Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Alhamdulillah kita
- berjumpa lagi hari ini, hari Kamis
- tanggal 29 Safar 1447 Hijri atau tanggal
- 21 Agustus 2025. Kita jumpa lagi dalam
- acara renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an bersama Ustaz Husein bin Hamid
- Al-Attas. Alhamdulillah beliau sudah
- hadir di sini. Kita akan membaca surah
- ee surat Aljasiah mulai dari ayat 16.
- di sini sudah ada oni Saputra dan Algi.
- Baik, kita memulai acara ini dengan
- membaca al-Fatihah. [berdehem]
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- Maiki yaumiddin.
- Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- [berdehem]
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim.
- Amin. Alhamdulillah. Mudah-mudahan Allah
- mudahkan kita dalam memahami apa-apa
- yang disampaikan oleh guru kita. Surat
- Aljasiah mulai dari ayat 16.
- Walaqad aataina
- bani israilal
- kitaba wal hukma w nubuwata warzaqnahum
- minat thayyibat
- warazaqnahum
- minat thayyibati wa fadolnaahum
- alal alalamin
- Waainahum
- bayyinatim
- minal amr
- famaalafu
- illa mim ba'di maa jaahumul
- ilmu baghyan
- bainahum
- inna rabbaka yaqdi bainahum yaumal
- qiamati fima Mau fiakaliun
- [berdehem]
- tumma ja'alnaka ala syariatim
- minal amri fattabi'ha
- wala tattabi' ahwaalladina
- laa ya'lamun.
- Innahum l yugnu anka minallahi sai
- wa innadzolimina
- ba'duhum auliyau
- ba'd wallahu waliyul muttaqin.
- bashairu
- linasi wa huda wa rahmatulumin
- yuqinun.
- Am hasiballadzinaahus
- sayiati
- an naj'alahum kalladina amamanu wailus
- shihati
- sawaam
- mahyahum
- wa mamatuhum
- saa
- maa yahkumun
- wa khalaqallahusama
- nafs bima kasabat wahum laa yudlamun
- afarita manittakhodza
- ilahahu hawahu wa adallahullahu
- ala ilm
- wa khatama ala samihi wa qolbih
- gyawatan
- yahdihi mim ba'dillah
- afalaa
- tadzakkarun
- sadaqallahuladzim
- sadaqallahuladzim
- wasodq rasuluhul karim wahnu ala
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammadin wa ali Muhammad.
- Asalamualaika ya Rasulullah.
- Wasalamu ala ahli baitik thyibin
- wasahabatikal gurril mayamin
- wairina
- ala nahjihil qwimi ila yaumiddin.
- Wasalamu alaina waa ibadillah shihin.
- Wasalamualaikum ayyuhal ikhwah wa akhwat
- almukminun wal mukminat warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma atina minika rahma waimna min
- ladunkka ilman nafi wfafna bima
- alamtana. Rabbana zidna ilman
- walhiknain.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Setelah Allah Subhanahu wa taala
- menerangkan kepada kita secara panjang
- lebar
- keadaan orang-orang yang gemar untuk
- berdusta. mengada-adakan kebohongan dan
- mendustakan kebenaran.
- Ketika dibacakan ayat-ayat Allah,
- seolah-olah mereka tidak pernah
- mendengarkannya.
- Mereka tetap berjalan mengikuti hawa
- nafsu mereka.
- Dengan angkuh mereka memandang kebenaran
- dan orang-orang yang berjalan di atas
- kebenaran dengan pandangan yang
- meremehkan.
- Mereka bangga dengan apa yang ada pada
- mereka. Mereka lupa akan nikmat-nikmat
- karunia Allah Subhanahu wa taala yang
- telah melimpahkan nikmat karunia yang
- tak terhingga kepada mereka.
- Keingkaran mereka bukan disebabkan
- karena kebodohan atau tidak jelasnya
- kebenaran,
- tapi disebabkan karena kesombongan dan
- hawa nafsu.
- Setelah itu Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan orang-orang yang beriman
- untuk memberikan maaf dan tidak meladeni
- orang-orang yang ingkar dan kafir.
- Karena percuma kita menghabis-habiskan
- waktu kita bersama mereka. Mereka tak
- akan pernah sama sekali mendengarkan apa
- yang kita sampaikan pada mereka. Maka
- hadapi mereka seolah-olah mereka
- merupakan angin lalu.
- Tapi sampaikan kebenaran
- bagi mereka yang hatinya terbuka untuk
- menerima kebenaran mereka akan
- menyambutnya. Tapi bagi mereka yang
- menyombongkan diri, maka kebenaran yang
- disampaikan merupakan hujah Allah di
- hari kemudian nanti agar mereka tidak
- beralasan bahwa mereka belum pernah
- mendapatkan peringatan sebelumnya.
