Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli wasallim wabarik ala sayyidina
- Muhammadin waa ali sayyidina Muhammad.
- Masih dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis
- Cibubur, Bekasi. Radio Silaturahim dan
- juga Rasil TV untuk Islam yang satu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang
- dirahmati Allah. Senang sekali di Kamis
- siang hari ini kami bisa menyapa ikhwan
- akhwat dalam siaran live, siaran
- langsung edisi spesial ya, renungan di
- bawah naungan Al-Qur'an di siang hari
- ini. Alhamdulillah hari Kamis ya, ini
- hari ke-enam di bulan Ramadan juga
- bertepatan dengan hari ke-6 di bulan
- Maret 2025. telah hadir guru kita Ustaz
- Husein Alatas yang di kesempatan ini
- insyaallah memberikan kesempatan kepada
- ikhwan akhwat untuk menyampaikan
- pertanyaan-pertanyaan.
- Silakan Ikwan terkait ee Ramadan terkait
- juga ya nanti juga ada yang ditanyakan
- mengenai zakat ya yang biasa tiap
- Ramadan itu ditanyakan. Namun sebelumnya
- kita sapa dulu guru kita. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
- Kabar baik dan sehat Ustaz ya? Ramadan
- lancar Ustaz.
- Alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Mudah-mudahan Allah bantu kita semua.
- Amin. Amin. Baik, ikhwan akhwat. Untuk
- membuka ee tanya jawab edisi spesial
- ini, kita awali dengan baca al-Fatihah
- bersama yang akan dipimpin langsung oleh
- guru kita Ustaz Husin. Silakan, Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirabbil
- alamin
- arrahmanirrahim
- maiki yaumiddin
- iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'
- ihdinasirathal
- mustaqimathalladzina
- alaiimadin.
- Baik, ikhwan akhwat.
- Alhamdulillah kita telah buka bersama
- dengan pembacaan Quran surah Al-Fatihah
- yang dipimpin langsung oleh guru kita
- Ustaz Husein. Dan langsung saja kita ke
- pertanyaan yang sudah masuk yang sempat
- tertunda kita bacakan Ustaz. Namun kami
- mengundang kembali bagi ikhwan akhwat
- yang di kesempatan siang hari ini ingin
- menyampaikan pertanyaannya langsung
- kepada Ustaz Dusen kami persilakan bisa
- mengirimkan di pesan singkat di
- 0811999720.
- bisa bentuknya pesan ataupun voice note
- kami persilakan ataupun WA call juga
- kami persilakan ikhwan awat. Nah, yang
- pertama Ustaz ini ee pertanyaan
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatull
- mohon dijelaskan kembali katanya apa
- perbedaan zakat fitrah dan zakat mal dan
- juga bagaimana perhitungannya. Nah, ini
- setiap Ramadan Ustaz di banyak yang
- menanyakan di WA juga sudah banyak
- sekali yang menanyakan dan insyaallah
- menjawab pertanyaan-pertanyaan dari
- Ikhwanawat. Kami persilakan Ustaz.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma sholli
- wasallim wabarik ala abdika wa rasulika
- sayyidina wa nabiyana Muhammadin
- wa alihi wasohbihi wasallim.
- Subhanaka la ilma lana illa ma alamtana
- innaka antal alimul hakim. Wala haula
- wala quwwata illa billahil aliyil adzim.
- Rabbana zidna ilman wa alhikna
- bisolihin. Assalamu alaika ya
- rasulullah.
- Assalamu alaina wa ala ibadillahi
- shihin. Wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ikhwan akhwat.
- Yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala.
- Kita sering mendengar kata zakah dalam
- Al-Qur'an.
- Baik pada ayat-ayat yang diturunkan pada
- periode Makkah sebelum Nabi berhijrah
- maupun ayat-ayat
- yang diturunkan setelah hijrahnya Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam menuju Madinah.
- Kata zaka ini dalam bahasa Arab berasal
- dari kata zaka yazku zakatan.
- Mempunyai dua makna dalam waktu yang
- sama,
- yaitu membersihkan, mensucikan dan
- menyuburkan.
- Hm.
- Maka tak heran kalau Allah pilih kata
- ini untuk
- menerangkan kepada mereka bahwa apa yang
- mereka keluarkan
- dari kebaikan di jalan Allah itu bukan
- hanya akan membersihkan harta mereka,
- tapi juga akan menyuburkannya.
- Sebagaimana tanah kalau kita mau
- bercocok tanam sebelum kita menanam
- benih, pertama-tama kita bersihkan
- lahan.
- Hm.
- Kita bersihkan lahannya dengan cara
- membajak, disiram, diberikan pupuk, baru
- kita meletakkan benih. Ini yang akan
- menumbuhkan dengan subur. Tapi kalau
- kita menanam di tanah yang belum
- dibajak, belum dibersihkan, masih
- terdapat akar-akar
- dari pohon-pohon yang bermacam-macam
- atau pohon yang telah dituai hasilnya,
- kita tanam, dia tidak akan menghasilkan
- hasil yang baik.
