Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- wa ali sayyidina Muhammad. Alhamdulillah
- kita berjumpa lagi hari ini hari Jumat
- tanggal 12 Syawal 1445 Hijriah atau 11
- April 2025. Kita jumpa lagi dalam cara
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- untuk edisi tanya jawab. Silakan ee
- kirim pertanyaan Anda ke 0811999720.
- Nanti insyaallah akan dijawab oleh Ustaz
- Husein Alatas sudah ada di studio. Di
- sini juga ada Audi Saputra dan Algi.
- Asalamualaikum Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Baik, kita mulai acara ini dengan
- membaca al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqimatal
- anamta alaiim
- giril magdubi alaihim wadin
- amin alhamdulillah kita sudah baca
- alfatihah mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam menangkap apa-apa yang
- disampaikan oleh Ustaz Husin bin Hamid
- Alatas Baik pertanyaan pertama saya akan
- mengutip ada tadi seorang ibu dari
- Sukabumi datang berhasil untuk
- konsultasi.
- Dia bercerita bahwa dia suka ada yang
- bisikin, tapi bisikinnya itu selalu
- positif. Ibu-ibu ayo ngaji, ayo salat,
- ayo nih dia ikutin terus gitu. Jadi dia
- kenapa bisa itu jin jin atau apa? Dia
- juga jualannya pekerjaannya adalah
- jualan baju dan dia gemar berinfak.
- Kalau apa-apa selalu infak jadi infaknya
- [berdehem] kuat ngaji apa salat tapi dia
- tidak bisa baca Quran. Ustaz. Hm. Dia
- suruh belajar tapi dia sampai sekarang
- masih belum bisa baca Quran.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin hamdan
- katsiran thyyiban mubarokan f kama
- yuhibuna waard.
- Allahumma sholli
- wasallim wabarik ala abdika wa rasulika
- sayyidina wa nabina Muhammadin wa alih
- thyibin wasohabatihil guril mayamin
- wasairin ala nahjihil qawim ila
- yaumiddinu
- ya rasulullahu [berdehem]
- alaina wa ala ibadillahi shihin
- wassalamualaikum ayyuhal ikhwah wal
- akhwat
- rahimakumullah.
- Allahumma minika rahma waimnaadunka
- ilman nafi wfana bimaamtana.
- Rbana zidna ilmannain.
- [mendengus]
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Dari pertanyaan tadi
- banyak kita mendengarkan kasus yang
- serupa.
- Seorang
- seringki mendengarkan bisikan-bisikan.
- Ada yang menganjurkan ke arah yang
- positif, ada juga yang menganjurkan ke
- arah yang negatif.
- [mendengus]
- Yang menganjurkan ke arah negatif
- bermacam-macam.
- terkadang mendorong dirinya
- untuk melakukan tindakan-tindakan
- ya seperti bunuh diri
- dan perbuatan-perbuatan yang serupa. Ada
- lagi yang menganjurkan dirinya untuk
- melakukan tindakan-tindakan kriminal
- terhadap orang lain.
- [mendengus] Ini merupakan
- salah satu hal yang berasal dari bisikan
- setan yang mesti betul-betul ya kita
- waspadai.
- Mengobati penyakit semacam ini tidak
- cukup hanya dengan kita datang kepada
- seorang psikolog atau seorang katakan
- ahli jiwa.
- Kemudian kita mendapatkan
- pengobatan-pengobatan
- yang memang bermanfaat pada sebagian hal
- tapi tidak bersifat tuntas.
- Oleh karena itu, untuk orang semacam ini
- sebetulnya
- untuk menghilangkan gangguan semacam ini
- dengan mendekatkan diri kepada Allah.
- Karena Allah subhanahu wa taala
- berfirman
- [mendengus] bahwa setan tidak punya
- kekuasaan terhadap hamba-hamba Allah
- yang mengabdi dan berserah diri
- kepadanya. [mendengus]
- Innahu laisa laka alaihim sultan. Kamu
- tidak akan punya kekuasaan terhadap
- mereka.
- Tapi setan akan berkuasa pada dua orang.
- Innama sultanuhu alalladina yatawalla
- walladzina hum bihi musyrikun. Kekuasaan
- setan pada dua golongan. Yang satu yang
- mengabdi kepada setan [mendengus] yang
- kerja sama dengan setan. Yang kedua
- mereka-mereka yang mempersekutukan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Oleh karena itu, kenapa semenjak dini
- harus kita tanamkan betul-betul
- nilai-nilai tauhid pada anak kita, pada
- keluarga kita?
- agar dia meyakini
- bahwasanya
- tidak ada yang kuasa untuk mendatangkan
- kebaikan atau menolak bahaya kecuali
- hanya Allah.
- Selain Allah tidak kuasa untuk
- mendatangkan manfaat bagi seseorang
- tanpa izinnya. Begitu pula tidak akan
- kuasa untuk
- menimpakan mara bahaya kepada seseorang
- melainkan dengan izin Allah. Maka jalan
- satu-satunya fafirru ilallah.
- berlari, berlindunglah kalian kepada
- Allah Subhanahu wa taala [mendengus]
- dengan betul-betul kita meyakini
- bahwa tidak ada sesuatu yang dapat
- menahan apa-apa yang Allah buka bagi
- kita. Dan tidak ada seorang pun yang
- kuasa menutup ee tidak ada seorang pun
- yang kuasa untuk menutup apa-apa yang
- Allah buka bagi kita.
- Dan tidak ada seorang pun yang kuasa
- untuk membuka apa-apa yang ditutup oleh
- Allah.
- Semua di langit dan di bumi berjalan
- dengan aturan, ketentuan dan kehendak
- Allah. Maka apabila kita ingin
- dilindungi Allah, dijaga oleh Allah,
- berada dalam naungan rahmatnya, jalan
- satu-satunya. Hanya kita berserah diri
- kepada Allah dan mengabdi kepadanya
- kepada Allah Subhanahu wa taala dan
- tidak mempersekutukan Allah dengan
- sesuatu pada saat itu setan tidak akan
- kuasa
- untuk
- mempermainkan kita atau mengendalikan
- jiwa kita.