- Lalu setelah itu Allah menceritakan
- kepada kita contoh
- dari Bani Israil yang telah mendapatkan
- kemuliaan dari Allah. Allah Subhanahu wa
- taala jadikan di antara mereka nabi-nabi
- dan rasul-rasul.
- Nabi pertama dari Bani Israil adalah
- Yakub. Dialah yang pertama dikenal
- dengan nama Israel.
- Ayahnya Ishak putra Ibrahim. Susul
- menyusul merupakan nabi dan rasul.
- Begitu pula putranya
- Yusuf juga merupakan seorang nabi dan
- rasul. Setelah Yusuf,
- kita
- mendengarkan banyak kisah dan cerita
- anak keturunan Yakub seperti Musa dan
- Harun, Daud, Sulaiman,
- Zakaria, Yahya hingga sampai kepada Isa
- yang merupakan nabi dan rasul terakhir
- dari Bani Israil. [berdehem]
- Allah turunkan kitab Taurah kepada
- mereka.
- Allah turunkan juga kitab Zabur pada
- Daud.
- Kitab terakhir yang Allah turunkan
- kepada Bani Israil adalah kitab Injil.
- Nabi Allah Isa walaupun menerima Injil
- tetap kitab Taurat merupakan pedoman
- umum bagi seluruh Bani Israil. Baik bagi
- Isa, bagi Zakaria, bagi Yahya, bagi
- Daud, Sulaiman, begitu pula bagi Musa
- dan Harun.
- Nah, Allah ceritakan bagaimana kemuliaan
- yang Allah berikan kepada Bani Israil.
- Allah jadikan
- sebagian dari mereka para pemimpin,
- raja-raja, penguasa di atas muka bumi
- atau khalifah-khalifah di atas muka
- bumi. Seperti yang kita dengar mengenai
- kisah Daud dan Sulaiman itu merupakan
- puncak kejayaan Bani Israil.
- Allah turunkan
- kitab suci Taurat, Zabur, dan Injil.
- Lalu bagaimana sikap Bani Israil?
- Sebagian dari mereka beriman, tapi
- sebagian besar dari mereka ingkar.
- Mereka merasa bangga dengan kedudukan
- mereka, dengan kemuliaan yang Allah
- berikan kepada mereka, bukan
- mensyukurinya.
- Lalu mereka
- menempatkan ayat-ayat Allah bukan pada
- tempatnya.
- Walaupun mereka tahu kebenaran, lalu
- mereka beralasan bahwa mereka takkan
- terkena oleh jilatan api neraka kecuali
- hanya beberapa hari saja. Mereka juga
- mengatakan bahwa kami adalah anak-anak
- kesayangan Allah. Waqalatil yahudu w
- nasara nahnu abnaullah wa ahibba.
- Disebabkan karena keingkaran mereka,
- pelanggaran mereka demi pelanggaran,
- Allah Subhanahu wa taala kutuk
- sebahagian mereka menjadi monyet.
- Sebahagian lagi menjadi babi seperti
- dalam suratul maidah. Wa'ala minhumul
- qiradata wal khanazir wa abad thut.
- Ini merupakan hukuman yang Allah
- jatuhkan atas mereka. Pada akhirnya
- Allah jatuhkan kutukan melalui lisan
- Daud dan lisan Ibnu Maryam disebabkan
- karena mereka melampaui batas
- meninggalkan amar makruf nahi mungkar.
- bekerja sama juga dengan musuh-musuh
- Allah dan musuh-musuh orang yang
- beriman.
- Akhirnya kedudukan yang mulia yang Allah
- anugerahkan bagi mereka Allah Subhanahu
- wa taala cabut pindahkan kepada umat
- yang baru.
- Apa yang terjadi pada Bani Israil?
- Ternyata terjadi juga pada umat Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Pada masa kejayaan mereka,
- mereka berpegang teguh pada kitab Allah.
- Mereka tidak berjalan hanyut bersama
- hawa nafsu mereka. Mereka beramar
- makruf, bernahi mungkar, berjuang di
- jalan Allah. Tapi setelah wafatnya Nabi
- kita dan khulafa arrasyidin, bergantilah
- dengan raja-raja yang mengubah hukum
- Allah, mengubah sunah Rasul, menegakkan
- tatanan jahiliah kembali. Agama baru
- diikuti di saat sejalan dengan hawa
- nafsu mereka. Apabila tidak agama mereka
- sisihkan, lalu mereka gantikan dengan
- penafsiran-penafsiran
- yang sesuai dengan hawa nafsu mereka,
- maka di tengah-tengah mereka terdapat
- ulama-ulama su yang selalu memberikan
- stempel bagi kejahatan dan perbuatan
- dosa yang mereka lakukan.