- Nah, jiwa kita ini perlu disucikan,
- dibersihkan
- agar jiwa kita yang tadinya penuh dengan
- kerak-kerak dan noda ini bersih hingga
- langsung terhubung dengan cahaya Allah
- Subhanahu wa taala. Tubuh kita juga
- perlu disucikan. H
- perlu disucikan dari makanan-makanan
- yang haram. Kemudian juga bertobat
- kepada Allah dari apa-apa yang masuk ke
- dalam tubuh kita. baik yang kita sadari
- maupun yang tidak kita sadari dari
- apa-apa yang tidak dihalalkan Allah.
- Dan subhanallah Allah menjanjikan bagi
- orang yang berzakat itu untuk
- membalasnya bukan hanya satu berbanding
- 10. Zakat merupakan bahagian dari infak
- di jalan Allah. Allah janjikan bagi yang
- berinfak di jalan Allah untuk
- menggantikannya sebanyak 700 kali lipat
- bahkan lebih daripada itu.
- H
- Allah berfirman, "Matalulladina
- yunfiquuna amwalahum fi sabilillah
- kamali habbatin
- ambat sabir."
- Perumpamaan orang yang menginfakkan
- hartanya di jalan Allah bagaikan seorang
- yang meletakkan satu butir melahirkan
- tujuh tangka.
- Fulli sumbulatin miatu habbat. Tiap
- tangkainya menghasilkan 100 butir.
- Wallahu
- liasya. Allah masih akan melipat
- gandakan bagi siapa yang dikehendaki.
- Wallahu wasiun alim. Sungguh Allah maha
- luas karunianya lagi maha tahu amal-amal
- hambnya.
- Jadi kalau seorang mengeluarkan zakat
- dari hartanya yang Allah anugerahkan
- kepadanya,
- maka Allah Subhanahu wa taala akan
- bersihkan hartanya, bersihkan juga
- jiwanya dari rasa tamak dan kikir.
- Dan Allah Subhanahu wa taala juga
- bersihkan dosa-dosanya.
- Ini yang akan membuat langkah-langkahnya
- dalam hidup menjadi mudah menuju
- kebaikan.
- Dan Allah Subhanahu wa taala juga bukan
- hanya sebatas itu. Allah akan
- menyuburkan dan melipat gandakan
- hartanya.
- Kalau dibandingkan dengan seorang yang
- menyimpan uangnya di bank dengan bunga
- deposito yang didapatkan setiap
- tahunnya katakan 10% saja dari R miliar
- dia mendapatkan R juta.
- Iya.
- Tidak ada artinya apa-apa dibandingkan
- dengan orang yang menyimpan,
- berinvestasi bersama Allah gantinya 700
- kali lipat.
- Berarti R miliar bisa berubah menjadi
- 700 miliar.
- Orang-orang Islam
- karena mereka kikir, Allah tidak berkahi
- suburkan harta mereka. Orang-orang di
- luar Islam tahu betul-betul bahwa
- berinfak ini akan membuat harta mereka
- berkembang. Mereka maju walaupun jauh
- dari keimanan. Kita umat Islam yang
- katanya beriman
- justru tidak mendapatkan rahmat
- keberkahan yang Allah janjikan. Karena
- apa? Karena kikir. H
- mereka mengeluarkan zakat seperti orang
- terpaksa, tercekik lehernya atau
- jantungnya mau keluar dari
- kerongkongannya.
- Itu yang menyedihkan. Kenapa?
- Apakah mereka betul-betul yakin beriman
- pada Allah dengan sikap semacam ini?
- Untuk dunia yang singkat mereka
- menimbun, untuk akhirat yang kekal
- abadi, mereka justru bersikap kikir.
- Kikirnya hanya akan merugikan dirinya
- sendiri.
- Nah, kalau kita lihat firman Allah dalam
- suratul bayyinah, wama umiru illa
- liya'budullaha
- muklisina
- lahuddina
- hunafa w umiru illa liya'budullah
- muklina lahuddina hunafaqimah
- wika
- mereka tidak diperintahkan
- kecuali untuk apa? untuk mengabdikan
- hidup mereka dengan penuh ketulusan
- semata-mata karena Allah subhanahu wa
- taala.
- Mukhlisina lahuddin dengan memurnikan
- ibadah mereka semata-mata untuk Al
- Allah.
- Jadi hidupnya ibadah ibadahnya dengan
- murni teruntuk Al.
- Itu yang Allah Subhanahu wa taala
- perintahkan dan itu pula orang-orang
- yang akan mendapatkan janji Allah.
- Sebagaimana Allah berfirman, "Wama
- khalaqtul jinna wal insa illa
- liya'budun." Tujuan dari penciptaan,
- tujuan dari penempatan kita di bumi
- untuk beribadah pada Allah. Berarti
- hidupnya orang yang beriman ibadah
- dengan seluruh aspek kehidupannya dalam
- bidang sosialnya, ekonominya bukan hanya
- sebatas dalam ritualnya,
- tapi hidupnya adalah pengabdian di jalan
- Allah.
- Kemudian mereka juga diperintahkan untuk
- mendirikan salat
- dan mengeluarkan zakat mereka.
- Itulah agama yang akan mengantarkan
- menuju kehidupan yang lurus dengan
- nilai-nilai hidup yang bersih, suci,
- murni, dan lurus.
