Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- abbil alamin. Allahumma sholli ala
- sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina
- Muhammad. Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat pendengar
- radio Silaturahim dan juga pemirsa Rasil
- TV yang dirahmati Allah. Alhamdulillah
- kita kembali berjumpa ikhwan akhwat di
- Rabu sore hari ini tanggal 18 Rajab 1447
- Hijriah atau tanggal 7 Januari 2026.
- Hadir kembali acara tausiah sore kajian
- akidah akhlak bersama Ustaz Ahmad Zazuli
- Kholil yang alhamdulillah telah
- bergabung bersama kami dan kita live via
- aplikasi Zoom Ikhwan Awat. Kita sapa
- Ustaz terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kabar sehat Ustaz? Ya.
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Hari ini tema yang akan
- disampaikan adalah mengenai hakikat
- kematian. Kita bersama-sama simak nanti
- wanwat dan nanti juga yang ingin
- berhubung bertanya silakan Anda bisa
- kirimkan melalui WhatsApp kami di
- 0811999720
- Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alfatih hadi sayidina wa habibina
- rasulillah Muhammad ibn Abdillah
- sallallahu alaihi wasallam waa alihi
- wawalinidihin
- Abdurahmanullah
- irfan
- Kiai
- kiai syafiami wa kiaihadwani
- nawiisil
- ulama kia Muhammad Hasim asari war
- Muhammadiyah K ahmad Dahlanwajimin
- muslimat mukminin walminatillahumulhah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil
- alamin arrahmanirrahim. Maiki yaumiddin.
- Iyaka na'budu wa iyyaka nasta
- ihdinasiratal mustaqimathalladzina
- anamta alaihim ghairil magdubi alaihim
- waladin.
- Amin. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin wasatu
- wasalamu ala asrofil mursalin sayyidina
- wa maulana Muhammadin wa ala alihi
- wasohbihi ajmain amma ba'd fainna asqal
- hadis kitabullah taala wahairol hadi
- hadi muhammadin shallallahu alaihi
- wasallam wasarol umur mukdatha wa
- mukdatin bidah waulla bidatin dolalah
- waalatin finar
- Para pendengar silaturahim
- rahimakumullah.
- Alhamdulillah kembali kita panjatkan
- puji serta syukur ke hadirat Allah
- Subhanahu wa taala yang senantiasa
- melimpah curahkan nikmat karunianya
- kepada kita, terutama nikmat iman dan
- Islam, nikmat sehat walafiat, nikmat
- panjang usia dalam taat, termasuk nikmat
- dipertemukannya kita sore ini walaupun
- cuma lewat udara dalam keadaan sehat
- walafiat juga guna menjalankan salah
- satu perintahnya yang diwajibkan atas
- kita semua yaitu menuntut ilmu yang
- insyaallah
- pada sore ini kita akan melanjutkan kaji
- kita kajian kita minggu lalu yang
- kaitannya dengan masalah kematian.
- Setelah kita bahas tentang wafatnya
- Rasul, wafatnya alkulafaur rasyidin dan
- juga tentang berziarah, maka kini kita
- akan bahas tentang haki maut wal
- yalqohul mayit fil qabri ila naftis.
- Ya, hakikat kematian dan apa yang akan
- dijumpai oleh mayit di dalam kubur
- sampai ditiupnya sangkakala.
- Para pendengar silaturahim yang
- dirahmati Allah,
- mualif berkata, "Llam annalinnas
- fi haqqiqatil maut dununan kadibah qod
- akhou fiha."
- Ketahuilah bahwasanya bagi manusia
- itu ee tentang hakikat kematian manusia
- itu banyak yang menduga
- yang keliru dugaannya bahkan salah
- ya salah memahami tentang kematian.
- Fadonna ba'duhum analam.
- Ada sebagian dari mereka manusia yang
- mengatakan kematian itu adalah
- ketiadaan.
- Artinya kemusnahan. Orang kalau sudah
- mati selesai sudah
- ya selesai sudah. Waahu la hasro w nasro
- wala aqibata lil khair wasar. Enggak ada
- itu nanti digiring di padang mahsyar.
- Nikmat kubur siksa kubur
- akibat dari perbuatan baik. Ya, juga
- adalah akibat dari perbuatan jahat.
- Balasannya apa? Ah, itu enggak ada
- menurut sebagian manusia. Ya. Maka kalau
- orang mempunyai pemahaman seperti ini,
- bagi dia mencuri enggak ada masalah.
- Boleh mencuri
- ya karena hidupnya tidak terikat oleh
- norma agama.
- Karena tidak percaya akan adanya hari
- pembalasan. Karena itu mencuri boleh
- asal jangan ketahuan.
- Korupsi boleh asal jangan ketangkap.
- Enggak ada barang yang terlarang.
- Silakan apa saja ya. Ee
- nah orang seperti ini kembali tidak
- terikat oleh norma-norma agama,
- akidah-akidah agama ya. Nah, hanya oleh
- norma kemanusiaan saja.
- Waal mautal insanutil hayawanat nabat.
- Kematian manusia itu kita ubahnya
- seperti kematian hewan. Jadi manusia
- dengan hewan sama aja bagi mereka. Mati
- selesai sudah habis dimacakan ee cacing
- tanah
- ya. Jadi sama dengan pohon-pohon yang
- kering yang mati.
- Wyulhidin
- waan la yukmin billah wal yaumil akhir.
- Dan inilah pendapat orang-orang ateis
- PKI, orang yang tidak beriman kepada
- Allah dan hari akhir.
- Ya.
- Wahum thawaif minal arab alladzina
- ankarul ihya wal iadah ba'dal maut.
- itu adalah merupakan
- taifah-tah
- kelompok-kelompok di kalangan orang Arab
- dulu yang mengingkari adanya ihya
- ya kehidupan sesudah kematian
- ya mereka mengingkari enggak ada wahum
- alladzina akhbarallah anhum annahum q
- mereka itulah yang oleh Allah
- sudah dikabarkan tentang mereka yang
- mengatakan aidza mitna waunna turob
- waidan a labutun.
- Apakah apabila kita sudah mati
- dan kita sudah menjadi tanah, menjadi
- debu
- ya dan juga cuma tinggal tulang
- belulang,
- apakah kita akan dibangkitkan?
- Hm.
- abunal awalun
- wq
- inal
- ini katanya yang begini itu bukan cuma
- kita nenek moyang kita juga sama dulu
- sudah dikasih tahu yang begini
- ya sudah diceritakan
- diancamkan kepada bukan kepada ke kita
- aja nenek moyang kita in hadza illa
- asatir Awalin ini kan cuma dongeng
- orang-orang dulu.
- Al-Qur'an menjelaskan yang seperti itu.
- Dalam surat Yasin yang sering kita baca.
- Wadalana matala khq q man yuhyil id
- wahyain.
- Man yuhyil idom.
- Siapa yang akan menghidupkan tulang
- belulang? Wahi romim. Padahal itu sudah
- hancur.
