Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Brail
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahbilamin hamdan thiban
- mubaran yuhibbuna wa asadua
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa
- asadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ibu akhwat pendengar radius
- pemirsa Rasil Visual yang dirahmati
- Allah. Alhamdulillah kita k berjumpa di
- hari ini di acara sirah sahabat bersama
- Ustaz Komaruddin Basyuni. Alhamdulillah
- telah di studio kita sapa saja Iwan
- Ahwat. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kabar sehat
- Ustaz ya? Kir alhamdulillah.
- Alhamdulillah bisa kembali membawakan
- tema di Silo Sahabat ini.
- Sahabat-sahabat Rasul dan sahabat rasul
- yang akan dikisahkan Ustaz di hari ini
- adalah mengenai sahabat Ibnul Khattab.
- Kenapa tidak memakai bin dan kenapa
- tidak ada julukan? Nanti dibahas di pagi
- hari ini. Silakan yang nanti ingin
- bergabung juga Anda bisa kirimkan ee
- komentar atau pertanyaan Anda di
- 0811999720 ataupun telepon kami di
- 0218451512. Silakan Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastainu ala umurid dunya waddin wasatu
- wasalamu ala asrofiliya wal mursalin waa
- alihi wa asbihi ajma amma
- ba para pemirsa TV rasil dan para
- pendengar radio rasil di mana saja
- berada.
- Alhamdulillah pada hari ini, hari
- Senin kalau lihat
- kalender ada yang menyebutkan hari ini
- tanggal 1,
- ada juga tanggal 30.
- Nah, untuk itu kalau hari ini tanggal
- 1 Jumadil
- Awal,
- maka kita sudah berada di
- bulan ini Jumadil Awal, kemudian Jumadil
- akhir, Rajab, Syakban puasa. Puasa 4
- bulan lagi. Iya. Tak terasa.
- Dan apa yang akan kami sampaikan pada
- pagi ini
- yaitu tentang sahabat Nabi yang disebut
- Ibnul Khattab. Ibnu Khattab.
- Sesungguhnya Ibnu Khattab ini ada
- beberapa sahabat Nabi karena arti Ibnu
- itu kan anak. He. Jadi, Ibnu Khattab
- anaknya Khattab.
- Yang kami tahu Ibnu Khattab itu ada yang
- laki, ada yang perempuan.
- Kalau yang laki, yang laki-laki pertama
- Zaid bin
- Khattab, yang kedua Umar bin
- Khattab, terus lagi ada Fatimah binti
- Khattab. Ini anak-anak Khattab dari Bani
- Addi. Dan semuanya punya prestasi yang
- sangat gemilang. H
- heeh. Nah,
- untuk saat ini kami akan menyampaikan
- Ibnu Khattab yang namanya Umar bin
- Khattab. Nah, Umar bin Khattab. Iya.
- Karena Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam itu kalau memanggil dia itu
- selalu menggunakan ya Ibnu Khattab. Hm.
- Jarang Rasul mengatakan ya Umar. Nah,
- tapi ya Ibnu Khattab. Anaknya Khattab.
- Wahai anaknya Khattab. Jadi ini
- panggilan yang biasa Rasul sampaikan di
- hadapan Umar bin
- Khattab. Nah, untuk tema ini, untuk
- kajian tentang Ibnu Khattab atau Umar
- bin Khattab, kami akan bagi tiga ya.
- pertama
- tentang
- proses dia dalam perjalanan menuju Islam
- sampai dia mengucapkan dua kalimat
- syahadat.
- Yang
- kedua, saat beliau menjadi
- sahabat
- sampai Rasulullah pulang pada
- Allah dan kepemimpinan dipegang Abu
- Bakar.
- Itu yang kedua. Terus yang ketiga atau
- bab yang
- ketiga, Umar menjadi khalifah.
- Nah, jadi kami akan bahas dulu ini yang
- bab satu ya tentang proses perjalanan ee
- Umar bin
- Khattab menerima Islam dan masuk Islam.
- Heeh. Mungkin ini tiga pertemuan ya.
- Nah, karena kalau lihat bukunya saja
- tebal sudah itu tebalnya sekitar 700
- halaman. Hm. Karena ini sahabat spesial
- spesial Nabi. Jadi ini salah satu
- sahabat yang dikatakan oleh Nabi
- sekiranya ada lagi nabi sesudah Nabi
- Muhammad nisnya inilah orangnya.
- Artinya dia punya kemampuan yang luar
- biasa yang di atas rata-rata dari
- sahabat yang lainnya. sampai Nabi
- mengatakan mengatakan kalau ada lagi
- nabi sesudah aku he niscaya Umar bin
- Khattab nabi itu karena saking apa
- cerdasnya kemudian beliau sangat teliti
- ya dan bertindak tegas.
- Nah, kemudian
- lagi Rasul mengatakan bahwa nanti satu
- saat Islam akan masuk ke berbagai
- penjuru sehingga yang tidak kelihatan
- pun akan jadi kelihatan dan Islam akan
- masuk ke sana.