- Dalam surah Makki Madaniah Allah
- berfirman, "Wa aqimus shah waatuz
- zakah." Betul tidak?
- Dirikan salat dan keluarkan zakat. Allah
- memilih kata ini baik dalam periode
- Makkah maupun dalam periode Madinah
- untuk merangsang orang-orang yang
- beriman
- h
- agar mereka tidak sayang. dalam
- berinfak. Karena itu akan menyuburkan
- harta mereka juga akan membuat amal
- mereka berlipat-lipat ganjarannya juga
- menghapuskan dosa mereka dan membuat
- hidup mereka betul-betul penuh dengan
- rahmat dan keberkahan dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- Tapi sayang
- mereka justru memilih sikap kikir yang
- akan merugikan mereka. Wam yabkal fama
- yabksi. Siapa yang kikir seperti kikir
- untuk dirinya.
- Nah, kemudian di samping kata zakat yang
- berarti suci dan subur yang begitu
- menjanjikan,
- ada kata lain yang dipergunakan Allah
- yaitu shodqah. Sh
- shodqah
- dan seodqah ini diturunkan Allah
- subhanahu wa taala dalam surah Taubah
- pada masa-masa akhir kehidupan Rasul di
- Madinah.
- Kenapa tidak mengatakan khud min
- amwalihim zakatan tapi shodqatan?
- Allah gunakan kata sodqah bukan kata
- zakat di sini.
- Karena kalau zakat orang mengeluarkan
- dengan janji Allah Subhanahu wa taala
- untuk mensucikan, membersihkan,
- menyuburkan mereka terpanggil.
- Orang-orang yang beriman dulu
- i
- pada masa-masa permulaan mereka
- jangankan mengorbankan harta,
- mengorbankan diri mereka, mereka siap.
- Tapi setelah umat Islam jumlahnya
- semakin besar dan meluas, he
- butuh aturan ya yang mengambil zakat
- mereka baik mereka mau tidak mau ya
- tugas tanggung jawab dari penguasa Islam
- untuk mengambil zakat mereka. Oleh
- karena itu Allah gunakan kata shodqah
- bukan gunakan kata zakat. Kh min
- amwalihim shodqataniruhum
- tuzakihim biha. Ambil dari sebagian
- harta mereka bukan semuanya.
- Sodqah itu artinya apa?
- Burhan, bukti akan keimanan dia.
- Oleh karena itu, dalam hadis yang makruf
- yang diriwayatkan dalam Sahih Muslim
- disebutkan
- asalatu nurun wasodqatu burhan.
- Salat itu cahaya yang menghubungkan hati
- kita dengan Allah dan sedekah itu bukti
- bahwa kita beriman.
- Hm.
- Jadi kh min amwarihim shodqatan ambil
- dari sebagian harta mereka shodqatan
- sebagai bukti bahwa dirinya memang apa
- telah tunduk kepada Allah beriman
- padanya
- tutiruhum yang akan mensucikan mereka
- tuzakihim biha yang akan mensucikan juga
- menyuburkan nikmat rahmat Allah yang ada
- pada mereka wasolli alaihim dan doakan
- mereka dengan selawat untuk mereka inak
- Selawat kamu wahai Rasulullah untuk
- mereka akan menengkeramkan hati mereka.
- Jadi Allah tidak gunakan kata zakah tapi
- gunakan kata sedekah agar setiap orang
- menyadari ya kalau dia tidak
- mengeluarkan berarti dia tidak beriman.
- H
- kalau dia keluarkan ini merupakan tasdik
- bukti bahwa dirinya adalah orang yang
- siap tunduk kepada Allah beriman
- padanya.
- [mendengus]
- Nah, kata sedekah di negeri kita kurang
- begitu beredar untuk zakat yang wajib.
- Betul gak?
- Iya.
- Sedekah biasanya digunakan untuk sesuatu
- yang dikeluarkan secara sukarela.
- Padahal justru sedekah yang wajib itu
- ya, zakat yang wajib itu Quran
- menggunakan kata sedqah.
- Maka tegas kalau kamu tidak keluarkan
- berarti kamu tidak beriman.
- Hm. Kalau kamu keluarkan pertanda bahwa
- kamu beriman. Dan di sini Allah gunakan
- kata khud agar penguasa mengambil
- baik dengan ikhlas maupun dengan paksa.
- Karena yang menyangkut hak-hak fuqara
- wal masakin bukan hak pejabat
- pemerintah.
- Untuk menutupi kebutuhan gaji
- pemerintah, pejabat negara diambil dari
- zakat. Ini zalim luar biasa.
- Jadi kata sedekah di sini ya merupakan
- satu infak yang dikeluarkan oleh seorang
- muslim sebagai bukti keimanan dia kepada
- Allah Subhanahu wa taala.
- Tapi pada periode Makkah cukup dengan
- kata zakat. Orang terpanggil
- berlomba-lomba untuk mensucikan diri
- mereka dan juga mendapatkan janji Allah
- menyuburkan harta mereka.
- Kemudian di samping kata sodqah, kata
- zakat, ada kata infak.
- Infak ini ya merupakan kata yang
- mencakup kedua-duanya. Mencakup sodqah,
- mencakup juga apa?
