Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala
- yang tengah mendengarkan kami baik itu
- lewat radio maupun Rasil TV via YouTube
- Rasil. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Bahagia sekali kami dapat
- hadir di tengah-tengah ruang dengar
- ikhwan dan akhwat. Seperti biasa, hari
- Jumat siang kita akan mengikuti kajian
- bersama guru kita, Ustazah Herlini Amran
- yaitu fikih wanita. Dan kita akan sapa
- terlebih dahulu beliau yang berada di
- seberang sana. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullah
- wabarakatuh. Alhamdulillah sehat, Mbak
- Alin.
- Alhamdulillah luar biasa. Allahu Akbar.
- Masyaallah.
- Ustazah juga sehat.
- Alhamdulillah. Mudah-mudahan semua yang
- berada bersama kita semuanya sehat
- walafiat ya, Mbak ya.
- Insyaallah. Insyaallah. Baik, Ustazah.
- Ee insyaallah dalam kurang lebih 90
- menit ke depan tema yang kita akan bahas
- yaitu ee belajar dari Maryam binti
- Imran. Tafadalul Ustazah.
- Ya. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahilaminam
- yaana
- Allah yair
- Allahidina
- Muhammadin wa alihi
- aj.
- Mudah-mudahan kita di hari Jumat yang
- dimuliakan Allah ini Allah senantiasa
- melimpahkan semua karunia, rahmat,
- kesayang, dan keberkahan untuk kita
- semua. Insyaallah mudah-mudahan yang
- sehat, yang sakit diberikan kesehatan,
- yang sulit diberikan jalan keluar, yang
- baik, yang terhimpit hutang semoga Allah
- mudahkan membayar hutangnya, yang
- memiliki hajat yang banyak semoga Allah
- ee berikan karniakan kemakbulan
- hajat-hajatnya.
- Hari ini kita akan belajar dari Maryam
- binti Imron ya. Bagaimana beliau namanya
- diabadikan, kisahnya diabadikan di dalam
- Al-Qur'an. Ya, kalau kita tidak membaca
- Al-Qur'an, kalau kalau kita tidak
- diberikan Al-Qur'an, barangkali kita
- tidak mengetahui seperti apa ee Maryam
- binti Imran ini ee memiliki kehidupan
- yang luar biasa.
- Dalam surat atahrim ayat 12illahirin.
- [berdehem]
- Jadi Allah memberikan kita ee ingatlah e
- Maryam binti Imron yang memelihara
- kehormatannya. Kami titipkan, kami
- tiupkan ruh wafah nafi kami. Jadi ruh
- ruh dititipkan dalam rahimnya. Ee kita
- tahu ya bagaimana ibu ee Maryam binti
- Imron ini, Bunda Maryam ini tidak
- memiliki suami ya. Nah, Maryam ini
- membenarkan kalimat Rabbnya,
- kitab-kitabnya, dan dia termasuk orang
- yang ee taat. Ya, jadi kisah tentang
- Maryam binti Imron ini kalau kita
- menyebut Bunda Maryam mudah-mudahan
- tidak membayangkan yang lain ya. Bunda
- Maryam ini ee putri dari Imran ya. Dan
- dalam Al-Qur'an suratnya surah Ali
- Imran. Nah, kisah dalam Al-Qur'an ini
- bukan sekedar narasi sejarah ya, tapi
- syarat dengan pengajaran ya. Banyak
- hikmah yang dapat kita ambil dari kisah
- hidupnya dan ini merupakan petunjuk
- hidup kita ya. Makanya Allah
- menyampaikan ee kisah-kisah,
- cerita-cerita tentang orang-orang
- sebelum Rasulullah di masa lalu itu
- sebenarnya tidak hanya sekedar tahu aja,
- oh begitu ya. Tidak. Tapi di sini
- merupakan bagian dari ee seseorang itu
- agar mampu menjalani jalan yang benar.
- Ya, artinya apa? Kisah yang diceritakan
- Allah dalam Al-Qur'an itu sebenarnya
- untuk menguatkan hati orang beriman.
- bagaimana Allah misalnya ya ee
- mengungkapkan kisah tentang ee para
- anbiya sebelumnya ya, bagaimana supaya
- hati Rasulullah dan pengikutnya itu agar
- tetap teguh dan ee istikamah dengan
- perjuangan dakwah ini. Jadi
- cerita-cerita yang dikisahkan dalam
- Al-Qur'an ini itu untuk membuat
- keteguhan ya. Ya
- dan semua kisah-kisah dari para rasul,
- orang-orang terdahulu kami ceritakan
- kepadamu itu agar kisah itu
- supaya hati kalian itu teguh. Jadi
- kisah-kisah ini penguat ya bagi kita.
- Mudah-mudahan tetap istikamah di jalan
- kebenaran. Sebagaimana nabi-nabi yang
- terdahulu juga menghadapi tekanan, ujian
- dan yang sangat berat dari kaumnya. Jadi
- kisah yang ee di dalam Al-Qur'an itu
- menjadi ibrah buat kita ya, menjadi
- pelajaran ya. Yaqim
- ibrah liulil albab. Jadi pelajaran. Nah,
- untuk ee kesempatan kali ini tentu kis
- kita mengambil ibrah ee pelajaran dari
- ee Maryam binti Imron ya. Jadi memang
- ketika ee apa namanya kisah-kisah ini
- Allah sampaikan dalam Al-Qur'an ini,
- Allah ingin menunjukkan pola tetap dalam
- kehidupan sunatullah ya. Jadi
- memperkenalkan sunatullah dalam
- kehidupan. Siapa yang taat akan
- ditolong, diberi keberkahan. Siapa yang
- ingkar pasti akan ditimpa azab. Bahwa
- kesabaran itu selalu ee mendatangkan
- kemenangan dan pertolongan Allah. Nah,
- jadi ini memperkenalkan sunatullah dari
- kisah-kisah hidup ini ee termasuk juga
- untuk pendekatan diri kita kepada Allah
- ya. Ya. Jadi ini ee kita mudah-mudahan
- dalam membahas kisah Maryam binti Imron,
- Bunda Maryam ini kita ee memiliki ee
- kekuatan ya, keteguhan, kekokohan dalam
- menjalani ujian-ujian ee hidup di dunia
- ini dan juga sebagai pendekatan diri
- juga kepada Allah ya. Kisah-kisah yang
- diceritakan itu kan untuk supaya kita
- kuat. Bagaimana mereka bersabar dengan
- ujian Allah, bagaimana mereka kembali
- kepada Allah ya. Nah, kita mengambil
- ibrah bagaimana kita bisa mampu
- mengikuti mereka ya dalam kesabaran dan
- menyadari kelemahan diri kita ya. Ee
- jadi kisah ini sekali lagi ee yang
- diceritakan Allah dalam Al-Qur'an ini
- adalah cermin kehidupan ya. pasti banyak
- mengandung nasihat, peringatan, motivasi
- ya, petunjuk ya agar kita istikamah ya.
- Maka oleh karena itulah Ibnu Qayyim
- Aljauziyah mengatakan hati manusia itu
- lebih lebih condong kepada kisah senang
- senang cerita gitu ya. Senang kisah maka
- Allah ee memenuhi walaupun tidak
- semuanya ya sebagian besar dalam
- Al-Qur'an itu kisah-kisah yang menggugah
- hati dan untuk menanamkan keimanan.
- kayaknya enggak ada manusia enggak
- senang cerita ya kisah cerita gitu ya.
- Nah, saat ini kita akan menceritakan ya
- berkisah belajar ya bagaimana ee Ibunda
- Maryam binti Imron ya, bagaimana ee
- beliau ini menjadi teladan kita ya
- karena beliau adalah sebaik
- sebaik-baiknya wanita ya ee di seluruh
- dunia itu termasuk beliau. Ada beberapa
- poin kita mengambil ee pelajaran dari
- [berdehem] kisah Ibunda Maryam ya.
- Maryam binti Imron ini. Yang pertama
- yang kita jadikan ee pelajaran buat kita
- bahwa ee hukum sebab akibat itu berlaku
- untuk manusia tapi tidak berlaku untuk
- Allah. Ya, maksudnya gimana sih? Allah
- menetapkan hukum alam ini untuk mengatur
- ciptaannya kan. tapi bukan untuk
- membatasi kekuasaannya. Jadi hukum sebab
- akibat itu hanya untuk manusia ciptaan
- Allah, tapi tidak berlaku untuk Allah.
