Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Nah, dia itu lebih besar dari Namrud. 1:21 Bismillahirrahmanirrahim. 1:22 Assalamualaikum warahmatullahi 1:24 wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil 1:26 alamin wassalatu wassalamu ala sayyidina 1:29 Muhammad wa ala alihi wasahbihi ajmain. 1:32 Rabbi zidni ilman Allahumma anfani bima 1:35 alamtani wa alimni ma yanfauni warzuqni 1:38 ilman yanfauni. 1:39 Dipancarkan dari Jalan Masjid Nur Rahin 1:41 nomor 36 Kalimanggis, Cibubur, Bekasi. 1:44 Radio Nur Rahin dan Rasil TV untuk Islam 1:46 yang satu. Ikhwan akhwat yang dirahmati 1:49 Allah subhanahu wa taala. 1:50 Semoga kabar Anda di sore hari ini dalam 1:53 keadaan sehat walafiat. 1:55 Tausiyah sore kembali hadir ikhwan 1:56 akhwat. 1:57 Bersama saya Angga Aminudin ditemani 1:59 oleh Meja di kameramen, ada Yusuf 2:02 Subangkit Meja operator. 2:04 Ikhwan Akhwat kita berjumpa di hari 2:06 Kamis dan tausiyah sore edisi hari Kamis 2:09 kita akan mendengarkan nasehat dan juga 2:13 kita akan mendapatkan tausiyah dari 2:15 Ustad Zein Al Hadi. Alhamdulillah guru 2:18 kita telah hadir di studio. 2:19 Assalamualaikum warahmatullahi 2:20 wabarakatuh, Pak Ustad. Waalaikumsalam 2:22 warahmatullahi taala wabarakatuh. Beres 2:25 sehat, Pak Ustad ya? 2:26 Alhamdulillah, sehat. Alhamdulillah, 2:27 mudah-mudahan ini 2:29 eee 2:30 menjelang Ramadan 2:32 Insyaallah. 2:32 Covid hilang. Insyaallah, insyaallah. 2:36 Mudah-mudahan. Karena angkanya katanya 2:38 mulai melandai terus ini, Pak Ustad. 2:40 Iya, menurun nah. Eee MUI pun kemarin 2:42 sudah membuat pernyataan 2:44 salat kembali saf rapat. Nah. 2:48 Bahkan akan akan menerbitkan peraturan 2:50 bahwa MUI nanti untuk ibadah Ramadan itu 2:53 sudah tidak dibatasi lagi, Pak Ustad. 2:54 Iya. 2:55 Iya, sekarang semua sudah tidak dibatasi 2:57 di mana-mana. 2:58 Bioskop sudah lama dibuka. 2:59 Iya, makanya kalau MUI masih telat 3:01 sebenarnya. 3:02 Bioskop lebih rapat lagi. 3:03 Lebih rapat lagi. Pengap lagi. Iya. 3:05 Pengap, tertutup semua. 3:06 Berjam-jam. 3:08 Baik. Insyaallah Ikhwan Akhwat di 3:10 kesempatan kali ini tausiyah sore akan 3:12 mengangkat judul membina kehidupan. Mari 3:16 kita simak. Kami persilakan, Pak Ustad. 3:18 Iya, baik. Terima kasih. 3:20 Bismillahirrahmanirrahim. 3:22 Alhamdulillahirabbil alamin. 3:25 Puja dan puji 3:27 tunduk sujud, rukuk, pasrah 3:31 kehadirat Allah subhanahu wa taala. 3:33 Selawat dan salam 3:35 keharibaan Nabi tercinta Muhammad serta 3:38 keluarganya dan sahabatnya yang baik. 3:41 Assalamualaikum warahmatullahi taala 3:43 wabarakatuh. 3:47 Salam hormat, salam Islam 3:49 salam bahagia, insyaallah. 3:52 Ya. 3:53 Tema kita, judul kita saat ini membina 3:55 kehidupan. 3:57 Semua orang hidup ini membina kehidupan. 4:00 Sebelum kita bicara masalah itu 4:01 selanjutnya, kita mau mengerti dulu yang 4:04 dimaksud kehidupan di sini hidup di 4:06 mana? 4:07 Kita pernah hidup di alam roh. 4:09 Belum punya badan. 4:11 Sudah itu bersama semua makhluk Adam 4:13 kita bareng diciptakan tuh, semua. 4:15 Roh, arwah. 4:17 Di situ Allah sudah 4:18 menyelipkan di sini tauhid di di dada 4:21 kita. 4:22 Allah berfirman, "Wa alastu birobbikum?" 4:24 Bukankah aku ini Tuhan kalian? Semuanya 4:26 mengaku, "Bala, betul, Dia." 4:29 Tuh, di roh tuh. Roh sudah beriman 4:31 semua. 4:33 Nah, ke perut ibu itu sudah kita di 4:35 dunia, dilempar ke dunia ini di perut 4:37 ibu duluan situ. 4:38 Ambil apa di perut ibu tuh apa? 4:41 Ambil apa itu assembling-nya? 4:44 Apa sih namanya kalau mobil itu rohnya 4:45 dari Jepang di sini bikin body. He eh. 4:48 Iya, kan? Iya, iya. Nah, itu ambil body 4:51 di perut ibu tuh bikin body. 4:53 Body, ini badan kita ini. 4:56 Bahannya apa? Ya, entah tahu. Tanya 4:58 dokter, dokter-dokter sudah lihat, dia 4:59 tahu sedikit, enggak banyak. 5:03 Itu terus ke bumi, sekarang di bumi. 5:06 Terus tumbuh 5:08 seperti pohon. 5:10 Tumbuh. 5:11 Yang Allah takdirkan kun fayakun 5:13 langsung jadi tidak melalui proses 5:15 perkawinan tuh Adam. 5:19 Adam dan Hawa. 5:20 Yang setengah proses Nabi Isa. Tanpa 5:23 tanpa perkawinan yang benar, enggak ada 5:25 perkawinan juga itu. 5:26 Tapi langsung jadi bayi. 5:28 Sudah itu baru proses seperti manusia. 5:32 Kita proses dari air. Air air air tuh. 5:38 Ya, pikir saja lah, dari air jadi 5:39 begini. 5:40 Dari air. 5:43 Nah, itulah. 5:45 Kalau manusia itu enggak kenal diri ya, 5:46 enggak diri jadinya. 5:49 Coba ada pikir dari air jadi begini, 5:51 bisa bicara, bisa berpikir. 5:55 Itu cukup untuk beriman. 5:56 Mikir ke situ cukup untuk beriman. 6:00 Nah sekarang kalau sudah 6:03 paham seperti itu kenapa Tuhan hidupkan 6:05 kita di dunia? Banyak pertanyaan, kenapa 6:07 tidak langsung dibikin di surga saja? 6:10 Kan Tuhan tahu mana yang baik, mana yang 6:11 nakal. Khairul Bariyah ndak Tuhan sudah 6:14 tahu kan? Tempatkan saja di surga ini. 6:16 Yang Syarul Bariyah taruh saja di 6:17 neraka. 6:18 Ya tidak ada bukti itu. Nanti kita itu 6:20 Tuhan dituduh pilih kasih lagi. 6:23 Di dilatih dulu, dicek dulu, diperiksa 6:25 dulu. Itu di surat Al-Ankabut ayat 2. 6:29 Am hasibtum 6:31 apakah kalian menyangka, mengira 6:34 setelah kalian beriman qolu amanna terus 6:36 Tuhan terima 6:38 kita beriman Tuhan kami semua beriman 6:39 seperti jadi dalam ruh. Sampai di dunia 6:41 sudah berubah, sudah tertutup 6:43 dengan tetap tertutup badan 6:46 ndak bisa lagi melihat Allah 6:48 jisminya. 6:49 Melihat Allah itu batinnya, nah itu 6:51 perlu belajar, perlu tafakur, perlu 6:53 berpikir. 6:56 Mengenal asma Allah kekuatan Allah, 6:58 kekuasaan Allah yang tidak di dunia ini 7:00 mengenal Allah itu disebut buta. 7:03 Buta buta apa itu? Buta tunanetra ndak 7:06 apa-apa, di akhirat melek dia. 7:08 Tapi buta Allah nah itu yang berbahaya 7:11 itu. 7:12 Di sana buta nanti. Jalan di padang 7:14 mahsyar buta terinjak-injak. 7:16 Ada di Quran itu. 7:18 Di sana kita bahas hidup. 7:20 Hidup di perut ibu termasuk di dunia. 7:23 Jadi alam ruh ada empat jadi. Terus ke 7:24 dunia sekarang. 7:26 Dari dunia tanpa badan 7:28 hidup. 7:30 Yang mati badan. 7:31 Dibuang ke lahan. 7:33 Kita tetap hidup. Dipindahkan dari dalam 7:35 arwah dipindahkan ke perut ibu. Dari 7:37 perut ibu dipindahkan lagi ke alam kubur 7:39 namanya alam barzah. 7:42 Bagaimana? Ya itu tempat transit, dunia 7:44 transit khusus untuk mengikuti ujian. 7:48 Apa nanti setelah keluar dari dunia jadi 7:51 khairul bariyah atau syarrul bariyah, 7:54 kita sudah bahas 2 minggu lalu. 7:57 Artinya khairul bariyah 7:59 manusia terpilih, pilihan yang baik. 8:02 Manusia yang paling bagus, sempurna. 8:06 Sempurna tapi yang kalau setengah 8:08 sempurna saja sudah bagus itu dapat 8:10 nilai 6, tapi ke 8:12 kekurangan sempurna yang lain 8:13 dibersihkan lagi itu. 8:15 Meninggal harus suci, lahir suci, 8:17 meninggal suci. 8:21 Lahir nangis, meninggal senyum. 8:25 Kita lahir nangis, orang tertawa. 8:31 Kalau meninggal 8:32 orang sedih. 8:33 Tapi kalau kita syarrul bariyah 8:35 kita meninggal orang senang 8:37 karena kita nakal. 8:40 Dan kemudian 8:43 di sana transit itu, di alam barzah 8:46 nunggu kiamat. 8:47 Kita kita beruntung karena di alam 8:49 barzah enggak lama, baru berapa saat 8:51 meninggal kita sudah sudah selesai 8:53 kiamat, mau berangkat lagi ramai-ramai. 8:56 Ini yang di alam barzah belum ke akhirat 8:58 nunggu kita. 8:59 Dan nunggu manusia yang akan datang, 9:00 semua nanti bareng itu, aduh banyaknya, 9:02 banyak banget itu. 9:04 Semua orang sudah lahir dulu, yang 9:05 sedang ada sekarang, dan yang akan 9:07 lahir, semua kumpul bareng itu. 9:10 Mati tidur, mati dulu kayak tidur gitu. 9:12 Nah, baru kiamat man ba'atsana min 9:15 marqadina hadza, hadza ma wa'adar 9:17 rahman. Siapa yang menghidupkan lagi, 9:19 bangunin kami dari tidur lama-lama di 9:21 nah itu. 9:22 Bala, itu dia Allah subhanahu wa ta'ala. 9:25 Nah, itu kehidupan kita ketiga itu, dari 9:28 alam roh ke alam dunia, ke alam barzah 9:30 tiga, baru nanti keempat di alam barzah. 9:33 Nah, itu tujuan akhir. Diciptakan untuk 9:36 di sana, abadi selamanya. 9:38 Enggak transit lagi, itu tujuan akhir. 9:40 Maka disebut akhir. 9:42 Enggak ke mana-mana lagi, sudah di situ 9:43 terus. 9:44 Yaumul akhir. 9:45 Hari terakhir, hari di situ tetap abadi. 9:48 Yaumul khulud, baqa. 9:50 Disebut baqa, kalau bahasa Indonesianya 9:51 baqa. Di Quran baqa. 9:54 Tetap abadi. 9:55 Kalau di dunia tidak ada yang baqa, 9:57 tidak ada yang abadi. 9:59 Allah yang abadi. Kita di sana nanti 10:01 abadi di akhirat. 10:03 Surga atau di neraka. Itu yang khair, 10:05 syahrul bariyah itu pasti dibuang. 10:07 Produk-produk juga yang rusak dibuang. 10:10 Yang utuh, yang baik yaitu yang 10:11 diteruskan, diterima di sana. 10:14 Nah, sekarang ini kehidupan ini harus 10:15 dibina. 10:17 Dibina. 10:18 Di dunia kita membina. 10:20 Kalau dari anak itu sekolah membina 10:22 diri. Kalau enggak mau ngapain dia 10:23 sekolah? Membina diri. 10:25 Untuk hidup di masa depannya. 10:28 Untuk hidup di masa depan. Nah, di dunia 10:30 ini ada 10:31 masa di perut ibu, masa bayi, 10:33 masa dewasa, 10:35 masa jompo. 10:37 Nah, ini untuk hari depan masa jompo 10:38 juga kita harus bina. 10:41 Untuk masa jompo, untuk hidup di dunia 10:43 sekarang, bina diri, sekolah, dia 10:45 belajar, semua belajar, semua itu dengan 10:46 ilmu. 10:47 Pembina diri itu. Untuk kesejahteraan, 10:49 kebahagiaan hidup di dunia, hari tua, 10:52 di alam barzah, dan di akhirat. 10:54 Jangan cuek saja, bahaya itu. 10:57 Itu banyak contoh orang misalnya 10:59 malas-malas, enggak sekolah, enggak 11:00 sekolah, enggak sekolah dari kecil 11:01 enggak mau sekolah, bolos-bolos-bolos. 11:03 Terus sudah sudah dewasa, tahu mau kawin 11:05 lagi, 11:06 enggak punya pekerjaan. 11:08 Siapa yang salah? 11:11 Terus yang jadi nakal-nakal itu siapa 11:13 yang salah? Dia sendiri. 11:15 Harus dibina, binanya bukan dengan 11:16 materi saja, ya materi, ya ilmu, ya 11:18 keimanan, kesehatan, itu semua wajib. 11:23 Kalau kita dengar ceramah dunia ini 11:25 tempat bikin susah segala macam, itu 11:27 yang diartikan tidak mencintai dunia itu 11:30 tidak bagus. Tapi membina diri di dunia 11:32 ini 11:33 wajib. 11:35 Mencari uang wajib, mencari nafkah 11:37 wajib. 