Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:11 [musik] 0:14 Bismillahirrahmanirrahim. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:20 rahimakumullah. 0:22 Alhamdulillah ya, kita dipertemukan 0:24 kembali dengan psikologi keluarga. 0:27 mudah-mudahan mempersuasi dan memotivasi 0:30 kita semuanya untuk bisa menjadi sosok 0:34 yang tepat dalam keluarga kita kah atau 0:37 di dalam ee pergaulan kita yang lain. 0:41 Dan tidak lupa tentu saja salam selawat 0:44 kita lantunkan untuk junjungan umat 0:46 kekasih kita Muhammad Rasulullah 0:48 sallallahu alaihi wasallam. Semoga kelak 0:51 kita mendapatkan syafaat beliau dan 0:54 dipertemukan dengan beliau di saat yang 0:57 sangat kita rindukan di yaumil akhir. 1:00 Baik, ikhwan dan akhwat. 1:03 Sudah hadir dua narasumber kita di sini. 1:06 Asalamualaikum warahmatullahi 1:07 wabarakatuh, Ustaz Husin. 1:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:11 wabarakatuh. 1:11 Kasus hari ini, Ustaz [berdehem] 1:13 itu bisa jadi juga mewakili dari apa 1:16 yang terjadi pada sahabat-sahabat kita, 1:19 ikhwan akhwat di luar sana. Jadi yang 1:21 pertama 1:23 saya bertahan dalam pernikahan yang 1:26 sangat toksik, Ustaz. Penuh dengan 1:29 tekanan batin dan semua demi anak-anak. 1:33 Tapi kesehatan mental saya semakin hari 1:36 semakin memburuk. 1:38 Apakah bercerai demi menyelamatkan 1:41 kewarasan diri dibenarkan dalam Islam, 1:45 Ustaz? Dan mana yang lebih merusak bagi 1:48 anak-anak kita? Orang tua yang bercerai 1:51 atau orang tua yang bersama yang 1:55 bersama-sama tapi penuh konflik. 1:59 Itu yang pertama, Ustaz. Ada satu lagi 2:01 kasusnya. ini dari seorang pria. Saya 2:05 merasa terjepit harus membiayai orang 2:08 tua yang tidak punya tabungan masa tua, 2:10 Ustaz. Tapi saya kan harus juga 2:13 menaskahi 2:15 istri dan anak yang sedang tumbuh. Saya 2:18 merasa stres, sesak nafas setiap hari, 2:20 Ustaz. 2:22 yang ingin saya ketahui secara syariat 2:24 mana yang harus diprioritaskan 2:27 orang tua atau keluarga dan bagaimana 2:32 mengelola stres finansial agar tidak 2:35 merusak keharmonisan keluarga. 2:38 Itu kasusnya, Ustaz. Tapi seperti biasa 2:42 sebelumnya kita akan bersama-sama 2:44 membaca ummul kitab. 2:48 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:54 Bismillahirrahmanirrahim. 3:00 Alhamdulillahirabbil 3:02 alamin 3:05 arrahmanirrahim. 3:09 Maiki yaumiddin 3:13 iyaka na'budu wa iyyaka nasta 3:19 ihdinasirathal 3:21 mustaqim 3:23 shathalladzina 3:26 an'amta alaihim 3:29 ghairil maghdubi alaihim 3:32 waladin. 3:38 Amin. 3:38 Allahumma sholli ala Muhammadin 3:41 wa ali Muhammad 3:43 wa ala shabatika 3:47 algurril mayamin wasairina ala najhil 3:50 qawim ila yaumiddin. 3:52 Asalamu alaika ya rasulullah. Assalamu 3:55 alaina waa ibadillah shihin. 3:57 Wasalamualaikum warahmatullahi 3:59 wabarakatuh. 4:00 Waalaikumsalam. 4:03 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah. 4:06 [berdehem] 4:07 Semoga 4:09 Allah subhanahu wa taala memberikan 4:12 solusi yang sebaik-baiknya 4:15 bagi setiap orang yang menghadapi 4:17 masalah. 4:19 Asal mereka bersama Allah, Allah akan 4:21 selalu menyertai mereka. Bila Allah 4:24 menyertai mereka, Allah Subhanahu wa 4:26 taala akan menjauhkan dari mereka segala 4:29 yang tidak baik dan akan mencurahkan 4:32 [berdehem] 4:33 kepada mereka rahmatnya. ini merupakan 4:35 kunci 4:37 [berdehem] 4:38 untuk membuka 4:40 berbagai macam persoalan yang tertutup 4:44 yang akan dapat menentramkan hati kita 4:46 semua. 4:48 Pertanyaan pertama atau kasus pertama 4:50 seorang ibu yang sudah memiliki beberapa 4:53 anak. 4:55 Dia menjalani kehidupan rumah tangganya 4:58 bersama suami dalam keadaan yang penuh 5:01 dengan toksit atau racun. 5:05 yang membuat kehidupannya sehari-hari 5:07 dalam tekanan dan penderitaan. 5:10 Lalu mana yang lebih baik? Berpisah 5:13 apakah terus bertahan 5:15 dalam derita demi anak-anak? [berdehem] 5:20 Mana yang lebih baik bagi anak-anak? 5:23 Berada dalam suasana [berdehem] 5:26 rumah tangga 5:28 yang bercerai ayah ibunya. 5:33 Apakah 5:35 anak-anak yang berada di bawah naungan 5:37 kedua orang tuanya walaupun setiap waktu 5:40 kedua orang tuanya dalam keadaan 5:43 [berdehem] 5:44 jawabannya kedua-duanya buruk. 5:47 yang terbaik 5:49 bagaimana 5:50 pasangan suami istri ini coba bisa 5:53 datang kepada orang yang memberikan 5:55 nasihat 5:57 agar suami memperbaiki sikapnya. 6:01 Istri juga berupaya untuk mendukung 6:03 suaminya. 6:05 Karena seorang laki-laki yang didukung 6:08 oleh pasangannya 6:10 akan muncul rasa percaya diri, 6:14 akan mendorong dirinya untuk apa? 6:16 Melakukan [berdehem] 6:17 perbuatan-perbuatan, 6:19 pekerjaan-pekerjaan yang akan 6:20 membahagiakan pasangan. 6:24 Tapi wanita yang tidak mendukung 6:26 suaminya 6:28 bahkan seringki menjatuhkan suami, 6:30 merendahkan dirinya, ini merupakan 6:33 tindakan yang akan meruntuhkan rumah 6:36 mereka dengan tangan mereka sendiri. 6:39 Jadi, alangkah indahnya kalau seandainya 6:41 persoalan ini [berdehem] 6:44 dicarikan solusi dari orang-orang yang 6:46 bijak. Sebagaimana orang kalau 6:49 mengalami gangguan THT datang ke dokter 6:51 THT. 6:53 mengalami gangguan pencernaan datang 6:55 kepada ahli gastro 6:59 mengalami katakan [berdehem] 7:02 diabet ya datang kepada ahli indoktrin. 7:07 Begitu juga orang kalau sakit jantung 7:09 datang kepada dokter jantung. Nah, 7:11 sekarang persoalan yang Ibu hadapi ini 7:14 berkaitan dengan tindakan suami. Apakah 7:16 tidak bisa diperbaiki? 7:19 Apakah pernah ada usaha-usaha untuk 7:22 mengingatkan suami dengan cara-caranya 7:25 yang hanya akan membuat rumah tangganya 7:28 penuh dengan racun, penuh dengan rasa 7:32 tidak puas dari pasangannya. 