Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ali
- sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita
- berjumpa lagi hari ini hari Jumat
- tanggal 12 Rabiul Aal 1447 Hijri atau
- tanggal 5 September 2025. Kita jumpa
- lagi dalam acara renungan di bawah nawan
- Al-Qur'an untuk di edisi dialog dan
- tanya jawab. Silakan Anda yang punya
- pertanyaan langsung layangkan saja ke
- 0811999720.
- Alhamdulillahin sudah berada di studio
- Oni Saputra dan juga Algia.
- Asalamualain.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Baik anak-anak, kita mulai acara ini.
- Seperti biasa kita baca al-Fatihah dulu.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin.
- Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqim. [berdehem]
- Shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil magdubi alaihim
- waladin.
- Alhamdulillah kita sudah membaca
- al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah mudahkan
- kita dalam menerima jawaban-jawaban yang
- diberikan oleh Ustaz Husin Alatas. Baik,
- pertanyaan-pertanyaan
- dari Bapak Naspri. Asalamualaikum Ustaz
- Husein.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Kami ingin bertanya, apakah setiap
- ayat itu ada asbabum nuzulnya di
- Qurannya?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Hamdan katsiran thyyiban mubarakan fi
- kama yuhibbu rabbuna waardha.
- Allahumma sholli ala
- abdika wa rasulika
- sayyidina Muhammadin
- wa alihi wasahbihi wasallim.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim.
- Wala haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim.
- Allahumma atina minika rahmah waimna min
- ladunka ilman nafi wanfna bima alamtana
- rbana zidna ilman wa alhikna shihin
- menjawab pertanyaan dari
- Bapak Nasri Nasri
- Bapak Nasfri
- apakah setiap ayat Al-Qur'an ada sebab
- nuzulnya
- jawabannya Bapak Pak Nasfi,
- ayat-ayat Al-Qur'an
- diturunkan bukan hanya untuk orang yang
- hidup pada masa Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Oleh karena itu, perlu kita memahami
- bahwa Al-Qur'an diperuntukkan
- untuk seluruh umat Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Ayat-ayat Al-Qur'an
- bimbingan dan petunjuknya bersifat umum.
- Oleh karena itu, sedikit sekali dari
- ayat-ayat Al-Qur'an ya yang kita jumpai
- sebab nuzulnya
- sedikit sekali. Bahkan kalau kita
- membaca
- tulisan-tulisan
- para penulis Ulumul Qur'an
- yang mencatat asbab Annuzul, hampir
- sebahagian besar sebab nuzul yang
- disebutkan merupakan riwayat-riwayat
- yang lemah.
- Malah terkadang sebab nuzul yang
- disebutkan itu membuat akhirnya
- pemahaman ayat Al-Qur'an tidak bersifat
- menyeluruh dan komprehensif.
- Banyak yang terpotong-potong maknanya
- hingga bukan lagi merupakan satu
- kesatuan. Walaupun ada sebagian riwayat
- yang disebutkan sebab nuzulnya yang
- cukup kuat, tapi perlu kita pahami
- bahwasanya alibrah biumil lafzi la
- khusus asabab yang menjadi patokan
- adalah umum lafaznya bukan sebab
- kejadiannya. Artinya sebab nuzulnya
- tidak membatasi
- ee pemahaman ayat tersebut hanya pada
- batas nuzulnya. Tapi dia berlaku untuk
- setiap kejadian yang serupa,
- untuk setiap keterangan yang diterangkan
- Al-Qur'an baik pada masa Nabi ya ataupun
- pada masa kini. Oleh karena itu,
- ayat-ayat yang turun
- menegur orang-orang yang kafir,
- meluruskan pemahaman mereka bukan hanya
- berlaku untuk orang-orang kafir, tapi
- orang-orang Islam juga yang
- memiliki sifat yang sama, kriteria yang
- sama sebagaimana disebutkan Al-Qur'an,
- maka mereka juga masuk dalam cakupan
- Al-Qur'an. Jadi walaupun dia seorang
- muslim,
- hidup di tengah-tengah masyarakat Islam,
- kalau mereka mempersekutukan Allah
- Subhanahu wa taala sebagaimana yang
- dilakukan kaum musyrikin, maka dia masuk
- dalam cakupan ayat-ayat ya yang menegur
- mereka-mereka yang mempersekutukan
- Allah. Jangan sekali-kali orang
- mengatakan bahwa ini ayat untuk orang
- kafir.
- Tidak.
- Al-Qur'an adalah pedoman hidup.
- bagi seluruh umat Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam yang
- berupaya untuk menerangi hidup mereka,
- meluruskan jalan mereka, membenahi
- pemahaman mereka dan mengajak mereka
- semua bersama-sama kembali kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Jadi, Bapak Nasfi bagi siapa saja yang
- mempelajari Al-Qur'an tafsirnya, begitu
- pula ulumul Qur'an, begitu juga yang
- mendalami sebab nuzul dengan baik, dia
- akan menemukan bahwa ayat-ayat Al-Qur'an
- saling menerangkan, saling menjelaskan
- satu sama lain. Untuk memahaminya tidak
- sangat bergantung kepada sebab uzur.
- Dia merupakan ayat bayyinat yang jelas.
- Juga ayat mubayyinat yang memberikan
- penerangan dengan sejelas jelasnya dan
- Al-Qur'an saling menafsirkan satu dengan
- lainnya. Oleh karena itu apabila kita
- menemukan sebab nuzul
- yang menyimpangkan ayat Al-Qur'an
- dari apa? dari kumpulan ayat-ayat yang
- lain yang membuat akhirnya Al-Qur'an
- terbagi-bagi, terpecah-pecah, melahirkan
- pemahaman yang kontradiksi. Kita tidak
- akan menerima riwayat tersebut. Karena
- kita kalau ingin memahami Al-Qur'an
- dengan sempurna, kita harus memahaminya
- dalam satu kesatuan yang saling
- menerangkan, menjelaskan satu sama lain.
- Hingga dalam [berdehem] ee satu riwayat
- ketika
- Amirul Mukminin membaca firman Allah,
- Allahu nazzala ahsanal hadis kitaban
- mutasyabihah.
- Allah yang menurunkan sebaik-baiknya
- firman kitab yang kandungannya
- serupa,
- serasi, selaras, dan saling menerangkan
- satu dengan lainnya. Beliau mengatakan,
- "La tadribul qurana ba'dahu bi baa'din."
- Jangan kalian benturkan Al-Qur'an
- sebahagiannya dengan sebahagian yang
- lain. Liannahu yufassiru ba'duhu ba'd.
- Karena Al-Qur'an saling menerangkan,
- menjelaskan sebahagiannya dengan
- sebahagian yang lain.
- Bahkan Allah mengancam mereka-mereka
- yang
- memahami Al-Qur'an secara terpisah-pisah
- sebagaimana
- orang yang memisahkan anggota tubuh
- manusia.
- Allah berfirman, "Kama anzalna alal
- muqtasimin alladina ja'alul quridinbika
- lanahum ajmain amma yalun."
