Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:13 [musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. 0:17 Assalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. 0:19 Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad 0:21 wa ali Sayyidina Muhammad. 0:23 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:24 ini hari Jumat tanggal 3 Januari 2025 0:27 atau 3 Rajab 1446 0:30 Hijriah. Kita jumpa lagi dalam acara 0:32 renungan di bawah naungan Alquran untuk 0:34 edisi 0:36 dialog dan tanya jawab. Alhamdulillah 0:38 satu season sudah hadir di sini. Ustaz 0:40 Hamzah, Ustaz Isa Al Kaff juga ya. 0:41 Assalamualaikum Ustaz Isa. 0:42 Waalaikumsalam. 0:43 Waalaikumsalam. 0:44 Ada juga Ondy Saputra dan Aldi. Baik, 0:47 kita silakan layangkan pertanyaan Anda 0:50 ke 081119997220. 0:55 Kami tunggu pertanyaan Anda ya. 0:57 Baik, kita mulai acara ini dengan 0:58 membaca Al Fatihah. 1:00 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:07 Bismillahirrahmanirrahim. 1:13 Alhamdulillahirobbil 1:17 alamin. 1:18 Arrahmanirrahim. 1:22 Maliki yaumiddin. 1:26 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 1:32 Ihdinashirotol 1:34 mustaqim. 1:37 Shirotolladzina [berdehem] 1:39 an'amta alaihim. 1:42 Ghoiril maghdubi alaihim waladzol 1:51 lin. Amin. Alhamdulillah kita sudah baca 1:53 Al Fatihah. 1:54 Mudah-mudahan Allah mudahkan kita 1:57 dalam 1:59 memahami jawaban-jawaban yang diberikan 2:00 oleh Ustaz Husein atas Ustaz Isa apa 2:02 sudah ada pertanyaan masuk? Bismillah 2:04 ada 2:05 kepada Ustaz Husein dan Ustaz Hamzah 2:06 berkaitan dengan bulan ini bulan Hijriah 2:09 yaitu bulan Rajab ada beberapa 2:11 amalan-amalan Ustaz yang disarankan 2:13 seperti berpuasa katanya akan menutup 2:17 pintu api neraka dan lain sebagainya 2:20 apakah riwayat-riwayat dari amalan ini 2:21 benar dan apakah boleh diamalkan dan 2:24 sebaiknya amalan apa yang terbaik yang 2:26 kita lakukan di bulan Rajab yang 2:29 merupakan salah satu bulan yang 2:30 dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa 2:32 Ta'ala ini syukron jazakumullah khairan. 2:37 Audzubillahiminasyaitanirrajim 2:39 bismillahirrahmanirrahim. 2:43 Alhamdulillahirobbil alamin. 2:47 Lakallahamdu ya robbana kama yanbaghi 2:51 lijalali wajhikal karimi waliajami 2:54 sultanik. 2:55 Subhanaka la nuhsi 2:59 tsana'an alaika anta kama astsanaika ala 3:02 nafsik. 3:04 Falakallahamdu hatta tardho 3:06 walakallahamdu idza rodhit 3:08 walakallahamdu ba'da ridho. 3:11 Allahumma sholli ala 3:14 Muhammadin wa ali Muhammad 3:16 assalamualaikum ya Rasulullah 3:20 assalamualaikum wa ala ayyuhal 3:25 ikhwatul mukminun 3:26 wal akhwatul mukminat warahmatullah 3:29 wabarakatuh. Waalaikumsalam 3:30 warahmatullahi wabarakatuh. 3:33 Banyak riwayat-riwayat 3:37 tentang keutamaan bulan Rajab. 3:45 Tapi sebagaimana yang kita saksikan di 3:49 tengah-tengah umat Islam 3:51 yang hobi untuk berselisih 3:54 kita temukan ternyata terdapat perbedaan 3:57 pendapat mengenai riwayat-riwayat ini. 4:00 Untuk meyakinkan kita semua, kita akan 4:03 kembali ke dalam kitab Allah. 4:07 Kita semua tahu bahwasanya bulan Rajab 4:10 ini 4:11 merupakan salah satu bulan yang 4:14 diharamkan Allah. 4:18 Allah haramkan bulan ini untuk mendidik 4:21 kita 4:22 agar betul-betul mengendalikan diri kita 4:26 dari kehormatan sesama kita. 4:32 Agar betul-betul kita menjadi manusia 4:35 yang berakhlak [mendengus] mulia. 4:38 Menjaga hubungan sesama kita, tidak 4:41 menyakiti, mendzalimi juga saudara kita, 4:44 begitu juga kita menjaga 4:46 lingkungan alam. 4:49 Karena semua merupakan hal yang Allah 4:51 perintahkan untuk kita jaga. Wala 4:53 tufsidu fil ardhi ba'da islahiha. Bumi 4:56 adalah bumi Allah. 4:58 Semua yang terdapat di muka bumi adalah 5:01 milik Allah, sedangkan kita sebagai 5:03 khalifah. 5:05 Yang mengemban amanat 5:07 kita diperintahkan untuk menjaga 5:10 keharmonisan 5:12 di tengah-tengah kehidupan kita, baik di 5:14 antara manusia 5:16 terhadap hewan kita perlakukan juga 5:19 dengan baik, begitu pula terhadap 5:21 tumbuh-tumbuhan, tidak melakukan 5:24 kerusakan. 5:25 Oleh karena itu 5:28 di 5:30 tanah yang disucikan Allah, Allah 5:32 mendidik kita untuk menjaga betul-betul, 5:34 baik itu hewannya maupun 5:36 tanamannya, kecuali yang membahayakan 5:39 kita. 5:40 Hanya diizinkan kita mengambil 5:42 pohon siwak. 5:44 Adapun selainnya di wilayah yang haram 5:46 merupakan hal yang wajib untuk kita 5:48 jaga. 5:50 Termasuk hewan-hewannya. 5:52 Agar kita ini mengendalikan diri kita. 5:54 Karena manusia apabila tidak terkendali 5:56 akan berubah menjadi ria, ria. 5:59 Akan 6:01 melakukan perbuatan-perbuatan yang 6:03 brutal. 6:04 Tapi di saat dia memiliki kendali diri, 6:06 insyaallah 6:08 dia akan memiliki akal yang sempurna. 6:12 Karena akal itu tumbuh dari pengendalian 6:14 diri. 6:15 Dan kata akal itu diambil dari kata 6:17 aqola yaqilu yang artinya menahan, 6:21 mengikat dan menjaga. 6:23 Orang yang berakal tidak mungkin akan 6:25 melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak 6:27 benar. 6:28 Bahkan yang tidak senonoh pun tidak akan 6:31 dilakukan. 6:33 Tapi begitu jiwa manusia dikuasai hawa 6:35 nafsu, 6:37 maka dia akan kehilangan akalnya. 6:40 Banyak orang yang berilmu 6:42 tapi tidak berakal. 6:44 Kenapa? Karena dia mengikuti hawa 6:46 nafsunya. 6:48 Terbawa oleh kesombongannya, terbawa 6:51 oleh kebanggaannya maupun 6:52 kefanatikannya. Sedangkan orang yang 6:55 berakal 6:56 selalu sejalan dengan kebenaran. 6:59 Dan akal merupakan sahabat dari iman. 7:02 Sedangkan 7:04 hawa nafsu yang diikuti merupakan jalan 7:07 menuju kekafiran. Hingga Allah 7:09 berfirman, "Wala tattabi'il hawa 7:11 fayudillaka an sabilillah. Jangan kamu 7:14 ikuti hawa nafsumu, dia akan menyesatkan 7:16 kamu dari jalan Allah subhanahu wa 7:18 ta'ala." 7:20 Jadi Allah subhanahu wa ta'ala 7:22 menetapkan sebagian bulannya 7:25 sebagai bulan yang diharamkan. 7:27 Menetapkan sebagian negerinya sebagai 7:30 negeri yang diharamkan Allah 7:32 dalam rangka mendidik kita semua agar 7:36 memiliki kendali diri 7:38 dan tidak hidup liar, dikendalikan oleh 7:41 hawa nafsu kita. 7:43 Allah berfirman, "Inna iddata syuhur 7:45 indallah isnasya 7:48 syahron fi kitabillah." 7:52 "Yauma kholaqos samawati 7:56 minha arbaatun huruf fala tazlimu 8:00 fihinna anfusakum ay la yazlim ba'dhukum 8:03 ba'dho." 8:04 Sesungguhnya bilangan bulan di sisi 8:06 Allah semenjak Allah menciptakan langit 8:09 bumi Allah menetapkan bilangan bulan 8:12 bagi kita ini selama 12 bulan. 8:16 Di mana bulan 8:19 mengorbit di sekitar bumi kita berpindah 8:22 dari manzilah ke manzilah 8:24 sesuai dengan ketentuan Allah untuk 8:27 membantu kita juga mengetahui bilangan 8:29 waktu 8:31 bilangan bulan. 8:33 Minha arbaatun huruf, 4 bulan di 8:35 antaranya 8:36 bulan-bulan yang diharamkan yaitu Rajab 8:39 yang sendiri bulan kita saat ini. 8:41 Kemudian Muharram, Zulqa'dah, dan 8:44 Zulhijjah. 8:46 Lalu Allah terangkan hikmah di balik 8:48 pengharaman ini bukan bukan apa? Bukan 8:51 untuk kepentingan Allah. 8:53 Tapi untuk kepentingan kemaslahatan 8:56 kita. "Fala tazlimu fihinna anfusakum 8:59 anfusakum jangan kalian menganiaya diri 9:01 kalian pada bulan ini." Maksudnya satu 9:04 sama lain saling menganiaya. 9:08 Oleh karena itu 9:11 Allah subhanahu wa taala 9:14 di bulan yang haram, di negeri yang 9:15 haram mendidik kita untuk betul-betul 9:18 menjaga al hurumat. 9:21 Kemudian Allah berfirman dalam suratul 9:23 hajj 9:25 "Wa may yu'adzim hurumatillah fahuwa 9:28 khairun lahu 9:29 indarabbihi." Siapa-siapa yang 9:31 mengagungkan hurumatillah, 9:33 kehormatan-kehormatan Allah yang Allah 9:35 haramkan itu akan lebih baik baginya di 9:38 sisi Allah. 