- Dan ternyata di zaman Umar itu dua
- kekuatan besar dunia, super power-nya
- dunia waktu itu jatuh ke tangan Islam. I
- padahal mereka sudah berabad-abad, sudah
- ratusan tahun berdiri tegak ee memimpin
- negerinya sampai yang disebut negara
- super power. Kalau sekarang ya Amerika
- dan Rusia atau dan Cina ee dulu Romawi
- dan Parsi.
- itu di zaman Umar bertekuk
- lutut,
- menyerah
- dan dirasakan oleh muslimin itu aliran
- dana hasil ee gonimah he atau hasil fa
- yang didapatkan oleh muslimin itu ngalir
- laksana mengalirnya
- air dan
- itu dibuktikan oleh beberapa peristiwa
- yang
- menakjubkan. Ada salah seorang sahabat
- yang pernah dijanjikan oleh
- Nabi tapi tidak sempat atau belum sempat
- tertunaikan dan Nabi
- wafat di zaman Abu
- Bakar juga masih. Nah, di zaman Umar
- itulah Umar tampil. Kata Umar, "Siapa
- yang pernah dijanjikan oleh Nabi waktu
- hidup dan membawa bukti kepada saya
- untuk ee diklarifikasi?
- Silakan datang dan
- sampaikan." Nah, waktu itu Umar baru
- sekitar jadi en jadi khalifah 6 tahun.
- H.
- Akhirnya ada datang bapak-bapak yang
- sudah agak sepuh ya.
- Kata dia, "Saya punya
- ini." Ada bukunya. Ada bukunya. Terus
- dia bikit ambil surat di wadahnya atau
- di sakunya. Begitu dibuka oleh Umar.
- Benar. Umar tahu bahwa itu surat yang
- dibuat Nabi dan waktu itu yang menulis
- Amir bin
- Fuhahairah. Kemudian Nabi tanda tangan
- dan Umar kemudian membenarkan. H
- akhirnya orang itu dibawa oleh Umar ke
- Baitul Mal dan Umar bawa tongkat. Iya.
- Sambil diputar-putar tongkatnya di
- dalam. He. Kalau istilah begini,
- barangkali ayam menyangkut jadi jero.
- Heeh. Diputar-putar gitu. Kerincing,
- kerincing, kerincing. Wah, ini dia.
- Begitu ditarik ternyata
- apa? Mahkota kerajaan. H yang kepala
- itu. Iya. Mahkota. Mahkota ditarik. Nah,
- ini kata dia pakai pakai. Nah, begitu
- dipakai kata Umar, "Tolong orang ini di
- diarak keliling kota Madinah.
- Bayangkan orang tua, orang kampung
- enggak tahu apa-apa tiba-tiba
- dipakaikan baju
- kebesaran." Wih, bagaimana secara zahir
- tuh? Orang tiba-tiba mendadak jadi raja
- sehari.
- dan diarak oleh sahabat yang zaman
- begitu banyak. Nah, untuk apa? Umar
- membuat itu untuk membuktikan bahwa
- janji Islam itu
- benar. Sampai akhirnya orang itu ya
- lebih dekat lagi, lebih tawadu lagi
- karena janji Islam enggak pernah
- meleset. Nah, itulah ee kejayaan Islam
- di zaman Umar bin Khattab. Maka untuk
- ini saja satu bab tersendiri dan cukup
- labar. Kembali ke urutan yang pertama
- yaitu
- proses ee Umar bin Khattab mendapat
- hakan hidayah dan masuk Islam.
- pada masa di awal-awal perkembangan
- Islam, maka Umar bin Khattab salah satu
- tokoh Quraisy yang
- diandalkan untuk memberangus dan
- menjegal serta
- mencekal perkembangan Islam. H.
- Maka Umar itu selalu mengadakan tidak
- hanya dengan nego, tapi beliau
- mengadakan dengan tindakan-tindakan
- keras dan
- kasar. Maka banyak para sahabat yang
- masuk Islam itu yang dipukul bahkan ada
- juga yang sampai terbunuh. H.
- Jadi bagaimana Umar dahsyatnya
- menghadapi dakwah
- Nabi.
- Nah, Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam melihat kekejaman
- Umar, tindak tanduk Umar. Beliau
- berdoa. Doanya begini. Allahumma aizzal
- Islam
- biumaroini. Ya Allah muliakan Islam
- dengan dua Umar. Dua Umar.
- Yang dimaksud dua Umar pertama Umar bin
- Khattab, yang kedua Umar bin Hisyam atau
- Amr bin Hisyam. Yang Amr bin Hisam ini
- nama ini sering diucapkan dan orang
- sangat mudah. Itulah yang disebut
- namanya Abu Jahal.
- Jadi Abu Jahal itu nama gelar. Gelarnya
- nama aslinya Amr bin Hisyam. Amr bin
- Hisyam. Heeh.
- Nah, Rasul berdoa, "Ya Allah, muliakan
- Islam dengan hadirnya Umar bin Khattab
- dan Amr bin
- Hisab. Tapi ternyata Allah mengabulkan
- hanya satu Umar." Satu Umar, yaitu Umar
- bin Khattab. Sementara Amr bin Hisyam
- atau Abu Jahal sampai matinya dia tetap
- kafir.
