Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat pendengar silaturahim dan juga
- pemirsa Rasil TV yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah kita kembali berjumpa Iwan
- akhwat di Rabu sore hari ini tanggal 2
- Syakban 1447 Hijriah atau tanggal 21
- Januari
- 2026. Kemudian hadir acara tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Zazuli Kholil yang
- alhamdulillah telah bergabung bersama
- kami. Kita live via aplikasi Zoom Iwan
- Awat. Kita sapa Ustaz terlebih dahulu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Kabar sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Hari ini tema yang akan
- dibahas adalah mengenai Isra Mikrajana.
- Kita bersama-sama simak dan nanti juga
- yang ingin bergabung bertanya silakan
- Anda bisa kirimkan mil WhatsApp kami di
- 0811999720.
- Tada Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alfatilah hadrati sayidina wa habibina
- rasulillah Muhammad ibn Abdillah
- sallallahu alaihi wasallam waa
- alihiwaidin
- auli
- abdurahman
- ulama khadim asari
- muhammadahmadan
- wa
- umtina wadina wa jadina
- wa azwajina
- wa ahli baitina hadil qah minal muslimin
- wal muslimat wal mukminin wal mukminat
- Alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin.
- Arahmanirrahimiki
- yaumiddin. Iyaka na'budu wa iyaka
- nastain. Ihdinatal mustaqimathalladzina
- anamta alaihim ghairil magdubi alaihim
- waladin.
- Amin. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin
- wasalatu wasalamu ala asrofil mursalin
- sayyidina wa maulana Muhammadin waa
- alihi wasohbihi ajma amma ba asqal hadis
- kitabullah taala wir muhammadin sallahu
- alaihi wasallam
- umur matuha wa mtin bidah wa bidatin
- Para pendengar radio silaturahim yang
- dirahmati Allah. Alhamdulillah
- kembali kita panjatkan puji serta syukur
- ke hadirat Allah Subhanahu wa taala
- yang senantiasa melimpah curahkan nikmat
- karunianya kepada kita, terutama nikmat
- iman dan Islam, nikmat sehat walafiat,
- nikmat panjang usia dalam taat, termasuk
- nikmat dipertemukannya kita sore ini
- dalam rangka menj menjalankan salah satu
- perintahannya yang diwajibkan pada kita
- semua yaitu menuntut ilmu yang
- insyaallah pada
- ee petang ini kita akan bahas tentang
- ee Isra Mikraj insyaallah ya. Jadi
- setelah selama ini kita bahas akidah
- akhlak ya, kita bahas dulu tentang Isra
- Mikraj. Karena ee kini kita sudah
- memasuki bulan ee Syakban tanggal 2 ya
- yang bulan kemarin yaitu bulan Rajab
- adalah bulan yang sangat istimewa bagi
- kita di mana di bulan itu ada satu
- peristiwa yang tak terlupakan bagi kita
- kaum muslimin, yaitu peristiwa Isra dan
- Mikrajnya Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam.
- Dalam peristiwa dalam kajian tentang
- Isra dan Mikraj ini ada mungkin tiga hal
- nanti yang ingin saya sampaikan yang
- mudah-mudahan nanti ada manfaatnya. Yang
- pertama adalah
- kalau kita lihat secara harfiah
- ya, Isra Mikraj itu maknanya Isra adalah
- perjalanan
- berjalan.
- berjalan artinya maju.
- Mikraj itu adalah naik.
- Asal maknanya mikraj itu tangga alat
- untuk naik. Naik artinya meningkat.
- Jadi kalau kita lihat secara harfiah,
- kita bisa
- memahami bahwa di balik kalimat Isra dan
- Mikraj ini ada
- ee isyarat dari Allah Subhanahu wa taala
- agar kita ini kaum muslimin menjadi umat
- yang maju dan meningkat dalam segala
- hal, dalam segala bidang
- ya ekonomi. nya kemudian politiknya
- semuanya semuanya dalam seg termasuk
- tentunya adalah ibadahnya imannya
- Islamnya ya
- ihsannya dan sebagainya
- dan ini sangat dimaklumi sekali karena
- ee apa namanya nabi kita juga oleh Allah
- itu dikaruniai sebagai nabi yang paling
- alim, nabi yang paling pintar. Nabi yang
- paling cerdas
- ya. Jadi kalau nabinya cerdas, umatnya
- kemudian menjadi orang yang pintar, ya
- wajar. Karena namanya ee murid itu
- sangat ditentukan oleh gurunya.
- Seberapa besar kualitas ee keilmuan itu
- murid itu sangat dipengaruhi oleh
- kualitas keilmuan gurunya. dan beliau
- ini adalah Maha Guru
- ya.
- Kemudian juga
- kita ini menjadi umat belakang sehingga
- kita ini karena paling terakhir maka
- kita bisa banyak belajar dari sejarah
- ya, sejarah masa lalu yang semuanya itu
- adalah merupakan kumpulan-kumpulan ilmu
- bagi kita yang memahaminya
- ya.
- Nah, di samping itu juga kalau kita
- lihat peristiwa Isra dan Mikraj, dalam
- peristiwa Isra Mikraj ini, Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu
- bertemu dengan seluruh para nabi,
- seluruh para rasul
- yang mana tiap-tiap rasul ini mempunyai
- keutamaan sendiri-sendiri.
- Nabi atau rasul yang masuk
- dalam ulul azmi itu lima. Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam, Nabi
- Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi
- Nuh alaihialatu wasalam.
- Ya, hal ini apakah
- dengan ee karena beliau mereka ini
- adalah ulul azmi kemudian lebih utama
- dari nabi-nabi yang lainnya?
- Ya, secara umum iya secara umum begitu
- tapi dalam hal tertentu belum tentu.
- Belum tentu Nabi Musa lebih hebat
- daripada Nabi Yusuf. Belum tentu, belum
- tentu Nabi Isa lebih hebat daripada Nabi
- Sulaiman. Ya, itu belum tentu seperti
- itu. Sama dengan
- ee juara kelas bukan berarti dia itu
- juara mata pelajaran semua mata
- pelajaran. Tidak. Dalam pelajaran
- tertentu bisa jadi yang bukan juara
- kelas ini lebih pandai daripada jual
- kelas.
- Nah, begitu juga adalah ee dengan para
- rasul. Makanya Allah mengatakan dalam
- Al-Qur'an tilkarusna
- baum ba. Itulah para rasul yang kami
- utamakan sebagiannya atas sebagian yang
- lain.
- Dalam peristiwa itu, Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam bertemu
- dengan Nabi Adam
- yang kita ketahui beliau adalah seorang
- agraris, ahli di bidang pertengahan
- karena dididik langsung oleh malaikat
- Jibril
- sehingga
- ya anaknya itu yang pertama Qabil
- dididik di bidang pertanian,
- habil di bidang peternakan makan ya.
- Sehingga waktu Allah perintahkan
- keduanya untuk berkorban, Habil
- korbannya ya ee korbannya adalah hasil
- pertanian.
- Sementara Habil adalah kambing kibas.
- hasil peternakannya.
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- dalam peristiwa mikraj itu juga bertemu
- dengan seorang nabi,
- seorang diplomat ulung, ahli dalam ber
- apa nam berargumentasi
- ya dalam berdebat.