- Nah, mari kita dengarkan keterangan
- Allah Subhanahu wa taala
- dimulai dari ayat 16 surah Aljafiah.
- Kata Aljafi yang berarti bertekuk lutut,
- duduk di atas lututnya dengan penuh
- kerendahan. Dan itulah saat nanti
- manusia yang ingkar durhaka berlutut di
- hadapan api neraka jahanam.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana zidna ilman waalikna bisolihin.
- Walaqad aataina bani israilal kitab
- wal hukma w nubuwata warzaqnahum minat
- thyibat
- waadolnahum alal alamin.
- Dan sesungguhnya kami telah
- menganugerahkan bagi Bani Israil
- Alkitab.
- Alkitab yang langsung diturunkan dari
- sisi Allah.
- Baik itu kitab Taurat, kitab Zabur, dan
- Injil.
- Di samping Alkitab, kami anugerahkan
- bagi mereka juga kekuasaan
- dan hukum-hukum aturan yang menjadi
- penunjang dan pilar kekuasaan mereka.
- W nubuwah juga kami anugerahkan
- kenabian.
- bagi anak keturunan Bani Israil dari
- mulai Yakub hingga Isa. Begitu banyak
- nabi dan rasul yang diangkat oleh Allah
- dari Bani Israil.
- Warzaqnahum minat thyibat. Kami
- anugerahkan bagi mereka
- rezeki-rezki
- yang thayib, yang baik.
- Mereka berdiam di daerah yang subur,
- di daerah di mana kakek dan nenek mereka
- dilahirkan. Wilayah yang diberkahi Allah
- sebagaimana dalam suratul Isra.
- Alladzi barokna haulahu linuriahu min
- ayatina.
- Yaitu wilayah yang kami limpahkan
- keberkahan di atasnya.
- Baik keberkahan yang bersifat lahir
- maupun maknawi.
- Wafadolnahum alal alamin. Dan kami
- anugerahkan bagi mereka keutamaan yang
- bermacam-macam alal alamin di atas
- manusia. Ya, pada saat itu kata fadola
- yufadilu tafdilan menjelaskan makna
- takfir. Arti berapa banyak karunia
- keutamaan yang kami anugerahkan bagi
- bani Israil atas bangsa-bangsa yang
- lain.
- Tidak hanya sampai di sana. Waatainahum
- bayyinatim minal amri. Kami juga
- anugerahkan bagi mereka
- penjelasan-penjelasan,
- penerangan-penerangan
- minal amri yang langsung datang dari
- sisi kami yang menerangi kehidupan
- mereka, perjalanan mereka menjadi
- bimbingan bagi mereka di tengah-tengah
- nikmat karunia dan kekuasaan yang Allah
- berikan kepada mereka.
- Bayyinati minal amri. Di sini alif
- lamnya sebagai pengganti damir.
- Jadi minal amri a min amrina. Kami
- anugerahkan bagi mereka penerangan,
- penjelasan ya, bimbingan dan petunjuk
- yang sejelas-jelasnya dari sisi kami.
- Bukan lagi dari manusia tapi langsung
- Allah Subhanahu wa taala turunkan
- penjelasan penerangan sebagai bimbingan
- bagi mereka.
- Seharusnya dengan semua ini mereka akan
- menjadi pemimpin-pemimpin di atas muka
- bumi yang meraih kemuliaan dari Allah.
- Tapi yang terjadi
- ternyata mereka berselisih setelah
- datangnya ilmu kepada mereka.
- Mereka lebih suka mengikuti hawa nafsu
- mereka meninggalkan kitab Allah. Bah
- setelah masa Sulaiman mereka beralih
- mempelajari ilmu sihir.
- Akhirnya Allah kirimkan pasukan di bawah
- pimpinan Nebu Khatniza dari Babilonia
- menghancurkan mereka meluruhlantakan
- kemuliaan mereka karena mereka
- meninggalkan kitab Allah.
- Seperti yang terjadi pada bangsa-bangsa
- Arab pada saat ini. Nampak mereka
- merupakan negara-negara
- yang menerima limpahan karunia Allah
- dengan minyak yang mengalir, kekayaan
- yang Allah limpahkan. Nampak mereka
- merupakan negara-negara yang berdaulat.
- Padahal sebetulnya mereka merupakan
- boneka-boneka di tangan Zionis dan
- Amerika.
- Kami anugerahkan bagi mereka bayyinatim
- minal amri a min amrina. Penerangan
- penjelasan ya yang datang dari kami yang
- berkaitan dengan segala sesuatu yang
- mereka butuhkan.
- Famatalafu illa m ba'di ma jaahumul ilmu
- bagan bainahum.
- Ternyata mereka berselisih dan mereka
- tidak berselisih atas dasar kebodohan
- melainkan setelah datang kepada mereka
- ilmu yang memberikan hidayah, petunjuk
- dan penjelasan
- bagi mereka yang datang dari sisi Allah.
