Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Saling kepada
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Ahim. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Wasalatu wasalamu ala sayyidina Muhammad
- wa ala alihi wasohbihi ajmain. Rbi zidni
- ilma allahumfani bima alamtani waimni ma
- yangfoni warzuqni ilman yangfoni.
- Dipancarkan dari jalan masjid
- silaturahim nomor 36 Kalimangis Cibubur
- Bekasi. Radio silaturahim dan rasil
- visual untuk Islam yang satu. Ikhwan
- akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
- taala. Semoga kabar Anda di pagi menuju
- siang hari ini dalam keadaan sehat
- walafiat. Senang sekali saya Angka
- Aminuddin ditemani oleh Atep Setiabudi
- dan juga Anis Mualim di meja operator
- Ihan Ah dapat kembali menyapa Anda di
- mana pun Anda berada. Hari Selasa kita
- jumpa kembali dalam acara ekonomi Islam
- bersama narasumber kita dari Dewan
- Syariah Nasional yang alhamdulillah
- telah hadir di studio, Ustaz Ihwan
- Basri. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Kabarnya
- sehat, Pak Ustaz, ya pagi hari ini, ya?
- Alhamdulillah sehat walafiat. Sekarang
- aktivitas ini sepertinya kita sudah
- mulai memikirkan kembali nih untuk
- ketemu orang, untuk berkumpul ya, Ustaz
- ya. Betul. Kalau bulan lalu kita bisa
- pertemuan fisik, sekarang ditunda lagi,
- kita pakai online lagi. Online lagi.
- Jaga jarak juga tetap, Pak Ustaz, ya.
- Iya. Dan ini juga menunjukkan bahwa
- dengan ee pandemi Covid-19 yang belum
- turun bahkan terus meningkat, pemerintah
- sepertinya terus ee kesulitan pokok saja
- dalam hal khususnya ee penanganan ee
- resesi bahkan ee akan diprediksi
- terjadinya ee krisis gitu ya. Kalau
- misalkan pandemi ini
- terus-menerus ee belum ada beber
- terobosan-terobosan yang berarti dalam
- hal ekonomi dan Ikhwan Ahot di
- kesempatan kali ini kita akan mengangkat
- satu topik antara krisis ekonomi dan
- resesi. Bagaimana pandangan ekonomi
- Islam begitu Pak Ustaz ya? Iya. Sebagai
- pembuka Pak Ustaz silakan. Terima kasih
- Pak Ustazah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu
- wasalamu ala asrofil iyaai wal
- mursalin sayyidina Muhammadin wa ala
- alihi wasbihi ajmain. Amma ba'du. Para
- pemirsa radio silaturahim dan
- para para pendengar radio silaturahim
- dan para pemirsa resil visual yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Alhamdulillah kita bersyukur ke hadirat
- Allah Subhanahu wa taala yang senantiasa
- melimpahkan dan mencurahkan rahmat-Nya
- kepada kita sekalian sehingga dengan
- rahmat tersebut antara lain kita bisa
- melangsungkan siaran live pada pagi hari
- ini dengan topik yang sudah
- diberitahukan oleh Masangga tadi tentang
- ee
- resesi menuju kepada krisis ekonomi.
- bagaimana ekonomi Islam akan memberikan
- tanggapan atau menyikapinya
- bagaimana. Ee saya banyak
- mendapat ee apa namanya ya
- obrolan juga apa namanya ya kayak
- obrolan di warung kopi ya tentang ini ee
- tentang persoalan yang sedang kita
- hadapi bersama. Jadi obrolannya itu
- selalu sama. itu aja persoalan
- yang
- diceritakan. Tapi yang aneh adalah
- pertanyaan-pertanyaan yang mereka itu
- agak
- sentilannya, sentil-sentilannya sana
- sini mengenai beberapa pokok persoalan.
- Yang pertama adalah ee
- kenapa ini ada ee penjelasan dari
- Menteri Keuangan bulan lalu
- bahwa kita
- itu tidak masuk resesi. Iya kan? ya.
- Terus semua pengamat dosen akademik juga
- itu memberikan bukti bahwa kita secara
- data ini sudah masuk karena pertumbuhan
- negatif berturut-turut dalam dua kuartal
- yang berturut-turut.
- Tetapi itu tidak diakui
- sebagai bukti bahwa kita masuk resesi.
- Negara-negara tetangga Singapura,
- Malaysia, kemudian Filipina, Thailand
- dengan tidak
- malu-malu Amerika Serikat, Jerman ya,
- Perancis, Inggris tidak pernah malu-malu
- mengakui bahwa kita ini sedang dalam
- keadaan
- resesi ya. Tapi Indonesia walaupun data
- menunjukkan hal itu, Menteri Keuangannya
- tidak menyatakan. Iya. Terus ini ada
- menteri yang bukan Menteri Keuangan
- menyatakan ya
- 99,9% next month Indonesia ya maksudnya
- bulan ini berarti itu ee terkena resesi.
- Publik juga dikejutkan. Kenapa yang
- mengumumkan begini ini kok bukan menteri
- keuangan, menteri yang tidak ada
- hubungannya dengan ekonomi begitu loh.
- Iya. Jadi pertuanya pertanya kenapa
- Menteri Keuangan tidak
- mengumumkan? Apa sebabnya kemudian
- menteri bicara yang menteri yang
- seharusnya tidak bicara masalah itu
- bicara gitu ya. Bingung sekali kita ini.
- Apakah di dalam kabinet sendiri ada apa
- ya? Wallahualam. Kita tidak tahu. Tapi
- tebakan aja ya mungkin ya lu saja yang
- ngomong daripada saya.
- Saya ketawanya ini lepas nih. Heeh.
- Eah. Begitulah cerita warung kopi ini.
- Iya. Jadi cerita itu sah-sah saja ini
- orang sambil minum kopi kemudian ngobrol
- sana ngobrol sini. Heeh. Ya. Sebetulnya
- mereka bukan apa-apa. Mereka itu adalah
- bagian daripada rakyat yang menerima
- kepahitan daripada pandemi ini. Karena
- mereka ini adalah orang yang kena PHK,
- kemudian mereka
- pengangguran. Tidak ada acara di dalam
- kegiatan mereka sehari-hari apalagi
- mereka sekarang kena lockdown tidak bisa
- ke mana-mana. Ya bisa kita bayangkan h
- apa yang ada dalam pikiran mereka. Ee
- mohon maaf Pak Ustaz dipotong mulu
- sedikit. Iya. Karena dalam hal ini
- pertama kan Menteri Keuangan itu bahkan
- sampai terakhir itu menekankan ee
- menghindari resesi. Oh iya. Semua jurus
- jitu langkah-langkah sudah tipis apa aja
- disampaikan terus tuh ke publik belum
- kita lihat. Akhirnya muncul
- KSP. KSP juga sampai muncul menyatakan
- Indonesia di amang resesi ekonomi. Tapi
- jangan khawatir pemerintah masih aman
- bilangnya begitu. Terakhir itu nah main
- kopol hukam. Iya, akhirnya kan menteri
- yang lain yang ngomong gitu loh. Jadi
- apakah sudah sudah bimbang, sudah
- gamang, sudah tidak PD lagi di depan
- publik Menteri Keuangan ini? ini
- penilaian orang awam ya di warkop-warkop
- sebelah rumah saya itu.
- Jadi mereka adalah korban daripada ee
- pandemi sekarang ini. Karena saya
- tinggal di rumah saya itu oh sebelah
- kanan kiri depan belakangnya pabrik ya
- kan. Banyak sekali yang kena PHK sudah
- ratusan di situ aja sudah ribuan ya.
