Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 Brail 0:38 berhasil TV 0:51 [Musik] 1:03 [Musik] 1:15 [Musik] 1:40 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:42 warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma 1:44 sholli ala sayyidina Muhammad waa ali 1:46 sayyidina Muhammad. Alhamdulillah 1:49 wukurillah kita berjumpa lagi hari ini. 1:53 Hari ini adalah hari Rabu tanggal 23 1:55 Rajab 1:56 14 44 Hijriah atau tanggal 15 2:02 Februari 2023. 2:05 Seperti biasa setiap Rabu berhasil 2:07 kembali menghadirkan acara tamu kita dan 2:10 Anda bisa juga menyaksikan di 2:13 YouTube. Kami menghadirkan seseorang 2:16 yang lahir di Rasil ya. Lahirnya di 2:19 Rasil. Dia lahir di Palembang tanggal 7 2:23 Juli 2:24 tahun 2:26 92. SD-nya di Palembang. SMP-nya enggak 2:30 selesai. SMP 17 tapi enggak selesai. 2:33 pernah kerja di perusahaan Erik Tohir di 2:35 PT Gama Investasari di Kelapa Gading tu 2:41 Mahaka Square ya. 2:44 Kemudian mm dia sudah punya anak empat. 2:47 Yang pertama Sultan Daud Almumtaz 5 2:52 tahun. Itu yang pertama. Yang kedua 2:54 putri Jarona Zahra. 2:58 Yang ketiga ini. Yang ketiga namanya 3:00 unik nih. Muhammad siapa? 3:04 Ibrahim. Saya belum pernah dengar nih. 3:06 Ada orang yang memberi nama anak ada 3:09 siapa? Muhammad. Siapa Ibrahim? Kemudian 3:13 yang keempat putri Azkia Zahra. Ini baru 3:17 lahir 3:19 nih. Tadi saya bilang 3:22 bahwa tamu kita ini lahir di Rasil. 3:26 Dia adalah Adit Prayoga, 3:30 penggagas, 3:32 pemilik RMG, rumah makan 3:36 gratis. Masyaallah. Asalamualaikum, Mas 3:38 Adit. Waalaikumsalam warahmatullahi 3:40 wabarakatuh. Luar biasa ya. Ini enggak 3:43 keberatan nih saya bilang e apa namanya? 3:47 Rasil adalah tempat 3:48 lahirnya Mas Adit. Ya, memang benar. 3:51 Terutama 3:52 debutnya sehingga bisa dikenal di 3:54 mana-mana. Masyaallah diundang di acara 3:56 TV di Kand di acaranya Ded Gobir di mana 4:00 lagi hampir semua acara Cagur Deni Cagur 4:04 I Baim Wong Baim Wong Masyaallah 4:06 Masyaallah itu barokah karena kita 4:09 banyak berbuat baik kepada orang yang 4:10 susah orang-orang miskin sehingga Mas 4:12 Andi 4:14 dimudahkan dalam hal umrah gratis bahkan 4:18 itu waktu mau diundang ke Amerika terus 4:19 enggak jadi ya karena pandemi ya iya 4:22 betul itu orang Amerika dengar dari mana 4:24 tentang rumah makan gratis tuh ee dari 4:26 Facebook. Dari Facebook? Iya. 4:29 Masyaallah. Asalamualaikum, Mas Adit. 4:32 Selamat datang di tempat kelahiran ni 4:33 Mas Adit nih. Rasil 4:36 bisa diceritakan arah mula di Rasil 4:38 gimana cerita? Ya, 4:40 alhamdulillah dulu waktu awal-awal 4:44 pertama kali mendirikan rumah makan 4:46 gratis, saya masih dalam kondisi yang 4:51 betul-betul harus sabar. Iya. Bayangkan 4:54 dia bayar kos saja rumah kontrakan 4:57 Rp500.000 aja enggak sanggup. Mau bikin 4:59 rumah makan gratis gimana coba logikanya 5:01 itu? Masyaallah. Tapi ada a ya rezeki 5:03 ya. 5:05 Jadi teringat kisah dulu ya 5:08 kenangan-kenangan terindah yang 5:11 pernah Allah berikan ya. Masyaallah 5:15 ngontak rumah sepetak banyak 5:18 hutang harus banyak yang perlu 5:21 dipikirkan, banyak yang perlu dibayar. 5:24 harus bayar kontrakan, punya hutang, 5:27 terus Allah malah pertemukan dengan 5:30 seorang yang lebih susah yang harus saya 5:34 bantu. He. Dan itu terkadang tidak masuk 5:39 logika. He. Bahkan saya sempat pernah 5:42 dibilang orang gila. He. Gitu. Dia 5:44 banyak hutang, dia ngontrak gitu tapi 5:46 memberi makan. He. E setiap hari. Nah, 5:49 itu ya. Saya jalanin saja hidup ini. 5:52 Saya bilang alhamdulillah atas izin 5:55 Allah pertemukan orang-orang baik. 5:58 Wasilah dari Radio Silaturahim saya 6:00 diundang. Alhamdulillah pertama 6:03 kali. Jadi rumah makan gratis ini 6:05 pertama kali itu diundang oleh media 6:08 media itu radio silaturahim sebelum 6:11 masuk TV, sebelum viral, sebelum ke 6:13 mana-mana. Masyaallah. Masyaallah. 6:15 Alhamdulillah ya Allah. 6:17 banyak ee pendengar di silaturahim yang 6:20 membantu rumah makan gratis pertama 6:22 kalinya dari awal sampai sekarang makan 6:24 bahkan sampai sekarang istikamah. 6:26 Alhamdulillah. Masyaallah. 6:27 Alhamdulillah. 6:29 Jadi dulu itu saya itu pernah kehabisan 6:33 bingung apa yang mau dimasak, apa yang 6:36 mau dibelanjakan. Tiba-tiba Allah 6:39 datangkan seseorang untuk mengundang 6:41 saya siaran di radio silaturahim. He. 6:45 Saya datang. Saya datang. Saya cuma 6:47 cerita aja tadi awalnya saya gugup 6:48 deg-degan juga pertama kali soalnya 6:50 deg-degan deg-degan gak pernah masuk 6:52 radio, gak pernah masuk TV, gak pernah 6:54 ke mana-mana kan gitu kan. Nah, 6:56 tiba-tiba diundang kayak gini kan kita 6:58 deg-degan kalau ditanya-tanya gitu yang 7:00 ngomong apa adanya aja gitu. Dan 7:02 alhamdulillah masyaallah masyaallah 7:04 sampai pas ini jujur nih saya pas pulang 7:06 ke rumah itu saya nanya ke istri, "Dek, 7:08 tadi kakak ada salah ngomong enggak ya? 7:11 Takutnya salah ngomong gitu kan. masuk 7:12 media soalnya masuk radio 7:15 enggak bi istrinya dengerin radio 7:16 silaturahim juga dia dengerin ya 7:19 masyaallah alhamdulillah ya Allah kalau 7:20 enggak ada salah ngomong gitu ya kadang 7:23 kita manusia ya kadang-kadang kita salah 7:25 ngomong iya gitu karena yang kita kejar 7:29 itu ya akhirat ya bukan dunia gitu kalau 7:32 masuk TV masuk radio gitu ya itu cuma 7:35 sekedar sarananya sarana untuk kita 7:38 melakukan amal saleh nah akan tetapi 7:40 tetap tujuan kita fokus pada tujuan awal 7:43 kita ibadah yaitu mengejar akhirat gitu. 7:46 Jangan sampai kita yang sudah masuk TV, 7:49 masuk radio jadi asbab untuk menjadikan 7:52 kesombongan. Nauzubillah minzalik. Ya, 7:55 Iwan Han Nohat, kami masih bersama Mas 7:57 Andit Prayoga. Dia adalah penggagas e 8:00 rumah makan gratis yang sekarang sudah 8:02 ada banyak ee cabang-cabangnya. Di 8:05 antaranya misalnya di Ciangsana, ada 8:09 juga di Cilangka Baru, ada juga di Pasar 8:13 Minggu 8:15 di mana Kalibata ya dekat R kereta api 8:18 situ. Kemudian ada duren 3 di depan 8:20 Rumah Sakit Sil. Kalau kita lihat di 8:23 Facebook atau di TV kelihatan Mas Adit 8:26 ya sekarang sudah enak pergi umrah, enak 8:29 bolak-balik udah ada mobil, ada rumah. 8:33 Tapi kalau ngelihat perjuangannya luar 8:35 biasa. Pernah saya diajak ke seorang 8:38 kakek yang sakit 8:41 sendirian. Masit nyuapin ngasih kita 8:44 masuk ke dalam. Ya Allah namanya rumah 8:45 enggak ada apa sirkulasi udaranya enggak 8:48 bagus. Dia sakit itu aromanya 8:51 masyaallah luar biasa. Tapi Mas Adit 8:54 dengan sabar menyuapi. Belum lagi nenek. 8:56 Belum lagi ee ayahnya. Ayahnya itu sakit 9:00 tapi 9:01 maunya salat di masjid enggak bisa 9:05 jalan. Digendong sama Mas Adit. 9:06 Digendong masyaallah ke ke mana? Ke 9:10 masjid tuh. Karena nanti enggak bisa 9:11 jalan tapi maunya salat di masjid tuh 9:14 kayak gitu-gitunya tuh. Aduh enggak 9:18 enggak setiap orang bisa itu ya Mas Ad 9:20 ya. Belum lagi nenek-nenek yang apa ee 9:25 gendong-gemblongannya enggak bisa 9:26 ditinggikan menyapu jalan ya. Iya, itu 9:29 di bawah-bawah kan berat. Soalnya kalau 9:31 ditaruh ini ya ke apa botol Aquanya 9:33 sudah butut itu bisa dicuri orangnya. 9:35 Iya. Jadi dibawa-bawa itu ya padahal 9:37 berat ya. Iya. Padahal kakinya luka. 9:39 Iya. Lama Sadit ke 9:42 rumahnya menyantuni dia tiap bulannya. 9:45 Alah. Jadi sekarang 9:48 ee apa namanya? Rumah makan gratis ini 9:51 sudah di mana saja ya? Alhamdulillah 9:54 rumah makan gratis sekarang ini sudah 9:55 ada di Ciang sana, Cilangka. 9:58 Pasar Minggu, Duren 3, Jakarta Selatan, 10:02 terus di daerah-daerah lain juga ada. 10:04 Heeh. Tapi itu bukan cabang saya 10:05 pribadi. Itu mitra teman. Bedanya mitra 10:08 dengan sendiri apa? Jadi ada orang yang 10:10 terinspirasi dengan rumah makan gratis. 10:13 Dia punya lahan, dia punya tempat. Dia 10:14 pengin buka di daerahnya. Ya, 10:16 alhamdulillah buka di Purwokerto, buka 10:18 di sebagai konsultan kali gitu ya. Iya. 10:21 Untuk konsepnya kita kasih tahu. Tapi 10:24 saya ngomong saya bukan orang kaya yang 10:26 bisa ngasih modal. He. Ngasih modal buat 10:28 beli beras setiap hari, buat belanja 10:30 setiap hari, gitu. Kalau mau ngikutin ya 10:33 enggak apa-apa ngikutin kita konsep kita 10:35 ini. Siapa saja boleh makan, siapa saja 10:38 boleh. Kalau mau ngasih beras silakan. 10:40 Ini tempat sedekah, insyaallah tempat 10:41 sasaran dan amanah. He gitu. Yang 10:46 paling banyak ditanya oleh pendengar 10:48 hasil adalah itu tiap hari ngasih makan 10:51 orang dengan menu yang ada daging, ada 10:53 ikan, ada sayur, ada buah, minuman 10:56 segar-segar gitu. dari mana uangnya? 