- Hujatunaha
- Ibrahim.
- Itulah hujah kami yang kami karuniakan
- kepada Ibrahim. ya untuk mengalahkan ee
- kaumnya.
- Nah, Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam juga bertemu dengan nabi
- yang mampu mengatasi
- kemarau 7 tahun
- ya. 7 tahun kemarau di Mesir itu
- penduduk Mesir enggak ada yang
- kelaparan. Enggak ada yang kelaparan.
- Bahkan bukan saja enggak kelaparan ke
- penduduk Mesir, itu negara Mesir bisa
- membantu negara-negara tetangganya.
- Berkat kepiawaian
- seorang nabi ya, yaitu Nabiullah Yusuf
- alaihialatu wasalam.
- Ya, di kita ini yang namanya insinyur
- sudah bukan puluhan lagi, ratusan
- mungkin ribuan.
- Tapi kemarau 8 bulan ya sudah enggak
- berkutik mengatasi kemarau 8 bulan.
- Bagaimana kalau kemarau sampai 7 tahun?
- Ya, ya Allah.
- Ini hebatnya Nabi bertemu dengan Nabi
- Allah Yusuf dan Nabi juga bertemu dengan
- seorang nabi yang di tangannya
- itu besi seperti
- begitu lunak dan orang yang perama
- membuat bayi besi itu perang ya Nabi
- Allah Daud alaihialatu wasalam.
- Nah, kemudian juga Nabi sallallahu
- alaihi wasallam bertemu dengan seorang
- nabi yang mampu mampu berbicara
- segala bahasa hewan.
- Di samping dia adalah seorang konglomrat
- Nabiullah
- ee Sulaiman alaihiatu wasalam. Ya. Jadi,
- sepanjang sejarah itu manusia yang
- paling kaya itu ada empat. dua dari
- kafir, yang dua dari muslim. Nah, dari
- muslim itu adalah di antaranya Nabi Nabi
- Sulaiman dan yang kafirnya adalah ee
- Qarun ya.
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- juga bertemu dengan seorang nabi
- yang mampu mengobati segala macam
- penyakit
- ya. Bahkan mampu menghidupkan orang yang
- sudah mati dengan izin Allah. Nabi Allah
- Isa alaihialatu wasalam.
- Nah, para pendengar yang dirahmati
- Allah,
- ketika kita mau reformasi,
- empat tokoh nasional itu berkumpul
- ya, Gus Dur, Bapak Amin Rais, kemudian
- Ibu Megawati dan Pangeran Hameng Kubono
- ya berkumpul.
- Setelah berkumpul kemudian ada yang
- bertanya
- ya menanyakan tentang apa yang
- dibicarakan dari pereman itu. Lalu apa
- jawabnya? Loh, kami kan cuma
- silaturahim.
- Emang enggak boleh apa silaturahmi? Ya,
- para pendengar rahimakumullah. siapapun
- bangsa Indonesia tidak mungkin percaya
- dengan jawaban beliau ini yang
- mengatakan pertemuan itu cuma sekedar
- silaturahim. Enggak mungkin
- ya,
- Pak Tok L ini. Jadi kalau kelas Gus Dur
- Amin Rais Ibu Megawati,
- pertemuan itu tidak mungkin cuma sekedar
- silaturahmi
- tanpa ada-dalil politik dan lain
- sebagainya.
- Apatah lagi kalau ini pertemuan manusia
- pilihan Allah Subhanahu wa taala.
- Bahkan di sana ada sayyidul awwalin wal
- akhirin. Makhluk Allah yang paling
- disayang oleh Allah, Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- Karena itu enggak mungkin tentunya Nabi
- Muhammad cuma sekedar silaturahim untuk
- bertemu dengan
- Nabi Adam, Nabi ini dan seterusnya.
- Pasti ada sesuatu
- yang Nabi petik dari pertemuan itu dan
- itu tentu adalah hasilnya akan beliau
- berikan kepada umatnya. Jadi kalau kita
- lihat dari segi makna, maka peristiwa
- Isra dan Mikraj ini mengisyaratkan
- kepada kita agar kita kaum muslimin
- menjadi umat yang berwawasan,
- yang berilmu pengetahuan tinggi
- dan maju serta meningkat dalam segala
- bidang karena bekal ilmu pengetahuan
- yang dimilikinya. Yarfaillahulladzina
- amanu minkum walladzina utul ilma darja.
- Hanya dengan ilmu dan ee hanya dengan
- iman dan ilmulah ya manusia akan
- mencapai derajat yang tinggi baik di
- sisi manusia maupun di sisi Allah
- Subhanahu wa taala. Para pendengar di
- silaturahim ini adalah pertama yang
- ingin saya sampaikan.
- Yang kedua,
- peristiwa Isra ya, apalagi Mikraj itu
- suatu peristiwa yang irasional,
- yang di luar logika,
- di luar akal.
- Ya. Sehingga kalau kita melihat
- peristiwa ini dengan akal kita, siapapun
- kita sampai kapanp enggak mungkin bisa
- percaya ada peristiwa Isra dan Mikraj.
- Karena itulah maka ada sebagian muslimin
- yang mengatakan untuk meninjau ulang ya
- tentang hadis-hadis yang menceritakan
- tentang Isra dan Mikrajnya. Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Karena ya itulah sekarang para pendengar
- di silaturahim kalau kita lihat ya
- bahwa ee
- ee
- dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa itu
- jaraknya 1642
- kalau enggak salah itu 1642
- km.
- Sementara Nabi berangkat di malam hari
- ya dan kembali lagi hanya diperkirakan
- sekitar sepertiga malam. Jadi enggak
- seluruh malam ya. Nah, dan ini Allah
- sendiri yang menjelaskan bahwa itu
- enggak sepanjang malam. Dari mana Allah
- kita bisa memahami bahwa Allah
- menjelaskan hanya sebagian malam.
- Walaupun memang dari Allah tidak
- dijelaskan berapanya, tapi yang jelas
- sebagian. Sebagian itu bisa jadi
- separuhnya, bisa sebagian besar, bisa
- sebagian kecil.
- Hal ini adalah karena lafaz lailan e
- lafaz allail yang disebutkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala di dalam surat ee apa
- namanya ee Bani Israil Alisra ini yaitu
- dengan menggunakan isim nakirah
- subhanalladzi asro biabdihi lailan.
- Dengan menggunakan isim nakirah itu
- menunjukkan bahwa perjalanan isra ini
- tidak sampai semalam suntuk. Berbeda
- kalau menggunakannya isim makrifat
- allail maka itu bisa jadi menjadi
- semalam suntuk.
- Namun sekali lagi Allah tidak
- menjelaskan ya apakah sebagian besar
- separuhnya atau sebagian kecil. Dan itu
- hadis nanti yang merinci ya atau yang
- menguraikan
- ya. Jadi sekali lagi peristiwa ini
- peristiwa yang enggak masuk akal ya.
- Makanya kita kalau memandang ini dengan
- akal kita enggak mungkin percaya.
