52 Pak. Yang otaknya sudah mentok 40:55 yang yang elah pejabat kan banyak 40:58 pejabat pejabat-pejabat itu ngandalin 41:00 jamnya Rolex, sepatunya belly kan ikat 41:03 pinggangnya. Itu aja yang dipikirin otak 41:05 mereka. 41:07 Kita bawa mereka umrah yang dipikirin 41:08 itu juga. Di mana di sini barang branded 41:11 Salman itu pertanyaannya. [tertawa] 41:12 Udah di Mekah dia terus itu yang mau 41:15 kita ceramahi. Alah. 41:17 I'm sorry. Bilang [berdehem] udah 41:21 biarkan aja. Udah mau gimana lagi 41:24 kondisi republik. Tapi bukan kita putus 41:26 asa. Kadang-kadang kita perlu mundur 41:29 beberapa langkah untuk mengatur langkah 41:32 yang lebih strategis di depan. Maka 41:34 peluang kita adalah didik anak-anak. 41:36 Makanya setelah istikharah panjang, saya 41:40 beristikharah. Apakah saya jadi 41:42 pengusaha travel? Apa jadi penceramah? 41:45 Apa masuk TV jadi penceramah karena 41:47 peluang itu datang kan atau memainkan 41:50 pesantren Ruhama Alfajah? 41:52 Setelah istirah panjang hasilnya adalah 41:55 juga nasihat guru-guru kita nak duduk 41:57 kau di pesantren didik anak-anak 41:59 walaupun cuma 10 nak 42:01 di sini banyak ustaz-ustaz yang 42:03 ditawarin apa jadi ustaz di TV enggak 42:06 mau termasuk Ustaz Salman dia. 42:08 Iya. Artinya gini, karena kita lihat 42:10 ceramah-ceramah ini [mendengus] 42:14 saya udah survei, Pak Krishna ya, kita 42:17 ceramah itu hasil yang dilihat oleh 42:19 netizen itu enak apa enggak. Udah titik 42:23 selesai. Enak ya. Yang kedua, ganteng 42:25 apa enggak? Udah. He. 42:29 Jadi kita kalau itu ya ngapain 42:31 ngapain? Udah kita sudah survei itu yang 42:35 dicari dalam penceramah itu enak atau 42:37 enggak, ganteng atau enggak, sudah 42:38 selesai. E satu lagi lucu apa enggak. 42:42 Udah tiga itu aja. Makanya Pak Krisku 42:44 bilang tadi kau bisa jadi penceramah 42:46 karena kalau jok kau kan paten kali Pak 42:48 Krisa [tertawa] 42:49 keluarin t 1 2 3 ayat terus 70 jok 42:54 dan kita bikinlah rapi sikit kau kita 42:57 kuntik vitamin C kau sikit [tertawa] ya 42:59 kan 43:01 enggak ini ini patah bukan aku enggak 43:04 ngada-ngada Pak ini patah bukan apalagi 43:07 Pak Krisa cerita 43:08 sebelum saya hijrah saya dulu begini 43:10 waduh selesai 43:12 kehidupan saya begini. Oh, udah besok 43:16 langsung Pak Krishna kok dipanggil K. 43:17 Haji Habib Alkrishna. 43:21 Itu kondisi kita sekarang. Tapi ya 43:23 enggak apa-apa. Makanya K bilang tadi 43:26 kalau aku harus disuruh menasihati 43:28 mereka, buang-buang waktu. Tapi kivasi 43:31 kita semua. Kita harus didik anak-anak 43:33 kita. 43:33 H 43:34 anak-anak kita ini harapan kita, Pak. 43:36 He. 43:37 Anak-anak kita harapan kita. Kalau dari 43:40 anak-anak ada enggak terindikasi, "Wah, 43:41 ini enggak akan enggak baik nih 43:43 akhlaknya." 43:43 Sudah banyak bukan ada. 43:45 Ada. 43:46 Kenapa? Ini anak-anak sekolah online ini 43:49 silakan cari orang yang ahli sensus. 43:52 Silakan cari, silakan buktikan apa yang 43:54 ku bilang ini. 80% kecanduan game, baik 43:59 kecanduan secara psikisnya dan 44:01 kualitasnya atau kuantitasnya 44:04 meningkat di tahun ini diangka 80%. 44:07 Itu enggak bahaya. Itu 44:10 bahaya total. Pemerintah ini cuma ngasih 44:13 kuota pakai otak kalau memutuskan 44:15 sesuatu memang. Tapi lagi-lagi kita 44:17 ceramahi lagi pemerintah. Enggak ada 44:18 gunanya [tertawa] kan ceramah kan enggak 44:20 ada gunanya. Enggak usah ceramahi 44:21 mereka. Enggak ada gunanya ya? Enggak 44:24 ada ditangkap pula kita nanti kan 44:25 ngapain? Ayo kita sibukkan. Kalau Bapak 44:28 tanya indikasi anak-anak kita ini rusak 44:30 sangat terindikasi. 44:33 Video porno masuk di handphone anak-anak 44:35 kita. 44:36 H 44:38 game di handphone anak-anak kita. 44:40 YouTubers yang hanya mengandalkan 44:42 payudara dan paha bejibun subscribernya. 44:48 Ini yang ini masalah real kita, bukan 44:50 kelakuan pejabat. Kelakuan pejabat 44:52 bahain baik kalau kata orang kamu Betawi 44:56 pesantren. Karena enggak ada gunanya, 44:58 Pak, kau caci, kau maki, kau gimana pun 45:00 kau bilang pun masuk neraka siksa kubur 45:02 enggak masuk di otaknya. Pensiun dulu 45:04 dia nanti baru masuk di otaknya. 