- Maka kata qul yuhyihalladzi ansyaaha
- awal marah. Katakan olehmu Muhammad yang
- akan menghidupkannya adalah zat yang
- dulu
- menciptakannya kali pertama.
- Kalau dulu Allah ciptakan dari tidak ada
- Allah mampu tentunya lebih-lebih lagi
- sekarang menghidupkan yang pernah ada.
- Tentukan akan bagi kita bagi bagi ee
- akan lebih mudah walaupun bagi Allah
- tidak ada itu ya tidak ada yang lebih
- mudah lebih susah. Bagi Allah sama saja
- ya. Bagi Allah sama saja enggak ada
- mudah, enggak ada berat.
- Nah,
- selanjutnya itu yang pertama.
- anadimu bil maut wam biq wam bawab.
- Kalau ini adalah pandangan orang kafir.
- Ada juga sebagian kaum, nah ini orang
- muslim, ini orang Islam.
- Mereka berkata dengan kematian
- hilang sudah selesai. Orang itu seperti
- tidur.
- La yataalam biqab yatana'am bawab.
- Dia tidak ber tidak di di apa namanya?
- Tidak disiksa sehingga merasakan sakit.
- Tidak pula
- ya dia merasakan kenikmatan.
- Orang dikubur ya sudah enggak dikubur ya
- seperti orang tidur aja di kuburan
- tidak ada sudah
- ya. Enggak ada. itu namanya siksa kubur,
- nikmat kubur.
- Nah, inilah pandangan
- kaum mazhab Khawarij,
- mazhab Jahmiyah dan lain sebagainya.
- Mereka katakan enggak ada nikmat kubur
- ya, siksa kubur.
- Kenapa mereka katakan demikian?
- orang diberikan
- apa namanya kenikmatan
- atau disiksa
- akibat dari kejahatan.
- Ya, tentukan sekarang apakah orang ini
- berhak mendapatkan kenikmatan di kubur
- atau dapat siksa.
- Tentu kan tergantung amalnya. Banyakan
- amal baiknya, banyakan amal buruknya.
- Kalau banyakan amal baiknya tentu diberi
- kenikmatan. Kalau kebanyakan amal buruk
- ya nanti disiksa di dalam kubur. Artinya
- di situ berarti sudah ada pengadilan
- yang menetapkan bahwa si fulan dia ini
- adalah harus disiksa karena banyak
- dosanya. Oh, si fulan lain lagi ini
- dapat nikmat kubur karena pahalanya
- lebih besar.
- Itu karena sudah ada keputusan.
- Sementara pengadilan Allah belum ada.
- Nanti kalau orang sudah di Padang
- Mahsyar, nah di situ nanti ada
- pengadilan Allah. Diberikan catatan
- amal. Ada yang nerima dari tangan kanan,
- ada juga nerima dengan tangan kiri. Dan
- itu di hari akhir,
- bukan di kubur atau di alam barzakh.
- Ya. Jadi, bagaimana mungkin orang ini
- berhak mendapat kenikmatan kalau
- pengadilannya sendiri belum ada.
- Nah, itulah argumentasi mereka seperti
- itu ya.
- sehingga mereka menolak. Baru kemudian
- kalau sudah digiring ke padang mahsyar,
- jadi dari kuburan itu nanti dibangunkan,
- dihidupkan kembali oleh Allah lalu
- digiring ke padang mahsyar.
- Barulah nanti di sana akan dijumpai
- apakah si apakah orang ini akan
- mendapatkan
- dapatkannya setelah adanya pengadilan
- Allah Subhanahu wa taala.
- Ya, karena itulah
- ee menurut mereka enggak ada nikmat
- kubur ya, termasuk munkar dan nakir.
- Mungkar itu apa? Mungkar itu adalah amal
- buruk menurut mereka.
- Nah, itu namanya pendapat. Nah, yang
- ketiga sekarang ada lagi yang mengatakan
- bahwa ruh manusia itu kekal kekal. Anar
- ruh baqiah. Roh itu kekal. Latan adim
- bil maut. Ya, tidak akan musnah roh itu
- hanya karena kematian.
- Ya tidak musnah. Wa inal musab wal mua
- hal arwah arwah.
- Nah nanti yang disiksa atau diberi
- kenikmatan itu adalah roh bukan jasad.
- Ya waal ajad la tubas wsyaru aslan.
- Adapun jasad enggak digiring
- di padang mahsyar enggak dibangkitkan.
- Ya, hanya rohnya saja menurut mereka.
- Nah, inilah pemahaman mazhab Karamiah
- namanya.
- Nah,
- jadi jemaah rahimakumullah
- itulah pandangan pandang mereka ada
- dalam pandan agama lain bahwasanya roh
- itu adalah nantinya
- ya begitu keluar nanti akan pindah ke
- jasad lain tergantung kepada ruhnya itu
- roh baik apa roh buruk. Kalau buruk
- kemudian menjelma jadi apa? Hewan-hewan
- buas, anjing dan sebagainya. Itu
- pemahaman yang lain ya.
- Nah, sekarang bagaimana pandangan
- ahli sunah wal jamaah tentang kematian?
- Dalam pandangan ahli sunah wal jamaah,
- kematian itu adalah tagayyuru hal.
- berpindah berubahnya keadaan.
- Nah, begini para pendengar ya, bahwa
- alam ini yang kita tempati ini alam
- dunia yang disebut juga dengan alam
- syahadah.
- Di balik alam syahadah atau dunia itu
- ada alam lain yang namanya alam malakut.
- ya. Nah, alam malakut ini meliputi dua
- alam. Satu alam akhir, keduanya alam
- barzakh.
- Alam barzakh itu jadi ada di
- tengah-tengah antara alam dunia dengan
- alam akhirat. itu namanya alam barzakh
- ya.
- Lalu orang sering menyebut kata kata
- alam kubur. Lalu alam kubur itu di mana?
- Enggak ada sebenarnya. Alam kubur itu
- enggak ada.
- Alam kubur itu ya alam barzakh.
- Cuma karena umumnya manusia mati itu
- dikubur
- sehingga disebutlah kemudian alam kubur.
- Padahal enggak ada alam kubur itu. Ya,
- alam barzakh itu alam kubur itu. lah
- sekarang kalau orang nanti ada di alam
- kubur karena mereka dikubur, bagaimana
- dengan orang yang mati dimakan apa
- namanya macan, dimakan serigala, orang
- yang mati tenggelam, orang yang mati
- dibakar
- atau orang yang mati diapain lagi ya?
- Lalu ada alamnya enggak?
- Sama saja orang yang mati di kubur,
- orang mati tenggelam,
- orang mati apa namanya? ee di ditaruh di
- goa-goa dibakar itu nanti
- rohnya itu ke alam barzak.
- Nah, jadi tagyuru haltiqolu
- wanttiqolu min darin il dar.
- berpindah dari negeri-negeri dunia ini
- ke negeri
- berikutnya yaitu barzak.
