Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brazil
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillah. Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum [mendengus]
- warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammad wa ali
- sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita
- berjumpa lagi hari ini hari Jumat
- tanggal 17 Zulhijah 1446 Hijri atau
- tanggal 13 Juni 2025. Kita jumpa lagi
- dalam acara renungan di bawah naon
- Al-Qur'an untuk edisi dialog.
- Alhamdulillah di studio sudah hadir
- Ustaz Husin bin Hamid Alatas beserta
- Hamzah Alas juga Ustaz Fawas Abi
- Zawiyah.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Maaf tadi
- rupanya mic-nya mati ya. Kita jumpa lagi
- dalam acara
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- untuk edisi dialog hari ini. Hari ini
- adalah hari Jumat tanggal 17 Zulhijah
- 1446 Hijriah atau tanggal 13 Juni
- 2025.
- Alhamdulillah sudah hadir studio Ustaz
- Husein bin Hamid Alatas, Ustaz Hamzah
- Alatas dan Ustaz Fawas Abizabiah.
- Asalamualaikum Ustaz Husein, Ustaz
- Hamzah, Ustaz Fawas, guru-guru kami nih.
- Alhamdulillah ya. [terkesiap]
- Eh,
- tadi kita dengar kabar bahwa tadi pagi
- Israel melancarkan serangan militer
- besar-besaran ke Iran dan dikenal
- sebagai operasi AMKLAFI. Kemudan
- serangan ini menargetkan berbagai
- fasilitas strategis Iran termasuk juga
- situs nuklir dan instansi militer
- penting.
- Oke, jadi bagaimana kita akan meng
- bagaimana sikap kita kaum muslimin
- menghadapi perlakuan dan serangan musuh
- kita. kepada saudara kita walaupun
- berbeda mazhab ini ee mungkin Ustaz
- Fawas Abijiyah mungkin bisa memberikan
- pengantarnya
- bagaimana sikap kita. Silakan Ustaz
- Faiah.
- Bismillah alhamdulillah wasalatu wasalam
- ala afdol khalqillah sayyidina Muhammad
- ibni abdillah wa alihi wasohbihi
- wamanwalah. Amma ba'du subhanaka la ilma
- lana illa maamtana innaka antal alimul
- hakim. Wala haula wala quwwata illa
- billahil aliilim.
- min amrina ryada rbanaidna ilman hablana
- hukmanimnaadunka
- ilman tawa musliman walhikna bihin.
- Alhamdulillah pagi hari ini Bang Krisna
- terima kasih telah memberikan waktunya
- kepada kami untuk membuka dialog pagi
- hari ini bersama dua narasumber guru
- kita. Yang pertama ustazuna al Ustaz
- Husein bin Hamid Al-Attas dan yang kedua
- Al Ustaz Hamzah bin Atas Al-Attas
- hafidahumullah
- warahuma wafaana bihima. Amin. Nah, pagi
- hari ini kita di hadapan para guru
- ingin mendengar bagaimana arahan
- Al-Qur'an
- di seputar
- kejadian yang berlangsung ee
- 3 jam yang lalu lebih kurang, Ustaz, ya.
- 3 jam yang lalu yang merupakan sambungan
- dari serangan Israel ke negeri atau
- negara Republik Islam Iran. ee dan pagi
- hari ini 3 jam lalu bahkan sudah masuk
- ke wilayah Tehan, ibu kota daripada
- Republik Islam Iran. Dan tentunya ee
- sebagaimana disampaikan tadi Pak Krisna,
- urusan ini tidak terkait dengan lintas
- mazhab, perbedaan pandangan ya di antara
- kelompok umat Islam. Namun yang kami
- lihat ini kan ada saudara kita
- sebelumnya Israel telah melakukan
- genosid ya terhadap umat Islam ataupun
- secara umum kemanusiaan di Ghazah. Umat
- muslimnya, Nasraninya semua dibantai,
- dihancurkan ya dengan tanpa melihat
- unsur kemanusiaan. Nah, sekarang
- merambah ke negeri negara Islam Iran
- yang notabene
- ee disebut membantu negara Yaman dan Hut
- dalam memerangi Israel. Nah, ini mohon
- pandangan ustaz ketika kami membaca
- Al-Qur'an ada beberapa ayat di seputar
- hal ini memohon panduannya. Di antaranya
- ada dalam Quran surah An-Nisa mulai ayat
- 74,
- 75 hingga 76 terkait dengan apa namanya
- perintah Allah Subhanahu wa taala secara
- umum dalam ayat 74 dalam firmannya. Izin
- kami bacakan ba'da anzubillahisil
- alim minasyaitanirrajim.
- dunya bil akhirahqil
- fiilillahqtaliji
- ajrakum
- la tuqtiluna fibilillah wal mustijali
- wal alladinaquunbana
- akjna minimi
- ahluha
- Ahina kafaruqilut
- faqtil auliya
- initana.
- Kemudian ada satu ayat yang kami lihat
- dari Quran suratul Haj ayat 39 Allah
- berfirman, "Udina lilladzina yuqataluna
- biannahumu.
- Wa innallaha ala nasrihim laqadir." Nah,
- ini bagaimana sebetulnya ee panduan
- Al-Qur'an bagi kita umat beriman
- menyikapi agresi Zionis Israel terhadap
- saudara-saudara muslim kita.
- terlepas apapun perbedaan pandangan
- mazhabnya dan saat ini sudah masuk ke
- sebuah negara Republik Islam Iran. Jadi
- negara Islam dan notab ee di sana umat
- Islam ya hidup dengan normal,
- bersaudara, berkumpul. Bahkan yang saya
- tahu di Iran itu ee di kota Teheran ada
- juga umat Yahudi, ada umat Nasrani hidup
- berdampingan. Nah, sekarang Zionis
- Israel ini ya ee merusak tatanan itu
- semua. Mohon arahan dan bimbingan Ustaz
- Husein dan Ustaz Hamzah terkait dengan
- panduan Al-Qur'an di seputar hal ini.
