Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 Saling kepada 0:13 [Musik] 0:20 [Musik] 0:22 [Tepuk tangan] 0:25 [Musik] 1:39 Ahim. Asalamualaikum warahmatullahi 1:41 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin. 1:43 Wasalatu wasalamu ala sayyidina Muhammad 1:45 wa ala alihi wasohbihi ajmain. Rbi zidni 1:48 ilma allahumfani bima alamtani waimni ma 1:52 yangfoni warzuqni ilman yangfoni. 1:54 Dipancarkan dari jalan masjid 1:55 silaturahim nomor 36 Kalimangis Cibubur 1:58 Bekasi. Radio silaturahim dan rasil 2:00 visual untuk Islam yang satu. Ikhwan 2:03 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 2:04 taala. Semoga kabar Anda di pagi menuju 2:07 siang hari ini dalam keadaan sehat 2:09 walafiat. Senang sekali saya Angka 2:11 Aminuddin ditemani oleh Atep Setiabudi 2:15 dan juga Anis Mualim di meja operator 2:17 Ihan Ah dapat kembali menyapa Anda di 2:19 mana pun Anda berada. Hari Selasa kita 2:22 jumpa kembali dalam acara ekonomi Islam 2:26 bersama narasumber kita dari Dewan 2:28 Syariah Nasional yang alhamdulillah 2:30 telah hadir di studio, Ustaz Ihwan 2:33 Basri. Asalamualaikum warahmatullahi 2:34 wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam 2:36 warahmatullahi wabarakatuh. Kabarnya 2:38 sehat, Pak Ustaz, ya pagi hari ini, ya? 2:40 Alhamdulillah sehat walafiat. Sekarang 2:42 aktivitas ini sepertinya kita sudah 2:43 mulai memikirkan kembali nih untuk 2:46 ketemu orang, untuk berkumpul ya, Ustaz 2:48 ya. Betul. Kalau bulan lalu kita bisa 2:52 pertemuan fisik, sekarang ditunda lagi, 2:55 kita pakai online lagi. Online lagi. 2:57 Jaga jarak juga tetap, Pak Ustaz, ya. 2:59 Iya. Dan ini juga menunjukkan bahwa 3:02 dengan ee pandemi Covid-19 yang belum 3:05 turun bahkan terus meningkat, pemerintah 3:07 sepertinya terus ee kesulitan pokok saja 3:11 dalam hal khususnya ee penanganan ee 3:14 resesi bahkan ee akan diprediksi 3:17 terjadinya ee krisis gitu ya. Kalau 3:19 misalkan pandemi ini 3:21 terus-menerus ee belum ada beber 3:23 terobosan-terobosan yang berarti dalam 3:25 hal ekonomi dan Ikhwan Ahot di 3:27 kesempatan kali ini kita akan mengangkat 3:29 satu topik antara krisis ekonomi dan 3:31 resesi. Bagaimana pandangan ekonomi 3:34 Islam begitu Pak Ustaz ya? Iya. Sebagai 3:36 pembuka Pak Ustaz silakan. Terima kasih 3:38 Pak Ustazah. Asalamualaikum 3:40 warahmatullahi wabarakatuh. 3:43 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 3:45 wasalamu ala asrofil iyaai wal 3:47 mursalin sayyidina Muhammadin wa ala 3:49 alihi wasbihi ajmain. Amma ba'du. Para 3:53 pemirsa radio silaturahim dan 3:57 para para pendengar radio silaturahim 3:59 dan para pemirsa resil visual yang 4:02 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 4:05 Alhamdulillah kita bersyukur ke hadirat 4:07 Allah Subhanahu wa taala yang senantiasa 4:10 melimpahkan dan mencurahkan rahmat-Nya 4:13 kepada kita sekalian sehingga dengan 4:15 rahmat tersebut antara lain kita bisa 4:19 melangsungkan siaran live pada pagi hari 4:22 ini dengan topik yang sudah 4:25 diberitahukan oleh Masangga tadi tentang 4:28 ee 4:29 resesi menuju kepada krisis ekonomi. 4:33 bagaimana ekonomi Islam akan memberikan 4:36 tanggapan atau menyikapinya 4:39 bagaimana. Ee saya banyak 4:42 mendapat ee apa namanya ya 4:45 obrolan juga apa namanya ya kayak 4:48 obrolan di warung kopi ya tentang ini ee 4:53 tentang persoalan yang sedang kita 4:54 hadapi bersama. Jadi obrolannya itu 4:59 selalu sama. itu aja persoalan 5:01 yang 5:03 diceritakan. Tapi yang aneh adalah 5:05 pertanyaan-pertanyaan yang mereka itu 5:08 agak 5:10 sentilannya, sentil-sentilannya sana 5:12 sini mengenai beberapa pokok persoalan. 5:17 Yang pertama adalah ee 5:21 kenapa ini ada ee penjelasan dari 5:25 Menteri Keuangan bulan lalu 5:28 bahwa kita 5:30 itu tidak masuk resesi. Iya kan? ya. 5:34 Terus semua pengamat dosen akademik juga 5:39 itu memberikan bukti bahwa kita secara 5:41 data ini sudah masuk karena pertumbuhan 5:45 negatif berturut-turut dalam dua kuartal 5:48 yang berturut-turut. 5:50 Tetapi itu tidak diakui 5:54 sebagai bukti bahwa kita masuk resesi. 5:57 Negara-negara tetangga Singapura, 6:00 Malaysia, kemudian Filipina, Thailand 6:03 dengan tidak 6:04 malu-malu Amerika Serikat, Jerman ya, 6:07 Perancis, Inggris tidak pernah malu-malu 6:10 mengakui bahwa kita ini sedang dalam 6:14 keadaan 6:15 resesi ya. Tapi Indonesia walaupun data 6:18 menunjukkan hal itu, Menteri Keuangannya 6:20 tidak menyatakan. Iya. Terus ini ada 6:22 menteri yang bukan Menteri Keuangan 6:24 menyatakan ya 6:27 99,9% next month Indonesia ya maksudnya 6:30 bulan ini berarti itu ee terkena resesi. 6:34 Publik juga dikejutkan. Kenapa yang 6:37 mengumumkan begini ini kok bukan menteri 6:39 keuangan, menteri yang tidak ada 6:41 hubungannya dengan ekonomi begitu loh. 6:43 Iya. Jadi pertuanya pertanya kenapa 6:46 Menteri Keuangan tidak 6:48 mengumumkan? Apa sebabnya kemudian 6:50 menteri bicara yang menteri yang 6:52 seharusnya tidak bicara masalah itu 6:54 bicara gitu ya. Bingung sekali kita ini. 6:58 Apakah di dalam kabinet sendiri ada apa 7:01 ya? Wallahualam. Kita tidak tahu. Tapi 7:04 tebakan aja ya mungkin ya lu saja yang 7:08 ngomong daripada saya. 7:11 Saya ketawanya ini lepas nih. Heeh. 7:16 Eah. Begitulah cerita warung kopi ini. 7:21 Iya. Jadi cerita itu sah-sah saja ini 7:24 orang sambil minum kopi kemudian ngobrol 7:26 sana ngobrol sini. Heeh. Ya. Sebetulnya 7:28 mereka bukan apa-apa. Mereka itu adalah 7:31 bagian daripada rakyat yang menerima 7:35 kepahitan daripada pandemi ini. Karena 7:37 mereka ini adalah orang yang kena PHK, 7:42 kemudian mereka 7:43 pengangguran. Tidak ada acara di dalam 7:46 kegiatan mereka sehari-hari apalagi 7:47 mereka sekarang kena lockdown tidak bisa 7:50 ke mana-mana. Ya bisa kita bayangkan h 7:53 apa yang ada dalam pikiran mereka. Ee 7:56 mohon maaf Pak Ustaz dipotong mulu 7:57 sedikit. Iya. Karena dalam hal ini 7:59 pertama kan Menteri Keuangan itu bahkan 8:02 sampai terakhir itu menekankan ee 8:04 menghindari resesi. Oh iya. Semua jurus 8:07 jitu langkah-langkah sudah tipis apa aja 8:09 disampaikan terus tuh ke publik belum 8:11 kita lihat. Akhirnya muncul 8:14 KSP. KSP juga sampai muncul menyatakan 8:17 Indonesia di amang resesi ekonomi. Tapi 8:20 jangan khawatir pemerintah masih aman 8:22 bilangnya begitu. Terakhir itu nah main 8:26 kopol hukam. Iya, akhirnya kan menteri 8:28 yang lain yang ngomong gitu loh. Jadi 8:31 apakah sudah sudah bimbang, sudah 8:33 gamang, sudah tidak PD lagi di depan 8:35 publik Menteri Keuangan ini? ini 8:38 penilaian orang awam ya di warkop-warkop 8:41 sebelah rumah saya itu. 8:44 Jadi mereka adalah korban daripada ee 8:48 pandemi sekarang ini. Karena saya 8:50 tinggal di rumah saya itu oh sebelah 8:53 kanan kiri depan belakangnya pabrik ya 8:57 kan. Banyak sekali yang kena PHK sudah 9:00 ratusan di situ aja sudah ribuan ya. 9:03 Nah, maka apa namanya kepahitan yang 9:07 sekarang mereka rasakan itu yang 9:11 ngomongnya cuma seperti ini. Kenapa 9:14 kalau kita ini dikatakan belum masuk 9:16 resesi tapi