Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
2:08 Rasul TV 2:31 Bismillahirohmanirohim, 2:32 alhamdulillahirobbil alamin sholat 2:34 wassalam ala nabi mustofa wa ala alihi 2:37 wasahbihi ala sidik wal wafa, 2:39 assalamualaikum warahmatullahi 2:40 wabarakatuh ikhwan akhwat yang dirahmati 2:42 Allah subhanahu wa taala, apa kabar? 2:44 Semoga dimanapun ikhwan akhwat berada 2:46 selalu dalam lindungan dan inayah dari 2:49 Allah subhanahu wa taala dan kami 2:51 ucapkan selamat datang ikhwan akhwat di 2:53 acara renungan di bawah naungan Alquran 2:55 bersama Ustadz Husein Alatas 2:58 dan alhamdulillah Ustadz Husein sudah 3:00 membersamai kita di studio, 3:02 assalamualaikum Ustadz Waalaikumsalam 3:04 warahmatullahi 3:06 sehat Ustadz ya alhamdulillah 3:07 alhamdulillah alhamdulillah, ikhwan 3:09 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 3:10 taala, hari ini kita akan berdiskusi 3:13 mengenai beberapa hal namun sebelum itu 3:16 mari sama-sama ikhwan akhwat kita buka 3:18 dengan membaca ummul quran surat Al 3:21 Fatihah 3:24 audzubillahiminasyaitonirojim 3:30 bismillahirohmanirohim 3:36 alhamdulillahirobbil 3:39 alamin 3:42 arrahmanirrahim 3:47 maliki yaumiddin 3:51 iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in 3:58 ihdinashirotol 4:00 mustaqim 4:02 shirotol ladzina an'amta alaihim 4:07 ghoiril maghdubi alaihim waladholin 4:19 alhamdulillahirobbil alamin semoga dari 4:20 bacaan Al Fatihah tadi Allah bukakan 4:22 pintu rahmat, pintu hidayah dan pintu 4:24 taufik untuk ikhwan akhwat sekalian dan 4:26 juga untuk kami para kru dan Ustadz 4:28 Husein Alatas ikhwan akhwat yang 4:31 dirahmati Allah subhanahu wa taala kali 4:32 ini kita akan berdiskusi mengenai Ustadz 4:36 mengenai pencarian jati diri 4:39 jadi 4:41 bagi ikhwan akhwat yang ikut yang ingin 4:43 ikut berdiskusi 4:44 silakan juga kirimkan pesan WhatsApp ke 4:46 08111999720 4:50 atau bisa telepon langsung ke 0218451512 4:55 jadi Ustadz 4:57 eh 4:58 banyak kegelisahan dari anak-anak seusia 5:02 ana mungkin di bawah ana sedikit adalah 5:06 bagaimana mereka mencari jati diri 5:09 mencari identitas mereka 5:11 bahkan 5:12 mencari tujuan hidup mereka sementara di 5:16 dalam Alquran Allah subhanahu wa taala 5:18 berfirman wama kholaqtul insa wal jinna 5:21 illali ya'budun tidaklah aku menciptakan 5:23 jin dan manusia 5:25 kecuali eh untuk beribadah 5:29 kepada Allah subhanahu wa taala nah 5:31 bagaimana kita memaknai peribadatan ini 5:34 Ustadz apa makna ubudiyah sejatinya 5:36 Ustadz supaya kita bisa anak-anak muda 5:39 ini bisa memahami Ustadz makna dari 5:41 ubudiyah atau sebagai tujuan hidup kita 5:46 audzubillahiminasyaitonirojim 5:50 bismillahirohmanirohim 5:52 alhamdulillahirobbil 5:54 alamin 5:55 allahumma sholli wasallim wabarik ala 5:58 abdika warosulika 6:01 sayyidina wa nabiyina Muhammadin 6:07 waala alihi toyibin wasohabatihil 6:10 ghurril mayamin watabiina 6:13 lahum biihsanin ilaa yaumiddin 6:18 allahummahdina subulassalam waakhrijna 6:21 minadzulumati ilannur 6:27 wahdina ilashirotikal mustaqim waj'alna 6:31 hudatan muhtadin 6:34 walataj'alna 6:37 dholina mudholin birohmatika ya 6:40 arhamarrohimin amin ya rab 6:46 amma ba'du 6:48 ikhwan akhwat pendengar pemirsa radio 6:51 TV silaturahim yang dirahmati Allah 6:55 pada pagi hari ini alhamdulillah kita 6:58 ditemani oleh saudara kita Ustadz Isa 7:02 bin Ahmad Alkaf 7:05 ditemani oleh Neza Yusuf 7:08 dan seluruh keluarga besar Rasul 7:13 seluruh kaum muslimin dan muslimat 7:17 yang sama-sama sedang menjalani ujian 7:19 dalam kehidupan dunia ini 7:23 yang kelak kita semua akan dikumpulkan 7:25 di hadapan Allah subhanahu wa taala 7:28 untuk melihat rapor-rapor 7:31 amal kita semua 7:34 apa yang kita akan jumpai di sana 7:38 tergantung apa yang kita lakukan dalam 7:40 kehidupan dunia ini 7:43 oleh karena itu dalam hadis qudsi Allah 7:45 subhanahu wa taala berfirman sebagaimana 7:48 yang diriwayatkan dari nabi kita 7:50 Muhammad sallallahu alaihi wa alihi 7:52 wasallam 7:53 ketika Allah mengumumkan di hadapan 7:56 hamba-hambanya 7:58 ya ibadi 7:59 innama hiya a'malukum uhsiha lakum 8:05 wahai hamba-hambaku 8:07 sesungguhnya yang terkumpul di hadapan 8:09 kalian 8:11 yang ada pada kitab kalian 8:13 adalah amal yang dulu kalian kerjakan 8:16 aku hanya mengumpulkannya bagi kalian 8:19 faman wajada khoiron falyahmadillah 8:22 siapa-siapa 8:24 yang menjumpai balasan yang baik maka 8:27 hendaklah dia bersyukur memuji Allah 8:29 subhanahu wa taala 8:31 karena tanpa bimbingan tuntunan dan 8:33 taufik dari Allah mustahil 8:36 di hadapan cobaan yang begitu besar 8:39 bujuk rayu setan tak mungkin kita akan 8:42 selamat 8:43 dan tidak mungkin kita akan dapat 8:45 melakukan 8:46 amal-amal kebaikan 8:49 jadi walaupun kita berusaha tapi usaha 8:51 kita tanpa didukung oleh Allah mustahil 8:56 tapi sebaliknya waman wajada ghoiro 8:58 dzalik adapun yang menjumpai 9:00 kebalikannya 9:01 falayarumanna illa nafsah jangan dia 9:03 menyalahkan Allah menyalahkan takdir 9:05 Allah 9:06 karena apa 9:08 karena dalam perjalanan hidupnya dia 9:09 mengisi dengan amalan-amalan yang buruk 9:14 akhirnya dia menjadi teman dan wali 9:16 setan 9:18 dia meninggalkan Allah 9:20 Allah tidak dirugikan tapi dia yang 9:22 merugi karena percaya kepada janji-janji 9:24 palsu setan yaiduhum wayumannihim 9:28 wamayyaiduhumussyaithonu 9:29 illa ghurura 9:31 setan menjanjikan mereka 9:34 juga membuat mereka 9:36 membumbung di tengah-tengah angan-angan 9:38 yang indah padahal semua janji setan 9:40 adalah palsu 9:43 oleh karena itu dalam surah Ibrahim 9:46 Allah berfirman mengisahkan ucapan setan 9:49 di hadapan para pengikutnya di hari 9:52 kemudian nanti 9:54 ketika Allah telah memutuskan 9:56 keputusannya. 9:57 Wa qala syaitan. 9:59 Lamma qudiyal amru, innallaha wa'adakum 10:03 wa'adal haqqi wa wa'adtukum 10:05 faakhlaftukum. 10:08 Syaitan 10:09 berkata kepada para pengikutnya. 10:12 Karena pengikutnya menyalahkan dia yang 10:14 menyesatkan mereka, syaitan menjawab. 10:16 Dulu Allah 10:18 menjanjikan kalian janji yang hak, yang 10:21 benar. 10:22 Kalian tidak 10:24 sama sekali percaya. 10:26 Tidak mengikuti. Sedangkan saya 10:28 menjanjikan kalian dengan janji palsu, 10:30 kalian percaya dan kalian ikut saya. 10:35 Wa ma kana liya alaikum min sultanim 10:37 illa an da'autukum. 10:39 Saya enggak punya kekuasaan maksa 10:40 kalian, cuma mengajak. 10:43 Kalian menyambut. 10:45 Maka pada hari ini ma ana bi musyrikikum 10:47 wa ma antum bi musyrikin. 10:49 Saya enggak bisa menolong kalian, kalian 10:51 juga enggak bisa menolong saya. 10:54 Kalau saya memaksa kalian, patut kalian 10:56 beralasan. Saya cuma membujuk, mengajak. 11:00 Kalian menyambut, sedangkan Allah yang 11:02 mengajak, menjanjikan kalian dengan 11:04 janji yang hak, kalian tidak percaya. 11:08 Jadi kita semua para ikhwan akhwat 11:11 sedang menjalani ujian dalam kehidupan 11:14 dunia. 11:15 Jadi jangan kita merasa puas dengan 11:17 keberhasilan kita 11:19 dalam bidang materi 11:21 bangga dengan kedudukan 11:24 beriforia dengan harta yang kita miliki, 11:27 karena semua itu bagian dari ujian. Yang 11:30 kelak Allah akan bertanya tentang umur 11:32 kita, bagaimana kita mempergunakan 11:35 tubuh kita 11:37 bagaimana kita menghabiskan masa-masa 11:40 muda, kekuatan kita hingga kita berada 11:42 pada usia tua 11:44 kemudian meninggalkan dunia. 11:46 Begitu pula tentang harta, dari mana 11:49 kita dapat? 11:50 Lalu ke mana kita pergunakan? Ini akan 11:53 menjadi pertanyaan yang berat. 11:56 Bukan hanya dari mana kita berusaha, 11:58 tapi di mana kita tempatkan harta kita. 12:01 Yang keempat, tentang ilmu yang Allah 12:03 ajarkan. 12:04 Bagaimana kita mempergunakan ilmu 12:06 tersebut? Apakah untuk keridhoan Allah? 12:10 Untuk berbuat kebaikan, menolong sesama 12:12 hamba Allah, juga untuk memperjuangkan 12:15 agamanya. 12:16 Apakah kita menggunakan ilmu kita hanya 12:19 untuk tujuan duniawi semata? 12:25 Dengan ini 12:27 kita 12:28 menyadari bahwasanya kehidupan bukan 12:31 permainan. 12:32 Kalau dunia dan kesenangannya 12:34 adalah kesenangan yang mempermainkan 12:36 kita, terkadang kita dibuat menangis 12:38 tersedu-sedu 12:40 terkadang kita tertawa terbahak-bahak 12:43 terkadang kita tersenyum gembira, 12:46 terkadang kita bermuram durja 12:48 ya. 12:49 Itu sebetulnya merupakan apa? Merupakan 12:53 hal-hal yang mempermainkan perasaan 12:56 kita. 12:57 Kehidupan dunia yang merupakan ujian dan 12:59 cobaan yang mempermainkan perasaan kita. 13:03 Kalau kita menjadikan dia sebagai 13:04 tujuan, maka kita akan terombang-ambing 13:06 dalam permainan dan kelalaian. 13:09 Oleh karena itu kita betul-betul harus 13:11 serius, bukan berarti 13:14 tanpa ada sama sekali kelapangan, 13:17 kenyamanan, tidak. Serius dalam 13:20 betul-betul 13:23 mempergunakan kesempatan yang Allah 13:25 berikan pada kita, karena tidak akan 13:27 mungkin berulang. 13:30 Ada masa kita mulai bertanggung jawab di 13:32 hadapan Allah sewaktu kita akil dan 13:34 balig. 13:35 Ada masa di mana kita menyelesaikan masa 13:38 ujian, tinggal menunggu hasilnya. 