Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillah alhamdulillahau wasalam ala
- rasulillah waa alihi mahalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh ikhwan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala
- apa kabar selamat datang kembali di
- acara renungan di bawah naungan al-Quran
- bersama alfqir isya Alkaf, ada juga Ondi
- dan juga Mas Algi di meja operator.
- Ikhwan-akhwat, bagaimana kabarnya di
- Senin pagi ini? Masyaallah, bareng
- Ikhanak kembali beraktivitas atau
- mungkin ada yang sedang menikmati
- liburan karena tanggal merah. Ala
- kulihal. Apapun yang ikhwan akhwat
- lakukan pada pagi hari ini, kami di sini
- menemani ikhwan akhwat dengan
- Al-Qur'anul Karim. Sama-sama kita
- mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu
- wa taala membersamai kita. Guru kita
- yang sudah membersamai kita saat ini,
- Ustaz Husein bin Hamid Alat.
- Asalamualaikum, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga sehat selalu, Ustaz. Ya.
- Alhamdulillahiabbilamin.
- Hari ini banyak yang liburan, Ustaz.
- Cuman dunia semakin bikin deg-degan,
- Ustaz. Masyaallah. Sebagian manusia
- berlibur,
- tapi
- bumi tetap akan berputar.
- Betul, Ustaz. Masyaallah. Riku-liku
- kehidupan takkan berhenti karena manusia
- berhenti. Betul. Betul.
- Oleh karena itu kita manusia yang setiap
- saat bertanggung jawab atas apa yang
- kita lakukan dan pilihan yang kita
- pilih. Mudah-mudahan Allah memberikan
- hidayah taufiknya kepada kita semua ya.
- Amin. Amin ya rabbal alamin. Hari ini
- insyaallah kita akan menjawab
- pertanyaan-pertanyaan dari Kakatu Ustaz.
- Ya, bagiota yang ingin bertanya silakan
- kirimkan pertanyaan Anda di 0811999720
- atau bisa telepon langsung di
- 0218451512.
- Sekali lagi nomor pesan WhatsApp
- 0811999720
- bertelepon langsung di 0218451512.
- Ikhwan akhwat kita buka dulu dengan baca
- ummul Quran surah al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- iki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim walad
- in.
- Amin.
- Amin. Amin ya rabbal alamin.
- Allahummarhamna bil Quran. Semoga dari
- bacaan Al-Qur'an tadi, bacaan Al-Fatihah
- tadi yang mana surat pembuka dari
- Al-Qur'anul Karim Allah bukakan pintu
- hidayahnya, Allah bukakan pintu
- rahmatnya dan Allah Subhanahu wa taala
- bukan bukakan jalan-jalan kita, jalan
- terbaik, jalan termudah, jalan
- tergampang menuju surga dan keridaannya
- Allah Subhanahu wa taala. Amin ya rabbal
- alamin. Ustaz ee sambil menunggu
- pertanyaan dari Ikhwan Akhwat dan Ikhwan
- Akhwat kalau mau bertanya silakan
- kirimkan pertanyaan Anda di 08111999720.
- Ustaz sambil menunggu barangkali 2 hari
- menuju bulan suci Ramadan di bulan
- Syakban. Ustaz bagaimana kita menguatkan
- diri kita supaya betul-betul siap
- menghadapi bulan suci Ramadan. Ustaz
- syukran. Jazak khair.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin hamdan
- katsiran thayyiban mubarokan fi kama
- yuhibbu rabbuna ghairud.
- Allahumma sholli
- wasallim wabarik ala abdika wa rasulika
- sayyidina wa nabiyana Muhammadin wa
- alihi wasohbihi wasallim.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi' unfa'na bima
- alamtana.
- Insyaallah
- hari Rabu atau hari Khamis
- kita akan memasuki awal Ramadan.
- Dari beberapa waktu sebelumnya,
- Muhammadiyah telah menentukan bahwa Rabu
- 18 Februari merupakan awal Ramadan.
- Dengan dasar bahwa
- perhitungan yang dilakukan oleh
- Muhammadiyah atau metode yang ditentukan
- oleh Muhammadiyah
- adalah melihat posisi bulan.
- dan matahari.
- Apabila
- terjadi ijtima pertemuan sebelum
- terbenam matahari,
- hingga terbenamnya matahari, bulan masih
- berada di atas ufuk
- sebagai pertanda kelahirannya. Walaupun
- mata tidak dapat melihat, maka itu
- ditetapkan sebagai awal bulan baru.
- Jadi persyaratan yang Muhammadiyah
- tentukan terjadi ijtima
- sebelum magrib dan berlangsung
- hingga terbenamnya matahari.
- Walaupun tak terlihat oleh mata
- telanjang.
- Tetapi telah terjadi pertemuan walaupun
- dalam keadaan tipis berada di atas ufuk
- dianggap bahwasanya apa?
- bulan baru telah lahir.
- Adapun
- pemerintah bersama Nahdatul Ulama mereka
- mensyaratkan di samping lahirnya bulan
- tapi dapat dilihat oleh mata,
- baik mata telanjang maupun secara
- astronomi.
- Jadi bukan karena mereka ingin berbeda,
- tapi metode penentuan yang berbeda.
- Perbedaan ini juga
- merujuk kepada apa? Kepada ayat
- Al-Qur'an dan sunah nabinya. Allah
- berfirman, "Faman syahida minkumus
- syahro falyasuhu."
- Yang mengartikan syahida di sini
- kesaksian mata.
- Maka dengan sendirinya mereka
- mensyaratkan imkan arrukyah. untuk dapat
- dilihat.
- Adapun
- yang mengartikan syahidah di sini
- artinya secara ilmi ya
- bulan telah lahir walaupun mata tak
- melihat. Karena kata syahida yasyhadu
- kebanyakan dipergunakan untuk
- kesaksian secara maknawi.
