Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, ikhwan akhwat
- rahimakumullah.
- Hari ini kembali hadir fikih wanita ke
- ruang kita semua bersama Ustazah Herlini
- Amran. Sementara Mbak Olin izin dulu
- sedang berhalangan untuk hadir ya di
- bulan Ramadan yang tinggal beberapa hari
- ini. Mudah-mudahan bahasan hari ini juga
- akan melengkapi persiapan kita. Tidak
- lupa salam selawat kita lantunkan untuk
- junjungan umat kekasih kita Muhammad
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Semoga kelak kita mendapat syafaat
- beliau ya dan bisa berkumpul bersama
- beliau di saat yang sangat kita rindukan
- di yaumil akhir. Ustazah Herlini sudah
- ada di ujung sana. Halo. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah. Iya sehat bugar kita
- semua ya. Ini kita kan tinggal beberapa
- hari lagi nih jelang Ramadan. kira-kira
- ee apa yang akan mempersuasi kita di
- bahasan fikih wanita kali ini?
- Ee mudah-mudahan ee kita bisa mencapai
- tujuan dari kewajiban ibadah puasa
- Ramadan. kita diberikan semangat,
- motivasi, kerinduan, kebahagiaan,
- persiapan, semuanya deh. Karena sesuatu
- yang akan kita temui, tamu agung yang
- mulia, tentu kita akan bersiap untuk
- memuliakannya ya. Dan memuliakannya
- tentu mempersiapkan diri seperti itu
- Mbak Nuning.
- Iya. Jadi, ikhwan akhwat, Ustazah
- Herlini akan menambah pemahaman kita.
- Bukan tujuannya cuma dapat apa gitu ya.
- Yang jelas Ramadan berlimpah berkah saat
- di mana kita harus menahan diri. Bukan
- hanya lapar dan haus, tapi hal-hal yang
- lain juga yang mudah-mudahan menambah ee
- posisi derajat takwa kita ya. Baik. Ee
- Ustazah Herlini silakan. Apa nih
- kira-kira tujuan puasa Ramadan yang
- perlu kita dalami?
- Ya. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala
- rasulillah. Wala haula wala quwwata illa
- billah. Allahumma bariklana fi sy'ban
- wabalighna Ramadan. Allahumma sallimna
- ila Ramadan wasallim lana ramadan
- watasalamhulana mutaqbalan.
- Mudah-mudahan kita siap
- dalam menghadapi menyongsong bulan yang
- luar biasa ini. Bulan yang dirindui oleh
- hamba-hamba Allah yang beriman. Bulan
- yang Rasulullah katakan, "Lau alimat
- umati." Kalau umatku tahu apa yang di
- bulan Ramadan itu penuh dengan kebaikan
- latam mana tentu mereka akan berharap
- seluruh bulan itu adalah Ramadan.
- Masyaallah.
- Jadi kalau kita bicara Ramadan, Mbak
- Nuning itu tentu ee apa namanya?
- Parameter kebaikan kita dalam setahun
- itu teruk terletak pada kebaikan kita
- dalam 1 bulan ini. Karena bulan ini
- bulan yang utama, bulan yang luar biasa,
- istimewa, syahidus syuhur. Jadi
- keutamaan bulan sendiri itu beda dengan
- keutamaan puasa itu sendiri ya. Jadi
- bulan Ramadan itu utama karena bulan
- diturunkannya Al-Qur'an, bulan magfirah,
- bulan ampunan. Oh, pokoknya banyak deh
- keutamaan. Puasa sendiri juga punya
- keutamaan ya dapat menjauhkan hamba dari
- neraka api neraka. Sabina kharifan 70
- tahun banyak deh dan segala. Nah,
- bersatunya keutamaan puasa dengan
- bulannya, bulan Ramadan dahsyat tuh
- dampaknya. Masyaallah. Nah, jadi kita
- dalam waktu yang singkat ini kita bahas
- untuk menambah lagi kerinduan karena
- kalau semakin disebut-sebut tuh semakin
- rindu ya, Mbak ya. Masyaallah. [tertawa]
- Jadi, ada ee tiga tujuan puasa Ramadan
- ini ya. Kalau kita ambil ini semuanya
- diambil dari makna tadabur dari surah
- Albaqarah 183, 184, 185, 186. Itu
- ujung-ujungnya tuh ya tiga ya. Yang
- pertama
- tujuan puasa Ramadan itu adalah
- laallakum tattaquun
- ya agar kamu bertakwa. Itu kan dalam
- ayat 183 kan. He
- pertama dimulai dengan ya ayyuhalladzina
- amanu. Jadi Ramadan itu yang siap untuk
- menerima, memikul, menjalankan,
- mengerjakannya tuh hanya orang beriman.
- Kalau di luar orang beriman itu mungkin
- ee akan sulit ya untuk menjalankannya
- sesuai dengan arahan dan petunjuk Allah.
- Maka seruan ya ayyuhalladzina amanu ini
- adalah seruan panggilan keimanan. Jadi
- kalau seruan panggilan keimanan itu
- tentu ee perintah ya. Kalau setelah ee
- seruan itu sifatnya perintah itu pasti
- akan dilaksanakan dan itu yang terbaik.
- Jadi konsekuensi iman. Jadi ee perintah
- yang merupakan konsekuensi iman pasti
- dia akan dijalankan karena kejujuran
- imannya. Jadi puasa itu ee hanya sanggup
- dilaksanakan oleh orang yang beriman.
- Yang lain memang enggak sanggup. ya
- sanggup juga sih, cuman yang dia dapat
- lapar dan haus aja gitu.
- Jadi yang pertama tujuan puasa Ramadan
- itu adalah agar yang pertama ee orang
- beriman ya. Karena orang beriman itu
- yang sanggup, yang bisa ee
- mengerjakannya. Sebagaimana Allah
- sebutkan, "Kama kutiba alalladina
- minqoblikum." Jadi sebagaimana yang
- diwajibkan terhadap orang-orang beriman
- sebelum kamu. Jadi kewajiban puasa itu
- berkesinambungan.
- Artinya puasa ini bukan ibadah baru.
- Puasa ini adalah syariat lintas umat ya
- yang dulu pernah diwajibkan kepada
- umat-umat terdahulu ya walaupun waktunya
- berbeda ya. Jadi ini artinya kita enggak
- sendirian memikul kewajiban puasa ini.
- Nah tujuannya apa? Laakum tattaquun.
- Jadi
- intinya puasa itu bukan sekedar menahan
- lapar dan haus saja, tapi sebenarnya
- agar kita mendapat predikat ya takwa.
- Takwa itu apa sih? Ya memang sih kalau
- kita bicara takwa banyak sih
- definisinya. Paling kalau yang
- diingat-ingat dulu ya, Mbak ya, dalam ee
- belajar kita paling anak-anak pasti
- hafal deh. Takwa adalah menjalankan
- semua perintah Allah, menjauhi
- larangannya gitu ya.
- Heeh. He
- jadi banyak sih definisi takwa oleh para
- ulama ya dalam tafsir Ibnu Katsir, Imam
- Qurtubi, ee Thabari itu di antaranya
- takwa itu adalah menjadikan antara diri
- kita dan murka Allah sebagai pelindung
- dengan jalan ee mematuhi perintahnya,
- menjauhi larangannya. Jadi artinya puasa
- ini melatih agar kita punya rasa takwa.
- Agar takwa itu hadir pada diri kita. He
- kita menahan diri dari yang yang halal
- itu tuh ditahan apalagi yang haram.
- Heeh. He.
- Ya, maksudnya yang halal apa? Kita
- enggak boleh makan, enggak boleh minum,
- enggak boleh hubungan suami istri. Itu
- kan yang halal.
- Itu aja dilatih, ditahan. Apalagi yang
- haram. Bahkan, Mbak bisa dosa besar tuh
- kalau kita melanggarnya. Misalnya
- hubungan suami istri itu kan pahala, itu
- kan ibadah, itu kan sodqah, itu kan
- halal gitu ya. Tapi coba jangan lakukan
- di siang bulan Ramadan. Ah, besar
- kafarahnya aja berat, Mbak ya.