11:39 Loh, ada orang, "Ah, enggak apa-apa kita 11:41 enggak bawa uang ke akhirat." 11:43 Loh, terus mau sembahyang bajunya dari 11:44 mana? 11:46 Mau umrah haji uangnya dari mana? 11:48 Mau sekolahin anak uangnya dari mana? 11:51 Itu semua ibadah mencari nafkah itu. 11:53 Mencari uang boleh enggak dilarang, yang 11:55 tidak boleh mencintai. 11:58 Kita jadi khadam, jadi jadi pemban jadi 12:00 budaknya harta, nafsu. Bukan itu. Boleh 12:03 menikmati, silakan pakai baju bagus. 12:06 Apalagi salat ibadah pakai baju yang 12:08 rapi, yang bersih. 12:11 Ya, pakai yang pakai celana, yang pakai 12:12 sarung. Ini hormati Allah. 12:14 Salat itu menghormati Allah, 12:16 mengagungkan Allah sujud itu. 12:19 Pakaian yang bersih yang ada di kita. 12:22 Ya, mau mau ketemu manusia saja ke 12:24 undangan-undangan undangan itu, bajunya 12:27 rapi-rapi. Jumpa Allah ya pakai yang 12:29 rapi, mau pakai bagus boleh, enggak 12:30 bagus enggak apa-apa. Pokoknya bersih. 12:32 Bagus boleh. Boleh bagus-bagus. 12:35 Asal jangan berlebihan, pakai sutra 12:37 misalnya. Saya mampu beli sutra enggak 12:39 boleh laki-laki. Kenapa? Supaya jangan 12:41 bersaing. 12:43 Bersaing main keren-kerenan, itu yang 12:44 enggak boleh. Tapi berpakaian yang rapi, 12:46 yang bersih untuk menghadap Allah, ya 12:49 itu memang dianjurkan. Bagus itu, akhlak 12:52 kepada Allah. 12:54 Nikmati itu, ya. Yang mampu silakan 12:56 makan yang bagus, halalan tayyiban. 12:59 Anak anak diberi makan yang bagus kalau 13:01 rezekinya ada, biar sehat, biar kuat. 13:04 Nabi lebih senang mencintai ya, satu dua 13:07 orang Islam yang kuat daripada banyak 13:09 yang lemah, ya itu. 13:11 Jadi dunia akhirat, tapi beda suka 13:13 bilang apa ini akhirat. Yang dimaksud 13:15 tuh dia tapi lupa salat nanti semua 13:17 segala-galanya. 13:19 Mencari kehidupan untuk materi, itu 13:22 tidak membina kehidupan, malah merusak 13:24 kehidupan. Uangnya dibelikan eh narkoba 13:27 dan lain-lain. Itu menghancurkan. 13:29 Jadi kalau buat uang itu buat ibadah, 13:31 buat rezeki, untuk keluarga, buat bantu 13:35 famili-famili yang tidak mampu, buat 13:37 bantu masjid-masjid, anak yatim 13:39 sebagainya. Dakwah itu dilupakan dalam 13:42 umat ini. Dakwah itu harus dibantu. 13:45 Dibantu. Kita kepengin mimpi ini kalau 13:48 bisa masjid itu sudah rapi keuangannya, 13:50 untuk ustaz-ustaz digaji. 13:54 Lanjut begitu. 13:57 Dari masjid, jadi dia dakwahnya itu 13:59 mantap, ya. 14:00 Begitu. 14:02 Masjid dirapikan semua. 14:04 Sudah waktunya kita berubah. Berubahlah, 14:06 masa dari dulu begitu terus, berubah. 14:09 Berubah, saling sayang, membantu. 14:12 Jadi kita ini umat Islam ini selalu di, 14:14 apa? 14:15 Orang yang benci Islam itu, 14:18 apa itu? Radikal banget bencinya itu, 14:20 bencinya radikal ke Islam itu. 14:22 Selalu umat Islam itu diganggu terus. 14:25 Yang paling jahat suka diadu. 14:28 Diadu itu, orang-orang umat Islam diadu. 14:30 Ada saja kalimat-kalimat yang 14:32 dikeluarkan. 14:33 Ee, untuk umat Islamnya sudah pintar, 14:35 tidak dilayani. Jangan. 14:37 Jangan dilayani. 14:39 Itu memang mau ngadu. 14:42 Order dari luar itu. 14:46 Jangan. Enggak, bukan hanya dengan ormas 14:48 lain, satu ormas pun dipecah. 14:51 Diadu. 14:52 Itu sengaja, buktinya apa? Dirontarkan 14:54 di tengah masyarakat, panggil wartawan 14:56 semua. Apa maksudnya? 14:58 Apalagi hal-hal yang umat Islam enggak 15:00 suka, tetap dilemparkan. Itu dia. 15:02 Mancing emosi. 15:04 Mancing emosi supaya umat Islam yang 15:06 muda-muda itu beremosi, nanti sudah 15:08 emosi, emosi dituduh. Memang di, dijebak 15:11 itu. 15:13 Oleh orang apa itu namanya? 15:14 Islamophobia. 15:15 Islamophobia, jadi jangan terpancing. 15:18 Kita berbuat. Berbuat. 15:21 Bukan hanya melakukan reaksi. 15:24 Orang beraksi kita reaksi, orang berbuat 15:26 kita bereaksi. 15:29 Berbuat membina, membina kehidupan, 15:31 membina kehidupan keluarga, membina 15:32 membina membina itu kewajiban kita. 15:35 Supaya jangan sampai meninggalkan 15:37 keturunan yang lemah. 15:40 Saya ulang lagi, jangan sampai 15:41 meninggalkan keturunan yang lemah. 15:43 Sekali lagi. Jangan sampai meninggalkan 15:46 keturunan yang lemah. 15:47 Semua mereka semua membina keturunannya. 15:51 Mereka kirim ke luar negeri kuliah 15:53 kuliah itu. 15:54 Malah orang masuk-masuk kirim ke sana, 15:55 ini calon menteri pertanian 10 orang 15:57 disiapkan. 15:59 Calon menteri ini, calon menteri. Kalau 16:00 dia hanya baik untuk membangun negara 16:02 enggak apa-apa. 16:04 Kita senang. 16:05 Negeri ini jadi maju, tapi kalau 16:08 nanti malah merusak negara gimana? 16:15 Jadi wajib membina kehidupan diri kita, 16:18 keluarga kita semua. 16:20 Keluarga yang baik. 16:22 Beriman. Kuat. 16:25 Kuat segalanya, fisiknya, ekonominya. 16:29 Kita bisa membela bangsa, bela negara. 16:32 Bela agama. 16:37 Tuh. 16:38 Begitu tidak bisa tawakal ya tawakal 16:41 setelah sekuat 16:43 kemampuan 16:45 membina, setelah itu pasrah pada Allah. 16:48 Terima rida apapun keputusan Allah. 16:50 Tapi Allah mewajibkan kita berbuat. 16:54 Banyak ayat itu. Tuhan tidak merubah, 16:56 Allah tidak merubah nasib sebuah suatu 16:58 bangsa, suatu kaum. Satu orang. 17:01 Kecuali 17:02 dengan apa yang dia usahakan. 17:06 Baik. 17:07 Allah membantu tetap. 17:09 Tapi Allah suruh kita rajin. 17:11 Allah minta kita kuat. 17:13 Allah kita minta tanggung jawab terhadap 17:15 keluarga. 17:16 Membuat mereka rapi hidupnya 17:18 bekerja itu jihad juga 17:20 jihad mencari nafkah itu 17:22 apalagi dapat uangnya rezekinya banyak 17:25 dia bisa bantu dakwah 17:28 bantu family-family yang tidak mampu itu 17:31 luar biasa 17:32 jadi pahalanya lebih tinggi daripada 17:34 beberapa puluh kali umroh itu 17:39 umroh kan kita pribadi dapat pahala 17:42 kalau ini kita berapa orang itu 17:45 bisa senyum bisa ketawa 17:48 karena kita 17:50 kita menyenangkan orang Allah akan 17:51 menyenangkan kita 17:54 Allah paling sayang orang yang 17:56 menyelesaikan problem orang lain 18:04 jadi silakan 18:06 cari harta 18:08 yang banyak 18:10 buat diri buat keluarga 18:12 buat umat 18:14 buat dakwah 18:17 buat menciutkan jurang pemisah antara 18:20 kaya dan miskin 18:22 yang kaya terlalu kaya 18:25 yang miskin terlalu miskin 18:28 itu kita ciutkan dengan membantu 18:31 jadi carilah rezeki yang halal yang 18:33 banyak 18:34 Allah ucapkan makan yang bagus 18:39 terus kita ada satu yang kita harus tahu 18:42 apa kita semua harus buang kebencian 18:43 saya sering sampaikan itu iya 18:46 tapi ada benci yang halal 18:48 yang boleh 18:50 bagaimana itu saudara senang karena 18:52 Allah benci karena Allah 18:54 senang yang disenangi Allah benci yang 18:56 dibenci Allah nah itu 19:00 suka 19:01 senang 19:04 segala apa dan siapa yang disenangi 19:06 Allah 19:08 benci apapun siapapun yang dibenci Allah 19:12 tapi jangan maki ya maksud benci di sini 19:13 hati kita tidak tidak rida. 19:25 Jadi sesuatu yang buruk tidak 19:26 membahayakan orang lain, kita enggak 19:28 suka tapi biarin saja. 19:30 Tapi ketika membahayakan orang lain, nah 19:32 kita lapor kepada apa itu badan hukum. 19:38 Jadi jangan cuek. 19:40 Memang kita tidak bisa nangkap ya, 19:42 tapi kita laporkan. 19:44 Sudah selesai kita enggak dosa itu kalau 19:46 melihat ada mungkar itu jangan diam 19:48 saja. 19:49 Laporin ke polisi. 19:50 Laporkan, 19:51 itu jaga untuk kehidupan ini di negeri 19:54 ini jadi baik. Itu termasuk membina 19:56 kehidupan. 19:57 Kehidupan di rumah tangga kita, 19:58 kehidupan lingkungan, kehidupan se-RT, 20:00 se-RW, se-kota, 20:03 se-kabupaten, se-provinsi, 20:05 se-negeri, 20:06 nasional. 20:08 Semua umat-umat yang beragama Islam dan 20:10 yang beragama lain itu ikuti agama 20:11 mereka. Yang agama Islam ikuti agama 20:13 itu, disuruh begitu. 20:16 Segala yang mungkar yang merusak bangsa, 20:17 merusak umat, 20:19 singkirkan tapi caranya bukan kita yang 20:21 menyingkirkan, itu tugas polisi. Kita 20:23 laporkan. 20:24 Bersama RT, bersama RW, datang 10 orang 20:27 ke kantor polisi. 20:30 Laporkan. 20:32 Ini bukan kita membina rumah tangga 20:33 kita, kita bina tapi di luar tidak, wah 20:36 repot juga itu. 20:38 Itu kan resmi mungkar itu ada. Tapi 20:40 jangan sendiri-sendiri. 20:42 Berunding sama imam masjid, Pak RT, Pak 20:44 RW semua. Jam berapa, jam sekian, pergi 20:47 lapor polisi. 20:50 Kalau polisi lupa, lapor lagi minggu 20:51 depan. 20:53 Itu wajib hukumnya. Jadi bukan basmi 20:55 mungkar itu kita bawa bambu-bambu. 20:59 Kita serahkan ke polisi, tidak. Itu 21:00 tidak selesai dengan bambu. 21:11 Jadi dengan senang karena Allah benci 21:13 karena Allah itu 21:14 karena kita memang makhluk ini 21:16 melakukan apa saja yang disenangi Allah. 21:20 Dan tidak melakukan apa yang dibenci 21:21 Allah. 21:22 Itu, itu namanya ibadah ya itu. 21:25 Melakukan segala apa saja yang disenangi 21:28 Allah. Nah itu, kita bisa menggunakan 21:30 akal, dalil banyak dalil. 21:32 Banyak banyak la dharara wala dhirara, 21:35 jangan bahayakan orang lain, jangan 21:37 bahayakan diri sendiri, ya itu kita tahu 21:39 itu. 21:42 Jadi lakukanlah yang disenangi Allah 21:44 tanpa memaksa. 21:46 Dalam hal yang agama tidak ada paksaan. 21:49 Kita tidak memaksa dan tidak mau 21:50 dipaksa. 21:53 Iya. 21:54 Kita akan menjalankan semua agama kita 21:57 sesuai yang disenangi Allah. 22:02 Itulah yang dimaksud cinta. 22:04 Cinta kepada Allah itu surat Al-Baqarah 22:07 sudah hampir tiap tausiah saya saya buka 22:09 ini karena penting. 22:11 Bismillahirrahmanirrahim, 22:13 walladzina amanu asyaddhu hubban lillah. 22:15 Orang-orang yang beriman itu sangat 22:17 berat cintanya kepada Allah. Cinta 22:19 kepada yang lain ringan-ringan 22:20 ringan-ringan, tapi cinta kepada Allah 22:22 itu sudah yang paling dicintai. 22:25 Hanya satu itu Allah. 22:27 Nah itu maka itu menjalankan apa yang 22:28 disenangi Allah. Orang yang mencintai 22:30 itu melakukan apa yang disenangi oleh 22:32 yang dia cintai. 22:36 Orang-orang itu sayang sama istrinya, 22:38 ngidam ngidam apa-apa buah yang lagi 22:40 enggak musim juga ada itu dicari terus. 22:44 Karena dia cinta dia. 22:46 Nah itu sama Allah juga harus begitu, 22:47 melakukan apa yang Allah senang. 22:50 Itu artinya iman, itu artinya cinta 22:52 kepada Allah. 