- Tidak sempat dia membela Islam. Bahkan
- kematiannya pada saat terjadi peristiwa
- perang Badar.
- Maka nanti sedikit saya akan ee ulas
- bagaimana proses kematian Abu Jahal.
- Kita kembali kepada Umar bin
- Khattab. Umar bin Khattab ini suatu
- saat orang-orang Quraisy kumpul di Darun
- Nadwah. Darun Nadwah itu sebuah tempat
- untuk membicarakan hal-hal yang penting
- saja.
- Ya, kalau di kita sekarang DPR, MPR lah.
- He. Jadi, orang-orang Quraisy sidang di
- situ membicarakan hal-hal yang sifatnya
- strategis
- ya. Maka setelah mereka membaca, mereka
- mengamati bahwa banyak orang-orang
- Makkah terutama dari
- kalangan orang-orang hamba saya kok
- masuk Islam.
- Dan ternyata juga tidak hanya itu,
- orang-orang yang di luar masuk, yang di
- luar hamba saya pun banyak termasuk
- tokoh seperti Abu Bakar kan tokoh.
- Kemudian ada lagi yang namanya Jubir ya,
- tokoh ada lagi namanya Hamzah. Ini kan
- tokoh-tokoh semua nih. Ee kemudian ada
- kelasnya kelas
- pedagang seperti Tolhah ya, pedagang
- juber.
- Terus lagi kelas ibu-ibu.
- Nah, ada seperti siapa? Kelas ibu-ibu,
- Khadijah,
- kemudian beberapa sahabat yang lainnya.
- Kata mereka ini kalau enggak dibendung,
- kalau enggak ditahan ini semua kita kena
- nih. Maka sekarang halangi, tekar,
- waspadai.
- Nah, Umarlah akhirnya dapat tugas dari
- orang Quraisy. Karena usaha-usaha orang
- Quraisy tuh boleh dibilang tuh gagal
- terus. H pokoknya enggak pernah
- berhasil. Tapi kalau Umar bertindak
- langsung itu
- dampaknya sangat
- terasa. Akhirnya mereka memutuskan
- Umarlah untuk menyelesaikan Nabi
- Muhammad.
- Artinya Nabi mau dihabisin.
- Pokoknya kalaupun dia hidup enggak akan
- bahagia kata dia. Bikin recok aja nih
- masyarakat. Kalau sekarang bikin
- gaduh ramai terus nih udah selesaikan
- aja.
- Maka orang-orang Quraisy sudah percaya
- Umarlah yang akan menyelesaikan. Maka
- mereka punya pandangan beberapa hari ke
- depan akan terjadi peristiwa yang
- mendebarkan. Kita lihat aja, kita
- saksikan, kita dengar,
- awasi. Ternyata benar di satu
- pagi Umar dari rumahnya keluar dalam
- keadaan menenteng pedang. Hus.
- pedangnya
- terhunus enggak lagi di dalam sarung
- tapi dibuka sama dia. Ya, elaknya preman
- lah gitu. H
- saya bisa membayangkan dulu waktu umur
- 70 tuh iya saya pernah melihat tuh di
- kampung kan terkenal geng-gengan ya. He.
- Premannya preman-preman. Jadi kampung
- ini ada berapa saya jagernya ada di
- situ?
- Saya lihat waktu itu saya masih kecil
- waktu itu ya umur saya antara 13 12
- tahun kali ya. He. Nah, 70-an itu ya.
- 70-an. Nah, saya sedang di sawah waktu
- itu. Sedang ngangon kebo. Ingat
- aja masih kecil saya juga. Dira
- Sukabumi. S daerah Sukabumi.
- Tiba-tiba dari sebelah utara menuju
- selatang, anak-anak
- muda berjalan
- dengan beriringan. He.
- Waduh, dari kejauhan suaranya udah
- berisik tuh. He. Terus saya lihat salah
- satu di antara mereka ada yang megang
- golok
- panjang goloknya tanpa sarung. Pokoknya
- begini J sudah siap. Oh, udah siap.
- Pokoknya kalau ketemu dengan orang yang
- masud dibabat sama dia. Wih, saya dari
- jauh ngelihatin. Waduh, ini pasti nih
- kalau orang ini datang ke tempatnya yang
- dimaksud kalau tidak roboh rumahnya
- orangnya bisa dicacag. Cik saya
- wah aduh saya lihat memang anak-anak
- muda di kampung saya di zaman itu Heeh.
- itu kerjanya berantem. Anak muda sama
- anak muda itu ada ada geng-gengan itu.
- Nah. Nah, akhirnya lewatlah cerita ini
- kembali kita Umar bin Khattab. Nah, Umar
- bin Khattab keluar dari rumahnya itu
- niatnya hanya satu, membunuh Nabi.
- Bayangkan. He.
- Dia jalan menuju Masjidil Haram. Karena
- mereka e beranggapan Nabi kan biasanya
- kalau pagi itu salat duha. Ah, salat
- pagilah.
- Maka Umar tiba-tiba datang ke
- situ. Kata orang kita mah kecele
- begitu maksud nabinya enggak ada yang
- tadinya semangat pokoknya ketemu enggak
- ada basa-basi langsung mewak bacok pacok
- bet. Wah tapi begitu sampai kok ora ono
- ya. Akhirnya apa? Keluarlah dia dari
- tempat itu terus apa? Menuju rumah. Hm.