10:58 Sementara Mas Sad sendiri kan bukan 11:00 orang kaya gitu kan boleh dibilang ya 11:03 ini uangnya tuh pure dari Allah ya. Saya 11:06 pernah ngasih istri Rp100.000. He. 11:10 Istriku bilang, "Abi, besok Mama mau 11:14 datang. Mama udah ngomong mau minjam 11:16 duit Rp100.000. 11:19 Kasih aja, 11:20 sayang. Mau minjam duit Rp100.000, kita 11:22 cuman ada duit Rp100.000 gitu. Ya 11:24 dikasih aja enggak apa-apa gitu. kasihin 11:26 aja enggak apa-apa. Enggak apa-apa 11:27 kasihin aja. Jam 10. Pagi mama datang. 11:31 Tiba-tiba jam .30 habis pulang dari 11:34 masjid itu ada yang nelepon mau beli 11:37 murotal. Heeh. Dua unit. Pendengar 11:40 hasil. Mendengar hasil. He. 2 unit mau 11:43 diminta diantarin ke Pasar Minggu. Heeh. 11:46 Datanglah saya ke Pasar Minggu ngajak 11:48 istri naik motor. Setelah datang ke 11:50 Pasar Minggu, sampailah di situ saya 11:52 kasih ini Bu Murotal Al-Qur'annya cara 11:55 penggunaannya. Terus dia beli dua unit, 11:57 dia bayar. Setelah dia bayar, saya mau 12:00 pamit pulang. Ibunya bilang, "Nak Adit 12:03 masih buka rumah makan gratis?" "Masih, 12:05 Bu. Bisa gak tunggu sebentar? Nunggu 12:07 anak Ibu?" He. "Tadi ibu nyuruh anak Ibu 12:10 keluar." He. Bentar lagi dia pulang. 12:12 Bisa, Bu? Hm. Ya udah saya tungguin. 12:15 Setelah anaknya pulang bawa duit R5 12:17 juta. Oh. Disuruh ibunya ke ATM. Oh. Mas 12:20 Adit ini ada uang R5 juta. Yang Rp3 juta 12:22 ibu sedekah. Yang R2 juta buat Nak Adit. 12:25 Ya katanya gitu. Hm. Ya Allah Bu ini 12:28 beneran buat saya Bu. Iya buat Ina 12:29 adiknya. Makasih banyak ya Bu ya. Saya 12:31 bilang alhamdulillah ya Allah. Nah itu 12:34 itulah rezeki datang tak disangka-sangka 12:36 tak diduga-duga. Jangan pelit sama orang 12:39 tua. Jangan pelit gitu. Terkadang secara 12:42 logika kita yang punya duit Rp100.000 ya 12:45 sangat berat sekali. He. Apabila kita 12:48 harus mengeluarkan Rp100.000. H gitu. 12:51 Padahal rezeki itu sudah Allah takar. 12:53 He. Dan tidak akan pernah tertukar. 12:56 Tidak akan pernah tertukar atau ke 12:58 mana-mana atau pergi-pergi gitu 12:59 lompat-lompat seumpama. Nah, itu kita 13:02 kejar-kejar terus gitu. Kalau memang 13:05 bukan rezeki enggak akan dapat. Heeh. 13:07 Kalau memang rezeki pasti akan dapat. 13:08 Heeh. Dan saya ingat betul firman Allah 13:11 Subhanahu wa taala di dalam Al-Qur'an 13:14 dalam surah Albaqarah ayat yang 13:16 ke-261. Masaladina yunfiquuna amwalahum 13:21 fiilillah habbatin 13:24 ambatillah 13:25 haballahu yasya 13:28 wallahuunim. Orang-orang yang 13:30 menginfakkan hartanya ke jalan Allah 13:32 bagaikan satu butir yang Allah tumbuhkan 13:35 menjadi tujuh tangkai. Dari tiap-tiap 13:37 tujuh tangka itu Allah tumbuhkan 100 13:39 butir bagi setiap yang Allah kehendaki. 13:41 Sungguh Allah maha luas, maha 13:43 mengetahui. Jadi kalau kita sedekah cuma 13:45 satu bagaikan tumbuh menjadi tujuh 13:49 tangkai. Allah lipat gandakan Allah 13:51 tambahkan. Tumbuh lagi 100 butir. Allah 13:54 ganti 700 kali lipat. Dan ini kisah 13:56 nyata betul-betul. Istri ngasih ibu mama 14:00 mertua Rp100.000. H Allah kasih R juta. 14:04 Yang R3 juta untuk rumah makan gratis, 14:06 yang R juta buat istri. Masyaallah. 14:09 Masyaallah. Alhamdulillah. Itulah rezeki 14:11 datangnya tak disangka-sangka. Tadinya 14:13 saya rumah ngontrak ngontrak rumah 14:14 sepetak. Puyeng kepala saya. Setiap kali 14:17 mau bayar kontrakan, saya selalu mikir 14:20 terus, kerja keras bagaimana caranya 14:23 buat bisa bayar kontrakan rumah. 14:25 Sekarang alhamdulillah saya diundang 14:28 oleh Radio Silaturahim. Ada ya salah 14:31 satu pemilik mana salah satu pemilik 14:32 radio ini? Masyaallah. E masih keluarga 14:35 ya. Adik dari pemilik radio silaturahim. 14:38 Bapak Ibrahim. Bapak Ibrahim namanya. 14:41 Ini saya dikasih tempat tinggal gratis. 14:43 Saya pikir tempat tinggalnya ya seperti 14:45 apa? Ini rumah dua lantai. Pinggir 14:47 jalan. Masyaallah. Masyaallah. Pir jalan 14:49 besar lagi ya. Buka rumah makan gratis. 14:51 Heeh. Di situ rumah tahfiz Quran. 14:54 Sekarang berkembang itu rumah tahfiz 14:56 Qurannya. Rumah makan gratisnya. 14:58 Sekarang bangun masjid. 15:00 Masyaallah. Ini bangun masjid ini 15:02 mustajab juga nih. Ajaib juga ini. 15:04 Masyaallah. Saya nabung. Saya nabung 15:07 duit sampai tahun 2022. Tahun kemarin 15:12 terkumpullah duit sebanyak kurang 15:15 lebihnya itu sekitar R00 jutaan. He. 15:18 Saya beli tanah. H beli tanah terus 15:21 bilang ke istri, bilang ke 15:24 mertua, "Adit, beli tanah ini bukan buat 15:26 bangun rumah, bukan buat bangun apa-apa, 15:28 tapi sudah diniatkan mau dijadiin amal 15:31 jariah, 15:35 mau bangun masjid. Nah, bismillah mohon 15:38 doanya." Akhirnya didukunglah sama 15:40 keluarga-keluarga. Bismillah. Terus 15:43 nanya-nanya sama tukang. Ada tukang 15:46 namanya Pak Rudi. Pak Rudi. Pak Rudi 15:49 kalau bangun masjid bikin pondasinya 15:51 dulu. Tapi kira-kira biayanya habis 15:53 berapa? H sekitar R3 juta, Mas Adit. He. 15:56 Pondasinya aja ya. Bismillahlah. Nyari 15:57 duit lagi setelah beli tanah. Sudah 15:59 lunas beli tanah cari duit R30 juta. 16:03 Masyaallah. Seminggu dapat R3 juta. Nah, 16:06 bagaimana tuh? Bisa 1 minggu dapat. 16:07 Masyaallah. Gimana caranya itu? Saya 16:09 ngomong ke orang-orang. Nah, ngomong ke 16:12 Facebook juga ngomong. Bismillah. Ini 16:15 tanah sudah saya beli. Sekarang saya mau 16:17 bangun pondasinya dulu. Bismillah. Butuh 16:19 duit R30 juta. Siapa yang mau bantu 16:22 100.000, Rp50.000. Allah gak nilai 16:24 nominal. Tapi Allah lihat keikhlasan 16:26 kita. Heeh. He. Jadi Allah itu tidak 16:28 akan pernah melihat nominal gitu. Tapi 16:31 yang Allah lihat keikhlasan kita. Nah, 16:34 yang mau wakaf secara ikhlas silakan. 16:37 Boleh banyak, boleh sedikit. Terserah. 16:39 Terserah dia sesuai kemampuan. Akhirnya 16:42 terkumpul. Berapa meter tanahnya itu? 16:44 400 m. Oh, besar. Besar. Alhamdulillah. 16:47 Lokasinya di seberang Mall Ciputra. Mall 16:50 Ciputra Cibubur. Heeh. Heeh. Saya bangun 16:52 masjid di situ. Enggak jauh dari sini 16:54 lokasinya. Nah, saya bangun masjid terus 16:57 bikin pondasi awalnya. He. Nyari duit 16:59 R30 juta. Setelah terkumpul R30 juta, 17:02 saya kasih Pak Rudi. Pak Rudi, ini uang 17:04 R30 juta. Silakan Pak Rudi bikin 17:07 pondasi. H. Terus saya dapat jobs, dapat 17:11 undangan. Heeh. Dapat undangan untuk 17:13 siaran ke Bali. Heeh. Saya datang ke 17:15 Bali. Siaran apa itu? Di TV ee media. 17:18 Iya. Nah, akhirnya begitu pas saya 17:20 pulang dari Bali, tiba-tiba saya lihat 17:23 loh kok sudah ada dindingnya R3 juta. 17:27 Kirain pondasi ini doang ini kan cuman 1 17:30 kilan aja. Iya. Pondasi cuma segini 17:33 kirain kan lah ini kok ada dinding 17:34 dindingnya udah tinggi kan. Saya ngomong 17:37 Pak Rudi, Pak Rudi gimana ini? Kok 17:39 dinding-dinding semua ini? Saya bilang 17:41 gitu. Iya, Mas Adit. Alhamdulillah ada 17:43 yang ngasih semen, ada yang ngasih 17:45 pasir, ada yang ngasih besi. Kadang 17:48 material juga enggak mau dipintain duit. 17:50 Ya Allah. Itulah kuasa Allah. Ketika 17:53 kita bangun rumah ibadah, rumah Allah, 17:55 Allah ini datangkan walaupun dia 17:58 nonmuslim, ada yang nonmuslim malah. 18:00 Nonmuslim menggratiskan besi itu kan 18:02 kadang-kadang enggak masuk logika, 18:03 enggak masuk akal gitu. Ya Allah. 18:06 Masyaallah. Masyaallah. Alhamdulillah. 18:08 Nah, sekarang sudah jadi masjidnya. 18:10 Heeh. He. Saya kasih nama Masjid Ka'bah, 18:12 rumah gratis. Oh. Heeh. Karena bentuknya 18:15 kayak Ka'bah. Masjid itu dua lantai. 18:18 Masjidnya dua lantai. Terus saya 18:20 jalan-jalan ngajak anak istri 18:22 jalan-jalan ke mall. Saya lihat mall 18:26 hampir setiap ruangan itu ada AC-nya. 18:29 Heeh. Saya rada-rada meriang. Ini 18:31 batuk-batuk nih. 18:35 Masjid kayaknya harus pasang AC yang 18:38 biar adem gitu. He mall aja punya AC 18:42 gitu, toiletnya bagus, gratis. Iya kan? 18:45 Nah, akhirnya ya udah saya pulang, saya 18:48 datang ke masjid, saya bilang ke Pak 18:50 Rudi, "Ini kayaknya masjid harus pasang 18:52 AC deh. Bismillah, mudah-mudahan ada 18:55 yang mau ngasih kayak apa beli gitu 18:57 kan." Nah, itu bismillah. Terus karpet 18:59 juga. He. Saya lihat karpet di Masjid 19:03 Anikmah Citragen Cibubur itu masjidnya 19:06 bagus, karpetnya tebal banget. Jadi kita 19:09 sujud itu enak ya kan sujud nyaman gitu 19:12 salat jadi nyaman. Saya tanya ketua 19:14 DKM-nya, "Pak Ramdan ini harga karpetnya 19:17 mahal enggak?" "Luman, Mas Ad." Ee boleh 19:21 gak minta nomor HP yang punya yang 19:23 masang karpet ini? Saya mau masang 19:25 karpet juga di masjid. Bismillah. 