- Secara
- maknawi. Seperti ashadu alla
- ilahaillallah wa ashadu anna muhammad
- rasulullah. Kita semua memahami
- kesaksian ini secara maknawi. Walaupun
- mata tidak melihat, tapi hati kita
- mengimani, meyakini dengan bukti-bukti
- yang ada di hadapan kita semua bahwa
- tiada Tuhan selain dari Allah. Begitu
- juga Muhammad Rasulullah sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam.
- Jadi yang mengartikan syahidah di sini
- berarti kesaksian mata mengharuskan
- untuk melihat bulan. tidak cukup hanya
- bulan telah lahir. Arti mereka
- bersepakat bahwa bulan telah lahir. Tapi
- yang satu mengharuskan untuk melihat
- bulan,
- yang satu tidak mengharuskan untuk
- melihat bulan. Asal terbukti bahwa bulan
- telah lahir. Terjadi ijtima sebelum
- terbenamnya matahari. Berlangsung hingga
- terbenamnya matahari. Walaupun dalam
- keadaan tipis itu sudah mengisyaratkan
- lahirnya bulan baru.
- Nah, kemarin pada malam minggu kita
- menyaksikan bulan itu hampir dikatakan
- sudah purnama.
- Seharusnya malam Senin menurut ee
- pengamatan kita ya, kita tidak sama
- sekali memastikan bahwa seharusnya Nisfu
- Syakban itu jatuh pada malam Senin bukan
- malam Selasa. J berdasarkan penampakan
- bulan ya di hadapan kita.
- Tetapi ternyata
- ketetapan Nisfu Syakban pada malam
- Selasa.
- Oleh karena itu, untuk saya pribadi ya,
- saya memilih untuk
- memulai puasa pada hari Rabu.
- Bukan berarti kita menentang atau
- berlawanan dengan pemerintah maupun NU,
- tapi itu pilihan yang menenteramkan hati
- kita. karena kita melihat juga
- penampakan bulan ya dan bulan juga telah
- lahir.
- Oleh karena itu berdasarkan ee mukadimah
- ini ya kita memilih hari Rabu sebagai
- awal Ramadan. Tapi kita sama sekali apa?
- Tidak berpikir bahwa yang melakukan
- puasa pada hari Kamis mereka telah
- melakukan kesalahan dan dosa besar. Kita
- berharap yang memulai di hari Rabu
- maupun di hari Kamis, Allah Subhanahu wa
- taala terima, berkahi
- amal ibadah mereka. Karena mereka ketika
- menentukan pilihan mereka Rabu atau
- Kamis bukan karena ingin melakukan
- pelanggaran terhadap
- apa-apa yang ditetapkan Allah maupun
- Rasul-Nya. Begitu juga hadis sumu
- liryatih wairu liryatih yang menafsirkan
- rukyah di sini rukyah bashariah ya. Maka
- mereka mengharaskan untuk melihat bulan
- dengan mata mereka. Tapi kalau yang
- menafsirkan rukyah di sini basiriah
- artinya dengan ilmu dan akal, maka
- mereka menetapkan bahwa bulan telah
- lahir pada malam Rabu, maka hari Rabu
- mereka menetapkan sebagai awal Ramadan.
- Ini sebagai pengantar untuk menghindari
- terjadinya pertentangan, keributan,
- perselisihan. Karena agama itu untuk
- diresapi, dihayati, dan diikuti. Bukan
- diperdebatkan, dipertentangkan dalam
- urusan yang sifatnya doni.
- Karena manusia dengan ilmunya seharusnya
- bertawadu di hadapan Allah, di hadapan
- sesama hamba Allah. Dan ini merupakan
- ujian bagi kita untuk menguji ketulusan
- hati kita. Kalau kita sama-sama
- mengikhlaskan niat kita, menghadapkan
- wajah kita kepada Allah, tidak akan
- dipengaruhi oleh apa? Oleh perbedaan
- kelompok, golongan. Jadi bukan karena
- NU, bukan karena Muhammadiyah, tapi
- sama-sama karena Allah. Dan orang yang
- berhati bersih yang mendoakan saudaranya
- itu orang yang dipandang oleh Allah.
- Yauma la yanfau maun
- wala banun illa man atallaha biqalbin
- salim. Nah, di antara narasumber di
- Rasil ada yang berpuasa pada hari Kamis,
- ada yang berpuasa pada hari Rabu. Kita
- yang berpuasa pada hari Rabu tidak lebih
- mulia dari yang berpuasa pada hari Kamis
- karena mulainya hari Rabu. Begitu juga
- yang memulai puasa pada hari Kamis tidak
- lebih mulia dari orang yang apa? yang
- berpuasa dari mulai hari Rabu karena
- hari Kamisnya,
- tapi karena keikhlasan,
- karena mengharapkan rida Allah Subhanahu
- wa taala. Nah, beralih
- kepada apa? Kepada persiapan kita untuk
- menyambut Ramadan.
- Para salaf asaleh, para sahabat, para
- tabiin, termasuk keluarga Rasul ketika
- mereka akan menghadapi Ramadan,
- jauh-jauh hari mereka telah
- mempersiapkan diri mereka, membiasakan
- diri mereka dengan ibadah-ibadah ya yang
- mereka akan apa? Mereka akan kerjakan di
- bulan Ramadan. Mereka juga melakukan
- ibadah yang sifatnya apa? bukan yang
- sifatnya bersifat positif mengamalkan
- sesuatu, tapi melatih diri mereka untuk
- meninggalkan kebiasaan-kebiasaan,
- perbuatan-perbuatan apa yang tidak
- sejalan dengan keridaan Allah atau
- kesibukan yang sia-sia.
