Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:59 Ada suara jam. 1:02 Ada suara jam. 1:04 Taruh dulu. Tapi nanti dimatiin. 1:06 Oke. 1:16 Mmm, sahabat. Insya Allah. 1:48 Rasul TV 2:23 Subhanahu wa taala kami ucapkan dan 2:25 selamat datang Ikhwan Akhwat di acara 2:27 kajian tasawuf bersama saya Isa Alkaf 2:30 meja dan juga Agus Susilo di meja 2:33 operator dan seperti biasa Ikhwan Akhwat 2:37 setiap Sabtu pagi kita akan mengkaji 2:39 tema-tema tasawuf bersama Habib Ahmad 2:42 Mushtafa bin Syihab yang alhamdulillah 2:44 berkesempatan membersamai kita hari ini 2:47 melalui Zoom. Assalamualaikum 2:49 warahmatullahi wabarakatuh Habib. 2:52 Assalamualaikum warahmatullahi 2:53 wabarakatuh marhaban Habib ahlan wa 2:54 sahlan. 2:55 Alhamdulillah Habib sehat amin. 2:57 Sehat alhamdulillah khair wa afiah 2:59 marhaban ahlan wa sahlan. 3:00 Senang sekali kita sama Habib nih. 3:02 Masyaallah masyaallah antum Habib 3:04 masyaallah alaikum. 3:06 Mudah-mudahan segera dipertemukan Habib 3:08 ya. 3:09 Amin amin insyaallah insyaallah amin. 3:11 Ikhwan Akhwat yang dirahmati Allah 3:12 Subhanahu wa taala saya berkesempatan 3:14 bergabung melalui via Zoom dari rumah 3:17 karena terdampak positif nih doain 3:20 Ikhwan Akhwat semoga segera sehat 3:22 insyaallah amin amin ya rabbal 3:23 Amin amin. 3:25 Eh Ikhwan Akhwat eh seperti biasa 3:27 kita hari ini akan kembali membaca kitab 3:31 Mahiyatut Tasawuf atau 3:34 buku yang dikarang oleh Habib Umar bin 3:37 Muhammad bin Salim bin Hafidz tentang 3:39 hakikat-hakikat ilmu tasawuf dan kita 3:43 sudah mencapai 3:45 eh salah satu tanda orang tasawuf yaitu 3:49 berzikir kepada Allah Subhanahu wa taala 3:51 bagian akhir yaitu yang membahas tentang 3:55 keutamaan majelis zikir yang akan 3:57 dijelaskan oleh Habib Mushtafa. Silakan 4:00 Habib. 4:01 Bismillah, marhaban jazakumullah khair 4:02 Habib. Bismillah. 4:07 Assalamualaikum warahmatullahi 4:08 wabarakatuh. 4:09 Waalaikumsalam. 4:10 Alhamdulillahirobbil alamin, washolatu 4:11 wassalamu ala sayyidil mursalin 4:13 sayyidina Muhammadin wa ala alihi 4:14 washohbihi ajmain. 4:16 Subhanaka la ilmalana illa ma allamtana 4:18 innaka antal alimul hakim, utub alaina 4:21 innaka anta tawwabur rahim. 4:22 Allahumma ya fattahu ya alimu ya fattahu 4:24 ya alimu ya fattahu ya alimu iftah 4:26 alaina fathan qoriba ya arhamar rohimin. 4:28 Allahumma la sahla illa ma ja'altahu 4:30 sahla wa anta taj'alul hazana idza 4:33 syi'ta sahla. Allahumma sahil lana 4:35 hifdzal ulum wahablana wasi'atil fuhum 4:37 bijahi nabikal ma'shum shollallahu 4:39 alaihi wasallam. 4:40 Allahumma inna nas'alukal ilmal ladunni 4:42 wal masyrabal shofil haniyya wahabiyya 4:44 ghoniyya. 4:45 Wa na'udzubika Allahumma min ilmin la 4:47 yanfa'u wa qolbin la yakhsya'u wa amalin 4:49 la yurfa'u. Wa ainun la tadma'u wa 4:51 nafsun la tasyba'u wa da'watun la 4:53 yustajabu laha birohmatika ya arhamar 4:55 rohimin ya arhamar rohimin ya arhamar 4:57 rohimin. 4:59 Alhamdulillah senantiasa puji dan puji 5:00 syukur kita haturkan ke hadirat Allah 5:02 Subhanahu Wa Ta'ala. 5:04 Atas limpahan karunianya, nikmatul Islam 5:06 wal iman wal nikmatul hidayah dan 5:07 taufik. 5:09 Dan alhamdulillah ikhwan kembali lagi 5:10 dalam kajian mingguan kita. 5:12 Dan di sini bersama kita mengkaji kitab 5:14 mahiyyatut tasawwuf wa simatu ahlih, 5:16 mengungkap hakikat ilmu tasawwuf dan 5:19 ciri-ciri orang yang bertasawwuf. 5:21 Sebelum itu bersama kita doakan eh 5:24 Habibana Habib Isa Al Kaff robbana 5:26 ya'tihi al afiyah attammah was shihhal 5:28 kamilah. 5:29 Amin. 5:29 Insya Allah khair Habib thohur, nah 5:31 Habibana 5:34 gurung thohur kalau di sana kan kalau 5:36 kita ziarah orang sakit eh bilangnya apa 5:39 itu thohur insya Allah, suci insya 5:41 Allah. 5:42 Eh thohur itu penyucian Habib, jadi ada 5:45 riwayat riwayat ghulu Allah Ta'ala 5:47 ketika memberikan penyakit kepada 5:50 hambanya, bilamana hamba itu ridho 5:52 maka Allah Ta'ala mengirim empat 5:54 malaikat. 5:55 Yang pertama, malaikat pertama mengambil 5:57 kesehatannya maka dia menjadi sakit. 5:59 Malaikat kedua mengambil kekuatannya 6:01 maka dia menjadi lemah. 6:03 Malaikat ketiga mengambil nafsu 6:05 makannya, akhirnya enggak enggak nafsu 6:07 makan. Nah, malaikat keempat Allah 6:09 Ta'ala suruh ambil dia, do, suruh ambil 6:11 dosanya. Gitu, malaikat keempat suruh 6:14 ambil dosa orang yang sakit. 6:16 Nah, ini 6:17 Masyaallah, masyaallah. Amin, amin. 6:19 Mudah-mudahan kabul ya Allah. 6:35 Jazakallah khair ya Sayyid Isa, 6:36 insyaallah Ikhwani. 6:38 Eh, kembali dalam kajian kita mahiyatut 6:40 tasawuf wa simat ahli. Dan di sini 6:42 seperti tadi eh, Habib Isa menga, tekan 6:45 kita akan membahas 6:46 bab terakhir dalam apa namanya, dalam 6:49 bab adz-dzikir. Di antara tandanya ahli 6:52 tasawuf adalah katsratudz-dzikir. 