kita saya sudah gak punya 9:18 pekerjaan saya sudah di PHK saya 9:21 sekarang jadi pengangguran dan bukannya 9:22 saja teman saya ada ratusan seperti ini 9:25 ya tapi kok belum di dinyatakan dengan 9:29 formal kita masuk resesi kemudian 9:31 menteri yang bukan menteri tidak ada 9:33 punya dengan menteri keuangan bicara 9:35 seperti itu tambah-nambah ini lagi 9:38 kemudian diprediksi akan Tidak, tidak 9:42 krisis. Iya. Padahal krisis krisis 9:46 sebagian 9:47 daripada warga kita bukan krisis lagi, 9:51 sudah musibah itu ya. Sudah musibah 9:54 karena sudah sudah dipakk dari 9:56 perusahaan sudah habis sanggonnya 9:59 ataupun pendapatan yang mereka sekarang 10:01 ini yang sebelumnya belum diapa-apain 10:04 sekarang sudah habis ya. Ya. Dan itu 10:06 banyak sekali. Karena itu maka daripada 10:09 apa nam mencoba untuk 10:12 memoles ee citra daripada kondisi 10:16 ekonomi kita ini sebaiknya kalau menurut 10:19 saya gentle saja kita bilang begini 10:21 karena kita menghadapi musuh yang sama 10:23 menghadapi hal yang sama yaitu pandemi 10:27 Covid-19 ini dan kita perlu satu suara 10:30 perlu satu tenaga, perlu satu visi, 10:34 perlu satu misi dalam rangka untuk 10:36 bersama sama-sama ee mengatasi persoalan 10:39 ini. Bukan hanya pemerintah saja, ini 10:40 bukan tugas hanya bukan tugas pemerintah 10:42 saja, tapi seluruh rakyat Indonesia 10:46 siapapun itu di manaun sekarang ini 10:49 sudah berkewajiban 10:51 untuk apa namanya 10:54 menjaga menjaga diri sendiri dalam 10:56 pengertian jangan sampai memberikan 10:58 persoalan lebih buruk menularkan kepada 11:00 orang lain atau tertular daripada orang 11:03 lain. itu itu gak mungkin tugas seperti 11:06 ini hanya di panggul oleh pemerintah. 11:09 Karena itu perlu satu satu visi, satu 11:12 komunikasi, satu ee pekerjaan kita 11:15 semuanya sama menuju ke sana. Tapi 11:17 jangan dibingungkan dengan hal-hal yang 11:20 itu bukan sebenarnya bukan bidangnya, 11:24 tapi kok orang ini bicara begitu gitu. 11:27 Jadi ee publik yang bawa ini 11:30 bertanya-tanya kenapa begitu, apakah 11:33 Menteri Keuangan Sakit apa sariawan atau 11:36 apa gitu sehingga perlu menteri yang 11:39 lain gitu. Kita ini memerlukan apa 11:41 penjelasan yang solid, penjelasan yang 11:44 valid dan itu harus kita terima dari 11:46 sumber yang resmi ya. H. Nah, Ustaz, 11:49 antara krisis dan resesi, apakah benar, 11:52 Ustaz, bahwa kita ini tidak akan masuk 11:54 krisis ekonomi sebenarnya apa 11:56 tanda-tandanya? 11:58 Ya, sekarang yang dimaksud dengan krisis 12:00 itu apa sebetulnya? Kalau kita resesi 12:03 sudah kita ketahui ya, ada apa namanya 12:06 pertumbuhan negatif misalnya 2% minus ee 12:09 dalam dua kuartal yang berturut-turut 12:11 seperti itu umum atau akademik ya memang 12:14 begitu definisinya. Sekarang yang 12:16 dimaksud dengan krisis apa? 12:18 Seandainya ini ee kuartal yang ketiga 12:22 kita masuk lagi masuk sedang masuk awal 12:24 kuartal ketiga kemudian kita ee 12:28 pertumbuhannya negatif lagi maka itu 12:29 sudah lebih dari dua kali dan ini kalau 12:32 terjadi sampai setahun berarti empat 12:33 kuartal seempuannya kita negatif ya itu 12:36 bukan hanya bukan resesi namanya sudah 12:38 depresi itu ya. Nah, 12:42 sebetulnya krisis itu manifestasinya ya 12:45 dari resesi, dari depresi dan lain 12:48 sebagainya. Meskipun tidak harus dari 12:50 situ seperti misalnya krisis ekonomi 12:52 tahun 99 itu persoalan bukan dari sini 12:55 ya ee muaranya, pemisinnya bukan dari 12:57 sini. Tapi apakah itu krisis yang 13:01 terjadi pada tahun 1999 dengan yang 13:04 sekarang itu semuanya korbannya sama? 13:08 Ya, apa yang dirasakan oleh rakyat di 13:10 bawah ini sama, yaitu mereka kehilangan 13:12 pekerjaan, mereka kena PHK, mereka 13:15 menjadi pengangguran, simpanan mereka 13:17 sudah habis untuk makan dan mereka tidak 13:19 ada harapan. Nah, makin jauh keadaan 13:22 seperti ini, maka ini tidak bisa tidak 13:25 kita katakan bahwa akan terjadi krisis 13:27 atau sudah terjadi krisis, ya. Jadi 13:29 sebetulnya krisis itu kalau dalam bahasa 13:32 matematika itu himpunan ya anggota 13:36 himpunannya ya bisa resesi, bisa 13:39 depresi, 13:41 bisa krismon apalagi itu ya gitu ya. 13:44 Nah, memang siverity apa ee 13:48 kepahitannya, 13:49 ketajamannya ee ee apa ya bahasa 13:54 Indonesianya ee kesakitannya yang kita 13:56 rasakan berbeda-beda. Ada yang lebih 13:59 sebentar ya. Kalau resesi itu kan dua 14:02 dua dua kuartal berturut-turut. Kuartal 14:05 yang ketiga sudah ada positif ya berarti 14:08 hilang. Kalau depresi lebih lama lebih 14:11 lama ya. 14:13 dan lagi bisa habis depresi, depresi 14:16 lagi bisa saja begitu seperti yang sudah 14:19 saya jelaskan dalam beberapa apa ya sesi 14:22 sebelumnya ya. Ya sebelumnya di depresi 14:25 resesi itu kan ee ikut dalam apa namanya 14:29 dalam konteks bisnis cycle. Jadi ekonomi 14:32 itu ee mungkin kita awalnya itu mulai 14:36 dari turun ya itu resesi resesi menc 14:40 puncak bawahnya terus naik recover 14:43 recover naik terus pertumbuhannya 14:45 positif sampai 14:47 beberapa dekade misalnya mencapai 14:50 puncaknya terus turun lagi terus begitu 14:52 terus tidak ada sebuah perjalanan 14:55 ekonomi itu yang yang tidak seperti itu. 14:58 Semua data menunjukkan seperti itu. 15:00 Cuman dalam jangka panjang itu walaupun 15:02 kita itu mengalami penurunan, tetapi 15:05 trennya itu naik ya. Trennya naik 15:08 walaupun sekarang ini kita turun tapi 15:10 kalau kita lihat di dalam statistik 15:12 nanti tetap akan kita lihat bahwa apa 15:15 pedoman kita ini ee tetap tetap naik 15:19 gara umum gitu. Karena penurunan itu 15:23 terjadi setelah kita menaiki puncak yang 15:25 tinggi ya dan nanti akan-akan terus akan 15:29 setelah setelah dari resesi kita akan 15:32 naik lagi. Begitulah ya. Jadi kalau kita 15:34 melihat dari sisi akademi atau ilmu 15:37 ekonomi, banyak orang yang tidak 15:39 begitu apa ya tidak begitu peduli, tidak 15:43 begitu ee ee apa, tidak 15:49 begitu takut. Kalau itu terjadi karena 15:52 itu adalah siklus biasa gitu ya. 15:54 Tapi kalau yang sekarang ini siklusnya 15:57 penyebabnya bukan seperti yang di di apa 16:01 namanya dilihat dari tekbook ekonomi, 16:04 tapi penyebabnya adalah penyakit yang 16:07 entah siapa yang memicu ini kan masih 16:10 kontroversi dan penyakit ini belum 16:13 diketahui apa sebab apa namanya obatnya 16:16 belum 16:17 diketahui. Dan 16:19 untuk menjinakkan penyakit ini perlu 16:21 adanya penemuan vaksin dan itu perlu 1 16:24 tahun minimal dan kita belum 1 tahun. 16:26 Tapi akibat yang di ee yang diakibatkan 16:30 oleh penyakit ini sudah luar biasa. Jauh 16:34 lebih buruk daripada krisis 16:37 99 atau krisis yang manapun. Karena ini 16:40 luar biasa. Penerbangan berhenti total 16:43 ya. dan tidak ada apa namanya keadaan 16:47 semacam itu terjadi sebelumnya. Misalnya 16:49 kalau perang, perang dunia kedua 16:51 misalnya perang apa itu kan lokas 16:53 terjadi di lokasi tertentu. Dunia yang 16:55 tidak perang itu biasa ya tetap kegiatan 16:58 ekonominya biasa tapi ini itu seluruh 17:03 dunia ya karena musuhnya enggak 17:06 kelihatan virus. Orang yang membawa 17:09 virus juga sadar enggak sadar kalau dia 17:10 bawa enggak bawa virus. Bahkan orang 17:13 yang sehat katanya itu belum tentu tidak 17:15 membawa virus ya. Ini kan sangat sangat 17:18 apa ya beda sekali dengan kita melihat 17:21 musuh di depan kita ditembak gitu 17:25 selesai 17:26 masalah. Makanya apa namanya ini adalah 17:29 suatu pandemi, suatu apa namanya resesi 17:33 yang penyebabnya itu ee sulit untuk di 17:37 dijinakkan. 