- Barakallahu fikum.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina wa nabiina
- Muhammadin
- wahi thyibin washabatihil guril mayamin.
- [berdehem]
- Wasalamu alaina wa ala ibadillahi
- shihin. Wasalamualaikum
- ayyuhal ikhwatul mukminun wal akhwatul
- mukminat warahmatullahi wabarakatuh.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi bimaam
- Allah'alna min jundika fainna jundaka
- humalibunna
- min hizbika hizbaka humul muflihun
- walna min auliyaika fainna auliyaaka la
- khaufun alaihim w humzan am
- amma ba'du ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah.
- Apabila kita memperhatikan kondisi
- keadaan umat saat ini,
- umat Islam maksudnya
- kita temukan
- mereka jauh sekali dari tuntunan
- Al-Qur'an dan apa yang dicontohkan oleh
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi wa
- alihi wasallam. Begitu pula para
- keluarga maupun sahabat-sahabat beliau
- diiringi dengan mereka-mereka yang
- berjuang di jalan Allah Subhanahu wa
- taala meneruskan
- tuntunan
- dan sunah-sunah Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Apabila kita membaca Al-Qur'an
- sebagaimana tadi yang dibacakan oleh
- Ustaz Fauzan dalam surah An-Nisa ayat
- 75.
- Wakum la tuqatiluna fi sabilillahi wal
- mustadfina minar rijali wisai wal
- wildan.
- Alladzina yaquuluna rabbana akhrijna min
- hadil qyatilimi ahluha waj'al lana
- minadunka waliyan waj'alana min ladunka
- nasir
- Allah bertanya
- kepada
- kaum muslimin yang hidup pada masa
- [mendengus] rasul. Begitu pula kepada
- kita semua saat ini
- yang disapa oleh Allah Subhanahu wa
- taala melalui kitabnya yang abadi yang
- berlaku untuk mereka yang hidup pada
- masa Rasul.
- Begitu pula yang hidup pada masa kini.
- Karena kita semua
- sebagai satu umat.
- Apa
- alasannya
- yang menghalangi kalian untuk berperang
- berjuang di jalan Allah Subhanahu wa
- taala? Penegasan di sini yang perlu kita
- perhatikan di jalan Allah bukan untuk
- tujuan selain dari Allah Subhanahu wa
- taala. Karena walaupun
- kita katakan berjuang, tapi kalau bukan
- perjuangan di jalan Allah, Allah
- subhanahu wa taala tidak akan
- menerimanya.
- Dengan sendiri yang dimaksudkan di jalan
- Allah sesuai dengan tuntunan Allah
- Subhanahu wa taala. Bukan berperang demi
- melakukan ekspansi kekuasaan.
- Berperang juga untuk tujuan-tujuan harta
- kekayaan. Tapi peperangan dalam Islam
- diatur dalam aturan yang begitu jelas.
- Di antaranya kita memerangi
- mereka-mereka yang memerangi kita.
- Sebagaimana firman Allah dalam suratul
- baqarah. Waqatilu fibilillahilladina
- yuqatilunakum
- walu inallaha la yuhibbulin.
- Berperanglah kalian di jalan Allah.
- Siapa yang kita perangi? Mereka-mereka
- yang memerangi kalian.
- Wala ta'tadu. Jangan kalian melampaui
- batas. Mengganggu mereka-mereka. ya,
- yang tidak sama sekali melakukan
- serangan atau bekerja sama dengan
- orang-orang yang menyerang kita.
- Wala tadu innallaha la yuhibbul mutadin.
- Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang
- yang melampaui batas. Oleh karena itu di
- saat mereka menghentikan serangan
- mereka, fainintahau fala udwana illa
- alimin. Kalau mereka menghentikan
- serangan mereka, maka kita dilarang
- melakukan serangan uduan kecuali hanya
- terhadap orang-orang yang zalim.
- Jadi apa alasan halangan kalian untuk
- tidak berperang di jalan Allah Subhanahu
- wa taala? Demikian pula untuk menolong
- kaum tertindas
- yang teraniaya,
- baik dari kalangan pria, wanita,
- anak-anak
- yang menjerit,
- yang mohon pertolongan. Wahai Tuhan
- kami, keluarkan kami
- dari apa? Dari negeri yang
- penguasa-penguasanya
- berbuat kezaliman dan aniaya.
- wajalana minadunka waliya wajalana
- minadunka nasir dan kirimkan bagi kami
- ya Allah seorang pelindung dan penolong
- yang menolong kami.
- Ini seruan ditujukan kepada seluruh kaum
- muslimin.
- Para sahabat ketika mendengarkan seruan
- ini langsung mereka bangkit.
- Mereka bangkit berjuang untuk menolong
- kaum musta'afin bahkan
- orang-orang yang berbeda agama dengan
- kita.
- Sebagai contoh, setelah perjanjian
- Hudaibiyah
- yang mengadakan kesepakatan untuk tidak
- saling menyerang, sebagian suku bangsa
- Arab bergabung dengan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Mereka belum
- beriman, tapi mereka berada di bawah
- perlindungan kaum muslimin. Sebahagian
- lagi bergabung dengan kaum Quraisy di
- bawah perlindungan mereka.
- Masing-masing dilarang untuk melanggar
- perjanjian.
- Subhanallah.
- Kaum musyrikin ternyata mengganggu
- sekutu Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam dari kaum musyrikin.
- Begitu Nabi mendengar, langsung Nabi
- mengerahkan pasukannya untuk membela
- mereka dan memerangi kaum musyrikin di
- Makkah. Hingga akhirnya kota Makkah
- beralih ke tangan kaum muslimin
- disebabkan karena pelanggaran mereka.
- Dan pelanggaran mereka bukan terhadap
- kaum muslimin, terhadap kaum musyrikin.
