Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
2:54 [Musik] 3:01 [Musik] 3:09 [Musik] 3:30 [Tepuk tangan] 3:33 [Musik] 3:43 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 3:45 warahmatullahi wabarakatuh. 3:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:48 wabarakatuh. Allahumma shalli ala 3:49 sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina 3:50 Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa 3:52 lagi hari ini hari Rabu tanggal 21 3:54 Jumadil Awal 1445 Hijriah atau tanggal 6 3:58 Desember 2023. Seperti biasa kalau hari 4:02 Rabu itu menampilkan tamu kita. Kami 4:05 hadirkan seorang tamu yang saya pikir 4:07 wah nih matir Muhammad ni mukanya 4:11 mirip-mirip. Usianya 74 tahun masih 4:14 ganteng. Kami hadirkan di sini yaitu 4:16 Bapak Khairul Hadi M. Anik, staf ee ee 4:21 Universitas Islam Negeri. Ee beliau 4:26 adalah ketua apa nih? Pusat studi 4:30 ekonomi kemanusiaan. Eh, sebagai ketua 4:34 ya. I Bapak Kirul Hadi, M. Anik, S. AK, 4:38 MBA, PhD. Kandidat. Kandidat. Wah, luar 4:42 biasa. Putrinya empat, tinggalnya empat 4:45 ya. Empat yang di Jakarta. menyusul dua 4:48 di Cianjur. Cianjur. Jadi beliau ini 4:50 tinggalnya kalau enggak di Jakarta di 4:51 Cianjur. Masyaallah. Tergantung 4:54 permintaan. Karena waktunya cuma sedikit 4:57 kita pokok-pokoknya kita akan bicara 5:00 soal pemikiran koperasinya Bung Hatta. 5:04 Apa yang membedakan koperasi Bung Hatta 5:06 dengan koperasi-koperasi lain? 5:08 Barangkali ada bedanya, Pak Kiro. Oke, 5:11 kalau itu ditanyakan saya jawab langsung 5:12 saja. He. Iya. 5:14 Koperasi Bunghata itu 5:17 sebetulnya bukan 5:20 perusahaan berasaskan kapitalisme. Hm. 5:24 Tapi itu tidak lain adalah suatu 5:29 perusahaan 5:31 yang 5:34 ee bagaimana saya menjelaskannya ya, itu 5:38 tidak belum ada di muka bumi ini yang 5:41 konsep seperti itu yang se yang dimaksud 5:43 Om H. Justru itu yang kita cari. Jadi 5:46 saya tambahkan gini, Pak. Koperasi Bung 5:49 Hatta itu 5:51 hanyalah usaha bersama dari sekelompok 5:56 produsen individual. Hmm. Produsen 5:59 individual. Nah, apa yang maksud 6:01 produsen individual itu adalah petani, 6:03 ya. Petani dia bercocok tanam itu tetap 6:07 eksis dia bercocok tanam. Iya. Yang 6:10 dijadikan usaha bersama adalah 6:13 tahapan bisnis yang dia tidak mampu 6:16 melaksanakan. 6:17 ee atau tidak bisa h apa pengadaan pupuk 6:21 dan obat-obatan dia enggak bisa kan. 6:24 Oke. Kemudian kalau panen penggilingan 6:27 padi, penggilingan padi dan pemasaran 6:29 dia enggak bisa. Ini yang diusaha 6:31 bersamakan. Oh, bagai intinya. Jadi, 6:34 koperasi ini sebetulnya hanyalah 6:37 jembatan bagi si produsen 6:41 individual menghadapi pasar. H. Itu 6:44 dasarnya. Jadi islami ya. Islami sekali 6:46 ya. Nah, jadi Pak koperasi ini basisnya 6:51 haruslah satu wilayah produksi. Hm. Nah, 6:55 menurut saya kalau kita berbicara petani 6:59 itu wilayah produksi itu yang idealnya 7:02 satu kabupaten. Iya. Nah, di mana peran 7:07 koperasi? Koperasi melakukan perdagangan 7:11 di kabupaten itu. Heeh. Produsennya 7:14 adalah si masyarakatnya sendiri. Waduh, 7:17 manis sekali ya. Jadi di terminologi ee 7:21 Bung Hatta ini, koperasi Bung Hatta ini 7:24 tidak ada terminologi keuntungan loh. 7:28 Jadi, nah tidak ada. E sekarang saya 7:31 tanya sama Pak Krishna. Seorang petani 7:35 pernah enggak dia merencanakan mencari 7:37 untung? Tidak ada yang bertanah. yang 7:40 hanya ada 7:42 dia mengolah tanah kemudian mendapat 7:46 hasil sebesar-besarnya. Iya, hanya itu 7:49 aja. Heeh. Kalau tidak dapat keuntungan, 7:51 lalu di mana ininya dong? Nah, sebentar. 7:54 Si petani dari penghasilan itulah 7:57 hidupnya kan. H. Nah, kemudian si petani 8:00 itu kalau dia 8:02 berkoperasi, koperasinya ini adalah yang 8:05 men-supplai semua 8:07 kebutuhannya dan memasarkan semua 8:09 hasilnya. Hm. Nah, di situ, Pak, si 8:12 koperasi ini mendapat apa? Ee income. 8:16 Jadi, si koperasi ini personilnya 8:19 hanyalah mendapatkan semacam fee lah. 8:23 Hm. Hanya itu saja. Heeh. 8:26 Ah, tapi coba Bapak bayangkan kalau satu 8:29 kabupaten petani berhimpun iya berapa 8:31 volume pengadaan pupuknya? He. Berapa 8:35 volume pengadaan ee ee apa gabah yang 8:38 akan dia jual itu luar biasa, Pak. 8:41 Itu sebetulnya ee mungkin untuk daerah 8:44 perkotaan yang bisa juga dijadikan usaha 8:48 bersama koperasi misalnya tukang ojek. 8:51 Iya. 8:53 Cuman masalahnya di sini pemerintah kita 8:56 tidak eware. Hm. Ini harus disponsori 8:59 oleh pemerintah. Heeh. Ah itulah yang 9:02 mau saya sampaikan di sini. He. Sampai 9:05 detik ini yang ada baru Undang-Undang 9:08 Dasarnya ada pasal 33 ayat 1. 9:11 Undang-undangnya pun ada nomor 25. 9:15 tetapi pemerintah yang harus bertanggung 9:18 jawab dan tokoh masyarakat yang juga 9:20 harus ikut 9:21 aktif pada pelanga-pelongo. 