17:40 ee belum kita masih ee probabilitasnya 17:43 sangat tinggi untuk tidak untuk untuk 17:47 tidak masuk ke dalam jur jurang resesi. 17:50 Karena itu maka pertanyaan adalah apakah 17:53 lepas ini kita akan kena krisis? Ya, 17:55 tergantung krisis ini definisinya apa. 17:57 Kalau kita definisikan krisis itu adalah 18:00 kelanjutan daripada resi, ya pasti ya. 18:03 Nah, jadi ee penyebabnya itu seperti 18:06 ini. Beda dengan perang. Kalau perang 18:07 itu lokasinya ada. 18:09 wilayah yang tidak perang kegiatan 18:11 biasa-biasa saja, enggak ada terkena 18:13 itu. Nah, sekarang ini seluruh dunia 18:16 PBB, seluruh dunia tidak ada negara yang 18:18 tidak terkena ya. Walaupun belum terkena 18:22 dengan masif, tapi negara itu pasti 18:24 sudah melakukan tindakan lockdown 18:27 sehingga menyebabkan kegiatan ekonomi 18:29 ini ee berkurang jauh. 18:32 Ya. Dan berkurang akibatnya beliau kita 18:35 tebaklah pendapatan negara itu 18:38 pendapatan nasional, PDP, pendapatan 18:40 pribadi, haul dan lain 18:42 sebagainya berkurang. Konsumsi turun 18:45 akhirnya ya semua tutup 18:48 ya, semua tutup dan keadaan seperti ini 18:51 sudah kita lihat di mana-mana ya. Tidak 18:54 perlu kita bicara secara akademik ini 18:57 kris itu bukan, ini reset itu bukan tapi 19:00 dampaknya itu sudah di depan mata dan 19:02 itu meraja laila ada di 19:05 mana-mana. Jadi tidak ada orang di di 19:07 Indonesia sekarang ini yang tidak 19:10 merasa terkena ee krisis 19:14 ekonomi kecuali mungkin orang itu 19:16 ya hari-harinya di kantor tidak merasa. 19:21 Tapi di luar daripada itu sudah luar 19:22 biasa ya. Karena itulah maka kemudian 19:26 apa namanya obrolan-obrolan di sekitar 19:30 Warkop ini jadi liar. Jadi 19:33 mempertanyakan ini bagaimana sih 19:35 pemerintah ini kok yang bicara bukan 19:38 orangnya gitu. Tapi kata teman-teman itu 19:41 juga sudah biasa kok menteri yang tidak 19:44 ahlinya juga bicara bukan hanya sekarang 19:46 itu sudah ada katanya. 19:49 Iya, itu ceritanya orang-orang awam yang 19:52 mohon maaf ini ee apa namanya? Bukan 19:56 bukan kita rekayasa, tapi kita cuma 19:59 dengar aja dari omongan mereka ya. He. 20:01 Dan itu merupakan suatu cermin ya bahwa 20:05 walaupun mereka ini awam tapi mereka 20:08 sesungguhnya memperhatikan ya karena 20:10 kebijakan pemerintah itu dirasakan oleh 20:13 mereka ya. sekarang bagaimana coba bisa 20:16 kerja lagi? Hampir hampir harapan untuk 20:19 kerja lagi itu enggak ada. Iya. Karena 20:21 pabrik sudah tutup mau diapain lagi? 20:24 Investor sudah 20:25 lari. Ya, satu-satunya cara ya mereka 20:28 bertahan dengan kerja serabutan. Ya kan 20:32 banyak cerita yang dia punya skill yang 20:35 sangat khusus kayak pilot gitu ya. 20:37 Akhirnya jualan ya. Padahal pilot itu 20:40 untuk menjadi pilot luar biasa. 20:42 ongkosnya berapa biaya untuk jadi pilot. 20:45 Tapi dengan keadaan seperti ini, ribuan 20:48 jumlah mereka yang kena piak. Bukan 20:51 hanya di Indonesia, di Singapura, di 20:53 mana-mana lagah gitu 20:55 ya. Makanya dalam hal ini kalau kita 20:58 melihat bahwa krisis itu 21:01 hanya menggunakan kacamata ilmu 21:03 pengetahuan terutama ilmu ekonomi, maka 21:06 persoalan ini enggak ada solusinya. Ya, 21:09 tidak solusinya sementara sekali. Tapi 21:11 soalan ini adalah persoalan yang terkait 21:14 dengan bagaimana kita menyikapi diri 21:16 kita yang seharusnya kita sebagai hamba 21:19 Allah itu bagaimana yang harus kita 21:20 lakukan. Pasti ada hubungannya itu 21:22 dengan kita. Ya, banyak di dalam 21:25 Al-Qur'an tuh kan banyak sekali 21:28 tanda-tanda ayat-ayat yang menunjukkan 21:29 bahwa kaum-kaum yang zaman dahulu di 21:32 dihancurkan oleh Allah karena perbuatan 21:34 mereka, karena mendustakan Nabi. Cara 21:39 memandang Islam, memandang krisis atau 21:41 memandang apapun yang ada menjadi 21:43 fenomena di dunia ini tidak lepas 21:45 daripada campur tangan Allah Subhanahu 21:47 wa taala. Dan itu menjadi pe pelajaran 21:50 bagi kita pada 21:53 zaman zaman Firaun misalnya kan 21:57 ada dengan apanya dengan Nabi Musa 22:01 itu mereka sudah melihat betul bahwa 22:05 Nabi Musa punya 22:07 mukjizat bahwa bukan sihir. 22:10 Bertukang-tukang sihirnya sudah kalah 22:12 semua. Tapi mereka belum belum mau 22:15 tunduk kepada Musa sampai turun kepada 22:18 warsan alimutfan. Kami kirim kepada 22:21 mereka 22:22 tofan. Ya, tofan di sini banyak ulama 22:26 mengatakan banjir besar yang membuat apa 22:30 namanya penghasilan dari apa namanya 22:32 pertanian mereka 22:34 hancur. Wal jarod. Dan kami dan kami ee 22:39 utus kepada kaum kepada Firaun itu 22:42 jarot. Jarot itu kan belalang ya. Nah, 22:47 kalau di Indonesia kita belum pernah 22:48 lihat belalang 22:50 sebagai apa ya sebagai hama dalam 22:53 pengertian ee besar besar. Saya pernah 22:57 lihat itu di Pakistan waktu saya kuliah 23:00 itu belalang 23:01 seperti awan berjuta-juta ya. Oh bukan 23:04 miliar. seperti awan menutup. Iya. Dan 23:08 semua ladang gandum yang dilewati habis. 23:13 Ya, saya pernah lihat videonya tuh, 23:14 Ustaz. Itu kejadian kemarin, tahun 23:16 kemarin juga begitu. Sampai dia minta 23:18 tolong kepada Cina itu. Iya. Iya. Cina 23:19 mau ngirim 100.000 angsa tapi enggak 23:22 jadi. Ya, tapi saya lihat waktu saya 23:24 kuliah 90 atau 92 itu bagaikan apa ya? 23:30 Bagaikan awanlah sampai menutup. Jadi 23:33 akhirnya dengan nadanya jarot, dengan 23:35 nadnya belalang itu habis semua krok h 23:38 pertanian habis sama sekali. Nah, kita 23:41 di Indonesia belum melihat itu. Tapi 23:43 apakah mungkin kita menginginkan itu 23:44 kejadian? Bisa jadi itu akan terjadi di 23:47 sini. Sekarang di Indonesia bukan bukan 23:49 belak tikus misalnya ituak juga sama 23:51 saja itu jundun menjunillah tentara 23:53 Allah Subhanahu wa taala. Jadi Firaun 23:56 dikirim itu enggak mau beriman kepada 23:58 Nabi Musa dikirim ee apa namanya? Tofan 24:01 kirim jar wal kumal 24:04 kutu kutu ini kata ee sebagian tafsir 24:08 mengatakan kalau belalang itu 24:11 menyerangnya pada waktu panen atau 24:12 sebelum panen. Kalau kutu menyerangnya 24:15 sudah panen karena dimasuk dengan 24:16 masukkan karung-karung itu kutunya 24:18 masuk. Iya. Jadi cepat busuk ya. J 24:22 habis wadfadi ya. dan katak 24:26 ya itu berturut-turut ini habis ini ini 24:30 habis ini terus begitu itu turun dan ini 24:34 menunjukkan 24:35 bahwa apa namanya penentangan terhadap 24:38 dan rasul itu menjadikan turun adab 24:40 Allah subhanahu wa taala di sini juga 24:42 begitu apa yang kita lakukan walaupun 24:45 ini kasus bukan hanya di Indonesia saja 24:47 tapi di seluruh dunia tapi masalahnya 24:49 kita sebagai umat Islam melihat itu 24:51 sebagai suatu azab dan itu terkait 24:54 dengan apa yang kita lakukan sebagai 24:56 muslim. Nah, minggu lalu sudah kita 24:58 ceritain kan tentang Iya. Tidak zakat. 