22:55 Apabila kita belum menjadikan Allah yang 22:57 paling kita cintai, nah itu cinta iman 23:00 kita belum sempurna, belum lengkap. 23:06 Nah, Allah yang kita cintai juga 23:07 menginginkan kita membina kehidupan ini 23:11 yang bagus. 23:13 Kehidupan kita, rumah tangga kita, 23:15 lingkungan. 23:16 Mungkin yang bagus, yang baik, yang 23:18 Allah senang. 23:20 Pada rumah tangga sudah ya tetap 23:22 apa itu lingkungan, banyak lingkungan 23:23 belum rahab ini. 23:26 Padahal kampung muslimin. 23:30 Karena apa? Kita dakwah kita ini masih 23:35 melingkar. 23:37 Yang itu-itu juga. 23:39 Jemaah masjid itu yang taklim yang 23:40 itu-itu juga. 23:42 Seluruh masjid, masjid taklim begitu 23:44 juga, yang itu-itu juga. 23:46 Itu berapa persen yang aktif taklim di 23:48 seluruh negeri kita? Saya cerita nanti 23:50 di luar negeri urusan lain nanti. Ini 23:51 dulu, tanggung jawab kita di negeri ini. 23:54 Sedikit, saya enggak tahu berapa persen, 23:56 belum diadakan penelitian. Kira-kira 23:58 saya 20%. 24:00 Nah, yang 80% ini kapan kita mau dakwah? 24:04 Ini kewajiban. 24:06 Sadar kita jangan salah langkah. 24:09 Kewajiban kita itu dakwah, bukan memecah 24:11 belah. 24:13 Nah, bagaimana ustaz-ustaz ini harus ke 24:14 rumah-rumah begitu sebesar Indonesia? 24:16 Tidak akan bisa. 24:18 Perbanyak 24:20 televisi dakwah. Kalau enggak mampu, 24:22 radio dakwah. 24:24 Kumpulkan uang ramai-ramai. 24:26 Satu 24:28 kecamatan itu satu orang 10.000 juga 24:30 bisa dapat itu. 24:32 Kalau enggak dapat apa itu frekuensinya 24:34 ya. 24:34 Bisa cari jalan bagaimana berunding 24:36 dengan sama Kemen Info Info itu. 24:40 Dakwah seperti itu lebih baik. 24:43 Berjuta-juta orang mendengar. 24:46 Di masjid tetap, cuma bukan berarti itu 24:48 sudah dakwah. 24:50 Dan jangan artikan dakwah itu yang rutin 24:52 itu sudah dakwah. Dan waktu maulid 24:54 dakwah, waktu rajab dakwah terus kita 24:56 kita di 56, dakwah semua dakwah, tapi 24:58 itu belum cukup. 25:02 Itu bagus. 25:04 Ibadah itu, memperingati Maulid Nabi, 25:06 Rajab, tapi itu belum cukup. 25:09 Masih banyak yang belum bisa salat. 25:12 Itu tanggung jawab kita semua, itu 25:14 namanya dakwah. 25:16 Itu di Rajab, Maulid itu sudah ibadah 25:18 itu, ibadah. Dakwahnya ada tapi tidak 25:21 banyak. 25:22 Dakwah itu apa dulu? Ajarkan orang itu 25:24 mengenal Allah, itu dakwah. 25:26 Dari zaman Nabi Ibrahim sampai Nabi 25:28 Muhammad, isinya apa? Wa ani budullah. 25:31 Wala tusyriku bihi syai'a. 25:34 Tuhankan Allah, jangan syirikkan Dia, 25:36 jangan madu Tuhan. 25:37 Menyembah itu Allah juga, menyembah hawa 25:39 nafsu juga. 25:41 Itu syirik. 25:42 Kalau kuburan enggak enggak ada orang 25:43 menyembah kuburan, enggak ada. 25:45 Enggak nurut sama kuburan. 25:47 Menyembah itu nurut. 25:49 Menyembah itu nurut. 25:51 Apa ra aita manit takhoza ilahu hawahu? 25:53 Tahukah Anda orang yang menjadikan hawa 25:55 nafsunya sebagai Tuhan? Hawa nafsunya 25:57 dituruti disebut menyembah itu di Quran. 25:59 Kalau kuburan enggak ada orang menyembah 26:00 kuburan. 26:03 Ibadah kepada hawa nafsu. 26:06 Kepada lain-lain, disembah, itu. 26:10 Dulu ada ulama di Indonesia terkenal 26:11 dia. 26:12 Dia pasang patung di depan rumahnya. 26:15 Ini di itu itu itu itu itu. 26:18 Itu orang kenapa ini sama patung sih? 26:20 Loh, kamu lihat 26:21 dia kan 26:22 saya kehujanan, kepanasan, saya lagi 26:24 siksanya. 26:25 Kamu lihat itu kotor semua itu, saya 26:27 enggak bersihin. 26:28 Kena hujan, kena panas. 26:30 Saya tidak sembah. 26:32 Itu maksud dia untuk mencairkan otak 26:33 kita itu. Memahami itu yang sebenarnya 26:36 gimana. 26:39 Jangan 26:40 ngutuk juga di bulan haram juga. 26:43 Digunakanlah akal ini. 26:46 Tidak bisa memahami Quran tanpa akal, 26:48 tidak bisa, bukan ngakalin ya. 26:50 Terus saya mau tanya, tapi 26:52 penafsir-penafsir masa lalu itu 26:55 dia menafsirkan dari mana? Ada yang dari 26:57 maksur ya, dari nabi, dari beberapa 26:59 orang. 27:00 Tapi kebanyakan enggak, dari akalnya 27:02 juga, pakai otak juga dia. 27:05 Kalau dia boleh berpikir kenapa yang 27:06 lain enggak boleh berpikir, ah saya 27:07 punya ilmu gitu loh. 27:10 Ilmunya lengkap, bukan sembarang orang 27:12 itu. Seperti itu, dia enggak ngerti 27:14 dibaca Quran terjemah. 27:16 Kemarin saya buka minggu lalu itu. 27:18 Jangan dekati salat waktu mabuk, supaya 27:20 kamu ngerti apa yang kamu katakan. Nah, 27:21 terus kita salat pakai bahasa Indonesia 27:23 supaya ngerti itu, suruh ngerti sama 27:24 Allah. 27:25 Nah, itu sudah dari bahasa Inggris, dia 27:27 dia tidak punya ilmu untuk menafsirkan. 27:29 Biar saja ustaz-ustaz, kiai-kiai itu. 27:31 Luas, jadi dakwah diperluas, diperluas. 27:34 Waktu sudah sempit ya. 27:36 Mungkin sebentar lagi sudah perang dunia 27:37 ketiga ini. 27:39 Ya, akan dikuruskan perang dengan lawan 27:41 dajjal itu. 27:43 Jadi siap-siaplah dari sekarang. Mandi, 27:45 siap-siap. Mau pulang ke akhirat semua. 27:49 Bukan bina masa depan lagi di dunia ini, 27:51 masih belum ke akhirat kita, masih di 27:52 dunia ini. 27:53 Buat hari tua. 27:55 Ya, ini mau menghadapi pensiun, bagus 27:58 tuh. Pemerintah cepat-cepat tuh, 28:00 ngomongnya harusnya dari dulu. 28:01 Sudah terlambat itu, tapi masih cepat. 28:04 Harus ada pensiun. Jangan sampai ada 28:05 orang sudah tua itu terlantar. 28:08 Itu wajib hukumnya itu. 28:12 Jaminan itu lagi, jaminan hari tua. 28:15 Secepatnya itu, jaminan itu pensiun ya. 28:17 Iya. Swasta-swasta itu juga, pemerintah 28:19 bantu dong, subsidi lah. 28:22 Kalau ada, insya Allah ada rezeki lah. 28:24 Subsidi, banyak orang tua itu 28:26 terlantar di jalan. 28:28 Sudah enggak mampu jalan sampai 28:30 keot-keot itu, dia jual-jual buah-buah 28:32 dari pasar induk yang murah itu yang 28:35 dibuang sama pedagang, dia pungut sama 28:37 dia. 28:38 Dia jual, 28:39 kasihan. Isi jualannya itu 28:42 paling isinya itu semua yang ada di 28:44 keranjangnya itu 28:45 25.000. 28:47 Berapa dia dapat? 28:50 Itu kan harus diperhatikan 28:52 warga negara 28:53 punya hak untuk hidup layak menurut 28:56 Undang-Undang Dasar 45. 28:58 Kita selalu ributin masalah 29:00 anggaran enggak rumah tangga ini itu 29:02 tapi 29:03 ini masalah masalah yang seperti ini itu 29:05 memang wajib untuk kesejahteraan 29:08 bangsa masa depan membina masa depan 29:10 untuk diri kita, keluarga kita dan 29:12 penduduk negeri ini. 29:14 Umat. 29:24 Jaminan hari tua itu wajib hukumnya. 29:27 Kembali ke tadi. 29:31 Bagaimana kita mencari uang 29:33 banyak-banyak menjadi ibadah 29:35 dan itu menjadi pahala? 29:37 Semua itu tergantung niat. 29:39 Hadis yang paling sahih 29:42 ada hampir di semua kitab hadis ada 29:44 hampir di semua mazhab Islam hadis itu 29:47 yang perawinya yang paling kuat 29:49 itu hadis innamal a'malu binniyat ada di 29:52 mana semua kitab hadis. 29:54 Bahwa semua itu amal kita itu amal 29:57 ibadah ya amal kita itu ibadah kita itu 30:00 diterima apa tidak tergantung niat kita. 30:03 Sampai dikasih contoh itu di hadis itu. 30:06 Yang berhijrah 30:09 karena 30:10 mencari ini cari itu tidak lillahi 30:11 ta'ala ya tujuannya ke situ. Yang hijrah 30:14 karena Allah nah itulah yang jadi 30:15 ibadah. 30:17 Artinya 30:18 hijrah itu luas ya. 30:20 Waktu Isra Mi'raj waktu saya sudah bahas 30:22 hijrah itu pindah. 30:24 Pindah itu enggak mesti badan kita 30:25 pindah. 30:27 Pola pikir dipindahkan ke arah yang 30:29 lebih positif, hati dibersihkan 30:31 dipindahkan itu termasuk hijrah. 30:34 Habis hijrah 30:35 itu di bumi ya bersihkan terus mi'raj. 30:37 Mi'raj itu apa? 30:39 Perasaan pikiran kita sering ke langit. 30:41 Langit itu bukan artinya Allah ada di 30:42 langit tapi bahasa memang begitu 30:45 artinya ke Allah 30:47 Allah di atas langit itu apa sih? 30:50 semua yang di atas kepala kita lebih 30:52 lebih atas dari kita itu langit 30:55 kalau kita gantungan di pohon kepala di 30:56 bawah terjun payung nyangkut di pohon 30:58 kepala kita di bawah kaki di atas langit 30:59 kita mana? ya di atas kepala kita bumi 31:02 ini kita bilang langit 31:04 yang di atas pokoknya itu langit itu 31:06 yang di atas 31:08 di atas itu bisa artinya posisi di ruang 31:10 waktu di atas tapi Allah tidak terikat 31:11 ruang dan waktu 31:13 berarti atas itu bagi Allah orang yang 31:15 ya arti bukan abstrak nanti yang maha 31:17 tinggi 31:18 yang maha mulia gitu 31:20 semua itu di pakai bahasa kias karena 31:22 memang tidak bisa di bikin bahasa 31:24 langsung 31:27 semua bahasa kias kebanyakan di Quran 31:29 bahasa kias tapi Quran nyebut 31:31 layak lam tak wiluh tidak ada yang bisa 31:33 tahu ya apa arti dari kias-kias itu 31:37 kecuali 31:38 orang-orang suci orang berilmu yang suci 31:42 layak masuk ilal mutaharun juga ke sana 31:44 itu 31:45 tidak bisa menyentuh maknanya yang dalam 31:48 kecuali orang yang suci mutaharun bukan 31:50 artinya Quran tidak harus di sentuh oleh 31:53 yang suci 31:55 Quran di lauhul mahfuz siapa yang bisa 31:56 sentuh 31:58 tidak ada 31:59 itu sentuh di situ artinya memahami 32:02 arti-artinya yang dalam 32:04 karena bahasa semua begitu tidak bisa 32:06 langsung sulit 32:08 kadang ada gambaran-gambaran misal 32:10 misal-misal di Quran sampai ada ilmu 32:11 tersendiri dari ulumul Quran itu ilmu 32:13 amsal ilmu permisalan-permisalan 32:16 cuma permisalan 32:21 orang yang di laut gelap 32:23 tidak bisa melihat angkat tangannya 32:24 tunjuknya enggak kelihatan 32:26 bukan orang tenggelam di laut itu misal 32:29 orang yang tidak dapat hidayah hatinya 32:31 kotor dia enggak bisa lihat kebenaran 32:32 walaupun di depan matanya 32:35 ngotot dia dengan salahnya itu 32:38 itu yang dimaksud, jangan sampai kita 32:39 seperti itu. 32:42 Jadi semua tergantung niat. Jadi jadi 32:44 kaya boleh, cari uang banyak-banyak, 32:46 tapi niat mau menyenangkan hamba Allah. 32:49 Mau melakukan sesuatu yang Allah senang. 32:52 Allah senang kalau kita bantu hambanya. 32:55 Allah mau bikin mereka bisa bebas dari 32:57 dari miskin bisa. 32:59 Tapi kan kita enggak dapat kesempatan 33:01 untuk beramal, kan ujian. 33:03 Ujian buat kita mau enggak keluarkan 33:05 buat mereka itu. 33:07 Nah yang yang agak kurang ekonomi lemah, 33:09 sabar, ujian juga. 33:12 Semua ini hidup ditaruh di dunia ini 33:13 untuk mengikuti ujian. 