Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Allah 0:00 [musik] 0:07 [musik] 0:15 [musik] 0:23 Allahu Akbar [musik] 0:26 Allahu Akbar 0:30 [musik] 0:30 Lailahaillallah. 0:37 [musik] 0:43 Bismillahirrahmanirrahim. 0:45 Asalamualaikum warahmatullahi 0:46 wabarakatuh. Allahumma sholli ala 0:49 sayyidina Muhammad waa ali sayyidina 0:50 Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa 0:53 lagi hari ini, hari Jumat tanggal 0:56 berapa sekarang? 25 Rabiul Akhir 1442 0:59 Hijriah atau tanggal 11 Desember 2020. 1:02 Seperti biasa, Radio Solatim dan Raso TV 1:05 melalui YouTube kembali menghadirkan 1:07 acara sirah nabawiyah bersama Ustaz 1:10 Salman Alfarisi yang sudah lama kita 1:13 tidak jumpa secara live, sudah hadir di 1:15 sini. Asalamualaikum Salman. 1:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:19 wabarakatuh, Pak Krishna. 1:21 Apa kabar bebek-bebek? Kita sibuk dengan 1:23 bebek. 1:24 Mantap. Apa sih bedanya bebek sama 1:27 kambing? Kambing kan juga beriringan 1:29 juga kalau jalan tuh bersama 1:31 teman-temannya. Bebek juga beriringan. 1:33 Banyak bedanya, Pak Krisna. [tertawa] 1:35 Pertama kambing harganya lebih mahal 1:37 kan. 1:39 Tapi yang jelas dua-duanya sama-sama 1:41 bisa dijadikan apa namanya? 1:43 Lebih komando mana? E 1:45 oh lebih komando kambing. [tertawa] 1:47 Lebih komando kambing. 1:48 Oh kalau bebek bisa berpencaran. Bisa. 1:50 Bisa tapi lebih komando kambing. Tapi 1:52 tetap bisa dia ini apa namanya? mimpin. 1:54 Oh, gitu. 1:55 Dan biasanya pemimpin kambing atau 1:57 pemimpin bebek itu lebih kurus daripada 1:58 yang 1:59 Oh, justnya kurus ya. 2:00 Nah, itu ya. Jadi kalau mau nyari mana 2:02 presiden kambing yang paling kurus di 2:04 antara mereka. 2:05 Oh, gitu. 2:06 Kalau dia diumbar ya. Tapi kalau dia 2:08 enggak diumbar enggak keliot. 2:10 Tapi kalau kambing suaranya masih bisa 2:12 terdengar di kota. Cuma kalau bebek tuh 2:14 cuma di desa-desa. Jadi kalau dengar 2:16 suara bebek ya sudah pastinya di desa 2:17 itu. 2:18 Iya. Benar sekali. 2:19 Suara bebek berisik tapi menghibur ya. 2:22 Enak. Enak gitu. Back back gitu kan. 2:25 [tertawa] 2:26 Masyaallah. Jadi hari ini kita akan 2:28 mengambil tema entrepreneur Quran 2:31 karakter nabawi. Masyaallah. 2:34 Entrepreneur Quran 2:35 karakter 2:35 karakter nabawi. 2:37 Entrepreneur qurani karakter nabawi. 2:39 Insyaallah. Asalamualaikum 2:40 warahmatullahi wabarakatuh. 2:43 Waalaikumsalam. 2:43 Bismillah. Alhamdulillah. Wasalatu 2:45 wasalamu ala sayyidina Muhammad ibn 2:47 Abdillah wa ala alihi wasahbihi wawalah. 2:51 Ee sahabat Rasil yang saya muliakan ee 2:54 baik yang menyaksikan kita melalui radio 2:57 di mana pun berada. Batam, Palembang. 2:59 Masih ada Palembang, Pak? 3:01 Masih. Masih ya. 3:01 Masih ya 3:02 lagi ada perbaikan 3:03 Batam Palembang ee Jaboretabek, 3:06 Sukabumi, 3:08 Semarang, ee Banyuwangi, Pontianak dan 3:12 yang lain-lainlah yang tadi saya 3:14 sebutkan atau streaming di mana pun ya. 3:16 Kemudian yang melihat kita di YouTube 3:19 semoga semua diberkahi oleh Allah 3:21 subhanahu wa taala. 3:23 Ee tentu alhamdulillah. Alhamdulillah. 3:25 Kemudian selawat dan salam kepada Nabi 3:27 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 3:30 Ee hari ini kita bertemu lagi ya setelah 3:35 hampir lima kali siaran ulang karena ada 3:38 kegiatan ya. Pak Ihsan ini menelepon 3:42 saya dua kali kalau enggak tiga kali 3:44 menanyakan kondisi kita di pesantren. 3:46 Dan Pak Krishna juga tadi pas ketemu 3:48 bertanya kita selama sebulan lebih ini 3:52 sedang ee mencari model ee pembelajaran 3:57 ruhama yang paling pas menurut kita 4:01 untuk mengisi kekosongan gaya belajar 4:03 yang ada gitu loh. 4:05 gaya belajar yang ada ini sudah bagus, 4:06 cuman kita ingin ee menemukan sesuatu 4:11 yang beda dengan yang sudah ada. H 4:14 kemudian alhamdulillah ketemu ya nanti 4:17 muncullah di Ruhama Alfajar itu tiga 4:19 fakultas. 4:21 Satu namanya Qiraatul Kutub. Santri ini 4:24 akan khusus membaca kitab tapi wajib 4:27 tetap menghafal minimal 2 juz setahun. 4:30 Kemudian ada yang fakultas tahfiz, jadi 4:33 dia harus hafal 30 juz mutqin selama di 4:37 pesantren, tapi dia tetap harus membaca 4:39 kitab sekitab kitab-kitab dasar. Nah, 4:41 itu kemudian ada yang nanti 4:43 santrepreneur dia difokuskan ternak 4:46 kambing atau ternak sapi atau ternak 4:49 bebek atau ternak ayam, baik itu kalkun 4:51 atau ayam kampung atau ayam hutan atau 4:53 durian atau alpukat atau janda bolong 4:56 and the geng. ini kita akan utus santri 4:59 belajar janda bolong and the geng 5:00 bagaimana cara mengembang biakkannya 5:02 melalui stack ah itu nanti kurikulum 5:04 yang akan yang sudah kita rancang di 5:06 Ruhama Alfajar. Jadi apa yang saya dapat 5:09 dari Pak Munif bahwa tidak bisa anak 5:12 dipaksakan mengikuti apa yang kita 5:15 inginkan kan gitu ya. 5:16 Maka kita tawarkan nih ini ada tiga menu 5:18 di sini 5:19 kau mau ikut menu yang mana gitu ya. 5:22 Kemudian alhamdulillah juga kenapa kita 5:25 enggak bisa keluar-keluar di masa karena 5:27 kalau kita keluar pecah lagi fokus kita 5:29 ee bagaimana cara ujian itu biar real 5:33 sesuai dengan kondisi anak dan kita 5:37 mencari jalan bagaimana agar anak kalau 5:40 enggak naik kelas tidak drop. 5:42 Hm. 5:43 Jadi kita 5:43 dan tidak ada nyontek nyontek 5:45 tidak boleh nyontek. Bahkan gini kita 5:46 bikin sistem ujian yang enggak perlu 5:48 nyontek. He 5:50 gak ada gunanya. Enggak bisa nyontek 5:51 juga dia. 5:52 Iya karena 5:53 karena ujiannya harus dari dia gitu. 5:55 Oh pertanyaan dia bikin sendiri, jawaban 5:58 dia bikin sendiri. 5:58 Bikin sendiri. 5:59 Jadi misalnya kita 6:00 baru dengar saya. 6:02 Jadi kitab fikih misalnya Safinatun Naja 6:04 kan misalnya Safinah ya. safinah ini 6:07 oleh si santri harus misalnya dia sudah 6:09 baca di kitabut thaaharah sampai kitab 6:11 asiyam misalnya ya dari bersuci sampai 6:14 puasa dia harus bisa baca dengan baik 6:16 dan benar di awal sampai akhir yang kita 6:18 pelajari dan diartikan dengan baik yang 6:20 benar. Nah itu enggak perlu nyontek 6:21 enggak bisa nyontek kan dia kan 6:23 pokoknya sebelum kau maju membaca ke 6:25 depan guru, kau sudah harus standby. 6:27 Kesalahan yang ditolerin hanya tujuh. 6:29 He. 6:30 Lebih dari tujuh berarti kau baca 6:31 safinah lagi nak. [tertawa] 6:33 Nah gitu kan. Kemudian 6:36 dia harus tahu, harus membikin tiga 6:40 pertanyaan, minimal dua pertanyaan dari 6:42 setiap bab yang dia baca. 6:44 Hm. 6:45 Sekaligus bikin jawabannya. Jadi enggak 6:47 usah pun diawasi dia, enggak apa-apa. 6:48 Enggak nyontek dia kan. 6:49 Iya. 6:51 Sudah biarin aja ujian itu. 6:52 Alhamdulillah. Ini hari ini saya 6:54 harusnya enggak masih ujian. Saraf 6:55 amsilat tasrif kelas 2 6:57 saya sudah kasih. dia harus mampu 7:00 membuat contoh sulasi mujarrad, satu 7:04 contoh saja untuk satu bina. Nah, gitu 7:06 kan. Nah, jadi dia kerjain sendiri, dia 7:08 cari di kamus dan enggak boleh sama 7:10 dengan temannya, tapi ada yang ngawasi 7:11 nanti di sana. Nah, ini ee inilah yang 7:13 menyebab karena ada hal yang sangat 7:16 mendasar di dalam benak saya tentang 7:18 jihad, Pak Krisna. Bagi saya jihad itu 7:22 adalah saat ini ya karena beda masa, 7:26 beda jihad yang paling utama. 7:28 Ya, beda masa beda jihad yang paling 7:30 utama. Menurut saya sekarang jihad yang 7:33 paling utama adalah mencerdaskan umat 7:37 manusia tentang Allah dan Rasulullah 7:40 sallallahu alaihi wasallam. Sudah ini 7:42 yang paling paling paling besar saat ini 7:45 pahalanya. Karena ternyata memang udah 7:48 lulus pun kawan itu S1 dia enggak kenal 7:51 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 7:52 tapi KTP-nya Islam. Ini banyak sekali 7:55 ya. Baik itu orang kaya apa orang susah 7:57 sama aja. Orang kaya sudah lulus S1 8:00 enggak kenal Nabi itu banyak. Orang 8:02 susah enggak sudah lulus S1 enggak kenal 8:05 Nabi itu juga banyak. Itu kenal Nabi 8:08 apalagi akhlak Nabi, apalagi teladan 8:10 Nabi makin jauh. Nah, saya Salman 8:13 Al-Farisi yang lemah ini melihat jihad 8:17 memperkenalkan Allah dan Rasul-Nya 8:20 melalui pendidikan adalah jihad yang 8:22 paling utama saat ini. Tentu nanti 8:25 berubah kondisinya ya berubah pulalah 8:27 keadaannya gitu. Itu yang sedang kita 8:29 lakukan di Ruhama Alfajar. Makanya 8:33 hampir lebih sebulan lima kali siaran 8:35 ini yang keenam berarti baru saya bisa 8:37 hadir. Saya mohon maaf kepada Rasil dan 8:40 semua kru Rasil semua Pak Ihsan, Pak 8:42 Parit dan Pak Krishna yang membuat 8:45 bertanya-tanya sampai ada hal-hal yang 8:47 mungkin ee ee bertanya-tanya enggak. 