Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan
- katsiran thyiban barokan fih kama
- yuhibbu waardo. Allahumma sholli
- wasallim wabarik ala sayyidina
- Muhammadin wa ala ali sayyidina
- Muhammad. masih dipancarkan dari Jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis
- Cibubur Bekasi. Radio Silaturahim dan
- juga Rasil TV untuk Islam yang satu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. Senang sekali di siang
- hari ini kami bisa kembali menjumpai
- ikhwan akhwat dalam program acara
- renungan di bawah naungan Al-Qur'an
- spesial edisi Senin siang ya. Bertepatan
- juga dengan hari ke-13 di bulan April
- 2026 bertepatan juga dengan 25 Syawal ya
- 1447
- Hijriah. Alhamdulillah guru kita Ustaz
- Husin Alatas e di siang hari ini ee
- sudah hadir akan memberikan e kajiannya
- dan juga akan menjawab beberapa
- pertanyaan
- yang dikirimkan oleh Ikhwan akhwat dan
- kami mengundang partisipasi dari Ikhwan
- Ahwat juga untuk mengirimkan pertanyaan,
- tanggapan, ataupun komentarnya. Dan kita
- awali dengan pembacaan Quran surah
- Alfatihah yang akan dipimpin langsung
- oleh guru kita Ustaz Husin. Kami
- persilakan Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim.
- iki yaumiddin
- iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina
- an'amta alaihim
- ghairil maghdubi alaihim
- waladin
- [berdehem][batuk]
- Bismillahi walhamdulillah
- wala haula wala quwwata illa billah
- wasalatu wassalamu ala rasulillah wa ala
- alihi wasohbihi waman walah
- subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim
- Allahum
- Waimna Allahummaimna mafauna
- bimaam.
- Asalamualaika ya rasulullah. Assalamu
- alaina wa ala ibadillah shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah.
- Seringki masuk pertanyaan
- dari [berdehem] ikhwan dan akhwat kaum
- muslimin dan muslimat yang mengalami
- kebingungan
- menghadapi perbedaan pertentangan di
- antara kaum muslimin
- hingga mereka melihat agama itu
- betul-betul sulit
- semeraut
- membingungkan
- hingga sehingga mereka bertanya, "Mana
- yang harus kita ikuti, Ustaz? Kenapa
- agama kok begitu membingungkan?"
- Termasuk seorang supir taksi bertanya
- pada saya, "Ustaz,
- sebetulnya agama Islam itu ada berapa
- banyak, Ustaz?"
- Saya bilang agama Islam itu datang dari
- Allah
- yang disampaikan oleh para nabi, para
- rasul
- dari mulai kakek [berdehem] kita Adam,
- Hawa, eh kakek kita Adam bersama
- istrinya Hawa itu kakek nenek kita. Nabi
- Allah Nuh, Nabi Allah Hud, Nabi Allah
- Saleh, begitu juga Nabi Allah Ibrahim.
- Nabi Allah Syuaib ya, Nabi Allah Musa,
- Nabi Allah Daud, Sulaiman
- sampai kepada Isa dan ditutup
- oleh Allah Subhanahu wa taala dengan
- nabi yang terakhir yaitu Nabi kita
- Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam. Mereka semua menyampaikan
- pesan yang sama.
- Tunduk dan berserah diri kepada Allah.
- Itu arti Islam.
- Oleh karena itu Allah berfirman dalam
- surah Albaqarah,
- waman yargabu an millati Ibrahim illa
- man safiha nafsah. Tidak ada seorang pun
- yang berpaling meninggalkan millah
- Ibrahim jalan hidupnya kecuali orang
- yang ada gangguan pada jiwanya.
- Walaqofainahu
- fid dunya. Sungguh kami telah memilih
- Ibrahim
- dalam kehidupan dunia."
- Allah pilih beliau di antara para nabi
- dan para rasul sebagai imam. Kenapa?
- Karena beliau betul-betul menjadikan
- seluruh kehidupannya merup merupakan
- bukti keislaman, ketundukan, kepasrahan
- penuh kepada Allah.
- Allah perintahkan
- dirinya untuk menyembelih putranya. Dia
- tidak ragu-ragu.
- Sebelumnya meninggalkan di padang yang
- tak bertuat dilaksanakan.
- Dan sebelumnya ketika beliau berhadapan
- dengan ancaman Namrud dilontarkan ke
- dalam api karena berpegang pada
- keimanannya, sedikit pun tidak gentar.
- Oleh karena itu, seluruh kehidupan
- Ibrahim merupakan contoh bagi para nabi,
- para rasul yang datang setelah beliau.
- Hingga Allah melantiknya. Inni jailuka
- linasi imama. Aku akan melantik engkau
- sebagai imam. Di samping beliau nabi dan
- rasul, beliau juga merupakan imam. Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- juga Allah perintahkan untuk mengikuti
- jejak langkah Ibrahim di mana seluruh
- kehidupannya merupakan bukti dari
- ketundukan keislaman yang tulus kepada
- Allah.
- Kami telah memilih Ibrahim dalam
- kehidupan dunia.
- Wafil akhirati minihin. Dan di hari
- akhirat dia termasuk dari hamba yang
- saleh.
