Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:07 Brail TV. 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:17 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan 0:19 akhwat rahimakumullah. Alhamdulillah 0:21 wasyukurillah kita bersama-sama lagi di 0:24 acara perlindungan anak yang 0:27 mudah-mudahan mempersuasi kita, 0:29 memotivasi kita untuk mampu menjadi 0:32 orang tua yang tepat untuk tumbuh 0:36 kembang mereka. Seperti biasa sebelumnya 0:39 kita mengucapkan salam selawat kepada 0:41 kekasih kita junjungan umat Rasulullah 0:45 sallallahu alaihi wasallam agar kelak 0:47 kita dipertemukan beliau di saat-saat 0:49 yang sangat kita rindukan di yaumil 0:51 akhir. Ikhwan akhwat, seperti biasa 0:54 perlindungan anak 0:56 menghadirkan Dr. Hamid Fati yang sudah 0:59 siap di sini. Asalamualaikum 1:00 warahmatullahi wabarakatuh. 1:02 Waalaikumsalam. Apa kabar Bunda? 1:04 Alhamdulillah sehat. Jadi kita sebagai 1:07 orang tua ini kan punya tanggung jawab 1:09 membimbing, mendidik, mengasuh anak-anak 1:12 biar siap dalam kehidupan mereka. Kali 1:16 ini kita lanjutkan bahasan kemarin ya. 1:18 Insyaallah. Alhamdulillah. Pengasuhan 1:21 berbasis hak anak. Yuk kita dengarkan 1:25 dengan sepenuh hati, sepenuh rasa. 1:28 Silakan. Baik. Terima kasih Bunda. 1:31 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:33 warahmatullahi wabarakatuh. 1:35 Waalaikumsalam. Alhamdulillah kita masih 1:38 diberi kesempatan oleh Allah untuk 1:40 berjumpa pada hari ini. Insyaallah kita 1:44 akan melanjutkan pembahasan terkait 1:47 dengan pengasuhan berbasis hak 1:50 anak. Ayahanda dan bunda di rumah, kita 1:54 berharap Allah selalu memudahkan kita 1:58 dalam 2:00 mendampingi, membimbing, kemudian 2:03 mengasuh anak-anak kita. sehingga mereka 2:06 menjadi individu-individu yang 2:09 berkualitas yang diharapkan oleh 2:13 keluarga, bangsa, negara, dan yang 2:15 paling utama adalah oleh 2:18 agama. Sebagaimana kita 2:20 ketahui, Indonesia telah meratifikasi 2:24 konvensi hak anak melalui keputusan 2:29 presiden nomor 36 tahun 1990. 2:34 berharap ayahanda dan bunda pada saat 2:37 proses 2:39 melakukan pendampingan, pembimbingan 2:41 pada anak, dokumen ini kalau boleh 2:44 dibaca, 2:45 dipahami, dimengerti 2:48 sehingga kita menjadi seorang ayah, 2:53 seorang ibu itu didasarkan oleh 2:57 pengetahuan, keterampilan, dan sikap, 2:59 yaitu yang kemudian membentuk sebuah 3:02 kompetensi. 3:04 Pada minggu 2 minggu yang lalu kita 3:06 telah membahas salah satu bagian dari 3:09 kompetensi yang harus dimiliki oleh 3:12 seorang ayah dan seorang ibu menjadi 3:16 seorang pengasuh. Dan ini juga kalau 3:19 boleh dipahami juga oleh para kakek, 3:23 nenek, 3:25 pamani. Sehingga pada saat proses 3:27 mendampingi cucu, membimbing cucu, 3:31 mengasuh cucu atau ee keponakan, kita 3:35 memiliki 3:37 kompetensi. Pada pertemuan awal kita 3:40 sudah menyentuh pada saat pembahasan 3:43 terkait dengan perkembangan anak. 3:46 Ada enam aspek perkembangan anak yang 3:49 sudah kita bahas 2 minggu yang lalu. Itu 3:52 baru dua, Bunda Nuning. Itu pertama 3:55 terkait dengan nilai-nilai agama dan 3:59 moral. Lalu kemudian yang kedua 4:01 nilai-nilai Pancasila. Tapi sebelum kita 4:05 lanjutkan, perlu saya menyentuh apa yang 4:08 dimaksud dengan nilai-nilai agama ini. 4:11 Kalau boleh ayahanda dan bunda selalu 4:16 memastikan anak-anak kita apa saja yang 4:20 mereka lakukan itu hanya karena Allah 4:24 dan mereka merasa diawasi oleh Allah. 4:28 Ini poin penting yang kita harus terus 4:31 pastikan. 4:33 Lalu yang 4:34 kemudian yang terkait dengan moral, apa 4:39 saja yang mau anak-anak kita lakukan itu 4:43 selalu mereka minta izin dan kemudian 4:47 mendapat persetujuan dari kita. itu 4:49 sebetulnya ee akan membiasakan anak-anak 4:53 kita itu segala sesuatu yang mereka 4:56 lakukan itu itu sudah atas persetujuan 5:00 orang-orang yang di sekitar dia. Dan ini 5:02 yang kemudian akan membiasakan diri dia 5:05 selalu Bunda ini punya aku bukan? Nah, 5:08 kalau Bunda bilang iya ah dia sudah 5:12 berhak untuk memiliki. Tapi kalau 5:14 bagaimana saat dia tanya, "Bunda, ini 5:17 milik siapa? ini milik ayahmu. Kalau 5:20 kamu ingin memiliki, kamu harus minta 5:23 izin. Itu berarti anak akan terbiasa. 5:26 Ini dua hal yang penting dari aspek 5:29 perkembangan pertama yaitu nilai-nilai 5:32 agama dan moral. ini menjadi dasar 5:35 kalau anak kita sudah terbiasa dari 5:38 dalam kandungan sampai usia 8 tahun, 5:41 insyaallah pada tahun-tahun yang 5:44 berikutnya, usia 9 sampai 18 tahun itu 5:47 anak kita sudah mulai terbiasa atau 5:51 membiasakan diri melakukan hal-hal yang 5:54 kita ee harapkan. Yang kedua, 5:57 nilai-nilai Pancasila. 6:00 Pancasila sudah kita ketahui ada lima 6:02 sila. Tinggal pertanyaannya kepada ayah 6:05 Anda, dan bunda. Apakah lima sila 6:09 itu 6:11 hidup atau ee mati? Hidup berarti kita 6:16 harus memastikan sila ketuhanan itu 6:19 benar-benar dipraktikkan dalam 6:21 keseharian kita. Yang kedua, sila 6:23 kemanusiaan. Anak adalah manusia yang 6:27 memiliki harkat dan martabat. Untuk itu 6:30 selalu ditinggikan. Apakah anak kita 6:33 harkat dan martabatnya dia selalu 6:36 ditinggikan? Insyaallah kalau itu sudah 6:39 kita lakukan, kita akan menemukan anak 6:41 kita menjadi individu yang selalu 6:44 percaya diri. Lalu yang ketiga, 6:47 persatuan. Apakah di rumah kita segala 6:51 sesuatu itu dikerjakan? 