- Enggak mungkin percaya. Dan itulah
- makanya Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam ketika beliau dalam perjalanan
- pulang, beliau bersabda kepada malaikat
- Jibril, "Wahai Jibril, kaumku tidak akan
- percaya." Kenapa Nabi Muhammad
- mengatakan begitu? ya. Karena peristiwa
- atau perjalanan beliau ini ketika
- diceritakan kepada ee orang-orang Arab,
- orang Quraisy pasti mereka melihat
- dengan akal mereka, mengukurnya,
- menilainya. Ya. Dan ini juga sekaligus
- membuktikan bahwa peristiwa Isra Mikraj
- itu adalah bukan mimpi ya, bukan rohnya
- saja, tapi berikut jasadnya Nabi
- sallallahu alaihi wasallam. Sebab kalau
- Nabi mengatakan, "Saya semalam mimpi,
- enggak akan ada yang apa namanya
- mendustakan." Namanya juga mimpi ya. M
- aku juga bisa mimpi kayak begitu.
- Mungkin bisa jadi ada orang akan
- mengatakan begitu, tapi karena ini
- adalah berikut jasadnya, maka mereka
- memandang dengan logika mereka ini
- enggak mungkin ya, enggak masuk akal.
- Nah,
- tapi apa kemudian kata malaikat Jibril?
- Ada Muhammad yang percaya. Siapa?
- Sahabatmu Abu Bakar. Kenapa Abu Bakar
- percaya? Karena Abu Bakar tidak melihat
- peristiwa Isra Mikraj ini dengan
- akalnya.
- Ya, tidak. Tapi dengan apa? Dengan
- imannya. Nah, dari sini juga para
- pendengar di silaturahim ya, suatu
- perbuatan
- yang dilakukan oleh ee dua orang mungkin
- ya itu akan sangat berbeda sekali
- nilainya.
- Nah, akan berbeda sekali. Ee saya sering
- katakan begini, apabila kita melihat
- satu kebaikan yang dilakukan oleh orang,
- jangan melihat siapa yang melakukannya.
- Tapi yang harus kita lakukan e yang
- harus kita lihat apa yang dilakukannya.
- Tapi ketika kita melihat satu perbuatan
- yang
- nampaknya perbuatan itu bukan perbuatan
- baik ya, bukan perbuatan baik, maka kita
- jangan melihat dulu perbuatannya, tapi
- siapa yang melakukannya.
- Nah, karena boleh jadi ya sesuatu itu
- nampaknya tidak baik,
- tapi ketika yang melakukannya ya ketika
- yang melakukan si A memang buruk sekali,
- tapi kalau yang melakukannya si B ya
- belum tentu buruk.
- Al-Qur'an sendiri itu sudah menjelaskan
- kepada kita ya, menjelaskan bagaimana
- ee Nabi Allah Hidir alaihialatu wasalam
- ketika bersama dengan Nabi Allah eh Nabi
- Musa ketika bersama Nabi Hidir naik
- perahu ya. Begitu sudah naik kemudian
- perahu itu kan dilubangi oleh Nabi
- Hidir. Itu jelas perbuatan mungkar
- secara syariat ya syari itu kemungkaran.
- Ya, makanya ee
- Nabi Musa kan marah bahkan sampai
- mengatakan kamu sudah melakukan
- perbuatan yang mungkar gitu.
- Nah, tapi ternyata akhirnya Nabi Musa
- mengakui bahwa perbuatan itu benar
- sekali. Jadi bukan bukan melihat
- perbuatannya, tapi siapa yang
- melakukannya.
- Boleh jadi kalau si A yang melakukan ini
- benar-benar mungkar, tapi si B kalau
- kalau yang melakukannya si B belum tentu
- itu mungkar.
- Ya, setelah 2 tahun sahabat Bilal
- ya dia di apa namanya di Syria, di Syam
- mimpi ketemu Rasul ya. Maka dia kemudian
- segera ee berbenah. Dia mau pergi ke
- Madinah. Hanya satu tujuan sahabat
- Bilal, yaitu mau bertemu dengan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Pada waktu itu kan Rasulullah sudah
- wafat ya. Jadi karena Rasulnya sudah
- wafat tapi kuburannya kan ada, maka
- sahabat Bilal menuju kubur Rasul. Begitu
- sampai di kubur Rasul, dipeluknya
- kuburan Rasul, diambilnya tanah
- kuburnya. Ya, ya Allah. Gitu. Itu oleh
- sahabat diulang,
- sahabat Umar sebagai amirul mukminin
- saat melihat hal itu segera beliau
- mengambil cambuk, mau mencambuk orang
- itu. Karena apa? Itu perbuatan enggak
- benar. Enggak benar perbuatan Bilal ini
- ya.
- Gitu. Karena itulah makanya sahabat Umar
- cambuk.
- Begitu mau dicambuk dilihat oleh sahabat
- Umar ternyata adalah sahabat Bilal.
- Enggak jadi sahabat Umar mencambuk.
- Kenapa? Enggak mungkin Bilal melakukan
- perbuatan syirik. Kenapa? Ini adalah
- murid kesayangan Rasulullah yang
- ditampak akidahnya bertahun-tahun. oleh
- Rasulullah. Enggak mungkin dia melakukan
- perbuatan syirik. Nah, padahal tadinya
- mau dicambuk kalau bukan Bilal. Artinya
- bahwa perbuatan yang dilakukan Bilal itu
- karena Bilal yang melakukan itu enggak
- salah.
- Karena enggak mungkin salah iktikad itu
- tapi kalau yang melakukannya orang lain
- bisa jadi. Nah, di sinilah makanya kita
- diberi pelajaran, Pak, dengan peristiwa
- ini bahwa hendaknya kita itu berhusnudan
- ya kepada para alim ulama, para kiai.
- ketika kita lihat mereka nampaknya ee
- apa nam melakukan kemungkaran ya jangan
- dulu kita memvonis apalagi kemudian
- mengatakan kiai gobl, kiai gila ya, kiai
- syirik dan sebagainya. Ee padahal boleh
- jadi bukan kiainya yang geble kiainya
- gila, kitanya yang tolol. Bisa jadi,
- bisa jadi ya di sini para pendengar
- rahimakumullah.
- Ah,
- ketika sahabat Umar bin Khattab
- radhiallahu anh sudah masuk Islam ya,
- tapi tentu wawasannya ini belum ee belum
- dalam tentang keislamannya. Beliau
- ditanya oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam, "Umar, apakah engkau
- katanya cinta kepadaku?" kata
- Rasulullah.
- Lalu apa jawab sahabat Umar? Tentu
- Rasulullah saya cinta kepadamu.
- Lalu kata Rasulullah, "Siapa yang lebih
- engkau cintai? Aku
- atau dirimu?"
- Kata sahabat Umar, "Kemudian,
- selain diri saya,
- engkau lebih aku cintai daripada
- siapapun."
- Artinya di sini berarti sahabat Umar itu
- lebih mencintai dirinya daripada
- Rasulullah.
- Nah,
- apakah jawaban ini salah? Iya,
- sebenarnya jawaban Umar itu salah
- ya. Karena dalam Attaubah ayat 24,
- Allah memerintahkan kepada kita untuk
- menjadikan Allah dan Rasul-Nya dan jihad
- di jalan Allah lebih dicintai, lebih
- kita cintai daripada ayah bunda ya,
- daripada cinta kepada anak, kepada
- saudara, kepada istri, harta benda,
- perniagaan. tempat tinggal.
