Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:10 [musik] 0:18 Bismillahirrahmanirrahim. 0:19 Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan 0:21 katsiran thyiban barokan fih kama 0:23 yuhibuna waard. Allahumma shalli 0:26 wasallim wabarik ala sayyidina 0:27 Muhammadin wa ala ali sayyidina 0:28 Muhammad. Masih dipancarkan dari Jalan 0:30 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimbanggis 0:33 Cibur, Bekasi. Radio Silaturahim dan 0:35 juga Rasil TV untuk Islam yang satu. 0:37 Asalamualaikum warahmatullahi 0:38 wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang 0:39 dirahmati Allah. Senang sekali kami bisa 0:42 kembali menjumpai ikhwan akhwat dalam 0:44 program acara renungan di bawah naungan 0:46 Al-Qur'an. Untuk edisi Kamis ini sudah 0:50 masuki hari yang ke-8 ya di bulan 0:54 Jumadil Awal 1447 Hijriah. Bertepatan 0:57 juga dengan hari yang ke-30 di bulan 1:01 Oktober 2025. Hewan semoga di pagi hari 1:05 ini hewan hawat dalam keadaan baik, 1:07 dalam keadaan sehat dan selalu dalam 1:09 lindungan Allah subhanahu wa taala. Dan 1:11 bagian yang mungkin saat ini tengah 1:12 diuji sakit semoga diberikan kesembuhan 1:15 oleh Allah subhanahu wa taala dan juga 1:16 semoga sakitnya menjadi kafarat bagi 1:19 dosa-dosanya insyaallah. Amin. Amin ya 1:21 rabbal alamin. Telah hadir guru kita 1:23 Ustaz Husein Alatas di pagi hari ini. 1:25 Asalamualaikum warahmatullahi wabar. 1:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:28 wabarakatuh. Baik, langsung aja kita 1:30 buka pertemuan ini dengan baca 1:32 al-Fatihah bersama-sama 1:34 yang akan dibimbing langsung oleh Ustaz 1:36 Husein Alatas. Kami persilakan, Ustaz. 1:38 Ya, langsung saja, Ustaz. 1:42 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:49 Bismillahirrahmanirrahim. 1:52 Alhamdulillahi rabbil alamin hamdan 1:56 katsiron thyiban mubarakan fih kama 2:00 yuhibbu rabbuna. 2:03 Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali 2:06 Muhammad. 2:09 Asalamualaika ya rasulullah. Assalamu 2:12 alaina wa ala ibadillahi shihin. 2:16 Wasalamualaikum warahmatullahi 2:18 wabarakatuh. 2:19 Waalaikumsalam warahmatullah. 2:30 Allahumahdina subalam waakrijna 2:33 minulumatianur 2:34 wahdina ilaatikal 2:37 mustaqim. 2:41 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah, mari 2:43 kita buka kajian kita dengan membaca 2:45 ummul Qur'an terlebih dahulu. 2:50 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:56 Bismillahirrahmanirrahim. 3:02 Alhamdulillahirabbil 3:04 alamin 3:07 arrahmanirrahim. 3:12 Maiki yaumiddin 3:16 iyaka na'budu wa iyyaka nasta 3:22 ihdinasirathal 3:24 mustaqim 3:26 shathalladzina 3:28 an'amta alaihim 3:31 ghairil maghdubi alaihim waladin. 3:38 Am. 3:41 Amin. 3:41 Amin. [berdehem] Amin. Amin ya rabbal 3:43 alamin. Baik, sudah kita buka bersama 3:45 dengan bacaan al-Fatihah yang dipimpin 3:47 langsung oleh Ustaz Husin Alat Atas. 3:49 Ikhwan akhwat. Ee selanjutnya saya akan 3:52 bacakan beberapa pertanyaan yang sudah 3:55 masuk dari beberapa nomor nih dari hamba 3:57 Allah. 3:59 Yang pertama ini terkait ee tafsir dan 4:03 otoritas. Ustaz, siapakah yang memiliki 4:07 otoritas tertinggi? 4:09 dalam menafsir demikian ustaz. 4:15 Bismillahirrahmanirrahim. 4:18 Rabbana 4:19 zidna ilman walhikna bisolihin. 4:23 Allahumma inna naudubika anadilla au 4:25 nudol 4:27 au nazilla au nuzal au nadlima nudlama 4:31 najhala yujala. [berdehem] 4:37 Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam 4:40 suratul qamar 4:43 diulang sebanyak empat kali. Walaqad 4:46 yassarnal qurana lidzikri fahal mim 4:50 muddakir. 4:52 Sesungguhnya kami telah mempermudah 4:56 Al-Qur'an untuk dapat dipelajari. 5:01 Apakah ada di antara kalian yang mau 5:04 mengambil pelajaran dalam Al-Qur'an? 5:08 Jadi 5:10 Allah Subhanahu wa taala yang menurunkan 5:13 kitabnya sebagai pedoman hidup ya bagi 5:17 umat manusia. Dengan sendirinya 5:21 Allah Subhanahu wa taala memudahkan 5:23 kitab suci ini untuk dapat dipahami. 5:27 [mendengus] 5:30 Begitu juga Allah Subhanahu wa taala 5:32 berfirman pada ayat 29 dari surah Sad 5:38 pada ayat 29 dari surah Sad. 5:43 Kitabun anzalnahu ilaika mubarokun 5:47 liyaddabbaru ayatihi waliyatadakar ulul 5:50 arbab. 5:53 Allah menunjuk kepada kitabnya ini 5:54 adalah sebuah kitab yang kami turunkan 5:58 kepadamu 6:00 penuh dengan keberkahan 6:03 agar mereka merenungkan ayat-ayatnya. 6:08 agar mereka merenungkan ayat-ayatnya dan 6:11 agar orang-orang yang berakal mengambil 6:15 pelajaran daripadanya. 6:17 Mengambil pelajaran daripadanya. Kitabun 6:21 anzalnahu ilaika mubarakun 6:24 liyadabbaru ayatihi watatadzakaro ulul 6:27 albab. 6:29 sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu 6:32 penuh dengan keberkahan 6:34 agar orang-orang yang berakal 6:37 merenungkan ayat-ayatnya dan mengambil 6:40 pelajaran daripadanya. 6:43 Begitu juga pada ayat yang lain Allah 6:45 berfirman, "Afala yatadabbarunal Quran 6:49 am ala qulubin akfalu?" Apakah mereka 6:52 tidak merenungkan 6:55 Al-Qur'an? Apakah 6:58 kalbu mereka memang telah terkunci, 7:01 tertutup untuk dapat melihat, mendengar, 7:05 dan menerima kebenaran? 7:07 Jadi kalau kita perhatikan bersama-sama 7:09 Al-Qur'an diturunkan 7:12 ya kepada Nabi kita Muhammad sallallahu 7:14 alaihi wa alihi wasallam untuk 7:17 direnungkan dan dipelajari. 7:20 Dalam ayat yang lain, afala 7:22 yatadabbarunal Quran walauana mini 7:25 ghairillah lawajadu fitilafan kat. 7:28 Apakah mereka tidak merenungkan 7:30 Al-Qur'an? Kalau Al-Qur'an bukan datang 7:32 dari sisi Allah, niscaya mereka akan 7:34 menjumpai 7:36 pertentangan yang amat banyak di 7:38 dalamnya. 7:40 Begitu juga 7:42 Allah Subhanahu wa taala mengingatkan 7:45 kita semua 7:48 dalam rangka mengingatkan peran Rasul 7:52 sebagai 7:54 seorang yang membawa kabar gembira, 7:57 memberikan peringatan dan membacakan 7:59 ayat-ayat Allah 8:02 dan juga menjelaskan referensi 8:05 bagi setiap orang yang mencari 8:07 kebenaran. 