Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastain waa umurid dunya waddin wasalatu
- wasalamu ala asrofil iyaai wal mursalin
- wa ala alihi wasohbihi ajmain. Ashadu
- alla ilahaillallah wa ashadu anna
- muhammadan abduhu wa rasuluh. Allahumma
- sholli wasallim wabarik ala nabiy
- muhammadin waa alihi wasohbihi ajmain.
- Qallahu taala fil quranil karim.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Innallaha wa malaikatahu yusuna alan
- nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shollu
- alaihi wasallimu taslima. Sadaqallahul
- adzim. Alhamdulillahiabbil alamin. Masih
- dipancarkan dari jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Cibubur Bekasi.
- Radio Silaturahim dan hasil TV untuk
- Islam yang satu. Ikhwan akhwat yang
- dimuliakan Allah subhanahu wa taala.
- Bagaimana kabar Anda di Jumat sore ini?
- Kami doakan semoga selalu dalam keadaan
- sehat walafiat. Senang sekali saya Fauzi
- Ridwanul Haq ditemani oleh Atep dan juga
- Yusuf Subangkit dapat kembali menemani
- ikhwan akhwat dalam program tausiah sore
- edisi Jumat 11 Syakban 1447
- Hijriah dan juga bertepatan dengan
- tanggal 30 Januari
- 2026 bersama guru kita almukaram Ustaz
- Ahmad Shoh. Alhamdulillah beliau sudah
- hadir bersama kita. Kita sapa guru kita
- terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Masyaallah sehat, Ustaz?
- Alhamdulillah lebih baik sekarang.
- Alhamdulillah daripada hari kemarin.
- Alhamdulillah.
- Sudah 3 minggu ya. 3 bulan.
- Iya. 3 minggu kita absen.
- Masyaallah. Iya. Alhamdulillah bisa
- hadir kembali.
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Semoga kami doakan juga
- semoga ikhwan akhwat di mana pun berada
- selalu dalam keadaan sehat walafiat.
- Baik, ikhwan akhwat.
- Insyaallah pada sore ini Ustaz Ahmad
- Saleh akan mengkaji, membahas,
- mengajarkan kepada kita tentang
- bab yang baru, keharaman namimah, kajian
- kitab syarah Riyadus Shihin.
- Namun sebelumnya bagi ikhwan akhwat yang
- ingin berpartisipasi dalam kaji ini
- dapat mengirimkan ke nomor WhatsApp
- Rasil 0811999720.
- Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi
- langsung dengan ustaz dapat menghubungi
- di 0218451512.
- Semoga
- judul ini keharaman dapat meng
- membimbing dan membekal untuk ikhwan
- akhwat di kehidupan
- di kehidupan
- persiapan menjelang Ramadan dan
- ee kehidupan setelahnya. Karena bekal
- setelah Ramadan
- kita harus menjadi ibadah, harus menjadi
- pribadi yang lebih bertakwa kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Baik, Ikhwan Ahmad,
- kita dengarkan ilmu yang akan
- disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh
- tentang keharaman namimah. Tafadol
- ustaz.
- Alhamdulillahi
- hamdan katsiron thayyiban mubarokan fih
- kama yuhib rbuna waard. Ashadu alla
- ilahaillallah wahdahu la syarikalah
- lahul mulku walahul hamdu wahua ala
- kulliin qodir. Wa ashadu anna muhammadan
- abduhu waasuluhu wa innahu nabi ba'd.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- nabiyina Muhammadin wa ala alihi
- wasahbihi wasallam.
- Ikhwan dan akhwat
- e pendengar radio silaturahim serta
- pemirsa Rasil Visual di mana pun berada.
- Alhamdulillah pada kesempatan ini kita
- dipertemukan kembali lewat Dumai, lewat
- dunia maya ee dengan mengikuti siaran
- Radio Silaturahim dan Rasil TV.
- Mudah-mudahan dengan pertemuan ini Allah
- berikan pemahaman ilmu yang bermanfaat.
- Amin.
- Kita akan membahas sekarang alhadir
- sanatambahas
- tentang keharaman namimah.
- Namimah itu kalau bahasa kita provokator
- gitu. Provokator.
- Yang ke sana kembali ngadu domba. Ah itu
- namimah.
- Baik kita mulai saja merujuk kepada
- surah al-Qalam ayat 11. Setelah kita
- dilarang dalam surah Al-Qalam ayat 10
- mengikuti orang yang banyak berdusta,
- banyak ee apa namanya? Melakukan
- kesalahan.
- Orang yang suka bersumpah lagi
- berkepriabadian hina wahin
- terus hammazim
- masyaim
- binamim suka mencela yang kian kemari
- menyebarkan fitnah binamim namimah ya e
- provokator. Heeh. Nah, berdasarkan surah
- Al-Qalam, maka kemudian Imam an-Nawawi
- menghimpun dalil-dalil dari Asunah,
- dalil dari al-hadis ya. Salah satunya
- adalah hadis dari Hudzaifah bin Yaman
- radhiallahu anhu yang mengata, ia
- berkata, Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam bersabda, qala Rasulullahi
- sallallahu alaihi wasallam, la yadulul
- jannata nammam
- muttafaqun alaih.
- Orang yang suka mengadu domba tidak akan
- masuk surga. Hadis riwayat Bukhari wa
- Muslim.
- Nah, Namam itu orang yang suka mengadu
- domba ya, orang yang memancing
- kemarahan,
- mengangkat suatu kejadian untuk
- menyebaraskannya dan merusak serta
- menghiasi perkataan dengan kebohongan.
- Nah, ini adalah berarti apa? ee ya
- provokator
- yang nambah-nambah sehingga menjadi
- ricuh, menjadi riuh, menjadi tidak
- damai, menjadi tidak aman gitu ya. Nah,
- mutiara yang dapat kita ambil dari hadis
- ini dari hadis la yaradulu jannata
- nammam. Jadi orang yang suka mengadu
- domba dengan menghalalkannya padahal ia
- tahu keharamannya, ia tidak masuk surga
- sama sekali.
- Apabila seseorang melakukan adu domba
- sebagai perbuatan maksiat, maka ia tidak
- masuk surga bersama orang-orang yang
- selamat dari neraka.
- Nah, ini bahayanya namimah. Jadi,
- namimah ini kategorinya
- ee dosa besar gitu ya. Jadi, nanti ada
- hadis yang menjelaskan ada penghuni
- kubur yang disiksa. Tiayib. Kita
- lanjutkan kepada hadis kedua.
- Wa ibni Abbasin radhiallahu anhuma anna
- Rasulullahi shallallahu alaihi wasallam
- marro biqob faqala innahuma yadziban
- w yuadzibani fiqir bala innahu kabir
- amma ahaduhuma fakana yamsi binimah wa
- ammal akana yastari
- dari Ibnu Abbas. Semoga Allah rida ee
- kepada keduanya
- bahwa Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam maksudnya rida kepada Abdullah
- dan rida juga kepada Abbas.
- Anna Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. bahwasanya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam marro
- biqobraini
- berjalan melalui dua kuburan. Faqala.
- Maka kemudian beliau bersabda,
- "Innama sesungguhnya hanya saja mereka
- berdua." Siapa ahli kubur tadi? Karena
- lewat dua kuburan. Yuadzibani sedang
- disiksa.
- Wama yuadibani fi kabir. Tidaklah ia
- disiksa karena urusan yang besar. Karena
- dosa besar bala. Oh tidak. Innahu kabir.
- Sesungguhnya dosa besar. Amma ahaduhuma.
- Adapun salah satu di antara keduanya
- fakamsi binimah adalah orang yang
- berjalan dengan adu domba. Ya. Jalan ke
- sana kemari ngadu domba.
- Adapun yang lainnya fakana lauhi
- ya. Ah yang lainnya itu adalah saat
- buang air kecil itu tidak menutup. satu
- riwayat begitu. Satu lagi memahami ee
- tidak mencuci bekas kencingnya. I
- jadi ada dua ee pemahaman, dua riwayat.
- Yang satu tidak menutup saat ee kencing.
- Jadi saat kencing itu harus di tempat
- tertutup.
- Maka kalau tempat terbuka itu kalau
- darurat. Kalau lihat toilet sana kemari
- ada gitu ya, maka cari yang tersembunyi
- gitu ya. Di bawah pohon. Kalau pohonnya
- itu jarang dipakai berteduh gak apa-apa.
- Tapi kalau misalnya dipakai bermain di
- ah tidak boleh.
- I
- gitu lah. Jadi yang dimaksud tidak boleh
- kencing di bawah pohon itu di antaranya
- tadi gitu ya. Tapi kalau di hutan ya
- enggak ada masalah gitu loh. Karena
- nyari ke mana dia ke kencingnya atau
- disemak-semak gitu ya karena hutan. Nah,
- jadi sekali lagi kita tidak boleh
- kencing di bawah pohon,
- tidak boleh kencing di air tergenang.