- Nah, maka apa namanya kepahitan yang
- sekarang mereka rasakan itu yang
- ngomongnya cuma seperti ini. Kenapa
- kalau kita ini dikatakan belum masuk
- resesi tapi kita saya sudah gak punya
- pekerjaan saya sudah di PHK saya
- sekarang jadi pengangguran dan bukannya
- saja teman saya ada ratusan seperti ini
- ya tapi kok belum di dinyatakan dengan
- formal kita masuk resesi kemudian
- menteri yang bukan menteri tidak ada
- punya dengan menteri keuangan bicara
- seperti itu tambah-nambah ini lagi
- kemudian diprediksi akan Tidak, tidak
- krisis. Iya. Padahal krisis krisis
- sebagian
- daripada warga kita bukan krisis lagi,
- sudah musibah itu ya. Sudah musibah
- karena sudah sudah dipakk dari
- perusahaan sudah habis sanggonnya
- ataupun pendapatan yang mereka sekarang
- ini yang sebelumnya belum diapa-apain
- sekarang sudah habis ya. Ya. Dan itu
- banyak sekali. Karena itu maka daripada
- apa nam mencoba untuk
- memoles ee citra daripada kondisi
- ekonomi kita ini sebaiknya kalau menurut
- saya gentle saja kita bilang begini
- karena kita menghadapi musuh yang sama
- menghadapi hal yang sama yaitu pandemi
- Covid-19 ini dan kita perlu satu suara
- perlu satu tenaga, perlu satu visi,
- perlu satu misi dalam rangka untuk
- bersama sama-sama ee mengatasi persoalan
- ini. Bukan hanya pemerintah saja, ini
- bukan tugas hanya bukan tugas pemerintah
- saja, tapi seluruh rakyat Indonesia
- siapapun itu di manaun sekarang ini
- sudah berkewajiban
- untuk apa namanya
- menjaga menjaga diri sendiri dalam
- pengertian jangan sampai memberikan
- persoalan lebih buruk menularkan kepada
- orang lain atau tertular daripada orang
- lain. itu itu gak mungkin tugas seperti
- ini hanya di panggul oleh pemerintah.
- Karena itu perlu satu satu visi, satu
- komunikasi, satu ee pekerjaan kita
- semuanya sama menuju ke sana. Tapi
- jangan dibingungkan dengan hal-hal yang
- itu bukan sebenarnya bukan bidangnya,
- tapi kok orang ini bicara begitu gitu.
- Jadi ee publik yang bawa ini
- bertanya-tanya kenapa begitu, apakah
- Menteri Keuangan Sakit apa sariawan atau
- apa gitu sehingga perlu menteri yang
- lain gitu. Kita ini memerlukan apa
- penjelasan yang solid, penjelasan yang
- valid dan itu harus kita terima dari
- sumber yang resmi ya. H. Nah, Ustaz,
- antara krisis dan resesi, apakah benar,
- Ustaz, bahwa kita ini tidak akan masuk
- krisis ekonomi sebenarnya apa
- tanda-tandanya?
- Ya, sekarang yang dimaksud dengan krisis
- itu apa sebetulnya? Kalau kita resesi
- sudah kita ketahui ya, ada apa namanya
- pertumbuhan negatif misalnya 2% minus ee
- dalam dua kuartal yang berturut-turut
- seperti itu umum atau akademik ya memang
- begitu definisinya. Sekarang yang
- dimaksud dengan krisis apa?
- Seandainya ini ee kuartal yang ketiga
- kita masuk lagi masuk sedang masuk awal
- kuartal ketiga kemudian kita ee
- pertumbuhannya negatif lagi maka itu
- sudah lebih dari dua kali dan ini kalau
- terjadi sampai setahun berarti empat
- kuartal seempuannya kita negatif ya itu
- bukan hanya bukan resesi namanya sudah
- depresi itu ya. Nah,
- sebetulnya krisis itu manifestasinya ya
- dari resesi, dari depresi dan lain
- sebagainya. Meskipun tidak harus dari
- situ seperti misalnya krisis ekonomi
- tahun 99 itu persoalan bukan dari sini
- ya ee muaranya, pemisinnya bukan dari
- sini. Tapi apakah itu krisis yang
- terjadi pada tahun 1999 dengan yang
- sekarang itu semuanya korbannya sama?
- Ya, apa yang dirasakan oleh rakyat di
- bawah ini sama, yaitu mereka kehilangan
- pekerjaan, mereka kena PHK, mereka
- menjadi pengangguran, simpanan mereka
- sudah habis untuk makan dan mereka tidak
- ada harapan. Nah, makin jauh keadaan
- seperti ini, maka ini tidak bisa tidak
- kita katakan bahwa akan terjadi krisis
- atau sudah terjadi krisis, ya. Jadi
- sebetulnya krisis itu kalau dalam bahasa
- matematika itu himpunan ya anggota
- himpunannya ya bisa resesi, bisa
- depresi,
- bisa krismon apalagi itu ya gitu ya.
- Nah, memang siverity apa ee
- kepahitannya,
- ketajamannya ee ee apa ya bahasa
- Indonesianya ee kesakitannya yang kita
- rasakan berbeda-beda. Ada yang lebih
- sebentar ya. Kalau resesi itu kan dua
- dua dua kuartal berturut-turut. Kuartal
- yang ketiga sudah ada positif ya berarti
- hilang. Kalau depresi lebih lama lebih
- lama ya.
- dan lagi bisa habis depresi, depresi
- lagi bisa saja begitu seperti yang sudah
- saya jelaskan dalam beberapa apa ya sesi
- sebelumnya ya. Ya sebelumnya di depresi
- resesi itu kan ee ikut dalam apa namanya
- dalam konteks bisnis cycle. Jadi ekonomi
- itu ee mungkin kita awalnya itu mulai
- dari turun ya itu resesi resesi menc
- puncak bawahnya terus naik recover
- recover naik terus pertumbuhannya
- positif sampai
- beberapa dekade misalnya mencapai
- puncaknya terus turun lagi terus begitu
- terus tidak ada sebuah perjalanan
- ekonomi itu yang yang tidak seperti itu.
- Semua data menunjukkan seperti itu.
- Cuman dalam jangka panjang itu walaupun
- kita itu mengalami penurunan, tetapi
- trennya itu naik ya. Trennya naik
- walaupun sekarang ini kita turun tapi
- kalau kita lihat di dalam statistik
- nanti tetap akan kita lihat bahwa apa
- pedoman kita ini ee tetap tetap naik
- gara umum gitu. Karena penurunan itu
- terjadi setelah kita menaiki puncak yang
- tinggi ya dan nanti akan-akan terus akan
- setelah setelah dari resesi kita akan
- naik lagi. Begitulah ya. Jadi kalau kita
- melihat dari sisi akademi atau ilmu
- ekonomi, banyak orang yang tidak
- begitu apa ya tidak begitu peduli, tidak
- begitu ee ee apa, tidak
- begitu takut. Kalau itu terjadi karena
- itu adalah siklus biasa gitu ya.
- Tapi kalau yang sekarang ini siklusnya
- penyebabnya bukan seperti yang di di apa
- namanya dilihat dari tekbook ekonomi,
- tapi penyebabnya adalah penyakit yang
- entah siapa yang memicu ini kan masih
- kontroversi dan penyakit ini belum
- diketahui apa sebab apa namanya obatnya
- belum
- diketahui. Dan
- untuk menjinakkan penyakit ini perlu
- adanya penemuan vaksin dan itu perlu 1
- tahun minimal dan kita belum 1 tahun.
- Tapi akibat yang di ee yang diakibatkan
- oleh penyakit ini sudah luar biasa. Jauh
- lebih buruk daripada krisis
- 99 atau krisis yang manapun. Karena ini
- luar biasa. Penerbangan berhenti total
- ya. dan tidak ada apa namanya keadaan
- semacam itu terjadi sebelumnya. Misalnya
- kalau perang, perang dunia kedua
- misalnya perang apa itu kan lokas
- terjadi di lokasi tertentu. Dunia yang
- tidak perang itu biasa ya tetap kegiatan
- ekonominya biasa tapi ini itu seluruh
- dunia ya karena musuhnya enggak
- kelihatan virus. Orang yang membawa
- virus juga sadar enggak sadar kalau dia
- bawa enggak bawa virus. Bahkan orang
- yang sehat katanya itu belum tentu tidak
- membawa virus ya. Ini kan sangat sangat
- apa ya beda sekali dengan kita melihat
- musuh di depan kita ditembak gitu
- selesai
- masalah. Makanya apa namanya ini adalah
- suatu pandemi, suatu apa namanya resesi
- yang penyebabnya itu ee sulit untuk di
- dijinakkan.