- Kafarahnya itu enggak boleh milih,
- enggak boleh milih berurut ya. Pertama
- memerdekakan budak. Sekarang sudah budak
- enggak ada. Berarti asiyamus syahroini
- mutatabiin. Puasa 2 bulan
- berturut-turut. Masyaallah.
- Masyaallah.
- Ramadan sebulan aja sudah ngeluh ya
- [tertawa]
- 2 bulan. Terus atau kalau enggak sanggup
- memberi makan 60 orang miskin. Jadi
- artinya kenapa puasa ini melatih takwa?
- Ya tujuan kita itu bertakwa tadi untuk
- menahan diri dari yang halal kemudian
- menghadiri pengawasan Allah. Jadi Allah
- kan mengawasi kita. Kita enggak mungkin
- dong berpuasa diam-diam ke kamar minum
- enggak ada yang tahu. Tapi Allah tahu
- kan.
- Iya.
- Jadi melatih ketaatan dalam kesendirian
- gitu ya. Masyaallah. Jadi luar biasa ya
- puasa itu mampu melahirkan rasa takwa.
- Karena dengan puasa itu ketakwaan itu
- bisa diwujudkan ya. Karena puasa itu
- melemahkan syahwat. Karena syahwat itu
- pintu maksiat. Kalau pintu maksiat sudah
- terbuka, hawa nafsu tidak bisa
- dikendalikan. Maka puasa itulah melatih
- kita ya sebagai ee junah ya, perisai
- melatih Allah mengawasi kita. Puasa itu
- melatih kita untuk memiliki rasa empati
- dan kasih sayang kepada orang yang
- enggak mampu. Ya, rasa lapar tuh kan
- jadi ingat, "Ya Allah, saudara kita yang
- kelaparan gimana ya?" gitu ya. Jadi hati
- dan jiwa tuh jadi lembut dan juga
- menundukkan ego. Maksudnya apa?
- Mengajarkan kesabaran, menahan emosi,
- mengendalikan lisan. Oh, pokoknya luar
- biasa deh ya. Masyaallah. itu bagi yang
- benar-benar karena banyak juga yang
- berpuasa tapi yang hanya menahan lapar
- dan haus tidak menahan semuanya
- akhirnyaimah
- banyak yang puasa tapi yang hanya dia
- dapat lapar dan haus. Maka eh laakum
- tatun ini tujuan utama puasa ya. Jadi
- keberhasilan puasa itu diukur dengan
- takwa. Jadi bukan sekedar kuat menahan
- lapar. Tidak ya. Jadi, makanya Ramadan
- itu madrasah ya, institut pembentuk
- karakter takwa. Jadi bukan hanya
- rutinitas tahunan J. Kalau kita sudah
- tiap tahun ya memang puasanya enggak ada
- enggak ada perubahan pada diri kita.
- sama aja dari dulu, tahun lalu sekarang
- sama seperti ini. Lisan tidak dijaga,
- kata-kata tidak diseleksi dulu, mata
- tidak, mata jelalatan apapun yang enggak
- itu kayaknya puasanya enggak ngefek deh.
- Kayaknya enggak dapat gelar takwa deh
- ya. Karena selepas Ramadan itu tentu
- pasti ada perubahan akhlak. Laakum
- tattaquun. Jadi ee ketakwaan itulah yang
- menjadi tujuan utama kita berpuasa. Jadi
- buah dari ibadah yang kita laksanakan
- selama sebulan penuh itu melahirkan
- takwa dan itulah orang yang tertinggi di
- sisi Allah. Inna akramakumallahiqokum.
- Jadi itu yang pertama tujuan kita
- berpuasa. Mudah-mudahan ya Mbak ya kita
- dapat gelar takwa ya.
- Insyaallah
- gelar tertinggi. Ya Allah gelar yang
- kita di mana pun berada merasa diawasi
- Allah. Di mana pun kita berada takutnya
- hanya pada Allah bukan pada manusia gitu
- ya. Itu yang pertama. Kemudian yang
- kedua, laallakum taskurun. Jadi itu di
- ayat 186-nya.
- Kalau 185 itu kan penjelasan ya tentang
- ayyamdudat.
- Jadi bagaimana ee pesan Allah dalam
- menjalankan puasa itu dalam hari-hari
- tertentu tersebut bulan Ramadan ya
- sebulan penuh. Disebutkanlah kalau yang
- sakit atau dalam keadaan safar dia bisa
- menggantikan. Nah, itu tata caranya ya.
- Ah, di ayat 185-nya
- barulah di situ ya dijelaskan bahwa ee
- syahru Ramadan alladzi itu ya unzila fil
- Quran. Jadi syahr Ramadan bulan Ramadan
- itu diturunkan Al-Qur'an sebagai hidayah
- petunjuk bagi manusia dan seterusnya.
- Nah, di akhirnya kita kan ee melihat
- dari akhir hayat ya eh akhir ayat.
- W'allakum taskurun.
- Masyaallah. Yang tadi laallakum
- tattaquun, sekarang laallakum tasykurun.
- Jadi semua yang kita lakukan dalam
- ibadah Ramadan itu tujuannya apa? Supaya
- tercapai
- insan yang memiliki rasa syukur. Supaya
- kamu itu bersyukur kepada Allah atas apa
- yang telah diberikan.
- Kan di ayatnya itu kan walitmilul iddah
- walitukabirullah al hadakum wumkurun.
- agar e menyempurnakan bilangan puasa,
- mengagungkan Allah ya, agar terakhir
- rasa syukur yang sejati. Jadi syukur itu
- kalimat yang mudah diucap tapi
- sebenarnya perlu pembuktian.
- Jadi syukur itu ee tetap ya bisa kita
- melakukan ketaatan setelah Ramadan
- karena kita bersyukur atas hidayah yang
- Allah berikan. Kita istikamah dalam
- beramal, kita menjaga nilai-nilai takwa.
- Itu syukur ya. Jadi ee memang berat,
- Mbak eh syukur itu ya. Bahkan Allah
- katakan
- ibadiyak sedikit hambaku tuh yang
- bersyukur. Masyaallah. Syukur itu berat.
- Syukur itu berat. Benar. Syukur itu akan
- lahir ya agar lahir rasa syukur itu
- dengan konteks bulan Ramadan itu dengan
- benar-benar menghadapi Ramadan itu
- dengan sabar ya. Jadi kalau sudah sabar
- datang syukur gitu ya. Jadi syukur itu
- sebagai puncak ibadah Ramadan ya, supaya
- kita bisa menjaga hidayah yang Allah
- berikan ini dan kemudian berketerusan
- amal yang kita lakukan. Jadi memang
- syukur itu adalah ee perbuatan yang
- sangat sulit sebenarnya ya. Kalau kita
- sudah ngeluh dikit itu namanya enggak
- syukur. Syukur itu adalah salah satu ee
- alasan kenapa setan menggoda manusia ya.
- Jadi kan kalau kita tahu setan itu kan
- mengakan,
- kiri depan belakang ya.
- Nah, itu apa yang dia itu ee sedikit
- engkau maka engkau akan dapati mereka ee
- sedikit yang bersyukur. Itu ee apa
- namanya ee yang disampaikan oleh ee
- setan ya. Ketika Allah menjelaskan
- ee apa yang dilakukan setan kepada
- manusia untuk menggodanya itu, itu
- sedikit yang ee bersyukur. Jadi ketika
- janji setan ketika dia tidak mau taat
- kepada Allah untuk ee bersujud kepada
- Nabi Adam, dia enggak mau. Kemudian dia
- beri aku kesempatan katanya. Ya itu ada
- dalam surat Ala'raf itu ya di ayat
- 17.fihim
- min baini aidihim w khfihim wa aimaniim
- waamaili w tajidu aksaruhum syakirin itu
- iblis itu setan itu. Dia katakan
- kemudian pasti aku mendatangi mereka
- dari depan, dari belakang, dari kanan
- dan dari kiri mereka dan engkau tidak
- akan mendapati kebanyakan mereka tuh
- bersyukur. Jadi setan itu targetnya
- menggoda manusia agar tidak bersyukur.