- H.
- Jadi seandainya kita katakan bangsa
- Indonesia menjumpai negara tetangga kita
- dianiaya,
- diperangi secara zalim,
- kita wajib untuk apa? membela hak
- mereka.
- Hal ini dicontohkan pada tahun 835
- Masehi
- oleh seorang khalifah yang bernama
- Al-Muktasim
- dari Bani Abbas.
- Dari Bani Abbas.
- Ketika
- seorang wanita ditahan di Benteng
- Amuriah masuk wilayah Turki,
- dikenal dengan nama Amorian saat ini,
- sekarang menjadi kota yang tertinggal.
- Ketika seorang wanita muslimah ditahan
- oleh pasukan Romawi,
- lalu wanitanya menjerit wa Mtasima
- memanggil Khalifah Almtasim. Suaranya
- terdengar
- langsung yang mendengar berpacu menuju
- ke ibu kota
- khilafah Abbasiyah di Irak.
- Irak.
- Perjalanan yang cukup jauh.
- Lalu menyampaikan berita ini kepada
- Almuktasim. Begitu Almuktasim mendengar
- beliau sedang berbaring pada saat itu,
- langsung dia bangkit.
- Annafir mengumumkan perang untuk membela
- seorang wanita.
- Lalu dia memanggil qabil qubah membagi
- hartanya menjadi tiga bahagian.
- Sepertiga untuk keluarganya, sepertiga
- untuk
- mereka-mereka yang membutuhkan,
- sepertiga lagi untuk perjuangan di jalan
- Allah. Dia berangkat dan memimpin
- pasukan langsung untuk
- merebut ya dan menyelamatkan wanita
- muslimah dari cengkeraman kaum Romawi.
- Pada saat itu banyak orang-orang yang
- mengajukan alasan masa demi seorang
- wanita kalian korbankan pasukan yang
- begitu besar. Ini betul-betul merupakan
- kerugian. Tapi Almuktasim tidak
- mendengarkan ucapan mereka.
- Ya, ada sebagian ulama dan mufakir yang
- berupaya untuk menghalangi
- maksud dan tujuan dari almuktasim. Apa
- kamu akan korbankan pasukan demi seorang
- wanita?
- Muktasim tidak menghiraukan mereka.
- Bahkan mengatakan kehormatan seorang
- muslimah lebih mulia dari apa? Dari
- kehidupan kita. Bagaimana di saat Allah
- bertanya kepada kami?
- Muttasil membawa pasukannya. terjadi
- peperangan, dia berhasil menyelamatkan
- wanita tersebut.
- Ini menjadi betul-betul sebuah cerita
- sejarah yang dicatat yang menjadi
- betul-betul tauladan dan pelajaran buat
- kita. Hingga Abu Tamam dalam qasidahnya
- mengatakan, "Aifu
- imbaan minal
- [mendengus]
- dibang ternyata pedang pada saat seperti
- ini bukan setiap saat, bukan pada masa
- damai, pada saat menghadapi musuh
- beritanya ternyata lebih apa? Jelas,
- lebih benar dibandingkan apa?
- tinta-tinta
- dibandingkan tinta-tinta tulisan-tulisan
- yang ditulis dalam buku-buku yang
- ditulis oleh para ulama.
- Fi haddihil haddu bainal jiddi waibi.
- Dalam ketajamannya
- pemisah di antara
- aljid kesungguhan
- dan permainan.
- Dan permainan
- Allah.
- Mereka-mereka yang sibuk dengan tinta
- dan buku-buku ternyata mereka menjadikan
- agama sebagai permainan bukan merupakan
- pedoman hidup yang sebenarnya.
- Allah.
- Kemudian bidusfaiudushaifi.
- Bidusfai maksudnya cahaya putih pedang
- pantulan dari pedang
- yaudus
- sahaifi. Bukan lembaran-lembaran yang
- gelap ya
- yang isinya perdebatan, pertentangan dan
- perselisihan.
- dalam lapisan pedang tersebut
- menghilangkan keraguan dan kebimbangan.
- Jadi kalau kita lihat apa yang dialami
- umat Islam pada saat ini, mereka
- terombang-ambing dalam kebingungan,
- tidak tahu apa yang mereka harus
- lakukan. Kita butuh orang seperti yang
- muktasim pada saat ini.
- Jadi bukan lagi persoalan Syiah dan
- sunah, tapi ini menyangkut kehormatan
- kaum muslimin. Orang yang masih
- memperdebatkan Syiah dan sunah, mereka
- adalah musuh-musuh Allah, musuh Rasulnya
- dan musuh kaum muslimin.
- Ketika penduduk Gaza dibantai, korban
- yang berjatuhan diperkirakan dari orang
- dewasa sebanyak 57.000 orang. ini pada
- minggu yang lalu.
- Sedangkan anak-anak sebanyak 19.000
- anak-anak yang binasa.
- Mereka merupakan rakyat sipil, bukan
- pasukan bersenjata. Seharusnya mereka
- tidak diganggu dalam peperangan.
- Tapi Israel menghalalkan semua yang
- diharamkan oleh hukum internasional dan
- tidak mendapatkan sama sekali sanksi
- dari PBB.
- Kita saksikan bagaimana mereka
- beramai-ramai bersama-sama memerangi
- penduduk Gaza yang tidak memiliki sama
- sekali kekuatan dan lemah. Tapi iman
- mereka yang membuat mereka tegar
- berhadapan dengan ancaman musuh.
- Mereka memohon pertolongan dari
- saudara-saudara mereka kaum muslimin.
- Tapi ternyata mereka tidak menjumpai
- almuktasil, tidak menjumpai juga
- orang-orang yang melanjutkan jejak
- sahabat dan mengikuti sunah rasul. Sunah
- Rasul hanya sebuah slogan, hanya casing
- di dalamnya. Waliyadubillah terdapat
- jahiliah.
