Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad sayidina
- Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa
- lagi hari ini hari Jumat tanggal 3
- Januari 2025 atau 3 Rajab 14. 46
- Hijriah. Kita jumpa lagi dalam acara
- renungan di bawah Nangon Al-Qur'an untuk
- edisi dialog dan tanya jawab.
- Alhamdulillah Ustaz Husin sudah hadir
- sini. Ustaz Hamzah, Ustaz Isa Alkaf juga
- ya. Asalamualaikum Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam.
- Ada juga Ondi Saputra dan ALG.
- Baik kita silakan ee layangkan
- pertanyaan Anda ke 0811999720.
- Kami tunggu pertanyaan Anda ya. Baik.
- Kita mulai acara ini kan maca
- al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- iki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- [berdehem] shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim waladin
- Amin. Alhamdulillah kita sudah baca
- alfatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita
- dalam
- memahami jawaban-jawaban yang diberikan
- oleh Ustaz Husin Alas. Ustaz Isa apa
- sudah ada pertanyaan?
- Bismillah. Ada. Ee kepada Ustaz Husin
- dan Ustaz Hamzah. Berkaitan dengan bulan
- ini, bulan hijriah yaitu bulan Rajab.
- Ada beberapa alam-alaman, Ustaz, yang
- disarankan
- seperti berpuasa, katanya akan menutup
- pintu api neraka dan lain sebagainya.
- Apakah riwayat-riwayat dari amalan ini
- benar dan apakah boleh diamalkan dan
- sebaiknya amalan apa yang terbaik yang
- kita lakukan di bulan Rajab yang
- merupakan salah satu bulan yang
- dimuliakan oleh Allah subhanahu wa taala
- ini. Syukran jazakumullah khairan.
- Auzubillahiminasyaitanirjim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi
- rabbil alamin.
- Lakal hamdu ya rabbana kama yambagi
- lijalali wajhikal karim waliadimi
- sultanik.
- Subhanaka la nuhsiana
- alaika anta kama
- falakal hamduard
- wakakalamdu.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad. Assalamualaika ya Rasulullah.
- Asalamu alaina wa ala ibadillahi shihin.
- Wassalamualaikum ayyuhal ikhwatul
- mukminun wal akhwatul mukminat
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Banyak riwayat-riwayat
- tentang keutamaan bulan Rajab.
- Tapi sebagaimana yang kita saksikan di
- tengah-tengah umat Islam
- yang hobi untuk berselisih,
- kita temukan ternyata terdapat perbedaan
- pendapat mengenai riwayat-riwayat.
- Untuk meyakinkan kita semua, kita akan
- kembali ke dalam kitab Allah.
- Kita semua tahu bahwasanya bulan Rajab
- ini
- merupakan salah satu bulan yang
- diharamkan Allah.
- Allah haramkan bulan ini untuk mendidik
- kita
- agar betul-betul mengendalikan diri kita
- dari kehormatan sesama kita
- agar betul-betul kita menjadi manusia
- yang berakhlak [mendengus]
- mulia.
- Menjaga hubungan sesama kita, tidak
- menyakiti, menzalimi juga saudara kita.
- Begitu juga kita menjaga lingkungan
- alam.
- Karena semua merupakan hal yang Allah
- perintahkan untuk kita jaga. Wala
- tufsidu fil ardhi ba
- bda islahiha. Bumi adalah bumi Allah.
- Semua yang terdapat di muka bumi adalah
- milik Allah. Sedangkan kita sebagai
- khalifah
- yang mengemban amanat, kita
- diperintahkan untuk menjaga
- keharmonian
- di tengah-tengah kehidupan kita. Baik di
- antara manusia terhadap hewan, kita
- perlakukan juga dengan baik. Begitu pula
- terhadap tumbuh-tumbuhan, tidak
- melakukan kerusakan.
- Oleh karena itu
- di
- tanah yang disucikan Allah, Allah
- mendidik kita untuk menjaga betul-betul
- baik itu hewannya maupun tanamannya
- kecuali yang membahayakan kita. Hanya
- diizinkan kita mengambil pohon siwak.
- Adapun selainnya di wilayah yang haram
- merupakan hal yang wajib untuk kita jaga
- termasuk hewan-hewannya
- agar kita ini mengendalikan diri kita.
- Karena manusia apabila tidak terkendali
- akan berubah menjadi ri
- akan melakukan perbuatan perbuatan yang
- brutal. Tapi di saat dia memiliki
- kendali diri insyaallah
- dia akan memiliki akal yang sempurna.
- Karena akal itu tumbuh dari pengendalian
- diri. Dan kata akal itu diambil dari
- kata aqala yaqilu yang artinya menahan,
- mengikat dan menjaga. Orang yang berakal
- tidak mungkin akan melakukan
- perbuatan-perbuatan yang tidak benar.
- Bahkan yang tidak senonoh pun tidak akan
- dilakukan.
- Tapi begitu jiwa manusia dikuasai hawa
- nafsu,
- maka dia akan kehilangan akal.
- Banyak orang yang berilmu tapi tidak
- berakal.
- Kenapa? karena dia mengikuti hawa
- nafsunya,
- terbawa oleh kesombongannya, terbawa
- oleh kebanggaannya, maupun
- kefanatikannya. Sedangkan orang yang
- berakal selalu sejalan dengan kebenaran
- dan akal merupakan sahabat dari iman.
- Sedangkan
- hawa nafsu yang diikuti merupakan jalan
- menuju ketakiran. Hingga Allah
- berfirman, wala tattabiil hawa
- fayakailillah.
- Jangan kamu ikuti hawa nafsumu. Dia akan
- menyesatkan kamu dari jalan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Jadi Allah Subhanahu wa taala menetapkan
- sebagian bulannya
- sebagai bulan yang diharamkan.
- Menetapkan sebahagian negerinya sebagai
- negeri yang diharamkan Allah dalam
- rangka mendidik kita semua agar memiliki
- kendari diri dan tidak hidup liar
- dikendalikan oleh hawa nafsu kita.
- Allah berfirman, innaidatuhlahallah
- asar syahr fi kitabillah
- yaum khalaq samawati
- minha arbaatun
- anfusakum
- baukum ba sesungguhnya bilangan bulan di
- sisi Allah semenjak Allah menciptakan
- langit bumi Allah menetapkan bilangan
- bulan
- bagi kita ini selama 12 bulan
- di mana bulan ya
- mengorbit di sekitar bumi kita berpindah
- dari manzilah ke manzilah sesuai dengan
- ketentuan Allah untuk membantu kita juga
- mengetahui bilangan waktu bilangan bulan
- minha arbaatun huruf empat bulan di
- antaranya bulan-bulan yang diharamkan
- yaitu Rajab yang sendiri bulan kita saat
- ini kemudian Muharram, Zulka'dah, dan
- Zulhijah.
- Lalu Allah terangkan hikmah di balik
- pengharaman ini bukan bukan apa bukan
- untuk kepentingan Allah,
- tapi untuk kepentingan kemaslahatan
- kita. Fala tadlimu fihin anfusakum.
- Jangan kalian menganiaya diri kalian
- pada bulan ini. Maksudnya satu sama lain
- saling mengani
- oleh karena itu
- Allah Subhanahu wa taala
- di bulan yang haram, di negeri yang
- haram mendidik kita untuk betul-betul
- menjaga alhurumat.
- Kemudian Allah berfirman dalam suratul
- haj, waman yuim hurumatillah fahuair
- lahu.
- Siapa-siapa yang mengagungkan
- hurumatillah, kehormatan-kehormatan
- Allah yang Allah haramkan itu akan lebih
- baik baginya di sisi Allah.
- Dalam ayat yang lain, waman yuim
- syairallah.
- Siapa yang mengagungkan, menghormati
- syaairah-syairah Allah termasuk bulan
- haram ini ya itu menandakan ketakwaan
- hatinya.
- Nah, bagaimana kita mengagungkan
- kehormatan Allah dengan sendirinya?
- Dengan apa? Pertama kita menjaga diri
- kita dari perbuatan aniaya. Baik itu
- mulut kita, tangan kita
- juga tidak memakan hak-hak orang lain.
- Kemudian kita memperbanyak amalan-amalan
- saleh yang Allah ridai. Di antaranya
- amalan-amalan yang manfaatnya kembali
- kepada sesama manusia, memperlakukan
- manusia dengan mulia. Kemudian kita
- membaca Al-Qur'an dalam terdapat
- petunjuk yang membimbing kita menuju
- kehidupan yang lebih baik. Inna hadal
- Quran yahdi lillati hiya aqwam.