8:50 Kita sedang fokus menyiapkan amunisi 8:53 jihad kita di semester berikutnya. 8:55 Karena Januari ini ada semester e 8:59 semester baru. Jadi semester baru ini 9:02 pembelajarannya pun sudah di 9:04 diseragamkan. Jadi semua guru harus sama 9:06 cara mengajarkannya ya. Ada ada cara 9:10 mengajarkan ala ruhama alfajar yang 9:13 wajib dikerjakan oleh setiap guru di 9:15 maddah apapun nanti yang diajarkan. 9:17 Alhamdulillah. Inilah yang kita dapatkan 9:19 selama sebulan ini. Ah, memikirkan yang 9:22 kayak gini-gini ini enggak bisa kita ee 9:24 ee ee dicampuri otak kita dengan yang 9:27 lain-lain nanti enggak fokus, enggak 9:29 bagus hasilnya. Termasuk berita apapun 9:32 kita jauhkan dulu. Akhirnya 9:34 alhamdulillah ee berjalan sudah ya 9:36 sampai ketemu kita cara belajar, cara 9:39 mengajar, cara mengevaluasi santri per 9:41 bulan sudah kita bikin. Cara ujian per 9:44 semesternya pun sudah kita bangun. 9:45 Alhamdulillah. Dan alhamdulillah bahkan 9:48 nanti untuk tahun semester berikutnya 9:50 akan ada empat orang santri yang fokus 9:53 di e cangkok stek juga ee okulasi ya 9:58 kalau kata ee ee apa namanya dalam ilmu 10:00 pohon. Ah itu alhamdulillah. 10:02 Alhamdulillah. Nah, makanya tema 10:05 pengajian kita pun seari ini 10:06 entrepreneur qurani gitu kan. 10:11 jihad yang juga sangat luar biasa besar 10:13 pahalanya saat ini dan ini sudah sering 10:15 saya sampaikan di rasil ini dan ini akan 10:17 sangat sering saya sampaikan adalah 10:20 melahirkan 10:22 entrepreneur-entrepreneur baru di 10:24 tengah-tengah masyarakat ini. Ini 10:28 kewajiban yang sangat mendasar bagi umat 10:30 Islam Indonesia terutama. 10:33 Kenapa entrepreneur baru yang harus 10:34 dilahirkan? Karena permasalahan 10:38 kehidupan umat manusia secara 10:40 keseluruhan, baik Islam ataupun bukan 10:43 Islam adalah uang. Ya, 10:47 saya kemarin baca berita ee di-share 10:51 oleh sahabat saya melalui melalui 10:52 WhatsApp Menteri Sosial Korupsi Dana 10:56 Corona loh kan. Kenapa dia korupsi? 10:58 Karena dia butuh uang. Enggak pandai 11:00 menteri kita itu ternyata cari duit kan 11:01 gitu kan. Berarti dia enggak pandai cari 11:03 duit. yang pandai dia adalah korupsi 11:06 gitu kan karena dia si Jalius ini memang 11:09 enggak pernah belajar entrepreneur. Nah 11:11 gitu kan. Si Edi Prabowo korupsi ini. 11:14 Bayangkan ya yang dulu teriak-teriak 11:16 anti korupsi jadi korupsi juga kan gitu 11:18 ya. Kalau si Julias ini kan katanya yang 11:20 teriak-teriak saya Pancasila saya 11:22 Indonesia kan itu korupsi juga gitu kan. 11:24 Berarti memang menteri-menteri kita ini 11:27 orang-orang besar Indonesia ini enggak 11:28 pandai cari duit 11:30 ya semuanya enggak pandai cari duit. 11:32 Berarti Kapolrinya enggak pandai cari 11:34 duit, pangapnya enggak pandai cari duit, 11:37 presidennya enggak pandai cari duit. 11:39 Mereka pandainya nyari duit hanya 11:40 melalui apa? Korupsi. Maka kita perlu 11:44 ajarkan umat ini bagaimana cari cara 11:47 rezeki. Cari rezeki itu bagaimana 11:49 caranya? Nah, dan harus qurani. Kenapa 11:53 harus qurani? Sehingga 11:55 wiraswasta-wiraswasta 11:57 atau entrepreneur-entrepreneurship yang 11:59 lahir nanti dari kajian kita ini adalah 12:02 orang yang mencari rezeki berwiraswasta 12:05 sesuai standar Al-Qur'an. 12:08 Modelnya ngikut Al-Qur'an, tata caranya 12:11 ngikut Al-Qur'an, transaksinya ngikut 12:13 Al-Qur'an. Sehingga muncullah 12:16 wiraswasta-wiraswasta 12:17 muslim yang kaya raya tapi halalan 12:21 thayiban. 12:22 Masyaallah. Ini PR yang harus kita 12:24 kerjakan bareng-bareng. 12:26 Kalau ada orang yang mau ngerjakan ini 12:29 bareng-bareng, saya yakin 10 tahun 12:31 Indonesia ini akan gemah ripah loh 12:32 jinawi, Toto Tentrem Kertoharjo. Tapi 12:35 entreprenernya qurani, harus dengan 12:37 Al-Qur'an gitu ya. Jangan dengan yang 12:39 lain. Enggak usah kita belajar sama e J 12:42 Rabet Power atau sama siapa namanya yang 12:45 kaya-kaya itu Warren Buffet sama eh 12:48 siapa lagi? Jackma. Enggak usah. Enggak 12:50 itu enggak enggak ah enggak usah. Di 12:52 Al-Qur'an banyak konsep entrepreneur. 12:54 Bagi yang bingung dengan istilah saya 12:55 ini, datang kau keruhma ku kasih tahu 12:58 kau apapun model entrepreneurnya ada di 13:00 Al-Qur'an ceritanya. 13:03 Dan enggak usah kau terlalu tergiur-giur 13:05 dengan seminar-seminar yang dibikin 13:06 orang-orang itu. Itu pembikin-pembikin 13:09 seminar itu dia mau cari duit pakai 13:11 seminar. bukan mau mencerdaskan kau 13:13 supaya kau jadi entrepreneur. Bohong dia 13:16 mencerdaskan kau. Dia cari duit dari kau 13:19 supaya kau datang supaya banyak 13:21 pendengar seminarnya dan kita mau pula 13:23 dibengak-bengakin sama dia. Kalau aku 13:25 enggak, aku bilang kayak gitu. Kau 13:26 datang ke saya, saya akan kasih tahu kau 13:29 bahwa Al-Qur'an bercerita tentang 13:31 entrepreneur. 13:32 Nah, ini sekali lagi saya sampaikan ini 13:35 jihad kita ini ya. Bagaimana agar umat 13:38 Islam memiliki wiraswasta yang berjiwa 13:42 Al-Qur'an yang semuanya dari Al-Qur'an? 13:45 Ada. Ada. Nanti kita coba urailah 13:47 satu-satu kalau memang nanti di 13:49 pertemuan berikutnya sehari ini saya 13:51 motivasi lagi gitu ya. Dan sudahudah 13:53 sering saya sampaikan motivasi ini di 13:55 Rasil karena saya ingin betul bahwa 13:59 entrepreneur qurani ini terwujud di 14:02 Indonesia melalui Rasil atau melalui 14:04 pesantren atau melalui yang lainnya. Ini 14:06 akan sering saya ulang-ulang. Wahai umat 14:08 Islam, jadilah seorang entrepreneur. 14:11 Jadilah seorang wiraswasta, jadilah 14:13 seorang pengusaha yang standarisasinya 14:16 Al-Qur'an, yang modelnya ada di 14:19 Al-Qur'an, yang tata caranya pun melalui 14:22 Al-Qur'an, yang pengembangannya pun 14:24 melalui Al-Qur'an, yang produksinya pun 14:27 sesuai dengan Al-Qur'an, yang 14:29 penjualannya pun sesuai dengan 14:30 Al-Qur'an. Ada ada lengkap kapang 14:35 lengkap itu ya. Jadi ee salah satunya 14:39 mungkin ya ada yang meminta nih misal 14:41 salah satunya surah Yasin itu banyak 14:44 bercerita tentang tata cara bagaimana 14:46 mencari duit ya. 14:48 Di situ saya ingatkan bahwa ternyata 14:51 enggak boleh ee 14:55 enggak disarankan sama Allah kalau nyari 14:57 duit pakai ceramah di situ. 14:58 Hmm. H. 15:05 Ikutilah ajaran orang yang kalau ngajar 15:08 enggak minta upah. Karena orang yang 15:11 enggak minta upah mengajar itu yang 15:14 mempunyai ilmu. Berarti seminar pakai 15:17 upah itu ilmunya nol. Ya kan? Ceramah 15:21 pakai upah itu ilmunya nol. Karena kata 15:24 Allah, "Wattabiu la yasalukum ajro." 15:26 Gitu ya. Dan ada di Al-Qur'an. Kenapa 15:28 Allah suruh kita belajar gratis? Karena 15:32 ee ee ee ee buku panduan belajar apapun 15:37 sudah dikasih sama Allah Subhanahu wa 15:38 taala namanya Al-Qur'an. Nah, itu ya. 15:40 Dan saya kira eh Ustaz Husein walaupun 15:43 belum fokus membahas ayat-ayat 15:45 entrepreneur, kalau antum kalau Bapak 15:48 Ibu pendengar temui Ustaz Husein pasti 15:52 banyak akan disuguhkan oleh beliau 15:54 ayat-ayat mengenai entrepreneur. 15:58 Nah, itu ya. Yang kedua, tema kita hari 16:01 ini karakternya harus karakter nabawi. 16:05 Jadi, 16:06 satu bangsa ah kegedean kalau satu 16:09 bangsa ya. 1 RT sudah gitu aja kita 16:12 bikin. 1 RT 16:15 bila 60% dari warganya adalah pengusaha, 16:20 RT ini aman insyaallah. Aman ya. 16:24 Misalnya ada RT mampu mendidik warganya 16:30 60% jadi wira swasta itu insyaallah RT 16:34 itu tidak perlu lagi bank keliling. Tahu 16:38 enggak pemirsa bank keliling? Bank yang 16:41 paling jahat di dunia itu ya bank 16:43 keliling itu. Dan entah kenapa laku gitu 16:45 ya. Saya sekalian nih karena 16:48 kadang-kadang saya dengar Pak Haji pula 16:50 yang memodali kan. Jika ada Pak Haji 16:53 yang memodali bangkai keliling ini, 16:55 bangkai bang keliling ini, bertobatlah 16:57 kau, Pak, kepada Allah Subhanahu wa 16:59 taala. Karena itu ribanya luar biasa 17:02 itu, ya. Ribanya bukan cuma riba, riba 17:05 yang mencekek gitu. 17:07 Ah, saya menemukan cerita nyata bahwa 17:10 pemodal bank keliling itu Pak Haji dan 17:13 dia sudah pergi haji dan dia 17:15 berkeliling-keliling kampung itu pakai 17:17 kopia haji dan dipanggil di kampung itu 17:19 dengan sebutan Pak Haji. Tapi orang mau 17:22 beli panci aja Rp20.000 diutangin sama 17:24 dia Rp20.000 bayar jadi Rp30.000. Ini 17:27 kan Pak Haji yang harus kita tempeleng 17:29 17 kali. pelan-pelanlah, enggak usah 17:32 terlalu kencang gitu kan supaya dia 17:33 sadar kenapa itu terjadi tadi. Karena di 17:37 kampung itu orang nganggur enggak ada 17:39 duitnya buat beli panci aja enggak ada 17:41 duitnya kan. Nah itu ya entrepreneur 17:43 qurani. Ayo dari RT kita mulai enggak 17:46 usah enggak usah harus nasional RT aja. 17:49 Setiap RT kalau melakukan ini jadilah 17:51 nasional itu kan. Nah, yang kedua yang 17:54 harus dikerjakan oleh si RT atau si 17:56 orang tokoh di di RT itu ya saya 17:59 ngomongin per RT biar gampang ya apa 18:02 karakter masyarakatnya harus mengikuti 18:05 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 18:09 Apa itu karakter Rasulullah sallallahu 18:10 alaihi wasallam? Yang paling utama 18:13 siddiq, amanah, tabligh, fatanah. Jujur 18:18 ya. Ada enggak RT yang memprogram supaya 18:23 warganya jujur? 