- Dan kalau kita mencintai
- yang tadi itu selain Allah dan Rasul-Nya
- melebihi kecintaan kepada Allah dan
- Rasul-Nya itu masuk dalam kelompok
- fasikin dan Allah tidak akan memberikan
- petunjuk kepada orang-orang fasik.
- Demikian dalam surah at-Taubah ayat 24.
- Artinya berarti jawaban sahabat Umar itu
- salah
- ya.
- Tapi yang menariknya Rasulullah enggak
- menyalahkan.
- Enggak menyalahkan. Kenapa Rasulullah
- enggak menyalahkan?
- Karena Rasul memaklumi itulah wawasan
- Umar, itulah pengetahuan Umar, itulah
- kemampuan
- Umar saat itu.
- Ya, enggak bisa disalahkan, Sahabat
- Umar.
- Artinya enggak boleh disalahkan. Padahal
- salah, tapi enggak boleh disalahkan.
- Kalau kalau kita suruh memilih uang
- 100.000 dengan 100,
- bisa dipastikan kita akan mengambil 100.
- Karena nilai 100 dolar jauh lebih besar
- dari 100.000.
- Tapi anak kita yang umur 7 tahun kalau
- suruh memilih kira-kira milih berapa?
- Kita bisa pastikan anak kita akan
- memilih 100.000.
- Apakah anak itu salah? Enggak terima
- kalau anak itu disalahkan.
- Justru bisa jadi anak itu adalah
- memandang bodoh kepada kita.
- Tapi kalau kita yang mengambil
- Rp100.000, Ibu. Nah, ini bisa jadi ini
- orang tolol amat tua-tua kan bisa jadi.
- Tapi anak enggak bisa. Kenapa? Karena
- anak enggak ngerti dolar.
- Enggak ngerti dolar.
- Jadi apa yang harus dilakukan oleh kita?
- yang harus dilakukan oleh kita
- memberitahu kepada anak itu.
- Nah, Rasulullah ini tugasnya adalah
- menghilangkan kebodohan,
- ketidakmengertian.
- Maka tugas Nabi memberitahu,
- menghilangkan kebodohan, ketidaktahuan
- menghilangkan kebingungan, kegalauan.
- Ya, makanya nabi itu adalah diutus. Ya,
- itu untuk menghilangkan biar orang
- jangan bingung, jangan galau.
- Begitulah para ulama tentunya yang
- menjadi ahli waris Nabi ya dia ini
- adalah juga mempunyai tugas
- menghilangkan kebingungan umat.
- Jangan sebaliknya malah kiai menciptakan
- kebingungan di tengah-tengah umat.
- Nah, itu bukan warasatul anbiya yang
- begitu.
- Nah, akhirnya Nabi sallallahu alaihi
- wasallam kemudian bersabda,
- "Ya, la yminu ahadukum
- hatta akuna ahabba ilaihi
- min walidihi
- waadihi
- wasasi ajmain wafi riwayatin
- wamin nafsih."
- Ya, belum sempurna iman seseorang.
- Lihat para pendengar nih, Rasul kan lagi
- dialog dengan sahabat Umar berdua
- ya. Karena berdua tentunya kalau kita
- yang jadi rasul akan mengatakan begini,
- "Belum sempurna imanmu Umar karena
- sahabat Umar salah
- ya. Namun tidak boleh disalahkan karena
- enggak ngerti
- gitu
- ya. Jadi mestinya kan ngomongnya belum
- sempurna imanmu, Umar. Tapi Nabi tidak
- begitu mengucapkannya. Nabi belum
- sempurna iman seseorang.
- Ya Allah, benar-benar itu sahabat Umar
- dihargai oleh Nabi sallallahu alaihi
- wasallam. Dijaga perasaannya,
- perasaan direndahkannya.
- Dengan demikian beliau enggak merasa
- direndahkan. jadinya oleh Rasulullah.
- Walaupun beliau Umar ini masuk dalam
- bagian ahadukum, seseorang dari kamu.
- Ya, kalau menyebutnya Umar saja ya yang
- lainnya enggak ke bawah. Tapi kalau ini
- umum semua orang termasuk di dalamnya
- adalah Umar.
- Nah, ketika walaupun di situ juga ter
- karena termasuk di dalamnya sahabat Umar
- berarti kamu juga belum sempurna. Kan
- bisa jadi masuk juga kalimat itu. Tapi
- karena di situ beliau tidak sendirian,
- banyak yang lainnya merasa beliau itu
- enggak direndahkan.
- Nah, jadi belum sempurna iman seseorang
- sehingga aku lebih ia cintai daripada
- ayahnya, anaknya,
- semua manusia bahkan dirinya sendiri.
- Bahkan dirinya sendiri. Subhanallah.
- Umar bin sahabat Umar bin Khattab
- radhiallahu anh yakin betul kalau
- Rasulullah itu benar.
- Ya, yakin.
- Nah, karena Rasulullah benar berarti
- dirinya salah.
- Karena pendapat Rasul dengan pendapat
- dirinya berbeda. Menurut sahabat Umar,
- enggak ada orang yang lebih orang yang
- mencintai orang lain melebihi kecintaan
- pada dirinya. Pasti dirinyalah yang
- paling dicintai dulu. Lah sekarang kalau
- mencintai rasul dulu berarti mencintai
- orang lain daripada dirinya.
- Sementara Rasulullah mengatakan,
- "Seorang harus mencintai aku melebihi
- kecintaan pada dirinya." Berarti kan
- beda ya pendapatnya sahabat Umar ini
- dengan ee Rasulullah. Dan beliau yakin
- kalau Rasulullah benar berarti dirinya
- salah.
- Nah, cuma sahabat Umar ini, Nah, kembali
- lagi nih enggak ngerti, enggak tahu di
- mana letak benarnya Rasulullah dan di
- mana letak salahnya
- ya dirinya. Dia enggak tahu.
- Hm. Nah, bagus. Ini namanya orang nyari
- kebenaran yang repot kalau orang ketika
- tidak mengetahui kesalahannya lalu
- menganggap bahwa dirinyalah yang benar.
- yang beda dengan dirinya salah. Nah, ini
- nantinya kalau orang seperti ini enggak
- disadari bahwa dia sudah kerasukan sifat
- ujub di dalam dirinya.
- Hmm.
- Ya, sahabat
- Nabiullah Ibrahim alaihialatu wasalam
- itu pernah juga begitu
- ya. Beliau bertanya kepada Allah, "Ya
- waidq ibrahimu rbi arini kaifa tukyil
- mauta." Ingatlah ketika Ibrahim bertanya
- kepada kepada Tuhannya, "Ya Allah,
- tolonglah perlihatkan kepadaku bagaimana
- cara Engkau menghidupkan orang-orang
- yang sudah mati."
- Nah, apa Nabi Ibrahim itu enggak percaya
- kalau Allah itu bisa menghidupkan loh
- kepakaiannya seperti itu.
- Itulah makanya Allah kemudian balik
- bertanya, qala awalam tmin apa kamu
- enggak percaya ya Ibrahim kalau aku
- mampu menghidupkan orang yang sudah
- mati. Q bala kata Nabi, "Tentu saya
- percaya ya Rabb walakin lihat inna
- qolbi." Tapi biar hati saya itu
- tumakninah.