9:24 Hm. Karena mereka menganggap koperasi 9:27 ini seakan-akan kayak PT ya terserah 9:30 bagi yang mau bikin koperasi. He he. Di 9:33 situ kelirunya. He. Makanya saya ajukan 9:37 kepada Yayasan Proklamator Bungata. 9:40 Nah, pihak ee pengurus yayasan akan 9:45 berencana membuat studi percontohan di 9:48 dua kabupaten Sumatera Barat yaitu 9:51 Paryaman dan Agam. Iya. Jadi kembali ke 9:53 cerita pertanyaan Bapak tadi. Jadi 9:56 koperasi ini adalah satu bangun 9:59 perusahaan yang kira-kira sama dengan 10:03 korporasinya ee kapitalisme persoalan 10:06 terbatas. Iya. 10:08 itu itu kira-kira setaranya. Jadi 10:11 koperasi ini 10:14 korporasi tapi bedanya apa? Kalau 10:17 korporasi kapitalisme pemiliknya adalah 10:20 pemegang saham. Iya. Kalau ini 10:23 masyarakat produsen individualnya 10:25 sendiri. Masyaallah. Jadi ini tidak akan 10:28 berkembang seperti PT. He. Yang ada 10:32 adalah anggotanya semakin mandiri 10:34 ekonominya. itu yang terjadi, Pak. Jadi, 10:38 makanya saya ee kalau di ini pengakuan 10:42 Wilopo nih. Wilopo kan salah seorang ee 10:45 anggota PPU PKI ya. Iya. Waktu itu 10:48 dipertanyakan apa 10:50 asas asas ee dasar dari ee pasal 33 ayat 10:54 1 dan 45 ini. Hm. belum menemukan mereka 10:58 yang tepat, tetapi karena rakyat 11:01 Indonesia miskin oleh kapitalisme 11:04 liberal, pokoknya anti kapitalisme 11:06 verbal itu aja. H. Nah, saya setelah 11:10 memahami menelusuri sejak tahun 6, 11:14 ternyata ee antikapitalisme liberal itu 11:19 adalah asas ekonomi kemanusiaan. Oke. 11:23 Kenapa saya memakai asas ekonomi 11:25 kemanusiaan? 11:27 Sesungguhnya asas ekonomi kapitalisme 11:29 liberal itu mendorong perilaku manusia 11:34 menjadi serigala bagi manusia lainnya. 11:37 Hm. Jadi mungkin ee kasar saya 11:40 mengatakan ya asas ee asas 11:46 kapitalisal ya asas homohom ini lupus. 11:50 Oke. Oke. Itu dasarnya Bung Hatta 11:52 membuat He itu loh, Pak. Jadi koperasi 11:56 yang diide ini itu sebetulnya H cuman 12:00 beliau memang tidak sempat memberikan 12:03 contoh ya tapi menurut saya itu tugas 12:06 generasi berikutnya lah tapi ide dia 12:11 ee menciptakan koperasi ini luar biasa. 12:15 Ah mungkin Bapak belum tahu ya. Itu saya 12:18 kasihkan dua lembar ini. Bapak bisa baca 12:22 koperasi itu idenya tercetus. waktu masa 12:25 pergerakan kemerdekaan. Iya. Karena 12:28 melihat rakyat Indonesia yang basisnya 12:32 petani hancur semua. Nah, apa yang harus 12:35 dilakukan? Ah, itulah ide koperasi itu. 12:38 Makanya dikatakan oleh dia ee bangsa 12:42 Indonesia dapat mengangkat dirinya 12:44 keluar dari lumpur tekanan dan hisaban 12:47 apabila ekonomi rakyat disusun sebagai 12:50 usaha bersama berdasarkan koperasi. Hm. 12:53 Itulah yang saya gali, Pak. Ini hanya 12:55 dua lembar. Ah, itu sebagai apa? Ee awal 12:59 tuh sudah jelas itu. Oke. Jadi, koperasi 13:02 yang Hatta ini adalah bagaimana 13:06 melindungi masyarakat produsen 13:08 individual satu wilayah produksi i dari 13:11 tekanan ekonomi kapitalisme liberal. H. 13:15 Itu loh, Pak. Ya. Apakah pemikiran 13:17 koperasi Bungata sudah dijalankan di 13:19 Indonesia ini? 13:21 Kalau kita saya lihat fakta itu belum 13:23 belum 13:24 kelihatannya ee mohon maaf ini ee 13:28 tokoh-tokoh kita 13:30 terutama ee kalau saya lihat sudahlah 13:34 dia tidak tahu h apa itu koperasi 13:38 dia pun enggak tahu bahwa dia enggak 13:40 tahu itulah Pak jadi problem juga itu ya 13:43 ee itulah problemnya cuman dia merasa 13:47 tahu ya sudah salah semua iya 13:50 Nah, ini juga saya singgung, Pak. 13:53 Koperasi harusnya menjadi tulang 13:55 punggung ekonomi bangsa, kan? Iya. 13:58 Mengenai tulang punggung ekonomi ini pun 14:00 banyak orang enggak paham, Pak. He. 14:03 Dipikirnya yang bernama koperasi itu 14:05 tulang punggung. Hm. Tulang punggung 14:07 ekonomi suatu negara itu 14:11 adalah ee perusahaan ya. He. Kalau 14:15 perusahaan itu basisnya 14:17 kapitalisme, pemilik modal ya pemilik 14:20 perusahaan kan pemodal. Hm. Tulang 14:22 punggung ekonomi negara itu pemodal. Hm. 14:26 Nah, kalau ini tulang punggungnya 14:28 produsen individual 14:31 ya ee tulang punggungnya adalah produksi 14:34 individual yang bergabung dalam koperasi 14:39 itu, Pak. Tulang punggung aja masih 14:41 enggak paham. H. He. Jadi, mana mungkin 14:43 koperasi menjadi tulang punggung. He. 14:46 Sementara isi koperasi itu pun enggak 14:48 ada gitu. Yang ada sekarang ni tahu Pak 14:51 Krisna. He. Perusahaan ala kapitalisme 14:54 dikasih nama koperasi. Hmm. Enggak 14:56 nyambung ya? Enggak nyambung. Iya kan? 14:59 He. Hm. Itulah kira-kira sekarang apa 15:03 upaya dari apa studi ekonomi kemanusiaan 15:08 ni pusat studi ekonomi kemunaan terhadap 15:11 konsep koperasinya bungatan dalam hal 15:13 ini nah itulah 2 minggu yang lalu saya 15:16 diajak kawan kebetulan langsung ketemu 15:19 dengan pimpinannya ketuanya Bapak Prof. 15:22 Maizar Rahman dan sekumnya kebetulan Pak 15:27 ee Ezrinal. 