- Al-Qur'an membimbing kita menuju
- kehidupan yang lebih lurus. Kalau orang
- hidup tanpa panduan, beda dengan orang
- yang hidup dengan panduan. Al-Qur'an
- memandu kita untuk hidup menjadi manusia
- yang mulia secara komprehensif. Bukan
- hanya fokus pada ritual,
- bukan juga hanya fokus pada
- ibadah-ibadah sosial, tapi secara
- komprehensif. Dimulai dari perbaikan dan
- pensucian jiwa, kemudian melalui
- pensucian juga akhlak dan seluruh aspek
- kehidupan kita. Jadi membaca Al-Qur'an,
- meresapinya, kemudian berpuasa
- ini akan menambahkan kendali diri kita.
- Di samping kita menjaga diri kita dari
- perbuatan anat, berpuasa merupakan hal
- yang sesuai [berdehem] dengan
- pengharaman bulan yang Allah haramkan.
- Berpuasa Allah Subhanahu wa taala tidak
- wajibkan tapi serahkan kepada kita. Mau
- berpuasa Senin Kamis bisa. Mau berpuasa
- 1 hari berpuasa satu hari bermuka atau
- berpuasa sepanjang bulan Rajab
- menjadi pilihannya yang penting tidak
- membahayakan diri.
- [mendengus]
- Nah, dengan dia berpuasa mau tidak mau
- dia menyapi dirinya dari hawa nafsunya.
- Bisa memfokuskan hatinya kepada Allah,
- meresapi ayat-ayat Allah, memiliki juga
- kelembutan terhadap orang-orang yang
- susah. Pada saat kita lapar, hati kita
- melembut.
- [mendengus]
- Pada saat kita lapar, bahan bakar hawa
- nafsu kita akan menurun. Nafsu juga akan
- menjadi apa? Lemah. Nah, kita bisa
- betul-betul ya fokus dalam apa? Dalam
- mensucikan diri kita. Oleh karena itu,
- pada bulan Rajab ini alangkah indahnya
- kita isi dengan puasa.
- Kemudian kita bangun malam,
- membaca Al-Qur'an,
- bersedekah.
- Kalau kita berbuat kebaikan di bulan
- yang lain, kita dapat katakan satu
- berbanding 10 hingga [mendengus] 700
- kalau kita berinfak di jalan Allah. Tapi
- kalau di bulan Rajab, di bulan yang
- diharamkan Allah, amal kita akan
- berlipat ganda. Sebagaimana kalau kita
- berbuat kezaliman di bulan yang
- diharamkan Allah juga dosanya
- berlipat-lipat.
- Sebagaimana pahalanya berlipat juga
- dosanya berlipat. Karena apa? Karena
- kita lakukan di bulan yang diharamkan
- Allah.
- Jadi kalau kita bersedekah, berbuat
- kebaikan, bersilaturahmi,
- mendamaikan juga di antara orang yang
- berselisih memperbaiki hubungan antara
- kita dengan orang-orang yang tadinya
- tidak terhubung, segala macam kebaikan
- di bulan yang diharamkan ini akan
- menjadi ladang yang amat subur. Seperti
- petani menanam di ladang yang amat
- subur, hasilnya beda dengan kalau dia
- menanam di tanah-tanah yang biasa. Jadi
- pergunakan bulan ini untuk banyak
- mengerjakan amalan saleh. Jaga lisan
- kita dari aib orang lain. Jaga lisan
- kita dari ucapan yang menyakiti orang
- lain. Kemudian gantikan dengan kalimah
- thayibah. Kata-kata yang baik yang
- membawa kepada kebaikan, yang
- mendekatkan orang yang jauh, memaafkan
- orang-orang yang berbuat ani
- segala kebaikan di bulan Rajab ini amat
- indah.
- Sedangkan perbuatan buruk walaupun
- sekecil apapun betul-betul amat
- merugikan. Jadi kalau orang bertanya,
- "Bagaimana kalau kita berpuasa?" Indah
- sekali. Tapi jangan hanya berpuasa tapi
- mulut tidak dijaga.
- Berpuasa, bersedekah,
- bersilaturahmi
- yang paling utama jauhi
- perbuatan-perbuatan.
- Ini saya tidak petik dari hadis ya.
- Walaupun hadis begitu banyak ya yang
- menjelaskan keutamaan bulan Rajab ini.
- Bukan kita mengingkari hadis, tapi saya
- ingin membawa sesuatu yang meyakinkan
- kepada para pendengar, para pemirsa
- bahwa kita beramal di bulan Rajab
- mengagungkannya akan membawa kebaikan
- buat kita. Sedangkan berbuat kezaliman
- di bulan-bulan haram ini amat-amat
- [mendengus] merugikan buat kita. dosanya
- juga akan dilipat gandakan. Sebagai
- contoh, orang berbuat zalim di tanah
- haram sama di luar tanah haram beda
- enggak? Beda
- berbuat kezualiman [mendengus] di tanah
- haram berbeda. Karena itu merupakan
- tempat di mana Allah
- mendidik kita untuk menjaga alhurat.
- Nah, kalau selama 4 bulan dalam 1 tahun
- kita terbiasa mengendalikan diri kita,
- bertobat kepada Allah Subhanahu wa
- [mendengus] taala, insyaallah akan
- membantu kita sepanjang waktu, sepanjang
- tahun dalam betul-betul
- menjaga diri kita. Nah, yang menyedihkan
- Mas Krisna Isa kita sedih sekali.
- Orang-orang kafir pada zaman dahulu kala
- itu bila datang bulan haram, mereka
- sedang berperang, [mendengus] mereka
- hentikan peperangan.
- H
- kalau mereka mengejar musuh mereka masuk
- ke daerah yang haram, mereka hentikan.
- H.
- Sedangkan kita umat Islam saksikan
- bagaimana mereka tidak lagi memandang
- memandang bulan haram dan tanah haram.
- Saksikan bagaimana kejahatan yang mereka
- lakukan.
- Perang berlangsung di Yaman
- bertahun-tahun. Berlangsung di bulan
- yang diharamkan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Begitu juga perang Teluk ya pada masa
- lampau. Kemudian juga kasus di Suriah
- bertahun-tahun yang mengaku berjuang
- untuk Islam ternyata tidak peduli
- terhadap kehormatan di
- kalau kita yang diperangi gimana, Ustaz?
- Kalau kita melanggar melanggar ya
- bulan haram, kita yang memulai kita
- bertanggung jawab. Tapi kalau kita
- diserang di bulan haram, kita wajib
- untuk membela. Asyahrul haramu bisyahil
- haram walumatu.
- Jadi bulan haram itu ya kalau kita
- diserang, kita dibenarkan untuk menyerah
- apa menghadapinya dan membalas ya.
- Hurumat qisas mereka melanggar
- kehormatan. Berarti kita punya hak untuk
- apa? Melanggar kehormatan mereka.
- Kalau orang melakukan pelanggaran
- terhadap kalian, balas sesuai dengan
- perbuatannya. Fainahu faallaha gfurur
- rahim. Kalau mereka menghentikan, Allah
- maha pengampun lagi maha penyayang. Jadi
- Islam betul-betul mendidik kita untuk
- menjaga kehormatan. Tapi begitu kita
- menjaga kehormatan akan mengancam
- kehidupan kita, kehormatan kita. kita
- dibenarkan untuk melakukan pembalasan.
- Jadi, ikhwan-akhwat, para pendengar,
- para pemirsa, dalam kesempatan yang
- mulia ini, ini merupakan ladang bonus
- yang tak terhingga dari Allah. Mari kita
- bersama-sama bertobat pada Allah ya.
- Kemudian kita memperbaiki hubungan
- sesama kita.
- Bersilaturahmi,
- menolong sesama, beribadah siang, bangun
- di waktu malam.
- Dan perbanyaklah kita membaca Al-Qur'an
- sambil meresapinya. Insyaallah
- mudah-mudahan kita termasuk orang-orang
- yang beruntung dengan kedatangan dari
- bulan yang agung dan mulia ini.
- Wallahuam.