- Mulai ubanan.
- Maka oleh karena itu dengan kita
- berpuasa ini dengan ee tentu saja sesuai
- dengan yang diberikan diarahkan oleh
- Allah dan Rasul-Nya sesuai menjaga
- mempuasakan tidak hanya fisik ya tapi
- juga mempuasakan mata, telinga, lisan
- dan segala macam itu tujuannya apa
- supaya kita bersyukur? Laallakum
- taskurun. Nah, itu yang ditarget oleh
- setan. Bagaimana manusia itu tidak
- bersyukur? Waduh, kalau syukur tuh
- enggak ada dalam rumah tangga, Mbak, ya.
- Enggak punya suami, enggak punya rasa
- syukur terhadap istrinya, wah
- selingkuhlah dia, ya. [tertawa]
- Kalau anak enggak tahu bersyukur dengan
- orang tuanya, ngelawan dia gitu ya.
- Kalau istri enggak bersyukur ya dia akan
- ya menjalankan ee tidak sesuai dengan
- arahan Rasul. Jadi syukur ini penting.
- Syukur ini akan dapat memperbaiki amal
- kita. Dengan syukur ini kita menjadi
- hamba Allah yang dicintainya.
- Kalau kita bersyukur banyak sekali yang
- Allah akan berikan. Jadi puasa itu akan
- melahirkan rasa syukur ya dengan hidayah
- yang Allah kita dapatkan. Nah itu yang
- kedua. Yang terakhir itu dalam ayat ee
- 186-nya itu kan dalam 186 itu kan ee itu
- ayat yang ayat kejepit Mbak tentang doa.
- Masyaallah. Oh, jadi ayat itu ee antara
- ayat puasa dengan puasa. Jadi 185 itu
- kan tentang puasa,
- 187 juga dilanjutkan. Nah, itu
- dijepitlah di antaranya tentang ayat doa
- 186 itu. Waalakain
- qibanahumudun.
- Jadi tujuan puasa Ramadan tadi yang
- pertama laallakum tattaquun bertakwa
- yang kedua laallakum taskurun bersyukur
- yang ketiga laakumahum
- yarsudun agar e berada dalam jalan yang
- lurus tapi dimulai dari waalaka
- ini
- jadi ayat tentang doa di tengah-tengah
- ayat puasa masyaallah ini isyarat bahwa
- doa itu adalah roh puasa ya dan Ramadan
- ini adalah musim paling dekat antara
- hamba dengan Rabbnya. Maka paling banyak
- berdoa, "Allah tuh maha dekat dengan
- hambanya pada bulan Ramadan." Fa inni
- qorib. Aku tuh dekat. Dan kedekatan itu
- ee tentu saja kedekatan dalam ibadah
- kita ya. Allah tuh dekat dengan kita ya.
- Memberikan kita pertolongan,
- memberikan kita keselamatan. Itu
- benar-benar luar biasa ya. Tidak ada doa
- yang bagi Allah tuh disia-siakan ya.
- dekat sekali jarak antara kita dengannya
- tuh dekat ya. Hamba tuh enggak sendirian
- ya ee bahkan lebih dekat dari urat leher
- ya. Wahnu aqru ilaihi min hablil warid.
- Jadi oleh karena itu doa ini doa inilah
- yang menjamin kedekatan kita dengan
- Allah ya. Makanya orang berpuasa itu
- doanya itu makbul. Ada tiga doa yang
- Allah mustajab yang Allah kabulkan. yang
- doa imamul adil, imam yang adil. Doa
- dakwatul mazlum, orang yang dizalimi.
- Kemudian ee doa orang yang shim hatta
- yuftir ya orang yang berpuasa sampai
- berbuka. Masyaallah. Jadi sehari-hari
- kita full 24 jam bahkan satu bulan
- Ramadan itu doa dijamin didengar oleh
- Allah Subhanahu wa taala.
- Allah menjamin respon. Jadi bukan hanya
- segar mendengar bahkan direspon
- dikabulkan. Nah, jadi doa itu sebenarnya
- ada tiga bentuk ya, Mbak. He.
- Pertama dia Oh, pasti kabulkan. Semua
- doa pasti dikabulkan. Tapi ada tiga
- bentuk. Pertama disesuaikan dengan
- permintaan. Jadi artinya yang Allah maha
- tahu dengan kebutuhan hamba. Hamb
- dikasih B. Itu kan dikabulkan juga. Tapi
- Allah tahu mana yang terbaik untuk
- hambanya. Jadi dikabulkan tapi diganti
- atau dikabulkan ee tapi butuh proses
- waktu. Ya kan? Enggak mungkin kita
- berdoa kayak sim salabim ya, minta A
- maunya sekarang A. Enggak [tertawa]
- bisa. Kalau kita sakit makan obat aja
- butuh waktu ya makan antibiotik aja
- berapa hari gitu ya. Begitu juga doa
- kita yang penting minta kewajiban kita
- itu berdoa. Minta ah itu urusan
- pengabulan, itu urusan Allah. Nah, itu
- dua. Yang ketiga, bisa jadi doa kita itu
- digantikan dengan kebaikan yang lebih
- besar. maksudnya ditunda atau disimpan
- untuk di yaumil akhir nanti. Jadi tidak
- ada doa yang disia-siakan. Nanti kita
- dapat berupa ee pahala-pahala banyak itu
- sampai ada seorang hamba bingung dia di
- hari akhirat banyak sekali pahala ini
- dari mana ya? Terus ternyata itu dari
- doanya yang tidak dikabulkan di dunia.
- Terus kata responnya, "Ya Allah coba
- dulu semua doaku enggak dikabulkan."
- Masyaallah.
- Jadi laahum yarsudun. Jadi agar mereka
- mendapat petunjuk, agar mereka
- mendapatkan ee apa ee
- agar mereka itu mendapatkan jalan yang
- lurus, keselamatan, agar mereka itu
- mendapatkan hidayah gitu. Masyaallah.
- Jadi semuanya itu adalah kebaikan untuk
- kita. Tujuan berpuasa itu adalah
- sebenarnya bentuk cinta Allah kepada
- umat Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Karena kita tahu Rajab itu
- syahrullah, bulan Allah. Karena memang
- Allah yang telah menentukannya. Arbaatun
- hurum 4 bulan haram termasuk Rajab ya.
- Sedangkan Syakban itu syahri bulanku ya
- kan. Bulan diturunkannya perintah
- berselawat kepada Nabi. Innallaha
- waaikatahu yusuna alan Nabi. Itu di
- bulan Syakban. Nah Ramadan syahru
- ummati, bulan umatku. Jadi ini spesial
- untuk umat Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Tanda cinta Allah kepada umat,
- kepada umat Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam itu bulan Ramadan tuh
- berlipat-lipat
- pahala. Apapun yang kita lakukan di sana
- di bulan Ramadan itu ada lailatul qadar.
- Masyaallah, tuh luar biasa ya Ramadan
- itu ee bandingannya dengan orang yang
- mati syahid ya dengan paha Ramadan tuh
- enggak seb itu lebih dari seperti jauh
- ya langit dan bumi kan ada ini
- ada dua orang Yaman
- dia masuk Islam ee kemudian yang satu
- orang ikut ee ikut jihad syahid yang
- satu lagi diberikan kesempatan hidup
- selama setahun ya kemudian meninggal nah
- ini yang dekat dengan mereka ini adalah
- Thalhah bin Ubaidillah itu mimpi dia.