- Misalnya sebagaimana Allah menciptakan
- Nabi Adam tanpa ayah, tanpa ibu. Bagi
- Allah mudah. Allah misalnya menciptakan
- Hawa, ibunda Hawa dari apa? Dari tulang
- rusuk Nabi Adam kan ya. Dari tulang
- rusuk Nabi Adam itu dari ayah tanpa ibu
- gitu ya. maksudnya dari dari seorang
- laki-laki. Sebagaimana Allah juga
- menciptakan Nabi Isa Alaih Salam ee
- putra Maryam dari ibu tanpa ayah. Jadi
- artinya apa? Artinya hukum sebab akibat
- itu hanya berlaku buat manusia, tidak
- berlaku buat Allah. Ya, semuanya ini
- menjadi tanda-tanda kebesaran Allah dan
- bukti keagungannya.
- Nah, dari situ kita mengambil ibrah
- pelajaran ya. Jadi ee walaupun ee ini
- adalah mukjizat, tapi kita bisa
- mengambilkan mengambil pelajaran apapun
- yang Allah lakukan kun fayakun.
- Kekuasaan Allah itu tanpa batas. Jadi
- kita tidak boleh membatasi kekuasaan
- Allah. Ya. Jadi ini yang pertama ibrah
- yang kita ambil dari kisah ee Ibunda
- Maryam ya, Bunda Maryam. Kemudian yang
- kedua,
- pelajaran atau kita bisa belajar dari ee
- Ibunda Maryam binti Imron ini adalah
- bahwa doa orang tua itu adalah panah
- yang tidak meleset apa? Panah yang tepat
- sasaran. Tidak pernah ee keluar dari
- sasaran tepat. Ya, maksudnya apa?
- Maksudnya orang tua itu kalau berdoa itu
- masyaallah makbul ya. ya doa e apa
- namanya do apa namanya walidain itu ya
- ee layar tidak akan tertolak. Jadi oleh
- karena itu jangan pernah mendoakan
- anak-anak kita kecuali dengan kebaikan.
- Gimana kita mengambil ibrahnya? Misal
- kita tahu dalam Al-Qur'an sejak ibunda
- Maryam masih baik baru lahir tuh ya
- ibunya Hana istri Imran itu ya kan
- berdoa dalam surat Ali Imran ayat 36 wa
- inni uiduha bikaataha
- minasyaitanirjim
- ya ketika lahir tuh kan penginnya sih
- laki-laki ternyata
- unsa gitu ya dan aku namakan dia Maryam
- inir
- doa Ibu, doa ibu. Jadi kata ibunda ee
- ibundanya ee ibunda Hana, ibundanya ee
- Maryam ini, "Aku mohon perlindungan-Mu
- ya Allah untuk anakku ini ee dia dan
- keturunannya itu dari godaan setan yang
- terkutuk. Baru lahir diiringi dengan
- doa." Masyaallah. Jadi kita tahu
- kekuatan doa orang tua itu luar biasa.
- Doa orang tua kepada anaknya [berdehem]
- seperti doa Nabi kepada umatnya. Maka
- kita lihat bagaimana ibunda Maryam
- setelah pada saat hidupnya ketika awal
- kehidupan itu diiringi dengan doa ya
- setan pun enggak pernah bisa menemukan
- jalan untuk menggoda Ibunda Maryam ya.
- Bahkan dari keturunannya itu lahir
- seorang nabi ya yang termasuk Ulul Azmi.
- Nah, jadi memang ini kita belajar dari
- kisah Ibunda Maryam ini yaitu iringi
- anak-anak kita dengan doa. Ya, doa itu
- insyaallah dikabulkan Allah walaupun
- tidak sekarang mungkin nanti. Maka
- hati-hati dalam ee berkata-kata terhadap
- anak-anak kita ya. Padahal kata-kata itu
- dicatat ya secara umum semua manusia itu
- kalau ngomong dicatatibun.
- Setiap lafaz ucapan yang kita ucapkan
- itu kan dicatat malaikat rqib ati itu
- manusia secara umum. Apalagi ibu,
- apalagi orang tua. Maka oleh karena itu
- mari kita doakan anak-anak kita dengan
- doa yang baik ya. Mudah-mudahan kita pun
- jadi anak yang saleh salihat. Jangan
- pernah menyakiti hati orang tuh yang
- namanya manusia juga ya. Kadang-kadang
- keluar kata-kata yang tidak baik ya.
- Oleh karena itu dari kisah ibunda Maryam
- ini kita belajar bahwa doa orang tua itu
- adalah ee makbul ya. Maksudnya panah
- yang tidak meleset terus artinya
- insyaallah akan ee kena nantinya ya.
- Jadi pelajaran luar biasa nih ya
- bagaimana sejak dalam janin itu sudah
- diproyeksikan oleh ibunya. Jadi Bunda
- Hana Istri Imron ini sudah punya
- proyeksi anak yang dia kandung ini akan
- penginnya menjadi anak yang saleh ya.
- Maka di ee nazarkanlah sejak dalam
- kandungan dibesarkan dalam keadaan yang
- baik ketika lahir dihantarkan diiringi
- dengan doa gitu ya. Ini yang kedua
- kita belajar dari kisah ibunda Maryam
- binti Imran. Yang ketiga,
- bahwa hati itu harus penuh pengabdian
- kepada Allah. Maksudnya gimana sih? ee
- kita tahu
- hati itu harus tunduk kepada Allah,
- patuh ya, konsisten dalam ibadah, ikhlas
- dalam ketaatan. Pokoknya hati apalagi
- kan dibuktikan dengan perbuatan ya,
- bagaimana ee ibunda Maryam ini semakin
- lembut hatinya dalam ibadah tuh semakin
- kuat mengikatnya dengan kehendak Allah.
- Ya, maka kita lihat dalam surat Ali
- Imran ayat 43 ya. Ya Maryamnuti lobbiki
- wasjudi warqai maariqiin.
- Wahai Maryam, taatlah kepada Rabbmu,
- sujudlah dan rukuklah bersama
- orang-orang yang rukuk. Ini perintah
- Allah kepada ibunda Maryam. Ya Maryam
- langsung tuh ya uknuti lirbiki.
- Jadi Allah memerintahkan kepada ibunda
- Maryam untuk taat total kepada Allah.
- tunduk patuh sepenuhnya konsisten dalam
- ibadah ikhlas dalam ketaatan. Jadi
- ketaatan itu bukan sekedar ritual aja ya
- ee apa semacam ee ya begitu aja kita
- ibadah ritual. Tapi ketaatan itu adalah
- sikap hati yang penuh pengabdian kepada
- Allah yang dibuktikan dengan ee gerak ya
- amal ya. Nah, jadi perintah uknuti alqut
- ya. Jadi, masyaallah ee dari ibunda
- Maryam kita belajar bahwa kita harus
- mengikuti beliau dalam ketaatan dan
- tunduk sepenuhnya kepada Allah. Ya. Jadi
- ee dalam ayat ini kan ya Maryam uqnuti
- lirabbiki wasjudi gitu ya. Sujudlah.
- Jadi sujud itu sebagai puncak ibadah ya
- itu menunjukkan posisi kita tuh yang
- terdekat dengan Allah. Jadi Allah
- mengajarkan kita untuk selalu
- merendahkan diri di hadapannya ya.
- Karena kemuliaan itu datang dari
- kerendahan hati. Masyaallah. Nah, di
- ayat ini juga kita e temukan juga warai
- warai maariqiin.
- Rukuklah bersama orang-orang yang rukuk
- gitu. Jadi bersama orang-orang yang
- rukuk artinya apa? Pentingnya salat
- berjamaah dan kebersamaan dalam ibadah.
- Jadi enggak sendirian tuh diperintahkan
- bersama rukuk ee bersama orang-orang
- yang rukuk. Jadi artinya di sini Allah
- memerintahkan ibunda Maryam itu untuk
- rukuk bersama orang-orang yang rukuk
- meskipun dia adalah seorang wanita ya.
- Masyaallah. Jadi ibadah bersama jemaah
- ini memperkuat ukhuwah kita, menumbuhkan
- rasa kebersamaan kita dan menunjukkan
- bahwa ketaatan tuh bukan untuk
- menyendiri tapi ketaatan itu adalah
- bagian dari umat yang taat. Jadi
- bagaimana kita bisa menjadi bagian dari
- umat yang berjamaah gitu [berdehem] ya.
- Kemudian juga kita dari ee
- ee dari sabda Allah ini ya, perintah
- Allah ee firman Allah ini ya. Ya
- Maryamnuti ini kita mengambil pelajaran
- bahwa wanita juga diperintahkan loh
- menjaga ibadah lahir dan batin. Lihat
- ibunda Maryam, dia menjaga kesuciannya
- tapi juga diperintahkan untuk salat,
- sujud, rukuk. Itulah sebabnya kita patut
- bersyukur bahwa Islam itu mengangkat
- harkat memuliakan wanita, mengajarkannya
- ibadah sama dengan laki-laki sederajat
- di sisi Allah. Enggak ada bedanya dalam
- hal ibadah. Dan ibadah ini sebagai
- bekal. Bekal menghadapi ujian besar.