45:06 [tertawa] Ah, pensiun pula kau kan. 45:08 Kalau pensiun kau ngomong kayak gitu 45:10 enggak ada gunanya. Kemarin dong waktu 4 45:12 kau ngomong kayak gitu. Ahah. Gitu. Maka 45:15 harapan kita anak-anak kita, anak-anak 45:17 kita ini dirusak habis-habisan. Kenapa 45:20 dibiarkan kita memprotes pemerintah dan 45:22 mereka merusak anak-anak kita? Harusnya 45:25 jangan gitu, balik strateginya. Biarkan 45:28 mereka menghabisi negara. Tapi kita 45:30 siapkan generasi yang siap memperbaiki 45:32 negara ini. Siapkan polisi yang jujur, 45:35 siapkan tentara yang jujur, siapkan IT 45:37 yang jujur, siapkan ulama yang jujur. 45:39 Siapkan Habib yang jujur, siapkan 45:41 pejabat-pejabat kehakiman yang jujur, 45:43 jaksa yang jujur. Siapkan dari sekarang. 45:47 Anak-anak inilah yang nanti akan menjadi 45:49 jaksanya, menjadi Kapoldanya, menjadi 45:51 Kapolrinya, Pangdamnya, panglima 45:53 TNI-nya, menteri-menterinya, 45:55 ulama-ulamanya. 45:57 30 tahun lagi insyaallah kalau kita 45:59 fokus baik negara ini. Tapi kalau 30 46:02 tahun ini sibuk kita protes pemerintah 46:04 lagi, protes pemerintah lagi, menanggapi 46:06 isu lagi, menanggapi isu lagi, tidak 46:08 akan kelar-kelar problem ini. Dan ini 46:11 memang sudah kondisinya supaya kiamat 46:13 terjadi. Kalau ada orang yang fokus 46:16 mendidik generasi, kiamat ditunda sejuta 46:18 tahun lagi. 46:18 H 46:20 enggak ada enggak seksi, Pak. mendidik 46:23 generasi mengumpulkan misalnya saya 46:26 sedang mengadakan ee ee pendidikan anak 46:29 yatim ngumpulin dana enggak dapat kau 46:31 banyak. 46:31 Hm. 46:31 Tapi coba mengumpulkan dana dengan isu 46:34 yang ada dapat dana nyala. Oh lagi 46:36 banjir di sana kita perlu dana datang 46:38 dana. Coba bandingkan aja enggak usah 46:41 enggak usah di dianggap aku 46:43 gimana-gimana. Bikin pengumuman satu 46:45 biaya pendidikan anak yatim. Bikin 46:47 pengumuman satu. Ada banjir di sana. 46:48 Mana yang lebih cepat? Banjir. 46:50 Banjir. 46:51 Karena otaknya manusia ini masih 46:53 sengkle. 46:54 Hm. 46:55 Ah, gitu. Kalau mau kita perbaiki, ayo 46:58 generasi kita perbaiki. Siapa yang mau? 47:01 Ayo bersama saya. Gitu. Kalau nasihati 47:05 pejabat, 47:06 haduh lebih baik kita makan lontong 47:09 Medan, Pak Tas [tertawa] ya. Sama lupis, 47:13 ama lupis, sama kopi mandailing, sama 47:16 rokok sebatang. Tapi jangan kalau 47:17 rokoknya ya. [tertawa] 47:20 Terima kasih Pak Taslim. Semoga Pak 47:21 sehat terus panjang umur diberi oleh 47:24 rezeki yang seberkah-berkahnya. 47:25 Ustaz mohon penjelasan bahwa orang 47:27 pintar adalah orang yang mengingat mati. 47:29 Benar sekali itu. 47:32 Orang yang pintar adalah orang yang 47:35 mengingat mati. Bukan hanya sedang 47:36 ingat. Kalau ingat doang masih belum 47:37 pintar. 47:39 Kalau hadisnya yang pintar itu yang 47:41 ingat mati dan beraktivitas untuk 47:44 menyiapkan semua bekal kematian. 47:48 Kalau ingat doang tapi dia sambil 47:50 ngeganja ya enggak [tertawa] benar juga. 47:52 Dia ingat mati tapi sambil baik ya. 47:55 Ingat tapi menyiapkan bekal. 47:58 Hm. 47:59 Untuk dia nanti di sana. Bekalnya itu 48:02 salat, puasa, zakat, sedekah, ngajar, 48:07 bantu orang, wakaf, dan lain sebagainya. 48:10 Silakan. 48:12 Andi Cibadu. Masyaallah senang dengar 48:14 kembali dengan suara Ustaz Salman. 48:17 Dan teman-teman di radio Rasil saya mau 48:19 tanya. Oh, tadi jual jual teman ya. 48:22 Rumah warisan peninggalan alamat orang 48:23 tua kami akan dijual dan akan dibagi 48:26 kepada ahli warisnya. 48:28 Tapi ada kendala mengenai harga jual 48:30 rumah tersebut. Ada yang pengin tinggi, 48:31 ada yang ingin jual cepat karena butuh 48:34 sampai akhirnya sudah hampir 7 tahun 48:36 belum terjual-jual 48:37 karena hal tersebut. 48:38 Mohon penjelasannya dari Andi di 48:41 kompleks Alazar Cipadu, Cileduk. 48:43 Baik, Bang Andi. Terima kasih. Gampang 48:46 Bang Andi kumpulkan lagi adik-beradik 48:48 panggil appal yang profesional. Nah, 48:51 tapi keluar dana lah 48:54 ya. Supaya enggak ini supaya yang ingin 48:56 mahal tahu bahwa standar harga segini. 