- Kenapa? Oh, hikmahnya bau ya. Air
- bertergenang tidak ngalir bau ke
- mana-mana.
- orang berteduh di bawah pohon bau. Nah,
- makanya tidak boleh. Itu dari sisi dari
- tinjauan sosiologisnya begitu. Belum
- dari tinjauan-tinjauan lain gitu loh.
- Baru dari tinjauan sosiologisnya. Aduh,
- orang kan ee rata-rata orang itu
- berteduh itu kalau tidak di bawah pohon,
- di gedung tinggi kan begitu, di bawah
- jembatan gitu. Maka hal-hal yang
- biasanya diduga keras dipakai dan
- dimanfaatkan, maka tidak boleh kita
- melakukan apa kencing ataupun ee apalagi
- buang air besar gitu ya. Nah, maka oleh
- sebab itu
- ini dua dua duanya di apa? Dua
- kondisinya disiksa. Yang pertama ee tadi
- apa? Ee
- Yamsi bin Namimah. Adu domba provokator
- itu dosa besar. Yang kedua, karena dia
- kencing tidak ditutup,
- terbuka.
- Heeh. Terbuka gitu loh. Kedua,
- pengertian kedua kencing tapi tidak ee
- tidak
- tidak tidak dibersihkan
- tidak dicuci. Ya, kalau ini tidak dicuci
- atau tidak istinja gitulah. Kalau tidak
- ada air kan bisa dengan daun, bisa
- dengan apa yang agak yang agak kasarlah
- gitu. Kalau sekarang kan di hotel-hotel
- kan tisu.
- Heeh. Jadi kalau enggak ada air dengan
- tisu ya.
- Nah, mutian yang dapat kita lihat dari
- ee hadis ini adalah
- keharaman adu domba dan ia termasuk dosa
- besar yang mengakibatkan pelakunya
- disisa di kubur.
- Ini bagi mereka yang meyakini siksa
- kubur dia akan disiksa.
- Ya, akan disiksa. Para ahli tafsir
- meyakini adanya siksa kubur. Salah
- satunya dalam isyarat waman
- kehidupan yang sempit. Yang dimaksud
- kehidupan yang sempit adalah kehidupan
- di alam kubur, bukan kehidupan di dunia.
- Karena fakta kalau dian dunia orang
- kafir,
- orang kaya-kaya
- i
- ah banyak kekuasaannya, banyak pabriknya
- ee punya petani diserobot enggak ada
- yang lawan ya gitu ya. Nah, maka
- kehidupan sempitnya adalah di alam
- kubur. Itu salah satu pendapat ya, salah
- satu pendapat ahli ee apa Quran ya, ahli
- tafsir. Nah, maka kemudian ada orang
- yang ditanya, "Kamu percaya enggak ada
- siksa kubur?" "Enggak, enggak ada." "Di
- Quran enggak disebutkan siksa kubur?"
- Katanya gitu. Padahal di hadis-hadis
- banyak yang bicara tentang sikap siksa
- kubur dan penafsiran-penafsiran juga
- merujuk ke situ gitu ya. Heeh. Kemudian
- yang kedua, kewajiban buang air kecil di
- tempat tertutup dan kewajiban bersuci
- dari air seni itu kewajiban ya.
- Kemudian penetapan adanya siksa kubur
- dan di antara sebab-sebabnya adalah
- mengadu domba serta tidak berhati-hati
- saat buang air kecil atau tidak di
- tempat tertutup
- gitu. Jadi bagi kita makanya mau kencing
- aja enggak sembarangan. lihat kiri kanan
- gitu ya. Bahkan kita lihat para sopir
- itu saking kebeletnya toilet belum
- sampai ke toilet maka dibukalah pintu
- apa mobilnya. Ah di belakang pintu mobil
- lah dia kencing karena saking
- kebeletnya. Itu darurat namanya gitu ya.
- Tapi sebaiknya kalau masih bisa mencari
- toilet yang tertutup lebih bagus. Lebih
- bagus di tempat tertutup. Tiib. Kita
- lanjutkan hadis ketiga.
- Anni Mas'udin radhiallahu anhu anna Nabi
- shallallahu alaihi wasallam
- alabukumatu
- alqinasu
- muslim. Maukah kalian kuberitahu tentang
- apa itu aladhu?
- Aladhu adalah mengadu domba, menyebarkan
- isu di antara manusia. Hadis riwayat
- Muslim.
- Nah, mutiara-mutiara yang dapat kita
- ambil dari hadis ini peringatan akan
- bahaya adu domba, peringatan akan bahaya
- provokator dan ia merupakan penyebab
- perpecahan dan permusuhan.
- Nah, ini saya kira tidak tiga hadis dari
- bab keharaman namimah. Ah, mudah-mudahan
- kita bisa memahaminya dan bisa
- mengamalkannya. Apalagi nanti di bulan
- Ramadan
- ini wajib harus dihindari.
- Kalau tidak bisa menilkan namimah,
- sia-sia puasanya
- tidak diterima.
- Tidak diterima.
- gitu loh. Jadi siapa yang tidak bisa
- menghindari perkataan kotor yaitu di
- antaranya namima
- wal amal bihi dan dia beramal dengan
- kekotoran-kotoran itu yang melakukan
- namimah sumpah palsu gitu loh. Eh
- falaisa lillahi hajatun. Maka Allah
- tidak berhajat. Allah tidak perlu fi
- ayada thaamahuahu. Di mana dia
- meninggalkan makan dan minum.
- Percuma dia meninggalkan makan dan
- minum. Hanya dicatatnya sebagai apa? Si
- A kelaparan,
- si B kehausan. Jadi begitu tidak dicatat
- sebagai orang yang berpuasa. Rubbaimin
- laisahu minamiial
- jua w. Berapa banyak orang yang berpuasa
- tapi dia tidak mendapatkan apa-apa
- kecuali lapar dan dahaga. Jadi lapar dan
- dahaga itu bukan tujuan.
- Ah saya sudah lapar nih. Oh saya sudah
- dahaga. Bukan tujuan. Itu mah wasilah.
- Wasilah untuk penyempurnaan kesucian
- jiwa sehingga melakukan
- kebaikan-kebaikan lebih konsentrasi
- lebih mudah. Begitu maksudnya. Jadi, wow
- saya sudah lapar nih, sudah kukurubukan
- [tertawa]
- saking laparnya. Bukan, bukan tujuan itu
- wasilah,
- media gitu loh. Kalau kemudian tidak
- menghasilkan sikap ketakwaan,
- sifat-sifat ketakwaan, maka puasanya
- tidak diterima.
- Maka oleh sebab itu, ini sebagai catatan
- ya, larangan namimah itu ee diingat
- betul untuk diutamakan di bulan Ramadan
- untuk ditinggalkan. Demikian saya kira
- sebagai pengantar kajian pada sore hari
- ini. Wasallallahu ala nabiina
- Muhammadin. Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Jazakumullah khairan
- kairan ustaz atas hadis tiga hadis
- tentang namimah.
- Semoga ikhwan akhwat dapat menghindari
- namimah ini. Kebetulan
- Ustaz Ahmad Shh membahasnya pas sekali
- sebelum Ramadan bulan [tertawa] Syakban.
- Masyaallah masih ada persiapan untuk
- menghindari ee akan jauh lebih besar.
- Amin. Amin. Amin. Amin.
- Baikat. Bagi Anda yang ingin
- berpartisipasi bertanya kepada Ustaz
- Ahmad Saleh, silakan mengirimkan
- pertanyaan di 0811999720.
- Dan bagi Anda yang ingin berinteraksi
- langsung dengan Ustaz, silakan
- menghubungi di 0218451512.
- Terima kasih. Kami akan hadir setelah
- nada takwa berikut tetap di radio
- silaturahim. Terima kasih.
- [musik]
- Alhamdulillahirabbil alamin. Terima
- kasih ikhwan akhwat masih bersama Radio
- Silaturahim. Saat ini Anda sedang
- menyaksikan siaran live tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Saleh dengan tema
- keharaman namimah. Tadi beliau sudah
- menjelaskan tiga hadis yang
- diberdasarkan
- dalam Al-Qur'an surah Al-Qalam.
- Azubillahiminasyaitanirrajim.
- Hammazim masyaim binamim.
- Baik ikhwan akhwat. Sebelum kita bacakan
- pertanyaan dari Ikhwan Akhwat, kita akan
- bacakan ee WhatsApp yang masuk terlebih
- dahulu. Pertama dari Ibu Ani Hani
- Hufaidah. Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Ustaz Ahmad Saleh dan pejuang
- dakwah Rasil selalu sehat walafiat.