7:35 Akhirnya apa yang dirasakan istri bakal 7:37 terasa juga oleh suami. Karena walaupun 7:39 mereka dua sebetulnya sama dengan satu. 7:43 Jadi apa yang dirasakan oleh istri dalam 7:46 suasana yang penuh kebahagiaan, suami 7:47 juga merasakan. 7:49 Istri tenang, suami tenang. Tapi kalau 7:52 yang satu katakan dalam suasana yang 7:54 tidak baik, ini juga berpengaruh pada 7:57 pasangan. 7:59 Oleh karena itu, Allah Subhanahu wa 8:01 taala perintahkan kaum laki-laki sebagai 8:03 suami untuk menggauli istrinya dengan 8:05 cara yang baik, berkata yang baik dan 8:08 indah, yang akan menumbuhkan 8:10 ladang-ladang yang subur, harum ya dalam 8:15 jiwa mereka. 8:17 Karena jiwa mereka tergantung apa yang 8:18 kita tanam. Kalau kita tanami 8:22 pohon-pohon yang bermanfaat juga 8:24 pohon-pohon yang menghasilkan aroma yang 8:26 semerbak dari kalimah thayibah, 8:30 perbuatan-perbuatan baik, pasti mereka 8:33 akan menikmati kebahagiaan bersama. 8:35 Begitu juga di samping suami juga 8:37 berkata baik dan santun, istri juga 8:40 harus melakukan hal yang sama. 8:42 Masing-masing jangan mau menang sendiri. 8:46 Karena dalam kehidupan rumah tangga 8:48 enggak ada yang namanya kalah menang. 8:51 Kalau satu kandas, pasangannya pun akan 8:54 ikut kandas. 8:56 Begitu juga berpengaruh terhadap 8:58 pendidikan anak-anak mereka yang rumah 9:01 tangganya tidak tenang. Subhanallah. 9:03 Tanpa mereka transfer apa yang 9:06 disaksikan anak-anak langsung menyerap 9:08 semua penyakit-penyakit yang ada pada 9:10 ayah ibunya. 9:12 Nanti mereka juga akan melakukan hal 9:14 yang sama pada pasangan-pasangan mereka. 9:16 Oleh karena itu perlu dijelaskan mana 9:19 yang benar, mana yang salah, mana yang 9:22 baik, mana yang buruk. ini penting 9:24 sekali untuk dipahami sebagai basic 9:27 knowledge pengetahuan berdasar kalau 9:31 seandainya suami istri tidak mengetahui 9:33 basic knowledge kehidupan rumah tangga 9:36 di mana suami memperlakukan istrinya 9:39 dengan mulia memberikan hak-haknya 9:41 sebagai juga ibarat istri juga 9:44 menjalankan kewajibannya sebagai istri 9:47 Allah tidak jadikan suami sebagai lawan 9:49 bagi istri atau sebaliknya tapi Allah 9:51 jadikan mereka ba'dahu 9:55 supaya bekerja sama dalam suasana yang 9:58 penuh dengan keindahan. 10:00 Dan ini Mbak Nin 10:02 yang bisa membantu pasangan suami istri 10:05 itu menghadapi stres finansial. 10:08 Yang bisa membantu menghadapi stres 10:10 finansial. Kalau mereka bersama-sama 10:14 tenang, yakin pada janji Allah, mereka 10:17 berusaha, dunia tidak akan merisautkan 10:20 mereka. Tapi bila hati mereka kosong 10:22 dari Allah, 10:25 akibatnya dengan mudah persoalan 10:27 finansial bisa mereka membuat mereka 10:29 ribut. Persoalan tetangga, persoalan 10:31 anak, persoalan ini, semuanya menjadi 10:33 bumerang buat mereka. Oleh karena itu, 10:36 hendaklah kita tambatkan hati kita, jiwa 10:40 kita di sisi Allah. Menghormati, 10:42 mengagungkan Allah, menempatkan Allah 10:45 pada kedudukan yang termulia, yang 10:48 teragung selain Allah. Semua merupakan 10:51 makhluk-makhluknya. 10:53 Pergaulan kita bersama makhluk Allah 10:55 sesuai dengan keridaan Allah. Yang tidak 10:58 sejalan dengan keridaan Allah kita 10:59 tinggalkan. Yang sejalan dengan keridaan 11:02 Allah kita lakukan. Taburkan rahmat di 11:05 tengah-tengah umat. Maka kita akan 11:07 merasakan juga apa? buahnya dalam 11:10 kehidupan kita dengan penuh kekhusyukan 11:14 menghadapkan wajahnya kepada Allah bukan 11:16 ke hadapan batu. Batu hanya merupakan 11:18 simbol. Siapa yang menghadapkan wajahnya 11:21 ke sana seolah-olah dia menghadapkan 11:23 wajahnya kepada Allah. Walaupun di mana 11:26 pun kita menghadapkan wajah kita, di 11:28 sana ada Allah. Karena Allah tidak 11:30 terikat oleh dimensi ruang. 11:33 Dia meratap dan merintih. 11:36 Lalu seorang menegur dia, "Kamu kalau 11:39 ada kebutuhan, kebetulan di sini ada 11:42 amirul mukminin, silakan kamu minta 11:44 kepadanya." 11:46 Dia mengatakan, "Bagaimana saya akan 11:48 meminta kepada seseorang sedangkan di 11:51 hadapan saya Rabbul alamin yang maha 11:53 kuasa untuk memenuhi seluruh hajat saya. 11:57 Di mana saya menaruh wajah saya?" 11:59 Jadi sebetulnya semua manusia ini takkan 12:02 kuasa untuk menolong kita. 12:05 Tapi Allah Subhanahu wa taala yang kuasa 12:09 betul-betul untuk menaungi kita, 12:12 menolong kita dalam kesempitan, 12:17 dalam kegelapan kuasa untuk menerangi 12:19 kita dan memecahkan problema-problema 12:21 yang kita hadapi. 12:24 Nah, sekarang saya kembali kepada ibu 12:27 yang mengalami 12:29 betul-betul suasana yang tidak nyaman, 12:32 penuh toksik dalam kehidupan rumah 12:34 tangga. bingung apakah akan bercerai 12:39 bagaimana nasib anak-anak? 12:41 Apakah bertahan dalam berita? 12:44 Nah, sekarang 12:47 saya berikan buat Ibu solusi untuk 12:49 mengetahui sejauh mana perasaan ibu 12:52 terhadap suami. Karena kalau orang 12:55 sedang marah, sedang emosi, 12:58 yang ada hanya kebencian. 13:01 Tapi pada saat sedang cinta 13:05 memadu kasih, semua yang buruk terasa 13:08 indah. 13:09 Yang gelap pun menjadi terang. Bahkan 13:12 yang berbau tidak sedap. Subhanallah. 13:15 Bagi para pencinta, mereka mengatakan 13:17 justru itu merupakan letak keindahan. 13:21 seperti orang yang menikmati terasi yang 13:24 luar biasa baunya. Mereka mengatakan 13:27 justru itu merupakan 13:30 hal yang membawa keindahan. Sebagaimana 13:32 menyaksikan gading yang retak, dia 13:34 mengatakan justru retaknya itu yang 13:36 membuat gading berharga. 13:39 Jadi untuk mengetahui sejauh mana 13:41 perasaan ibu sama suami 13:45 sebagaimana suami boleh melakukan ila 13:49 bersumpah katakan dia tidak ingin apa 13:52 menggauli istrinya. Allah berikan batas 13:55 waktu 4 bulan, tidak boleh lebih. 