Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- katsiran thyiban barokan fih kama
- yuhiburbunaard. Allahumma shalli
- wasallim wabarik ala sayyidina
- Muhammadin wa ala ali sayyidina
- Muhammad.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat. Senang
- sekali kami di siang hari ini bisa
- kembali menjumpai ikhwan akhwat dalam
- program acara sesi tanya jawab
- berenungan di bawah naungan Al-Qur'an.
- Untuk edisi Senin siang kita sudah
- masuki hari ke-17 ya di bulan Zulqadah
- 1447 Hijriah bertepatan juga hari
- keempat di bulan Mei 2026. Semoga
- ikhwana di siang hari ini ee dalam
- keadaan baik, dalam keadaan sehat, dan
- selalu dalam lindungan Allah Subhanahu
- wa taala. Mungkin setelah santap siang
- ya, mendengarkan Radio Silaturrahim,
- kita akan membuka sesi tanya jawab.
- Alhamdulillah guru kita Ustaz Husain
- Alatas telah hadir di studio.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar baik dan sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillhamdulillah. Mungkin kita
- awali dulu dengan pembacaan Quran surah
- Al-Fatihah. Kami persilakan, Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin.
- Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim.
- waladin.
- Amin.
- Amin. Amin. Amin ya rabbal alamin. Dan
- ikhwan akhwat, kami mengundang
- partisipasi ikhwan akhwat di sesi tanya
- jawab ee siang hari ini. Seperti biasa
- bisa mengirimkan
- pertanyaan-pertanyaannya di ee pesan
- singkat WhatsApp kami di 08111999720.
- Ada beberapa pertanyaan, Ustaz, yang ee
- sempat masuk dan belum sempat kita
- bacakan di ee sesi live kemarin,
- yaitu tentang
- ee pembahasan Quran surah Albaqarah ayat
- 1 dan 5, Ustaz, ya, mengenai Almuflihun.
- I,
- Kamis lalu saya mendengarkan kajian
- ustaz mengenai Albaqarah ayat 1 dan 5.
- Nah, di ayat 5 Allah menjanjikan
- keberuntungan almuflihun. He.
- Apakah keberuntungan ini hanya untuk
- urusan akhirat saja atau juga dijamin
- akan sukses secara finansial dan urusan
- dunianya, Ustaz? Demikian.
- [berdehem]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa alihi
- wasohbihi wabarik wasallim.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim.
- Wala haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim. Rbana zidna ilman walhikna
- bisolihin.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Salamullahi alaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kata muflihun berasal dari kata kerja
- aflaha yuflihu
- yang berasal
- dari kata kerja yang terdiri dari tiga
- huruf ya. Falaha, alfilahah,
- alfallah
- yang menunjukkan arti bercocok tanah.
- Dan alfallah adalah seorang
- seorang petani.
- Petani.
- Nah, kata aflaha ini menggambarkan
- seorang yang bertani dalam kehidupan
- dunia,
- bekerja, berjuang, dan dia meraih
- keberuntungan dan panen dari hasil
- usahanya.
- Dengan sendirinya ini tidak terbatas
- hanya dalam kehidupan akhirat, tapi juga
- Allah Subhanahu wa taala limpahkan
- rahmat dan keberkahannya bagi mereka
- dalam kehidupan dunia. Allah tidak akan
- meninggalkan mereka. Allah selalu
- melindungi mereka. Allah menunjukkan
- jalan mereka. Hingga dalam keadaan
- apapun
- Allah Subhanahu wa taala
- senantiasa menentramkan jiwa mereka,
- membuat kehidupan mereka penuh dengan
- suasana yang betul-betul harmoni dan
- bahagia. Walaupun hanya tinggal dalam
- sebuah rumah gubuk yang kecil.
- H
- kita dalam kehidupan dunia sedang
- menjalani ujian. Pada saat Allah berikan
- nikmat, Allah menguji kita apakah kita
- termasuk dari orang yang bersyukur atau
- tidak. Pada saat dicoba dalam kesempitan
- dan kesusahan atau dengan penyakit,
- Allah menguji kesabaran kita. Dan para
- nabi, para anbiya, para shihin semua
- diuji oleh Allah. Cuma perbedaannya
- orang yang beriman ketika menghadapi
- ujian Allah pada saat nikmat mereka
- bersyukur, pada saat mereka menghadapi
- cobaan kesempitan, mereka bersabar
- hingga mereka selalu bersama Allah.
- Karena apabila mereka bersyukur, Allah
- tambahkan nikmatnya.
- Apabila mereka bersabar Allah Subhanahu
- wa taala selalu bersama mereka. Wasbir
- wruka illa billah. Bersabarlah.
- Sesungguhnya kesabaranmu membuat engkau
- selalu bersama Allah.
- He.
- Belum lagi ganjaran yang akan diterima
- tanpa hisab, tanpa hitungan. Innama
- yuwaffasiruna ajrohum bighhairi hisab.
- Jadi orang yang beriman, yang beramal
- saleh yang memenuhi kriteria yang
- disebutkan dalam suratul baqarah itu
- kriteria orang yang bertakwa. Allah
- janjikan dalam surah atalaq, waman
- yattaqillah yaj'alahu makhraja. Orang
- yang bertakwa kepada Allah, setiap
- menghadapi jalan buntu
- sebagai cobaan dalam kehidupan dunia
- ini, Allah berikan jalan keluar.
- Sebagaimana Ibrahim ketika dilontarkan
- ke dalam api, Allah perintahkan api
- untuk apa?