- Qala lahu rbuhu aslim. Ketika Tuhannya
- berkata padanya, "Aslim,
- serahkan
- seluruh jiwa dan ragamu, hidupmu itu
- untuk Allah." Tanpa ragu-ragu dia
- mengatakan, "Qala aslamtu labiabbil
- alamin. Aku pasrahkan seluruh hidupku
- turun untuk Allah Tuhan semesta alam."
- Dan inilah yang Allah ajarkan dan ini
- juga yang dibuktikan oleh Ibrahim dalam
- hidupnya.
- Qul in shati wausuki wa mahyaya wa
- mamati lillahi alamin la syarikahu wika
- wa aalul muslimin. Ini yang Allah
- perintahkan kepada nabinya. Ini juga
- yang menjadi baiat kita kepada Allah.
- Hidup mati kita milik Allah. Maka kita
- persembahkan seluruhnya teruntuk Allah.
- Ini ajaran yang paling utama. [berdehem]
- Oleh karena itu hendaknya betul-betul
- kita pahami bahwa Islam itu bukan ajaran
- yang bersumber dari satu manusia,
- dari satu kaum ya, tapi dia datang dari
- Tuhan semesta alam, pencipta kita,
- pencipta juga seluruh alam semesta. Dan
- ajaran Islam ini merupakan rahmat,
- manifestasi dari rahmat Allah yang
- rahman dan rahim.
- Lalu Ibrahim. Demikian pula Yaakub
- memberikan wasiat wanti-wanti kepada
- anaknya.
- Wawas biha Ibrahimu banihi wa yaqub.
- Ibrahim wanti-wanti berpesan pada
- anaknya. Begitu juga Yaakub kepada
- putra-putranya. Innallahakumuddin.
- Allah telah memilih bagi kalian addin
- agamanya. Fala tamutunna illa wa antum
- muslimun. Jangan biarkan diri kalian
- mati kecuali kalian berserah diri pada
- Allah.
- Jadi seluruh nabi mengajak manusia
- kepada tidak mengajak kepada diri
- mereka, tidak mengajak kepada golongan
- tertentu. Udu ila sabilbika bil hikmati
- wal mauidil hasanah. Ajak ke jalan
- Tuhanmu
- bilhikmah.
- Artinya mengajak mereka dengan
- kebijaksanaan yang membuka akal pikiran
- mereka hingga mereka melihat kebenaran
- dan menerimanya atas dasar pemahaman.
- Wal mauidatil hasanah juga menyampaikan
- nasihat yang baik.
- Dalam ayat yang lain, waman ahsanu qulan
- mimman da ilallahi waila shiha waqala
- innani minal muslimin. Siapakah yang
- tutur katanya lebih baik?
- dari seorang ya yang mengajak kepada
- Allah dan dia isi lembaran hidupnya
- dengan amal saleh lalu dia jelaskan
- identitasnya inni minal muslimin.
- Sesungguhnya aku adalah salah satu orang
- yang berserah diri kepada Allah. Nah
- coba bayangkan Kang Rizal kalau kita
- semua kaum muslimin
- semuanya menghadap kepada Allah tunduk
- dan berserah diri kepadanya mungkin
- enggak kita bercerai-berai
- bisa.
- Oleh karena itu dalam surah Al Imran
- Allah berfirman, "Innaddinaallahil
- Islam." Sesungguhnya agama yang
- diterima, diakui ya dan disambut oleh
- Allah hanyalah alislam.
- Itu merupakan nama yang Allah berikan
- untuk kita. Nama yang Ibrahim berikan
- juga untuk para pengikutnya.
- Walafadina utul kitab illa min ba'di ma
- jaahumul ilmu bainahum. Dan tidak
- terjadi perselisihan di antara para ahli
- kitab kecuali setelah datangnya ilmu
- kepada mereka. Mereka menolak Islam yang
- artinya tunduk kepada Allah. Lalu mereka
- memaksa agama untuk mengikuti hawa nafsu
- mereka dengan penafsirannya.
- [berdehem]
- Jadi terjadinya perpecahan bukan karena
- kebodohan, tapi setelah datangnya ilmu.
- Allah juga menegaskan dalam suratul
- bayyinah w tafarqalladina utul kitab
- illa m ba'di ma jaat humul bayinah.
- Tidak terjadi perpecahan di antara para
- ahli kitab kecuali setelah datang
- penjelasan
- uraian yang sejelas-jelasnya karena
- mengikuti hawa nafsu mereka.
- Jadi orang kalau ingin memahami Islam,
- Islam dari Allah. kita hamba-hambnya
- menerima, mengikutinya, dan berserah
- diri kepada Allah. Apabila hawa nafsu
- kita bertentangan dengan tuntunan Allah,
- kita harus sesuaikan nafsu kita. Bukan
- Islam kita sesuaikan dengan hawa nafsu
- kita. Kita sesuaikan dengan kelompok
- kita, golongan kita, suku kita, bangsa
- kita. Oleh karena itu, Islam tidak ada
- yang namanya Islam Nusantara,
- Islam Arab, Islam Cina atau Islam
- Yahudi. Yang ada Islam kepada Allah
- dengan tulus. Oleh karena itu,
- mari bersama-sama kita kaum muslimin
- bersatu di jalan Allah, menghadapkan
- wajah kita kepadanya. Kemudian kita
- mengikuti pokok-pokok ajaran Islam yang
- Allah tuangkan dalam kitab sucinya juga
- yang dicontohkan oleh Nabi kita. Adapun
- perbedaan pendapat di antara para ulama
- ya
- yang melahirkan mazhab-mazhab seperti
- Syafi'i, Maliki, Hambali, Hanafi.
