Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [terkesiap]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat,
- para pendengar hasil yang dapat meraih
- kami di manaun ikhwan dan akhwat berada,
- baik dapat mengakses kami lewat Radio
- Rasil maupun Rasil TV. Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Mudah-mudahan dalam keadaan
- sehat walafiat, berkumpul bersama
- orang-orang yang ikhwan dan akhwat
- cintai. Dan tidak bosan-bosan kami
- ingatkan bagi yang menjangkau kami lewat
- ee radio di mobil, hati-hati di jalan.
- Ikwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Fikih wanita seperti
- biasa hadir di ruang dengar Ikhwan dan
- Akhwat setiap hari Jumat dan guru kita
- telah hadir hybrid. Saya juga di
- kediaman dan Ustazah dari kediamannya
- pula. Ya, mari kita sapa terlebih
- dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, Ustazah, ya?
- Alhamdulillah. Luar biasa. Allahu Akbar.
- [tertawa]
- Sudah jadi template. Masyaallah.
- Baik, Ustazah. Insyaallah dalam kurang
- lebih waktu 90 menit ke depan tema yang
- akan diangkat ee sangat menarik ini
- ikan, dan akhwat, yaitu keputusan
- pernikahan paling berani dalam sejarah.
- pernikahan siapa dan seperti apa? Mari
- kita simak bersama. Tafadal ustazah
- ya. Jazakillah mbak olin ya semua.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- yuwafi niamah wfi mazidah. Ya rabbana
- lakal hamdu bil iman. Ya rabbana lakal
- hamdu bil islam. Ya rabbana lakal hamdu
- bil quran. Lakal hamdu bilal ahli wal
- muah. Lakal hamduin
- anam.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- sayyidina Muhammadin waa alihi wa ashabi
- ajmain w Allahumma inna nasaluka ridaka
- wal jannah wa naubika minatika
- mudah-mudahan kita dalam pembahasan
- singkat di siang hari ini
- ee majelis bina nuksaah kita duduk
- sejenak beriman sesaat kita membahas
- tema tentang pernikahan ya pernikahan
- siapa ini keputus utusan pernikahan
- paling berani dalam sejarah. Tentu saja
- ee pembahasan kita terkait dengan
- pernikahan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam dengan Sayidah ee Sofiah binti
- Huyai. Jadi Sofiah binti Huyai ini putri
- musuhnya sendiri. Masyaallah. Jadi kalau
- kita lihat ee ada sisi-sisi kehidupan
- Rasulullah ya, kehidupan pribadi
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- itu ee kayaknya jarang deh disentuh
- dalam kajian sirah nabawiyah. Kayaknya
- enggak banyak deh pembahasan tentang ee
- kisah kehidupan pernikahan Rasulullah
- ini ya. Walaupun ee dibahas tapi mungkin
- sambil lewat ya maksudnya. Oh iya itu
- Ummul Mukminin ya. Sudah begitu ya,
- Sofia binti Huyai. Nah, kita bahas ee
- kali ini untuk menjadikan ee sebagai
- pelajaran buat kita ya, bagaimana
- seorang nabi pemimpin umat itu
- memutuskan pernikahan dengan seorang
- perempuan yang dia itu adalah anak
- musuhnya bahkan ee istri ee dari
- musuhnya ya. Nah, dia adalah Sofiah
- binti Huyay al-Akhtab, putri dari musuh
- besarnya. Ya, bahkan sebelum sebelumnya
- tuh ya tadi kita katakan ee istri dari
- seorang musuh yang terbunuh dalam
- peperangan. Karena kita tahu bahwa ee
- Sofiah bintu Huyai ini adalah putri dari
- Huyay bin Akhtab. Ya, ini kalau kita
- mempelajari sirah nabawiyah itu di
- Madinah tuh kan ada ee ee komunitas atau
- suku ee Yahudi terbesar itu kan ada tiga
- ya, Banu Q, Banu Nadir, Banu Quraidah.
- Nah, ini Huyay bin Akhtab ini dari Bani
- Nadir. Dia tokoh terkemuka, ahli politik
- e dan diplomasi tuh Yahudi pemimpin dia
- itu ya. Dia itu bermusuhan, dia memusuhi
- Rasulullah luar biasa.
- ee beliau tuh menolak ee risalah yang
- dibawa oleh ee baginda Nabi. Ya,
- sebenarnya Huya ini tahu bahwa ee apa
- yang dibawa oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam itu benar. Ya, tahu dia
- karena dia mempelajari dia ee apa ciri
- kenabian itu dia pelajari dari Taurat
- ya. Dia sebenarnya menerima ya bahwa ini
- benar. Kan kita tahu kenapa ada Yahudi
- di Madinah atau dulunya namanya Yathrib.
- Karena dari kitab Tauratnya itu ada
- isyarat ee apa namanya? Ee dijelaskan
- bahwa nanti Nabi akhir zaman itu akan
- muncul di Madinah di Yatrib. Maka mereka
- berbondong-bondong ke sana ke Madinah
- tuh. Ya tujuannya barangkali
- lahir dari keturunan mereka gitu ya.
- Nah, hanya karena iri, karena dengki,
- karena sombong ya mereka akhirnya
- menolak kebenaran ya. Jadi ee
- Yahudi-Yahudi itu memang menolak
- kebenaran ketika mereka tahu bahwa ee
- Rasulullah yang diutus adalah Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya.
- Nah, tidak sampai di situ saja. Huyay
- bin Akhtab ini ya ee tokoh pimpin
- pemimpin ee Banu Nadir, dia juga
- menghasut suku Quraisy ya,
- sekutu-sekutunya itu ya ee menghasut
- untuk memusuhi Rasulullah dan para
- pengikutnya sampai terjadilah perangzab
- ya, perang Khondq. Nah, ini Huyai ini
- nih yang jadi otak utama aliansi besar
- antara Quraisy Gatafan dan Yahudi Bani
- Quraidah untuk menyerang Madinah tuh
- otaknya dia gitu ya. Nah, akhirnya
- terjadilah ee ini ya perang
- pengkhianatan Yahudi Bani Quraidah itu
- akhirnya mereka
- ya Ahzab itu kan bersekutu ya jadi
- ngepung Rasulullah gitu dengan para
- sahabat ya. Akhirnya kan mereka kalah
- ya. Akhirnya dengan kemenangan di pihak
- Rasulullah ya ini kan perang sekutu ya.
- Mereka bersatu dari luar ee Quraisy
- dengan Gottafan, dari dalam orang
- munafik dengan ee Yahudi. Akhirnya Huyay
- bin Aktab ini karena mereka adalah
- pengkhianat akhirnya ditawan dan dihukum
- mati karena perannya itu adalah makar
- besar terhadap kaum muslimin. Jadi jelas
- ya itu anaknya Sofiah binti Huyay, putri
- dari musuh besar Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam ya yang e kita tahu
- bagaimana ee seorang bapaknya loh gitu
- ya memusuhi Rasulullah, anaknya
- dinikahi. Ya, ini luar biasa ya
- keputusan ee pernikahan yang paling
- berani sebenarnya. Nah, kita mungkin
- bisa memahami ya keputusan Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam ketika
- menikahi ee Sayidah Juwairiyah binti
- Alhit ya, putri pemimpin kaumnya. Ee
- karena kita tahu ya pernikahan itu ee
- dulu Bani Mustaliq ya itu membawa
- kedamaian ya. Dulu kan musuh Nabi ya
- dinikahilah ee putri pemimpin mereka.
- Akhirnya mereka beriman ya ee satu
- seluruh kaum bani mustalib itu beriman
- kepada Rasulullah. Atau kita juga bisa
- memahami pernikahan Rasulullah itu
- dengan ee Ummu Habibah Romblah binti Abu
- Sufyan ya. Ayahnya Abu Sufyan kan waktu
- itu masih musyrik ya, bahkan pemimpin
- kaum ee Quraisy ya, kaum musyrik Quraisy
- saat itu. Nah, dia sendiri ee kalau
- anaknya tadi Ummu Habibah Romblah itu
- sudah lama sih masuk Islamnya sejak di
- Makkah. Bahkan beliau ini berhijrah ke
- Habasyah. Nah, kita tahu bagaimana dia
- dengan suaminya hijrah ke Habasyah itu
- ternyata suaminya murtad. Nah, dia tetap
- dalam keimanannya. Maka pernikahan
- Rasulullah dengan Ummu Habibah Romblah
- ini kan menyelamatkan. Kita paham itu
- ya. Tapi unik nih, ketika Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam menikah
- dengan Sofiah itu salah satu keputusan
- paling berani dalam sejarah kehidupan
- kita ya, kehidupan manusia ini. Bapaknya
- musuh dihukum mati ya. Jadi ini paling
- berani ya, keputusan paling berani ya.
- Ya, karena Huya bin Ahtab ini memang
- sangat keras musuhnya terhadap
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Jadi, permusuhan itu bukan sekedar
- politik ya, tapi juga ideologis dan
- akidah. Karena sejak masa awal dakwah di
- Madinah ee di Makkah ya hingga hijrah ke
- Madinah itu kebencian orang-orang Yahudi
- terhadap Islam tuh enggak pernah
- berhenti, enggak pernah padam terus ya.
- karena kedengkian ya. Mereka berkhianat
- dalam perjanjian. Mereka bersekongkol
- dengan musuh-musuh Islam tuh ya sampai
- terjadi perangak. Mereka berusaha
- memusnahkan kaum muslimin. Nah, itu
- ayahnya.