- Maka demi Tuhanmu kami akan bertanya
- kepada para muktasimin.
- Siapa mereka? Alladzina ja'alul
- quranain. Itu yang menjadikan Al-Qur'an
- dalam memahaminya
- terpisah-pisah sebagaimana anggota tubuh
- manusia yang terpisah-pisah.
- Kata Idin diambil dari kata ubur
- jamaknya a'd. Nah, di sini juga idin
- menjelaskan bahwa mereka melihat
- Al-Qur'an bukan dalam satu kesatuan,
- tapi memahaminya secara terpisah-pisah.
- Maka demi Tuhanmu ya kami akan bertanya
- kepada mereka tentang apa yang mereka
- lakukan. Jadi sebagaimana peringatan
- yang kami berikan kepada para
- muktasimin, mereka yang menjadikan
- Al-Qur'an
- dalam pemahamannya,
- dalam penerimaannya mereka memahami,
- menerima secara terpisah-pisah bagaikan
- anggota tubuh yang terpisah-pisah.
- Maka demi Tuhanmu, kami akan bertanya
- kepada mereka tentang apa yang mereka
- lakukan. Jadi, Bapak Nasfi, sebagian
- ayat Al-Qur'an ada yang disebutkan sebab
- nuzulnya
- yang menerangkan latar belakang turunnya
- ayat tersebut.
- Tetapi bukan berarti pemahamannya
- bergantung sepenuhnya kepada sebab
- nuzul. Dalam Al-Qur'an kita contoh
- sebagai contoh ayat-ayat surah Makiyah
- yang begitu banyak
- yang meletakkan landasan tauhid.
- Begitu juga ayat-ayat kauniah, ayat-ayat
- yang berbicara mengenai ayat-ayat Allah
- yang di langit, di bumi, di daratan,
- maupun di lautan dan lain sebagainya.
- Ayat-ayat ini dengan sendirinya tidak
- terhubung dengan sebab nuzul,
- [mendengus]
- tapi memberikan penerangan kepada
- manusia, mengajak mereka merenung dengan
- bukti-bukti yang mereka saksikan di
- sekeliling mereka. Wallahuam
- dari Bapak Nasri. Asalamualaikum, Ustaz
- Hustin. Ustaz ee catat catatan Al-Qur'an
- yang ditus oleh para sahabat di Pelepah
- Kurma itu apakah dipakai untuk Al-Qur'an
- itu?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana zidna ilman walhikna bisolihin.
- Kalau kita membaca riwayat-riwayat
- ya, begitu pula keterangan
- yang ditulis oleh para penulis yang
- menuliskan sejarah pengumpulan
- Al-Qur'an.
- Kita akan temukan sebagian besar riwayat
- ini merupakan riwayat yang lemah.
- Mereka mengatakan bahwa pada masa hidup
- Rasul, Al-Qur'an belum terkumpul dalam
- bentuk sebuah kitab, tapi masih
- berceceran. Bahkan sebahagiannya ada
- yang berada di sebagian sahabat ya.
- Sebahagian lagi pada sebagian sahabat
- yang lain.
- Ini merupakan hal yang amat mengherankan
- dan menakjubkan.
- Kita semua tahu bahwasanya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di
- sekelilingnya memiliki para penulis
- wahyu.
- Jadi wahyu Al-Qur'an bukan hanya ya
- dihafal oleh Rasul dan dihafal oleh para
- sahabat. tapi ditulis oleh para penulis
- Al-Qur'an kemudian diserahkan kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Setiap ayat-ayat Al-Qur'an
- turun ditulis. Kemudian Allah
- memerintahkan nabinya, "Tempatkan ayat
- ini pada surah ini." Tempatkan ayat ini
- pada surah ini.
- Kemudian Al-Qur'an disusun bukan hanya
- ayat-ayatnya di bawah petunjuk Allah.
- Tapi surah-surahnya juga disusun atas
- perintah Allah Subhanahu wa taala.
- Al-Qur'an yang ada pada saat ini adalah
- Al-Qur'an yang ada pada zaman Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam. Bahkan sebelum diturunkan
- kepada Nabi kita, Al-Qur'an telah
- tersusun dalam kitab yang terjaga di
- Lauh Mahfuz.
- Fala uqsimu bimawaqiin nujum wa innahu
- laqosamun la tamamunaim.
- Aku bersumpah demi posisi dari setiap
- bintang dan ini merupakan sumpah yang
- amat dahsyat bila kalian memahaminya.
- Innahu laquranun karim. Sesungguhnya
- kitab suci ini yang diturunkan kepada
- Rasulullah adalah Quran yang amat mulia
- fi kitabim maknun yang tertulis terjaga
- dalam kitab yang betul-betul
- terpelihara.
- La yamassuhu illal mutaharun. Yang tidak
- disentuh melainkan oleh apa? Oleh
- mereka-mereka yang disucikan Allah. Ini
- mengisyaratkan
- Al-Qur'an yang berada di Lauh Mahfuz.
- dijaga oleh para malaikat
- yang disucikan Allah.
- Ketika Al-Qur'an turun, diturunkan juga
- dibawa oleh para malaikat.
- Kemudian pada saat wahyu turun, langit
- pun dijaga dengan ketat. Hingga jin yang
- biasanya menguping mendengarkan
- pembicaraan malaikat, mereka tidak mampu
- lagi mendengarkan pembicaraan malaikat.
- Kemudian disampaikan kepada Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam dan dijaga
- oleh Allah Subhanahu wa taala.
- di mana Nabi dari hadapannya di
- belakangnya dijaga hingga menyampaikan
- amanat Allah dengan sempurna sebagaimana
- yang disebutkan dalam akhir suratul jin.
- Jadi, bagaimana Al-Qur'an dijaga dengan
- ketat
- baik pada masa hidup Nabi maupun setelah
- wafatnya Nabi. Allah menerangkan, "La
- yatihil batilu min baini yadaihi wala
- min khalfih."
- Kebatilan tidak akan menghinggapi
- Al-Qur'an.
- Baik sebelum turunnya maupun setelah
- turunnya, baik pada masa hidup Rasul
- maupun setelah hidupnya Rasul, Al-Qur'an
- terjaga.
- Dan Nabi menjelaskan bagaimana susunan
- Al-Qur'an tersebut.
- Beliau mengatakan, "La shata liman lam
- yaqra bifatihatil kitab." Tidak sah
- salat seseorang kalau tidak membaca
- suratul fatihah yang dinamakan pembuka
- Al-Qur'an. Jadi dari mulai masa Rasul
- Al-Fatihah itu merupakan pembuka
- Al-Qur'an.
- Dan kalau kita ya
- kalau kita melihat Al-Qur'an yang tertua
- di atas 1000 tahun yang terdapat di
- museum di Inggris, kita akan temukan
- susunan Al-Qur'an Mas Krisna ya. Dimulai
- dengan basmalah Al-Fatihah. Kemudian
- setiap surah diawali dengan basmalah.
