Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Brazil TV.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Iwan dan akhwat para
- pendengar radio silaturahim juga Rasil
- TV. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah kami hadir lagi di ruang
- Dengar Ikhwan dan Akhwat. Saya Karolin
- didampingi para pejuang dakwah pada
- siang hari ini. Ada Ondi dan Algi hadir
- dengan acara kita setiap hari Jumat
- siang fikih wanita bersama guru kita
- yang telah hadir di tengah-tengah kita,
- mari kita sapa terlebih dahulu, Ustazah
- Herlini Amran. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat, Mbak? Alhamdulillah
- sehat, Ustazah. Bagaimana? Apa kabar?
- Sehat.
- Alhamdulillah. Matius Shah.
- Mudah-mudahan semua pendengar guru Radio
- Raskil dan semua ya yang bersama kita
- saat ini Allah berikan kesehatan,
- kekuatan, keberkahan semua doa yang
- terbaik ya. Insyaallah. Insyaallah.
- Insyaallah saling mendoakan ya. Baik
- Ustazah dan ee ikhwan dan akhwat. Pada
- kesempatan kali ini kajian kita akan
- membahas mengenai kebahagiaan yang akan
- dibahas Ustazah yaitu kebahagiaan yang
- hakiki. Betul Ustazah ya? I iya. Tafadal
- ustazah ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah
- wasalatu wasalamu ala rasulillah. Wala
- haula wala quwwata illa billah.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- sayyidina Muhammadin waa alihi wa ashabi
- ajmain. Allahumma sholli wasallim
- wabarik alaih. Pembahasan tentang
- kebahagiaan yang hakiki. Kebahagiaan
- hakiki itu memang menjadi ee sesuatu hal
- yang kita cari ya.
- Kadang-kadang ada yang merasakan hidupku
- enggak bahagia. Sekarang pertanyaannya
- adalah apa sih kebahagiaan itu? Nah,
- seringkiali kebahagiaan itu diartikan ee
- keadaan atau perasaan yang senang, puas,
- ya. Ee bagaimana perasaan yang ee
- merasakan kesuksesan, merasakan ee
- sesuatu yang keinginan kita terpenuhi,
- tercapai ya. ada pencapaian besar yang
- selama ini kita ee targetkan itu
- berhasil, kesuksesan e finansial apapun
- ya kadang-kadang ee itu kita jadikan
- sebagai definisi kebahagiaan. Maka kalau
- kita melihat ya setiap orang tuh kan
- tentu konsep bahagianya berbeda ya.
- Bahagia itu memang tidak diukur dengan
- banyaknya kekayaan ya sebenarnya tidak
- ee diukur dari ee kelebihan ee yang
- mereka miliki ya. Karena memang kita
- hidup di dunia ini kan ee punya ini ya,
- ada hawa nafsu ya. Kita hidup di dunia
- ini dibekali oleh ee oleh Allah hawa
- nafsu dan kita tahu hawa nafsu itu
- enggak pernah puas-puasnya ya. Jadi
- kalau sudah dapat ini enggak puas. Jadi
- nah ini pentingnya ee dibingkai ee
- kehidupan ini dengan agama ya. Karena
- kalau kebahagiaan itu hanya diukur dari
- kekayaan semata, hanya karena pencapaian
- dan keberhasilan. Ketika kekecewaan ee
- akhirnya menyebut ee kita punya
- pandangan aku tidak bahagia. Itu memang
- ee perlu dievaluasi ya. Jadi kebahagiaan
- itu banyak bisa berupa kesehatan,
- ketenangan hati, kesempatan ya ee tidak
- dililit hutang ee hati, merasa tentram,
- tenang, nyaman. Walaupun banyak ujian
- hidup yang dialami ya. Karena kita tahu
- ya hidup di dunia ini memang penuh ujian
- ya. Dan hidup itu memang ujian yang
- bergilir ya. Hidup itu kan bagian dari
- waktu yang terus berjalan. tetap ee
- tidak tetap pasti ee namanya hidup itu
- kadang-kadang kita mendapatkan anugerah,
- kadang-kadang kita diuji oleh Allah,
- hari itu terus berganti ee sepanjang
- hidup itu memang semuanya penuh dengan
- ujian ya. Dan tentu hidup itu ada
- perubahan ya. Kadang-kadang kita
- mendapatkan anugerah karunia kita berada
- di posisi di posisi di posisi puncak ya
- memiliki kekuasaan kita ee memiliki
- pangkat ya kedudukan kadang-kadang juga
- kita dengan dengan ee perjalanan waktu
- kita berada di bawah. Jadi memang tidak
- ada yang kekal selamanya di dunia ini.
- Pasti setiap ada kemenangan pasti ada
- kekalahan. Setiap ada keberhasilan pasti
- ada kegagalan. setiap kesulitan tuh
- pasti ada kemudahan yaend ee penderitaan
- apa semua pasti ada Allah telah
- pergilirkan ya. Jadi kebahagiaan itu
- ketika kita mendapatkan posisi gagal
- misalnya ya sulit, susah, luka, tentu
- kita ee tidak akan larut ya apabila kita
- dibingkai oleh agama. Karena dalam
- setiap kemenangan itu tentu ada rasa
- syukur dan setiap kekalan itu pasti ada
- rasa sabar yang tidak dan tidak berputus
- asa. Nah, inilah pentingnya ee bingkai
- hidup kita di dunia ini diatur oleh
- Allah ya. Karena memang hidup itu ya
- pujian yang bergilir, kehidupan yang
- silih berganti ya antara suka duka,
- kalah menang ya. Suatu saat kita menjadi
- lemah, suatu saat kita bisa menjadi kuat
- ya. Kadang kadang kala kita berada dalam
- posisi ee tidak ada harta, kekurangan
- harta. Bisa jadi suatu saat Allah
- berikan ee kekayaan yang berlimpah. Nah,
- jadi ee sekali lagi bahwa ee hidup itu
- pasti berganti dan berguru. Sebagaimana
- dalam ee Allah sampaikan dalam Al-Qur'an
- ya, tilkal ayyamu nudawi bainanas. Ya,
- jadi hari itu memang dipergilirkan. Nah,
- sekarang di mana kebahagiaan kita itu?
- ya kebahagiaan itu kalau memang kita di
- dunia ini karena memang sementara ya itu
- hanya seputar ee memiliki dua aja
- kalimat ya syukur dan sabar. Jadi ketika
- Allah memberikan kita hidup dalam hidup
- ini ujian yang selalu dipergilirkan ya
- antara dua itu aja syukur dan sabar. Dan
- kita bahagia ketika kita bersyukur Allah
- berikan kita karunia dan kita bersabar
- itu juga bahagia buat kita ya. Jadi
- kebahagiaan dunia ini memang ee tidak
- bisa diukur oleh hawa nafsu, oleh ee ke
- apa ego seseorang ya. Kebahagiaan di
- dunia itu memang mau tidak mau mutlak ya
- melalui ketaatan kepada Allah ya.
- Watilkal ayyamu nudil bainanas. Inilah
- kehidupan ini pasti dipergilirkan. Maka
- kalau kita tidak bersyukur kepada Allah
- atau tidak bersabar, enggak ada
- bahagia-bahagianya.
- Orang yang tidak bahagia tentu dia akan
- cepat menyelesaikan hidupnya di dunia ya
- tentu dalam keadaan murka Allah. Maka
- oleh karena itu salah satu nanti kita
- akan bahas ya ee hakik kebahagiaan
- hakiki yang sebenar yang sebenarnya itu
- seperti apa? Ini kita bicara dunia ya.
- Jadi salah satu sumber kebahagiaan
- terbesar dalam Islam bagi hamba Allah di
- dunia ini adalah ketaatan kepada Allah.
- Masyaallah. Seorang muslim hamba Allah
- yang menjalankan perintah Allah dengan
- penuh kesadaran dan keikhlasan, dia
- pasti akan merasakan tenang, akan terasa
- bahagia dalam hatinya walaupun banyak
- ujian cobaan yang menimpa dirinya.
- Karena Islam mengajarkan kepada kita
- bahwa ketenangan hati itu hanya
- diperoleh dengan mengingat Allah. Ada
- cinta yang ingin dia raih, yang ingin
- dia peroleh. Ada cinta yang dia ingin ee
- apa namanya? dia ingin gapai yaitu cinta
- untuk ee mendapatkan ee apa? rida Allah
- ya, cinta Allah ya.