- Begitu juga ee ee kalau kita lihat siapa
- ee suaminya nih Sofiah binti Huyai ini
- itu suaminya itu juga musuh ya,
- musuhmusuh Islam karena Yahudi ya kan
- kalau anak pimpinan itu pasti dong. anak
- pimpinan itu ee dia akan menikah dengan
- tokoh juga. Jadi ee Sofia bin itu kan
- suaminya dua ya janda. Pertama dengan
- Salam bin Mishkam ya itu suami pertama,
- suami kedua ya karena anak pimpinan ya
- menikah dengan Kinanah ya. Nah Kiinanah
- ini suami Sofiah binti Huyai ini tuh
- terbunuh dalam perang Khaibar. Perang
- Khaibar itu tahun ke-7 Hijriah ya. Jadi
- ini sudah bapaknya dibunuh, suami juga
- terbunuh gitu ya. Jadi kita lihat ee
- apalagi kalau kita lihat
- ee perang Khaibar itu ya ee setelah
- selesai itu kan ditawan. Akhirnya kan
- Sofya binti Huya ini kan ditawan ya.
- Nah, kaumnya kaumnya Sofiah binti Huya
- ini kan berusaha untuk membunuh
- Rasulullah. Mungkin pernah dengar kisah
- bagaimana Rasul ini diracuni makanannya
- oleh seorang perempuan? Yahudi ya. In.
- Jadi kalau kita lihat secara manusiawi
- ya, ini keputusan untuk menikahi seorang
- perempuan dari kaum yang berkali-kali
- berusaha membunuh beliau itu resikonya
- besar. Nah, tapi Rasulullah enggak ya
- tetap ya tetap melangkah dengan hati
- yang penuh rahmat dan keyakinan kepada
- Allah. Nah, kita lihat bagaimana
- beraniya Rasulullah mengambil keputusan
- ini ya. Nah, kita lihat Sofiah pun
- menunjukkan keberanian yang luar biasa
- ya. Mungkin pada saat itu kalau secara
- manusiawi ya ini mau menikah dengan
- Rasulullah tuh apa nih? Apa dendam atau
- bagaimana? Tentu dia masuk ke masyarakat
- baru ya. Berbeda dengan kaumnya, berbeda
- agamanya, berbeda latar belakang
- sejarahnya, persepsinya. Dia baru
- memeluk Islam. Karena arti artinya mahar
- ee apa ee maharnya Rasul itu adalah ee
- bebasnya Safiah dari tawanan ya. Nah,
- kini tinggal hidup di tengah umat yang
- memerangi keluarganya. Itu masih muda
- ya. Ee Sofia binya ini ee putri seorang
- pemimpin besar menjadi istri nabi ya
- yang umatnya telah menakahlukkan
- kaumnya. Ini kan keputusan yang enggak
- mudah bagi Sofya binti H untuk menerima
- ya. Nah, bagaimana kisahnya ee Sofiah
- ini bisa menerima pernikahan itu? Jadi
- ketika Rasulullah mengajukan pilihan
- kepadanya ya, di antara tawanan perang
- Khaibar tahun ke-et7 Hijrah itu beliau
- memberikan ee dua opsi ya. Tentu saja
- kita tahu Rasul itu akhlaknya baik,
- tutur katanya lembut ya. Seorang nabi
- loh, gitu. Masyaallah. Walaupun orang
- Arab ya yang kita kenal Arab sekarang
- kayaknya enggak ada lembut-lembutnya ya.
- Ya susah ya nyari orang Arab lembut
- sekarang. Ya bedalah Rasulullah tuh kan
- nabi utusan Allah ya. Nah, Rasul tuh
- memberikan ee opsi kamu ee menjadi
- tawanan, kamu bisa bebas pulang ke
- rumahmu, ke keluargamu silakan. Ya kan
- sebagai tawanan ya, tawanan itu kan ee
- ya kan enggak bebas juga tapi ya artinya
- sebagai yang wajib bayar ini deh yang
- wajib bayar apa ee pajak apa jiziah ya
- kalau apa namanya. Jadi artinya mau
- silakan mau pulang ke keluargamu ya atau
- kalau kamu mau memilih aku akan
- memerdekakan kamu dan aku akan
- menikahkanmu. Jadi artinya aku akan kamu
- aku nikahi. Jadi ada dua opsi nih. Kamu
- bebas sebagai tawanan. Kamu bisa kembali
- ke keluargamu enggak enggak masalah
- silakan. Atau kamu memilih ee merdeka
- tapi aku kamu menikah denganku.
- Masyaallah ya. Ya, ini yang membunuh
- ayah, yang membunuh suami. Nah, pilihan
- mana tuh? Akhirnya ee Safiah ini ee
- Sayidah Sofiah ini memilih ee dimuliakan
- sebagai istri Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam, bukan sebagai tawanan.
- E, nah bagi orang yang ee hitungannya
- matematis kayaknya nih bahaya juga nih
- kalau nikah nanti bisa balas dendam nih.
- Ini ayahku mati di tangan suamiku ini.
- Ee dan suamiku pun juga tewas di tangan
- ini suami ini. Nah, ini kesempatan untuk
- balas dendam nih terbuka
- terbuka luas gitu ya. Nah, ternyata ee
- Sayidah Sofia ini menceritakan kisah
- perubahan hatinya tuh dalam suatu
- riwayat ya. dia ee mengatakan ee ketika
- dia datang kepada Rasul tuh mata matanya
- tuh babak belur ya, memar ya. Terus kata
- Nabi, "Kenapa matamu?" Ya kan orang
- kalau KDRT kali ya nampar apa nabok muka
- itu kan jadi bengkak gitu ya, memar ya.
- Nah, ee Sofia e menjawab, "Aku mimpi
- seolah bulan tuh jatuh di pangkuanku.
- Aku ceritakan mimpiku kepada suamiku
- sebelumnya tuh ya, Mas suami sebelum
- suaminya itu tewas ya. ee ini kan kalau
- ayahnya meninggal tahun keelima Hijriah
- itu perang ee apa namanya? Khond ya.
- Kalau di perang Khaibar itu kan tahun
- keet7uh. Jadi masa-masa itu masa penuh
- dendam kali ya. Ee masa ya sakit hati
- marah orang Yahudi gitu kan. Nah, jadi
- sebelum terjadi perang ee Khaibar itu ee
- apa namanya? Pada saat ee peperangan itu
- ya sebelum itu kan dia ditawan sebelum
- suaminya itu dibunuh ya, sebelum
- suaminya itu di apa? Karena biasanya kan
- kalau tawanan-tawanan perang itu ee apa
- ee istilahnya tuh pimpinannya itu kan
- biasanya tuh di apa dibunuh ya karena
- sudah berkhianat dan segala macamnya.
- banyaklah ee perilakunya itu yang yang
- sangat membahayakan umat Islam. Nah,
- sebelumnya itu kan ee Rasulullah
- bertanya ya ee kenapa kamu wajahnya
- kayak begitu ya memar. Terus dia cerita,
- "Aku mimpi seolah bulan itu jatuh di
- pangkuanku. Lalu aku ceritakan mimpiku
- kepada suamiku ya. Eh dia marah, dia
- namparku gitu ya. Ee dan mengatakan,
- "Apa kamu ingin jadi istri Raja
- Yathrib?" katanya. Jadi ya wallahuam ya.
- Apakah sudah jadi mereka tuh tahu kok
- kebenaran ya termasuk suaminya Sofia
- ini. Jadi padahal mimpi aja tuh cuman
- udah langsung ya wah ini mimpinya kamu
- mau jadi istri Raja Yatrib. Nah tidak
- ada yang lebih aku benci ya daripada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- karena beliau telah membunuh ayah dan
- suamiku. Jadi saat itu masih
- kebenciannya tuh masih berlapis-lapis
- ya. Tapi beliau terus berbicara kepadaku
- dengan lembut. Jadi saat itu masih benci
- tuh ya ketika ditawan itu ya ee R ee ini
- Sofiah masih benci dengan Rasulullah.
- Tapi karena Rasulullah itu menanyakannya
- dengan lembut, dengan baik, "Kamu kenapa
- wajahmu kenapa bengkak?" Dia ceritakan
- gitu ya. Terus ee dia jelaskan bahwa
- ayahnya itu telah memprovokasi seluruh
- orang-orang Arab melawan beliau. Ya,
- artinnya di sini ee mohon maaf agak
- murem ya. Ee jadi Rasul itu menjelaskan
- kenapa ayahnya itu dibunuh. Karena
- ayahmu itu telah memprovokasi seluruh
- Arab, orang Arab untuk melawan
- Rasulullah. Hingga akhirnya itu dari
- penjelasan Rasulullah itu kebencian
- kepada Rasulullah itu mulai hilang. Ya.
- Nah, terus dia datang ee akhirnya aku
- datang kepada Rasulullah dalam keadaan
- tidak ada seorang pun yang lebih aku
- benci darinya. Namun beliau berbicara
- denganku penuh kelembutan hingga sebelum
- aku beranjak dari tempatku tidak ada
- seorang pun yang lebih aku cintai
- daripadanya. Masyaallah. Itu ya. Ee ya.
- Kemudian teringat eh mengingat masa
- kecilnya ya. Ketika ayah pamannya, dua
- tokoh besar Yahudi Madinah pernah
- menemui Rasulullah untuk meneliti
- kenabiannya. Jadi dulu dia punya paman
- karena memang dari kalangan pimpinan ya.
- Ee Sofiah ini anak pimpinan, tokoh ya.