13:42 Semoga Allah jadikan kita semua para 13:45 pendengar, para pemirsa kaum muslimin 13:46 dan muslimat, orang pan orang yang 13:48 pandai-pandai 13:50 betul-betul bersyukur kepada Allah 13:52 dengan mempergunakan kesempatan 13:55 waktu, potensi yang Allah berikan kepada 13:57 kita 13:58 untuk betul-betul 14:01 mengejar dan menggapai tujuan hidup kita 14:04 yang sebenarnya. 14:05 Jadi tujuan hidup kita bukan meraih 14:07 gelar yang tertinggi, mengumpulkan harta 14:09 yang terbanyak 14:11 menikahi wanita yang tercantik, bagi 14:14 seorang wanita menikahi pria yang 14:16 sukses, bukan semua ini, semuanya 14:18 merupakan bagian dari permainan 14:21 yang Allah ceritakan wa mal hayatut 14:23 dunya illa mata'un. 14:27 Nah, Allah subhanahu wa ta'ala 14:30 menerangkan dalam kitabnya, menjelaskan 14:32 akan tujuan Allah menciptakan kita, 14:36 demikian pula menciptakan jin. 14:39 Allah berfirman 14:41 wa ma kholaqtul jinna 14:43 wal insa 14:45 illa liya'budun. 14:48 Sesungguhnya aku tidak menciptakan jin 14:50 maupun manusia 14:52 melainkan 14:54 hanya untuk satu tujuan. 14:58 Bukan berarti Allah diuntungkan oleh 15:00 tujuan tersebut, tapi Allah subhanahu wa 15:02 ta'ala 15:03 ingin memberikan kesempatan bagi 15:06 mereka-mereka yang bersyukur kepada 15:08 Allah untuk meraih dan menuai kemuliaan 15:12 yang Allah janjikan dan sediakan. 15:15 Kemuliaan ini tidak mungkin dapat kita 15:17 khayalkan dan berikan. 15:20 Baik keagungannya 15:22 kenikmatan dan kesenangannya. 15:25 Allah subhanahu wa ta'ala rahasiakan 15:27 bagi kita, dan ini merupakan bagian dari 15:30 hal 15:31 yang bersifat ghaib. 15:34 Nah, mereka yang beriman kepada Allah, 15:35 beriman kepada janji-janji Allah 15:37 subhanahu wa ta'ala 15:40 niscaya mereka akan bergegas-gegas 15:43 untuk apa? 15:44 Untuk menggapai apa yang Allah subhanahu 15:46 wa ta'ala janjikan dan sediakan. 15:49 Tidak berleha-leha dalam kehidupan dunia 15:52 dan menganggapnya sebagai tujuan hidup 15:56 Nah, dalam surat adz-dzariyat Allah 15:57 berfirman wa ma kholaqtul jinna wal insa 16:01 illa liya'budun. 16:04 Aku tidak menciptakan jin dan manusia 16:06 melainkan 16:08 untuk hanya untuk satu tujuan. 16:11 Yaitu apa? 16:12 Untuk 16:15 beribadah dan mengabdi kepadaku. 16:20 Mungkin orang akan apa? Akan salah paham 16:22 dari firman ini. 16:25 Akan menganggap Allah subhanahu wa 16:27 ta'ala punya kepentingan dan interes 16:29 dari ibadah yang dilakukan manusia. 16:32 Lalu Allah melanjutkan ma uridu minhum 16:35 min rizqin wa ma uridu an 16:39 Ibadah 16:40 ya yang menjadi tujuan dari penciptaan 16:42 manusia ini. 16:44 Bukan karena aku menginginkan apa? Rizki 16:47 atau makan dari mereka. 16:50 Bukan karena Allah menginginkan sesuatu 16:52 dari manusia, tapi justru Allah ingin 16:56 melimpahkan dan membagikan nikmatnya 16:58 kepada sebagian manusia, yaitu 17:00 mereka-mereka yang menyambut seruan dan 17:03 tujuan dari penciptaan mereka dengan 17:06 beribadah, mengabdikan hidup mereka 17:08 kepada Allah. 17:11 Jadi ma uridu minhum min rizqin wa ma 17:14 uridu ayyut'imun innallaha huwar razzaqu 17:17 dzul quwatil matin. Aku tidak sama 17:20 sekali menginginkan rizki atau makanan 17:22 dari mereka. 17:24 Karena Allah justru 17:26 yang memberikan rizki kepada 17:28 hamba-hambanya dan Dia yang Maha Kuasa. 17:31 Ini mesti kita pahami. 17:33 Karena biasanya kalau kita punya tujuan 17:36 ya 17:36 dari tujuan ini dengan sendirinya apa? 17:39 Ya, merupakan apa? Merupakan jalan 17:42 tujuan kita ini yang akan mengarahkan 17:44 amal dan perbuatan kita. Betul enggak? 17:47 Juga menarik perhatian kita. 17:50 Jadi jangan kita pahami dari firman 17:51 Allah wa ma kholaqtul jinna wal insa 17:54 illa liya'budun. Aku tidak menciptakan 17:56 jin dan manusia melainkan ya 17:59 dengan satu apa? Satu tujuan 18:02 agar mereka mengabdikan hidup mereka 18:05 kepadaku. 18:07 Dan ini ditegaskan pada akhir surat 18:09 al-an'am. 18:12 Yaitu 18:14 jalan terang yang indah yang Allah 18:18 subhanahu wa ta'ala tunjukkan kepada 18:20 para nabinya. 18:22 Kepada Ibrahim, demikian pula kepada 18:24 Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi 18:25 wasallam. 18:27 Qul innas salati 18:29 wa nusuki 18:30 wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil 18:33 alamin la syarikalahu wa bidzalika 18:36 umirtu wa ana awwalul muslimin. 18:39 Katakan ini merupakan baiat. 18:43 Yang diambil oleh Allah. 18:45 Katakan wahai Rasulullah 18:47 katakan wahai hamba-hamba Allah 18:50 yang mengakui Allah sebagai Tuhan dan 18:52 penciptanya. 18:53 Yang melimpahkan berbagai macam nikmat, 18:55 karunia atas dirinya. 18:57 Dari ketiadaan, Allah mengadakan mereka. 19:00 Lalu Allah menyempurnakan keberadaan 19:02 mereka 19:03 dengan akal, dengan ilmu ya 19:06 dengan kesehatan, dengan rizki yang 19:08 Allah limpahkan kepada mereka. 19:11 Tak ada satupun yang mereka apa? Mereka 19:14 ciptakan sendiri atau mereka bawa di 19:16 luar pemberian Allah, semua dari Allah. 19:22 Jadi Allah subhanahu wa ta'ala ingatkan, 19:24 katakan 19:26 innas salati 19:27 sesungguhnya salatku. Wa nusuki 19:30 juga pengorbananku. 19:33 Lalu agar manusia tidak salah paham 19:35 bahwasanya ibadah itu terbatas hanya 19:38 pada hal-hal yang sifatnya ritual 19:41 Allah subhanahu wa ta'ala terangkan arti 19:43 ibadah lebih luas, wa mahyaya 19:45 wa mamati lillahi rabbil alamin, dan 19:48 hidup serta matiku 19:50 seluruhnya aku persembahkan teruntuk 19:52 Allah Tuhan semesta alam. 19:55 Kenapa? 19:56 Karena ini yang seharusnya kita lakukan. 19:59 Kita 20:00 diciptakan dari ketiadaan. 20:02 Allah subhanahu wa taala memberikan kita 20:04 berbagai macam nikmat yang tak 20:06 terhingga. 20:08 Seluruh potensi kita, seluruh keutamaan 20:11 yang ada kita ada pada kita semua 20:13 merupakan pemberian dan karunia Allah. 20:15 Allah. Maka dialah sang khalik yang 20:18 mencipta, kita adalah makhluk. Nah. 20:21 Dia adalah ar-rab. 20:23 Yang merawat, yang mengasuh, yang 20:25 memelihara, sedangkan kita adalah 20:27 marbub. 20:29 Yang apa? Yang dirawat dan diasuh. 20:31 Dia menganugerahkan kita kehidupan. 20:34 Dia juga yang menjadi tonggak yang 20:36 menyangga kehidupan kita dan alam raya. 20:38 Maka dia diantara namanya al-hayyu 20:41 al-qayyum. Al-hayyu artinya melimpahkan 20:44 kehidupan. 20:46 Dengan seluruh potensi dan 20:48 keistimewaannya al-qayyum yang menjadi 20:51 tonggak yang menyangga seluruh kehidupan 20:52 di langit dan di bumi. 20:54 Dan itu bukan hanya pada saat kita 20:56 pertama diciptakan sampai saat ini. 20:59 Jantung kita ini kalau bukan 21:02 dengan Allah tidak mungkin akan 21:03 berdenyut. 21:06 Jadi kehidupan kita seluruhnya 21:07 bergantung pada Allah. Bila Allah 21:08 meninggalkan kita atau memutuskan 21:10 hubungannya dengan kita, maka yang ada 21:11 kematian. 21:13 Termasuk langit bumi innallaha yumsiku 21:15 samawati wal ardha an tazula. 21:18 Allah yang menahan langit bumi untuk 21:20 tidak sama sekali lenyap. Walain zalata 21:23 in amsakahuma min ahadin min ba'di. 21:26 Innahu kana haliman ghafura. Kalau Allah 21:28 subhanahu wa taala meninggalkan langit 21:30 bumi, siapa yang akan mampu untuk 21:32 menahannya? 21:34 Dalam keadaan seperti ini. 21:36 Sungguh dia maha penyabar lagi maha 21:38 pengampun. Karena kalau manusia dihukum 21:41 dengan dosa mereka, kejahatan mereka 21:43 seharusnya alam raya ini lenyap dengan 21:45 seluruh isinya. Allah pantas gantikan 21:47 dengan makhluk yang baru. 21:51 Jadi 21:52 nah 21:54 mengingat 21:56 kedudukan Allah subhanahu wa taala 21:58 sebagai pencipta kita yang melimpahkan 22:00 seluruh nikmat karunianya kepada kita 22:03 sewajarnya kita sebagai makhluk, sebagai 22:07 marbub 22:08 sebagai abdun, hamba, mengabdi kepada 22:12 al-ma'bud yang selama ini telah 22:15 betul-betul memberikan kita 22:18 segala-galanya yang ada pada kita. 22:20 Menjaga dan memelihara seluruh nikmat 22:23 tersebut. 22:25 Ini merupakan 22:26 hal 22:28 yang seharusnya dilakukan oleh kita 22:30 semua. 22:31 Tapi Allah tidak memaksa. 22:33 Kalau alam raya 22:35 seluruhnya tunduk kepada Allah subhanahu 22:37 wa taala tanpa pilihan. 22:40 Maka kita sebagai khalifah yang Allah 22:42 tempatkan di muka bumi Allah kembalikan 22:45 kepada kita. Apakah kita ingin menjadi 22:47 hamba Allah? 22:48 Yang mengabdi kepadanya, yang mensyukuri 22:50 nikmatnya apa kita ingin menjadi 22:52 pembangkang dan penentang seperti 22:55 yang terjadi pada iblis di hadapan Tuhan 22:57 yang menunjukkan kesombongan dan 22:59 kebanggaan dirinya. 23:02 Ketika iblis bersumpah untuk menyesatkan 23:05 anak-anak manusia Allah menjawab inna 23:07 ibadi laisalahum alaihim sultan. 23:09 Hamba-hambaku yang mengabdi padaku 23:12 engkau tidak akan berkuasa atas mereka. 23:14 Karena yang mengabdi pada Allah akan 23:16 dijaga, dilindungi oleh Allah. 23:19 Tapi yang akan menjadi mangsa setan yang 23:21 menolak untuk tunduk dan mengabdi kepada 23:24 Allah. 23:25 Inna ibadi Laisa. Laisalahum alaihim 23:28 sultan. Kenapa? Wakafa birabbika wakila. 23:32 Karena cukup Tuhanmu yang akan mewakili 23:34 hamba-hamba ini untuk menghadapi kamu. 23:36 Kalau Allah yang turun tangan 23:39 siapa yang kuasa untuk apa? 23:41 Menghadapi Allah. 23:44 Oleh karena itu 23:45 di hadapan kita dua jalan. 23:48 Satu 23:49 kita 23:52 tunduk kepada Allah subhanahu wa taala. 