19:28 Buat masjid yang Mas Adit bangun. Iya. 19:31 Ya udah kasih nomor HP. Datanglah orang 19:33 karpet diukur-ukur 19:35 dinominalkan R6 juta. Heeh. harga 19:38 karpet. Hm. Untuk seluruh anu lantai. 19:41 Iya. Sudah diukur semua. He. Bismillah. 19:45 Saya bilang ke yang punya karpet, 19:46 "Sangat mudah bagi Allah. Bismillah. 19:48 Sangat mudah bagi Allah. Bismillah. 19:49 Semua punya Allah. Mudah-mudahan nanti 19:51 Allah datangkan secepat mungkin. 19:52 Pokoknya diukur setelah diukur ini 19:54 siapin aja dulu karpetnya. Waktu itu 19:56 belum ada uang tuh. Belum ada uang. 19:57 Bismillah. Saya posting di Instagram. 19:59 Saya minta tolong tim rumah makan gratis 20:01 untuk bikinkan flyer, bikinkan apa tuh? 20:05 Ah, itu apa namanya? yang 20:06 tulisan-tulisan itu. Nah, wakaf karpet. 20:09 Bismillah untuk masjid, rumah makan 20:11 gratis. Bismillah. Yuk, kita patungan. 20:12 R.000 gak apa-apa. 5.000 yang penting 20:15 ikhlas. Nah, R1 juta, R10 juta gak jadi 20:18 masalah. Silakan yang mau wakaf 20:20 terkumpul langsung dapat selama 1 hari 20:25 nge-share di Instagram dapat Rp1 juta. 20:27 He. Besoknya dapat lagi. H. Besoknya 20:30 dapat lagi. Gak nyampai 1 minggu lunas. 20:32 H. Gak nyampai 1 minggu lunas karpet. 20:35 Alhamdulillah. Nah, sekarang sudah ada 20:37 karpet. He. Nah, terus saya lihat orang 20:40 kaya pernah ada orang kaya ngundang saya 20:42 ke rumahnya. He. Saya lihat di rumahnya 20:44 ada lampu kristal. Heeh. Lampu kristal 20:47 itu lampu kayak di istana-istana gitu. 20:49 Iya. Iya. Saya pikir ini masjid kalau 20:52 dipasang lampu kayak gini bagus juga ya. 20:54 Akan terang, bagus, indah, dan dinikmati 20:58 oleh jemah yang salat. Kalau ini kan 21:00 rumahnya dia. Yang dinikmati cuman dia 21:01 aja sama tamu. I kan tamu yang datang ke 21:04 rumahnya. Ini tamu-tamu Allah ini harus 21:06 kita muliakan ini. Bismillah. Pokoknya 21:08 saya mau punya lampu kristal buat 21:10 masjid. Nah, saya ngajak lagi. Ngajak 21:12 lagi dapat pula. Alhamdulillah sekarang 21:15 masjid jadi mewah. Masyaallah. Jadi 21:17 mewah. Masyaallah. Masyaallah. Ini 21:19 masjid tanpa modal bangun masjid. Benar. 21:21 Biasa kan kalau di kampung saya kalau 21:23 bangun masjid itu Pak Haji yang punya 21:24 tanah luas, orang kaya, pejabat gitu 21:27 kan. Nah, ini terbukti saya ngejalan 21:30 nih. He. Jadi, saya menceritakan saya 21:32 sendiri nih, bukan menceritakan orang 21:33 lain yang masyaallah ini Pak Haji bangun 21:35 masjid mewah, besar, megah. Ini gak saya 21:39 mencoba-coba. Mencoba-coba bismillah 21:42 barangkali aja saya bisa bangun masjid. 21:44 Nah, ternyata bisa. 21:46 Ternyata bisa dan siapapun bisa. Sangat 21:49 mudah gitu. Masyaallah. Jadi kita itu 21:52 gak boleh mengeluh, gak boleh menyerah. 21:55 Heeh. Allah aja enggak enggak ada. 21:57 mengatakan di dalam Al-Qur'an, "Aku 21:58 ciptakan hamba-hambaku ini miskin-miskin 22:01 gitu, tidak mampu, miskin gitu kan. 22:03 Enggak ada tuh ya, gak ada. Yang Allah 22:05 ciptakan itu manusia yang berkelebihan 22:07 harta dan berkecukupan. 22:10 Nah, jadi kita ini dikasih kelebihan 22:12 sebenarnya. Dikasih kecukupan. Nah, 22:15 kalau untuk membesarkan agama Allah, 22:17 menolong agama Allah, membesarkan sirah 22:19 Islam, ini radio silaturahim kan tiap 22:21 hari dakwah terus gak pernah 22:23 maksiat-maksiat, ya kan? Nah, kita bantu 22:25 besarkan. 22:27 dengan jari-jari kita aja kita bisa 22:28 dapat amal jariah. Kita mosting video 22:30 ini, kita share ke Facebook, ke 22:32 grup-grup, ke WhatsApp, ke mana-mana 22:35 dapat amal jariah. Kita gak tahu kapan 22:37 kita meninggal. Ketika kita setelah 22:39 nge-share nge-share, nge-share, 22:40 nge-share, kita bagikan ke mana-mana, ke 22:42 saudara-saudara, ke keluarga, tiba-tiba 22:44 pulang-pulang meninggal. H gitu. Ada dua 22:47 malaikat. Yang satu malaikat mau jemput 22:49 ke neraka, yang satu ke surga. H Allah 22:52 suruh timbang timbang amal salehnya. 22:55 Nah, itu sebelum dia meninggal 22:57 itu yang akan menjadi pemberat. Jadi 23:01 kalau di masa muda kita salat lima 23:03 waktu, puasa, wah rajin ibadah, 23:06 detik-detik mau meninggal maksiat ya 23:08 detik-detik meninggal itulah yang akan 23:10 berat timbangannya. Nah, ini detik-detik 23:13 meninggal dia melakukan amal saleh, amal 23:15 jariah, kebaikan. Nah, makanya jangan 23:18 pernah kita meremehkan murka Allah ya. 23:21 Jangan nauzubillah minzalik. Jangan 23:22 pernah, jangan pernah kita jadi merasa, 23:25 "Wah, amalan saya kan sudah banyak nih, 23:27 coba-coba aja korupsi, ya kan?" Misalkan 23:28 gitu kan korupsi uang rumah makan gratis 23:30 misalkan ini ada donasi kita korupsiin 23:33 misalkan nauzubillah minzalik. 23:34 Nauzubillah minzalik. Jangan. 23:37 Kita gak tahu kapan kita meninggal. 23:39 Entah pulang dari radio silaturahim kita 23:41 meninggal atau malam kita meninggal kita 23:43 gak tahu. Nah, oleh karena itu teruslah 23:46 beramal saleh dan jangan pernah bosan 23:49 melakukan suatu kebaikan. Karena 23:51 kebaikan amal saleh inilah yang akan 23:53 menolong kita ketika kita meninggal. 23:55 Karena ada kisah nyata juga ada orang 23:57 kota wisata namanya Ibu Rita. H. Jadi 24:01 Ibu Rita ini hari Kamis nelepon saya. 24:04 Hari Kamis, "Mas Adit, di bulan Ramadan 24:07 ini ada program 24:10 apa?" "Program bagi-bagi sembako, Bu." 24:12 Saya bilang, "Kapan?" "Besok." Hm. Oh, 24:16 besok Jumat. Iya. Ya udah, saya ikut 20 24:19 paket. Hm. Satu paketnya berapa, Mas? 24:21 Kayak tahun lalu, ya. Dia jadi tiap 24:23 tahun itu bantu. He satu paketnya 24:26 Rp100.000. He. Jadi satu paket Rp100.000 24:29 kita jadiin paket sembaku, kita 24:30 bagi-bagiin ke yang membutuhkan fakir 24:33 miskin. Nah, akhirnya dia pesan 20, dia 24:36 kirim transfer uang ke yayasan R2 juta. 24:38 He. Saya ambil uang R2 juta, saya 24:40 belikan pak saya jadikan paket sembako. 24:43 Saya suruh kakak ipar saya ngantar ke 24:44 rumahnya. Heeh. Nah, gitu dia minta 24:47 didoain. He, Mas. Saya minta didoain 24:49 meninggal di hari Jumat, Mas, katanya. 24:51 He. 24:52 Besoknya hari Jumat meninggal. 24:54 Innalillahi wa inni rojiun. 24:57 Jadi, makanya saya takut. He. Takut 25:00 doanya terkabul, ya kan? Jadi, kalau 25:01 yang sedekah di rumah makan gratis, 25:02 jangan minta doa di hari Jumat. Kalau 25:04 dia hari Kamis nyumbang, besok nanti 25:07 meninggal. Nah, itu dan itu nyata kisah 25:09 nyata ini. Ibu Ritanya meninggal. Jadi, 25:13 sembakuhnya belum sempat dibagiin, baru 25:15 dikirim ke rumahnya di hari hari Kamis. 25:18 Hari Jumat 25:20 meninggal. Masyaallah. Meninggal di hari 25:22 Jumat dan dalam keadaan sedekah. Dan 25:24 saya menjadi saksi. Saya menjadi 25:26 saksinya gitu. Amal kebaikannya saya 25:29 saksinya gitu. Masyaallah Ibu Rita 25:32 insyaallah Allah terima di surga. Amin. 25:34 Amin. Amin ya Allah. Oke Iwan Danawat. 25:36 Kami masih berbincang-bincang dengan Mas 25:38 Adit Prayoga. Beliau adalah penggagas 25:41 rumah makan gratis yang sekarang usianya 25:44 sudah berapa tahun ya ee berumah makan 25:47 30 tahun? Iya 30 tahun baru lama ya? 25:50 Belum. Padahal beliau ini dulunya untuk 25:55 bayar kos-kosan aja susah benar cuma 25:59 Rp500.000 R000 tapi terus di sambil juga 26:03 bayar untuk kos-kosan sambil juga untuk 26:06 bagaimana rumah makan gratis tetap hidup 26:08 tetap tersedia makanan-makanan 26:10 daging-daging ikan sayur tiap hari 26:13 penuhnya selalu gitu ya. Ini Mas Adi 26:14 juga pintar masak ini. Masyaallah. Jadi 26:17 daging ada dagingnya ada ikan, ada sayur 26:20 ada buah begitu ya. Iya. Jadi bukannya 26:23 kaleng-kaleng gitu menunya ya. Menunya 26:25 juga menu-menu enak. Siapa saja 26:27 pengunjungnya Mas Adit? Eh, tukang sapu, 26:29 tukang sampah, tukang rongsok, sopir 26:31 angkot, ojek online. He. Jadi kemarin 26:34 ini kan istri saya kan baru lahiran. 26:36 Iya. Saya kan uang saya habis buat biaya 26:39 lahiran. Lumayan mahal. Walaupun normal 26:42 juga lumayan mahal biaya melahirkan. 26:45 Nah, jadi tim rumah makan gratis bagian 26:48 dapur itu kan yang bagian belanja minta 26:49 duit. Minta duit belanja ke saya. Saya 26:52 ngomong, "Waduh, Pak Rohim, saya enggak 26:54 punya uang sama sekali, Pak Rohim. Habis 26:56 uang saya gitu." Akhirnya ya gimana Mas, 26:59 utang kita sudah mulai banyak katanya 27:01 gitu. Utang di mana? Utang belanja. 27:03 Utang di pasar muncul. Oh, pasar muncul. 27:05 Jadi kita tuh biasanya belanjanya di 27:07 Pasar Kerama Jati, pasar induk. He. 27:10 Kalau cash iya kalau ngutang di muncul. 27:13 Pasar Munjul sini dekat. Nah, jadi 27:16 utangnya sudah mulai banyak gitu. Ya 27:18 udah, bismillah lah. Mudah-mudahan. Yang 27:20 hari ini belanja berapa? Rp1.700. 