25:01 Kita enggak mau ngulanglah itu. Kalau 25:03 para pemirsa dan para ee pendengar ingin 25:09 cerita itu ada di apa ini ee cerita di 25:12 di minggu lalu ya. Tapi di sini kita 25:15 akan cerita lain ya. Jadi ee apakah kita 25:19 masuk akan apakah kita akan masuk ke 25:21 krisis atau tidak bisa ya bisa enggak 25:23 ya. Kalau seandainya ini tidak 25:26 dikendalikan pandemi dan data 25:28 menunjukkan hari-hari ini justru makin 25:31 tinggi apa namanya apa namanya jumlah 25:35 orang yang terkena itu. Kalau semakin 25:38 tinggi berarti harus ada ee lockdown. 25:42 Kalau lockdown diterapkan lagi maka itu 25:44 pasti berpengaruh pada ekonomi. H. Nah, 25:46 kalau berperan kepada berarti nanti 25:48 pertumbuhannya akan negatif lagi. Maka 25:51 harus ada koordinasi yang baiklah ya. 25:55 Tapi kalau seandainya itu turun ya 25:57 sehingga ee lockdown dikurangi kemudian 26:00 kegiatan ekonomi mulai di diantarkan, 26:03 mulai dilakukan pelan-pelan, maka itu 26:06 akan akan menimbulkan pertumbuhan yang 26:10 mudah-mudahan kita berdoa kepada Allah 26:12 Subhanahu wa taala mudah-mudahan begitu 26:14 terjadi pertumbuhan positif sehingga 26:17 kita mulai recover walaupun belum 26:19 selesai sampai kita ketemu dengan 26:23 vaksinasi yang merupakan harapan 26:25 terakhir bagi kita semuanya untuk bisa 26:28 kembali kepada normal. Nah, walaupun 26:31 kita lihat dari sisi ekonomi Islam tetap 26:33 seperti ini tidak ada bedanya. Kita 26:36 menghadapi masalah ini tetap sama. Sebab 26:38 penyebabnya itu pandemi adalah 26:40 penyebabnya dan untuk itu maka harus ada 26:43 upaya bagaimana pandemi ini berhenti. 26:45 Tanpa itu maka kegiatan ekonomi enggak 26:47 akan ada ee enggak akan bergerak ya. 26:51 Jadi di sini saya sih enggak melihat 26:54 bagaimana ekonomi Islam itu. He. Tapi 26:56 yang kita lihat adalah bagaimana ekonomi 26:58 Islam 26:59 ketika situasinya seperti ini. Nah, itu 27:02 sudah kita ceritakan yaitu kita 27:05 mengaktifkan sektor ketiga. Sektor 27:08 ketiga adalah sektor di mana fiturnya 27:11 tidak seperti government sektor atau 27:12 public sektor dan juga tidak sama dengan 27:15 private sektor, tapi adalah mix antara 27:17 keduanya dan itu wujudnya adalah ada di 27:20 zakat, ada di wakaf, ada di tabaruat 27:24 segala macam ya yang sifatnya itu adalah 27:27 ee cerita cerite ya eksan atau apa 27:32 namanya nonersial basis ya. Dan inilah 27:36 pada saat seperti ini justru itu yang 27:38 kita 27:39 harapkan ya. Karena ee orang yang 27:43 terkena dampak ini sudah luar biasa, 27:45 mereka sudah enggak punya lagi harapan. 27:47 Semua tabungan simpanan sudah habis atau 27:49 mendekati habis. Maka di sini giliran 27:52 orang yang punya sumber daya untuk 27:53 memberikan bantuan. Namun, Pak Ustaz, 27:57 muncul pertanyaannya itu adalah kenapa 28:00 pemerintah kok terkesan tidak mau 28:03 menggerakkan aspek ekonomi Islam? 28:04 Padahal momen sekarang ini kan 28:06 seharusnya ya digunakan untuk 28:08 memaksimalkan potensi itu gitu, Pak, 28:10 Ustaz ya. Iya lah. Itu dia kita juga 28:12 kurang melihat greget gitu ya. He. Entah 28:15 itu lembaga keuangan syariahnya, entah 28:17 itu ee 28:20 perbankannya kurang kurang ya. Dan 28:23 bahkan ya dari pemerintah sendiri tidak 28:26 tidak kedengaran ya. Saya melihat tidak 28:28 ada kedengaran menteri A, menteri B, 28:31 Presiden atau Wakil Presiden menghimbau 28:34 gitu. Padahal ada harapan diwakili 28:36 Presiden Pak Ustaz lah. Itu dia. Saya 28:39 kan enggak pernah dengar ada suara wakil 28:41 presiden ini antara ada mohon maaf. Ya. 28:43 Jadi seharusnya di situ seperti ini 28:45 tidak salah kalau presiden mengatakan 28:48 kepada agnia, kepada kaum muslimin 28:52 yang kaya, yang muzaki, yang 28:56 berkewajiban untuk mengeluarkan zakat ya 28:58 harus mengeluarkan dengan benar. He 29:00 pertanya pernyataan dari Presiden tidak 29:02 salah karena kita mengaktifkan ekonomi 29:05 Islam. Nah, tapi kenapa pernyataan tidak 29:07 kunjung keluar? ya. He ya. Enggak tahu 29:10 itu perlu silat apa istikharah atau 29:15 gimana. Jadi seandainya ada pernyataan 29:19 seperti itu dari publik saya kira itu 29:21 memberikan ee himbauan moral yang cukup 29:24 tinggi kepada mereka al-agnia untuk 29:27 membantu. Karena dalam Islam itu ada 29:31 kesadaran bahwa harta yang kita miliki 29:34 bukan milik kita ya, tapi milik Allah. H 29:37 ada kewajiban sosial di situ. Siapapun 29:39 yang punya, berapapun ia punyai, selama 29:42 itu adalah kelebihan daripada kebutuhan 29:46 kita. Kita berkewajiban memberikan 29:48 kontribusi kepada masyarakat yang 29:50 membutuhkan sekarang. Apakah dalam 29:52 bentuk zakat yang wajib atau dalam 29:54 keadaan yang sunah seperti sedekah dan 29:56 lain sebagainya. Nah, ini harus 29:58 digembur-gemburkan pada saat sekarang 30:00 ini ya. Ini bisa mengurangi budget 30:03 defisit ya, defisit anggaran. Karena 30:05 sekarang ini coba memberitahu ngirim BLT 30:08 dari mana duit itu kan utang lagi utang 30:10 lagi. Iya kan utang sudah 30:12 menggunung-gunung itu kan. Heeh. Ya. J 30:15 defisitnya akan makin tinggi lah. Ini 30:18 sebetulnya cara memang tidak diajarkan 30:20 dalam ekonomi konvensional tidak ada 30:22 yang ada dalam ekonomi Islam. Ya tidak 30:24 salah kalau publik menteri agama atau 30:28 presiden, wakil presiden, semua yang 30:29 berkementingan. Menteri keuangan juga 30:31 enggak masalah. Ngatakan begitu. Mari 30:33 kita kaum muslimin yang agia, yang 30:37 muzaki, yang berkewajiban zakat, yang 30:40 kaya untuk membantu lewat zakat yang 30:43 benar perhitungannya. Masa sih kalau 30:46 orang yang punya net kekayaan 1 triliun, 30:49 zakatnya cuman 10 miliar, ini dari mana 30:51 hitungannya begitu? He. Pak Ustaz, mohon 30:54 dijelaskan alurnya gitu. I. Jadi dari 30:57 zakat atau infak yang digalakkan ini 31:00 mungkin diambil dari para agnia 31:02 disalurkan kepada masyarakat yang 31:03 membutuhkan, nanti bisa menumbuhkan 31:06 pertumbuhan positif. Nah, alur itu 31:08 gimana tuh, Pos? Bisa begini. Jadi, ini 31:10 kan diambil dari orang kaya dan mereka 31:12 enggak butuh karena mereka kelebihan 31:14 sumber daya. Diberikan dalam bentuk 31:16 zakat atau dalam bentuk sedekah 31:18 diberikan kepada mereka yang berhak. 31:20 Sekarang mereka yang berhak itu atau 31:22 namanya mustahik itu sekarang punya 31:25 uang. Heeh. uang ini untuk belanja. Hm. 31:28 Belanja apa saja? Melon daya beli 31:30 meningkat. Iya. Daya beli meningkat. 31:31 Akhirnya ekonomi berputar gitu loh. 31:34 Peran negara. Iya. Peran negara di situ 31:36 sebetulnya. Nah, di sini sebetulnya 31:38 hanya mendukung aja, hanya menghimbau 31:40 saja gitu loh. Karena ini adalah sektor 31:43 ketiga. I iya bisa sih diintegrasikan 31:46 kepada anggaran, tapi ini sudah terjadi, 31:48 enggak bisa dari awal gitu. Apakah kita 31:50 hanya bisa mengandalkan peran negara, 31:52 Pak Ustaz? Negara itu bisa gagal ya. 31:55 lembaga dakwah atau lembaga-lembaga 31:56 bagaimana? Nah, makanya kan minggu 31:57 kemarin kita singgung alhamdulillah kita 32:00 itu punya negara ya di dalam negara itu 32:03 mayoritas beragama Islam dan umat Islam 32:05 punya 32:06 ormas. Ormas ada NU, ada Muhammadiyah 32:09 dan ini jumlahnya ratusan juta ya kan 32:12 tersebar di mana-mana seluruh dunia. 