- Dia ingat dulu pamannya sama ayahnya tuh
- pernah meneliti, menyelidiki kenabian
- Rasulullah. Apakah ini nabi yang
- dikatakan dalam kitab Taurat ee yang
- nabi terakhir? diteliti itu setelah
- melihat tanda-tandanya keduanya tuh
- berkata satu sama lain. Jadi ini ee di
- dalam di komunitas mereka aja tuh ya
- setelah mereka meneliti iya benar dia
- memang nabi yang kita tunggu tuh kan
- banyak tuh ya ee tanda-tandanya, tanda
- kenabiannya, karakternya, sifatnya tuh
- semuanya percis ya apa yang di dalam
- Taurat. Nah, mereka sendiri sesama
- mereka ngomong iya nih benar nih ini
- nabi yang kita tunggu. Tapi mereka tetap
- memutuskan untuk memusuhi Rasulullah.
- Itu karena kedengkian ya. Nah, itu Sofia
- tuh dengar ya. Nah, kenangan itu membuat
- Sayidah Sofia itu menyadari bahwa Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu
- benar-benar rasul yang dijanjikan. Dan
- kebencian kaumnya itu adalah kesombongan
- ya. Kesombongan, kedengkian ya. Karena
- memang ee ya namanya dengki orang kalau
- dengki yang baik aja ya susah ya
- menerima kebenaran ya. Nah, di situlah
- ee apa namanya mulai terbuka. Apalagi
- setelah bertemu dengan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam dengan akhlak
- yang baik ya itu menenangkan ya. Jadi
- nabi ini, nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam itu sebagai suami itu
- menyembuhkan luka hati istrinya Sayidah
- Sofiah. Nah, sebagian orientalis itu kan
- menuduh ya bahwa Nabi itu menikahi
- Safiah itu karena kecantikan. Kan banyak
- sekali kita dapatkan dari
- riwayat-riwayat uh karena cantik ya,
- maka diambillah, maka dipilihlah ya.
- Padahal enggak juga. banyak tawanan lain
- yang lebih cantik dari Sofiah. Tapi kan
- beliau enggak nikahi. Nah, bahkan eh
- bahkan seorang penulis Kristen Mesir itu
- namanya Nazmi Luqo ya itu berkata,
- "Rasulullah itu melihat pada diri Sofiah
- itu kemuliaan seorang putri bangsawan
- yang terhina ya, yang tertawan, yang
- terhina. Pokoknya kedudukannya jadi
- jatuh ya karena bapaknya dibunuh,
- suaminya dibunuh, pokoknya Yahudi jadi
- jadi terhina. Maka Rasulullah
- memuliakannya. Beliau tidak ingin putri
- seorang pemimpin terjatuh dalam kehinaan
- tawanan. Maka beliau mengangkat
- derajatnya ya dinikahi, dimerdekakan
- menjadilah Ummul Mukminin. Ya, begitu
- juga misalnya dalam ee Mustofa Mahmud ya
- itu dia juga bercerita ya bahwa nafsu
- itu tidak menyucikan jiwa bahkan
- menambah kegelapan, menambah keburukan.
- Itu kalau nafsu ya. Nah, tapi pernikahan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- ini adalah kasih sayang, kemurahan,
- kelembutan, penjagaan, perlindungan,
- tanggung jawab. Ya, beliau menanggung
- beban sembilan istri ya. Istri-istri
- beliau ya karena Ibunda Hah sudah wafat
- ya. Ini istri-istri setelah ee beliau
- nikah setelah ee di Madinah ya. Itu
- masing-masing ee apa namanya?
- Istri-istrinya itu kan ada anaknya,
- sifatnya juga beda ya. Sementara manusia
- ini artinya kalau nafsu gitu ya, nafsu
- itu pasti akan membawa keburukan. Nah,
- lihat Rasulullah itu kan bebannya sudah
- banyak ya. Sembilan istri ada punya anak
- sifatnya beda. Ee manusia aja biasanya
- punya satu isi aja sudah kewalahan ya.
- Ya, karakternya lah apalah. Satu aja
- udah gitu apalagi banyak. Maka di mana
- letak syahwat di sini gitu ya. Ini kan
- ujian bagi ee Rasulullah ya. Jadi
- pernikahan rasul tuh bukan nafsu, tapi
- tujuan dakwah ya untuk membuktikan
- kepada orang-orang bagaimana akhlak
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Jadi bukan nafsu ya apalagi menikahi
- janda, menjandakan istri. Nauzubillah
- minzalik itu mah sudah ketahuan ya.
- Pakai alasan lagi. Ini kan sunah Rasul.
- Sunah Rasul tapi prosesnya enggak benar
- kan. Enggak begitu ya. Nah, jadi Mustafa
- Mammad ini mengatakan Safiah itu tidak
- hanya mencintai Rasulullah loh, tapi
- juga beliau mencintai Islam sepenuhnya.
- Bahkan beliau membela Rasulullah itu
- sampai akhir hayatnya. Nah, coba
- bayangkan ya kalau itu nafsu itu pasti
- Sofya bin Ruya itu kalau bukan karena
- keimanan pasti sudah lahan paling
- gampang membunuh suami karena dendam ya.
- Ayahku loh dibunuh, suamiku juga
- dibunuh. Ini dia pembunuhku jadi suamiku
- sekarang. K gampang banget tuh
- ngebunuhnya tuh ya. Mau diracunin, mau
- dihapan tuh mudah ya. Tapi enggak.
- Bagaimana mungkin ya Ibu Bunda Sofiah
- ini demikian cintanya tuh tumbuh dari
- kebencian kalau bukan karena faktor Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Jadi jawabannya kenapa muncul cinta?
- Karena Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam memberikan menunjukkan hidayah
- kepada beliau ya. Bagaimana Rasulullah
- hatinya, akhlaknya, kelembutannya,
- kekuatan rohaninya yang dianugerahkan
- kepadanya itu mampu menaklukkan hati
- musuh sehingga dari kebencian menjadi
- cinta. Masyaallah ya. Nah, itulah ee
- Bunda ee Sofiah ini ya cerdas beliau itu
- ya, teguh, tenang. Ya Allah, kita aja
- sebagai manusia ya itu kalau ya seapun
- orang tua kita kalau tahu dibunuh itu
- udah kayak apa ya. Tapi enggak. Ibunda
- Sofia itu demikian ya Allah berikan dia
- ee kebalikan ya. Jadi benar-benar
- menjadi pencinta Rasulullah. Bahkan
- pernah ada suatu riwayat ya ketika
- Rasulullah sakit
- seluruh istri-istri beliau itu kan
- ngumpul. Kemudian ee Sofani Subhanallah
- ya saud Sayidah Sofiah karena cintanya
- gitu ya itu beliau sampai mengucapkan
- kata-kata. Ya Rasulullah biarlah sakitmu
- aku yang nanggung gitu ya. Masyaallah.
- Kita kalau sama anak begitu ya, Nak,
- biar mama aja, Bunda aja yang sakit,
- Nak. Kamu biar sembuh. Nah, ini kita
- lihat bagaimana besarnya cinta Sofya
- binti Huya kepada Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Ya, walaupun memang ada
- pelajaran juga buat kita ya, bagaimana
- Sayidah Aisyah tuh e mengalami cemburu
- ya, melihat kecintaan Syat sampai dia
- main mata gitu ya. Hmm. Gitu ya. E,
- Rasulullah mengetahui tuh ya ya, ya.
- Aisyah kamu wudu deh gitu ya. Jadi ini
- bagi orang-orang yang bergibah dengan
- isyarat wajah itu untuk kafarat ya sudah
- wudu dah gitu ya. Nah itulah ee
- bagaimana ee Sayidah Sofiah ya dari
- benci menjadi cinta karena memang akhlak
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Bahkan pernah ada ya diriwayatkan ya
- contoh ya bagaimana menunjukkan
- keimanannya. Ketika masa pemerintahan
- Umar bin Khattab radhiallahu anhu, ada
- seorang budak, budak ya, ada budak
- budaknya ee Sayidah Sofiah ini dia
- ngomong kepada Umar ya ee katanya itu
- tuh ee Sofiah masih menghormati hari
- Sabat. Hari Sabat itu kan hari Sabtu ya,
- harinya orang Yahudi ya. Tuh dia masih
- menjalin hubungan tuh dengan orang-orang
- Yahudi. Nah, gitu kata budaknya. Nah,
- kemudian ee Umar menanyakan Sayidah
- Sofiah. Nah, beliau menjawab, "Sejak
- Allah menggantikan Sabat dengan hari
- Jumat, aku tidak lagi mengagungkannya.
- Adapun hubunganku dengan orang-orang
- Yahudi itu yang orang-orang Yahudi yang
- miskin yaitu sodqah dan
- kebaikan-kebaikan. Sebagaimana kan Allah
- memerintahkan kita kebaikan-kebaikan
- kepada orang yang enggak mampu. Ee
- kemudian ee Safiah ini langsung ini kan
- yang ngadu kan budaknya. budaknya
- kayaknya tuh ngadu domba lah gitu ya
- supaya tuh lihat tuh Sofia tuh ini Umar
- kan kekalapan Umar masa masih
- berhubungan juga dengan orang Yahudi tuh
- ee masih memuliakannya dijawab oleh
- Sayidah Sofia ya aku nih ee memberikan
- mereka bantuan, sodqah,
- kebaikan-kebaikan gitu ya supaya mereka
- tuh tahu bagaimana ee kebaikan Islam.
- Nah, ternyata budaknya itu ya karena
- bagus ya ini pelajaran buat kita kalau
- dengar informasi itu harus klarifikasi.
- Jangan dengarin sepihak langsung
- membenarkan dan menyalahkan itu enggak
- benar ya. Jadi memang harus tabayun.