33:15 Apa enggak ujian yang lama abadi? Enggak 33:17 ada. Kelasnya mau dipakai orang lain. 33:20 Gantian, generasi yang akan datang mau 33:22 ujian juga. Keluar kita dari kelas. 33:25 Pindah ke alam barzah, nanti situ hasil 33:27 ujian. Situ transit nunggu 33:30 raport, entar lihat raportnya di sana. 33:34 Di pengadilan bawa bawa raport tuh, 33:35 bayangan tapi cara canggih itu. Semua 33:38 teknologi canggih itu bikinan Allah, 33:39 manusia menemukan. Nah cara Allah 33:41 ngadilin orang yang begini banyak nanti 33:44 canggih semua itu serba apa itu otomatis 33:46 sret semua itu. 33:48 Yang dikatakan tangan berbicara, kaki 33:50 berbicara, itu semuanya sudah sudah 33:52 setel ditayangkan semuanya sudah di sini 33:55 ini CCTV semua di tubuh kita ini. Di 33:57 otak kita ada CCTV. 34:01 Malaikat saja tahu apa yang ada di hati 34:04 kita, di kepala kita. Apalagi Allah. 34:08 Sebagian juga hamba Allah tuh tahu yang 34:10 sudah meninggal. 34:12 Dunia juga ada jarang tapi. 34:14 Dan kalau dia ada, enggak bakal pamer, 34:16 enggak bakal mengeluarkan itu. 34:18 Makanya Allah kasih dipilih orang yang 34:20 bisa menerima bocoran. 34:23 Enggak semua orang. 34:25 Itu bocoran. 34:26 Kita kalau ada tahu ujian bocor, ujian 34:28 kita enggak benar. 34:30 Makanya itu enggak ada. Bocoran-bocoran 34:32 itu enggak ada, dukun-dukun juga semua 34:33 bohong, enggak ada. 34:35 Kita lihat yang normal saja. Itu dunia 34:38 kita seperti itu. 34:40 Jadi, 34:41 kalau manusia bisa bikin CCTV, 34:44 sekarang ada alat penyadap, dia jauh di 34:46 kamar sana di hotel misalnya, 34:48 yang mau disadap di mana 5 kamar, tembus 34:51 sudah sekarang. 34:52 Bisa. 34:54 Apalagi Allah. 35:00 Sadap-sadap. 35:01 Jadi itu di kacamata itu kecil sebesar 35:03 titik, kacamata. 35:06 Ini kamera. 35:09 Video juga. 35:10 Kecil enggak kelihatan. 35:13 Kecil sekali sebesar titik. 35:15 Dia itu kacamata itu, orang pakai macam 35:17 hitam 35:19 Nah itu jadi artinya 35:21 eee kalau manusia menemukan itu, itu 35:24 bikinan Allah. Yang mentakdirkan itu 35:26 bisa disadap itu suara semua, Allah yang 35:28 mentakdirkan. Manusia tidak mentakdirkan 35:30 apa-apa, menemukan, manusia menemukan. 35:33 Itu harus sadar itu. 35:34 Manusia hanya menemukan. 35:37 Manusia menemukan listrik. 35:40 Manusia menemukan batu bara. 35:42 Manusia menemukan ini menemukan itu 35:43 semua menemukan. Milik Allah kepunyaan 35:46 Allah. Kalau batu bara dibikin sebelum 35:48 berapa juta tahun sebelum ada manusia 35:51 sudah dibikinin batu bara. 35:53 Subhanallah. 35:55 Masya Allah. Jadi ada takdir Allah itu 35:57 yang langsung ada takdir Allah yang 35:58 melalui proses. Batu bara melalui 36:00 proses. 36:01 Minyak, BBM melalui proses. 36:05 Dan manusia sekarang, 36:07 BBM naik saja sudah kelabakan butuh. 36:09 Boro-boro bikin BBM. 36:12 Distribusinya saja kacau digunakan untuk 36:14 politik, untuk perang. 36:16 Nah itu manusia perang cari apa ini? 36:20 Itulah 36:21 hidup seperti itu. 36:23 Kita ditugaskan membina kehidupan. Islam 36:26 tidak pernah menghancurkan kehidupan. 36:27 Islam itu perang bertahan, membela diri. 36:31 Membela agamanya kalau di di di apa 36:33 diganggu agamanya. 36:36 Itu Islam. Kalau tidak diganggu, dia 36:38 damai selalu, baik malah. Ada sedekah 36:41 yang 2 1/2% yang 5% yang 10% yang 20%. 36:45 Ini orang tahunya 2 1/2% saja. 36:48 Tambang itu 20%. 36:50 Di semua mazhab. 36:53 Ada di Quran itu. 36:56 Barang tambang. 36:57 Ada yang 10% itu hasil hewan 10%, susu, 37:00 madu. 37:02 Itu kan wajar Allah yang punya kok. 37:09 Penyanyi-penyanyi itu, artis-artis 37:10 kaya-kaya itu, masa 2 1/2%? 37:13 Nyanyi itu. 37:14 Tenggorokannya bikinan Allah, lidahnya 37:16 bikinan Allah, giginya bikinan Allah. 37:18 Kalau giginya copot enggak bisa nyanyi. 37:21 20% keluarkan. 37:23 Kalau sudah tenar ya. Kalau yang belum 37:25 10 lah, diukur sendiri lah. 37:30 Nah, bila umat Islam sudah menyadari 37:32 ini. 37:33 Hubungan dengan Allah yang vertikal itu 37:34 dia ibadah, baca Quran. Apalagi ini 37:36 menjelang Ramadan, dari sekarang sudah 37:39 siap. Ramadan itu pensucian besar. 37:42 Dari sekarang sudah mulai gosok-gosok 37:44 itu. 37:45 Kemauan-kemauan yang gosok-gosok. Yang 37:48 biasa merokok gosok-gosok. 37:50 Buang-buang itu nikotinnya itu. 37:53 Sedikit-sedikit kurangin. Ramadan 37:55 stop. 37:56 Mudah-mudahan stop terus. 37:59 Saya saya tidak mengatakan itu haram, 38:01 makruh, capek hukumnya itu. 38:03 Mubazir. 38:04 Uangnya itu mubazir. 38:06 Allah belikan jadi rezeki. Uangnya itu 38:09 buat beli pisang buat anak-anak. 38:11 Beli sate. 38:12 Jadi kadang-kadang yang banyak merokok 38:14 justru yang penghasilannya dikit. 38:17 Kan aneh itu. Saya lihat orang-orang 38:19 kaya enggak merokok. 38:21 Ya kan? 38:22 Saya lihat supir-supir jalan, supir 38:24 angkot, 38:27 saya yang 38:28 buat anak-anak di rumah. 38:30 Kalau 10 bungkus sehari, berapa uang 38:32 itu? 38:33 Sebulan sudah berapa? 38:36 Sebulan 38:37 berhenti enggak ngerokok, pulang bawa 38:38 sate, bawa buah buat anak-anak kan lebih 38:41 sehat. 38:42 Berpikir pakai akal, gunakan akal. 38:44 Nikmat yang lain dikasih sampaikan 38:46 kepada yang merokok. 38:48 Nantilah haram halal tanya ustaz tanya 38:50 dokter itu, dokter tahu. Kalau itu 38:51 bahaya jadi haram. 38:53 Tapi mubazirnya itu. 38:56 Benar deh, anehnya penghasilannya kecil 38:58 yang merokok. 38:59 Bingung juga. 39:01 Jadi orang miskin menyumbang orang kaya. 39:04 Yang punya pabrik rokok kaya banget. 39:06 Apa ya itu, Djarum Super ya? 39:08 Semua itu asalnya pabrik rokok tuh, 39:10 enggak ngerokok itu. Dia enggak 39:11 ngerokok, anaknya juga enggak ngerokok. 39:14 Aduh. 39:16 Berhentilah yang merokok itu, sadarlah. 39:18 Jangan nyumbang orang kaya. 39:20 Nyumbang orang yang enggak mampu. 39:24 Mereka sudah kaya. 39:26 Jangan lagi dibeli rokoknya. 39:30 Jadi orang beriman itu 39:32 melakukan ibadah 39:34 eee 39:35 vertikal itu menyembah Allah dan 39:36 sebagainya, terus yang horizontal itu 39:39 bermasyarakat, 39:40 cari uang yang banyak buat bantu orang 39:42 susah, 39:43 buat bantu anak yatim supaya bisa 39:45 sekolah terus. Waduh, kesayangan Allah 39:48 luar biasa. Itulah ibadah itu hamba 39:50 Allah. Itulah khairul bariyah. 39:53 Manusia terbaik menurut Allah. Allah 39:55 yang kasih pangkat. Manusia terbaik, 39:58 khairul bariyah. 39:59 Dua tapi bukan satu. 40:02 Ibadah kepada Allah itu yang formal, 40:04 salat, baca Quran dan sebagainya, 40:06 tahajud, 40:07 ba'da cari orang miskin, tidak nunggu 40:09 dia minta. 40:10 Cari di mana tanya-tanya, anterin. 40:14 Ada meninggal tuh, lihat ekonominya 40:15 kurang, punya anak berapa, yatim? hah? 40:18 Bulanan buat sekolah. 40:20 Itu Islam khairul bariyah begitu. 40:23 Itu khairul bariyah. 40:27 Ini di Quran, apa yang saya sampaikan 40:28 semua dari Quran ini. 40:31 Kok kayak bingung mau ibadah tuh. 40:33 Begini, begini ruwet belajar begini, 40:36 bukan begitu simpel. 40:38 Jadi aja khairul bariyah, ibadah kepada 40:40 Allah yang bagus, vertikal kepada 40:42 manusia, bantu manusia, udah. Khairul 40:45 bariyah. 40:47 Umroh cukup sekali. 40:51 Loh umroh terus punya famili miskin 40:52 enggak dibantu, waduh. 40:55 Salah kaprah itu, salah ibadah. 40:59 Membantu, terutama famili di Quran 41:01 disebut yatim, man dzal makrobah. 41:03 Yatim yang masih famili, utamakan. 41:07 Dekat darah famili dan tetangga yang 41:10 dekat rumah. 41:12 Nah, itu ada aturannya di Quran. 41:15 Udah sucilah. 41:17 Itu kalau udah bisa begitu tuh hati udah 41:19 suci, suci. Sudah berani mengeluarkan 41:22 sudah suci, sudah tidak ada kikir lagi. 41:24 Kikir itu penyakit berbahaya itu, itu 41:27 kebawa ke akhirat. Kalau sakit badan 41:30 dipendem situ di lahat, enggak ada 41:32 masalah, enggak ikut ke akhirat. 41:34 Badan enggak ikut, kita pulang bawa 41:36 jiwa. 41:38 Itu dimarahin, kamu dulu waktu 41:39 dilahirkan suci, fitrah. 41:42 Kenapa kamu balik sudah kotor belepotan 41:43 ini itu hatimu penuh benci, penuh 41:45 dendam, penuh congkak, sombong, pelit 41:47 lagi, ah. 41:49 Khairul bariyah, khairul bariyah itu 41:51 yang diukur jiwanya. 41:56 Nah, itu kita pensucian. 41:59 Jadi bukan enggak boleh cari orang 42:01 bersuci, enggak punya enggak boleh kaya, 42:03 miskin-miskin pakai baju tambalan. Ah, 42:05 itu dongeng itu, masa lalu. 42:08 Pakai baju bagus, tapi biarin gitu 42:10 jangan salahin orang yang kayak begitu, 42:12 biarkan saja, tapi jangan ditiru. 42:14 Ayo, 42:15 tapi kita tidak nyalain orang, dia mau 42:17 begitu, biarkan hak dia. Insya Allah 42:19 Allah terima juga. 42:21 Tapi kalau semua kayak gini enggak ada 42:22 budaya dong. 42:24 Biarin dia, 42:26 dia memusnahkan sendiri dia, kan kita 42:29 tidak kehidupan. 42:30 Kehidupan yang begitu kita bina, diri 42:32 kita, keluarga kita, keluar kerabat 42:34 kita. 42:35 Lingkungan kita. 42:37 Harus wajib. 42:39 Basmi mungkar, ya boleh ada mungkar, 42:40 tapi jangan digebuk. 42:42 Basmi pakai cara, gebuk, musyawarah, wa 42:45 amruhum syura bainahum, digebuk itu. 42:47 Segala perkaranya musyawarahkan. 42:50 Kan ada Pak RT, ada Pak RW, ada siapa 42:52 lagi minta bantuan, banyak di kampung 42:54 itu ada Pak Babinsa, tentara, ada 42:56 polisi, diundang ke masjid. Musyawarah, 42:59 di di situ ada yang jual narkobanya, ini 43:01 begini, bagaimana Bapak-bapak nih? Nah, 43:03 itu. Itu sudah basmi mungkar, pahalanya 43:05 besar. Bukan kita bukan kita yang basmi, 43:08 ada aturan. 43:09 Tapi wajib, tetap wajib. 43:13 Enggak boleh dibiarkan, ada yang jual 43:15 wiski di kampung, lapor, tapi cara 43:17 jangan sendiri. 43:18 Bersama itu, 43:20 RT, RW, Bapak Babinsa, Bapak Polisi, ada 43:23 semua itu, ajak. 43:25 Itu baru bagus, pas. 43:28 Insya Allah, kita mau cari apa? Menjadi 43:30 khairul bariyah, mau mati dalam keadaan 43:32 khairul bariyah. 43:34 Allah kangen loh, khairul bariyah itu 43:35 matinya Allah kangen. 43:37 Diwafatkan karena Allah rindu. 43:39 Sudah ulangi minggu lalu, Allah rindunya 43:42 lebih tinggi daripada rindu ibu bapak, 43:44 ibu bapak hanya melahirkan, Allah 43:45 mencipta. 43:48 Mencipta, dijamin makannya, hidupnya 43:50 dijamin segalanya dari perut ibu terus 43:52 sampai sekarang dibikinin rambutan 43:54 segala beras dibikinin, dia sendiri 43:55 enggak makan, Tuhan enggak butuh itu 43:57 semua. Kalau dia enggak butuh, dia bikin 43:58 buat siapa? 