- Oleh karena itu Allah ingatkan ya kepada
- kita semua kalau kita mendapatkan
- kisikan gangguan dari setan. Wa imma
- yanzaganaka minasit nazun fastain
- billah. Kalau kamu mendapatkan
- bisikan-bisikan, gangguan-gangguan dari
- setan, segeralah kamu berlindung kepada
- Allah. [mendengus]
- Jadi orang-orang yang mengalami
- gangguania
- ya yang seringki mendengarkan
- bisikan-bisikan ya di telinganya.
- menganjurkan ke arah-arah yang negatif,
- hendaklah dia banyak berlindung kepada
- Allah. Dirikan salat secara berjamaah.
- Kemudian dia banyak betul-betul meresapi
- kebesaran keagungan Allah melalui
- asmannya, nama-namanya.
- Membaca Al-Qur'an dengan meresapi
- ayat-ayatnya
- dan betul-betul dia menjaga salatnya
- dengan baik. Insyaallah Allah Subhanahu
- wa taala akan hilangkan semua gangguan
- yang mengganggu dirinya. [mendengus]
- Kemudian ada jenis bisikan yang lain,
- Mas Krishna yang ke arah positif.
- Bisikan-bisikan ke arah yang positif.
- Membangunkan dia di waktu malam untuk
- salat. Mengingatkan dia juga untuk
- membaca Al-Qur'an.
- Bahkan sampai-sampai ketika dia membaca
- Al-Qur'an salah, dia mendengarkan
- teguran. Hm.
- Dia mendengarkan
- teguran.
- Teguran seperti kasus yang terjadi
- ketika kita belajar di Al-Azhar.
- Seorang di saat dia membaca Al-Qur'an
- atau membaca hafalannya salah diingatkan
- dan ditegur.
- Dia tidak menyaksikan seorang pun di
- sekelilingnya tapi dia mendapatkan
- teguran. Karena hal-hal yang positif
- semacam ini tidak perlu kita khawatir.
- Yang penting kita selalu betul-betul
- berada
- pada koridor yang benar. Berjalan di
- atas jalan Allah bertakwa kepadanya.
- Insyaallah hal-hal seperti ini tidak
- akan membahayakan dirinya.
- Tapi kalau dia lupa kepada Allah
- Subhanahu wa taala, dia jauh dari Allah
- Subhanahu wa taala, maka sebagai
- gantinya yang akan datang adalah setan.
- Nah, setan bila datang pada seorang
- dalam keadaan lengah seperti ini
- bisa membuat orang tersebut merasa
- berjalan di atas kebenaran. Dia merasa
- mendapatkan karamah dari Allah padahal
- itu merupakan tipu daya setan. Nah,
- banyak orang-orang seperti ini
- dia merasa dia memiliki kelebihan
- mendengarkan bisikan-bisikan yang
- memberitahukan dia hal-hal yang akan
- terjadi.
- Hingga banyak orang terpedaya menganggap
- orang ini merupakan orang yang memiliki
- karamah dan kemuliaan. Padahal orang ini
- tidak menjalankan perintah Allah. Dia
- mengabaikan salat, dia melakukan
- perbuatan-perbuatan yang jauh dari
- keridaan Allah. Tapi masyarakat awam
- suka pada hal-hal seperti ini.
- Menganggap ini merupakan wali min
- auliyaillah. Padahal wali Allah
- Subhanahu wa taala adalah orang yang
- beriman dan bertakwa. Alladzina amanu
- wau yattaquun. Ini bisa saja seorang
- awam menjadi waliullah karena dia
- beriman dan bertakwa.
- Bisa saja seorang ulama besar ya
- merupakan musuh Allah karena dia tidak
- beramal sesuai dengan ilmunya, tapi
- menyalahgunakan ilmunya untuk
- perbuatan-perbuatan yang tidak benar.
- Jadi orang yang sering mendengarkan
- bisikan yang positif, menganjurkan dia
- bangun malam, mengingatkan dia untuk
- melakukan perbuatan baik, bahkan
- mengingatkan dirinya pada saat dia akan
- melakukan perbuatan yang salah ini
- merupakan hal yang baik.
- Oleh karena itu dalam sebuah riwayat
- bahwa manusia ini berada di antara dua
- apa? Dua bisikan. Satu yang berasal dari
- setan, satu yang berasal dari malaikat.
- Nah, tergantung bagaimana
- kepribadiannya. Kalau kepribadiannya
- kepribadiannya sejalan dengan
- nilai-nilai setan, maka setan akan
- menjadi pendampingnya, yang akan menjadi
- qarinnya. Tapi kalau dia orang yang
- beriman, yang bertakwa kepada Allah
- Subhanahu wa taala,
- orang yang mendekatkan diri kepada
- Allah, berjalan di atas kebenaran, maka
- yang akan menjadi pendampingnya adalah
- qarin minal malaikah. Yang membisikkan
- dirinya kebaikan.
- Sebagaimana kita dengar firman Allah,
- "Nahnu auliyaukum fil hayatid dunya
- wafil akhirat." Para malaikat berkata,
- "Kami yang akan menjadi wali-wali kalian
- dalam kehidupan dunia maupun dalam
- kehidupan akhirat."
- Jadi,
- hendaknya kita selalu memperhatikan
- langkah kita, sikap dan perbuatan kita.
- Dan kita harus tahu bahwasanya seorang
- yang beriman dan bertakwa kepada Allah
- selalu dikawal dan dijaga oleh malaikat
- Allah yang menjaganya silih berganti
- bergilir siang dan malam. Lahu
- muaqibatum min baini yadaihi wam khfih.