- Kalau melihat langsung,
- melihat langsung biar tumakninah.
- Artinya di sini berarti antara iman
- dengan tumaninah itu dua hal yang
- berbeda. Orang beriman belum tentu dia
- itu bisa tumakninah hatinya.
- Hm. Karena itu dua hal yang berbeda.
- Nah, jadi sahabat Umar pengin tahu di
- mana letak benarnya Nabi dan di mana
- letak salah salahnya.
- Nah, nah ini perlu adanya renungan
- ya. Renungan. Dengan renungan itu,
- tafakur itu akan ditemukan ya. Ee
- kebenaran yang dicari.
- Nah, renungan itu ya apa namanya?
- Makanya anjuran dalam Islam sampai sabda
- Nabi, tafakur saah khairun min ibadati
- sanah. Bertafakur 1 jam lebih baik
- daripada ibadah 1 tahun. Kenapa? Dengan
- tafakur kita akan menemukan sesuatu yang
- selama ini tersembunyi.
- Satu jawaban yang luar biasa. Maka
- beliau tafakur dalam tafakurnya ini,
- selama ini aku berada di tepi jurang,
- jurang neraka. Tinggal nyemplungnya saja
- saat mati. Ya tuh.
- Wauntum ala syafa khufrati minanar.
- Gu kan dan orang yang selama ini aku
- cintai, aku lindungi, aku bela, aku
- nafkahi,
- anaknya, istrinya
- satu pun tidak ada yang melarang aku
- berdiri di sana.
- Tidak ada yang berusaha untuk menuntun
- aku dari sana.
- Justru mereka semua mendukung,
- membiarkan aku berdiri di tepi jurang
- itu.
- Tapi orang yang selama ini aku benci,
- bahkan aku berusaha untuk membunuhnya
- yakni Nabi Muhammad, justru dialah orang
- yang tidak rida aku berdiri di tepi
- jurang itu. Dan dialah satu-satunya
- orang yang menuntun, membimbing aku dari
- tepi jurang itu membawanya ke taman yang
- sangat indah, yaitu taman Islam.
- Jadi kalau begitu berarti benar.
- Aku harus mencintai Rasul melebihi
- kecintaan pada diriku sendiri. Karena
- sayang sayang kepadaku justru cuma
- rasul. Aku sendiri tidak sayang.
- Apalagi keluargaku tidak ada yang
- sayang. Cuma Nabi yang sayang, yang
- cinta kepadaku tidak rida kalau aku ini
- berada di tepi jurang, apalagi sampai
- masuk ke dalam jurang.
- Nah, nih kalau kata Gus Dur ya, nih
- sahabat Umar ini sudah mulai terbuka
- akal iman nih.
- Barulah beliau paham di sini letak
- kebenaran Rasulullah
- ya. Dan orang kalau dalam beragama
- seperti Nabi Ibrahim, seperti sahabat
- Umar,
- cepat dia mendapatkan ilmu agama dan
- enggak mungkin akan melepaskan Islam
- dari apa namanya? dari kalbunya.
- Kenapa? karena kebenaran sudah meletak
- dalam dirinya dan dia temukan itu bukan
- hanya apa namanya ikut ikutan tapi
- dengan tafakur dengan menggunakan
- akalnya.
- Nah,
- maka sahabat jadi begitu Imam Abu Han.
- Jadi dari sini bisa kita petik pelajaran
- bahwa sahabat Umar lagi memberikan
- pelajaran kepada kita
- bahwa apa saja yang datang dari
- Rasulullah
- gitu atau dari Al-Qur'an atau dari
- Rasulullah harus diletakkan di atas
- kepalanya walaupun isi kepalanya kepala
- kita tidak memahaminya.
- H
- enggak memahaminya tetap harus kita
- letakkan di atas. kepala karena enggak
- mungkin salah.
- H
- ya ada orang mengungkapkan bahwasanya
- ee kenapa babi itu diharamkan? Oh,
- karena babi itu mengandung cacing pita.
- Ya.
- Maka kalau ini yang menjadi alasannya,
- maka ya diketawakan oleh orang-orang
- Barat. Karena apa? Yang mengandung
- cacing pita itu bukan cuma babi,
- sapi pun mengandung cacing pita.
- Ya, silakan. Saya diberitahu ini oleh
- dokter hewan ketika saya ceramah di apa
- namanya di Sukatani. Beliau menyampaikan
- kepada saya
- cuma bagi Pak Kiai ya juga sama walaupun
- persentasenya mungkin berbeda
- ya.
- Dan kalau alasannya alasannya itu kalau
- diharamkan tuh karena itu rahimahullah
- ya
- kapan sekarang orang tahu
- bahwa
- ee babi itu mengandung cacing pita itu
- pada abad 18.
- Pada abad 18.
- Kalau baru ditemukan abad 18, berarti
- para sahabat Nabi, para tabiin, Imam Abu
- Hanifah, Imam Malik, Imam Ahmad enggak
- ngerti. Dan memang mereka enggak mungkin
- ngerti, enggak mungkin tahu kalau babi
- itu ngandung cacing pita. Karena enggak
- tahu apakah mereka kemudian makan daging
- babi. Tidak.
- Mereka tidak mau memakannya. Kenapa?
- Karena Allah melarangnya.
- Ya, bagi mereka tidak begitu penting
- mungkin apa alasannya, tapi yang paling
- adalah enggak mungkin Allah melarang
- kita melakukan sesuatu kalau sesuatu itu
- baik buat kita. Dan Allah tidak mungkin
- menyuruh kita melakukan sesuatu kalau
- sesuatu itu buruk buat kita. Enggak
- mungkin. Semua yang Allah perintahkan
- pasti untuk kebaikan kita dan apapun
- yang dilarang oleh Allah juga untuk
- kebaikan kita. Nah, walaupun kebaikan
- tadi belum kita ee apa ketahui
- ya, karena boleh jadi di luar nalar kita
- ya, atau karena memang belum bisa kita
- ee temukan. Nah, inilah ungkapan sahabat
- Umar yakin bahwa Rasulullah benar
- walaupun Umar tidak tahu di mana letak
- benar. Imam Abu Hanifah rahimahullah
- mengatakan,
- "Apa saja yang datang dari Allah kepada
- kami,
- kami letakkan di atas kepala kami." Ya,
- maana anillah waasulih
- nad alusina. Apa saja yang datang dari
- Allah dan Rasul-Nya kami letakkan di
- atas kepala kami walaupun isi kepala
- kami tidak memahaminya.
- Dan apa saja yang datang dari para
- sahabat
- baik ya. Yang datang dari sahabat itu
- baik tapi dari sekian yang baik pasti
- ada yang terbaik dan kami ambil itu yang
- terbaik.
- Dan ini ya
- dan ini yang menjadi moto di NU
- almuhafadah
- alal qadimi shh wal akdu bil jadidil
- aslah. Orang NU itu dia akan tetap
- mempertahankan
- nilai-nilai nilai-nilai lama yang masih
- apa nam masih baik, masih bisa
- dipertahankan
- dan akan mengambil nilai baru yang
- tentunya lebih baik.