15:29 Nah. Nah, langsung saya bawa saya punya 15:32 konsep. Nah, langsung beliau 15:36 memfasilitasi kalau gitu ayo kita buat 15:39 studi percontohan di Sumatera Barat. 15:41 Nah, itulah yang kita 15:43 lakukan. Nah, itu diawali dengan 15:46 simposium nasional. Kalau Pak Al 15:49 mengatakan ee seminar webinar aja. H 15:53 temanya adalah koperasi menurut ide 15:57 pemikiran ekonomi Bung Hatta. itu 15:59 judulnya. Oke. Sekarang 16:01 koperasi-koperasi yang ada di mana, Pak, 16:04 kekurangannya? 16:06 Ya, kalau dasarnya enggak jelas, mana 16:09 mungkin bisa tumbuh, Pak. Hm. 16:12 Enggak, enggak mungkin bisa. 16:15 Hm. Kalau H Heeh. Iya. Kalau doner gitu, 16:18 merek-merek terkenal itu dari hasil 16:19 koperasi ya. 16:22 Itu koperasinya berbasiskan kapitalisme. 16:25 Hm. Kalau koperasi Bung Hatta tidak akan 16:28 punya cabang di mana-mana dia. Hm. Oh, 16:32 gitu. Iya. Koperasi Bung Hatta ini ee 16:36 basisnya adalah wilayah domisili 16:39 produsen individual itu sendiri. 16:42 Jadi beda-beda antar daerah ya, 16:44 produknya beda-beda ya. Ah, begini. 16:47 Basisnya itu kalau menurut saya 16:48 kebetulan saya belajar ekonomi dan 16:50 bisnis satu wilayah kabupaten. Satu 16:53 wilayah kabupaten. Jadi bukan soal 16:55 berbeda, Pak. Sebetulnya koperasi ini 16:58 melindungi wilayah ekonomi di kabupaten 17:01 itu. Hm. 17:04 Demikian juga kabupaten yang lain. Iya. 17:06 Soal produknya ya kembangkan. Heeh. 17:10 Nanti kalau ada produk di sini yang 17:13 melebih ee lebih ee dipakai oleh 17:16 setempat, dia jual keluar tapi yang 17:18 menjual koperasi, Pak. Hm. 17:21 Jadi begini untuk mudahnya, Pak ya. 17:24 Jadi koperasi ini tidak lain 17:27 adalah 17:29 se ide pemikiran Bung 17:32 Hatta bagaimana masyarakat produsen 17:36 individual di satu wilayah 17:39 produksi mampu menghadapi tekanan dan ee 17:44 hisapan intervensi ekonomi kapitalis itu 17:48 intinya. 17:49 Hm. Oke. Jadi tidak akan ekspansi, 17:52 tapi memperkuat diri. Nah, hubungan 17:56 keluar itu hanyalah koperasi yang yang 17:59 akan apa berhubungan. H kalau dia beli 18:02 barang yang belanja koperasi bukan 18:04 individu. Kalau dia menjual produk yang 18:07 anggota hanya menjual yang menjualkan 18:10 koperasi. Hm. Jadi, Pak ini betul-betul 18:13 ya ee di situ saya tambahkan bangun 18:17 perusahaan yang seperti ini belum ada di 18:20 muka bumi ini. Malah waktu saya 18:23 mengambil ee S3 di Belanda dulu, saya 18:27 buat hipotetical model dari organisasi 18:30 seperti ini, saya katakan bahwa di 18:33 Indonesia belum ada Prof. perusahaan 18:35 yang seperti ini. Ditambahkan oleh 18:37 Profnya, tahu enggak, Pak? 18:39 di dunia pun belum ada. Hm. Nah, itulah 18:42 kira-kira. Masyaallah. Nah, jadi waktu 18:45 Bung Hatta tuh belajar di SK Skandinavia 18:48 bukan menyerap ilmu dari sana. Hah? 18:50 Hanya mengamati. Dia belajar di Belanda 18:52 kan. Belajar di Belanda. Belajar di 18:53 Belanda. Dia doterusnya kan di dari 18:56 Rotterdam H school. Hm. H ee yang saya 19:00 baca di situ dan sama sekali tidak 19:02 pernah dia singgung apakah di Rockdel 19:05 enggak pernah singgung padahal dia 19:07 belajar Belanda itu lagi munculnya 19:10 kapitalisme kan dan komunisme. Ah, ini 19:14 satu lagi, Pak. Saya sampaikan mumpung 19:16 saya masih ada 19:17 waktu orang mungkin enggak bisa 19:20 membedakan 19:22 apakah kapitalisme dan komunisme itu. 19:26 Sebetulnya Pak dari sisi asas begini, 19:29 setiap perusahaan itu perilakunya atau 19:33 tekniknya memang teknik 19:36 kapitalisme. Cuman kalau yang di Barat 19:39 ini kapitalismenya individual. Hm. 19:43 Jadi perusahaan yang melak perusahaan 19:46 yang ee apa mekanismenya, tapi karena 19:50 pemiliknya adalah pemodal, keuntungan 19:53 kan jatuh ke pemodal. Pemodal itu 19:55 masalahnya. Nah, karena mark memprotes 19:58 itu. Iya. Akhirnya katanya ini harus 20:01 rakyat punya. He. Ee makanya kapitalisme 20:04 di ee ee komunis itu kapitalisme negara. 20:10 Jadi yang punya perusahaan itu negara, 20:12 Pak. He. Nah, Bung Hatta tahu tuh kan. 20:15 Kenapa dia tidak pilih? Karena Bung 20:17 Hatta tahu kalau negara ini dikuasai 20:19 oleh satu rezim ya menyimpang juga gitu. 20:23 Oke. Nah, makanya beliau punya pikiran 20:26 ini harusnya ee semacam kapitalisme juga 20:30 tapi produsen individual di satu wilayah 20:32 produksi h masyarakat tidak akan terjadi 20:36 penyimpangan. 