- Masyaallah. Jazakumullah khair. Satu
- lagi dari
- Abdullah.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahum
- shalliim sayidina Muhammadin sayidina
- Muhammad. Saya sedikit menyinggung
- masalah yang sering dipertanyakan yaitu
- selalu
- salahu aja ada
- yang mempertanyakan riwayatnya ya
- seperti itu. Ada juga ketika misal adel
- sebagian orang kemudian
- ee
- menyampaikan atau
- [mendengus] ee meriwayatkan sesuatu
- misalnya oh baca ini baca ee istigfar
- misalnya sekian kali
- setiap hari dan sore ini akan
- mendapatkan ampunan dan bahkan
- dibebaskan dari api neraka seperti itu.
- Jadi banyak riwayat dan sebagian orang
- lagi yang hanya fokus kepada ee
- sanad dari riwayat tersebut. Wah, sudah
- pasti ketika mendapatkan suatu riwayat
- sanadnya [mendengus] tidak ee diketahui,
- maka langsung ya itu riwayat tersebut
- dianggap sudah enggak benar seperti itu.
- Ee seperti yang tadi Ustaz Husein sudah
- apa tekankan, hendaklah kita ini mengacu
- kepada kitabullah, kepada Al-Qur'anul
- Karim
- sebagai acuan kita ketika kita
- mendapatkan juga berita-berita atau
- riwayat ya. Ketika misalnya ada yang
- menganjurkan di bulan ini ya bulan yang
- Allah Subhanahu wa taala muliakan di
- antara empat bulan yang yang diharamkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Artinya
- yang diharamkan di sini diberikan
- kemuliaan haram melakukan kezaliman di
- sana.
- ee
- ketika
- kita misalnya ada anjuran untuk membaca
- istigfar ya seperti itu. Kita lihat
- kepada Al-Qur'anul Karim yang pertama
- ya. Bulan ini adalah bulan yang
- dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa taala
- tadi. Seperti yang sudah dijelaskan
- dilipat gandakan kebaikan sebaliknya
- juga akan dilipat gandakan keburuk apa
- ee dosa di sana.
- Beristigfar adalah merupakan sesuatu
- yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu
- wa taala dalam surah Hud misalnya
- waagfirbakum tumma tubu ilaihi yumtium
- mataan hasanan ajal musamma wti fadlin
- fadlah ya dalam surah ee
- Nuh juga seperti itu. Bagaimana ee kita
- dianjurkan untuk banyak-banyak
- beristigfar. Dalam hadis yang lain pun
- diriwayatkan Rasulullah sendiri
- beristigfar
- setiap hari tidak kurang dari 70 ya 70
- kali. Nah, ini adalah suatu yang
- dianjurkan ketika di bulan Rajab kita
- diperintahkan untuk ini ya lihat ini ada
- anjurannya di [mendengus] dalam
- Al-Qur'anul Karim ya. ini juga ya
- diperkuat oleh hadis yang lain seperti
- itu, hadis sahih yang lain. Jadi hal ini
- ya enggak perlu dipermasalahkan. Cuman
- ee yang perlu di ee perhatikan
- yaitu ketika kita tidak ee tidak yakin
- tentang riwayat ini misalnya tapi
- matannya benar ya kita [mendengus]
- jangan ee mengatakan, "Oh, ini qala
- Rasulullah." seperti itu misalnya, oh
- ini diriwayatkan atau ini ee dianjurkan
- oleh para ulama seperti itu. Itu itu
- lebih aman ya itu karena itu sesuai
- dengan Al-Qur'anul Karim gitu seperti
- itu. Jadi ee hendaknya yang perlu kita
- perhatikan bagaimana Al-Qur'an
- memuliakan menyebutkan dalam Al-Qur'an
- bahwasanya bulan ini adalah salah satu
- di antara empat bulan yang dimuliakan
- Allah Subhanahu wa taala. Dan ini adalah
- merupakan bagian dari rahmat Allah.
- Bagaimana Allah Subhanahu wa taala ingin
- melipat gandakan ganjaran kepada kita.
- Ada waktu-waktu tertentu yang dimuliakan
- oleh Allah ya. Ada tempat-tempat
- tertentu yang dimuliakan oleh Allah
- Subhanahu wa taala di mana kita ini akan
- dapat meraih pahala yang berlipat ganda
- dari Allah Subhanahu wa taala. Ini
- bagian dari rahmat Allah Subhanahu wa
- taala. Oleh karena itu, hendaklah kita
- ambil kesempatan ya untuk beristigfar,
- bertobat kepada Allah, memperbanyak
- amalam saleh ya, menjauhkan
- perbuatan-perbuatan maksiat ya di bulan
- yang Allah Subhanahu wa taala muliakan
- ini. Wallahualam.
- Insyaallah. Insyaallah.
- Ter sedikit ya. dalam surah ee dalam
- surah Al-Maidah [mendengus]
- ayat 97, Allah Subhanahu wa taala
- berbicara mengenai ee tempat yang
- diharamkan. Begitu juga bulan yang
- diharamkan. Jaallallahulatal [mendengus]
- baital haraman
- binasyah haram wal had.
- Allah Subhanahu wa taala menjadikan
- [mendengus]
- Ka'bah al Baital Haram
- qiaman linnas.
- Tahu kata qiyaman linnas diambil dari
- kata qama yaquumu qiaminas [mendengus]
- yang akan menegakkan dan meluruskan
- kehidupan manusia. Begitu juga wasyahral
- haram dan bulan yang diharamkan Allah.
- Jadi Allah mengharamkan keduanya
- dalam rangka untuk meluruskan dan
- menegakkan kehidupan manusia dalam arti
- yang sebenar. Wal hadiah walqalaid.
- Begitu juga kita mempersembahkan sesuatu
- untuk Allah.
- Begitu juga menjaga kehormatan
- hewan-hewan yang diikat lehernya sebagai
- tanda bahwa dipersembahkan untuk
- tidak mengganggunya. Jadi di saat orang
- menjadikan hewan-hewan tersebut sebagai
- hewan-hewan [mendengus] yang diniatkan
- untuk Allah Subhanahu wa taala, mereka
- berikan tanda.
- Nah, walaupun dilepas enggak ada yang
- berani mengganggu sama sekali. Ini
- pendidikan dari Allah untuk
- mengendalikan diri kita sebagaimana
- Allah haramkan untuk mengail ikan pada
- hari Sabtu. Itu tujuannya pendidikan
- bagi Bani Israil. Tapi mereka sayang,
- gagal, akhirnya dikutuk oleh Allah yang
- melanggar menjadi monyet yang hina.
- Ini sebetulnya
- penyimpangan manusia berawal dari tidak
- mampunya mengendalikan diri.
- Dimulai kakek neneknya [mendengus]
- terusir dari surga
- disebabkan karena memakan sesuatu yang
- dilarang oleh Allah. Padahal begitu
- banyak kenikmatan yang Allah sediakan
- tapi tidak mampu mengendalikan rasa
- penasarannya. Akhirnya mencicipi buah
- terlarang yang membuat mereka menyesal.
- Iya. [mendengus]
- Dan berbagai macam pelanggaran yang
- terjadi berikutnya di antara anak Adam
- dua anak a
- Adam.
- Adam.
- Padahal saudaranya memberikan peringatan
- dan mengatakan bahwa bukan saya
- menyebabkan amal kamu tidak diterima.
- Allah hanya menerima dari orang yang
- bertakwa. Seharusnya kamu perbaiki diri.
- Tapi rasa dengkinya, rasa marahnya
- mendorong untuk membunuh, Saudaranya.
- Begitulah kejahatan dari waktu ke waktu
- kita temukan karena apa? manusia
- kehilangan kendu. Peperangan yang
- berkecamuk baik peperangan yang
- berlangsung di Suria, peperangan di
- Yaman, para penguasa yang tidak mau
- meninggalkan kedudukan mereka
- menggigitnya bahkan diwariskan
- turun-menurun. Semua juga akibat
- daripada apa? daripada hawa nafsu yang
- mereka tidak mampu kendalikan diri
- mereka.
- Begitu kesempatan hilang baru menyesal.
- Jadi pelajaran buat kita bahwasanya
- kita dididik oleh Allah dengan datangnya
- bulan haram juga kota-kota yang
- diharamkan Allah berpuasa ini merupakan
- justru apa? Wasilah untuk dapat
- menjadikan kita orang yang bertakwa.
- Artinya menjaga diri kita dari
- penyimpangan dan perbuatan-perbuatan
- yang tidak benar. Mudah-mudahan ini
- menjadi ee keselamatan bagi kita
- semuanya. Amin ya rabbal alamin.
