Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah kita bertemu siang hari
- ini di Jumat penuh berkah. Insyaallah
- untuk mengkaji ilmu bersama-sama di sesi
- fikih wanita bersama guru kita Ustazah
- Herlini Amran. Beliau telah berada di
- tengah-tengah kita di seberang sana
- lebih tepatnya. Mari kita sapa terlebih
- dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Gimana?
- Alhamdulillah luar biasa. Allahu Akbar.
- Allahu Akbar. Kalau Ustazah, Ustazah
- sendiri bagaimana? Apa kabar, Ustazah?
- Alhamdulillah baik, Mbak Olin.
- Mudah-mudahan semuanya juga pendengar
- matro rahasia semuanya dalam keadaan
- sehat walafiat insyaallah. Amin. Amin ya
- rabbal alamin. Baiklah, insyaallah kita
- semua dalam keadaan sehat walafiat yang
- mendengarkan pada siang hari ini yang
- dalam perjalanan mudah-mudahan juga
- Allah lindungi dan diberikan kelancaran
- sampai di tempat tujuan. Insyaallah
- selama kurang lebih eh 90 menit ke depan
- Ustazah Rini Amran kita bersama-sama
- akan mengkaji tema yang akan diangkat
- pada hari ini yaitu persahabatan dalam
- Islam. Tafadal ustazah. Terima kasih di
- ataran Mbak Olin.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah
- wasalatu wasalamu ala rasulillah wala
- haula wala quwwata illa billah.
- Allahumma shi wasallim wabarik ala
- sayidina Muhammadin waa alihi wa aj
- Allah
- in amin yaabbalam mudah-mudahan semuanya
- dalam keadaan sehat yang sakit semoga
- disembuhkan semua hajat kita dikabulkan
- Allah insyaallah dan mudah-mudahan Allah
- berikan jalan keluar yang terbaik bagi
- saudara-saudara kita yang dalam keadaan
- penderitaan kesulitan dan kesusahan ya
- Kita bantu saudara-saudara kita dengan
- doa yang sedang memperjuangkan tanah
- airnya agar diberikan kemerdekaan ya dan
- diselamatkan Masjidil Aqsa di ee
- bebaskan dari penjajahan-penjajahan ee
- Dionis Yahudi. Hari ini kita berbincang
- sejenak membahas tentang persahabatan
- dalam Islam. Masyaallah memang kalau
- kita bicara sahabat itu tuh luar biasa
- ya. Ini kita memang harus selektif dalam
- memilih teman. Kalau dalam bahasa
- Arabnya sahabat itu kan dari bahasa Arab
- juga ya, sahib ya. Kalau sahabiah ya,
- sahabat ee ee itu semuanya ee dari
- bahasa Arab diambil ke kita menjadi
- bahasa kita. Kalau bahasa kita, bahasa
- Indonesia itu teman ya, kawan ya. Kalau
- di dalam bahasa Arab ada yang disebut
- dengan kholil, pendekat, sahih, ee
- asdiqo, sodq gitu ya. Ee kenapa
- dinamakan teman itu sodq? Teman itu
- artinya orang yang bisa kita percaya,
- kholil, teman dekat atau gitu ya. Nah,
- pada dasarnya persahabatan dalam Islam
- itu mestinya berlandaskan iman ya.
- Karena persahaban persahabatan sejati
- yang kalau berlandaskan iman itu tentu
- akan membawa ee kesetiaan, keabadian ya.
- Karena innamal mukminuna ikhwah. Karena
- orang-orang eh mukmin itu pada dasarnya
- itu bersaudara. Ya. Jadi
- persahabatan yang dibangun atas dasar
- iman itu bisa menjadi ee bentuk kekuatan
- ukhuwah islamiah. Persaudaraan yang
- saling ee menyayangi karena ingin
- mencari dan mendapatkan rida Allah. Jadi
- nilai sebuah persahabatan di dalam Islam
- itu sangat mulia sebenarnya. Jadi ee
- bagaimana Islam itu mengajarkan ikatan
- yang dibangun antara ee sesama muslim
- itu atas dasar iman ya. Saling membantu,
- saling mengingatkan. Bahkan ada
- perkataan Umar bin Khattab yang sangat
- terkenal itu
- menyebutkan itu terkenal banget ya
- perkataan Umar ini. Kata beliau, "Tidak
- ada nikmat yang diberikan kepada seorang
- hamba setelah Islam itu yang lebih baik
- daripada ee seorang sahabat. yang saleh.
- Masyaallah. Jadi kalau ee Islam itu
- jelas ya nikmat yang luar biasa yang
- harus dan wajib kita syukuri ya. Tapi
- ketika kita mendapatkan seorang sahabat
- yang baik, yang saleh, itu adalah nikmat
- yang luar biasa setelah Islam. Maka kata
- Umar, "Apabila kalian mendapati salah
- seorang sahabat kalian yang saleh, itu
- peganglah erat-erat." Masyaallah. Tuh
- maksudnya jangan dibiarkan jadi sahabat
- kita. sahabat sesungguhnya kita gitu ya.
- Nah, ini ee persahabatan kalau memang
- berdasarkan iman. Nah, tentu saja
- persahabatan yang berlandaskan iman itu
- yang terkait dengan ee akhlak-akhlak
- yang tidak baik yang dalam surah
- Alhujurat itu itu ya itu sudah selesai
- ya. Laharun minin itu ya jangan saling
- mencela, mengolok-olok, memanggil nama
- yang baik, saling berburuk sangka,
- bergibah, mencari kesalahan itu sudah
- selesai.
- Ya. Jadi kalau yang namanya sahabat itu
- pasti tidak akan dilakukan, ya. Nah, ee
- pentingnya persahabatan dalam Islam
- berlandaskan iman ini karena apa? Karena
- kesalehan seseorang itu menular. Ee jadi
- kayak virus kebaikan ya, menular. Jadi
- kita bersama sahabat, berkumpul bersama
- orang-orang yang saleh insyaallah itu
- membawa ee apa ya suasana yang bisa
- menyebabkan kita juga ee terpengaruh ya
- kan. ada ya dalam hadis itu ya masalul
- majelis saleh ya perumpamaan kawan yang
- baik atau yang buruk itu kan
- perumpamaannya seperti minyak wangi
- dengan ee apa ya pandai besi gitu ya
- jadi kalau kita bergaul dengan orang
- yang sok kayak minyak wangi aja tuh jadi
- walaupun kita bukan pedagang tapi
- wanginya itu bisa tercium begitu juga ya
- ee besi atau api. Jadi artinya kalaupun
- kita
- ee tidak ya artinya mungkin masih merasa
- belum salehah gitu ya, masih ya masih
- sedang berusaha untuk mendapatkan ee
- menuju ke arah saleh. Tapi ketika
- sahabat kita itu adalah sahabat yang
- salihah, yang baik ee insyaallah akan
- terpengaruh. Karena teman yang saleh itu
- selalu mengingatkan kita untuk
- menjalankan ibadah ya. selalu ee ingin
- kebaikan ya, tidak akan membiarkan kita
- ee berada dalam kemaksiatan. Itu teman
- yang saleh. Makanya Rasulullah
- mengatakan eh almaru maini kholilih
- seseorang itu tergantung dari agama
- temannya. Makanya selektif dalam memilih
- teman ini sangat-sangat dianjurkan. Ini
- ee sebenarnya buat saya, buat kita, buat
- anak-anak kita ya, buat semua ya.
- Apalagi anak-anak kita, anak-anak remaja
- mungkin yang di kampus itu selepiklah
- memilih teman. Dan kalau kita juga
- begitu ya, punya ee pengajian ya, itu
- penggerak tuh pengajiannya. Artinya yang
- memang ee menginginkan kebaikan untuk
- bersama. Apalagi persahabatan yang ee
- baik itu di dalam Islam itu saling
- mengingatkan dalam kebaikan ya. Karena
- sahabat itu ee tentu tidak ingin
- saudaranya itu ee melakukan perbuatan
- yang tidak baik. Pastilah dia mendorong
- sahabatnya untuk saling ee menasihati ya
- untuk kebaikan, menjauhkan keburukan.
