Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Alu [bernyanyi] fasayarallahu
- amalakum wa rasuluhu wal mukminun
- wasaturadduna
- ila aalimil ghaib wasyahadah
- fayunabbiukum
- bima
- umalun
- [musik]
- sungguh nikmat orang yang sudah mendapat
- perhatian Allah dan rasulnya.
- Jika perhatian dari atasan, pejabat, dan
- orang-orang yang berkuasa saja sudah
- bisa membuat kita kegirangan. Bagaimana
- jika perhatian itu datang dari pencipta
- alam semesta beserta ciptaannya yang
- paling indah, yaitu baginda nabi?
- Apalagi yang kita cari di dunia selain
- dua hal tersebut?
- [musik]
- Perhatian tadi bisa didapat hanya jika
- kita beramal saleh apapun bentuknya.
- Bisa dengan [musik] tenaga, harta,
- pemikiran, dan lain sebagainya.
- Namun akan baginda nabi adalah
- memperjuangkan ajarannya, meneruskan
- perjuangan beliau, berdakwah di
- jalannya.
- [musik]
- Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar
- Radio Silaturahim dan pemirsa Rasil TV
- bersama-sama berjuang bersama Radio
- Silaturahim dengan berdonasi [musik]
- ke nomor rekening berikut.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillah wasyukurillah wala haula
- wala quwwata illa billah. Asyhadu alla
- ilaha illallah wahdahu la syarikalah wa
- asyhadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluh la ba'dah. Masih dipancar
- luaskan dari Jalan Masjid Silaturahim
- nomor 36 Kalimanggis Cibubur Bekasi.
- Inilah radio Silaturahim dan juga Rasil
- TV untuk Islam yang satu. Ikhwan,
- akhwat, para pendengar radio silaturahim
- dan juga pemirsa Rasil TV di mana pun
- Anda dapat menyimak siaran kami.
- Bagaimana kabar Anda di pagi hari ini?
- Semoga kabar ikhwan akhwat di pagi hari
- ini masih dalam keadaan sehat walafiat
- dan mudah-mudahan Allah subhanahu wa
- taala masih memberikan perlindungannya
- kepada kita semuanya.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Ikhwan
- akhwat, dengan syukur kita kepada Allah
- subhanahu wa taala di pagi hari ini kita
- dapat bertemu kembali dalam program
- acara tausiah pagi edisi hari ini yaitu
- di hari Kamis di tanggal 19 Zulhijah
- 1442
- Hijriah bertepatan di tanggal 29 Juli
- 2021. Ikhwan akhwat penengar Radio Soltr
- dan juga pemirsa Rasil TV. Di kesempatan
- pagi hari ini kami menghadirkan
- narasumber kita insyaallah yang akan
- membahas di kajian kitab tafsir Ibnu
- Katsir bersama guru kita Ustaz Umar
- Rasyid Hasan. Alhamdulillah beliau telah
- hadir. Kita sapa terlebih dahulu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar? Sehat walafiat, Pak Ustaz? Ya.
- Alhamdulillah wasyukrulillah.
- Masyaallah. Ini ee siaran pertama ya,
- Ustaz, ya? Ya,
- siaran pertama pasca
- apa? Ujian.
- Ujian Ustaz ya. Masyaallah.
- Ujian Covid.
- Kita sama-sama nih Pak Ustaz. Saya juga
- kebetulan pas di hari kedua, Ustaz.
- Subhanallah.
- Paska ya itu, Ustaz kejadian di Covid
- itu, Ustaz, ya. Masyaallah.
- Ya, kita termasuk alumni.
- Alumni. [tertawa]
- Alumni COVID.
- Ustaz sendiri gimana, Ustaz, sekarang
- yang dirasa Pak Ustaz?
- Agak masih lemas. Cuman ya kita
- lagi-lagi harus ada semacam
- penyemangat ya.
- Penyemangat, Ustaz, ya. He.
- Karena kalau terus di rumah pun bukan
- menambah semakin sehat.
- Betul. Ustaz
- malah beban pikiran gitu kan. Itu
- berdampak pula pada ee sekarang kan
- dalam pemulihan ya.
- Heeh.
- Berdampak pula pada ee imun pemulihan
- kita.
- Nah, imun ustaz rasakan imun imun tubuh
- ustaz ini ketika dia bagus dia ada gerak
- di luar.
- Hm. Maka alhamdulillah kemarin ustaz
- juga mendengar nasihat dari ustaz-ustaz
- yang lain. Gerak, gerak, gerak keluar
- rumah
- hirup udara. He
- ya kan meskipun kotor tapi pakailah
- [tertawa] apa [terkesiap]
- di mana sekarang udara yang bersih kan
- semua di mana
- di daerah ustaz masih banyak yang bersih
- lah ustaz.
- Ee daerah kelapa nunggal ke atas.
- Kelapa nunggal ke atas memang masih ada.
- Cuma sekarang nih Gunung Kapur sedang
- dibongkar terus.
- Oh. Jadi hari-hari ini memang debu
- semakin apa ya
- tebal Ustaz ya di lingkungan udara sana
- Ustaz ya.
- Ya alak kulihal untuk saat ini Ustaz
- sudah kembali normal dan makan sudah ee
- malah lebih porsinya lebih kayaknya
- [tertawa]
- saya
- berat badan 4 kilo hilang.
- 4 kilo, Ustaz. Ya.
- Iya. 4 kil.
- Saya belum nimbang lagi Ustaz.
- Masyaallah ya. Semoga kita selalu
- dijaga, Ustaz ya oleh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Iya. Dan mudah-mudahan untuk teman-teman
- kita juga Pak Ustaz selalu diberikan
- kesehatan oleh Allah Subhanahu wa taala,
- Pak Ustaz. Ya, masyaallah.
- Baik, Pak Ustaz. Kita di kesempatan pagi
- hari ini alhamdulillah dapat berjumpa
- kembali dan Ustaz juga akan menerangkan
- kembali pembahasan di kajian tafsir Ibnu
- Katsir, Pak Ustaz. Ya,
- insyaallah Ustaz akan membahas di Quran
- surah Al-Isra, Pak Ustaz,
- di ayat yang ke-82, Ustaz. Ya,
- insyaallah.
- Ikhwan Ahmad, pendengar radio ST yang
- dirahmati Allah Subhanahu wa taala dan
- juga pemirsa Rasil TV.
- Nah, untuk bagi ikhwan akhwat yang ingin
- mengirimkan pertanyaan ataupun ee
- komentarnya nanti insyaallah di segmen
- yang kedua kita akan bacakan di layan
- telepon di 0218451512.
- Untuk Line WhatsApp-nya di 0811999720.
- Kita buka, Pak Ustaz acara kita di pagi
- hari ini dengan kita membaca doa thaabul
- ilmi. Bismillahirrahmanirrahim.
- Amin. Baik, tafadol Ustaz untuk
- kajiannya di Quran surat Alisra ayat
- yang ke-82.
- Sebelumnya kita sampai jam berapa nih?
- Jam jam 10.
- Jam 10.00, Ustaz. Jam 10 lewat 10
- ya lebih-lebih dikitlah ya.
- Iya, Pak Ustaz. Insyaallah.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ikhwatal iman yang dirahmati Allah,
- pendengar setia Rasil dan pemirsa
- televisi Rasil di mana saja berada.
- Ustaz ucapkan asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Innalhamdalillah
- nahmaduhu wa'inuhu wa nastagfiruh wa
- naudubillahi minuri anfusina wamatialina
- man yahdihillahu fala mudillalah waman
- yudlil fala hadalah
- wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli ala
- Muhammadin wa ala alihi wasohabati
- ajmain. Amma ba'd.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim.
- Watb alaina innaka antwabur rahim.
- Allahumma inni azubika min an adil udol
- au azil uzal adlim au udlam ajhal au
- yujhalu alai.
- Sahabat Rasil yang dimuliakan Allah
- subhanahu wa taala.
- Terputus kita beberapa pekan karena satu
- hal yang tidak sama-sama kita inginkan.
- Hm.
- Tetapi itu merupakan takdir Allah
- Subhanahu wa taala yang harus kita
- hadapi dengan ikhlas dan kita hadapi
- dengan keimanan.
- Soal upaya kita menjaga kesehatan sudah
- pun kita lakukan. Khususnya Ustaz Umar
- ini sebelum kena COVID, Ustaz lagi
- semangat-semangatnya membangun di
- Majalengka.
- Pesantren. Ustaz.
- Iya. Asrama itu kan
- asrama ya.
- Asrama santri. Pagi kita sudah mulai
- dari azan subuh bahkan dari jam jam .00
- malam itu sudah kita aktivitas
- sudah selesai salat subuh menunggu suruk
- ya kan
- setelah menunggu suruk kita sudah
- sarapan pagi di sana pakai suabi
- sarapannya itu.
- Masyaallah
- habis makan serabi nunggu yang datang
- pekerja ikut kerja sampai siang zuhur
- kita azan
- sambung lagi habis makan siang sampai
- asar azan lagi. Terus artinya itu dalam
- rangka menjadikan diri kita sehat.
- Heeh. Tetapi
- apalah daya kita ketika takdir Allah itu
- ada yang nembus pada kita kan gitu ya.
- Takdir Allah berupa ee yang sekarang
- sedang marak dirasakan oleh banyak
- masyarakat yaitu tidak lain daripada ee
- Covid-19 ini ya. Ustaz tadi katakan kita
- nih menjadi alumni ya, alumni
- daripada
- ee fitnah yang Allah hadirkan pada
- tengah-tengah masyarakat hamba-hambanya.
- alakulihal kita bersyukur dengan kondisi
- apapun ya termasuk kepada kita yang
- sudah mengalami dan merasakan bagaimana
- ee katakan dahsyatnya COVID ini.
- Oleh karenanya
- tidak salah dalam kesempatan kali ini
- Ustaz mendoakan
- kepada yang sedang mendapatkan ujian
- berupa
- mm taun COVID kepada semua saja. Ustaz
- doakan agar sepertama disehatkan
- kembali.
