Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastain waa umurid dunya wdin wasalatu
- wasalam ala asrofil iyaai wal mursalin
- waa alihi wasohbihi ajmain. Ashadu alla
- ilahaillallah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh. Allahumma sholli
- wasallim wabarik ala nabina muhammadin
- wa ala alihi wasohbihi ajmain. Qallahu
- taala fil quranil karim.
- Aubillahiminasyaitanirrajim.
- Qolu subhanaka la ilma lana illa ma
- alamtana innaka antal alimul hakim. Waq
- aidon innallaha waaikatahu yushalluna
- alan nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu
- alaihi wasallimu taslima.
- Sadaqallahulzim. Alhamdulillahiabbil
- alamin. Masih dipancarkan dari jalan
- masjid silaturahim nomor 36 Cibubur
- Bekasi. Inilah radio silaturahim dan
- Rasil TV untuk Islam yang satu. Ikhwan
- akhwat yang dimuliakan Allah subhanahu
- wa taala. Bagaimana kabar Anda di Jumat
- sore ini? Semoga selalu dalam keadaan
- sehat walafiat. Senang sekali saya Fauzi
- Ridwanul Haq ditemani oleh Neza dan juga
- Yusuf Subangkit dapat kembali menemani
- ikhwan akhwat dalam program tausiah sore
- edisi Jumat 18 Zulkaah
- 1446
- Hijriah dan juga bertepatan dengan
- tanggal 5 16 Mei 2025 bersama guru kita
- almukaram Ustaz Ahmad Saleh.
- Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama
- kita. Mari kita sapa guru kita terlebih
- dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, Ustaz?
- Alhamdulillah atas doa dari semuanya
- saya dalam keadaan sehat walafiat.
- Alhamdulillah. Alhamdulillah. Baik,
- Ikhwan Ahmad Ustaz Ahmad Salh.
- Alhamdulillah dalam keadaan sehat
- walafiat. Semoga kesehatan juga
- dilimpahkan kepada ikhwan akhwat di mana
- pun Anda berada yang sehat, selalu sehat
- dan tetap sehat. yang sedang dalam
- keadaan sakit. Semoga Allah segera ambil
- penyakitnya dan segera berikan kesehatan
- kembali seperti sediakala. Baik, Ikhwan
- Ahmad. Semoga kajian ini dapat menemani
- ikhwan akhwat di segala aktivitas di
- Jumat sore tentunya di sayidul ayyam.
- Waktu terakhir di hari Jumat ini tinggal
- beberapa
- saat lagi, tinggal beberapa jam lagi
- untuk mengakhiri hari Jumat. Jangan lupa
- memperbanyak doa
- pada Allah subhanahu wa taala. Baik,
- Ikhwan Ahwat. Insyaallah Ustaz Ahmad
- Saleh pada tausiah sore kali ini akan
- membahas tentang keutamaan mendoakan
- orang lain tanpa sepengetahuannya
- dalam kitab syarh kitab Riyadus Shihin
- karya Syekh Dib Albugha dan kawan-kawan.
- Baik, ikhwan akhwat, kita akan
- mendengarkan ilmu yang akan disampaikan
- oleh Ustaz Ahmad Saleh tentang keutamaan
- mendoakan orang lain tanpa
- sepengetahuannya. Tafadul Ustaz.
- Alhamdulillahi
- hamdan katiron thayiban mubarokan fih
- kama yuhibubuna waard.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabiya
- ba'dah. Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala nabiyina Muhammadin waa
- alihi wa ashabihi waman tabiahum
- biihsanin ila yaumiddin. Amma ba'd.
- Ikhwan dan akhwat di mana pun berada.
- Alhamdulillah pada sore hari ini kita
- dipertemukan kembali meskipun lewat
- udara untuk melanjutkan kajian kita
- kajian kitab Syarhu Riyadus Shihin.
- Kitab syarah Riyadus Shihin. Kemarin
- kita sudah membahas anidua tentang
- doa-doa ya wal hadir sataam.
- Dan sekarang kita akan membahas ya
- sanabasu akan membahas tentang keutamaan
- mendoakan orang lain tanpa
- sepengetahuannya.
- Tiib. Allah azza wa jalla menyatakan di
- dalam surah al-Hasyr ayat 10. Di situ
- ada potongan ayat. Walladzina jau
- mim ba'dihim yaquuluna rabbanagfirlana
- waliikhwaninalladzina
- sabaquuna bil iman.
- Walladzina dan orang-orang yang jaw
- mereka datang mim ba'dihim setelah
- mereka yakni ba'da muhajirin wal ansar
- yaquuluna mereka berdoa mereka berkata
- rbanagfirlana
- wahai tuhan kami ampunilah bagi kami
- waliikhwanina
- dan untuk saudara
- Saudara kami alladina orang-orang yang
- saquuna mendahului kami bil imani dengan
- keimanan gitu. Jadi
- ini masyaallah ya di dalam ayat ini
- sesungguhnya menunjukkan keutamaan orang
- yang memeluk Islam duluan sehingga
- didoakan oleh orang yang belakangan.
- Nah, itu dan ini sebagai bukti bahwa
- kita ee selain bersyukur kepada Allah,
- mendoakan mereka ee itu juga menunjukkan
- bukti bahwa kita berterima kasih,
- bahwa kita menghargai para pendahulu
- kita, gitu loh. Gitu baik pendahulu
- dalam perjuangan.
- Nah, maka kemudian ditarik ke zaman kita
- hari ini dalam kehidupan berbangsa dan
- negara, maka ada doa untuk para
- pendahulu kita, para pejuang, para
- pahlawan gitu loh ya. Nah, jadi kita
- juga tidak boleh melupakan jasa
- orang-orang terdahulu
- karena biwasilatihim
- dengan wasilah mereka kita bisa
- melanjutkan bisa menikmati usaha-usaha
- mereka atau bisa melanjutkan perjuangan
- mereka. Nah, terlepas dari itu kemudian
- nanti ee ee ini ini kan maksudnya ee
- alikhwan
- al e ikhwaninalladina sabaquuna bil
- iman. Ikhwan-ikhwan, saudara-saudara
- kami yang mendahului kami di dalam
- keimanan. Nah, itu taksisnya bukan
- taksis ya ee ee karakter ya. Karakter
- itu yang mendahului kami tetapi fil iman
- dengan keimanan. Bukan yang mendahului
- kami dalam kemaksiatan,
- bukan mendalui kami dalam kerusakan,
- bukan yang mendahului kami dalam ee
- menjadikan ee
- dunia gelap
- atau sekarang kan lagi masyhur ya, dunia
- gelap atau Indonesia gelap. Ee wallahuam
- lah. Saya ee karena dai tentu harus
- menyampaikan kebenaran tetapi harus
- tetral. Netral sekaligus juga
- menyampaikan kebenaran. Jadi kita berdoa
- kepada mereka yang memperjuangkan hak.
- Bukan yang bukan ee sabaquuna
- bil maksih. Bukan mendahului kami dengan
- maksiat. Walakinna sabaquuna bil iman.
- Maka orang-orang yang telah berjasa
- memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini
- dengan penuh keimanan hal maqsud.
- Itulah maksudnya. Tetapi sekali lagi
- kalau di dibuat general
- dalam kehidupan saya sekali lagi dibuat
- general dalam kehidupan berbangsa dan
- bernegara. Nah, maka intinya adalah
- tertuju kepada mereka yang berbuat jujur
- gitu ya, yang bertanggung jawab gitu
- loh. Nah, bahwa kemudian
- karena dibuat universal gitu, dibuat
- global. Padahal maksudnya kalau kita ee
- alladzina sabaquuna bil iman gitulah ya.
- Oke. Baik. Nah, jadi ee ini adalah
- apa ya? Ee bukan bukan ketawaduan. Ini
- menunjukkan bahwa orang-orang
- yang melanjutkan orang yang datang
- kemudian tapi dia dibekali akhlak maka
- dia tidak akan melupakan pendahulunya.
- Tuh gitu ya. Masyaallah. Nah, tetapi
- tadi kalau di sini bil iman berarti
- paling tidak ee apa namanya? Kan begini
- ada kes ada ada
- hubungan vertikal, ada hubungan
- horizontal, ada hablum minallah, ada
- hablum minannas. Hablum minallah itu
- kita akan menghargai sesuai dengan
- keyakinan kita. Kalau hablum minallah ee
- kita akan mengatakan benar terhadap apa
- yang kita yakini. Nah, di luar itu maka
- yang ada adalah penilaian terhadap
- hablum minannas
- gitu loh. Kalau hablum minannasnya baik
- ya baik.