18:25 Ini kan ada enggak itu? Kalau ada akan 18:28 kita cium tangannya 212 kali bolak-balik 18:33 gitu kan. Dia memprogram 18:37 ke-an dia bagaimana agar warga saya 18:41 tidak bohong. Tentu dimulai harus dari 18:44 RT-nya kan. Setiap ada orang yang mau 18:47 tanda tangan apa gratis. 18:49 Karena kalau tanda tangan apa-apa bayar 18:51 berarti RT-nya apa? Bohong. Karena 18:53 sesuai administrasi negara gratis ya 18:55 kan? Tapi bukan berarti saya salahkan RT 18:58 yang membikin bayaran tanda tangan. 18:59 Cuman saya ingin menyampaikan bahwa 19:02 program ini layak kita coba mulai gitu 19:05 ya. Jadi karakternya harus karakter 19:08 nabi. Karakter Nabi Muhammad sallallahu 19:10 alaihi wasallam atau karakter para 19:12 nabi-nabi itu apa? Jujur yang paling 19:14 depan. 19:16 Nah, jujur ini udah hilang bukan di 19:19 kalangan pejabat. Kalau pejabat enggak 19:21 jujur itu dari sejak Firaun sudah ada. 19:25 Dan enggak ada juga gunanya kita mencaci 19:28 maki pejabat yang enggak jujur. Misalnya 19:31 si Edi Prabowo ini kita caci-caci enggak 19:33 juga berubah. dia enggak akan berubah 19:35 dia itu 19:37 si Julies Betara ini atau siapalah yang 19:40 udah korupsi-korupsi ee di masa-masa 19:43 kita ini. Kita mau kita bilang kayak 19:45 mana pun otaknya enggak akan berubah. 19:47 Itu ni pejabat-pejabat kita sekarang ini 19:50 semuanya sama aja korupsi korupsi dana 19:53 sosial ee ee ee apa namanya bantuan 19:57 corona apaah itu dikorupsi semua. Mau 20:00 pejabat yang katanya jujur pun korupsi 20:02 juga dana sosial itu enggak yakin kita 20:04 karena sudah nyampai ke kita kan sudah 20:06 nyampai bukan bukan cerita orang sudah 20:07 nyampai ke kita gitu kan. Nah jujur ini 20:10 mahal harganya enggak ada orang yang 20:12 bisa jujur. 20:14 Saya tadi ngobrol sama Pak Krishna, Bang 20:16 Acit saya Pak Krishna Bang Asit, Bang 20:18 Tejo di depan tadi rahasilo. Pertanyaan 20:20 saya, "Pak Krishna kok kemarin bikin SIM 20:22 jujur apa bohong?" Aku ngaku duluan aku 20:25 bohong aku bikin SIM. 20:27 Kupanggil kawan aku polisi. Bayar berapa 20:29 bikin SIM? R00.000 baru jadi SIM. Kalau 20:32 enggak kayak gitu enggak jadi. Kalau ada 20:33 polisi yang bilang ini bohong, ya jumpa 20:35 kita. Betul itu. 20:40 Samsat mana yang ada jujur polisinya 20:42 bilang sama aku dulu. 20:44 Enggak ada. Mereka bikinlah pura-pura 5% 20:47 jujur 20:50 loh. Si polisinya juga bilang ke aku, 20:52 "Macam manalah aku mau jujur, Salman lu 20:54 atas aku minta setoran." Katanya 20:57 ini kan polisinya yang ngomong kayak 20:58 gitu. 20:59 Kan bohong itu. Kita tidak sedang 21:01 mencaci polisinya. Kita sedang ingin 21:04 memperbaiki negara ini. Kita harus 21:05 sampaikan mau naik pangkat aja Pak 21:08 polisi itu juga juga enggak bisa jujur 21:10 dia. Enggak mungkin naik pangkatnya 21:11 kalau dia jujur. Mau masuk pun kita ke 21:14 situ harus bayar juga kita. Enggak 21:16 mungkin juga kita lulus kalau kita 21:17 enggak bayar. Ada yang lulus paling 10%. 21:20 Nah, ini yang dari mana ni? Dari sejak 21:22 bawah ini sebenarnya jadi 21:24 ya. Coba dah instropeksi diri kita semua 21:27 yang dengarkan. Siapa di sini yang bikin 21:29 KTP jujur enggak bayar sama sekali? 21:32 Bikin SIM jujur, enggak bayar sama 21:34 sekali. Coba [tertawa] 21:36 siapa di sini yang punya usaha bikin 21:38 surat izin siup? Ya, surat izin usaha 21:43 apa P-nya gitu. Lupa paku. 21:46 Lupa saya P-nya itu apa. 21:47 Perusahan. 21:48 Perusahaan ya? 21:48 Peran terbatas. 21:49 Coba dulu telepon aku kalau ada yang 21:51 bikin siup halalan thayiban. Coba 21:53 telepon aku. Ku cium tangan kepala 21:56 desanya itu 400 kali. Nanti berarti ini 21:57 kepala desan gitu kan. Enggak ada. Jadi 22:01 jujur ini PR berat tapi kita-kita kita 22:05 ini pura-pura enggak tahu semua. Bukan 22:07 Jokowi yang enggak jujur kawan. Bukan 22:09 Luhud Binsar Panjaitan yang enggak 22:10 jujur. Kita semua enggak jujur. 22:14 Dan ini PR bukan kita menghina Jokowi 22:16 atau menghina siapapun. Ini PR kita 22:18 bersama. Lihatlah ini kemarin Pilkada 22:21 semuanya orang Pilkada itu apa namanya? 22:25 calon bupati walikota, gubernur itu kami 22:28 akan berpihak kepada rakyat Welb Ced 22:32 Bambam di Cikerabam. Dia bilang weh 22:36 kalau kampanyenya macam yang sudah di 22:38 surga aja dia sudah kalau sudah jadi dia 22:41 pahit 22:43 enggak ada enggak ada satuun sama aja. 22:46 Nah gitu ya kita pastikan enggak ada 22:49 satuun. Sudah kita pastikan itu. Mau 22:51 berembel-embel Islam, mau berembel-embel 22:54 Kiai, mau berembel-embel tuan guru, mau 22:56 berembel-embel, mau ceramah sebelum dia 22:59 jadi anti korupsi. Enggak ada, enggak 23:02 percaya kita. Artinya apa ingin saya 23:05 sampaikan? Karakter nabawi ini penting. 23:08 Nah, ya. Nah, maka saya ajak kita, 23:11 "Ustaz, kalau ceramah ayo berkali-kali 23:15 sampaikan betapa pentingnya jujur. Dan 23:18 kau juga sebagai ustaz, jadilah kau 23:20 ustaz yang jujur." 23:23 Ini ustaz yang enggak jujur. 23:24 Seabrek-abrek di negara kita ini. Ngaku 23:28 ustaz tapi enggak pernah belajar ilmu 23:29 agama. Ngomongin Al-Qur'an tapi bacaan 23:32 Al-Qur'annya aja salah. Tapi dia bilang 23:35 di ceramahnya, "Saya ini bukan ustaz. 23:37 Kalau kau bukan ustaz, kenapa kau 23:38 pura-pura paham Al-Qur'an? Mundur aja 23:40 kau dari panggung ustaz itu. Itu kalau 23:42 kau jujur ini udah ngaku bukan ustaz 23:45 enggak bisa baca Al-Qur'an. Tapi sok-sok 23:47 pula dia membicarakan agama ini. 23:49 Akhirnya apa? Sabda Nabi, "Benar, faabu 23:52 bighhairi ilmin fadu wujur 23:56 itu hilang di segala aspek, di segala 23:58 jenis manusia." Bukan, "Salman kau jujur 24:01 enggak? Aku juga enggak jujur. Kan aku 24:02 bilang tadi bikin SIM aku enggak jujur. 24:04 Bikin KTP aku enggak jujur. Bikin surat 24:07 izin usaha aku kemarin aku bangun travel 24:10 enggak jujur aku. Karena kalau kalau 24:12 jujur loh gak jadi surat izin usaha itu 24:16 enggak jadi. Ah ini PR bersama kita ini 24:20 bukan mencaci. Siapapun yang sedang 24:22 mendengarkan saya, enggak usah kau 24:23 tersinggung. Misalnya kau sebagai kepala 24:25 dinas apa, kau sebagai pejabat apa. 24:28 Enggak usah kau tersinggung. Aku hanya 24:29 mengatakan fakta realita yang kita 24:31 hadapi dari publik ini dan ini PR kita 24:33 bersama. Mau kau pro Jokowi atau pro si 24:36 Prabowo atau Anis Basweden atau pros 24:39 siapapun kau ini PR kita bersama. 24:44 Kalau sudah bicara jujur mau agama kau 24:46 Islam, Hindu, Kristen, Buddha, ini 24:48 kawan, Pak Pendeta, Bapak siapa kalau 24:50 kita manggil eh tokoh Buddha sama tokoh 24:54 Hindu, saya enggak tahu panggilannya 24:55 apa. Semua tokoh agama ini PR kita 24:57 bersama, kawan. Enggak 25:00 usah kita hina, kita rangkul. 25:03 Pejabat-pejabat pendusta ini, 25:05 pejabat-pejabat yang polisi, tentara, 25:07 pejabat desa, pejabat pemda yang 25:09 pendusta-pendusta ini. Ayo kita kita 25:11 perbaiki. Datang bantuan ke pesantren 25:14 kita, bantuan itu ada persentasenya sama 25:17 calonnya. Loh, ini apa sih negara ini? 25:19 Gua bilang negara apa ini? negara kita 25:22 ini. Nah, itu ya berarti jujur PR kita 25:26 bersama wahai pendengar Rasil. 25:29 Dan itu mulai dari diri sendiri. Enggak 25:32 usah kita mulai dari 25:36 presidenlah, gubernurlah, kejauhan. 25:40 Nanti gubernur atau presiden kita akan 25:43 muncul gubernur yang jujur kalau kita 25:45 berhasil mendidik warga RT kita jujur 25:50 itu baru jujur. Belum kita bilang amanah 25:53 karakter Nabi kan tadi kan. maka 25:55 entrepreneurnya qurani. Jadi kita 25:57 didiklah manusia ini berwiraswasta 26:01 sehingga kebutuhan dia sehari-hari tahu 26:05 dia cara mencarinya dan dia pelajari 26:08 cara mencarinya itu dari Al-Qur'an. 26:10 Sehingga apa yang kita bilang karakter 26:13 nabawi ini otomatis muncul di Al-Qur'an 26:17 itu nanti. Cuman perlu penegasan 26:19 karakter nabawi ya. Karakter nabawi 26:22 pertama jujur. Wiraswasta kudu jujur, 26:25 ustaz kudu jujur, ee ee pejabat kudu 26:29 jujur. Jadi warga juga harus jujur. 