- itu sahabat yang baik, sahabat yang
- saleh. Tidak ee tidak membenarkan ee
- yang salah tapi dinasehhati, tapi
- memberi support ya apa dukungan ketika
- temannya itu berbuat baik. Jadi
- masyaallah luar biasa ya. Makanya ada
- ungkapan berbunyi
- ehqokaq eh shodqoka man shodqoka la man
- shodqoka. Wah ini mirip-mirip nih ininya
- ya. Sodqoka man shodqoka la man
- shodqoka. Masyaallah semua sodqsodq ya.
- Maksudnya di sini adalah sahabat
- sejatimu. Sodiqoka shodq ya sodqoh kalau
- perempuan. Jadi sahabat sejatimu itu
- adalah yang sodqha yang senantiasa
- jujur. Ee jadi selalu mengingatkan kalau
- kita salah ya. Jadi enggak membenarkan
- sudah salah dibenerin pokoknya asal
- senang asal bapak senang enggak begitu.
- Tapi selalu jujur mengingatkan kita l
- manqoka bukan yang senantiasa
- membenarkan sudah salah dibenar pokoknya
- gimana supaya senang enggak begitu
- sahabat sejati. Jadi, sahabat itu selalu
- mengingatkan kita ketika kita keliru dan
- memberikan kita ee apa? reward ya ee
- dukungan kalau kita itu benar. Itu ee
- sahabat ya. Dan sahabat itu pasti tidak
- akan menzalimi, tidak akan merendahkan,
- tidak akan mencela, tidak akan bergibah.
- Bahkan sahabat di dalam Islam ini
- menjadi sumber kekuatan ketika kita
- menghadapi ujian. ya kan ada dalam hadis
- ya muslim
- muslim dan seterusnya banyaklah ya yang
- disibuk e dijelaskan seorang muslim itu
- ee tidak akan menzalimi, tidak akan
- merendahkan, tidak akan meninggalkan,
- pasti akan bantu dalam kesulitan. Nah,
- itu sahabat. Jadi sahabat tuh enggak
- cari enak aja. Kalau lagi enak
- dekat-dekat, kalau lagi buruk jauh-jauh
- apalagi menelikung. ya kan banyak tuh
- sahabat yang akir jadi duri dalam rumah
- tangga ya. Nah itu bukan sahabat namanya
- itu ya. Jadi yang namanya sahabat di
- dalam Islam ini adalah yang menjaga ya.
- Apa yang tidak kita suka tentu sahabat
- kita juga tidak suka ya. Jadi ini
- sahabat sejati ya sahabat yang saleh.
- Bahkan sahabat yang saleh ini selalu
- mendoakan ee sahabatnya walaupun ee
- sahabatnya enggak tahu. Jadi saling
- mendoakan. itu sahabat yang saleh. Ya
- Allah, dapat sahabat saleh tuh kita
- enggak tahu didoakan ya. Jadi mendoakan
- sahabat itu ee di ketika dia tidak ee
- mengetahui. Nah, ini sebenarnya
- keuntungan mendoakan saudara kita,
- sahabat kita yang tanpa sepengetahuannya
- itu sebenarnya kembali kepada kita
- sendiri. Karena ketika kita mendoakan
- orang lain, saudara kita, sahabat kita,
- siapapun itu malaikat pun mendoakan kita
- ya kan.
- Muslim
- mustajabah. Sesungguhnya doa seorang
- muslim kepada saudaranya di saat
- saudaranya tidak mengetahuinya itu
- adalah doa yang mustajab, terkabul. Jadi
- yang untungkan kita. Makanya benar ya
- prinsip mengatakan siapa yang menanam
- dia yang menolai ya. Siapa yang berbuat
- kebaikan kembali ke dirinya. Siap. Siapa
- yang berbuat kejahatan juga dia akan
- menerima kejahatan itu. Maka sahabat
- yang baik ya dalam Islam ini adalah yang
- selalu mendoakan saudaranya tanpa
- sepengetahuan saudaranya. Itu dia ingin
- kebaikan saudaranya. Ketika dia misalnya
- melihat keluarganya mungkin ee kurang
- harmonis atau barangkali antara suami
- istri atau mungkin keluarganya ada
- sedikit masalah didoakan tanpa
- pengetuannya. Ya Allah, kami tuh
- pasangan suami istri yang harmoni,
- saling berkasih sayang. Masyaallah itu
- sahabat sejati itu ya. Dan itu kembali
- ke kita. Jadi ketika kita mendoakan
- saudara kita dalam kebaikan, malaikat
- akan berkata amin. Kemudian mengatakan
- eh walaimitlik walak bimitli. Ya, engkau
- juga akan mendapatkan seperti apa yang
- engkau doakan untuk saudaramu.
- Masyaallah. Kan kalau malaikat mendoakan
- kita makbul ya. Kalau kita sendiri belum
- tentu juga makbul. Bisa jadi kita
- nauzubillah ya dalam keadaan memutuskan
- silaturahim atau dalam keadaan yang ee
- ada makanan yang haram. Wallahualam ya.
- Kita kan enggak tahu ya ee apa bagaimana
- dengan doa kita itu mustajab atau
- tidaknya. Tapi malaikat makbul
- insyaallah.
- Kemudian ada hal yang sangat luar biasa
- ya dalam persahabatan dalam Islam ini.
- Sahabat yang saling mencintai karena
- Allah itu akan mendapatkan naungan di
- hari kiamat. Ya kan ada hadis ya, tujuh
- golongan yang ee mendapatkan naungan
- Allah di mana tidak ada lagi naungan
- selain naungan Allah. di antaranya
- adalah fillah
- alaihiq alaihi. Jadi dua orang yang
- bersaud yang bersahabat saling mencintai
- ya. Artinya ee mereka ini berkumpul
- karena Allah, berpisah karena Allah.
- Jadi ketika kita mencintai saudara kita,
- sahabat kita karena Allah ya karena
- karena ketika kita mencintai saudara
- kita karena Allah itu mendapatkan
- naungan nanti di yaumul akhir di mana
- tidak ada lagi naungan yang lebih ee apa
- lebih ee baik daripada naungan Allah.
- Kita tahu ya di hari kiamat tuh manusia
- dikumpulkan di Padang Mahsyar ya
- mempertanggungjawabkan amalannya luar
- biasa. Kondisi saat itu sangat ee amrun
- syadid ya. Matahari sedang. Aduh
- panasnya kayak gimana. Ini orang yang
- bersaudara karena Allah, bersahabat
- karena Allah itu mendapatkan naungan di
- mana tidak ada lagi naungan selain
- Allah. Karena dia mencintai saudaranya,
- sahabatnya karena Allah. Nah, ini ee
- keutamaannya orang yang mencintai karena
- Allah. Makanya ee Imam Syafi'i pernah
- mengatakan, "Aku mencintai ee sahabatku
- ya, saudaraku ya." Kalau ee saudaraku
- yang saleh ya, sahabatku yang saleh, aku
- mencintai sahabatku yang saleh ya.
- Kalaupun aku belum masuk kriteria saleh,
- paling tidak mudah-mudahan aku nanti
- diberikan ee aku mendapatkan syafaatnya.
- Jadi persahabatan di hari kiamat itu
- akan berlanjut, akan dikumpulkan nanti
- bersama-sama oleh Allah di hari kiamat.
- Ya, ini masyaallah keutamaan memiliki
- sahabat yang saleh ya. Ini merupakan
- kenikmatan besar ya. persahabatan orang
- yang saleh ini terus berlanjut sampai ee
- ee surga ya kekal. Jadi enggak hanya
- batasan dunia saja, ini kenikmatan yang
- sangat besar karena antara sahabat dekat
- ini nantinya tidak akan terpisah ya.
- persahabatan di dunia karena Allah.