9:40 Dalam ayat yang lain, 9:45 siapa yang mengagungkan, menghormati 9:48 syiar-syiar Allah, termasuk bulan haram 9:50 ini 9:51 ya, itu menandakan ketakwaan hati. 9:55 Nah, bagaimana kita mengagungkan 9:57 kehormatan Allah? Dengan sendirinya, 9:58 dengan apa? Pertama, 10:00 kita menjaga diri kita dari perbuatan 10:02 aniaya, baik itu mulut kita, tangan 10:05 kita, 10:07 juga tidak memakan hak-hak orang lain. 10:11 Kemudian, kita memperbanyak 10:13 amalan-amalan saleh yang Allah ridai, di 10:15 antaranya amalan-amalan yang manfaatnya 10:17 kembali kepada sesama manusia. 10:20 Memperlakukan manusia dengan mulia. 10:23 Kemudian, kita membaca Alquran, 10:26 di dalamnya terdapat petunjuk yang 10:28 membimbing kita menuju kehidupan yang 10:30 lebih baik. Inna hadzal Quran 10:32 yahdi lilati hiya aqwam. Alquran ini 10:35 membimbing kita menuju kehidupan yang 10:37 lebih lurus. 10:39 Kalau orang hidup tanpa panduan, beda 10:41 dengan orang yang hidup dengan panduan. 10:43 Alquran memandu kita untuk hidup 10:46 menjadi manusia yang mulia secara 10:48 komprehensif, bukan hanya 10:50 fokus pada ritual, 10:53 bukan juga hanya fokus pada 10:54 ibadah-ibadah sosial, tapi secara 10:56 komprehensif. Dimulai dari perbaikan dan 10:59 pensucian jiwa, 11:01 kemudian melalui pensucian juga akhlak 11:05 dan seluruh aspek kehidupan kita. 11:08 Jadi, membaca Alquran, 11:10 meresapinya, kemudian berpuasa, 11:14 ini akan menambahkan kendali diri kita. 11:16 Di samping kita menjaga diri kita dari 11:18 perbuatan aniaya, berpuasa merupakan hal 11:21 yang sesuai [berdehem] dengan 11:22 pengharaman bulan yang Allah haramkan. 11:26 Berpuasa, Allah subhanahu wa taala tidak 11:28 wajibkan, tapi serahkan kepada kita. 11:32 Mau berpuasa Senin Kamis bisa, mau 11:34 berpuasa satu hari, berpuasa satu hari 11:37 berbuka, atau berpuasa sepanjang bulan 11:39 Rajab. 11:41 Menjadi pilihan yang penting tidak 11:43 membahayakan diri. 11:45 [mendengus] 11:45 Nah, dengan dia berpuasa, mau tidak mau 11:48 dia menyapi dirinya dari hawa nafsunya. 11:51 Bisa memfokuskan hatinya kepada Allah, 11:53 meresapi ayat-ayat Allah, memiliki juga 11:56 kelembutan terhadap orang-orang yang 11:58 susah. Pada saat kita lapar, hati kita 12:00 melembut. 12:02 [mendengus] 12:03 Pada saat kita lapar, bahan bakar hawa 12:05 nafsu kita akan menurun. Nafsu juga akan 12:08 akan menjadi apa? Lemah. 12:10 Nah, kita bisa betul-betul ya fokus 12:14 dalam apa? Dalam mensucikan diri kita. 12:17 Oleh karena itu, pada bulan Rajab ini 12:20 alangkah indahnya kita isi dengan puasa, 12:24 kemudian kita bangun malam, 12:28 membaca Alquran, 12:30 bersedekah. 12:32 Kalau kita berbuat kebaikan di bulan 12:35 yang lain, kita dapat katakan satu 12:37 berbanding 10 12:39 hingga [mendengus] 700 12:41 kalau kita berinfak di jalan Allah. 12:44 Tapi kalau di bulan Rajab, di bulan yang 12:46 diharamkan Allah, amal kita akan 12:48 berlipat ganda. Sebagaimana kalau kita 12:50 berbuat kezaliman di bulan yang 12:52 diharamkan Allah, juga dosanya berlipat 12:55 lima. 12:56 Sebagaimana pahalanya berlipat, 12:58 juga dosanya berlipat. Karena apa? 13:01 Karena kita lakukan 13:03 di bulan yang diharamkan Allah. 13:06 Jadi kalau kita bersedekah, berbuat 13:08 kebaikan, bersilaturahmi, 13:11 mendamaikan juga diantara orang yang 13:13 berselisih, memperbaiki hubungan antara 13:15 kita dengan orang-orang yang tadinya 13:17 tidak terhubung, segala macam kebaikan 13:20 di bulan yang diharamkan ini akan 13:22 menjadi ladang yang amat subur. 13:25 Seperti petani menanam di ladang yang 13:27 amat subur, hasilnya beda dengan kalau 13:30 dia menanam di tanah-tanah yang 13:32 yang biasa. Jadi, 13:35 pergunakan bulan ini untuk banyak 13:37 mengerjakan amalan saleh. Jaga lisan 13:39 kita dari aib orang lain. 13:42 Jaga lisan kita dari ucapan yang 13:44 menyakiti orang lain. Kemudian gantikan 13:47 dengan kalimah tayyibah. 13:49 Kata-kata yang baik, yang membawa kepada 13:52 kebaikan, yang mendekatkan orang yang 13:55 jauh, memaafkan orang-orang yang berbuat 13:58 aniaya. 13:59 Jadi, segala kebaikan di bulan Rajab ini 14:02 amat indah. 14:03 Sedangkan perbuatan buruk walaupun 14:05 sekecil apapun, betul-betul amat 14:08 merugikan. 14:10 Jadi, kalau orang bertanya, bagaimana 14:11 kalau kita berpuasa? Indah sekali. 14:14 Tapi, jangan hanya berpuasa, 14:16 tapi mulut tidak dijaga. 14:18 Berpuasa, 14:19 bersedekah, 14:21 bersilaturahmi. 14:23 Yang paling utama, jauhi 14:25 perbuatan-perbuatan 14:26 aniaya. 14:28 Ini saya tidak petik dari hadis, ya. 14:30 Walaupun hadis begitu banyak, ya, yang 14:32 menjelaskan keutamaan bulan Rajab ini, 14:35 bukan kita mengingkari 14:37 hadis. Tapi, saya ingin membawa sesuatu 14:39 yang meyakinkan kepada para pendengar, 14:41 para pemirsa, 14:43 bahwa kita beramal di bulan Rajab, 14:46 mengagungkannya akan membawa kebaikan 14:48 buat kita. 14:49 Sedangkan berbuat kezaliman di 14:51 bulan-bulan haram ini amat-amat 14:53 [mendengus] merugikan buat kita. Dosanya 14:55 juga akan dilipatgandakan. Sebagai 14:58 contoh, 14:59 orang berbuat zalim 15:00 di tanah haram. 15:02 Sama di luar tanah haram, beda enggak? 15:04 Beda. 15:05 Berbuat kezaliman [mendengus] di tanah 15:07 haram, 15:08 berbeda. Karena itu merupakan tempat di 15:10 mana Allah 15:12 mendidik kita untuk menjaga al hurumat. 15:16 Nah, kalau selama 4 bulan dalam 1 tahun, 15:20 kita terbiasa mengendalikan diri kita, 15:22 bertobat kepada Allah Subhanahu Wa 15:24 Ta'ala, [mendengus] insyaallah akan 15:26 membantu kita sepanjang waktu, sepanjang 15:29 tahun 15:30 dalam betul-betul 15:33 menjaga diri kita. Nah, yang menyedihkan 15:35 Mas Resna, hari Isya 15:38 kita sedih sekali, orang-orang kafir 15:40 pada zaman dahulu kala itu bila datang 15:43 bulan haram mereka sedang berperang, 15:45 [mendengus] mereka hentikan peperangan. 15:47 Hmm. 15:48 Kalau mereka mengejar musuh mereka masuk 15:50 ke daerah yang haram, mereka hentikan. 15:52 Hmm. Sedangkan kita umat Islam saksikan 15:55 bagaimana mereka tidak lagi memandang 15:57 memandang bulan haram dan tanah haram. 16:00 Saksikan bagaimana kejahatan yang mereka 16:03 lakukan. 16:05 Perang berlangsung di Yaman 16:06 bertahun-tahun, berlangsung di bulan 16:09 yang diharamkan Allah Subhanahu Wa 16:10 Ta'ala. 16:12 Begitu juga perang Teluk ya, pada masa 16:15 lampau, kemudian juga kasus di Suriah 16:18 bertahun-tahun yang mengaku berjuang 16:20 untuk Islam, 16:22 ternyata tidak peduli terhadap 16:23 kehormatan di 16:24 Kalau kita yang diperangi gimana Ustaz? 16:26 Kalau kita melanggar melanggarnya 16:31 bulan haram, kita yang memulai, kita 16:33 bertanggung jawab. Tapi kalau kita 16:35 diserang di bulan haram, kita wajib 16:37 untuk membela. 16:38 Asy-Syahrul Haram bisy-Syahril Haram wal 16:41 Hurumatu Qisas, famani'tada 'alaikum 16:43 fa'tadu 'alaihi bimitsli ma'tada 16:45 'alaikum. 16:47 Jadi, bulan haram itu ya, kalau kita 16:50 diserang, kita dibenarkan untuk 16:52 menyerang, 16:53 apa menghadapinya dan membalasnya. 16:56 Hurumat Qisas, mereka melanggar 16:58 kehormatan, berarti kita punya hak untuk 17:00 apa? Melanggar kehormatan mereka. 17:02 Kalau orang melakukan pelanggaran 17:04 terhadap kalian, balas sesuai dengan 17:06 perbuatannya. Fa in intahu, fainnallaha 17:09 Ghafurur Rahim. Kalau mereka 17:10 menghentikan, Allah Maha Pengampun lagi 17:12 Maha Penyayang. 17:14 Jadi, Islam betul-betul mendidik kita 17:16 untuk menjaga kehormatan, tapi begitu 17:18 kita menjaga kehormatan akan mengancam 17:21 kehidupan kita, kehormatan kita, kita 17:24 dibenarkan untuk melakukan pembalasan. 17:28 Jadi ikhwan akhwat, para pendengar, para 17:30 pemirsa 17:32 dalam kesempatan yang mulia ini, ini 17:34 merupakan ladang bonus yang tak 17:36 terhingga dari Allah. 17:38 Mari kita bersama-sama bertobat pada 17:40 Allah ya. 17:42 Kemudian kita memperbaiki hubungan 17:43 sesama kita 17:46 bersilaturahmi, 17:47 menolong sesama 17:50 beribadah siam, bangun di waktu malam 17:54 dan perbanyaklah kita membaca Alquran 17:56 sambil meresapinya, insyaallah 17:58 mudah-mudahan kita termasuk orang-orang 18:00 yang beruntung dengan kedatangan dari 18:02 bulan yang agung dan mulia ini, 18:04 wallahualam. 