Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Walhamdulillah wasalatu wassalamu ala
- rasulillah wa ala alihi wasohbihi wa
- mawalah. Masih dipancarkan dari Jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimagis
- Cibur, Bekasi. Radio Silaturahim dan
- juga Rasil TV untuk Islam yang satu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwati yang
- dirahmati Allah. Senang sekali di
- kesempatan pagi hari ini kami kembali
- menyapa ikhwan akhwat dalam program
- acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an bersama guru kita Ustaz Husein
- Alatas. Tidak lupa kami mencap
- menyampaikan salam. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Untuk edisi Kamis
- bertepatan dengan 3 Rabiul Akhir ya,
- 1447 Hijriah. Bertepatan juga dengan
- hari ke-25
- di bulan September 2025. Alhamdulillah
- guru kita Ustaz Husein telah hadir di
- studio dan akan melanjutkan renungan di
- bawah naungan Al-Qur'annya dan juga akan
- menjawab beberapa pertanyaan yang sempat
- ee tertunda pekan lalu ya atau pertemuan
- sebelumnya. Baik, kita awali dengan baca
- al-Fatihah bersama yang akan dipimpin
- langsung oleh guru kita Ustaz Husan.
- Kami persilakan Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqimatal
- anamta alaihim
- giril magdubi alaihim wadin.
- Baik, selanjutnya ustaz akan ada kajian
- dulu atau langsung dari pertanyaan?
- sumber ya.
- Baik, [berdehem] saya coba bacakan
- pertanyaan ada tiga. Yang pertama ee dan
- yang kedua mungkin ini ee berhubungan
- dengan ayat-ayat Al-Qur'an, Ustaz.
- Yang pertama ini dari Pak Rahmat di
- Depok. Ee pertanyaan ini yang sering
- ditanyakan oleh non Islam kepada
- ee kaum muslimin. Kata Ustaz, bagaimana
- Islam menjelaskan status wanita? He.
- [berdehem]
- Apakah ada kesetaraan gender yang hakiki
- dalam Islam, terutama jika dilihat dari
- hukum waris, kesaksian di pengadilan,
- dan poligami? Selanjutnya ini dari
- siapa? Hamba Allah tidak menyebutkan
- namanya. Beberapa ayat Al-Qur'an tampak
- ee kontradiktif satu sama lainnya.
- Contohnya ada ayat yang menekankan
- toleransi dan kasih sayang. Sementara
- ayat lain tampak menyerukan kekerasan
- atau hukuman yang keras. Bagaimana
- seorang muslim dapat menyelaraskan
- ayat-ayat ini tanpa mengabaikan salah
- satunya. [berdehem] Dan bagaimana juga
- konteks
- historis dan asbabun nuzul sebab
- turunnya ayat dapat membantu kita
- memahami perbedaan ini. Nah, ini kedua
- pertanyaan terkait dengan ee Al-Qur'an.
- Dan yang ketiga terkait zakat, Ustaz.
- Ini dari Ibu Ci. Mohon maaf di luar tema
- mungkin Ustaz katanya cara menghitung
- zakat yang bagaimana cara menghitung
- zakat yang ada di deposito
- yang jatuh tempo 1 tahun
- dan kalau memang sudah dihitung apa
- untuk bayar zakatnya diambil dari uang
- deposito atau dari tabungan?
- Bolehkah nanti uang zakatnya diberikan
- ke saudara yang memerlukan? Terima
- kasih, Ustaz, pencerahannya. Demikian
- [batuk]
- kita jawab satu persatu. Pertanyaan
- diulang kembali insyaallah.
- Baik, Ustaz.
- [berdehem]
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin hamdan
- katsiran thyiban mubarakan fik
- yuhibbuna.
- Alhamdulillah
- haditanal imani wal islam
- [berdehem]
- wa anarta thqana
- waitana ilaatikal mustaqim.
- Ya muqallibal qulubbit [berdehem]
- qulubana ala dinik
- waj'alna ya rabbana
- bilutfika warahmatik min ibadika al
- mustaqimina ala nahjik almimina bihablik
- asairina ala haddi nabika Muhammadin
- shallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- [berdehem]
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad. Assalamualaika ya Rasulullah.
- Assalamu alaina wa ala ibadillahi
- shihin. Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- [berdehem]
- Allahumma inna naudubika nadilla nudol
- au nazilla nuzal nadlima nudlama najhala
- yuj. Allahumma atina minika rahmah
- waimna min ladunka ilman nafi'na bima
- alamtana.
- [berdehem]
- Rbana zidna ilman walhiknain.
- Amma ba'du.
- Menjawab pertanyaan
- ibu kita ya mengenai hak-hak wanita.
- Apakah pria wanita di mata Allah sama
- kedudukannya?
- Allah Subhanahu wa taala
- yang menciptakan manusia baik pria
- maupun wanita. Allah tidak menjadikan
- standar ukur kemuliaan seseorang dengan
- jenis kelaminnya,
- pria ataupun wanita. [berdehem]
- Siapa saja yang beriman, beramal saleh,
- dia akan meraih
- keutamaan dari sisi Allah Subhanahu wa
- taala. Dengan sendirinya wanita yang
- saleh yang taat kepada Allah,
- yang melaksanakan perintah-perintahnya,
- menjauhi larangannya,
- menjalankan tugasnya dan kewajibannya
- baik kepada Allah, kepada kedua orang
- tua, kepada suami, kepada anak-anaknya.
- Begitu pula masyarakatnya.
- Wanita semacam ini lebih mulia di mata
- Allah daripada pria yang tidak
- melaksanakan tugas dan kewajibannya.
- Jadi, baik pria maupun wanita dalam
- kehidupan dunia ini masing-masing
- menjalankan ujian sesuai dengan peran
- dan tugasnya.
- Perbedaan pria dan wanita tidak
- menentukan kemuliaan seseorang.
- Begitu pula perbedaan yang ada pada
- wanita sesuai dengan fitrahnya,
- perbedaan yang ada pada pria sesuai
- dengan fitrahnya tidak menentukan
- kemuliaan satu dari yang lain. Perbedaan
- ini merupakan perbedaan dalam [berdehem]
- tugas dan peran.
- Bukan karena dia wanita lebih rendah
- daripada pria. Bukan karena dia pria
- lebih mulia dari wanita. Tapi
- masing-masing Allah Subhanahu wa taala
- kenakan kewajiban tanggung jawab sesuai
- dengan perannya.
- Sebagai contoh Allah berfirman dalam
- suratun nisa, [berdehem]
- arrijalu qawwamuna alan nisa.
- Bima fadolallahu ba'dahum ala ba'd
- wabima anfaqu min amwalih.
- Kaum pria.
- Allah Subhanahu wa taala tugaskan
- atas dirinya untuk menjadi apa? Untuk
- menjadi penanggung jawab yang [berdehem]
- menjaga, yang mengayomi, yang
- melindungi, dan meluruskan wanita-wanita
- mereka.