- Karena ayat ini ya Maryamiki
- wasudi warqai maari ini turun sebelum
- ibunda Maryam itu mendapatkan atau
- menghadapi ujian sangat besar. Ujian
- sangat besar ya. Bagaimana bisa hamil
- tanpa suami? Jadi ini kita bisa
- merasakan ya bagaimana berat penderitaan
- yang dirasakan oleh ibunda Maryam ya.
- Itu
- orang artinya beliau ini kan di mihrab
- ya, beribadah kepada Allah. Eh,
- tahu-tahu hamil. Masyaallah, itu luar
- biasa loh. Apa namanya mentalnya itu ya
- diuji banget. Jadi ketaatan yang kuat
- itu dipersiapkan dulu sebelum menghadapi
- ujian. Maka iman yang kokoh itu dibangun
- sebelum ujian, bukan saat ujian itu
- datang. Ya. Jadi dengan beribadah,
- memperkokoh keimanan itu ketika ujian
- datang tuh mampu untuk menghadapinya.
- Maka ee di sini kita belajar dari kisah
- Ibunda Maryam ya, bagaimana ketaatan
- beliau kepada Allah. Itu yang ketiga lah
- kita belajar dari ibunda Maryam.
- Yang keempatnya
- ee kita bisa belajar dari Bunda Maryam
- binti Imron, Maryam binti Imran bahwa
- seorang mukmin itu tempat berlindung
- pertamanya itu adalah Allah. Masyaallah.
- Kenapa tempat berlindung pertamanya itu
- adalah Allah? Karena kita tahu ya ketika
- malaikat Jibril itu kan datang kepada
- Nabi ya berupa manusia ya ketika beliau
- ee di mihrabnya ya ee ketika mendapatkan
- ee malaikat Jibril ini mendapatkan
- perintah Allah untuk ee apa memasukkan
- roh ya meniupkan roh di rahimnya ya.
- Jadi ee itu kita lihat bagaimana ketika
- malaikat Jibril yang datang menyerupai
- manusia itu kata pertama ibunda Maryam
- itu bukan menyebut Nabi Zakaria yang
- membimbingnya, yang menjaganya tuh ya
- ataupun para rahib-rahib ulama-ulama
- yang dulu tuh pernah berebut ya ingin ee
- merawat, ingin ee membesarkan ee ibunda
- Maryam ini ya yang dalam surat Ali Imran
- ayat 44 itu ya wadah
- kamu tidak hadir bersama mereka. Ini
- kepada Rasul disebutkan ya ketika mereka
- dulu berebut ya sampai melemparkan anak
- panah untuk mengundi siapa di antara
- mereka yang akan memelihara Ibunda
- Maryam. Itu dulu tuh para ulama-ulama
- mereka berebut ya. Nah, ibunda Maryam
- ini ketika mendapatkan ee apa? Jibril
- datang berupa manusia itu enggak
- menyebut ee enggak memanggil
- ee Nabi Zakaria atau yang lain-lainnya.
- Tapi Maryam ini, ibunda Maryam ini
- berkata ketika malaikat Jibril datang
- menemuinya dalam rupa seorang laki-laki
- yang sempurna itu Allah abadikan dalam
- surat Maryam ayat 18. Inni azubirahmani
- minka. Masyaallah. Sesungguhnya aku
- berlindung kepada Allah yang maha
- pengasih darimu. Jadi, ibunda Maryam ini
- ketika ee datang seorang laki-laki yang
- sepertinya laki-laki kan berupa manusia
- tuh malaikat Jibril tuh ya itu langsung
- berlindung kepada Allah. Jadi ini
- benar-benar kita mengambil hikmah dari
- sini bahwa refleks ya seorang mukmin itu
- ketika ada hal-hal yang dia rasakan
- bahaya itu dia langsung ingat kepada
- Allah ya. Makanya ibunda Maryam nih
- tidak panik atau berteriak, takut
- langsung apa tapi langsung mengucapkan
- doa perlindungan. Ya bayangkan aja dalam
- kondisi beribadah karena beliau itu kan
- dinazarkan untuk beribadah ya ada
- mihrabnya khusus untuk ibadah. Datang
- laki-laki datang berupa manusia itu
- langsung ibunda Maryam itu berlindung
- kepada Allah. Jadi di sini kita
- mengambil pelajaran bahwa ketika
- menghadapi fitnah atau ancaman tentu
- kita harus istighasah meminta
- pertolongan kepada Allah sebelum mencari
- pertolongan manusia. Ya. Nah, kita lihat
- juga bagaimana ibunda Maryam itu menjaga
- kehormatannya ya. Ee itu kan menjaga
- kehormat itu kan yang paling penting,
- yang paling utama. Bagaimana ibunda
- Maryam ini segera melindungi dirinya
- dari kemungkinan fitnah dan dan
- godaan-dodaan. Karena kan beliau enggak
- tahu yang datang itu adalah malaikat
- Jibril. Kan beliau enggak tahu karena
- beliau melihatnya seperti manusia ya
- manusia e seperti sosok rupa manusia.
- Maka di sini kita mengambil pelajaran
- bahwa seorang wanita yang beriman itu
- harus sigap menjaga ifah, menjaga
- kesucian diri dan tidak membiarkan
- peluang terjadinya kemungkaran. Jadi
- jangan pernah murah memberikan diri kita
- ini kepada laki-laki mana pun sebelum ee
- disahkan oleh agama. Jangan jual murah,
- gampang dipegang-pegang. Itu namanya
- tidak menjaga kehormatan. Ya,
- nauzubillah minzalik. Jangan sampai
- menjadi perempuan-perempuan yang gampang
- dipegang, disentuh ya sebelum menikah
- sudah enggak suci lagi. Nauzubillah. Itu
- bukanlah sosok seorang ee muslimah yang
- beriman. Nah, lihatlah ibunda Maryam ya.
- Wala tuh sebenarnya walaupun yang datang
- itu malaikat ya kan beliau enggak tahu
- tapi beliau reflek langsung berlindung
- kepada Allah. Nah, kemudian kalau kita
- lihat ee apa namanya? Inni ehm
- minka inkuntaqiah itu kan ee bunyi
- ayatnya ya. Nah, ungkapan intaatiah ini
- mengajak bagaimana ee ibunda Maryam ini
- mengajak orang lain kepada takwa,
- ketakwaan secara halus. Inuntaq. Kalau
- kamu bertakwa kepada Allah, jauhi aku.
- Gitu ya. Jadi ini bagaimana ibunda
- Maryam menegur atau mengingatkan orang
- lain dengan kata yang lembut tapi tegas.
- Ya. Jadi ee beliau tuh menyadarkan agar
- orang itu menyadari kesalahannya,
- kesadarannya. Ya. Jadi inunta taqiya.
- Kalau kamu bertakwa pada Allah, jauhi
- aku. Ini pelajaran buat kita ya seorang
- muslimah. Jaga harga diri, kehormatan
- kita, kemuliaan kita. Jangan pernah
- siapapun yang bukan mahram pernah
- menyentuh ee tubuh kita ya. Nah,
- kemudian juga dari sini dari ayat ini
- inni au minka intaq dan seterusnya itu
- ya. Ini hikmah yang kita ambil adalah
- kita belajar bagaimana memiliki adab
- berbicara dengan lawan jenis. Ya, ibunda
- Maryam ini berbicaranya
- singkat, jelas, penuh kehormatan, tanpa
- basa-basi yang bisa membuat ee terbuka
- pintu fitnah. Ini kan jelas ya, inni
- azubirahmani minka gitu ya. Aku
- berlindung kepada Allah darimu gitu ya.
- Itu bahasanya singkat padat ya. Nah, di
- sini Islam mengajarkan kita untuk
- komunikasi menjaga batas ya. terutama
- saat situasi berisiko. Jadi jangan
- sampai sudah enggak ada orang ngomongnya
- lembut, ya datanglah setan untuk
- menggoda, ya. Nah, di sini ee bagi kita
- yang ee mempelajari kisah tentang Ibunda
- Maryam ini tentu menjadi ee pelajaran
- buat kita pertama-tama ketika menghadapi
- situasi yang sangat berbahaya yang akan
- ee berdampak kepada hidup kita, maka
- pertama-tama kembali kepada Allah. Baru
- setelah itu minta tolong kepada manusia
- ya dengan adab dan segala macamnya. Ini
- dari sini Subhanallah ya. Ibunda Maryam
- ini memberikan kita ee pelajaran itu
- yang keempat ya. Keempat apa kelima ya
- Mbak? Yang kelima saya lupa yang ke yang
- kelima.
- Yang kelima itu ee hikmah yang kita
- ambil, pelajaran kita ambil dari ee
- Maryam binti Imron adalah bahwa manusia
- itu tetaplah manusia walaupun imannya
- setinggi apapun.