- Amin. Allahum amin.
- Alhamdulillah kami hadir menyimak
- tausiah sore di radio. Alhamdulillah.
- Barakallahu fikum.
- Kemudian kedua dari Ibu Retno.
- Alhamdulillah Ustaz bisa menyimak
- tausiah sore Ustaz Ahmad Saleh. Semoga
- Ustaz dan kru Rasil sehat-sehat selalu.
- Amin. Allahum amin.
- Ibu Retno di Pondok Gede.
- Kemudian
- Ibu Sri alhamdulillah menyimak melalui
- radio.
- Kemudian
- Bapak Fiza Fitriana. Alhamdulillah
- menyimak, Ustaz. Terima kasih ilmunya.
- Barakallahu fikum.
- Kemudian pertama, pertanyaan pertama
- kita bacakan dari Bapak Rohili. Ustaz,
- Bapak Sayan Rohili.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya Rohili di Pulau Gebang. Izin
- bertanya, Ustaz. Apa yang dimaksud
- dengan namimah atau adu domba atau
- apakah ada adu domba yang dibenarkan
- menurut syariat agama Islam? Ustaz
- jazakumullahir iya. Baik. Adu domba
- adalah sesuatu yang memicu ee
- perselisihan, memicu keresahan. Nah,
- adakah di dalam syariat Islam ada adu
- domba yang syari begitu ya? ada perokota
- yang sai. Sepengetahuan saya tidak ada
- kecuali dalam peperangan.
- Ya. Jadi kalau selain peperangan enggak
- ada adu domba yang dibenarkan. Semua adu
- domba itu yang memicu, yang manas-manasi
- supaya dia terbakar emosinya itu tidak
- ada tuh. Ya. Jadi kalau malah kalau yang
- ada justru yang sudah terbakar emosi ee
- sebaiknya diredakan itu dalam syariat
- Islam ya. agar semuanya bisa tenang,
- semuanya bisa terkendali. Adapun yang
- memancing perkelahian, memancing
- keributan, itu semuanya tidak
- dibenarkan. Kecuali tadi dalam
- peperangan. Karena peperangan alarb
- khud'ah, peperangan itu tipu daya. Ya,
- maka tadi ee provokator-provokator ngadu
- domba-ngadu domba itu isu-isu yang
- dihembus-hembuskan itu menjadi sah.
- Kalau dalam peperangan. di luar
- peperangan tidak boleh gitu ya. Demikian
- ya saya kira yang dapat saya jawab.
- Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian
- ee Bapak Rohili semoga dapat menjawab.
- Berikutnya pertanyaan dari
- Bapak Abdullah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Ustaz semakin sehat Ustaz. Amin.
- Allahum amin. Amin.
- Terima kasih Ustaz tausiahnya tentang
- keharaman namimah. Saya mau izin
- bertanya.
- Tadi Ustaz membahas tentang
- pengertian
- namimah dalam konteks lain, Ustaz.
- Apa apa tadi istilahnya yang tentang
- keharaman yang tentang Hanamimah dalam
- peperangan istilahnya? Ustaz mohon
- dijelaskan. Terima kasih.
- Oh iya.
- Alharbu khudah. Peperangan itu tipu
- daya. Khud'ah itu tipu daya. Maka tadi
- provokator
- apa? Memprovokasi musuh untuk bisa
- membenci musuh yang lain atau bisa
- memerangi musuh yang lain itulah
- dibolehkan. Misalnya ada tiga pihak
- bertikai. Nah, yang satu memperokasi
- pihak A dan pihak B agar mereka saling
- baku hantam. Sehingga yang C tidak harus
- memeranginya. Dengan sendirinya dia ke
- mengalami kehancuran. Jadi, alharbu
- khudah peperangan itu tipu daya. Maka
- dalam perang itu ada dikenal tipu daya
- ya. Ah, sekali lagi dalam
- masalah-masalah lain tidak dibenarkan
- tipu daya itu ya. Ah, tipu daya itu
- tidak benarkan kecuali dalam peperangan.
- Alharbu khudah. Perang itu tipu daya.
- Maka oleh sebab itu
- dalam ee mengambil sikap tertentu dalam
- peperangan itu boleh dibilang serba
- boleh. Pada akhirnya begitu ya. Tetapi
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- senantiasa
- mengambil sikap-sikap jujur meskipun
- dalam peperangan ya. Itu jadi Nabi itu
- mengambil kadang memberi contoh yang
- terendah, kadang contoh yang tertinggi
- yang sangat ketat.
- Kadang Nabi tidak menyentuh kulit
- perempuan, kadang menyentuh kulit
- perempuan, kadang tidak mau berdekatan
- dengan perempuan, kadang membonceng
- perempuan.
- E membonceng di atas untanya gitu. Jadi
- Nabi memberi contoh batasan-batasan itu.
- Nah, begitu
- Nabi sendiri
- tidak pernah ngambil khudah, tidak
- pernah ngambil tipu daya.
- Tapi beliau membolehkan tim daya gitu
- ya. Orang mau perang aja dibagikan dulu
- titip titipan-titipan. Mau hijrah nih
- kasihkan sama si anu, kasihkan sama si
- anu, kasihkan sama si anu. Yang titip
- tuh. Padahal sesungguhnya ah boleh a
- punya orang apalagi punya musuhnya kan
- gitu. Tapi Nabi dengan kejujurannya,
- dengan sifat amanahnya itu maka Nabi
- dikenal akhlak mulianya.
- Maka oleh sebab itu sekali lagi ee Nabi
- ee apa namanya? Menghindari ngambil
- khudah meskipun dalam peperangan, tapi
- beliau membolehkan ya membolehkan khudah
- dalam peperangan gitu ya. Jadi saya kira
- jawabannya tidak ada ya sepengetahuan
- saya tidak ada namimah yang syari
- kecuali dalam
- peperangan. al peperangan yaitu Alharb.
- Ya, demikian yang dapat saya jawab.
- Wallahuam bissawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Bapak
- Abdullah semoga dapat menjawab.
- Berikutnya pertanyaan dari
- hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih atas kajian
- keharaman Namimah. Semoga menjadi bekal
- kami untuk menyambut bulan Ramadan.
- Amin. Amin.
- Amin. Ustaz ee apakah kalau ada
- perseteruan di antara keluarga, antara
- suami istri maupun anak,
- apakah ini termasuk namimah atau tidak,
- Ustaz? Demikian, terima kasih.
- Iya. Perseturuan di dalam keluarga apa
- di masyarakat itu fakta, bukan belum
- masuk dulu namimah atau tidak. Tapi jika
- perseteruan itu dipicu karena
- ungkapan-ungkapan kita yang memancing,
- ungkapan-ungkapan kita yang mengangkat
- mereka semakin emosi. Nah, itu naman
- H.
- Jadi kalau perseteruan mah itu fakta.
- Perseteruanperseruan hanya penyebabnya
- apa? Oh, itu akibat omongan saya kemarin
- itu. Jadi, dia terpancing rupanya. Ah,
- itu ee bisa jadi kategorinya namimah.
- Provokator itu, Ustaz, ya. Provokator.
- Provokator. Iya. Kalau fakta
- perselisihan itu fakta.
- Tapi pemicunya apa? Fakta perselisihan
- itu. Oh, diprovokasi sama si A,
- diprovokasi sama si B. Nah, itulah ee
- kategori namima atau provokator gitu ya.
- Jadi antara perseteruan dengan penyebab
- perseteruan itu berbeda. Perseteruan
- adalah fakta. Penyebab perseteruan ini
- yang harus dianalisa.
- Demikian. Wallahuam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian semoga dapat
- menjawab. Berikutnya pertanyaan keempat
- datang dari Ibu Fani. Ustaz
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakumullah khairan kasir
- ustaz.
- Wyakum jazakumullahu khairan.
- Semoga ustaz semakin sehat selalu.
- Amin. Allahum amin.
- Ustaz izin bertanya bagaimana sikap kita
- menghadapi orang yang suka mengadu
- domba?
- H
- dan bagaimana kita memberi hukuman atau
- punishment untuk orang tersebut agar
- jerak dan tidak mengulanginya lagi.
- Ustaz.
- Iya. Baik.
- terhadap provokator
- kan kita tidak tahu apakah yang
- diomongkannya itu benar apa tidak. Nah,
- yang penting kita diprovokasi. Maka
- tabayyun,
- teliti benar apa enggak yang diomongkan
- dia. Itu kalau benar ya berarti di kita
- mengiyakan
- mendap menyimpan itu sebagai informasi.
- Tapi kalau salah bahkan tidak terjadi,
- kita tandai orang tersebut gitu loh. Wah
- ini munafik ini tapi tidak kamu munafik.