- ee belum kita masih ee probabilitasnya
- sangat tinggi untuk tidak untuk untuk
- tidak masuk ke dalam jur jurang resesi.
- Karena itu maka pertanyaan adalah apakah
- lepas ini kita akan kena krisis? Ya,
- tergantung krisis ini definisinya apa.
- Kalau kita definisikan krisis itu adalah
- kelanjutan daripada resi, ya pasti ya.
- Nah, jadi ee penyebabnya itu seperti
- ini. Beda dengan perang. Kalau perang
- itu lokasinya ada.
- wilayah yang tidak perang kegiatan
- biasa-biasa saja, enggak ada terkena
- itu. Nah, sekarang ini seluruh dunia
- PBB, seluruh dunia tidak ada negara yang
- tidak terkena ya. Walaupun belum terkena
- dengan masif, tapi negara itu pasti
- sudah melakukan tindakan lockdown
- sehingga menyebabkan kegiatan ekonomi
- ini ee berkurang jauh.
- Ya. Dan berkurang akibatnya beliau kita
- tebaklah pendapatan negara itu
- pendapatan nasional, PDP, pendapatan
- pribadi, haul dan lain
- sebagainya berkurang. Konsumsi turun
- akhirnya ya semua tutup
- ya, semua tutup dan keadaan seperti ini
- sudah kita lihat di mana-mana ya. Tidak
- perlu kita bicara secara akademik ini
- kris itu bukan, ini reset itu bukan tapi
- dampaknya itu sudah di depan mata dan
- itu meraja laila ada di
- mana-mana. Jadi tidak ada orang di di
- Indonesia sekarang ini yang tidak
- merasa terkena ee krisis
- ekonomi kecuali mungkin orang itu
- ya hari-harinya di kantor tidak merasa.
- Tapi di luar daripada itu sudah luar
- biasa ya. Karena itulah maka kemudian
- apa namanya obrolan-obrolan di sekitar
- Warkop ini jadi liar. Jadi
- mempertanyakan ini bagaimana sih
- pemerintah ini kok yang bicara bukan
- orangnya gitu. Tapi kata teman-teman itu
- juga sudah biasa kok menteri yang tidak
- ahlinya juga bicara bukan hanya sekarang
- itu sudah ada katanya.
- Iya, itu ceritanya orang-orang awam yang
- mohon maaf ini ee apa namanya? Bukan
- bukan kita rekayasa, tapi kita cuma
- dengar aja dari omongan mereka ya. He.
- Dan itu merupakan suatu cermin ya bahwa
- walaupun mereka ini awam tapi mereka
- sesungguhnya memperhatikan ya karena
- kebijakan pemerintah itu dirasakan oleh
- mereka ya. sekarang bagaimana coba bisa
- kerja lagi? Hampir hampir harapan untuk
- kerja lagi itu enggak ada. Iya. Karena
- pabrik sudah tutup mau diapain lagi?
- Investor sudah
- lari. Ya, satu-satunya cara ya mereka
- bertahan dengan kerja serabutan. Ya kan
- banyak cerita yang dia punya skill yang
- sangat khusus kayak pilot gitu ya.
- Akhirnya jualan ya. Padahal pilot itu
- untuk menjadi pilot luar biasa.
- ongkosnya berapa biaya untuk jadi pilot.
- Tapi dengan keadaan seperti ini, ribuan
- jumlah mereka yang kena piak. Bukan
- hanya di Indonesia, di Singapura, di
- mana-mana lagah gitu
- ya. Makanya dalam hal ini kalau kita
- melihat bahwa krisis itu
- hanya menggunakan kacamata ilmu
- pengetahuan terutama ilmu ekonomi, maka
- persoalan ini enggak ada solusinya. Ya,
- tidak solusinya sementara sekali. Tapi
- soalan ini adalah persoalan yang terkait
- dengan bagaimana kita menyikapi diri
- kita yang seharusnya kita sebagai hamba
- Allah itu bagaimana yang harus kita
- lakukan. Pasti ada hubungannya itu
- dengan kita. Ya, banyak di dalam
- Al-Qur'an tuh kan banyak sekali
- tanda-tanda ayat-ayat yang menunjukkan
- bahwa kaum-kaum yang zaman dahulu di
- dihancurkan oleh Allah karena perbuatan
- mereka, karena mendustakan Nabi. Cara
- memandang Islam, memandang krisis atau
- memandang apapun yang ada menjadi
- fenomena di dunia ini tidak lepas
- daripada campur tangan Allah Subhanahu
- wa taala. Dan itu menjadi pe pelajaran
- bagi kita pada
- zaman zaman Firaun misalnya kan
- ada dengan apanya dengan Nabi Musa
- itu mereka sudah melihat betul bahwa
- Nabi Musa punya
- mukjizat bahwa bukan sihir.
- Bertukang-tukang sihirnya sudah kalah
- semua. Tapi mereka belum belum mau
- tunduk kepada Musa sampai turun kepada
- warsan alimutfan. Kami kirim kepada
- mereka
- tofan. Ya, tofan di sini banyak ulama
- mengatakan banjir besar yang membuat apa
- namanya penghasilan dari apa namanya
- pertanian mereka
- hancur. Wal jarod. Dan kami dan kami ee
- utus kepada kaum kepada Firaun itu
- jarot. Jarot itu kan belalang ya. Nah,
- kalau di Indonesia kita belum pernah
- lihat belalang
- sebagai apa ya sebagai hama dalam
- pengertian ee besar besar. Saya pernah
- lihat itu di Pakistan waktu saya kuliah
- itu belalang
- seperti awan berjuta-juta ya. Oh bukan
- miliar. seperti awan menutup. Iya. Dan
- semua ladang gandum yang dilewati habis.
- Ya, saya pernah lihat videonya tuh,
- Ustaz. Itu kejadian kemarin, tahun
- kemarin juga begitu. Sampai dia minta
- tolong kepada Cina itu. Iya. Iya. Cina
- mau ngirim 100.000 angsa tapi enggak
- jadi. Ya, tapi saya lihat waktu saya
- kuliah 90 atau 92 itu bagaikan apa ya?
- Bagaikan awanlah sampai menutup. Jadi
- akhirnya dengan nadanya jarot, dengan
- nadnya belalang itu habis semua krok h
- pertanian habis sama sekali. Nah, kita
- di Indonesia belum melihat itu. Tapi
- apakah mungkin kita menginginkan itu
- kejadian? Bisa jadi itu akan terjadi di
- sini. Sekarang di Indonesia bukan bukan
- belak tikus misalnya ituak juga sama
- saja itu jundun menjunillah tentara
- Allah Subhanahu wa taala. Jadi Firaun
- dikirim itu enggak mau beriman kepada
- Nabi Musa dikirim ee apa namanya? Tofan
- kirim jar wal kumal
- kutu kutu ini kata ee sebagian tafsir
- mengatakan kalau belalang itu
- menyerangnya pada waktu panen atau
- sebelum panen. Kalau kutu menyerangnya
- sudah panen karena dimasuk dengan
- masukkan karung-karung itu kutunya
- masuk. Iya. Jadi cepat busuk ya. J
- habis wadfadi ya. dan katak
- ya itu berturut-turut ini habis ini ini
- habis ini terus begitu itu turun dan ini
- menunjukkan
- bahwa apa namanya penentangan terhadap
- dan rasul itu menjadikan turun adab
- Allah subhanahu wa taala di sini juga
- begitu apa yang kita lakukan walaupun
- ini kasus bukan hanya di Indonesia saja
- tapi di seluruh dunia tapi masalahnya
- kita sebagai umat Islam melihat itu
- sebagai suatu azab dan itu terkait
- dengan apa yang kita lakukan sebagai
- muslim. Nah, minggu lalu sudah kita
- ceritain kan tentang Iya. Tidak zakat.
