Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Allahumma shalli ala
- sayyidina Muhammad wa ali sayyidina
- Muhammad. Alhamdulillah kita berjumpa
- lagi hari ini hari Jumat tanggal 8
- Rabiul Akhir 1446 Hijriah atau tanggal
- 11 Oktober 2024. Kita jumpa lagi dalam
- acala renungan di bawah naungan
- Al-Qur'an untuk edisi dialog dan tanya
- jawab.
- Alhamdulillah Ustaz Husin sudah hadir
- sini juga Ustaz Hamzah ada Ondi
- Saputra kemudian ada Algi juga ada
- Muhammad Ilham dan Fauzi yang sedang PKL
- nih. Silakan tayangkan ee pertanyaan
- Anda ke
- 0811999720. Nanti insyaallah akan
- dijawab oleh Ustaz Husein dan Ustaz
- Hamzah. Ee sekarang kita sama-sama baca
- al-Fatihah
- duluin. Auzubillahi
- minasyaitanirrajim.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- [Musik]
- Alhamdulillahirabbil
- alamin arrahmanirrahim.
- iki
- yaumiddin iyaka na'budu wa iyaka
- nasta
- ihdinasirathal
- mustaqim
- shathalladzina an'amta
- alaihim ghairil maghdubi alaihim
- waladin.
- Amin. Amin. Alhamdulillah kita sudah
- membaca al-Fatihah. Mudah-mudahan Allah
- mudahkan kita dalam memahami
- jawaban-jawaban yang diberikan oleh
- guru-guru kita. Ee baik Ustaz Husin.
- Pertanyaan pertama dari hamba
- Allah. Asalamualaikum Ustaz Husin. Ini
- ada orang yang mempresentasikan dirinya
- orang bijak. Dia mengatakan sekarang
- sudah tidak musimnya surat apa yang
- sudah Anda baca, ibadah apa yang sudah
- Anda lakukan. Tapi yang sekarang adalah
- yang penting adalah kebaikan apa yang
- Anda sudah lakukan itu dan populer
- sekali itu viral videonya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi
- rabbil
- alamin. Hamdan katsiran
- thayyiban mubarokan fih kama yuhibbuna
- waard.
- Allahumma sholli ala Muhammadin wa ali
- Muhammad. Asalamualaika ya
- Rasulullah. Assalamu alaina wa ala
- ibadillahi
- shihin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma atina minika
- rahmah waimna min ladunka ilman nafi'
- wfna
- bimaam rbana zidna ilman
- waqna w ba'du alhamdulillah pagi hari
- ini bersama ustazah bin atas
- alattas begitu juga ustaz muhammad
- krisna kita
- Pagi bersama
- seluruh kerabat kerja di studio. Ada
- juga saudara Ondi kita, ikhwan dan
- akhwat yang sedang magang. Kepada
- seluruh pendengar pemirsa radio TV
- silaturahmi yang dirahmati Allah.
- Di
- tengah-tengah kondisi umat yang
- carut-marut, baik dalam kehidupan
- sosial, kehidupan
- ekonomi, kerusakan yang
- melanda masyarakat
- kita, begitu pula lembaga-lembaga
- keagamaan yang dipergunakan untuk
- kepentingan-kepentingan duniawi. Orang
- sudah kehilangan
- kepercayaan kepada tokoh-tokoh agama.
- Bahkan banyak dari mereka yang
- kehilangan kepercayaan terhadap agama
- itu sendiri.
- Karena mereka melihat walaupun
- dakwah-dakwah Islam marak di mana-mana
- tempat, ulama-ulama baik itu jebolan
- dalam negeri maupun luar negeri yang
- meraih gelar master atau
- PhD, ternyata mereka bukan hanya tidak
- mampu untuk
- membendung arus kerusakan, bahkan mereka
- terlibat di dalamnya.
- Oleh karena itu,
- mulai muncul di tengah-tengah kita
- anjuran dan gerakan yang mengajak kita
- untuk berbuat
- kebaikan. Masing-masing menyibukkan
- dirinya untuk berbuat
- kebaikan daripada kita banyak berbicara
- mengenai agama atau berbicara mengenai
- berapa surah yang telah kita hafal dalam
- Al-Qur'an. Berapa banyak buku yang kita
- tamatkan.
- Kemudian
- juga bagaimana seorang menjaga salatnya
- di
- masjid. Tapi
- ternyata antara apa yang mereka
- pelajari, antara salat yang mereka
- kerjakan dengan kehidupan sedikit pun
- tidak
- terhubung. Mereka-mereka yang berjidat
- hitam, begitu juga mereka yang mendalami
- agama. Ternyata banyak dari mereka yang
- melakukan kerusakan.
- Oleh karena
- itu, gerakan dan seruan ini
- sebetulnya mengungkapkan keresahan,
- kegelisahan, dan kebingungan
- mereka. Lalu apa kira-kira solusinya,
- Mas
- Kristen? Allah Subhanahu wa taala
- menempatkan manusia di muka bumi sebagai
- khalifah yang diberikan pilihan dan
- kehendak.
- Allah utus rasul-Nya, turunkan kitabnya.
- Allah juga memberikan mereka akal,
- mengajakkan mereka ilmu. Nah, di antara
- manusia ada yang memilih untuk mengikuti
- petunjuk Allah, berjalan di atas
- kebenaran, berbuat kebaikan,
- menganjurkan juga manusia untuk berbuat
- kebaik. Menjauhkan diri mereka dari
- perbuatan-perbuatan yang tidak benar.
- juga menganjurkan orang untuk menjauh
- dari perbuatan tersebut yang akan
- membawa petaka bukan hanya pada individu
- tapi juga pada masyarakat, bangsa dan
- negara.
- Nah, pertarungan di antara dua kekuatan
- ini antara yang hidup
- baik dan memilih untuk hidup menempuh
- jalan yang tidak benar, tidak akan
- berhenti berakhir. Baik dengan tangisan
- kita, begitu juga tidak akan berhenti
- hanya dengan sekedar kita menghafal
- Al-Qur'an, mendalami ilmu agama,
- kemudian juga menghafal ayat-ayat Allah.
- bangun di waktu
- malam, kemudian kita berpuasa di waktu
- siang. Tidak cukup. Hanya dengan
- ini Allah subhanahu wa taala
- menegaskan apa yang harus dilakukan
- seorang muslim adalah beriman kepada
- Allah subhanahu wa
- taala kemudian mengerjakan amal
- saleh. Amal saleh ini bukan dibatasi
- oleh salat, oleh puasa, tapi amal saleh
- adalah amal-amal yang membawa kebaikan
- bagi umat manusia.
- Dan amal-amal saleh ini kita lakukan
- bukan karena pamrih, bukan karena
- mendambahkan pujian, bukan juga untuk
- mendapatkan hadiah
- penghargaan, tapi dilakukan semata-mata
- karena Allah subhanahu wa taala. Jadi
- yang perlu kita lakukan sebagai seorang
- muslim, kita
- betul-betul mendalami keimanan kita dan
- mengaitkan amal perbuatan kita dengan
- iman kita kepada Allah. dengan iman kita
- kepada hari akhir di mana kita akan
- pertanggungjawabkan amal kita dengan
- iman kita kepada Al-Qur'an sebagai
- pedoman hidup, iman kepada Rasul sebagai
- tauladan yang
- sebaik-baiknya. Nah, umat pada saat ini
- Mas Krishna tidak lagi meneladani Rasul.
- Rasul menjadikan agama sebagai pedoman
- hidup dan dia menjadi contoh dalam hal
- ini. Hingga semua kehidupan masyarakat
- Islam pada itu betul-betul diawasi oleh
- iman mereka kepada Allah dan hari akhir
- dan terikat dengan petunjuk Allah dan
- ketauladanan
- Rasulnya. Saksikan bagaimana perubahan
- yang terjadi pada sahabat Nabi yang dulu
- mereka tenggelam dalam kesesatan.
- yang tadinya berperang hanya untuk
- urusan yang
- sepele. Begitu mereka masuk ke dalam
- Islam yang tadinya mereka hidup untuk
- dunia bahkan rela menumpahkan darah,
- mengobarkan peperangan, semenjak saat
- itu, Mas Krishna mereka menjadi
- orang-orang yang lebih mengutamakan
- orang lain daripada diri mereka. Mereka
- orang-orang yang bekerja untuk
- mengharapkan rida Allah. Oleh karena
- itu, apa yang mereka lakukan? terlihat
- manfaatnya. Amal mereka diberkahi oleh
- Allah karena mereka bekerja untuk Allah.