6:54 Banyak berdzikir kepada Allah Subhanahu 6:56 wa Ta'ala. Dan tempo hari apa namanya, 6:58 pada pertemuan lalu kita bahas keutamaan 7:01 selawat wa ha kada. Jenis dzikir 7:03 tertentu ya, yaitu selawat selawat ala 7:04 Nabi Shallallahu alaihi wasallam. Kita 7:06 bahas pada minggu lalu keutamaannya wa 7:08 ha kada. Insyaallah sekarang kita akan 7:09 bahas keutamaan majelis dzikir. Wa ha 7:12 kada. Sempat dibahas keutamaan dzikir 7:15 keuta, kemudian keutamaan selawat, 7:17 sekarang keutamaan majelis-majelis 7:19 dzikir. Nah, insyaallah ini yang 7:22 banyak kita bisa menyimak apa namanya di 7:25 halaman 21. 7:27 Nah, di sini ada beberapa hadis Ikhwan. 7:28 Di sini akan dibahas empat hadis 7:31 kemudian 7:32 eh, perkataan dari Al Imam Al Habib 7:33 Abdullah bin Alwi Al Haddad. Nah, di 7:36 sini Al Faqir bisa share screen dan 7:39 bareng-bareng kita baca hadisnya 7:40 satu-satu. 7:42 Baik, bismillahirrahmanirrahim. 7:45 Qala musanif rahimahullah, qala musanif 7:47 hafizahullah taala wa nafa'ana bi 7:49 ulumihi fid darain. 7:52 Wa qala sallallahu alaihi wa alihi wa 7:54 sahbihi wa sallam, "Idza marartum bi 7:55 riyadhul jannati fartau." 7:58 Qalu, "Wa ma riyadhul jannah?" Qala, 8:03 wa hasanahu wa hasanah wa Abu Ya'la wa 8:05 Baihaqi wa Tabrani. 8:07 Di sini Sayyidil Habib mengutip 8:10 hadis Nabi sallallahu alaihi wa sallam 8:13 yang Baginda bersabda, "Idza marartum 8:15 bilamana kalian melalui atau lewat bi 8:18 riyadhul jannah dengan 8:20 taman-taman surga. Kalau seandainya 8:23 kalian lewat dengan taman surga, fartau 8:25 maka singgahlah di situ. 8:28 Jangan lewat saja, sayang. Ayo, 8:30 singgah." Begitu. 8:32 Maka sahabat bertanya, "Wa ma riyadhul 8:34 jannah?" Dan apa itu gerangan, ya 8:36 Rasulullah, taman surga itu? Qala 8:39 Baginda menjawab, "Hilaqudz zikri." Itu 8:41 adalah hilaq. 8:42 Hilaq itu jamak halaqah, jamaknya 8:44 daripada halaqah adalah 8:45 lingkaran-lingkaran. 8:47 Az zikri zikir. Lingkaran orang-orang 8:49 berzikir. Nah, yang dimaksud di sini 8:51 adalah majelis zikir. Dan ini adalah 8:53 hadis yang hasan diriwayatkan oleh oleh 8:55 Imam Ahmad bin Hanbal wa Tirmidzi wa 8:57 ghairuh. 8:58 Hadis yang pertama ini, Ikhwan, sering 9:00 kita dengar. 9:01 Perihal tentang majelis zikir itu 9:03 hakikatnya adalah taman-taman surga. 9:06 Kenapa demikian? Ah, begini. 9:08 Karena 9:10 hakikat daripada surga itu adalah 9:12 keridaan Allah subhanahu wa taala. 9:15 Jadilah surga itu nikmat karena di situ 9:17 ada keridaan Allah taala. 9:18 Dan jadilah neraka itu azab karena di 9:20 situ ada kemurkaan Allah subhanahu wa 9:22 taala. Kalau seandainya Allah taala 9:25 mencabut keridaannya dari surga, maka 9:27 taklah menjadi nikmat surga itu. 9:30 Juga kalau seandainya Allah taala 9:31 mencabut kemurkaannya dari neraka itu, 9:33 maka neraka bukanlah tempat azab. 9:36 Makanya 9:37 hakikat kenikmatan adalah keridaannya 9:38 Allah. Dan hakikat azab adalah kemurkaan 9:42 Allah. 9:43 Nah, 9:44 wahakaza. Oleh karena itu, Ikhwan, kita 9:45 mendengar 9:47 Baginda Rasulullah menceritakan keadaan 9:48 orang surga nanti. 9:50 Allah taala menyerukan kepada mereka, 9:51 "Wahai penghuni surga, apakah kalian 9:54 rida dengan pemberianku?" 9:56 Maka mereka menjawab, "Qalu, wa ma lana 9:58 la la narda." Eee, bagaimana mungkin 10:00 kami tidak kami tidak kami tidak rida ya 10:02 Allah, sedangkan Engkau memberikan semua 10:04 yang kami inginkan. 10:06 Kemudian Allah taala menjawab, 10:07 "Apakah kalian mau Aku berikan karunia 10:10 yang lebih dari itu semua?" 10:12 Mereka menjawab, "Bala, ya Rabb. Ya, mau 10:14 ya Allah." "Wa hillu alaikum ridwani, 10:17 fala fala askhutu ba'dahu abada." "Aku 10:20 akan berikan kalian keridaanku." Nah, 10:23 "Aku akan naungi kalian dengan 10:25 keridaanku, sehingga Aku tidak akan 10:26 memberikan kalian kemurkaanku untuk 10:28 selama-lamanya." 10:29 Nah, itulah puncak apa namanya 10:31 kenikmatan ahli surga. 10:33 Nah, wahakaza. 10:35 Yang itu di apa namanya di di di 10:38 diaplikasikan dengan apa? Dengan melihat 10:40 Allah subhanahu wa taala di surga nanti. 10:42 "Innakum satarauna rabbakum misla misla 10:45 ma tarauna hadzal misla ma tarauna 10:47 hadzal wa asyara bi yadihi ila qamar." 10:49 Wahakaza. 10:50 Nah, itu Ikhwan. Nah, jadi keridaan itu 10:52 adalah inti daripada kenikmatan surga. 10:54 Nah, keridaan itu bisa digapai oleh 10:56 seorang hamba 10:58 sedangkan dia masih di dunia. 11:00 Di mana tempatnya? Ya, tempat-tempat 11:01 yang di situ ada keridaan Allah. Di 11:03 antaranya adalah 11:04 majelis majelis zikir. Nah, maka tidak 11:07 heran kalau seandainya Baginda 11:09 eee menilai menilai bahwasanya majelis 11:12 zikir itu halaqah-halaqah zikir itu 11:14 adalah taman-taman surga. Karena itu di 11:17 situ pula karena di situ ada keridaan 11:18 Allah subhanahu wa taala. Wahakaza, 11:20 Ikhwan. 11:21 Makanya dikatakan begini, eee kalau 11:23 orang 11:24 eee apa namanya hadir majelis zikir eee 11:27 dan dia betah, merasa tenang di situ. 11:30 Nah, itu berarti 11:31 alamat besar, insya Allah, dan harapan 11:33 besar insyaallah menjadi penghuni surga. 11:35 Karena dia betah dengan tempatnya. 11:37 Tapi kalau sebaliknya gimana ya? Eh, 11:39 bahaya itu, Bib. Kalau sebaliknya kalau 11:40 orang hadir gelisah. 11:42 Mungkin hadir di zikir. Mikirnya kayak 11:45 terigu loh di belakang. 