- Bagan bainahum penyebabnya karena
- hawa nafsu.
- Persaingan di antara mereka untuk
- memperebutkan pengaruh kekuasaan dan
- harta benda
- serta bergolong-golongan
- untuk mengukuhkan pengaruh
- masing-masing.
- Jadi mereka tidak berselisih melainkan
- setelah datangnya ilmu kepada mereka
- disebabkan oleh apa? oleh persaingan ya
- dengan mengikuti hawa nafsu mereka yang
- melahirkan berbagai macam corak
- kehidupan
- yang jauh dari petunjuk Allah Subhanahu
- wa taala.
- Innbaka yaq bainahum yaumalqiamati fu
- fihi yaktalifun. Sesungguhnya Tuhanmu
- kelak di hari kiamat nanti akan
- memutuskan
- di antara mereka pada apa-apa yang
- dahulu mereka perselisihkan.
- Sebagaimana terjadi pada mereka, terjadi
- juga pada siapa? Kita kaum muslimin.
- Allah berfirman,
- "Innaddinaallahil
- Islam." Sesungguhnya satu-satunya agama
- yang diterima, yang diakui ya dan
- disahkan oleh Allah adalah Alislam.
- Al-Islam bukan hanya sebuah nama, tapi
- makna yang terkandung di dalamnya adalah
- penyerahan diri secara total kepada
- Allah.
- Seandai di hadapan dirinya ada hawa
- nafsu dan petunjuk Allah, mereka hanya
- akan mengikuti petunjuk Allah Subhanahu
- wa taala.
- Innaddinaallahil islamalafadzina
- utul kitab illa m ba'di ma jaahul ilmu
- baginahum. Dan tidak terjadi
- perselisihan di antara para ahli kitab
- melainkan setelah datangnya ilmu di
- tengah-tengah mereka.
- Walafina utul kitab illa m ba'di ma
- jaahumul ilmu bainahumfayahlaha
- hisab. Ternyata sebabnya sama bainahum
- hawa nafsu yang menyebabkan mereka
- bersaing,
- mereka berselisih, bertengkar bahkan
- hingga menumpahkan darah mereka.
- Sesungguhnya Tuhanmu maha cepat
- hisabnya.
- Nah, kita saksikan yang terjadi
- tengah-tengah umat Islam bukan karena
- Al-Qur'an telah hilang, bukan karena
- petunjuk Allah Subhanahu wa taala telah
- lenyap,
- bukan disebabkan penerangan dari Allah
- tidak jelas. Kitab suci Al-Qur'an hadir
- di tengah mereka. Allah perintahkan agar
- mereka pada saat berselisih kembali
- kepada kitab Allah, malah yang terjadi
- mereka sesuaikan kitab Allah dengan hawa
- nafsu mereka.
- Pendapat yang bermacam-macam simpang
- siur di hadapan kitab Allah. Mereka
- bukan lagi menjadikan kitab Allah
- sebagai imam, tapi menjadikan diri
- mereka dan pendapat mereka sebagai imam.
- Quran harus tunduk kepada mereka. Oleh
- karena itu, mereka-mereka yang jauh dari
- Al-Qur'an, yang menyimpang dari petunjuk
- Allah, yang mudah untuk berpecah belah,
- bahkan saling mengkafirkan satu dengan
- lainnya, mereka mengatakan kita wajib
- kembali kepada Quran dan sunah, tapi
- sesuai dengan pemahaman salaf. Salafnya
- pun tidak jelas. Karena kalau mereka
- mengatakan sahabat dan para tabiin,
- mereka juga berbeda pendapat. Tapi
- dahulu mereka bersatu dalam kitab Allah
- dalam perbedaan pendapat mereka
- berlapang dada. Tapi yang datang setelah
- mereka yang mengaku mengikuti salaf,
- mereka pada saat berbeda pendapat dengan
- mudah mereka menghakimi dan memvonis
- orang lain. Jadi bukan lagi kitab Allah,
- sunah Rasul, tapi mereka berlindung
- di belakang nama salaf untuk
- meninggalkan kitab Allah Subhanahu wa
- taala.
- Padahal kitab Allah sebagai hakim. Apa
- saja yang kalian perselisihkan, kalian
- tidak perlu bingung. Serahkan hukum
- keputusannya kembali pada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Lalu setelah itu Allah subhanahu wa
- taala melanjutkan tumma ja'alnaka ala
- syariatim minal amri
- tumma ja'alnaka ala syariatim minal amri
- fattabiha wala tattabi ahwa alladina la
- yamun. Kemudian setelah bani israil,
- [berdehem] nabi demi nabi, rasul demi
- rasul yang diutus oleh Allah
- dan Bani Israil di antara mereka ada
- yang beriman, ada yang ingkar.