- Ketika ibunda Maryam melahirkan anaknya,
- ya kita bisa bayangkan ya kondisi
- psikologis gitu ya ee jiwa dan raganya
- seorang yang perempuan taat yang
- salihah, tahu-tahu hamil itu
- masyarakatnya apalagi orang Yahudi tuh
- aduh menuduhnya tuh berzina apa segala
- macam ya. Nah kalau yang Nasrani itu
- saking memuliakannya dianggap Tuhan ya
- ini semuanya tuh berlebihan ya tapi kan
- itu membuat yang mengingkari kan membuat
- kita aduh bagaimana perasaan gitu ya.
- Nah, ketika ibunda Maryam ini melahirkan
- anaknya, kalimat pertama yang dia
- ucapkan adalah apa? Ya laitani
- surat Maryam ayat 23. Yaitani, wahai,
- alangkah baiknya aku mati sebelum ini
- dan menjadi sesuatu yang tidak
- diperhatikan dan dilupakan.
- Aku tuh tidak e dilupakan. Jadi betapa
- perasaan ibunda Maryam ini ya ketika
- melahirkan anak tanpa bapak. Ya Allah
- luar biasa ya. Walaupun imannya tinggi
- ya betapaap pun tinggi imannya tapi yang
- manusia tetap manusia. Salah besar jika
- kita mengira iman membuat seseorang
- seperti malaikat. Salah besar. Ya
- mungkin kita mengira, "Ah, kalau imannya
- sudah tinggi sudah kayak malaikat aja.
- Enggak ada rasa takut, enggak ada rasa
- cemas, enggak sedih, pokoknya imannya
- tinggi. Enggak. Itu salah besar loh. Ya
- walaupun imannya tinggi, sebagai manusia
- kan ada dong rasa-rasa sedih, dukacita,
- kan bukan malaikat. Iman itu hanya
- menundukkan. Iman itu hanya memurnikan
- dan membimbing. Jadi pada saat itu
- ibunda Maryam itu seorang manusia yang
- tahu betapa berat ujian yang beliau
- hadapi. Betapa kejamnya manusia menuduh
- beliau dengan perempuan yang murahan ya,
- hamil tanpa suami dikiranya berzina. Itu
- ujian berat loh. Ujian yang
- sangat-sangat berat. Padahal
- sehari-harinya itu beribadah kepada
- Allah, menjaga diri, menjaga kesucian.
- Wah, kok enggak pernah ketemu ee
- laki-laki, tahu-tahu hamil. Itu berat
- itu. Nah, kemuliaan di sisi Allah itu
- tidak menghalangi ujian. Justru ujian
- itu adalah tanda cintanya Allah. Ya,
- jadi kita melihat ya bagaimana berat
- ujian yang dirasa oleh ibunda Maryam ya.
- Jadi kita pahami ya bahwa seorang yang
- imannya tinggi itu bisa aja merasa ingin
- lepas dari ujian karena beratnya beban.
- Aduh, ya Allah pengin walaupun imannya
- kuat gitu. Maka ungkapan ibunda Maryam
- itu ya laitani tadi ya mittu qobla hadza
- wauntu nasan mansia ya. Ya wahai Allah
- coba aku mati alangkah baiknya aku mati
- sebelum ini dan menjadi e yang dilupakan
- orang enggak diingat-ingat lagi. Nah
- jadi yang diungkapkan ibunda Maryam ini
- bukan keluhan kepada makhluk tapi
- jeritan hati yang sampai kepada Allah.
- diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur'an
- itu bukan bukan keluhan kepada manusia
- kan kita boleh mengeluh kepada Allah kan
- Allah yang menciptakan kita. Adukan
- semua susah duk sedih kita kepada Allah.
- Doa dan curhat kepada Allah itu adalah
- pelipur larah hati ketika
- tekanan-tekanan hidup itu memuncak. Nah,
- setelah Ibunda Maryam mengucapkan ini,
- Allah langsung menghibur dan memberi
- pertolongan melalui malaikat. Ya, saat
- hampir menyerah pertolongan Allah datang
- sangat dekat. Jadi pertolongan Allah itu
- datang setelah titik terendah. Jadi
- kisah ini bisa menjadi hiburan buat kita
- ya. Bagi siapa saja yang merasa difitnah
- padahal enggak bersalah, merasa di ee
- caci maki, merasa di pokoknya di
- benar-benar dalam kondisi kita tuh
- sebenarnya enggak salah tapi orang
- menghujat kita, memfitnah kita, membenci
- kita. Nah, ini kisah ini. Inilah kepada
- Allah. Mintalah kepada Allah. Ngadulah
- kepada Allah. Jadi, pelajaran kita
- belajar ee dari kisah Ibunda Maryam ini
- bahwa bangun kekuatan iman sejak awal
- itu melalui apa? Melalui ibadah rutin
- sebelum ujian datang. Jadi dari sekarang
- nih kita mulai bangun dekatkan diri
- kepada Allah ya. Jadi pada saat ujian
- datang tuh kita sudah siap menghadapinya
- ya. Karena tidak ada manusia yang tidak
- diuji. Semua manusia pasti diuji sesuai
- dengan kondisinya ya, sesuai dengan ee
- keimanannya. [berdehem]
- Maka kita jaga, kita bangun keimanan
- kita dengan ibadah-ibadah rutin. Jangan
- pernah meninggalkan ibadah-ibadah wajib.
- Kalau bisa tambah dengan ibadah sunah.
- Kemudian menjaga kehormatan diri. Ya,
- kita sebagai muslimah belajar dari
- ibunda Maryam bagaimana beliau menjaga
- dirinya. Kita juga menjaga diri kita
- tidak hanya di dunia nyata, tapi juga di
- dunia maya. Maksudnya apa? Kehormat
- kehormatan manusia itu mahkota yang
- tidak ternilai. Maka jaga itu ya kan ada
- yang menyangka, "Wah, kalau di dunia
- maya mah enggak ada yang kenal. Siapa
- bilang gitu ya." Apapun jejak dan bekas
- kita yang kita berikan ke mana pun, di
- mana pun itu akan menjadi bukti kita
- nanti akan bersaksi terhadap kita ya.
- Kemudian libatkan Allah dalam setiap
- situasi.
- Jadi ee dengan ibunda Maryam ini kan
- selalu ya kembali kepada Allah, curhat
- kepada Allah, ngeluhnya kepada Allah,
- sepertinya rasa sedihnya diungkapkan
- kepada Allah. Maka kita libatkan Allah
- dalam setiap situasi baik itu bahagia
- ataupun genting. Pokoknya semua situasi
- kondisi kita hadirkan Allah di dalamnya.
- Dan tidak putus asa ya saat ujian berat
- menimpa kita. Bahkan titik terendah
- dalam ujian yang kita rasakan itu bisa
- jadi sebagai pembuka awal pintu
- pertolongan Allah. Yang penting terus
- libatkan Allah, terus tidak putus asa
- dengan ujian itu. Terus minta kepada
- Allah. Dan ee dari kisah ini kita bisa
- ee mengambil pelajaran ya ee berbicara
- dengan hikmah agar menjaga kehormatan
- dan mengingatkan orang lain untuk
- bertakwa ya. Nah, sampai di sini Mbak
- nanti kita sambung lagi ya Mbak ya.
- Baik. Masyaallah, Ikhwan dan Akhwat,
- telah kita ikuti bersama pemaparan ee
- Ustazah Herini Amran mengenai belajar
- dari Bunda Maryam. Oh, tidak boleh Bunda
- agar tidak salah paham. Namun sebenarnya
- tidak apa juga ya, Ustazah ya, karena
- memang Bunda itu bukapan untuk ee apa?
- Ibu yang kita hormati. Baik, kami undang
- Ikhwan dan Akwat untuk menyampaikan
- pertanyaannya. Seperti biasa, nomornya
- tidak berubah di nomor WhatsApp
- 0811999720.
- Insyaallah ustazah akan menjawabnya.
- Namun setelah jeda nasyid berikut ini,
- [musik]
- Radio Silaturahim juga Rasil TV 720.
- Ikhwan dan akhwat saat ini menyimak
- fikih wanita bersama Ustazah Herlini
- Amran. Tema kita adalah belajar dari
- Maryam binti Imran. Sudah enam
- keteladanan yang telah dipaparkan oleh
- Ustazah dan insyaallah ada 10. Baik,
- kita persilakan untuk sisanya. Tafad
- dulu, Ustazah
- ya. Bismillahirrahmanirrahim. Tadi baru
- lima kayaknya Mbak ya. Sekarang yang
- keenam ya.
- Ee
- iya saja.
- Bahwa dunia itu adalah tempat usaha.
- Kita tinggal di dunia ini ya tempat usah
- sebagai asbab. Misal ini kisah Ibunda
- Maryam ya. Bila Allah mau itu Allah bisa
- aja memberikan ibunda Maryam ini makanan
- tanpa usaha sedikit pun. Apalagi saat
- itu ee ibunda Maryam ini kan sangat
- lemah ya selepas melahirkan gitu ya.