- Jadi, jangan masuk di Ramadan baru apa
- baru mereka siap. Tapi sebelum Ramadan,
- mereka telah mempersiapkan diri mereka
- untuk meninggalkan semua
- kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik yang
- akan membuat Ramadan mereka menjadi
- sia-sia. Termasuk juga alagu, semua yang
- tidak bermanfaat. Jadi, begitu mereka
- masuk Ramadan, mereka masuk dalam
- keadaan siap. Ini menunjukkan bahwa hati
- mereka betul-betul apa? Penuh kerinduan
- dengan rahmat keberkahan
- yang Allah limpahkan di bulan tersebut.
- Mereka menyadari sebelumnya mereka penuh
- dengan kelalaian. Banyak dosa yang
- mereka lakukan sadar ataupun tidak
- sadar. Ramadan merupakan kabar gembira
- bagi mereka-mereka yang kembali pada
- Allah.
- Ya baqial khairi absyir wa bagiyarri
- aksir. Wahai orang yang merindukan dan
- menambahkan kebaikan. Inilah saatnya
- sambutlah
- dengan betul-betul apa? Sambutan yang
- hangat, mesra, penuh dengan kerinduan
- dan persiapan.
- Tapi orang yang terbiasa berbuat buruk,
- hentikan perbuatan kalian. Kembali
- kepada Allah, bertobat dari
- kesalahan-kesalahan kalian. ini
- merupakan kesempatan bagi kalian untuk
- mendapatkan ampunan atas seluruh dosa
- dan kalian akan kembali bagaikan bayi
- yang baru lahir ke dunia ini.
- Jadi, pertama-tama
- kita ya
- persiapkan betul-betul diri kita, hati
- kita kita hadapkan sepenuhnya kepada
- Allah subhanahu wa taala sambil memohon
- kepada Allah untuk memberkahi
- waktu-waktu kita.
- Ya, dari mulai bulan Rajab mereka berdoa
- bahkan dari sebelumnya. Allahumma
- bariklana fi Rajaba wa Sy'ban wabigna
- Ramadan wainna alasam walqiam wa
- tilawatil Quran. Ini bukan hadis Rasul,
- tapi ini doa asalaf asaleh. Mohon agar
- mereka dibantu oleh Allah mempersiapkan
- baik lahir maupun batin untuk
- menyongsong menyambut Ramadan. Bulan
- yang penuh keberkahan, dirindukan
- kedatangannya dan ditangisi
- kepergiannya. Kita tidak tahu apakah
- Ramadan yang akan datang kita akan
- berjumpa kembali. Siapa yang tahu?
- Kematian merupakan rahasia Allah. Oleh
- karena itu, hadapkan wajah kita ke
- hadapan Allah sebagaimana perintahnya.
- Faqim wajhaka lidini hanifa. Hadapkan
- wajah kamu ke hadapan Allah dengan
- mengikuti tuntunan agamanya. Persiapkan
- diri kamu. Fitratallah allatiharasa
- alaiha. Di saat kamu kembali ke dalam
- agama Allah, kamu hadapkan wajah kamu
- sepenuhnya kepada Allah, itu merupakan
- keadaan kamu ketika pertama kali
- diciptakan oleh Allah. Fitratullah
- itu fitrah Allah. Keadaan di mana
- pertama kali manusia diciptakan Allah
- Subhanahu wa taala dalam keadaan
- seimbang, suci, mulia.
- Laqad khalaqnal
- insana fi ahsani takqwim. Yang
- menggambarkan bagaimana lurus, suci, dan
- penuh dengan keseimbangan. Belum dirusak
- oleh kebiasaan buruk, pendidikan yang
- salah. Ya.
- Jadi kembali mengikuti petunjuk Allah,
- menghadapkan wajah kita itu merupakan
- kembali ke dalam kondisi keadaan ketika
- pertama kali manusia diciptakan. La
- tabdilqillah tidak akan ada perubahan
- bagi ciptaan Allah. Wakinna aksarasi la
- yamun. Tapi sayang sungguh sayang apa?
- Kebanyakan manusia tidak mengetahui hal
- ini. Nah, kemudian kita banyak-banyak
- bertobat
- kembali kepada Allah, beristigfar.
- Kita tahu bahwasanya taubah ini
- menghapuskan yang lampau. Istigfar akan
- membuka pintu rahmat dan kecintaan
- Allah. Hamba yang menyadari kesalahannya
- kemudian memohon ampun kepada Allah
- subhanahu wa taala. Bahkan Allah
- menyeru, "Ya ayyuhalladzina amanu tubu
- ilallahi taubatan
- nasuha." Wahai orang-orang yang beriman,
- kembalilah kepada Allah dengan taubat
- yang betul-betul murni dengan niat tulus
- sepenuhnya kembali kepada Allah dan
- tidak berencana untuk kembali kepada
- kebiasaan-kebiasaan sebelumnya. Hati
- penuh penyesalan. Takut kalau sampai
- dirinya kembali kepada perbuatan
- tersebut. Kalau sangkut paut antara
- dirinya dengan manusia, dia memohon
- keikhlasan mereka. Kalau tidak lagi
- punya kesempatan untuk memohon
- keikhlasan karena mereka sudah pergi
- atau berpisah dengan kita, tidak ada
- keluarga yang bisa kita hubungi,
- coba kamu maafkan dosa kesalahan orang
- yang pernah berbuat zalim pada kamu.
- Maafkan dosa mereka. Maafkan kesalahan
- mereka. Seperti yang dilakukan Imam Ali
- Zail Abidin memberikan pendidikan pada
- keluarganya maupun pengikutnya.
- Dalam doanya dia mengatakan, "Ya Allah,
- antara aku dan Engkau penuh dengan
- kesalahan dan dosa. Begitu pula antara
- Aku dan hamba-hambau."
- Lalu dengan tulus merendah memohon
- kepada Allah untuk mengampuni
- dosa-dosanya.