18:05 Masyaallah. Jazakumullah khair. Satu 18:08 lagi dari Abdul 18:10 Hazim Iya. Bismillahirrahmanirrahim. 18:15 alaihi wasallam Muhammad. 18:16 Saya sedikit menyinggung masalah yang 18:18 sering dipertanyakan yaitu selalu 18:21 eh salat Dhuha saja ada 18:24 yang mempertanyakan riwayatnya, ya 18:26 seperti itu. 18:28 Ada juga ketika misalnya ada sebagian 18:30 orang kemudian 18:32 eh 18:34 menyampaikan atau 18:37 [mendengus] 18:37 eh meriwayatkan sesuatu misalnya oh baca 18:41 ini, baca eh istigfar misalnya sekian 18:45 kali eh 18:47 setiap hari dan sore ini 18:49 akan mendapatkan ampunan dan bahkan 18:52 dibebaskan dari api neraka seperti itu. 18:55 Jadi banyak riwayat dan sebagian orang 18:58 lagi yang hanya fokus kepada eh 19:03 sanad dari riwayat tersebut, wah sudah 19:04 pasti ketika mendapatkan 19:07 suatu riwayat sanadnya 19:10 [mendengus] 19:10 tidak 19:11 eh diketahui maka langsung eh itu 19:15 riwayat tersebut dianggap sudah enggak 19:17 benar seperti itu. 19:19 Nah, 19:21 seperti yang tadi Ustad Husein sudah 19:24 apa tekankan 19:26 hendaklah kita ini mengacu kepada 19:28 kitabullah 19:30 kepada Alquranul Karim 19:32 sebagai acuan kita ketika kita 19:34 mendapatkan juga berita-berita atau 19:36 riwayat ya. 19:38 Ketika misalnya ada yang menganjurkan di 19:40 bulan ini bulan yang Allah Subhanahu Wa 19:44 Ta'ala muliakan diantara 4 bulan yang 19:47 yang diharamkan oleh Allah Subhanahu Wa 19:49 Ta'ala 19:51 artinya yang diharamkan di sini 19:52 diberikan kemuliaan haram melakukan 19:55 kezaliman di sana. 19:57 Eee 20:00 ketika 20:02 kita misalnya ada anjuran untuk membaca 20:05 istigfar ya seperti itu 20:08 kita lihat kepada Alquranul Karim yang 20:11 pertama. 20:12 Ya bulan ini adalah bulan yang 20:14 dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa 20:16 Ta'ala tadi seperti yang sudah 20:17 dijelaskan dilipatgandakan kebaikan 20:20 sebaliknya juga akan dilipatgandakan 20:22 keburuk apa 20:24 dosa di sana. 20:27 Beristigfar adalah merupakan sesuatu 20:29 yang 20:31 diperintahkan oleh Allah Subhanahu Wa 20:33 Ta'ala 20:34 dalam surah Hud misalnya 20:37 tsumma tubu ilaihi yumatti'kum mata'an 20:39 mata'an hasanan ila ajalin musamma wa 20:42 yu'ti kulli dzi fadlin fadlah ya 20:45 dalam surat eee 20:49 Nuh juga seperti itu bagaimana eee 20:53 kita dianjurkan untuk banyak-banyak 20:54 beristigfar dalam hadis yang lain pun 20:57 riwayatkan Rasulullah 20:59 sendiri beristigfar 21:01 setiap hari tidak kurang dari 70 ya 70 21:05 kali. 21:06 Nah ini adalah sesuatu yang dianjurkan. 21:08 Ketika di bulan Rajab kita diperintahkan 21:10 untuk ini ya, lihat ini ada anjurannya 21:13 di 21:14 di [mendengus] dalam Alquranul Karim ya. 21:17 Ini juga ya diperkuat oleh hadis yang 21:21 lain seperti itu, hadis sahih yang lain. 21:23 Jadi, hal ini 21:24 ya enggak perlu dipermasalahkan. Cuman 21:27 ya yang perlu di 21:29 ya perhatikan 21:31 yaitu ketika kita tidak ya eh 21:34 tidak yakin tentang riwayat ini misalnya 21:37 tapi matannya benar ya 21:39 kita [mendengus] jangan eh 21:41 mengatakan oh ini qala Rasulullah 21:43 seperti itu. Misalnya oh ini 21:45 diriwayatkan atau ini eh dianjurkan oleh 21:48 para ulama seperti itu. Itu itu lebih 21:51 aman ya. Itu karena itu sesuai dengan 21:53 Alquranul Karim kita seperti itu. Jadi, 21:56 eh 21:58 hendaknya yang yang perlu kita 22:00 perhatikan bagaimana Alquran memuliakan 22:04 menyebutkan dalam Alquran bahwasanya 22:06 bulan ini adalah salah satu di antara 22:09 empat bulan yang dimuliakan Allah 22:10 Subhanahu Wa Ta'ala 22:12 dan ini adalah merupakan bagian dari 22:15 rahmat Allah bagaimana Allah Subhanahu 22:17 Wa Ta'ala ingin 22:19 melipatgandakan ganjaran kepada kita 22:22 ada waktu-waktu tertentu yang dimuliakan 22:24 oleh Allah 22:26 ya, ada tempat-tempat tertentu yang 22:29 dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa 22:30 Ta'ala 22:31 di mana kita ini akan dapat meraih 22:35 pahala yang berlipat ganda dari Allah 22:37 Subhanahu Wa Ta'ala. 22:38 Ini bagian dari rahmat Allah Subhanahu 22:40 Wa Ta'ala. Oleh karena itu, hendaklah 22:42 kita ambil kesempatan 22:45 ya untuk beristigfar, bertobat kepada 22:47 Allah, memperbanyak amal-amal saleh ya, 22:50 menjauhkan perbuatan-perbuatan maksiat 22:53 ya di bulan yang Allah Subhanahu Wa 22:55 Ta'ala muliakan ini. Wallahualam. 22:56 Insyaallah. Nah, coba sedikit ya. Dalam 22:59 surah 23:01 dalam surah 23:03 Al-Maidah [mendengus] ayat 97 Allah 23:06 Subhanahu wa taala berbicara mengenai 23:09 tempat yang diharamkan begitu juga bulan 23:12 yang diharamkan. 23:13 Ja'alallahu [mendengus] 23:14 Ka'batal Baitul Haram qiyaman linnas 23:18 wasyahrul haram wal hadya 23:21 wal qalaid. 23:23 Allah Subhanahu wa taala menjadikan 23:24 [mendengus] 23:26 Ka'bah Al Baitul Haram 23:29 qiyaman linnas. 23:31 Tahu kata qiyaman linnas diambil dari 23:33 kata qama yaqumu qiyaman linnas. 23:36 [mendengus] 23:36 Yang akan menegakkan dan meluruskan 23:39 kehidupan manusia. 23:41 Begitu juga wasyahrul haram dan bulan 23:43 yang diharamkan Allah. 23:45 Jadi Allah mengharamkan keduanya. 23:48 Dalam rangka untuk meluruskan dan 23:51 menegakkan 23:52 kehidupan manusia dalam arti yang 23:54 sebenarnya. 23:56 Wal hadya wal qalaid begitu juga kita 23:58 mempersembahkan sesuatu untuk Allah. 24:01 Begitu juga menjaga kehormatan 24:03 hewan-hewan yang diikat lehernya sebagai 24:06 tanda bahwa dia persembahkan untuk 24:07 Allah. 24:08 Untuk tidak mengganggunya. Jadi disaat 24:10 orang menjadikan hewan-hewan tersebut 24:13 sebagai hewan-hewan yang [mendengus] 24:14 diniatkan untuk Allah Subhanahu wa taala 24:16 mereka berikan tanda. 24:19 Nah walaupun dilepas enggak ada yang 24:20 berani mengganggu sama sekali. Ini 24:22 pendidikan dari Allah untuk 24:24 mengendalikan diri kita sebagaimana 24:26 Allah haramkan untuk mengail ikan pada 24:28 hari Sabtu. 24:29 Itu tujuannya pendidikan bagi Bani 24:31 Israil tapi mereka sayang gagal akhirnya 24:35 dikutuk oleh Allah yang melanggar 24:37 menjadi monyet yang hina. 24:40 Ini sebetulnya 24:44 penyimpangan manusia berawal dari tidak 24:46 mampunya mengendalikan diri. 24:49 Dimulai kakek nenek kita. 24:50 [mendengus] 24:53 Diusir dari surga 24:56 disebabkan karena memakan sesuatu yang 24:58 dilarang oleh Allah. 25:00 Padahal begitu banyak kenikmatan yang 25:01 Allah sediakan. 25:03 Tapi tidak mampu mengendalikan rasa 25:05 penasarannya, akhirnya mencicipi buah 25:06 terlarang yang membuat mereka menyesal. 25:08 Iya. 25:09 [mendengus] 25:10 Dan berbagai macam pelanggaran yang 25:11 terjadi berikutnya, di antara anak Adam. 25:14 Dua anak A? Adam. Adam. 25:18 Padahal saudaranya memberikan peringatan 25:19 dan mengatakan bahwa bukan saya 25:21 menyebabkan amal kamu tidak diterima. 25:23 Allah hanya menerima dari orang yang 25:25 bertakwa. Seharusnya kamu perbaiki diri. 25:28 Tapi rasa 25:29 dengkinya, rasa marahnya mendorong untuk 25:31 membunuh saudaranya. Ehm. 25:33 Begitulah kejahatan dari waktu ke waktu 25:35 kita temukan, karena apa? Manusia 25:37 kehilangan kendali diri. 25:39 Peperangan yang berkecamuk baik 25:41 peperangan yang berlangsung di Suriah, 25:43 peperangan di Yaman, para penguasa yang 25:45 tidak mau meninggalkan kedudukan mereka, 25:48 menggigitnya, bahkan diwariskan 25:49 turun-menurun, semua juga akibat 25:51 daripada apa? 25:53 Daripada 25:55 hawa nafsu yang mereka tidak mampu 25:56 kendalikan diri mereka. 25:59 Begitu kesempatan hilang, baru menyesal. 