- Nah, lalu di sana bagaimana? Ya sama
- saja di alam baraja dengan di alam dunia
- ini
- ya. Hanya saja
- ya bedanya itu kita ini di sana ada
- senang ada juga menderita.
- gitu. Ada senang, ada menderita ya
- tergantung nanti orangnya.
- Cuma saja kalau di sana sudah tidak lagi
- bisa beramal karena di sana adalah alam
- jaza, bukan alam amal.
- Ya. Jadi mereka itu mengetahui
- tapi tidak ee mereka tahu tidak mampu.
- Kalau kita itu mampu tapi tidak tahu.
- Maksudnya gimana? Kita itu mampu
- mengerjakan qobliah subuh.
- Salat sunah qobliah subuh. Insyaallah
- dengan sebab taufik dari Allah k kita
- bisa melakukannya. Tapi kita tahu enggak
- pahala yang Allah berikan kepada kita
- kayak apa?
- Kita kan cuma tahunya kohairun minad
- dunya wa fiha.
- Itu pahala itu lebih baik dari dunia
- seisinya.
- Dan kita enggak pernah ngelihat kayak
- apa itu
- ya. Kayak apa, enggak pernah ngelihat
- ya. Karena memang enggak mungkin kalau
- diperlihatkan.
- Bukan enggak bisa Allah memperlihatkan,
- enggak mungkin mampu kita menahannya
- kegirangan mendapatkan anugerah itu.
- Nah, mereka yang di sana melihat tahu
- kayak apa tuh pahala yang Allah berikan
- kepada mereka karena melakukan qobliah
- subuh, tapi mereka sudah tidak lagi bisa
- melakukannya. enggak berarti lagi buat
- mereka. Karena apa? Di sana mereka sudah
- bukan lagi alam amal, tapi ya bukan alam
- tempat berkarya, tempat berbuat, tapi
- alam tempat menerima hasil perbuatan.
- Namanya alam jaza.
- Nah,
- selanjutnya
- kalau kita baca di dalam Al-Qur'an
- ya surah Albaqarah kalau enggak salah
- tuh 27.
- Kaifa takfuruna billahi wauntum amwata.
- Bagaimana kalian semua bisa kufur
- padahal dulu kalian itu mati. Nah,
- mati di sini apa? Berpisahnya
- roh dengan jasad.
- Ya, berpisahnya roh dengan jasad. Itulah
- mati. Hidup bersatunya roh dengan jasad.
- Ya,
- kalau di dunia ini ada jasad apa? Di
- alam barzakh, di alam akhirat ada jasad
- juga.
- Ya, kalau kita lihat dalam ayat lain
- Allah berfirman, "Kullama nadijat
- juluduhum baddalnahum juludan
- giriqulab."
- Mereka penghuni-penghuni surga penghuni
- neraka ketika kulit-kulit mereka sudah
- hancur
- ya baddalnahum juludan. Kami ganti
- untuk mereka pada mereka itu julu dan
- goeroha kulit-kulit yang baru,
- kulit-kulit yang lain.
- Kalau kita lihat ayat ini, maka yang
- disiksa itu adalah bukan cuma rohnya
- dengan jasadnya, kulitnya.
- Dan karena memang dalam diri manusia ini
- yang merasakan sakit itu kan bukan
- daging tapi kulit
- ya tapi kulit yang merasakan.
- Baddalnahum juludan
- giraha kulit yang lain liquulab.
- Biar mereka merasakan
- azab itu.
- Nah itu julud. yang merasakan sakit itu
- adalah kulit. Kulit itu jasad
- ya.
- Jasad yang tentu saja yang ada ruhnya.
- Jadi wauntum amwata dulu kalian mati
- kata Allah.
- Ya,
- karena antara roh sudah pertama
- diciptakan oleh Allah, jasad kita masih
- dalam tulang punggung bapak kita.
- Faahyakum.
- Kemudian aku hidup. Kemudian Allah
- hidupkan.
- Kapan Allah menghidupkan itu?
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- ketika menceritakan tentang proses
- penciptaan manusia.
- Jadi proses penciptaan manusia itu kata
- Rasulullah 40 hari berupa cairan,
- sperma air mani laki-laki dengan
- perempuan kemudian menyatu ya.
- Nah, terus akan ber apa namanya? Terjadi
- perkembangan
- begitu 40 hari berubah menjadi segumpal
- darah.
- dari segumpal darah 40 hari kemudian
- berubah segumpal daging
- 40 hari lagi kemudian ditiupkan ke dalam
- ruh ke dalamnya ruh.
- Dari penjelasan itu seolah-olah
- roh itu mulai masuk ke dalam jasad
- manusia. Kalau jasad manusia sudah
- berusia 120 hari.
- Kalau kita lihat bahasa Arab kalau
- menyebutkan 40 itu artinya kepala 4 dari
- 40 sampai 49 itu bisa disebutnya 40.
- Sehingga boleh jadi itu adalah umur 120
- sampai 147
- hari ya. Dan itu disebut ee kita sebulan
- t ee 30 hari berarti sama dengan 4 bulan
- baru ditiupkan roh.
- Seolah-olah jadikan
- ini sebelumnya enggak ada ruh.
- Nah,
- padahal sekarang yang namanya tadi mati
- itu adalah
- berpisahnya roh dengan jasad.
- Apa cirinya cirinya bahwa sesuatu itu
- hidup? Sesuatu itu hidup.
- Tanda-tanda makhluk hidup adalah
- berkembang
- bergerak.
- Ya, berkembang bergerak.
- dari cairan
- air mani berkembang
- berubah menjadi segumpal darah dari
- segumpal darah berubah lagi ya
- berkembang lagi menjadi segumpal daging
- itu artinya terjadi perkembang
- pergerakan
- dan itu tandanya berarti hidup
- padahal roh baru ditiupkan adalah
- setelah 120.
- Maka Syekh Izuddin mengatakan,
- "Ruh itu ada dua."
- Ya, sebenarnya sih bukan Syekh Izuddin,
- tapi Allah yang menjelaskan di dalam apa
- namanya? Di dalam Al-Qur'an
- ya.
- Baik jemaah yang rahimakumullah.
- Allah menjelaskan di dalam Al-Qur'an
- begini.
- Allahu yatawaal anfusu mautiha wallati
- lam tamut fi manamiha.
- Allahlah yang menahan
- ya mencabut atau yatawafalbid
- menahan menggenggam
- jiwa atau ruh-ruh manusia yang mati.
- Hina mautiha ketika mati. Wallati lam
- tamut fi manamiha.
- Dan ruh orang-orang
- yang enggak mati tapi mereka lagi tidur.
- Nah, jadi kalau begitu berarti orang
- kalau mati itu rohnya
- digenggam oleh Allah,
- ditahan.
- Orang yang sedang tidur rohnya juga
- ditahan oleh Allah. Berarti orang mati
- di tubuh orang mati itu tidak ada
- rohnya.