- Begitu juga dia memohon kepada Allah
- untuk menanggung kesalahannya yang
- pernah dilakukan terhadap manusia. Lalu
- sebagai imbalannya dia berjanji
- bernazar untuk memberikan maaf kepada
- semua orang yang pernah berbuat aniaya
- kepadanya dengan harapan Allah
- menanggung
- kesalahan-kesalahan yang dilakukan
- terhadap manusia daripada kita berjumpa
- dengan Allah di hari akhir banyak
- sangkut paut banyak tuntutan akhirnya
- kebaikan kita dirampas oleh orang-orang
- yang kita zalimi.
- Tidak cukup keburukan orang lain
- ditimpakan kepada kita semuanya.
- Betapa meruginya orang-orang yang
- tersendat-sendat keadaannya di hari
- akhir. Tapi kalau kita memaafkan dosa,
- kezaliman, kesalahan orang lain terhadap
- kita, dia tidak akan berhenti.
- Dan dosa kita terhadap orang lain yang
- sengaja maupun tidak sengaja, Allah yang
- akan turun tangan menggantikan
- mereka-mereka yang pernah kita rugikan.
- Hingga bersama-sama kita apa? berkumpul
- menuju keridaan Allah. Dan jadi orang
- yang beriman, hati mereka bersih dari
- kebencian, dari permusuhan kecuali
- kebencian karena Allah Subhanahu wa
- taala terhadap perbuatan nista,
- perbuatan hina, perbuatan zalim, dan
- orang-orang yang zalim. Tapi kecintaan
- mereka pada segala kebajikan kebenaran.
- Bahkan rela mereka mengorbankan diri
- mereka demi kebenaran dan kebajikan.
- rela menanggung derita seperti Yusuf
- masuk ke dalam penjara demi
- mempertahankan kesuciannya.
- Nah, ini yang kita harapkan dari kaum
- muslimin di bulan Ramadan ini. Ramadan
- bukan ibadah
- semata untuk menahan lapar dan haus,
- tapi ibadah yang bertujuan untuk
- mendidik kita agar mampu menjaga hati
- kita, menahan diri kita dari perbuatan
- maksiat, dari kata-kata yang tidak baik,
- memandang yang tidak baik, mendengarkan
- yang tidak baik. berpikir memikirkan
- hal-hal yang tidak baik. Hati kita kita
- sucikan sepenuhnya untuk merenungkan
- kebesaran keagungan Allah, mensyukuri
- nikmat-Nya yang begitu banyak dan
- melimpah tanpa kita sadari. Kita selalu
- berkeluh kesah karena cobaan yang kita
- hadapi, lupa akan nikmat yang begitu
- banyak.
- Cobaan ini justru untuk mengingatkan
- kita akan nikmat-nikmat Allah yang
- selama ini kita sepelekan dan kita
- abaikan. Begitu juga untuk mengingatkan
- kita akan dosa-dosa kita. Jangan
- terlambat setelah datang sakaratul maut
- baru mau bertobat. Tapi sekarang kita
- punya kesempatan bertobat. Kita mulai
- siapkan diri kita untuk melatih
- bersedekah. Bangun di waktu malam.
- Jangan mulai Ramadan dari sekarang.
- Bangun di waktu malam.
- Kemudian
- kita biasakan berkumpul di tengah
- lingkungan yang saling mengingatkan
- kita. Begitu akan berbicara yang tidak
- baik kita diingatkan. Begitu juga di
- saat melihat yang tidak baik atau
- mendengarkan yang tidak baik. Dan kita
- tahu bagaimana jejet ini luar biasa.
- Walaupun tidak mau, walaupun kita akan
- buka yang baik, tentu muncul
- penampilan-penampilan yang tidak baik.
- Blok-blok yang menawarkan wali
- iyaadzubillah pemandangan-pemandangan
- yang akan merugikan kita. Mari
- bersama-sama siapkan hati kita, tuluskan
- niat kita, panjatkan doa kepada Allah
- dengan tulus untuk membantu dapat
- menjalankan ibadah siam dengan
- sebaik-baiknya lahir maupun batin.
- Dengan menjaga kesucian hati kita,
- kebersihannya. Insyaallah keluar dari
- Ramadan Allah masukkan kita ke dalam
- golongan orang-orang yang bertakwa. Amin
- ya
- rabbalabbalamin.
- Insyaallah. Jazakallah khair, Ustaz.
- Ustaz, nah ini ada pertanyaan unik nih,
- Ustaz. Dari hamba Allah di Bekasi,
- Ustaz. Sekarang kan sudah ada sistem
- transaksi menggunakan payletter. Apa
- hukumnya berzakat menggunakan payletter,
- Ustaz? Jazakallah khair.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Kita berhubungan dengan pil letter ini
- tidak pasti kita terjerumus dalam riba.
- Tidak pasti terjerumus dalam riba.
- Tapi bisa apa?
- bisa kita apa terjerumus di dalamnya.
- Man hama haul him yusiku yaq f.
- Kalau kita dekat main-main
- di daerah batasan yang terlarang,
- bisa-bisa kita masuk ke dalamnya.
- Orang pada saat dia menggunakan pileter
- untuk membeli sesuatu, membayar sesuatu
- dengan harapan sebelum tiba waktunya dia
- bisa melunasi hingga tidak terkena
- bunga. Begitu juga kredit card. Tapi
- subhanallah banyak orang
- menggunakan payer dengan mudah tapi
- waktu membayarnya berat. Padahal punya
- uang.
- Padahal punya
- ditunda-tunda. Nah, saya lebih suka
- bahkan bicara kepada keluarga, kalau ada
- uang bayar segera.
- Kalau memang keadaannya darurat, kamu
- gunakan seperlunya.
- Kemudian bayar segera sebelum apa?
- Sebelum tiba waktunya. Karena walaupun
- kita yang membayar bunga, bukan kita
- yang memakan bunga, kita masuk dalam
- apa? Dalam perangkap setan.
- Akhirnya kita ikut mendukung dan
- melestarikan apa? Melestarikan apa-apa
- yang diharamkan Allah Subhanahu wa
- taala. Walaupun kita harus menjual milik
- kita, katakan kita punya mobil
- daripada terjerumus dalam riba, jual
- mobil kamu, bayarkan hutang kamu. Allah
- akan gantikan dengan lebih baik lagi.
