Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad wa ba'du. Dipancarkan dari
- jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis, Cibubur, Bekasi, Radio
- Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk
- Islam yang satu.
- Bagaimana kabarnya ikhwan akhwat siang
- hari ini? Semoga selalu dalam lindungan
- Allah subhanahu wa taala. Amin ya rabbal
- alamin. Senang sekali saya Panji Ahmad
- beserta kru yang bertugas akan menemani
- ikhwan dan akhwat dalam tausiah siang
- bersama Ustaz Umar Rasyid Hasan edisi
- hari Selasa, 24 April 2018 atau
- bertepatan dengan 8 Syakban 1439
- Hijriah.
- Dan alhamdulillah ikhwan akhwat Ustaz
- Umar sudah hadir bersama kami di studio.
- Mari kita sapa terlebih dahulu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana
- kabar baik, Ustaz? Walhamdulillah sehat
- walafiat. Ini di masa-masa pancaroba
- harus jaga kesehatan Ustaz. Betul Nak
- Panji. Karena dari tadi malam hujan
- gerimis terus. Bahkan iya dari kemarin
- tuh jam subuh itu saat keluar rumah tuh
- sudah hujan jam 5.00. Tadi pagi pun
- hujan rintik-rintik lagi. Dua hari ini
- berturut-turut nih. Nah, ini bagi Pak
- Ikhwan kuat juga jaga kesehatannya nih
- ya. Karena masa transisi pancaroba nih
- benar-benar dijaga kesehatannya.
- Baik akhwat, bahasan siang hari ini
- dengan tema berpegang teguh kepada wahyu
- Allah. Bagi wanat yang di rumah bisa
- dibuka Quran atau tafsir Ibnu Katsirnya
- surat ee 43 Azzuhruf ayat 35 sampai 43.
- Kepada Ustaz kami persilakan. Jazakallah
- khair.
- Bismillahirrahmanirrahim. Ikhwat al iman
- di mana saja berada. Pendengar setia
- Radio Rasil dari semenjak didirikan
- sampai hari ini tentunya ada sesuatu
- yang luar biasa bagi pendengar hasil ya
- kurang lebih 8 tahun mengudara ini tentu
- ada ikhwan-ikhwan yang selalu setia
- mendampingi menyertai ee perjalanan
- dakwah Rasil dari masa pertama didikan
- sampai sekarang insyaallah sampai masa
- akan datang. Dan juga kepada pemirsa
- televisi Rasil yang berbahagia, Ustaz
- ucapkan asalamualaikum.
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Innalhamdalillah nahmaduhu wastainuhu
- wastagfiruh wa naud nazubillahi min
- sururi anfusina wamin
- syiatialina. Man yahdihillahu fala
- mudillalah waman yudlil fala hadiyaalah.
- Wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli ala
- Muhammadin wa ala alihi washabatihi
- ajmain. Tmma amma
- ba'd. Eh di siang hari ini nak panji
- ustaz melihat ee beberapa kejadian
- yang bagi ustaz ini merupakan musibah
- tersendiri bagi ee rakyat Indonesia.
- Manakala di tengah-tengah kehidupan
- mereka itu muncul berbagai polemik ya
- atau kejadian-kejadian yang tidak
- diinginkan. yang ini akan berpengaruh
- kepada masyarakat awam
- kita dengan adanya
- katakanlah
- ee
- prediksi-prediksi boleh dikatakan
- cendekia orang-orang yang punya ilmu
- gitulah ee mengamati perkembangan zaman
- dari perekonomiannya, dari pendidikan,
- dari politiknya sehingga melahirkan
- kata-kata yang amat sulit. dimengerti
- oleh tingkat awam, amat sulit dimengerti
- oleh tingkat masyarakat yang ilmunya
- terbatas baik pada ilmu agama ya kan
- atau ilmu umum. Dan masyarakat sekarang
- ini terutama yang lemah bagi mereka itu
- adalah masyarakat kita ni lemah agama.
- Nah, oleh karenanya kemunculan ee
- katakanlah ee prediksi-prediksi yang itu
- hasil rekayasa otak-otak orang yang
- mengaku cendekia. Kalau ia sampai
- mencelakakan masyarakat awam
- atau menjadikan masyarakat awam ini
- dengan kemunculannya menjadikan
- rugi. Bahkan mungkin sebagian orang ikut
- kepada memperjuangkan pemikiran orang
- lain yang belum tentu dapat
- menyelamatkan agamanya. Maka hal ini
- bagi ustaz meras ee merasa
- berkepentingan untuk menuruskan cara
- pandang. ee katakan sekarang
- ilmuwan-ilmuwan yang lahir di akhir
- zaman ini terutama sekali ketika
- pendapat-pendapatnya itu dikolerasikan
- dengan Al-Qur'an, dicocokpadukan dengan
- syariat Islam yang mana sangat jauh pada
- hakikatnya dengan Al-Qur'an dan syariat
- itu sendiri. Oleh karenanya tingkat awam
- ini jangan sampai dikorbankan dengan apa
- yang menjadi pemikiran ya. Katakanlah
- orang-orang yang berkeinginan. Contohnya
- nih ada sekarang nih kita-kita orang nih
- ingin memperbaiki Indonesia ya kan ingin
- memperbaiki kondisi ee katakanlah
- pemerintahan ingin lagi memperbaiki
- kondisi katakanlah demografi yang
- semakin tumbuh berkembang. Apatah lagi
- kalau demografi ini dikaitkan dengan
- perkembangan ekonomi yang itu akan
- terkait dengan informasi-informasi
- ketenagakerjaan dan sebagainya. Ah, ini
- masalah yang jangan sampai kondisi
- seperti ini lalu tiba-tiba umat
- masyarakat yang awam ini menjadi korban,
- menjadi rugi, bahkan menjadi sebagian
- orang bisa saja tanpa sadar mereka sudah
- keluar dari agama Islam. Nauzubillah
- minzalik. Itu. Oleh karenanya ayat yang
- akan kita bahas ini adalah surat Zuhruf
- dengan judul tadi jangan sampai kita ini
- ee apa namanya? Jauh daripada ee
- unsur-unsur Al-Qur'an sehingga kita
- melupakan negeri akhirat. Jangan kita
- terlena dengan dunia dan jangan sampai
- jauh kita dengan wahyu Allah Subhanahu
- wa
- taala. Di ayat yang akan kita bahas
- yaitu suratul Zukhruf. Ikhwan pilah yang
- mungkin sama-sama memegang Quran di
- surah 43 ayat 35 insyaallah akan kita
- mulakan.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- W
- zukhrufa wain kulluika lamma
- mataulid
- dunya wal
- akhiratu lil
- muttaqin. Dan kami buatkan pula
- perhiasan-perhiasan dari emas. Ya,
- zukhruf itu ada perhiasan. Umumnya
- perhiasan itu ee didominasi oleh em emas
- gitu.
- Dan semuanya itu tidak lain hanyalah
- kesenangan kehidupan
- dunia. Hm. Sedangkan kehidupan akhirat
- di sisi Rabbmu disediakan bagi
- orang-orang yang bertakwa. Ini khusus
- negeri akhirat itu Allah berikan, Allah
- peruntukkan diserahkannya itu akhirat
- hanya bagi orang-orang yang bertakwa.
- Hm.
- Wam
- yuikrmani nuqayid lahu sitan fahua lahu
- qin. Dan barang siapa yang berpaling
- dari pengajaran Allah Subhanahu wa taala
- yang maha pengasih yaitu Al-Qur'an. Kami
- biarkan setan
- menyesatkannya dan menjadi teman
- karibnya. Naudubillah minzalik.
- Wa innahum
- lasuddunahumisili waahsabuna annahum
- muhtadun. Dan sungguh mereka setan-setan
- itu benar-benar menghalangi mereka dari
- jalan yang benar. Telah
- menghalang-halangi mereka dari jalan
- yang
- benar. Sedang mereka menyangka bahwa
- mereka mendapat petunjuk. Kecewa mereka
- tertipu mereka. Hmm.
- Hatta
- jaana q yaita baini
- wainika masriqini
- fabalqin. Sehingga apabila orang-orang
- yang berpaling itu datang kepada kami
- kata Allah Subhanahu wa taala kapan
- datangnya mereka? Pada hari kiamat tuh.
- Dia berkata, "Wahai, sekiranya jarak
- antara aku dan kamu seperti jarak antara
- timur dan
- barat, memang setan itu teman yang
- paling jahat bagi
- manusia." Karena setan itu saat di dunia
- ketika kita jadikan teman, kerjanya apa?
- Menipu, ee menjadikan orang suka
- berdusta, berkhianat, macam-macam
- keburukan.
- Wanfaukumul
- yauma
- annakumzabi
- mustarun. Dan harapanmu itu sekali-kali
- tidak akan memberi manfaat kepadamu pada
- hari itu. Karena kamu telah menzalimi
- dirimu sendiri. Sesungguhnya kamu pantas
- bersama-sama dalam azab itu.
- Mustytarikun. Mustytarikun fil adab. Ya.
- Bersama-sama dalam
- azab. Afaant
- tusmiusumma a tahdil umya wamanana
- fiolim
- mubin. Maka apakah engkau wahai
- Muhammad? Kata Allah Subhanahu wa taala,
- "Dapat menjadikan orang yang tuli bisa
- mendengar. Atau atau dapatkah engkau
- memberi petunjuk kepada orang-orang yang
- buta hatinya dan kepada
- orang-orang yang tetap dalam kesesatan
- yang nyata?" Hari ini, Ikhwan, dengan
- ayat yang ke-40 itu banyak sekali orang
- yang
- sesat. Bahkan kesesatannya itu
- mengatasamakan
- agama dengan harapan agama itu dapat
- menyelamatkannya. tetapi tujuannya sudah
- menyalahgunakan agama, akhirnya dia
- sesat dengan agama. Nauzubillah
- minzalik. Faimma faimma nadhabanna bika
- fainna minhum
- muntaqimun au
- nuriannakalladzi
- waadnahum fainna
- alaihim muqtadirun.