- Nanti mereka juga dipisahkan dengan
- kematian, tapi nanti berlanjut di yaumin
- akhir. Ada sebuah riwayat ya, bagaimana
- persahabatan di hari kiamat itu akan
- berlanjut ee bahwa orang yang saling
- mencintai karena Allah ya termasuk ee
- dalam hadis almaru maaman ahab. Setiap
- orang itu akan dikumpulkan bersama orang
- yang dia cintai. Ya, tadi Imam Syafi'i
- mengatakan, "Aku mencintai orang yang
- saleh. Kalaupun aku tidak belum termasuk
- saleh, paling tidak mudah-mudahan aku
- bisa mendapatkan syafaatnya." Makanya
- Hasan Albasi mengatakan, "Istairu min
- aldiqil mukminin." Perbanyak berteman
- dengan orang-orang yang saleh karena
- mereka memiliki syafaat nanti pada hari
- kiamat. Ya, ada hadisnya tuh ya
- Rasulullah itu apa? bersabda tentang
- syafaat antara sahabat di hari kiamat
- itu ya nanti kan setelah orang mukmin
- itu dibebaskan dari neraka, maksudnya
- sudah ngumpul di surga kan mereka nanti
- kan ngomong-ngomong masyaallah mbak di
- surga itu ya seperti halnya di dunia kan
- ketemu ngumpul sama orang yang dikenal
- ya ada pasarnya juga loh tuh ya kalau
- kita baca yang tamasya ke surganya Ibnu
- Qayyim Adjauziyah itu ya itu mereka
- punya perkumpulan penghuni surga Tidak.
- Orang di surga itu kan tidak lagi
- mengalami kesulitan. Hidupnya seterusnya
- bahagia. Tidak ada yang seperti di dunia
- ya, tidak ada yang bau dan segala macam.
- Pokoknya luar biasa deh. Ee mereka tuh
- sibuk ya. Kalau di dunia orang sibuk
- dengan ee apa namanya? Kesibukan dunia
- ya. Mencari nafkah. Sibuklah sibuk-sibuk
- ya di dunia. Kalau di nanti di surga
- sibuknya tuh dalam kesenangan. Jadi
- karena senang sibuk terus dia. Nah,
- ketika ee penghuni surga ini ee sudah
- berada di surga, mereka tentu saling
- bertanya-tanya ya. Kalau ketemu teman
- enak ya. Kalau yang enggak ketemu mana
- ya? Si fulan mana ya si fulan? Ya.
- Mereka nanti bertanya memohon kepada
- Allah, "Ya Rabb, kami itu ada saudara
- kami eh mereka enggak ada di sini.
- Rbanau yasumuna maana wausuna eahjuna."
- Nah, ya mereka tuh kan dulu bersama kami
- juga salat. Ya Allah, mereka juga saum,
- mereka juga haji. Mana ya? Kok enggak
- ada di sini? Nah, akhirnya ee mereka
- dikatakan itu ada di neraka, ya kan
- namanya neraka itu kan pembalasan dari
- apa yang kita lakukan di dunia ya. Nah,
- akhirnya ee mereka itu ee diperintahkan
- oleh Allah, orang para mukmin itu
- diperintahkan Allah untuk ee ke surga
- untuk mengeluarkan banyak maksudnya ee
- di neraka itu mengeluarkan banyak
- orang-orang di sana. Mungkin ada
- teman-temannya kemudian setelah mereka
- oh ada si fulaning inat keluar dari
- neraka masuk bersama mereka ke surga.
- Kemudian ada yang lapor, "Ya Allah,
- tidak tersisa di dalamnya seorang pun ee
- yang engkau perintahkan kami untuk
- mengeluarkannya."
- ee kemudian Allah mengeluarkan semua
- orang-orang ya walaupun ada iman hanya
- sedikit ya ee dalam hatinya. Nah,
- artinya yang ingin saya sampaikan di
- sini adalah bahwa
- persahabatan yang saleh seiman itu akan
- berlanjut sampai hari kiamat. Bahkan
- mereka bisa mengajak temannya juga ke
- surga. Kalau enggak ketemu panggil, "Ya
- Allah panggil ke sini." Jadi mereka
- ingin berkumpul lagi sebagaimana mereka
- berkumpul di dunia itu sahabat ya,
- sahabat sejati, sahabat saleh ya. Nah,
- yang tidak kalah pentingnya ini
- adalah ee sahabat-sahabat ini tentu tadi
- saya sampaikan ya, sahabat kita ini yang
- jelas sama ya
- se se apa freetensi ya, Mbak ya?
- Provensi ya yang sama ee tidak
- menginginkan kemaksiatan, bisa menjaga
- lisan, hatinya tulus ya, tidak ada dusta
- di antara kita dan itu memang butuh
- proses yang panjang. Nah, oleh karena
- itu sekali lagi pilihlah sahabat kita
- yang terbaik. Kalau kita sudah menemukan
- sahabat yang saleh, pegang erat-erat.
- Ini adalah kenikmatan yang kita dapatkan
- setelah nikmat Islam. Karena dengan
- teman, dengan sahabat yang seiman, yang
- saleh inilah kita mampu ya
- berlomba-lomba dalam kebaikan. Fabiqal
- kirat ini dulu Mbak ya. Nanti kita
- lanjutkan.
- Baik, masyaallah tentang persahabatan
- kemudian ee pengingat-pengingat etika
- dalam bersahabat telah dipaparkan
- sebagian oleh Ustazah Helini Amran.
- Insyaallah nanti akan jeda ee kami akan
- ambil Jedah dan kami akan lanjutkan dan
- kita undang ikhwan dan akhwat untuk
- menyampaikan pertanyaannya. Silakan
- nomornya belum berubah. Nomor WhatsApp
- di
- 0811999720. Jangan ke mana-mana karena
- kami akan
- [Musik]
- kembali. Raden silaturahim juga Rasil
- TV. Ikhwan dan akhwat, saat ini kami
- live dengan Fikih Wanita bersama Ustaz
- Jah Lini Amran dan tema kita adalah
- persahabatan dalam Islam. Tadi di awal
- sudah disampaikan beberapa hal dan
- silakan Ustazah untuk melanjutkan ya. Ee
- persahabatan di dalam Islam ini luar
- biasa. Ini adalah kenikmatan setelah
- Islam ketika kita mendapatkan sahabat
- yang dapat membantu kita dalam keimanan.
- Oleh karena itu dalam menyeleksi ya atau
- dalam ee menemukan sahabat sejati,
- sahabat yang saleh agar tetap langgeng
- ya membawa keberkahan paling tidak
- dimulai dari diri kita sendiri ya.
- Artinya layak ya enggak layakkah aku ini
- menjadi sahabat bagimu gitu ya. Karena
- kan kita sedang mencari sahabat yang
- bisa sama-sama ee ke surga ya. Nah,
- pertama buat kita nih ee apakah kita
- pantas menjadi sahabat atau tidak ni,
- kita mulai dari diri kita ikhlas pertama
- ya. Jadi bagaimana kita memulai
- persahabatan ini, pertemanan yang akrab
- ini itu dilandasi dengan niat tulus
- karena Allah bukan untuk kepentingan
- dunia, bukan untuk kepentingan pribadi,
- tapi semata-mata hanya untuk mencari
- rida Allah. Karena kita ingin
- persahabatan ini menjadi persahabatan
- yang kuat landasannya iman. Kita ingin
- ee ee
- apa? memenuhi ee sebagaimana dalam
- Al-Qur'an innamal mukminuna ikhwah.
- Bahwa orang-orang beriman itulah yang
- bersaudara. Kita ingin ee memulai
- persaudaraan ini dengan persahabatan
- sejati. Maka mulai dari ikhlas kita
- berteman. Jadi jangan sampai ada dalam
- hati kita di lubuk hati yang paling
- dalam itu keinginan-keinginan duniawi.
