Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:11 Alu [bernyanyi] fasayarallahu 0:13 amalakum wa rasuluhu wal mukminun 0:19 wasaturadduna 0:21 ila aalimil ghaib wasyahadah 0:26 fayunabbiukum 0:29 bima 0:31 umalun 0:39 [musik] 0:48 sungguh nikmat orang yang sudah mendapat 0:50 perhatian Allah dan rasulnya. 0:54 Jika perhatian dari atasan, pejabat, dan 0:57 orang-orang yang berkuasa saja sudah 1:00 bisa membuat kita kegirangan. Bagaimana 1:03 jika perhatian itu datang dari pencipta 1:06 alam semesta beserta ciptaannya yang 1:09 paling indah, yaitu baginda nabi? 1:13 Apalagi yang kita cari di dunia selain 1:16 dua hal tersebut? 1:19 [musik] 1:22 Perhatian tadi bisa didapat hanya jika 1:25 kita beramal saleh apapun bentuknya. 1:29 Bisa dengan [musik] tenaga, harta, 1:32 pemikiran, dan lain sebagainya. 1:35 Namun akan baginda nabi adalah 1:38 memperjuangkan ajarannya, meneruskan 1:41 perjuangan beliau, berdakwah di 1:43 jalannya. 1:46 [musik] 1:49 Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar 1:51 Radio Silaturahim dan pemirsa Rasil TV 1:55 bersama-sama berjuang bersama Radio 1:57 Silaturahim dengan berdonasi [musik] 2:00 ke nomor rekening berikut. 2:10 [musik] 2:25 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 2:27 warahmatullahi wabarakatuh. 2:29 Alhamdulillah wasyukurillah wala haula 2:31 wala quwwata illa billah. Asyhadu alla 2:34 ilaha illallah wahdahu la syarikalah wa 2:36 asyhadu anna muhammadan abduhu wa 2:37 rasuluh la ba'dah. Masih dipancar 2:40 luaskan dari Jalan Masjid Silaturahim 2:42 nomor 36 Kalimanggis Cibubur Bekasi. 2:45 Inilah radio Silaturahim dan juga Rasil 2:47 TV untuk Islam yang satu. Ikhwan, 2:50 akhwat, para pendengar radio silaturahim 2:51 dan juga pemirsa Rasil TV di mana pun 2:54 Anda dapat menyimak siaran kami. 2:55 Bagaimana kabar Anda di pagi hari ini? 2:59 Semoga kabar ikhwan akhwat di pagi hari 3:01 ini masih dalam keadaan sehat walafiat 3:03 dan mudah-mudahan Allah subhanahu wa 3:05 taala masih memberikan perlindungannya 3:07 kepada kita semuanya. 3:08 Alhamdulillahiabbil alamin. Ikhwan 3:10 akhwat, dengan syukur kita kepada Allah 3:13 subhanahu wa taala di pagi hari ini kita 3:14 dapat bertemu kembali dalam program 3:16 acara tausiah pagi edisi hari ini yaitu 3:19 di hari Kamis di tanggal 19 Zulhijah 3:22 1442 3:24 Hijriah bertepatan di tanggal 29 Juli 3:29 2021. Ikhwan akhwat penengar Radio Soltr 3:31 dan juga pemirsa Rasil TV. Di kesempatan 3:34 pagi hari ini kami menghadirkan 3:35 narasumber kita insyaallah yang akan 3:37 membahas di kajian kitab tafsir Ibnu 3:40 Katsir bersama guru kita Ustaz Umar 3:43 Rasyid Hasan. Alhamdulillah beliau telah 3:45 hadir. Kita sapa terlebih dahulu. 3:46 Asalamualaikum warahmatullahi 3:48 wabarakatuh, Pak Ustaz. 3:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:50 wabarakatuh. 3:51 Kabar? Sehat walafiat, Pak Ustaz? Ya. 3:53 Alhamdulillah wasyukrulillah. 3:55 Masyaallah. Ini ee siaran pertama ya, 3:57 Ustaz, ya? Ya, 3:58 siaran pertama pasca 4:01 apa? Ujian. 4:02 Ujian Ustaz ya. Masyaallah. 4:03 Ujian Covid. 4:04 Kita sama-sama nih Pak Ustaz. Saya juga 4:06 kebetulan pas di hari kedua, Ustaz. 4:09 Subhanallah. 4:10 Paska ya itu, Ustaz kejadian di Covid 4:13 itu, Ustaz, ya. Masyaallah. 4:14 Ya, kita termasuk alumni. 4:16 Alumni. [tertawa] 4:17 Alumni COVID. 4:19 Ustaz sendiri gimana, Ustaz, sekarang 4:20 yang dirasa Pak Ustaz? 4:21 Agak masih lemas. Cuman ya kita 4:24 lagi-lagi harus ada semacam 4:27 penyemangat ya. 4:28 Penyemangat, Ustaz, ya. He. 4:29 Karena kalau terus di rumah pun bukan 4:32 menambah semakin sehat. 4:34 Betul. Ustaz 4:34 malah beban pikiran gitu kan. Itu 4:38 berdampak pula pada ee sekarang kan 4:41 dalam pemulihan ya. 4:42 Heeh. 4:43 Berdampak pula pada ee imun pemulihan 4:47 kita. 4:47 Nah, imun ustaz rasakan imun imun tubuh 4:51 ustaz ini ketika dia bagus dia ada gerak 4:55 di luar. 4:56 Hm. Maka alhamdulillah kemarin ustaz 4:57 juga mendengar nasihat dari ustaz-ustaz 5:00 yang lain. Gerak, gerak, gerak keluar 5:02 rumah 5:03 hirup udara. He 5:05 ya kan meskipun kotor tapi pakailah 5:07 [tertawa] apa [terkesiap] 5:09 di mana sekarang udara yang bersih kan 5:12 semua di mana 5:13 di daerah ustaz masih banyak yang bersih 5:14 lah ustaz. 5:15 Ee daerah kelapa nunggal ke atas. 5:16 Kelapa nunggal ke atas memang masih ada. 5:18 Cuma sekarang nih Gunung Kapur sedang 5:20 dibongkar terus. 5:21 Oh. Jadi hari-hari ini memang debu 5:24 semakin apa ya 5:26 tebal Ustaz ya di lingkungan udara sana 5:27 Ustaz ya. 5:28 Ya alak kulihal untuk saat ini Ustaz 5:31 sudah kembali normal dan makan sudah ee 5:35 malah lebih porsinya lebih kayaknya 5:38 [tertawa] 5:39 saya 5:39 berat badan 4 kilo hilang. 5:41 4 kilo, Ustaz. Ya. 5:42 Iya. 4 kil. 5:43 Saya belum nimbang lagi Ustaz. 5:44 Masyaallah ya. Semoga kita selalu 5:46 dijaga, Ustaz ya oleh Allah Subhanahu wa 5:48 taala. 5:48 Iya. Dan mudah-mudahan untuk teman-teman 5:50 kita juga Pak Ustaz selalu diberikan 5:52 kesehatan oleh Allah Subhanahu wa taala, 5:53 Pak Ustaz. Ya, masyaallah. 5:55 Baik, Pak Ustaz. Kita di kesempatan pagi 5:58 hari ini alhamdulillah dapat berjumpa 6:00 kembali dan Ustaz juga akan menerangkan 6:02 kembali pembahasan di kajian tafsir Ibnu 6:04 Katsir, Pak Ustaz. Ya, 6:06 insyaallah Ustaz akan membahas di Quran 6:08 surah Al-Isra, Pak Ustaz, 6:10 di ayat yang ke-82, Ustaz. Ya, 6:13 insyaallah. 6:14 Ikhwan Ahmad, pendengar radio ST yang 6:15 dirahmati Allah Subhanahu wa taala dan 6:17 juga pemirsa Rasil TV. 6:19 Nah, untuk bagi ikhwan akhwat yang ingin 6:20 mengirimkan pertanyaan ataupun ee 6:23 komentarnya nanti insyaallah di segmen 6:25 yang kedua kita akan bacakan di layan 6:27 telepon di 0218451512. 6:30 Untuk Line WhatsApp-nya di 0811999720. 6:35 Kita buka, Pak Ustaz acara kita di pagi 6:37 hari ini dengan kita membaca doa thaabul 6:39 ilmi. Bismillahirrahmanirrahim. 6:48 Amin. Baik, tafadol Ustaz untuk 6:51 kajiannya di Quran surat Alisra ayat 6:53 yang ke-82. 6:55 Sebelumnya kita sampai jam berapa nih? 6:58 Jam jam 10. 7:00 Jam 10.00, Ustaz. Jam 10 lewat 10 7:03 ya lebih-lebih dikitlah ya. 7:04 Iya, Pak Ustaz. Insyaallah. 7:06 Bismillahirrahmanirrahim. 7:09 Ikhwatal iman yang dirahmati Allah, 7:11 pendengar setia Rasil dan pemirsa 7:15 televisi Rasil di mana saja berada. 7:19 Ustaz ucapkan asalamualaikum 7:20 warahmatullahi wabarakatuh. 7:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 7:24 wabarakatuh. Innalhamdalillah 7:27 nahmaduhu wa'inuhu wa nastagfiruh wa 7:31 naudubillahi minuri anfusina wamatialina 7:36 man yahdihillahu fala mudillalah waman 7:39 yudlil fala hadalah 7:41 wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 7:44 syarikalah wa ashadu anna muhammadan 7:47 abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli ala 7:50 Muhammadin wa ala alihi wasohabati 7:53 ajmain. Amma ba'd. 7:57 Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana 8:00 innaka antal alimul hakim. 8:03 Watb alaina innaka antwabur rahim. 8:06 Allahumma inni azubika min an adil udol 8:09 au azil uzal adlim au udlam ajhal au 8:13 yujhalu alai. 8:16 Sahabat Rasil yang dimuliakan Allah 8:19 subhanahu wa taala. 8:20 Terputus kita beberapa pekan karena satu 8:24 hal yang tidak sama-sama kita inginkan. 8:27 Hm. 8:27 Tetapi itu merupakan takdir Allah 8:30 Subhanahu wa taala yang harus kita 8:32 hadapi dengan ikhlas dan kita hadapi 8:36 dengan keimanan. 8:38 Soal upaya kita menjaga kesehatan sudah 8:41 pun kita lakukan. Khususnya Ustaz Umar 8:44 ini sebelum kena COVID, Ustaz lagi 8:47 semangat-semangatnya membangun di 8:48 Majalengka. 8:49 Pesantren. Ustaz. 8:50 Iya. Asrama itu kan 8:52 asrama ya. 8:52 Asrama santri. Pagi kita sudah mulai 8:55 dari azan subuh bahkan dari jam jam .00 8:59 malam itu sudah kita aktivitas 9:02 sudah selesai salat subuh menunggu suruk 9:05 ya kan 9:06 setelah menunggu suruk kita sudah 9:08 sarapan pagi di sana pakai suabi 9:11 sarapannya itu. 9:12 Masyaallah 9:12 habis makan serabi nunggu yang datang 9:15 pekerja ikut kerja sampai siang zuhur 9:18 kita azan 9:20 sambung lagi habis makan siang sampai 9:22 asar azan lagi. Terus artinya itu dalam 9:24 rangka menjadikan diri kita sehat. 9:28 Heeh. Tetapi 9:31 apalah daya kita ketika takdir Allah itu 9:34 ada yang nembus pada kita kan gitu ya. 9:37 Takdir Allah berupa ee yang sekarang 9:41 sedang marak dirasakan oleh banyak 9:43 masyarakat yaitu tidak lain daripada ee 9:48 Covid-19 ini ya. Ustaz tadi katakan kita 9:51 nih menjadi alumni ya, alumni 9:55 daripada 9:57 ee fitnah yang Allah hadirkan pada 10:00 tengah-tengah masyarakat hamba-hambanya. 10:03 alakulihal kita bersyukur dengan kondisi 10:06 apapun ya termasuk kepada kita yang 10:10 sudah mengalami dan merasakan bagaimana 10:14 ee katakan dahsyatnya COVID ini. 10:17 Oleh karenanya 10:19 tidak salah dalam kesempatan kali ini 10:22 Ustaz mendoakan 10:24 kepada yang sedang mendapatkan ujian 10:27 berupa 10:29 mm taun COVID kepada semua saja. Ustaz 10:32 doakan agar sepertama disehatkan 10:36 kembali. 