- Orang yang tidur juga
- di dalam jasadnya tidak ada ruhnya.
- Tapi kok kenapa orang tidur masih
- bergerak, masih hidup? Nah, di sinilah
- dasar Al-Qur'an ini. Azzumar ya kalau
- enggak salah itu suratnya surah Azzumar.
- di sini menjelas di di sini jelas di ee
- menjelaskan bahwa ee
- Allah yatawa anfusina mauti
- Lalu Allah menahan tidak melepaskan
- mengembalikan ya menahan
- roh orang yang mati
- yang sudah sampai kematian padanya itu
- ditahan oleh Allah.
- Waursilul ukhro.
- Sementara roh orang yang tidur
- dikembalikan lagi oleh Allah.
- Bila ajalin Musa sampai ajalnya nanti
- pada masanya. Nah,
- maka kata Syekh Izuddin Abd Abdul Salam
- mengatakan ruh itu ada dua. Satu ruhul
- hayah.
- Yang keduanya ruhul yaqdah. Ruhul hayah
- itu ruh yang membuat jasad hidup.
- Air mani itu hidup
- karena apa? Ada ruhnya
- sehingga bergerak berubah menjadi
- segumpal darah. Terus darah itu hidup
- juga
- karena ada ruhul hayahnya di sini ya.
- Terus berubah. Begitu sudah 120 hari
- kemudian Allah tiupkanlah ruh yang kedua
- namanya ruhul yaqdah
- itu dimasukkan ke dalam jasad setelah
- jasad manusia
- sudah sempurna ada panca indranya sudah
- ada matanya sudah ada telinganya sudah
- ada hidungnya walaupun belum sempurna
- betul
- gitu ya. Nah,
- dengan adanya ruhul yaqdah, fungsi dari
- ruhul yaqdah ini adalah untuk
- memfungsikan
- memfungsikan
- panca indra.
- Makanya orang lagi tidur
- ya karena keluar ruhul ya'dnya,
- matanya, korneanya ada tapi tidak bisa
- berfungsi, enggak bisa melihat.
- Kuping tidak bisa mendengar, lidah tidak
- bisa merasakan manis, pahit, asin.
- Enggak tahu. Karena rukhul yaqdahnya
- sudah keluar. Begitu juga hidung tidak
- bisa mencium ini bau apa, bau apa.
- Padahal ruhul hayahnya ada. Jadi orang
- kalau ruhul hayahnya keluar belum tentu
- eh ruhul yaqdahnya keluar, ruhul
- hayahnya belum tentu keluar. Tapi kalau
- ruhul hayahnya dicabut oleh Allah, maka
- ruhul yaqdahnya juga dengan sendirinya
- akan tercabut terbawa juga. Nah, ini
- ruh. Nah,
- kapan ruhul yaqdah ini mulai masuk?
- Setelah usia bayi 4 bulan.
- Karena itulah saya baca buku seorang
- orientalis ya, Bu. Dia ini pakar
- pendidikan. Dia mengatakan bahwa bayi
- kalau dia sudah berusia 4 bulan ke atas
- itu dia sudah menerima begitu sudah
- hidup sudah ada ruhul yahdahnya nih
- menerima tanggapan dari luar.
- Ah inilah yang ditangkap oleh kiai-kiai
- di apa namanya orang-orang tua kita ya.
- Yaitu apa? Kalau anak, kalau seorang ibu
- sudah berusia kandungannya 4 bulan, itu
- suka mengadakan acara 4 bulanan.
- Di sana dibacakan ayat-ayat Al-Qur'an,
- zikir-zikir. Kenapa? Karena telinga si
- bayi sudah mulai berfungsi dan menerima
- tanggapan, menerima pengaruh dari luar.
- mengingatkan kepada si calon ibu calon
- bapak karena bayimu sekarang ini sudah
- sudah punya sudah mendengar maka ya
- hati-hati kamu dalam berbicara.
- Kalau berbicara jadikan pembicaraan itu
- pembicaraan yang menjadi pendidikan buat
- si bayi ya makanya suruh baca ini, baca
- ini, gitu. Nah, sebenarnya luar biasa.
- Enggak ada contohnya dari Nabi. Tidak.
- Tidak ada contohnya dari Nabi. Betul
- sekali itu tidak ada. Tapi coba
- renungkan, apa salah
- ya?
- bahwasanya
- kalimat yang sebaik-baik kalimat adalah
- kitabullah
- dan itu dibacakan, didengar oleh bayi.
- Didengar oleh bayi karena semuanya itu
- direkam oleh si bayi. Nah, para
- pendengar bia silaturahim ya. Dan juga
- kita bisa lihat kalau dari Nabi begitu
- bayi lahir langsung diazani.
- Kenapa diazankan? Apakah bayi itu ngerti
- azan? Jangankan bayi yang azannya aja
- belum tentu ngerti tentang azan, tapi
- yang jelas Rasulullah enggak mungkin
- menyuruh umatnya melakukan sesuatu yang
- tidak ada gunanya. Enggak mungkin.
- Pasti kalau Rasulullah menyuruh itu
- adalah ada kebaikan di sana.
- Ya, ada kebaikan di sana. Dan para
- sahabat itu enggak pakai protes. Enggak
- mungkin Rasulullah itu melakukan
- asal-asalan.
- Karena apa yang diucapkan Rasulullah itu
- adalah wahyu dari Allah Subhanahu wa
- taala.
- Para pendengar di silaturahim
- yang dirahmati Allah.
- Nah, inilah jadi dalam pandangan ahli
- sunah wal jamaah itu seperti itu ya.
- Jadi berpindah dari satu negeri ke
- negeri lain dan tagayyur hal. Nah, tag
- naam tagyuru halim min jihaini ihdahuma.
- Terjadinya perubahan ini adalah bisa
- dilihat dari dua. Yang pertama
- bahwasanya
- diambil oleh Allah orang mati itu
- diambil apanya? Yaitu kenikmatan
- matanya.
- Fungsi ya, telinganya,
- kemudian tangannya, kakinya, seluruh
- anggotanya, keluarganya, anaknya,
- kerabatnya dan sebagainya.
- Bapak-bapak yang ee Bapak Ibu yang saya
- hormati.
- Kalau kita kehilangan
- uang
- ya, uang kita hilang semua,
- pasti kita menderita.
- Wah, sedih ya ee sengsara, menderita
- luar biasa karena duitnya habis.
- Nah, kemudian sekarang
- kalau kita ini
- terpotong kelingking kita, telunjuk
- kita. Wuh, kayak apa sakitnya,
- menderitanya?
- Bagaimana kalau terpotong jari
- tengahnya? Menderita sekali. Jempolnya,
- seluruh yang lainnya wah menderita,
- menderita, menderita.
- Anak kita meninggal, kita juga
- menderita. sakit luar biasa. Ibu kita
- meninggal tambah lagi. Kemudian dan
- semua yang kita cintai, yang kita cintai
- di dunia ini itu kalau hilang kita mesti
- menderita.