- Artinya orang-orang ya yang berjalan di
- atas jalan Allah Subhanahu wa taala dia
- akan dikawal dijaga oleh malaikat secara
- bergilir siang dan malam min baini
- yadaihi wamin khalfih baik dari
- hadapannya maupun apa maupun dari
- belakangnya kalau dalam riwayat
- disebutkan bahwa Allah subhanahu wa
- taala memiliki malaikat ya yang bertugas
- untuk menjaga hambanya yataaqabuna baili
- yang menjaga silih berganti siang dan
- malam. Nah, begitu dia berbuat aniaya,
- begitu dia meninggalkan jalan Allah,
- israr terus-menerus dalam perbuatan
- dosanya, maka sebagai pengganti malaikat
- yang meninggalkan dirinya digantikan
- oleh setan. Waliyadubillah.
- Sebagaimana firman Allah,
- wam yuikri rahman nuqayit lahuanan fahua
- lahu qarin. Barang siapa yang lengah
- berpaling, lupa untuk mengingat Tuhan
- yang maha pemurah untuk berjalan di atas
- petunjuknya, kami akan biarkan setan
- menyelimuti dirinya. Ke mana dia pergi,
- setan akan selalu mendampingi dirinya.
- Wa innahum luddunahum alisili
- waahsabunaahum muhtadun.
- Dan setan-setan dari kalangan jin dan
- manusia ini ya selalu berupaya untuk
- memalingkan mereka dari jalan Allah dan
- membuat mereka apa? Walaupun berpaling
- meninggalkan jalan Allah, mereka merasa
- diri mereka dalam kebenaran.
- Jadi kesimpulannya [berdehem]
- seseorang bisa saja dia berkawan dengan
- setan kalau perbuatannya dan tingkah
- lakunya sejalan dengan setan. Tapi bisa
- saja orang tersebut didampingi oleh
- Allah, dikawal oleh para malaikatnya,
- mengarahkan dia ke arah yang baik dan
- positif kalau perbuatan dan perilakunya
- sejalan dengan keridaan Allah Subhanahu
- wa taala. Nah, kita berharap
- mudah-mudahan ibu ini [mendengus] ya
- berjalan di atas jalan Allah Subhanahu
- wa taala, mengerjakan salat dengan baik,
- berbuat kemuliaan tinggal dia berupaya
- untuk mempelajari Al-Qur'an. bagaimana
- dia membaca Al-Qur'an dengan baik. Ini
- penting sekali bagi setiap muslim karena
- Al-Qur'an merupakan rukun iman.
- Kalau orang bisa mempelajari matematik,
- fisika, kimia, dan berbagai macam
- pengetahuan,
- masa tidak mampu untuk mempelajari
- Al-Qur'an. Padahal Quran lebih mudah
- untuk dipahami. Bahkan Allah permudah
- bagi siapa saja yang mau mengambil
- pelajaran daripadanya. Jadi, Mas
- Krishna, ibu kita hendaknya diarahkan
- untuk belajar membaca Al-Qur'an.
- Karena Al-Qur'an akan menjadi pelindung
- baginya, akan menjadi cahaya yang
- menerangi dirinya dan juga rahmat yang
- akan selalu turun kepadanya.
- Juga membaca terjemahannya
- kalau perlu di tengah-tengah
- keluarganya, anak-anaknya membacakan
- terjemahan dari ayat yang tidak jelas.
- Dia bisa bertanya kepada mereka-mereka
- ya. mengkhususkan di dalam mempelajari
- Al-Qur'an. Wallahuam.
- Baik, demikian tadi jawaban untuk Ibu
- yang datang ke Rasil dari Sukabumi ya.
- Kemudian dari Bapak Akim. Asalamualaikum
- Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Saya bertanya, "Seberat apa hukum
- hukumnya makruh?" Yang saya tahu makruh
- itu sesuatu yang dibenci. Tapi kenapa
- masih banyak kaum muslimin yang
- melanggar dan merasa ringan melakukannya
- seperti merokok misalnya dan sebagainya?
- Mohon penjelasannya, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana zidna ilman wa alhikna
- bisolihin.
- Setiap orang
- melakukan sesuatu sesuai dengan
- kecondongannya Mas Krishna.
- Kalau orang kecondongannya pada
- kebaikan,
- hatinya betul-betul mencintai Allah,
- merindukan juga kebahagiaan, keselamatan
- di hari akhir, maka automatically
- ucapan, perbuatannya, sikapnya semua
- akan mengarahkan dia ke sana.
- Tapi kalau seseorang
- jiwanya dikuasai hawa nafsu,
- mencintai dunia, melebihi kecintaannya
- kepada Allah dan hari akhir,
- maka orang semacam ini dengan sendirinya
- apa? Dia akan berjuang, berusaha
- melakukan apa-apa yang dicintai dalam
- hatinya.
- Walaupun
- harus melanggar apa yang dilarang oleh
- Allah. Jangankan yang makruh, yang haram
- pun bisa dilanggar. Sebagaimana
- mereka-mereka yang berusaha tidak peduli
- halal haram, mereka terjang karena apa?
- Kecintaannya pada dunia. Mungkin di
- hatinya ada cinta pada Allah, tapi
- kecintaan kepada dunia lebih besar.
- Begitu [mendengus] juga seorang yang
- mencintai seorang wanita.
- Dia orang yang seorang muslim, dia
- salat, dia beribadah,
- tapi dia bisa melakukan perbuatan zina.
- Bahkan dia bisa berzina dengan wanita
- yang statusnya sebagai apa? Wanita yang
- sudah bersuami.
- Dua-duanya mengaku sebagai orang Islam.
- Tapi karena apa? Karena jiwanya dikuasai
- nafsu angkara murka membuat akalnya
- tidak berfungsi.
- Dia tidak malu dan tidak berpikir
- tentang akibat dan resikonya.
- Sebagaimana cerita yang kita dengar,
- seorang
- dokter yang sedang mengambil ee
- spesialis anestesi di ee Rumah Sakit
- Hasanuddin
- Bandung ya.
- Dia bisa melakukan perbuatan yang tidak
- patut. Seorang laki-laki dalam keadaan
- membutuhkan darah.
- Seorang dokter menawarkan kepada anak
- perempuannya
- untuk mengambil darahnya demi membantu
- orang tuanya. Ternyata dokter ini
- membius
- perempuan ini kemudian diperkosa.