- Perbedaan mazhab ini adalah perbedaan
- pemikiran dan pemahaman.
- Karena apa? Karena mereka berhadapan
- dengan nas-nas yang tidak tegas melalui
- riwayat-riwayat yang diriwayatkan atas
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Maka perbedaan pendapat ini
- pada persoalan yang tidak prinsip yang
- tidak pokok melahirkan komunitas
- interpretasi. Komunitas
- interpretasi.
- Interpretasi. Nah, saya ingin bertanya
- kepada Kang Rizal, kepada para
- pendengar, apakah pendapat pemahaman
- manusia itu merupakan kebenaran yang
- mutlak? Apakah bisa salah, bisa benar?
- Iya.
- Jadi, seandainya kita katakan para
- pengikut Syafi'i, Maliki, Hambali dalam
- fikihnya menjumpai ada perbedaan
- pendapat dengan sendiri jangan kita
- mengklaim pendapat saya yang benar, yang
- lain salah. Kamu boleh merasa pendapat
- kamu menurut kamu yang paling benar,
- tapi ada kemungkinan juga pendapat orang
- lain dialah yang benar. Jadi hendaknya
- dalam perbedaan pendapat jangan kita
- mengklaim kita sebagai pemilik kebenaran
- yang lainnya dalam kebatilan.
- Tapi hendaknya kita bersatu dalam
- kebenaran yang datang dari Allah yang
- dinamakan alhaq. Alhaqqu mirbika fala
- takunanna minal mumtadin.
- Nah, Kang Risal, kalau kita bertanya,
- apa sih sebetulnya [berdehem]
- tugas kita sebagai seorang muslim?
- Allah Subhanahu wa taala berfirman dalam
- kitabnya,
- wa'budullah wala tusriku bihi
- wabil walidain ihsana wabil qurba wal
- yatama wal masakin wal jaril qurba wal
- jaril junubi washibi bil jamb kemudian
- wabnis sabil w malakat aimanukum
- innallaha la yuhibbu manana mukhtaran
- fakhur pesan Allah yang Allah
- ulang-ulang melalui nabi dan rasulnya.
- Sembahlah Allah. Jangan kalian
- persekutukan Allah dengan sesuatu.
- Jadikan kehidupan kita di dunia yang
- singkat ini sebagai ladang pengabdian
- kita kepada Allah.
- Kita mengikuti bimbingan petunjuk Allah
- pada perintah-perintahnya,
- nasihat-nasihatnya.
- Menjauhi larangan yang beliau larang.
- Bukan untuk kepentingan Allah. Kembali
- kepada kepentingan kita semuanya.
- Wala tusiku bai. Jadi hidup kita ini
- benar-benar secara murni kita
- persembahkan teruntuk Allah dan kita
- tidak mempersekutukan Allah Subhanahu wa
- taala dengan sesuatu. Jadi hidup kita
- milik Allah maka kita persembahkan
- seluruhnya apa? Teruntuk Allah Subhanahu
- wa taala. Ini merupakan perintah pertama
- yang datang dari Allah. Kedua, mengingat
- jasa kebaikan kedua orang tua kita yang
- melahirkan, merawat, membesarkan kita.
- Allah ingatkan kita untuk selalu
- memperlakukan mereka dengan baik dan
- mulia
- walaupun mereka nonmuslim.
- ini
- ihsana itu merupakan kewajiban dan tidak
- ada tawar-menawar dalam hal ini.
- Setelah kedua orang tua kita wabil
- qurba, kerabat-kerabat kita terdekat,
- jangan kita bantu yang jauh lupa kepada
- mereka yang dekat. Wabil qur wal yatama
- wal masakin. Begitu juga anak-anak yatim
- yang kehilangan orang tua mereka. Jadi
- kali, jadikan diri kalian sebagai orang
- tua yang meringankan beban mereka, yang
- menaungi mereka dan membelai mereka,
- menghapuskan air mata mereka. Begitu
- juga almasakit, orang-orang miskin yang
- susah tidak mendapatkan kecukupan untuk
- memenuhi kebutuhan mereka.
- Mereka memiliki rasa malu yang tinggi.
- Hendaknya berikan perhatian kepada
- mereka. Kemudian wal jari qurba wal jar
- junub. Tetangga kita yang dekat,
- tetangga kita yang jauh washibi bil
- jambi. Termasuk teman-teman di sisi kita
- yang dekat dengan kita.
- W malakat aimanukum. Begitu pula
- hamba-hamba sahaya kalian. Sungguh Allah
- tidak menyukai orang yang angkuh lagi
- bangga diri. Kesimpulannya apa?
- Kesimpulannya
- kita menyembah Allah tidak
- mempersekutukan Allah dengan sesuatu
- lalu mengabdikan hidup kita teruntuk
- Allah dengan berbuat kebajikan dengan
- akhlak dan pekerti yang luhur.
- Lalu untuk menjaga semua itu, Allah
- perintahkan kita untuk apa? Untuk
- betul-betul menjaga hubungan kita dengan
- Allah. Maka lahirlah rukun Islam dengan
- dua kalimat syahadat yang merupakan
- baiat kita.