27:22 Cashbon. Kasbon katanya. Ya udah ya. Pas 27:25 siang-siangnya datang orang baik. Waktu 27:29 itu saya tuh kenalnya sama Ustaz Deri 27:30 Sulaiman namanya Pak Haji Martin. Pak 27:33 Haji Martin. Nah, Pak Haji Martin ini 27:35 pengusaha 27:36 muda founder Eco Racing yang PT Best 27:39 itu. He. Yang itu PT Best lah itu. Nah, 27:41 itu. Jadi dia datang ke masjid rumah 27:44 makan gratis pengin ketemu saya. Ya udah 27:46 ketemu. Masyaallah Mas Adid ini masjid 27:48 mewah katanya nyaman saya nih. Katanya 27:50 tidur-tiduran di masjid ya. salat, 27:52 ngaji, baca Quran. Nyaman betul dia. 27:54 Nah, terus dia ngajak saya ngobrol ya. 27:58 Ngobrol-ngobrol terus dia nanya, "Jadi 28:00 gimana, Mas Adit? Hari ini belanja ada 28:03 uangnya?" Ya ada. Saya bilang, "Terus 28:05 gimana dong?" "Ya, ngutang." H berapa? 28:07 Ngutang Rp1.700. 28:09 Nah, itu. Tapi kalau mau nyumbang ke 28:13 transfer ke mana? Ke yayasan. Mas Ad 28:15 punya yayasan tapi gak gak ada uangnya. 28:18 Bisa dicek, saya bilang. He. Jadi duit 28:19 yayasan itu bisa dicek di internet 28:21 banking bisa. Nah, itu jadi kita tuh 28:24 selalu R0 jarang sekali ada duit. Benar. 28:27 Pernah ada orang mau minjam duit ngwa 28:29 saya. Heeh. Mau minjam duit kenapa? Mau 28:32 minjam duit Rp50 juta. H. Saya ngomong, 28:35 "Mohon maaf sekali, Pak. Uang di 28:37 rekening saya, di istri saya, di 28:39 yayasan, di masjid gak ada segitu 28:41 nominalnya. Kayak kalau misalnya mau 28:44 minjam duit segitu kagak punya. Bahkan 28:46 yang rumah makan gratis ini semua yang 28:48 karyawan yang kerja enggak ada semua 28:50 duit segitu mereka dapat gaji enggak sih 28:52 karyawan mereka tuh relawan h 28:57 relawan tapi dapat ini rezeki tak 29:00 disangka-sangka nah itu 29:02 karyawan-karyawan ini dapat gaji juga 29:04 gitu tapi yang gaji Allah langsung Jumat 29:07 berkah enggak ada gaji bulanan soalnya 29:09 enggak ada gaji bulanan enggak ada gaji 29:10 bulanan Jumat berkah nah bagaimana Adit 29:13 memisahkan antara rekening pribadi 29:15 dengan rekening rumah makan gratis. 29:17 Bagaimana tuh misainnya? Kalau pribadi 29:19 ya pribadi pribadi pribadi pribadi. 29:21 Kalau yayasan yayasan. Kalau yayasan itu 29:23 dipegang sama bendahara. Kalau pribadi 29:24 dapatnya dari mana? Kalau pribadi 29:26 dagang. Misalkan saya ini mempromosikan 29:29 apartemen, rumah, tanah ya kan saya 29:32 posting di Instagram pribadi gitu. Terus 29:35 dapat di story gitu kan ada yang beli 29:37 gitu orang transfer ke rekening pribadi 29:39 dapat fee. Nah itu alhamdulillah. Terus 29:43 kalau yayasan itu dipegang sama 29:45 bendahara. Bendahara bendahara yayasan. 29:47 Jadi Pak Martin itu minta rekening 29:49 yayasan dikirim sama dia langsung 29:51 Rp1.700. Heeh. Lunas. Lunas utang yang 29:55 belanja kemarin. He. Masyaallah. 29:57 Alhamdulillah. Yang di Pasar Munjul kok 29:58 begitu percaya memberi hutangan kepada 30:01 Mas Andi? Karena setiap hari. Karena 30:02 setiap hari. Setiap hari belanja sama 30:04 dia gitu. Kalau yang di Cilangkap. Heeh. 30:07 Yang Cilangkap. Jadi rumah makan gratis 30:09 ada empat. H ada di Ciangsana, Cilangka, 30:12 Pasar Minggu, sama di Duren 3. Ee mereka 30:16 punya juru masak masing-masing atau dari 30:18 dari pusat? Pusatnya di mana sih? Dari 30:19 Ciang Cana, Solic. Ciang sana sama 30:21 Cilangkap. Cilangkap. Heeh. Kalau Pasar 30:23 Minggu sama di Duren 3 itu masak dari 30:26 Cilangkap. Heeh. Heeh. Gitu. Heeh. Kalau 30:28 yang Ciang sana ya buat Ciang sana. Ee 30:30 yang pengunjung itu dia dia lagi dia 30:32 lagi atau ganti-ganti? Ganti-ganti, Pak. 30:34 Kadang orang gila. Kadang orang gila. 30:36 Orang gila kita kasih makan. Oh, gitu. 30:38 Siapa aja? sopir angkot orang gila 30:40 kadang orang gila jalan kaki dia dari 30:43 Sentul ke Jakarta jalan Iya jalan kaki 30:46 dia. Kadang ngendong ngendong 30:48 buntelan-buntelan itu. Heeh. Stres jalan 30:51 kaki gu kan gitu. Gimana perasaan Mas 30:54 Sandi ketika mereka makan lahap gitu ya? 30:57 Saya akan ngalamin bagaimana rasanya 30:59 kita enggak punya duit. Kita kelaparan 31:02 gitu. Enggak punya duit sama sekali 31:04 lapar gitu. Saya ngerasain. Jadi saya 31:07 tahu betul apa yang mereka rasakan tu. 31:09 Saya tahu betul gitu. Bahagia gitu. Rama 31:11 saya diper ngasain seperti itu ya. Saya 31:12 ngerasain seperti itu. Saya lama jadi 31:14 gembel juga di Jakarta. Saya kan 31:16 merantau. Hm. Dari Palembang ke Jakarta 31:19 saya merantau enggak hidup sebatang 31:21 karang, gak punya siapa-siapa gitu. 31:24 Tidur di pinggir jalan juga saya dulu. 31:26 Oke. Ngerasain apa yang mereka rasakan 31:28 dulu sama nasib kita dulu sama. Dulu ini 31:32 banyak yang menanyakan nomor telepon Mas 31:34 Adit ni. Oke. E siap. 31:35 sama kertas. Saya akan bacakan nomor HP 31:38 dari Mas Adit Prayoga yang sudah punya 31:42 anak empat. Ini anak nomor tiga nih. 31:44 Lucu namanya Muhammad siapa? Ibrahim 31:47 pakai 31:48 siapa? Muhammad siapa? 31:51 Ibrahim nomornya silakan dicatat ya. 31:56 0812 31:58 sudah. Kemudian 32:01 9 sudah. Kemudian 32:03 1.000 kemudian 32:06 266 32:09 0812 kemudian 32:13 9 1000 32:16 266 Adit 32:19 Prayoga. Ee ini 32:22 ada pendengar Rasil yang bertanya, "Mas 32:25 Adil, selamat datang di tempat 32:26 kelahirannya Mas Adit di Radio Rasil. 32:30 Ee semoga Mas Adit tetap istikamah 32:32 walaupun sudah diundang di TV-TV dan 32:35 banyak bergaul dengan para selebritis, 32:37 Mas Andit insyaallah tetap rendah hati. 32:41 I harapan dia. Amin ya Allah. 32:45 Oke. Mas Andit yang tamu yang dari rumah 32:48 makan gratis yang paling jauh dari mana? 32:50 Ada yang dari Blok M, ada yang dari 32:54 Cirebon. Mana? Dari Cirebon. Ada dari 32:56 Cirebon. Dia hanya mau ngerasain apanya 32:58 dari Cirebon? Makan. Ada yang dari 32:59 Cirebon, dari mana-mana ada. Ada yang 33:01 dari Kalimantan. Dari Kalimantan ada 33:04 dari Kalimantan. Terus dari dari 33:07 Kalimantan. Kalimantan Barat. Pontian. 33:09 Orangis. Kenapa? Orang kan dia ada 33:10 anggos ya ke datang ke sini. Orang susah 33:12 juga. Orang susah. Orang susah juga. Ada 33:14 orang susah juga gitu. Kebanyakan orang 33:16 susah malah. Terus baru-baru ini ada 33:20 yang dari Bali. H. Nah, dari Bali dia 33:23 datang ke rumah makan gratis. Ada minta 33:24 nginp enggak? Nginap. Kita kan n dia 33:26 tempat nginp juga. Ada. Tempat nginp 33:28 juga. He. Oke. Masjid juga sama. Hm. 33:31 Masjid jauh-jauh juga datang. Nah, kita 33:34 menyediakan tempat nginap juga di masjid 33:36 buat musafir. Oke, ini ada pertanyaan 33:39 dari Mas Yudi di Masjid Ar-Rahman. 33:42 Asalamualaikum, Mas Adid. Ee Mas Yudi di 33:44 Bogor. Saya mau tanya, apakah rumah 33:46 makan gratis di Ciang sana ada kotak 33:48 infak untuk orang yang mau sedekah pada 33:50 rumah makan siang sana tersebut? 33:52 Syukran. 33:54 Kita dari awal tidak menyediakan kotak 33:57 infak. Kenapa? dari awal gitu tidak 34:00 menyediakan kotak infak. Kenapa? Ini ada 34:03 sejarahnya. He. Zaman dulu pertama kali 34:05 saya buka rumah makan gratis itu ada 34:08 saya naruh bukan kotak infak, mangkok. 34:11 Hm. Mangkok infak. He. Karena saya 34:13 enggak mampu juga beli kotak infak 34:14 mahal. He. Jadi mangkok infak saya naruh 34:18 dikasih duit 2.000 oleh pemulung. Heeh. 34:21 Pemulung yang ngasih. Ya Allah. Jadi 34:24 dari situ saya nangis betul-betul saya 34:26 nangis. Ya Allah. Nyesal saya naruh 34:27 kotak infak ini, naruh tempat infak ini. 34:30 Nyesal saya. Nah, gitu yang ngasih 34:31 pemulung. 34:33 Dari situlah saya gak mau lagi dan gak 34:35 mau lagi. Saya gak mau naruh kotak 34:37 impak. Gak mau sampai sekarang masjid 34:39 juga enggak ada kotak infak. Dari 34:40 pertama kali ngebangun sampai sekarang 34:42 di masjid rumah makan gratis atau di 34:44 rumah makan gratis di empat cabang itu 34:46 gak ada kotak infak, gak ada pai spanduk 34:49 nomor rekening nempel-nempel gak ada. 34:51 ngajuin proposal apa misalkan ngajuin 34:54 proposal minta sumbangan, minta bantuan 34:57 misalkan itu gak ada. Belum pernah. Sama 34:59 sekali belum pernah. Sekalipun belum 35:01 pernah. Belum. Apa minta sumbangan ke 35:03 komplek-komplek orang kaya misalkan ke 35:04 pejabat-pejabat itu ya. Alhamdulillah 35:06 kita belum pernah hmm belum pernah minta 35:09 sumbangan ke mana-mana. Ya pokoknya itu 35:11 tempat sedekah ikhlas ini betul-betul. 