- Innalillahi
- sedang viral pada saat ini.
- Dia padahal seorang yang sedang
- mengambil spesialis anestesi
- bisa melakukan perbuatan semacam ini.
- Bahkan apa? CCTV ya merekam semua
- perbuatan.
- Ya Allah.
- Ada cerita bahkan ada teman yang
- melakukan bersama-sama.
- Dia tidak mempedulikan sama sekali
- perbuatannya. Pada dia sudah beristri,
- sudah beranak. Bapaknya pun seorang
- dokter spesialis anak.
- Bisa melakukan perbuatan seperti ini
- karena kehilangan akal sehat. Dan ini
- bukan hanya terjadi pada nonmuslim,
- terjadi pada orang Islam juga. Begitu
- dia kehilangan akal sehatnya,
- jiwanya dikuasai nafsu angkara murka.
- Jangankan hanya sekedar yang makruh,
- yang haram juga bisa dilakukan.
- Oleh karena itu, bagaimana kewajiban
- kita ini berusaha untuk menjaga
- betul-betul hati kita dengan mendekatkan
- diri kepada Allah, menumbuhkan kecintaan
- di hati kita pada Allah dan rasa takut
- dari akibat buruk di hari akhirat
- melebihi cinta kita kepada kehidupan
- dunia ini. Melebihi takutnya kita dari
- berbagai macam ancaman-ancaman yang
- bersifat duniawi. [mendengus] Karena ini
- yang bakal menentukan nasib kita. Oleh
- karena itu Allah berfirman, "Innamal
- mukminunalladzina
- idza dukirallahu wajilat qulubuh." Orang
- yang benar-benar beriman bila disebutkan
- nama Allah, hati mereka akan bergetar.
- [mendengus]
- Ada rasa rindu ada juga takut. Ada harap
- dan takut. Harapnya mendorong dirinya
- untuk berlomba-lomba mendekatkan diri
- kepada Allah, mengerjakan amalan saleh.
- Takutnya mengekang dirinya dari
- perbuatan yang tidak patut hingga hari
- demi hari akalnya tumbuh dalam keadaan
- sempurna. [mendengus]
- Waidza tuliat alaihim ayatuhu zadathum
- imana. Bila dibacakan ayat-ayat Allah,
- imannya bertambah. Waaihim yatawakalun.
- Dan mereka hanya bersandar berserah diri
- kepada Tuhan mereka. Jadi kita tidak
- akan berbicara mengenai yang makruh.
- Kenapa ya kok banyak orang masih
- melakukan perbuatan yang dibenci? Tapi
- kita berusaha untuk mengingatkan diri
- kita, saudara kita untuk betul-betul
- menjaga kebersihan hatinya. Menembuhkan
- ketakwaan dan kecintaan kepada Allah
- melebihi cintanya kepada selainnya.
- Insyaallah ini akan menjadi solusi yang
- akan betul-betul mengeluarkan dia. Bukan
- hanya dari perbuatan yang makruh, bahkan
- dari kebiasaan kebiasaan yang buruk yang
- diharamkan Allah, insyaallah Allah akan
- jauhkan daripadanya.
- Jadi kalau kita ee ditanya, "Kenapa
- masih banyak orang yang melakukan
- perbuatan yang makruh?"
- Semua itu tergantung bagaimana hatinya.
- Sebagaimana Nabi katakan, dalam tubuh
- manusia terdapat segumpal daging. Kalau
- dia sehat, seluruh tubuhnya akan sehat.
- Bila dia sakit, maka seluruh tubuhnya
- juga akan sakit. Ala wahiyalqbu.
- Ketahuilah dia adalah jantung.
- Jantung ini ya yang
- betul-betul memiliki peran yang vital
- dalam apa? Dalam memumpah darah ke
- seluruh tubuh yang membawa oksigen,
- nutrisi, dan lain sebagainya.
- Sebagaimana jantung bagi tubuh manusia,
- begitu juga hati dan jiwa. Kalau dia
- sehat, maka pandangannya, ucapannya,
- sikap, dan gerak-geriknya juga akan
- sehat. Tapi kalau hatinya sakit atau
- jiwanya sakit, maka yang akan keluar
- dari dirinya semuaalah
- perbuatan-perbuatan yang tidak benar.
- Jadi, mari kita jaga kesehatan jiwa kita
- sebagaimana kita menjaga kesehatan
- jantung kita. Mudah-mudahan Allah juga
- jaga ucapan, perbuatan dan sikap kita.
- Wallahuam.
- Baik, selanjutnya
- dari Bapak Dayat. Asalamualaikum, Ustaz
- Husein.
- Waalaikumsalam.
- Ustaz, zikir apa yang dibacakan yang
- secara singkat apabila kami sedang
- berada di airport atau di terminal
- supaya tidak ketinggalan. Jadi zikir
- singkat apa yang ee membadai, Ustaz?
- [berdehem]
- Banyak zikir ya yang singkat
- [mendengus] ya. yang tidak sama sekali
- memberatkan kita harus memegang buku.
- Di antaranya subhanallah,
- alhamdulillah,
- lailahaillallah,
- Allahu Akbar. Kita ulang ya sambil kita
- resapi.
- Di saat kita membaca subhanallah berarti
- kita mensucikan Allah Subhanahu wa taala
- dari sifat kurang, dari sifat-sifat yang
- tidak layak bagi Allah.
- Allah Subhanahu wa taala maha suci dari
- segala kekurangan.
- [mendengus] Dia merupakan zat yang maha
- pengasih, penyayang, yang maha adil,
- yang maha bijaksana, tidak pernah
- berbuat aniaya kepada hamba-Nya.
- Walhamdulillah.
- Di sini kita mempersembahkan puja-puji
- kita kepada Allah semata.
- [mendengus]
- Karena seluruh kesempurnaan, seluruh
- kebaikan, seluruh kemuliaan, karunia,
- anugerah ya, demikian pula kedamaian
- yang terdapat di langit maupun di bumi
- dan seluruh isinya semua berasal dari
- Allah Subhanahu wa taala. Sedangkan
- kerusakan, keburukan berasal dari
- pelanggaran dan perbuatan manusia, tidak
- kembali kepada Allah.