10:37 Iya. 10:37 Dipulihkan kembali menjadi hamba-hamba 10:39 Allah yang ee jasadnya normal dan dapat 10:43 beribadah kepada Allah dengan 10:44 sebaik-baiknya. 10:46 Yang kedua, bersabar. 10:49 Dan yang ketiganya upayakan sesuatu 10:52 untuk kesembuhan. H. 10:54 Jadi upaya ini juga merupakan syariat 10:57 gitu kan. Harus dihadirkan pada 10:59 kita yang sedang sakit. Ustaz doakan 11:02 semoga kawan-kawan yang sedang dalam 11:05 keadaan sakit baik yang berada di rumah 11:08 sakit atau yang isoman di rumah 11:12 masing-masing semuanya tidak luput dari 11:15 doa ustaz. Doa yang masyhur dengan doa 11:19 bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 11:21 rabbanas adil bafi maradi waujati 11:26 banati 11:28 um Muhammadin sallallahu alaihi 11:30 wasallam. Anyafi laafaukaifaan 11:35 la yubadiruq. 11:37 Ini doa yang subhanallah yang 11:39 sangat-sangat indah yang Rasul 11:42 sallallahu alaihi wasallam ajarkan pada 11:43 kita di saat kita berhadapan dengan 11:47 musibah-musibah penyakit seperti ini. 11:50 Itu doa ustaz untuk yang sakit. Dan 11:52 kepada yang masih sehat, tolong kiranya 11:56 sebaik-baik mungkin, sebisa-bisa mungkin 11:58 jaga itu kesehatan. 12:01 jaga yang namanya makanan, jaga yang 12:03 namanya minuman juga untuk ee kalau 12:09 tidak perlu-perlu amat bepergian gitu 12:11 kan. Ini 12:13 karena kita juga terkadang mengabaikan 12:15 itu ya enggak usah pergilah. Tetapi 12:18 untuk salat di masjid ya alangkah 12:20 baiknya isi masjid gitu kan supaya apa? 12:24 Supaya imun kita juga ternyata masuk 12:26 masjid itu imun tuh bertambah bukan 12:28 berkurang. 12:28 Masyaallah. Hanya saja tetap protokol 12:31 kesehatan sementara ini masih harus 12:35 diprihatikan karena tidak tidak boleh 12:38 juga abai kita ini pada sesuatu yang 12:40 memang ee sudah menjadi apa pengalaman 12:43 bersama. 12:45 Ikhwan fillah yang dirahmati Allah 12:46 subhanahu wa taala. 12:48 Mm pagi ini sebetulnya 12:51 terinspirasi dari 12:54 ayat mm dalam surat Al-Isra ayat 82. 12:59 tentang Al-Qur'an sebetulnya nak Anis. 13:02 Iya. 13:03 Menjawab Al-Qur'an ini sebagai jawaban 13:07 pada COVID-19 gitu loh. 13:11 Ee kawan-kawan yang memang pernah 13:14 merasakan 13:15 ee penyakit ini Subhanallahzim 13:21 ee itulah tadi antara hidup dan mati kan 13:24 gitu. 13:24 Iya. 13:25 Alhamdulillah kita diizinkan kembali 13:27 untuk sehat. Alhamdulillah. 13:28 Kalau yang tidak Subhanallah. 13:31 Ustaz itu nais ulama-ulama dari kalangan 13:36 Nahdiin saja tidak kurang dari 900 ulama 13:42 yang terhitung dari 13:45 kemunculan COVID sampai sekarang. 13:47 He 13:49 itu 900 ulama 13:51 bukan jumlah sedikit 13:54 mencetak ulama itu puluhan tahun. 13:59 Sekarang hilangnya ulama dengan jumlah 14:01 dari Nahdatul Ulama 900 saja. Kalau 14:05 mereka ulama-ulama itu kan dari semenjak 14:10 jam . malam jam .00 itu sudah menghiasi 14:14 diri dengan ibadah. 14:15 Iya. 14:17 kita di dunia ini kerugiannya besar 14:20 dengan meninggalnya para alim ulama itu. 14:23 Bayangkan kalau dari satu ulama 14:26 bermunajat pada Allah untuk dirinya, 14:28 untuk keluarganya, untuk masyarakatnya, 14:31 untuk bangsa dan negaranya, 14:34 untuk ekonomi, untuk pendidikan dan yang 14:37 lain-lain. Katakanlah satu ulama berdoa 14:40 20 bentuk doa. 14:42 Hm. 14:44 Sekarang kalikan ke 900 ulama yang 14:47 hilang karena kematian. 14:49 Berapa ribu doa yang tidak dimunajatkan 14:53 setiap malam 14:54 karena mereka kembali pada Allah? 14:56 Nah, muncul pertanyaan, siapa yang 14:58 [berdehem] akan menggantikan 15:01 gitu kan kedudukan doa itu saat mereka 15:04 sudah kembali? Kadang kita berpikir, 15:07 "Aduh, umat Muhammad ini malas-malas 15:09 tidak mau bangun malam, tidak mau salat 15:12 tahajud. 15:13 Padahal kalau kita lihat kerugian dunia 15:15 dengan matinya para alim ulama itu dari 15:17 doa saja, Nak. 20 * 900 sudah berapa? 15:22 18.000 doa. 18.000 doa itu sudah tidak 15:27 naik lagi ke langit dari mereka." Nah, 15:30 yang akan meneruskan doa itu siapa? 15:33 Kalau bukan kita. 15:35 Maka Ustaz menyampaikan pesan moral 15:37 sebelum Ustaz 15:39 menyampaikan suratul Isra ayat 82 ini 15:42 [berdehem] khususnya kepada masyarakat 15:44 yang masih sehat. Betapapun kita ini 15:47 masyarakat awam, tetapi soal ibadah 15:50 alangkah baiknya kita gantikan posisi 15:53 ulama-ulama yang sudah meninggal dunia 15:56 dengan jumlah dari Nahdatul Ulama saja 15:59 tidak kurang dari 900. Belum lagi tambah 16:01 dari Muhammadiyahnya, 16:03 dari Persisnya, ya kan? 16:05 Belum lagi dari lembaga-lembaga lain 16:07 yang kalau kita jumlahkan, ya Allah 16:09 ribuan. 16:10 Ribuan sahabat dekat ustaz aja, Ustaz 16:14 Dr. Lutfi Fatullah kemarin magrib 16:17 meninggal dunia pekan kemarin kan. 16:19 Gemetar ustaz-ustaz lagi panas-panasnya 16:21 badan saya mendengar informasi 16:23 teman-teman banyak meninggal lagi kan. 16:26 Ya Allah, gimana 16:28 mengatur nafas itu gimana gitu. Maunya 16:31 sih enggak ngelihat WA gitu kan. Tapi 16:33 walaupun sakit kita juga perlu 16:34 informasi. 16:35 Iya. 16:36 Akhir buka lagi WA itu. Subhanallah. 16:38 Nah, itu jadi kerugian dunia ini karena 16:42 dengan kematian ulama itu dari kebaikan 16:45 doa dan munajat mereka sedang kerugian. 16:48 Nah, rugi ini jangan berterus-terusan 16:50 ikhwan. Maka kita semoga ada kesadaran 16:54 dan rasa tanggung jawab bersama untuk 16:57 kita bangun malam bertahajud ya. 17:00 Kemudian 17:02 menyampaikan pada Allah doa dan munajat 17:04 kita. Ee karena kondisi ini luar biasa. 17:08 Tanpa doa, tanpa kesadaran kita banyak 17:11 bermunajat. 17:12 Sedangkan pemilik penyakit ini bukan 17:15 bukan manusia. 17:17 Penyakit ini kan bukan karya manusia. 17:20 mungkin ada ee istilahnya kaitan dengan 17:24 program-program kejahatan manusia 17:26 tertentu, tapi ini Allah izinkan kan 17:28 gitu. Hanya Allah yang membuatnya. Covid 17:31 itu milik Allah. Maka munajat dan doa 17:34 kita itu adalah semoga Covid yang sedang 17:38 melanda dunia ini Allah angkat dan dunia 17:41 kembali normal seperti biasa. Ini doa 17:44 kita. 17:46 Adapun 17:47 surah Al-Isra ayat 17:50 82 itu menceritakan 17:53 tentang kondisi Al-Qur'an, 17:56 kondisi dan posisi Al-Qur'an di sisi 17:58 kehidupan manusia. 18:01 Ayatnya berbunyi 18:02 azubillahiminasyaitanirrajim. 18:06 Waunazzilu minal qurani ma hua siifa 18:10 warahmatul lil mukminin 18:13 wala yazidimina 18:16 illa khasar. 18:18 Terjemahan bebasnya ikhwat al iman. 18:20 Wunazilu minal Quran. Dan kami 18:22 menurunkan dari Al-Qur'an itu mau siifa 18:27 warahmah. Apa-apa yang dapat 18:30 menyembuhkan 18:32 hamba-hambaku manusia. kan warahmah 18:37 dan juga sebagai rahmat bagi orang yang 18:40 beriman ya lil mukminin. Tetapi bagi 18:43 orang-orang zalim yaitu yang melampaui 18:46 batas dalam kehidupannya. 18:49 Wala yazidalimina 18:51 illa khasar. 18:53 Dan tidak 18:55 menambah kepada orang-orang zalim itu 18:57 yaitu Al-Qur'an. Baik saat mereka 18:59 mendengarnya, baik saat mereka 19:02 berpapasan dengan dai-dai umat Islam 19:06 membawakan Al-Qur'an, tidak akan 19:08 bertambah apa untuk mereka terkecuali 19:10 kerugian. Nah, itu illa khasar. 19:14 Di sini ada dua kubu sebetulnya. Kubu 19:16 orang yang beriman dan kubu orang yang 19:19 zalim yang tidak mengakui [berdehem] 19:22 kedahsyatan Al-Qur'an. Nah, kita sebagai 19:25 orang beriman 19:27 sungguh jiwa kita ini terpengaruh berat 19:30 dengan Al-Qur'an. 19:32 Dengan informasi ilahi seperti ini. 19:35 Wunazil minal Quran mahua syifa 19:38 warahmah. 19:39 Dan kami telah menurunkan dari Al-Qur'an 19:41 itu pengobat gitu loh, 19:46 penyembuh 19:48 dan rahmat. Maka bagi kita orang beriman 19:52 subhanalladzim 19:54 ya arahan ilahi ini harus kita 19:57 ee lakukan dalam segala hal 20:01 dalam keadaan kisah sehat. Jadikan 20:03 Al-Qur'an itu sebagai ee ee penjaga 20:07 kesehatan kita 20:10 dan sebagai rahmat dalam saat kita 20:13 sakit. Jadikanlah Al-Qur'an itu sebagai 20:15 penyembuh daripada sakit kita. Maka anak 20:18 Anis di waktu perekan 20:22 pekan pertama Ustaz 20:25 ee terjangkit penyakit ini, anak dari 20:28 Jakarta itu telepon semua. 20:30 Hm. 20:31 Abuya gini gini gini, Abuya ini bagus 20:35 gitu kan. Ustaz bilang, "Arahan kalian 20:37 bagus, tapi Abuya akan mengobati diri 20:41 Abuya hanya dengan Al-Qur'an." 20:43 Itu saya begitu. Jadi karena sakitnya 20:46 pertama kan pekan pertama di Majalengka. 20:48 H. 20:49 Jadi Abuya dari hari ini akan bersama 20:53 Al-Qur'an terus. Semampu [berdehem] 20:55 ustaz saat itu nih subhanalladzim entah 20:58 kalau dilihat panasnya berapa derajat 21:00 gitu ya. Yang terasa itu ya nauzubillah 21:03 minzalik ya. Semua kita yang sudah itu 21:06 merasakan seperti itu. Jadi Al-Qur'an 21:08 terus 21:10 ya. Tetapi kita pun bukan berarti 21:13 mengabaikan obat-obat yang diberikan 21:17 untuk 21:19 ee meredakan daripada panas gitu kan. 21:23 Gak kita juga alhamdulillah selama obat 21:26 itu sah-sah saja untuk orang sakit ya 21:30 dengan tujuan pengobatan ya kita minum 21:34 gitu loh kita usaha untuk supaya cepat 21:37 sembuh melalui obat itu. Karena kita 21:40 juga di syariatkan untuk berobat tetapi 21:43 Al-Qur'an yang kita baca itu subhanallah 21:46 adzim dahsyatnya luar biasa. 