- Dan keberkahan tersebut terasa yang
- tadinya bangsa Arab yang tenggelam dalam
- kejahiliahan berperang satu dengan
- lainnya. Begitu mereka mengikuti Allah
- dan Rasul-Nya terjadi perubahan. Nah,
- pada saat ini agama di negeri kita ini
- hanya sekedar hafalan dan pelajaran.
- Seorang bila menghafal
- Al-Qur'an, bangun malam, puasa di waktu
- siang, dianggap orang ini sebagai apa?
- Sebagai sosok idola dan ikutan walaupun
- amal perbuatannya tidak
- benar. Dan di Indonesia susah bagi kita
- untuk membedakan mana ulama, mana
- artis. Mana ulama mana artis. Karena
- apa? Karena artis juga punya hak untuk
- memberikan fatwa.
- seperti ada sebuah radio ya di ibu kota
- Jakarta ya ada sesi tanya jawab antara
- ustaz dan
- masyarakat. Ustaznya tidak memiliki
- latar belakang agama. Dia seorang
- artis. Antum bisa bayangkan bagaimana
- tanya jawab antara seorang ustaz
- berlatar belakangkan artis bukan dari
- orang yang mempelajari agama menjawab
- pertanyaan umat.
- Bahkan seorang penyanyi musisi kalau
- pasar musiknya lagi sepi, beralih
- menjadi
- ustaz. Tinggal ganti kostum, ganti
- pakaian, mereka bisa berubah menjadi
- ustaz. Walaupun akhlak mereka tidak
- mencerminkan akhlak seorang yang
- betul-betul mengenal Allah Subhanahu wa
- taala. Oleh karena itu, orang
- bertanya-tanya, "Apa yang mesti kita
- lakukan pada saat ini di tengah-tengah
- carut-marutnya kehidupan? di
- tengah-tengah kerusakan yang begitu
- meluas di mana tokoh-tokoh agama,
- tokoh-tokoh politik, demikian pula
- kalangan-kalangan orang yang memiliki
- kekuasaan dan harta ini yang
- mengendalikan kehidupan disesuaikan
- dengan hawa nafsu mereka. Maka yang
- harus kita lakukan di tengah-tengah
- kerusakan ini pertama kita mulai untuk
- menjaga diri kita istiqamah dalam
- kebaikan.
- Kita salat, kita beribadah, kemudian
- kita berbuat kebaikan dan mengajak orang
- untuk berbuat kebaikan. Kita juga
- menjauhkan diri kita dari kemungkaran
- dan mengingatkan juga orang untuk
- menjauh daripadanya. Sebelum kita
- mengingatkan orang, kita mulai dengan
- diri kita.
- Lalu kita bersama-sama dengan
- orang-orang yang saleh untuk
- mengingatkan umat dari penyimpangan dan
- kesalahan yang terjadi yang bisa
- mengundang azab Allah Subhanahu wa
- taala. Mengingatkan para pemimpin yang
- menyimpang dan salah untuk kembali pada
- Allah. Juga mengingatkan rakyat dan
- mengajak mereka akan kesalahan yang
- sedang berlangsung.
- Insyaallah kalau seandainya kita tidak
- ikut-ikutan bersama kezaliman, tapi kita
- istikamah di jalan yang benar, hidup
- berbuat kebaikan, insyaallah Allah akan
- satukan kita dengan orang-orang yang
- punya tujuan yang sama, yang hidup siang
- yang sama untuk dapat melakukan
- perubahan di tengah-tengah negeri kita.
- Jangan kita waktu melihat kezaliman
- tidak mampu untuk melawan, kita
- berkolaborasi dengan
- mereka. Nah, ini yang kita sayangkan.
- dari sebagian ulama bahkan dari
- partai-partai yang latar belakangnya
- Islam. Mereka berjuang di arena politik.
- Begitu mereka kalah karena takut tidak
- mendapatkan jabatan, mereka
- berkolaborasi dengan apa? Dengan
- lawan-lawan politik mereka yang kita
- tahu bagaimana latar belakangnya. Bahkan
- pada saat berkampanye mereka menjelaskan
- keburukan lawan-lawan mereka. Tapi
- begitu selesai pemilihan, suara mereka
- tidak memadai, mereka bersatu
- berkolaborasi dengan
- kekuasaan. Dan ini bukan hanya sekali,
- berulang kali, bagaimana rakyat akan
- punya kepercayaan pada para pemimpin
- mereka. Jadi apa yang diajukan tadi Mas
- Krisen dari pertanyaan menunjukkan
- hilangnya kepercayaan betul-betul kepada
- tokoh-tokoh agama juga kepada agama itu
- sendiri. karena dianggap agama tidak
- menyelesaikan persoalan. Padahal
- sebetulnya bukan agama yang tidak
- menyelesaikan persoalan, tapi cara
- beragama kita yang
- salah. Oleh karena itu, Allah berfirman
- dalam suratul Asri ini merupakan jalan
- keluar yang Allah tunjukkan. Satu surah
- yang pendek yang tidak bertele-tele.
- Allah Subhanahu wa taala bersumpah
- bismillahirrahmanirrahim wal
- asr. Dimulai dengan bismillah
- mengingatkan bahwa ayat-ayat ini datang
- dari sisi Allah Subhanahu wa taala yang
- membawa rahmat dan kebaikan buat kita
- semua. Maka dengan rahmat Allah ini,
- Allah bersumpah demi masa.
- Seperti yang Ustaz Hamzah sering
- katakan, Allah seringki bersumpah dengan
- waktu, baik itu waktu subuh, waktu asar,
- ya begitu juga waktu malam untuk
- mengingatkan pentingnya waktu bagi kita
- semua. Karena waktu ini merupakan modal
- yang Allah berikan kepada kita. Bisa
- menjadi ladang kebaikan, bisa juga
- menjadi ladang apa? keburukan yang kelak
- kita akan pertanggungjawabkan dan juga
- mengingatkan kepada kita akan
- terbatasnya hidup
- kita demi masa. Dan kita
- tahu waktu asar ini merupakan waktu yang
- singkat menjelang terbenamnya matahari.
- Kalau waktu subuh merupakan awal hari.
- Kalau waktu apa? Waktu asar merupakan
- saat-saat ya berakhirnya hari
- kita memasuki saat-saat terbenamnya
- matahari. Maka lembaran kita pada hari
- tersebut telah
- ditutup. Allah mengingatkan bagaimana
- singkatnya hidup kita. Dan kata al-asr
- dalam bahasa Arab ini artinya memerah.
- Oleh karena itu dalam bahasa Arab juz ya
- adalah asir. Nah, waktu ini betul-betul
- akan memerah sari sari kehidupan kita
- dan hidup kita ini amat singkat dan
- pendek. Innal insana lafi khususin. Lalu
- jawaban dari sumpah ini, sesungguhnya
- manusia
- benar-benar menghadapi ancaman kerugian
- yang amat dahsyat. Bukan kerugian kecil
- tapi mereka akan kehilangan
- segala-galanya apabila kesempatan ini
- hilang.
- Lalu Allah Subhanahu wa taala kecualikan
- dari orang-orang yang merugi.
- Kecuali mereka yang beriman. Bukan hanya
- percaya, bukan hanya yakin, tapi iman,
- kepercayaan, keyakinan yang kokoh, kuat
- yang mendorong seseorang untuk beramal
- sesuai dengan
- keyakinannya. Kecuali mereka-mereka yang
- beriman. Wa amilus shihat. Tidak cukup
- hanya iman. tapi diiringi dengan amal
- saleh hingga perilakunya terhadap
- dirinya, terhadap keluarganya, terhadap
- masyarakatnya,
- kepeduliannya, kemudian motivasinya
- untuk mendorong kebaikan dan
- kontribusinya juga dalam mencegah
- memerangi yang mungkar bukan dia
- terlibat di dalamnya. Illalladzina amanu
- waamilus
- shihat. Ternyata dua ini tidak cukup.
- Watu bilhaqqi wa tawu bisobri.
- Dibutuhkan betul-betul kerja
- sama. Hidup dalam lingkungan yang
- menjaga kita untuk tetap saling
- mengingatkan untuk bersabar dalam
- menghadapi cobaan hidup ini. Jangan
- karena kita tertekan, kita bergabung
- dengan kezaliman. Jangan karena kita
- kalah kita berkolaborasi dengan
- kekuasaan.