- Tapi Allah memerintahkannya
- goyangkan pangkal pohon kurma itu ke
- arahmu. Niscaya pohon itu akan
- menggugurkan buah kurma yang masak
- kepadamu. Nah, itu kan kan Allah maha
- tahu. Ibunda Maryam tuh enggak akan
- mampu menggoyang pohon kurma. Apalagi
- pohon kurma itu berapa orang laki-laki
- besar aja berapa yang banyak tuh goyang
- juga sulit ya karena kokoh sekali.
- Apalagi seorang perempuan yang lemah.
- Allah tahu tapi Allah ingin mengajarkan
- kita bahwa berusahalah sebisa mungkin
- semaksimal mungkin. Berusaha yang
- penting berusaha karena usaha itu tidak
- menambah rezeki dan berdiam diri itu
- tidak menguranginya. Tapi dunia ini
- berjalan dengan sunatullah. Ya, jadi
- artinya ini sudah sunatullah,
- berusahalah. Nah, jadi hikmah yang kita
- ambil dari ee kisah ibunda Maryam ini
- bahwa ikhtiar itu tetap diwajibkan
- walaupun pertolongan Allah itu dekat.
- Ya, secara fisik ibunda Maryam tuh
- enggak mungkin kan menggoyang
- menggoyangkan kurma, pohon kurma itu.
- Tapi Allah memerintahkan untuk berusaha.
- Goyangkan wahzi ilaiki goyangkan gitu
- ya. Jadi dalam Islam tawakal itu selalu
- disertai usaha ya. Keajaiban [berdehem]
- itu pasti datang setelah ikhtiar. Nah,
- jadi Allah memberi rezeki melalui sebab
- yang kadang sebab itu enggak masuk akal
- juga ya. Tapi kan yang penting usaha.
- Pohon kurma itu enggak bisa dijatuhkan
- buahnya hanya dengan digoyangkan saja.
- Dia harus ee dengan berusaha keras ya.
- Tapi kan usaha di sini ya. Nah, jadi
- artinya di sini bahwa Allah Maha Kuasa
- memberi rezeki dengan cara yang tidak
- terdoga. Ya, jadi ee yang jelas
- bagaimana kita diperintahkan untuk
- berusaha dan pertolongan Allah itu
- datang tepat sesuai kebutuhan. Ibunda
- Maryam itu mendapatkan makanan bergizi
- dan air yang segar saat paling lemah.
- Ya, maka Allah memberikan bantuan yang
- spesifik, tepat, cukup bagi hambanya.
- Masyaallah, luar biasa. sesuai dengan
- kebutuhan yang dibutuhkan hambanya.
- Kemudian juga bagaimana hikmah yang kita
- ambil dari kisah Ibunda Maryam ini
- adalah mengajarkan bahwa kesabaran itu
- dalam kesulitan tuh harus ibunda Maryam
- itu sendirian kan. Ya Allah gimana tuh
- ya sendirian enggak? Oh sedih banget ya
- kalau kita bayangkan ya dengan ujian
- yang sangat berat. Mungkin ujian kita
- tuh enggak seberapa dibandingkan ujian
- yang dialami oleh ibunda Maryam ya.
- Padahal seorang muslimah, salihah, taat
- ya, kerja hidupnya tuh hanya ibadah,
- dikasih Allah hamil. Ya Allah, ya. Nah,
- beliau itu berada dalam kesendirian,
- tapi Allah mengatur semua dukungan dari
- makanan, minuman, sampai penghiburan
- hati ya. Jadi, saat manusia itu
- meninggalkan kita, Allah tetap mencukupi
- kita. Ya, jadi ini simbol ya, bahwa
- hidup itu butuh ee keseimbangan doa dan
- kerja. yakin Allah selalu membersamai
- kita ya. Bagaimana ee perpaduan antara
- ikhtiar, usaha, rahmat Allah. Intinya
- yakin bahwa Allah bersama kita.
- Innallaha maana. Itu yang keenam.
- Kemudian yang ketujuh bahwa diam itu
- bukan selalu lemah, bukan pula kalah.
- Ya. Ya kan kadang orang tidak akan
- mendengarkan kecuali yang ingin mereka
- dengar. Ya, misalnya ketika mereka
- berkata kepada Maryam ee kan mereka tuh
- ee apa namanya? mempertanyakan ibuna
- Maryam ya Harun gitu. Kamu kok punya
- anak? Bagaimana kok tiba kok melahirkan
- gini ya? Nah, ibunda Maryam hanya
- menjawab iniah
- ya.
- Sesungguhnya aku bernazar berpuasa tidak
- bicara ya untuk Allah yang maha
- pengasih. Maka hari ini aku tidak akan
- berbicara dengan siapapun. Jadi dihujat
- ibunda Maryam ini kan sudah melahirkan
- anak laki-laki itu ini. Wah pokoknya
- benar-benar deh ya. Kamu tuh bukan
- keturunan yang yang tidak benar. Kamu
- tuh keturunan yang baik. Kamu tuh ini
- siapa nih? Bagaimana gitu ya. Nah Ibunda
- Maryam menjawab, "Aku bernazar puasa
- nazar tidak bicara e karena Allah ya
- untuk Allah. Dan hari ini aku tidak akan
- bicara dengan siapapun." Ya sudah diam.
- Maka kita mengambil hikmah bahwa diam
- dalam kebijaksanaan itu lebih lantang
- dari ribuan kata. Ya, J memerintahkan
- ibuna Maryam ini untuk tidak membela
- diri dengan kata-kata karena pembelaan
- itu datang dari Allah. Itu kan mukjizat
- ya Nabi Isa alaihi salam ya. Jadi kita
- ambil hikmah bahwa kadang diam itu lebih
- kuat daripada 1000 kata ya. Terutama
- jika Allah akan yang akan membuktikan
- kebenaran tersebut. Jadi pelajaran yang
- kita ambil adalah kendalikan emosi di
- saat fitnah. Menahan bicara di tengah
- tuduhan itu ujian berat ya. Tapi itu
- menenangkan hati sebenarnya. Jadi
- kesabaran dan kendali diri itu adalah
- senjata dalam menghadapi fitnah yang
- menimpa kita. Ya. Jadi mudah-mudahan ee
- kalau enggak kalau enggak kuat itu ya
- pasti wah aku tuh begini aku pokoknya
- membela dirilah ya kan. enggak akan kena
- juga, enggak akan masuk juga ketika pada
- saat kita lagi emosi itu membalas
- kata-kata tuduhan orang ya. Jadi diam
- itu lebih ee baik ya untuk ee menahan
- diri itu ya. Itu yang ketujuh. Yang
- kedelapan pelajaran yang kita ambil dari
- kisah Ibunda Maryam ini adalah
- menghadapi masalah itu dengan tenang dan
- bijak. Jadi jangan membalikkan dunia
- hanya karena satu musibah saja. Ketik
- walau ibuna Maryam ini memeluk seorang
- bayi tanpa ayah, tapi walaupun usianya
- masih muda ya masyarakat itu menghakim
- menghakiminya tapi dalam momen itu eh
- Allah mengatakan kulli wasrobi waqori
- aina. Makanlah, minumlah dan
- tenangkanlah hatimu. Masyaallah ini
- hiburan dari Allah ya. Jadi ternyata
- Allah itu menjaga hambanya yang taat ya.
- Setelah melalui proses melahirkan yang
- sangat berat, Allah perintahkan ibunda
- Maryam makan, minum dari rezeki yang
- sudah dikaruniakan. Jadi, Allah tidak
- hanya memberikan ujian, tapi juga
- menyediakan kekuatan dan pemulihan bagi
- hambnya. Ya, itu ee yang penting kan
- tadi hatinya bergantung kepada Allah,
- ya. Jadi, inilah pentingnya istirahat
- dari ketenangan setelah ujian ya. Waqori
- aina. Tenangkanlah hatimu. Bersenanglah,
- legaklah, bebaskan dari rasa takut,
- pokoknya tenang ajalah gitu ya. Jadi
- Islam mengajarkan kita ya setelah kita
- berusaha keras dalam perjuangan
- menghadapi ujian, tuduhan dan segala
- macam, kita perlu loh ada hati yang
- berhak mendapatkan istirahat dan
- ketenangan hati itu adalah dengan
- mengingat Allah dan itu adalah rezeki
- yang tidak ternilai. Ya. Jadi memang
- masyaallah ya ee ibunda Maryam ini
- dengan kondisi yang seperti itu hatinya
- Allah berikan ketenangan, rida dengan
- Allah ya setelah kesabaran yang dia dia
- alami. Itu yang keedelapan. Jadi
- menghadapi masalah itu dengan tenang,
- bijak, hati langsung terhubung kepada
- Allah. Itulah betapa rahimnya Allah,
- betapa sayangnya Allah kepada kita ya.