11:48 Nah, 11:49 betul. Betul, Habib. Sebaliknya kalau 11:51 seandainya orang hadir majelis zikir 11:54 kayak kepanasan gitu. Aduh, kayak enggak 11:56 betah, kayak gelisah banget. Wah, itu 11:59 berarti 12:00 eh, insyaallah enggak ada, insyaallah 12:01 apa namanya? Eh, 12:03 jadi orang baik semua. Tapi eh, itu 12:05 bahaya. Soalnya kenapa? Ketika orang 12:07 gelisah ketika duduk di majelis ilmu 12:09 atau majelis zikir, berarti dia gelisah 12:11 duduk di taman surga. Karena itu memang 12:14 bukan rumahnya. Nauzubillah min zalik. 12:16 Bukan tempat yang ia akan tinggal 12:17 tinggal nanti di akhirat. Masyaallah 12:19 sama nafi'ah. Wahai Ikhwan. 12:21 Subhanallah wahai Ikhwan. Subhanallah. 12:23 Eh, tidak dipungkiri majelis zikir itu 12:25 membawa ketenangan, wahai Ikhwan. 12:27 Walaupun kita enggak paham kadang-kadang 12:28 artinya, tapi kita duduk berzikir, itu 12:31 sudah luar biasa, Ikhwan. 12:32 Nah, 12:33 ulama berkata, 12:35 di antara majelis zikir itu adalah 12:37 majelis ilmu, wahai Ikhwan. Masuk dalam 12:39 kategori majelis majelis zikir. Jadi, 12:41 masuk dalam kategori hilagu zikir 12:43 majelis taklim. 12:45 Dan juga ada riwayat. Wafi riwayat 12:49 majalisu majalisul ilm, wahai Ikhwan. 12:51 Hilagu zikir wafi riwayat majalisul 12:53 majalisul ilm. Nah, inilah hadis yang 12:55 pertama, keutamaan eh, majelis-majelis 12:58 zikir. Apabila mana kita melewati 13:00 eh, tempat di situ ada untaian zikir 13:03 kepada Allah ta'ala, maka sayang kalau 13:05 kita lewatkan. Paling enggak singgahlah 13:08 di situ. Singgahlah ke taman-taman 13:09 surga. Petiklah apa yang ada di taman 13:11 itu daripada buah-buah yang sangat 13:13 lezat. 13:15 Ikut 13:16 nimbrung dalam berzikir, wahai Ikhwan, 13:17 walaupun sedikit. Lailahaillallah. Nah, 13:19 itu Ikhwan. Inilah perihal hadis yang 13:21 pertama. 13:22 Kemudian di sini Sayyidul Habib membahas 13:24 hadis yang kedua. Nah, hadis yang kedua 13:25 ini panjang. 13:26 Tapi ajaib. Allah Subhanahu Wa Ta'ala 13:28 menceritakan bagaimana 13:30 keutamaannya majelis-majelis zikir itu. 13:32 Allah Ta'ala menugaskan beberapa 13:33 malaikat untuk mencari majelis zikir. 13:36 Wah, kayak hadis yang ma'ruf. 13:38 Eee taba'an hadal hadis rawahul 13:40 Al-Bukhari wa Muslim dalam eee 13:42 dalam sahihnya. Kita baca bersama. Wa 13:44 qala sallallahu alaihi wa alihi wa 13:46 sahbihi wa sallam. 13:47 Baginda sallallahu alaihi wa sallam 13:48 bersabda, "Inna lillahi malaikatan 13:50 sayyahina fil ardhi 13:52 fadlan an kuttabin nas." 13:55 Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta'ala 13:56 mempunyai malaikat-malaikat yang mana 13:59 mereka itu ditugaskan untuk muter-muter, 14:01 keliling-keliling 14:03 fil ardhi, di bumi. 14:04 Yang mana mereka itu fadlan an kuttabin 14:06 nas, lain lain lagi daripada malaikat 14:09 malaikat-malaikat yang ditugaskan untuk 14:11 menulis amal-amal manusia. Kan ada kan 14:14 tuh, raqib atid. 14:16 Nah, tapi ada lagi malaikat-malaikat 14:17 selain itu yang tugasnya ngapain? Nyari 14:20 nyari nyari apaan? Ya tufuna fit turuq 14:23 yaltamisuna ahlaz zikir. Nah, mereka 14:26 muter-muter di jalan-jalan. 14:28 Ngapain? Yaltamisuna, mereka mencari 14:31 ahlaz zikir. Ah, mencari orang-orang 14:33 yang berzikir. 14:36 Kalau nemu, faiza wajadu, 14:38 maka bilamana mereka mendapatkan majelis 14:40 zikir, qauman yazkurunallah, mendapatkan 14:43 suatu kaum yang mereka itu berzikir 14:45 kepada Allah, mereka tanadau, maka 14:47 mereka menyerukan 14:49 "Halummu ila hajatukum." 14:51 Awahakaza, ayo, apa namanya, 14:54 bersegeralah kalian untuk apa namanya, 14:56 eee memanjatkan hajat kalian, ila 14:59 hajatikum. 15:01 Fayahuffunahum bi ajnihatihim ila ila 15:03 samaid dunya. Maka akhirnya malaikat itu 15:05 bukan bukan satu bukan satu bukan satu 15:06 malaikat, banyak malaikat-malaikat itu. 15:07 Akhirnya mereka malaikat itu menawungi 15:09 majelis itu, mengelilingi majelis itu 15:12 dengan sayap-sayap mereka 15:14 sampai lingkaran-lingkaran sampai ke 15:16 langit, ila samaid dunya, gitu. Jadi, 15:18 muter-muter muter sampai ke langit. 15:20 Fayas'aluhum rabbuhum wa huwa a'lamu 15:22 bihi 15:22 wa huwa a'lamu minhum. Ah, 15:24 Akhirnya mereka melapor kepada Allah 15:26 Ta'ala. Ya Allah, kami temukan majelis 15:29 zikir. 15:30 Allah Ta'ala 15:31 bertanya kepada mereka dan ialah Allah 15:33 Ta'ala lebih tahu daripada mereka 15:34 hakikatnya. Allah berkata, "Apa yang 15:38 dikatakan oleh hamba-hambaku?" 15:40 Maka malaikat melaporkan, "Ya Allah, 15:42 mereka itu 15:47 mereka bertasbih kepadamu dan mereka 15:49 bertakbir. 15:50 Mereka mengucapkan alhamdulillah dan 15:52 mereka mengagungkanmu." Begitu. 15:55 Maka Allah Ta'ala menanyakan kembali, 15:58 "Apakah mereka pernah melihatku?" Kata 16:00 Allah Ta'ala. 16:01 Maka malaikat menjawab, "Tidak ya Allah, 16:05 tidak ya Allah, 16:07 sumpah mereka tidak pernah melihatmu ya 16:09 Allah." Maka Allah bertanya lagi, 16:11 "Bagaimana kalau seandainya mereka 16:12 melihatku?" 16:13 "Bagaimana kalau seandainya mereka 16:14 melihatku?" 