6:55 secara bersama-sama untuk memastikan 6:58 tidak ada ee percekcokan atau apa. Lalu 7:02 yang tidak kalah penting yang sila 7:04 keempat adalah 7:07 musyawarah. Segala sesuatu yang harus 7:10 diputuskan oleh ayah itu selalu 7:13 dimusyawarahkan dengan ibu, 7:16 dimuswarahkan dengan anak. Apalagi kalau 7:18 di keluarga juga ada tinggal 7:22 bersama kakek, nenek, paman, bibi itu 7:26 selalu kita harus pastikan. Kalau itu 7:29 sudah kita pastikan insyaallah kita akan 7:31 menemukan anak kita akan terbiasa. 7:34 Segala sesuatu yang akan dia putuskan 7:38 itu dia selalu harus memintai pendapat 7:40 dari orang lain dan itu selalu 7:43 dimusyawarahkan demi kebersamaan. Tapi 7:46 yang tidak kalah penting ini adalah sila 7:49 yang kelima tentang keadilan. Ini Ibu 7:52 Bapak yang sudah kita bahas 2 minggu 7:55 yang lalu. Nah, kita lanjutkan Bunda 7:57 Nuning terkait dengan ee enam aspek 8:01 lanjutan ee aspek perkembangan. Yang 8:04 ketiga 8:06 adalah perkembangan fisik motorik halus 8:10 dan motorik kasar. Nah, ini sangat 8:12 ditentukan oleh 8:15 asupan apa yang 8:17 dimakan dan apa yang diminum oleh anak. 8:22 Yang paling tahu apa yang dimakan, apa 8:26 yang diminum oleh anak kita itu siapa? 8:28 Bunda 8:30 Nun yang paling tahu orang tua lah. 8:34 Otomatis ibu. Ibu. Ibu benar-benar harus 8:39 memiliki pengetahuan yang banyak terkait 8:42 dengan berbagai jenis makanan dan 8:46 berbagai jenis minuman untuk pertumbuhan 8:51 anak kita sehingga dia menjadi individu 8:53 yang berkualitas. Tetapi Ibu juga harus 8:58 tahu sumber keuangan yang didapat dari 9:02 suami itu juga harus jelas. Nah, untuk 9:05 itu sebagai seorang ayah dan seorang ya 9:10 seorang ayah ya 9:12 yang menjadi tulang punggung dari 9:16 keluarga yang kemudian ee memiliki 9:20 uang yang kemudian uang itu 9:24 menjadi modal dasar untuk 9:29 membelikan makanan dan minuman itu harus 9:33 jelas sumbernya. 9:35 Jadi untuk itu seorang ayah kalau 9:38 menghendaki kita akan 9:41 memiliki keturunan yang 9:44 hebat terutama dari aspek perkembangan 9:48 fisik 9:49 motorik. Selalu berikan maka selalu 9:53 berikan uang yang sumbernya jelas. 9:58 Baik itu dari hasil penghasilan kita itu 10:02 harus benar-benar dia benar-benar uang 10:05 yang suaranya kita tahu dan itu yang 10:08 kemudian akan dikelola oleh ibunya untuk 10:12 membelikan makanan, membelikan minuman 10:16 sehingga anak-anak kita itu memakan 10:19 makanan yang halal dan thaib. Ah, untuk 10:22 itu ayahanda dan bunda, kalau sekarang 10:26 kita melihat ada anak-anak memiliki 10:29 masalah dalam mengakses makanan dan 10:32 minuman, itu yang kemudian akan 10:34 mempengaruhi proses ee tumbuh kembang 10:37 dia dari segi ee fisik motorik. Nah, itu 10:42 yang juga perlu kita pertanyakan. 10:45 Sebetulnya 10:47 ibunya benar-benar memiliki tidak 10:50 kemampuan untuk 10:52 mengelola, menyajikan makanan-makanan 10:55 yang berkualitas untuk ee anak-anak 10:58 kita. Sebetulnya indikasinya sangat 11:00 sederhana, Bunda Nuning. He. Kalau ada 11:04 anak kita sering jajan, itu yang perlu 11:07 kita pertanyakan 11:10 siapanya di sana ibunya. 11:13 Anak itu sebetulnya dia sangat 11:15 tergantung pada apa yang diberikan oleh 11:19 ibunya. He. Tapi kalau ibunya 11:22 menggampangkan, udah kamu ke warung saja 11:27 beli apa yang mau kamu ee mau makan atau 11:31 mau kamu minum. Akhirnya anak-anak 11:35 kita makan makanan yang kemudian membuat 11:41 mereka mengalami ketergantungan. 11:44 Lalu mereka minum-minuman yang membuat 11:47 diri mereka ketergantungan 11:50 karena tidak diawasi atau tidak 11:53 dikontrol oleh orang tua. untuk itu 11:57 menjadi ayah dan ibu yang hebat itu 12:01 harus memiliki kemampuan di bidang ee 12:06 kognitif eh di bidang fisik motorik ini 12:10 sehingga kita akan membiasakan 12:13 memberikan makanan-makanan yang 12:16 berkualitas. Coba Bunda ini punya 12:19 pengalaman apa dengan anak-anak waktu 12:22 masih kecil dulu? Ini ditolak, itu 12:25 ditolak 12:27 makanan, tapi dengan cara akhirnya yang 12:31 ditolak jadi diterima. H proses ya. Jadi 12:35 untuk menemukan anak-anak yang hebat ini 12:38 menjadi penting. Ah untuk terkait dengan 12:40 fisik motorik ada satu hal yang 12:42 diharapkan oleh negara. Apa itu Bunda 12:45 Nuning? Ah, kalau boleh ayahanda dan 12:48 bunda yang punya handphone coba ambil 12:51 Undang-Undang Nomor 11 tahun 12:55 2000 22 tentang 13:01 keolahragaan. Apa poin yang diharapkan 13:05 oleh negara kepada orang tua? 13:10 Negara itu sangat 13:12 mengharapkan dari rumah itu lahir 13:16 anak-anak 13:18 yang berkualitas baik 13:21 secara fisik motorik maupun fisik apa, 13:27 motorik halus maupun motorik kasar. 13:30 Nanti di sana anak-anak itu kalau 13:34 terus-menerus dibimbing, diasuh oleh 13:39 orang tuanya untuk latihan, untuk 13:43 dipersiapkan di berbagai cabang 13:47 olahraga. Ah, di sana kan nanti akan 13:51 lahir 13:53 calon-calon juara yang akan ee 13:57 memperdengarkan lagu Indonesia Raya dan 14:02 mengibarkan bendera sang merah putih di 14:04 event internasional. Berarti di 14:07 Olimpiade. Kalau itu 14:10 terjadi, kita akan menemukan anak-anak 14:14 yang hebat. Siapa nih yang akan 14:17 mempersiapkan anak-anak seperti ini? 14:19 Kita berharap kepada negara. Negara itu 14:23 kalau kita telusuri pada 14:27 belakangan, mereka itu hanya ee selalu 14:31 menerima yang sudah 14:33 jadi. Bagaimana untuk menjadikan anak 14:37 itu berkualitas? itu melalui sebuah 14:41 proses. Proses yang sangat menentukan 14:44 itu adalah pada saat anak di dalam 14:47 kandungan. Lalu kemudian pada saat anak 14:50 itu dari usia 0 hari sampai 8 tahun. 