Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- am warahmatullahi wabarakatuh. Sehat,
- Imam?
- Yahat. Mudah-mudahan seluruh pemirsa dan
- pendengar TV dan radio silaturahim serta
- Mas Agus dan Senap Kriuk dari ee
- silaturahim sehat walafiat. seperti yang
- saya rasakan pada sore hari ini. Baik,
- terima kasih Imam. Langsung saja
- pembahasan yang akan disampaikan oleh ee
- Imam Tafadal Imam.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Innalhamdalillah nahmaduhu wa
- nasta'inuhu wa
- nastagfiruh wa naudubillahi min syururi
- anfusina was sayiati
- a'malina may yahdihillahu fala
- mudillalah wam yudlil fala hadiyaalah.
- Ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa
- rasuluh.
- Masyaallahu kan wama lam yasya lam yakun
- la haula wala quwwata illa billahil
- aliil adzim. Amma ba'. Ikhwan akhwat
- yang sangat disayang oleh Allah
- subhanahu wa taala.
- pemirsa TV
- Silaturahim dan pendengar Radio
- Silaturahim di mana saja berada.
- Alhamdulillah pada sore hari ini kita
- dapat bertemu kembali
- bersilaturahim lewat kajian tafsir
- maudui. Pada sore hari ini kita akan
- mencoba
- memahami firman Allah Subhanahu wa taala
- yang terdapat dalam surah
- [Musik]
- Al-Insan, surah yang ke-76.
- Kita akan coba memahami ayat 1 sampai
- dengan ayat
- 3. Demikian dalam
- pembagian tafsir Ibnu
- Katsir yang kami al-fakir memberi judul
- atau maudu dari tiga ayat ini dengan
- manusia dan hidayah Allah Subhanahu wa
- taala. Mari kita renungkan.
- Ayat-ayat ini dengan artinya kita baca
- terlebih dahulu sudah
- tentu.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [Musik]
- Hal ata alal
- insanium
- minaddah lilam yakun saaiam
- mazkur inna khalaqnal
- insana min
- nudfatin amsyajin nabtalihi
- faja'alnahu
- sami basir
- inna
- hadahbila imma syakir wa
- imma
- kafur yang artinya kurang
- lebih bukankah telah
- datang atas
- manusia satu
- waktu dari
- masa. Sedangkan dia ketika itu belum
- merupakan
- sesuatu yang dapat
- disebut.
- Sesungguhnya telah
- kami ciptakan
- manusia dari
- stetes nutfah atau mani yang
- bercampur yang kami mengujinya.
- dengan perintah dan
- larangan yang kami hendak
- mengujinya dengan perintah dan
- larang. Karena itu kami jadikan
- dia mendengar dan melihat.
- Sesungguhnya kami
- telah menunjukinya jalan yang
- lurus atau memberi hidayah kepadanya
- jalan yang lurus.
- Ada yang
- bersyukur dan ada pula yang
- kafir.
- Demikian arti tiga ayat yang kita baca
- tadi. Surah Al-Insan ini merupakan surah
- yang oleh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam kita
- disunahkan untuk
- membacanya
- setiap fajar. Salat fajar salat subuh di
- hari
- Jumat pada rakaat yang pertama.
- Sementara pada rakaat yang maksud kami
- perat yang
- kedua. Sementara pada rakaat pertama
- kita disunahkan membaca surah
- Sajdah. Inilah sunah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam ketika kita
- salat subuh di hari Jumat.
- Mudah-mudahan
- kita terus mampu
- melaksanakannya walaupun ini bukan
- wajib. Sekali lagi ya. Nah, untuk lebih
- menghayati kenapa Rasul
- menyuruh kita membaca surah ini. Nah,
- inilah antara lain yang akan coba
- kita
- memahami surah ini walaupun tidak
- seluruhnya.
- Ikhwan akhwat, berkenaan dengan surah
- ini ada sebuah hadis yang
- panjang yang diriwayatkan oleh Imam
- Attabrani dari Abdullah bin
- Umar. Suatu kisah yang sangat
- mengharukan yang terjemah bebasnya
- kurang lebih sebagai berikut.
- bahwa pada suatu hari datang menghadap
- Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam seorang
- negru yang berkulit hitam sudah tentu
- perang
- Habasyah.
- Lalu dia orang tadi diterima oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- dengan hati yang terbuka.
- Kemudian beliau
- menawarkan
- kepada orang Habasyah atau orang negro
- tadi
- begini.
- Bertanyalah mana yang engkau belum
- paham.
- Itu tawaran Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam pada si negru
- tadi. Lalu
- pemuda Nikro tadi atau Habasyah tadi
- berkata, "Ya
- Rasulullah, Allah telah
- melebihkan kalian dari
- kami. Baik dari segi
- rupa atau dari segi warna kulit.
- Dan
- dilebihkannya pula
- ditunjukkan
- nubuwah pada kalangan kalian. Maksudnya
- orang
- Arab. Saya ingin
- bertanya. Jika saya
- beriman dengan apa yang Anda suruh
- imani dan saya amalkan apa yang Anda
- suruh amalkan.
- Apakah saya masih akan diberi kesempatan
- duduk bersama engkau di surga nanti?
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- kemudian
- menjawab,
- "Memang demi Allah yang
- memegang, yang
- tangannya
- memegang sinarmu yang
- hitam atau yang memegang
- tanganku." Artinya menunjukkan kekuasaan
- Allah.
- Jadi demi
- Allah
- yang memegang aku dalam
- tangannya.
- Sinarmu
- atau wajahmu yang
- hitam itu akan tetap memancar.
- Artinya walaupun kulitnya
- hitam tetapi akan memancarkan
- sinar yang terang
- benderang walaupun dalam jarak 1000
- tahun.
- Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam melanjutkan
- sabdanya, "Barang
- siapa
- mengucapkan
- lailahaillallah, Allah telah berjanji
- akan melindunginya.
- Dan barang siapa
- mengucapkan subhanallah
- wabihamdih akan ditulis
- untuknya
- 100.000 atau
- 20.000
- 24.000 kebajikan.
- Mendengar perkataan beliau
- itu atau sabda beliau
- itu,
- pemuda Habasyi tadi ataupun Habsyi tadi
- berkata, "Kalau sudah sampai demikian
- anugerah yang dijanjikan oleh
- Allah,
- bagaimana kita akan sengsara lagi, ya
- Rasulullah?
- Jadi pemuda Habsi tadi merasa bahagia
- dengan jawaban Rasulullah sallallahu
- alaihi
- wasallam. Kemudian Rasulullah
- melanjutkan
- sabdanya, "Benar, Nak." Kurang lebih
- begitu.
- Seseorang akan datang di hari kiamat
- dengan
- amalan yang kalau amalan itu
- diletakkan di puncak
- gunung,
- niscaya beratlah gunung itu memikulnya.