21:50 Nafas yang tersengal-sengal. 21:53 Dengan membaca Al-Qur'an itu lambat laut 21:55 nafas itu terbuka 21:59 sambil mulut kita ketika berpapasan 22:02 dengan Al-Qur'an yang ada perintah 22:04 begini, kita ikuti perintah Al-Qur'an 22:06 itu. Makanya kalau yang tidak paham 22:09 bahasa Arab harus ada terjemah atau 22:12 tafsir. 22:14 Ada perintah begini oleh Allah kita 22:16 ikuti. Subhanallah. 22:19 Walaupun Covid menyerang kita, H 22:23 tetapi dengan Al-Qur'an makan enggak 22:26 bisa saat itu makan minum, Ustaz. Kalau 22:29 boleh dikatakan hampir 2 pekan tuh 22:31 enggak makan, enggak minum. Luar biasa 22:33 itu. Subhanalladzim yang namanya makan 22:36 itu 22:37 rasanya 22:37 walaupun lezat gitu kan 22:39 gak ada rasa aja. 22:41 Yang ada tuh w mau muntah terus 22:43 mual 22:44 mual terus yang ada. Tetapi 22:46 alhamdulillah dengan Al-Qur'an suatu 22:49 keajaiban yang sangat luar biasa. Ini 22:51 yang Ustaz alami gitu ya. 22:54 Yang ustaz alami. Jadi pengalaman ini 22:57 boleh juga itu maksudnya ini kan melalui 23:01 ayat ini pengalaman ini boleh juga 23:04 diikuti oleh yang lain gitu loh. 23:07 [berdehem] 23:07 Iya. 23:07 Eji mumpung ini siaran radio yang 23:10 insyaallah taala bisa didengar oleh 23:12 jutaan orang kan gitu. Nah, ini tolong 23:15 dimanfaatkan pengalaman ustaz. Al-Qur'an 23:18 Al-Qur'an 23:20 itu Al-Qur'an subhanallah adzim tidak 23:22 ada keraguan di dalamnya. Nah, di saat 23:25 Ustaz yang parah betul itu di pekan 23:28 kedua 23:29 Ustaz buka tafsirnya Nis. 23:30 Heeh. Dan Ustaz buka juga keterangan 23:33 alim ulama baik dari Mesir, baik dari 23:37 Saudi, baik dari ee Yordania, ulama 23:40 Palestin. Ustaz buka semua suara mereka 23:43 menyatukan pendapat mereka di sekitar 23:47 ayat ee surah Alisra ayat 82 ini semua 23:51 sepakat sama. 23:52 H 23:53 bahwa Al-Qur'an itu dapat mengobati 23:56 penyakit apapun ee jasmani dan rohani. 24:00 Subhanallah. 24:02 Wah, semakin yakin lagi, Ustaz. Dengan 24:04 napas tersengal-sengal kembali Quran 24:06 lagi. 24:07 Kadang kalau mampu wudu, wudu. Kalau 24:09 enggak tayamum 24:12 gitu. Jadi, 24:14 tanpa 24:16 hari e tiada hari tanpa Quran itu 24:19 selalu 24:20 itu selalu di pinggir usa ada Quran 24:23 terus. Ya memang kita harus kembali ke 24:25 sana. 24:27 Mau ke mana kita kembali kalau tidak 24:29 kepada Al-Qur'an kan 24:31 soal obat yang dihadirkan pada kita. 24:33 Alhamdulillah yang saya hormati, saya 24:36 sayangi Ustaz Husin Alattas dan beserta 24:39 keluarga besarnya subhanallah ee 24:42 memberikan perhatian penuh kepada saya 24:44 dengan mengirimkan obat-obat ya kan dari 24:47 putaran yang tercinta Dr. Muhammad. 24:49 Alhamdulillah obat-obat itu disuplly 24:51 terus e dari Dr. Muhammad beli ini, beli 24:55 itu, beli ini terus gitu. Alhamdulillah 24:58 kita subhanalladzim upaya obat. 25:01 Alhamdulillah itu dan dirasakan oleh 25:05 ustaz setelah Al-Qur'an dibaca begitu ee 25:08 istilahnya ya penuh semangat gitu kan. 25:11 Ditambah dengan obat-obatan 25:13 dari dunia medis itu alhamdulillah 25:18 perkembangan dari hari ke hari ya 25:21 semakin 25:23 bertambah baik. 25:25 Jadi, ikhwan, 25:27 menurut ustaz 25:29 dan menurut banyak kalangan alim ulama 25:33 almufassirun di sekitar ayat ini, umat 25:37 Islam yang beriman pada Allah tidak 25:39 boleh ragu kepada Al-Qur'an. Bahwa 25:43 Al-Qur'an adalah obat dari segala 25:46 permasalahan. 25:48 Hanya saja kita mau enggak kembali pada 25:51 Quran kan. 25:52 Iya. 25:53 Andai kata kembali, maka kita sudah 25:55 kembali pada jalan yang benar. Andai 25:57 kata kita kembali pada Al-Qur'an, maka 26:00 kita jumpai dalam Al-Qur'an itu adalah 26:02 petunjuk Allah Subhanahu wa taala untuk 26:05 menyelesaikan kasus-kasus apapun 26:07 kehidupan. Kasus ekonomi dijawab oleh 26:10 Al-Qur'an. Kasus pendidikan daring 26:13 sekarang kan pendidikan daring semua kan 26:15 dijawab oleh Al-Qur'an bukan tidak. itu 26:17 kan apalagi kalau Al-Qur'annya kita baca 26:20 dengan penambahan [berdehem] tafsir 26:22 hadis-hadis akan semakin menambah 26:25 keyakinan kita kepada kebenaran 26:28 Al-Qur'an itu. 26:30 Ikhwan fillah yang dirahmati Allah 26:32 Subhanahu wa taala, maka melalui 26:34 pengalaman tadi tidaklah tidaklah salah 26:36 kawan-kawan untuk mencoba dalam 26:39 kehidupan. 26:41 Tetapi memang kita juga perlu berpikir 26:43 ya kepada kondisi ee COVID dan 26:47 sejenisnya itu. Ee kalau kita ee 26:53 [berdehem] apa istilahnya 26:56 ee ngomong sendiri gitu, kenapa sih 26:59 Allah nurunin COVID kan gitu 27:01 sehingga hamba-hambanya menderita macam 27:03 gitu kan. Itu sebetulnya Allah tidak 27:06 zalim loh sama hambanya. itu Allah sudah 27:09 nyatakan sendiri. Allah tidak akan 27:11 menzalimi hamba-hambnya. 27:15 Artinya ketika Allah berjanji tidak 27:17 menzalimi hamba-hambanya dan Allah tidak 27:19 akan memungkiri janjinya, itu berarti 27:23 ada sesuatu yang istimewa buat 27:25 hamba-hambanya. Hamba-hambanya akan 27:27 dijamin makanan, minumannya, 27:29 kesehatannya. Kan gitu. Karena Allah 27:31 tidak akan melakukan kezaliman kan. 27:33 hamba-hambanya akan dijamin ee hidupnya 27:37 layak gitu kan ee dengan yang lain ee 27:41 rezekinya diberikan, hak-haknya dipenuhi 27:45 itu Allah tidak akan zalim pada 27:47 hambanya. Tetapi mengapa Allah uji 27:49 ujikan pada hamba itu penyakit kayak 27:51 begini? Nah, orang bilang berarti Allah 27:54 zalim dong. 27:55 Kan gitu. 27:57 Tidak. 27:59 Ini penyakit, ini ujian hidup Allah 28:02 tidak akan hadirkan pada kalangan 28:04 manusia kalau manusianya tidak berdosa 28:08 pada Allah. 28:11 Jadi menurut penelitian umat Islam ini 28:14 yang beriman kepada Allah, adanya COVID 28:18 sebelum ini ada MERS, 28:21 the SARS, flu burung, flu babi, antraks, 28:24 sebelum ini HIP ya kan. 28:28 Semua musibah-musibah ini Allah hadirkan 28:32 akibat dosa manusia itu sendiri. 28:36 Maka kalaulah 28:39 penyebabnya dari dosa dan maksiat serta 28:42 pelanggaran-pelanggaran 28:44 nilai-nilai hukum Allah Subhanahu wa 28:46 taala dalam kehidupan, lalu kita juga 28:49 malah mencari jalan keluarnya dengan 28:51 jalan yang salah. Oh, lebih parah 28:54 jauhnya dari rahmat Allah. sudahlah 28:56 penyebabnya dari salah kesalahan kita. 28:59 Malah kita mencari jalan keluar dari 29:01 kesulitan ini dengan cara yang tidak 29:03 benar. Oh, lebih jauh lagi. Maka 29:06 Al-Qur'an ini jadi jawabannya gitu loh. 29:09 Nah, ketika kita lihat apa sih 29:11 penyebabnya musibah ini Allah turunkan? 29:15 Ternyata penyebabnya ikhwatal iman tidak 29:18 lain dari dosa kita. Maka kita lihat 29:21 sejarah masa lalu dulu kan ada taun 29:23 amwas. Iya. Taun ambas itu subhanallah 29:26 merenggut ee nyawa sahabat-sahabat ya 29:29 kan ee [batuk] 29:31 [berdehem] Ubaidah bin Jirah ya kan. 29:34 Kemudian ee Muad bin Jabal itu meninggal 29:38 juga nih. Syahid juga dengan Taun 29:41 Amwasun 29:42 itu kan Amru bin Ash. Sehingga menjadi 29:46 amir di sana di Palestina ya kan 29:50 mempunyai pendapat gitu kan. Tajabbalu 29:53 gitu kan. Ilal jibal. Lari kalian dari 29:57 taun amwas ini sekarang. Larilah kalian 29:59 dari Covid-19 ini. [tertawa] 30:03 Pergi sana ke pucuk-pucuk gunung itu 30:06 kan. Tempati ee wadi-wadi yang banyak 30:10 airnya. Selamatkan diri kalian dari 30:13 tahun amwas. 30:14 Nah, meskipun saat itu banyak juga yang 30:17 pro dan kontra terhadap 30:19 arahan-arahan Amir ketika itu. Nah, 30:24 meskipun 30:25 kok ada pro dan kontra, tetapi memang 30:28 yang menjadi pucuk pimpinan kan satu kan 30:31 Umar bin Khattab di Madinah, ya kan. 30:33 Nah, ternyata pendapat daripada Amru bin 30:37 Ash yang menggantikan daripada ee amir 30:40 sebelumnya itu ee disepakati oleh Umar 30:43 bin Khattab untuk menyelamatkan diri 30:45 dari apa? Dari taun ini, dari ancaman 30:48 virus-virus seperti ini. Kalau dulu kan 30:51 begini, Akhi. Soal virus itu kan pagi 30:54 terasa, sore meninggal. 30:57 Lah, kalau sekarang masih masih mending 30:59 ya ada masa 14 hari untuk 31:02 isoman. 31:03 atau apa gitu ya. Meskipun 14 hari ini 31:06 ada ada dua kemungkinan selamat atau 31:09 tidak kan ya. 31:10 Selamat atau maut. Kalau maut ya sudah 31:13 syahid 31:13 insyaallah taala. Kalaupun selamat sehat 31:16 kembali semoga tidak menghadirkan 31:19 penyakit-penyakit yang lain kan gitu. I 31:21 itu. Nah ini 31:23 mm amuas yang terjadi pada zaman dahulu. 31:27 Nah, tetapi yang menjadi penting 31:29 sekarang ini bagaimana arahan Amir dulu? 31:32 Amir dulu tuh hanya mengarahkan gini, 31:35 bertaubatlah kalian pada Allah. 