- Alikrillahiulub. Jadi ketika kita
- sebagai hamba Allah melaksanakan zikir,
- salat, puasa, dan ibadah-ibadah lainnya
- itu menjadi sarana kita untuk
- mendekatkan diri kita kepada Allah yang
- akhirnya tentu Allah akan memberikan
- kebahagiaan batin kepada diri kita. ya.
- Karena seorang muslim yang yang taat
- tidak hanya merasakan ketenangan dalam
- hidup, tapi juga merasakan kepuasan
- kepuasan ruhi ya dalam kehidupan ini.
- Karena yang dia cari, yang dia buru,
- yang dia gapai, yang dia kejar itu
- adalah ridanya Allah. Ya. Jadi kalau
- dalam ee apa namanya ee ringkasannya itu
- ya dalam matan alqawaidul arba itu Syekh
- Muhammad Atamimi itu diringkas
- yaar
- wafarah. Kalau diberi kenikmatan dia
- bersyukur. Kalau dia ditimpa musibah dia
- bersabar. Kalau dia melakukan dosa dia
- beristigfar. Dan itulah unwanus saadah.
- Itulah yang dinamakan tanda kebahagiaan.
- Judul kebahagiaan ee rumus kebahagiaan.
- Jadi rumus kebahagiaan itu diberi nikmat
- dia bersyukur, diberikan ujian cobaan
- musibah dia bersabar. Ketika dia
- melakukan perbuatan dosa tergelincir ya
- dengan perbuatan dosa dia bertobat
- kepada Allah. Itulah ee kebahagiaan
- unwanus sa'adah. Jadi kebahagiaan ini
- memang ujian di dunia ya. Karena Islam
- mengajarkan bahwa kebahagiaan dunia itu
- ya seperti kekayaan, kesuksesan,
- kenikmatan, ee keluarga yang ee kita
- impikan ada, semua yang kita capai
- dapat, kita peroleh. Itu kan sebenarnya
- bukan tujuan akhir hidup manusia. Maka
- kebahagiaan di dunia ini sebagai ujian
- jadinya ya. Karena kita anggap selama
- ini ee itulah satu-satunya kebahagiaan.
- Jadi kan orang kan punya target ya,
- punya target dalam kehidupan ini.
- Misalnya ee target-target yang dia ingin
- raih, setelah dia dapatkan target itu
- dia sudah sukses ya. Dia telah
- memperoleh apa yang dia harapkan.
- Diaanggap itulah kebahagiaan. Tidak.
- Manusia tuh punya hawa nafsu pasti ada
- kepuasan yang tidak habis-habisnya sudah
- dapat ini, pengin lagi itu. Ya, maka
- kebahagiaan di dunia ini hanya sebagai
- ujian. Allah menguji hambnya dengan
- kenikmatan juga. Allah berikan ujian
- kepada manusia itu juga kesulitan. Untuk
- apa? Untuk melihat mana yang bersyukur,
- mana yang
- bersabar. Makanya kalau kita lihat ya
- misalnya dalam Al-Qur'an ya, nafsinqatul
- mautlukum fitnah
- waun. Setiap jiwa itu akan merasakan
- mati. Dan kami menguji kalian dengan
- keburukan dan kebaikan sebagai cobaan
- dan kepada kamilah kalian akan
- dikembalikan. Jadi kebahagiaan di dalam
- Islam itu sangat kuat dan erat kaitannya
- dengan dua konsep
- tadi. Sabar atau syukur, kesabaran atau
- rasa syukur. Dua itu. Jadi ketika kita
- menghadapi kesulitan atau ujian, kita
- diajarkan untuk bersabar. Ketika kita
- diberikan nikmat karunia ee yang banyak,
- kita diajarkan
- bersyukur karena memang dengan sabar
- kita akan mendapatkan pahala. Kalau
- sudahudah gitu hati jadi damai, jadi
- tenang. Kalau kita mendapatkan nikmat
- dan kita bersyukur itu Allah berikan
- lagi lipatan tambahan keberkahan dari ee
- rasa syukur yang kita ee apa
- realisasikan ya sehingga kita
- mendapatkan kebahagiaan yang yang
- sebenarnya ya. Itulah sebabnya ya
- kebahagiaan di dunia ini jadi cobaan ya.
- Jadi memang harus dihadapi ya apakah
- dengan rasa syukur ya. Ya, tentu saja
- tidak sampai sombong ya, merasa akulah
- yang telah ee karena usaha kerja
- keraskulah akhirnya aku mendapatkan
- hasil seperti ini. Itu namanya sombong
- ya. Jadi ketika kita bersyukur kepada
- Allah, Allah tambahkan lagi nikmat.
- Itulah namanya sombong. Jelas pas banget
- loh sombong. Jadi ini konsep ee bahagia
- di
- sini ee adalah ujian apakah kita
- bersabar atau bersyukur itu ee akan kita
- dapatkan peroleh ee kebahagiaan sejati
- ya. Jadi ini kebahagiaan jadi memang
- relatif ya nanti kita akan bahas
- kebahagiaan hakiki itu yang sebenarnya
- yang mana ya gitu ya. Nah jadi di dunia
- ini kebahagiaan itu ee tergantung
- orangnya ya. Sejauh mana dia menganggap
- kebahagia ee sebagaimana dia memandang
- bahagia itu setiap orang pasti beda ya.
- Yang ada ee mengatanggapan, "Ah bahagia
- mah sederhana gitu ya. Ngumpul bersama
- keluarga lengkap, sehat walafiat.
- Walaupun hanya makan nasi sama sambal
- sudah bahagia ya tergantung ya ee konsep
- bahagia itu tergantung dari individu
- masing-masing ya. Nah, kalau di dunia
- ini bahagia itu ya sederhana itu kan
- kebahagiaan itu sebenarnya muncul dari
- diri sendiri tergantung kita. Tidak
- tergantung kepada orang lain, tidak
- tergantung kepada ee siapapun di luar.
- Itu semuanya kembali kepada kita.
- Seperti apa tindakan kita, perasaan
- kita, cara pandang kita kembali kepada
- kita. Karena kitalah yang menentukan
- bahagia ya. ee ya tergantung situasi
- bagaimana mensikapi ee situasi semuanya
- kembali kepada ee diri kita sendiri.
- Jadi sekali lagi
- bahwa ee bahagia itu tergantung cara
- pandang kita ya. Ya, tergantung sejauh
- mana pemahaman kita terhadap konsep
- syukur dan sabar. Ya, kebahagiaan yang
- ee besar itu itu tidak dilihat dari
- kekayaan ya. Kalau kekin sudah dipunya
- pasti ada rasa ee kurang lagi, kurang
- lagi ya. Karena memang itu kan masalah
- nafsu ya. Jadi sekali lagi bahwa cara
- pandang kebahagiaan itu tergantung dari
- wawasan yang dimiliki oleh seorang
- manusia. Tergantung dia mau apa, bahagia
- itu yang seperti apa. Ya. Nah, jadi
- dalam pandangan Islam kebahagiaan itu
- assaadah itu adalah kebahagiaan yang
- memiliki makna yang sangat komprehensif,
- sangat mendalam. Kebahagiaan itu tidak
- hanya dilihat dari aspek materi atau
- duniawi, tapi juga melibatkan aspek
- spiritual dan ukhrawi atau akhirat.
- Jadi, konsep bahagia itu dalam Islam itu
- melibatkan hubungan antar manusia dengan
- Allah juga sesama manusia dan
- lingkungan. Ya, jadi sekali lagi
- kebahagiaan hakiki dalam pandangan Islam
- yang sejatinya kebahagiaan itu di
- akhirat ya. Di akhirat ya. Jadi
- kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan
- yang dirasakan oleh seorang hamba di
- akhirat. Ketika seorang hamba itu
- mendapatkan rida Allah, dimasukkan ke
- dalam surga, itulah kebahagiaan yang
- sejati. Karena Islam mengajarkan ya,
- bahwa dunia ini adalah tempat ujian.
- Kebahagiaan dunia itu hanyalah
- sementara. Ya, dalam surat Albaqarah 214
- ya.