- Watu, wat tawasau bilhaqqi, watawu
- bisabri. Bersama-sama ya kita saling
- mengingatkan karena ada saat-saat lemah
- dihadapi oleh manusia. Saat lemah, saat
- dia bingung, saat dia merasa
- kesendirian. Nah, pada saat kita hidup
- dalam lingkungan yang saling
- mengingatkan untuk berpegang teguh pada
- kebenaran. watw bis dan saling
- mengingatkan untuk bersabar melalui
- cobaan hidup ini. Kalau kita berpegang
- pada ayat-ayat suratul asr ini,
- insyaallah akan menjadi panduan hidup
- yang amat indah. Sampai al Imam Asyafi'i
- radhiallahu anhu mengatakan, "Seandainya
- Al-Qur'an tidak turun kecuali hanya
- surah ini sudah mencukupi mereka."
- Jadi iman bukan hanya sekedar
- kepercayaan, keyakinan, tapi iman yang
- mendorong seseorang untuk mengerjakan
- amalan-amalan saleh. Amalan saleh ini
- jangan kita pahami hanya salat, puasa,
- berbuat kebaikan terhadap sesama
- manusia, terhadap makhluk Allah, menjaga
- lingkungan hidup, menjauhkan dari
- perbuatan-perbuatan yang merusak, itu
- merupakan amal saleh. Itu yang menjadi
- tujuan dari apa? dari tuntunan agama
- Allah Subhanahu wa taala. Nah,
- mudah-mudahan kita dalam
- kebingungan dan kegamangan pada saat ini
- di tengah-tengah carut-marutnya
- kehidupan kita berpegang pada suratul
- asri tadi sebagaimana yang Allah
- ingatkan kepada kita. Wallahuam. Baik
- saja ingin menambahkan. Iya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammadin wa ala
- ali sayyidina Muhammad. Ini gumiris ya.
- ini eh ungkapan seperti ini wajar karena
- mereka melihat fenomena yang terjadi
- pada saat ini. banyak di
- antara ee orang-orang
- yang beratribut atau orang-orang yang
- berlabel ustaz misalnya atau berlabel
- dia seorang muslim tapi
- hanya artinya dalam mengerjakan ritual
- saja seperti itu. Ketika bermuamalah,
- bermuamalah semaunya seperti ya.
- Belum lama kemarin juga gitu ustaz-ustaz
- cerita bagaimana ada orang yang dia baru
- sadar baru mau hijrah dari dia
- asalnya YouTuber yang apa yang ya tidak
- islamiah kam mau mau sadar seperti itu
- dengan
- ee mengarahkan bakatnya kemampuannya ke
- hal-hal yang positif ke hal-hal yang
- baik tapi kemudian ketika dekat dekat
- dengan orang yang dikenal misalnya
- sebagai ustaz atau sebagai habib malah
- di dikerjain.
- Artinya dia apa
- ee ee tertipu gitu atau
- diperdayakan mendapatkan perlakuan yang
- tidak baik seperti itu dari orang-orang
- yang diharapkan sebenarnya harusnya
- menjadi contoh buat dia seperti itu. Dan
- ini juga sering berkali-kali juga kita
- dengar misalnya ada seorang cerita
- kontraktor dia nagih ke instansi
- pemerintah. Kebetulan di sana yang
- pegawainya di sana. Oh, kelihatan e
- penampilannya islami rajin melanjalankan
- salat. Bahkan artinya boleh dikatakan
- istilahnya jidannya hitam seperti itu
- dan
- berjenggot ya. Bukan saya mendistribkan
- ya jidan hitam atau jenggot ya. Tapi
- artinya penampilan seperti itu kemudian
- tidak di apa tidak teraplikasi dalam
- perbuatannya ya. ketika
- Ngipersulitpersulit bahkan diminta
- dipotong dipotong dipotong tagihannya
- sampai akhirnya dari R miliar sampai
- separuhnya bakal sampai kurang sampai
- dia malas lagi seperti itu. Ini akan ini
- kan artinya orang yang akan melihat ini
- akan berkata seperti tadi ya enggak
- percuma kata-kata ar hafal ini hafal itu
- kemudian tapi perilakunya tidak baik.
- Padahal kalau kita melihat Al-Qur'anul
- Karim, kalau
- kita meneliti bagaimana merenungi firman
- Allah tentang bagaimana orang yang
- mendirikan
- salat, mendirikan salat itu bukan hanya
- mengerjakan amaliah salat, tapi orang
- yang mendirikan salat benar-benar
- hatinya khusyuk kepada Allah, hasilnya
- takut kepada
- Allah. Ketika dia di masjid, dia takut
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Dia
- hanya membesarkan Allah. Ketika di luar
- masjid pun seperti itu. Dia takut kalau
- dia berkhianat. Dia takut ya kalau
- ee dia melakukan
- perbuatan-perbuatan dosa. Ya, dia juga
- tidak sombong, tidak menyombongkan diri
- kalau dia adalah orang yang suci.
- Kemudian setelah dia sudah melaksanakan
- banyak amalan ritual, kemudian dia
- mendapat dispensasi misalnya boleh
- melakukan apa saja terhadap orang lain,
- ini adalah sesuatu pemahaman yang
- salah. Ya, ini adalah pengertian yang
- salah dari
- dari makna iqamus shah tersebut. Ya,
- kita sering menerangkan bagaimana
- maknanya salat di dalam surah
- Alma'arij. Dan di dalam Al-Qur'an kan
- Allah sudah mengatakan bagaimana ya
- dalam surah Assaf, ya ayyuhalladzina
- amanu lima taquuluna ma taf'alun kabur
- maqtanallahi antaquulu ma taf'alun.
- Wahai orang-orang yang beriman, kenapa
- kalian mengatakan sesuatu yang kalian
- sendiri tidak mengerjakannya?
- Ya, amal saleh itu seperti yang Ustaz
- Husin terangkan tadi dalam surah Al-Ashr
- dan ini merupakan saya sering sebut ini
- sebagai kunci surga. Apa? Adalah iman
- dan amal saleh. Nah, amal saleh ini
- bukan hanya berarti sesuatu ee ibadah
- ritual saja, tapi ibadah ritual ini
- penting karena ini untuk menjaga
- bagaimana hubungan kita dengan Allah
- Subhanahu wa taala. Tapi amal saleh ini
- begitu luas. Oleh karena itu Allah
- menyebutnya segala perbuatan yang baik,
- yang saleh ya arti yang
- yang pantas yang yang tentunya sesuai
- dengan keridaan Allah Subhanahu wa
- taala. Banyak hal di sini ya. Ketika ee
- seorang berkhianat tentu itu tidak
- sesuai dengan keridaan Allah. Seorang
- menipu sesungguhnya tidak sesuai dengan
- keridaan Allah. itu bukan amal saleh.
- Nah, ini kita diperintahkan bukan saja
- menjalankan ritual, tapi juga
- mengaplikasikannya kepada ee dengan ee
- bentuk dalam bentuk amal-amal saleh. Ee
- terakhir mungkin ee saya pernah dulu
- sejak di
- pesantren itu suka baca hadis ini yang
- membuat kita ini takut yaitu hadis
- riwayat Muslim dari sahabat Usamah bin
- Zaid.
- disebutkanuli
- yaumalqamtiq nanti kata Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam didatangkan
- ya seorang laki-laki di yaumil kiamah
- lalu dimasukkan ke neraka ketika masuk
- ke neraka karena panasnya
- akhirnya perutnya isi
- perutnya terburai
- Dan dia e berputar di neraka seperti
- berputarnya keledai ketika menggiling
- apa? Gandum seperti itu. Fujtamiu ilaihi
- ahlunar. Lalu penduduk neraka rupanya
- kenal sama orang ini ya. Mereka
- berkumpul ya merasa aneh kok aneh orang
- ada di sini. Fayaqulun ya fulan ma. Lalu
- mereka bertanya, "Hai
- fulan, kenapa kamu kok ada di sini?"
- Alam takunuru bilufi watanhail munkar.
- Bukankah dahulu kalau kamu itu suka
- memerintahkan hal-hal yang baik dan
- mencegah dari hal yang
- munkar? Fquulu bala. Orang itu
- mengatakan, "Iya memang aku lakukan
- itu." Kuntu amuru bil marufi wala ati.
- Dulu aku sering memerintahkan orang
- untuk berbuat baik, tapi aku enggak
- enggak
- mengerjakannya. Wa anhail munkari
- waatih. Dan aku dulu sering melarang
- orang berbuat yang mungkar tapi aku
- sendiri melakukannya. Nah, ini ya orang
- seperti ini akan ee digambarkan oleh
- Rasulullah bagaimana mereka ee akan
- diazab oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Dan ini mencemkan bagaimana seorang
- apakah dia dia apa seorang muslim pada
- umumnya apalagi dia seorang ustaz atau
- orang yang jadi panutan, orang yang jadi
- ee ee harusnya menjadi teladan ketika
- perbuatannya tidak sesuai dengan
- ucapannya maka dia akan diazab oleh
- Allah subhanahu wa taala. Oleh karena
- itu ya penting sekali bagaimana kita itu
- melihat ee apa tidak terkecoh, tidak
- juga kemudian menyalahkan secara
- serampangan semua ustaz seperti itu ya.