- meskipun juga hablum minan hablu
- minallahnya satu akidah
- tapi dia buruk, dia merusak, dia
- memporak-poradakan kehidupan gitu loh
- ya. Maka
- sikap kita juga tegas gitu ya. Jadi ini
- menarik sekali. Islam mendidik kita ee
- kejujuran gitu ya. mendidik kita
- kejujuran,
- tetap kita akan meluruskan
- orang yang satu akidah kalau mereka
- menyimpang.
- Oke. Tapi mereka yang tidak seakidah
- tapi banyak manfaatnya untuk kehidupan
- manusia, kita hargai tuh tetap kita akan
- memberi nilai ya menghargai orang-orang
- yang beda akidahnya
- gitu ya. Jadi ee jangan juga orang-orang
- berpikir bahwa umat Islam ini akan
- memperlakukan ah saya ngapain juga di
- negara yang mayoritas muslim ini ngapain
- berbuat baik. Toh kalau perbuat baik
- juga mereka tidak akan memberikan
- apresiasi. Gak. Quran mengajarkan
- ya Nabi Muhammad itu Muhammad
- Muhammad rahmatul lil alamin. Kan begitu
- tadi gitu ya. Nabi Muhammadur rahmatan
- lil alamin memberi contoh
- kepada siapapun yang beda agama
- sekalipun
- kalau tidak berdosa, kalau tidak
- bersalah tidak akan diapa-apain.
- Tuh bahkan yang berprestasi
- meskipun beda keyakinannya berprestasi
- dalam membuat kebaikan-kebaikan Nabi
- menghargainya
- tuh gitu loh. Jadi masyaallah itu Rasul
- sudah memberi contoh gitu ya. Apalagi
- kita umatnya, maka solusi yang terbaik
- adalah mengikuti Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam gitu loh.
- Jadi
- ee jangan karena wah dia mah kafir
- enggak gak gak begitu. Meskipun ah mohon
- maaf ya kalimatnya bukan kafir dulu. Ah
- dia mah nonmuslim ngapain kan gitu
- gak. Anda nonmuslim pun diberikan
- kebebasan untuk berbuat baik. Maka
- kebaikan Anda pun akan kami hargai.
- Meskipun dalam akidah kami kan begitu
- ya. Allah menilainya berbeda. Tapi kami
- diajarkan oleh agama, oleh keyakinan
- kami untuk menghargai orang-orang yang
- berbuat ba berbuat baik gitu. Asal
- jangan ya membuat kerusakan mengklaim
- berbuat baik. Sebagaimana digambarkan
- dalam surat Albaqarah ya kan. Ketika
- dikatakan kepada mereka, "La tufsidu fil
- ard qu
- innama
- nahnu muslihun."
- Jangan kamu membuat kerusakan di Oh,
- enggak. Kami bukan membuat kerusakan di
- kami sedang memperbaiki gitu loh. Nah,
- jangan begitu saja gitu ya. Bahwa
- kemudian ada berbeda persepsi ya kita
- diskusi gitu loh ya. Oke. Baik ya. Jadi
- ini walladina ja ba'dihim
- yaquunbanafirlana
- walinadinaquuna
- bil iman.
- Kemudian ee Imam An-Nawawi mengutip juga
- dalam pengantar bab keutamaan mendoakan
- orang lain tanpa sem ketahuannya ini
- juga mengutip surah Muhammad ya di situ
- fa'lam annahu la ilaha illa hua. Ee
- kemudian di situ dinyatakan ee
- sebentar saya ini dulu ya khawatir
- salah.
- Di situ dinyatakan bahwa di dalam surah
- Muhammad ayat ke-19,
- fa'lam annahu la ilahaillallah
- wastagfir lidzambika walil mukminina wal
- mukminat.
- Wallahu yamu mutaqallabakum wawakum faam
- dan ketahuilah annahu la ilahaillallah
- bahwasanya tidak ada sesembahan yang
- benar tidak ada zat pencipta yang
- memiliki asmaul husna begitu kan
- illallah kecuali Allah. Jadi kalau ada
- ada orang dipertuhankan tapi tidak
- memiliki asma dan sifat yang sempurna,
- maka bukan Allah gitu ya. Karena lailaha
- itu pengertiannya ee pengertian dasarnya
- ma'bud haq ilahul haq, tapi juga
- maknanya adalah ee zat yang memiliki
- asmaul husna, yang memiliki
- kesempurnaan-kesempurnaan.
- Jadi kalau ada yang dipertuhankan tapi
- lemah, ah berarti itu bukan Allah. Ada
- yang dipertuhankan
- tapi makan. Berarti itu bukan Allah.
- bukan Tuhan gitu loh ya. Ada yang
- dipertuhankan tapi masih minum. Ah,
- berarti itu bukan Allah. Berarti itu
- bukan Tuhan yang kami sembah
- gitu ya. Oke. Jadi ini ya. Eah. Maka
- kemudian wastagfir lidzambik dan
- mohonkanlah ampun terhadap dosamu walil
- mukminina dan bagi orang-orang yang
- beriman wal mukminat dan bagi
- perempuan-perempuan yang beriman. Nah,
- ini ee apa namanya? Dua dasar yang
- dikutip oleh Imam an-Nawawi dalam
- mengawali tentang bab keutamaan
- mendoakan orang lain tanpa
- sepengetahuannya.
- Nah, di sini doa yang diisyaratkan
- ditunjukkan oleh dua ayat ini yaitu
- surah Al-Hasyr ayat 10 dan surah
- Muhammad ayat 19 adalah doa memohonkan
- ampun. Nah, maka karena di situ ada doa
- memohonkan ampun, maka menjadi
- universal. Boleh memohonkan kebaikan
- apapun buat teman-teman, buat
- saudara-saudara seiman tuh
- di ayatnya mah mohonkan ampun.
- Tapi kemudian ini sebagai dalalah
- gituah, sebagai ya isyarat gitu loh.
- Sebagai isyarat bahwa kita boleh
- mendoakan
- kebaikan
- ee kebaikan bagi saudara kita yang
- beriman
- gitu loh. Jangankan yang beriman
- sama-sama akidahnya.
- Kita juga boleh mendoakan orang-orang
- yang tidak beriman.
- [tertawa]
- Nah. Nah, ini nih mah masyaallah nih.
- Loh,
- ngapain kita mendoakan orang tidak
- beriman? Iya, doakan aja. Allahumahdihi.
- Ya Allah, berilah hidayah kepada mereka.
- Kan berdoa juga itu.
- Iya.
- Berilah hidayah kepada mereka. Kenapa?
- Karena saya mendapat Islam itu nikmat,
- bahagia.
- La yum ahadukumtauhibaki
- yuhibsihi.
- Nah, orang kafir pun, non muslim pun itu
- akhik saudaramu juga. Maka la yukminu
- ahadukum hatta yuhibakhi
- untuk saudaranya. Im imma muslim imma
- gira muslim
- ya mohon maaf saya perhalus ghairu
- muslim
- atau im kafir gitu loh ya. Ee
- terminologinya saya jelaskan.
- Non muslim berarti mereka yang belum
- memeluk Islam karena belum belum datang
- dakwah Islam.
- Adapun kafir, kafir itu enggak jelek.
- Enggak jelek juga.
- Iya. Enggak jelek. Itu kafir itu
- tertutup hatinya. Coba mana ada kalimat
- yang begitu indah.
- Kafir itu orang yang menolak gara-gara
- hatinya tertutup. maka disebut kafir
- gitu loh.
- [tertawa]
- Kemudian kita memaknainya menjadi jelek
- gitu loh. Bukan hanya bukan kita ya
- orang yang memahami jelek gitu loh ya.
- Ya ayyuhal kafirun. Wahai orang-orang
- yang menutup hatinya kan begitu.
- Iya.
- Wahai orang-orang yang hina enggak.