- Tetapi ketika nikmat Allah pun
- datang yang
- beruntun-runtun
- sehingga
- meratalah nikmat
- itu tempat itu dipenuhi oleh nikmat
- Allah, maka
- semua amalan tadi
- tidak bisa
- dibandingkan.
- Artinya amal
- manusia
- apabila dibandingkan dengan nikmat Allah
- maka lebih besar daripada nikmat Allah
- berkali-kali lipat.
- Ikhwan akhwat ini mengajak berpikir kita
- semuanya bahwasanya berapapun amal yang
- kita
- lakukan itu tidak akan
- bisa
- menandingi nikmat yang telah diberikan
- oleh Allah kepada kita.
- Nah, pada waktu itulah
- datang wahyu Allah yang berisi surah
- Al-Insan
- ini. Kemudian Rasulullah
- membacanya sejak awal seperti ayat yang
- tadi sudah kita baca.
- Ayat yang
- pertama ata alal
- insani minam
- [Musik]
- yakunur. Maka ketika sampai pada ayat
- yang
- ke-20 yang berbunyi, "Waidza roita
- tsamma roita naim wa mulkan kabiro yang
- artinya, dan apabila engkau lihat lagi
- di sana engkau lihat aneka nikmat dan
- kerajaan
- besar
- mendengar wahyu itu. Maka
- kemudian pemuda Habsi tadi
- berkata, "Wahai
- Rasulullah,
- sekarang aku melihat dengan
- mataku apa yang dilihat oleh matamu
- dalam
- surga." Lalu pemuda itu menangis.
- Rasulullah menjawab, "Benar apa yang
- engkau katakan wahai
- pemuda."
- Tetapi di saat dia
- menangis, dia kemudian tersujud
- jatuh dan putuslah
- nyawanya. Artinya dia meninggal dunia.
- Ketika mendengar ayat tadi dibaca oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- sampai pada ayat yang ke-20
- tadi. Kemudian Rasulullah sallahu alaihi
- wasallam
- bersabda yang
- artinya saudaramu ini telah meninggal
- karena
- rindunya akan surga.
- Kata Ibnu Umar, perawi, selanjutnya,
- "Saya melihat Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam ikut menimbun kuburnya
- dengan tangan beliau
- sendiri." Inilah ikhwan akhwat tentang
- sebagian dari kemuliaan surah Al-Insan
- ini.
- Nah, apa?
- Isi dari atau sebagian
- dari surah
- ini. Pada ayat yang
- pertama Allah
- bertanya
- dengan
- uslub istifham
- ingkari atau pertanyaan erotis eh
- retoris. Pertanyaan retoris.
- Bukankah telah datang atas
- manusia satu waktu dari masa? Sedangkan
- dia ketika itu belum merupakan sesuatu
- yang dapat
- disebut. Ini mengingatkan kita
- manusia bahwasanya
- dulunya kita ini tidak ada.
- Ibnu Katsir
- ketika menjelaskan ayat ini, menulis
- kurang
- lebihnya, Allah
- menceritakan keadaan
- manusia bahwasanya dia telah menciptakan
- manusia dan mengadakannya dalam wujud
- ini.
- Padahal
- sebelumnya dia bukanlah merupakan
- sesuatu yang
- disebut-sebut karena terlalu hina dan
- terlalu
- lemah. Inilah yang dimaksudkan oleh
- firman Allah. Hal
- ata alal insaniin minadahri lam
- [Musik]
- yakunai. Memang
- manusia asalnya
- tidak tapi justru setelah ada manusia
- menjadi lupa kepada penciptanya.
- Oleh karena
- itu, mari kita renungkan sebetulnya
- siapa kita
- ini dalam pembahasan
- filosofi sejak dulu bahkan sampai
- sekarang manusia selalu
- dipertanyakan sebetulnya siapa manusia
- itu. Nah, dari beberapa
- pengertian ulama mantik memberikan
- penjelasan manusia atau insan
- adalah haiwan
- anatiq, hewan yang bisa
- berpikir. Jadi sebetulnya kita ini
- manusia itu adalah bagian daripada
- hewan.
- Hanya oleh Allah kita diberikan
- kelebihan untuk bisa
- berpikir.
- Manusia untuk membedakan dengan makhluk
- yang
- lain, dia
- diberikan minimal empat karakter yang
- berbeda dengan makhluk yang lain.
- Kalau karakter ini hilang, samalah dia
- dengan manusia yang lain. Bahkan mungkin
- lebih rendah lagi. Sebagaimana
- disebutkan dalam surah at-Tin. Laqod
- khalaqnal insana fi ahsani takqwi tummau
- asfalfirin dan seterusnya.
- Nah, apa empat
- karakter yang membedakan manusia dengan
- hewan atau makhluk yang
- lain? Pertama adalah
- kreativitas. Manusia adalah makhluk yang
- punya
- kreativitas. Yang kedua,
- ilmu. Jadi, hewan yang berilmu itulah
- manusia.
- Yang ketiga, iradah
- kehendak. Manusia memang diciptakan oleh
- Allah untuk punya
- kehendak. Kemudian ini yang penting yang
- keempat adalah
- akhlak. Apabila manusia tidak punya
- empat karakter ini sama dia seperti
- hewan-hewan yang
- lain. Dia tidak punya kreativitas.
- Memang hewan tidak punya kreativitas.
- Maka kita
- lihat misalnya rumah hewan yang paling
- bagus yaitu lebah. Sejak dulu sampai
- sekarang ya tetap diagonal. Tidak pernah
- ada kreativitas perbaikan dan
- seterusnya.
- Nah, kemudian
- ilmu walaupun ada sebagian orang
- mengatakan hewan yang paling cerdas itu
- adalah anjing dalam bahasa mukallabin.
- Tetapi seberap pun
- kepandaian anjing tidak mungkin bisa
- melebihi ke ee kepandaian manusia.
- Jadi kalau manusia tidak punya
- ilmu, sama sajalah dia dengan
- hewan. Ilmu ini yang membedakan kita
- dengan hewan atau makhluk Allah yang
- lain. Apa yang ada di depan saya ini
- mungkin ada persamaan dengan manusia
- yaitu apa? Tumbuh. Namanya
- tumbuh-tumbuhan.
- tetapi dia tidak punya
- kreativitas, dia tidak punya ilmu dan
- seterusnya. Ah, kemudian yang ketiga
- tadi iradah
- kehendak. Kita tahu kalau hewan kita
- arahkan ke mana saja dia akan ikut. Tapi
- manusia biasanya kalau disuruh dia akan
- bertanya, "Kenapa begini? Kenapa
- begitu? Dan yang terakhir adalah
- akhlak.
- Perilaku yang saya maksudkan di sini
- adalah akhlakul karimah, perilaku
- terpuji. Nah, kalau manusia tidak punya
- perilaku
- terpuji, maka samalah dia dengan
- hewan. Bahkan lebih rendah lagi
- derajatnya.