- Mendirikan salat membuat hubungan kita
- hangat mesra dengan Allah. Selalu kita
- mengawasi Allah, diawasi oleh Allah.
- Meneluarkan zakat kita sebagai sumbangsi
- kepedulian kita terhadap sesama kita dan
- juga ungkapan syukur kita dengan nikmat
- yang Allah berikan. Kemudian menjalankan
- ibadah siap, mendidik kita untuk
- mengendalikan diri bukan dikendalikan
- oleh hawa nafsu kita. Kemudian berhaji
- ke tanah suci, bersama-sama berkumpul di
- rumah Allah bersama keluarga besar
- manusia yang berbeda, suku, bangsa,
- warna, kulit, bahasa. Di sana kita
- mengenali diri kita dan mengenali juga
- Tuhan kita yang telah melimpahkan nikmat
- karunianya atas kita.
- Lalu Allah menekankan kepada kita
- pentingnya kita meresapi, menghayati
- rukun iman dari iman pada Allah
- Subhanahu wa taala. Bukan hanya sebatas
- percaya. Tapi iman yang menggerak akan
- mengemudikan kehidupan kita. Beriman
- juga kepada siapa? Kepada malaikat
- Allah, kepada kitab-kitabnya, kepada
- rasul-rasulnya, kepada hari akhir.
- Hingga
- hal ini menjadi apa? Menjadi perhatian
- hidup kita. Hidup di dunia hanya sesaat
- kemudian kita akan kembali kepada Allah.
- Kemudian
- setelah Allah menerangkan kepada kita
- mengenai pokok-pokok keimanan,
- begitu juga pokok-pokok keislaman yang
- diuraikan oleh nabi kita, Allah ingatkan
- kita untuk berbuat ihsan
- yang dasarnya selalu mengawasi Allah.
- paling tidak merasa dirinya diawasi oleh
- Allah hingga hidup kita tidak brutal,
- tidak liar, tidak semau kita selalu
- dalam pengawasan Allah Subhanahu wa
- taala. Adapun perbedaan pendapat dalam
- urusan yang tidak prinsip, serahkan pada
- ahlinya, kepada pakarnya. Anda terima
- apa-apa yang diajarkan oleh apa?
- Orang-orang saleh tersebut ya, yang
- menjelaskan kepada kalian
- perbedaan-perbedaan.
- Demikian pula kondisi yang dihadapi oleh
- setiap insan berbeda-beda. Oleh karena
- itu, fikih para ulama terkadang berlaku
- untuk masa lampau. Kondisi tentu belum
- tentu berlaku pada masa ini. Seperti
- para dokter ketika mereka membuat resep,
- mereka membuat resep berbeda-beda
- pada kasus yang sama. Artinya apa?
- orang-orangnya berbeda-beda. Ada yang
- timbangannya katakan 20 kilo, ada yang
- 50 kilo. Kemudian ada yang alergi
- terhadap obat ini, ada yang tidak
- alergi. Dokter menyesuaikan resep yang
- diberikan sesuai dengan kondisi pasien.
- Begitu juga fatwa serahkan pada ulama
- yang betul-betul mumpuni, yang beriman,
- yang takut kepada Allah, yang tidak
- menjual ayat-ayat Allah dengan harga
- yang murah. Nah, mereka yang akan
- memberikan bimbingan. Tapi yang mesti
- diketahui setiap muslim, setiap orang
- dia memahami rukun Islamnya, rukun
- imannya, kemudian ihsannya, memahami apa
- sebetulnya perannya dalam hidup ini.
- Kemudian dia selalu berperan beramar
- makruf, bernahi mungkar. Hingga gambaran
- seorang muslim yang memaburkan rahmah,
- yang hidupnya penuh keharuman akan
- terlihat dalam perilakunya. Bukan hanya
- melihat jilidat yang hitam, jenggot yang
- panjang atau jubahnya dengan penuh
- kemegahan, tidak. Tapi dengan iman,
- takwa, dan akhlaknya sebagai bukti
- keimanannya kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Wallahuam.
- Baik, terima kasih Ustaz atas ee
- penjelas penjelasannya mengenai
- persatuan, Ustaz, ya. Nah, ini ada
- beberapa pertanyaan yang masuk, Ustaz,
- dari Pak
- Sobar di Bogor, Ustaz,
- menyikapi ee fanatisme kelompok itu,
- Ustaz. Bagaimana cara kita sebagai
- masyarakat awam itu menjaga hati agar
- tetap objektif dan tidak terjebak dalam
- sikap fanatik buta terhadap satu guru
- atau satu kelompok yang terkadang
- membuat kita sulit menghargai sesama
- muslim lainnya, Ustaz. Demikian dari Pak
- Sobar di Bogor. Ustaz, Pak Muhammad
- Sobar.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Kita tahu bahwa sikap setiap orang
- tergantung
- pemahaman dan pendiriannya.
- Kalau orang betul-betul dalam pemahaman
- ya dia menyadari betul-betul Allah
- Tuhannya.
- Kemudian Nabi Muhammad sebagai rasulnya,
- Al-Qur'an sebagai kitabnya, kaum
- muslimin sebagai saudaranya. Di antara
- saudara-saudaranya ada orang-orang yang
- berakal sempurna, ada orang-orang juga
- yang akalnya kurang sempurna.