- Dalam mimpinya Thalha melihat melihat ya
- mereka tuh masuk surga kan lagi nunggu
- ee pada ngantri ya masuk surga dipanggil
- satu-satu gitu ya. Ternyata yang
- dipanggil lebih dulu tuh yang
- meninggalnya belakangan bukan yang mati
- syahid.
- Nah, Thalha kan gak heran kenapa yang ee
- meninggalnya yang tidak mati syahid
- meninggalnya belakangan. Kenapa bukan
- yang mati syahid lebih dulu? Ya padahal
- mati syahid itu kan pahalanya luar biasa
- kan. Nah, beliau kemudian bertanya
- kepada Rasulullah dan Rasulullah jawab,
- "Kenapa engkau heran wahai Thalhah?
- Bukankah si fulan itu diberi kesempatan
- hidup selama 1 tahun? Bukankah dia sudah
- berjumpa Ramadan? Bukankah dia sudah
- beribadah?" Nah, itu Ramadan kelipatan
- pahala luar biasa itu. Masyaallah,
- detik-detiknya itu berharga. Masyaallah.
- Jadi, inilah kita bersyukur ya,
- bagaimana Allah menghadiahkan kepada
- umat Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- bulan Ramadan. Ya, kalau umatku tahu
- semuanya penuh dengan kebaikan,
- penginnya tuh setahun itu semuanya
- Ramadan semua.
- Iya.
- Iya. Jadi, Ramadan ni musim ijabah,
- musim taat, musim ee promo besar-besaran
- atas ampunan. banyak dosa yang kita
- lakukan Ramadan itu Allah akan ampuni.
- Jadi kita yakin ya agar mudah-mudahan ya
- kita menjadi ee hamba Allah yang
- bertakwa, yang bersyukur, yang
- mendapatkan ee rus ya yarsyudun itu
- mendapatkan petunjuk, mendapatkan ee apa
- keyakinan ke mendapatkan hidayah,
- mendapatkan artinya ee rus itu rusy itu
- adalah hidayah yang hidup. Jadi
- dengannya insyaallah kita bisa menjalani
- hari-hari kita di dunia ini dengan
- sebaik-baiknya. Karena perjalanan hidup
- kita masih panjang. Kita masih butuh ee
- banyak lagi perjalanan yang belum kita
- tempuh. Kita belum masuk ke alam
- barzakh. Kita belum sampai kepada yaumul
- akhir, yaumul hisab yang masa
- penghisaban 50.000 ribu tahun lamanya
- untuk nanti kita menunggu ya tiket mana
- kita masuk surga atau neraka.
- Maka sekarang saatnya kita kumpulkan
- amal-amal saleh itu. Laallahum
- yarsyudun. Mudah-mudahan kita
- mendapatkan ee hidayah petunjuk kita
- diberikan keistikamahan kita diberikan
- semangat motivasi kita dibimbing dijaga
- oleh Allah dan kita bisa memperlipat
- gandakan amal-amal kita di bulan
- Ramadan. Dan di situ kita akan minta
- kepada Allah agar kita mampu menghadapi
- apapun bentuk ujian cobaan yang kita
- hadapi dalam kehidupan ini. Karena tidak
- ada satuun makhluk manusia yang tidak
- mendapatkan ujian dari Allah. Maka
- Ramadanlah bulan cinta. Bulan kita dekat
- dengan Allah. Bulan kita bermunajat
- kepadanya, bulan kita berkhalwat
- kepadanya, berdua-duaan [berdehem]
- berhubungan mesra dengan Allah.
- Ramadanlah bulan penataan arah hidup
- kita. bulan di mana kita mendapatkan
- langsung ya Allah itu melihat
- hamba-hambnya. Mudah-mudahan kita mampu
- ya ee menjadikan Ramadan ini bulan bulan
- terbaik kita insyaallah. Nah, dimulai
- dari sekarang Mbak Nuning, kita niat loh
- kok niatnya sekarang ya?
- Iya kita niat ya Allah mudah-mudahan
- nanti di bulan Ramadan kita mampu
- melaksanakan ibadah-ibadah
- semuanya ya ibadah puasa kita punya
- target-target. Ya Allah aku niat dari
- sekarang ya. Siapa tahu, Mbak, ya, kita
- dipanggil pulang lebih awal, ya, tidak
- bisa mendapatkan Ramadan, minimal
- pahalanya sudah sampai,
- ya. Baik, mungkin itu Mbak ya. Jadi, ee
- kita berharap mudah-mudahan gelar tiga
- tadi kita dapatkan.
- Amin. Allahum
- takwa, syukur, dan rus ya istikamah di
- atas petunjuk ya itu Allah mudah-mudahan
- membimbing kita, menjaga kita sehingga
- ketika kita pulang kepada Allah, pulang
- dalam keadaan husnul khatimah
- insyaallah. Amin ya rabbal alamin.
- Laalakum tattaquun.
- Susah mana dengan yang nomor dua tadi
- ya? Laakum taskurun atau bahkan yang
- ketiga. Baik. Ee kita boleh langsung ke
- pertanyaan ya, Ustazah.
- Silakan, Mbak.
- Jadi kalau mencapai derajat takwa itu
- lewat puasa 30 hari nanti harus
- terwujudkan di ratusan hari berikutnya.
- Begituah ustazah?
- Betul. Jadi 1 bulan ini training kita,
- cas kita ya. Bulan kita berbekal untuk
- 11 bulan berikutnya.
- Jadi kalau habis puasa 330 hari
- berikutnya harus sudah ee merupakan
- praktik yang luar biasa ya. Baik, ini
- dari Mbak Fani. Asalamualaikum Ustazah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Biasanya menjelang Ramadan kan sibuk nih
- menyiapkan rencana menu buka, buka sahur
- juga. Kemudian menyiapkan belanja.
- Seringnya kita lupa menyiapkan hati kita
- untuk menjalani Ramadan itu. Mau dong
- nasehatnya, Ustazah? Iya. Iya, Mbak.
- Kita ini sudah berapa kali Ramadan kita
- lewati ya?
- He.
- Sudah banyak tergantung usia, ya. Nah,
- ketika Ramadan yang kita alami ini
- adalah Ramadan sebagaimana Ramadan
- Ramadan tradisi ya, tradisi bulan puasa
- akhirnya berpuasa ya. Jadi, oleh karena
- itu Imam Ghazali itu membagi tingkat
- tiga tingkatan orang yang berpuasa ya.
- Jadi ada yang pertama puasanya orang
- umum. He.
- Orang umum itu ya ya sekedar hanya
- berpuasa tradisi ya tradisi ya. Tidak
- makan sejak terbit fajar sampai ee
- magrib tapi dia tidak menjaga hatinya,
- anggota tubuhnya. Jadi hanya tradisi aja
- bulan Ramadan ya, bulan puasa ya. dia
- puasa. Kadang ada juga loh, Mbak,
- berpuasa tapi enggak salat. Nah, itu ya
- tradisi. Maka kita lihat tradisi-tradisi
- yang berkembang itu kan seperti itu.
- Mikirin makan. Jadi siang-siang sudah
- zikir makanan tuh ingat makan apa, masak
- [tertawa] apa gitu ya. Nah, itu yang
- biasa yang pertama kalau menurut Imam
- Ghazali puasa orang umum. Yang kedua ee
- puasa orang khusus. Nah, itu sudah naik
- tingkat ya. Mudah-mudahan kita sudah
- mencapai derajat ini ya. mempasakan
- mata, telinga, hati, lisan. Tidak hanya
- lapar menahan diri saja, tapi sudah
- menjaga. Ya, jadi ee termasuk di sini ee
- tidak mengumbar ee apa tidak balas
- dendam ya ketika berbuka karena lapor
- akhirnya balas [tertawa] dendam. Itu tuh
- masih yang pertama tuh. Nah, jadi karena
- itu puasa yang tradisi yang biasa kita
- jalani kalau mau naik tingkat kita
- pahami apa itu keutamaan puasa,
- bagaimana keistimewaan bulan Ramadan,
- apa yang kita dapatkan dengan kita
- memahaminya itu kan beda. Karena kita
- punya tujuan tadi ini nomor dua nih,
- Mbak yang tadi yang kita bahas tiga
- tujuan Ramadan ya. Mudah-mudahan bisa
- mampu. Nah, laalakum tattaquun,
- laallakum taskurun, laakum laallahum
- yarsyudun itu insyaallah akan didapat
- bagi yang kedua tadi nih yang dia
- menjaga anggota tubuhnya dari bentuk ee
- yang mubah-mubah.