- Menarik sekali ketika mereka
- mengecam Iran karena memberikan bantuan
- kepada Gaza. Begitu pula Yaman dianggap
- sebagai pembuat rusuh.
- Kenapa yang mereka kecam justru Iran dan
- Yaman yang membantu saudara mereka di
- Gaza?
- Heeh. Sedangkan mereka tidak menyalahkan
- diri mereka yang duduk berpangku tangan
- menyaksikan pembantaian di lapangan
- gladiator. Disaksikan depan mata mereka
- di mata dunia. Yang mengherankan kenapa
- negara-negara barat berdemo besar-besar
- menentang Zionis. Kita di sini bukan
- anti terhadap Zionis sebagai apa?
- Sebagai ras. Seb anti terhadap Yahudi
- sebagai ras. Sama sekali tidak.
- Orang-orang Yahudi banyak di antara
- mereka yang baik. Tapi kita di sini
- memerangi manusia-manusia yang brutal,
- yang biadab, yang tidak terikat dengan
- aturan dan hukum. Orang seperti mereka
- wajib diperangi oleh dunia, bukan hanya
- dunia Islam.
- Padahal Allah Subhanahu wa taala telah
- menegaskan, "Famanada alaikum fa'tadu
- alaihi bimli maada alaikum." Apabila ada
- yang menyerang kalian, maka balaslah
- sesuai dengan apa yang mereka perbuat.
- [mendengus]
- ini merupakan hak kita untuk membalas.
- Tapi alhamdulillah walaupun
- negara-negara Arab [mendengus] berpangku
- tangan pemerintahannya ternyata rakyat
- Indonesia mereka terus aktif memberikan
- dukungan kepada saudara mereka di Gaza.
- Ternyata keislaman mereka demikian pula
- loyalitas mereka kepada Allah, kepada
- Rasul-Nya, kepada kaum muslimin lebih
- besar dibandingkan mereka para pemimpin
- Arab. bahkan ulama-ulamanya yang duduk
- berpangku tangan menyaksikan saudara
- mereka dibantai [mendengus]
- dan ikut men-support secara finansial
- dan ikut men-support baik secara
- finansial, logistik mereka ikut terlibat
- di dalamnya.
- Nah,
- saya pernah mendengar
- ucapan yang disampaikan oleh asyahid
- Assayid Hasan Nasrullah.
- Dia [mendengus] mengatakan, "Kami
- diperangi, kami dimusuhi, kami diboikot
- disebabkan karena kami mendukung saudara
- kami di Palestina. Seandainya kami duduk
- berpangku tangan,
- tidak ikut serta memberikan dukungan
- kepada mereka, mereka akan jadikan kami
- sebagai sahabat mereka dosa kami karena
- kami membela saudara kami di Gaza.
- Begitu juga Iran. Kalau seandainya Iran
- perilakunya sama seperti pada masa Syah
- Iran, tidak membela kaum muslimin,
- tidak membela saudara mereka di
- Palestina, bersuplai minyak untuk Zionis
- Israel seperti pada masa Syah Iran,
- niscaya negara-negara barat Amerika akan
- memperlakukan Iran sebagai negara
- sahabat.
- Iya.
- Jadi sebetulnya dukungan Iran, dukungan
- juga Hizbullah terhadap kaum muslimin di
- Gaza seharusnya disambut dengan baik,
- bukan dengan kecurigaan.
- Iya. Begitu pula saudara-saudara kita di
- Yaman. Negara yang kita anggap negara
- kecil. Dari sisi juga ekonomi mereka
- lemah, persenjataan juga mereka lemah.
- Tapi iman mereka yang membuat mereka
- memiliki kekuatan berhadapan [mendengus]
- dengan musuh-musuh yang lebih kuat. Yang
- dihadapi bukan negara kecil, Amerika
- dengan kapal-kapal induknya.
- Iya. [mendengus] Oleh karena itu perlu
- kita ingat Allah berfirman pada ayat 76
- dari suratun nisa, alladzina amanu
- yuqatiluna fibilillah. Orang yang
- beriman berperang di jalan Allah.
- Walladina kafaru yuqatil fiilagut.
- Orang-orang yang kafir berperang di
- jalan thaut. Thaagut ini semua jalan ya
- yang tidak sesuai dengan jalan Allah.
- Keluar dari jalan Allah itu merupakan
- jalan thaut. N
- maka perangilah wali-wali setan.
- Sesungguhnya wali-wali setan dan daya
- upaya mereka lemah.
- Kalau kita mau menyambut seruan Allah,
- niscaya Allah akan memberikan kemenangan
- buat kita. Allah berfirman, kataballahu
- laibanna anausuli innallaha qawiyun
- aziz.
- Allah telah menetapkan
- bahwa aku akan membela rasulku dan
- orang-orang yang beriman. Sesungguhnya
- Allah maha kuat lagi maha perkasa. Nah,
- pada suratul Haj
- ayat 309
- kalau tidak salah Allah berfirmanina
- penutupnya waallahari
- takdir.
- Sesungguhnya diizinkan bagi orang-orang
- yang diperangi secara aniaya.
- Diizinkan bagi mereka-mereka yang
- diperangi secara aniaya untuk membalas.
- Dan Allah berjanji, wa innallah ala
- nasrihim laqadir. Sesungguhnya Allah
- untuk menolong membela mereka sungguh
- maha kuasa. Oleh karena itu, peperangan
- di Gaza terhadap Zionis Israel bukan
- karena mereka memerangi atau antipati
- terhadap ras Zionis, ras Yahudi,
- tapi mereka menuntut hak-hak mereka yang
- selama ini dirampas. Dari mulai tahun
- 0-an, imigran-imigran Zionis berdatangan
- dari berbagai macam penjuru dunia
- menguasai ladang mereka, kebun mereka,
- [mendengus] rumah mereka. Mereka klaim
- sebagai milik mereka. Sedangkan
- negara-negara barat seperti Amerika,
- Inggris memberikan dukungan penuh. L
- bagaimana kaum muslimin? Apa tidak takut
- di saat berjumpa dengan Allah? Allah
- bertanya, "Apa alasan kalian tidak
- berperang di jalan Allah dan menolong
- mereka-mereka kaum tertindas dari pria,
- wanita, maupun anak-anak yang tak
- berdaya, mereka memohon pertolongan.