- Oh, teman kita kaya nih. Wah, lumayan
- nih kita nebeng. Wah, ini bisa jadi
- orang asik nih. Oh, boleh juga tuh
- suaminya tuh boleh pokoknya Juda juga
- enggak apa-apa. Nah, itu ya yang begitu
- tuh nauzubillah minzalik ya. Jadi
- dimulailah persahabatan ini yang
- berdasarkan prinsip-prinsip agama,
- keimanan, akhlak ini dengan niat karena
- Allah. Ya, ini kan biasanya ibu-ibu di
- majelis taklim itu kan ya, itu adalah
- sahabat sejati loh kalau kita ee memulai
- dari niat ikhlas. Jadi jangan sampai
- memulai pertemanan, persahabatan ini
- hanya sekedar iseng, ngisi waktu ya
- lumayan ada teman, ada bukan. Kita ingin
- persahabatan ini abadi, tidak hanya di
- dunia tapi juga di akhirat.
- Mudah-mudahan kita berkumpul ya, Ibu-ibu
- ya. Mbak Olin di dunia ini kan kita
- punya majelis taklim ya. Masyaallah.
- Jadilah ini sahabat kita semua.
- Insyaallah ya. Sahabat kita semua. Jadi
- mulai dari ikhlas karena Allah itu ya.
- Kemudian jangan lupa saling menasehhati
- dalam kebaikan ya. Karena yang namanya
- sahabat sejati, sahabat yang tulus
- karena Allah itu pasti saling
- mengingatkan ya. Pasti ingin kebaikan
- apa yang kita inginkan kebaikan bagi
- diri kita. Begitu juga kita ingin
- kebaikan bagi diri orang lain, sahabat
- kita itu apa yang tidak kita suka juga
- tidak kita suka apa yang terjadi pada
- saudara kita. Jadi saling menasehhati,
- terus kemudian saling mengingatkan. Jadi
- kalau ada misalnya ya ee ya enggak tahu
- deh biasanya kan kalau belum diuji
- persahabatan itu kan suka ada zon-zone.
- Zon-zon itu artinya sangka buruk ya.
- Makanya saya katakan tadi ketika masih
- ada kata-kata ee menghina, mencela,
- menyakiti, mencari-cari kesalahan,
- memanggil dengan panggilan jelek,
- ngomongin buruk di belakangnya, gibah,
- ya. Nah, itu rasanya belum teruji. Itu
- sahabat itu bukan sahabat yang namanya
- sahabat. Ee ini kedengaran, Mbak Olin?
- Kedengaran Ustazah. Silakan dilanjutkan.
- Oh, iya. Oh, bukan ini ya. bukan apa
- namanya sinyal ya, bukan perubahan
- format ya. Silakan.
- Iya ya. Jadi ee untuk sahabat ya kita
- ingin mendapatkan sahabat yang sejati
- itu tentu kita memulai dari diri kita
- sendiri ya. Upayakan dengan niat karena
- Allah ya ikhlas. Kemudian jaga jaga
- jangan sampai kita melakukan sebagaimana
- larangan Allah tadi dalam surat
- Al-Hujurat. Jangan sampai mencelanya,
- jangan sampai ee apa namanya? Ee
- menghinanya, jangan sampai apa ya?
- Jangan sampai ee kita itu menjadi duri
- ya bagi mereka. Jadi jangan pernah
- bergunjing, jangan pernah doakan ya.
- Jadi kalau segala sesuatu itu tentu
- dengan penuh dengan doa ya. Mendorong
- untuk taat kepada Allah ya. Kita ingin
- sama-sama menjadi hamba Allah yang
- mentaatinya. Nah, kita coba ee untuk ee
- sama-sama ya ee sabar terhadap
- kekurangannya yang namanya manusia ya.
- Jangankan ee
- dengan sahabat sendiri, mungkin dengan
- keluarga kita aja, dengan anak, dengan
- suami itu ya pasti ada sikap-sikap yang
- ya yang harus butuh ee kesabaran apalagi
- dengan orang lain. Nah, tentu
- persahabatan yang kuat itu dibangun
- dengan sikap saling memahami, memaafkan,
- sabar, ya. Kan latar belakang kan
- beda-beda ya. Ya mungkin saudak-sahabat
- kita tuh dari seberang gitu ya. kita
- biasanya halus, lembut, yang di sana
- agak to the point gitu ya sudah sabar.
- Maksudnya kan baik ya kan kita ingin
- persahabatan ini terus abadi ya. Jadi
- sabar aja. Kemudian tidak menyebarkan
- aib ya. Jangan sampai menyebarkan aib
- ya. Ya jaga amanah. Jadi jangan sampai
- nyis gini misalnya nih contoh terjadi ya
- kita punya sahabat ya mungkin dalam
- majelis taklim kita berada di misalnya
- di mall gitu ya terus lagi di rumah
- makan atau di apa di ee restoran
- misalkan di ujung sana tuh ketemu dengan
- suami sahabat kita yang duduk makan
- dengan perempuan lain. Masyaallah gimana
- tuh Mbak ya? Wah, itu
- sulit. Masyaallah. Kita kan bersahabat
- dengan istrinya, tapi ternyata suaminya
- itu berdua lagi ya agak romantis gitu
- ya. Nah, sebagai seorang sahabat yang
- baik ya, jaga jangan sampai kita menjadi
- penyebab rumah tangganya itu bertengkar.
- Itu bukan sahabat sejati tuh ya. Kalau
- ih kasihan aku temanku, sahabatku
- disakiti. Akhirnya apa? Diambil fotonya
- ya berdua kemudian dikirim di grup lagi.
- Heeh. Masyaallah. Nauzubillah ya. Tuh,
- lihat suamimu. Aku gak ketahuan itu kan
- subhanallah itu ya Allah dampaknya bisa
- ke mana-mana ya. Kita tidak ingin rumah
- tangga saudara kita itu berantakan.
- Terus gimana dong? Ini kan kemungkaran.
- Aku enggak rela sahabatku disakiti. Dia
- menyakiti sahabatku, aku juga jadi
- sakit. Bu, ini kan kaitannya dengan
- manroa minkum munkaron ya. Barang siapa
- yang melihat kemungkaran rubahlah gitu
- ya. Ya, kalau memang kita merasa aduh
- ini sahabatku tentu sedih ya udah
- datangin aja. Asalamualaikum Pak dengan
- siapa nih? Pasti dia tahu ini sahabat
- istrinya. Nah, akan terlihat itu nanti
- dia itu seperti apa ee sikapnya. Ya,
- kalau dia tenang-tenang saja, eh Ibu
- silakan makan ini e sepupuku ini
- saudaraku. Ya, aman kan? Tapi kalau kita
- yang misalnya kita tahu dia kan akan
- salah tingkah, akan wah segala macam.
- Ya, kita udah kita tegur terus kita di
- mana kita tanya istrinya di mana ee si
- istri Bapak di mana teman kita, sahabat
- kita itu ya. Nah, tentu nanti akan nanti
- pasti ya ada kelanjutannya tuh suaminya
- coba-coba dekatin kita ya PDKT lah
- supaya jangan diomongin segala macam.
- Nasihatin di situ ya kita kewajiban kita
- hanya menasehhati. Kita tidak boleh
- campur ya dalam urusan rumah tangga
- orang lain ya.
- Artinya kita doakan jangan menyebarkan
- aib ee saudara kita. Kalaupun kita ingin
- menasihatinya, nasihatilah dengan cara
- tertutup ya. Jangan membongkar aib
- apalagi digerobek gitu ya. Apalagi
- sampai ya Allah jangan ya namanya juga
- manusia doakan mudah-mudahan rumah
- tangganya baik-baik saja. Artinya
- janganlah kita menjadi penyebab ee orang
- rumah tangga itu berantakan. Karena ada
- hadis, Mbak, ee ada pahala dari amalan
- yang lebih tinggi derajatnya dari ee
- pahala amalan salat, puasa, sodqah. Nah,
- terus apa ya Rasulullah? Datatul bayin.
- Mengislah antara dua orang yang sedang
- bertikai bertentang. Nah, jadi artinya
- ketika kita mampu ya mudah-mudahan bisa
- mengakurkan ya pasangan tersebut atau
- siapapun yang sedang ee bertengkar,
- berselisih kita tuh pahalanya luar biasa
- gitu ya. Jadi jangan sampai kita menjadi
- penyebab rumah tangga orang itu
- berantakan, saudara kita itu berantakan.