- Amin ya rabbal alamin. Masyaallah. Jadi
- itu hikmah dari berpuasa di bulan yang
- disucikan oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi enggak heran kalau Allah ee
- mudah-mudahan ee menutup pintu neraka
- dari orang-orang yang ee menahan dirinya
- dari dari hawa nafsunya sendiri. Begitu
- Om Krisna. Dari Om Krisna ada
- pertanyaan?
- Iya. Ada pertanyaan dari Bapak Asep di
- Pondok Gede. Salam Ustaz Tusin dan Ustaz
- Hamzah.
- Waalaikumsalam. Mohon penjelasan
- mengenai
- kalimat yang mengatakan seseorang tidak
- akan mengubah keadaan kecuali dia
- sendiri yang ee yang mengubah.
- Ayat yang terdapat dalam surah Arra'du.
- Innallaha la yugayiru maa biquin hatta
- yughayiru ma bi anfusihim. Sebetulnya
- penafsirannya terdapat pada ayat 53
- kalau tidak salah dalam suratul anfalika
- suratul anfal 53 suratul anfalika alam
- yakunbuka
- muhlikal qur
- mugyiran nikmatin
- yiru mafus
- kata tagayaro yatagayyaru gayaro yugyiru
- dalam bahasa Bahasa Arab sebetulnya
- maknanya makruf,
- yaitu perubahan dari baik menjadi buruk.
- Kita kalau mempelajari fikih dalam babut
- thaaharah kita akan temukan ya kata
- tagayyar ma maksudnya
- air apa yang telah berubah.
- tadinya dalam keadaan mutlak ya karena
- masuk sesuatu ya yang mencampurinya
- apalagi kalau najasah dan lain
- sebagainya dikatakan tagayar
- [mendengus] begitu air berubah ya maka
- dia tidak dapat dipergunakan untuk
- bersuci
- kalau orang Arab mengatakan tagayyaro
- alwalad maksudnya si anak yang tadinya
- baik berubah menjadi tidak baik
- tagayyar
- almaya
- maksudnya radio dalam keadaan rusak.
- Jadi kata gayara yugayyiru sebetulnya
- berarti
- mengubah dari yang baik menjadi buruk.
- Nah, kata perubahan dalam bahasa Arab
- ada beberapa kata di antaranya baddala
- yubaddiru yang meng artinya
- menggantikan. Kalau hawala berpindah
- tempat, berubah tempat.
- Kalau aslaha yuslihu lawan daripada
- gayara yugyiru.
- Faman amana wa aslah.
- Walladina yumassikuna bil kitab wa
- aqomusah.
- Jadi kalau melakukan perbaikan dari
- buruk menjadi baik namanya aslaha
- yuslihu. Tapi kalau perubahan dari baik
- menjadi buruk namanya gayara yugayyur.
- Ayat ini ya menerangkan kepada kita
- bahwa Allah tidak akan merusak nikmat
- yang ada pada satu kaum.
- Orang yang tadinya hidup dalam kebaikan,
- kesejahteraan, keamanan, Allah tidak
- akan merusak sama sekali apa? kebaikan,
- kesejahteraan, keamanan, kedamaian di
- tengah-tengah manusia. Hatta yiru
- mafusihim. Hingga mereka merusak
- mafusihim
- diri mereka dengan kezaliman, dengan
- kemaksiatan, dengan perbuatan-perbuatan
- dosa.
- Oleh karena itu Allah berfirman, "Walau
- anna ahlal qura amanu wattaqau lafatahna
- alaihim barakati minama wal." Kalau
- penduduk negeri beriman bertakwa, kami
- akan buka bagi mereka keberkahan kami
- dari langit maupun apa?
- Barakatin minama dari langit maupun
- bumi. Tapi apa yang menutup keberkahan?
- Dosa-dosa kejahatan manusia. Allah
- berfirman dalam surah Annahlallahual
- qatanat
- aminatan mutmainah yatihazquan
- min.
- Allah memberikan perumpamaan satu kota
- yang tadinya aman, damai sentosa,
- rezekinya mengalir dari berbagai macam
- penjuru.
- Fakafaratumillah.
- Tahu-tahu penduduk negerinya ingkar
- kepada nikmat Allah. Dipergunakan untuk
- perbuatan maksiat, perbuatan kezaliman.
- Faqallahu libalfi bimau yasnaun. Maka
- Allah memakaikan mereka pakaian
- kelaparan dan ketakutan. Bimau yasnaun
- disebabkan apa? Ulah perbuatan dan
- kerajinan mereka sendiri. Sana yasnau
- dalam bahasa Arab kerajinan. Jadi baju
- yang mereka pakai yang menimbulkan
- ketakutan dan kelaparan, baju yang
- mereka jahit dengan tangan mereka
- maksudnya apa? Akibat dosa kejahatan
- mereka yang tadinya aman sentosa,
- sejahtera hilang semua itu. Seperti yang
- terjadi pada apa? pada
- penduduk
- Saba yang tadinya damai, setosa,
- sejahtera. Ketika mereka ingkar akhirnya
- dam mereka hancur.
- Disebabkan air bah yang kuat hancur,
- yang tadinya tanah mereka subur karena
- tidak mendapatkan simpanan air berubah
- menjadi gersang.
- Maka Allah bilang walau an ahl kitabi
- amanuqitahumaibihimak.
- Kalau ahli kitab
- mau menegakkan Taurat, Injil, dan kitab
- yang Allah turunkan kepada mereka
- maksudnya Al-Qur'an, mereka akan makan
- menikmati baik rezeki dari langit maupun
- dari bumi. Allah akan limpahkan bagi
- mereka.
- Jadi ayat tadi innallaha la yiru maquin
- hatta yiru mafusin untuk menjelaskan
- bahwa sebab terjadinya petaka, bencana,
- kerusakan hidup mereka akibat dosa
- kejahatan mereka yang menyebabkan
- akhirnya apa? Semua nikmat Allah pergi.
- Jadi bukan Allah yang merusak nikmat
- Allah yang ada pada mereka, tapi mereka
- yang merusak diri mereka. Oleh karena
- itu pada ayat Alanfal yang 53 tadiamak.
- Yang demikian itu
- Allah Subhanahu wa taala tidak pernah
- sama sekali merusak nikmat yang ada pada
- satu kaum yang Allah telah nikmat
- menimpahkan pada mereka sampai mereka
- merusak apa yang ada pada diri mereka
- dengan keingkaran. Kalau kita baca ayat
- ini sebelum sesudahnya mengisahkan
- bagaimana umat yang dibinasakan Allah,
- kaum Firaun dan lain sebagainya.
- Jadi Allah yang datang daripadanya semua
- kebaikan. Yang merusak kebaikan
- perbuatan kita. Yang merusak kebaikan
- adalah
- perbuatan kita,
- perbuatan-perbuatan buruk kita. Jadi
- kalau kita ingin kembali menikmati
- nikmat Allah, jalannya adalah bertauat
- dan mohon ampun pada Allah.
- Begitu kita bertobat, yang tadinya pergi
- akan datang kembali. Jadi nikmat itu
- datang bersama ketaatan.
- Sedangkan penderitaan, kesempitan
- itu datang bersama keingkaran dan
- kemaksiatan.
- Ini merupakan ayat-ayat yang jelas dalam
- Al-Qur'an. Banyak ayat-ayat semacam ini.
- Kalau berbuat kebaikan dibalas lebih
- baik, berbuat keburukan
- dengan apa? dengan perbuatan yang
- setimpal. Negeri kita seperti ini juga
- disebabkan bukan hanya pemimpin aja yang
- bersalah, rakyatnya lupa pada Allah,
- rakyatnya terlena hanyut bersama hawa
- nafsunya. Akhirnya Allah angkat pemimpin
- yang sesuai dengan keadaan mereka. Kama
- takunu yualla alaikum. Sebagaimana
- kepribadian kalian, Allah akan angkat
- pemimpin-pemimpin kalian. Jadi pemimpin
- yang naik itu sesuai dengan kepribadian
- rakyatnya.
- Jadi kalau seandainya Mulyono berbuat
- kezaliman
- sebetulnya itu merupakan apa? Merupakan
- hukuman Allah Subhanahu wa taala
- terhadap kita yang berbuah ada hisabnya
- nanti. Tapi rakyat diperingatkan Allah
- kalau mau pemimpin-pemimpin yang baik,
- yang taat, perbaiki diri kalian.