- Wahai Tuhan kami, keluarkan kami dari
- negeri yang penduduknya, penguasanya
- berbuat kezaliman dan kirimkan bagi kami
- pelindung dan penolong dari sisi-Mu, ya
- Allah."
- Ternyata kaum muslimin duduk berpangku
- tangan tidak menyambut seruan Allah.
- Tapi mereka asyik bereforia mengadakan
- musim wisata di Rad
- berpesta pora di tengah-tengah
- penderitaan saudara-saudara mereka. Oleh
- karena itu, peristiwa ini, kejadian ini
- sebetulnya merupakan
- furqan dan faisal, pemisah di antara
- orang yang beriman [mendengus] dan orang
- yang tidak beriman. Nah, kita berharap
- walaupun kita jauh
- jauh di Indonesia, hati kita bersama
- saudara kita di Gaza bersama setiap
- muslim. Oleh karena itu, saya berharap
- doa qunut sebetulnya bukan hanya
- ditujukan untuk saudara kita di Gaza,
- tapi untuk saudara kita di Libanon,
- saudara kita di Yaman, saudara kita juga
- di Iran dan hilangkan sekat-sekat mazhab
- yang selama ini telah memecah belah dan
- merusak kita semuanya. I.
- Dan ketahuilah kalau seandainya Iran,
- Libanon, Yaman mau duduk bersahabat
- bersama Zionis, bersama Amerika, mereka
- akan menjadi anak emas yang dihormati
- dan dimuliakan.
- Laksana Saudi.
- Iya. Sebagaimana Saudi Emirat Arab. Oleh
- karena itu,
- heran kok kenapa kita justru apa?
- Memusuhi orang-orang yang membela
- saudara kita.
- Iya.
- Dan bersahabat berangkulan dengan
- mereka-mereka yang memerangi saudara
- kita. Waliyadubillah. Wallahuam.
- Masyaallah tabarakallah, Ustaz. Ini
- sejenak, Ustaz. Ada hal yang menggelitik
- ini. Ramai di media sosial ada beberapa
- orang yang disebut sebagai
- dai-diakwah-pendakwah
- yang bahkan mengojok-ojok orang atau
- bahasa gaulnya nyinyirin. Nyinyirin
- sebagian orang yang ikut berjuang
- membela Palestina secara langsung
- seperti uts atau atau Hizbullah. Dua
- bermacam propaganda dan tuduhan. Beda
- mazhablah, inilah, itulah atau orang
- yang mengajak untuk ikut berjuang baik
- terjun secara langsung ataupun ee
- berdonasi dukungan kepada [mendengus] ee
- Palestina dan negara-negara yang ikut
- mendukung Palestina dengan sebutan tidak
- guna itu bahkan habal atau kebodohan,
- kegilaan. Saya ingin ini, Ustaz ee
- mengangkat ee hal yang ramai ini dengan
- apa yang Allah sebutkan dalam ayat 77
- lanjutan ayat tadi. Ustaz Quran surah
- Annisa mungkin nanti Ustaz atau Ustaz
- Hamzah bisa mengarahkan panduan ayat
- ini. Ketika Allah berfirman, "Alam taro
- ilalladzina qila lahum kufu aidiyakum
- waqimus wauzaka falamma kutiba
- alaihimulqital
- fariqu minhum
- yaksunanah
- asada khada
- khbana
- laana
- qun
- Udah sibuknya kita ngaji aja udah ngaji
- ibadah ya enggak usah perlu-perlu terjun
- ke sana percuma enggak ada enggak ada
- efek apapun nanti gimana Ustaz gambaran
- ayat ini apakah mengarah untuk menjawab
- Ust Hamzah mungkin
- ya sebelum ee membahas
- [mendengus] suratun Nisa ayat 77 ini ee
- ee
- perlu [berdehem] kita kita ingatkan
- secara umum ya,
- setiap kali misalnya ee ada berita
- tentang Iran tentu selalu bicara
- dialihkan pembicaraan tentang ee Syiah
- seperti itu. Selalu seperti itu. Oh,
- ketika eh
- Iran
- melepaskan rudalnya menyerang Israel.
- Oh, itu cuman
- main-main pura-pura kata,
- rudal pura-pura.
- Ya. Kemudian ya membantu juga seperti
- itu katanya ee itu tidak itu ee mereka
- sebenarnya sekongkol dengan Zionis
- seperti itu. Lihat buktinya
- di Iran, di Esfahan ada orang-orang
- Yahudi di sana.
- Orang Yahudi
- itu enggak semuanya Zionis seperti itu.
- Bahkan sebagian mereka juga ada yang
- mengutuk ee ee apa Zionis seperti itu.
- Mereka bilang Yahudi hidup bebas di
- Iran.
- Bahkan di sana ada
- ada sinagog.
- Jadi seolah-olah prinsip-prinsip Islam
- yang Allah Subhanahu wa taala turunkan
- dalam Al-Qur'an di mana
- e kita itu bisa hidup ya dengan si
- berdampingnya dengan siapapun ya yang
- tidak memusuhi kita memerangi Islam ya.
- La tajidan
- eh dalam firman Allah eh apa eh
- bukan bukan bukan itu yang satunya lagi
- itu yang tentang bagaimana ehumikumai.
- Allah itu kan tidak larang ya terhadap
- mereka-mereka yang tidak memusuhi kalian
- dalam agama, enggak mengusir kalian
- [mendengus]
- ya dari rumah-rumah kalian untuk kalian
- berlaku baik kepada mereka, berlaku adil
- kepada mereka.