- Jadi tidak mengumbar bukanya tuh enggak
- balas dendam gitu ya. Nah, yang sangat
- sulit itu yang ketiga, alhusus bil
- khusus itu ya tidak hanya menjaga
- anggota tubuh tapi hatinya fokus kepada
- Allah. Jadi tidak lagi ee makanan itu
- enggak dipikirkan lagi. Yang penting dia
- ee hatinya nyambung terus dengan Allah
- itu berat. Itu puasanya para anbiya.
- Sekarang kita bagaimana nih supaya kita
- enggak
- enggak nomor satu tadi ya yang puasa
- sebagaimana orang-orang umum berpuasa
- ya. kita mulai memahami dari sekarang
- ya, kenapa kita berpuasa apa
- keistimewaan faedahnya, bagaimana cara
- kita menjalankannya. Nah, tentu tadi
- orientasi orientasinya bukan lagi dunia,
- bukan lagi sekedar menahan lapar dan
- haus, tapi benar-benar tujuannya adalah
- tadi ya laakum tattaquun. Makanya ee
- bagi ibu-ibu memang ini kita enggak
- lepas dari pola asuh, Mbak. Dulu kan
- orang tua kita tuh ketika kita berpuasa
- masih kanak-kanak kan diiming-imingin
- mau buka [tertawa] apa, mau istri, mau
- ini, mau itu. Ya, jadi hanya menjalankan
- puasa itu ya gak makan enggak minum tapi
- nanti buka. Nah, apa kamu mau disiapkan?
- Jadi orientasinya jadi makanan kan.
- Nah, diri tapi entar dapat yang asik
- gitu ya. Nah, itu boleh kalau untuk
- anak-anak yang dimotivasi. Tapi kalau
- anak yang sudah balik, yang sudah kan
- enggak itu lagi. Nah, masalahnya
- itu dia dari pola asuh itu akhirnya
- iming-iming itu berjalan sampai
- sekarang. Akhirnya apa? Kita lihat ya ya
- enggak disalahkan juga masih
- alhamdulillah masih puasa ya daripada
- enggak ya. Nah, itu jadi memang ee ala
- kulihalin ya seorang ibu itu beban bukan
- beban ya ini adalah ee suatu hal yang
- indah dari Allah untuk mengajarkan
- kepada anak-anak betapa puasa itu luar
- biasa yang kita dapatkan ya. Kalau untuk
- makan minum enggak ada masalah ya.
- Bahkan kalau memang perlu disiapkan dari
- sekarang juga bagus supaya nanti enggak
- habis waktu di pasar ya, Mbak ya.
- Sekarang disiapkan menunya apa? sahur
- berbuka supaya kita enggak lagi mikirnya
- panjang kan kalau mikir kan bingung udah
- jalan ke pasar tuh mikir aja enggak
- ketemu-temu mau buka apa kemarin udah
- ini udah apaagi kan bingung ya nah itu
- sih enggak masalah ya Mbak ya namanya
- orang hidup ya tapi insyaallah bukan itu
- segala-galanya apalagi sampai ee
- menjadikan salat kita tuh dinomor sekian
- ya kan Mbak berbuka tuh gimana gitu ya
- kita cari tempat berbuka restoran yang
- ternyata mata jauh tempatnya, padat
- orangnya. Akhirnya apa? Hanya untuk
- berbuka saja sampai kita lewatkan
- berjamaah salat magribnya itu ya.
- Kemudian kita tidak jadi salat
- tarawihnya itu hanya gara-gara makanan.
- Nah, itu yang kita evaluasi insyaallah.
- Iya. Jadi bukan cuma jaga tubuh nih,
- Ikhwan akhwat, tapi jagalah hati.
- Dekatkan pada Allah. Ya, ini ada yang
- bertanya terkait dengan ee puasa. Itu
- kan bulannya sedekah ya. Heeh.
- Sedekah senyum doang pastilah enggak
- cukup ya. Membantu orang sebisanya itu
- bisa juga disebut sedekah ya, Ustazah
- ya.
- Hmm. Masyaallah.
- Jadi
- soalnya terus terang ee yang di dompet
- isinya suka warnanya enggak ada yang
- merah ada yang biru.
- Iya. Jadi gini ee memang Ramadan itu
- syahrul muasah ee bulan dermawan ya.
- Jadi kalau Rasulullah itu di bulan
- Ramadan tuh apa aja mudah sekali keluar.
- Nah, sekarang kan permasalahannya
- kondisi ekonomi kita kan tidak sama satu
- dengan yang lain ya.
- Jadi kalau kita lihat secara bahasa
- sedekah itu atau sodqah itu adalah
- pemberian dalam bentuk apapun. Jadi bisa
- bersifat materi, bisa bersifat non
- materi.
- Nah, kalau punya materi ya silakan itu
- ya artinya enggak ada orang yang rugi
- bersedekah dengan harta yang banyak.
- Nah, kalau yang enggak punya harta bisa
- sodqah dengan non materi ya, bisa senyum
- tabasum muka itu ya biwaji akika sodqah.
- Orang yang tersenyum saja sudah ee itu
- merupakan sodqah. bisa sodqah itu dengan
- ee tidak hanya senyum dengan tenaga,
- dengan pikiran, dengan ee apapun yang
- dia miliki ya. Sodqah tempat ya ee untuk
- berteduh apapun bisa. Bahkan ada sahabat
- yang tidak memiliki apa-apa tapi
- semangat untuk bersedekah. Nanya kepada
- Rasulullah. Rasulullah mengatakan walau
- tamarahid walaupun sebiji kurma.
- Masyaallah. Jadi sodqah tuh tidak
- terbatas pada harta ya. Jadi bisa
- misalnya tadi ee membantu orang lain,
- menuangkan makanan atau minuman atau
- menyingkirkan gangguan dari jalan atau
- misalnya ee membantu orang parkir mobil
- atau misalnya nasehat gitu ya atau
- misalnya ee memberikan ee apa ya jalan
- keluar atau ada orang nanya ditunjukin.
- Jadi semua kebaikan-kebaikan yang kita
- berikan untuk orang lain itu adalah
- sodqah. Nah, ini ada mungkin kita sudah
- pernah dengar Mbak ya, ada
- sahabat-sahabat Nabi yang ahlus sufah
- itu ya boleh dong iri boleh iri kepada
- orang yang punya harta dipakai untuk
- infak.
- Nah, itu dia mereka ngiri itu ee zahaba
- ahludur e apa namanya? Sudah pergi semua
- diborong oleh orang-orang yang banyak
- harta. Dia bisa berinfak, bisa sodqah,
- bisa haji, bisa semua kebaikan-kebaikan
- dia bisa lakukan dengan hartanya.
- Sementara ibadahnya sama sama kita,
- salatnya sama, puasanya sama cuman
- bedanya mereka punya harta, kita enggak
- bisa infak, mereka bisa waduh zahabujur
- sudah habis diborong pahala oleh mereka
- gitu ya. Itu orang-orang fuqaratnya di
- masa Nabi ya, ahlusfah ngeluh sama
- Rasulullah. Bukan ngeluh, curhat
- ya Rasulullah mereka borong semuanya.
- Jadi ngirinya tuh bukan karena banyak
- harta dalam arti bermewah-mewah, tapi
- mereka banyak harta tapi diinfakin. Nah,
- kita kan juga kalau ada harta juga mau
- berinfak. Saya enggak punya nih. Dan
- ibadahnya sama sama kita. Puasa Ramadan
- sama-sama diwajibkan lima waktu
- sama-sama lah kita dapat apa gitu kan.