20:37 Itulah kira-kira 20:40 jadi mekanisme bisnis, Pak, yang 20:43 melakukan kegiatan bisnis itu perusahaan 20:46 korporasi. Hm. Itu mutlak. Cuman 20:49 masalahnya sekarang siapakah pemilik 20:52 perusahaan korporasi ini? H. Kalau 20:55 kapitalisme liberal, pemiliknya yang 20:57 diakui adalah yang memodali korporasi 21:00 itu. Kalau ini kalau ini yang ee 21:04 pemiliknya adalah masyarakat produksi 21:06 individual yang berdomisili di wilayah 21:09 produksi itu. Itu 21:11 h. Nah, sekarang saya bertanya sama Pak 21:13 Kris. Kalau perusahaan di wilayah 21:16 produksi itu yang punya adalah 21:19 produsennya sendiri yang berdagang si 21:22 koperasinya, mungkin enggak koperasinya 21:24 melakukan praktik eksploitatif? Tidak. 21:26 Justru itu. Itu, Pak. 21:30 Oke. Baik, kita bacakan dulu ya ee WA 21:32 dari pendengar. Asalamualaikum Rasil. 21:34 Terima kasih Rasil sudah menghadirkan 21:36 tamu yang luar biasa sehingga kami 21:38 terbuka tentang konsep koperasinya Bung 21:40 Hatta. Luar biasa. Amin. Amin. Oke, 21:43 terima kasih. Silakan yang lain mau 21:45 kirim WA di sini. Kami tunggu 21:47 pertanyaannya di 21:52 0811999720. Dan kami juga akan 21:53 membacakan nomor HP dari Bapak Khairul 21:56 Hadi M. Anik 21:58 ya. Silakan dicatat nomornya 22:02 0812. Sudah. Kemudian 22:06 93 22:08 42 22:12 812 22:14 0812 93 42 22:18 8112 Bapak Khairul Hadi 22:23 [Musik] 22:26 Mik Bapak untuk 22:28 ee pemerintahan sekarang nanti. Sekarang 22:32 nanti bagaimana? Apakah bisa itu dapat 22:34 terlaksana? Karena bagus sekali konsep 22:36 dari Koperasi Bung Hatta. Silakan 22:38 dijawab, Pak. Oke. Itu pertanyaan yang 22:41 sangat menarik sekali karena prihatin 22:43 saya sekarang ini, he hampir ketiga-tiga 22:46 calon itu tidak 22:49 pernah menuki pemandangannya secara 22:52 spesifik ke koperasi ini. H. Karena apa? 22:56 Karena terbuai dengan silaunya 22:58 kapitalisme. Hm. He. Nah, di sini saya 23:02 Bung Hatta juga mengatakan di sini, Pak, 23:03 ya. He. Orang kalau masih terkontaminasi 23:07 pola pikirnya dengan kapitalisme tidak 23:10 akan mampu memahami Bung Hatta ini. Tahu 23:14 enggak, Pak Krishna? H barometer 23:17 kemajuan ekonomi sama sekali bukan 23:20 income per kapita, bukan tingkat dan 23:22 sebagainya. Hm. Tapi tingkat kebahagiaan 23:25 masyarakat di wilayah itu 23:29 selama ini kita ngukurnya di lewat itu 23:32 ya. Karena semua tokoh sekarang kan 23:34 kapitalisme semua di otaknya. 23:37 Itulah 23:38 Pak. Nah jadi konsep ekonomi Bung Hatta 23:42 ini basisnya kabupaten 23:45 perkabupaten. Nanti antar kabupaten di 23:47 satu provinsi beraliansi kemudian antar 23:50 provinsi di tingkat nasional. Hm. Itulah 23:53 yang dimaksud dengan koperasi itu. Hm. 23:56 Bukan berarti koperasi A di Provinsi 23:58 Jawa Barat punya operasional operasi di 24:01 Jawa Timur bukan. 24:04 Hm. Oke. Nah, makanya ini bagi saudara 24:08 kita yang Islam H 24:10 inilah nilai-nilai islamiah yang 24:13 terkandung dalam koperasi menurut ini 24:16 kental, Pak. Hm. Oke. Ah, ini mohon maaf 24:19 saya akan ee menyentil dikit kalau Bapak 24:21 enggak keberasaan. Silakan. Silakan, 24:23 Pak. Ekonomi syariah yang 24:25 digembargemborkan sekarang i itu 24:27 lanjutan dari perjuangan hohranya, Pak. 24:30 Hmm. Tidak ada sedikit pun islamiahnya 24:33 itu. Hm. 24:35 Bisa saya katakan, Pak, ya. I apa 24:37 ciri-ciri ekonomi kapitalisme? Iya. 24:40 Cirinya apa aja itu? 24:41 setiap transaksi ekonomi yang terjadi 24:43 dalam sistem itu syarat dengan nuansa 24:47 eksploitasi. Oke. Ini kapitalisme 24:49 liberal, Pak. Ya, itu cirinya. Kalau 24:53 yang ekonomi islamiah tentunya transaksi 24:58 ekonominya bebas 25:00 dari nuansa eksploitatif. Itulah yang 25:03 anti riba, Pak. Hm. Ini saya sayangkan 25:07 juga tokoh-tokoh Islam kita. H kita 25:10 sekarang hidup dengan riba nih, Pak. Hm. 25:12 Dengan kita mengikuti pola walaupun di 25:14 bangsar ya itu namanya aja, Pak. H ya 25:19 tokoh ekonomi syariah kan banyak dari 25:22 kawan saya tidak saktiu. H apa sindiran 25:24 saya, Pak? H ini kalian sama aja 25:27 memotong babi pakai bismillah. H menurut 25:29 saya boleh aja pakai bismillah tapi 25:31 daging babi tidak akan halal gitu. 25:34 Semenjak itu enggak ada yang mau bicara 25:36 dengan saya, Pak. Soal saya coba BCA 25:40 syariah itu semuanya syariah. Hm. 25:44 Enggak ada. Itu hanya dipol-poles dengan 25:47 ayat-ayat. Coba deh saya ingin mana 25:50 ulama besar saya akan jelaskan bahwa 25:53 riba itu, Pak, definisi riba yang 25:56 sesungguhnya adalah perilaku ekonomi 25:59 yang eksploitatif. 26:01 itu yang riba 26:02 itu salah satu bentuknya meminjamkan 26:05 uang dengan berbunga itu hanya salah 26:08 satu bentuk h tapi menaikkan harga 26:12 karena pasukan kurang ah itu riba h ah 26:16 inilah yang saya lihat mohon maaf ini 26:18 saya ketok ni hati tokoh ulama besar 26:20 kita coba h bagaimana ekonomi islamiah 26:23 itu kok diam aja h apalagi sekarang ee 26:27 apa rentenir luar biasa kan karena 26:30 pembiaran Pak. 26:33 Jadi saya ee siap sekarang berhadapan 26:36 dengan kalau ada yang menamakan ahli 26:38 ekonomi saya, ayo datang saya. Apa 26:41 cirinya? 