- Arti kita ini ya dengan agama manaun
- kalau mereka tidak memusuhi kita, tidak
- mengusir kita dari negeri kita, kita
- bisa hidup berdampingan. Artinya apa
- yang berlaku di Iran bahwa umat Nasrani
- Yahudi hidup dengan tenang. Itulah
- aplikasi
- itu [tertawa] aplikasi Al-Qur'an. Jadi
- ketika orang melihat hal seperti ini
- lalu di dikaitkan dikaitkan sebagai itu
- ini
- ini kita lihat bagaimana pandangan
- mereka itu sudah tertutup oleh pandangan
- oleh dibutakan oleh mazhab oleh prinsip
- akidah. Ya, itu membuat pandangan mereka
- ee ee buram bahkan buta terhadap
- kebenaran.
- Klik ketika melihat ee bangsa Palestina
- di dizalimi
- seperti itu, mereka membantu enggak
- dianggap itu bantuan ee dari misalnya
- Iran atau dari Hot ya. Bahkan mereka
- sendiri enggak membantu bahkan mengecam
- orang-orang yang terzalimi
- ya. Bahkan mereka lebih pro kepada
- orang-orang yang yang zalim. Pada Allah
- Subhanahu wa taala ancam terhadap
- orang-orang yang yang apa yang peruk dan
- rukun kepada orang-orang yang zalim.
- Allah bilang apa? Walauinaamu
- lailahaillallah.
- Jangan kalian rukun pro dengan
- orang-orang yang zalim nanti kalian akan
- masuk neraka. Ini Allah yang bilang,
- bukan bukan riwayat hadis bukan. Ya
- Allah yang bilang dan Allah Subhanahu wa
- taala sangat-sangat murka terhadap orang
- yang zalim. Wama ana bidallamil abid.
- Allah dalam hadis qudsi inni
- haramtudulma ala nafsi w'altu bainakum
- muharaman fala.
- Itu artinya artinya Ustaz ee kezaliman
- ini juga tidak memandang ras dan agama
- Ustaz. Sehingga siapapun yang berbuat
- zalim itu kita harus musuhi. Wala udwana
- illa aladzalimin.
- Lalu bagaimana jadinya kita melihat
- sekarang banyak ya penceramah-penceramah
- seperti itu membuat kabur masalah ini.
- Karena wah yang dilontarkan adalah
- masalah akidahlah, masalah ee akidah.
- Kita sering bahas di sini. Ini adalah
- masalah kalau istilah akidah kan istilah
- bidah, bidah dolalah lagi.
- Istilah ini yang sengaja untuk
- mencabik-cabik antara kaum muslimin.
- Iya.
- Kalau istilah ini hanya sebagai istilah
- ilmu, oh ini ilmu apa? Oh, ilmu akidah.
- Itu sih enggak jadi masalah. Tapi ini
- istilah akidah ini adalah istilah yang
- digunakan untuk merobek-robek persatuan
- kaum muslimin
- dan merusak istilah iman. Ya, di zaman
- Nabi enggak ada istilah ini. Yang ada
- iman, ya yang ada Islam, yang ada ihsan.
- Rasulullah mengajarkan itu semua. Nah,
- bagaimana kita melihat situasi yang
- seperti ini? Ya. Ya. Tadi karena Allah
- Subhanahu wa taala ee sangat benci
- terhadap orang-orang yang zalim. Kita
- baca dalam surah di akhir surah apa? Ee
- mujadilah. La tajidu yminuna billahi wal
- yaumil akhir. Yan.
- kamu tidak akan dapati ya orang-orang
- yang beriman kepada Allah dan Rasulnya.
- Jadi kita mau bedakan nih, siapa ini
- yang beriman beneran dengan yang hanya
- ngomong aja?
- Yang klaim wah paling Islam, paling
- nyunah, paling apa deh semuanya
- paling penjaga akidah.
- Paling iya penjaga akidah macam-macam
- kan seperti itu ya. Orang ngomong kan
- bisa saja nanti di akhirat ya lidah
- sendiri yang akan menjadi saksi. Ya
- tasadu alaihimatuhum
- wa aidihim ya wajulum bimau yaksibun.
- Nanti lidah sendiri yang akan
- mendustakan ucapan-ucapan mereka
- tersebut, kaki tangan ya atas apa yang
- mereka kerjakan. Oleh karena itu kalau
- kita melihatnya kita harus ya melihat
- situasi yang seperti ini. Kita harus
- melihat dengan kacamata Islam. Jangan
- kacamata mazhab. Jangan kacamata kayak
- akidah seperti itu. Jadi tadi ayatnya
- kacamata keimanan, kacamata Al-Qur'an.
- Di surat Almujadilah menggambarkan ciri
- orang beriman pada Allah dan Rasul tidak
- mungkin bersikap mawaddah.
- Enggak mungkin dia menjadi pro mencupot
- men kepada orang-orang yang muji Allah
- dan rasulnya. Allah Allah
- walaupun mereka ituahum
- sampai ya walaupun mereka anak mereka,
- ayah-ayah mereka ee saudara mereka,
- keluarga mereka apalagi bukan keluarga
- tapi men-support seperti itu orang-orang
- yang zalim, orang yang tidak beriman
- Allah katakan mereka tidak beriman
- kepada Allah dan mulia akhirat
- sampai Allah akutkan la tajidu yun
- billahi ak
- jadi ini ini
- benang merah,
- kacamata ee Al-Qur'an seperti itu kita
- bisa melihat
- dan bahkan
- ya orang yang mengaku muslim sendiri ya
- bisa kok enggak enggak tersentuh hatinya
- melihat orang yang dizalimi. Sedangkan
- orang-orang nonmuslim ya yang di
- Inggris, yang di Italia, yang mereka
- semuanya berdemo untuk apa? Karena
- melihat
- ribuan orang kampus
- ee orang yang di di apa? dizalimi
- seperti itu artinya yang keluar itu
- adalah nurani mereka.