8:09 Kalla innaha tazkirah. Allah menjelaskan 8:13 misi Rasul bukan memaksa orang untuk 8:15 beriman. 8:18 Bukan juga apa? Memasukkan iman dalam 8:20 hati manusia. Tidak peran Rasul untuk 8:23 menyampaikan pesan Allah. Kala sadarilah 8:27 wahai Rasulullah sesungguhnya ini adalah 8:31 peringatan. 8:33 Famanya zakakaroh. Siapa yang mau dia 8:36 bisa mengambil pelajaran dan 8:38 mendengarkan peringatan yang kamu 8:40 sampaikan. 8:41 Dari mana? Fi suhufim mukarromah. 8:46 Dalam lembaran-lembaran kitab mukarramah 8:49 yang bagaimana? Yang betul-betul 8:51 dimuliakan. 8:54 Penuh dengan kemurahan dari Allah. 8:56 Marfuatin yang ditinggikan. 9:00 Karena ini merupakan apa? Ilmu all 9:03 bukan ilmu manusia yang bersumber dari 9:06 interpretasi, 9:08 dari sudut pandang yang penuh dengan 9:10 kekurangan. 9:11 Oleh karena itu, ilmu Allah bersifat 9:13 pasti. Kalau ilmu manusia bersifat apa? 9:16 Dugaan. 9:17 Dan terus mengalami penyempurnaan. 9:20 Marfuatin yang ditinggikan. 9:24 marfuatin 9:26 mutahara 9:28 kalla innaha tazkira 9:31 fi suhufin mukarah marfuatin mutahara di 9:34 samping kitab ini betul-betul ya'lu wala 9:38 y'la alaih di atas seluruh pengetahuan 9:42 manusia 9:44 dia juga disucikan dari hawa nafsu 9:47 disucikan dari berbagai macam apa 9:50 noda-noda kepentingan yang membuat 9:53 akhirnya apa? Tuntunannya tidak lagi 9:55 murni. Kalau ilmu manusia kan mau tidak 9:58 mau walaupun katakan benar seringkiali 10:00 dimasuki oleh kepentingan hawa nafsu 10:03 hingga akhir dibelokkan ya dari 10:05 kebenaran yang murni dinodai oleh 10:07 kepentingan yang bermacam-macam. 10:10 Marfuatin mutahaharah biidi safarah yang 10:15 diantarkan dan diterima oleh duta-duta 10:18 Allah. kiram bararah yang mulia lagi 10:22 berbakti dan taat kepada Allah dengan 10:24 penuh amanat menyampaikan amanat Allah. 10:28 Nah, bagaimana Allah menyeru manusia 10:31 untuk mempelajari Al-Qur'an kalau 10:33 Al-Qur'an tidak jelas? 10:35 Oleh karena itu, kita harus bedakan ya 10:39 di antara menafsirkan Al-Qur'an dan 10:41 merenungkan Al-Qur'an. He 10:43 merenungkan Al-Qur'an. Setiap muslim 10:46 baik mereka yang menguasai bahasa Arab 10:49 ataupun yang tidak menguasai bahasa Arab 10:52 dengan terjemahan Al-Qur'an saat ini ya 10:56 akan menjadi bantuan mereka untuk 10:58 meresapi dan memahami Al-Qur'an walaupun 11:01 tidak secara terperinci ya. ada hal-hal 11:05 yang membutuhkan otoritas tertentu untuk 11:07 dapat memahaminya secara apa terperinci. 11:10 [berdehem] Dan seharusnya apa pang 11:12 Rizal? Seharusnya para ulama ini bukan 11:15 menyibukkan umat dengan pertentangan, 11:17 dengan perselisihan, menjauhkan umat 11:20 dari Al-Qur'an. Tapi seharusnya setiap 11:23 ustaz, setiap kiai, setiap ulama, setiap 11:26 habib sebagaimana Rasul menyampaikan 11:29 Quran juga seharusnya mereka 11:31 menyampaikan Al-Qur'an. 11:35 Allah menjelaskan misi Rasul hualladzi 11:37 baata fil ummiina rasulan minhum. 11:40 Allah yang telah mengutus di tengah 11:43 masyarakat al-umiin 11:46 yang tidak mengecap pendidikan 11:49 yang jauh dari peradaban 11:52 dan pendidikan. 11:54 Seorang rasul yang berasal dari kalangan 11:58 mereka. 12:00 Rasul ini langsung mendapatkan 12:01 pengajaran pendidikan dari Allah. 12:04 Apa perannya? Yatlu alaihim ayati 12:07 [mendengus] yang menerangkan kepada 12:08 mereka ayat-ayat Allah juga memberikan 12:11 contoh di tengah-tengah mereka antara 12:13 ucapan dan perbuatannya seiring 12:15 seiraman. 12:17 Wauzakihim. tidak hanya sebatas 12:21 mencerahkan wawasan mereka, tapi dari 12:24 pendidikan yang mencerahkan wawasan 12:27 masuk kepada tahap kedua yaitu 12:30 mensucikan jiwa mereka, mengubah wawasan 12:33 berpikir mereka juga dengan sendirinya 12:36 akan mengubah apa? akan mengubah sikap 12:40 dan kebijakan mereka dalam hidup ini. 12:44 Kalau tadi dikotori oleh kesyirikan, 12:46 kejahiliahan dengan turunnya Al-Qur'an 12:49 yang dibacakan Nabi mensucikan jiwa 12:51 mereka, maka berubahlah. Dahulu mereka 12:54 tenggelam dalam kejahiliahan, sekarang 12:56 mereka diterangi cahaya Allah. 12:58 Wallimuhumul kitab wal hikmah. Dan Nabi 13:00 mengajarkan mereka alkitab dan hikmah. 13:03 Wau mini mubin. Walaupun sebelumnya 13:07 mereka berada dalam kesesatan yang amat 13:09 nyata. Hanya dalam waktu relatif singkat 13:12 Nabi membacakan Al-Qur'an terjadi 13:14 perubahan. Sedangkan kita berabad-abad 13:16 bukan maju malah mundur, 13:18 bukan bersatu malah terpecah belah. 13:20 Karena referensinya berbeda-beda. 13:21 [berdehem] 13:22 Bukan Al-Qur'an yang disampaikan, tapi 13:25 terjadi tarik-menarik 13:27 di antara berbagai macam kepentingan dan 13:30 kefanatikan. 13:31 [mendengus] 13:31 Oleh karena itu kalau kita memperhatikan 13:34 dakwah-dakwah yang viral di negeri kita, 13:38 begitu pula yang diajarkan di pesantren, 13:41 amat sedikit sekali perhatian 13:44 mereka terhadap Al-Qur'an. Bahkan di 13:47 tempat-tempat tahfid mereka hanya 13:49 menghafal tapi tidak memahami isinya. 13:52 Padahal tujuannya untuk dipahami. Nah, 13:54 kalau seandainya seorang yang tidak 13:57 menguasai bahasa Arab 14:00 membaca terjemahan Al-Qur'an, kira-kira 14:03 mereka dapat memahami enggak isinya? 14:07 Membaca terjemahan Al-Qur'an apabila 14:09 hatinya ada minat, ada kecintaan, Allah 14:12 akan buka buat ilmunya. Tergantung 14:15 bagaimana hatinya. Saya menjumpai 14:16 seorang yang tadi dari latar belakang 14:18 pemabuk, hidup dalam dunia malam. Dia 14:21 bertobat mempelajari Al-Qur'an. Saya 14:24 sering duduk di sampingnya. Ketika dia 14:27 menyampaikan wawasan dan ceramahnya, 14:29 ternyata apa yang disampaikan 14:31 betul-betul amat menakjubkan. 14:33 Dia berkeliling mengajarkan Al-Qur'an di 14:36 sana saja dengan bekal yang dimiliki. 14:38 Kalau dia tidak tahu, dia bertanya. 