Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Brail TV.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammad ali
- sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita
- berjumpa lagi hari ini hari Jumat
- tanggal 15 November 2024 atau 13 Jumadil
- Ula 1446 Hijriah. Seperti biasa
- kita setiap Jumat mengadakan acara
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- bersama Ustaz Husein Alatas dan Ustaz
- Hamzah Alattas juga. Sini ada Ustaz Isa
- Alkaf eh untuk acara dialog dan tanya
- jawab. Silakan layangkan pertanyaan Anda
- ke 0811999.
- 720 nanti insyaallah akan dijawab oleh
- Ustaz Husein dan Ustaz Hamzah. Baik,
- kita mulai acara ini dengan membaca
- al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil
- alamin
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina an'amta alaihim
- [Musik]
- Amin. Kita alhamdulillah sudah membaca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam menangkap apa-apa yang
- diuraikan oleh guru-guru kita. Baik, apa
- Ustaz Isa? Apakah sudah ada pertanyaan
- masuk? Bismillah. Ee silakan Ustaz Isa.
- Maaf, mohon maaf. Ee suara aman?
- Bismillah. Aman. Aman.
- Ada pertanyaan, Ustaz? Ini kerap kali
- jadi bahasan
- sebenarnya tentang surat Al-Ahzab ayat
- 69
- yang berbunyi
- azubillahiminasyaitanirrajim. Ya
- ayyuhalladzina amanu la
- takunuadzinau Musa
- fabarraahullahu
- mimma
- wanaallahi wajiha. Wahai orang-orang
- yang beriman, janganlah kamu seperti
- orang-orang Bani Israil yang menyakiti
- Musa. Lalu Allah membersihkannya dari
- tuduhan-tuduhan yang melintar mereka
- lontarkan dari dia seseorang yang
- mempunyai kedudukan terhormat di sisi
- Allah Subhanahu wa taala. Ayat ini
- menjelaskan tentang kehormatan Nabi Musa
- dan ee sedikit sentilan atau mention
- sebutan kisah Nabi Musa yang disakiti
- oleh Bani Israel yang kerap kali
- mengejek Nabi Musa. Nah, ini ee backing
- story-nya atau kisah di belakangnya apa,
- Ustaz, daripada ayat ini? Karena
- beberapa dai mengaitkan ayat ini dengan
- hadis Bukhari, Ustaz. ee barangkali
- boleh saya bacakan hadis Bukhari nomor
- 3.55 dalam versi yang saya dapatkan ee
- yang memiliki makna Nabi Musa Alaih
- Salam pernah mandi tanpa pakaian di
- tempat terbuka dan dia meletakkan
- pakaiannya di atas batu kemudian batu
- tersebut berjalan menghindar maka Nabi
- Musa berlari mengejarnya seraya berkata,
- "Wahai batu, kembalikanlah pakaianku."
- Sampai ketika Nabi Musa tiba di depan
- orang-orang Bani Israil, mereka
- melihatnya dalam keadaan telanjang. Maka
- Allah menyelamatkan dari hal itu dan
- Nabi Musa tidak terlihat telanjang oleh
- mereka setelah
- itu. Nah, ini ee apakah berkaitan dengan
- kisah atau ayat yang tadi Alfir
- sebutkan, Ustaz, ayat surah Al-Ahzab
- ayat 69. Apakah Nabi Musa ee benar
- karena kisah ini? Lalu Allah Subhanahu
- wa taala turunkan ayat ini
- untuk menjadi pengait atau mention dari
- kisah tadi. Syukran jazakumullah khairan
- jaza.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil
- alamin. Allahumma sholli ala Muhammadin
- wa ali
- Muhammad. Asalamualaika ya Rasulullah.
- Wasalam ala ahli baitik
- thyibin washabatikal gurril
- mayamin. Wasalamu alaina wa ala
- ibadillahi shihin. Wasalamualaikum
- ayyuhal ikhwatul mukminun wal akhwatul
- mukminat warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pertama-tama kita mohon
- kepada Allah Subhanahu wa taala
- petunjuknya agar membimbing kita dengan
- ikhlas dan
- tulus berjalan di atas jalannya, beramal
- sesuai dengan
- petunjuknya, dijauhkan dari
- penyimpangan,
- kebohongan, baik mengatasnamakan Allah
- maupun mengatasnamakan Rasulnya Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam.
- Ayat yang tadi dibacakan dalam suratul
- ahzab itu ayat 60
- 9. Ya ayyuhalladzina amanu la takunu
- kalladzinau
- Musa
- minqlu
- takunuina
- Musaahullahu mimma wanaallahi
- wajiha wajiha.
- Ayat ini
- menerangkan
- peringatan kepada kita semua agar tidak
- menyakiti Rasulullah sallallahu alaihi
- wa alihi
- wasallam. Sebagaimana Bani Israil
- menyakiti Nabi Allah Musa alaihi shalatu
- wasalam. Akhirnya Allah bebaskan dari
- tuduhan fitnah yang mereka lontarkan
- kepada Nabi Allah Musa. Dan Nabi Allah
- Musa di sisi Allah seorang yang
- benar-benar
- terkemuka. Tapi sayang sungguh
- sayang, sebagian ahli tafsir ternyata
- tanpa mereka
- sadari mereka meriwayatkan hadis yang
- merupakan susupan.
- kebohongan yang dimasukkan oleh Bani
- Israil yang merupakan bahagian dari
- kisah-kisah israiliyat ya yang
- membelokkan maksud dan tujuan dari ayat
- Al-Qur'an kepada hal-hal yang menodai
- kehormatan Nabi Allah Musa alaihialatu
- wasalam.
- Mereka tidak berhasil mengubah ayat-ayat
- Al-Qur'an, tapi melalui
- tafsir mereka menyusupkan berbagai macam
- kebohongan.
- Bahkan mufasir-mufasir terbesar juga
- terkecoh dalam kebohongan
- ini. Mereka mengaitkan sebab turunnya
- ayat
- ini dengan kisah yang diriwayatkan di
- tengah-tengah Bani Israil. Ini bukan
- riwayat yang benar. Walaupun terdapat
- dalam Sahih Bukhari, kita sama sekali
- tidak terpengaruh oleh kebesaran nama
- Ibrahim, nama Bukhari hingga kita harus
- mengorbankan ayat-ayat Allah atau
- tidak. Al-Qur'an sebuah kitab suci yang
- terjamin kebenarannya. Sedangkan
- kumpulan hadis-hadis yang terdapat dalam
- Bukhari maupun dalam buku hadis manaun
- dari kalangan manaun sama merupakan
- hasil usaha manusia yang bisa salah,
- bisa benar.
- Diriwayatkan bahwa Bani Israil kasa
- kusuk di antara mereka mengatakan bahwa
- Nabi Musa auratnya ada
- kelainan. Kenapa? Karena dia menolak
- untuk mandi bersama sama mereka dalam
- keadaan telanjang.
- Lalu para ahli tafsir mengatakan
- bahwasanya pada saat itu mandi telanjang
- bersama-sama merupakan hal yang
- dibolehkan.