23:55 Menjadikan kehidupan kita sebagai ladang 23:57 pengabdian kepadanya. 23:59 Maka kita akan masuk dalam lindungan 24:01 Allah naungan Allah, bimbingan, petunjuk 24:05 dan penerangannya. 24:07 Atau kita menjadi pembangkang dan 24:08 penentang. Allah akan membalas setiap 24:11 orang sesuai dengan pilihannya. 24:14 Betul enggak? Iya. 24:16 Jadi Allah mengatakan wama khalaqtul 24:18 jinna wal insa illa liya'budun. Aku 24:20 tidak menciptakan jin dan manusia 24:22 melainkan agar mereka mengabdi kepadaku. 24:25 Tapi dengan pilihan tanpa ada paksaan. 24:29 Lalu apa arti ibadah itu sendiri? 24:33 Apa arti ibadah dalam tinjauan bahasa? 24:39 Dalam tinjauan bahasa arti ibadah itu 24:41 sebetulnya azillah. 24:44 Kerendahan. Nah. 24:46 Kerendahan ya. 24:49 Juga berarti kepatuhan, ketundukan dan 24:52 kehinaan. 24:56 Juga salah satu makna daripada apa? 25:00 Kata-kata 25:02 yang terdiri dari ain, ba dan dal 25:04 menunjukkan apa? Kejinakan. 25:07 Contohnya bairun muabbad 25:11 unta yang telah jinak. 25:13 Yang tadinya liar. 25:15 Begitu juga thariqun muabbadah. 25:18 Jalan yang tadinya susah untuk dilalui 25:21 setelah diratakan, kemudian 25:24 digiling, setelah itu diaspal ya hingga 25:27 bisa dilalui dengan mudah namanya thariq 25:29 muabbad. 25:30 Nah, seorang yang mengabdi kepada Allah 25:33 subhanahu wa taala 25:35 dia akan betul-betul merendah di hadapan 25:37 kebesaran dan keagungannya. 25:39 Dia akan tunduk kepada Allah subhanahu 25:42 wa taala 25:43 tidak menentang Allah dalam seluruh 25:46 aspek kehidupan. 25:48 Kalau seandainya dia tergelincir 25:50 bermaksiat 25:51 pada salah satu sisi kehidupannya dia 25:54 tersadar dan cepat-cepat kembali kepada 25:56 Allah subhanahu wa taala. 25:58 Manusia tak luput dari kesalahan, tapi 25:59 Allah buka pintu ampunan dan tobat. 26:02 Begitu dia tergelincir dalam satu sisi 26:04 kehidupannya, baik kehidupan rumah 26:06 tangganya atau ekonominya, atau 26:09 kehidupan sosialnya, atau dalam 26:10 usahanya, atau dalam jabatannya dia 26:13 tersadar sangat cepat dia kembali pada 26:15 Allah agar masuk dalam lindungan Allah 26:18 subhanahu wa taala. Masuk dalam golongan 26:21 orang-orang yang mengabdi kepadanya. 26:24 Di dalam tinjauan bahasa 26:26 kata 26:27 ain, ba dan dal itu menunjukkan 26:30 kerendahan 26:31 menunjukkan juga apa? Ketundukan, 26:33 kepatuhan dan juga kejinakan. 26:36 Jinakan tidak melawan artinya. Tidak 26:38 mela Melawan. 26:39 Tidak melawan. 26:41 Nah, dalam istilah 26:43 kata ibadah ini merupakan ismun jami. 26:47 Satu kata yang mencakup makna yang amat 26:49 luas. 26:50 Bagi semua amalan ya baik yang lahir 26:55 maupun yang batin ya 26:58 baik itu ucapan, perbuatan 27:01 kebijakan ya yang dicintai Allah 27:04 subhanahu wa taala. 27:06 Amal perbuatan baik lahir maupun batin 27:10 yang apa? Allah cintai dan anjurkan kita 27:13 untuk mengerjakan. 27:15 Oleh karena itu seluruh yang tercakup 27:17 dalam makna ma'ruf arti ma'ruf itu 27:20 merupakan apa? Merupakan amal-amal ya 27:23 yang dicintai Allah. Sedangkan amal-amal 27:27 yang bersifat mungkar merupakan amal 27:29 yang dibenci oleh Allah. 27:31 Nah, kita kalau betul-betul 27:34 mengaku sebagai hamba Allah, maka kita 27:36 akan mengerjakan amalan-amalan yang 27:38 dicintai Allah. 27:40 Dari segala macam bentuk kebaikan, baik 27:42 yang sifat pribadi, yang sifatnya 27:44 pribadi maupun yang bersifat apa? Umum. 27:48 Baik sendiri-sendiri kita mengerjakan 27:50 atau dengan cara bersama-sama dan 27:52 bergotong royong mengikuti anjuran Allah 27:54 wa taala wa ta'awanu alal birri 27:57 Kemudian kebalikannya wala ta'awanu alal 27:59 ismi wal udwan. Jadi ibadah 28:02 ibadah ini merupakan satu kata yang di 28:06 dalamnya terdapat makna yang amat luas. 28:11 Kita mengerjakan amalan yang dicintai 28:13 Allah, yang diperintahkan Allah, yang 28:15 dianjurkan Allah subhanahu wa taala 28:18 dari segala macam bentuk kebaikan baik 28:20 lahir maupun batin ya 28:23 dan meninggalkan seluruh amalan-amalan 28:27 yang dibenci oleh Allah subhanahu wa 28:29 taala. 28:30 Amalan yang menimbulkan fitnah, 28:33 kerusakan di muka bumi, yang menabur 28:35 permusuhan ya. 28:37 Semua merupakan amal-amal yang dibenci 28:40 oleh Allah. Bisa kita meninggalkannya 28:43 meninggalkan atau menjauhkannya sudah 28:45 bagian dari ibadah. 28:47 Dengan kita meninggalkan dosa-dosa 28:49 besar, Allah mengampuni apa? 28:51 Allah mengampuni dosa kita kemudian 28:54 Allah memasukkan kita ke dalam 28:55 rahmatnya. 28:59 Walillahi ma fis samawati wa ma fil ard. 29:06 Liyajziyalladzina 29:08 asa'u bima amilu wayajziyalladzina 29:11 ahsanu bil husna. 29:14 Alladzina yajtanibuna 29:16 kabairal ismi wal fawahisya illal 29:21 Inna rabbaka 29:22 Alladzina yajtanibuna kabairal ismi wal 29:26 fawahisya illal lamam. 29:29 Inna rabbaka wasi'ul Inna rabbaka 29:31 wasi'ul maghfirah. Huwal huwalladzina 29:34 ansya, huwalladzina 29:36 huwalladzina 29:37 Walillahi ma fis samawati wa ma fil ard. 29:41 Liyajziyalladzina asa'u bima amilu 29:44 wayajziyalladzina ahsanu bil husna. 29:47 Alladzina yajtanibuna kabairal ismi wal 29:50 fawahisya illal lamam inna rabbaka 29:53 wasi'ul maghfirah. 29:55 Huwa ansya'akum huwa a'lamu bikum idz 29:58 ansya'akum minal ardhi wa idz antum 30:01 ajinnatun fi butuni ummahatikum fala 30:05 tuzakku anfusakum. Huwa a'lamu bima 30:08 intum. 30:09 Kita lihat dalam surat An Najm di sini. 30:14 Kepunyaan Allah seluruh yang terdapat di 30:16 langit dan di bumi. Artinya pemilik 30:19 satu-satunya hanya Allah. Tidak ada 30:21 pemilik yang lain. 30:23 Atau pemilik bersama Allah subhanahu wa 30:25 ta'ala. 30:26 Ya, bagi kerajaan langit dan bumi. 30:30 Lalu Allah subhanahu wa ta'ala 30:32 menetapkan. 30:33 Akan membalas orang yang berbuat 30:35 keburukan sesuai dengan perbuatannya. 30:38 Tapi orang yang berbuat ihsan, yang 30:40 berbuat kebaikan akan dibalas oleh Allah 30:43 dengan balasan yang lebih baik. 30:46 Waktu kita bertanya siapa yang kau 30:48 maksudkan dalam ayat ini ya Allah? 30:50 Ternyata apa? Orang yang meninggalkan 30:51 dosa-dosa besar. Alladzina yajtanibuna 30:55 kabairal ismi wal fawahisyi. Mereka yang 30:58 meninggalkan dosa-dosa besar. Termasuk 31:01 perbuatan yang keji. Illal lamam. 31:04 Dan tidak mungkin terelak dari perbuatan 31:07 dosa-dosa kecil ya. Yang dilakukan 31:09 kemudian dia segera bertobat kembali 31:11 pada Allah subhanahu wa ta'ala. Inna 31:13 rabbaka. Wasi'ul maghfirah. Wasi'ul 31:15 maghfirah. Sesungguhnya Tuhanmu maha 31:17 luas ampunannya. Huwa a'lamu bikum idz 31:20 ansya'akum minal ardhi wa idz antum 31:23 ajinnatun fi butuni ummahatikum. Dia 31:26 lebih tahu tentang diri kalian. Kalian 31:27 tidak perlu bercerita, bertutur tentang 31:29 apa yang kalian lakukan. Dia lebih tahu 31:31 tentang kalian. 31:33 Bahkan ketika kalian masih merupakan idz 31:35 ansya'akum minal ardhi. Ketika pertama 31:38 kali Allah ciptakan kalian dari bumi. 31:40 Dari sari pati tanah. Wa idz antum 31:42 ajinnatun fi butuni ummahatikum. 31:45 Bahkan ketika kalian masih merupakan 31:47 janin dalam rahim ibu kalian. 31:51 Jadi Allah tidak perlu kalian 31:52 beritahukan apa yang kalian perbuat. 31:55 Fala tuzakku anfusakum. Jangan kalian 31:57 suka punya apa kebiasaan. 32:00 Mengagul-ngagulkan diri kalian ya. 32:03 Menunjukkan seolah-olah kalian 32:05 orang-orang yang bersih. Orang-orang 32:08 yang memiliki keutamaan. Allah lebih 32:11 tahu siapa yang bertakwa dari kalian. 32:14 Ini pendidikan dari Allah subhanahu wa 32:16 ta'ala untuk menerangkan pada kita 32:19 bagaimana rahmat Allah yang begitu luas. 32:22 Kita meninggalkan dosa besar. 32:24 Dan perbuatan keji. Akan memasukkan kita 32:27 ke dalam golongan orang yang dicintai 32:29 Allah. Yaitu para muhsinin, orang yang 32:31 berbuat ihsan. 32:33 Jadi kesimpulannya. 32:36 Kalau betul-betul. 32:38 Kita. 32:39 Mengaku sebagai seorang. 32:41 Hamba Allah. 32:42 Maka dengan sendirinya kita akan 32:45 mengerjakan. 32:46 Melakukan apa-apa yang Allah subhanahu 32:49 wa ta'ala cintai. 32:52 Kita bertanya amalan apa yang paling 32:54 dicintai Allah? 32:58 Allah, Rasulullah Allah subhanahu wa 33:01 ta'ala menerangkan dalam hadis qudsi. 33:04 Jadi keterangan hadis qudsi ini semua 33:05 sejalan dengan Alquran. 33:08 Ma taqarraba ilayya abdi bisyai'in 33:11 ahabba ilayya mimma faradtuhu alaih. 33:15 Seorang hamba tidak mendekatkan diri 33:17 kepadaku dengan sesuatu yang lebih aku 33:19 cintai. Daripada melaksanakan kewajiban 33:22 yang aku wajibkan atas diriku. 33:24 Jadi kan amal bertingkat-tingkat. Amal 33:26 kebaikan bertingkat-tingkat. Tapi yang 33:28 paling dicintai Allah. Adalah 33:30 melaksanakan apa yang Allah wajibkan. 33:33 Di saat seorang hamba melaksanakan apa 33:35 yang Allah wajibkan atas dirinya. 33:39 Berarti dia mengagungkan dan menghormati 33:41 Allah subhanahu wa ta'ala. Tapi di saat 33:43 dia mengabaikan dan meninggalkan. 33:45 Berarti dia mengacuhkan dan mengabaikan 33:47 Allah. 33:51 Setelah itu. 33:52 Dia meningkatkan kedekatan dia kepada 33:54 Allah. Wa la yazalu abdi yataqarrabu 33:57 ilayya bin nawafil. 33:59 Dan terus. 34:01 Sang hamba ini. 34:03 Berupaya mendekatkan dirinya kepada 34:05 Allah dengan amalan-amalan nawafil. 