- Nah, Rasul ajarkan ibadah itu yang habis
- salat tuh bacalah 33 kali ya.
- Subhanallah, alhamdulillah, Allahu
- Akbar. Itu ya di di itu aku beri kalian
- ee amalan yang sama seperti mereka
- dapatkan. Nah, semangatlah mereka
- beramal tuh ya baca zikir setelah salat
- itu kan. Eh, ternyata dengar juga mereka
- kan semangat itu ya beramal ya.
- diamalkan oleh orang-orang kaya amalan
- tadi. Terus Rasulullah di [tertawa]
- mereka dapat Rasulullah senyum ya. Ya,
- artinyaahum
- ya Allah memberikan keutamaan kepada
- yang lain. Ini kan sudah bagian dari
- takdir ya. ada yang Allah berikan
- rezeki. Nah, bagi yang tidak memiliki
- banyak sedekah-sedekah yang lain, bahkan
- menghindari ee kejahatan, menahan
- kejahatan kita itu terhadap orang lain
- juga sedekah.
- Jadi, kita menjaga diri jangan sampai
- orang lain itu sodqah. Udah enggak bisa
- memberikan manfaat, mendatangkan bantuan
- pada orang lain, jaga diri aja supaya
- kita enggak enggak tanda kutip ya, tidak
- mengganggu orang itu sudah sodekah.
- Masyaallah.
- Masyaallah. Jadi kan ada orang yang usil
- gitu ya, apa-apa suka ya mungkin itu ada
- masalah gitu ya, apa-apa dikomentarin,
- apa-apa dikomentarin. Kadang-kadang
- orang tersinggung gitu ya dengan
- kata-kata komentarnya padahal bercanda
- gitu kan.
- Nah, tahan diri, tahan agar orang lain
- tidak tersinggung. Itu sudah sodqah dia
- menahan dirinya begitu. Jadi nilainya
- luar biasa banyak dari beragam ee yang
- kita berikan ikhwan akhwat menahan diri
- dikatain apa juga sabar itu juga sudah
- sedekah. Wow.
- Ini dari Ibu Ita nanya nih.
- Saya ingin sekali mendapatkan tambahan
- bagaimana sadar kalau Allah selalu
- mengawasi. kadang-kadang suka lupa. Jadi
- melakukan hal-hal yang malu juga sih
- kalau sampai disadari.
- Ooh, gimana itu? Tolong, Ustazah.
- I ini istilahnya muraqabah. Muraqabah
- itu mengawasi
- ya. Jadi kesadaran bahwa Allah selalu
- mengawasi kita itu dimulai dari ee
- keikhlasan ya. Roh ikhlas. Artinya
- seseorang itu akan bisa merasakan Allah
- bersamanya. Ketika dia ee dalam
- kesendiriannya tidak terlihat orang lain
- itu ada roh ikhlasnya.
- Maksudnya apa? Roh ikhlas dia bisa
- beribadah ikhlas karena Allah. Ya,
- misalnya dia ee zikirnya juga karena
- Allah ya. Jadi dia menanamkan dalam hati
- itu bahwa Allah maha mendengar, Allah
- maha melihat, Allah maha mengetahui yang
- segala yang tersembunyi. Bahkan wahua
- maakum ainama kuntum itu dipahami sekali
- dengan sepaham-pahamnya bahwa Allah
- bersama kalian di mana pun kalian
- berada. Ya wallah bima tammaluna basir.
- Allah melihat apa yang kalian kerjakan.
- Nah, ini merenungkan ayat ini. Ini surat
- Alhadid ayat 4 ya. merenungkan ayat ini
- bahwa Allah bersama kita di mana pun
- kita berada. Allah melihat apa yang kita
- kerjakan. Jadi hadirkan rasa rasa ikhlas
- dalam hati kita. Ikhlas karena Allah
- bukan karena siapa-siapa. Kan
- kadang-kadang orang tuh kalau lagi salat
- ada orang kayaknya khusyuknya benarbenar
- banget dah gitu ya.
- Padahal kalau sendiri cepat-cepat
- salatnya. Itu jelas enggak enggak ikhlas
- karena Allah gitu ya. [tertawa]
- Hitung-hitungan ya.
- Masyaallah. Jadi ee untuk menanamkan
- bagaimana kita menyadari bahwa Allah
- melihat kita itu pertama itu ya memang
- ketulusan hati kita meyakini bahwa Allah
- bersama kita itu rasa iman itu kan rasa
- ya.
- Jadi rasakan deh
- Allah melihat kita, Allah menyaksikan
- kita, Allah ee memperhatikan kita, Allah
- Jadi seakan-akan kalau kita kalau
- diperhatiin CCTV kayaknya kita enggak
- mau macam-macam ya, Mbak ya.
- Nah, contohnya gitu deh. Ada CCTV.
- Waduh, kayaknya enggak mungkin deh kita
- membenahi pakaian dalam gitu ya. Ada
- dilihat-gilihat orang. Nah, itu aja kita
- jaga diri kan.
- Apalagi ini Allah ya.
- Apalagi Allah yang 24 jam pengawasannya
- terus gitu ya. Jadi ee cara menghadirkan
- bahwa Allah melihat kita, mengawasi kita
- itu tadi dari hati ya. Kemudian ee sebut
- nama Allah tuh dalam dalam zikir kita
- ya. Hadirkan hati ya. Misalnya kalau
- memang sulit ya ee Allah mai, Allahuir
- ilaiya, Allahu syahidun alaiya. Jadi ada
- cerita Mbak, ada seorang anak kecil
- He.
- yang kelak dia jadi ulama ya, dia itu
- diajarkan oleh ee orang tuanya itu
- sebelum tidur ketika kira-kira usia 3
- tahunan gitu ya, bacalah dalam tidurmu
- Allahummain. Jadi ucapkan gitu ya, Allah
- bersamaku. Allah nadirun ilaiya. Allah
- melihatku. Allahu syahidun alaiya. Allah
- menyaksikanku. Jadi kalau bahasa kita
- coba diucapkan Allah bersamaku, Allah
- melihatku, Allah menyaksikanku. Nah, itu
- dibaca tiga kali setiap malam. Nah,
- setelah dia sudah biasa sebelum tidur ee
- mengucapkan itu naik tujuh kali ya. Jadi
- dihadirkan hati jadi Allah bersamaku,
- Allah melihatku, Allah menyaksikanku.
- Itu kan jadi akan hadir nanti Allah
- bersama kita ya. Nah, ini ulama ini eh
- anak kecil ini dia mengatakan setelah
- aku dewasa aku enggak bisa macam-macam
- lagi. Allah menyaksikanku, Allah
- melihatku. Jadi enggak berani dia
- berbuat apapun ya walaupun Allah enggak
- ada. Dan itu sebenarnya kita sudah
- belajar dari puasa.
- Kita berpuasa kan enggak berani, Mbak.
- Diam-diam enggak ada orang ini kan
- minum. Ah, gitu enggak berani. [tertawa]
- Iya. Iya.
- Ah, jadi masyaallah. Jadi itu yang
- penting ee rasa tadi diucapkan kemudian
- ee kita dalam keadaan menyendiri kita
- muhasabah. Muhasabah misalnya gini kita
- luangkan waktu kita. Maka qiyamulail itu
- untuk muhasabah sebenarnya.
- Kita lakukan ini karena siapa? Apakah
- kita pantas melakukan perbuatan buruk
- walaupun ee kita tahu Allah melihat
- kita? Kenapa kita enggak takut pada
- Allah? Ya, jadi itu kemudian
- mengingat-ingat pertemuan dengan Allah.
- Jadi kesadaran pengawasan itu akan kuat
- jika kita muhasabah, mengingat ee
- pertemuan dengan Allah. Masyaallah, kita
- nih sebenarnya rindu banget deh sama
- Allah yang telah memberikan kita banyak
- nikmat karunia, kesehatan. Masa sih
- enggak penasaran ketemu dengan siapa
- yang memberikan kita nikmat ini ya?