- Akhirnya untuk membuktikan tuduhan dan
- ucapan mereka tidak
- benar, Allah Subhanahu wa
- taala ya ketika Nabi Allah Musa sedang
- mandi dalam keadaan telanjang meletakkan
- pakaiannya di atas
- batu, tahu-tahu batu membawa lari
- pakaian Nabi
- Musa. Nabi Musa dalam keadaan telanjang
- mengejar pakaian tersebut. Ya Hajar
- Tsubi, ya Hajar. Wahai batu, serahkan
- bajuku. Ternyata si batu berlari-lari di
- tengah Bani Israil hingga Bani
- Israil menyaksikan aurat Musa. Ternyata
- dalam keadaan sempurna. Akhirnya mereka
- mengatakan, "Ternyata kami salah. Ucapan
- kami tidak benar. tidak ada kelahiran
- pada aurat Nabi
- Musa. Jadi ayat tadi dikaitkan dengan
- peristiwa kebohongan yang mereka
- rekayasa yang menodai kehormatan seorang
- nabi
- mulia. Tapi sebagian ahli hadis demi
- membela akurasi dari hadis ini karena
- diriwayatkan dalam Sahih Bukhari, mereka
- tega rela menodai kehormatan Nabi Musa.
- Padahal Nabi Musa seorang nabi yang
- maksum. yang berkedudukan tinggi di sisi
- Allah, yang terjamin kebenarannya,
- dinodai kehormatannya hanya demi membela
- satu hadis yang terdapat dalam Sahih
- Bukhari. Padahal semua tahu bahwa
- berkaitan dengan masalah aurat
- ini, ini merupakan hal yang Allah
- perintahkan untuk kita jaga. Bahkan
- ketika kakek nenek kita terdapat di
- surga, aurat mereka dalam keadaan
- tertutup. Sebaliknya dalam Perjanjian
- Lama kakek dan nenek kita ya sebagaimana
- yang tercatat dalam kitab kejadian
- disebutkan bahwa kakek nenek kita pada
- saat itu dalam keadaan telanjang.
- Allah melarang dia atau mereka untuk
- memakan buah
- terlarang. Tapi karena pengaruh dan
- bisikan iblis, mereka mencicipi buah
- terlarang tersebut. Begitu mereka makan
- buah terlarang, mereka menjadi
- cerdas. Jadi karena Allah tidak mau
- disaingi ya oleh Adam melarang memakan
- buah yang bisa membuat mereka menjadi
- cerdas. Itu naskah Perjanjian Lama.
- Akhirnya begitu mereka memakan buah
- tersebut, tidak lama kemudian katanya
- Tuhan masuk ke dalam surga dengan suara
- yang terdengar. Kakinya masuk ke dalam
- surga.
- Akhirnya Tuhan mencari-cari Adam ke sana
- kemari bertanya, "Di mana kamu wahai
- Adam?" "Kami di belakang pohon
- bersembunyi." "Kenapa kamu bersembunyi?"
- Karena kami malu terlihat aurat
- kami. Langsung pada saat itu Tuhan
- mengatakan, "Berti kalian telah makan
- buah terlarang tersebut hingga kalian
- tahu ya bahwa telanjang itu merupakan
- hal yang memalukan." Coba bayangkan
- Tuhan masuk ke dalam surga tidak bisa
- melihat Adam bersembunyi di balik pohon.
- Ini Tuhan yang mana? Ini Tuhan yang
- menciptakan kita yang maha tahu. Apa
- ciptaan dan rekayasa manusia?
- Berbeda dengan Al-Qur'an. Al-Qur'an
- menjelaskan kepada kita, Adam di surga
- menikmati kenikmatan surga, berpakaian
- secara
- sempurna. L Allah ingatkan Adam dan
- Hawa, hati-hati kalian terhadap buah
- ini, terhadap pohon ini. Jangan
- dekati. Dan Allah ingatkan bahwasanya
- setan musuh mereka.
- Setan yang dengki atau iblis yang dengki
- kepada kakek dan nenek kita. Karena
- menurut dia dengan sebab mereka dia
- terus dari
- surga. Akhirnya Allah ceritakan dalam
- suratul arfa, waswasa
- lahumasyaitan
- liyubhuma
- minatihima fawas
- lahumitanu lahuma.
- Maka lahuma
- mauriuma
- minatihima. Setan menggoda, membujuk,
- membisik-bisikkan mereka untuk makan
- buah tersebut. Tujuannya apa? Targetnya
- untuk menyingkap aurat mereka. Jadi
- target setan itu menyingkap aurat.
- Kemudian pada ayat berikutnya juga Allah
- berpesan kepada kita semua.
- Ya bani Adam, wahai anak-anak Adam
- laftinannakum kama
- akwaikum minal
- jannatiu libasahuma
- liyuruma. Innahu yarum hua waqobiru min
- haitu launahum. Inna jaalnatina
- auliyazina la yminun.
- Wahai anak-anak Adam, jangan biarkan
- diri kalian
- diperdayakan oleh setan sebagaimana
- telah memperdayakan orang tua kalian,
- yaitu Adam dan Hawa.
- Bagaimana setan berhasil mendorong
- mereka memakan buah terlarang tersebut?
- Akhirnya melucuti dari mereka aurat
- mereka. Yanziu anhuma libasahuma.
- Tujuannya apa?
- untuk menampakkan bagi mereka aurat
- mereka. Lalu Allah ingatkan sesungguhnya
- dia melihat kalian ya innahu yarakum
- waqobiluhu dan rekan-rekannya,
- golongannya ya min haitsu la tarunahum
- dari tempat di mana kalian tidak mampu
- melihat mereka. Mereka melihat kalian,
- kalian tidak mampu melihat mereka. Dan
- kami jadikan setan sebagai
- sekutu-sekutu bagi orang-orang yang
- tidak beriman pada Allah. Jadi dari
- mulai di surga Allah mengingatkan kakek
- dan nenek kita untuk tidak makan buah
- tersebut agar aurat mereka tidak
- tersingkap. Setan justru membisikkan
- mereka agar mereka memakan buah tersebut
- hingga aurat mereka tersingkap. Begitu
- aurat tersingkap, apa yang
- terjadi? Syahwat manusia tidak
- terkendali.
- Jadi, bagaimana mungkin Allah Subhanahu
- wa taala mengizinkan pada masa Nabi Musa
- atau sebelumnya ya, manusia mandi
- telanjang hingga memperlihatkan aurat
- mereka satu dengan lain?
- Mustahil. Tapi mereka mengatakan demi
- membela hadis tersebut, demi membela
- Imam Bukhari, ya mereka mengatakan bahwa
- dulu orang mandi telanjang tidak menjadi
- soal kemudian dihapuskan oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Lalu sebagai
- korbannya Nabi Musa, nabi yang mulia,
- ulul azmi minar rasul, dipermalukan di
- tengah-tengah Bani Israil di mana dia
- berjalan berlari, mengejar pakaiannya
- sambil menampakkan auratnya. Jangankan
- Nabi Musa, kalau kita manusia yang bukan
- nabi dan rasul, kalau sampai aurat kita
- nampak di muka umum, itu betul-betul
- menodai kehormatan kita. Kita berharap
- agar Allah menjaga aurat kita. Bagaimana
- seorang nabi? Masa Allah akan permalukan
- nabinya. Nah, ketika kita menolak hadis
- ini mengatakan bahwa ini hadis yang
- berisikan kebohongan israiliyat, mereka
- mengatakan kalau gitu kamu tidak beriman
- pada Allah. Kamu menolak ayat Allah dan
- menolak hadis Rasulullah. Padahal yang
- kita tentang kebohongan hadis ini. Lalu
- mereka lontarkan tuduhan bahwa kita
- katanya menolak ayat Allah. Coba
- lihat. Nah, di sinilah bedanya manusia
- yang berakal memahami ayat Allah.
- menjaga betul-betul kehormatan
- orang-orang yang Allah perintahkan untuk
- kita jaga kehormatannya dengan keledai
- yang tidak berpikir sama sekali.
- Sebagaimana firman Allah mataluladina
- humilut taurah tumma lam yahmiluha
- kamalil himar ymilu asfar.