- Bagaimana mengajarkan kita untuk tidak
- membiarkan satu masalah itu
- menghancurkan seluruh hidup kita.
- Tenanglah, Allah kan bersama kita.
- Masyaallah. Innamal usri yusro. Setiap
- kesulitan itu pasti ada kemudahan ya.
- Jadi setelah taat ya dalam ibunda Maryam
- ini kan taat ya kemudian diberikan ujian
- beliau sabar dan kemudian Allah berikan
- hadiah ketenangan hati.
- Kemudian yang kesembilan, hikmah yang
- kita ambil adalah bahwa pertolongan
- Allah tuh datang dari arah yang tidak
- disangka. Inilah hukum kehidupan.
- Bersama Allah di masa lapang, niscaya
- Allah bersamamu di masa sempit.
- Berikanlah kepada Allah apa yang kamu
- cintai, maka ia akan memberikanmu apa
- yang kamu cintai. Ini hukum kehidupan,
- ya. Siapa yang menyangka nanti Nabi ee
- bayi yang kecil itu akan membela ibunda
- Maryam menjadi ee membungkam semua
- tuduhan, akhirnya membela kehormatan
- ibunya. Kan diberikan mukjizat bisa
- ngomong ya. Nah, itu dia. Jadi kita
- paham ya pertolongan Allah itu datang
- daerah yang tidak disangka. Artinya bayi
- inilah yang menyelamatkan ibunda pien
- dari tuduhan-tuduhan keji tersebut. Ya.
- Kemudian yang ke-10 hikmah yang kita
- ambil lagi adalah ini yang terakhir ya.
- bahwa manusia tidak akan merdeka kecuali
- jika ia menjadi hamba Allah. Jadi
- artinya di sini apa? Akidah itu adalah
- identitas, tauhid itu adalah
- kewarganegaraan.
- Dan penghambaan kepada Allah itu adalah
- satu-satunya paspor menuju surga.
- Ya. Jadi saat mereka tuh ingin tahu
- siapa anak ini, dari mana dia berasal,
- siapa bapaknya, ya kan mereka mengatakan
- yaukah.
- Jadi ketika mereka menuduh ibuna Maryam,
- "Hai saudara perempuan Harun, ayahmu
- bukanlah orang yang jahat, ibumu juga
- bukan pezina. Ah, Ibu Maria melihat
- anaknya, ya. Terus mereka mengatakan,
- "Bagaimana kami akan berbicara dengan
- anak kecil yang masih dalam ayunan masih
- bayi?" Ya, langsung ee Nabi Isa kecil,
- bayinya bayi Nabi Isa itu menjawab,
- "Inni Abdullah." Itu dalam surat Maryam
- ayat 30 ya. Sesungguhnya aku adalah
- hamba Allah. Jadi hikmah yang kita ambil
- dari peristiwa ini, ini Abdullah ini
- adalah deklarasi tauhid sejak awal. Nabi
- Isa telah memulai dengan pembelaan
- pribadi. Ee dia mulai ee membela ibunya
- tuh ya ee dengan langsung menyatakan
- identitasnya, menegaskan statusnya
- sebagai hamba Allah. Inni Abdullah. Jadi
- ini mengajarkan kepada kita bahwa misi
- Nabi itu adalah mengajak kepada tauhid.
- Ya, identitas utama seorang mukmin
- adalah sebagai hamba Allah. Dan ini ee
- merupakan penolakan terhadap semua
- bentuk pengkusan. Ketika menyatakan ini
- Abdullah, aku adalah hamba Allah. Itu
- Nabi Isa membatalkan segala kemungkinan
- pengakuan dirinya sebagai Tuhan ataupun
- anak Tuhan. Bahkan sebelum tuduhan itu
- muncul nantinya sekarang tuh ya muncul
- apa namanya ee claim ya bahwa dia adalah
- Tuhan, Nabi Isa adalah Tuhan. itu sudah
- di dari awal sudah di ee dibatalkan,
- sudah ditolak oleh Nabi Isa alaihi
- salam. Aku adalah hamba Allah. Ini
- Abdullah. Jadi kedudukan ee Ubudiyah ya,
- kedudukan kehambaan ini lebih mulia
- daripada sekedar kedudukan dunia. Jadi
- kehormatan seorang nabi itu justru
- terletak pada pengakuannya ya terhadap
- hamba kepada dirinya, kepada Allah ya.
- Ini Abdullah. Jadi bukan kepada
- keturunan, kekuasaan, kemampuan luar
- biasa atau apapun. Jadi tidak ada
- derajat yang lebih tinggi daripada
- menjadi hamba Allah yang Nah, jadi
- inilah ee kisah Ibunda Maryam ya.
- Teladan bagi kita sepanjang masa ya. Dan
- Allah abadikan kisah itu bukan hanya
- sekedar sejarah tapi pelajaran bagi kita
- tentang kesucian, tentang keimanan,
- tentang kesabaran. Siapapun bisa
- meneladaninya ya. Dan insyaallah akan
- mendapatkan perlindungan dan kemuliaan
- dari sisi Allah. Mudah-mudahan kita pun
- mampu ya menghadapi semua bentuk ujian
- cobaan yang kita hadapi di dunia ini
- dengan baik. Insyaallah.
- Insyaallah.
- Baik, Ustazah. Izin kita langsung
- memasuki sesi tan jawab ya, Ustazah.
- Baik.
- Sudah ada beberapa yang masuk. Ini dari
- Ibu Sofi bertanya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh
- Afwan Ustazah.
- Waalaikumsalam. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Bagaimana sih, Ustazah cara berdoa yang
- benar? Saya berdoa untuk supaya Allah
- Subhanahu wa taala mempertemukan jodoh
- untuk anak saya. Namun sampai sekarang
- belum juga diijabah, Ustazah. Apakah ada
- cara doa yang baik dari Ibu Sofi,
- Ustazah?
- Iya. Ee Ibu Sofi yang dirahmati Allah,
- kita ikut juga mendoakan ya. Semoga
- mudah-mudahan ee putri ya atau putra nih
- ee apa anak ibu diberikan pasangan yang
- saleh ataupun yang salehah. Begitu juga
- pendengar kita semua di sini ya yang
- belum mendapatkan pasangan hidupnya kita
- doakan mudah-mudahan
- mendapatkan pasangan hidup ya
- insyaallah. Nah, bagaimana cara berdoa
- tadi? Jadi begini, kalau kita bicara doa
- itu ada beberapa poin sebenarnya.
- Doa kita itu tidak ada yang disia-siakan
- Allah. Pada dasarnya doa kita itu
- dikabulkan Allah. Tentu syarat dan
- ketentuan berlaku. Ya, pada dasarnya doa
- itu ada tiga dan tidak ada yang
- disia-siakan Allah. Tapi tercakup di
- antara tiga ini. Yang pertama Allah akan
- kabulkan. Tapi tentu butuh proses waktu
- ya kan. Enggak mungkin dong kita doa
- sekarang kemudian sebentar langsung
- dikabulkan. Ya, itu butuh proses waktu.
- Rasulullah saja kadang-kadang ada yang
- doanya itu setelah 11 tahun baru
- dikabulkan ya. Ketika peristiwa Thaif
- itu ya ee Rasulullah berdakwah ke Thaif
- itu ya kemudian ditimpuk itu Rasulullah
- itu enggak mau mendoakan kehancuran kan.
- Jadi meminta agar keturunan ee penduduk
- itu diberikan hidayah ya Islam. Nah,
- setelah beberapa tahun kemudian itu ya
- setelah Fat ee Fatu Makkah itu datang ke
- Madinah menyatakan keislaman dan
- keimanannya. Itu sudah berapa tahun itu
- kan. Nah, jadi itu bisa jadi insyaallah
- jangan khawatir Allah itu pasti
- mengabulkan doa kita. Tapi di antara
- tiga ini yang pertama dikabulkan tentu
- dengan proses waktu yang penting sabar.
- Bahkan kalau kita tidak sabar, kita
- terburu-buru, istijal ya sampai kita
- mengatakan, "Kenapa sih aku berdoa kok
- enggak dikabulkan Allah?" Karena itu
- sudah ungkapan bentuk kekecewaan enggak
- bakalan dikabulkan Allah. Makanya ketika
- kita berdoa, kita husnuzan billah,
- berbaik sangka insyaallah Allah akan
- kabulkan. Ya, pokoknya penting kewajiban
- kita itu berdoa. Kewajiban kita hanya
- berdoa. Urusan pengkabulan itu urusan
- Allah. Allah memerintahkan kita berdoa
- uduni astajib lakum. Berdoalah kepadaku.
- Aku akan ee kabulkan doamu. Itu yang
- pertama ya. Yang kedua, masalah doa ini
- bisa jadi kita minta A, Allah kasih
- minta B. Allah kasih B. Misal ya, ini
- kan contoh ya. Kita minta anak kita
- supaya mendapatkan pasangan yang saleh.