- Ini empat karakter yang dimiliki oleh
- makhluk yang bernama manusia.
- Nah, selanjutnya Allah
- menyampaikan tentang
- bagaimana rendahnya
- manusia yang tadi disebutkan oleh ee
- Ibnu Katsir
- hinanya lemahnya manusia sebelum sebelum
- diciptakan. Inna khalaqnal insana min
- nutfatin amsyaj.
- Sesungguhnya kami ciptakan manusia dari
- nutfah, dari stetes
- mani yang
- bercampur. Maksudnya di sini amsaj
- adalah
- percampuran dari sebagian dengan
- sebagian yang
- lain. Yang lebih spesifik lagi adalah
- percampuran antara mani laki-laki dan
- mani perempuan.
- Apabila
- bertemu, maka kemudian setahap demi
- setahap jadilah dia kemudian
- menjadi manusia. Allah mengingatkan pada
- kita, "Wahai
- manusia, itulah asal usul
- kejadianmu dari
- benda yang
- sangat lemah.
- dari benda yang sangat hina bahkan
- sangat
- menjijikan. Allah Subhanahu wa taala
- menggunakan kata insan di
- sini. Nah, di dalam
- membahasakan
- manusia di dalam Al-Qur'an ada
- disebutkan minimalnya empat istilah.
- Yang pertama adalah annas. Ini mungkin
- beberapa kali sudah pernah saya
- sampaikan. Artinya manusia secara
- umum. Siapa saja asal itu manusia
- disebut annas. Ber dalam surah Annas.
- Qul
- azubirabbinnas. Nabi Adam kemudian Ibu
- Hawa. Kemudian Nabi
- Isa alaihi salam. Nabi Adam Alaih Salam,
- Nabi Isa Alaih Salam, kemudian ibu kita
- Hawa. Itulah
- manusia itu
- annas. Nah, kemudian apabila Allah
- menunjukkan
- meemberikan pengertian manusia secara
- parsial, terbagian tidak seluruhnya,
- maka biasanya menggunakan kata al-insan.
- Maka ketika kita memahami ini mungkin
- timbul pertanyaan pada diri
- kita. Katanya manusia diciptakan dari
- nutfah yang
- bercampur. Sementara Nabi Adam bukan
- dari itu. Beliau diciptakan dari
- tanah. Hawa menurut satu riwayat
- didudukan dari tulang rusuk.
- Kemudian Nabi Isa tidak melalui proses
- ini. Nah, maka di sini disebutkan
- al-insan tidak semua manusia.
- Nah, manusia secara ee
- perbaktian artinya selain Nabi Adam,
- selain Nabi Isa alaihialam, selain Hawa,
- maka manusia diciptakan
- [Musik]
- semacam. Itu istilah yang
- kedua. Yang kedua adalah yang ketiga
- adalah basyar.
- Ketika Allah Subhanahu wa taala
- menggambarkan manusia dalam bentuk
- fisik, ini beberapa kali disebutkan oleh
- Allah antara dalam surah Ali Imran yang
- menggambarkan tentang bagaimana ketika
- Nabi ketika malaikat Jibril maksud kami
- menjelma menjadi manusia untuk
- memberikan untuk meniupkan roh ke dalam
- tubuh Maryam atau dalam surah Yusuf
- ketika
- wanita-wanita Mesir melihat Nabi
- Yusuf, mereka sangat tertarik dengan
- fisiknya Nabi Yusuf sehingga mereka
- mengatakan, "Ma hadza basyar in had illa
- malakun
- karim." Ini mah bukan manusia. Karena
- mereka cuman melihat bentuk fisik ini
- adalah manusia, malaikat yang mulia. Ah,
- kemudian yang keempat adalah bani
- Adam. Sebagaimana disebutkan dalam surah
- Al-Isra, walaqad karamna bani Adama ila
- akhiril ayat. untuk menunjukkan
- bahwasanya manusia itu adalah keturunan
- Adam, bukan
- keturunan kera, bukan keturunan monyet
- dan seterusnya dan seterusnya. Nah,
- jadi kita manusia ini
- dulunya dari benda yang sangat
- hina, yang sangat rendah, yang sangat
- lemah. Ee kemudian Allah Subhanahu wa
- taala
- mencampurkan
- dua air dari
- wanita. Dua sumber air dari wanita, mani
- dari wanita. Kemudian dari mani dari
- laki-laki atau sebaliknya dari
- laki-laki. Kemudian juga dari
- bercampur. Akhirnya jadilah kita sebagai
- manusia.
- Ayat-ayat begini ini bisa lebih dipahami
- apabila kita lihat dari tafsir-tafsir
- yang sifatnya ilmiah walaupun tidak
- menjamin kebenarannya. Tapi yang jelas
- bahwasanya Allah menjadikan manusia ini
- dari nutfah yang
- dicampurkan
- amsyaj. Nah,
- kemudian Allah melanjutkan firmannya.
- Kenapa Allah mencapikan menciptakan
- manusia? Kemudian
- disebutkan dari asal
- usulnya,
- naftalihi kami hendak
- mengujinya. Nah, di sinilah para ikhwan
- akhwat yang sangat disayang oleh Allah.
- [Musik]
- bahwasanya Allah menciptakan manusia ini
- adalah untuk menguji kita.
- itu sesuai dengan beberapa firman Allah
- yang lain. Misalnya dalam surah
- almulk Allah berfirman pada yang dua
- liyabluakum ayyukum ahsanu amal.
- Jadi Allah Subhanahu wa taala
- menciptakan kita semuanya ini adalah
- untuk
- menguji. Jadi hidup ini memang ujian.
- Kalau sudah
- ujian, sudah tentu semuanya
- merasakan yang namanya ujian itu ada
- kalanya menyenangkan, ada kalanya tidak
- menyenangkan. Tapi memang lebih banyak
- tidak
- menyenangkan. Pada firman yang lain
- berfirman, "Laqod khalaqnal insana fi
- kabad."
- Oleh karena itu, para ikhwan semuanya,
- kalau kita sedang
- diuji, ya memang itulah tujuan kita
- diciptakan oleh Allah sebagiannya memang
- untuk
- diuji. Maka kita tidak perlu kemudian
- terlalu
- bersedih kemudian bahkan akhirnya putus
- asa. Karena memang manusia harusnya
- begitu.
- Indonesia bahkan dunia saat ini sedang
- menghadapi ujian
- dengan wabah
- Covid-19 dan ujian-ujian-ujian yang
- lain, baik ujian personal maupun ujian
- secara kolosal bersama-sama
- bareng-bareng.
- Itulah para hewan semuanya
- sadarilah bahwasanya hidup ini adalah
- ujian.
- Nah, untuk menghadapi ujian
- itu Allah memberikan
- perangkat, Allah memberikan
- instrumen. Pada kalimat sesudahnya Allah
- menyatakan,
- faja'alnahu sami basir.