14:42 Dan Al-Qur'an sebagian besar ayatnya, 14:44 Kang Rizal 14:46 bukan berbicara tentang hukum, berbicara 14:49 tentang ayat-ayat Allah di langit, 14:52 tentang sejarah umat-umat terdahulu, 14:55 tentang hikmah-hikmah di mana untuk 14:57 memahaminya apa? Bukan hanya terbatas 15:01 pada mereka-mereka yang bertakhasus 15:03 dalam bidang tafsir. [mendengus] 15:06 Sedangkan ayat-ayat hukum kurang dari 15:08 5%. 15:10 kurang dari 5%. 15:12 Ayat-ayat hukum amat sedikit sekali. 15:15 Tapi bagaimana Al-Qur'an mengajak 15:17 manusia untuk bertafakur, mencerahkan 15:20 wawasan mereka melalui kitab suci yang 15:22 Allah turunkan juga melalui kitab alam 15:24 semesta. Melalui kitab alam semesta dan 15:28 menggugah akal pikiran mereka. Oleh 15:31 karena itu, Al-Qur'an mengajak kita 15:34 untuk berakal, bukan menutupi akal kita. 15:38 Sebagaimana firman Allah, inna fi 15:40 khalqis samawati wal ardhi wtilafil 15:42 laili w nahar 15:45 wal fulqillati tajri fil bahri bima 15:48 yunfaunas w anzalallahu minama mim main 15:53 [berdehem] 15:53 faahya bihil ard ba'da mautiha w fiha 15:57 minabah 16:01 wasahabil musama walayil 16:07 Semua ayat-ayat ini diperuntukkan untuk 16:09 orang yang berakal. 16:11 Begitu juga Allah Subhanahu wa taala ya 16:14 dalam ayat yang lain berfirman, "Inna fi 16:17 khalqis samawati wal ardhi waktilafil 16:20 laili wahar laayatin liulil albab." 16:23 Ulul albab ini albab jamak dari loop. 16:26 Yaitu inti sesuatu di mana orang tidak 16:28 hanya sebatas di permukaan, bukan hanya 16:30 sebatas membaca, sebatas dia menghafal, 16:33 tapi sampai ke dalamnya diresapi dan 16:35 direnungkan. Itu mereka-mereka dengan 16:38 kriteria alladina ykurunallaha qiaman 16:41 wauda waa junubihimakaruna 16:44 fi khqamawati walbanaqta 16:48 bat. 16:51 Mereka yang selalu ingat Allah, 16:53 bertafakur dalam merenungkan ciptaan 16:56 Allah di langit maupun di bumi. 17:01 Mereka-mereka ini alladzina 17:02 yadkurunallaha qiaman waquuda waa 17:05 junubihim yang selalu mengingat Allah. 17:08 Baik pada saat mereka apa? Baik pada 17:11 saat mereka berdiri, duduk maupun 17:13 berbaring, hati mereka tidak terlepas 17:15 dari Allah. Dan mereka bertafakur 17:18 merenungkan ayat-ayat Allah yang 17:19 terdapat di langit dan di bumi hingga 17:21 mengantarkan mereka pada apa? Hakikat 17:24 yang betul-betul amat menakjubkan. Wahai 17:27 Tuhan kami, Engkau tidak menciptakan 17:28 semuanya dengan sia-sia. Karena segala 17:31 sesuatu diciptakan dengan tujuan dan 17:33 ternyata semuanya mengarah kepada Allah 17:36 dan kebesarannya. 17:38 Subhanak maha suci Engkau. Faqinaabanar 17:41 lindungi kami dari azab api neraka. 17:44 Sedangkan mereka-mereka 17:46 yang melakukan penelitian, eksplorasi 17:49 dalam berbagai macam sumber kekayaan di 17:52 bumi ini, mereka melakukan semua ini 17:56 tapi terputus dari Allah. Hingga mereka 17:58 tidak menemukan Allah, mereka justru ya 18:01 dikuasai oleh apa? Oleh hawa nafsu, oleh 18:04 kerakan, keserakahan, kemudian apa? 18:07 Kebanggaan terhadap keberhasilan mereka. 18:10 Hingga mereka dikenal di tengah-tengah 18:11 manusia sebagai ilmuwan. pakar sains dan 18:14 lain sebagainya. Tapi sayang, sungguh 18:16 sayang, mereka buta dan tidak dapat 18:19 melihat Allah Subhanahu wa taala. Karena 18:22 apa? Pengetahuan mereka, penelitian 18:25 mereka tidak terhubung dengan Allah. 18:27 Padahal antara kitab Al-Qur'an dan kitab 18:29 alam semesta ini berkaitan satu dengan 18:32 lainnya. Allah mendidik manusia untuk 18:34 apa? Untuk menemukan kebenaran yang 18:36 sejati. Bukan terombang ambing di 18:38 tengah-tengah hawa nafsu, angan-angan 18:40 dan ambisinya. 18:42 Karena pada akhirnya kehidupan dunia 18:43 akan berakhir. Oleh karena itu, 18:47 Al-Qur'an 18:48 secara umum dapat dipahami oleh semua 18:52 orang yang mencari kebenaran walaupun 18:53 tidak menguasai bahasa Arab. Baik 18:56 melalui terjemahan Al-Qur'an ataupun 18:59 penyampaian yang disampaikan oleh 19:01 ulama-ulama yang memahami Al-Qur'an. 19:03 Seharusnya memang seluruh ulama sebelum 19:06 mengajarkan yang lain mereka 19:08 menyampaikan Al-Qur'an. Tapi sayang 19:11 mereka tidak lagi mengikuti Rasul 19:14 sebagai tauladan, tidak sama sekali 19:17 menyampaikan pesan Allah sebagaimana 19:19 dipesankan kepada rasulnya Muhammad 19:22 sallallahu alaihi wasallam. Mereka 19:23 menggiring agama untuk mengikuti hawa 19:25 nafsu mereka. 19:28 Kemudian hubungan antara Quran dan ilmu 19:31 pengetahuan 19:32 hubungan yang betul-betul harmoni 19:35 tidak ada dikotomi sama sekali. Oleh 19:37 karena itu, Nabi mengatakan, "Wala takfu 19:40 maaisa laka bihi ilmun." Jangan 19:42 sekali-kali kamu mengikuti sesuatu tanpa 19:46 dasar ilmu. Innama wal basar wal fuada 19:50 kullu ulaika anhu masula. Sesungguhnya 19:53 pendengaranmu, penglihatan kamu termasuk 19:57 juga apa? Termasuk juga 20:01 kalbumu, 20:03 akal pikiranmu, kecerdasan kamu, semua 20:06 akan diminta. pertanggungjawaban oleh 20:07 Allah. Kalau orang mengikuti tanpa dasar 20:09 ilmu, maka dia betul-betul orang yang 20:13 tak ubahnya bagaikan seekor keledai yang 20:16 memikul tumpukan buku hanya keletihan, 20:18 kelelahan, tapi dia tidak dapat 20:20 mengambil pelajaran apa-apa. 20:22 Oleh karena itu, 20:24 Al-Qur'an mengajak kita untuk menjadi 20:26 manusia yang cerdas, berpikir, berakal, 20:30 memperhatikan segala sesuatu hingga 20:32 mereka menemukan kebesaran keagungan 20:34 Allah di mana-mana. Karena setiap 20:36 makhluk di bumi ini, 20:39 setiap makhluknya di alam semesta ini 20:42 jarinya menunjuk kepada Allah. Tapi 20:44 sayang, hati kita lalai hingga kita 20:47 tidak menyadarinya. Nah, kalau berkaitan 20:50 dengan siapa yang punya otoritas 20:52 menafsirkan Al-Qur'an dengan sendirinya 20:54 yang punya ilmunya, persyaratannya. 