- Istilahnya
- apa yang bisa kamu jual? kamu jual,
- jangan sampai kamu menunda pembayaran
- kamu hingga masuk dalam dalam apa? Dalam
- perangkap riba. Akhirnya nanti
- lama-kelamaan menjadi kebiasaan yang
- tidak baik.
- Begitu juga hati-hati terhadap pinjol.
- Pinjol ini betul-betul merupakan apa?
- Perangkap setan yang telah menjerumuskan
- banyak orang masuk ke dalamnya. Nah,
- kalau saat ini dia tidak punya uang
- cash, tidak punya uang
- cash, mungkin dia punya harapan
- ee apa namanya? berapa hari lagi uangnya
- akan masuk
- dan dia ingin berzakat. Kalau memang
- zakatnya bisa ditunda sampai dia
- dapatkan uang itu lebih baik. Tapi kalau
- ada keadaan yang mendesak, orang butuh,
- orang bu butuh
- sedangkan tidak punya uang cash. Dia
- butuh betul-betul keadaannya dan berhak
- untuk menerima zakat. Kita bisa
- menggunakan pileter untuk apa? Untuk
- memenuhi kebutuhan tersebut dan dihitung
- dalam zakat. Tapi hendaknya sebelum tiba
- saatnya kalau bisa segera kamu bayarkan.
- Dan ciri dari nabi kita akhlaknya ini la
- yarian la yajidu tsamaah. Dia tidak akan
- membeli sesuatu yang dia tidak miliki
- sama sekali apa uangnya dan harganya.
- Dia bertahan walaupun dalam kondisi yang
- sempit, tapi dia tidak membeli sesuatu
- ya yang dia tidak miliki sama sekali
- harganya. Kecuali pada kondisi keadaan
- tertentu. Rasul pernah meminjam dari
- orang Yahudi ya untuk bukan
- kebutuhan-kebutuhan seperti kebanyakan
- orang belanja di mall ya atau untuk
- tujuan-tujuan yang sama sekali apa
- sifatnya bersenang-senang mengikuti hawa
- nafsu tapi untuk hal yang penting untuk
- kebutuhan perang atau membayarkan hutang
- sahabatnya. Jadi Nabi betul-betul
- merupakan contoh yang sebaik-baiknya
- dalam mengelola keuangan. tidak boros,
- tidak kikir, dan dia tidak memaksakan
- dirinya dengan gaya hidup yang membuat
- dirinya terbebani. Nah, kalau kita ini
- sebetulnya yang membuat susah kita bukan
- kebutuhan, tapi gaya hidup.
- Orang tidak mampu masih ingin mengadakan
- perkawinan dengan biaya sampai miliaran.
- La haula wala quwwata illa billah. Jadi
- kalau tidak perlu jangan pergunakan
- wasilah-wasilah yang kira-kira bisa
- menjerumuskan kita ke dalam riba dan
- rubah gaya hidup kita menjadi gaya hidup
- yang sesuai dengan kemampuan kita, tidak
- berlebih-lebihan. Wallahuam.
- Masyaallah. Ini ada pertanyaan
- berikutnya, Ustaz, dari Teh Fani.
- Asalamualaikum, Ustaz. Saya ingin
- bertanya.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Mengapa wanita adalah aurat? Dan ketika
- wanita keluar rumah katanya setan
- menghiasinya. Mohon pencerahannya,
- Ustaz. Saya jadi takut keluar rumah. Ee
- apakah kami perempuan lebih baik diam di
- rumah saja? Karena saya dalam proses
- hijrah, Ustaz. Saya berniat resign dan
- bagaimana caranya agar ketika kita
- wanita keluar rumah tetapi tidak diikuti
- setan. Syukran jazakallah khair.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allah Subhanahu wa taala
- ciptakan manusia berpasang-pasangan,
- saling merindukan,
- saling mendambahkan.
- Itu merupakan rahmat dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- Tapi untuk menghindari terjadinya
- kekacauan, terjadinya kerusakan
- dan kehidupan yang liar, Allah Subhanahu
- wa taala satukan mereka melalui
- pernikahan.
- melalui pernikahan yang menjaga kesucian
- mereka, yang menyalurkan kebutuhan
- biologis mereka dalam keadaan suci dan
- bersih
- dan juga dapat melahirkan anak-anak yang
- dirawat, diasuh oleh pasangan orang tua
- yang bertanggung jawab.
- Dan Allah perintahkan mereka untuk
- menjaga pandangan mata mereka. Bagi kaum
- laki-laki Allah mengatakan, "Qul lil
- mukminin yagubbu min absorhim wahfadu
- furujahum."
- Katakan pada pria-pria yang beriman,
- bukan menutup mata mereka, tapi
- merendahkan pandangan mata mereka.
- Jangan kalau memandang, ya memandang
- terus-menerus.
- Kalau pandangan sekali pandang selintas
- tidak menimbulkan efek buruk. Tapi
- begitu kita memandang dan melanjutkan,
- ini yang berbahaya buat kita. Laksana
- panah beracun yang masuk ke dalam hati
- kita. Walaupun panah telah dicabut,
- racun menyebar dalam hati kita. Oleh
- karena itu, dalam sebuah riwayat
- diriwayatkan dari Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam, annadratu
- sahmun masmumun min sihami iblis.
- Pandangan mata ini bisa menjadi panah
- beracun dari panah iblis.
- Siapa yang meninggalkan
- pandangan-pandangan yang liar ini,
- abdalu
- iman yajiduah.
- Aku gantikan dengan iman yang dirasakan
- manisnya dalam hatinya.
- Dan dengan kita menjaga pandangan mata
- kita, hati kita akan terjaga
- kebersihannya.