14:55 Heh. Mereka 14:57 itu dari aspek makanan dan minuman itu 15:03 benar-benar diawasi, 15:07 dikontrol oleh orang 15:09 tua. Dan ini yang kemudian dilanjutkan 15:12 dengan melatih anak-anak untuk melakukan 15:17 berbagai ee jenis ee latihan fisik 15:22 terutama sehingga kita akan menemukan 15:26 anak-anak yang kualitas fisiknya itu 15:29 sangat menyenangkan siapapun. Dan salah 15:32 satunya adalah para pencari bakat. Kalau 15:36 para pencari bakat itu sudah turun dan 15:39 mereka melihat anak-anak kita itu siap 15:43 untuk mengikuti berbagai cabang olahraga 15:46 dan ini kemudian apalagi kalau diikuti 15:49 oleh ee daerah yang memiliki kepala 15:54 dinas olahraga yang membaca potensi anak 15:58 lalu kemudian 16:00 memfasilitasi lalu 16:03 kemudian dengan jadwal 16:05 ee pertandingan ataupun perlombaan yang 16:09 teratur itu sampai ke level nasional. 16:13 Insyaallah kita akan memiliki anak-anak 16:17 yang akan selalu membanggakan diri. Dia 16:21 akan mengibarkan bendera merah putih 16:24 lalu kemudian ee memperdengarkan lagu 16:28 kebangsaan Indonesia Raya. Nah, ini ini 16:31 menjadi sebuah tantangan. Tapi kuncinya 16:34 Bunda Nuning, Heeh. Pada tanggal 16:37 27 November tinggal beberapa hari ya, 16:41 tinggal sekitar kalau kita hitung maju 16:46 ee ini tanggal 4 3 mingguah. Berarti 16:50 tinggal ee 23 hari lagi kita akan 16:55 menentukan pilihan siapa yang akan 16:58 menjadi bupati, siapa yang akan menjadi 17:02 walikota, dan siapa yang akan menjadi 17:04 gubernur. Ah, mereka-mereka ini yang 17:07 kemudian akan memilih ee kepala dinas 17:12 yang kemudian akan memilih kepala dinas 17:15 ee olahraga yang kemudian ee Kepala 17:20 Dinas Pertanian dan Perikanan yang 17:23 kemudian harus 17:26 memprioritaskan anak-anak yang ada di 17:29 daerah dia 17:30 itu fisik motoriknya berkembang. Lalu 17:34 kemudian latihan olahraganya 17:36 terfasilitasi dan mereka menjadi 17:39 calon-calon atlet yang hebat. Nah, ini 17:43 ini poin tapi kuncinya ada di siapa? Ada 17:48 di ayah dan ibu. Untuk itu kami dorong 17:54 ayahanda dan bunda menjadi ayah yang 17:56 hebat. 17:57 Baca Undang-Undang Nomor 11 tahun 2022 18:03 supaya kita memiliki dasar untuk 18:07 memberikan makanan, memberikan minuman 18:10 kepada anak-anak kita supaya kita akan 18:13 menemukan anak 18:15 yang fisik motoriknya itu berkembang 18:20 sesuai dengan apa yang kita kehendaki. 18:23 Kalau fisik ee motorik halus, ya 18:27 itu kita dorong anak 18:30 kita ke sanggar-sanggar tari, baik anak 18:34 laki-laki maupun anak perempuan supaya 18:36 mereka bisa menampilkan ee tarian-tarian 18:41 yang selalu diharapkan 18:44 oleh ee mereka yang tertarik di bidang 18:48 seniari. Dan ini yang kemudian itu 18:51 dilahirkan dari orang tua-orang tua yang 18:55 selalu memperhatikan apa yang dimakan 18:57 dan apa yang diminum oleh anak-anak 18:59 mereka. Itu aspek perkembangan yang 19:04 ketiga. Sekarang yang keempat, Bunda 19:07 Nuning, yaitu 19:09 aspek perkembangan ee kognitif. Wah, 19:13 kita sekarang punya wakil menteri yang 19:18 memiliki ee kemampuan di ilmu kognitif. 19:21 Kita juga bangga ya. Semoga ee 19:24 pengetahuan ini beliau tularkan untuk ee 19:29 orang tua-orang tua yang ada di 19:31 Indonesia. Tapi pada pertemuan kali ini 19:34 sebetulnya apa sesungguhnya 19:37 di kognitif yang perlu kita dorong 19:41 sehingga kita memiliki anak-anak yang 19:44 memiliki perkembangan kognitif. Ah, 19:46 untuk itu ayahanda dan 19:49 bunda, sekolah dan laboratorium yang 19:53 terbaik di dunia itu sebetulnya ada di 19:57 rumah. 19:59 Tapi 20:01 ini belum banyak 20:04 dimanfaatkan oleh setiap bunda dan 20:09 setiap ayah. Dan kalau boleh kalau ada 20:13 anak-anak tinggal bersama kakek 20:15 neneknya, ini juga kalau boleh 20:17 dipotensian oleh kakek nenek agar 20:21 cucu-cucunya itu kognitifnya berkembang 20:24 secara optimal. Karena range usia 20:29 perkembangan yang ee baik itu di usia 0 20:36 sampai 4 tahun itu 50%. 20:39 He kecerdasan itu berkembang. Lalu 20:42 kemudian usia 5 sampai 8 tahun itu 30%. 20:48 Jadi kalau kita totalkan 0 sampai 8 itu 20:51 sekitar 80% kecerdasan anak itu 20:56 berkembang. Dan siapa yang menjadi 20:59 pendidik pertama dan utama? Tiada lain 21:02 adalah ibu dan ayah. Ibu dan ayah. dan 21:06 laboratorium dan sekolah yang terbaik 21:09 itu sesungguhnya ada di rumah. Cuma 21:11 tinggal kita ee kelompokkan. 