48:59 Supaya yang ingin murah yang cepat 49:00 supaya tahu ini standar harganya. 49:03 Ya kayak gitu itu lebih baguslah. Karena 49:05 kalau beban bantah-bantah terus enggak 49:07 kejual-jual rumah ya kan 49:09 ya. tadi dipanggil appial proposional 49:13 turuh dia menghargai atau bank atau apa 49:16 atau kan ada jasa appial di Indonesia di 49:18 Jakarta ini ada. Saya kira itu jalan 49:20 solusi yang baik Bang Andi. Terima kasih 49:22 Bang Andi. Semoga hartanya bisa dibagi 49:24 dengan baik dan menjadi berkah untuk 49:26 semuanya. Amin. 49:27 Dari Pak Masud mohon maaf apa atas nama 49:30 bisa dibangun ulang kalau membangun 49:33 madrasah, membangun pesantren ulama dulu 49:35 hanya atas nama Allah. Mohon maaf. 49:37 Apa masih bisa dibangun lagi semangat 49:39 para ulama zaman saya kecil yang benar 49:43 benar atas nama Allah. Ibu Mas'ud di 49:46 Batam 49:47 bisa, Bu Mas'ud. 49:49 Jangan putus asa. Kita 49:50 Pak Mas'ud 49:52 bisa. Pak Mas'ud bisa sangat bisa. 49:56 Kita hanya bersabar mencari orang yang 49:59 tepat itu tadi 50:01 dan gak gampang mencarinya. Ya gak 50:04 gampang mencarinya. Kalau Bu Pak Masud 50:06 sudah mulai berjuang di Batam, Bapak ya 50:09 saya yakin sudah ada yang ketemu 50:10 orang-orang yang benar-benar berjuang 50:11 dengan Allah Subhanahu wa taala. Karena 50:14 sepengetahuan saya, setiap ada orang 50:16 yang berjuang, jika dia berjuang karena 50:19 Allah akan didatangkan oleh Allah orang 50:22 yang juga melakukannya karena Allah. 50:24 Maka kalau Pak Mas'ud berjuang sekarang 50:27 ini, saya yakin Pak Mas'ud sudah 50:29 berjuang karena Allah dan saya yakin ada 50:31 di sekitar Bapak orang yang berjuang 50:32 karena Allah. Itu aja perbaiki. Sudah. 50:34 Enggak usah Pak Mas'ud mikirin yang 50:37 lain. 50:40 Kegagalan kita dalam berjuang itu 50:42 kadang-kadang karena kita lupa apa yang 50:44 di depan mata kita, kita ngebahas apa 50:46 yang di luar sana. Kalau pepatah 50:48 Melayunya apa? Gajah di pelupuk mata tak 50:51 nampak, semut di seberang lautan 50:53 kelihatan. Enggak. Jangan gitu. Kita 50:56 saya ingin inikan lagi, Pak. Pak Mas'ud 50:59 ya. Enggak usah anggap perjuangan itu 51:02 harus menggebu-gebu, harus menggelegar. 51:04 Enggak usah. Pak Mas'ud tinggal di RT 51:06 berapa? Di RW berapa di Batam? Coba cek 51:09 ada berapa musala di situ. Ada lima 51:11 musala. Coba cek lagi ada enggak TPA di 51:14 setiap musala? 51:15 Kalau enggak ada, yang enggak ada itu 51:17 gaji satu orang santri untuk ngajar TPA 51:19 di situ. Selesai perjuangan. Itu real 51:21 perjuangan. Tapi kan orang-orang yang 51:23 sok-sokan menggelegar ni kadang-kadang, 51:25 "Ah, ente mah saya sering digituin. 51:28 Wah, ente mah di pesantren pengecut 51:30 ente." Saya kadang-kadang kalau dengar 51:31 orang kayak gitu, saya pengin ajak 51:32 sparing. Iya, ya. Sparing dulu kita kan 51:35 siapa yang kalah di antara kita baru 51:37 dibilang pengecut kan gitu. Kau pikir 51:39 ngelola TPA itu seenak jidadannya 51:43 keluar kan [tertawa] enggak 51:46 complicated sangat complicated. Saya 51:49 punya sahabat di dekat pesantren namanya 51:51 Bahtuil. Pak Parid tahu itu 51:53 ngolah TPA repot 51:55 enggak gampang 51:57 yang orang tuanya komplain yang anak 51:59 berantem itu menjadi kalau kau sibukkan 52:02 hidup kau di situ pahala buat kau dan 52:04 itu perjuangan dari TPA ini muncul nanti 52:08 orang-orang yang menjadi dokter, polisi, 52:10 politisi, pengusaha entah apa mereka 52:12 nanti jadinya. Minimal ada di mana 52:15 mereka transit di umur dia masih kecil 52:18 belajar Al-Qur'an, belajar 52:20 prinsip-prinsip agama. 52:22 itu baru berjuang ini. Kadang-kadang 52:24 kita ke mana-mana ribut aja TPA di 52:27 kampung kita yang kagak beres kalau mau 52:29 berjuang. Tapi sekali lagi teori yang 52:32 kus sampaikan ini bukan pula absolut 52:34 benar satu-satunya tapi inilah cara 52:36 pantang saya tentang berjuang. 52:38 Terima kasih Pak Maksud. 52:41 Ya. Selanjutnya dari Andi di Tambun. 