- Oleh karena itu, untuk tugas ini kaum
- pria harus dipersiapkan
- untuk bisa menjalankan tugasnya sebagai
- seorang pemimpin yang bertanggung jawab,
- yang menjaga keluarganya.
- Tidak cukup hanya dengan kekayaan, tidak
- cukup [berdehem] hanya dengan gelar,
- tidak cukup hanya dengan apa? Jabatan.
- Tapi dia harus memahami tugas dan
- kewajibannya. jangan hanya memahami
- haknya, tapi dia memahami tugas dan
- kewajibannya
- baik pada kedua orang tuanya, pada
- pasangannya, pada anak-anaknya, pada
- masyarakatnya. Ini merupakan kewajiban
- setiap pria yang harus dipahami. Oleh
- karena itu, tanggung jawab ulama untuk
- memberikan edukasi dalam hal ini.
- [berdehem]
- Tapi kalau ulama tidak menjalankan
- kewajibannya menyibukkan umat dalam
- pertentangan, perselisihan, maka mereka
- berkhianat terhadap kewajiban mereka.
- Nah, kerusakan yang terjadi di
- tengah-tengah umat di antara yang
- bertanggung jawab adalah para ulama.
- Begitu pula wanita
- dengan tanggung jawabnya dan tugasnya.
- Nah, Allah melihat siapa di antara
- mereka yang menjalankan tugas dan
- kewajibannya.
- Allah jelaskan bahwa laki-laki diangkat
- sebagai pemimpin penanggung jawabnya
- yang
- bertanggung jawab atas keluarga mereka
- sesuai dengan petunjuk Allah.
- Bima fadalallahu ba'dahum ala ba'din.
- Dengan keutamaan yang Allah berikan bagi
- masing-masing. Bukan hanya bagi pria.
- Kaum pria diberikan keutamaan
- disesuaikan dengan tugasnya sebagai
- pemimpin penanggung jawab yang mencari
- nafkah. Ya, wanita juga disesuaikan
- tugas kewajibannya dengan fitrahnya.
- di mana kewajiban yang Allah wajibkan
- tidak merusak fitrah dan kesucian serta
- kehormatannya.
- Kita semua tahu bahwa fitrah laki-laki
- itu apa? Menjadi seorang pemimpin
- penanggung jawab. Maka kebahagiaan dia
- apabila dia mampu untuk betul-betul apa?
- mengayomi, melindungi ya, memberikan
- nafkah bagi keluarga itu kebahagiaan
- dia. Sedangkan wanita fitrahnya
- mendambahkan perhatian, perlindungan,
- kehangatan.
- Kita umpamakan pria bagaikan matahari
- yang memberikan kehangatan dan sinar,
- wanita bagaikan bumi yang menyerap
- kehangatan dan sinar tersebut. Ini
- merupakan fitrah yang diakui oleh setiap
- manusia, apapun bangsanya. apapun
- sukunya, apapun rasnya, apapun warna
- kulitnya, fitrah laki-laki itu ya
- adalah apa? Fitrah yang sifatnya
- berdiri tegak, mengayumi keluarganya,
- menjadi pelindungnya.
- Tapi kalau dia tidak mampu untuk
- melakukan kewajibannya, dia akan merasa
- dirinya betul-betul apa? Akan merasa
- dirinya lemah,
- dia merasa malu, dia merasa tidak
- berdaya. Sebaliknya perempuan
- kalau dibalik fitrahnya
- atau di balik tugasnya berlawanan dengan
- fitrahnya perempuan yang mencari nafkah,
- perempuan juga yang memberikan
- kehangatan perlindungan bagi laki-laki,
- pasti dua-duanya akan menderita.
- Jadi masing-masing diberikan keutamaan
- dan tugas yang sesuai dengan fitrahnya
- tidak seperti saat ini. Banyak
- wanita-wanita
- yang bekerja berlawanan dengan
- fitrahnya.
- Banyak juga kaum pria yang bekerja
- berlawanan dengan fitrahnya. Iya.
- Akhirnya yang laki-laki bukan laki-laki,
- yang wanita bukan wanita. Lahir jenis
- yang ketiga yang tidak kita kenali sama
- sekali yang berlawanan dengan fitrah.
- [mendengus]
- Jadi pria maupun wanita di hadapan Allah
- ya sama. Allah tidak membeda-bedakan di
- antara mereka. Kalau ada riwayat-riwayat
- yang merendahkan kaum wanita, ketahuilah
- itu bukan riwayat yang datang dari Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam. Itu merupakan riwayat
- israiliyat ya. Sebagaimana yang terjadi
- tengah-tengah ya
- mereka yang memeluk agama Yahudi, yang
- merendahkan wanita, menyepelekan mereka.
- Ternyata riwayat-riwayat dari mereka
- masuk ke dalam ajaran Islam, baik sadar
- maupun tidak disadari.
- [mendengus]
- Oleh karena itu Allah jelaskan pria
- maupun wanita ba'dukum min ba'din
- sebagian kalian dari sebagian yang lain.
- Siapa yang mengingkari bahwa dirinya
- lahir dari seorang wanita
- yang siang malam merawat dirinya?
- ya, bahkan mengorbankan ketenangannya,
- istirahatnya,
- seluruh miliknya demi kebahagiaan
- anaknya.
- Bukan hanya 9 bulan dalam kandungan,
- bukan hanya 2 tahun menyusui, bahkan
- walaupun telah menjadi orang dewasa, ibu
- tetap memandang anaknya yang sudah
- dewasa ini apa? Sama dengan memandangnya
- pada saat kanak-kanak. Bila anaknya
- sakit, anaknya susah, ternyata ibu lebih
- susah dibandingkan anaknya. Ini
- pengorbanan ibu yang begitu besar. Allah
- Subhanahu wa taala berikan imbalan juga
- sesuai dengan perannya. Di mana
- kebaktian pada ibu sebagaimana yang
- diterangkan dalam sunah nabi kita tiga
- kali hak ayahnya.
- Ketika seorang bertanya, "Ya Rasulullah,
- siapakah
- yang paling berhak, paling utama
- menerima kebaktianku?"
- Rasulullah mengatakan, "Ummuka ibumu."
- Lalu kembali dia bertanya, "Tumma man ya
- Rasulullah?" Kemudian, "Siapa wahai
- Rasulullah?" Dijawab, "Ummuka."
- Kembali dia bertanya, "Tumma man ya
- Rasulullah?" Dijawab oleh Nabi, "Ummuka
- baru yang keempat kemudian ayah kamu."
- Ini bukan berarti Allah membedakan dan
- mengutamakan wanita atas pria tanpa
- dasar. Tidak. Sesuai dengan pengorbanan
- dan jasa mereka, Allah berikan balasan
- mereka. Fammaltin
- khair yarar wal mqartin.
- Karena pengorbanan ibu lebih besar
- daripada ayah. Ayah yang mencari nafkah,
- yang bekerja ya, yang menyediakan tempat
- tinggal kediaman pakaian, tapi yang
- paling banyak mengorbankan dirinya,
- waktunya, kecintaannya pada anak adalah
- ibu.
