Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [musik] 0:08 Bismillahirrahmanirrahim. 0:10 Asalamualaikum warahmatullahi 0:12 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:14 rahimakumullah. 0:16 Hari ini kembali hadir fikih wanita ke 0:20 ruang kita semua bersama Ustazah Herlini 0:23 Amran. Sementara Mbak Olin izin dulu 0:26 sedang berhalangan untuk hadir ya di 0:30 bulan Ramadan yang tinggal beberapa hari 0:32 ini. Mudah-mudahan bahasan hari ini juga 0:36 akan melengkapi persiapan kita. Tidak 0:39 lupa salam selawat kita lantunkan untuk 0:41 junjungan umat kekasih kita Muhammad 0:44 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 0:47 Semoga kelak kita mendapat syafaat 0:49 beliau ya dan bisa berkumpul bersama 0:52 beliau di saat yang sangat kita rindukan 0:54 di yaumil akhir. Ustazah Herlini sudah 0:57 ada di ujung sana. Halo. Asalamualaikum 1:00 warahmatullahi wabarakatuh. 1:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:04 wabarakatuh. 1:05 Alhamdulillah. Iya sehat bugar kita 1:08 semua ya. Ini kita kan tinggal beberapa 1:10 hari lagi nih jelang Ramadan. kira-kira 1:14 ee apa yang akan mempersuasi kita di 1:16 bahasan fikih wanita kali ini? 1:19 Ee mudah-mudahan ee kita bisa mencapai 1:23 tujuan dari kewajiban ibadah puasa 1:26 Ramadan. kita diberikan semangat, 1:29 motivasi, kerinduan, kebahagiaan, 1:32 persiapan, semuanya deh. Karena sesuatu 1:35 yang akan kita temui, tamu agung yang 1:39 mulia, tentu kita akan bersiap untuk 1:41 memuliakannya ya. Dan memuliakannya 1:43 tentu mempersiapkan diri seperti itu 1:46 Mbak Nuning. 1:48 Iya. Jadi, ikhwan akhwat, Ustazah 1:51 Herlini akan menambah pemahaman kita. 1:55 Bukan tujuannya cuma dapat apa gitu ya. 1:58 Yang jelas Ramadan berlimpah berkah saat 2:02 di mana kita harus menahan diri. Bukan 2:05 hanya lapar dan haus, tapi hal-hal yang 2:07 lain juga yang mudah-mudahan menambah ee 2:12 posisi derajat takwa kita ya. Baik. Ee 2:15 Ustazah Herlini silakan. Apa nih 2:17 kira-kira tujuan puasa Ramadan yang 2:20 perlu kita dalami? 2:22 Ya. Bismillahirrahmanirrahim. 2:24 Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala 2:27 rasulillah. Wala haula wala quwwata illa 2:29 billah. Allahumma bariklana fi sy'ban 2:33 wabalighna Ramadan. Allahumma sallimna 2:36 ila Ramadan wasallim lana ramadan 2:39 watasalamhulana mutaqbalan. 2:41 Mudah-mudahan kita siap 2:43 dalam menghadapi menyongsong bulan yang 2:47 luar biasa ini. Bulan yang dirindui oleh 2:50 hamba-hamba Allah yang beriman. Bulan 2:53 yang Rasulullah katakan, "Lau alimat 2:55 umati." Kalau umatku tahu apa yang di 2:58 bulan Ramadan itu penuh dengan kebaikan 3:01 latam mana tentu mereka akan berharap 3:03 seluruh bulan itu adalah Ramadan. 3:05 Masyaallah. 3:07 Jadi kalau kita bicara Ramadan, Mbak 3:09 Nuning itu tentu ee apa namanya? 3:14 Parameter kebaikan kita dalam setahun 3:16 itu teruk terletak pada kebaikan kita 3:17 dalam 1 bulan ini. Karena bulan ini 3:20 bulan yang utama, bulan yang luar biasa, 3:23 istimewa, syahidus syuhur. Jadi 3:25 keutamaan bulan sendiri itu beda dengan 3:28 keutamaan puasa itu sendiri ya. Jadi 3:30 bulan Ramadan itu utama karena bulan 3:33 diturunkannya Al-Qur'an, bulan magfirah, 3:36 bulan ampunan. Oh, pokoknya banyak deh 3:37 keutamaan. Puasa sendiri juga punya 3:40 keutamaan ya dapat menjauhkan hamba dari 3:43 neraka api neraka. Sabina kharifan 70 3:46 tahun banyak deh dan segala. Nah, 3:48 bersatunya keutamaan puasa dengan 3:52 bulannya, bulan Ramadan dahsyat tuh 3:54 dampaknya. Masyaallah. Nah, jadi kita 3:58 dalam waktu yang singkat ini kita bahas 4:01 untuk menambah lagi kerinduan karena 4:04 kalau semakin disebut-sebut tuh semakin 4:06 rindu ya, Mbak ya. Masyaallah. [tertawa] 4:09 Jadi, ada ee tiga tujuan puasa Ramadan 4:13 ini ya. Kalau kita ambil ini semuanya 4:16 diambil dari makna tadabur dari surah 4:20 Albaqarah 183, 184, 185, 186. Itu 4:26 ujung-ujungnya tuh ya tiga ya. Yang 4:28 pertama 4:29 tujuan puasa Ramadan itu adalah 4:31 laallakum tattaquun 4:34 ya agar kamu bertakwa. Itu kan dalam 4:37 ayat 183 kan. He 4:39 pertama dimulai dengan ya ayyuhalladzina 4:42 amanu. Jadi Ramadan itu yang siap untuk 4:47 menerima, memikul, menjalankan, 4:50 mengerjakannya tuh hanya orang beriman. 4:52 Kalau di luar orang beriman itu mungkin 4:55 ee akan sulit ya untuk menjalankannya 4:59 sesuai dengan arahan dan petunjuk Allah. 5:01 Maka seruan ya ayyuhalladzina amanu ini 5:04 adalah seruan panggilan keimanan. Jadi 5:07 kalau seruan panggilan keimanan itu 5:10 tentu ee perintah ya. Kalau setelah ee 5:15 seruan itu sifatnya perintah itu pasti 5:18 akan dilaksanakan dan itu yang terbaik. 5:20 Jadi konsekuensi iman. Jadi ee perintah 5:23 yang merupakan konsekuensi iman pasti 5:26 dia akan dijalankan karena kejujuran 5:28 imannya. Jadi puasa itu ee hanya sanggup 5:32 dilaksanakan oleh orang yang beriman. 5:35 Yang lain memang enggak sanggup. ya 5:36 sanggup juga sih, cuman yang dia dapat 5:38 lapar dan haus aja gitu. 5:40 Jadi yang pertama tujuan puasa Ramadan 5:43 itu adalah agar yang pertama ee orang 5:47 beriman ya. Karena orang beriman itu 5:49 yang sanggup, yang bisa ee 5:51 mengerjakannya. Sebagaimana Allah 5:53 sebutkan, "Kama kutiba alalladina 5:55 minqoblikum." Jadi sebagaimana yang 5:57 diwajibkan terhadap orang-orang beriman 6:00 sebelum kamu. Jadi kewajiban puasa itu 6:02 berkesinambungan. 6:04 Artinya puasa ini bukan ibadah baru. 6:07 Puasa ini adalah syariat lintas umat ya 6:11 yang dulu pernah diwajibkan kepada 6:13 umat-umat terdahulu ya walaupun waktunya 6:15 berbeda ya. Jadi ini artinya kita enggak 6:18 sendirian memikul kewajiban puasa ini. 6:21 Nah tujuannya apa? Laakum tattaquun. 6:24 Jadi 6:25 intinya puasa itu bukan sekedar menahan 6:29 lapar dan haus saja, tapi sebenarnya 6:32 agar kita mendapat predikat ya takwa. 6:37 Takwa itu apa sih? Ya memang sih kalau 6:39 kita bicara takwa banyak sih 6:41 definisinya. Paling kalau yang 6:42 diingat-ingat dulu ya, Mbak ya, dalam ee 6:45 belajar kita paling anak-anak pasti 6:47 hafal deh. Takwa adalah menjalankan 6:49 semua perintah Allah, menjauhi 6:50 larangannya gitu ya. 6:52 Heeh. He 6:53 jadi banyak sih definisi takwa oleh para 6:55 ulama ya dalam tafsir Ibnu Katsir, Imam 6:58 Qurtubi, ee Thabari itu di antaranya 7:01 takwa itu adalah menjadikan antara diri 7:04 kita dan murka Allah sebagai pelindung 7:07 dengan jalan ee mematuhi perintahnya, 7:10 menjauhi larangannya. Jadi artinya puasa 7:13 ini melatih agar kita punya rasa takwa. 7:16 Agar takwa itu hadir pada diri kita. He 7:18 kita menahan diri dari yang yang halal 7:21 itu tuh ditahan apalagi yang haram. 7:24 Heeh. He. 7:24 Ya, maksudnya yang halal apa? Kita 7:25 enggak boleh makan, enggak boleh minum, 7:27 enggak boleh hubungan suami istri. Itu 7:29 kan yang halal. 