- Ada yang perlu kita ajak berdialog.
- Ada yang berdiam lebih baik daripada
- kita mengajak dia berdialog. Karena
- bukan orang yang layak untuk diajak
- berdialog. berikan contoh akhlak dan
- perlakuan yang baik. Orang semacam ini
- hatinya lebih terketuk daripada kita
- ajak berdialog yang memancing nanti
- fanatismenya untuk muncul keluar.
- Oleh karena itu, kenapa Allah
- perintahkan rasulnya apa? Untuk
- menghadapi orang sikap perbuatan mereka
- dengan cara yang lebih baik. Idfa
- billati hiya ahsan. Hadapi dengan cara
- yang lebih baik.
- Faidzi bainaka wainahu adawatun kaahu
- waridun hamid. Hingga orang yang tadinya
- membenci kamu dengan sikap kamu yang
- lebih baik ini membuat hatinya luluh
- hingga menjadi orang yang paling dekat,
- akrab dan mencintai kamu. W yulaqoha
- illalladinaaru w yulaqoha illainim.
- Dan hal ini tidak akan diberikan kecuali
- untuk orang yang bersabar dan orang yang
- memiliki peruntungan yang besar. Oleh
- karena itu, menghadapi orang-orang di
- sekeliling kita hadapi sesuai dengan
- apa?
- Dengan keadaan mereka yang berakal, kita
- bisa bertukar pikiran ya. Mereka yang
- mencari kebenaran kita bisa berikan
- pengarahan. Tapi orang-orang yang memang
- bukan orang-orang yang layak diajak
- berdialog,
- jangan kita
- hadapi mereka dengan cara berdialog yang
- akan membuat kita akhirnya bisa sakit
- hati.
- Karena kita pandang dirinya sama dengan
- kita. Padahal sebetulnya dia orang yang
- tidak layak untuk kita aja berdira. Tapi
- kita berlapang dada memberikan maaf maaf
- dan memakluminya. Sebagaimana firman
- Allah khudil afwa wamur bil urfi wa
- jahilin. Kalau kamu katakan dizalimi,
- disakiti, coba kamu berikan maaf dan
- tetap kamu mengajak kepada yang makruf.
- Kemudian berpalinglah dari orang bodoh.
- Jangan meladeni orang bodoh.
- Karena meladeni orang bodoh ini hanya
- akan bikin apa? Bikin sempit hidup kita
- dan kita merasa seolah-olah semua orang
- seperti dirinya. Padahal hanya dia atau
- mungkin satu dua orang yang seperti Dia.
- Jadi yang terbaik jaga hati kita dengan
- selalu mengikhlaskan niat kita dan kita
- memandang kaum muslimin merupakan
- saudara kita
- yang berakal. kita ajak bertukar pikiran
- yang mencari kebenaran kita berikan
- bimbingan. Sedangkan orang-orang yang
- bodoh atau kalangan sufaha hendaknya
- jangan kita meladeni mereka.
- Mudah-mudahan mereka Allah Subhanahu wa
- taala bukakan hatinya untuk menerima
- kebenaran. Ustaz mengenai perbedaan ini
- kan kita sering mendengar perbedaan itu
- adalah rahmat Ustaz.
- Iya.
- Nah, batasannya sejauh mana, Ustaz?
- Perbedaan itu menjadi rahmat. Dan kadang
- juga ee apa istilahnya ketika lisan
- mengatakan itu ee kadang-kadang
- perbedaan juga menjadi perpecahan,
- Ustaz. Banyak sekali juga di negeri ini
- seperti itu.
- Bagi orang-orang yang hatinya tulus
- mencari kebenaran, di saat berkumpul
- bersama-sama,
- orang memberikan masukan pendapat yang
- berbeda-beda,
- itu akan disambut juga dengan apa?
- Dengan sambutan yang penuh dengan apa?
- Kerinduan untuk mencari kebenaran. Jadi
- pendapat siapa saja di antara mereka
- yang benar ya mereka bersama-sama akan
- menyambutnya.
- He
- tidak memaksakan pendapatnya untuk
- diterima karena hati mereka bersih dan
- mencari kebenaran sebagaimana sahabat
- Rasul pada masa Rasul. Wa amruhum syur
- bainahum. Dengan adanya musyawarah pasti
- ada enggak perbedaan pendapat?
- Pasti
- ada kan?
- Ada. Abu Bakar memberikan pendapat, Umar
- memberikan pendapat, Utsman memberikan
- pendapat, Ali memberikan pendapat,
- sahabat yang lain pun demikian.
- Ridwanullahi alai. Rasulullah enggak
- membungkam
- he
- mulut mereka dan tidak memaksakan mereka
- untuk mengikuti pilihan Rasul.
- Tapi dalam berbagai macam persoalan
- diajak bermusyawarah.
- I
- betul gak?
- Dengan rahmat dari Allah, kau bersikap
- lemah lembut terhadap mereka. Kalau kau
- bersikap kasar, mereka akan lari
- meninggalkan engkau. Jadi, bagaimana
- kita [berdehem] yang paling utama
- memperbaiki hati kita, menjaganya agar
- tetap ikhlas. Nah, dalam masukan yang
- berbeda-beda, coba kita timbang
- bersama-sama mana yang paling tepat
- dengan situasi kondisi yang kita hadapi.