- Nah, setelah dijawab oleh Sayidah Sofiah
- kenapa dia masih berhubungan dengan
- orang-orang Yahudi? Ee Umar ya memahami.
- Akhirnya Sayidah Sofiah ee ngomong ya
- kepada budaknya, "Kamu kenapa mengatakan
- ini kepada Amirul Mukminin?" Ya. Terus
- kata budaknya, "Maaf, setan telah
- menggodaku. Apa ee membuatku ya kayaknya
- ngadu-ngadu gitu ya. Setan telah
- menggodaku. Maaf ya, minta maaflah dia."
- Apa kata Sofia? Ya udah ee kamu bebas,
- kamu saya merdekakan. Masyaallah, ini
- kan luar biasa loh. Memerdekakan budak
- tuh enggak mudah loh. Itu harta kekayaan
- tuh mahal kalau dibeli. Tapi karena
- memang jiwanya yang memang sudah ee
- menyatu dengan keimanan, karena hasil
- didikan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam bersamanya itu mudah sekali.
- sudah kamu bebas karena Allah. Nah, ini
- kan bukti bukti bagaimana kelapangan
- hati dan kemurnian ee jiwa akhlak iman
- safia yang dia balas tuduhan itu dengan
- ee bukan dendam. Dia balasnya dengan ya
- sudah kamu merdeka ya. Artinya enggak
- balas dendam. Coba kalau kita kamu nih
- gitu ya udah di wah udahlah sudah kayak
- apa subhanah itu kan menunjukkan
- akhlaknya. Nah itulah ee bagaimana ee
- Safiah Sayidah Sofiah binti Huya ya.
- Beliau ee bukan orang Arab. Beliau latar
- belakangnya Yahudi. Ya. Dan Rasulullah
- tuh sangat lembut kepada para istrinya.
- Apalagi terhadap istri-istri yang di
- luar latar belakang ee bangsa Arab ya.
- Karena ada dua istri Nabi, yang satu ee
- dari apa? Yahudi, yang satu lagi Mesir
- ya. Maria Al-Qiptiyah. Rasul tuh
- menunjukkan perhatian lebih kepada
- mereka agar mereka tidak merasa bersedih
- hati karena ee berada di tempat yang
- asing bagi mereka. Ini perlakuan Rasul
- tu lembut, menenangkan hati. Jadi mereka
- tidak merasa terasing di tengah ee apa
- namanya? Komunitas yang berbeda dengan
- latar belakang mereka. Jadi inilah
- [berdehem]
- ee Sofiah binti Tihya. Jadi keputusan
- Rasulullah untuk menikahi beliau itu
- keputusan yang luar biasa nih. Karena
- beliau ee yakin ya bahwa seseorang itu
- akan luluh ya, permusuhan itu akan
- terhapus ya. Luka sejarah itu masih bisa
- diperbaiki dengan keimanan. E iman Safia
- binuh itu tulus itu jadi akhirnya
- dinding-dinding kebencian itu akhirnya
- dirubah menjadi cinta. Ya, ini karena
- cahaya kenabian Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam ya. Jadi tidak hanya
- menenangkan hati, tapi juga beliau
- memiliki sosok yang mampu menjadi
- teladan ya menjelaskan, memberikan
- pemahaman kepada kaum Yahudi bahwa inh
- yang mengikuti iman Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam itu tidak ada
- dendam lagi. Yang ada hanya cinta gitu
- ya.
- [menghela napas][terkesiap]
- Jadi kalau kita ambil hikmah
- pernikahan ee yang luar biasa ini ya,
- pernikahan Rasulullah dengan Sayidah
- Sofiah binti Huyai ini kita menjadi ee
- dapat kita buktikan bahwa rahmat dan
- akhlak Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam yang mampu menaklukkan hati ee
- Safiah bin Hyai, hati
- yang ee diawali dendam dan itu diakui
- oleh ee Safi bin sebelum ee pada saat
- sebelum dinikahi Rasul diakui yang tidak
- ada orang yang paling aku benci di dunia
- ini kecuali ee Muhammad katanya ya. Tapi
- setelah berinteraksi, setelah melihat
- akhlak Rasulullah, setelah melihat
- bagaimana ee muamalah beliau itu,
- masyaallah Rasulullah itu mampu
- menaklukkan hatinya ya. Menaklukkan hati
- itu bukan dengan pedang, tapi dengan
- akhlak yang mulia ya.
- setingkat putri musuh besar ya
- luar biasa selama ini ee apa namanya
- sepak terjangnya itu memprovokasi
- menjadikan terjbulnya peperangan itu
- takluk ya karena kelembutan ya karena
- inilah ajaran Islam ya makanya wama
- arsalnaka illa rahmatan lil alamin dan
- tidaklah kami mengutusmu wahai Muhammad
- melainkan sebagai rahmat bagi seluruh
- alam n jadi Ini Sayidah Sofiah menyaksi
- sendiri makna ayat ini ya, bahwa
- bagaimana Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam yang ya lihat bagaimana
- akhlaknya yang mestinya dia bisa mampu
- membalas dendam kematian ayah dan
- suaminya. Justru orang yang paling
- mencintai Rasulullah dan paling ee
- membela beliau. Nah, jadi di sinilah
- kita melihat bagaimana Islam menegakkan
- keadilan dan memuliakan manusia bukan
- karena asal keturunan. Ya. Ya.
- Pernikahan Rasulullah dengan Sayidah
- Sofiah itu menunjukkan bahwa Islam itu
- tidak menilai seseorang dari suku, ras
- atau agama sebelumnya, tapi dari iman
- dan akhlaknya. Ya. Innallaha yanzuru
- suarikum wa amwalikum wakin yanzuru ila
- qulubikum wa amalikum. Jadi memang ada
- beberapa riwayat misalnya ya ketika
- istri-istri Nabi ee ya istilahnya lihat
- Sofiah itu kan ya suka di apa ya di
- bukan dibully ya apa ya istilahnya tuh
- ya di
- wah ini anak Yahudi gitu ya kan kalau
- sudah ngomong Yahudi. Kata Rasulullah,
- kalau kenapa jadi sedih tuh ee Sayidah
- Sofia tuh saya tuh dibilang anak Yahudi
- kayak sedih gitu ya. Nangis Rasulullah
- katakan, "Kenapa mesti nangis? Katakan
- aja pamanku nabi ya, Nabi Musa Alaih
- Salam ya. Terus ee suamiku nabi." Kenapa
- mesti merasa sedih gitu ya? Jadi dibela
- oleh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam gitu. Dan inilah ee Umhatul
- Mukminin ya, Sayidah ee Sofiah. Imannya
- itu dapat menghapus permusuhan ya dan
- mengangkat derajatnya. Cinta yang tumbuh
- dari iman itu lebih kuat daripada darah
- dan sejarah ya. Ee beliau telah
- kehilangan ayah, kehilangan suami yang
- telah dibunuh oleh umat Islam. Tapi
- beliau memilih Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam sebagai suami dan Islam
- sebagai jalan hidupnya. Nah, ini hanya
- bisa terjadi dengan iman. Makanya iman
- itu menundukkan hawa nafsu. Iman itu
- mampu menggantikan kebencian dengan
- cinta. Makanya ini bisa kita jadikan ini
- juga Mbak Olin ya, orang-orang yang luka
- batin gitu ya. Mungkin luka batin ya,
- orang tuanya masih muslim mungkin hanya
- pola asuh aja mungkin karena kurang ilmu
- ya. Kurang ilmu, kurang wawasan karena
- produk baby boomers gitu ya, produk masa
- lalu ya. Mungkin enggak pandai mendidik
- anaknya. Kalau kita ee melihat kisah ini
- nih, iman. Iman itu mampu memaafkan ya.
- Jadi kalau kita lihat ee dari kisah
- Ibunda Sofiah ini ee Ummul Mukminin ini
- itu iman itu mampu me apa ya?
- Bukan bukan artinya bisa mampu
- memaafkan. Iman itu mampu merubah
- kebencian menjadi cinta. Iman itu mampu
- merubah luka dengan maaf ya. [berdehem]
- Ee jadi ini buat pelajaran buat kita ya.
- Kita tuh tidak seperti Sayidah Sofiah
- ya. Bapak kita enggak dibunuh ee hanya
- mungkin melukai hati gitu ya atau orang
- tua kita. Tapi dengan cahaya iman ini
- itu pintu maaf ya. Kita banyaklah ee
- husnuzonnya ya. Bahkan para ulama
- mengatakan 70 pintu husnuzon, lakukan
- itu sama kaum muslimin apalagi orang tua
- kita ya. Nah, kemudian juga kita tahu
- bagaimana Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam mengajarkan makna sejati dari
- kemuliaan perempuan ya. Bagaimana
- Rasulullah itu memerdekakan Sayidah
- Safiah, memberikan kehormatan sebagai
- seorang istri, tidak dijadikan objek
- hina dalam peperangan tuh diangkat
- derajatnya ya. Kemudian ee
- beliau juga bisa jadi teladan ee kaum
- perempuan yang berani menebus masa
- lalunya.
- Safiah ini, Sayidah Sofiah ini tidak
- larut dalam trauma dan dendam. Dia
- memilih melangkah ke masa depan dengan
- iman dan akal yang jernih. Nah, ini buat
- kita semua ya yang teman-teman,
- adik-adik, anak-anak semua itu ya yang
- mungkin pernah punya luka batin masa
- lalu ya. Mungkin karena pola asuh,
- karena apapunlah ya. Ayo kita melangkah
- ke depan dengan iman dan akal yang
- jernih ya. Lupakan deh masa lalu kita
- hidup tuh yang akan datang. Udahlah
- maafkan ya. Ee bagaimana masyaallah ya.