7:30 Itu aja dilatih, ditahan. Apalagi yang 7:33 haram. Bahkan, Mbak bisa dosa besar tuh 7:36 kalau kita melanggarnya. Misalnya 7:39 hubungan suami istri itu kan pahala, itu 7:41 kan ibadah, itu kan sodqah, itu kan 7:44 halal gitu ya. Tapi coba jangan lakukan 7:47 di siang bulan Ramadan. Ah, besar 7:50 kafarahnya aja berat, Mbak ya. 7:53 Kafarahnya itu enggak boleh milih, 7:55 enggak boleh milih berurut ya. Pertama 7:57 memerdekakan budak. Sekarang sudah budak 7:59 enggak ada. Berarti asiyamus syahroini 8:01 mutatabiin. Puasa 2 bulan 8:03 berturut-turut. Masyaallah. 8:05 Masyaallah. 8:05 Ramadan sebulan aja sudah ngeluh ya 8:07 [tertawa] 8:09 2 bulan. Terus atau kalau enggak sanggup 8:11 memberi makan 60 orang miskin. Jadi 8:13 artinya kenapa puasa ini melatih takwa? 8:17 Ya tujuan kita itu bertakwa tadi untuk 8:19 menahan diri dari yang halal kemudian 8:22 menghadiri pengawasan Allah. Jadi Allah 8:25 kan mengawasi kita. Kita enggak mungkin 8:27 dong berpuasa diam-diam ke kamar minum 8:29 enggak ada yang tahu. Tapi Allah tahu 8:30 kan. 8:31 Iya. 8:32 Jadi melatih ketaatan dalam kesendirian 8:35 gitu ya. Masyaallah. Jadi luar biasa ya 8:37 puasa itu mampu melahirkan rasa takwa. 8:40 Karena dengan puasa itu ketakwaan itu 8:43 bisa diwujudkan ya. Karena puasa itu 8:45 melemahkan syahwat. Karena syahwat itu 8:47 pintu maksiat. Kalau pintu maksiat sudah 8:50 terbuka, hawa nafsu tidak bisa 8:51 dikendalikan. Maka puasa itulah melatih 8:54 kita ya sebagai ee junah ya, perisai 8:58 melatih Allah mengawasi kita. Puasa itu 9:02 melatih kita untuk memiliki rasa empati 9:05 dan kasih sayang kepada orang yang 9:07 enggak mampu. Ya, rasa lapar tuh kan 9:09 jadi ingat, "Ya Allah, saudara kita yang 9:11 kelaparan gimana ya?" gitu ya. Jadi hati 9:14 dan jiwa tuh jadi lembut dan juga 9:16 menundukkan ego. Maksudnya apa? 9:19 Mengajarkan kesabaran, menahan emosi, 9:22 mengendalikan lisan. Oh, pokoknya luar 9:24 biasa deh ya. Masyaallah. itu bagi yang 9:26 benar-benar karena banyak juga yang 9:28 berpuasa tapi yang hanya menahan lapar 9:31 dan haus tidak menahan semuanya 9:34 akhirnyaimah 9:37 banyak yang puasa tapi yang hanya dia 9:39 dapat lapar dan haus. Maka eh laakum 9:43 tatun ini tujuan utama puasa ya. Jadi 9:47 keberhasilan puasa itu diukur dengan 9:50 takwa. Jadi bukan sekedar kuat menahan 9:53 lapar. Tidak ya. Jadi, makanya Ramadan 9:56 itu madrasah ya, institut pembentuk 9:59 karakter takwa. Jadi bukan hanya 10:02 rutinitas tahunan J. Kalau kita sudah 10:04 tiap tahun ya memang puasanya enggak ada 10:06 enggak ada perubahan pada diri kita. 10:08 sama aja dari dulu, tahun lalu sekarang 10:12 sama seperti ini. Lisan tidak dijaga, 10:15 kata-kata tidak diseleksi dulu, mata 10:18 tidak, mata jelalatan apapun yang enggak 10:21 itu kayaknya puasanya enggak ngefek deh. 10:23 Kayaknya enggak dapat gelar takwa deh 10:25 ya. Karena selepas Ramadan itu tentu 10:28 pasti ada perubahan akhlak. Laakum 10:31 tattaquun. Jadi ee ketakwaan itulah yang 10:34 menjadi tujuan utama kita berpuasa. Jadi 10:37 buah dari ibadah yang kita laksanakan 10:40 selama sebulan penuh itu melahirkan 10:43 takwa dan itulah orang yang tertinggi di 10:45 sisi Allah. Inna akramakumallahiqokum. 10:48 Jadi itu yang pertama tujuan kita 10:51 berpuasa. Mudah-mudahan ya Mbak ya kita 10:53 dapat gelar takwa ya. 10:54 Insyaallah 10:55 gelar tertinggi. Ya Allah gelar yang 10:58 kita di mana pun berada merasa diawasi 11:01 Allah. Di mana pun kita berada takutnya 11:03 hanya pada Allah bukan pada manusia gitu 11:05 ya. Itu yang pertama. Kemudian yang 11:09 kedua, laallakum taskurun. Jadi itu di 11:12 ayat 186-nya. 11:14 Kalau 185 itu kan penjelasan ya tentang 11:17 ayyamdudat. 11:18 Jadi bagaimana ee pesan Allah dalam 11:21 menjalankan puasa itu dalam hari-hari 11:24 tertentu tersebut bulan Ramadan ya 11:26 sebulan penuh. Disebutkanlah kalau yang 11:28 sakit atau dalam keadaan safar dia bisa 11:31 menggantikan. Nah, itu tata caranya ya. 11:34 Ah, di ayat 185-nya 11:37 barulah di situ ya dijelaskan bahwa ee 11:41 syahru Ramadan alladzi itu ya unzila fil 11:44 Quran. Jadi syahr Ramadan bulan Ramadan 11:47 itu diturunkan Al-Qur'an sebagai hidayah 11:50 petunjuk bagi manusia dan seterusnya. 11:51 Nah, di akhirnya kita kan ee melihat 11:54 dari akhir hayat ya eh akhir ayat. 11:57 W'allakum taskurun. 12:00 Masyaallah. Yang tadi laallakum 12:01 tattaquun, sekarang laallakum tasykurun. 12:05 Jadi semua yang kita lakukan dalam 12:07 ibadah Ramadan itu tujuannya apa? Supaya 12:11 tercapai 12:14 insan yang memiliki rasa syukur. Supaya 12:17 kamu itu bersyukur kepada Allah atas apa 12:19 yang telah diberikan. 12:21 Kan di ayatnya itu kan walitmilul iddah 12:23 walitukabirullah al hadakum wumkurun. 12:27 agar e menyempurnakan bilangan puasa, 12:29 mengagungkan Allah ya, agar terakhir 12:33 rasa syukur yang sejati. Jadi syukur itu 12:37 kalimat yang mudah diucap tapi 12:40 sebenarnya perlu pembuktian. 12:42 Jadi syukur itu ee tetap ya bisa kita 12:46 melakukan ketaatan setelah Ramadan 12:49 karena kita bersyukur atas hidayah yang 12:50 Allah berikan. Kita istikamah dalam 12:53 beramal, kita menjaga nilai-nilai takwa. 12:55 Itu syukur ya. Jadi ee memang berat, 12:58 Mbak eh syukur itu ya. Bahkan Allah 13:01 katakan 13:03 ibadiyak sedikit hambaku tuh yang 13:06 bersyukur. Masyaallah. Syukur itu berat. 13:09 Syukur itu berat. Benar. Syukur itu akan 13:12 lahir ya agar lahir rasa syukur itu 13:15 dengan konteks bulan Ramadan itu dengan 13:17 benar-benar menghadapi Ramadan itu 13:21 dengan sabar ya. Jadi kalau sudah sabar 13:23 datang syukur gitu ya. Jadi syukur itu 13:25 sebagai puncak ibadah Ramadan ya, supaya 13:28 kita bisa menjaga hidayah yang Allah 13:30 berikan ini dan kemudian berketerusan 13:33 amal yang kita lakukan. Jadi memang 13:35 syukur itu adalah ee perbuatan yang 13:38 sangat sulit sebenarnya ya. Kalau kita 13:40 sudah ngeluh dikit itu namanya enggak 13:42 syukur. Syukur itu adalah salah satu ee 13:47 alasan kenapa setan menggoda manusia ya. 13:50 Jadi kan kalau kita tahu setan itu kan 13:52 mengakan, 13:54 kiri depan belakang ya. 13:56 Nah, itu apa yang dia itu ee sedikit 13:59 engkau maka engkau akan dapati mereka ee 14:02 sedikit yang bersyukur. Itu ee apa 14:05 namanya ee yang disampaikan oleh ee 14:08 setan ya. Ketika Allah menjelaskan 14:11 ee apa yang dilakukan setan kepada 14:13 manusia untuk menggodanya itu, itu 14:15 sedikit yang ee bersyukur. Jadi ketika 14:19 janji setan ketika dia tidak mau taat 14:21 kepada Allah untuk ee bersujud kepada 14:23 Nabi Adam, dia enggak mau. Kemudian dia 14:26 beri aku kesempatan katanya. Ya itu ada 14:28 dalam surat Ala'raf itu ya di ayat 14:30 17.fihim 14:32 min baini aidihim w khfihim wa aimaniim 14:36 waamaili w tajidu aksaruhum syakirin itu 14:40 iblis itu setan itu. Dia katakan 14:42 kemudian pasti aku mendatangi mereka 14:45 dari depan, dari belakang, dari kanan 14:47 dan dari kiri mereka dan engkau tidak 14:49 akan mendapati kebanyakan mereka tuh 14:52 bersyukur. Jadi setan itu targetnya 14:56 menggoda manusia agar tidak bersyukur. 