- Perumpamaan orang-orang yang
- dianugerahkan Allah kitab Taurat untuk
- dijadikan pelajaran pedoman hidup, tapi
- mereka tidak mengamalkan isinya persis
- seperti keledai-keledai yang memikul
- tumpukan tukang buku. Menghafal kitab
- Taurah seperti kita menghafal juga
- Al-Qur'an, menghafal hadis-hadis Rasul.
- Tapi tak ubahnya bagaikan keledai yang
- memikul tumpukan-tumpukan buku tanpa
- dipahami dengan benar dan mereka tidak
- amalkan isinya.
- kadzabu biayatillah. Betapa buruknya
- perumpamaan orang yang mendustakan
- ayat-ayat Allah. Wallahu
- lahdilimin. Allah tidak akan memberikan
- hidayat kepada orang-orang yang zalim.
- Jadi ikhwan-khwat yang dirahmati Allah,
- pada saat kita menolak satu hadis, baik
- terdapat dalam Sahih Bukhari, Sahih
- Muslim dan kitab yang lain atau terdapat
- dalam referensi Syiah
- Alquulaini atau man yahduruhul faqih
- atau attahdzib ya atau alistibsar atau
- buku manaun dari kalangan manapun.
- Pegangan utama kita Al-Qur'an. Selagi
- tidak sejalan dengan Al-Qur'an apalagi
- menodai kehormatan orang-orang yang
- dimuliakan Allah. Maka kita menolak dan
- mengatakan bahwa ini adalah
- kebohongan-kebohongan
- israiliat. Nah, kalau orang bertanya
- kalau gitu apa maksud dari ayat tadi?
- Allah tidak jelaskan kepada kita apa
- peristiwa di balik ayat ini. Cuma Allah
- mengingatkan kita agar kita tidak
- menyakiti
- Rasul sebagaimana Bani Israil menyakiti
- Nabi Allah Musa. Bukan hanya dengan
- pertanyaan-pertanyaan yang mereka
- putarbalikkan seperti dalam suratul
- baqarah ya bahkan mengatakan bahwa Nabi
- Musa mengolok-olok mereka dan berbagai
- macam kejahatan yang Bani Israil lakukan
- terhadap Nabi Allah Musa. Tapi dia
- bersabar. Di antara riwayat kita tidak
- berani memastikan
- kebenarannya tapi riwayatnya lebih masuk
- di akal.
- Bani Israil dari kejahatan mereka,
- kezaliman mereka, mereka menuduh Nabi
- Allah Musa melakukan perbuatan zina
- melalui seorang wanita yang mereka
- bayar. Jadi mereka jangankan berbuat
- seperti ini, yang lebih dahsyat mereka
- lakukan. Jadi mereka membayar seorang
- wanita ya untuk mengumumkan di
- tengah-tengah orang bahwa Nabi Musa
- berzina bersamanya. Akhirnya Allah
- Subhanahu wa taala buktikan kebersihan
- Nabi Musa. Si wanita mengakui bahwa apa
- yang diucapkan merupakan kebohongan. Ini
- riwayat ya. Selagi masuk dalam ranah
- riwayat, kita tidak berani sama sekali
- mengatakan bahwa ayat Allah turun untuk
- kasus tersebut. Tapi ada kemungkinan hal
- ini, ada kemungkinan hal lain yang
- dilakukan Bani Israil yang membuat Nabi
- Allah Musa betul-betul terzalimi,
- teraniaya.
- Kalau kita baca ayat-ayat
- sebelumnya, kita akan jumpai bahwa ayat
- ini mengingatkan kita untuk tidak
- menyakiti Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam seperti yang dilakukan
- orang-orang munafik. Coba Aisyah baca
- ayatnya. Coba lihat surat apa sih? Alah
- sebelum ayat tadi. Sebelum ayat itu.
- Sebelumnya beberapa ayat sebelum ayat
- 68nya sebelumnya buka.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Mohon izin, Ustaz. tadi kan ee ayat 69.
- He coba di mulai ayat 60 coba. Ayat 60.
- Bismillah. Pelan-pelan.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim. 63
- 62
- minasyaitanirrajim. Maluniina
- ainamaqifu ukhidu wa qutilu taqtila.
- Sunnatallahi filladzina khalau min qobl
- tajida
- lisunnatillahi
- tabdila.
- Yasalukasu sebelum ayat tadi. Sebelumnya
- sebelum ayat 60 59.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim. Laillam
- sebelumnya. Sebelumnya sebelumnya
- masalah ya ayyuhan nabiyu
- bukan.
- Coba.
- Walladina yunal mukminin. Sebelumnya
- lagi sebelumnya e innalladina
- yudunallahaulubillahiminasyaitanirjim.
- Innalladina
- yudunallaha waasulahu laahumullahu fid
- dunya wal akhirah. Wa aadda
- lahumzabam muhina.
- faqtamalu waam mubina.
- Ya ayyuhan nabiyu qul liazwajika wa
- banatika
- waisail
- mukminin yudniina alaihinna min
- jalabibihin dzalika adna ay'rafofna fala
- yudzain waanallahu ghaofurar rahima
- lainam yantahil munafiquuna walladina fi
- [Musik]
- maralladina fi qulubihim maradun wal
- murjifuna fil madinati
- lanughriannaka bihim tumma laa
- yujawirunaka fiha illa qalila. Coba baca
- tasnya terjemahannya coba dari ayat yang
- tadi kita baca yang tadi. Innalladzina
- yuduna
- bismillahirrahmanirrahim. Innalladzina
- yudunallah. Sesungguhnya orang-orang
- yang menyakiti atau dalam kurung menista
- Allah dan Rasul-Nya, Allah akan
- melaknatnya di dunia dan di akhirat dan
- menyediakan bagi mereka azab yang
- menghinakan.
- Orang-orang yang menyakiti mukminin dan
- mukminat tanpa ada kesalahan yang mereka
- perbuat, sungguh mereka telah menanggung
- kebohongan dan dosa yang nyata. Wahai
- Nabi dalam kurung Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam, katakanlah
- kepada istri-istrimu, anak-anak
- perempuanmu dan istri-istri orang
- mukminin supaya mereka mengulurkan
- jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang
- demikian itu agar mereka lebih mudah
- untuk dikenali sehingga mereka tidak
- diganggu. Allah maha pengampun lagi maha
- penyayang.
- Sungguh jika orang-orang munafik,
- orang-orang berpenyakit dalam hatinya,
- dan orang-orang yang menyebarkan kabar
- bohong di Madinah tidak berhenti dari
- menyakitimu, pasti kami perintahkan
- engkau Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam untuk memerangi mereka.
- Kemudian mereka tidak lagi menjadi
- tetanggamu di Madinah kecuali sebentar.
- Nah, dari ayat kita
- lihat bagaimana orang-orang munafik ya
- mereka menakwa.
- Kata-kata yudunallah, menyakiti Allah
- dengan sendirinya. Allah tidak mungkin
- disakiti oleh makhluknya. Tapi dengan
- menyakiti orang-orang yang dimuliakan
- Allah seperti para nabinya, begitu juga
- orang-orang yang beriman menyakiti
- mereka sama dengan kita apa? Berbuat
- aniaya terhadap Allah. Karena mereka
- merupakan orang-orang yang berada di
- bawah naungan Allah.
- Begitu juga menyakiti orang-orang yang
- beriman, memfitnah mereka dengan
- tuduhan-tuduhan yang mereka tidak
- lakukan. Ya, betul-betul ini
- perbuatan-perbuatan yang akan mengundang
- laknat dan kemurkaan Allah Subhanahu wa
- taala. Lalu setelah itu kita lihat ada
- satu ayat yang sepintas seolah-olah
- tidak berhubungan. Padahal berhubungan.