- Mencakup juga zakat.
- Dalam suratul baqarah, para sahabat
- bertanya pada Rasul, "Yas'alunaka
- yunfiquun."
- Mereka bertanya, "Apa yang mereka harus
- infakkan?"
- Allah tidak menjawab apa, tapi Allah
- menerangkan siapa yang pertama berhak
- menerima infak kita. Karena memahami
- siapa yang berhak tidak kalah pentingnya
- dengan kita menginfakkan harta kita.
- Qul ma anfaqtum min khairin falil
- waridaini wal aqrabin wal yatama wal
- masakin wnil w taf'alu min khairin
- fainnallaha bihi alim.
- Katakan apa yang kamu infakkan dari
- kebaikan yang pertama harus mendapatkan
- perhatian kamu tuh alwaridin. Dua orang
- tua
- h
- bukan zakat dulu. Dua orang tua dulu
- yang telah membesarkan kita, berkorban
- untuk kita. Mereka lebih dulu harus
- mendapatkan perhatian kita.
- Kalau hanya cukup untuk membantu mereka,
- kebutuhan mereka, tidak ada kelebihan,
- kita belum wajib zakat.
- Di samping kedua orang tua, al-aqrabin,
- orang yang paling dekat dengan kita.
- Jangan mereka menyaksikan nikmat Allah
- ya tercurah pada kita. Mereka tidak
- mendapatkan apa-apa. Malah orang yang
- jauh yang mendapatkan perhatian. Jadi
- para kaum kerabat itu lebih berhak untuk
- mendapatkan infak kita dengan syarat
- yang diinfakkan buatkan uang negara,
- tapi uang pribadinya. Kalau uang negara
- mereka enggak punya hak untuk memberikan
- apa? uang negara kepada
- kerabat dan keluarganya.
- Kecuali kalau gaji dia.
- Wal yatama wal masakin. Begitu pula
- untuk anak-anak yatim. Apalagi kalau
- yatim dari kerabat kita. Wal masakin.
- Orang-orang miskin yang susah tapi malu
- untuk menyatakan mereka butuh dan
- meminta. Kemudian wabnil dan ibnus sabil
- yang melakukan perjalanan kehabisan
- bekal di jalan. Baik mereka yang
- menuntut ilmu ya atau melakukan
- perjalanan kemudian mengalami mereka
- mengalami kecobaan sedangkan bekal
- mereka habis. Itu menjadi tanggung jawab
- setiap muslim untuk membantu mereka.
- Berulang kali Allah sebutkan dalam
- Al-Qur'an. W taf'alu min khairin
- fainnallaha bihi alim. Apa yang kamu
- infakkan dari kebaikan, Allah maha tahu
- apa yang kamu keluarkan. Jadi kata infak
- ini Kang Rizal mencakup sedekah,
- mencakup zakat.
- H
- baik infak untuk kedua orang tua kita,
- untuk anak kita, untuk kerabat kita,
- atau infak yang wajib yaitu zakat yang
- kita keluarkan
- sesuai dengan jenis harta kita. Kalau
- pertanian pada saat panen, kalau profesi
- ya dengan sendirinya yang terbaik kita
- keluarkan kalau kita menerima gaji dari
- pekerjaan kita, kita keluarkan setiap
- bulannya.
- Begitu menerima gaji, kita keluarkan
- kebutuhan kita. Kemudian kita keluarkan
- yang wajib Allah wajibkan atas harta
- kita.
- Kalau pertanian dikeluarkan 10% hingga
- 5% seharusnya profesi juga sama.
- H
- pertanian yang dikeluarkan hasil bukan
- tanahnya. Nah, profesi juga kita
- diberikan ilmu, diberikan karunia
- macam-macam oleh Allah Taala.
- Menghasilkan maka hasilnya keluarkan.
- Kalau kotor 5%, kalau bersih 10%.
- Seperti petani kalau disiram dengan air
- hujan dan sungai mereka keluarkan 10%.
- He.
- Kalau disirami dengan tenaga dan biaya
- mereka keluarkan 5%.
- Bukan 2,5%. Itu sikikir yang tidak
- berpikir untuk akhirat.
- Jadi kita lihat bagaimana perintah Allah
- Subhanahu wa taala dalam suratul
- baqarah. Ya ayyuhalladzina amanu anfiqu
- min thyibati ma kasabtum wimma akhrojna
- lakum. Wahai orang yang beriman,
- infakkanlah sebahagian dari hasil usaha
- kalian yang thayib.
- H
- kalau yang haram dihentikan, bukan
- dikeluarkan zakatnya. Dan juga dari
- hasil bumi yang kami keluarkan bagi
- kalian. Dengan sendirinya bertambah
- maju manusia yang dikeluarkan dari hasil
- bumi bukan terbatas hanya pada
- sayur-mayur, buah-buahan, tapi nekel,
- tima, tembaga. Semua ini merupakan
- tambang. Begitu juga batu bara yang
- mengharuskan apa? Yang mengharuskan
- pengelolanya untuk mengeluarkan
- kewajiban.
- Biasanya harta-harta semacam ini masuk
- dalam harta karun yang dikeluarkan 20%
- bukan 10%.
- He.