- Kita enggak mau ngulanglah itu. Kalau
- para pemirsa dan para ee pendengar ingin
- cerita itu ada di apa ini ee cerita di
- di minggu lalu ya. Tapi di sini kita
- akan cerita lain ya. Jadi ee apakah kita
- masuk akan apakah kita akan masuk ke
- krisis atau tidak bisa ya bisa enggak
- ya. Kalau seandainya ini tidak
- dikendalikan pandemi dan data
- menunjukkan hari-hari ini justru makin
- tinggi apa namanya apa namanya jumlah
- orang yang terkena itu. Kalau semakin
- tinggi berarti harus ada ee lockdown.
- Kalau lockdown diterapkan lagi maka itu
- pasti berpengaruh pada ekonomi. H. Nah,
- kalau berperan kepada berarti nanti
- pertumbuhannya akan negatif lagi. Maka
- harus ada koordinasi yang baiklah ya.
- Tapi kalau seandainya itu turun ya
- sehingga ee lockdown dikurangi kemudian
- kegiatan ekonomi mulai di diantarkan,
- mulai dilakukan pelan-pelan, maka itu
- akan akan menimbulkan pertumbuhan yang
- mudah-mudahan kita berdoa kepada Allah
- Subhanahu wa taala mudah-mudahan begitu
- terjadi pertumbuhan positif sehingga
- kita mulai recover walaupun belum
- selesai sampai kita ketemu dengan
- vaksinasi yang merupakan harapan
- terakhir bagi kita semuanya untuk bisa
- kembali kepada normal. Nah, walaupun
- kita lihat dari sisi ekonomi Islam tetap
- seperti ini tidak ada bedanya. Kita
- menghadapi masalah ini tetap sama. Sebab
- penyebabnya itu pandemi adalah
- penyebabnya dan untuk itu maka harus ada
- upaya bagaimana pandemi ini berhenti.
- Tanpa itu maka kegiatan ekonomi enggak
- akan ada ee enggak akan bergerak ya.
- Jadi di sini saya sih enggak melihat
- bagaimana ekonomi Islam itu. He. Tapi
- yang kita lihat adalah bagaimana ekonomi
- Islam
- ketika situasinya seperti ini. Nah, itu
- sudah kita ceritakan yaitu kita
- mengaktifkan sektor ketiga. Sektor
- ketiga adalah sektor di mana fiturnya
- tidak seperti government sektor atau
- public sektor dan juga tidak sama dengan
- private sektor, tapi adalah mix antara
- keduanya dan itu wujudnya adalah ada di
- zakat, ada di wakaf, ada di tabaruat
- segala macam ya yang sifatnya itu adalah
- ee cerita cerite ya eksan atau apa
- namanya nonersial basis ya. Dan inilah
- pada saat seperti ini justru itu yang
- kita
- harapkan ya. Karena ee orang yang
- terkena dampak ini sudah luar biasa,
- mereka sudah enggak punya lagi harapan.
- Semua tabungan simpanan sudah habis atau
- mendekati habis. Maka di sini giliran
- orang yang punya sumber daya untuk
- memberikan bantuan. Namun, Pak Ustaz,
- muncul pertanyaannya itu adalah kenapa
- pemerintah kok terkesan tidak mau
- menggerakkan aspek ekonomi Islam?
- Padahal momen sekarang ini kan
- seharusnya ya digunakan untuk
- memaksimalkan potensi itu gitu, Pak,
- Ustaz ya. Iya lah. Itu dia kita juga
- kurang melihat greget gitu ya. He. Entah
- itu lembaga keuangan syariahnya, entah
- itu ee
- perbankannya kurang kurang ya. Dan
- bahkan ya dari pemerintah sendiri tidak
- tidak kedengaran ya. Saya melihat tidak
- ada kedengaran menteri A, menteri B,
- Presiden atau Wakil Presiden menghimbau
- gitu. Padahal ada harapan diwakili
- Presiden Pak Ustaz lah. Itu dia. Saya
- kan enggak pernah dengar ada suara wakil
- presiden ini antara ada mohon maaf. Ya.
- Jadi seharusnya di situ seperti ini
- tidak salah kalau presiden mengatakan
- kepada agnia, kepada kaum muslimin
- yang kaya, yang muzaki, yang
- berkewajiban untuk mengeluarkan zakat ya
- harus mengeluarkan dengan benar. He
- pertanya pernyataan dari Presiden tidak
- salah karena kita mengaktifkan ekonomi
- Islam. Nah, tapi kenapa pernyataan tidak
- kunjung keluar? ya. He ya. Enggak tahu
- itu perlu silat apa istikharah atau
- gimana. Jadi seandainya ada pernyataan
- seperti itu dari publik saya kira itu
- memberikan ee himbauan moral yang cukup
- tinggi kepada mereka al-agnia untuk
- membantu. Karena dalam Islam itu ada
- kesadaran bahwa harta yang kita miliki
- bukan milik kita ya, tapi milik Allah. H
- ada kewajiban sosial di situ. Siapapun
- yang punya, berapapun ia punyai, selama
- itu adalah kelebihan daripada kebutuhan
- kita. Kita berkewajiban memberikan
- kontribusi kepada masyarakat yang
- membutuhkan sekarang. Apakah dalam
- bentuk zakat yang wajib atau dalam
- keadaan yang sunah seperti sedekah dan
- lain sebagainya. Nah, ini harus
- digembur-gemburkan pada saat sekarang
- ini ya. Ini bisa mengurangi budget
- defisit ya, defisit anggaran. Karena
- sekarang ini coba memberitahu ngirim BLT
- dari mana duit itu kan utang lagi utang
- lagi. Iya kan utang sudah
- menggunung-gunung itu kan. Heeh. Ya. J
- defisitnya akan makin tinggi lah. Ini
- sebetulnya cara memang tidak diajarkan
- dalam ekonomi konvensional tidak ada
- yang ada dalam ekonomi Islam. Ya tidak
- salah kalau publik menteri agama atau
- presiden, wakil presiden, semua yang
- berkementingan. Menteri keuangan juga
- enggak masalah. Ngatakan begitu. Mari
- kita kaum muslimin yang agia, yang
- muzaki, yang berkewajiban zakat, yang
- kaya untuk membantu lewat zakat yang
- benar perhitungannya. Masa sih kalau
- orang yang punya net kekayaan 1 triliun,
- zakatnya cuman 10 miliar, ini dari mana
- hitungannya begitu? He. Pak Ustaz, mohon
- dijelaskan alurnya gitu. I. Jadi dari
- zakat atau infak yang digalakkan ini
- mungkin diambil dari para agnia
- disalurkan kepada masyarakat yang
- membutuhkan, nanti bisa menumbuhkan
- pertumbuhan positif. Nah, alur itu
- gimana tuh, Pos? Bisa begini. Jadi, ini
- kan diambil dari orang kaya dan mereka
- enggak butuh karena mereka kelebihan
- sumber daya. Diberikan dalam bentuk
- zakat atau dalam bentuk sedekah
- diberikan kepada mereka yang berhak.
- Sekarang mereka yang berhak itu atau
- namanya mustahik itu sekarang punya
- uang. Heeh. uang ini untuk belanja. Hm.
- Belanja apa saja? Melon daya beli
- meningkat. Iya. Daya beli meningkat.
- Akhirnya ekonomi berputar gitu loh.
- Peran negara. Iya. Peran negara di situ
- sebetulnya. Nah, di sini sebetulnya
- hanya mendukung aja, hanya menghimbau
- saja gitu loh. Karena ini adalah sektor
- ketiga. I iya bisa sih diintegrasikan
- kepada anggaran, tapi ini sudah terjadi,
- enggak bisa dari awal gitu. Apakah kita
- hanya bisa mengandalkan peran negara,
- Pak Ustaz? Negara itu bisa gagal ya.