- Oleh karena itu, di dalam Al-Qur'an
- tidak ada satuun ayat yang menjelaskan
- bahwa wanita itu lebih inferior
- dibandingkan apa? Kaum pria.
- Kalau seandainya wanita dalam Al-Qur'an
- dijelaskan sebagai apa? Sebagai
- pendamping suami.
- Hunna libasul lakum wa antum libasul
- lahun. Mereka pakaian yang menutupi
- aurat kalian. Begitu juga kalian sebagai
- penutup aurat mereka. Nah, kalau kalian
- menceritakan kejelekan pasangan kalian,
- sama saja kalian menanjangi diri kalian.
- Betul gak?
- Oleh karena itu, kerukunan kedamaian
- akan membawa rasa sakinah, menumbuhkan
- rasa mawadah, rahmah di hati mereka
- hingga masing-masing menjalankan
- tugasnya bukan sebagai seorang apa yang
- diintimidasi atau dimanfaatkan. Tidak.
- Masing-masing menjalankan tugasnya
- dengan penuh kebahagiaan, dengan rasa
- sakinah. Pria merasakan sakinah bersama
- istrinya, istri juga merasakan sakinah
- bersama suaminya.
- Istri di saat dia bekerja di rumah,
- mengurus anaknya, memasak, kebahagiaan
- dia yang paling indah itu di saat dia
- mendapatkan sebutan baik dari suaminya.
- Betul gak?
- Iya.
- Begitu juga suami kebahagiaannya di saat
- dia pulang membawa sesuatu yang
- membahagiakan, menyenangkan istrinya
- sebagai tugas dan kewajibannya. Ini
- fitrah manusia. [mendengus]
- Tapi kalau dibalik keadaannya, wanita
- yang keluar bekerja, laki-laki di rumah
- merawat anak, kita bisa bayangkan apa
- akibatnya.
- Nah, kalau ada perbedaan
- dalam tugas, ya itu bukan berarti yang
- satu lebih rendah daripada yang lain.
- Sebagai contoh, [mendengus] perbedaan
- dalam hak waris.
- Laki-laki mendapatkan dua bahagian, ya.
- dari apa saudarinya yang perempuan.
- Kita bertanya di sini, siapa [mendengus]
- yang berkewajiban memberikan nafkah?
- Laki-laki
- siapa yang berkewajiban menyediakan
- kebutuhan istrinya [berdehem] dan
- anak-anaknya dari mulai pakaian, makan,
- rumah.
- Siapa yang membayar mahar? laki-laki.
- Jadi wanita ketika dia menerima warisan,
- dia tidak punya kewajiban untuk
- mengeluarkan nafkah bagi suami maupun
- anaknya. He.
- Tapi yang mengeluarkan ya adalah suami.
- Jadi apa yang didapatkan oleh suami dua
- kali bahagian wanita sebetulnya kembali
- kepada siapa?
- Wanita.
- Kembali kepada istrinya, kembali pada
- anaknya. He.
- Lalu orang bertanya, "Ustaz,
- kalau dia mendapatkan dua kali bahagia
- dari warisan, saudari perempuannya kan
- bukan istrinya."
- Hm.
- Betul gak? Bukan istrinya.
- Sedangkan istrinya wanita lain yang
- bukan merupakan ahli waris.
- Iya.
- Di mana keadilan? Jawabannya sederhana.
- Kalau saudari perempuannya,
- saudari perempuannya
- katakan
- tidak memiliki sesuatu untuk
- menghidupkan dirinya, tidak memiliki
- rumah, siapa yang wajib menyediakan
- kebutuhannya?
- Saudaranya.
- Hm. Walinya jadinya, ya.
- Jadi saudaranya itu yang bertanggung
- jawab untuk menyediakan rumah baginya
- juga kebutuhannya.
- Iya. Iya. Bahkan pada saat dia mau
- menikah, saudaranya juga yang
- bertanggung jawab.
- Iya.
- Artinya Allah berikan dia bahagian dua
- kali lipat. Dia bertanggung jawab bukan
- hanya pada istrinya. Ketika Allah
- berfirman, "Arrijalu qawamuna alanisa."
- Itu bukan hanya menunjuk istri, wanita
- di sini termasuk saudari perempuannya.
- Paham gak?
- Paham. Iya.
- Bagi ibunya.
- Hm.
- Begitu juga apa? Kemenakannya apabila
- membutuhkan
- membutuhkan apa? membutuhkan
- perlindungan karena orang tuanya
- meninggal dunia itu menjadi tanggung
- jawab laki-laki. Jadi kata Annisa di
- sini jangan diartikan hanya sebatas
- istri.
- He.
- Di mana laki-laki yang bertanggung jawab
- untuk mengayomi, melindungi
- wanita-wanita mereka. Jadi di saat
- seorang laki-laki menerima dua kali
- bahagia saudari perempuannya,
- ketahuilah saudari perempuan kamu
- amanat. He.
- Tapi karena orang tidak memahami
- Al-Qur'an, tidak memahami ajaran Allah,
- kita saksikan bagaimana saudara
- mengabaikan saudaranya atau saudarinya.
- [mendengus]
- Padahal kita berkewajiban berkontribusi
- dengan kelebihan harta kita pada siapa?
- Pada orang lain, kan? Iya. Zakat. Pada
- keluarga? Pada keluarga Allah Subhanahu
- wa taala dengan tegas berfirman,
- "Yas'alunaka
- yunfiquun." Mereka bertanya padamu, apa
- yang mereka mesti infakkan?
- Allah tidak menjawab apa yang mesti
- diinfakkan, tapi Allah menerangkan
- prioritas orang yang
- berhak untuk menerima perhatian kita.
- Qul ma anfaqtum min khairin. Katakan
- pada mereka, "Wahai Rasulullah, apa saja
- yang kalian infakkan dari kebaikan?"
- Ya, yang pertama-tama menerima siapa?
- Falil walidaini wal aqrabin.
- Pertama-tama sebelum orang lain, kedua
- orang tua kita. I
- kemudian kerabat-kerabat kita.
- Kata aqrabin itu yang terdekat kepada
- kita.
- Istri kita, anak kita itu tidak termasuk
- dalam apa? Dalam sebutan tadi. Tapi
- aqrabin termasuk saudari perempuan kita,
- saudara laki-laki kita.
- Paman dari ayah, [berdehem] paman dari
- ibu, kemenakan itu akrabun.
- Kerabat, Ustaz, ya.
- Iya. Ya, kata akrab yang terdekat.
- Yang terdekat.
- Kalau qarib dekat, kalau akrab yang
- paling dekat dengan kita. Jadi sebelum
- kamu bicara tentang zakat yang keluar,
- pertama-tama kewajiban kamu kepada kedua
- orang tua kamu dan orang yang terdekat
- dengan kamu.
- Iya.
- Falil walidaini wal aqrabin. Kemudian
- wal yatama wal masakin wabil. Setelah
- itu baru anak-anak yatim. Apalagi yatim
- dari keluarga kita.