32:15 Seandainya pemerintah tidak mampu 32:18 melakukannya ini karena tidak punya 32:20 SDM-nya ini ormas siap 24 jam. Heeh. 32:25 Saya sudah tanya, saya juga dari ormas 32:26 sudah tahu beli mau dia punya satgas 32:29 COVID sendiri itu mereka 32:31 jadi sangat-sangat 32:34 ya menerima siaplah gitu seandainya ada 32:37 tugas seperti itu. Nah, sekarang 32:39 himbauan itu penting ya pemerintah 32:41 ataupun ya presiden, wakil presiden, 32:44 menteri untuk menghimbau kepada mereka 32:47 yang kaya muslim atau dalam hal ini 32:49 khusus umat Islam ya untuk mengeluarkan 32:51 zakat dengan benar ya perhitungan yang 32:54 benar. Karena di sinilah momen kita ini 32:57 beribadah maliah dengan ee efek untuk 33:01 membantu negara ya beribadah tapi 33:03 efeknya itu sangat besar bagi ekonomi 33:05 kita. Tapi kan pengaturnya tetap 33:07 aparatur pemerintahan ya, Ustaz ya. Iya. 33:09 Iya. Jadi nanti ada koordinasi. Maka 33:11 kalau menurut saya itu kan ormas ini 33:13 sebetulnya lebih bisa dikontrol, lebih 33:15 transparan dan lebih amanah lah kalau 33:17 menurut saya ya. 33:20 Hm. Jadi tinggal dimanfaatkan aja itu. 33:22 Iya. Gongnya pemerintah yang nampani ini 33:26 ormas. Nah, kemudian kita bekerja sama. 33:29 Ayo kita apa menyelesaikan persoalan ini 33:31 dengan cara seperti ini. Apakah ada 33:34 informasi Pak Ustaz di beberapa negara 33:37 yang mengalami pandemi juga tapi dia 33:39 sudah ee menerapkan atau kembali kepada 33:42 nilai-nilai ekonomi Islam? Ada saya 33:45 tidak tahu ya negara yang cukup ee kena 33:48 pandemi negara muslim yaitu Pakistan ya. 33:50 He Bangladesh. Tapi saya belum belum 33:53 belum googling ke sana ya. Tapi 33:55 negara-negara ini mengandalkan bantuan 33:57 negara luar. luar ya Pakistan 33:59 menghantarkan dari Cina, Saudi Arabia 34:02 sama dengan ee Bangladesh. Bangladesh 34:05 ini sebetulnya ada keunikan ya, jadi 34:08 tidak begitu terkena dampak ya. Walaupun 34:12 dia kasusnya tinggi juga, mungkin lebih 34:14 tinggi dari di Indonesia, tapi apa 34:16 namanya dampak ekonomi itu gak begitu 34:19 terdengar. Enggak separah Singapura 34:21 justru karena penduduknya di luar semua. 34:25 Diapatriat. Iya. Yang kedua, Bangladesh 34:28 itu secara diam-diam ternyata adalah 34:31 negara yang menjadi relokasi industri. 34:34 Oh, itu secara diam Cina ke situ, ke 34:38 situ. 34:40 Itu enggak banyak diekspos tapi 34:41 sebetulnya dia itu gitu ya. Iya. I 34:43 makanya banyak apa namanya banyak 34:45 penduduk yang ters yang ketiga lagi 34:47 adalah adanya kayak geramin bank. 34:50 Bank-bank yang di di Bangladesh ini ini 34:53 sangat aktif ya. Hm. He. Jadi, bank itu 34:56 datang kepada orang-orang di 34:58 kampung-kampung. Door to door. Iya, door 35:00 to door. Bukannya mereka datang ke bank 35:03 banknya datang. Iya. Sampai orang yang 35:05 pengangguran ditawar, "Kamu mau 35:07 pembiayaan dari bank?" Sampai begitu di 35:09 kita belum, kita masih belajar ke sana. 35:11 Belum. Heeh. Sampai undang-undang BI aja 35:12 masih bingung ini pengin ada dewannya. 35:17 Jadi dalam hal ini kita masih belajar ke 35:19 ee apa namanya bank di Bangladesh itu ya 35:23 bagaimana mereka begitu proaktif. Iya. 35:25 Iya. Sampai yang saya dengar 35:27 ini pengemis saja ditawari coba. He ya. 35:32 Tawari pembiayaan dari bank. Heeh. 35:35 Nah, Pak Ustaz, kita ingin diingatkan 35:36 kembali sebenarnya ya, ingin diingatkan 35:38 kembali kepada kita semua ee dijelaskan 35:42 bagaimana ekonomi Islam itu menjadi 35:43 solusi bagi umat Islam untuk keluar dari 35:45 musibah ini. Ini penting sekali ya. Saya 35:49 kalau saya saya bayangkan ini gongnya 35:52 itu di pemerintah. He. Tidak ada 35:55 salahnya saya bilang baga walaupun 35:56 negara kita ini dalam tanda petik 35:59 sekuler malu-malu ya. Sekuler malu-malu. 36:01 Iya. Karena dibilang sekuler dia enggak 36:03 mau ya. He. Tapi di dalam keadaan 36:06 seperti ini perlu pernyataan resmi dari 36:08 pemerintah itu enggak dikeluarkan juga 36:09 tentang bagaimana ini harusnya 36:11 orang-orang muzaki ini harus 36:13 mengeluarkan zakat. Orang-orang Islam 36:14 yang kaya harus mengeluarkan zakat 36:15 dengan benar. Ini siapa yang ngomong? 36:17 Enggak agak enggak berani pemerintah 36:20 karena gimana ya 36:21 ini nanti sektoral inilah ini apa 36:25 primordial segala macam itu kesannya. 36:28 Itu kan menunjukkan bahwa apa namanya 36:30 gagasan sekularisme itu masuk dalam 36:32 jantungnya. 36:33 Makanya dibilang sekuler tidak mau, tapi 36:36 perilakunya sekuler ya. Nah, yang kita 36:38 harapkan adalah pada masa sekarang ini 36:41 gongnya saja dulu karena kita sudah 36:43 sangat berat ya, berat sekali menghadapi 36:47 krisis ini. Karena saya tiap hari 36:50 bertemu orang-orang yang begitu. He. 36:53 Orang PHK, orang yang sudah nganggur ya 36:57 tinggal di masjid. Kenapa tinggal di 36:58 masjid? Karena enggak ada tempat tinggal 36:59 di rumah juga. Tinggalnya di masjid 37:02 saja. 37:03 Ya, alhamdulillah dia ke masjid larinya. 37:05 Nah, larinya kalau ke tempat lain lebih 37:07 berbahaya lagi. Nah, itu makanya ee 37:11 gongnya itu dipentung atau dipukul 37:14 pemerintah. Ayo kita imbo 37:17 saudara-saudara kita kaum muslimin untuk 37:20 ee mengamalkan ajaran Islam dengan 37:22 benar. Di antaranya sekarang ini adalah 37:25 mengeluarkan zakat yang benar. Kita 37:26 hitung kembali deh apakah zakat kita itu 37:28 sudah benar. orang yang pendapatannya 37:31 net ya misalnya ee pendapatannya net e 37:34 penghasilannya net juta 100 miliar 37:37 misalnya zakatnya kan cuman R juta 10 37:40 juta hitungannya dari mana ya kan 37:42 harusnya kan 2,5 miliar itu i dan orang 37:46 seperti itu banyak sekali ya apalagi 37:48 yang triliunan ya seperti itu hitung 37:51 kembali ya karena anda ini dan itu harus 37:53 diserahkan kepada masyarakat karena itu 37:57 adalah hak masyarakat ya mustahik ya. 38:01 Nah, itu ketika Anda mengeluarkan zakat 38:03 itu anda membant ee selain Anda 38:05 beribadah dalam sisi harta itu Anda 38:09 membantu negara kita yang pada saat ini 38:11 sangat membutuhkan. Hm. Iya. Baik, Pak 38:14 Ustaz. Kita jeda dulu. Dan Ihwat yang 38:17 dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kami 38:18 mengundang Anda untuk bergabung. Silakan 38:20 sampaikan pertanyaan ataupun komentarnya 38:22 ke nomor WhatsApp Rasil di 38:27 0811999720. Untuk Anda yang ingin 38:29 berdialog langsung dengan narasumber 38:30 kami, silakan telepon di 38:33 0218451512. Kami akan segera kembali. 