- Fastamsik billadzi uhiya
- ilaik innaka
- alaatim
- mustaqim. Maka sungguh sekiranya kamu
- mewafatkanmu, kami
- mewafatkanmu sebelum engkau mencapai
- kemenangan, maka sesungguhnya kami akan
- tetap memberikan azab kepada mereka di
- akhirat.
- Atau
- kami memperlihatkan kepadamu azab yang
- telah kami ansamkan kepada mereka, maka
- sungguh kami berkuasa atas mereka. Ayat
- yang terakhir, maka berpegang teguhlah
- engkau kepada agama. Di sini uhyah itu
- adalah agama din yang diwahyukan.
- Wahyu-wahyu Allah Subhanahu wa taala
- yang diwah kepada nabi kita. Maka
- berpeganglah engkau kepada agama yang
- telah diwahyukan kepadamu. Sungguh
- engkau berada di dalam jalan yang lurus.
- Ah, ini judul kita sebetulnya di ayat
- ke-43ah itu. Nah, kisah sekarang nak
- Panji kita lihat ayat yang kita artikan
- tadi itu
- sebetulnya rangkaian-rangkaian
- problematika yang
- terjadi. Pernah ustaz
- bilang di ceramah kapan
- itu ustaz bilang di masyarakat ini kalau
- antum-antum tidak mau punya
- permasalahan, kalau antum-antum ini
- hidup tidak mau punya
- problem, maka jangan memperbanyak
- program. Karena problematika kehidupan
- itu akan
- bermunculan disebabkan adanya program
- kehidupan.
- Jadi kalau kita ingin selamat, artinya
- dalam kondisi begini kita sedikitkanlah,
- sederhanakanlah program dalam hidup itu.
- Sedikitkanlah program tetapi jangan
- memperbanyak sehingga tidak melahirkan
- banyak problem problem gitu
- loh. Tentunya dalam masa ini memancing
- pemikiran-pemikiran terutama sekali
- pemikiran di sekitar bagaimana mengolah
- dunia gitu kan. mengolah dunia yang kita
- miliki ini secara sederhana dapat ketika
- kita olah menyelamatkan kita untuk dapat
- hidup di dunia sebagai orang yang layak
- mendapatkan katakanlah nikmat Allah yang
- di akhiratnya mendapatkan kehidupan yang
- kekal abadi di surga gitu loh. Karena
- kalau kita juga dalam hidup ini seluruh
- waktu hanya untuk dunia, seluruh waktu
- hanya untuk program-program yang katakan
- belum jelas gitu loh. Sedangkan program
- itu akan Allah pinta
- pertanggungjawabannya
- nanti jangan kita menjadi orang yang
- menyesal gitu loh. Oleh karenanya
- ayat-ayat ini, Ikhwan, banyak menasihati
- kepada kita agar di dalam hidup ini kita
- harus
- berhati-hati. Agar kita di dalam hidup
- ini harus tahu diri siapa kita gitu loh
- dalam kehidupan ini. E untuk apa kita
- hidup? Lalu ke mana setelah hidup ini
- kita akan berjalan?
- Dan ingat setelah berjalan di sana itu
- hanya ada dua ketentuan antara bahagia
- dan ee sengsara, antara surga dan
- neraka. Nah, oleh karenanya bagi kita
- yang beriman kepada Allah Subhanahu wa
- taala dan hari akhir tidak layak dalam
- hidup ini tiba-tiba kita
- menyia-nyiakan hidayah Allah Subhanahu
- wa taala. Lalu kita gadaikan hidayah ini
- dengan hanya urusan dunia yang
- subhanallahilim.
- Dunia itu subhanallah tidak ada
- apa-apanya bila dibandingkan dengan
- negat. Nah, ini sudah jam 24 nak Panji.
- Silakan barangkali untuk di apa namanya?
- Jeda lebih awal atau dilihat barangkali
- respon masyarakat terhadap peroloh ini
- seperti apa. Wallahualam bawab.
- Baik, bagi ikhwan akhwat yang ingin
- bergabung di sesi kedua nanti sesi tanya
- jawab dapat dapat mengirim pertanyaan
- melalui SMS atau pesan WhatsApp di nomor
- 081199720 atau ikhwan akhwat ingin
- bertanya langsung bersama kami di studio
- dapat melalui nar hubung kami di
- 0218451512.
- Tetap bersama kami. Kita jeda dengan
- nasyid berikut
- [Musik]
- ini. Salah satu kebiasaan atau sunah
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dalam makannya adalah makan dengan tiga
- jari.
- Dalam hadis riwayat At-Tabrani
- disebutkan bahwa makan dengan tiga jari
- adalah kebiasaan yang paling sering
- dilakukan oleh Nabi ketika makan. Dan
- jarang sekali beliau makan dengan empat
- atau lima jari, kecuali jika memang
- harus menggunakan lebih dari tiga jari.
- Dalam sebuah hadis sahih disebutkan,
- "Dan dari Ka'ab bin Malik radhiallahu
- anhu, ia berkata, "Aku melihat
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- makan dengan tiga jari. Dan setelah
- selesai, beliau menjelati jari-jarinya."
- Hadis riwayat
- Muslim. Dapat dimengerti kenapa Nabi
- makan hanya menggunakan tiga jarinya
- saja. Hal ini dikarenakan makan yang
- sering dimakan beliau adalah makanan
- kering dan tidak berkuah. Sehingga
- makannya pun memang lebih tepat jika
- menggunakan tiga jari, yaitu ibu jari,
- jari telunjuk, dan jari tengah. Para
- ulama mengatakan bahwa mengikuti
- kebiasaan Nabi dengan makan tiga jari
- ini hukumnya tidak lebih dari sekedar
- istihb atau disukai. Karena beliau
- sendiri sama sekali tidak pernah
- menyuruh para sahabatnya agar makan
- dengan tiga jari. Sebab bagaimanapun
- juga makan dengan tiga jari ini tidak
- lepas dari makanan yang dimakan
- seseorang.
- [Musik]
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- adalah orang yang senang bermusyawarah
- apabila menghadapi suatu masalah.
- Terutama jika masalah tersebut adalah
- masalah yang penting yang menyangkut
- urusan kaum muslimin dan agama Allah
- Taala.
- Terdapat banyak hadis yang menyebutkan
- dibangan kebiasaan beliau apabila
- menghadapi suatu masalah beliau
- membicarakannya atau memusyawarahkannya
- bersama para sahabat radhiallahu anhum.
- Anas bin Malik radhiallahu anhu berkata
- bahwasanya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam bermusyawarah dengan para
- sahabat pada hari perang Badar. Maka Abu
- Bakar berbicara menyampaikan pendapatnya
- tetapi beliau berpaling darinya.
- Lalu Umar berbicara, namun beliau juga
- berpaling. Kemudian kaum Ansar berkata,
- "Wahai Rasulullah, sebenarnya kamilah
- yang engkau
- kehendaki." Miqdad bin Al-Aswad berkata,
- "Wahai Rasulullah, demi Allah sekiranya
- engkau memerintahkan kami untuk terjun
- ke laut, pasti akan kami lakukan." Hadis
- riwayat Ahmad dan Muslim.
- [Musik]
- Hadis di atas hanyalah salah satu dari
- sekian banyak hadis yang menyebutkan
- kebiasaan beliau yang sedang
- bermusyawarah ini.
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk
- Islam yang satu. Alhamdulillah ikhwan
- akhwat, kita masuk ke sesi kedua dan
- Ustaz Umar akan menjelaskan lanjutan
- dari tema bahasan kita pada siang hari
- ini mengenai berpegang teguh pada wahyu
- Allah. Bagi wanat yang di rumah ee bisa
- membuka Ibnu Katsir atau Al-Qur'an surah
- Az-Zuhruf surah ke-43 ayat 35 sampai 43.
- I. Dan bagi ikhwan akhwat yang ingin
- bergabung ee ee dapat mengirimkan
- pertanyaannya melalui pesan SMS atau
- pesan WhatsApp di nomor
- 0811999720 atau ikhwan akhwat ingin
- bertanya langsung bersama kami di studio
- dapat melalui nara hubung kami di
- 0218451512. Baik, Ustaz. Sebelum masuk
- ke penjelasan ya, Ustaz. Heeh. Tadi di
- awal ee Ustaz menjelaskan belakangan ini
- ee umat Islam khususnya
- yang awam dalam pemikiran-pemikiran
- lebih dalam, Ustaz, diguncangkan dengan
- hadirnya ee kosakata-kosakata atau
- pengertian-pengertian
- yangcangkan imam apa iman para ee umat
- Islam yang awam ini, Ustaz? Seperti
- fiktif, fiksi, subhanallah, fakta,
- realita. Oh. Nah, itu memang sih dalam
- penjelasannya tidak tidak mencantumkan
- sesuatu, tapi dari orang-orang awam
- seperti kami menarik hal itu kepada apa
- yang kita yakini. Betul. Atau mungkin
- belakangan ini dengan ee puisi dan
- seterusnya sehingga umat Islam ini
- khususnya yang awam dalam pemahaman
- agama atau pemikiran yang lebih
- diguncangkan dengan hal ini, Ustaz.