- rumah
- Nabi. Nah, waktu dia menuju rumah
- Nabi
- ketemu dengan orang yang bernama Nuem.
- Nuem.
- Heeh. Nuem bin Ardi. Heeh. Kata Noem,
- "Ya Umar, mau ke mana
- ente?" "Ia Muhammad ngapain?"
- "Ah, ini orang yang suka membuat gaduh,
- membuat ribut masyarakat. Udah sekarang
- sama saya diselesaikan
- habislah. Kata
- Noem kalau bahasa kitanya apa enggak
- salah
- tuh kamu menyelesaikan orang lain? Apa
- anda enggak pikirkan tuh keluarga Anda
- sendiri? Nah, begitu disebut keluarga
- sendiri dia bingung kan. Emya kenapa?
- Kata Noem, "Coba aja
- lihat keluargamu sendiri, yaitu yang
- dimaksud Fatimah binti Zaid itu dia
- sudah jadi pengikutnya," katanya. Woh,
- begitu disebut dia jadi pengikutnya itu
- langsung wajahnya berubah. Dia kata dia
- bilang, "Daripada aku nyelesaikan
- Muhammad, lebih baik aku selesaikan
- keluargaku aja dulu."
- Percuma katanya orang lain kita
- selesaikan diri sendiri, keluarga
- sendiri enggak diapa-apain. Akya belok
- dia
- jalannya. Ya orangnya gede Umar itu kan
- tinggi orangnya. Kalau jalan tuh bunyi
- begitu jaya-jayanya Mike Tesson gitu. M
- si leher beton.
- Karena waktu itu Umar itu memang di
- antara orang yang sering tampil di
- panggung yang cukup bonapid yaitu di
- Pasar Ungkaz. Heeh. Jadi dia partnernya
- itu orang yang suka berhadapan dengan
- dia Khalid bin Walid.
- Jadi Umar bin Khattab itu tarung bersama
- Khalid bin Walid di mana? Di pasar Ukaz.
- ditonton h oleh ratusan bahkan ribuan
- orang ya layaknya kita menyaksikan
- boksing dunia yang dilaksanakan di Las
- Vegas itu kan seluruh mata kan melihat
- tidak hanya rakyat Amerika termasuk
- rakyat Indonesia heeh wuh bahkan di
- seluruh dunia dulu sudah ada di Arab ya
- di dulu di Arab yaitu di Pasar Ukaz.
- Wah, dia kalau sudah pertarungan ini
- orang yang ke pasar itu pasti mampir
- dulu lihat pertarungan kelas dunia waktu
- itu. Ah, jadi dalam pertarungan itu
- kadang kala Umar menang Khalid kalah,
- kadang kala Khalid menang Umar kalah.
- Jadi yang sering ditampilkan itu saling
- banting kaki. Jadi kaki saling banting.
- Iya. Kayak permainan itu. He. Bing
- boxing itu ya kaki ya tangan gitu bu.
- Ah, sempat satu saat Khalid itu patah
- kakinya, disamber sama kaki Umar.
- Kemudian pada pertemuan disambar lagi
- sama Khalid. Jadi memang
- masyaallah. Nah, itulah jeger-jeger
- zaman jahiliah ya. He. Jadi,
- Umar akhirnya dia masuk ke rumah
- adiknya. Nah, di rumah adiknya ternyata
- sedang diadakan taklim ya.
- Yang yang ngajar taklim itu adalah
- sahabat tukang pandai besi. H namanya
- Khabbab bin Al-Arad. Jadi bisa dirubah
- dengan waktu cepat ya. Tukang panda jadi
- ustaz.
- Tukang pandai menderak jadi ustaz.
- Karena apa? Bacaannya bagus dan di bisa
- menelurkan ilmunya.
- Nah, begitu Umar sudah di depan piu,
- diketuk tuh buka pintu.
- Waduh, itu yang di dalam rumah begitu
- dengar suaranya
- udah tidak perhatian lagi. Udah peng aja
- nih. Sampai
- gurunya yang sedang ngajar langsung
- nyelusup.
- Takutnya
- tahu nyelusup
- sembunyi ee langsung dia bergerak
- langsung dia jalan ke belakang larilah
- di pojok dekat
- dapur. Maksudnya menghindari tindakan
- Umar bin Khattab.
- Ternyata benar. Begitu Umar dibuka
- pintunya oleh Fatimah masuk itu tanda
- basa-basi lagi. Langsung dia datangi
- suaminya Fatimah namanya Zaid.
- Begitu datang dipegang dadanya, ditarik,
- dibanting sama
- dia. Waduh, orang Arab kan gede-gede yo.
- Remuk itu badan
- orang gede narik orang yang agak di
- bawah dia ble langsung jatuh.
- Udah jatuh langsung disusul diinjak
- dadanya itu. Wah, itu enggak apa-apa
- ya. Karena orang kafir waktu itu mah
- mereka ya Umarnya kan waktu itu masih
- kafir.