- lembaga dakwah atau lembaga-lembaga
- bagaimana? Nah, makanya kan minggu
- kemarin kita singgung alhamdulillah kita
- itu punya negara ya di dalam negara itu
- mayoritas beragama Islam dan umat Islam
- punya
- ormas. Ormas ada NU, ada Muhammadiyah
- dan ini jumlahnya ratusan juta ya kan
- tersebar di mana-mana seluruh dunia.
- Seandainya pemerintah tidak mampu
- melakukannya ini karena tidak punya
- SDM-nya ini ormas siap 24 jam. Heeh.
- Saya sudah tanya, saya juga dari ormas
- sudah tahu beli mau dia punya satgas
- COVID sendiri itu mereka
- jadi sangat-sangat
- ya menerima siaplah gitu seandainya ada
- tugas seperti itu. Nah, sekarang
- himbauan itu penting ya pemerintah
- ataupun ya presiden, wakil presiden,
- menteri untuk menghimbau kepada mereka
- yang kaya muslim atau dalam hal ini
- khusus umat Islam ya untuk mengeluarkan
- zakat dengan benar ya perhitungan yang
- benar. Karena di sinilah momen kita ini
- beribadah maliah dengan ee efek untuk
- membantu negara ya beribadah tapi
- efeknya itu sangat besar bagi ekonomi
- kita. Tapi kan pengaturnya tetap
- aparatur pemerintahan ya, Ustaz ya. Iya.
- Iya. Jadi nanti ada koordinasi. Maka
- kalau menurut saya itu kan ormas ini
- sebetulnya lebih bisa dikontrol, lebih
- transparan dan lebih amanah lah kalau
- menurut saya ya.
- Hm. Jadi tinggal dimanfaatkan aja itu.
- Iya. Gongnya pemerintah yang nampani ini
- ormas. Nah, kemudian kita bekerja sama.
- Ayo kita apa menyelesaikan persoalan ini
- dengan cara seperti ini. Apakah ada
- informasi Pak Ustaz di beberapa negara
- yang mengalami pandemi juga tapi dia
- sudah ee menerapkan atau kembali kepada
- nilai-nilai ekonomi Islam? Ada saya
- tidak tahu ya negara yang cukup ee kena
- pandemi negara muslim yaitu Pakistan ya.
- He Bangladesh. Tapi saya belum belum
- belum googling ke sana ya. Tapi
- negara-negara ini mengandalkan bantuan
- negara luar. luar ya Pakistan
- menghantarkan dari Cina, Saudi Arabia
- sama dengan ee Bangladesh. Bangladesh
- ini sebetulnya ada keunikan ya, jadi
- tidak begitu terkena dampak ya. Walaupun
- dia kasusnya tinggi juga, mungkin lebih
- tinggi dari di Indonesia, tapi apa
- namanya dampak ekonomi itu gak begitu
- terdengar. Enggak separah Singapura
- justru karena penduduknya di luar semua.
- Diapatriat. Iya. Yang kedua, Bangladesh
- itu secara diam-diam ternyata adalah
- negara yang menjadi relokasi industri.
- Oh, itu secara diam Cina ke situ, ke
- situ.
- Itu enggak banyak diekspos tapi
- sebetulnya dia itu gitu ya. Iya. I
- makanya banyak apa namanya banyak
- penduduk yang ters yang ketiga lagi
- adalah adanya kayak geramin bank.
- Bank-bank yang di di Bangladesh ini ini
- sangat aktif ya. Hm. He. Jadi, bank itu
- datang kepada orang-orang di
- kampung-kampung. Door to door. Iya, door
- to door. Bukannya mereka datang ke bank
- banknya datang. Iya. Sampai orang yang
- pengangguran ditawar, "Kamu mau
- pembiayaan dari bank?" Sampai begitu di
- kita belum, kita masih belajar ke sana.
- Belum. Heeh. Sampai undang-undang BI aja
- masih bingung ini pengin ada dewannya.
- Jadi dalam hal ini kita masih belajar ke
- ee apa namanya bank di Bangladesh itu ya
- bagaimana mereka begitu proaktif. Iya.
- Iya. Sampai yang saya dengar
- ini pengemis saja ditawari coba. He ya.
- Tawari pembiayaan dari bank. Heeh.
- Nah, Pak Ustaz, kita ingin diingatkan
- kembali sebenarnya ya, ingin diingatkan
- kembali kepada kita semua ee dijelaskan
- bagaimana ekonomi Islam itu menjadi
- solusi bagi umat Islam untuk keluar dari
- musibah ini. Ini penting sekali ya. Saya
- kalau saya saya bayangkan ini gongnya
- itu di pemerintah. He. Tidak ada
- salahnya saya bilang baga walaupun
- negara kita ini dalam tanda petik
- sekuler malu-malu ya. Sekuler malu-malu.
- Iya. Karena dibilang sekuler dia enggak
- mau ya. He. Tapi di dalam keadaan
- seperti ini perlu pernyataan resmi dari
- pemerintah itu enggak dikeluarkan juga
- tentang bagaimana ini harusnya
- orang-orang muzaki ini harus
- mengeluarkan zakat. Orang-orang Islam
- yang kaya harus mengeluarkan zakat
- dengan benar. Ini siapa yang ngomong?
- Enggak agak enggak berani pemerintah
- karena gimana ya
- ini nanti sektoral inilah ini apa
- primordial segala macam itu kesannya.
- Itu kan menunjukkan bahwa apa namanya
- gagasan sekularisme itu masuk dalam
- jantungnya.
- Makanya dibilang sekuler tidak mau, tapi
- perilakunya sekuler ya. Nah, yang kita
- harapkan adalah pada masa sekarang ini
- gongnya saja dulu karena kita sudah
- sangat berat ya, berat sekali menghadapi
- krisis ini. Karena saya tiap hari
- bertemu orang-orang yang begitu. He.
- Orang PHK, orang yang sudah nganggur ya
- tinggal di masjid. Kenapa tinggal di
- masjid? Karena enggak ada tempat tinggal
- di rumah juga. Tinggalnya di masjid
- saja.
- Ya, alhamdulillah dia ke masjid larinya.
- Nah, larinya kalau ke tempat lain lebih
- berbahaya lagi. Nah, itu makanya ee
- gongnya itu dipentung atau dipukul
- pemerintah. Ayo kita imbo
- saudara-saudara kita kaum muslimin untuk
- ee mengamalkan ajaran Islam dengan
- benar. Di antaranya sekarang ini adalah
- mengeluarkan zakat yang benar. Kita
- hitung kembali deh apakah zakat kita itu
- sudah benar. orang yang pendapatannya
- net ya misalnya ee pendapatannya net e
- penghasilannya net juta 100 miliar
- misalnya zakatnya kan cuman R juta 10
- juta hitungannya dari mana ya kan
- harusnya kan 2,5 miliar itu i dan orang
- seperti itu banyak sekali ya apalagi
- yang triliunan ya seperti itu hitung
- kembali ya karena anda ini dan itu harus
- diserahkan kepada masyarakat karena itu
- adalah hak masyarakat ya mustahik ya.
- Nah, itu ketika Anda mengeluarkan zakat
- itu anda membant ee selain Anda
- beribadah dalam sisi harta itu Anda
- membantu negara kita yang pada saat ini
- sangat membutuhkan. Hm. Iya. Baik, Pak
- Ustaz. Kita jeda dulu. Dan Ihwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kami
- mengundang Anda untuk bergabung. Silakan
- sampaikan pertanyaan ataupun komentarnya
- ke nomor WhatsApp Rasil di
- 0811999720. Untuk Anda yang ingin
- berdialog langsung dengan narasumber
- kami, silakan telepon di
- 0218451512. Kami akan segera kembali.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- at
- [Musik]
- attack
- [Musik]
- [Musik]
- at
- [Musik]
- [Musik]
- at
- [Musik]
- Ak
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- Radio Silatahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala, terima kasih masih
- bersama kami dalam acara ekonomi Islam.