- Upayakan supaya mereka itu baik-baik
- saja gitu ya. Ee ini sahabat sejati ya.
- Jadi tidak menyebarkan aib ya. menjaga
- amanah, mendoakan sahabatnya, berbuat
- baik ya, menolongnya di saat susah. Luar
- biasa, ya. Artinya persahabatan yang
- karena Allah tentu kita akan berusaha
- untuk menjaganya. Nah, ini ee sebagai
- pembahasan ee terakhir ini tentang
- sahabat itu juga bisa jadi musuh nanti
- di hari kiamat. Kenapa? karena
- persahabatan yang tidak dibangun
- berdasarkan ee karena Allah ya
- persahabatan ee karena Allah yang tidak
- dibangun. Maksudnya persahabatan tidak
- berdasarkan ee pertemanan karena Allah
- ya, bukan karena Allah ya, hanya karena
- karena ee kesamaan hobi misalnya ya,
- bukan karena keimanan, bukan karena
- Allah ya. hanya karena sama aja kompak
- dalam aktivitas senang olahraga misalnya
- nge-jym atau apalah e teman-teman yang
- se
- sepesi seapalah gitu ya ee kebersamaan
- itu bisa jadi menjadi musuh nanti di
- hari kiamat. Kenapa? Karena tidak saling
- mengingatkan ya. Ketika misalnya tiba
- waktu salat tidak ada satuun yang
- mengingatkan. Bahkan udah entar aja
- salatnya belakangan. Artinya mereka itu
- jadi lalai. Ya, makanya di sini kena ya
- surat Azzuhruf ayat
- 67. Teman-teman akrab pada hari itu
- sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian
- yang lain kecuali orang-orang yang
- bertakwa. Jadi sekali lagi ee sahabat
- itu juga nanti bisa ee saling
- bermusuhan. Tapi sebagaimana saling
- membantu ya memberikan syafaat tapi juga
- saling bermusuhan. Kalau Imam Thabari ya
- dalam tafsir surat Azzuhruf tadi
- menyebutkan ya bahwa orang-orang yang
- saling bersahabat di atas maksiat kepada
- Allah di dunia yang pertemanan
- persahabatannya itu bukan karena Allah
- tapi ee karena ee sesuatu yang tidak
- sesuai dengan nilai-nilai Islam atas
- kemaksiatan gitu ya. Ee mereka itu nanti
- di hari kiamat saling bermusuhan ya.
- Mereka tuh berlepas diri ya, kecuali
- yang bersahabat karena Allah di atas
- ketakwaan padanya. Maka di sini ee
- penting sekali ee memilih dan memilah
- sahabat yang dapat meningkatkan keimanan
- kita. Ya, saya sih punya sahabat tapi
- lisannya kencang banget, tajam gitu ya.
- Sabar deh, kan ada sisi baiknya. Memang
- lagi baik-baik lagi. Ya sudah, sabar ya.
- Arti kita ambil ee kebaikan-kebaikannya
- ya. Ee ada satu hal yang menarik ini
- dalam istilah pertemanan ee sahabat
- dekat itu ada dalam Al-Qur'an
- menyebutnya bitah. Bitonah itu teman
- dekat ya. Jadi dalam surah Ali Imran
- ayat 118 itu khitabnya kepada
- orang-orang yang beriman.
- ya
- am jadi eh ini khitabnya kepada
- orang-orang yang beriman. Hai
- orang-orang yang beriman, janganlah kamu
- ambil menjadi teman kepercayaanmu. Jadi
- teman dekat di Tonah. Buonah itu teman
- yang dekat, orang yang dipercaya gitu ya
- di luar kalanganmu. Jadi Allah
- memerintahkan kepada orang-orang yang
- beriman untuk menjadi teman dekat yang
- kita percaya yang sangat dekat ya di
- ponah itu jangan sampai di luar
- kalanganmu. Karena kalau kita tidak
- selektif mencari di tonah kita, teman
- dekat kita itu nanti mereka tidak
- henti-hentinya menimbulkan kemoderatan.
- mereka menyukai kesusahan kita. Jadi
- artinya musuh dalam sirim. Nah, ini
- memang di Tonah ini lebih banyak
- biasanya ee di kitabnya tuh ditujukan
- kepada para penguasa pemimpin ya. Jadi
- kalau pemimpin itu ee mencari atau
- siapapunlah ya yang memiliki apa namanya
- kekuatan kekuasaan itu bitonahnya
- inelnya itu harus orang yang beriman.
- Karena orang-orang yang di luar yang
- tidak beriman tuh enggak henti-hentinya
- mereka tuh menimbulkan kemudaratan bagi
- kita. telah nyata kebencian dari mulut
- mereka itu dalam ayat itu ya apa yang
- disembunyikan oleh hati mereka itu
- adalah lebih besar. Jadi bitah di sini
- artinya teman-teman yang suka
- mempengaruhi ya kalau di kalangan
- pemimpin tuh artinya inerikalnya itu ya
- memerintahkan kebutuhan
- pembisik-pembisiklah gitu ya yang bisa
- mempengaruhi keputusan kebijakan ya yang
- akhirnya bisa mencelakakan kita. Nah,
- itu ee biasanya tuh di kalangan-kalangan
- ee pemimpin ya. Tapi di kalangan kita di
- tonah, bitah tuh ada yang baik, ada yang
- buruk. Maka untuk keselamatan hidup kita
- di dunia dan di akhirat, maka
- selektiflah dalam memilih sahabat.
- Pilihlah sahabat yang bisa mengajak kita
- kepada kebaikan. Sahabat yang
- mengingatkan kita kepada akhirat. Bukan
- sahabat-sahabat yang menyebabkan kita
- itu jadi hubud dunia. berlomba-lomba
- dalam kehidupan dunia. Jadi ee sangat
- menyukai semua artinya sampai melupakan
- kewajiban-kewajiban kita ya. Jadi ini
- diharapkan mudah-mudahan kita semua bisa
- memiliki sahabat sejati, sahabat
- surgawi, sahabat yang tidak hanya
- bersahabat di dunia, namun mudah-mudahan
- bisa juga nanti berkumpul bersama-sama
- di surga ya Mbak Olin. Nanti kalau di
- surga enggak ketemu saya minta ya cari,
- minta dicariin biar saya nanti bisa
- bersama Mbak Oli nanti di surga.
- Insyaallah kayaknya kebalik ini, Ustazah
- kita minta diariin ya, Ikhwan dan
- akhwat. Ya Allah.
- Baik ya. Ee nampaknya tadi sudah
- merupakan ee penutup dari ee pemaparan
- Ustazah perihal persahabatan dalam
- Islam. Kita langsung aja ustazah ya ke
- tanya dan jawab. Saya akan langsung
- membacakan pertanyaan pertama ini,
- Ustazah dari seorang bapak hamba Allah
- ini nampaknya di Karawang.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustazah dan Mbak Oli.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah. Istri saya
- memiliki sahabat sejak kecil. Mereka
- sangat akrab. Ee namun permasalahannya
- dia ini adalah seorang pria. Sulit
- sekali apabila saya komplain perihal
- kedekatan mereka berdua. Karena saya
- melihatnya bagaimanapun mereka bukanlah
- mahram. Apakah mungkin ustazah tidak ada
- rasa apabila persahabatan dilakukan oleh
- laki-laki dan perempuan yang sudah
- dewasa? yang sahabatnya ini yang
- laki-laki juga sudah memiliki istri,
- Ustazah. Namun nampaknya tidak keberatan
- istrinya apabila mereka sering bertemu,
- makan bersama, bahkan mengajak anak-anak
- kami tanpa mengikut sertakan
- pasangannya. Terima kasih, Ustazah.
- Masyaallah. Ini ee rasanya kalau kita
- lihat ya secara ee syari ya, yang
- namanya sahabat itu sesama jenis bukan
- lawan jenis. Bukan mahram kan? Heeh.