- Ini kan kalau kita tidak memiliki maaf
- yang luas tuh kayaknya bawaannya tuh
- sakit hati aja gitu ya. Nah di sinilah
- bagaimana
- kejer kejernian hati dan kematangan ruh
- Sayidah Sofiah itu sudah masa lalu
- padahal ya Allah gimana sih Mbak Olin ya
- bapakku loh suamiku loh ini loh suami
- gitu. Ini yang bunuh banget hatinya.
- Aduh, subhanallah. Tapi itulah pelajaran
- buat kita ya, bahwa iman itu cahaya
- hidayah itu datang dengan kelembutan.
- Dan cinta Ibunda Sofia itu luar biasa
- dengan keimanan. Cinta kepada Nabi itu
- adalah cinta yang menyembuhkan bukan
- melukai. Cinta yang menenangkan. Cinta
- yang penuh dengan keimanan yang berakhir
- dengan insyaallah ee cinta sejati ya.
- Cinta yang mampu memaafkan masa lalu ya.
- Ya, jadi apalagi kita, Mbak ini ini
- maksudnya kenapa kita bahas ini ke
- mana-mana nanti pembahasannya ya. Kan
- orang tua tuh kan enggak sampai bunuh
- diri kita ya. Ini orang tua kita loh ya.
- Artinya ya kan sekarang lagi masanya
- anak-anak itu ini ya ee luka batin. Oleh
- karena itu maafkan masa lalu ya belajar
- memaafkan agar hati kita tenang. Kita
- coba berada di posisi orang tua kenapa
- gitu ya dia melakukan itu bisa jadi dia
- juga korban ya. kita bangun cinta di
- atas iman ya, bukan hawa nafsu ya. Cinta
- yang berlandaskan takwa akan melahirkan
- ketenangan bukan kegelisahan. Ya, itu ee
- yang dapat kita ambil ya belajar dari
- Sayidah Sofiah, seorang wanita yang ee
- beriman, yang cerdas, yang kuat, pemaaf
- walaupun hidupnya penuh dengan ujian.
- Bayangin beliau dari Yahudi tuh
- bergabung dengan para istri-istri yang
- bangsa Arab gitu ya. banyak sekali
- ujian-ujiannya ya. Bahkan kita lihat
- misalnya ee ini kan contoh juga ya
- keluarga Nabi buat kita juga ya.
- Misalnya ketika ee Sayidah Aisyah ya ee
- mengomentari ee Sayidah Sofiah, "Ya
- Rasulullah, engkau cukup bagimu tuh dia
- tuh pendek gitu ya." Ya artinya ini kan
- kita belajar ya e belajar dari kisah ini
- enggak boleh ngatain orang ya. Jadi
- Sayidah Aisyah mengatakan Safia tuh,
- "Ah, kamu sih seleranya orang pendek."
- Gitu bisa bahasa kita gitu ya. Rasul
- mengatakan, "Ya, Aisyah, kamu jangan
- ngomong itu lagi. Kalau ucapan kamu itu
- dimasukkan ke dalam lautan itu berubah
- warna laut." Nah, itu maksudnya ee
- menjaga lisan ya. Sayidah Aisyah tuh
- luar biasa ya. Tapi ini kan dinamika
- dalam rumah tangga ya. Wajarlah adanya
- semacam cemburu dan segala macam. Tapi
- bagaimana Rasulullah mampu mengatasinya
- ya. Jadi meluruskan. Ini pelajaran buat
- kita loh. Maksudnya kita juga jangan
- mudah ngata-ngatain orang ya. Walaupun
- misalnya enggak ee ya siapapunlah ini
- gambaran bagi kita betapa lisan itu
- dosanya besar kalau ee dapat menyinggung
- perasaan orang lain ya. Jadi ee ini
- masyaallah ya Rasulullah tuh bukannya
- membela ibunda Sofiah ya dan menyalahkan
- enggak tapi harus diluruskan ya ee untuk
- kedamaian kita ya. Jadi baik ee Mbak
- Ulin, cinta itu dapat menyatukan dua
- latar belakang, dua dunia, dua bangsa,
- dua sejarah yang saling bermusuhan ya.
- Ee Islam datang tuh untuk mendamaikan
- manusia, bukan memecah belah. Jadi cinta
- itu lahir dari iman, ya. Cinta itu akan
- mampu
- merubah orang dari benci
- menjadi cinta. Ya, cinta iman itu mampu
- ya menyatukan kita ya. [berdehem]
- Mudah-mudahan kita semua bisa mengambil
- ibrah dari kisah ee Sayidah Sofiah binti
- Huya yang keputusan pernikahan yang luar
- biasa itu berisiko gitu ya. Ee tapi ini
- kan hanya Rasulullah ya. Kalau yang lain
- kita enggak tahu ya. Kita bisa jadi
- orang sengaja memberikan apa namanya
- cobalah nikah ini. Padahal tujuannya
- adalah untuk menghancurkan ya. Ini kan
- khusus untuk Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam membangun pernikahan
- atas cinta sehingga duka denda masa lalu
- ya itu bisa diatasi dengan baik. Itulah
- dakwah terhadap keluarga. Belajar dari
- kisah pernikahan e Rasulullah dengan
- Sayidah Sofiah binti Huyai. Begitu, Mbak
- ya.
- Baik. Masyaallah, Iwan dan Nawat telah
- kita dengarkan [berdehem] bersama. Tadi
- merupakan ee pemaparan yang ustazah
- sampaikan bahwa Rasulullah mengambil
- keputusan paling berani dalam sejarah
- yaitu menikahi anak dari putri musuh
- utama beliau yaitu Sayidah Sofiah binti
- Huyay bin al-Athab. Masyaallah, ini
- merupakan ee pelajaran yang harus kita
- petik di mana kebesaran hati Rasulullah
- itu memang di atas rata-rata dan juga
- kebesaran hati Sayidah Sofiah. Kami buka
- dan kami undang Ikhwan dan Akhwat untuk
- menyampaikan pertanyaan lewat nomor
- seperti biasa WhatsApp belum berubah di
- 0811999720.
- Kita langsung saja Ustazah tadi ada kode
- dari operator ee masuk ke tanya dan
- jawab saja. Izin Ustazah sudah ada yang
- masuk. Kebetulan saya akan bacakan
- Ustazah. Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustazah dan Mbak Karolin.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Wabarakatuh. Ustazah, kami ingin tahu
- kelanjutan bagaimana sih sebenarnya
- reaksi masyarakat Quraisy atau
- sahabat-sahabat Rasulullah ketika mereka
- mendengar. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah. dan mendengar
- pernikahan ini. Mohon maaf, Algi jadi
- bocor Algi. Itu
- saja
- saja ee apa menangkap tadi pertanyaan
- dari hamba Allah. Bagaimana reaksi
- masyarakat Quraisy atau sahabat
- Rasulullah ketika mendengar pernikahan
- ini?
- Ya, tentu saja ee sahabat-sahabat Nabi
- itu apapun yang dilakukan oleh
- Rasulullah itu adalah bagian dari wahyu.
- Ya, tentu mereka mendukung. Bahkan dalam
- sirah, dalam riwayat itu Ummu Salamah
- itu yang mendandani ee Sofya binti Huyai
- ya. Um. Jadi artinya mereka paham ya
- bahwa pernikahan Nabi itu bukan karena
- nafsu, tapi pasti ada hikmah yang
- terkandung di dalamnya ya. Jadi mereka
- ee apapun keputusan Rasulullah itu
- san'an watatan. Ya memang kita [tertawa]
- apa-apa dikomenin ya.
- Masyaallah mereka apapun ya Rasulullah
- ya kan apalagi Al-Qur'an juga Allah
- telah memberikan kita tuntunan ya
- maakumulu
- wahumuahu
- apa yang diberikan Rasul terima, apa
- yang dilarang jangan lakukan gitu ya.
- Jadi kita enggak usah nanya komen-komen.
- Semua mereka itu ee umul umatul mukminin
- gitu. [tertawa]
- yang enggak nerima ya jelaslah Yahudi ya
- itu Yahudi sampai kapan pun pasti dia
- dengkilah dengan umat Islam ya apalagi
- sudah tahu jangankan ee apa namanya ee
- sesama ini ya ee ee beda ee orang Arab
- dengan Yahudi sesama Yahudi sendiri.
- Jadi ketika Rasulullah datang ke Madinah
- itu ada tokoh ulamanya Abdullah bin
- Salam ya ee itu masuk Islam karena dia
- meneliti nanti tadi kalau tadi kan Huya
- bin Akhtab ini kan dia enggak nerima
- padahal sudah diteliti dicari oh benar
- nih Rasul terakhir. Tapi karena
- kesombongannya karena kedengkiannya
- mereka enggak beriman. Nah ini Abdullah
- bin Salam enggak. Dia langsung beriman
- datang kepada Rasulullah ee dia beriman.
- Nah, terus bilang kalau gitu aku umumkan
- ya keislamanmu di hadapan para Yahudi.