- Bagaimana kita untuk berpegang teguh
- kepada wahyu Allah atas kejadian seperti
- ini, Ustaz? Bismillahirrahmanirrahim.
- Itulah tadi yang ustaz katakan, jangan
- sampai problem-problem seperti yang
- muncul hari ini itu dapat mempengaruhi
- agama kita sehingga agama kita ini
- dibuatnya rugi gitu kan, rusak dan lain
- sebagainya. Termasuk di
- dalamnya kasus-kasus katakanlah kosakata
- yang semestinya orang awam untuk apa sih
- dihadirkan kata-kata ini pada mereka?
- Gak ada pun keuntungannya kan. hanya
- membuat
- orang segelintir saja ikut merespon kan
- gitu. Kenapa tidak berbicara tentang
- amal saleh pengganti dari kosakata yang
- belum pun bermanfaat bagi orang-orang
- awam? Kenapa tidak mengajak mereka untuk
- bersabar dalam hidup? Kenapa kita tidak
- berembuk masalah cari jarang keluar
- tentang kesulitan? Akan lebih manfaat
- itu ketimbang yang dihadirkan pada
- masyarakat awam kita ini tentang
- kosak-kosak yang bagi kita ni apa sih
- kan gitu seperti fiksi, fiktif dan
- sebagainya. Enggak ada pun keuntungan
- dari kita membongkar kalimat-kalimat
- itu. Baik kita dari kamus membongkarnya
- atau dari daya nalar kita, bagi kita gak
- gak pun itu menjadi masalah besar
- sebetulnya. Tetapi hari ini kosakata itu
- banyak
- tiba-tiba menjaring orang yang baik
- menjadi buruk.
- menjadi orang yang tadinya agamanya baik
- menjadi rusak, yang tadinya saling
- bersilaturah, yang tadi saling
- bersilatur jadi pecah. Inilah yang yang
- ustaz katakan tadi. Jangan coba-coba
- kita nih memperbanyak program sehingga
- kita nih tidak dirundung oleh apa? Oleh
- oleh problem. Nah, sekarang ini dengan
- kosak kosakata seperti itu
- seakan-akan apa namanya menggulirkan
- program yang orang-orang sekarang ini
- pun akhirnya bingung dengan program itu.
- Orang bilang sekarang tahun politik, ya
- kan? Maka kalau iya tahun politik akan
- diolah dengan kata-kata kosakata seperti
- itu, silakanlah olah itu dunia politik
- itu dengan kosakata. Tapi jangan sekali
- lagi mengorbankan orang awam. Orang alam
- di dunia ini sudah lebih banyak daripada
- mereka-mereka yang punya predikat
- doktor, profesor dan sebagainya. Tetapi
- ikhwan yang lebih baik adalah coba kita
- lihat perbedaan antara dunia dan
- akhirat, perbedaan antara baik dan
- buruk, perbedaan antara manfaat dan
- madarat. Ini yang harus kita ungkapkan.
- Jangan malah menghadirkan
- kalimat-kalimat yang sulit dipahami lalu
- banyak terkorban akidah akhirnya. Kan
- begitu. Nah, ini tidak lain kita mencoba
- untuk menjelaskan kepada umat jangan
- sampai masyarakat yang hidup di tingkat
- awam ini menjadi bulan-bulanan kondisi
- ya. Apalagi sekarang kondisi politik
- yang semakin memanas, tahun politik yang
- semakin menggeliat, saat 100 170 titik
- akan ee melakukan pesta demokrasi dan
- sebagainya tentunya orang awam akan
- dilibatkan oleh mereka. Oleh karenanya
- kita hanya ingin niat menyelamatkan
- orang-orang awam dari keterlibatan
- mereka terhadap program-program politik
- yang
- subhanalladim mereka dari tahun ke tahun
- dari pergantian pejabat ke pejabat
- menjadi korban dan korban saja gitu. Ini
- yang kita tidak inginkan. Maka tetaplah
- berpegang kepada wahyu. Maka itulah
- berpegang tetaplah berteguh kepada
- wahyu-wahyu Allah Subhanahu wa taala.
- Yang jelas dengan kita berpegang pada
- wahyu ini ada apa istilahnya kalau
- dikatakan hadiahlah dari Allah ya. Ada
- hadiah, ada pemberian ya. Apa
- pemberiannya? Tidak lain. Allah akan
- memberikan surga kepada kita kan gitu.
- Oleh karenanya ayat ini akan ustaz
- maknakan dengan hadis-hadis yang
- bersumber dari insyaallah hadis sahih
- yang awal insyaallah mengawali hadisnya
- ee cerita tentang dunia sebetulnya. Apa
- kata Rasul tentang dunia
- ini? Ketika Allah mengatakan wa
- zukhrufa. Zuhruf tadi apa? Perhiasan
- emas ya kan? Dan perhiasan emas. Maka di
- sini Ibnu Katsir mengatakan
- wadzahaban dan soal emas. Karena
- gemerlapnya dunia ini ukurannya adalah
- emas gitu
- loh. Monas dari emas ya kan? Ee
- kemudian Makatal Mukarramah itu gemerlap
- dengan ee emas juga kan ya.
- Lapisan-lapisan tiangnya yang diperebut
- sekarang pun yang diperebutkan oleh
- sekarang oleh manusia tuh emas.
- pripot emas ya kan. Kemudian juga yang
- newumon emas gitu kan semua
- memperbuatkan emas. Bahkan kita punya
- masjid berkubah emas kan gitu emas waj
- khufa dan itulah emas.
- Tetapi ingat Allah
- katakan
- ya
- wika
- matulun itu ingat olehmu hanya sekedar
- perhiasan dunia. Wal akhiratubika lil
- muttaqin. Dan ingat pula bahwa negeri
- akhirat itu Allah akan berikan bagi
- orang bertakwa.
- A innamaalika minad dunya
- alfaniah. Atau dengan kata lain
- perhiasan-perhiasan, betapaap pun dia
- emas, betapaap pun dia intan, betapun
- dia berlian itu kedudukan di sisi Allah
- adalah addunya minad dunya alfaniah
- azzailah alhaqirati.
- Ya,
- alhaqirah itu hanya perihasan
- dunia yang faniah, yang fana, azzailah
- yang bakal lenyap. Alhaqirah yang
- hakirah itu ee apa namanya? Terhina di
- sisi Allah Subhanahu wa taala.
- Atau dengan kata lain diartikan a yuajil
- lahum
- bihasanihim allati ymalunaha fid
- dunya mail wa
- masyarib liwafu al akhirah atau dengan
- kata lain mereka-mereka yang di
- didahulukan nikmat hidupnya oleh Allah
- subhanahu wa
- taala dari pekerjaan
- mereka baik pada cara mereka makan cara
- Mereka minum anggapannya dapat ikhwatal
- iman mengalahkan negara
- akhirat. Waalaisa lahum indallahi
- tabaraka wa taala
- hasanatun yujzihim
- biha. Padahal di sisi Allah perkara
- seperti itu enggak mungkin dapat
- mengalahkan negeri akhirat. Ya. Dan
- Allah tidak akan memberikan ganjaran
- pada orang-orang yang menyamakan antara
- dunia dan akhirat. Bahkan lebih
- mendahulukan dunia ketimbang akhirat.
- Itu seperti Rasul mengatakan dalam
- sebuah hadis, lau annad dunya
- tuzan. Lau annad dunya tuzan. Kalaulah
- dunia boleh
- ditimbang ya kan. Kalaulah dunia boleh
- ditimbang indallah di sisi Allah pasti
- dunia itu akan seperti janaha
- baudotin. Seperti sayap. Janah itu
- sayap. persis harganya itu
- seperti sayap
- nyamuk. Ada harganya enggak sayap
- nyamuk kita kumpulkan nyamuk kita jual
- sayapnya ada harganya enggak? Belum ada
- yang jual. Belum pun ada yang jual
- bahlah. Makanya di sini kalau ia dunia
- boleh ditimbang di sisi Allah ini, maka
- dia hanya akan seperti eh sayapnya
- baudah. Baud itu nyamuk.
- minha
- kafirin. Bagi orang kafir sekalipun
- tidak mungkin dapat dicicipi itu airnya
- walaupun
- setetes. Itu sah
- dunia. Allahu Akbar.
- Maka orang kafir
- yang menuhankan dunia bagi orang kafir
- yang berpikir ya ada orangorang kafir
- yang berpikir dari hasil kerja kerasnya
- mereka bantu orang lain yang membutuhkan
- itu. Ada yang berpikir tapi yang tidak
- berpikir kalau di dikaitkan dengan
- akhirat tentang dunia ya Allah dia tuh
- sama hanya tidak tidak pernah minum
- walaupun setetes dari dunia saking tidak
- ada harganya dunia bila dibandingkan
- dengan urusan akhirat.
- Nah, dulu juga ada
- kisah
- tentang kaisar-kaisar yang berkuasa saat
- itu dari Rum, dari Farsi, ee
- Hairokla ee kemudian pembesar-pembesir
- ee pembesar-pembesar negeri yang lain ee
- seperti yang dulu Rasul kirimkan surat
- melalui utusannya.
- ke pembesar negeri-negeri ya yang ada
- saat itu. Di saat itu ada yang berkata
- kepada Rasul, "Ya Rasulullah, Hisro wa
- qar
- waisar." Ya Rasulullah, bagaimana
- kondisi tentang Kisra wa Qaisar? Kisra
- yang yang menguasai Faris, Kaisar yang
- memilih Rum saat itu
- kan? Famahuma fi bagaimana kondisi
- mereka saat itu? Saat hidup di dunia ada
- yang bertanya kepada rasul seperti
- itu. Wa antafatullah min khalqihi.