- inahi apakah kamu mengira bahwa kamu
- akan masuk surga padahal belum datang
- kepadamu cobaan sebagaimana sebagaimana
- orang-orang orang terdahulu sebelum
- kamu. Mereka ditimpa oleh malapetaka,
- kesengsaraan. Mereka diguncangkan dengan
- bermacam-macam cobaan. Sehingga ee
- berkatalah Rasul dan orang-orang yang
- beriman bersamanya, "Mata nasrullah,
- kapankah pertolongan Allah itu akan
- tiba?" Ingatlah sesungguhnya nasrullah
- ala inna nasrullah qorib. Pertolongan
- Allah itu amat dekat. Jadi pendengar
- yang dirahmati Allah bahwa kebahagiaan
- hakiki itu ada di akhirat yaitu masuk
- surga. Itulah cita-cita tertinggi kita
- yang mestinya cita-cita yang paling
- mulia yang kita sematkan dalam benak
- kita, dalam keluarga kita. Bahwa
- cita-cita tertinggi kita untuk
- memperoleh kebahagiaan adalah masuk
- surga. Maka tentu untuk
- mencapainya harus dibutuhkan ya
- pengorbanan. Dan pengorbanan itu tentu
- yang paling berharga dalam kehidupan
- kita ini enggak mudah. Surga itu enggak
- enggak murah. Surga itu mahal ya. Nah,
- oleh karena itulah kalau hanya pengin
- surga hanya dengan ee angan-angan saja
- tanpa modal gitu ya, kayak orang dagang
- enggak ada modalnya bangkrut karena dia
- tidak akan mendapatkan apa-apa dari apa
- yang diakan.
- Jadi menghendaki dan memiliki keinginan
- untuk bahagia sejati atau hakiki untuk
- masuk surga itu butuh amal. Tidak bisa
- dengan angan-angan enggak enggak ada
- modalnya. Ya, amallah yang menjadi
- sebabnya agar kita bisa meraih
- kebahagiaan sejati masuk surga. Allah
- memberi balasan kepada hambanya atas
- perbuatan nyata, bukan atas angan-angan.
- Hanya doa aja tapi amal enggak
- dilakukan. Doa saja kita. Siapa sih
- enggak pengin masuk surga? Tapi maksiat
- dikerjakan hanya sekedar omongan tanpa
- amal nyata. Nah, salah satunya ee amal
- yang dilakukan misalnya itu jihad ya
- menjadi sebab masuk surga jihad ya.
- Apakah itu jihad dalam arti sebenarnya
- jihad fisabilillah ya ataupun jihad
- dengan jihad ilmu, jihad harta ya jihad
- melawan hawa nafsu itu ya jihad ya. Jadi
- semua amal-amal yang berat itu yang
- pahalanya dijanjikan Allah surga itu
- harus berjihad. Di antaranya misalnya
- berjihad menghadapi kedua orang tua yang
- sudah tua yang bersama kita yang
- membutuhkan kesabaran tingkat tinggi.
- Nah, itu sama dengan jihad ya. Karena
- kita banyak temukan ya misalnya ada
- anak-anak yang baik, amalnya saleh tapi
- dengan orang tua sikapnya tidak sopan,
- tidak makan durhaka. Ya, itu bagaimana
- bisa mendapatkan surga? Justru cobaan
- berat menghadapi orang tua. Karena itu
- kunci surga. Itu contoh ya, bagaimana
- jihad itu memang membutuhkan kesabaran
- tingkat tinggi ya. Karena surga itu
- tidak murah ya. Nah, kebahagiaan yang
- kekal itu ya kebahagiaan di akhirat ya.
- Karena memang orang-orang beriman itu ee
- memang dijanjikan ee akan mendapatkan
- surga dengan cobaan ujian musibah yang
- menimpanya di dunia.
- Jadi ee apalagi janji Allah yaina
- amanuhat khidun orang yang beriman itu
- yang mengerjakan amal saleh itu mereka
- itu penghuni surga dan mereka kekal di
- dalamnya. Jadi sekali lagi kebahagiaan
- di di akhirat itu adalah tujuan utama
- seorang hamba Allah. Nah untuk
- mencapainya tentu harus menjalani
- kehidupan dengan ini ya taat kepada
- Allah. berusaha menjalankan perintahnya,
- berusaha untuk menjauhi larangannya. Ya,
- karena kebahagiaan sejati itu adalah
- kebahagiaan yang kekal. Jadi,
- kebahagiaan yang hakiki sebenar-benarnya
- bahagia itu adalah kekal nanti di surga
- Allah. Itu puncak kebahagiaan spiritual
- yang dicapai oleh manusia di di
- kehidupan dunia ini. Hanya dunia inilah
- bekal untuk bisa mencapainya. Nah, jadi
- ini kebahagiaan ini masyaallah ya.
- kebahagiaan sejati itu hakiki itu ya di
- akhirat kenikmatan surga ya. Bagaimana
- ee kebahagiaan sejati di akhirat itu
- dengan mendapatkan surga yang ee malain
- roat itu ya yang tidak pernah terlihat
- oleh mata, terdengar oleh telinga,
- terbesit oleh
- hati. Tidak seorang pun mengetahui
- berbagai nikmat yang menanti yang indah
- dipandang sebagai balasan bagi apa yang
- telah mereka kerjakan. amal-amal saleh
- yang mereka kerjakan di dunia.
- Masyaallah. Jadi memang surga itu
- digambarkan sebagai tempat yang penuh
- dengan kenikmatan yang tidak
- terbayangkan. Karena memang dunia ini
- memang tempat ujian. Dunia ini bukan
- segala-galanya. Itu hari-hari akan
- berganti terus berlalu. Sekarang kita
- masih muda, nanti tua, orang tua kita
- sudah meninggal. Terus begitu masih
- kecil, muda, kemudian menikah punya
- anak, anaknya besar kemudian orang
- tuanya menjadi tua orang kemudian
- meninggal orang tuanya, anaknya menikah
- begitulah daur ya berulang terus. Karena
- itulah dunia ini bukan segala-galanya.
- Surgalah yang menjadi tempat yang kekal
- bagi orang-orang yang beriman, yang
- banyak berbuat amal baik. Mumpung masih
- hidup di dunia ini, mumpung Allah
- berikan kita kesempatan untuk ee berbuat
- dan beramal saleh. Apun yang bisa kita
- lakukan. Mudah-mudahan ini menjadi modal
- kita untuk mendapatkan kebahagiaan yang
- hakiki. Karena kehidupan yang hakiki
- yang kekal selama-lamanya itu ya di
- akhirat. Kebahagiaan sejati yang diraih
- dengan kehidupan yang kekal tanpa ada
- rasa takut nanti di sana. Tidak ada
- kesedihan, tidak ada perintah
- penderitaan. Semua bentuk penderitaan
- dunia itu enggak ada lagi di sana.
- Enggak ada lagi rasa sakit, luka, luka,
- lelah, ya. Rasa-rasa ah pokoknya yang
- rasa menyakit enggak ada lagi di sana.
- Tidak akan ada lagi di akhirat. Ya
- inadina
- amanuhatiatahumulda nuzulaidinahaw.
- Orang-orang yang beriman dan beramal
- saleh itu mereka mendapatkan surga
- firdaus menjadi tempat tinggal mereka
- kekal di dalamnya. Mereka tidak ingin
- berpindah daripadanya di sana.
- Masyaallah ya. Dan ada satu lagi
- kebahagiaan yang hakiki yang luar biasa
- yang didambar dan dirindukan oleh
- seorang hamba Allah. Kenikmatan yang
- tertinggi adalah melihat wajah Allah.
- Ini adalah salah satu kebahagiaan
- terbesar bagi penghuni surga. Kesempatan
- untuk melihat wajah Allah. Ini
- kenikmatan tertinggi, kenikmatan yang
- melampaui segala kenikmatan fisik di
- surga. Masyaallah. Itu dalam hadis ya
- disebutkan ahlul jannil jannah yaquah
- tabaraka wa
- taalaukum azidukum ya azidukum. Jadi
- artinya di sini ketika penghuni surga
- itu sudah masuk surga kemudian Allah
- berkata kepada mereka, "Apakah kalian
- menginginkan sesuatu yang lebih dari
- ini?" Ya, aturiduna yakniidunaan
- azidukum
- alamina minar. Ya
- Allah, nikmat
- apagi melebihi Engkau telah memasukkan
- kami ke dalam surga ini? Bukankah Engkau
- telah memutihkan wajah kami, membuat
- wajah kami bercahaya? Engkau telah
- memasukkan kami ke dalam surga. Engkau
- telah menyelamatkan kami dari api
- neraka. Nikmat apaagi? Ke bagian apaagi?