- ini pada Quran yang tertua tersusun
- sebagaimana Al-Qur'an yang ada pada saat
- yang ada pada saat pada saat ini.
- Kemudian perhatikan bagaimana Al-Qur'an
- berbicara tentang dirinya. Dalikal kitab
- menunjuk kepada kitab. Dalikal kitab
- itulah alkitab ya yang tidak ada
- bandingnya yang tidak dapat dibandingkan
- dengan kitab manapun. La fi hudan lil
- muttaqin. Tidak terdapat keraguan
- padanya. Dan dia merupakan petunjuk bagi
- orang yang bertakwa. Dalam surat Luqman
- tilka ayatul kitab
- itu merupakan ayat-ayat Alkitab.
- Ayat Al-Qur'an yang terdapat dalam
- Alkitab.
- Dan kitab ini merupakan hujah Allah
- sebagaimana kitab Taurah Maskrisna
- diturunkan langsung oleh Allah tertulis
- di atas batu.
- Al-Qur'an yang merupakan kitab terakhir
- ini kitab yang terjaga. Rasulullah
- perintahkan para penulis wahyu untuk
- menulis.
- Kemudian dikumpulkan, disusun sesuai
- dengan perintah Allah sebagaimana
- susunannya di Lauh Mahfuz.
- Waktu Rasulullah meninggal dunia, kitab
- Al-Qur'an telah tersusun.
- Dan Allah berfirman, "Alyyauma akmaltu
- lakum dinakum wa atmamtu alaikum nikmati
- waritu lakumul islama."
- Bagaimana Allah menyempurnakan agamanya?
- Bagaimana Allah menyempurnakan
- nikmatnya? Ya, kesempurnaan agamanya
- dengan sendirinya pedomannya pun dalam
- keadaan sempurna, terjaga, terpelihara.
- Adapun riwayat-riwayat yang mengatakan
- Quran berceceran hingga datang masa
- Sayidina Abu Bakar. Lalu Sayidina Umar
- menawarkan kepadanya untuk mengumpulkan
- Al-Qur'an.
- Karena para penghafal Al-Qur'an banyak
- yang telah mati pada peperangan Yamamah
- agar Quran tidak hilang. Maka mereka ee
- Sayidina Umar mengusulkan kepada Abu
- Bakar. Abu Bakar pertama menolak ini
- mengatakan bidah yang tidak dilakukan
- Rasul.
- Bagaimana mungkin bidah sedangkan Rasul
- telah mengumpulkannya.
- Tapi kalau disalin Al-Qur'an pada masa
- Abu Bakar, Umar disebarkan, Quran yang
- dikumpulkan oleh Rasulullah. Nabi. Lalu
- pertanyaannya, bagaimana dengan
- Al-Qur'an yang ditulis di atas kulit
- pelepah kurma ya oleh para sahabat Nabi?
- [berdehem] Apa yang ditulis oleh para
- sahabat Nabi ini adalah untuk pribadi
- mereka.
- Mereka menulis untuk pribadi mereka,
- [berdehem]
- untuk mereka hafal dan mereka pahami.
- Ada yang menulis satu surah, ada yang
- menulis dua surah, ya. Oleh karena itu,
- pada masa Sayidina Utsman,
- semua kumpulan Al-Qur'an yang ditulis
- secara pribadi yang disusun oleh mereka
- dikumpulkan kemudian dibakar.
- Hm.
- Setelah itu mereka disatukan pada
- Al-Qur'an yang dikumpulkan dan ditulis
- pada masa Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam agar tidak lahir
- versi-versi yang bermacam-macam.
- Dan pada masa Nabi, kertas telah ada
- bahkan sebelum Nabi dilahirkan.
- Dalam surat apa? Dalam surah Al-An'am
- Allah sebutkan kata-kertas sebanyak dua
- kali. Walau nazzalna alaika kitaban fi
- qirasin.
- Kalau kami turunkan Al-Qur'an fi qirtas
- di atas kertas
- sebelum Nabi lahir bahkan pada masa
- Firaun ya. Kertas telah ada.
- yang dikenal dengan papirus atau dalam
- bahasa Arabnya namanya waraqatul bardi.
- Kalau orang berkunjung ke Mesir ke
- Khankhal ini akan menemukan ya bagaimana
- kertas tersebut masih tersedia ya yang
- diabadikan untuk menunjukkan bahwa
- penemuan kertas ini bukan hal yang baru.
- Begitu juga dalam suratul tajalunahu
- qisbdaunahafuna.
- Kalian jadikan kitab Taurah hanya
- kertas-kertas dan kumpulan yang kalian
- tampakkan sebahagian, kalian sembunyikan
- sebahagian. Jadi [mendengus] pada masa
- Nabi kertas telah ada. [berdehem]
- Adapun riwayat yang berlebihan ditulis
- di atas tulang dan lain sebagainya ini
- merupakan hal yang aneh. Mereka tidak
- perlu menggunakan tulang atau
- menggunakan pelepah kurma. Cukup mereka
- menulisnya di atas kulit. Katakan
- kulit-kulit kambing, kulit unta yang
- mereka samak, mereka bisa gunakan untuk
- apa? untuk menjadi dasar tulisan mereka
- seperti yang dilakukan pada apa? Pada
- ee
- masa-masa dinasti Cina ya, India dan
- lain-lain sebagainya menggunakan kulit
- sebagai apa? Ee
- tulisan untuk surat keputusan yang
- dikeluarkan oleh apa? Oleh raja ya atau
- yang digunakan untuk menulis apa namanya
- ee buku-buku mereka. Kenapa harus
- menggunakan tulang? Ini mengembalikan
- kepada masa-masa yang betul-betul amat
- jauh.
- Seolah-olah pada masa Nabi merupakan
- masa purba dan batu.
- Jadi riwayat yang menyebutkan Quran
- dikumpulkan pada masa Abu Bakar dan
- sebelumnya dalam keadaan berceceran. Ini
- merupakan riwayat yang menimbulkan
- keragu-raguan terhadap keaslian
- Al-Qur'an.
- Padahal Al-Qur'an berkali-kali
- menyebutkan dalikal kitab tilka ayatul
- kitab. Ya, menggunakan kata kitab yang
- artinya kumpulan tulisan ya yang
- dikumpulkan dalam sebuah kitab. Kalau
- Quran menjelaskan bacaan, kalau kitab
- menjelaskan kitab yang mencatat dan
- menulis ayat-ayat dan firman Allah
- Subhanahu wa taala. Wallahuam.
- Selanjutnya dari Bapak Rohili di Pulau
- Gebang. Asalamualaikum Ustaz Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Dia bertanya mengenai surah Saba ayat 3.
- Ustaz eh waqadina kafaru laina
- saah
- lah.
- Waqalladina kafaru
- dalam [mendengus] surah Saba. Ya.
- Apakah ee pada ayat ini ada kaitannya
- dengan Islam, iman dan ihsan? H
- ee serta datang dari serta datangnya
- hari kiamat itu dari Bapak Rohili di
- Pulau Gebang.