14:58 Mulai ubanan. 15:00 Maka oleh karena itu dengan kita 15:02 berpuasa ini dengan ee tentu saja sesuai 15:07 dengan yang diberikan diarahkan oleh 15:09 Allah dan Rasul-Nya sesuai menjaga 15:11 mempuasakan tidak hanya fisik ya tapi 15:14 juga mempuasakan mata, telinga, lisan 15:17 dan segala macam itu tujuannya apa 15:19 supaya kita bersyukur? Laallakum 15:20 taskurun. Nah, itu yang ditarget oleh 15:22 setan. Bagaimana manusia itu tidak 15:24 bersyukur? Waduh, kalau syukur tuh 15:27 enggak ada dalam rumah tangga, Mbak, ya. 15:29 Enggak punya suami, enggak punya rasa 15:30 syukur terhadap istrinya, wah 15:32 selingkuhlah dia, ya. [tertawa] 15:34 Kalau anak enggak tahu bersyukur dengan 15:36 orang tuanya, ngelawan dia gitu ya. 15:38 Kalau istri enggak bersyukur ya dia akan 15:41 ya menjalankan ee tidak sesuai dengan 15:43 arahan Rasul. Jadi syukur ini penting. 15:46 Syukur ini akan dapat memperbaiki amal 15:49 kita. Dengan syukur ini kita menjadi 15:52 hamba Allah yang dicintainya. 15:55 Kalau kita bersyukur banyak sekali yang 15:57 Allah akan berikan. Jadi puasa itu akan 16:00 melahirkan rasa syukur ya dengan hidayah 16:02 yang Allah kita dapatkan. Nah itu yang 16:04 kedua. Yang terakhir itu dalam ayat ee 16:08 186-nya itu kan dalam 186 itu kan ee itu 16:13 ayat yang ayat kejepit Mbak tentang doa. 16:16 Masyaallah. Oh, jadi ayat itu ee antara 16:20 ayat puasa dengan puasa. Jadi 185 itu 16:23 kan tentang puasa, 16:25 187 juga dilanjutkan. Nah, itu 16:27 dijepitlah di antaranya tentang ayat doa 16:30 186 itu. Waalakain 16:34 qibanahumudun. 16:43 Jadi tujuan puasa Ramadan tadi yang 16:45 pertama laallakum tattaquun bertakwa 16:48 yang kedua laallakum taskurun bersyukur 16:51 yang ketiga laakumahum 16:54 yarsudun agar e berada dalam jalan yang 16:57 lurus tapi dimulai dari waalaka 17:00 ini 17:01 jadi ayat tentang doa di tengah-tengah 17:03 ayat puasa masyaallah ini isyarat bahwa 17:07 doa itu adalah roh puasa ya dan Ramadan 17:11 ini adalah musim paling dekat antara 17:14 hamba dengan Rabbnya. Maka paling banyak 17:17 berdoa, "Allah tuh maha dekat dengan 17:19 hambanya pada bulan Ramadan." Fa inni 17:21 qorib. Aku tuh dekat. Dan kedekatan itu 17:25 ee tentu saja kedekatan dalam ibadah 17:28 kita ya. Allah tuh dekat dengan kita ya. 17:30 Memberikan kita pertolongan, 17:33 memberikan kita keselamatan. Itu 17:35 benar-benar luar biasa ya. Tidak ada doa 17:37 yang bagi Allah tuh disia-siakan ya. 17:40 dekat sekali jarak antara kita dengannya 17:42 tuh dekat ya. Hamba tuh enggak sendirian 17:45 ya ee bahkan lebih dekat dari urat leher 17:48 ya. Wahnu aqru ilaihi min hablil warid. 17:52 Jadi oleh karena itu doa ini doa inilah 17:55 yang menjamin kedekatan kita dengan 17:58 Allah ya. Makanya orang berpuasa itu 18:02 doanya itu makbul. Ada tiga doa yang 18:06 Allah mustajab yang Allah kabulkan. yang 18:09 doa imamul adil, imam yang adil. Doa 18:14 dakwatul mazlum, orang yang dizalimi. 18:16 Kemudian ee doa orang yang shim hatta 18:19 yuftir ya orang yang berpuasa sampai 18:21 berbuka. Masyaallah. Jadi sehari-hari 18:24 kita full 24 jam bahkan satu bulan 18:28 Ramadan itu doa dijamin didengar oleh 18:30 Allah Subhanahu wa taala. 18:32 Allah menjamin respon. Jadi bukan hanya 18:34 segar mendengar bahkan direspon 18:36 dikabulkan. Nah, jadi doa itu sebenarnya 18:39 ada tiga bentuk ya, Mbak. He. 18:41 Pertama dia Oh, pasti kabulkan. Semua 18:43 doa pasti dikabulkan. Tapi ada tiga 18:45 bentuk. Pertama disesuaikan dengan 18:47 permintaan. Jadi artinya yang Allah maha 18:50 tahu dengan kebutuhan hamba. Hamb 18:53 dikasih B. Itu kan dikabulkan juga. Tapi 18:55 Allah tahu mana yang terbaik untuk 18:56 hambanya. Jadi dikabulkan tapi diganti 19:00 atau dikabulkan ee tapi butuh proses 19:03 waktu. Ya kan? Enggak mungkin kita 19:05 berdoa kayak sim salabim ya, minta A 19:08 maunya sekarang A. Enggak [tertawa] 19:09 bisa. Kalau kita sakit makan obat aja 19:11 butuh waktu ya makan antibiotik aja 19:14 berapa hari gitu ya. Begitu juga doa 19:16 kita yang penting minta kewajiban kita 19:18 itu berdoa. Minta ah itu urusan 19:20 pengabulan, itu urusan Allah. Nah, itu 19:22 dua. Yang ketiga, bisa jadi doa kita itu 19:26 digantikan dengan kebaikan yang lebih 19:28 besar. maksudnya ditunda atau disimpan 19:31 untuk di yaumil akhir nanti. Jadi tidak 19:33 ada doa yang disia-siakan. Nanti kita 19:35 dapat berupa ee pahala-pahala banyak itu 19:39 sampai ada seorang hamba bingung dia di 19:41 hari akhirat banyak sekali pahala ini 19:43 dari mana ya? Terus ternyata itu dari 19:45 doanya yang tidak dikabulkan di dunia. 19:47 Terus kata responnya, "Ya Allah coba 19:49 dulu semua doaku enggak dikabulkan." 19:51 Masyaallah. 19:52 Jadi laahum yarsudun. Jadi agar mereka 19:57 mendapat petunjuk, agar mereka 19:59 mendapatkan ee apa ee 20:03 agar mereka itu mendapatkan jalan yang 20:06 lurus, keselamatan, agar mereka itu 20:08 mendapatkan hidayah gitu. Masyaallah. 20:10 Jadi semuanya itu adalah kebaikan untuk 20:13 kita. Tujuan berpuasa itu adalah 20:15 sebenarnya bentuk cinta Allah kepada 20:18 umat Muhammad sallallahu alaihi 20:19 wasallam. Karena kita tahu Rajab itu 20:22 syahrullah, bulan Allah. Karena memang 20:25 Allah yang telah menentukannya. Arbaatun 20:27 hurum 4 bulan haram termasuk Rajab ya. 20:30 Sedangkan Syakban itu syahri bulanku ya 20:32 kan. Bulan diturunkannya perintah 20:35 berselawat kepada Nabi. Innallaha 20:37 waaikatahu yusuna alan Nabi. Itu di 20:39 bulan Syakban. Nah Ramadan syahru 20:42 ummati, bulan umatku. Jadi ini spesial 20:46 untuk umat Muhammad sallallahu alaihi 20:48 wasallam. Tanda cinta Allah kepada umat, 20:50 kepada umat Muhammad sallallahu alaihi 20:52 wasallam itu bulan Ramadan tuh 20:53 berlipat-lipat 20:55 pahala. Apapun yang kita lakukan di sana 20:58 di bulan Ramadan itu ada lailatul qadar. 21:01 Masyaallah, tuh luar biasa ya Ramadan 21:03 itu ee bandingannya dengan orang yang 21:06 mati syahid ya dengan paha Ramadan tuh 21:09 enggak seb itu lebih dari seperti jauh 21:11 ya langit dan bumi kan ada ini 21:14 ada dua orang Yaman 21:15 dia masuk Islam ee kemudian yang satu 21:18 orang ikut ee ikut jihad syahid yang 21:20 satu lagi diberikan kesempatan hidup 21:23 selama setahun ya kemudian meninggal nah 21:25 ini yang dekat dengan mereka ini adalah 21:27 Thalhah bin Ubaidillah itu mimpi dia. 21:30 Dalam mimpinya Thalha melihat melihat ya 21:32 mereka tuh masuk surga kan lagi nunggu 21:35 ee pada ngantri ya masuk surga dipanggil 21:38 satu-satu gitu ya. Ternyata yang 21:40 dipanggil lebih dulu tuh yang 21:41 meninggalnya belakangan bukan yang mati 21:44 syahid. 