38:37 [Tepuk tangan] 38:38 [Musik] 38:39 [Tepuk tangan] 38:42 [Musik] 39:00 [Musik] 39:06 at 39:09 [Musik] 39:14 attack 39:32 [Musik] 40:10 [Musik] 40:26 at 40:30 [Musik] 40:48 [Musik] 41:00 at 41:03 [Musik] 41:17 Ak 41:20 [Musik] 41:24 [Tepuk tangan] 41:25 [Musik] 41:26 [Tepuk tangan] 41:29 [Musik] 41:36 [Tepuk tangan] 41:37 [Musik] 41:46 [Musik] 41:47 Radio Silatahim untuk Islam yang satu. 41:49 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 41:50 Subhanahu wa taala, terima kasih masih 41:52 bersama kami dalam acara ekonomi Islam. 41:54 Acara ini juga dapat Anda saksikan di 41:57 YouTube channel Rasil TV. Silakan diklik 41:59 saja, nanti di situ ada siaran live dan 42:02 juga Anda bisa menyimak siaran-siaran 42:04 yang sudah kami ee dokumentasikan. Jadi 42:07 di situ sudah tersedia sudah hampir ee 42:11 1000an video ya Tep ya. Untuk ekonomi 42:14 Islam juga Anda bisa mengklik Ustaz 42:15 Yohan Basri Rasil TV nanti langsung 42:17 kebuka tuh ya yang tadi kalau ingin 42:19 menjelaskan tentang apa itu resesi 42:21 siaran-siaran kita di minggu lalu gitu 42:23 ada penjelasan begitu Pak Ustaz ya. 42:24 Bahkan kalau ingin tahu tentang lebih 42:26 banyak lagi ekonomi Islam juga, Anda 42:28 bisa tinggal klik saja di situ Anda bisa 42:29 tonton. dan ee antara resesi dan krisis 42:34 ekonomi. Jadi, TBI kita di kesempatan 42:35 kali ini, Pak Ustaz, ada yang mengatakan 42:37 bahwa ee pemerintah itu lebih baik fokus 42:40 dulu penanganan COVID 42:43 i daripada ke penanganan ekonomi. Karena 42:45 ada target katanya kuartal ketiga ini 42:47 supaya enggak negatif kan ini sudah 42:49 jelas nih kuartal kedua nih iya ee 42:51 negatif akhirnya resesi. Nah, supaya 42:53 enggak krisis akhirnya fokus ke kuartal 42:56 ketiga. Nah, penanganan 42:57 COVID-nya bahkan sampai ke bagaimana 43:00 pengembangan vaksinnya di itu disinggung 43:03 tuh harusnya pemerintah sudah fokus ke 43:04 COVID dulu deh, jangan ekonomi dulu. 43:05 Bagaimana menurut Pak Ustaz? Ya memang 43:08 intinya mikwarnya apa porosnya itu kan 43:11 sebetulnya pandemi. Iya. ya biangkerok 43:14 istilahnya ya kita dalam tanda petik 43:16 biangkeroknya ini adalah persoalannya 43:18 dari dari pandemi. Jika selesai pandemi 43:21 ini maka selesai masa masalah itu. H ya 43:25 itu sudah betul itu. He ee masalahnya 43:28 ada ini apa 43:30 namanya? Ada ketidak satu kata gitu loh. 43:33 Makanya pemerintah kan juga dituntut 43:35 supaya rakyatnya tetap bekerja 43:37 bagaimana. Seb kalau di lockdown 100% 43:40 gak boleh keluar itu kita seperti 43:43 mematikan orang gitu. Betul. Betul. Baik 43:45 PD kita tahan dulu. Kita sudah terhubung 43:47 dengan penelepon. Halo. Asalamualaikum. 43:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:51 wabarakatuh. Ya, suaranya nih familiar 43:53 Pak Taswin ya. Saya silakan Pak Taswin. 43:56 Asalamualaikum Pak Ustaz. Sehat. 43:57 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:58 wabarakatuh. Sehat Pak Taswin. Semoga 43:59 Pak Tas juga sehat. Gimana Pak Tas? 44:01 Sederhana Pak Ustaz ya. He yang namanya 44:04 akhir zaman ini, Ustaz, itu memang sudah 44:07 meninggalkan ee uswah dari para sahabat 44:10 dan rasul gitu loh, Pak Ustaz. Iya, 44:12 sepertinya begitu. Karena pada Umar bin 44:14 Khattab dulu kan kalau rakyatku miskin, 44:17 aku miskin paling belakang. Hm. Kalau 44:19 rakyatku kaya, aku kaya paling belakang. 44:22 Gitu loh. Artinya dia enggak mau lebih 44:24 dulu gitu loh. Iya. Tapi kalau ini 44:26 dibalik sarap, Pak Ustaz, di seluruh 44:28 dunia gitu. Makanya Allah ajab sekarang 44:30 ini yang pasal tadi ada belalang dan 44:32 sebagainya itu karena sudah mencapai 44:35 hedonisme duniawi segala 44:37 macam. Jadi intinya sekarang mereka mau 44:40 cari uang dari 5 miliar manusia. 44:42 Bagaimana ini caranya gitu loh di di di 44:45 pandemi ini kalau satu orang vaksin itu 44:50 400.000 ada habis 20 triliun 2.000 apa 44:53 200.000 R triliun mereka ngumpulkan uang 44:55 itu. Iya. Iya. Iya. Dari seluruh negara 44:58 gitu. Jadi enggak perlu perang ee 45:00 hebat-hebat. Ini adalah perang yang 45:02 memang manusia sudah dikotak-kotak 45:05 dengan Allah ee dengan mereka. Allah 45:08 mengajab gitu loh pada ustaz. Ini 45:10 sekarang Allah ini sebetulnya mengajak 45:11 untuk untuk mereka yang mengotak-kotak 45:13 dan mendangkalkan akidah Islam dan 45:16 tauhid gitu, Pak Ustaz. Iya. Lebih-lebih 45:18 di Indonesia ini. Indonesia kan tahu 45:20 sendiri kenapa dia enggak pede dengan 45:22 orang muslim ya. orang mereka sendiri 45:24 yang enggak pedi dengan orang muslim kok 45:26 enggak mau ngurus. Bahkan ulama 45:28 dipenjara, rakyat ditembak. Itu loh, 45:32 enggak adilnya kita ini karena mereka 45:34 memang tidak apa tidak menyikapi bahwa 45:38 muslim ini potensial sebetulnya kan. 45:41 Karena mereka begitu ya mereka malu 45:43 dong, Pak Ustaz. Mendingan bilang aja 45:45 emang kita krisis ya kata mati 45:47 sama-sama. Tapi bagi muslim enggak mau 45:49 dong diajak mati sama-sama. Pak Ustaz, 45:50 coba solusinya, Pak Ustaz, iya tolong 45:52 berikan penjelasan kepada mereka bahwa 45:55 ini sebenarnya tingkat keimanan mereka 45:58 aja yang harus dipertebal karena memang 46:00 sudah cuek terhadap ajaran Islam dan 46:02 tauhid gitu aja, Pak Ustaz. Iya. Iya. 46:04 Karena dia mereka, maaf, mereka ini 46:06 maksudnya pejabat itu enggak menyentuh 46:08 sekali hadis dan Quran gitu loh, Ustaz. 46:11 Iya. Masjid sepi, Istiqlal sepi, enggak 46:13 ada pejabat loh, Ustaz. Iya, betul. 46:15 Apalagi presiden, wakil presiden, ya. 46:17 Kita enggak menyangka dia enggak 46:18 beriman. beriman tapi enggak menunjukkan 46:21 bahwa dia itu beriman. H gitu aja, Pak 46:23 Ustaz. Baik. Terima kasih. Mereka tidak 46:26 mau mengakui Islam ada potensi. Tadi ada 46:29 yang saya garis bawahi juga tuh, Pak. 46:31 Jadi sebetulnya mereka sendiri mengerti 46:34 bahwa ini potensinya bagus tapi enggak 46:36 diaktifkan. Nah. Nah, begitu. Makanya 46:38 kita bilang bahwa dana dalam tanda 46:39 pertik malu-malu sekuler gitu. Dikatakan 46:42 sekuler dia enggak mau karena masih 46:45 pakai peci hitam itu masih ke masjid 46:46 segala macam. Padahal muslim. Sampai 46:48 begitu. Sekarang kita perlu aksi yang 46:51 seperti ini dari ajaran Islam 46:53 menganjurkan kita supaya melakukan zakat 46:56 menghimbau suu aja enggak mau ya. Nah, 46:57 tadi ngasih penjelasan ke mereka itu 46:59 bagaimana tuh kata Pak Taswind? Pak 47:01 Taswin tadi sudah menjelaskan sebetulnya 47:03 luar biasa. Jadi sebetulnya apa yang di 47:06 ee komentari Pak Tasuni itu itu 47:08 penambahan ya tambahan daripada sesi 47:10 kita. Saya malah tidak sejauh itu gitu 47:13 kan. Walau Pak Naswin mungkin punya 47:15 pengalaman di pemerintahan atau paman 47:18 kerja selama ini menunjukkan seperti 47:20 itu, itu merupakan tambahan daripada ee 47:23 penjelasan kita ya. Tapi kita sepakat 47:26 bahwa intinya itu pemerintah. Yuklah 47:28 kita jangan malu-malu lagi. Kita ini 47:31 ngapain malu? Kita kan akan mati ya. 47:33 Iya. Malu tidak akan bisa menghalangi 47:35 kita mati. Dan kita perlu mengatakan 47:38 yang benar bahwa kebenarannya ada di 47:40 sini. Aktifkan zakat. himbau 47:43 kepada 47:45 almuzzakun, orang-orang yang harus 47:47 mengeluarkan zakat alagni minal 47:49 muslimin, orang-orang kayak muslimin 47:52 untuk mengeluarkan zakat dengan benar. 