- Iya.
- Dipulihkan kembali menjadi hamba-hamba
- Allah yang ee jasadnya normal dan dapat
- beribadah kepada Allah dengan
- sebaik-baiknya.
- Yang kedua, bersabar.
- Dan yang ketiganya upayakan sesuatu
- untuk kesembuhan. H.
- Jadi upaya ini juga merupakan syariat
- gitu kan. Harus dihadirkan pada
- kita yang sedang sakit. Ustaz doakan
- semoga kawan-kawan yang sedang dalam
- keadaan sakit baik yang berada di rumah
- sakit atau yang isoman di rumah
- masing-masing semuanya tidak luput dari
- doa ustaz. Doa yang masyhur dengan doa
- bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- rabbanas adil bafi maradi waujati
- banati
- um Muhammadin sallallahu alaihi
- wasallam. Anyafi laafaukaifaan
- la yubadiruq.
- Ini doa yang subhanallah yang
- sangat-sangat indah yang Rasul
- sallallahu alaihi wasallam ajarkan pada
- kita di saat kita berhadapan dengan
- musibah-musibah penyakit seperti ini.
- Itu doa ustaz untuk yang sakit. Dan
- kepada yang masih sehat, tolong kiranya
- sebaik-baik mungkin, sebisa-bisa mungkin
- jaga itu kesehatan.
- jaga yang namanya makanan, jaga yang
- namanya minuman juga untuk ee kalau
- tidak perlu-perlu amat bepergian gitu
- kan. Ini
- karena kita juga terkadang mengabaikan
- itu ya enggak usah pergilah. Tetapi
- untuk salat di masjid ya alangkah
- baiknya isi masjid gitu kan supaya apa?
- Supaya imun kita juga ternyata masuk
- masjid itu imun tuh bertambah bukan
- berkurang.
- Masyaallah. Hanya saja tetap protokol
- kesehatan sementara ini masih harus
- diprihatikan karena tidak tidak boleh
- juga abai kita ini pada sesuatu yang
- memang ee sudah menjadi apa pengalaman
- bersama.
- Ikhwan fillah yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala.
- Mm pagi ini sebetulnya
- terinspirasi dari
- ayat mm dalam surat Al-Isra ayat 82.
- tentang Al-Qur'an sebetulnya nak Anis.
- Iya.
- Menjawab Al-Qur'an ini sebagai jawaban
- pada COVID-19 gitu loh.
- Ee kawan-kawan yang memang pernah
- merasakan
- ee penyakit ini Subhanallahzim
- ee itulah tadi antara hidup dan mati kan
- gitu.
- Iya.
- Alhamdulillah kita diizinkan kembali
- untuk sehat. Alhamdulillah.
- Kalau yang tidak Subhanallah.
- Ustaz itu nais ulama-ulama dari kalangan
- Nahdiin saja tidak kurang dari 900 ulama
- yang terhitung dari
- kemunculan COVID sampai sekarang.
- He
- itu 900 ulama
- bukan jumlah sedikit
- mencetak ulama itu puluhan tahun.
- Sekarang hilangnya ulama dengan jumlah
- dari Nahdatul Ulama 900 saja. Kalau
- mereka ulama-ulama itu kan dari semenjak
- jam . malam jam .00 itu sudah menghiasi
- diri dengan ibadah.
- Iya.
- kita di dunia ini kerugiannya besar
- dengan meninggalnya para alim ulama itu.
- Bayangkan kalau dari satu ulama
- bermunajat pada Allah untuk dirinya,
- untuk keluarganya, untuk masyarakatnya,
- untuk bangsa dan negaranya,
- untuk ekonomi, untuk pendidikan dan yang
- lain-lain. Katakanlah satu ulama berdoa
- 20 bentuk doa.
- Hm.
- Sekarang kalikan ke 900 ulama yang
- hilang karena kematian.
- Berapa ribu doa yang tidak dimunajatkan
- setiap malam
- karena mereka kembali pada Allah?
- Nah, muncul pertanyaan, siapa yang
- [berdehem] akan menggantikan
- gitu kan kedudukan doa itu saat mereka
- sudah kembali? Kadang kita berpikir,
- "Aduh, umat Muhammad ini malas-malas
- tidak mau bangun malam, tidak mau salat
- tahajud.
- Padahal kalau kita lihat kerugian dunia
- dengan matinya para alim ulama itu dari
- doa saja, Nak. 20 * 900 sudah berapa?
- 18.000 doa. 18.000 doa itu sudah tidak
- naik lagi ke langit dari mereka." Nah,
- yang akan meneruskan doa itu siapa?
- Kalau bukan kita.
- Maka Ustaz menyampaikan pesan moral
- sebelum Ustaz
- menyampaikan suratul Isra ayat 82 ini
- [berdehem] khususnya kepada masyarakat
- yang masih sehat. Betapapun kita ini
- masyarakat awam, tetapi soal ibadah
- alangkah baiknya kita gantikan posisi
- ulama-ulama yang sudah meninggal dunia
- dengan jumlah dari Nahdatul Ulama saja
- tidak kurang dari 900. Belum lagi tambah
- dari Muhammadiyahnya,
- dari Persisnya, ya kan?
- Belum lagi dari lembaga-lembaga lain
- yang kalau kita jumlahkan, ya Allah
- ribuan.
- Ribuan sahabat dekat ustaz aja, Ustaz
- Dr. Lutfi Fatullah kemarin magrib
- meninggal dunia pekan kemarin kan.
- Gemetar ustaz-ustaz lagi panas-panasnya
- badan saya mendengar informasi
- teman-teman banyak meninggal lagi kan.
- Ya Allah, gimana
- mengatur nafas itu gimana gitu. Maunya
- sih enggak ngelihat WA gitu kan. Tapi
- walaupun sakit kita juga perlu
- informasi.
- Iya.
- Akhir buka lagi WA itu. Subhanallah.
- Nah, itu jadi kerugian dunia ini karena
- dengan kematian ulama itu dari kebaikan
- doa dan munajat mereka sedang kerugian.
- Nah, rugi ini jangan berterus-terusan
- ikhwan. Maka kita semoga ada kesadaran
- dan rasa tanggung jawab bersama untuk
- kita bangun malam bertahajud ya.
- Kemudian
- menyampaikan pada Allah doa dan munajat
- kita. Ee karena kondisi ini luar biasa.
- Tanpa doa, tanpa kesadaran kita banyak
- bermunajat.
- Sedangkan pemilik penyakit ini bukan
- bukan manusia.
- Penyakit ini kan bukan karya manusia.
- mungkin ada ee istilahnya kaitan dengan
- program-program kejahatan manusia
- tertentu, tapi ini Allah izinkan kan
- gitu. Hanya Allah yang membuatnya. Covid
- itu milik Allah. Maka munajat dan doa
- kita itu adalah semoga Covid yang sedang
- melanda dunia ini Allah angkat dan dunia
- kembali normal seperti biasa. Ini doa
- kita.
- Adapun
- surah Al-Isra ayat
- 82 itu menceritakan
- tentang kondisi Al-Qur'an,
- kondisi dan posisi Al-Qur'an di sisi
- kehidupan manusia.
- Ayatnya berbunyi
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Waunazzilu minal qurani ma hua siifa
- warahmatul lil mukminin
- wala yazidimina
- illa khasar.
- Terjemahan bebasnya ikhwat al iman.
- Wunazilu minal Quran. Dan kami
- menurunkan dari Al-Qur'an itu mau siifa
- warahmah. Apa-apa yang dapat
- menyembuhkan
- hamba-hambaku manusia. kan warahmah
- dan juga sebagai rahmat bagi orang yang
- beriman ya lil mukminin. Tetapi bagi
- orang-orang zalim yaitu yang melampaui
- batas dalam kehidupannya.
- Wala yazidalimina
- illa khasar.
- Dan tidak
- menambah kepada orang-orang zalim itu
- yaitu Al-Qur'an. Baik saat mereka
- mendengarnya, baik saat mereka
- berpapasan dengan dai-dai umat Islam
- membawakan Al-Qur'an, tidak akan
- bertambah apa untuk mereka terkecuali
- kerugian. Nah, itu illa khasar.
- Di sini ada dua kubu sebetulnya. Kubu
- orang yang beriman dan kubu orang yang
- zalim yang tidak mengakui [berdehem]
- kedahsyatan Al-Qur'an. Nah, kita sebagai
- orang beriman
- sungguh jiwa kita ini terpengaruh berat
- dengan Al-Qur'an.
- Dengan informasi ilahi seperti ini.
- Wunazil minal Quran mahua syifa
- warahmah.
- Dan kami telah menurunkan dari Al-Qur'an
- itu pengobat gitu loh,
- penyembuh
- dan rahmat. Maka bagi kita orang beriman
- subhanalladzim
- ya arahan ilahi ini harus kita
- ee lakukan dalam segala hal
- dalam keadaan kisah sehat. Jadikan
- Al-Qur'an itu sebagai ee ee penjaga
- kesehatan kita
- dan sebagai rahmat dalam saat kita
- sakit. Jadikanlah Al-Qur'an itu sebagai
- penyembuh daripada sakit kita. Maka anak
- Anis di waktu perekan
- pekan pertama Ustaz
- ee terjangkit penyakit ini, anak dari
- Jakarta itu telepon semua.
- Hm.
- Abuya gini gini gini, Abuya ini bagus
- gitu kan. Ustaz bilang, "Arahan kalian
- bagus, tapi Abuya akan mengobati diri
- Abuya hanya dengan Al-Qur'an."
- Itu saya begitu. Jadi karena sakitnya
- pertama kan pekan pertama di Majalengka.
- H.
- Jadi Abuya dari hari ini akan bersama
- Al-Qur'an terus. Semampu [berdehem]
- ustaz saat itu nih subhanalladzim entah
- kalau dilihat panasnya berapa derajat
- gitu ya. Yang terasa itu ya nauzubillah
- minzalik ya. Semua kita yang sudah itu
- merasakan seperti itu. Jadi Al-Qur'an
- terus
- ya. Tetapi kita pun bukan berarti
- mengabaikan obat-obat yang diberikan
- untuk
- ee meredakan daripada panas gitu kan.