- Sedangkan engkau adalah manusia yang
- Allah
- pilih sebagai nabinya, sebagai
- utusannya. Bila engkau dibandingkan
- dengan mereka berdua itu bagaimana tu?
- Subhanallahzim. Wakana Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam muttaqian
- fajalas.
- Dan kondisi saat itu ketika Rasul
- ditanya oleh sahabat, kondisi beliau
- sedang bersandar. Lalu ketika bersandar
- untuk menjawab pertanyaan itu, beliau
- duduk fajal. Beliau duduk faqala. Maka
- beliau bersabda sebagai jawabannya.
- Maka Rasul
- mengatakan, "Ulika kaumun
- ujilat ulikaun."
- [Musik]
- Mereka-mereka yang kau minta pertanyaan
- jawaban kepadaku itu baik Kisra ataupun
- Qaisar itu adalah mereka-mereka yang
- diawalkan nikmatnya itu di dunia dari
- kebaikan-kebaikannya saat mereka hidup
- di dunia. Adapun nanti di akhirat
- bagaimana? Enggak ada
- apa-apanya bila dibandingkan dengan
- kita-kita orang ini. Itu loh kata Rasul
- sallallahu alaihi wasallam wtin dan di
- di dalam riwayat
- lainumunal akhirah. Dijawab sendiri
- Rasul sallallahu alaihi
- wasallam ama
- tard an takuna lahumud dunya wanal
- akhirah. Belumkah engkau rida kepada
- yang bertanya tadi?
- Belumkah engkau rida? Apakah engkau
- tidak rida? Gitu loh. Ketika Allah
- menganugerahkan kepada kita akhirat,
- bila dibandingkan dengan seseorang yang
- diberi anugerah du dunia. Artinya engkau
- rida kepada arah mana? Apakah engkau
- rida kepada Allah ketika memberikan
- akhirat? Bila dibandingkan keridaanmu
- terhadap Allah memberikan anugerahnya
- kepada mereka di dunia. Jelas kita orang
- beriman akan memilih akhirat.
- Amma tard an takun lahum dunya wal
- akhirah. Apakah kamu belum rida kalau
- mereka memiliki dunia dan kita memiliki
- akhirat? Subhanallah adzim. Di sinilah
- letaknya kita dalam hidup ini harus
- menggunakan akal sehat kita. Akal sehat
- inilah yang akan membimbing kita ke
- jalan Allah Subhanahu wa taala yang
- insyaallah nanti pada akhirnya manusia
- ini subhanallah akan digiring pada suatu
- tempat yang sama.
- Siapalah di dunia ini orang itu apakah
- pemerintah? Apakah rakyat, apakah orang
- kaya, apakah orang miskin? Sama saja.
- Sama saja. Mereka itu akan digiring
- kepada tempat yang sama yang akan
- dipinta
- pertanggungjawabannya. Kalau kita
- manusia ingat akan hal itu, rasa-rasanya
- untuk apa sih sombongan itu?
- Rasa-rasanya untuk apa sih takabur itu?
- begitu loh. Apalagi sekarang orang-orang
- yang gemar menyesatkan orang awam dengan
- katakanlah perkataan-perkataan yang
- tidak bermakna gitu loh. Bahkan
- memusingkan banyak
- masyarakat. Lalu apa sih manfaatnya? Kan
- gitu. Lalu itu diajak untuk katakanlah
- dunia politik yang
- subhanallahiladzim ya. Lagi-lagi kita
- ini sebetulnya di dirugikan oleh dunia
- ini ee terhadap keberadaan
- demokrasi ya, terhadap keberadaan dunia
- politik praktis ini. Sebetulnya dunia
- politik ee dunia politik praktis ini
- hanya akan mencabik-cabik umat
- Islam sampai mereka tidak memiliki
- kehormatan, sampai mereka tidak memiliki
- persatuan, sampai mereka tidak memiliki
- daripada ketahanan. baik nasional
- ataupun secara agama. Ini dunia
- demokrasi, dunia politik. Maka kita
- harus sadar betul dengan dulu seperti
- ini. Ustaz mengatakan murni dari hati
- ustaz sendiri dan ini ustaz
- mempertanggungjawabkan kata-kata ustaz
- dengan demokrasi ini tercabit-cabik
- kemuliaan umat. Coba bayangkan aja.
- Akan lebih baik kita ini mengajak kepada
- umat agar memperbaiki agama, agar
- memperbaiki siapalah yang menjadi
- pemimpin terserah asalkan dia memiliki
- kejujuran. Dan Indonesia ini terbentang
- dari Sabang sampai Merauke. Yang
- dibutuhkan oleh umat muslim Indonesia
- itu adalah pemimpin yang
- jujur, tidak
- pintar, tidak
- kaya, tidak pun banyak pengaruh. Kita
- umat ini hanya ingin memiliki pemimpin
- yang jujur. Kalau pemimpin kita ini dari
- Sabang sampai Meroke kita memimpin
- dengan kejujuran, Subhanallah. Bahasa
- sudah
- satu. Iya kan? Apalagi yang sudah satu?
- Dasar negara sudah satu
- Pancasila. Bahasa sekarang sudah di
- bahasa Indonesia dari Sabang sampai
- Merauk. Kesatuan ini sudah merupakan
- kekayaan kita.
- Artinya semua sudah dipersatukan. Hanya
- tinggal memilih pemimpin yang jujur.
- Semuanya sudah bersatu kok. Soal agama
- di sini ada Kristen, ada Yahudi, ada
- macam kita sudah diatur saling apa?
- Toleransi. Artinya sudah kesatuan kita.
- Jadi menurut ustaz dari ini cobalah kita
- berpikir sehat tentang adanya alam-alam
- demokrasi yang seperti ini dengan
- bagaimana ketika hasil dari ee perayaan
- demokrasi ini melahirkan pemimpin yang
- mana pemimpin ini terkadang kalau kita
- lihat hanya ribut pada kalangan mereka
- saja. Ribut memperebutkan kursi saja.
- Baru memerintah 1 2 3 tahun. Apa yang
- diberitakan? Ceritalah tentang nanti
- bagaimana pemilihan ke depan. kapan
- ngurus umat kalau begitu ini hasil
- daripada demokrasi yang luar biasa
- dituhankan oleh manusia sekarang
- kembalilah kepada wahyu Allah Subhanahu
- wa taala wallahuam babab
- kalau semua umat Islam
- ini fokus terhadap kebutuhan dunia
- akhirat Ustaz lalu kalau ee dunia yang
- kita saat ini dikuasai orang-orang yang
- tidak bertanggung jawab bagaimana Ustaz
- sedangkan perhatian umat Islam misalkan
- terfokus fokuskan kepada dunia akhirat
- itu, Ustaz. Inilah yang Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- mewanti-wantikan dan kekhawatiran beliau
- dengan sabdanya yang sangat terkenal
- dalam riwayat-riwayat hadis sahih. Rasul
- katakan
- ee idza wusidal
- amru ila giri ahlihi fantadir saah.
- Kalau saja permasalahan itu diberikan ya
- kepada bukan ahli yang untuk katakan
- menghadapinya segala permasalahan hidup
- ini. Kalau soal hidup itu kan kompleks
- ya kan. Tidak saat kita mengatakan
- kehidupan ketika kita hanya berbicara
- tentang ekonomi saja. Tidak dikatakan
- kita ee mengatakan kehidupan saat kita
- hanya berbicara tentang pendidikan saja.
- Tapi ini kompleks sifatnya.
- Nah, kepada masalah-masalah yang
- kompleks ini ketika masalah-masalah yang
- kompleks yang itu adalah
- kumpulan-kumpulan masalah yang parsial
- sifatnya, lalu diberikan kepada orang
- yang tidak
- ahlinya, maka apa yang terjadi? Yang
- terjadi adalah kerusakan. Yang terjadi
- adalah kerugian, yang terjadi adalah
- malapetaka. Nah, jangan sampai umat
- Islam Indonesia khususnya ini mengalami
- kerusakan, mengalami kehancuran dan
- petaka. petaka akibat apa? Akibat
- kegegabahan kita
- sendiri. Nah, kalau tadi konsentrasi ada
- orang ya umat Islam ini konsentrasi pada
- dunia dan
- akhirat. Ada orang dari umat Islam ini
- yang khusus konsentrasinya pada dunia
- saja maka yang paling baik adalah
- tawazun bainahuma. Seimbangkan antara
- keduanya, antara urusan dunia dan
- akhirat diseimbangkan. akan lebih indah
- dan itu merupakan tujuan kalau
- akhiratnya lebih
- didahulukan. Lebih didahu dahulukan. Ini
- yang dikhawatirkan oleh Rasul sallallahu
- alaihi wasallam menyikapi umatnya yang
- akan lahir di akhir zaman adalah kepada
- umat yang pada masalah ketika
- disampaikan untuk dilaksanakan
- dikerjakan oleh seseorang bukan pada
- ahli yang seharusnya menghadapinya.
- Wallahuam bawab.
- ee baik ee umat Islam, baik yang kaya,
- yang miskin, yang tentunya harus
- dermawan, yang menguasai
- jabatan-jabatan, tetap berpegang teguh
- kepada wahyu Allah Subhanahu wa taala.
- Sebelum kita memasuki jeda, ikhwan
- akhwat yang ingin bergabung ee nanti
- setelah jeda dapat mengirim
- pertanyaannya melalui SMS ataupun pesan
- WhatsApp di nomor 0811999720.