21:14 Pertama, coba pastikan anak-anak kita 21:19 itu mendapatkan ee pengetahuan yang 21:23 banyak dari ruang dapur. Coba Bunda 21:25 Nuning di dapur itu ada apa saja yang 21:28 kemudian terkait dengan profesi, terkait 21:32 dengan ee berbagai ee jenis-jenis benda 21:37 yang mereka ee akan pelajari nanti kalau 21:41 sejak dari usia dini itu sudah 21:43 diperkenalkan oleh ee ayah dan bundanya 21:46 secara detail. Coba sebutkan salah satu 21:49 apa yang di dapur yang ingin Bunda mau 21:52 perkenalkan kepada Oh, nanti kan bakal 21:55 punya cucu ya pada cucunya. Apa aja 21:57 Bunda Nuni? Di dapur aja. Sebut satu 21:59 benda aja. Sendok. Ah, sendok. Kita coba 22:04 sendok itu terbuat dari apa, Bunda Nuni? 22:08 Digunakan untuk apa? Digunakan untuk 22:10 apa? St pertanya terbuat dari apa dulu? 22:14 Nah, dari aluminium atau plastik kan? 22:17 macam-macam itu. Macam-macam itu kan 22:19 melalui sebuah proses. He. Dan di 22:21 belakang itu ada 22:23 profesi-profesi yang otomatis akan 22:25 terkait dengan pembuatan itu tadi. Ee 22:29 sebuah profesi itu lahir dari sekolah 22:32 atau dari universitas. Kebayang tuh 22:34 kalau seorang bunda, "Nak, tahu enggak 22:37 sendok ini terbuat dari besi atau dari 22:40 aluminium atau dari besi putih?" Nikel 22:44 ya? Iya. Belajar tuh. 22:47 Tahu enggak orang yang membuat ee sendok 22:50 ini kita coba ambil ee gadget ketik 22:54 siapa yang menemukan pertama sendok itu. 22:57 Wah, dapat itu berbagai pengetahuan dan 23:00 itu yang kemudian menjadi dasar untuk 23:03 kita berdiskusi dengan anak kita. Jangan 23:06 dibalik loh. Jangan bilang, "Pak, enggak 23:09 ada waktu untuk itu. Kami sebagai orang 23:12 tua harus cari uang." Ah, itu yang 23:14 kemudian akhirnya anak kita seharusnya 23:19 mendapatkan informasi yang banyak dari 23:22 ayah dan ibunya justru 23:25 hilang. Ambil lagi satu jenis ee bahan 23:30 dasar untuk membuat makanan. Bunda 23:32 Nuning, apa yang di di dapur yang ingin 23:35 Bunda mau jelaskan? Ini sebagai contoh 23:38 saja. Iya. Terlintas garam. Garam itu 23:42 terbuat dari apa? Wah, itu proses ya. 23:45 Heeh. Ada proses. Dan siapa yang bisa 23:49 membuat 23:51 garam? Orang sekolah dari mana itu yang 23:54 membuat garam? Kalau petani kan tidak 23:55 perlu sekolah. Dia ada di Madura, 23:59 ada di NTT. Ini garam yang terbaik 24:01 sekarang ini. Dari NTT. Eh, sekarang di 24:06 Indonesia lautnya luas, mataharinya juga 24:10 banyak. Eh, tapi impor dari luar negeri. 24:13 Ini yang jadi tantangan. Boleh juga itu 24:15 anak-anak tanya, "Bunda, kenapa kok 24:17 bisa?" Kan kita bisa kita di bahan 24:20 diskusi di rumah itu. Jadi akhirnya oh 24:23 ini siapa menterinya, siapa presidennya? 24:26 Jadi akhirnya anak-anak kita akan 24:29 berdiskusi. Ada lagi misalnya sebutir 24:34 beras. Beras itu dari mana, Bunda? Ah, 24:37 kamu enggak usah tanya, ya. beli ini 24:39 bunda beli dari warung itu anak langsung 24:44 hilang ee apa daya imajinasi dan 24:49 pikir-pil pikir kalau bunda jelasin ada 24:52 kemarin populer Bunda no ada calon 24:55 bupati bilang sebuah inovasi inovasinya 24:59 apa ee padi berubah menjadi beras 25:05 Iya iya iya menarik jadi agak viral 25:08 Waktu itu ee beberapa waktu yang lalu 25:11 saat ada kampanye seorang calon bupati 25:15 ditanya oleh moderator apa itu 25:18 inovasinya ee padi menjadi beras. Ah, 25:21 jadi menarik juga. 25:24 Jadi seorang ayah, seorang 25:29 ibu ee 25:31 memperkenalkan kepada anaknya sebutir 25:35 beras itu, itu berproses dari ee padi. 25:40 Wah, padi itu kayak apa, Bunda? Ah, dia 25:43 tanya ke sawah. Ajak ke sawah. Jadi, 25:46 padi itu diawali dengan ee sawah itu 25:51 direndam. 25:53 Berapa orang yang terlibat di sana? 25:55 Bagaimana kok ada air 25:57 dari got? Heeh. Lalu atau pematang lalu 26:02 kemudian bisa naik ke sawah itu. Itu 26:05 melus proses tuh. Lalu airnya dari dari 26:08 mana, Bunda? Oh, dari sungai yang 26:12 dikumpulkan melalui dam. Dam itu apaagi? 26:16 Jadi, anak itu tahu banyak ya. Tahu 26:19 banyak. Dan ini yang kemudian sekarang 26:22 atau belakangan ya masih ada orang 26:25 tua-orang tua yang hebat yang mau 26:28 membantu perkembangan kognitif anaknya 26:31 itu secara luas. Tapi ada orang tua yang 26:36 ee 26:38 mungkin supaya anaknya itu tidak nangis 26:41 ya kasih aja gadget. lah. Akhirnya 26:45 anak dapat sih ee kognitifnya berkembang 26:49 tetapi tidak optimal yang seharusnya dia 26:52 dapat informasi di dapur, dia dapat 26:55 informasi dari tempat tidur. Tempat 26:58 tidur apa saja itu, Bunda Nuning yang 27:00 bisa kita jelaskan kepada anak kita itu 27:02 menjadi menarik tuh. Misalnya ada kasur, 27:05 bantal, selimut. Kasur terbuat dari apa? 27:09 Terus bantal, selimut. Lalu ruang tamu. 27:13 Oh, ruang tamu ada 27:16 televisi, 27:17 ada tape recorder, ada radio, lalu 27:24 kemudian 27:25 apalagi ruang tamu itu banyak juga di 27:29 halaman rumah. Halaman rumah itu sebuah 27:32 laboratorium untuk perkembangan kognitif 27:34 anak. Coba, 27:36 Dek. Ayah pengin kamu kumpulkan coba 27:41 dari batu kerikil yang ukuran kecil 27:45 kemudian diurutkan sampai ke yang besar. 27:48 Wah. Kemudian coba bedakan ada kerikil 27:52 yang berwarna putih, ada kerikil yang 27:56 berwarna hitam. He. Ada yang mau pecah, 27:59 ada yang mulus. coba kamu ee kumpulkan 28:03 kamu ee 28:06 itu proses yang sangat ee hebat kalau 28:10 itu dilakukan oleh ayah ibu dan itu yang 28:15 kemudian ee diikuti oleh anak-anak itu 28:19 yang kemudian Bunda Nuning pada saat 28:21 mereka mulai masuk kelas 3 SD, kelas 4 28:25 SD sudah ada pelajaran yang terkait 28:28 dengan apa yang mereka peroleh dari 28:31 rumah itu yang kemudian akan mereka 28:35 selalu ingat, "Oh, ini kan pernah 28:38 disampaikan, pernah 28:40 diceritakan atau pernah disimulasikan 28:42 oleh ayah dan bunda di rumah bersama 28:44 aku." He. Itu yang kemudian yang disebut 28:48 anak saleh salehah yang selalu bersyukur 28:51 kepada apa yang dia dapat dari ayah 28:54 ibunya itu. Itu yang namanya terima 28:58 kasih. Ya Allah, Engkau telah 29:00 mengirimkan aku seorang ibu, seorang 29:04 ayah yang hebat. Sehingga pada saat aku 29:06 sekarang berada di kelas 3 SD, aku 29:09 selalu ingat apa yang mereka sampaikan. 