- Karena memang ee bukan mahram itu kalau
- ada pertemanan atau persahabatan wallahu
- alam ya itu apa enggak khawatir timbul
- penyimpangan ya walaupun ya namanya
- godaan setan ya. Jadi sejak kecil
- katanya Ustaz. Iya. Enggak enggak bukan
- masalah sejak kecilnya. Artinya kan
- dalam rambu-rambu Islam itu kan enggak
- boleh dilanggar ya. He. Karena ada ee
- ketentuan-ketentuan hukum ya. Jadi ee
- libatkan pasangannya. Sekarang kuncinya
- di tangan Bapak sebagai seorang suami
- mengizinkan enggak istrinya bertemu atau
- berkumpul dengan ini kan bentuk apa ya
- ngajak jalan anak-anak enggak ikut
- suami. Gimana ceritanya tuh ya karena
- sebagai seorang suami itu nauzubillah
- jangan sampai jadi dayus ya yang
- menyebabkan membiarkan istrinya dalam
- kemaksiatan. Jadi harus memberikan ee
- bimbingan-bimbingan. Apalagi kalau
- sahabatnya itu nauzubillah minzalik.
- Sekarang banyak loh Mbak Olin yang sudah
- menikah masing-masing punya pasangan ya.
- Karena memang godaan setan tuh
- nauzubillah sampai timbul perzinahan tuh
- banyak yang begitu tuh. bilang. Jadi ee
- dan itu dilakukan yang sudah paham juga
- kan setan itu kan tidak melihat apa ya
- ya artinya sebesar setinggi apapun iman
- seseorang itu ketika sudah dikuasai oleh
- setan itu bisa terjadi hal yang tidak
- diinginkan. ya. Bahkan ada dulu kisah ee
- seorang ee apa namanya ee ahli ibadah
- kerjanya ibadah aja itu bisa sampai
- terjadi ee perzinahan dan pembunuhan tuh
- ya kan yang dititipkan adiknya itu ya.
- Nah, apalagi di zaman sekarang ya. Jadi
- preventiflah itu pentingnya. Jadi kalau
- ditanya punya sahabat lawan jenis dalam
- Islam itu enggak dibenarkan. Sahabat
- sebse yang namanya sahabat itu adalah
- sahabat antara sesama jenis bukan
- persahabatan antara pria dan wanita yang
- bukan mahram
- apalagi dibatasi kan kita diwajibkan
- menjaga pandangan kira-kira bisa enggak
- enggak jaga pandangan itu surat Annur
- ayat 331 namanya sahabat kalau lawan
- jenis gimana ceritanya ya kan menjaga
- pandangan itu kan untuk menghindari ya
- kalau ya kalau terus apalagi ya Allah
- nauzubillah minzalik ya kemudian ya apa
- tidak bisa menjaga berkalwat-kaluar
- bersepi-sepi itu setan itu berbagai cara
- upaya yang dia lakukan untuk
- menjerumuskan anak manusia ya mungkin
- atas nama persahabatan ikhlas murni ya
- kalau sudah berdua belum tentu juga ya
- belum lagi adab bicara adab berinteraksi
- ya dan ee ya biasanya yang namanya
- sahabat itu adalah ee antara sesama
- jenis kalaupun misalnya memang sahabat
- kecil ya paling tidak jagalah etika dan
- adab misalnya tidak berdua-duaan terus
- kemudian seizin suami minta izin suami
- ketika suami ee mengizinkan enggak? Ini
- kuncinya di tangan Anda, Bapak sebagai
- seorang suami ada enggak rasa ee marah,
- cemburu, atau tidak berkenan? I katakan
- langsung karena ini hak prerogatif suami
- ya untuk mengatur istri. Saya tidak
- kurang suka kalau kamu itu ee waktunya
- untuk ini. Begitu Bapak, saya tidak ini
- tidak izinkan. Itu bisa ya. Bahkan kalau
- membiarkan istrinya begitu itu termasuk
- ya nauzubillah jangan sampai jadi dayus
- ya suami yang ee apa namanya?
- Menjerumuskan istrinya. Jadi semua
- kembali kepada ee bapak sebagai seorang
- suami ya. Kalaupun nanti misalnya ini
- sahabatku ya. Oke. Jadi ajaklah keluarga
- ya. Ini aneh juga ngajak anak tapi
- enggak ngajak pasangan. Gimana cerita
- nanti mungkin pas lagi pasangannya
- enggak bisa terus mereka.
- Iya. Apalagi setan itu kan mengalir di
- aliran darah ya. Ini karena kita enggak
- tahu aja ini kalau sudah ada kesempatan
- dan peluang ya kesempatan itu setan itu
- begitu tuh cara bekerjanya setan itu
- penuh dengan kesabaran begitu ya Mbak.
- Orang yang berzina itu kan biasanya
- kalau ketemu mantan atau ketemu masa
- lalu itu enggak langsung ketemu langsung
- zinah. Enggak mungkin terjadi itu.
- Dibiarkan proses waktu berjalan, dibuat
- indah-indah tazin di hidup itu jadi
- bergairah. Akhirnya WA-an akhirnya itu
- tuh kerjanya setan. Lama-lama ketika ada
- kesempatan dan peluang sudah deh
- langsung deh akhirnya menyesal seumur
- hidup ya. Ya. Jadi itu kendali ada di
- tangan Bapak ya. Ya. Bapak sampaikan
- kalau memang enggak suka katakan aku
- enggak suka gitu ya. Karena taat kepada
- suami itu kan menjadi suatu keharusan ya
- bagi seorang istri yanghah ya.
- Begitu, Pak. He. Baik, Bapak di
- Karawang. Mudah-mudahan berarti kalau
- nanti sudah ingin menegur istri sudah
- ada ee panduannya atau dari penegasan
- dari Ustazah tadi tidak diperbolehkan
- bersahabat dengan ee lain jenis ya.
- Baik, saya akan beralih ke pertanyaan
- berikutnya ini dari Ibu Ibu Ita. Ibu Ita
- di Jatiwarna. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah, izin bertanya.
- Saya memiliki sahabat sudah puluhan
- tahun, Ustazah, dari ee masa sekolah.
- Namun sekitar 2 bulan yang lalu dia
- memerlukan uang cukup besar ee puluhan
- juta. Saya sudah menyampaikan bahwa saya
- tidak bisa membantu apalagi saya juga
- ibu rumah tangga. Uang yang saya miliki
- adalah uang dari suami. Saya juga ketika
- bertanya kepada suami tentu saja suami
- tidak mengizinkan.
- Karena karena memang kami lagi banyak
- kebutuhan, kami bukan yang ee sangat
- leluasa, Ustazah secara keuangan.
- Kemudian Ustazah dia marah sama saya dan
- tidak mau menegur memblok nomor HP saya.
- Saya coba ke rumahnya dia tidak mau
- menemui saya. Saya sedih sekali,
- Ustazah. Apakah memang seperti itu, ya
- Ustazah? Kita bisa bersahabat puluhan
- tahun dan terpisahkan gara-gara
- kepentingan satu pihak saja. Mohon
- nasihat apa yang harus saya lakukan
- untuk memperbaiki hubungan saya dengan
- beliau saja. Jazakillah.