- di saat seorang hamba hatinya selalu
- bertasbih, mensucikan Allah, memuji
- Allah, kemudian
- dia membaca kalimat tauhid
- lailahaillallah
- akan membebaskan diri dari ketakutan
- dan harapan kepada selain Allah. Karena
- Dialah satu-satunya ilah, pencipta,
- penguasa, pengatur, pemelihara di langit
- maupun di bumi. Dia tidak gentar kepada
- selain Allah karena semuanya tunduk di
- bawah kekuasaan Allah.
- Subhanallah, walhamdulillah
- lailahaillallah Allahu Akbar. Kemudian
- kita membesarkan dan mengagungkan Allah.
- [mendengus] Hingga di hati kita yang
- kita rasakan hanya kebesaran Allah. Kita
- tidak membesarkan diri kita atas orang
- lain, tidak membesarkan juga orang lain
- atas diri kita. Akan memberikan rasa
- aman di hati kita.
- Setelah itu kita beristigfar.
- Subhanallah, walhamdulillah,
- lailahaillallah, Allahu Akbar.
- astagfirullahaladzim
- wa atubu ilaih atau astagfirullahaladzim
- li waliwalidaiya
- wali ahli baiti walil mukminina wal
- mukminat. Dia mohon ampun untuk dirinya,
- untuk kedua orang tuanya, untuk
- keluarganya,
- untuk seluruh kaum mukminin dan
- mukminat. [mendengus] Setelah itu baca
- selawat kepada Rasulullah. Selawat lebih
- dulu kemudian istigfar. Allahumma sholli
- ala Muhammadin wa ali Muhammad
- kama shaita ala Ibrahim wa ali Ibrahim
- wabarik ala Muhammadin wa ali Muhammad
- kama barakta ala Ibrahim wa ali Ibrahim
- fil alamina innaka hamid majid. Kita
- ulang berulang-ulang. Subhanallah,
- walhamdulillah lailahaillallah Allahu
- Akbar.
- Setelah itu Allahumma sholli ala
- Muhammad. Kemudian astagfirullahaladzim
- li waliwalidai wali baiti walil
- mukminina wal mukminat. Ini doa-doa yang
- amat indah. Sayidah Fatimah alaihialatu
- wasalam [berdehem]
- yang setia mendampingi Rasul sebagai
- putri juga dan kecintaan Nabi kita.
- [mendengus]
- Anak-anak beliau merupakan kecintaan
- nabi kita.
- Beliau bekerja keras ya, memasak,
- kemudian juga membuat roti.
- Tidak seperti saat ini semua menggunakan
- peralatan yang canggih dulu. Mereka
- harus [berdehem] menjemur, menumbuk,
- menyaring, mengayak, kemudian baru
- mereka membakar juga dengan sarana
- [berdehem] yang sederhana. Hingga tubuh
- beliau karena mengurus urusan rumah
- tangga dan anak-anaknya kurus dan lemah.
- Imam Ali datang kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam untuk memohon
- agar beliau memberikan dia seorang
- pembantu
- untuk membantu tugas [mendengus] yang
- dilakukan putrinya. Tapi begitu beliau
- melihat kondisi keadaan Rasulullah dan
- rumahnya yang sederhana, semua juga
- dilakukan oleh Rasul seorang diri ya
- beliau merasa malu. Akhirnya beliau
- kembali ke rumah. Tidak lama Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam menyusul
- kemudian bertanya kepada Ali, "Apa yang
- di hati kamu yang ingin kamu ucapkan?"
- Akhirnya beliau menerangkan tentang
- kondisi putrinya Fatimah.
- Kalau bisa Rasulullah memberikan dirinya
- seorang pembantu yang meringankan
- bebannya. Rasulullah langsung memanggil
- putrinya. "Mau tidak aku tunjukkan kamu
- yang lebih baik dari seorang pembantu?"
- sang putri dengan sendirinya [berdehem]
- menyambut dengan gembira. Lalu
- [mendengus] beliau mengajarkan untuk
- membaca subhanallah 33 kali.
- Alhamdulillah juga demikian. Kemudian
- subhanallah, alhamdulillah ya Allahu
- Akbar sebagaimana yang dilakukan dalam
- salat. Tasbih,
- tahmid [berdehem] dan apa? Dan ee ee
- takbir. Subhanallah. Subhanallah.
- Alhamdulillah. Alhamdulillah. Allahu
- Akbar. Allahu Akbar.
- Ini akan menjadi pengganti kamu,
- pembantu kamu dalam tugas-tugas yang
- kamu lakukan. Sayidah Fatimah menerima
- apa yang diajarkan Rasul membacanya.
- Mulai saat itu dia merasakan semua
- bebannya menjadi ringan. Dan saya ingat
- ketika saya berangkat haji
- sekitar 20 tahun yang lampau, [berdehem]
- saya kebetulan
- berdampingan dengan seorang ibu yang
- sudah tua,
- usianya mungkin mendekati 80 tahun, 70
- sekian tahun begitu.
- Pada saat tawaf ifadah betul-betul penuh
- berjejal-jejal.
- [mendengus]
- Kita bersama seorang wanita.
- Alhamdulillahirabbil alamin.
- Yaakallah
- yang sudah cukup tua. Kita bisa
- bayangkan di tengah hari karena kita
- harus meninggalkan ee Makkah, kita ingin
- melakukan tawaf.
- Pada saat tersebut saya teringat kepada
- doa yang diajarkan Rasul kepada Sayidah
- Fatimah. [mendengus]
- Kita bersama-sama sambil membaca
- subhanallah, alhamdulillah,
- lailahaillallah, Allahu Akbar. Allah
- kasih subhanallah di tengah suasana yang
- berjenjal-jejal,
- panas, terik. Allah ringankan semua itu
- seolah-olah kita berjalan di tempat yang
- kosong.