- Terkadang orang yang kita enggak
- sangka-sangka bisa memberikan pendapat
- yang berlian.
- Betul gak?
- Betul.
- Karena Allah yang maha tahu. Kalau kita
- manusia kan belajar. Betul gak? Belajar
- baik [berdehem] belajar dari apa yang
- kita lihat, belajar dari apa yang kita
- dengar. Terkadang kita belajar bukan
- dari orang yang mana? Dari orang yang
- kita anggap berilmu luas, tapi
- masing-masing diberikan ilmu oleh Allah.
- Ulama walaupun menguasai ilmu yang
- bermacam-macam, tapi pada saat dia
- mencabut gigi datang pada ahlinya atau
- mengobati itu gak
- bukan dia serba tahu dalam urusan
- tersebut.
- Jadi [berdehem] ee Rizal dalam berbeda
- pendapat itu merupakan hal yang niscaya.
- Wajar ada di antara manusia karena
- manusia saling membutuhkan satu dengan
- lainnya. Tapi yang diharamkan berselisih
- berpecah belah.
- Berselisih
- berpecah belah.
- Berpecah belah. Oleh karena itu ulama
- mengatakan yang terpuji itu apa?
- Ikhtilaf tanawu. Perbedaan
- yang membawa masukan pendapat yang
- bermacam-macam. la ikhtilaf tanasuk
- bukan perselisihan yang membuat hati
- tarik-menarik.
- Jadi perbedaan yang sifatnya tanawu
- memberikan masukan bermacam-macam itu
- diperlukan.
- H
- betul gak?
- Betul.
- Karena kalau kita melihat satu objek
- dari sisi kita belum tentu sama dari
- sisi yang lain. Nah, kalau kita
- kumpulkan pendapat masukan yang
- memandang satu objek dari berbagai macam
- sudut pasti kesimpulannya lebih
- sempurna. yang diharamkan. Sebagaimana
- firman Allah takun
- jangan kalian termasuk orang yang
- bercerai-berai dan berselisih
- karena masing-masing mokong memaksa
- orang untuk mengikuti pendapat dan
- pilihannya. Kalau tidak kita bubar.
- Tapi kalau perbedaan pendapat wajar kita
- manusia ayah dan anak Nabi Sulaiman dan
- Daud berbeda pendapat. Betul gak?
- Sahabat Rasul berbeda pendapat tapi
- dihargai, ditampung oleh Rasulullah.
- Kemudian Rasulullah memilih di antara
- pendapat-pendapat tersebut yang dianggap
- terbaik supaya jadi pelajaran bagi
- umatnya. Karena tanpa musyawarah kan
- cukup dengan wahyu juga Allah bisa
- berikan kan.
- Iya.
- Tapi Allah ingin mendidik sahabat Rasul
- setelah wafatnya nanti bagaimana
- menghadapi perbedaan. Wallahuam.
- Ustaz izin ada pertanyaan di luar tema,
- Ustaz. Ee dari Ibu Emi di Pamulang. Ee
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, izin bertanya. Apakah kalau
- membeli emas melalui online dengan
- perusahaan Antam langsung lalu membayar
- kontan melalui transfer, tapi barangnya
- baru bisa diambil besok harinya di
- tempat yang tokonya terdekat dengan
- domisili. Nah, apakah ini termasuk riba,
- Ustaz? Mohon pencerahannya.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- [berdehem] berkaitan dengan emas karena
- dia merupakan ee standar merupakan
- standar perekonomian. Dulu perekonomian
- itu standarnya adalah emas.
- Kalau sekarang kita dipaksakan
- menjadikan dolar sebagai standar karena
- hegemoni dan dominasi Amerika. Tapi
- insyaallah sebentar lagi akan hancur.
- Di mana sekarang untuk membeli minyak
- tidak sepenuhnya menggunakan dolar.
- Sebagaian negara menginginkan pembayaran
- dengan yuan supaya hegemoni Amerika apa?
- Hegemoni Amerika tidak semena-mena.
- Nah, kembali kepada emas. Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam dengan jelas
- mengatakan azzahab bidzahab. disebutkan
- yadan biyadin.
- Artinya kalau bisa tunai tangan dengan
- tangan kita berikan uangnya kita terima
- juga apa?
- Emasnya
- barangnya.
- Nah, Ibu transfer ke Antam untuk membeli
- emas. Kemudian Ibu akan terima
- insyaallah katakan seminggu kemudian
- emas tersebut. Nah, selama seminggu
- bisanya terjadi macam-macam kan?
- Iya. atau menghindari terjadinya garor,
- terjadinya bor dan biror, [berdehem]
- Allah memberikan bimbingan yang terbaik
- buat kita. Arti baror kita tidak
- dibolehkan untuk menerima bahaya, tapi
- enggak boleh juga melakukan biror
- membahayakan orang lain.
- Dan kita jangan melakukan sesuatu yang
- berpotensi untuk apa? Menimbulkan apa?
- Kebohongan dan penipuan sebagaimana
- pembelian emas yang digital
- barangnya.
- tidak kelihatan, tidak hadir. Nah, ini
- berpotensi untuk apa? Menjerumuskan kita
- ke dalam penipuan yang merugikan kita.