- H
- orang-orang miskin ya yang kurang
- kebutuhannya tapi malu untuk
- meminta-minta
- itu harus mendapatkan perhatian. Ibnu
- Sabil orang yang kehabisan bekal.
- Contohnya dia belajar menuntut ilmu.
- Heeh.
- Kehabisan bekal. Mereka punya hak pada
- kelebihan harta kita. He.
- Nah, dengan sendirinya untuk kedua orang
- tua itu bukan zakat kan.
- Iya.
- Betul gak? Jadi kalau seandainya uang
- kita ini kelebihannya habis untuk kedua
- orang tua kita, kerabat kita, kita
- enggak wajib mengeluarkan zakat.
- He.
- Jadi setelah kita mencukupi kebutuhan
- kita dengan sendiri kita berikan untuk
- orang tua,
- kerabat yang membutuhkan.
- Kalau kita punya kelebihan, baru
- tanggung jawab kita kepada yang jauh.
- Jangan kita menyirami yang jauh, lupa
- yang dekat. He.
- Jadi kalau kita membantu kerabat-kerabat
- kita itu meringankan beban.
- Betul gak? meringankan beban dan
- kewajiban umat. Kalau setiap yang kaya
- peduli terhadap orang yang dekat dengan
- dirinya, maka yang menerima zakat akan
- berkurang. Betul gak? [mendengus]
- Jadi kalau kita perhatikan bersama-sama
- di sini dalam hak waris yang dibedakan
- antara pria wanita kalau dipahami
- betul-betul hikmah di balik semua ini
- sebagaimana firman Allah arrijalu
- qawamuna al nis niscaya ya wanita
- betul-betul akan mendapatkan
- perlindungan, akan mendapatkan jaminan
- dan juga kehangatan karena perhatian
- dari kerabat-kerabat mereka.
- Jadi kalau ada satu keluarga meninggal
- dunia, ayah ibunya memiliki anak
- laki-laki dan perempuan yang laki-laki
- menerima dua bahagia,
- si wanita menikah dia tidak mengeluarkan
- nafkah kecuali kalau dia mengeluarkan
- dengan keikhlasan sendiri. Si wanita
- mengalami kesusahan, saudara
- laki-lakinya.
- Karena Allah sudah menitipkan wanita ini
- pada pria tersebut. Arrijaluqwamuna alan
- nisa. Kalau dia membutuhkan, saudara
- jangan mengatakan saya menolong
- alakadari. Tidak. Kewajiban kamu sebagai
- saudara untuk menanggung saudari
- perempuan kamu.
- Kalau saudari perempuan yang membutuhkan
- biaya pengobatan, saudara laki-lakinya
- bersama-sama, bekerja sama, kalau tidak
- mampu sama sekali baru orang di luar
- mereka. Setelah itu.
- Jadi betul-betul perlindungan Allah
- terhadap wanita ini luar biasa. sesuai
- dengan fitrahnya, kodrat yang
- membutuhkan perhatian, kehangatan,
- perlindungan. [mendengus] Ya Allah
- Subhanahu wa taala juga
- dalam pembahagian disesuai dengan beban
- yang dipikul oleh seseorang. La
- yukallifulahu nafsan illa usaha. Nah,
- kalau seandainya saat ini laki-laki
- tidak menjalankan kewajibannya, maka
- dengan sendirinya ulama wajib memberikan
- penerangan. Dan dalam Islam, pemerintah
- bertanggung jawab untuk menghukum
- mengenakan sanksi bagi pria-pria yang
- tidak menjalankan kewajibannya.
- Tidak seperti negeri kita saat ini.
- Laki-laki kawin sana, kawin sini ya
- tidak bertanggung jawab. Mirip dengan
- ayam jantan.
- Banyak laki-laki yang kaya raya,
- saudara-saudarinya hidup dalam
- penderitaan dan kemiskinan. Saya
- menyaksikan sendiri dengan mata kepala
- ini semua tidak menggambarkan sebagai
- apa? sebagai manusia yang beriman. Hanya
- namanya sebagai seorang muslim, tapi
- tidak terdapat iman di hatinya karena
- mengabaikan kewajibannya kepada Allah.
- [berdehem] Kemudian berkaitan dengan
- kesaksian. Kenapa kesaksian
- wanita dua berbanding satu? H
- dua wanita
- satu pria. Kenapa?
- Karena wanita secara fitri lebih kuat
- emosinya daripada akal sehatnya.
- [berdehem]
- di mana kalau dia menyaksikan satu
- kasus, rasa belas kasihan dia itu ya
- lebih kuat dibandingkan keadilan.
- He
- perasaannya saja.
- Jadi terkadang karena rasa belas kasihan
- ya kesaksiannya
- tidak dilaksanakan secara benar. Kasihan
- si fulan. Allah mengatakan ya
- ayyuhalladzina amanu kunu qawwamina
- bilqisti syuhadaillah. Wahai orang yang
- beriman, hendaklah kalian betul-betul
- menjadi penegak keadilan dan
- melaksanakan kesaksian kalian
- semata-mata karena Allah.
- Inyakun ghanian walau alal walidaini wal
- aqrabin ya. Walau ala anfusikum ail
- walidaini wal aqrabin. Walaupun
- konsekuensinya merugikan diri kalian eh
- diri kalian. Jadi ya ayyuhalladzina
- amanu kunu qawwamina bilqisti syuhada
- lillah. Wahai orang yang beriman,
- hendaklah kalian menjadi penegak
- keadilan, melaksanakan kesaksian kalian
- semata-mata karena Allah. Walau ala
- anfusikum. Walaupun konsekuensinya,
- kesaksian yang benarnya merugikan
- kalian.
- Awil walin atau merugikan kedua orang
- tua kalian karena dia salah.
- Kemudian wal aqrabin ataupun merugikan
- kerabat kalian. Walau ala anfusikum
- walida aq. Inakun ganian faqiran aula
- bihima.
- Baik dia kaya miskin itu bukan mewenang
- kalian. Kalian sampaikan apa adanya
- jangan karena miskin kalian kasihan.
- Fallahu aula bihim. Allah subhanahu wa
- taala lebih apa? Lebih cinta, lebih
- memberi perhatian dibandingkan kalian
- kepada mereka. Kalian cuma belas kasihan
- kalau Allah tahu mana yang baik bagi
- kalian.
- Jangan karena mengikuti hawa nafsu,
- perasaan kalian tidak berlaku adil. Nah,
- fitrah kasihan ini
- pada wanita cukup kuat, emosinya lebih
- kuat daripada akalnya. Oleh karena itu,
- untuk menjaga agar wanita tidak terbawa
- emosinya hingga keluar dari keadilan,
- Allah dudukkan dua perempuan sama dengan
- satu laki-laki. Tapi bukan berarti semua
- laki-laki itu punya rasa keadilan. H.