- atau ikhwan-ahwat ingin bertanya
- langsung dengan kami bersama kami di
- studio dapat melalui nara hubung kami di
- 02184515112.
- Tetap bersama kami. Kita jeda dengan
- nasyid berikut
- [Musik]
- ini. Pada dasarnya tidur adalah aurat.
- Karena ketika seseorang sedang tidur,
- dia tidak sadar dengan apa yang terjadi
- pada dirinya. Sehingga sekiranya
- auratnya tersingkap ketika tidur pun,
- dia tidak akan
- mengetahuinya. Padahal jika seseorang
- sedang tidur, dia akan melakukan
- gerakan-gerakan tubuh yang mungkin dapat
- menyingkapkan pakaiannya.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- pun berhati-hati jika sedang tidur di
- dalam masjid ataupun di tempat terbuka.
- Abdullah bin Yazid radhiallahu anhu
- berkata, "Roaitu Rasulullahi sallallahu
- alaihi wasallam fil masjidi
- mustalqian
- ukun
- alaih." Aku melihat Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam berbaring di
- masjid dengan meletakkan satu kakinya di
- atas kakinya yang lain.
- [Musik]
- alai. Bacalah oleh kalian Al-Qur'an
- karena Al-Qur'an akan datang pada hari
- kiamat kelak sebagai pemberi syafaat
- bagi orang-orang yang rajin
- membacanya. Demikian hadis yang
- diriwayatkan oleh Imam
- Muslim. Sudahkah Anda melakukannya di
- hari ini?
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Sungguh hati manusia itu lebih mudah
- berbolak-balik daripada air dalam bejana
- yang telah mendidih. Hadis riwayat Imam
- Ahmad.
- Ah.
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil Visual untuk
- Islam yang satu. Eh, masih bersama kami
- di tausiah siang bersama Ustaz Umar
- Rasyid Hasan dengan tema berpegang teguh
- kepada wahyu Allah. Ee surah Az-Zuhruf
- ayat 35 sampai
- 43. Ada pertanyaan ini, Ustaz? Sudah ada
- pertanyaan. Silakan. Heeh. Ee
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Nah, ini
- Waalaikumsalam. Allahak tidak
- menyebutkan nama dan tempatnya. Iya,
- enggak apa-apa. Sekarang banyak orang
- awam yang begitu mudah menerima ajaran
- yang belum tentu benar. Bagaimana
- caranya untuk mengantisipasi ajaran
- ajaran tersebut? Terima kasih atas
- jawabannya, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Wasallallahu
- ala nabina Muhammadin wa ala alihi
- wasahbihi ajmain. Memang
- untuk ukuran ya untuk ukuran kita hidup
- di akhir zaman ini tetap ukurannya
- adalah kepada
- adin. Kepada adin. Apa adin? Itu
- agama. Maka kalau seseorang ee
- berpatokan kepada adin, kepada agama,
- insyaallah mereka-mereka akan selamat.
- Artinya kalau hari ini
- bermunculan kelompok-kelompok yang tidak
- bertanggung jawab mendoktrin masyarakat
- dengan aliran-aliran sesat, dengan
- ajaran-ajaran yang tidak benar sehingga
- terjadi katakanlah ee penyalahgunaan
- agama, kemudian terjadi pula ee katalah
- ee distorsi hukum agama dan macam-macam.
- Maka jawabannya adalah kembalilah kepada
- agama.
- Dan soal agama jangan
- ketergantungan. Itu
- jawabannya. Jadi sekarang ini kan banyak
- masyarakat sekarang ini kan
- ketergantungan soal agama terutama. Ah,
- masih ada kiai, ah masih ada ustaz, ah
- masih ada ulama gitu loh. Ah, masih ada
- ajengan. Ah, masih ada MUI. Ah, masih
- ada apa lagi?
- Jadi soal agama ini ketergantungan
- banget pada zaman sekarang. Serba ah
- masih ada ah masih ada. Ingat loh kiai,
- ustaz ajengan bakal mati
- mereka. Kalau saja ustaz, kiai, para
- ajengan ini bakal mati soal agama.
- Apakah agama seseorang akan ikut bersama
- matinya kiai? Jangan terjadi
- itu. Maka menjawab dalam masalah ini
- adalah dalam agama jangan
- ketergantungan.
- Artinya pelajari agama itu dengan
- seksama kepada dua sumber yang telah
- Rasul
- wasiatkan menjadi kekayaan kita umat
- ini, yaitu kepada Al-Qur'an dan sunah
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Nah, kalau seseorang sudah kembali pada
- Al-Qur'an dan sunah dengan seksama,
- dipelajarinya itu syahadatain,
- dipelajarinya itu yang membatalkannya,
- dipelajarinya itu salat, dipelajari yang
- membatalkannya, dipelajari itu zakat,
- dipelajari itu saum dan haji. Lalu
- beriman pada Allah, pada malaikat, pada
- kitab, pada rasul, pada hari kiamat dan
- pada qada baik dari Allah seb dan buruk
- dari Allah. seksama pelajari
- itu dengan baik. Kalau belum jelas
- bertanya kepada ulama. Nah, soal
- keberadaan ustaz, ulama, kiai itu soal
- rujukan. Silakan tanya kejelasan sama
- mereka. Tetapi soal kepemilikan agama,
- agama tuh bukan harus didominasi oleh
- ustaz. Agama itu bukan mesti hanya
- dimiliki oleh kiai saja.
- Agama itu bukan hanya boleh dipunyai
- oleh ajengan saja. Semua orang harus
- merasa
- memiliki. Inilah fungsinya nanti kalau
- agama sudah dipelajari secara sama.
- Meskipun datang badai, datang ombak,
- datang kita duri depan kita, ada orang
- akan mendoktrin kita kepada
- aliran-aliran sesat. Kalau kita sudah
- membentengi dengan agama yang baik,
- mustahil mereka itu akan dapat kita akan
- mencelakakan kita.
- Namun sayang hari ini kondisi ilmu agama
- itu lagi-lagi ustaz menceritakan kondisi
- ilmu agama itu sekarang nak nasibnya
- ilmu agama persis seperti
- tetesan-tetesan air yang ditampung oleh
- daun
- keladi. Ya Allah janganlah ketika ada
- tetesan itu di daun keladi menunggu
- topan badai angin sepoi saja itu air itu
- bakal ke mana? Bakal tumpah.
- Ini nasib ilmu agama sekarang. Maunya
- manusia selamat masuk
- surga, tetapi penyebab ataupun
- jembatannya ini enggak
- dibangun. Apa yang akan sampai ke sana?
- Silakan jawab sendiri. Dan agama jangan
- ketergantungan. Apalagi pada zaman
- sekarang, zaman yang cepat goyah iman
- seseorang oleh bujuk rayu dunia, oleh
- jabatan, oleh kedudukan, oleh pangkat.
- Meskipun itu dijual belikan. Nah, inilah
- artinya kita ee menjawab masalah
- pertanyaan masyarakat ini. Jangan sampai
- kita cepat goyah dengan agama yang kita
- anut. Bagaimana caranya? Pelajari agama
- itu dengan baik. Wallahuam bissawab.
- Ustaz ya. Ee tadi Ustaz di prolog juga
- menyampaikan sebentar lagi kita akan
- memasuki tahun panas pesta demokrasi.
- Tahun. Heeh.
- kata juga ada 170 lebih titik-titik yang
- akan melaksanakan perayaan apa tuh pesta
- demokrasi, Ustaz? Iya. Nah, ee bagi kita
- yang awam ini ketakutan sebenarnya,
- Ustaz. Kalau-kalau tidak sesuai apa yang
- diinginkan, kalau-kalau nanti yang
- terpilih mungkin akan menyusahkan
- kekhawatiran-khawatiran itu akan datang,
- Ustaz. Subhanallah. Dan itu menurut saya
- wajar, ya. Iya. Nah, ketika saya
- khawatir ini, apakah saya lemah dalam
- berpegang kepada tali Allah, Ustaz? atau
- wahyu Allah ini ya kita memang akan
- dihadapkan pada pesta yang pesta ini
- bukan milik
- kita ikut tidak ikutnya kita enggak akan
- berpengaruh pada pesta
- mereka atau kita katakanlah tergila-gila
- dengan pesta itu, kita pun siapa di sisi
- pesta
- itu atau kita cuek dengan ada pesta itu
- kita pun siapa dengan kecu pesta itu.
- Arti kita harus melihat saja kondisi.
- Tetapi lagi-lagi ini kaitannya dengan
- umat. Pesta itu akan ada kaitan erat
- dengan
- umat. Soal kita khawatir terhadap pesta
- yang akan terjadi di negeri ini. Bahkan
- tadi di 171
- titik yang mana orang awam akan digiring
- kepada pesta
- itu. Nah, timbul kekhawatiran. Apakah
- kekhawatiran kita itu mengakibatkan diri
- kita ini jauh dari panduan Islam?
- Tinggal kita yang
- merasakan. Nah, sekarang banyak ulama
- yang menyikapi
- terhadap
- bermunculannya katakanlah ee hasil-hasil
- demokrasi di berbagai negara yang negara
- itu tidak ee tidak pun menutup
- kemungkinan di negara itu ada umat Islam
- ya Indonesia terutama. yang negeri ini
- sangat subur demokrasinya dan
- akan bersinggungan dengan kurang lebih
- ee 250 juta umat Islam, katakanlah 200
- sekian ee juta umat Islam itu kan. Maka
- kondisi seperti ini akhirnya kita lihat
- kalau kekhawatiran kita itu ya kan
- ada
- keberpihakan. Coba lihat kekhawatiran
- ini ustaz kaitkan dengan keberpihakan.