- [mendengus]
- Jadi ee siapa saja yang katakan ya dia
- berada di perjalanan atau menghadapi
- tugas yang berat atau di kendaraan
- sebagai zikir untuk menjauhkan dia dari
- bisikan-bisikan yang tidak baik. Baca
- subhanallah, alhamdulillah,
- lailahaillallah, Allahu Akbar.
- Kemudian Allahumma sholli ala Muhammad
- wa ali Muhammad astagfirullahaladzim
- sambil mohon kepada Allah agar Allah
- Subhanahu wa taala membantunya dalam
- segala urusannya memudahkan semua
- pekerjaannya. Ini merupakan zikir-zikir
- yang mudah, sederhana bahkan saya pada
- saat tawaf, pada saat sai yang saya baca
- hanya ini. Baru setelah itu, setelah
- kelar kita berdoa kepada Allah Subhanahu
- wa taala. lebih baik daripada kalau kita
- memegang buku sambil bertawaf dan bersai
- akhirnya membuat kita tidak khusyuk
- di tengah-tengah suasana yang ramai.
- Tapi kalau sambil berjalan subhanallah,
- alhamdulillah, lailahaillallah, Allahu
- Akbar, Allahumma sholli ala Muhammad wa
- ali Muhammad astagfirullahaladzim,
- kita rasakan betul-betul
- bala bantuan pertolongan Allah akan
- datang menolong kita semuanya.
- Wallahuam.
- Baik. Ee
- saya lanjut dari
- ee
- Bapak Pepen Supendi. Asalamualaikum
- Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi wabar.
- Ustaz mohon maaf seorang imam salat
- fardu di masjid mengucapkan takbir pada
- hari Idul Fitri sampai hari ke berapa?
- [mendengus]
- Biasanya pada salat e begitu. Idul Fitri
- [berdehem] beda dengan Idul Adha. Dia
- dalam Idul Fitri biasanya begitu selesai
- salat Idul Fitri maka [berdehem]
- takbirnya berakhir.
- Selesai salat Idul Fitri ya
- takbir [berdehem] yang disunahkan
- berakhir. Tapi bukan berarti orang
- dilarang untuk bertakbir.
- Orang dalam suasana gundah, suasana
- resah, ya suasana gelisah. Di saat dia
- membaca takbir, ya. Sambil memuji Allah,
- dia merasakan hatinya damai. Tapi takbir
- yang mustahab bagi mereka yang merayakan
- hari raya Idul Fitri. Begitu selesai
- khotbah dan salat, maka takbir yang
- mustahab tersebut berakhir. Tapi dia
- bisa bertakbir ya membesarkan,
- mengagungkan Allah pada setiap saat.
- [berdehem]
- Kemudian berkaitan dengan Idul Adha,
- sebagaimana kita tahu
- kita ya
- biasanya bertakbir
- dari mulai hari [berdehem] Arafah ya
- kita sudah bertakbir sabihat hari Arafah
- pagi di hari Arafah kita bertakbir
- kemudian berakhirnya ya pada waktu apa?
- Pada waktu asar hari ke-13.
- H. Jadi sampai terbenam matahari ya kita
- masih bisa bertakbir. Begitu terbenam
- matahari di hari ke-13 maka takbir yang
- mustahab telah apa? Telah berakhir.
- Karena jadi dari mulai pagi hari Arafah
- ya, kemudian
- hari nahar
- kemudian apa? 11 12 13. Nah, pada hari
- ke-13 ya ee hari apa namanya? hari pada
- hari tasyriknya
- begitu berakhir hari tasyrik tersebut
- dengan terbenamnya matahari maka
- berakhirlah takbir. Jadi setelah salat
- asar kita masih bisa bertakbir sampai
- mendekati magrib.
- Begitu masuk magrib maka berakhirlah
- waktu takbir kita. Ada perbedaan dalam
- permulaan apakah dari mulai pagi hari
- Arafah bagi jemaah haji atau bukan yang
- pergi haji ini merupakan hal yang
- sepede. Tapi yang jelas takbir itu dan
- tahmid boleh kita lakukan setiap saat.
- Sebagai contoh kita katakan melakukan
- perjalanan dalam kesepian sambil
- bertasbih Allahu Akbar Allahu Akbar
- menjadi bekal yang amat indah bagi kita
- semuanya. Tapi bukan hal yang mustahab
- ya.
- kecuali pada hari ee dimulai dari hari
- Arafah hingga akhirnya hari tasyrik.
- Begitu juga pada saat ee imam naik ke
- atas mimbar hingga selesainya salat,
- maka berakhirlah takbir pada hari raya
- Idul Fitri. Wallahuam.
- Baik, selanjut dari Ibu Vivi Luthfi.
- Asalamualaikum, Ustaz Husein.
- Iya. Waalaikumsalam.
- Ustaz, zikir apa yang dapat melupakan
- segala kesalahan diri ini dalam kita
- menjalani hidup dan kehidupan? Kemudian
- ee di pertanyaan lain di Al-Qur'an
- disebutkan, [berdehem] "Zikirlah kamu
- dengan sebanyak-banyak zikir." Tapi di
- dalam hadis kan dibatasi untuk salat ada
- 33 kali, ada yang 40 kali, ada yang 17
- kali. Itu bagaimana, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Ya
- ayyuhalladzina amanukurullahazikron
- katsir wasabbihuhu bukratan wasila."
- Hendaklah kalian banyak-banyak berzikir,
- mengingat Allah pagi dan petang dan
- bertasbih. E banyak-banyaklah kalian
- berzikir kepada Allah atau
- sebanyak-banyaknya kalian berzikir dan
- hendaklah kalian bertasbih
- mensucikan, mengagungkan Allah pagi dan
- petang.
- Pagi kita dimulai dengan tasbih. Pada
- saat petang juga ditutup dengan tasbih.
- Kemudian hati kita berzikir kepada Allah
- dengan zikir yang bermacam-macam. Salat
- zikir, membaca Al-Qur'an juga z
- zikir.