26:43 Enggak ada, Pak cirinya. Kalau Bung 26:45 Hatta ekonomi kemanusiaan saya bilang 26:46 tadi cirinya apa? Pemilik korporasi 26:50 adalah masyarakat produsen di wilayah 26:52 itu. Hm. Kalau kapitalisme liberal, 26:56 pemilik korporasi adalah yang 26:58 menyetorkan modal ke dalam perusahaan 27:00 ini. Ini konsep koperasi Bung Hata kan 27:02 sudah lama, Pak. Sejak tahun berapa ya? 27:04 Tapi kan lalu tidak berjalan. Itu kenapa 27:07 penyebabnya, Pak? Nah, ini Pak kalau 27:09 boleh saya ee 27:12 singgung dulu pernah terjadi dialog 27:15 antara Mister Wilopo dengan dosen UI 27:18 waktu itu, Dr. Andus Wijoayo, Niti 27:20 Sastro. Iya. 27:22 Wilopo menjelaskan tafsiran pasal 3315 27:26 ini. He. Landasan hukum koperasi kan 27:29 pasal 331, Pak. Iya. 27:32 Ee dengan terangnya Wilopo menjelaskan 27:36 ee tapi apa jawaban ee Wijayo? kita 27:40 hanya yang kita dengar tadi itu hanya 27:45 mengatakan ini tidak boleh, itu tidak 27:46 boleh, tetapi tidak ada penggarisan 27:50 tujuan yang jelas. H itu jawabannya. Hm. 27:54 Karena dia terkontaminasi dengan 27:56 kapitalisme. Nah, semenjak itu enggak 28:00 ada satuun yang berkutik. 28:03 tentunya ekonomi yang sekarang ini 28:05 adalah mahasiswa dari Pak Wioyo. Dia kan 28:08 itu jadi profesor doktor kan. Nah, apa 28:11 yang 28:13 terjadi semenjak dia memegang ee ekonomi 28:16 Indonesia dipegang oleh dari tahun '7 28:18 berakhir 3 ujung-ujungnya apa, Pak Harto 28:23 lengser gara-gara ekonomi kita ambruk 28:25 loh, Pak. Sampai sekarang pun masih 28:27 ambruk. 28:29 Nah, saya 28:31 yakin kenapa Indonesia masih miskin 28:34 sekarang ini? Karena koperasi tidak 28:36 dilaksanakan sebagaimana halnya yang 28:39 diidekan Bung Hatta. Hm. Nah, Pak 28:42 Krishna sadar 28:44 enggak bahwa jutaan anak bangsa kita 28:47 sekarang ini diperbudak oleh orang di 28:50 luar negeri H hanya demi 1.00 riyal. Hm. 28:56 Saya prihatin loh, Pak. H. 1500 rial 28:59 sebulan sebulan tapi dia diperbudak itu 29:01 yang TKW yang digambar-gambarkan 29:04 malah miri saya apa kepada tokoh bangsa 29:06 kita mereka diberi predikat pahlawan 29:09 devisa h ada enggak negara lain yang 29:13 anak bangsanya diperbudak begitu enggak 29:14 ada h 29:17 saya gemasak bicara ini jiwa saya bicara 29:19 nih bukan lidah saya biasa gitu okok 29:22 jadi kalau ini diterapkan konsep 29:24 koperasi bungata insyaallah dalam waktu 29:26 sekejap 29:27 kita makmur. Asalamualaikum, Pak Hairul. 29:30 Pak Hairul, adakah hubungan antara 29:32 konsep koperasi Bung Hatta dengan 29:34 pinjaman luar negeri? Waduh, J. Silakan, 29:36 Pak. Ee kalau itu Bung Hatta mengatakan 29:41 kalau kita kurang modal boleh meminjam. 29:44 Meminjam hanya sebatas itu. Tapi bukan 29:47 orang luar negeri disuruh berusaha di 29:49 sini. Hmm. Itu yang keliru. H. 29:53 Nah, ini Kik Kianggi yang 29:55 menjelaskannya, Pak. Saya tahunya juga 29:56 dari YouTube. Iya. Bung Hatta waktu di 30:00 pengadilan Belanda, dia kan di di apa 30:04 dianggap subversi oleh Belanda ee karena 30:07 ee berjuang kemerdekaan kan. Apa kata 30:11 hakim? Hakim 30:13 bertanya, "Anda tahu Indonesia itu besar 30:16 dan luas?" Iya. 30:18 Apakah Anda siap mengolah ee negeri yang 30:22 sebesar itu dengan kekayaan alamnya yang 30:25 sebegitu besar? Jawaban Bung Hatta apa, 30:28 Pak? Biar amblas semuanya ke dasar 30:31 lautan, asal bukan bangsa Anda yang 30:34 mengolahnya. Katanya itu jawab mengata. 30:36 Hm. Nah, habis jauh mau 30:40 mengata ee sidang 30:42 skor besoknya apa putusan hakimnya, Pak? 30:45 Iya. Bebas Buata. Oh, masyaallah. 30:47 Begitulah hebatnya hakim di Belanda itu. 30:50 Enggak tersinggung dia. Heeh. Jadi, saya 30:52 tambahkan juga nih, Pak, supaya 30:53 orang-orang tahu. Iya. Yang dijajah oleh 30:56 Belanda itu adalah petani, hm. Dan 31:01 sumber daya alam 31:03 pertanian. Karena petani kita miskin, 31:07 sektor profesi rakyat lainnya ikut juga 31:10 miskin. Karena ekonomi ini kan suatu 31:12 perputaran roda, Pak. Iya. 31:14 Jadi sebetulnya yang menjajah itu bukan 31:17 bangsa Belanda 31:19 keseluruhan, tapi orang Belanda yang 31:22 berpahaman liberal. He. Karena ada juga 31:26 orang Belanda yang menentang kan di 31:28 antaranya malah Haji Prinsen. Hm. 31:31 Multatuli kan. Iya. Jadi ya untuk 31:34 saudara saya ya janganlah 31:37 kita memvonis bangsa Belandanya tetapi 31:40 Belanda yang kapitalisme liberal gitu. 31:43 Karena ada di antara Belanda itu sendiri 31:46 yang tidak setuju. Oke. Itulah Pak. 31:49 Baik. Asalamualaikum Pak Khairul. Sejauh 31:51 mana dukungan Bung Karno terhadap konser 31:54 koperasinya Bung Hatta? Oh, bagus 31:56 pertanyaannya itu. 31:59 Mungkin Bapak-bapak pernah mendengar 32:02 berdikari di bidang ekonomi. Iya. 32:04 Sebetulnya itulah cita-cita Bung Karno. 