34:07 Kebaikan-kebaikan. 34:09 Di luar yang Allah wajibkan. Ada salat 34:11 wajib ada salat sunnah. Ada sedekah yang 34:14 wajib, zakat yang diwajibkan. Ada juga 34:16 sedekah yang sifatnya tatawwu' sukarela 34:19 di luar yang Allah wajibkan. 34:23 Jadi dia tidak lagi terbatas pada yang 34:25 wajib. Tapi dia menambahkan 34:27 amalan-amalan kebaikan yang dicintai 34:30 Allah. 34:31 Hatta uhibbahu. Hingga aku cinta 34:33 padanya. 34:35 Fa idza ahbabtuhu. 34:37 Kuntu basharahulladzi yubsiru bihi. 34:40 Kalau aku sudah cinta padanya. Maka aku 34:42 akan menjadi pandangan yang digunakan 34:44 untuk memandang. Bukan matanya. 34:45 Pandangannya yang digunakan untuk 34:47 memandang. Maksudnya apa? Pandangannya 34:49 betul-betul akan diterangi oleh Allah. 34:52 Hingga dia melihat. 34:54 Kebenaran dengan jelas. Dia akan memilih 34:56 kebenaran yang tidak bercampur dengan 34:58 kebatilan. Karena diterangi oleh Allah. 35:00 Allah subhanahu. Seperti orang dalam 35:02 kegelapan. 35:03 Tiba-tiba mendapatkan penerangan dia 35:04 bisa melihat. Apa yang terdapat di 35:06 sekelilingnya. 35:08 Wa sama'uhulladzi yasma'u bihi. 35:11 Dan menjadi pendengaran yang digunakan. 35:13 Untuk apa? 35:15 Untuk mendengar. 35:17 Artinya. 35:18 Pendengarannya betul-betul pendengaran 35:20 yang diarahkan oleh Allah. Mendengarkan 35:22 yang baik, yang positif, yang bermanfaat 35:25 ya. 35:26 Hingga bisikan setan tidak masuk ke 35:28 dalam hatinya. 35:31 Kemudian wa yadahu allati yabthisu biha. 35:34 Dan tangannya. Yang digunakan untuk 35:36 bekerja dan berusaha. 35:39 Adapun tambahan wa rijlahu allati yang 35:41 enggak. Tapi yang benar wa wa yadahu 35:43 allati yabthisu biha. Maksudnya apa? 35:45 Usaha pekerjaannya. 35:47 Dibimbing dan dituntun oleh Allah. 35:49 Karena tangan. 35:50 Sebagai kiasan dari usaha dan pekerjaan. 35:55 Jadi kalau kita perhatikan bersama-sama 35:56 di sini. Begitu seorang hamba mendekat 35:59 kepada Allah. Allah subhanahu wa ta'ala 36:02 akan memberikan. 36:03 Petunjuknya, taufiknya, penerangan, 36:06 bimbingan dan juga perlindungan baginya. 36:10 Nah, beda orang yang diterangi oleh 36:12 Allah. 36:14 Dengan orang yang ditinggalkan oleh 36:15 Allah subhanahu wa ta'ala. 36:17 Afaman syarahallahu sadrahu lil Islam 36:20 fahuwa ala nurin mir rabbihi. 36:23 Fawailun lil qasiyati qulubuhum min 36:25 dzikrillah. 36:27 Ulaika fi dhalalim. 36:30 Apakah sama? 36:31 Orang yang Allah lapangkan dadanya untuk 36:33 menerima Al Islam. Al Islam di sini 36:35 bukan hanya nama. 36:37 Tapi. 36:38 Menunjukkan sikap. 36:41 Apakah sama orang yang kami lapangkan 36:44 dadanya untuk berserah diri kepada Allah 36:46 subhanahu wa ta'ala. 36:48 Islam di sini bukan hanya masuk ke dalam 36:49 Islam bersyahadat. 36:51 Tapi syahadat itu hanya merupakan 36:53 ungkapan di luar. 36:54 Yang menunjukkan bahwa dia semenjak dia 36:57 masuk ke dalam Islam. Dia siap untuk 37:00 tunduk berserah diri kepada Allah 37:01 subhanahu wa ta'ala. 37:03 Fahuwa ala nurin mir rabbihi. 37:06 Begitu dia masuk ke dalam Islam berserah 37:08 diri kepada Allah. Mulai dia berada di 37:10 bawah penerangan dari Tuhannya. 37:12 Di bawah asuhan pemeliharaan. 37:16 Fawailun lil qasiyati qulubuhum min 37:18 dzikrillah. Maka kecelakaan. 37:21 Kebinasaan bagi mereka yang keras hati 37:23 mereka untuk mengingat Allah. Merekalah 37:26 orang-orang yang berada dalam kesesatan 37:27 yang nyata. Nah, kalau kita renungkan 37:29 dalam ayat ini. 37:31 Kita lihat mana? 37:33 Sikap Allah terhadap kita tergantung 37:35 bagaimana apa? 37:36 Sikap kita. 37:39 Kalau kita berserah diri pada Allah, 37:40 tunduk kepadanya. Mengaku sebagai hamba. 37:44 Hamba dan siap mengabdikan hidup kita 37:46 untuk Allah. Maka yang Allah berikan 37:48 bagi kita. 37:50 Adalah balasan-balasan yang terindah, 37:53 yang termulia. 37:55 Jadi sebetulnya ibadah itu bukan 37:57 merupakan beban. 37:58 Merupakan penjara. Tapi justru 38:00 kemerdekaan bagi kita. 38:02 Karena Allah tidak butuh pada kita. 38:04 Kalau kita mengabdi kepada makhluk yang 38:06 butuh. 38:07 Bagaimanapun manfaat yang diberikan. 38:10 Tetap dia mengambil manfaat. Dari kita. 38:13 Tapi kalau Allah tidak. Semua yang Allah 38:16 subhanahu wa ta'ala perbuat lakukan. 38:18 Adalah memberikan manfaat, rahmatnya, 38:21 nikmatnya bagi hamba-hambanya yang 38:23 mengabdi kepadanya. 38:24 Dan dia akan terbebas dari apa? Dari 38:27 perbudakan terhadap yang lain. 38:30 Di saat dia mengabdi kepada Allah. Tidak 38:32 mempersekutukan Allah dengan sesuatu. 38:33 Dia menjadi makhluk yang merdeka. 38:36 Maka setelah dia mengabdi pada Allah. 38:38 Hubungannya dengan sesama makhluk 38:40 hubungan persaudaraan. 38:42 Di saat dia dekat. Bukan karena ingin. 38:45 Mengambil manfaat daripadanya. 38:47 Tapi dilakukan silaturahim di jalan 38:49 Allah. 38:51 Atau amar ma'ruf nahi munkar. Di saat 38:53 dia menjauh bukan karena kesombongan. 38:55 Tapi menghindar dari keburukan. 38:58 Jadi betul-betul kehidupannya di 39:00 tengah-tengah manusia tidak bersifat 39:02 pragmatis. 39:03 Ada untung dekat. Tidak ada untung 39:05 menjauh. 39:06 Karena apa? Karena semua betul-betul 39:08 hatinya dilabuhkan di sisi Allah 39:11 subhanahu wa ta'ala. Harapannya juga 39:13 hanya pada Allah. Takutnya juga pada 39:15 Allah subhanahu wa ta'ala. 39:17 Maka ini sebetulnya. 39:19 Ya, akan memasukkan dirinya dalam 39:21 golongan orang-orang yang 39:22 memproklamirkan kemerdekaannya. 39:24 Dia menjadi hamba Allah kebanggaan bukan 39:26 kehinaan. Berbeda di saat dia menjadi 39:28 hamba-hamba selain Allah. 39:32 Di saat dia mengabdi pada setan. Setan 39:34 hanya akan apa? 39:36 Memberikan janji-janji yang palsu 39:38 padanya. 39:39 Dan dilakukan karena dendamnya. 39:41 Terhadap anak manusia. 39:44 Karena dia terusir dari surga, dia 39:45 merasa karena manusia. 39:49 Tapi kalau Allah Subhanahu Wa Ta'ala 39:51 seluruhnya rahmat, seluruhnya kemurahan, 39:54 seluruhnya adalah kebaikan untuk 39:56 hamba-hambanya. Jadi saat Allah 39:58 menerangkan "Aku tidak menciptakan jin 40:00 dan manusia melainkan untuk mengabdi 40:02 kepadaku." Sebetulnya ini merupakan apa? 40:04 Merupakan tawaran dan janji yang amat 40:07 indah, kesempatan yang penuh betul-betul 40:10 dengan karunia. 40:12 Tapi sebagian kaum muslimin karena tidak 40:14 memahami esensi ibadah, mereka 40:16 beranggapan 40:18 kita terbelenggu terjerat oleh jerat ya 40:22 dan terbelenggu oleh belenggu-belenggu 40:24 yang menyempitkan kita. 40:26 Kita dilarang untuk menikmati yang 40:28 enak-enak 40:30 kemudian juga kita diatur dengan 40:31 aturan-aturan yang menyempitkan, salah. 40:35 Yang kamu anggap yang enak-enak yang 40:36 diharamkan Allah, kalau kamu lakukan 40:38 mencelakakan diri kamu. 40:40 Tapi Allah tunjukkan yang lebih baik, 40:42 haramkan zina, Allah Subhanahu Wa Ta'ala 40:44 buka pintu pernikahan yang membawa 40:46 ketenangan, ketenteraman yang meredakan 40:49 syahwatmu dalam keridhoan Allah. 40:52 Yang akan membuat kamu melahirkan 40:53 anak-anak dan duriyah yang sholeh. 40:56 Yang membuat juga kehormatan kamu 40:58 terjaga, terpelihara. Sedangkan 41:00 perzinaan membuat kamu terkena penyakit 41:03 baik lahir maupun batin, juga merusak 41:06 kehormatan kamu juga menjatuhkan 41:09 martabat kamu di tengah-tengah manusia. 41:12 Membuat juga keturunan kamu juga 41:14 akhirnya ya 41:15 keturunan yang bercampur dengan 41:18 perbuatan-perbuatan nista dan noda. 41:21 Jadi kan indah sekali kalau kita 41:23 renungkan esensi dan makna ibadah. 41:26 Yang datang dari Allah 41:28 dari kewajiban-kewajiban maupun larangan 41:30 bukan bertujuan untuk menyempitkan kita. 41:33 Yuridullah bikumul yusra wala yuridu 41:36 bikumul usra. Ini ayat turun berkaitan 41:39 dengan puasa. Orang yang tidak paham 41:41 menganggap ini belenggu. 41:44 Padahal justru Allah ingin melatih, 41:46 mendidik kita agar menjadi manusia yang 41:49 betul-betul apa? Merdeka dari kendali 41:51 hawa nafsu. Tapi kita yang mengendalikan 41:53 hawa nafsu kita. 41:55 Belum, pada saat puasa rahmat dan 41:58 ampunan Allah yang Allah berikan. 42:00 Pada saat berbuka, kita menikmati juga 42:02 kenikmatan yang tak terhingga. 42:05 Dan berbagai macam pelajaran hikmah kita 42:07 petik dari apa? 42:09 Dari 42:11 ibadah siam yang Allah wajibkan. 42:13 Zakat yang mengajak kita berbagi berbagi 42:16 untuk meredakan keserakahan dalam jiwa 42:19 kita, kerakusan, kecintaan kepada harta 42:22 secara berlebihan. 42:23 Pada saat kita berbagi, membantu mereka 42:25 yang butuh hati kita gembira, damai 42:27 kemudian membuka balasan dari Allah yang 42:30 lebih besar. 42:32 Satu kebaikan dibalas 700 kali lipat. 42:36 Semua yang kita keluarkan di jalan 42:37 Allah, Allah balas lebih dari 700 kali 42:40 lipat. 42:41 Ini merupakan investasi yang jauh lebih 42:44 apa? Lebih indah dibandingkan seorang 42:46 yang menitipkan uangnya dalam bentuk 42:47 deposito kan? 42:48 Paling cuma 8-9% tapi kalau menabung di 42:52 sisi Allah, membantu saudara kita 42:55 kita akan mendapatkan balasan yang lebih 42:57 indah. 42:58 Jadi tidak pernah ada sedikitpun apa? 43:01 Sedikitpun kecurangan dari Allah. Allah 43:03 tidak akan mengurangi kebaikan hambanya 43:05 bahkan melipatgandakannya sedangkan 43:07 keburukan hanya dibalas sesuai dengan 43:09 perbuatan. 