- Hm. Wana tabiin hum rijalah rijal kata
- Imam Abu Hanifah. Dan apa saja kalau itu
- datang dari tabiin, mereka kiai, kita
- juga kiai. Kami enggak ambil mereka.
- Subhanallah. Ya,
- inilah yang kedua para pendengar
- silaturahim. Jadi bahwa dalam agama itu
- hendaknya kita menjadikan wahyu itu ya
- hadis Nabi sebagai panglima dalam
- beragama
- ya. E jangan sampai menempatkan akal di
- atas wahyu. Tapi ee tapi wahyulah ya
- yang harus kita letakkan di atas akal
- kita.
- ini yang apa namanya?
- Yang kedua,
- silaturahim.
- Ee karena waktunya juga sudah sampai jam
- ee sudah jam . Maka nanti yang ketiga
- dan keempatnya barangkali kalau ada
- waktu yang lain. Barangkali inilah yang
- bisa sampaikan pada ee sore ini.
- Mudah-mudahan besar manfaatnya.
- Wallahuam.
- tausiah sore yang telah disampaikan oleh
- Ustaz Ahmad Zazuli Kholil mengenai Isra
- Mikraj tema kita di sore hari ini. Kita
- jeda tuliwat dan kami menunggu Anda yang
- ingin bergabung bertanya silakan Anda
- bisa kirimkan WhatsApp kami di
- 0811999720.
- Kami sudah kembali.
- [musik]
- Wanawat di acara tausiah sore bersama
- Ustaz Ahmad Zazuli Kholil membahas tema
- mengenai Isra Mikraj. Sudah banyak yang
- bergabung, Ustaz di hari ini di sore
- hari ini yang mengirimkan WhatsApp. Saya
- sapa ini dari Bapak Baron Betawi. Terima
- kasih Ustaz tausiahnya. sedang menyimak
- selalu. Ibu Ani Cani Hudaifah juga
- selalu menyimak Rasil. Terima kasih. Ibu
- Aminah juga selalu menyimak, Pak Arwin.
- Ee semoga Ustaz dan para pejuang Rasil
- dalam keadaan sehat walafiat. Amin ya
- rabbal alamin. Terus juga Ibu Pani, Ibu
- Hajah Siti Wahidah sedang menyimak.
- Bapak Kirudin, Bapak Pepen Supendi juga
- sedang menyimak di Sukabumi, Ibu Asma
- Jakarta Selatan, Pak Saian Rohili, ada
- juga Ibu Yeti Sri Heryanti di Depok,
- Ibu Retno SW, Ibu Diah, Bapak Budi,
- Bapak Ruskandar dan masih banyak lagi
- yang bertanya. Ini yang pertama saya
- bacakan dari Ibu Eyang Sri.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Kiai.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Dalam peristiwa Isra Mikraj
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- melewati Masjidil Aqsa. Sekarang Jionis
- dengan angkuhnya saudara-saudara kita
- mau salat di Masjid Aqsa dipersulit.
- Tapi negara-negara Islam diam saja
- mengenai hal ini. Bahkan menuduh Ham
- sebagai teroris. Prihatin saya
- mendengarnya. Pertanyaan saya, bagaimana
- hukumnya Islam? Orang Islam tak peduli
- dengan Masjidil Aqsa yang dikuasai oleh
- Zionis sekarang ini? Mohon pencerannya,
- Pak Kiai. Demikian.
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- Kalau dikatakan bahwa umat Islam enggak
- peduli,
- saya rasa ya enggak enggak enggak benar
- juga ya.
- Nah, banyak ke umat Islam termasuk di
- antaranya bagaimana ee apa namanya dari
- kita sendiri dari Indonesia seperti
- Mersi dan sebagainya ya. Ee cuma
- masalahnya kan ini lebih kepada politis
- ya. H
- kalau sudah ee kaitannya dengan masalah
- politik, nah itu saya enggak enggak
- bisalah bicara masalah itu. Tapi kalau
- ee
- saya yakin bahwa nah negara-negara Islam
- pasti itu peduli. Cuma kepedulian mereka
- ini yang belum kita rasakan gitu ya,
- yang belum kita lihat gitu saja saya
- pikir ya. Kenapa?
- Karena ada kekuatan juga di balik sana
- itu yang luar biasa
- ya. Jadi saya enggak mau bicara ini
- masalah lebih lebih panjang. Saya yakin
- bahwa kaum muslimin sebenarnya peduli
- cuma apa yang kita harapkan belum
- terwujud.
- Itu saja ya insyaallah. Dan tentu di
- sini ada
- rahasia Allah yang kita belum belum
- mengetahui apa gerangan rahasia itu. Ya,
- yang jelas semuanya pasti akan membawa
- kebaikan buat kaum muslimin ya.
- Wallahuam.
- Baik, kami juga menyapa ini pendengar
- yang sudah bergabung dan berkomentar di
- YouTube Rasil TV.
- Ada Muhammad Alftih Hidayat juga sedang
- menyimak. Terima kasih Bapak
- As ee akun Asrofudin ya. Sedang menyimak
- juga Yayan Yayan Agustian. Terus juga
- Yanti
- akun eh Retno SW juga sedang menyimak.
- Terima kasih. Selanjutnya pertanyaan
- yang masuk di WhatsApp berhasil ini dari
- Bunda Restu, Ustaz. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pada peristiwa Isra Mikraj,
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- Allah pertemukan dengan nabi-nabi yang
- lain di setiap lapisan langit. Apakah
- ada keterangan dalam Al-Qur'an yang
- menjelaskan hal tersebut, Pak Ustaz? Dan
- apa hikmahnya? Demikian, Ustaz.
- Baik. Nah. Bismillahirrahmanirrahim.
- Kalau Al-Qur'an itu tidak menjelaskan
- masalah itu. Di lapisan-lapisan tadi ya
- enggak dijelaskan.
- Yang ada dalam Al-Qur'an itu hanya
- menjelaskan tentang perjalanan Isra ya,
- Isra saja.
- Sehingga
- ee ulama ada mengatakan begini, kalau
- orang tidak percaya kepada peristiwa
- Isra maka itu kafir. Tapi kalau tidak
- percaya Mikraj enggak sampai kafir, tapi
- menjadi apa namanya ee fasik ya seperti
- itu. Kemudian apa hikmah pertemuan Rasul
- dengan mereka ini? tadi sudah saya
- katakan kan bahwasanya
- pertemuan itu tentu tidak tidak cuma
- sekedar silaturahim.
- Nabi bertemu dengan semua nabi yang
- mempunyai keahlian, mempunyai kelebihan
- sendiri-sendiri. Tentu saja Nabi boleh
- jadi itu mempelajari kelebihan-kelebihan
- yang dimiliki oleh mereka itu. Nah, yang
- selanjutnya kemudian dibawa tentunya
- untuk diberikan kepada umatnya.
- Nah, ee dalam peristiwa mikraj itu kalau
- kita melihat dari riwayat Ibnu Abbas ya,
- bukan Aisyah ya, Ibnu Abbas mengatakan
- bahwa Rasulullah itu bertemu dengan
- Allah Subhanahu wa taala. Nah, pertemuan
- dengan Allah itu puncak segala
- kenikmatan.