32:07 Cuman belum nyambung di zaman mereka 32:08 hidup. He. Sebetulnya sistem koperasi 32:12 Bung Hatta ini membuat ekonomi di satu 32:15 wilayah ekonomi kabupaten he menjadi 32:18 berikari, Pak. Hm. 32:21 Jadi koperasi Bung Hatta ini bukan 32:25 berarti senasional. Hm. Tapi ee ee apa 32:30 ee hierarkisnya itu, Pak. Basis pertama 32:33 ee kabupaten, kemudian antar kabupaten 32:35 di provinsi, kemudian antar provinsi di 32:38 Indonesia. Itu sebetulnya cuman di 32:42 kepala otak-otak orang kita dianggap 32:45 koperasi ini mirip dengan ABC, PTABC dan 32:48 sebagainya. Salah. H enggak begitu. Hm. 32:53 Jadi kaitannya dengan ee Bung Karno tadi 32:56 ya, Berdikari ya. I justru ini membuat 32:58 kabupaten jadi Berdikari, 33:00 Pak. Tidak bisa diintervensi oleh 33:03 kapitalisme. Kenapa? H kalau kapitalisme 33:07 punya produk masuk satu kabupaten yang 33:10 membeli si koperasinya, Pak. Hm. Bukan 33:12 individu dan kapitalisme enggak bisa 33:15 masuk. Hm. Dan kemudian produk-produk 33:19 rakyat di kabupaten ini yang menjualkan 33:21 koperasi. 33:23 Kalau sekarang kan tengkulak segala 33:25 macam itu, Pak. Kan model tata niaga 33:27 Belanda itu, Pak. Saya akan belajar 33:29 ekonomi ini dari mulai SMAP loh, Pak. 33:31 SMAP SEMEA sekarang sudah bubar tuh. Sap 33:33 itu semenya diganti SMK ya. Sekolah saya 33:36 nasibnya berubah semua namanya, Pak. Ee 33:39 IIIK pun berubah jadi stan gitu kan. 33:43 Dulu Bapak di IIK ya. Nah, kemudian S2 33:45 saya di Belanda RfB namanya. He. Ee 33:49 tahun 5 tahun yang lalu berubah jadi 33:52 MSM. Jadi yang yang asli sekolah itu ada 33:57 He. Hanya Fakultas Ekonomi Trisakti sama 34:01 Universitas Tente di dua itu aja. Yang 34:04 lain sudah berubah nama semua. Jadi 34:07 kalau anak cucu saya melihat ee 34:09 ijazah-ijazahnya ya diaak enggak 34:11 menemukan itu apa yang saya ceritakan. 34:13 Heeh. Itulah kira-kira Pak. Oke. 34:16 Asalamualaikum, Pak Hairul. Apakah buku 34:18 konsep koperasinya Bung Hatta ada 34:21 dibukukan dan buku apa judulnya dan 34:23 apakah bisa kami dapatkan di toko-toko 34:25 buku? Oke. Memang Bung Hatta tidak 34:29 menulis spesifik koperasi yang diiden 34:33 beliau, tapi terpencar di buku-buku 34:37 sejarah, pidato beliau dan sebagainya. 34:40 Ee itulah yang saya jadikan pedoman. 34:43 Ditambah dengan ilmu ekonomi bisnis yang 34:46 sudah saya peroleh dari tingkat SMP 34:48 sampai ee S2. Nah, itu yang akan saya 34:51 jadikan buku nantinya. Nanti akan 34:53 dibagikan. Oke. E nanti Rasil yang 34:56 bagikanlah. Amin. 34:58 Nah, ini yang dua lembar ini ini adalah 35:02 menjelaskan ee identitas dari koperasi 35:05 menurut Bung Hatta. lengkapnya akan saya 35:08 lengkapi. Mudah-mudahan dalam tempoh 2 35:10 minggu jadi saya serahkan ke Pak Krishna 35:14 silakan dibagikan gratis. Oke. Baik. itu 35:17 jadi koperasi yang dicetuskan oleh Bung 35:20 Hatta di masa pergerakan kemerdekaan 35:22 jauh sebelum kemerdekaan Indonesia 35:25 diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 35:28 1945 adalah suatu ide pemikiran ekonomi 35:31 tentang suatu bangun perusahaan yang 35:34 mampu membebaskan serta melindungi 35:38 ekonomi rakyat petani di segala 35:40 subsektor pertanian dari intervensi 35:42 kekuatan ekonomi penjajaan Belanda dan 35:44 hal tersebut diungkapkan sendiri oleh 35:46 Bung Hatta dalam pidatonya pada hari 35:49 koperasi 12 Juli dengan judul cita-cita 35:51 koperasi dalam pasal 33 Undang-Undang 35:54 Dasar 45. Jadi idenya e bacakan Pak itu 35:58 intinya itu di dalam di dalam keadaan 36:01 ekonomis kolonial di masa pergerakan 36:04 kemerdekaan mencita-citakan Indonesia 36:07 merdeka yang bersatu, berdaulat, adil 36:10 dan makmur di kemudian hari. Hiduplah 36:15 keyakinan bahwa bangsa Indonesia dapat 36:17 mengangkat dirinya keluar dari lumpur 36:19 tekanan dan hisapan apabila ekonomi 36:22 rakyat disusun sebagai usaha bersama 36:25 berdasarkan 36:26 koperasi. Untuk memahami ide pemik 36:30 ekonomi Bung Hatta yang terkandung dalam 36:32 ungkapan tersebut di atas dipisah 36:34 menjadi dua pernyataan. Waduh, panjang 36:36 deh. Pokoknya kita ini dua lembar ini 36:39 sudah cukup menjelaskan apa itu ide 36:42 koperasinyaata. He. Nah, uraian 36:44 selanjutnya ah itu akan saya tulis. Hm. 36:47 Ini sudah cukup, Pak. Jadi, berawal dari 36:50 ungkapan yang satu kalimat panjang ini 36:53 isinya tuh luar biasa. He. Tapi hanya 36:56 bisa dipahami oleh orang-orang yang 36:59 memang harus punya ilmu ekonomi bisnis 37:00 yang cukup H. dan punya 37:04 ee jiwa ini jiwa kemanusiaan. Hm. Kalau 37:08 enggak punya jiwa kemanusiaan e enggak 37:10 enggak enggak enggak enggak nyambung. 37:12 Hm. Itulah kira-kira. Asalamualaikum Pak 37:15 Khairul. Waduh luar biasa pimpin negara 37:18 masa lalu benar-benar punya pemikiran 37:19 yang yang luar biasa bermanfaat untuk 37:22 masyarakat, untuk rakyat. Tidak seperti 37:24 sekarang. 