- Allah kabulkan tapi diganti dengan yang
- lain. Apa yang lain? Anak kita itu ee
- tidak diberikan ee pasangan atau jodoh,
- tapi diberikan keistikamahan dalam
- Islam. Menjadi anak yang saleh, yang
- perhatiin sama orang tua, berbakti gitu
- ya. Karena ee kita kan sebagai hamba
- Allah kan harus beriman kepada takdir
- ya. Bisa jadi apa yang kita inginkan itu
- tidak terbaik untuk kita. Ya, contoh
- kayak di surat Alkahfi itu ya, Nabi Musa
- dan Khidir ya. Ketika Nabi Musa bunuh
- anak kecil kan ee Nabi Khidir, Nabi
- Hidir membunuh anak kecil kan Nabi Musa
- kan protes kan. Kok anak kecil enggak
- ada dosanya dibunuh. Nah, kan yang tahu
- kan artinya Allah maha tahu. Ini kan
- contoh aja betapa ilmu Allah itu luas.
- Kalau dia dibiarkan hidup dia jadi
- durhaka gitu, mendingan dimatiin waktu
- kecil gitu ya. Nah, itu kan Allah yang
- punya ilmu. Nah, kita ambil hikmah dan
- berbaik sangka kepada Allah. Ketika kita
- minta, kita doakan, doakan terus aja,
- Bu. Jangan, jangan putus asa agar anak
- kita mendapatkan pasangan hidup.
- Kalaupun Allah belum memberikan atau
- mengkabulkan doa kita, bisa jadi Allah
- tuh maha tahu ya, maha baik dengan kita.
- Ya udah kalau dia nikah nanti dia enggak
- ingat lagi orang tuanya, enggak akan
- berbakti lagi sama orang tuanya, sudah
- sibuk dia dengan keluarganya. Kan banyak
- begitu ya anak-anak yang disayang sejak
- kecil, di di apa dibimbing, dibesarkan
- ya, dikasihi dan segala macam. sudah
- menikah lupa sama orang tua. Dia enggak
- ingat orang tua bahkan enggak negur
- orang tua. Nah, kayak gitu ya. Bisa jadi
- doanya seperti itu. Allah tidak ber
- belum kabulkan karena Allah ee tahu ya
- ini yang terbaik. Nah, yang ketiga bisa
- jadi disimpan dulu. Jadi tetap setiap
- yang berdoa itu pasti Allah akan
- kabulkan. Tapi berupa apa? Disimpan
- doanya itu untuk menjadi investasi
- pahala nanti di yaumul akhir. Diganti
- dengan pahala. Makanya ada orang yang
- bingung, "Kok banyak sekali pahala yang
- kudapatkan. Padahal perasaan amalnya
- enggak banyak gitu ya." Nah, kemudian
- Allah jelaskan bahwa itu adalah doamu di
- dunia yang aku tangguhkan menjadi
- simpanan di akhirat. Jadi pahala sampai
- komentarnya apa? Coba dulu ya Allah
- doaku enggak dikabulkan semua gitu ya.
- Ya, jadi ini begitu Bu ya. Nah, itu kita
- lihat dari sisi doa seperti itu. Nah,
- bisa lagi kita lihat lagi. Bisa jadi
- Allah itu memang tidak mengabulkan doa
- kita. Kenapa? Bisa jadi ada makanan
- haram yang masih kita konsumsi. Ada
- hidup-hidup kita bercampur dengan
- keharaman ya dalam mencari rezeki, dalam
- mengkonsumsi atau mendistribusikan,
- pokoknya bersinggungan dengan yang
- haram-haram atau kita dalam kondisi
- memutuskan silaturahim.
- Nah, Allah enggak akan kabulkan doa
- kita. Ya, itu ya barangkali itu ya, Bu
- ya. Yang penting tetaplah berdoa kepada
- Allah. Doa apapun dengan bahasa kita,
- Allah maha mendengar lagi maha
- mengetahui. Cari tempat-tempat yang
- doanya makbul ya. Ketika sedang selesai
- salat atau dalam sujud terakhir ya,
- tengah malam tahajud ya, di
- tempat-tempat yang makbul tuh ya bagi
- umrah dan seterusnya. Begitu ya, Ibu.
- Baik, Ibu Sfiwab
- oleh Ustazah. Kami akan beralih ke
- pertanyaan berikutnya. Hamba Allah
- bertanya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apa peran Maryam binti Imran dalam
- sejarah agama Kristen dan Islam,
- Ustazah?
- Apa maksudnya?
- Apa peran Maryam binti Imran dalam
- sejarah agama Kristen dan Islam?
- Kalau untuk sejarah Kristen ya bisa
- tanya kepada ahlinya ya. Saya tidak
- mempelajari ee ajaran Kristen ya. Tapi
- dalam ajaran Islam ini banyak sekali
- hikmah yang tadi di antaranya tadi yang
- saya kita bahas ya. Kemudian yang tidak
- kalah pentingnya lagi adalah karena
- kemuliaan sosok wanita ini yang
- dilahirkan ee oleh ee orang yang orang
- tua yang saleh dan beliau adalah saleh
- yang telah melahirkan seorang anak yang
- anak itu adalah nabi, maka diabadikanlah
- namanya dalam Al-Qur'an menjadi e nama
- surat surat Maryam. Ya. Jadi artinya
- yang Ibu tanyakan tadi kalau masalah
- perannya dan segala macam itulah hikmah
- kehidupannya itu contoh bagi kita.
- Bagaimana kesabarannya, ketabahannya,
- bagaimana sikapnya tidak ee berputus
- asa. Bagaimana itu kita inikan ya apa
- kita contohkan itu barangkali itu ya
- Mbak ee Mbak ya pertanyaannya ya.
- Iya ya mungkin ee benar kata usu sajaah
- kalau yang ee nonmuslim bisa di tanyakan
- kepada yang lebih menguasai.
- Kita akan ke pertanyaan berikutnya dari
- Bapak Tejo, Ustazah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah, dari 10 hikmah
- Siti Maryam ee dengan ketaatan Maryam
- kepada Allah maka turun pertolongan
- Allah di mana beberapa merupakan
- mukjizat yang hanya terjadi kepada para
- nabi. Bagaimana kita yang hanya manusia
- biasa. Kemudian yang kedua, kenapa
- banyak wanita di luar di luar nikah
- apabila hamil kemudian dikaitkan dengan
- kisah Siti Maryan tersebut? Terima
- kasih. [tertawa]
- Aduh.
- Baik, Bapak biar diluruskan sama Ustazah
- ya. Iya. Baik. Kalau yang pert yang
- pertama ini kan ee tidak sama ibunda
- Maryam dengan ini kan mukjizat ya. Betul
- itu sisi mukjizatnya. Tapi kita
- mengambil hikmah dari sisi yang lainnya.
- Dari kesabarannya dalam menghadapi ujian
- cobaan. Bagaimana keteguhannya ujian
- yang berat aja bisa ditanggung olehnya.
- Sebabnya kenapa tadi? Karena dia
- beribadah, karena dia mengikhlaskan
- diri. Itu yang kita sisi itu yang kita
- contoh. Bukan dari sisi ee hamil tanpa
- ayah. Kalau ini kan memang hamil enggak
- ada bapaknya. Kalau yang zaman sekarang
- kan zina. Beda dong ya. Cuman mungkin
- yang dimaksud gini kali, kalau dia hamil
- karena perzinahan, nanti nama anaknya
- tuh binti ibunya. Jadi gini, binti Imran
- itu kali ya. Itu mah nasab ya. Kalau
- nasab itu mungkin ee beda suatu hal yang
- berbeda ya. Nasab ya. Habis kalau anak
- yang lahir karena perzinahan itu kan
- enggak punya bapak, enggak punya nasab.
- Terus bapaknya siapa dong? Ya anak
- ibunya lah ya binti ee ibunya siapa nama
- ibunya? Nah, itu kan beda hal dengan ee
- ee yang kita bahas ibunda Maryam. Karena
- ibunda Maryam ini memang tidak ada sama
- sekali campur tangan manusia dalam
- proses kehamilan. Kalau zaman sekarang
- ada pasangan itu sudah zina. Kita tahu
- sendiri ya bagaimana hukum zina di dalam
- Islam. Zina itu termasuk dosa besar.
- Bahkan kalau kita bicara hukum Islam
- berat banget itu ya hukumnya ya. Jadi ee
- tentu mungkin yang maksud disamakan itu
- nama lakabnya itu ya kali ya anaknya bin
- ibunya itu kali tapi tetap itu adalah
- perbuatan haram dosanya besar mesti
- tobat nasuha itu yaam begitu ya Mbah.
- Iya. Baik
- Bapak Teju sudah dijelaskan Ustazah ya.