- Gak kita juga alhamdulillah selama obat
- itu sah-sah saja untuk orang sakit ya
- dengan tujuan pengobatan ya kita minum
- gitu loh kita usaha untuk supaya cepat
- sembuh melalui obat itu. Karena kita
- juga di syariatkan untuk berobat tetapi
- Al-Qur'an yang kita baca itu subhanallah
- adzim dahsyatnya luar biasa.
- Nafas yang tersengal-sengal.
- Dengan membaca Al-Qur'an itu lambat laut
- nafas itu terbuka
- sambil mulut kita ketika berpapasan
- dengan Al-Qur'an yang ada perintah
- begini, kita ikuti perintah Al-Qur'an
- itu. Makanya kalau yang tidak paham
- bahasa Arab harus ada terjemah atau
- tafsir.
- Ada perintah begini oleh Allah kita
- ikuti. Subhanallah.
- Walaupun Covid menyerang kita, H
- tetapi dengan Al-Qur'an makan enggak
- bisa saat itu makan minum, Ustaz. Kalau
- boleh dikatakan hampir 2 pekan tuh
- enggak makan, enggak minum. Luar biasa
- itu. Subhanalladzim yang namanya makan
- itu
- rasanya
- walaupun lezat gitu kan
- gak ada rasa aja.
- Yang ada tuh w mau muntah terus
- mual
- mual terus yang ada. Tetapi
- alhamdulillah dengan Al-Qur'an suatu
- keajaiban yang sangat luar biasa. Ini
- yang Ustaz alami gitu ya.
- Yang ustaz alami. Jadi pengalaman ini
- boleh juga itu maksudnya ini kan melalui
- ayat ini pengalaman ini boleh juga
- diikuti oleh yang lain gitu loh.
- [berdehem]
- Iya.
- Eji mumpung ini siaran radio yang
- insyaallah taala bisa didengar oleh
- jutaan orang kan gitu. Nah, ini tolong
- dimanfaatkan pengalaman ustaz. Al-Qur'an
- Al-Qur'an
- itu Al-Qur'an subhanallah adzim tidak
- ada keraguan di dalamnya. Nah, di saat
- Ustaz yang parah betul itu di pekan
- kedua
- Ustaz buka tafsirnya Nis.
- Heeh. Dan Ustaz buka juga keterangan
- alim ulama baik dari Mesir, baik dari
- Saudi, baik dari ee Yordania, ulama
- Palestin. Ustaz buka semua suara mereka
- menyatukan pendapat mereka di sekitar
- ayat ee surah Alisra ayat 82 ini semua
- sepakat sama.
- H
- bahwa Al-Qur'an itu dapat mengobati
- penyakit apapun ee jasmani dan rohani.
- Subhanallah.
- Wah, semakin yakin lagi, Ustaz. Dengan
- napas tersengal-sengal kembali Quran
- lagi.
- Kadang kalau mampu wudu, wudu. Kalau
- enggak tayamum
- gitu. Jadi,
- tanpa
- hari e tiada hari tanpa Quran itu
- selalu
- itu selalu di pinggir usa ada Quran
- terus. Ya memang kita harus kembali ke
- sana.
- Mau ke mana kita kembali kalau tidak
- kepada Al-Qur'an kan
- soal obat yang dihadirkan pada kita.
- Alhamdulillah yang saya hormati, saya
- sayangi Ustaz Husin Alattas dan beserta
- keluarga besarnya subhanallah ee
- memberikan perhatian penuh kepada saya
- dengan mengirimkan obat-obat ya kan dari
- putaran yang tercinta Dr. Muhammad.
- Alhamdulillah obat-obat itu disuplly
- terus e dari Dr. Muhammad beli ini, beli
- itu, beli ini terus gitu. Alhamdulillah
- kita subhanalladzim upaya obat.
- Alhamdulillah itu dan dirasakan oleh
- ustaz setelah Al-Qur'an dibaca begitu ee
- istilahnya ya penuh semangat gitu kan.
- Ditambah dengan obat-obatan
- dari dunia medis itu alhamdulillah
- perkembangan dari hari ke hari ya
- semakin
- bertambah baik.
- Jadi, ikhwan,
- menurut ustaz
- dan menurut banyak kalangan alim ulama
- almufassirun di sekitar ayat ini, umat
- Islam yang beriman pada Allah tidak
- boleh ragu kepada Al-Qur'an. Bahwa
- Al-Qur'an adalah obat dari segala
- permasalahan.
- Hanya saja kita mau enggak kembali pada
- Quran kan.
- Iya.
- Andai kata kembali, maka kita sudah
- kembali pada jalan yang benar. Andai
- kata kita kembali pada Al-Qur'an, maka
- kita jumpai dalam Al-Qur'an itu adalah
- petunjuk Allah Subhanahu wa taala untuk
- menyelesaikan kasus-kasus apapun
- kehidupan. Kasus ekonomi dijawab oleh
- Al-Qur'an. Kasus pendidikan daring
- sekarang kan pendidikan daring semua kan
- dijawab oleh Al-Qur'an bukan tidak. itu
- kan apalagi kalau Al-Qur'annya kita baca
- dengan penambahan [berdehem] tafsir
- hadis-hadis akan semakin menambah
- keyakinan kita kepada kebenaran
- Al-Qur'an itu.
- Ikhwan fillah yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala, maka melalui
- pengalaman tadi tidaklah tidaklah salah
- kawan-kawan untuk mencoba dalam
- kehidupan.
- Tetapi memang kita juga perlu berpikir
- ya kepada kondisi ee COVID dan
- sejenisnya itu. Ee kalau kita ee
- [berdehem] apa istilahnya
- ee ngomong sendiri gitu, kenapa sih
- Allah nurunin COVID kan gitu
- sehingga hamba-hambanya menderita macam
- gitu kan. Itu sebetulnya Allah tidak
- zalim loh sama hambanya. itu Allah sudah
- nyatakan sendiri. Allah tidak akan
- menzalimi hamba-hambnya.
- Artinya ketika Allah berjanji tidak
- menzalimi hamba-hambanya dan Allah tidak
- akan memungkiri janjinya, itu berarti
- ada sesuatu yang istimewa buat
- hamba-hambanya. Hamba-hambanya akan
- dijamin makanan, minumannya,
- kesehatannya. Kan gitu. Karena Allah
- tidak akan melakukan kezaliman kan.
- hamba-hambanya akan dijamin ee hidupnya
- layak gitu kan ee dengan yang lain ee
- rezekinya diberikan, hak-haknya dipenuhi
- itu Allah tidak akan zalim pada
- hambanya. Tetapi mengapa Allah uji
- ujikan pada hamba itu penyakit kayak
- begini? Nah, orang bilang berarti Allah
- zalim dong.
- Kan gitu.
- Tidak.
- Ini penyakit, ini ujian hidup Allah
- tidak akan hadirkan pada kalangan
- manusia kalau manusianya tidak berdosa
- pada Allah.
- Jadi menurut penelitian umat Islam ini
- yang beriman kepada Allah, adanya COVID
- sebelum ini ada MERS,
- the SARS, flu burung, flu babi, antraks,
- sebelum ini HIP ya kan.
- Semua musibah-musibah ini Allah hadirkan
- akibat dosa manusia itu sendiri.
- Maka kalaulah
- penyebabnya dari dosa dan maksiat serta
- pelanggaran-pelanggaran
- nilai-nilai hukum Allah Subhanahu wa
- taala dalam kehidupan, lalu kita juga
- malah mencari jalan keluarnya dengan
- jalan yang salah. Oh, lebih parah
- jauhnya dari rahmat Allah. sudahlah
- penyebabnya dari salah kesalahan kita.
- Malah kita mencari jalan keluar dari
- kesulitan ini dengan cara yang tidak
- benar. Oh, lebih jauh lagi. Maka
- Al-Qur'an ini jadi jawabannya gitu loh.
- Nah, ketika kita lihat apa sih
- penyebabnya musibah ini Allah turunkan?
- Ternyata penyebabnya ikhwatal iman tidak
- lain dari dosa kita. Maka kita lihat
- sejarah masa lalu dulu kan ada taun
- amwas. Iya. Taun ambas itu subhanallah
- merenggut ee nyawa sahabat-sahabat ya
- kan ee [batuk]
- [berdehem] Ubaidah bin Jirah ya kan.
- Kemudian ee Muad bin Jabal itu meninggal
- juga nih. Syahid juga dengan Taun
- Amwasun
- itu kan Amru bin Ash. Sehingga menjadi
- amir di sana di Palestina ya kan
- mempunyai pendapat gitu kan. Tajabbalu
- gitu kan. Ilal jibal. Lari kalian dari
- taun amwas ini sekarang. Larilah kalian
- dari Covid-19 ini. [tertawa]
- Pergi sana ke pucuk-pucuk gunung itu
- kan. Tempati ee wadi-wadi yang banyak
- airnya. Selamatkan diri kalian dari
- tahun amwas.
- Nah, meskipun saat itu banyak juga yang
- pro dan kontra terhadap
- arahan-arahan Amir ketika itu. Nah,
- meskipun
- kok ada pro dan kontra, tetapi memang
- yang menjadi pucuk pimpinan kan satu kan
- Umar bin Khattab di Madinah, ya kan.
- Nah, ternyata pendapat daripada Amru bin
- Ash yang menggantikan daripada ee amir
- sebelumnya itu ee disepakati oleh Umar
- bin Khattab untuk menyelamatkan diri
- dari apa? Dari taun ini, dari ancaman
- virus-virus seperti ini. Kalau dulu kan
- begini, Akhi. Soal virus itu kan pagi
- terasa, sore meninggal.
- Lah, kalau sekarang masih masih mending
- ya ada masa 14 hari untuk
- isoman.