20:57 Beda antara berupaya memahami Al-Qur'an 21:00 dan orang yang bertugas menafsirkan 21:03 Al-Qur'an. 21:04 Dia mengikuti Rasulullah sallallahu 21:05 alaihi wasallam. Kalau memang ada 21:08 keterangan dari Rasul yang pasti ya, 21:12 yang betul-betul dapat diyakini 21:16 berasal dari Rasul, 21:18 kita dengan sendirinya mengutamakan apa 21:21 yang datang dari Rasul sallallahu alaihi 21:23 wasallam. Tapi harus diingat, banyak 21:25 kebohongan-kebohongan yang dirajut untuk 21:28 memalingkan manusia dari Al-Qur'an 21:30 dengan mengatasnamakan Rasul maupun para 21:32 sahabat. H 21:34 yang dinamakan riwayat-riwayat 21:37 susupan 21:38 yang dikenal dengan nama israiliyat. 21:41 Hadis-hadis semacam ini banyak sekali 21:43 hingga membuat pemahaman kita mengenai 21:45 Al-Qur'an kacau balau. Mereka tidak 21:48 mampu mengubah Al-Qur'an tapi mereka 21:50 memalingkannya melalui riwayat-riwayat 21:52 yang dipalsukan. Sebagaimana Taurah 21:55 ditinggalkan. Akhirnya orang berpaling 21:58 menuju Talmud yang berisikan penafsiran 22:00 mirip dengan riwayat-riwayat hadis. 22:03 Jadi yang pertama dengan sendirinya apa? 22:06 Kita akan mendengarkan apa yang datang 22:08 dari Nabi dengan syarat itu betul betul 22:12 dari Nabi dan sejalan dengan Al-Qur'an. 22:15 Tapi sebetulnya penafsiran Al-Qur'an 22:17 terdapat dalam Al-Qur'an itu sendiri. H 22:20 di mana seluruh ulama ahli tafsir 22:24 sebetulnya orang-orang yang memang kita 22:27 anggap menguasai Al-Qur'an 22:30 dalam arti pemahaman kata penguasaan ini 22:32 sesuai dengan batas kemampuan manusia. 22:34 Mereka bersepakat tidak ada tafsir yang 22:37 lebih indah daripada tafsir Al-Qur'an 22:39 bilquran. Quran dengan Qur 22:41 Quran. Jadi kalau kita menemukan katakan 22:43 satu tema 22:46 dalam Al-Qur'an ya, kita jangan 22:49 menafsirkannya sepotong-sepotong tapi 22:51 apa? Kita mengaitkannya dengan ayat-ayat 22:53 yang lain agar kita memahami secara apa? 22:56 Komprehensif. 22:57 Oleh karena itu Allah Subhanahu wa taala 22:59 mengancam mereka orang-orang yang 23:01 bagaimana yang menafsirkan Quran 23:03 sepotong-sepotong. 23:05 kama anzalna alalimin allina ja 23:08 quridinika 23:17 ajmain amma yalun. 23:20 Sebagaimana peringatan yang kami berikan 23:22 kepada para muktasimin. Tahu muktasimin 23:25 gak? 23:26 Iktasama yaktasim itu membagi-bagi. Jadi 23:29 Al-Qur'an yang seharus ditafsirkan 23:30 secara utuh dipisah-pisah dan 23:32 dibagi-bagi. Alladina jaul quranain yang 23:36 menjadikan Quran sebagai apa? Ibin ibin 23:39 berasal dari kata udwun yang artinya 23:41 anggota. Jadi dijadikan Quran ya dalam 23:44 memahaminya tidak utuh tapi bagaikan 23:47 anggota tubuh yang terpisah-pisah. 23:51 Manusia kan bukan hanya kepalanya, bukan 23:53 hanya tubuhnya, bukan hanya tangannya. 23:56 Manusia secara utuh ya kalau kita lihat 23:59 secara fisik dan anatominya itu 24:01 keseluruhannya. Tapi kalau hanya 24:03 kepalanya, kalau hanya tubuhnya atau 24:05 tangannya itu tidak sama sekali 24:07 menggambarkan manusia secara utuh. Nah, 24:09 bagaimana kalau Al-Qur'an ditafsirkan 24:11 secara terpisah-pisah? 24:13 Jadi, pemahamannya bukan kembali kepada 24:15 Al-Qur'an, tapi kembali kepada apa? 24:18 kecondongan interpretasi 24:21 dan pemahaman manusia yang dangkal. 24:24 Contohnya kalau kita ingin memahami kata 24:26 takdir, 24:27 takdir. 24:28 Takdir ya. Begitu juga kata qada 24:30 seharusnya kembali kepada Al-Qur'an dan 24:32 penggunaan kata Al-Qur'an. Penggunaan 24:35 Al-Qur'an ya yang mempergunakan kata 24:38 takdir. Begitu juga qada, begitu juga 24:41 alghaib. Kalau kita ingin memahami kata 24:44 alghaib, coba kumpulkan ayat-ayat ya 24:47 yang terdapat padanya kata gaib. 24:50 Kemudian perhatikan, renungkan 24:51 penempatan dan penggunaannya. Karena 24:53 kita harus tahu bahwa Quran merupakan 24:55 kalamullah. Yang paling tahu mengenai 24:58 kalamnya adalah 24:59 Allah. 25:00 Dan Allah Subhanahu wa taala memudahkan 25:02 bagi kita untuk memahaminya. Sampai Imam 25:05 Ali ketika pada masanya menjumpai 25:07 sebagian orang menafsirkan Quran 25:09 sepotong-sepotong 25:11 yang mengakibatkan terjadinya benturan. 25:15 Beliau mengatakan, "La tadribul qurana 25:18 ba'dahu bibain." Jangan kalian benturkan 25:20 Quran sebagian ayatnya dengan sebagian 25:24 lain. 25:26 Allahu nazala ahsanal hadi kitaban 25:29 mutasyabiharu 25:32 minhu julinaahum 25:35 juluhumillah. 25:37 Allah menurunkan Alquran. 25:40 Allahu nazala ahsanal hadis sebagai 25:43 seindah-indahnya firman dan tutup. 25:46 Kitaban mutasyabihat. Kitab yang isi dan 25:49 kandungannya betul-betul apa? Serupa, 25:52 selaras. Ini kata mutasyabih di sini 25:54 beda dengan kata mutasyabih dalam surah 25:56 Al Imran. Kalau dalam surat Al Imran 25:59 menunjukkan arti ada kesamaran. Kalau 26:01 dalam surah Az-Zumar ini menunjukkan 26:04 ayat-ayatnya saling menerangkan, 26:06 menjelaskan satu dengan lainnya. Jadi 26:08 beliau mengatakan labul qurahuin. 26:12 Jangan benturkan Quran satu sama lain. 26:14 Liannahu yufassiru bau ba. Karena dia 26:17 saling menafsirkan. 26:18 Tapi kalau kita giring Al-Qur'an ayatnya 26:21 keluar pasti akan melahirkan perbedaan 26:25 tafsir yang bermacam-macam. Jadi 26:27 memahami takdir coba renungkan. 26:29 Setiap penggunaan takdir dalam 26:31 Al-Qur'an. Begitu juga qada, begitu juga 26:34 alghaib, begitu juga takwa. Kalau kita 26:36 ingin tahu siapa orang yang bertakwa, 26:38 Quran jelaskan dalam suratul baqarah, 26:42 dalam surah Al-Imran. 26:44 Nah, dalam banyak ayat dijelaskan siapa 26:48 yang dimaksudkan dengan orang yang 26:49 bertakwa. 26:50 Tapi kalau kita menafsirkan dengan 26:52 mengikuti interpretasi kita yang tidak 26:55 sama sekali kembali kepada Al-Qur'an, 26:58 maka dengan sendirinya itu bukan lagi 27:00 penafsiran yang benar dan sesuai, tapi 27:03 penafsiran yang jauh. dari Al-Qur'an itu 27:06 sendiri. Lalu berkaitan dengan 27:11 hubungan antara para ilmuan, para pakar 27:14 dengan Al-Qur'an. Sebagaimana kita tahu 27:17 Al-Qur'an ini bukan hanya berisikan 27:20 ayat-ayat hukum, 27:22 bukan juga berisikan apa? Hanya sekedar 27:26 ayat-ayat yang berbicara mengenai 27:28 sejarah, tapi Al-Qur'an bagaikan 27:30 samudera. 