31:38 Berdekat-dekatlah diri kalian dengan 31:41 Allah. Bertakwalah pada Allah. Jauhi 31:45 maksiat, jauhi 31:47 ee hal-hal yang dapat Allah murka. Itu 31:50 arahan amir. 31:53 Karena tidak mungkin Allah menyiksa 31:55 kalian dengan dahsyatnya taun amwas ini, 31:59 melainkan karena dosa-dosa kalian. Nah, 32:02 hari ini sebetulnya para alim ulama 32:05 harus banyak menyampaikan nasihat pada 32:07 umat seperti halnya dulu Amir 32:10 menasehatkan pada umat mereka, umat 32:13 beliau itu. Jadi, kita harus menasihati 32:16 hal yang sama. Nah, sekarang coba ustaz 32:19 menasihati dari rasil ini. Bertakwalah 32:22 pada Allah wahai saudara-saudaraku 32:25 bangsa Indonesia. Lucuti 32:28 diri-diri kita dari dosa, dari maksiat, 32:31 dari pelanggaran-pelanggaran hukum Allah 32:33 Subhanahu wa taala. Kalau memang COVID 32:36 ini ingin gitu kan diangkat oleh Allah 32:39 Subhanahu wa taala. Dan saat Allah 32:41 mengangkat daripada penyakit COVID ini 32:44 gak ada manfaatnya yang namanya 32:45 vaksinasi. 32:46 Gak ada manfaatnya yang namanya apa tuh 32:49 ee ee swap 32:51 swap 32:52 gak ada manfaatnya lawan Allah sudah 32:53 mengangkat kok. Apa sih yang bisa 32:56 bermanfaat di sisi manusia kalau Allah 32:58 sudah lebih awal menyehatkan 33:00 hamba-hambanya 33:02 kan gitu. Nah, nah ini masalah 33:04 sebetulnya. Jadi menurut kacamata Islam, 33:09 tidak semata-mata penyakit ataupun 33:12 musibah ini diturunkan Allah kalaulah 33:15 hamba-hambanya itu selalu bertakwa, 33:19 selalu menjalankan perintah-perintah 33:21 Allah, menjauhi larangannya, menjauhi 33:23 dosa-dosa, itu kan. Nah, ini. Nah, 33:26 sekarang juga ya kita harus kembali 33:28 jikalau kita ingin segera COVID-19 ini 33:33 diangkat oleh Allah Subhanahu wa taala. 33:35 disehatkan kembali jasad-jasad kita, 33:38 hamba-hambanya, 33:40 dinormalkan kembali alam ini dari Covid. 33:42 Karena seluruh alam ini ee mengalaminya, 33:46 maka kembalilah kepada kita ee bertakwa 33:52 pada Allah. Tinggalkan semua 33:54 larangan-larangan Allah, dosa-dosa 33:56 besar, dosa-dosa tinggalkan semua. 33:59 Karena menurut al menurut Alislam itu 34:04 tidak ada lain turunnya musibah ini 34:06 karena kita berdosa pada Allah Subhanahu 34:08 wa taala. Nah, apakah ada Ustaz di dalam 34:11 hadis keterangan itu bahwa 34:15 musibah-musibah yang diturunkan Allah 34:17 itu karena dosa kita? 34:18 Iya. Ternyata memang ada hadis-hadis 34:22 Rasul tuh kalau kita kembali pada 34:25 bahasan akhir zaman gitu kan. Masalah 34:28 yang tadi saja kematian dari 900 ulama 34:33 NU itu atau dari Muhammadiyah dari kalau 34:36 di Indonesia kan gitu sih. Kalau di luar 34:38 kan gak banyak. [berdehem] 34:40 Heeh. 34:41 Guru-guru ustaz yang di Saudi aja sudah 34:44 banyak yang meninggal semua. 34:47 itu itu ada di dalam banyak riwayat 34:51 menceritakan itu. Nah, di antaranya 34:54 hadis yang akan Ustaz sampaikan untuk 34:57 pendengar hasil ini adalah ee Rasul 35:00 sallallahu alaihi wasallam ketika itu 35:02 bersabda, 35:09 waqala Tirmidzi. Hadis ini diriwayatkan 35:11 oleh Imam at-Tirmidzi 35:14 itu 35:18 an Ali ujungnya adalah an Ali 35:22 ibn Abi Thalib. 35:25 Qala 35:26 ini hadis dari diriwayatkan oleh 35:29 At-Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib 35:32 karamallahu wajhah berkata, "Qala 35:35 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam." 35:38 Rasul sallallahu alaihi wasallam 35:39 bersabda, 35:41 idza. [berdehem] Nah, idza fa'alat umati 35:46 khamsa 35:47 asr khlatan 35:50 halla fihal bala. Coba lihat halla fiha 35:55 albala. 35:57 Jikalau umatku 36:00 telah melakukan perbuatan dalam hidupnya 36:04 ee ini jumlah perbuatannya 15. Tetapi 36:08 kalau semuanya yang sudah dilakukan 36:10 ke1-15-nya 36:12 ini, oh barang tentu itu 36:15 sesuatu yang dahsyat sekali ya. Ini 36:19 mungkin dua atau tiga atau empat atau 36:21 lima, tidak semuanya. 36:24 Di sini dikatakan 36:26 faalat umatihamsa asr khratan. Jikalau 36:30 umatku telah melakukan perbuatan yang 36:33 jumlahnya 15 36:36 perbuatan 36:38 halla fihal bala, maka Allah Subhanahu 36:40 wa taala 36:43 akan menurunkan kepada mereka albala. 36:49 Ini albala ini akhirnya global nih dan 36:53 mencakup seluruh dunia universal. 36:56 Nah, karena Islam itu kan ee sebetulnya 37:00 Islam itu blessing blessing for universe 37:04 ya kan. Tetapi kalau dampaknya 37:09 masyarakat Islamnya sendiri banyak 37:11 berdosa, itu bukan blessing malah azab 37:14 itu azabnya sama for universe. Seluruh 37:17 alam merasakan. Nah, jadi kalau albala 37:21 ini diturunkan akibat daripada 15 37:24 perbuatan manusia, apa sih yang 15 itu? 37:27 Kan gitu. Mungkin kalau tidak cukup 37:29 waktu tidak semuanya. Nah, di antaranya 37:32 adalah 37:35 id kanal magna mudala. Yang pertama 37:37 jikalau ee ada dalam hadis yang lain itu 37:41 fai alfai harta fai. harta p itu harta 37:45 rampasan gitu yang dirampas dari orang 37:48 kafir untuk kepentingan kaum muslimin 37:51 itu sekupnya sekup ee sekup negara. Jadi 37:55 kalau negara yang satu mencaplok 37:57 kekayaan negara lain itu ter kalau 37:59 terjadi gitu itu penyebab pertama 38:01 dituruhkannya albala. Albala itu apa, 38:03 Nes? Albala itu bala bencana gitu 38:07 yang mencakup ekonomi, mencakup 38:08 pendidikan, mencakup penyakit gitu loh. 38:11 Nah, itu itu sebetulnya 38:15 sarana penserilan dunia sebelum Imam 38:19 Mahdi datang gitu. 38:20 Nah, ini ini kita harus paham ke sana 38:23 juga. Wal amanatu wal amanatu magnama. 38:28 Dan kalau saja amanat-amanat yang ada di 38:32 pundak 38:34 semua manusia ini dijadikan sarana untuk 38:37 memperkaya diri. 38:39 Ah, ini juga penyebab. Nah, Ustaz 38:42 sekarang jujur akan bertanya 38:45 sekarang ini manusia yang mendapatkan 38:47 amanah dari Allah, apapun bentuk 38:49 amanahnya kan kebanyakannya untuk 38:51 memperkaya diri Nis. 38:52 Iya. 38:54 amanatnya tidak dilaksanakan, malah 38:57 amanat itu dijadikan modal mencari mat 39:00 materi sekarang. Nah, ini apa enggak apa 39:04 tidak menjadi halal Allah menurunkan 39:06 bala bencana berupa penyakit COVID 39:09 khususnya sekarang COVID karena yang 39:11 muncul COVID ya gitu loh. Meskipun 39:13 kemiskinan dia, kemiskinan pun akhirnya 39:16 muncul dengan COVID itu kan. Kemudian ee 39:21 pendidikan juga bermasalah kan gitu. 39:24 Perekonomian mandek kan begitu semua 39:26 orang nganggur. 39:28 Ini akibat itu kalau amanat sudah 39:31 dijadikan sarana kekaya memperkaya diri 39:34 wazzakatu magroma. Sedangkan zakat itu 39:37 menjadi utang. 39:39 Padahal mereka mampu membayar per tahun 39:41 2,5% 39:43 dan mereka tidak membayar berarti kan 39:46 hutang. Umat Islam yang mampu membayar 39:48 utang membayar zakat tapi dibayarkan 39:52 berarti kan utang mereka menjadikan 39:55 kewajiban zakat itu utang buat mereka 39:58 magromah 39:59 gitu kan. Waarulu zaujatahu waq umahu 40:05 wroq waffa abah. 40:08 Yang berikutnya, Ikhwan, kalau sudah 40:11 laki-laki suami nih, kalau sudah suami 40:14 memperturutkan keinginan istri-istrinya, 40:18 betapun istrinya menyuruh ee katakan 40:21 berbuat dosa dan maksiat, seperti kata 40:24 istrinya, "Bang, kita mau cepat kaya nih 40:27 punya mobil, Abang di kantor enggak 40:29 apa-apalah ambil 4 miliar mah [berdehem] 40:32 untuk apa ya dikorupsi gitu kan." Iya. 40:35 Sekarang banyak 40:37 itu loh 40:39 omongan-omongan 40:41 wanita kita ini yang ditaati oleh suami 40:45 untuk berbuat dosa itu loh. Nah, 40:49 akhirnya apa yang terjadi? Rumah 40:50 tangganya kan dikuasai dengan hal-hal 40:53 yang berbau kebusukan kan gitu. 40:56 itu. Jadi di manakala seorang laki-laki 41:00 sudah mentaati perempuannya untuk 41:02 berbuat dosa. Itu maksudnya kalau 41:05 taatnya untuk salat mah 41:08 untuk kebaikan kan gitu. 41:10 Wa aq ummahu. 41:12 Dan di saat yang sama ibunya dihardik. 41:16 Bahkan sebagian masyarakat hamba Allah 41:19 ini ibunya dijadikan pembantu 41:22 itu kan. 41:25 [berdehem] 41:26 ee menghardik ibunya 41:29 kemudian kepada bapaknya 41:31 wajafa abah kering kehormatan untuk 41:36 ayah. Apa arti kering itu? 41:39 Yang enggak pernah menghormati orang tua 41:41 yang dari pihak laki-laki. Abnya itu 41:43 enggak dihormati. Malah yang lebih 41:45 dihormati teman-temannya. 41:48 Jadi omongan ayahnya tidak diterima, 41:50 tapi omongan yang lain 41:51 diterima. Nasihat ayahnya yang baik 41:53 tidak didengar. Malah nasihat yang lain 41:56 yang tidak baik didengar. Ini wajah 41:58 faabah namanya. Ya Allah ya Rabbi. Kalau 42:01 sudah kondisi kayak begitu bagaimana? 42:04 Belum lagi wartafaatil aswad fil 42:06 masajid. 42:08 Muncul suara-suara yang belum yang tidak 42:10 bernuansakan syariat dari masjid-masjid. 