43:11 Orang berniat buruk 43:13 ditinggalkan, Allah berikan ganjaran 43:15 kebaikan. 43:16 Orang 43:18 berniat berbuat baik tidak mampu 43:19 dilakukan, baru niat saja Allah berikan 43:21 kebaikan buat dia. 43:24 Jadi kurang apa Allah terhadap kita 43:25 semua. 43:26 Jadi untuk membuat kita bersemangat 43:28 dalam mengabdi kepada Allah dibutuhkan 43:31 di samping ma'rifat 43:32 pemahaman akan tujuan ibadah, dibutuhkan 43:35 juga husnudzonibillah, 43:37 rasa baik sangka terhadap Allah. 43:40 Kemudian dasar dari semua itu ya 43:43 adalah al-ikhlas. Kalau kita sudah 43:45 mengenal, memahami esensi ibadah 43:48 kemudian kita juga berhusnudzon terhadap 43:50 Allah, disaat kita melakukan akan tumbuh 43:53 keikhlasan. 43:56 Karena apa? Kita tahu Allah Subhanahu Wa 43:58 Ta'ala tidak pernah bersikap dan berbuat 44:00 buruk terhadap hambanya. 44:02 Allah tidak pernah meninggalkan kita 44:04 sekejappun tapi kita 44:06 pada saat aman, kita lupa pada Allah. 44:10 Pada saat kita dalam keadaan luas ya, 44:12 mulai kita berpaling dan lengah dari 44:14 Allah. Pada saat kita sempit, sakit, 44:17 butuh baru terikat pada Allah. 44:19 Yang mengherankan, Allah tidak menutup 44:22 pintu dan mengatakan "Kemana kamu selama 44:24 ini?" 44:25 Dulu kamu ya dalam keadaan senang, lupa 44:28 diri. Pada saat susah datang ke hadapan 44:31 saya. Tidak pernah Allah mengatakan 44:32 begitu. Tapi Allah mengatakan apa? Qul 44:34 ya ibadiyalladzina asrafu ala anfusihim, 44:37 katakan wahai hamba-hambaku yang 44:39 melampaui batas. 44:41 La taqnatum min rahmatillah. 44:43 Bagaimanapun dalamnya kalian terjerumus 44:45 dalam dosa, bagaimanapun besarnya 44:48 kejahatan yang kalian lakukan, jangan 44:50 putus asa dari rahmat Allah. 44:53 Kalau kalian bertobat kembali pada 44:54 Allah, innallaha yaghfirudz dzunuba 44:56 jami'a. Allah akan mengampuni seluruh 44:59 dosa, innahu huwal ghafurur rahim, Dia 45:01 Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Oleh 45:04 karena itu sungguh beruntung, bahagia 45:08 orang-orang yang menjadikan Allah 45:10 sebagai Tuhan. 45:11 Maka Rasul mengajarkan kita untuk 45:13 mengucapkan radhitu billahi rabba. 45:17 Aku ridho Allah sebagai Rabb dan 45:19 Tuhanku. Bagaimana dia bisa merasa ridho 45:21 kalau tidak kenal Allah? 45:23 Betul enggak? Nah, oleh karena itu untuk 45:24 mengenal Allah, cara yang terbaik 45:26 mengenal Allah melalui asma-Nya. 45:30 Dan memahami asma Allah jangan 45:32 sepotong-sepotong. 45:33 Memahami asma Allah sebagai satu 45:35 kesatuan. Contohnya 45:37 kalau orang memahami asma Allah 45:39 sepotong-sepotong 45:40 pada saat dia memahami nama Allah 45:42 Ar-Rahman, Ar-Rahim 45:44 terpisah dari namanya syadidul iqab, dia 45:46 beranggapan 45:48 apapun yang dilakukan Allah akan 45:49 ghafurur rahim. Tidak, Allah betul 45:51 ghafurur rahim tapi juga syadidul iqab. 45:54 Ghafur dan rahim bagi yang bertobat tapi 45:57 syadidul iqab bagi mereka yang 45:59 bagaimana? 46:00 Yang membangkang. Yang membangkang. 46:03 Begitu juga kita jumpai Allah Subhanahu 46:06 Wa Ta'ala pemaaf, pengampun, penyantun 46:10 dan Dia salam yang melimpahkan 46:11 keselamatan, mukmin yang memberikan 46:13 keamanan tapi di sisi yang lain juga Dia 46:15 Aziz, Jabbar dan Mutakabbir. Bagi siapa? 46:19 Aziz, Jabbar, Mutakabbir bagi yang 46:20 mereka bersikap angkuh, congkak, tiran 46:24 dan sombong di muka bumi. 46:26 Karena kalau Allah hanya bernama Rahman 46:28 dan Rahim 46:31 tidak memiliki nama yang lain Aziz, 46:32 Jabbar dan Mutakabbir atau Azizun 46:35 dzuntiqam 46:37 kalau kita bertanya 46:39 kalau Allah hanya memiliki nama-nama 46:40 Rahman dan Rahim 46:42 apakah akan disamakan orang yang baik 46:44 dan orang-orang yang jahat? 46:46 Orang-orang yang adil dan orang yang 46:47 dzalim. 46:48 Oleh karena itu setiap nama ada 46:50 penempatannya. 46:52 Rahman, Rahim, Ghafur untuk 46:55 hamba-hambanya 46:57 yang memiliki rasa kasih sayang, 47:00 kecintaan pada hambanya, suka memaafkan 47:02 saudaranya, suka memberi maka dia akan 47:06 berhadapan dengan nama Allah Ar-Rahman, 47:07 Ar-Rahim, Al-Afuw, Al-Ghafur. 47:10 Begitu juga yang bersyukur kepada Allah 47:12 akan menerima apa? Juga balasan dari 47:16 Asy-Syakur yang akan membalas dia dengan 47:18 berlipat-lipat ganda. 47:21 Tapi yang sombong, yang dzalim, yang 47:23 berbuat kejahatan akan berhadapan dengan 47:26 Al-Aziz 47:27 Al-Jabbar Al-Mutakabbir akan berhadapan 47:31 dengan Azizun dzuntiqam, akan berhadapan 47:34 juga dengan Syadidul Iqab. 47:37 Qala adzabi usibu bihi man asya. Katakan 47:41 bahwa Allah mengatakan "Adzabku aku akan 47:44 timpakan pada yang aku tentukan." 47:46 Enggak sembarangan. Enggak sembarangan. 47:48 Sampai batu yang diturunkan kepada kaum 47:51 Luth sudah ada nama-namanya. 47:54 Musawwamatan inda rabbika lil musrifin. 47:57 Sudah ditandai di sisi Tuhanmu untuk 47:58 mereka-mereka yang melampaui batas. 48:01 Tapi kalau wa rahmati wasi'at kullu 48:02 syai, rahmatku meliputi segala sesuatu. 48:06 Cuma kadang-kadang 48:08 walaupun rahmat Allah meliputi segala 48:10 sesuatu, kita menutup diri. 48:12 Contohnya, siaran radio ditayangkan di 48:15 mana-mana tempat. Tapi yang matiin 48:17 radio, televisinya bisa enggak lihat? 48:19 Jadi bukan Allah membatasi tidak, Allah 48:22 rahmatnya menyebar. 48:24 Tapi ada sebagian menyambut, ada 48:26 sebagian menolak untuk menerima rahmat 48:29 Allah dengan keinkaran dan kesombongan. 48:32 Dengan apa seseorang itu menutup rahmat 48:35 Allah untuk datang kepadanya? Ya pada 48:37 saat dia ingkar 48:38 pada saat dia sombong 48:40 pada saat dia membangkang untuk mentaati 48:42 perintah Allah. Karena apa? Rahmat Allah 48:44 kan turun bagi al-muhsinin. 48:46 Inna rahmatallahi qaribun lil muhsinin 48:49 wa ahsinu innallaha yuhibbul muhsinin. 48:52 Begitu juga yang bertaqwa. 48:54 Taqwa ini membuka pintu rahmat Allah. 48:56 Walau anna ahlal qura amalu wattaqau 48:58 lafatahna alaihim barakatin minas samai 49:01 wal ard. 49:01 Tapi adzab turunnya di mana? Turunnya 49:04 terhadap mereka yang ingkar, yang 49:05 durhaka, yang berbuat kedzaliman. 49:08 Nah, kalau dia 49:09 menempatkan diri di tempat turunnya 49:11 adzab, bukan Allah yang salah. 49:13 Karena apa? Dia menempatkan dirinya di 49:15 tempat turunnya adzab. Tapi kalau dia 49:17 menempatkan diri di tempat turunnya 49:19 rahmat 49:20 pasti dia akan menerima rahmat Allah 49:22 Subhanahu Wa Ta'ala. Jadi rahmat Allah 49:25 meliputi segala sesuatu sedangkan 49:27 adzabnya hanya diturunkan pada 49:29 orang-orang yang Allah kehendaki. 49:33 Jadi kalau kita fahami 49:35 esensi dari ibadah 49:38 dan hakikatnya sebetulnya adalah apa? 49:41 Sebetulnya adalah kemurahan. 49:44 Rahmat dan kasih sayang Allah kepada 49:47 hambanya. 49:48 Yang ingin membuka pintu 49:51 kebaikan, kemuliaan, rahmat bagi 49:54 hamba-hambanya yang mensyukuri Tuhan. 49:58 Tidak bersikap angkuh, tidak bersikap 50:00 sombong, dia merendah di hadapan 50:02 kebesaran keagungan Tuhannya. Tuhannya 50:04 perintahkan ke manapun dia mengatakan 50:06 sami'na wa atho'na. 50:08 Bukan karena terpaksa. 50:10 Karena ketulusan. Ketulusan ini karena 50:12 kesadaran bahwa Tuhannya selalu 50:14 menginginkan yang terbaik buat dirinya. 50:17 Walaupun terkadang dia menganggap ya 50:20 bahwa hal ini merupakan hal yang berat, 50:22 tapi karena dia berhusnudzon terhadap 50:24 Allah, dia yakin 50:26 bahwa apa? Bahwa di balik semua ini 50:29 Allah subhanahu wa ta'ala sediakan 50:31 kebaikan yang 50:33 yang betul-betul lebih baik daripada apa 50:35 yang dilihat. Sebagai contoh, 50:38 ketika Ibrahim diperintahkan untuk 50:40 meninggalkan putranya di padang yang tak 50:42 bertuan, 50:44 di lembah yang tak bertuan, 50:47 dia meninggalkan tanpa ragu-ragu. 50:49 Padahal jelas-jelasan Ibrahim dipisahkan 50:52 dari buah hatinya yang didapatkan di 50:53 usia tua, dipisahkan dari ibu buah 50:56 hatinya. 50:57 Bukan di tempat yang ramai, tapi di 50:59 tempat yang terpencil, jauh dari mata 51:02 manusia. 51:03 Tapi Ibrahim ragu apa tidak? Tidak. 51:06 Tidak, karena dia yakin 51:07 yang ditentukan Allah yang terbaik. 51:10 Rabbana inni askantu min dzurriyati 51:12 biwadin ghairi dzi zar'in inda baitikal 51:15 muharram. Rabbana liyuqimus shalah. 51:17 Allah. 51:18 Faj'al af'idatan minannasi tahwi ilaihim 51:21 warzuqhum minats tsamarati la'allahum 51:23 yasykurun. 51:24 Wahai Tuhan kami, aku menempatkan 51:27 keluargaku di lembah yang tidak terdapat 51:29 tanaman. 51:30 Berarti tidak terdapat air. 51:33 Yang pertama diminta oleh Ibrahim bukan 51:35 sediakan air untuk mereka atau makanan, 51:37 tidak. Rabbana liyuqimus shalah. Ya 51:39 Allah, 51:41 jadikan mereka orang yang selalu apa? 51:45 Selalu mendirikan shalat, 51:48 mengadakan hubungan yang baik mesra 51:50 dengan Engkau ya Allah. 51:51 Ini yang akan membuat rahmat Allah akan 51:53 turun padanya dalam kondisi apapun. 51:55 Baru faj'al af'idatan minannasi tahwi 51:58 ilaihim. Jadikan hati sebagian manusia 52:01 condong pada mereka. Apa yang membuat 52:03 hati manusia dekat? Akhlak yang baik. 52:07 Karena kalau harta walaupun kita berikan 52:09 buat orang tapi dengan akhlak yang tidak 52:10 baik, orang sakit hati. Betul. Tapi yang 52:12 membuat dekat orang dengan kita akhlak. 