26:02 Jadi 26:03 pelajaran buat kita bahwasanya 26:06 kita dididik oleh Allah dengan datangnya 26:08 bulan haram, juga kota-kota yang 26:12 diharamkan Allah, berpuasa, ini 26:14 merupakan justru apa? Wasilah 26:16 untuk dapat menjadikan kita orang yang 26:18 bertakwa, artinya menjaga diri kita dari 26:22 penyimpangan dan perbuatan-perbuatan 26:24 yang tidak benar. Mudah-mudahan ini 26:26 menjadi 26:27 eh keselamatan bagi kita semuanya. Amin 26:29 ya rabbal alamin. Amin ya rabbal alamin, 26:31 masyaallah. Jadi, itu hikmah dari 26:34 berpuasa di bulan yang disucikan Allah 26:36 subhanahu wa taala. Jadi, enggak heran 26:38 kalau Allah eh mudah-mudahan eh menutup 26:42 pintu neraka dari orang-orang yang eh 26:45 menahan dirinya dari 26:48 dari hawa nafsunya sendiri. Begitu, Om 26:50 Krisna. Dari Om Krisna ada pertanyaan? 26:51 Ada pertanyaan dari Bapak Asep di Pondok 26:53 Gede 26:54 Assalamualaikum satu sinyal Ustad Hamzah 26:55 Waalaikumsalam mohon penjelasan mengenai 26:58 kalimat yang mengatakan seseorang tidak 27:00 akan mengubah keadaan kecuali dia 27:02 sendiri yang 27:03 yang mengubah 27:10 ayat yang terdapat dalam surat 27:13 Ar Ra'd 27:14 innallaha la yughoyyiru ma bi qoumin 27:17 hatta yughoyyiru ma bi anfusihim 27:21 sebetulnya penafsirannya terdapat pada 27:23 ayat 53 kalau tidak salah dalam surat Al 27:26 Anfal 27:27 dzalika 27:28 53 27:29 surat Al Anfal 27:31 53 27:32 surat Al Anfal dzalika lam yakun robbuka 27:35 muhlikal qura mughoyyiron ni'matan 27:38 an'amaha an'amaha ala qoumin hatta 27:41 yughoyyiru ma bi anfusihim 27:44 kata taghoyyaro yataghayyaru ghoyyaro 27:48 yughoyyiru 27:50 dalam bahasa Arab 27:52 sebetulnya maknanya ma'ruf 27:55 yaitu perubahan dari baik menjadi buruk 28:00 kita kalau mempelajari fiqih dalam bab 28:02 uthoharoh kita akan temukan 28:06 kata taghoyyarul ma' 28:09 maksudnya 28:10 air apa yang telah berubah 28:14 tadinya dalam keadaan mutlak 28:17 karena masuk sesuatu ya 28:19 yang mencampurinya 28:21 apalagi kalau najasah dan lain 28:23 sebagainya dikatakan taghoyyarul ma' 28:26 [mendengus] 28:26 begitu air berubah ya 28:29 maka dia tidak dapat dipergunakan untuk 28:31 bersuci 28:33 kalau orang Arab mengatakan taghoyyarol 28:35 walad 28:36 maksudnya si anak yang tadinya baik 28:39 berubah menjadi tidak baik 28:42 taghoyyarol midzya' 28:45 maksudnya radio dalam keadaan rusak. 28:49 Jadi kata ghoyyaro yughoyyiru sebetulnya 28:53 berarti 28:55 mengubah dari yang baik menjadi buruk. 28:59 Nah, kata perubahan dalam bahasa Arab 29:04 ada beberapa kata di antaranya baddala 29:06 yubaddilu yang mengga, arti, berarti 29:08 menggantikan. Kalau hawwala 29:10 berpindah tempat. 29:12 Berubah tempat. 29:15 Kalau ashlaha yushlihu lawan daripada 29:17 ghoyyaro yughoyyiru. 29:19 Faman amana wa ashlah. 29:22 Walladzina yumassikuna bil kitab wa 29:25 aqomus sholah, inna la nudhi'u ajrol 29:27 mushlihin. 29:29 Jadi kalau melakukan perbaikan dari 29:31 buruk menjadi baik namanya ashlaha 29:33 yushlihu. 29:34 Tapi kalau perubahan dari baik menjadi 29:36 buruk namanya ghoyyaro yughoyyiru. 29:39 Ayat ini ya menerangkan kepada kita 29:43 bahwa Allah tidak akan merusak nikmat 29:46 yang ada pada satu kaum. 29:48 Orang yang tadinya hidup dalam kebaikan, 29:51 kesejahteraan, keamanan, Allah tidak 29:53 akan merusak sama sekali apa? 29:56 Kebaikan, kesejahteraan, keamanan, 29:58 kedamaian di tengah-tengah manusia. 30:00 Hatta yughoyyiru ma bi anfusihim. 30:03 Hingga mereka merusak 30:05 ma bi anfusihim ya. 30:07 Diri mereka dengan kezaliman, dengan 30:10 kemaksiatan, dengan perbuatan-perbuatan 30:13 dosa. 30:15 Oleh karena itu Allah berfirman 30:17 walau anna ahlal qura amanu wattaqu, 30:20 lafatahna alaihim barokatin minas sama'i 30:22 wal ardhi. 30:23 Kalau penduduk negeri beriman, bertakwa 30:26 kami akan buka bagi mereka keberkahan 30:28 kami dari langit maupun apa? 30:31 Barokatin minas sama'i wal ardhi, dari 30:33 langit maupun bumi. 30:35 Tapi apa yang menutup keberkahan? 30:37 Dosa-dosa, kejahatan manusia. 30:40 Allah berfirman dalam surah An Nahl. 30:43 Dharaballahu masalan qaryatan 30:46 kanat aminatan muthmainnah. 30:49 Ya'tuha rizquha raghadan min kulli 30:52 makan. 30:53 Allah memberikan perumpamaan satu kota 30:55 yang tadinya aman, damai, sentosa, 30:58 rezekinya mengalir dari berbagai macam 31:00 penjuru. 31:02 Fakafarat bi an'amillah. Tahu-tahu 31:04 penduduk negerinya ingkar kepada nikmat 31:06 Allah, dipergunakan untuk perbuatan 31:08 maksiat, perbuatan kezaliman. 31:10 Fa adzaqahallahu libasal ju'i wal khaufi 31:13 bima kanu yashna'un. Masya Allah. 31:16 Memakaikan mereka pakaian 31:19 kelaparan dan ketakutan. 31:21 Bima kanu yashna'un. 31:23 Disebabkan apa? Ulah, perbuatan, dan 31:25 kerajinan mereka sendiri. Sanaa yashna'u 31:28 dalam bahasa Arab kerajinan. 31:30 Jadi baju yang mereka pakai yang 31:32 menimbulkan ketakutan dan 31:34 kelaparan, baju yang mereka jahit dengan 31:36 tangan mereka. Maksudnya apa? 31:38 Akibat dosa, kejahatan mereka yang 31:41 tadinya aman, sentosa, sejahtera 31:44 hilang semua itu. 31:46 Seperti yang terjadi pada apa? 31:48 Pada 31:50 penduduk 31:52 Saba. Yang tadinya damai, sentosa, 31:55 sejahtera, ketika mereka ingkar 31:58 akhirnya dam mereka hancur. 32:01 Disebabkan air bah yang kuat hancur, 32:03 yang tadinya tanah mereka subur karena 32:05 tidak mendapatkan simpanan air berubah 32:07 menjadi gersang. 32:10 Kalau bilang walau anna ahlal kitabi 32:12 amanu wattaqau. 32:16 Walau anna 32:17 ahlal kitabi, walau annahum aqamut 32:20 taurata wal injila wama unzila ilaihim 32:24 min rabbihim laakalum min fauqihim wamin 32:26 tahti arjulihim. Kalau ahlal kitab 32:30 mau menegakkan 32:32 Taurat, Injil, dan kitab yang Allah 32:34 turunkan kepada mereka, maksudnya 32:35 Alquran, mereka akan makan, menikmati 32:38 baik rezeki dari langit maupun dari 32:39 bumi, Allah akan limpahkan bagi mereka. 32:41 Paham? 32:43 Jadi ayat tadi, innallaha la yughoyyiru 32:46 ma bi qoumin hatta yughoyyiru ma bi 32:48 anfusihim untuk menjelaskan 32:50 bahwa sebab terjadinya petaka, bencana, 32:53 kerusakan hidup mereka akibat dosa 32:56 kejahatan mereka yang menyebabkan 32:58 akhirnya apa? Semua nikmat Allah pergi. 33:01 Jadi bukan Allah yang merusak nikmat 33:03 Allah yang ada pada mereka, tapi mereka 33:05 yang merusak diri mereka. 33:07 Oleh karena itu pada ayat Al Anfal yang 33:09 53 tadi dzalika alam yakun robbuk 33:12 robbuka mu mughoyyiron mughoyyiron 33:15 ni'matan an'amaha ala qoumin hatta 33:18 yughoyyiru ma bi anfusihim yang demikian 33:20 itu 33:22 Allah subhanahu wa ta'ala tidak pernah 33:25 sama sekali merusak nikmat yang ada pada 33:27 satu kaum yang Allah telah nikmat 33:28 melimpahkan pada mereka sampai mereka 33:30 merusak apa yang ada pada diri mereka 33:33 dengan keingkaran. Kalau kita baca ayat 33:35 ini sebelum sesudahnya mengisahkan 33:37 bagaimana umat yang dibinasakan Allah, 33:39 kaum Firaun dan lain sebagainya. 33:42 Jadi 33:43 Allah yang datang daripadanya semua 33:46 kebaikan, yang merusak kebaikan 33:48 perbuatan kita. 33:49 Yang merusak kebaikan 33:51 adalah perbuatan kita 33:53 perbuatan-perbuatan buruk kita. Jadi 33:55 kalau kita ingin kembali menikmati 33:57 nikmat Allah, jalannya adalah bertaubat 33:59 dan mohon ampun pada Allah. 34:02 Begitu kita bertaubat, yang tadinya 34:04 pergi akan datang kembali. Jadi nikmat 34:06 itu datang bersama ketaatan, sedangkan 34:10 penderitaan, kesempitan 34:13 itu datang bersama keingkaran dan 34:16 kemaksiatan. 34:18 Ini merupakan ayat-ayat yang jelas dalam 34:20 Alquran, banyak ayat-ayat semacam ini. 34:24 Kalau berbuat kebaikan dibalas lebih 34:26 baik, berbuat keburukan 34:29 dengan apa? Dengan perbuatannya 34:31 setimpal. Negeri kita seperti ini juga 34:34 disebabkan bukan hanya pemimpin saja 34:36 yang bersalah. Rakyatnya lupa pada 34:38 Allah. 34:39 Rakyatnya terlena, hanyut bersama hawa 34:42 nafsunya. Akhirnya Allah angkat pemimpin 34:45 yang sesuai dengan keadaan mereka. 34:48 Kama takunu yuwalla alaikum sebagaimana 34:51 kepribadian kalian, Allah akan angkat 34:53 pemimpin-pemimpin kalian. Jadi pemimpin 34:56 yang naik itu sesuai dengan kepribadian 34:58 rakyatnya. 