27:32 Karena Al-Qur'an kitab suci ini mengajak 27:36 kita ya untuk menyatu dengan seluruh 27:38 alam semesta yang merupakan ciptaan 27:40 Allah Subhanahu wa taala. Menemukan 27:42 kebenaran kemudian pada akhirnya kita 27:44 bertasbih memuji Allah. Langit bumi 27:46 bertasbih kepada Allah. Nah, Allah 27:48 mengajak kita juga untuk menyatu dengan 27:51 alam, merenungkannya, mempelajarinya 27:53 hingga pada akhirnya kita menemukan 27:55 kebenaran sejati. Seperti dalam surah Al 27:57 Imran tadi, subhanak 27:59 ya e rabbana ma khalaqta hadza batila 28:02 subhanaka faqina hadza benar. Maka yang 28:05 berhubungan dengan sejarah, kalau ahli 28:08 sejarah yang mempelajarinya akan lebih 28:10 indah. 28:11 He. 28:12 Kalau yang berbicara mengenai [berdehem] 28:14 katakan pertumbuhan bayi dalam 28:16 kandungan, maka kalau seandainya 28:19 diresapi, dikaji oleh mereka-mereka yang 28:22 ahir dalam bidang apa? dalam bidang 28:24 ginekologi kandungan itu akan lebih 28:26 indah lagi. 28:27 Ayat-ayat yang menjelaskan masalah 28:28 astronomi. 28:30 Kalau seandainya orang-orang yang 28:32 beriman yang mempelajari ilmu astronomi 28:34 akan lebih indah. Bukan lagi apa 28:36 khayalan ya, bukan lagi pembicaraan 28:39 tanpa dasar ilmu, tapi mereka akan 28:41 menemukan kebenaran yang amat indah 28:43 berbagi dengan orang-orang yang tidak 28:45 menguasai ilmu tersebut. Berbicara 28:47 mengenai biologi, ahli biologi silakan 28:49 berbicara. Betul gak? 28:52 Contoh jangan jauh-jauh bagaimana 28:54 kesalahan 28:55 para ahli fikih ketika mereka berbicara 28:59 ya tanpa dasar ilmu. 29:02 Kalau kita pelajari dalam buku fikih ya 29:05 yang ditulis oleh para ulama yang tidak 29:08 menguasai bidang yang mereka bicarakan. 29:11 Berapa lamakah masa ya bayi dalam 29:15 kandungan ibunya? 29:18 Kita akan temukan perbedaan pendapat. 29:19 Ada yang mengatakan 4 tahun, ada yang 29:21 mengatakan 5 tahun. Paling sedikit ee 29:24 ada yang mengatakan 9 bulan. Nah, paling 29:26 rendah selama 7 bulan menurut mereka. 29:30 Padahal kita tahu bahwa bayi kalau sudah 29:32 lebih dari 10 bulan itu ketubahannya 29:35 sudah tidak lagi memenuhi apa? Nutrisi, 29:37 bahkan mengandung racun. 29:39 Bagaimana mungkin 29:42 bayi bisa bertahan selama 4 tahun, 5 29:44 tahun dalam kandungan ibunya? Ini 29:46 disebabkan karena apa? Para pengikut 29:48 mazhab ini berlomba-lomba. Imam Syafi'i 29:51 katakan 4 tahun dalam kandungan ibunya. 29:53 Lalu kelompok yang lain mengatakan Imam 29:55 Malik selama 5 tahun. Ini pembicaraan 29:57 tanpa dasar ilmu. Coba serahkan kepada 30:00 ahlinya biar mereka yang menerangkan 30:03 masa kandungan. Begitu juga berkaitan 30:05 dengan nifas. Alangkah indahnya kalau 30:07 kita kembalikan pembicaraan mengenai 30:09 nifas kepada ahlinya. 30:12 Nah, ulama mendengarkan dari mereka 30:14 kemudian menyampaikan atas dasar ilmu. 30:18 Oleh karena itu, Al-Qur'an sebetulnya 30:21 merupakan nutrisi bagi setiap setiap 30:24 manusia, apapun latar belakang ilmunya. 30:27 Dan Allah melarang kita mengikuti 30:29 sesuatu tanpa dasar ilmu. Dan akal bukan 30:32 musuh Al-Qur'an. Justru Al-Qur'an 30:35 berbicara kepada orang yang berakal. 30:37 Afala taqilun? 30:40 Quran 30:42 dalam surah alhaj Allah berfirman, 30:47 awalam yasiru ardakun lahumubun 30:51 bihaanun 30:52 yasma biha. Apakah mereka tidak pesiar 30:56 di muka bumi hingga mereka memiliki 30:59 kalbu-kalbu yang berakal? Qulubun 31:02 yaqiluna biha abanun yasmauna biha atau 31:06 pendengaran. Heeh. 31:08 yang mereka gunakan untuk mendengar dari 31:10 kisah-kisah, pelajaran-pelajaran yang 31:12 mereka lihat, mereka mengambil 31:14 pelajaran. Oleh karena itu, para 31:16 penghuni api neraka dengan penuh 31:18 penyesalan berkata apa? Lau kunna nasmu 31:22 a naqilu ma kunna fi ashab. Kalau dulu 31:25 kita mau dengar saja dan mau berakal, 31:28 tidak mungkin kita akan menjadi penghuni 31:30 api neraka sair. Oleh karena itu, 31:32 penghuni api neraka orang yang tidak mau 31:34 mendengarkan nasihat dan tidak berakal. 31:37 Jadi yang tidak berakal ini yang kelak 31:39 akan menjadi penghuni api neraka. Dalam 31:41 ayat yang lain, wq jahanam kir minal 31:45 jinni wal ins. Kami telah persiapkan api 31:48 neraka jahanam bagi kebanyakan jin dan 31:50 manusia. Lahum qulubun lafqah biha. 31:53 Mereka memiliki kalbu-kalbu tapi kalbu 31:56 tersebut tidak belajar, tidak memahami 31:59 dan tidak berakal. Walahum aunun la 32:01 yubsiruna biha. Mereka diberikan mata 32:03 tapi tidak tidak apa? Tidak mereka 32:06 pergunakan untuk belajar dengan mata 32:08 mereka. Sama dengan orang buta. 32:11 Walahumanun la yasma biha. Mereka 32:14 diberikan telinga tapi tidak belajar 32:16 dari apa yang mereka dengar. Ulaika kal 32:18 anam. Mereka bagaikan binatang ternak. 32:21 Balhum adol. Bahkan mereka lebih sesat. 32:26 Ulaika humul gofilun. Merekalah 32:27 orang-orang yang lalai. Maka atas dasar 32:29 ini, Kang Rizal, Quran ini bukan untuk 32:32 dibaca, dihafal sebata, dipahami sesuai 32:36 dengan kemampuannya. Melalui terjemahan 32:38 Al-Qur'an kalau kita mau baca, kita 32:40 dapat pelajaran. Kalau gak tahu fasalik 32:43 intuntum laamun datang pada ulama, 32:45 coba saya mau tahu apa maksud dari ayat 32:47 ini. Adapun berkaitan dengan ayat-ayat 32:51 hukum serahkan pada ahlinya. 32:53 Tapi ayat hukum tidak mencapai 400 ayat. 32:58 Ayat-ayat hukum amat sedikit. 33:00 Ke mana perginya ayat yang mengajak kita 33:02 untuk mengenal Allah melalui 33:03 ayat-ayatnya di langit, di bumi, melalui 33:06 diri kita belajar dari sejarah umat 33:08 terdahulu. Ternyata semua ini berlalu 33:10 sia-sia di hadapan orang yang tidak 33:13 berakal. Wallahuam. 