- Untuk menyikapi Ibrahim dengan kesejukan
- dan keselamatan.
- Sayidah Hajar ditinggalkan di padang
- yang tak bertuhan. Allah berkahi dan
- jadikan mereka pendiri kota suci Makkah
- bersama anak keturunannya. Nabi Zakaria
- Allah anugerahkan anak di hari tua.
- Begitu pula Ibrahim.
- Jadi kalau kita perhatikan bersama-sama
- orang yang beriman dengan orang yang tak
- beriman sama-sama menghadapi cobaan.
- Nah,
- perbedaannya yang satu bersama Allah,
- yang satu sadar akan karakteristik dari
- kehidupan dunia dan mereka sadar dunia
- bukan tujuannya, tapi hari akhirat
- merupakan tujuan. Hingga mereka selalu
- dalam keadaan tentram mengarungi samudra
- kehidupan dengan aman. ketika tiba di
- pantai tujuan Allah menyambutnya ya
- ayyatuhan nafsul mutmainah irji ilabiki
- ratan
- mardiah. Wahai hamba-hambaku ya yang
- berjiwa tentram kembalilah ke haribaan
- Tuhanmu
- dalam keadaan rida dan diridai.
- Masuklah ke tengah-tengah hambaku.
- Masuklah taman surgaku.
- Oleh karena itu, jangan kita mengukur
- sukses dan tidak sukses dengan kedudukan
- yang tinggi,
- dengan kekayaan yang melimpah, dengan
- gelar.
- Apakah kita bisa mengatakan orang
- seperti Donald Trump, orang yang sukses,
- yang melakukan kejahatan berlumuran
- darah?
- Apakah saudara-saudara kita di Palestina
- yang binasa akibat kebijakan Donald
- Trump dan Netanyahu orang-orang yang
- gagal? Tidak. Karena sukses dan gagal
- itu bukan dilihat dari tolok ukur ini.
- Oleh karena itu, tak heran kalau
- orang-orang yang beriman dalam berjuang
- membela negara mereka, kehormatan
- mereka, mereka membelanya dengan penuh
- betul-betul apa? Harap agar mereka
- dimatikan dalam keadaan syahid.
- Kehidupan dunia walaupun dengan segala
- kemegahannya tapi keluar dari keridaan
- Allah merupakan laknat dan kutukan. Tapi
- orang yang beriman dalam kehidupan dunia
- senangnya tidak membuat dia lupa kepada
- Allah. Susahnya tidak membuat dia
- berkeluh kesah mengeluhkan Allah. Mereka
- sadar
- hidup mereka bukan milik mereka tapi
- milik Allah. Begitu pula harta mereka.
- Begitu pula kehidupan mereka. Oleh
- karena itu, mereka sadar dan siap
- apabila Allah mengambil titipan yang ada
- pada kita,
- dia akan menerima dengan innillah wa
- inna ilaihi rojiun. Merekalah orang yang
- mendapatkan selawat dari Allah dan
- mereka akan menerima rahmatnya dan
- merekalah orang yang berjalan dalam
- petunjuk. Nah, mudah-mudahan kita
- termasuk dari mereka. Jadi jangan pernah
- mengukur
- sukses, bahagia dengan kekayaan,
- kedudukan atau bisa meraih jabatan
- tertentu. Ini merupakan pandangan yang
- salah. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Artinya kalau [berdehem]
- kita dalam hal dunia, Ustaz.
- He iya.
- Kurang beruntung kan dalam ayat ee apa
- Albaqarah 1 sampai 5 terutama 3 sampai 4
- Ustaz menjelaskan kan ada kriteria orang
- yang bertakwa Ustaz ya. He.
- Beriman kepada yang gaib, mendirikan
- salat, kemudian berinfak
- dan beriman kepada Al-Qur'an
- dan juga yakin kepada akhirat.
- Ketika kita maksudnya secara materi
- finansial, kekurangan mungkin kriteria
- takwanya kita belum belum sepenuhnya
- atau seperti apa, Ustaz?
- Kadang-kadang dia sudah bertakwa.
- Iya.
- Tapi pada masa cobaan ya
- orang terlihat hakikat dirinya yang
- sebenarnya. Karena ada manusia ya yang
- beragama
- tapi ya mudah sekali berubah.
- H
- di saat dia dalam agamanya menghadapi
- cobaan langsung dia akan berbalik.
- Di saat dia mendapatkan keuntungan, dia
- mengklaim dirinya orang yang paling
- agamis.
- Tapi di saat menghadapi ancaman, dia
- mengatakan, "Saya tidak ikut bersama
- mereka."
- Dia keluar dari rombongan orang-orang
- yang beriman yang sedang menghadapi
- cobaan. Nah, ini perilaku orang-orang
- munafik. Allah maha tahu akan
- kepribadian hambanya. Tapi tanpa ujian.
- Kalau Allah menghukum manusia, pasti
- manusia akan protes. Betul gak?
- Jadi ujian ini bukan untuk Allah,
- tapi untuk memperlihatkan kepada kita
- siapa diri kita yang sebenarnya. Nah,
- kalau dia sabar dalam cobaan, katakan
- menghadapi kesempitan.
- Kemudian
- datang pertolongan Allah. Bagaimana
- kira-kira perasaannya?
- Senang, Ustaz,
- bahagia.