- Oh. Nah, istrinya Fatimah, istrinya Zaid
- melihat suaminya digituin kan otomatis
- bereaksi tuh. Heeh. Langsung dari bawah
- dia dari belakang tuh. Maksudnya mungkin
- kalau bahasa kita mah omah.
- Ada ke dia?
- Teriak-teriak, teriak-teriak. Wah,
- akhirnya Umar terpancing juga dengan
- suara itu.
- Bunuh aja. Oh, bunuh sekalian.
- Ceplok teh ininya apa? Tangannya.
- Tangannya Umar
- mendampret sampai kena itu bibirnya ini.
- Ininya apa? Mulut bagian bawah sampai
- keluar darah.
- Berarti pukulnya keras
- itu. Nah, Fatimah begitu didampret sama
- Umar makin jadi lebih berani lagi
- daripada tadi. Kalau bahasa kita
- sekalian aja aku
- [Musik]
- bunuh. Wah, akhirnya lama-kelamaan Umar
- melihat jadi lemas
- Umarnya. Meli lihat darah di sini
- keluar.
- Aduh, begitu lihat darah
- keluar. Kata Umar, "Tadi saya dengar
- kamu
- baca. Coba saya lihat yang kamu baca apa
- jawabannya." Najis.
- Ini bacaan tidak
- sembarangan. Kamu tidak layak untuk
- membaca itu. Ya, saya pengin tahulah.
- Kata dia kan saya inin membuktikan
- enggak kata dia. Wah, kata
- Fatimah kata Fatimah boleh kamu baca
- tapi ada syarat apa? Wudu
- dulu. Orang belum hisab suruh
- wudu. Maksudnya cuci mukalah beristinja
- kata dia. Ya sudah kalau gitu akhirnya
- Umar
- keluar cuci muka dan sebagainya. Kata
- dia, "Udah saya manas ini
- dikeluarkanlah.
- Tulisan itu ternyata masih dalam bentuk
- gulungan.
- Nah, jadi bukan dalam bentuk tulisan
- kertas, tapi dari kulit. Jadi alat
- tulitnya masih
- menggunakan kulit
- binatang. Hanya diserahkan gulungannya
- itu dibuka oleh Umaret tuh. Begitu
- dibuka ternyata di dalamnya tulisan
- surah Thaha. Thaha. H
- di antara tokoh-tokoh Quraisy waktu itu
- yang bisa baca dan terus itu bisa
- dihitung jari. H kebanyakan mereka tidak
- tahu. Nah, Umar ini termasuk salah satu
- orang yang bisa baca dan tulis. H. Maka
- pada saat dia baca itu tulisan
- thaha ma anzalna alaikal qurana litasqo
- illa tadkiratan limay yaksya. Itu baru
- sampai di situ Umar sudah enggak tahan
- tangannya bergetar. He
- bergetar. Terus dia bilang, "Ana
- Muhammad? Muhammad di mana?"
- Nah, begitu dia nanya nabi yang nyumput
- di belakang tiba-tiba muncul. Heeh. Kata
- dia, "Ana Arif, saya nyaho di ditu."
- Berani berani lah. Kok tiba-tiba muncul?
- Tadi enggak ada. Padahal dia tahu dia
- dengar suara Uparah sudah ngibrit dulu.
- Aduh, K antar saya ya. Saya antar di
- mana?
- E Umar ee Nabi sekarang enggak ada di
- rumahnya. Nabi sekarang ada di rumahnya
- Arqam bin Abil Arqam. He. Yaitu di
- sebuah perumahan yang jauh dari pantauan
- orang-orang Quraisy. Nah, waktu itu
- rumahnya di
- Arafah yang sekarang dijadikan tempat ee
- pertemuan jemah haji. Jemah haji pada
- orang. Nah, nah di situ di salah satu
- bagian rumah Arqom ada di situ. Jadi
- memang agak jauh. Maka saya waktu
- sebelum saya umrah ke sana, saya kira
- antara
- rumah Bait Baitullah Ka'bah ya, di
- antara Ka'bah dengan rumah Nabi dengan
- rumah Arqam saya kira dekat. Ternyata
- jauh juga.
- Tapi kalau dari ee tempat kejadian
- rumahnya Fatimah dengan rumah Nabi
- enggak jauh di sekitar Masjidil Haram
- lah.
- Ah terus dari
- rumahnya ee Fatimah ke roomnya Arqam
- memang jauh ya. Mungkin kalau sekarang
- di kalau kalau kita datang ke sana jalan
- kakinya sekitar 9 kilo lah. W jauh juga
- ya. Arafah kan jauh. He dari Ka'bah kan
- jauh kita ke sana.
- Saya sebelum tahu kayaknya dekat.
- Ternyata begitu saya lalui itu pun pakai
- mobil kan bawa bis gitu sana. Lama oge
- cek saya. Wah jalan kaki ya. Apal lagi
- jalan kaki zaman itu belum ada mobil.
- Kalaupun ada kendaraan paling onta. Unta
- kuda. Wah
- sekarang ya sudah pakai mobil juga lama
- amat kata saya. Kurang lebih sekitar
- antara 1 jam kurang dikitlah gitu ya. He
- sampai di Arafah itu apalagi waktu haji.