52:43 Kalau tadi Andi di Cipaduk, sekarang 52:45 Andi di Tambun. 52:46 Mantap. 52:47 Asalamualaikum Salman. mau tanya tentang 52:50 tas nama jamah haji. Katanya tahun ini 52:52 jamah haji Indonesia tidak bisa 52:54 berangkat. 52:55 Oh iya 52:55 yang katanya. 52:57 Dan hajinya enggak sengaja kepakai sama 52:59 yang mengatasnamakan jemah haji. Mohon 53:03 penjelasannya Ustaz. Maaf. Terima kasih 53:06 dari Bapak Andi di Tambun Bekasi. 53:08 Wah itu aku enggak punya infonya ya. 53:10 Saya belum baca. Saya saya baru gak tahu 53:13 saya apakah jangan gini ya. kita kita 53:16 tuh sudah bilang dan katanya atas nama 53:19 jemah haji dananya sudah dipakai ini ini 53:23 kan kalau harus saya jawab berarti saya 53:25 sudah kaji itu benar apa enggak kan gitu 53:26 ya saya belum ngaji itu. 53:28 He 53:28 benar enggak aku enggak tahu. 53:30 Heeh. 53:31 Nah gitu ya. Tapi sekali lagi sebenarnya 53:35 saya enggak itu yang saya jawab. Inilah 53:36 buktinya betapa iman manusia di generasi 53:40 ini sangat sangat sangat sangat sangat 53:42 sangat sangat sangat sangat sangat 53:44 sangat sangat lemah. 53:45 Takut kali orang di zaman ini mati. 53:48 Benar kata Rasulullah sallallahu alaihi 53:49 wasallam. Alwahan takut semuanya mati. 53:54 Takut semuanya mati. Ketakutan semua 53:56 mati. Kenapa kok takut mati? Kalau bisa 53:59 ya mati aja kita udah 54:00 ketemu sama Allah kita. 54:03 Ini fitnahnya ini Alwahan ini udah hanya 54:06 gara-gara satu produk kecil kita 54:07 ketakutan semuanya. Masjid berjarak, 54:10 salam-salaman enggak boleh. Apa bedanya 54:12 salaman pakai tinju dengan salaman pakai 54:14 tangan? Hm. 54:15 Ada di situ anak enggak ada ketakutan 54:19 yang berlebihan menurut saya. Paranoid 54:21 ketakutan yang berlebihan enggak cocok 54:22 paranoid yang berlebihan. 54:25 Termasuk Saudi Arabia takut kali. 54:28 Oh begitu. Alah banyak cengke. 54:32 E isunya jadi banyak. Ini problemnya 54:34 iman. Kita beriman tidak sama Allah 54:36 Subhanahu wa taala. Kalau kau yakin 100% 54:40 sama Allah Subhanahu wa taala tidak ada 54:41 yang bisa. Kau punya keyakinan tidak 54:43 sama Allah. Tapi kalau macan datang 54:45 gimana? Kalau aku yakin macan ini enggak 54:47 nkam, dia tidak akan nerekam. Selesai. 54:50 Saya pernah digitukan orang. Gimana 54:52 kalau yakin saya macannya tidak nerekam, 54:54 taruh dia di samping saya. Enggak akan 54:55 nerekam dia. Keyakinan saya. Inni fonni 54:58 abdi bii. Itu kata Nabi. Kau percaya 55:00 Nabi apa gak? Tapi kan harus begini. 55:03 Jangan pakai tapi kalau sudah aku bilang 55:04 nabi yang bilang. Aku bilang nabi yang 55:07 bilang. Kau pakai tapi lagi. Makanya 55:09 jangan takut mati. Kalau kau takut mati 55:12 ya ini terjadilah. Ya, silakan nikmati 55:15 aja ketakutan terhadap kematian ini. 55:18 Saya tidak takut mati itu. 55:21 Mati. Alhamdulillah bertemu kita sama 55:24 Allah Subhanahu wa taala. Apa yang harus 55:25 kita sesalkan? Ketemu sama Allah itu 55:28 yang kita inginkan. Mudah-mudahan apa 55:30 yang sudah kita lakukan cukup jadi bekal 55:32 untuk mendapat ridanya nanti di sana. 55:34 Mudah-mudahan kita tidak termasuk yang 55:36 disebut ayat tadi. 55:42 Bukan itu, kita tapi orang-orang yangiki 55:51 saya mohon maaf kalau isu-isu sudah saya 55:52 bilang tadi. Jangan ajak aku ngomongin 55:54 isu karena enggak 55:57 perlu data ya. 55:58 Iya. Aku nih enggak suka orang ngomong 56:01 kayak gini cuma berdasarkan berita 56:03 WhatsApp. berdasarkan mau dia 56:06 berdasarkan Kompas TV, detik atau enggak 56:09 ada lagi orang yang bisa dipercaya. 56:11 Enggak ada. 56:13 Mau media apapun udah subjektivitasnya 56:15 tinggi. Kalau dia pro pemerintah, dia 56:18 akan muji pemerintah habis-habisan. 56:20 Kalau dia anti pemerintah, dia akan 56:21 mencaci pemerintah habis-habisan. Siapa 56:23 yang bisa kita percaya sekarang? 56:26 Kasih aku tunjuk satu orang. Siapa yang 56:27 bisa dipercaya sekarang? Media apa 56:29 manusianya? Siapa yang bisa dipercaya 56:31 sekarang? Enggak ada. K. 56:34 Carilah kejujuran itu berat. 