- Bapak Rohili,
- ayat ini menjelaskan ucapan orang kafir
- yang mengingkari hari kebangkitan.
- Waqalladzina kafaru la tatina sa'ah.
- Orang-orang kafir berkata, "Sekali-kali
- tidak akan datang kepada kami apa hari
- kebangkitan." Mereka meragukan adanya
- hari kebangkitan.
- Tubuh yang telah hancur, yang telah
- berubah menjadi tulang belulang yang
- memutih,
- masa kamu mungkin akan dibangkitkan
- kembali.
- Sebagaimana berulang kali mereka
- menyebutkan hal ini. Waqolu aidza kunna
- warufatan ana lafi khqin jadid.
- Mereka berkata, "Apakah mungkin kalau
- kami telah berubah menjadi apa? Menjadi
- tulang belulang yang telah hancur dan
- kami akan dihidupkan kembali?"
- Allah menjawab dengan sederhana, "Awalam
- yarau annallahalladzi khalaqoh asamawati
- wal ard."
- Awalam yaro annallahalladzi khalaqos
- samawati wal ard.
- Awalam yaralladina awalam yar
- anallahalladzi khalaqos samawati wal ard
- walam yahya biqirin ala yakluq mlahum.
- Apakah mereka tidak melihat bahwasanya
- Allah subhanahu wa taala yang
- menciptakan langit dan bumi
- dengan seluruh isinya
- tidak berdaya dan lemah untuk
- menciptakan makhluk seperti mereka?
- Begitu juga kita saksikan
- pada akhir surah Yasin
- ketika orang-orang kafir dengan bangga,
- dengan sombong membawakan argumentasi
- yang mengingkari hari kebangkitan. Q man
- yuhyil id wahiya.
- Siapa yang akan menghidupkan kembali
- tulang belulang yang telah hancur dan
- rapuh? Dijawab oleh Allah dengan jawaban
- singkat sederhana. qul yuhyihalladzi
- ansyaaha awwala marah wahua bikulli
- khalqin alim. Katakan yang akan
- menghidupkannya kembali, yang
- menciptakannya untuk pertama kali.
- Dan dia betul-betul apa? Maha mengetahui
- tentang makhluk-makhluk yang diciptakan.
- Bagi Allah itu merupakan hal yang mudah.
- Mengulangi ciptaan lebih mudah
- sebetulnya dalam logika kita daripada
- apa? Memulainya. Tapi bagi Allah
- kedua-duanya sama, tak berbeda.
- Jadi mereka berkata
- bahwasanya
- hari kebangkitan tidak akan datang.
- Dijawab oleh Allah, qul katakan
- [berdehem] wahai Rasulullah, bala
- warabbi,
- sanggahan kalian, ucapan kalian ini
- merupakan sanggahan yang tidak benar.
- Sesungguhnya demi Tuhanku,
- latiannakumimil
- gaib.
- Sesungguhnya hari tersebut akan datang
- pada kalian. Dia mengetahui segala yang
- gaib termasuk seluruh amal kalian, baik
- yang nyata maupun yang kalian
- sembunyikan.
- Lazubuhumqratin
- fisamawati wala fil ard. Tak ada satuun
- yang tersembunyi dari Allah walaupun
- sebesar darah, sebesar atom yang kecil
- baik di langit maupun di bumi. W asgar w
- asar minzalika wala akbar. Bahkan yang
- lebih kecil dari itu ataupun yang lebih
- besar illa fi kitabim mubin melainkan
- semua tercatat dalam kitab yang akan
- menjelaskan segala-galanya.
- Liyzialladzina amanu wa amilus shihat.
- Dengan ini Allah akan membalas
- orang-orang yang beriman dan mengerjakan
- amal saleh. Ulaika lahum magfiratun
- warizquun karim. Bagi mereka Allah
- sediakan
- ampunan atas dosa mereka dan rezeki yang
- mulia.
- Tapi sebaliknya walladina sa fi ayatina
- muajizina ulika lahumabum mirzin alim.
- Adapun mereka-mereka yang berupaya
- berusaha ya untuk menentang ayat kami
- dengan berbagai macam cara memutar
- balikkan fakta, mengajukan argumentasi
- juga yang tidak sama sekali berdasar
- berupaya untuk menentang
- melemahkan ayat-ayat Kami. Ya, maka bagi
- mereka sediakan azab
- yang akan betul-betul menghinakan mereka
- dan amat pedih.
- Kata Rizon di sini menggambarkan hal
- yang menjijikkan, yang merendahkan dan
- menghinakan. Azab yang pedih dan amat
- menjijikkan,
- amat betul-betul merendahkan mereka dan
- mereka tidak akan memiliki martabat
- lagi. Berbeda dengan orang yang beriman,
- yang mengerjakan amal saleh, yang
- bersabar dalam hidup mereka di jalan
- Allah, mereka akan mendapatkan ampunan
- dan rezeki yang mulia dari sisi Allah.
- Jadi, Bapak Aljali, ayat ini sebetulnya
- menceritakan
- tentang mereka-mereka yang ingkar pada
- hari kebangkitan.
- Allah Subhanahu wa taala membantah
- argumentasi mereka, begitu pula
- sanggahan mereka dan alasan mereka
- dengan jawaban yang betul-betul amat
- jelas, mudah dipahami, dan sederhana
- membalikkan mereka hingga mereka tak
- mampu untuk menjawab dan juga berisikan
- peringatan bahwa semua perbuatan mereka
- kelak mereka akan bawa ke hadapan Allah
- Subhanahu wa taala. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya dari Ibu Kis Fatih.
- Asalamualaikum Husin.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Bagaimanakah doa setelah salat tahajud?
- Apakah sebelum berdoa harus baca
- istigfar dulu? Di sebelum dan sesudahnya
- kami ucapkan terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Setiap kali kita memulai sesuatu,
- kita mulai dengan menyebut nama Allah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Di sini menerangkan dan menjelaskan
- bahwa hati kita, seluruh kehidupan kita
- semuanya
- terhubung dengan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Dengan penuh rasa husnudan,
- kita betul-betul meresapi dan meyakini
- Allah Subhanahu wa taala Tuhan kita yang
- maha pengasih lagi maha penyayang.
- Begitu hati terbuka dengan betul-betul
- meresapi
- dan meyakini Tuhan kita yang maha
- pengasih lagi maha penyayang. Seluruh
- hidup kita terkait dengan rahmat Allah
- Subhanahu wa taala dengan penjagaannya,
- dengan bimbingan dan petunjuknya.
- Setelah itu kita lanjutkan dengan
- membaca puja dan puji sebagaimana
- yang diajarkan Allah dalam suratul
- fatihah. Alhamdulillah
- segala puji bagi Allah rabbil alamin.
- Allah subhanahu wa taala maha terpuji
- baik pada zatnya, pada nama-namanya,
- begitu juga pada kebijakan-kebijakan
- dan ketentuannya.