29:12 Itu kalau orang tua yang mau memastikan 29:18 aspek perkembangan kognitif anak dengan 29:21 memanfaatkan sekolah dan laboratorium 29:24 terbaik yang ada di rumah. 29:26 Pertanyaannya, ada berapa ayah, berapa 29:29 ibu seperti itu sekarang? Ayo, pendengar 29:33 radio Rasil di mana saja 29:35 berada. Kalau itu tidak kita lakukan, 29:38 berarti kita telah melakukan pengabaian. 29:41 Berarti hak-hak anak juga sudah kita 29:45 regut sebelum anak-anak itu menjadi 29:48 individu yang hebat. Padahal kita selalu 29:52 berharap akan menemukan anak-anak yang 29:54 berkualitas, tetapi kita tidak 29:58 memfasilitasi, kita tidak mempotensikan, 30:01 tapi justru kita kemudian menyerahkan 30:04 itu semua ke sekolah. Nah, sekolah yang 30:07 sesungguhnya siapa? Sekolah sesungguhnya 30:09 itu adalah di rumah ayah dan ibu sebagai 30:13 pendidik pertama dan utama. Tapi yang 30:15 selalu dikambing hitamkan adalah 30:18 guru-guru yang ada di rumah, di sekolah 30:20 yang sekarang 30:22 juga sedang mengalami tantangan juga 30:25 seperti yang kasus di mana nih? Di salah 30:30 satu di pulau 30:32 Sulawesi. Guru sekarang berproses dan 30:35 itu yang kemudian ee mendapatkan 30:38 dukungan dari PGRI. Nah, ini juga ini 30:42 sebetulnya ada banyak hal yang perlu 30:45 kita bahas, tapi kita harus sempitkan 30:47 dulu di dalam aspek kognitif ini. Ini 30:51 kognitif Bunda Noning ini sangat 30:53 menentukan terkait dengan ee berhasil 30:58 tidaknya anak kita di kemudian hari. Itu 31:02 semua sangat memang 31:05 kita sangat ditentukan oleh ee Allah. 31:11 Tapi upaya dari ayah dan ibu itu perlu 31:15 juga untuk ee 31:18 mengupayakan. Itu aspek yang keempat. 31:21 Ah, aspek yang kelima ini, Bunda Nuning 31:24 terkait dengan bahasa anak-anak kita ini 31:29 di dalam pergaulan nanti di kehidupan 31:33 keseharian itu sangat tergantung dari 31:35 bahasa. 31:36 bahasa ini ini yang paling dekat dengan 31:41 anak siapa? Ibunya. Iya. Proses 31:45 transformasi bahasa ibu ke anak bila 31:50 melalui dengan sebuah proses yang 31:53 lembut, dengan proses yang riang, 31:55 gembira, insyaallah kita akan menemukan 31:58 anak-anak kita pada saat dia bergaul 32:02 dengan temannya itu penuh dengan 32:04 kesejukan. Nah, kalau catatannya hari 32:07 ini kita temukan oh ada anak kalau 32:09 bicara itu 32:11 kasar itu siapa dulu ayah dan siapa dulu 32:15 ibunya. Karena cerminan pertama dari 32:19 anak 32:20 kita itu dari bahasa. Iya. Jadi kalau 32:25 dia memiliki 32:27 ayah, ibu, kakek, nenek yang hebat, 32:32 insyaallah kita akan 32:34 menemukan anak kita, anak yang hebat 32:39 dari bahasanya. Untuk itu 32:42 coba ayah Anda dan bunda 32:45 pastikan dari perkembangan bahasa anak 32:50 dari bunyi kemudian menghasilkan huruf 32:55 lalu terangkai menjadi kata. kata 32:58 kemudian bersusun menjadi kalimat dan 33:02 itu yang kemudian kita harus pastikan 33:05 apa yang keluar dari mulut anak itu kita 33:10 pahami. Dan yang kedua ini yang menjadi 33:12 penting. Pada saat dia berinteraksi 33:14 dengan kita, apa yang kita sampaikan dia 33:17 mengerti dan dia mampu melakukan. Ini 33:22 ini yang harus kita pastikan. terutama 33:25 bagi anak-anak yang abilitas. Nah, 33:28 bagaimana dengan anak yang disabilitas? 33:31 Ini juga orang tua harus mulai paham. 33:34 Kalau bicara dengan anak yang tidak bisa 33:37 mendengar, berarti anak harus membaca 33:42 mulut dari orang yang berbicara. Untuk 33:44 itu, bagaimana kita harus berbicara 33:47 dengan anak yang ee mengalami 33:50 disabilitas? itu juga harus ee 33:52 membutuhkan 33:54 proses. Apakah hanya orang tua yang 33:56 memiliki anak disabilitas harus memiliki 33:59 kemampuan untuk membaca? Itu 34:02 tidak. Kita sebagai orang tua ya diberi 34:07 ee kemampuan berlebih kita juga harus 34:10 mempelajari itu apa yang harus dapat 34:14 dimengerti oleh oleh anak-anak lain. 34:17 Karena ini akan interaksi. Ah, sebagai 34:18 orang tua bagaimana kita memastikan ah 34:22 untuk itu tipsnya ini sangat sederhana. 34:25 Ini sebetulnya dianjurkan oleh 34:28 Rasulullah kalau dengan anak itu kita 34:33 berbicara dengan jelas. Tetapi kuncinya 34:36 Bunda Nuning, he 34:39 syaratnya paling utama dari orang tua 34:41 itu menjadi pendengar yang baik. Jadi 34:45 kita mendengarkan dulu apa yang 34:46 disampaikan oleh anak. Lalu kemudian 34:50 kita harus pastikan yang keluar dari 34:53 mulut kita itu harus jelas supaya anak 34:57 sebagai pengikut 35:00 atau apa? 35:03 pencontoh atau pengulang itu jelas 35:07 apa yang kita ucapkan dia mengerti, dia 35:12 pahami dan tidak kalah penting dia bisa 35:16 balik mengucapkan ulang he dari ucapan 35:20 dia itu kita dapat mengerti dan kita 35:23 pahamiah ini menjadi menarik benar ini. 35:25 Dan itu diajarkan di golden age ya. Iya 35:28 dari usia 0 sampai 8 tahun. 35:30 tahun. Kuncinya ada saat pada saat 35:35 pemberian air susu ibu. Wah, itu 35:39 interaksi Benar Nuning. Ada enggak 35:41 ibu-ibu? Eh, kamu minum minum. Enggak 35:44 ada cerita lembut berbagai. Nah, ini air 35:49 susu ibumu ini berasal dari proses alami 35:55 tetapi sangat ditentukan oleh apa yang 35:58 Bunda makan. apa yang Bunda minum dari 36:01 uang yang dihasilkan oleh ayah dan dari 36:05 ayah yang melakukan pekerjaan yang 36:08 halal. Jadi itu menjadi penting tuh. 36:10 Tapi kamu tahu enggak ini ee minuman ini 36:15 dari hasil korupsi dari air kalau boleh 36:18 mulai dicegat tu. ini menjadi penting. 