33:16 Baik, Ustaz. Nah, ini dikaitkan juga 33:17 dengan pertanyaan bagaimana [berdehem] 33:19 seharusnya hierarki otoritas antara 33:22 hadis ee dan Al-Qur'an ditentukan. Kapan 33:26 hadis itu berfungsi sebagai penjelas 33:29 Al-Qur'an dan bagaimana menyikapi kasus 33:32 hadis yang tampak bertentangan dengan 33:33 prinsip dasar Al-Qur'an ataupun akal 33:36 sehat. Nah, ini juga beberapa kali 33:38 sebenarnya sudah jelaskan ya. 33:41 Bismillahirrahmanirrahim. Rabbanaidna 33:43 ilman waiknain. 33:45 Sudah sering saya sampaikan hal ini 33:48 bahwa rujukan kita dalam hidup ini 33:51 adalah Al-Qur'an. Rujukan kita Al-Qur'an 33:55 dan Nabi juga menerangkan Al-Quran. 33:58 Di samping Nabi menerangkan Al-Qur'an, 34:00 Nabi juga diperintahkan yang 34:02 pertama-tama mengikuti Al-Qur'an 34:06 dan diingatkan untuk tidak mengikuti 34:07 hawa nafsu manusia dan meninggalkan 34:10 Al-Qur'an. Waum bainahum bima anzarallah 34:14 wala tattabi ahwahum. Dan hendaklah kamu 34:17 putuskan sesuai dengan apa yang Allah 34:18 turunkan dan jangan ikuti hawa nafsu 34:21 manusia. Wahum. 34:26 Dan hati-hati waspada jangan sampai 34:28 mereka memalingkan kamu dari sebahagian 34:30 yang Allah turunkan. Seperti kompromi 34:32 ulama saat ini 34:34 ya. Mereka kompromi untuk mencari jalan 34:37 aman, meninggalkan sebagian hukum-hukum 34:40 Allah. Padahal tugas mereka menyampaikan 34:41 diterima, tidak diterima bukan tanggung 34:43 jawab mereka. 34:45 Jadi kita harus tahu bahwa pada masa 34:49 Nabi hadis tidak ditulis. 34:53 Bahkan Nabi melarang la taktubu anni 34:55 ghairal Quran faman katabahu falyamhu. 34:59 Jangan tulis dari aku selain Quran. 35:01 Siapa yang menulis silakan 35:02 menghapuskannya. Hadis ini diriwayatkan 35:04 dalam Sahih Muslim. 35:06 Adapun riwayat-riwayat yang lain seperti 35:09 riwayat Abdullah bin Amr bin As ya yang 35:11 kata menulis hadis itu riwayat-riwayat 35:13 yang tidak kuat sama sekali. Artinya 35:16 hadis baru dikumpulkan, baru beredar 35:18 mungkin setelah 200 tahun wafatnya Nabi 35:20 kita Muhammad sallallahu alaihi 35:22 wasallam. Itu pun penuh dengan 35:23 pertentangan. 35:25 Penuh dengan apa? Pertentangan. Dari 35:28 200.000 hadis yang terkumpul yang 35:32 berulang dan tidak berulang sebagaimana 35:34 disebutkan Sayuti dari gurunya Almanawi 35:38 itu yang sahih tidak mencapai sepertiga. 35:42 Kemudian apa? Dari 200.000 hadis tadi ya 35:46 yang mutawatir lafaz dan maknanya hanya 35:49 satu hadis. 35:51 Jadi ahadis quliah yang mutawatir makna 35:54 dan lafaznya hanya satu hadis. Yang lain 35:56 kebanyakan hanya satu orang yang 35:58 meriwayatkan. Dua orang yang 35:59 meriwayatkan itu pun penuh perbedaan. 36:04 Itu hadis yang berbunyi, "Man kadaba 36:06 alaiya falyatwa ma'adahu minanar." 36:09 Siapa-siapa yang berdusta atas namaku, 36:11 silakan siapkan tempatnya dalam api 36:13 neraka. Bahkan ini pun masih ada 36:15 perbedaan. Ada yang mengatakan 36:17 mutaammidan, ada yang mengatakan tidak 36:19 menggunakan mutaamidan. 36:22 Adapun sunah amaliah, sunah amaliah 36:24 banyak yang mutawatir. Yaitu apa? sunah 36:27 yang disepakati generasi demi generasi 36:30 dari amalan rasul seperti salat. 36:32 Rukun-rukun yang disepakati ya itu 36:35 merupakan sunah amaliah. Tapi kalau yang 36:38 sifatnya quliah ucapan Rasulullah begini 36:41 atau begitu itu justru kebanyakan 36:44 hadisnya ya tidak kuat diriwayatkan 36:47 dalam bentuk ahad. Bahkan banyak 36:49 hadis-hadis yang bertentangan secara 36:52 pasti dengan Al-Qur'an. [mendengus] 36:54 Oleh karena itu, Alkhatib Albaghdadi, 36:57 Abu Ishaq Assyairazi dan ulama-ulama 37:00 hadis mengatakan apabila benar satu 37:04 hadis bertentangan Al-Qur'an, maka wajib 37:07 hadis tersebut ditinggalkan. Begitu juga 37:10 hadis yang bertentangan dengan 37:11 albadihiyatul aqliyah dengan akal sehat 37:16 ya yang disepakati oleh orang-orang yang 37:18 berakal. Maka yakin hadis tersebut bukan 37:21 dari Rasulullah sallallahu alaihi 37:23 wasallam tapi kebohongan yang 37:25 mengatasnamakan Rasul. Contoh jangan 37:27 jauh-jauh. Hadis yang menggambarkan Nabi 37:30 Musa ya yang menjadi bahan pembicaraan 37:34 di tengah-tengah Bani Israil katanya 37:36 kemaluannya ada kelainan. 37:39 Allah ingin membuktikan bahwa hal 37:40 tersebut tidak benar. Akhirnya Nabi Musa 37:43 ketika sedang mandi, 37:45 bajunya dibawa lari oleh batu. 37:48 Nabi Musa dalam keadaan terbuka auratnya 37:50 mengejar-ngejar baju ya batu tersebut. 37:53 Saya mengata, "Wahai batuak bajuku." 37:55 Wahai batu, wahai batu bajuku. 37:59 Akhirnya Bani Israil melihat aurat Nabi 38:00 Musa. Mereka mengatakan ternyata tidak 38:03 benar ucapan kami. 38:05 Isu yang beredar tidak ben 38:06 tidak benar 38:06 benar. Coba mungkin gak kira-kira Allah 38:09 permalukan nabinya sedemikian rupa kalau 38:12 kiai dipermalukan seperti ini, orang 38:14 mengatakan, "Kiai, 38:16 ada gangguan jiwa." Masa makhluk yang 38:19 diutus sebagai rasul yang hidup dalam 38:22 kebersihan, kemuliaan mengalami hal 38:24 seperti ini dipermalukan. Begitu juga 38:27 Nabi Musa katanya apa? Ketika mau 38:29 dicabut nyawanya oleh Izrail, 38:33 Musa menonjok Izrail hingga matanya 38:35 keluar. Ini mustahil datang seorang nabi 38:39 yang menghadap yang didatangi oleh 38:41 utusan Allah untuk menjemput dirinya. 38:43 Apalagi mereka lebih mencintai akhirat 38:45 daripada kehidupan dunia. Ini hadis 38:47 terdapat dalam Sahih Bukhari, dalam 38:49 Sahih Muslim. 38:50 Nah, Bukhari Muslim mengumpulkan hadis, 38:54 tapi yang dikumpulkan tidak pasti ya 38:57 sebagai hadis yang benar kecuali sejalan 38:59 dengan Al-Qur'an dan nilai-nilai 39:01 Al-Qur'an. Begitu juga dengan akal 39:03 sehat. Oleh karena itu kalau ada hadis, 39:07 ada hadis ya yang katakan diriwayatkan 39:11 dari Nabi bertentangan dengan 39:12 albadihiyatil aqliyah dan ilmiah ya 39:16 secara aksiomatis, maka kita menolak 39:18 hadis tersebut. Ini berdasarkan 39:20 pernyataan dari ahli hadis sendiri 39:22 seperti alkhatib, albaghdadi, Abu Ishaq, 39:25 Assyairazi dan dia merupakan orang-orang 39:27 yang berasal dari kal ahlus sunah. Jadi 39:29 jangan dianggap mereka ingkar sunah. 