- Nah, kematian itu ya penderitaan yang
- tadi secuil secuil secuil secuil tadi
- satu-satu
- itu seketika hilangnya serentak.
- Jadi bayangkan kayak apa menderitanya
- orang yang dicabut nyawa karena berpisah
- dengan apa yang dia sukai, yang dia
- sukai, yang dia sukai itu.
- Makanya sangat bisa dimengerti kalau
- Rasulullah mengatakan sakitnya orang
- dicabut nyawa seperti tangan kita
- dibacok ya kayak apa itu sakitnya
- dikalikan 300 kali lipat.
- ya. H dan ini sudah saya sampaikan ya,
- sudah kita bahas.
- Nah, itu maka itulah kematian.
- Hilangnya semua yang kita cintai menjadi
- suatu penderitaan yang luar biasa. Nah,
- sekarang
- kalau harta itu kita merasa hilang harta
- kita enggak sengsara. Kenapa? Karena
- merasa enggak punya harta.
- Anak juga saya merasanya enggak punya
- anak. Wong itu titipan Allah. Semua ini
- ketika merasakan semua itu titipan
- Allah, maka ketika semuanya itu
- meninggalkan kita, kita pun tidak akan
- menderita.
- Itulah makanya ulama mengatakan,
- "Silakan kamu jadi orang kaya, tapi
- jangan cinta kepada kekayaan.
- Karena cinta itu akan membuat kita
- menderita manakala berpisah dengan yang
- dicintainya."
- Para pendengar di silaturahim, ini yang
- pertama. Yang kedua sekarang
- dengan kematian
- akan terbukalah
- apa yang tidak terbuka
- ya sewaktu hidup.
- Nah,
- sehingga dengan demikian
- ee orang hidup itu sebenarnya seperti
- orang yang sedang tidur
- ya. seperti orang yang sedang tidur
- dan kematian itu adalah seperti orang
- yang bangun tidur.
- Maka dalam hal ini saya itu enggak
- sejalan dengan pendapatnya dengan
- lagunya Ebit GAD.
- Ebit Gad mengatakan kematian adalah
- tidur panjang. Enggak keliru
- ya. Kematian bukan tidur panjang.
- Kematian itu adalah bangun atau
- kesadaran dari tidur.
- Bangun inilah melek. Inilah kita ini
- lagi tidur seperti orang tidur.
- Orang tidur
- di kanannya ada ular, di kirinya ada
- kalajengking. Ada bahaya apapun dia
- tidak tahu.
- Padahal Rasulullah mengatakan di kuburan
- nanti itu ada ular yang kepalanya botak.
- Kalau matok, hmm kalah jengking, woh dan
- sebagainya ya.
- Apakah kita melihat
- tengok orang di dalam kuburan gali
- apakah ada mereka yang dipatokin ular?
- Enggak ada. Toh jasadnya itu Firaun ya
- seperti itu. Di kanan kirinya enggak ada
- ular.
- Ya, kenapa enggak? Bukan enggak ada.
- Karena kita ini kalau lagi melek begini
- ini kayak orang tidur.
- Jadi ular kalajengking yang disebutkan
- oleh Rasulullah enggak kelihatan.
- Tapi begitu dicabut nyawa kita,
- maka seperti kita baru bangun tidur
- kelihatan semua ma yanfauhu wa yadurruh.
- Semua yang akan memberi manfaat kepada
- kita, yang memberi madarat kepada kita
- itu akan terlihat. Waaluasiu
- mahufaatihi.
- Maka pertama begitu dicabut nyawa yang
- akan tersibak terlihat ma yadurruhu wa
- yanfauhu ya apa ee kejahatan yang akan
- menyebabkan kita disiksa dan kebaikan
- yang akan menyebabkan kita mendapatkan
- pahala dari Allah itu semua terpampang
- terlihat semua oleh orang ya oleh orang
- yang dicabut. Jadi kematian itu akan
- menyibak, akan membuka
- para pendengar radius silaturahim.
- Nah,
- ee Rasulullah sallallahu apakah orang
- kalau lagi tidur lagi hidup begini
- emang enggak bisa melihat
- ee apa namanya alam malakut? Tempo hari
- saya sudah sampaikan bahwa
- apa alam yang kita tempati ini namanya
- alam dunia atau alam syahadah. Di balik
- alam syahadah ini ada alam namanya alam
- malakut
- ya.
- Nah, lalu Allah berikan kepada kita dua
- mata,
- bashar dan basirah.
- Basar ini penglihatan mata kita ini
- hanya bisa melihat alam syahadah, alam
- dunia ini.
- Enggak bisa melihat di alam yang ada di
- balik alam syahadat ini, yakni alam
- malakut, alam barzakh. Enggak bisa.
- Enggak bisa melihat.
- Hanya alam syahdah saja yang bisa
- dilihat.
- Itu pun syaratnya ada syaratnya dua.
- Satu ya objeknya tidak jauh.
- Kalau jauh jangkauan penglihatan basor
- kita ini adalah terbatas. Enggak bisa
- melihat benda yang ada di atas gunung
- cermai. Ya. Kenapa? karena jauh.
- Yang kedua, antara objek dengan
- pandangan kita tidak ada hijab, tidak
- ada dinding. Kalau ada dinding apa atau
- hijab, apa yang ada di balik hijab itu
- tidak terlihat. Nah, itu basor kita ya
- bisa melihat syaratnya adalah tidak ada
- tidak ada dua ini.
- Nah, sekarang kalau basir bagaimana
- ya? Basirah itu bisa melihat alam
- barzakh,
- alam malakut bisa bisa melihat Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- ketika lewat kuburan, beliau berhenti
- kemudian mematahkan pelepah kurma
- dibelah dua ditancapkan di dua kuburan.
- Sahabat bertanya, "Ada apa Rasulullah?"
- Kata Rasulullah, "Aku lihat ada dua
- orang yang sedang diazab.
- Ya, di dalam kubur
- tuh.
- Dari mana Rasulullah itu mengatakan tahu
- begitu? Emang Rasulullah melihat
- Rasulullah apanya yang melihat? Basirah
- Rasulullah itu bisa melihat
- bukan mata ini.
- Kenapa bisa melihat? Nah, basirah itu
- ketika sahabat bertanya Rasulullah,
- "Bapak saya di surga apa di neraka?"
- Kata Rasulullah, "Di neraka celeng orang
- itu kemudian nangis." Apa Rasulullah
- jawab asal-asalan? Tidak. Memang
- Rasulullah melihat.
- Rasulullah melihat
- ketika orang-orang Quraisy kemudian
- setelah Nabi Isra Mikraj menjelaskan
- bahwa beliau habis dari Masjidil Aqsa ke
- Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa balik
- lagi. Kata mereka, "Kalau memang benar,
- coba oleh kamu sekarang sebutkan ada
- berapa pintu Masjidil Aqsa. Berapa ribu
- kilo, berapa ratus kilometer dari
- Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Hah.