- He waktu haji memang jalannya aja
- ngegageet tahu ngegageat enggak bisa
- lari enggak bisa kencangayap ngarayap
- weh lebih mah jauh lagi. Nah,
- ceritanya ini yang istilah di orang
- Sunda ada istilah
- apa si yang ee Taufik neng tog. Taufik
- nenggog saya dengar. Nah, ini baru neng
- tog. Nengtog. Taufik neng tog. Apa itu
- nengtog? Ah, jadi nengtog gini kalau
- para pemain bar Oh, iya ya. Kalau mau
- mukul yang sono itu panahnya itu enggak
- ditunjukkan ke sono, tapi ke sono. Heeh.
- Kan gitu segitiga kan. Heeh. Nah, tapi
- sasarannya ini. Tapi yang dipukulnya
- maksudnya apa? Dipukul sono biar dia
- nengtog dia masuk mantul gitu. Ah, itu
- namanya Taufik nengtog. Taufik neng itu
- bahasa baru nih. Ini bahasa
- Korea. Taufik neng tog. Kan Umar itu kan
- niatnya kan dari rumah mau membunuh
- Nabi. Heeh. Lah kok tiba-tiba sekarang
- ingin ketemu Nabi bukan seperti yang
- semula ketemunya. H dulu waktu sebelum
- kejadian dia mampir di rumahnya siapa?
- Fatimah adiknya itu niatnya murni mau
- membunuh Nabi.
- Tapi sekarang begitu dia proses datang
- dulu ke rumahnya Fatimah, dia dengar
- baca Quran dan dia sendiri baca Heeh.
- tulisannya.
- tulisannya dia sekarang menyebut nama
- Nabi tidak seperti waktu
- pertama. Garang dan ganas, sekarang
- lembut suaranya.
- Makanya Khabbab begitu dengar langsung
- dia nyambut, "Ya, saya antar." He. Jadi
- waktu diantar sama Khabab enggak
- macam-macam
- dia. Kayak orang yang dibekuk hidungnya
- aja.
- Jadi dia jalan aja itu hanya begitu
- sampai di depan rumahnya Arqom.
- Nah, kebetulan kan rumah Arqam tuh
- dijaga He. Oleh dua sahabat besar. Di
- situ ada Hamzah dan ada Jubair. Jubair
- dan Hamzah. Jubair bin Awwam. Ada yang
- mengatakan
- Sa'ad. Nah, begitu Hamzah di luar lihat
- ada Umar. Heeh. Takut lapor dia sama
- Nabi. Rasulullah, ada Umar nih. Kata
- Hamzah, pasti dia jahat. Wah, gitu kan.
- Pokoknya kalau dia berbuat saya
- bagiannya. Begitu kata Hamzah ya. Kata
- yang di sampingnya juga sama-samalah
- gitu.
- Sekarang bagaimana caranya dia bisa
- masuk dalam keadaan aman? He.
- Ah, lapar sama Nabi. Gimana?
- Dipersilakan. Ya, persilakan. Saya akan
- masuk kena di luar dia sudah minta
- tolong buka
- buka. Akhirnya biar dua orang ini tidak
- kecolongan kan Umar bawa tetap bawa
- pedang. Bawa pedang. Wah begitu pintu
- dibuka dari sebelah kanan langsung
- diserbu di sebelah kiri juga sama-sama
- semamaan nih. Begitu masuk prek
- aja diserbuk badannya yang satu sebelah
- kanan dipegang Hamzah sebelah kiri oleh
- Jubir. Jubir. Wah. Nah, ini orang-orang
- jago semua ini. Hamzah jago, Umar jago.
- Ini kalau bulat nih kayak
- apa? Tapi di waktu itu posisi
- Umar itu kalau saya gambarkan seperti
- ayam berantem yang satu kalah menciut.
- Enggak ada ini apa? Enggak ada enggak
- ada galak kayak tadi tu. Nunduk aja.
- Akhirnya dibawa duduklah dia di depan
- Nabi. Nah, waktu duduk di depan Nabi
- itulah Nabi bertanya, "Ya Ibnu Khattab."
- Nah, itu ya Ibnu Khattab bukan ya Umar
- bukan ya Ibnu Khattab. Apakah engkau
- sudah mempercayai dengan dakwah yang
- saya lakukan tentang Islam? Ya
- sudah. Terus gimana dengan kerasulan
- saya? kata
- Nabi. Nah, ini masih ragu nih. Masih
- ragu. Jadi kalau Islam sudah oke. Cuma
- untukas meyakini Rasul itu utusan Allah.
- Nah, ini masih ragu. Akhirnya langsung
- Nabi mendekati dia, ditarik dan dipukul
- darinya gitu
- tuh. Akhirnya gimana
- sekarang? Kata Umar, "Sekarang sudah
- hilang." Embang diitin ragunya hilang.
- Ha ya dah absidak katanya keluarkan
- tanganmu. Laluah berjabatan tangan
- kemudian masuk Islamnya. H dibimbing
- oleh Nabi.