- Enggak harus tapi ditandai jangan di
- penyakit munafik.
- Karena setelah diteliti kok enggak ada
- yang terjadi. Dia hanya ngomong begini
- dan begitu. Maka fatabayyanu
- ja fasquun. Jika datang kepadamu fasik,
- orang fasik, fatabayyanu, maka ee
- telitilah ya tabayan itu jelaskan
- buktikan kebenarannya benar apa tidak.
- Kalau benar catatan kalau tidak benar
- catat juga bahwa dia itu hati-hati kalau
- ngomong dia itu begini begini begini
- gitu loh. Jadi kita juga tidak mengekpos
- orang yang seperti itu, tapi kita punya
- catatan. Jadi kalau ada orang yang minta
- pendapat kita, bagaimana pendapat si anu
- yang mengatakan begini begini
- begini. Sepengetahuan saya dia itu
- begini begini begini. Adapun yang dia
- omongkan saya tidak tahu benar apa
- tidak. Hanya pengalaman saya dulu
- berkali-kali dia kalau ngomong itu
- bohong. Ah gitu ya. Jadi ee sikap kita
- tabayun. Kalau dua keduanya tadi apa
- namanya? dikasih catatan ya, kasih
- sanksinya itu sanksi sosial ya. Sanksi
- sosial kan tidak harus. Tapi kalau kita
- bisa bergaul dengan baik bagus. Tapi
- kalau tidak bisa bergaul dengan baik ah
- batasi komunikasinya, hubungannya gitu
- ya. Demikian wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian
- demikian Ibu Fani. Semoga dapat
- menjawab. Baik ikhwan akhwat, kami akan
- jeda dulu tetap di radio silaturahim
- untuk Islam yang satu. Terima kasih.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Terima
- kasih Wawat. Masih bersama Radio
- Silaturahim. Saat ini Anda sedang
- menyaksikan siaran live tausiah sore
- bersama Ustaz Ahmad Saleh di hari Jumat
- sore.
- Baik, Ikhwanat sambil menunggu azan
- magrib kemudian suasana
- hening sambil mendengarkan radio jangan
- lupa berzikir, berselawat dan berdoa
- kepada Allah memperbanyak zikir seperti
- yang sudah dijelaskan oleh Ustaz Ahmad
- Saleh di bab-bab sebelumnya, Ustaz.
- Baik ikhwan akhwat, kita akan
- melanjutkan pertanyaan dari Ikhwan
- Akhwat tentang keharaman namimah.
- Pertanyaan
- selanjutnya,
- pertanyaan pertama setelah
- jeda yang kedua.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ee pertanyaan dari hamba Allah, Ustaz,
- izin bertanya, bagaimana hukumnya
- menyebarkan berita yang belum tentu
- benar dan menyebabkan permusuhan?
- Jazakumullah khairan katiran.
- Iya. Baik. Masyaallah. Jadi, pertama
- menyebarkan berita yang belum dicek
- kebenarannya.
- Kan jelas tadi ketika datang satu berita
- dari orang fasik, orang fasik bahkan
- jangankan orang fasik, dari siapapun
- datang berita itu patabayanu intinya
- ditabayun gitu loh. Jadi kalau kita
- tidak menduga itu benar maka sebaiknya
- tidak. Apalagi kita mengakui, memahami
- bahwa jika berita ini disebarkan akan
- mengakibatkan
- gejolak gitu loh ya. Maka oleh sebab itu
- seringkiali kita begini
- eh misalnya potongan-potongan video ya
- gitu ya kemudian di-cut di jadi ustaz
- ini ngomong begini hukumnya sama
- hukumnya ini bagaimana hukum tahlilan oh
- kata ini bidah karena tidak ada
- contohnya gini gini gini terus diamb
- lagi kata ustaz ini boleh
- dengan terus jadi komentar macam-macam
- oh saya Iya itu padahal jika memang
- dimaksudkan itu disusun dibuat video itu
- video gabungan itu dibuat dengan tujuan
- memprovokasi supaya kelompok A
- tersinggung kelompok B merasa benar maka
- jatuhnya dosa
- namimah
- ah namimah gitu loh tapi kalau umat
- sudah di apa diedukasi bah sesungguhnya
- persoalan itu enggak ada masalah
- Yang satu mengatakan bidah, yang satu
- mengatakan bidah. Enggak ada masalah.
- Oh, kata bina ya sudah binaah aja.
- Menurut bina bina aja. Kalau kata
- menurut saya mah enggak kan begitu. Saya
- punya dalilnya tuh. Yang paling
- berbahaya itu jika akidah sudah berbeda.
- Para ulama sudah sepakat kalau muamalah
- selain akidah mah boleh beda.
- Maka tidak harus tersinggung. Ah, Ustaz,
- itu mah ngomongnya sembarangan, enggak
- pakai dalil gitu. Misalnya padahal pakai
- dalil.
- tidak harus tersinggung. Enggak apa-apa
- dia berpendapat. Menurut saya misalnya
- gitu, orang yang melakukan begini ini
- adalah bidah. Kalau sampai di situ
- enggak ada masalah. Hanya persoalannya
- dibully itu dilanjutkan dengan
- pembulian. Itu masalah. Padahal kalau
- narasinya normatif, oh bahwa yang
- melakukan begini bidah, pengetahuan saya
- yang tidak melakukan ini sunah gitu loh.
- Padahal itu belum dikaji, itu belum
- didalami. Enggak ada masalah kalau
- narasinya seperti itu. Hanya narasinya
- ini dibuat disusun supaya ada konflik.
- Itu masalah. Kan banyak sekarang para ee
- apa kreatif konten gitu ya. Kreatif
- konten itu membuat hal semacamnya
- diadu-adu.
- Kalau untuk pembanding enggak ada
- masalah. Wong itu para ulama juga sudah
- berbeda pendapat di kitab-kitabnya.
- Sentuhan kulit laki dan perempuan yang
- bukan mahram batal. Kata muridnya tidak
- batal. Enggak jadi masalah kalau sekedar
- seperti itu narasinya. Tapi kalau
- narasinya ditambahi, diprovokator,
- diprovokasi, nah itu yang jadi masalah,
- tidak dianalisa, gitu. Jadi sekali lagi
- ya, kalau ee apa namanya? Kumpulan
- video-video itu disusun sebagai
- pembandingan, sebagai perbandingan
- semakin agar umat semakin dewasa, agar
- umat semakin paham, tidak ada masalah.
- Tapi kalau itu dibuat untuk
- memprovokasi, untuk mengadu domba antara
- kelompok A dengan kelompok B, kelompok C
- dengan kelompok Glik,
- tidak rukun, tidak akur, itu masalah
- gitu loh ya. Loh, memang ada orang bisa
- akur dengan orang yang berbeda banyak.
- Sekarang mah banyak orang yang sudah
- ilmunya mendalam itu dia senyum aja,
- dia menghormati
- apa namanya? Menghormati setiap
- perbedaan.
- Perbedaan.
- Hmm. Mudah-mudahan ibadahnya diterima
- oleh Allah meskipun dalam hatinya
- meskipun beda tata caranya dengan yang
- saya lakukan. Tuh begitu.
- Mudah-mudahan diterima oleh Allah. Kalau
- kata Imam Syafi'i, "Ini pendapatku yang
- benar, tapi bisa jadi pendapat kamu juga
- benar." Kan gitu. Jadi ini pendapatku
- yang benar tapi punya kemungkinan salah.
- Itu pendapatmu aku anggap salah tapi
- punya kemungkinan benar. Kan begitu
- namanya ijtihad.
- Namanya ijtihad bukan masalah-masalah
- usul.
- Makanya saya seringkiali ngisi pengajian
- di mana-mana orang ribut kan tiap ee apa
- jemaah tuh punya karakter masing-masing.
- Yang satu masih ngamalkan qunut, yang
- masih ngamalkan talafuzun niat. Enggak
- ada masalah. Yang satu baca bismillahnya
- sir, yang satu baca bismillahnya jahat,
- enggak ada masalah gitu ya. Ah. Oh,
- imamnya talaudun niat ya. ngikuti saya
- imamnya enggak talepun niat langsung
- Allahu Akbar ya gitu loh ikuti
- tidak harus dipersoalkan nah bahkan
- tingkat berikutnya kalau kita tidak
- tabudu niat misalnya tidak melafazkan
- niat sebaiknya kalau masuk masjid yang
- biasanya orang-orangnya baca talafuzun
- niat maka kita pura-pura dulu seperti
- talabudun niat
- tidak langsung Allahu Akbar Diam dulu
- seperti seakan-akan kita baca usoli fad
- subhi rakataini seperti itu. Oh kalau
- gitu kita berbohong. Iya kan berbohong
- demi kebaikan. Ah boleh berbohong supaya
- terjadi pertengkaran boleh gitu loh.