13:59 Setelah 4 bulan ya apakah dia masih 14:02 ingin terus? 14:04 Apakah dia ingin berpisah? Sengaja Allah 14:06 berikan waktu sedemikian rupa supaya 14:09 laki-laki ini berpikir. Karena pada saat 14:12 egonya sedang tinggi dalam keadaan 14:15 marah, dia tidak melihat harga dan nilai 14:17 dari istri. 14:19 Tiap hari marah-marah enggak berhenti. 14:21 Begitu istrinya sakit atau istrinya 14:24 meninggal dunia baru dia merasakan 14:27 kehilangan. Jadi jangan sampai setan 14:30 menutupi hati kita untuk dapat melihat 14:33 dan menghargai pasangan kita. 14:37 Jangan waktu dia berada kita enggak 14:38 syukuri. Waktu pergi atau waktu sakit 14:41 baru kita sadari ternyata sebetulnya 14:44 kita mencintai dia. Tapi ternyata cinta 14:47 kita salah caranya. 14:50 Seharusnya kalau mencintai kita menjaga, 14:53 melindungi. 14:54 Kita juga apa ee betul-betul berupaya 14:58 untuk membahagiakan orang yang kita 15:00 cintai. Bukan cinta semau kita. 15:04 Jadi, Ibu demikian pula suami ibu bisa 15:08 sementara waktu berpisah bersama suami. 15:12 Ini cobaan katakan istri kembali ke 15:15 rumah orang tua, suami juga demikian. 15:18 Coba 15:20 katakan selama sebulan, 2 bulan, 3 15:23 bulan. Bagaimana kira-kira perasaan ibu? 15:25 Kalau ibu merasakan sudah tidak ada 15:27 perasaan sama sekali terhadap suami, ibu 15:30 merasakan hidup ibu menderita, ya tidak 15:33 sama sekali ada titik terang, ibu bisa 15:35 ambil keputusan. Tapi setelah ibu 15:37 timbang dengan baik, karena banyak saya 15:39 jumpai perempuan marah, sakit hati, dia 15:43 bersumpah untuk tidak kembali. Baru 15:46 beberapa hari, baru berapa hari 15:49 tahu-tahu apa 15:50 balik 15:51 sudah minta balik. Ini saya alami dan 15:53 saya saksikan depan mata saya. 15:56 Seorang perempuan lari dari rumah 15:58 suaminya yang ngamuk-ngamuk, pegang 16:00 golok. 16:03 Akhirnya datang ke tempat ibunya 16:04 mengadukan suaminya. Ibunya bilang, 16:07 "Apa?" "Saya sudah bilang, "Kamu jangan 16:09 menikah dengan laki-laki seperti ini, 16:11 tapi kamu enggak dengar ibu. 16:14 Sekarang kamu enggak usah balik lagi." 16:16 Dibang, "Biar dibayarin saya enggak mau 16:18 balik." 16:21 Itu kurang lebih siang hari, kan? 16:25 Tahu-tahu habis magrib atau habis isya 16:28 suaminya datang. 16:31 Kebetulan ketemu saya, "Ustaz, saya bisa 16:32 ketemu sama itu." Saya bilang, "Bisa 16:36 saya panggil suami kamu nyusul itu. 16:40 Si bilang, saya enggak rida dunia 16:43 akhirat, air susu saya kalau kamu 16:44 kembali." Si anak langsung singkirin 16:47 ibunya, "Ibu, enggak boleh begitu. Kalau 16:48 suami istri lagi ribut, ibu harusnya 16:50 damaikan." Langsung dia keluar gandeng 16:52 suaminya pulang. 16:57 Jadi kita ini mudah sekali 17:00 berubah-rubah. 17:02 Hati kita antara senang h benci itu 17:06 dekat sekali. Orang bilang jaraknya 17:08 lebih tipis daripada sehelai rambut. 17:11 Oleh karena itu, kalau ibu memang merasa 17:14 sudah tidak nyaman, tidak bahagia 17:16 bersama suami, 17:19 jangan ambil keputusan 17:21 secara cepat. Coba berpisah sementara 17:24 waktu. Dan saya pernah usulkan hal ini 17:27 kepada pasangan suami istri. 17:30 Si istri sudah terlalu menjelek-jelekkan 17:33 suaminya. 17:35 Cerita ke sana kemari 17:37 sudah enggak tahan bersama suaminya. 17:40 Akhirnya saudaranya bingung gimana 17:42 berhadapan dengan karena yang 17:44 diceritakan mengenai suaminya semua hal 17:46 yang jelek. 17:50 Lalu dia bertanya, "Bagaimana kira-kira, 17:52 Ustaz?" Saya bilang begini, "Saya tidak 17:55 berani mengatakan 17:57 kalian berpisah. 17:59 Sekarang 18:01 saudari perempuan kamu biar tinggal sama 18:03 orang tuanya selama sebulan, 2 bulan 18:07 paling lambat hanya 4 bulan." 18:12 Suaminya selama itu gelisah kan? yang 18:14 tadi suka marah-marah, tidak karuan. 18:16 Begitu pisah sama istrinya, suaminya 18:18 apa? 18:20 Berusaha melalui berbagai macam cara 18:22 untuk menarik istrinya kembali. 18:25 Si perempuan pada hari pertama, kedua 18:27 masih terbawa emosi. 18:30 Setelah seminggu ya 2 minggu mulai dia 18:33 berubah. Ternyata apa? dia merasakan ada 18:35 kekosongan dengan tidak adanya suami. 18:37 Walaupun suaminya apa katakan 18:40 perilakunya dalam sebagian hal tidak 18:43 baik tapi dalam sebagian hal 18:47 akhirnya belum sampai sebulan 18:50 si perempuan minta balik. Saya bilang 18:52 sama saudaranya, "Coba kamu lihat, 18:55 kalau kamu ikuti kemauan dia, nanti 18:59 begitu dia rindu sama suami ingin balik, 19:01 kamu bakal dimusuhi sama dia. Jangan 19:03 masuk di antara dua suami istri, biar 19:05 diambil keputusan sendiri." Jadi, Ibu ya 19:10 kalau ibu merasa bahwa rumah tangga ibu 19:12 penuh toksik, ibu sudah tidak nyaman 19:14 menderita demi anak ibu bertahan, 19:17 sekarang kita buktikan. Coba ibu kembali 19:19 ke rumah orang tua biar suami merasakan 19:24 apakah dia masih menyayangi ibu, apakah 19:28 ibu masih merindukan suami? Jangan kita 19:32 menganjurkan mereka berpisah. Begitu 19:34 mereka berpisah tahu-tahu datang 19:37 penyesalan. 19:38 [berdehem] 19:38 Karena pernah kejadian satu perempuan 19:44 ribut sama suaminya, dia bercerita pada 19:46 temannya kebetulan seorang 19:49 seorang apa? Seorang ahli hukum. 19:51 Diceritakan [mendengus] perilaku 19:53 suaminya begini, saya sudah enggak tahan 19:54 lagi. Si perempuan ternyata panas luar 19:58 biasa. yang mendengarnya panas. Temannya 20:00 diperlakukan seperti itu. Akhirnya 20:02 dibawa si perempuan mengajukan gugatan 20:05 cerai 20:06 dengan alasan yang begitu banyak. 20:11 Akhirnya pengadilan memanggil pihak 20:14 laki-laki. Tapi si ahli hukum ini 20:17 betul-betul apa? mendorong si perempuan 20:20 untuk apa? Berpisah. 20:24 Akhirnya si perempuan karena didampingi 20:26 oleh ahli hukum dan juga hatinya panas, 20:29 maka dalam waktu tidak lama kemudian 20:31 mereka berpisah. 