- Kalau tidak memperbaiki diri kalian,
- percuma. Karena walaupun nanti yang naik
- kalian yang di bawah, perbuatan mungkin
- bisa lebih buruk lagi. Betul gak? yang
- dibawa mengeritik begitu naik sudah
- contoh berkali-kali kita berganti kepala
- negara ya sebelum naik mengeritisi
- begitu naik
- lupa diri
- jadi kalau ingin berubah negara kita
- menjadi negara yang betul-betul
- berdaulat
- berbuat untuk rakyatnya memajukan
- bangsanya kembali pada Allah kalau tidak
- mustahil
- semua yang kita lakukan akan sia-sia
- wallahuam Ustamah
- silakan bisa ditambahkan
- ya. Dari ee penjelasan Ustaz tadi sudah
- jelas. Ee saya ingin menyimpulkan di
- sini ada dua prinsip. Jadi prinsip yang
- pertama
- ya Allah subhanahu wa taala ya ciptakan
- alam semesta ini juga ciptakan kita
- awalnya semuanya dalam keadaan baik
- ya.
- alam semesta. Lihat bagaimana kalau
- belum sebelum dirusak oleh manusia
- begitu ee indah, ekosistemnya baik,
- udaranya ee apa bersih, jernih kan.
- Kemudian yang rusak kan manusia yang
- buat polisi, kebanjiran, macam-macam.
- Nah, ini ayat yang ayat tadi. Jadi,
- Allah tidak akan merubah suatu nikmat
- yang Allah sudah berikan itu ya sampai
- manusia itu sendiri yang merubahnya yang
- merubah dalam dari baik keburukan. Harus
- diperhatikan tadi makna gayarah artinya
- merubah sesuatu yang baik menjadi buruk.
- Karena apa yang Allah Subhanahu wa taala
- ciptakan ya itu awalnya semuanya baik
- termasuk diri kita. bahwasanya kita ini
- juga kita manusia ini diciptakan dalam
- keadaan fitrah ya kan gitu. Yang rusak
- siapa? Yang rusak dari lingkungan kita
- orang tua kan seperti itu. Ini yang
- pertama ya. Jadi Allah Subhanahu wa
- taala ciptakan segala sesuatu asalnya ya
- dalam keadaan baik. Manusialah yang
- merubahnya ya yang merusaknya dengan
- kezalimannya. Prinsip yang kedua,
- bagaimana kalau sudah rusak? Nah, itu
- sebenarnya ayat yang tadi sudah di
- dijelaskan juga. Jadi, lawan dari tadi
- gayara aslaha
- itu memperbaiki yah bagaimana nih eh
- misalnya kita ini kondisi kita sini
- sudah rusak pala ya Allah subhanahu wa
- taala sebutkan ya kita bisa
- memperbaikinya lagi itu dengan apa?
- Dengan bertobat.
- an taba ba'da dulmihi
- wa aslaha fainnallaha yatubu alaihi
- innallaha gfurur rahim. Jadi barang
- siapa yang bertobat, artikan bertobat
- menghindarkan, menjauh meninggalkan
- perbuatan buruknya kan. Maka
- pengerusakannya dihindarkan, dihentikan
- seperti itu. Ee dilakukan bukan saja
- bertobat ya setelah dia berzalim ya
- bukan saja meninggalkan pengerusakan
- tapi dia harus wa aslaha melakukan
- perbaikan. Nah, ini perbaikan insyaallah
- Allah Subhanahu wa taala Allah katakan
- fainnallaha yatubu alaih. Allah terima
- taubatnya. Innallaha ghafur rahim.
- Sesungguhnya Allah maha pengampun lagi
- maha penyayang. Allah sangat penyayang.
- Kalau kita mau memperbaiki diri misalnya
- keadaan yang sudah rusak, kita bertobat,
- kita memperbaiki memperbaiki diri misa
- Allah Subhanahu wa taala akan menyambut.
- Ya, seperti dalam satu hadis qudsi kan.
- Barang siapa yang datang kepada Allah
- dengan satu jengkal, Allah datang satu
- hasta. Artinya kalau kita mau melakukan
- kebaikan, Allah lebih lebih menyambut
- kita seperti itu. Nah, ini jadi ee harus
- dipahami seperti itu. Jadi, nah aslaha
- tadi apa? Gayara itu merubah dari buruk
- ke ke ee dari baik ke buruk. Ya, lawan
- katanya aslaha. Ini semuanya ada di
- dalam Al-Qur'an ya. Ya, termasuk kata
- amal saleh itu arta arti amal yang baik.
- Arti memperbaiki yang yang asalnya ee
- amal kita yang buruk seperti itu. Illa
- man taba wa amana waila shihan. Itu jadi
- tobat itu bukan hanya meninggalkan suatu
- yang buruk. Ya Allah sebutkan dia harus
- diikuti dengan beriman dan juga beramal
- saleh. Itu taubat yang sebenarnya.
- Wallahualam.
- Bisa ada lagi
- israh dulu.
- Jedah sudah. [mendengus]
- Oh, kita baik kita jedah dulu. Silakan
- yang mau kirim pertanyaan kami tunggu di
- 0811999720.
- Kami tunggu.
- [musik]
- [musik]
- Ahim yang dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim 36. Masih di acara renungan
- di bawah naon naungan Al-Qur'an untuk
- edisi tanya jawab. Mohon maaf Ustaz
- Husin ee
- berangkat duluan karena harus ee
- memberikan khotbah Jumat di Masjid ee
- Umar bin Hattab di Jatinegara. Ustaz Isa
- juga harus khotbah Jumat juga di Pinang
- Ranti. Sekarang masih ada Ustaz Hamzah.
- Ustaz Hamzah hari ini tidak salat Jumat?
- Enggak.
- Hari ini enggak ya. Ini ada pertanyaan.
- Asalam Ustaz Hamzah. Ustaz ee
- apakah mertua ee dengan menantunya
- laki-laki, mertua perempuan nih? Mertua
- perempuan dengan menantunya laki-laki
- apabila di rumah harus pakai jilbab
- enggak? Dia kan sudah jadi murim atau
- bagaimana itu?
- Jadi dalam satu rumah ada mertua,
- ada juga menantu laki-laki. Apakah
- harus berhijab juga si mertua?
- Heeh.
- Iya.
- Ee bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli shallall sayidina Muhammadin wa
- ala ali sayyidina Muhammad.
- ee
- ketika
- [mendengus] ee seseorang menikah dengan
- seorang wanita ya,
- maka
- ee
- ibunya si wanita tersebut ya maka
- menjadi
- muhrim.
- Ibunya dia muhrim sebagai mahram
- ya. Ee begitu juga neneknya misalnya
- seperti itu ya sampai ke atas ya.
- Nah, di sini Allah Subhanahu wa taala
- terangkan ya di dalam Al-Qur'an dalam
- surah An-Nisa ya.
- Hurrimat alaikum ummahatukum waatukum wa
- akhwatukum wa ammatukum waatukumatul
- akhi waatul
- wa ummahatukumakum
- wa akwatukum minah wa ummahatu nisaikum
- ya ini wa ummahatu nisaikum
- ini adalah ibu dari istri-istri kalian
- jadi ditegaskan
- ini adalah sebagai ee mahram arti
- artinya mahram yang haram dinikahkan dan
- juga berarti ya tidak batal wudu
- istilahnya seperti itu. Dan ketika ee
- dia bertemu ya gak gak mesti ya dia
- pakai ee jilbab seperti itu ya pakai
- pakaian yang yang sopan yang biasa
- seperti itu enggak apa-apa. Kalau dia
- mau pakai jilbab juga enggak apa-apa.
- Tapi itu enggak apa tidak ee itu ee
- [mendengus]
- apa bukan bukan ee tidak dilarang
- seperti itu ya. Karena ini termasuk ee
- apa
- ee
- sesuatu yang diberikan ruksah ya,
- diberikan ee
- izin dari Allah Subhanahu wa taala,
- permisi ya. sama seperti dengan kita
- dengan ibu-ibu kita seperti itu. Tapi ya
- ee
- [mendengus]
- gak berarti harus membuka ee terlihat
- aurat yang tidak sopan seperti itu ya.
- Tapi berpakaian dengan pakaian sopan ya
- seperti itu.
- Wallahuam.