- Masyaallah itu di situ dihadirkan, "Ya
- Allah, aku rindu padamu." Makanya ada
- doa, Mbak yang diajarkan di antaranya ee
- doa Allahumarzuqni lazzatan ila wajhikal
- karim wasuqo ila liqik. Ya Allah,
- karniakan kepadaku kelezatan memandang
- wajahmu yang agung dan mulia dan
- kerinduan untuk berjumpa denganmu.
- Masyaallah. Ini doa ini diamalin deh.
- Dia baca tuh kan hadir tuh bahwa Allah
- itu selalu melihat kita, mengawasi kita.
- Allah tidak pernah ee abai dengan kita.
- Jadi kita ya beramal jadi karena Allah
- deh. Kita yakin Allah melihat kita,
- mengawasi kita, menyaksikan kita,
- menjaga kita, menolong kita. Jadi barang
- siapa yang merasa cukup Allah sebagai
- pengawas, dia akan selamat meskipun dia
- sendirian. Begitu, Pak.
- Bayangkan ikhwan-akhwat dari umur 3
- tahun sudah menanamkan dalam jiwanya
- bahwa Allah melihat, Allah mendengar,
- Allah ya ampun, masyaallah itu kalau
- dewasanya
- semakin menggenggam erat pemahaman itu
- luar biasa ya. Melirik ke yang tidak
- nyaman pun rasanya enggak karena yakin
- diperhatikan. Ee ini pertanyaan
- berikutnya tidak ada namanya terkait
- dengan menjaga kesabaran. Bagaimana
- kalau memang lingkungan sangat-sangat
- men apa nih menabok ya membuat kesabaran
- kita terbatas?
- Ada ada cara singkat atau pintaskah yang
- kemudian muncul sabar meskipun
- sebetulnya apa nih men berdebar-debar?
- Iya.
- Mau mau pelampiasan gitu ya karena
- rasanya. Heeh. Tapi kan kalau puasa
- katanya suruh nahan diri.
- He. Ya. Jadi kesabaran di dalam Islam
- itu memang ee menahan diri agar tetap
- taat kepada Allah. Ya, jadi memang
- memahami ee sabar itu memang butuh ilmu.
- Orang yang enggak punya ilmu atau
- pemahaman tentang sabar, bagaimana dia
- bisa sabar? Kan gitu. Makanya sabar itu
- ada dalam tiga bentuk, ya. Sabar dalam
- taat kepada Allah, ya. Dalam taat kepada
- itu harus sabar ya. Bagaimana kita salat
- misalnya, Mbak ya, empat rakaat lagi
- panas gitu ya, pakai mukenah enggak ada
- AC. itu kan ketaatan, harus sabar kan
- ya. Jadi bagaimana tetap berusaha
- khusyuk? Nah, itu kan kesabaran ya
- menjalankan ketaatan kepada Allah
- termasuk berpuasa ini ya nahan gitu ya.
- Itu sabar ee itu memang butuh ilmu ya
- apa yang kita akan dapatkan ketika kita
- bersabar. Nah, jadi ee hakikat sabar itu
- sebenarnya sabar dalam ketaatan kepada
- Allah. Menjalankan apapun perintah Allah
- butuh kesabaran. Ya, misalnya kita lagi
- ngincer ee properti di akhirat, Mbak.
- Oh, iya.
- Bangun rumah di surga kan
- itu kan manna asar ya. Barang siapa yang
- salat sehari itu 12 rakaat itu salat
- sunah rawatib tuh yang 12 rakaat itu kan
- baitan fil jannah maka Allah akan
- bangunkan rumahnya di surga. Nah, itu
- kan butuh kesabaran tuh. Bayangin
- misalnya zuhur aja itu jadi 10 rakaat
- loh. Empat rakaat qabliah, empat rakaat
- zuhur, dua rakaat ba'diyah itu kan jadi
- 10 kan.
- Iya.
- Nah, itu kan butuh kesabaran apalagi
- kondisinya lagi luar biasa. Nah, itu itu
- ee jenis apa? Bentuk sabar dalam
- ketaatan. Kemudian sabar dalam menjauhi
- maksiat ya. Jadi maksiat-maksiat itu
- supaya kita tidak melakukannya itu butuh
- kesabaran dan sabar menghadapi takdir
- ujian. Nah, bagaimana caranya agar kita
- bisa sabar? Ya, tentu pertama punya ilmu
- hakikat sabar tuh apa sih? Apa yang kita
- dapatkan dengan kesabaran itu ilmu dulu
- ya. Ee dan tentu saja sebenarnya Mbak ee
- ada kaitannya juga dengan pola asuh loh
- sebenarnya.
- Heem.
- Jadi bagaimana seseorang itu bisa
- dilatih sabar kalau dia dididik oleh
- orang yang pemarah
- yang tidak sabaran. Nah, itu ee apa
- basicnya gitu ya. Nah, Ibu-ibu nih
- biasanya kita nih, Mbak ketika apa
- namanya? Ee mandiin anak apanya rewel
- sabar dong ngomongnya bentak-bentak gitu
- ya.
- Ya, jadi bagaimana
- Iya. Anaknya bagaimana belajar sabar
- kalau dia mendapatkan dari orang tua?
- Nah, seperti itu ya.
- Nah, itulah sebabnya butuh ilmu setelah
- balai belajar, mulai kita memahami mana
- yang baik, mana yang buruk, mana yang ee
- harus kita sabar, mana yang kita ee jadi
- sabar.
- itu ee bisa dilatih insyaallah ya. Nah,
- cara melatih itu dengan puasa Ramadan
- itu kan di situ melatih kan ya dan perlu
- latihan selama sebulan penuh. Jadi kalau
- lagi mesti ada ilmu kita lagi mau
- ngomelin orang, ngomelin orang tuh ya
- wah ini Ramadan nih nanti batal puasanya
- aku diam itu bisa gitu. Jadi insyaallah
- bisa menahan kan sabar itu kan ee
- artinya berpuasa itu kan artinya
- menahan. Nah, menahan itu indmatil ula
- itu dalam benturan yang pertama. Jadi,
- insyaallah yang yang paling yang paling
- penting sugesti diri, Mbak. Maksudnya
- apa?
- Allahum jaalni minobirin. Tuh, ya. Aku
- sugesi diri, "Ya Allah jadikan aku
- hamba-Mu yang bersabar." Terus ya
- latihan gitu. Latihan terus. Kalau ada
- yang memancing emosi gitu ya, coba diam
- dulu deh. Jangan respon diam. Ya Allah,
- jadikan aku r sabar terus istigfar. Eh,
- masih juga gitu ya. Ya udah deh wudu
- dulu deh, Bu. Kena air dulu deh, gitu
- ya. Nah, itu jadi dan penguatnya itu
- adalah salat. Jadi penguat sabar itu
- dengan salat. Sebagaimana firman Allah,
- wastainu bisobri wasah. Mintalah
- pertolongan dengan sabar dan salat. Maka
- sekali lagi bisa insyaallah kita dilatih
- sabar. Kecuali bagi yang sudah mensugesi
- dirinya enggak bisa. Apalagi aku nih
- orang ini loh sudah memang wataknya
- marah-marah enggak bisa sabar ya enggak
- bakalan bisa sabar selamanya insyaallah
- bisa ya dengan mensugesi diri ya dengan
- menjadikan salat ya sebagai penolong
- insyaallah bisa. He. Jadi memang kita
- semua harus meyakinkan diri kita ya ee
- Ustazah bahwa apa yang kita rasakan, apa
- yang kita pikirkan itulah yang akan
- menjadikan diri kita. Sekarang ee ini
- masih ada waktu terkait dengan hubungan
- keluarga dan tetangga. Mana yang harus
- di Oh, dari Pak Zudi. Mana yang harus
- kita dahulukan di dalam keterbatasan?