- Akan tetapi hendaknya kita lihat dengan
- kacamata Al-Qur'an. Siapa yang apa
- sesuai dengan dengan Al-Qur'an, maka itu
- adalah ee dia seorang panutan yang
- benar, orang yang saleh seperti itu.
- Ee kalau yang bertentangan dengan
- Al-Qur'an berarti dia salah. Jadi ini
- ini ee supaya kita tidak silau ketika
- melihat ee orang
- bercasing ee ber apa ee
- berlindung di balik apa simbol-simbol
- agama tapi kemudian perilakunya tidak
- baik. Ya, karena Sayidina Ali kan pernah
- mengatakan alhaqqu wal batilu la yani
- biqdar rijal.
- Kebenaran dan kebatilan tidak dikenal
- dengan kedudukannya seseorang. Tapi kata
- Sayina
- Ali, haqqo takrif ahlaha wafil batil
- takrif ahlaha. Tapi kenalilah kebenaran
- itu sendiri. Ya, bagaimana kita
- mengetahui suatu kebenaran? Tentu ee
- referensinya adalah kitabullah dan
- sunahnya Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Kalau sesuai dengan
- kitabullah, maka itu adalah kebenaran.
- Maka berarti orang yang berada di dalam
- yang sesuai dengan itu berada dia adalah
- berarti dia adalah ee berada dalam
- kebenaran. Waifil batila tarif ahlahu.
- Kamu kamu kenali kebatilan, kamu pun
- akan tahu e siapa orang yang berada di
- dalam kebatilan. ini supaya ya ee kita
- tidak terkecoh seperti tadi dan juga
- tidak serampangan ee apa menduduh yang
- tidak-tidak. Wallahuam.
- Baik ya. Selanjutnya masih dari hamba
- Allah. Asalamualaikum satu dan Ustazam
- warahmat. Di antara kritik dan kecaman
- kepada pemimpin, ada juga orang yang
- tidak setuju dengan kritik dan kecaman
- tersebut. Dia bilang, "Bukankah Allah
- berkata kepada Musa, temuilah Firaun dan
- berkatalah dengan lemah lembut."
- Bagaimana korelasi ee pertanyaan ini,
- Ustaz? Pernyataan ini?
- Bismillahirrahmanirrahim. Rbana zidna
- ilman
- waiknain. Allahumma inna naud
- nazubikaill nazilla
- nuzalima najhala.
- Kita semua
- belajar
- dalam mempelajari, memahami hubungan
- antara penguasa dan
- rakyat dari kitab Allah Subhanahu wa
- taala dan petunjuk rasulnya sallallahu
- alaihi wa alihi wasallam.
- Allah mengingatkan kepada para penguasa,
- innallaha
- ymurukum anadul amanati ahliha wa
- hakamtum bainanasi anahkumu
- bil innallaha niim ma yaidukum bih
- innallahaana sami
- basir sesungguhnya Allah memerintahkan
- kalian ini kepada orang-orang yang
- diberikan kekuasaan dan amanat
- untuk menunaikan menyerahkan amanat
- kepada
- ahlinya. Seorang pemimpin dalam Islam
- yang diangkat oleh rakyat diberikan
- kepercayaan wajib untuk menjaga amanat
- dan kepercayaan
- rakyat. Dan pemimpin dalam Islam dengan
- sendiri terikat dengan aturan dan hukum
- Allah Subhanahu wa taala. Karena
- kehidupan kita di dunia bukan permainan
- dan sia-sia.
- Wa hakamtum bainanasi anahkumu bil.
- Kalau kalian memberikan keputusan
- menetapkan hukum di antara manusia,
- hendaklah kalian putuskan dengan cara
- yang adil. Tidak berpihak kepada yang
- kuat menindas yang lemah juga tidak
- berpihak kepada yang lemah disebabkan
- karena
- kelemahannya. Ya. Kemudian membela
- dirinya di atas orang yang kuat. Baik
- karena sentimen kepada yang kuat atau
- karena rasa belas kasihan terhadap yang
- lemah. Kebenaran, keadilan harus
- ditegakkan. Sampai-sampai Allah
- berfirman dalam suratun nisa, "Ya
- ayyuhalladzina amanu kunu qawwamina
- bilqist." Wahai orang yang beriman,
- jadilah kalian orang-orang yang
- menegakkan
- keadilan. Hendaklah kalian dalam
- melakukan tindakan keputusan.
- Ya, kalian betul-betul ya melakukan
- sesuat itu dengan keadilan. Syuhada
- adillah. Kesaksian kalian semata-mata
- kalian lakukan ya dengan mengharapkan
- rida Allah sehingga kalian dapat
- bersikap
- lurus. Kunu qawwamina bilqisti syuhada
- lillah. Kemudian walau ala anfusikum
- walida walqin. Walaupun konsekuensinya
- dengan menegakkan keadilan akan
- merugikan diri kalian. Orang yang dekat
- dengan kalian atau kedua orang tua atau
- kerabat. Ini merupakan satu keharusan
- yang Allah
- perintahkan. Jadi wahai orang-orang yang
- beriman, Allah memerintahkan kalian
- untuk menunaikan amanat kepada ahlinya.
- Dan kalau kalian memberikan keputusan,
- hendaklah kalian berikan keputusan
- dengan cara yang adil. Innallaha niim
- yaukum b. Sesungguhnya Allah
- sebaik-baiknya memberikan nasihat,
- bimbingan, petunjuk bagi kalian.
- Innallaha kana samian bir. Sungguh Allah
- maha mendengar lagi maha
- melihat. Kita lihat ini pesan Allah
- kepada orang-orang yang diberikan
- wewenang. Lalu kepada rakyat. Ya
- ayyuhalladzina amanu atiullah wa atiur
- rasul waulil amri minkum. Wahai
- orang-orang yang beriman, taatilah Allah
- dan taatilah Rasul. Kata kerja
- perintah, taatilah. Ya, kita lihat ya
- pada apa? Pada rasul. Diulangi. Taatilah
- Allah dan taatilah Rasul. Kemudian yang
- ketiga, wa ulil amri minkum dan kepada
- para ulil amri di antara kalian tanpa
- mengulangi kata kerjanya. Kenapa Mas
- Krishna? Karena ketaatan pada ulul amri
- tergantung ketaatan mereka kepada Allah
- dan
- rasulnya. Atiullah wa atiur rasul waulil
- amri minkum. Fain tanazum fi kalau
- kalian berselisih dalam satu urusan,
- baik itu di antara rakyat atau penguasa
- dengan rakyat, maka kembalikanlah kepada
- Allah dan rasulnya. Inuntum tumminuna
- billah wal yaumil akhir. Kalau kalian
- beriman kepada Allah dan hari
- akhirat. Dalika khairu wa ahsanu takwil.
- Itu merupakan apa? sikap yang akan
- membawa kebaikan dan akibat yang lebih
- baik. Ini aturan yang dibuat oleh Allah.
- Oleh karena itu apabila ul amri yang
- dipilih oleh rakyat dan diangkat
- diberikan kepercayaan mereka menyimpang
- kelubah dari kebenaran, maka kewajiban
- rakyat untuk
- mengingatkan, untuk meluruskan.
- Kalau seandainya mereka tetap dalam
- penyimpangan mereka, mereka memimpin
- dengan cara yang tidak adil, berbuat
- kezaliman, dengan sendirinya kezaliman
- wajib untuk apa? disingkirkan. Maka yang
- mengangkat
- pemimpin, yang memberikan kepercayaan
- kepada pemimpin adalah rakyat punya hak
- untuk apa? Meminta pemimpin yang tidak
- benar tersebut untuk turun dari
- kekuasaannya.
- ini merupakan hak rakyat secara
- demokrasi diakui ya. Kemudian dalam
- Islam ini merupakan bimbingan petunjuk
- yang jelas di mana rakyat tidak dapat
- mentaati seorang pemimpin dalam
- kemaksiatan kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Nah, kalau kita beralih kepada
- Firaun, kita bertanya, Firaun yang
- mengangkat rakyat dan Nabi Musa, apa dia
- telah berkuasa sebelumnya?