- Acara ini juga dapat Anda saksikan di
- YouTube channel Rasil TV. Silakan diklik
- saja, nanti di situ ada siaran live dan
- juga Anda bisa menyimak siaran-siaran
- yang sudah kami ee dokumentasikan. Jadi
- di situ sudah tersedia sudah hampir ee
- 1000an video ya Tep ya. Untuk ekonomi
- Islam juga Anda bisa mengklik Ustaz
- Yohan Basri Rasil TV nanti langsung
- kebuka tuh ya yang tadi kalau ingin
- menjelaskan tentang apa itu resesi
- siaran-siaran kita di minggu lalu gitu
- ada penjelasan begitu Pak Ustaz ya.
- Bahkan kalau ingin tahu tentang lebih
- banyak lagi ekonomi Islam juga, Anda
- bisa tinggal klik saja di situ Anda bisa
- tonton. dan ee antara resesi dan krisis
- ekonomi. Jadi, TBI kita di kesempatan
- kali ini, Pak Ustaz, ada yang mengatakan
- bahwa ee pemerintah itu lebih baik fokus
- dulu penanganan COVID
- i daripada ke penanganan ekonomi. Karena
- ada target katanya kuartal ketiga ini
- supaya enggak negatif kan ini sudah
- jelas nih kuartal kedua nih iya ee
- negatif akhirnya resesi. Nah, supaya
- enggak krisis akhirnya fokus ke kuartal
- ketiga. Nah, penanganan
- COVID-nya bahkan sampai ke bagaimana
- pengembangan vaksinnya di itu disinggung
- tuh harusnya pemerintah sudah fokus ke
- COVID dulu deh, jangan ekonomi dulu.
- Bagaimana menurut Pak Ustaz? Ya memang
- intinya mikwarnya apa porosnya itu kan
- sebetulnya pandemi. Iya. ya biangkerok
- istilahnya ya kita dalam tanda petik
- biangkeroknya ini adalah persoalannya
- dari dari pandemi. Jika selesai pandemi
- ini maka selesai masa masalah itu. H ya
- itu sudah betul itu. He ee masalahnya
- ada ini apa
- namanya? Ada ketidak satu kata gitu loh.
- Makanya pemerintah kan juga dituntut
- supaya rakyatnya tetap bekerja
- bagaimana. Seb kalau di lockdown 100%
- gak boleh keluar itu kita seperti
- mematikan orang gitu. Betul. Betul. Baik
- PD kita tahan dulu. Kita sudah terhubung
- dengan penelepon. Halo. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ya, suaranya nih familiar
- Pak Taswin ya. Saya silakan Pak Taswin.
- Asalamualaikum Pak Ustaz. Sehat.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat Pak Taswin. Semoga
- Pak Tas juga sehat. Gimana Pak Tas?
- Sederhana Pak Ustaz ya. He yang namanya
- akhir zaman ini, Ustaz, itu memang sudah
- meninggalkan ee uswah dari para sahabat
- dan rasul gitu loh, Pak Ustaz. Iya,
- sepertinya begitu. Karena pada Umar bin
- Khattab dulu kan kalau rakyatku miskin,
- aku miskin paling belakang. Hm. Kalau
- rakyatku kaya, aku kaya paling belakang.
- Gitu loh. Artinya dia enggak mau lebih
- dulu gitu loh. Iya. Tapi kalau ini
- dibalik sarap, Pak Ustaz, di seluruh
- dunia gitu. Makanya Allah ajab sekarang
- ini yang pasal tadi ada belalang dan
- sebagainya itu karena sudah mencapai
- hedonisme duniawi segala
- macam. Jadi intinya sekarang mereka mau
- cari uang dari 5 miliar manusia.
- Bagaimana ini caranya gitu loh di di di
- pandemi ini kalau satu orang vaksin itu
- 400.000 ada habis 20 triliun 2.000 apa
- 200.000 R triliun mereka ngumpulkan uang
- itu. Iya. Iya. Iya. Dari seluruh negara
- gitu. Jadi enggak perlu perang ee
- hebat-hebat. Ini adalah perang yang
- memang manusia sudah dikotak-kotak
- dengan Allah ee dengan mereka. Allah
- mengajab gitu loh pada ustaz. Ini
- sekarang Allah ini sebetulnya mengajak
- untuk untuk mereka yang mengotak-kotak
- dan mendangkalkan akidah Islam dan
- tauhid gitu, Pak Ustaz. Iya. Lebih-lebih
- di Indonesia ini. Indonesia kan tahu
- sendiri kenapa dia enggak pede dengan
- orang muslim ya. orang mereka sendiri
- yang enggak pedi dengan orang muslim kok
- enggak mau ngurus. Bahkan ulama
- dipenjara, rakyat ditembak. Itu loh,
- enggak adilnya kita ini karena mereka
- memang tidak apa tidak menyikapi bahwa
- muslim ini potensial sebetulnya kan.
- Karena mereka begitu ya mereka malu
- dong, Pak Ustaz. Mendingan bilang aja
- emang kita krisis ya kata mati
- sama-sama. Tapi bagi muslim enggak mau
- dong diajak mati sama-sama. Pak Ustaz,
- coba solusinya, Pak Ustaz, iya tolong
- berikan penjelasan kepada mereka bahwa
- ini sebenarnya tingkat keimanan mereka
- aja yang harus dipertebal karena memang
- sudah cuek terhadap ajaran Islam dan
- tauhid gitu aja, Pak Ustaz. Iya. Iya.
- Karena dia mereka, maaf, mereka ini
- maksudnya pejabat itu enggak menyentuh
- sekali hadis dan Quran gitu loh, Ustaz.
- Iya. Masjid sepi, Istiqlal sepi, enggak
- ada pejabat loh, Ustaz. Iya, betul.
- Apalagi presiden, wakil presiden, ya.
- Kita enggak menyangka dia enggak
- beriman. beriman tapi enggak menunjukkan
- bahwa dia itu beriman. H gitu aja, Pak
- Ustaz. Baik. Terima kasih. Mereka tidak
- mau mengakui Islam ada potensi. Tadi ada
- yang saya garis bawahi juga tuh, Pak.
- Jadi sebetulnya mereka sendiri mengerti
- bahwa ini potensinya bagus tapi enggak
- diaktifkan. Nah. Nah, begitu. Makanya
- kita bilang bahwa dana dalam tanda
- pertik malu-malu sekuler gitu. Dikatakan
- sekuler dia enggak mau karena masih
- pakai peci hitam itu masih ke masjid
- segala macam. Padahal muslim. Sampai
- begitu. Sekarang kita perlu aksi yang
- seperti ini dari ajaran Islam
- menganjurkan kita supaya melakukan zakat
- menghimbau suu aja enggak mau ya. Nah,
- tadi ngasih penjelasan ke mereka itu
- bagaimana tuh kata Pak Taswind? Pak
- Taswin tadi sudah menjelaskan sebetulnya
- luar biasa. Jadi sebetulnya apa yang di
- ee komentari Pak Tasuni itu itu
- penambahan ya tambahan daripada sesi
- kita. Saya malah tidak sejauh itu gitu
- kan. Walau Pak Naswin mungkin punya
- pengalaman di pemerintahan atau paman
- kerja selama ini menunjukkan seperti
- itu, itu merupakan tambahan daripada ee
- penjelasan kita ya. Tapi kita sepakat
- bahwa intinya itu pemerintah. Yuklah
- kita jangan malu-malu lagi. Kita ini
- ngapain malu? Kita kan akan mati ya.
- Iya. Malu tidak akan bisa menghalangi
- kita mati. Dan kita perlu mengatakan
- yang benar bahwa kebenarannya ada di
- sini. Aktifkan zakat. himbau
- kepada
- almuzzakun, orang-orang yang harus
- mengeluarkan zakat alagni minal
- muslimin, orang-orang kayak muslimin
- untuk mengeluarkan zakat dengan benar.