36:22 Anak-anak yang mengalami perkembangan 36:25 bahasa yang hebat itu sangat ditentukan 36:27 oleh dampingan bimbingan dari orang tua. 36:31 Puncaknya itu adalah anak sampai bisa 36:35 menulis. He. Apalagi kalau dia bisa buat 36:39 puisi atau menulis karangan. itu adalah 36:43 anak-anak yang sudah mampu 36:45 mengekspresikan bahasanya dalam tingkat 36:48 tinggi, tidak hanya dalam bentuk suara, 36:52 tetapi dalam bentuk tulisan. Ah, kita 36:54 berharap nanti ke depan kita akan 36:57 menemukan anak-anak yang ee hebat di 37:00 bidang sastra meskipun dia bukan anak 37:03 sastra. Nah, itu sangat ditentukan oleh 37:06 ibunya. 37:07 Untuk itu, ayo ibu-ibu, pilihlah suami 37:11 yang dapat menyenangkan hati ibu 37:14 sehingga dalam proses 37:16 mengandung, dalam proses membesarkan 37:18 anak kita, kita mampu 37:22 mentransformasi dari aspek bahasa. Ini 37:26 tidak sembarang. 37:29 Jadi, Pak, kok anak saya ini ngomongnya 37:32 enggak jelas? Ibunya bagaimana? 37:34 Ngomongnya jelas enggak? 37:37 Tapi ada satu poin penting lagi ini pada 37:39 saat proses perkembangan bahasa Bunda 37:41 Nuning dan ini sebetulnya salah satu 37:43 keterampilan nanti kita akan bahas. Tapi 37:45 saya bocorkan dulu nih apa apa itu Bunda 37:48 Nun? Kalau mau berbicara dengan anak 37:52 gunakanlah frekuensi anak. Nah sekarang 37:56 faktanya gimana Bu? Adik-adik kalau di 38:00 rumah ayah pakai frekuensi ayah atau 38:02 frekuensi anak saat berbicara dengan 38:04 kalian? Frekuensi ayah 38:08 udah makan 38:10 belum? Jadi harusnya kita pakai 38:13 frekuensi nak udah makan belum? 38:17 Makan apa hari 38:18 ini? Ini ini kalau kakek juga penting 38:22 juga harus pakai frekuensi kakek atau 38:25 frekuensi cucu nih kakek yang hebat. 38:30 Nenek omak emm apaagi? E opung yang 38:36 hebat adalah saat berinteraksi dengan 38:39 cucunya menggunakan frekuensi cucu bukan 38:43 frekuensi nenek yang suka menyogok. Ini 38:47 kadang-kadang menyogok tuh. Nih ini poin 38:51 penting. 38:53 Aspek kelima adalah perkembangan bahasa. 38:59 Jadi sebagai pendidik pertama dan utama 39:02 kita harus mulai baca 39:07 literaturskikal perkembangan bahasa 39:09 itu atau yang dari India ada di 39:12 Indonesia ada saya punya guru besar tapi 39:16 beliau sudah diundang oleh Allah 39:19 beberapa waktu yang lalu itu kemampuan 39:22 beliau untuk menguasai berbagai bahasa 39:27 atau coba cari berbagai literatur 39:31 terutama ini 39:33 ee 39:35 pasangan ee muda yang sedang proses 39:38 membimbing anaknya atau sedang 39:41 mendampingi cucunya. Coba mulai pelajari 39:47 ee tentang linguistik. Hm. 39:53 neuroins, 39:55 neurolinguistik itu kita pelajari dan 39:58 itu yang kemudian pada saat kita 40:02 mendampingi, pada saat kita 40:05 membimbing anak dan cucu kita itu dengan 40:09 penuh pengetahuan. Bukan diambil dari 40:13 berbagai literatur yang sembarang 40:16 di apa 40:18 di chat CPTI. atau EI, kita harus coba 40:24 baca buku-buku, cari buku-buku 40:27 yang dapat dipahami, dapat dimengerti 40:31 terkait dengan perkembangan bahasa anak. 40:33 Ini menjadi penting. Lalu aspek yang 40:38 keenam ini yang terakhir dari aspek 40:40 perkembangan anak yaitu Bunda Nuning, 40:43 yaitu 40:45 emosi dan sosial. Pertanyaan Bunda 40:49 Neneng 40:50 kepada ibu-ibu atau aya di rumah atau 40:55 kepada Bunda Nuneng juga? Pertanyaan 40:59 saya, sejak kapan anak itu belajar marah 41:03 atau belajar senyum atau dia belajar mau 41:07 berbagi-bagi? Lagi-lagi di Golden Age 41:10 lah. Golden Age tapi sebetulnya itu pada 41:14 saat proses di dalam kandungan ibunya. 41:17 Ya. Heeh. Jadi 41:19 kalau seorang ibu mengandung, dia 41:23 memiliki suami yang selalu menyenangkan 41:26 hati 41:28 istrinya, insyaallah pada saat bayi yang 41:32 dikandung itu lahir, dia akan senyum. 41:36 Dia menyenangkan hati orang lain. Tetapi 41:39 kalau kita menemukan kok anak ini masih 41:42 bayi atau balita mudah marah-marah. 41:46 Lempar-lempar terus 41:50 nangis-nangis. Dipastikan itu Bunda 41:52 Nuning ini tolong di coba ayahanda dan 41:55 bunda di rumah coba amati atau pernah 41:59 punya pengalaman yang 42:01 sama itu sebetulnya dia berasal dari ibu 42:05 yang memiliki suami yang suaminya galak 42:09 kepada istrinya. 42:11 tu. Jadi, wahai para ayah, gitu. Untuk 42:14 itu ini sangat ditentukan oleh calon 42:18 ibu. 42:20 Calon ibu kalau mau mencari suami, 42:24 suaminya itu harus lulus konvensi Hana 42:27 dulu. Materi-materi yang kita bahas ini 42:29 Bunda Ni. Ah, itu tuh harus kita pahami 42:34 itu. Kita Bunda Nureng ada anak itu 42:39 masih balita usia 5 tahun ya Bunda. Dia 42:43 mau bagi dia sangat menyenangkan orang 42:46 lain dari segi sosial itu ditentukan 42:49 saat kapan itu B nih? 42:52 bagi-bagi. Kalau ada kue dia bagi terus 42:56 apa-apa kalau tidak ada ee temannya itu 43:01 kelas itu kayaknya tidak 43:03 tidak bahagia, 43:07 tidak itu sangat ditentukan 43:11 oleh masa ee proses tumbuh kembang anak 43:15 di dalam kandungan. 