- Selanjutnya dari Abu Abdillah Salam,
- Ustaz Hamzah. Izin bertanya,
- bagaimanakah penjelasan pembagian rezeki
- dari Allah Subhanahu wa taala kepada
- hamba? Seperti kisah Maryam, ada saat
- dia diberi rezeki melimpah padahal hanya
- beribadah di mihrab dan ada saat dia
- mesti menggoyang pohon kurma kemudian
- Allah berikan rezeki. Syukron dari Abu
- Abdillah di Tangsel.
- Ya
- Allah subhanahu wa taala sudah
- menjanjikan bagi kita ya hamba-hambanya
- itu rezeki dan menyiapkan rezeki untuk
- makhluk-makhluknya ya. Ketika Allah
- Subhanahu wa taala menciptakan bumi ini,
- ya Allah Subhanahu wa taala bahkan di
- dalam
- satu ayat Allah Subhanahu wa taala
- sebutkan menciptakan bumi ini dalam dua
- masa.
- Dalam dua dua masa ya.
- Fi yaumaini. Dalam dua masa
- bumi ini bumi kosong. Waqadara fiha
- aqwataha
- fi yaumini fi arbaati ayyam. Jadi Allah
- Subhanahu wa taala ee ciptakan bumi ini
- ya, bumi dalam tentunya kosong itu dalam
- dua masa. Terus kemudian Allah ciptakan
- ya Allah tentukan aqwataha
- Allah tentukan apa ee ee
- makanan untuk makhluknya di situ ya.
- Jadi ya tentukan bahan-bahan makanannya
- fiini juga. Jadi Allah tumbuhkan
- tumbuh-tumbuhan di sana berbagai macam
- artinya ee mineral bagai berbagai macam
- kebutuhan untuk makhluk hidup fi
- yaumaini dalam artinya Allah Subhanahu
- wa taala sudah ee tetapkan rezeki untuk
- ee makhluknya ini. Nah, di antara dan
- untuk mencapai rezeki tersebut, untuk
- mendapatkan rezeki tersebut, Allah
- subhanahu wa taala perintahkan agar
- supaya kita itu berusaha mendapatkannya.
- Jadi, dan ini ee
- apa? Allah sudah tetapkan hukum sebab
- akibat di alam semesta ini. Ya, kita ini
- ada air di sini ya, di depan saya. Kalau
- saya mau minum ya kita mesti ambil dulu
- kita minum.
- Itu namanya ee apa? Mengambil sebabnya.
- Hukum sebab akibat ini sudah Allah
- tetapkan secara universal di alam
- semesta ini.
- Ketika ada orang sakit untuk [mendengus]
- agar supaya dia sembuh, dia berobat
- gitu.
- Dan obatnya juga Allah sudah sediakan
- ya. [berdehem] Bagaimana kemudian
- manusia mencarinya, mempelajarinya,
- memformulasikannya
- menjadi dalam bentuk tabletkah, dalam
- bentuk kapsul kah atau masih dalam
- bentuk herbal seperti itu ya dalam
- bentuk tumbuh-tumbuhan itu semuanya
- Allah Subhanahu wa taala tetapkan. Tapi
- untuk mendapatkannya dia harus berusaha
- kan. Nah, seperti itu. Jadi ini
- ketetapan umum dengan berusaha. Orang
- mau mencari rezeki, Allah sudah siapkan
- rezekinya. dia harus berusaha. Dia harus
- misalnya dengan cara bekerja kah,
- berdagangkah
- ya atau berbagai macam usaha yang
- dihalalkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Nah, inilah yang digambarkan
- ya dalam surah ee Maryam itu bagaimana
- ketika Sayidah Maryam ya ee
- [mendengus]
- sudah ee apa? hamil tua.
- Allah perintahkan
- ya beliau ini supaya menggerakkan pohon
- kurma. Wahzi ilaiki bijizin nakhlati
- tusqit alaiki rutoban jani ya dan
- gerakkanlah ya
- batang pohon kurma itu niscaya nanti
- pohon kurma itu akan menjatuhkan
- buah-buahnya yang yang sudah masak.
- Jadi di sini Allah ingin memberikan
- rezeki kepada Sayidah Maryam tapi
- diperintahkan dulu berusaha dulu. H
- ya. Walaupun sebenarnya usahanya ini
- kadang-kadang usaha yang kita lakukan
- itu enggak sebanding dengan rezeki yang
- Allah berikan.
- Usaha kita dikit sekali. Seperti
- Sayidina Maryam ini kan
- dia lagi hamil tua
- ya menggerakkan pohon kurma. Emang
- bergerak atau pohon kurma? Kita aja yang
- masih muda misalnya gitu yang bukan yang
- dalam keadaan hamil tuang gerakin pohon
- koma belum tentu bergerak. Engak seperti
- itu. Tapi ini adalah isyarat bagaimana
- dia harus mengambil sebab. H
- maka digerak e dia menggerakkan dengan
- sebab ya dia gerakkan Allah mudahkan
- kemudian jatuh ee jatuhkan buah-buah
- kurma seperti itu.
- Ini artinya ee kita mendapatkan rezeki
- dengan menjalankan sebab artinya
- melaksanakan ketentuan Allah secara umum
- ya. sebab akibat untuk mendapatkan
- rezeki ya seperti kita mau mendapatkan
- ya rezeki kita harus berdagang kan gitu
- ya bekerja dan macam-macam itu adalah ee
- mengambil sebab dan ini ee Rasulullah
- contohkan gitu ya Rasulullah juga kan
- bekerja dulu kan
- ya waktu di mihrab itu bagaimana
- usahanya apa, Ustaz?
- Nah, ini yang pertama. Ini yang pertama
- kita mengambil sebab ya. Jadi untuk
- mendapatkan rezeki mengambil sebab. Lalu
- bagaimana dengan kondisi yang pada saat
- Sayidah Maryam masih dihak mihrab ya
- bagaimana ketika Nabi Zakaria datang
- yaama dakala alaiha Zakaria ya e
- wajadaaha rizq ketika Nabi Zakaria masuk
- ke mihrabnya e Sayidah Maryam di sana
- terdapat makanan yang banyak buah-buahan
- yang banyak
- Nabi Zakaria heranna laki h dari mana
- kamu dapatkan ini ya. Padahal kita Nabi
- Zakaria tahu Sayidah Maryam enggak
- keluar dari mihrabnya.
- Langsung dijawab qalat hua minillah
- innallaha yarzuqu yasya bighir. Katakan
- ini adalah dari sisi Allah. Ini dari
- dari Allah. Jadi bagaimana Allah berikan
- kepada Sayidina Muhamm dengan tampak
- mengambil asbab
- ya arti asbab yang langsung ya. Jadi
- Allah berikan ee rezeki kepada Sayidah
- Maryam tanpa Sayidah Maryam mencari
- dulu.
- Ya, kalau tadi kan contoh yang tadi
- berusaha dulu tanpa Sayidah Maryam
- berusaha di sini.
- Jadi untuk Allah, Allah bisa ada dua hal
- secara umum Allah Subhanahu wa taala
- tetapkan hukum sebab akibat. Jadi kalau
- kamu mau mendapatkan rezeki ya berusaha
- dulu. kamu mau ee sembuh ya berobat dulu
- seperti itu. Itu ketentuan umum seperti
- itu. Dan kita ee umumnya harus
- menjalankan seperti itu.
- Tapi terkadang ya bukan karena itu Allah
- bisa saja merubah ketentuan umumnya itu
- kan kan yamhullahu ma yasya wbitu waahu
- umul kitab. Allah bisa menghapuskan
- sesuai kehendak Allah. hukumnya
- ketetapan Allah yang Allah tetapkan di
- alam ini yang sudah Allah tetapkan yang
- menjadi ketentuan umum bisa Allah
- hapuskan karena Allah berkehendak
- seperti itu. Nabi Ibrahim ya seperti
- Nabi Ibrahim kan api itu kan secara umum
- ketetapan Allah kan membakar. Tapi kalau
- Allah merubah dia enggak membakar
- terhadap Nabi Ibrahim kan bisa seperti
- itu. Nah, begitu juga terhadap Sayidah
- Maryam tadi bagaimana ya secara umumnya
- kalau dia mendapatkan rezeki ya dia
- harus
- pergi ya memetik dulu atau cari ke pasar
- beli dulu kan gitu kan. Tapi ini
- langsung beliau dapatkan ini artinya
- Allah bisa ya dengan kehendak Allah
- tapi itu bisa mengenai orang biasa
- enggak ustaz?