- Tapi orang-orang yang terbiasa ya, hidup
- dalam kesenangan ketika menerima nikmat
- Allah, dia menganggapnya satu hal yang
- biasa. Biasanya
- kita pertama kembali kembali dari Mesir
- hidup berumah tangga tinggal di pinggir
- kali dengan gaji yang amat rendah
- bekerja mengajar bahasa Arab kurang
- lebih terima Rp100.000
- kebutuhan setiap bulannya Rp300.000 pada
- saat itu
- kita jalani. Begitu datang kebutuhan,
- datang pertolongan Allah. Walaupun
- terkadang kita harus meminjam,
- terkadang kita mengalami kesulitan, anak
- sakit tidak memiliki uang untuk membawa
- mereka ke rumah sakit. Tapi apa? Pada
- saat kita menerima sedikit nikmat, kita
- merasakan seolah-olah apa? Kita
- merasakan angin surga menghembus,
- membelai diri kita.
- Kita merasakan hidup di antara senang
- dan susah ini membuat kita bersyukur
- atas nikmat-Nya dan bersabar di saat
- menghadapi cobaan bagaikan kita
- menghadapi siang malam siri berganti.
- Oleh karena itu Allah bersumpah dalam
- surat duha wadduha wallaili idza saja ma
- waddaaka rbuka wa qala demi cahaya siang
- demi cahaya siang dengan mataharinya
- yang menerangi. Kemudian malam yang
- hening ya, yang gelap menyelimuti diri
- kita. Allah jelaskan Allah tidak pernah
- meninggalkan kamu wahai Rasulullah,
- tidak pula membenci kamu. Untuk
- menghibur Rasul pada saat dia mengalami
- keadaan yang menghempit dirinya,
- menghadapi teror dari kaum musyrikin,
- bukan berarti Allah meninggalkan
- dirinya. Tapi manusia dalam perjalanan
- hidup ini mau tidak mau harus berhadapan
- dengan siang dan malam. Susah dan
- senang, lapang dan sempit. Tapi ingat
- Allah berjanji [berdehem] bagi
- orang-orang yang beriman,
- man amila shihan, [berdehem] man amila
- shihan minakarin au unsa wahua mukminun
- falanahu hayatan thyibah. Siapa saja di
- antara kalian yang mengerjakan amal
- saleh dan dia penuh keimanan kepada
- Allah, kami berjanji untuk menghidupkan
- diri dalam kehidupan yang indah, yang
- thayib. Tapi jangan kata-kata thayibnya
- ditafsirkan dengan harta yang bergelima.
- Tidak. Banyak orang berharta tapi hidup
- mereka gelisah dalam ketakutan.
- Tapi ada orang yang sederhana, Allah
- berkahi hidupnya. Punya anak banyak,
- anaknya semua sekolah dengan sukses,
- berbakti pada ayah ibunya.
- Padahal dia hanya seorang guru ngaji
- yang mengajar Al-Qur'an. Tapi ada orang
- yang memiliki bekal yang melimpah,
- anaknya gagal, narkoba, hidup bergaul,
- bebas, tidak menghormati orang tuanya.
- Jadi, hayatan thayibah ini maknanya
- sebetulnya lebih dalam lagi dibandingkan
- hanya sekedar ya kehidupanforia
- yang dirasakan oleh sebagian orang
- dengan kemewahan, kendaraannya,
- [berdehem]
- rumahnya, pakiannya. Padahal hanya Allah
- yang tahu bagaimana rintihan, ratapan
- dan jeritan mereka dalam kesendirian
- mereka. [mendengus]
- Tadi dalam suratun Nahl ya ayat 99,
- barang siapa yang mengerjakan amal saleh
- dan dia beriman, kami akan menghidupkan
- diri dalam kehidupan yang thayib.
- Alhamdulillah
- kita ini merasakan terkadang kita tidak
- punya uang bahkan simpan kita tinggal
- Rp100.000.
- tahu-tahu kita menerima rezeki dari
- jalan ya yang betul-betul indah. Bukan
- dari apa? Bukan dari pemberian seorang
- konglum rerat atau kita dekat sama
- pejabat, tapi kita merasa langsung dari
- tangan Allah. He.
- Karena kita enggak mau minta tapi datang
- Allah gerakkan
- hati sebagian orang katakan untuk
- membeli barang kita ya atau terkadang
- meminta bantuan kita sebagai perantara
- dalam satu usaha. Tut tak terduga-duga
- Allah berikan kita rezeki.
- Oleh karena itu harapan kita kepada
- Allah. Kita tidak berharap dari manusia
- agar iman kita tidak terkikis sedikit
- demi sedikit, tapi harapan kepada Allah
- akan menumbuhkan iman dan keyakinan
- kita. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Selanjutnya kita bacakan
- pertanyaan dari hamba Allah di Bogor 089
- 5087
- sekian-sekian.
- Ustaz, ada non Islam? Teman saya
- bertanya, saya belum bisa menjawab
- pertanyaan tersebut. Jika Al-Qur'an
- adalah pesan universal untuk seluruh
- manusia, mengapa Quran diturunkan dalam
- bahasa Arab yang sangat spesifik secara
- budaya dan juga tata bahasanya? Bukankah
- ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an adalah
- produk budaya lokal masyarakat Arab abad
- keet7, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Turunnya Al-Qur'an dalam bahasa Arab.
- Diutusnya rasul yang berbahasa Arab.
- Bukan pilihan rasul
- juga bukan pilihan bangsa Arab.