56:37 Makanya ini yang dibilang oleh Nabi 56:38 sallallahu alaihi wasallam. Akan datang 56:40 di mana zaman yang paling baik adalah 56:42 pergi kau ke lembah miara kambing. Ah, 56:44 sekarang [tertawa] sudah miara kambing 56:45 walaupun enggak ke lembah. Makanya jauh 56:48 aku dari isu-isu kayak gini ya. Apalagi 56:50 di rumah jarang megang handphone. Orang 56:52 banyak komplain sama aku, "Ustaz, aku 56:53 telepon-telepon, Ustaz Kak ya. Aku di 56:55 kandang kambing handphone di rumah 56:57 [tertawa] tenang hidup dengerin mbek." 57:01 Lebih enak, Pak, suara itu daripada 57:03 suara WhatsApp. Betul. Gu bilang bebek 57:05 wek [tertawa] 57:08 nengok dia nyosor makan. Lebih nikmat 57:10 daripada lihat Ayu Tingting nyanyi. 57:12 Serius aku benar. Kalau sudah bilang 57:15 nabi jangan pakai tapi terima kasih Bang 57:18 Andi. Semoga kita diberkahi oleh Allah 57:19 subhanahu wa taala. Semoga negara ini 57:21 dijaga Allah subhanahu wa taala. Semoga 57:23 para pejabat ini husnul khatimah 57:25 semuanya. Semoga generasi-generasi yang 57:27 sedang kita persiapkan memimpin nanti 57:29 negara ini dengan sebaik-baiknya. Tidak 57:31 ada lagi pungli, tidak ada lagi polisi 57:33 yang kurang ajar, TNI yang kurang ajar, 57:35 pejabat yang kurang ajar, ulama yang 57:37 kurang ajar. Semuanya sudah pas ajar 57:39 semuanya. Ah, itu harapan kita. Amin ya 57:42 rabbal alamin. 57:43 Ustaz Salman tolong nyanyiin lagu lain 57:46 di bibir, lain di hati dong. 57:48 Eh, yang mana? [tertawa] 57:50 Kayak mana lagunya? 57:51 Lain di bibir. Lain di hati. Enggak tahu 57:53 deh. Saya enggak bisa nyanyi. 57:55 Coba kirim liriknya sama aku sama 57:56 note-nya. Ayo. 57:57 He 57:58 iya. Lain di bibir, lain di hati gitu 58:03 ya. Dewi Yul apa siapa? K nyanyi enggak 58:06 tahu 58:06 apa. Ah, jangan setengah-setengah enggak 58:09 hafal lagu-lagu. 58:10 H. 58:13 Kalau enggak ini Pak Krishna lagu yang 58:15 cocok. Kalau mau nanya, kusangkakah 58:18 panas berpanjangan? 58:22 Rupanya gerimis, rupanya gerimis 58:27 mengundang 58:29 t 58:31 jangan lanjutkan sampai itu aja yang 58:33 pas. [tertawa] 58:35 Atau gini lagu Salim satu lagi. 58:38 Engkau pakai air yang jernih 58:43 ya kan? Di dalam bekas yang berdebu. 58:49 Zahirnya kotoran itu 58:53 terlihat. [berteriak] 58:55 [musik][bernyanyi] 58:56 Lupalah aku lirik selanjutnya. 59:01 Artinya kan itu lain di bibir, lain di 59:02 hati juga. 59:03 Iya iya iya. Entah lagia laheng enggak 59:05 tahu aku. [tertawa] 59:06 Wah enak kali gaji hari ini, Pak. Iya 59:09 kayaknya ada suntikan power. Dari mana 59:11 kita ini, Pak? 59:12 Oke. Dari Bapak Haranto. Masyaallah 59:16 syukron tosanya Ustaz Salman selalu 59:18 mencerahkan. Kami sekeluarga selalu 59:19 menjak rasil. 59:21 Terima kasih Bapak Arianto. 59:23 Pak Sudibo. Bu Sudibo di mana tadi? 59:25 Bu Sudio di pintar di Jalan Wallet. Ibu 59:28 Sudo ni orang Purwokerto. 59:31 Oh, ahlan was sahlan. Terima kasih, Bu 59:34 atas keretannya, Ibu Sudibo. 59:36 Mudah-mudahan sehat nih. Usianya udah 59:39 udah cukup ini sepuh ya. 59:40 93 tahun tadi. 59:42 93 tahun. Masyaallah. Mudah-mudahan 59:43 sehat ya. 59:43 Allah rezeki yang luar biasa. Semoga 59:45 sehat selalu Bu Sudibo diberkahi oleh 59:48 Allah Subhanahu wa taala. 59:50 juga untuk Bapak Fitra Ginting. 59:54 Pak Fitra Ginting 59:55 terut atas wafat ayah Anda ya. Semoga 59:59 diberkahi oleh Allah Subhanahu wa taala, 1:00:00 diberkahi, dirahmati Allah Subhanahu wa 1:00:02 taala dan semua pendengarlah ya 1:00:04 semua pendengar diberkahi oleh Allah 1:00:05 Subhanahu wa taala. 1:00:06 Ee 1:00:08 masih menanggapi generasi selanjutnya 1:00:09 dengan banyak sekali paham mulai dari 1:00:11 liberalism, 1:00:13 LGBT, squarisme dan orientalis. Dan 1:00:17 ini bagaimana ya karena paham-paham 1:00:19 seperti ini sangat halus dan 1:00:20 penetrasinya masuk ke anak-anak muda 1:00:22 zaman sekarang plus sosial media bisa 1:00:24 masuk kepada setiap individu anak-anak 1:00:27 tanpa perlu mengumpulkan secara fisik. 1:00:29 Ini sangat mengerikan Ustaz dari Iqbal 1:00:31 di Kebayuran. 