- Kalau hidup dalam lingkungan yang salah,
- pendidikan yang salah, laki-laki bisa
- apa? Rusak. Oleh karena itu, diharuskan
- dalam mempersaksikan seseorang yang adil
- dari kalian. Wanita juga dipilih yang
- adil. Jadi bukan berarti meremehkan
- wanita. Bukan berarti meremehkan
- wanita.
- Wanita. [mendengus]
- Kemudian berkaitan dengan apa?
- Poligami.
- Poligami.
- Kira-kira mana yang lebih baik seorang
- laki-laki yang mengumbar syahwatnya
- dengan liar berpindah dari wanita ke
- wanita. Dia beristri satu. Di saat dia
- butuh, istrinya tidak mampu untuk
- memenuhi. Ya, dia mengumbar syahwatnya
- secara liar di luar.
- Dengan dia menikah dengan wanita lain,
- dia perlakukan istri pertamanya dengan
- mulia, yang kedua dengan mulia dan dia
- punya kemampuan. atas itu
- laki-laki yang menikah ya lebih dari
- satu, dua tiga atau empat katakan tapi
- bertanggung jawab penuh keadilan.
- Kira-kira mana yang lebih baik
- dibandingkan laki-laki yang mengumbar
- syahwatnya ke sana kemari membawa
- penyakit menimbulkan kerusakan
- bahkan bisa menimbulkan apa? Keruntuhan
- rumah tangga.
- Dan harus dipahami bahwa poligami itu
- bukan perintah dari Allah atau sunah
- Rasul, bukan. Allah berfirman dalam
- suratun nisa, "Wainftum
- alla tuqsitu filatama
- minisum
- fawahidah."
- Kalau kalian khawatir
- tidak mampu untuk berlaku adil,
- memberikan nafkah yang sama yang adil
- pada saat kalian menikahi anak-anak
- yatim,
- maka hendaklah untuk menghindari
- kezaliman, silakan kalian menikah dengan
- wanita-wanita yang tidak berstatus yatim
- yang kalian sukai,
- baik dengan dua istri, dengan tiga
- istri, atau empat istri. istri.
- Tapi kalau kalian takut tidak mampu
- berlaku adil di antara dua istri atau
- lebih, maka fanqihu wahidatan.
- Fawahidatan di sini fangqihu. Cukup kali
- menikahi satu istri.
- Jadi pada masa jahiliah dulu
- seorang kalau meninggal dunia
- meninggalkan anak perempuan,
- orang tuanya meninggalkan harta. Maka
- yang merawat anak perempuan yang belum
- dewasa ini adalah pamannya biasanya atau
- saudara laki-lakinya.
- [mendengus]
- Nah, pada saat si wanita ini ya dewasa
- mau menikah,
- sang paman berpikir daripada perempuan
- ini pergi kepada pria lain, hartanya
- akan dibawa, lebih baik saya nikahkan
- dengan anak saya.
- H
- sepupuhnya kan?
- Iya.
- Hartanya tidak diberikan.
- dinikahkan perempuan dengan anaknya.
- Maharnya tidak diberikan, hartanya pun
- tidak diberikan
- karena kemunakannya.
- Iya.
- Nah, Allah mengatakan kalau kalian
- khawatir tidak berlaku adil pada
- anak-anak yatim
- daripada menzalimi mereka, silakan
- kalian menikahi wanita lain dengan
- memberikan hak mereka secara penuh. Oleh
- karena itu, Allah gunakan kata tuqsitu
- fainftum allaqsitu.
- Kalau kalian khawatir tidak berlaku adil
- dengan memberikan hak mereka. Alqistu
- itu memberikan hak seseorang
- maka apa? Fihuakum minisa.
- Silakan bukan perintah. Silakan kamu
- menikahi wanita baik dengan dua istri,
- tiga istri atau empat istri.
- Tapi ingat fainftum alla tadilu. Kalau
- kalian tidak mau berlaku adil menjaga
- keseimbangan di antara dua istri atau
- lebih, maka satu.
- Oleh karena itu, alamru
- ba'das syarti lil ibahah. Kalau ada
- perintah datang setelah syarat seperti
- uslub ini, maka itu bukan menunjukkan
- kewajiban, tapi menunjukkan kebolehan.
- Tapi kebolehan dengan syarat berlaku
- adil.
- Oleh karena itu, laki-laki yang masuk ke
- dalam kehidupan poligami, pertama dia
- mampu untuk memberikan nafkah dengan
- baik, ya.
- Mampu untuk menegakkan keadilan, tidak
- akan menzalimi istri-istrinya.
- Sebetulnya yang membuat wanita ini
- menderita bukan karena poligami. Yang
- membuat dia bahagia bukan karena apa?
- Monogami. Tidak.
- Tapi keadilan.
- Kemudian rahmat.
- Keadilan dan rah rahmat. Kalau wanita
- diperlakukan dengan adil dan mulia,
- memang tidak ada wanita yang mau
- dipoligami kalau bisa satu suami untuk
- dirinya. Tetapi keadaan terkadang ya
- berbeda dengan harapannya. Contohnya ada
- seorang wanita tidak lagi mampu untuk
- digauli
- karena kondisi atau karena menopaus dia
- merasakan sakit di saat digauli.
- Laki-lakinya masih muda, masih punya
- kebutuhan.
- Pilihan dia menikah atau berzina?
- [mendengus]
- Dengan sendirinya pilihan yang Allah
- Subhanahu wa taala tunjukkan lebih baik
- dengan syarat berlaku adil. Jangan hanya
- sekedar kawin untuk mengumbar
- syahwatnya. Menclok sana, main celok
- sini. Percis seperti ayam jantan pindah
- dari betina ke betina. Sedangkan yang
- merawat susah payah si betina. Betul
- gak?
- Jadi perlu kita pahami bahwa manusia di
- mata Allah sama pria maupun wanita kalau
- ada perbedaan tugas bukan berarti wanita
- lebih inferior dibandingkan laki-laki.
- Tapi sesuai dengan apa? sesuai dengan
- fitrahnya Allah berikan mereka
- kewajiban. Oleh karena itu, wanita kalau
- harus meninggalkan rumah,
- bekerja sebagaimana suaminya,
- dari mulai pagi hingga sore, si
- laki-laki pun demikian. Waktu pulang ke
- rumah masing-masing letih.
- Si laki-laki membutuhkan sambutan istri,
- kehangatannya, dia tidak jumpai.
- Akhirnya apa?
- Pada saat siang hari dia bekerja,
- bersemangat, bergairah, akhirnya mulai
- berkenalan dengan wanita lain di kantor.
- Si wanita juga sama berkenalan dengan
- pria teman-temannya di kantor. Terjadi
- perselingkuhan, perbuatan dosa.
- Oleh karena itu Allah bagi tugas mereka.
- Kalau wanita harus bekerja, bekerja
- dalam pekerjaan yang tidak merusak
- kehormatannya,
- yang menjaga kesuciannya, yang menjaga
- juga kehormatan suami dan tidak sama
- sekali mengorbankan anak-anak. Jangan
- diserahkan pada pembantu.