21:45 Nah, Thalha kan gak heran kenapa yang ee 21:48 meninggalnya yang tidak mati syahid 21:50 meninggalnya belakangan. Kenapa bukan 21:52 yang mati syahid lebih dulu? Ya padahal 21:55 mati syahid itu kan pahalanya luar biasa 21:56 kan. Nah, beliau kemudian bertanya 21:59 kepada Rasulullah dan Rasulullah jawab, 22:00 "Kenapa engkau heran wahai Thalhah? 22:02 Bukankah si fulan itu diberi kesempatan 22:05 hidup selama 1 tahun? Bukankah dia sudah 22:08 berjumpa Ramadan? Bukankah dia sudah 22:10 beribadah?" Nah, itu Ramadan kelipatan 22:13 pahala luar biasa itu. Masyaallah, 22:15 detik-detiknya itu berharga. Masyaallah. 22:18 Jadi, inilah kita bersyukur ya, 22:20 bagaimana Allah menghadiahkan kepada 22:23 umat Muhammad sallallahu alaihi wasallam 22:24 bulan Ramadan. Ya, kalau umatku tahu 22:27 semuanya penuh dengan kebaikan, 22:29 penginnya tuh setahun itu semuanya 22:31 Ramadan semua. 22:32 Iya. 22:32 Iya. Jadi, Ramadan ni musim ijabah, 22:35 musim taat, musim ee promo besar-besaran 22:38 atas ampunan. banyak dosa yang kita 22:41 lakukan Ramadan itu Allah akan ampuni. 22:44 Jadi kita yakin ya agar mudah-mudahan ya 22:47 kita menjadi ee hamba Allah yang 22:49 bertakwa, yang bersyukur, yang 22:52 mendapatkan ee rus ya yarsyudun itu 22:55 mendapatkan petunjuk, mendapatkan ee apa 23:00 keyakinan ke mendapatkan hidayah, 23:03 mendapatkan artinya ee rus itu rusy itu 23:07 adalah hidayah yang hidup. Jadi 23:08 dengannya insyaallah kita bisa menjalani 23:11 hari-hari kita di dunia ini dengan 23:14 sebaik-baiknya. Karena perjalanan hidup 23:16 kita masih panjang. Kita masih butuh ee 23:19 banyak lagi perjalanan yang belum kita 23:21 tempuh. Kita belum masuk ke alam 23:24 barzakh. Kita belum sampai kepada yaumul 23:27 akhir, yaumul hisab yang masa 23:30 penghisaban 50.000 ribu tahun lamanya 23:32 untuk nanti kita menunggu ya tiket mana 23:36 kita masuk surga atau neraka. 23:38 Maka sekarang saatnya kita kumpulkan 23:40 amal-amal saleh itu. Laallahum 23:43 yarsyudun. Mudah-mudahan kita 23:45 mendapatkan ee hidayah petunjuk kita 23:48 diberikan keistikamahan kita diberikan 23:50 semangat motivasi kita dibimbing dijaga 23:53 oleh Allah dan kita bisa memperlipat 23:55 gandakan amal-amal kita di bulan 23:57 Ramadan. Dan di situ kita akan minta 23:59 kepada Allah agar kita mampu menghadapi 24:02 apapun bentuk ujian cobaan yang kita 24:05 hadapi dalam kehidupan ini. Karena tidak 24:07 ada satuun makhluk manusia yang tidak 24:11 mendapatkan ujian dari Allah. Maka 24:13 Ramadanlah bulan cinta. Bulan kita dekat 24:15 dengan Allah. Bulan kita bermunajat 24:18 kepadanya, bulan kita berkhalwat 24:19 kepadanya, berdua-duaan [berdehem] 24:21 berhubungan mesra dengan Allah. 24:23 Ramadanlah bulan penataan arah hidup 24:26 kita. bulan di mana kita mendapatkan 24:30 langsung ya Allah itu melihat 24:31 hamba-hambnya. Mudah-mudahan kita mampu 24:34 ya ee menjadikan Ramadan ini bulan bulan 24:37 terbaik kita insyaallah. Nah, dimulai 24:39 dari sekarang Mbak Nuning, kita niat loh 24:41 kok niatnya sekarang ya? 24:43 Iya kita niat ya Allah mudah-mudahan 24:45 nanti di bulan Ramadan kita mampu 24:48 melaksanakan ibadah-ibadah 24:50 semuanya ya ibadah puasa kita punya 24:52 target-target. Ya Allah aku niat dari 24:54 sekarang ya. Siapa tahu, Mbak, ya, kita 24:56 dipanggil pulang lebih awal, ya, tidak 24:58 bisa mendapatkan Ramadan, minimal 25:00 pahalanya sudah sampai, 25:02 ya. Baik, mungkin itu Mbak ya. Jadi, ee 25:05 kita berharap mudah-mudahan gelar tiga 25:08 tadi kita dapatkan. 25:09 Amin. Allahum 25:10 takwa, syukur, dan rus ya istikamah di 25:13 atas petunjuk ya itu Allah mudah-mudahan 25:16 membimbing kita, menjaga kita sehingga 25:18 ketika kita pulang kepada Allah, pulang 25:20 dalam keadaan husnul khatimah 25:22 insyaallah. Amin ya rabbal alamin. 25:25 Laalakum tattaquun. 25:28 Susah mana dengan yang nomor dua tadi 25:30 ya? Laakum taskurun atau bahkan yang 25:33 ketiga. Baik. Ee kita boleh langsung ke 25:36 pertanyaan ya, Ustazah. 25:38 Silakan, Mbak. 25:40 Jadi kalau mencapai derajat takwa itu 25:45 lewat puasa 30 hari nanti harus 25:49 terwujudkan di ratusan hari berikutnya. 25:53 Begituah ustazah? 25:55 Betul. Jadi 1 bulan ini training kita, 25:58 cas kita ya. Bulan kita berbekal untuk 26:01 11 bulan berikutnya. 26:05 Jadi kalau habis puasa 330 hari 26:09 berikutnya harus sudah ee merupakan 26:12 praktik yang luar biasa ya. Baik, ini 26:15 dari Mbak Fani. Asalamualaikum Ustazah. 26:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 26:21 wabarakatuh. 26:22 Biasanya menjelang Ramadan kan sibuk nih 26:25 menyiapkan rencana menu buka, buka sahur 26:29 juga. Kemudian menyiapkan belanja. 26:32 Seringnya kita lupa menyiapkan hati kita 26:35 untuk menjalani Ramadan itu. Mau dong 26:39 nasehatnya, Ustazah? Iya. Iya, Mbak. 26:43 Kita ini sudah berapa kali Ramadan kita 26:46 lewati ya? 26:47 He. 26:48 Sudah banyak tergantung usia, ya. Nah, 26:51 ketika Ramadan yang kita alami ini 26:54 adalah Ramadan sebagaimana Ramadan 26:57 Ramadan tradisi ya, tradisi bulan puasa 27:00 akhirnya berpuasa ya. Jadi, oleh karena 27:02 itu Imam Ghazali itu membagi tingkat 27:05 tiga tingkatan orang yang berpuasa ya. 27:09 Jadi ada yang pertama puasanya orang 27:11 umum. He. 27:12 Orang umum itu ya ya sekedar hanya 27:15 berpuasa tradisi ya tradisi ya. Tidak 27:18 makan sejak terbit fajar sampai ee 27:21 magrib tapi dia tidak menjaga hatinya, 27:25 anggota tubuhnya. Jadi hanya tradisi aja 27:28 bulan Ramadan ya, bulan puasa ya. dia 27:29 puasa. Kadang ada juga loh, Mbak, 27:31 berpuasa tapi enggak salat. Nah, itu ya 27:34 tradisi. Maka kita lihat tradisi-tradisi 27:36 yang berkembang itu kan seperti itu. 27:38 Mikirin makan. Jadi siang-siang sudah 27:40 zikir makanan tuh ingat makan apa, masak 27:43 [tertawa] apa gitu ya. Nah, itu yang 27:44 biasa yang pertama kalau menurut Imam 27:46 Ghazali puasa orang umum. Yang kedua ee 27:50 puasa orang khusus. Nah, itu sudah naik 27:52 tingkat ya. Mudah-mudahan kita sudah 27:53 mencapai derajat ini ya. mempasakan 27:56 mata, telinga, hati, lisan. Tidak hanya 28:01 lapar menahan diri saja, tapi sudah 28:03 menjaga. Ya, jadi ee termasuk di sini ee 28:08 tidak mengumbar ee apa tidak balas 28:10 dendam ya ketika berbuka karena lapor 28:13 akhirnya balas [tertawa] dendam. Itu tuh 28:15 masih yang pertama tuh. Nah, jadi karena 28:17 itu puasa yang tradisi yang biasa kita 28:19 jalani kalau mau naik tingkat kita 28:21 pahami apa itu keutamaan puasa, 28:24 bagaimana keistimewaan bulan Ramadan, 28:26 apa yang kita dapatkan dengan kita 28:28 memahaminya itu kan beda. Karena kita 28:31 punya tujuan tadi ini nomor dua nih, 28:33 Mbak yang tadi yang kita bahas tiga 28:34 tujuan Ramadan ya. Mudah-mudahan bisa 28:37 mampu. Nah, laalakum tattaquun, 28:39 laallakum taskurun, laakum laallahum 28:42 yarsyudun itu insyaallah akan didapat 28:43 bagi yang kedua tadi nih yang dia 28:46 menjaga anggota tubuhnya dari bentuk ee 28:48 yang mubah-mubah. 