16:16 Maka malaikat menjawab, 16:25 "Kalau seandainya mereka melihatmu ya 16:26 Allah, melihat keagunganmu, maka pasti 16:28 mereka akan lebih 16:31 dalam ibadahnya dan mereka akan lebih 16:33 dalam pengagungannya kepadamu dan mereka 16:35 akan bertambah dan dan lebih 16:38 memperbanyak tasbih-tasbihnya untukmu." 16:40 Gitu. Ini mereka enggak lihat aku saja 16:42 begitu, apalagi kalau lihat aku, kata 16:44 Allah Ta'ala yang begitu. Begitu. 16:46 Kemudian Allah bertanya lagi, "Mereka 16:49 mengharapkan apa dariku?" Mereka 16:50 mengharapkan apa dariku? 16:52 Malaikat menjawab, 16:53 "Mereka 16:55 mengharapkan darimu untuk diberikan 16:57 surga." 16:58 Maka Allah bertanya lagi, "Apakah mereka 17:01 melihatnya? Pernah melihat surga mereka 17:03 sampai minta surga memang pernah lihat?" 17:05 "Tidak ya Allah, ya Rabbi, 17:07 tidak ya Allah, sumpah mereka tidak 17:08 pernah melihat surga itu." 17:12 Allah bertanya lagi, "Bagaimana kalau 17:14 seandainya mereka melihat surga?" 17:16 Maka 17:18 malaikat menjawab, 17:25 Kalau seandainya mereka dikasih lihat 17:26 surga, pasti mereka akan lebih semangat 17:29 lagi. 17:31 Dan akan lebih untuk meminta surga itu 17:33 lagi. Dan mereka akan mempunyai lebih 17:36 besar keinginan mereka untuk apa namanya 17:38 mendapatkan surga itu. Ini mereka enggak 17:40 lihat saja, mereka minta surga apa 17:42 padahal mereka belum lihat. Apalagi 17:44 kalau seandainya mereka melihat 17:45 keindahan surga itu, pasti lebih minta 17:46 lagi. 17:48 Allah 17:50 bertanya lagi, mereka minta berlindung 17:53 dari dari apa? Mereka takut dari apa? 17:56 Maka malaikat menjawab, Ya Allah, mereka 17:59 minta berlindung dari neraka. Takut dari 18:01 neraka. Allah 18:03 maka Allah menjawab bertanya lagi, 18:04 memang 18:05 pernah lihat neraka? 18:07 Tidak 18:09 ya Allah, mereka belum pernah melihat 18:10 neraka itu. 18:11 Allah bertanya lagi, bagaimana 18:14 kalau seandainya mereka melihat neraka 18:16 itu? 18:17 Maka malaikat menjawab, 18:19 kalau seandainya mereka melihat neraka 18:20 pasti mereka 18:21 lebih takut lagi. 18:23 Kalau seandainya mereka dikasih lihat 18:24 neraka ya Allah, pasti mereka lebih 18:26 takut lagi. 18:28 Mereka lebih akan menjauh daripada 18:30 neraka itu. Lari, mereka pasti mereka 18:33 lebih kabur lagi dan akan lebih rasa 18:36 takut mereka kepada neraka. Mereka 18:38 enggak lihat saja mereka takut, apalagi 18:39 kalau mereka takut. Apalagi 18:42 kalau mereka lihat pasti lebih takut. 18:44 Nah itu apa namanya 18:47 percakapan antara Allah Ta'ala dan 18:49 malaikatnya. Tanya jawab tanya jawab 18:50 tentang perihal orang yang berzikir. Di 18:52 akhir cerita, 18:54 maka Allah Ta'ala berkata kepada 18:56 malaikat-malaikat itu, 18:59 Saksikanlah wahai para malaikatku, 19:00 sesungguhnya 19:02 aku telah mengampuni mereka. Aku berikan 19:05 pengampunanku untuk mereka orang-orang 19:07 yang di majelis zikir itu. 19:10 Jadi semua itu dapat tuh, dapat magfirah 19:12 semua, dapat pengampunan semua. 19:15 Nah, 19:17 di sini ada seorang malaikat yang kalau 19:19 bahasa kita ya kepo ya. Heeh. Ada 19:21 malaikat yang fuduli. 19:22 Fayakulu malakun minal malaikah. Ada 19:25 satu malaikat yang nyeletuk, Ya Allah, 19:28 fihim fulan laisa minhum innama jaa'a li 19:30 hajah. Eh, ya Allah, tapi itu ada satu 19:33 orang tuh, 19:34 eee bukan dari golongannya orang yang 19:35 berzikir, dia cuma nimbrung karena ada 19:38 hajat, 19:39 kagak niat untuk zikir, enggak niat 19:41 untuk belajar, enggak, ada hajat aja, 19:42 hajat duniawi. 19:45 Masa iya dia dapat pengampunan juga? 19:46 Enak dong. 19:47 Fayakulu, maka Allah menjawab, humul 19:49 qaum la yasyqa bihim jalisuhum. Wafi 19:52 riwayah walau ghafartu. Pun dia aku 19:54 berikan pengampunan. Lah, kenapa? Karena 19:56 dia duduk bersama orang-orang yang tidak 19:59 akan celaka orang-orang yang duduk 20:01 bersama bersama mereka itu. Nah, gitu. 20:03 Humul qaum, mereka adalah suatu kaum la 20:05 yasyqa yang tidak akan celaka bersama 20:07 mereka orang-orang yang duduk dengan 20:09 mereka. Wahakaza. 20:10 Nah, ini hadis rawa Ahmad, Bukhari, 20:12 Muslim, wa ghairuh. 20:14 Nah, ini Ikhwan hadis, ya. 20:15 Niatnya mau dapat kopi, aman-aman aja. 20:17 Ya, Pak, insyaallah khair, Bib. Mau 20:19 dapat kopi, mau makan kebuli, mau nagih 20:22 utang, 20:23 mau nawarin HP produk apa aja. 20:28 Masyaallah, masyaallah. Kayak gitu. 20:56 Assalamualaikum, 20:57 Habib. 21:00 Terputus sebentar ini. 21:04 Masyaallah. Assalamualaikum, 21:07 Habib. 21:09 Ibarat orang 21:09 barusan dibacakan dari kitab tasawuf. 21:13 Bagaimana keutamaan majelis ilmu tadi 21:16 Habib Musabab menyampaikan bahwa 21:18 bahwa 21:20 majelis ilmu 21:23 dinaungi oleh malaikat, doanya 21:25 dikabulkan, kemudian diampuni dosanya 21:27 oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. 21:28 Alhamdulillah sudah bergabung lagi. 21:30 Silakan Habib, masyaallah. Afwan afwan. 21:34 Habib ya Allah habisnya internetnya agak 21:37 agak sedikit. 21:38 Edun anu internet ane ini yang yang 21:41 enggak ada rusak apa-apa. 21:44 Oke ane ganti ke 21:47 Ya marhaban Habib, syukran. Jazakallah 21:49 khair. 