- Ketahuilah nurani itu adalah sejalan
- dengan Islam, sejalan dengan agama
- Allah.
- Apa yang mereka keluarkan dari hati
- nurani walaupun mereka secara zahir
- bukan muslim tapi nurani ee mereka itu
- adalah itu adalah nurani yang sesuai
- dengan fitrat Allah. Nah,
- karena jadi itulah jadi kalau orang
- mengaku muslim tapi enggak tersentuh
- dengan kezaliman orang-orang yang
- dizalimi, apalagi itu adalah saudara
- mereka sendiri. Jadi jangan disebut
- mereka muslim. Jangankan secara agama, n
- mungkin secara zahir mereka muslim, tapi
- secara keimanan tidak ada keimanannya.
- Heeh.
- Jangankan secara keimanan, secara fitrah
- saja, secara nurani mereka enggak
- tersentuh, apalagi secara keimanan
- seperti itu.
- Artinya di sinilah ee
- gambaran ungkapan insaniah qobladdin,
- qabl tadayun ya.
- Iya. I
- bagaimana mau tadayun insanih enggak ada
- fitrahnya seperti itu.
- Walaupun sekarang banyak klaim klaim
- insaniah qabl tadayun, sekedar klaim
- dalam hal ini mereka tidak melakukannya.
- Oleh karena itu pentingpenting sekali.
- Makanya kita senantiasa Rusin juga kan
- bagaimana kita menyampaikan kita harus
- melihat sesuatu dengan pandangan
- Al-Qur'an dengan mindar Al-Qur'an dengan
- kacamata Al-Qur'an sehingga menjadi
- jelas Al-Qur'an kan nur seperti itu.
- ketika dikaburkan oleh berbagai isu
- dengan berbagai apa ee hoaks dan
- sebagainya ee dengan di di
- apa dikaburkan dengan menggunakan
- riwayat macam-macam seperti itu. Kalau
- kita melihatnya dengan mindar Al-Qur'an,
- dengan pandangan Al-Qur'an, dengan
- kacamata Al-Qur'an, akan jelas seperti
- itu.
- Apa yang kata Allah Subhanahu wa taala
- itulah yang menjadi patokan bagi kita.
- Masyaallah.
- Barakallah fikum
- sedikit ya. Tadi Ustaz Fauzan bertanya,
- bagaimana nih sikap para ulama,
- para asatizah mufakirin
- yang menganggap bahwa perjuangan saudara
- kita yang menuntut hak dan kehormatan
- mereka dianggap sebagai habal, satu
- kebodohan.
- Sebetulnya hal ini
- mirip dengan apa yang Allah gambarkan.
- Wallahu la yuhibbu mtarin fakur allina
- kafirina.
- Allah paling tidak suka kepada orang
- yang mukhtal, yang sombong dengan gaya
- tubuhnya, suka membanggakan diri. Lalu
- Allah gambarkan mereka ini orang-orang
- yang kikir
- lalu mengajak orang lain untuk bersikap
- kikir supaya apa? Supaya kekikirannya
- tidak terbongkar.
- Ngapain kita bantu mereka? Orang-orang
- yang tidak berhak untuk menerima bantuan
- kita. Kalau kita biasakan lama-kelamaan
- mereka apa akan menjadikan? Padahal kita
- tahu mereka orang-orang yang butuh.
- Iya.
- Jadi mereka kikir, takut dibuka dan
- dituduh mereka orang kikir. Mereka ajak
- orang lain untuk sama-sama apa? kikir
- sama kikir.
- Nah, mereka orang-orang yang cinta
- dunia. Mereka hidup di daerah-daerah ya
- yang cukup elit. Tinggal di Imarat
- Arabia, tinggal di Saudi Arabia.
- Menikmati fasilitas hidup, pujian,
- sanjungan juga peran yang diberikan
- kepada mereka.
- Mereka memandang peperangan merupakan
- sesuatu yang menjijikkan dan mengancam
- gaya hidup yang sedang mereka nikmati.
- Oleh karena itu tidak heran mereka
- mencemohkan orang-orang yang berjuang di
- jalan Allah Subhanahu wa taala. Mengecam
- saudara-saudara mereka di Gaza. Mungkin
- bukan saudara mereka. Saudara mereka
- tergantung apa yang di hati mereka.
- Iya.
- Jadi hati mereka bersama Zionis, bersama
- pendukung-pendukung Zionis yang
- memberikan mereka
- kesenangan hingga membuat gaya hidup
- mereka. berpindah-pindah dari tempat ke
- tempat mendapatkan sanjungan dan pujian
- dianggap sebagai orang-orang yang
- moderat.
- Iya.
- Padahal yang mereka lewekkan adalah
- pejuang-pejuang di jalan Allah Subhanahu
- wa taala. Dan kita tahu dalam sebuah
- hadis qudsi, man walian faqaduhu bilq.
- Siapa yang memusuh waliku,
- aku mengumumkan perang terhadapnya.
- Mereka mencemohkan dan meledek
- orang-orang yang berjuang di jalan
- Allah. Padahal mereka tertindas,
- teraniaya.
- Anak-anak mereka yang dibantai,
- wanita-wanita mereka, suami-suami
- mereka, sedikit pun tidak tersentuh
- kecuali hanya mengirimkan doa. H.
- Ini semua menunjukkan betul-betul apa?
- Mereka orang-orang yang sejalan
- [mendengus] dengan musuh-musuh Islam dan
- kaum muslimin. Nah, ulama-ulama seperti
- ini dari mulai zaman dahulu kal kita
- ingat pada masa penjajahan Prancis di
- Aljazair, di Maroko, di mana-mana tempat
- Libya
- ya di Libya mereka
- membayar orang-orang yang berpenampilan
- baik, memberikan mereka sorban,
- memberikan mereka jubah ya
- untuk berdakwah di tengah-tengah
- masyarakat Maroko, Tunisia,
- Libya, Magrib bahwa penjajah itu
- merupakan takdir Allah.