- Zikir. Demikian pula kita bertasbih,
- bertahmid, bertakbir juga merupakan
- zikir. Nah, kalau seandainya
- ada amalan-amalan yang mustahab kita
- baca setelah salat tasbih yang sebanyak
- 33 kali, ya. Begitu pula tahmid,
- kemudian takbir, setelah itu ditutup
- dengan lailahaillallah wahdahu la
- syarikalah. Ini bukan berarti kita
- dibatasi hanya sampai di sana.
- H gitu
- ya. Ini merupakan hal yang mustahab kita
- lakukan setelah salat. Tapi di luar
- salat, di luar salat ya jangan kita
- berhenti untuk mengingat Allah. Cuma
- apa? Tidak ee diatur dengan aturan
- tertentu, tapi bebas kita berzikir
- kepada Allah. Jadi jangan mengatakan
- bahwasanya berzikir, bertasbih,
- bertahmid di luar salat melebih 33 kali
- itu merupakan bidah. Tidak. Ini bukan
- merupakan bidah. Kita diberikan
- kebebasan berzikir kepada Allah
- Subhanahu wa taala sesuai dengan keadaan
- kondisi kita. Baik itu merupakan zikir
- yang tadi kita sebutkan subhanallah,
- walhamdulillah, lailahaillallah, Allahu
- Akbar. Berselawat dan beristigfar. Nah,
- bagi orang yang gundah hatinya,
- tambahkan la ilahailla anta subhanaka
- inni kuntu minadzalimin. Dengan doa ini
- Allah selamatkan Nabi Allah Yunus ya
- dari cobaannya dalam perut ikan dan
- Allah hilangkan kesedihannya. Fanajinahu
- minal gam. Kami selamatkan dia dari
- kesedihan dan dukanya. Jadi ee jangan
- kita beranggapan di luar zikir ya dan
- amalan salat yang mustahab yang
- diajarkan oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam. Kita enggak
- boleh di luar itu melakukan salat atau
- berzikir kepada Allah. Contoh ada sunah
- rawatib ya setelah ee sebelum subuh.
- Kemudian juga ada qabliah, ada ba'diah,
- baik itu salat zuhur, qabliah, salat
- asar, ya. Kemudian juga ada ba'diah
- salat magrib, begitu pula isya. Ini
- bukan berarti di luar ba'diah qabliah
- tersebut yang ratib, kita enggak boleh
- mengerjakan salat. Contohnya orang
- setelah menjel melakukan salat-salat
- rawatib
- kemudian dia melakukan qiamulail katakan
- sebanyak 20 rakaat, 30 rakaat, 40 rakaat
- itu hak dia. Enggak boleh kita melarang.
- Araitalladzi yanha abdan sha. Apa kamu
- tidak melihat orang yang
- menghalang-halangi orang yang ingin
- salat? Tapi kalau orang mau bermaksiat
- atau melakukan kezaliman, itu yang kita
- hindari.
- dengan syarat mas dengan syarat dia
- tidak menetapkan sebagai satu ketetapan
- dan keharusan. Kalau dia menetapkan,
- menjadikannya sebagai satu keharusan
- bagi dia maupun bagi keluarganya, bagi
- masyarakatnya, ini merupakan apa?
- Menetapkan sesuatu tanpa seizin Allah.
- Tapi kalau masing-masing
- memperbanyak salat, berzikir kepada
- Allah Taala di luar zikir-zikir yang
- mustahab, itu merupakan hal yang baik.
- Sebagaimana firman Allah,
- udurullahaikran kat wasabbihuhu bukratan
- wasila. Cuma sayang sungguh sayang,
- sebagian
- orang-orang yang berilmu ternyata
- pandangan mereka sempit. Beranggapan di
- luar yang mustahab itu kalau dia
- melakukan salat melebihi katakan 11
- rakaat dianggap merupakan bidah.
- Begitu juga di luar rawatib dia
- beranggapan ini merupakan satu bidah.
- Kenapa orang yang mau mendekatkan diri
- kepada Allah kamu halang-halangi?
- Sedangkan orang yang melakukan kezaliman
- kamu diamkan duduk berpangku tangan.
- Mereka membiarkan bagaimana Zionis
- melakukan pembantaian di Gaza
- tidak mengururkan tangan mereka
- memberikan bantuan. Lalu mereka sibukkan
- umat dengan hal-hal yang sama sekali
- tidak bermanfaat.
- Ini jelas-jelasan sikap semacam ini
- melay melayani Zionis, membantu mereka
- memecah belah kesatuan umat Islam dan
- meninggalkan saudara-saudara kita yang
- membutuhkan bantuan. Jadi di luar amalan
- yang mustahab ya yang menjadi satu hal
- yang ratib, kebiasaan kita bisa berzikir
- kapan saja, siang, malam, di daratan,
- maupun di lautan. Kita memohon kepada
- Allah Subhanahu wa taala dengan doa-doa
- yang betul-betul menunjukkan harapan
- kita kepada Allah dan takutnya itu
- merupakan amalan yang dicintai Allah
- subhanahu wa taala. Jadi tadi bagi yang
- berduka baca la ilahailla anta di
- samping subhanallah alhamdulillah
- lailahaillallah Allahu akbar bacalah
- lailahailla anta. Oleh karena itu Abu
- Abdillah Asshadiq mengatakan ajaban
- dakwati Yunus. Sungguh menakjubkan doa
- Yunus.
- Awaluhu tauhid. Dimulai dengan tauhid.
- La ilahailla anta.
- Waatuhu tasbih. Tengah-tengahnya dia
- mensucikan Allah bahwa bencana yang
- menimpa dirinya bukan karena Allah
- berbuat zalim, tapi karena dia
- meninggalkan perintah Allah. Wa akhirut
- bidzambi. Dan akhir ditutup dengan
- pengakuan terhadap dosa yang dilakukan.
- Ini doa yang amat indah. La ilahailla
- anta subhanaka inni kuntu minadzalimin.
- Dimulai dengan tauhid kemudian tasbih.
- Penutupnya adalah pengakuan dosa.
- Insyaallah duka [berdehem] lara kita,
- kesedihan kita. Cobaan yang kita hadapi
- dengan membaca ini akan hilang
- insyaallah.