20:33 Setelah berpisah 20:35 lama si ahli hukum tidak bertemu dengan 20:37 teman. Berapa bulan kemudian ketemu 20:40 dengan temannya, tubuhnya pusat 20:43 pasir 20:45 dalam keadaan sakit-sakitan. 20:47 Ditanya, "Kenapa kamu seperti ini?" 20:50 Dia bilang, "Saya ternyata saya merasa 20:53 menyesal. 20:55 Walaupun saya dulu sering ribut bersama 20:57 suami, tapi hati saya masih terisi. 21:00 Kalau sekarang saya merasakan kosong dan 21:02 hamba. 21:04 Dulu saya kesal masih bisa marah sama 21:07 pasangannya kan. Sekarang mau marahin 21:09 siapa?" 21:12 Akhirnya apa? 21:14 Si ahli hukum mengatakan, "Mulai 21:16 sekarang saya tidak mau lagi terlibat 21:18 ikut campur untuk memisahkan pasangan 21:20 suami istri." 21:22 Jadi, Ibu ya untuk tahu perasaan ibu 21:24 pada suami dan perasaan suami pada ibu, 21:27 ibu bisa tinggal di rumah orang tua. 21:28 Katakan bahwa saya mau belajar. Kalau 21:31 saya merasa saya tidak sanggup lagi 21:33 hidup bersama kamu, saya putuskan untuk 21:35 berpisah. Tapi kalau saya temukan saya 21:38 masih memiliki perasaan terhadap kamu, 21:41 saya ingin kamu merubah cara dan sikap 21:43 kamu agar kita dapat hidup dalam suasana 21:46 yang damai, tenang, harmoni, dan jauh 21:48 dari toksik. 21:50 Betul enggak? 21:52 Dan perasaan manusia jangan pernah 21:54 dipegang. Paling cepat berubah. Paling 21:57 cepat 21:58 berubah. 22:00 Jadi, jangan kita pegang perasaan. 22:02 Bahkan kita ini sekarang lagi supek, 22:05 lagi jengkel, lagi kesal. 22:08 Ya, enggak lama kemudian ketika mendung 22:11 tersebut berlalu, kita merasakan 22:12 perasaan yang berbeda. 22:15 Jadi, dalam hal ini ibu pikirkan 22:17 baik-baik. Kalau ibu merasa memang 22:19 setelah berpisah dalam masa perpisahan, 22:22 percobaan, ibu merasa tidak lagi ada 22:25 perasaan terhadap suami ibu sudah enggak 22:27 mampu bertahan, ibu berpisah 22:30 menghindari hal-hal yang membuat ibu 22:32 tidak dapat merasakan perasaan nyaman, 22:34 tidak dapat beribadah dengan baik. Ya, 22:37 adapun anak, 22:40 dia tidak akan kehilangan ibunya 22:42 walaupun berpisah. Tidak juga kehilangan 22:44 bapaknya. 22:45 anak bisa datang kepada ibu, tinggal ibu 22:47 memberikan motivasi pendidikan pada 22:49 mereka. Tapi ingat kalau berpisah jangan 22:52 racuni anak-anak ibu untuk membenci 22:55 ayahnya. Karena kalau sampai anak ini 22:57 berbuat seperti ini, dia akan terjerumus 22:59 dalam kebencian dan durhaka. Akhirnya 23:01 jauh dari rahmat Allah. Tetap walaupun 23:03 ibu tidak suka pada suami ibu atau 23:05 mantan suami ibu, anak jangan ditanamkan 23:08 kebencian pada ayah. 23:11 Begitu juga jangan sekali-kali laki-laki 23:14 menanamkan kebencian di hati 23:16 anak-anaknya pada ibunya. Bahkan kalau 23:18 ada hal yang buruk, jangan ceritakan dan 23:21 jangan buka. Hingga si anak melihat 23:23 suaminya atau bapaknya orang yang 23:25 terhormat, begitu juga melihat ibunya 23:27 sebagai wanita terhormat. Dengan cara 23:30 seperti ini ya, anak tersebut bisa 23:34 mempunyai idola yang dibanggakan itu 23:36 orang tuanya. Tapi kalau sampai anak 23:38 memandang remeh bapaknya, ibunya, maka 23:40 idolanya akan ditembuhkan di rumah. 23:44 Sedangkan kasus yang kedua 23:50 seorang 23:51 ee pria 23:54 yang merasa berat mengurus orang tuanya, 23:58 sementara keluarganya juga perlu. 24:01 Mana yang harus didahulukan, orang tua 24:04 ataukah keluarga? 24:07 Jadi pasangan suami istri, 24:12 suaminya kebetulan 24:15 memiliki orang tua yang tidak punya 24:18 tabungan di hari 24:23 dan dia punya istri, dia mesti 24:25 memberikan nafkah kepada istrinya. Siapa 24:29 yang harus didahulukan, orang tua atau 24:31 istri? 24:34 Dengan sendirinya tidak ada satu yang 24:36 harus didahulukan. 24:38 Istri dan anak butuh nafkah, orang tua 24:41 juga membutuhkan nafkah. Kenapa tabungan 24:45 orang tua habis di hari tua? Bukankah 24:48 untuk menyekolahkan anak-anak, untuk 24:50 membesarkan mereka, bahkan sekolah 24:53 mahal, orang tua 24:57 rela untuk pinjam sanasi demi membuat 24:59 anaknya sukses. Tahu-tahu begitu. 25:03 Orang tuanya lanjut usia tak berdaya, 25:06 anak lupa kepada orang tuanya 25:08 pengorbanannya. Hanya ingat pada istri 25:10 dan anak. 25:12 Ini perbuatan zalim dan hati-hati 25:15 Anda bisa-bisa terjerumus dalam azab 25:18 Allah dan tidak akan mencium bau surga 25:21 karena dosa-dosa 25:23 besar 25:25 ya. 25:27 Sebagaimana disebutkan Al-Qur'an yang 25:29 pertama mempersekutukan Allah. Yang 25:31 kedua adalah durhaka pada orang tua. 25:36 Jadi anak di saat dia mulai tumbuh 25:39 dewasa, maka hendaklah dia mengingat 25:42 kewajiban dia pada ayah ibu. L bagaimana 25:44 istri dan anak? Kita juga berkewajiban 25:48 memberikan nafkah pada istri kita. 25:51 Bagaimana seandainya gaji kita 25:53 pas-pasan, 25:54 Allah menguji kamu bahwa rezeki kamu ini 25:58 apakah kamu hanya berharap dari 26:01 pekerjaan kamu apa berharap dari Allah? 26:04 Kalau kamu menggantungkan hidup kamu 26:06 pada Allah, pasti dengan niat kebaktian 26:08 kamu pada ayah ibu kamu, niat 26:11 bertanggung jawab pada istri kamu, Allah 26:12 akan berikan rezeki. 26:15 Oleh karena itu, kenapa kita dituntut 26:17 untuk bergantung kepada Allah? Waallahi 26:20 fatawakalu intuntum mukminin. Hendaknya 26:23 kepada Allah kalian bersandar kalau 26:25 kalian itu beriman bukan pada pekerjaan 26:27 kalian. Berapa banyak orang meraih gelar 26:32 PhD, 26:33 master, pendidikan tinggi, tapi 26:36 kehidupannya 26:38 dalam keadaan pas-pasan. Bahkan banyak 26:41 yang minus. 26:42 Tapi berapa banyak orang-orang yang 26:45 tidak berpendidikan tinggi justru apa 26:48 bisa memerintah orang-orang yang 26:50 berpendidikan di bawahnya. 26:52 Ini kita jumpai 26:55 Lims Willion orang yang tidak tamat 26:57 sekolah kecuali SD. Mungkin juga tidak 27:00 tapi bawahannya semua yang bekerja 27:02 kalangan profesional. 27:05 Jadi Rizek ingat bukan karena gelar 27:08 negeri, bukan juga karena kepandaian 27:11 kita. Karena banyak orang pandai kalah 27:14 gajinya sama apa? Sama tukang ledeng. 27:18 Betul-betul orang yang memperbaiki 27:20 ledeng yang mencuci AC bisa lebih besar 27:23 gajinya daripada orang yang tamat 27:25 sekolah majester. 27:28 Gajinya cuma UMR lebih sedikit. 27:31 Sedangkan ini yang bekerja mencuci AC 1 27:34 hari bisa dapat R500.000 sampai R1 juta 27:39 naik turun. 27:41 Jadi ingat rezeki di tangan Allah 27:43 yarzuqu man yasya. Allah berikan rezeki 27:45 kepada siapa yang Allah kehendaki. Dan 27:47 barang siapa yang ingin rezekinya 27:49 diluaskan oleh Allah 27:52 bakti pada ayah ibunya. Hubungi talih 27:55 rahimnya. 27:57 Kemudian 27:59 banyak-banyak beristigfar kepada Allah. 28:02 Dan isi waktunya dengan membaca 28:03 Al-Qur'an Allah akan muka rezekinya 28:05 seluas-luasnya. 28:07 Karena silaturahmi apalagi bakti pada 28:10 ayah ibu itu pembuka pintu rezeki. 28:13 Saya bukan ingin membanggakan diri tapi 28:15 sebagai pelajaran 28:18 saya 28:20 waktu orang tua masih hidup, orang tua 28:22 laki-laki 28:24 itu 28:25 hampir dikatakan hari-harinya 28:28 membutuhkan biaya. 28:30 Dia cuci darah seminggu tiga kali. 28:34 Belum lagi terkadang dirawat 10 hari, 20 28:38 hari di rumah sakit dengan biaya yang 28:40 cukup tinggi. 28:42 Saya sebagai anak punya kewajiban pada 28:44 istri, pada anak, tapi kewajiban pada 28:46 orang tua tidak kalah pentingnya. 28:49 Apalagi sudah lanjut usia, 28:51 sakit-sakitan, cuci darah. 28:54 Saya sedapat-dapatnya 28:57 dengan apa yang Allah berikan 28:59 kita keluarkan biaya. 29:01 Terkadang seminggu bisa sampai R juta, 29:04 R0 juta, 29:06 terkadang bisa sampai R juta. Karena 29:09 biaya ICU juga cukup mahal. Kalau pakai 29:12 akal sehat dari mana? Tapi hanya niat 29:15 ingin berbakti pada orang tua, Allah 29:17 berikan rezekinya. Allah berikan 29:20 rezeki. 29:20 Rezekinya 29:22 sampai mobil saya jual, 29:26 Allah kasih subhanallah. Apakah Allah 29:28 diam? Allah berikan ganti rugi. Begitu 29:31 orang tua kita meninggal dunia, 29:33 Subhanallah. Kita mau jual rumah 29:35 bertahun-tahun enggak laku-laku. Ya, 29:37 berapa hari kemudian langsung laku. 29:39 Allah gantikan yang hilang dengan yang 29:41 lebih baik. Tapi yang paling indah kita 29:44 merasakan kita di hari tua orang tua 29:47 kita, kita bisa berbuat kebaikan pada 29:48 mereka. 29:51 Dan saya kenal beberapa orang yang bakti 29:53 pada ayah ibunya, rezekinya mengalir. 29:56 Luar biasa. Betul-betul. Padahal 29:58 laki-laki ini apa? Kalau malam berjudi 30:01 sama mabuk, pagi tidur sampai siang, 30:05 tapi orang antri nunggu di rumahnya yang 30:07 mau beli maupun yang menawarkan barang. 30:11 Bayangkan coba. 30:13 Tapi begitu dia melek mata sebelum 30:15 ngurusi yang lain, dia perhatikan 30:17 ibunya, makanannya, kebutuhannya. Kalau 30:21 ibunya bilang, "Kamu beli mobil baru, 30:24 kasih saudara kamu. 30:27 Bangunkan rumah buat saudara kamu. Apa 30:29 yang ibunya perintahkan tidak pernah 30:31 ditolak." Allah kasih rezekinya mengalir 30:34 dengan luar biasa. Sedangkan kakaknya, 30:38 kakak laki-laki ini bangun malam, puasa, 30:44 ibadahnya, zikirnya luar biasa. 30:47 Dia bangun satu rumah bertahun-tahun 30:49 enggak laku-laku. 30:51 Sampai dibilang, "Ya Allah, 30:53 apa dosa saya? Saudara saya yang mabuk 30:56 kalau malam 30:58 siang tidur. Kenapa rezekinya mengalir 31:01 dengan mudah? Sedangkan saya yang bangun 31:04 malam, berpuasa di waktu siang, berzikir 31:07 kepada kamu, kenapa kok kondisi saya 31:09 dalam keadaan ser? Saya bukan 31:11 mengungkit, ya Allah, tapi mau bertanya 31:13 apa sebabnya. 31:17 Ternyata apa? 31:19 Kakaknya ini kalau orang tuanya tanya, 31:21 "Kamu lagi ada uang?" Tidak butuh untuk 31:24 ini untuk itu. Lagi enggak ada mi usaha 31:26 lagi sepi. Kalau adiknya yang pemabuk 31:29 ini kalau ditanya, "Ya Fulan ada uang?" 31:32 "Ada, Mi." "Berapa, M perlu?" Padahal 31:35 lagi enggak ada uang. Dari mulai dia 31:36 kerja kecil-kecilan, dia pinjam sana 31:39 sini untuk membahagiakan ibu 31:42 di luar hari akhirat. Bagaimana di hari 31:45 akhirat nanti ya tergantung bagaimana 31:48 hubungan mereka dengan Allah. Tapi di 31:49 dunia karena kebaktian pada ibunya Allah 31:52 berikan rezeki yang luas. 31:55 Jadi kalau orang bertanya mana yang 31:57 harus didahulukan antara orang tua sama 32:00 istri dan anak? Ini pertanyaan 32:02 menunjukkan bahwa Anda tidak memahami 32:04 bahwa orang tua itu pembuka pintu rahmat 32:07 keberkahan dunia maupun akhirat. Semakin 32:10 banyak Anda memberikan orang tua dan 32:13 berbuat kebaikan pada mereka, rezeki 32:15 Anda untuk anak-anak istri juga akan 32:18 berlimpah. Dan ketahuilah kebaktian Anda 32:21 terhadap orang tua akan menularkan 32:24 kebaktian pada anak-anak Anda. Juga akan 32:27 membuat istri Anda hormat kepada orang 32:29 tua. Tapi kalau Anda meremehkan mereka, 32:32 Anda mengajarkan pada istri Anda untuk 32:33 meremehkan mereka. mengajar juga 32:35 anak-anak Anda untuk tidak menghormati 32:37 nenek mereka atau kakek mereka. Oleh 32:40 karena itu, kalau Anda diberikan rezeki, 32:42 katakan 10 juta atau R juta. 32:46 Jangan Anda mengatakan, "Saya punya 32:48 istri, punya anak, kebutuhannya banyak. 32:50 Orang tua salah sih enggak menyimpan 32:52 tabungan." Lah kan untuk sampean 32:54 semuanya habis untuk siapa? 32:57 untuk kamu. Oleh karena itu, bagi sesuai 33:01 dengan kemampuan kamu. Berapa untuk 33:03 biaya orang tua, 33:06 untuk istri sama anak kamu. Kalau bilang 33:08 pada orang tua kamu, "Doakan Abah Umi 33:10 supaya saya punya rezeki yang luas bisa 33:12 membuat Abah Umi bahagia, memenuhi 33:15 kebutuhan abi." Begitu juga sama istri, 33:17 sama anak, doakan suami kamu agar bisa 33:20 menjadi orang berbakti dan menjadi orang 33:23 juga yang dimurahkan rezekinya hingga 33:25 bisa betul-betul apa? mensejahterakan 33:27 kalian. Dan jangan kalian berkeluruh 33:29 kesah karena saya bantu orang tua. 33:31 Mungkin dengan sebab orang tua Allah 33:33 buka pintu rezeki yang seluas-luasnya. 33:36 Bahkan bukan mungkin. Insyaallah dan 33:38 pasti sesuai dengan janjinya Allah akan 33:41 buka pintu rezekinya. Insyaallah enggak 33:43 ada lagi stres finansial. 33:46 Tidak ada bagi orang yang taat pada 33:48 Allah, tidak mempersekutukannya, bakti 33:50 pada orang tuanya, bersilaturahmi, Allah 33:52 akan banjiri mereka dengan rezeki dari 33:54 sisi Allah Subhanahu wa taala. 33:57 Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua 34:00 dan jadikan kita anak-anak yang selalu 34:02 berbakti. Begitu juga anak-anak kita 34:04 berbakti pada ayah ibu mereka, berbuat 34:06 kebaikan pada kerabat dan sesama 34:08 manusia. Amin ya rabbal alamin. 34:12 Masyaallah. Jadi ikhwan akhwat kalau 34:15 kita bersandar pada Allah 34:18 akan menjadikan hari kita lebih 34:19 bercahaya. Sementara berbakti pada ayah 34:23 bunda yang sudah senja usia itu utama 34:26 banget ya. Seperti apa yang kita dengar 34:28 barusan karena doa ayah bunda akan 34:32 membuka pintu rezeki gitu ya. Nah, 34:34 apakah yang akan disampaikan yang akan 34:38 membuat kita semakin yakin untuk 34:41 menghadapi hal-hal semacam ini dari 34:44 Ustaz Abu Bakar Baraja? Yuk, kita simak. 34:48 [berdehem] 34:51 Bismillahirrahmanirrahim. 34:54 Asalamualaikum warahmatullahi 34:57 wabarakatuh. Waalaikumsalam 34:59 warahmatullahi 35:02 alhamdulillah 35:05 segala pujian kita aturkan 35:09 dengan berbagai macam pujian-pujian 35:13 yang kita alungkan 35:16 di saat itu. Pujian-pujian itu membuat 35:21 berkahnya kehidupan kita. 35:24 Puji 35:26 memuji itu adalah sesuatu hal yang 35:30 lumrah. 35:31 Namun ketika kita bersyukur kepada Allah 35:36 di sini tempat kita mendapatkan sesuatu. 35:42 Syukur ini adalah bagaimana kita bisa 35:47 merasakan 35:49 bagaimana nikmatnya 35:52 ketika syukur itu sudah mengalir dalam 35:57 kehidupan. 36:00 Kita akan merasakan bagaimana syukur itu 36:07 hadir di dalam kehidupan. 36:10 Maka kita akan tetapkan bahwa kita 36:14 adalah diri kita. Ketika kita menegaskan 36:18 kepada diri kita bahwa kita adalah diri 36:22 kita, maka dengan otomatis 36:25 kita akan mengenal Allah. 36:31 berbagai macam permasalahan 36:33 yang terjadi 36:37 sehingga ada seorang yang mengalami 36:41 toksik 36:43 dalam keluarga. 36:47 Dalam keluarga mengalami toksik 36:53 katanya beracun. 36:55 Apa yang terjadi? bahwa tidak akan 36:59 mungkin terjadi racun di dalam kehidupan 37:02 kita kalau kita tidak melakukannya. 37:11 Jadi ketika itu racun yang kita pegang, 37:16 yang kita lakukan, kita berbuat, kita 37:20 melakukan, itu yang menjadikan posisi 37:24 dalam hidup kita, kehidupan kita. 37:30 Jadi apa dong yang terjadi? Bagaimana? 37:33 Kan ini berbagai macam peristiwa, 37:36 persoalan-persoalan 37:39 tidak ada katanya Allah. Fa inna maal 37:44 usr 37:47 mudahkan. 37:51 Inna maal usri. 37:54 Mudahkan. 37:56 Jadi kesulitan-kesulitan 37:58 itu kalau kita mengambil yang Buddha 38:03 akan jadi mudah, 38:08 akan menjadi mudah ketika kita melihat 38:12 sesuatu itu sulit, kita lihat mudah, 38:15 maka akan jadi mudah. 38:18 Kalau kita memperhatikan toksik, 38:21 beracun, berbagai macam peristiwa yang 38:24 terjadi, maka pikiran kita akan terjadi 38:28 suatu peristiwa-peristiwa. 38:33 Makanya akan terjadi berbagai macam 38:35 peristiwa. 38:41 Segala sesuatu akan menjadikan sesuatu 38:44 itu menjadi peristiwa. 38:48 Bagaimana kok enggak? Tidak ada racun 38:51 kecuali kita yang bermain di sana. 38:58 Kalau kita bermain dengan racun, maka 39:01 kita akan kepegang sana, megang ini 39:04 racun. Bagaimanapun kita akan mengambil 39:07 ini. Tapi kalau kita tidak bermain, maka 39:11 permainan itu akan menjadi yang 39:14 menyenangkan. 39:19 Jadi tidak ada yang namanya tafsir. Buat 39:23 apa kita berpikir kalau kita mau 39:26 menghancurkan, kita mau berpikir ini, 39:29 kita akan berpikir bingung ini. Untuk 39:32 apa kita bingung? Yang penting mudahkan. 39:38 Dalam segala sesuatu kita lihat mudahkan 39:41 yang mudah, yang menyenangkan. Ketika 39:44 kita bisa melihat yang menyenangkan 39:47 insyaallah semua itu akan menyenangkan. 39:54 Enggak akan ada. Wah, ini bimana saya 39:57 harus pisah. Karena suami saya 40:00 marah-marah enggak tenang. 40:04 Suami marah-marah, kita diam. 40:09 Kita menjadi seorang istri diam. 40:14 Suami marah-marah kita diam. Ketika 40:17 sudah diam, sudah tenang, baru kita 40:20 bicara. 40:25 Bukan suami marah-marah, kita ikut 40:28 marah-marah. Ya sudah 40:31 bubar 40:34 bubar. 40:36 Marah-marah ketemu marah-marah. Ya sudah 40:40 penuh dengan marah-marah. 40:42 Jadi ketika suami marah-marah kitanya 40:45 tenang. Kita diam. Jadikan seorang istri 40:50 yang tenang. 40:54 Kalau seorang istri itu mengalami 40:56 ketenangan, maka sang suami lama-lama 41:00 marahnya hilang menjadi tenang. 41:03 Jadikan hidup kita menjadi seorang satu 41:07 orang di dalam keluarga ada yang 41:10 memimpin 41:12 ketenangan maka semuanya hidupnya akan 41:15 tenang. 41:19 Kalau anak-anak itu podo ribut ke sana, 41:23 keluar ramai ke sana, 41:26 permainannya tidak benar, nakal 41:29 bagaimana 41:31 berbagai macam peristiwa, main game, 41:34 main itu, kita tenang. Bukan yang kita 41:39 pikirkan permainannya, tapi yang kita 41:41 pikirkan si anak. 41:46 Jadi enggak toksik. 41:49 Yang kita pikirkan siapa? Si anak. Anak 41:53 itu bagaimana kita interaksikan, kita 41:56 komunikasikan 41:58 yang menyenangkan. 42:03 Begitu juga kepada suami. 42:07 Suami yang marah-marah, yang kesal, 42:10 bikin wah enggak enakin kita ngelihat 42:13 juga. Aduh. 42:15 Kita diam dulu, kita tenang dulu, kita 42:19 abaikan. Yang marah-marah itu kita 42:22 tinggalkan, kita buang. Yang 42:25 marah-marahnya dia kita tinggalkan, kita 42:27 abaikan. Maka perbuatan yang baik itu 42:32 yang kita munculkan. 42:37 Enggak akan terjadi penceraian, 42:40 perpisahan. tidak akan terjadi kalau ada 42:45 yang mau masuk ke dalam ketenangan ini. 42:52 Jadi ketika seseorang sudah mulai 42:55 menjadikan tenang, insyaallah 42:59 suami juga akan tenang, anak-anak juga 43:01 akan 43:05 enggak bisa. Kalau dia tidak bisa, ya 43:09 sudah biarkan. 43:12 Biarkan dia marah-marah. Kita tetap 43:14 membina semuanya dengan suasana yang 43:17 tenang. Dia akan tenang. 43:22 Insyaallah dia akan tenang. 43:27 Jadi 43:28 perceraian jangan berpikir 43:31 kita ini dalam berkeluarga seringnya 43:35 yang kita umumnya banyak yang kita 43:37 datangkan dapatkan 43:42 datang-datang gini 43:44 karena suami saya tuh seperti ini dia 43:48 enggak bisa dibilangin dia keras kepala 43:51 dia batu benar dia enggak bisa dikasih 43:54 tahu saya enggak mau bicara lagi sama 43:57 dia. 43:59 Oke, kita dengerin. 44:02 Iya. 44:04 Terus ya sudah enggak bisa. 44:07 Oke, sudah selesai. Oke, ya. Oke. Kita 44:11 ngomong kita baik, baik baik baik. Oke. 44:14 Coba nanti datang lagi. Begitu datang 44:17 lagi sudah enak kan? 44:20 itu 44:22 bertanda marahnya karena saat itu. 44:28 Kalau saat itu marahnya kita terima, 44:31 kita lakukan, kita permasalahkan, kita 44:37 adung, kita persoalkan, maka itu akan 44:40 menjadi panas, menjadi 44:43 respon sedikit pun. marah ketika kita 44:48 respon sedikit dia akan menyambar. 44:51 Maka ketika seorang marah, kesal, enggak 44:56 enak, 44:57 perkataannya kurang baik, kita enggak 45:00 usah merespon. 45:02 Kita diam. 45:04 Kita berbicara yang menyenangkan, yang 45:08 bahagia, yang memberikan ketenangan. 45:13 Itu yang paling utama. 45:16 Jadi yang paling utama enggak berpikir 45:18 bawakan cerai. 45:22 Cerai itu keputusan terakhir. 45:27 Kalau memang sudah tidak bisa lagi, ya 45:30 sudah cerai. 45:32 Ini enggak bisa lagi. Bisa 45:36 kesulitan bagaimanapun katanya Allah 45:39 mudahkan. 45:43 Kalau kita mudahkan, maka akan terjadi 45:46 mudah insyaallah. 45:49 Jadi jangan kita tergesa-gesa 45:53 untuk mengambil keputusan. 45:58 J keputusan itu enggak usah kita 46:00 gesa-gesa, 46:02 terburu-buru, 46:04 kita santai, kita tenangkan, 46:07 kita rilekskan. 46:09 Insyaallah akan terjadi 46:12 kemudahan-kemudahan 46:15 insyaallah. Dan yang kedua 46:20 ee jawabannya sih cuman satu. Prioritas 46:23 apa yang kita ambil? Orang tua atau 46:26 keluarga? Yakin kita sebagai seorang 46:30 suami 46:32 akan menentukan ya orang tua. 46:38 Enggak mungkin kita akan lepaskan orang 46:41 tua itu jadi utama. 46:46 Ya, sebagaimana yang tadi sudah 46:47 dijelaskan sama Ustazin, bagaimana 46:51 pentingnya seorang 46:54 melakukan perbuatan baik sama orang tua 46:57 akan mendapatkan kebaikan. 46:59 Jadi, yakinkan bahwa orang tua 47:03 [berdehem] itu yang utama. 47:07 Kalau terjadi sesuatu, mana yang kita 47:09 harus pilih? Istri atau orang tua? ya 47:13 orang tua 47:17 kita harus memilih yang pasti memilih 47:20 orang tua. 47:24 Jadi yang paling utama adalah orang tu. 47:29 Oh finansial kita nih enggak bisa dong. 47:31 Kita kan cuma dapatnya pas-pasan buat 47:34 rumah. Pas-pasan menambah anak satu 47:38 pas-pasan. Nambah anak dua pas-pasan. 47:41 nambah ibu satu pas-pasan enggak akan 47:45 jadi pas semuanya jadi pas-pasan. 47:50 Jadi yang penting itu kapan saja yang 47:53 penting ada kita makan yang ada yang ada 47:57 yang kita makan yang enggak ada yang 47:58 enggak usah kita cari enggak usah kita 48:01 muter-muter. Yang penting yang ada kita 48:06 makan. 48:09 Itu yang terbaik. 48:11 Insyaallah. Jadi yang lebih penting 48:13 adalah tetap kita pastikan adalah orang 48:20 tua yang paling utama. Insyaallah. 48:24 Ee 48:28 nomor satu prioritas. 48:31 Masyaallah. Tanpa ayah bunda mana ada 48:34 kita di dunia ini kan. 48:36 Em masih ada sedikit waktu tambahkan 48:38 Ustaz sebagai [berdehem] penutup 48:42 dalam satu diriwayatkan oleh Anas bin 48:45 Malik 48:46 dari Bukhari dan Muslim. 48:52 Rasulullah bersabda, "Man sarrahu an 48:55 yubsat lahu fi rizqi 49:00 waunsau fiarih falyasir rahimah." 49:04 Siapa-siapa yang mau diluaskan 49:06 rezekinya, 49:08 mau dihapuskan dosa-dosanya, 49:12 jaga dan hubungi rahimnya. 49:15 Apalagi ayah ibu 49:19 kita berhubungan dengan rahim kita di 49:22 luar ayah ibu saja sudah membuka pintu 49:25 rahmat apalagi ayah ibu. 49:28 Dan Rasulullah mengatakan, "Sungguh 49:30 rugi, sungguh rugi, sungguh rugi." 49:34 Seorang anak dia mengalami masa-masa tua 49:38 kedua orang tuanya tapi tidak dapat 49:39 masuk surga. 49:41 Karena apa? Dengan kebaktian pada orang 49:44 tua dia menjamin insyaallah surganya di 49:47 dunia, surganya di hari akhirat. 49:50 Oleh karena itu Allah berfirman, "Wa 49:52 ahsinu innallaha yuhibbul muhsin." 49:55 Berbuat ihsanlah. Sesungguhnya Allah 49:58 mencintai orang yang berbuat ihsan. Nah, 50:01 dalam ayat Quran dijelaskan 50:03 prioritasnya. 50:05 Wabil walidain ihsan 50:08 wabidil qurba wal yatama wal masakin 50:12 win. 50:14 Kemudian wal jaril qurba wal jaril 50:17 junubi washibiambi. 50:23 Kita lihat bagaimana kita diperintahkan 50:25 berbuat ihsan. pertama-tama kepada kedua 50:28 orang tua. Kepada kedua orang tu. Kenapa 50:32 Allah enggak sebutkan pada anak? Karena 50:35 anak 50:37 bagi orang tua seperti air dari tempat 50:39 tinggi yang mengalir ke bawah. Tapi 50:41 kalau untuk orang tua kalau enggak 50:43 dipompa 50:44 tidak akan naik. Maka Allah berikan 50:46 wasiat berulang kali. Karena Allah tahu 50:49 manusia ini kalau sudah berkeluarga 50:51 banyak yang lupa pada ayah ibunya 50:53 kecuali yang jiwanya penuh dengan rahmat 50:56 dan kesadaran yang tinggi. 51:00 Baru setelah itu kaum kerabat terdekat. 51:04 Dengan sendirinya Allah enggak sebutkan 51:05 anak istri karena ini merupakan 51:09 apa yang berada pada buah hati kita. 51:13 Tapi jangan karena anak istri kita 51:15 abaikan ayah ibu kita, orang tua kita. 51:19 Di samping mengantarkan kita menuju api 51:21 neraka jahanam juga akan membuat hidup 51:24 kita menderita dan sesat. 51:27 Kemudian baru anak-anak yatim, apalagi 51:30 kalau dari keluarga kita, 51:33 orang-orang miskinnya. Kemudian 51:36 tetangga yang dekat, tetangga yang lebih 51:39 jauh ya. Kemudian teman-teman dekat 51:42 kita. 51:43 Masa kita berteman tapi tidak peduli 51:46 menyaksikan orang-orang yang menjadi 51:48 teman kita dalam kesusahan. Dan ini 51:50 harta yang kita pegang bukan milik kita, 51:53 milik Allah. 51:54 Sekarang kita diberikan amanat. Besok 51:56 begitu kita meninggalkan dunia ini kan 51:58 pindah ke tangan orang lain lagi. Allah 52:00 melihat bagaimana kamu pergunakan harta 52:03 kamu dari mana kamu dapatkan. Ini yang 52:05 akan menentukan. Oleh karena itu, orang 52:09 sukses dan gagal bukan karena jabatan, 52:12 kedudukan, dan kekayaan. 52:15 Orang seperti Donald Trump jadi presiden 52:18 Amerika kaya raya kan, tapi orang gagal 52:21 lagi meneliti jalan menuju jurang api 52:23 neraka. 52:25 Tapi orang-orang yang beriman, yang 52:28 taat, yang berbuat kebaikan, jauh dari 52:30 kezaliman, dia orang yang sukses. 52:32 Walaupun hanya seorang petani, 52:35 walaupun pedagang kecil, walaupun dia 52:37 tidak memiliki apa-apa, tapi dia taat 52:40 pada Allah. Usahanya yang halal dan apa 52:43 yang Allah berikan ditempatkan di tempat 52:45 yang penuh dengan berkah. Jadi, jangan 52:47 tergiurat kekayaan, lihat kedudukan, 52:51 lihat ketampanan, kecantikan. Walaupun 52:53 dia bergelar, berdasi, memiliki jabatan 52:57 yang tinggi, tapi kalau dia tidak 52:59 berjalan di atas jalan Allah, sampean 53:01 gagal. 53:04 Betul gak? 53:05 Jadi bagi masyarakat apalagi yang 53:09 beriman pada Allah, ingat Allah tidak 53:11 bertanya berapa banyak uang yang kamu 53:13 punya, apa kedudukan kamu, apa gelar 53:16 kamu. Tapi Allah lihat 53:19 bagaimana kamu menempatkan diri kamu di 53:22 antara kebenaran, 53:24 keadilan, dan ketidakadilan. 53:26 Lalu untuk siapa kamu hidup dalam 53:28 kehidupan dunia? 53:30 Sudahkah kamu siapkan bekalmu untuk 53:32 kehidupanmu yang kekal dan? Kalau tidak, 53:36 maka orang-orang semacam ini, 53:38 orang-orang yang hidupnya sia-sia, 53:41 matinya akan mengantarkan dia menuju 53:44 derita tiada tara. Waliubillah. Jadi, 53:47 jangan terpedaya oleh kehidupan dunia 53:50 kita di dunia kalau kita diberikan 53:52 rezeki pas-pasan 53:56 untuk kebutuhan kita bisa membantu sana, 53:58 bantu sini. Alhamdulillah 54:01 kita di rumah aman, rezeki kita ada, 54:05 sehat afiat. Seperti yang dalam riwayat 54:07 Rasulullah mengatakan, "Man kana aminan 54:09 fi sirbih muafan fi badani wahuqu yaumih 54:14 faqad lahud dunya biha." 54:17 Orang kalau aman di rumahnya, di 54:19 perjalanan, 54:21 sehat badannya, kebutuhan sehari-harinya 54:24 ada, dia telah apa? memiliki dunia dan 54:28 seluruh isinya. Karena banyak orang kaya 54:31 enggak aman hatinya. Banyak orang kaya 54:33 enggak enggak sehat. 54:35 Cuci darah, jantungnya begini, 54:37 jantungnya begitu, enggak tenang, 54:40 jiwanya gelisah. Apa artinya? 54:43 Makanya alhamdulillah Ustaz Abu Bakar 54:45 baraja ini tiap bertemu dengan orang 54:48 senyumnya memberikan harapan Ibu Hajah 54:51 Nur juga. Pada guru saya, Ustaz Syadili 54:53 ini dulu mengajar saya Al-Qur'an. 54:55 Walaupun cuma mengajar Al-Qur'an di 54:57 kampung-kampung, anaknya berangkat ke 54:59 luar negeri, belajar di luar, 55:03 berkembang dengan pesat. Padahal guru 55:06 Al-Qur'an pendapatan dia waktu zaman di 55:08 pesantren paling cuma Rp500, Rp1.000. 55:11 Itu sudah luar biasa. Betul-betul nanti 55:13 mikul kayu di gunung ya untuk anak-anak 55:17 ya, masak sampai tengah malam. Jangan 55:20 dilihat pekerjaannya. Kelihatannya 55:22 sepele. Tapi pekerjaan semacam ini 55:24 merupakan jihad di jalan Allah. Ada 55:28 Ustaz Junaidi juga berdakwah di kampung, 55:30 di tempat-tempat kumuh yang 55:31 sempit-sempit. Ya, 55:33 jangan lihat tempatnya yang sempit. 55:36 Insyaallah menjadi jalan menuju surga 55:38 yang luas, membawa kebahagiaan 55:40 insyaallah. Begitu pula kepada seluruh 55:43 keluarga besar Radio Silaturahmi. 55:45 Mudah-mudahan apa yang mereka infakkan, 55:48 tenaga, waktu, pikiran, begitu juga 55:50 harta kepada para pendengar juga Allah 55:53 jadikan sebagai pembuka pintu rahmat 55:55 Allah di dunia untuk kita, keluarga kita 55:59 juga untuk bangsa negara kita dan jadi 56:01 bekal di hari akhir nanti. 56:03 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 56:06 ilahailla anta astagfiruka wa atubu 56:08 ilaik wal afu minkum. Wasalamualaikum 56:12 warahmatullahi wabarakatuh. 56:14 Waalaikumsalam warahmatullah 56:17 wabarakatuh. Terima kasih sekali Ustaz 56:19 Husein, Ustaz Abu Bakar. Ya, ikhwan 56:23 akhwat. Bakti pada ayah bunda ternyata 56:25 utama karena doa beliau akan membuka 56:29 pintu rezeki. Sementara tadi yang masih 56:32 harus kita genggam berat adalah terkait 56:34 dengan stres finansial. Tambatkan saja 56:37 hati kita pada Allah. Insyaallah 56:39 semuanya aman. Terima kasih sekali lagi 56:42 untuk semua. Billahi taufik wal hidayah. 56:44 Wasalamualaikum warahmatullahi 56:46 wabarakatuh. 56:47 Waalaikumsalam.