- Dan 20% ini kembali ke mana? Bukan ke
- pejabat, kembali juga kepada rakyat,
- bukan kembali kepada peja
- pejabat
- pejabat.
- Jadi infakkan hasil-hasil
- sebagian hasil yang kalian dapatkan dari
- usaha kalian yang thayib dan apa yang
- kami keluarkan bagi kalian dari hasil
- bumi. Jangan si fulan bersenang-senang
- menguasai memonopoli hasil batu barat
- nekel dan lain sebagainya t mereka tidak
- keluarkan kewajibannya. Nah kewajibannya
- itu sebanyak 20% sebagaimana ringkas.
- Nah, kita lihat pada ayat ini, infak
- menunjuk ke mana?
- Menunjuk kepada
- zakat yang wajib.
- Karena perintahkan, infakkan sebagian
- yang kami keluarkan. Infakkan sebahagian
- dari hasil usaha kalian yang baik dan
- sebahagian dari hasil bumi yang kami
- keluarkan bagi kalian. [berdehem]
- Jadi, kata infak, zakat dan sedekah
- jelas bagi kita semua.
- Nah, Kang Rizal, kita bicara sekarang
- mengenai shodqatul fitri. Dulu
- dikenalnya shodqatul fitri, bukan
- zakatul, tapi sodqatul fitri.
- Fitri.
- Sodqatul fitri ini khusus bagi sedekah
- yang diambil dari orang yang mampu pada
- saat menjelang lebaran.
- Kemudian dibagikan untuk orang-orang
- yang tidak mampu agar mereka bisa ikut
- bersenang-senang pada hari raya Idul
- Fitri. Oleh karena itu namanya shodqatul
- fitriq
- allati minalqid
- itu seodqah yang diambil dari si kaya
- diberikan kepada yang tidak mampu untuk
- mengajak mereka dapat ikut serta
- menikmati suasana hari raya Idul Fitri.
- [berdehem]
- [mendengus]
- Jelas? Nah, kemudian berapa yang harus
- dikeluarkan? Dengan sendirinya tiap
- orang mengeluarkan tergantung jenis
- makanan yang dimakan pada saat lebaran,
- bukan hari biasa.
- Hmm.
- Kalau hari-hari biasa ya dia membayar
- fidyah sesuai apa yang dimakan pada hari
- biasa. Tapi kalau sodqatul fitri itu
- sedekah yang diambil dari si kaya
- diberikan kepada si miskin agar mereka
- juga bisa menikmati suasana lebaran.
- [mendengus]
- Sedih kalau kita lihat orang-orang yang
- tidak mampu menonton, menyaksikan orang
- kaya, makan di rumahnya dengan berbagai
- macam menu. Belum lagi anaknya
- mendapatkan hadiah dari
- keluarga-keluarganya,
- sedangkan yang miskin hanya menggigit
- jari mereka.
- Oleh karena itu, Rasulullah tetapkan
- sodqatul fitri di sini. Kalau dulu zaman
- Rasul, kehidupan masih amat sederhana.
- Hm.
- Sahabat Nabi asal bisa mendapatkan
- gandum untuk membuat roti, itu sudah
- merupakan kebahagiaan buat mereka.
- Jadi kalau orang bisa bikin roti untuk
- lebaran, ada lauk sedikit, sudah
- kebanggaan, kebahagiaan buat mereka.
- Kalau sekarang berbeda.
- Sekarang orang lebaran masak ketupat.
- Betul gak? Kemudian mereka juga masak
- daging. Pookya sapi atau kambing atau
- ayam atau bebek.
- semuanya membutuhkan biaya
- untuk katakan kelapanya sudah berapa,
- cabainya juga cukup mahal kalau lebaran.
- Kalau lebaran Cina barang-barang murah,
- bandeng-bandeng yang besar-besar menjadi
- murah, ada doorpress, ada juga diskon.
- Tapi herannya begitu masuk ke lebaran
- Islam, kenapa umat Islam justru
- menaikkan harga barang pada saat itu?
- Hm.
- Jadi sodqatul fitri itu dari setiap
- orang seharusnya yang mencerminkan apa
- yang dia makan di hari lebaran. Apa yang
- dia makan di hari
- lebaran.
- Lebaran bukan pada hari biasa. Jadi
- seandainya kita di rumah katakan ada
- suami, ada istri, ada anak dua, empat
- orang kan.
- Hm.
- Apa yang kita makan kira-kira pada saat
- lebaran? Ada sapi, ada ayam. Ya, katakan
- dibikin opor dihitung berapa biaya
- bumbunya, berapa biaya apa, berapa biaya
- katakan ayamnya sama dagingnya.
- He
- dihitung keseluruhannya. Kemudian mereka
- berikan katakan empat orang, tiap orang
- berasnya katakan 3 lit 1 ya atau 5 lit.
- Kumpulkan kali 4 berapa? 4 * 3 12 lah
- katakan. Nah, setelah itu sediakan uang
- untuk beli ayam, beli daging, dan bumbu
- untuk satu keluarga.
- Tidak hanya beras ya,
- bukan hanya beras. Masa lebaran makan
- beras saya kayak kuaci.