- Oleh karena itu, sebaiknya kalau ibu
- ingin membeli emas, sebaiknya ibu
- membayar
- tunai, ibu juga menerima barangnya. Ibu
- tidak harus membeli di Antam.
- Banyak ikhwan-akhwat kita mau menjual
- emas ya daripada dijual ya keluar. Kalau
- seandainya ada kebutuhan yang membeli
- emas, mereka bisa beli emas langsung.
- Mungkin takut ya, enggak tahu bagaimana
- kadarnya, bisa meminta apa diuji di toko
- emas sejauh mana kira-kira ee
- kualitasnya, karatnya, dan lain
- sebagainya. Atau membeli emas di
- toko-toko emas yang cukup terkenal
- yang menyerahkan langsung. Karena contoh
- jangan jauh-jauh Ibu Emi ya,
- Ibu Emi di pangulang. Kalau saya mau
- menjual emas di Antam itu ditransfer
- pembayarannya mungkin beberapa hari
- kemudian.
- Hm.
- Tapi kalau saya beli emas di Atam,
- begitu juga emasnya diserahkan juga
- beberapa waktu kemudian. Kalau saya
- menjual emas, katakan di toko emas di
- Cekini sebagai contoh. Saya jual ya itu
- pembayaran tunai bahkan harganya lebih
- tinggi.
- Heeh.
- Diantam katakan 2,2 pada saat tersebut
- di sana saya jual dengan 2,8. Oh,
- tinggi sekali perbedaannya.
- Iya, karena banyak orang yang memburu
- emas
- merasa bahwa uang kertas ini tidak akan
- menjadi jaminan
- yang aman bagi mereka. Mereka
- mengalihkan uang mereka kepada emas.
- Begitu juga kalau saya beli emas
- dari toko emas, saya bisa terima dengan
- tunai.
- Iya.
- Jadi, kalau seing ibu sudah transaksi
- dengan pihak Antam, ibu tunggu saja ya
- dan Ibu menerima barang tersebut. Tapi
- untuk berikutnya sebaiknya kalau Ibu
- beli emas, Ibu beli emas ya secara tunai
- ya dan biadin untuk menghindar dari
- kejadian-kejadian yang tidak kita sukai.
- He.
- Jangan sampai pembeli kecewa, [berdehem]
- tertipu. Karena kita tahu di negeri kita
- ya hak-hak orang kurang terjaga dan
- terlindungi. Kalau pergi ke pengadilan
- atau mengadu ke polisi ya akhirnya bukan
- barang kita yang kembali bisa-bisa apa
- kita lebih banyak mengeluarkan apa
- mengeluarkan biaya. Jadi sebaiknya
- kita pemilik barang atau pemilik uang
- kita yang menjaga. Jangan sampai apa?
- Jangan sampai kita berikan kepercayaan
- kepada orang lain menimbulkan penyesalan
- di hari kemudian nanti.
- Jadi bukan berarti kita ingin
- menakut-nakuti ibu, tapi untuk menjaga
- hak ibu, keselamatan ibu,
- menjauhkan dari penyesalan. Hendaknya
- kalau kita beli biar diterima dengan
- tunai emasnya sebagaimana mereka terima
- uangnya dengan tunai. Mudah-mudahan ini
- bermanfaat dan Allah lindungi ibu dari
- hal-hal yang tidak baik, Allah berkahi
- dan juga kontribusi Ibu bersama Radio
- Silaturahmi mudah-mudahan diterima,
- dijadikan sebagai bekal buat Ibu di hari
- akhir nanti dan digantikan dengan ganti
- yang lebih besar lagi. Amin ya rabbal.
- Amin ya rabbal alamin. Ustaz, mengenai
- jual beli ee online ya ini ya dalam
- bentuk emas, Ustaz.
- Sekarang kan lajim juga jual beli produk
- lain, Ustaz. Jual beli online itu
- seperti apa, Ustaz? Karena kan tidak
- langsung bisa diterima gitu, Ustaz.
- Kadang menunggu hari sampai 2 hari, 3
- hari.
- Iya. Berkaitan dengan pembelian
- berjangka ini dikenal dalam fikir
- namanya bai salam.
- Kita lihat barang dengan [berdehem]
- kriterianya ya.
- Kemudian kita cocok, kita kirim.
- Nanti sewaktu barang dikirim kita lihat.
- Kalau
- barang tersebut sesuai dengan kriteria
- yang kita inginkan, ya dengan senya kita
- bisa berikan persetujuan. He
- ya. Tapi kalau tidak kita bisa
- kembalikan. Betul gak? Oleh karena itu,
- pihak perantara ini biasanya
- betul
- mereka tidak membayar langsung sebelum
- ada
- persetujuan.
- Persetujuan dari pihak pembeli. Jadi ini
- bayi salam dalam fikih dibahas panjang
- lebar. Selagi yang menjual menyerahkan
- barang sesuai dengan kriteria yang
- dijanjikan, ya maka dengan sendirinya
- jual beli tersebut sah. Karena bisa saja
- seorang mesesan katakan meja makan.
- Iya. furniture dengan gambaran kriteria
- yang diinginkan. Nanti tinggal dia
- periksa pada saat barang tersebut
- dikirimkan.