- Bisa aja ya. Jadi ee sebenarnya ini juga
- Sayidah Maryam melakukan sebab juga,
- tapi sebabnya yang tidak langsung.
- Yaitu sebab yang tidak langsung dengan
- apa? Dengan ketaatan kepada Allah
- Subhanahu wa taala. ya dengan ketaatan
- dia, dengan menjaga kehormatannya,
- menjaga kesusiannya,
- Allah berikan dia itu. Itu juga sebab
- sebenarnya, tapi sebabnya bukan sebab
- yang langsung kan dia enggak bekerja kan
- gitu seperti itu. Jadi Allah bisa e
- kepada hambanya siapapun kalau Allah
- menghendaki ya dia berusaha ya dia
- artinya melakukan kebaikan Allah berikan
- rezeki
- ya. Tapi secara umumnya ya itu memang
- apa? ambillah sebab-sebab yang umum dulu
- seperti itu.
- Setelah itu kita bertawakal
- ya. Kita ee
- [mendengus] apa melakukan beramal ee
- beramal kebaikan. Insyaallah Allah
- Subhanahu wa taala akan memberikan
- rezeki ya dengan yang tampak diduga-duga
- seperti Allah firman Allah kan wam
- yattaqillaha yaj'alah makroja warzuq min
- haitsu la yahtasib. Jadi bar siapa yang
- bertakwa kepada Allah, Allah akan
- berikan jalan keluar kepadanya dari
- segala kesulitannya dan Allah memberikan
- rezeki kepadanya yang dia ditambah dia
- duga-duga seperti itu. Kadang-kadang dia
- usahanya sedikit cuman ngomong doang
- ngasih tahu sama orang. Makanya Allah
- Subhanahu wa taala berikan rezeki yang
- banyak kepadanya. itu adalah ee bagian
- dari ee rahmat Allah yang memberikan
- rezeki tadi jangan dua cara tadi. Apa
- ada cara yang pertama yaitu dengan
- melakukan sebab ya alasbab yang kedua
- yaitu dengan cara [mendengus] dengan apa
- tidak melakukan sebab yang langsung tapi
- dengan melakukan ketakwaan kepada Allah
- subhanahu wa taala. Wallahualam.
- Baik. Salam Ustaz Hamzah ya. Saya mau
- bertanya. Ada orang beranggapan kita
- beragama harus sesuai dengan cara
- sahabat, sesuai dengan surah at-Taubah
- ayat 100.
- Surah Attaubah.
- Jadi kita beragama harus sesuai dengan
- cara para sahabat, sesuai dengan surat
- at-Taubah ee ayat 100. Karena beliau
- para sahabat itu sudah dijamin masuk
- surga.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ya, kita diperintahkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala ya mengikuti ee
- Al-Qur'anul Karim dan sunahnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Seperti itu. Itu sebagai patokan.
- Kemudian ee juga sunah dari para sarafus
- saleh termasuk para sahabat seperti itu
- ya. Artinya dalam hal kebaikan sesuai
- dengan ee jalan yang apa garis-garis
- besar Al-Qur'anul Karim. seperti itu.
- Tapi enggak mesti kita mengikutinya
- apa secara
- plek sama gitu. Karena setiap zaman
- memiliki kondisi yang berbeda. Tapi
- dalam masalah akhlak ya sama bisa
- seperti itu ya. Nah, ini dalam surah
- at-taubah ayat 100 Allah Subhanahu wa
- taala sebutkan
- wasabiquunal awaluna minal muhajirina
- wal ansar walladinauhum bisihsanin
- radhiallahu anhum waraduan. Ya,
- ini menggambarkan bagaimana sahabat Nabi
- ya ada yang asabiquunal awalun ini ee
- orang-orang yang terdahulu masuk Islam
- ya seperti sahabat empat ya seperti
- Bilal ibn Rabah, Amar bin Yasir, Mus'ab
- bin Umair ya orang-orang yang terdahulu
- masuk Islam ya assabiquunal awalun minal
- muhajirin wal ansar dan juga dari ansar
- ya [mendengus]
- yang membela Nabi. Nah, ini ee ini yang
- Allah Subhanahu wa taala kemudian ee
- beri titel mereka ya sebagai radhiallahu
- anhum. Allah rida mereka.
- Ini batasnya assabiquunal awalun ini ya.
- Ya, artikan orang yang hijrah, orang
- yang terdahulu ya masuk Islam dari
- Muhajirin dan Ansar. Batasnya sampai
- kapan ini? Apakah orang yang hijrah
- kemudian [mendengus] setelah futuh
- Makkah itu masuk? Gak ya. Eh
- eh Jabir bin Abdillah al-Anshari
- mengatakan, "Kunna nauddu alfatha fathul
- Hudaibiyah."
- Kami menganggap menghitung semuanya para
- sahabat itu batas futuh itu adalah futuh
- Hudaibiyah. Ya, artinya kan ada sabda
- Nabi, "La hijrata ba'dal fathi." tidak
- ada tidak dihitung hijrah lagi setelah
- kota Makkah direbut. Kata orang mau
- pindah dari Makkah ke Madinah udah
- enggak di enggak dianggap sebagai
- muhajirin lagi gitu ya. Seperti itu.
- Enggak masuk dalam ayat ini seperti itu.
- Nah, batasnya sampai kapan? Jabir ibn
- Abdillah Al-Anshari mengatakan itu
- batasnya sampai perjanjian Hudaibiyah.
- Karena setelah perjanjian Hudaibiyah
- tersebut [mendengus] orang banyak masuk
- Islam. Nah, ini kelompok e berikutnya
- ini. Jadi yang pertama ini asabiquunal
- awal minal muhajirin wal ansar itu yaitu
- sejak dakwah Nabi yang pertama sampai ya
- hijrah Nabi sampai perjanjian Hudaibiyah
- itu yang golongan yang pertama.
- Terus berikutnya, golongan berikutnya
- adalah walladinauhum
- biihsanin.
- Dan orang-orang yang mengikuti mereka.
- Mengikuti siapa? Mengikuti assabiquun
- tadi ya. Sahabat-sahabat yang pertama
- tadi ya.
- Walladina tabahum bisanin. Mengikuti
- mereka dengan baik ya. artinya
- benar-benar ngikutin ya menteladani
- mereka dengan baik. bukan hanya beriman,
- tapi kemudian ya malah ee perilakunya
- tidak baik seperti itu. Nah, ini yang
- biihsanin ini ittabauhum biihsanin. Ini
- juga ya Allah subhanahu wa taala berikan
- titel kepada mereka radhiallahu anhum.
- Ya. Dan walladzinaum bihsanin ini bukan
- hanya terbatas
- pada masa Nabi yang mengikuti mereka ya
- mengikuti asabiquun awalun ya bis dengan
- jangan cara baik sampai-sampai akhir
- zaman masuk.
- Hm.
- Tapi kita pun akan digolongkan dengan
- mereka. dapat juga nanti ya radhiallahu
- anhum kalau kita mengikuti para sahabat
- itu dengan baik ya itu asabiqun
- alawwalun yang ikut yaitu ee orang-orang
- yang masuk Islam yang pertama tadi ya
- mungkin kita bisa membbaca sejarah siapa
- itu yang yang masuk Islam pertama siapa
- yang ee setelah eh sebelum Hudaibiyah
- siapa yang setelah Hudaibiyah seperti
- itu kan ee bisa di ee lihat dari sejarah
- seperti itu. Jadi siapa yang harus
- menjadi teladan dari para sahabat?
- Nah, itu yang pertama. Jadi ee harus
- kita ee ee bedakan apa beda memang
- sahabat ya beda karena ya Allah sendiri
- yang mengatakan berbeda antara sahabat
- yang asabiquun awwalun dengan yang masuk
- Islam ee dari sahabat juga. Tapi setelah
- perjanjian Hudaibiyah Allah sebutkan la
- yastawi man anfaqo minqoblil fathi
- waqatal.
- Tidak sama antara orang yang berinfak
- ya. Sama-sama nih sahabat-sahabat
- asabiqin seperti Bilal misal berinfak
- dengan sahabat yang masuk Islam
- belakangan enggak sama pahalanya. Ulaika
- darajatan mereka itu lebih tinggi
- derajat.