- berkuasa. Artinya Firaun diangkat oleh
- rakyat
- ya, dipilih oleh Nabi Musa yang
- memberikan
- kepercayaan apa keberadaan eksistensi
- Firaun dan kekuasaannya telah ada
- sebelum adanya Nabi Musa alaihialatu
- wasalam. Kita tahu bahwa Firaun seorang
- raja yang memiliki kekuasaan yang amat
- luas. Sedangkan Mesir dan rakyatnya
- seolah-olah merupakan apa? Merupakan
- milik dari Firaun. Dan mereka
- memperlakukan Bani Israil dengan
- perlakuan yang tidak baik. Maka Allah
- perintahkan Nabi Musa untuk datang
- kepada Firaun. Musa seorang yang tidak
- memiliki sama sekali kekuatan
- apa-apa. Datang menyampaikan pesan Allah
- kepada Firaun untuk beriman kepada Allah
- dan juga untuk membebaskan Bani Israil
- dari penganiayaan dan penyiksaannya.
- kondisi keadaannya
- berbeda dengan kita masyarakat saat ini
- yang mengangkat seorang pemimpin karena
- kita percaya padanya. Maka pada saat dia
- berkhianat, mengkhianati amanah dan
- tidak menjalankan perintah Allah, tidak
- menjalankan keadilan, maka kita sebagai
- rakyat punya hak. Dia bukan lahir dengan
- sendirinya sebagai seorang pemimpin,
- bukan lahir ke dunia sebagai pemimp tapi
- dipilih oleh rakyat. Maka hidup
- bermasyarakat, berdemokrasi katakan ya
- yang dibangun atas dasar syurah dengan
- sendirinya sebagaimana rakyat yang
- mengangkat rakyat punya hak untuk
- menurunkan. Ini sesuai dengan akal
- sehat. Jangan menempatkan ayat-ayat
- Allah bukan pada tempatnya. Kalau yang
- berkuasa pada saat ini negeri kita
- Indonesia Firaun ya yang memang apa
- berkuasa ya dan dia bukan mendapatkan
- kekuasaan dari rakyat.
- Tapi merupakan kekuasaan yang
- turun-menurun diwariskan dari ayah
- kemudian leluhurnya dengan kekuasaan
- yang tiran di mana hukum di bawah aturan
- Firaun. Maka kita datang kepada Firaun
- memberikan nasihat, mengajak dia untuk
- apa? Menegakkan keadilan ya. Maka pasti
- orang semacam Firaun ini yang menjadikan
- rakyatnya sebagai apa? Sebagai budak dan
- mengangkat dirinya sebagai Tuhan pasti
- akan menolak.
- Nah, kita bertanya para ulama-ulama kita
- ya, apa yang seharusnya dilakukan Mas
- Krishna? Apakah datang mendoakan supaya
- kekuasaannya dilanggengkan? Ya, kemudian
- datang kepada mereka memohon pemberian
- agar sekolahnya diperluas, agar
- mendapatkan kendaraan, agar mendapatkan
- kepingan-kepingan dunia memberikan
- nasihat pada para pemimpin
- dengan sendi memberikan nasihat. Bukan
- justru mereka-mereka ini datang kepada
- para penguasa untuk kepentingan mereka,
- untuk kepentingan pendidikan mereka,
- untuk kepentingan dunia mereka, lalu
- menyalahkan orang-orang yang mengitik
- penguasa. Kita lihat pada masa Abu Bakar
- As-Siddiq radhiallahu anhu, dia
- mengatakan bahwa saya dipilih dan saya
- bukan orang yang terbaik di antara
- kalian. Kalau saya lurus, bantulah saya.
- Kalau saya menyimpang, luruskan saya.
- Bahkan Sayidina Umar dengan tegas
- mengatakan, "Siapa yang akan meluruskan
- saya di saat saya bengkok?" Abu Dzar
- mengeluarkan pedangnya mengatakan, "Saya
- yang akan meluruskan kamu wahai Amirul
- Mukminin." Jadi kalau antum
- perhatikan bagaimana Nabi mendidik
- sahabat-sahabatnya untuk menyadari bahwa
- jabatan itu
- amanat. Amanat yang Allah Subhanahu wa
- taala amanatkan juga merupakan
- kepercayaan yang diberikan oleh rakyat.
- diangkat sebagai pemimpin untuk
- mengayomi rakyat. Tapi kalau dia tidak
- menjalankan amanat Allah dan amanat
- rakyat, maka rakyat punya hak untuk apa?
- menggantikannya dengan yang lain. Ini
- merupakan bimbingan dan petunjuk yang
- diajarkan oleh Al-Qur'an juga oleh Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Tidak boleh kita meniamkan
- pemimpin yang berbuat kesalahan. Jadi
- mengeriti si pemimpin, menegur dia di
- saat dia berbuat salah apalagi melakukan
- tindakan korupsi merusak bangsa negara,
- kita enggak bisa diamkan. Karena apa?
- Kerusakan ini bakal
- merusak dan menghancurkan pilar-pilar
- dan fondasi bangsa dan negara. Oleh
- karena itu, menyedihkan sekali kita
- lihat ustaz ulama banyak dari mereka
- yang berkolaborasi dengan kekuasaan
- membela mereka seperti di Saudi Arabia.
- Jelas-jelas penguasa di Saudi Arabia ini
- tidak mengamalkan Islam. Islam hukumnya
- diterapkan hanya untuk rakyat. Dan hukum
- tersebut mereka pilih yang sejalan
- dengan kepentingan
- mereka. Setelah itu mereka bebas
- melakukan apa yang mereka suka. Kekayaan
- negara mereka kelola dengan cara yang
- tidak benar. Sebahagian yang mereka
- kuasai untuk mereka dan anak-anak
- mereka, kolega-kolega mereka. Kemudian
- rakyat hidup dalam kemiskinan dan
- kesusahan, kemaksiatan juga meraja-reja
- di tengah-tengah mereka. Sedangkan dua
- kota suci, Makkah dan Madinah, mereka
- jadikan sebagai apa? Sebagai ee alat
- untuk mencari keuntungan. Mereka
- berinvestasi. Bahkan rakyat yang sudah
- lama memiliki bangunan-bangunan di sana
- disingkirkan lalu dikuasai oleh mereka.
- Dan mereka siap-siap apabila nanti
- minyak mereka habis, mereka bisa
- menikmati kehidupan dari apa? investasi
- mereka dalam bidang perhotelan dan
- pemukiman yang disediakan untuk jemaah
- umrah dan haji. Jadi kalau kita
- perhatikan tidak heran kalau seandainya
- ulama-ulama mereka yang menikmati
- kesenangan bersama raja-raja mereka
- mengatakan tidak boleh orang berdemo,
- tidak boleh orang mengritik pemerintah
- ini akan menimbulkan kerusakan. Mereka
- lupa kerusakan yang diciptakan oleh para
- penguasa lebih dahsyat dibandingkan
- kerusakan yang ditimbulkan dalam rangka
- untuk melakukan perbaikan. Jadi selalu
- kalau rakyat berbuat salah mereka
- hakimi, penguasa berbuat salah mereka
- lindungi dan mereka tutup-tutupi.
- Akhirnya kerusakan semakin menjadi-jadi.
- Sebagai contoh saat ini ketika rakyat
- Palestin saudara mereka yang beriman
- membutuhkan pertolongan, malah mereka
- bekerja sama berkolaborasi dengan
- Zionis. Jadi tidak ada satuun dalam
- Al-Qur'an yang melarang kita untuk
- melakukan amar makruf nahi mungkar. Amar
- makruf mengajak kita semua termasuk para
- pemimpin berbuat kebaikan nahi mungkar
- mengingatkan ya
- mereka-mereka yang melakukan kemungkaran
- untuk menghentikan kemur kemungkaran
- mereka di saat kita mampu menggunakan
- tangan kita dengan tangan kita man roa
- minkum munkaran falyugirhu biadi siapa
- saja di antara kalian melihat
- kemungkaran kalau dia punya kemampuan,
- punya kekuatan, rubah dengan tangannya.
- Maksudnya apa? Lakukan perbaikan.
- Tapi wam yastati kalau dia tidak punya
- kemampuan bukan orang yang punya wenang
- fabilisanih maka dengan
- lisannya yastati fabiqbi. Kalau tidak
- mampu juga dengan lisannya karena
- kekuatan kezaliman begitu kuat dan
- mengancam maka paling tidak dengan
- hatinya dia ingkar. Dia tidak duduk
- bersama mereka, tidak berkumpul bersama
- mereka. Walikaful iman itu iman yang
- paling rendah.