- Iya. Jadi kalian tidak perlu sama sekali
- mengangkat senjata. Berzikir saja
- kembali pada Allah. Lakukan salat-salat
- sunah. Lakukan juga ibadah-ibadah yang
- sunah dan jauhi bidah. Allah akan
- memberikan bantuan kepada kalian.
- Iya. Iya. Dan memang Ustaz ada sebagian
- juga para asatid atau para daiah ya ee
- mungkin kita enggak sebut ulama karena
- tidak layak dengan makam itu. Mereka
- apa? ee mengatakan bahwa apa [mendengus]
- yang terjadi di Palestina ini selain
- takdir itu bahagian dari ulah
- orang-orang Palestin yang tidak taat
- kepada Allah dalam beribadah [mendengus]
- kurang. Akhirnya Allah berikan ee
- bencana seperti itu. Kalau bicara
- mengenai penduduk Gaza, bagi orang yang
- pernah masuk ke Gaza akan menyaksikan
- bagaimana rakyat di Gaza itu
- ya betul-betul orang-orang yang
- menjalankan agama dengan baik. Huffadul
- Quran di mana-mana tempat semenjak
- kanak-kanak. Dan kita saksikan bagaimana
- kesatuan mereka, kesalehan mereka. Beda
- dengan orang-orang Palestin yang
- terdapat di tepi barat yang rukun hidup
- bersama Israel. Tapi kalau rakyat
- Palestin terdapat di Gaza, orang yang
- pernah masuk ke dalam menyaksikan
- bagaimana semangat keislaman mereka,
- ketabahan mereka. Bahkan saksikan ketika
- mereka menawan tawanan-tawan Israel
- bukan diperlakukan dengan aniaya,
- diperlakukan dengan mulia. hingga
- tentara Israel memuji mereka
- setinggi-tingginya.
- Ini yang membuat Netanyahu geram. Jadi
- kalau kita perhatikan sama-sama Zionis
- dengan berbagai macam cara menghalalkan
- apa-apa yang diharamkan oleh hukum dan
- undang-undang internasional.
- Dan kita saksikan PBB berdiam berpangku
- tangan. Negara-negara barat juga
- pemerintahan mereka kecuali sedikit dari
- mereka.
- Iya.
- Semua ini menunjukkan kepada kita apa
- yang Allah kabarkan merupakan kebenaran.
- Walan tardal yahudu
- tatabi millat.
- Sekali-kali Yahudi maupun Nasrani tidak
- akan rida kepada kalian hingga kalian
- mengikuti millah mereka. Millah bukan
- agama.
- Iya.
- Arti sikap mereka dalam beragama di mana
- mereka pisahkan. Ya. Agama itu hanya
- ritual. Adapun perjuangan menegakkan
- keadilan di mata mereka itu bukan
- merupakan bahagia dari agama. Oleh
- karena itu, kita saksikan dengan jelas
- bagaimana ya mereka mengajak kita untuk
- beragama seperti mereka.
- I
- toleransi terhadap hal yang tidak benar,
- terhadap perbuatan-perbuatan yang
- bobrok. Dan jangan kita mengurus hal-hal
- yang berhubungan dengan penguasa,
- pemerintahan, perekonomian. Cukup kita
- mengkhusyukkannya dalam ibadah.
- Iya. Kemudian menjauhkan bidah itu
- merupakan perjuangan yang sebenarnya
- seperti yang diserukan ulama-ulama di
- Saudi Arabia. Begitu juga ulama-ulama di
- Emirat Arab. Mari kita berzikir
- mendekatkan diri pada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Itu jihad kita. [tertawa]
- Waliubillah.
- Mungkin sampai sini kali ya.
- Na Ustaz.
- Baik. Terima kasih Ustaz Husin. Ustaz
- Hamzah.
- Ada masukan enggak?
- Pertanyaan-pertanyaan
- ada. Ada. Ustaz.
- Asalamualaikum. Ustaz Hamzah. Ustaz
- Wawas.
- Ee apakah Allah menurunkan rahmat kepada
- siapa orang? Karena ada yang ada yang
- dapat, ada yang tidak. Apakah ada yang
- dapat, ada yang tidak? Itu rahmat.
- Rahmat Allah setiap saat menaungi kita
- dan dicurahkan pada kita. Tapi yang akan
- menerimanya yang memenuhi syarat.
- Sebagai contoh, cahaya matahari terang
- benerang setiap saat di waktu siang.
- Tapi kalau kita menutup pintu kita,
- jendela kita, ya dengan sendirinya kita
- tidak akan menerima cahaya matahari.
- Jadi yang salah bukan Allah yang telah
- memutuskan rahmatnya, tapi kita yang
- menutup diri dari rahmat Allah dengan
- kezaliman, dengan kemaksiatan, dengan
- dosa-dosa besar. Sedangkan Allah
- berfirman, "Inna rahmatallah qoribun
- minal muhsinin." Rahmat Allah amat dekat
- dari orang yang berbuat kebaikan.
- Seandainya siaran televisi dipancarkan
- di seluruh penjuru Indonesia kalau
- enggak punya televisi,
- I
- televisinya rusak.
- Iya.
- Betul gak? Jadi bukan Allah yang berbuat
- zalim, kita yang menjauh penutup diri
- dari rahmat Allah Subhanahu wa taala.
- Subhanakallah wabihamdik asaduahafai.
- Alhamdulillah terima kasihin ustaz
- Hamzah Pak Ustaz Fawas yang demikian
- dialog dalam acara rungan dibawa
- Al-Quran. Kita akan jumpa lagi pada
- dialog berikutnya. Saya Muhammad Krishna
- juga Algi mohon pamit. Wabillah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.