- Diam diam dulu meang masalah kan gitu
- enggak kan. Nah, itu sampai tingkat
- tingkat pemahaman yang lebih di atasnya
- gitu loh. Ah, enggak pokoknya saya
- ngikuti sunah ya udah enggak lakukan aja
- gitu loh. Hanya saja kalau terjadi
- perbedaan pendapat meruncing kan kita
- juga yang rugi.
- Iya.
- Jadi beda pendapat runcing. Kalau beda
- pendapatnya dengan ee dengan akal sehat
- dihadapinya dengan akal sehat dengan
- argumentasi dengan kedalaman ilmu enggak
- ada masalah. Tapi orang awam kan
- seringkiali beda atau tidak beda. Beda
- atau
- ee iya sama atau tidak sama. Beda atau
- tidak beda. Nah, maka oleh sebab itu
- sekali lagi misalnya saya tidak
- talafuzun niat. Kemudian saya
- seringkiali salat dengan talafuzun niat.
- Maka ketika salat sunah pun saya diam
- dulu sebentar. H baru Allahu Akbar.
- Seakan-akan saya melafazkan niat.
- Padahal enggak gitu loh. Tapi kemudian
- bagi mereka yang sudah talafuzun niat
- kemudian di situ jarang atau tidak
- talafuzun niat. Jadi ketika masuk ketika
- mau salat itu ya ketika beberapa langkah
- itu sudah niat. Usli fard magribi atau
- usoli sunatan qobla subhi rakat Allahu
- akbar. Jadi talaudunahnya belum berdiri.
- Meskipun dalam pendekatan Imam
- Assyafi'i, niat itu pas mau mulai. Jadi
- kalau keluar dari rumah mah belum niat.
- Belum
- belum gitu loh. Apalagi baru ah saya mau
- salat subuh di masjid. Ah nah itu mah
- hamma.
- Tapi kalau dari keluar dari rumah menuju
- masjid itu aroda.
- Kalau niat ketika berdiri mau salat usi
- Allah. Nah itu niat. Jadi niatnya itu
- nempel ke amalan gitu loh ya. Itu
- makanya e perbedaannya akan macam-macam
- gitu. Nah, sementara dalam e pandangan
- misalnya mazhab Hanabilah dalam masalah
- ini, Syekh Utsaimin, makanya ee Syekh
- Usaimin itu antara aroda dengan hamma
- dengan niat itu nyaris tidak beda. Beda
- dengan mazhab Syafi mazhab Syafi'i. Nah,
- itu kan jadi beda lagi. Enggak ada
- masalah namanya ijtihad. Masa ijtihad
- enggak boleh. Orang orang alim, orang
- berilmu enggak boleh ijtihad k gituah.
- Nah, hanya kita orang awam pokoknya apa
- yang kita pahami itu aja pegang. Yang
- tidak kita ketahui udah diam aja, jangan
- ikut ngomong,
- jangan memperkeruh suasana gitu.
- [tertawa]
- Persoalannya orang awam ikut
- bercerita,
- ikut menjawab. Padahal bukan haknya gitu
- loh, bukan haknya untuk menjawab gitu
- loh. Bahkan orang berilmu mah banyak
- diam,
- yang banyak ngomong mah orang awam
- bahkan. [tertawa]
- Masyaallah ya. Jadi gitu ya. Jadi
- ee sekali lagi kalau konten itu dibuat
- untuk apa? Untuk ngadu domba, maka tidak
- boleh. Haram. Tapi dibuat untuk apa?
- Studi perbandingan. Jadi ada komentar
- nanti jadi dikomentari dengan halus. Oh,
- pendapat ee Ustaz Fulan mah begini
- dengan alasannya begini. Ee adapun ustaz
- fulan mengatakan begini alasannya Quran
- ini, sunah ini nanti bagaimana
- kesimpulannya di sisi Allah nanti di
- hadapan Allah kali gitu. Karena namanya
- ijtihad
- dijtihad itu bisa aja dianggap salah
- oleh kita. Benar gitu. Dianggap benar
- oleh kita salah. Bisa begitu
- terbalik
- bisa. Dan memang itu bisa dibuktikan
- perkembangan ijtihad hari ini.
- Masyaallah. Saya bukan menelitisi tidak
- ya hanya mendalami saya. Wih iya ya
- selama ini dikatakan b ternyata tidak.
- Ternyata tidak. Dalil-dalilnya jelas.
- Hm.
- Apa yang katakan tidak boleh ternyata
- boleh.
- tadi kan penelitiannya bahwa Nabi itu
- tidak memberi contoh melulu contoh itu
- untuk satu hukum.
- Jadi ada tingkatan-tingkatannya.
- Oh ini jadi begini, ini begini. Itu
- masyaallah ya. Mesti para ulama juga
- terbagi menjadi berbagai menjadi
- beberapa pendapat gitu loh. Kan seperti
- tadi apa? Bersalaman dengan non mahram.
- Ada yang mengatakan haram
- dalil-dalilnya. Saya lebih suka ditusuk
- dengan apa? Besi panas daripada harus
- bersentuhan dengan e perempuan yang
- bukan mahram saya. Nabi tidak pernah
- membaat kaum perempuan dengan jabat
- tangan. Iya, dalil-dalilnya itu ada.
- Tetapi Nabi pun memberi contoh
- kelonggarannya.
- Tuh, itu menarik. Coba kenapa Nabi
- membonceng perempuan ipar itu mahram apa
- bukan?
- Bukan.
- Bukan. Alhammu maut. Ipar itu kematian.
- Ipar kematian.
- Tuh, asma dalam satu riwayat pernah
- dibonceng oleh Nabi
- lah. Kan Nabi mah bisa menjaga nafsu.
- Nah, berarti umat Nabi Muhammad yang
- bisa menahan nafsu pun boleh
- gitu ya. Kalau misalnya oh catatan oh
- Nabi mah jelas apa nam membonceng
- perempuan karena bisa mengendalikan
- nafsunya.
- H. Berarti jika ada umat Nabi Muhammad
- yang bisa mengendalikan nafsunya, jadi
- boleh. Yang tidak boleh itu bagi mereka
- yang tidak bisa mengendalikan nafsunya.
- Makanya fikihnya bagi orang Arab dengan
- fikih orang Indonesia boleh jadi beda.
- Tuh Yaman
- kita hanya mengenal mahram.
- perempuan ajnabi atau perempuan
- laki-laki yang bukan mahram sulit
- berinteraksi.
- Tapi negara Eropa atau negara Indonesia
- itu tidak ada masalah bagi yang tidak
- ada masalah. Tapi ada juga yang
- bermasalah kan gitu. [tertawa]
- Ada yang ser gitu cuma ngelihat doang
- ser tapi ada orang melihat ngobrol biasa
- tidak ada masalah.
- Tetapi sekali lagi, kenapa syariat
- diambil yang mengharamkan?
- Kenapa Ustaz?
- Karena syariat Islam itu bersifat
- preventif.
- Preventif.
- Preventif itu jaga-jaga.
- Jadilah haram. Betul. Tapi dalam konteks
- tertentu seperti tadi, oh dia mah bisa
- mengendalikan hawa nafsunya, bisa
- mengendali sahwatnya, berarti boleh.
- Fikih ini bisa dipakai oleh
- para pejabat
- yang buka open house
- kan open house masa salamannya gini
- doang lah. Gimana sih Bapak nih ngundang
- saya open house tapi diajak salaman kok
- enggak mau kan gitu. [tertawa] Nah kan
- bisa begitu orang awam kan memahaminya
- beda.
- Masa lu mohon maaf ya saya punya wudu.
- Mohon maaf ya saya punya wudu.
- Ee atuh Pak batalin aja dul wudunya.
- [tertawa]
- Nah, makanya tadi pikirin. Adapun kita
- yang kategorinya tidak terdesak, tidak
- akan jadi fitnah, enggak ada masalah.
- Nah, kemudian tadi mengungkapkan
- kebenaran tapi mengakibatkan
- ee kericuhan ini juga berbagai
- pandangan.
- Kalau kebenarannya biasa-biasa saja,
- tetapi mengakibatkan persoalan yang
- besar, lebih baik tidak diungkapkan
- meskipun benar.
- Tuh, gitu ya. He.
- Tapi kalau misalnya ngungkapkan
- kebenaran
- ya timbul masalah tapi masalahnya bisa
- diselesaikan. Ungkapkan kebenaran.
- Apalagi kebenaran itu ditunggu-tunggu.
- ketika ditunggu-tunggu ungkapkan
- kebenaran gitu loh. Jadi pada prinsipnya
- kebenaran pun diharapkan tidak apa tidak
- mengandung polemik gitu loh. Maka
- edukasi terhadap umat sekarang perlu
- dilakukan ke lapangan dada. Fikih yang
- wasih, fikih yang luas.