- Apalagi yang lebih ee nikmat daripada
- ini? Kemudian ee disebutkan di situ ya,
- lalu Allah menyingkap hijabnya ya.
- hijaizaalla. Ketika Allah menyingkapkan
- hijabnya dan tidak ada yang lebih mereka
- cintai daripada melihat wajah Rabb
- mereka, melihat wajah Allah.
- Masyaallah, itu adalah kenikmatan yang
- tertinggi yang dinanti, yang dirindui,
- yang dicintai oleh hamba-hamba Allah
- yang telah menjadi penghuni surga. Ya,
- wujuhi yaumaidin
- nirbiha nadi wajah-wajah orang beriman
- pada hari itu berseri-seri kepada
- Rabbnya lah mereka melihat. Masyaallah,
- ini luar biasa ya. Kita bisa bayangkan
- ya, Mbak Olin dan pendengar yang
- dirahmati Allah. kita sudah merasakan
- bagaimana Allah itu sayang dengan kita,
- memberikan karunia rahmat kepada kita
- sangat banyak dan tidak terhitung. Tapi
- kita belum diberikan kesempatan untuk
- melihatnya. Kan pengin tahu dong ya.
- Ibaratnya nih contoh ya walaupun tidak
- bisa dibandingkan setiap hari kita dapat
- kiriman kebutuhan-kebutuhan kita banyak
- gitu ya. Kita setiap buka pintu itu ada
- aja ini untukmu. Senang banget ya. Nah,
- apakah kita tidak penasaran siapa sih
- yang ngirim hadiah ini? pengin tahu deh,
- ingin berterima kasih. Apalagi Allah
- yang telah banyak memberikan kita nikmat
- karunia luar biasa ya di dunia ini yang
- masyaallah tentu ketika melihat wajahnya
- itu ya Allah itulah kenikmatan yang
- hakiki. Kenikmatan dan menjadi
- kebahagiaan yang diincar oleh orang
- hamba-hamba Allah yang beriman. Nah,
- itulah sebabnya ee doa yang disampaikan
- itu ya. Allahumma inni
- asaluka
- yaqah. Ya Allah aku mohon kepadamu
- kenikmatan memandang wajahmu di surga
- ya. Rindu bertemu denganmu tanpa
- penderitaan dan fitnah.
- Ya. Jadi artinya di sini kita hamba
- Allah doa itu. Jadi pendengar yang
- dirahmati Allah, ketika Allah berikan
- kita ujian di dunia ini, itu tidak
- seberapa. Ujian ini adalah penambah amal
- investasi kita nanti di yaumil akhir.
- Yang dengan ujian itulah nanti
- mudah-mudahan Allah berikan kita karunia
- untuk bisa melihat wajahnya ya. Jadi ini
- kebahagiaan yang hakiki termasuk
- keselamatan atau selamat dari api neraka
- ya. Ketika kita diselamatkan dari api
- neraka, tentu ini adalah ee kebahagiaan
- yang luar biasa yang orang-orang yang
- telah beriman dan beramal saleh yang
- dijauhkan dari api neraka. Masyaallah
- luar biasa ya. Itu adalah bentuk
- kebahagiaan yang hakiki, kebahagiaan
- yang abadi yang diraih oleh orang-orang
- yang taat kepada Allah. Kehidupan nanti
- kita itu tidak ada lagi kesedihan, tidak
- ada lagi kekhawatiran, itu kebahagiaan
- sejati ya. Masyaallah ya. Walaupun di
- dunia penuh dengan penderitaan,
- kesedihan, kekhawatiran, duk luka.
- Pokoknya di dunia ini adalah ladang amal
- kita. Ini adalah
- ujian. J nanti nanti kita di
- surgaum w minha bimukin. Mereka tidak
- merasa lelah di dalamnya dan mereka
- sekali-kali tidak akan dikeluarkan
- darinya. Itulah kenikmatan hakiki ya,
- kehidupan yang ee abadi bagi orang-orang
- yang beriman ya. penuh dengan kedamaian,
- kenikmatan tanpa akhir. Itulah
- kebahagiaan hakiki. Masyaallah, Mbak
- Olin ee itu pembahasan kebahagiaan
- hakiki. Mudah-mudahan kita bisa
- mendapatkan kebahagiaan hakiki yang
- sebenar-benarnya melihat wajah Allah
- yang agung. Insyaallah.
- Baik, Ikhwan dan akhwat. Tadi sebenarnya
- sudah dipaparkan oleh Ustazah
- kebahagiaan hakiki sejatinya diraih atau
- diperoleh kita akan kita dapatkan
- di akhirat atau ketika kita di dunia
- kita Allah e mengaplikasikannya dengan
- ketenangan ya. Ternyata bertakwa dan
- bisa melaksanakan ibadah dengan baik itu
- merupakan kebahagiaan. Oleh karena itu
- memang ee jangan sampai kita salah
- mengejar kebahagiaan ya. Baik, Ikhwan
- dan Akhwat. Kita masih akan mendengarkan
- ee lanjutan kajian Ustazah. Namun kami
- akan mengambil jeda terlebih dahulu.
- Kami persilakan Ikhwan dan akhwat untuk
- menyampaikan pertanyaannya seperti biasa
- nomor tidak berubah di WhatsApp
- 0811999720. Insyaallah kita akan kembali
- setelah nasyid berikut
- ini. Berasil
- [Musik]
- TV Radio Silaturahim juga Rasil TV.
- Ikhwan dan akhwat, saat ini menyimak
- kajian live Ustazah Herini Amran Fikih
- Wanita dengan tema kebahagiaan yang
- hakiki. Sudah tadi dipaparkan oleh
- ustazah bentuk-bentuk kebahagiaan dan
- cara-cara kita mendapatinya. Namun ada
- beberapa hal yang masih ingin
- disampaikan. Tafada dulu ustazah ya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Jadi sebagai
- bentuk ee rangkuman ya dari kebahagiaan
- hakiki ini ada ee apa namanya?
- doa
- ya ini apa bentuk eh aku minta kepada
- Allah yang maha mulia rabnya ars yang
- agung Ya, ini kan doa untuk ya untuk
- melindungimu di dunia dan di akhirat
- serta menjadikanmu diberkahi di mana pun
- kamu berada. Juga menjadikanmu termasuk
- orang yang jika diberi bersyukur, jika
- mendapat ujian bersabar, dan jika
- berdosa beristigfar. Maka tiga inilah
- tanda-tanda kebahagiaan. Jadi kalau
- kebahagiaan yang kita ingin peroleh
- hakiki itu ya tentu dalam hidup di dunia
- ini ee rumusannya itu ketika mendapatkan
- ujian bersabar, ketika mendapatkan ee
- kebahagiaan ee nikmat dari Allah tentu
- kita bersyukur. Nah, tentu dengan inilah
- mudah-mudahan kita bisa menjalani
- kehidupan yang hakiki yang terbaik yang
- akan menyebabkan e kita bisa berjumpa
- dengan Allah.
- Jadi ini Mbak ya kebahagiaan. Nah, kalau
- di dunia ini kan kalau kita bahas
- kebahagiaan di dunia itu kan memang ee
- relatif ya. Tiap orang kan beda-beda ya.
- Ada yang ee bersifat dunia nih,
- kebahagiaan yang terhalangi karena sifat
- duniawi ya. Karena ke sifat dunia itu ya
- misalnya ee ekspektasinya yang tidak
- tercapai ya akhirnya kan ee apa namanya?
- Kecewa atau mungkin perbandingan sosial
- ya banding-bandingkan dirinya atau masa
- lalunya belum selesai. Jadi ada
- kekecewaan-kekecewaan yang belum selesai
- di situ dia tidak akan mendapatkan
- bahagia. Ya, makanya kalau kita punya
- konsep tadi ya, syukur, sabar,
- insyaallah dua-duanya di surga.
- Wallahualam gitu, Mbak. Iya, Oniyala
- ya.
- Baik, sudah di e unmute Iwan dan Ah.
- tadi sudah kita dengarkan secara lengkap
- pemaparan ustazah dengan tema kita
- kebahagiaan yang hakiki. Sudah masuk
- kita ke tanya dan jawab. Izinkan kita
- langsung ke pertanyaan ustazah ya. Saya
- akan bacakan WhatsApp yang sudah hadir.