42:13 Ya, banyak sekali. seperti banyak 42:15 sekarang masjid digunakan untuk ee 42:18 perayaan-perayaan 42:20 pernikahan yang di dalamnya ada 42:22 dangdutan macam-macam kan gitu. 42:24 Nauzubillah 42:27 wakana zaimul qum ardalahum. Nah ini 42:31 yang berbahaya. Kita tidak akan 42:33 menceritakan pemimpin atau politik 42:36 tetapi ini hanya menyampaikan hadis. Dan 42:39 ketika pemimpin sebuah 42:43 [batuk][tertawa] 42:45 tatanan manusia 42:47 dan ketika saat pemimpin sebuah negeri 42:52 ini ee pemimpin mereka dari kalangan 42:56 orang-orang yang boleh dikatakan 42:59 tercela, orang yang tidak punya ilmu, 43:02 orang yang mungkin dari derajat bawahan 43:05 itu ketika bangsa dipimpin oleh mereka. 43:09 Itu pun menjadi penyebab turunnya 43:11 albala. 43:12 Karena dari pemimpin kayak begitu tuh 43:15 akan muncul kebijakan-kebijakan yang di 43:18 luar syariat Islam. Itu loh. Ini kita 43:22 hanya menceritakan hadis. Wa ukrimarjulu 43:26 makhafata syarrih. 43:28 Dan ditaatinya seseorang itu kan kita 43:32 taat sama seseorang karena keburukannya, 43:35 karena kebengisannya. Jadi kita dipaksa 43:38 untuk taat 43:38 taat. Ah ini penyebab diturunkannya 43:41 penyakit COVID ini. Karena sekarang yang 43:44 muncul kan COVID. 43:45 Ini penyebab COVID. Jadi pendengar 43:49 semuanya yang mendengar nasab Umar, 43:50 Ustaz Umar ini tolong. Ini penyebab 43:53 diturunkannya Covid oleh Allah Subhanahu 43:54 wa taala. Wasuribatil khumur. Penyebab 43:57 berikutnya diminumnya arak tiada henti. 44:01 Ini penyebab juga di mana-mana arak. 44:03 Subhanallahzim. 44:06 Walu bisal harir dan kebanyakan 44:09 pemuka-pemuka negara ataupun 44:11 pemimpin-pemimpin ini pakaiannya saja 44:14 bukan kayak kita. Pakaian mereka terbuat 44:17 daripada sutra saking untuk apa? Ingin 44:21 wah gitu loh. 44:22 Wah. 44:23 Eh serba wah serba ingin dihormatin. 44:27 Watidatil qainat wal maazib. Dan 44:31 bermunculan itu yang namanya alat-alat 44:34 musik. 44:35 Sekarang alat musik coba lihat 44:37 ditelepisi-telepisi itu kan dengan yang 44:40 berjogetnya lenggak-lenggok Allahu Akbar 44:42 dari bentuk-bentuk musik kan. 44:44 Ah itu muncul. 44:46 Nah ini yang tidak boleh terjadi pula. 44:48 Walaana akhir hadil ummah awalaha. 44:53 Umat terakhir sekarang ini banyak 44:54 mencaci maki, mencela, 44:57 melaknat umat-umat yang terdahulu yang 44:59 telah hidup sebelum kita dari 45:01 ulama-ulamanya. Kan sekarang terjadi 45:05 masyarakat sekarang dari kalangan para 45:07 ustaz yang hidup sekarang notebnya 45:10 mereka ustaz tetapi mencaci maki 45:13 melaknat ustaz-ustaz yang hidup di masa 45:15 lalu yang sudah tiada. 45:16 H 45:17 sekarang terjadi dari mulut mereka 45:21 pada dan ustaz pernah mendengar bahwa 45:24 katakanlah 45:26 salat subuh yang ada qunutnya itu adalah 45:28 bidah. 45:30 Ada ustaz mengatakan itu bidah. Berarti 45:34 sama saja mengatakan Imam Syafi'i adalah 45:37 ahli bidah, 45:38 ahli bidah. Sebab 45:41 mazhab Syafi'i itu untuk subuh ada kun 45:45 ada qunut. Ini harus berhati-hati. 45:49 Lalu orang yang maca 45:50 bismillahirrahmanirrahim dijaharkan 45:52 dalam salat al-Fatihahnya bismillah 45:54 dijaharkan itu katanya bidah. Berarti 45:57 membidahkan pula ulama-ulama masa lalu 46:00 kan gitu. Sama juga melaknatnya. Inilah 46:02 yang dimaksudkan walaana akhir hadil 46:06 ummah awal. Melaknat orang-orang yang 46:09 sekarang hidup gitu kan. Ulama-ulama 46:11 sekarang ini melaknat ulama-ulama yang 46:14 hidup telah di masa lalu. Padahal mereka 46:16 sudah kembali pada Allah. H. Nah, saat 46:20 itulah kata Rasul sallallahu alaihi 46:21 wasallam, "Falyartaqibu 46:24 rihan hamro a khospan mashon." Maka 46:28 siap-siap saja kalau sudah kondisinya 46:31 kayak begitu. 46:32 Allah akan datangkan itu bala bencana 46:35 kepada kalian. Apa bala bencananya? Akan 46:38 terjadi huruara, akan terjadi katakanlah 46:42 gempa bumi, akan terjadi tanah longsor, 46:45 akan terjadi apa nam angin topan yang 46:49 besar yang membawa ee pasir-pasir yang 46:52 dari padang pasir dalam jumlah entah 46:55 berapa juta metrik atau apa gitu. Itu 46:59 luar biasa. Nah, kalau kita lihat ikhwan 47:02 yang dirahmati Allah, 47:04 ayat yang tadi kita tidak ragukan bahwa 47:07 Al-Qur'an merupakan ee pengobat dari 47:10 segala masalah. Yang kedua, soal adanya 47:14 musibah COVID ini ada penyebab. Apa 47:16 penyebabnya? penyebabnya udah udah ustaz 47:20 tadi sampaikan kalau tidak 15 semuanya 47:23 mungkin itu karena waktu tapi 15 ini 47:26 kalau dilakukan oleh umat Muhammad 47:28 sallallahu alaihi wasallam halla fihal 47:30 bala maka Allah akan menurunkan bala 47:33 bencana. Ah kalau bala bencana ya 47:35 termasuk di dalamnya penyakit yang 47:37 sekarang ini ya Covid gitu loh. Nah ini 47:40 penyebab-penyebab yang menurut syariat 47:41 Islam ee kajian-kajiannya sudah 47:44 terbukti. Nah, kita hari ini untuk 47:47 bagaimana terhindar dari fitnah-fitnah 47:50 COVID ini maka tidak ada lain. 47:53 [berdehem] Kita harus inabah ilallah 47:55 taubatan nasuha. 47:57 Kembali pada Allah dengan bertobat. Tbat 48:00 nasuha. Tinggalkan kemaksiatan. Jauhi 48:03 dosa-dosa. Berdekat-dekat pada Allah 48:06 dengan bertakwa. Baca Quran, salat. 48:09 Syukur-syukur kau tambah dengan yang 48:11 sunah. Demikian pula puasa wajib dan 48:14 puasa sunah. Demikian pula zakat wajib 48:17 dan sedekah-sedekah yang sunah. Sehingga 48:19 dengan demikian insyaallah taala lambat 48:22 laun kalau hamba-hamba Allah sudah 48:24 kembali normal ketakwaannya 48:26 kembali normal. Mereka berbakti pada 48:28 Allah, dosanya dihindarkan, 48:31 maksiatnya dijauhi, Allah akan 48:34 mensterilkan kembali alam yang penuh 48:37 dengan COVID ini. Bagi Allah enggak 48:38 susah. 48:39 Bagi Allah tidak susah. Sangat mudah 48:41 sekali. Tinggal hanya kepala kita. 48:43 Wallahuam bawab ikh iman. Pendengar 48:46 hasil di mana saya berada. Itu saja yang 48:48 dapat disampaikan. Semoga ada 48:51 manfaatnya. Wallahuam. 48:53 Ya. Baik. Kami ucapkan jazakullah khair 48:54 kepada Ustaz Umar Rasyid telah 48:56 memberikan ee pembahasan ya di kajian 48:59 tafsir Ibnu Katsir di Quran surah 49:01 Al-Isra di ayat yang ke-82. 49:05 Semoga bermanfaat bagi kita semuanya. 49:07 Dan ikhwan akhwat pendengar Radio 49:09 Silaturahim yang dirahmati Allah 49:10 subhanahu wa taala. 49:12 akan masuk di segmen yang kedua. Bagi 49:14 ikhwan akhwat pendengar radio Srahim 49:16 yang ingin memberikan pertanyaan melalui 49:18 Line telepon ataupun Line WhatsApp bisa 49:20 di 0218451512 49:24 untuk line teleponnya. Untuk Line 49:25 WhatsApp-nya di 0811999720. 49:30 Bagi pemirsa Rasil TV yang ingin 49:33 memberikan pertanyaan bisa di kolom 49:35 komentar e chat YouTube Rasil TV. Ikhwan 49:39 akhwat pendengar radio STR kami sejenak. 49:41 Pastikan Anda tetap di radio 49:42 Silaturrahim untuk Islam yang satu. 49:55 [musik] 50:05 Bacalah oleh kalian Al-Qur'an [musik] 50:08 karena Al-Qur'an akan datang pada hari 50:10 kiamat kelak sebagai [musik] pemberi 50:12 syafaat bagi orang-orang yang rajin 50:16 membacanya. 50:18 Demikian hadis yang diriwayatkan oleh 50:21 Imam Muslim. 50:23 Sudahkah Anda melakukannya di hari ini? 50:30 [musik] 50:38 Pada setiap persendian kalian harus 50:41 dikeluarkan sedekahnya setiap [musik] 50:43 pagi. 50:44 Setiap tasbih adalah sedekah. Setiap 50:48 tahmid adalah sedekah. Setiap tahlil 50:52 adalah sedekah. Setiap takbir adalah 50:55 sedekah. Amal makruf [musik] adalah 50:58 sedekah. Dan nahi munkar adalah sedekah. 51:03 Semua itu dapat terpenuhi dengan salat 51:06 dua rakaat yang dilakukan di [musik] 51:08 waktu duha. Demikian hadis yang 51:10 diriwayatkan oleh Imam Muslim. 51:14 Sudahkah Anda melakukannya di hari ini? 51:23 Sungguhnya di dalam kehidupan kita 51:26 sehari-hari, bahkan bukan saja dari 51:30 setiap amaliah yang kita lakukan, bahkan 51:33 tegaknya, teraturnya alam semesta ini 51:37 adalah berkat adanya al-mizan. Dalam 51:40 arti sesuatu yang terukur, [musik] 51:44 sesuatu yang teratur. neraca di sana. 51:49 Artinya langit, bumi [musik] beserta 51:52 planet-planet yang ada di alam semesta 51:55 ini semuanya berdasarkan suatu mizan, 51:58 suatu ukuran, suatu neraca yang terukur 52:02 itu adalah merupakan [musik] 52:04 ketentuan ketetapan dari Allah yang maha 52:08 mulia lagi maha mengetahui. 52:41 [musik] 52:45 [musik] 52:47 Radio Silrahim untuk Islam yang satu. 52:49 Ikhwan akhwat pendengar Radio Sultraim 52:50 dan juga pemirsa Sarasil TV. Terima 52:52 kasih Anda tetap mendengarkan di AM20 52:56 Radio Silaturahim. Dan di pagi hari ini, 52:58 Ikhwan Akhwat sedang menyimak acara 53:00 tausiah pagi bersama guru kita Ustaz 53:02 Umar Rasyid Hasan dalam pembahasan 53:04 kajian ee kitab tafsir Ibnu Katsir di 53:08 pembahasan di Quran surah Al-Isra di 53:10 ayat yang ke-82. Dan kita sudah masuk di 53:13 segmen yang kedua kita akan bacakan 53:15 pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk 53:16 di tablet Pak Ustaz kita bacakan ya 53:18 melalui Line WhatsApp. Mangga mangga. 53:21 Namun sebelum [berdehem] 53:23 kami bacakan ini ada dari Ibu Hesti. 53:28 Asalamualaikum warahmatullahi 53:29 wabarakatuh, Pak Ustaz. Alhamdulillah 53:31 warahmatullahi wabarakatuh. 