- atau apa gitu ya. Meskipun 14 hari ini
- ada ada dua kemungkinan selamat atau
- tidak kan ya.
- Selamat atau maut. Kalau maut ya sudah
- syahid
- insyaallah taala. Kalaupun selamat sehat
- kembali semoga tidak menghadirkan
- penyakit-penyakit yang lain kan gitu. I
- itu. Nah ini
- mm amuas yang terjadi pada zaman dahulu.
- Nah, tetapi yang menjadi penting
- sekarang ini bagaimana arahan Amir dulu?
- Amir dulu tuh hanya mengarahkan gini,
- bertaubatlah kalian pada Allah.
- Berdekat-dekatlah diri kalian dengan
- Allah. Bertakwalah pada Allah. Jauhi
- maksiat, jauhi
- ee hal-hal yang dapat Allah murka. Itu
- arahan amir.
- Karena tidak mungkin Allah menyiksa
- kalian dengan dahsyatnya taun amwas ini,
- melainkan karena dosa-dosa kalian. Nah,
- hari ini sebetulnya para alim ulama
- harus banyak menyampaikan nasihat pada
- umat seperti halnya dulu Amir
- menasehatkan pada umat mereka, umat
- beliau itu. Jadi, kita harus menasihati
- hal yang sama. Nah, sekarang coba ustaz
- menasihati dari rasil ini. Bertakwalah
- pada Allah wahai saudara-saudaraku
- bangsa Indonesia. Lucuti
- diri-diri kita dari dosa, dari maksiat,
- dari pelanggaran-pelanggaran hukum Allah
- Subhanahu wa taala. Kalau memang COVID
- ini ingin gitu kan diangkat oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Dan saat Allah
- mengangkat daripada penyakit COVID ini
- gak ada manfaatnya yang namanya
- vaksinasi.
- Gak ada manfaatnya yang namanya apa tuh
- ee ee swap
- swap
- gak ada manfaatnya lawan Allah sudah
- mengangkat kok. Apa sih yang bisa
- bermanfaat di sisi manusia kalau Allah
- sudah lebih awal menyehatkan
- hamba-hambanya
- kan gitu. Nah, nah ini masalah
- sebetulnya. Jadi menurut kacamata Islam,
- tidak semata-mata penyakit ataupun
- musibah ini diturunkan Allah kalaulah
- hamba-hambanya itu selalu bertakwa,
- selalu menjalankan perintah-perintah
- Allah, menjauhi larangannya, menjauhi
- dosa-dosa, itu kan. Nah, ini. Nah,
- sekarang juga ya kita harus kembali
- jikalau kita ingin segera COVID-19 ini
- diangkat oleh Allah Subhanahu wa taala.
- disehatkan kembali jasad-jasad kita,
- hamba-hambanya,
- dinormalkan kembali alam ini dari Covid.
- Karena seluruh alam ini ee mengalaminya,
- maka kembalilah kepada kita ee bertakwa
- pada Allah. Tinggalkan semua
- larangan-larangan Allah, dosa-dosa
- besar, dosa-dosa tinggalkan semua.
- Karena menurut al menurut Alislam itu
- tidak ada lain turunnya musibah ini
- karena kita berdosa pada Allah Subhanahu
- wa taala. Nah, apakah ada Ustaz di dalam
- hadis keterangan itu bahwa
- musibah-musibah yang diturunkan Allah
- itu karena dosa kita?
- Iya. Ternyata memang ada hadis-hadis
- Rasul tuh kalau kita kembali pada
- bahasan akhir zaman gitu kan. Masalah
- yang tadi saja kematian dari 900 ulama
- NU itu atau dari Muhammadiyah dari kalau
- di Indonesia kan gitu sih. Kalau di luar
- kan gak banyak. [berdehem]
- Heeh.
- Guru-guru ustaz yang di Saudi aja sudah
- banyak yang meninggal semua.
- itu itu ada di dalam banyak riwayat
- menceritakan itu. Nah, di antaranya
- hadis yang akan Ustaz sampaikan untuk
- pendengar hasil ini adalah ee Rasul
- sallallahu alaihi wasallam ketika itu
- bersabda,
- waqala Tirmidzi. Hadis ini diriwayatkan
- oleh Imam at-Tirmidzi
- itu
- an Ali ujungnya adalah an Ali
- ibn Abi Thalib.
- Qala
- ini hadis dari diriwayatkan oleh
- At-Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib
- karamallahu wajhah berkata, "Qala
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam."
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- bersabda,
- idza. [berdehem] Nah, idza fa'alat umati
- khamsa
- asr khlatan
- halla fihal bala. Coba lihat halla fiha
- albala.
- Jikalau umatku
- telah melakukan perbuatan dalam hidupnya
- ee ini jumlah perbuatannya 15. Tetapi
- kalau semuanya yang sudah dilakukan
- ke1-15-nya
- ini, oh barang tentu itu
- sesuatu yang dahsyat sekali ya. Ini
- mungkin dua atau tiga atau empat atau
- lima, tidak semuanya.
- Di sini dikatakan
- faalat umatihamsa asr khratan. Jikalau
- umatku telah melakukan perbuatan yang
- jumlahnya 15
- perbuatan
- halla fihal bala, maka Allah Subhanahu
- wa taala
- akan menurunkan kepada mereka albala.
- Ini albala ini akhirnya global nih dan
- mencakup seluruh dunia universal.
- Nah, karena Islam itu kan ee sebetulnya
- Islam itu blessing blessing for universe
- ya kan. Tetapi kalau dampaknya
- masyarakat Islamnya sendiri banyak
- berdosa, itu bukan blessing malah azab
- itu azabnya sama for universe. Seluruh
- alam merasakan. Nah, jadi kalau albala
- ini diturunkan akibat daripada 15
- perbuatan manusia, apa sih yang 15 itu?
- Kan gitu. Mungkin kalau tidak cukup
- waktu tidak semuanya. Nah, di antaranya
- adalah
- id kanal magna mudala. Yang pertama
- jikalau ee ada dalam hadis yang lain itu
- fai alfai harta fai. harta p itu harta
- rampasan gitu yang dirampas dari orang
- kafir untuk kepentingan kaum muslimin
- itu sekupnya sekup ee sekup negara. Jadi
- kalau negara yang satu mencaplok
- kekayaan negara lain itu ter kalau
- terjadi gitu itu penyebab pertama
- dituruhkannya albala. Albala itu apa,
- Nes? Albala itu bala bencana gitu
- yang mencakup ekonomi, mencakup
- pendidikan, mencakup penyakit gitu loh.
- Nah, itu itu sebetulnya
- sarana penserilan dunia sebelum Imam
- Mahdi datang gitu.
- Nah, ini ini kita harus paham ke sana
- juga. Wal amanatu wal amanatu magnama.
- Dan kalau saja amanat-amanat yang ada di
- pundak
- semua manusia ini dijadikan sarana untuk
- memperkaya diri.
- Ah, ini juga penyebab. Nah, Ustaz
- sekarang jujur akan bertanya
- sekarang ini manusia yang mendapatkan
- amanah dari Allah, apapun bentuk
- amanahnya kan kebanyakannya untuk
- memperkaya diri Nis.
- Iya.
- amanatnya tidak dilaksanakan, malah
- amanat itu dijadikan modal mencari mat
- materi sekarang. Nah, ini apa enggak apa
- tidak menjadi halal Allah menurunkan
- bala bencana berupa penyakit COVID
- khususnya sekarang COVID karena yang
- muncul COVID ya gitu loh. Meskipun
- kemiskinan dia, kemiskinan pun akhirnya
- muncul dengan COVID itu kan. Kemudian ee
- pendidikan juga bermasalah kan gitu.
- Perekonomian mandek kan begitu semua
- orang nganggur.
- Ini akibat itu kalau amanat sudah
- dijadikan sarana kekaya memperkaya diri
- wazzakatu magroma. Sedangkan zakat itu
- menjadi utang.
- Padahal mereka mampu membayar per tahun
- 2,5%
- dan mereka tidak membayar berarti kan
- hutang. Umat Islam yang mampu membayar
- utang membayar zakat tapi dibayarkan
- berarti kan utang mereka menjadikan
- kewajiban zakat itu utang buat mereka
- magromah
- gitu kan. Waarulu zaujatahu waq umahu
- wroq waffa abah.
- Yang berikutnya, Ikhwan, kalau sudah
- laki-laki suami nih, kalau sudah suami
- memperturutkan keinginan istri-istrinya,
- betapun istrinya menyuruh ee katakan
- berbuat dosa dan maksiat, seperti kata
- istrinya, "Bang, kita mau cepat kaya nih
- punya mobil, Abang di kantor enggak
- apa-apalah ambil 4 miliar mah [berdehem]
- untuk apa ya dikorupsi gitu kan." Iya.
- Sekarang banyak
- itu loh
- omongan-omongan
- wanita kita ini yang ditaati oleh suami
- untuk berbuat dosa itu loh. Nah,
- akhirnya apa yang terjadi? Rumah
- tangganya kan dikuasai dengan hal-hal
- yang berbau kebusukan kan gitu.
- itu. Jadi di manakala seorang laki-laki
- sudah mentaati perempuannya untuk
- berbuat dosa. Itu maksudnya kalau
- taatnya untuk salat mah
- untuk kebaikan kan gitu.
- Wa aq ummahu.
- Dan di saat yang sama ibunya dihardik.
- Bahkan sebagian masyarakat hamba Allah
- ini ibunya dijadikan pembantu
- itu kan.
- [berdehem]
- ee menghardik ibunya
- kemudian kepada bapaknya
- wajafa abah kering kehormatan untuk
- ayah. Apa arti kering itu?
- Yang enggak pernah menghormati orang tua
- yang dari pihak laki-laki. Abnya itu
- enggak dihormati. Malah yang lebih
- dihormati teman-temannya.
- Jadi omongan ayahnya tidak diterima,
- tapi omongan yang lain
- diterima. Nasihat ayahnya yang baik
- tidak didengar. Malah nasihat yang lain
- yang tidak baik didengar. Ini wajah
- faabah namanya. Ya Allah ya Rabbi. Kalau
- sudah kondisi kayak begitu bagaimana?