37:27 Waduh nyindir nih ya. Jadi katanya 37:30 pemimpin-pemimpin Allah tuh bukan 37:32 main-main pemikirannya ya, besar gitu, 37:35 agung pokoknya mencakup untuk seluruh 37:38 rakyat Indonesia. Dari Ibu Nania, 37:41 asalamualaikum. Berhubung dengan siaran 37:43 yang sedang berlangsung, apakah koperasi 37:45 Bung Hatta itu masih aktif dari Ibu Nani 37:47 di Bekasi? 37:49 Oke. 37:50 Sebetulnya Bung Hatta membuat koperasi 37:54 mungkin ada tapi tidak dalam arti 37:57 koperasi yang dimaksudkannya ini. Jadi 38:00 idenya baru dikembangkan. Jadi begini 38:02 Pak Kakai istilah Minang. Bung Hatta 38:06 memang baru sampai di dunia ide. H 38:10 kemudian ditambah dengan 38:12 ungkapan-ungkapannya memang ke sana tapi 38:15 memang belum mencontohkan bagaimana 38:18 sebuah koperasi yang sebenar yang 38:21 seperti yang dia maksudkan itu. Ah 38:23 itulah yang saya lakukan sekarang ini. 38:24 He. Jadi kalau pepatah Minang mengatakan 38:26 Bung Hatta 38:28 ini rumah kelihatan tapi jalannya belum 38:32 tahu gitu. Oh. Nah itulah kira-kira. 38:35 Tapi rumah yang dia maksud benar sekali. 38:38 Itulah yang saya gali ini dari tahun 6 38:41 saya bergabung di KosGoro tahun 84 38:44 kemudian saya difasilitasi dari 86 baru 38:47 berakhir secara total 2021 sekarang 38:51 masih saya sempurnakan pernik-perniknya. 38:53 Hm. Enggak mudah, Pak. Asalamualaikum, 38:55 Bapak Kirul. Bapak Kirul, sejauh mana 38:57 optim optimisme Bapak terhadap konsep 39:02 koperasi Bung Hatta akan terrealisir 39:04 dalam Indonesia ke depan? 39:06 Oke. Jadi begini Bapak-bapak ya. Ee saya 39:12 sangat optimis karena apa yang diidekan 39:15 Bung Hatta ini bukanlah suatu pepesan 39:19 kosong apalagi sia-sia. Cuman masalahnya 39:24 bagi orang-orang yang tidak mampu 39:26 memahami jangan buru-buru menolak gitu. 39:29 H. 39:30 Nah, coba nanti baca selengkapnya apa 39:33 yang saya sampaikan ini. Koperasi ini 39:37 bisa jalan tergantung dari 39:41 pemerintah. Undang-Undang Nomor 25 39:44 mengatakan pemerintah punya tanggung 39:46 jawab untuk pembangunan koperasi. Hm. 39:49 Cuman selama ini enggak pernah dia 39:51 menuntut pemerintah. He. Makanya saya ee 39:55 menyampaikan ke Yayasan Proklamator 39:57 Muhata. 39:58 Yayasan Proklamator Bung Hatta sebagai 40:00 wakil rakyat menuntut pemerintah untuk 40:03 melaksanakan ini. Pemerintah tidak perlu 40:06 membiayai apa-apa. H hanya membuka jalan 40:09 saja, Pak. H 40:11 kenapa? Karena ini bisnis selama ini ee 40:17 program yang digunakan untuk membantu 40:20 petani akhirnya menjadi ladang korupsi, 40:23 Pak, bagi petugasnya. Hm. He. Sudah 40:25 berapa puluh tahun bantuan untuk si 40:27 petani. He. Ada IDT segala macam. He. 40:31 Tapi petani tetap aja miskin kan. Yang 40:33 kaya cuman petugasnya aja gitu. Nah, 40:37 Bapak Bapak kan tidak berjumpa dengan 40:39 Bung Hata kan tidak berjumpa ya? Tapi ee 40:41 iya ee tidak berjumpa tapi ee ee Bapak 40:45 dan kawan-kawan bagaimana bisa menangkap 40:47 semua konsepnya koperasinya Bung Hata 40:50 sedemikian rupa bagaimana ini? Siapa 40:52 menjaganya konsep ini, Pak? Ee begini, 40:54 Pak. Saya kebetulan ya juga beragama 40:57 Islam. He. Dan banyak sedikitnya 41:01 bagaimana pesan-pesan Islam di bidang 41:04 ekonomi. Kemudian saya membaca sejarah 41:08 perjuangannya Bung Hatta, terutama ide 41:11 pemilik ekonominya. Dan saya memang 41:14 belajar ekonomi juga, Pak. Dari tingkat 41:16 SMP sampai tingkat S2 itu semuanya 41:19 cukup. Hm. Cuman orang-orang terpukau 41:23 dengan 41:24 kapitalisme dia lupa, Pak. Hm. Dia 41:28 lupa. Nah, kalau saya orientasi saya 41:32 adalah 41:33 bahwa yang diciptakan oleh Allah ini 41:36 adalah untuk semua 41:38 manusia. Cuman manusia ini ada yang 41:41 rakus, ada yang tidak rakus. Untuk itu, 41:44 Pak, kita harus membuat suatu sistem 41:47 bagaimana supaya apa yang 41:51 dianugerah dianugerahkan Allah kepada 41:54 manusia bisa berjalan secara adil. Ah, 41:56 ini saya sedikit, Pak, bagi ee 41:59 kawan-kawan ulama bukalah surah Assfat 42:02 4. Hm. Surat Assfa ayat 4 ini 42:06 referensinya Koperasi Bunga Tani dari 42:09 sisi organisasi dari situ, Pak. Hm. 42:12 ee surah SWAT 4 ini terjemahnya di 42:14 bahasa Indonesia. Allah sangat mencintai 42:17 orang-orang yang berperang di jalannya 42:20 dalam barisan yang teratur. 42:23 Mereka seakan-akan seperti bangunan yang 42:25 kokoh. Itulah bahasanya. H. Dan ini 42:28 ditegaskan oleh Ali bin Abi Thalib. Hm. 42:32 Kejahilan atau kejahatan yang 42:35 terohanisir walaupun jumlahnya sedikit 42:38 akan mampu menghancurkan kebenaran 42:40 berapap pun banyaknya tapi tidak 42:42 terohanisir. Itu terjadi Pak sekarang. 42:45 Makanya bangkitlah ulama-ulama ini. H 42:47 ini dasarnya kalau ekonomi kita hancur 42:50 bagaimana kita mau kasih dakwah Pak? H 42:53 ini masalah-masalahnya. 