28:50 Jadi tidak mengumbar bukanya tuh enggak 28:52 balas dendam gitu ya. Nah, yang sangat 28:55 sulit itu yang ketiga, alhusus bil 28:58 khusus itu ya tidak hanya menjaga 29:00 anggota tubuh tapi hatinya fokus kepada 29:03 Allah. Jadi tidak lagi ee makanan itu 29:06 enggak dipikirkan lagi. Yang penting dia 29:09 ee hatinya nyambung terus dengan Allah 29:11 itu berat. Itu puasanya para anbiya. 29:14 Sekarang kita bagaimana nih supaya kita 29:17 enggak 29:18 enggak nomor satu tadi ya yang puasa 29:20 sebagaimana orang-orang umum berpuasa 29:22 ya. kita mulai memahami dari sekarang 29:25 ya, kenapa kita berpuasa apa 29:29 keistimewaan faedahnya, bagaimana cara 29:32 kita menjalankannya. Nah, tentu tadi 29:34 orientasi orientasinya bukan lagi dunia, 29:37 bukan lagi sekedar menahan lapar dan 29:40 haus, tapi benar-benar tujuannya adalah 29:43 tadi ya laakum tattaquun. Makanya ee 29:47 bagi ibu-ibu memang ini kita enggak 29:49 lepas dari pola asuh, Mbak. Dulu kan 29:51 orang tua kita tuh ketika kita berpuasa 29:53 masih kanak-kanak kan diiming-imingin 29:55 mau buka [tertawa] apa, mau istri, mau 29:57 ini, mau itu. Ya, jadi hanya menjalankan 30:00 puasa itu ya gak makan enggak minum tapi 30:02 nanti buka. Nah, apa kamu mau disiapkan? 30:05 Jadi orientasinya jadi makanan kan. 30:07 Nah, diri tapi entar dapat yang asik 30:10 gitu ya. Nah, itu boleh kalau untuk 30:13 anak-anak yang dimotivasi. Tapi kalau 30:15 anak yang sudah balik, yang sudah kan 30:18 enggak itu lagi. Nah, masalahnya 30:20 itu dia dari pola asuh itu akhirnya 30:23 iming-iming itu berjalan sampai 30:24 sekarang. Akhirnya apa? Kita lihat ya ya 30:27 enggak disalahkan juga masih 30:28 alhamdulillah masih puasa ya daripada 30:30 enggak ya. Nah, itu jadi memang ee ala 30:34 kulihalin ya seorang ibu itu beban bukan 30:38 beban ya ini adalah ee suatu hal yang 30:40 indah dari Allah untuk mengajarkan 30:42 kepada anak-anak betapa puasa itu luar 30:46 biasa yang kita dapatkan ya. Kalau untuk 30:48 makan minum enggak ada masalah ya. 30:49 Bahkan kalau memang perlu disiapkan dari 30:51 sekarang juga bagus supaya nanti enggak 30:53 habis waktu di pasar ya, Mbak ya. 30:55 Sekarang disiapkan menunya apa? sahur 30:59 berbuka supaya kita enggak lagi mikirnya 31:01 panjang kan kalau mikir kan bingung udah 31:04 jalan ke pasar tuh mikir aja enggak 31:06 ketemu-temu mau buka apa kemarin udah 31:09 ini udah apaagi kan bingung ya nah itu 31:11 sih enggak masalah ya Mbak ya namanya 31:13 orang hidup ya tapi insyaallah bukan itu 31:16 segala-galanya apalagi sampai ee 31:19 menjadikan salat kita tuh dinomor sekian 31:22 ya kan Mbak berbuka tuh gimana gitu ya 31:25 kita cari tempat berbuka restoran yang 31:27 ternyata mata jauh tempatnya, padat 31:30 orangnya. Akhirnya apa? Hanya untuk 31:33 berbuka saja sampai kita lewatkan 31:35 berjamaah salat magribnya itu ya. 31:38 Kemudian kita tidak jadi salat 31:39 tarawihnya itu hanya gara-gara makanan. 31:41 Nah, itu yang kita evaluasi insyaallah. 31:44 Iya. Jadi bukan cuma jaga tubuh nih, 31:47 Ikhwan akhwat, tapi jagalah hati. 31:51 Dekatkan pada Allah. Ya, ini ada yang 31:54 bertanya terkait dengan ee puasa. Itu 31:58 kan bulannya sedekah ya. Heeh. 32:01 Sedekah senyum doang pastilah enggak 32:03 cukup ya. Membantu orang sebisanya itu 32:08 bisa juga disebut sedekah ya, Ustazah 32:10 ya. 32:11 Hmm. Masyaallah. 32:13 Jadi 32:13 soalnya terus terang ee yang di dompet 32:16 isinya suka warnanya enggak ada yang 32:18 merah ada yang biru. 32:22 Iya. Jadi gini ee memang Ramadan itu 32:25 syahrul muasah ee bulan dermawan ya. 32:29 Jadi kalau Rasulullah itu di bulan 32:31 Ramadan tuh apa aja mudah sekali keluar. 32:33 Nah, sekarang kan permasalahannya 32:36 kondisi ekonomi kita kan tidak sama satu 32:40 dengan yang lain ya. 32:41 Jadi kalau kita lihat secara bahasa 32:44 sedekah itu atau sodqah itu adalah 32:47 pemberian dalam bentuk apapun. Jadi bisa 32:50 bersifat materi, bisa bersifat non 32:53 materi. 32:54 Nah, kalau punya materi ya silakan itu 32:56 ya artinya enggak ada orang yang rugi 32:58 bersedekah dengan harta yang banyak. 33:01 Nah, kalau yang enggak punya harta bisa 33:04 sodqah dengan non materi ya, bisa senyum 33:06 tabasum muka itu ya biwaji akika sodqah. 33:10 Orang yang tersenyum saja sudah ee itu 33:13 merupakan sodqah. bisa sodqah itu dengan 33:16 ee tidak hanya senyum dengan tenaga, 33:18 dengan pikiran, dengan ee apapun yang 33:21 dia miliki ya. Sodqah tempat ya ee untuk 33:25 berteduh apapun bisa. Bahkan ada sahabat 33:29 yang tidak memiliki apa-apa tapi 33:31 semangat untuk bersedekah. Nanya kepada 33:33 Rasulullah. Rasulullah mengatakan walau 33:34 tamarahid walaupun sebiji kurma. 33:37 Masyaallah. Jadi sodqah tuh tidak 33:39 terbatas pada harta ya. Jadi bisa 33:42 misalnya tadi ee membantu orang lain, 33:45 menuangkan makanan atau minuman atau 33:48 menyingkirkan gangguan dari jalan atau 33:50 misalnya ee membantu orang parkir mobil 33:54 atau misalnya nasehat gitu ya atau 33:56 misalnya ee memberikan ee apa ya jalan 34:00 keluar atau ada orang nanya ditunjukin. 34:03 Jadi semua kebaikan-kebaikan yang kita 34:05 berikan untuk orang lain itu adalah 34:08 sodqah. Nah, ini ada mungkin kita sudah 34:11 pernah dengar Mbak ya, ada 34:12 sahabat-sahabat Nabi yang ahlus sufah 34:15 itu ya boleh dong iri boleh iri kepada 34:18 orang yang punya harta dipakai untuk 34:20 infak. 34:21 Nah, itu dia mereka ngiri itu ee zahaba 34:24 ahludur e apa namanya? Sudah pergi semua 34:27 diborong oleh orang-orang yang banyak 34:29 harta. Dia bisa berinfak, bisa sodqah, 34:31 bisa haji, bisa semua kebaikan-kebaikan 34:34 dia bisa lakukan dengan hartanya. 34:36 Sementara ibadahnya sama sama kita, 34:38 salatnya sama, puasanya sama cuman 34:40 bedanya mereka punya harta, kita enggak 34:42 bisa infak, mereka bisa waduh zahabujur 34:45 sudah habis diborong pahala oleh mereka 34:47 gitu ya. Itu orang-orang fuqaratnya di 34:49 masa Nabi ya, ahlusfah ngeluh sama 34:51 Rasulullah. Bukan ngeluh, curhat 34:52 ya Rasulullah mereka borong semuanya. 