- Rasulullah kemudian menghitungnya
- jumlahnya benar. Kenapa? Karena
- Rasulullah bisa melihat
- ya. Bisa melihat.
- Nah, padahal jauh. Oh, kalau gitu buat
- basirah
- ya syaratnya satu. Enggak ada hijab.
- Kalau jarak enggak berpengaruh.
- Nah, sekarang begini biar mudah
- dipahami.
- Kalau saya menyebutkan kata Masjidil
- Haram,
- Masjidil Haram ya. Bagi Anda yang pernah
- ke Masjidil Haram langsung tergambar
- Masjidil Haram itu sudah ada dalam
- khayalan Anda.
- Begitu juga ketika saya menyebutkan
- Masjid Istiqlal langsung gambar Masjid
- Istiqlal itu sudah ada dalam khayalan,
- dalam benak kita.
- Nah, masuknya gambar Masjidil Haram dan
- Masjidil ee Masjid Istiqlal ke dalam
- khayalan kita ini kecepatannya sama.
- Padahal jarak dari kita ke Masjid ee
- Masjid Istiqlal cuma 15 kilo.
- Sedangkan Jakarta Makkah itu
- 8 kilo.
- Kenapa? kecepatannya kok sama masuknya.
- Enggak kalau Masjid Masjidil Istiqlal ya
- 1 detik sudah masuk. Tapi kalau Masjidil
- Haram karena jauh 2 menit barunya masuk
- ke dalam khayalan kita. Kan tidak
- begitu. Kecepatannya sama. Itu artinya
- buat akal kita, hati kita ya tidak ada
- jarak jauh.
- Nah, karena itulah makanya kalau buat
- makhluknya saja makhluk enggak terikat
- oleh jarak, apalagi yang menciptakan
- makhluk. Buat Allah enggak ada jauh,
- enggak ada dekat, enggak ada susah,
- enggak ada mudah. Ya, sama saja.
- Enggak di atas, enggak di bawah.
- Itu namanya khaliq.
- Nah, para pendengar radio silaturahim
- ya. Jadi ee basirah ini lalu apa yang
- menyebabkan bisa melihat hijab?
- Apa hijab itu? Nah, hijab itu antara
- lain Al Imamul Ghazali mengatakan satu
- adalah dosa.
- Loh, Rasulullah karena enggak punya
- dosa. Yagfirullah laka ma taqdamaambika.
- Nabi sudah enggak punya dosa sehingga
- bisa kelihatan oleh Nabi hijabnya itu
- terbuka sehingga basirah Nabi bisa
- melihat.
- Ya. Nah,
- janganlah Nabi kan sama dengan kita
- manusia. Jadi kalau apa namanya kita
- enggak bisa, Nabi juga enggak ngelihat.
- Nabi sama-sama dengan kita emang manusia
- ya, tapi kualitas kemanusiaannya beda
- ya. Batu sama batu banyak macamnya, Pak.
- Batu itu banyak macamnya. mutiara ya
- jenis batu ya, permata ya batu juga,
- koral juga ya batu juga.
- Sama-sama batu
- tapi batunya tidak sama.
- Tuh begitu ya. Yang kedua yang menjadi
- hijab itu adalah
- yaitu apa namanya? Hubbud dunia,
- cinta kesenangan dunia.
- Nah, ini yang paling susah. Terutama di
- zaman seperti sekarang ini. Rata-rata
- kita ini adalah hubbud dunia.
- Walaupun yang mengajak kepada orang
- lain, jangan cinta dunia, dianya sendiri
- belum tentu enggak cinta. Nyari orang
- sekarang yang ngakumud dunia itu seperti
- mencari jarum di tumpukan jerami
- susah. Bukan enggak ada tapi sudah
- langka
- langka sekarang begitu. Padahal Islam
- tidak melarang kita kaya. Yang dilarang
- tadi cinta kepada kekaya itu menjadi
- hijab.
- Menjadi hijab.
- Nah, kalau itu hilang
- orang ketika mati,
- ketika mati bisa melihat semua. Kenapa?
- Karena sudah hilang tadi hijab-hijab itu
- hilang semua. Ketika orang dicabut
- nyawanya hilang e hijab-hijab tadi.
- Makanya bisa melihat apa yang tidak bisa
- dilihat orangorang yang hidup.
- Jadi kalau begitu kayak kita ini masih
- hidup begini, apakah bisa melihat alam
- makud? Bisa
- asalkan tadi,
- asalkan tadi
- hijabnya hilang dosanya juga.
- Makanya banyak ulama bagaimana
- membimbing kita
- ya supaya bisa seperti itu gitu ya.
- seperti adanya thiqah dan lain
- sebagainya. Nah, mungkin ini dulu Fahri
- ya sudah jam .00 lebih nanti kita akan
- lanjutkan lagi mengenai hakikat
- kematian.
- Baik, Ustaz
- ya. Mudah-mudahan ini bermanfaat, besar
- manfaatnya buat kita semua. Wallahuam.
- Baik Iwan telah kita bersama-sama simak
- tausiah sore bersama Ustaz Ahmad Zazuli
- Kholil hakikat kematian tema kita di
- sore hari ini. Ini sudah banyak yang
- bergabung Ustaz apa kita langsung
- bacakan atau
- dulu? Juul dulu ya. Oke. Baik J dulu
- nanti kita akan kembali lagi setelah
- jeda nasid berikutnya.
- Yang satu masih bersama kami ikhwan
- akhwat di acara tausiah sore kajian
- akidah akhlak bersama Ustaz Ahmad Zazuli
- Kholil. Hakikat kematian tema kita di
- sore hari ini sudah banyak yang
- bergabung. Ini ada Ibu Ani Cani Hudaifah
- selalu menyimak. Ustaz terima kasih
- tausiahnya. Ada juga Bapak Arwin sedang
- menyimak. Ibu Maria, Ibu Yeti Sri
- Haryati di Depok juga ada Eyang Sri,
- Bapak
- eh Abdo di Pasar Minggu. Ada Ibu Pani
- juga sedang menyimak. Ibu Hajah Saidah
- selalu menyimak rasil. Terima kasih
- Ustaz tausiahnya di sore hari ini. Bapak
- Asep, Ibu Aidar Sumarni, ada juga Bapak
- Sy Rohili selalu menyimak. Bapak
- Muhammad sedang di jalan sambil dengarin
- rasil. Mantap. Terima kasih ya. Juga
- masih banyak lagi yang sudah bergabung.
- Terima kasih banyak Iwan Ahwad sudah
- semuanya di absen karena banyak sekali
- ini yang pertama yang bertanya saya
- bacakan Ustaz dari Bapak Abdul di Pasar
- Minggu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Pak Kiai.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Mohon pencerahannya dalam Quran surah
- Alkahfi ayat 49 yang artinya
- diletakkanlah kitab catatan amal pada
- setiap orang lalu engkau akan melihat
- orang yang berdosa merasa ketakutan.