21:51 Habib kalau apa namanya 21:54 majelis ilmu dan majelis zikir mana yang 21:57 lebih utama Habib? 22:07 Kalau ada pertanyaan majelis ilmu dan 22:09 majelis zikir mana yang lebih utama 22:10 Habib? 22:12 Ehm bismillah. 22:13 Ehm 22:15 Habib Habib sudah oke sekarang? 22:16 Oke. 22:17 Oke, bismillah. Kita lanjut lagi. 22:20 Ehm sebelum apa namanya menjawab 22:22 pertanyaan tadi 22:24 ehm ada faedah yang tadi yang kita ambil 22:26 dari guru kita di sana Syekh Salim 22:28 Bahrisy. 22:29 Beliau bilang begini 22:30 majelis zikir dan majelis ilmu itu kalau 22:33 masalah pengampunan eh semua dapat 22:34 pengampunan. 22:35 Ehm. 22:36 Baik pun yang hadir dengan niat memang 22:38 mau berzikir atau mau mau belajar atau 22:40 yang hadir cuma gitu numbrung di situ 22:42 karena ada hajat duniawi gitu. 22:45 Ehm itu kalau pengampunan dapat semua. 22:48 Yang tidur, yang ngantuk eh ada yang 22:51 gitu masuk majelis taklim teng langsung 22:53 tidur dapat juga pengampunan masih 22:54 muslim ya. 22:56 Nah tapi kalau 22:57 kiswah 22:58 ehm 22:59 kiswah itu apa namanya kalau bahasa kita 23:01 ya pakaian ya tapi maksudnya pakaian itu 23:02 adalah pakaian yang balting. 23:04 He eh. 23:04 Ah, tapi kalau kiswah itu 23:06 eh tidak diberikan kecuali kepada mereka 23:09 orang-orang yang 23:10 benar-benar niatnya benar mau hadir 23:12 berzikir atau benar-benar mau menuntut 23:14 ilmu dan fokus enggak ngantuk itu akan 23:17 mendapatkan sibghah ataupun kiswah. 23:19 Gitu, sibghatullah. 23:21 Waman ahsan minallah sibghah. Maka 23:22 sibghah itu polesan 23:24 dan kesan, polesan dari majelis dari 23:27 zikir itu 23:28 asar apa ya? Eh dampak dampak negatif 23:31 dampak positif dari zikir itu dan juga 23:33 dampak positif dari ilmu yang dia dengar 23:35 itu, itu enggak akan didapatkan kecuali 23:37 memang kalau niat untuk mendapatkan itu 23:40 dan fokus. 23:42 Gitu, tapi kalau pengampunan ya semuanya 23:43 dapat. 23:45 Wakhir kalam Habib. 23:46 Insya Allah, insya Allah, syukran Habib. 23:47 Masya Allah, masya Allah. Tadi ada 23:49 pertanyaan Habib ya, apa namanya? Lebih 23:51 utama mana majelis ilmu sama majelis di 23:54 zikir. 23:54 Majelis zikir, oke. Cuman sebenarnya 23:56 majelis ilmu itu adalah cabang daripada 23:58 majelis zikir Habib. 23:59 Waqi. 24:00 Gitu. 24:01 Semuanya oke. Nah, namun di sini ada 24:02 hadis yang ma'ruf. 24:04 Ketika Nabi sallallahu alaihi wasallam 24:06 eh keluar dari rumah Baginda dan melihat 24:09 di di masjid itu ada beberapa 24:11 lingkaran-lingkaran. 24:12 Iya, ada lingkaran yang mereka itu 24:14 berzikir, halaqah kalau bahasa kita ya. 24:16 He eh. 24:16 Ada halaqah yang mereka itu berzikir. 24:19 Banyak itu. Nah, ada halaqah yang di 24:21 situ mereka mengupas Alquran berusaha 24:25 memahami Alquran. 24:28 Nabi sallallahu alaihi wasallam melihat 24:29 halaqah ini halaqah itu sampai sampai 24:30 akhirnya sampai akhirnya Nabi sallallahu 24:31 alaihi wasallam duduk dengan orang-orang 24:32 yang itu yang lagi membahas apa namanya? 24:35 Berusaha untuk memahami Alquran. 24:38 Nah, akhirnya apa? 24:40 Akhir sahabat bilang, "Apakah kami salah 24:42 ya Rasulullah?" Enggak, semua benar. 24:45 Na'am, semua dalam kebaikan. Wa innama 24:48 bu'itsu mu'allima, namun hanya saja aku 24:51 diutus sebagai mu'allim, sebagai guru. 24:54 Nah, di sini 24:55 tempatnya ya. Nah, di sini berarti 24:57 ketahuan bahwasanya majelis ilmu itu 24:58 lebih 24:59 lebih utama daripada majelis majelis 25:01 zikir. Wahai kawan ikhwan. 25:04 Tapi semuanya oke. 25:05 Ini perlu juga Bib, kita kadang-kadang 25:07 eh majelis-majelis ilmu tapi enggak 25:09 pernah hadir majelis zikir. Uh, itu 25:11 penting juga ikhwan. 25:13 Eh, sebagaimana majelis ilmu penting 25:14 juga majelis zikir itu penting. Seperti 25:16 majelis kita duduk baca ratib contohnya 25:19 atau baca wirdul latif contohnya ataupun 25:21 baca sirah nabi sallallahu alaihi 25:22 wasallam bareng-bareng itu masuk dalam 25:24 kategori majelis majelis zikir. 25:26 Kesannya di hati luar biasa. 25:28 Oke. 25:29 Luar biasa. Nah, aku lihat. Nah, itulah 25:32 hadis yang ke 25:33 yang kedua. 25:35 Kita akan baca hadis yang ketiga ya 25:36 ikhwan. 25:38 Di sini hadis yang ketiga Sayyidul Habib 25:40 membawakan hadis raahu Ahmad aidan. 25:42 Wa qaala sallallahu alaihi wa alihi wa 25:44 sahbihi wasallam. Laa yaq'udu qaumin 25:46 yadz kurunallaha illa haffat humul 25:48 malaikah. 25:49 Wa ghasyiyat humur rahmah wa nazalat 25:51 alaihimus sakinah wa dzakarahumullahu 25:54 fiiman indah. 25:56 Rawahu Ahmad wa ghairuh. 25:58 Nabi Rasul bersabda, laa yaq'udu qaumin 25:59 tidaklah duduk suatu kaum mereka itu 26:02 berzikir kepada Allah melainkan haffat 26:05 humul malaikah, malaikat mengelilingi 26:07 mereka. 26:08 Wa ghasyiyat humur rahmah dan mereka 26:10 ditaburin rahmat dari Allah ta'ala. Wa 26:13 nazalat alaihimus sakinah dan Allah 26:15 ta'ala turunkan kepada mereka 26:17 as sakinah, ketenangan, ketenangan hati. 26:20 Eh, bukan cuma itu. Wa dzakarahumullahu 26:22 fiiman indah dan Allah pun menyebutnya. 