52:16 Oleh karena itu secara enggak langsung 52:17 Ibrahim minta supaya mereka diberikan 52:18 makarimul akhlak yang memikat, mempesona 52:21 orang untuk dekat dengan mereka. 52:24 Setelah itu baru yang terakhir warzuqhum 52:26 minats tsamarat, anugerahkan bagi mereka 52:28 rezeki dari berbagai macam buah-buahan 52:30 la'allahum yasykurun, agar mereka 52:32 bersyukur. Yang pertama diminta oleh 52:33 Ibrahim Di padang. Agar membantu mereka 52:36 untuk selalu mendirikan shalat, hubungan 52:39 bersama Allah. 52:41 Kan indah luar biasa kan? 52:42 Betul. Nah, Ibrahim melakukan hal ini 52:44 karena dia tidak curiga terhadap Allah. 52:47 Sehingga dengan penuh keikhlasan dia 52:48 lakukan. 52:50 Yang terakhir lebih berat ketika 52:51 diperintahkan menyembelih putranya 52:53 dengan tangan kanannya. 52:55 Apakah dia ragu? Apakah curiga pada 52:57 Allah? Apakah sakit? Sama sekali. Bahkan 52:59 disampaikan pada anaknya, "Ya bunayya, 53:02 inni ara fil manami anni adzbahuk. 53:05 Fanzhur maza tara?" 53:07 Wahai anakku, aku menerima wahyu dalam 53:09 mimpiku, karena mimpi nabi wahyu, 53:12 bahwa aku diperintahkan menyembelih kamu 53:13 dengan tanganku. 53:15 Bagaimana pendapat kamu? 53:17 Sang anak tanpa bertele-tele mengatakan 53:19 apa? 53:20 "Ya abati if'al ma tu'mar." Dia enggak 53:22 bilang saya mau tanya ibu, saya mau 53:24 berpikir dulu, tidak. 53:26 Padahal Ibrahim beri kesempatan berpikir 53:27 kan? Iya. 53:28 Ini menggambarkan bagaimana keikhlasan 53:31 bila betul-betul telah menggenangi hati 53:33 kita. 53:34 Tidak ada kecurigaan sedikitpun. 53:37 Wahai anakku, 53:40 aku diperintahkan Allah melalui mimpiku 53:42 untuk menyembelih engkau. Bagaimana 53:43 pendapat engkau? Silakan kamu pikirkan. 53:47 Sang anak mengatakan, "Wahai ayahanda, 53:49 lakukan apa yang diperintahkan oleh 53:51 Allah kepadamu. 53:52 Insya Allah engkau akan menjumpai aku 53:54 dari orang-orang yang bersabar." 53:57 Falamma aslama, setelah dua-duanya 53:59 menyerah dan pasrah untuk melaksanakan, 54:02 wa tallahul jabin, si anak dibaringkan 54:04 di pelipisnya, 54:05 sewaktu dia menyembelih putranya, pisau 54:07 tak memotong. 54:09 Lalu malaikat datang mengatakan qad 54:11 saddaqtar ru'ya, kamu telah betul-betul 54:14 apa? 54:15 Menjalankan perintah Allah subhanahu wa 54:18 ta'ala. 54:19 Sebagai bukti dari keislaman kamu. Ini 54:22 betul-betul cobaan yang amat berat. 54:25 Kita jangankan menyembelih putra kita, 54:27 disuruh berpisah jauh-jauh dari 54:30 pesantren saja berat. Betul enggak? 54:31 Apalagi di padang yang tak bertuan. 54:33 Benar. 54:34 Nah, kenapa Ibrahim bisa melakukan semua 54:36 ini? Begitu juga kenapa Nabi Muhammad 54:38 shallallahu alaihi wasallam juga dengan 54:40 penuh ketaatan, kepasrahan dan keyakinan 54:43 yang begitu besar dan penuh keikhlasan? 54:45 Karena ma'rifatnya. 54:47 Bahwa Allah al-khaliq, ar-rahman, 54:50 ar-rahim, as-salam, al-mukmin 54:55 tidak pernah sedikitpun 54:57 menetapkan sesuatu yang akan merugikan 55:00 mereka. 55:02 Tapi yang ditetapkan Iya. 55:04 yang diperintahkan, begitu pula yang 55:07 dilarang, semua demi kebaikan kita 55:09 hamba-hambanya. 55:11 Nah, ini insya Allah akan memudahkan 55:12 kita untuk betul-betul dapat menjalankan 55:16 tugas kita sebagai hamba yang mengabdi 55:18 kepada Allah. Oleh karena itu ibadah 55:20 ibadah 55:22 yang baik itu yang sempurna ya, agar 55:24 kita tidak sama sekali menyeleweng, Iya. 55:26 ee dibutuhkan dua hal. Pertama, 55:29 al-ikhlas. 55:30 Pertama? Ikhlas. 55:32 Karena walaupun kita melakukan segala 55:34 kebaikan, kalau bukan kita lakukan 55:36 teruntuk Allah, 55:38 maka amal tersebut tidak akan dilihat 55:41 oleh Allah. 55:43 Oleh karena itu Allah berfirman, "Wa ma 55:45 umiru 55:46 illa liya'budullah." 55:49 Mereka tidak diperintahkan kecuali untuk 55:51 mengabdi kepada Allah. 55:53 Tapi 55:55 tidak hanya sampai di sana 55:58 ibadahnya harus dengan syarat mukhlisina 56:00 lahuddin, dengan mengikhlaskan ibadah 56:03 mereka semata-mata untuk Allah. Bukan 56:05 karena A, karena B, tapi semata-mata 56:08 untuk Allah. 56:08 W ayuqimus shalah. 56:10 W ayutuz zakah. Mereka mendirikan 56:12 shalat, mengeluarkan zakat, wa zalika 56:15 dinul qayyimah. 56:17 Kalau mereka melakukan hal ini, mengabdi 56:18 pada Allah dengan tulus ikhlas, kemudian 56:21 mereka dengan penuh ketaatan mendirikan 56:23 shalat, mengeluarkan zakat, 56:25 maka mereka akan menjadi sosok manusia 56:28 walaupun hidup di dunia dengan jasad, 56:31 darah dan daging, dengan nafsu, tapi dia 56:33 akan menjadi manusia yang betul-betul 56:35 Terbang. 56:37 Oleh apa? Oleh batasan-batasan duniawi 56:40 yang sempit menuju betul-betul apa? 56:42 Wawasan dan kehidupan yang jauh lebih 56:44 luas. 56:46 Hingga Allah turunkan suratul ikhlas. 56:49 Qul huwallahu ahad, Allahus shamad, lam 56:52 yalid wa lam yulad wa lam yakun lahu 56:53 kufuwan ahad, agar kita mengarahkan hati 56:55 kita ke sana. 56:58 Kalau kita dengan ikhlas menunjukkan 57:00 betul-betul niat dari ibadah kita, 57:03 tujuan kita semata-mata kepada maka 57:05 tanaman yang kita tanam akan terus 57:07 tumbuh dengan apa? Karena akarnya 57:09 berhubungan dengan Allah. 57:11 Akarnya berhubungan dengan Allah. Dengan 57:12 Allah. Seluruh kebaikan berhubungan 57:13 dengan dirinya dari mulai akarnya, 57:15 kemudian air yang menyiramnya, sampai 57:17 kepada pupuknya, semua datang dari Allah 57:20 yang akan memberkahi, menyuburkan 57:22 seluruh amal kita. Walaupun usia pendek, 57:24 amal sedikit, tapi keberkahan akan 57:27 melimpah kepada kita. 57:28 Nah, yang kedua, 57:31 agar kita tidak salah jalan, amal yang 57:33 kita lakukan betul-betul harus sesuai 57:36 dengan syar'ullahi tabaraka wa ta'ala, 57:38 dengan syariat Allah. Allah. Karena 57:40 kalau kita melakukan amal-amal yang 57:42 bertentangan dengan syariat, walaupun 57:44 diniatkan ibadah, 57:46 tidak akan pernah berubah menjadi 57:47 ibadah. Betul enggak? Betul. Jadi kalau 57:49 seandainya orang membuka rumah 57:51 perzinahan umpamanya, 57:52 kemudian hartanya digunakan, hasilnya 57:55 digunakan untuk menyumbang masjid atau 57:57 menghidupkan masjid, Iya. ini perbuatan 58:00 yang tidak akan diterima oleh Allah. 58:01 Innallaha thayyibun 58:03 Thayyib. la yaqbalu illa thayyiban. 58:06 Allah 58:07 merupakan ee zat yang Maha Suci, yang 58:10 Maha Agung, 58:12 yang Maha Indah, dia tidak akan menerima 58:14 kecuali kebaikan. Begitu juga seorang 58:15 koruptor, 58:16 Iya. dia berusaha melalui usaha yang 58:19 tidak benar, dia melakukan tindakan 58:21 korupsi, seandainya hasil korupsinya 58:23 seluruhnya diinfakkan di jalan Allah, 58:26 Allah tidak akan terima. Betul. 58:28 Nah, seringkali kita ini 58:30 ditipu oleh setan. 58:31 Betul. 58:33 Ada teman ana bertanya, "Ustad, Ustad, 58:35 gimana hukumnya kita uang korupsi 58:38 dipakai buat bangun masjid?" 58:40 Ana jawab, ee "ente mau enggak makan 58:44 roti yang dibuat dari air selokan?" 58:47 Enggak akan. 58:48 Enggak akan bisa diterima kan sama kita, 58:50 apalagi Allah. Betul. Jadi apa yang 58:53 berasal dari sumber-sumber yang tidak 58:55 baik, 58:56 katakan seorang 58:58 ee umpamanya 59:00 berada di septic tank atau septik tank, 59:04 lalu dia ingin dibersihkan, tapi di 59:07 septic tank tetap diambil air, disiram 59:09 ke tubuhnya. Kira-kira hilang enggak 59:11 kotorannya? Enggak. Nah, kalau dia ingin 59:12 dibersihkan, keluar dari septic tank. 59:14 Dari septic tank. Kemudian dia bersihkan 59:16 dirinya. Nah, kita taubat dari yang 59:18 buruk, 59:19 kemudian kita bersihkan diri kita, 59:21 melakukan amal kebaikan betapapun 59:23 sedikitnya Allah akan terima. 59:25 Jadi pertama harus betul-betul amal yang 59:28 kita lakukan 59:29 kita niatkan dengan penuh keikhlasan 59:31 semata-mata untuk Allah. Iya. 59:34 Yang kedua, 59:35 an yakuna muwafiqan li syar'illahi 59:38 tabaraka wa ta'ala, sesuai dengan syar' 59:40 Allah. 59:41 Artinya, sejalan dengan keridhoan Allah, 59:44 dengan tuntunannya, dengan bimbingannya, 59:46 tidak menerjang yang diharamkan Allah 59:49 atau mencampuradukkan di antara yang hak 59:52 dan batil. 59:54 Nanti insya Allah mudah-mudahan kita 59:55 kembangkan lagi, ini baru permulaan. 59:57 Kita akan kembangkan insya Allah ibadah 59:59 dalam arti yang lebih luas, ya. 1:00:02 Di mana ibadah ini ada yang sifatnya 1:00:04 fardiyah, 1:00:06 ada yang sifatnya jama'iyah. 1:00:08 Oleh karena itu kita kenal yang 1:00:09 dinamakan fardhu ain, kita kenal juga 1:00:11 yang namanya fardhu 1:00:13 al fardhul kifayi. 1:00:15 Cuma sayang, 1:00:17 pembahasan di seputar al fardhul kifayi 1:00:21 tidak meluas seperti yang digambarkan 1:00:24 oleh Alquran maupun digambarkan oleh 1:00:26 Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi 1:00:28 wasallam. 1:00:29 Kalau al fardhul kifayi kan kewajiban 1:00:32 yang Allah wajibkan atas setiap 1:00:34 mukallaf. Salat 1:00:36 wajib kepada setiap mukallaf. 1:00:39 Begitu juga ibadah siam, ya, bagi yang 1:00:41 sehat, ya. 1:00:43 Bagi yang tidak musafir, Allah wajibkan 1:00:45 atas dirinya. Zakat Allah wajibkan bagi 1:00:47 yang mampu. 