- Yang namanya sahabat itu adalah ee tidak
- baper ya, tidak apalagi, Mbak ee ya
- artinya kalau terjadi sesuatu ya seperti
- tadi enggak dipinjamkan akhirnya ee
- diblok dan segala macam. sepertinya ee
- wallahualam ya. Nawa itunya kan kita
- enggak tahu ya ee teman itu yang penting
- ibunya di sini niatkan karena Allah
- ketika menyampaikan ee tadi ya penolakan
- dengan cara yang baik ya ee biasanya
- sahabat yang benar-benar itu semuanya
- tuh tiada dosa di antara kita ya itu
- apa? Jadi bisa bisa jadi bersahabat tuh
- bertahun-tahun, tapi bisa jadi karena
- diawali dengan nawa itunya yang enggak
- pas atau bagaimana. Yang intinya begini,
- Ibu berusaha untuk menemuinya,
- menghubunginya, dan menyampaikan ee apa
- yang Ibu rasakan gitu ya. Nah, kalau
- memang sudah ditutup ya enggak bisa lagi
- menghubungi, doakan doakan kebaikan
- untuk saudara temud saudara ibu itu,
- sahabat itu doakan semoga dia mampu
- menyelesaikan masalahnya. Begitu ya kita
- hanya berusaha. Yang penting jangan ada
- ee zon-zone di hati kita. Jangan ada
- rasa marah, dendam, mempertanya kok
- begitu amat sih? Padahal ya itu
- hilangkan. artinya bersihkan hati kita
- dari semua ya ee kedengkian, hasad,
- tidak suka, benci, mempertanya doakan
- semoga mudah-mudahan persahabatan ini
- bisa terjalin kembali. Nanti biasanya
- akan terseleksi sendiri kok ya kan kalau
- kita berteman, berkumpul ya ee itu
- sahabat sejati itu tidak akan pernah
- terpisahkan oleh apapun yang terkait
- dengan masalah dunia.
- dia akan terus ee terjaga karena memang
- yang
- diinginkannya mereka ini adalah rida
- Allah. Nah, ini baru sahabat sejati
- namanya. Tapi kalau sahabatnya masih ada
- unsur kepentingan-kepentingan yang tidak
- ee terpenuhi kemudian terputus
- persahabatan itu sepertinya belum
- sahabat sejati ya. Jadi yang namanya
- sahabat sejati itu adalah sahabat yang
- di ee mulai karena Allah. Kemudian ee
- selama perjalanan persahabatan itu tidak
- ada unsur-unsur saling saling
- memanfaatkan, saling-saling yang e niat
- yang tidak baik ya. Jadi seleksi alam
- kali ya, Mbak ya. Akan akan terbukti deh
- nanti mana yang benar, mana yang tidak,
- mana yang abadi, mana yang setia, mana
- yang ee memanfaatkan.
- Mana yang ada expire date-nya. I expire.
- Masyaallah. Expire persahabatan ya.
- Expire persahabatan. Berarti yang harus
- dilakukan untuk memperbaiki hubungan
- tidak ada selain berdoa, Ustazah ya?
- Iya. Berusaha aja, berusaha untuk
- menghubungi. Kalau ada teman, sahabat,
- sampaikan titip titip salam aja si ini.
- Titip salam mohon maaf kalau ada salah.
- Sudah begitu aja. Allahlah yang akan
- menyeleksi kita ya insyaallah. Apakah
- benar? Jadi Allah itu akan menyeleksi
- hamba-hambnya. Mana yang jujur, mana
- yang setia, mana yang benar-benar tulus
- karenanya itu akan diseleksi.
- Masyaallah. Mudah-mudahan kita termasuk
- yang ini ya yang lulus ya. Amin.
- Insyaallah. Ustazah dari sahabat ya.
- Ustazah ada satu lagi Mbak Inzali itu
- membagi sahabat itu ada
- tiga. Ada tiga sahabat. Pertama sahabat
- yang seperti gizi. Jadi ketika kita
- berinteraksi dengannya itu seakan-akan
- kita mendapatkan asupan gizi yang
- menyebabkan kita sehat, kita kuat gitu
- ya. Nah, itu yang pertama ya. Jadi
- seperti asupan gizi. Yang kedua, sahabat
- yang seperti obat. Artinya apa? Ketika
- kita ee bersahabat ee dengan ee yang
- tipikal obat ini, artinya kita butuhkan
- ketika kita sakit. Jadi, ada sahabat
- yang mungkin di hari-hari biasa jarang
- hadir, jarang jaranglah gitu ya. Tapi
- ketika kita sakit kita butuh dia. Itu
- yang kedua. Nah, yang ketiga ini sahabat
- itu seperti penyakit. Jadi kalau bersama
- dia itu bukannya malah sehat, bukannya
- bertambah ee kuat kita ya ee tapi malah
- penyakit. Jadi umpamanya gitu, kalau
- yang sahabat seperti gizi itu seperti
- kita berusaha dekat ya, bersahabat ee
- dengan orang alim, ee sahabat-sahabat
- yang paham ya, yang kita walaupun enggak
- berinteraksi sering gitu ya, kan sahabat
- tuh kan enggak harus 24 jam bersama-sama
- kan. Enggak begitu, Mbak. Memangnya ee
- keluarga ya, sahabat itu kan ketika kita
- ee sama-sama punya waktu atau apa ya itu
- bisa misalin orang yang saleh. Nah, itu
- sahabat yang seperti gizi. Jadi kita
- bergaul dengannya selalu banyak manfaat
- untuk keimanan kita. Kita bertambah
- kuat. Diingatkan ketika kita lupa dan
- lalai. Nah, kalau yang seperti obat itu
- jarang bertemu tapi hubungan baik. Tapi
- sekali kita berhubungan kita itu
- terbantukan, ada manfaatnya kita bertemu
- dengannya. Misalnya sahabat-sahabat yang
- mungkin kita jarang berinteraksi tapi
- ketika kita butuhkan informasi apa ada
- aja nih lagi ini nih siapa? Oh aku punya
- teman di sana itu sahabatku tuh dia ada
- katering. Oh aku lagi butuh. Nah ada
- aja. Nah itu sahabat yang seperti obat
- ya ketika kita e butuhkan ada ya. Nah
- yang ketiga ini penyakit. Jadi ketika
- kita bersamanya itu bukannya menambahkan
- kita kebaikan, tapi malah menyebabkan
- kita jauh dari akhirat ya sebenarnya
- hura-hura gitu. Jadi bukannya menuntun
- kita kepada kebaikan bahkan
- menjerumuskan kita kepada ee
- kemaksiatan. Ya, itu yang sahabat yang
- ketiga seperti itu ya. Imam Gali itu
- membagi dan kita bisa ee menyeleksinya.
- Jadi sekali lagi yang namanya sahabat
- tuh enggak harus 24 jam bersama-sama ya.
- Iya. Baik, Ibu Ita sudah ee tercerahkan
- ya. Insyaallah saya akan beralih ke
- pertanyaan berikutnya ini. Saya akan
- bacaan dari hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Saya sudah mendengarkan
- Rasil kurang lebih 2 tahun belakangan
- ini. Dan entah kenapa saya punya circle
- cewek-cewek, Ustazah ee ee lima orang
- sudah ee bersahabat sejak kuliah dan
- punya kebiasaan
- bertemu sebulan sekali minimal. Namun,
- Ustazah rasanya saya sudah tidak cocok
- dan tidak ada rasa menyenangkan ketika
- bertemu mereka. Karena seperti biasa
- yang kami lakukan adalah membicarakan
- teman-teman yang lain dan membicarakan
- hal-hal yang buruk. Ustazah apabila saya
- tidak lagi mau menemui mereka apakah itu
- termasuk ee memutuskan
- silaturahim silaturahim dan itu
- merupakan perbuatan dosa? Ustazah mohon
- nasihatnya.
- Begini aja. Siapa Mbak? Siapa? Ah, hamba
- Allah, Ustazah. Hamba Allah. Jadi begini
- aja, niatkan setiap aktivitas kita
- bergaul dengan sahabat kita itu untuk
- mengajaknya kepada kebaikan. Jadi
- artinya coba deh ee diusulkan saja
- kepada teman-teman, yuk kita mau artinya
- dengar ke pengajian ajak begitulah.
- Nanti dengan sendirinya akan terseleksi
- deh kan kalau yang enggak suka dengan
- pengajian, ah ni orang soal apa gitu
- artinya kan ah udah enggak enggak asik
- ah gitu ya. Ajak aja pada kebaikan.
- niatkan untuk mengajak mereka kepada
- kebaikan. Jadi ee itu upaya pertama.