- Untuk menghadapi ujian itu, Allah mencip
- menjadikan bagi
- manusia
- apa?
- Yaitu
- pendengaran dan juga
- penglihatan. Sebagian ulama menyatakan
- bahwasanya ujian ini utamanya adalah
- perintah dan larangan. ini
- utamanya. Jadi hidup ini memang
- mayoritas isinya perintah. Kalau tidak
- perintah
- dilarang. Misalnya kita diperintahkan
- makan, tapi tidak semua
- makanan boleh kita makan. Ah, kita
- dilarang.
- Itu
- ujian. Untuk menghadapi ujian yang
- isinya adalah perintah dan larangan. Itu
- Allah Subhanahu wa taala menjadikan
- pendengaran dan
- penglihatan sebagai
- sarana untuk melakukan mana yang
- baik dan mana yang buruk.
- Jadi ketika Allah menguji manusia, Allah
- sudah memberikan
- perangkatnya, menyediakan perangkatnya.
- Apa
- utamanya? Penglihatan dan
- pendengaran. Sehingga kita bisa memilah
- kemudian memilih mana yang baik dan mana
- yang buruk. Ini para ikhwan ya. Jadi
- Allah maha adil dan maha
- sayang. Tidak hanya menguji saja tanpa
- ada
- persiapan. Sudah disiapkan
- perangkatnya. Ibarat seseorang akan
- memasuki masa-masa ujian. Tempatnya
- sudah disediakan, waktunya sudah
- ditentukan, kemudian perangkatnya ada
- pensil.
- ada kertas dan sebagainya disiapkan
- semua.
- Inilah kasih sayang Allah kepada
- manusia. Di mana Allah
- memberikan kepada
- manusia
- samian
- basir. Dia dapat mendengar dan dapat
- melihat.
- Nah, kemudian pada ayat yang lain
- disebutkan lagi dengan
- afidah. Tapi utamanya di sini adalah
- penglihatan dan
- pendengaran. Allah sebutkan dulu samian,
- pendengaran, baru kemudian penglihatan.
- Karena memang dari dua instrumen ini
- yang lebih penting adalah samiannya.
- pendengarannya basiron sangat tergantung
- kepada
- pendengaran. Oleh karena itu, ikhwan
- akhwat, banyak orang-orang yang buta
- tetapi dia punya kelebihan melebihi
- orang yang
- bisa melihat selama pendengarannya
- berfungsi normal.
- Oleh karena itu, sebagian dari ajaran
- syariat walaupun juga sebagian ulama
- menyatakan hadisnya ini tidak kurang
- kurang kuat. Di mana ketika anak lahir
- disunahkan untuk
- diazani di telinga kanan, qat di telinga
- kiri. Karena apa?
- Menurut
- penyelidikan, instrumen tubuh yang
- pertama kali
- berfungsi adalah pendengaran.
- Nah, baru kemudian yang
- lain. Maha suci Allah dan maha benar
- Allah yang telah memberikan kepada kita
- dua instrumen yang sangat penting untuk
- menghadapi ujian, yaitu
- samian dan kemudian
- basiron berupa pendengaran dan
- penglihatan. Oleh karena itu, jangan
- kita
- gunakan dua hal ini untuk hal-hal yang
- tidak di ridai oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, kemudian agar dalam
- menghadapi ujian itu kita tidak
- gagal, Allah berikan
- hidayah. Nah, apa itu hidayah?
- Insyaallah akan kita bahas setelah
- cerita berikut
- ini. Akat yang dirahmati Allah subhanahu
- wa taala. Demikian tadi telah kita simak
- bersama pembahasan disampaikan oleh Imam
- Yaksah Mansur langsung dari Pondok
- Pesantren Sufah Hizbullah Alfatah
- Celengsi Bogor, Jawa Barat. Dan tadi
- sudah disampaikan tentang masalah
- hidayah pembahasan kita Quran surah
- Al-Insan ayat 1 sampai dengan ayat 3.
- Baiklah ikhwan dan akhwat kita akan jeda
- sejenak setelah nada takwa kami akan
- kembali ke ruang negara Anda. Jadi
- tetaplah bersama kami masih dalam
- tausiah sore di Radio Silaturahim untuk
- Islam yang satu.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- Yesus
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu
- yang dipancar luaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur
- bekas.
- Ikhwan dan
- akhwat, terima kasih Anda masih bersama
- kami dalam program ta sore di hari ini
- bersama Imamul Muslimin Yaksallah Mansur
- edisi Sabtu 29 Rajab 1442 Hijriah 11
- Maret 2021 pembahasan kita manusia dan
- hidayah Allah Subhanahu wa taala.
- Sebelum kami buka termin tanya jawab,
- kami akan kembali lagi kepada imam
- karena memang ada beberapa materi
- tambahan yang akan disampaikan. Tafadol
- Imam
- [Musik]
- ikhwan akhwat yang sangat disayang oleh
- Allah subhanahu wa taala.
- Kita lanjutkan kajian kita surah
- Al-Insan ayat 1 sampai dengan ayat
- 3. Di mana pada ayat yang kedua
- Allah menyampaikan
- tiga pokok hal yang sangat penting
- tentang asal-usul kejadian
- manusia. Kemudian yang
- kedua, tujuan dari diciptakannya
- manusia.
- Yang ketiga, perangkat untuk menghadapi
- tujuan itu. Karena memang tujuan manusia
- di adalah untuk diberikan
- cobaan. Nah, kemudian setelah itu Allah
- melengkapi dengan
- hidayah. Ikhwan akhwat, betapa kasih
- sayangnya Allah.
- Pada ayat yang ketiga Allah
- menyatakan inna
- hadinahila imma syakir wa imma
- kafur. Kemudian
- kami telah
- tunjukkan kepadanya jalan yang lurus.
- Tetapi sebagian ada yang bersyukur,
- sebagian pula ada yang
- kafir. Nah, Ibnu Katsir
- menjelaskan ayat ini dengan beberapa
- firman Allah yang
- lain. Misalnya dalam surah Albalad Allah
- menyebutkan wahadainahun
- najdahin. Maka kami tunjukkan kepadanya
- dua jalan.
- Dalam surah Fussilat ayat 17 Allah
- menyatakan adapun kaum Tsamud maka
- mereka kami beri
- petunjuk
- tetapi
- mereka
- lebih menyukai kesesatan.
- hal-hal yang menyukai buta. Maksudnya di
- sini adalah dolat daripada petunjuk
- itu. Ada pendapat
- yang mungkin di agak aneh ya memang oleh
- Ibnu Kim but
- garib. Yang dimaksudkan petunjuk di sini
- adalah manusia diberi jalan
- keluar, ditunjukkan jalan keluarnya dari
- rahim ibunya. sehingga tahu ke mana,
- dari mana dia harus keluar. Tapi ini
- adalah garib ya begitu hanya sebagai
- pengetahuan. Dan kalau ada orang yang
- menyatakan begini, kita pernah dengar,
- "Oh, itu sumbernya memang ada antara
- lain di dalam kitab tafsir Ibnu
- Katsir." Nah, apa itu
- hidayah dan apa saja macamnya?