42:55 H ah itu kira-kira. 42:57 Baik, Mas. Masih ada 43:00 waktu 3 menit 43:03 lagi mengatakan. Baik, ini banyak ee 43:06 yang menanyakan nomor teleponnya Pak 43:09 Kirul ya, Bapak Kirul Hadi M. Anik. 43:14 Kalau bagi ada yang mau nanti Pak 43:16 silakan bikin semacam ee kelas nanti 43:19 saya presentasi biar terbuka. Oh, 43:21 begitu. Bisa ya? Oke, Bapak Herul nanti 43:24 kita cari tempat. Sip. Sip. Sip. Bagi 43:27 yang berminat saya akan jelaskan betul 43:29 karena ini tidak bisa lewat online ini. 43:31 H. Bapak Herul Hadi M. Nik, S. Ak. Mba. 43:37 PhD kandidat. Beliau adalah ketua pusat 43:41 studi ekonomi kemanusiaan. Silakan 43:43 dicatat nomornya. Ini nomornya ya 43:47 0812. Sudah. 43:50 Kemudian 43:53 93 43:56 42 0 eh 43:59 8112. I. Kami ulangi lagi. 44:02 0812 kemudian 44:05 93 44:06 42 8 44:09 1 2 44:12 0812 44:14 93 42 44:18 8112. Ini ada yang maulang apa B-bapak 44:22 sangat mendukung ekonomi koperasi? 44:24 Apakah sama-sama karena beliau dari 44:27 Sumatera Barat? Bukan. Bukan. Aduh. 44:31 Bapak lahir di di Pariaman ya? Di 44:34 Pariaman. Iya. Ee oke. Koperasi ee yang 44:38 mau telepon nanti aja jangan sekarang 44:39 ya. Masih siaran ya. Koperasi merupakan 44:42 senjata persekutuan si lemah untuk 44:44 mempertahan hidupnya. Tujuan koperasi 44:46 adalah bukanlah menggali keuntungan 44:48 melainkan memenuhi kebutuhan bersama. I 44:52 betul. Jadi Bung Hatta dijuluki sebagai 44:54 Bapak Koperasi Indonesia karena betul 44:57 ya. He. Karena pemikiran yang banyak ee 45:00 dicurahkan untuk ekonomi kerakyatan 45:02 dalam bentuk koperasi. Maaf, Pak 45:04 sedikit. Hah, jangan lagi memakai 45:06 ekonomi kerakyatan. Ee kenapa? Itu 45:09 adalah istilah politik yang dipakai oleh 45:11 komunis. Oh, yang benar itu ekonomi 45:14 kemanusiaan. Ekonomi kemanusiaan. Ya, 45:16 tolong Bapak siarkan biar orang sadar 45:18 semua. Itu sudah siarkan, Pak. Banyak 45:20 tokoh-tokoh kita yang saya lihat ekor 45:22 ayatan itu istilah kedaulatan politik 45:25 bukan ekonomi. Kalau operasi ee koperasi 45:28 bisa merupakan ekonomi rakyat boleh. 45:31 Iya. Yang lemah yang menjadi pusat kuat 45:34 koperasi bisa merasionalisikan 45:37 perekonomiinya yakni dengan 45:39 mempersingkat jalan produksi ke konsumsi 45:41 gitu ya. Iya. Iya. H ah ini saya saya 45:44 kasih Bapak Pato Bung Hata ini 45:47 koperasinya ya sekil 45:50 ee walaupun enggak semua tapi cukup ini 45:53 ada teks pidatonya Bu Hatta nih keren 45:55 banget ya jadi benar tadi seperti ada 45:58 pendengar berkentar luar biasa ya 46:00 pengurus negara zaman dulu tuh 46:03 benar-benar punya ilmu yang mumpuni 46:06 tidak seperti yang 46:07 sekarang setuju Pak ya ada satu Pak yang 46:10 saya ingin besar ni iya silakan Pak 46:12 Nasib rakyat dari zaman Soekarno hingga 46:15 sekarang. Heeh. Dari rezim yang satu ke 46:18 rezim yang lain. Enggak ubahnya pepatah 46:20 lama mengatakan lepas dari mulut harimau 46:24 masuk ke mulut buaya. H. Saya enggak 46:26 tahu kapan berakhirnya ini. Itu 46:28 kira-kira. 46:31 Oke. Cukup dalam ya. 46:33 Oke. Sayang sekali waktu kita sudah 46:35 terbatas ini, Mbak Kirul. I kita 46:38 insyaallah nanti kapan-kapan jumpa lagi 46:40 kita lagi. Wah, masih banyak yang 46:42 menanyakan nomor teleponnya Pak Kirul 46:44 Hadi M. Anik. Ini nomornya ini terakhir 46:47 ya. Terakhir nih saya memberitahunya 46:50 Bapak Kirul Hadi M. Anik. Beliau adalah 46:54 penerus konsep koperasinya Bung Hatta. 46:57 Mudah-mudahan nomornya 47:00 0812. Kemudian 47:03 93 sudah. Kemudian 42, kemudian 47:08 8112 47:10 0812 47:11 93 47:15 428112. Terima kasih Pak Herul. Apa 47:18 nasihat kita untuk kita nih untuk 47:20 mendengar rasil nasihat? Ada nasihat? 47:23 Ee bukan nasihat sebetulnya ee hanya 47:27 sekedar bukalah mata hati Anda sekarang 47:31 bahwa ekonomi yang dipraktikkan sekarang 47:35 adalah 47:36 kapitalisme yang tidak terkendali. Hm. 47:40 Itu isinya. Karena kapitalisme ini di 47:42 negara barat ada lima prasyarat, Pak 47:45 Krishna. Makanya di sana enggak apa-apa 47:48 apa rayanya. Prasyarat pertama adalah 47:51 hukum harus tegak. He. Kedua, harus ada 47:53 akuntabilitas publik. Kemudian harus 47:56 transparan. He. Empat tidak boleh ada 47:59 diskriminatif. 48:00 Lima, demokrasi ekonomi. Di sini tidak 48:03 ada itu sama sekali. Jadi di sini bukan 48:06 ekonomi kapitalisme. Tapi waktu saya 48:08 ngasih kuliah, saya bilang sama 48:10 mahasiswa, ini ekonomi bajak laut. Nah, 48:13 itulah kira-kira. Oke, luar biasa. 48:16 Terima kasih, Pak Khairul Hadi Mik. Oke, 48:19 kita nanti insyaallah akan jumpa lagi. 48:21 Saya Muhammad Krishna Neza dan juga eh 48:26 Algi eh Fahr Rozi. Mohon pamit. 48:29 Wabillahi taufik walhidayah. 48:30 Wasalamualaikum warahmatullahi 48:31 wabarakatuh. Waalaikumsalam.