26:34 Saya kemarin apa? 26:37 Saya enggak enak ceritanya tapi karena 26:40 nanti kalau saya cerita ada yang dengar 26:41 tahu nanti ini siapa maksudnya gitu kan. 26:43 Dia enak. Cuman betapa saya ini Salman 26:46 Alfarisi melihat ya e Allah PR jujur ini 26:49 berat berat sekali ya. Saya mengajak 26:53 siapapun pendengar Rasil yang berani 26:55 berjihad menegakkan agar orang menjadi 26:59 jujur tanpa harus menyakiti hati mereka, 27:03 tanpa harus menyinggung perasaan mereka. 27:05 Enggak usahlah kita bilang korupsi 27:07 polisi. Enggak usah loh kalau kita 27:09 enggak mau misalnya misalnya semua warga 27:12 negara Indonesia sepakat tidak mau 27:15 menggunakan jasa calo apapun bikin SIM 27:18 kan bingung juga polisi kan tangkap kita 27:21 di jalan. Kenapa kok kau enggak punya 27:22 SIM? Ya, gimana aku bikin SIM Pak kalau 27:24 aku enggak pakai calo enggak lulus-lulus 27:26 aku kalian bikin. Kalau enggak pakai 27:28 calo, ujiannya itu berat kali. Tapi 27:31 kalau pakai calo langsung lulus hujan 27:33 kusim itu. Ini fakta bukan bukan cerita 27:35 fakta itu. 27:37 Kalau kita sepakat semua war misalnya 27:39 ini ya misalnya nanti kita jihad ini 27:42 semua warga Indonesia kita didik jujur 27:45 cuman polisinya belum terdidik jujur 27:47 karena sudah hebat mereka misalnya ya. 27:49 Bikinlah semua warga ini jadi jujur ya. 27:51 Enggak laku polisi itu lagi nanti 27:52 [tertawa] ya kan enggak laku. Dia 27:54 akhirnya terpaksa semuanya jujur. Indah 27:57 betul kalau jujur ini kita perjuangkan 27:59 ya. Indah betul. Sangat sangat sangat 28:02 indah. Kita bikin ujian akhir nasional, 28:06 kita bikin ujian di sekolah, hasil ujian 28:09 itu pun enggak jujur disampaikan ke 28:11 anak. Kenapa? Karena kalau disampaikan 28:14 jujur ke anak, ada yang terlalu rendah 28:16 nilainya. Akhirnya karena karakter 28:19 anaknya belum dididik. Kenapa karakter 28:21 anaknya belum dididik? Karena orang yang 28:23 ketinggalan tinggal kelas itu dinilai 28:26 buruk 28:27 oleh masyarakat kita. Yang penting dia 28:30 naik kelas walaupun proses naik kelasnya 28:32 itu penuh dengan kebohongan. Enggak 28:33 apa-apa menurut orang kita kan begitu 28:36 sekarang kan. Jadi lebih penting 28:38 berbohong agar dia tetap naik kelas 28:41 daripada kita perjuangkan kejujuran. 28:45 Itu sekarang kan enggak ee saya kira 28:49 enggak ada juga kita temukan sekolah 28:51 yang jujur mengelola nilai anak-anaknya. 28:53 Enggak ada juga. 28:55 Akreditasi sekolah jujur apa enggak? Ya 28:57 enggaklah. Kalau ada yang jujur, kusalam 29:00 tangan kau 700 kali. Ayo. 29:03 Kalau asesornya datang, kau harus kasih 29:06 dia makan, kau harus kasih di uang 29:08 bensin. Kalau enggak, besok akreditasi 29:10 kau dibikinnya C minus. Ini fakta di 29:13 lapangan. Bukan berarti kita menghina 29:16 ini semua. Dak. Kita sampaikan kasus ini 29:20 supaya bahwa jujur ini memang 29:23 benar-benar PR kita bersama. 29:26 Siapa yang salah di sini? Enggak ada. 29:28 Kita semua harus memperbaikinya. Karena 29:31 kalau mencari yang salah enggak ada 29:32 gunanya. 29:34 Ayo, saya sudah bilang tadi di RT-nya 29:38 mulailah melakukan program agar warganya 29:41 jujur, warganya berwiraswasta. 29:43 Sekolah ayo sadarkanlah orang tua murid, 29:47 sadarkanlah murid bahwa jujur adalah 29:50 yang paling utama bukan yang lainnya. 29:52 Eh, karakter nabi ini harus kita bangun. 29:54 Masih banyak karakter nabi. Sebenarnya 29:56 sudah sering kita cerita di sini 29:57 mengenai karakter nabi. Cuman hari ini 29:59 kita angkat jujur. 30:01 Ya, ayo di kepolisian, Pak Kapolda atau 30:04 Pak Kapolsek, berani enggak, Pak? Heh, 30:07 benar-benar jujur. Kalau ada warga 30:10 datang mengadu kehilangan kambing, urus 30:13 dong kasus kehilangan itu. Jangan 30:15 seperti yang sudah terjadi di 30:17 tengah-tengah masyarakat. Ini asli, 30:18 enggak bohong kita. A hilang kambing. 30:21 Kalau kita kelapor ke polisi, biaya 30:23 ngurusnya hilang sapi. Yang ngomongin 30:25 ibu siapa? Ya polisi juga sama saya, 30:27 bukan orang lain. Artinya salahkah 30:30 polisi ini? Enggak perlu kita bilang, 30:32 enggak perlu kita jelek-jelekkan polisi 30:33 ini. Karena memang dari sejak dulu SD, 30:37 SMP kita tidak penting jujur itu. Enggak 30:41 penting. Kalaulah penting jujur itu, 30:43 dibikinlah dia standar kenaikan kelas. 30:46 Dibikinlah dia standar kelulusan SD, 30:48 SMP, SMA. Ini malah standar kelulusan 30:50 SMP, SMA. Yang penting matematikanya 30:53 bagus, bahasa Indonesianya bagus, 30:55 IPA-nya bagus, IPS-nya bagus, lulus. 30:59 Mau dia jujur apa kagak enggak penting 31:01 bagi kita. Ini dimulai dari sejak kita 31:04 pendidikan anak usia dini sampai kita 31:06 kuliah, lulus anak itu kuliah. 31:08 Skripsinya betul apa tidak? 31:10 Undang-undang, pelagiat karya. Skripsi 31:13 mah ada, tapi pelagiat meraja lela. 31:17 Jasa ghost writer di kalangan kampus itu 31:19 sudah bukan rahasia lagi ya kan. Jasa 31:23 ijazah keluar tanpa ujian itu bukan 31:25 sudah rahasia lagi. Di mana-mana dapat 31:28 kita [berdehem] 31:29 informasi itu banyak dapat. Ah ini yang 31:32 penting kau punya ijazah ya kan. Yang 31:35 penting kau S2, yang penting kau doktor. 31:38 Karena lebih penting status doktor atau 31:41 status MA daripada jujur. 31:44 Nah, ini penyakit kolibart kanker ini 31:47 sudah stadium 28 bukan stadium 4 kawan. 31:50 Stadium 28 tapi bukan stadium 28 yang 31:54 kita putus asa. Nak saya sangat optimis 31:56 ini bisa diperbaiki kalau kita 31:58 bareng-bareng. dan perbaikinya enggak 32:00 usah dari atas. Karena aku bilang tadi 32:03 pejabat yang udah enggak jujur, biar 32:05 udahlah kita tunggu mati aja dia udah 32:07 karena enggak udah udah sulit mencari 32:10 value apa mencari cara untuk bikin dia 32:13 jujur itu sudah sulit. Karena misalnya 32:17 seorang e Dirjen misalnya dia di salah 32:19 satu BUMN atau di salah satu kementerian 32:22 itu naik dia ke Dirjen itu itu udah 32:24 banyak kali dia buang uang untuk setiap 32:27 promosi jabatan supaya dia terpilih itu 32:29 sudah banyak dia keluarkan uang 32:32 yang mampu membuat dia jujur kembali 32:34 hanya Allah kalau sudah di situ 32:35 maksudnya hidayah berbalik total dia itu 32:38 hanya Allah ada peluang tapi bagi saya 32:41 anak muda yang jiwanya pejuang yang saya 32:44 lirik adalah anak-anak. 32:45 Hm. 32:46 Bagaimana anak-anak jujur? 32:50 Bagaimana TPA? Bagaimana TPQ? Saya 32:53 sekarang selalu mencoba membangun TPA 32:56 TPA ee ee bukan membangun ya, 32:58 men-support TPA TPA sekitar bagaimana 33:01 agar gurunya menanamkan kejujuran sama 33:04 anak-anaknya. Bukan tentang ramai 33:07 muridnya, bukan tentang bisa selawat 33:10 bareng-bareng, bukan tentang hanya 33:12 sekedar baca doa makan. Baca doa sebelum 33:15 tidur. Bukan ya. Bagaimana anak-anak 33:18 kita latih memiliki karakter Nabi 33:20 Muhammad sallallahu alaihi wasallam yang 33:23 hari ini kita bahas adalah jujur. Jujur 33:25 ini la haula wala quwwata illa billahil 33:29 halil adzim. Ya. Dan ya saya saya berani 33:32 tantang setiap kita semua. Kalau kau 33:34 pernah jujur selama 24 jam WA aku. Biar 33:38 ku doakan kau semoga dimasukkan Allah ke 33:39 surga. 33:41 24 jam kau pernah jujur, tidak pernah 33:43 bohong sekalipun. Ditelepon kawanmu kau 33:46 di mana? Oh, udah on the way. Padahal 33:47 masih kamar mandi itu sudah bohong. 33:51 Coba saja nih saya ajak nih pendengar 33:53 kita entah tiga orang entah li orang 33:55 entah sejuta orang yang dengarkan kita 33:57 hari ini atau 100 orang yang dengarkan 33:58 kita hari ini. Kutantang kau kawan jujur 34:01 selama 24 jam. 34:05 Kalau kau bisa, aku kasih sertifikat 34:07 dari pesantren nanti. 34:10 Sertifikat dari Ruhama. Saya mau bilang 34:13 itu sama siapa namanya yang suka-suka 34:14 bikin sertifikat-sertifikat 34:17 satu-satunya itu apa namanya itu, Pak 34:18 Krishna? Apa? 34:19 Muri. 34:20 Muri ya gitu dong. 34:22 Muri itu harusnya coba men-challenge 34:25 manusia ini. Dia jujur ya gitu ya. 34:29 Enggak usah men-challenge manusia bisa 34:31 apa. Enggak. Karena benar-benar hilang 34:34 jujur itu. Dan saya mempelajari tentang 34:36 jujur ini. Kenapa ya semua nabi sifat 34:39 wajibnya dibikin Allah Subhanahu wa 34:41 taala jujur? 34:44 Karena kalau dia bohong mengenai wahyu 34:45 habis perkara kita. Pak Kristen. 