- Nabi maupun rasul langsung ditunjuk oleh
- Allah. Karena hanya Allah yang tahu
- tentang hakikat dan kepribadian manusia
- baik lahir maupun batin. Kalau
- seandainya seorang nabi dan rasul
- dipilih oleh manusia
- sebagaimana
- kita memilih presiden, wakil presiden,
- kalau seandainya mereka berkhianat, kita
- kecewa apa tidak? Hilang enggak
- kepercayaan kita? Oleh karena itu,
- berkaitan dengan nabi yang membawa
- berita dari Allah tidak diserahkan
- kepada kita pilihannya.
- Begitu pula Rasul, begitu pula
- bangsa dan bahasa semua merupakan
- pilihan Allah Subhanahu wa taala. Oleh
- karena itu Allah berfirman,
- "Allahu a'lamu haitsu yaj'alu risalat."
- Allah lebih tahu di mana Allah subhanahu
- wa taala meletakkan risalahnya dan
- memilih nabinya. rasulnya termasuk juga
- bahasanya dan bangsanya.
- Kemudian Allah dalam surat Ibrahim
- menerangkan, wama arsalna mir rasulin
- illa bilisani qua kami tidak mengutus
- seorang rasul
- melainkan dengan lisan kaumnya.
- Liyubayyina lahum untuk menjelaskan
- kepada mereka.
- Jadi bagi para
- dai dan sebelumnya para rasul yang
- diturunkan ya katakan di tengah-tengah
- bangsa Arab
- yang berbahasa Arab Qurannya pun
- diturunkan dalam bahasa Arab dia
- menjelaskan kepada umat yang berbahasa
- Arab dalam bahasa Arab tapi kepada
- bangsa lain bukan hanya saat ini.
- Islam menyebar hingga Romawi
- Persia.
- Al-Qur'an dialihkan bahasanya ke dalam
- bahasa mereka. Dijelaskan oleh
- ulama-ulama dalam bahasa Persianya,
- dalam bahasa Romawinya.
- Begitu juga ketika menyebar di Afrika.
- Jadi pilihan bahasa ini bukan pilihan
- kita, tapi ketentuan dari Allah. Begitu
- pula memilih nabinya dan rasulnya juga
- bukan dengan usulan kita, tapi ketentuan
- dari yang bijaksana.
- Jadi kalau Allah memilih bahasa Arab ya
- sebagai bahasa kitabnya, bahasa
- rasulnya, kita hanya dapat mengatakan
- amanna billah
- wa atana. Kami beriman dan kami taat.
- Kalau seandainya Allah memilih juga
- kitab sucinya diturunkan dalam bahasa
- Indonesia maka bagi bangsa manapun wajib
- mengatakan samna wahanna sebelum
- diturunkan dalam bahasa Ibrani
- Injil.
- Jadi kalau kita perhatikan bukan hanya
- dalam bahasa Arab. Nah, saya bertanya
- sebagai contoh. Kita perjanjian lama,
- Perjanjian Baru yang bahasa asalnya
- bukan bahasa Indonesia. Kira-kira
- mengikat tidak mereka-mereka yang
- beragama Yahudi maupun yang beragama
- Nasrani? Apakah terbatas dalam
- lingkungan mereka? Apakah menyebar
- hingga sampai ke Eropa dan lain
- sebagainya?
- Jadi Allah yang memilih ya bahasa bagi
- kitabnya, bagi nabinya, bagi rasulnya,
- begitu pula sukunya, bangsanya dan dia
- maha tahu. Karena ini bukan wewenang
- kita semuanya. Ini bukan berarti
- bangsa Arab lebih mulia dari bangsa
- Indonesia. Yang mulia itu yang menyambut
- seruan Allah,
- yang mengikuti petunjuknya, yang
- menghormati ajarannya. Merekalah
- orang-orang yang mulia. Oleh karena itu,
- ketika bangsa Arab berpaling
- meninggalkan ajaran Allah, berjuang
- untuk membela sesama kaum muslimin,
- Allah gantikan mereka dengan bangsa yang
- lain. Wain tatawallau
- yastabdil quuman girirakum tumma la
- yakunu amsalakum. Kalau kalian
- berpaling, Allah gantikan kalian dengan
- kaum yang lain yang tidak serupa dengan
- kalian. Waktu Nabi ditanya, "Siapa
- mereka ya Rasulullah?" Dijawab, "Kaumu
- Salman." Itu kaumnya Salman. Dan
- terbukti saat ini
- Al-Farisi
- Iran dulu pada masa Nabi ketika
- mengucapkan ucapan ini masih dalam
- keadaan kafir.
- Karena
- masuknya rakyat Iran atau rakyat Persia
- ke dalam Islam itu pada masa apa? pada
- masa Sayidina Umar ibn Khattab
- radhiallahu anhu.
- Tapi sudah ada kabar gembiranya dari
- yang dulu menjadi musuh Islam, memerangi
- Islam, ternyata mereka
- berbondong-bondong masuk ke dalam Islam.
- Jadi jangan kita kejar mengatakan mereka
- orang-orang majus, penyembah api, zalim.
- Jangan mengeneralisir juga mereka. Ada
- yang baik, ada yang buruk. Ada yang
- mulia, ada juga yang hina. Begitu juga
- kita orang yang mengaku sebagai
- ahlusunah. Belum tentu yang mengaku
- sebagai ahlusunah pengikut sunah yang
- sebenarnya. Ada sunni, ada mutasanin,
- ada Syii, ada mutasyayi. Kalau Syiah itu
- yang menjadi pengikut yang setia. Kalau
- mutasyayi yang ikut-ikutan.