- Belum lagi wartafaatil aswad fil
- masajid.
- Muncul suara-suara yang belum yang tidak
- bernuansakan syariat dari masjid-masjid.
- Ya, banyak sekali. seperti banyak
- sekarang masjid digunakan untuk ee
- perayaan-perayaan
- pernikahan yang di dalamnya ada
- dangdutan macam-macam kan gitu.
- Nauzubillah
- wakana zaimul qum ardalahum. Nah ini
- yang berbahaya. Kita tidak akan
- menceritakan pemimpin atau politik
- tetapi ini hanya menyampaikan hadis. Dan
- ketika pemimpin sebuah
- [batuk][tertawa]
- tatanan manusia
- dan ketika saat pemimpin sebuah negeri
- ini ee pemimpin mereka dari kalangan
- orang-orang yang boleh dikatakan
- tercela, orang yang tidak punya ilmu,
- orang yang mungkin dari derajat bawahan
- itu ketika bangsa dipimpin oleh mereka.
- Itu pun menjadi penyebab turunnya
- albala.
- Karena dari pemimpin kayak begitu tuh
- akan muncul kebijakan-kebijakan yang di
- luar syariat Islam. Itu loh. Ini kita
- hanya menceritakan hadis. Wa ukrimarjulu
- makhafata syarrih.
- Dan ditaatinya seseorang itu kan kita
- taat sama seseorang karena keburukannya,
- karena kebengisannya. Jadi kita dipaksa
- untuk taat
- taat. Ah ini penyebab diturunkannya
- penyakit COVID ini. Karena sekarang yang
- muncul kan COVID.
- Ini penyebab COVID. Jadi pendengar
- semuanya yang mendengar nasab Umar,
- Ustaz Umar ini tolong. Ini penyebab
- diturunkannya Covid oleh Allah Subhanahu
- wa taala. Wasuribatil khumur. Penyebab
- berikutnya diminumnya arak tiada henti.
- Ini penyebab juga di mana-mana arak.
- Subhanallahzim.
- Walu bisal harir dan kebanyakan
- pemuka-pemuka negara ataupun
- pemimpin-pemimpin ini pakaiannya saja
- bukan kayak kita. Pakaian mereka terbuat
- daripada sutra saking untuk apa? Ingin
- wah gitu loh.
- Wah.
- Eh serba wah serba ingin dihormatin.
- Watidatil qainat wal maazib. Dan
- bermunculan itu yang namanya alat-alat
- musik.
- Sekarang alat musik coba lihat
- ditelepisi-telepisi itu kan dengan yang
- berjogetnya lenggak-lenggok Allahu Akbar
- dari bentuk-bentuk musik kan.
- Ah itu muncul.
- Nah ini yang tidak boleh terjadi pula.
- Walaana akhir hadil ummah awalaha.
- Umat terakhir sekarang ini banyak
- mencaci maki, mencela,
- melaknat umat-umat yang terdahulu yang
- telah hidup sebelum kita dari
- ulama-ulamanya. Kan sekarang terjadi
- masyarakat sekarang dari kalangan para
- ustaz yang hidup sekarang notebnya
- mereka ustaz tetapi mencaci maki
- melaknat ustaz-ustaz yang hidup di masa
- lalu yang sudah tiada.
- H
- sekarang terjadi dari mulut mereka
- pada dan ustaz pernah mendengar bahwa
- katakanlah
- salat subuh yang ada qunutnya itu adalah
- bidah.
- Ada ustaz mengatakan itu bidah. Berarti
- sama saja mengatakan Imam Syafi'i adalah
- ahli bidah,
- ahli bidah. Sebab
- mazhab Syafi'i itu untuk subuh ada kun
- ada qunut. Ini harus berhati-hati.
- Lalu orang yang maca
- bismillahirrahmanirrahim dijaharkan
- dalam salat al-Fatihahnya bismillah
- dijaharkan itu katanya bidah. Berarti
- membidahkan pula ulama-ulama masa lalu
- kan gitu. Sama juga melaknatnya. Inilah
- yang dimaksudkan walaana akhir hadil
- ummah awal. Melaknat orang-orang yang
- sekarang hidup gitu kan. Ulama-ulama
- sekarang ini melaknat ulama-ulama yang
- hidup telah di masa lalu. Padahal mereka
- sudah kembali pada Allah. H. Nah, saat
- itulah kata Rasul sallallahu alaihi
- wasallam, "Falyartaqibu
- rihan hamro a khospan mashon." Maka
- siap-siap saja kalau sudah kondisinya
- kayak begitu.
- Allah akan datangkan itu bala bencana
- kepada kalian. Apa bala bencananya? Akan
- terjadi huruara, akan terjadi katakanlah
- gempa bumi, akan terjadi tanah longsor,
- akan terjadi apa nam angin topan yang
- besar yang membawa ee pasir-pasir yang
- dari padang pasir dalam jumlah entah
- berapa juta metrik atau apa gitu. Itu
- luar biasa. Nah, kalau kita lihat ikhwan
- yang dirahmati Allah,
- ayat yang tadi kita tidak ragukan bahwa
- Al-Qur'an merupakan ee pengobat dari
- segala masalah. Yang kedua, soal adanya
- musibah COVID ini ada penyebab. Apa
- penyebabnya? penyebabnya udah udah ustaz
- tadi sampaikan kalau tidak 15 semuanya
- mungkin itu karena waktu tapi 15 ini
- kalau dilakukan oleh umat Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam halla fihal
- bala maka Allah akan menurunkan bala
- bencana. Ah kalau bala bencana ya
- termasuk di dalamnya penyakit yang
- sekarang ini ya Covid gitu loh. Nah ini
- penyebab-penyebab yang menurut syariat
- Islam ee kajian-kajiannya sudah
- terbukti. Nah, kita hari ini untuk
- bagaimana terhindar dari fitnah-fitnah
- COVID ini maka tidak ada lain.
- [berdehem] Kita harus inabah ilallah
- taubatan nasuha.
- Kembali pada Allah dengan bertobat. Tbat
- nasuha. Tinggalkan kemaksiatan. Jauhi
- dosa-dosa. Berdekat-dekat pada Allah
- dengan bertakwa. Baca Quran, salat.
- Syukur-syukur kau tambah dengan yang
- sunah. Demikian pula puasa wajib dan
- puasa sunah. Demikian pula zakat wajib
- dan sedekah-sedekah yang sunah. Sehingga
- dengan demikian insyaallah taala lambat
- laun kalau hamba-hamba Allah sudah
- kembali normal ketakwaannya
- kembali normal. Mereka berbakti pada
- Allah, dosanya dihindarkan,
- maksiatnya dijauhi, Allah akan
- mensterilkan kembali alam yang penuh
- dengan COVID ini. Bagi Allah enggak
- susah.
- Bagi Allah tidak susah. Sangat mudah
- sekali. Tinggal hanya kepala kita.
- Wallahuam bawab ikh iman. Pendengar
- hasil di mana saya berada. Itu saja yang
- dapat disampaikan. Semoga ada
- manfaatnya. Wallahuam.
- Ya. Baik. Kami ucapkan jazakullah khair
- kepada Ustaz Umar Rasyid telah
- memberikan ee pembahasan ya di kajian
- tafsir Ibnu Katsir di Quran surah
- Al-Isra di ayat yang ke-82.
- Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.
- Dan ikhwan akhwat pendengar Radio
- Silaturahim yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala.
- akan masuk di segmen yang kedua. Bagi
- ikhwan akhwat pendengar radio Srahim
- yang ingin memberikan pertanyaan melalui
- Line telepon ataupun Line WhatsApp bisa
- di 0218451512
- untuk line teleponnya. Untuk Line
- WhatsApp-nya di 0811999720.
- Bagi pemirsa Rasil TV yang ingin
- memberikan pertanyaan bisa di kolom
- komentar e chat YouTube Rasil TV. Ikhwan
- akhwat pendengar radio STR kami sejenak.
- Pastikan Anda tetap di radio
- Silaturrahim untuk Islam yang satu.
- [musik]
- Bacalah oleh kalian Al-Qur'an [musik]
- karena Al-Qur'an akan datang pada hari
- kiamat kelak sebagai [musik] pemberi
- syafaat bagi orang-orang yang rajin
- membacanya.
- Demikian hadis yang diriwayatkan oleh
- Imam Muslim.
- Sudahkah Anda melakukannya di hari ini?
- [musik]
- Pada setiap persendian kalian harus
- dikeluarkan sedekahnya setiap [musik]
- pagi.
- Setiap tasbih adalah sedekah. Setiap
- tahmid adalah sedekah. Setiap tahlil
- adalah sedekah. Setiap takbir adalah
- sedekah. Amal makruf [musik] adalah
- sedekah. Dan nahi munkar adalah sedekah.
- Semua itu dapat terpenuhi dengan salat
- dua rakaat yang dilakukan di [musik]
- waktu duha. Demikian hadis yang
- diriwayatkan oleh Imam Muslim.
- Sudahkah Anda melakukannya di hari ini?
- Sungguhnya di dalam kehidupan kita
- sehari-hari, bahkan bukan saja dari
- setiap amaliah yang kita lakukan, bahkan
- tegaknya, teraturnya alam semesta ini
- adalah berkat adanya al-mizan. Dalam
- arti sesuatu yang terukur, [musik]
- sesuatu yang teratur. neraca di sana.
- Artinya langit, bumi [musik] beserta
- planet-planet yang ada di alam semesta
- ini semuanya berdasarkan suatu mizan,
- suatu ukuran, suatu neraca yang terukur
- itu adalah merupakan [musik]
- ketentuan ketetapan dari Allah yang maha
- mulia lagi maha mengetahui.