- Kalau rasa kita sekarang khawatir kepada
- umat yang sekian banyaknya itu akan
- dibawa oleh katakanlah orang-orang yang
- menjabat kelak dari hasil demokrasi ini
- dengan arah-arah yang tidak
- jelas. Sementara rasa khawatir kita itu
- akan berdampak pada pemilihan semisal.
- Maka ustaz dalam hal ini ustaz tidak
- mewakili diri ustaz tetapi Ustaz
- mewakili suara ulama dunia yang mereka
- pun susah payah mengeluarkan fatwa di
- sekitar kekhawatiran kita itu. Sebab
- kekhawatiran kita ini ada kaitannya
- dengan umat. Bagaimana kita
- menyikapinya? Kan begitu. Maka ustaz
- tidak salah. Kalaupun iya ada masyarakat
- yang menyalahkan ustaz, jangan
- menyalahkan ustaz, tapi salahkan para
- alim ulama yang punya
- fatwa. Untuk menghadapi kondisi seperti
- ini, kalau iya seburuk-buruknya kondisi
- demokrasi sekarang, ada masih perwakilan
- Islam yang diusung untuk menjabat. Kalau
- dia menjabat akan terjadi
- perbaikan-perbaikan yang banyak, akan
- juga terjadi masalah-masalah yang ee
- bermanfaat.
- Sekali lagi hanya menyambung lisan ulama
- dalam kondisi darurat seperti ini. Untuk
- menjawab kekhawatiran kita agar nanti
- barangkali kita ini tidak terlalu jauh
- dengan wahyu Allah Subhanahu wa taala,
- maka pilihlah orang-orang yang memang
- memiliki akhlak mulia. Kalau tidak yang
- enggak usah milih. Bagaimana kita
- ketergantungan bertawakal pada Allah
- meskipun kekhawatiran kita ini
- meluap-luap.
- khawatirkan. Tetapi kalau kita
- bertawakal pada Allah, tetap kita akan
- berada di jalan Allah yang jelas. Allah
- berfirman, "Fatawakal alallahi." Maka
- bertawakallah kamu kepada
- Allah. Innahu alal haqqil mubin. Sungguh
- Allah dia adalah akan tetap pada yang
- hak yang jelas haknya itu yaitu
- Al-Qur'an. Oleh karenanya kekhawatiran
- ini bisa dikatakan obati dengan apa?
- Dengan coba kita bertanya kepada alim
- ulama di sekitar katakanlah tahun yang
- panas ini seperti apa kita harus
- menyikapinya. Wallahuam bissawab. Ini
- Ustaz kita tadi skala lebih besar Ustaz
- ya. Kalau kita ke skala yang lebih kecil
- dalam kehidupan sehari-hari nih Ustaz.
- Iya.
- Kekhawatiran-kekhawatiran berdatangan
- nih
- Ustaz masalah makan.
- ya kan? Sehingga ee mereka harus bekerja
- sehingga mengabaikan waktu-waktu yang
- memang harus bermunajat kepada Allah.
- Kemudian ee di sisi lain juga dalam
- memenuhi agama ini perlunya harta juga
- nih, Ustaz. Iya. Kita simpelnya aja
- seperti wudu. Kita tentunya harus buat
- sumur untuk bisa wudu. Cari air. Heeh.
- Nah, ini bagaimana nih, Ustaz?
- Sepertinya saya kita lihat nih
- selisihnya dikit sekali nih Ustaz antara
- hub dunia atau berpegang teguh kepada
- Allah. Subhanallah. Sedikit aja lalai
- ini Ustaz ya. Nah, ini bagaimana nih
- Ustaz? Iya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Memang Allah
- itu kan menciptakan segala sesuatu
- berpasang-pasangan dunia akhirat ya kan?
- hidup
- mati, kaya miskin gitu kan. Atas bawah
- ada
- bawah ada langit ada bumi, ada bumi, ada
- laki-laki ada perempuan semua
- berpasang-pasangan. Soal kita menyikapi
- dunia yang kita miliki, Allah telah
- berikan dunia itu cuma-cuma untuk kalian
- garap. Upayakan sesuatu.
- Inilah yang menjadi
- kewajiban. Dan kita tidak boleh
- bertawakal tanpa
- upaya. Kita tidak boleh menyia-nyakan
- dunia yang kita
- miliki. Atau kita ingin bahagia dunia
- akhirat, tetapi kita santai hidupnya.
- Enggak bisa seperti itu gambarannya.
- Tetapi gambar yang sesungguhnya adalah
- bagaimana ketika dunia yang kita miliki,
- apakah saat kita hidup di dunia miskin
- atau kaya, jangan pedulikan. Tetapi
- upaya yang harus kita pedulikan yang
- dengan upaya itu betapa pun kita di
- dunia ini menjadi orang miskin atau kita
- ditakdirkan menjadi orang kaya, kita
- tidak lagi peduli kepada kekayaan dan
- kemiskinan. Justru yang kita pedulikan
- itu kepada upaya. Upaya untuk apa? untuk
- menyelamatkan agama kita saat kita
- miskin, untuk menyelamatkan agama kita
- saat kita kaya. Ini yang paling kita
- pentingkan. Jadi, kekhawatiran seperti
- itu masuk akal manusiawi, tetapi kita
- harus imbangkan dengan upaya-upaya
- sehingga kita tidak pun menghilangkan
- jasa Allah Subhanahu wa taala dengan
- adanya anugerah dunia pada kita. Dan di
- sisi lain kita akan bawa anugerah ini ke
- negeri akhirat yang insyaallah di
- situlah akan barter kita dengan akhirat
- nanti dan abadi dan abadi sifatnya. Maka
- hadis ini mungkin akan Ustaz
- ulang. Allah Subhanahu wa taala
- memberikan kabar kepada kita melalui
- lisan Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam.
- Eh faqala Nabi shallallahu alaihi
- wasallam inna min
- ibadi liman la
- yasluhu illal
- faqro walau
- agnaituhuadat
- alaihi wa in
- ibadi liman la
- yasluhuina
- walauqsad alai
- Ujung dari kedua kalimat ini dinah.
- Dinah bukan alfaqra atau
- algina.
- Bedakan. Bagi kita enggak peduli nak
- hidup ini
- miskinkah atau
- kayaah. Yang paling penting rida Allah
- subhanahu wa taala. Tetapi mustahil kita
- mendapatkan rida tanpa upai upaya. Ini
- letaknya kata Rasul menyampaikan
- informasi Allah ini ternyata ada dari
- hamba Allah ini yang mau tidak mau
- hidupnya harus
- sengsara, harus miskin, harus
- fakir. Dan kalau ia Allah jadikan dia
- orang kaya, yang rusak bukan dirinya,
- yang rusak bukan kemiskinannya.
- Justru kalau dia jadikan orang kaya oleh
- Allah Subhanahu wa taala, yang rusak itu
- agamanya. Tapi di sisi lain, Allah pun
- punya
- hamba. Hamb itu mau tidak mau dalam
- hidupnya harus kaya
- raya. Karena Allah maha tahu bahwa dunia
- ini banyak problem yang harus ditutupi
- oleh
- kekayaannya, oleh jasanya, kan gitu.
- Iya. Maka di mau tidak mau orang itu
- harus kaya raya kata Allah Subhanahu wa
- taala. Dan jikalau aku jadikan di orang
- miskin yang rusak bukan jasadnya yang
- miskin yang rusak bukan kekayaannya.
- Lafsadat alaihi justru sebaliknya yang
- rusak juga adalah agamanya. Artinya yang
- paling penting saat kita hidup di dunia
- adalah kita
- selamatkan agama kita.
- dengan kemiskinan yang Allah takdirkan,
- dengan kekayaan yang Allah anugerahkan
- itu,
- Nak. Jadi kalau sudah begitu caranya
- menghadapi dunia itu ya santai aja kan
- gitu. Tetapi jangan pun bertawakal
- kepada selain Allah tanpa upaya.
- Bertawakallah kepada Allah Subhanahu wa
- taala dengan upaya maksimal nanti Allah
- akan beri sesuai dengan perbuatan kita.
- Wallahuam babab. Ini Ustaz ada dua
- pertanyaan yang temanya sama Ustaz. Iya.
- Silakan. Pertama dari hamba Allah
- Tanjung Priuk, Ustaz. Dari Tanjung Priuk
- nih cukup jauh ya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Milih pemimpin yang baik yang seperti
- apa sih? Semuanya sama. Elit politik
- yang di atas malah pada berantem membela
- yang didukungnya. Ini bagaimana, Ustaz?
- Yang kedua, Heeh.
- Yang kedua dari Batam nih, Ustaz.
- Zulkarnain. Iya, Ustaz. Kadang iman itu
- suka naik dan turun. Nah, mungkin boleh
- minta nasihatnya. Kalau tadi tips dan
- trik nih, Ustaz yang pertama tentang
- memilih pemimpin. Yang kedua, minta
- nasihatnya untuk kaum muslimin agar
- selalu dalam istikamah di jalan Allah
- Subhanahu wa taala. Apalagi di tahun
- nanti 2019 di mana ada acara besar di
- Indonesia jangan karena harta, tahta dan
- lain-lain. Kita bisa menggadaikan iman
- kita. Ya Rabb. Terus ulama juga harus
- peran aktif dalam membangkitkan keimanan
- umatnya. Karena itu semua akan
- dipertanyakan di yaumil akhir. Syukron.