- [berdehem]
- Setelah datangnya ilmu kepada mereka,
- sekarang giliran umat nabi kita.
- Kemudian kami tempatkan engkau di atas
- syariat kami. Syariat minal amri
- syariatin min amrina.
- Kemudian kami tempatkan engkau wahai
- Rasulullah di atas jalan atau syariat
- dari kami yang terang benerang. Karena
- kata syariat itu menggambarkan jalan
- yang luas dan terang.
- Fattaha. Wahai Rasulullah, ikutilah
- syariat dan petunjuk kami tadi.
- Wabi ahwaadina
- la y'lamun. Dan jangan sekali-kali
- engkau mengikuti hawa nafsu orang-orang
- yang tidak berilmu.
- Nabi diperintahkan untuk mengikuti
- syariat Allah.
- Lalu bagaimana kita? seharusnya kita
- juga mengikuti syariat Allah, bukan
- syariat kita sesuaikan dengan hawa nafsu
- kita.
- Dan Allah ingatkan kepada rasulnya untuk
- tidak mengikuti hawa-hawa nafsu
- mereka-mereka yang tak berilmu. Karena
- apa? Hawa nafsu di berubah-rubah
- tergantung kepentingan, tergantung
- keuntungan. Dan setiap orang juga
- berbeda-beda hawa nafsu dan apa dan
- kecondongannya. Nah, kalau kita harus
- mengikuti hawa nafsu yang berubah-rubah,
- meninggalkan kitab Allah, bukankah kita
- di sini tidak menghargai pemerintahan
- Allah, bahkan menjerumuskan diri kita
- menuju ketidakpastian.
- [berdehem]
- Dan ini yang terjadi di tengah-tengah
- umat Islam. Bahkan di tengah-tengah
- ulama Islam bukan lagi mengikuti kitab
- Allah, tapi mereka mengikuti hawa nafsu
- mereka.
- Lalu Allah terangkan
- kepada rasulnya juga untuk kita semua.
- Innahum layu anka minallahian.
- Sesungguhnya mereka siapapun mereka
- yang menjadi ikutan selain dari Allah
- yang mengajak untuk mengikuti hawa nafsu
- mereka sesungguhnya mereka takkan kuasa
- untuk melindungi dan menyelamatkan
- engkau dari Allah sedikitp.
- Wa inimina ba'duhum auliya ba'bin. Dan
- sesungguhnya orang-orang yang zalim,
- apapun latar belakang mereka, apapun
- mazhab mereka, apapun golongan mereka,
- apapun partai mereka, orang-orang yang
- zalim ini, sebahagian dari mereka akan
- menjadi pendukung sebahagian yang lain.
- [berdehem]
- Oleh karena itu, pepatah Arab
- yang sering diucapkan oleh para ulama,
- alkufru millatun wahidah. Kekafiran itu
- apapun namanya, mau demokrasi, mau
- sosial, katakan sosialisme ya, mau
- komunisme, mau kapitalisme ya,
- mereka-mereka yang mengikuti arus ini
- meninggalkan Allah ya. Walaupun namanya
- berbeda-beda tapi semua tercakup dalam
- keingkaran dan kekafiran pada Allah.
- Oleh karena itu, kita jumpai
- partai-partai yang bersaing untuk
- memperebutkan kursi dan kekuasaan.
- Mereka tidak menghiraukan sama sekali
- peringatan Allah. Mereka mengabaikan
- petunjuk Allah. Karena masing-masing ya
- berupaya untuk mendapatkan apa yang
- mereka cita-citakan dan sejalan dengan
- hawa nafsu mereka.
- Maka Allah ingatkan rasulnya,
- "Sesungguhnya mereka sekali-kali takkan
- kuasa untuk melindungi engkau atau
- menyelamatkan engkau."
- Dan ingat, sesungguhnya orang-orang yang
- apapun nama mereka sebagian dari mereka
- bersekongkol bersama sebagian yang lain.
- [berdehem]
- Kita bisa lihat ya, bagaimana
- mereka-mereka yang duduk berkuasa jauh
- dari petunjuk Allah Subhanahu wa taala.
- keadilan, demokrasi,
- bahkan Pancasila dengan nilai-nilai yang
- begitu indah hanya merupakan
- slogan-slogan kosong yang tidak memiliki
- makna sedikitp.
- Kita jumpai juga, subhanallah
- ulama-ulama
- di negara Arab sebagai contoh. Ketika
- mereka diajak untuk berjuang di jalan
- Allah, menolong saudara mereka yang
- teraniaya, mereka duduk berpangku tangan
- lalu mereka mulai beralasan dengan
- alasan yang bermacam-macam.
- [berdehem]
- Bahkan menghalang-halangi orang untuk
- berjihad, berjuang di jalan Allah.