- Wahai Nabi, katakan pada apa?
- istri-istrimu, h
- putri-putrimu. Begitu juga wanita yang
- beriman untuk menutupi tubuh mereka ya
- dengan jilbab mereka. jilbab bukan
- penutup kepala tapi pakaian luar yang
- digunakan untuk menutupi ya katakan long
- yang digunakan agar tidak menampakkan
- lekuk-lekuk tubuhnya dan tidak
- transparan seperti
- balto hendaknya mereka menutupi tubuh
- mereka dari atas hingga ke bawah yang
- demikian itu agar mereka dikenali
- sebagai wanita-wanita baik-baik yang
- menjaga kehormatan mereka hingga tidak
- ada orang yang ingin mengganggu
- Adapun dulu sebelum mereka melakukan hal
- ini, Allah maha pengampun lagi maha
- penyayang. Jadi katakanlah sebelum turun
- ayat ini apa yang mereka lakukan tidak
- sesuai. Allah Subhanahu wa taala ampuni
- dosa
- mereka. Setelah itu Allah mengancam
- orang-orang munafik, orang-orang yang
- suka menyebarkan isu-isu dan fitnah
- serta mengada-adakan kebohongan. Kalau
- mereka tidak mau menghentikan tindakan
- mereka, kami akan perintahkan engkau
- untuk memerangi mereka dan mereka tidak
- akan lagi menjadi tetangga tetangga yang
- berdamping. Dan karena perbuatan mereka
- seperti itu, kita saksikan Bani Qainuqa
- pernah menyingkap pakaian seorang wanita
- muslimah.
- Kemudian Bani Nadir juga melakukan
- rencana-rencana kejahatan terhadap Nabi
- dan orang yang beriman. Begitu pula Bani
- Quraizah. Allah singkirkan mereka dari
- Madinah karena kejahatan mereka. Nah,
- apa yang Allah terangkan ini sebetulnya
- berhubungan dengan ayat yang Allah
- sebutkan pada ayat 69. Wahai orang yang
- beriman, eh wahai ya ayyuhalladzina
- amanu, wahai orang yang beriman, jangan
- kalian seperti Bani Israil ya yang
- menyakiti Nabi Allah Musa dengan
- berbagai macam isu fitnah yang mereka
- lontarkan kepadanya. Allah bersihkan
- semua tuduhan tersebut dari Nabi Allah
- Musa dan dia benar-benar seorang yang
- terkemuka di sisi Allah. Tapi kalau kita
- gunakan hadis tadi yang terdapat dalam
- Sahih
- Bukhari sebagai sebab burutnya, kita
- terlibat, terjerumus dalam fitnah
- menisbatkan kepada Nabi Musa yang tidak
- layak baginya sebagai seorang nabi yang
- begitu mulia. Masa demi
- menjaga Imam Bukhari memaksakan untuk
- mensahihkan hadisnya, kita menodai
- kehormatan seorang nabi. Oleh karena
- itu, orang yang meriwayatkan hadis ini
- menjadikan sebagai sebab nuzul ayat
- tadi. Maka orang yang mengada-adakan
- kebohongan terhadap Allah dan termasuk
- orang yang menyebarkan isu yang tidak
- benar terhadap Nabi Allah Musa dan Nabi
- Musa akan menuntut orang
- tersebut. Dan Allah juga tidak akan
- berdiam dari orang-orang semacam ini.
- Jadi jangan kalau sudah disebutkan dalam
- Sahih Bukhari atau Sahih Muslim kita
- langsung memastikan dia benar hingga
- sesuai dengan petunjuk Allah dalam kitab
- sucinya. Jadi kita
- berharap kita ini harus betul-betul
- melihat sesuatu secara
- objektif. Bukan dengan kacamata kuda,
- bukan seperti seekor keledai melihat
- sesuatu, tapi sebagai orang yang
- berakal. Allah berfirman, "W takfu
- maaaka bihi ilmun." Jangan kamu ikuti
- sesuatu tanpa dasar
- ilmu. Adapun hadis karena dia masih
- dalam ranah benar dan salah, maka dia
- belum masuk dalam ranah ilmu seperti
- Al-Qur'an alkarim yang pasti
- kebenarannya dari Allah Subhanahu wa
- taala.
- Jadi, mari kita berhati-hati dalam
- meriwayatkan atau menisbatkan satu hadis
- kepada Nabi kita atau menjadikan dasar
- turunnya satu ayat dalam Al-Qur'an.
- Wallahuam. Bisa kepada mungkin
- barangkali.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Allahumma
- shalli wasallim ala sayyidina Muhammadin
- wa ali sayidina Muhammad. dari apa yang
- sudah dijelaskan tadi, penting sekali ya
- kita
- itu ee berhati-hati di dalam ee menerima
- riwayat. Kalau ketika kita baca
- Al-Qur'an, apa yang diberitakan oleh
- Al-Qur'an itu pasti benarnya. Tapi
- ketika ada riwayat yang dicantolkan,
- apakah itu asbabun nuzul atau apa, kita
- perlu teliti ya.
- Ya, bukan saja dari sanadnya. Kalau
- sanadnya, oh ini sudah ada di kitab
- sahih. Iya. Karena syarat untuk apa?
- Sahihnya suatu riwayat bukan saja
- sanadnya, tapi juga harus kita teliti
- matannya. Apakah matannya itu
- bertentangan dengan Al-Qur'an atau
- apakah matannya itu mencederai
- kehormatan Nabi, kita harus hati-hati
- seperti itu. Nah, tadi kan ancamannya
- begitu besar orang
- yang ee menyakiti Nabi
- ya. Bagaimana Allah Subhanahu wa taala
- ancam di dalam Al-Qur'an.
- Innalladzina yudunallaha wa rasula
- laumullahu fid dunya wal akhirah waad
- lahumzaban
- muhina. Di dalam surah at-Taubah 61 pun
- pernah ya ee Allah menceritakan
- bagaimana orang-orang munafik ya mereka
- itu mengejek Nabi, menghinakan Nabi. Ini
- padahal ya penghinaannya seperti ini ya.
- Digambarkan dalam ayat 61 surah
- at-Taubah.
- Waminhuminaquuna hua udun. Di antara
- mereka, di antara orang-orang munafik
- ada yang mengganggu Nabi, mengejek Nabi,
- mengatakan Nabi ini, kalau orang ee
- Betawi bilang nih telinganya tipis.
- Artinya ee setiap ada ee aduan dari kaum
- mukminin, Rasulullah terima seperti itu.
- P sebenarnya bagus sebagai pemimpin
- kalau ada keluhan atau apa ee diterima
- ditampung. Nah, kemudian ya dicek ee
- ditelitikan seperti itu. Ini dihina oleh
- orang-orang munafik. Katanya nabi itu
- uzun. Arti mudah
- mendengar berita-berita yang disampaikan
- kepada beliau. Beliau
- langsung
- ee Allah menjawab langsung, "Qul hua qul
- udun
- khairillakum." Ya, katakanlah ya
- Rasulullah. Ya, kalau Rasulullah itu
- mendengarkan demi kebaikan untuk kalian,
- itu adalah baik. Yukminu billahi wau lil
- mukminin. Ya Rasulullah adalah beriman
- kepada Allah dan juga mempercayai kaum
- orang-orang yang beriman. warahmatan
- lilladzina amanu. Itu semuanya
- Rasulullah lakukan itu sebagai rahmat
- kasih sayang bagi orang yang beriman.
- Nah, kita sekarang pun kalau lihat
- bagaimana kalau seorang pemimpin mau
- mendengarkan rakyatnya itu kan bagus.