- Begitu juga yang mengaku sebagai
- ahlusunah ya ada yang sunni sejati, ada
- yang mutasandin.
- Begitu juga salafi, ada yang salafi
- sejati mengikuti salafi yang saleh dari
- mulai sahabat Nabi, keluarga nabinya,
- ada yang mutasalif
- ngaku ngaku sebagai pengikut salaf.
- Begitu kita lihat akhlak mereka jauh
- dari salafus saleh, baik itu sahabatnya
- maupun keluarga nabinya. Jadi klaim sih
- boleh saja, tapi ingat ya Allah tidak
- melihat klaim-klaim kita. Dan di saat
- kita mau berbicara tentang satu kaum,
- coba adakan tabayyun terlebih dahulu.
- Jangan kita generalisir kalau sebagian
- berbuat salah, kita umumkan semuanya.
- Ini dosa besar yang akan menjerumuskan
- kita dalam murka Allah Subhanahu wa
- taala. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Dalam hal ini tadi kan ee
- bukan berarti bangsa Arab itu lebih
- mulia. dari bangsa lain. Begituun
- bahasa, Ustaz, ya.
- Bahasa Arab
- bukan berarti lebih mulia dari bahasa
- lain.
- Kan kita tahu yang mengajarkan bahasa
- semuanya siapa?
- Allah.
- Allah. Allah antaqai
- yang mengajarkan berbicara segala
- termasuk binatang.
- Kalau orang Arab mau banggakan bahasanya
- dan dia mengatakan ini merupakan produk
- bangsa Arab, itu kebodohan. seperti dari
- kalangan partai Bas dan pengikutnya
- mengatakan dulu bahwa Muhammad itu
- produk bangsa Arab. Sebagaimana mampu
- untuk menghasilkan satu Muhammad bisa
- menghasilkan juga Muhammad yang banyak.
- Ini merupakan
- ucapan-ucapan orang yang tidak beriman.
- Orang-orang yang terbuai dengan
- kebanggaan, kesombongan. Padahal di
- tangan mereka bangsa mereka hancur,
- berperang dan saling menumpahkan darah.
- H. Jadi orang kalau membanggakan
- bangsanya,
- membanggakan juga katakan nasabnya atau
- warna kulitnya atau hartanya,
- kedudukannya,
- bahkan dia membanggakan dirinya
- menghafal Al-Qur'an
- atau membanggakan dirinya sebagai orang
- yang menjadi pengikut Rasul. Orang
- seperti ini enggak ada bedanya dengan
- iblis yang mengatakan ana khairun minhu.
- Allah tidak lihat kebanggaan kamu atau
- klaim kamu. Lihat bagaimana sikap kamu
- dalam menyambut seruan Allah. Allah juga
- tidak melihat klaim kamu yang mengatakan
- mengikuti sunah Rasul. Tapi Allah akan
- lihat bagaimana pribadi kamu sesuai
- dengan sunah Rasul. Jadi tidak perlu
- lagi kita berbicara tentang kelompok dan
- golongan Syiah, Sunah atau kita
- banggakan diri kita, bangsa kita atau
- kita merasa orang Arab ya karena Nabi
- diutus di tengah-tengah mereka, mereka
- lebih mulia dari bangsa yang lain.
- Ketahuilah kemuliaan bangsa Arab karena
- apa? Karena diturunkannya rasul,
- turunkannya Al-Qur'an dan diutusnya
- Rasul di tengah mereka bukan karena
- mereka tapi karena Allah dan Rasul-Nya.
- Betul gak? Kita mempelajari bahasa Arab
- bukan karena bangsa Arabnya.
- Iya.
- Bukan karena kita ingin bekerja di Saudi
- Arabia.
- Iya.
- Supaya meraih keuntungan. Tidak.
- Tapi kita mempelajari bahasa Arab untuk
- mengenal firman-firman Allah. Mengenal
- rasul lebih dekat, bukan melalui
- terjemahan.
- Jadi kita lihat pada kehidupan Rasul,
- kita lihat bagaimana kemuliaan Bilal.
- Bahkan dibandingkan sahabat yang datang
- berikutnya masuk Islam.
- Beda enggak antara Bilal yang merupakan
- orang-orang pertama masuk Islam
- dengan orang-orang yang datang di
- belakang.
- Beda
- lain enggak?
- Lain
- Salman Alfarisi dari Persia.
- He.
- Suhaib dari Rum. Betul gak?
- Iya.
- Kita lihat bagaimana Allah muliakan
- mereka. Bedanya Nabi dengan kita kalau
- berjuang. Kita ini begitu berjuang
- dengan kalangan di bawah. Begitu menang
- kita dekat dengan kalangan atas.
- Katakan seorang diangkat menjadi kepala
- negara yang yang berjuang rakyat untuk
- mengangkat mereka. Begitu naik ke atas
- rakyat dilupakan mulai berkolaborasi
- dengan pengusaha dengan pejabat-pejabat
- yang bisa apa? Yang bisa membawa
- keuntungan buat mereka. Kalau Nabi
- tidak. Yang berjuang bersamanya dari
- awal itulah yang dimuliakan. Hingga
- ketika seorang mencaci maki
- Bilal ya atau mencaci Salman al-Farisi
- atau mencaci Abdurrahman bin Auf. Betapa
- marahnya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Bagaimana Rasulullah
- mensyukuri orang yang berjuang
- bersamanya. Seharusnya kita juga begitu.