35:00 Jadi kalau seandainya Mulyono berbuat 35:02 kezaliman, 35:04 sebetulnya itu merupakan apa? 35:07 Merupakan hukuman Allah subhanahu wa 35:10 taala terhadap kita. Yang berbuat zalim 35:13 ada hisabnya nanti. 35:14 Tapi rakyat diperingatkan Allah kalau 35:16 mau pemimpin-pemimpin yang baik, yang 35:19 taat, perbaiki diri kalian. 35:21 Kalau tidak memperbaiki diri kalian, 35:23 percuma. Karena walaupun nanti yang naik 35:25 kalian yang di bawah, perbuatannya 35:27 mungkin bisa lebih buruk lagi. Betul 35:28 enggak? 35:29 Yang di bawah mengkritik, begitu naik, 35:32 sudah contoh. 35:33 Berkali-kali kita berganti kepala 35:35 negara, 35:36 ya. Sebelum naik mengkritisi, begitu 35:38 naik, 35:39 Sama saja. lupa diri. 35:42 Jadi kalau ingin berubah negara kita 35:44 menjadi negara yang betul-betul 35:46 berdaulat, 35:48 berbuat untuk rakyatnya, memajukan 35:50 bangsanya, kembali pada Allah. Kalau 35:52 tidak, mustahil. 35:55 Semua yang kita lakukan akan sia-sia. 35:57 Wallahualam. 35:59 Silakan bisa ditambahkan. Ya, dari 36:02 penjelasan Ustaz Husein tadi sudah 36:04 jelas. Saya ingin menyimpulkan di sini, 36:07 ada dua prinsip. Jadi prinsip yang 36:09 pertama, 36:11 ya, 36:12 Allah subhanahu wa taala 36:14 ciptakan alam semesta ini, juga ciptakan 36:17 kita. Awalnya semuanya dalam keadaan 36:20 baik. 36:21 Ya. 36:24 Alam semesta lihat, bagaimana kalau 36:26 belum sebelum dirusak oleh manusia, 36:28 begitu 36:30 eh indah ekosistemnya, baik udaranya, eh 36:34 apa bersih, jernih. 36:36 Kan kemudian yang rusak kan manusia yang 36:38 buat polusi, kebanjiran, macam-macam. 36:41 Nah ini ayat yang ayat tadi, jadi Allah 36:43 tidak akan merubah suatu nikmat yang 36:45 Allah sudah berikan itu 36:47 ya, sampai manusia itu sendiri yang me 36:49 me me merubahnya, yang merubah dalem 36:52 dalem dari baik keburukan. Harus 36:54 diperhatikan tadi 36:55 makna ghayara, artinya merubah 36:58 sesuatu yang baik menjadi buruk. Karena 37:01 apa yang Allah subhanahu wa taala 37:02 ciptakan ya, itu awalnya semuanya baik, 37:05 termasuk diri kita. 37:07 Bahwasanya kita ini juga, kita manusia 37:09 ini diciptakan dalam keadaan fitrah, ya 37:12 kan gitu. Yang ngerusak siapa? Yang 37:14 ngerusak dari lingkungan kita, dari 37:16 orang tua, kan seperti itu. Ini yang 37:19 pertama ya, jadi Allah subhanahu wa 37:21 taala 37:22 ciptakan segala sesuatu asalnya, ya 37:24 dalam dalam keadaan baik. Manusia lah 37:26 yang merubahnya, ya yang merusaknya 37:29 dengan kezalimannya. 37:30 Prinsip yang kedua, bagaimana kalau 37:32 sudah rusak? 37:34 Ya itu seperti yang ayat yang tadi sudah 37:36 di di 37:37 jelaskan juga. 37:38 Jadi lawan dari tadi ghayara, ashlaha. 37:42 Ya itu memperbaiki, ya bagaimana nih 37:45 misalnya kita ini kondisi kita di sini 37:47 sudah sudah rusak parah. Ya Allah 37:50 subhanahu wa taala sebutkan, ya kita 37:52 bisa memperbaikinya lagi. Ya itu dengan 37:55 apa? Dengan bertobat. Faman taba ba'da 37:58 zulmihi 38:00 wa ashlaha 38:01 fa innallaha yatubu alaihi innallaha 38:04 ghafurun rahim. 38:05 Jadi barangsiapa yang bertobat, artikan 38:08 bertobat menghindarkan, menjauh, 38:10 meninggalkan perbuatan buruknya kan. 38:13 Nah kepengrusakannya dihindarkan, 38:14 dihentikan seperti itu. Wah dilakukan, 38:17 bukan saja bertobat ya, setelah dia 38:19 berzalim 38:20 ya, bukan saja meninggalkan pengrusakan, 38:24 tapi dia harus wa aslah melakukan 38:26 perbaikan. 38:28 Nah, ini perbaikan insya Allah Allah 38:29 subhanahu wa taala Allah katakan 38:32 fainnallaha ya tubu alaih. 38:34 Allah ta'ala terima tobatnya, innallaha 38:37 ghofururrahim sesungguhnya Allah Maha 38:39 pengampun lagi Maha penyayang. Allah 38:41 sangat penyayang kalau kita mau 38:42 memperbaiki diri, misalnya keadaan yang 38:44 sudah rusak, kita bertobat, kita 38:47 memperbaiki memperbaiki diri, niscaya 38:50 Allah subhanahu wa taala akan menyambut. 38:52 Ya, 38:53 seperti dalam satu hadis qudsi kan, 38:55 barangsiapa yang datang kepada Allah 38:57 dengan satu 38:58 jengkal Allah datang satu hasta. Artinya 39:00 kalau kita mau melakukan kebaikan, Allah 39:03 lebih-lebih menyambut kita seperti itu. 39:06 Nah, ini jadi ee harus dipahami seperti 39:09 itu. Jadi, makna aslah tadi apa ghoyyaro 39:13 itu merubah dari buruk ke 39:15 ke dari baik ke buruk. 39:17 Nah, lawan katanya aslah ini semuanya 39:20 ada di dalam Alquran. 39:22 Ya, termasuk kata amal saleh itu arti 39:25 amal yang baik, artinya memperbaiki yang 39:28 yang asalnya 39:29 amal kita yang buruk seperti itu. Illa 39:31 man taba wa amana wa amila sholihan itu. 39:35 Jadi, tobat itu bukan hanya meninggalkan 39:37 sesuatu yang buruk, ya. 39:39 Allah sebutkan dia harus diikuti dengan 39:42 beriman dan juga beramal saleh. Itu 39:46 tobat yang sebenarnya, wallahualam. 39:48 Syekh, bisa ada istirahat dulu. 39:51 Jelas sudah. [mendengus] Oh, kita Baik, 39:53 Ikhwan dan akhwat kita jeda dulu. 39:55 Silakan yang mau kirim pertanyaan kami 39:56 tunggu di 08111999720. 40:01 Kami tunggu. 40:02 Tinggal 40:09 [musik] 40:16 [musik] 40:19 terakhir dipancarkan dari Jalan Masjid 40:21 Silaturahim 36. 40:23 Masih di acara renungan di bawah naungan 40:26 naungan Alquran untuk edisi tanya jawab. 40:29 Mohon maaf Ustaz Husin 40:32 berangkat duluan karena harus memberikan 40:34 khotbah Jumat di Masjid Umar bin Khattab 40:37 di Jatinegara. Ustaz Isa juga harus 40:40 khotbah Jumat juga di Pinang Ranti. 40:42 Sekarang masih ada Ustaz Hamzah. Ustaz 40:44 Hamzah Hari ini tidak khotbah Jumat? 40:46 Hari ini enggak ya? Ini ada pertanyaan. 40:49 Assalamualaikum Ustaz Hamzah. Ustaz 40:51 Apakah mertua 40:54 dengan menantunya laki-laki, mertua 40:57 perempuan ini mertua perempuan dengan 40:58 menantu laki-laki apabila di rumah 41:00 harus pakai jilbab? Nah, dia kan sudah 41:02 jadi mahram atau bagaimana itu? Jadi 41:04 dalam satu rumah ada mertua 41:07 ada juga menantu laki-laki. Apakah harus 41:09 berhijab juga si mertua? 41:14 Iya. 41:15 Eee, bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 41:18 sholli ala sayyidina Muhammadin 41:20 wa ala ali sayyidina Muhammad. 41:24 Eee 41:26 ketika 41:28 [mendengus] 41:28 eee seorang menikah dengan seorang 41:31 wanita ya 41:34 maka 41:36 eee 41:38 ibunya si wanita tersebut ya, maka 41:41 menjadi Mahram. ibunya dia mahram 41:44 sebagai mahram. 41:45 Ya. 41:46 Eee, begitu juga neneknya misalnya 41:49 seperti itu ya, sampai ke atas. 41:53 Nah, di sini Allah subhanahu wa taala 41:54 terangkan 41:56 ya 41:57 di dalam Alquran dalam surah An Nisa ya. 42:01 Hurrimat alaikum ummahatukum wa 42:03 banatukum wa akhwatukum wa ammatukum wa 42:06 khalatukum wa banatul akhi wa banatul 42:09 ukhti wa ummahatukum allati arda'nakum 42:12 wa akhwatukum minar radha'ah. 42:21 Ini adalah ibu dari istri-istri kalian. 42:24 Jadi, ditegaskan 42:26 ini adalah sebagai 42:29 mahram. 42:30 Artinya mahram yang haram dinikahkan dan 42:33 juga berarti ya ya tidak batal wudu, 42:36 istilahnya seperti itu. Dan ketika dia 42:40 bertemu, ya enggak enggak mesti ya dia 42:44 pakai 42:46 jilbab seperti itu ya, pakai-pakaian 42:48 yang yang yang sopan yang biasa seperti 42:50 itu, enggak apa-apa. 42:51 Kalau dia mau pakai jilbab juga enggak 42:53 apa-apa, tapi itu enggak apa 42:56 tidak itu 42:59 [mendengus] 42:59 apa bukan bukan bukan tidak dilarang 43:02 seperti itu ya. Karena ini termasuk 43:05 apa 43:07 eee 43:09 sesuatu yang diberikan rukhsah ya. 43:11 Diberikan eee 43:14 izin dari Allah subhanahu wa taala, 43:15 permisi ya. 43:17 Sama seperti dengan kita dengan ibu-ibu 43:19 kita seperti itu. Tapi 43:22 ya eee 43:24 [mendengus] 43:25 enggak berarti harus membuka eee eh tam 43:29 terlihat aurat yang yang tidak sopan 43:31 seperti itu ya. Tapi dia berpakaian 43:33 dengan pakaian sopan ya, seperti itu. 43:36 Wallahu a'lam. Baik. 43:38 Salam dari Abu Abdillah salam Ustaz 43:40 Hamzah, izin bertanya bagaimana 43:42 penjelasan pembagian rezeki dari Allah 43:44 subhanahu wa taala kepada hamba. Seperti 43:46 kisah Maryam, ada saat dia diberi rezeki 43:49 melimpah padahal hanya beribadah di 43:51 mihrab. Dan ada saat dia mesti 43:53 menggoyang pohon kurma, kemudian Allah 43:55 berikan rezeki. Syukron dari Abu 43:57 Abdillah di Tangsel. 