- Ya. Jadi Allah sendiri yang
- mengkategorikan ada beda di antara para
- sahabat. Ya, seperti itu. Nah, kalau
- kita mengikuti asabiqunul awalun tadi
- ya, kita juga ini sampai yaumilqiamah
- ya, kita akan mendapatkan nanti
- radhiallahu anhum warad ya. Bagaimana
- kita mengikutinya ya
- kita ya tentunya kita [berdehem] lihat
- bagaimana mereka itu adalah orang-orang
- didikan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Dididikinnya dengan apa? Dengan
- Al-Qur'an. Nah, kalau kita mau ikuti ee
- sejarah mereka yang benar, kadang-kadang
- kan lew riwayat suka ada yang ee ada
- yang benar, ada yang enggak seperti itu
- ya. Tolak ukurnya Al-Qur'an karena
- mereka dididiknya oleh Nabi dengan
- Al-Qur'an seperti itu dan juga dengan
- sunah Nabi tentunya. Sunah Nabi artinya
- ee baik itu ucapan Nabi yang sejalan
- dengan Al-Qur'an dan juga perilaku Nabi
- yang tentunya juga ya itu sejalan dengan
- Al-Qur'anul Karim. Nah,
- ini dalam hal kita mengikuti. Tapi
- tentunya ya ee karena perbedaan zaman
- kan berbeda juga situasinya.
- Dulu mereka ber ee apa? Pergi haji dari
- Madinah ke Makkah naik unta.
- He.
- Naik kuda.
- Iya.
- Ya, pergi hajinya kita ikuti kan sama
- gitu kan kewajiban itu.
- Tapi apa mesti ngikutin pakai naik unta,
- [tertawa]
- naik kuda kan enggak ya seperti itu ya.
- Cara berdakwahnya juga kan dulu ee cara
- berdakwah misalnya ee hanya menggunakan
- e face to face langsung seperti itu.
- Kalau sekarang melalui radio ya
- ee oh enggak usah ini bidah ini mestinya
- kita face to face saja enggak ya face to
- face juga ya mau lari radio juga. itu
- itu mengelai caranya itu apa ee itu
- sesuai dengan zamannya seperti itu. Nah,
- kita pergi haji ya naik pesawat enggak
- masalah seperti itu
- ya. Kalau dekat mau naik unta ya
- terserahlah seperti itu. Tapi kan enggak
- mungkin seperti itu. Begitu juga ketika
- berjihad berperang dulu pakai
- apa senjatanya? Pakai pedang, pakai
- panah, tombak.
- Apakah sekarang juga kalau perang
- ngikutin para sahabat seperti itu?
- Enggak. Disesuaikan dengan zamannya.
- Oleh karena itu Allah Subhanahu wa taala
- dalam Al-Qur'an menyatakan waiddu lahum
- min quatin
- win ratil
- bihiallahi wawakum.
- Waidulah. Persiapkanlah untuk menghadapi
- mereka. Jadi menghadapi musuh-musuh
- Allahum
- min quah. Apa saja yang kalian mampu
- dari berbagai kekuatan. Kalimat quah di
- sini dalam bentuk nakirah. Artinya
- kekuatan macam-macam gitu. Nah, kalau
- dulu kekuatan di sini ya sampai
- Rasulullah terangkan, "Ala innal
- quwataramyu."
- Ketahuilah kekuatan pada saat itu adalah
- panahan. Karena panah itu begitu apa?
- Efektif kan. Jadi musuh masih jauh beda
- dengan pedang kan. Pedang mesti dekat
- dulu ya dari jauh sudah bisa ya seperti
- itu. Atau sesuatu senjata yang
- dilontarkan ini kekuatan.
- Kalau zaman sekarang kan zaman misalnya
- ee setelah itu 100 tahun ee 200 tahun
- setelah itu dulu namanya ada manjanik.
- H
- pelontar itu kalau di film-film lama
- tuh. Jadi ada batu e di apa kayak
- selpetan besar gitu. batu besar
- dilontarkan untuk menghantam
- benteng-benteng seperti itu
- kadang-kadang dengan api ya seperti itu
- pakai api itu juga aramu
- kalau sekarang kan bukan itu sekarang
- ada roket meriam dan itu. Nah ini jadi
- disesuaikan dengan ee kemajuan zaman ya
- seperti itu. Ini dalam hal sarana tapi
- dalam hal pokok dalam hal akhlak dalam
- hal keimanan enggak berubah. dalam hal
- ibadah-ibadah mahd ya, tata cara salat
- ini biar zaman sekarang atau zaman dulu
- sama seperti itu. Itu kita ikuti mereka.
- Jadi ee begitu pengertian dari bagaimana
- kita mengikuti mereka. Arti mengikuti
- mereka ya biasahan dengan baik.
- Mengikuti dalam hal keimanan mereka,
- dalam hal kesabaran mereka, dalam
- hal-hal ketakwaan mereka. ee bagaimana
- kegigihan mereka, keistikamahan mereka
- ya itu kita ikuti akhlak mereka seperti
- itu ya. Adapun ee sarana dalam hal ee
- mencapai untuk tujuan itu berbeda-beda
- sesuai dengan
- perbedaan zaman ya seperti itu.
- Wallahuam.
- Baik, ini mungkin pertanyaan terakhir
- dari Yama Allah. Salam Salum mana tadi
- tuh? Aduh. Asalamualaikum Ustaz Hamzah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Seumpama kami protes aksi
- demo kepada pemimpin yang zalim
- dilakukan di bulan haram. Apakah
- dibolehkan dalam pandangan Islam?
- Demikian
- ya protes e arti memprotes aksi demo
- gitu ya.
- I
- artinya ee
- demo itu kan termasuk amar bagian dari
- amar makruf nahi munkar. Artinya kita
- menunjukkan sesuatu yang salah ya. Kita
- mengingatkan seperti itu. Itu tidak
- dilarang ya.
- yang dilarang tuh di di asar as asyhurul
- hurum itu adalah ee berperang ya. Kalau
- berdemo artinya
- mengungkapkan
- kebenaran, menjelaskan, menerangkan
- kebenaran,
- mengungkap ke apa kesalahan ya apa yang
- dilakukan misalnya penguasa seperti itu.
- Itu bagian dari amar makruf nahi munkar
- ya. Itu amar makruf nahi munkar adalah
- merupakan
- ya sarana perbaikan ya. Ingat kalau kita
- baca
- bagaimana umat Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam itu
- bisa menjadi khairo ummah syaratnya apa?
- Kuntum khair ummatin ukhrijat linas.
- Kalian adalah menjadi umat terbaik yang
- dikeluarkan oleh untuk manusia.
- Ayat tersebut ada syaratnya.
- Enggak sekyong-konyong jadi umat
- terbaik. Tapi harus ada itu tamuruna bil
- maruf watanhaunail munkar. Ayat
- berikutnya itu jadi e atau e apa
- kelengkapan ayat intumir umatun ukat
- linasiuruna
- bil marufianil
- munkarminuna billah. Jadi syarat untuk
- menjadi umat terbaik
- yaitu harus ada amar makruf dan nahi
- mungkar. Dan amar makruf nahi mungkar
- ini harus juga dilandasi dengan keimanan
- kepada Allah ya. Kalau tidak ada amar
- makruf, kalau ada individu-individu ah
- saya mau baik ajaalah sendiri. Dia mau
- baik sendiri ya. Ee dia keluarga
- kemudian di lingkungannya ada keburukan,
- ada kemaksiatan, dia cuek aja. Enggak
- mungkin dia itu umat ini akan menjadi
- baik ya. Tapi kebaikan itu akan tercapai
- dengan di samping dia memperbaiki diri.
- ya dia harus juga ya beramar makruf nahi
- mungkar. Ini adalah bagian dari
- bagaimana suatu umat, suatu bangsa kalau
- ingin menjadi baik ya memperbaiki tadi
- islah tadi yaitu harus ada amar makruf
- dan nahi munkar. Wallahu subhanahu wa
- taala alam. Baik, mungkin itu pertanyaan
- terakhir. Ee terima kasih untuk Wiwi
- Shih atas infaknya untuk Gaza ya. Terima
- kasih ee terima kasih juga untuk INA di
- Cilandak, Ibu Darma dan lain-lain.
- Terima kasih atas WA-nya. Mohon maaf
- tidak semua dapat kami ee kemukakan
- jawabannya karena keterbatasan waktu.
- Terima kasih, Ustaz Hamzah.
- Mudah-mudahan apa yang tadi disampaikan
- sesuai dengan kehendak Allah.
- Baik, saya Muhammad Krisna Saputra juga
- Algi mohon pamit. Wabillahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.