- Wahai orang-orang yang apa gitu gak. Ya
- ayyuhal. Wahai orang-orang yang hatinya
- tertutup
- dan memang betul tertutup tidak mau
- menerima Islam kan begitu. Nah, nah ini
- perlu perlu ee apa ya ee ee penjelasan
- yang inten gitu ya. Karena memang
- mahasiswa saya memprotes gitu ketika
- [tertawa]
- jadi ada umat Nabi Muhammad itu ada yang
- muslim ada yang ghair muslim. Ah, Ustaz,
- saya belum pernah nemukan di Quran ada
- muslim dan ghair muslim. Yang ada itu
- muslim dan kafir. Oh, bagus kamu. Bagus,
- bagus gitu. Saya bilang kamu bagus.
- Bagus. Kafir itu ketika dia sudah
- didatangi dakwah nolak itu kafir.
- Bagaimana dengan orang yang belum datang
- dakwah?
- Dia belum Islam karena belum datang
- dakwah, belum tahu ada Islam. Sampai
- meninggal dunia dia belum didatangi oleh
- dai Islam.
- Maka itu yang disebut dengan nonmuslim.
- Tuh, giri muslim tuh. Itu gitu. Jadi
- kafir itu menutup hati. Orang nonmuslim
- orang yang belum didakwahi. Kan begitu.
- Ngerti? Oh, gitu ya. gitu. Iya, begitu
- pengertiannya gitu.
- Nah, oke. Baik, ya. Jadi ini para ikhwan
- sekalian
- ee
- ee kemudian Syekh
- apa? Imam Nawawi mengutip tigat-tiga
- surat termasuk surah Ibrahim ayat 41.
- Nah, baik kita masuk saja kepada kajian
- hadisnya.
- Hadis pertama dalam bab ini atau hadis
- ke-1495
- an Abi Darda radhiallahu anhu
- anna samiar rasula shallallahu alaihi
- wasallam yaakul
- ma min abdin muslimin
- yad liakil
- Muslim
- dari Abu Darda semoga Allah meridainya
- bahwa ia mendengar Rasulullah sahu wasam
- bersabda, "Ma min abdin tidaklah dari
- seorang hamba muslimin seorang hamba
- muslim yadu lihihi mendoakan untuk
- saudaranya bidahril ghaibi tanpa
- sepengetahuan saudaranya
- illa qalal malaku." kecuali berkata
- malaikat
- dan bagimu juga semisal yang kamu
- mintakan.
- Jadi sesungguhnya mendoakan saudara kita
- itu sama nabung kebaikan untuk kita.
- Ya Allah ee sejahterakanlah ee saudaraku
- atau ya Allah sejahterakanlah
- teman-temanku. Itu sama dengan ee apa
- namanya? Anda mendoakan Anda hidup
- sejahtera.
- Ya Allah berilah hidayah kepada
- teman-temanku. Itu juga menunjukkan
- bahwa Anda sedang ingin peningkatan
- hidayah gitu. Jadi masyaallah
- ee apa namanya tadi memohonkan ampun
- untuk orang beriman sama dengan
- memohonkan ampun untuk diri sendiri
- ya. Jadi yang semisal gitu bisa yang
- semisal itu bisa seperti itu, bisa yang
- setara dengan itu, gitu loh. Misalnya
- Anda memohonkan ee hidayah, sementara
- Anda sudah dapat hidayah, maka Allah
- maka malaikat mendoakan kepada Allah
- untuk Anda semisal sebanding dengan Anda
- minta hidayah untuk saudara Anda gitu
- loh ya. Masyaallah. Nah, baik. Muti
- hadis yang dapat kita gali dari hadis
- ini, keutamaan berdoa untuk saudara
- sesama muslim tanpa sepengetahuannya.
- Keutamaan itu juga bisa diperoleh dari
- doa untuk satu kelompok orang muslim
- atau untuk seluruh umat Islam. Betul.
- Jadi, Anda boleh mengatakan ee apa
- namanya ee untuk seluruh umat Islam
- sedunia gitu loh ya. Atau boleh anda
- sebutkan Allah ikal muslimal mujahidina
- fiilistin.
- Nah itu taksis khusus tuh untuk para
- mujahidin mana? Palestina
- wafi Syria
- juga mujahidin di Syria. Wafi Rohingya
- juga mujahidin di Rohingya. Wafiur.
- Nah, jadi boleh ditahsis itu semakin
- ditahsis
- dipersempit maka semakin khusus.
- Kalau alamatnya semakin dipersempit maka
- semakin cepat sampai
- gitu loh. Itu logikanya gitu loh. Kalau
- ininya umum ee alamatnya umum maka ee
- tukang pos akan nyari-nyari. Itu logika
- tukang pos. Tapi jelas kalau ini kan
- tidak seperti itu, tetapi kurang lebih
- seperti itu cara memahaminya gitu loh
- ya. Oke. Baik. Ee baik. Kita lanjutkan
- kepada hadis kedua karena bab ini hanya
- dua hadis ya. He
- masih dari Abu Darda semoga Allah
- meridainya bahwa Rasulull sahu al
- wasallam bersabda,
- "Dakwatul maril muslimi." Kalau tadi
- abdin muslimin,
- ma min abdin muslimin. Kalau sekarang ee
- sudah menjadi makrifat. D'watul maril
- muslimiakhiril
- gaibi mustajabatun.
- Masyaallah ya. Doa seorang muslim untuk
- saudaranya dengan tanpa sepengetahuan
- saudaranya itu mustajab.
- Mustajab baru ini, Ustaz.
- Jadi ini makanya aduh ini [mendengus]
- kunci
- kunci jadi wali Allah ini aja amalkan
- tuh gitu ya. Doakan sembunyi-sembunyi.
- Mustajab.
- Mustajab untuk kita juga.
- untuk kita juga kan tadi mendoakan
- untuknya. Malaikat mendoakan kita
- semisal.
- Makanya makanya mohon maaf ya
- kalau kalau mau meningkat ke arah situ
- selalu positive thinking husnudon.
- Jangan gampang
- mendit mendiskreditkan.
- Bahkan ketika melihat kemaksiatan saja
- kita tetap doakan dia dari sisi baiknya
- aja. Pernah terjadi tuh bukan? Iya
- pernah saya mendengar mendengar
- ada seorang ulama
- lewat pulang habis ya saya tidak tahu
- pers habis ngisi pengajian atau apa
- lewat kepada yang
- joget-joget. Hm.
- yang joget-jogetnya itu menikmati betul
- si penyanyinya, si biduannya nyanyi
- diiringi musik ya kan. Terus orang-orang
- juga menikmati betul.
- He.
- Tapi ulama ini melihat dari sisi
- positifnya.
- Ya Allah berilah petunjuk kepada biduan
- itu sebagaimana ia telah menggembirakan
- orang-orang. Tuh. Jadi yang yang joget
- itu dianggap gembira menikmati itu
- menggembirakan orang
- menggembirakan orang. Ya Allah berilah
- hidayah kepada biduan itu sebagaimana
- dia telah membuat orang-orang
- bersenang-senang.
- Ternyata enggak lama kemudian
- dia jadi seorang
- apa ya? Orang yang tobat
- yang joget-joget
- si penyanyinya itu masyaallah. Nah,
- itulah rahasia.
- Masyaallah.
- Makanya kita jangan jangan dari sisi
- negatifnya aja melihatnya.
- Makanya orang-orang semacam itu
- melihatnya dari sisi positif.
- Ya Allah berilah dia hidayah sebagaimana
- dia telah menyenangkan banyak orang.
- Masyaallah.
- He itu wasilahnya ya kan berarti wasilah
- tuh. Jadi wasilahnya menghibur manusia
- dalam hiburan dengan seperti itu.
- Masyaallah. Jadi ketika sudah menilainya
- hakikat kan begitu. Hakikatnya pada
- gembira gitu loh. Hakikatnya pada senang
- bahwa caranya tidak kita sukai gitu kan.
- Tidak kita sukai. acaranya masa
- menghiburnya begitu gitu loh. Nah,
- tetapi terlepas dari itu semua tetap
- kita mendoakannya gitu ya. Oke.
- [berdehem]
- Jadi ee apa namanya? Mustajab ya. Indihi
- malaquun muwakalun
- daakiin
- qalqul muwakalu bih. Amin. Walaka
- bimislin. Ah, jadi doa seorang muslim
- untuk saudaranya dengan tanpa
- pengetahuan saudaranya itu mustajab. Di
- kepala seorang muslim itu ada malaikat
- yang diberi tugas. Bila ia mendoakan
- kebaikan, maka saudaranya e bagi
- saudaranya, maka malaikat yang diberi
- tugas itu mengucapkan amin dan untukmu
- juga seperti itu. Nah, kalau amin dan
- kemudian walika bimlin
- berarti kalau mendoakan keburukan juga
- begitu
- tuh. Makanya aduh ya Allah. Makanya
- kenapa Nabi mengajarkan untuk senantiasa
- berdoa keba kebaikan tuh? Karena
- malaikat mengatakan amin
- walaka bimitlin.
- Masyaallah laula wala quwwata illa
- billahil aliyil adzim.
- Malakun muwakalun itu malaikat yang
- diberi tugas ya. H. Nah, mutiara-mutiara
- yang dapat kita gali dari hadis kedua
- ini adalah anjuran bagi seorang muslim
- untuk berdoa bagi dirinya dan saudaranya
- sesama muslim agar doanya dikabulkan dan
- ia memperoleh hal yang sama. Maka oleh
- sebab itu, jangan sekali-kali kita
- gampang mengumpat,
- jangan gampang melaknat, tetapi
- doakanlah kebaikan seburuk apapun. Nah,
- ini kunci. Aduh, penghibur nih hasyam.
- Kunci bagi para dai yang sering ditolak
- dakwahnya,
- dicemooh gitu kan. Doakan kebaikan.
- Allahumahdihim fainnahum la y'lamun.
- Ya Allah berilah hidayah kepada mereka
- karena sesungguhnya mereka tidak
- mengetahui tuh. Aduh. Tapi memang kan
- tidak gampang untuk bisa seperti itu.
- Apalagi kita dipermalukan di banyak di
- hadapan banyak orang.
- Biasanya yang berbekas itu rasa malu
- itu.
- Padahal itu ketika kita dipermalukan
- oleh mad'u kita, sesungguhnya Allah
- sedang memuliakan kita gitu. Aduh
- masyaallah. Tuh hanya kita ee karena
- kita di dunia gitu loh. Di dunia manusia
- yang mendahulukan perasaan. Tetapi kalau
- kemudian kita di dunia malaikat itu
- tidak akan berdampak apa-apa kepada
- kita.
- Masa kita sedang dimuliakan Allah marah
- kan begitu ya. Aduh masyaallah ya Allah.
- Masa sedang diangkat derajatnya oleh
- Allah masa kita tidak suka kan begitu.
- Nah, maka oleh sebab itu hendaknya cara
- berpikir kita sudah naik beberapa
- tingkatlah gitu loh. Bukan lagi di dunia
- manusia
- tapi ningkatnya di dunia di dunia
- malaikat. Masyaallah. Bisa? Insyaallah
- bisa. Meskipun sulit tapi insyaallah
- meskipun sulit mesti bisa. Insya
- insyaallah.
- Insyaallah.
- Kenapa? Nabi sudah nyontohkan, Nabi
- sudah buktikan
- bagaimana mahabbahnya, cintanya Nabi
- kepada umatnya.
- Saat umatnya bahkan menyakiti. Sekali
- lagi bukan sekedar dengan ucapan, sudah
- upaya-upaya pembunuhan. Nabi masih saja
- mendoakan, "Allahumahdihim."
- Ya Allah anugerahkanlah hidayah kepada
- mereka.
- Fainnahum la y'lamun. Fainnahum la
- yafhamun kamaq.
- mereka tidak tahu, mereka belum paham.
- Ya Allah tuh masyaallah ya Allah ya
- rabbal. Baik, saya kira ini saja para
- ikhwan dan akhwat sekalian. Dua hadis ee
- tentang ee apa namanya? Keutamaan
- mendoakan saudara kita sesama muslim
- saat dia tidak mengetahui bahwa dia
- didoakan. Demikian yang dapat saya
- kemukakan. Wasallahu ala nabiyina
- Muhammadin. Wallahu
- aam bisawab.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Wallahuam
- bawab. Demikian ikhwan akhwat dua hadis
- yang sudah disampaikan oleh Ustaz Ahmad
- Saleh tentang keutamaan mendoakan orang
- lain tanpa sepengetahuannya. Baik ikhwan
- akhwat kami mengundang Anda untuk
- berpartisipasi. Silakan kirimkan
- pertanyaan Anda di 08111.
- 999720.
- Kami akan kembali setelah nada tokoh
- berikut tetap di Radio Silaturahim dan
- Rasil TV untuk Islam yang satu. Terima
- kasih.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Terima kasih
- Awat masih bersama Radio Silaturahim dan
- Rasil TV untuk Islam yang satu. Saat ini
- kita sedang berlangsung program tausiah
- sore bersama Ustaz Ahmad Saleh tentang
- keutamaan mendoakan orang lain tanpa
- sepengetahuannya.
- Baik, Ianawat. Mm sebelum kita bacakan
- pertanyaan, kita sapa dulu pendengar
- yang sudah berkomentar.
- Pertama dari pay Gunung Putri.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Salam hormat, penuh hormat untuk Ustaz
- Ahmad Saleh.
- Masyaallah, barakallahu fikum.
- Selamat, Ustaz, tausiahnya untuk pecinta
- dan pendengar Radio Silaturahim.
- Ee kemudian Ibu Ani, alhamdulillah
- penyimak, Ustaz. Terima kasih Ustaz
- Ahmad Saleh. Semoga
- selalu sehat walafiat.
- Amin. Allahum amin. Sekarang kita
- bacakan
- pertanyaan pertama dari Bapak Yudi di
- Bogor. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya Yudi di Masjid Arrahman.
- Masyaallah. Barakallahu fikum. Ee Ustaz,
- apakah mendoakan kaum muslimin di
- Pakistan agar menang perang dengan
- India? Apakah boleh, Ustaz? Jazakumullah
- khair kir. Masyaallah. Baik. Baik, ya.
- Jadi, ketika kita ee mengetahui
- umat Islam ee kan bisa saja bahwa di pun
- juga apa namanya ada umat Islamnya.
- Namun kemudian dari sisi melihat kita
- dari sisi pemerintahannya.
- pemerintahannya seperti apa, maka boleh
- kita mendoakan. Maka ee catatannya kan
- Allahumansurna
- gitu. Allahuma ya Allah.
- Allahuma ya Allah tolonglah ikhwananal
- mujahidina
- saudara-saudara kami yang sedang
- berjuang atau para pejuang di atau
- misalnya Allahummansur ikhwananal
- muwahidinal musliminal mujahidina gitu
- loh. Panjang.
- Oh boleh dipanjang atau kalau disingkat
- boleh saja ya. muwahidina orang yang
- mengesakan Allah atau orang yang
- berjuang menegakkan. Nah, jadi doa itu
- tertuju kepada orang-orang tertentu gitu
- loh ya. Nah, dan boleh Anda inikan juga,
- tambahkan juga dan selamatkanlah seluruh
- kaum muslimin, baik muslimin di Pakistan
- maupun muslimin di India gitu loh.
- Karena kan mestinya sekali lagi mestinya
- itu muslimin itu ikut kepada muslimin
- gabungnya
- gitu ya. Tetapi nanti ini hukumnya nanti
- hukum pemahamannya bagaimana muslimin
- ikut berperang ee apa namanya membela
- pasukan kufur misalnya gitu. Oke. Tapi
- yang jelas tadi Allahumur ikhwananal
- muslimalinal muwahidina
- fi pakistan
- gitu.
- Wahfad ikhwananal muslimina fi bagian
- wa.
- dan jagalah saudara-saudara kami kaum
- muslimin baik di Pakistan maupun di di
- India gitu loh. Nah, dan yang menarik
- ternyata ee saya tidak tahu persis benar
- apa tidaknya karena saya kaget saja
- ternyata e apa pilot seorang pilot
- Pakistan itu seorang muslimah.
- Muslimah
- muslimah itu. Wih, gagah juga saya
- bilang gitu ya. Saya masyaallah
- subhanallah saya alhamdulillah Allahu
- Akbar seorang muslimah itu masyaallah
- ya apa namanya kalau kan tentara-tentara
- lain kan pilot-pilot lain kan pakai helm
- pakai ini pakai helmnya pakai jilbab aja
- pakai jilbab kemudian pakai
- headset handsetnya terhubung kepada
- komunikasi tapi yang jelas kik saya
- masyaallah masyaallah subhanallah gitu
- nah ok jadi pada dasarnya mendo
- mendoakan
- muslimin di mana pun berada gitu ya. itu
- merupakan sebuah keharusan apalagi dalam
- status perang gitu loh. Maka oleh sebab
- itu kita mohonkan kemenangan bagi
- orang-orang mus orang-orang muslim gitu
- tadi. Makanya di apa ditujukan Allah ya
- Allah tolonglah saudara-saudara kami
- muslimin
- di Pakistan gitu. atau termasuk juga
- minta penjagaan Allah agar menyelamatkan
- juga apa kaum muslimin yang ada di dua
- belah pihak. Seperti itu kurang lebih
- yang dapat saya jelaskan. Wallahu aam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Pak Yudi
- semoga dapat menjawab
- pertanyaan kedua dari Ibu Amina.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Jazakumullah khairan kirun ustaz
- ilmunya.
- Ustaz
- jazakumullah khair.
- Ustaz, saya
- suka mendoakan orang yang orang yang
- berdagang lewat depan rumah. Saya doakan
- supaya laku dagangannya, Ustaz.
- Hm.
- H. Kemudian
- itu
- itu sekarang pertanyaan Ustaz.
- Pertanyaannya, bagaimana kalau kita
- mendoakan
- nonmuslim yang sedang sakit, Ustaz?
- Apakah boleh?
- Masyaallah.
- Ya, menarik. Menarik sekali. Bagaimana
- kita mendoakan orang muslim yang sedang
- sakit. I doakan saja memohonkan
- kesembuhan untuknya gitu kan. Itu
- menunjukkan bahwa kita hanya bergantung
- kepada Allah gitu ya. Mendoakan. Jadi
- selama dia apa namanya masih hidup doa
- apa saja boleh.
- gitu kan. Doa minta dikasih petunjuk,
- minta diselamatkan, minta disembuhkan
- dari penyakit gitu loh. Hanya saja kita
- tahu kalau penyakit bagi orang kafir,
- sekali lagi kafir itu tidak bernilai
- rahmat.
- Rahmat itu jika menimpa kepada umat is
- Islam. Makanya kemudian kan doanya di
- satu pernyataan Nabi mengatakan apa
- namanya ee ee apa namanya thahurun
- insyaallah gitu ya. Nah, jadi sebagai
- pembersih mudah-mudahan. Tapi karena ada
- hadis juga yang menyatakan dan diduga
- keras itu dari Nabi bahwa penyakit itu
- rahmatun lil muslimin atau lil mukminin.
- Maka kadang saya menggabungkan dua diis
- itu maka doanya menjadi thahurun.
- Ahmatun insyaallah.
- Nah, kalau dari Nabi sendiri cuma apa
- namanya? Thurun insyaallah. Tapi ada
- hadis lain mengatakan begitu maka saya
- gabung. Thhhurun warahmatun insya
- insyaallah. Nah, khusus untuk orang
- kafir, saya sebut orang kafir sekarang
- misalnya yang ekstrem
- tetap doakan, "Ya Allah berilah apa
- namanya kesembuhan baginya dan berilah
- hidayah Islam kepadanya."
- Amin.
- Nah, maka kan kemudian kan itu masuk
- kepada pertanyaan begini,
- "Bagaimana kalau kita diberikan jasa
- baik oleh orang kafir?
- Apakah kita juga harus menjawab
- jazakallahu khairon? Misalnya terima
- kasih ya gitu dengan makna terima kasih
- itu jazakallahu khairon atau bagaimana?
- Atau diam saja.
- Ah orang kafir ini enggak usah
- ucapkan jazakallahu khairon.
- Jazakallah khairon.
- Jazakallah khairon. Khairon kan di situ
- isim nakirah
- dan khairon bisa dimaknai alislam.
- Inna kunna fi jahiliyatin wasyar
- faja'anallahu bial khair. Maka Allah
- datangkan kembali dengan kebaikan ini
- yaitu kebaikan Islam.
- Ah maka jazakallah khair maksudnya
- semoga Allah membalasmu dengan Islam
- tuh.
- itu. Jadi, makanya dari mana juga bisa
- dipahami. Nabi kan katakan jika ada
- orang Yahudi mengucapkan salam kepadamu,
- ya Aisyah,
- h
- jawab, "Waalaika." Apa makna waalaika
- coba?
- kepadamu, bagimu,
- dan atasmu. Kalau dia ngucapkannya
- benar, ngucapkan si Yahudi itu
- ngucapkannya salam, assalamualaikum,
- maka jawabnya waalaika dan juga atas
- engkau, atas juga engkau tuh apa
- tadi?
- Keselamatan.
- Jadi kalimat wa alaika pertama
- menggunakan wau
- dan alaika
- alaikanya tidak dilanjutkan
- karena sangat tergantung kepada si
- pengucap.
- Kalau si pengucap doanya buruk dan atas
- engkau juga kan begitu cukup aja makanya
- kan karena waaikam wnatullahi alaik kan
- begitu asalnya ya Aisyah sudah cukup
- saja dengan waaika. Saya bilang, "Kok
- sangat ini sekali ya?" Saya bilang e
- sangat argumentatif sekali, sangat
- pasih. Pasih itu jawabannya pendek tapi
- mencakup gitu loh. Wih. Iya ya Rasul.
- Masyaallah. Kalau dia berniat baik si
- Yahudi itu, "Assalamualaikum ya Muhammad
- atau assalamu alaika ya Muhammad."
- Waalaika berarti makna wa alaika wa
- alaika assalam kan jadinya begitu.
- Dan atas engkau juga assalam hidayah
- Allah yaitu Islam.
- Eh. Nah, maka oleh sebab itu Nabi ini
- jujur. Syariat Islam itu jujur. Tidak
- pernah niat baik orang lain dibalas
- dengan keburukan.
- Sekedar ngucapkan salam saja. Jika baik
- dibalas dengan kebaikan.
- Masyaallah.
- Tuh. Tapi kalau dia ber apa niatnya
- buruk ya didoakan juga sesuai sesuai
- dengan apa yang dia ucap ucapkan.
- Waalaika itu sama dengan walak mislin
- kan begitu kalau kata malaikat
- tuh masyaallah la haula wala quwwata
- ill. Maka oleh sebab itu ee apa namanya?
- Masyaallah ya. kekafiran orang-orang
- kafir pun
- tetap kita doakan.
- Doakan kebaikan kekafiran orang-orang
- kafir. Sekali lagi
- apalagi
- sekedar kemaksiatan orang Islam. Kan
- kemaksiatan juga kekafiran sesungguhnya
- ya kan. I.
- Nah, tapi karena dia Islam sudah punya
- modal tauhidnya, hanya saja belum kafah,
- maka didoakan.
- Kenapa? Wong kepada orang kafir aja kita
- mendoakan kok, apalagi kepada umat is
- Islam gitu loh. Nah, oke. Jadi ee
- kembali kepada sebuah pertanyaan. Jadi
- mendoakan orang sakit, orang kafir
- sekalipun doakan aja kesembuhannya. Nah,
- tetapi tadi ada embel-embelnya. Ya Allah
- berilah dia kesembuhan. Ya Allah berilah
- dia hidayah. Hidayah Islam, hidayah
- iman. Kan begitu. Jadi bukan hanya
- sekedar efek duniawi, kesembuhan saja,
- tapi kemudian juga kita memohon kepada
- Allah kebaikan yang hakiki gitu loh.
- Bahwa kemudian nanti Allah mengabulkan
- atau tidak ya serahkan kepada Allah.
- Tapi yang jelas kita nanti
- doa itu itu wujud dari kelembutan hati
- kita. Hati kita lembut itu karena dibina
- oleh Quran dan sunah.
- Hati lembut itu karena kita punya
- rahmat.
- Karena orang memunculkan, mempraktikkan
- rahmatnya Allah. Tuh di dalam hadis
- Bukhari kalau enggak salah, masyaallah
- ada seorang pelacur Yahudi. Misalnya
- pelacur Yahudi diampuni dosanya. Para
- ulama berbeda pendapat itu.
- Karena dia pelacur
- Yahudi.
- Yahudi lagi gitu kan. Tapi diampuni
- dosanya. Gara-gara apa? Gara-gara ngasih
- air minum kepada anjing.
- Allah tidak menganggap enteng seperti
- itu. Kenapa? Karena dia telah
- mengaplikasikan sifat rahmannya Allah.
- Tuh. Jadi Allah hargai. Betul. Wih,
- masyaallah. Ini para ulama berdebat gitu
- mempersoalkan hadis itu loh kenapa dia
- kan jangan pelacur ini pelacur jinah
- saja itu dosa besar ini pelacur.
- Pelacur itu mohon maaf berarti jinahnya
- bukan sekali kan gitu tapi kemudian
- diampuni.
- Masyaallah saya bilang Allahu Akbar.
- Nah, kenapa? Gara-gara perempuan pelacur
- itu perempuan Yahudi pelacur itu
- mengaplikasikan sifat rahmannya Allah
- gitu loh.
- Masyaallah.
- Jadi tahauk
- ya biakhlakillah. Dia berakhlak dengan
- akhlak Allah
- sebagai hamba gitu loh. Kan apa Allah
- Maha Rahman
- manusia juga penyayang. Tentu kalau
- dibandingkan tidak sama sekali lagi.
- Tapi sekemuan hamba dia mempresentasikan
- rahmat Allah Subhanahu wa taala maka
- kemudian masyaallah diampuni ya dosanya
- ya. Tuh gitu ya. Nah ini juga menjadi
- kajian lebih lanjut itu ya. kajian lebih
- lanjut dalam persoalan-persoalan
- ee bagaimana rahmat Allah Subhanahu wa
- taala itu. Demikian saya kira yang dapat
- saya jelaskan. Wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Aminah
- semoga dapat menjawab. Berikutnya hamba
- Allah di Petukangan Utara.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Terima kasih, Ustaz ilmunya. Semoga
- ustaz selalu dilindungi Allah subhanahu
- wa taala.
- Amin. Allahum amin.
- Ustaz, bagaimana menurut Ustaz kalau
- saya setiap salat Isya selalu mendoakan
- orang yang meninggal, terutama
- almarhum orang tua, kemudian para
- leluhur, kemudian sahabat, kemudian para
- ulama yang terdahulu yang para pejuang
- yang membela agama Islam.
- Dan untuk saudara-saudara di Gaza
- Palestina kadang-kadang sampai menangis
- itu bagaimana, Ustaz? Apakah
- masyaallah
- kurang atau sudah betul atau seperti
- apa, Ustaz?
- Masyaallah. Barakallahu fikum.
- Jadi kita mendoakan seperti tadi yang
- ditanyakan tiap bakda isya, masyaallah
- khair baik sekali ya. Mendoakan ibu
- bapak kita jelas anjurannya dalam Quran.
- Masyaallah.
- Ee kemudian mendoakan guru-guru kita
- jelas juga dianjurkan
- mendoakan para pendahulu kita, para
- pejuang yang membela Islam. Jelas tadi
- kan ayatnya itu ayat untuk para pejuang,
- Muhajirin dan Anshar. Nah, maka
- mendoakan itu tidak ada salahnya
- insyaallah ya. Tidak ada salahnya
- mendoakan kebaikan.
- Maksudnya tidak salah betul-betul tidak
- ditemukan salahnya gitu loh mendoakan
- kebaikan itu termasuk kepada misalnya
- salah mendoakan.
- Salah mendoakan.
- Iya. Salah mendoakan aduh kepada tadi
- kan kepada ibu bapak kepada leluhur
- kan ik leluhurnya berarti kepada ibu
- bapak kepada nenek kakek kepada buyut
- dan seterusnya gitu kan. Leluhur.
- Nah ternyata di leluhur kita itu ada
- sesuatu.
- H katakanlah bukan muslim ya. Karena
- kepengetahuan kita tidak tahu gituah
- maka insyaallah mafu.
- Masyaallah
- ya dimaafkan.
- Lagi pula juga mendoakan loh mendoakan
- nih ibu bapaknya.
- Bisa jadi ibu bapaknya atau leluhurnya
- yang durhaka bisa jadi diampuni dosanya
- karena punya cicit yang saleh. Bisa
- jadi.
- Masyaallah. Amin.
- Kan masyaallah kan. Makanya kan kita
- juga minta syafaat Rasulullah.
- Semua umat Nabi Muhammad minta syafaat
- Rasulullah gitu loh. Nah, maka bisa jadi
- yang mestinya harus disiksa tidak jadi
- disiksa.
- mestinya dia harus
- mohon maaf ya tadilah sudah disiksa gitu
- ditembel disiksa dulu tapi kemudian
- dengan syafaat Rasulullah dia. Nah,
- begitu juga kita mendoakan leluhur.
- Jadi, tidak akan ada salah insyaallah.
- Apalagi kita tidak pernah mengerti.
- Hanya kita bersyukur, "Ya Allah, saya
- ada ke sini dengan wasilah dan leluhur
- saya." Kan begitu juga saya bisa
- mengabdi kepada engkau wasilahnya dan
- nenek moyang saya. Git gitu. Sebagai
- bukti syukur kepada Allah, maka kita
- mintakan kebaikan untuk mereka. Tuh.
- Jadi logika-logika seperti tadi orang
- yang nyanyi
- orang-orang senang ya Allah berilah
- hidayah kepada dia sebagaimana dia telah
- menyenangkan tuh banyak orang tuh.
- Kita juga kepada nenek moyang kita boleh
- bilang begitu meskipun nenek moyang kita
- maksiat misalnya gitu loh.
- Bisa masa dari sekian banyak
- kehidupannya enggak ada sedikit pun
- kebaikan.
- Nah, kita kutip tuh. Ya Allah, berilah
- ampun kepada leluhur kami dengan
- kebaikan sekecil apapun. Gitu loh.
- Kan Allah maha bersyukur.
- Oh, tadi aja apa pelacur Yahudi diampuni
- dosa gara apa? gara-gara ngasih minum
- kepada
- anjing,
- kepada anjing, kepada anjing lagi,
- binatang lagi. Tapi Allah menghargainya.
- Nah, makanya oleh sebab itu salah satu
- kegembiraan dan kesyukuran yang harus
- kita panjatkan ketika kita memiliki
- keturunan yang saleh dan salihah
- itu tuh dahsyat. Sesungguhnya tidak
- harus kemudian bahkan aduh tidak harus
- kemudian mereka berdoa untuk ibu
- bapaknya. Bahkan tidak harus begitu
- gitu. Tapi yang jelas nanti ini kamu
- anaknya siapa? Anaknya si fulan. Si
- fulan. Anaknya si fulan. Anaknya si
- fulan. Si fulan. Oh, kamu nih anak kamu
- tuh engak bisa begitu.
- Masyaallah. Nah, gitulah. Jadi,
- Masyaallah.
- Jelas isyarat Al-Qur'an, isyarat sunah
- itu masyaallah. Maka bersyukurlah.
- Makanya saya ingin bersahabat terus
- berkawan dengan orang-orang saleh.
- Masyaallah.
- Dengan orang-orang salh, dengan orang
- salihat gitu. Masyaallah. Karena
- kekurangan banyak dosa, banyak ini atuh
- lewat wasilah berteman dengan mereka
- dengan ustaz-ustaz tuh minta kebaikannya
- lah.
- Ketika ditanya, "Kamu siapa?" "Saya
- fulan."
- Ya Allah, saya kenal dengan narasumber
- Rasil. Hyaallah
- saya kenal. Kenal kamu misalnya gitu
- kan. Iya, saya kenal. Bahkan saya selalu
- begini dan begitu dengannya, selalu
- ngobrol. Saya menggali selalu menggali
- ilmunya dari beliau.
- Jadi ya sekedar kenal saja ada
- pengaruhnya gitu aja intinya.
- Makanya kemudian Umar bin al-Khattab kan
- membentak malaikat gitu.
- [tertawa]
- Membentak malaikat gara-gara apa? Kamu
- belum tahu siapa aku. Aku ini temannya
- kekasih Allah kan begitu temannya aja.
- Wah, pede banget tuh tuh. Masyaallah.
- Aku ini temannya kekasih Allah katanya
- gitu.
- Sahabatnya apa temannya, Ustaz?
- Teman ya sahabatnya maksudnya. Tapi kan
- dalam bahasa ini kan seakan-akan kan
- seakan-akan jauh gitu kan seakan-akan ya
- kenalnya sedikit. Jadi digunakanlah
- istilah teman padahal sahabat gitu loh.
- Aku ini temannya kekasih Allah gitu.
- Nah, maka kita pun boleh menggunakan
- begitu. Aku ini umatnya kekasih Allah
- di enggak enggak juga aku selawat sesama
- beliau tuh. Masyaallah. Nah, gitu ya.
- Ya, makanya kita harus baik sangka pada
- Allah aja gitu ya. Ya, masyaallah.
- Malaikat juga ada fikihnya.
- Jadi tidak tidak akan ee malaikat juga
- sebelum ijtihad nanya dulu sama Allah.
- Heeh.
- Nah, ya Allah ini gimana nih nyatatnya
- gitu loh. Dia ngucapkannya
- alhamdulillahi hamdan katsiron thyiban
- mubarokan fih kama yuhibbu waard.
- Ya sudah catat aja
- apa sekemampuanmu bagaimana gitu. Nanti
- Allah yang membalasnya tuh. Jadi ada
- fikihnya juga. Jadi tidak akan gegabah.
- Jadi nanti ada ee misalnya begini
- orang yang maksiat maksiat nih tapi di
- di benaknya ada hafalan Quran bahkan dia
- tiap malam murajaah tapi dia maksiat.
- Nah, itu kan ada fikihnya. Apakah yang
- didahulukan keutamaan menghafal Qurannya
- atau maksiatnya? Nah, kan begitu. Nah,
- itu makanya ada
- pertimbangan-pertimbangan sampai
- kemudian kalau bingung nanya sama Allah
- kan begitu. Nah, begitu juga ee kita
- hendaknya berbaik sangka kepada Allah.
- Tapi yang jelas hendaknya kita berpegang
- teguhnya kepada Quran dan sunah.
- Beramallah sesuai dengan Quran, sunah.
- Kalau ada orang lain beramal tidak
- sesuai Quran, sunah, dari sisi positive
- thinking lah kita masuknya.
- Dari sisi positif thinking gitu loh.
- Tadi seperti kan berarti dia mohon maaf
- nyanyi-nyanyi, menghibur sampai
- joget-joget. Itu kan dalam pandangan
- saya tidak sejalan dengan Quran sunah.
- Iya.
- Tapi dengan baik sangkanya masuk.
- Ya Allah berilah hidayah kepada penyanyi
- itu, kepada biduan itu, sebagaimana ia
- telah menyenangkan para masyarakat di
- situ. Tuh, itu baik sangkanya di situ,
- gitu ya. Jadi sekali lagi hendaknya kita
- berpegang teguh dengan Quran, berpegang
- teguh dengan sunah Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Tapi kemudian ketika
- melihat orang-orang ee kalau mungkin
- dinasehati, nasihati
- ketika mungkin setelah dinasehati diajak
- atau didakwahi, dakwahi.
- Ketika kemudian tidak mungkin segalanya
- kecuali dengan doa, maka doakan gitu ya.
- Demikian saya kira yang dapat saya
- jelaskan. Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian hamba Allah
- di Petukangan Utara. Berikutnya dari Ibu
- Nunu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, bolehkah memberikan zakat mal
- kepada teman, tapi dia tidak termasuk
- yang delapan asnaf? Jazakumullah khairan
- kir.
- Iya. Jadi, ya yang delan asnaf dulu gitu
- loh. Kan delapan asnaf itu kan
- ketentuan. Berarti zakat mal atau ee ya
- zakat fitrah maupun zakat mal. Kalau
- zakat mal itu kepada lapan asnaf. Kalau
- zakat fitrah sebagian mengatakan bah itu
- untuk fakir miskin gitu. Nah, kalau kita
- memberi teman tapi teman itu tidak masuk
- kategori delan asnaf, ya berarti bukan
- pada tempatnya gitu loh. Tapi kalau Anda
- misalnya memberikan hadiah, mentraktir,
- enggak ada masalah. Asal jangan
- diatasnamakan untuk zakat mal, gitu ya.
- Misalnya Anda traktir saja, traktir tapi
- niatnya kan traktir itu akan berpahala
- kalau diniatkan
- menjaga hubungan baik. gitu kan. Ah,
- supaya hubungan baik, silaturahmi
- terjaga, ah saya mau ngasih apa namanya
- traktir saudara saya atau teman saya,
- enggak ada masalah gitu ya. Oke. Apalagi
- kita berkelapangan. Tetapi sekali lagi
- kalau zakat mal atau zakat atau ya zakat
- maka itu delapan asnaf itulah yang harus
- didahulukan. Demikian saya kira yang
- dapat saya jelaskan. Wallahuam
- biswab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Ibu semoga
- dapat menjawab. Berikutnya dari
- Pak Baron. Pak Baron Betawi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, bagaimana hukumnya salat Jumat di
- jalanan atau di jalan raya karena
- masjidnya penuh dan sudah tidak
- menampung jemaah? Mohon pencerahannya,
- Ustaz.
- Baik.
- Pertama,
- jika jalan rayanya tidak ramai,
- iya
- gitu ya, maka boleh melakukan jadi
- saking penuhnya boleh tuh di jalan
- paling tidak sepotong jalan gitu ya.
- Paling tidak tuh. Tapi kalau jalannya
- ramai ya meskipun hari Jumat orang masih
- lalu lalang tidak mungkin ditutup gitu
- loh ya. Maka yang salat Jumat menjadi
- dua gelombang salatnya
- gitu ya. Oke.
- Jadi ee pertama nyelesaikan dulu satu
- gelombang tuh yang kapasitas masjid
- tertampung di masjid. Nah, setelah salam
- baru qat lagi untuk salat yang gelombang
- kedua yang tidak tertampung. Kalau
- jalannya ramai. Hm. Kalau jalannya tidak
- ramai al sepi ya enggak apa-apa.
- Manfaatkan saja. Jangankan setengahnya,
- ditutup juga enggak ada masalah. Kalau
- sepi
- sepi alias tidak tidak bahkan tidak ada
- yang lewat gitu jalannya. Apalagi
- jalannya masih baru gitu loh. Nah, jadi
- sangat situasional
- gitu loh ya. Jadi yang jelas ee saya
- sangat menduga bisa terjadi itu ya.
- Karena sekarang itu alhamdulillah di
- mana-mana orang ee salat berjamaah apa
- salat Jumat itu senantiasa selalu
- diadakan.
- Bahkan mereka sesungguhnya tidak wajib
- salat Jumat saja diadakan salat Jumat
- gitulah ya. Kan ada beberapa yang tidak
- diwajibkan salat Jumat. Orang sakit,
- perempuan,
- orang yang sedang bepergian.
- Nah, orang yang bekerja juga snya senang
- bepergian apalagi jarak jauh kan begitu.
- Tetapi tadi karena untuk mengakam sudah
- kalau gitu kita adakan aja salat Jumat
- di aula perusahaan kan begitu. Akhirnya
- kenapa? Karena menguntungkan perusahaan.
- Kenapa menguntungkan perusahaan? Karena
- kalau karyawannya salat jumatnya di luar
- datangnya masuknya siang terlambat kan
- begitu. sudah aula aja dipakai untuk
- salat tempat salat Jumat. Meskipun dalam
- pandangan fikih macam-macam
- macam-macam itu ada yang mengatakan sah
- mengatakan ah jadi menariklah kalau
- fikih. Nah, maka oleh sebab itu sekali
- lagi ya kalau kemudian seperti tadi ee
- masjid sudah tidak menampung gitu ya,
- maka boleh sampai keluar. halaman masjid
- sudah penuh boleh sampai ke jalan dengan
- catatan tadi tidak mengganggu. Jadi
- intinya Islam itu mensyariatkan sesuatu
- yang damai.
- Islam itu mensyariatkan sesuatu yang
- sejahtera.
- Nah, Islam itu mensyariatkan preventif
- jaga-jaga akan menutup pintu fitnah gitu
- loh. Nah, itu kuncinya. Maka tadi, oh
- boleh kalau jalannya tidak dipakai.
- Kalau dipakai gimana? Oh, lihat dulu
- ramai apa tidak. Kalau ramai eh kalau
- tidak ramai bagi dua jalannya buat satu
- jalur gitu loh. Kalau ramai ya sudah
- jangan jangan ngalangi jalan. Tetap
- nanti dibuat dua gelombang akhirnya
- salatnya gitu. Dua periode gitu. Nah,
- jadi seperti itu ya. Intinya syariat
- Islam itu menghendaki kesejahteraan,
- kedamaian, dan menutup berbagai macam
- fitur fitnah. Maka syariat itu bersifat
- preventif, gitu ya. Demikian yang dapat
- saya jawab. Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian, Pak, Bapak
- Baron. Mungkin terakhir, Ustaz dari
- Bapak Musdi Narogong. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, mohon bimbingannya, Ustaz,
- tentang tata cara salat duha, Ustaz.
- Bagaimana, Ustaz?
- Ah, iya, salat duha. Masyaallah. Baik.
- Salat duha itu minimal dilakukan dua
- rakaat
- saat mentari
- sudah menghangat, saat unta-unta bisa
- berlarian, anak-anak unta berlarian
- karena hangatnya. ya. Nah, nanti itu kan
- sudah sudah banyak itu apa namanya
- sekarang pendekatan ee apa hisab ya 1
- jam ee 1 jam setelah subuh ditambah
- beberapa menit. Pokoknya terbit itu dari
- terbit mentari ditambah
- ada yang 10 menit ee 15 menit. Nah, itu
- ya. Makanya ada orang memasukkan salat
- sunah. Isyraq itu adalah salat sunah
- duha yang didahulukan.
- Oke. Satu ya. Jadi paling tidak salat
- duha itu dilakukan dua rakaat atau Anda
- boleh sampai melakukannya 12 rakaat gitu
- loh. Apalagi Anda tadi malamnya atau
- malamnya tidak melakukan salat tahajud,
- maka salat duha bisa menjadi ee qadanya
- salat tahajud atau penggantinya salat
- tahajud gitu loh ya. Nah, hanya saja kan
- kalau salat tahajud dan witir paling
- tidak kan 11 misalnya. Ini ini
- pandangan-pandangan, mohon maaf ya,
- pandangan-pandangan dari sisi ee luar ee
- ee pemahaman fikih-fikihnya. Jadi ee
- misalnya mau 8 rakaat empat kali salam
- eh delan apa 8 rakaat 4 kali salam atau
- ee 12 rakaat en kali salam minimal dua
- rakaat atau boleh saja empat rakaat
- empat rakaat dua rakaat salam dua rakaat
- salam kemudian berdoa dulu kayak kayak
- apa kayak salat
- ee tarawih gitu loh kayak salat tarawih.
- Nah, maka kemudian sekali lagi
- bisa diperdalam dan melakukan
- perbandingan dalam ee fikih-fikih ya.
- Karena memang fikih itu macam-macam.
- Nanti ada yang mengatakan begini, ada
- ulama ya menariklah intinya. Menarik
- tapi intinya jangan karena Anda
- menemukan fikih yang macam-macam
- kemudian ah kalau gitu saya enggak usah
- salat duha. Jangan gituah. Nah, maka
- tadi minimal dua rakaat ee kemudian Anda
- boleh sampai melakukan 12 rakaat gitu.
- Nah, maka kemudian sekali lagi bacaannya
- yang Anda hafal saja.
- Bacaan apa? Surat-suratnya adalah bacaan
- yang Anda hafal saja atau kalau Anda
- hafalnya cuma itu-itu saja ya enggak
- apa-apa itu-itu saja gitu ya. Atau kalau
- Anda mau juga, ah saya ee apa namanya?
- Ee mau sambil baca mushaf. Sambil baca
- mushaf. Tapi lagi-lagi tadi saya
- merekomendasikannya
- mendingan Anda baca ayat-ayat itu saja
- yang Anda pahami.
- Meskipun sedikit tapi Anda memahaminya.
- meskipun sedikit Anda bacanya sampai ke
- hati gitu loh. Bahwa kemudian juga
- membaca apa baca Quran itu juga bagus.
- Iya silakan saja. Bahkan kemudian Imam
- Syafi'i kan mengatakan bahwa lebih baik
- bacaannya banyak ya membaca Quran banyak
- dibanding ee membaca Qurannya sedikit
- meskipun paham kan begitu ya. Imam
- Syafi'i berdasar berdalil dengan satu
- huruf itu adalah 10 kebaikan. Berarti
- kalau setiap kalau baca hurufnya banyak
- berarti kebaikan juga banyak gitu. Saya
- bilang gak masalah gak masalah. Itu
- dalam pengertian. Maka jelas bahwa saya
- merespon positif pendapat Imam Syafi'i.
- Namun kemudian juga saya tidak
- menyatakan salah kepada orang yang tadi
- membacanya sedikit tapi memahami gitu
- loh ya. Jadi intinya bagaimana kemudian
- dampaknya terhadap kehidupan. Tapi
- kemudian juga terserah kepada Allah bagi
- mereka yang banyak membaca Quran tetapi
- juga sekali lagi saya e ini kan ekstrem
- tidak begitu berdampak dalam
- kehidupannya gitu loh ya. Maksudnya
- terserah kepada Allah itu ya Allah yang
- punya ee punya aturan, punya kebijakan
- gitu loh ya. Oh ini banyak bacaannya nih
- bisa. Nah, kan gitu ya. Makanya kita
- tidak bisa menduga-duga ee tidak bisa
- memprediksi Allah azza wa jalla. Kenapa?
- Karena masyaallah Allah azza wa jalla
- itu maha luas rahmatnya. Itu aja intinya
- gitu ya. Maka oleh sebab itu senantiasa
- berbaik sangka kepada Allah. Jadi
- kembali Anda niatkan salat dha.
- Kalau istikamah lebih bagus gitu ya.
- Jadi ee tiap hari misalnya
- dua rakaat duha itu lebih disukai
- dibanding
- sekarang 8 rakaat.
- Heeh.
- 5 hari kemudian baru
- 8 rakaat lagi. 10 hari kemudian 12
- rakaat. Nah, menurut hadis, sekali lagi
- menurut hadis Allah lebih suka kepada
- amalan hamba yang konsisten
- wainqol meskipun sedikit gitu. Nah, maka
- oleh sebab itu ee baik duha atau tahajud
- atau sebaiknya mulai dari sedikit dulu
- asal istikamah terus gitu. Nah, dari dua
- nambah menjadi lima. Dari lima nambah
- menjadi seterusnya seterusnya gitu. Yang
- penting istiq istiqamah. Demikian yang
- dapat saya jelaskan. Wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian, Pak Mus.
- Semoga dapat menjawab.
- Karena kita sudah dibatasi waktu masih
- ada pertanyaan-pertanyaan yang belum
- dijawab. Kami mohon maaf. Insyaallah di
- lain kesempatan tausiah sore bersama
- Ustaz Ahmad Saleh akan kita lanjutkan
- kembali. Baik, ikhwan akhwat. Mm mau
- ini, Ustaz penutup Ustaz.
- Baik. Iya. Kesimpulan yang dapat kita
- kemukakan bahwa mendoakan orang lain itu
- investasi untuk diri kita.
- Semakin banyak mendoakan orang lain,
- semakin banyak kebaikan yang kita
- dapatkan. memohonkan ampunan untuk orang
- lain sama dengan juga memohonkan ampunan
- untuk kita. Kenapa? Karena logikanya
- kita memohon ampun, memohonkan ampun
- kepada Allah untuk muslimin lain.
- Wadalika bersama dengan itu, malaikat
- pun mengaminkan dan menyatakan walak
- bimlin bagimu juga yang semisalnya.
- Jadi mendoakan kebaikan untuk orang lain
- hakikatnya adalah mendoakan untuk diri
- dan keluarga kita. Demikian wasallallahu
- ala nabiyina Muhammadin
- walhamdulillahiabbil
- alamin. Wasalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakumullah khairan
- kasirum. Jazakumullahir.
- Baik, Ikhwan Awat terima kasih banyak
- sudah menyimak tausiah sore bersama
- Ustaz Ahmad Saleh tentang keutamaan
- mendoakan orang lain tanpa
- sepengetahuannya. Baik, saya Fauzi Ridan
- mohon undur diri mohon maaf atas segala
- khilaf. Subhanakallahumma wabihamdika
- ashadu alla ilahailla anta astagfiruka
- wa atubu ilaik. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.