- Nah, ini saja ini dicela oleh kaum oleh
- orang-orang munafik langsung Allah
- subhanahu wa taala ancam walladzina
- yuduna rasulullahi lahum adzabun alim.
- Mereka-mereka yang mengganggu, yang
- mengejek, yang menghinakan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam ya mereka
- akan mendapatkan azab yang pedih. Ya,
- oleh karena itu juga seperti tadi ee
- tentang kehormatan para nabi, kita harus
- hati-hati seperti itu. Seperti misalnya
- kita dapat riwayat Rasulullah terkena
- sihir misalnya, kan itu bertentangan
- dengan Al-Qur'an. Padahal Allah
- Subhanahu wa
- taala sudah nyatakan di dalam Al-Qur'an
- ya, bagaimana ya Rasulullah itu orang
- dituduh orang-orang
- musyrik
- ya bahwasanya Rasulullah kena sihir.
- Lalu kita nisbatkan Rasulullah itu ya
- benar-benar kena sihir. Kan ini tuduhan
- orang musyrik.
- Iniuna illa rul mashura mashhur ya yang
- kalian ikuti ini
- waqimuna orang-orang zalim
- mengatakan yang kalian ikuti adalah
- orang yang kena sihir. Jadi ini adalah
- ucapan orang-orang musyrik menuduh Nabi.
- Kok kita ikut-ikutan nuduh Nabi kena
- sihir. Karena ada riwayatnya ketika ini
- dikaitkan dengan asbabun nuzul turunnya
- surah Muawwidatain. Qul azubirabbil
- falaq, qul
- azubirabbinnas. Ini artinya bertentangan
- dengan Al-Qur'an. Menyakiti Nabi
- sallallahu alaihi wasallam. ber menuduh
- Nabi ee kena sihir atau misalnya menuduh
- Nabi ya ee demen sama istri ee
- sahabatnya seperti itu. Ini ada
- riwayat-riwayat yang masuk di dalam di
- dalam apa ee tafsir ini. Kita harus
- harus teliti. Jangan sembarangan terima
- saja seperti itu. Karena ini mencederai
- Nabi, mencederai kehormatan Nabi. Dan
- ini nanti tentunya kalau kita ikut
- menyampaikan berita-berita ini, kita
- akan dituntut nanti di hadapan Allah
- Subhanahu wa taala. Seperti orang-orang
- yang mengatasnamakan Nabi Isa ya ee
- berdusta atas Nabi nama Nabi Isa. Nanti
- Allah Subhanahu wa taala ya akan panggil
- mereka. Seperti dalam surah Almaidah 116
- Allah
- katakan,"Qallahu ya isa
- Maryamuni wa ilahini minunillah." Kan
- mereka-mereka yang mengatakan, "Oh, Nabi
- Isa ini adalah anak Tuhan." Seperti itu
- misalnya ya. Nanti Nabi Isa nanti
- di apa? Ee orang-orang yang mengatakan
- itu disidang dan saksinya langsung Nabi
- Isa.
- Allah berfirman, "Wahai Isa bn Maryam,
- apakah engkau benar telah mengatakan
- kepada orang-orang, "Jadikanlah aku dan
- ibuku ya sebagai Tuhan selain
- Allah." Apa Nabi Isa? Qala subhanaka ma
- yakunu
- liquais bihaq. Enggak mungkin aku
- mengatakan ya sesuatu yang bukan hakku.
- Intuu faqadim. Kalau aku mengatakan itu
- pun pasti engkau tahu, ya Allah.
- Engkau mengetahui apa yang ada di diriku
- dan engkau dan aku tidak mengetahui apa
- yang ada pada dirimu. Inaka antaamub.
- Sesungguhnya engkau adalah maha
- mengetahui yang gaib. Mau lahum illa ma
- amani bihiudlahabiakum.
- yang aku perintahkan kepada mereka tidak
- lain seperti apa yang kamu perintahkan
- kepadaku, yaitu sembahlah Allah Tuhanku
- dan Tuhanmu. Wauntu alaihim syahid
- maumtu fihim. Aku menjadi saksi atas
- mereka selama aku beserta mereka ya
- masih hidup. Maksudnya falam tawafitani
- setelah engkau mewafatkan aku, kunta
- antarqiba alaihim engkaulah yang
- mengawasi mereka.
- an syahid dan engkau maha menyaksikan
- atas segala sesuatu. Begitu juga nanti
- ya ini Allah contohkan Nabi Allah Isa
- seperti itu ya. Nanti begitu juga kalau
- kita berbuat e mengatasnamakan
- Rasulullah kita bilang ini adalah qala
- Rasulullah. pada Rasulullah tidak
- mengatakan tersebut, nanti juga kita
- akan disidang oleh Allah dan Rasulullah
- menjadi saksi nanti seperti itu. Seperti
- Nabi Isa menjadi di apa menjadi saksi
- atas ucapan-ucapan umatnya. Nah, jadi
- kita harus hati-hati mengenai
- riwayat-riwayat ini ya. Tolak ukurnya
- kebenarannya adalah Al-Qur'an ya. Dan
- terutama sekali kalau itu menyangkut
- kehormatan nabi kita ya yang akan
- mencerai ee nabi kita, menyakiti hati
- nabi kita ya kita harus ee berhati-hati
- ya cek tersebut walaupun ee riwayat
- tersebut ada di kitab sahih manapun
- ya. Apalagi juga tentunya tentang Allah
- subhanahu wa taala ya mencederai
- kesucian Allah subhanahu wa taala juga
- sama seperti itu ya. Apalagi dengan
- Allah tentunya dengan nabinya juga
- seperti itu. Wallahuam ya sedikit
- mungkin ya. Nanti kita saksikan
- bagaimana manusia ini memfitnah Allah h
- bahwa dia
- beristri, beranak ini kan merupakan
- tuduhan-tuduhan yang tidak benar. Nabi
- dikatakan sebagai seorang syairun
- kadzab, penyair yang pendusta, sebagai
- seorang sahir, seorang majnun. Ya, jadi
- kan hal-hal yang menyakiti nabi kita dan
- juga dengan sendirinya memurkai Allah
- subhanahu wa taala yang tidak menghargai
- rasul yang diutus oleh Allah. Begitu
- juga hadis tadi yang menodai kehormatan
- Nabi Musa berarti menodai kehormatan
- Allah Subhanahu wa taala. Jadi kita
- ingatkan para ahli
- hadis, Rasulullah melarang pada masa
- hidupnya untuk menulis hadis karena
- takut terjadi hal seperti ini di mana
- kita lebih mengutamakan hadis daripada
- kitab Allah. Padahal Rasul menyampaikan
- ayat-ayat Allah dan seluruh
- pembicaraannya terhubung dengan
- Al-Qur'an sampai kehidupan diri dan
- keluarganya pun menyatu dengan Quran.
- Mudah-mudahan aja Allah Subhanahu wa
- taala buka pintu hidayah bagi mereka.
- Ustaz ee masyaallah, Ustaz. Ini ee
- setengah jam menuju jam 11.00, Ustaz
- Hamzah masih ada satu pertanyaan.
- Silakan insyaallah. Ee dari Om Krisna
- ada ada ada pertanyaan. Asalamualaikum
- Ustaz Husin dan Ustaz Hamzah. Apakah
- betul ketika Isra
- Mikraj ee Nabi Muhammad ee bisa masuk ke
- menghadap Allah sedangkan malaikat
- Jibril? Tidak bisa.
- Bahkan sendalnya aja
- enggak enggak tidak bisa masuk. Kemudian
- juga kapa betul malaikat bertanya
- tentang kepada Allah tentang ee kenapa
- dia menciptakan wanita begitu lama.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil alamin. Allahumma sholli ala
- Muhammadin wa ali Muhammad.