- Ini dari hamba Allah ustazah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah Amranullah
- wabarakatuh. Warahmatullahi wabarakatuh.
- Ustazah, apa yang harus saya sampaikan
- kepada suami saya di mana ketika dia
- lagi banyak
- pekerjaan, banyak sekali yang
- dikeluhkan. Namun kalau lagi tidak ada
- pekerjaan, lebih lagi banyak yang
- dikeluhkan. Ketika saya memberitahu
- konsep bersyukur, dia malah lebih kesal
- lagi. Katanya, menurutnya tidak banyak
- yang bisa saya lakukan karena saya tidak
- bisa memahami dia. Mohon panduannya,
- Ustazah. Terima kasih. Masyaallah. Iya.
- Ee jadi begini. Pertama memang secara
- umum ya ee namanya pemimpin itu memang
- agak sulit untuk di dinasehhati
- ya. Ya. Jadi rata-rata begitu keluhan
- ibu-ibu Mbak I. I ada ras egonya tinggi
- gitu ya. Karena ini istri ya umpamanya
- kayak anak juga ya. Anak dengan orang
- tua ya. Itu kan orang tua egonya tinggi
- juga ya. He. Jadi yang pertama
- diperhatikan ya, Ibu ya, cara H ya, cara
- bagaimana menyampaikan kepada suami
- dengan tidak menyinggung perasaannya ya.
- Jadi sebaiknya sih kita diskusi aja deh
- gitu ya ee dengan tema-tema umum. Jadi
- tidak tidak mengarah atau menghujat dan
- tanda kutip tidak untuk menasehhati ya,
- tidak menggurui kita kita ini aja gimana
- caranya agar kita bisa ini ya kayak gitu
- deh atau kasus gitu ya. ee kasusnya
- seperti kasus yang dialami nih.
- Bagaimana nih? Ini kita tuh kayak
- begitulah ya. Artinya itu pertama
- langkah ya memperhatikan cara atau
- tareqah. Kemudian yang kedua bisa jadi
- dengan ee apa namanya? Pihak ketiga
- barangkali tanpa menjelaskan
- permasalahannya tapi tolong kami
- dinasihhati tentang rasa syukur, tentang
- bersabar. Nah, itu ya. Terus tentu saja
- semuanya ini juga butuh ilmu. Karena
- kehidupan kita ini kalau tidak ada ilmu
- agama, bagaimana kita akan menempuh
- jalannya? Ya, jadi memang ilmu itu
- penting dan harus ya ilmu agama ya.
- Artinya kita harus meluangkan waktu kita
- dalam setiap pekan itu untuk menambah
- nilai-nilai agama. Nah, selama ini kan
- ini yang kurang selama ini mohon maaf ya
- selama ini mayoritas kalau kita lihat di
- Indonesia ya ini mayoritas ya itu yang
- banyak punya pengajian tuh ibu-ibu rajin
- deh majelis taklimnya ya kan rutin gitu
- ya dengar kajian ngundang ustaz di sana
- sini. He. Nah, biasanya kalau pengajian
- bapak-bapak atau mungkin suami kita yang
- di kantor ya, kalau dia bikin acara di
- kantor kalau datang dengarin pengajian
- kalau tidak ini kan masalah kesadaran ya
- beragama ya, kebutuhan dalam mengisi
- atau menambah ee pemahaman keagamaan ini
- kan harus. Jadi kalau kita hanya
- menasehati kemudian memang akan sulit
- kalau tidak muncul dari pribadi ya.
- Heeh. Atau begini ini langkah ya sambil
- tentu doa itu pasti ya mendoakan kepada
- Allah agar ee kita diri kita, suami kita
- dan anak-anak kita semuanya memiliki
- rasa syukur dan sabar ya tentu mendoakan
- agar dapat hidayah. Nah, bisa juga
- misalnya sambil kita berada di
- sampingnya di perjalanan ini aja ee
- YouTube atau apa kan banyak sekarang ya
- kaset-kaset ceramah ya tentang bersyukur
- ya dengerin aja tanpa ada komen ya
- jangan dikomentari kalau lagi makanya
- jadi orang bersyukur ada suka gitu
- akhirnya mau dengar dengar
- ya begitu sama-sama kita diam aja enggak
- saling ee apa namanya jadi butuh memang
- cara ya karena memang ee kita ingin
- menyelamatkan ee ee suami kita orang
- terdekat ya atau anak-anak kita untuk
- sama-sama bergandingan tangan di surga
- tentu bentuk kesabaran ya begitu ya Bu
- ya. Jangan semangat teruslah.
- Mudah-mudahan kita bisa e Allah kabulkan
- doa kita menjadi suami yang mampu
- bersabar ya. Nah ini satu itu enggak
- bisa juga untuk
- melembutkan hati itu bolehlah ziarah
- kubur ya ee atau mendatangi rumah-rumah
- orang yang tidak mampu gu ya. Jadi nanti
- kita kita ngomong aja enggak nasihatin
- suami. Ya Allah kita bersyukur ya
- seperti ini nih kita lihat kayak gitu
- ya. Jadi artinya tanpa ini kan memang
- perlu memperhatikan cara ya ee ya cara
- untuk ee memberitahu. Jadi jangan ada
- bentuk-bentuk nasehat atau menggurui.
- Nah siapapun enggak mau diukur ya.
- Masyaallah. Jadi mudah-mudahan bisa, Bu
- ya. Insyaallah dan kesabaran.
- Insyaallah. Amin. Insyaallah, Ibu
- diberikan ee cara untuk memberikan
- pengertian kepada pasangan. Yang penting
- harus tetap bersabar, doa dan ee cari
- sela-selanya untuk ee bicara dan
- kemudian bisa lebih mengerti satu sama
- lain. Baik, saya akan beralih ke
- pertanyaan berikutnya ini dari Ibu
- Kulsum. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah, bagaimana caranya
- memberikan atau memberikan pengertian
- atau bicara kepada anak kita yang
- beranjak dewasa usianya sekitar 14
- tahun, namun sering merasa kelihatannya
- depresi. Dia suka mengeluh bahwa
- tertutup di sekolah dan tidak memiliki
- banyak teman. Saya sering sekali
- memberikan pengertian bahwa teman bukan
- segalanya, namun dia merasa bahwa dia
- dijauhi dan tidak disenangi sehingga
- jadi lebih pendiam lagi dan lebih
- tertutup lagi. Mohon nasihatnya.
- Eh, subhanallah ya anak-anak kita ni
- tentu doa ibu kepada anak itu kan
- seperti doa nabi kepada umatnya ya. He.
- Kalau yang perlu sebenarnya kalau
- masalah anak-anak itu seperti itu di
- luar, sikapnya yang pertama dan utama
- sebenarnya kita mengevaluasi diri dulu
- deh pola asuh yang bagaimana yang kita
- terapkan kepada anak kita seperti
- sehingga anak kita itu menjadi seperti
- ini ya. Kenapa dia sampai seperti ini
- ya?
- Ee jadi
- memang jadi permasalahan itu memang
- kalau usia anak-anak itu
- ya tidak menyalahkan kali ya. Jadi
- menjadikannya sahabat ya, bagaimana
- menjadikan anak itu sahabat sehingga dia
- ee bisa
- memiliki ee jiwa yang kuat dan memang
- lingkungan itu kadang-kadang
- mempengaruhi kadang-kadang anak kita
- sudah kuat tapi dapat lingkungan suka
- membully ya. Iya. Ya, masyaallah. Jadi
- ini memang permasalahan ini lebih kalau
- menurut saya Mbak Olin kalau masalah
- masalah kejiwaan ini memang coba deh
- berdialog atau konsul ke psikolog ya.