43:17 Untuk itu, Ibu, Ibu-ibu, kalau 43:20 membiasakan anak itu mau berbagi, dia 43:23 sangat menyenangkan. Untuk itu saat 43:26 sedang mengandung anak kita, berbuat 43:30 banyaklah hal-hal yang baik. Dan itu 43:33 yang kemudian kita akan menemukan anak 43:36 yang memiliki aspek perkembangan emosi 43:40 dan sosial yang sangat kita harapkan dan 43:46 dia menjadi individu yang sangat 43:48 menyenangkan orang lain. Wah, ini poin 43:50 penting ini Bunda nih. Kita sampai di 43:53 sini dulu ya. Oh, lumayan. Baru tadi as 43:57 dari aspek ketiga sampai keenam ini 44:00 sudah mengambil waktu yang banyak. Yang 44:03 jelas di pertemuan berikutnya masih akan 44:06 berlanjut karena masih banyak sekali. 44:08 Kita boleh langsung ke pertanyaan ya. 44:10 Boleh, boleh, boleh. Oke. Ini 44:12 dari 44:14 Ibu Ani ya. Terima kasih sekali 44:18 bahasannya. Tapi kalau sudah terlambat 44:20 gimana? Anak saya udah gede-gede dan 44:23 mereka memang lebih emosional 44:26 dibandingkan anak-anak yang lain. Apa 44:29 yang harus saya lakukan, Pak? Baik. 44:32 Kalau Ibu menyadari hal itu, kuncinya 44:35 sangat sederhana. Ambil waktu bersama 44:38 mereka 44:39 berdiskusi. Tapi di akhir atau di awal 44:42 diskusi, Ibu memulai dengan meminta 44:45 maaf. Seharusnya ibu melakukan banyak 44:49 hal, tetapi karena ini karenanya ini 44:52 banyak sekali. Salah satunya tidak punya 44:55 waktu apalagi ibu memiliki kesibukan, 44:58 ambil waktu minta 45:00 maaf. Apa keuntungannya? Keuntungannya 45:03 mungkin 45:05 ee anak-anak kita akan memaafkan hal itu 45:09 dan itu yang kemudian mereka menjadikan 45:12 dasar untuk mengoreksi diri mereka. Tapi 45:15 kan mereka punya waktu yang panjang dan 45:18 kemungkinan mereka akan menjadi ibu atau 45:22 menjadi ayah. Dan itu yang kemudian kita 45:26 akan menemukan cucu yang hebat karena 45:30 dia bersumber dari ee ibu atau ayah yang 45:36 dia sudah menyadari diri dia dulu tidak 45:40 mendapatkan hal-hal yang seharusnya. 45:44 Tetapi dia tidak mau mengulangi itu, 45:47 tetapi diawali dengan permintaan maaf 45:50 dari ibu. Nah, ini menjadi penting. Ini 45:54 kunci. Betapa meminta maaf ternyata jadi 45:57 jalan pembuka hati mereka. Ya. Iya. Dan 46:00 itu menjadi dasar dan itu akan kemudian 46:04 dia akan menelusuri hal-hal apa ya yang 46:08 postif pada diri aku dan hal-hal apa 46:11 yang negatif. ini yang mungkin karena 46:14 mengalami kegagalan dalam proses 46:16 perkembangan itu yang kemudian dia bisa 46:19 ee menyesuaikan diri dengan perkembangan 46:22 pengetahuan hari ini. 46:25 Ini dari tidak ada namanya terkait 46:28 dengan bersikap adil, tidak 46:30 membeda-bedakan, tidak mudah karena 46:33 terkait dengan karakter anak. Anak saya 46:37 tiga kebetulan berbeda-beda. Itu 46:38 bagaimana soal adilnya? Nah, ini yang 46:41 menarik. 46:44 Jadi satu 46:47 ee keterampilan atau satu kemampuan yang 46:50 harus dimiliki oleh seorang ayah dan 46:54 seorang ibu itu melakukan 46:57 asesmen. Setiap anak yang dikaruniai 47:01 oleh Allah kepada kita atau yang 47:03 dipercayakan oleh Allah kepada kita itu 47:07 memiliki keunikan atau memiliki 47:11 keunggulan tersendiri. Itu yang ditandai 47:13 oleh Sidik Jari. Jadi masing-masing anak 47:17 kalau boleh kita buatkan 47:22 assesment. Hasil assesment ini itu yang 47:25 kemudian kita bisa susun menjadi sebuah 47:28 portofolio atau sebuah cerita. Lalu dari 47:31 sebuah cerita itu kita akan tahu apa 47:34 yang menjadi keunggulan anak dan apa 47:37 yang menjadi hal-hal yang perlu dicatat. 47:41 Rasa keadilan itu sebetulnya di situ. 47:43 Bagaimana kita adil ke setiap anak itu 47:49 memfasilitasi anak sesuai dengan apa 47:52 yang menjadi bakat dia dan apa yang 47:54 menjadi minat dia. Itu yang kemudian 47:56 menjadi keunggulan. He. Tetapi 47:59 juga ada hal yang 48:03 kemudian anak ini memiliki keunggulan 48:07 tetapi ada hal-hal yang kita catat atau 48:10 kita garis bawahi. Saya tidak bilang 48:12 hal-hal yang negatif ya Bundai. Tapi 48:14 saya selalu menggunakan hal-hal yang 48:17 perlu kita catat agar mendapatkan 48:20 perhatian. Iya. Perhatian itu mungkin 48:24 kalau kita biarkan akan merugikan anak 48:28 baik bagi diri dia atau pada saat dia 48:32 proses ee sosialisasi. Nah, kita adil di 48:34 dalam hal itu. Lalu kemudian 48:38 pertanyaan pertama kan dia kita temukan 48:41 apa yang menjadi keunggulan dia itu yang 48:44 kemudian bakat dan minat. Di situlah 48:47 kita harus 48:48 mengoptimalkan, memfasilitasi dia. 48:51 Otomatis anak A, anak B, anak C itu 48:56 memiliki keunggulan yang berbeda-beda. 48:59 Ah, untuk itu supaya dia adil kita 49:02 habiskan apa yang kita miliki, sumber 49:05 daya yang kita miliki untuk 49:08 mengoptimalkan potensi anak kita. Oke. 49:11 Kalau kita tidak memiliki kelebihan, 49:14 berarti kita harus mengkonekkan dengan 49:16 potensi yang ada di luar seperti 49:20 beasiswa atau kita mencari pelatih yang 49:23 hebat agar bakat dan minat anak itu 49:27 benar-benar berkembang. Nah, ini poin 49:29 penting. 49:31 Oke, ini pertanyaan terakhir kita sudah 49:33 di penghujung dari Mbak atau Mas Angka 49:36 nih. Sebagai anak linguistik senang 49:39 sekali mendengar program Rasil kali ini. 49:41 Semoga Dr. Hamid, Mbak Nuning, semua 49:43 juga dapat rahmat. Pertanyaannya, anak 49:46 pertama saya didiagnosa disleksia pada 49:49 kelas 4 SD, saat ini SMP kelas 3 dan 49:54 masih kesulitan membuat satu kalimat 49:57 lengkap padahal sudah diajarin dengan 50:00 mengenalkan tentang imbuhan dan 50:02 sebagainya. Apa yang harus saya lakukan 50:04 nih? Ah, ini menarik. Pertama, Ibu harus 50:08 memperbanyak ee literatur. Ah, kalau 50:11 boleh kalau di Jakarta Ibu ee berkunjung 50:15 ke Komnas Nasional Disabilitas yang ada 50:20 di Cawang. Ketuanya itu ee mengalami 50:24 diseleksia. 