53:32 Pak Ustaz Umar sudah diberi kesembuhan 53:35 oleh Allah subhanahu wa taala. Semoga 53:36 Pak Ustaz dan ustaz-ustaz yang lainnya 53:38 beserta khasil semoga diberi panjang 53:40 umur dan sehat selalu. 53:41 Semoga kita juga dijaga Allah oleh Allah 53:43 kesehatan termasuk Ibu yang mendoakan 53:44 kita. 53:45 Amin. Amin ya Allah. Untuk memberi 53:46 tausiah dan terus selalu dirahasil. 53:48 Amin. Allah. Amin. 53:50 Dan juga ini dari Singapura, Pak Ustaz, 53:51 ada Bunda Nur Alhamdulillahiabbil 53:54 alamin. 53:55 Ee ya Allah, Engkau lindungi dan Engkau 53:57 berikan kesehatan jasmani rohani buat 53:59 para guru-guru kami dirahasil. 54:01 Syukran Ustaz atas ilmu dan tausiahnya 54:03 yang sangat memberi manfaat buat saya 54:06 pribadi dan saudara-saudara muslim saya 54:08 di Singapura. 54:09 Semoga Allah menjaga Ibu Nurzanah di 54:11 Singapura dan kawan-kawan kita kaum 54:12 muslimin muslimat di sana. Insyaallah. 54:14 Amin. Amin ya rabbal alamin. Baik, Pak 54:15 Ustaz. Kita lanjutkan di pertanyaan 54:18 selanj pertanyaan yang masuk Pak Ustaz 54:20 mohon maaf ini datangnya dari Bapak 54:23 Suryadin di Jakarta Barat. 54:25 Asalamualaikum warahmatullahi 54:26 wabarakatuh, Pak Ustaz. 54:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 54:29 wabarakatuh, 54:29 Pak Ustaz. Saya melihat fenomena 54:31 COVID-19 ini sesuai apa yang ustaz 54:33 sampaikan bahwa turunnya virus ini 54:36 akibat dosa-dosa manusia di dunia ini. 54:38 Namun dampak baiknya adanya virus ini 54:41 bagi yang bertakwa, bagi orang-orang 54:44 yang bertakwa itu semakin dekatnya para 54:45 hamba-hambanya dengan dengan Allah 54:47 Subhanahu wa taala itu mohon 54:49 tanggapannya, Pak Ustaz. 54:50 Bismillahirrahmanirrahim. 54:53 ee memang tidak lepas Allah 54:56 menjadikan 54:58 ee takdirnya itu selalu berpasangan ya. 55:00 Ada baik, ada buruk, ada 55:02 begitu kan. Ada sakit, ada [berdehem] 55:05 sehat. 55:07 Adapun COVID yang Allah Subhanahu wa 55:08 taala hadirkan dengan izin dan takdir 55:11 kepada kita ee yang dampaknya buat 55:14 manusia ini sangat-sangat luar biasa itu 55:17 kan tidak luput daripada hikmah 55:19 kebaikannya. Sebetulnya benar. 55:23 tidak luput daripada hikmah kebaikannya. 55:25 Di antara hikmah kebaikannya, manusia 55:28 sekarang banyak berpikir dengan makhluk 55:30 sekecil Covid aja itu kan. Subhanallah, 55:33 makhluk yang tidak bisa dilihat itu 55:35 makhluk nano gitu ya. 55:36 Heeh. 55:36 Yang luar biasa itu kan kecil sekali 55:38 enggak bisa dilihat oleh mata kasat kita 55:41 terkecuali dengan alat kan. [berdehem] 55:43 Pada zaman sekarang manusia kalah dengan 55:47 makhluk yang lemah itu gitu kan. Ini 55:51 kita harus melihat kondisi bahwa manusia 55:54 ini sesungguhnya tidak ada daya kekuatan 55:56 terkecuali dari Allah Subhanahu wa 55:58 taala. Karena menghadapi makhluk yang 56:01 sangat kecil saja kita tidak berdaya 56:04 gitu. Mungkin kebaikan lain dari hikmah 56:08 adanya COVID ini bagi orang yang beriman 56:11 insyaallah akan bertambah keimanan. 56:14 Dan bagi para ustaz yang memang 56:17 direnggut nyawa mereka karena COVID itu 56:20 syahid mereka di sisi kehidupan. 56:22 termasuk teman-teman ustaz yang tadi 56:25 ustaz sampaikan ee kesepuhan kita 56:28 termasuk Ustaz Abdur Rasyid Abdul 56:30 Syafi'i ya kan meninggal dunia yang lain 56:32 yang lain semoga mereka juga menjadi 56:35 syahid gitu kan ee menjadi orang yang 56:38 mati syahid dengan adanya ee penyakit 56:41 COVID ini. 56:43 Sebetulnya banyak hikmah-hikmah kebaikan 56:45 dengan adanya COVID. Tetapi kita juga 56:47 harus lihat bahwa penyebab COVID ini 56:49 yang harus betul dihindarkan. Dosa dan 56:52 maksiat, pelanggaran-pelanggaran syariat 56:54 Allah terutama itu kan hendaknya 56:57 diminimalis lah. Kalau tidak seluruhnya 56:59 bisa ditinggalkan bok ya diminimalis. 57:02 Karena kalau kita bertobat langsung dek 57:04 gitu mungkin susah ya untuk tobatan 57:06 nasuha bagi orang awam. Maka 57:08 ditinggalkan sedikit-sedikit sehingga 57:10 Allah juga akan berkenan memberikan 57:12 hidayahnya kepada kita. Harus ada upaya 57:15 untuk bertobat. Kalau tidak, ya Allah, 57:19 buat Allah ini enggak ada enggak ada 57:21 pengaruh apa-apa dengan diberikannya 57:24 dunia Covid ini. Emang Allah rugi? H 57:26 emang Allah untung gitu gak. Yang ada 57:28 adalah kita untung rugi itu ada di kita. 57:32 Maka beruntung bagi orang-orang yang 57:33 bertaubat pada Allah kembali kepada 57:36 [berdehem] 57:37 ajaran-ajaran Islam, arahan-arahan 57:39 Islam. Tinggalkan jauh-jauh 57:42 perkara-perkara yang dapat menjadikan 57:43 Allah murka. Dan kalau Allah murka, 57:46 Allahu Akbar. Inna lillahi wa inna 57:48 rojiun. Ya Allah, dunia ini 57:50 digenggamannya. Kalau Allah akan murka, 57:52 diapain dunia ini dengan siinya? Itu 57:55 kuasa Allah. Kita yang ngerinya seperti 57:57 itu, Ikhwan. Jangan sampai Allah ini 57:59 murka pada kita. Wallahualam. Kalau kita 58:02 tidak bertobat, Covid diangkat ibaratnya 58:05 bakal datang lagi penyakit yang lebih 58:07 dahsyat dari Covid. Nauzubillah 58:09 minzalik. Ini yang tidak kita inginkan. 58:12 Maka pertobatan ini wajib buat kita umat 58:14 Islam. Soal hikmah tadi yang Bapak 58:17 tanyakan, alhamdulillah banyak hikmah di 58:20 balik daripada adanya penyakit COVID ini 58:23 ya. kita semoga yang beriman lebih dekat 58:25 pada Allah Subhanahu wa taala dan semoga 58:27 Allah subhanahu wa taala dalam waktu 58:29 yang tidak lama ini Allah kembali 58:31 mengangkat penyakitnya dan menseteran 58:33 kembali dunia yang Allah miliki. 58:35 Wallahuam bawab. 58:36 Iya. Baik. Syukur Ustaz untuk jawabannya 58:39 dan terima kasih untuk Bapak Suryadin di 58:42 Jakarta Barat yang telah memberikan 58:43 pertanyaannya. Dan kita lanjutkan 58:46 kembali Pak Ustaz di pertanyaan 58:48 selanjutnya ini dari hamba Allah di 58:51 Depok. Asalamualaikum warahmatullahi 58:52 wabarakatuh, Pak Ustaz Umar. 58:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 58:55 wabarakatuh. 58:55 Alhamdulillah saya sangat senang senang 58:57 sekali melihat Ustaz sudah sehat 59:00 pasc Covid-19 ini. 59:01 Pak Ustaz, selain kita dekatkan diri 59:04 dengan Al-Qur'an, apakah ada doa-doa 59:07 yang Ustaz panjatkan selama Ustaz sakit? 59:09 Kebetulan saya sedang isoman, Pak Ustaz. 59:11 Subhanallah. 59:12 Teman dekat saya selain Al-Qur'an ya 59:14 Rasil, Pak Ustaz. 59:15 Alhamdulillah. 59:16 Mohon ee tanggapan, Ustaz. 59:17 Bismillahirrahmanirrahim. Akhi Alkarim. 59:19 Semoga Allah Subhanahu wa taala 59:20 menyembuhkan antum. 59:22 Amin. Amin. 59:22 Dan alhamdulillah Ustaz sudah kembali. 59:25 Ee adapun pengalaman Ustaz mungkin bisa 59:27 berbagi [berdehem] kepada antum yang 59:29 isoman. 59:30 Pertama hendaknya jauhi ee bukan jauhi 59:34 ya bikin renggang jarak antara yang 59:37 sehat dengan yang sakit. He. 59:40 Yang sehat hanya membantu untuk makan 59:41 minumnya saja. Jangan sama-sama dengan 59:44 orang yang 59:45 di kamar yang sedang isoman. campur 59:46 gitu. 59:47 Campur jangan karena itu akan berdampak 59:50 ee tidak tidak baguslah. 59:52 Yang kedua soal doa. 59:55 Ustaz selama sakit itu hampir semua doa 59:58 di 59:59 di apa istilahnya dimanfaatkan gitu kan. 1:00:02 Karena ya Allah siapa yang akan membantu 1:00:04 kalau bukan Engkau ya Allah gitu Nis. 1:00:07 Hm. 1:00:08 Ya itu kadang ustaz lakukan ada jam .00 1:00:10 malam jam . malam karena enggak bisa 1:00:12 tidur kadang-kadang iya 1:00:14 semalaman enggak bisa tidur 1:00:15 kadang-kadang gitu ya sesadar ustaz 1:00:18 ustaz munajat terus pada Allah berdoa 1:00:20 terus pada Allah ee yang paling banyak 1:00:24 ustaz lakukan itu doanya dua di 1:00:26 antaranya ya kalau rabbana atira kan 1:00:29 sudah umum ya Allah mfirli wali walid 1:00:31 semua itu sudah umum 1:00:33 yang tambahannya adalah 1:00:35 yang ustaz lakukan tuh 1:00:37 bismillahirrahmanirrahim 1:00:39 allahumma ahsinq 1:00:47 Ak artinya Allahumma ahsin akibatana ya 1:00:51 Allah eh [berdehem] 1:00:54 hendaknya engkau apa tuh Allah maahsin 1:00:58 akibatana umur jadikanlah di akhir gitu 1:01:02 nis ya Allah jadikanlah di akhir semua 1:01:05 masalah dalam hidupku ini kebaikan jadi 1:01:09 ustaz meminta itu aja nya. He. 1:01:11 Ya Allah, jadikanlah di akhir di akhir 1:01:14 semua yang aku rasakan ini. Napas sesek 1:01:18 makan enggak mau gitu kan. 1:01:20 Terkucil sendirian di kamar 1:01:22 kebayang terus yang namanya kuburan 1:01:24 terus kebayang terus. 1:01:26 Allahu Akbar. Tetapi itu hanya 1:01:29 bayangan-bayangan yang sifatnya 1:01:30 memberatkan jiwa sebetulnya. Namun 1:01:33 menentramkan hati ketika kita 1:01:35 berdoa itu, "Ya Allah, jadikanlah 1:01:38 kebaikan di akhir semua yang aku alami 1:01:41 ini." Gitu kan. Dari sakit kalaupun 1:01:44 meninggal, "Ya Allah jadikan aku 1:01:45 syahid." Itu aja. Kalaupun Engkau 1:01:47 sehatkan kembali, ya manfaatkan ya 1:01:50 hari-hariku untuk beribadah kepadamu. 1:01:52 Kan gitu. Itu ahsin akibat umur kul. Ya 1:01:55 Allah, jadikanlah di akhir e kebaikan di 1:01:59 akhir semua apa yang aku alami. Waajirna 1:02:02 minjid dunya waabil akhirah. Dan 1:02:05 hindarkan aku ya Allah itu hindarkan aku 1:02:08 ya Allah dari fitnah dunia dan 1:02:12 selamatkan aku. E ujian dunia fitnah 1:02:15 dunia itu ujian dunia dan selamatkan aku 1:02:17 dari api neraka. Itu doa yang pertama 1:02:19 yang sering Ustaz lantunkan. Yang kedua 1:02:23 memang sedikit agak panjang. Doanya 1:02:25 bismillahirrahmanirrahim. 1:02:27 Allahumma ya man la tadi wiah 1:02:31 nastaudiaka nafsana 1:02:34 wa ahlina waina wa biladana wa ulamaana 1:02:38 terus 1:02:40 [batuk][berdehem] 1:02:41 wa ikhwanana wa jamaatana wa imamana. 1:02:43 Terus apa artinya? Ya Allah yang tidak 1:02:47 pernah gitu kan melepaskan tanggung 1:02:50 jawab titipannya. Allah tuh tidak pernah 1:02:53 nis melepaskan tanggung jawab kita 1:02:56 menitipkan apa sama Allah. Enggak pernah 1:02:59 ya. Ya Allah aku menitipkan kepadamu 1:03:02 gitu loh Nis. 1:03:02 H 1:03:03 Allah aku menitipkan kepadamu 1:03:06 aku diriku ini, keluargaku, hartaku, 1:03:11 sahabat-sahabatku. Ustaz sebutkan 1:03:13 sahabat-sahabatku di Rasil, 1:03:15 sahabat-sahabatku di Mersi, 1:03:16 sahabat-sahabatku dulu di Gontor, 1:03:19 sahabat-sahabatku di jamaah muslimin, 1:03:21 sahabat di mana? Di Muhammadiyah. 1:03:23 Sebutin malah eh pas gitu ketiduran. 1:03:26 [tertawa] 1:03:27 Saking agak panjangnya doa itu, itu agak 1:03:29 lucu juga, Ustaz. Pas ingat, "Lhdoa kok 1:03:32 belum selesai tidur itu." Ustaz sebutin 1:03:35 tuh. Akhirnya kita meminta pada Allah, 1:03:38 "Ya Allah yang tidak melupakan titipan 1:03:41 hamba-Nya dari semua yang dimiliki 1:03:43 hambnya, diri hambnya, keluarga 1:03:46 hamba-Nya, harta hambanya, sampai negeri 1:03:48 hambanya, saudara-saudara, 1:03:50 saudara-saudarinya 1:03:51 sampai kepada jemaahnya, pemimpinnya. Ya 1:03:54 Allah, aku titipkan semuanya kepadamu 1:03:58 yang akhirnya Allahumfadna bima tahfad 1:04:01 biasihin. 1:04:03 Ya Allah jagalah kami sekali lagi ya 1:04:05 Allah jagalah kami ituis seperti hanya 1:04:08 engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang 1:04:10 saleh. 1:04:11 Jadi kalau Allah menjaga hamba-hamba 1:04:13 saleh seperti apa coba ni 1:04:15 senikmat-nikmat hamba Allah yang 1:04:18 penjagaan Allah seperti Allah menjaga 1:04:20 orang yang saleh. Maka kita meminta 1:04:22 kepada Allah tuh itu. Ya Allah, jaga aku 1:04:24 seperti Engkau menjaga hamba-hamba-Mu 1:04:27 yang saleh meskipun kita tidak saleh, 1:04:30 kan gitu. Nah, dengan kita merasa diri 1:04:33 kita tidak saleh, ada harapan kita 1:04:35 menjadi orang yang saleh. Kenapa? Karena 1:04:37 kita ingin dijaga oleh Allah seperti 1:04:40 halnya Allah menjaga orang-orang saleh 1:04:41 dari hamba-hambnya. Itu doa saya, Akhi. 1:04:44 Moga-moga antum bisa memanfaatkan 1:04:48 doa yang ustaz sudah lakukan selama ee 1:04:52 apa? menjalani isoman ini. Wallahualam 1:04:54 bisab. Kalaupun nanti kurang jelas bisa 1:04:56 nanti ustaz kirimkan asal ada nomornya 1:04:59 nih. 1:04:59 Iya. Baik Pak Ustaz. 1:05:00 Jazakir. 1:05:01 Ini dari tadi dari hamba Allah di Depok 1:05:04 Pak Ustaz ya. Nah ini ada yang sedang 1:05:05 isoman kembali Pak Ustaz. 1:05:07 Subhanallah. 1:05:07 Ini dari Ibu Tri sekeluarga sedang 1:05:09 isoman. Ustaz saya pengin bertanya. 1:05:11 Asalamualaikum warahmatullahi 1:05:12 wabarakatuh. 1:05:12 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:13 wabarakatuh. 1:05:14 Ustaz apakah membaca doa dengan bahasa 1:05:16 Indonesia apakah dibolehkan? Saya 1:05:18 sekeluarga ini sedang isoman, Pak Ustaz. 1:05:20 Bismillahirrahmanirrahim. Semua bahasa 1:05:22 adalah milik Allah. Allah akan mendengar 1:05:24 semua ucapan manusia di mana bentuknya. 1:05:27 Negara apapun bangsa semuanya akan 1:05:29 dengar Allah Subhanahu wa taala. Mau 1:05:31 Sunda, mau Jawa, mau Batak, mau apa, doa 1:05:35 Allah itu dengan berbagai bahasa. 1:05:38 Nah, Allah akan dengar selama doanya 1:05:40 baik, ya. Jadi berdoalah dengan bahasa 1:05:42 masing-masing dan dengan doa yang baik. 1:05:44 Insyaallah Allah akan dengar. 1:05:46 Apalagi di waktu-waktu mustajab, Ustaz. 1:05:48 Iya. Nah, apalagi di waktu mustajabah 1:05:51 semisal setelah azan ya kan di akhir 1:05:54 waktu ee Jumat 1:05:56 ee kemudian 1:05:58 ee kita sedang berwudu. Setelah berwudu 1:06:01 itu doa-doa mustajabas sedang beriktikaf 1:06:04 di masjid. Iktikaf kapan saja hanya 1:06:06 Ramadan kapan saja masuk-masjid berdoa 1:06:09 yang banyak gitu. Saat kita bersedekah 1:06:11 itu mustajabah doanya. Waktu turun hujan 1:06:14 itu mustajabah doanya insyaallah taala. 1:06:16 Berarti ketika kita lagi isoman gini, 1:06:18 Pak Ustaz, di waktu-waktu apa aja, Pak 1:06:20 Ustaz? 1:06:20 Di waktu apa saja, ya? Berdoa kepada 1:06:22 Allah tuh saat berwudu. Kalaupun tidak 1:06:25 berwudu enggak mampu, air karena dingin, 1:06:27 asal jangan di dalam ee MCK. MCK itu 1:06:30 apa? Ee tempat mandi kan 1:06:33 ee tempat kotor-kotor enggak boleh 1:06:35 berbezikir. 1:06:36 Silakan kapan saja berdoa melalui 1:06:38 kemampuan [berdehem] bahasa apapun 1:06:40 insyaallah mendengar. Allah mendengar. 1:06:41 Insyaallah. 1:06:42 Iya. Masyaallah. Terima kasih, Ustaz. 1:06:43 Dan terima kasih untuk Ibu Tris ya. 1:06:45 Semoga isana diberikan 1:06:48 kemudahan 1:06:49 kemudahan. Insyaallah. Insyaallah. Amin. 1:06:51 Amin. Allahum amin. 1:06:52 Baik, Pak Ustaz. Kita melanjutkan 1:06:54 kembali, Pak Ustaz di pertanyaan yang 1:06:56 masuk. Ini masih ada waktu kita ee 1:07:00 pertanyaan yang masuk ini dari Ibu Rani 1:07:02 di Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi 1:07:04 wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:07:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:07:06 wabarakatuh. 1:07:06 Pak Ustaz kalau melihat kesembuhan Ustaz 1:07:08 dari COVID-19 ini, apakah ada hikmah 1:07:10 yang bisa diambil dan bisa dibagikan 1:07:12 nasihatnya untuk kami, Pak Ustaz? 1:07:14 Bismillahirrahmanirrahim. 1:07:17 Semua orang pasti ada rasa ya dan 1:07:20 kekhawatiran dirinya. Terutama khawatir 1:07:23 tentang kematian. 1:07:25 [mendengus] 1:07:26 Ee dalam kematian ini memang mencekam 1:07:30 ya. Ada waktu COVID itu mencekam. Betul. 1:07:32 Mencekamnya gimana? Seseorang mendengar 1:07:36 informasi ini mati, ini meninggal, ini 1:07:38 meninggal, ini jangan-jangan entar sejam 1:07:40 lagi saya begitu. 1:07:42 Nah, itu itu rasa kekhawatiran. 1:07:45 [berdehem] 1:07:46 Namun kalau rasa kekhawatir itu ada, 1:07:48 janganlah berlebihan. Janganlah berle 1:07:51 berlebihan. Nah, untuk menenteramkannya 1:07:53 kembali bagaimana itu? Surat ayat 28. 1:07:58 Alladzina amanu watatmainulubuhum 1:08:01 bidikrillah 1:08:03 ala ina 1:08:06 inikrillahulub 1:08:08 gitu. 1:08:10 Atmainul qulub. Adapun orang-orang 1:08:13 beriman ya kan yang mereka itu tentram 1:08:16 [berdehem] 1:08:17 hatinya dengan berzikir pada Allah. 1:08:20 Dijelaskan lagi oleh Allah ala 1:08:22 bidzikrillahi tatmainul qulub. Hanya 1:08:25 karena mengingat Allahlah hati kita ini 1:08:28 akan tentram. Itu gelisahnya kita ketika 1:08:31 mendengar ini meninggal itu telah duluan 1:08:35 ya. Kemudian meninggalnya dimasukin ke 1:08:38 plastik. gimana bayangannya gitu nih. 1:08:40 Itu rasa-rasa meninggal tuh mana sesek 1:08:43 nafas kan gitu. Itu subhanallah 1:08:46 mencekam. Maka untuk menentramkan hati 1:08:49 kita adalah ee dengan cara tidak 1:08:51 berlebihan. Nah. Nah, dengan tidak 1:08:53 berlebihan seperti itu kita pun harus 1:08:56 apa? [mendengus] 1:08:58 Harus melihat kemampuan kita ya. Ee 1:09:02 kalau tadi pertanyaan ibunya gimana? 1:09:04 Ee minta hikmah dari kesembuhan ustaz. 1:09:06 Iya hikmah dari kesembuhan saya. Jadi ee 1:09:09 kita kembali lagi kepada apa? Kepada 1:09:13 kemampuan kita bagaimana ee beradaptasi 1:09:16 dengan COVID itu sendiri. 1:09:19 Nah, kalau memang orang yang seperti 1:09:21 itu, Ustaz, kan ada asma lagi kan. 1:09:23 Hm. 1:09:24 Ustaz pengidap asma ini. Jadi, beratnya 1:09:26 memang agak 1:09:27 ee mengatur ritme nafas itu. Ini nafas 1:09:32 sesak ini apa dari Covid apa dari asma? 1:09:35 Kan begitu 1:09:36 begejolak itu lah. Kalau hanya dari 1:09:38 COVID eh kalau dari COVID ustaz tidak 1:09:41 tahu bagaimana cara menanganinya. 1:09:43 Tapi kalau dari asma ustaz sudah 1:09:45 terbiasa menangani sesak nafas kan gitu. 1:09:48 Dari apa nih ya Ustaz? Pakai kalau 1:09:50 [berdehem] kalau sudah di oksigen 1:09:53 ya ee nebu pakai nebu 1:09:55 nebu 1:09:55 ya. Kalau enggak nebu sudah tidak ada 1:09:57 pakai ini. 1:09:58 Ini ustaz selalu bawa ini Allah kasih 1:10:00 pentolin. 1:10:01 Hmm. H. 1:10:01 Nah, ini pentolin inhaler salbutamol CFC 1:10:05 free ya. Ini 1:10:06 yang salbutamolnya BP 0,1 gitu perd 1:10:09 dosennya Ust. 1:10:10 Nah, disemprot gitu. Nah, ini ee 1:10:13 trik-trik bagi kawan-kawan yang sedang 1:10:16 isoman. Kalau memang seperti Ustaz ada 1:10:18 apa riwayat asma itu. Kalau tidak ikhwan 1:10:22 fillah sering-seringlah 1:10:25 satu ya jangan kurang zat cair. 1:10:29 Minum tuh jangan kurang 1:10:31 ya kan. 1:10:32 Dan minumnya jangan asal minum. 