- terhadap apa yang tertulis di dalamnya.
- Mereka berkata, "Betapa celaka kami."
- Pertanyaannya, yang pertama, yang
- dimaksud engkau dalam ayat tersebut itu
- siapa, Pak Kiai? Dan yang kedua, yang
- celaka itu apakah orang muslim yang
- masih punya dosa besar ataukah orang
- yang punya dosa kecil juga termasuk?
- Mohon pencerahannya. Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Q taabu
- musina mqual
- ahu
- mailu hadir wimuka
- ahada
- waal kitab dan kitab
- kitab itu yang dimaksud adalah catatan
- amal perbuatan kita itu akan diberikan
- kepada kita nanti ya ee ada yang
- menerimanya dengan tangan kanan wa man
- utiya kitabu biyamini fasaufa yuhasabu
- hisaban yasir
- Adapun orang-orang yang menerima catatan
- amalnya dengan tangan kanannya,
- dia akan dihisab dengan hisab yang
- sebentar
- ya, yang sedikit sebentar. Nah, lalu dia
- akan kembali kepada keluarganya dengan
- penuh yang gembira.
- kitab.
- Adapun orang yang menerima catatan
- amalnya dari belakang punggungnya, dia
- akan dipanggil, "Hei orang celaka."
- dan dia akan masuk ke dalam neraka sair.
- Jadi ada yang nerima catatan dengan
- tangan kanan, ada yang menerima dari
- pelanggang belakang punggung atau tangan
- kiri ya.
- Nah, fatarul mujrimina. Maka orang-orang
- yang berdosa, nah orang yang berdosa
- mereka melihat
- ya musyfikin mereka ketakutan mimma fihi
- dari apa yang ada di dalamnya.
- Karena apa? di dalam catatan ee buku
- catatan itu
- semuanya ada sampai mengatakan
- kitab
- [tertawa]
- kita. Apakah ini tidak ada yang
- tertinggal, yang kecil, yang besar
- melainkan semuanya ada catatannya
- gitu. Semuanya ada catatannya.
- Nah, jadi
- ini satu kitab ini menjelaskan seperti
- itu. Belum lagi nanti
- orang ini didakwah itu tiga. Satu adalah
- catatan ini sebagai bukti atas semua
- yang kita lakukan selama hidup di dunia.
- Ya. Kemudian yang keduanya, bumi pun
- akan bercerita.
- Yaumaidin tuhaditu akbaroha. Pada hari
- itu bumi akan menceritakan beritanya.
- Bumi cerita kepada Allah tentang apa
- yang kita lakukan selama hidup. Karena
- kita hidup itu ada di permukaan bumi.
- Bumi akan bercerita. Makanya bumi yang
- kita tempati ini nanti akan menjadi
- saksi di depan Allah.
- Yang ketiganya
- adalah
- anggota tubuh kita
- ya. W yalfidu minqin illqibun.
- Tidak ada satuun kata
- yang keluar dari mulut kita, melainkan
- di kanan kiri kita ada dua malaikat yang
- terus mengawasi kita.
- Ya. Kemudian apalagi
- hari ini kata Allah, "Kami kunci
- mulut-mulut mereka."
- "Tangan-tangan mereka akan berbicara
- kepada kami," kata Allah disaksikan oleh
- kaki-kaki mereka. Jadi anggota tubuh
- kita juga sama, teman dakwah kita jadi
- saksi.
- Ya, bayangkan
- akan bagaimana dia mau ngomong apaagi
- ya. Enggak gerer kutik sudah. Ini buat
- siapa mengerikan?
- Buat mereka yang merasa bersalah.
- buat mereka mujrimina musyrikin.
- Tapi bagi orang-orang yang ah beriman
- kepada Allah Subhanahu wa taala yang
- saleh, mereka tenang saja. Kenapa?
- Enggak bersalah.
- Ya, orang ketika enggak bersalah
- dipanggil polisi, tenang aja. Kenapa
- enggak bersalah kok dia ya akan dihadapi
- semuanya dia tenang. Begitulah.
- Begitulah nanti di pengadilan Allah
- Subhanahu wa taala. Maka yang dimaksud
- dengan ee tadi siapa yang dimaksud
- dengan ee engkau ya yang engkau ini
- adalah ya Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam secara khusus dan engkau
- juga secara ee secara ee umum kita semua
- ya. Nah, itu akan demikian. Nabi akan
- melihat.
- Nabi akan melihat. Ya, kan dikatakan
- begini dalam ayat lain
- bahwasanya
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- itu mengetahui
- ya mengetahui umat siapa saja yang
- paling banyak masuk neraka, yang paling
- banyak masuk surga. Hmm.
- Karena Nabi Muhammad itu akan menjadi
- saksi
- gitu ya.
- Ee apakah nanti itu cuma amalan besar,
- amalan kecil? Semua sama. Amalan yang
- amal besar, amal kecil ada catatannya
- tidak akan lepas.
- Ya, adapun nanti orang yang ketakutan
- dan orang yang tidak ketakutan itu hanya
- tergantung kepada amal yang dilakukan
- oleh kita selama hidup di dunia.
- Ya, itu demikian. Nah, maka
- mudah-mudahan kita semua ini termasuk
- orang yang ee semasa hidupnya
- benar-benar istikamah menjalankan
- perintah Allah sehingga nanti ketika
- dihadapkan kepada Allah itu seperti
- apa namanya? Seorang hamba yang memang
- dinantikan kedatangannya oleh
- majikannya.
- Ya, kita ini ibarat dua orang ee ibarat
- ee seorang budak, seorang pembantu.
- Pertama pembantu yang kabur dari
- majikannya.
- He,
- ya. Nah, kemudian suatu hari dia harus
- kembali lagi ke majikannya.
- Maka sepanjang perjalanan tidak bisa
- tidur si pembantu ini. Kenapa? dia
- sedang membayangkan gitu tuh hukuman apa
- yang akan diterima. Jadi dalam
- perjalanannya sendiri sudah gelisah dia.
- Yang kedua adalah pembantu atau budak
- yang ketika pulang kampung oleh Allah,
- oleh majikannya dikasih apa namanya?
- Ongkos.
- Kemudian nanti nih ongkos buat pulangnya
- nanti kamu ya. Sayangnya itu majikan.
- Maka si si pembantu ketika mau kembali
- kepada majikan sepanjang perjalanan dia
- sudah membayangkan sambutan apa yang
- akan diterima oleh dia ya dari
- majikannya. Bagaimana dia melihat wajah
- majikannya berseri-seri menyambut
- kedatangannya. Begitulah kita
- semua. Kita akan kembali kepada Allah
- majikan kita.
- Apakah kita kembali sudah ketar-ketir
- sepanjang perjalanan atau justru kita
- sudah merindukan untuk bisa bertemu
- dengan majikan kita? Allah tidak berbuat
- zalim. Makanya di sini wala yadlimuka
- ahada.
- Tuhanmu itu tidak akan menzalimi seorang
- pun. Siap pun tidak berbuat zalim.