35:14 Lalu kalau ada orang mau berinfak 35:16 beramal saleh gimana? Ini masuk dalam 35:19 perut Pak. Bukan masuk dalam kotak. Jadi 35:21 sedekah itu masuk dalam perut. Nah itu 35:24 jadi kalau ada orang mau ngasih duit ya 35:26 kita terima. tetap kita terima ke 35:28 rekening yayasan gitu tetap kalau dia 35:31 minta tapi kalau dia gak minta gak 35:33 bakalan saya kasih sampai hari kiamat 35:35 pun enggak bakalan tahu dia nomor 35:36 rekening rumah makan gratis tapi kalau 35:38 dia minta berarti kan dia punya niat 35:40 inisiatif nah kita sedekah itu harus 35:43 dengan niat gak bisa gak dengan niat 35:45 kalau dimintain jadi gini sedekah itu 35:47 ada dua ada yang dari hati hati nurani 35:52 he itu ikhlas niat namanya inamal 35:55 aaluuhu binat heeh He. Ada juga yang 35:57 karena dimintain. Hm. Karena ada 35:59 dimintain gak ikhlas ngasihnya tuh gak 36:02 ikhlas itu. Nah, itu saya gak mau gak 36:05 mau gak mau minta gitu. Makanya buat 36:08 teman-teman yang punya pondok pesantren, 36:10 yang punya masjid, yang punya rumah 36:12 tahfiz Quran, yang punya anak yatim, 36:14 yang punya rumah makan gratis juga ya 36:17 jangan minta. Islam tidak mengajarkan 36:20 kita untuk minta-minta, ngemis-ngemis. 36:22 Jangan. Mau dia orang kaya kek, mau dia 36:24 pejabat, mau dia presiden, jangan kita 36:27 minta-minta. Minta sama Allah aja. 36:29 Biarlah Allah yang menggerakkan hatinya. 36:31 Nanti kita ngasih motivasi ke dia boleh. 36:33 He nge-share kegiatan kita ke dia boleh. 36:36 Bolehtular. Kasih tahu nih anak-anak 36:37 yatim nih. Gitu. Sendal jepitnya putus. 36:40 Barangkali mau ngasih sendal jepit kan 36:42 gitu. Iya. Apa? Sepatu ya kan? 36:44 Sepatunyaalah sobek gitu. Bapaknya lah 36:47 meninggal kita yang ngasuh. Barangkali 36:49 mau nyumbang sepatu. Sebiji jadilah. 36:51 Tapi jangan sebiji pula, Pak. Sepasang 36:54 gitu. Sepasang gitu kan. Kanan kiri. 36:56 Nah, satu anak jadilah kalau mau ngasih. 36:59 Kalau gak ngasih gak apa-apa. Berarti 37:00 belum tergerak hatinya. Nah, kalau 37:03 misalkan kita minta nanti dia ngasih gak 37:06 ikhlas. Percuma kita tuh nyari pahala, 37:09 bukan nyari duit bukan. Bukan nyari 37:10 donasi, bukan. Kita nyari pahala. Nah, 37:12 jadi di rumah makan gratis itu tidak 37:14 menyediakan kotak infak itulah 37:15 alasannya. Nah, tidak menempel di nomor 37:18 rekening pakai sepandu gitu gak gitu. 37:21 Bialah. Masyaallah. Allah yang akan 37:24 menggerakkan hatinya. Karena manusia ini 37:26 pasti mati. Pasti nyesal. Orang 37:29 meninggal gak sedekah semasa hidup 37:31 menyesal. Lah kan kita manusia baru 37:34 lahir ditolong Allah. Baru lahir 37:36 ditolong orang. Jadi satu yang nolong 37:39 Allah. Yang kedua yang nolong orang. 37:43 Ketika dia meninggal dunia ditolong 37:46 orang. Semasa hidup gak nolong orang. 37:49 Apa kata malaikat? Nauzubillah. Alik nih 37:51 orang baru lahir ditolong orang. Hm. 37:55 Meninggal dunia ditolong orang gitu. 37:59 Oke. Asalamualaikum. Ada pertanyaan lagi 38:01 dari Ibu Siti. 38:02 Asalamualaikum. Semoga Mas Krishna dan 38:05 Mas Adis serta semua guru selat. Terima 38:07 kasih Ibu Siti. E dan juga untuk ee 38:13 Mas yang lain-lain di sini ya. Mas Neza, 38:16 Mas Ondi, Mas Yusuf. Alamat rumah makan 38:20 gratis yang dekat terhasil di mana ya? 38:23 Dan alamat masjidnya di mana? Kalau 38:25 rumah makan gratis ketik aja di Google 38:27 Maps. Google Maps ketik aja rumah makan 38:30 gratis Ciangsana atau rumah makan gratis 38:33 cilangkap. Kalau saya tinggalnya di 38:35 Cilangkap, staynya di Cilangkap. Heeh. 38:38 Rumah makan gratis. 38:40 Nah, di Rumah Makanis Cilangkap itu juga 38:42 anak ada anak santri. Jadi saya itu 38:44 ngumpulin anak yatim. Hm. anak yatim 38:47 piatu gak punya orang tua daripada dia 38:49 hidup di jalan jadi tukang ngamen 38:51 mending ikut saya nanti saya ajarin 38:53 masak nasi masak nasi masak sayur masak 38:57 ik ngerebus ayam saya ajarin nanti. Nah 39:00 itu buat apa ya buat dia jadi karyawan, 39:02 rumah makan gratis jadi relawan gitu 39:05 anak-anak yatim itu nanti saya ajarin 39:07 juga ngaji, baca Quran, salat. Kita kan 39:10 sudah bangun masjid nih. Nanti kalau dia 39:12 mau jadi marbot kan lumayan kan itu kan 39:14 jadi orang baik. Ada orang kaya juga 39:16 ikut makan di sana? Enggak. Orang kaya 39:18 boleh. Ada orang kaya. Presiden yang 39:20 pernah makan. Oh iya, Pak. SBY ya. Iya. 39:22 Siapa boleh? PSBY tahu dari mana tentang 39:24 rumah makan gratis? Nah, itu saya gak 39:26 tahu tuh. Tiba-tiba Pak SBY nyuruh tim 39:29 pas pampresnya nelepon terus mau datang 39:32 gitu. Datang datang. Alhamdulillah 39:34 silaturahim. Terus baru-baru ini Ustaz 39:36 Abdul Somad kan datang. Oh ya. Ustaz 39:38 Abdul Somad yang suka di TV, yang suka 39:41 di YouTube itu kirain mau ngisi kajian 39:43 malah kira. Iya. Saya ngomong ke tim 39:45 malah e Bang Reza, Bang Adam, ini Ustaz 39:48 Abdul Somad mau ngisi pengajian. Ada 39:50 pemberitahun sebelumnya enggak? Gak 39:51 tahu. Tiba-tiba datang. Jadi nelepon 39:53 dulu. Nelpon, "Mas, ini Ustaz Abdul 39:55 Somad mau ke rumah makan gratis, mau 39:57 mampir, mau ketemu Mas Adit 39:58 silaturahim." H. Ya, terus tim saya 40:01 ngomong kan, "Mas Adid, Ustaz Abdul 40:03 Somad mau datang." Hah? Ustaz Somad yang 40:05 di TV itu? Iya. Masyaallah. Kita enggak 40:07 punya apa-apa ini. Jadi dadakan itu. 40:09 Heh, Mas. 30 menit lagi sampai. Ya 40:12 udahlah. Kadarullah. Saya bilang sudah 40:13 kehendak Allah. Kita enggak usah nyiapin 40:15 apa-apa enggak apa-apa. Saya bilang 40:16 akhirnya enggak ada makanan apapun. 40:18 Enggak ada makanan apun. Enggak ada 40:19 makanan apapun. Cuman air putih aja. Air 40:21 putih, teh manis. Nah, di sana jadi 40:23 ngapain aja? Ternyata cuman mau ngobrol 40:26 sama saya ketemu foto-foto ee minta saya 40:30 cerita, cerita apa adanya. Katanya 40:32 cerita aja tentang rumah makan gratis 40:35 ini sejarahnya gitu. Dananya dari mana 40:37 gitu. Saya jelasin semua ke Ustaz Abdul 40:39 Somad. Hm. Kalau ada pendengar hasil 40:41 ingin juga rumahnya dijadikan rumah 40:43 makan gratis, bagaimana caranya? Boleh. 40:45 Itu nak kalau rumah gak laku-laku, 40:47 misalkan dijual ya gak laku-laku, 40:49 rumahnya besar pinggir jalan itu ya 40:51 daripada jadi rumah hantu mending 40:53 dijadiin rumah makan gratis. He. Bisa 40:56 dijadikan juga rumah tahfiz Quran. He. 40:58 Nah, nanti saya bantu kelola. He. 41:00 Insyaallah. Tapi jangan 41:03 pula maksudnya kita kan tujuan akhirat 41:06 ya, tujuan pengin dapat pahala. Saya 41:07 pernah ketipu sekali soalnya. He. Ketipu 41:09 gimana? 41:11 Ada orang minjamin rumah he untuk 41:14 dijadikan rumah tahfiz Quran. Iya. Sudah 41:16 saya bagusin, sudah saya renovasi gitu. 41:19 Dijual 41:21 rumahnya sudah bagus, udah dijual. Nah, 41:23 itu kan wah ini orang saya bilang dijual 41:27 laku juga enggak kasih duit sama sekali. 41:29 Nah, itu kan. Tapi saya enggak sebutin 41:30 namanya ya. Takut gibah gitu kan ya. 41:32 Biarin aja l ikhlas aja l saya sudah 41:34 capek-capek. Iya. Capek-capek anak 41:37 santrinya sudah adaah itu itulah manusia 41:40 kan namanya kan. Gimana kalau manusia ya 41:43 susah juga kita makanya saya enggak mau 41:44 lagi kayak gitu. Kalau misalkan saya 41:46 tanya dulu ini benar-benar lillahi taala 41:50 ikhlas apa gimana apa mau main-main 41:52 gitu. Bapak ada hitam di atas putih 41:53 misalkan setahun apa 2 tahun kan enak 41:56 kan gitu kan. Ini gak nyuruh buka rumah 41:58 tapiz Quran, rumah makan gratis sudah 42:01 saya renovasi yang bocor-bocor saya 42:03 benerin. Saya sudah manggal tukang. 42:05 gitu. Terus dijual laku pula. Laku pula 42:09 dijual pakai iklan pula dia. Ya Allah. 42:13 Oke, Mas. Mas Adit dulu pernah belanja 42:16 untuk makanan ya untuk dimasak parkir di 42:19 supermarket hilang makanan apa ayam. 42:22 Ayam. Gimana ceritanya tuh? Aam. Jadi 42:25 saya dulu sama istri belanja ke pasar 42:27 Chelengsi beli ayam 10 ekor. He ayam itu 42:31 sudah dipotong-potong. Iya. Saya beli 42:35 gantung di motor. Gantung di motor. 42:37 Tiba-tiba istri ngomong, "Masih ada uang 42:39 sisa belanja, Bi." Masih. Sayang. Coba, 42:42 Bi, beli panci sama baskom. Gitu. Masih 42:45 ada berapa? Rp50.000. Cukup enggak? Ya 42:47 udah, beli dulu panci sama baskom. Beli. 42:50 Nah, gitu. Cent baskom. Cent baskom. He. 42:54 Terus beli centong sama baskom. Begitu 42:56 turun dari motor istri saya ikutin. Saya 42:59 tinggal motor saya parkir. Begitu sudah 43:02 beli centong sama baskom kembali ke 43:04 motor hilangnya ayam. Ayamnya hilang. 43:08 Saya cari-cari dek dek dek ayam kita 43:10 hilang, 43:11 Dek. Cari lagi. Muter-muter sampai saya 43:14 ke toko ayam enggak ada lagi. Hilang 43:16 ayamnya. Nah, akhirnya dah mau pulang. 43:18 Begitu pas mau pulang nyetat motor gak 43:20 hidup pula motornya. Lah mogok pula. I 43:23 ini motor. Ya Allah duitnya habis. 