- Nah padahal di
- situ sebelum Umar menyatakan dua kalimah
- syarat itu tempat
- penuh. Akhirnya mereka di belakang.
- Begitu Umar masuk Islam, takbir orang
- semua serumah itu sampai suaranya
- kedengaran ke depan Ka'bah saking. Nah,
- waktu itu kan belum ada gedung-gedung
- kayak sekarang. Begitu teriak orang
- kedengar Allahu Akbar. Allahu Akbar.
- Akhirnya setelah selesai dia nanya, "Ya
- Rasulullah, kenapa kita ini kalau sudah
- Islam kok masih sembunyi-sembunyi? He
- kita tampakan
- aja kita kan benar Islam itu benar Islam
- hak. Sedangkan mereka kan orang-orang
- kafir Quraisy kan belum jelas agamanya
- agama nenek moyang kita yang sudah jelas
- kita tampilkan.
- Nah, saya mengharapkan gimana kalau kita
- kumpulkan nih orang-orang Islam kita
- adakan demo. Oh, jadi demo itu namanya
- muzaharah. Muzaharah. Mudoharah itu
- menampakkan dirilah yang selama ini
- sembunyi-sembunyi kita
- baris usul Hamzah. Eeh eh usul Umar
- terima oleh Hamzah. Sampaikan kepada
- Nabi. Akhirnya Nabi setuju. H ya kita
- kumpulkan. Nah, waktu itu muslimin baru
- ada sekitar 80 orang. Enggak sampai 100.
- Bayangkan
- coba itu
- dikumpulkan lalu
- dibariskan. Kemudian mereka berjalan
- dari mulai rumah Nabi menuju Ka'bah.
- Ka'bah
- muter. Jadi Nabi di
- depan kemudian di tengahnya Hamzah di
- belakangnya Jubir. Terus Umar di situ.
- Umar keliling. Jadi Nabi di kawal oleh
- sahabat-sahabat tertentu. Umar
- kadang-kadang di depan mimpin
- kadang-kadang di belakang. Kata Umar,
- "Siapa yang ingin berpisah dari ayah dan
- ibunya, silakan cegat saya.
- Siapa yang ingin pisah dengan istrinya,
- cegat saya. Orang-orang Quraisy begitu
- ada pengumuman
- boro-boro kalau orang Sura, cing burisat
- lari ke sana kemari. Uh, ketakutan
- tuh.
- Wah, sehingga orang Quraisy menyaksikan
- parade ya, sahabat jalan
- bersama-sama itu mereka ada yang di
- bukit-bukit.
- sambil melihat dari jarak jauh.
- Begitulah Islam pertama kali pada saat
- Umar bin Khattab masuk Islam. Sebelumnya
- enggak ada. Baru itu ya menampakkan baru
- itu menampakkan Islam menampakkan diri.
- Sehingga salah seorang sahabat Nabi yang
- bernama Ibnu Mas'ud dia berkata, kata
- Ibnu sejak keislaman Umar bin Khattab
- kami baru bisa salat di masjid.
- Sebelumnya kami tidak bisa. Kenapa?
- Setiap ada orang salat langsung
- ramai-ramai mereka dikepung dan mereka
- disakiti. Bahkan ada yang dipukuli. He.
- Tapi begitu Umar masuk Islam kami
- akhirnya berani salat karena mereka
- sudah tahu sekarang Umar sudah di pihak
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Itulah proses di antaranya
- Umar menerima hidayah dari Allah dan
- Umar akhirnya memimpin muzaharah. Yaitu
- yang kita kenal istilahnya dalam istilah
- sekarang
- demo. Dan setelah peristiwa kejadian itu
- Islam mulai menampakkan diri. Wah, tidak
- takut lagi sekarang. Nah, itulah ee satu
- bab ya. Bab pertama itu ya. Bab pertama.
- Nak. Insyaallah pada bab berikutnya kita
- lanjutkan bagaimana Umar setelah menjadi
- orang Islam. Baik Ustaz. Demikian
- duluum. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam. Demikian
- Ikhwan akhwat kisah sahabat Umar bin
- Khattab atau Nabi sering memanggil Ibnu
- Khattab ya untuk panggilan Umar ini. Dan
- ini adalah bab yang pertama karena ini
- ada tiga bab yang nanti akan Ustaz
- kisahkan berhubung ini panjang jadi kita
- akan bagi tiga aja ya. Nanti minggu
- depan insyaallah disambung kembali dan
- ingin bergabung, Anda bisa kirimkan
- pertanyaan Anda melalui SMS atau
- WhatsApp kami di
- 0811999720 atau telepon kami di
- 0218451512. Kami segera kembali.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- He.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Radio Rasul untuk Islam yang satu masih
- bersama kami menawat di acara sirah
- sahabat bersama Ustaz Komad Masuni
- mengenai kisah sahabat Umar bin Khattab.
- Sudah banyak SMS yang masuk, Ustaz. Saya
- bacakan saja. Yang pertama datang dari
- Bapak Iskandar di Jakarta.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam. Ya,
- Pak Ustaz, benarkah Sayidina Umar
- setelah masuk Islam jangankan manusia
- yang pada takut, iblis aja lari
- terbirit-birit ketika ketemu Sayidina
- Umar? Apakah benar seperti itu, Ustaz?