1:00:48 Tapi kalau al fardhul kifayi 1:00:51 adalah kewajiban yang dipikul secara 1:00:53 bergotong royong 1:00:54 sesuai dengan potensi masing-masing. 1:00:57 Iya. 1:00:57 Jadi, setiap orang 1:00:59 pasti memiliki apa? Kemampuan yang 1:01:01 berbeda. Contohnya, 1:01:03 ada yang profesi sebagai seorang dokter. 1:01:07 Ada yang profesi sebagai seorang 1:01:09 insinyur. 1:01:10 Ada yang menjabat jabatan, ada yang 1:01:14 sebagai seorang apa? 1:01:16 Ulama, kiai. Ada juga yang berperan 1:01:19 sebagai apa? Ahli perang. 1:01:20 Sebagai ahli perang, ada yang menjadi 1:01:22 pengusaha. 1:01:23 Nah, 1:01:24 makna dari al fardhul kifayi, setiap 1:01:27 orang, ya, mengabdikan hidupnya sesuai 1:01:30 dengan kafahnya, dengan kemampuannya. 1:01:33 Yang kaya dengan uangnya, berjuang. 1:01:35 Yang berilmu dengan ilmunya. 1:01:38 Yang menjabat dengan jabatannya 1:01:40 menegakkan kebenaran, keadilan. 1:01:42 Kalau ini kita lakukan secara jama'i, 1:01:45 ya, sebagaimana perintah Allah wa 1:01:47 ta'awanu alal birri wattaqwa wala 1:01:50 ta'awanu alal ismi wal udwan wal 1:01:52 mukminun wal mukminat ba'duhum auliya'u 1:01:55 ba'd. Dengan takaful ijtima'i, kerja 1:01:57 sama sosial 1:01:59 yang dasarnya keikhlasan mengharapkan 1:02:01 ridho Allah, 1:02:02 niscaya apa? Akan menghasilkan 1:02:04 betul-betul kesuksesan, keberhasilan 1:02:06 dalam seluruh arena kehidupan. 1:02:08 Tapi kalau yang berilmu enggan 1:02:10 mengajarkan ilmunya kecuali dengan 1:02:12 imbalan materi. 1:02:14 Yang kaya enggan untuk menginfakkan 1:02:16 hartanya. 1:02:19 Kemudian pejabat mengkhianati amanat 1:02:21 yang diamanatkan padanya. Bagaimana 1:02:23 kehidupannya akan bisa bangun dan 1:02:25 bangkit? 1:02:26 Mustahil, kan? Iya. 1:02:27 Jadi, al fardhul kifayi itu 1:02:30 definisinya amat sempit. 1:02:32 Yaitu kewajiban yang dilakukan oleh 1:02:34 sebagian orang. 1:02:36 Kalau dilakukan oleh sebagian orang, 1:02:38 maka jatuh kewajibannya dari yang lain. 1:02:40 Akhirnya akan melahirkan apa? 1:02:42 Sikap mengandalkan. Iya, iya. Betul, 1:02:45 enggak? Benar. 1:02:46 Tapi sebetulnya al fardhul kifayi adalah 1:02:48 kewajiban yang Allah wajibkan atas 1:02:50 setiap mukallaf sesuai dengan potensi 1:02:52 dan kemampuan. 1:02:54 Jadi, kullun bi kifayatihi atau bi 1:02:56 kafatihi, tiap orang dengan kafahnya. 1:02:58 Nah, kalau seandainya ulama, dia 1:03:00 berdakwah, 1:03:02 dia juga harus bekerja untuk berdagang. 1:03:05 Setelah berdagang, dia juga harus apa? 1:03:07 Harus juga berjuang dalam bidang-bidang 1:03:09 yang lain. Akhirnya pekerjaan dia apa? 1:03:11 Tidak fokus, kan? Betul, betul. 1:03:14 Tapi kalau ulamanya betul-betul 1:03:15 menyampaikan amanat Allah, mengingatkan 1:03:18 baik yang di atas maupun yang di bawah, 1:03:19 menyampaikan risalah. Pejabatnya 1:03:21 betul-betul mentaati Allah pada apa-apa 1:03:24 yang Allah perintahkan, menjauhkan dari 1:03:26 apa yang diharamkan. Demikian pula 1:03:28 pedagangnya, mereka menginfakkan apa 1:03:31 yang mereka mampu. Yang berharta dengan 1:03:33 hartanya, yang berilmu dengan ilmunya, 1:03:34 yang punya kekuatan dengan kekuatannya. 1:03:37 Yang punya jabatan dengan jabatannya. 1:03:40 Nah, baru potensi umat akan mampu untuk 1:03:42 apa? 1:03:43 Untuk bersikap apa? 1:03:46 Bersifat sinergi, ya, 1:03:48 harmoni. Dan pada saat ini, kita bisa 1:03:51 bayangkan bagaimana kira-kira hasilnya. 1:03:56 Nah, ini merupakan bagian dari ibadah, 1:03:58 kan? He em, he em. Ibadah yang penting. 1:04:00 Iya. 1:04:00 Ustaz, 1:04:01 eh ada ungkapan gini, Ustaz. 1:04:03 Mohon dikoreksi, ini sebenarnya 1:04:05 ungkapannya rada rancu 1:04:07 karena eh banyak kesalahpahaman 1:04:10 tentang kebenarannya bahwa eh 1:04:13 ibadah hanya dibolehkan 1:04:16 terhadap apa, ya? Ibadah itu semuanya 1:04:20 enggak boleh, hanya dibolehkan 1:04:22 eh yang diperintahkan oleh Allah 1:04:23 subhanahu wa ta'ala. Sementara muamalah 1:04:25 semuanya boleh 1:04:27 kecuali yang dilarang. Itu gimana, 1:04:28 Ustaz? 1:04:30 Definisi ini kan ma'ruf, ya. 1:04:32 Di antara yang 1:04:34 mengumandangkan dengan keras adalah Ibnu 1:04:37 Taimiyah dan rekan-rekannya. 1:04:40 Al aslu fil ibadati al man'u. 1:04:43 Illa idza warada nashun au amrun, ya. 1:04:48 Bi 1:04:49 bi ada'ihi. 1:04:51 Pokok dalam ibadah itu adalah larangan, 1:04:54 kecuali kalau ada 1:04:57 nash Perintah. perintah untuk 1:04:59 melaksanakan. 1:05:00 Kemudian wal aslu fil mu'amalati al 1:05:03 al ibahah. 1:05:05 Dasar pada muamalah adalah boleh kecuali 1:05:07 kalau ada nash yang melarang. 1:05:09 Nah, kita mau tanya, 1:05:11 kira-kira kaidah ini, 1:05:14 ya, 1:05:15 benar atau salah? Kita bertanya, 1:05:17 dasarnya apa? 1:05:19 Dasar 1:05:21 dari kaidah ini mana, coba? Qul hatu 1:05:22 burhanakum in kuntum shodiqin. Karena la 1:05:25 hukma illa binash, tidak ada hukum 1:05:27 kecuali ada nash. 1:05:28 Nah, mana nash, ya, 1:05:29 yang mendukung kaidah ini? 1:05:33 Kemudian ana mau tanya, 1:05:35 siapa yang membatasi 1:05:38 ibadah itu hanya pada hal-hal yang 1:05:40 bersifat ritual? 1:05:43 Jadi, kayak 1:05:43 Seolah-olah muamalah di luar ibadah. 1:05:46 Iya. Padahal 1:05:48 dalam perekonomian ada tuntunan. Iya. 1:05:51 Melaksanakannya ibadah He em. tidak 1:05:53 sesuai dengan tuntunan adalah maksiat. 1:05:54 Betul, betul. 1:05:56 Dalam kehidupan apa? 1:05:58 Dalam kehidupan sosial juga begitu. Ada. 1:06:00 Tuntunan, ada larangan. Yang mengikuti 1:06:03 tuntunan, 1:06:04 meninggalkan larangan, 1:06:06 He em. berarti mereka beribadah pada 1:06:08 Allah. Tapi yang melanggarnya, 1:06:10 orang-orang yang menentang dan 1:06:11 bermaksiat kepada Allah. Betul, enggak? 1:06:13 Betul. 1:06:14 Seorang wanita menutupi auratnya dengan 1:06:16 sempurna 1:06:18 kecuali yang dibolehkan untuk dilihat, 1:06:20 adalah ibadah pada Allah. 1:06:22 Betul, enggak? Betul. Jadi, arti ibadah 1:06:24 ini rancu. Oleh karena itu, 1:06:27 orang beranggapan 1:06:29 beribadah itu adalah mengerjakan 1:06:31 ibadah-ibadah ritual. Iya. 1:06:34 Mempelajari juga 1:06:38 hukum-hukum agama yang berkaitan dengan 1:06:40 ritual, itulah ibadah. 1:06:42 Adapun mempelajari 1:06:43 matematik, fisika, kimia, ya, 1:06:46 bahasa Inggris, atau katakan biologi, 1:06:50 geologi, ini bukan ibadah. 1:06:52 Bukan ibadah? Ibadah. Ibadah. Ini 1:06:53 kesalahpahaman. 1:06:55 Jadi, kayak plural, Ustaz, ya. 1:06:56 Kesalahpahaman. Kesalahpahaman ini 1:06:59 sebetulnya akibat 1:07:00 pemisahan antara 1:07:02 agama dan kehidupan dunia. Oleh karena 1:07:05 itu, 1:07:06 kalau seandainya orang 1:07:09 mengecam bahwasanya yang memisahkan 1:07:11 antara agama dan kehidupan adalah kaum 1:07:13 orientalis, 1:07:15 atau para penjajah, sebetulnya bukan 1:07:17 mereka, kita. 1:07:18 Kesalahan ada pada kita, orang-orang 1:07:20 Islam, yang memahami ibadah itu hanya 1:07:23 terbatas pada urusan ritual. 1:07:26 Padahal seluruh kehidupan kita merupakan 1:07:28 ladang pengabdian kepada Allah Allah 1:07:30 subhanahu wa ta'ala. 1:07:30 wa ta'ala. 1:07:32 Jadi, contoh, 1:07:34 satu orang bertanya kepada seorang alim, 1:07:37 sebetulnya apa perbedaan antara apa? 1:07:40 Amal-amal ibadah dan amal-amal yang 1:07:44 tidak termasuk dalam ibadah. 1:07:46 Lalu seorang alim terkemuka mengatakan, 1:07:50 apa yang kamu lakukan 1:07:52 dengan mengharapkan ridho Allah 1:07:54 subhanahu wa ta'ala. 1:07:57 Amal yang kamu lakukan mendatangkan 1:07:59 manfaat bagi manusia. 1:08:02 Bagi manusia? Manusia. Manusia. 1:08:04 Juga amal ini, ya, memajukan umatmu, 1:08:09 memperkuat imanmu dan agamamu. 1:08:12 Demikian pula memperkuat masyarakatmu, 1:08:15 maka itu ibadah. 1:08:18 Kalau seandainya 1:08:20 orang-orang mempelajari fisika, 1:08:22 mempelajari kimia, mempelajari juga 1:08:25 matematik, mempelajari bahasa Inggris 1:08:28 dengan tujuan untuk membekali diri 1:08:29 mereka dengan ilmu 1:08:31 hingga mereka mampu menghadapi 1:08:33 tantangan-tantangan dari musuh, 1:08:35 memperkuat, ya, bangsa mereka, pemuda 1:08:38 mereka hingga dibekali dengan 1:08:40 bekal-bekal yang membuat mereka menjadi 1:08:42 kuat. Dan mereka melakukan ini, yang 1:08:45 mengajarkan maupun yang belajar, dengan 1:08:46 tujuan mengharapkan ridho Allah, itu 1:08:48 ibadah yang mulia. Iya, iya. 1:08:51 Tapi sebaliknya, 1:08:52 orang mengajarkan Quran, 1:08:54 mengajarkan juga sunnah Nabi, 1:08:56 mengajarkan juga hukum-hukum, 1:08:59 tapi bukan dilakukan karena Allah, 1:09:01 dilakukan karena riya, ingin meraih 1:09:02 pujian, atau dilakukan karena imbalan 1:09:05 materi yang diberikan. Itu yang 1:09:06 dilakukan, walaupun yang diajarkan 1:09:09 jelas-jelasan merupakan tuntunan agama, 1:09:12 tapi bukan ibadah pada Allah. 1:09:14 Itu bahkan merupakan 1:09:15 dosa besar karena dilakukan semata-mata 1:09:17 karena riya atau menginginkan dunia. 1:09:21 Jadi, ibadah ini mencakup seluruh aspek 1:09:23 kehidupan. 1:09:24 Kita bertani, bercocok tanam, 1:09:27 bercucuran keringat untuk menghidupkan 1:09:29 keluarga kita dari usaha yang halal itu 1:09:30 ibadah yang mulia. 1:09:32 Kita bekerja di kantor dengan jujur, 1:09:34 menjalankan amanat, ibadah kepada Allah. 1:09:38 Jadi, seorang suami bahkan sampai 1:09:40 menggauli istrinya. 