- Sehingga kata Ibnul Arabi begini, "Andai
- katanya saya yang menjadi rasul, saya
- enggak minta dibalikin lagi ke bumi.
- Ngapain puncak segala kenikmatan sudah
- diperoleh kok balik lagi ke bumi yang
- bikin pusing."
- Tapi Nabi kok enggak begitu ya? Nabi
- malah balik lagi. Pastikan ada sesuatu
- itu karena Nabi menginginkan agar
- umatnya itu dia itu juga mendapatkan
- memperoleh apa yang didapati oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Ya. Hm.
- Yang jelas Nabi sallallahu alaihi
- wasallam seperti dalam kitab Kisatul
- Mikraj itu dijelaskan bahwa Nabi ketika
- mau berangkat itu dibedah dulu dadanya
- lalu diisi hati Nabi itu dengan tiga.
- Satu iman, keduanya Islam, kedua
- ketiganya adalah hikmah. Hikmah di sini
- dijelaskan oleh Imam Alghazali adalah
- kemampuan membedakan antara yang hak dan
- batil,
- antara baik dan buruk. antara halal dan
- haram, benar dan salah.
- Ya, itu hikmah. Nah, dan ini pula karena
- Nabi mau bertemu dengan Allah maka harus
- memiliki tiga ini.
- Hm.
- Dan kita ini semua itu nanti akan
- bertemu dengan Allah. Nah, apakah nanti
- Allah akan menerima kita atau mengusir
- kita tergantung apa yang kita bawa
- ketika menghadap Allah Subhanahu wa
- taala.
- Ya, itu inilah tiga. Inilah yang harus
- kita bawa. Iman, Islam, dan hikmah itu.
- Karena ini yang dibawa oleh Nabi, maka
- Nabi mendapatkan anugerah dari Allah
- tiga hal. Asalamualaika
- ayyuhan nabiyu warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Satu salam, keduanya rahmat, ketiganya
- berkah. Dan inilah yang yang diharapkan
- oleh setiap hamba, setiap orang beriman
- adalah rahmat Allah ya, kemudian salam,
- keselamatan,
- kesejahteraan, dan juga barokah, berkah
- itu. Karena nah dalam perjalanan Nabi
- membawa itu, gitu. Makanya oleh Allah
- diberikanlah tiga hal jaminan bagi siapa
- saja yang menghadap Allah dengan membawa
- iman, Islam dan apa namanya? Hikmah.
- Barangkali begitu ya, Ibu. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Bapak Dodi di
- Cilangkap. Ustaz, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, bagaimana kalau
- dalam salat tiba-tiba muncul ingatan
- dosa maksiat yang dulu pernah kita
- lakukan? Apakah salatnya batal, Pak
- Ustaz? Demikian.
- Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- Di dalam Al-Qur'an
- surah Al-Maun, Allah menjelaskan,
- "Fawailul lil musin alladzina hum an
- shatihim
- saun.
- Ya, celakalah
- bagi orang-orang salat yang mereka itu
- lalai dari salatnya.
- Ya, maka di dalam kitab tafsir ee ini
- apa namanya? Qurtubi di sana dijelaskan
- ya kita ini beruntung ya. Kenapa? Karena
- Allah mengatakan an shatihim bukan fi
- shatihim.
- Sehingga dari situ maka ulama fikih
- mengatakan khusyuk dalam salat itu tidak
- menjadi syarat syarat sahnya salat gitu.
- Kenapa? Karena di sana ya karena Allah
- mengatakannya an shatihim bukan lalai di
- dalam salatnya
- tapi lalai terhadap salatnya gitu ya.
- Kalau lalai di dalam salatnya, nah
- ketika salat kita ingat ini, ingat itu,
- nah itu namanya sudah rusak salatnya.
- Tapi karena menggunakan an shatihim,
- maka khusyuk itu tidak menjadi syarat
- sahnya salat. Ya, adapun masalah
- diterima atau tidaknya salat, nah itu
- nanti tergantung ulama mana yang
- berbicara.
- Ya, demikian. Jadi sekali lagi, apakah
- kalau kita ingat dosa, masal dan
- sebagainya itu adalah ee batal salatnya?
- Tidak, ya. Ingat kepada peristiwa masa
- lalu itu namanya salat kita enggak
- khusyuk.
- H
- enggak ya? Dan khusyuk itu tidak menjadi
- syarat sahnya salat.
- Nah, gitu ya. Wallahualam.
- Baik, kita ber lagi ke pertanyaan yang
- datang dari Bapak Santoso di Jakarta
- Timur. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Kiai.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Perintah salat yang Allah sampaikan
- kepada Nabi pada peristiwa Isra Mikraj,
- apakah salat yang lima waktu yang
- sekarang kita lakukan ataukah lebih dari
- lima waktu? Karena menurut keterangan
- awalnya perintah salat itu bukan lima
- waktu. Demikian.
- H. Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
- Memang dalam hadis riwayat Bukhari ini
- hadis sahih ya, bahwa ketika Nabi
- menghadap Allah, Allah wajibkan awalnya
- itu adalah 50 waktu, 50 kali.
- Nah, 50 kali.
- Kemudian beliau ini ee menerima
- menerima perintah itu
- ya. Sebagai seorang hamba
- Nabi Muhammad maka wajib menerima
- apapun perintah dari Allah tanpa apa
- namanya? Tawar. Nah, tanpa menawar.
- Karena bagi seorang hamba yang saleh
- kayak Nabi Muhammad ini, enggak mungkin
- Allah itu memerintahkan kepada hamb-Nya
- melakukan sesuatu yang di luar
- kesanggupan hamba.
- Jadi kalau Allah mewajibkan sesuatu pada
- hambanya, pasti si hamba itu bisa dan
- Allah akan menolongnya. Enggak mungkin
- Allah memerintahkan hambanya melakukan
- yang enggak mungkin bisa dilakukan itu
- enggak mungkin.
- H
- dan Allah juga tidak akan mungkin
- mengharamkan sesuatu yang tidak bisa
- dihindari oleh si hamba gitu ya. Pasti
- bisa.
- Makanya Nabi menerima sudah.
- Nah, itulah akhlaknya seorang hamba.
- Begitu bertemu dengan Nabi Musa, ditanya
- oleh Nabi Musa,
- apa yang Allah ee wajibkan? Maka kata
- Nabi Muhammad, "Ya ee umatku, aku dan
- umatku ini diperintahkan salat sehari
- semalam 50 kali." Kata Nabi Musa,
- "Wahai katanya Muhammad, umatmu tidak
- akan sanggup.
- Umatmu itu lemah, enggak akan sanggup
- sehari semalam mengerjakan salat 50 kali
- gitu ya. Nabi Musa enggak mengatakan
- engkau tidak akan sanggup. Wah, umatmu.
- Nah, Nabi diingatkan umat sekarang nih.
- Kalau tadi kan nerima sebagai hamba,
- sebagai diri sendiri. Sekarang Nabi Musa
- mengingatkan sebagai mengingatkan
- hambanya, umatnya.
- Nah, mereka tidak akan kuat ya. Cobalah
- kembali kepada Allah, minta keringanan
- kepada Allah.