- Nah, terus kata Abdullah bin Sam,
- "Jangan tunggu dulu. Engkau akan tahu
- bagaimana watak Yahudi itu. Aku ee nanti
- engkau uji aja nanti bagaimana ee sikap
- mereka." N dia akhirnya Abdullah bin
- Salam tuh e ngumpet dulu di belakang ee
- dinding ya. Nah, terus Rasulullah
- memanggil orang Yahudi ya
- tokoh-tokohnya. Ee bagaimana pandangan
- kalian terhadap Abdullah bin Salam? Nah,
- itu kan tokohnya mereka ya, tokoh ulama
- mereka. Eh, mereka tuh
- ngagung-ngagungin. Wah, dia tuh pemimpin
- kami. Dia tuh anak pemimp dia itu ulama
- kami. Dia tuh orang yang terpandang
- orangnya. Ah, pokoknya dipuji-pujilah
- gitu ya. Setinggi langit dipuji-puji.
- Nah, bagaimana kalau ee dia masuk Islam
- ya mengakui aku sebagai rasul dan dia ee
- memeluk Islam? Ah, enggak mungkin.
- Mustahil gitu kata mereka ya. Eh,
- kemudian Abdullah bin Salam ini keluar
- ya. Saya sudah muslim. Saya sudah
- mengikuti agama yang dibawa oleh
- Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Langsung dimaki-maki sama
- Yahudi itu. Ya, kamu tuh benar. Ah, nah
- tuh kata kata engkau lihat kan wataknya
- Yahudi tuh kayak gitu. Nah, jadi ya
- kalau Yahudi mah enggak usah di ininya
- orang dengki memang nauzubillah minzalik
- ya. Mungkin orang bilang ini Yahudi gitu
- ya. [tertawa]
- Besar Yahudi gitu.
- Besar Yahudi ya. Jadi kalau ditanya e
- musuh-musuh Islam pasti apapun yang
- Rasulullah lakukan pasti jadi bahan
- untuk mereka ee bully, mereka ee hina
- ya, mereka ee remehkan. Tapi kalau
- sesama umat Islam ee tentu saja mereka
- mendukung apapun yang menjadi Rasulullah
- ee apapun yang menjadi keputusan
- Rasulullah ya. Karena memang orang
- beriman harus begitu saman waatan ya
- sam.
- Heeh. Kalau kita saminawa nanya ini
- nanya itu. Mbak kalau kita
- kalau kita ini mbak kalau kita sam
- pikir-pikir nak. [tertawa]
- Betul betul masyaallah.
- Baik ini ada pertanyaan berikutnya dari
- Bapak Fadil di Bapak Fadil di Bekasi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustazah dan Bakarin.
- Waalaikumsalam warahmatullah
- wabarakatuh. Menarik sekali ee tema kali
- ini sirah ee nabawiyah ya. Ustazah
- pengin tahu Ustazah setelah pernikahan
- ini apakah mempengaruhi hubungan antara
- Rasulullah dan Bani Nadir atau suku-suku
- Yahudi di Madinah? Apakah makin membaik?
- Ada perubahan atau tidak berpengaruh
- sama sekali?
- Ya, jadi Yahudi, tiga kelompok besar
- Yahudi di Madinah itu Bani Quraidah,
- Banu Daqir, Bani Quqa itu sudah diusir
- dari Madinah ya. Ee mereka tuh akhirnya
- ee pergi ke Khaibar ya. Makanya ada
- perang Khaibar kan. Khaibar-khaibar yaud
- itu ya. Yu Muhammad Saufa Yaud itu
- karena mereka diperangi diusir. Jadi
- sampai tidak ada lagi ee Yahudi di
- Madinah. Jadi mereka tuh dengkinya luar
- biasa ya. Seperti misalnya Banu Nadir ya
- itu apa peristiwa salah satu pemicu ee
- pengepungan dan pengusiran mereka di
- Madinah tuh salah satunya karena mereka
- melecehkan perempuan. Ada seorang
- sahabiyah dia dia menyepuh emasnya di
- toko Yahudi itu dibully itu ya dia
- pengin buka ee mukanya apa auratnya
- terus akhirnya di dikerjain ya dia lagi
- duduk itu yang muslimah itu sahabiat itu
- diikat gitu ya di belakang ya kan ee
- terus kemudian dia setelah selesai
- menyepuh emasnya kan dia pergi eh
- ternyata kan terlihatlah betisnya itu
- kan dia teriak namanya aura terbuka itu
- seorang pemuda muslim mendengar
- saudaranya sesama muslimah dibully,
- dilecehkan oleh Yahudi ya, pemilik ee
- toko itu langsung dipukul gitu ya,
- dibela gitu ya. Nah, teman-teman Yahudi
- itu juga membela akhirnya dikerubut
- akhir sampailah pemuda itu meninggal itu
- karena membela seorang muslimah ya,
- seorang sahabat. Nah, itu Yahudi tuh.
- Akhirnya Rasulullah mengepung ya itu
- jadi tidak ada lagi Yahudi di Madinah
- karena mereka tuh memang dengkinya.
- Padahal sudah perjanjian kan ketika ee
- piagam Madinah tuh ya Yahudi itu ikut ee
- membantu ee Islam bukan menjadi
- pengkhianat. Nah, ternyata mereka
- berkhianat. Perang Ahzab atau perang
- Khanda.
- Jadi dari dalam mereka menggerakkan para
- munafik dari luar tuh orang-orang Arab
- itu dikepunglah makanya ada perang
- Hondak ya. Nah, itu akhirnya ee tempat
- apa ee kediamannya bentengnya itu di di
- apa namanya tuh? dikepung ya sampai
- mereka diusir. Pergilah mereka ke
- Khaibar. Nah, di Khaibar itulah tempat
- yah penampungan Yahudi-Yahudi tersebut.
- Jadi, Yahudi itu memang kalau kita lihat
- dalam sejarah yang saya tahu itu sangat
- sedikit yang masuk ke Islam sangat
- sedikit ya. Kalau ya kalau nasrani itu
- masih lah ya karena memang mereka tuh
- kan kelompok yang terisolir dan merasa
- paling benar. Jadi mereka tuh enggak ada
- ee dakwah-dakwah tuh enggak ada. Mereka
- tidak mendakwahkan orang ke masuk Yahudi
- gitu ya, karena merasa dirinya ee bangsa
- terpilih ya, bangsa terbaik gitu ya.
- Jadi ee mereka tuh hanya ee pembuat
- makar aja. Jadi, bagaimana orang ee
- bangsa tuh rusak kan kita tahu juga
- bagaimana riba pertama kali di ee
- dikenal di negara Arab tuh kan Yahudi
- yang bawa tuh ya sebelum Islam tuh
- Yahudi datang tuh mereka menyebarkan ee
- ekonomi riba sampailah orang-orang Arab
- itu, bangsa Arab itu karena enggak bisa
- bayar utang riba tuh akhirnya
- menggadaikan keluarganya lah, istrinya
- lah, anaknya. Itu memang trouble maker
- itu ya Yudi. [tertawa]
- Heeh.
- Baik, sudah terjawab insyaallah oleh
- Ustazah Bapak. Saya akan ke pertanyaan
- berikutnya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Hamba Allah
- ini, Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah, Ummu Sofiah
- menikahi laki-laki yang membunuh
- suaminya ee dan ayahnya. Saya, Ustazah,
- dulu waktu awal pernikahan pernah
- dibentak oleh suami bahkan ditampar satu
- kali. sampai sekarang usia pernikahan
- hampir memasuki 25 tahun itu selalu
- berada di kepala saya dan mempengaruhi
- sikap saya terhadap suami saya apabila
- saya lagi ingat ustazah. Nah, Ustazah
- bolehkah ee diberikan pencerahan apa
- amalan yang dilakukan oleh Ummu Sofiah
- sehingga beliau memiliki keleluasaan
- hati seperti itu? Terima kasih, Ustazah.
- Eh,
- kalau Rasul eh kalau ee apa? Sayidah
- Sofia ini kan yang gampar kan suaminya
- Yahudi kan.
- H.
- Kalau ini kan suaminya muslim kan.
- Betul. [tertawa]
- Jadi beda dong Rasulullah selama ee
- menikahi Rasul tuh tidak pernah
- bertindak kasar kepada istrinya. Lembut
- banget. Masyaallah. Itu pribadi ideal
- kita ya. bahkan lebih timur daripada
- orang timur ya pada orang Arab gitu ya.
- Mana ada suami ya ketika ngetuk pintu
- malam hari datang enggak dibukain pintu
- terus kemudian menggelar ee sorban tidur
- di depan pintu. Mana ada suami kayak
- gitu sekarang. Yang ada mah
- marah-marahin itu Rasulullah ya. Nah,
- kalau Ibu mungkin permasalahannya ee
- berbeda ya, karena suami kan muslim dan
- itu enggak terus kan dulu kan ya, enggak
- sekarang ya maksudnya apakah masih
- terbang
- kayaknya dia bilang cuma awal-awal
- pernikahan Ustazah.
- Awal-awal pernikahan ya. Jadi memang ee
- itu memang sulit ya untuk trauma-trauma
- itu ya. Ee begini aja, selama suami
- masih bertanggung jawab, masih ee sayang
- istri ya ee masih apa ya, masih baik
- gitu dalam arti menjalankan
- ibadah-ibadah salat wajib ya, kewajiban
- yang lain dan tidak lagi melakukan
- kekerasan gitu ya. Ee ya memang mau
- enggak mau ya sudahlah itu masa lalu ya.
- Artinya mudah-mudahan dengan doa ya Ibu
- ya. diberikan kesabaran dan kekuatan.
- Itu kan masa lalu sudahlah sudah lama.