- Ya, fikih perbandingan jadiadi fikih
- gabungan boleh dibilang. Tentu ini tidak
- mudah bisa diterima.
- banyak yang menolak gitu kan. Apalagi
- bagi mereka yang membolehkan bermazhab
- satu. Tapi saya jamin orang yang
- bermazhab satu itu tidak bisa konsisten.
- Tidak bisa konsisten. Pergi haji pindah
- mazhab kan gitu ya. Jadi memang maka
- oleh sebab fikih itu senantiasa
- berkembang ya. Sekali lagi fikih itu
- senantiasa berkembang. dasarnya adalah
- ee apa namanya? Bahwa segala urusan itu
- al umuru,
- urusan-urusan itu bimaqasidiha
- tergantung tujuannya. Nah, tergantung
- tujuan itu menarik gitu ya. Maka oleh
- sebab itu sekali lagi ee kan begini,
- meminta maaf dan mengutarakan dosa kita
- itu dianjurkan.
- Tapi kalau kita minta maaf dengan
- menjelaskan kesalahan kita akan
- menimbulkan persoalan lebih baik enggak
- usah diungkapkan. Misalnya begini,
- seseorang pernah mencopet kepada si A
- juta dalam dompetnya tuh ya. Misal Anda
- cash tuh atau jangan R juta sejuta
- copet. Dia terpaksa nyopet itu gitu ya.
- I
- juta mau saya kembalikan. Kata dia.
- Singkat cerita dia kembalikan dompetnya
- tuh lewat paket tapi duitnya enggak.
- Nah, ketika dia sudah apa namanya? Sudah
- punya apa namanya? Punya barangnya atau
- duitnya untuk bisa ngembalikan. Kemudian
- dia terus terang.
- Jang minta maaf ya kemarin saya yang
- nyopet itu saya. Oh, kamu jadi pada
- sudah lupa, sudah berlanjut berlaku 1
- tahun sudah lupa. Pada minta maaf aja
- segala kesalahan gitu. Maka oleh sebab
- itu ada wasilah, ada cara untuk
- mengungkapkannya.
- Akhi, ana lagi dapat rezeki nih.
- Masyaallah, [tertawa] dapat rezeki nih
- untuk antum nih R,5 juta. Padahal
- nyopetnya sejuta. Yang Rp500.000 itu apa
- namanya? Sodqah. Eh, ya untuk antumlah
- 1,5 juta. Eh, Ustaz kok misalnya eh kamu
- kok punya apa namanya? Punya duit
- banyak. Ya Allah, ngasih rezeki. Padahal
- niatnya dia bayar bayar hasil cepetan
- gitu loh. Nah, jadi hal-hal semacam itu.
- Jadi kalau terus terang mengungkapkan
- dulu yang saya nyopet yang saya copet ke
- ke antum itu saya
- kebenaran.
- Ah, itu kebenaran. Benar itu
- belak-belakan. Tapi mengakibatkan dia,
- "Wh kamu padahal du saya butuh." Ah, kan
- repot lagi.
- Nah, makanya narasinya diganti.
- Nah, ya antum masyaallah saya dengar
- antum punya anak lagi ya nih saya hadiah
- kasih R,5 juta. Padahal niatnya yang R
- juta ngembalikan gitu loh.
- Ya itu hal semacam itu ya. Demikian saya
- kira yang dapat saya jelaskan. Wallahu
- aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian semoga dapat
- menjawab berikutnya dari pertanyaan dari
- Ibu Asma dulu, Ustaz. Tadi sebenarnya
- ada pertanyaan dari tentang pejabat
- juga, Ustaz.
- N sebelum ke pejabat dari Ibu Asma dulu,
- Ustaz.
- He.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, saya pernah mengalami tentang
- pernah mengalami macet panjang di
- persawahan. Ini tentang buang air kecil,
- Ustaz.
- Oh, iya. Iya.
- Sudah kebelet kemudian saya bawa sarung
- turun ke sawah untuk buang hajat.
- Apakah diperbolehkan yang demikian itu,
- Ustaz? Jazakumullah khairan kairan.
- Iya. Pertama, urusannya sudah kebelat.
- Kalau kebelat hu ursya daruri.
- Karena kalau ditahan bahaya bahkan bisa
- kotor, bisa ke mana-mana
- najis.
- Heeh. Maka dia pilih tempat yang
- mungkin. Sekali lagi tempat yang mungkin
- gitu ya. Nah, bahwa mungkin di situ ee
- bahwa kemungkinan dia mungkin di situ,
- mungkin di situ dia melakukan, maka di
- situ gitu. meskipun sekali lagi di
- tempat terbuka karena dururi, tapi kalau
- bisa dia ee nanc.
- Ah, jadi jangan mengharap kiblat kalau
- dia sudah tahu.
- Kalaupun dia terpaksa harus menghadap
- kiblat, tancapkan dulu sesuatu.
- He
- ee sutrah untuk membatasi dia dengan
- kiblat. Ya, setelah itu silakan lakukan
- gitu kan. Namanya darurat ya. Kalau
- darurat mah hukum normal tidak berlaku
- gitu loh. Karena darurat karena kebelat.
- [tertawa]
- kebelet itu. Jangankan jangankan ini apa
- namanya prajurit yang sudah harus jaga
- ini aja kalau ada amanat dari situ ya
- langsung kabur gitu loh. Enggak bisa
- ditahan-tahan lagi. Nah, itulah
- kategorinya darurat. Kalau misalnya azan
- gitu ya, azan sudah memanggil ah kadang
- enggak apa-apa. Tapi kalau yang itu yang
- memanggil enggak bisa gituah. Jadi
- demikian ya. Jadi dia tidak mengapa
- selama yang mungkin aja yang mungkin
- dilakukan ya buat sutro kalau dia tahu
- ee arah kiblat. Kalau tidak tahu ya
- namanya darurat ya ee apa tidak
- diniatkan menghina kiblat, tidak
- diniatkan untuk tadi terbuka itu tidak
- diniatkan.
- Tadinya memang ingin tertutup tapi
- karena kebelet di tengah sawah gitu ya,
- maka dilakukanlah gitu ya. Demikian.
- Wallahuam bisawab.
- Wallahuam bawab. Ee tadi sarung itu
- termasuk sutrah atau penutup, Ustaz?
- Ee penutup. Kalau sarung itu penutup,
- ya. Sutroh itu boleh dibilang seperti
- dinding. Ah, tadi seperti apa? Ee
- tongkat. Nah, itu bisa jadi sutroh.
- Kalau tapi sarung juga bisa diniatkan
- jadi sutrah. Tapi persoalannya apa
- namanya? Bisa diniatkan jadi apa? Jadi
- penghalang. bisa diniatkan jadi sutrah
- gitu loh. J dan sutrah itu tidak
- disyaratkan harus satu arah. Jadi semua
- arah pun bisa gitu loh ya. Kemudian
- niatkan bahwa ini sutrah gitu ya.
- Wallahuam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Ibu Asma
- semoga dapat menjawab. Berikutnya
- pertanyaan dari Bapak Abdul Khaliq.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatull.
- Ya Allah,
- semoga Ustaz selalu sehat.
- Amin. Amin.
- Dan kurasil dalam keadaan sehat
- walafiat.
- Amin. Allahum amin. Amin.
- Ustaz, mohon izin bertanya, Ustaz. M
- pertanyaan pertama
- ee
- apabila
- demi mengejar jabatan, maka seseorang
- sering
- sering fitnah lawannya.
- Oh iya.
- Ee orang rivalnya, Ustaz.
- Heeh.
- Apakah ini bisa dikategorikan namimah?
- Kemudian pertanyaan yang kedua di luar
- tema, Ustaz. Ibadah apa yang terbaik
- dilakukan di malam Nisfu Syakban?
- Hm. Iya.
- Jazakumullah khairan kat
- ya. Baik. Amin. Pertama,
- seringki yang bersaing jabatan
- Iya,
- gitu ya,
- itu saling menjatuhkan. Hm. Tetapi tidak
- berlaku jika kita sebagai atasan
- melakukan evaluasi.
- Evaluasi. Oh, kerjaanmu bagus. Ini
- bukti-buktinya. Oh, kamu di sini kurang
- bagus ini bukti-buktinya. Itu bukan nama
- tapi melaporkan fakta gitu loh. Ah, jadi
- oke ini satu level dia supervisor, saya
- supervisor untuk bisa naik jadi manajer
- gitu. Nah, maka saya kira kan ada
- bagian-bagiannya.
- Memang ada kalanya dalam kasus semacam
- itu memang ingin sekali menjatuhkan
- lawan. Tapi kalau mengungkapkannya fakta
- mau dimaknai menjatuhkan lawan atau apa
- tidak menjatuhkan lawan, tetap fakta
- yang dilaporkan. Nah, maka ee hendaknya
- kita berpegang kepada data, hendaknya
- kita berpegang kepada fakta,
- kebenaran,
- kebenaran gitu loh kalau memang sudah
- tidak ada lagi pilihan lain.
- Nah, kalau kemudian kita ngumpulkan,
- nyari-nyari kesalahan, dilaporkan bahkan
- direkayasa, ah itu dosa gitu ya. E maka
- kita per aja ya. bersaing kan saya dulu
- waktu kerja ah biasa aja ee tiba-tiba
- saya nah diangkat jadi pormen diangkat
- gini loh padahal saya tidak ingin dan
- anehnya teman-teman saya itu enggak pada
- berambis pada enggak mau
- kenapa karena mereka bekerjanya dua satu
- sebagai pegawai negeri satu sebagai
- pegawai swasta jadi dia statusnya dua
- tuh
- ee jadi ketika dia kerja di PT itu ee ee
- dia bolos di apa namanya di ee pegawai
- negerinya. Ah kalau giliran dia apa
- namanya dia harus masuk kadang dia cuti,
- kadang dia apa gitu diaturlah gitu. Saya
- bilang, "Oh, ada juga yang begitu ya."
- [tertawa]
- Nah, gitu ya. Jadi sekali lagi kalau
- data, kalau fakta yang dikemukakan maka
- bukan namimah. Tapi orang cerdas itu
- akan memilih
- memilih sesuai dengan fakta yang
- selamat.
- Kan ada fakta tapi berdampak negatif.
- Nah, dia kurangi karena dia tidak ambisi
- kan. Ya udah, enggak apa-apa kamu aja
- yang jadi superviser nanti kan gitu
- gak ada masalah. Adik saya di mau
- diangkat jadi superviser enggak mau. Ah,
- kenapa? Saya kan baru di sini. Banyak
- teman-teman saya yang sudah lama. Biar
- yang teman-teman saya ya, teman saya aja
- yang sudah lama yang diangkat gitu.
- L perusahaan milih kamu tuh karena kamu
- kepakai itu masalahnya
- ya. Tapi saya enggak enak. Aduh ada juga
- yang begitu. Nah jadi memang orang yang
- menghindari persoalan di satu sisi gitu
- loh. Bahkan malah dia didukung gitu loh
- ya. Jadi sekali lagi kalau menyampaikan
- kebenaran, menyampaikan fakta,
- menyampaikan data, maka tidak tidak
- masuk kategori namimah. Ah, demikian.
- Wallahuam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Pertanyaan kedua
- tentang ini, Ustaz. Tentang ibadah yang
- terbaik di Nisfu Syakban.
- Oh, ibadah yang terbaik di Nisfu
- Syakban. Sesungguhnya ee apa namanya?
- Ibadah terbaik di Nisfu Syakban. Kalau
- saya merujuk kepada sikap Rasulullah ya
- ee ketika laporan amal dilaporkan kepada
- Allah laporan mingguan Nabi berpuasa.
- Makanya Nabi kan berpuasa Senin Kamis.
- Nah Kamisnya itu karena laporan mingguan
- dilaporkan dan aku berharap sedang dalam
- keadaan puasa. Nah, begitu juga dengan
- pemahaman itu laporan tahunan.
- Sebagian ada yang mengatakan hadisnya
- diif ya. Nisfu Syak'ban itu yang
- menyatakan laporan tahunan itu diflepas
- dari difnya. Maka amalan-amalan di Nisfu
- Syakban itu paling penting puasa.
- Meskipun kadang di malam Nisfu Syakban
- itu kan ada salat Nisfu Syakban, tapi
- mohon maaf saya belum pernah menelitinya
- ya. tentang tapi pada dasarnya ee pada
- prinsipnya boleh
- saya memahaminya boleh enggak usah
- disebutkan itu bidah itu di gitu loh.
- Nah, bagi mereka yang tekstual mesti ng
- lagi dalilnya.
- H
- mana dalilnya? salat sunah nisfu
- Syak'ban lah. Begini, akhi
- masuk masjid setelah azan subuh,
- waktunya hanya cukup dua rakaat.
- Kita salatnya salat tahiyatul masjid
- atau salat qabliah subuh?
- Mana yang kita pilih? Padahal waktunya
- cuma dua rakaat.
- Dua rakaat.
- Mana yang kita pilih?
- Qlh subuh.
- Qlh subuh. Kenapa qblih subuh
- khairum minad dunya?
- Karena pahalanya lebih baik daripada
- dunia dan seisinya.
- Iya
- memang kalau tahiyatul masjid beda?
- Oke kita analisa
- bacaannya beda enggak tahiyatul masjid
- dengan qabliah subuh?
- Sama.
- Rakaatnya sama apa tidak
- sama?
- Sama. Kenapa menjadi persoalan? Tuh kan
- begitu kan pada asalnya. Asalnya begini.
- Usi sunatan rakini lillahi taala.
- Asalnya begitu. Mau dimasukkan ke
- tahiyatul masjid, mau dimasukkan ke
- qabliah subuh, enggak ada masalah.
- Karena yang memberi nama-nama salat itu
- sepengetahuan saya para ulama.
- Nabi cuma mengata, "Kamu sudah salat dua
- rakaat belum, ya Rasulullah?" "Salat dua
- rakaat." Tidak meny salat tahiyatul
- masjid dua rakaat. Hanya ulama memberi
- nama tahiyatul masjid.
- Tuh.
- Coba dalil syukur wudu dengan dalil ee
- apa namanya? Kalau kita punya keperluan
- itu
- hajat.
- Salat hajat dalilnya sama.
- Siapa yang berwudu kemudian
- menyempurnakan wudunya kemudian dia
- salat dua rakaat kemudian dia berdoa
- pasti dikabulkan oleh Allah. Tuh
- dalilnya sama itu
- dua pengertian itu. Nah, kemudian ada
- yang dipakai, oh ini dalil hajat, ini
- dalil syukur wudu. Ya sudah, makanya
- usali sunatan rakaatin lillahi taala
- Allahu Akbar. Sudah salam usoli sunatan
- rakaat Allahu Akbar. Apa itu salat
- banyak amat? Ya salat sunah aja ya gitu.
- Nah, iya kan harus ada namanya. Kata
- siapa harus ada namanya? Nah, supaya
- tidak keder diberi nama
- atau selamanya salat sunah mutlak.
- Salat sunah mutlak itu kan rakatnya
- bebas dilakukan kapan saja kecuali
- waktu-waktu yang dilarang.
- Ini aja ribut syukur wudu dulu tahiyatul
- masjid
- saya pilih aja salah satu apa qablah
- subuh. Qah subuh nanti tahiyatul
- masjidnya setelah apa namanya? atau
- tahiyatul masjid dulu. Nanti qobliah
- subuhnya setelah salat subuh.
- Tuh kan gitu loh. Memang ada salat sunah
- bakda subuh? Iya niatnya qbliah subuh.
- Qobliah subuh yang diqada.
- Gitu kan. Asalnya haram tuh setelah
- salat subuh salat sunah kecuali
- mengqada.
- Nabi melarang salat bakda asar, tapi
- Nabi lupa tidak mengerjakan salat
- ba'diah zuhur, maka dilakukanlah bakda
- asar. Tuh, begitu juga qbliah subuh.
- Karena waktunya cuma dua rakaat, ya
- tahul masjid aja. Nah, nanti kemudian
- yang dua rakaat lagi bada subuh
- dilakukannya.
- Tuh, gitu loh ya. Kenapa hikmahnya
- ada larangan-larangan salat ya? Saat
- terbit,
- saat tergelincir, saat syuruk. Jangan
- sampai menyerupai sinto,
- jangan sampai menyerai ibadahnya
- orang-orang penyembah matahari.
- Tapi kalau menyurai juga kalau niatnya
- beda kan niat yang menentukan.
- Makanya Ibnu Hazam, Ibnu Hazam itu
- ketika ada diumumkan ada orang meninggal
- dunia
- diumumkan di masjid datang lihat ke
- masjid datangnya bada asar kan duduk aja
- dia langsung duduk karena bada asar
- datang ulama kenapa kamu tidak salat dua
- rakaat ya kan ada dilarang salat dua
- rakaat akhirnya salat dua rakaat
- [tertawa]
- enggak lama kemudian ada kejadian serupa
- balik asar juga salat dua rakaat ditegur
- sama ulama lain. Ngapain itu? Ada
- sunahnya enggak salat sunah bad asar
- gitu. Aduh beginilah jadi orang qodok.
- Kata Ibnu Hazam. Makanya dia mendalami
- kitab-kitab, mendalami ilmu-ilmu.
- Akhirnya dia punya pemahaman sendiri.
- Tapi kemudian para ulama memberi
- komentar gitu loh. Karena dia tidak
- punya guru, maka dia adaful quul
- ya. selemah-lemah pendapat kalau
- berpendapat gitu loh. Ya, demikian saya
- kira yang dapat saya jelaskan. Wallahuam
- bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian Bapak
- Abdullah Khaliq semoga dapat menjawab
- dua pertanyaan tersebut yang sudah
- dijawab oleh Ustaz Ahmad Shoh dan
- dijelaskan oleh beliau.
- Berikutnya pertanyaan
- selanjutnya dari Bapak Budi. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, jika
- jika niatnya hanya sekedar jujur,
- niatnya ingin jujur, tapi
- malah membuat orang malah membuat orang
- tersebut menjadi bertengkar, apakah
- tetap mendapatkan dosa?
- Iya. Tadi sebagaimana telah dijelaskan
- ya, sebaiknya sebaiknya kita berpikir
- dampak,
- berpikir akibat
- gitu ya.
- Kalau diduga keras akibatnya akan
- berdampak negatif dan itu berat besar,
- maka sebaiknya dikip terlebih dahulu,
- ditahan terlebih dahulu gitu ya. Tapi
- kalau kita menduga, kalau kita lontarkan
- tidak akan ada masalah, maka sampaikan
- kebenaran gitu ya. Nah, di awal-awal
- kebenaran akidah itu tidak ada pilihan
- lain kalau kebenaran akidah gitu ya. Oh,
- ini hak, ini batil, lailahaillallah,
- muhammadur rasulullah. Apapun yang
- terjadi diambil gitu loh. Karena itu
- akidah. Tapi selain akidah boleh
- ditimbang-timbang
- gitu loh ya. persoalannya misalnya cuma
- persoalan ini masjid ini di chat biru
- atau dicat merah.
- Ah, kemudian kita
- punya pendapat karena kita dengar dulu
- siapa ee apa e apa sesepuh kita gitu
- loh. Sebaiknya segala sesuatu itu dicat
- warna hijau gitu misalnya. karena hijau
- itu melambangkan ini ini ini. Nah, kalau
- kemudian sedang asyik diskusi kalau saya
- lontarkan itu gitu loh akan berdampak
- gitu ya. Karena misalnya yang diskusi
- itu punya tujuan-tujuan
- mengambil simbol-simbol juga. Kalau biru
- simbol ini, kalau merah simbol ini kan
- begitu. Nah, ini hijau [tertawa]
- kalau saya ah ya sudah sebaiknya supaya
- tidak apa memperkeruh suasana tidak
- disampaikan dulu. Nanti kalau sudah reda
- baru sampaikan dulu. Saya pendengah
- mendengar
- sesepuh kita mengatakan sendaknya di
- chat warna hijau gitu.
- Kemudian kan orang otot yang
- menginginkan warna merah. Mana ada saksi
- enggak ngomongnya di mana dan kapan kan
- jadi ramai itu.
- Ah sudahlah toh itu bukan persoalan
- prinsip gitu loh. Mau dicat putih ee
- dicat kuning dicat warna apalagi gitu
- kan enggak ada masalah. Nah itu
- contoh-contoh. Maka kita harus apa nam
- lapang dada ya. Demikian yang dapat saya
- jawab. Wallahu aam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian semoga dapat
- menjawab. Berikutnya mungkin terakhir
- Ustaz dari
- Bapak Budi. Ustaz
- nam
- Ustaz bagaimana hukumnya membuat film
- atau konten yang berisi tentang
- perselisihan atau ada unsur adu dombanya
- termasuk di dalamnya bikin film atau TV
- yang ada di sinetron Ustaz seperti
- diisinya itu
- ee ada adu nonb kemudian keluarga
- tersebut jadi bermusuhan. Iya. Tafadul
- Ustaz.
- Baik. Kalau sinetron
- atau film yang berisi perselisihan
- atau bahkan mengakibatkan perselisihan
- tidak ada masalah.
- Tapi beda lagi dengan grup video-video.
- Video ini diambil diadukan dengan video
- ini. Nah, itu lain lagi. Kalau sinetron
- atau TV enggak ada masalah. Kenapa
- enggak ada masalah? Karena ada hadisu
- Jibril.
- Hadis Jibril.
- Ah, Jibril kan mengatakan kepada
- Rasulullah, akhbirni anil iman. Kabarkan
- kepadaku tentang iman. Atau maknanya ma
- huwal iman. Apa itu iman? Pertanyaannya,
- Jibril tahu enggak iman?
- Tahu.
- Ngapain tanya sama Rasul? Ah, berarti
- pura-pura.
- Pura-pura itu yang disebut dengan
- sinetron atau lias drama. gitu loh.
- Makanya oh boleh. Selama dalam drama
- itu, dalam sinetron itu, dalam film itu
- ada nilai-nilai kebaikan meskipun
- ditonjolkan juga nilai-nilai keburukan
- gitu. Ini film ya sinetron. Tapi kalau
- video-video grup menjadi kumpulan video
- yang diadukan, diadu dombakan itu
- masalah. Tapi sekali lagi tadi jika itu
- adalah untuk pendidikan kepada umat
- dinarasikannya ee normatif tidak ada
- masalah.
- Tapi kalau narasinya adalah membully,
- kalau narasinya provokator ah itu jadi
- masalah bisa dibedakan ya. Nah itu
- seperti itu ya. Jadi saya terus terang
- ketika saya nulis novel saya baca
- perdebatan di internet.
- Oh, tulis cerpen itu dusta, kebohongan
- gitu loh. Nulis cerpen, nulis Cergam,
- nulis sinetron. Ya, kemudian saya teliti
- lagi, kemudian saya baca syarah tentang
- hadis Jibril.
- Ternyata itu Oh, Jibril juga berdama
- nih, sudah tahu pura-pura nanya sama
- Nabi kan gitu. Nah, kemudian kan Umar
- nanya
- e Nabi menjawab, "Hua Jibrilu atakum
- yuallimkum dinakum." Itu Jibril datang
- kepada kamu untuk mengajarkan agamamu.
- Oh, dengan cara bersinetron, [tertawa]
- dengan cara berdama. Nah, itulah para
- ulama. Maka kemudian saya tenang tuh,
- tapi sayang ee apa namanya? keinginan
- membuat ee lanjutannya saya sudah tidak
- tertarik [tertawa]
- gitu ya. Jadi tapi menariklah dengan ada
- hadis itu. Alhamdulillah ya kita punya
- pencerahan. Demikian saya kira yang
- dapat saya jelaskan. Ee wasallallahu ala
- nabiina Muhammadin. Wallahuam bisawab.
- Wallahuam bisawab. Demikian semoga dapat
- menjawab. Baik ikhwan akhwat. Saat sudah
- di akhir waktu, marilah kita saatnya
- mendengarkan kesimpulan yang akan
- disampaikan Ustaz Ahmad Saleh tafadul.
- Ustaz
- iya kesimpulannya bahwa provokator itu
- sangat dibenci, dosanya besar dalam
- Islam, maka hendaknya hindari. Ya, kalau
- kita sudah memahami konsep ikhlas,
- konsep takdir, maka kita mampu me apa?
- mendudukkannya.
- Jadi tidak semua menjadi provokasi,
- semuanya bisa dipoles ya. Dipoles dengan
- kebaikan apa? Baik sangka, dengan
- memahami takdir, ikhlas, tetap berusaha
- gitu ya. Dan mengingatkan orang-orang
- yang pelaku-pelaku kerusakan. Ya. Tetapi
- sekali lagi kalau dia tidak sengaja,
- tidak sengaja itu begini ya tidak tidak
- terpikir sehingga terjadi e sesuatu maka
- tidak harus diekpos tapi analisa aja
- tentang kebijakan-kebijakan salahnya
- kebijakan seperti apa gitu loh ya. Jadi
- seperti itu kurang lebih. Wallahuamwab
- wasallallahu ala nabiina Muhammadin
- walhamdulillahiabbil
- alamin. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakumullah khairan
- kairan, Ustaz.
- Oh iya, Pak.
- Semoga Ustaz selalu sehat dan insyaallah
- Jumat depan kembali bisa
- Amin. Allah
- mendapatkan ilmu dari Ustaz.
- Amin. Allah.
- Em. Demikian ikhwan akhwat ee siaran
- langsung
- tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Saleh
- tentang keharaman namima. Semoga
- bermanfaat. Saya Fauzi Ridanul haq mohon
- undur diri. Mohon maaf atas segala kata.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilaha illa anta astagfiruka wubu
- ilaik warahmatullahi wabarakatuh.