44:00 Ya. 44:02 Allah subhanahu wa taala sudah 44:04 menjanjikan 44:06 bagi kita ya, hamba-hambanya itu rezeki 44:10 dan 44:11 menyiapkan rezeki untuk 44:14 makhluk-makhluknya, 44:15 ya. Ketika Allah subhanahu wa taala 44:18 menciptakan bumi ini 44:21 ya 44:22 Allah subhanahu wa taala bahkan 44:25 di dalam 44:27 satu ayat Allah subhanahu wa taala 44:28 sebutkan menciptakan bumi ini dalam dua 44:32 masa 44:33 dalam dua, dua masa 44:36 fi yaumaini dalam dua masa 44:39 bumi ini, bumi kosong. Waqaddara fiha 44:41 aqwataha 44:43 fi yaumaini, fi arba'ati ayyam. Jadi 44:45 Allah subhanahu wa taala 44:47 eee ciptakan bumi ini, ya, bumi dalam 44:50 tentunya kosong, begitu 44:52 dalam dua masa 44:54 terus kemudian Allah ciptakan, ya, Allah 44:57 tentukan aqwataha 45:00 Allah tentukan apa eee 45:03 eee 45:05 makanan untuk untuk makhluknya di situ, 45:08 ya. Jadi ya tentukan bahan-bahan 45:10 makanannya 45:12 fi yaumaini juga. Jadi Allah tumbuhkan 45:14 tumbuh-tumbuhan di sana berbagai macam 45:17 artinya eee mineral, berbagai bagar 45:20 berbagai macam kebutuhan untuk makhluk 45:22 hidup fi yaumaini dalam satu. Artinya 45:24 Allah subhanahu wa taala sudah 45:27 eee tetapkan rezeki untuk eee makhluknya 45:30 ini 45:31 Nah, di antara dan untuk mencapai rezeki 45:34 tersebut, untuk mendapatkan rezeki 45:36 tersebut 45:38 Allah subhanahu wa taala perintahkan 45:40 agar supaya kita itu 45:42 berusaha mendapatkannya 45:44 jadi dan ini 45:46 eee 45:49 apa Allah sudah tetapkan hukum sebab 45:52 akibat di alam semesta ini ya 45:56 kita ini ada air di sini 45:58 ini di depan saya kalau saya mau minum 46:00 ya kita mesti ambil dulu kita minum. 46:03 Itu namanya eee apa mengambil sebab 46:05 hukum sebab akibat ini sudah Allah 46:08 tetapkan secara universal di alam 46:10 semesta ini. Ketika ada orang sakit 46:13 untuk [mendengus] agar supaya dia sembuh 46:15 dia berobat gitu. Dan obatnya juga Allah 46:18 sudah sediakan ya. [berdehem] Bagaimana 46:20 kemudian manusia mencarinya, 46:22 mempelajarinya, 46:24 memformali formulasikannya menjadi dalam 46:27 bentuk tabletkah, dalam bentuk kapsulkah 46:30 atau masih dalam bentuk herbal seperti 46:32 itu. Ya dalam bentuk tumbuh-tumbuhan itu 46:35 semuanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala 46:37 tetapkan. 46:38 Tapi untuk mendapatkannya dia harus 46:39 berusaha kan. 46:41 Seperti itu. 46:42 Jadi ini ketetapan umum dengan berusaha. 46:45 Orang mau mencari rezeki Allah sudah 46:47 siapkan rezekinya. 46:49 Dia harus berusaha. 46:50 Dia harus misalnya dengan cara bekerja 46:53 kah, berdagang kah ya atau berbagai 46:57 macam usaha yang dihalalkan oleh Allah 46:59 Subhanahu Wa Ta'ala. 47:02 Nah inilah yang digambarkan 47:05 ya dalam surah 47:06 Maryam itu. 47:08 Bagaimana ketika Sayyidah Maryam 47:11 ya 47:12 eee 47:14 [mendengus] 47:15 sudah 47:16 apa 47:17 hamil tua 47:22 Allah perintahkan 47:24 ya beliau ini supaya menggerakkan pohon 47:27 kurma wahuzy ilaiky bijiz'in nakhlati 47:31 tusaqit alaiki rutaban janiyya 47:35 ya dan gerakkanlah ya 47:38 batang pohon kurma itu 47:41 niscaya nanti pohon kurma itu akan 47:43 menjatuhkan buah-buahnya yang yang yang 47:46 sudah masak. 47:48 Jadi di sini Allah ingin memberikan 47:50 rezeki kepada Sayyidah Maryam 47:52 tapi diperintahkan dulu berusaha dulu. 47:55 Ya walaupun sebenarnya usahanya ini 47:58 kadang-kadang 47:59 usaha yang kita lakukan itu enggak 48:01 sebanding dengan rezeki yang Allah 48:02 berikan. 48:04 Usaha kita dikit sekali, seperti 48:06 Sayyidah Maryam ini kan, dia lagi hamil 48:07 tua. Ya, menggerakkan pohon kurma memang 48:10 bergerak itu pohon kurma. Kita saja yang 48:13 masih muda misalnya yang itu yang bukan 48:16 yang dalam keadaan hamil tua 48:17 menggerakkan pohon kurma belum tentu 48:19 bergerak 48:20 seperti itu. Tapi ini adalah isyarat 48:22 bagaimana dia harus mengambil sebab. 48:25 Maka digerakkan dia menggerakkan dengan 48:27 sebab ya, digerakkan Allah mudahkan 48:30 kemudian jatuh 48:31 jatuhkan buah-buah kurma seperti itu. 48:34 Ini artinya 48:36 kita mendapatkan rezeki dengan 48:38 menjalankan sebab, artinya melaksanakan 48:41 ketentuan Allah secara umum ya, sebab 48:44 akibat untuk mendapatkan rezeki. 48:46 Ya, seperti kita mau 48:48 mendapatkan 48:50 rezeki kita harus berdagang kan gitu ya, 48:52 bekerja dan bermacam-macam itu adalah 48:54 mengambil sebab dan ini Rasulullah 48:57 contohkan gitu. 48:59 Ya, Rasulullah juga akan bekerja dulu 49:01 kan. Yang waktu di mihrab itu bagaimana 49:03 usahanya apa Ustaz? Nah, ini yang 49:04 pertama, ini yang pertama kita mengambil 49:06 sebab ya, jadi untuk mendapatkan rezeki 49:09 mengambil sebab. 49:10 Lalu bagaimana dengan kondisi yang pada 49:13 saat Sayyidah Maryam masih di mihrab 49:15 mihrab ya, 49:17 bagaimana ketika Nabi Zakaria datang 49:20 "kullama dakhala alaiha Zakaria" ya. 49:24 "wajada indaha rizqa" ketika Nabi 49:27 Zakaria masuk ke mihrabnya 49:29 Sayyidah Maryam di sana terdapat makanan 49:32 yang banyak, buah-buahan yang banyak. 49:34 Sayyidah Nabi Zakaria heran "anna laki 49:37 hadza" dari mana kamu dapatkan ini? 49:39 Ya, padahal kita Nabi Zakaria tahu 49:42 Sayyidah Maryam enggak keluar dari 49:44 mihrabnya. 49:46 Langsung dijawab "qalat huwa min 49:48 indillah innallaha yarzuqu man yasya bi 49:51 ghairi hisab" dia malaikat katakan ini 49:53 adalah dari sisi Allah. 49:55 Ini dari dari Allah. Jadi bagaimana 49:56 Allah berikan kepada Sayyidah Maryam 49:59 ya dengan tanpa itu tadi mengambil 50:01 asbab. Ya arti asbab yang langsung ya. 50:05 Jadi Allah berikan ee rezeki kepada 50:09 Sayyidah Maryam tanpa Sayyidah Maryam 50:12 mencari dulu. Ya kalau tadi kan contoh 50:14 yang tadi berusaha dulu tanpa Sayyidah 50:17 Maryam berusaha di sini. 50:18 Jadi untuk Allah Allah bisa ada dua hal. 50:22 Secara umum Allah Subhanahu Wa Ta'ala 50:23 tetapkan hukum sebab akibat. Jadi kalau 50:27 kamu mau mendapatkan rezeki ya berusaha 50:29 dulu. 50:30 Kamu mau sembuh ya berobat dulu seperti 50:33 itu. Itu ketentuan umum seperti itu dan 50:35 kita 50:36 umumnya harus menjalankan seperti itu. 50:39 Tapi terkadang 50:40 ya 50:41 bukan karena itu Allah bisa saja merubah 50:44 ketentuan umumnya itu kan. 50:46 Kan yamhullahu ma yasyak wa yutsbitu wa 50:49 indahu ummul kitab. Allah bisa 50:52 menghapuskan sesuai kehendak Allah 50:53 hukumnya ketetapan Allah yang Allah 50:55 tetapkan di alam ini yang sudah Allah 50:57 tetapkan yang menjadi 50:59 ketentuan umum bisa Allah hapuskan. Kan 51:01 Allah berkehendak seperti 51:03 Ibrahim ya. 51:03 Ya seperti Nabi Ibrahim kan api itu kan 51:06 secara umum ketetapan Allah kan 51:08 membakar. 51:09 Tapi kalau Allah merubah dia enggak 51:11 membakar terhadap Nabi Ibrahim kan bisa 51:13 seperti itu. Nah begitu juga 51:16 terhadap Sayyidah Maryam tadi bagaimana 51:18 ya secara umumnya kalau dia mau 51:20 mendapatkan rezeki ya dia harus pergi ya 51:23 memetik dulu atau cari ke pasar beli 51:25 dulu kan gitu kan. Tapi ini adalah 51:27 langsung beliau dapatkan. Ini artinya 51:30 Allah bisa ya dengan kehendak Allah. 51:33 mengenai orang biasa enggak Ustad? Eee 51:34 bisa aja ya. Jadi 51:37 eee sebenarnya ini juga Sayyidah Maryam 51:40 melakukan sebab juga tapi sebabnya yang 51:43 tidak langsung. 51:44 Yaitu sebab yang tidak langsung dengan 51:46 apa? Dengan ketaatan kepada Allah 51:47 Subhanahu wa ta'ala. 51:49 Ya, dengan ketaatan dia dengan menjaga 51:52 kehormatannya, menjaga kesuciannya. 