- Allahumma inna
- naudubikaill nazill
- nuzalima nudlama
- najhala. Kalau kita membaca hadis-hadis
- di seputar al-Isra wal
- Mikraj, banyak hadis-hadis israiliyat
- yang masuk untuk mengacaukan pemahaman
- kita. Seperti dalam Sahih Bukhari yang
- menggambarkan bahwa yang turun di Gua
- Hira itu bukan
- malaikat. Tumma danal jabbaru fatadalla
- fakana qoba
- qusain. Jadi Allah Subhanahu wa taala
- turun ya kemudian merapat kepada
- Rasulullah bagikan dua busur. Padahal
- kita tahu dalam hadis-hadis yang lebih
- sahih sebagaimana Sayidah Aisyah
- bertanya kepada Rasulullah. Rasulullah
- menjawab, "Innahu
- Jibril." Yang turun berjumpa dengan
- Rasul di Gua Hira adalah Jibril.
- Sedangkan Allah tidak terikat oleh
- dimensi ruang dan
- waktu. Nah, kita juga tadi mendengarkan
- riwayat israiliyat yang lain dan ini kan
- dibaca dalam buku-buku maulid. Karena
- dibaca, diulang dengan irama yang indah,
- akhirnya menyatu dengan darah daging
- kita. Tanpa kita periksa lagi, kita
- menganggap ini merupakan kebenaran.
- Ketika Jibril bersama
- Rasulullah menaiki langit satu demi satu
- hingga sampai di Sidratul
- Munta. Tahu-tahu ya. Katanya Jibril
- ketika mempersilakan Rasul
- masuk, Rasul mengatakan, "Menapa kamu
- tidak masuk?" Dia bilang, "Saya tidak
- punya kemampuan. Kalau saya masuk, saya
- akan
- terbakar. Akhirnya Rasulullah masuk.
- Jibril apa? Jibril ternyata apa?
- Ternyata tidak memiliki kemampuan untuk
- masuk ke dalam menggambarkan di sini
- kedudukan Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam yang mengatasi Jibril.
- Hal ini tidak terdapat dalam Al-Qur'an.
- Bahkan
- sebaliknya dalam suratun Najmi Allah
- berfirman, "Walaqad roah nazlatan
- ukidratil
- sesungguhnya Rasul telah menyaksikan
- Jibril dalam bentuk aslinya untuk kedua
- kalinya. Yang pertama di Gahirah, yang
- kedua inda sidratil muntaha." Pada
- Sidratul Muntaha Jibril menampakkan
- dirinya sebagaimana aslinya. Nah,
- bagaimana kira-kira riwayat tadi
- dihadapkan dengan ayat
- ini? Walaqad roahu nazlatan ukhro
- sidratil muntaha. Annazlatul ula ketika
- di gua Hirah ya Jibril dengan sayap yang
- memenuhi apa? Memenuhi langit kemudian
- mendekat kepada Rasulullah. Yang kedua
- ketika di Sidratul Muntaha. Berarti
- hadis tadi merupakan hadis yang
- bertentangan dengan ayat Al-Qur'an. Kita
- tidak perlu sama sekali memuliakan Rasul
- dengan riwayat seperti ini. Rasul
- manusia yang betul-betul meraih
- kedudukan yang amat
- mulia. Bahkan umatnya dijadikan sebagai
- umat yang terbaik apabila mereka
- memenuhi tiga syarat. Beramar makruf,
- bernahi mungkar, dan beriman pada Allah.
- Dan umatnya akan masuk ke dalam surga
- pertama-tama. Nahnu
- alakhirunquuna yaumalqiamah. Kami umat
- yang terakhir dan terdepan di hari
- kiamat. Nabi sebagai seorang nabi yang
- mendapatkan selawat dari Allah, selawat
- dari malaikatnya dan kita juga
- diperintahkan untuk berselawat bagi
- dirinya. Setiap ada satu orang masuk ke
- dalam Islam, Nabi mendapatkan saham dari
- apa enggak cukup ini bagi nabi kita? J
- tidak perlu kita membawa riwayat-riwayat
- seperti ini yang menggambarkan
- keunggulan Nabi dari Jibril, tapi semua
- itu tidak sejalan dengan kitab Allah
- Subhanahu wa taala.
- Kita sekarang memandang ulama atau
- memandang wali-wali itu dengan kesaktian
- yang mereka
- miliki. Keanehan-keanehan yang mereka
- ini enggak perlu enggak ada hubungan
- dengan kita. Kalau kita butuh sesuatu
- kita minta pada Allah. Takut berlindung
- pada Allah yang bersama kita di mana pun
- kita berada. Tapi para aulia Allah ini
- yang beriman dan bertakwa seperti yang
- sahabat-saampaikan, alladzina amanu wau
- yattaquun. Mereka yang menjadi contoh di
- tengah-tengah manusia yang memberikan
- manfaat, yang berbuat kebaikan, mengajak
- kepada yang makruf, mencegah dari yang
- mungkar, yang mati di syahid di jalan
- Allah, itu mereka aulia-aulia Allah.
- Tapi orang-orang yang dianggap keramat,
- yang melakukan hal-hal yang aneh ini
- bagi kita tidak ada hubungan dengan kita
- sama sekali.
- Kita tidak tergetar menyaksikan semua
- itu. Tapi kalau menyaksikan orang yang
- mengajak pada kebaikan, yang berjuang di
- jalan Allah, mengabdikan hidupnya untuk
- kemanusiaan, ini orang yang patut
- dihargai. Yang bisa menjadi contoh kalau
- kita datang berziarah kepadanya, kita
- mendapatkan pelajaran yang indah. Tapi
- kita ini deman hal-hal apa yang
- aneh-aneh? Kalau orang terbang di langit
- atau orang bercerita si fulan kalau
- salat Jumat di Masjid Alhamsa.
- Ini yang menjadi perhatian kita. Oleh
- karena itu, banyak orang datang minta
- supaya usahanya lancar, supaya dapat
- jodoh. Sampai satu orang datang sama
- saya, "Ustaz, saya minta amalan doain
- dong. Biar itu perempuan yang saya mau
- gelepek-gelepekan hatinya." Saya bilang,
- "Saya bukan dukun. Saya enggak menguasai
- hati orang sama sekali. Saya bukan
- bekerja untuk ini. Saya mengajak kamu
- pada apa? Pada kebaikan. Mengajak kamu
- kembali kepada Allah. Jangan masakan
- sesuatu di luar kemampuan kamu. Jadi
- kita minta supaya
- doain perempuan biar gelepek-gelepek
- hatinya sama dia. Ada yang minta diisiin
- tasnya. La haula wala quwwata illa
- billahil aliyilim. Jadi mistik ini
- hal-hal seperti ini dukunisme luar biasa
- digemari di Indonesia, di Singapura, di
- Malaysia. Saya datang ke Singapura untuk
- berdakwah di jail, di penjara. Ternyata
- si penjaranya bicara hal seperti
- ini. Bahkan ada yang minta supaya
- didoakan supaya bisa begini, bisa begini
- dan lain itu kalau ada orang seperti ini
- luar biasa mereka
- sambut. Tapi kalau mengajak pada
- kebaikan, mengajak kembali pada Allah,
- mereka sambut dengan dingin. Itu di
- Indonesia di mana-mana tempat terjadi.