- Itu yang kita harapkan.
- Baik, Ustaz. Baik. Selanjutnya, Ustaz ee
- hari-hari ini, hari ke belakang ini
- cukup ramai, Ustaz. kita digemparkan
- oleh satu berita yaitu tentang
- pencabulan santri, Ustaz.
- Apa
- pencabulan santri di pes salah satu
- pesantren di Pati, Ustaz, yang bernama
- Pondok Pesantren
- Ndolo
- nah ini sebanyak 50 santri, Ustaz
- terkonfirmasi menjadi korban predator ee
- dari pimpinan pesantrennya.
- Kiai berinisial A santrinya santriwati,
- Ustaz. Perempuan ada sampai hamil juga.
- Nah, ee oknum kiai berinisial Alias
- Ashari, Ustaz. Nah, ini ini kan sudah
- sering terjadi, Ustaz. Nah, bagaimana
- kita apa ya membentengi keluarga kita
- dan juga masyarakat tidak sampai ya
- berulang terjadi seperti ini, Ustaz.
- Banyak yang dikatakan kiai ulama
- melakukan hal ini malah di lingkungan
- pesantren gitu, Ustaz. Ini kan mencoreng
- nama Islam juga, Ustaz, ya. Bagaimana
- Ustaz melihat hal ini?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Rabbana zidna ilman warhna bisihin.
- Kita banyak menyaksikan
- dari mereka-mereka yang berkecimpung
- dalam pendidikan agama melakukan
- perbuatan-perbuatan
- yang mengerikan semacam ini. Semoga
- Allah selamatkan kita semua.
- Mengapa Allah Subhanahu wa taala
- melarang kita mengumbar pandangan mata
- kita
- juga melarang kita berduaan dengan lawan
- jenis kita?
- Mengapa Allah mendidik kita dari mulai
- kita kanak-kanak juga menjaga tempat
- tidur kita ini tidak apa?
- Tidak bercampur.
- Tidak bercampur.
- Bukannya tidak bercampur antara
- laki-laki pun ada jarak.
- He.
- Ada ja
- jarak.
- Jarak.
- Tujuannya untuk menjaga kebersihan jiwa
- kita dan perilaku kita.
- Allah Subhanahu wa taala juga
- memerintahkan kita untuk menutupi aurat
- kita dengan sempurna. Allah perintahkan
- wanita menutupi aurat mereka dengan
- sempurna. Terutama sekali lekuk-lekuk
- tubuhnya menggoda
- hingga menggunakan jilbab menggunakan
- khimar yang menutupi hingga kantong
- dadanya.
- dan pakaiannya juga tidak transparan dan
- tidak ketat. Semua tu untuk menjaga
- kesucian, kebersihan hidup kita.
- Kemudian juga kalau kita menyekolahkan
- anak kita, baik itu laki-laki dan
- perempuan hendaknya kita memperhatikan
- bagaimana sekolah menjaga kehormatan
- juga anak-anak kita.
- Baik sekolah yang hanya khusus laki-laki
- ya, perhatikan bagaimana tidur mereka
- juga. Kemudian juga cara berpakaian
- mereka. Jadi bukan hanya
- fokus pada pendidikan
- sekolah mereka agar mereka bisa
- membanggakan sekolah, meraih angka yang
- tertinggi, yang paling utama akhlak
- Islam dan adabnya.
- Dalam tidur ya disediakan tempat yang
- terhormat, kawarmadipun jangan
- bersama-sama ya ee laki-laki atau
- peraki. Bersama-sama mandi bersama.
- Kemudian juga cara berpakaian keluar
- dari kamar mandi harus menutup aurat
- dengan sempurna. Di kamar pun tidak
- sembarangan membuka dia punya arat di
- aurat di hadapan temannya. Ini bukan
- memberatkan untuk menjaga.
- Untuk menjaga apa? Fitrah kita agar
- dalam keadaan baik.
- Begitu pula kita mendidik anak laki-laki
- kita dari kecil agar dia apa? berpakaian
- dengan pakaian laki-laki,
- bergaul juga dengan lingkungan
- laki-laki. Mainan-mainan pun yang
- diberikan jangan mainan-mainan
- perempuan. Perempuan juga diberikan
- mainan-mainan yang sesuai dengan
- kodratnya. Dulu wanita belajar
- masak-masakan ya, memiliki boneka.
- Laki-laki jangan dong diberikan boneka
- dan masak-masakan.
- laki-laki justru mainnya hal-hal yang
- menunjukkan kepiawan dan kelaki-lakian
- dia. Nah, sekarang kita jumpai di
- pesantren-pesantren
- banyak ustaz-ustaz, ulama-ulama ya yang
- saya anggap merupakan ulama-ulama dan
- ustaz gadungan. Dia tidak menjaga adab
- sama sekali agama tidak menjadi contoh
- yang baik. Hubungan antara ustaz dan
- murid perempuannya terlalu berlebihan.
- ini merupakan hal yang diharamkan Allah.
- Jadi kalau kita melihat fenomena gejala
- semacam ini, seharusnya
- kita menarik anak kita. Jangan sampai ya
- termakan oleh rayuan pria-pria. Apalagi
- seorang ustaz biasa di mata muridnya kan
- kelihatan besar kan.