43:25 centong sama baskom tadi. Habis duitnya 43:27 beli centong habis total. Nah, gawat 43:30 buka bensin. Bensinnya banyak gitu. Ya 43:33 Allah, nyari-nyari lagi ayam. Udahlah 43:36 cari-cari. Tiba-tiba ada ibu-ibu. 43:38 Ibu-ibu datang nyamperin. Kenapa, Dek? 43:41 Tadi saya lihat ngundar mandir depan 43:43 toko saya. Kenapa? Ayam saya hilang, Bu. 43:46 Ayam apa? Ayam hidup. Ayam mati. Sudah 43:48 dipotong-potong hilang. Nah, akhirnya 43:51 yuk ikut saya yuk. Katanya gitu. 43:53 Saya ikut, Bu. Enggak usahlah, Bu. Saya 43:55 bilang ikut aja. Enggak apa-apa. Ikut. 43:57 Begitu ikut, tolong potongin ayam. 43:59 Berapa hilangnya, Mas? 10, Bu. Tolong 44:02 potongin ayam 12 yang besar-besar 44:04 dikasih ke saya gratis. Saya balik ke 44:06 motor, Dek. Dikasih Ibu ini ayam. 44:08 Alhamdulillah, ya Allah. Terima kasih 44:10 banyak, Bu. Jazakillah khairon, kata 44:11 istri saya kan. Masyaallah. Ya, 44:13 sama-sama 44:14 katanya. Saya start motor hidup. 44:18 Tadi gak hidup nih. Begitu iniin kunci 44:21 motor cet langsung hidup. Saya jalan 44:25 begitu pas di tengah-tengah perjalanan 44:27 saya ngelihat ke istri, "Dek, kenapa 44:29 kamu nangis, Dek?" Lihat istri saya 44:31 nangis. "Allah maha baik, Bi." Katanya, 44:34 kata istri 44:35 saya, "Kenapa kita hilang ayam 10, Allah 44:39 ganti 12. 12. Kita mau jalan pulang ke 44:42 rumah, mau kita ikhlasin aja tuh ayam 44:43 yang hilang. Eh, malah Allah bikin motor 44:45 mogok katanya gitu." Terus ayam sudah 44:48 dapat motor hidup yang besar-besar tuh 44:51 yang 12 motornya hidup katanya gitu kan. 44:53 Allah maha baik katanya. Ini ini sudah 44:55 rencana Allah ini katanya. Iya rencana 44:57 Allah katanya. Berarti kita ditakdirkan 44:59 hari ini masa ayam lebih banyak. He. 45:01 Jangan besar-besar lagi. Katanya kata 45:04 istri saya gitu. Masyaallah kamu cerdas 45:06 sayang. Benar. Terus masyaallah. Pernah 45:09 juga waktu mau masak gas habis enggak 45:10 ada ya? Mau masak enggak ada gas duit 45:13 enggak ada lagi. Hah? Itu pernah di 45:15 Ciang sana. Hm. Jadi dulu pernah masak 45:18 ayam itu. Masak ayam 30 ekor tuh. 30 45:20 ekor. Masak ayam 30 ekor banyak sudah 45:23 dipotong-potong satu ekor tuh potong 10. 45:25 Heeh. 30 ekor masak terus 45:28 tiba-tiba kompornya mati. H. Kupikir 45:32 rusak ya kan. Tahu-tahu gasnya 45:35 habis. Muka cengketengan enggak ada 45:38 duit. Duit enggak ada lagi. Habis enggak 45:39 ada duit lagi. Akhirnya mau ngutang di 45:42 warung. Ngutang di warung gak dikasih. H 45:45 gak dikasih oleh warung alasannya enggak 45:48 ada katanya habis habis Pak katanya 45:50 enggak ada gasnya katanya enggak dikasih 45:52 akhirnya sudah sambil ngenteng-ngenteng 45:54 gas itu saya pulang ke rumah saya lihat 45:57 ada mobil warna hitam ngasih kelason tin 45:59 katanya Pak Adit ya oh iya Pak Wah saya 46:02 telepon-telepon kagak diangkat-angkat 46:04 susah banget ngubungin Mas Adit katanya 46:06 oh mohon maaf Pak saya bilang lagi di 46:07 dapur tadi itu bawa gas saya bawa gas 46:11 nih katanya mau nyumbang hah masyaallah 46:14 Pak, mau nyumbang gas isinya enggak ada 46:17 isinya enggak bilang. Iya, sama isinya 46:19 katanya. Ya udah saya, Pak, ketemu di 46:21 rumah aja ngenteng-ngenteng gas. Naik 46:23 aja gak nak Bapak jalan kaki aja. Nah, 46:25 masuk masuk. Begitu dia masuk mobil dia 46:28 datang ke rumah makan gratis ketemu 46:31 ngobrol diturunin semua 10 unit. Ya 46:34 Allah. 10 gas itu diturunin semua sama 46:37 tabungnya pula dikasih gratis. Dikasih 46:39 gratis sama isi-isinya. 46:41 Ya Allah, kita lagi masak kehabisan gas, 46:45 Allah datangkan gas. Nah, yang saya 46:47 salut itu kenapa Allah kasih gas ya? 46:49 Enggak dikasih duit itu saya salut itu. 46:51 Kenapa? Dan banyak banget lagi. Butuh 46:53 cuma satu, Allah kasih 10. Nah, itu. 46:56 Iya. Jadi bisa masak sepuasnya itu. Nah, 47:00 alhamdulillah. Jadi Allah itu maha baik. 47:03 Allah maha baik. Jangan kita merasa 47:05 khawatir, takut rugi, takut miskin, 47:09 takut berkurang harta. 47:11 ketika ingin melakukan kebaikan, ketika 47:13 mau berinfak nanti mikir, "Wah, infak 47:16 Rp10.000, punya duit 20.000, kurang 47:20 dong." H habis dong. Nah, itu gak usah 47:22 mikir begitu. Bagaimana mungkin diri 47:25 kita ini takut rugi, takut miskin, takut 47:28 berkurang harta sedangkan diri kita ini 47:30 diciptakan oleh zat yang maha kaya. Yang 47:33 maha kaya itu siapa? Allah yang 47:35 menciptakan bulan, bumi, matahari, 47:38 langit. 47:39 Lihat gunung. Kita lihat gunung itu 47:42 tingginya besar. Ketika kita nanya sama 47:44 anak Adam, "Wahai anak Adam, katakan 47:46 kepada gunung yang tinggi besar, siapa 47:48 yang menciptakan 47:49 gunung?" Gunung menjawab, 47:52 "Allah." "Wahai anak Adam, katakan 47:54 kepada semut. Siapa yang memberi semut 47:56 itu tenaga? Profesor, doktor, ilmuwan, 47:59 bisa ngasih semut itu tenaga? Gak bisa." 48:02 Gak bisa. sepintar-pintar manusia 48:04 walaupun dia profesor, doktor, ilmuan, 48:07 sudah jadi S3, S5 lah kan gak usah S3 48:10 gitu kan. Nah, itu gak bisa ngasih 48:12 tenaga kepada semut. Siapa yang ngasih 48:15 semut itu tenaga? Allah. H. Wahai anak 48:18 Adam, katakan kepada gunung yang tinggi 48:20 besar. Siapa yang menciptakan gunung? 48:22 Yang bisa bangun gunung, bikin gunung. 48:25 Allah. Hanya Allah saja. Gak ada yang 48:27 lain. Hanya Allah saja. Makanya kita 48:29 minta sama Allah aja. Gak usah. Gak usah 48:32 yang lain-lain. Gak usah dahulukan Allah 48:34 baru yang lain-lain. Misalkan saya mau 48:37 makan Allah dulu, jangan makan dulu. 48:39 Salah Allah dulu. Baca doa dulu. Ah baru 48:44 makan. Mau tidur Allah dulu. He doa 48:48 dulu. Doa dulu. Minta perlindungan Allah 48:50 dulu baru tidur. Mau siaran tadi Allah 48:53 dulu enggak? Allah dulu minum nih. Ini 48:55 kan tadi dibikinin kopi ya. Bismillah 48:58 kan nyebut nama Allah dengan menyebut 49:00 nama Allah. Bismillah. 49:02 Oke, Iwan. Minum kopi Allah dulu. 49:05 Pokoknya Allah dulu. Banyak pelajaran 49:07 yang kita bisa petik dari obrolan kita 49:10 dengan Mas Adit Prayogan. Dia adalah 49:12 penggagas rumah makan gratis yang sudah 49:15 ada di 49:16 mana-mana. Anda mau mencatat nomor 49:18 teleponnya Mas Adit nih, saya akan 49:20 bacakan. Silakan siapkan PPAN nama 49:22 kertas atau bisa juga langsung di 49:23 handphone 49:25 Anda. Adit Prayoga lahirnya di Palembang 49:28 tanggal 7 Juli tahun 92. SD-nya SD6 di 49:32 Palembang, SMP-nya SMP 17 tapi enggak 49:34 kelar sampai kelas 1 aja ya. Iya, 49:36 alhamdulillah. Kenapa enggak ada duit 49:38 buat nerusilanjutin? Jadi saya tuh sudah 49:40 nyari duit dari kelas 5 SD. Oh, sudah 49:43 nyari duit sebagai apa? Usia 1 tahun 49:47 dulu pernah jadi ngangkat belanjaan 49:49 ibu-ibu di pasar. H Pasar Cindi. Di 49:51 Pasar Cindi Palembang. Palembang. Heeh. 49:53 Jadi kalau ada ibu-ibu belanja tuh saya 49:55 ngangkatin, "Bu, ngangkat, Bu. Bu 49:57 ngangkat, Bu." Ngangkat belanjaan 49:58 ibu-ibu gitu. Saya ngangkat nanti ada 50:00 yang minta diangkatin santen, minta 50:02 diangkat ayam, ikan gitu. Nah, itu saya 50:05 angkatin sayur-sayuran. Dikasih duit 50:08 diupah R5.000, R.000. Waktu itu orang 50:10 tua emang kerjanya apa? Bapak saya tuh 50:12 enggak kerja dulu. Enggak kerja. Kadang 50:14 jadi sopir angkot, kadang enggak kerja 50:16 kayak gitu. Ngontrak juga di Palembang 50:18 susah juga. Oh. Masyaallah. Jadi bantu 50:21 orang tua memang dari kecil nyari duit. 50:23 Oke. Baik. Ini nomor teleponnya Mas 50:26 Andit Periaoga nomornya 50:32 0812. Kemudian 50:35 9 sudah. Kemudian 50:38 1000 266 50:42 08129 50:44 10266. Asalamualaikum Mas Adit. Saya 50:47 pernah dengar katanya Mas Adit, ada satu 50:51 penyumbang Mas Adit yang rutin lalu dia 50:53 berhenti karena melihat Mas Adit di TV 50:55 sudah jadi selebritis lalu dia 50:57 menghentikan sumbangannya. Apa betul? 50:59 Iya. Hm. Hm. Kenapa begitu? Jadi saya 51:02 masuk TV itu disangka sudah 51:03 [Tertawa] 51:04 kaya. Disangkanya saya itu udah kaya, 51:08 sudah besar, dikasih bayaran banyak gitu 51:11 kayak gitu. Padahal ini demi Allah saya 51:14 tuh rumah aja enggak punya sampai 51:15 sekarang. He demi Allah apa yang saya 51:18 miliki mungkin bisa dihitung yang saya 51:21 beli secara pribadi. Hm. Iya. Motor nih. 51:25 Ini ini saya copot satu nih. Nih nih. 51:27 Peci misalkan ini nanya malaikat nih ya 51:29 bukan manusia. Ingat sumpah yang nanya 51:31 bukan Pak Krisna ini malaikat nih yang 51:33 nanya peci Dit kau dapat dari mana peci 51:36 ini? Saya jawab dikasih orang. Oh 51:39 dikasih siapa yang ngasih? Yang punya 51:42 wali ID. Makanya ada W ini bukan A W 51:45 hurufnya wali ID peci wali ID. Nah, ini 51:50 Casio mereknya dikasih orang kasih. Nah, 51:53 eh baju 51:55 baju nih bagus nih, Dit. Katanya gitu. 51:57 Dari mana kau dapat baju nih? Dikasih 51:59 orang juga siapa yang ngasih gitu. Hamba 52:02 Allah yang ngasih. Datang ke rumah makan 52:04 gratis minta dipromosiin pula bajunya. 