- Tapi kalau untuk ajaran Islam ini
- kita disiramin kasih sayang deh terbuka
- ya. Jadi bisa jadi apakah anak itu ada
- luka batin dengan orang tua? Karena
- kalau luka batin itu kan efeknya kan ke
- mana-mana ya. Mungkin dia merasa
- dikecilkan, merasa
- dibanding-bandingkan, dia mungkin merasa
- dibentak di di apa ya dari rumahnya
- sehingga di luar seperti itu ya. Ya, ini
- kaitannya dengan pola asuh kita dulu deh
- ya. Karena kan kadang-kadang orang tua
- itu kan enggak ada ilmunya ya, belum
- punya ilmu. Kemudian dia mengajarkan
- anaknya sebagaimana dia dulu diajarkan
- oleh orang tuanya. Sementara kan
- sekarang sudah berkembang seperti
- anak-anak itu kan tidak seperti kita
- dulu ya. Barangkali untuk pertama ya
- kalau untuk ee saya melihatnya coba kita
- evaluasi pola asuh kita dulu kepada anak
- ini. Coba deh hubungan dulu di di apa
- dengan anak kita tuh seperti apa nanti
- baru bisa kalau di luar faktor luar
- mungkin pengaruh lingkungannya temannya
- kita bisa ee bahas ini dengan ee guru
- kalau nama guru BP ya kalau di apa di
- sekolah. Iya sekarang enggak tahu deh
- masih guru BP atau enggak namanya sudah
- berubah apa belum ya. Heeh. konsultasi
- dengan guru ya. Iya. Karena kan kita
- enggak tahu ya penyebabnya apa anak itu
- sudah udah udah ini Mbak tadi maksudnya
- disebutkan enggak apa penyebab faktor
- penyebabnya enggak dibilang pendiam aja
- Ustazah. Iya kan kalau anak pendiam itu
- kan pasti ada sebab. Hm. Ada sesuatu
- yang yang tidak bisa dia ungkapkan. Nah
- jadi kita lihat dulu sekarang kita kan
- lihat ke dalam dulu deh kenapa dia tidak
- terbuka ya kan. Apakah memang karena
- cara kita untuk mendidiknya membuat dia
- enggak berani gitu ya. Nah, itu dulu.
- Jadi sebelum kita melihat keluar dalam
- segala hal apapun kita melihat ke dalam
- dulu deh Bu ya. Ya. Apa mungkin anak ini
- tertekan ya jiwanya, batinnya dengan
- sikap orang tuanya ya. Wallahualam ya.
- Ee nanti kalau tidak ada masalah ya
- mudah-mudahan anak ini bisa ee curhat ya
- kenapa dan bagaimana baru kita ee bahas
- dengan pihak luar ya.
- He iya. Baik, Ibu Ksum mudah-mudahan
- diberikan jalan keluar yang terbaik
- untuk Ibu dan putri atau putranya. Saya
- akan beralih ke pertanyaan berikutnya.
- Ini
- dari sebentar dari Arina. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah dan Mbak Karolin
- memang saya setuju bahwa harta bukanlah
- sumber dari kebahagiaan. Namun ternyata
- permasalahan ekonomi yang paling sering
- membuat kami tidak bahagia, bertengkar,
- saling curiga, bahkan ee rasanya tidak
- sanggup kadang-kadang di titik untuk
- melanjutkan kehidupan lagi. Bagaimana
- caranya, Ustazah, untuk bersyukur dengan
- apa yang kita miliki, namun tahu bahwa
- besok kita bingung harus melanjutkan
- hidup dengan apa? Masyaallah.
- Ya, ee sebenarnya gini ya, memang betul
- ya uang itu bukanlah segala-galanya,
- tapi ee segala-galanya membutuhkan
- uangitu. Subhanallah. Iya, Ustaz. Ya,
- jadi bukan segala-galanya tapi butuh
- gitu. Bahkan Islam itu kan memang
- dianjurkan ee artinya kalau melihat e
- misalnya rukun Islam itu kan butuh uang
- juga haji kan, haji, infak, zakat gitu
- kan. Bahkan untuk salat pun kan kita
- juga butuh untuk membelikan pakaian ee
- apa namanya? Peralatan salat kan. Jadi
- begini, selama kita berusaha semaksimal
- mungkin untuk mencari nafkah ya dengan
- cara-cara yang tentu di ee sesuaikan
- dengan ajaran Islam dengan cara-cara
- halal ya. Setelah batas maksimal kita
- lakukan kemudian hasilnya sebegitu ya.
- Mudah-mudahan ee itu yang terbaik ya.
- Tapi cuman gini, Mbak. Kan ini kan suami
- istri ya. Iya. E ini dulu nih hubungan
- suami istri dulu harus harus harus clear
- harus kuat. Kalau enggak sepakat, enggak
- sama ya ee pemahamannya itu pasti akan
- saling ee apa ya menyalahkan, saling
- menuntut ya. Karena kita lihat memang
- permasalahan ekonomi itu salah satu
- pemicu terjadinya perceraian ee di
- Indonesia ini yang terbanyak ya. Nah,
- kalau misalnya keduanya ini sudah
- memiliki pemahaman yang sama kan kalau
- masalah ekonomi kan tinggal bagaimana ya
- dicarikan solusi bersama ya. He.
- Masyaallah ya. Jadi ee samakan dulu visi
- misi antara suami dan istri. Kemudian
- berusaha semaksimal mungkin untuk
- mendapatkan ee yang halal ya. Insyaallah
- deh innamal usri yusro. atau untuk
- evaluasi juga misalnya ketika ada
- kendala-kendala ee dalam mendapatkan ee
- rezeki atau masalah ekonomi, coba cek
- dulu salatnya kemudian hubungan dengan
- orang tua ya atau dalam keadaan
- memutuskan silaturahim. Karena kan kita
- khawatir ya, kondisi kita ini bisa jadi
- disebabkan karena ketidakberkahan hidup
- kita yang Allah berikan ujian kepada
- keluarga kita. Bisa jadi begitu ya. ini
- bukan menyalahkan atau apa ya, artinya
- semua segala sesuatu kan kebaikan itu
- kan dari Allah. Tapi kalau ada
- permasalahan itu kan dari diri kita
- sendiri. Allah tuh enggak enggak akan
- memberi kita yang buruk-buruk. Kalaupun
- Allah memberikan ujian setelah kita
- berusaha pasti itu yang terbaik. Ya,
- artinya Allah tuh ingin mengangkat
- derajat kita, mengampuni dosa kita. Nah,
- jadi sekali lagi, betul ekonomi itu
- bukan segala-galanya. kebahagiaan itu
- bukan di ekonomi, tapi gitu ya ee bukan
- berarti kita tidak ee atau menutup mata
- untuk tidak mencari ya mencari justru ee
- kebahagiaan berbagi itu lebih baik ya
- tangan di atas daripada tangan di bawah
- kan. Jadi sekali lagi untuk hal-hal yang
- terkait ekonomi tempuhlah cara yang
- dicontohkan Allah dan Rasul-Nya.
- Kemudian kita lihat diri kita apakah ada
- penghalang-penghalangnya. Mudah-mudahan
- setelah penghalangnya sudah tidak ada
- lagi, nanti Allah berikan kita nikmat
- dan kasih sayangnya. Insyaallah.
- Insyaallah. Siap. Baik. Mudah-mudahan ee
- tercerahkan dengan jawaban Ustazah
- karena saya akan beralih ke pertanyaan
- berikutnya. Ini tidak mencantumkan nama
- hamba Allah, Ustazah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustazah,
- saya pernah mendengar dan membaca bahwa
- apabila doa kita dikabulkan semua oleh
- Allah di dunia, maka nanti di akhirat
- kita dapat apa? Nah, Ustazah, kalau
- begitu kita harus ee berdoa
- terus-menerus agar kemudian yakin di
- akhirat nanti semua akan dikabulkan atau
- bagaimana, Ustazah? Terima kasih, ya.
- Jadi gini, kalau masalah doa itu kan
- perintah Allah. Hm.
- Eh, jadi doa itu perintah Allah kepada
- hambanya kan ya. Misalnya dalam ayat ya
- ee asajum ya artinya banyaklah di
- ayat-ayat di Al-Qur'an itu ya asal gitu
- ya. Ee banyak ya doa-doa yang ee apa
- astajib lakum kamu berdoalah kepada
- kepadaku kamu e akan Allah akan berikan
- yaullah mintalah kepada Allah ya. Jadi
- ee bahkan tidak hanya kita para anbiya
- pun ya, para nabi pun juga banyak berdoa
- doa kepada Allah ya Rabbi habli
- minasolihin banyaklah. Jadi doa itu
- memang perintah Allah kepada hambanya
- minta padaku gitu ya. Karena Allah itu
- sangat menyukai rintihan doa seorang
- hamba meminta kepadanya. Maka doa itu
- apakah semuanya dikabulkan? Kayaknya
- enggak juga deh. Enggak semua doa
- dikabulkan. Sebenarnya gini, prinsipnya
- semua doa itu dikabulkan Allah selama
- tidak ada penghalangnya.