51:55 Allah berikan dia itu. Itu juga sebab 51:57 sebenarnya, tapi sebabnya bukan sebab 51:59 yang langsung kan dia enggak bekerja kan 52:00 gitu, seperti itu. Jadi Allah bisa 52:03 kepada hambanya siapapun kalau Allah 52:05 menghendaki. Ya, dia berusaha, ya dia 52:09 dia artinya melakukan kebaikan, Allah 52:12 berikan rezeki. Ya, tapi secara umumnya 52:15 yaitu memang apa ambillah sebab-sebab 52:18 yang umum dulu seperti itu. 52:20 Setelah itu kita bertawakal. 52:22 Ya, kita ee 52:25 [mendengus] 52:25 apa melakukan beramal beramal kebaikan 52:28 insyaallah Allah Subhanahu wa ta'ala 52:30 akan memberikan rezeki. 52:33 Ya. 52:34 Dengan yang tak terduga-duga. Seperti 52:36 Allah firman Allah kan. 52:38 Wamayyattaqillaha yaj'allahu makhraja. 52:41 Wayarzuqhu min haitsu la yahtasib. Jadi 52:45 Dan siapa yang bertakwa kepada Allah. 52:47 Allah akan 52:48 berikan jalan keluar kepadanya dari 52:50 segala kesulitannya. Dan Allah 52:52 memberikan rezeki kepadanya yang dia 52:55 tidak 52:55 dia duga-duga. 52:57 Seperti itu. Kadang-kadang dia ini 52:59 usahanya sedikit cuman ngomong doang 53:01 ngasih tahu sama orang. Katanya Allah 53:03 Subhanahu wa ta'ala berikan rezeki yang 53:05 yang banyak kepadanya. Itu adalah ee 53:08 bagian dari ee rahmat Allah. Yang 53:11 memberikan rezeki tadi dengan dua cara 53:14 tadi. Apa? Ada cara yang pertama yaitu 53:17 dengan melakukan sebab ya asbab. Yang 53:20 kedua yaitu dengan cara 53:22 [mendengus] 53:23 dengan apa tidak melakukan sebab yang 53:25 langsung tapi dengan melakukan ketakwaan 53:27 kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. 53:29 Wallahu a'lam. Baik, lanjut. 53:31 Assalamualaikum Ustad Hamzah. Yang saya 53:32 mau bertanya, ada orang beranggapan kita 53:35 beragama harus sesuai dengan cara 53:38 sahabat, sesuai dengan surat At-Taubah 53:40 ayat 100. 53:45 Surat At-Taubah. 53:45 Jadi kita beragama harus sesuai dengan 53:48 cara para sahabat, sesuai dengan surat 53:49 At-Taubah 53:50 ayat 100 karena beliau para sahabat itu 53:53 sudah dijamin masuk surga. 53:57 Bismillahirrahmanirrahim. 53:59 Ya. 54:00 Kita diperintahkan oleh Allah Subhanahu 54:03 Wa Ta'ala 54:04 ya mengikuti 54:07 Alquranul Karim dan sunnahnya Rasulullah 54:09 Shallallahu Alaihi Wasallam. Seperti 54:11 itu, itu sebagai patokan. 54:13 Kemudian juga sunnah dari para salafus 54:17 saleh termasuk para sahabat seperti itu. 54:19 Ya, artinya dalam hal kebaikan sesuai 54:23 dengan 54:24 jalan yang apa, garis-garis besar 54:27 Alquranul Karim seperti itu. Tapi enggak 54:31 mesti kita mengikutinya 54:34 apa secara 54:37 plek sama gitu. 54:38 Karena setiap zaman memiliki kondisi 54:41 yang berbeda. 54:42 Tapi dalam masalah akhlak ya sama bisa 54:45 seperti itu ya. 54:47 Nah ini dalam surat At-Taubah ayat 100 54:50 Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebutkan 54:54 Was sabiqunal awwaluna minal Muhajirin 54:57 wal Anshar walladzina taba'uhum bi 54:59 ihsanin radhiallahu anhum waradhu an. 55:03 Ya. 55:05 Ini menggambarkan bagaimana sahabat Nabi 55:08 ya ada yang 55:10 As sabiqunal awwalun ini 55:13 orang-orang yang terdahulu masuk Islam. 55:15 Ya seperti sahabat empat 55:18 seperti Bilal Ibnu Ibnu Rabah, Ammar bin 55:21 Yasir, Mus'ab bin Umair ya. Orang-orang 55:24 yang terdahulu masuk Islam ya. As 55:26 sabiqunal awwalun minal Muhajirin wal 55:29 Anshar dan juga dari Anshar. 55:31 Ya, [mendengus] 55:32 yang membela Nabi. 55:34 Ini 55:35 ya 55:36 ini yang Allah subhanahu wa taala 55:38 kemudian eee 55:41 beri titel mereka ya sebagai radhiallahu 55:44 anhu, Allah ridho mereka. 55:47 Ini batasnya as-sabiqunal awwalun ini 55:50 ya ya artikan orang yang hijrah, orang 55:53 yang terdahulu ya. 55:55 Masuk Islam dari Muhajirin dan Anshar. 55:57 Batasnya sampai kapan ini? Apakah orang 56:00 yang hijrah 56:01 kemudian [mendengus] setelah Fathu Mekah 56:02 itu masuk? Enggak ya. 56:05 Eee. 56:07 Eee Jabir bin Abdillah al-Anshari 56:09 mengatakan kunna na'uddu al-fatha fathul 56:13 Hudaibiyah. 56:15 Kami menganggap, menghitung semuanya 56:17 para sahabat itu 56:19 batas Fathu itu adalah Fathu Hudaibiyah. 56:23 Ya artinya kan ada yang hadis sabda Nabi 56:26 la hijrata ba'dal fathi, tidak ada tidak 56:29 dihitung hijrah lagi setelah Kota Mekah 56:31 direbut. Kata orang mau pindah dari 56:33 Mekah ke Madinah udah enggak di enggak 56:36 dianggap sebagai Muhajirin lagi gitu ya 56:39 seperti itu. Enggak masuk dalam ayat ini 56:41 seperti itu. Nah batasnya sampai kapan? 56:44 Jabir bin Abdillah al-Anshari mengatakan 56:46 itu batasnya sampai perjanjian 56:48 Hudaibiyah. 56:50 Karena setelah perjanjian Hudaibiyah 56:52 tersebut 56:53 [mendengus] 56:53 orang banyak masuk Islam. 56:55 Nah ini kelompok ke tiga eee berikutnya 56:58 ini. 56:58 Jadi yang pertama ini as-sabiqunal 57:00 awwaluna minal Muhajirin wal Anshar itu 57:03 yaitu sejak dakwah Nabi yang pertama 57:06 sampai 57:07 ya hijrah Nabi sampai perjanjian 57:10 Hudaibiyah. Itu yang golongan yang 57:12 pertama as-sabiqunal awwalun 57:14 minal Muhajirin wal Anshar. 57:16 Terus berikutnya golongan berikutnya 57:19 adalah walladzina tabauhum 57:21 bi ihsanin 57:23 dan orang-orang yang mengikuti mereka. 57:26 Mengikuti siapa? Mengikuti as-sabiqun 57:28 tadi. 57:29 Ya sahabat-sahabat yang yang pertama 57:31 tadi. 57:32 Ya. 57:33 Adalah walladzina tabawwahu biihsanin 57:35 mengikuti mereka dengan, dengan baik. Ya 57:38 artinya. 57:39 Benar-benar ngikutin, ya meneladani 57:41 mereka dengan, dengan baik. Bukan hanya 57:44 menga, beriman tapi kemudian ya malah. 57:48 Eee, perla, perilakunya tidak baik 57:50 seperti itu. 57:52 Nah ini yang, biihsanin ini nih, 57:53 ittaba'uhum biihsanin ini juga. 57:56 Ya Allah subhanahu wa ta'ala berikan 57:58 titel kepada mereka, radhiallahu anhu. 58:01 Ya, dan walladzina tabawwahu biihsanin 58:04 ini bukan hanya ter. 58:06 Terbatas pada masa nabi, yang mengikuti 58:09 mereka. 58:10 Ya, mengikuti assabiqunal awwalun ya, 58:13 biihsanin dengan, dengan cara baik 58:15 sampai-sampai akhir zaman masuk. Emm. 58:17 Sampai kita pun akan digolongkan dengan 58:20 mereka, dapat juga nanti, ya radhiallahu 58:23 anhu kalau kita mengikuti para sahabat 58:26 itu dengan, dengan baik. Ya itu 58:27 assabiqunal awwalun. 58:29 Yang ikut. 58:30 Yaitu, eee orang-orang yang masuk Islam 58:33 yang pertama tadi. 58:35 Ya, mungkin kita bisa membaca sejarah 58:37 siapa itu yang, yang masuk Islam 58:39 pertama, siapa yang ter, eee 58:42 setelah, eee sebelum Hudaibiyah, siapa 58:44 yang setelah Hudaibiyah seperti itu kan. 58:46 Eee bisa di, eee lihat dari sejarah 58:49 seperti itu. Jadi, siapa yang harus 58:51 menjadi teladan dari para sahabat. 58:54 Nah, itu yang pertama. Jadi, eee harus 58:57 kita, eee. 58:59 Eee bedakan, apa beda emang sahabat? Ya 59:01 beda, karena. 59:03 Ya, Allah sendiri yang mengatakan 59:05 berbeda antara sahabat yang, assabiqunal 59:08 awwalun dengan yang masuk Islam, eee 59:11 dari sahabat juga, tapi setelah 59:14 perjanjian Hudaibiyah. 59:16 Allah sebutkan, la yastawi man anfaqa 59:19 min qablil fathi wa qatal. 59:22 Tidak sama antara orang yang berinfak, 59:24 ya sama-sama nih sahabat, sahabat 59:25 assabiqun seperti Bilal misal berinfak 59:28 dengan sahabat yang yang masuk Islam 59:30 belakangan. 59:31 Enggak sama pahalanya. Ulaika a'zamu 59:34 darajatan, mereka itu lebih tinggi 59:36 derajatnya. 59:37 Ya, jadi Allah sendiri yang 59:39 mengkategorikan ada beda diantara para 59:41 sahabat, ya seperti itu. 59:43 Nah, kalau kita mengikuti 59:45 as-sabiqunal-awwalun tadi, ya 59:48 kita juga ini sampai sampai yaumil 59:50 qiyamah, ya kita akan mendapatkan nanti 59:52 radhiallahu anhu mardhua, ya. Bagaimana 59:55 kita mengikutinya ya? 59:57 Gitu, ya tentunya kita lihat [berdehem] 1:00:00 bagaimana mereka itu adalah orang-orang 1:00:02 didikan Rasulullah sallallahu alaihi 1:00:03 wasallam. 1:00:04 Dididiknya dengan apa? Dengan Alquran. 