44:01 Buat kita. 44:02 Apakah itu tidak sayang seperti itu? 44:06 Luar biasa sayangnya Allah, kita enggak 44:07 tahu diri disayang. 44:12 Anggur bagus-bagus sehat dirubah jadi 44:14 wiski. 44:18 Nah, itu. 44:19 Kalau kemudian yang hubungan itu hidup 44:21 di dunia ini boleh jadi orang kaya, 44:23 silakan tergantung niat. 44:25 Bukan untuk congkak, bukan untuk 44:26 sombong, bukan untuk jadi diktator 44:28 segala macam. 44:30 Justru membalik membantu orang lain. Itu 44:32 niat membantu famili, bantu tetangga, 44:34 bantu orang lain. Insyaallah. 44:36 Langsung. 44:38 Itu surga di situ. 44:40 Surga bukan di mazhab, jangan salah 44:41 paham. Masing-masing mazhab 44:43 masing-masing mazhab yang kami yang 44:44 benar. Semuanya benar, asal jadi khairul 44:47 bariyah. 44:50 Biar mazhabnya emas kalau syaril bariyah 44:51 ya enggak. 44:54 Khairul bariyah. Mazhab bukan menjamin 44:56 masuk surga. Yang menjamin masuk surga 44:59 amal dan hati yang bersih. 45:02 Allah suci, surga suci, kita mesti suci. 45:04 Insyaallah. 45:11 Sudah kita tahu betul Allah tidak 45:12 membutuhkan apapun. 45:17 Al hasiban ini semua ujian. 45:20 Apakah manusia mengira akan dibiarkan 45:21 dengan aku beriman, aku beriman 45:24 tidak diuji oleh Allah? Kata Allah, "Aku 45:26 uji dulu semua umat generasi-generasi 45:28 yang lalu diuji. 45:30 Sekarang juga akan diuji." 45:34 Jadi, mencari harta itu juga jihad. 45:38 Kaum muslimin, 45:39 bangkitlah umat Islam. 45:42 Apapun ormasnya, bangkit. 45:47 Bangkit, dagang, 45:48 kerja apa saja lakukan, bikin produksi 45:51 banyak-banyak, cari uang yang banyak 45:54 untuk membela bangsa, bela umat, bela 45:56 keluarga, bela tetangga. 45:58 Itu sudah kewajiban. 46:00 Kita ada kelebihan dari Allah karena 46:03 cerdas atau pintar atau rajin atau kuat 46:05 atau punya modal kita lakukanlah. 46:08 Carilah harta banyak-banyak. Untuk 46:10 membantu yang miskin. 46:14 Maaf saya mau tanya. 46:16 Boleh dong ah, mangga. Boleh Ustaz. 46:18 Berapa banyak ini yang miskin kira-kira? 46:21 Di negeri kita. 46:22 Ini tidak bisa diselesaikan oleh Menteri 46:25 Sosial atau Kementerian Sosial bisa tapi 46:26 berapa kemampuannya? 46:28 Penduduknya begini besar. Kita 46:30 masing-masing Islam sudah tahu ajaran 46:32 Alquran kita harus peduli. 46:34 Tapi mana bisa membantu kalau tidak 46:36 punya uang? 46:38 Jadi jihad mencari uang itu wajib. 46:41 Wajahidu biamwalikum mau cari dalil ini 46:43 yang mau cari dalil saya kasih ini 46:45 dalilnya. Wajahidu biamwalikum wa 46:47 anfusikum. 46:49 Jihadlah dengan hartamu. 46:51 Baru dirimu nomor dua, harta dulu. 46:55 Wajahidu biamwalikum. Wa anfusikum. 46:59 Jadi mencari nafkah tapi niatnya 47:01 membantu umat. 47:03 Itu sudah jihad. 47:06 Mati syahid. 47:08 Pangkat tinggi di akhirat khairul 47:10 bariyah. 47:13 Tolonglah. Bila kita punya banyak-banyak 47:15 punya radio banyak-banyak punya sekolah 47:17 yang baik. 47:19 Yang perlu di orang kaya rumahnya besar 47:21 bisa pakai buat taklim rumahnya bisa 47:24 pakai buat ngaji anak-anak jalanan 47:26 undang situ. 47:27 Kasih honor ustaznya panggil ustaz 47:29 ngajar anak-anak jalanan itu taruh di 47:31 rumah kita selesai ngaji boleh pulang. 47:34 Itu dakwah juga. 47:36 Dakwah praktis. 47:39 Jangan anggap kalau sudah mau berdakwah 47:40 di Jepang itu sudah dakwah belum selesai 47:42 baru sebagian kecil dari itu ibadah itu 47:45 ada dakwah juga bagus baru sebagian 47:47 kecil. 47:48 Kita ngajarin orang yang sudah baik 47:50 semua. 47:52 Yang dengar radio juga ini orang sudah 47:53 baik semua saya juga bingung. 47:56 Apa kita mesti pasang radio di pasar? 47:58 Hasil itu, taruh mic sana. 48:00 Tua. 48:01 Taruh di pasar, kecil di sini, enggak 48:02 usah kenceng-kenceng. Iya. Iya, bisa 48:05 yang wajib didakwahkan itu. 48:07 Ini yang dengar semuanya sudah baik, 48:09 saya juga bingung kadang bahannya apa 48:10 ini, ya sudah. Saling mengingatkan untuk 48:13 diri saya juga yang lain sama-sama. 48:15 Nah, lebih baik kalau yang dengar ini 48:16 sampaikan kepada yang lain, nah itu 48:18 lebih baik. 48:20 Sangat baik, insyaallah lah pendengar 48:21 ini jadi ustaz semua. 48:24 Dakwah. Di pasar kah, di kantor kah, 48:26 sudah kayaknya. 48:28 Pesan untuk barakallah, semoga Allah 48:29 beri pahala. 48:31 Kedudukan yang tinggi. Menjadi khairul 48:33 bariyah semua. Sampaikanlah walaupun 48:35 sedikit. 48:36 Keluarga, tetangga, famili. 48:40 Biar dia juga mau ikut mendengarkan. 48:46 Jihad harta itu wajib ya. 48:48 Jihad. 48:49 Wah, banyak yang mesti dikerjain. 48:51 Di kampung-kampung banyak yang belum 48:53 bisa salat itu banyak, kumpulin. Cariin 48:55 ustaz, kalau Anda ada rezeki kumpulin 48:58 cariin ustaz, tapi kalau rezekinya 48:59 banyak. Kumpulin, bikin juga ada ada apa 49:02 tuh, kalau pagi sarapan kalau siang ya. 49:05 Makan makan malam lah atau kue-kue. 49:07 Sedekah sedekah tapi kumpulin mereka 49:10 belajar salat, belajar ngaji. 49:12 Di rumah kita, rumahnya juga jadi penuh 49:14 malaikat datang. 49:16 Benaran. 49:18 Cari uang banyak-banyak. 49:20 Bikin rumahnya tuh ada ruangan untuk 49:23 ngaji, untuk apa saja. 49:25 Untuk salat tarawih juga boleh. 49:28 Apa saja kebaikan, dakwah semua, indah 49:31 senang hidup. 49:32 Itu khairul bariyah. 49:35 Bangun kita semua, bergerak. 49:37 Islam semua bergerak. 49:39 Jangan melempem begini terus, repot ini. 49:43 Kalau orang-orang lain kaya baik enggak 49:44 apa-apa, kalau orang lain yang kaya itu 49:46 enggak baik, enggak pernah sedekah, 49:47 kasihan anak-anak kita generasi yang 49:48 akan datang nanti. 49:51 Biar orang Islam sama banyak rezekinya, 49:52 supaya bisa bantu saudara-saudaranya 49:54 yang lain. 49:56 Umat Islam baik, semua banyak bantu. Itu 49:58 semua asrama yatim dari umat. 50:00 Ini masih kurang. Semua lah. 50:03 Kalau masih punya waktu, cari uang. Itu 50:05 uang tuh beli surga bisa. Allah enggak 50:06 ngerti Quran? 50:08 Hah? Kamu surga? 50:11 Beli. 50:12 Bayarnya apa? 50:14 Dirimu. 50:15 Dirimu 50:16 buat bayar surga. Serah-serahkan diri 50:18 kepada Allah apa? Suruh bantu hamba. Nya 50:20 Allah enggak butuh. 50:21 Suruh korban kambing, kerbau, juga buat 50:23 kasih hambanya. Bukan sesajen ke Allah, 50:25 Allah enggak butuh apa-apa. 50:27 Suruh bantu hambanya, dia yang akan 50:28 bayar. 50:29 Dia yang akan balas. 50:31 Mari kita bangkit. Selamatkan umat Islam 50:33 yang belum ngaji, belum salat ini. 50:36 Yang rumahnya besar, buka 50:37 ruangan-ruangan. Cari ustaz. 50:39 Guru-guru ngaji banyak tuh anak-anak 50:41 pesantren tuh banyak. 50:42 Biar juga dia juga dapat kesibukan. 50:45 Dia jadi salat, ajarin Iqra itu baca 50:47 Quran, Al Barqiyah apa macam-macam. 50:49 Wajib hukum. 50:51 Saya ngomong begini, saya sudah 50:52 ngamalin. 50:53 Insya Allah, ya. 50:55 Harus banyak seperti itu. Kasihan yang 50:57 belum belum kenal salat, belum ngaji. 50:59 Dia kadang malu, kita harus ajak. Gitu. 51:02 Tolong lah yang mendengar nih. Anjurkan, 51:04 buka-buka semua. Adakan semua kegiatan 51:06 ramai-ramai. Enggak usah lagi ribut ini 51:08 bidah, halal, sunah. Bubarin tuh, enggak 51:11 ada gunanya. Beramal, berbuat, buktikan. 51:14 Itu semua menjadi khairul 51:15 bariyah. 51:16 Mudah-mudahan 51:18 bermanfaat. 51:20 Allah, kita kembali kepada Allah. Allah 51:22 ucapkan salamun qaulam mir rabbir rahim. 51:25 Salamun qaulam mir rabbir rahim. Kalimat 51:27 salam, selamat datang, ucapan dari Allah 51:29 yang Maha Pengasih. 51:31 Kita pulang disayang. 51:33 Disambut. 51:36 Tambah lagi apa belum? Asalamualaikum. 51:38 Salam, selamat kalian semua. 51:40 Apa tuh? 51:41 Tegar, tegar, sabar beribadah di malam 51:44 hari. Sabar berbuat kebaikan walaupun 51:47 dapat rintangan-rintangan. 51:49 Kini kalian semua dapat bisa tinggal di 51:51 tempat yang indah. Tuh, itulah yang 51:53 disebut happy ending itu. 51:56 Bahagia, apa bahasa Arabnya husnul 51:58 khotimah itu. 52:01 Itu husnul khotimah, tapi jangan diam 52:04 aja baca doa minta husnul khotimah, 52:05 minta husnul khotimah. Dianya enggak 52:07 berbuat husnul, gimana? 52:10 Berbuat husnul semampunya masing-masing. 52:13 Apa saja lah, ajarin orang yang belum 52:15 bisa salat ajarin salat satu-satu enggak 52:16 apa-apa tetangga. Sebisa mampu kita lah 52:19 sesuai dengan kemampuan. 52:20 Yang punya uang dengan uangnya, punya 52:22 rumah lapang di sediain tempat, yang 52:24 bisa ngajarin ngajar, semua dengan 52:27 kemampuan kebiasaan masing-masing. Kita 52:29 harus bangkit. 52:30 Ujian sudah hampir selesai. 52:33 Sudah dekat waktunya, sudah sempit, 52:35 harus cepat. 52:38 Cepat hijrah dan mi'raj, isra' dan 52:40 mi'raj. 52:42 Isra' itu hijrah. 52:43 Mi'raj itu ya itu. 52:45 Vertikal dan horizontal, ibadah baik 52:47 pada manusia, ke Allah dekat ke Allah. 52:50 Baca doa segala macam, baca Quran kapan 52:52 saja berapa saja. 52:54 Kapan sempat. Indah luar biasa. 52:57 Tapi bersih, tempat salat bersih. 53:00 Baju bersih, pakaian bersih. 53:03 Ada waktu mandi enggak demam enggak apa, 53:05 mandi. 53:07 Jangan lagi pakai baju tidur pakai 53:09 salat. 53:12 Dia mau menghadap Allah. 53:15 Kalau tidur berkeringat apalagi kadang 53:16 enggak berkeringat yang ada AC, yang 53:17 enggak ada AC dia berkeringat. Itu pun 53:19 enggak baik. 53:20 Menghadap Allah. 53:22 Bersih-bersih, bagus-bagus. 53:25 Cantik. 53:26 Keren. 53:27 Menghadap Allah, bersih, bagus itu. 53:30 Itu sudah kebaikan. 53:33 Jadi malaikat. 53:35 Siang jadi pejuang. 53:38 Membantu umat, membantu bangsa. 53:41 Mudah-mudahan bermanfaat, Allah 53:43 membimbing kita. 53:44 Ke jalan yang disunnahkan. 53:46 Dibimbing kita untuk membuat segala apa 53:48 yang dia suka, yang dia senang. Amin ya 53:50 rabbal alamin, wassalamualaikum. 53:53 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 53:55 subhanahu wa taala. 53:56 Tausiah sore kita di kesempatan kali ini 53:58 bersama Ustaz Zein Al Hadi tadi kita 54:00 sudah mendengarkan bagaimana membina 54:02 kehidupan di dunia ini yang sesuai 54:05 dengan 54:06 arahan dari sang pencipta, rabbul 54:08 alamin, Allah subhanahu wa taala. 54:11 Kami mengundang Anda ikhwan akhwat 54:12 silakan sampaikan pertanyaan ataupun 54:14 komentarnya ke nomor WhatsApp Rasil di 54:16 08111999720. 