Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari
- ini hari Jumat tanggal 14 Jumadil akhir
- 1447 Hijri atau tanggal 5 Desember 2025.
- Kita jumpa lagi dalam acara renungan di
- bawah naungan Al-Qur'an bersama Ustaz
- Husin bin Hamid Alatas untuk edisi tanya
- jawab. Silakan kalau Anda punya
- pertanyaan silakan layangan ke
- 08111999720.
- Di sini juga ada Ondi dan Algi.
- Asalamualaikum Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, kita mulai acara ini
- dengan membaca al-Fatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- maiki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim
- walad
- Alhamdulillah kita sudah membaca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam
- ee menangkap jawaban-jawaban yang
- diberikan oleh Ustaz Husein bin Hamid
- Alatos. Baik, pertanyaan-pertanyaan
- pertama dapat dari Bapak Dadang di
- Cikampek. Salam.
- Asalamualaikum Husin.
- Ustaz, saya
- warahmatullah wabarakatuh. Saya termasuk
- orang yang susah menghafal. Jadi saya
- bila berdoa selalu menggunakan buku doa.
- Apakah doa saya cukup memadai, Ustaz?
- Mengingat cuma dibaca dari Bapak Dadang
- di Cikampek.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi
- rabbil alamin
- hamdan katsiran thyiban mubarokan fi
- kama yuhibuna.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad.
- Rbana zidna ilman walhiknain.
- Allahumma atina minika rahma waimna
- minadunka ilman nafna
- bimaam.
- Rabbana zidna ilman waiknain.
- Asalamualaika ya rasulullah. Assalamu
- alaina waa ibadillah shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- menjawab pertanyaan Pak Dadang.
- Pak Dadang, dalam berdoa bebas
- baik berdoa tanpa membaca teks doa
- atau membaca melalui buku dengan syarat
- bahwa doa-doa tersebut seluruhnya
- sesuai dengan ketentuan dan petunjuk
- Allah. Memanjatkan doa kita hanya kepada
- Allah Subhanahu wa taala.
- Kemudian sebelum kita meminta kepada
- Allah, kita dahului dengan selawat.
- Sebagaimana kita tahu
- bahwa peran nabi kita ini membawa
- petunjuk dari Allah Subhanahu wa taala.
- Beliau Allah jadikan sebagai petunjuk,
- jadikan juga sebagai nur, berjasa begitu
- besar atas kita semua orang-orang yang
- beriman.
- Maka setelah kita memuji Allah,
- berselawat kepada Rasul-Nya, kemudian
- kita beristigfar, kita memohon pada
- Allah. Baik doa yang kita hafal atau doa
- yang tercatat dalam buku yang seluruhnya
- kita panjatkan kepada Allah dan kita
- tidak mempersekutukan Allah Subhanahu wa
- taala dengan sesuatu pada doa kita.
- Tapi yang penting
- dalam membaca doa kita memahami doa yang
- kita baca.
- kita memahami doa yang
- kita baca karena kita sedang berbicara
- kepada Allah. Kalau kita berdoa
- hanya membaca doa yang tidak kita
- pahami, berarti bukan keluar dari hati
- kita. Nah, kalau Bapak memahami sebagian
- doa-doa Al-Qur'an dipahami maknanya atau
- doa-doa dari Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam, fabiha wa
- nikmat. Nah, kalau Bapak tidak bisa
- berbahasa Arab, berdoa dalam bahasa
- Indonesia.
- Baik di luar salat atau pada saat kita
- sujud dalam salat setelah kita membaca
- subhana rabbiyal a'la wabihamdih.
- Pada saat Bapak salat sunah bukan dalam
- keadaan berjamaah di mana tidak terikat
- kita dengan aturan berjamaah kita bisa
- sujud dengan panjang. Setelah kita
- memuji Allah kita mohon kepadanya kalau
- perlu cucurkan air mata Bapak dengan
- penuh kekhusyukan, ketulusan.
- Doa-doa semacam ini amat mustajab.
- Jadi doa ini tujuannya adalah kita
- menyampaikan semua hajat kebutuhan kita
- kepada Allah Subhanahu wa taala Tuhan
- kita yang rahman dan rahim. Maka
- hendaklah doa tersebut keluar dari hati
- kita yang kita pahami sesuai dengan
- hajat dan kebutuhan kita. Betapa kayanya
- orang yang beriman di saat mereka dalam
- keadaan papa dan miskin. Mohon kepada
- yang Maha Kaya. Betapa kuatnya orang
- yang beriman di saat mereka lemah.
- Mereka berlindung kepada Allah yang Maha
- Kuat. Jadi hendaknya kita dalam berdoa
- betul-betul merasakan bahwa kita sedang
- berbicara memanjatkan doa harapan kita
- kepada Allah Subhanahu wa taala yang
- maha pemurah lagi maha penyayang yang
- mendengarkan lantunan doa kita.
- Wallahuam. Baik, selanjutnya dari Bapak
- Bapak Dodi Suwondo. Asalamualaikum,
- Ustaz Husein.
- Iya,
- Ustaz. Apakah pintu ijtihad masih
- terbuka di era modern ini dan siapa yang
- berhak melakukan ijtihad?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Al-Qur'an adalah kitab suci
- yang Allah jadikan sebagai pedoman hidup
- kita. Allah jadikan dia sebagai pedoman.
- Allah jadikan sebagai petunjuk. Allah
- jadikan sebagai furqan, pemisah di
- antara yang hak dan batil. Allah jadikan
- dia sebagai nur yang menerangi kita
- dalam kegelapan hidup kita. Allah
- jadikan juga sebagai syifa, penyembuh,
- dan rahmat.
- Oleh karena itu,
- berdasarkan apa-apa yang Allah Subhanahu
- wa taala terangkan mengenai peran
- Al-Qur'an ini dan masa berlakunya juga
- sepanjang masa, bukan hanya sewaktu Nabi
- kita hidup atau pada saat para sahabat
- hidup, tapi peran Al-Qur'an sebagai
- pedoman hidup, sebagai petunjuk, sebagai
- ee cahaya, sebagai pemisah di antara hak
- dan batil, sebagai Standar dan sistem
- nilai ini berlaku sepanjang masa.
- Nah, para sahabat sesuai dengan
- tantangan yang mereka hadapi, mereka
- kembali kepada Al-Qur'an.
- Kemudian datang para tabiin, bermunculan
- berbagai macam kejadian dan peristiwa.
- Mereka juga merujuk kepada Al-Qur'an,
- bertanya kepada Allah
- tentang hukum-hukum
- ya persoalan
- yang baru yang mereka hadapi yang tidak
- ada pada masa sebelumnya. Al-Qur'an
- memberikan petunjuk-petunjuk,
- memberikan rambu-rambu kepada kita untuk
- dapat menjawab tantangan zaman.
- Begitu pula datang tabiit tabiin, datang
- para imam mujtahidin.
- Mereka kembali kepada Al-Qur'an, kembali
- kepada sunah Rasul untuk menghadapi
- tantangan zaman yang mereka hadapi.