1:00:07 Nah, kalau kita mau ikuti 1:00:09 sejarah mereka yang benar kadang-kadang 1:00:10 kan riwayat suka ada yang 1:00:13 ada yang benar ada yang enggak seperti 1:00:14 itu. 1:00:15 Ya, tolak ukurnya Alquran karena mereka 1:00:17 dididiknya oleh Nabi dengan Alquran 1:00:20 seperti itu dan juga dengan sunah Nabi 1:00:22 tentunya, sunah Nabi artinya 1:00:25 baik itu ucapan Nabi ya yang sejalan 1:00:27 dengan Alquran dan juga perilaku Nabi 1:00:31 yang tentunya juga ya itu sejalan dengan 1:00:34 Alquranul Karim. 1:00:36 Nah, 1:00:37 ini dalam hal kita mengikuti, tapi 1:00:40 tentunya ya 1:00:42 karena perbedaan zaman kan berbeda juga 1:00:45 situasinya. 1:00:47 Dulu mereka ber apa 1:00:50 pergi haji dari 1:00:52 Madinah ke Mekah naik unta 1:00:56 naik kuda. 1:00:58 Ya, 1:00:59 pergi hajinya kita ikuti kan sama gitu 1:01:02 kan, kewajiban itu. 1:01:03 Tapi apa mesti ngikutin pakai naik unta? 1:01:06 [tertawa] 1:01:06 Naik kuda kan enggak ya seperti itu, ya. 1:01:09 Cara berdakwahnya juga kan dulu 1:01:12 cara berdakwah misalnya 1:01:14 hanya menggunakan 1:01:15 face to face langsung seperti itu. Kalau 1:01:17 sekarang melalui radio, ya. 1:01:20 Oh, enggak ini saya ini bid'ah ini 1:01:22 mestinya kita face to face saja. Enggak 1:01:24 ya, face to face juga, ya, melalui radio 1:01:26 juga. Itu itu melalui caranya itu apa? 1:01:31 Eee, itu sesuai dengan zamannya seperti 1:01:34 itu. Nah, kita pergi haji ya, naik 1:01:36 pesawat enggak masalah seperti itu. 1:01:39 Ya, kalau dekat mau naik unta ya, 1:01:40 terserahlah seperti itu. Tapi kan enggak 1:01:43 mungkin seperti itu. Begitu juga ketika 1:01:45 berjihad, berperang. Dulu pakai 1:01:48 apa ya, senjatanya? Pakai pedang. 1:01:50 Pakai panah. 1:01:52 Tombak. 1:01:54 Apakah sekarang juga kalau perang 1:01:56 ngikutin para sahabat seperti itu? 1:01:57 Enggak, disesuaikan dengan 1:02:00 dengan zamannya. Oleh karena itu Allah 1:02:02 subhanahu wa taala dalam Alquran 1:02:04 menyatakan wa idu lahum mastatatum min 1:02:08 quwatin. 1:02:10 Wa min ribatil khairi turhibuna bihi 1:02:12 aduwallahi wa aduwakum. 1:02:14 Wa idu lahum, persiapkanlah untuk 1:02:16 menghadapi mereka. Jadi, menghadapi 1:02:18 musuh-musuh Allah. 1:02:20 Mastatatum min quwah. Apa saja yang 1:02:23 kalian mampu dari berbagai kekuatan. 1:02:25 Kalimat quwah di sini 1:02:27 dalam bentuk nakirah. Artinya kekuatan 1:02:30 macam-macam gitu. 1:02:32 Nah, kalau dulu kekuatan di sini ya, 1:02:34 sampai Rasul terangkan ala innal quwata 1:02:37 ramyu. 1:02:38 Ketahuilah kekuatan pada saat saat itu 1:02:41 adalah panahan. Karena panah itu begitu 1:02:44 apa efektif kan. Jadi, baru musuh masih 1:02:47 jauh. Beda dengan pedang kan, pedang 1:02:49 mesti dekat dulu ya. Dari jauh sudah 1:02:50 bisa ya, seperti itu. 1:02:52 Atau sesuatu senjata yang dilontarkan. 1:02:55 Ini kekuatan. 1:02:57 Kalau zaman sekarang kan 1:02:59 zaman misalnya eee, setelah itu 100 1:03:01 tahun, eee, 200 tahun setelah itu. Dulu 1:03:03 namanya ada manjanik. 1:03:06 Pelontar itu kalau di film-film lama 1:03:07 tuh. Jadi, batu eee, di apa kayak 1:03:11 selpetan besar gitu, batu besar 1:03:13 dilontarkan untuk menghantam 1:03:14 benteng-benteng seperti itu. 1:03:16 Kadang-kadang dengan api ya seperti 1:03:18 dipakai api. 1:03:19 Itu juga namanya arm view. 1:03:22 Tapi kalau sekarang kan bukan itu. 1:03:23 Sekarang ada roket, ada meriam dan 1:03:26 lain-lain itu. Nah, ini jadi disesuaikan 1:03:28 dengan dengan ee 1:03:30 kemajuan zaman, ya. Seperti itu. 1:03:33 Ini dalam hal sarana, tapi dalam hal 1:03:35 pokok, dalam hal akhlak, dalam hal 1:03:38 keimanan enggak berubah. Dalam hal 1:03:40 ibadah-ibadah mahdhah, ya tata cara 1:03:43 salat ini biar zaman sekarang atau zaman 1:03:45 dulu sama, seperti itu. Itu kita ikuti 1:03:48 mereka. Jadi, ee begitu pengertian dari 1:03:52 bagaimana kita mengikuti mereka. Arti 1:03:54 mengikuti mereka, 1:03:56 ya bisa dengan baik. Mengikuti dalam 1:03:59 hal-hal keimanan mereka, dalam hal 1:04:01 kesabaran mereka, dalam hal-hal 1:04:03 ketakwaan mereka, bagaimana kegigihan 1:04:06 mereka, keistiqomahan mereka. Ya, itu 1:04:08 kita ikuti akhlak mereka, seperti itu. 1:04:12 Ya, adapun ee 1:04:15 sarana dalam hal ee mencapai untuk 1:04:17 tujuan itu berbeda-beda sesuai dengan 1:04:20 perbedaan zaman, ya. Seperti itu. 1:04:23 Wallahualam. Baik, ini mungkin 1:04:24 pertanyaan terakhir dari yang mau Allah 1:04:26 salam. Salam mana tadi itu, aduh. 1:04:29 Assalamualaikum, Ustaz Hamzah. 1:04:31 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:04:32 wabarakatuh. Seumpama kami protes aksi 1:04:34 demo kepada pemimpin yang zalim 1:04:36 dilakukan di bulan haram, apakah 1:04:38 dibolehkan dalam pandangan Islam? 1:04:39 Demikian. 1:04:42 Ya, protes arti memprotes aksi di demo 1:04:45 gitu, ya. Iya. 1:04:47 Arti ee 1:04:49 demo itu kan termasuk ama bagian dari 1:04:52 amar ma'ruf nahi munkar. Artinya, kita 1:04:55 menunjukkan sesuatu yang salah, ya. Kita 1:04:58 mengingatkan, seperti itu. Itu tidak 1:05:01 dilarang, ya. 1:05:03 Yang dilarang tuh di di di asyhurul 1:05:05 asyhurul hurum itu 1:05:07 adalah ee berperang, ya. Kalau berdemo 1:05:11 artinya me mengungkapkan 1:05:16 kebenaran, menjelaskan, menerangkan 1:05:18 kebenaran, 1:05:20 mengungkap 1:05:22 ke apa kesalahan ya, apa yang dilakukan 1:05:25 misalnya penguasa seperti itu, itu 1:05:27 bagian dari amar ma'ruf nahi munkar ya. 1:05:31 Itu amar ma'ruf nahi munkar adalah 1:05:33 merupakan 1:05:35 ya, 1:05:36 sarana perbaikan 1:05:38 ya. 1:05:39 Ingat kalau kita baca 1:05:41 bagaimana umat Nabi kita Muhammad 1:05:43 sallallahu alaihi wasallam itu 1:05:46 bisa menjadi khairu ummah, syaratnya 1:05:49 apa? 1:05:51 Kuntum khairu ummatin ukhrijat linnas. 1:05:54 Kalian adalah menjadi umat terbaik yang 1:05:56 dikeluarkan oleh 1:05:58 untuk manusia. 1:06:00 Ayat tersebut 1:06:02 ada syaratnya. 1:06:04 Enggak sekonyong-konyong jadi umat 1:06:05 terbaik. 1:06:06 Tapi harus ada 1:06:08 yaitu ta'muruna bil ma'ruf wa tanhauna 1:06:12 anil munkar. Ayat berikutnya itu jadi eh 1:06:14 atau eh apa kelengkapan ayat ini, kuntum 1:06:17 khairu ummatin ukhrijat linnasi 1:06:20 ta'muruna bil ma'rufi wa tanhauna anil 1:06:23 munkar wa tu'minuna billah. 1:06:26 Jadi syarat untuk men eh menjadi umat 1:06:29 terbaik 1:06:31 yaitu harus ada amar ma'ruf 1:06:33 dan nahi munkar. 1:06:35 Dan amar ma'ruf nahi munkar ini harus 1:06:37 juga dilandasi dengan keimanan kepada 1:06:39 Allah. 1:06:41 Ya, kalau tidak ada amar ma'ruf, kalau 1:06:43 ada individu-individu, ah saya mau baik 1:06:44 ajalah 1:06:45 sendiri, dia mau senang baik sendiri, 1:06:48 ya, 1:06:49 eh dia keluarga kemudian di 1:06:51 lingkungannya ada keburukan, ada 1:06:53 kemaksiatan, dia cuek aja, enggak 1:06:55 mungkin dia itu umat ini akan menjadi 1:06:57 baik. 1:06:58 Ya, tapi kebaikan itu akan tercapai 1:07:01 dengan di samping dia memperbaiki diri, 1:07:04 ya, dia harus juga ya, beramar ma'ruf 1:07:08 nahi munkar. 1:07:09 Ini adalah bagian dari bagaimana suatu 1:07:11 umat, suatu bangsa 1:07:13 kalau ingin menjadi baik 1:07:17 ya 1:07:18 memperbaiki tadi, islah tadi, yaitu 1:07:21 harus ada amar ma'ruf dan nahi munkar. 1:07:24 Wallahu subhanahu wa ta'ala a'lam. Baik, 1:07:26 mungkin itu pertanyaan terakhir. Eh, 1:07:29 terima kasih untuk Wiwi Sholihati atas 1:07:32 infaknya untuk Gaza ya, terima kasih. 1:07:34 Eh, terima kasih juga untuk Ina di 1:07:37 Cilandak, Ibu Dharma dan lain-lain. 1:07:40 Terima kasih atas WA-nya. Mohon maaf 1:07:42 tidak semua dapat kami 1:07:44 eh 1:07:45 kemukakan jawabannya karena keterbatasan 1:07:47 waktu. 1:07:48 Terima kasih Ustaz Hamzah. Mudah-mudahan 1:07:49 apa yang tadi disampaikan sesuai dengan 1:07:51 kehendak Allah. Amin. Baik, saya 1:07:53 Muhammad Krisna dan Noni Saputra juga 1:07:55 Algi mohon pamit. Wabillahi taufik 1:07:57 walhidayah. Wassalamualaikum 1:07:58 warahmatullahi wabarakatuh.