- Begitu juga kepada orang-orang yang
- wanita-wanita yang beriman. Wa lil
- mukminati yagbna min absorhin. Katakan
- pada wanita-wanita yang beriman agar
- membatasi pandangan mereka. Wahfadna
- furujah. Dan mereka juga menjaga
- kemaluan mereka.
- Mereka diperintahkan pada saat mereka
- keluar menutupi aurat mereka kecuali
- wajah dan kedua tangan.
- Allah perintahkan agar mereka berpakaian
- dengan sempurna yang tidak sama sekali
- menjiplak tubuhnya, tidak bersifat
- transparan dan pakaian tersebut menutupi
- semua aurat yang wajib untuk ditutupi.
- Oleh karena itu, ada tiga syarat untuk
- pakaian wanita. Yang pertama tidak
- menjiplak, yang kedua tidak transparan,
- yang ketiga menyelimuti atau menutupi
- seluruh aurat tubuhnya.
- Kemudian di samping menutupi tubuhnya,
- Allah perintahkan juga wanita
- menggunakan kerudung ya yang dijulurkan
- hingga menutupi kantong dadanya.
- Waliadribnaumurihin
- ala juyubihin. Hendaknya mereka
- menjulurkan kerudung mereka atau jilbab
- mereka dari kepala ini hingga menutupi
- dada mereka agar tidak nampak
- hiasan-hiasan dan tonjolan dada mereka.
- Ini tujuannya untuk menjaga kesucian
- mereka agar mereka tidak menjadi
- santapan pria-pria liar.
- Dan kaum pria juga sama diperintahkan
- Allah untuk menjaga pandangan mata
- mereka yang akan menjaga keutuhan rumah
- tangga mereka, kecintaan di antara
- mereka dan kebersihan hati mereka.
- Sebagaimana Allah perintahkan
- istri-istri Rasul dan pria-pria yang
- beriman dari sahabat Rasul untuk apa?
- Menjaga diri mereka. Allah perintahkan
- agar istri Rasul ya berbicara kepada
- pria-pria yang bertanya dari apa? Dari
- balik hijab dan sitar untuk menjaga
- kesucian hati mereka dan kesucian juga
- sahabat-sahabat Rasul. Ini wanita-wanita
- yang menjadi istri Rasul dan
- sahabat-sahabat Rasul. Bayangkan cobaika
- liqulubikum wa bihin ini akan lebih
- menjaga kesucian hati kalian dan hati
- mereka. Kenapa? Karena kita tahu bahwa
- pria dan wanita ini betul-betul Allah
- ciptakan untuk saling apa? Untuk saling
- betul-betul apa? Saling mendekat, saling
- merapat. Kalau tidak ada penjagaan yang
- menjaga mereka, akhirnya terjadi
- pertemuan dengan cara-cara yang tidak
- dibenarkan dalam agama. Jadi, Ibu kalau
- seandainya Ibu bekerja di kantor katakan
- bergesekan dengan kaum pria, saya tidak
- perlu sama sekali bicara panjang lebar.
- Ibu lebih tahu bagaimana perasaan ibu
- bergesekan dengan laki-laki di luar.
- Walaupun kita di luar mengatakan mulut
- K, yang penting hati kita bersih. Ibu
- lebih tahu bagaimana keadaan Ibu. Begitu
- juga kaum pria walaupun dia mengatakan
- membela saya punya hati bersih, omong
- kosong. Di saat kita berjumpa dengan
- wanita yang berpakaian menggoda
- mempertontonkan lekuk-lekuk tubuhnya,
- bagaimanapun juga kita ini manusia
- kecuali kalau kita tidak normal
- pasti kita akan tertarik. Ya, akhirnya
- mulai setan mengirimkan
- khayalan-khayalan yang berbahaya buat
- kita semua. akhirnya menjerumuskan kita
- ke dalam perbuatan yang diharamkan. Oleh
- karena itu Allah tidak mengatakan jangan
- berzina tapi wala taqrabuz zina. Jangan
- dekati perzinaan. Jadi kalau ibu
- berhijrah,
- ibu
- jadi ibu rumah tangga yang baik, jadi
- istri yang baik, yang menjaga kesucian.
- Begitu juga anak-anak. Anak-anak butuh
- kepada orang tuanya.
- lebih butuh kepada orang tuanya dari
- kebutuhan-kebutuhan yang lain. Kalau
- orang tua memberikan motivasi selalu ada
- bersama anak-anaknya, insyaallah jiwa
- mereka akan lebih tentram dan mereka
- juga akan mencontoh ibu mereka. Tapi
- kalau ibu mereka sibuk di luar, mereka
- kumpul bersama pembantu, siapa yang akan
- menjadi idola dan ikutan bagi mereka?
- Jadi kalau ibu bisa tinggal di rumah,
- itu yang terbaik. Dan Allah nasihati
- wanita-wanita dari keluarga Rasul.
- Waqorna fi buyutikunna wala tabarajna
- tabarrujal jahiliyatil ula. Berdiamlah
- kalian di rumah-rumah kalian. Jangan
- kalian bersolek, berdandan seperti
- wanita jahiliah yang menonjolkan
- hiasan-hiasan tubuh mereka.
- Waqimnasah wa atin zakah. Dirikan salat,
- keluarkan zakat.
- Waqimnah watina zakah. Ya Allah.
- Kemudian
- taati Allah dan Rasul-Nya. Mentaati
- Allah, Rasulnya akan membawa kita menuju
- kebahagiaan dan ketentraman. Tapi
- menyalahi Allah dan Rasulnya hanya akan
- menjerumuskan kita ke dalam penderitaan.
- Lalu Allah jelaskan mengapa Allah
- perintahkan istri Rasul, wanita dari
- keluarga Rasul untuk melakukan hal inama
- yuridullahirum.
- Tujuan Allah bukan untuk memberatkan
- kalian wahai keluarga Rasul, tapi untuk
- menjauhkan dari kalian kotoran-kotoran
- dan mensucikan kalian dengan
- sesuci-sucinya
- agar pandangan-pandangan pria yang sakit
- hati mereka tidak memandang kalian
- dengan liar.