- Menghalang-halangi orang yang berusaha
- mengumpulkan dana untuk membantu saudara
- mereka dengan alasan bahwa kita tidak
- wajib untuk membantu mereka. Padahal
- Al-Qur'an dengan tegas memerintahkan
- kita untuk menolong kaum mustabfin
- sebagaimana dalam surah Annisa.
- [berdehem]
- alladina yaquuluna akjna min hadil
- qyatimi ahluha waj'alana minadunka
- waliyan waj'alana minadunka nasir apa
- sebabnya [berdehem]
- apa alasannya kalian
- tidak berperang di jalan Allah untuk
- membela orang-orang yang tertindak
- Baik itu pria, wanita, anak-anak yang
- menjerit dan meratap. Wahai Tuhan kami,
- keluarkan kami dari negeri yang
- penguasa-penguasanya
- berbuat aniaya dan kezaliman. [berdehem]
- Kirimkan pelindung dan penolong dari
- sisiMu untuk kami, ya Allah.
- Ternyata penguasa-penguasa,
- pemimpin-pemimpin negara Arab yang sudah
- menikmati
- pengaruh mereka, kekuasaan mereka,
- bahkan perintah mereka yang ditaati,
- hingga ulama-ulama mereka mengatakan
- bahwa kami dalam memberikan fatwa-fatwa
- kami dipetik dari ketaatan kami kepada
- uril amri.
- Mereka rubah ayat-ayat Allah, mereka
- rubah hukum-hukum Allah Subhanahu wa
- taala. Mereka menghalang-halangi orang
- untuk memberikan bantuan pada saudara
- mereka yang sedang teraniaya. Bahkan di
- tengah-tengah penderitaan rakyat Gaz,
- salah seorang ulama mereka mengadakan
- pesta pora perkawinan mirip dengan apa
- yang dilakukan raja-raja.
- Kita berlepas tangan dari mereka. Semoga
- Allah tidak kumpulkan kita bersama
- mereka. Kita ini dikumpulkan bersama
- orang-orang yang berjuang di jalan
- Allah, yang lurus, jujur, yang berjuang
- demi tegaknya keadilan dan kemanusiaan.
- Bukan seperti Zionis dan yang bersekutu
- bersama Zionis yang menghalkan segala
- cara untuk mencapai tujuan mereka.
- [berdehem]
- Lalu ayat berikutnya pada ayat 20 Allah
- tegaskan dengan tegas menegaskan
- kedudukan Al-Qur'an.
- H basiru
- linasi wa hudan warahmatun liquumi
- yqinun. Had basir. Bashair jamak dari
- basirah. Biasanya basirah itu
- menunjukkan mata hati
- nurani
- yang berbeda dengan hawa nafsu yang
- berubah-rubah. Kalau nurani ini tertanam
- dalam jiwa manusia.
- Kalau mata membantu kita untuk melihat
- objek-objek materi. Kalau basirah
- membantu kita untuk melihat dengan jelas
- dan penuh hikmah.
- Berbagai macam
- hal-hal yang berhubungan dengan
- kebenaran dan kebatilan. Walaupun
- kebenaran tertutup, basirah dapat
- melihat dengan jelas. Walaupun kebatilan
- dibungkus dengan berbagai macam
- bungkusan yang indah yang memiliki
- basirah mengetahui bahwa itu merupakan
- hal yang batil. Lalu Allah Subhanahu wa
- taala tegaskan bahwa kitab suci
- Al-Qur'an ini merupakan bashair
- nur yang menerangi jiwa kita.
- Walaupun terjadi pemalsuan di sana sini,
- terjadi pemutar balikan fakta, tapi
- Quran merupakan basir bagi orang-orang
- yang hatinya betul-betul mengikuti
- petunjuk Allah Subhanahu wa taala.
- Wahudan warahmah dan juga berfungsi
- sebagai petunjuk yang tak meragukan
- dan rahmat bagi mereka-mereka yang mau
- mengikutinya. Warahmatun liquumi
- yuqinun. Dan rahmat bagi orang-orang
- yang betul-betul
- memiliki
- keyakinan dalam hati mereka. Hawa nafsu
- tidak akan
- melahirkan keyakinan karena dia
- berubah-rubah.
- Sekarang A, besok B. Tapi kebenaran
- itulah yang akan menanamkan keyakinan di
- hati manusia.
- Jadi, Al-Qur'an di tengah-tengah
- kehidupan
- yang kacau balau, di tengah-tengah
- kesamaran dan kegelapan, dia merupakan
- basir
- dan juga petunjuk dan rahmat bagi
- orang-orang yang memiliki keyakinan di
- hati mereka.
- Lalu Allah mengajukan pertanyaan dengan
- penuh keingkaran dan ejekan.