34:47 H [tertawa] 34:49 itu Nabi coba. Kalau Nabi itu enggak 34:51 jujur mungkin Abasawa tawalla dihapus 34:53 sama dia. 34:55 I kan tapi karena jujurnya itu keren. 34:58 Abasa wa tawalla dimunculkan dalam 34:59 Al-Qur'an. Nah ini ya. Semoga pendengar 35:02 kita memahami apa yang kita maksud 35:04 dengan entrepreneur qurani, karakter 35:05 nabawi. Insyaallah nanti kita bahas ya, 35:08 boleh bulan depan eh pekan depan kita 35:10 bahas ee pengelolaan pertanian secara 35:15 komprehensif dari Al-Qur'an yang sudah 35:17 pernah kita bahas sebenarnya, Pak Krist. 35:18 Kita ulang lagi. Aku nanti akan 35:20 kulang-ulang ini ya. Sirah nabawi kita 35:22 mungkin tahun 2021 ini akan banyak 35:25 membahas entrepreneur qurani, karakter 35:27 nabawi dari subtema ingatkan saya inti 35:29 Pak Krishna. Terima kasih. Silakan, Pak 35:31 Krisna. 35:32 Oke. Baik, Ustaz Salman silakan kalau 35:34 ada yang mau bertanya kami tunggu untuk 35:37 WA di 0811999720 35:43 untuk telepon di 021845 35:46 1512. 35:48 kami tunggu [musik] 36:00 [musik] 36:08 [musik] 36:12 Allahu Akbar 36:15 Allahu Akbar 36:17 [musik] 36:19 Lailahaillallah. 36:25 [musik] 36:33 Radio Silaturahim yang dipancarkan dari 36:34 Jalan Masjid Silaturahim 36 Kalimangis 36:37 Cibur. Masih di acara sirah nabawiyah 36:40 bersama Ustaz Salman Alfarisi. Sekarang 36:42 kita masuk ke acara tanya jawab. Silakan 36:45 yang mau bertanya kami tunggu untuk WA 36:47 di 08111999720. 36:52 Untuk telepon di 021845 36:55 1 08 218451512. 37:00 Oke, pertanyaan pertama datang dari 37:03 Bunda Emelda. Asalamualaikum Salman. 37:05 Masyaallah tausiah Ustaz Salman hari ini 37:08 paten kali. 37:09 Benar Ustaz, memang sulit sekali untuk 37:11 jujur apalagi untuk mengurus sesuatu. 37:13 Gimana mau jujur? Tempat kita ngurus pun 37:16 tak jujur. 37:17 Iya. 37:18 Syukuran tausiahnya, Ustaz. Kalau dulu 37:20 Rasulullah gimana, Ustaz, dalam 37:22 mengedukasi para sahabatnya untuk selalu 37:24 jujur? 37:25 Mantap. Memang, Bu Melda. Terima kasih 37:27 ya. Memang kendala ini sama-sama kita 37:30 hadapi kayak aku misalnya, kayak mana 37:32 kita mau jujur mengurus SIM? Kalau kita 37:35 urus jujur enggak jadi-jadi SIM itu kan. 37:38 kita membikin izin usaha misalnya kayak 37:41 mana kita membikin izin usaha itu jujur 37:43 kalau kita jujur tak jadi-jadi suratin 37:45 ini. Ah oke. Kalau sekarang ini saya 37:49 kadang-kadang bertanya juga sama guru 37:50 sayauratuul mahurat akhirnya disanggap 37:52 darurat kita mainkan juga. Tapi kan kita 37:55 harus sadari mulai hari ini bahwa 37:58 didiklah orang sekitar kita jujur. 38:00 Karena sudah aku bilang tadi, membikin 38:02 instansi ini jujur untuk saat ini nyaris 38:05 mustahil. Ya gitu. Untuk saat ini nyaris 38:08 mustahil. Tetapi kita berharap kalau 38:11 kita Bu Melda sama-sama dari sekarang 38:13 mendidik anak kita di rumah, anak kita 38:17 di PAUD, di SD, di TPA, jujur insyaallah 38:21 30 tahun yang akan datang mudah-mudahan 38:23 kita masih hidup, muncullah kepala desa 38:25 yang jujur, camat yang jujur, bupati 38:27 yang jujur. Maka perjuangan menegakkan 38:30 jujur di sanubari manusia tidak bisa 38:34 kayak masa Indomie, enggak bisa kayak 38:36 masak rendang pun enggak bisa. tahunan 38:38 ini. Oh, karena berat, Pak. Berat. Ustaz 38:42 yang jujur aja itu sulit mencarinya. 38:45 Jangankan K polisi, kalau polisi enggak 38:46 tahu aku. Ada sebenarnya ada enggak kita 38:49 pungkiri saya bertemu polisi jujur itu. 38:53 Bertemu saya, saya bertemu tentara yang 38:55 jujur itu, Pak. Saya bertemu 38:57 pejabat-pejabat kementerian yang jujur 38:59 itu. Tapi mereka enggak bisa 39:01 ngapa-ngapain. 39:02 Kenapa? Karena mereka one and only, 39:05 limited edition. Nah, barang itu di di 39:09 tengah-tengah masyarakat itu limited. 39:11 Artinya di tengah-tengah kerusakan ini 39:13 saja ada orang-orang jujur itu 39:15 diciptakan Allah. Saya semakin yakin 39:18 bagaimana kalau kita fokus mendidik umat 39:21 manusia mulai sekarang jujur. Saya yakin 39:24 30 tahun yang akan datang polisi di 39:26 kepolisian tuh jujur semua. Udah datang 39:28 orang mengadu, "Pak polisi, hilang motor 39:31 aku dapat motor itu tanpa harus dibayar 39:33 apa-apa." Kenapa? Karena polisinya jujur 39:35 udah aku digaji sama kan dia bayar STNK, 39:38 bayar pajak motor kan pajak dia yang 39:40 membgaji aku. Kalau dia sadar itu kan 39:42 dia layani kan semua kan. Tapi enggak 39:45 ada sekarang enggak usah kau mimpi dulu. 39:47 Kalau sekarang ada nih satu di Kapolsik 39:49 itu jujur enggak bisa ngapa-ngapain dia, 39:51 Pak. Bisa disuruh ee tugas ke Papua 39:54 bagian mana dia kalau dia jujur. Itu 39:56 faktanya di lapangan. Saya tanya kepada 39:58 mereka, "Kenapa enggak bisa bersuara, 39:59 Pak, kalau kita jujur?" Loh, kalau kita 40:01 jujur ya komandan kita kan geser kita, 40:03 Pak. Di mutasinya entah ke mana kita 40:05 katanya. Oh, begitu. Atau ketemu saya 40:08 komandan yang jujur, komandan yang jujur 40:09 ini ya enggak bisa juga dia jujur. Tapi 40:12 bahwa kejujuran ini sesuatu yang bisa. 40:15 Bukan enggak bisa, tetapi enggak enggak 40:17 cepat Bu Melda ya. Enggak cepat. Jadi 40:20 sama aku juga ngurus izin usaha dulu ya. 40:22 Enggak bisa kalau enggak kalau enggak 40:24 bayar ya enggak bisa memberangkatkan 40:26 orang umrah, haji sebagai pemilik 40:27 travel. Kita emang bisa lurus-lurus aja? 40:30 Wih, salam tempelnya di sini, sono, di 40:32 sana harus ada. Kalau gak gak jalan 40:35 barang itu. Nah, ini kita bukan kita 40:38 caci, kita sebutkan untuk dievaluasi dan 40:42 bukan untuk mereka dipecat, untuk mereka 40:43 ditinggalkan. Enggak ada juga gunanya. 40:46 Sama aja kita sekarang enggak bisa 40:47 ngapa-ngapain, tapi kita bisa 30 tahun 40:50 yang akan datang. Nah, gitu. 40:53 Maka siapa yang punya sekolah yang 40:56 mendengarkan kita ini? Ayo dong program 40:58 jujur di sekolahnya dibikin yang serius 41:00 tapi jangan bercanda gitu loh. 41:03 Pelajaran kejujuran. 41:04 Kejujuran itu dianalisa bagaimana agar 41:06 orang benar-benar bisa jujur. Harus 41:09 dianalisa 41:10 ya. Kalau enggak kita mainkan ini ya 41:13 enggak akan muncul jujur ini di 41:15 tengah-tengah masyarakat ini. 41:18 Oke. Baik Ustaz kita terima telepon dulu 41:19 ya. Halo. Asalamualaikum. 41:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 41:23 wabarakatuh. Dengan Ibu Sri. 41:25 Ibu Sri di mana? di Jakarta Timur. 41:28 Silakan, Ibu Sri. 41:29 Asalamualaikum, Pak Ustaz Salman 41:32 Alfariji. 41:33 Waalaikumsalam, Bu Sri, apa kabar? 41:35 Salam sehat, Pak. 41:37 Sangat sehat, alhamdulillah 41:38 semua. Alhamdulillah. Ini mau 41:42 bertanya tentang kejujuran 41:44 ngih 41:44 lah. Itu saya rasa kalau jujur itu 41:47 kaitannya dengan salat. 41:49 Benar sekali. Nah, karena di dalam salat 41:52 itu kalau enggak salah Allah berfirman, 41:55 "Dirikanlah salat w orang yang beriman 41:59 ee bahwa salat itu mencegah perbuatan 42:04 dan mungkar." Keji 42:05 lah. Itu jujur itu apakah termasuk 42:08 perbuatan mungkar? 42:09 Siap. 42:10 Tapi kalau jujur itu termasuk perbuatan 42:13 mungkar, berarti yang perlu diperbaiki 42:16 itu adalah tentang salatnya dulu. 42:18 Mantap. Apakah begitu, Pak Ustaz? Mohon 42:21 jawabannya. 42:22 Terima kasih, Pak. Asalamualaikum 42:25 warahmatullahi wabarakatuh. Bu, 42:27 kalau kayak gini pertanyaan ceramah 42:29 semangat aku. [tertawa] 42:31 Macam dikasih uang R triliun aku sama Bu 42:33 Sri ini diajak berpikir kayak gini baru 42:35 paten. Ya kan? Ini baru paten. Makasih 42:39 Bu Sri ya. 42:40 Eh, semoga sehat Bu Sri. E panjang umur, 42:42 murah rezeki. Semoga Allah kirim rezeki 42:44 hari ini 400 juta ke rumah. Amin. 42:47 Ke rumah Bu Sri. Maksudnya kalau ke 42:48 rumah yang lain R miliar nanti 42:50 insyaallah kan gitu [tertawa] ya. 42:52 Ya, betul Bu Sri ya. Bahkan guru saya 42:55 mengatakan begini, "Harusnya orang Islam 42:57 itu jujur." Kenapa? Karena orang Islam 43:01 terapi jujur lima kali sehari semalam. 43:05 Pak Krishna, sengking jujurnya kau dalam 43:07 salat kok enggak berani ganti bacaan 43:09 Al-Fatihah, kan? 43:10 H. 43:10 Berani enggak, Pak Krisna? Salat zuhur 43:12 itu kan bacaannya enggak kencang kan? 43:15 H. 43:16 Maka rahasia kenapa ada bacaan yang 43:18 kencang, ada bacaan yang pelan, itu 43:19 latihan jujur. 43:21 Sebandel-bandelnya 43:23 manusia yang beragama Islam, kalau dia 43:25 salat Allahu Akbar pasti dia baca 43:28 Fatihah. 43:29 Mau Fatihahnya benar, mau Fatihahnya 43:31 salah, pasti dia baca Fatihah. 