34:54 Jadi ngirinya tuh bukan karena banyak 34:56 harta dalam arti bermewah-mewah, tapi 34:59 mereka banyak harta tapi diinfakin. Nah, 35:02 kita kan juga kalau ada harta juga mau 35:04 berinfak. Saya enggak punya nih. Dan 35:06 ibadahnya sama sama kita. Puasa Ramadan 35:08 sama-sama diwajibkan lima waktu 35:09 sama-sama lah kita dapat apa gitu kan. 35:12 Nah, Rasul ajarkan ibadah itu yang habis 35:14 salat tuh bacalah 33 kali ya. 35:17 Subhanallah, alhamdulillah, Allahu 35:19 Akbar. Itu ya di di itu aku beri kalian 35:22 ee amalan yang sama seperti mereka 35:25 dapatkan. Nah, semangatlah mereka 35:27 beramal tuh ya baca zikir setelah salat 35:29 itu kan. Eh, ternyata dengar juga mereka 35:32 kan semangat itu ya beramal ya. 35:34 diamalkan oleh orang-orang kaya amalan 35:36 tadi. Terus Rasulullah di [tertawa] 35:39 mereka dapat Rasulullah senyum ya. Ya, 35:42 artinyaahum 35:44 ya Allah memberikan keutamaan kepada 35:47 yang lain. Ini kan sudah bagian dari 35:49 takdir ya. ada yang Allah berikan 35:51 rezeki. Nah, bagi yang tidak memiliki 35:55 banyak sedekah-sedekah yang lain, bahkan 35:59 menghindari ee kejahatan, menahan 36:02 kejahatan kita itu terhadap orang lain 36:04 juga sedekah. 36:06 Jadi, kita menjaga diri jangan sampai 36:08 orang lain itu sodqah. Udah enggak bisa 36:10 memberikan manfaat, mendatangkan bantuan 36:13 pada orang lain, jaga diri aja supaya 36:14 kita enggak enggak tanda kutip ya, tidak 36:17 mengganggu orang itu sudah sodekah. 36:19 Masyaallah. 36:21 Masyaallah. Jadi kan ada orang yang usil 36:23 gitu ya, apa-apa suka ya mungkin itu ada 36:26 masalah gitu ya, apa-apa dikomentarin, 36:28 apa-apa dikomentarin. Kadang-kadang 36:29 orang tersinggung gitu ya dengan 36:31 kata-kata komentarnya padahal bercanda 36:32 gitu kan. 36:33 Nah, tahan diri, tahan agar orang lain 36:36 tidak tersinggung. Itu sudah sodqah dia 36:38 menahan dirinya begitu. Jadi nilainya 36:41 luar biasa banyak dari beragam ee yang 36:45 kita berikan ikhwan akhwat menahan diri 36:50 dikatain apa juga sabar itu juga sudah 36:52 sedekah. Wow. 36:54 Ini dari Ibu Ita nanya nih. 36:57 Saya ingin sekali mendapatkan tambahan 36:59 bagaimana sadar kalau Allah selalu 37:02 mengawasi. kadang-kadang suka lupa. Jadi 37:05 melakukan hal-hal yang malu juga sih 37:08 kalau sampai disadari. 37:11 Ooh, gimana itu? Tolong, Ustazah. 37:14 I ini istilahnya muraqabah. Muraqabah 37:18 itu mengawasi 37:19 ya. Jadi kesadaran bahwa Allah selalu 37:23 mengawasi kita itu dimulai dari ee 37:28 keikhlasan ya. Roh ikhlas. Artinya 37:31 seseorang itu akan bisa merasakan Allah 37:35 bersamanya. Ketika dia ee dalam 37:38 kesendiriannya tidak terlihat orang lain 37:41 itu ada roh ikhlasnya. 37:43 Maksudnya apa? Roh ikhlas dia bisa 37:45 beribadah ikhlas karena Allah. Ya, 37:47 misalnya dia ee zikirnya juga karena 37:51 Allah ya. Jadi dia menanamkan dalam hati 37:54 itu bahwa Allah maha mendengar, Allah 37:57 maha melihat, Allah maha mengetahui yang 38:00 segala yang tersembunyi. Bahkan wahua 38:03 maakum ainama kuntum itu dipahami sekali 38:06 dengan sepaham-pahamnya bahwa Allah 38:09 bersama kalian di mana pun kalian 38:11 berada. Ya wallah bima tammaluna basir. 38:14 Allah melihat apa yang kalian kerjakan. 38:17 Nah, ini merenungkan ayat ini. Ini surat 38:19 Alhadid ayat 4 ya. merenungkan ayat ini 38:22 bahwa Allah bersama kita di mana pun 38:24 kita berada. Allah melihat apa yang kita 38:26 kerjakan. Jadi hadirkan rasa rasa ikhlas 38:30 dalam hati kita. Ikhlas karena Allah 38:31 bukan karena siapa-siapa. Kan 38:33 kadang-kadang orang tuh kalau lagi salat 38:34 ada orang kayaknya khusyuknya benarbenar 38:36 banget dah gitu ya. 38:38 Padahal kalau sendiri cepat-cepat 38:39 salatnya. Itu jelas enggak enggak ikhlas 38:41 karena Allah gitu ya. [tertawa] 38:43 Hitung-hitungan ya. 38:45 Masyaallah. Jadi ee untuk menanamkan 38:48 bagaimana kita menyadari bahwa Allah 38:51 melihat kita itu pertama itu ya memang 38:53 ketulusan hati kita meyakini bahwa Allah 38:56 bersama kita itu rasa iman itu kan rasa 38:58 ya. 38:59 Jadi rasakan deh 39:01 Allah melihat kita, Allah menyaksikan 39:03 kita, Allah ee memperhatikan kita, Allah 39:07 Jadi seakan-akan kalau kita kalau 39:09 diperhatiin CCTV kayaknya kita enggak 39:11 mau macam-macam ya, Mbak ya. 39:13 Nah, contohnya gitu deh. Ada CCTV. 39:15 Waduh, kayaknya enggak mungkin deh kita 39:17 membenahi pakaian dalam gitu ya. Ada 39:20 dilihat-gilihat orang. Nah, itu aja kita 39:22 jaga diri kan. 39:23 Apalagi ini Allah ya. 39:25 Apalagi Allah yang 24 jam pengawasannya 39:28 terus gitu ya. Jadi ee cara menghadirkan 39:33 bahwa Allah melihat kita, mengawasi kita 39:36 itu tadi dari hati ya. Kemudian ee sebut 39:40 nama Allah tuh dalam dalam zikir kita 39:43 ya. Hadirkan hati ya. Misalnya kalau 39:46 memang sulit ya ee Allah mai, Allahuir 39:51 ilaiya, Allahu syahidun alaiya. Jadi ada 39:53 cerita Mbak, ada seorang anak kecil 39:55 He. 39:56 yang kelak dia jadi ulama ya, dia itu 39:58 diajarkan oleh ee orang tuanya itu 40:02 sebelum tidur ketika kira-kira usia 3 40:04 tahunan gitu ya, bacalah dalam tidurmu 40:08 Allahummain. Jadi ucapkan gitu ya, Allah 40:11 bersamaku. Allah nadirun ilaiya. Allah 40:14 melihatku. Allahu syahidun alaiya. Allah 40:17 menyaksikanku. Jadi kalau bahasa kita 40:19 coba diucapkan Allah bersamaku, Allah 40:23 melihatku, Allah menyaksikanku. Nah, itu 40:26 dibaca tiga kali setiap malam. Nah, 40:28 setelah dia sudah biasa sebelum tidur ee 40:31 mengucapkan itu naik tujuh kali ya. Jadi 40:33 dihadirkan hati jadi Allah bersamaku, 40:35 Allah melihatku, Allah menyaksikanku. 40:38 Itu kan jadi akan hadir nanti Allah 40:40 bersama kita ya. Nah, ini ulama ini eh 40:43 anak kecil ini dia mengatakan setelah 40:45 aku dewasa aku enggak bisa macam-macam 40:47 lagi. Allah menyaksikanku, Allah 40:49 melihatku. Jadi enggak berani dia 40:51 berbuat apapun ya walaupun Allah enggak 40:53 ada. Dan itu sebenarnya kita sudah 40:55 belajar dari puasa. 40:57 Kita berpuasa kan enggak berani, Mbak. 40:59 Diam-diam enggak ada orang ini kan 41:00 minum. Ah, gitu enggak berani. [tertawa] 41:02 Iya. Iya. 41:03 Ah, jadi masyaallah. Jadi itu yang 41:04 penting ee rasa tadi diucapkan kemudian 41:09 ee kita dalam keadaan menyendiri kita 41:11 muhasabah. Muhasabah misalnya gini kita 41:14 luangkan waktu kita. Maka qiyamulail itu 41:16 untuk muhasabah sebenarnya. 41:18 Kita lakukan ini karena siapa? Apakah 41:22 kita pantas melakukan perbuatan buruk 41:24 walaupun ee kita tahu Allah melihat 41:27 kita? Kenapa kita enggak takut pada 41:29 Allah? Ya, jadi itu kemudian 41:31 mengingat-ingat pertemuan dengan Allah. 