54:20 Anda juga bisa 54:21 berdialog langsung dengan Ustaz Zein 54:24 melalui telepon. Silakan hubungi kami di 54:26 nomor 0218451512. 54:29 Kami akan segera kembali. 59:06 Tali silaturahim untuk Islam yang satu 59:07 Ikhwan Akhwat yang dirahmati Allah 59:09 Subhanahu Wa Ta'ala terima kasih masih 59:10 bersama kami dalam tausiyah sore bersama 59:12 guru kita Ustadz Zain Al Hadi. Di sesi 59:14 kedua kita akan menjawab 59:16 pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk 59:18 dari Anda Ikhwan Akhwat. Namun sekarang 59:20 ini saya akan ke pertanyaan dari pemirsa 59:23 dulu ya, pemirsa 59:25 YouTube Berhasil TV. 59:27 Eee dari Asyraf Syaron. Assalamualaikum 59:30 warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz 59:31 izin bertanya, 59:33 mengenai hidayah itu harus dijemput atau 59:36 bagaimana Pak Ustaz? Karena ada 59:38 keterangan dalam doa ibu itu selalu 59:41 memohon supaya Allah subhanahu wa taala 59:43 memberikan hidayah keimanan yang kaffah 59:46 untuk hamba dan anak keturunan hamba. 59:48 Mohon penjelasannya. Iya, 59:50 bismillahirrahmanirrahim. 59:52 Hidayah itu dijemput. 59:54 Jadi dia ada usaha. 59:56 Apa saja? Apa saja. 59:58 Ada pemuda Kahfi, dia hidup belum ada 1:00:00 Islam, 1:00:01 belum ada agama Nabi Isa juga belum ada. 1:00:05 Jadi agama Nabi Musa juga enggak sampai 1:00:06 ke mereka karena itu untuk khusus Bani 1:00:08 Israil. 1:00:10 Kemudian mereka itu tafakur anak-anak 1:00:12 ini diskusi-diskusi tentang apa yang 1:00:14 siapa bikin matahari, semua didiskusikan 1:00:17 begitu. Jadi waktu menyembah patung itu 1:00:19 waktu raja-raja semua pembesar-pembesar 1:00:21 ini anak-anak anak-anak elit mengatakan 1:00:23 sekarang itu anak menteri-menterilah. 1:00:25 Dia enggak nundukin kepalanya. 1:00:29 Temannya lihatin sudah sampai di luar 1:00:31 ditanya, "Kamu tadi kok 1:00:33 enggak nundukin kepala?" "Enggak mau 1:00:35 saya. 1:00:36 Saya pikir ini bukan Tuhan. Masa Tuhan 1:00:38 dibikin? Kan yang bikin tetangga tuh." 1:00:41 Terus saya mau saya menyembah itu saja 1:00:43 tuh yang bikin matahari. Lihat saja 1:00:45 matahari itu 1:00:46 tiap hari itu 1:00:47 yang bikin ini buah-buahan, makanan. 1:00:49 Begitu akhirnya mereka bikin diskusi di 1:00:51 satu rumah. 1:00:52 Sudah kesimpulan ketahuan bocor dicari 1:00:55 Bapak Polisi. Satu polisi menemukan 1:00:57 mereka. 1:00:58 Terus eee 1:01:00 kenapa kamu begini? "Kami sudah enggak 1:01:01 punya kami agama kami ini ini ini 1:01:03 menyembah yang bikin matahari ini 1:01:04 begitu." 1:01:05 Terus kata polisi itu, 1:01:07 "Saya juga pernah berpikir seperti 1:01:08 kalian. Masa Tuhan dibikin?" 1:01:11 "Ya kalau begitu Bapak gabung sama 1:01:12 kita." "Jangan, saya punya anak istri. 1:01:15 Kalian pergilah nanti sebentar lagi 1:01:16 polisi lain datang bisa ditangkap 1:01:17 kalian. Pergilah." Setelah dia pergi 1:01:19 terus ke gua itu tidur 300 tahun. 1:01:22 300 tahun itu ditafsir 300 tahun 9 1:01:24 tahun, 300 tahun 9 bulan, macam-macam 1:01:27 pendapat berbeda-beda. Kan enggak enggak 1:01:29 dapat wahyu tukang menafsir itu. Ehm. 1:01:31 Dan waktu itu kan belum ada pengetahuan. 1:01:33 Jadi, sebenarnya 300 tahun Masehi. 1:01:37 Kalau dihitung pakai tahun Hijriah, 1:01:38 tambahin 9. 1:01:40 309. Jumlah harinya sama. Gitu. 1:01:44 Mukjizat itu. 1:01:45 Nah, jadi di itu pemuda berpikir, 1:01:47 menjemput, mencari dia. Nabi di Gua Hira 1:01:49 juga berpikir, mencari, tafakur. Ah, 1:01:52 usaha untuk dapat hidayah itu ada usaha, 1:01:55 ada kemauan, ada niat. Baru dia pergi 1:01:58 belajar. Kalau sekarang mah bisa pergi 1:01:59 belajar, bisa juga pergi ke gunung, ke 1:02:02 mana, tafakur, pandang alam, akhirnya 1:02:05 akan terjawab Allah Tuhan. Tapi kan 1:02:08 belum lengkap. Nah, baru Allah tambah. 1:02:09 Itu ada di Quran di surat Al-Kahfi pada 1:02:12 menceritakan pemuda Kahfi itu, Allah 1:02:14 berfirman, "Innahum fityatun amanu 1:02:16 birabbihim." Itu pemuda-pemuda itu 1:02:18 beriman kepada Tuhannya. Wajidnahum huda 1:02:21 dan kami tambahin hidayah. Jadi, dia 1:02:22 tidak tahu Allah, tidak tahu pokoknya 1:02:24 Tuhan yang bikin matahari. Sampai situ 1:02:25 kemampuan manusia. Lah, karena dia sudah 1:02:27 usaha, dia menjemput, Allah berikan. 1:02:30 Insyaallah seperti itu. 1:02:31 Ehm. Kaitannya sama doa ibu-ibu itu suka 1:02:34 doa itu, Ustaz. Oh, baik. 1:02:36 Minta sama hidayah kepada keturunan 1:02:38 hamba yang kafah. Hidayah itu kafah. 1:02:41 Iya, bisa. Bisa itu doa ibu termasuk 1:02:44 juga menjemput, usaha juga. 1:02:46 Ehm. 1:02:47 Usaha ibunya, usaha bapaknya menjemput. 1:02:49 Itu insyaallah berikan. Nanti Allah 1:02:51 lihat bagaimana baiknya memberikannya 1:02:53 itu. Ada melalui peristiwa, ada melalui 1:02:56 sakit, ada melalui tabrakan, 1:02:58 macam-macam, ada yang melalui 1:02:59 kesenangan. Itu Allah lebih tahu lah 1:03:01 bagaimana cara dia memberi hidayah. 1:03:03 Tapi kan enggak diturunkan begitu saja 1:03:05 kalau orangnya enggak mau masa dikasih 1:03:06 hidayah? Enggak mungkin lah. Ada usaha. 1:03:09 Ada usaha, dia akan beri itu hidayah. 1:03:12 Ehm. 1:03:13 Selanjutnya kita ke Ibu Ros. 1:03:16 Pak Ustaz, bolehkah uang arisan 1:03:19 yang saya dapatkan itu digunakan untuk 1:03:21 membantu saudara-saudara saya yang 1:03:23 membutuhkan? 1:03:24 Apakah setiap saya ingin gunakan untuk 1:03:26 membantu saudara yang 1:03:28 membutuhkan itu harus izin ke suami 1:03:30 dulu? 1:03:32 Sementara uang itu adalah uang belanja 1:03:34 yang saya tabung Pak Ustad, terima 1:03:35 kasih. 1:03:36 Bismillahirrahmanirrahim. 1:03:38 Iya. 1:03:39 Menurut syariat Islam 1:03:41 harta istri adalah miliknya 100%. 1:03:44 Tidak ada hukumnya untuk meminta izin 1:03:47 dari siapapun. 1:03:48 Itu yang jelas. 1:03:50 Jadi kalau 1:03:52 istri 1:03:54 arisan 1:03:55 atau dia kerja itu pihak lain atau suami 1:03:58 juga pun tidak bisa ikut campur. 1:04:00 Mungkin minta izin itu adat ya, 1:04:02 kebiasaan tapi enggak juga kok. Menurut 1:04:04 syariat enggak itu bebas demokrasi. 1:04:06 Ibunya, mau kasih ayahnya, mau kasih 1:04:07 adik bantu adiknya. 1:04:09 Ya dia mau bantu orang boleh silakan. 1:04:11 Tapi Ibu sebelum membantu itu utamakan 1:04:14 famili 1:04:15 yang dekat-dekat, kerabat itu wajib 1:04:17 sekali. Jadi yang disebut wujubun 1:04:19 nafaqah, wajib memberi nafkah kepada 1:04:21 famili. 1:04:23 Itu itu wajib. Jadi bukan lagi boleh 1:04:26 wajib harus. 1:04:27 Semampunya ya di luar kemampuan, 1:04:29 kelebihan kebutuhan rumah kita boleh 1:04:31 diberikan seperti itu. Itu pahalanya 1:04:34 sudah enggak bisa dikatakan lagi. Allah 1:04:35 sangat sayang orang-orang yang punya 1:04:38 hati sayang seperti dia. Punya rahmat, 1:04:40 punya rahim, punya rahman. 1:04:42 Itu Allah sayang banget hamba-hamba 1:04:43 Allah yang seperti itu. 1:04:45 Tapi berikanlah itu secara ikhlas dengan 1:04:48 baik, tanpa mengomel tanpa ungkit-ungkit 1:04:52 tanpa cerita kepada orang lain. Itu 1:04:54 menyinggung perasaan mereka. Jadi 1:04:56 rahasiakan saja. 1:04:58 Insya Allah itu 1:04:59 luar biasa pahalanya sangat besar. 1:05:02 Tapi seperti yang saya katakan tadi, 1:05:03 jangan batalkan sedekah kita itu dengan 1:05:06 menceritakan ke mana-mana atau 1:05:09 kecuali terpaksa mendidik ya. 1:05:11 Tidak mem- kamu harus rajin, kamu jangan 1:05:14 malas, jangan juga. Kalau mau menasehati 1:05:15 di waktu lain. Waktu jangan waktu 1:05:17 memberi. 1:05:18 Sebab itu orang-orang butuh itu punya 1:05:20 perasaan sangat sensitif, ya. 1:05:23 Dia merasa dia enggak punya kok, begitu 1:05:24 cepat tersinggung. 1:05:26 Kalau yang kaya digituin enggak 1:05:27 tersinggung, paling dia senyum saja. 1:05:29 Jadi, jaga hati-hati agar sedekah itu 1:05:32 tidak batal, malah bernilai tinggi. Yang 1:05:35 diberi itu dihormati. 1:05:36 Jaga hak-hak 1:05:38 asasi kehormatannya. 1:05:39 Insyaallah pahalanya sangat besar, 1:05:41 sangat disayang Allah. Insyaallah Allah 1:05:42 tambah-tambah rezeki lagi dari Allah. 1:05:44 Karena ini Allah percaya untuk 1:05:46 menyalurkan, Allah akan berikan lagi 1:05:48 untuk disalurkan lagi. 1:05:49 Menjadi kepercayaan Allah. Banyak orang 1:05:52 seperti itu. Allah percaya untuk 1:05:54 menitipkan kepada hamba yang lain lewat 1:05:55 orang-orang yang disayang Allah itu. Ya, 1:05:57 insyaallah termasuk yang disayang Allah. 1:05:58 Amin. 1:06:01 Selanjutnya ini ada Pak Eko yang sedang 1:06:04 dalam perjalanan pulang ini, Pak Ustaz. 1:06:07 Mohon izin bertanya. Bagaimana sebaiknya 1:06:10 kita sebagai seorang muslim dalam hal 1:06:12 ini kepala keluarga, Pak Ustaz? 1:06:15 Saat ini kondisi 1:06:17 dengan keluarga 1:06:19 komunikasi dan perhatian berkurang. 1:06:22 Dikarenakan adanya posisi atau amanah 1:06:25 dan tanggung jawab baru yang saya 1:06:27 peroleh di perusahaan. 1:06:29 Sebetulnya hal ini sudah saya rasakan 1:06:31 sejak di bulan nya posisi baru saya 2 1:06:33 bulan lalu. 1:06:35 Apakah sebaiknya saya tinggalkan posisi 1:06:37 saya ini, Pak Ustaz? 1:06:39 Dengan membuka usaha sendiri atau 1:06:41 berwirausaha. 1:06:43 Tujuannya agar hubungan dengan keluarga 1:06:44 kembali baik. Mohon masukannya dari sisi 1:06:47 Pak Ustaz. Syukron sebelumnya. Nggih. 1:06:49 Bismillahirrahmanirrahim. 1:06:51 Boleh saja, silakan. Tapi eh 1:06:54 ini di di apa? Sebelum ada usaha baru, 1:06:57 belum jalan, ini tetap dulu. Supaya 1:06:59 nafkah tidak putus, supaya eh 1:07:01 pencariannya tetap. Kita harus kuat, 1:07:03 keluarga harus kuat. Tetangga harus 1:07:05 kuat, semua kita harus kuat. 1:07:06 Umat Islam itu harus kuat kuat 1:07:08 segalanya. Kita usahakan kita ini ujian 1:07:10 hidup. Untuk menjalankan ujian itu perlu 1:07:12 dana semua. Kita dan kerabat kita perlu 1:07:14 dana. Tanpa dana kasihan mereka bisa 1:07:16 terpeleset. 1:07:17 Tuh jadi harus bikin kuat semua family 1:07:19 dan sebagainya. Bapak itu diteruskan 1:07:21 sambil 1:07:24 apa ini mengusahakan yang baru ya. Yang 1:07:27 mengenai perhatian yang berkurang sama 1:07:29 keluarga itu gimana gitu? 1:07:30 Ya itu supaya perhatiannya cukup kan mau 1:07:32 pindah dia. Iya. Nah. 1:07:34 Di ini tetap di sini asal jangan terlalu 1:07:36 kalau lembur malam apa tuh. 1:07:38 Enggak deh ya. Tapi kalau siang tetap. 1:07:40 Nah terus eh. 1:07:42 Untuk bisa kembali utuh ke rumah tangga 1:07:44 gitu artinya lengkap ya perhatiannya. 