- Hati kita sedikit pun tidak merasa ragu
- bahwa Allah Subhanahu wa taala
- munazzahun anin naqais. Betul-betul maha
- suci dari segala kekurangan. Bukan hanya
- maha suci, tapi dia maha sempurna, maha
- pengasih, maha penyayang, maha mulia
- terhadap hamba-hambnya.
- Nah, setelah itu
- kalau kita mau melanjutkan ya dengan
- istigfar kemudian selawat. Selawat ya
- kepada Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam dan
- keluarganya.
- Baru setelah itu kita memohon berdoa
- kepada Allah. Dan doa tahajud yang
- singkat pendek yang diajarkan Allah bisa
- kita baca pada saat sujud atau kita baca
- di luar salat.
- Waminallaili fatahajat bihi nafilatanak
- asabakuka
- maq mahmudin
- dan di malam hari bangunlah kamu
- mengerjakan salat setelah tidurmu. Kata
- tahajada yatahajadu ya, yaitu ee orang
- yang bangun dari tidur.
- Tidur ya pada permulaan malam untuk dia
- membuat segar kemudian bangun
- mengerjakan salat
- nafilatan sebagai tambahan bagimu. Ini
- bukan hal yang wajib sebagai tambahan.
- Asakauka
- maq mahmuda. Dengan salat tahajud ini
- Tuhanmu akan membangkitkan kamu dalam
- kedudukan yang amat mulia. Ini merupakan
- ayat untuk Rasul, tapi juga ajakan untuk
- kita semua di samping mengerjakan yang
- wajib untuk meraih kemuliaan baik di
- dunia maupun di hari akhirat. Lalu ajar
- Allah ajarkan doa
- mudin. Katakan wahai Tuhanku masukkanlah
- aku ke dalam tempat yang benar.
- Ucapan perbuatanku betul-betul sejalan
- dengan kebenaran.
- Wjni mukhidin dan juga keluarkan aku
- dari tempat keluar yang benar. Artinya
- jangan sampai
- dalam tingkah lakunya, perbuatannya,
- begitu pula jiwanya ya masuk dan keluar
- yang tidak sejalan dengan kebenaran.
- Jadi memohon agar selalu dalam kebenaran
- baik pada saat maju, pada saat mundur,
- pada saat masuk maupun keluar seluruh
- aktivitas hidupnya betul-betul berjalan
- di atas kebenaran.
- mengingat akan kelemahan kita. Mohonlah
- kepada Allah dan jadikan bagiku ya Allah
- dari sisimu ya bukan bergantung kepada
- manusia sultanan nasira kekuatan yang
- menjadi penolong dan pelindungku
- [berdehem]
- hingga selalu betul-betul dalam
- penjagaan dan perlindungan Allah.
- Jadi dalam salat tahajud setelah salat
- atau dalam saat sujud kita ber baca doa
- tadi atau setelah tahajud kita baca doa
- tadi dan doa-doa yang lain dimulai
- dengan bismillah dengan hamdalah ya
- kemudian istigfar setelah itu berselawat
- pada nabi kita. Nah kalau seandainya
- kita membaca al-Fatihah sebelum doa juga
- betapa indahnya sebelum kita memohon
- untuk kita. Karena suratul fatihah ini
- merupakan melodi orang yang beriman.
- Merupakan
- melodi.
- Melodi orang yang beriman. Kalau dia
- menjadi atmosfer kehidupan kita, betapa
- indahnya. Dimulai dengan
- bismillahirrahmanirrahim.
- Kita berlepas tangan dari selain Allah.
- Kita betul-betul hubungkan diri kita
- dengan Allah yang maha pemurah lagi maha
- penyayang.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Puja-puji
- seluruhnya kami persembahkan kepada
- Allah
- Tuhan
- semesta alam yang memilikinya, yang
- mengaturnya, memeliharanya, menjaganya,
- termasuk kita bahagian dari alam ini.
- Arrahmanirrahim
- yang menjaga, memelihara, dan merawat
- seluruh alam semesta dengan dua namanya
- yang maha pemurah lagi maha penyayang.
- [berdehem]
- Lalu
- Maliki yaumiddin. Kita diingatkan selalu
- bahwa kita akan beri di hadapan penguasa
- hari pembalasan yaitu Allah yang maha
- pengasih lagi maha penyayang.
- Iyaka na'budu wa iyaka nastain. Ya Allah
- kami hanya kepada-Mu menyembah dan hanya
- kepada-Mu kami memohon pertolongan.
- Kamulah dambaan kami, sandaran kami
- dalam hidup ini. Bila yang lain memiliki
- pegangan selainmu, sedangkan kami hanya
- berpegang kepada-Mu. Kamilah kamulah
- harapan dan dambaan kami. Ya Allah. Kami
- berlepas tangan dari selainnya. Dan
- hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan
- mengingat akan kebodohan kita dan mudah
- sekali kita diperdayakan oleh hawa nafsu
- kita. Kita mohon pada Allah
- ihdinasiratal mustaqim tunjukkan kami ya
- Allah ke jalan yang lurus
- sirathalladzina anamta alaihim yaitu
- jalan orang-orang yang telah kau
- limpahkan nikmat karuniamu atas mereka
- para nabi para rasul para siddiqin para
- syuhadda dan shihin ghairil maghdubi
- alaihim bukan jalannya orang yang
- terkena murkamu walin ataupun jalannya
- orang yang tersesat ini merupakan melodi
- orang yang beriman bila diresat Tapi
- dihayati dia menjadi atmosfer kehidupan
- kita. Betapa indahnya.
- Jadi dalam seluruh aktivitas hidup kita,
- coba resapi suratul fatihah. Jangan
- hanya dibaca saja tapi resapi. Kita
- kembalikan seluruh hidup kita kepada
- Allah. Karena dari Allah kita berasal.
- Kita yakin akan rahmat dan kasih-Nya
- Allah Subhanahu wa taala. Dan kita kelak
- akan dikumpulkan di hadapannya.
- Dan kita menyadari bahwa kita lemah.
- Miskin, papa tak berdaya. Maka kita
- kembali kepada Allah dalam seluruh
- harapan kita iyaka na'budu wa iyaka
- nastain dan menyadari akan kebodohan
- kita di hadapan hawa nafsu kita. Kita
- begitulah memohon kepada Allah
- petunjuknya agar dikumpulkan bersama
- jalan orang-orang yang dimuliakan Allah.
- Coba hendaknya surah ini kita resapi,
- kita hayati dan jadikan sebagai melodi
- kita
- dalam segala hal. Kita selalu mengingat
- Allah Subhanahu wa taala, bersyukur
- kepadanya, berharap dan bersandar.
- [berdehem]
- Ya, selanjutnya. Asalamualaikum Ustaz
- Husin.
- Waalaikumsalam.