41:34 Jadi kesadaran pengawasan itu akan kuat 41:37 jika kita muhasabah, mengingat ee 41:40 pertemuan dengan Allah. Masyaallah, kita 41:43 nih sebenarnya rindu banget deh sama 41:45 Allah yang telah memberikan kita banyak 41:47 nikmat karunia, kesehatan. Masa sih 41:49 enggak penasaran ketemu dengan siapa 41:51 yang memberikan kita nikmat ini ya? 41:53 Masyaallah itu di situ dihadirkan, "Ya 41:55 Allah, aku rindu padamu." Makanya ada 41:57 doa, Mbak yang diajarkan di antaranya ee 42:01 doa Allahumarzuqni lazzatan ila wajhikal 42:05 karim wasuqo ila liqik. Ya Allah, 42:09 karniakan kepadaku kelezatan memandang 42:12 wajahmu yang agung dan mulia dan 42:14 kerinduan untuk berjumpa denganmu. 42:16 Masyaallah. Ini doa ini diamalin deh. 42:19 Dia baca tuh kan hadir tuh bahwa Allah 42:21 itu selalu melihat kita, mengawasi kita. 42:24 Allah tidak pernah ee abai dengan kita. 42:28 Jadi kita ya beramal jadi karena Allah 42:31 deh. Kita yakin Allah melihat kita, 42:33 mengawasi kita, menyaksikan kita, 42:36 menjaga kita, menolong kita. Jadi barang 42:39 siapa yang merasa cukup Allah sebagai 42:41 pengawas, dia akan selamat meskipun dia 42:43 sendirian. Begitu, Pak. 42:45 Bayangkan ikhwan-akhwat dari umur 3 42:48 tahun sudah menanamkan dalam jiwanya 42:52 bahwa Allah melihat, Allah mendengar, 42:55 Allah ya ampun, masyaallah itu kalau 42:58 dewasanya 43:00 semakin menggenggam erat pemahaman itu 43:04 luar biasa ya. Melirik ke yang tidak 43:07 nyaman pun rasanya enggak karena yakin 43:09 diperhatikan. Ee ini pertanyaan 43:12 berikutnya tidak ada namanya terkait 43:15 dengan menjaga kesabaran. Bagaimana 43:19 kalau memang lingkungan sangat-sangat 43:22 men apa nih menabok ya membuat kesabaran 43:27 kita terbatas? 43:29 Ada ada cara singkat atau pintaskah yang 43:33 kemudian muncul sabar meskipun 43:35 sebetulnya apa nih men berdebar-debar? 43:40 Iya. 43:41 Mau mau pelampiasan gitu ya karena 43:44 rasanya. Heeh. Tapi kan kalau puasa 43:46 katanya suruh nahan diri. 43:48 He. Ya. Jadi kesabaran di dalam Islam 43:52 itu memang ee menahan diri agar tetap 43:57 taat kepada Allah. Ya, jadi memang 44:00 memahami ee sabar itu memang butuh ilmu. 44:05 Orang yang enggak punya ilmu atau 44:07 pemahaman tentang sabar, bagaimana dia 44:10 bisa sabar? Kan gitu. Makanya sabar itu 44:13 ada dalam tiga bentuk, ya. Sabar dalam 44:15 taat kepada Allah, ya. Dalam taat kepada 44:19 itu harus sabar ya. Bagaimana kita salat 44:21 misalnya, Mbak ya, empat rakaat lagi 44:23 panas gitu ya, pakai mukenah enggak ada 44:26 AC. itu kan ketaatan, harus sabar kan 44:29 ya. Jadi bagaimana tetap berusaha 44:32 khusyuk? Nah, itu kan kesabaran ya 44:33 menjalankan ketaatan kepada Allah 44:35 termasuk berpuasa ini ya nahan gitu ya. 44:38 Itu sabar ee itu memang butuh ilmu ya 44:41 apa yang kita akan dapatkan ketika kita 44:43 bersabar. Nah, jadi ee hakikat sabar itu 44:46 sebenarnya sabar dalam ketaatan kepada 44:48 Allah. Menjalankan apapun perintah Allah 44:51 butuh kesabaran. Ya, misalnya kita lagi 44:53 ngincer ee properti di akhirat, Mbak. 44:57 Oh, iya. 44:58 Bangun rumah di surga kan 45:00 itu kan manna asar ya. Barang siapa yang 45:03 salat sehari itu 12 rakaat itu salat 45:06 sunah rawatib tuh yang 12 rakaat itu kan 45:09 baitan fil jannah maka Allah akan 45:11 bangunkan rumahnya di surga. Nah, itu 45:12 kan butuh kesabaran tuh. Bayangin 45:15 misalnya zuhur aja itu jadi 10 rakaat 45:16 loh. Empat rakaat qabliah, empat rakaat 45:19 zuhur, dua rakaat ba'diyah itu kan jadi 45:21 10 kan. 45:22 Iya. 45:22 Nah, itu kan butuh kesabaran apalagi 45:24 kondisinya lagi luar biasa. Nah, itu itu 45:28 ee jenis apa? Bentuk sabar dalam 45:30 ketaatan. Kemudian sabar dalam menjauhi 45:33 maksiat ya. Jadi maksiat-maksiat itu 45:35 supaya kita tidak melakukannya itu butuh 45:37 kesabaran dan sabar menghadapi takdir 45:40 ujian. Nah, bagaimana caranya agar kita 45:42 bisa sabar? Ya, tentu pertama punya ilmu 45:45 hakikat sabar tuh apa sih? Apa yang kita 45:47 dapatkan dengan kesabaran itu ilmu dulu 45:49 ya. Ee dan tentu saja sebenarnya Mbak ee 45:54 ada kaitannya juga dengan pola asuh loh 45:56 sebenarnya. 45:57 Heem. 45:58 Jadi bagaimana seseorang itu bisa 46:01 dilatih sabar kalau dia dididik oleh 46:03 orang yang pemarah 46:05 yang tidak sabaran. Nah, itu ee apa 46:07 basicnya gitu ya. Nah, Ibu-ibu nih 46:10 biasanya kita nih, Mbak ketika apa 46:12 namanya? Ee mandiin anak apanya rewel 46:14 sabar dong ngomongnya bentak-bentak gitu 46:16 ya. 46:18 Ya, jadi bagaimana 46:19 Iya. Anaknya bagaimana belajar sabar 46:21 kalau dia mendapatkan dari orang tua? 46:23 Nah, seperti itu ya. 46:25 Nah, itulah sebabnya butuh ilmu setelah 46:27 balai belajar, mulai kita memahami mana 46:31 yang baik, mana yang buruk, mana yang ee 46:34 harus kita sabar, mana yang kita ee jadi 46:37 sabar. 46:39 itu ee bisa dilatih insyaallah ya. Nah, 46:42 cara melatih itu dengan puasa Ramadan 46:44 itu kan di situ melatih kan ya dan perlu 46:47 latihan selama sebulan penuh. Jadi kalau 46:50 lagi mesti ada ilmu kita lagi mau 46:52 ngomelin orang, ngomelin orang tuh ya 46:54 wah ini Ramadan nih nanti batal puasanya 46:56 aku diam itu bisa gitu. Jadi insyaallah 46:59 bisa menahan kan sabar itu kan ee 47:02 artinya berpuasa itu kan artinya 47:03 menahan. Nah, menahan itu indmatil ula 47:07 itu dalam benturan yang pertama. Jadi, 47:10 insyaallah yang yang paling yang paling 47:12 penting sugesti diri, Mbak. Maksudnya 47:14 apa? 47:15 Allahum jaalni minobirin. Tuh, ya. Aku 47:17 sugesi diri, "Ya Allah jadikan aku 47:19 hamba-Mu yang bersabar." Terus ya 47:22 latihan gitu. Latihan terus. Kalau ada 47:24 yang memancing emosi gitu ya, coba diam 47:27 dulu deh. Jangan respon diam. Ya Allah, 47:29 jadikan aku r sabar terus istigfar. Eh, 47:32 masih juga gitu ya. Ya udah deh wudu 47:35 dulu deh, Bu. Kena air dulu deh, gitu 47:37 ya. Nah, itu jadi dan penguatnya itu 47:40 adalah salat. Jadi penguat sabar itu 47:44 dengan salat. Sebagaimana firman Allah, 47:47 wastainu bisobri wasah. Mintalah 47:50 pertolongan dengan sabar dan salat. Maka 47:53 sekali lagi bisa insyaallah kita dilatih 47:56 sabar. Kecuali bagi yang sudah mensugesi 47:59 dirinya enggak bisa. Apalagi aku nih 48:01 orang ini loh sudah memang wataknya 48:03 marah-marah enggak bisa sabar ya enggak 48:04 bakalan bisa sabar selamanya insyaallah 48:07 bisa ya dengan mensugesi diri ya dengan 48:10 menjadikan salat ya sebagai penolong 48:12 insyaallah bisa. He. Jadi memang kita 48:17 semua harus meyakinkan diri kita ya ee 48:20 Ustazah bahwa apa yang kita rasakan, apa 48:24 yang kita pikirkan itulah yang akan 48:26 menjadikan diri kita. Sekarang ee ini 48:29 masih ada waktu terkait dengan hubungan 48:32 keluarga dan tetangga. Mana yang harus 48:36 di Oh, dari Pak Zudi. Mana yang harus 48:39 kita dahulukan di dalam keterbatasan? 