39:30 Mereka mengingkari kebohongan atas nama 39:32 Rasul. Adapun sunah Nabi yang sejalan 39:35 dengan Al-Qur'an karena Nabi 39:36 menyampaikan amanat Allah risalahnya 39:38 tidak mungkin antara ucapan perbuatannya 39:40 bertentangan dengan Qur Quran. Mustahil. 39:44 Nah, cuma orang kalau dari mulai kecil 39:46 sudah belajar dimulai dari hadis dan 39:48 fikih. Begitu baca Quran, Quran 39:51 disesuaikan dengan fikih. Quran 39:53 disesuaikan dengan hadis. Karena yang 39:55 pertama kali dipelajari bukan kitab 39:57 Allah. Padahal dia rukun iman. 39:59 Dia rukun i iman. Sedangkan hadis 40:02 terkumpul setelah wafatnya Rasul. 40:05 Dikumpulkan oleh para penguasa Bani 40:08 Umayyah. Pertama-tama 40:10 dikumpulkan pada masa 40:12 kekuasaan Bani Umayyah. Oleh karena itu, 40:15 banyak kebohongan-kebohongan yang masuk 40:17 ke dalamnya. Nah, kita memilih dari 40:20 riwayat hadis yang sesuai dengan Quran. 40:22 yang tidak sesuai mardudun ala rawihi 40:26 waqilii ayan kita tolak siapapun rawinya 40:30 siapapun penulisnya apapun golongannya 40:34 kita tidak melihat mau Syiah mau sunah 40:37 siapa saja yang meriwayatkan hadis yang 40:40 bertentangan dengan Al-Qur'an maka orang 40:43 ini jelas-jelasan menggantikan Al-Qur'an 40:46 dengan apa-apa yang tidak benar. Jadi 40:49 pegangan kita adalah Al-Qur'an 40:53 dan Al-Qur'an juga saling menjelaskan 40:55 satu dengan lainnya dan apa yang datang 40:57 dari Rasul yang sejalan dengan Al-Qur'an 40:59 itu yang kita ikuti dan kita bisa 41:02 bertanggung jawab di hadapan Allah. 41:03 Ketika ditanya, "Kenapa kamu menolak 41:05 hadis ini?" Kita katakan, "Ya Allah, 41:07 bagaimana kita menerima sesuatu yang 41:08 bertolak belakang dengan kitabmu?" Tapi 41:11 kalau kita menerima satu riwayat padahal 41:13 yakin bertentangan dengan Quran. Kalau 41:15 Allah bertanya, "Kenapa kamu menerima 41:18 riwayat ini?" Karena ini hadis 41:20 Rasulullah, mana mungkin Rasul kok 41:23 menyampaikan sesuatu yang bertentangan 41:24 dengan Al-Qur'an. Jadi, kita ingin punya 41:26 hujah kuat di hadapan Allah bahwa kita 41:30 mengikuti sesuatu atas dasar kebenaran 41:32 yang datang dari Quran. Begitu juga 41:34 sesuai dengan akal yang Allah berikan. 41:37 Karena [berdehem] akal ini yang membuat 41:39 seorang layak menjadi mukalaf. Kalau dia 41:41 kehilangan akal, bukan lagi mukalaf. 41:43 Quran berbicara kepada para mukalaf 41:45 yaitu albaligh al-aqil. Orang yang 41:48 baligh dan berakal. Adapun yang tidak 41:51 berakal, orang-orang seperti mereka 41:53 orang-orang yang makzur. Tapi sayang 41:56 sekarang lebih banyak yang tidak berakal 41:58 tampil daripada orang yang berakal. 42:01 Jadi bukan Qurannya yang salah tapi 42:03 orang-orang yang tidak berakalnya ini 42:06 yang mengaku orang-orang yang 42:07 menyampaikan agama padahal mereka 42:09 berkhianat terhadap agama Allah 42:11 Subhanahu wa taala. Wallahuam. 42:13 Baik, Ustaz. Nah, ini saya jadi teringat 42:16 ee anak-anak kita, Ustaz di pesantren 42:19 banyak yang apa istilahnya dianjurkan 42:22 untuk menghafal banyak hadis, kemudian 42:26 juga mungkin tentunya Quran juga, Ustaz. 42:28 E yang diutamakan tentunya Quran dan 42:31 Ustaz 42:31 mestinya 42:32 mestinya gitu, Ustaz. Bagaimana, Ustaz? 42:35 Sebetulnya ya saya ini punya pengalaman 42:38 waktu di pesantren. 42:40 Pertama kita belajar fikih dulu Fathul 42:42 Qarib. Kemudian kita pindah kepada 42:45 syarahnya Albaijuri. 42:47 Belajar juga Fathul Muin, Ianah at 42:51 Thalibin. Sebelum saya berangkat ke 42:52 Mesir dulu, saya selalu mengatakan, 42:55 "Saya tidak akan merasa puas sebelum 42:58 menguasai al-minhaj dan syarahnya 43:02 [mendengus] dalam fikih Syafi'i. Dan 43:04 pada saat itu kita ini hitam putih. Apa 43:07 yang bertentangan dengan apa yang 43:08 terdapat dalam buku tersebut kita anggap 43:10 batil. berbeda dengan kita. Golongan 43:13 mereka beda dengan kita. H. 43:17 Begitu saya berangkat ke Mesir sampai di 43:19 sana merupakan rahmat Allah. Kalau kita 43:23 berdialog dengan teman-teman, saya 43:25 katakan 43:27 Imam Fulan berkata begini, 43:29 Imam Abu Hamid Al-Ghazali berkata 43:32 begini, Ikhwan kita di sana mengatakan, 43:35 "Kami ingin tahu dalilnya apa?" 43:39 Dalil apa? supaya kami mengikuti sesuatu 43:42 atas dasar dalil. Karena mereka kan 43:45 merupakan ulama-ulama 43:48 yang menyampaikan pesan Allah dan 43:50 Rasul-Nya kan. 43:51 He. 43:52 Nah, kalau mereka berbicara tanpa dasar 43:54 kita tidak wajib mengikuti. Lalu saya 43:57 berkata pada mereka, "Memangnya kalian 43:59 merasa lebih alim dibandingkan mereka?" 44:01 Mereka mengatakan tidak. Tapi kita 44:03 diperintahkan untuk mengikuti suatu asas 44:05 dasar ilmu. 44:07 Dari berbagai macam koreksi, kritikan, 44:10 saya merasa seolah-olah saya menjadi 44:11 orang yang paling bodoh. 44:13 He. 44:13 Perasaan kita gelap 44:16 sampai kita menemukan Al-Qur'an. 44:19 Walaupun dulu kita baca Al-Qur'an tapi 44:21 belum meresapi Al-Qur'an. 44:23 Hingga satu orang datang kepada saya 44:25 mengatakan, "Ustadz, saya ingin membaca 44:27 sebuah tafsir. Bisa enggak membantu 44:29 saya?" Saya bilang, "Siap. Karena saya 44:31 kebetulan hobi belajar, hobi mengajar. 