- Allahu Akbar. Dari Batam dan Tanjung
- Priuk. Tanjung Priuk. Monggo, Ustaz.
- Tanjung Priuk. Masalah
- pemimpin. Batam masalah iman. Ya, turun
- dan naik.
- Bismillahirrahmanirrahim. Untuk ikhwan
- kita di Tanjung Priuk dalam menghadapi
- katakanlah pesta demokrasi ini, pemimpin
- yang mana sih yang harus kita pilihkan
- gitu? Di atas mereka pada ribut. Di atas
- pada ribut-ribut ya kan. Ee ada calon
- ini calon A B C D gitu kan. mungkin A,
- B, C, D, F, GH, semuanya banyak
- sekali. Ya, kalau kita memilih dengan
- kondisi seperti ini, rasa rasanya jarang
- umat Islam akan memiliki pilihan yang
- ideal, ya kan? Rasa-rasanya tidak ada
- yang ideal menurut
- agama. Makanya kalau ia ada ini, kalau
- ada camkan dulu omongan ustaz tadi ya.
- Kalau idealnya sekarang ini umat Islam
- ini belum ada pilihan yang ideal menurut
- agama. Pahamin ya? Hari ini belum ada
- calon pemimpin yang ideal menurut agam
- agama. Artinya yang agamanya kuat dia
- Bapak Haji ya kan? Apalagi kiai ya kan?
- Sekarang umat Islam belum memiliki
- kalimat ideal. Itu artinya kalau ia di
- Indonesia tiba-tiba ada
- calon yang
- noteband-nya menguasai agama, saleh
- pula, jujur pula, amanah pula, inilah
- jadi pilihan.
- Tetapi sekali lagi kalimat tadi,
- sekarang ni umat Islam Indonesia belum
- memiliki kalimat
- ideal ya yang ada pada calon pemimpin
- menurut agama. Ini mengandung makna.
- Kalau ada kan begitu, Nak. Iya. Calon
- pemimpin yang memiliki kriteria yang
- diinginkan masyarakat Islam Indonesia,
- pilihlah dia. Itu yang pertama.
- Yang kedua, masalah iman ini kadang
- yajdad waanqu itu memang benar. Kata
- Rasul Sall diakui juga
- diakui naik turun iman ini saat naik oh
- ketaatan kita luar biasa. Ngaji setiap
- saat ya kan? Berdma setiap saat beramal
- saleh setiap saat. Tapi kalau lagi down
- iman kita, ah kita termasuk peminum
- arak, pezina, koruptor, ya pemabuk.
- Mungkin kita pejudi, dibuatnya saat kita
- turun, ya. Kecil-kecilnya kita nih
- perampok ya kan, pembunuh dan
- sebagainya. Maka bagaimana mengatasi
- kondisi iman, kondisi iman yang
- terkadang posisinya di atas dan di bawah
- ini. Maka cara menghadapi keimanan
- seperti ini, coba kita
- lihat kondisi kita
- sendiri. Siapakah kita dengan iman ini?
- Ke mana arah iman yang sedang kita
- perjuangkan ini?
- Apakah iman saat kita kuatkan dengan
- amal saleh, dengan takwa pada Allah,
- bermanfaat enggak kepada kita? Atau
- malah sebaliknya, kita jauh dari iman,
- akankah kita ada harapan dengan
- perbuatan yang buruk ini kepada kita ee
- katakanlah hidup bahagia di akhirat?
- Kita harus mempertimbangkan itu. Dan
- dalam melihat kondisi iman yang turun
- naik ini, coba kita dalam ibadah, Nak.
- Kalau lagi taat, jangan terlalu
- taat gitu loh. Jangan terlalu
- menggebu-gebu sehingga nanti pada
- saatnya turun dia susah
- mempertahankan. Tapi kalau lagi jatuh
- jangan
- jatuh-jatuhnya, jangan sampai digada
- seluruhnya tuh iman gitu loh. Maka
- tawajun bainahuma. Ambil jalan tengah di
- antara keduanya. Sehingga bertakwa
- kepada Allah ini dapat kita atur. Oh,
- kalau aku nanti iman aku turun ya paling
- turunnya membicarakan orang. Ibaratnya
- gitu loh ya. Enggak sampai parah-parah
- amatlah mencuri, membunuh, merampok gitu
- loh. Paling yang kecil-kecil aja l
- ibaratnya paling gibah gitu loh. Nah,
- itu pun cukup besar kan dosanya. Tapi
- setidaknya yang ringan gitu loh. Nah,
- tak tapi kalau kita lagi naik imannya,
- wah paling kalau lagi naik iman,
- alhamdulillahlah saya jadi ahli masjid,
- baca Quran, bersedekah semampu saya, itu
- kan mengunjungi tetangga, berbaik-baik
- pada orang tua dan sebagainya. Itu atur
- sedemikian rupa. Ini nasab ini penting
- bagi masyarakat yang mengalami kadang
- imannya naik kadang tu turun. Tetapi
- jangan umruah dalam iman ini kita
- lakukan semua. Memang idealnya seperti
- itu. Tapi ingat pada satu saat kondisi
- kita dengan lemah iman jangan sampai
- tergadai keimanan itu seluruhnya.
- Wallahuam. Nah, ini Ustaz
- dari Iskandar Pasar Poncol Senin nih,
- Ustaz. Oh, di Senin. Iya. Ikut
- memberikan ee ee komentarnya, Ustaz.
- Subhanallah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz
- terbukti. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terbukti sabda Rasulullah,
- "Di akhir zaman banyak pemimpin dan
- orang Islam dihinggapi penyakit cinta
- dunia. Takut mati tapi mati juga. Takut
- mati tapi mati juga. Ini komentar takut
- mati mati juga. Mending enggak usah
- takut mati ya. Allahu Akbar. Jadi takut
- juga pun ya mati juga. Iya. Ini komentar
- dari Pak Iskandar dari Pasar Poncol
- Senin. Iya. Tetapi hidup jangan tanpa
- perhitungan. Betul. Walaupun kita berani
- hidup, takut mati, harus berhitung.
- Karena memang ada kalimat dari guru
- ustaz ee berani hidup tak takut
- mati. Ee takut mati jangan
- hidup. Ada orang takut hidup apa
- jawabannya? Mati saja kan begitu. Nah,
- ini tapi bukan tanpa perhitungan. Semua
- harus ada hitungannya masing-masing
- gitu, Nak. Ya, silakan.
- Nah, ini dari hamba Allah nih, Ustaz
- yang memperhatikan ikut serta dalam ee
- membuka Qurannya nih, Ustaz. I Azuruf
- tadi ee ayat 35 sampai 40
- di ayat 46, di ayat 36 ee yang artinya,
- "Dan barang siapa yang berpaling dari
- pengajaran Allah yang maha pengasih
- Al-Qur'an baginya kami biarkan setan
- menyesatkannya dan menjadi teman
- karibnya." Innalillah. Pertanyaannya
- nih, Ustaz, dari ayat tersebut, apa
- ciri-ciri orang yang berpaling dari
- jalan Allah sehingga Allah membiar kami
- membiarkan setan itu menyesatkannya?
- Bismillahirrahmanirrahim. Keberpingan
- manusia dari mengingat Allah itu banyak
- sekali jenisnya.
- Saat manusia ini berpaling dari hukum
- Allah.
- Semisal dalam hukum Allah ini orang yang
- berzina pemuda dengan
- pemudirajamlah 100
- cambukan. Dicambuk 100 cambukan,
- diasingkan 1 tahun. Bagi yang sudah
- berkeluarga dirajam sampai
- mati. Untuk khususnya di Indonesia
- sekarang ada enggak yang melaksanakan
- hukum itu?
- Jawabannya tidak ada. Itu berpaling
- namanya. Saat koruptor harus dipotong
- tangan. Di kita di negara ini
- dilaksanakan enggak hukum itu? Tidak.
- Maka berlaku pula orang-orang seperti
- itu.
- Wamanik rahman
- nuqahu
- nuqahuan fahua lahu
- qarin. Saat orang-orang yang berkhianat
- dibiarkan, saat orang-orang jujur
- ditindas
- hak-haknya, ini
- berpaling. Jadi kalau dunia penuh dengan
- seperti ini, maka dunia penuh dengan
- keberpalingan terhadap Allah Subhanahu
- wa
- taala. Maka jelas kata Allah, fahua lahu
- qarin. Maka temannya adalah syai.
- setan. Kalau memang teman-teman ini
- tidak mau dikatakannya temannya setan,
- ya sekarang jadikanlah setan itu
- musuh. Jadikanlah setan itu sebagai
- rival. Jangan ikuti jejak-jejak
- langkahnya. Kembalilah kepada apa?
- Kepada berteman dengan orang-orang yang
- menggunakan akal sehatnya.
- Katakanlah yang dekat dengan ilmu agama,
- yang menghormati hukum-hukum Allah, yang
- dari mereka berkeinginan hukum Allah itu
- ditegakkan. Kan begitu. Maka dalam hal
- ini tolong berpikir sehat kepada
- kondisi. Wallahuam bawab.
- Ini, Ustaz, e dari hamba Allah juga nih,
- Ustaz, bagaimana
- mensikapi seb ee sebuah sikap seorang
- kakek yang melarang cucunya sekolah di
- pesantren karena dianggap sekolah di
- pesantren itu hanya jadi ustaz dan
- penghasilannya kecil. La wala quwata
- billah kayaknya. Ee berarti Ustaz
- profesi juga nih saya
- ya. Idealnya memang menjadi ustaz tuh
- kaya apa ya atau orang yang ee
- sekolahnya di umum itu harus semuanya
- jadi miliarder. Kan nyatanya tidak tuh.