26:26 Wahai kawan. Allah telah mengenang 26:27 majelis ini, mengenang orang-orang apa 26:30 namanya yang duduk itu, menyebut 26:32 nama-nama mereka di di sisi Allah 26:34 subhanahu wa ta'ala. Nah, ini ajib 26:36 Habib. Keutamaan berzikir yang kedua, 26:38 tidaklah duduk orang berzikir melainkan 26:41 dikelilingi oleh malaikat. Ya, makanya. 26:43 Itu eh 26:44 rahasia daripada ketenangan di majelis 26:46 zikir atau majelis ilmu karena memang 26:48 banyak malaikat di situ. Wahai kawan dan 26:50 rahmat senantiasa turun. 26:52 Wahai Kakak, ini kan ma'ruf kan ada 26:54 cerita dari 26:56 Sayyidina Hasan bin Shaleh Al Bahar. 26:59 Sayyidina Hasan bin Shaleh Al Bahar ini 27:00 seorang ulama di Hadramaut. 27:03 Eee di Kota Zi Sabah kalau di sana. 27:06 Eee cerita yang ma'ruf itu cerita ada 27:08 satu orang rentenir, iya kan? 27:10 Yang 27:12 yang dia itu main main riba. Dan memang 27:14 perihal riba kan bahaya berbeda dengan 27:16 kabair. Dan Allah Ta'ala mengumandangkan 27:19 perang. 27:20 Aneh. 27:21 Fa'zanubiharbin minallah. Wahai Kakak. 27:24 Itu makanya enggak ada maksiat yang 27:26 sampai Allah Ta'ala kumandangkan perang 27:28 kecuali dua maksiat. Yang satu main 27:30 riba. 27:31 Yang satu 27:33 mengusik 27:34 waliyullah, gitu. Man azali waliyan 27:37 faqad azantuhu bilharb dalam hadis 27:38 qudsi-nya. 27:39 Itu kedua maksiat yang sangat bahaya. 27:42 Sampai Allah Ta'ala mengumandangkan 27:43 perang dengan orang itu. 27:45 Nih gimana kalau Allah Ta'ala 27:45 kumandangkan perang, ya gimana? Waduh. 27:48 Paling-paling eee minim apa namanya eee 27:51 dampak negatifnya ya diharamkan dari 27:53 husnul khotimah. Ya itu kan dampak yang 27:55 paling minimalnya. Lebih dari itu 27:57 dahsyat lagi entar. 27:58 Nah, jadi ceritanya ada orang main 27:59 rentenir. 28:01 Nah, wahai Kakak. 28:03 Terkenallah si Fulan bin Fulan main 28:04 rentenir, tapi 28:06 eee sebelum dia meninggal ada satu 28:08 keluarga dari makarim, dari 28:10 bangsa makarim. 28:12 Dia perlu diminta tolong. 28:14 Antum bantuin ana dong. Kenapa? 28:15 Ana mau tobat nih. Oh. 28:17 Oh, iya mau tobat. Iya, antum bantuin 28:19 ana untuk ngitung-ngitung harta-harta 28:21 yang pernah ana ambil dengan kezaliman. 28:24 Dengan riba. 28:25 Dibantuin itu. Tiga hari tiga malam, 28:27 Bib. Ngitungnya. Betul. 28:30 Akhirnya 28:31 Wah, habis-habis itu dikembalikan tuh 28:33 harta-harta orang yang pernah diambil 28:34 atas nama riba. Dibalikin semua. 28:37 Setelah tiga hari ini orang yang 28:39 rentenir ini 28:40 eee salat 28:43 dan ketika sujud dia meninggal dalam 28:44 sujudnya. 28:46 Iya. Masya Allah nih khotimah banget 28:47 meninggal dalam sujud. 28:49 Padahal hidupnya itu penuh dengan riba. 28:52 Nih, orang yang bantuin dia itu 28:54 dari bangsa Makarin tadi bingung. Ini 28:56 gimana ceritanya? Bukannya orang yang 28:57 kena yang biasanya main riba biasanya 28:59 suul khotimah, tapi ini aneh. Dia tobat, 29:01 habis itu dia meninggal dalam keadaan 29:03 luar biasa dari lagi sujud meninggalnya. 29:06 Nah, akhirnya apa? Nah, ini yang orang 29:08 ini yang bangsa nya Makarin ini ini 29:09 adalah muridnya Habib Hasan bin Saleh al 29:10 Bahar. 29:12 Nah, itu senantiasa setiap hari dia 29:13 ngaji sama gurunya Habib Hasan. 29:15 Habib Hasan nanyain habis itu, "Fulan, 29:17 ente kemana aja? Absen 3 hari." 29:19 "Enggak hadir majelis." 29:21 "Iya, Habib. Ente sakit?" "Kagak." 29:23 "Kenapa?" "Eh, ini ana kemarin 3 hari 29:26 itu ana bantuin si Fulan itu." 29:28 "Dia tobat dan kita bantuin untuk 29:30 ngitung-ngitung hartanya yang di rampas 29:33 dari ya yang dia ngambil dari yang lain 29:36 dengan kezaliman. Sudah dibalikin, sudah 29:37 oke semua. Tapi aneh, Habib." 29:40 "Apa ada apaan?" "Habis itu dia 29:42 meninggal dalam keadaan husnul 29:43 khotimah." "Lagi sujud meninggalnya. 29:45 Bukannya orang yang main riba itu 29:47 biasanya suul khotimah." 29:48 Nah. Pas dibilang gitu, Habib Hasan bin 29:51 Saleh al Bahar bilang begini, "Eh, ana 29:53 enggak heran." 29:54 "Fulan bin Fulan, kan?" Kata Habib 29:56 Hasan, "Iya, Habib. Fulan bin Fulan." 29:58 Nah. 29:59 "Tahu enggak gimana dia bisa mendapatkan 30:01 husnul khotimah itu padahal dia main 30:03 riba. Gimana ceritanya?" 30:05 "Pernah suatu hari dia datang ke kota 30:07 ini, ke kota Lisobah." "Yang niatnya mau 30:10 nagih hutang 30:11 ke temannya di sana. Dia datang ke 30:13 rumahnya itu, diketok rumahnya." 30:15 "Yang bukain istrinya, istri istri 30:16 temannya. 'Mana si Fulan?'" 30:18 "Enggak ada di rumah. Mau nagih." 30:21 "Jangan kabur. Ana mau 30:22 mau nagih hutang nih." 30:23 "Istri bilang, 'Enggak, enggak. Fulan 30:25 ada itu lagi duduk di di di majelisnya 30:27 Habib Hasan bin Saleh al Bahar.'" 30:29 "Oh, iya. Akhir akhirnya itu orang 30:30 datang ke majelis kita dengan niat untuk 30:33 nagih hutang." 30:34 "Wa hadza. Benar dia ketemu sama 30:36 temannya di majelis ini dan dia nagih 30:37 hutang dari temannya itu. Nah, pas dia 30:39 datang ke majelis ini, subhanallah 30:41 berpapasan dengan rahmat Allah ta'ala 30:43 yang turun. Akan di sini 30:45 apa wa ghosyiyat humur rahmah. Orang 30:47 duduk di majelis ilmu itu sakinah dan 30:49 dapat rahmat. Berkat rahmat itu akhirnya 30:51 apa? Berubah kehidupannya sehingga dia 30:54 taubat dan akhirnya meninggal dalam 30:56 keadaan husnul khotimah. 