- Maka karena umatnya yang diingatkan
- oleh Nabi Musa, maka Nabi terima. Dan
- luar biasa nih pelajaran yang berharga
- ya, bahwa
- ya
- Ulul Azmi itu kan ada lima. Nabi
- Muhammad dengan gelar Habibullah.
- Lalu kemudian Nabi Ibrahim dengan gelar
- ee Khalilullah alkalil.
- Nabi Musa dengan gelar kalimullah.
- Keempatnya Nabi Isa dengan gelar apa
- namanya? Ruhullah. Yang kelimanya Nabi
- Nuh dengan gelar Jalilullah. Ya. Nah,
- kalau kita lihat ini urutan tertinggi
- ya, ranking. Nah, gitu. Nabi tertinggi.
- Di bawah nabi ada Nabi Ibrahim baru Nabi
- Musa. Berarti Nabi Musa itu dua tingkat
- di bawah Nabi.
- Iya. ya, dua tingkat di bawah nabi.
- Artinya nabi itu lebih lebih tinggi
- pangkatnya, kedudukannya,
- derajatnya dari Nabi Musa. Nah, namun
- walaupun beliau ini lebih tinggi ya,
- beliau tidak malu menerima usulan dari
- orang yang derajatnya lebih rendah.
- Tadi di awal saya sudah katakan kalau
- itu kebaikan ya yang dilakukan orang
- jangan melihat orangnya,
- lihatlah perbuatannya, lihatlah
- usulannya baik apa enggak gitu. Tapi
- jika itu adalah suatu keburukan,
- setidaknya di mata kita, jangan kita
- melihat perbuatannya, yang kita lihat
- orangnya
- lah. Ini usulan itu bagus.
- Ya, namanya ilmu itu lebih baik dari
- mutiara. Mutiara tetap mutiara walaupun
- adanya di comberan. Sekalipun anak kecil
- usulannya kalau itu baik ya kita terima.
- Mungkin kan pelajarannya yang bisa kita
- petik begitu.
- Diterima usulan Nabi Musa, minta lagi ke
- ee kemudian ee kata Nabi Musa enggak
- kuat. Minta lagi kekurangan.
- dikurangi lagi kata Nabi Musa, "Minta
- lagilah ya, umatmu tidak akan kuat.
- Bolak-balik itu Nabi Muhammad ini ya.
- Kalau kita bicara malu sih mungkin malu
- ya sampai dikurangi lima lima lima. Dan
- mengenai ini kan ada orang yang kontra
- mengatakan ya wah enggak benar itu.
- Allah tuh mewajibkan satu kali aja
- langsung lima, enggak 50 kali lagi.
- Enggak ada dasarnya, enggak ada
- hadisnya. Ada hadisnya sahih, tapi itu
- dipertanyakan katanya karena apa? Kayak
- main-main. Kalau bicaranya kayak
- main-main, emangnya jumrah itu enggak
- kayak main-main?
- Ya, sai apa enggak kayak main-main itu
- orang jalan-jalan mutar-muter gitu ya
- kan kayak main-main juga. Tapi di balik
- main kayak main-main itu ada
- filosofinya. satu tadi bagaimana
- tawaduknya Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam yang berarti harus kita
- ikuti gitu ya. Yang keduanya,
- yang keduanya
- bagaimana ee apa namanya kepedulian Nabi
- kepada umatnya. Ya,
- ketika dirinya yang diperintahkan oleh
- Allah enggak nawar. Tapi ketika
- diingatkan umatnya, Subhanallah,
- langsung Nabi sudah menahan rasa malu
- lagi menghadap Allah. Ya itu kalau dari
- 50 kurangi 5, kurangi 5, kurang lima
- akhirnya lima. Udah lima kata Nabi Musa
- minta lagi dikurangin enggak? Kata
- Rasulullah ya masa iya katanya umatku
- enggak kuat sih sehari semalam lima
- kali. Ya Allah. Berarti N bolak-balik
- itu sembilan kali. Itu antara ee dari
- Nabi Musa ke Allah itu kali. Dan
- sembilan itu adalah bilangan terbesar.
- Enggak ada bilangan yang lebih besar
- dari sembilan. Lebih banyak dari
- sembilan kan enggak ada.
- Nah, jadi Nabi itu
- sampai melakukan sembilan kali itu dalam
- rangka apa? Meminta kepada Allah.
- meminta kepada Allah. Ini artinya begini
- ya. Maksudnya maknanya kalau kita pengin
- disayang oleh saudara, disayang oleh
- teman, dihargai oleh dicintai oleh
- tetangga ya atau oleh makhluk, jangan
- kita suka minta kepada mereka.
- I
- apalagi sering-sering minta, pasti kita
- dijauhi oleh mereka. Tapi kalau kita
- pengin dicintai oleh Allah, maka
- banyak-banyaklah kita meminta kepada
- Allah dalam segala hal. Minta kepada
- Allah. Ketika kita minta kepada Allah
- berarti saat itu kita mengakui bahwa
- kita ini butuh Allah.
- Kita mengakui bahwa kita itu lemah.
- Iya.
- Kalau kita butuh berarti Allah itu
- dibutuhkan. Kalau kita lemah berarti
- Allah itu maha kuat, Allah itu maha
- pengasih. Ah, maha dermawan.
- Ya, itu di saat yang sama seperti itu.
- Dan
- sifat seperti itulah yang disukai oleh
- Allah, gitu. Sehingga dikatakan ee adua
- silah mukmin gitu ya. Nah, itulah ee
- maknanya. Kenapa 50 dulu baru kemudian
- menjadi ee 5. Nah, bagi yang menolak
- tentang pemberian didahului 50 dulu ya,
- ya enggak ada masalah. Itu adalah
- sah-sah saja
- ya. hak Anda untuk tidak menerimanya
- apalagi kemudian mengatakan seperti
- orang yang main-main. Barangkali inilah
- Pak Hari ya
- pertemuan sore ini. Harapan saya
- mudah-mudahan apa yang saya sampaikan
- ini besar manfaatnya buat kita semuanya
- terutama tentu untuk diri saya sendiri.
- Akhirnya kita memohon kepada Allah
- semoga Allah panjangkan umur kita dalam
- taat kepadanya. Allah bimbing hati kita
- ke jalan yang diridai dan dicintainya.
- Allah hiasi hati kita dengan akhlak yang
- mulia dan Allah bersihkan hati kita dari
- akhlak yang hina. Allah limpahkan
- rahmat, taufik, dan hidayah kepada kita
- anak cucu kita sehingga selama hidup
- kita istikamah menjalankan perintahnya,
- menjadi larangannya dan manakala wafat
- semoga Allah wafatkan kita semua dalam
- keadaan husnul khatimah.
- ahu sayidina
- Muhammadinhamdulillahaminalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh
- waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh demikian akhwat telah kita
- bersama-sama simak tausiah sore yang
- telah disampaikan oleh Ustaz Ahmad
- Zazuli Kholil Isra Mikraj tema kita di
- sore hari ini. Semoga apa yang ustaz
- sampaikan bisa menambah ilmu agama kita
- juga menambah iman kita kepada Allah
- subhanahu wa taala. Saya yang bertugas
- Pak ditemani Neza dan juga Yusuf Subang
- pamit. Subhanakallahumma wabi bihamdika
- ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka
- wa atubu ilaik. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Yeah.