- Saya akan beralih ke pertanyaan
- berikutnya masih dari hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Usja apa yang harus kita
- lakukan dengan fenomena di zaman
- sekarang di mana para wanita terutama
- anak-anak yang baru saja mengecap
- keremajaan sangat rentan sekali
- melepaskan kesuciannya. Apalagi di Jawa
- Barat, Ustazah konon kabarnya di ee
- tingkat SMP dan SMA lebih dari 80% sudah
- pernah mengecap ee hubungan di luar
- nikah. Saya khawatir sekali anak-anak
- saya saat ini masih berada di tingkat SD
- dan tiga-tiganya perempuan
- ya. Ee kita kalau melihat kisah dari
- ibunda Maryam itu bisa jadi cocok juga
- tuh buat orang orang tua. Jadi parenting
- gitu Mbak ya. Parenting ya. Bagaimana
- mendidik anak kita bisa lihat dari
- alurnya ya. Pertama ketika ibunya hamil
- Mihana ya. Ibunya hamil, ibunda Maryam
- itu suasananya tuh suasana dekat dengan
- Allah ya. Bahkan sampai nazar ya inni.
- Jadi dari ibu yang salihah mempersiapkan
- kelahiran anaknya dengan baik itu luar
- biasa ya. Jadi pendidikan anak itu kalau
- kita melihat dari kisah ibunda
- Maryamisah hidupnya itu dimulai dari
- orang tua. Jadi orang tua dulu. Jadi
- kita mendidik anak dengan ya dengan
- kondisi sekarang memang sangat ee rentan
- ya dengan pengaruh-pengaruh. Makanya ee
- keberhasilan pendidikan anak tuh kalau
- ulama mengatakan tuh ada beberapa poin.
- Pertama dari keluarganya, dari orang
- tuanya. Jadi orang tua, ayah, dan ibu
- itu mesti memahami bagaimana ee anak
- yang akan dia ee besarkan ini terdidik
- dari lingkungan yang sudah diajarkan
- pondasi-pondasi keimanan. dimulai dari
- dari dalam janin. Nah, sekarang kita
- lihat ya zaman sekarang ya rasanya
- sangat sedikit ya. Ibu hamil itu dekat
- dengan Allah biasanya kan menurutin hawa
- nafsu malas gitu. Akhirnya tidur aja
- sepanjang malam ya penginnya malas
- ibadah gitu ya. Dan dia katakan ini
- bawaan bayi. Bukan bahan bayi. Justru
- pada saat mengandung itulah kondisi di
- mana seorang ibu tu harus mendekatkan
- diri kepada Allah sebagaimana ibundanya
- ee Maryam ya yang menegakkan anaknya
- karena dia sudah punya proyeksi ini anak
- mau dikemain gu ya. Kemudian lahir
- disambut dengan doa itu ya. Kemudian
- lingkungannya lingkungannya itu diw
- diawasi dikawal oleh ee apa Nabi
- Zakaria. Tidak. Jadi kita juga bisa
- seperti itu ya. tidak membiarkan anak
- kita bergaul dengan siapapun. Maka ada
- beberapa poin ee dalam pendidikan anak
- yang mendukung atau mencakup
- keberhasilannya itu pertama dari orang
- tua, orang tua yang mengajarkan,
- meneladani, kemudian lingkungan ya
- sekolah. Nah, itu doa itu mencakup
- semuanya. Terus doakan. Nah, adapun anak
- sekarang kalau kita lihat ya, coba lihat
- dulu sudahkah orang tuanya mengawal
- mendidiknya, memberikan ee nilai-nilai
- pondasi agama sejak dini ya misalnya
- dalam hal menutup aurat. Sudahkah
- diajarkan anaknya menutup aurat sejak
- sejak awal? Memberikan arahan-arahan
- bahwa ini anggota tubuh enggak boleh
- dipegang oleh siapapun. mengajarkan rasa
- malu, mengajarkan ee hal-hal yang
- terkait dengan hubungan dengan lawan
- jenis. Enggak boleh ee salaman aja
- enggak boleh, apalagi ciuman kayakkayak
- gitulah. Itu kan mulai dari rumah, dari
- kecil. Jadi sebagai sehingga menjadi
- kebiasaan. Kemudian ya kalau kita lihat
- kasus sekarang ini, ya Allah Mbak itu ee
- mungkin pernah mendapatkan itu ya, saya
- pernah mendapatkan tayangan ya. itu
- anak-anak itu enggak tahu rukun Islam
- ada berapa, rukun iman ada berapa, coba
- disebutkan enggak tahu. Itu terutama
- yang sekolah-sekolah umum ya. Nah, yang
- kekayak begini nih jauh dari nilai-nilai
- agama itu sendiri. Nah, bagaimana mereka
- bisa menjaga kehormatannya sementara
- mereka belum memahami ajaran agama. Ini
- kan beban dari orang tua ya. Maka orang
- tua itu adalah ee kunci pertama dalam
- membentengi anaknya darias. Tapi tidak
- hanya itu loh, nanti ada lingkungan, ada
- gadget juga dan segala macam. Nah, kita
- yang tentu sangat ee sangat mewaspadai
- ya keluarga kita. Pertama tentu doa
- minta Allah melindungi mereka.
- Titip-titip anak kita kepada Allah.
- Jangan lupa doa titip ya, Mbak ya. Doa
- titip apa sih? Kita kan diajarkan doa
- menitipkan keluarga ya. Allahumma inni
- asimali
- ahli
- ya kalau bahasa Indonesianya gini. Ya
- Allah kutipkan diriku, agamaku,
- keluargaku, anakku, rumahku kepadamu
- orang yang kucintai. Kita titip pada
- Allah. Ya Allah, aku titip anakku. Jadi
- ketika anak ini kita titipkan kepada
- Allah, kita minta agar Allah
- melindunginya dari semua kejahatan, dari
- semua hawa nafsu, dari semua bentuk
- kejahatan syahwat ya, godaan setan yang
- jadi banyak faktor ya. Nah, adapun di
- tadi waduh sampai ya kalau 80% kalau
- Jawa Barat kalau seluruh Indonesia itu
- pernah ada yang mengadakan penelitian
- sekitar 64% anak SMP, SMA di kota-kota
- besar tuh enggak perawan lagi yang
- perempuannya kan. Nah, ini kita lihat
- mereka tuh gimana salatnya. Ya Allah.
- Itu kan kembali kepada ee pendidikan di
- rumah orang tua ya, Mbak ya. Kita doakan
- ya, Mbak semoga Allah berikan ee
- penjagaan kepada anak insyaallah
- kuat-kuatan doa titip dan ikhtiar untuk
- mendidiknya. Doa titip. [tertawa]
- Masyaallah. Baik, Ustazah. Nampaknya
- pertanyaan tadi ee merupakan pertanyaan
- terakhir. Namun sebelum saya tutup,
- silakan Ustazah kesimpulan kita pada
- siang hari ini.
- Iya. Pendengar yang dirahmati Allah,
- bahwa Allah ketika menyampaikan
- kisah-kisah di dalam Al-Qur'an itu
- bukanlah untuk hanya sekedar dinikmati
- atau kisah masa lalu saja. Tidak. Allah
- ingin dengan kisah-kisah ini kita
- tergugah, kita jadikan pelajaran dan
- ibrah. Apa hikmah yang terkandung di
- dalamnya? Bagaimana kita bisa mengikuti
- langkah dengan kesabarannya? bagaimana
- penderitaan mereka di masa lalu. Dan
- paling penting dari kisah ini adalah
- bagaimana kita mampu mendekatkan diri
- kepada Allah ya. Bersabar dalam setiap
- ujian yang menimpa kita. Kita kembali
- kepada Allah dari apapun ujian,
- rintangan, musibah yang menimpa kita.
- Kita menyadari kelemahan kita. Hanya ada
- Allahlah bersama kita. Mudah-mudahan
- kita diberikan oleh Allah keistikamahan,
- mampu mengambil hikmah dari setiap
- kisah-kisah yang ada. Wallahuam
- astagfirullahakum. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakillah khair kasiran
- kami ucapkan kepada guru kita Ustazah
- Herlini Amran atas ilmunya, atas
- waktunya, pengingatnya. Insyaallah bisa
- menjadi ee panduan kita untuk
- menjalankan kehidupan kita. Selanjutnya
- yang bertugas pada hari ini saya Carolin
- juga ada Ondi dan Algi di ruang operator
- radio juga terasil TV mengucapkan terima
- kasih atas e peran ikhwan dan akhwat
- yang telah menyampaikan
- pertanyaan-pertanyaan lewat WhatsApp
- Rasil. Kami undur diri mohon maaf
- apabila ada kekurangan. Subhanaka
- allahumma wabihamdika ashadu alla illa
- anta astagfiruka wa atubu ilaik.
- Wabillahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.