43:33 Padahal BPK enggak ada, KPK enggak ada. 43:36 Enggak ada yangit kau, Pak. 43:38 Ada yang ngudit kita di situ. Yang 43:40 rekam, yang CCTV. Kau benar enggak nih, 43:43 Pak Krisna ini baca Alfit? Enggak ada. 43:46 Sebenarnya si jujur itu dilatih di kita. 43:48 Hm. Oke. 43:49 Allahu 43:51 Akbar. Enggak ada orang yang langsung 43:53 baca wallaili idza saja. Enggak ada. 43:57 Allahu Akbar. Di yang baca pelan itu 44:00 begadang jangan begadang ya 44:03 kalau tiada artinya. Enggak mungkin. 44:07 Hm. 44:08 Sengking. Sengking hebatnya terapi jujur 44:10 di umat Islam. Hebat. Betul. Keren nih 44:13 Bu. Pertanyaan Bu Sri ini. 44:14 Eh, 44:15 tapi kenapa kita enggak jujur juga 44:17 padahal sudah salat? Loh, aku temukan 44:20 orang yang jidatnya hitam kayak aku ini. 44:22 Enggak jujur juga. Pengin ku tempeleng 44:25 itu orang 19 kali kalau ketemu. Sampai 44:27 aku bilang sama adikku, kalau dia datang 44:28 kemari suruh ketemu aku. Pengin ku 44:30 tempeleng 17 kali. 44:32 Marah aku. Gua bilang, "Kenapa?" "Kau 44:34 bawa-bawa embel agama Islam tapi 44:36 bohong." H. [berdehem] 44:38 Kecuali kau tadi pelacur kau apa kau 44:41 preman kau bohong kau justru enggak 44:43 masalah bagi aku. Ini embel-embel pakai 44:47 koko putih, celana nyingkrang jidat 44:49 hitam tapi bohong. Berlatar belakang 44:53 perjuangan lagi nih orang. Bah, aku 44:55 bilang 44:57 PR jujur ini PR yang serius 45:00 yang harus kita kerjakan baik-baik dan 45:03 seriusnya itu fokus kita ngerjakannya 45:06 dan itu harus dimulai dari skala kecil. 45:08 Enggak usah kita mau menjujurkan 45:09 nasional ini kegedean. RT kita aja kita 45:13 pikirkan dah. RT di mana kau tinggal, 45:16 bikinlah satu program agar anak yang 45:19 sekarang SD di RT-mu dilatih mulai 45:21 sekarang jujur. Wah, itu kalau kau bikin 45:24 keren. Nah, Kak. Nah, karena pertanyaan 45:27 Bu Istri ini salat memang termasuk 45:29 terapinya, 45:31 tapi memang salat ini kan 45:36 ibarat KW dia ada KW1 sampai KW77. 45:42 Kau di KW yang ke berapa salat kau? 45:45 Udah KW1 pun kau kau harus original 45:47 masuk ke original. 45:50 Ini sama-sama original nih. Sama-sama 45:52 original misalnya masih harus dinaikkan 45:56 lagi original yang limited edition-nya. 46:01 Nah, itu sehingga ee tapi kalau tadi 46:04 makanya aku bilang tadi entrepreneur 46:06 qurani karakter nabawi. Kalau kita ingin 46:09 menterapi orang jujur melalui Nabi dan 46:12 Al-Qur'an, Al-Qur'an ataupun Nabi sudah 46:15 tunjukkan caranya. Baik itu salatnya, 46:19 zikirnya, bacaan Al-Qur'annya, 46:21 amalannya, habit yang harus kita bangun 46:24 itu ada di Al-Qur'an semua dibikin. 46:26 Mudah-mudahan itu pun masih 46:27 mudah-mudahan Pak Krishna. Karena 46:30 supaya kita tahu bahwa sehebat itu Nabi 46:34 sallallahu alaihi wasallam dalam 46:36 perjuangan 46:38 bukan berarti kita merendahkan Nabi. Itu 46:40 pun di sekitar Nabi tetap ada yang 46:42 munafik gitu kan. Itu tapi dalam hal 46:47 menegakkan kejujuran, kita belum pernah 46:49 menemukan manusia sehebat baginda Nabi 46:51 Besar Muhammad sallallahu alaihi 46:52 wasallam. istilah bukan berarti 46:54 mengkerdilkan agama lain, tapi bahwa 46:56 Nabi kita Muhammad ini sallallahu alaihi 46:58 wasallam saya kira pembelajar atau 47:00 pembaca paham apa yang saya maksud. 47:02 Bahwa yang paling berhasil menegakkan 47:04 atau menghidupkan generasi-generasi 47:06 jujur itu Nabi sallallahu alaihi 47:08 wasallam. Tapi memang itu dimulai dari 47:11 dirinya. Maka Bu Sri tadi bertanya apa 47:14 yang harus kita lakukan? Bu Melda juga 47:16 tadi tanya apa yang harus kita lakukan. 47:18 yang [berdehem] harus kita lakukan. kita 47:20 ini nih kalau sekarang nih saya 47:21 ngomongin jujur saya ini Salman kalau 47:24 suka bohong ini percuma ceramah saya ini 47:27 ceramah saya ini akan dinilai enggak 47:29 usah malaikat jin aja sudah bilang ah 47:32 kau aja pembohong kau Salman enggak usah 47:35 enggak usah malaikat Pak Krisna kan 47:36 karena jin yang ada bersama saya tahu 47:38 saya bohong apa enggak kan 47:40 jadi enggak usah malaikat jin qarin yang 47:43 ada bersama saya ini [berdehem] tahu ah 47:45 Salman ceramah kau basi 47:48 Salman seramah Kau itu sampah kata jin 47:50 saya nih. Kalau apa? Kalau saya 47:53 pembohong. 47:56 Kalau saya pembohong jujur tem ya jin 47:59 saya aja bilang ceramah sampah itu. Maka 48:02 Bu Sri dan Bu Meldas salat yang 48:05 menghasilkan jujur ini memang salat yang 48:07 memiliki kualitas yang baik. Sayangnya 48:10 lagi ketika kita belajar kualitas salat 48:13 ada ulama-ulama bengak. Tak layak 48:16 dibilang ulama. Aku bilang, "Ustaz-ustaz 48:18 bengak," bilang gitu aja. Sering orang 48:20 diprotes sama aku. Kalau kalau ngomongin 48:22 bengak, mainkan aja udah gitu kan. 48:24 Karena apa? Geram aku nengoknya. 48:27 Kita lagi ngajak orang terapi supaya 48:29 salat menghasilkan jujur. Dia masih 48:32 ngomong mengenai bacaan rbighfirli 48:34 warhamni wajburni. Enggak ada 48:36 wafuanninya. Ini ustaz kayak gini nih 48:38 maunya ditaruh di Papua bagi mana? Atau 48:42 di Wamena atau di Afrika bagaimana? Kau 48:45 duduk di situ aja. Kita mau ngomongin 48:47 salat hasil jujur kau cuma masalah wakfu 48:49 anni aja kau bahas buang-buang waktu, 48:52 buang-buang kota, buang-buang energi, 48:54 buang-buang listrik. Itu ceramah yang 48:55 kayak gitu tuh. 48:57 Tapi banyak pula ustaz yang kayak gitu 48:59 dan demen pula orang nge-share-nya. 49:01 Alah, Mak, Jag. Jadi, kita kadang-kadang 49:05 menawarkan orang ikan kakap di gule 49:07 Padang, justru dia ngajak aku makan. 49:13 Ah, enggak enak kalau aku bilang. 49:14 [tertawa] 49:16 Nah, gitu ya. Jadi kualitas salat itu 49:20 harus kita bangun. Kualitas salat yang 49:23 bagaimana? Ya, yang dari Nabi. Yang dari 49:26 Nabi itu ya bisa macam-macam. Gak usah 49:28 kita merasa diri paling benar. Nah, 49:29 kembali lagi ke situ kan. Karena nanti 49:32 oh gak salat kita ini yang paling bagus. 49:34 Enggak usah begitu. Kalau kayak gitu 49:36 otak kau tak bisa jujur muncul. 49:39 Karena jujur ini akan menghasilkan 49:42 logowo, akan menghasilkan nerimo, akan 49:44 menghasilkan mudah menghargai pendapat 49:46 orang lain. Nah, itu si jujur ini. Jadi 49:49 salat kita memang Ibu Sri yang saya 49:50 muliakan harus kita jaga benar-benar 49:53 kualitasnya supaya menghasilkan jujur. 49:56 Karena guru saya mengatakan, "Salman, 49:58 sesungguhnya terapi jujur yang paling 49:59 baik salat lima waktu sehari semalam." 50:03 Bapak, di salat yang jahar pun ada 50:05 bacaan-bacaan diam, kan? 50:07 Heeh. 50:08 Dulu antara dua sujud, Rabbigfirli 50:10 warhamni wajibni kan bacaannya kan. 50:12 Pernah enggak iseng Pak Krishna? Iseng 50:14 aja ganti bacaannya jadi mama. 50:20 [berteriak] 50:25 Pernah kau ganti kayak gitu seumur 50:26 hidup? Pernah enggak? Ada yang berani. 50:27 Enggak ada yang berani. Betapa jujurnya 50:30 kau dalam salat, Pak Krishna 50:31 juga. Kalau buang angin, 50:33 Iya. 50:33 Pasti mengundurkan diri. 50:34 Pasti mengundurkan diri. Betul juga kau. 50:36 Ah, ini baru paten. [tertawa] 50:39 Nah, betul nih Pak Kristen. 50:41 Orang mau dia di shop yang paling depan 50:43 sekalipun tiba-tiba karena dia masuk ke 50:46 angin fes pasti dia keluar. Coba itu 50:49 udah enggak nyaman tuh. 50:50 Udah enggak nyaman dia. Betapa patennya 50:53 salat itu, Pak, sebagai terapi jujur. 50:55 Hanya saja betul Ibu Sri tadi salat ini 50:58 harus diperbaiki. Kita perbaiki 51:00 standarnya. kita perbaiki dulu. 51:03 Ibarat kita membangun rumah, pondasinya 51:06 kita perbaiki, rukunnya dulu kita 51:08 perbaiki. Minimal 14, 13 atau 51:11 perbedaan-perbedaan itu kita satukan. 51:13 Kalau nanti belajar menurut orang 51:15 Wahabi, udah kau fokus saja di Wahabi 51:17 tapi jangan caci NU gitu loh. Kalau 51:19 belajar kau versi NU, udah kau belajar 51:21 versi NU tapi enggak usah caci orang 51:23 Wahabi lah. H 51:24 gitu. Kau belajar versi Muhammadiyah 51:26 udah kau gitu fokuskan di situ. Karena 51:29 ini sumbernya masih dari Nabi, bukan 51:31 dari Mirza Gulam Ahmad gitu loh. 51:33 [tertawa] 51:35 Gitu kan. Maksud aku enggak usahlah kau 51:37 berbantah-bantah di situ. Sudahlah itu 51:39 sama-sama betul bagi orang yang tahu 51:41 sama-sama betul itu. Ah udah ayo fokus 51:44 proiki nanti sesudah nanti itu mulai kau 51:46 bangun yang lain-lainnya mulai sampai 51:50 kau rasakan benar saat Allahu Akbar kau 51:53 bersama Allah Subhanahu wa taala. sampai 51:55 akhirnya kebersamaanmu dengan Allah 51:56 dalam salat terus terbawa-bawa saat kau 51:59 berada di mana pun sehingga mau bohong 52:01 takut kau. 52:03 Itu ya. Tapi Bu Sri atau Bu Melda ya 52:06 atau pemirsa semua yang bertanya sama 52:07 kita ini enggak bisa kayak masa Indomie 52:11 gak bisa. Ini bukan pekerjaan. Saya 52:13 bilang mungkin nanti saya meninggal 52:15 dulu. Kalaupun berhasil saya lakukan ini 52:17 ya di RT saya atau di pesantren sayalah. 