- Almaragi menyebutkan bahwasanya
- alhidayah hiya adalatu al
- mausil. Yang namanya hidayah adalah
- petunjuk atau bimbingan yang akan
- menyampaikan atau membahas orang kepada
- yang
- dicari. Itulah namanya
- hidayah. Ada lagi yang memberikan
- definisi bahwasanya hidayah adalah
- bimbingan yang sangat halus.
- yang masuk kepada diri
- manusia untuk mencapai kepada
- kebenaran. Nah,
- jadi intinya
- memang hidayah itu adalah menunjukkan
- kepada membawa seseorang kepada yang
- dicari dan yang kedua memang bentuknya
- itu halus tidak bisa dilihat.
- Maka hidayah memang sesuatu yang sangat
- mahal. Oleh karena itu, kalau tadi kita
- membicarakan makhluk Allah yang paling
- mulia yaitu manusia.
- Kemudian Allah menyebutkan
- hidayah ini sesuatu yang di luar manusia
- yang paling mulia
- juga atau minimalnya sesuatu yang salah
- satu dari sesuatu yang paling mulia
- yaitu hidayah.
- Oleh karena itu, dalam satu hari
- minimalnya kita diminta, diajarkan oleh
- Allah untuk minta hidayah 17
- kali. Jadi sekali lagi, hidayah adalah
- sesuatu yang masuk ke dalam diri manusia
- secara halus sebagai bimbingan, sebagai
- petunjuk untuk mencapai kepada yang
- dicari.
- Maka pada ayat ini Allah
- menyebutkan
- bahwasanya Allah memberikan petunjuk
- kepada manusia jalan yang
- lurus. Para ulama membagi petunjuk ini
- antara empat dan lima. Saya sebutkan
- yang empat saja. Jadi macam petunjuk
- yang pertama adalah hidayatul
- ilham. Petunjuk yang merupakan ilham.
- ini bisa kita sebut
- insting. Jadi ketika
- kita lahir maka kita oleh Allah
- diberikan petunjuk
- tanpa kita belajar tanpa kita harus
- mencari-cari tetapi oleh Allah diberikan
- perangkat itu. Itu insting kita.
- Misalnya ketika kita lapar pada waktu
- bayi itu kita nangis, kemudian kita
- kedinginan dan seterusnya dan
- seterusnya. Inilah hidayah Allah itu
- tidak diajarkan oleh ibunya, oleh
- bapaknya tapi tahu. Inilah yang
- pertama. Nah, kemudian yang kedua,
- hidayatul akl. Petunjuk yang berupa akal
- ini
- lebih tinggi daripada yang pertama. Ada
- sebagianakan hidayah yang per adalah
- hidayah
- hawasiah, hidayah indrawi. Nah, kalau
- ini hidayah akli, hidayah
- akal di mana dengan mencari dan
- menggunakan ilmu orang akan dapat
- mengetahui. Dan inilah kebanyakan
- manusia sampai di
- situ. Sebelumnya maksud kami ya, jadi
- pertama adalah hidayah ilham.
- Yang kedua adalah
- hidayah
- indrawi. Yang ketiga baru hidayah ilmu.
- Begitu bahasa Arabnya pertama hidayatul
- ilham. Kemudian yang kedua hidayatul ha.
- Nah, kemudian yang ketiga adalah
- hidayatul aqli.
- Hidaya hawas ini hidayah menggunakan
- indrawi. Misalnya mata kita bisa
- membedakan mana yang putih, mana yang
- hitam. Telinga kita bisa membitakkan
- mana yang nyanyian, mana yang tangisan.
- itu hidayah hawasiah. Nah, naik lagi
- kemudian hidayah ilmu atau hidayah
- ilmiah yang dengan ini kita semuanya
- akan
- tahu mana yang benar, mana yang salah.
- Tetapi kita kadang memilih, ada manusia
- yang memilih yang
- salah apabila itu hanya berdasarkan
- ilmu dan tidak semuanya kemudian mesti
- benar.
- Misalnya, kenapa Allah Subhanahu wa
- taala melarang
- manusia makan daging babi? Mungkin
- secara ilmiah bisa dipecahkan.
- Karena di situ mengandung
- ee cacing pita dan ketika dipanaskan
- sampai sekian derajat maka cacing pita
- itu akan mati. N kalau hanya berdasarkan
- ilmu saja maka kita belum tentu akan
- mencapai pada kebenaran. Oleh karena
- itu, yang keempat ini puncaknya yaitu
- hidayatul wasyar.
- yaitu hidayah agama dan
- syariat. Rata-rata manusia hidayahnya
- sampai pada hidayah aku. Nah, kalau
- hidayah syarah merupakan petunjuk dari
- Allah Subhanahu wa
- taala
- untuk menentukan mana yang benar dan
- mana yang salah. tidak berdasarkan
- kehendak iradah kita, tapi berdasarkan
- iradah Allah Subhanahu wa
- taala. Mungkin orang bisa
- berpikir-pikir, kenapa harus salat
- subuh di tengah-tengah orang sedang
- nyenyak
- tidur. Mungkin secara kesehatan lebih
- baik tidur daripada
- salat, apalagi yang tidurnya terlalu
- malam. Tapi bagi orang yang mendapatkan
- hidayah syariat atau hidayah adan, dia
- akan memilih salat
- subuh. Begitu juga masalah babi ee
- masalah daging babi tadi mungkin bisa
- dipecahkan secara ilmiah. Tapi bagi
- orang yang sudah mendapatkan hidayah
- yang keempat itu menjadi yang kesekian.
- Yang penting Allah Subhanahu wa
- taala melarang kami makan daging babi,
- kami
- jauhi atau juga minuman
- keras seperti yang baru-baru ini kita
- dihibohkan.
- aturan-aturan yang akan membolehkan.
- Secara logika kalau manusia hanya
- mengandalkan akal saja, mungkin akan
- mengatakan banyak
- sekali manfaat daripada minuman keras.
- Terutama sekali kalau dilihat dari unsur
- ekonomi, pajaknya dan dan seterusnya dan
- seterusnya akan sangat tinggi atau juga
- melawan rasa dingin dan sebagainya.
- Tetapi karena Allah melarang, ya sudah
- kita
- tinggalkan. Dan Allah pun memberikan
- penjelasan di soal minuman keras ini
- memang betul ada manfaatnya,
- tetapi
- ee bahayanya lebih besar. Bagi orang
- yang mendapatkan hidayah syariat, maka
- dia mesti memilih tidak minuman keras.
- Nah, itulah yang disampaikan oleh Allah.