- Jadi kalau kita perhatikan bersama-sama,
- kita ini salah dalam melakukan
- pendekatan kepada Nabi kita Muhammad
- Sall. sallallahu alaihi wasallam bukan
- mendekati beliau dengan wahyu yang
- beliau bawa dengan ketauladanan beliau,
- dengan perjuangan beliau hingga kita
- bisa ikut di belakangnya tapi justru
- kita berusaha mencari-cari apa kira-kira
- keanehan-keanehan keajaiban yang beliau
- lakukan. Kita lebih fokus tangan Nabi
- jarin yang mengeluarkan air. Begitu juga
- biawak yang mengucapkan salam padanya
- daripada ketauladanan dan perjuangan
- beliau. Oleh karena itu, kalau
- seandainya sekarang Nabi datang di
- tengah-tengah
- kita, Nabi datang di tengah-tengah kita
- dengan kesederhanaan, ketawabuan,
- mengajak kita berserah diri kepada
- Allah, berjuang di jalannya, kira-kira
- yang nyambut berapa banyak? Sedikit.
- Sedikit. Bahkan yang baca selawat
- memuji-muji Nabi belum tentu mau
- mengikuti Nabi. Tapi kalau seandainya
- Abu Jahal datang ke tengah-tengah kita
- bawa harta dibagi-bagikan, menjanjikan
- kedudukan, saya yakin berbondong-bondong
- bahkan banyak ulama yang bakal menyambut
- Abu Jahal. Contohnya sekarang ini kita
- lihat, betul gak? Bagaimana kalau
- kedudukan jadi bahan rebutan? Ketika
- Prabowo gagal, orang menjauh
- daripadanya. Sampai beliau mengatakan,
- "Saya mau pinjam uang di bank. Bank
- tidak memberikan sama sekali. Betul gak?
- Tapi begitu Prabowo naik jadi presiden,
- yang dulu maki-maki, yang dulu antipati,
- yang dulu menyerang, berbutan merangkul
- Prabowo. Betul gak? Itulah dunia.
- Nah, Rasul datang dengan ajaran yang
- amat indah, rahmat bagi al alamin,
- menegakkan keadilan. Itu yang mesti kita
- perhatikan. Jangan bicara-bicara dengan
- riwayat-riwayat yang
- memalukan. Jibril alaihialatu wasalam
- hulu barang malaikat.
- yang dimuliakan di tengah-tengah
- penduduk langit. Betul gak?
- Dalam
- jawili menggambarkan Jibril yang punya
- kedudukan yang amat mulia di sisi Allah.
- Ditaati di tengah-tengah para malaikat
- dan amat amanah. Jibrilnya sebagai
- pembawa wahyu begitu amanat dan mulia
- diantarkan kepada rasulnya yang mulia
- disampaikan kepada umat yang mulia yang
- menyambut dirinya. Itu yang kita
- inginkan. Jadi kalau kita ziarah ke para
- pejuang, ke Wali Songo, katakan yang
- berjuang di J, kita bacakan sejarah
- mereka biar menjadi ikutan kita. Jangan
- kita bilang apa? Orang punya hajat,
- punya kebutuhan minta ke majelis. Jadi
- kan betul-betul mengalihkan orang dari
- Allah Subhanahu wa taala. Wallahuam.
- Pengalihan apa? bahwa wanita dia
- ciptakan lebih lama. Itu sebetulnya itu
- semua khurafat, riwayat yang tidak benar
- sama sekali. Allah ciptakan
- Adam. Adam dalam kesendirian membutuhkan
- pasangan. Di sini menggambarkan
- bagaimana laki-laki tidak akan sempurna
- tanpa ada pasangannya. Setelah itu Allah
- ciptakan
- Hawa bukan sebagai lawan hingga terjadi
- pertarungan di antara wanita dan pria,
- tapi sebagai pendamping yang melengkapi
- dan menyempurnakannya. Pria
- menyempurnakan wanita, wanita
- menyempurnakan pria. Mereka bersama-sama
- berdampingan menuju Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi Allah ciptakan Hawa
- berikutnya. Di sini kita lihat bagaimana
- Adam dalam
- kesendirian. Dia tidak merasakan sama
- sekali apa? Tidak merasakan sama sekali
- kebahagiaan. Hingga Allah Subhanahu wa
- taala ciptakan pendampingnya itu nenek
- kita semua. Maka ini pelajaran buat kita
- agar kita memperlakukan juga pasangan
- kita sebagai apa?
- sebagai pendamping yang melengkapi dan
- menyempurnakan kita. Begitu juga kita
- bagi pasangan wanita kita jangan kita
- pandang rendah, jangan pandang sepele
- karena kelemahan Dia. Lalu kita
- meriwayatkan hadis-hadis yang
- merendahkan kaum wanita. Padahal tidak
- mungkin sempurna kehidupan kita tanpa
- pasangan kita. Hunna libasul lakum wa
- antum libas. Wa antum libasul lahun.
- Wallahuam. Ustaz mau tadi tadi kan
- sempat disebut Ustaz bahwa kalau
- beberapa di antara dai kan membawa kisah
- dan lain sebagainya tapi ini
- kadang-kadang dipakai sebagai metode
- dakwah Ustaz menyampaikan ee satu
- pendidikan melalui cerita dan ini memang
- sudah jadi budaya kita di Indonesia
- menyampaikan pesan atau menyampaikan
- pendidikan lewat cerita. Nah, kalau kita
- mau menggunakan metode itu, batasannya
- apa, Ustaz? batasan untuk ee seorang dai
- menggunakan kisah yang barangkali di ada
- hiperbolanya dan sebagainya. Ustaz
- Syukra ya. Yang pertama ya ee Al-Qur'an
- pun memberikan contoh kepada kita
- kisah-kisah ya. Ada kisah Nabi Yusuf,
- kemudian Nabi Musa, Nabi itu kan apa
- ayat-ayat qasas juga kan banyak. Nah itu
- adalah apa ee kisah-kisah yang benar.
- Ee kemudian mengenai tadi peristiwa Isra
- dan Mikraj itu itu sudah pasti karena
- disebutkan Al-Qur'an ya isra di dalam
- surah Bani Israil dan mikrajnya dalam
- surah An-Najm ya.
- Ee adapun ee tadi ee riwayat-riwayat
- yang kadang-kadang yang menyimpang
- dengan kebenaran ya yang tidak seperti
- apa yang disebutkan dalam Al-Qur'an.
- Maka itu harusnya jangan kita ee
- ceritakan seperti itu. Seperti contohnya
- misalnya riwayat tadi ada juga katanya
- Allah ee Rasulullah bagaimana ee bertemu
- dengan Allah kemudian tangan Allah
- memegang dada Nabi sampai aku merasakan
- katanya
- dinginnya. Seolah-olah Allah bertangan
- seperti makhluk seperti itu. Nah, ini
- sebenarnya kalau kita melihat dari
- firman Allah dalam surat Asyuara ayat
- 51 ya, bagaimana Allah subhanahu wa
- taala berbicara kepada hambnya ketika
- Rasulullah berdialog dengan Allah
- seperti yaitu Nabi Musa berdialog dengan
- Allah di Gunung Turina. Kalau Allah
- Rasulullah berdialog dengan Allah
- di Sidratul Muntaha ya ini memang ee itu
- e mungkin ee diterangkan dalam surah
- Asyura ayat 51. Wama libasyarin
- ayukallimahullahu illa wahyan war
- hijabin au yursila rasulan fayuhi
- bidnihi ma yasya. Ada tiga ee jalan
- bagaimana Allah subhanahu wa taala
- memberikan apa? berdialog dengan seorang
- manusia dengan manusia. Jadi tidak
- mungkin Allah apa ee ee mengajak bicara
- seorang manusia kecuali melalui wahyu.