- Oleh karena itu, ijtihad terus
- berlangsung sesuai dengan tantangan
- zaman yang dihadapi. Nah, kalau ijtihad
- berhenti pada masa immah mujtahidin,
- berarti apa? Berarti Islam tidak akan
- lagi mampu untuk menjawab
- tantangan-tantangan zaman yang belum ada
- pada masa tersebut. Maka dibutuhkan
- ijtihad baru dari para ulama kita yang
- betul-betul mumpuni, yang memenuhi
- syarat dalam berijtihad. Ya, bukan hanya
- menguasai fikih tanpa dalil, tapi
- menguasai
- setiap hukum merujuk kepada dalilnya,
- baik itu Alkitab maupun sunah-sunah Nabi
- kita Muhammad. sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam dan dia mampu untuk
- mengembangkan keahlian kemampuannya
- untuk menjawab tantangan zaman. Dia
- menguasai bahasa Al-Qur'an dengan baik.
- Dia memahami juga berbagai macam
- disiplin ilmu Al-Qur'an
- dan dia juga memahami juga sunah-sunah
- Rasul berhubungan dengan apa kasus yang
- dihadapi.
- Maka apabila orang betul-betul ya telah
- terlatih untuk melakukan hal ini, punya
- kemampuan yang mumpuni untuk kembali
- kepada kitab Allah dan sunah-sunah
- rasul-Nya,
- insyaallah dengan mudah dia akan
- menemukan jawaban-jawaban
- yang sesuai dengan tantangan zaman yang
- dihadapi.
- Karena Al-Qur'an merupakan ilmu Allah
- yang meliputi
- yang gaib maupun yang kini ataupun
- masa-masa yang lampau. Tidak ada satuun
- yang tersembunyi dari Allah. Dan Allah
- berfirman, "Ma faratna fil kitabi
- minai." Kami tidak melalaikan dalam
- Alkitab apapun juga. Semua yang
- dibutuhkan manusia baik di masa lampau,
- masa kini, masa yang akan datang.
- Jawabannya sebetulnya telah disiapkan
- Allah dalam Al-Qur'an. Tinggal para
- ulama menggalinya, menelitinya ya,
- hingga mereka dapat memberikan jawaban
- yang menentramkan hati mereka dan
- memberikan solusi buat umat. Tapi kalau
- ulama-ulama sekarang kembali kepada
- fikih pendapat ulama-ulama terdahulu
- menghadapi tantangan zaman, ini
- merupakan
- jawaban yang tidak sesuai.
- Hm.
- Karena apa yang dihadapi Umar saat ini
- berbeda dengan apa yang dihadapi Imam
- Syafi'i, Imam Malik, Imam Ahmad bin
- Hambal, Abu Hanifah dan lain sebagainya.
- Dan mereka tidak mengetahui yang gaib.
- Jadi jangan kita mengikuti ucapan
- sebagian orang yang tidak berakal
- mengatakan maakal awaluna lil akhirina.
- Para pendahulu tidak meninggalkan
- sesuatu bagi orang-orang yang akan
- datang. Ini ucapan yang tidak benar.
- Kalau kitab suci Al-Qur'an menjawab
- seluruh tantangan zaman, benar. Dan
- Allah akan kerahkan orang-orang yang
- betul-betul apa? Bertakwa kepada Allah,
- orang-orang yang mendalam dalam ilmunya
- untuk menjawab tantangan-tantangan zaman
- dengan merujuk kepada Al-Qur'an dan
- sunah. Karena Al-Qur'an sebagai standar
- hidup yang berlaku sepanjang masa.
- Jadi kalau orang mengatakan kita tidak
- dibenarkan melakukan ijtihad, kita wajib
- kembali kepada pendapat ulama di masa
- lampau.
- Seperti mereka-mereka yang berpegang
- pada pendapat ini dari kalangan pengikut
- salaf ini merupakan
- bencana bagi umat
- dan membekukan peran Al-Qur'an
- dalam arti yang sebenarnya. Padahal
- Al-Qur'an merupakan rukun iman kita.
- Heeh. Jadi setiap tantangan zaman ada
- jawabannya. Dari mana? Tidak mungkin
- kita kembali kepada ulama terdahulu yang
- tidak menyaksikan. Sebagai contoh, kalau
- seandai orang bertanya berkaitan dengan
- cloning,
- berkaitan dengan transplantasi
- organ,
- juga berkaitan dengan apa? Dengan
- katakan transfusi darah.
- Apa mungkin kita menjawab dari fikih
- para ulama terdahulu? Tidak mungkin.
- Karena kasus ini belum ada pada
- ulama-ulama di masa yang lampau. Maka
- dengan merujuk kepada Al-Qur'an dan
- sunah Rasul dari rambu-rambu yang Allah
- Subhanahu wa taala berikan, ulama
- menjawab tantangan zaman. Oleh karena
- itu, Al-Qur'an masa berlakunya tidak
- pernah berakhir. Berbeda dengan fikih
- para ulama, masa berlakunya bisa saja
- berakhir dengan wafatnya mereka. He.
- Oleh karena itu, seorang mujtahid
- yang menjawab tantangan zaman ini
- mujtahid yang hidup ya. Nah, mujtahid
- yang hidup ini ya melihat apakah
- tantangan zaman yang mereka hadapi telah
- dijawab oleh ulama terdahulu. Mereka
- lihat. Nah, kalau seandai mereka
- menemukan beberapa jawaban, mereka
- memilih jawaban yang paling sesuai
- dengan petunjuk Al-Qur'an dan sunah
- Rasul-Nya dan betul-betul menjaga
- keselamatan dan kemaslahatan umat.
- Karena Allah Subhanahu wa taala dengan
- agamanya,
- Allah Subhanahu wa taala ingin
- memberikan kemudahan dan jalan yang
- lebih indah bagi mereka. Yuriullah
- bikumul yusro wala yuridu bikumul usro.
- Begitu juga ma ja'ala alaikum fiddini
- min haraj. Jadi kepada bapak yang
- menanya ijtihad tidak mungkin
- dihentikan.
- Kalau dia menghentikan ijtihad, berarti
- dia menghentikan
- ajaran Islam
- yang hanya mampu untuk menjawab
- tantangan masa lampau. Maka pantas kalau
- umat Islam pada saat ini tertinggal
- atau ditinggalkan dan tidak memiliki
- peran kecuali hanya dalam masjid
- berbicara di seputar ritual. Lalu apa
- yang mereka tak mampu jawab? Mereka
- mengatakan ini bidah karena tidak ada
- pada masa salaf terdahulu. Berarti yang
- mereka ikuti bukan lagi Allah, bukan
- Rasulnya, bukan kitab sucinya, tapi yang
- mereka sembah adalah salaf.
- Siapapun salaf tersebut. Salaf adalah
- orang-orang yang mendahului kita, yang
- menjawab tantangan-tantangan zaman
- mereka. Mereka bertanggung jawab atas
- apa yang mereka lakukan. Tapi untuk
- menjawab tantangan zaman ini harus
- tampil seorang mujtahid
- yang menjawab tantangan-tantangan zaman
- sesuai dengan petunjuk Allah dan sunah
- nabinya. Wallahuam.