1:07:47 Cukup maksud saya itu. 1:07:48 Eh rintis ini usaha lainnya rintis dulu. 1:07:53 Nanti apa itu. 1:07:54 Kalau ini sudah yang rintis ini bisa 1:07:56 jalan sudah benar bagus baru. 1:07:58 Baru pindah. 1:07:59 Tapi Bapak lebih tahulah dalam urusan 1:08:01 seperti ini. Tapi sementara ini ada 1:08:03 kurang di rumah enggak tidak ada. Salah 1:08:05 sementara tapi. 1:08:07 Nanti insya Allah. 1:08:08 Bisa lengkap. Kan bisa kalau musim 1:08:10 tarawih itu. Bisa jadi memperawih di 1:08:13 rumah itu bagus banget intim banget itu. 1:08:15 Dalam sekali sebulan enggak dianjurkan 1:08:17 ke masjid kok. Tidak ada dalil itu. 1:08:20 Jadi di rumah lebih baik. 12 bulan 1:08:22 setahun jarang di rumah. 1:08:23 Nah Ramadan tuh kesempatan tarawih di 1:08:25 rumah lebih baik. 1:08:27 Eh jadi intim kekeluargaan. Sekali-kali 1:08:29 bolehlah ke masjid atau di rumah 1:08:31 lainnya. Untuk apa pergaulanlah. 1:08:33 Sekali dua kali tidak berarti wajib ke 1:08:35 masjid enggak. 1:08:37 Salat sunah itu tidak tidak asalnya 1:08:39 memang tidak ada yang berjamaah. Tapi 1:08:41 kalau mau di berjamaah silakan. 1:08:44 Enggak di enggak enggak jadi dosa gitu 1:08:45 loh. Tapi kalau kita tidak berjamaah 1:08:47 enggak apa-apa juga. Bahkan menurut saya 1:08:49 lebih baik agar anak-anak jarang ketemu 1:08:52 di sekolah kita kerja semua jarang 1:08:54 ketemu. Nah itu kesempatan Ramadan itu. 1:08:56 Dua rakaat berhenti dulu. 1:09:00 Apa-apa baca apa gitu kan. 1:09:01 Beberapa sih, santai-santai lagi, minum 1:09:03 teh dulu, minum apa-apa, 1:09:05 inti memanah anak itu jarang, orang 1:09:08 sekarang sibuk semua kan? 1:09:09 Iya. 1:09:09 Nah, itu kesempatan. Jadi, tidak ada 1:09:11 hukumnya harus berjamaah di satu tempat. 1:09:14 Enggak ada itu. 1:09:15 Saya tanya sama enggak ada, ada di 1:09:17 Bukhari itu kok. Nabi enggak ke masjid, 1:09:19 hanya 3 hari. Pas dilihat umat datang 1:09:21 berjamaah, malah Nabi enggak mau, 1:09:22 berhenti. 1:09:23 Sampai ditanya, kenapa Rasulullah tidak 1:09:25 ke masjid lagi? Aku takut, aku tidak mau 1:09:28 memberatkan umatku. Nanti umatnya 1:09:29 menganggap kayak wajib puasa kan. Orang 1:09:31 enggak tarawih di marah-marahin, orang 1:09:33 enggak salat dibiarin. 1:09:35 Nah, ini kan. Sudah begitu, jadi enggak 1:09:38 kembali ke hukum, ke ke ayat, ke ke adab 1:09:40 jadinya. 1:09:41 Insyaallah. 1:09:43 Ada Bapak Abdullah di Depok, 1:09:45 Assalamualaikum warahmatullahi 1:09:46 wabarakatuh Pak Ustad Zein, semoga 1:09:48 selalu dalam keadaan sehat walafiat. 1:09:51 Amin, insyaallah. Dalam membina 1:09:52 kehidupan, tentunya faktor kemiskinan 1:09:56 menjadi hal yang sangat besar. Kalau 1:10:00 saya tidak salah, Pak Ustad dalam Islam 1:10:01 ada pernyataan yang mengatakan, 1:10:04 kemiskinan dekat dengan kesyirikan. 1:10:07 Bagaimana menurut pandangan Pak Ustad? 1:10:09 Terima kasih atas pencerahannya, terima 1:10:10 kasih. Iya. Bismillahirrahmanirrahim, 1:10:14 betul kemiskinan itu bukan sesuatu yang 1:10:17 yang baik. Senada mengatakan kalau 1:10:20 kemiskinan itu manusia, aku bunuh. 1:10:24 Karena kemiskinan itu banyak, padahal 1:10:26 dia sendiri miskin. 1:10:27 Tapi dia itu sangat apa eh menyayangi 1:10:31 umat. 1:10:32 Jadi 1:10:34 diusahakan tidak miskin. Jadi, mencari 1:10:37 nafkah itu wajib karena 1:10:38 kalau enggak kuat, miskin itu malah 1:10:40 menjadi mudarat. 1:10:43 Betul kan? 1:10:44 Nah, itulah jadi kalau kuat, bisa sabar, 1:10:47 ya enggak masalah. Tapi 1:10:49 di yang enggak bantu, orang miskin itu 1:10:51 juga salah berat. Tadi itu ada zakat, 1:10:54 ada sedekah. Tadi saya ulangi lagi lah, 1:10:57 zakat itu 2,5% yang biasa umum itu yang 1:11:00 biasa-biasa, tapi ada yang 5% 10% 5% itu 1:11:04 pertanian 5% yang bertenaga berpupuk 1:11:06 pakai pupuk. Yang tidak ambil kayu di 1:11:09 hutan itu ambil duku di Sumatera itu 1:11:12 itu 10%. 1:11:14 Hasil dari hewan juga 10% susu madu 1:11:17 semua 10%. Nanti ada yang 20% itu 1:11:19 tambang. 1:11:20 Jadi 1:11:21 itu bisa membantu membantu benar 1:11:23 orang-orang yang miskin itu supaya 1:11:26 lenyap kemiskinannya. 1:11:28 Paling tidak kebutuhan pokok bisa dapat. 1:11:31 Kebutuhan pokok kebutuhan pokok itu 1:11:33 termasuk kesehatan ya makan minum 1:11:35 sekolah anak-anak 1:11:37 termasuk kebutuhan pokok. Nah, kalau 1:11:39 memang ada rezeki banyak kita paling 1:11:42 bagus itu sekarang membantu itu kepada 1:11:44 famili beasiswa untuk anaknya itu. 1:11:47 Supaya anaknya itu nanti bisa membantu 1:11:49 keluarganya. 1:11:51 Itu itu beri beri beras kalau banyak 1:11:53 orang tidak menggunakan tidak bisa 1:11:56 menggunakan uang. Dia juga tidak mampu 1:11:58 tapi begitu ada uang dia pergi salon. 1:12:01 Padahal anaknya belum cukup gizinya 1:12:03 misalnya itu diberikan makanan saja. 1:12:07 Beasiswa bisa sekaligus susu buat 1:12:09 anak-anaknya. 1:12:10 Kasih beras itu kita lihat bagaimana 1:12:13 caranya itu terserah kita gunakan akal. 1:12:16 Tidak tidak asal ngasih harus berhasil. 1:12:19 Harus berhasil jadi kita pikir pantasnya 1:12:21 dikasih apa ini. 1:12:23 Jangan asal kasih terus kita dapat 1:12:24 pahala. Biar terserah dia tidak bisa 1:12:26 itu. 1:12:27 Sekalian mendidik membimbing. Memberi 1:12:29 mendidik membimbing. 1:12:31 Apalagi bisa dikasih jalan keluar 1:12:33 keterampilan. 1:12:35 Modal-modal usaha apa saja Pak anak kok 1:12:37 jalan itu kok. 1:12:38 Dia pergi pasar induk saja itu kalau dia 1:12:40 punya motor 1:12:42 pergi pasar induk beli sayur beli apa 1:12:44 juga dijual depan rumahnya juga laku 1:12:46 dapatlah 1:12:47 rezeki. 1:12:48 Buah-buah dia bisa beli di situ. 1:12:51 Kalau jual buah itu 1:12:53 memang cepat busuk sudah resiko tapi 1:12:55 sekarang bikin enggak resiko kalau sudah 1:12:57 berapa hari kalian mau layu jual jusnya 1:12:59 di jus. 1:13:00 Jual jus. Bagaimana caranya mereka itu 1:13:02 kita bimbing ajarin untuk bisa kasih 1:13:05 kail jadi tidak hanya memberi ikan kalau 1:13:07 bisa memberi kail. 1:13:08 Dia makan makal ikan terus insya Allah 1:13:10 mudah-mudahan bangkit kita semua. 1:13:13 Mau tahu terhadap keluarga dan famili 1:13:15 jangan sampai kemiskinan membuat dia 1:13:17 jadi 1:13:18 sengsara atau 1:13:20 agamanya jadi lemah dan lain-lainlah. 1:13:23 Insya Allah seluruh famili semua harus 1:13:25 peduli semua harus peduli tetangga 1:13:27 famili di dijaga. 1:13:29 Lalu dicarikan ustad juga 1:13:31 kalau memang enggak bisa salat carikan 1:13:33 guru ngaji bisa ngaji. 1:13:35 Itu itu wajib kita dosa kalau kita 1:13:37 enggak peduli terhadap terhadap agamanya 1:13:40 seperti itu. 1:13:41 Dan makannya. 1:13:43 Bahkan sekampung itu dosa kalau ada yang 1:13:45 kelaparan tuh sekampung. 1:13:47 Banyak umat ini salah paham. 1:13:49 Urusan jenazah itu bukan kewajiban 1:13:51 keluarga bukan kewajiban pribadi itu 1:13:53 disebut fardhu kifayah di syariat. 1:13:56 Fardhu kifayah artinya kewajiban 1:13:57 masyarakat sekampung. 1:14:00 Insya Allah. 1:14:02 Selanjutnya mari kita ke Ibu 1:14:05 Hilma. Assalamualaikum warahmatullahi 1:14:07 wabarakatuh. 1:14:08 Terima kasih Pak Ustad atas ceramahnya 1:14:11 yang mengena dari berbagai aspek 1:14:14 mengenai pengalaman 1:14:16 cerita Pak Ustad dari saudara saya 1:14:18 kehidupan di pasar di jalanan yang jauh 1:14:22 sekali dari dakwah Islam 1:14:24 sementara para asatid hanya terfokus di 1:14:27 majelis-majelis taklim 1:14:29 dan juga di masjid-masjid. Bagaimana Pak 1:14:32 Ustad agar umat yang dhoif ini bisa 1:14:35 berperan mendakwahi mereka? 1:14:37 Terima kasih. 1:14:39 Bismillahirrahmanirrahim. 1:14:41 Iya apa yang disampaikan Ibu itu 1:14:43 betul saya juga sedih itu. 1:14:46 Jadi 1:14:48 caranya dia banyak kita cara-cara, kita 1:14:50 ajaklah dia. Terus kalau ada yang 1:14:53 terbuka, jangan sampai juga ada majelis 1:14:55 taklim itu 1:14:57 memisahkan diri dari kelompok ini, 1:14:59 kelompok itu. 1:15:01 Membaur. 1:15:02 Semua ormas jadi satu. Sudah ada lagi 1:15:04 cerita-cerita mazhab, saya sudah 1:15:05 sampaikan beberapa kali. Mazhab itu 1:15:07 bukan syarat masuk surga, bukan. 1:15:09 Mazhab itu bukan agama, agama kita 1:15:11 Islam. 1:15:12 Perbedaan antar mazhab itu tidak 1:15:14 masalah, tidak terlalu, bukan masalah 1:15:16 pokok. 1:15:17 Yang masalah pokok itu bersatu. 1:15:19 Bersatu, saling sayang. 1:15:22 Keadaan kita itu sudah parah, sedunia 1:15:24 itu kita sudah parah. Di Indonesia kita 1:15:25 sudah parah. 1:15:27 Sudah dirobek-robek. Kitanya mau, itu 1:15:30 yang salah. 1:15:31 Sekarang jangan mau lagi. Silakan hadir 1:15:33 di ormas manapun. 1:15:35 Washliyah, Muhammadiyah, NU, ikut-ikut 1:15:38 sama, Tuhannya sama, Qurannya sama, ini 1:15:39 sama. 1:15:41 Nah, terus di yang yang belum-belum itu 1:15:44 kalau dekat Dasil sih dibantulah Dasil, 1:15:46 di sini banyak ustaz-ustaz. 1:15:48 Ya, kita buka di tempat saya juga 1:15:49 terbuka tuh di Kramat Jati itu. 1:15:52 Yang belum bisa salat, yang belum bisa 1:15:54 ngaji, bawa saja. 1:15:56 Gurunya ada banyak, siap. 1:15:58 Ke ke tempatnya juga di mana alamatnya, 1:16:01 kita datang. Bukan saya sendiri, banyak 1:16:03 kita ramai-ramai. Di Dasil juga di semua 1:16:04 siap. 1:16:06 Kalau tempatnya masjid yang enggak ada 1:16:08 khatib Jumat, telepon Dasil, insyaallah 1:16:10 ada. Banyak ustaz di sini, siap semua. 1:16:12 Jadi, 1:16:14 kita mulai bangkit. Yang tadi 1:16:15 disampaikan itu benar sekali. Bagaimana 1:16:17 ini yang masih banyak di rumah-rumah ya, 1:16:20 banyak sekali itu yang tidak taklim, 1:16:22 tidak ada taklim, ya. 1:16:23 Banyak. 1:16:25 Saya kira-kira ini baru 20%, yang 80% 1:16:27 tanggung jawab ini kita semua. 