- Nah, kalau ulamanya berkolaborasi dengan
- kezaliman, apakah ada iman di hati
- mereka? Jadi kalau ada kiai, ustaz,
- habib berkolaborasi dengan kekuasaan
- untuk kepentingan dirinya, ketahuilah
- bahwa mereka setan. Mereka setan yang
- bekerja sama dengan setan yang lain
- untuk menyengsarakan bangsa, rakyat, dan
- negara. Ini yang terjadi. Wallahuam.
- Baik
- sana tadi sudah jelas cuman jadi ya
- sudah jelas tadi mana minkum munkaran
- ini hadis makruf dan e ada di dalam
- sahih tapi mereka ini yang enggak mau
- yang apa anti kritik biasanya pakai
- hadis ini
- kanakunu baatun lahtaduna bihuda wuna
- bunun fihim rijalunubuhumubuhin
- Jadi nanti akan datang satu masa selaku
- pemimpin-pemimpin yang tidak mengambil
- petunjuk dengan petunjukku dan tidak apa
- mengamalkan sunahku. Dan mereka dan akan
- bangkit di antara mereka orang-orang
- yang hatinya adalah hati-hati setan
- dalam bentuk manusia. Qulu kaifa asnau
- ya Rasulullah. Lalu apa yang aku harus
- lakukan ya Rasulullah?
- Terus dikatakan in ya Rasulullah in aku
- mengalami masa
- itiruka itu kamu harus dengar pemimpin
- walaupun punggungmu dicambuk, hartamu
- diambil maka tetap dengarkan dan taat.
- Ini kan bertentangan dengan tadi hadis
- ya, man raa minkum munkaran. Kan Allah
- Subhanahu wa taala dalam Al-Qur'an pun e
- menyebutkan Allah itu sangat benci
- kepada kezaliman. Wala uduana illa
- alimin dan tidak ada permusuhan kecuali
- terhadap mereka-mereka yang zalim. Jadi
- ketika ada kezaliman ya kita harus
- mencegah ya kezaliman tersebut ya. Unsur
- akhakaiman madluma. ini ee Rasulullah
- katakan ee tolonglah saudara kamu baik
- dia terzalimi atau ee apa ee dia zalim
- atau mazlum. Terus sahabat bilang, "Ya
- Rasulullah, kalau dizalimi ya kita bela,
- tapi kalau dia zalim seperti apa ya
- menolongnya?" Menolongnya kamu cegah dia
- dari perbuatan zalim tersebut. Inilah
- bagian tadi dari amar makruf nahi
- munkar. Jadi kadang-kadang hadis seperti
- ini ya yang bertentangan dengan hadis
- lain bahkan bertentangan dengan
- Al-Qur'an yang memerintahkan amar makruf
- itu ee itulah yang suka dipakainya
- seperti itu supaya jangan mengkritik ya.
- Mengritik kan itu apa? Sesuatu bagian
- masukan kan. Cuman memang caranya harus
- dengan cara yang yang baik tadi sebenar
- faquluyu layinan itu maksudnya adalah
- dengan cara yang baik. seperti itu. Tapi
- tetap harus di dikritik dan disampaikan.
- Wallahualam. Ini mungkin ditambahkan
- tadi hadis yang 3435 dalam Sahih Muslim
- itu sebetulnya merupakan hadis yang
- tidak muttasil. Iya. Salah satu rawinya
- yang meriwayatkan hadis ini tidak
- bertemu dengan rawi sebelumnya. Hm.
- Jadi hadis ini merupakan hadis yang kita
- tahu tidak
- memenuhi sahnya satu hadis. Ittisalus
- sanad.
- Kemudian adalatur rawi, keadilan rawi.
- Kita tahu dalam menilai kebanyakannya
- bersifat subjektif.
- Kemudian yang ketigad
- ee dari mulai ittisalus sanad kemudian
- adalatur rawi ya. Kemudian yang ketiga
- dabtur rawi di mana rawinya itu orang
- yang teliti enggak gampang lupa. Nah,
- ini tiga hal ini, tiga syarat ini belum
- apa? Belum memenuhi syarat untuk
- memastikan satu hadis. Nah, yang
- keempat, kelima, adamus syud nakarah. Di
- mana konten hadis tersebut tidak
- bersifat ganjil dan
- mungkar. Nah, kalau kita lihat hadis
- ini, ini hadis yang mungkar. Hadis yang
- nyeleneh bertentangan dengan apa yang
- terdapat dalam Al-Qur'an yang mengajak
- kita melakukan perbaikan. Hadis ini
- justru mengajak kita untuk mendiamkan
- kezaliman.
- Padahal kita tahu pada masa Sayidina
- Umar bagaimana Amar bin Ash ketika
- anaknya melakukan perbuatan anah
- dipanggil datang ke Madinah dari Mesir.
- H kemudian dia perintahkan orang Mesir
- yang diani untuk menghukum orang
- tersebut. Dan kita tahu bagaimana
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- menjadikan putrinya sebagai perumpamaan.
- Walladzi nafsu Muhammadin biyadi laim
- Muhammadinq.
- Kalau seandainya Fatimah putri Muhammad
- mencuri, aku tidak ragu-ragu motong
- tangan. Dijadikan putrinya yang
- masyaallah hidup dalam kebersihan,
- kesucian sebagai perumpamaan untuk
- menjelaskan hukum dalam Islam tidak
- pilih buruk. Oleh karena itu kalau
- seorang hakim memukul punggung seseorang
- mengambil hartanya, dia tidak layak
- untuk menjadi hakim dalam Islam. Wajib
- untuk betul-betul dihukum. Jadi, jangan
- tajam ke bawah, tumpul ke atas. Ini
- enggak benar. Ke mana firman Allah?
- Innallaha yuru bilu qam bilqist. Hadis
- tadi merupakan hadis yang berisikan
- kebohongan atas Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Dan juga
- saya saksikan pada akhir-akhir ini
- banyak ulama-ulama menjadikan hadis ini
- sebagai rujukan untuk membela junjungan
- mereka. Seharusnya ulama menjunjung
- Allah malah ini menjunjung penguasa yang
- zalim. Kita doakan mereka dikumpulkan
- bersama junjungan-junjungan mereka yang
- zalim di hari akhirat nanti.
- Waliyadubillah.
- Baik, selanjutnya dari Ibu Tris di
- Sawangan. Asalamualaikum Ustaz Husein.
- Eh, ingin bertanya. Ada teman saya
- bertanya, bolehkah mewarnai rambut
- dengan pewarna kimia? Asumsinya kalau
- wudu bisa menjadi penghalang air wudu
- dengan rambut. Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana zidna ilman
- walhiknain. Seorang di
- saat mewarnai rambutnya, pertama-tama
- dia harus perhatikan
- mengenai ee
- efek dari pewarna tersebut. Kita tahu
- bahwasanya sekian banyak pewarna-pewarna
- rambut yang digunakan oleh pria maupun
- wanita itu
- menimbulkan a'rad janibiah, efek-efek
- negatif. yang bisa menimbulkan penyakit
- yang bermacam-macam. Kita tahu bahwa
- Allah berfirman,
- "Wulquidikum." "Jangan kalian
- menjermuskan diri kalian ke dalam
- kebinasaan. Haram. Tubuh kita yang Allah
- anugerahkan untuk kita jaga kalau kita
- rusak haram hukumnya." Begitu juga orang
- yang minum-minuman keras diharamkan
- karena dia merusak akal kita juga
- merusak kesehatan kita. Merokok juga
- merupakan perbuatan yang merusak diri
- kita. Haram. Hukumnya bukan lagi makruh.
- yang bilang makruh karena mereka merokok
- atau karena mereka mendapatkan dukungan
- dana dari pabrik-pabrik rokok. Karena
- pemilik pabrik rokok sendiri
- mengharamkan rokok atas dirinya seperti
- pemilik jarum. Ketika ditanya, Anda
- merokok, tidak, anak Anda tidak. Kenapa?
- Karena dia berbahaya. Kalau berbahaya
- jelas-jelasan hukumnya apa? Haram. Jadi
- jangan
- pergunakan pewarna rambut yang bisa
- mengancam kesehatan kita.
- Nah, kalau seandainya wanita-wanita muda
- disebabkan karena sebab tertentu ya,
- rambut mereka memutih ya, maka dengan
- sendirinya dia bisa menggunakan pewarna
- yang tidak berbahaya untuk mengembalikan
- rambutnya apa menjadi hitam. Karena usia
- 25, 26 tahun, 27 sudah berubah
- rambutnya. Kasihan kan sedangkan dia
- masih apa? Masih memiliki suami yang
- muda. Suami menyaksikan rambutnya putih
- kan bisa timbul persoalan kan. Iya.