1:09:42 Rasulullah kategorikan dalam ibadah. 1:09:44 Lalu orang tersebut bertanya, "Ya 1:09:45 Rasulullah, 1:09:46 bagaimana seorang laki-laki mendatangi 1:09:48 istrinya pada apa yang dia sukai, kok 1:09:50 masuk ibadah?" Dijawab Rasulullah, 1:09:52 "Bagaimana kalau dia mendatangi 1:09:54 wanita-wanita yang bukan istrinya 1:09:56 melakukan perbuatan zina, bukankah itu 1:09:58 maksiat?" 1:09:59 Betul enggak? Betul, Ustaz. Jadi, ibadah 1:10:01 ini mencakup seluruh aspek kehidupan. 1:10:04 Nah, kalau mereka ingin, ya, 1:10:08 memperingatkan umat dari bidah, 1:10:10 mereka harus pahami arti bidah yang 1:10:12 sebenarnya apa. 1:10:14 Arti bid Bidah. Arti bidah sebenarnya. 1:10:17 Jangan akhirnya karena tidak memahami 1:10:19 arti bidah sebagaimana 1:10:22 yang dimaksudkan oleh asy-syar'u, 1:10:25 akhirnya seradak seruduk ke sana kemari, 1:10:27 sampai yang baca Yasin malam Jumat, 1:10:29 orang awam, dianggap bidah. 1:10:32 Orang melakukan qunut dan tidak qunut, 1:10:35 mereka anggap bid Bidah. Bidah. Berjabat 1:10:38 tangan setelah salat, mereka anggap 1:10:40 bidah. Ini sebetulnya 1:10:42 pemahaman yang benar-benar amat dangkal, 1:10:47 bahkan menimbulkan fitnah di 1:10:48 tengah-tengah umat. 1:10:50 Jadi, kalau mereka ingin memahami arti 1:10:52 bidah, seharusnya 1:10:54 mereka betul-betul mengkaji 1:10:57 mengkaji hal ini dengan mendalam. 1:11:00 Kalau mereka mengutip hadis Nabi kita 1:11:02 Muhammad sallallahu alaihi wasallam, 1:11:05 "Inna asdaqal hadisi kitabullah." 1:11:07 Sebaik-baiknya hadis adalah kitab Allah. 1:11:11 Jadi, dia di depan sebagai tolak ukur. 1:11:14 "Wa khairul hadi hadiyu Rasulillah." 1:11:16 Sebaik-baiknya tuntunan 1:11:19 contoh yang dilakukan Rasulullah 1:11:22 sallallahu alaihi wasallam. 1:11:24 Sunnah Rasul dan hadiyu Rasul adalah 1:11:27 terapan dari kitab Allah. 1:11:29 Jadi, kedua-duanya merupakan satu 1:11:30 kesatuan. 1:11:33 Nah, kalau ada riwayat yang meriwayatkan 1:11:37 tuntunan Nabi yang bertentangan dengan 1:11:39 Quran, kita pastikan kebohongannya. 1:11:42 Kemudian, 1:11:43 "Wa syarrul umuri muhdatsatuha." 1:11:45 Seburuk-buruknya perkara muhdatsatuha 1:11:48 adalah hal-hal, ya, yang baru yang 1:11:51 diada-adakan. 1:11:55 "Kemudian, wa kullu muhdatsatin bidah." 1:11:58 Dan tiap muhdatsah adalah bid "Wa kullu 1:12:00 bidatin dhalalah." Setiap bidah 1:12:02 dhalalah. 1:12:03 Menggunakan uslub takmim, kull. 1:12:07 Kull. "Wa kullu muhdatsatin wa kullu 1:12:10 bidatin dhalalah." 1:12:12 Umum di sini, apakah umum khusus, apakah 1:12:15 umum mutlak? 1:12:19 Artinya umum yang terbatas, apakah umum 1:12:21 bersifat mutlak? 1:12:23 Kalau bersifat mutlak, bersifat am, 1:12:26 berarti apa? Semua yang baru yang tidak 1:12:29 ada pada masa Rasulullah dalam bentuk 1:12:30 apapun, bidah. 1:12:32 Berarti khusus. 1:12:34 Berarti umumnya khusus. 1:12:36 Nah, apa yang mentaksis? 1:12:39 Kitabullah, sunnah. Yang sebelumnya. 1:12:42 Sebaik-baiknya 1:12:45 ucapan adalah kitab Allah, 1:12:47 sebaik-baiknya tuntunan adalah tuntunan 1:12:49 Rasulullah. Maka segala apa-apa yang 1:12:51 baru yang merombak 1:12:54 apa apa yang Allah terangkan dalam 1:12:56 kitab-Nya, dicontohkan Nabi, merombak, 1:12:59 menggantikannya, maka itu bidah. 1:13:01 Contohnya, 1:13:02 Allah subhanahu wa taala 1:13:05 perintahkan kita untuk melakukan salat 1:13:07 subuh pada waktunya. Kalau kita lakukan 1:13:09 sebelum waktunya, walaupun lebih banyak, 1:13:12 di luar waktunya tidak sah. 1:13:14 Atau salat subuh dua rakaat, karena kita 1:13:16 masih segar, kita mau perbanyak menjadi 1:13:17 empat rakaat. 1:13:20 Isya karena sudah capek, kita rubah 1:13:22 menjadi dua rakaat. 1:13:24 Perubahan dengan menambah, mengurangi 1:13:26 yang baku, itu merupakan muhdatsah. 1:13:29 Tapi kalau orang di samping salat yang 1:13:31 wajib menambahkan dengan salat-salat 1:13:32 sunnah, mau empat, mau delapan, mau 1:13:34 sepuluh, dengan mendekatkan diri pada 1:13:36 Allah, enggak ada larangan, bahkan Allah 1:13:38 mengatakan, "Qad aflaha man tazakka wa 1:13:40 dzakara isma rabbih fashalla." 1:13:44 Jadi, begitu juga. 1:13:46 Kita dalam salat, membaca suratul 1:13:49 Fatihah. 1:13:50 Tidak digantikan, kan? 1:13:52 Pada saat ruku, kita membaca tasbih, 1:13:55 begitu pula sujud. 1:13:57 Kemudian kalau kita tambahkan dengan doa 1:13:59 pada saat sujud, kita mohon pada Allah 1:14:01 subhanahu wa taala 1:14:03 permohonan-permohonan 1:14:05 yang begitu banyak. 1:14:06 Karena kita salat sendiri, bukan 1:14:08 berjamaah, tidak terikat dengan jamaah, 1:14:09 kita bisa memohon pada Allah apa yang 1:14:11 kita inginkan. 1:14:13 Nah, doa setelah kita melakukan tasbih 1:14:16 kepada Allah subhanahu wa taala 1:14:18 merupakan berdoa pada saat yang paling 1:14:20 dicintai Allah subhanahu wa taala. 1:14:23 Ada orang bertanya, "Bagaimana kalau 1:14:24 enggak bisa bahasa Arab, Ustaz?" Kita 1:14:26 mau nyampaikan, pakai bahasa Indonesia 1:14:28 enggak apa-apa, 1:14:29 asal yang baku jangan dirubah. 1:14:31 "Subhana rabbiyal a'la wa bihamdih." 1:14:33 Setelah itu mohon pada Allah taala. 1:14:35 Kalau perlu cucurkan air mata kamu. 1:14:37 Karena salat itu komunikasi, 1:14:39 komunikasi antara Allah, antara hamba 1:14:42 dan Tuhannya. 1:14:43 Nah, dengan sendirinya Allah buka pintu 1:14:45 bagi hamba-hambanya yang ingin memohon 1:14:48 kepada Allah subhanahu wa taala. 1:14:51 Jadi, dalam hal ini bukan berarti dia 1:14:52 melakukan bidah ketika dia mohon pada 1:14:54 Allah, 1:14:55 menyampaikan hajatnya, kebutuhannya, 1:14:57 kesedihan, kedukaannya, itu bukan 1:15:00 merupakan bidah. Tapi merubah yang baku, 1:15:02 yang datang dari Allah maupun Rasul-Nya, 1:15:05 itu merupakan bid 1:15:06 Contohnya, orang pergi haji ke tanah 1:15:08 suci, 1:15:10 dibilang karena pandemi sudah rubah saja 1:15:11 deh, kita pergi haji umpamanya ke mana? 1:15:14 Ke wilayah yang lain, katakan. Itu 1:15:16 enggak sah. 1:15:17 Betul enggak? Atau sujud ke depan 1:15:18 diganti dengan sujud ke belakang untuk 1:15:20 olahraga, bisa membuat lebih apa? 1:15:22 Tapi kalau kita tambah dengan salat 1:15:24 sunnah, 1:15:25 ya, kita apa namanya, memperbanyak 1:15:27 kebaikan, itu bukan merupakan hal yang 1:15:29 dilarang. Kalau orang-orang awam, mereka 1:15:32 enggak mampu untuk membaca Alquran 1:15:33 seluruhnya, dia baca surat Yasin, atau 1:15:36 baca suratul Kahfi, ini bukan merupakan 1:15:39 hal-hal yang dilarang. 1:15:42 Jadi, 1:15:43 kaidah tadi sebetulnya kaidah yang 1:15:45 banyak menjadi pembicaraan 1:15:48 di antara para ulama. 1:15:50 Kita tidak setuju membatasi ibadah pada 1:15:52 hal-hal yang sifatnya ritual, tapi 1:15:54 ibadah adalah satu kata yang mencakup 1:15:56 seluruh amal-amal kebaikan yang dicintai 1:16:00 Allah, yang dilakukan semata-mata untuk 1:16:03 Allah, baik amal yang lahir maupun amal 1:16:05 yang batin, baik yang sifatnya 1:16:07 individual maupun yang sifatnya apa? 1:16:09 Yang sifatnya sosial, dalam bentuk kerja 1:16:12 sama yang mengarah kepada kebaikan, yang 1:16:15 mendukung kebenaran, itu semuanya 1:16:17 merupakan ibadah kalau kita niatkan 1:16:20 untuk beribadah pada Allah subhanahu wa 1:16:22 taala. Dan alhamdulillah tuntunan Allah 1:16:26 dalam berbagai macam 1:16:29 ibadah ritual sudah begitu banyak. 1:16:32 Tidak perlu kita mengada-adakan lagi 1:16:33 hal-hal yang baru. Kita membaca Alquran, 1:16:36 kita juga bisa bertasbih, bertahmid, 1:16:39 bertakbir kepada Allah, bershalawat pada 1:16:41 Rasul-Nya Muhammad sallallahu alaihi wa 1:16:43 alihi wasallam, kemudian melakukan 1:16:45 ibadah dan amal-amal sosial, 1:16:47 ini semua merupakan hal yang bermanfaat, 1:16:49 insya Allah. 1:16:50 Kita akan berbincang, insya Allah, di 1:16:52 masa akan datang 1:16:54 dalam 1:16:55 dalam apa namanya, hal-hal 1:16:59 yang berhubungan dengan ibadah, 1:17:00 mudah-mudahan dalam makna dan arti yang 1:17:02 lebih luas, dan semua dihubungkan dengan 1:17:04 ayat-ayat Allah subhanahu wa taala. 1:17:07 Subhanakallahumma wa bihamdih, 1:17:09 asyhadu an la ilaha illa anta, 1:17:11 astaghfiruka wa atubu ilaik, wal afwu 1:17:13 minkum, wassalamualaikum warahmatullahi 1:17:16 wabarakatuh. Walaikumsalam 1:17:17 warahmatullahi wabarakatuh, jazakumullah 1:17:18 khairan jazaa, Ustaz Husein bin Hamid 1:17:20 Alatas. Semoga apa yang beliau terangkan 1:17:23 bisa jadi hidayah, bisa jadi taufik buat 1:17:25 kita semua, bisa kita amalkan tentang 1:17:28 tadi 1:17:29 makna ibadah atau makna tujuan dari 1:17:32 penciptaannya kita sebagai manusia, 1:17:35 makhluk Allah subhanahu wa taala. Semoga 1:17:38 bisa ikhwan akhwat sekalian 1:17:41 amalkan di rumah, bisa menjadi penerang 1:17:43 buat kita sekalian. Amin amin ya rabbal 1:17:46 alamin. Ikhwan akhwat, sayang sekali 1:17:48 kita sudah di penghujung acara. Setelah 1:17:50 ini ada acara tingtong, Ustaz, tingtong. 1:17:52 Jadi, laporan tentang bagaimana 1:17:55 program berhasil selama sebulan ke 1:17:57 belakang, kemudian bagaimana kondisi 1:17:59 keuangannya dan lain sebagainya. Dan 1:18:02 saya Is Alkaf, Neja, dan juga Yusuf 1:18:04 Subangkit di meja operator, mohon undur 1:18:06 diri, wassalamualaikum warahmatullahi 1:18:08 wabarakatuh. 1:18:09 Walaikumsalam warahmatullahi