- Ada penghalang doa itu ya tidak tembus
- ke langit doa itu apabila kita dalam
- kondisi memutuskan silaturahim atau
- ketika kita dalam kondisi memakan yang
- haram lukmah
- widay sesuap makanan yang mereka
- konsumsi itu yang di manusia konsumsi
- itu dapat menghalangi amalnya selama 40
- hari misalnya. Jadi kondisi-kondisi ini
- dapat menghalangi doa kita tidak
- terijabah, tidak tembus ke langit ya,
- tidak sampai kepada Allah. Kondisi
- ketika kita melakukan maksiat ya, ketika
- kita memakan-makan yang haram, ketika ee
- memutuskan silaturahim dan seterusnya
- ya. Nah, ketika penghalang ini sudah
- dapat kita ee selesaikan, insyaallah
- kita dalam kondisi baik-baik saja, tidak
- dalam kondisi ee bermaksiat ya
- insyaallah. Tapi ee kok doanya enggak
- dikabulkan tuh? Doanya dikabulkan tapi
- dalam tiga bentuk ya. Doa itu dikabulkan
- tapi dalam tiga bentuk. Pertama
- dikabulkan seperti apa yang kita
- mintakan tapi itu butuh proses ya.
- Karena doa itu kan enggak langsung
- tiba-tiba dikabulkan kayak sim salabin
- ya enggaklah gitu ya. Berdoa ya Allah
- sembuhkan aku. Langsung sembuh. Ya
- enggak proses dululah. berapa hari
- Rasulullah aja berdoa itu tidak langsung
- di apa artinya ada prosesnya ketika di
- Thaif itu ya itu ada sekitar berapa 8
- tahun apa 11 tahun tu prosesnya atau ee
- ketika Rasulullah mendoakan e pembesar
- Quraisy yang melemparkan kotoran unta di
- punggungnya itu ya ketika di Makkah tuh
- kan di dikabulkan Allah tahun kedua
- hijrah sudah berapa tahun artinya ada
- prosesnya lah pasti dikabulkan
- insyaallah tapi butuh proses itu yang
- pertama he yang kedua Doanya dikabulkan.
- Doa seorang hamba ini dikabulkan tapi
- diganti dengan yang lain. Karena Allah
- maha tahu kebutuhan hamba-Nya. Tidak
- semua yang diinginkan itu diberikan
- dalam bentuk yang serupa, tapi diberikan
- dalam bentuk yang lain. Karena Allah
- maha tahu apa kebutuhan kita. Bukan apa
- yang kita inginkan, tapi apa yang kita
- butuhkan. Ya, kayak anak misalnya, anak
- SD minta motor. Kita tahu anak itu butuh
- butuh kendaraan gitu ya. Ya, yang
- dikasih apa? sepeda kan enggak
- mungkinlah motor itu karena yang pantas
- untuk anak itu adalah sepeda. Nah,
- seperti itulah Allah pencipta kita maha
- tahu dengan kebutuhan kita. Maka doa
- kita dikabulkan tapi dalam bentuk yang
- lain. Nah, yang ketiga doa itu
- dikabulkan tapi di pending ya ditunda.
- Nanti kita dapatkan di akhirat dengan
- bentuk pahala-pahala yang berlipat.
- Bahkan nanti itu di akhirat itu ketika
- seorang hamba yang merasa doanya tidak
- dikabulkan di dunia, ketika dia melihat
- balasannya di akhirat tuh sampai woh
- banyak banget. Dari mana ini ya? Itulah
- doamu yang dulu tidak dikabulkan. Ya
- Allah coba seai dulu doaku tidak
- dikabulkan semua gitu ya. Masyaallah.
- Jadi ee jangan khawatir yang penting
- berdoalah. Allah akan ee membalas
- menjawab doa kita insyaallah. Insyaallah
- selalu husnuzon ya Bapak Ibu ya. Baik,
- saya akan ke pertanyaan berikutnya. Ini
- dari Oke, masih dari hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah dan Mbak Kolin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah. Dalam Islam
- disebutkan bahwa dijamin kebahagiaan ee
- apabila kita memiliki keimanan yang
- berkualitas, dekat dengan Allah,
- menerima dengan ikhlas segala
- ketetapannya. Namun saya masih bertemu
- atau melihat orang-orang yang tadinya
- memakai jilbab atau bahkan mengenal
- agama ee kemudian murtad dengan alasan
- dia keluar agama tidak menemukan
- kebahagiaan kemudian menemukan
- kebahagiaannya di agama yang baru.
- Pertanyaannya gimana, Mbak? Jadi ee dia
- ee hamba Allah menyampaikan bahwa dalam
- Islam disebutkan menjamin kebahagiaan
- apabila kita memiliki keimanan yang
- berkualitas, dekat dengan Allah,
- menerima dengan ikhlas segala
- ketetapannya, Ustazah. Namun banyak
- orang-orang yang ee saleh atau di sini
- disebutkan dia tuh ee mungkin pemuka
- agama atau mungkin bahkan berjilbab ada
- yang keluar dari agama Islam karena
- katanya alasannya tidak menemukan
- kebahagiaan dalam Islam.
- Iya. Ee mungkin versi bahagianya beda
- ya. Itu satu ya. Versi bahagia kan
- banyak orang yang kecewa-kecewa ya kan.
- Banyak yang murtad yang dulunya guru
- agama ya karena dia kecewa orang mungkin
- masalah ekonomi, masalah cintanya
- disakit dan segala macam. Jadi ini
- kaitannya dengan ini ya dengan kalau
- kalau kita ini bahag akan tenang ya itu
- pasti ada sesuatu yang dia harapkan dari
- manusia sehingga dia kecewa ya. ketika
- harapannya itu tidak sesuai dengan
- kenyataan, akhirnya dia tuh berbalik
- arah. Jadi, ini judulnya Mbak hidayah.
- Heeh. Jadi keberadaan hidayah keimanan
- ini sangat mahal harganya. Itu hidayah
- yang Allah berikan kepada kita itu harus
- dijaga. Karena ini memang hidayah kan
- memang hak prerogatif Allah ya. Jadi
- ketika orang tidak menjaga hidayah ini
- ya kayak beginilah jadinya. Coba kita
- lihat misalnya itu kan kalau yang ini
- kan manusia sekarang ya. ee yang baru
- enggak jaminan, Mbak ya, orang yang
- menutup aurat, orang yang paham agama
- itu sudah hidayahnya akan seperti itu.
- Enggak jaminan orang yang misalnya kita
- lihat ya, ayahnya Nabi Ibrahim, anaknya
- Nabi ya, kemudian Nabi Nuh, Nabi Luth,
- istrinya itu ya. Bahkan Firaun punya
- istri yang salihah. Enggak jaminan itu
- hidayah itu pemberian Allah. Jadi enggak
- bisa kita lihat dari sisi fisiknya.
- Padahal dia sudah berhijab, padahal dia
- tuh ini, padahal dia itu itu. Ya, itu
- hidayahnya dicabut oleh Allah ya. banyak
- sekali kan. Bahkan ada tuh di masa
- tabiin ya, Mbak. He dia itu katanya dulu
- penghafal Quran ya. Luar biasa ya.
- Karena kecantol sama perempuan gitu ya.
- Akhirnya dia ee murtad gitu karena dia
- pengin nikah. Dia enggak mau dinikahi
- sebelum dia pindah agama ya. Nah,
- seperti itulah akhirnya akhirnya
- meninggal ya. Jatuh dia terpelestet
- meninggal itu mati dalam keadaan ee
- kafir ya. Nah, apalagi yang model-model
- sekarang ya bisa jadi ya keimanan. Jadi
- gini, ketika seseorang melaksanakan
- perintah Allah, apakah dia paham kenapa
- dia melaksanakannya? Nah, artinya
- berislam seseorang saat ini apakah dia
- memahami, mengilmui atau hanya sekedar
- ee warisan dari orang tua? Karena memang
- salat, akhirnya salat itu menjadi
- kebiasaan, menjadi hal yang rutinitas
- tanpa memahami kenapa saya salat gitu
- kan atau menutup aurat gitu ya atau
- dalam bersikap, berbuat, beramal ya.