- Tetangga dulu atau keluarga dulu? Tapi
- bukan keluarga, anak dan istri ya. Oh,
- iya. Oke.
- Ee apa tuh maksudnya sodqah atau apa?
- Mungkin ee kepedulian itu kan bisa
- sodqah, bisa sikap, bisa segala macam
- ya. He
- iya. Ee memang dalam kehidupan kita
- sehari-hari itu kita diperintahkan oleh
- Rasulullah untuk berbuat baik kepada jar
- ya, kepada tetangga ya. Bahkan dalam
- sebuah hadis Rasulullah mengatakan
- hampir saja malaikat Jibril itu ee
- memberikan apa wasiat ya apa ee apa ee
- kepada ee waris apa kepada tetangga tuh
- ya sebagai seakan-akan memberikan apa
- warisan apa saking dekatnya. Nah, oleh
- karena itu tetangga itu
- bertingkat-tingkat
- ya. Kalau dia muslim dan saudara
- tetangga kita, maka itu kedudukannya
- tiga tuh ya. Sebagai keluarga, tetangga
- pula gitu. Muslim juga tuh tiga
- tingkatannya tuh ee apa memiliki hak
- tiga tiga kali lipatlah. Nah, kalau dia
- muslim dan tetangga itu dua. Nah, kalau
- dia non muslim tetangga itu satu. Tetap
- berbuat baik. Nah, sekarang
- pertanyaannya adalah mana yang
- diprioritaskan? He.
- Tetangga atau keluarga? Nah,
- pertanyaannya keluarganya itu tetangga
- bukan gitu ya. Apakah tetang ee keluarga
- kita itu menjadi tetangga kita atau
- bukan? Nah, dilihat dulu ya. Kalau
- misalnya keluarga kita itu adalah
- tetangga kita, tentu haknya lebih besar
- daripada tetangga yang bukan keluarga.
- Tapi tetap dia mendapatkan e perhatian.
- Maka jadi kalau menentukan prioritas
- secara praktisnya itu ya dilihat siapa
- yang membutuhkan ya maksudnya keluarga.
- Apakah keluarga kita yang membutuhkan
- tetangga nih kalau statusnya tetangga ya
- tetangga keluarga atau tetangga saja
- dilihat ee yang membutuhkan yang lebih
- membutuhkan siapa. Karena di sini ada
- dengan keluarga tuh kan ada kewajiban
- silaturahim ya. Nah kalau tetangga dalam
- kondisi darurat ya sangat membutuhkan.
- sementara keluarga kita ya tidak
- terlalulah ya. Maka kita utamakan
- tetangga yang kondisinya dalam keadaan
- darurat yang membutuhkan
- gitu ya. Jadi apakah dia ee keluarga
- kita tetangga dekat atau tetangga jauh
- atau tidak apa masih enggak enggak
- tetangga kita ya keluarga antar keluarga
- dengan tetangga dilihat skala
- prioritasnya, kondisi daruratnya
- ya. Jadi kalau memang tetangga kita
- sangat membutuhkan
- ee dibandingkan keluarga kita, tentu
- tetangga lebih dahulukan. Tapi kalau
- gimana kalau kedua-duanya sama-sama
- membutuhkan? Keluarga kita membutuhkan
- ya, bukan keluarga inti ya, keluarga
- kerabat ya. Ee tetangga juga membutuhkan
- maka dilihat yang paling dekat
- posisi tempatnya. Ya tentu prioritas
- tetangga dekat kita kan.
- Iya.
- Karena yang yang lebih tahu kondisi kita
- kan tetangga ya. Dalam kondisi apapun
- kan tetangga lebih dulu mengetahuinya.
- Nah, jadi urutan prioritas yang
- diajarkan para ulama itu adalah ee
- tetangga dekat ya,
- kiri, kanan, depan. [tertawa]
- Iya, betul. Tapi itu maka dilihatlah ee
- apa namanya tingkat kebutuhannya. Jadi
- urutannya itu fleksibel ya, sesuai
- kondisi. Jadi, bukan baku.
- Misalnya gini,
- iya.
- Ee kita lebih menentingin keluarga kita
- yang jauh padahal sebenarnya enggak
- begitu ini banget. Sementara tetangga
- sangat sangat membutuhkan ya. Tentu ya
- enggak baik juga kan nanti ya dengan
- tetangga ya.
- Ah seperti itu. Wallahualam bawab.
- Jadi
- karena apapun yang terjadi dengan diri
- kita yang pasti pertama kali menolong ya
- tetangga. Ini kok enggak ada kok enggak
- keluar-keluar kenapa? Itu pasti
- tetangga. [tertawa]
- Iya. Luar biasa sekali ikhwan akhwat
- bahwa mencapai derajat takwa kemudian
- mampu bersyukur itu bagian yang harus
- dijaga. bukan cuman tubuh kita, tetapi
- hati kita juga. Dan kita sudah di
- penghujung bisa dirangkum bahasan
- terkait dengan tiga tujuan puasa
- Ramadan. Silakan, Ustazah.
- Baik, pendengar yang dirahmati Allah.
- Kita bersyukur kepada Allah yang telah
- memberikan kita ee momentum bulan yang
- ee bulan ini adalah bulan yang
- dinanti-nanti, yang dirindui, yang bulan
- penuh dengan kebaikan-kebaikan, yang
- bulan kita bisa ee mengembalikan
- kesadaran kita bahwa Allahlah tujuan
- hidup kita. bulan yang kita dilatih agar
- kita hanya menjadikan ketakwaan sebagai
- ee gelar tertinggi kita. Maka di bulan
- Ramadan ini kita persiapkan diri ya agar
- kita mendapatkan takwa, mendapatkan ee
- rasa syukur dan mendapatkan ee
- irsyad ya ee mursyidin ya ee rasyidin ya
- orang-orang yang ee yarsyudun
- mendapatkan petunjuk, dapatkan ee
- hidayah. Nah, dengan cara apa kita bisa
- mendapatkan tiga dari tujuan puasa
- Ramadan itu adalah dimulai dari niat.
- Kita niatkan semua aktivitas kita,
- ibadah kita hanya untuk mencari rida
- Allah. Kita niatkan agar kita di bulan
- Ramadan ini bisa berpuasa full. Kita
- niatkan dari sekarang. Kita niatkan
- semoga Allah berikan kita kesehatan,
- kekuatan agar kita bisa mengisi
- hari-hari kita di bulan Ramadan dengan
- semaksimal mungkin ibadah-ibadah yang
- ada. Dari niat itulah nanti muncul doa
- dengan mendoakan agar Allah memudahkan
- kita agar kita mendapatkan gelar takwa.
- Gelar yang tertinggi. Gelar yang
- kedudukannya sangat mulia. gelar yang
- menunjukkan bahwa kita memiliki keimanan
- yang kuat yang Allah jaga kita dengan
- senantiasa bersyukur dengan nikmat
- karunia yang telah diberikannya dan kita
- mendapatkan petunjuknya. Mudah-mudahan
- kita mampu untuk menghadirkan Ramadan
- dengan sebaik-baiknya. Seakan-akan
- Ramadan ini adalah Ramadan terakhir
- kita. Wallahuam bawab. Masyaallah.
- Terima kasih, Ustazah Herlini. Kita
- sambut Ramadan dengan penuh kesadaran
- seperti yang tadi kita dengar ya ikhwan
- akhwat. Ditambah dengan memupuk
- solidaritas dan empati yang terlebih
- lagi adalah ke orang sebelah kiri kanan
- depan kita. Sekali lagi terima kasih
- Ustazah Erlini. Mudah-mudahan kita
- bertemu lagi di kesempatan lain. Apalagi
- kalau bisa Ramadan tahun depan ya. Wall
- masyaallah. Baik. Eh ikhwan akhwat
- subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla illa anta astagfiruka wa atubu
- ilai. Billahi taufik walidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.