50:25 Oke. 50:28 Untuk anak diseleksia itu dia harus 50:32 memiliki ibu yang hebat yang harus tahu 50:37 terkait dengan bagaimana 50:40 memfasilitasi anak kita. Masing-masing 50:43 anak diseleksia itu memiliki ee 50:47 penanganan khusus. Itu tergantung dari 50:49 pembacaan. He ah seperti yang Ibu 50:52 ceritakan tadi itu coba Ibu ee perbanyak 50:58 ee literatur itu yang pertama berarti 51:01 banyak membaca. Yang kedua yang jadi 51:04 tantangan kan anak kita itu tidak hanya 51:08 berinteraksi dengan kita. Iya. Dia 51:11 berinteraksi dengan beberapa orang. Ah, 51:14 salah satu yang perlu kita beri 51:17 pemahaman itu adalah orang-orang yang 51:20 berinteraksi dengan dia supaya mereka 51:23 memiliki pengetahuan yang sama seperti 51:26 kita. Dan yang kemudian kita akan 51:29 berharap pada saat ee teman-temannya 51:34 atau gurunya atau orang yang ada di 51:36 sekitar dia berinteraksi dengan anak 51:39 kita, dia akan mendapatkan ee layanan 51:43 atau mendapatkan sentuhan yang 51:47 seharusnya ee dia dapat seperti yang 51:50 kita berikan kepada anak kita. Dan ini 51:52 yang kemudian ee membutuh waktu banyak 51:56 atau ada guru yang tidak mau ee kamu ini 52:00 udah besar kok enggak bisa baca. Padahal 52:03 anak ini dia mengalami persoalan. Nah, 52:06 untuk itu juga ee kalau boleh cari waktu 52:10 berinteraksi 52:12 dengan Dedy Kubuzer atau anaknya juga 52:16 mengalami hal itu, bagaimana cara 52:19 menangani atau cari ee komunitas. Ini 52:23 satu keunggulan yang ada di orang tua 52:26 yang memiliki anak disabilitas, mereka 52:28 punya komunitas kalau boleh berinteraksi 52:32 dengan mereka. Lalu kemudian ee berbagai 52:35 ee pengalaman 52:38 dan berbagai pengetahuan. Misalnya anak 52:41 kita itu sudah kita ajarkan membaca tapi 52:45 menggunakan satu bentuk tipe huruf 52:48 misalnya Times New Roman. He he. Pada 52:51 saat kita memberikan satu tulisan dengan 52:55 menggunakan ee jenis huruf yang lain itu 52:58 anak kita tidak bisa baca karena dia 53:02 sudah terbiasa format times new roman. 53:06 Kalau kita kasih kenal apa ee Arial 53:10 apalagi yang huruf-huruf yang lain itu 53:13 anak kita kok kamu masa ini tidak bisa 53:17 baca huruf. Ah, ini juga menjadi 53:20 tantangan. Untuk itu, ibu yang hebat 53:23 yang memiliki anak ee khusus ini 53:28 berharap dengan kemampuan Ibu 53:31 mendampingi, membimbing anak Ibu, jangan 53:36 ee simpan pengetahuan dan keterampilan 53:39 itu untuk diri kita. Kalau boleh bisa 53:42 dibukukan atau kalau boleh buat dalam 53:45 bentuk TikTok atau dalam bentuk yang 53:49 lain sehingga orang memiliki pemahaman 53:52 yang sama dan pada suatu waktu mereka 53:54 akan berjumpa dengan anak kita, mereka 53:57 berinteraksi ee menjadi biasa sampai 54:01 membaca buku atau apa. Ini butuh 54:04 latihan. Untuk itu saran saya latih anak 54:08 kita dengan berbagai jenis huruf. Huruf. 54:12 Ini ada pertanyaan tambahannya. 54:13 Lembaganya tadi apa? Komnas Anak 54:15 Disabilitas. Komnas ee Komisi Nasional 54:20 Disabilitas Republik Indonesia. Oke, 54:22 tinggal klik aja ya. Tinggal klik. Tapi 54:24 kalau mau kalau tinggal di Jakarta 54:27 tinggal datang datang di Cawang ada itu 54:31 ee kita ketik di Google nanti Om Google 54:34 yang ngarahin ke mobil kita. Iya. Dan 54:37 dari kelas 1 nih dari kelas 1 SD nih 54:40 nilainya bagus 54:41 di matematika dan bahasa Inggris. Oke, 54:44 waktu kita sudah habis. Baik, closing 54:47 statement. Terima kasih ayahanda dan 54:49 bunda. Insyaallah kalau kita masih 54:51 diberi kesempatan oleh Allah, kita akan 54:54 membahas hal ini. untuk sebagai 54:57 pengingat kalau boleh. Ada beberapa 55:00 undang-undang yang saya sebutkan tadi, 55:02 tapi yang paling penting 55:05 adalah yang harus kita pahamkan menjadi 55:09 ayah dan ibu yang hebat, kakek, nenek, 55:14 dan paman bibi yang hebat terhadap cucu 55:17 dan keponakannya. Kita harus memiliki 55:21 pengetahuan terkait dengan perkembangan 55:24 anak. Iya. Terkait 55:27 dengan pengetahuan tentang anak kita, 55:30 yang paling tahu adalah ayah ibu. Ah, 55:33 untuk itu kalau boleh share juga kepada 55:35 nenek, "Nek, ini cucu ini dia memiliki 55:40 kemampuan seperti ini." Ah, itu harus 55:42 diceritakan supaya mereka mendapatkan 55:45 informasi yang sama. Ini mungkin yang 55:47 bisa kami sampaikan. Demikian. Semoga 55:50 kita tetap diberikan cahaya oleh Allah 55:53 yang sudah lembut. semakin lembut dalam 55:58 mendampingi, 56:00 membimbing, mengasuh anak kita. Anak 56:04 adalah cermin dari ayah dan ibunya, 56:09 cermin dari kakek, nenek dan paman 56:12 bibinya. Untuk itu, jadikanlah anak kita 56:16 menjadi individu-individu yang hebat 56:19 yang kemudian sangat diharapkan oleh 56:23 keluarga. 56:25 oleh bangsa negara dan yang paling utama 56:28 oleh agama. Demikian. Asalamualaikum 56:31 warahmatullahi wabarakatuh. 56:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:35 wabarakatuh. Terima kasih Dr. Hamid 56:36 untuk pencerahannya hari ini dan ikhwan 56:39 akhwat mudah-mudahan ke depan kita 56:41 semakin mampu menempatkan diri sebagai 56:44 orang tua sebagaimana yang diharapkan 56:46 dalam bahasan ini. Billahi taufik 56:48 walhidayah. Wasalamualaikum 56:49 warahmatullahi wabarakatuh. 56:50 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:52 wabarakatuh.