- Iya. Nah, di saat si ustaz menjanjikan
- janji-janji yang bermacam-macam, apalagi
- wanita pada masa-masa puber ini akan
- dengan mudah bagaikan api dan bensin
- [berdehem] bertemu.
- Nah, ini Ustaz beberapa korbannya itu
- kan yatim Ustaz, yatim piatu yang dia
- membutuhkan sosok
- ayah mungkin.
- Betul. Dimanfaatkan.
- Nah, seharusnya juga dalam menjaga
- anak-anak yatim ya seharusnya ada
- kontrol, ada pengawasan yang berwenang.
- pemerintah ini harus mengawasi atau
- katakan lingkungan mengawasi bagaimana
- perlakuan para ustaz tersebut terhadap
- anak yatim.
- Dan kita jumpai ada kiai anaknya berbuat
- yang tidak-tid ketika ee akan diperiksa
- ternyata santrinya melindungi membela
- habis-habisan karena anak kiai, anak
- ustaz. Begitu juga katakanya anak habib
- dalam pelanggaran hukum Allah Subhanahu
- wa taala. Apa? Hukum Allah Subhanahu wa
- taala bagaikan air tidak pandang bulu.
- Dalamnya berbeda, permukaannya sama.
- Nah, kalau orang melakukan perzinaan,
- perzinaan berarti kan suka sama suka
- kan.
- Iya.
- Kemudian terungkap oleh empat saksi
- dalam Islam dikenakan hukuman
- 100 kali cambukan.
- Tapi kalau memperkosa hukumannya bukan
- cambukan.
- karena dia melakukan ifsad kerusakan di
- muka bumi, menodai kehormatan orang,
- bisa-bisa dijatuhkan hukuman mati
- terhadap orang seperti ini.
- Apalagi korbannya banyak gitu, Ustaz ya.
- Satu pun kalau seorang perempuan
- ya yang menjaga kehormatan diperkosa itu
- hukumannya bisa mati.
- He
- mati bukan apa cambukan, tapi mati.
- Karena apa? Orang rela mati demi
- kehormatannya. Kalau kehormatannya di
- dan itu bakal menimbulkan trauma di hati
- si perempuan.
- Jadi kalau ada pemerkosa bukan disuntik
- kebiri hukuman mati bagi pemerkosa.
- Begitu juga kalau ada pria-pria
- mencabuli anak, mencabuli di pesantren
- bisa terjadi. Kita di Mesir saja ya
- karena berbagai macam bangsa berkumpul
- di asrama apalagi wanita-wanita dari
- sebagian negara seperti Thailand sebagai
- contoh. Kalau jalan lenggak-lenggok
- seperti perempuan akhirnya mengakibatkan
- mereka dikejar oleh orang-orang Afrika
- bahkan orang-orang kita.
- dan si laki-laki berdandan bermake up
- seperti perempuan
- kan repot kan akhirnya mengundang
- penyakit.
- Nah, kalau sampai terjadi pemerkosaan
- dari seorang dewasa terhadap anak kecil
- atau laki-laki diganggu, ya bukan suka
- sama suka tapi diperkosa, maka kita
- ingin hukuman mati dijatuhkan supaya
- menimbulkan efek jerah.
- Menimbulkan efek
- jerah. Jangan sampai anak-anak kita
- menjadi korban, anak-anak kita ternoda,
- bahkan menimbulkan trauma. Sampai
- terkadang anak kita yang sehat ya
- tahu-tahu akhirnya menjadi apa? Menjadi
- homosek.
- Homo seks. Seorang homo akibat pelecehan
- seperti ini. Jadi kita berlindung kepada
- Allah Taala. Oleh karena itu, mari kita
- menjaga batas antara pria wanita yang
- bukan muarin. Saya sering habis acara
- kan dalam pengajian perempuan-perempuan
- mau foto-foto sama-sama ya.
- Hendaknya kita berhati-hati,
- kita mohon perlindungan dari Allah.
- Kalau seandai suami istri seharusnya
- suami di samping kita, istri di sebelah
- suaminya.
- Jangan kita bersebelahan sama wanita
- yang bukan muhrim kita.
- Setan bisa masuk paling tidak fitnah.
- Fit
- fitnah
- fitnah. akhirnya menodai kehormatan
- agama kita. Jadi saya ingin
- pesantren-pesantren
- ya, baik itu wanita atau pesantren
- laki-laki hendaknya ada kontrol
- pengawasan
- baik dari karena kita kalau bekerja sama
- bersama-sama saling mengawasi ya itu
- lain. Di sekolah kita juga pernah
- kejadian ya ada ustaz yang perilakunya
- agak aneh. Alhamdulillah dikeluarkan
- sebelum terjadi apa-apa dan kita tutupi
- dia. Kita doakan mudah bertobat, kita
- berikan nasihat ya. Dia melakukan hal
- ini mungkin di luar kendali dia. Di luar
- kendali dia. Oleh karena itu kita sedih
- sekali menyaksikan ada festival kaum
- homo.
- He
- bencana gempa bumi di Cianjur. Saya
- dengar beritanya sebelum kejadian
- tersebut ada festival festival LGBT.
- Nah, di Jakarta juga katanya saya dengar
- juga ya ada demo yang mendukung LGBT.
- Kemudian kita saksikan mereka bahkan
- dianjurkan untuk tidak malu-malu
- menonjolkan apa? Perilaku mereka yang
- menyimpang. Allah yang menciptakan kita,
- yang menentukan hidup kita ini
- menciptakan pria wanita, tapi tidak
- menciptakan jenis yang ketiga.