- Imma syakir wa imma tafur. Setelah Allah
- berikan hidayah, maka manusia adaalanya
- yang
- bersyukur artinya yang mengikuti hidayah
- yang benar. Ada yang kafur yaitu mereka
- kafir tidak mengikuti hidayah atau
- petunjuk yang benar
- tersebut. Inilah ikhwan akhwat.
- Mudah-mudahan kita semuanya diberikan
- oleh Allah Subhanahu wa taala petunjuk
- yang dapat menjadikan kita sebagai
- manusia yang
- bersyukur. Bukan manusia yang kufur yang
- mengingkari nikmat-nikmat Allah
- Subhanahu wa taala. Demikian yang dapat
- saya sampaikan karena mungkin ada
- beberapa pertanyaan yang masuk. Nah,
- kami persilakan. kami kembalikan pada
- Mas Agus Pakos. Demikian para ikhwan ya
- dan akhwat mudah-mudahan bermanfaat.
- Amin ya rabbal alamin. Terima kasih Imam
- atas tausiahnya ikhwan dan akhwat. Kami
- buka termin tanya jawab. Pertanyaan
- pertama Imam ini datang dari
- hamba Allah di
- 0812154. Sekian seekkian. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Imam.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Semua manusia fitrahnya
- baik di fase alam kandungan sudah
- berjanji untuk bertakwa dan mematuhi
- perintah serta menjauhi larangannya.
- Benarkah demikian? Dan apa saja
- menjadikan manusia ini terkontaminasi
- oleh hal-hal yang membuatnya lupa pada
- janjinya dan melanggar apa yang dilarang
- oleh Allah Subhanahu wa taala? Lalu apa
- saja yang harus kita lakukan agar kita
- selalu ingat dan sadar siapa kita, dari
- mana kita, dan ke mana kita akan
- kembali? Mohon nasihatnya, Imam.
- Iya.
- Jadi memang benar manusia diciptakan
- dalam kondisi baik atau dalam bahasa
- hadis adalah
- fitrah. Dalam hadis riwayat Muslim Allah
- menyatakan eh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam maksud kami bersabda,
- "Kullu mauludin yuladu alal fitr."
- Setiap manusia itu dilahirkan dalam
- kondisi fitrah, suci, dan Islam. Maka
- dari itu kalau kita tidak murtad, tidak
- perlu kita baca syahadat untuk
- menunjukkan keislaman kita. Karena kita
- sejak lahir itu sudah Islam. Nah, ketika
- ditanya, "Kapan Anda mulai Islam?" Ya,
- sejak saya lahir. Itu yang jelas
- disebutkan oleh Allah Subhanahu wa taala
- semacam itu. Ketika dalam arwah, alam
- arwah kita ditanya alastu birabbikum,
- kita jawab qolu bala syahid. Nah,
- kemudian kenapa manusia kemudian
- melenceng dari fitrahnya?
- Rasulullah
- menjelaskan dalam beberapa hadis ya,
- karena memang setan yang membuat kita
- itu melenceng dari
- kebenaran. Salah satu hal yang hadis
- yang menunjukkan tentang bagaimana
- godaan manusia yang membuat manusia itu
- melenceng adalah sebuah hadis yang
- dinukilkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam
- tafsirnya. kitab kitab tafsirnya ketika
- menafsiri ee ayat
- ini beliau menukilkan
- hadis yang bunyinya demikian an Abi
- Hurairah ini riwayat Imam
- Ahmad anin Nabi sallallahu alaihi
- wasallam q ma min
- khorijin yakruju illa bibabi
- royatan royatun biadi malakin waroyatun
- biadi
- rawahu Ahmad. Hadis ini riwayat Ahmad
- yang artinya
- begini. Dari Abi Hurairah radhiallahu
- anh dari Nabi sallallahu alaihi wasallam
- beliau
- bersabda, "Tiada seorang pun yang keluar
- melainkan pada pintu rumahnya ada dua
- bendera.
- satu bendera di tangan
- malaikat dan satu bendera lainnya di
- tangan
- setan. Maka jika dia keluar untuk
- mengerjakan yang disukai oleh Allah,
- ia diikuti oleh malaikat dengan
- benderanya dan ia terus-menerus berada
- di bawah bendera malaikat sampai dia
- pulang ke rumahnya.
- Dan jika ia keluar untuk melakukan hal
- yang dimurkai oleh
- Allah, setanlah yang
- mengikutinya dan dengan
- benderanya. Dan ia
- terus-menerus di bawah bendera setan
- sampai dia pulang ke
- rumahnya. Nah, itu para ikhwan semuanya.
- Inilah yang menyebabkan manusia keluar
- dari
- fitrah. Kalau kita lihat dari hadis itu
- pertama karena kehendak dia kemudian
- dikuatkan oleh setan. Jadi ketika orang
- akan berbuat jahat, kalau kita
- ee lebih jelaskan hadis tadi atau kita
- ulangi
- penjelasannya dengan bahasa saya yang
- dif
- ini
- bahwasanya
- manusia itu di
- rumahnya ada dua
- bendera. Di pintu rumahnya itu ada dua
- bendera.
- pertama bendera yang ada di tangan
- malaikat. Yang kedua, bendera yang di
- tangan
- setan. Kalau dia
- keluar untuk sesuatu yang dicintai oleh
- Allah, maka diikuti oleh bendera
- malaikat. Dia akan terus ada di bawah
- bendera malaikat tadi sampai dia
- pulang. Kalau memang keluar rumahnya
- untuk kebaikan.
- Tetapi kalau dia itu keluar untuk
- hal-hal yang dimurkai oleh Allah, maka
- yang mengikuti adalah setan. Ini saya
- buat dengan tangan kiri ya. Nah, jadi
- kalau yang tadi karena ini yang baik
- tangan. Nah, dia akan selalu dibawa
- bendera tadi diikuti oleh bendera
- tadi sampai nanti dia pulang. Dia berada
- di bawah bendera setan. Nah, inilah
- penyebab manusia melenceng dari
- kebenaran. Ada juga hadis yang lain
- disebutkan masih
- dalam yang artinya setiap anak
- dilahirkan dalam keadaan
- fitrah. Setiap anak dilahirkan dalam
- keadaan fitrah hingga lisanya dapat
- berbicara. adakanya dia menjadi orang
- yang
- bersyukur, ada menjadi orang yang kafir.
- Oleh karena itu, kalau tadi ditanya
- bagaimana supaya kita terus berada di
- dalam jalan kebenaran. Kalau dalam
- bahasa hadis tadi di bawah bendera
- malaikat, ya sudah tentu kita harus
- banyak zikir mengingat Allah subhanahu
- wa taala dan lebih banyak melangkahkan
- kaki kita atau berusaha kepada hal-hal
- yang diridai oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Insyaallah dengan itu kita akan
- selalu di bawah bendera malaikat. Jadi
- sekali lagi mari kita berjalan atau kita
- berusaha kepada hal-hal yang diridai
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Kemudian
- kita banyak mengingat Allah Subhanahu wa
- taala sehingga kita berada di bawah
- bendera malaikat bukan di bawah bendera
- setan. Wallahuam bawab. Terima kasih.