- Apalagi kalau itu hanya dulu gitu ya ee
- masa-masa lalu ya. Sekarang sudah kan
- baik ya kecuali kalau masih berlanjut ya
- kecuali masih ee berulang kan. Ini kan
- dulu masa lalu ya lihatnya ke depan aja
- deh ya. Manusia itu insyaallah bisa
- berubah. Mudah-mudahan ya Ibu ya. Ee
- banyak-banyak doa ya. Apalagi kalau kita
- mengingat, enggak lama lagi kok kita di
- dunia, jam tayang kita bentar lagi
- berakhir.
- Biasanya ee orang-orang kan mengatakan
- kalau ee hari lahirnya kan disebutnya
- kalau suka orang-orang nyanyi itu kan
- panjang umurnya ya. Itu salah itu bukan
- panjang umur, pendek umur itu ya. Jadi
- yang kita pikirkan sekarang adalah
- daripada kita ee trauma dengan masa
- lalu, dengan perilaku orang lain, lebih
- baik kita sekarang ini berpikir apa yang
- bisa kita bawa nanti ketika kita
- berjumpa dengan Allah. Kira-kira bisa
- enggak ya kita mengakhiri ee hidup ini,
- perpisahan dengan dunia ini dalam
- keadaan sebaik-baik kematian, husnul
- khatimah? Nah, itu yang kita pikirkan.
- Karena orang yang memaafkan itu itu
- pahalanya tuh besar banget ya. Jadi ada
- tiga, Mbak amal yang pahalanya tuh tanpa
- batas, tanpa hisab ya. Ya. Ya. Pertama
- kan orang puasa ya. Puasa itu kan besar
- ya pahalanya tuh asamli wa ajz itu jelas
- ya. Saking besarnya sampai enggak sampai
- sampai Allah tuh rahasiakan itu aku yang
- memberi balasan. Nah, itu jelas
- berpuasa. Kemudian sabar. Sabar juga e
- tanpa hisab. Nah, yang lebih besar lagi
- di antara yang dua itu memaafkan.
- Jadi memaafkan itu adalah cara pintas
- menuju surga tanpa hisab.
- Masyaallah.
- Dan itu memang berat memang ya memang ya
- surga itu kan mahal memang enggak murah
- ya. Maka kita saling mengingatkan,
- memaafkan itu adalah suatu hal yang
- mudah diucap tapi luar biasa perjuangan
- melupakannya. Dan kita juga tahu ya
- memaafkan itu bukan berarti bisa
- melupakan ya, tapi dengan perjalanan
- waktu insyaallah bisa dilupakan. Ya,
- waktu itu kan bagian dari ilaj ya,
- bagian dari pengobatan. Jadi jangan
- terus ingat-ingat terus. Itu
- kadang-kadang setan suka
- nginget-ngingetin ya. Coba dulu. Makanya
- kita kalau kayak kendaraan tuh jangan
- lihat spion nanti bisa tabrakan.
- Lihatnya aja kaca depan. Spion tu
- spion itu penting kalau kita mau belok
- sesekali aja gitu tapi jangan terus ke
- situl ke spion ya. Mudah-mudahan ya
- dengan doa Ibu bisa memiliki luas
- keluasan maaf seluas langit dan bumi
- insyaallah.
- Amin. Amin. Baik, saya beralih ke
- pertanyaan berikutnya. Masih dari hamba
- Allah ini di Jatisari. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustazah.
- Waalaikumsalamikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustazah, bagaimana
- menanamkan sejak dini cara berpikir yang
- positif menghilangkan trauma-trauma yang
- terjadi pada mereka tanpa mereka sadari?
- Misalnya sangat mengkhawatirkan
- belakangan ini masalah perundungan. Saya
- tadi pagi melihat berita sampai dua dua
- siswi kelas S sekelas SMP mengakhiri
- hidupnya hanya karena dirudung. Hal
- tersebut menurut saya ee mencerminkan
- betapa sempitnya cara berpikir anak-anak
- saat ini sehingga mereka tidak mudah
- memaafkan, tidak mudah menghargai bahkan
- diri sendiri dan menganggap dirinya
- sangat kecil dan berarti. Sehingga
- dengan mudahnya dengan usia yang sekecil
- itu panjang ya, Bu. Baik. Di usia yang
- sekecil itu ee memutuskan untuk
- mengakhiri hidupnya. Mohon bimbingannya,
- Ustazah untuk anak-anak kami diberikan
- ee diberikan panduan kami sebagai orang
- tua apa yang harus kami lakukan secara
- nyata. Terima kasih Pak Karolin. Terima
- kasih juga Ibu. Silakan Ustazah.
- Iya. Baik. Saya berusaha untuk
- menyampaikannya dalam waktu yang singkat
- karena ini memang ee bagian dari ya ini
- kan pros
- seperti pertanyaannya panjang. [tertawa]
- Ini kan proses pendidikan ya mulai
- bermula dari pola asuh di awal kita ya
- artinya ee kayak kayak begini kan daya
- tahan tubuh dan imun ya itu kan dimulai
- dari rumah ya. Bagaimana anak itu punya
- imun ya dari ee pengaruh luar kan dari
- rumah dulu ya. Jadi di artinya bagaimana
- hubungan antara orang tua dengan anak,
- pola asuhnya biasanya ee
- anak-anak ya ini kan enggak lepas dari
- pola asuh. Jadi kalau dari awal anak itu
- sudah diberikan
- daya tahan, daya juang, daya imun, itu
- dia akan kebal gitu ya. Tapi jangan juga
- sampai membully orang ya. Biasanya
- anak-anak yang membully itu karena di
- rumah juga dia dibully biasanya tuh ya.
- ya kan orang tua suka ngelecin anak ya
- misalnya lah gitu pokoknya
- membanding-bandingkan kakak adik
- akhirnya di luar dia terbiasa membanding
- atau membully ya punya komunitas pula
- gitu ya. Nah, kita enggak bicara itu.
- Kita bicara ee memang ee langkahnya
- panjang ya untuk membuat anak kita
- memiliki daya daya saing, daya juang,
- imun itu paling tidak memang menanamkan
- pondasi ee apa ya kalau kita lihat
- akidah ee tauhid ya. Ya, artinya
- menghargai ee apa? Jadi artinya melihat.
- Jadi jangan lagi ditambah-tambah sama
- orang tua gitu ya, tambah dibully,
- tambah dikecilin, tambah dibandingin di
- luar akhirnya jadi pendiam. Jadi mampu
- untuk menyuarakan ya ee supaya tidak
- larut ya. Jadi kalau lebih ini memang
- butuh proses yang panjang ibu ya.
- Anak-anak kita ini lebih kepada daya
- tahan ee
- imun ya, kekuatan iman ya. Paling enggak
- kalau yang sudah terlanjur, yang sudah
- terjadi itu ee menanamkan konsep takdir
- kali ya. takdir ya. Jadi ini juga
- pengaruhnya gini ee anak-anak itu
- ee mendapatkan nilai-nilai itu sangat
- sedikit. Jadi mereka itu belum atau
- mungkin tidak diberikan dari awal
- pemahaman tentang ee penciptaan manusia
- gitu ya. Ya kan kalau kita bicara ini
- kan mulainya dari rumah ya. Kenapa anak
- jadi korban jadi atau ada yang menjadi
- ee biang ininya kan semua dari rumah
- dari pola asuh di rumah ya. Nah, kita
- perlu evaluasi pola asuh kita kepada
- anak-anak kita ya. Ee tidak mengecilkan,
- tidak mengolok-olok ya. Kadang-kadang
- orang tuh ngolok-ngolok anak ya. Alah
- begitu enggak bisa kamu gimana sih gitu.
- Kadang-kadang antara kakak adik.
- H
- kalau misalnya lihat kakaknya agak
- lambat dikit, adiknya cepat
- dibanding-bandingin. Nah, di situ kan
- sudah mulai orang tuh membully anak gitu
- tanpa disadari ya. Akhirnya adiknya ikut
- bully kakaknya tuh. Nah, nanti adiknya
- terbawa kebiasaan di luar misalkan ya.
- Iya, Teman-temannya ikut bully kakaknya
- juga apalagi yang agak aneh dikit. Nah,
- itu kan semuanya bermula dari rumah ya.
- Jadi kalau bagaimana mengatasinya itu
- memang butuh proses yang panjang paling
- tidak ilmu ya, ilmu parenting. Nah,
- kalau kita yang sudah terlanjur ini
- memang dangkal sekali imannya ya
- langsung bunuh diri ya karena memang
- tidak dibekali dari awal tentang pondasi
- ketauhidan. Contoh aja gini, Mbak. Kita
- ngasih anak kita makan itu kan biasanya
- duniawi aja ya. itu ada kucing bagus ya,
- itu ada cicak, ada ini gitu ya. Tapi
- pengenalan terhadap makrifatullahnya
- kayaknya agak kurang deh. Ih,
- subhanallah. Kucing Allah yang ciptakan
- tuh. Lihat matahari indah sekali ya. E
- bahkan para ulama mengatakan kalau bisa
- tuh kalimat pertama yang diucapkan anak
- yang bisa dia ucap itu ada kalimat Allah
- gitu. Allah itu kan enggak sulit
- sebenarnya ya. Ee enggak perlu rapat
- bibir ya. Nah, kalau kita kan ngajarin
- papa, Mama, Bunda, ee terus apa umah
- gitu ya. Ya, itulah itu butuh proses
- yang panjang, enggak mudah juga ya.