- Am hasibadina
- kalladina amanu wailhati
- sawa mahumkum.
- Apakah orang-orang yang melakukan
- perbuatan-perbuatan buruk?
- Apakah orang-orang yang melakukan
- kejahatan
- akan kami samakan
- dengan orang-orang yang beriman dan
- beramal saleh baik dalam kehidupan
- mereka maupun dalam kematian mereka.
- Allah mengajukan pertanyaan, "Apakah
- mungkin kami akan menyamakan orang-orang
- yang bergelimangan dosa dan kejahatan
- dengan orang-orang yang beriman, beramal
- saleh baik dalam kehidupan mereka maupun
- dalam kematian mereka."
- Saa ma yahkumun. Betapa buruknya apa
- yang mereka putuskan.
- Sebagian orang seringkiali menceritakan
- cerita-cerita yang bersumber dari hadis
- israiliyat.
- bahwa Nabi pada saat meninggal dunia
- dalam keadaan berat, penuh penderitaan
- dengan alasan katanya untuk apa? Untuk
- meringankan beban kematian orang-orang
- yang beriman dan mengikutinya.
- Nabi sepanjang hidupnya berjuang di
- jalan Allah
- melalui berbagai macam cobaan, melintasi
- berbagai macam rintangan yang berat.
- Lalu pada saat beliau meninggal dunia,
- apakah Allah Subhanahu wa taala akan
- memperlakukannya sama dengan orang-orang
- yang berbuat kejahatan? Hasya lillah.
- Allah Subhanahu wa taala menyambutnya.
- Rasul juga dengan penuh kerinduan ingin
- kembali kepada Allah.
- Oleh karena itu, beliau tidak merasa
- berat. Adapun cerita yang menggambarkan
- derita beliau ini semua merupakan cerita
- israiliyah. Oleh karena itu dalam
- suratun nahal Allah berfirman,
- "Innalladina tawaahumul malaikatu thibin
- yaquuna salamun alaikum udkul jannata
- bima kuntum tamalun."
- Sesungguhnya mereka-mereka yang
- diwafatkan Allah dalam keadaan thyibin,
- dalam keadaan baik dan indah, malaikat
- mengucapkan salam kepada mereka sambil
- membawa kabar gembira. Masuklah kalian
- ke dalam surga disebabkan karena amal
- yang kalian lakukan.
- Saya di depan mata menyaksikan orang
- yang biasa-biasa cuma suka beramal dan
- berinfak untuk membangun masjid, berbuat
- kebaikan.
- Pada saat meninggalnya seolah-olah
- orang tersebut tertidur pada saat dia
- duduk. H
- dia membaca satu ayat kemudian plek dia
- meninggal dunia tanpa ada penderitaan
- sama sekali. Bahkan ada sebagian orang
- meninggal dunia sambil memberikan wasiat
- pada anaknya. Lalu dia berkata,
- "Sekarang sudah sampai di dengkul Abah."
- Dilanjutkan wasiatnya enggak lama dia
- mengatakan, "Sekarang sampai di pusat."
- Kemudian dilanjutkan wasiatnya ketika
- sampai tidak ada. Dia mengatakan
- ini merupakan
- perkataan dan wasiat ayat terakhir. Dia
- mengucapkan lailahaillallah Muhammad
- Rasulullah. Dia meninggal dunia pada
- saat itu.
- Jadi jangan orang ditakut-takuti.
- Kalau mereka yang ingkar dan kafir takut
- dari saat tersebut pantas. Tapi bagi
- orang yang beriman yang merindukan Allah
- Subhanahu wa taala, itulah merupakan
- saat yang paling indah ketika Allah
- menjemput mereka untuk bersumpul,
- berkumpul bersama para kekasih-Nya. Oleh
- karena itu, siapa yang merindukan Allah,
- Allah juga merindukan mereka. Tapi siapa
- yang benci untuk berjumpa dengan Allah
- karena kecintaannya pada dunia, Allah
- juga membenci ya saat perjumpaan dengan
- mereka. Beda sambutan Allah terhadap
- orang yang mencintainya atau para
- pencintanya dengan mereka-mereka yang
- enggan untuk meninggalkan kehidupan
- dunia ini.
- Lalu Allah tegaskan bahwa kehidupan ini
- bukan main-main. Tapi Allah menciptakan
- langit bumi dan menciptakan kita,
- memberikan kita akal, mengutus rasulnya,
- menurunkan kitabnya. Ini menggambarkan
- keseriusan dari hidup ini. Walaqallahus
- samawati wal ard bilhaq. Dan Allah
- subhanahu wa taala menciptakan langit
- dan bumi bilhaq dengan hak bukan untuk
- main-main.
- Walitujza kullu nafsin bima kasabat
- wahum la yudlamun.