1:00:32 Bang Iqbal kalau kau anak muda datang 1:00:33 kau Kurhamau ajak kau berjuang enggak 1:00:35 usah kita banyak mikir. 1:00:37 Do something ya do more talk less. Kalau 1:00:42 kita bicara LGBT apa semua, kejauhan. 1:00:45 Kejauhan. 1:00:47 Kita bikin target kita aja setiap anak 1:00:49 lulus SD bisa baca Quran. Udah itu aja 1:00:51 dulu. Enggak usah banyak kali teori. 1:00:54 Kalau kebanyakan teori enggak masuk tadi 1:00:56 ini Pak Isan tadi saya ngomong ada 1:00:58 peternakan. Kalau kebanyakan teori 1:01:00 enggak magu 1:01:01 apalagi pensiunan beternak enggak akan 1:01:03 percaya aku. 1:01:04 Kenapa? 1:01:05 Ah banyakan cengke. 1:01:07 H 1:01:09 apalagi orang teori beternak. Udahlah 1:01:12 [tertawa] 1:01:13 yang kita butuhkan praktisi. 1:01:15 H 1:01:16 peternak. Kalau masalah ini enggak usah 1:01:19 kau baca L LGBT puyang kau nanti. Ayo 1:01:23 kita berjuang bikin anak bisa baca Quran 1:01:26 sebelum lulus SD. Itu aja kau curahkan 1:01:28 otak kau. 1:01:31 Karena saya ini, Pak Krishna yakin 100% 1:01:34 kalau anak ini sudah bisa kita bisa 1:01:36 bikin baca Quran lulus SD dan kita 1:01:38 motivasi agar dia rajin bacanya. Bacaan 1:01:41 dia terhadap Al-Qur'an akan memproteks 1:01:44 dia dari segala yang kita takutkan tadi. 1:01:46 Tapi kau bahas ketakutan, ketakutan, 1:01:48 ketakutan. Protectnya enggak k kerjakan. 1:01:50 Enggak akan hasil apa-apa. 1:01:51 Apalagi kita hanya berbicara di wilayah 1:01:54 isu ini lagi itu. Ayo kita kita lakukan 1:01:58 sesuatu. Kalau Bang Iqbal kok di mana? 1:02:00 Kok tadi? Di Tangerang ya? 1:02:01 Di Kebayaran. 1:02:02 Bayaran. Ayo bikin TPA di kampungmu. 1:02:04 Kelola itu. Bikin mereka bisa baca Quran 1:02:06 sebelum lulus SD. Kalau kau bikin itu 1:02:09 dan enggak usah kau pikirkan nasional 1:02:10 ini kegedean. Anfusak wa ahlikum itu 1:02:15 kata Allah. Jangan pakai kata orang 1:02:17 lain. Ku anfusakum 1:02:20 wa ahlikum. Supaya berhasil. Kalau kau 1:02:23 merasa pejuang, benarkan dirimu, 1:02:25 benarkan keluargamu, RT-mu cukup. 1:02:29 Enggak usah kau sok-sok ingin kita 1:02:32 syariahkan Indonesia. Kau aja belum 1:02:34 syariah. Ah, banyak cengk. 1:02:38 Kau aja dulu kan gitu. [tertawa] Karena 1:02:41 Allah bilang begitu bukan aku yang 1:02:43 bilang. Ku anfusakum 1:02:46 wa ahlikum 1:02:47 baru wa RTkum baru wa RWum baru wa 1:02:51 desakum baru wa kecamatanakum baru wa 1:02:55 kabupatenakum baru provinsiakum baru 1:02:58 negerikum. 1:03:00 Ini kan banyak itu langsung negara kau 1:03:04 aja belum beres. Ah gua bilang cengke. 1:03:07 Kebanyakan cengke. 1:03:08 Tapi sekali lagi ku bilang enggak usah 1:03:11 kita saling benci kalau kita beda beda 1:03:13 cara berjuang. Aku juga enggak benci. 1:03:15 Cuman ya inilah mazhab saya berjuang. 1:03:17 Mazhab saya berjuang pendidikan didik 1:03:20 orang. 1:03:22 Nah, bukan berarti aku menghina mazhab 1:03:24 yang lain. Tentu sebagai penganut mazhab 1:03:25 ini, bagaimanapun aku motivasi orang 1:03:27 supaya menganut mazhab ini. Kan gitu ya. 1:03:30 Enggak. Maksud aku gini, enggak usah 1:03:31 kita saling benci kalau beda cara 1:03:32 berjuang kita. Kalau kita saling benci 1:03:34 beda cara berjuang kita, musuh masuk. 1:03:37 Hm. 1:03:39 Enggak apa-apa. 1:03:39 Ini di YouTube ada pertanyaan 1:03:42 enggak? Ada. 1:03:42 Alhamdulillah. 1:03:43 Oke. Salam, Ustaz. Itu ada si fulan 1:03:46 ngaku Islam tapi kok konupsi sampai 1:03:49 triliunan. Apa benar? Setan cari teman 1:03:52 untuk di neraka nanti dari Bapak Sodqin 1:03:55 Jatim. 1:03:56 Sodin setan jangan kau salahkan. Dia 1:03:59 yang korupsi itu sudah jadi setan. 1:04:01 Iya ya. Ini Pak Sodikin ya. Saya mohon 1:04:04 maaf nih. Kalau kita punya nomor iblis, 1:04:06 iblis bilang sama kita, "Salman, yang 1:04:10 koruptor itu udah lebih jahat dari aku." 1:04:11 katanya. Jadi kami udah enggak nugasin 1:04:13 setan sama dia. Si koruptor-koruptor 1:04:16 ini, Pak. Coba cek pendeteksi setan ada 1:04:18 enggak di situ. Enggak ada. Hm. 1:04:20 [tertawa] 1:04:23 Pak Sodikin punya alat enggak cara 1:04:25 ngedeteksi ada setan apa enggak gitu? 1:04:28 Enggak ada. Setan itu ditugaskan oleh 1:04:30 iblis ngawal orang yang salat, ngawal 1:04:33 ulama. Iya dong. 1:04:36 Ngawal penceramah. Bagaimana perbuatan 1:04:38 baiknya tergelincir. 