- Pertanyaan selanjutnya datang dari Bang
- Adi di Pasar Minggu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Imam, saya ingin
- pencerahannya bagaimana cara mendapatkan
- hidayah dari Allah.
- Jazakallah. Heeh. Ya, memang banyak
- sekali ee ayat-ayat yang
- memberikan petunjuk kepada kita supaya
- kita ini mendapatkan hidayah dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- berbagai macam jalan bisa kita tempuh,
- tapi intinya jalan tadi adalah
- kebaikan. Jadi kalau orang itu ee berada
- dalam
- kebaikan, dia akan mendapatkan hidayah
- dari Allah Subhanahu wa taala.
- Maka ee di
- dalam Al-Qur'an sering kalimat faulaika
- humul muhtadun faulaika humul muhtadun
- faikul muhtadun dan sebelumnya
- memang itu
- diberikan gambaran oleh Allah Subhanahu
- wa taala dengan hal-hal yang baik.
- Kalau misalnya kita satu saja ayat di
- dalam surah Al Imran, Allah Subhanahu wa
- taala mengingatkan setelah kita semuanya
- bertakwa kemudian Allah
- menyatakanillahjimillahum
- dari ayat
- tadi antara lain kita bisa mengambil
- kesimpulan bagaimana supaya kita
- mendapatkan hidayah dari Allah Subhanahu
- wa taala. Satu hendaknya kita hidup
- berjamaah jangan berpecah
- belahimillahi jamian
- w yang kedua banyak mengingat nikmat
- Allah subhanahu wa
- taalaum banyak mengingat Allah subhanahu
- wa taala ayat-ayat yang lain banyak ya
- yang nanti akhirnya nya wa muhtadun. Ini
- hanya satu saja ayat yang akhirnya dari
- wae yang waulaikum
- muhtadun. Kemudian supaya kita dapat
- waulaikal mtadun tadi mendapat adalah
- bersaudara sesama muslim jangan
- bermusuh-musuhan.
- Nah, kalau kita sesama muslim ini saling
- bermusuhan, rasanya sulit untuk
- mendapatkan hidayah Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi, pertama adalah hidup seraya
- berjamaah, mengikuti apa yang dilakukan
- oleh Rasulullah dan para sahabatnya.
- Karena jemah itu bukan kelompok, bukan
- organisasi.
- Allah Rasul menyatakan ma alaihi wahabi
- asal kita mengikuti Rasulullah dan nguti
- sahabat itu jaminan kita akan
- mendapatkan petunjuk satu. Yang kedua,
- banyak mengingat nikmat Allah Subhanahu
- wa taala. Memang kadang-kadang hidup ini
- banyak musibah, tetapi kita semuanya
- yakin bahwasanya apabila musibah ini
- dibandingkan dengan nikmat Allah mesti
- lebih banyak nikmatnya. Seperti orang
- yang sakit dalam hidup antara waktu
- sakit dengan waktu sehat itu mesti lebih
- banyak waktu
- sehatnya. Kalau dengarkan mesti
- kebanyakan. seperti misalnya saya baru
- sakit dan kena COVID kan saya berapa
- hari di sebulan tidak ada. Nah,
- sementara itu sehat saya masyaallah ya.
- Nah, jadi ini begitu lama banyaklah
- mengingat nikmat Allah Subhanahu wa
- taala. Memang mungkin kita banyak
- menghadapi problem dalam hidup ini, tapi
- saya yakin lebih banyak tidak
- problemnya. daripada kita ini problem
- mempunyai anak yang bermasalah misalnya
- begitu tapi saya yakin tidak semuanya
- bermasalah ingat yang tidak bermasalah
- nah itu nanti kita bisa mendapatkan
- petunjuk dari Allah Subhan tapi kalau
- yang kita ingat itu anak kita yang
- bermasalah terus nah sulit ah kemudian
- kita bersaudara insyaallah dengan
- bersaudara terutama sekali dengan sama
- muslim juga dengan sesama manusia maka
- kita akan mendapatkan hidayah dari Allah
- Subhanahu wa taala. Itulah sebagian
- daripada langkah agar kita mendapatkan
- hidayah dari Allah Subhanahu wa taala.
- Wallahuam bisawab. Baik, Imam. Satu
- pertanyaan lagi,
- Imam. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Silakan dari Waalaikumsalam
- warahmatullah.
- Pengar kita di
- 087703589
- sekian-sekian.
- Ee di surat Al-Insan ayat 2 yang
- artinya, "Sesungguhnya kami telah
- menciptakan manusia dari stetes mani
- yang bercampur dan kami hendak
- mengujinya. Apa maksud dari arti yang
- bercampur dan kami hendak mengujinya?"
- Jazakallah khair atas penjelasan Imam.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ya, belum bisa ditangkap, Mas Agus
- karena sinyalnya agak terganggu. Baik,
- saya ulang ya. Di surah Al-Insan ayat 2
- artinya, "Sesungguhnya kami telah
- menciptakan manusia dari setetes mani
- yang bercampur dan kami hendak
- mengujinya." Pertanyaan saya adalah apa
- yang dimaksud bercampur dan apa yang
- dimaksud dengan kami hendak mengujinya?
- Terima kasih atas penjelasan Imam.
- Jazakallah. Iya. Ya. Ya. Jadi tadi sudah
- saya sebutkan, mungkin akan saya ulang
- lagi. Ini bukan penjelasan saya ya, tapi
- penjelasan dari Ibnu
- Abbas. Beliau menyatakan begini.
- Di dalam tafsir Ibnu Kathir disebutkan
- yang
- artinya Ibnu Abbas telah mengatakan Ibnu
- Basir itu adalah salah seorang mufasir
- generasi
- sahabat. Bahkan beliau adalah termasuk
- tarjumanul Quran, penterjemah Quran yang
- bisa membahasakan Quran sehingga mudah
- dipahami oleh manusia. Ada dua sama-sama
- Abdullah yang ahli Quran di dalam di
- kalangan para sahabat. Yang tua adalah
- Abdullah bin Mas'ud. Yang muda adalah
- Abdullah bin Abbas. Nah, ini penjelasan
- Abdullah bin Abbas dari pertanyaan
- ikhwan yang tadi menanyakan tentang apa
- yang dimaksudkan dengan min nutfatin
- amsaji. Beliau mengatakan
- begini. Yang dimaksudkan dengan tetes
- mani yang bercampur
- yaitu air mani
- laki-laki dan air mani perempuan.
- Apabila bertemu dan
- bercampur kemudian tahap demi tahap
- berubah dari satu keadaan kepada keadaan
- yang lain. Dari satu bentuk yang satu
- kepada bentuk yang lain. Jadi ini
- penjelasan dari Ibnu Abbas. Kami hanya
- membacakannya mungkin untuk menjelaskan.