- [musik]
- [musik]
- Radio Silrahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan akhwat pendengar Radio Sultraim
- dan juga pemirsa Sarasil TV. Terima
- kasih Anda tetap mendengarkan di AM20
- Radio Silaturahim. Dan di pagi hari ini,
- Ikhwan Akhwat sedang menyimak acara
- tausiah pagi bersama guru kita Ustaz
- Umar Rasyid Hasan dalam pembahasan
- kajian ee kitab tafsir Ibnu Katsir di
- pembahasan di Quran surah Al-Isra di
- ayat yang ke-82. Dan kita sudah masuk di
- segmen yang kedua kita akan bacakan
- pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk
- di tablet Pak Ustaz kita bacakan ya
- melalui Line WhatsApp. Mangga mangga.
- Namun sebelum [berdehem]
- kami bacakan ini ada dari Ibu Hesti.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz. Alhamdulillah
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Pak Ustaz Umar sudah diberi kesembuhan
- oleh Allah subhanahu wa taala. Semoga
- Pak Ustaz dan ustaz-ustaz yang lainnya
- beserta khasil semoga diberi panjang
- umur dan sehat selalu.
- Semoga kita juga dijaga Allah oleh Allah
- kesehatan termasuk Ibu yang mendoakan
- kita.
- Amin. Amin ya Allah. Untuk memberi
- tausiah dan terus selalu dirahasil.
- Amin. Allah. Amin.
- Dan juga ini dari Singapura, Pak Ustaz,
- ada Bunda Nur Alhamdulillahiabbil
- alamin.
- Ee ya Allah, Engkau lindungi dan Engkau
- berikan kesehatan jasmani rohani buat
- para guru-guru kami dirahasil.
- Syukran Ustaz atas ilmu dan tausiahnya
- yang sangat memberi manfaat buat saya
- pribadi dan saudara-saudara muslim saya
- di Singapura.
- Semoga Allah menjaga Ibu Nurzanah di
- Singapura dan kawan-kawan kita kaum
- muslimin muslimat di sana. Insyaallah.
- Amin. Amin ya rabbal alamin. Baik, Pak
- Ustaz. Kita lanjutkan di pertanyaan
- selanj pertanyaan yang masuk Pak Ustaz
- mohon maaf ini datangnya dari Bapak
- Suryadin di Jakarta Barat.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh,
- Pak Ustaz. Saya melihat fenomena
- COVID-19 ini sesuai apa yang ustaz
- sampaikan bahwa turunnya virus ini
- akibat dosa-dosa manusia di dunia ini.
- Namun dampak baiknya adanya virus ini
- bagi yang bertakwa, bagi orang-orang
- yang bertakwa itu semakin dekatnya para
- hamba-hambanya dengan dengan Allah
- Subhanahu wa taala itu mohon
- tanggapannya, Pak Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- ee memang tidak lepas Allah
- menjadikan
- ee takdirnya itu selalu berpasangan ya.
- Ada baik, ada buruk, ada
- begitu kan. Ada sakit, ada [berdehem]
- sehat.
- Adapun COVID yang Allah Subhanahu wa
- taala hadirkan dengan izin dan takdir
- kepada kita ee yang dampaknya buat
- manusia ini sangat-sangat luar biasa itu
- kan tidak luput daripada hikmah
- kebaikannya. Sebetulnya benar.
- tidak luput daripada hikmah kebaikannya.
- Di antara hikmah kebaikannya, manusia
- sekarang banyak berpikir dengan makhluk
- sekecil Covid aja itu kan. Subhanallah,
- makhluk yang tidak bisa dilihat itu
- makhluk nano gitu ya.
- Heeh.
- Yang luar biasa itu kan kecil sekali
- enggak bisa dilihat oleh mata kasat kita
- terkecuali dengan alat kan. [berdehem]
- Pada zaman sekarang manusia kalah dengan
- makhluk yang lemah itu gitu kan. Ini
- kita harus melihat kondisi bahwa manusia
- ini sesungguhnya tidak ada daya kekuatan
- terkecuali dari Allah Subhanahu wa
- taala. Karena menghadapi makhluk yang
- sangat kecil saja kita tidak berdaya
- gitu. Mungkin kebaikan lain dari hikmah
- adanya COVID ini bagi orang yang beriman
- insyaallah akan bertambah keimanan.
- Dan bagi para ustaz yang memang
- direnggut nyawa mereka karena COVID itu
- syahid mereka di sisi kehidupan.
- termasuk teman-teman ustaz yang tadi
- ustaz sampaikan ee kesepuhan kita
- termasuk Ustaz Abdur Rasyid Abdul
- Syafi'i ya kan meninggal dunia yang lain
- yang lain semoga mereka juga menjadi
- syahid gitu kan ee menjadi orang yang
- mati syahid dengan adanya ee penyakit
- COVID ini.
- Sebetulnya banyak hikmah-hikmah kebaikan
- dengan adanya COVID. Tetapi kita juga
- harus lihat bahwa penyebab COVID ini
- yang harus betul dihindarkan. Dosa dan
- maksiat, pelanggaran-pelanggaran syariat
- Allah terutama itu kan hendaknya
- diminimalis lah. Kalau tidak seluruhnya
- bisa ditinggalkan bok ya diminimalis.
- Karena kalau kita bertobat langsung dek
- gitu mungkin susah ya untuk tobatan
- nasuha bagi orang awam. Maka
- ditinggalkan sedikit-sedikit sehingga
- Allah juga akan berkenan memberikan
- hidayahnya kepada kita. Harus ada upaya
- untuk bertobat. Kalau tidak, ya Allah,
- buat Allah ini enggak ada enggak ada
- pengaruh apa-apa dengan diberikannya
- dunia Covid ini. Emang Allah rugi? H
- emang Allah untung gitu gak. Yang ada
- adalah kita untung rugi itu ada di kita.
- Maka beruntung bagi orang-orang yang
- bertaubat pada Allah kembali kepada
- [berdehem]
- ajaran-ajaran Islam, arahan-arahan
- Islam. Tinggalkan jauh-jauh
- perkara-perkara yang dapat menjadikan
- Allah murka. Dan kalau Allah murka,
- Allahu Akbar. Inna lillahi wa inna
- rojiun. Ya Allah, dunia ini
- digenggamannya. Kalau Allah akan murka,
- diapain dunia ini dengan siinya? Itu
- kuasa Allah. Kita yang ngerinya seperti
- itu, Ikhwan. Jangan sampai Allah ini
- murka pada kita. Wallahualam. Kalau kita
- tidak bertobat, Covid diangkat ibaratnya
- bakal datang lagi penyakit yang lebih
- dahsyat dari Covid. Nauzubillah
- minzalik. Ini yang tidak kita inginkan.
- Maka pertobatan ini wajib buat kita umat
- Islam. Soal hikmah tadi yang Bapak
- tanyakan, alhamdulillah banyak hikmah di
- balik daripada adanya penyakit COVID ini
- ya. kita semoga yang beriman lebih dekat
- pada Allah Subhanahu wa taala dan semoga
- Allah subhanahu wa taala dalam waktu
- yang tidak lama ini Allah kembali
- mengangkat penyakitnya dan menseteran
- kembali dunia yang Allah miliki.
- Wallahuam bawab.
- Iya. Baik. Syukur Ustaz untuk jawabannya
- dan terima kasih untuk Bapak Suryadin di
- Jakarta Barat yang telah memberikan
- pertanyaannya. Dan kita lanjutkan
- kembali Pak Ustaz di pertanyaan
- selanjutnya ini dari hamba Allah di
- Depok. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz Umar.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah saya sangat senang senang
- sekali melihat Ustaz sudah sehat
- pasc Covid-19 ini.
- Pak Ustaz, selain kita dekatkan diri
- dengan Al-Qur'an, apakah ada doa-doa
- yang Ustaz panjatkan selama Ustaz sakit?
- Kebetulan saya sedang isoman, Pak Ustaz.
- Subhanallah.
- Teman dekat saya selain Al-Qur'an ya
- Rasil, Pak Ustaz.
- Alhamdulillah.
- Mohon ee tanggapan, Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Akhi Alkarim.
- Semoga Allah Subhanahu wa taala
- menyembuhkan antum.
- Amin. Amin.
- Dan alhamdulillah Ustaz sudah kembali.
- Ee adapun pengalaman Ustaz mungkin bisa
- berbagi [berdehem] kepada antum yang
- isoman.
- Pertama hendaknya jauhi ee bukan jauhi
- ya bikin renggang jarak antara yang
- sehat dengan yang sakit. He.
- Yang sehat hanya membantu untuk makan
- minumnya saja. Jangan sama-sama dengan
- orang yang
- di kamar yang sedang isoman. campur
- gitu.
- Campur jangan karena itu akan berdampak
- ee tidak tidak baguslah.
- Yang kedua soal doa.
- Ustaz selama sakit itu hampir semua doa
- di
- di apa istilahnya dimanfaatkan gitu kan.
- Karena ya Allah siapa yang akan membantu
- kalau bukan Engkau ya Allah gitu Nis.
- Hm.
- Ya itu kadang ustaz lakukan ada jam .00
- malam jam . malam karena enggak bisa
- tidur kadang-kadang iya
- semalaman enggak bisa tidur
- kadang-kadang gitu ya sesadar ustaz
- ustaz munajat terus pada Allah berdoa
- terus pada Allah ee yang paling banyak
- ustaz lakukan itu doanya dua di
- antaranya ya kalau rabbana atira kan
- sudah umum ya Allah mfirli wali walid
- semua itu sudah umum
- yang tambahannya adalah
- yang ustaz lakukan tuh
- bismillahirrahmanirrahim
- allahumma ahsinq
- Ak artinya Allahumma ahsin akibatana ya
- Allah eh [berdehem]
- hendaknya engkau apa tuh Allah maahsin
- akibatana umur jadikanlah di akhir gitu
- nis ya Allah jadikanlah di akhir semua
- masalah dalam hidupku ini kebaikan jadi
- ustaz meminta itu aja nya. He.
- Ya Allah, jadikanlah di akhir di akhir
- semua yang aku rasakan ini. Napas sesek
- makan enggak mau gitu kan.
- Terkucil sendirian di kamar
- kebayang terus yang namanya kuburan
- terus kebayang terus.
- Allahu Akbar. Tetapi itu hanya
- bayangan-bayangan yang sifatnya
- memberatkan jiwa sebetulnya. Namun
- menentramkan hati ketika kita
- berdoa itu, "Ya Allah, jadikanlah
- kebaikan di akhir semua yang aku alami
- ini." Gitu kan. Dari sakit kalaupun
- meninggal, "Ya Allah jadikan aku
- syahid." Itu aja. Kalaupun Engkau
- sehatkan kembali, ya manfaatkan ya
- hari-hariku untuk beribadah kepadamu.
- Kan gitu. Itu ahsin akibat umur kul. Ya
- Allah, jadikanlah di akhir e kebaikan di
- akhir semua apa yang aku alami. Waajirna
- minjid dunya waabil akhirah. Dan
- hindarkan aku ya Allah itu hindarkan aku
- ya Allah dari fitnah dunia dan
- selamatkan aku. E ujian dunia fitnah
- dunia itu ujian dunia dan selamatkan aku
- dari api neraka. Itu doa yang pertama
- yang sering Ustaz lantunkan. Yang kedua
- memang sedikit agak panjang. Doanya
- bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma ya man la tadi wiah
- nastaudiaka nafsana
- wa ahlina waina wa biladana wa ulamaana
- terus
- [batuk][berdehem]
- wa ikhwanana wa jamaatana wa imamana.
- Terus apa artinya? Ya Allah yang tidak
- pernah gitu kan melepaskan tanggung
- jawab titipannya. Allah tuh tidak pernah
- nis melepaskan tanggung jawab kita
- menitipkan apa sama Allah. Enggak pernah
- ya. Ya Allah aku menitipkan kepadamu
- gitu loh Nis.
- H
- Allah aku menitipkan kepadamu
- aku diriku ini, keluargaku, hartaku,
- sahabat-sahabatku. Ustaz sebutkan
- sahabat-sahabatku di Rasil,
- sahabat-sahabatku di Mersi,
- sahabat-sahabatku dulu di Gontor,
- sahabat-sahabatku di jamaah muslimin,
- sahabat di mana? Di Muhammadiyah.
- Sebutin malah eh pas gitu ketiduran.
- [tertawa]
- Saking agak panjangnya doa itu, itu agak
- lucu juga, Ustaz. Pas ingat, "Lhdoa kok
- belum selesai tidur itu." Ustaz sebutin
- tuh. Akhirnya kita meminta pada Allah,
- "Ya Allah yang tidak melupakan titipan
- hamba-Nya dari semua yang dimiliki
- hambnya, diri hambnya, keluarga
- hamba-Nya, harta hambanya, sampai negeri
- hambanya, saudara-saudara,
- saudara-saudarinya
- sampai kepada jemaahnya, pemimpinnya. Ya
- Allah, aku titipkan semuanya kepadamu
- yang akhirnya Allahumfadna bima tahfad
- biasihin.
- Ya Allah jagalah kami sekali lagi ya
- Allah jagalah kami ituis seperti hanya
- engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang
- saleh.
- Jadi kalau Allah menjaga hamba-hamba
- saleh seperti apa coba ni
- senikmat-nikmat hamba Allah yang
- penjagaan Allah seperti Allah menjaga
- orang yang saleh. Maka kita meminta
- kepada Allah tuh itu. Ya Allah, jaga aku
- seperti Engkau menjaga hamba-hamba-Mu
- yang saleh meskipun kita tidak saleh,
- kan gitu. Nah, dengan kita merasa diri
- kita tidak saleh, ada harapan kita
- menjadi orang yang saleh. Kenapa? Karena
- kita ingin dijaga oleh Allah seperti
- halnya Allah menjaga orang-orang saleh
- dari hamba-hambnya. Itu doa saya, Akhi.
- Moga-moga antum bisa memanfaatkan
- doa yang ustaz sudah lakukan selama ee
- apa? menjalani isoman ini. Wallahualam
- bisab. Kalaupun nanti kurang jelas bisa
- nanti ustaz kirimkan asal ada nomornya
- nih.
- Iya. Baik Pak Ustaz.
- Jazakir.
- Ini dari tadi dari hamba Allah di Depok
- Pak Ustaz ya. Nah ini ada yang sedang
- isoman kembali Pak Ustaz.
- Subhanallah.
- Ini dari Ibu Tri sekeluarga sedang
- isoman. Ustaz saya pengin bertanya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz apakah membaca doa dengan bahasa
- Indonesia apakah dibolehkan? Saya
- sekeluarga ini sedang isoman, Pak Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Semua bahasa
- adalah milik Allah. Allah akan mendengar
- semua ucapan manusia di mana bentuknya.
- Negara apapun bangsa semuanya akan
- dengar Allah Subhanahu wa taala. Mau
- Sunda, mau Jawa, mau Batak, mau apa, doa
- Allah itu dengan berbagai bahasa.
- Nah, Allah akan dengar selama doanya
- baik, ya. Jadi berdoalah dengan bahasa
- masing-masing dan dengan doa yang baik.
- Insyaallah Allah akan dengar.
- Apalagi di waktu-waktu mustajab, Ustaz.
- Iya. Nah, apalagi di waktu mustajabah
- semisal setelah azan ya kan di akhir
- waktu ee Jumat
- ee kemudian
- ee kita sedang berwudu. Setelah berwudu
- itu doa-doa mustajabas sedang beriktikaf
- di masjid. Iktikaf kapan saja hanya
- Ramadan kapan saja masuk-masjid berdoa
- yang banyak gitu. Saat kita bersedekah
- itu mustajabah doanya. Waktu turun hujan
- itu mustajabah doanya insyaallah taala.
- Berarti ketika kita lagi isoman gini,
- Pak Ustaz, di waktu-waktu apa aja, Pak
- Ustaz?
- Di waktu apa saja, ya? Berdoa kepada
- Allah tuh saat berwudu. Kalaupun tidak
- berwudu enggak mampu, air karena dingin,
- asal jangan di dalam ee MCK. MCK itu
- apa? Ee tempat mandi kan
- ee tempat kotor-kotor enggak boleh
- berbezikir.
- Silakan kapan saja berdoa melalui
- kemampuan [berdehem] bahasa apapun
- insyaallah mendengar. Allah mendengar.
- Insyaallah.
- Iya. Masyaallah. Terima kasih, Ustaz.
- Dan terima kasih untuk Ibu Tris ya.
- Semoga isana diberikan
- kemudahan
- kemudahan. Insyaallah. Insyaallah. Amin.
- Amin. Allahum amin.
- Baik, Pak Ustaz. Kita melanjutkan
- kembali, Pak Ustaz di pertanyaan yang
- masuk. Ini masih ada waktu kita ee
- pertanyaan yang masuk ini dari Ibu Rani
- di Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz kalau melihat kesembuhan Ustaz
- dari COVID-19 ini, apakah ada hikmah
- yang bisa diambil dan bisa dibagikan
- nasihatnya untuk kami, Pak Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Semua orang pasti ada rasa ya dan
- kekhawatiran dirinya. Terutama khawatir
- tentang kematian.
- [mendengus]
- Ee dalam kematian ini memang mencekam
- ya. Ada waktu COVID itu mencekam. Betul.
- Mencekamnya gimana? Seseorang mendengar
- informasi ini mati, ini meninggal, ini
- meninggal, ini jangan-jangan entar sejam
- lagi saya begitu.
- Nah, itu itu rasa kekhawatiran.
- [berdehem]
- Namun kalau rasa kekhawatir itu ada,
- janganlah berlebihan. Janganlah berle
- berlebihan. Nah, untuk menenteramkannya
- kembali bagaimana itu? Surat ayat 28.
- Alladzina amanu watatmainulubuhum
- bidikrillah
- ala ina
- inikrillahulub
- gitu.
- Atmainul qulub. Adapun orang-orang
- beriman ya kan yang mereka itu tentram
- [berdehem]
- hatinya dengan berzikir pada Allah.
- Dijelaskan lagi oleh Allah ala
- bidzikrillahi tatmainul qulub. Hanya
- karena mengingat Allahlah hati kita ini
- akan tentram. Itu gelisahnya kita ketika
- mendengar ini meninggal itu telah duluan
- ya. Kemudian meninggalnya dimasukin ke
- plastik. gimana bayangannya gitu nih.
- Itu rasa-rasa meninggal tuh mana sesek
- nafas kan gitu. Itu subhanallah
- mencekam. Maka untuk menentramkan hati
- kita adalah ee dengan cara tidak
- berlebihan. Nah. Nah, dengan tidak
- berlebihan seperti itu kita pun harus
- apa? [mendengus]
- Harus melihat kemampuan kita ya. Ee
- kalau tadi pertanyaan ibunya gimana?
- Ee minta hikmah dari kesembuhan ustaz.
- Iya hikmah dari kesembuhan saya. Jadi ee
- kita kembali lagi kepada apa? Kepada
- kemampuan kita bagaimana ee beradaptasi
- dengan COVID itu sendiri.
- Nah, kalau memang orang yang seperti
- itu, Ustaz, kan ada asma lagi kan.
- Hm.
- Ustaz pengidap asma ini. Jadi, beratnya
- memang agak
- ee mengatur ritme nafas itu. Ini nafas
- sesak ini apa dari Covid apa dari asma?
- Kan begitu
- begejolak itu lah. Kalau hanya dari
- COVID eh kalau dari COVID ustaz tidak
- tahu bagaimana cara menanganinya.
- Tapi kalau dari asma ustaz sudah
- terbiasa menangani sesak nafas kan gitu.
- Dari apa nih ya Ustaz? Pakai kalau
- [berdehem] kalau sudah di oksigen
- ya ee nebu pakai nebu
- nebu
- ya. Kalau enggak nebu sudah tidak ada
- pakai ini.
- Ini ustaz selalu bawa ini Allah kasih
- pentolin.
- Hmm. H.
- Nah, ini pentolin inhaler salbutamol CFC
- free ya. Ini
- yang salbutamolnya BP 0,1 gitu perd
- dosennya Ust.
- Nah, disemprot gitu. Nah, ini ee
- trik-trik bagi kawan-kawan yang sedang
- isoman. Kalau memang seperti Ustaz ada
- apa riwayat asma itu. Kalau tidak ikhwan
- fillah sering-seringlah
- satu ya jangan kurang zat cair.
- Minum tuh jangan kurang
- ya kan.
- Dan minumnya jangan asal minum.
- Nah, air yang paling bagus saat itu
- adalah air yang dicampur rempah-rempah.
- He
- ada jahe ya kan? Ada merica. Jadi air
- itu jangan hanya air doang itu loh. He.
- Ada air apa namanya rebusan apa gitu.
- Pokoknya selama dapat informasi baik
- ustaz lakukan. Dan jangan lupa, ini trik
- ee ee yang bagus. Sebelum diminum itu
- air, biasakan ikhwan berserah diri pada
- Allah dengan membaca al-Fatihah. H
- sebelum minumnya itu gelasnya dipegang.
- Heeh.
- Gelasnya pegang di hadapan kita.
- Al-Fatihah. Lalu baca ayat kursi
- lalu baca qul huallahu ahad lalu baca
- qul azubirabbil falaq.
- Lalu baca qul azubirabbinnas. Baru di
- situ baca allahumbanas
- ba isi mar antafi la sifa sifaukaan
- tawakal kita pada Allah dengan air yang
- di dalamnya ada rempah-rempah.
- Subhanallah minum bismillah apalagi
- kalau udah ada madu.
- H
- itu madu luar biasa. Dan ini nasihat
- bagus dari kawan-kawan. [berdehem]
- Jangan lupa madu. Jangan lupa juga air
- kelapa. Air kelapa ini luar biasa
- dahsyatnya. air kelapa baik yang muda
- baik yang tua itu bagus.
- Bahkan ada orang mengatakan kalau
- orangnya tua maka maka minum air
- kelapanya yang tua
- tua.
- Kalau yang budak minum air air air air
- kelapanya yang muda itu memang bukan
- asal ngomong ada penelitiannya.
- Nah ini air air kelapa yang bagus.
- Kemudian jangan lupa buah-buahan di
- antaranya yang bagus tuh alpukat dan dan
- ini ee pisang.
- Pisang
- pisang itu membantu. Betul. H
- membantu melenturkan anggota tubuh kita.
- Bahkan ke tubuh kita itu ada semacam
- semangat dari pisang itu loh.
- Jadi lentur semua. Yang t kejang-kejang
- tuh lentur. Alhamdulillah. Tuh. Nah. Dan
- juga apa tadi? Alpukat ya. Alpukat dan
- kalau mampu makan tempe yang mentah
- di saat kita COVID itu. Itu luar biasa.
- Itu itu kan fermentasi ya.
- Iya.
- Jadi kalau bisa makan tempenya itu
- jangan yang sudah digoreng kalau mampu.
- Ustaz enggak mampu walaupun ngomong tapi
- Ustaz enggak mampu makannya yang sudah
- digoreng karena enggak mampu yang
- mentah. Aduh boro-boro ya kan. Tetapi
- itu dipaksakan. Dipaksakan.
- Nah ini pemaksaan makan ini itu adalah
- sebagian ee pola kesehatan. Karena apa?
- Ee menurut penelitian dokter itu ee
- virus yang di dalam tubuh itu
- menggerogoti semua anggota tubuh kita
- dari dalam dan mereka-mereka itu memakan
- ee karbohidrat kebanyakannya gitu kan.
- Kalau tidak ada sama sekali apa yang
- dimakan mereka? Ya tubuh kita kan.
- Nauzubillah minzalik. Maka ustaz
- menyampaikan pengalaman ini pada jemaah
- terutama air madu, air minum air kelapa
- ee konsumsi juga yang namanya pisang
- serta alpukat ya. Bolehlah istilahnya ee
- jeruk atau alakulah buah-buahan gitu
- loh.
- Iya.
- Dan minuman yang banyak yang cukup ya.
- Bukan banyak cukup yang cukup ya. Kalau
- mang cukupnya 2 liter 1 hari ya jangan
- malas. H
- cukupnya bagi tubuh 3 liter ya jangan
- malas. Yang terakhir mungkin ikuti
- nasihat dokter yang baik insyaallah.
- Wallahualam bisawab.
- Iya. Baik. Eh, terima kasih Ustaz atas
- jawabannya dan terima kasih juga untuk
- hikmah-hikmahnya dan juga untuk
- pertanyaannya dari Ibu Rani di Bekasi.
- Baik, Pak Ustaz, kita sudah di ee akhir
- acara kita, Pak Ustaz. Ada yang ingin
- disampaikan untuk terakhir kita di
- kesempatan pembahasan kita di pagi hari
- ini? Ustaz, bawaan [berdehem] berikutnya
- dari Ustaz sebagai pesan moral, jangan
- pernah berputus asa dari rahmat Allah
- itu.
- Hm.
- Jangan pernah merasa terlalu berat
- dengan adanya COVID. Allah akan membantu
- kok. Innallaha maana
- Allah akan selalu bersama kita.
- Artinya kita tidak boleh berputus asa
- dari rahmat Allah Subhanahu wa taala.
- Toh kalaupun ia meninggal dunia kita
- dengan COVID kita syahid kok.
- Masyaallah
- kita syahid.
- Tetapi anak saya sendiri mengatakan,
- "Duh, kalau kalau bisa, Ya Allah, jangan
- Engkau wafatkan orang tua kami dengan
- COVID." Kata anak saya ini sebab apa?
- Gambarannya kan susah. H
- kalau sampai masuk rumah sakit, anggota
- keluarga enggak bisa ngelihat kan
- kita dibungkus dengan plastik
- ya protokoler banget kan gitu kan
- doa anak ustaz Allah terkabulkan
- ya Allah jangan sampai Abuya kami
- meninggal dalam Covid itu alhamdulillah
- dikabulkan nah tetapi jangan putus asa
- dari rahmat Allah Subhanahu wa taala
- bagi yang sekarang memang sedang Allah
- uji dengan COVID ya sekali lagi ustaz
- mendoakan pada Allah agar Allah
- menyehatkan Kan antum semuanya jangan
- berputus asa dan rahmat Allah. Upayakan
- apapun untuk kesembuhan selama upaya itu
- masih berdasarkan syariat Allah
- Subhanahu wa taala. Bagi yang sehat,
- tolong dijaga kesehatan yang sangat
- mahal ini dan beraktivitas terus agar
- keberkahan dari kesehatan ini semakin
- bertambah. Jangan lupa istikamah untuk
- berbuat kebaikan dan amal saleh. Ibadah
- tepat waktu. Kalau bisa di masjid dengan
- menjalankan apa istilahnya ya kan ee
- protokol kesehatan sehingga kita tidak
- tertular oleh yang sakit atau kita
- menularkan penyakit kepada orang lain.
- Semoga Allah Subhanahu wa taala berkenan
- meringankan beban-beban
- amin.
- penderitaan kita berupa COVID ini. Dan
- semoga Allah Subhanahu wa taala
- mengangkat COVID ini segera sehingga
- dunia netral kembali seperti biasa.
- Wallahuam bawab.
- Ya. Baik, Pak Ustaz. Ee untuk terakhir
- kalinya juga Ustaz ee sebagai terakhir
- di kesempatan pagi hari ini. Ada
- pertanyaan banyak sekali yang masuk
- meminta doa yang Ustaz sampaikan tadi,
- Ustaz.
- Oh iya,
- boleh diulang kembali katanya, Ustaz?
- Boleh diulang kembali.
- He doa-doanya, Ustaz yang Ustaz
- sampaikan tadi.
- Iya. Mungkin direkam oleh mereka, ya.
- Oke. Iya. Mau disiap-siap direkam kata
- Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma ahsin aqibatana
- fil umuri kulliha
- wa ajirna min khiz dunya wazabil
- akhirah. Itu doa yang pertama. Doa yang
- keduanya. Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma ya man la tadi wiah
- nastaudiaka
- nafsana wainana
- wa ahlina.
- Walina wa biladana wa ulamaana.
- Allahummahfadna
- bima tahfadu bihi ibadik shihin. Itu
- yang kedua. Adapun artinya mungkin nanti
- melalui WA saja.
- Iya insyaallah.
- Baik Ustaz jazakallah khair kami
- ucapkan, Ustaz. Insyaallah
- semoga apa yang disampaikan oleh Ustaz
- bermanfaat bagi kita semuanya Pak Ustaz.
- Amin ya Rabbalamin.
- Insyaallah mudah-mudahan kita selalu
- diberikan kesehatan oleh Allah Subhanahu
- wa taala. Amin. Allahum amin. Ikhwan
- akhwat pendengar radio silaturrahim yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Demikian acara kita di pagi hari ini
- dalam program acara tausiah pagi bersama
- guru kita Ustaz Umar Rasyid Hasan.
- Semoga bermanfaat bagi kita semuanya dan
- semoga kita juga selalu diberikan
- kesehatan oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Terima kasih yang telah memberikan
- pertanyaan melalui layan WhatsApp.
- Semoga kuota yang dikeluarkan dicatat
- oleh Allah subhanahu wa taala.
- Mudah-mudahan digantikan dengan pahala
- yang berifat ganda. Akhir kata saya
- Muhammad Anis Mualim dan juga kru Rasil
- yang bertugas di pagi hari ini ada Neza
- dan juga Fajar. Mohon undur diri dari
- ruang dengar Anda. Terima kasih untuk
- rekan-rekan kita, sahabat-sahabat kita
- yang telah merilai acara kita di pagi
- hari ini. Semoga kita juga selalu
- diberikan kesehatan oleh Allah subhanahu
- wa taala. Subhanakallahumma wabihamdika
- ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka
- waubu ilaik. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [musik] ya