- Wahyu itu adalah isyarat yang khafi
- ya. Ai warai hijab atau dari barik
- hijab. Barik hijab seperti Nabi Musa ee
- diajak bicara oleh Allah. Orang Nabi
- Musa enggak ngelihat Allah Subhanahu wa
- taala. Begitu juga seperti Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam di Sidratul
- Muntaha. Rasulullah enggak melihat Allah
- subhanahu wa taala tapi bisa mendengar.
- A yursila rasulan atau dengan mengutus
- seorang rasul yaitu seorang apa? Utusan
- yaitu seperti mengutus malaikat Jibril.
- Itu hanya tiga ini disebutkan dalam
- Al-Qur'an. Jadi kalau ada kisah-kisah
- yang lainnya ya itu enggak enggak enggak
- benar seperti itu. Lalu mengenai cerita
- tadi, kalau cerita itu artinya sahih,
- kemudian sejalan dengan Al-Qur'an tidak
- seperti tadi mencederai apa ee kesucian
- Allah Subhanahu wa taala atau mencederai
- kesucian Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam atau para nabi ya itu
- bisa saja di diterima tapi kita harus
- teliti ee kebenarannya supaya kita tidak
- ee salah di dalam membawakan cerita
- tadi. Sebenarnya intinya ya kalau kita
- sudah
- ee sampaikan dari apa yang di dalam
- Al-Qur'an, cerita-cerita dalam Al-Qur'an
- itu sebenarnya sangat-sangat memadai
- seperti itu. Kalaupun ada cerita yang
- yang mirip sejalan ee seperti yang
- dialami kan kadang-kadang ada yang
- dialami di misalnya di negeri kita atau
- apa sejalan seperti itu enggak apa-apa
- kita
- ceritakan yang asal jangan yang seperti
- tadi menyimpang dan mencederai
- kehormatan Nabi dan Allah Subhanahu wa
- taala. Wallahuam. Terima kasih ya.
- Ini tepas ustaz sampaikan. Kita
- kadangkan dalam perjalanan kita dari
- rumah menuju
- pekerjaan atau terkadang dalam pergaulan
- kita, kita menyaksikan berbagai macam
- peristiwa ini. Peristiwa-peristiwa ini
- kan bisa menjadi ibrah pelajaran buat
- kita.
- Selagi kisah yang kita sampaikan benar,
- bukan kebohongan dan kita mengambil
- pelajaran daripadanya terhubung dengan
- bimbingan petunjuk Allah itu merupakan
- hal yang apa? Hal yang amat baik sesuai
- dengan bagaimana Allah menjadikan
- Al-Qur'an sebahagiannya kisah-kisah
- pelajaran dari umat terdahulu. Yang
- penting benar, jauh dari kebohongan. Dan
- yang kedua bukan untuk membuat orang
- tertawa tapi faabiru ya ulil abs
- tujuannya untuk apa? Mengajak orang
- mengambil
- pelajaran dari apa? Mengambil pelajaran
- dari apa-apa yang kita dengar agar
- berguna untuk dunia kita maupun akhirat
- kita. Sering ana dalam perjalanan
- menyaksikan kejadian. Kejadian ini
- sebagai pelajaran buat kita semua. Kita
- sampaikan kepada umum. Katakan ada
- seorang yang berbakti kepada orang
- tuanya. Bagaimana Allah Subhanahu wa
- taala memuliakan dirinya dari keadaan
- yang rendah menjadi apa? Orang-orang
- yang sukses dan berhasil. Bagaimana
- hukuman Allah terhadap orang-orang yang
- durhaka? Padahal dia orang yang ibadah,
- rajin, berpuasa, tapi karena sikapnya
- yang kurang baik kedua terhadap kedua
- orang tuanya, bagaimana kehidupannya
- langsung merosot dan mengalami
- kehancuran. Jadi, kisah-kisah yang penuh
- dengan hikmah dan pelajaran. Rasulullah
- bercerita di antaranya kisah yang
- berkaitan dengan seorang
- pemuda ya yang pertama-tama mempelajari
- sihir kemudian dia menemukan kebenaran
- ya kemudian Allah berikan dia kemuliaan
- sebagai pendukung bagi dakwahnya hingga
- banyak orang yang masuk ke dalam Islam
- termasuk di antaranya kaumnya.
- Akhirnya begitu sang raja ya mengetahui
- perbuatannya menghukum
- dirinya.
- Berkali-kali dijatuhkan hukuman tapi
- tidak berhasil. Pertama dia perintahkan
- pasukannya untuk melontarkan dari puncak
- gunung. Ternyata dia selamat.
- Diperintahkan untuk dibuang di tengah
- lautan. Dia selamat sampai terakhir dia
- mengatakan, "Kamu tidak akan mampu
- membunuh saya hingga kamu mengikuti apa
- yang saya ajarkan.
- Tapi dengan syarat kamu kumpulkan semua
- rakyatmu. Akhirnya di padang yang luas
- ya di alun-alun dikumpulkan. L si pemuda
- mengatakan, "Kamu ambil panah dari apa?
- Lumbung
- panahku. Kemudian kau arahkan kepadaku."
- Ya, ikat aku di tiang. Arahkan kepadaku
- sambil mengatakan bismillahi rabbil
- ghulam. Dengan nama Allah ya Rabbil
- Ghulam, Tuhan dari pemuda ini. Begitu si
- raja melepaskan panahnya mengenai
- sasaran si pemuda, si pemuda menyebut
- nama Allah. Kemudian dia menghembuskan
- nafas yang terakhir. Begitu rakyat
- menyaksikan, langsung mereka serentak
- mengatakan, "Amanna birabbil ghulam."
- Kami beriman kepada Tuhan Alqam.
- Akhirnya raja membuat parit
- memerintahkan untuk menyalakan api.
- Siapa yang tetap dalam imannya
- diperintahkan untuk dilontarkan ke dalam
- api satu persatu. Ternyata kaumnya
- semuanya rela untuk masuk ke dalam api
- untuk mempertahankan keimanan mereka.
- Ini diceritakan dalam
- suratul
- Buruj. Dalam suratul Buruj dalam Quran
- dikisahkan ya cerita ini juga berulang
- oleh Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Kisah ini penuh
- betul-betul hikmah. Tapi jangan
- kisah-kisah yang sifatnya lelucon lawak
- untuk membuat tertawa. Sampai Nabi
- mengatakan, "Siapa-siapa yang
- menceritakan sesuatu untuk membuat
- tertawa seseorang dalam kebohongan,
- Allah Subhanahu wa taala murka
- padanya." Jadi membimbing kita untuk
- selalu mengambil pelajaran dari apa-apa
- yang kita ceritakan.
- Baik, Ustaz. Sepertinya baik, Ustaz.
- Sehat Oke. Baik. Oke, kita tutup aja.
- Ustaz Hamzah mau khotbah Jumat sebentar
- lagi. Kita juga khotbah insyaallah. Oke.
- Baik. Ee demikian tadi acara renungan di
- bawah naangun Al-Qur'an untuk edisi
- dialog dan tanya jawab. Mudah-mudahan
- apa yang tadi disampaikan ee sesuai
- dengan kehendak Allah ya. Mohon maaf
- untuk Anda yang sudah berkirim WA tapi
- belum sempat dijawab ya. Ada Ibu Sitya
- Anisa, kemudian Bapak Bapak Mukar, Bapak
- Bu Maskur, terima kasih dan lain-lain
- ya. Kita akan jumpa lagi pada insyaallah
- Jumat depan Ustaz Isa ya. Insyaallah.
- Baik, terima kasihin Ustaz Isa. Saya
- Muhammad Krishna Saputra dan Algi mohon
- pamit. Wabillahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.