- Baik, selanjut dari Bapak Yahya di
- Serang, Banten. Asalamualaikum Husin.
- Ustaz, apakah wahyu bertugas mengoreksi
- akal atau akal bertugas menafsirkan
- wahyu dari Bapak Yahya di Serang,
- Banten.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ketika Allah Subhanahu wa taala
- menurunkan kakek dan nenek kita,
- Allah mengingatkan mereka, mengingatkan
- juga anak-anak keturunannya.
- Faimma yatiannakum minni huda faman
- nitabaa hudaya fala yadillu wq.
- Apabila petunjukku sampai kepada kalian,
- maka siapa yang mengikuti petunjukku dia
- tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
- Waman aikri fainna lahu maatanka.
- Siapa-siapa yang berpaling
- tidak sama sekali menghiraukan,
- mempedulikan pelajaran dan peringatan
- yang Aku berikan kepadanya, maka dia
- akan hidup dalam kepengapan, kesempitan
- yang akan menyesakkan dirinya.
- Wahsyuruhu yaumalqiamati. Dan kami akan
- menghimpun dirinya di hari kiamat nanti
- dalam keadaan buta.
- Qala rbi lima hasyartani a'ma waqad
- kuntu basir. Dia berkata, "Wahai
- Tuhanku, bagaimana kamu ya membiarkan
- kami dikumpulkan dalam keadaan buta
- padahal dulu kami dalam keadaan
- melihat?" Dijawab oleh Allah, "Kadzalika
- atatka ayatunahaikalum."
- Begitulah balasanmu.
- Dulu ketika ayat-ayat kami sampai
- kepadamu, kamu lupakan. Sekarang kamu
- juga termasuk orang yang dilupakan.
- Begitu juga Allah menerangkan, "Allahu
- anzalal kitaba bilhaqqi wal mizan."
- Allah yang menurunkan Alkitab dengan
- hak. Ya, arti kebenaran yang pasti wal
- mizan dan juga berfungsi sebagai neraca
- dan standar tertinggi.
- Allah yang menempatkan kita di atas muka
- bumi ini, Mas Krishna
- sebagai khalifah, tidak mungkin Allah
- akan membiarkan mereka hidup tanpa
- petunjuk. Kalau mereka tidak menerima
- petunjuk dari Allah, maka penyimpangan
- dan kelakuan mereka yang tidak benar
- tidak dapat disalahkan.
- karena mereka belum mendapatkan petunjuk
- dan peringatan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi Allah turunkan kitab
- sucinya, sunah rasul-Nya ya ee Allah
- Subhanah turunkan kitabnya. Lalu jadikan
- rasulnya sebagai guru yang mengamalkan
- isi kandungan Al-Qur'an dan
- menjelaskannya kepada mereka.
- bukan hanya sekedar sebagai pelajaran
- yang bisa kita terima dan kita
- tinggalkan, tapi dia sebagai pedoman
- hidup yang hak dan standar yang
- tertinggi.
- Gimana kita kembalikan seluruh apa
- nilai-nilai hidup kita
- kepada Al-Qur'an alkarim dan merujuk
- kepada sunah-sunah Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam yang selaras
- dan senada dengan Al-Qur'an. Karena yang
- tidak senada selaras dengan Al-Qur'an
- kita pastikan bahwa dia bukan sunah
- Rasul tapi merupakan infiltrasi yang
- berupaya untuk mengacaukan pemahaman
- kita mengenai agama.
- Nah, pertanyaan apakah
- Al-Qur'an ya berfungsi mengoreksi akal?
- Apakah akal berfungsi sebagai apa?
- Sebagai penafsir yang menafsirkan
- Al-Qur'an.
- Allah Subhanahu wa taala menjadikan kita
- sebagai khalifahnya Mas Krishna.
- menganugerahkan kita akal
- dengan akal yang Allah berikan kepada
- manusia. Manusia bertanggung jawab
- atas seluruh sikap perbuatan dan
- ucapannya.
- Apabila manusia
- tidak memiliki akal atau kehilangan
- akalnya, dia tidak lagi berfungsi
- sebagai mukalaf atau khalifah.
- Oleh karena itu, hukum Allah tidak
- berlaku untuk orang yang tidak waras.
- Ya, hukum juga dibekukan bagi orang yang
- sedang koma sampai dia bangkit. Kata
- orang tertidur, katakan tertidur hingga
- larut
- tanpa disadari salat subuh tertinggal
- daripadanya. Pada saat dia tidur bukan
- seorang bukanlah begitu dia bangun dari
- tidurnya, maka pada saat itu dia wajib
- untuk melakukan salat yang ditinggalkan.
- Karena apa? karena tertidur.
- Walaupun sudah masuk ya ee katakan
- walaupun sudah di luar waktu fajar pada
- saat dia ingat dia berwudu, dia salat
- pada saat itu.
- Karena apa? Karena pada saat dia
- tertidur ya pada saat tersebut status
- dia bukan dalam keadaan berakal. Oleh
- karena itu, peran akal ini yang
- menentukan seorang itu mukalaf dan tidak
- mukalaf atau bertanggung jawab dan tidak
- bertanggung jawab.
- Jadi Allah Subhanahu wa taala berbicara
- kepada manusia sesuai dengan akal dan
- ilmu yang Allah berikan kepada mereka.
- Allah juga berbicara kepada mereka
- sesuai dengan apa? Dengan kemampuan
- mereka dalam menyerap bimbingan dan
- petunjuk. Allah tidak akan bertanya
- kepada mereka tentang apa yang mereka
- tidak ketahui. Oleh karena itu, kalau
- seorang tanpa disengaja karena kebodohan
- walaupun sudah belajar dia melakukan
- kesalahan dimaafkan oleh Allah.
- tujuh wizan umatilisan
- dimaafkan dari umatku orang yang berbuat
- katakan kesalahan ya atau dia lupa
- wamukrihu alai atau pekerjaan yang
- dipaksakan atas dirinya di luar
- kehendaknya
- tapi pekerjaan yang dikerjakan atas
- dasar pemaham
- pilihan tanpa ada paksaan itulah yang
- kelak akan dipertanggungjawabkan di
- hadapan Allah. Jadi, pertama-tama kita
- telah menjelaskan sebelumnya bahwa wahyu
- merupakan standar nilai tertinggi. Dia
- merupakan petunjuk yang datang dari
- Allah, bukan dari manusia. Dia juga
- merupakan nur yang menerangi kegelapan
- hidup kita. Dia juga ya sebagai rahmat
- yang Allah anugerahkan bagi kita agar
- kita manusia tidak menjadi kelinci
- percobaan.