30:58 Berkat apa? Berkat hadir di majelis 31:00 majelis ilmu atau majelis dzikir. 31:03 Padahal itu maksiat yang luar biasa 31:05 orang. Iya kan kalau orang main riba itu 31:07 ikhwan. 31:08 Nah itulah ghosyiyat humur rahmah wa 31:11 nazalat alaihimus sakinah. 31:13 Diberikan ketenangan wa dzakarohumullah 31:15 fi man indahu dalam hadisnya kan. Ini 31:17 yang ajaib. 31:18 Ini luar biasa Habib, luar biasa. Syuf. 31:21 Kalau kita contoh, ana kasih contoh nih. 31:23 Kalau kita mencintai seseorang 31:26 jadi orang tuh kita demen sama dia, 31:28 cinta banget. Tapi itu orang tuh 31:30 orangnya orang yang tenar, berwibawa. 31:33 Kita mau ngedekat aja setengah mati. 31:35 Tapi kita demen sama dia. 31:38 Wah gila. 31:40 Sedang bisa ngelihat dia sudah masya 31:42 Allah, apalagi ke dekat, apalagi bisa 31:44 ngobrol sama dia. Soalnya luar biasa 31:46 banget tuh orang, orang sibuk dan orang 31:48 terkenal dan orangnya baik kita demen 31:50 sama dia. 31:51 Gimana kalau seandainya dia duduk sama 31:53 ente? Wah senang luar biasa. Bukan cuma 31:55 itu. Gimana kalau seandainya 31:58 dia kenal sama ente? Wah luar biasa 32:01 girangnya. Bukan cuma itu. Gimana kalau 32:03 seandainya dia nyebutin nama ente 32:06 di orang-orang banyak. 32:08 Wah GR-nya luar biasa kita Habib. Iya 32:10 enggak? 32:11 Kalau bahasa gaul sekarang. 32:12 Contohnya contohnya contohnya ya. Habib 32:14 Isa orang habaib yang terkenal. Ana 32:17 pengen dekat sama antum contohnya. 32:18 Heeh. 32:19 Iya kan? Tahu-tahu antum nyebutin nama 32:21 ana nih 32:22 di majelis antum. Wah girangnya luar 32:24 biasa nih kan. 32:25 Masya Allah. 32:26 Kenal tuh Habib Isa sama ana nih. 32:27 Nyebut, bukan cuma kenal, nyebutin nama 32:28 ana lagi di majelisnya. 32:30 Luar biasa kan girangnya kan. 32:32 Itu Habib. 32:33 Nah begitu pula di sini wa 32:35 dzakarohumullah fi man indahu. Barang 32:36 siapa yang duduk dalam majelis zikir, 32:38 Allah Ta'ala menyebut nama-namanya di 32:40 kalangan malaikatnya. 32:43 Bukan cuma dikenal, Allah nyebut 32:44 namanya. Wah, suatu yang 32:46 kemuliaan 32:48 yang azim, disebutin sama Allah namanya 32:49 itu di kalangan para malaikatnya. 32:52 Nah, begitulah hiasannya Habib. 32:55 Oke, hadis yang terakhir di sini. 32:58 Hadis yang ke-4. Qala Shallallahu alaihi 33:00 wa alihi wa shahbihi wa sallam. 33:19 Nabi bersabda, "Tidaklah ada suatu kaum 33:22 yang mereka berkumpul berzikir kepada 33:24 Allah yang mereka 33:26 yang mereka itu tidaklah mereka cari 33:28 melainkan keridhoan Allah Ta'ala. 33:31 Enggak ada niat lain. Nah, ini orangnya 33:33 ikhlas nih. 33:34 Masyaallah, bukan cuma maghfirah. 33:36 Pengampunan dosa pasti didapatkan 33:38 siapapun baikpun yang hadir dengan niat 33:40 ilmu atau tidak. Tapi kalau seandainya 33:42 dia berniat memang tulus berzikir karena 33:44 Allah, apa kelebihannya? 33:46 Nah, tidaklah ada orang yang seperti itu 33:47 melainkan Allah Ta'ala 33:49 ee apa namanya? 33:51 Ee 33:52 melainkan 33:53 ada nada munadin, ada seruan dari langit 33:56 minas sama. Apa seruan itu? Berbunyi 33:58 begini, "Gumu maghfiratun lakum." 34:01 Ee bangkitlah kalian dalam keadaan telah 34:03 diampuni dosa-dosa kalian. 34:05 Sama dong kayak tadi? Enggak. Lainnya 34:07 apa? "Gat budil at sayyi'atukum 34:09 hasanat." Allah. Nah, diganti dosa-dosa 34:13 kalian dengan amal-amal baik. Nah, 34:16 begini. 34:17 Kalau orang hadir majelis taklim atau 34:18 majelis zikir 34:20 apa namanya niatnya untuk nyari dunia 34:23 atau niatnya yang lainlah. Wah, itu 34:25 dapat pengampunan dosa. Ada dosa 34:27 dihapus, diampuni dosanya. Tapi kalau 34:29 orang 34:30 yang hadir di taklim dengan niat ikhlas 34:34 tulus karena Allah bukan cuma dihapus 34:35 dosa itu, dosa itu diganti jadi 34:39 kebaikan, jadi pahala. 34:41 Beda ya Bu. 34:42 Beda ya Bu, berarti beda ya. 34:44 Oh iyalah, kalau yang pertama cuma 34:45 dihapus dosanya, kalau yang kedua 34:47 disulap dosanya jadi jadi pahala. 34:50 Nah kan ada hadisnya itu Baginda 34:52 Rasulullah pernah 34:53 pernah lagi duduk sama sahabat-sahabat 34:55 akhirnya Nabi Rasulullah senyum ketawa 34:57 gitu, sahabat bingung 34:59 ada apa gerangan Baginda Rasulullah 35:01 eh Rasulullah jawab begini 35:03 sungguh ajaib perihal hamba Allah yang 35:06 di akhirat yang dia di dunia itu 35:08 ceritanya eh banyak dosa, tapi dia 35:11 bertobat akhirnya Allah Ta'ala rubah 35:12 dosanya menjadi pahala, eh apa namanya 35:14 ketika dia berhadapan sama Allah nanti 35:16 di hari kiamat Allah mulai dengan 35:18 menyebutkan dosa-dosanya, wahai fulan 35:21 ingatkah engkau pada hari ini jam sekian 35:23 engkau bermaksiat kepadaku 35:26 mulai itu hamba 35:28 takut dan malu, betul ya Allah nah 35:31 eh 35:32 dosa yang kedua, ingatkah engkau pas 35:34 hari ini pas hari itu engkau berbuat 35:36 begini, dia ngaku dan dia malu dan dia 35:39 takut bakal diazab 35:41 gitu, akhirnya apa Allah bilang begini, 35:43 wahai fulan 35:45 ketahuilah bahwasanya dosa-dosamu itu 35:48 telah aku ampuni dan