- Iya. Bahkan kalau kita lihat dari data
- katakanlah kenyataan ya, ada enggak para
- ustaz itu
- nganggur jebolan-jebolan pesantren itu
- ada enggak yang nganggur? Kalau ya ada
- jumlahnya hanya
- sedikit bila dibandingkan
- dengan katakanlah lulusan-lulusan umum.
- Dan kalau kita bandingkan antara
- penganggur-penganggur yang dari umum dan
- pesantren, Ustaz yakin kebanyakan dari
- umum. Anak-anak pesantren setidaknya dia
- mampu menjadi
- marbot, mampu hidup di masjid,
- membersihkan masjid, mampu
- bersabar, ya kan? Mampu berdakwah
- sehingga dengan dakwah rezeki datang,
- mampu berjihad, mampu mengurus umat
- walaupun hanya sekedar mengurus jenazah.
- Iya. Bila dibandingkan katakan umum,
- kalau umum dia tidak diterima di su
- pekerjaan, akhirnya apa? Dia tidak
- sanggup hidup di masjid karena tidak ada
- pelajarannya. Dia tidak sabar dengan
- kondisi. Akhirnya apa? Mereka malah
- menjadi rusak dengan minuman. dengan
- kondisi dan sebagainya. Maka kepada
- seorang kakek yang melarang anaknya atau
- cucunya
- untuk sekolah di pesantren karena
- kekhawatir karena kekhawatiran miskin.
- Karena ustaz-ustaz itu kebanyakan
- miskin. Ustaz kata-kataan iya miskin
- tapi dia kaya hati insyaallah taala.
- Wallahuam bawah.
- Ee menyambung dari tadi ustaz pertanyaan
- yang sebelumnya naik turun iman. Nah ini
- terkait dengan iman itu turun dan naik.
- Apa upaya kita agar bisa kembali
- istikamah berpegang teguh kepada agama
- Allah atau dengan tema kita berpegang
- teguh kepada wahyu Allah. Iya memang
- kadar iman kita ini kita rasakan sendiri
- ya. Saat naik turunnya ini kita dapat
- rasakan sendiri. untuk
- mempertahankan kondisi kualitas keimanan
- kita tidak ada tidak ada lain.
- Maka ketakwaan itulah yang menjadi
- barometer. Ee amal saleh itulah yang
- menjadi
- barometer. Kemudian ee kita jangan
- menyia-nyiakan waktu kehidupan kita
- untuk menghormati
- kesempatan. Kesempatan ini kadang-kadang
- tidak berulang dua kali. Maka saat ada
- kesempatan berbuat baik, lakukan itu.
- Inilah cara mungkin efektif ya
- mempertahankan iman ee yang kita miliki.
- Dan saat turunnya iman itu memang kita
- juga yang merasakan. Maka ketika turun
- jangan sampai jauh dari rahmat Allah
- Subhanahu wa taala dengan apa? Banyak
- beristigfar dan memohon kepada Allah
- bimbingan. Ya, kembali kepada apa yang
- telah dilakukan dari amal saleh. Sekecil
- apapun bentuk amal saleh kembali
- mengingat dan untuk melakukannya lagi.
- Untuk dasar pertimbangan kalau-kalau
- iman ini semakin jauh
- turun. Kalau tanpa dasar pijakan itu,
- wallahuam iman akan hilang dari kita.
- Naudubillah minzalik.
- Semoga itu juga menjawab pertanyaan dari
- hamba Allah ee yang pertanyaannya mohon
- kiat-kiatnya dalam memupuk keimanan dan
- ketakwaan diri dalam keadaan apapun.
- Allahu Akbar. Supaya terhindar dari
- hal-hal yang menurunkan tingkat ibadah
- kita. Atau ada tambahan lain, Ustaz,
- untuk jawaban tadi yang sebelumnya?
- Ee sebetulnya untuk keimanan ini memang
- ya memang harus diupayakan
- ya. Orang mau tinggi imannya, mau
- berkualitas imannya, kalau tidak upaya
- ya maka tidak akan mungkin dapat.
- Bagaimana cara upayanya? Ikhwan yang
- dirahmati Allah, keimanan itu
- gaib. Ya kan? Allah gaib, malaikat gaib.
- Cara mendekati Allah, cara mendekati
- malaikat ya dengan yang hal gaib ini
- dengan upaya. Apa upayanya? Kembali
- kepada informasi Al-Qur'an alkarim agar
- keimanan ini tetap menjadi milik kita.
- Maka tidak lain Al-Qur'an kan gitu
- menjadi rujukan yang utama dan
- diutamakan. Wallahualam.
- Baik akhwat kita sampai di penghujung
- acara nih ya. Kita persilakan Ustaz Umar
- untuk memberikan kesimpulannya di tema
- kita. Iya. Di tema kita hari ini
- berpegang teguh kepada wahyu Allah.
- Tafsir Ibnu Katsir surah Azzuhruf ayat
- 35 sampai 43. Nah, monggo ustaz
- kesimpulannya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim. Fastamsik
- billadzi uhiya ilaika innaka alati
- mustaqim. Dan berpegang teguhlah engkau
- Muhammad kepada wahyu yang diturunkan
- itu agama.
- Dan sesungguhnya engkau berada di atas
- jalan yang lurus. Ini merupakan
- informasi yang sangat menarik untuk kita
- kaji sebetulnya. Nah, Ibnu Katsir
- mengatakan mentafsirkan ayat ini, "Ai
- khud bil Quran almunazzal ala
- qolbik." Ambil itu
- Al-Qur'an olehmu wahai Muhammad.
- yang telah Allah turunkan di atas
- hatimu.
- Kenapa? Dan ini berlaku untuk kita
- umatnya, tidak hanya kepada nabi kita
- yang sudah meninggal. Berlaku untuk
- umatnya.
- Mengapa? Fainnahu huwal
- haqqu yahdi ilaihi huwal haqqu almfdi
- ilaatillahil mustaqim.
- almil jannatin naim walhair daim
- almqim. Kenapa kita harus pegang tu
- Al-Qur'an? Ya Allah, kalau orang sudah
- kembali kepada Al-Qur'an, tidak ada
- kekayaan yang lebih menandingi Quran.
- Tidak ada jalan yang lebih selamat dan
- lurus terkecuali ada di Al-Qur'an. Maka
- bagi orang yang ingin selamat hidup di
- dunia dan akhirat, kembali kepada
- Alquran. Al-Qur'an. Mau imannya tetap di
- atas, kembali kepada Al-Qur'an. Mau
- orang yang imannya di bawah, kembali
- kepada Al-Qur'an. Mau menjadi penjahat,
- kembali kepada Al-Qur'an. Mau jadi
- koruptor kembali ke Al-Qur'an. Ke
- Al-Qur'an. Mau menjadi pejudi kembali
- kepada Quran. mau menjadi orang tidak
- sabar dan lain sebagainya sebagainya
- kembali kepada ambil itu
- Quran yang dulu diturunkan kepada hati
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Kenapa? Sekali dengan
- jawabannya. Karena Al-Qur'an itu
- dia adalah jalan Allah Subhanahu wa
- taala yang hak yang mengandung
- kebenaran. Yang lurusnya itu ee jalan
- ini apa lurus tuh? Ada di kalau kita
- masuk tol ada ruas yang namanya jalur
- dan jalur dan
- apa? Ada jalur ada
- lajur ya kan? Jalur kiri lajur kiri atau
- lajur kiri. Al-Qur'an itu adalah baik
- lajur ataupun
- jalur. Ke mana arahnya lajur dan jalur
- ini? Yaitu kepada jalan Allah yang
- lurus. yang dapat menyampaikan orang
- yang menggunakannya ke mana? Kepada
- surga Allah Subhanahu wa
- taala dan kepada kenikmatan dan kebaikan
- yang kekal abadi, addaim
- almqyim. Maka tiada jalan lain bagi kita
- yang hari ini bersama-sama mengkaji
- tentang fastaqim billadzi uhiya ilaika
- innaka alati mustaqim.
- tidak jalin perkara kehidupan ini harus
- kita kembalikan kepada Allah Subhanahu
- wa taala agar kita tetap mendapatkan
- hidayahnya. Wallahuam bawab. Baik
- akhwat. Ee ketika kita iman turun maka
- sebisa mungkin kita menjauhi hal-hal
- yang bersifat maksiat kembali kepada
- kembali kepada wahyu Allah. Dan ketika
- kita sedang puncaknya taat kita kepada
- Allah, maka kita berusaha mungkin tetap
- istikamah dan selalu berpegang teguh
- kepada wahyu Allah. Dan adapun nanti
- tahun depan gunjangganjingnya pun tetap
- kita berpegang pada wahyuqan.
- Alquran tidak ada ruginya kalau orang
- kembali pada Al-Qur'an. Tidak ada
- ruginya. Baik akhwat. Demikian acara
- tausiah siang hari ini dan kami mohon
- maaf atas pertanyaan Iwan Akhwat yang
- tidak kami bacakan karena keterpesatan
- waktu dan kami berterima kasih kepada
- Iwan Nawat yang telah bergabung dari
- Batam ee Tanjung Priuk, Poncol Senin dan
- hamba-hamba Allah yang tidak menyebutkan
- nama dan tempatnya. Nah, saya Panji
- Ahmad dan kru yang bertugas pada siang
- hari ini ada Fajar, Fahri, dan Obi dan
- tentunya Ibu produser kita Bu Nana.
- Mohon undur diri. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilaha illa ant wa
- atubu ilaik. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- Aku sebut