48:41 Tetangga dulu atau keluarga dulu? Tapi 48:44 bukan keluarga, anak dan istri ya. Oh, 48:47 iya. Oke. 48:48 Ee apa tuh maksudnya sodqah atau apa? 48:50 Mungkin ee kepedulian itu kan bisa 48:54 sodqah, bisa sikap, bisa segala macam 48:56 ya. He 48:58 iya. Ee memang dalam kehidupan kita 49:01 sehari-hari itu kita diperintahkan oleh 49:04 Rasulullah untuk berbuat baik kepada jar 49:08 ya, kepada tetangga ya. Bahkan dalam 49:11 sebuah hadis Rasulullah mengatakan 49:12 hampir saja malaikat Jibril itu ee 49:15 memberikan apa wasiat ya apa ee apa ee 49:18 kepada ee waris apa kepada tetangga tuh 49:21 ya sebagai seakan-akan memberikan apa 49:24 warisan apa saking dekatnya. Nah, oleh 49:27 karena itu tetangga itu 49:28 bertingkat-tingkat 49:29 ya. Kalau dia muslim dan saudara 49:32 tetangga kita, maka itu kedudukannya 49:35 tiga tuh ya. Sebagai keluarga, tetangga 49:38 pula gitu. Muslim juga tuh tiga 49:40 tingkatannya tuh ee apa memiliki hak 49:42 tiga tiga kali lipatlah. Nah, kalau dia 49:45 muslim dan tetangga itu dua. Nah, kalau 49:47 dia non muslim tetangga itu satu. Tetap 49:50 berbuat baik. Nah, sekarang 49:51 pertanyaannya adalah mana yang 49:54 diprioritaskan? He. 49:56 Tetangga atau keluarga? Nah, 49:58 pertanyaannya keluarganya itu tetangga 49:59 bukan gitu ya. Apakah tetang ee keluarga 50:04 kita itu menjadi tetangga kita atau 50:05 bukan? Nah, dilihat dulu ya. Kalau 50:08 misalnya keluarga kita itu adalah 50:10 tetangga kita, tentu haknya lebih besar 50:12 daripada tetangga yang bukan keluarga. 50:15 Tapi tetap dia mendapatkan e perhatian. 50:18 Maka jadi kalau menentukan prioritas 50:20 secara praktisnya itu ya dilihat siapa 50:22 yang membutuhkan ya maksudnya keluarga. 50:26 Apakah keluarga kita yang membutuhkan 50:28 tetangga nih kalau statusnya tetangga ya 50:30 tetangga keluarga atau tetangga saja 50:32 dilihat ee yang membutuhkan yang lebih 50:35 membutuhkan siapa. Karena di sini ada 50:38 dengan keluarga tuh kan ada kewajiban 50:39 silaturahim ya. Nah kalau tetangga dalam 50:42 kondisi darurat ya sangat membutuhkan. 50:45 sementara keluarga kita ya tidak 50:47 terlalulah ya. Maka kita utamakan 50:49 tetangga yang kondisinya dalam keadaan 50:51 darurat yang membutuhkan 50:53 gitu ya. Jadi apakah dia ee keluarga 50:55 kita tetangga dekat atau tetangga jauh 50:58 atau tidak apa masih enggak enggak 50:59 tetangga kita ya keluarga antar keluarga 51:01 dengan tetangga dilihat skala 51:03 prioritasnya, kondisi daruratnya 51:05 ya. Jadi kalau memang tetangga kita 51:08 sangat membutuhkan 51:10 ee dibandingkan keluarga kita, tentu 51:12 tetangga lebih dahulukan. Tapi kalau 51:15 gimana kalau kedua-duanya sama-sama 51:17 membutuhkan? Keluarga kita membutuhkan 51:20 ya, bukan keluarga inti ya, keluarga 51:22 kerabat ya. Ee tetangga juga membutuhkan 51:25 maka dilihat yang paling dekat 51:28 posisi tempatnya. Ya tentu prioritas 51:31 tetangga dekat kita kan. 51:33 Iya. 51:34 Karena yang yang lebih tahu kondisi kita 51:36 kan tetangga ya. Dalam kondisi apapun 51:38 kan tetangga lebih dulu mengetahuinya. 51:41 Nah, jadi urutan prioritas yang 51:42 diajarkan para ulama itu adalah ee 51:45 tetangga dekat ya, 51:47 kiri, kanan, depan. [tertawa] 51:49 Iya, betul. Tapi itu maka dilihatlah ee 51:52 apa namanya tingkat kebutuhannya. Jadi 51:55 urutannya itu fleksibel ya, sesuai 51:57 kondisi. Jadi, bukan baku. 51:59 Misalnya gini, 52:00 iya. 52:00 Ee kita lebih menentingin keluarga kita 52:02 yang jauh padahal sebenarnya enggak 52:03 begitu ini banget. Sementara tetangga 52:05 sangat sangat membutuhkan ya. Tentu ya 52:09 enggak baik juga kan nanti ya dengan 52:10 tetangga ya. 52:11 Ah seperti itu. Wallahualam bawab. 52:14 Jadi 52:14 karena apapun yang terjadi dengan diri 52:16 kita yang pasti pertama kali menolong ya 52:18 tetangga. Ini kok enggak ada kok enggak 52:21 keluar-keluar kenapa? Itu pasti 52:22 tetangga. [tertawa] 52:25 Iya. Luar biasa sekali ikhwan akhwat 52:27 bahwa mencapai derajat takwa kemudian 52:31 mampu bersyukur itu bagian yang harus 52:35 dijaga. bukan cuman tubuh kita, tetapi 52:37 hati kita juga. Dan kita sudah di 52:40 penghujung bisa dirangkum bahasan 52:42 terkait dengan tiga tujuan puasa 52:46 Ramadan. Silakan, Ustazah. 52:48 Baik, pendengar yang dirahmati Allah. 52:51 Kita bersyukur kepada Allah yang telah 52:53 memberikan kita ee momentum bulan yang 52:58 ee bulan ini adalah bulan yang 53:00 dinanti-nanti, yang dirindui, yang bulan 53:04 penuh dengan kebaikan-kebaikan, yang 53:07 bulan kita bisa ee mengembalikan 53:11 kesadaran kita bahwa Allahlah tujuan 53:15 hidup kita. bulan yang kita dilatih agar 53:18 kita hanya menjadikan ketakwaan sebagai 53:22 ee gelar tertinggi kita. Maka di bulan 53:25 Ramadan ini kita persiapkan diri ya agar 53:27 kita mendapatkan takwa, mendapatkan ee 53:32 rasa syukur dan mendapatkan ee 53:35 irsyad ya ee mursyidin ya ee rasyidin ya 53:40 orang-orang yang ee yarsyudun 53:42 mendapatkan petunjuk, dapatkan ee 53:45 hidayah. Nah, dengan cara apa kita bisa 53:48 mendapatkan tiga dari tujuan puasa 53:50 Ramadan itu adalah dimulai dari niat. 53:54 Kita niatkan semua aktivitas kita, 53:56 ibadah kita hanya untuk mencari rida 53:59 Allah. Kita niatkan agar kita di bulan 54:02 Ramadan ini bisa berpuasa full. Kita 54:05 niatkan dari sekarang. Kita niatkan 54:07 semoga Allah berikan kita kesehatan, 54:09 kekuatan agar kita bisa mengisi 54:11 hari-hari kita di bulan Ramadan dengan 54:13 semaksimal mungkin ibadah-ibadah yang 54:15 ada. Dari niat itulah nanti muncul doa 54:18 dengan mendoakan agar Allah memudahkan 54:20 kita agar kita mendapatkan gelar takwa. 54:23 Gelar yang tertinggi. Gelar yang 54:26 kedudukannya sangat mulia. gelar yang 54:29 menunjukkan bahwa kita memiliki keimanan 54:32 yang kuat yang Allah jaga kita dengan 54:34 senantiasa bersyukur dengan nikmat 54:36 karunia yang telah diberikannya dan kita 54:38 mendapatkan petunjuknya. Mudah-mudahan 54:40 kita mampu untuk menghadirkan Ramadan 54:44 dengan sebaik-baiknya. Seakan-akan 54:46 Ramadan ini adalah Ramadan terakhir 54:48 kita. Wallahuam bawab. Masyaallah. 54:51 Terima kasih, Ustazah Herlini. Kita 54:54 sambut Ramadan dengan penuh kesadaran 54:56 seperti yang tadi kita dengar ya ikhwan 54:58 akhwat. Ditambah dengan memupuk 55:00 solidaritas dan empati yang terlebih 55:03 lagi adalah ke orang sebelah kiri kanan 55:05 depan kita. Sekali lagi terima kasih 55:08 Ustazah Erlini. Mudah-mudahan kita 55:11 bertemu lagi di kesempatan lain. Apalagi 55:13 kalau bisa Ramadan tahun depan ya. Wall 55:16 masyaallah. Baik. Eh ikhwan akhwat 55:18 subhanakallahumma wabihamdika ashadu 55:20 alla illa anta astagfiruka wa atubu 55:22 ilai. Billahi taufik walidayah. 55:24 Wasalamualaikum warahmatullahi 55:26 wabarakatuh.