47:55 Zakatnya harus benar karena 47:56 perhitungannya itu meleset karena 47:57 seharusnya dapat sekian dari Laziz atau 48:01 dari Basnas dari dompet duafa itu 48:03 kira-kira 200 triliun lebih. Nah, ini 48:06 sekarang baru 2 triliun itu ke mana itu? 48:08 Berarti perhitungannya enggak benar. 48:10 Nah, sekarang ini mari kita hitung 48:12 dengan benar. Negara 48:14 membutuhkan bantuan. Kita bisa 48:17 memberikan bantuan itu dengan cara tadi 48:20 itu. Mengeluarkan zakat dengan benar. 48:21 Kalau ini zakat sudah kita hitung dengan 48:23 benar dan kita keluarkan dengan benar, 48:26 masih ada lagi ya kita timbul lagi 48:28 bersedekah ya kepada orang lain, kepada 48:31 sesama manusia. Karena pada saat tinggi 48:34 kita perlu. Kalaupun kalau menurut Pak 48:37 Taswin tadi di atas orangnya korup, 48:39 orangnya tidak punya hati nurani, 48:41 menyelamatkan diri sendiri, biarin aja 48:43 mereka Allah yang akan mengazab lah, 48:44 gitu. H itu karena pasti dalam situasi 48:48 seperti ada orang yang cari ee 48:50 kesempatan dalam kesempitan ee mengalir 48:53 di air keruh dan menyampakan dirinya 48:55 ketika situasi sudah enggak terkontrol. 48:57 Ini semuanya mereka begitu. Di atas juga 48:59 mungkin hampir 100% seperti itu. I ya. 49:02 Tapi kita enggak usah mikirin mereka. 49:04 Allah yang akan memberikan naz kepada 49:05 mereka. Ya, 49:08 belalang, Ustaz. 49:10 Belalang dan lain-lain. Belalang dan 49:12 lain-lain. Ee dari 49:14 08953469 sekian-sekian. Asalamualaikum, 49:16 Pak Ustaz. Waalaikumsalam. Mohon 49:18 dijelaskan juga secara global, Pak 49:20 Ustaz, secara mendunia analisis krisis 49:24 dan resesinya bagaimana dan seperti apa 49:26 konsep Islam sendiri dalam mengatasi 49:28 krisis ekonomi dunia yang kemungkinan 49:29 bisa terjadi. E, terima kasih ya. 49:32 Ee enggak ada namanya S tidak disebutkan 49:35 nama Ustaz. Jadi begini ee pernahnya ini 49:37 ya teman atau ibu atau bapak ya. Hamba 49:40 Allah. Hamba Allah ya. Ee ini kajian 49:43 kita ini sebetulnya tidak terlalu 49:45 akademik ya. Kita setting itu begitu. 49:48 Artinya walaupun ekonomi Islam pendengar 49:50 atau pemirsa itu saya usahakan bisa 49:53 gatuk gitu bisa bisa ngerti. Makanya 49:56 saya sangat menghindari istilah teknis. 49:59 sedapat mungkin saya istilah teknis itu 50:01 saya terjemahkan lagi ke dalam bahasa 50:02 yang bisa dipahami oleh saudara-saudara 50:06 kita dari pemirsa yang awam atau dari 50:08 pendengar gitu ya. Makanya seringkiali 50:11 juga saya tetap menggunakan bahasa 50:13 akademik ya tetapi biasanya dan paling 50:17 apa namanya pada umumnya saya terus 50:19 berikan bahasa-bahasa yang bisa 50:21 dimengerti. Kalau saya menggunakan data 50:23 seperti akademisi enggak akan di ini 50:26 akan dipahami maksudnya apa gitu. 50:28 Padahal pendengar dan juga pemirsa ini 50:31 kan saya asumsikan bukan ekonom ya. 50:36 Mereka adalah pendengar biasa, ibu rumah 50:37 tangga atau pelajar ataupun apa namanya 50:42 orang katoran dan yang lain tinggal di 50:43 rumah itu bapak-bapak pensiun dan lain 50:46 sebagainya mereka perlu bahasa yang 50:48 biasa-biasa saja. Tetapi insyaallah apa 50:51 yang saya sampaikan ini kalau dilihat 50:54 dari ee sisi keilmiahan saentifiknya 50:58 kita bisa kita 51:00 ada dasarnya, ada 51:02 filosofinya. Nah, tidak sekedar ngomong 51:04 begitu saja. Kita ada dasarnya ya bicara 51:08 tentang resesi. Makanya kita lihat 51:10 resesi itu apa yang dimaksud krisis 51:13 ekonomi apa yang dimaksud ee apa namanya 51:16 depresi dan lain sebagainya. Karena ini 51:18 persoalan sebetulnya bahasanya itu 51:21 bahasa istilah yang berlaku di ekonomi, 51:25 tapi bisa juga berlaku di luar bidang 51:27 ekonomi. Contoh misalnya depresi dalam 51:30 psikologi. H dia depresi bukan berarti 51:34 dia di PHK enggak depresi di sini orang 51:36 yang stres berat itu orang yang sudah ee 51:40 mengalami stres e jangka panjang 51:42 depresing tidak bisa mengendalikan 51:44 emosinya seperti itulah. Jadi ini dalam 51:47 lapangan ekonomi. Saya kira itu Mas 51:49 Sangga ya jawaban saya 51:51 secara global. Jadi mengatasinya sama 51:53 sebenarnya Pak Ust dengan secara 51:55 regional Indonesia. Contoh misalkan 51:57 secara dunia kalau kita bicara tentang 52:00 prinsip-prinsip ekonomi Islam secara 52:01 umum ini berlaku di mana-mana. Berlaku 52:04 di Pakistan, berlaku di Saudi, berlaku 52:07 di kotor gitu. Berakot. He. Nah, 52:09 sekarang karena situasi ekonomi berbeda. 52:13 Kotor high. Nah, iya perkap ya perkap 52:17 orang negeri kaya, Saudi negeri kaya, 52:19 Pakistan miskin, Indonesia dalam 52:21 kategori kan beda ya. Dengan Cina juga 52:23 beda. Dengan Cina beda. Jadi tapi 52:26 prinsipnya itu apabila diterapkan sama 52:27 saja. Oh. Selanjutnya ini dari 52:31 087782 sekian seekian. Asalamualaikum 52:34 warahmatullahi wabarakatuh. Ini juga 52:35 tidak menyebutkan nama, Pak Ustaz. 52:38 ee mungkin sistem ekonomi Islam harus 52:40 lebih sering digaungkan di tengah-tengah 52:42 masyarakat juga, Pak Ustaz, agar 52:45 masyarakat lebih paham betapa pentingnya 52:48 dan bisa menjadi solusi sistem ekonomi 52:50 Islam ini. Pengalaman Pak Ustaz mau 52:53 lepas dari bank konvensional saja itu 52:55 sangat-sangat sulit dan selalu ada 52:57 penawaran-penawaran menarik ya yang 52:59 bikin tertarik bagaimana menggiurkan ya. 53:02 Iya. Iya. Sebetulnya saya secara pribadi 53:06 ee dosen ya di untuk ekonomi Islam ya. 53:10 Kemudian pekerjaan sehari-hari saya apa 53:12 namanya di konsultan ee keuangan syariah 53:16 ada di pengawas bank syariah dan lain 53:18 sebagainya ya. Tapi saya itu sudah 53:22 banyak membikin apa namanya kayak siaran 53:25 ekonomi Islam di Rasil sudah berapa 53:26 tahun? H sudah 8 tahun itu kalau 2012 53:30 dan itu iya banyak sekali aspek ini. Ee 53:34 kalau Anda misalnya ingin tahu ekonomi 53:36 Islam dari awal itu apa itu itu bisa di 53:39 di mana ya? Di YouTube ya. Di YouTube 53:41 ada, Ustaz. Di YouTube ada semua itu 53:42 insyaallah. Di Rasil juga ada, Ustaz. Di 53:44 Rasil adaal ya. Ada semuanya. Jadi kita 53:48 ini sudah berjuang lewat ini ekonomi 53:51 Islam. Khotbah Jumat pun saya kalau 53:53 intinya adalah tentang ekonomi Islam. 53:55 khotbah di Masjid Bank Indonesia, di 53:57 Masjid OJK, semuanya tentang ekonomi 53:59 Islam ya. Tulisan-tulisan tentang 54:02 ekonomi Islam. Bahkan saya bikin apa 54:04 namanya grup apa ya e WA gitu ya. He ee 54:09 pengajiannya itu ya fikih muamalah. 