1:16:30 Mudah-mudahan MUI, Departemen Agama itu 1:16:33 mau berpikir tentang masalah ini. 1:16:38 Tolong kalau siapa yang kenal-kenal ke 1:16:40 bagian Depag atau MUI, MUI insyaallah 1:16:42 bisa itu bagaimana nih caranya mereka 1:16:44 harus bisa koordinir kan besar Indonesia 1:16:46 ini 1:16:47 tapi yang saya lihat yang di Jakarta ini 1:16:50 ibu-ibu sampai se 1:16:52 semua kok se Jawa kok kayaknya itu 1:16:53 Sumatera juga 1:16:55 banyak kelihatan 1:16:56 di pasar di jalan ibu-ibu itu buka aurat 1:16:58 segala macam belum ngerti berpakaian aja 1:17:00 enggak ngerti 1:17:01 bingung jadi ini habis kita ini 1:17:03 dakwahnya gimana 1:17:07 nah tadi Pak Ustad bagi 1:17:09 kaum dhoif maksudnya itu di sini mungkin 1:17:11 bukan bukan asatid dan orang ahli kali 1:17:14 ya tapi dia ingin ikut berdakwah di 1:17:16 tempat dia gitu misalnya di pasar di 1:17:18 jalan itu gimana caranya ada tipsnya 1:17:20 enggak Ustad 1:17:22 memang aneh he saya pernah juga takut 1:17:25 dosa saya pernah ceramah di bioskop 1:17:27 pakai itu 1:17:28 yang Senayan itu 1:17:31 iya naik saya ke panggung he 1:17:33 sudah Pak sudah filmnya mau diputar 1:17:36 terus besok lagi saya di apa itu 1:17:40 di bis di bis mana itu enggak 1:17:43 di terminal di di bis naik di bisnya 1:17:46 ngadep ke belakang belakang sebelah 1:17:48 supir he permisi dulu sama Pak supir 1:17:50 enggak apa-apa di mana lagi itu nah 1:17:54 di disko 1:17:56 ketemu saya di sana sama siapa itu yang 1:17:57 akhirnya jadi Ustad itu oh gitu 1:18:00 yang sudah meninggal jadi Ustad ya 1:18:01 ketemu Ustad 1:18:03 hah Ustad Jefri bukan yang dia disko 1:18:06 dulu penyanyi oh penyanyi ya terus jadi 1:18:08 Ustad ya akhir 1:18:10 ketemu di situ 1:18:11 banyak di beberapa tempat cuma jadi aneh 1:18:14 kita ini kadang dicurigain 1:18:16 iya ya dicurigain tapi kalau ke 1:18:19 kampung-kampung saya ini 1:18:21 ini sisi kita di sini ini baru Islam ini 1:18:24 terangkan ini iya iya jadi saya masuk ke 1:18:26 sini ngasih Quran aja dia enggak mau he 1:18:29 iya 1:18:30 jadi terus ke sana ke putar-putar masih 1:18:33 muda lah kadang kan sudah tua enggak 1:18:34 kuat keluar ke Cisarua terus ke sana 1:18:37 sampai ke Bekasi. Saya datang 1:18:39 rumah-rumah itu. 1:18:40 Pedalaman-pedalaman dulu ini kayak ke 1:18:42 Jonggol ke sana. Iya. Salat Jumat saja 1:18:44 enggak tahu saya dulu. 1:18:45 Enggak tahu. Belakang Taman Mini enggak 1:18:47 tahu. Iya. 1:18:48 Enggak ngerti. Baru ini Islamnya. Saya 1:18:51 heran ya, kadang-kadang di kelurahan ini 1:18:53 sudah Islam semua. Sebelahnya ini belum. 1:18:55 Iya. Di sana banyak ke Payangan apa 1:18:58 Islam di situ. Terus sebelahnya tuh 1:18:59 tiang sana 1:19:00 belum. Sekarang sudah karena banyak 1:19:02 pendatang yang datang Islam. Jadi mau 1:19:05 tahu. 1:19:06 Baru semua itu. Tahun 80-an belum. Masih 1:19:08 bikin jalan ini. 1:19:10 Masih belum ini. Alternatif. Tanah karet 1:19:12 iya. 1:19:13 Saya jalan dari ujung sana. Kalau ke 1:19:16 saya itu malah aduh lebih parah lagi tuh 1:19:18 saya itu Bekasi sebelah sana tuh 1:19:19 kecamatan. 1:19:21 Capek saya enggak apa-apa alhamdulillah. 1:19:23 Ya jadi artinya 1:19:25 diskusi dikit-dikit. Pernah sekali mau 1:19:27 bikin masjid letakkan batu pertama ini. 1:19:29 Kan masyarakat ada di situ. Lari semua. 1:19:32 Pas saya taruh batunya mereka lari. Saya 1:19:34 ditinggalin sendirian. 1:19:36 Tungguin 2 jam baru datang. Sebelum 1:19:38 datang dia ngintip-ngintip dulu. 1:19:40 Kenapa ini ngintip? 1:19:41 Ngapain? Iya. Pas sudah sampai dilihat 1:19:43 kita enggak mati. 1:19:47 Kenapa Pak lari-lari semua? Belum 1:19:50 waktu waktunya, harinya. 1:19:53 Takut dikutuk dewa. 1:19:55 Bilang Pak dewa enggak berani kalau mau 1:19:57 bikin masjid. Enggak berani dewanya. 1:20:00 Kalau bikin rumah iya mesti izin dulu. 1:20:02 Kalau bikin masjid enggak mesti 1:20:03 pelan-pelan enggak bisa sekaligus. 1:20:05 Setan. 1:20:05 Oh gitu ya. Iya tuh lihat saya enggak 1:20:07 apa-apa tuh. Bisa saja. Baru terus bikin 1:20:10 masjid. Ya kecil sederhana lah dulu yang 1:20:12 penting ada masjid dulu lah. Gitu. 1:20:16 Di situ tanggan tuh pasar. Iya. Tanah. 1:20:21 Alhamdulillah deh. 1:20:22 Saya kecil daerah Depok Cibinong Ustaz. 1:20:24 Gitu juga. Jadi yang namanya kobak-kobak 1:20:26 itu katanya keramat. Itulah. Iya itu 1:20:29 begitu semua. Dia apa itu ada orang 1:20:31 sakit bayi sakit dibacain, 1:20:32 kuntul-kuntul, apa itu nama-nama 1:20:34 binatang. Saya bilang bukan begitu Bu, 1:20:36 sini. 1:20:38 Sini saya bacain. 1:20:40 Minta Allah sembuhkan yang mau dakwah 1:20:41 ini, kan gitu. Sudah. 1:20:43 Dia 1:20:44 mesti dikalahin gitu. Kita mesti punya 1:20:45 bacaan-bacaan. Wah, kalau enggak dites 1:20:48 sama dia orang. Tapi kalau dia kalah, 1:20:50 dia nurut. 1:20:52 Mesti baca-bacaan. Ke sini kan ini. 1:20:55 Ini pohon-pohon apa ini? Pohon-pohon 1:20:57 jahe-jahe apa itu? Terus saya puji 1:20:59 salah. 1:21:00 Digerakkan. 1:21:02 Baru dua orang yang sembahyang. 1:21:04 Habis lebaran sehari saya datang ke sini 1:21:06 kontrol. Mampir di situ. 1:21:08 Pak, kemarin salat Id di mana? Salat 1:21:09 lebaran? Wah, kita mau orang tua enggak 1:21:11 ikut-ikut. 1:21:14 Cuma zaman kemajuan buat anak-anak saja. 1:21:17 Ya itu. Jawabnya gitu ya? 1:21:18 Iya. 1:21:20 Tapi yang perlu pelan-pelan enggak 1:21:21 dikasih ini ya? 1:21:22 Beradab itu harus pelan-pelan dan kalau 1:21:23 bisa cari jagoan di situ yang paling 1:21:25 berpengaruh. 1:21:27 Jawara. Iya. Bawa golok, lewang. 1:21:30 Sejarahnya sudah bunuh banyak orang, 1:21:31 benar. Lewang. Namanya aneh-aneh, Kubil 1:21:34 namanya. 1:21:36 Iya. Iya betul Ustaz ya, Kubil, golok, 1:21:39 lewang. 1:21:40 Kalau dia sudah, nah gampang deh yang 1:21:42 lain. Dia ikut sama dia semua. Enggak 1:21:44 ikut takut. 1:21:48 Dia mintain guru dari 1:21:50 pesantren 1:21:51 Kiai Nur Ali. 1:21:53 Bekasi. Heeh, dia harus dikirimin. Gitu 1:21:56 ya? 1:21:56 Ke sini. Sudah ada masjid sudah ada. 1:21:59 Belum bisa salat apa itu. Saya minta 1:22:00 guru dari sana kan dekat dia. 1:22:02 Saya mau enggak kuat. Ya alhamdulillah 1:22:04 diajarin. 1:22:08 Tapi dinamikanya sekarang beda Ustaz ya? 1:22:10 Oh, beda. Sekarang dinamikanya beda. 1:22:12 Iya. Sekarang jalan juga aspal. Dulu 1:22:15 kita jalannya becek. Iya. Ini di depan 1:22:18 masih karet semua, hutan karet. Heeh. 1:22:21 Wah, berat saya kasih mukena dipakai. 1:22:24 Saya dipanggil Om. 1:22:27 Dia pakai jangan panggil Om. Sudah 1:22:29 belajar tancap gas. 1:22:32 Tapi lahan lahan itu, lahan-lahan dakwah 1:22:34 seperti itu di pelosok-pelosok tanah air 1:22:36 masih banyak Ustaz. 1:22:38 Iya. 1:22:38 Makanya kita Yang belum disentuh gitu. 1:22:40 Yang di kota saja belum kesentuh. Kota 1:22:42 saja belum kesentuh apalagi. Itu di 1:22:44 Taman Mini belakang Taman Mini baru 1:22:45 tahun 1:22:47 85. Ehm. Pas ada pembukaan itu baru. 1:22:51 Benar kan? 1:22:52 Tapi ada yang sudah Islam Ustaz. 1:22:54 Di blok sini 1:22:55 Ehm ehm. tapi kampung sini Islam situ 1:22:56 enggak gitu. Dan yang Islam ini enggak 1:22:58 enggak dakwah ke situ. Nah itu. Nah ini 1:23:00 pemahaman bahwa dakwah itu waktu pidato, 1:23:03 waktu maulud, waktu di jeban, waktu 1:23:04 acara-acara itu. Di luar itu enggak ada. 1:23:06 Ini yang mesti kita rubah. Betul. 1:23:09 Pemahaman itu masih ada itu. 1:23:11 Dakwah itu ya itu. 1:23:13 Di luar itu tidak ada. Betul. Nah ini. 1:23:15 Mesti 1:23:17 gimana ya kita bikin grup apa? Itu bagus 1:23:20 tuh Islam apa itu? 1:23:21 Yang pergi-pergi itu. 1:23:23 Jemaah Tabligh. Jemaah Tabligh. Ya 1:23:24 keluar Ustaz itu ke mana-mana itu. 1:23:27 Itu bikin lagi kayak gitu. Kan masih 1:23:29 banyak yang begitu. 1:23:30 Iya. Cuman yang enggak mampu 1:23:32 di rumahnya enggak ada duit ya 1:23:33 janganlah. Urusan rumah tangga lebih 1:23:35 wajib dulu. 1:23:36 Ehm. Gitu insya Allah. 1:23:38 Cuman kita memang perlu dakwahnya itu 1:23:40 dakwah yang mengajak kepada Islam. Iya. 1:23:43 Bukan ngajak kepada kelompok nih, 1:23:45 golongan nih, ormas nih gitu. Islam 1:23:46 saja. Terserah mau NU, mau Muhammadiyah, 1:23:48 mau apa silakan. Nah. 1:23:51 Jadi mau disuruh jadi orang baik. Oh 1:23:53 tadi betul Ustaz katakan masih banyak 1:23:55 orang baik Ustaz ya. Ehm. Insya Allah 1:23:56 ini jalan ada yang jalan ya. Iya ada. 1:23:59 Ada masih sekarang banyak cuman belum 1:24:01 belum cukup. Belum cukup. 1:24:04 Dan harus netral. Iya. Untuk persatuan 1:24:07 persatuan. 1:24:09 Baik. Terima kasih kepada Ibu Emi 1:24:12 Tangsel ada juga Ibu Yetti. 1:24:15 Ini mohon maaf ya Ibu Yetti karena 1:24:16 waktunya terbatas ini SMS-nya belum 1:24:18 sempat terjawab pertanyaan WhatsApp-nya. 1:24:20 Bu Khairiyah ada juga kami menyapa Bu 1:24:22 Ervi. 1:24:24 Wah, Bu Ervi ngirim foto nih, Pak Ustaz. 1:24:26 Suasana salat zuhur di Masjid Nabawi. 1:24:29 Masya Allah. 1:24:30 Sudah rapat katanya. 1:24:31 ya. Iya. Alhamdulillah. Maskernya juga 1:24:34 sebagian sudah ada yang dilepas itu. 1:24:36 Lalu juga Pak Iwan Chaniago ini terima 1:24:38 kasih, Pak Ustaz, atas ceramahnya. Ada 1:24:41 juga eh ini Pak Adi di Pasar Minggu, Ibu 1:24:43 Hajah Hamijani. 1:24:45 Ada juga Ibu Hati, Ibu Heti, Ibu Siti 1:24:48 Marfuah di Tambun, Bapak Firman Aziz, 1:24:50 Eyang Sri juga ini menyampaikan 1:24:52 WhatsApp-nya, terima kasih. Ibu Dharma, 1:24:54 Bunda Eliza juga. Bapak Dance, Bapak 1:24:57 Ahmad Sugiarto, Ibu Eti Rustam juga 1:24:59 menyimak selalu. Bu Masykur, Abu Rashid, 1:25:03 eh Bu Habibah, Abu Abdillah dan juga 1:25:05 Hamba Allah 109, 109 ini namanya siapa 1:25:09 ini Nesa. 1:25:10 Baik, Pak Ustaz. 1:25:11 Masya Allah. Eh kita sudah dibatasi oleh 1:25:13 waktu. Sebagai penutup dari seluruh 1:25:15 bahasan kita apa, Pak Ustaz? Insya Allah 1:25:17 bahasannya itu sudah jelas ya tadi. 1:25:19 Dibaca saja. 1:25:20 Iya. Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 1:25:22 sholli ala Muhammad wa alihi Muhammad. 1:25:24 Alhamdulillah wassalatu wassalam ala 1:25:26 sayyidina Rasulillah. Allahumma sholli 1:25:27 ala sayyidina Muhammad wa alihi 1:25:28 Muhammad. Allahumma inna nas'aluka 1:25:30 nafsan muthmainnah. Tu'minu biliqoik wa 1:25:33 tardho biqodoik. Wa taqna'u bi'athoik. 1:25:36 Wasshallallahu ala sayyidina Muhammad wa 1:25:38 alihi Muhammad. Walhamdulillahi rabbil 1:25:40 alamin. Alhamdulillahirabbil alamin. 1:25:42 Taqabbal ya Rabb. Demikianlah ikhwan 1:25:44 akhwat yang dirahmati Allah Subhanahu wa 1:25:45 Ta'ala, tausiyah sore edisi hari ini 1:25:47 bersama Ustaz Zain Al Hadi. Semoga yang 1:25:50 beliau sampaikan bermanfaat bagi kita 1:25:52 semua. Terima kasih atas kebersamaan 1:25:54 Anda. Mohon maaf atas segala kesalahan 1:25:56 kata. Kami undur diri. Billahi taufiq 1:25:58 wal hidayah. Subhanakallahumma wa 1:26:00 bihamdika asyhadu alla ilaha illa anta 1:26:02 astaghfiruka wa atubu ilaik. 1:26:03 Assalamualaikum warahmatullahi 1:26:04 wabarakatuh.