- Tetapi manusialah yang menzalimi diri
- mereka sendiri. Wallahuam.
- Baik, selanjutnya kita beralih ke
- pertanyaan yang datang dari Bapak Rohili
- di Pulau Gebang. Ustaz, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, bila seseorang meninggal dunia,
- dibawa ke mana rohnya? Apakah
- dikembalikan lagi ke alam kubur atau
- bagaimana, Pak Ustaz? Demikian.
- Iya, itu nanti tergantung ya. Jadi, roh
- itu
- pertama dibawa dulu naik ke atas
- disambut oleh malaikat
- ya. Sehingga ucapan marhaban dari
- malaikat, ucapan selamat dari para
- malaikat.
- Lalu malaikat itu adalah melaporkan
- kepada Allah. Akhirnya oleh Allah
- dikatakan kembalikan dia ya ke dalam
- jasadnya
- sebagaimana yang sudah aku janjikan.
- Minha khqnakum wafiha nuidukum
- wukrijukum tarotan uk. Dari tanahlah aku
- ciptakan dia mereka ke dalam tanah aku
- akan kembalikan dan dari tanah itu pula
- nanti aku akan keluarkan sekali lagi.
- Ya.
- Jadi dikembalikan kepada dibawa ke alam
- yang namanya alam barzakh.
- Alam barz.
- Nah itu begitu ya. Jadi kalau tadi
- disebut sebut alam kubur itu hanya
- karena umumnya manusia dikubur sehingga
- orang menyebutnya alam kubur. Padahal
- yang dimaksud adalah alam barzakh.
- Makanya bagi bagi Bapak Rohili kalau
- baca misalnya talkin ya e kalimat talkin
- di sana ada kalimat ya fulan bin fulan
- e waqad sirta fi barzah min baril
- akhirah. Engkau sekarang ini sudah
- berada di alam barzakh ya bagian dari
- barzakh-barzakh akhirat. Nah gitu
- disebutnya barzakh bukan kubur.
- Ya ke sana nanti dibawanya roh kita ini.
- Hm. Wallahuam.
- Baik dari Bapak Supri. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ada yang mengatakan bahwa seseorang itu
- akan meninggal dalam keadaan sesuai
- dengan kebiasaannya. Misalnya orang yang
- biasa datang ke tempat maksiat, maka dia
- akan mati di tempat tersebut. Begitupun
- sebaliknya. Apakah betul seperti
- demikian, Pak Ustaz?
- Iya, betul sekali. Betul. Itu karena itu
- hadis Nabi ya. Jadi kalau Anda umpamanya
- sudah biasa, gampang gitu sehari-harinya
- kalimat zikir, maka nanti ketika
- menghadap Allah juga enggak berat itu
- zikir itu akan keluar kalimat zikir saat
- menghadap Allah. Tapi kalau
- kalimat-kalimat lainnya ya begitu juga.
- Saya jadi ingat ya abang saya cerita
- dulu nih ada tetangga dia ini sedang ee
- naja. Istrinya datang. Pak Ustaz
- tolonglah tuh katanya suami saya sedang
- ngajak jadi abang saya ke sana. Begitu
- sampai sana karena seorang ustaz
- mentalkini karimah thayibah.
- Lailahaillallah
- ya di telinganya
- terus gitu dibisikan di telinga kiri dia
- berpaling ya ke sebelah kanan gitu
- enggak mau dengar kalimat itu.
- Woh kata Bang saya mungkin ini
- kepanjangan lailahallah. Akhirnya
- dibisikkan Allah
- ya dari sebelah kanan berbalik lagi ke
- sebelah kiri. Enggak mau dengar dan
- enggak mau keluar tuh kalimat itu. Eh
- enggak lama kemudian keluar dari
- mulutnya itu haram jadah 0 genap begitu
- ya. Haram jadah 0 genap
- orang Subang ini ya.
- Nah, rupanya
- jadi dia ini kecewa sekali pasang 60
- yang keluarnya 06 [tertawa]
- ya di akhir hayatnya itu kalimat itu
- yang keluar karena kebiasaannya dia.
- Maka orang kalau sudah biasa tahlil gitu
- insyaallah nanti ya ketika menghadap
- Allah akan mudah kita mengucapkan
- kalimat lailahaillallah.
- kebiasaan ya. Begitu juga tadi kalau
- memang orang-orang yang cinta kepada
- masjid misalnya kita akan akan
- mungkin saja nantinya akan meninggal di
- masjid
- bahwa eh maksudnya meninggal di saat di
- tempat yang baik dan apa namanya dalam
- berbuat kebaikan.
- Masyaallah.
- Nah, ada seorang bertanya kepada Buya
- Hamka
- ketika dia pergi haji ke sana, dia heran
- bisa di sana dia mengetahui ketemu
- dengan WTS
- H
- penjual cinta ya
- PSK
- gitu. Iya PSK. Akhirnya kata dia, "Saya
- heran katanya Bu ya, kok katanya di sana
- juga ada PSK ya gitu ya. H
- maka kayak kata Buangka enggak heran
- enggak heran ya orang k orang itu
- kebiasaan
- ya kebiasaannya memang suka seperti itu
- dipertemukan oleh Allah dengan
- kebiasaannya h
- tapi kalau orang yang sudah biasanya
- nyari-nyari masjid maka oleh Allah akan
- dimudahkan ketemu dengan
- masjid gitu
- insyaallah itu juga sama ya
- dan mudah-mudahan kita termasuk seperti
- itu, yakni orang yang cinta kepada
- kebaikan sehingga di mana pun kita
- berada ya oleh Allah selalu diberi
- hidayah dan taufik sehingga istikamah
- menjalankan kebaikan. Barangkali ini
- saja dulu yang saya sampaikan sore ini.
- Harapan saya semoga kita semua oleh
- Allah dipanjangkan usia kita dalam taat
- kepadanya. Amin.
- Allah bimbing hati kita ke jalan yang
- diridai dan dicintainya.
- Allah hiasi hati kita dengan akhlak yang
- mulia. Dan Allah bersihkan hati kita
- dari akhlak yang hina. Allah limpahkan
- rahmat, taufik, dan hidayah kepada kita
- anak cucu kita sehingga selama hidup
- kita istikamah menjalankan perintahnya,
- men larangannya dan manakala wafat,
- Allah wafatkan kita semua dalam keadaan
- husnul khatimah.
- yainbana
- wa akabarallahu
- sayidina muhammadin wa al
- wasamhamdulillahabbil alaminamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh
- waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh demikian awat telah kita
- bersama-sama simak tausiah sore kajian
- akidah akhlak bersama Ahmad Zazuli
- Kholil hakikat kematian yang telah Kita
- bersama simak tema di sore hari ini.
- Semoga apa yang telah ustaz sampaikan
- banyak manfaat untuk kita semuanya. Saya
- yang bertugas pahri ditemani Neza dan
- juga Yusuf Subang pamit.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.