1:04:39 Ya, koruptor. Kata iblis, "Enggak usah 1:04:41 kawal. Dia udah lebih hebat dari kau." 1:04:43 Katanya. 1:04:44 Bukan ngawal ngintilin kau. 1:04:46 Enggak. Ngintilin juga enggak. Enggak. 1:04:48 Ini setan yang ngawal dia dulu waktu 1:04:50 muda dipensiunkan diri sama iblis. Sudah 1:04:52 kamu pensiun dulu ya. [tertawa] 1:04:55 Koruptor enggak akan ada setannya di 1:04:57 situ. Karena dia udah lebih lebih lihai 1:05:00 dibandingkan iblis sekalipun. Loh iblis 1:05:02 cuma enggak mau sujud sama Adam 1:05:04 dikekalkan di neraka. Cuma itu doang. 1:05:08 Dia enggak mau sujud sama Adam 1:05:10 dikekalkan di neraka. Ya, iblis bingung 1:05:12 sama koruptor. Ente bukan enggak harta 1:05:14 orangente makan ya lebih hebat dari 1:05:16 aneh. Iblis aja, Pak. Pak Krisna enggak 1:05:19 pernah makan harta orang. 1:05:20 Coba cari riwayatnya kapan iblis makan 1:05:22 harta orang? Ku tanya kau dulu. Enggak 1:05:25 ada. 1:05:27 Iblis enggak pernah makan harta orang. 1:05:29 Jadi targetnya apa? 1:05:31 E siapa tuh 1:05:31 iblis? 1:05:33 menggoda orang yang beriman, orang yang 1:05:35 beramal saleh. Ya, kalau koruptor 1:05:39 dipanggil saya tadi sini kau, kau pensin 1:05:42 dini udah gaji kau masuk semua masuk 1:05:44 tapi enggak usah kegoda lagi dia gitu 1:05:46 dia. [tertawa] 1:05:49 Oke, Ustaz 1:05:49 makasih Pak Siki. 1:05:51 Ustaz Salma, saya rasa corona ini 1:05:53 mengajarkan kita untuk tidak banyak 1:05:55 bicara kecuali yang penting terutama 1:05:56 terhadap keluarga pakai masker. Ini 1:05:58 fungsinya dari Ibu Asdi Ciputat. 1:06:02 Masyaallah, Bu Asdi, kalau kau percaya 1:06:04 corona, k hormati kau. Tapi yang enggak 1:06:06 percaya corona juga enggak apa-apa ya. 1:06:08 Karena corona ini kita sudah enggak tahu 1:06:10 di mana barang ini berada ya kan. 1:06:12 Silakan ya. Tapi corona ini bagi saya 1:06:15 banyak hikmahnya. Saya mendapatkan 1:06:17 hikmah yang sangat besar dengan isu 1:06:20 corona ini. Alhamdulillah. Terima kasih 1:06:22 Bu. 1:06:24 Ustaz Salaman. Orang tua saya punya 1:06:25 tanah sebagian diwakafkan untuk masjid, 1:06:28 sebagiannya dibiaya sertifikat wakaf itu 1:06:32 dari Bapak saya atau dari Bapak saya 1:06:34 atau warga atau kawa pemerintah 1:06:36 setempat. 1:06:37 Hm. 1:06:38 Pengaturan biayanya maksudnya 1:06:40 biaya sertifikat wakaf. 1:06:42 Heeh. 1:06:43 Bilang sama beliau mengurus sertifikat 1:06:46 wakaf gratis. 1:06:47 Gratis ya? 1:06:49 Lailahaillallah. 1:06:51 Ya lah. Nah, ini tadi gua bilang atas 1:06:53 nama [tertawa] 1:06:55 wakaf tapi mengurut biaya. 1:06:57 Tap gini gua bilang siapa namanya abang 1:06:59 itu enggak ada namanya. 1:07:02 Mana ya 1:07:02 biar cerita kita agak lucu ini. 1:07:04 Enggak ada namanya. [tertawa] 1:07:06 08131040. 1:07:08 Iya. 1:07:09 Tolong namanya disertakan ya. 1:07:10 Iya itu ya. Jadi gini secara 1:07:13 undang-undang pemerintah Pak Krishna 1:07:15 ngurus wakaf itu gratis. 1:07:17 Hm. 1:07:18 Gratis. 1:07:19 Gratis. Tapi memang kalau kau pergi 1:07:21 ngurusnya enggak ada biayanya itu 1:07:23 insyaallah 77 tahun lagi baru cari tuh 1:07:25 sertifikat. [tertawa] 1:07:28 Iya. Eh sama kayak SIM lah. Biaya 1:07:32 resminya berapa? Rp75.000. 1:07:34 Coba aja kok ngurusin Rp75.000 kalau 1:07:37 jadi mukjizat itu sudah alhamdulillah. 1:07:40 [tertawa] Nah, ya ini bukan ya. Mohon 1:07:43 maaf Pak Polisi. Kalian perbaikilah itu 1:07:45 ya. Kalian perbaiki kalau kalian bisa. 1:07:47 Kalau enggak bisa apa boleh buat sudah 1:07:48 kami nikmati sudah. Iya [tertawa] kan 1:07:51 sekarang kita mungkin ah pakai calwo aja 1:07:53 udah lebih cepat. Nah gitu kan sama 1:07:55 ngurus sertifikat wakaf juga gratis 1:07:56 harusnya cuman memang ada biayanya yang 1:07:59 tak terduga. Dari siapa biayanya? Ya 1:08:01 kalau kalau 1:08:02 oh dari Pak Joko di Bekasi. 1:08:05 Kalau Pak Joko punya uang dari Bapak aja 1:08:07 biaya sertifikatnya Pak. Paling mereka 1:08:10 minta nanti coba nanti Bapak ke KUA atau 1:08:12 ke desa. Insyaallah enggak terlalu mahal 1:08:15 biaknya. 