- Zakatnya harus benar karena
- perhitungannya itu meleset karena
- seharusnya dapat sekian dari Laziz atau
- dari Basnas dari dompet duafa itu
- kira-kira 200 triliun lebih. Nah, ini
- sekarang baru 2 triliun itu ke mana itu?
- Berarti perhitungannya enggak benar.
- Nah, sekarang ini mari kita hitung
- dengan benar. Negara
- membutuhkan bantuan. Kita bisa
- memberikan bantuan itu dengan cara tadi
- itu. Mengeluarkan zakat dengan benar.
- Kalau ini zakat sudah kita hitung dengan
- benar dan kita keluarkan dengan benar,
- masih ada lagi ya kita timbul lagi
- bersedekah ya kepada orang lain, kepada
- sesama manusia. Karena pada saat tinggi
- kita perlu. Kalaupun kalau menurut Pak
- Taswin tadi di atas orangnya korup,
- orangnya tidak punya hati nurani,
- menyelamatkan diri sendiri, biarin aja
- mereka Allah yang akan mengazab lah,
- gitu. H itu karena pasti dalam situasi
- seperti ada orang yang cari ee
- kesempatan dalam kesempitan ee mengalir
- di air keruh dan menyampakan dirinya
- ketika situasi sudah enggak terkontrol.
- Ini semuanya mereka begitu. Di atas juga
- mungkin hampir 100% seperti itu. I ya.
- Tapi kita enggak usah mikirin mereka.
- Allah yang akan memberikan naz kepada
- mereka. Ya,
- belalang, Ustaz.
- Belalang dan lain-lain. Belalang dan
- lain-lain. Ee dari
- 08953469 sekian-sekian. Asalamualaikum,
- Pak Ustaz. Waalaikumsalam. Mohon
- dijelaskan juga secara global, Pak
- Ustaz, secara mendunia analisis krisis
- dan resesinya bagaimana dan seperti apa
- konsep Islam sendiri dalam mengatasi
- krisis ekonomi dunia yang kemungkinan
- bisa terjadi. E, terima kasih ya.
- Ee enggak ada namanya S tidak disebutkan
- nama Ustaz. Jadi begini ee pernahnya ini
- ya teman atau ibu atau bapak ya. Hamba
- Allah. Hamba Allah ya. Ee ini kajian
- kita ini sebetulnya tidak terlalu
- akademik ya. Kita setting itu begitu.
- Artinya walaupun ekonomi Islam pendengar
- atau pemirsa itu saya usahakan bisa
- gatuk gitu bisa bisa ngerti. Makanya
- saya sangat menghindari istilah teknis.
- sedapat mungkin saya istilah teknis itu
- saya terjemahkan lagi ke dalam bahasa
- yang bisa dipahami oleh saudara-saudara
- kita dari pemirsa yang awam atau dari
- pendengar gitu ya. Makanya seringkiali
- juga saya tetap menggunakan bahasa
- akademik ya tetapi biasanya dan paling
- apa namanya pada umumnya saya terus
- berikan bahasa-bahasa yang bisa
- dimengerti. Kalau saya menggunakan data
- seperti akademisi enggak akan di ini
- akan dipahami maksudnya apa gitu.
- Padahal pendengar dan juga pemirsa ini
- kan saya asumsikan bukan ekonom ya.
- Mereka adalah pendengar biasa, ibu rumah
- tangga atau pelajar ataupun apa namanya
- orang katoran dan yang lain tinggal di
- rumah itu bapak-bapak pensiun dan lain
- sebagainya mereka perlu bahasa yang
- biasa-biasa saja. Tetapi insyaallah apa
- yang saya sampaikan ini kalau dilihat
- dari ee sisi keilmiahan saentifiknya
- kita bisa kita
- ada dasarnya, ada
- filosofinya. Nah, tidak sekedar ngomong
- begitu saja. Kita ada dasarnya ya bicara
- tentang resesi. Makanya kita lihat
- resesi itu apa yang dimaksud krisis
- ekonomi apa yang dimaksud ee apa namanya
- depresi dan lain sebagainya. Karena ini
- persoalan sebetulnya bahasanya itu
- bahasa istilah yang berlaku di ekonomi,
- tapi bisa juga berlaku di luar bidang
- ekonomi. Contoh misalnya depresi dalam
- psikologi. H dia depresi bukan berarti
- dia di PHK enggak depresi di sini orang
- yang stres berat itu orang yang sudah ee
- mengalami stres e jangka panjang
- depresing tidak bisa mengendalikan
- emosinya seperti itulah. Jadi ini dalam
- lapangan ekonomi. Saya kira itu Mas
- Sangga ya jawaban saya
- secara global. Jadi mengatasinya sama
- sebenarnya Pak Ust dengan secara
- regional Indonesia. Contoh misalkan
- secara dunia kalau kita bicara tentang
- prinsip-prinsip ekonomi Islam secara
- umum ini berlaku di mana-mana. Berlaku
- di Pakistan, berlaku di Saudi, berlaku
- di kotor gitu. Berakot. He. Nah,
- sekarang karena situasi ekonomi berbeda.
- Kotor high. Nah, iya perkap ya perkap
- orang negeri kaya, Saudi negeri kaya,
- Pakistan miskin, Indonesia dalam
- kategori kan beda ya. Dengan Cina juga
- beda. Dengan Cina beda. Jadi tapi
- prinsipnya itu apabila diterapkan sama
- saja. Oh. Selanjutnya ini dari
- 087782 sekian seekian. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ini juga
- tidak menyebutkan nama, Pak Ustaz.
- ee mungkin sistem ekonomi Islam harus
- lebih sering digaungkan di tengah-tengah
- masyarakat juga, Pak Ustaz, agar
- masyarakat lebih paham betapa pentingnya
- dan bisa menjadi solusi sistem ekonomi
- Islam ini. Pengalaman Pak Ustaz mau
- lepas dari bank konvensional saja itu
- sangat-sangat sulit dan selalu ada
- penawaran-penawaran menarik ya yang
- bikin tertarik bagaimana menggiurkan ya.
- Iya. Iya. Sebetulnya saya secara pribadi
- ee dosen ya di untuk ekonomi Islam ya.
- Kemudian pekerjaan sehari-hari saya apa
- namanya di konsultan ee keuangan syariah
- ada di pengawas bank syariah dan lain
- sebagainya ya. Tapi saya itu sudah
- banyak membikin apa namanya kayak siaran
- ekonomi Islam di Rasil sudah berapa
- tahun? H sudah 8 tahun itu kalau 2012
- dan itu iya banyak sekali aspek ini. Ee
- kalau Anda misalnya ingin tahu ekonomi
- Islam dari awal itu apa itu itu bisa di
- di mana ya? Di YouTube ya. Di YouTube
- ada, Ustaz. Di YouTube ada semua itu
- insyaallah. Di Rasil juga ada, Ustaz. Di
- Rasil adaal ya. Ada semuanya. Jadi kita
- ini sudah berjuang lewat ini ekonomi
- Islam. Khotbah Jumat pun saya kalau
- intinya adalah tentang ekonomi Islam.
- khotbah di Masjid Bank Indonesia, di
- Masjid OJK, semuanya tentang ekonomi
- Islam ya. Tulisan-tulisan tentang
- ekonomi Islam. Bahkan saya bikin apa
- namanya grup apa ya e WA gitu ya. He ee
- pengajiannya itu ya fikih muamalah.
- Awalnya 90 peserta lama-lama tinggal
- berapa belas tapi tetap konsisten setiap
- minggu saya ngajar online ya. ini. Jadi
- alhamdulillah gitu kita sudah melakukan
- hal seperti itu. Tapi itu sebenarnya
- masih kurang masih kurang. Kita juga
- pernah bahas ekonomi Islam masuk ke
- dunia pendidikan, Pak Ustaz ya.