- Walaupun putih terkadang bukan satu hal
- yang buruk, tapi menimbulkan rasa
- percaya diri si perempuan hilang.
- Akhirnya meningkatkan kecemburuan,
- ketakutan yang merusak dirinya. Tapi
- kalau wanita atau pria sudah lanjut usia
- seperti saya ini, kalau saya semir saya
- punya rambut menjadi hitam, kita semakin
- lupa diri. Padahal usia 60 tahun ke atas
- itu usia sudah berada di ujung
- perjalanan. Kita harus selalu mengingat
- Allah, bersiap-siap untuk menghadapi
- jemputan dari Allah Subhanahu wa taala.
- Tidak patut kalau kita menggunakan warna
- hitam yang melambangkan kemudaan pada
- usia seperti ini. Oleh karena itu,
- menggunakan warna hitam bagi orang-orang
- tua sebetulnya merupakan hal yang
- membuat dia lupa kepada Allah subhanahu
- wa taala dan saat-saat dirinya dijemput
- oleh Allah. Orang sudah 90 tahun pasti
- menggunakan rambut hitam, menggunakan
- kaos dan blu jin. Sudah umurnya 90 tahun
- lebih. Ini orang berarti apa? Tidak
- menyadari bahwa dirinya apa? Beberapa
- langkah lagi akan kembali kepada Allah.
- Nah, kalau dia ingin menggunakan pewarna
- rambut bisa menggunakan
- pacar. Pacar yang digunakan ya ee
- berwarna ee merah itu lebih cocok untuk
- apa? berwarna merah ini untuk
- orang-orang yang sudah tua. Kita lihat
- orang-orang tua kita dulu, ibu-ibu kita
- yang sudah lanjut usia di saat mereka
- menggunakan pacar, mewarnakan rambut
- mereka yang putih kelihatan anggun
- betul-betul. Tapi kalau orang
- tua umur 80-an, 70-an menggunakan warna
- hitam kelihatan ada apa? Ada kontras
- antara wajahnya yang sudah terdapat
- keriput di sana sini dengan rambut yang
- berwarna hitam. He. Dan yang khawat kita
- khawatirkan kalau sampai ya dia tidak
- merasa dirinya telah tua, telah lanjut
- usia yang seharusnya dia bersiap-siap.
- Padahal Nabi mengatakan rata-rata usia
- umatku itu di antara 60 70 tahun. Jadi
- orang seperti saya ini ya orang-orang
- yang sudah betul berada pada
- saat-saat ee mataharinya sudah hampir
- terbenam. Seharusnya kita banyak-banyak
- mendekatkan diri kepada Allah, banyak
- mengingat kematian, berusaha menjauhkan
- dari perbuatan-perbuatan yang tidak
- benar. Itu yang
- seharusnya dilakukan oleh mereka-mereka
- yang berada pada usia lanjut. Nah, kita
- harapkan mudah-mudahan orang-orang
- tua semakin tua semakin dekat dengan
- Allah dan nafsunya juga menurun. Bukan
- dibiarkan nafsunya apa? Meledak-ledak
- dan meletup-letup. sudah tidak punya
- kemampuan masih menggunakan obat-obatan
- di sana sini untuk mengembalikan apa?
- Untuk mengembalikan gairahnya. Akhirnya
- menutupi akalnya, kesehatannya, lupa
- bahwa dirinya kelak akan berhadapan
- dengan Maliki yaumiddin. Dan tidak ada
- sesuatu yang akan melindungi dirinya
- kecuali hanya iman kepada Allah
- Subhanahu wa taala dan amal-amal
- salehnya.
- Jadi hati-hati waspada menggunakan semir
- rambut dengan propaganda yang
- bermacam-macam. Kalau kita tanya dokter
- ahli, mereka akan mengingatkan kita
- hati-hati terhadap bahaya menggunakan
- semir rambut yang menimbulkan efek-efek
- terhadap kesehatan kita. Ada yang kena
- kanser, ada yang kena gangguan liver,
- ada yang kena gangguan juga apa pada ee
- alergi yang membawa kematian. He. Jadi
- gunakan pewarna yang tidak berbahaya.
- Hena itu. Nah, hena itu kan alami.
- Sekarang ada hena yang berwarna hitam
- kan? Ada hena yang berwarna hitam. Tapi
- kalau untuk orang-orang tua seperti kita
- ini biarkan aja hena kalau rambut sudah
- putih semua diberikan warna pacar indah
- kelihatannya. Paling enggak kita tahu
- dirilah. Tahu diri. Samazs mungkin mau
- nambahkan. Silakan. Silakan Ustaz. Iya.
- Apa ee intinya dari apa yang tadi ustaz
- sampaikan ee yang pertama adalah kan
- memang Rasulullah juga apa perintahkan
- kita itu untuk menjaga kerapian kita ya
- ke rambut disisir rapi dipakai minyak
- misal seperti itu pokoknya rapilah ya
- disisir. Adapun tadi pakai hena J
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- pun pakai ya pakai hena. Jadi ee ini
- supaya ee ini apa ee dalam rangka itu
- tadi menjaga penampilannya seperti itu.
- Terutama sekali misalnya seperti yang
- Ustaz Husin ee sampaikan tadi e kalau
- dia ibu-ibu muda misalnya supaya
- terlihat ee baik bagi suaminya seperti
- untuk suaminya itu ya itu gak apa-apa.
- Tapi yang intinya tadi ya gunakan jangan
- yang
- berbahaya atau kalau dibilang dalil tadi
- misalnya enggak apa tidak misalnya ee
- tidak masuk air wudu seperti itu. Bukan
- hanya itu. Tapi yang penting adalah
- tidak apa menjadikan madarat. Bukan
- hanya itu ya. Tapi kalau kalau itu
- berbahaya juga itu enggak enggak boleh.
- Kalau hena itu biasa itu akan alami itu
- herbal. herbal dan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam juga apa dan para
- sahabat juga pakai itu. sering kita dulu
- sejak kecil ee kita apa dibacakan
- keterangan hadis bahwasanya kita boleh
- me apa meng apa me merubah warna rambut
- kita ya dengan hena itu kecuali katanya
- dengan warna hitam ini enggak boleh tapi
- kalau untuk berjihad untuk perjuangan
- boleh supaya terlihat oleh musuh ee kita
- ini masih gagah-gagah seperti itu. Ee
- nah kalau kita analogikan dengan seorang
- wanita misalnya ada yang wanita yang
- masih muda, tadi ustaz-ustaz juga
- katakan dia sudah putih rambutnya
- seperti itu, itu juga gak masalah dia
- apa menghitamkan rambutnya seperti itu.
- Asal dengan tadi ya, jangan sampai
- memadaratkan diri kita, merusak diri
- kita. Karena ini adalah perbuatan yang
- Rasulullah katakan laora waror. Enggak
- boleh kita melakukan perbuatan yang
- membahayakan orang lain atau
- membahayakan diri kita sendiri. Ya,
- gunakan yaitu yang herbal tadi ya. Jadi
- kalau ini memang sudah terbukti tidak
- berbahaya ya silakan gunakan seperti itu
- ya. ee terutama ya tadi yang yang masih
- muda karena dia supaya terlihat oleh
- suaminya tetap baik, menarik ya, rapi
- dan seperti itu ya silakan aja ya. Kalau
- untuk pejuang iya itu juga ya boleh tapi
- tetap enggak boleh dengan yang yang apa
- yang berbahaya seperti itu ya sebab
- nanti akibatnya juga buruk ya. Kalau
- dulu dengan hena itulah dengan dengan
- pacar ya. E kalau kita tahu kan hena itu
- daun pacar gitu kan seperti itu. Zaman
- Nabi juga seperti sekarang malah apa
- hena ini macam-macam warnanya seperti
- itu gak masalah.
- Ada yang menyemir rambutnya berwarna
- hitam karena ingin menikah
- lagi. Ingin menikah lagi. Akhirnya
- begitu menikah si
- perempuan pertama lihat foto rambutnya
- warna hitam kan. Begitu kelar menikah si
- perempuan merasa tertipu. Ternyata yang
- dinikahi
- kakek-kakek. Memang kalau terbukti bahwa
- ini merupakan penipuan haram hukumnya.