- Artinya kalau memang semua amal itu
- dimulai dengan ilmu ya dilakukan karena
- hanya mencari rida Allah insyaallah
- bahagia itu akan ditemukan. Tapi ketika
- sesuatu yang bukan karena Allah mungkin
- nawaitunya kan kita enggak tahu ya
- nawaitu orang ya kalau performance-nya
- bagus kayak kayak ulama gitu ya atau
- kayak yang shihat banget gitu ya atau
- mungkin bercadar gitu kan kita enggak
- tahu nawa itunya ya ketika dia salah
- dalam menempatkan kebahagiaannya itu ee
- kepada orang lain kemudian dia kecewa
- akhirnya dia bisa berbalik ya itu bisa
- saja terjadi namanya hidayah ya artinya
- ini memang hidayah itu barang mahal ya
- makanya kita jangan pernah melihat ee ee
- amal ibadah orang itu sebagai teladan
- kita. Jangan jangan kita melihat, "Oh,
- orang tuh begini." Ak enggak. Teladan
- kita hanya Rasulullah ya. Orang mungkin
- bisa berbuat salah ya. Kita lihat banyak
- kok yang murtad itu yang dulu guru
- Al-Qur'an kan. Wah, sekarang dia di
- Amerika tuh ya. Ibrimana dia menghujat
- Islam. Dulunya tuh Al-Qur'annya bagus
- loh. Artinya guru Quran gitu ya. Tapi
- hidayah itu, makanya kita jaga hidayah
- itu jangan sampai, "Ya Allah, ini barang
- mahal yang harus dipertahankan seumur
- hidup." Ya, maka bagaimana cara
- menjaganya? Yaitu terus ya menuntut
- ilmu, terus mengasah ya iman kita dengan
- memiliki komunitas orang-orang beriman
- ya, punya teman sahabat yang saleh.
- Jangan pernah kita memiliki teman dekat
- yang dapat menjauhkan kita dari
- nilai-nilai Islam. Karena ini pengaruh
- banget nih ya. Almar'u maad maadini
- kholili. Orang tuh kan tergantung agama
- teman. Jadi ee banyak sih kita dapatkan
- orang ya tadi salah gaul ya. Ya,
- akhirnya terjadilah seperti itu ya. Kita
- hanya bisa mendoakan. Kita tidak boleh
- menjudia tahu nanti suatu saat dia akan
- balik lagi ya. Sedangkan kita kan enggak
- tahu juga ya seperti apa kondisi kita.
- Kita hanya bisa berharap dan berdoa
- berusaha ya. Mudah-mudahan kita hidup
- dalam kondisi Islam, diwafatkan dalam
- kondisi iman dan Islam insyaallah dan
- saudara kita kembali kepada ee pangkuan
- Islam. Insyaallah. Insyaallah. Amin.
- Pokoknya pesan Ustazah yang selalu
- diulang-ulang dalam setiap kesempatan
- bahwa keimanan kita itu yazid yang naik
- dan turun. Oleh karena itu, tugas kita
- harus terus memeliharanya dengan ee
- menambah ilmu secara simultan atau
- terus-menerus gitu ya, Ustazah ya.
- Benar. Sitma. Insyaallah. Masyaallah.
- Baik, ke pertanyaan berikutnya ini dari
- masih hamba Allah ini bertanya,
- "Ustazah, apakah kita dapat menemukan
- kebahagiaan dalam kesenangan?" Misalnya,
- "Saya senang sekali ee berenang, hobi
- berenang maksudnya. Dalam hobi saya
- tersebut, apakah bisa didefinisikan saya
- berbahagia karena melakukan kesenangan
- saya tersebut?"
- Ya, ee bahagia itu kan tadi saya
- sampaikan ya, berbeda definisinya setiap
- orang ya. Ya, artinya alangkah baiknya
- kalau kebahagiaan itu diiringi dengan
- rasa syukur. Ya, itu satu ya. Jadi
- ketika saya senang sekali berenang, jadi
- dengan berenang tuh saya jadi bahagia
- ya. Orang kan su healing-healing gitu
- ya, sakit ya itu dengan bahagia. Jadi
- sebenarnya tuh boleh aja kita senang itu
- apakah kita berbahagia ya mudah-mudahan
- ya. Tapi yang kita harapkan bagaimana
- kebahagiaan itu diliputi dengan rasa
- syukur. Hm. Allah berikan kita
- kenikmatan sehat. Dengan sehat kita bisa
- berenang dengan menjaga kesehatan.
- Dengan berenang ini kita bisa kuat
- ibadahnya. Jadi apa-apa kembalinya
- kepada Allah deh ya. Jadi itu satu. Yang
- kedua, dengan melaksanakan apapun ya
- kehidupan sehari-hari di dunia ini yang
- kita dapatkan kebahagiaan jangan lupa ya
- jangan sampai ee kebahagiaan kita tanda
- kutip yang sementara ini itu melalaikan
- kewajiban kita kepada Allah. Kan
- misalnya aku kalau berenang bahagia deh,
- senang banget ehnya tuh ini terlambat
- gitu ya. Iya. I itu semua ya bahagia
- semua ya. Sama kayak gini mbak aku suka
- durian gitu duren gitu. Ketemu duren
- dikasih orang montok ah pokoknya senang
- bahagia banget ya. Memang bahagia itu
- sederhana ya tapi ya kembali rasa syukur
- ya. Kembalikan bahagia itu kepada rasa
- syukur kepada Allah yang telah
- memberikan kita nikmat ya. Nikmat
- semuanya ya. Nikmat kebaikan. Jadi
- itulah bahagia sejati ya. Kita
- pulangkan, kita kembalikan kebahagiaan
- itu kepada pemilik yang telah memberikan
- kita rasa kebahagiaan itu. He. Iya.
- Baik. Berarti hamba Allah kesenangan
- bisa berbuah kebahagiaan asal kita
- selalu mengingat Allah bahwa itu
- datangnya dari Allah kebahagiaannya atau
- kesenangannya. Ustazah, nampaknya ini
- merupakan pertanyaan penutup kita dalam
- kesempatan siang hari ini. Sebelum kita
- tutup perjumpaan kita, ee kesimpulan
- Ustazah tafadol. Pendengar yang
- dirahmati Allah, kebahagiaan hakiki
- seorang hamba Allah itu hanya di
- akhirat. Maka sebagai orang yang beriman
- tidak akan menjadikan dunia sebagai
- tujuan hidupnya. Karena orang beriman
- itu paham bahwa di dunia ini hidup tidak
- kekal, hanya sementara. Kalau orientasi
- kebahagiaan di akhirat, kalau orientasi
- kebahagiaan di akhirat, maka Allah pasti
- akan memberikan kita sarana kebahagiaan
- di dunia untuk menunjuk kebahagiaan di
- akhirat. Jangan sampai kebahagiaan dunia
- justru memperdayakan diri kita dan
- melalaikan kita pada kebahagiaan hakiki
- di akhirat. Mudah-mudahan fidunya
- hasanah wafil akhirati hasanah, fid
- dunia saadah wafil akhirati saadah.
- Insyaallah. Kebahagiaan yang paling
- mulia yang kita cari adalah
- mudah-mudahan kita diberikan kenikmatan
- bisa melihat wajah Allah yang agung dan
- mulia. Astagfirullah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Masyaallah. Alhamdulillah
- Iwan dan Awat kita rampung menyelesaikan
- kajian siang hari ini dengan tema
- kebahagiaan yang hakiki. Semoga yang
- mendengarkan hari ini dilimpahkan Allah
- kebahagiaan dunia wal akhirat. Dan
- kebagian hakiki tadi seperti disebutkan
- oleh guru kita yaitu bisa berkumpul
- dengan orang-orang beriman, bisa bertemu
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- nanti dan bisa melihat wajah Allah. Oh
- masyaallah itu kebahagiaan yang hakiki
- yang sebenar-benarnya. Baik, yang
- bertugas pada hari ini saya Carolin
- didampingi Algi dan Ondi akan undur
- diri. Insyaallah bermanfaat besar kajian
- kita pada siang hari ini. Kami mohon
- maaf apabila ada beberapa hal yang
- mengganggu dan mudah-mudahan tidak
- mengurangi semangat kita untuk ee
- belajar setiap saat ada kesempatan. Kami
- pamit dan kita tutup dengan doa.
- Subhanaka Allahumma wabihamdika asadu
- alla illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Wabillahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.