- Kurikulum betul kurikulum ada semuanya
- sebetulnya lengkap ya. Tapi itu masih
- kurang karena perlu dari bukan radionya
- ini tadi loh pemerintahnya pemerintahnya
- sekali lagi ini mau masyarakat segencar
- apapun juga kalau ma kalau pemerintah
- enggak gaungi enggak ini ya Bank
- Indonesia Kementerian Keuangan ya OJK
- semuanya itu kalau tidak tidak
- betul-betul mendukung secara langsung
- kemudian ngomong secara langsung presid
- wakil presiden ya kita kurang gaungnya
- kita diradi paling berapa orang yang
- dengar i walaupun pemerintah sudah
- beberapa kali menelurkan program-program
- keuangan syariah i sekarang kan ada
- namanya KNKSKN
- ES ya Komite Nasional
- Ekonomi apa e-nya ekonomi syariah dan
- halal industri halal iya itu ada
- komitnya sekarang sudah tetapi ee belum
- belum ada hasil konkrit yang dilakukan
- itu. Hm.
- Pak Ustaz, kita ke pertanyaan terakhir
- ya. I menutup siaran kita, Muhammad
- Rizki. Ee Pak, Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam. Kalau misalkan
- kondisinya sudah separah ini, sebenarnya
- siapa yang diif itu Pak Ustaz? Diif?
- Iya. Ini kondisi sudah perah begini.
- Diif itu siapa sebenarnya? Daif
- maksudnya apa itu? Ya, bodoh gitu
- maksudnya, Ustaz. Oh, ya. Nah, jadi
- artinya begini mungkin ya saya saya apa
- namanya saya tafsirkan ini orang sudah
- ngerti bahwa resep ini benar, benar
- resep ini ampuh gitu kan tapi enggak
- pernah dipakai resep kondisi sudah parah
- ya. Kondisi sudah parah orang sakit
- sudah sangat parah memerlukan resep itu.
- Tapi kok cuma dibaca doang ya masukkan
- dalam sapu enggak pernah di apa namanya
- dipakai gitu ya. orang yang sakit enggak
- akan sembuh jadinya ya melihat seperti
- nah orang seperti ini namanya orang
- bodoh ya harusnya adalah menggunakan
- resep itu lalu kemudian dibelikan apa
- obatnya apa herbalnya gitu kemudian
- diminumkan kepada orang sakit itu
- selesai ini tidak nah orang yang seperti
- ini orang yang sudah tahu persoal tahu
- resepnya cara bagaimana mengulangi tapi
- enggak menggunakan ee itu menurut dia
- ini adalah menurut siapa nama rezeki ini
- adalah orang yang dif, orang yang lemah,
- orang yang bodoh gitu ya. Ya. Ee itu
- yang saya bisa tangkap. Tapi begini ya,
- ini persoalan adalah semua komponen
- bangsa. H ya. Saya juga tidak setuju
- kalau itu hanya pemerintah yang harus
- menyelesaikan. Memang porsinya besar
- pemerintah ya, tapi bukan persoalan yang
- harus ditanggulangi oleh pemerintah.
- Pemerintah itu ada batasnya, ada
- kegagalannya. banyak nih. Makanya yang
- harus kita berikan bantuan ini adalah di
- area di mana itu adalah pemerintah sulit
- untuk melakukan. Nah, saya sering
- mengatakan selalu mengatakan bahwa
- alhamdulillah kita memiliki ormas ormas
- Islam yang besar ada NU Muhammadiyah dan
- ini strukturnya mirip-mirip juga
- pemerintah itu ada wilayahnya, ada
- daerahnya, ada cabang di mana-mana. Nah,
- ini seandainya berganding tangan untuk
- mengatasi persoalan yang sama. Saya kira
- persoalan apapun termasuk COVID-19 ini
- atau dampaknya bagi ekonomi yang
- menimbulkan resesi atau mungkin krisis
- ekonomi di Indonesia akan dengan mudah
- kita selesaikan apabila semuanya ini
- komponen tadi itu kita
- bersama-sama. Nah, walaupun mungkin di
- di atas ada yang ya tidak bisa diproses
- dan lain sebagainya, kita enggak pikir
- enggak mikir gitu.
- yang misi kita adalah bagaimana kita
- berbuat baik pada orang, menyelamatkan
- orang banyak negara ini. Karena hidup
- kita bukan untuk sekarang. Hidup kita
- adalah untuk di akhirat. Mari kita
- berbuat banyak sebanyak-banyaknya untuk
- apa namanya menjadi bekal kita untuk
- hidup di akhirat. Dan saat ini adalah
- yang paling baik, paling utama. apapun
- yang bisa kita lakukan, kita berikan itu
- terbaik kepada negeri kita supaya tidak
- terjerumus kepada krisis yang lebih
- parah yang itu madaratnya jauh lebih
- buruk daripada seanda seandainya
- sekarang ini kita sudah ada di sini.
- Artinnya kondisi seperti ini sudah buruk
- menuju pada krisis ekonomi menjadi lebih
- buruk dan itu kita tidak ingin maka
- jangan sampai kita masuk kepada ee
- kepada alam yang lebih madarat, lebih
- mafsadah. Sedangkan kita bisa, sedangkan
- kita tahu. Karena itu semua persoalan
- apa yang kita miliki kita gunakan,
- sumber daya yang kita gunakan untuk
- jangan sampai kita ini menuju kepada
- krisis yang mafsadanya jauh lebih buruk
- baik bagi bangsa, bagi kita, bahkan bagi
- agama kita. Se baik Pak Ustaz sebagai
- penutup dari seluruh bahasan kita apa
- Pak Ustaz?
- Terima kasih Masangga, para pemirsa
- resil visual dan para pendengar radi
- silaturahim. Anda mungkin sudah ee
- mendengarkan semua pembicaraan kita 1
- jam ee tadi dan intinya adalah kita mari
- melihat keindahan daripada ekonomi Islam
- ini untuk bisa kita buat hal yang paling
- ba paling baik untuk membantu bangsa
- kita dari jurang krisis ekonomi yang
- mungkin kita akan menuju ke sana karena
- diperkirakan kita ada perkira ada
- probability kita masuk masuk ke sana.
- Dan itu adalah keburukan atau mafsadah
- dalam bahasa ushul fikih. Madarat dalam
- agama tidak boleh kita sudah tahu bahwa
- itu madarat sudah mafsada keadaan lebih
- buruk dan kita menuju ke sana sedapat
- mungkin kita rem gerakan ini supaya
- tidak sampai ke situ ya. Yaitu dengan
- cara kita mengaplikasikan apa yang ada
- dalam ekonomi Islam. Di antaranya adalah
- mari kita semua orang muslim yang agnia,
- yang kaya dan orang-orang yang
- mengeluarkan zakat itu ee menghitung
- kembali zakatnya apakah sudah benar dan
- itu apabila tidak benar kita keluarkan
- dan kita bagikan kepada yang berhak. Dan
- terutama pemerintah dalam hal ini ya
- paling besar pengaruhnya adalah
- bagaimana menghimbau itu lewat suara
- pemerintah. Nanti akan di gaungkan atau
- disambut oleh umat Islam lewat
- ormas-ormasnya, lewat ee NU, lewat
- Muhammadiyah dan lain sebagainya. kita
- akan bisa berganding tangan dalam rangka
- memerangi mafsada ini, dalam rangka
- memerangi madarat ini yang efeknya bukan
- hanya buruk bagi kita dan bangsa ini,
- tetapi juga bagi agama kita sendiri. Ya,
- saya kira gitu. Itu baik terima kasih
- Pak Ustaz atas waktu dan juga ilmunya.
- Kita jumpa lagi di minggu depan Pak
- Ustaz ya. Dan Iwan Ahot. Demikianlah
- ekonomi Islam di kesempatan kali ini.
- Semoga apa yang disampaikan oleh Ustaz
- Iwan Basri bermanfaat bagi kita semua.
- Kami undur diri. Mohon maaf atas segala
- kesalahan kata. Billahi taufik wal
- hidayah. Subhanakallahumma wabihamdika
- ashadu alla ilahailla anta astagfiruka
- waubu ilaik. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.