52:07 Apa mereknya? Lupa saya. 52:09 Jam tangan ulang tahun kemarin. Ulang 52:12 tahun dikasih kado. Kado. Kado jam 52:15 tangan. Nah, HP. HP HP. Ah, kalau HP ini 52:18 saya beli. Tapi duitnya kurang. 52:21 Ditambahin orang pula duitnya kurang. 52:23 Mahal soalnya HP saya kan rusak. Iya 52:25 kan? Saya beli HP terus uangnya kurang. 52:29 Saya nelepon teman, ada teman tuh 52:30 dikasih sama dia. Ya udah saya bantuin, 52:33 saya tambahin. Kanya saya butuh HP 52:34 soalnya buat balas-balas WA, SMS. Kalau 52:37 dulu pakai SMS Asia kan dulu kan pakai 52:40 HP Asia itu sekarang gak bisa gak punya 52:43 pulsa susah gak bisa balas pesan gak 52:46 bisa gak bisa harus punya WhatsApp 52:47 sekarang ngikutin zaman kan nah iya dari 52:50 ikat pinggang sampai ke jadi kalau kalau 52:53 saya pulang-pulang ini meninggal aman 52:55 Pak aman hisabnya sedikit kan malaikat 52:59 nanya kalau motor ini untuk motor kalau 53:01 motor itu dibeli kasih orang dibeliin 53:04 orang jadi orang beliin saya motor. Nah, 53:07 jadi saya yang beli duitnya dari orang 53:09 itu. Oh, dibeliin motor. Dibeliin motor. 53:13 Jadi kalau misalkan pulang-pulang 53:15 meninggal kita aman. H kenapa? Yang 53:18 ditanya sama malaikat kita jawab dikasih 53:20 orang 53:23 dari orang. Jadi kita enggak beli 53:24 sendiri, enggak kena riba pula. Ada kan 53:26 orang ditanya malaikat, "Dari mana kau 53:28 dapat?" Kredit. H. Nah, kredit riba 53:31 dong. Riba kena kena dosa pula. Nah, ada 53:34 juga yang dari mana kau dapat? Maling, 53:36 Pak. Jadi duitnya dari maling dikorupsi 53:39 gitu kan dibelikan barang. Nah, tapi 53:42 sudah sepensiun katanya tetap peci hasil 53:46 korupsi. Peci peci baju dia korupsi dulu 53:50 kan banyak-banyak terus itu dia tobat. 53:52 Begitu dia tobat dia beli peci dia 53:54 salat. 53:56 Ketika dia meninggal dia komplain, "Ya 53:59 Allah, kenapa doa-doa saya ini tidak ada 54:00 satu pun yang terkabulkan?" H. 54:02 "Bagaimana mau terkabul?" Kata Allah, 54:04 "Makanannya kamu makan haram, peci yang 54:06 dipakai haram, duitnya dari uang yang 54:08 haram dan dia bertobat itu cuma sekedar 54:11 niatnya dia saja yang tobat. Iya, ucapan 54:14 dia saja yang tobat. Kalau dia 54:15 benar-benar tobat, ya kan dia datang ke 54:17 radio silaturahim ini minta konsultasi 54:19 sama Pak Ustaz. Ustaz Krishna, gimana, 54:21 Ustaz? Iya. Iya. Kalau memang 54:23 benar-benar bertobat gitu kan. Nah, jadi 54:25 uang hasil korupsinya bagaimana nih? ya 54:27 bisa buat bangun jalan toilet-toilet ada 54:30 jalan yang sampai pelosok-pelosok rusak 54:32 ya kan. Nah itu itu bisa dikanain jangan 54:36 masih dinikmatin kayak gitu. Nah kalau 54:38 misalkan saya secara pribadi ada orang 54:41 yang tadinya rutin nyumbang ke rumah 54:44 makan gratis. He. Tiba-tiba sekarang dia 54:47 lihat saya masuk TV diundang oleh 54:49 artis-artis. Dia gak nyumbang lagi. Gak 54:52 apa-apa. H saya gak minta. He karena 54:55 gini, ini tempat yang betul-betul tempat 54:58 sasaran. Heeh. Secara ikhlas. Jadi kita 55:01 gak butuh yang apa namanya itu harus 55:04 kita minta dikasih. Gak gak kayak gitu. 55:08 Pokoknya ada niat dari hati nurani dia 55:10 mau sedekah silakan. Saya secara pribadi 55:13 aja saya sedekah. He. Ke rumah makan 55:15 gratis ini. He. Jadi kalau saya dapat 55:17 duit ini demi Allah nih kalau kemarin 55:19 saya jual bantuin jual rumah. Hm. 55:22 Alhamdulillah dapat 1 dikasih 2,5%. Saya 55:26 ngomong ini kita dapat duit Rp0 juta, 55:30 kita masukin ke yayasan R juta. Yang R 55:33 jutanya kita bagi. He. Nah, gitu. R 55:37 juta. R juta kan bagi-bagi kan. Nah, ini 55:39 ini R juta kita bagi lagi kayak gitu. 55:41 Jadi kita sendiri pun sedekah. He. Oke. 55:44 Kita secara pribadi gitu. Jadi rumah 55:46 makan gratis ini bukan milik pure milik 55:49 saya kesemuanya harus dana dari saya. 55:52 Gak. H kayak gitu kita milik kita 55:54 bersama kita jaga gitu. Nanti kalau saya 55:57 meninggal gitu tetap jalan insyaallah. 56:01 Insyaallah tetap jalan. Oke. Mas Adit 56:03 kan punya empat ya, dua putra, dua 56:07 putri. Apa yang 56:09 akan Mas cita-citakan untuk anak-anaknya 56:12 Mas Adit ya? Akan menjadi apa mereka? 56:14 Ada arahan apa dari Mas Adit? Ya, kalau 56:17 anak saya yang pertama itu insyaallah 56:19 dia akan meneruskan Rumah Tahfiz Quran. 56:22 Karena anak saya yang pertama itu 56:24 pintar, sekolahnya di Alazar, sekolah 56:26 unggulan tahfiz. Oh, itu kan mahal tuh. 56:28 Tahfiz. Tahfiz. Tahfiz sangat mudah bagi 56:30 Allah. Semua punya SPA. SPA itu 56:32 singkatan apa? SPA. Semua punya Allah. 56:36 Masyaallah. Semua punya Allah. Jadi gak 56:38 ada yang mahal. Sangat mudah bagi Allah. 56:42 Spa semua punya Allah. Ya, kalau 56:44 misalkan 56:46 kita ber ini beranggapan mobil itu 56:49 harganya mahal, H rumah harganya mahal, 56:54 sekolah di sekolah-sekolah elit, sekolah 56:56 lab school, sekolah silaturahim, sekolah 57:00 sekolahim homeschooling gitu kan ada 57:01 yang schooling apa namanya? Silaturahim 57:04 school IMC Insan Mandiri. Insan Mandiri. 57:07 Nah, sekolah di Insan Mandiri mahal 57:09 katanya gitu kan. Ya 57:11 Allah, kita ini baru lahir telanjang 57:15 pakai baju aja gak? Iya kan? Semua yang 57:18 kita dapat itu dari Allah, bukan dari 57:20 kepintaran kita. Kalau kita merasa kita 57:23 dapat duit punya harta dari kepintaran 57:26 kita, sombong kita. Gak boleh sombong. 57:29 Semuanya punya Allah. saya bisa 57:31 nyekolahin anak di sekolah Alazar itu 57:35 dibayarin ada yang ada yang biayain. 57:38 Nah, itu jadi 57:40 alhamdulillah walaupun semahal apapun 57:43 sangat mudah bagi Allah. Spaunya Allah. 57:47 Nah, nah kalau misalkan saya meninggal 57:49 terus tanah yang saya beli itu apa jadi 57:52 harta waris sudah jadi milik Allah. 57:56 Heeh. Wakaf. Sudah saya balik nama 57:59 menjadi wakaf. Wakaf milik siapa? Milik 58:02 Allah. Ya. Kalau saya meninggal, apakah 58:04 mobil motor yang saya naikin ini menjadi 58:07 harta waris anak saya? Gak. Gak ada 58:10 satuun. Penginnya zero aja ya. Jadi saya 58:13 tuh cuma numpang hidup. Numpang. Saya 58:16 sendiri numpang hidup. Jadi peci yang 58:18 saya pakai ni pun saya ngomong ke istri, 58:20 kalau saya meninggal, Dek, hari ini atau 58:22 besok atau lusa atau kapan saya kalau 58:24 saya meninggal jangan ada satu pun yang 58:27 tersisa. Jangan sampai peci, sendal 58:29 jepit. Walaupun sendal jepit tetap 58:32 sumbangin, sumbangin ke anak santri, ke 58:34 orang yang suka dimakan di rumah makan 58:36 gratis. Kasihin aja, kasihin jam tangan. 58:38 Kasihin. He. Sumbangin aja. Kalau kamu 58:40 mau jual, jual aja. Jadi enggak ada 58:42 satuun yang tersisa. Nah, itu karena 58:44 saya pengin mencontoh Rasulullah 58:46 sallallahu alaihi wasallam. Heeh. 58:47 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 58:48 menikahi istrinya itu maharnya itu 100 58:51 ekor unta. Ketika dia meninggal apa yang 58:55 ditinggalin? Apa mobil Lamborghini apa 58:56 apa tanah 5 hektar? Gak ada. Gak ada 59:00 satuun. Para sahabat kalau kita datang 59:02 ke Makkah, ke Madinah, kita lihat itu 59:04 ada towernya Utsman, itu ada towernya 59:07 Abu Bakar Assiddiq, itu ada towernya 59:10 ini. Ini Abdurrahman bin Auf. Bangun 59:12 tower tinggi-tinggi, tower Zamzam. Kita 59:15 lihat itu menara-menara tinggi itu, itu 59:18 amal jariahnya beliau. Berapa harta 59:20 waris yang beliau tinggalkan? Gak ada. 59:22 Semuanya tuh untuk Allah, untuk 59:24 hamba-hamba Allah. Nah, itu semuanya 59:27 diwakafkan menjadi amal jariah. Salah 59:29 orang, salah persepsi. Salah persepsi 59:33 dia mengumpulkan harta untuk memperkaya 59:36 diri biar harta warisnya banyak. H 59:39 cukuplah kita menerima di surga. Amin. 59:43 Salah. Jadi gini, tujuan kita hidup ini 59:44 hanya untuk ibadah. Kalau misalkan kita 59:47 mencari harta, nauzubillah minzalik, 59:50 jangan. Termasuk rumah makan gratis ini. 59:53 Rumah makan gratis. Semakin banyak yang 59:55 makan, semakin banyak kita dapat pahala. 59:57 He. Semakin sering masuk TV, masuk 59:59 radio, saya menerima bagus. Saya bilang, 1:00:03 "Kalau bisa seluruh dunia, rumah makan 1:00:06 gratis seluruh dunia biar gak ada yang 1:00:08 kelaparan." Heeh. Karena ingat pesan 1:00:09 Nabi sallallahu alaihi wasallam, 1:00:11 "Janganlah kalian tidur dalam keadaan 1:00:13 kenyang apabila orang-orang di sekitar 1:00:15 kalian masih ada yang kelaparan." Tidak 1:00:18 beriman. Orang Islam ini tidak beriman 1:00:21 apabila dia membiarkan tetangganya 1:00:24 kelaparan. Sedangkan tetangganya ada 1:00:26 yang kelaparan, dia tidur dalam keadaan 1:00:27 kenyang. Terkadang kita enggak sadar ya, 1:00:29 di dalam kulkas itu masih banyak 1:00:31 makanan. He. Habis ngadain acara arisan 1:00:33 kemarin, makanannya banyak nyampai 1:00:35 terbusuk-busuk. Heeh. Gitu. Ya Allah. 1:00:38 itu di 1:00:40 pemulung-pemulung kampung-kampung 1:00:41 orang-orang 1:00:43 miskin. Saya pernah bagi-bagi anggur 1:00:46 rebutan. Hm. Dan ada anak salah satu 1:00:49 anak kecil ngomong, "Pak, udah 3 tahun 1:00:52 ini gak pernah makan anggur nih." 3 1:00:54 tahun. Bayangin coba. Iya. Usia kamu 1:00:56 berapa emang, Dek? 6 tahun katanya. Ya 1:00:59 Allah, 3 tahun. Gak pernah ngelihat aja. 1:01:02 Ngelihat kalau di TV ngelihat gitu kan. 1:01:04 Nah, berapa harga anggur? Apel tu. Nah, 1:01:07 iya itu. Nah, kita dengan kita berbagi 1:01:10 ini itu 1:01:12 masyaallah enggak cuman manusia yang 1:01:14 senang. Malaikat ikut tertawa, ikut 1:01:16 bangga, ikut senang. Masyaallah. Karena 1:01:18 ada pernah kisah nyata wanita salehah 1:01:21 masuk neraka hanya gara-gara membiarkan 1:01:24 seekor kucing terkurung. Heeh. Masuk 1:01:27 neraka. Kenapa masuk neraka? Malaikat 1:01:30 nangis. Ada kucing ngung ngeung ngeong. 1:01:34 Kalaulah kucing itu bisa teriak, tolong. 1:01:37 Heeh. Karena dia gak bisa ngomong cuma 1:01:39 ngeong ngeong ngeong ngong sampai 1:01:42 penduduk langit seluruh 1:01:44 malaikat-malaikat 70.000 malaikat yang 1:01:45 ada di langit itu nangis semua. Ya Allah 1:01:48 kasihlah rezeki ya Allah. Ya Allah 1:01:50 kasihlah. Enggak kuat kita dengar 1:01:51 meong-meongnya tuh. Kasihlah rezeki ya 1:01:54 Allah. Allah katakan dalam kitab hadis 1:01:55 yang sahih, "Rezekinya sudah aku siapkan 1:01:58 di atas tanah dan di bawah tanah. Di 1:02:01 atas tanah dia terkurung, di bawah tanah 1:02:03 di itu masih ada makanan." Akhirnya 1:02:05 kasih tahu kucing itu dikasih tahu sama 1:02:06 malaikat, "Kamu kais-kais tanah, lantai 1:02:09 itu kamu kais-kais dan nanti di bawah 1:02:11 tanah itu ada makanan." Karena kemampuan 1:02:13 kucing enggak kuat, ngais-ngaisnya 1:02:15 meninggal kucingnya mati. Mati 1:02:17 kelaparan. Wanita salehah itu masuk 1:02:19 neraka jahanam gara-gara membiarkan 1:02:22 kucing. Kucing kelaparan ya. Kelaparan. 1:02:24 Dan ada juga wanita gak salehah, 1:02:26 pelacur. Hm. masuk surga hanya gara-gara 1:02:30 ngasih minum seekor anjing. Nah, ini ini 1:02:35 bisa kita ambil hikmahnya. Ini pelacur 1:02:37 loh. Ngasih minum yang dikasih minum 1:02:39 anjing. Nah, ini kita ngasih makan 1:02:42 orang, kita ngasih minum orang. 1:02:44 Orang-orang pensiunan sudah tua-tua 1:02:47 salatnya lima waktu terjaga, zikirnya 1:02:49 tiap hari. Bahkan ada yang pakai ini, 1:02:51 pakai sorban, pakai peci, jamah tablig 1:02:53 namanya. pakai tasbih setiap hari itu 1:02:55 makan di rumah makan gratis setiap hari 1:02:58 salatnya lima waktu. Saya senang itu 1:03:00 senang banget. Masyaallah, Pak. Saya 1:03:01 bilang kalau mau nambah sepuasnya. Benar 1:03:04 sampai mentok-mentoklah saya tiga 1:03:07 piring, empat piring enggak apa-apa. 1:03:08 Makan aja banyak-banyak. Oke. Nah, gitu. 1:03:10 Masadin ngomong-ngomong soal wakaf. 1:03:12 Alhamdulillah Rasil juga nih wakaf nih 1:03:14 diwakafkan. Rasil wakaf terus rumah 1:03:17 Masjid Umar bin Khattab di Tenggara itu 1:03:20 juga diwakafkan. Mas kemudian IMC Insan 1:03:23 Mandiri Boarding School itu diwakafkan. 1:03:27 Diwakafkan juga. Allahu Akbar. 1:03:28 Masyaallah. Oleh ya namanya Pak Sad 1:03:30 sudah tahulah ya. Ini semua kita nih 1:03:33 berdiri di atas tanah wakaf ini. Allah. 1:03:36 Insyaallah nanti juga Batam di Batam 1:03:39 diwakafkan juga. Oh masyaallah. 1:03:41 Masyaallah. Wakaf kita. Allahu Akbar. 1:03:43 Oke, kita sudah di akhir waktu nih. Tapi 1:03:48 ada yang belum mencatat ini nomor 1:03:49 teleponnya Mas Adit, saya akan bacakan. 1:03:51 Siapkan pulpen sama kertas. Saya akan 1:03:52 bacakan kembali nomor telepon Mas Adit 1:03:56 Prayoga, penggagas rumah makan gratis 1:04:00 yang tidak ada kotak 1:04:02 infaknya. Luar biasa. Oke, ini 1:04:05 nomornya dicatat baik-baik. Nomor 1:04:08 telepon Mas Adit Prayoga nomornya 0812. 1:04:15 Sudah. Kemudian 1:04:17 9. Sudah. Kemudian 1.000. Kemudian 1:04:23 266. 1:04:25 0812 1:04:28 9 1000 1:04:31 26. Adit Prayoga yang lahir di Palembang 1:04:35 tanggal 7 Juli tahun 92. Penggagas rumah 1:04:39 makan gratis dan sekarang sudah ada di 1:04:40 mana-mana. Di antaranya di Jangsana, di 1:04:43 Celangka Baru, di Pasar Minggu di 1:04:45 Kalibata dekat Rel Kertai, di Duran 3 1:04:49 depan Rumah Sakit 1:04:52 Siloam. Terima kasih Mas Adit. Salam 1:04:54 buat istri tercinta yaitu Mbak Asti Y. 1:04:57 Luhur Fitriani, orang Sunda eh orang 1:05:00 dari Cililin ya, Bandung kalau enggak 1:05:02 salah ya. Iya. Kemudian juga untuk 1:05:04 anak-anaknya yaitu Sultan David Almumtas 1:05:08 Daud. Eh, Sultan Daud. 1:05:11 Almumtaz. Kemudian Putri Zahrona Zahra 1:05:15 kemudian Muhammad Syafa Ibrahim dan yang 1:05:18 terakhir Putri Azkia Zahara. Kemarin 1:05:20 baru lahir tanggal berapa kemarin tuh? 1:05:22 Kemarin tanggal berapa hari yang lalu ya 1:05:25 Mas? 3 hari. 3 hari. Oke, selamat un Mas 1:05:28 Adit. Terima kasih atas kunjungannya ke 1:05:30 tempat kelahiran Mas Adit di Rasil ini. 1:05:34 Mudah-mudahan apa namanya tadi apa yang 1:05:36 dibicarakan Mas Adit menginspirasi kita 1:05:39 untuk giat bersedekah dan berinfak. Saya 1:05:42 ngucapin banyak terima kasih kepada 1:05:44 Radio Silaturahim dan juga 1:05:46 pendengar-pendengar Radio Silaturahim 1:05:48 bahkan pendiri-pendiri, pejuang-pejuang 1:05:51 Radio Silaturahim. Saya banyak 1:05:52 mengucapkan terima kasih dan doa semoga 1:05:55 Allah Subhanahu wa taala 1:05:57 memberikan kebaikan-kebaikan yang besar 1:06:00 dunia dan akhirat. Amin. Balasan-balasan 1:06:04 untuk ayah, bunda, abang, kakak yang 1:06:06 telah ikut bantu berjuang membesarkan 1:06:08 Radio Silaturahim. Saya doakan nanti 1:06:11 dipertemukan oleh Allah di surga 1:06:12 firdaus. Allah pertemukan insyaallah. 1:06:15 Amin. Mudah-mudahan saya pun akan bisa 1:06:18 menjadi salah satu orang yang menjadi 1:06:19 saksi kebaikan-kebaikan ayah, bunda, 1:06:22 abang, kakak yang telah bantu syiar 1:06:25 Islam, syiar dakwah ini. Masyaallah. 1:06:27 Saya demi Allah nih kalau seumpama saya 1:06:28 punya duit banyak nih ya demi Allah gak 1:06:31 mau saya gak satu aja yang terdengar di 1:06:34 telinga saya radio silaturahim sedang 1:06:36 ada program wakaf atau sedang ada 1:06:39 perubahan 1:06:40 infak ada duit berapa pun di kantong 1:06:43 saya saya keluarin tanpa saya konfirmasi 1:06:45 ke Ustaz Sisna lagi tanpa ngomong saya 1:06:47 akan ikut karena saya tahu betul 1:06:49 masyaallah ini perjuangan dakwah yang 1:06:51 sangat luar biasa 1:06:53 seumpama Rasulullah sallallahu alaihi 1:06:55 wasallam itu masih ada, beliau akan 1:06:56 menangis melihat perjuangan-perjuangan 1:06:58 hamba-hamba Allah yang sangat luar 1:06:59 biasa. Ni benar. Masyaallah. Karena saya 1:07:02 tahu betul ini radio, radio dakwah yang 1:07:06 sangat-sangat bagus. He. Islam yang satu 1:07:10 mempersatukan agama Islam dari banyak 1:07:12 golongan-golongan, kelompok-kelompok, 1:07:14 komunitas-komunitas ini dipersatukan. 1:07:17 Amin. Gitu. Masyaallah. Jadi kita harus 1:07:19 support, kita harus bantu, kita harus 1:07:20 syiarkan, kita harus besarkan, gitu. 1:07:23 Baik. Jangan sampai ada duri-duri yang 1:07:25 mengganggu. Jangan sampai ada 1:07:27 oknum-oknum ya yang merusak Islam ini. 1:07:31 Jangan sampai orang bakar Al-Qur'an ya 1:07:34 dia akan mendapatkan azab dan kita tidak 1:07:36 ada masalah apapun karena Al-Qur'an 1:07:38 sudah di kepala, sudah hafal. H bakar 1:07:41 bakar aja bakar. Tunggu azab dari Allah. 1:07:44 Oke. Iya. Dan terima hukuman hukuman ya. 1:07:47 Ada hukumnya. hukum ada hukum ada 1:07:50 hukumnya di negara ini. Apalagi negara 1:07:52 Indonesia nih hukum ada hukumnya hukum 1:07:55 ada, ya kan? Nah itu nauzubillah 1:07:57 minzalik mereka itu. Nah akan tetapi 1:08:00 saya katakan Al-Qur'an tidak akan pernah 1:08:02 musnah. Oke ya sudah hafal di kepala. Oh 1:08:05 banyak penghafalan. Kita bantu terus ya 1:08:07 radio silaturahim. Baik. Terima kasih 1:08:09 Mas Adit. Kita sebentar lagi masuk waktu 1:08:11 zuhur. Kita salat zuhur berjemaah di 1:08:12 Masjid Silaturahim. Masyaallah. Terima 1:08:15 kasih sekali lagi Mas Adit. 1:08:16 Mudah-mudahan siaran tadi bisa 1:08:18 menginspirasi hal-hal yang positif dalam 1:08:20 diri Anda dan diri kami semuanya. Terima 1:08:23 kasih supportnya Mas Adit. Saya Muhammad 1:08:25 Krishna Neza, kemudian juga Anis Mali 1:08:28 mohon pamit. Wabillahi taufik 1:08:29 walhidayah. Wasalamualaikum 1:08:30 warahmatullahi wabarakatuh. 1:08:31 Waalaikumsalam.