44:33 Begitu saya mengajarkan tafsir tersebut, 44:36 mulai saat itu saya merasakan selama ini 44:39 saya dalam kegelapan, kebodohan. Kitab 44:42 suci Al-Qur'an di hadapan saya begitu 44:44 indah memberikan jawaban terhadap 44:46 berbagai macam persoalan. Tapi ternyata 44:49 kita lebih suka hidup di empang yang 44:52 tidak mengalir, yang penuh dengan jentik 44:54 dan cuk. 44:56 Begitu kita mempelajari Al-Qur'an, kita 44:58 merasa umat Islam ini merupakan satu 45:00 umat. Tuhan mereka satu, nabi mereka 45:03 sama, pedoman hidupnya sama. Dan saya 45:05 menemukan ternyata selama ini kita 45:08 dibutakan oleh fanatisme kita, oleh 45:10 kebodohan kita. Kita melihat tapi sama 45:13 dengan buta, mendengar sama dengan orang 45:15 yang tuli. Diberikan akal tapi tidak 45:17 berpikir. Ternyata Al-Qur'an mengajak 45:20 kita semua untuk bersatu dalam agama 45:22 Allah. Berpegang pada kitabnya. Kita 45:24 bedakan antara syariat yang datang dari 45:26 Allah, keterangan yang langsung datang 45:28 dari Allah dengan interpretasi manusia. 45:30 Nah, interpretasi manusia ini pemahaman 45:32 namanya fikih. 45:34 Fikih bisa berbeda-beda. 45:37 Dari satu sudut ya bisa berbeda dengan 45:40 sudut yang lain. Dari satu keadaan bisa 45:42 berbeda dengan keadaan yang lain. Oleh 45:43 karena itu dalam menyikapi fikih manusia 45:47 kita harus bersikap luas. 45:49 Tapi syariat yang datang dari Allah yang 45:52 pasti dari rasulnya kita katakan samna 45:54 wa atna. 45:55 Jadi saya menyadari keadaan ikhwan kita 45:59 yang belajar hadis, yang belajar juga 46:01 apa? Yang belajar fikih. Akhirnya ketika 46:05 mereka mempelajari hadis fikih lebih 46:06 awal kemudian Al-Qur'an hanya dibaca 46:09 saja akhirnya mengakibatkan apa? Mereka 46:13 berjalan di tengah-tengah apa? 46:15 Kebimbangan dan dugaan. 46:18 Karena alfiqhu sifatnya doni. Riwayat 46:22 hadis juga sifatnya doni. Tapi kalau 46:25 Al-Qur'an kan pasti. Oleh karena itu, 46:27 satu orang ketika dibacakan Quran dia 46:30 mengatakan qala Rasulullah. 46:33 Ulama tersebut mengatakan aul laka 46:35 qallallah wat taquul qala rasulullah 46:38 aturidu alquran birasulillah 46:42 war rasul sallallahu alaihi wasallam 46:44 yuballah. 46:45 Saya bacakan qalallah, kamu mengatakan 46:48 qala Rasulullah. Padahal Rasul yang 46:50 menyampaikan risalah Allah. Apa kamu 46:52 ingin membenturkan mengadu antara 46:54 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 46:55 dengan Al-Qur'an? Jadi banyak keanehan. 46:58 Yang lebih dahsyat lagi sewaktu kita 47:01 bacakan Quran, bahkan kita bacakan hadis 47:04 yang sejalan dengan Quran, mereka 47:05 mengatakan kita hanya memahami Al-Qur'an 47:09 dan hadis berdasarkan salaf. Jadi yang 47:12 menjadi hakim bukan Quran tapi salaf. 47:16 Saf 47:17 kita bertanya salaf yang kalian 47:18 maksudkan siapa? Sahabat. Kalau sahabat 47:20 berbeda 47:23 tunjukkan siapa salaf yang kau 47:25 maksudkan. 47:26 Orang-orang yang mengaku Salafi ini 47:28 berbeda-beda rujukannya. Salafi Hadramut 47:31 beda, Salafi Saudi beda, Salafi Yaman 47:33 juga beda. 47:36 Jadi betul-betul kita kembali kepada 47:39 sesuatu yang tidak menentu. Kenapa tidak 47:41 kembali kepada Al-Qur'an? 47:43 Salaf, sahabat, dan siapapun juga 47:45 dihakimi oleh Al-Qur'an bukan 47:47 sebaliknya. Jadi mereka mengatakan kita 47:48 wajib kembali kepada Quran, sunah tapi 47:51 sesuai dengan pemahaman salaf. Karena 47:53 mereka yang memahami maksud-maksud 47:55 Al-Qur'an. Padahal kita tahu bahwa 47:58 riwayat dari sahabat, riwayat dari 48:00 tabiin tentang Al-Qur'an, banyak 48:02 riwayat-riwayat tersebut dipertanyakan 48:05 karena banyak riwayat israiliyatnya. 48:08 Kita bukan mengingkari sahabatnya, kita 48:10 mengingkari kebohongan atas nama Rasul 48:12 dan atas nama sahabat Nabi kita Muhammad 48:15 sallallahu alaihi wasallam. Dan kita 48:17 tidak terikat dan harus kembali kepada 48:21 sahabat dalam memahami Al-Qur'an. Karena 48:23 Al-Qur'an itu sendiri saling menjelaskan 48:25 satu dengan lainnya. Kalau keterangan 48:27 sahabat 48:29 katakan bertentangan dengan 48:32 kandungan Al-Qur'an, apalagi dengan 48:34 berkembangnya ilmu pengetahuan, terbuka 48:36 wawasan-wawasan yang dulu apa? yang dulu 48:38 belum kita pahami. Maka dengan 48:40 sendirinya dalam hal ini kita harus 48:43 menempatkan Al-Qur'an pada urutan yang 48:46 pertama di pesantren. 48:48 Di samping mereka belajar ilmu yang 48:50 lain, tapi yang paling utama Quran yang 48:52 dijelaskan. Oleh karena itu, saya ingat 48:55 mungkin sebagai ee jawaban yang terakhir 49:00 untuk hari ini. Saya di antara pelajaran 49:03 yang saya pelajari di pesantren yang 49:06 paling menyentuh 49:08 pada saat guru saya menyampaikan 49:11 Al-Qur'an. Dia membacakan Al-Qur'an 49:14 sambil berlinang-linang air matanya 49:16 menjelaskan sesuai dengan pemahaman dia. 49:19 Itu justru yang menyentuh. Saya punya 49:21 ayah dulu di pesantren sering di masjid 49:25 kumpulkan anak-anak membacakan tafsir. 49:27 Saya merasakan di antara semua pelajaran 49:29 yang saya pelajari justru tafsir yang 49:32 paling menyentuh. 49:34 Tafsir Quran yang paling menyentuh hati. 49:37 Saya merasakan getarannya berbeda. 49:40 Sentuhannya, kelembutannya. Demikian 49:42 pula belayan. Kita merasakan sensasi 49:45 kelembutan. 49:47 belayan yang amat indah dan jauh dari 49:50 sikap-sikap ekstrem yang membuat 49:52 akhirnya agama ini betul-betul 49:54 menakutkan, mengerikan dan menggambarkan 49:56 Tuhan hantu bukan Tuhan yang pengasih 49:58 dan penyayang. Wallahuam. 50:01 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 50:03 ilaha illa anta astagfiruka wa atubu 50:05 ilaik. 50:06 Baik, demikianlah ikhwan akhwatungan di 50:08 bawah nawangan Al-Qur'an bersama guru 50:10 kita Ustaz Husein Alat Atas menjawab dan 50:12 juga menjelaskan pertanyaan dari 50:15 beberapa ikhwan dan akhwat tadi ya 50:17 terkait ee Al-Qur'an dan juga hadis dan 50:20 juga sunah Rasulat. Semoga ee penjelasan 50:23 yang disampaikan oleh guru kita Ustaz 50:24 Husain Alatas memberikan ibrah, 50:27 pelajaran dan hikmah untuk kita semua. 50:30 Saya Rizal Hak bersama teman-teman yang 50:32 bertugas di kesempatan pagi hari ini ada 50:34 Kang Ondi Saputra dan juga Ustaz Algi 50:37 Fakrji undur diri subhanak asu ilahaill 50:41 wasalamualaikum warahmatullahi wabarakat 50:42 warahmatullah wabarakatuh H