- Baik ustaz. Tidak ada ibu lain juga yang
- punya kasus yang sama itu sering
- dibisikin untuk hal tapi hal-hal yang
- positif ya. Kemudian bahwa siaran ini
- ada di YouTube. Silakan Anda like and
- share di YouTube ya. H silakan kalau
- yang enggak dengar di radio bisa di
- YouTube. Sebik pertanyaan selanjutnya
- dari Bapak Hadi di Pejaten. Asalamu
- Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Mohon pencerahannya bagaimana hukum
- salat bagi orang yang sakit yang tidak
- lepas dari pampers najisnya selalu
- nempel.
- Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Ma
- ja'ala alaikum fiddini min haraj." Pada
- akhir suratul Haj, Allah tidak
- mengadakan kesempitan dalam agama.
- Begitu juga Allah berfirman, "Yuridullah
- bikumul yusro wala yuridu bikumul usro."
- Allah menginginkan segala kemudahan bagi
- kalian dan tidak menginginkan kesulitan
- bagi kalian.
- [mendengus]
- Orang yang tidak mampu salat berdiri
- dapat duduk,
- tidak bisa duduk berbaring.
- Tidak bisa menggerakkan tubuhnya dengan
- isyarat matanya dan hatinya.
- Tidak mampu berwudu, dia bisa
- bertayamum. Kedua-duanya tidak mampu,
- tidak bisa berwudu, tidak bisa juga
- bertayamum.
- Karena kedua-duanya tidak ada. Dia bisa
- melakukan salat dalam keadaan faqidut
- thuhrain. Artinya dia bukan dalam
- keadaan suci, baik dengan wudu maupun
- apa dengan tayamum. Dia dapat salat. H.
- Begitu juga seorang ya yang katakan
- tidak lepas dari pampers di mana buang
- air kecilnya atau buang air besarnya.
- Ya, terkadang keluar pada saat dia
- salat. Ini namanya orang yang bukan
- melakukan dengan sengaja, tapi kondisi
- fisiknya karena tua, karena gangguan
- penyakit dia dapat salat atau orang yang
- menampung katakan air seninya di
- penampungan atau darahnya atau
- kotorannya.
- Orang seperti ini bisa melakukan salat
- sebagaimana yang dia mampu setelah dia
- bersuci, berwudu atau bertayamum. Dan
- insyaallah salatnya tidak kurang
- pahalanya dibandingkan orang yang salat
- bagaimana Islam? Dalam keadaan yang
- normal. Dan perlu dia tahu bahwa dalam
- perutnya pun setiap saat terdapat
- kotoran baik yang padat maupun yang
- yang cair kan. Cuma berada dalam
- perutnya belum keluar. Jadi pada saat
- tersebut dirinya juga sebetulnya bukan
- dalam keadaan suci secara sempurna
- karena dalam tubuhnya terdapat kotoran
- padat maupun cair.
- Betul gak?
- Nah, bagi orang yang berada dalam
- kondisi katakan salis ball yang
- kencingnya tidak berhenti atau katakan
- apa dia tidak mampu untuk menahan
- kentutnya,
- tidak mampu juga untuk menahan buang air
- besar, sebentar-sebentar tut tut enggak
- berhenti sama sekali. Orang seperti ini
- setelah berwudu silakan salat, silakan
- salat.
- Tinggal dia salat. Nah, dia berwudu
- untuk setiap salat. Berwudu untuk setiap
- salat. Nah, kalau dia sakit dia boleh
- menjamak zuhur, asar sekaligus magrib
- isya. Kalau sulit baginya dia berwudu.
- Kemudian salat zuhur asar dan salat
- magrib isya. Ma jaala ma ja'ala alaikum
- fiddini min. Allah mengatakan fainna
- maal usri yusra. Inna maal usri yusra.
- Jadi apa yang menyempitkan kita langsung
- diluangkan oleh Allah.
- Hingga pada saat darurat pun kita boleh
- memakan sesuatu yang diharamkan Allah
- untuk menyelamatkan diri kita. Tapi yang
- tidak boleh kita menyepelekan hukum dan
- aturan Allah pada saat biasa
- dengan alasan innallaha gfurur rahim.
- Kita dalam keadaan normal. Kita enggak
- boleh menyepelekan. Kalau hati kita
- beriman, bertakwa, kita akan
- berhati-hati. Tapi pada saat kita sempit
- dalam keadaan tidak berdaya atau
- daruatan, Allah berikan kemudahan.
- amasa kalau satu urusan menyempit
- langsung dia meluas. Faal usri yusra in
- maal usri yusra. Jadi Bapak atau Ibu
- yang mengalami kondisi seperti ini tidak
- perlu merasa risih. Setelah dibersihkan
- dirinya dia berwudu salat untuk apa? Dia
- berwudu untuk setiap salat yang
- dilakukan. Jadi cukup bagi dia satu wudu
- untuk zuhur ya. Satu wudu untuk asar
- bareng-bareng. Jadi zuhur dia katakan
- wudu pada waktu zuhur dia salat zuhur
- sama asar sekaligus. Nanti pada saat
- salat magribnya dia ganti pampersnya
- bersihkan dirinya berwudu kembali salat
- magrib dan isya.
- H
- bersama-sama. Wallahuam. Mungkin cukup
- sampai sini ya.
- Oke. Iya. Pertanyaan berikutnya panjang
- juga nanti jawaban ini. Oke, B untuk ee
- Abu Al ya mohon maaf tidak bisa
- karena Ustaz Husin hari ini menjadi
- khotbah ee khatib Jumat di Masjid
- Silaturahim.
- Terima kasih Ustaz Husein. Mohon maaf
- untuk Anda yang WA-nya belum sempat kami
- jawab. Insyaallah di waktu kami akan
- jawab ya. Baik, terima kasih lagi Ustaz
- Husin. Saya Muhammad Krishna Saputra dan
- ALGI mohon pamit. Wabillahi taufik
- walayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Subhanakallah wabihamdik