- Begitu juga terjaga kebersihan kalian,
- keutuhan rumah tangga kalian, kecintaan
- suami pada istri, istri kepada suami.
- Karena yang menumbuhkan cinta bukan
- hanya kecantikan dan ketampanan, tapi
- kesetiaan dan kesucian. Walaupun istri
- sudah tua, walaupun istri sudah lemah,
- kecantikannya pudar, tapi keimanan,
- ketulusan, keikhlasannya itu yang
- membuat suami terikat dengan dirinya.
- bahkan tidak tega untuk menyakiti
- dirinya. Wallahualam.
- Ustaz ee berikutnya Ustaz dari Asma di
- Jakarta Selatan. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Ramadan
- banyak yang buka bersama, namun salat
- magrib jadi cerah. Eh, jadi jadi cerah,
- jadi telat. Ustaz buka bersama
- keasyikan. Buka bersama salat magrib
- jadi telat. Mohon pencerani Ustaz
- mengenai hal ini. K.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Bukber merupakan hal yang amat menarik
- dan indah
- kalau
- pelaksanaan bukber tersebut tidak
- menghalangi kita untuk melakukan salat
- wajib.
- Karena bukber atau buka bersama ini
- bukan kewajiban. Kalau sampai karena
- bukber kita mengabaikan kewajiban kita
- mengerjakannya tidak sempurna seperti
- salat yang wajib. Sayang sungguh sayang.
- Oleh karena itu, buka bersama di
- masjid-masjid
- itu akan indah daripada kita mengundang
- orang ke rumah kita
- juga akan membuat beban bagi istri kita,
- keluarga kita. Kita bawa buka bersama
- tersebut ke masjid.
- dinikmati bukan oleh orang kaya,
- dinikmati oleh masyarakat yang butuh,
- oleh teman-teman kita yang berkumpul di
- masjid, tetangga kita, saudara kita,
- saudari kita. Kita saksikan di Madinah
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- pada saat mendekati magrib mereka sudah
- menggelar taplak mereka. setiap keluarga
- atau katakan perusahaan-perusahaan
- mengerahkan pegawai mereka untuk
- mempersiapkan buka bersama.
- Bahkan mereka menarik-narik orang untuk
- buka di tempat mereka. Sekali waktu
- kira-kira sekitar ya 20 tahun atau 25
- tahun yang lampau. Kita ke Madinah
- bersama beberapa ikhwan dari
- pengusaha-pengusaha.
- Begitu masuk masjid dia mungkin pertama
- kali-tahu digandeng sama orang Saudi,
- ditarik untuk buka di tempat dia.
- Sedangkan dia enggak bawa uang. Dia
- bisik sama kita, "Ana enggak bawa uang
- nih uang di sana."
- Akhirnya teman-temannya tertawa, "Kamu
- diajak berbuka diundang tanpa diminta
- untuk berbayar."
- Dia terkaget-kaget menyaksikan orang
- berbuka bersama-sama berkumpul dengan
- penuh kecintaan, dengan penuh
- kehangatan. Ini kebiasaan yang amat
- baik. Mereka berbuka dengan tenang,
- makan, minum, ya kurang lebih sekitar
- 1/4at jam mungkin. Setelah itu mereka
- melaksanakan salat magrib di masjid
- bersama-sama.
- Mereka nikmati suasana tersebut. Lalu
- mereka setelah buka bersama salat magrib
- berzikir, mereka tidak pulang sampai
- salat Isya. Salat Isya mereka nikmati
- kurma tersedia, air zamzam tersedia. Ya,
- setelah salat Isya, sehabis mereka
- berzikir, membaca Quran, mereka pulang
- ke hotel mereka masing-masing.
- Jadi tidak perlu kita buka atau mengajak
- orang berbuka puasa di rumah kita yang
- merepotkan keluarga, yang ingin juga
- tenang.
- Setelah kita ajak mereka berbuka, mereka
- harus membersihkan lagi
- piring-piringnya, cangkir-cangkirnya,
- menyusahkan mereka. Kasihan kan.
- Iya.
- Apalagi pembantu juga kan berpuasa.
- Jadi alangkah indahnya kita bawa apa
- yang kita ingin buka di masjid.
- Katakan umpamanya sambusahnya,
- pastelnya, kurmanya, atau kalau kita
- punya kemampuan belikan nasi boknya,
- kita buka sama-sama mereka.
- Betapa indahnya kebersamaan yang tidak
- membedakan antara kaya dan miskin.
- Bukan hanya kolega kita yang kita
- undang, tapi sama-sama jemaah teman
- berkumpul kita di masjid yang kita ajak
- bersama-sama untuk menikmati nikmat
- Allah Subhanahu wa taala. Jadi ini yang
- terbaik. Ajak berbuka di masjid agar
- kita bisa salat berjamaah bersama-sama
- dan tidak perlu tergesa-gesa setelah
- azan.
- Habis azan kita bisa berbuka. Jangan
- tergesa-gesa. Jangan kita beranggapan
- waktu magrib akan berakhir dengan cepat.
- Tidak.
- Kita saksikan bagaim pada masa Rasul pun
- demikian.
- Kita bersiap-siap dengan tenang, jangan
- tergesa-gesa.
- Akhirnya baru kita makan kurma satu dua
- butir langsung mereka qat. Akhirnya
- tidak terasa nikmat dengan apa? Dengan
- datangnya saat-saat berbuka. Begitu juga
- pada saat salat kita nikmati dengan
- suasana yang indah. Mudah-mudahan ini
- bisa kita laksanakan di masjid-masjid
- dan musala-musala kita. Wallahuam.
- Nah, ini pertanyaan selanjutnya, Ustaz,
- dari Kiswati. Asalamualaikum, Pak Ustaz.