- menjadi kelinci percobaan dari sebagian
- manusia. Tapi langsung percobaan
- semua persoalan hidup kita diterangi
- dengan petunjuk Allah Subhanahu wa taala
- berkaitan dengan kehidupan individu
- kita, kehidupan sosial kita ya. Begitu
- juga berkaitan dengan kehidupan ekonomi
- kita, berkaitan dengan hak-hak,
- hak-hak orang tua, hak anak, hak istri,
- hak suami. Tidak ada satuun persoalan
- hidup kita melainkan telah dijelaskan
- Allah Subhanahu wa taala dalam Al-Qur'an
- dan diuraikan, dirincikan oleh Nabi kita
- dan juga dari praktik kehidupan nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wahi
- wasallam.
- Lalu kita bertanya, "Lalu apa peran
- akal?"
- Apa peran
- peran akal?
- Saya berikan satu perumpamaan sederhana
- bagi Bapak Yahya. Ya,
- Bapak Yahya ya. Dibant
- Bapak Yahya. Kalau seorang ya, Mas
- Krishna katakan memiliki bola mata
- sehat.
- Sehat baik semuanya, tapi berada dalam
- kegelapan bisa melihat gak?
- Tidak.
- Dengan adanya cahaya
- Heeh.
- bola mata kita yang sehat dapat melihat.
- Begitu juga akal.
- Akal dengan sendiri penuh keterbatasan.
- Tidak mungkin hanya dengan akal kita
- mampu untuk mengenal Tuhan kita dengan
- baik. Kita yakin adanya pencipta yang
- menciptakan alam semesta.
- Tapi untuk mengetahui mengenai dirinya
- juga sifat-sifat dan asmananya tanpa
- pengenalan dari Allah mustahil. Dan
- tidak mungkin dengan akal kita kita tahu
- apa yang Allah kehendaki dari kita
- sebagai hambanya. ditempatkan di muka
- bumi sebagai khalifahnya.
- Oleh karena itu, Allah turun tangan
- menerangkan kepada kita dari mana kita
- berasal, kemudian ke mana kita akan
- pergi,
- kemudian mengapa kita ditempatkan dalam
- kehidupan dunia ini, lu bagaimana kita
- dapat hidup ya dengan benar sesuai yang
- dikehendaki oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Semuanya dikabarkan Allah dalam
- Al-Qur'an.
- Allah jelaskan dari mana kita berasal.
- Allah juga menjelaskan dirinya sebagai
- pencipta tiada sekutu baginya. Allah
- juga menerangkan kita sebagai
- khalifahnya di atas muka bumi
- bertanggung jawab dengan pilihan kita.
- Lalu Allah memberikan petunjuk bagaimana
- cara hidup yang benar dan juga
- menjelaskan hari akhir ketika kita
- dikumpulkan, dibangkitkan dan dihisab
- oleh Allah. Allah menjelaskan tempat
- orang yang beriman taat kepada Allah di
- surga yang ingkar dan membangkang dalam
- azab api nerakanya. Semua itu dengan
- penuh keadilan. Tidak mungkin sama
- sekali akal kita apa bisa memahami hal
- itu. Begitu juga dengan hanya akal yang
- Allah berikan kepada kita, tidak bisa
- memastikan apa yang kita lakukan ini
- benar
- apa tidak.
- H
- buktinya apa? Terjadi perbedaan pendapat
- di antara manusia dalam menentukan
- kebenaran.
- Hm.
- Maka Allah turunkan petunjuk yang hak.
- Kata yang hak itu yang pasti
- kebenarannya.
- yang hak yang pasti yang datang dari
- Tuhanmu.
- Maka jangan kamu termasuk orang yang
- bimbang dan ragu.
- Oleh karena itu, di tengah-tengah
- perbedaan pendapat, perbedaan juga apa?
- Perbedaan jalan hidup di tengah-tengah
- manusia masing-masing meyakini
- kebenarannya.
- Datang cahaya Allah memberikan
- penerangan. Inilah jalan hidup yang
- benar.
- Inilah petunjuk yang datang dari
- pencipta kalian yang menerangkan bahwa
- kalian di hari kemudian nanti akan
- dibangkitkan oleh Allah dan dikumpulkan
- bertanggung jawab. Di saat kalian
- membutuhkan sesuatu datang pada Allah
- mohon padanya. Allah sediakan
- nama-namanya yang begitu indah.
- H
- di saat kalian takut dari sesuatu
- berlindunglah kepada Allah. Oleh karena
- itu, suratul fatihah merupakan saripati
- daripada Al-Qur'an. Kalau orang
- memahaminya dengan benar, dia akan hidup
- betul-betul apa? Dengan tentram di jalan
- dan petunjuk Allah Subhanahu wa taala.
- Jadi, Mas Krishna,
- akal merupakan apa? Merupakan anugerah
- Allah yang terbesar bagi umat manusia.
- Karena begitu akal kita dicabut,
- walaupun kita tampan, cantik, memiliki
- berbagai macam kelebihan, maka kita
- kehilangan arti kemanusiaan kita.
- Tapi akal merupakan anugerah Allah
- Subhanahu wa taala yang Allah berikan
- kepada kita. Dengan akal kita
- bertanggung jawab di hadapan Allah
- Subhanahu wa taala. Oleh karena itu,
- dalam satu riwayat dari Ahlul Bait, ma
- khalaqallahu
- saaian afdola minal aqli. Allah tidak
- menciptakan sesuatu yang lebih mulia
- dari akal. Nah, yang saya maksudkan
- dengan akal bukan akal-akalan ya. H
- akal di sini merupakan karunia Allah
- Subhanahu wa taala yang membuat manusia
- layak diajak berbicara oleh Allah
- Subhanahu wa taala dan bertanggung jawab
- dalam hidupnya.
- Nah, jiwa manusia apabila dikuasai oleh
- akal
- niscaya hidupnya akan lurus. Tapi
- apabila jawab jiwa manusia dikuasai oleh
- hawa nafsunya, akalnya dalam keadaan
- terpenjara maka dia akan berubah lebih
- mengerikan daripada binatang buas.
- Jadi dalam memahami Al-Qur'an Bapak
- Yahya
- sebetulnya Allah telah memberikan
- petunjuk dan metode yang amat indah buat
- kita. Yang ini kurang diikuti oleh
- kebanyakan orang. Jadi Al-Qur'an
- menerima cahaya dan penerangan. Bukan
- dia menggiring Al-Qur'an mengikuti akal.
- Itu salah besar. Tapi Al-Qur'an bagaikan
- mata yang menerima cahaya. Dengan adanya
- cahaya, mata dapat membedakan mana jalan
- yang datar, mana lubang, mana apa
- lautan, mana bukit, mana gunung. He.
- Nah, akal juga demikian. Akal itu bukan
- mengendalikan Al-Qur'an,
- tapi akal itu bagaikan mata yang
- diterangi oleh cahaya hingga dia dapat
- melihat. Begitu juga dengan wahyu Allah
- Subhanahu wa taala sebagai nur menerangi
- akalnya, menunjukkan jalannya. Adapun
- metode penafsiran Al-Qur'an Allah telah
- terangkan kepada kita agar kita tidak
- menafsirkan Al-Qur'an sepotong-sepotong
- dan terpisah-pisah,
- tapi menafsirkan Al-Qur'an dengan
- menyatukan ayat-ayat yang terhubung.