52:19 Saya bilang, "Kalaupun saya berhasil 52:21 melakukan ini, saya mungkin meninggal 52:23 dulu sampai cucu saya mungkin meninggal 52:25 dulu. Kalau anak saya konsisten, cucu 52:27 saya konsisten melakukan di situ baru 52:29 dapat yang jujur itu." 52:30 H. Amin. 52:31 Nah, gitu ya. Dan kita harus sabar. 52:33 Silakan, Bag. 52:34 Baik, ke pertanyaan berikutnya dari Ibu 52:37 Ida di Tangerang. Asalamualaikum, Ustaz 52:38 Salman. 52:39 Terima kasih pencerahannya. Saya guru 52:41 TPQ ingin mendidik supaya anak-anak 52:44 jujur. Bagaimana caranya? 52:46 Mak paten kau, Ibu. Kalau kau ibu guru 52:49 TPQ, kau memiliki peran besar terhadap 52:52 kejujuran. Kenapa? Karena anak TPQ ini 52:57 rata-rata di usia golden age. 53:00 Di situ kau ibu siapapun pendengar kita 53:04 guru TPQ saat ini serius kau kelola itu 53:08 karena itu jihad yang lebih mahal 53:10 harganya dibandingkan jihad-jihad yang 53:12 lain. Sangat mahal itu. Kalau kau 53:15 kesulitan dalam hal ekonomi, telepon 53:17 kita. kita bantu kau. Walaupun kita 53:19 enggak bantu ee ee uang cash minimal 53:22 entah apa nanti kita bantu gitu. Saya 53:24 saya ingin serius betul mengelola TPA 53:27 seperti yang bisa saya jangkau. Tapi dia 53:29 harus komitmen bahwa diajari anak-anak 53:32 membaca Al-Qur'an, diajari anak-anak 53:34 salat, diajari anak-anak berakhlak 53:35 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 53:37 Ya, harus itu standarnya. Saya siap apa 53:41 namanya membantu siapapun itu. Ee karena 53:44 jihad saya sudah saya bilang tadi di 53:46 awal. Di situ saya ingin jihad di situ. 53:48 Siapa kawan-kawan yang punya rezeki 53:50 lebih? Ayo dong, Pak. Kawan-kawan 53:52 semuanya, semua kawan-kawan Rasil yang 53:54 mendengarkan kita hari ini punya rezeki 53:56 lebih, tolong perhatikan guru TPA di 53:58 masing-masing tempat. Mereka itu gajinya 54:00 kecil, 54:02 enggak nyampai seperat UMR gadi gaji 54:04 mereka. Kadang-kadang enggak ada yang 54:06 gaji juga. Siapa yang gaji? 54:09 Apa 54:11 di Jabore Tabek masih ada gaji guru TPM 54:14 Rp300.000? 54:16 New Jabul Tabik yang sok kaya ini yang 54:18 artis-artis kita itu tokoh-tokoh publik 54:21 yang pamer-pamer mobil-mobil mewah yang 54:24 harus ditempeleng maunya mereka 17 kali 54:26 ini semuanya ini sok-sok kaya semuanya 54:29 padahal cicilan semuanya gitu kan. 54:33 Guru TPA di sekitar kita gajinya 54:34 Rp250.000. Aku kalau nengok orang yang 54:37 pamer-pamer rumah aku pengin tunjangkan 54:39 ke mukanya sekali tuh. 54:41 Iya. Marah kita. 54:44 Apa pula kau pamer-pamer rumah mewah di 54:47 negara yang miskin ini? I kan di negara 54:51 yang di samping tembok rumah kau banyak 54:54 orang miskin di situ yang enggak pernah 54:55 kau bantu. Cuma sesekali kau bagi-bagi 54:58 sembakau itu pun kau pamernya entah 55:00 kayak mana yang udah macam kau aja yang 55:02 pemurah di republik ini. Kan orang 55:04 Indonesia suka gitu kan. 55:07 Tapi kalau kau punya rezeki kawan, 55:08 tolong dengarkan saya. Peningat Rasil 55:10 ini serius saya menyampaikannya. Kalau 55:12 kau punya rezeki, datangi guru TPA itu 55:15 di mana pun, 55:16 di manaun. 55:18 Coba tanya gaji dia berapa di situ. 55:21 Kalau kau benar merindukan kajian sirah 55:24 nabawi ini, lakukan ini. 55:26 Saya kasihan saya ngelihat guru-guru TPA 55:28 ini. Kau gaji kau berapa, Ustaz? Ya, 55:32 Ustaz. Alhamdulillah. Yang penting 55:33 anak-anak baca Quran, Ustaz. 55:35 H 55:35 gak? Saya serius nanya ya. Kadang-kadang 55:38 ada anak yang ngasih 2.000 sebulan, 55:40 Ustaz. Kadang-kadang ya, kadang-kadang 55:41 kekumpulah Rp200.000. 55:44 Ini bukan cerita bohong ini. 55:46 Hm. [tertawa] 55:48 Kau tengok aja, TP ada tempat kau. 55:51 Ini J boleh tabek. Geser kau sikit ke 55:53 Bogor ujung. Waduh, makin nangis kita. 55:56 Geser kau ke Sukabumi. Geser kau. Aduh, 55:58 habis. 56:01 Dan tidak ada orang yang peduli. Kepala 56:04 desa, camat punya dana sosial. Ke mana 56:07 ini dana sosial itu? 56:10 Saya kadang-kadang pengin nanya ke mana 56:12 dana sosial itu ya. Jadi mobil Pajero 56:15 dia kan [tertawa] 56:17 bangga pula dia pakai Pajero dengan dana 56:19 sosial. Coba bayangkan yang kayak gini. 56:21 Ah, ini. Nah, balik lagi tadi jujur 56:23 lagi. [tertawa] 56:25 Tapi karena yang nanya kita guru TPQ, 56:26 saya bilang ini. Siapapun kaw-kawan yang 56:29 sedang mendengarkan kita, kalau kau 56:31 benar ingin jihad fisabilillah, 56:32 datangilah guru TPA di sekitar kau. 56:35 Tanya dia gaji dia berapa. Bantu dia. 56:39 Kalau bisa jangan bantu dia hanya 56:41 sekedar uang. Tanya dia sekolah ibu 56:43 sekolah eh anak ibu atau anak bapak 56:45 sekolah di mana? 56:47 Kadang-kadang pejuang-pejuang TPA kita 56:49 itu karena duitnya enggak ada, anaknya 56:51 pun putus sekolah. H. [berdehem] 56:54 Ya Allah, aku bilang bangsa yang banyak 56:57 orang yang sok kaya ini kadang itu di 57:00 situ kalau saya berbeda kemarahan 57:02 perjuangan saya. Saya melihat hal-hal 57:05 yang kayak gini mendidih darah saya. 57:09 Mendidih betul darah saya melihat hal 57:11 ini. Enggak ada kita yang peduli. 57:15 Kita pernah di desa tempat saya tinggal 57:16 melakukan sembakau untuk guru-guru TPA. 57:20 Pembagian sembakau untuk guru-guru TPA. 57:22 Guru TPA itu bilang saya seumur hidup 57:25 saya jadi guru TPA Salman di kampung ini 57:27 sering saya lihat beredar sembakau untuk 57:30 duafa. Tapi enggak ada yang mikirkan 57:32 sembakau untuk guru TPA 57:35 di desa saya. desa lain saya yakin sudah 57:38 ada. Maka siapapun yang mendengarkan 57:41 kita hari ini, siapapun yang 57:43 mendengarkan kita hari ini, tolong 57:44 datangi pejuang-pejuang TPA [berdehem] 57:46 itu. Bukan harus TPA ya, maksud saya 57:48 pejuang-pejuang lekar, pejuang-pejuang 57:51 yang mengajarkan bocah-bocah kampung 57:53 baca Al-Qur'an, bocah-bocah kampung 57:56 belajar iqra. Ini giliran belajar bahasa 57:58 Inggris aja gua bayar mahal. Padahal 58:00 bahasa Inggris itu enggak ada manfaatnya 58:02 sama sekali. Ku bilang sama kalian 58:04 semuanya nih belajar piano anak kau ku 58:07 bayar mahal-mahal. Belajar gitar anak 58:09 kau ku bayar mahal-mahal. Belajar tahap 58:11 anak kau kau bayar mahal-mahal. KPS 58:16 belajar dance. 58:19 Ku bayar anak kau mahal-mahal. Al-Qur'an 58:21 enggak berani kalian bayar mahal. 58:23 Giliran Al-Qur'an bayar mahal. Kau 58:25 bilang kudu ikhlas ngajar Al-Qur'an. 58:27 Gimana kita enggak pengin tonjok orang 58:28 ngomong kayak gitu kan. 58:30 Ah, maka 58:32 saya ini perjuangannya mendidih juga 58:34 darah saya di wilayah yang berbeda, Pak 58:36 Krishna. Sering orang menganggap saya 58:37 lembut kali perjuangan kau. Salah kau. 58:39 Aku bilang bukan aku lembut, aku 58:42 kerasnya di wilayah yang berbeda. 58:43 H 58:44 di wilayah-wilah kayak gini. Beh, Pak 58:47 Gus, saya marah saya ngelihat 58:49 orang-orang di sekitar yang kaya ini 58:51 yang membiarkan guru-guru lekar itu 58:53 miskin. 58:55 Baju kokonya aja enggak bisa dia ganti 2 58:58 tahun. 58:59 Dan orang kaya di kampung itu 59:00 melenggang-lenggo. 59:03 Kau enggak takut masuk neraka? Besok 59:05 ditanya Tuhan kau. Ada di situ orang 59:08 yang ngajarkan kitab suci. Kau makan 59:10 enak di situ. Ditendang Allah kau mati 59:12 kau di sana kayak mana? [tertawa] 59:15 Pergi kau haji bolak-balik kau. Tapi 59:18 guru TPA di samping rumah kau kau enggak 59:20 perhatikan. 59:22 Untung bukan aku Tuhannya. Kalau aku 59:23 Tuhannya ku gantung kau [tertawa] 59:26 itu untung bukan aku Tuhannya kan gitu 59:29 ya. Ya kalau aku Tuhannya ku gantung kau 59:31 habis kau gua bikin. Nah ini karena guru 59:34 TPA yang nanya aku. 59:36 Tapi Bu ibu yang guru TPA ini tadi di 59:39 mana pun kau berada ibu ajarkan 59:41 anak-anak tentang jujur. Sabar kau ibu 59:44 enggak ada yang bantu. Sabar kau. Allah 59:46 pasti bantu kalian. Pejuang-pejuang 59:48 Al-Qur'an di wilayah lekar ini pasti 59:51 Allah bantu. Tidak mungkin Allah 59:54 sia-siakan orang yang memperjuangkan 59:56 Al-Qur'an di mana pun dia berada. 