1:10:35 Nah, air yang paling bagus saat itu 1:10:38 adalah air yang dicampur rempah-rempah. 1:10:41 He 1:10:41 ada jahe ya kan? Ada merica. Jadi air 1:10:46 itu jangan hanya air doang itu loh. He. 1:10:49 Ada air apa namanya rebusan apa gitu. 1:10:54 Pokoknya selama dapat informasi baik 1:10:56 ustaz lakukan. Dan jangan lupa, ini trik 1:11:00 ee ee yang bagus. Sebelum diminum itu 1:11:04 air, biasakan ikhwan berserah diri pada 1:11:07 Allah dengan membaca al-Fatihah. H 1:11:11 sebelum minumnya itu gelasnya dipegang. 1:11:13 Heeh. 1:11:14 Gelasnya pegang di hadapan kita. 1:11:16 Al-Fatihah. Lalu baca ayat kursi 1:11:20 lalu baca qul huallahu ahad lalu baca 1:11:22 qul azubirabbil falaq. 1:11:24 Lalu baca qul azubirabbinnas. Baru di 1:11:27 situ baca allahumbanas 1:11:29 ba isi mar antafi la sifa sifaukaan 1:11:36 tawakal kita pada Allah dengan air yang 1:11:39 di dalamnya ada rempah-rempah. 1:11:41 Subhanallah minum bismillah apalagi 1:11:43 kalau udah ada madu. 1:11:44 H 1:11:45 itu madu luar biasa. Dan ini nasihat 1:11:48 bagus dari kawan-kawan. [berdehem] 1:11:50 Jangan lupa madu. Jangan lupa juga air 1:11:52 kelapa. Air kelapa ini luar biasa 1:11:55 dahsyatnya. air kelapa baik yang muda 1:11:57 baik yang tua itu bagus. 1:12:00 Bahkan ada orang mengatakan kalau 1:12:02 orangnya tua maka maka minum air 1:12:04 kelapanya yang tua 1:12:04 tua. 1:12:05 Kalau yang budak minum air air air air 1:12:08 kelapanya yang muda itu memang bukan 1:12:10 asal ngomong ada penelitiannya. 1:12:12 Nah ini air air kelapa yang bagus. 1:12:14 Kemudian jangan lupa buah-buahan di 1:12:16 antaranya yang bagus tuh alpukat dan dan 1:12:20 ini ee pisang. 1:12:21 Pisang 1:12:22 pisang itu membantu. Betul. H 1:12:24 membantu melenturkan anggota tubuh kita. 1:12:28 Bahkan ke tubuh kita itu ada semacam 1:12:31 semangat dari pisang itu loh. 1:12:33 Jadi lentur semua. Yang t kejang-kejang 1:12:34 tuh lentur. Alhamdulillah. Tuh. Nah. Dan 1:12:38 juga apa tadi? Alpukat ya. Alpukat dan 1:12:41 kalau mampu makan tempe yang mentah 1:12:44 di saat kita COVID itu. Itu luar biasa. 1:12:47 Itu itu kan fermentasi ya. 1:12:49 Iya. 1:12:50 Jadi kalau bisa makan tempenya itu 1:12:53 jangan yang sudah digoreng kalau mampu. 1:12:56 Ustaz enggak mampu walaupun ngomong tapi 1:12:59 Ustaz enggak mampu makannya yang sudah 1:13:00 digoreng karena enggak mampu yang 1:13:03 mentah. Aduh boro-boro ya kan. Tetapi 1:13:05 itu dipaksakan. Dipaksakan. 1:13:08 Nah ini pemaksaan makan ini itu adalah 1:13:11 sebagian ee pola kesehatan. Karena apa? 1:13:15 Ee menurut penelitian dokter itu ee 1:13:17 virus yang di dalam tubuh itu 1:13:19 menggerogoti semua anggota tubuh kita 1:13:21 dari dalam dan mereka-mereka itu memakan 1:13:24 ee karbohidrat kebanyakannya gitu kan. 1:13:27 Kalau tidak ada sama sekali apa yang 1:13:28 dimakan mereka? Ya tubuh kita kan. 1:13:30 Nauzubillah minzalik. Maka ustaz 1:13:33 menyampaikan pengalaman ini pada jemaah 1:13:36 terutama air madu, air minum air kelapa 1:13:40 ee konsumsi juga yang namanya pisang 1:13:42 serta alpukat ya. Bolehlah istilahnya ee 1:13:46 jeruk atau alakulah buah-buahan gitu 1:13:49 loh. 1:13:49 Iya. 1:13:50 Dan minuman yang banyak yang cukup ya. 1:13:53 Bukan banyak cukup yang cukup ya. Kalau 1:13:55 mang cukupnya 2 liter 1 hari ya jangan 1:13:57 malas. H 1:13:58 cukupnya bagi tubuh 3 liter ya jangan 1:14:01 malas. Yang terakhir mungkin ikuti 1:14:04 nasihat dokter yang baik insyaallah. 1:14:06 Wallahualam bisawab. 1:14:07 Iya. Baik. Eh, terima kasih Ustaz atas 1:14:09 jawabannya dan terima kasih juga untuk 1:14:12 hikmah-hikmahnya dan juga untuk 1:14:14 pertanyaannya dari Ibu Rani di Bekasi. 1:14:16 Baik, Pak Ustaz, kita sudah di ee akhir 1:14:19 acara kita, Pak Ustaz. Ada yang ingin 1:14:20 disampaikan untuk terakhir kita di 1:14:23 kesempatan pembahasan kita di pagi hari 1:14:25 ini? Ustaz, bawaan [berdehem] berikutnya 1:14:27 dari Ustaz sebagai pesan moral, jangan 1:14:30 pernah berputus asa dari rahmat Allah 1:14:32 itu. 1:14:33 Hm. 1:14:33 Jangan pernah merasa terlalu berat 1:14:35 dengan adanya COVID. Allah akan membantu 1:14:37 kok. Innallaha maana 1:14:39 Allah akan selalu bersama kita. 1:14:42 Artinya kita tidak boleh berputus asa 1:14:44 dari rahmat Allah Subhanahu wa taala. 1:14:46 Toh kalaupun ia meninggal dunia kita 1:14:48 dengan COVID kita syahid kok. 1:14:50 Masyaallah 1:14:51 kita syahid. 1:14:53 Tetapi anak saya sendiri mengatakan, 1:14:55 "Duh, kalau kalau bisa, Ya Allah, jangan 1:14:58 Engkau wafatkan orang tua kami dengan 1:14:59 COVID." Kata anak saya ini sebab apa? 1:15:02 Gambarannya kan susah. H 1:15:04 kalau sampai masuk rumah sakit, anggota 1:15:06 keluarga enggak bisa ngelihat kan 1:15:08 kita dibungkus dengan plastik 1:15:11 ya protokoler banget kan gitu kan 1:15:14 doa anak ustaz Allah terkabulkan 1:15:16 ya Allah jangan sampai Abuya kami 1:15:18 meninggal dalam Covid itu alhamdulillah 1:15:20 dikabulkan nah tetapi jangan putus asa 1:15:23 dari rahmat Allah Subhanahu wa taala 1:15:25 bagi yang sekarang memang sedang Allah 1:15:28 uji dengan COVID ya sekali lagi ustaz 1:15:30 mendoakan pada Allah agar Allah 1:15:32 menyehatkan Kan antum semuanya jangan 1:15:34 berputus asa dan rahmat Allah. Upayakan 1:15:37 apapun untuk kesembuhan selama upaya itu 1:15:40 masih berdasarkan syariat Allah 1:15:43 Subhanahu wa taala. Bagi yang sehat, 1:15:45 tolong dijaga kesehatan yang sangat 1:15:46 mahal ini dan beraktivitas terus agar 1:15:50 keberkahan dari kesehatan ini semakin 1:15:53 bertambah. Jangan lupa istikamah untuk 1:15:55 berbuat kebaikan dan amal saleh. Ibadah 1:15:59 tepat waktu. Kalau bisa di masjid dengan 1:16:03 menjalankan apa istilahnya ya kan ee 1:16:06 protokol kesehatan sehingga kita tidak 1:16:09 tertular oleh yang sakit atau kita 1:16:12 menularkan penyakit kepada orang lain. 1:16:14 Semoga Allah Subhanahu wa taala berkenan 1:16:16 meringankan beban-beban 1:16:18 amin. 1:16:18 penderitaan kita berupa COVID ini. Dan 1:16:20 semoga Allah Subhanahu wa taala 1:16:21 mengangkat COVID ini segera sehingga 1:16:24 dunia netral kembali seperti biasa. 1:16:26 Wallahuam bawab. 1:16:28 Ya. Baik, Pak Ustaz. Ee untuk terakhir 1:16:29 kalinya juga Ustaz ee sebagai terakhir 1:16:31 di kesempatan pagi hari ini. Ada 1:16:34 pertanyaan banyak sekali yang masuk 1:16:35 meminta doa yang Ustaz sampaikan tadi, 1:16:37 Ustaz. 1:16:37 Oh iya, 1:16:38 boleh diulang kembali katanya, Ustaz? 1:16:40 Boleh diulang kembali. 1:16:41 He doa-doanya, Ustaz yang Ustaz 1:16:42 sampaikan tadi. 1:16:43 Iya. Mungkin direkam oleh mereka, ya. 1:16:45 Oke. Iya. Mau disiap-siap direkam kata 1:16:47 Ustaz. 1:16:47 Bismillahirrahmanirrahim. 1:16:50 Allahumma ahsin aqibatana 1:16:55 fil umuri kulliha 1:16:57 wa ajirna min khiz dunya wazabil 1:17:01 akhirah. Itu doa yang pertama. Doa yang 1:17:05 keduanya. Bismillahirrahmanirrahim. 1:17:08 Allahumma ya man la tadi wiah 1:17:13 nastaudiaka 1:17:15 nafsana wainana 1:17:18 wa ahlina. 1:17:20 Walina wa biladana wa ulamaana. 1:17:24 Allahummahfadna 1:17:27 bima tahfadu bihi ibadik shihin. Itu 1:17:32 yang kedua. Adapun artinya mungkin nanti 1:17:34 melalui WA saja. 1:17:36 Iya insyaallah. 1:17:37 Baik Ustaz jazakallah khair kami 1:17:39 ucapkan, Ustaz. Insyaallah 1:17:41 semoga apa yang disampaikan oleh Ustaz 1:17:42 bermanfaat bagi kita semuanya Pak Ustaz. 1:17:44 Amin ya Rabbalamin. 1:17:45 Insyaallah mudah-mudahan kita selalu 1:17:46 diberikan kesehatan oleh Allah Subhanahu 1:17:47 wa taala. Amin. Allahum amin. Ikhwan 1:17:49 akhwat pendengar radio silaturrahim yang 1:17:50 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:17:52 Demikian acara kita di pagi hari ini 1:17:54 dalam program acara tausiah pagi bersama 1:17:56 guru kita Ustaz Umar Rasyid Hasan. 1:17:58 Semoga bermanfaat bagi kita semuanya dan 1:18:01 semoga kita juga selalu diberikan 1:18:02 kesehatan oleh Allah Subhanahu wa taala. 1:18:04 Terima kasih yang telah memberikan 1:18:05 pertanyaan melalui layan WhatsApp. 1:18:07 Semoga kuota yang dikeluarkan dicatat 1:18:09 oleh Allah subhanahu wa taala. 1:18:10 Mudah-mudahan digantikan dengan pahala 1:18:11 yang berifat ganda. Akhir kata saya 1:18:13 Muhammad Anis Mualim dan juga kru Rasil 1:18:15 yang bertugas di pagi hari ini ada Neza 1:18:18 dan juga Fajar. Mohon undur diri dari 1:18:20 ruang dengar Anda. Terima kasih untuk 1:18:21 rekan-rekan kita, sahabat-sahabat kita 1:18:23 yang telah merilai acara kita di pagi 1:18:25 hari ini. Semoga kita juga selalu 1:18:27 diberikan kesehatan oleh Allah subhanahu 1:18:28 wa taala. Subhanakallahumma wabihamdika 1:18:31 ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka 1:18:33 waubu ilaik. Wasalamualaikum 1:18:35 warahmatullahi wabarakatuh. 1:18:39 [musik] ya