- Dan juga untuk membalas setiap orang
- sesuai dengan apa yang diperbuat dan
- mereka tidak akan dizalimi sedikit pun.
- Jadi balasan Allah sesuai dengan apa
- yang mereka usahakan dalam hidup mereka.
- Maka tak sama orang yang beriman pada
- Allah, yang berjuang di jalannya dengan
- orang yang mengikuti hawa nafsu mereka.
- Nah, sebagai penutup dari kajian kita
- pada pagi hari ini ya Allah subhanahu wa
- taala ya mengajak kita untuk melihat
- satu pemandangan.
- Pemandangan orang yang dibutakan
- hatinya, ditutup dan disumbat
- telinganya, begitu pula ditutup
- pandangan matanya dari kebenaran. Yang
- menjadi penutup hatinya maupun
- pendengaran ataupun penglihatannya
- adalah hawa nafsunya.
- Afarita manak ilahahu hawa?
- Apakah kamu pernah melihat orang yang
- menjadikan hawa nafsunya sebagai
- Tuhannya?
- yang menjadi ikutan rujukan, sistem
- nilai, neraca hidupnya, perhatiannya,
- hawa nafsunya.
- Pernahkah kamu melihat orang yang
- menjadikan hawa nafsunya sebagai
- Tuhannya?
- Waahullahu ala ilmin. Allah biarkan
- dirinya tersesat bukan dalam kebodohan,
- tapi ala ilmin, setelah sampainya ilmu
- kepadanya.
- Jadi Allah biarkan dirinya tersesat ala
- ilmin, bukan ala jahlin, bukan dalam
- kebodohan, tapi ala ilmin.
- Pada saat dia dalam keadaan tahu mana
- yang benar, mana yang salah, tapi karena
- dia mengikuti hawa nafsunya,
- menjadikannya sebagai Tuhannya, dia
- dipalingkan dari kebenaran.
- Wahatama ala samihi waqalbi. Dan Allah
- menyegal pendengarannya. Begitu juga
- kalbunya
- wah.
- Dan Allah juga letakkan
- tirai penutup yang menutup pandangan
- matanya. Nah, kalau pendengarannya
- tertutup, hatinya tertutup, begitu pula
- pandangan matanya, maka dengan
- sendirinya dia akan berada dalam
- kebutaan.
- Cahaya yang datang dari Allah tidak akan
- lagi dapat diserap. Karena apa? Hawa
- nafsunya menutupi mata pendengaran,
- demikian pula kalbunya.
- Lalu Allah bertanya, "Faman yahdihi min
- ba'dillah?" Orang semacam ini siapa lagi
- yang kuasa untuk memberikan petunjuk
- kepadanya setelah Allah subhanahu wa
- taala meninggalkan dirinya?
- Afala tadakkarun?
- Apakah kalian tidak dapat mengambil
- pelajaran dari semua?
- Berapa lama kita hidup? Baik itu kepala
- negara, para menteri, wakil rakyat,
- ataupun rakyat jelata, ulamanya dan
- orang bodohnya semua bakal berdiri di
- hadapan Allah. [mendengus] Jangan orang
- beranggapan bahwa orang yang berilmu
- yang hafiz Quran pasti mereka akan
- selamat. Tidak. Bisa-bisa mereka yang
- paling berat hisabnya karena tidak
- beramal sesuai dengan ilmunya, tidak
- menyampaikan pesan-pesan Allah. Tapi
- yang selalu mereka kumandangkan hawa
- nafsunya.
- Bahkan mereka menempatkan diri mereka
- pada kedudukan Allah Subhanahu wa taala.
- Dengan gampang dia mengatakan neraka.
- Dia masukkan orang ke dalam surga yang
- dikehendaki. Dia tidak tahu bahwa
- dirinya kelak akan termasuk orang yang
- akan menerima keputusan Allah tergantung
- sikap dan perbuatannya. Ayat-ayat ini
- peringatan dari Allah yang begitu jelas.
- Kalau kita tidak mempedulikan
- peringatan Allah dan petunjuknya, jangan
- kita menyesal di hari kemudian nanti.
- Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah, renungan pagi kita bersama Radio
- Silaturahmi yang mengajak umat semuanya
- untuk bersatu, bersaudara, dan berkumpul
- sebagai sesama saudara dengan umatan
- wahidah, yaitu umat yang berserah diri
- kepada Allah. Subhanakallahumma
- wabihamdik ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik walu minkum.
- Wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Tadi telah kita dengarkan
- renungan Al-Qur'an surah Aljasiah dari
- ayat 16 sampai dengan ayat 23.
- Alhamdulillah. Terima kasih Ustaz
- Husein. Mudah-mudahan kita melakukan dan
- menambah kekuatan iman kita. Baik,
- terima kasih Muhammad Krishna dan Ali
- dan juga mohon pamit. Wabillahi
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah.