Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:15 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:18 warahmatullahi wabarakatuh. 0:21 Alhamdulillahiabbil alamin wabihi 0:23 nastain waa umurid dunya waddin wasalatu 0:27 wasalamu ala asrofil iyaai wal mursalin 0:30 wa ala alihi wasohbihi ajmain. Ashadu 0:33 alla ilahaillallah wa ashadu anna 0:36 muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma 0:39 sholli wasallim wabarik ala nabiy 0:42 muhammadin waa alihi wasohbihi ajmain. 0:46 Qallahu taala fil quranil karim. 0:48 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 0:51 Innallaha wa malaikatahu yusuna alan 0:55 nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shollu 0:58 alaihi wasallimu taslima. Sadaqallahul 1:01 adzim. Alhamdulillahiabbil alamin. Masih 1:03 dipancarkan dari jalan Masjid 1:05 Silaturahim nomor 36 Cibubur Bekasi. 1:08 Radio Silaturahim dan hasil TV untuk 1:10 Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang 1:12 dimuliakan Allah subhanahu wa taala. 1:15 Bagaimana kabar Anda di Jumat sore ini? 1:18 Kami doakan semoga selalu dalam keadaan 1:21 sehat walafiat. Senang sekali saya Fauzi 1:23 Ridwanul Haq ditemani oleh Atep dan juga 1:27 Yusuf Subangkit dapat kembali menemani 1:29 ikhwan akhwat dalam program tausiah sore 1:33 edisi Jumat 11 Syakban 1447 1:37 Hijriah dan juga bertepatan dengan 1:40 tanggal 30 Januari 1:42 2026 bersama guru kita almukaram Ustaz 1:46 Ahmad Shoh. Alhamdulillah beliau sudah 1:48 hadir bersama kita. Kita sapa guru kita 1:50 terlebih dahulu. Asalamualaikum 1:51 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:54 wabarakatuh. 1:55 Masyaallah sehat, Ustaz? 1:57 Alhamdulillah lebih baik sekarang. 1:58 Alhamdulillah daripada hari kemarin. 2:00 Alhamdulillah. 2:01 Sudah 3 minggu ya. 3 bulan. 2:03 Iya. 3 minggu kita absen. 2:06 Masyaallah. Iya. Alhamdulillah bisa 2:08 hadir kembali. 2:09 Alhamdulillah. 2:11 Alhamdulillah. Semoga kami doakan juga 2:13 semoga ikhwan akhwat di mana pun berada 2:17 selalu dalam keadaan sehat walafiat. 2:20 Baik, ikhwan akhwat. 2:22 Insyaallah pada sore ini Ustaz Ahmad 2:25 Saleh akan mengkaji, membahas, 2:28 mengajarkan kepada kita tentang 2:31 bab yang baru, keharaman namimah, kajian 2:35 kitab syarah Riyadus Shihin. 2:38 Namun sebelumnya bagi ikhwan akhwat yang 2:40 ingin berpartisipasi dalam kaji ini 2:42 dapat mengirimkan ke nomor WhatsApp 2:46 Rasil 0811999720. 2:50 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 2:52 langsung dengan ustaz dapat menghubungi 2:54 di 0218451512. 2:58 Semoga 3:00 judul ini keharaman dapat meng 3:04 membimbing dan membekal untuk ikhwan 3:07 akhwat di kehidupan 3:10 di kehidupan 3:13 persiapan menjelang Ramadan dan 3:16 ee kehidupan setelahnya. Karena bekal 3:19 setelah Ramadan 3:21 kita harus menjadi ibadah, harus menjadi 3:24 pribadi yang lebih bertakwa kepada Allah 3:26 Subhanahu wa taala. Baik, Ikhwan Ahmad, 3:28 kita dengarkan ilmu yang akan 3:30 disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh 3:33 tentang keharaman namimah. Tafadol 3:36 ustaz. 3:38 Alhamdulillahi 3:40 hamdan katsiron thayyiban mubarokan fih 3:44 kama yuhib rbuna waard. Ashadu alla 3:48 ilahaillallah wahdahu la syarikalah 3:51 lahul mulku walahul hamdu wahua ala 3:53 kulliin qodir. Wa ashadu anna muhammadan 3:57 abduhu waasuluhu wa innahu nabi ba'd. 4:01 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 4:04 nabiyina Muhammadin wa ala alihi 4:07 wasahbihi wasallam. 4:10 Ikhwan dan akhwat 4:13 e pendengar radio silaturahim serta 4:15 pemirsa Rasil Visual di mana pun berada. 4:19 Alhamdulillah pada kesempatan ini kita 4:21 dipertemukan kembali lewat Dumai, lewat 4:25 dunia maya ee dengan mengikuti siaran 4:30 Radio Silaturahim dan Rasil TV. 4:33 Mudah-mudahan dengan pertemuan ini Allah 4:36 berikan pemahaman ilmu yang bermanfaat. 4:39 Amin. 4:39 Kita akan membahas sekarang alhadir 4:42 sanatambahas 4:45 tentang keharaman namimah. 4:48 Namimah itu kalau bahasa kita provokator 4:51 gitu. Provokator. 4:53 Yang ke sana kembali ngadu domba. Ah itu 4:55 namimah. 4:58 Baik kita mulai saja merujuk kepada 5:00 surah al-Qalam ayat 11. Setelah kita 5:05 dilarang dalam surah Al-Qalam ayat 10 5:08 mengikuti orang yang banyak berdusta, 5:12 banyak ee apa namanya? Melakukan 5:15 kesalahan. 5:18 Orang yang suka bersumpah lagi 5:20 berkepriabadian hina wahin 5:26 terus hammazim 5:28 masyaim 5:31 binamim suka mencela yang kian kemari 5:35 menyebarkan fitnah binamim namimah ya e 5:40 provokator. Heeh. Nah, berdasarkan surah 5:43 Al-Qalam, maka kemudian Imam an-Nawawi 5:47 menghimpun dalil-dalil dari Asunah, 5:51 dalil dari al-hadis ya. Salah satunya 5:54 adalah hadis dari Hudzaifah bin Yaman 5:58 radhiallahu anhu yang mengata, ia 6:00 berkata, Rasulullah sallallahu alaihi 6:03 wasallam bersabda, qala Rasulullahi 6:06 sallallahu alaihi wasallam, la yadulul 6:09 jannata nammam 6:12 muttafaqun alaih. 6:14 Orang yang suka mengadu domba tidak akan 6:16 masuk surga. Hadis riwayat Bukhari wa 6:20 Muslim. 6:22 Nah, Namam itu orang yang suka mengadu 6:25 domba ya, orang yang memancing 6:29 kemarahan, 6:30 mengangkat suatu kejadian untuk 6:33 menyebaraskannya dan merusak serta 6:36 menghiasi perkataan dengan kebohongan. 6:38 Nah, ini adalah berarti apa? ee ya 6:41 provokator 6:43 yang nambah-nambah sehingga menjadi 6:45 ricuh, menjadi riuh, menjadi tidak 6:50 damai, menjadi tidak aman gitu ya. Nah, 6:54 mutiara yang dapat kita ambil dari hadis 6:56 ini dari hadis la yaradulu jannata 6:59 nammam. Jadi orang yang suka mengadu 7:02 domba dengan menghalalkannya padahal ia 7:04 tahu keharamannya, ia tidak masuk surga 7:08 sama sekali. 7:10 Apabila seseorang melakukan adu domba 7:12 sebagai perbuatan maksiat, maka ia tidak 7:15 masuk surga bersama orang-orang yang 7:17 selamat dari neraka. 7:20 Nah, ini bahayanya namimah. Jadi, 7:23 namimah ini kategorinya 7:26 ee dosa besar gitu ya. Jadi, nanti ada 7:29 hadis yang menjelaskan ada penghuni 7:32 kubur yang disiksa. Tiayib. Kita 7:34 lanjutkan kepada hadis kedua. 7:39 Wa ibni Abbasin radhiallahu anhuma anna 7:43 Rasulullahi shallallahu alaihi wasallam 7:47 marro biqob faqala innahuma yadziban 7:53 w yuadzibani fiqir bala innahu kabir 7:58 amma ahaduhuma fakana yamsi binimah wa 8:03 ammal akana yastari 8:15 dari Ibnu Abbas. Semoga Allah rida ee 8:19 kepada keduanya 8:22 bahwa Rasulullah sallallahu alaihi 8:23 wasallam maksudnya rida kepada Abdullah 8:26 dan rida juga kepada Abbas. 8:28 Anna Rasulullah sallallahu alaihi 8:30 wasallam. bahwasanya Rasulullah 8:32 sallallahu alaihi wasallam marro 8:34 biqobraini 8:35 berjalan melalui dua kuburan. Faqala. 8:38 Maka kemudian beliau bersabda, 8:41 "Innama sesungguhnya hanya saja mereka 8:44 berdua." Siapa ahli kubur tadi? Karena 8:48 lewat dua kuburan. Yuadzibani sedang 8:51 disiksa. 8:54 Wama yuadibani fi kabir. Tidaklah ia 8:57 disiksa karena urusan yang besar. Karena 9:00 dosa besar bala. Oh tidak. Innahu kabir. 9:04 Sesungguhnya dosa besar. Amma ahaduhuma. 9:07 Adapun salah satu di antara keduanya 9:09 fakamsi binimah adalah orang yang 9:12 berjalan dengan adu domba. Ya. Jalan ke 9:15 sana kemari ngadu domba. 9:18 Adapun yang lainnya fakana lauhi 9:22 ya. Ah yang lainnya itu adalah saat 9:25 buang air kecil itu tidak menutup. satu 9:28 riwayat begitu. Satu lagi memahami ee 9:33 tidak mencuci bekas kencingnya. I 9:36 jadi ada dua ee pemahaman, dua riwayat. 9:40 Yang satu tidak menutup saat ee kencing. 9:45 Jadi saat kencing itu harus di tempat 9:47 tertutup. 9:48 Maka kalau tempat terbuka itu kalau 9:50 darurat. Kalau lihat toilet sana kemari 9:53 ada gitu ya, maka cari yang tersembunyi 9:57 gitu ya. Di bawah pohon. Kalau pohonnya 10:00 itu jarang dipakai berteduh gak apa-apa. 10:03 Tapi kalau misalnya dipakai bermain di 10:06 ah tidak boleh. 10:08 I 10:08 gitu lah. Jadi yang dimaksud tidak boleh 10:10 kencing di bawah pohon itu di antaranya 10:13 tadi gitu ya. Tapi kalau di hutan ya 10:16 enggak ada masalah gitu loh. Karena 10:18 nyari ke mana dia ke kencingnya atau 10:20 disemak-semak gitu ya karena hutan. Nah, 10:23 jadi sekali lagi kita tidak boleh 10:26 kencing di bawah pohon, 10:29 tidak boleh kencing di air tergenang. 10:33 Kenapa? Oh, hikmahnya bau ya. Air 10:37 bertergenang tidak ngalir bau ke 10:39 mana-mana. 10:40 orang berteduh di bawah pohon bau. Nah, 10:43 makanya tidak boleh. Itu dari sisi dari 10:46 tinjauan sosiologisnya begitu. Belum 10:48 dari tinjauan-tinjauan lain gitu loh. 10:51 Baru dari tinjauan sosiologisnya. Aduh, 10:54 orang kan ee rata-rata orang itu 10:57 berteduh itu kalau tidak di bawah pohon, 11:00 di gedung tinggi kan begitu, di bawah 11:03 jembatan gitu. Maka hal-hal yang 11:05 biasanya diduga keras dipakai dan 11:08 dimanfaatkan, maka tidak boleh kita 11:11 melakukan apa kencing ataupun ee apalagi 11:14 buang air besar gitu ya. Nah, maka oleh 11:18 sebab itu 11:20 ini dua dua duanya di apa? Dua 11:24 kondisinya disiksa. Yang pertama ee tadi 11:28 apa? Ee 11:31 Yamsi bin Namimah. Adu domba provokator 11:34 itu dosa besar. Yang kedua, karena dia 11:38 kencing tidak ditutup, 11:40 terbuka. 11:41 Heeh. Terbuka gitu loh. Kedua, 11:43 pengertian kedua kencing tapi tidak ee 11:48 tidak 11:50 tidak tidak dibersihkan 11:52 tidak dicuci. Ya, kalau ini tidak dicuci 11:55 atau tidak istinja gitulah. Kalau tidak 11:58 ada air kan bisa dengan daun, bisa 12:02 dengan apa yang agak yang agak kasarlah 12:04 gitu. Kalau sekarang kan di hotel-hotel 12:05 kan tisu. 12:07 Heeh. Jadi kalau enggak ada air dengan 12:09 tisu ya. 12:11 Nah, mutian yang dapat kita lihat dari 12:14 ee hadis ini adalah 12:20 keharaman adu domba dan ia termasuk dosa 12:22 besar yang mengakibatkan pelakunya 12:24 disisa di kubur. 12:27 Ini bagi mereka yang meyakini siksa 12:29 kubur dia akan disiksa. 12:33 Ya, akan disiksa. Para ahli tafsir 12:36 meyakini adanya siksa kubur. Salah 12:39 satunya dalam isyarat waman 12:45 kehidupan yang sempit. Yang dimaksud 12:47 kehidupan yang sempit adalah kehidupan 12:49 di alam kubur, bukan kehidupan di dunia. 12:53 Karena fakta kalau dian dunia orang 12:55 kafir, 12:58 orang kaya-kaya 12:59 i 13:00 ah banyak kekuasaannya, banyak pabriknya 13:03 ee punya petani diserobot enggak ada 13:05 yang lawan ya gitu ya. Nah, maka 13:09 kehidupan sempitnya adalah di alam 13:10 kubur. Itu salah satu pendapat ya, salah 13:14 satu pendapat ahli ee apa Quran ya, ahli 13:18 tafsir. Nah, maka kemudian ada orang 13:21 yang ditanya, "Kamu percaya enggak ada 13:22 siksa kubur?" "Enggak, enggak ada." "Di 13:25 Quran enggak disebutkan siksa kubur?" 13:26 Katanya gitu. Padahal di hadis-hadis 13:29 banyak yang bicara tentang sikap siksa 13:32 kubur dan penafsiran-penafsiran juga 13:35 merujuk ke situ gitu ya. Heeh. Kemudian 13:38 yang kedua, kewajiban buang air kecil di 13:40 tempat tertutup dan kewajiban bersuci 13:43 dari air seni itu kewajiban ya. 13:48 Kemudian penetapan adanya siksa kubur 13:51 dan di antara sebab-sebabnya adalah 13:54 mengadu domba serta tidak berhati-hati 13:57 saat buang air kecil atau tidak di 14:00 tempat tertutup 14:02 gitu. Jadi bagi kita makanya mau kencing 14:06 aja enggak sembarangan. lihat kiri kanan 14:08 gitu ya. Bahkan kita lihat para sopir 14:11 itu saking kebeletnya toilet belum 14:14 sampai ke toilet maka dibukalah pintu 14:17 apa mobilnya. Ah di belakang pintu mobil 14:20 lah dia kencing karena saking 14:23 kebeletnya. Itu darurat namanya gitu ya. 14:26 Tapi sebaiknya kalau masih bisa mencari 14:29 toilet yang tertutup lebih bagus. Lebih 14:31 bagus di tempat tertutup. Tiib. Kita 14:34 lanjutkan hadis ketiga. 14:37 Anni Mas'udin radhiallahu anhu anna Nabi 14:40 shallallahu alaihi wasallam 14:43 alabukumatu 14:48 alqinasu 14:51 muslim. Maukah kalian kuberitahu tentang 14:54 apa itu aladhu? 14:56 Aladhu adalah mengadu domba, menyebarkan 15:00 isu di antara manusia. Hadis riwayat 15:03 Muslim. 15:05 Nah, mutiara-mutiara yang dapat kita 15:07 ambil dari hadis ini peringatan akan 15:10 bahaya adu domba, peringatan akan bahaya 15:15 provokator dan ia merupakan penyebab 15:18 perpecahan dan permusuhan. 15:22 Nah, ini saya kira tidak tiga hadis dari 15:24 bab keharaman namimah. Ah, mudah-mudahan 15:28 kita bisa memahaminya dan bisa 15:31 mengamalkannya. Apalagi nanti di bulan 15:33 Ramadan 15:35 ini wajib harus dihindari. 15:38 Kalau tidak bisa menilkan namimah, 15:42 sia-sia puasanya 15:43 tidak diterima. 15:44 Tidak diterima. 15:55 gitu loh. Jadi siapa yang tidak bisa 15:59 menghindari perkataan kotor yaitu di 16:03 antaranya namima 16:05 wal amal bihi dan dia beramal dengan 16:07 kekotoran-kotoran itu yang melakukan 16:09 namimah sumpah palsu gitu loh. Eh 16:13 falaisa lillahi hajatun. Maka Allah 16:15 tidak berhajat. Allah tidak perlu fi 16:19 ayada thaamahuahu. Di mana dia 16:21 meninggalkan makan dan minum. 16:23 Percuma dia meninggalkan makan dan 16:25 minum. Hanya dicatatnya sebagai apa? Si 16:28 A kelaparan, 16:30 si B kehausan. Jadi begitu tidak dicatat 16:34 sebagai orang yang berpuasa. Rubbaimin 16:37 laisahu minamiial 16:39 jua w. Berapa banyak orang yang berpuasa 16:43 tapi dia tidak mendapatkan apa-apa 16:46 kecuali lapar dan dahaga. Jadi lapar dan 16:49 dahaga itu bukan tujuan. 16:51 Ah saya sudah lapar nih. Oh saya sudah 16:53 dahaga. Bukan tujuan. Itu mah wasilah. 16:58 Wasilah untuk penyempurnaan kesucian 17:00 jiwa sehingga melakukan 17:02 kebaikan-kebaikan lebih konsentrasi 17:04 lebih mudah. Begitu maksudnya. Jadi, wow 17:07 saya sudah lapar nih, sudah kukurubukan 17:11 [tertawa] 17:12 saking laparnya. Bukan, bukan tujuan itu 17:15 wasilah, 17:17 media gitu loh. Kalau kemudian tidak 17:20 menghasilkan sikap ketakwaan, 17:23 sifat-sifat ketakwaan, maka puasanya 17:26 tidak diterima. 17:28 Maka oleh sebab itu, ini sebagai catatan 17:31 ya, larangan namimah itu ee diingat 17:35 betul untuk diutamakan di bulan Ramadan 17:39 untuk ditinggalkan. Demikian saya kira 17:41 sebagai pengantar kajian pada sore hari 17:43 ini. Wasallallahu ala nabiina 17:46 Muhammadin. Wallahu aam bisawab. 17:51 Wallahuam bisawab. Jazakumullah khairan 17:53 kairan ustaz atas hadis tiga hadis 17:57 tentang namimah. 18:00 Semoga ikhwan akhwat dapat menghindari 18:03 namimah ini. Kebetulan 18:06 Ustaz Ahmad Shh membahasnya pas sekali 18:09 sebelum Ramadan bulan [tertawa] Syakban. 18:11 Masyaallah masih ada persiapan untuk 18:14 menghindari ee akan jauh lebih besar. 18:17 Amin. Amin. Amin. Amin. 18:19 Baikat. Bagi Anda yang ingin 18:22 berpartisipasi bertanya kepada Ustaz 18:24 Ahmad Saleh, silakan mengirimkan 18:26 pertanyaan di 0811999720. 18:32 Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi 18:34 langsung dengan Ustaz, silakan 18:36 menghubungi di 0218451512. 18:41 Terima kasih. Kami akan hadir setelah 18:45 nada takwa berikut tetap di radio 18:47 silaturahim. Terima kasih. 18:51 [musik] 19:15 Alhamdulillahirabbil alamin. Terima 19:16 kasih ikhwan akhwat masih bersama Radio 19:19 Silaturahim. Saat ini Anda sedang 19:21 menyaksikan siaran live tausiah sore 19:24 bersama Ustaz Ahmad Saleh dengan tema 19:27 keharaman namimah. Tadi beliau sudah 19:29 menjelaskan tiga hadis yang 19:31 diberdasarkan 19:33 dalam Al-Qur'an surah Al-Qalam. 19:36 Azubillahiminasyaitanirrajim. 19:38 Hammazim masyaim binamim. 19:42 Baik ikhwan akhwat. Sebelum kita bacakan 19:44 pertanyaan dari Ikhwan Akhwat, kita akan 19:45 bacakan ee WhatsApp yang masuk terlebih 19:48 dahulu. Pertama dari Ibu Ani Hani 19:51 Hufaidah. Bismillahirrahmanirrahim. 19:54 Asalamualaikum warahmatullahi 19:56 wabarakatuh. 19:57 Waalaikumsalam warahmatullahi 19:58 wabarakatuh. 19:59 Semoga Ustaz Ahmad Saleh dan pejuang 20:02 dakwah Rasil selalu sehat walafiat. 20:04 Amin. Allahum amin. 20:06 Alhamdulillah kami hadir menyimak 20:08 tausiah sore di radio. Alhamdulillah. 20:10 Barakallahu fikum. 20:13 Kemudian kedua dari Ibu Retno. 20:17 Alhamdulillah Ustaz bisa menyimak 20:20 tausiah sore Ustaz Ahmad Saleh. Semoga 20:22 Ustaz dan kru Rasil sehat-sehat selalu. 20:25 Amin. Allahum amin. 20:27 Ibu Retno di Pondok Gede. 20:30 Kemudian 20:34 Ibu Sri alhamdulillah menyimak melalui 20:37 radio. 20:39 Kemudian 20:42 Bapak Fiza Fitriana. Alhamdulillah 20:45 menyimak, Ustaz. Terima kasih ilmunya. 20:48 Barakallahu fikum. 20:49 Kemudian pertama, pertanyaan pertama 20:51 kita bacakan dari Bapak Rohili. Ustaz, 20:55 Bapak Sayan Rohili. 20:58 Asalamualaikum warahmatullahi 20:59 wabarakatuh, Ustaz. 21:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 21:01 wabarakatuh. 21:02 Saya Rohili di Pulau Gebang. Izin 21:04 bertanya, Ustaz. Apa yang dimaksud 21:07 dengan namimah atau adu domba atau 21:13 apakah ada adu domba yang dibenarkan 21:16 menurut syariat agama Islam? Ustaz 21:18 jazakumullahir iya. Baik. Adu domba 21:21 adalah sesuatu yang memicu ee 21:23 perselisihan, memicu keresahan. Nah, 21:28 adakah di dalam syariat Islam ada adu 21:30 domba yang syari begitu ya? ada perokota 21:34 yang sai. Sepengetahuan saya tidak ada 21:37 kecuali dalam peperangan. 21:40 Ya. Jadi kalau selain peperangan enggak 21:42 ada adu domba yang dibenarkan. Semua adu 21:45 domba itu yang memicu, yang manas-manasi 21:48 supaya dia terbakar emosinya itu tidak 21:51 ada tuh. Ya. Jadi kalau malah kalau yang 21:55 ada justru yang sudah terbakar emosi ee 21:58 sebaiknya diredakan itu dalam syariat 22:01 Islam ya. agar semuanya bisa tenang, 22:04 semuanya bisa terkendali. Adapun yang 22:06 memancing perkelahian, memancing 22:09 keributan, itu semuanya tidak 22:11 dibenarkan. Kecuali tadi dalam 22:13 peperangan. Karena peperangan alarb 22:16 khud'ah, peperangan itu tipu daya. Ya, 22:20 maka tadi ee provokator-provokator ngadu 22:23 domba-ngadu domba itu isu-isu yang 22:26 dihembus-hembuskan itu menjadi sah. 22:28 Kalau dalam peperangan. di luar 22:30 peperangan tidak boleh gitu ya. Demikian 22:33 ya saya kira yang dapat saya jawab. 22:36 Wallahu aam bisawab. 22:40 Wallahuam bisawab. Demikian 22:43 ee Bapak Rohili semoga dapat menjawab. 22:47 Berikutnya pertanyaan dari 22:50 Bapak Abdullah. Asalamualaikum 22:53 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 22:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 22:55 wabarakatuh. 22:57 Semoga Ustaz semakin sehat Ustaz. Amin. 23:00 Allahum amin. Amin. 23:02 Terima kasih Ustaz tausiahnya tentang 23:04 keharaman namimah. Saya mau izin 23:06 bertanya. 23:08 Tadi Ustaz membahas tentang 23:11 pengertian 23:13 namimah dalam konteks lain, Ustaz. 23:16 Apa apa tadi istilahnya yang tentang 23:22 keharaman yang tentang Hanamimah dalam 23:25 peperangan istilahnya? Ustaz mohon 23:27 dijelaskan. Terima kasih. 23:28 Oh iya. 23:29 Alharbu khudah. Peperangan itu tipu 23:33 daya. Khud'ah itu tipu daya. Maka tadi 23:37 provokator 23:39 apa? Memprovokasi musuh untuk bisa 23:42 membenci musuh yang lain atau bisa 23:44 memerangi musuh yang lain itulah 23:47 dibolehkan. Misalnya ada tiga pihak 23:50 bertikai. Nah, yang satu memperokasi 23:52 pihak A dan pihak B agar mereka saling 23:55 baku hantam. Sehingga yang C tidak harus 23:59 memeranginya. Dengan sendirinya dia ke 24:02 mengalami kehancuran. Jadi, alharbu 24:05 khudah peperangan itu tipu daya. Maka 24:08 dalam perang itu ada dikenal tipu daya 24:12 ya. Ah, sekali lagi dalam 24:14 masalah-masalah lain tidak dibenarkan 24:17 tipu daya itu ya. Ah, tipu daya itu 24:21 tidak benarkan kecuali dalam peperangan. 24:24 Alharbu khudah. Perang itu tipu daya. 24:28 Maka oleh sebab itu 24:32 dalam ee mengambil sikap tertentu dalam 24:35 peperangan itu boleh dibilang serba 24:37 boleh. Pada akhirnya begitu ya. Tetapi 24:41 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 24:43 senantiasa 24:44 mengambil sikap-sikap jujur meskipun 24:48 dalam peperangan ya. Itu jadi Nabi itu 24:52 mengambil kadang memberi contoh yang 24:55 terendah, kadang contoh yang tertinggi 24:58 yang sangat ketat. 25:00 Kadang Nabi tidak menyentuh kulit 25:03 perempuan, kadang menyentuh kulit 25:06 perempuan, kadang tidak mau berdekatan 25:09 dengan perempuan, kadang membonceng 25:12 perempuan. 25:13 E membonceng di atas untanya gitu. Jadi 25:16 Nabi memberi contoh batasan-batasan itu. 25:19 Nah, begitu 25:21 Nabi sendiri 25:24 tidak pernah ngambil khudah, tidak 25:27 pernah ngambil tipu daya. 25:30 Tapi beliau membolehkan tim daya gitu 25:33 ya. Orang mau perang aja dibagikan dulu 25:36 titip titipan-titipan. Mau hijrah nih 25:39 kasihkan sama si anu, kasihkan sama si 25:42 anu, kasihkan sama si anu. Yang titip 25:44 tuh. Padahal sesungguhnya ah boleh a 25:47 punya orang apalagi punya musuhnya kan 25:49 gitu. Tapi Nabi dengan kejujurannya, 25:51 dengan sifat amanahnya itu maka Nabi 25:54 dikenal akhlak mulianya. 25:58 Maka oleh sebab itu sekali lagi ee Nabi 26:03 ee apa namanya? Menghindari ngambil 26:06 khudah meskipun dalam peperangan, tapi 26:09 beliau membolehkan ya membolehkan khudah 26:12 dalam peperangan gitu ya. Jadi saya kira 26:16 jawabannya tidak ada ya sepengetahuan 26:18 saya tidak ada namimah yang syari 26:23 kecuali dalam 26:25 peperangan. al peperangan yaitu Alharb. 26:28 Ya, demikian yang dapat saya jawab. 26:30 Wallahuam bissawab. 26:33 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak 26:35 Abdullah semoga dapat menjawab. 26:40 Berikutnya pertanyaan dari 26:47 hamba Allah. 26:49 Asalamualaikum warahmatullahi 26:50 wabarakatuh, Ustaz. 26:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 26:53 wabarakatuh. Terima kasih atas kajian 26:57 keharaman Namimah. Semoga menjadi bekal 27:00 kami untuk menyambut bulan Ramadan. 27:03 Amin. Amin. 27:03 Amin. Ustaz ee apakah kalau ada 27:08 perseteruan di antara keluarga, antara 27:11 suami istri maupun anak, 27:14 apakah ini termasuk namimah atau tidak, 27:16 Ustaz? Demikian, terima kasih. 27:18 Iya. Perseturuan di dalam keluarga apa 27:21 di masyarakat itu fakta, bukan belum 27:24 masuk dulu namimah atau tidak. Tapi jika 27:27 perseteruan itu dipicu karena 27:30 ungkapan-ungkapan kita yang memancing, 27:34 ungkapan-ungkapan kita yang mengangkat 27:37 mereka semakin emosi. Nah, itu naman 27:39 H. 27:39 Jadi kalau perseteruan mah itu fakta. 27:42 Perseteruanperseruan hanya penyebabnya 27:43 apa? Oh, itu akibat omongan saya kemarin 27:46 itu. Jadi, dia terpancing rupanya. Ah, 27:49 itu ee bisa jadi kategorinya namimah. 27:53 Provokator itu, Ustaz, ya. Provokator. 27:55 Provokator. Iya. Kalau fakta 27:58 perselisihan itu fakta. 28:01 Tapi pemicunya apa? Fakta perselisihan 28:04 itu. Oh, diprovokasi sama si A, 28:06 diprovokasi sama si B. Nah, itulah ee 28:09 kategori namima atau provokator gitu ya. 28:12 Jadi antara perseteruan dengan penyebab 28:15 perseteruan itu berbeda. Perseteruan 28:18 adalah fakta. Penyebab perseteruan ini 28:22 yang harus dianalisa. 28:24 Demikian. Wallahuam bisawab. 28:28 Wallahuam bisawab. Demikian semoga dapat 28:30 menjawab. Berikutnya pertanyaan keempat 28:33 datang dari Ibu Fani. Ustaz 28:36 asalamualaikum warahmatullahi 28:37 wabarakatuh. 28:38 Waalaikumsalam warahmatullahi 28:39 wabarakatuh. Jazakumullah khairan kasir 28:42 ustaz. 28:42 Wyakum jazakumullahu khairan. 28:45 Semoga ustaz semakin sehat selalu. 28:47 Amin. Allahum amin. 28:49 Ustaz izin bertanya bagaimana sikap kita 28:52 menghadapi orang yang suka mengadu 28:54 domba? 28:55 H 28:55 dan bagaimana kita memberi hukuman atau 28:58 punishment untuk orang tersebut agar 29:00 jerak dan tidak mengulanginya lagi. 29:03 Ustaz. 29:03 Iya. Baik. 29:04 terhadap provokator 29:07 kan kita tidak tahu apakah yang 29:08 diomongkannya itu benar apa tidak. Nah, 29:11 yang penting kita diprovokasi. Maka 29:13 tabayyun, 29:16 teliti benar apa enggak yang diomongkan 29:18 dia. Itu kalau benar ya berarti di kita 29:23 mengiyakan 29:24 mendap menyimpan itu sebagai informasi. 29:27 Tapi kalau salah bahkan tidak terjadi, 29:30 kita tandai orang tersebut gitu loh. Wah 29:33 ini munafik ini tapi tidak kamu munafik. 29:37 Enggak harus tapi ditandai jangan di 29:40 penyakit munafik. 29:42 Karena setelah diteliti kok enggak ada 29:44 yang terjadi. Dia hanya ngomong begini 29:46 dan begitu. Maka fatabayyanu 29:50 ja fasquun. Jika datang kepadamu fasik, 29:53 orang fasik, fatabayyanu, maka ee 29:58 telitilah ya tabayan itu jelaskan 30:01 buktikan kebenarannya benar apa tidak. 30:04 Kalau benar catatan kalau tidak benar 30:08 catat juga bahwa dia itu hati-hati kalau 30:11 ngomong dia itu begini begini begini 30:13 gitu loh. Jadi kita juga tidak mengekpos 30:16 orang yang seperti itu, tapi kita punya 30:19 catatan. Jadi kalau ada orang yang minta 30:22 pendapat kita, bagaimana pendapat si anu 30:25 yang mengatakan begini begini 30:27 begini. Sepengetahuan saya dia itu 30:31 begini begini begini. Adapun yang dia 30:34 omongkan saya tidak tahu benar apa 30:36 tidak. Hanya pengalaman saya dulu 30:38 berkali-kali dia kalau ngomong itu 30:41 bohong. Ah gitu ya. Jadi ee sikap kita 30:45 tabayun. Kalau dua keduanya tadi apa 30:48 namanya? dikasih catatan ya, kasih 30:51 sanksinya itu sanksi sosial ya. Sanksi 30:54 sosial kan tidak harus. Tapi kalau kita 30:57 bisa bergaul dengan baik bagus. Tapi 31:00 kalau tidak bisa bergaul dengan baik ah 31:03 batasi komunikasinya, hubungannya gitu 31:05 ya. Demikian wallahuam 31:08 bisawab. 31:10 Wallahuam bisawab. Demikian 31:14 demikian Ibu Fani. Semoga dapat 31:16 menjawab. Baik ikhwan akhwat, kami akan 31:19 jeda dulu tetap di radio silaturahim 31:21 untuk Islam yang satu. Terima kasih. 31:55 Alhamdulillahi rabbil alamin. Terima 31:56 kasih Wawat. Masih bersama Radio 31:58 Silaturahim. Saat ini Anda sedang 32:01 menyaksikan siaran live tausiah sore 32:03 bersama Ustaz Ahmad Saleh di hari Jumat 32:06 sore. 32:08 Baik, Ikhwanat sambil menunggu azan 32:11 magrib kemudian suasana 32:14 hening sambil mendengarkan radio jangan 32:17 lupa berzikir, berselawat dan berdoa 32:20 kepada Allah memperbanyak zikir seperti 32:23 yang sudah dijelaskan oleh Ustaz Ahmad 32:25 Saleh di bab-bab sebelumnya, Ustaz. 32:29 Baik ikhwan akhwat, kita akan 32:30 melanjutkan pertanyaan dari Ikhwan 32:33 Akhwat tentang keharaman namimah. 32:37 Pertanyaan 32:39 selanjutnya, 32:40 pertanyaan pertama setelah 32:43 jeda yang kedua. 32:46 Asalamualaikum warahmatullahi 32:47 wabarakatuh, Ustaz. 32:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 32:50 wabarakatuh. 32:52 Ee pertanyaan dari hamba Allah, Ustaz, 32:54 izin bertanya, bagaimana hukumnya 32:57 menyebarkan berita yang belum tentu 32:59 benar dan menyebabkan permusuhan? 33:03 Jazakumullah khairan katiran. 33:04 Iya. Baik. Masyaallah. Jadi, pertama 33:07 menyebarkan berita yang belum dicek 33:10 kebenarannya. 33:12 Kan jelas tadi ketika datang satu berita 33:15 dari orang fasik, orang fasik bahkan 33:17 jangankan orang fasik, dari siapapun 33:19 datang berita itu patabayanu intinya 33:22 ditabayun gitu loh. Jadi kalau kita 33:25 tidak menduga itu benar maka sebaiknya 33:28 tidak. Apalagi kita mengakui, memahami 33:31 bahwa jika berita ini disebarkan akan 33:34 mengakibatkan 33:36 gejolak gitu loh ya. Maka oleh sebab itu 33:40 seringkiali kita begini 33:43 eh misalnya potongan-potongan video ya 33:48 gitu ya kemudian di-cut di jadi ustaz 33:52 ini ngomong begini hukumnya sama 33:54 hukumnya ini bagaimana hukum tahlilan oh 33:57 kata ini bidah karena tidak ada 33:59 contohnya gini gini gini terus diamb 34:01 lagi kata ustaz ini boleh 34:04 dengan terus jadi komentar macam-macam 34:07 oh saya Iya itu padahal jika memang 34:10 dimaksudkan itu disusun dibuat video itu 34:15 video gabungan itu dibuat dengan tujuan 34:19 memprovokasi supaya kelompok A 34:21 tersinggung kelompok B merasa benar maka 34:25 jatuhnya dosa 34:26 namimah 34:27 ah namimah gitu loh tapi kalau umat 34:30 sudah di apa diedukasi bah sesungguhnya 34:34 persoalan itu enggak ada masalah 34:37 Yang satu mengatakan bidah, yang satu 34:38 mengatakan bidah. Enggak ada masalah. 34:41 Oh, kata bina ya sudah binaah aja. 34:42 Menurut bina bina aja. Kalau kata 34:44 menurut saya mah enggak kan begitu. Saya 34:47 punya dalilnya tuh. Yang paling 34:50 berbahaya itu jika akidah sudah berbeda. 34:53 Para ulama sudah sepakat kalau muamalah 34:56 selain akidah mah boleh beda. 34:59 Maka tidak harus tersinggung. Ah, Ustaz, 35:01 itu mah ngomongnya sembarangan, enggak 35:03 pakai dalil gitu. Misalnya padahal pakai 35:05 dalil. 35:07 tidak harus tersinggung. Enggak apa-apa 35:09 dia berpendapat. Menurut saya misalnya 35:12 gitu, orang yang melakukan begini ini 35:15 adalah bidah. Kalau sampai di situ 35:17 enggak ada masalah. Hanya persoalannya 35:20 dibully itu dilanjutkan dengan 35:22 pembulian. Itu masalah. Padahal kalau 35:25 narasinya normatif, oh bahwa yang 35:29 melakukan begini bidah, pengetahuan saya 35:32 yang tidak melakukan ini sunah gitu loh. 35:36 Padahal itu belum dikaji, itu belum 35:38 didalami. Enggak ada masalah kalau 35:40 narasinya seperti itu. Hanya narasinya 35:43 ini dibuat disusun supaya ada konflik. 35:47 Itu masalah. Kan banyak sekarang para ee 35:51 apa kreatif konten gitu ya. Kreatif 35:54 konten itu membuat hal semacamnya 35:56 diadu-adu. 35:58 Kalau untuk pembanding enggak ada 36:00 masalah. Wong itu para ulama juga sudah 36:02 berbeda pendapat di kitab-kitabnya. 36:06 Sentuhan kulit laki dan perempuan yang 36:08 bukan mahram batal. Kata muridnya tidak 36:12 batal. Enggak jadi masalah kalau sekedar 36:15 seperti itu narasinya. Tapi kalau 36:17 narasinya ditambahi, diprovokator, 36:20 diprovokasi, nah itu yang jadi masalah, 36:24 tidak dianalisa, gitu. Jadi sekali lagi 36:26 ya, kalau ee apa namanya? Kumpulan 36:30 video-video itu disusun sebagai 36:32 pembandingan, sebagai perbandingan 36:36 semakin agar umat semakin dewasa, agar 36:40 umat semakin paham, tidak ada masalah. 36:44 Tapi kalau itu dibuat untuk 36:46 memprovokasi, untuk mengadu domba antara 36:50 kelompok A dengan kelompok B, kelompok C 36:53 dengan kelompok Glik, 36:57 tidak rukun, tidak akur, itu masalah 37:01 gitu loh ya. Loh, memang ada orang bisa 37:03 akur dengan orang yang berbeda banyak. 37:05 Sekarang mah banyak orang yang sudah 37:08 ilmunya mendalam itu dia senyum aja, 37:12 dia menghormati 37:15 apa namanya? Menghormati setiap 37:17 perbedaan. 37:18 Perbedaan. 37:18 Hmm. Mudah-mudahan ibadahnya diterima 37:22 oleh Allah meskipun dalam hatinya 37:24 meskipun beda tata caranya dengan yang 37:27 saya lakukan. Tuh begitu. 37:30 Mudah-mudahan diterima oleh Allah. Kalau 37:33 kata Imam Syafi'i, "Ini pendapatku yang 37:35 benar, tapi bisa jadi pendapat kamu juga 37:38 benar." Kan gitu. Jadi ini pendapatku 37:42 yang benar tapi punya kemungkinan salah. 37:45 Itu pendapatmu aku anggap salah tapi 37:47 punya kemungkinan benar. Kan begitu 37:50 namanya ijtihad. 37:53 Namanya ijtihad bukan masalah-masalah 37:56 usul. 37:59 Makanya saya seringkiali ngisi pengajian 38:01 di mana-mana orang ribut kan tiap ee apa 38:05 jemaah tuh punya karakter masing-masing. 38:08 Yang satu masih ngamalkan qunut, yang 38:12 masih ngamalkan talafuzun niat. Enggak 38:15 ada masalah. Yang satu baca bismillahnya 38:17 sir, yang satu baca bismillahnya jahat, 38:20 enggak ada masalah gitu ya. Ah. Oh, 38:25 imamnya talaudun niat ya. ngikuti saya 38:28 imamnya enggak talepun niat langsung 38:30 Allahu Akbar ya gitu loh ikuti 38:34 tidak harus dipersoalkan nah bahkan 38:37 tingkat berikutnya kalau kita tidak 38:40 tabudu niat misalnya tidak melafazkan 38:42 niat sebaiknya kalau masuk masjid yang 38:45 biasanya orang-orangnya baca talafuzun 38:48 niat maka kita pura-pura dulu seperti 38:51 talabudun niat 38:53 tidak langsung Allahu Akbar Diam dulu 38:57 seperti seakan-akan kita baca usoli fad 39:00 subhi rakataini seperti itu. Oh kalau 39:04 gitu kita berbohong. Iya kan berbohong 39:06 demi kebaikan. Ah boleh berbohong supaya 39:10 terjadi pertengkaran boleh gitu loh. 39:14 Diam diam dulu meang masalah kan gitu 39:16 enggak kan. Nah, itu sampai tingkat 39:19 tingkat pemahaman yang lebih di atasnya 39:22 gitu loh. Ah, enggak pokoknya saya 39:24 ngikuti sunah ya udah enggak lakukan aja 39:28 gitu loh. Hanya saja kalau terjadi 39:30 perbedaan pendapat meruncing kan kita 39:34 juga yang rugi. 39:35 Iya. 39:37 Jadi beda pendapat runcing. Kalau beda 39:39 pendapatnya dengan ee dengan akal sehat 39:42 dihadapinya dengan akal sehat dengan 39:45 argumentasi dengan kedalaman ilmu enggak 39:48 ada masalah. Tapi orang awam kan 39:50 seringkiali beda atau tidak beda. Beda 39:54 atau 39:55 ee iya sama atau tidak sama. Beda atau 39:58 tidak beda. Nah, maka oleh sebab itu 40:00 sekali lagi misalnya saya tidak 40:03 talafuzun niat. Kemudian saya 40:06 seringkiali salat dengan talafuzun niat. 40:11 Maka ketika salat sunah pun saya diam 40:13 dulu sebentar. H baru Allahu Akbar. 40:18 Seakan-akan saya melafazkan niat. 40:20 Padahal enggak gitu loh. Tapi kemudian 40:24 bagi mereka yang sudah talafuzun niat 40:27 kemudian di situ jarang atau tidak 40:30 talafuzun niat. Jadi ketika masuk ketika 40:33 mau salat itu ya ketika beberapa langkah 40:36 itu sudah niat. Usli fard magribi atau 40:39 usoli sunatan qobla subhi rakat Allahu 40:43 akbar. Jadi talaudunahnya belum berdiri. 40:46 Meskipun dalam pendekatan Imam 40:47 Assyafi'i, niat itu pas mau mulai. Jadi 40:52 kalau keluar dari rumah mah belum niat. 40:55 Belum 40:55 belum gitu loh. Apalagi baru ah saya mau 40:58 salat subuh di masjid. Ah nah itu mah 41:01 hamma. 41:03 Tapi kalau dari keluar dari rumah menuju 41:06 masjid itu aroda. 41:09 Kalau niat ketika berdiri mau salat usi 41:13 Allah. Nah itu niat. Jadi niatnya itu 41:16 nempel ke amalan gitu loh ya. Itu 41:19 makanya e perbedaannya akan macam-macam 41:22 gitu. Nah, sementara dalam e pandangan 41:25 misalnya mazhab Hanabilah dalam masalah 41:29 ini, Syekh Utsaimin, makanya ee Syekh 41:32 Usaimin itu antara aroda dengan hamma 41:36 dengan niat itu nyaris tidak beda. Beda 41:40 dengan mazhab Syafi mazhab Syafi'i. Nah, 41:43 itu kan jadi beda lagi. Enggak ada 41:44 masalah namanya ijtihad. Masa ijtihad 41:47 enggak boleh. Orang orang alim, orang 41:50 berilmu enggak boleh ijtihad k gituah. 41:53 Nah, hanya kita orang awam pokoknya apa 41:56 yang kita pahami itu aja pegang. Yang 41:58 tidak kita ketahui udah diam aja, jangan 42:00 ikut ngomong, 42:02 jangan memperkeruh suasana gitu. 42:04 [tertawa] 42:05 Persoalannya orang awam ikut 42:08 bercerita, 42:10 ikut menjawab. Padahal bukan haknya gitu 42:14 loh, bukan haknya untuk menjawab gitu 42:17 loh. Bahkan orang berilmu mah banyak 42:19 diam, 42:20 yang banyak ngomong mah orang awam 42:22 bahkan. [tertawa] 42:23 Masyaallah ya. Jadi gitu ya. Jadi 42:27 ee sekali lagi kalau konten itu dibuat 42:31 untuk apa? Untuk ngadu domba, maka tidak 42:35 boleh. Haram. Tapi dibuat untuk apa? 42:38 Studi perbandingan. Jadi ada komentar 42:41 nanti jadi dikomentari dengan halus. Oh, 42:44 pendapat ee Ustaz Fulan mah begini 42:48 dengan alasannya begini. Ee adapun ustaz 42:51 fulan mengatakan begini alasannya Quran 42:54 ini, sunah ini nanti bagaimana 42:58 kesimpulannya di sisi Allah nanti di 43:00 hadapan Allah kali gitu. Karena namanya 43:03 ijtihad 43:05 dijtihad itu bisa aja dianggap salah 43:07 oleh kita. Benar gitu. Dianggap benar 43:10 oleh kita salah. Bisa begitu 43:12 terbalik 43:13 bisa. Dan memang itu bisa dibuktikan 43:16 perkembangan ijtihad hari ini. 43:18 Masyaallah. Saya bukan menelitisi tidak 43:21 ya hanya mendalami saya. Wih iya ya 43:24 selama ini dikatakan b ternyata tidak. 43:29 Ternyata tidak. Dalil-dalilnya jelas. 43:31 Hm. 43:32 Apa yang katakan tidak boleh ternyata 43:34 boleh. 43:36 tadi kan penelitiannya bahwa Nabi itu 43:39 tidak memberi contoh melulu contoh itu 43:42 untuk satu hukum. 43:44 Jadi ada tingkatan-tingkatannya. 43:47 Oh ini jadi begini, ini begini. Itu 43:50 masyaallah ya. Mesti para ulama juga 43:53 terbagi menjadi berbagai menjadi 43:55 beberapa pendapat gitu loh. Kan seperti 43:58 tadi apa? Bersalaman dengan non mahram. 44:02 Ada yang mengatakan haram 44:03 dalil-dalilnya. Saya lebih suka ditusuk 44:06 dengan apa? Besi panas daripada harus 44:09 bersentuhan dengan e perempuan yang 44:11 bukan mahram saya. Nabi tidak pernah 44:14 membaat kaum perempuan dengan jabat 44:16 tangan. Iya, dalil-dalilnya itu ada. 44:19 Tetapi Nabi pun memberi contoh 44:21 kelonggarannya. 44:23 Tuh, itu menarik. Coba kenapa Nabi 44:27 membonceng perempuan ipar itu mahram apa 44:31 bukan? 44:33 Bukan. 44:33 Bukan. Alhammu maut. Ipar itu kematian. 44:38 Ipar kematian. 44:39 Tuh, asma dalam satu riwayat pernah 44:41 dibonceng oleh Nabi 44:43 lah. Kan Nabi mah bisa menjaga nafsu. 44:45 Nah, berarti umat Nabi Muhammad yang 44:48 bisa menahan nafsu pun boleh 44:52 gitu ya. Kalau misalnya oh catatan oh 44:54 Nabi mah jelas apa nam membonceng 44:57 perempuan karena bisa mengendalikan 44:58 nafsunya. 44:59 H. Berarti jika ada umat Nabi Muhammad 45:02 yang bisa mengendalikan nafsunya, jadi 45:05 boleh. Yang tidak boleh itu bagi mereka 45:08 yang tidak bisa mengendalikan nafsunya. 45:11 Makanya fikihnya bagi orang Arab dengan 45:14 fikih orang Indonesia boleh jadi beda. 45:17 Tuh Yaman 45:20 kita hanya mengenal mahram. 45:23 perempuan ajnabi atau perempuan 45:26 laki-laki yang bukan mahram sulit 45:29 berinteraksi. 45:32 Tapi negara Eropa atau negara Indonesia 45:35 itu tidak ada masalah bagi yang tidak 45:38 ada masalah. Tapi ada juga yang 45:40 bermasalah kan gitu. [tertawa] 45:42 Ada yang ser gitu cuma ngelihat doang 45:45 ser tapi ada orang melihat ngobrol biasa 45:48 tidak ada masalah. 45:50 Tetapi sekali lagi, kenapa syariat 45:52 diambil yang mengharamkan? 45:55 Kenapa Ustaz? 45:56 Karena syariat Islam itu bersifat 45:59 preventif. 46:02 Preventif. 46:02 Preventif itu jaga-jaga. 46:05 Jadilah haram. Betul. Tapi dalam konteks 46:07 tertentu seperti tadi, oh dia mah bisa 46:10 mengendalikan hawa nafsunya, bisa 46:12 mengendali sahwatnya, berarti boleh. 46:16 Fikih ini bisa dipakai oleh 46:19 para pejabat 46:22 yang buka open house 46:24 kan open house masa salamannya gini 46:27 doang lah. Gimana sih Bapak nih ngundang 46:30 saya open house tapi diajak salaman kok 46:32 enggak mau kan gitu. [tertawa] Nah kan 46:34 bisa begitu orang awam kan memahaminya 46:36 beda. 46:37 Masa lu mohon maaf ya saya punya wudu. 46:39 Mohon maaf ya saya punya wudu. 46:42 Ee atuh Pak batalin aja dul wudunya. 46:44 [tertawa] 46:45 Nah, makanya tadi pikirin. Adapun kita 46:49 yang kategorinya tidak terdesak, tidak 46:51 akan jadi fitnah, enggak ada masalah. 46:54 Nah, kemudian tadi mengungkapkan 46:56 kebenaran tapi mengakibatkan 46:59 ee kericuhan ini juga berbagai 47:01 pandangan. 47:04 Kalau kebenarannya biasa-biasa saja, 47:06 tetapi mengakibatkan persoalan yang 47:08 besar, lebih baik tidak diungkapkan 47:11 meskipun benar. 47:13 Tuh, gitu ya. He. 47:16 Tapi kalau misalnya ngungkapkan 47:17 kebenaran 47:19 ya timbul masalah tapi masalahnya bisa 47:22 diselesaikan. Ungkapkan kebenaran. 47:25 Apalagi kebenaran itu ditunggu-tunggu. 47:28 ketika ditunggu-tunggu ungkapkan 47:30 kebenaran gitu loh. Jadi pada prinsipnya 47:33 kebenaran pun diharapkan tidak apa tidak 47:37 mengandung polemik gitu loh. Maka 47:40 edukasi terhadap umat sekarang perlu 47:43 dilakukan ke lapangan dada. Fikih yang 47:47 wasih, fikih yang luas. 47:51 Ya, fikih perbandingan jadiadi fikih 47:53 gabungan boleh dibilang. Tentu ini tidak 47:56 mudah bisa diterima. 47:58 banyak yang menolak gitu kan. Apalagi 48:01 bagi mereka yang membolehkan bermazhab 48:05 satu. Tapi saya jamin orang yang 48:08 bermazhab satu itu tidak bisa konsisten. 48:12 Tidak bisa konsisten. Pergi haji pindah 48:15 mazhab kan gitu ya. Jadi memang maka 48:18 oleh sebab fikih itu senantiasa 48:20 berkembang ya. Sekali lagi fikih itu 48:23 senantiasa berkembang. dasarnya adalah 48:26 ee apa namanya? Bahwa segala urusan itu 48:29 al umuru, 48:31 urusan-urusan itu bimaqasidiha 48:34 tergantung tujuannya. Nah, tergantung 48:37 tujuan itu menarik gitu ya. Maka oleh 48:40 sebab itu sekali lagi ee kan begini, 48:45 meminta maaf dan mengutarakan dosa kita 48:48 itu dianjurkan. 48:51 Tapi kalau kita minta maaf dengan 48:54 menjelaskan kesalahan kita akan 48:56 menimbulkan persoalan lebih baik enggak 48:58 usah diungkapkan. Misalnya begini, 49:02 seseorang pernah mencopet kepada si A 49:06 juta dalam dompetnya tuh ya. Misal Anda 49:09 cash tuh atau jangan R juta sejuta 49:12 copet. Dia terpaksa nyopet itu gitu ya. 49:16 I 49:17 juta mau saya kembalikan. Kata dia. 49:19 Singkat cerita dia kembalikan dompetnya 49:21 tuh lewat paket tapi duitnya enggak. 49:25 Nah, ketika dia sudah apa namanya? Sudah 49:28 punya apa namanya? Punya barangnya atau 49:31 duitnya untuk bisa ngembalikan. Kemudian 49:33 dia terus terang. 49:36 Jang minta maaf ya kemarin saya yang 49:39 nyopet itu saya. Oh, kamu jadi pada 49:41 sudah lupa, sudah berlanjut berlaku 1 49:45 tahun sudah lupa. Pada minta maaf aja 49:49 segala kesalahan gitu. Maka oleh sebab 49:51 itu ada wasilah, ada cara untuk 49:54 mengungkapkannya. 49:57 Akhi, ana lagi dapat rezeki nih. 50:00 Masyaallah, [tertawa] dapat rezeki nih 50:02 untuk antum nih R,5 juta. Padahal 50:04 nyopetnya sejuta. Yang Rp500.000 itu apa 50:07 namanya? Sodqah. Eh, ya untuk antumlah 50:10 1,5 juta. Eh, Ustaz kok misalnya eh kamu 50:12 kok punya apa namanya? Punya duit 50:15 banyak. Ya Allah, ngasih rezeki. Padahal 50:18 niatnya dia bayar bayar hasil cepetan 50:21 gitu loh. Nah, jadi hal-hal semacam itu. 50:24 Jadi kalau terus terang mengungkapkan 50:26 dulu yang saya nyopet yang saya copet ke 50:30 ke antum itu saya 50:32 kebenaran. 50:33 Ah, itu kebenaran. Benar itu 50:35 belak-belakan. Tapi mengakibatkan dia, 50:38 "Wh kamu padahal du saya butuh." Ah, kan 50:42 repot lagi. 50:43 Nah, makanya narasinya diganti. 50:46 Nah, ya antum masyaallah saya dengar 50:47 antum punya anak lagi ya nih saya hadiah 50:50 kasih R,5 juta. Padahal niatnya yang R 50:54 juta ngembalikan gitu loh. 50:56 Ya itu hal semacam itu ya. Demikian saya 50:58 kira yang dapat saya jelaskan. Wallahu 51:01 aam bisawab. 51:04 Wallahuam bisawab. Demikian semoga dapat 51:06 menjawab berikutnya dari pertanyaan dari 51:16 Ibu Asma dulu, Ustaz. Tadi sebenarnya 51:18 ada pertanyaan dari tentang pejabat 51:21 juga, Ustaz. 51:23 N sebelum ke pejabat dari Ibu Asma dulu, 51:25 Ustaz. 51:26 He. 51:27 Asalamualaikum warahmatullahi 51:28 wabarakatuh. 51:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 51:30 wabarakatuh. 51:33 Ustaz, saya pernah mengalami tentang 51:35 pernah mengalami macet panjang di 51:39 persawahan. Ini tentang buang air kecil, 51:42 Ustaz. 51:42 Oh, iya. Iya. 51:43 Sudah kebelet kemudian saya bawa sarung 51:46 turun ke sawah untuk buang hajat. 51:49 Apakah diperbolehkan yang demikian itu, 51:51 Ustaz? Jazakumullah khairan kairan. 51:53 Iya. Pertama, urusannya sudah kebelat. 51:56 Kalau kebelat hu ursya daruri. 52:00 Karena kalau ditahan bahaya bahkan bisa 52:02 kotor, bisa ke mana-mana 52:04 najis. 52:05 Heeh. Maka dia pilih tempat yang 52:07 mungkin. Sekali lagi tempat yang mungkin 52:10 gitu ya. Nah, bahwa mungkin di situ ee 52:14 bahwa kemungkinan dia mungkin di situ, 52:17 mungkin di situ dia melakukan, maka di 52:20 situ gitu. meskipun sekali lagi di 52:22 tempat terbuka karena dururi, tapi kalau 52:25 bisa dia ee nanc. 52:29 Ah, jadi jangan mengharap kiblat kalau 52:31 dia sudah tahu. 52:32 Kalaupun dia terpaksa harus menghadap 52:34 kiblat, tancapkan dulu sesuatu. 52:36 He 52:37 ee sutrah untuk membatasi dia dengan 52:40 kiblat. Ya, setelah itu silakan lakukan 52:43 gitu kan. Namanya darurat ya. Kalau 52:46 darurat mah hukum normal tidak berlaku 52:49 gitu loh. Karena darurat karena kebelat. 52:51 [tertawa] 52:52 kebelet itu. Jangankan jangankan ini apa 52:55 namanya prajurit yang sudah harus jaga 52:58 ini aja kalau ada amanat dari situ ya 53:02 langsung kabur gitu loh. Enggak bisa 53:04 ditahan-tahan lagi. Nah, itulah 53:05 kategorinya darurat. Kalau misalnya azan 53:09 gitu ya, azan sudah memanggil ah kadang 53:12 enggak apa-apa. Tapi kalau yang itu yang 53:14 memanggil enggak bisa gituah. Jadi 53:17 demikian ya. Jadi dia tidak mengapa 53:19 selama yang mungkin aja yang mungkin 53:22 dilakukan ya buat sutro kalau dia tahu 53:25 ee arah kiblat. Kalau tidak tahu ya 53:27 namanya darurat ya ee apa tidak 53:30 diniatkan menghina kiblat, tidak 53:33 diniatkan untuk tadi terbuka itu tidak 53:36 diniatkan. 53:39 Tadinya memang ingin tertutup tapi 53:41 karena kebelet di tengah sawah gitu ya, 53:45 maka dilakukanlah gitu ya. Demikian. 53:47 Wallahuam bisawab. 53:50 Wallahuam bawab. Ee tadi sarung itu 53:53 termasuk sutrah atau penutup, Ustaz? 53:56 Ee penutup. Kalau sarung itu penutup, 53:58 ya. Sutroh itu boleh dibilang seperti 54:01 dinding. Ah, tadi seperti apa? Ee 54:05 tongkat. Nah, itu bisa jadi sutroh. 54:07 Kalau tapi sarung juga bisa diniatkan 54:10 jadi sutrah. Tapi persoalannya apa 54:13 namanya? Bisa diniatkan jadi apa? Jadi 54:15 penghalang. bisa diniatkan jadi sutrah 54:18 gitu loh. J dan sutrah itu tidak 54:21 disyaratkan harus satu arah. Jadi semua 54:23 arah pun bisa gitu loh ya. Kemudian 54:26 niatkan bahwa ini sutrah gitu ya. 54:28 Wallahuam bisawab. 54:32 Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Asma 54:34 semoga dapat menjawab. Berikutnya 54:36 pertanyaan dari Bapak Abdul Khaliq. 54:39 Asalamualaikum warahmatullahi 54:41 wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam 54:42 warahmatull. 54:46 Ya Allah, 54:47 semoga Ustaz selalu sehat. 54:49 Amin. Amin. 54:50 Dan kurasil dalam keadaan sehat 54:52 walafiat. 54:52 Amin. Allahum amin. Amin. 54:54 Ustaz, mohon izin bertanya, Ustaz. M 54:57 pertanyaan pertama 55:00 ee 55:01 apabila 55:03 demi mengejar jabatan, maka seseorang 55:07 sering 55:09 sering fitnah lawannya. 55:12 Oh iya. 55:12 Ee orang rivalnya, Ustaz. 55:14 Heeh. 55:15 Apakah ini bisa dikategorikan namimah? 55:18 Kemudian pertanyaan yang kedua di luar 55:20 tema, Ustaz. Ibadah apa yang terbaik 55:23 dilakukan di malam Nisfu Syakban? 55:26 Hm. Iya. 55:27 Jazakumullah khairan kat 55:28 ya. Baik. Amin. Pertama, 55:34 seringki yang bersaing jabatan 55:36 Iya, 55:37 gitu ya, 55:38 itu saling menjatuhkan. Hm. Tetapi tidak 55:41 berlaku jika kita sebagai atasan 55:45 melakukan evaluasi. 55:48 Evaluasi. Oh, kerjaanmu bagus. Ini 55:50 bukti-buktinya. Oh, kamu di sini kurang 55:52 bagus ini bukti-buktinya. Itu bukan nama 55:55 tapi melaporkan fakta gitu loh. Ah, jadi 55:59 oke ini satu level dia supervisor, saya 56:01 supervisor untuk bisa naik jadi manajer 56:04 gitu. Nah, maka saya kira kan ada 56:06 bagian-bagiannya. 56:09 Memang ada kalanya dalam kasus semacam 56:12 itu memang ingin sekali menjatuhkan 56:15 lawan. Tapi kalau mengungkapkannya fakta 56:18 mau dimaknai menjatuhkan lawan atau apa 56:22 tidak menjatuhkan lawan, tetap fakta 56:24 yang dilaporkan. Nah, maka ee hendaknya 56:27 kita berpegang kepada data, hendaknya 56:30 kita berpegang kepada fakta, 56:33 kebenaran, 56:33 kebenaran gitu loh kalau memang sudah 56:36 tidak ada lagi pilihan lain. 56:38 Nah, kalau kemudian kita ngumpulkan, 56:40 nyari-nyari kesalahan, dilaporkan bahkan 56:42 direkayasa, ah itu dosa gitu ya. E maka 56:46 kita per aja ya. bersaing kan saya dulu 56:50 waktu kerja ah biasa aja ee tiba-tiba 56:53 saya nah diangkat jadi pormen diangkat 56:56 gini loh padahal saya tidak ingin dan 56:59 anehnya teman-teman saya itu enggak pada 57:02 berambis pada enggak mau 57:05 kenapa karena mereka bekerjanya dua satu 57:08 sebagai pegawai negeri satu sebagai 57:10 pegawai swasta jadi dia statusnya dua 57:13 tuh 57:14 ee jadi ketika dia kerja di PT itu ee ee 57:18 dia bolos di apa namanya di ee pegawai 57:22 negerinya. Ah kalau giliran dia apa 57:25 namanya dia harus masuk kadang dia cuti, 57:27 kadang dia apa gitu diaturlah gitu. Saya 57:30 bilang, "Oh, ada juga yang begitu ya." 57:31 [tertawa] 57:32 Nah, gitu ya. Jadi sekali lagi kalau 57:35 data, kalau fakta yang dikemukakan maka 57:38 bukan namimah. Tapi orang cerdas itu 57:42 akan memilih 57:44 memilih sesuai dengan fakta yang 57:47 selamat. 57:49 Kan ada fakta tapi berdampak negatif. 57:52 Nah, dia kurangi karena dia tidak ambisi 57:55 kan. Ya udah, enggak apa-apa kamu aja 57:56 yang jadi superviser nanti kan gitu 57:59 gak ada masalah. Adik saya di mau 58:02 diangkat jadi superviser enggak mau. Ah, 58:05 kenapa? Saya kan baru di sini. Banyak 58:09 teman-teman saya yang sudah lama. Biar 58:10 yang teman-teman saya ya, teman saya aja 58:13 yang sudah lama yang diangkat gitu. 58:15 L perusahaan milih kamu tuh karena kamu 58:17 kepakai itu masalahnya 58:20 ya. Tapi saya enggak enak. Aduh ada juga 58:22 yang begitu. Nah jadi memang orang yang 58:25 menghindari persoalan di satu sisi gitu 58:29 loh. Bahkan malah dia didukung gitu loh 58:31 ya. Jadi sekali lagi kalau menyampaikan 58:34 kebenaran, menyampaikan fakta, 58:36 menyampaikan data, maka tidak tidak 58:39 masuk kategori namimah. Ah, demikian. 58:42 Wallahuam bisawab. 58:45 Wallahuam bisawab. Pertanyaan kedua 58:48 tentang ini, Ustaz. Tentang ibadah yang 58:49 terbaik di Nisfu Syakban. 58:51 Oh, ibadah yang terbaik di Nisfu 58:53 Syakban. Sesungguhnya ee apa namanya? 58:56 Ibadah terbaik di Nisfu Syakban. Kalau 58:59 saya merujuk kepada sikap Rasulullah ya 59:03 ee ketika laporan amal dilaporkan kepada 59:08 Allah laporan mingguan Nabi berpuasa. 59:13 Makanya Nabi kan berpuasa Senin Kamis. 59:16 Nah Kamisnya itu karena laporan mingguan 59:18 dilaporkan dan aku berharap sedang dalam 59:21 keadaan puasa. Nah, begitu juga dengan 59:25 pemahaman itu laporan tahunan. 59:29 Sebagian ada yang mengatakan hadisnya 59:31 diif ya. Nisfu Syak'ban itu yang 59:34 menyatakan laporan tahunan itu diflepas 59:38 dari difnya. Maka amalan-amalan di Nisfu 59:42 Syakban itu paling penting puasa. 59:45 Meskipun kadang di malam Nisfu Syakban 59:48 itu kan ada salat Nisfu Syakban, tapi 59:50 mohon maaf saya belum pernah menelitinya 59:52 ya. tentang tapi pada dasarnya ee pada 59:56 prinsipnya boleh 59:58 saya memahaminya boleh enggak usah 1:00:00 disebutkan itu bidah itu di gitu loh. 1:00:04 Nah, bagi mereka yang tekstual mesti ng 1:00:06 lagi dalilnya. 1:00:08 H 1:00:08 mana dalilnya? salat sunah nisfu 1:00:10 Syak'ban lah. Begini, akhi 1:00:16 masuk masjid setelah azan subuh, 1:00:21 waktunya hanya cukup dua rakaat. 1:00:25 Kita salatnya salat tahiyatul masjid 1:00:28 atau salat qabliah subuh? 1:00:31 Mana yang kita pilih? Padahal waktunya 1:00:33 cuma dua rakaat. 1:00:34 Dua rakaat. 1:00:35 Mana yang kita pilih? 1:00:36 Qlh subuh. 1:00:37 Qlh subuh. Kenapa qblih subuh 1:00:40 khairum minad dunya? 1:00:41 Karena pahalanya lebih baik daripada 1:00:43 dunia dan seisinya. 1:00:45 Iya 1:00:46 memang kalau tahiyatul masjid beda? 1:00:50 Oke kita analisa 1:00:52 bacaannya beda enggak tahiyatul masjid 1:00:54 dengan qabliah subuh? 1:00:55 Sama. 1:00:56 Rakaatnya sama apa tidak 1:00:58 sama? 1:00:59 Sama. Kenapa menjadi persoalan? Tuh kan 1:01:02 begitu kan pada asalnya. Asalnya begini. 1:01:06 Usi sunatan rakini lillahi taala. 1:01:09 Asalnya begitu. Mau dimasukkan ke 1:01:12 tahiyatul masjid, mau dimasukkan ke 1:01:14 qabliah subuh, enggak ada masalah. 1:01:17 Karena yang memberi nama-nama salat itu 1:01:20 sepengetahuan saya para ulama. 1:01:23 Nabi cuma mengata, "Kamu sudah salat dua 1:01:25 rakaat belum, ya Rasulullah?" "Salat dua 1:01:27 rakaat." Tidak meny salat tahiyatul 1:01:29 masjid dua rakaat. Hanya ulama memberi 1:01:32 nama tahiyatul masjid. 1:01:35 Tuh. 1:01:36 Coba dalil syukur wudu dengan dalil ee 1:01:40 apa namanya? Kalau kita punya keperluan 1:01:42 itu 1:01:42 hajat. 1:01:42 Salat hajat dalilnya sama. 1:01:45 Siapa yang berwudu kemudian 1:01:48 menyempurnakan wudunya kemudian dia 1:01:51 salat dua rakaat kemudian dia berdoa 1:01:55 pasti dikabulkan oleh Allah. Tuh 1:01:57 dalilnya sama itu 1:01:59 dua pengertian itu. Nah, kemudian ada 1:02:01 yang dipakai, oh ini dalil hajat, ini 1:02:03 dalil syukur wudu. Ya sudah, makanya 1:02:06 usali sunatan rakaatin lillahi taala 1:02:08 Allahu Akbar. Sudah salam usoli sunatan 1:02:11 rakaat Allahu Akbar. Apa itu salat 1:02:14 banyak amat? Ya salat sunah aja ya gitu. 1:02:17 Nah, iya kan harus ada namanya. Kata 1:02:19 siapa harus ada namanya? Nah, supaya 1:02:21 tidak keder diberi nama 1:02:25 atau selamanya salat sunah mutlak. 1:02:28 Salat sunah mutlak itu kan rakatnya 1:02:30 bebas dilakukan kapan saja kecuali 1:02:33 waktu-waktu yang dilarang. 1:02:36 Ini aja ribut syukur wudu dulu tahiyatul 1:02:39 masjid 1:02:40 saya pilih aja salah satu apa qablah 1:02:43 subuh. Qah subuh nanti tahiyatul 1:02:45 masjidnya setelah apa namanya? atau 1:02:48 tahiyatul masjid dulu. Nanti qobliah 1:02:50 subuhnya setelah salat subuh. 1:02:53 Tuh kan gitu loh. Memang ada salat sunah 1:02:57 bakda subuh? Iya niatnya qbliah subuh. 1:03:00 Qobliah subuh yang diqada. 1:03:04 Gitu kan. Asalnya haram tuh setelah 1:03:07 salat subuh salat sunah kecuali 1:03:09 mengqada. 1:03:11 Nabi melarang salat bakda asar, tapi 1:03:14 Nabi lupa tidak mengerjakan salat 1:03:17 ba'diah zuhur, maka dilakukanlah bakda 1:03:21 asar. Tuh, begitu juga qbliah subuh. 1:03:26 Karena waktunya cuma dua rakaat, ya 1:03:28 tahul masjid aja. Nah, nanti kemudian 1:03:31 yang dua rakaat lagi bada subuh 1:03:33 dilakukannya. 1:03:34 Tuh, gitu loh ya. Kenapa hikmahnya 1:03:39 ada larangan-larangan salat ya? Saat 1:03:42 terbit, 1:03:44 saat tergelincir, saat syuruk. Jangan 1:03:48 sampai menyerupai sinto, 1:03:51 jangan sampai menyerai ibadahnya 1:03:54 orang-orang penyembah matahari. 1:03:57 Tapi kalau menyurai juga kalau niatnya 1:03:59 beda kan niat yang menentukan. 1:04:01 Makanya Ibnu Hazam, Ibnu Hazam itu 1:04:05 ketika ada diumumkan ada orang meninggal 1:04:07 dunia 1:04:09 diumumkan di masjid datang lihat ke 1:04:11 masjid datangnya bada asar kan duduk aja 1:04:15 dia langsung duduk karena bada asar 1:04:17 datang ulama kenapa kamu tidak salat dua 1:04:20 rakaat ya kan ada dilarang salat dua 1:04:23 rakaat akhirnya salat dua rakaat 1:04:25 [tertawa] 1:04:27 enggak lama kemudian ada kejadian serupa 1:04:30 balik asar juga salat dua rakaat ditegur 1:04:32 sama ulama lain. Ngapain itu? Ada 1:04:35 sunahnya enggak salat sunah bad asar 1:04:37 gitu. Aduh beginilah jadi orang qodok. 1:04:40 Kata Ibnu Hazam. Makanya dia mendalami 1:04:42 kitab-kitab, mendalami ilmu-ilmu. 1:04:45 Akhirnya dia punya pemahaman sendiri. 1:04:47 Tapi kemudian para ulama memberi 1:04:50 komentar gitu loh. Karena dia tidak 1:04:52 punya guru, maka dia adaful quul 1:04:56 ya. selemah-lemah pendapat kalau 1:04:58 berpendapat gitu loh. Ya, demikian saya 1:05:01 kira yang dapat saya jelaskan. Wallahuam 1:05:05 bisawab. 1:05:07 Wallahuam bisawab. Demikian Bapak 1:05:10 Abdullah Khaliq semoga dapat menjawab 1:05:13 dua pertanyaan tersebut yang sudah 1:05:14 dijawab oleh Ustaz Ahmad Shoh dan 1:05:17 dijelaskan oleh beliau. 1:05:19 Berikutnya pertanyaan 1:05:24 selanjutnya dari Bapak Budi. Ustaz, 1:05:27 asalamualaikum warahmatullahi 1:05:28 wabarakatuh. 1:05:30 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:31 wabarakatuh. 1:05:36 Ustaz, jika 1:05:38 jika niatnya hanya sekedar jujur, 1:05:42 niatnya ingin jujur, tapi 1:05:45 malah membuat orang malah membuat orang 1:05:48 tersebut menjadi bertengkar, apakah 1:05:51 tetap mendapatkan dosa? 1:05:53 Iya. Tadi sebagaimana telah dijelaskan 1:05:55 ya, sebaiknya sebaiknya kita berpikir 1:05:59 dampak, 1:06:00 berpikir akibat 1:06:02 gitu ya. 1:06:03 Kalau diduga keras akibatnya akan 1:06:06 berdampak negatif dan itu berat besar, 1:06:10 maka sebaiknya dikip terlebih dahulu, 1:06:16 ditahan terlebih dahulu gitu ya. Tapi 1:06:19 kalau kita menduga, kalau kita lontarkan 1:06:21 tidak akan ada masalah, maka sampaikan 1:06:23 kebenaran gitu ya. Nah, di awal-awal 1:06:27 kebenaran akidah itu tidak ada pilihan 1:06:29 lain kalau kebenaran akidah gitu ya. Oh, 1:06:32 ini hak, ini batil, lailahaillallah, 1:06:34 muhammadur rasulullah. Apapun yang 1:06:36 terjadi diambil gitu loh. Karena itu 1:06:39 akidah. Tapi selain akidah boleh 1:06:41 ditimbang-timbang 1:06:43 gitu loh ya. persoalannya misalnya cuma 1:06:47 persoalan ini masjid ini di chat biru 1:06:50 atau dicat merah. 1:06:52 Ah, kemudian kita 1:06:55 punya pendapat karena kita dengar dulu 1:06:59 siapa ee apa e apa sesepuh kita gitu 1:07:04 loh. Sebaiknya segala sesuatu itu dicat 1:07:07 warna hijau gitu misalnya. karena hijau 1:07:11 itu melambangkan ini ini ini. Nah, kalau 1:07:15 kemudian sedang asyik diskusi kalau saya 1:07:17 lontarkan itu gitu loh akan berdampak 1:07:22 gitu ya. Karena misalnya yang diskusi 1:07:24 itu punya tujuan-tujuan 1:07:26 mengambil simbol-simbol juga. Kalau biru 1:07:29 simbol ini, kalau merah simbol ini kan 1:07:33 begitu. Nah, ini hijau [tertawa] 1:07:37 kalau saya ah ya sudah sebaiknya supaya 1:07:39 tidak apa memperkeruh suasana tidak 1:07:43 disampaikan dulu. Nanti kalau sudah reda 1:07:46 baru sampaikan dulu. Saya pendengah 1:07:48 mendengar 1:07:50 sesepuh kita mengatakan sendaknya di 1:07:52 chat warna hijau gitu. 1:07:55 Kemudian kan orang otot yang 1:07:57 menginginkan warna merah. Mana ada saksi 1:07:59 enggak ngomongnya di mana dan kapan kan 1:08:02 jadi ramai itu. 1:08:03 Ah sudahlah toh itu bukan persoalan 1:08:05 prinsip gitu loh. Mau dicat putih ee 1:08:09 dicat kuning dicat warna apalagi gitu 1:08:13 kan enggak ada masalah. Nah itu 1:08:14 contoh-contoh. Maka kita harus apa nam 1:08:18 lapang dada ya. Demikian yang dapat saya 1:08:20 jawab. Wallahu aam bisawab. 1:08:24 Wallahuam bisawab. Demikian semoga dapat 1:08:27 menjawab. Berikutnya mungkin terakhir 1:08:29 Ustaz dari 1:08:31 Bapak Budi. Ustaz 1:08:33 nam 1:08:34 Ustaz bagaimana hukumnya membuat film 1:08:37 atau konten yang berisi tentang 1:08:40 perselisihan atau ada unsur adu dombanya 1:08:43 termasuk di dalamnya bikin film atau TV 1:08:46 yang ada di sinetron Ustaz seperti 1:08:50 diisinya itu 1:08:52 ee ada adu nonb kemudian keluarga 1:08:55 tersebut jadi bermusuhan. Iya. Tafadul 1:08:58 Ustaz. 1:08:59 Baik. Kalau sinetron 1:09:02 atau film yang berisi perselisihan 1:09:06 atau bahkan mengakibatkan perselisihan 1:09:10 tidak ada masalah. 1:09:13 Tapi beda lagi dengan grup video-video. 1:09:18 Video ini diambil diadukan dengan video 1:09:20 ini. Nah, itu lain lagi. Kalau sinetron 1:09:23 atau TV enggak ada masalah. Kenapa 1:09:26 enggak ada masalah? Karena ada hadisu 1:09:27 Jibril. 1:09:29 Hadis Jibril. 1:09:30 Ah, Jibril kan mengatakan kepada 1:09:32 Rasulullah, akhbirni anil iman. Kabarkan 1:09:38 kepadaku tentang iman. Atau maknanya ma 1:09:41 huwal iman. Apa itu iman? Pertanyaannya, 1:09:45 Jibril tahu enggak iman? 1:09:47 Tahu. 1:09:47 Ngapain tanya sama Rasul? Ah, berarti 1:09:49 pura-pura. 1:09:52 Pura-pura itu yang disebut dengan 1:09:54 sinetron atau lias drama. gitu loh. 1:09:58 Makanya oh boleh. Selama dalam drama 1:10:01 itu, dalam sinetron itu, dalam film itu 1:10:04 ada nilai-nilai kebaikan meskipun 1:10:07 ditonjolkan juga nilai-nilai keburukan 1:10:10 gitu. Ini film ya sinetron. Tapi kalau 1:10:14 video-video grup menjadi kumpulan video 1:10:17 yang diadukan, diadu dombakan itu 1:10:20 masalah. Tapi sekali lagi tadi jika itu 1:10:23 adalah untuk pendidikan kepada umat 1:10:27 dinarasikannya ee normatif tidak ada 1:10:30 masalah. 1:10:31 Tapi kalau narasinya adalah membully, 1:10:34 kalau narasinya provokator ah itu jadi 1:10:37 masalah bisa dibedakan ya. Nah itu 1:10:40 seperti itu ya. Jadi saya terus terang 1:10:43 ketika saya nulis novel saya baca 1:10:46 perdebatan di internet. 1:10:49 Oh, tulis cerpen itu dusta, kebohongan 1:10:53 gitu loh. Nulis cerpen, nulis Cergam, 1:10:57 nulis sinetron. Ya, kemudian saya teliti 1:11:01 lagi, kemudian saya baca syarah tentang 1:11:04 hadis Jibril. 1:11:06 Ternyata itu Oh, Jibril juga berdama 1:11:09 nih, sudah tahu pura-pura nanya sama 1:11:11 Nabi kan gitu. Nah, kemudian kan Umar 1:11:14 nanya 1:11:16 e Nabi menjawab, "Hua Jibrilu atakum 1:11:21 yuallimkum dinakum." Itu Jibril datang 1:11:25 kepada kamu untuk mengajarkan agamamu. 1:11:29 Oh, dengan cara bersinetron, [tertawa] 1:11:31 dengan cara berdama. Nah, itulah para 1:11:35 ulama. Maka kemudian saya tenang tuh, 1:11:37 tapi sayang ee apa namanya? keinginan 1:11:40 membuat ee lanjutannya saya sudah tidak 1:11:42 tertarik [tertawa] 1:11:44 gitu ya. Jadi tapi menariklah dengan ada 1:11:47 hadis itu. Alhamdulillah ya kita punya 1:11:50 pencerahan. Demikian saya kira yang 1:11:52 dapat saya jelaskan. Ee wasallallahu ala 1:11:56 nabiina Muhammadin. Wallahuam bisawab. 1:12:01 Wallahuam bisawab. Demikian semoga dapat 1:12:03 menjawab. Baik ikhwan akhwat. Saat sudah 1:12:07 di akhir waktu, marilah kita saatnya 1:12:10 mendengarkan kesimpulan yang akan 1:12:12 disampaikan Ustaz Ahmad Saleh tafadul. 1:12:14 Ustaz 1:12:14 iya kesimpulannya bahwa provokator itu 1:12:18 sangat dibenci, dosanya besar dalam 1:12:21 Islam, maka hendaknya hindari. Ya, kalau 1:12:26 kita sudah memahami konsep ikhlas, 1:12:29 konsep takdir, maka kita mampu me apa? 1:12:33 mendudukkannya. 1:12:35 Jadi tidak semua menjadi provokasi, 1:12:38 semuanya bisa dipoles ya. Dipoles dengan 1:12:41 kebaikan apa? Baik sangka, dengan 1:12:45 memahami takdir, ikhlas, tetap berusaha 1:12:48 gitu ya. Dan mengingatkan orang-orang 1:12:51 yang pelaku-pelaku kerusakan. Ya. Tetapi 1:12:55 sekali lagi kalau dia tidak sengaja, 1:12:58 tidak sengaja itu begini ya tidak tidak 1:13:01 terpikir sehingga terjadi e sesuatu maka 1:13:05 tidak harus diekpos tapi analisa aja 1:13:08 tentang kebijakan-kebijakan salahnya 1:13:10 kebijakan seperti apa gitu loh ya. Jadi 1:13:12 seperti itu kurang lebih. Wallahuamwab 1:13:16 wasallallahu ala nabiina Muhammadin 1:13:19 walhamdulillahiabbil 1:13:20 alamin. Wasalamualaikum 1:13:23 warahmatullahi wabarakatuh. 1:13:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:13:27 wabarakatuh. Jazakumullah khairan 1:13:28 kairan, Ustaz. 1:13:29 Oh iya, Pak. 1:13:30 Semoga Ustaz selalu sehat dan insyaallah 1:13:33 Jumat depan kembali bisa 1:13:35 Amin. Allah 1:13:36 mendapatkan ilmu dari Ustaz. 1:13:37 Amin. Allah. 1:13:38 Em. Demikian ikhwan akhwat ee siaran 1:13:41 langsung 1:13:43 tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Saleh 1:13:45 tentang keharaman namima. Semoga 1:13:48 bermanfaat. Saya Fauzi Ridanul haq mohon 1:13:50 undur diri. Mohon maaf atas segala kata. 1:13:53 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:13:55 alla ilaha illa anta astagfiruka wubu 1:13:57 ilaik warahmatullahi wabarakatuh.