- Kemudian artinya usul-usulkan aja kita
- ke sini yuk kita benar ke mana ke mana
- gitu ya. Jadi tempatnya tempat yang
- membawa nuansana ee ruhi. Nah, kemudian
- yang kedua ketika misalnya mereka mulai
- membicarakan teman-temannya coba
- berusaha untuk alihkan. Jadi keberadaan
- kita di situ adalah untuk mengajak
- mereka ee mengingatkan mereka untuk
- membimbing mereka. Jadi bukan larut.
- Jadi istilah katanya tuh ee
- yalitak yatamayzun bercampur tapi
- berbeda. Bercampurnya kita dengan
- sahabat-sahabat kita itu adalah dalam
- rangka untuk mengajak mereka
- mudah-mudahan ya mudah-mudahan dengan
- kesalehan hamba Allah ini, dengan doanya
- juga tentu ya mudah-mudahan teman-teman
- itu jadi tergugah, tertarik ya. Paling
- enggak ungkapan-ungkapan kita ngapain
- sih ngomong gini-gini kayaknya sudah tua
- kayaknya mendingan ini deh kita cari ini
- deh untuk hari pokoknya gitu deh ya
- caranya. bagaimanalah caranya ya
- dekatkan teman-teman ee hamba Allah ini
- dengan ee kebaikan-kebaikan ya, dengan
- pengajian-pengajian insyaallah
- mudah-mudahan ya dengan doa
- mudah-mudahan pahalanya besar loh
- menunjukkan orang yang tidak paham
- menjadi paham atau memberikan ee orang
- itu mendapatkan hidayah karena kita
- masyaallah pahalanya besar ya kita
- mendapatkan pahala sebagaimana mereka
- melakukannya. Masyaallah, akhirnya
- mereka senang pengajian. Masyaallah. Itu
- jadi jangan mengundurkan diri ya. Kalau
- mengundurkan diri ya nanti khawatir juga
- termasuk tadi ya memutuskan silaturahim.
- Insyaallah mudah-mudahan deh bisa
- insyaallah ya Mbak Allah semangat dalam
- kebaikan. Tadi ustazah bilang luruskan
- niat dulu. Ee niatnya adalah membawa
- kebaikan. Jangan ragu, jangan takut
- dibilang apaan sih? Pasti digitu-gituin.
- Ini kayak berubah nih ya. Berubah karena
- rasil ya. Insyaallah.
- Ee ini ada satu lagi pertanyaan Ustazah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ini dari
- Murni di Jagakarsa. Ustazah, saya sudah
- ee usia 60 tahun. Rasanya saya tidak
- punya sahabat Ustazah selain suami saya.
- Jadi saya itu nyeritain apa aja ustazah
- sama suami. Apakah wajar ustazah di usia
- saya di sekarang ini tidak memiliki ee
- sahabat dan menjadikan suami sebagai
- sahabat satu-satunya?
- Ya, suami itu adalah sahabat terdekat
- kita sebenarnya ya, sahabat 24 jam ya,
- sahabat dalam suka dan duka ya. Memang
- suami itu sudah bagian dari lingkungan
- ya. Ee yang memang mau enggak mau ee
- kita menjadikan suami itu sebagai orang
- terdekat kita itu insyaallah sih sudah
- jelas ya. Ee alhamdulillah Ibu bisa
- bersyukur ya punya suami yang mau
- mendengarkan. Kalau sebagian yang lain
- mana mau dia dengarkan istrinya. Ya
- syukur deh maud. Betul betul.
- Masyaallah. Iya yang lain aja.
- Suami-suami yang di sana itu baru
- istrinya cerita, "Aha teman bosan." Alah
- lebay apaan sih? gitu aja. Gitu saja ya.
- Iya. Jadi gini, apakah Ibu memang tidak
- memilik, tidak ikut pengajian atau apa
- gitu ya. Biasanya sahabat-sahabat itu
- didapat dari lingkungan pergaulan kita.
- Misalnya kalau kita punya pengajian ya,
- majelis taklim ya tentu itu adalah
- bagian dari sahabat kita dalam satu
- majelis taklim itu. Nah, nanti di dalam
- majelis taklim itu kan ada yang senang
- ya, ada yang klik ya. Misalnya dalam
- majelis taklim itu ada berapa orang ya?
- Puluhan gitu ya kan sekian puluh ya
- tergantunglah berapa jumlah majelis
- taklimnya ya. Ada yang 40 terserahlah.
- Pasti dong di antara mereka ada yang
- klik gitu ya. Ada yang kita kayaknya
- cocok deh nyaman sama yang ini. Enak
- diajak berdaulnya itu jadi sahabat kita.
- Tapi kalau memang ee ya biasa-biasa aja
- karena memang sulit juga ya Mbak ya. Ya
- sudahlah intinya adalah tidak ada
- sesuatu apapun hubungan kita dengan
- saudara-saudara kita yang tidak baik.
- Itu aja jaminkan dulu itu kita punya
- teman-teman walaupun mungkin belum
- sampai tingkat sahabat itu semuanya
- baik-baik saja dalam keadaan harmonis,
- akur, tidak saling bermusuhan, tidak
- menggiba-gibahi gitu ya. Amanlah itu
- insyaallah. Nah, sekarang boleh
- bagaimana ya suami jadi sahabat? Ya,
- bagus banget. Itu artinya alhamdulillah
- suami mau mendengarkan peluang istri.
- Cuman syaratnya ya, Bu, jangan gibah
- gitu ya. Kadang-kadang kan dengan suami
- menggibahi orang ya. Itu yang Ustazah
- pernah sampaikan ya kalau enggak salah
- gibah yang paling banyak dilakukan ada
- di kamar kata Ustazah. Iya, betul. Suami
- istri kasihan suami itu buat apa sih
- ngomongin orang ya? Kecuali kalau untuk
- ee misalnya suaminya paham ya ini
- ngundingin orang, suaminya kasih
- nasihat. Nah, insyaallah mudah-mudahan
- itu terlepas dari dosa gibah ya. Karena
- suami itu memberikan solusi ya kan. Ada
- istri mungkin perasaan enggak enak kok
- tetangga sebelah ngomongnya kok nyakitin
- ya nanti kan sebenarnya saya sudah
- sabar. Nah, insyaallah itu bukan bagian
- dari gibah ya itu konsultasi syaratnya.
- Insyaallah insyaallah. Baik. Ee
- pertanyaan Ibu Murni Ustazah nampaknya
- menutup pertanyaan hari ini kiranya
- kesimpulan kita, Ustazah. Ya, pendengar
- yang dirahmati Allah. Persahabatan di
- dalam Islam ini itu lebih dari sekedar
- hubungan sosial, tapi hubungan yang
- dibangun atas dasar iman, saling ee
- mengajak kepada kebaikan. Karena memang
- Islam mengajarkan bahwa sahabat yang
- baik itu dapat bersama-sama kita menuju
- Allah, saling mendoakan, saling
- mengingatkan, dan nanti juga sama-sama
- berjumpa nanti di surga. Insyaallah apa
- yang kita lakukan di dunia ini dalam
- rangka mencari rida Allah, insyaallah
- nanti kita juga nostalgia dan ngumpul
- kembali di surga insyaallah. Akulah
- astagfirullahi wakum. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Masyaallah. Alhamdulillah
- Iwan dan Ah telah kita ikuti bersama
- kajian siang hari ini. Insyaallah
- menjadi pengingat dan penambah keilmuan
- kita. Terima kasih kita ucapkan kepada
- guru kita, Ustazah Herlini Amran. Mari
- kita doakan bersama mudah-mudahan guru
- kita Ustazah Helil Amran beserta
- keluarga Allah rahmati dengan kebaikan,
- kesehatan, dan kemudahan dalam setiap
- langkahnya. Insyaallah yang bertugas
- pada hari ini saya Karolin didampingi
- ada Atep, ada Algi, dan teman-teman yang
- sedang ee ada di studio ya ee dari SMK
- mana gitu saya lupa. Mohon maaf
- mudah-mudahan ee banyak belajar di
- studio rasil. Kami mohon pamit dan mohon
- maaf apabila ada kekurangan. Kami akan
- tutup dengan doa penutup majelis.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Wabillahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi. H