- Dari hamba Allah nih, saya seorang
- mualaf. Saya jadi bingung ketika saya
- jadi makmum di salat magrib, Isya, dan
- subuh. Apakah saya harus membaca
- al-Fatihah ketika imam membaca surat?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [berdehem]
- Bagi orang yang salat berjamaah, baik
- itu subuh, magrib dan isya, imam membaca
- suratul fatihah. Begitu juga membaca
- surah surah Al-Qur'an.
- Maka seorang makmum seharusnya mengikuti
- bacaan imam.
- Jadi
- ee tilawatul imam alqiraah bacaan imam
- itu membaca dengan keras. Kemudian
- adapun bacaan makmum al-insat
- mendengarkan apa yang dibaca oleh imam
- ketika membaca al-Fatihah dia mengikuti
- dengan hatinya.
- Membaca dengan surah mengikuti juga
- dengan hatinya. Nah, kalau dia lengah
- lupa membaca Al-Fatihah pada saat imam
- membacanya dan tidak mengikutinya, maka
- dia baca Al-Fatihah dalam hatinya.
- Adapun hadis yang berbunyi, "La shata
- liman lam yaqra bifatihatil kitab."
- Tidak ada salat bagi orang yang tidak
- membaca Fatihatul Kitab. Di sini bukan
- berarti apa? Pada saat imam membaca,
- makmum juga membaca. Tapi makmum
- mendengarkan, membaca dengan hatinya.
- suratul fatihah dan diresapi. Karena
- kalau dua-duanya membaca, maka apa arti
- bacaan imam dengan keras?
- Jadi salat berjamaah merupakan satu
- kesatuan antara imam dengan makmum.
- Nah, pada saat rakaat yang ketiga ya
- atau rakaat yang keempat dalam salat
- Magrib dan Isya, maka dia membaca
- sendiri. Dan imam hendaknya jangan
- tergesa-gesa waktu membaca dengan suara
- perlahan-lahan. Tapi waktu membaca ee
- sendiri-sendiri ternyata dia baca dengan
- tergesa-gesa. Biarkan makmum membaca
- dan meresapi apa yang dibaca. Jangan
- tergesa-gesa dalam salat. Jadi bacaan
- imam dengan suara ya. Sedangkan bacaan
- makmum dengan mendengarkan apa yang
- dibaca oleh imam. Kalau dia lupa
- umpamanya dia tidak tidak khusyuk
- pikirannya ke sana-sana. Ketika imam
- membaca al-Fatihah, maka dia dengan
- setirinya membaca al-Fatihah dalam
- hatinya tanpa mengganggu imam yang
- sedang membaca. Wallahuam.
- Salam dari Bu Susia. Asalamualaikum
- Husin. Ustaz, bagaimana kalau kita
- bertanya tentang Islam melalui AI?
- Apakah betul atau salah?
- Saya seringki ya berhubungan dengan AI.
- Baik kadang-kadang ingin melihat
- bagaimana keterangan AI dan
- terjemahannya ketika menerangkan
- Al-Qur'an.
- Dan saya merasakan saya banyak
- mendapatkan manfaat dari AI
- walaupun tidak sepenuhnya kita
- mengiyakan apa yang diterangkan oleh AI.
- Tetapi bagi orang-orang awam ya pada
- saat mereka bertanya melalui dalam
- urusan agama hendaknya dia juga bertanya
- kepada orang yang berilmu.
- Karena kita khawatir akan menimbulkan
- salah paham atau apa yang diterangkan AI
- bisa saja ya yang merupakan kecerdasan
- buatan manusia ini yang menampung
- berbagai macam informasi. AI juga
- mengeluarkan apa-apa yang diterima dari
- berbagai masukan. Oleh karena itu, kalau
- seandainya AI tidak memahami sesuatu,
- dia akan bertanya, "Bisa tidak ada
- berikan masukan kepada kami bah dari
- sumber mana?" Ya,
- kita berikan masukan buat dia. Bahkan
- terkadang dia menyampaikan satu uraian,
- kita menganggap uraian tersebut tidak
- benar. Di saat kita ajukan
- pendapat kita dengan bukti-bukti yang
- benar. dia mengatakan pendapat Anda
- lebih benar di apa dari apa yang kami
- sampaikan dan kami akan merubah
- kami akan merubah ya keterangan kami
- sebelumnya.
- Jadi EAI ini ya bukan berarti tahu
- segala-galanya
- tapi dengan kumpulan informasi yang
- terdapat di dalamnya banyak memberikan
- bantuan bagi orang-orang yang belajar
- yang ingin menambah wawasan
- pengetahuannya.
- Jadi jangan tinggalkan AI sama sekali,
- tapi bukan berarti kita menganggap AI
- ini pendapatnya merupakan pendapat yang
- suci yang tidak salah. Jadi ambil
- manfaat apa-apa yang tidak jelas kita
- bisa bertanya kepada mereka-mereka yang
- berilmu. Oleh karena itu, para ulama
- seharusnya tidak menyibukkan umat dengan
- perselisihan, dengan pertentangan,
- pendapat yang membingungkan. Tapi
- hendaknya bagaimana menjaga umat agar
- fokus dalam hidup ini mereka kembali
- kepada Allah, berjalan di jalan Allah
- Subhanahu wa taala. Kalau ulama berbeda
- pendapat, jangan mereka ikut melibatkan
- umat berbeda pendapat sebagaimana
- perbedaan pendapat di antara satu sama
- lain. Oleh karena itu, ketika Nabi
- mengutus dua utusan ke Yaman,
- mengingatkan mereka untuk tidak
- berselisih, akhirnya umat di belakang
- mereka juga berselisih.
- Kita wajib untuk menerangkan pesan-pesan
- Allah dalam kitab sucinya. Kemudian dari
- hadis kita memilah dan memilih yang
- sesuai dengan Al-Qur'an. Karena hadis
- kumpulan yang dikumpulkan manusia
- bukan merupakan ee kitab suci
- sebagaimana Al-Qur'an. Karena
- dikumpulkannya hadis setelah jauh hari
- wafatnya Nabi kita dan mulai menyebar
- kebohongan.
- terjadi aliran-aliran yang
- bermacam-macam.
- Sebahagian mereka mengadakan kebohongan
- mengatasnamakan Nabi untuk membela
- kelompok dan golongan mereka. Setelah
- wafatnya khulafa rasyidin ini berkembang
- dengan pesat hingga akhirnya umat
- bercerai-berai. Wallahuam.
- Ya, selanjutnya masih dari Allah.
- Asalamualaikum Ustaz Husin.
- Mengambil barang hasil jerahan di rumah
- koruptor. Waduh.
- Orang yang berjalan dalam kebenaran,
- yang berjuang untuk menegakkan
- kebenaran, tidak akan mungkin melakukan
- perbuatan-perbuatan yang tidak benar.
- Kalau kita menegakkan kebenaran,
- menegakkan keadilan,
- hendaklah kita berjuang dengan cara yang
- makruf dan benar.
- para koruptor ya. Seandainya terbukti
- mereka melakukan perbuatan yang tidak
- benar, seharusnya apa yang dijarah dari
- koruptor tersebut diserahkan kepada apa?