- Jadi
- ketika sperma sperma laki-laki dan
- sperma perempuan
- bertemu ini sudah tentu bisa ditanyakan
- kepada ahlinya ya. Kami tidak alahi
- dalam embriologi ini. Nah, nah setelah
- bertemu kemudian dia akan menjadi satu
- makhluk.
- Setelah itu bertahap demi tahap berubah
- dari keadaan satu menjadi keadaan yang
- lain. Ah jadilah dia mudghah jadilah
- alaqah jadilah alah dan seterusnya dan
- seterusnya akhirnya menjadi manusia.
- Itulah yang dimaksudkan dengan min
- nutfatin
- amsyaj dari yang
- hasilnya mani berupa air kemudian
- menjadi alaqah kemudian menjadi mudghah.
- Ya, ada yang mengatakan alaqah itu
- segumpal darah. Ini para ee ahli
- sekarang ini banyak ee berbeda pendapat.
- Nah, kemudian menjadi mudgh ya gitu.
- Nah, kemudian jadilah manusia. Ya, itu.
- Nah, kemudian maksud dari
- naftalihi maksudnya adalah kami hendak
- mencobanya seperti tadi nak mengujinya.
- Jadi setelah manusia
- dari nutfah yang bercampur nutfah
- laki-laki dan nutfah perempuan, kemudian
- menjadi makhluk yang namanya manusia.
- Akan kita ee kita akan diuji oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Itulah yang saya
- katakan hidup ini adalah
- ujian. Kita diuji oleh Allah Subhanahu
- wa taala untuk bisa mengetahui mana kita
- yang baik, mana kita yang buruk. Memang
- ini perlu ujian.
- Untuk menentukan lulus atau tidak kan
- perlu ujian. Untuk
- menentukan baik tidaknya kita perlu
- ujian. Inilah ujian dari Allah Subhanahu
- wa taala. Jadi inilah ee tujuan atau
- sebagian dari tujuan Allah menciptakan
- manusia yaitu untuk
- mengujinya. Mudah-mudahan kita semuanya
- lulus dalam menghadapi ujian. Jadi
- apapun bentuknya itu ujian. Kaya
- ujian miskin
- ujian berilmu
- ujian tidak berilmu juga
- ujian. Punya istri
- ujian. Tidak punya istri
- ujian. Punya anak ujian.
- Tidak punya anak
- ujian, berhasil ujian. Gagal juga ujian.
- Semuanya ujian ya. Jadi jangan dianggap
- ujian itu hanya yang menderita saja
- bukan. Bahkan hal-hal yang menyenangkan
- pun itu sebetulnya ujian. Jadi semua
- ujian. cantik
- pujian, jelek pujian dan seterusnya dan
- seterusnya. Seperti tadi yang kita awali
- dengan sebuah hadis yang walaupun para
- ulama memperbincangkan kedudukannya
- berkulit hitam
- seperti hapsi
- ujian berkulit putih. Ah, seperti
- orang-orang Arab aslinya ya, ah atau
- juga orang
- Eropa atau orang Cina yang berut kuning
- itu ujian semuanya ujian. Tinggi ujian,
- pendek
- ujian kalah
- ujian, menang juga ujian. Jadi jangan
- dianggap yang ujian itu hanya yang kalah
- saja.
- berhasil
- ujian gagal juga apa ujian. Demikian ee
- mudah-mudahan dapat menambah ee mantap
- kita tentang pengertian ayat ini tentang
- ujian tadi. Memang hidup ini adalah
- pujian. Wallahuam bisawab. Baik Imam
- terima kasih banyak atas
- penjelasannya dan demikian usah sudah
- jumpa kita di sore hari ini. Untuk Ibu
- siapa ini tadi? untuk penanya yang
- barusan saya bertanya tadi mudah-mudahan
- terjawab. Baiklah, pendengar di mana pun
- Anda berada. Sebagai penutup ee Imam
- akan memberikan kesimpulan atas
- ulasannya di sore hari ini. Tafadal
- Imam.
- Halo Imam.
- Ada kesimpulan
- Imam. Iya.
- berangkat dari tiga ayat di firman Allah
- atau dalam surah Al-Insan tadi,
- minimalnya
- Allah ee mengingatkan atau yang dapat
- kita pahami minimalnya adalah pertama
- bahwasanya mengingatkan manusia
- bahwasanya Anda yang telah diciptakan
- dengan sebaik-baik bentuk ini dulunya
- tidak berbentuk apa-apa. Satu. Nah,
- kemudian yang kedua bahwasanya
- kejadian manusia yang sekarang ini
- dengan sebaik betul dulunya adalah
- dari makhluk atau dari benda yang sangat
- indah dan yang sangat
- lemah.
- Kemudian perlu kita hayati
- bahwasanya dunia ini adalah tempat untuk
- ujian.
- Tetapi ingat dalam menghadapi ujian ini,
- untuk menghadapi ujian Allah telah
- memberikan kepada kita perangkat yaitu
- pendengaran dan
- penglihatan. Nah, kemudian yang
- terakhir, mudah-mudahan kita dalam
- menghadapi ujian ini menjadi orang yang
- syakiron itu orang yang lulus bukan
- orang yang kafuro, orang yang gagal.
- Mudah-mudahan sekali lagi kita berhasil
- menghadapi ujian ini dan kita menjadi
- hamba yang bersyukur. Wallahuam.
- Baik, terima kasih Imam Yasallah Mansur
- atas tausiahnya. Ikhwan dan akhwat.
- Demikian tausiah kita di sore hari
- ini. Semoga apa yang beliau sampaikan
- bermanfaat bagi kita semua.
- Sebelum berpisah, kami ucapkan terima
- kasih kepada seluruh pendengar kami yang
- sudah menyimak dari awal hingga akhir.
- Ibu Eri di BST. Lalu ada Bapak
- Sarifidin, Bapak Anwar, ada Ibu Hani,
- Bapak Dance, Bapak Istono, Bapak Abu
- Muaz, Ibu Tinih, lalu ada Bapak Yani,
- Ibu Sri, Bu Fatimah, Ibu Yanti, lalu ada
- Bapak Agus, Ibu Woro Tambun, Haji
- Musawir, Bapak Yudi di Masjid Arrahman,
- Ibu Isnawati, Ibu Neli, lalu ada Mama
- Ade, ada Hajah Mismar, ada Andi Cipadu,
- kemudian Ada Umi Bari di Sukabumi, Bapak
- Abdullah di Depok, Mas Puryadi, ada
- Bunda Ingga, Ibu Darma, lalu ada Bapak
- Abu Abdillah. Terima kasih
- atas perhatian dari Anda yang sudah
- menyimak kami dari awal hingga akhir.
- Kami mohon undur diri. Saya Abi Agus
- ditemani Atep juga ada Yusuf Subangkit
- di meja operator. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.