- Jadi setiap orang mengeluarkan kewajiban
- katakan 3 liter atau 4 liter beras
- kemudian sediakan untuk beli minyaknya,
- beli cabainya, beli bumbu-bumbunya
- supaya dia bisa tersenyum bersama
- anaknya
- sebagaimana senyuman yang dirasakan
- orang-orang kaya. Itu yang harus
- dilakukan kan.
- Dan sodqatul fitri ini tidak sama sekali
- diwajibkan untuk orang yang enggak
- mampu.
- Jadi yang enggak mampu justru menerima
- bukan mengeluarkan. Dan itu bukan pajak
- kepala. Kalau dia tidak keluarkan,
- dia tidak akan diterima ibadah puasanya
- sama sekali. Tidak.
- Itu zakat khusus yang diambil dari yang
- kaya, diberikan kepada yang miskin untuk
- bisa tersenyum, bergembira, berbahagia
- bersama yang kaya dalam menikmati
- suasana Idul Fitri.
- Sayidina Umar dalam riwayat Nasai kalau
- tidak salah apa Tirmidzi saya lupa.
- Beliau mengatakan fakana min yuk min
- aqidan min e burin
- min syari syair. Di antara kita ada yang
- mengeluarkan satu sh
- ukuran kayak 3 lit seteng begitu.
- Satu sh dari apa?
- Sh min tamrin dari kurma. kurma min apa
- min aqib satu sh susu kering yang
- dikeringan
- min burrin atau min syair atau satu sok
- gandum
- h
- pada saat itu orang enggak bikin ketupat
- betul enggak enggak masak-masak malam
- cukup dikasih malam lebaran buat mereka
- sudah gembira
- kalau sekarang dikasih malam lebaran
- kapan masaknya
- iya
- betul gak palingnya satu hari sebelum
- lebaran dia sudah merasa alhamdulillah
- punya buat dagingnya kemudian punya buat
- buat ketupatnya. Kemudian juga apa? Dia
- punya paling enggak pegangan untuk beli
- bumbunya.
- Nah, baru mereka bisa menikmati suasana
- lebaran itu sodqatul fitnah.
- Tapi berbeda dengan zakat mal. Kalau
- zakat mal ini merupakan zakat yang
- diambil dari perputaran uang kita.
- Katakan kita berusaha selama setahun,
- baik dalam perdagangan atau katakan
- umpamanya dalam ee ee apa namanya?
- peternakan atau pertanian.
- Kalau pertanian dikeluarkan pada saat
- panen, nah profesi yang dikias ke
- pertanian karena masing-masing
- dikeluarkan hasilnya juga diambil pada
- saat panen. Jadi kalau seorang bekerja
- di BI mendapatkan gaji R10 juta,
- gaji tersebut mencukupi keluarganya,
- langsung dipotong gaji tersebut.
- Langsung dipotong
- gaji tersebut.
- Gaji tersebut kalau kotor 5%.
- Kalau bersih 10 per 10%.
- Kalau kita berikan langsung lebih baik
- daripada tunda setahun kemudian.
- Karena uang banyak kakinya. Begitu
- ditunda nanti mau beli ini, mau beli
- itu, akhirnya zakat enggak keluar sama
- sekali.
- Dan orang kaya, orang miskin juga
- makannya kan enggak setahun sekali.
- Makannya tiap hari.
- Jadi kalau bisa begitu kita dapat gaji,
- kita langsung sisihkan untuk kebutuhan
- kita. Kemudian keluarkan 10% dari
- pendapatan bersih setelah dikeluarkan
- kebutuhan kita atau 5% dari total
- pendapatan kita.
- Hm. Pada zaman Nabi delapan golongan itu
- yang berhak menerima zakat terpenuhi.
- Fuqara wal masakin wal amirin wal
- muallafati qulubuhum wafirqab wal
- garimina wa fisabilillah. Yang berhutang
- dibayarkan hutangnya. Berjuang di jalan
- Allah.
- Sekarang jangankan mencukupi delapan
- golongan yang fuqara wal masak tidak
- bisa tercukupi. Kenapa? Banyak orang
- tidak mengeluarkan zakat atau kalau
- mengeluarkan zakat yang dikeluarkan
- tidak seperti yang dicontohkan oleh Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam.
- Jadi zakat mal tergantung jenis usaha
- kita. Kalau pertanian
- dengan
- hasil panennya. Kalau peternakan dengan
- sendirinya e katakan berputar selama 1
- haul 1 tahun.
- Begitu juga perdagangan.
- Nah, berkaitan dengan yang wajib
- dikeluarkan. Sebetulnya kalau 2,5% itu
- berlaku untuk emas perak yang kita
- simpan. Adapun kalau usaha yang bergerak
- tidak pantas dikeluarkan 2,5%.
- Dari hasil usaha itu kan dia makan, dia
- minum kan. Kemudian terjadi pertumbuhan,
- perkembangan seharusnya dikeluarkan yang
- pantas.
- Bagaimana dengan nisab zakatnya, Ustaz?
- Berkaitan dengan nisab zakat apa?
- Zakat mal, zakat semuanya, Ustaz.
- Zakat mal macam-macam. Profesi juga
- bahagian dari zakat mal.