- Lalu kita mengambil keselimpulan secara
- apa? Secara komprehensif, bukan
- menafsirkan ayat sepotong-sepotong. He.
- Oleh karena itu, para ulama ahli tafsir
- dari kalangan ee usuliin dan para
- muhaqikin bersepakat bahwa Al-Qur'an
- yufassir ba'duhu ba'd menafsirkan satu
- sama lain.
- Sebagai contoh, Mas Krishna.
- Ketika kita berbicara mengenai takdir
- atau mengenai qada,
- kita jumpai ternyata para ulama
- berbeda-beda.
- Hm.
- Ada Muktazilah, ada Asy'ari, ada
- kalangan juga. Katakan Jabari ada
- kalangan Salafi berbeda-beda penafsiran
- mereka. Padahal ini masalah yang amat
- penting. Kenapa? Mereka berbeda-beda
- dalam menafsirkan makna dari takdir atau
- qadar dan qada karena tidak kembali
- kepada Al-Qur'an
- yang menjelaskan maksud dari qadar dan
- qada tersebut. Kalau kita mengumpulkan
- ayat-ayat ya yang di dalamnya terdapat
- kata qadar, kita memahami bahwa kata
- qadar itu menjelaskan aturan hukum yang
- mengatur kehidupan seluruh alam semesta
- dengan penuh kebijaksanaan.
- Seperti mengatur bumi kita, melakukan
- rotasi pada sumbunya, mengitari matahari
- bersama planet-planetnya, matahari
- bersama seluruh planet mengitari pusat
- galaksinya.
- Itu diterangkan dalam surat Yasin dengan
- jelas.
- Jadi matahari ditakdirkan arti
- ditentukan dengan hukum yang amat
- sempurna
- bersama seluruh planetnya mengitari
- pusat galaksinya sebagaimana bumi
- mengitari juga apa? Mengitari matahari.
- Allah menjelaskan segala sesuatu
- diciptakan Allah dengan kadar dan ukuran
- yang sempurna. Inna kulla saaiin
- khalaqnahu biqadar. Sesungguhnya segala
- sesuatu kami ciptakan dengan kadar dan
- ukuran.
- Allah juga mengingatkan kita untuk
- mensucikan Allah agar tidak
- salah memahami
- ketentuan Allah Subhanahu wa taala yang
- begitu sempurna.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Sucikan nama keagungan Tuhanmu yang maha
- tinggi. Alladzi khalaqo fasawa yang
- telah mencipta dan menyempurnakan
- ciptaannya dengan penuh keseimbangan.
- Lalu Allah tegaskan, walladzi qaddaro
- fahda. Dan dia yang menetapkan kadar,
- aturan, hukum-hukum pada semua
- ciptaannya.
- Fahada. Lalu Allah berikan kita petunjuk
- untuk memahaminya. Lahirlah berbagai
- macam disiplin ilmu pengetahuan yang
- dipetik dari hukum-hukum alam ini yang
- ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Akhir fisika, biologi, geologi,
- astronomi, semua dipetik dari hukum alam
- yang ditetapkan Allah subhanahu wa
- taala. Maka kata takdir kalau kita
- kembalikan kepada Al-Qur'an tidak
- menerangkan kepada kita bahwa amal
- manusia ditentukan oleh Allah tanpa ada
- pilihannya. Ini paham jabariyah yang
- jauh dari Al-Qur'an. Tapi takdir
- menjelaskan pada kita, Allah telah
- menetapkan menciptakan segala sesuatu
- dengan aturan yang betul-betul penuh
- kesempurnaan.
- Nah, tinggal kita mau mengikuti aturan
- Allah, h
- kita akan maju, melanggar aturan Allah
- kita akan celaka. Oleh karena itu,
- ketika orang bertanya, "Mas Krishna,
- kejadian yang terjadi di Sumatera Utara,
- baik itu Aceh, Medan, atau Sumatera
- Barat di Padang, apakah itu takdir?"
- Jawabannya tidak. Itu pelanggaran
- terhadap takdir Allah. Allah menciptakan
- bumi kita dengan penuh keseimbangan.
- Menciptakan pohon-pohon di tengah-tengah
- hutan untuk menyerap air hingga
- melindungi dari longsor, dari banjir.
- Juga menjaga suhu bumi kita agar tidak
- apa?
- tidak memanas melebihi ketentuannya.
- Tapi tangan manusia merusak takdir
- Allah, menebangi hutan disebabkan
- kerakusan keserakahan. Akhirnya
- menyebabkan tanah kita menjadi rapuh.
- Tanah juga tidak menyerap air lagi
- sebagai cadangan.
- Suhu bumi memanas terjadi bencana alam
- kok Allah yang disalahkan pada
- takdirnya.
- Ini pelanggaran terhadap takdir Allah
- Subhanahu wa taala. Nah, ini sebagai
- gambaran Pak Yahya. Kalau kita ingin
- memahami satu istilah dalam Al-Qur'an,
- jangan kita tafsirkan dia terpisah dari
- yang lain.
- H
- tapi kita kumpulkan ayat-ayat yang
- berbicara mengenai takdir.
- Kemudian kita dapat menyimpulkan ya
- penggunaan kata takdir dalam Al-Qur'an
- ternyata beda dengan yang dimaksudkan
- kalangan Jabariyah.
- Hm.
- Kalau umat Islam merujuk kembali kepada
- Al-Qur'an dan menafsirkan Quran dengan
- Quran, tidak mungkin terjadi
- pertentangan seperti saat ini.
- Jadi sebagaimana yang Allah ingatkan
- dalam surat dalam surat apa? Dalam
- suratul Hijr.
- Qul inni anan nadirul mubin. Katakan
- wahai Rasulullah, aku seorang pemberi
- peringatan yang nyata. Kama anzalna alal
- mtasimin sebagaimana kami telah
- memberikan peringatan kepada para
- muktasimin.
- Asama ytasimu dalam bahasa Arab yang
- membagi-bagi.
- Alladina jaalul quranain. Yaitu mereka
- yang membagi-bagi Al-Qur'an dan
- memisah-misah ayat-ayatnya
- bukan menafsirkannya dalam satu
- kesatuan. Fawabbikaasalanahum
- ajmain. Maka demi Tuhanku, demi Tuhanmu
- kami akan bertanya kepada mereka. Amma
- kanu yam'malun tentang apa yang mereka
- perbuat. Karena mereka menafsirkan Quran
- terpisah-pisah
- bukan dalam satu kesatuan. Akhirnya
- melahirkan pemahaman yang kontradiktif.
- Jadi banyak ulama-ulama yang menafsirkan
- Quran tidak mengikuti metode penafsiran
- yang diajarkan oleh Allah. Nah, kalau
- seandainya kita menafsirkan ayat dengan
- ayat satu sama lain, sebagai contoh
- ketika kita bertanya, "Siapakah yang
- dimaksudkan dengan orang yang bertakwa?"
- Hm.
- Apa itu takwa? Al-Qur'an jelaskan dalam
- suratul baqarah dua kali. Bahkan
- dalam awal suratul baqarah ketika Allah
- mengatakan hudan lil muttaqin, Allah
- jelaskan alladzina yukminuna bil ghaib
- dan seterusnya. Begitu juga ketika Allah
- Subhanahu wa taala menjelaskan arti
- albir yang sebenarnya.
- Allah sebutkan kriterianya laisal biru
- wujuhum. Hingga Allah tutup dengan
- ayatnya humul muttaqu.
- Begitu juga dalam suratul imranum
- siapa
- dan seterusnya.
- Jadi kalau kita menafsirkan takwa atau
- orang yang bertakwa tanpa merujuk kepada
- Al-Qur'an, akhirnya penafsirannya
- simpang siur.
- H
- kita biasanya menafsirkan takwa itu
- orang yang melaksanakan perintah yang
- menjauhi larangan. He.
- Coba kita tafsirkan sesuai dengan
- keterangan Al-Qur'an biar lebih detail
- hingga orang memahami maksud Al-Qur'an.
- Begitu juga kata aljuhud, kata alkufru
- kafir
- dalam Al-Qur'an penggunaannya untuk
- mereka orang-orang yang telah tahu
- kebenaran kemudian mengingkarinya.
- H
- begitu juga iman dalam Al-Qur'an
- dijelaskan apa arti iman. Bukan hanya
- percaya, bukan hanya yakin, tapi percaya
- yakin diiringi dengan apa? Dengan
- pengamalan yang sesuai dengan
- keyakinannya. Seperti firman Allah,
- "Innamal mukminunadina amanu billahi
- waasuliahi tumma lam yartabu wahadu
- biamwalihim wa anfusihim fibah." Begitu
- juga melalui seruan Allah ya
- ayyuhalladzina amanu. Seperti dalam
- suratul hujurat, setiap Allah memanggil
- orang yang beriman, Allah menerangkan
- bimbingan-bimbingan dan perintahnya itu
- merupakan kriteria orang yang beriman.
- Tapi kita keluar dari Al-Qur'an,
- tafsirkan Al-Qur'an, terpisah dari apa?
- Ayat-ayat yang menjelaskan iman akhirnya
- melahirkan pemahaman yang betul-betul
- tidak sempurna. Jadi, Bapak Yahya,
- Al-Qur'an atau wahyu merupakan standar
- nilai tertinggi.
- Apabila kita menghadapi persoalan
- sebagaimana perintah Rasul, kita kembali
- kepada Al-Qur'an.
- Kemudian kita kembali kepada Rasul-Nya
- dengan sendirinya kita meneliti riwayat
- yang datang dari Rasul dalam persoalan
- tersebut. Dan kita tidak menafsirkan
- sunah terpisah dari Al-Qur'an, tapi
- tetap disatukan dalam Al-Qur'an. Yang
- senada, seiring, seirama kita terima,
- yang tidak senada kita tolak karena kita
- yakin tidak mungkin Rasul menentang
- Al-Qur'an.
- Nah, akal ini merupakan alat bantu yang
- Allah berikan kepada kita untuk memahami
- kebenaran yang diterangkan oleh Allah.
- Sebagaimana mata begitu mendapatkan
- cahaya dia melihat, tapi dalam kegelapan
- dia tidak akan melihat. Jadi wahyu ini
- keberadaannya amat penting dan ini
- merupakan apa? Hujah Allah di hari
- kemudian nanti. Dan manusia bisa
- beralasan kepada Allah, "Kamu tidak
- pernah sama sekali memberikan petunjuk
- dan peringatan kepada kami."
- Oleh karena itu ucapan ulil absar
- Abdullah.
- Kalau dia beriman, ulil absar Abdullah.
- Tapi kalau dia bersikap kurang ajar di
- hadapan Al-Qur'an. Bahkan
- dengan sombong dia mengatakan,
- "Mereka-mereka yang menyebutkan
- terjadinya kerusakan lingkungan hidup
- ini akibat apa? Akibat
- ulah manusia.
- Ulah manusia. Dia mengatakan ini
- merupakan pandangan yang goblok tidak
- paham.
- Dan dia mengatakan bahwa
- sebagai seorang muslim liberal menurut
- dia,
- kita punya pendirian menurut dia nih
- bahwa kalau ada ayat-ayat Al-Qur'an yang
- irasional
- itu semuanya bersifat temporer. Di saat
- diperlukan kita gunakan, tidak
- diperlukan kita tinggalkan.
- Jadi dia beranggapan dia ini sebagai
- seorang ya yang menghakimi Al-Qur'an,
- menghakimi Allah. J sebagaimana gampang
- dia mengatakan manusia goblok, dia
- beranggapan Tuhannya sama seperti itu.
- Hm.
- Ini betul-betul orang yang dibutakan
- karena kecintaannya pada dunia. Dia rela
- ya berkata kepada orang-orang yang sama
- sekali tidak menyukai ayat-ayat Allah
- dan petunjuknya, kami akan toleransi
- bersama kalian. Apa yang cocok dari ayat
- Quran kita pegang, apa yang merugikan
- kita singkirkan. Betul-betul petaka
- besar Nahdatul Ulama yang merupakan
- organisasi yang didirikan oleh
- tokoh-tokoh pejuang yang mulia, ternyata
- terdapat orang-orang seperti ini.
- Waliyadubillah. Semoga Allah selamatkan
- umat dari orang seperti ini. Dan kalau
- dia tidak sama sekali berubah dan
- bertobat pada Allah, kita mohon pada
- Allah untuk menunjukkan kekuasaannya,
- kebenarannya terhadap manusia semuanya
- atas kesombongan orang semacam ini. Dan
- saya melihat wali iyadzubillah
- orang ini kelihatannya
- susah untuk mendapatkan hidayah
- karena sombong dan sikapnya mirip dengan
- iblis.
- yang berkata di hadapan Allah walaupun
- tahu Allah penciptanya. Ketika ditanya,
- "Kenapa kamu menolak untuk sujud di
- hadapan Adam?" Dia mengatakan, "Ana
- khairun min
- khalaqtani min narin waqtahu minin."
- Kalau Adam dan Hawa dosa mereka, dosa di
- hadapan hawa nafsunya yang lemah,
- setelah dia sadar mereka bertobat. Tapi
- kalau dosa kesombongan terhadap Tuhannya
- saja dia berani, maka orang semacam ini
- tidak dapat dipegang dan tidak dapat
- dipercaya. Sengaja saya bertindak atau
- berucap tegas dalam masalah ini untuk
- mengingatkan umat ini bukan main-main.
- Seorang berbicara seperti di hadapan
- Allah bukan main-main.
- Kalau Anda menjadi seorang liberal
- silakan.
- Tapi mengatakan muslim liberal tidak
- ada. Seorang muslim orang yang patuh
- tunduk berserah diri kepada Allah
- menerima apa yang datang dari Allah.
- Tapi kalau seorang liberal dia hidup
- bebas dengan cara dia apa yang cocok
- dengan hawa nafsunya diikuti yang tidak
- ditinggalkan dan dengan gampang
- memandang orang lain goblok tidak
- seperti dirinya.
- Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala
- tunjukkan kekuasaannya
- dan pelajarannya bagi mereka-mereka yang
- ingkar dan sombong. Wali iyadzubillah.
- Baik, ini selanjutnya dari Bapak Bambang
- di Jakarta. Asalamuala Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam.
- Ustaz, ada teman murtad gara-gara nonton
- video di YouTube yang mengatakan orang
- Islam menganggap Yesus dalam Islam ee
- adalah Islam karena Yesus disunat dan
- tidak makan babi. Padahal kata pendeta
- itu Yesus juga dibaptis di sungai
- Jordan. Mohon tanggapannya, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana zidna ilman wa alhikna bisin.
- Orang bisa saja berbicara sesuka
- hatinya.
- Dia berbicara sesuka hatinya.
- Seperti juga banyak dari kalangan orang
- Islam berbicara jauh dari petunjuk
- Allah. Berangan-angan.
- Kemudian juga memberikan janji-janji
- yang muluk. Ya, tidak perlu orang
- beramal. Asal orang mencintai Rasul,
- mengadakan perayaan Maulid Rasul, Rasul
- akan memberikan syafaat kepadanya.
- Begitu juga orang-orang
- yang mengaku sebagai pengikut Yesus atau
- pengikut Almasih alaihialatu wasalam.
- Sebagian dari mereka mengatakan, "Apapun
- yang kami lakukan dari kejahatan,
- perbuatan, dosa asal kita beriman, Yesus
- sebagai juru penyelamat, Yesus akan
- menyelamatkan kita." sama antara
- mereka-mereka yang seperti ini dengan
- juga kalangan orang-orang Islam yang
- merasa tidak perlu mereka beramal
- walaupun menjakkan kejahatan, walaupun
- melakukan tindakan korupsi, walaupun
- berbuat maksiat asal mereka mencintai
- Rasul, merayakan Maulid Rasul, mereka
- akan diselamatkan. Ini semua merupakan
- angan-angan. Kalau petunjuk agama
- semacam ini, maka kehidupan manusia akan
- mengalami kerusakan.
- Tapi dengan tegas Allah berfirman,
- "Faamma manakat mawazinuhu fahua fi
- isyatin rah." Yang timbangan amalnya
- berat dengan iman dan amal saleh, mereka
- akan hidup dalam kehidupan yang penuh
- keridaan.
- Tapi sebaliknya, wa man khoat mawazinuhu
- faumuhu hawiah yang timbangannya kosong,
- isinya kejahatan, jauh dari amal saleh,
- maka tempat kembalinya adalah hawiah. W
- adrak hiya. Tahukah kalian apa itu yang
- dinamakan hawiah? Narun hamiah. Api yang
- menyala-nyala dan panasnya tak terkira.
- Ini keterangan Allah.
- Allah juga menegaskan
- bahwa yang selamat di hari kemudian
- nanti orang yang beriman dan beramal
- saleh. Innalladzina amanu wailus shihat.
- Innalladzina amanu wailus shihati
- ulaika hum khairul bariah.
- Sedangkan sebaliknya innalladina kafaru
- min ahl kitabi wal musyrikina fi nari
- jahannama kholidina fiha ulaika hum
- syarul bari. Jadi sebaik-baiknya manusia
- menurut Allah yang beriman, beramal
- saleh, seburuk-buruknya manusia yang
- ingkar kepada Allah penciptanya,
- mempersekutukannya dengan selain Allah
- Subhanahu wa taala, tegas dalam
- Al-Qur'an. Jadi, pendeta tersebut yang
- mengatakan bahwasanya Yesus di kalangan
- umat Islam dianggap sebagai seorang
- muslim yang tidak disunat, tidak makan
- babi. Kemudian dia mengatakan, "Yesus
- dibaptis di sungai Yordan." Kita ingin
- tahu data-datanya dari mana?
- Data-datanya yang otentik. Ya, cuma kita
- bertanya,
- bukankah Anda meyakini bahwa sebelum
- Yesus ya merupakan nabi-nabi dan rasul
- yang diutus oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Lalu dari mana datangnya
- keanehan, penyimpangan, dan keganjilan?
- Kok Yesus
- bisa menjadi anak Tuhan?
- Padahal kita tahu sebelumnya merupakan
- nabi-nabi, mata rantai kenabian. Ya.
- Kemudian Yesus anak Tuhan lalu melompat
- kepada Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam sebagai nabi dan rasul
- lagi.
- Dari mana dasarnya hal ini?
- Dalam Islam
- keimanan diterangkan kepada kita bahwa
- Allah Subhanahu wa taala sang pencipta.
- Dia juga sang pemelihara dan sembah dan
- dia juga yang kelak akan
- mewafatkan kita mengakhiri kehidupan
- dunia. Kemudian Allah akan membangkitkan
- kita kembali. Dalam keyakinan Trimurti
- mereka meyakini apa? Kalangan Hindu
- meyakini bahwasanya sang pencipta adalah
- siapa? Brahma.
- sang pemelihara Wisnu. Sedangkan
- Siiwa sang penghancur yang bertugas
- menghancurkan katakan ee katakan ee satu
- masyarakat, satu kaum, satu wilayah
- karena kejahatan yang dilakukan manusia.
- Kalau dalam Islam tidak. Allah Subhanahu
- wa taala menjelaskan dengan jelas ya,
- bahwa seluruh alam semesta ini, langit,
- bumi ciptaan Allah, dia menjaga
- mengaturnya. Malaikat
- tanpa izin Allah Subhanahu wa taala
- tidak akan melakukan sesuatu. Jadi
- malaikat bukan dewa-dewa kecil. Malaikat
- adalah hamba-hamba yang mentaati Allah,
- yang menjalankan perintah Allah. Hingga
- satu butir hujan pun tidak turun
- melainkan dengan izin Allah. Malaikat
- tidak akan turun ya melaksanakan sesuatu
- melainkan atas perintah Allah Subhanahu
- wa taala. Tapi di kalangan orang-orang
- yang meyakini
- bahwasanya
- Tuhan
- terbagi tiga oknum. Yang pertama Bapak
- di surga lalu anak yang menitis ke bumi
- dengan alasan untuk menebus dosa umat
- manusia. Kemudian Roh Kudus. Dalam Islam
- jelas bahwa Roh Kudus adalah malaikat
- suci
- yang ditugaskan Allah untuk mendukung
- Almasih juga mendukung Maryam
- alaihialatu wasalam yang membawa kabar
- gembira bahwa dia akan melahirkan
- seorang anak yang memberikan dukungan
- kepadanya pada saat Almasih masih
- kanak-kanak untuk menjawab orang yang
- dulu dirinya sebagai apa? Sebagai wanita
- yang melakukan perbuatan noda. Quran
- membersihkan dirinya.
- Jadi kalau mereka berkata seenak dirinya
- mengatakan bahwa Yesus ya merupakan apa?
- Merupakan e orang juga yang dibaptis.
- Saya bertanya yang membaptis siapa?
- Kemudian kalau kita membuka Injil yang
- ada pada saat ini, tidak ada satuun
- isyarat yang mengatakan bahwa apa? Bahwa
- Yesus itu sebagai anak Tuhan.