- Heeh.
- Dia bayar uang bukanya.
- Tapi kalau tidak sesuai ya dia minta dia
- bisa melakukan komplain dalam hal
- tersebut. Itu menjadi hak dia.
- Hm.
- Tapi pada sebagian hal hendaknya kita
- tidak menggunakan cara online. Lebih
- bagus ya kita periksa langsung, kita
- lihat dengan jelas untuk tidak
- menimbulkan penyesalan. Karena seringki
- terjadi rasa kecewa.
- He.
- Setelah dia bayar tunai ternyata barang
- yang diterima tidak sesuai dengan
- harapannya. Kemudian ketika dia komplain
- tidak diladeni.
- Ini merupakan fakta yang amat
- menyedihkan.
- Baik. Ustaz satu lagi Ustaz boleh Ustaz
- mengenai mukjizat Al-Qur'an ini dari
- hamba Allah Ustaz bagaimana
- cara kita ini meraih mukjizat Al-Qur'an
- dan mukjizat yang kita peroleh itu
- bentuknya seperti apa, Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rbana [berdehem] zidna ilman walhikna
- bisolihin.
- Kata mukjizat dalam bahasa Arab itu
- diambil dari a'jaza yujizu ijazan.
- Alajzu artinya lemah dan lembuh. Artinya
- kitab suci Al-Qur'an ini merupakan kitab
- yang tidak dapat ditandingi oleh
- siapapun.
- Mereka baik itu ahli bahasa ya ahli
- sastra, begitu juga yang menguasai
- berbagai macam disiplin keilmuan,
- mereka tak akan mampu untuk menandingi
- Al-Qur'an di hadapan Al-Qur'an, kitab
- Allah Subhanahu wa taala. Kemampuan
- mereka betul-betul hilang dan tak
- berdaya. Kenapa? Karena datang dari
- pencipta kita, dari yang maha mengetahui
- yang gaib dan nyata. Saya berikan
- perumpamaan, Kang Rizal.
- Kalau seorang membuat patung manusia
- dari tanah,
- He.
- Seindah-indahnya patung yang dibuat dia
- benda mati.
- Iya.
- Kita manusia yang diciptakan Allah juga
- dari unsur yang sama. Berbeda enggak
- hasilnya antara ciptaan Allah, ciptaan
- manusia?
- Beda kan? Jadi, Al-Qur'an yang datang
- dari sisi Allah berbeda dengan
- kitab-kitab yang memuat pengetahuan
- manusia. Pengetahuan manusia hasil ee
- pembelajaran dan penelitian. Sedangkan
- ilmu Allah final kebenarannya. Oleh
- karena itu yang terdapat dalam Al-Qur'an
- adalah al-Haq.
- Adalah al-Haq yang pasti kebenarannya.
- Membimbing kita menuju kehidupan yang
- lebih lurus dan dia menjadi penyembuh
- bagi penyakit yang terdapat dalam dada
- kita. juga nur yang menerangi hati kita.
- Nah, barang siapa yang ingin membuktikan
- semua ini, coba datang dengan hati yang
- tulus.
- Mencari kebenaran, penuh adab di hadapan
- Allah, berlindung kepadanya, kemudian
- membaca Al-Qur'an dan resapi maknanya.
- Buku terjemahan sudah banyak. Yang
- memberikan ilmu, bukan buku tapi Allah.
- Cuma kita dengan perantaraan terjemahan
- ini berupaya untuk betul-betul meresapi
- rahasia keindahan dan manisnya
- Al-Qur'an.
- Nah, kalau Bapak atau Ibu meresapi,
- mendalami hal ini, insyaallah cahaya
- akan menerangi jiwa kita, akan menjadi
- penentram hati kita, penunjuk jalan
- kita, dan menjauhkan kita dari kegalauan
- dan kebingungan. Jadi semua gambaran
- yang indah mengenai Al-Qur'an sebagai
- hudan, sebagai rahmah, sebagai syifa,
- penyembuh ya sebagai nur akan kita
- rasakan begitu kita datang ke hadapan
- Al-Qur'an, beradab di hadapannya sebagai
- seorang hamba yang beradab di hadapan
- kitab Tuhannya.
- Kalau tidak, bagaimanapun pandaian kita,
- antara kita dan kitab suci Al-Qur'an
- terdapat hijab. Karena Al-Qur'an tidak
- akan menerangi hati-hati yang angkuh
- sombong atau yang lebih mengutamakan
- nafsunya daripada kebenaran. Wallahuam.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik walu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam [berdehem] warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Ustaz
- Dusinatas atas kajiannya, atas
- renungannya dan juga [berdehem] jawaban
- dari beberapa pertanyaan tadi. Semoga
- terjawab insyaallah. Dan juga beberapa
- pertanyaan dan WA yang belum sempat kita
- bacakan dari Ibu Tati, kemudian Pak
- Budi, Ibu Ani, kemudian dari Ibu Purwa
- Ningsi dan lain-lain. Yang hormat semoga
- e kita menjadikan keragaman sudut
- pandang ini bukan menjadi pemisah,
- Ustaz, ya. Justru memperat ukhuwah kita.
- ukhwah sesama muslim
- saya Rizal Alhaq pamit undur diri
- bersama Kang Ondi dan Kang Algi. Billahi
- taufik walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh.