Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:08 [Musik] 1:28 [Musik] 1:31 [Tepuk tangan] 1:35 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:36 warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma 1:38 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 1:40 sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita 1:42 berjumpa lagi hari ini, hari Rabu 1:44 tanggal 25 Rabiul Awal 1445 Hijriah atau 1:48 tanggal 11 Oktober 2023. Seperti biasa, 1:52 Rasil kembali menghadirkan acara tamu 1:54 kita. Siapakah tamu kita? 1:57 Kalau saya sebutkan Hajah Titi Widetnong 2:01 pasti enggak tahu 2:03 ya. Lahirnya 21 Juni tahun 4 ya. Saya 2:07 mau kasih pantun dulu nih ya untuk 2:09 pendengar ya. 2:11 Paling enak makan nasi 2:14 pulen apalagi teman lama ikut 2:19 nemenin. Bunda Nenok benar-benar 2:21 multitalent. Lakon apa aja pernah 2:23 dijalanin? 2:25 Aduh, sekarang udah tahu deh siapa ya 2:28 Bunda Nena. Karena dia tuh pernah jadi 2:31 penyanyi, penari, main film, drama, 2:35 puisi, politik, 2:38 penceramah, apalagi yang belum di 2:40 penjual susu. Penjual susu. 2:43 Penjual susu yang keren ya. 2:47 Asalamualaikum Bunda Neno atau Mbak 2:49 Neno. Apa kabar? Waalaikumsalam. Kita 2:52 biasanya ketemu di momentum-momentum aja 2:54 ya di event-event tertentuah karena 2:56 kawan lama banget gitu. Dari zaman dulu 2:59 TV ada acara berbalas pantun sama Ani 3:02 Sumadi. Itu berapa episode ya? Panjang 3:04 itu itu pertama kali kita tuh ya kita 3:07 pakai topi-topi daerah gitu. Iya. 3:11 Neno nungki kusuma terus titi foto model 3:15 itu kita bikin sendiri apa kita bikin 3:18 sendiri kan banget sama warkov sama ini 3:22 tahu-tahu sekarang jadi jadi ramai 3:24 pantun cakep gitu dulu dulu enggak ada 3:27 enggak ada istilah cakep ada istilah 3:29 cakep ya he luar biasa ini neno nih 3:33 kenapa kok banyak sekali talentnya ya 3:35 bisa nyanyi bisa semuauanya film pun 3:39 bukan kaleng-kaleng ya prestasi pernah 3:41 mendapat piala Citra untuk pemeran utama 3:44 terbaik dalam film Sayekti dan Hanafi 3:47 sebagai Sayektinya waktu itu ya istri 3:49 tukang beca. Sayekti betul istri tukang 3:51 beca. Jadi aku ini pernah menikah sama 3:53 tukang beca. Bagaimana penghayatannya 3:56 Bu? Perlu observasi atau bagaimana itu? 3:59 Aku ini kan lahirnya di teater Mas 4:00 Kresna. Oh teater juga. Jadi tahulah 4:03 bagaimana cara penghayatan ya. 4:05 Dari umur 5 tahun kan aku udah nyanyi, 4:08 udah puisi. Aku kalau sampai waktu kok 4:12 mau tuh umur umur 3 4 tahun 5 tahun 4:15 sudah baca puisi kan. Terus nyanyi di 4:18 RRI rambutnya kruil-kruyul bintang kecil 4:23 sudah nyanyi gitu tuh. Nah, jadi ee 4:27 memasuki dunia teater bukan hal yang 4:29 sulit ya. kebetulan juga didukung oleh 4:32 kepercayaan teman-teman sehingga jiwa 4:36 teater itu kalau ibaratnya Faris RM 4:38 kemarin aku kan ee pagelaran pagelaran e 4:41 apa namanya e sama Faris RM di apa itu 4:45 pagelaran anak muda lah pokoknya gitu di 4:48 daerah yang syronize itu loh 4:51 synchronized festival yang nonton 4:53 anak-anak muda semuanya gitu kan kata 4:56 Faris gini chill dia panggil aku chill 4:59 chill 5:01 Pokoknya dia ngomong sama semua orang, 5:03 "Aku udah duet sama semua orang, tapi 5:05 enggak bisa suaramu itu teatrikal, 5:07 enggak bisa digantiin." Katanya Pak 5:09 Paris tuh gitu. Jadi emang jiwa teater 5:12 itu menyebabkan kita jadi penuh tanggung 5:15 jawab. Itu sih sebenarnya. Jadi masuk ke 5:18 dalam naskah itu enggak langsung oh ya 5:21 oke shoot. Enggak. Observasi uangnya. 5:25 Uang honornya dulu zaman dulu buat habis 5:27 buat observasi. buat observasi bahkan 5:29 nambahin. Jadi serunya kalau ya 5:33 maksudnya kalau aku dulu kalau kita 5:35 punya ee peran yang bagus, kita beli 5:39 peran itu. Jadi pondar- mandir ke Medan 5:42 karena kan itunya di Medan. Oh di Medan. 5:43 I kasus aslinya di Medan. Itu cerita 5:46 asli kan? Cerita asli yang difilmkan 5:48 gitu ya. Petan. Iya. Tapi dialih ee 5:51 geonya dialihin ke Jogja. He gitu. Jadi 5:55 ee jadi buruh gendong. He. Di Jogja pun 5:59 aku observasi jadi turun 6:01 naik. Bagaimana caranya? Kan 6:04 sutradaranya bilang ee jangan pakai 6:07 kardus aja apa pakai busah aja supaya 6:10 ringan. Aku bilang enggak. Berapa berapa 6:13 kilo itu? 70 kilo. Aku bawa 70 kilo itu. 6:17 Oh. Asli aku naik benar-benar 70 kil ya. 6:19 Iya. Nah, 70 kilo. Semua orang bilang, 6:21 "Jus, ini kan film." Enggak kan orang 6:24 teater enggak ada pura-puraan kita 6:27 jalanin gitu. Beda ya kalau orang teater 6:29 yang manage seperti di PTEN yang Sta 6:32 Sapta sama jadi miswar kan dari teater 6:36 karim i karena kita itu memberikan ee 6:41 jadi naskah itu meminta kita gitu bukan 6:43 kita menggunakan naskah itu, tapi kita 6:47 mau menyerap gitu di naskah itu mau apa 6:50 gitu. Oh, di situ pembelaan terhadap 6:52 kaum perempuan miskin sampai hari ini. 6:54 Wallah itu menjadi semangat itu. Kalau 6:57 mau di YouTube masih ada enggak sih? Ada 6:59 kok. Masih ada ya. Sayekti dan Hanafi 7:02 tahun '8 ya kalau enggak salah ya. '8. 7:04 Anakku aja nonton nangis. Kasihan mami 7:07 katanya 7:09 jadi istri seorang tukang beca. Iya. Oke 7:12 Iwan danwat. Kami masih 7:13 berbincang-bincang dengan Bunda Neno 7:16 Warisman. Nanti juga kami akan bacakan 7:18 nomor HP beliau. Silakan siapkan pupen 7:21 sama kertas. Kami akan bacakan. Kalau 7:23 mau telepon, mau tanya-tanya, nah 7:25 silakan. Jadi kesibukan Eno sekarang 7:27 apa? Nah, kan kita kan enggak boleh 7:30 bicara politik. Nanti kalau politik 7:33 luhur boleh. Kita tetap harus berada di 7:37 tengah masyarakat karena contohnya 7:42 keadaan ee pasal 33 34. kita enggak 7:47 menyalahkan siapa-siapa, tapi bahwa 7:50 negara ini belum memiliki perangkat yang 7:53 sempurna untuk mengasuh anak-anak yatim 7:55 dan duafa misalnya gitu. Ada departemen 7:58 sosial, betul. Tapi kekuatan masyarakat 8:02 itu sangat memegang peranan. Jadi ee 8:06 kita-kita yang aktivis-aktivis sosial 8:09 ini memang percaya bahwa masyarakat 8:12 justru kebertahanan masyarakat itu yang 8:15 mendukung negara. He gitu. Makanya saya 8:18 masuk dalam kurun 6 tahun terakhir 8:22 setelah 2017-28 kan ada ee Gubernur 8:27 Jakarta ya kan. Nah bantuinlah itu ya ee 8:31 kurang lebih setahun setengah lah kita 8:34 bantu itu calon gubernur Jakarta. 8:38 Kemudian setelah itu seperti biasa orang 8:41 kembali ke dunia masing-masing. Saya 8:43 memutuskan untuk tetap mengasuh beberapa 8:47 kampung. Nah, kampung-kampung yang 8:50 mungkin kita bilang dia masih harus 8:51 menghadapi penggusuran, dia masih 8:54 menghadapi air bersih, gitu. Saya 8:56 percaya bahwa negara ini mengurus, tapi 8:59 saya juga percaya bahwa ee negara ini 9:02 terlalu luas sehingga harus ada 9:03 partisipasi masyarakat. Masyarakat 9:06 siapa? masyarakat yang peduli. Nah, saya 9:08 menempatkan gerakan edukasi satu 9:11 satusat1 namanya untuk masuk ke beberapa 9:13 kampung. He. Nah, di situ kita ee yang 9:16 enggak ada TPA kita buatkan sampai 9:20 seragamnya. Yang enggak ada air bersih 9:21 kita carikan. Yang anak-anak enggak bisa 9:24 belajar, yang anak-anak bertato supaya 9:27 tatonya hilang, kita carikan jalannya. 9:30 Yang sampai ee apa namanya? sampai ke 9:33 hajat hidup pertama yaitu bagaimana 9:35 membuat mereka punya mata pencaharian. 9:38 Kalau yang pemulung diberdayakan, dibuat 9:41 lebih bersih, kalau yang dan seterusnya 9:43 lah Mas Tirsna lebih tahu dari Nino. 9:45 Tapi selama 4 tahun itu penuh ee 9:48 akhirnya ee beberapa teman 9:52 mengatakan ini bukan pekerjaan Neno 9:54 sebenarnya, ini pekerjaan negara. Terus 9:56 saya bilang e kan kita enggak bisa 9:58 pertentangkan negara dengan warga negara 10:01 kan gitu. Karena saya bilang, "Ya enggak 10:03 apa-apa. Pokoknya ee kita hanya tahu 10:06 bahwa ee merek merek seseorang yang 10:10 sudah ingin jadi penolong agama Allah di 10:12 mana pun dia diturunkan dia mau nolong 10:14 agama Allah." Cuma itu aja. Saya juga 10:16 bilang sama anak-anak saya ee jabatannya 10:19 Bunda apa? Penolong agama Allah. 10:21 Mudah-mudahan Allah menolong gitu. Nah, 10:24 ketika habis itu ee pergi saya ke masuk 10:28 saya ke sebuah ee entitas politik. Tapi 10:31 kemudian di masjid biru di Turki. Saya 10:36 pergi ke Turki dan kemudian menunggui 10:39 anaknya yang bungsu sekolah di sana dan 10:42 menikmati keindahan Istanbul tiap hari. 10:46 Mandar-mandir antara Asia, Eropa, Asia 10:49 Eropa dan dan fall in love dengan Turki. 10:52 seperti semua orang juga jatuh cinta 10:53 sama Turki. Tapi di masjid e Ayah Sofia 10:56 itu saya akhirnya memutuskan untuk 10:58 keluar he dari panggung ee apa namanya 11:01 ee entitas politik dengan sadar. He. 11:05 Kemudian udah saya pikir saya memang ee 11:08 mau ee temenin anak-anak sampai semuanya 11:12 menikah kayak gitu. Anak saya 11:14 alhamdulillah yang nomor satu ee B 11:18 Gifari. Alhamdulillah sudah ee UI 11:21 ekonomi yang kedua 11:24 ITB lulus ber tahun 6 tahun lalu tapi 11:27 cumlot lulusnya alhamdulillah anak yang 11:30 ketiga Raudia lulus IPB CUMlot juga 11:32 bahkan hampir semua kumlot ee 11:36 tiga-tiganya itu sangat apa namanya 11:39 sangat memberikan ruanglah kepada ibunya 11:41 untuk berkiprah karena sekarang kalau 11:44 misalnya dibilang politik politik yang 11:46 praktis saya jalanin juga setelah 11:50 setelah kita menyadari bahwa memang 11:54 jihad ya jihad jihad hari ini itu jihad 11:58 salah satu yang terbaik adalah jihad 12:00 politik ada jihad ekonomi yang dunia 12:03 ekonomi tapi salah satu jihad yang 12:05 terbaik adalah jihad politik artinya apa 12:08 memberikan kembali peran kedaulatan itu 12:11 ke tangan rakyat karena ini kan ada 12:15 oligarki ada ee juga keabaian dan banyak 12:18 pihak ya. Saya hanya sekrup kecil tapi 12:21 kita cobalah memberikan pikiran-pikiran, 12:24 narasi-narasi kepada masyarakat. Kalau 12:27 saya kepada kaum saya, kepada urusan 12:29 pendidikan anak-anak, pendidikan kaum 12:32 perempuan. Nah, di situlah narasi besar 12:34 yang kepengin ee dan selalu saya ee 12:37 usahakan untuk lakukan. Nah, 2 tahun 12:40 terakhir saya berkiprah atau saya 12:43 memutuskan untuk membantu sebuah 12:46 pesantren bernama pesantren Ruhama. 12:49 Ruhama Alfajar. Mungkin kenal ya, sangat 12:52 kenal. Ada Ustaz Salman Abdul Hamid di 12:56 situ. Nah, apa yang saya 12:58 lihat segini, Mas. Mas Krisna. Saya itu 13:02 sama anak-anak saya, anak-anak saya tahu 13:04 banget bahwa kepinginannya saya kalau 13:08 mereka tanya ibunya pengin apa? Saya tuh 13:09 kepengin banget punya tahu enggak apa? 13:14 Teropong bintang. Heeh. Teropong bintang 13:17 itu saya pernah tanya harganya ada yang 13:19 R,5 miliar apa enggak mampu beli kan ada 13:22 yang paling murah harganya sekitar 13:23 berapa ratus juta gitu. Saya pengin dari 13:26 dulu karena saya tu pengagum alam 13:28 semesta. Masyaallah. Saya sangat 13:30 mengagumi semua alam semesta. 13:33 Berceritalah tentang alam semesta. Maka 13:35 saya pasti akan sangat eer. Tapi saya 13:38 bilang, "Nak, kalaupun kalian punya uang 13:41 dan ingin memberikan sesuatu kepadaku, 13:44 jangan berikan aku apa yang aku 13:45 inginkan, yaitu teropong bintang." Hm. 13:49 Karena aku bisa pergi ke melihat habel, 13:51 bisa pergi ke mana, bisa pergi ke mana. 13:53 Tapi nak, kalau kalian nanti sudah punya 13:56 uang, maka berikan 13:58 30% uangmu. Kalau kau sudah cukup, 14:01 hidupmu cukup. Heeh. Untuk anak-anak 14:03 miskin berbakat. Itu wasiat saya 14:06 bertahun-tahun sama anak-anak. Heeh. 14:08 Karena waktu saya hamil, Gifariah. He. 14:12 Saya jalan ke pasar-pasar, saya bilang, 14:13 saya ke usap perut saya. Saya bilang, 14:16 "Nak, lihat itu saudara-saudaramu. 14:19 Mereka lahir miskin. Kau enggak miskin, 14:21 Nak. Tapi nanti temani mereka, Nak. 14:24 Perjuangkan mereka, Nak." Itu saya 14:26 ngomong sama perut saya itu. Masyaallah. 14:29 Jadi anak-anak tahu bahwa mereka punya 14:33 PR atau punya wasiat seperti itu. Nah, 14:37 sebelum anak-anak mampu, sekarang mereka 14:39 baru menikah, baru lagi menata hidup, 14:41 bayar listrik masih empot-empotan segala 14:44 macam. Enggak maulah kita bebanin, ya 14:46 kan? Uangnya ditarik ke atas gini, wah e 14:50 kepala kelihatan gitu kan. Jadi masih 14:52 sungsang, sumbel istilahnya. Tentu 14:54 enggak kita bebankan. Nah, ketika saya 14:57 masuk ke sebuah entitas bernama Ruhama 14:59 Alfajar, saya melihat 15:02 loh ini bagus, 15:05 ini hal yang ee guari-cari ini ya yang 15:08 ee maksudnya gini, dia sudah 15:11 melakukannya Ustaz Salman bukan pikiran, 15:13 tapi dia tindakan sudah melakukan 15:16 gagasan itu. Oh, rupanya beliau anak 15:18 miskin. Oh, rupanya beliau diusir dari 15:21 kelas setiap kali mau ujian. Heeh. Saya 15:24 kan enggak ngalamin. Saya kan anak 15:26 perumahan, anak kompleks istilahnya 15:28 enggak ngalamin. Oh, jadi begitu keluar 15:31 dari Makkah, beliau bilang ee selesai 8 15:34 tahun di Makkah, satu-satunya yang 15:35 beliau inginkan hanyalah menyekolahkan 15:37 anak-anak yatim dua cocok ini kata saya. 15:42 Kedua, saya lihat, oh mereka itu 15:45 semuanya enggak beres ngurus tanah 15:47 wakaf. Sini, sini saya urusin. Saya 15:49 banyak sekali teman. Saya kan enggak 15:51 punya uang juga, tapi saya banyak teman. 15:53 Ada Ibu Nenden yang ee pengac notaris 15:58 yang hatinya lemah lembut kepada yatim 16:01 duafa. Diurusin semuanya selesai. 16:04 Padahal Ruhama itu ditipu berpuluh-puluh 16:06 juta untuk ngurusin surat wakaf. Habis 16:08 itu saya lihat lagi apa? Oh, izin 16:10 sekolahnya belum ada. Kata saya, "Hah, 16:13 kalian berjalan tanpa izin sekolah terus 16:16 sudah ngurus tapi enggak bisa." Ah, oke 16:18 oke. Sini sini. 3 hari alhamdulillah. 16:20 Masyaallah. Kelar. Lalu saya lihat lagi. 16:23 Nah, lihat lagi, lihat lagi, lihat lagi. 16:25 Saya lihat, hmm sama otaknya Ustaz 16:28 Salman sama saya ini. Anak itu enggak 16:30 usah disuruh paksa belajar. Minat bakat 16:33 kemampuannya apa. Kita tajamin, kita 16:36 jurusin. Uh, sama gitu kayak orang apa 16:38 balas-balas 16:40 pantun. Saya begini, kamu begini. Itu 16:42 sama gitu. Cuma dia berengosan aja dia. 16:45 Dia laki-laki saya. Ee ini bedanya laki 16:49 perempuan dia e 19 tahun lebih muda dari 16:52 saya kan gitu. Saya ee 59 tahun tapi 16:55 gagasan-gagasannya bermiripan dan bisa 16:57 jalan gitu. Oh oke. Nah terakhir. Nah 17:00 itulah saya bilang ini dari mana uangnya 17:05 pendidikan ini? Gitu kan. Makanya itu 17:07 yang saya bilang saya akhirnya saya 17:09 masuklah jadi pembina. Heeh. Nah, ketika 17:12 saya jadi pembina urusan saya 17:14 bersih. Dapur harus bersih. Lihat 17:17 makanan enggak bisa makanan seperti ini. 17:19 Masa karbohidrat sama karbohidrat enggak 17:21 boleh. Panggil chef, didik anak-anak 17:25 supaya dia mengenal keindahan makan itu 17:28 bisa membuat dia 17:30 mengapresiasi kebersihan. Tapi kita 17:33 anak-anak belajar plating kayak hotel 17:35 itu makanannya. Jadi se jadi udah kenal 17:40 potato gitu kan makanan-makanan yang 17:42 kita biasa makannya di hotel sekarang di 17:44 pesantren ada gitu kan. Terus apalagi 17:48 kesehatan saya bilang kuota 17:51 air kuota air mesti di inikan semuanya 17:56 setiap kelas adakan air 30 mili kali 18:00 berat badan tubuh anak-anak mesti di apa 18:03 diberi kebertahanan dengan air kemudian 18:06 isu air gitu. Nah, terakhir saya bilang, 18:09 "Hm, dari mana ini uang?" 18:11 Ah, rupanya jualan 18:14 susu. Makanya saya bilang apa? Jabatan 18:17 terakhir ah. Jabatan terakhir saya 18:19 bilang saya enggak jualan susu. Saya 18:21 menggerakkan sebuah kesadaran tentang 18:23 susu karena aku gedein anak-anak sampai 18:25 kumlot. Heeh. Itu memang asli penggemar 18:30 susu kambing. Susu kambing. Aku pribadi 18:32 susu kambing sifatnya basa sangat. Dan 18:35 dia itu dia kan probiotik. Jadi oh 18:38 banyak sekali kegunaannya. Banyak 18:40 banget. mau mau ambil dari mana dia ke 18:43 pencernaan 18:44 dia apa mendorong lahirnya probiotik ya 18:47 kan jadi karbohidratnya tuh ee 18:50 karbohidrat yang mendorong lahiran 18:52 kemudian dia pernapasan. Nah 18:54 kasus-kasusnya alhamdulillah banyak. 18:57 Jadi ada anak yang sesek napas ee apa 19:00 sih namanya tuh? 19:02 Asma. Asma yang sampai udah pakai alat 19:05 itu anaknya salah satu pengusaha di 19:08 wilayah e Cirebon Kunia namanya Pak 19:10 Sofyan ya. Sofyan Lubis. Beliau tuh bawa 19:14 susu dan ternyata anaknya bilang, "Pak, 19:17 aku sekarang sudah bisa lari-lari." Ya 19:19 Allah Karim, aku sekarang sudah bisa 19:21 naik tangga. Tadinya jalan sebentar dia 19:23 udah kesulitan. Terus ada juga orang tua 19:26 ya yang juga kesulitan minum susu 19:29 kambing. Akhirnya tuh si Pak Sofyan 19:30 Lubis beli lo 100. 19:34 ke pesantren beli 100 gitu kan. Aduh 19:38 alhamdulillah mudah-mudahan saya bilang 19:39 banyak orang yang beli 1.000 100. Tapi 19:42 gini ee dia itu memang salah. Nah gini 19:46 ini kan ada nih orang bilang kalau minum 19:49 susu mencret. Nah salah kalau diare. 19:53 Jadi dunia ini center for eh center for 19:58 disease ya. CCD itu meneliti sekitar 20:01 1300 anak itu mati atau meninggal karena 20:04 diare. H padahal obatnya diare itu susu 20:07 kambing. Bayangin. Kenapa? Karena dia 20:10 itu mengandung anti bakteri dari melawan 20:14 ekoli. Bakteri ekoli itu dilawan sama 20:17 susu kambing. Jadi susu kambing ini ya 20:19 pernapasan, pencernaan, kemudian juga 20:22 dia bahkan mata. Bayangin karena dia 20:24 punya ee betaarotannya itu cikalbakalnya 20:27 vitamin A. 20:29 Jadi yang sudah mulai agak lamur-lamur 20:30 kayak kita 20:33 sekali dan bahkan keropos tulang. 20:35 Keropos tulang juga diatasi. Kita kan 20:38 enggak sadar kalau kita minum susu-susu 20:39 yang katakanlah pabrikan kita tuh enggak 20:42 tahu sebetulnya bahwa itu ada proses 20:44 proses membuat jadi osteoporosis gitu 20:47 kan. Iya. Nah ini dia melawan itu. Dia 20:51 mengokohkan tulang otot. Bahkan yang 20:54 lebih hebat lagi adalah dia menguatkan 20:57 sistem syaraf. Jadi hemoglobin e by the 21:00 way hemoglobin yang beredar di dalam di 21:03 di dalam kan terus-menerus itu didorong 21:06 oleh si fosfornya yang ada di sini. Jadi 21:09 fosfor, niacin apalagi riboflavin ada 21:13 fosfor, ada kalsium semuanya itu di susu 21:16 kambing. Saya bilang makanya dia setara 21:19 dengan itu yang saya saya yakin ee 21:22 kualitasnya setara dengan susu asi ibu. 21:24 Masyaallah. Saya ini ibu yang e saya ini 21:27 perempuan yang tidak meninggalkan susu 21:29 asi untuk anak-anak saya seperti yang 21:31 Al-Qur'an lakukan. He. Tapi ketika 21:34 anak-anak itu sudah udah lepas 2 tahun 21:37 kan saya bilang susu apa yang terbaik 21:40 dari dari diri kita adalah susuasi sudah 21:42 selesai. I. Nah, itulah susu kambing. 21:45 Susu kambing. Kambingnya kambing apa? 21:46 Apa? Kambing tertentu atau kalau di 21:48 Ruhama itu kan kambingnya 21:51 pilihan semua. Sanen. Sanen. Sanen. Iya. 21:56 Ya, ada etawa, ada sanen, ada sapera. H. 21:59 Jadi memang mau pesan berapa aja gitu? 22:02 Misalnya nih ee saya sudah nawarin 22:04 misalnya ke 22:06 perusahaan ini soalnya untuk semuanya 22:09 kan. Jadi maksudnya anak sangat bagus, 22:13 ibu ya sangat bagus, bapak-bapak, pemuda 22:18 mau apa semuanya semuanya masuk di sini. 22:20 Jadi saya selalu bilang enggak jualan 22:22 susu enggak. Kita melakukan gerakan 22:26 gerakan minum. Iya. menguatkan diri. 22:28 Apalagi ini iklim kayak gini kan lagi 22:31 kacau. Nah, alhamdulillah banyak sekali 22:33 ibu-ibu yang ee mereka menyimpan 22:36 sedikit-dikitnya. Saya bilang 22:37 sedikit-dikitnya itu menyimpan selama 22:40 sepekan sedikit-dikitnya. Tiga botol 22:43 sedikit-dikitnya. Kalau paling tiga 22:44 botol untuk satu keluarga. Eh, iya 22:46 maksudnya setiap diri itu punya dia 22:48 punya tiga botol untuk dirinya. Artinya 22:50 2 hari sekali. Kalau enggak bisa tiap 22:53 hari 2 hari sekali. Karena kalau yang 22:55 sakit pagi sore, kalau yang sakit pagi 22:57 sore, pagi sore rencana sudah rasa 22:59 keropos nih Mas Krina sudah kerasa 23:02 keropos belum? Kalau aku 23:05 udah aku naik tangga udah ee eh gitu 23:09 kan. Nah itu baik minum sangat baik. 23:12 Sudah berapa lama konsumsi ini, Mbak 23:14 Neno? Mulai dari masuk ruhama di 23:18 kulkasku enggak pernah. Enggak ada. 23:20 Selalu ada ya? selalu. Dan ini lucunya 23:22 adalah gini juga kita tuh ee apa kita 23:26 tahu ada satu kaum yang orang bilang 23:29 otaknya sangat pintar gitu ya. Mereka 23:31 mengkonsum ini dari kecil dari bayi. Hm. 23:34 Nah, kita ngejauhin diri dari ini. 23:37 Enggak tahu apakah itu sebabnya kita 23:38 jadi enggak 23:41 ya nabi-nabi kalau apa menyuguhkan 23:44 tamu-tamunya kan pakai susu susu kambing 23:46 kan. Nabi kita sungguh Nabi Muhammad kan 23:48 pengembala Rasulullah sallallahu alaihi 23:51 wasallam. Allahumma shalli ala Muhammad. 23:53 Ya masyaallahi sayidina Muhammad. Itu 23:56 yang menyebabkan juga semangat saya 23:58 untuk membagi ee semangat minum susu 24:00 kambing ini. Memang kalau dibilang agak 24:03 mahal menurut saya salah sama sekali. 24:07 Kita kalau invest kesehatan udah ee 24:10 kuratif, 24:12 udah ngobatin. Ya Allah ya Rabb. 24:16 miliaran ada sampai jual rumah ya ya 24:20 Allah udah terlambat too late too late 24:22 to get the healthy kalau udah sakit 24:25 makanya saya lebih senang ayo ayo gitu 24:28 dibaca aja product knowledge-nya nanti 24:30 jadi tahu oh sampai ke detail-detailnya 24:33 tuh susu kambing 24:35 emang is the best itu susu kambing 24:38 memang karunia Allah karunia Allah 24:41 makanya saya tuh di kandang gitu ya saya 24:45 suka suka ngajak omong itu 24:48 loh. Dan lucunya ada yang lucu juga saya 24:51 ee ini karena kambing itu pejantannya He 24:55 itu kan e ini orang dewasa ya. Jadi dia 24:57 tuh 24:59 ee air seninya 25:02 itu dilumurin ke badannya. Heeh. Saya 25:05 kan suka dulu kan enggak ngerti kenapa 25:07 itu dia dia lumurin e air kencingnya. 25:10 Itu daya tariknya apa jantannya kepada 25:13 kambing betinanya. Gimana cara 25:15 ngelumurinnya? Tapi eh mau coba tapi 25:19 persoalannya adalah satu jantan itu bisa 25:22 menikah dengan 20 25:26 betina.Apa enggak setuju? Jadi dahsyat 25:29 sekali itu gitu. Susu kambing enggak 25:31 lawan benar-benar deh. Heeh. Oke nih WA 25:34 sudah mulai masuk nih. Masyaallah dari 25:36 Ibu 25:38 Yulianti. Oh terima kasih Rasil sudah 25:40 mengundang Bunda Neno Warisman. Pak 25:43 Krisna, saya dengan Ibu Yuli mau 25:45 bertanya pesantren Ruhama lokasinya di 25:47 mana dan berapa biaya masuknya? Allahum 25:50 Muhammad waa ali Muhammad. Yang membuat 25:52 saya itu betah dalam waktu hampir 3 25:55 tahun ini adalah karena di sana hanya 25:58 boleh anak-anak yatim duafa dan tidak 26:02 boleh bayar sama sekali. Jadi Pesantren 26:05 Ruhama ini memang perlu kita dukung 26:09 karena memang niatnya suci sekali untuk 26:11 ada 90 anak yang dididik dengan 26:16 pendidikan yang paling berkualitas. 26:18 Apalagi maksudnya setelah saya yang 26:19 sudah melanglang buana masuk ke sana 26:21 semua orang bilang ketinggian Bunda. 26:23 Ketinggian Bunda pikirannya ketinggian. 26:27 Jadi tapi Ustaz Salman paham itu. Jadi 26:30 enggak ketinggian kalau sama Ustaz 26:31 Salman. Tapi ada beberapa orang bilang, 26:33 "Bundak ketinggian-ketinggian." gitu 26:35 kan. Nah, enggak apa-apa deh. Gitu kan. 26:36 Tapi harus kan. Artinya saya sampai 26:38 bilang, "Alhamdulillah sekarang sudah 26:40 ada ee wakil apa namanya? Wakil ee 26:44 yayasan yang dia sudah bisa membuat KPI 26:48 untuk semua hal. Sehingga saya bilang 26:51 nanti kita bercita-cita ya ini semua 26:54 jadi masuk IS eh O tahun yang Iya. 27:00 Amin. Terus dia bilang, "Wow, hebatheat 27:03 gitu." Saya bilang, "Lakukan sesuatu 27:05 yangak itu akan jadi mungkin." Saya 27:08 bilang, "Yakinkan itu." Nah, jadi Ruhama 27:11 ini memang kecil. Waktu Ustaz Salman 27:13 bilang, "Bunda, Bunda itu sampai mati 27:16 aja di sini." Ih, saya bilang, "Seram 27:17 sekali sampai mati di 27:20 sini." Ee tapi saya bilang ee kenapa? 27:24 Karena Bunda bicara besar-besar. 27:27 bicara aja di sini di tempat kecil ini. 27:29 Terus saya kan gitu kan saya memandang 27:31 dengan semua aspek gitu kan saya lihat 27:35 cita-citanya ada tiga e Bang Sofyan, 27:38 Bang. Bang Sofyan itu kalau megang 27:39 kambing udah kayak anak i Sofyan itu. 27:41 Sofyan itu. Sofyan itu hebat banget 27:43 kambing dialah dia kayak bayinya itu 27:45 bayinya banget. Oke. Nah kemudian yang 27:47 suaranya 14 qiraah Hamdan. Hamdan ya. 27:50 Hamdan lulusan Mekah juga itu dia bisa 27:53 14 qiraah. Heeh. itu kan maksudnya 27:56 mereka semua tidak menghaki. Jadi Ruhama 27:59 ini memang hendak diwakafkan. Itu yang 28:02 bikin Mirening mau diwakafkan. Tapi saya 28:05 kan iseng dong otaknya emang otaknya 28:08 otak gini kan gitu. Jadi akhirnya saya 28:11 bilang kalau begitu entitas ini adalah 28:14 sebuah entitas pendidikan gratis yang 28:16 didukung oleh entitas usaha apa dua apa 28:20 tig apa empat sekarang susu ya kan. Ada 28:23 juga tanaman hias. He ya kan. Nah ini 28:25 belum dikelola nih tanaman hiasnya. 28:27 Sejujurnya ini pasar besar sekali 28:30 tanaman hias juga bisa. Nah lalu 28:33 terserah nanti entitas ee pendidikan 28:36 berkualitas yang didukung oleh entitas 28:39 usaha. Kalau katakanlah sebuah e yang 28:42 lain yang lain melakukannya kan ada 28:44 Lazis ada apa ini enggak. Dia tuh dia 28:47 tuh tektok langsung. Jadi dia 28:49 betul-betul entitas pendidikan dan 28:51 entitas usaha. ini adalah dua dalam 28:54 satu. Nah, nanti kita bercita-cita kalau 28:59 ada sekelompok komunitas misalnya di 29:01 kecamatan misal ini Soven juga yang 29:04 bilang nanti penginnya apa? Penginnya di 29:06 tiap kecamatan ada pendidikan macam 29:08 Ruhama. Oh, kata saya gitu. Cocok 29:11 berarti artinya kita membuat pattern 29:15 pola-pola begini loh kalau pola ngasuh 29:18 100 kayak gini. Lalu 29:20 lihat ee kemampuan kulturalnya apa di 29:25 situ. Apakah nelayan atau pertanian atau 29:28 buruh atau apa dia harus sesuai dan 29:32 berapa banyak itu ini ideal ya pola 29:34 ideal berpikir berpola politik ya 29:37 politik yang luhur tadi saya bilang 29:38 untuk kemaslahatan umat. Jadi enggak 29:41 akan ada ke depan 2045 Indonesia emas 29:45 itu anak-anak yatim duafa yang tidak 29:48 terurus. Enggak ada lagi. Masyaallah. 29:50 Enggak ada lagi Salman-Salman yang 29:52 diusir atau anaknya Yuliemb ee ee 29:55 mbaknya cucu saya. Anaknya seringkiali 29:58 disindir sama gurunya e atau sama 30:00 lingkungannya karena dia belum menunggak 30:02 bayaran. Enggak boleh. Karena anak 30:04 miskin itu dipelihara oleh negara. Harus 30:08 seperti itu. Kalau negara belum sanggup 30:09 maka kekuatan social power ya kekuatan 30:12 masyarakat yang bekerja. Nah, kita 30:15 Ruhama memberikan pattern polanya gini 30:18 loh polanya. Kalau 10 anak begini, kalau 30:21 nanti 30 anak gini, kalau 50 anak kayak 30:24 gini, 100 anak gini polanya gitu loh. 30:27 Nah, anunya kurikulumnya itu sudah kita 30:31 sudah kaji-kaji udah udah udah kita 30:33 sisir itu artinya udah mantap namanya 30:37 entrepreneur qurani karakter nabawi. Itu 30:40 yang akan nanti menjadi merek 30:42 entrepreneur qurani karakternya Nabawi. 30:45 Jadi anak-anak itu akan menjadi 30:47 anak-anak entrepreneur dengan 30:49 karakternya Rasulullah, karakter nabawi. 30:52 Lalu menyebar, "Alhamdulillah, Mas 30:54 Krisna sekarang dua anak sudah kan ke 30:56 Jepang, Mas Krisna." Masyaallah, 30:59 insyaallah sudah ada bantuan Allah kan 31:01 datang dari mana-mana aja. Dua anak sar 31:05 dua yang milih milih rancang bangun, 31:08 minat rancang bangun. Ngapain mereka? 31:10 Emang mereka mau rancang gedung? Bukan 31:12 ngegergaji, ngelas gitu-gitu. dilakonin 31:16 selama 6 bulan. Allah kasih ya Allah 31:19 kesempatan dua dan emang cuma dua 31:21 kursinya. Masyaallah. Maksudnya tuh 31:23 alhamdulillah. Terus anak-anak yang 31:24 pertanian. Alhamdulillah ada Pak Indra. 31:27 Pak Indra itu akin ya sekarang lagi 31:29 sakit. Kita doain mudah-mudahan beliau 31:31 diberikan kesehatan oleh Allah. Beliau 31:33 itu ngasih ee apa namanya? Ee greenhous. 31:36 He. Di green houseouse itu nanti 31:38 anak-anak yang bekerja, anak-anak yang 31:41 minat pada dunia pertanian. Ada Mas 31:44 Resna anak-anak yang memang tekun tek 31:50 Raudiatuz Zahra itu. Dari kecil kita 31:53 pergi ke Austral saya heran lah kita 31:57 jauh-jauh pergi ke Australia lihat opera 32:00 yang pulang dia foto-fotonya dia itu 32:03 isinya tanaman semuanya kan mikir ibunya 32:06 oh lulus dari tumbuhan biologi dengan 32:09 kumlot. Masyaallah kan tepat kan. 32:12 Sekarang ngapain dia? Dia mengelola 32:15 kebun melon dan dia sabar Mas Krishna 32:19 ngawinin ribuan bunga kan? Bunga mesti 32:22 dikawinin. Heeh. He he. Bunga betina 32:25 satu. Bunga betina dipetikin dua jantan 32:29 dicuk cuk cuk cuk cuk cuk cuk cuk. 32:33 Ribuan ya ada pegawainya tapi dia 32:36 sendiri sabar. Itu kan namanya dia 32:40 passion-nya di situ. Nah, kita tuh kita 32:43 tuh ngedapetin juga di Ruhama anak-anak 32:45 yang punya passion kuat sama pertanian. 32:48 Ya udah jeblosin ke pertanian. Anak-anak 32:50 yang kuat di bidang olahraga memanah. 32:53 Biarin dia memanah biar ada lagi yang 32:56 kuat di jijitse. Heeh. Sekarang sudah 32:59 ada beberapa anak yang sedang sudah 33:01 masuk. Mudah-mudahan ada sekitar empat 33:04 anak yang sangat berbakat. Jijitsu. 33:06 Perkenalkan ya. Saya adalah ee Presiden 33:09 Jijitsunia. 33:11 Eh, kita bacain dulu ni. Ah, banyak nih 33:13 ya yang masuk nih. 33:16 Asalamualaikum. Berhasil. Betul apa yang 33:17 dikatakan Mas Krishna bahwa Neno itu 33:19 multitalent. Apa saja bisa. Kelihatannya 33:21 bakat-bakat pengusaha juga 33:23 entreprendernya ada nih pada Neno nih. 33:25 Oke, luar biasa nih. Mana nomor 33:27 teleponnya Bunda Neno? Saya kan sudah 33:30 siap mau mencatatnya. Saya sudahpen sama 33:32 kertas. Itu itu untuk pesan susu tuh. 33:34 Iya. Enggak apa-apa. Boleh kan? Boleh, 33:36 boleh, boleh. Mohon entar Salman juga 33:38 saya akan bacakan nomor HP dari Ustaz 33:40 Salman. Ee kita ke Mbak dulu ya. Silakan 33:43 siapkan pulpen sama kerta. Saya akan 33:44 bacakan ya nomornya. Kalau mau ke saya 33:47 sih sebenarnya sama asisten saya ee 33:50 boleh juga tuh Mas. Ee asisten saya 33:53 namanya Tanti. He. Nah, boleh juga 33:55 dicatat tuh nomornya 0819 33:59 0808 0808 1840 1840 34:05 ini asistennya manutus saya ke misalnya 34:08 mau ngutus saya ke Mauritania misalnya 34:10 gitu 34:12 atau mengundang e pelatihan atau apa mau 34:14 ceramah boleh hubungi Mbak Tanti di 34:17 0819 0808 34:21 1840 atau ke 34:26 081183 ini ke Putra ya 34:29 0811 34:33 8301181 kemudian ada yang tanya tanya 34:35 juga nomor telepon Ustaz Salman ini dia 34:38 sekarang namanya bukan Ustaz Salman 34:39 Alfarisi lagi. Salaman Abdul Hamid. 34:41 Asaman Abdul Hamid namanya sekarang 34:44 ayahnya itu. Ayahnya itu ya 34:47 0812 kemudian 34:50 8400. 0nya 4 kali 94 34:53 0812 34:56 84004 * 94. Nanti kami akan kami akan 34:59 ulangin lagi ya. Mungkin belum sempat 35:01 nyatat ya. Terima kasih. Asalamualaikum. 35:03 Saya pengagum Mbak Neno Warisman sejak 35:06 dulu. Masyaallah artis spesial di 35:08 Indonesia. Masyaallah. Senang sekali 35:10 Mbak Retno, Mbak, Mbak Neno bisa hadir 35:14 di jadi tamu di Radio Rasil. Banyak ilmu 35:16 yang menginspirasi kami pendengar Rasil 35:18 atas semua kiprah yang telah dilakukan 35:21 dalam dunia sosial. Semoga kami bisa 35:23 mencontohnya. Semoga Mak Neno juga 35:26 begitu kurasil selalu dalam rahmat dan 35:29 kasih sayang Allah Subhanahu wa taala. 35:31 Terima kasih Mbak Maryati S. Mariati. 35:34 Makasih Mbak Mariati. Thank you so much. 35:36 Aduh, paling senang kalau didoain. 35:38 Soalnya emang berasa kan kalau orang 35:40 banyak ngomong banyak dosa. Iya. Banyak 35:44 juga manfaatnya. Tapi manfaatnya banyak 35:46 juga. Iya. Tapi kan ada perasaan aduh ya 35:49 Allah saya paling takut mengatakan yang 35:51 tidak dilakukan. Karena itu saya hanya 35:53 selalu bilang sama jemaah semua. Saya 35:55 mengatakan apa yang saya lakukan. Apa 35:58 ingat? Masih ingat kan apa yang 36:00 dilakukan tadi? Susu. Heeh. Susu 36:03 menyembuhkan penyakit asma. Susu sapi. 36:06 Eh, susu sapi. Susu kambing. Susu 36:08 kambing. Susu kambing bisa membuat ee 36:11 apa? Antisipasi untuk diare, sembuh 36:13 diare itu. Kemudian yang utama adalah 36:16 ketahanan tubuh. Kita kan dalam cuaca 36:18 kayak gini ketahanan pencernaan sistem 36:20 saraf tadi. Tulang ini kita sudah masuk. 36:22 Saya kan sudah mau 60. 36:25 Tapi kalau Mas Mas eh Kresna e ini lihat 36:29 kalau saya lagi foto sama jamah-zaman 36:31 saya betul-betul suka gini nih. Ayo gitu 36:32 saya uji nih. Saya begini rata-rata tuh 36:35 kalau udah ee 50 aja udah agak 36:39 goyang-goyang enggak bisa kayak saya 36:42 berdiri satu kaki gitu kan. Terus mereka 36:44 oh kuat. Iya saya bilang gitu. Minum 36:46 susu kambing. 36:48 Ngelewatin tulang. Oke, susu kambing. 36:51 Masyaallah tabarakallah. Alhamdulillah 36:53 merinding dan makin yakin bahwa Islam 36:55 adalah agama yang benar dan rida Allah. 36:58 Terima kasih Radio Silaturahim. Apakah 37:00 saya bisa mendapatkan rekaman cuplikan 37:02 mengenai tausiah ini yang memberikan 37:05 informasi 37:07 mengenai mengenai Isalmasi? 37:11 Oh, mungkin yang lain kali. Oh, Pak Andi 37:15 di Cipadu bisa dilihat di ini ya. Di 37:18 mana? di YouTube-nya aja ketik e TV 37:22 Rasel. 37:24 Hm. 37:27 Oke. Hm. Saya bisa nonton langsung di TV 37:31 Rasil acara tamu kita bersama Mbak Neno 37:33 Warisman. Terima kasih Rasil. Saya 37:36 sangat mengaguminya. Semoga Allah selalu 37:38 memberikan kesehatan kepada Mbak Neno. 37:40 Dari Ibu I. Ibu Ija. Terima kasih Ibu 37:44 Ija. 37:45 Eh, 37:46 kemudian dari Susilos Maul. Nomor 37:50 teleponnya dong. Oh, iya nih nomor 37:52 teleponnya. Eh, Mbak Neno nomor 37:54 teleponnya Lewotti bisa ya. 37:57 0819 37:59 08 38:02 081840 38:04 0819 08 38:07 0818 40. 38:10 Mbak Neno ada minta baca puisi. Baca 38:13 puisi Prancis. Ada enggak bahasa 38:14 Prancis? Oh, bisa nyanyi Prancis ya 38:16 nanti ya. Oke. Oke. Saya senang banget 38:19 dengan nasib Bunda yang bertema 38:23 IBHRS. Dengarnya sampai nangis. Oke, 38:26 terima kasih dari Bu Maskur di 38:30 Bekasi. Oke. Ee puisinya sudah siap? Ee 38:34 aku ee mau bilang juga nanti kalau sudah 38:37 ke puisi kita sudah lompat. Mumpung kita 38:39 masih ini. Jadi sekarang itu program 38:41 stunting. He. Ini program besar. Kita 38:44 selalu kebingungan stunting. Padahal 38:47 udah aja kasih minum. Saya berharap sih 38:50 sebenarnya pemerintah melakukan gerakan 38:52 untuk pemberdayaan ee masyarakat dengan 38:55 mudah bisa minum susu kambing. Karena 38:57 stunting masyaallah sudah ada 39:00 jawabannya. Dan perenakan kami di 39:02 Indonesia tidak sesuatu bukan sesuatu 39:04 yang sulit. Sini banyak rumput, banyak 39:06 pohon, kambing juga. Banyak. Iya. 39:08 kambing liar. Tapi sudah pernah kan 39:09 lihat e kandang kambing di bersih kan 39:13 bersih bersih sekali kandang kandang 39:15 kambingnya tu di pesantren. Jadi kalau 39:17 kita bilang ee ada yang intoleran kepada 39:20 susu itu susu yang lain ee di sini 39:25 molekulnya lebih kecil. Jadi dia tuh 39:27 benar-benar ee enggak membuat sakit 39:29 perut lah kira-kira gitu. Heeh. 39:31 Oke, kita ke kita aku mau bawain ada 39:35 satu puisi sebenarnya puisi ya eh 39:39 puisinya tuh Sulepong Mirabo. H ee puisi 39:42 Prancis zaman dulu sih. Jadi bukan yang 39:45 baru nih ya. Puisi yang eternal, puisi 39:48 yang abadi 39:50 ya. Suong 39:52 Mirabo terjemahin apa terjemahin 39:55 langsung ya? Enggak semuanya baru 39:57 terjemahannya terjemahin belakangan. 40:07 lautil aprรจs 40:10 la nuit les jours je 40:15 demeure-um kaninya apa le 40:20 jadi di bawah jembatan Mira Bu di 40:23 Prancis itu di Paris ada Mira 40:26 Bule kule mengalir sungai Sena 40:31 itu ee pas itu akan membuat ee kita 40:34 selalu mengingatnya. Mengingat ini 40:36 mengingat apa? Ini yang paling 40:39 penting. 40:43 Lajua kebahagiaan itu selalu datang 40:48 setelah 40:49 penderitaan. Masyaallah. 40:53 Itu doang tuh yang paling penting tuh. 40:55 Nah, kalau lagunya itu ditulis oleh 40:58 Muslim. Bukan, bukan, bukan. Tapi itu 41:00 penyair Prancis bagus 41:03 banget aprรจs lain itu kan apa namanya 41:07 kesadaran. Jadi kita juga harus punya 41:09 endurance, daya tahan untuk menghadapi 41:12 semua yang enggak enak. Saya selalu 41:14 bilang, "Ah, saya bilang sama putri saya 41:17 ketika di Turki ee di Istanbul, menangis 41:21 air matanya berderai-derai." Uh, putri 41:23 kesayanganku. Ya Allah, si bungsu yang 41:26 aku cintai menangis air matanya karena 41:28 apa? Dia harus keluar dari sekolahnya. 41:31 Karena kami enggak mengizinkan dia. Dia 41:33 kan punya gangguan sedikit ee katupnya 41:36 bergerak agak lambat. Heeh. Jantungnya. 41:38 Heeh. Saya bilang enggak bisa. Dia 41:41 enggak bisa di stop divaksin. He. Karena 41:45 ada kelambatan. Memang itu. He. Tapi 41:49 akibatnya dia harus keluar. He. Dan dia 41:51 menangis karena dia mahasiswi terbaik 41:53 kan. Heeh. Heeh. 41:55 Saya pun sedih sebenarnya kalau 41:56 mengingat itu. Saya ingat momen itu ya. 41:59 Saya lihat wajahnya, "Ya Allah, saya 42:01 enggak tahan tuh lihat anak-anak 42:02 menangis enggak tahan." Tapi saya bilang 42:04 gini, 42:06 "Nak, kalau ada takdir 42:10 buruk yang 42:12 menghampirimu, percayalah, Nak. ada 42:14 takdir yang lebih baik yang Allah 42:17 siapkan untukmu. Percayalah 42:20 itu. Nah, ternyata anak saya juga 42:24 belajar untuk menjadi orang yang 42:26 yakin. Habis itu katanya kepala asrama, 42:31 "Ajak anak ibu jalan-jalan, habis itu 42:33 koper sudah kami siapkan, silakan dibawa 42:37 pulang." Saya kemudian pergi ke 42:40 Kapadokia. Saya pergi ajak dia balon 42:43 udara. di Kapadokia itu kan e kita naik 42:46 balon udara kemudian jalan-jalan ke apa 42:49 ee gua-gua di daerah ee wisata di Turki. 42:56 Pulang saya sudah bilang, "Sudah saya 42:59 harus bawa anak saya kembali ke 43:02 Indonesia." Tapi itu dia 43:05 keyakinannya. Saya juga terhenyak ya 43:07 ketika di satu tempat yang tidak mungkin 43:10 saya enggak janjian. Saya enggak 43:11 janjian, saya juga enggak berusaha. 43:14 Allah itu selalu mengusahakan untuk 43:17 hamba-hambanya. Walaupun dia sendiri 43:20 ngerasa dia enggak udah terima gitu loh. 43:22 Tawakal terima. Ya 43:24 udah. Tiba-tiba di sebuah tempat di 43:27 Uskudar namanya Uskudar 43:29 pantai, saya itu lagi mau pamit dan 43:32 momen pamit itu sudah tiga kali saya 43:34 pamit, saya pamit, saya pamit karena 43:36 taksi di sana susah. Saya bilang, "Ini 43:38 sudah saatnya." Tiba-tiba ada orang 43:40 perempuan ee cantik besar, dia bilang, 43:43 "Nyamperin saya, marhaba." Hm. Aku 43:47 bilang juga langsung aja kan marhaba. 43:49 Tapi di otakku siapa? Iya kan? Siapa 43:52 orang aku enggak enggak enggak punya 43:54 kenalan yang begitu gitu. Tapi begitu 43:56 dari Ranton dia 44:00 ngomong menangkaplah aku. Aku panggil eh 44:03 pelayan yang bisa bahasa Inggris. Tolong 44:05 tolong tolong translate it gitu. Terus 44:08 akhirnya dia transet. Itu keajaiban yang 44:11 aku rasain. Keajaiban kalau berpegang 44:14 kepada Allah, meyakini benar Allah. Nak, 44:17 kalau kau kan itu kain natku, Nak. Kalau 44:19 kau dihampiri oleh takdir buruk, maka 44:21 percayalah akan ada takdir baik yang 44:23 sedangau Allah siapkan buatmu yang lebih 44:25 baik. H. Ya Allah, ya Rabb. Itu artinya 44:29 odi dipersilakan kembali. Hmm. Dia siapa 44:34 beliau tuh? Coba kepala asrama. Uh, ya 44:37 Allah. 44:38 Dan itu tempat yang enggak mungkin itu 44:39 tempat yang kita enggak janjian dan gak 44:42 apa dan waktunya tepat saat kami pulang 44:44 dari jalan-jalan keliling Turki. Heeh. 44:47 Ya gitu kan kita saya terus langsung 44:50 ah saya bilang ya Allah ya Allah gitu 44:53 sampai peluk anak saya. Saya bilang, 44:55 "Nak, percaya kan nak kalau kita percaya 44:57 takdir buruk itu Allah siapkan takdir 45:00 yang lebih baik. Percaya nak kamu boleh 45:02 sekolah lagi. Ya Allah enggak jadi 45:04 ngangkat kopor sampai selesai. ininya 45:07 dan dia juara hadis ya mengalahkan 45:10 teman-temannya dari ee Uzbekistan, dari 45:13 Tajikistan kan tantan tuh semua tuh di 45:15 situ ada Tajikistan ini Kirjistan apa ya 45:19 kan anak-anak yang pintar-pintar juga 45:20 yang sekolah di situ. Tapi alhamdulillah 45:23 dia pulang dengan apa selesai gitu kan. 45:26 Ya Allah ya 45:28 Rabbi. Itu kisahnya. Masyaallah. Amin. 45:31 Kisahnya Bunda Nenon banyak inspirasi 45:34 yang bisa kita dapat ya. Ini ada WA dari 45:37 Ibu Eti. Eh, saya sedang menyimak acara 45:40 tamu kita bersama Mbak Neno Warisman. 45:43 Saya sama rombongan Mbah Haj Emi 45:47 Kurniati. Beberapa bulan lalu kami 45:49 pernah silaturahim ke pesantrennya Ustaz 45:51 Salman. Hm. Kami juga membeli susu 45:54 kambing. Hm. Ustaz Salman murah sekali 45:57 harganya. Cuma satu botol Rp15.000. 46:00 Heeh. Masih segitu enggak? Betul. 46:01 Rp15.000. Kita lagi mikir-mikir nih. 46:03 Soalnya Rp15.000 untungnya R.000. 46:06 Terus sekali minum susu dari pesantren, 46:08 Pak Ustaz rasanya enak sekali. Kami 46:11 merasa sehat sekali. Alhamdulillah. 46:13 Terus ya berlangganan ke mana kita kirim 46:16 ya, Ibu. Oke. Baik-baik. E belinya 100 46:20 botol gitu. 46:22 Hm. Oke. Dari siapa lagi nih? Banyak 46:25 banget nih. Iya. Rab nomor teleponnya ee 46:28 Mbak Nendong ya. Nanti saya akan bacakan 46:30 kembali ya. He. Heeh. Ee milik siapa 46:33 sumber daya alam? Oh. H top RI mau bikin 46:37 kereta cepat sendiri. Inka targetkan 46:39 meluncur 2026. 46:43 Oke. Mana no bagaimana sih kok anaknya 46:46 bisa pintar-pintar gitu? Apa sih kunci 46:48 pendidikan kepada anak? Enggak pernah 46:51 dimarahin. Enggak pernah dimarahin atau 46:52 jadi otaknya subur. He jangankan 46:56 dijewer. Enggak pernah. Saya selalu 46:57 bilang, "Bagaimana menurut kamu kalau 47:00 begini?" Kan Nabi Ibrahim Alaih Salam 47:02 begitu. Bagaimana menurutmu wahai 47:04 Ismail? Kan bagaimana menurutmu anak 47:07 kita itu yang seringki tidak di lakukan 47:10 oleh orang tua adalah mengaktivasi 47:13 thinking skill, kemampuan berpikir dia 47:15 dari kecil. Heeh. Saya selalu tanya, 47:17 "Bagaimana menurut kalian kalau kita mau 47:21 ee begini, misalnya mau ee kedatangan 47:23 tamu, menurut kalian gimana kita ee ee 47:27 masak apa? Terus bagaimana duduknya 47:30 gimana? Nanti tamu-tamu keluarga ini 47:31 diajak ngomong kalau itu bagaimana 47:34 menurutmu? Dilibatkan ya? Iya 47:35 dilibatkan. Terus kalau kita mau 47:37 melakukan apa? Bagaimana menurutmu? Jadi 47:40 bagaimana menurutmu sederhana. 47:43 Kalau dia salah juga gitu. Gimana sih 47:45 menurutmu, Kak kalau kamu melakukan hal 47:48 ini akibatnya apa buat dirimu sendiri? 47:51 Gitu. Jadi aku ini sebenarnya anti 47:53 kemarahan. Karena itu ee di Ruhama 47:57 Alfajar alhamdulillah sekarang sudah 48:01 menjadi salah satu pesantren yang 48:04 menganut 48:05 nonviolence. Jadi enggak boleh. Nah, 48:08 memang ada eforia ya anak-anak namanya 48:10 juga anak-anak ya. Jadi mereka ketika 48:12 enggak ada hukuman, nah gitu kan. Nah, 48:14 mereka agak-agak sedikit eforia lah 48:17 gitu. Saya bilang sabar. Saya ingat Pak 48:19 Munif. He. Pak Mun Fatif itu kan dulu 48:21 ngasuh sekolah Yimi itu anak-anak eforia 48:26 naik meja. Saya ingat tuh ceritanya Pak 48:30 biar aja nanti juga akan sampai di mana 48:33 mereka merasa nyaman dengan disiplin kan 48:35 butuh waktu. Kita aja butuh waktu untuk 48:38 disiplin. Kenapa kita jadi nuntut 48:40 anak-anak dengan pukulan gitu kan enggak 48:43 fair gitu. Saya memang selalu membela 48:45 dan ada di pihak anak-anak dan remaja. 48:48 Saya selalu bilang anak dan remaja itu 48:50 ajaib. Kita kalau melihat mereka tuh 48:52 dengan mata keajaiban. He. Bayangkan 48:55 setiap anak bertumbuh dengan ajaib 48:57 sekali. Minatnya 48:59 beda, jalan pikirannya. Kenapa kita 49:03 harus ee enggak menikmati keajaiban yang 49:06 Allah berikan itu? Sehingga enggak ada 49:08 hari yang susah bersama anak-anak. Yang 49:09 ada hanyalah ee hari yang indah. Bahkan 49:12 nih anak saya yang sudah punya anak. 49:15 Saya kan punya cucu ya satu namanya 49:18 Kaina. Jadi putri saya yang lulus ITB 49:20 itu sakit 49:23 dia malam-malam karena kamar kami ee 49:26 agak bersbelan. Maksudnya e ada pembatas 49:29 dia di rumahnya dia, tetapi ada pembatas 49:32 di 49:32 ruangannya. Nah, saya itu malam kan 49:36 emang bangun biasa jam . jam 3. 49:37 gitu-gitu. Terus saya dengar kok ada 49:39 yang enggak biasa gitu. Batuk. Kok gitu 49:42 saya keluar. Saya baru dari perjalanan 49:45 dari Banyuwangi, Bondowoso, apa situ 49:47 Bondo tuh saya baru pulang. Jadi malam 49:50 saya bangun. Eh, nah ini saya mau mau 49:53 bilang ya. Anak kita tuh selalu 49:56 indah. Dia di sofa ada di sofa dia 50:00 dengan saya periksa badannya, ya Allah 50:03 dingin. Apa agak dingin gitu. Apa yang 50:05 ee ee Mafi rasain? Ah, sangat batuk. Dia 50:10 bilang itu sangat batuk itu. Saya ingat 50:13 ibu saya ini warisan ya. Saya ingat ibu 50:15 saya selalu masuk ke dapur membuatkan 50:18 rujak jam 2.00 pagi supaya saya rujak 50:20 rujak. Karena saya itu suka belajar 50:23 malam. He. Jadi kan saya emang kan dari 50:25 kecil juara juara satu, juara umum juara 50:28 terus gitu. Itu berkat rujak ibu saya 50:30 sebenarnya. Karena ibu saya rujaknya 50:31 apa? Rujak mangga itu rujaknya apa aja 50:33 bisa dirujak. Kerupuk aja saya bisa 50:35 dirujak. Pokoknya ibu saya tuh 50:36 ngerujakin saya tuh tengah malam sampai 50:39 saya bangun malam. Ibu saya bangun. He. 50:41 Jadi dia ngerujakin saya. Saya padahal 50:44 capek tuh kan badan kupas bawang. Bawang 50:48 bejek-bejek diulek terus disaring kasih 50:52 air. Saya minum nak sayang. Nah terus 50:54 habis itu yang sebagian lagi berapa? 50:57 Tujuh siung itu saya kecek kecek kecah 51:00 cacah kasih olive oil. Remes remes remes 51:03 remes. Hah. Masyaallah. Saya balurin 51:05 semua sampai ke telapak kakinya. Ini 51:07 telapak kaki. Saya pakai siung yang apa? 51:10 Siung yang utuh. Dijek-cek ya. Enggak 51:12 dikerokin 51:14 ininya telapak kaki. Telapak kakinya. 51:16 Terus sisa-sisa rumah bawangnya saya 51:18 popokin ya ke perutnya ke apa. Mas 51:22 percaya enggak, Pak? Lebih hebat dari 51:25 obat. Pagi-pagi dia udah udah main sama 51:28 anaknya. Udah udah sehat. Udah sehat, 51:31 Nak. Udah. Ya Allah, ya Rabb. 51:34 kasih sayang dan juga tradisi ya gitu. 51:39 Oke, Asalamualaikum Mbak Neno. Jangan 51:42 cuma sekali dong dihasil. Sering-sering 51:44 dirahasil kalau bisa rutin karena 51:47 pembicaran sangat inspiratif sekali. 51:49 Kami banyak ide mendengar siaran Mbak 51:51 Neno. Kandang di Parung nyimak Bu Neno. 51:55 Good banget inspiratif banget dari Indra 51:58 juga. Kemudian dari siapa lagi ya? 52:02 Asalamualaikum, Mbak 52:04 Neno. Anak saya punya sifat 52:06 temperamental padahal ayah ibunya lembut 52:09 tapi alam rumah ayah saya juga dulu 52:12 temperam mental. Apakah sifat ini 52:14 menurun? Bagaimana cara mengatasinya 52:16 dari hamba Allah di Jakarta? Menarik, 52:18 menarik, menarik. Saya tuh seringkiali 52:21 ditanya hal-hal kayak gitu. Saya bilang 52:23 kalau ibu-ibu yang ada yang enggak sabar 52:25 sama anaknya, saya bilang, "Anaknya 52:26 kasih saya 52:28 aja. Saya senang gitu." Walaupun saya 52:31 sendiri penyuluh kekurangan ya pasti ya. 52:34 Dan saya selalu bilang saya ibu yang 52:36 selalu bilang maafin mami, maafin bunda 52:38 ya nak. Saya selalu sering minta maaf 52:40 sama anak-anak. Apa, Dik? Yang yang 52:43 diminta maaf. Nah, jadi sama anak-anak 52:45 yang termal dan itu adalah gen 52:49 katakanlah gitu ya. Ee atau ada 52:52 faktor-faktor tertentu ya pada saat 52:54 kehamilan. He. Nah, kita kan enggak tahu 52:56 kami berlaku lemah lembut, tapi pada 52:59 saat kehamilan mungkin tingkat kecemasan 53:01 tinggi gitu. Mungkin bahkan penelitian 53:04 itu drter Bahar, sahabat saya dari Rumah 53:06 Sakit Budi Kemuliaan itu mengatakan ee 53:08 bahwa keluarnya bayi secara sempurna 53:11 atau tidak sempurna itu menentukan h ee 53:14 karakter dia ke depannya ee pembawaan 53:16 dia. Jadi dari saat pertama karena itu 53:20 perlakuan kepada bayi itu memang sangat 53:22 spesifik ya. Nah, jadi karena anaknya 53:25 sudah temperamental, udah enggak usah 53:26 masalahin yang belakang. Terima dulu. 53:29 Heeh. Keberterimaan orang tua terhadap 53:33 apapun saja itu sudah 50%. Berterima 53:36 dulu. Terima. Habis itu tidak bisa 53:39 dilakukan dengan cara keras juga. Ee 53:43 mungkin ada prinsip yang paling mudah 53:45 ketika batu karang itu ditetesi dengan 53:47 air, lama-lama dia akan berubah juga. 53:50 He. Tapi ada hal yang perlu disadari 53:53 oleh para orang tua. 53:55 Satu, berikan kuota air yang cukup 53:58 kepada anak-anak kita. 30 mili kali 54:01 berat badan tubuh jangan kurang setiap 54:03 hari. Tolong dipantau. Sebab jika 54:07 anak-anak itu kurang atau dehidrasi, itu 54:11 akan 54:11 menyebabkan tubuh kita secara otomatis 54:15 bilang gini, bilangnya selamatkan 54:17 jantung dan otak. Selamatkan jantung dan 54:20 otak. Orang ini enggak cukup kasih air. 54:23 H. Tutup semua jalan. Makanya 54:26 paru-parunya ditutup, ininya, jari-jari 54:29 semua ditutup, rambut ditutup. Jadi 54:31 klep-klep itu semua nutup kecuali 54:33 jantung dan otak. Karena itu manusia 54:35 hidup dengan jantung dan otak. Oke. Nah, 54:38 ketika kemudian ada anak yang pipis 54:41 terus ee ngompol, orang tua bingung. 54:44 Saya mengalami ini saya ngomong karena 54:47 saya ngalamin anak saya ngompol umur 9 54:49 tahun dan saya enggak tahu jawabannya 54:50 hari itu ternyata dehidrasi perlu 2 54:53 bulan untuk melakukan terapi air 54:56 sehingga tubuh bilang gini, "Oh ya udah 54:59 boleh kita buka klepnya nih sudah bisa 55:01 dipercaya nih ya air pasukan air cukup 55:04 nih jadi jantung sama otak selamat nih 55:07 gitu. perlu waktu 2 bulan untuk 55:09 konsisten. Satu ya, air. Kedua, kalau 55:12 anak itu lebih agresif, tolong 55:15 diperhatikan 55:16 tepung, roti dengan semua 55:19 keturunan-keturunannya 55:21 karbohidrat itu sebisa mungkin 55:23 ditinggalin karena itu memicu 55:25 agresivitas. Oh, yang ketiga kan people 55:30 kan kita bilang you are what you eat 55:32 gitu kan. Kamu itu apa yang kamu makan 55:34 gitu kan. Itu udah benar gitu. Nah, jadi 55:38 yang ketiga, jangan sentuhkan anak-anak 55:40 itu dengan tadi penyedap, pengawet, 55:44 pewarna, pemutih, perasa. Karena itu 55:47 juga memicu dan membentuk jadi si 55:50 karakter anak makin terdorong. Yang 55:54 keempat, saya selalu bilang yang keempat 55:56 enggak ada yang lebih hebat daripada 55:58 memang kita ee berdoa. Berdoa kemudian 56:03 mencari para ahli ya untuk ee melihat 56:08 ya. Jangan-jangan karakter hebat anak 56:11 ini kita selalu melihatnya lemah. Kita 56:12 bilang karena kitanya lemah lembut. 56:14 Terus kita lihat anaknya Umar bin 56:16 Khattab gitu kita bilang, "Aduh 56:18 karakternya ini ee trem tempering 56:21 begini-gini." Padahal dia akan jadi 56:24 pahlawan ya kan di masa depan dialah 56:27 jenderal yang akan mampu mengirim apa 56:31 namanya pasukan yang terbaik dengan ee 56:33 jenderal yang terbaik gitu kan. Jadi 56:35 kita ambil ee hal yang positif. Nah, ee 56:39 itu yang kelima ee yang selalu saya 56:43 sampaikan kepada semua ibu-ibu ya. 56:47 Ee lihat minatnya, minat bakat ee 56:53 peminatan namanya ya. Peminatan. Kalau 56:55 keberbakatan ini masih belum belum 56:57 diakui sepenuhnya. Tapi peminatan lihat 56:59 peminatan karena apa? eh 57:04 apaakilati semua yang lahir itu membawa 57:08 sifat dan membawa kemampuannya dia yang 57:11 hebat. Jadi saya ini adalah pendidik 57:13 yang percaya bahwa setiap anak itu 57:17 menyimpan api besarnya tapi kitalah yang 57:21 harus mencari dan mempertemukan dia 57:24 dengan cahaya besar dia. Titik api 57:27 besarnya yang tidak akan padam. orang 57:29 kalau ketemu sama bidangnya dia kayak 57:33 Kresna. Ini adalah your passion. Aku 57:37 enggak sabaran nih kalau seperti Pak 57:40 Kresna, tapi beliau 57:43 menemukan dan orang pun mendapatkan 57:45 kayak Ustaz Salman kan 57:48 Ustaz Salman bahagianya ketemu sama Pak 57:51 Kresna tuh. Oke. Ini yang yang banyak 57:54 sekali ini ya dari Gusti Suryansyah. 57:56 Asalamualaikum, Mbak Neno. Berapa harga 57:58 dan beli di mana itu tadi? Oke, pesan 58:00 tadi di langsung tuh yang putra putra ni 58:04 nomor telepon putra. Catat ya kalau mau 58:05 minat minat susu telepon putra di mana? 58:09 0811. 58:11 Heeh. Kemudian 83. Kemudian 58:15 01181. 58:17 0811 83 58:20 01 181. Kemudian dari Amin Zul Zuhri 58:27 dari Cinere menyimak semoga Bunda Neno 58:29 selalu Allah beri kesehatan dan 58:32 kemudahan dalam menjalankan kegiatan 58:34 yang mulia ini. Kemudian dari Khairuddin 58:38 Yusuf, asalamualaikum Mbak Neno 58:40 Bojongsari nih menyimak. Terima kasih 58:42 Rasil yang selalu memberikan informasi 58:44 yang sangat bermanfaat, selalu 58:46 menghadirkan tamu-tamu yang hebat-hebat. 58:48 Iya terima kasih. Kemudian dari Susilo 58:51 Sumaun. 58:53 Oh, salam 58:55 buat Mbak Neno. Luar biasa 58:58 katanya. Asalamualaikum Ustazah Neno. 59:01 Anak saya punya sifat oh termal tadi 59:03 sudah. Asalamualaikum Mbak Neno. Anak 59:05 saya kok susah sekali disuruh salatnya. 59:08 Bagaimana supaya dia mau salat? Ibu 59:10 susah enggak salatnya dulu? Kata saya, 59:13 "Ibu salatnya susah enggak dulu." He. 59:18 Oh, gitu. Jadi diya juga enggak boleh 59:20 susah ya? Enggak. Maksudnya salat itu 59:22 adalah hal yang pertama ditanyakan 59:24 sehingga salat itu pendidikannya 59:25 sepanjang hayat. Kalau 0 sampai 7 tahun 59:28 pertama kita sudah mendidik dia, ketika 59:30 umur 10 tahun kita boleh disebutkan, 59:32 kita boleh, nah ini ada debatable, kita 59:35 boleh memukul dia. Sebenarnya memukul 59:36 itu dengan kalimat yang sakti. Memukul 59:39 di situ ee kalau enggak salah bahasa 59:41 Arabnya apa ya? Doroba apa gitu ya. itu 59:44 adalah memukul dengan kalimat semantik 59:47 ini dengan kalimat yang sakti gitu bukan 59:50 tapi ini debatable tapi artinya perlu 59:52 diingetin kalau sudah 10 tahun. Nah, 59:55 dalam perjalanan 10 tahun itu sampai ke 59:57 dia 17 21 tahun pertama, 7 tahun kedua 1:00:01 14, 7 tahun ketiga 21, 7 tahun 1:00:04 keempat. Memang salat itu memang satu 1:00:08 ibadah yang bertahap. Pertama hanya 1:00:11 ngejalanin ee apa mekanikal aja. Habis 1:00:15 itu kan 1:00:16 dia akan berjenjang untuk dia hadir 1:00:20 salatnya. dia merasakan hadir. Nah, itu 1:00:23 tugas orang tua memang berjenjang juga. 1:00:25 Jadi, enggak bisa sekali tepuk selesai. 1:00:27 Pokoknya 1:00:28 ngelihat ngelihat anak contreng sudah 1:00:31 salat kan enggak. Apakah anak kita bisa 1:00:34 ee ketika dia membaca misalnya tadi dia 1:00:38 membaca kita pun dialog menurut kamu 1:00:41 apa? Iyaka na'budu wa iyaka nastain. 1:00:46 dikasih kedalamannya gitu loh. Nah, di 1:00:49 loh kalau dia sudah remaja dikasih ee 1:00:52 diskusi terus biarkan dia ee mengalami 1:00:56 dengan salatnya itu bisa enggak dia 1:00:58 mencegah munkarnya? Bisa enggak? Kita 1:01:00 sendiri saya ya bukan kita ya kalau Mas 1:01:04 saya sendiri masih seringkiali digoda 1:01:07 ngelambat-lambatin salat terutama Isya. 1:01:10 Karena isya waktunya panjang kan. Jadi 1:01:12 makanya saya bilang enggak enggak 1:01:14 berantem tuh. Enggak, enggak. Ini udah, 1:01:16 udah mau masuk kubur masih juga setan 1:01:19 itu emang luar biasa gitu kan. Enggak. 1:01:22 Ee nanti kalau itu nanti malah jadi 1:01:24 salatnya jadi jam 12.00. Ayo. Ee kata 1:01:27 saya sampai saya suka teriak-teriak di 1:01:29 rumah tuh gini. Kalau saya malas mandi, 1:01:31 saya bilang, "Mandi, Neno. Mandi, Neno." 1:01:33 Saya tuh 1:01:34 bilang, saya sambil jalan gitu, "Ayo 1:01:37 Neno mandi, Neno gitu. Salat juga gitu. 1:01:40 Ayo, Neno salat, Neno. Isya, Neno gitu. 1:01:44 Kalau subuh getap karena bangunnya awal 1:01:47 neno kepada neno zuhur, asar 1:01:49 hampir-hampir enggak masalah ya. Tapi 1:01:52 isya itu kan karena waktunya panjang 1:01:55 masih entar dulu entar dulu maksudnya 1:01:58 kita aja gitu saya. Jadi saya enggak 1:02:00 pernah komplain. Itu adalah pelajaran 1:02:03 sepanjang hayat. Oke. Oke. Ini masih 1:02:06 banyak ada waktu. Waduh nih kita waktu 1:02:08 zuhurnya soalnya 1143 nih. Mohon maaf 1:02:10 ini. Jadi mohon maaf untuk Anda yang 1:02:14 belum kami bacakan karena keterbatasan 1:02:16 waktu karena sebentar lagi masuk waktu 1:02:17 zuhur. Kami bacakan kembali nomor HP 1:02:19 yang bisa Anda hubungi. Silakan kalau 1:02:21 yang mau pesan susu kambing ini di 1:02:24 0811 83 kemudian 01181. 1:02:30 Kemudian untuk hubungin Neno yang 1:02:32 lainnya untuk urusan lain di 1:02:35 0819 08 08 lagi 1:02:40 1840. Kemudian nomor telepon yang saya 1:02:43 salaman adalah 1:02:47 081284004 * 94. Oke, mudah-mudahan 1:02:50 tercatat semuanya ya. Mas ee boleh 1:02:53 enggak aku promo dikit? Silakan. Jadi 1:02:55 gini, kalau besok ee mau ngawinin anak, 1:02:59 Heh. Ya, ingat aja di Ruhama itu ada 1:03:04 aula namanya aula Laksamana Kemala 1:03:08 Hayati. Jadi di sana bisa menikahkan 1:03:11 anak dengan garden gitu. Kan kita mau 1:03:15 niru Pak Farid. 1:03:17 Pak Farid punya kafe kita juga tapi kita 1:03:19 pakai untuk kawinan. Iya. Silakan 1:03:21 hubungi nomor-nomor yang tadi. Mbak Reno 1:03:23 terima kasih sekali sudah hadir sini. 1:03:25 Kalau bisa jangan cuma sekali ini 1:03:26 kapan-kapan kita siaran lagi karena 1:03:28 belum tumpah semuanya nih. Masih banyak 1:03:31 yang di terima kasih saya Muhammad 1:03:35 Krishna kemudian e Neza dan Agus 1:03:40 mohon pamit. Wabillahi taufik 1:03:42 walhidayah. Wasalamualaikum 1:03:43 warahmatullahi wabarakatuh. 1:03:43 Waalaikumsalam.