- Dalam kitab yang namanya
- al-Khulafa kami mendapatkan penjelasan
- dalam kitab itu memang ada
- riwayat Umar bin
- Khattab sampai diberitakan oleh
- Nabi apabila
- ada setan-setan kumpul di satu gang
- Heeh.
- dan Umar akan lewat di gang itu, maka
- mereka pada berlarian. Bubar,
- bubar itu saking kenapa? Saking begitu
- hebat jiwa akidah Umar bin Khattab.
- Jadi jangankan
- manusia, jin, kafir aja, setan-setan itu
- kalau sudah Umar lewat itu karismatiknya
- masyaallah. Karismanya terasa. Betul.
- Jadi mereka pada berlarian demikian.
- Berarti enggak ada setan yang berani
- menggoda Umar. Yaak. Iya. Subhanallah.
- Bahkan suatu saat Umar pernah berantem
- Heeh. sama
- iblis. Tapi bukan iblis. Topnya anak
- buahnya bawahnya berantem kalah
- setannya. Ya, demikian. Baik kembali ke
- pertanyaan selanjutnya datang dari Bapak
- Jenal di Depok. Ustaz, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Ustaz, Al-Qur'an adalah
- kalam Allah sangatlah luar biasa yang di
- mana Allah memiliki pengaruh sangat kuat
- dalam hati makhluknya. Oleh karenanya,
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- sering memperdengarkan Al-Qur'an pada
- telinga-telinga kaum musyrikin agar
- mereka mendapatkan hidayah dan
- memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah.
- Dan Umar adalah salah satu sahabat yang
- dapat merasakan kekuatan kalamullah.
- Tapi di zaman sekarang ini, banyak
- sebagian umat Islam enggan untuk membaca
- Al-Qur'an apalagi mentadaburinya. Ustaz,
- bagaimana dengan hal ini?
- Betul. Al-Qur'an merupakan
- kalamullah dan mukjizat Quran dari sejak
- diturunkan sampai hari ini bahkan sampai
- hari kiamat akan terus berlangsung.
- Hal-hal yang orang bisa menerima
- kebenaran banyak melewati dengan bacaan
- Quran. Ya, enggak
- jauh-jauh. Saya kemarin ketemu sama
- seorang mualaf I seorang gadis Amerika
- umurnya baru 17 tahun. H. Nah, dia
- ketemu
- sama kelompok muslim dari Afrika. Iya,
- Kamerun. Kamerun. Jadi, banyak
- orang-orang Kamerun di negerinya di
- Amerika. Mereka berkelompok.
- Terus teman-teman yang lainnya yang
- bukan muslim diajak berbicara.
- Akhirnya dia mau mendengar dan akhirnya
- dia bilang sama orang tuanya, "Saya mau
- ikut Islam." Orang tuanya mempersilakan
- jawab. Lalu dia masuk Islam. Makanya dia
- kemarin ketemu saya. Heeh. Kata saya,
- "Syahadat bisa." Waktu dia baca syahadat
- masih peletak-pletok. Ya. Heeh. Saya
- tuntun ashadu alla ilahaillallah secara
- pelan gak ngikutin. Alhamdulillah. Terus
- dia salat itu. Heeh. Artinya apa? Memang
- proses perkembangan hidayah yang masuk
- kepada seseorang itu memang tidak
- ujug-ujug. Iya. Ada prosesnya sedikit.
- Ada prosesnya dulu. Seperti Umar bin
- Khattab kan enggak tiba-tiba dari rumah
- jel datang kamu. Tapi proses dulu.
- Itulah yang oleh Allah disebutkan dalam
- salah satu ayat apabila Allah mau
- memberikan hidayah kepada seseorang,
- maka tanda hidayah itu datang kepada
- seseorang maka bulu kuduknya pada
- merinding. H bulu-bulu yang ada di badan
- dia itu pada berdiri. Taksyairru minhu
- juludulladina
- yaksyaunahum. Bergerak itu bulu-bulu
- yang ada di badannya. Kalau bahasa
- agamanya pada merinding. Merinding.
- Merinding. Beringkak. ing buringkak bulu
- punduk bulu punduk. Demikian jadi atas
- wasilah surat Thaha juga Umar jadi masuk
- Islam Ustaz ya. Ini mungkin luar biasa
- sekali itu kalamullah. Masyaallah. Baik
- Ustaz dibatasi waktu mungkin disimpulkan
- cukup ya. Terima kasih, Ustaz atas ee
- ilmu dan kisah sahabat Umar bin Khattab
- yang diceritakan di hari ini. Nanti
- masih berlanjut ya minggu depan
- insyaallah kisahnya. Insyaallah karena
- masih panjang dan terima kasih Ustaz ee
- untuk Iwanat yang sudah bergabung via
- SMS. Mohon maaf beliau semuanya tidak
- dibacakan karena waktu yang terbatas.
- Saya temani Onin dan juga Anis pamit.
- Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubuik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.
- [Musik]
- Berbagai rona kisah hidup mereka.
- Rasil
- TV untuk Islam yang satu.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]