1:00:00 Akhirnya kau miskin, akhirnya kau enggak 1:00:02 punya apa-apa. Enggak usah tangisi bahwa 1:00:04 kaulah orang yang paling kaya di 1:00:06 republik ini. Gitu ya. Kau lebih kaya 1:00:09 dari Khairul Tanjung, kau lebih kaya 1:00:11 dari San Diego Uno. Kau lebih kaya 1:00:13 daripada siapa lagi? 1:00:15 Iya dong. Kau berani berjuang 1:00:18 memperkenalkan manusia dengan Al-Qur'an 1:00:21 walau tak dibayar apa-apa. Itu baru 1:00:23 keren kau. Maka guru TPA istikamah, guru 1:00:27 lekar. Kalian ajarkan anak-anak kecil 1:00:30 itu Al-Qur'an. 1:00:31 Nah, tapi yang kusipkan ini. Ajarkan 1:00:34 kejujuran. 1:00:36 Kalau kau kesulitan cari bahannya, 1:00:38 datang kau ke pesantren kuk kasih 1:00:40 hadis-hadis tentang jujur, cerita-cerita 1:00:43 tentang jujur. Nah, nanti ku ajarkan kau 1:00:45 juga bagaimana cara menginstal supaya 1:00:47 kejujuran ini e e apa namanya? Ada di 1:00:51 darah anak-anak. Karena kita juga pakai, 1:00:53 saya belajar dengan Pak Munif bagaimana 1:00:56 cara mengajarkan agar tema yang kita 1:00:58 bawakan itu menusuk ke tulang sumsum 1:01:01 anak-anak. 1:01:02 Tentu nanti kalau ada Pak Munif tanya 1:01:06 dia, "Pak Munif, kemarin hari Jumat si 1:01:08 Salman bilang ada teknik bagaimana 1:01:12 mengajarkan sesuatu agar masuk ke long 1:01:14 time memori seseorang." Ah, itu Pak 1:01:16 Munif ahlinya, bukan aku. Terima kasih 1:01:18 Pak Krisna. Ustaz Salman kita sudah 1:01:20 dibatas tapi ini terakhir aja tolong 1:01:22 dibaisa dijawab dengan ringkas ya. 1:01:24 Baik baik Salman. Kenapa kenyataannya 1:01:26 kejujuran malah dimusuhi dan kebohongan 1:01:29 justru dibela? Terima kasih dari Ibu 1:01:31 Ijah. Dari siapa? 1:01:32 Ibu Ijah. Ah, ibu-ibu semua penanya kita 1:01:34 nih. Saus siang ini ya. 1:01:36 Ya, gini Bu ya. Kalau ee pertama 1:01:39 pertanyaannya eh jawabannya karena 1:01:41 kebenaran sudah tidak diakomodir dengan 1:01:45 baik oleh umat Islam itu sendiri gitu 1:01:46 ya. Ya, kebenaran ini apalagi 1:01:50 kebenaran-kebenaran mendasar 1:01:53 sepertinya kurang kita ladeni dengan 1:01:55 baik ya. Kita kita harus jujur dalam hal 1:01:58 ini ya. Jadi kita ini kurang meladeni 1:02:01 kebenaran-kebenaran seperti ini ya. Kita 1:02:04 sibuk mengurus isu ya. Kita sibuk 1:02:08 mengurus isu. Kalau istilah saya tadi 1:02:10 sama Pak Krishna, kita sibuk mengurus 1:02:13 perkara ngambang 1:02:15 yang bagi saya gak bisa menyelesaikan 1:02:18 masalah itu. 1:02:20 Untungnya saya punya guru. Guru saya 1:02:22 bilang apa? Kau fokus aja Salman di 1:02:23 pesantren, di di anak-anak itu. Karena 1:02:26 itu kasus yang benar-benar realita yang 1:02:29 kau hadapi. Enggak usah kau ikut-ikutan 1:02:32 ngurus-ngurus kasus ngambang ini. 1:02:33 Katanya kasus-kasus ngambang ini 1:02:35 buang-buang energi, buang-buang ee 1:02:38 buang-buang kota, buang-buang waktu, 1:02:40 buang-buang tenaga. Nah, maka saya 1:02:43 berusaha sekarang usaha saya adalah 1:02:45 bagaimana agar saya bisa fokus ee 1:02:49 mengurus ee kejujuran ee wiraswasta 1:02:53 muslim ya. Itu karakter Nabi dan terpan 1:02:55 qurani. Itu yang sedang fokusnya saya 1:02:57 dalam hal pendidikan. Tapi ya nah saya 1:03:00 wilayah jihad saya pendidikan sudah saya 1:03:03 kalau sudah ngomongin jihad pendidikan 1:03:04 kasar pun bahasa saya tidak takut saya 1:03:06 menghadapi siapapun ya. marah pun 1:03:08 kadang-kadang saya enggak peduli saya 1:03:10 saya jika saya melihat 1:03:11 kesalahan-kesalahan wilayah pendidikan, 1:03:13 pembiaran-pembiaran terhadap pendidikan 1:03:16 kasar bahasa saya. Tak peduli saya k 1:03:18 bukan kadang-kadang sering saya tak 1:03:20 peduli melihat itu. Kenapa? Karena saya 1:03:21 sudah geram sekali melihat orang yang 1:03:24 beragama Islam apalagi membiarkan 1:03:26 hal-hal seperti ini. Nah, maka bagaimana 1:03:29 caranya supaya kejujuran ini menang? 1:03:31 Harus kita banyakkan. Kejujurannya harus 1:03:33 kita banyakkan. Bayangkan ibu yang 1:03:35 bertanya sama saya. Waktu itu cuma Nabi 1:03:38 yang punya sifat ini. 1:03:40 Dia langsung ditempeleng orang, langsung 1:03:43 dihina orang. Akhirnya gabung bersama 1:03:45 dia Abu Bakar Assiddiq radhiallahu anhu 1:03:47 ardah. Sengking jujurnya Pak Abu Bakar, 1:03:50 dia disebut dengan assiddiq, bapak Abu 1:03:53 Bakar yang jujur. 1:03:55 Itu keren ya. Lama-kelamaan bergabung 1:03:57 dengannya banyak sahabat-sahabat 1:03:59 asabiqun alawalun. Ini perlu dipelajari. 1:04:01 Ya, sabunal awalun ini saya juga pernah 1:04:03 janji akan kita bahas satu persatu tapi 1:04:05 belum sempat ya. Keren sekali bagaimana 1:04:08 Nabi berhasil mendidik generasi yang 1:04:11 disebut dengan sabiqunal awalun 36 atau 1:04:13 37-an orang yang [berdehem] ini kita 1:04:16 boleh baca rekam jejak hidup mereka 1:04:19 kejujuran menghiasi hidupnya. Luar 1:04:21 biasa, luar biasa, luar biasa. Nah, ini 1:04:23 kalau nanti kita bangun Bu Ijah akan 1:04:25 bisa menjadi eh meramaikan ee ee ee 1:04:28 kehidupan kita sehingga kebohongan 1:04:30 terpinggirkan. Ini saja yang bisa saya 1:04:32 sampaikan. Wabillahi taufik wal hidayah. 1:04:33 Mohon maaf atas segala yang salah. 1:04:35 Sekali lagi saya mohon maaf. 1:04:36 Kadang-kadang bahasa saya di 1:04:37 wilayah-wilayah seperti ini enggak bisa 1:04:39 saya kontrol. Saya orang Medan memang. 1:04:42 Oh kadang-kadang kasar padahal dalam 1:04:44 hati saya rintu harahap sebenarnya. Ini 1:04:45 ya [tertawa] 1:04:48 lagunya metal. 1:04:49 Wajar buat ya. 1:04:51 Gitu. 1:04:52 Saya lagi belajar main gitar Pak Krista. 1:04:54 Masyaallah. Belajar. 1:04:54 Saya sudah bisa kunci G, kunci C, kunci 1:04:57 E, kunci F. Ya, ternyata kunci F itu 1:05:00 sulit sekali. Saya sudah mulai belajar 1:05:02 balonku ada lima 1:05:06 sama lagu yang satu lagi itu lagu Roma 1:05:08 Irama. Begadang jangan begadang. 1:05:09 [tertawa] 1:05:10 Terima kasih. Silakan. 1:05:12 Oke. Oke. Ini mohon maaf untuk yang 1:05:15 belum bisa kami jawab pertanyaannya 1:05:18 bagaimana pesantren agrikultur menurut 1:05:21 ustaz seperti di mega mendungak. Oke. 1:05:24 Ee minggu depan ya kita jawab ya. Tapi 1:05:27 ku bilang dulu sama karena Bapak bilang 1:05:29 mega mendung agrikultur. Ah ini 1:05:32 hubungannya sama Habib Rizik. Saya ini 1:05:34 terinspirasi bangun pesantren 1:05:37 agrikultur. 1:05:38 Inspirasi besarnya adalah kunjungan yang 1:05:42 diajak oleh sekolah insan Mandiri ini ke 1:05:46 Mega Mendung markas Syariah. 1:05:49 Heeh. 1:05:50 Jadi 1:05:52 kadang-kadang ke lapangan orang 1:05:53 menganggap saya enggak suka Habib Rizik. 1:05:54 S ku tempeleng kau. Kalau kau bilang kau 1:05:55 enggak suka Habib Rizq, kau bilang. 1:05:57 H 1:05:58 saya memang tidak seperti Habib Rizq 1:06:00 yang kau lihat sekarang dalam berjuang. 1:06:01 Tapi kalau kau tanya kenapa Ruhama 1:06:03 Alfajar ini seperti ini sekarang 1:06:05 termasuk yang mengakar di kepala saya 1:06:07 ketika saya ke mega mendung ada kandang 1:06:10 sapi, ada kandang kambing, ada penaman 1:06:14 pohon, ada ikan [berdehem] di situ. Woh, 1:06:16 ini dia pesantren yang paten. Gua bilang 1:06:20 [tertawa] 1:06:21 justru ini karena dia tanya agrikultur 1:06:23 itu. Jadi kalau saya saya sudah bilang 1:06:25 Pak Ihsan tadi saya ayo dong Pak 1:06:27 sampaikan ke Habibna guru kita Habib 1:06:29 Rizik kita fokusin tuh yang 50 hektar 1:06:31 yang di mega mendung sehingga menjadi 1:06:33 markaz entrepreneur markas pembangun 1:06:36 pemuda-pemuda berkarakter yang memiliki 1:06:38 entrepreneur 1:06:40 mudah-mudahan Pak Parit dengar ini. 1:06:42 Iya [tertawa] dong mudah-mudahan Pak 1:06:43 Parahit dengar ini. Ayo nih sesudah ini 1:06:46 kita cooling down kita fokus tuh 50 1:06:49 hektar. Masyaallah. 1:06:51 10 hektar kita bikin kandang kambing. 1:06:55 Kita ini semakin ke sini udah tahu aku 1:06:57 bagaimana modal kambing itu murah. 1:06:59 Tapi di sana enggak cocok untuk penanam 1:07:01 pisang. 1:07:01 Kenapa? 1:07:02 Masih banyak monyetnya. 1:07:03 Monyet mah tinggal dibacain zikir. Pergi 1:07:05 dia [tertawa] 1:07:09 suruh anak-anak itu baca Ratibul Haddad, 1:07:11 Wirdul Latif, Hizib Nawawi. Insyaallah 1:07:12 monyetnya bilangnya, "Pak Salman aku 1:07:14 ambil dua ya. Ya udah aku ambil sisir 1:07:16 aku ambil enggak apa-apa." Aku bilang 1:07:17 kayak gitu ca dia. [tertawa] 1:07:19 Oke, Ustaz, kita sudah dibatasi oleh 1:07:21 waktu, Ustaz. [terkesiap] Terima kasih, 1:07:23 Ustaz. Mudah-mudahan sehat ya. Terima 1:07:25 kasih. Terima kasih. 1:07:25 Oke, terima kasih atas [tertawa] 1:07:26 perhatian Anda semuanya. Kita jumpa lagi 1:07:28 pada Jumat depan. Saya Muhammad Krishna, 1:07:30 Ondi Saputra, kemudian Bima ya, Bima 1:07:34 Candra juga 1:07:36 Fahri. Mohon pamit. Wabillahi taufik 1:07:38 walhidah. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:07:39 wabarakatuh.