- Ya, begitu juga seorang wanita ya
- ternyata apa dengan AI dia tampilkan
- fotonya begitu menarik menawan kan
- begitu si laki-laki bertemu setelah
- melamar ternyata tidak sesuai yang
- dilihat berbeda dengan apa dengan
- kenyatan kenyataan mungkin di sini Mas
- Krisna kita ingin ee menambahkan kembali
- mengulangi pertanyaan pertama tadi iya
- Hamdullah pernah membacakan ayat ini
- yaitu ayat 75 dari surah Ali Imran untuk
- menerangkan kepada kita bahwa agama dan
- kehidupan ini tidak
- terpisah. Ya, kehidupan kita yang
- beriman itu merupakan buah dari
- keimanan. Itu merupakan satu keharusan.
- Nah, kita dengarkan firman Allah
- Subhanahu wa taala dimulai ayat 75 dari
- surah ee Ali Imran yang mengisahkan
- kita rabbil alamin. Yang mengisahkan
- kita tentang perilaku orang-orang
- Yahudi. Mereka ahli
- kitab tapi mereka tidak mengamalkan
- kitab Allah sebagaimana seharusnya.
- Mereka mengamalkan kitab tergantung
- terhadap siapa
- mereka. Terhadap sesama orang Yahudi
- mereka wajib jujur. Tapi kalau terhadap
- non Yahudi mereka bisa berbohong, bisa
- menipu dan Allah alasannya tidak akan
- menghisab mereka. Allah berfirman,
- "Wamin ahlil kitab man
- inhuin." Di antara ahli kitab, tidak
- semuanya. Di antara ahli
- kitab ada orang-orang yang kalau
- kamu percayakan padanya sejumlah besar
- kekayaan qintaris ini menggambarkan
- ukuran dan sejumlah
- besar dia akan
- kembalikan kepada kamu sebagaimana
- kepercayaan yang kamu
- berikan. J sebagian ahli kitab kalau
- kamu percayakan amanatkan padanya.
- Sejumlah besar harta dia akan kembalikan
- kepadamu sebagaimana
- adanya. Waminhum man inmanhu bidinarin
- la yuaddihi ilaika illa ma dumta alaihi
- qoiman. Di antara mereka ada orang yang
- kamu percayakan kepadanya 1 dinar cuman.
- Ternyata apa? Dia tidak akan kembalikan
- pada kamu kecuali kalau kamu berulang
- kali datang menagih dirinya karena
- terpaksa tertekan. Baru apa? Baru
- dikembalikan.
- Apa alasan mereka berbuat semacam ini?
- Dalika biannahum qu laisa ala umil.
- Mereka bilang, "Kami kalau berbuat
- seperti ini kepada masyarakat umiin yang
- tidak berpendidikan, masyarakat Arab
- ini, kami tidak melakukan kesalahan.
- Allah tidak akan menghukum kami." Wquuna
- alallahil kadiba wahum y'lamun. Mereka
- mengucapkan kebohongan atas nama Allah
- padahal mereka tahu bahwa omongan mereka
- ini tidak
- benar. Tapi karena datang dari ahli
- kitab, rakyat di bawah apa? Beranggapan
- perbuatan ini perbuatan benar.
- Sebagaimana ada partai Islam menghalkan
- pada apa? Pada anggotanya yang menjabat
- di pemerintahan untuk melakukan tindakan
- korupsi dengan alasan korupsi
- perjuangan. Korupsi untuk perjuangan.
- Perjuangan. Padahal dia merusak bangsa
- dan negara.
- Lalu Allah Subhanahu wa taala
- mengatakan, "Bala manfa biahdihi wattaqo
- fainnallaha yuhibbul
- muttaqin." Sekali-kali ucapan mereka
- tidak benar. Dibantah oleh Allah bala
- itu tidak benar. Yang benar siapa-siapa
- yang menepati janjinya dan bertakwa
- kepada Allah, Allah amat mencintai orang
- yang bertakwa.
- Jadi jangan kalian merasa bangga sebagai
- ahli kitab atau merasa bangga sebagai
- ulama atau sebagai habaib kalau berbuat
- sesuatu yang salah Allah tidak akan
- menghukum mereka salah. Allah bilang
- laikum w amani ah
- kitab
- wajahuillahi walian w tidak seperti
- angan-angan kalian atau seperti
- angan-angan para ahli kitab kalau
- berbuat buruk dia akan dikenakan hukuman
- dan dia tidak akan sama sekali menjumpai
- pelindung dan penolong selain dari
- Allah.
- Lalu Allah lanjutkan, innalladina yaruna
- biahdillahi
- waimaman khqahum akir w yukimumullah
- waihim yaumalqiamati wihim wahumabun
- ari. Ini amat mengerikan. Sesungguhnya
- mereka yang menjual belikan perjanjian
- Allah. Perjanjian Allah adalah kitab
- Allah yang Allah jadikan sebagai apa?
- sebagai kita perjanjian antara kita
- dengan Allah. Dan mereka juga menjadikan
- sumpah mereka sebagai apa? Sebagai
- mereka menjadikan perjanjian Allah dan
- juga sumpah mereka
- ya mereka gunakan untuk membeli dunia
- sebagai satu imbalan yang murah. Jadi
- mereka jadikan agama Allah, jadikan
- sumpah mereka untuk mendapatkan dunia.
- Dan Allah gambarkan dunia ini dengan
- seluruh isinya tsamanan
- qil. Mereka jual yang bakal menjamin
- hidup mereka, keselamatan mereka yang
- akan membawa mereka hidup dalam
- kebahagiaan kekal abadi hanya untuk
- mendapatkan keuntungan dunia. Ya, mereka
- menjual agama Allah dan sumpah mereka.
- Nah, orang-orang seperti mereka yang
- telah menjual agama Allah, perjanjian
- Allah dan sumpah mereka dengan harga
- yang
- murah untuk mencari kesenangan dunia.
- Ulaika la khq lahum fil akhirah. Dengan
- tegas Allah bilang mereka tidak akan
- mendapatkan bahagia di hari akhirat.
- Wala yukallimuhumullah. Allah tidak akan
- ajak bicara mereka. Wuru ilaihim. Dan
- Allah tidak akan memandang
- mereka di hari kemudian nanti. Wala
- yuzakihim. Dan Allah tidak akan
- bersihkan mereka dari dosa mereka.
- Walahum adzabun alim. Bagi mereka azab
- yang maha pedih. Ini orang sudah
- kehilangan harapan. Tidak ada bahagian
- di akhirat. Allah tidak akan melihat
- mereka, tidak akan mensucikan mereka,
- tidak akan mengajak mereka bicara. Jadi
- kalau sampai kita ustaz, ulama ya, kita
- ternyata menjual perjanjian Allah,
- ajaran Allah, petunjuk Rasul-Nya dengan
- harga yang murah untuk mengejar dunia,
- membenarkan yang salah, menyalahkan yang
- benar, maka kita kehilangan harapan
- kita. Oleh karena itu, mari bersama-sama
- ikhwan akhwat pendengar pemirsa radio TV
- silaturahim di tengah kerusakan.
- Fastaqim kama umir w tatabi ahwahum.
- Istiqamahlah sebagaimana yang Allah
- perintahkan. Jangan ikuti hawa nafsu
- mereka. Jangan dunia rusak ramai-ramai
- kita ikut rusak. Tidak. Tetap istiqamah.
- Jangan berkolaborasi dengan kezaliman.
- Kemudian kita beramar makruf bernahi
- mungkar.
- Insyaallah walaupun katakan negaranya
- tidak berubah menjadi negara Islam, kita
- akan selamat. Tapi walaupun negaranya
- berubah menjadi negara Islam, tapi kita
- bahagia dari kezaliman, bekerja sama
- dengan kezaliman, kita tidak akan
- selamat sama sekali. Bukan tugas kita
- untuk membuat negara menjadi negara
- Islam. Ini kembali kepada rakyat kalau
- mereka mau. Kalau tidak mau urusan
- mereka. Tapi tugas kita istiqamah dalam
- kebaikan, mengajak kepada yang makruf,
- mencegah dari yang mungkar dan mengajak
- manusia kembali kepada Allah.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Alhamdulillah. Terima kasih Ustaz
- dan Ustaz Hamzah. Mohon maaf untuk Anda
- yang bertanya belum terjawab ya.
- Insyaallah nanti di lain waktu Selasa
- atau Jumat kita bisa menjawabnya.
- Mudah-mudahan jawaban tadi sesuai dengan
- kehendak Allah ya. Terima kasih Ustaz
- Ustaz Hamzah. Saya Mafti Risna eh
- kemudian Oni Saputra dan Algimon pamit.
- Wabillahi taufik walhidayah.
- Asalamualaikum warahmatullahi wabar.
- Waalaikumsalam warahmatullah.