- Diserahkan kepada yang berwenang.
- Diserahkan kepada yang berwenang. Baik
- dikembalikan kepada negara atau
- dikembalikan kepada rakyat.
- Cuma memang saat ini rakyat tidak
- mempercayai,
- tidak mempercayai apa? Tidak mempercayai
- ee para pemimpin mereka. Akhirnya mereka
- beranggapan kalau diserahkan kepada
- pemerintah maka akan dimanfaatkan oleh
- para pejabatnya.
- Yang di bawah dilarang untuk mencuri,
- tapi yang di atas menjarah.
- di bawah naungan hukum dan kekuasaan
- yang mereka miliki.
- Oleh karena itu,
- kita sebetulnya tidak mendukung
- mereka-mereka yang melakukan penjarahan.
- Karena misi mereka untuk melakukan
- perbaikan ternoda dengan apa yang mereka
- lakukan. Contohnya membakar, merusak.
- Ini akan menodai misi perjuangan mereka.
- Dan yang mereka hasilkan dari penjarahan
- tidak ada artinya.
- Tapi yang kita inginkan terjadinya
- perbaikan dan perubahan dalam arti yang
- menyeluruh.
- Bagaimana kezaliman-kezaliman yang
- dilakukan orang-orang yang zalim dapat
- dihentikan. Kemudian yang zalim
- digantikan dengan orang-orang yang baik.
- Jadi kita ingin para demonstran yang
- berdemo, mereka berdemo tetap menjaga
- kelurusan demo mereka, kebersihannya,
- kesuciannya. Jangan terpancing untuk
- melakukan perbuatan-perbuatan yang akan
- merusak nama mereka yang dijadikan alat
- oleh pihak yang berwajib atau pemerintah
- untuk apa? Mencemarkan nama baik mereka.
- dianggap mereka ini merupakan
- orang-orang yang ditunggangi.
- Oleh karena itu, kita sama sekali tidak
- setuju kalau orang menjadikan dirinya
- sebagai tukang tadah
- para penjara menjual barang-barang
- mereka
- dengan harga yang murah. Kemudian kita
- menerima ya dan membeli barang-barang
- tersebut. Ini tidak berbeda dengan apa?
- dengan orang-orang juga yang menyetujui
- perbuatan yang benar. Pencuri maupun
- tukang tadah merupakan perbuatan yang
- tidak benar. Seperti tahun 98 ketika
- supermarket mall-mallar seperti
- Gerasera, orang membawa kulkas, membawa
- berbagai macam peralatan. Ada yang
- membawa AC kemudian dijual dengan harga
- yang murah. Sebagian orang tanpa
- berpikir panjang membeli barang-barang
- tersebut.
- Ini perbuatan yang betul-betul harus
- kita jauhi. Mari kita berjuang dengan
- benar, [berdehem][tertawa] dengan lurus
- ya. Menjaga kebersihan perjuangan kita
- hingga berbeda dengan jelas mana
- mereka-mereka yang berjuang untuk
- kebenaran dan keadilan dan mana
- mereka-mereka yang memanfaatkan
- perjuangan untuk kepentingan pribadi
- mereka.
- Nah, kalau seandai mereka berjuang
- dengan lurus benar mengharapkan rida
- Allah, melakukan perbaikan, seandainya
- mereka mati, mati syahid.
- Seandainya mereka berhasil akan membawa
- perubahan dalam kehidupan berbangsa,
- bernegara. Karena kita harus akui ya,
- kebohongan di negeri kita, korupsi ya,
- telah betul-betul meraja lela. Bahkan
- saya melihat apa yang terjadi pada saat
- ini sebetulnya lebih dahsyat
- dibandingkan apa yang terjadi pada masa
- akhir era Bapak Presiden Soeharto. Lebih
- dahsyat lagi.
- Begitu juga hutang negara kita ini
- sekarang benar-benar amat melilit. Yang
- akan membayarnya adalah rakyat pada
- akhirnya rakyat yang tidak menikmati
- apa-apa, tapi mereka yang harus membayar
- hutangnya. Oleh karena itu, mari
- bersama-sama kita berjuang untuk
- menegakkan keadilan, kebenaran,
- melakukan perbaikan, dan merekalah
- orang-orang yang dicintai Allah. Dan
- jangan sekali-kali kita tergiur untuk
- melakukan perbuatan yang tidak benar.
- Dan jangan kita menimbulkan ketakutan di
- tengah-tengah saudara kita.
- Hendaklah kita betul-betul berjuang
- untuk melakukan perbaikan dan melindungi
- orang-orang yang teraniaya dalam arti
- yang sebenarnya, bukan dalam rangka
- bermain-main atau mencari keuntungan
- pribadi. Wallahuam.
- Baik,
- satu lagi ya.
- Asalamualaikum, Ustaz Husin.
- Ustaz, apakah apabila kita membayar
- pajak apakah sama pahalanya juga apabila
- kita membayar zakat?
- Zakat merupakan infak yang ditentukan
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Sedangkan
- pajak adalah pungutan yang diambil oleh
- negara atau pemerintah.
- Dengan sendiri berbeda. Kalau kita
- mengeluarkan zakat kita
- dengan mengharapkan rida Allah ya dan
- ketaatan kepadanya, niscaya kita akan
- menerima janji Allah Subhanahu wa taala.
- Adapun pajak yang tidak dipungut pada
- masa Nabi kita, yang tidak dipungut pada
- masa sahabat Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam dan
- pajak dipungut ya bukan hanya dari
- orang-orang yang mampu, dari orang-orang
- kecil pun pajak dipungut. Bahkan pajak
- dipungut juga dari apa? Dari usaha-usaha
- yang haram. Sebagai contoh, H
- kita lihat dari perusahaan minuman keras
- ya, dari mereka-mereka yang membuka
- diskotik, membuka bar, membuka
- tempat-tempat katakan yang tidak benar.
- Begitu juga ee pajak yang dipungut. Dari
- mana? Pajak yang dipungut ee dari
- usaha-usaha yang diharamkan Allah
- Subhanahu wa taala dengan sendirinya.
- Ya, ini yang membedakan antara zakat dan
- pajak.
- Kalau Islam pada saat mengambil zakat
- hanya diambil dari orang yang mampu
- dikembalikan kepada mereka yang
- membutuhkan yang disebutkan delapan
- golongannya. [berdehem]
- Tapi kalau pajak ini sebagaimana yang
- kita tahu dipungut
- di Indonesia ini sampai dari rakyat
- kecil sampai dari pembelian token mereka
- kena zakat
- sampai mendengarkan musik pun ya di
- restoran mereka dikenakan apa?
- Pajak.
- Dikenakan pajak. dikenakan pajak. Jadi
- kalau kita perhatikan bersama-sama ya,
- sebetulnya
- hal ini harus diperbaiki.
- Kita ingin ya apa yang dikeluarkan umat
- Islam itu dalam bentuk zakat. Dalam
- bentuk za
- zakat.