- Oleh karena itu, kita harus pahami bahwa
- ini merupakan penyimpangan seksual,
- bukan variet seksual,
- ya seperti yang disebutkan dalam
- ensiklopedi Americano dan lain
- sebagainya. Ini penyimpangan seksual ini
- harus kita pahami. Nah, berhadapan
- dengan mereka-mereka yang menghadapi
- penyimpangan ini, kita tidak mencaci,
- tidak memaki, tidak menyerang, tapi kita
- ingin
- merehabilitasi mereka,
- memberikan nasihat. B perbuatan yang
- dimurkahi oleh Allah, perbuatan kaum
- Luth yang mengundang azab Allah. Hingga
- mereka dikenai hujan, batu kemudian bumi
- ditebalikkan di atas mereka. Ini bukan
- cerita kosong.
- Bahkan para ahli kitab menceritakan
- peristiwa ini. Kejadian di samping di
- Sodom, di Pompai juga di Itali.
- Bagaimana gempa bumi menghancurkan
- mereka. Begitu juga di Indonesia. Saya
- khawatir banyak orang di Indonesia ini
- merasa aman-aman, santai-santai. Saya
- khawatir sebetulnya kita berhadapan
- dengan azab yang besar,
- azab yang mengerikan. Karena
- terang-terangan yang bermaksiat berani
- secara terang-terangan yang
- mempropagandakan kemaksiatan mereka.
- Kalau sampai LGBT menyebar bahkan
- dipropagandakan tanpa malu-malu, maka
- pada saat itu azab Allah akan datang
- sebagaimana yang terjadi pada kaum Luth.
- Jadi kita ingin yang berwenang, para
- ulama, para tokoh, apapun agamanya.
- Karena dalam agama Nasrani juga LGBT
- perbuatan yang diharamkan.
- Saya ingat Paus Paulus Benediktus ya
- menolak hal ini sampai menegur
- pada saat itu Presiden Spanyol karena
- parlemennya menyetujui apa? Menyetujui
- ya dan mengesahkan LGBT.
- Dan kita tahu bagaimana Kuwait pernah
- mengalami kehancuran menghadapi serangan
- Irak. Karena apa? Karena sebelumnya
- pria-pria terang-terangan di pantai
- Kuwait melakukan perbuatan-perbuatan
- seperti ini. Bahkan mereka minta
- diizinkan untuk menikah.
- Jadi ingat ini merupakan bencana yang
- pernah diperingatkan Allah. Jadi kalau
- seandainya kita berdiam berpangku tangan
- dan tahu ini perbuatan yang dimurkai
- Allah maka kita akan terkena azab Allah.
- Yang selamat
- hanya mereka yang beramar makruf bernahi
- mungkar.
- Yang beramar makruf bernahi mungkar.
- Adapun yang berdiam berpangku tangan di
- hadapan kemaksiatan ini, saya khawatir
- dia akan terkena azab Allah. Jadi mari
- kita beramar makruf, bernahi mungkar
- tapi dengan cara yang penuh adab.
- Kasihan mereka-mereka juga yang terkena
- perangkap LGBT. Ada yang menangis,
- "Ustaz, saya ingin bertobat, tapi saya
- enggak berdaya di hadapan hawa nafsu."
- Nah, kita perlu menolong, mengingatkan
- dia, kemudian memberikan motivasi, suruh
- berolahraga, kemudian membaca Al-Qur'an,
- mendengarkan nasihat berzikir. Ini
- penting untuk memberikan pengobatan.
- Tapi perlu kita waspadai. Orang yang
- menjadi pelaku LGBT juga mengajak orang
- lain untuk apa? Untuk masuk dalam
- lingkungan mereka. Bahkan dengan
- berbagai macam apa cara kita harus
- waspadai mereka, berikan peringatan
- kepada mereka.
- Karena kalau tidak kita khawatir
- anak-anak kita, keluarga kita akan
- berperilaku seksual yang menyimpang
- seperti ini. Jadi kita berharap
- mudah-mudahan Allah lindungi keluarga
- kita,
- anak kita, masyarakat kita, bangsa kita.
- Semoga tidak turun azab Allah karena
- perilaku menyimpang sebagian orang. Dan
- saya ingatkan kepada seluruh anak
- bangsa, mari beramar makruf bernahi
- mungkar.
- Saya kagum terhadap Rusia.
- Rusia
- Rusia
- yang mengharamkan
- bentuk propaganda apapun yang
- mempropagandakan LGBT dan ini merupakan
- hal yang baik. Jadi bukan
- dipropagandakan tapi apa?
- Direhabilitisir.
- Mudah-mudahan ini berhasil dan
- mudah-mudahan Allah ampuni dosa kita,
- kelalaian kita dan lindungi keluarga
- kita semua. Dan kita tidak berani
- mencela orang yang terjerumus dalam
- dosa, tapi kita ingin mengajak mereka
- kembali. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka
- wa atubu ilaik walu minkum.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- untuk sesi tanya jawab di siang hari
- ini. Semoga jawaban penjelasan dari
- Ustaz Husein Alatas ee menjadikan kita
- semakin ya bertakwa. dan tadi beberapa
- poin agar keluarga kita terjaga ya dari
- hal-hal yang tidak baik tadi insyaallah.
- Terima kasih Ustaz atas kehadirannya dan
- Mas Ondi dan Kangak Agi dan saya juga
- Rizal Hakim undur diri. Billahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.