- Apakah boleh kita lanjutkan
- salat apabila dalam salat secara baca
- Al-Fatihah kemudian baca surat lain,
- tapi di tengah bacaan ada LP. LP apa ya?
- Apakah boleh dilanjutkan? Apa ganti
- surat lain yang lebih hafal? Oh, ada
- lupa maksudnya, Ustaz.
- Apakah boleh dilanjutkan atau diganti
- surat lain yang lebih hafal sebelum dan
- sesudah? Saya haturkan. Terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim. Jadi, Ibu
- Kiswati kalau kita katakan baca surah
- kita lupa beberapa ayat.
- Jangan lanjutkan dalam keadaan salah ya.
- Heeh.
- Tapi berhenti bisa kita beralih kepada
- surah pendek. He
- baca qul ya ayyuhal kafirun. Coba baca
- wadduha atau baca alam nasrah. Jadi
- jangan lanjutkan kita membaca surat
- panjang yang kita lupa. Alihkan kepada
- surat yang mudah untuk kita ingat.
- Iya.
- Itu akan lebih baik bagi kita.
- Wallahu akbar.
- Insyaallah. Ustaz ee tadi pertanyaan
- terakhir yang masuk ke nomor ini
- barangkali di akhir kita tutup dengan
- berdoa untuk saudara kita di Sumatera,
- Ustaz. Insyaallah
- sebentar lagi ee bulan suci Ramadan dan
- keadaan mereka masih memprihatinkan dan
- juga saudara kita di Palestina. Kami
- mohon Ustaz untuk memimpin doa dan
- diaminkan oleh para pendengar sekalian.
- Ustaz
- memang apa derita yang dirasakan saudara
- kita di Aceh sampai saat ini kan belum
- ada perubahan.
- Begitu juga di
- tempat lainnya seperti Sibolga di Padang
- betul-betul menyedihkan sekali. Rumah
- mereka hilang,
- usaha mereka juga ladang mereka
- terkubur.
- Seharusnya yang mendapatkan MBG itu
- mereka.
- Iya.
- Yang mendapatkan MBG mereka. Adapun di
- ibu kota dipilih dari orang-orang yang
- kira-kira layak untuk menerima.
- Kita harapkan betul-betul pemerintah
- agar dapat turun tangan. Katakan tidak
- mengumumkan sebagai bencana nasional
- karena takut dengan berbagai macam
- efek-efek sampingnya. Mari bersama-sama
- kita mengelurkan tangan kita untuk
- membantu saudara kita di Aceh.
- Begitu pula saudara-saudara kita yang
- berada di Gaza.
- Mereka betul-betul merasakan penderitaan
- yang luar biasa. tinggal di kemah-kemah.
- Bahkan ada yang tinggal di tempat yang
- terbuka.
- Jadi, mari kita ingat saudara kita bagi
- mereka-mereka yang mampu untuk
- mengulurkan tangan mereka membantu
- saudara-saudara kita di Gaza. Saya
- dengar kemarin dari cerita salah seorang
- ee anggota AWG yang pernah berdiam di
- Gaza. Bagaimana orang-orang di Gaza itu
- muka dan sahur hanya dengan tiga kurma.
- Menggali,
- lubang. Ya, terowongan sedalam 30 m
- sirih berganti.
- 1 seteng kurma untuk berbuka, 1 seteng
- kurma untuk bersahur. Wallah.
- Anak-anak
- orang tua yang menderita luar biasa.
- Jadi patuh kita doakan mereka. Kita juga
- mendoakan saudara kita di Aceh yang
- dekat dari kita semuanya. Mudah-mudahan
- hati kita terpanggil untuk mengelurkan
- tangan, bantuan untuk mereka dan juga
- doa dan juga do
- doa untuk mereka semuanya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin.
- Amin.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- abdika wa rasulika sayyidina Muhammadin
- wa alihi wasohbihi wasallim.
- Allahumma inna nas'aluka
- biannaka antallahul ahad assomad alladzi
- lam yalid walam yulad walam yakun lahu
- kufuwan ahad.
- Wa annaklaha arrahman arrahim alalim
- alhaim alkarim
- alghofur asyakur
- ya mubdiu ya muid ya gfur ya wadud ya
- dzal arsyil majid ya fa'al lima yurid
- if'al ya rabbana biibadika fi aceh fi
- siorga
- wakadalika fi ghazah bima anta
- ahluhfirlahum
- mubaroka wataka ya rabbana bihajatihim
- qulubahum wasroh sudurah
- waun lahum aunan wa lahum aunan ya
- rabbana ya karim
- wairan
- wa kafilan
- allahumma ya rabbana
- Allahum ya Allahumma ya rabbana anzil ya
- rabbana alaihim rahmataka
- wabarakataka ya rabbana warzuq minika
- rizqan wasi'an halalan thyiban mubaroka
- wurhum ya rabbana ala a'da waai wahmihim
- ya rabbana min syarri adwihim allahumma
- ya rabbana ibat lahum ya rabbana
- malaikatak
- yuhituna bihim
- ya arhamarahimin.
- Allahumfirlanaunubana
- isana amrinait aqdamana
- kafirin. Allahumalna yaana ibadikadina
- yamudduna audiahumig
- ikhwanihim ya rabbana fi gazza wafi aceh
- wafi kulli makan wajalna yabana mutain
- birri taqwa muta
- walwan allahumbana bariklana f tabaqo
- min s'ban wigna ramadan walna yaana
- hudan muhtin
- wasalhamdulillahbilamin.
- Jazakallah khairan jaz ustaz atas
- doanya. Semoga Allah subhanahu wa taala
- kabulkan dan Allah subhanahu wa taala
- segera bantu saudara-saudara kita di
- Palestina. Ikhwan akhwat doa tadi
- menutup akhir perjumpaan kita Albakir
- Ris Alfundi dan juga Mas Algi di meja
- perata mohon undur diri. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.