- Akhirnya jiwa anak tersebut jiwa
- pembantu bukan jiwa apa?
- Orang tuanya.
- Iya.
- Pada saat pembantunya pulang kampung, si
- anak menangis mencari ibu asuhnya
- kehilangan. Sedangkan kalau ibunya pergi
- berbulan-bulan si anak diam saja.
- Kenapa? Karena dia tidak merasakan
- kedekatan si ibu. Ibu hanya membelikan
- dia susu, memberikan dia pakaian, tapi
- kehangatan tidak diberikan. Jadi
- hendaknya wanita yang bekerja tidak
- mengorbankan kewajiban dia sebagai
- istri, tidak mengorbankan kewajiban dia
- sebagai ibu,
- dan laki-laki yang bekerja juga tidak
- mengorbankan kewajiban dia sebagai suami
- dan ayah.
- Jadi pekerjaan yang sesuai dengan
- kewajiban yang mereka laksanakan dan
- fitrah masing-masing. Jadi jangan
- sekali-kali Bapak atau Ibu beranggapan
- wanita lebih inferior dari laki-laki.
- Tidak. Kalau ada perbedaan tugas sesuai
- dengan fitrah masing-masing. Wallahuam.
- Baik, Ustaz. Ee pertanyaan yang kedua,
- Ustaz tadi terkait dengan ayat Al-Qur'an
- yang tampak kontradiktif satu sama lain,
- Ustaz. Heeh.
- Ada ayat yang menekankan toleransi dan
- kasih sayang. Sementara ayat lain tampak
- menyerukan kekerasan atau hukuman yang
- keras. Bagaimana seorang muslim dapat
- menyelaraskan ayat-ayat ini tanpa
- mengabaikan salah satunya? Dan bagaimana
- konteks historis dan asbabun nuzul sebab
- turunnya ayat dapat membantu kita
- memahami perbedaan ini.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [mendengus]
- Rabbana zidna ilman walhikna bisolihin.
- Kita dalam memahami Al-Qur'an
- yang merupakan referensi
- utama dalam agama kita. pedoman hidup
- yang Allah turunkan
- ya kepada Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam yang merupakan
- cahaya,
- petunjuk,
- rahmat
- dan juga pembeda di antara yang hak dan
- batil.
- Nama-nama ini menunjukkan karakteristik
- Al-Qur'an.
- Dia sebagai cahaya yang menyingkap
- kegelapan, sebagai petunjuk yang benar,
- sebagai rahmat.
- Begitu juga sebagai pembeda di antara
- yang hak dan batil.
- Dalam menyampaikan dakwah, ya Islam ya
- menyampaikan dakwah dengan adab dan
- kekuatan logika.
- Kekuatan
- logika. logika dia menyampaikan dengan
- hikmah menjelaskan bukti-bukti kebenaran
- sebagaimana yang dicontohkan dalam
- Al-Qur'an. Para nabi, para rasul semua
- berdakwah menyampaikan pesan-pesan Allah
- dengan baik dengan kata-kata yang
- santun. Malah mereka yang dicaci,
- dimaki, bahkan diperangi.
- H
- betul gak? Tapi dari mulut mereka pernah
- tidak keluar kata-kata yang tidak baik?
- [mendengus]
- Laq arsalna nuhan
- faq yaudullahum
- min ilahin
- waadin akhum huda qudullahaum
- mengajak mereka kembali pada Allah
- bersama-sama menuju Allah kalian tidak
- punya tuhan selain dari Allah ternyata
- jawaban mereka pada saat mereka tidak
- mampu menjawab argumen yang dibawakan
- oleh para nabi mereka mengancam
- untuk mengusir dan membunuh. Waqalladina
- kafaru lirusulihim lanhrijanna
- min ardina aa taudunna fi millatina.
- Orang-orang kafir berkata kepada para
- rasul, "Kalau kalian tidak kembali ke
- dalam millah kami, kami akan mengusir
- kalian
- atau kalian kembali ya kepada apa?
- Millah kami. Bagaimana Firaun juga
- mengancam untuk membunuh, membantai dan
- sebelumnya melakukan perbuatan-perbuatan
- biadab. Firaun di Musa diperintahkan
- datang kepada siapa? Kepada
- Firaun
- untuk menyampaikan pesan Allah dengan
- kata-kata yang lembut.
- Betul gak?
- Betul.
- Dengan kata-kata yang lembut. Hallaka
- ila an tazakka. Bukan dengan paksaan.
- Jadi para nabi, para rasul termasuk nabi
- kita dalam menyampaikan dakwahnya dengan
- adab, dengan kekuatan logika, tidak
- pernah sekalipun dalam menyampaikan
- dakwah menggunakan logika kekuatan.
- Pernah gak?
- Adapun peperangan, peperangan ya yang
- dilakukan nabi kita bersama kaum
- musyrikin
- bukan peperangan untuk memaksa orang
- beriman.
- Allah Subhanahu wa taala jelaskan dalam
- suratul Haj pada ayat yang pertama
- mengizinkan perang udina lilladina
- yuqataluna biannahumulimu wa innallaha
- ala nasrihim laqadir. Diizinkan ya
- berperang untuk mereka-mereka yang
- diperangi secara aniaya dan Allah maha
- kuat untuk membantu mereka.
- Jadi kalau antum lihat dalam suratul
- haj, begitu pula dalam suratul baqarah
- dalam ayat-ayat yang banyak kita jumpai
- dengan mengaitkan ayat dengan ayat
- dikumpulkan semuanya menjadi satu. Akan
- jelas bagi kita tujuan peperangan dalam
- Islam tidak ada satuun yang bertujuan
- untuk memaksa orang yang berbeda agama
- untuk masuk ke dalam Islam.
- Dalam suratul baqarah, waqatilu
- fibilillahilladzina
- yuqatilunakum.
- Berperanglah di jalan Allah
- memerangi orang-orang yang memerangi
- kalian.
- Waqatilu fibillahinaq
- waqatilu fibillahilladina yuqatilunakum.
- sampai pada firman Allah, walaadu
- innallaha yuhibbul mutadin. Jangan
- melampaui batas memerangi orang-orang
- yang tidak memerangi kalian, yang tidak
- mengangkat senjata. Maka Nabi melarang
- kita mengganggu orang-orang tua, wanita,
- anak-anak yang berada di rumah-rumah
- ibadah.
- Jadi yang diperangi siapa? Yang
- diperangi
- orang-orang yang memerangi kita atau
- melakukan kezaliman.
- Nah, dalam hal ini Allah perintahkan
- kita bersikap keras.
- Bersikap keras
- keras. Tapi terhadap orang-orang yang
- baik, yang damai bersama kita. Allah
- katakan dalam Quran apa? Lahakumullahina
- lam yuqtirukum fiddin walam yukhrijukum
- min diarikum anabaruhumitu
- ilaihim. Inallah yuhibbulidin.