54:12 Awalnya 90 peserta lama-lama tinggal 54:14 berapa belas tapi tetap konsisten setiap 54:17 minggu saya ngajar online ya. ini. Jadi 54:20 alhamdulillah gitu kita sudah melakukan 54:24 hal seperti itu. Tapi itu sebenarnya 54:25 masih kurang masih kurang. Kita juga 54:27 pernah bahas ekonomi Islam masuk ke 54:29 dunia pendidikan, Pak Ustaz ya. 54:30 Kurikulum betul kurikulum ada semuanya 54:33 sebetulnya lengkap ya. Tapi itu masih 54:35 kurang karena perlu dari bukan radionya 54:39 ini tadi loh pemerintahnya pemerintahnya 54:42 sekali lagi ini mau masyarakat segencar 54:45 apapun juga kalau ma kalau pemerintah 54:47 enggak gaungi enggak ini ya Bank 54:49 Indonesia Kementerian Keuangan ya OJK 54:52 semuanya itu kalau tidak tidak 54:55 betul-betul mendukung secara langsung 54:58 kemudian ngomong secara langsung presid 55:00 wakil presiden ya kita kurang gaungnya 55:03 kita diradi paling berapa orang yang 55:04 dengar i walaupun pemerintah sudah 55:07 beberapa kali menelurkan program-program 55:09 keuangan syariah i sekarang kan ada 55:11 namanya KNKSKN 55:13 ES ya Komite Nasional 55:16 Ekonomi apa e-nya ekonomi syariah dan 55:19 halal industri halal iya itu ada 55:22 komitnya sekarang sudah tetapi ee belum 55:26 belum ada hasil konkrit yang dilakukan 55:28 itu. Hm. 55:32 Pak Ustaz, kita ke pertanyaan terakhir 55:34 ya. I menutup siaran kita, Muhammad 55:37 Rizki. Ee Pak, Asalamualaikum 55:39 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 55:40 Waalaikumsalam. Kalau misalkan 55:42 kondisinya sudah separah ini, sebenarnya 55:45 siapa yang diif itu Pak Ustaz? Diif? 55:48 Iya. Ini kondisi sudah perah begini. 55:50 Diif itu siapa sebenarnya? Daif 55:52 maksudnya apa itu? Ya, bodoh gitu 55:54 maksudnya, Ustaz. Oh, ya. Nah, jadi 55:57 artinya begini mungkin ya saya saya apa 56:00 namanya saya tafsirkan ini orang sudah 56:03 ngerti bahwa resep ini benar, benar 56:06 resep ini ampuh gitu kan tapi enggak 56:08 pernah dipakai resep kondisi sudah parah 56:11 ya. Kondisi sudah parah orang sakit 56:12 sudah sangat parah memerlukan resep itu. 56:15 Tapi kok cuma dibaca doang ya masukkan 56:17 dalam sapu enggak pernah di apa namanya 56:20 dipakai gitu ya. orang yang sakit enggak 56:22 akan sembuh jadinya ya melihat seperti 56:25 nah orang seperti ini namanya orang 56:27 bodoh ya harusnya adalah menggunakan 56:30 resep itu lalu kemudian dibelikan apa 56:33 obatnya apa herbalnya gitu kemudian 56:36 diminumkan kepada orang sakit itu 56:38 selesai ini tidak nah orang yang seperti 56:40 ini orang yang sudah tahu persoal tahu 56:43 resepnya cara bagaimana mengulangi tapi 56:45 enggak menggunakan ee itu menurut dia 56:48 ini adalah menurut siapa nama rezeki ini 56:51 adalah orang yang dif, orang yang lemah, 56:53 orang yang bodoh gitu ya. Ya. Ee itu 56:58 yang saya bisa tangkap. Tapi begini ya, 57:00 ini persoalan adalah semua komponen 57:03 bangsa. H ya. Saya juga tidak setuju 57:06 kalau itu hanya pemerintah yang harus 57:08 menyelesaikan. Memang porsinya besar 57:10 pemerintah ya, tapi bukan persoalan yang 57:13 harus ditanggulangi oleh pemerintah. 57:15 Pemerintah itu ada batasnya, ada 57:18 kegagalannya. banyak nih. Makanya yang 57:21 harus kita berikan bantuan ini adalah di 57:25 area di mana itu adalah pemerintah sulit 57:27 untuk melakukan. Nah, saya sering 57:29 mengatakan selalu mengatakan bahwa 57:30 alhamdulillah kita memiliki ormas ormas 57:34 Islam yang besar ada NU Muhammadiyah dan 57:36 ini strukturnya mirip-mirip juga 57:38 pemerintah itu ada wilayahnya, ada 57:39 daerahnya, ada cabang di mana-mana. Nah, 57:42 ini seandainya berganding tangan untuk 57:45 mengatasi persoalan yang sama. Saya kira 57:48 persoalan apapun termasuk COVID-19 ini 57:51 atau dampaknya bagi ekonomi yang 57:52 menimbulkan resesi atau mungkin krisis 57:55 ekonomi di Indonesia akan dengan mudah 57:58 kita selesaikan apabila semuanya ini 58:01 komponen tadi itu kita 58:03 bersama-sama. Nah, walaupun mungkin di 58:05 di atas ada yang ya tidak bisa diproses 58:08 dan lain sebagainya, kita enggak pikir 58:10 enggak mikir gitu. 58:11 yang misi kita adalah bagaimana kita 58:14 berbuat baik pada orang, menyelamatkan 58:17 orang banyak negara ini. Karena hidup 58:19 kita bukan untuk sekarang. Hidup kita 58:21 adalah untuk di akhirat. Mari kita 58:23 berbuat banyak sebanyak-banyaknya untuk 58:26 apa namanya menjadi bekal kita untuk 58:28 hidup di akhirat. Dan saat ini adalah 58:31 yang paling baik, paling utama. apapun 58:33 yang bisa kita lakukan, kita berikan itu 58:36 terbaik kepada negeri kita supaya tidak 58:39 terjerumus kepada krisis yang lebih 58:41 parah yang itu madaratnya jauh lebih 58:43 buruk daripada seanda seandainya 58:45 sekarang ini kita sudah ada di sini. 58:47 Artinnya kondisi seperti ini sudah buruk 58:50 menuju pada krisis ekonomi menjadi lebih 58:51 buruk dan itu kita tidak ingin maka 58:54 jangan sampai kita masuk kepada ee 58:56 kepada alam yang lebih madarat, lebih 58:59 mafsadah. Sedangkan kita bisa, sedangkan 59:01 kita tahu. Karena itu semua persoalan 59:04 apa yang kita miliki kita gunakan, 59:06 sumber daya yang kita gunakan untuk 59:08 jangan sampai kita ini menuju kepada 59:10 krisis yang mafsadanya jauh lebih buruk 59:14 baik bagi bangsa, bagi kita, bahkan bagi 59:17 agama kita. Se baik Pak Ustaz sebagai 59:20 penutup dari seluruh bahasan kita apa 59:22 Pak Ustaz? 59:24 Terima kasih Masangga, para pemirsa 59:27 resil visual dan para pendengar radi 59:29 silaturahim. Anda mungkin sudah ee 59:32 mendengarkan semua pembicaraan kita 1 59:34 jam ee tadi dan intinya adalah kita mari 59:39 melihat keindahan daripada ekonomi Islam 59:42 ini untuk bisa kita buat hal yang paling 59:47 ba paling baik untuk membantu bangsa 59:49 kita dari jurang krisis ekonomi yang 59:53 mungkin kita akan menuju ke sana karena 59:56 diperkirakan kita ada perkira ada 59:58 probability kita masuk masuk ke sana. 1:00:00 Dan itu adalah keburukan atau mafsadah 1:00:03 dalam bahasa ushul fikih. Madarat dalam 1:00:05 agama tidak boleh kita sudah tahu bahwa 1:00:07 itu madarat sudah mafsada keadaan lebih 1:00:11 buruk dan kita menuju ke sana sedapat 1:00:14 mungkin kita rem gerakan ini supaya 1:00:16 tidak sampai ke situ ya. Yaitu dengan 1:00:18 cara kita mengaplikasikan apa yang ada 1:00:21 dalam ekonomi Islam. Di antaranya adalah 1:00:23 mari kita semua orang muslim yang agnia, 1:00:28 yang kaya dan orang-orang yang 1:00:30 mengeluarkan zakat itu ee menghitung 1:00:34 kembali zakatnya apakah sudah benar dan 1:00:36 itu apabila tidak benar kita keluarkan 1:00:38 dan kita bagikan kepada yang berhak. Dan 1:00:41 terutama pemerintah dalam hal ini ya 1:00:42 paling besar pengaruhnya adalah 1:00:44 bagaimana menghimbau itu lewat suara 1:00:46 pemerintah. Nanti akan di gaungkan atau 1:00:49 disambut oleh umat Islam lewat 1:00:51 ormas-ormasnya, lewat ee NU, lewat 1:00:53 Muhammadiyah dan lain sebagainya. kita 1:00:55 akan bisa berganding tangan dalam rangka 1:00:58 memerangi mafsada ini, dalam rangka 1:01:01 memerangi madarat ini yang efeknya bukan 1:01:05 hanya buruk bagi kita dan bangsa ini, 1:01:08 tetapi juga bagi agama kita sendiri. Ya, 1:01:11 saya kira gitu. Itu baik terima kasih 1:01:13 Pak Ustaz atas waktu dan juga ilmunya. 1:01:16 Kita jumpa lagi di minggu depan Pak 1:01:18 Ustaz ya. Dan Iwan Ahot. Demikianlah 1:01:20 ekonomi Islam di kesempatan kali ini. 1:01:21 Semoga apa yang disampaikan oleh Ustaz 1:01:23 Iwan Basri bermanfaat bagi kita semua. 1:01:26 Kami undur diri. Mohon maaf atas segala 1:01:28 kesalahan kata. Billahi taufik wal 1:01:29 hidayah. Subhanakallahumma wabihamdika 1:01:31 ashadu alla ilahailla anta astagfiruka 1:01:33 waubu ilaik. Asalamualaikum 1:01:35 warahmatullahi wabarakatuh.