- Zakat artinya walaupun mereka
- mengeluarkan katakan 10, 20, 30 sampai
- 40% tapi mereka merasakan yang mereka
- keluarkan dalam bentuk zakat
- dan disalurkan juga secara benar. secara
- transparan
- bersifat akuntabilitas. Akuntabilitas.
- Jadi arti bisa dipertanggungjawabkan.
- Nah, kalau pajak kita pada saat ini ya
- kita lihat sebetulnya
- ee
- kita bisa mengatakan
- tidak dapat dipertanggungjawabkan dan
- tidak jelas. kebocoran juga terjadi di
- sana sini, baik dalam anggaran belanja
- negaranya ya, begitu juga dalam
- pemungutannya terjadi kebocoran karena
- banyak mereka yang melakukan pat gulipat
- terhadap ee kalangan-kalangan orang yang
- di atas, orang-orang yang kaya raya.
- Mereka melakukan empat gulipat. Mereka
- sebagai pejabat menerima ya keuntungan
- dengan mengurangi kewajiban pajak
- mereka. Kita bertanya juga Mas Krisna,
- pajak yang dipungut dari rokok ini yang
- terbesar.
- H
- rokok jelas-jelasan merusak kesehatan
- kita.
- Betul gak?
- Iya.
- Merusak kesehatan kita. Nah, demi
- keuntungan yang didapatkan dari
- pengusaha rokok, kita benarkan perbuatan
- mereka. Adapun pekerja, perkara-pekerja
- yang bekerja di pabrik rokok, coba tanya
- berapa pendapatan mereka coba
- dibandingkan dengan keuntungan
- perusahaan-perusahaan rokok. Uniknya
- pengusaha rokok dan perusahaannya pun
- melarang anak-anak mereka untuk merokok.
- H
- tapi mereka meracuni masyarakat, merusak
- kesehatan mereka. Jadi kalau kita
- perhatikan, zakat tidak mungkin diambil
- dari pengusaha rokok. Karena apa? Karena
- zakat hanya diambil dari usaha yang
- halal. Apalagi dari pelacuran,
- dari bar. dari diskotik ya, dari
- tempat-tempat semacam ini bukan hanya
- tidak akan menerima zakat mereka, bahkan
- Islam memerintahkan untuk menutup
- usaha-usaha semacam ini. Jadi
- berkaitan dengan pajak ya dengan
- sendirinya yang menetapkan pajak bukan
- Allah,
- tapi yang menetapkan zakat adalah Allah.
- berfungsi membersihkan harta manusia
- juga mensucikan jiwa mereka dan mereka
- akan menerima selawat dari Allah
- Subhanahu wa taala sedangkan pajak tidak
- demikian. Pada masa Nabi pajak tidak
- dipungut pada masa sahabat Nabi juga
- demikian. Apa yang diterapkan Sayidina
- Umar dari pemungutan pajak itu dari
- barang-barang masuk yang datang dari
- luar. katakan masuk dari wilayah luar
- dari negara katakan Romawi. Waktu masuk
- dikenakan pajak karena mereka juga
- mengambil pajak dari barang-barang yang
- masuk ke negara mereka.
- H
- Sayidina Umar mengatakan, "Ambil dari
- mereka sebagaimana mereka mengambil dari
- kami." Tapi kalau di antara sesama umat
- Islam
- seharusnya pajak tidak dipungut.
- Ke mana perginya kekayaan alam kita?
- Kekayaan alam kita perginya ke mana?
- seperti dari satu wilayah ya, dari satu
- wilayah ya diambil ya ee keuntungan dari
- wilayah tersebut sebanyak 970 sekian
- triliun. Tapi yang balik ke wilayah
- tersebut hanya 200 miliar.
- Contoh jangan jauh-jauh
- seperti katakan di ee wilayah apa?
- Wilayah ee Irian. Irian dulunya.
- Sekarang jadi apa?
- Papua.
- Papua.
- Papua ini merupakan wilayah yang amat
- kaya yang diambil mereka begitu besar
- yang dikembalikan kepada mereka untuk
- kesejahteraan juga setempat
- amat sedikit dan sendiri menimbulkan
- sakit hati, kecemburuan. Begitu juga
- Aceh ketika dulu menghasilkan gas
- diambil dari mereka sebesar-besarnya
- sedangkan rakyat Aceh diperlakukan
- dengan cara yang tidak baik. Nah, semua
- ini merupakan perilaku yang menyakitkan
- hati, terutama sekali bagi negara dan
- rakyat yang telah merdeka dari
- penjajahan asing. Bahkan kita tahu Aceh
- yang pertama memberikan sumbangan yang
- terbesar untuk membeli pesawat pertama
- di Indonesia Raya Aceh.
- R Aceh.
- Jadi, coba renungkan bersama-sama.
- Renungkan bersama-sama apa yang telah
- kita lakukan terhadap rakyat kita,
- terhadap bangsa kita. Apakah ini pantas?
- Oleh karena itu, kita ingin pemerintah
- kita menjadi pemerintah yang sayang
- kepada rakyatnya. Mereka dipilih oleh
- rakyat, cinta kepada rakyatnya,
- melakukan perbaikan, melindungi mereka,
- tidak menakut-nakuti mereka agar mereka
- selamat di dunia, selamat juga di hari
- akhir nanti. Jadi, mudah-mudahan
- pemerintah kita yang pada saat ini
- dipimpin oleh Bapak Prabowo
- betul-betul pemerintah yang
- bekerja untuk kesejahteraan rakyat yang
- menegakkan keadilan di tengah mereka dan
- tidak ada orang yang dizalimi di negeri
- kita ini. Kemudian menteri-menterinya
- kita berharap
- kalau ada menteri-menteri yang tidak
- sejalan dengan kebenaran dan tugasnya
- hendaknya digantikan dengan yang lebih
- baik lagi. Kita berikan penghargaan
- kepada mereka-mereka yang patut menerima
- penghargaan dan hukuman terhadap
- mereka-mereka yang layak menerima
- hukuman. Begitu juga wakil rakyat. Kita
- berharap agar mereka menjalankan tugas
- mereka sebagai wakil rakyat, bukan wakil
- partai atau wakil oligarki. Kalau mereka
- menyalahi tugas mereka karena mereka
- dipilih oleh rakyat, rakyat juga punya
- hak untuk meminta agar mereka digantikan
- dengan wakil rakyat yang baik.
- Mudah-mudahan ee masa depan bangsa kita,
- masa depan yang betul-betul penuh dengan
- harapan, penuh dengan rahmat, penuh
- dengan keberkahan dan ampunan dari Allah
- Subhanahu wa taala. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik walu minkum
- wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah terima kasih
- asal atas jawaban-jawaban yang berikan
- dari pendengar ya. Terima kasih
- mudah-mudahan jawab semuanya. Baik saya
- Muhammad Krisna Saputra dan Algi mohon
- pamit. Wabillahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.