- Kita akan tahu dalam suratul baqarah
- setelah Allah menjelaskan siapa yang
- paling berhak menerima
- ee infak kita sebagai prioritas. Setelah
- itu Allah jelaskan wasalun yunfiquun
- qulilwa. Mereka bertanya padamu apa yang
- mereka mesti infakkan. Dijawab alafwa.
- Di saat kamu cukup dan punya kelebihan
- berarti kamu sudah orang yang wajib
- berzakat.
- Hmm. Iya. Iya. Jadi kalau memang dia
- orang yang punya pendapatan penghasilan
- cukup,
- punya kelebihan, maka dia punya
- kewajiban untuk berzar.
- Jadi berbeda-beda, Ustaz, ya. Tidak
- sama, ya.
- Iya. Kalau katakan gaji dia R juta, dia
- butuh cuma R juta. Yang R juta keluarkan
- 20% karena kotor kan?
- Iya.
- Bersih. Atau keluarkan katakanya 5% atau
- 10% dari pendapatan dia. Enggak ada
- artinya. Kalau dia simpan untuk dunia,
- singkat. Kalau dia simpan untuk akhirat
- kekal dan abadi. Jangan kita hanya
- berpikir untuk diri kita bersifat egois,
- tapi perhatikan orang di sekeliling
- kita. Betapa indahnya kalau kita
- menyaksikan orang-orang miskin tersenyum
- di saat mendapatkan belayan perhatian
- dari si kaya. Nah, zakat profesi diambil
- setiap bulan. Begitu pula zakat
- pertanian setiap kali panen. Kemudian
- kalau zakat perdagangan biasanya
- berputar selama 1 tahun. tutup buku
- dihitung berapa modal, berapa
- keuntungan. Tapi kita ingat di tengah
- jalan kan dia makan juga dari hasil
- keuntungannya.
- He.
- Oleh karena itu kalau dia keluarkan dari
- hasil perdagangan 10% itu akan banyak
- membantu fuqara wal masakin, orang yang
- membutuhkan modal. Tapi kalau 2,5%
- 2,5% 97,5%
- ya katakan dihabiskan untuk berforia,
- bersenang-senang. yang 2,5% dibagikan ke
- sekian banyak orang-orang miskin. Di
- mana keadilan?
- Nah, fikih-fikih kita pada zaman dahulu
- sebetulnya sudah banyak yang harus
- diluruskan, disesuaikan dengan kondisi
- keadaan ekonomi saat ini. Zakat profesi
- pada masa Nabi enggak ada, tapi Quran
- sebutkan
- anfiqu thyibati ma kasabtum. Pada zaman
- Nabi hal ini belum apa? belum belum
- menonjol seperti saat ini di mana uang
- berputar dalam bidang jasa itu lebih
- besar daripada apa? Uang yang berputar
- dalam sektor pertanian ya
- atau sektor peternakan.
- Tapi kalau sekarang di bidang jasa ini
- uang yang berputar bisa mencapai 75%.
- Termasuk adsense dari media sosial Ustaz
- ya, YouTube, Facebook gitu ya. Itu
- termasuk jasa, Ustaz.
- Iya. Semua yang berhubungan dengan jasa
- diperkirakan uang yang berputar itu
- lebih daripada 75%.
- Jadi enggak adil dong orang-orang fakir
- miskin yang menjadi amanat di atas
- pundak kita kita abaikan. Sedangkan kita
- hidup bereforia, bersenang-senang ganti
- mobil, ganti ini, ganti itu. Mau ke
- mana? Pada akhirnya kamu akan berakhir
- di liang lahad. Sedangkan yang kuasa
- menyelamatkan kamu adalah Allah
- Subhanahu wa taala. Nah, kalau kamu
- ingin diselamatkan Allah, kewajiban
- berinfak jangan dilupakan. Jadi kalau
- salat cahaya, sedangkan sedekah ini
- bukti akan keimanan keislaman kita.
- Jadi, kita harapkan Kang Rizal umat
- Islam ini terpanggil betul-betul apa?
- Dari dalam dirinya, bukan paksaan dari
- luar
- untuk bersikap darmawan, membantu
- sesamanya, menolong saudaranya dan pasti
- Allah tidak akan sia-siakan
- di dunia. Allah akan lipat gandakan di
- hari akhirat nanti insyaallah akan
- dikumpulkan bersama nabinya Muhammad
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam.
- Baik, kita lanjutkan, Ustaz, ya.
- Sedikit satu lagi, ya.
- Baik, selanjutnya masih terkait zakat ee
- mengenai zakat fitrah, Ustaz. Apakah
- hasil zakat fitrah ini bisa dialihkan
- juga untuk pembangunan masjid? Kebetulan
- kami sedang ada perbaikan dan kurang
- dananya.
- Mohon penjelasannya, Ustaz. Terima kasih
- dari Pak Akim.
- Tidak boleh sodqatul fitri dikeluarkan
- untuk kebutuhan lain. H.
- Oleh karena itu namanya pun sodqatul
- fitri. Sodqah yang dikeluarkan untuk
- kebutuhan Idul Fitri. Jadi masjid yang
- mengumpulkan sodqatul fitri tidak boleh
- menyimpannya tapi bagikan langsung untuk
- mereka-mereka yang membutuhkannya agar
- dapat menikmati hari raya bersama-sama.