1:08:17 ee ke akta wakaf dulu kan dia kan. Saya 1:08:19 [berdehem] enggak tahu posisi tanahnya 1:08:21 udah udah AJ masih AJB atau sudah SHM. 1:08:25 Kalau sudah SHM 1:08:26 saya yakin langsung bisa ke BPN 1:08:28 mengeluarkan sertifikat wakaf. Dan info 1:08:31 yang saya dapat dari BPN pun harusnya 1:08:33 gratis. 1:08:35 Tapi ya itu tadi kalau kalau kau gratis 1:08:37 77 tahun baru jadi. Ya. Kecuali ada yang 1:08:40 tersinggung gara-gara K dengar ini 1:08:42 dibikinnya langsung jadi. Alhamdulillah 1:08:43 dapat hidayah kita semua [tertawa] kan 1:08:44 gitu. Oke. 1:08:47 Asalam salam. Mau tanya nih luar tema 1:08:49 anak ibu menghadap Allah Subhanahu wa 1:08:52 taala hari Jumat tanggal 13 November 1:08:54 2020. 1:08:56 Setiap Jumat selalu terbayang ee waktu 1:08:58 menghadap Allah Subhanahu wa taala 1:09:00 karena di hadapan ibu 1:09:02 langsung baca Al-Fatihah. Apa sampai doa 1:09:04 itu? Iya, Ustaz Salman mohon doanya, 1:09:08 dosa-dosanya diampuni. Apakah masih 1:09:10 dikabulkan? Amin. 1:09:13 Ya, sepengetahuan saya gini, Bu. Ya, aku 1:09:15 jawabnya agak lucu dulu, ya. 1:09:17 Sepengetahuan saya gini. Karena 1:09:19 al-Fatihahnya enggak pernah balik, 1:09:20 berarti nyampai, Pak. [tertawa] 1:09:24 Karena yang Ibu tanya ini kan perbedaan 1:09:26 ada ya. Kalau saya karena dididik di 1:09:29 kalangan NU dari sejak kecil sampai pun 1:09:32 hari ini bersama para habaib saya 1:09:33 belajar di Makkah juga saya dengan Sayid 1:09:36 Muhammad Maliki, saya belajar dengan 1:09:38 Sayid Nabil Algamri saya belajar di 1:09:39 madrasah Saulatiyah. Saya belajar sejauh 1:09:42 saya belajar semua guru-guru saya, 1:09:44 hadis-hadis yang saya pelajari 1:09:46 mengatakan sampai bacaan Al-Fatihah itu 1:09:49 ke beliau. Tapi nanti kalau belajarnya 1:09:52 dari jalur Syekh Muhammad bin Abdul 1:09:54 Wahab, Salafi atau Wahabi yang 1:09:58 mengatasnamakan ee jalur ini ya mereka 1:10:00 tidak akan mengatakan itu sampai. Ya 1:10:03 enggak apa-apa silakan Ibu mau ngamalkan 1:10:04 yang mana. Tapi kalau saya mengamalkan 1:10:06 Al-Fatihah sampai karena buktinya apa? 1:10:09 Kalau saya ngirim pos atau gosen atau 1:10:12 apa, kalau enggak sampai balik dia, Pak. 1:10:14 [tertawa] 1:10:15 Mohon maaf, bercanda dikit ya, Bu, ya. 1:10:17 Kalau enggak sampai balik dia. Kalau 1:10:18 saya meyakininya sampai 100% saya yakin 1:10:20 itu sampai. Tapi enggak usah saya diajak 1:10:24 berdebat atau dalilnya mana enggak. 1:10:26 Aduh, repot kali. Lebih baik makan 1:10:28 lontong meran daripada [tertawa] 1:10:29 berdebat mengenai al-Fatihah nyampai apa 1:10:31 enggak. Maksud aku, aku nghargai juga 1:10:33 yang mengatakan enggak sampai. Ya udah, 1:10:35 enggak apa-apa. Kalau yang ngatain 1:10:36 enggak sampai, ya saya juga tidak akan 1:10:38 berdebat. Tapi saya meyakini 100% itu 1:10:42 sampai. Terima kasih, Ibu. 1:10:44 Oke, Ustaz. Kita sudah dibatasi oleh 1:10:45 waktu. Mungkin ada kesimpulan yang mau 1:10:46 disampaikan tafadol, Ustaz. 1:10:48 Kesimpulannya adalah innamal a'malu bin 1:10:50 niat. Jadi, kalau mau ngapa-ngapain 1:10:52 jangan mentasnamakan sesuatu yang baik 1:10:54 tapi dimaksudnya buruk. Tapi apa? 1:10:56 Lakukanlah sesuatu yang baik dan memang 1:10:58 rida Allah yang kita cari. Wabillahi 1:10:59 taufik wal hidayah. Mohon maaf atas 1:11:01 segala yang salah. Semoga semua pihak 1:11:03 yang tersinggung bisa memaafkan kita. 1:11:05 Semoga yang mendengarkan bisa 1:11:06 mengamalkan apa yang kita sampaikan. 1:11:08 Amin. 1:11:08 Asalamualaikum warahmatullahi 1:11:10 wabarakatuh. 1:11:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:11:11 wabarakatuh. Ya, demikian ee Iwan Danwat 1:11:14 Sirah Nabawiyah bersama Ustaz Salman 1:11:16 Alfarisi. Kita akan jumpa lagi pekan 1:11:19 depan. Saya Muhammad Krishna, Andi 1:11:20 Saputra, kemudian Anis ya, Fahri. Fahri, 1:11:25 Fahri Abuat Atar mohon pamit. Wabillahi 1:11:28 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 1:11:29 warahmatullahi wabarakatuh.