- Allah tidak melarang kalian dari orang
- yang tidak memerangi kalian dalam agama
- ya dan tidak mengusir kalian dari
- rumah-rumah kalian untuk bersikap baik
- terhadap mereka,
- berlaku adil terhadap mereka. Allah
- mencintai orang yang berbuat adil. Tapi
- terhadap orang yang memerangi kita,
- enggak mungkin kita membelai mereka.
- Mereka menggunakan senjata, menghunusnya
- di hadapan kita, tahu-tahu kita apa?
- Membelai mereka.
- membiarkan kita dianiat tidak mungkin.
- Jadi sikap keras ditunjukkan pada orang
- yang zalim. Fainahu falawana illa
- alimin. Kalau mereka menghentikan
- kekerasan, maka dilarang kita untuk
- mengganggu ya orang-orang kecuali yang
- berbuat zalim dari mereka.
- Oleh karena itu, pada masa Nabi, Nabi
- bertetangga dengan orang Yahudi,
- orang Nasrani tidak mengganggu mereka
- kecuali pada saat mereka berencana
- membunuh Nabi atau bersekongkol dengan
- orang-orang musyrik untuk memerangi.
- Jadi ayat-ayat yang keras ini terhadap
- yang zalim, sedangkan terhadap yang
- tidak berbuat kezaliman kita diizinkan
- Allah untuk berbuat baik, berlaku adil
- pada mereka. Bahkan kita tidak boleh
- memaki-maki Tuhan. Mereka tidak boleh
- sama sekali mengganggu darahnya.
- Demikian pula
- hartanya ataupun kehormatannya. Ini yang
- diajarkan Islam. Tapi banyak orang-orang
- Islam yang memahami Al-Qur'an
- sepotong-sepotong.
- He.
- Ayat-ayat yang seharusnya digunakan
- menghadapi orang yang zalim dipergunakan
- untuk menghadapi orang yang tidak
- berbuat zalim. Jadi bukan Qurannya yang
- salah, tapi apa? manusianya ini yang
- tidak paham Al-Qur'an.
- Jadi muslimin yang zalim kalau kita sa
- nah akhirnya makanya kita ya hanya boleh
- memerangi mereka yang memerangi kita
- dalam agama. Tapi kalau seandainya yang
- berbuat salah kita, yang berbuat zalim
- kita, kita harus memperbaiki kesalahan
- kita.
- Betul gak? Bayangkan mereka diganggu,
- dianiaya oleh orang-orang Islam. Mereka
- mengangkat senjata memerangi kita. He.
- Maka dalam hal ini ya yang bersalah
- kita. Allah tidak membenarkan perbuatan
- kita karena Allah tidak melihat dia
- muslim atau nonmuslim. Allah lihat
- kebenaran dan keadilan. Walaupun seorang
- muslim kalau dia memfitnah seorang
- nonmuslim,
- ternyata yang benar nonmuslim tetap
- dalam pengadilan yang benar itu yang
- dibela.
- Iya.
- Oleh karena itu, fanatisme terhadap
- katakan sesuatu yang membutakan mata
- kita itu diharamkan dalam agama. Kata
- ashabiyah itu diambil dari kata asabah
- yang artinya perban.
- Kalau orang ditutup matanya I
- ya
- dia enggak bisa bedakan mana putih, mana
- hitam kan.
- Nah, Allah tidak menginginkan hal ini.
- Allah ingin kita itu terbuka mata kita
- melihat dengan benar, mengambil
- keputusan dengan benar. Jadi ayat-ayat
- dalam Al-Qur'an
- yang memerintahkan kita bersikap keras
- terhadap orang-orang kafir ini maksudnya
- di medan perang. Mereka yang melakukan
- kezaliman. Adapun orang yang berbeda
- agama tapi tidak melakukan kezaliman,
- kita tegas dalam keyakinan. Qul ya
- ayyuhal kafirun. Katakan wahai
- orang-orang yang kafir kepada Allah,
- kepada rasulnya.
- La a'budu ma'udu. Sekali-kali dalam
- prinsip kami tidak akan menyembah apa
- yang kalian sembah. W antum abiduna
- ma'bud. Dan kalian pun tidak menyembah
- apa yang kami sembah. Walaupun kalian
- mengatakan kita beriman, tapi iman
- kalian berbeda dengan kami.
- W abidum abum. Dan sekali-kali saya
- tidak menyembah apa yang kalian sembah.
- Begitu juga wala antum abidu nama abud.
- Dan kalian pun tidak sama sekali apa
- menyembah apa yang saya sembah dan kami
- tidak akan paksa kalian.
- Lakum dinukum walin. Nah, silakan
- jalankan agama kalian. Begitu juga saya.
- Ada enggak paksaan di sini?
- Lana amaluna wakumal.
- Bagi kami amal kami bagi kalian amal.
- Tapi kalau kalian mengangkat senjata
- melakukan teror,
- kalian bekerja sama dengan musuh, maka
- kami perangi bukan karena berbeda agama.
- Iya. Iya.
- Karena kezaliman yang kalian lakukan.
- Jadi sebetulnya kalau kita mau memahami
- Al-Qur'an, mengaitkan ayat dengan
- ayatnya, saling menafsirkan, tidak
- mungkin terjadi kesalahan. Oleh karena
- itu Allah berfirman dalam surah Al-Hijr
- mengancam mereka yang menafsirkan Quran
- sepotong-sepotong.
- Kama anzalna alal muqtasimin
- ja'alul qurabidinbika
- ajma yal.
- Allah Subhanahu wa taala telah
- memberikan peringatan ya. Qul inni an
- nadirul mubin ayat sebelumnya. Katakan
- bahwa aku pemberi peringatan yang nyata
- sebagaimana juga peringatan yang kami
- berikan kepada para muktasimin.
- Siapa? Alladzina ja'alul qurana idin.
- Yang menjadikan Quran terpisah-pisah
- bukan dalam satu kesatuan.
- Kata iktasa mengiktasi membagi-bagi.
- Jadi mereka menafsirkan Quran mengambil
- sepotong-sepotong bukan menyatukannya
- yang melahirkan pemahaman yang tidak
- dikehendaki oleh Allah.
- Yang menjadikan Quran idin artinya
- ubuwan-ubuwan, anggota yang
- terpisah-pisah bukan dalam satu
- kesatuan. Maka demi Tuhanmu kami akan
- bertanya kepada mereka tentang apa yang
- mereka perbuat.
- Nah, bahayanya kita memahami Al-Qur'an
- sepotong-sepotong akan melahirkan
- pemahaman yang jauh dari apa yang
- dikehendaki Allah. Jadi, kalau ada
- ayat-ayat yang bersikap keras,
- memerintahkan kita bersikap keras itu
- pada orang yang zalim. Tapi kalau tidak
- mereka masuk dalam ahluzimmah, orang
- yang mempunyai hak yang sama dengan kaum
- muslimin berada di bawah naungan Islam.
- Sudah pukul berapa sekarang?