- Nah, kalau zakat mal kalau zakat mal
- H. Tapi di Indonesia ini pada umumnya
- zakat mal kurang begitu viral dan
- populer. Yang populer sodqatul fitri.
- Betul gak?
- Zakat mal belum maksimal dikeluarkan.
- Masih banyak orang Islam yang kikir
- lebih suka sama dunia daripada akhirat.
- Lebih suka panggilan hawa nafsunya
- daripada kabar gembira yang datang dari
- Allah Subhanahu.
- Karena zakat fitrah mungkin sedikit,
- Ustaz, ya. Jadi,
- iya
- tidak berat.
- Betul. Orang kita ini paling susah kalau
- berhadapan dengan cobaan uang. Iya.
- Begitu dicoba dengan uang banyak yang
- bergeser.
- Satu lagi,
- apakah barang dagangan yang belum laku
- dan berjumlah besar wajib dizakati? Jika
- iya, berapa, Ustaz, dari hamba Allah?
- Kita di saat berdagang, maka harta kita
- ya yang belum terjual sama yang sudah
- terjual dihitung keseluruhannya berapa.
- H. Jadi harta kita yang masih belum
- laku, katakan kita tutup buku masih
- dalam bentuk barang R miliar
- yang sudah terjual katakan R miliar itu
- disatukan menjadi satu kemudian
- dikeluarkan
- dikeluar
- keluarkan.
- Nah, yang dikeluarkan di sini dengan
- sendirinya ya ada orang mengatakan 2,5%
- dari keuntungan saja katanya.
- Hm. bukan dari seluruhnya.
- Sebetulnya
- ya dengan 2,5% yang kurang itu kalau
- diambil dari keseluruhan harta miliknya
- masih belum cukup.
- Masih belum cu
- belum cukup.
- 2,5% dibagi untuk sekian banyak orang.
- Sisanya untuk satu dua orang.
- Oleh karena itu, harta yang masih dalam
- berbentuk barang sama cash flow
- dalam bentuk uang disatukan. Kemudian
- dikeluarkan,
- at least dia keluarkan 5%. Kalau bisa
- 10% itu lebih afgala bisa 20% fabiha w
- nikmat. Insyaallah di surganya pun bukan
- di kelas-kelas apa bukan di kelas-kelas
- deck, tapi insyaallah di first class.
- Semua tergantung pada pikirannya,
- kesadarannya.
- Ustaz, izin Ustaz satu lagi nih dari Bu
- Evi di Serpong ini. Apakah boleh ee
- zakat ini diberikan kepada ponakan?
- karena ayahnya sudah wafat dan juga
- bagaimana kita menentukan lembaga yang
- terpercaya untuk menyalurkan zakat.
- Ustaz,
- kita
- dengan sendirinya sebelum keluar yang
- dekatnya itu lebih utama.
- Keponakan kita bisa berikan dari zakat
- kita.
- Apalagi yatim, Ustaz, ya.
- Iya.
- Istri boleh memberikan zakat untuk suami
- karena istri tidak wajib nafkah pada
- suaminya. Tapi suami enggak boleh
- sekali-kali memberikan zakat pada
- istrinya. Suami memberikan nafkah dari
- uangnya untuk istrinya. Tapi kalau istri
- tidak punya kewajiban memberikan nafkah,
- dia boleh berikan zakat untuk suaminya.
- Kalau suami tidak mampu, nanti suaminya
- gunakan untuk makan dalam lebaran atau
- makan bersama-sama enggak ada masalah.
- Masyaallah.
- Apalagi ponakan. Ponakan, sepupu, paman,
- biber
- infak kita,
- tapi mereka berhak untuk menerima zakat
- dari harta kita. Karena mereka
- orang-orang yang diamanatkan Allah
- masakin.
- Kedua orang tua kerabat terdekat.
- Kemudian baru apa? Baru anak-anak yatim
- orang miskin dan ibnus sabir yang
- kehabisan bekal.
- Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah. Insyaallah kita berjumpa kembali
- esok pagi ya. Iya, insyaallah
- kira-kira pukul 093,
- begitu pula hari Sabtu bisa insyaallah.
- Insyaallah, Ustaz.
- Mudah-mudahan sama-sama kita ee diskusi,
- bertanya jawab, mudah-mudahan dapat
- meningkatkan kualitas puasa kita.
- Amin. Amin.
- Menambah ilmu kita dan Allah ampuni
- dosa-dosa kita semuanya.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaika walu minkum. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih. Jazakumullah
- kirin
- atas yang telah memberikan ee
- jawaban-jawaban dari pertanyaan dari
- ikhwan-akhwat yang dikirimkan ya. Mohon
- maaf yang belum sempat kita bacakan.
- Insyaallah Ustaz memberikan kesempatan
- lagi besok Ustaz ya. Semoga tidak
- halangan ataupun Sabtu nanti.
- Silakan Inawat bisa mengirimkan kembali
- pertanyaan-pertanyaannya. Akhirnya e
- saya Rizal Hak dan juga ada kameramen
- Bang Ondi dan juga Bang Ali undur diri.
- Billah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.