- Jadi kalau kita berbicara tentang hal
- ini hanya dengan dasar ucapan tanpa
- bukti, tanpa hujah, ya itu merupakan hal
- yang tidak benar. Kita bertanya, kenapa
- Injil terbagi empat?
- Kalau memang dia kitab suci ya yang
- diterima Almasih alaihialatu wasalam
- seharusnya satu kitab. Tapi kenapa
- versinya berbeda?
- Kan aneh luar biasa. Ini merupakan hal
- yang amat aneh. Oleh karena itu, kita
- mengajak saudara-saudara kita umat
- Kristian baik itu Katoliknya,
- baik itu Protestannya dan lain-lainnya,
- mari kita mencari kebenaran demi
- keselamatan kita. Kita dalam Islam tidak
- diajarkan atau tidak diperintahkan untuk
- memaksa orang beriman,
- tapi mengajak kita berpikir. Dan Allah
- Subhanahu wa taala menghargai orang yang
- mencari kebenaran. Bukan mereka
- mengikuti tradisi dan hawa nafsu mereka.
- Tapi mari kita buka diri kita untuk
- mendengarkan kebenaran yang datang dari
- Allah Subhanahu wa taala dalam kitab
- sucinya. Baca surah Al Imran yang
- menerangkan Maryam
- dan ibunya yang menazarkan dirinya untuk
- Allah. Kemudian kelahiran Yesus dari
- wanita suci yang mulia dan bagaimana
- Almasih dalam perjalanan hidupnya
- mengajak manusia untuk menyembah Allah
- tidak mempersekutukan Allah dengan
- sesuatu. Dan Yesus atau Almasih dia pun
- menyembah Allah Subhanahu wa taala. Dan
- uniknya dari mulai masa Nabi Nuh sampai
- nabi terakhir semua mengajak orang untuk
- menyembah Allah dan tidak
- mempersekutukannya dengan sesuatu. Nah,
- kalau ada seorang murtad karena
- mendengarkan ee pernyataan dari pendeta
- ini, itu wajar pilihan dia. Kalau dia
- bisa menerima kebohongan sebagai apa?
- sebagai konsumsinya, maka orang semacam
- ini orang yang tidak patut sama sekali
- dihargai. Oleh karena itu, Anda bisa
- bertanya pada GPT
- kebenaran dari ucapan Anda. GPT yang
- bukan makhluk yang diciptakan Allah
- Subhanahu wa taala secara langsung,
- walaupun diproduk dan dihasilkan oleh
- manusia-manusia yang diciptakan Allah,
- ternyata bisa bersaksi jujur dan benar.
- Tapi pendeta-pendeta ini kan
- kebanyakannya hidup. Hidup dari mana?
- dari jamaahnya. Kalau jemahnya tidak
- sama sekali salid mendukung mereka, dari
- mana mereka hidup?
- Begitu juga ulama ulama yang hidup dari
- jamaahnya. Mereka terkadang untuk
- menyenangkan jemaah mereka berkhianat
- terhadap Allah dan Rasulnya. Bukan
- menyampaikan kebenaran, tapi mereka
- justru membully membohongi jamaahnya
- agar jemaahnya loyal kepadanya.
- Sedangkan orang yang menyampaikan misi
- para rasul dan penerusnya orang yang
- menyampaikan amanat Allah tanpa
- mengharap imbalan dari mereka. Qulla
- asalukum alaihi ajro in hua illaikro lil
- alamin. Demikianlah ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Jadi kita mendengarkan berbagai macam
- kasus seperti ini, tidak perlu merasa
- heran. Orang yang ingin katakan ee
- menerima
- katakan doktrin-doktrin buta seperti ini
- silakan.
- Tapi orang yang mencari kebenaran, yang
- mengharapkan rida Allah Subhanahu wa
- taala, dia tidak akan goyah sama sekali.
- Walaupun berhadapan dengan berbagai
- macam syubhat, hati yang beriman kepada
- Allah atas dasar kebenaran tidak akan
- pernah ragu walaupun hanya seorang diri.
- Walaupun hanya seorang diri, dia tidak
- akan goyah dengan syubhat-syubhat
- yang beredar dan berterbaran. Karena
- yang mereka dambahkan bukan dunia ini,
- tapi kebenaran yang sejati. Oleh karena
- itu, mari ikhlaskan niat kita sepenuhnya
- mengharapkan rida Allah. Mencari
- kebenaran tanpa kesombongan, tanpa
- kefanatikan. Insyaallah kita akan
- temukan kebenaran yang sejati. Sebagai
- contoh bagi yang bertanya atau bagi apa?
- Bagi katakan pendeta tadi atau bagi
- orang yang murtad, kita alihkan, silakan
- Anda baca buku Jeffre Leng
- yang bernama Struggling to Surrender,
- perjuangan untuk berserah diri. Dia
- seorang profesor
- matematik
- matematik di Kansas University. Anda
- boleh baca pengalaman dia masuk ke dalam
- Islam. Dan sekian banyak termasuk di
- antaranya Profesor Mauris Bokaib
- yang melakukan penelitian terhadap
- jenazah Firaun, menemukan fakta-fakta
- kebenaran dan juga melakukan studi
- perbandingan di antara kitab-kitab suci
- yang ada. Mudah-mudahan hal ini menjadi
- apa? menjadi pelajaran buat kita semua
- dan kita dalam dakwah kita di Rasil ini
- tidak sama sekali memberikan doktrin
- pada orang. Wahyu bukan doktrin
- ya.
- Wahyu cahaya yang datang dari Allah
- pencipta kita.
- Wahyu adalah nur yang datang dari Allah
- bukan doktrin. Doktrin berasal dari
- manusia. Nah kita tidak sama sekali
- mengajak orang untuk menerima doktrin
- buta tapi mengajak untuk masuk ke dalam
- cahaya Allah hidayah dan petunjuknya.
- Semoga Allah subhanahu wa taala
- membimbing kita untuk hidup dalam
- kehidupan yang lebih baik. Menjaga
- langkah kita dalam jalan yang Allah
- Subhanahu wa taala ridai. Kumpulkan kita
- bersama Rasul-Nya, bersama para
- keluarganya, sahabat yang mulia. Dan
- Allah selamatkan kita dari siksa dan
- azab di hari kemudian nanti.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Walfu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Mohon maaf untuk Anda yang
- sudah kirim WA ya, ada Bapak Ruskandar,
- kemudian Bapak Badar di Pamulang, Ibu
- Siti Rahma, kemudian Rahmawati. Mohon
- maaf tidak semua kami bisa bacakan
- karena keterbatasan waktu Ustaz Husin
- akan memberikan khotbah Jumat di Masjid
- ee Umar bin Khattab di Jatinegara.
- Selamat jalan, Ustaz.
- Sama-sama.
- Mudah-mudahan amanillah.
- Amin. Insyaallah.
- Baik.
- Ee saya Muhammad Krishna di Saputra. dan
- juga lagi mohon pamit. Wabillahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.