- Satu lagi, Ustaz. Ya,
- silakan. Ya, tadi yang terkait zakat
- deposito, Ustaz. E, saya coba bacakan
- lagi
- bagaimana caranya menghitung zakat yang
- ada di deposito yang sudah jatuh tempo 1
- tahun, Ustaz.
- Dan kalau memang sudah dihitung, apa
- untuk bayar zakatnya bisa diambil dari
- uang deposito atau dari tabungan?
- Bolehkah nanti uang zakatnya diberikan
- ke saudara yang merlukan? Terima kasih
- penjelan, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Kepada Bapak atau Ibu yang bertanya?
- Ibu CI, Ustaz. Ibu C
- Allah Subhanahu wa taala wajibkan
- zakat pada harta kita
- yang kita dapatkan dari usaha yang halal
- dan thayib.
- Sedangkan bunga ya bukan merupakan
- pertumbuhan yang sehat pada harta kita,
- tapi mirip dengan benalu yang melekat
- pada satu pohon. usaha orang lain yang
- menghasilkan baik untung tidak untung
- kita menerima bahagian yang tetap dari
- usahanya.
- Oleh karena itu, riba ini sebetulnya
- menjadi apa? Sebab yang merusak
- perekonomian satu bangsa. Mirip dengan
- kanser.
- Mirip dengan
- kanser
- yang menghisab sehari-shari apa?
- Kehidupan.
- Oleh karena itu, Ibu kalau bertanya
- bagaimana mengeluarkan zakat yang ee
- zakat depositor, ketahuilah yang wajib
- ibu keluarkan zakat dari uang pribadi
- ibu,
- dari tabungan pokok ibu itu, Ibu yang
- Ibu keluarkan. Adapun bunga sebetulnya
- bukan bunga, tapi racun.
- racun
- itu merupakan bunga bangkai ya yang akan
- merusak harta kita, merusak ketenangan
- hidup kita, kebahagiaan kita, dan
- menimbulkan percekcokan di antara
- keluarga.
- Karena Allah mengumumkan, fain lam
- taf'alu faanu biarbin minallahi wa
- rasulih. Kalau kalian tidak menghentikan
- transaksi riba kalian, Allah mengumumkan
- perang terhadap kalian dan rasulnya.
- Oleh karena itu, orang yang
- bergelimangan riba ini yang tadinya
- keluarganya tenang terjadi pertentangan,
- percekcokan.
- Ada sebuah kisah nyata.
- Satu orang tadinya bekerja di Astra.
- Dia hidup damai bersama istri dan
- anak-anaknya.
- Subhanallah.
- Sudah tiba usia mendekati masa pensiun.
- Tahu terjadi gejolak pada tahun 98 dia
- di PHK.
- Maka untuk mengamankan hidupnya, uang
- dari hasil pesangon dimasukkan dalam
- bentuk deposito.
- Mulai saat itu mereka makan dari bunga
- deposito.
- Apa yang terjadi? Yang tadinya suami
- istri rukun, anaknya baik-baik, mulai
- terjadi keributan. Istri berpaling dari
- suami, suami juga berpaling dari istri.
- Anak yang tadi nurut mulai terkena
- pergaulan yang tidak sehat, mengalami
- kecelakaan.
- Akhirnya orang tua mereka minta saya
- untuk hadir
- lalu bertanya, "Kenapa semua ini
- terjadi?"
- Saya lihat mereka salat rapi.
- Terus saya tanya, "Selama ini apa usaha
- kalian?" Mereka mengatakan, "Ustaz, saya
- sudah di PHK. Jadi selama ini kita makan
- dari bunga deposito." Saya bilang, "Ini
- sumber bencana kamu."
- Karena Allah mengumumkan perang. Faanu
- biharbin minallah wa rasulih. Sekarang
- kamu ada pekerjaan baru, kenapa uang
- kamu kamu tidak keluar dengan baik?
- Jangan dibiarkan sebagai apa? Sebagai
- titipan deposito yang bisa aja
- dipergunakan untuk investasi di rumah
- pelacuran, di tempat-tempat yang haram.
- Karena walaupun ekonomi lesu, tapi rumah
- pelacuran ramai, tempat-tempat maksiat
- ni ramai. Itu yang menguntungkan buat
- mereka melakukan investasi. Jadi
- bisa-bisa yang kamu makan tuh uang yang
- enggak benar sama sekali. Coba kamu
- hentikan.
- dari ee hal seperti ini, kamu kelola
- uang kamu dan yakin pada Allah. Kalau
- tidak, uang kamu dimakan oleh inflasi
- lebih besar daripada bunga yang
- diberikan.
- He.
- Kalau sekarang kamu beli tanah harga
- Rp150.000,
- berapa tahun kemudian harga tanah
- meningkat bisa berkali-kali lipat?
- Sedangkan bunga deposito yang diberikan
- kepada kamu itu enggak berarti. Akhirnya
- uang kita digerogoti oleh inflasi.
- Kemarin kita beli ayam Rp20.000,
- Sekarang ayam Rp50.000. Sedangkan bunga
- yang diberikan
- cuman berapa persen?
- Hanya berapa persen? Belum dipotong
- pajak.
- Iya.
- Oleh karena itu, Ibu lebih baik ibu
- kelola uang ibu dengan cara yang halal
- ya. Jangan ibu depositkan. Kemudian ibu
- keluarkan zakat dari apa? Uang ibu yang
- sebenarnya. Sedangkan bunga deposito
- sebaiknya kembalikan pada mereka-mereka
- yang susah, merana, dan menderita. Dan
- ibu yakin janji Allah tidak akan
- diingkari. daripada kita hidup dari
- bunga deposito yang sebetulnya bukan
- bunga tapi racun deposito yang merusak
- dan mematikan. Kata bunga ini sebetulnya
- merupakan bahagian dari talbis iblis.
- Menamakan ee barang-barang yang haram
- dengan nama-nama yang indah benar. Wala
- talbisul haqq bil batiliumul haqq wa
- antum tamamun. Jadi dari uang pribadi
- ibu yang sebenarnya ibu keluarkan zakat
- kalau memenuhi ee apa namanya nisab dan
- haul. Adapun dari bunga deposito
- sebaiknya ibu tarik uang ibu dan yakin
- ibu cantikan Allah yang lebih baik lagi.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilaha illa anta astagfiruka wa atubu
- ilaik wal afu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- bersama guru kita Ustaz Husein Alatas
- menjawab tiga pertanyaan di kesempatan
- ini. Terima kasih Ustaz atas jawabannya
- dan semoga menjawab pertanyaan dari
- ikhwan akhwat tersebut dan juga mohon
- maaf bagi ikhwan akhwat yang belum
- sempat dibacakan ada beberapa WA dan
- juga komentar nih ya dari Ibu Aminah
- kemudian Pak Yuman, kemudian Pak Mukmin,
- Pak Iwan dan beberapa nomor lainnya yang
- tidak menyebutkan namanya. Ikhwanat saya
- Rizal Hak bersama kru yang bertug tugas
- ada Kang Ondi Saputra dan juga
- Algifahruduri.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.