- Paling tidak memang butuh ilmu. Tapi
- bagi anak-anak kita ini ee kita bisa
- preventif sih insyaallah ya. Pertama
- komunikasi hubungan yang baik tuh jangan
- sampai ee tersekat. Jadi bisa jadi ee
- kesulitan kita menangani anak yang
- dibully ini adalah mungkin komunikasi
- dia dengan orang tuanya terhambat. Kalau
- hubungan dengan orang tuanya lancar,
- komunikasi berjalan dengan baik, pasti
- anak tuh ngomong sama orang tuanya,
- "Kan, aku diginikan, aku pasti dia akan
- minta pandangan orang tua." Nah, jadi
- orang tua kan ee jadi bisa ya, tapi
- jangan pula ya apa namanya mendengarkan
- sepihak. Ada juga orang tua dengar
- sepihak akhirnya gurunya di inii
- [tertawa]
- ya akhirnya dimusi ramai-ramai. Jangan
- gitu juga ya. Kita tetap ee mendengarkan
- dua belah pihak ya. ee apa yang
- dicurhatkan anak, kemudian kejadian
- sebenarnya seperti apa itu. Jadi kata
- kuncinya yang pertama adalah komunikasi,
- hubungan yang intens, yang baik antara
- anak dan orang tua. Biasanya sih bully
- itu terjadi karena hubungan enggak baik
- kayaknya anaknya pendiam, enggak ngomong
- sama orang tua karena masalahnya dengan
- orang tua gitu ya. Ee ada sesuatu yang
- mereka mungkin ya ini kembali kepada
- pola asuh. Nah, dari situ kalau sudah
- komunikasi berjalan dengan baik di situ
- nilai-nilai bisa masuk. Jadi anak-anak
- [berdehem] ini perannya banyak nih ya.
- Jadi kalau kita ini Mbak ya
- masalah-masalah bully dan segala macam
- ee anak-anak kita ini permasalahan tuh
- saya merangkum ada empat ya yang perlu
- kita perhatikan dan perlu kita ee butuh
- ilmu ee dalam dalam ee menanganinya.
- Pertama itu adalah ee orang tua pola
- asuh gitu ya untuk ee menghindari anak
- ini dari pelecehan seksual, pembulian
- itu pertama itu yang memegang peran
- penting itu orang tua ya. bagaimana pola
- asnya, bagaimana ilmu yang dia serta.
- Kasihan loh anak-anak kita tuh kenapa
- jadi bul? Karena orang tuanya yang tidak
- menanamkan atau mungkin enggak paham
- ilmunya atau ya masa bodoh kan karena
- kesibukan. Akhirnya kita betapa lihat
- sekarang Mbak anak-anak itu jadi ee anak
- asuh gadget ya. Anak asuh gadget ya
- orang tua karena mungkin kerja akhirnya
- anaknya di ee rawat ee diasuh oleh
- khadimatnya ART asisten rumah tangga
- gitu kan ya kan. mereka enggak punya
- konsep ee pendidikan. Akhirnya daripada
- repot-repot ribet, sudah kasih aja HP.
- Akhirnya anak tuh sekarang apa yang
- dilihat itu kan jadi semua tuh bisa jadi
- apa yang dilihat, apa yang didengar, apa
- yang di ee yakini itu akhirnya berubah
- kan jadi ee perilaku. Nah, itu dari
- orang tua. Kemudian lingkungan,
- sekolah, masyarakat ya. Nah, itu jadi
- semuanya itu dibingkai dengan doa ya.
- Kalau memang sudah seperti ini ya
- insyaallah mudah-mudahan doa itulah yang
- akan menjaga anak-anak kita. Tapi empat
- ini penting perah ya. Ya. Jadi kalau
- bicaranya itu butuh waktu ya Mbak.
- Bahkan akses seidup kita tuh sekarang
- apa yang enggak enggak semuanya perlu
- butuh waktu, butuh enggak mudah. Enggak
- seperti memudahkan kita dalam
- mengucapkannya, Mbak.
- Paling tidak dengan ucapan dan
- pembincangan perbincangan ini kita bisa
- mulai step by stepnya. Insyaallah. Kalau
- jadi bunuh diri kan ada lagi anak, Mbak
- cintanya ditolak bunuh diri Mbak.
- Astagfirullahalazim. Anaknya SD ya
- Allah.
- SD.
- SD.
- Iya begitu. Iya SD kelas 6.
- Innalillahi wa inna.
- Nah. Jadi ini mungkin dari rumah ya
- perhatian orang tua terhadap pendidikan
- agama terhadap anaknya itu yang perlu di
- ee perkuat ya. Sudah berapa banyak anak
- kita memahami nilai-nilai dari rumah
- seperti apa keteladanan yang telah
- dicontohkan oleh orang tuanya. Nah, ini
- memang butuh ini sebenarnya ya e
- evaluasi kepada diri kita dan keluarga
- ya.
- Baik, mudah-mudahan Ibu terjawab ya
- cukup ee lugas dan bernas berisi dan
- singkat nanti kita minta Ustazah untuk
- bikin satu tema yang khusus ee terhadap
- parenting dan anak-anak ya Ustazah ya.
- Ini sangat menarik Ustazah. Saya ee
- bacakan satu lagi, Ustazah. Ee ini dari
- Kalimantan Timur soalnya penanya hamba
- Allah bertanya, "Ustazah, saya pernah
- mendengar bahwa ibunda Sayidah Sofiah
- merupakan masih keturunan Nabi Allah
- Harun." Betul enggak, Ustazah?
- Orang Yahudi itu kan semuanya ada si
- itu. [tertawa] Iya, memang beliau tuh
- keturunan Harun ya. Apalagi ulama-ulama
- dulu ya, Nabi Musa alaihi salam ya kan.
- Itu Rasulullah juga yang mengatakan
- kenapa engkau sedih? Kan engkau tuh
- keturunan Harun, Nabi Musa itu ya. Suami
- engkau adalah Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Jadi memang Yahudi itu satu
- turunan. Yahudi itu kan anaknya kan
- kalau Nabi Ibrahim anaknya ee Ishak,
- Ishak terus Yakub itu ya. Nah, itu kan
- semuanya dari dari ee Bani Israel ya.
- Yakub kan hamba Allah Abdullah itu ya ee
- itu semuanya Bani Israel itu kan ya
- semuanya ya Nabi Harun, Nabi Musa alaihi
- salam. Jadi memang keturunan para ulama
- tuh keturunan tokoh-tokoh Yahudi ya
- ulama di masa lalu, di masa dulu ya. Itu
- kan Nabi juga sendiri mengatakan kan
- pamanmu adalah Nabi Harun, keduturan
- Harun paman Nabi Musa, kemudian suamimu
- Rasulullah gitu. Masyaallah
- ya. Baik, sudah clear ya Ibu. Ini
- merupakan pertanyaan terakhir. Ee
- silakan Ustazah kesimpulan kita pada
- siang hari ini.
- Ya, pendengar yang dirahmati Allah.
- keputusan menikah menikah dengan ee
- Sayidah Sofiah binti Huyai itu adalah
- keputusan yang membawa dampak yang luar
- biasa. Dan keputusan ini dapat menjadi
- ee bukti bagaimana Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam itu memiliki akhlak yang
- mulia. Bagaimana keputusan Rasul itu
- bukanlah dari hawa nafsunya sendiri,
- tapi benar-benar petunjuk Allah. Nah,
- dari sini kita dapat mengambil ee hikmah
- dan ibrah bagaimana dalam ee kehidupan
- keislaman kita, keimanan kita. Bahwa
- ketika kita berpegang teguh kepada
- keimanan, kepada keislaman, jadi
- keteguhan, kekuatan itu mampu mengatasi
- semua hal-hal yang negatif. ya, dengan
- keimanan kita dapat ee mencontoh
- keluarga Rasulullah dengan para istrinya
- itu adalah munculnya rahmat yang
- mendalam, keberanian ya, kebijaksanaan
- sehingga ee apapun yang berasal dari
- Rasul sallallahu alaihi wasallam, apapun
- yang diajarkan itu adalah rahmat lil
- alamin, rahmatan lil alamin. Dan ini
- bukti bagaimana pernikahan beliau yang
- memang luar biasa ya. ini bukan ee
- bukanlah pernikahan politik, tapi ini
- adalah pembuktian bahwa Rasulullah ini
- memiliki akhlak yang mulia. Bahwa
- dinullah itu ya yang dibawa oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Dan terakhir
- cinta yang tumbuh dari iman itu lebih
- kuat dan berdampak positif. mampu
- mengalahkan segala tantangan dan
- rintangan dalam kehidupan ini.
- Mudah-mudahan Allah memberikan kita iman
- yang kokoh, keteguhan, keyakinan
- sehingga kita insyaallah nanti
- bersama-sama dengan rasulah dan
- keluarganya di surga.
- Astagfirullah wakum. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Masyaallah, ikhwan dan
- akhwat, telah kita ikuti bersama
- pemaparan dari Ustazah perihal keputusan
- Rasulullah yang paling berani yang
- pernah pernikahan yang dilakukan yaitu
- menikahi putri dari musuh bebuyutan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- dan ternyata berjalan baik. Dan ini
- merupakan salah satu contoh bahwa suami
- dan istri yang memiliki masa lalu yang
- mungkin ee menjadi catatan kelam
- ternyata bisa berjalan beriringan
- insyaallah sampai di surga nanti. Baik,
- Ikhwan dan Akhwat. Kami akan akhiri ee
- kajian fikih wanita pada siang hari ini.
- Mudah-mudahan bermanfaat besar. Yang
- bertugas hari ini saya Carolin
- didampingi oleh Atep juga Algi. Kami
- mohon maaf apabila ada kekurangan. Kami
- pamit undur diri. Subhanaka Allahumma
- wabihamdika ashadu alla illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik. Wabillahi
- taufik walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pamit.
- sehat selalu. Bu