aku ganti 35:51 dengan kebaikan 35:54 akhirnya si hamba itu pas dengar gitu 35:56 senang 35:57 akhirnya bilang apa, ya Allah masih 35:59 banyak lagi dosa saya yang belum yang 36:00 belum disebutin ya Allah 36:03 Malah nyari-nyari dosa 36:05 kena malah banyak 36:07 malah nyari-nyari dosa akhirnya 36:08 terus dia oh berarti dosa bisa jadi 36:10 pahala, bisa, oh kalau gitu masih banyak 36:12 lagi ya Allah dosa-dosa saya ini, jadiin 36:13 pahala juga semuanya deh, nah kayak gitu 36:16 Anjir 36:17 anjir masyaallah masyaallah, nah itu 36:18 dalam doa-doa kaum sholihin begini 36:20 mereka doa 36:22 Allah wa baddil sayyi'atina bi hasanatin 36:24 tammatin musilat, ya Allah jadikanlah 36:26 dosa-dosa kami 36:27 berubah menjadi kebaikan yang sempurna 36:30 dan bisa menyampaikan kepadamu. Nah, 36:33 itulah hasil keutamaan orang yang hadir 36:35 di majelis zikir 36:36 dan niatnya ikhlas. Paham ya, Bib? 36:39 Oke, Bib kita tutup dengan ini Bib ya, 36:41 dengan dengan syairnya Imam Haddad. Di 36:43 sini Sayyidul Habib membawakan syairnya 36:46 Imam Haddad. Qal al Imam Abdullah bin 36:48 Alwi al Haddad, 36:49 tokoh ulama dari kalangan Ba'alawi. Eh, 36:52 apa namanya? Beliau mengutarakan dalam 36:54 qasidahnya naqis ini, maruf eh ra'iyah 36:56 kalau kalau di diwannya. Di empat rukun 36:59 diwan di antaranya di antaranya ra'iyah 37:01 ini. 37:02 Di tengah-tengah qasidah berbunyi wa in 37:04 rumta an tahdha biqalbin munawwarin 37:06 naqiyan anil 37:07 anil aghyari fa'akif aladz zikri. Ini 37:10 kurangnya aladz zikri semestinya. Bila 37:12 mana engkau menginginkan 37:14 untuk mendapatkan hati yang penuh dengan 37:17 cahaya 37:18 yang suci daripada segala kotoran, maka 37:21 apa? Maka 37:23 duduklah artinya fa'akif, maka men apa 37:27 namanya kalau bahasa kita ya? 37:28 Eh, tersungkur gitu. 37:30 Tapi apa ke mana? 37:31 Ke zikir, nyemplunglah ke zikir begitu 37:34 artinya. 37:35 Maka duduklah dan fokuslah untuk 37:37 berzikir kalau engkau mau mendapatkan 37:38 hati yang suci dan terang 37:41 dan bersih dari kotoran, fokuslah dalam 37:43 berzikir. Wa sabir alaihi fidh dhalami 37:45 wa fidh dhiya'i, dan berusahalah untuk 37:47 berusaha istiqamah dalam zikir itu 37:49 baikpun dalam kegelapan malam ataupun 37:51 dalam terangnya siang. Wa fi kulli hal, 37:54 dan dalam tiap keadaan bil lisani wa bis 37:57 sirri, baikpun dengan lisanmu atau 37:59 dengan hatimu, senantiasa jangan putus. 38:01 Fa'innaka in lazamtahu bitawajjuhin, 38:04 maka sesungguhnya bila mana engkau 38:05 melazimkan zikir itu dengan dengan penuh 38:08 tawajjuh, dengan fokus maka apa yang 38:11 terjadi? Badha laka nurun badha dzahara, 38:14 akan timbul untukmu cahaya. 38:17 Yang mana cahaya itu laisa kasyamsi wal 38:19 badri, bukanlah seperti cahaya matahari 38:22 ataupun bulan purnama. Loh, cahaya apa? 38:24 Walakinnahu nurun minallah ya. 38:27 Akan tetapi cahaya itu cahaya yang 38:28 berasal dari Allah Ta'ala, yang mana 38:30 waridun atadzikruhu fi suratinnuri 38:33 fastagri. Yang mana disebutkan perihal 38:35 cahaya itu di surat An Nur, maka coba 38:38 bacalah. 38:39 Allahu nurus samawati wal wal ard. 38:42 Masalun nurihika miskatun fiha misbahun 38:43 ila akhiril ayat. Itu cahaya itulah yang 38:45 kau akan dapatkan ketika engkau 38:47 senantiasa berzikir dan mulazamah 38:49 berzikir 38:50 di kegelapan malam, di terangnya siang. 38:52 Dengan hati, dengan lisan. Maka ketika 38:55 orang tenggelam dalam lautan zikir, maka 38:57 dia akan mendapatkan cahaya tidaklah 38:59 seperti cahaya matahari ataupun bulan, 39:00 tapi cahaya dari Allah Ta'ala yang Allah 39:02 utarakan di dalam surat An Nur itu. 39:04 Allahu nurus samawati wal wal ard. Nah, 39:06 dengan ini 39:08 habis sudah pembahasan tentang ri zikir. 39:10 Alhamdulillah, alhamdulillah. 39:12 Jazakumullah khairan ya akhi Ahmad. Bagi 39:15 ikhwan wal akhwat yang ingin bertanya 39:16 boleh bertanya via YouTube Rasel TV 39:20 boleh nanti dikomen saja di live chat 39:23 atau bisa eh telepon langsung ke nomor 39:27 Rasel di 021 8451512. 39:31 Kami akan kembali ikhwan wal akhwat 39:32 setelah jeda berikut ini. 44:54 Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Alhamdulillah 44:55 kembali lagi bersama kita di kajian 44:57 tasawuf. Saya Ical Kaff dan Eja. Ada 45:00 juga Agus Susilo di meja operator masih 45:02 membahas kitab Mahiyatut Tasawuf. Bab 45:05 berzikir dan keutamaan majelis zikir. 45:09 Tadi sempat dibacakan beberapa hadis, 45:11 masya Allah. Banyak sekali 45:13 fadilah-fadilah dari berzikir yang 45:15 dibacakan oleh Habib Mustofa tadi 45:16 hadis-hadis Nabi Muhammad Shallallahu 45:19 Alaihi Wasallam. Diantaranya 45:21 mengucapkan bahwa majelis zikir adalah 45:23 taman surga karena didalamnya terdapat 45:25 keridhoan Allah. Juga majelis zikir 45:28 orang yang berada di dalamnya diberi 45:30 ampunan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 45:32 Bahkan bukan hanya itu, diberi ampunan 45:34 dan juga diganti dosanya dengan hasanat, 45:37 dengan kebaikan. Masya Allah 45:38 Subhanallah. 45:39 Beruntung sekali orang yang berada di 45:41 majelis zikir ini. Habib Ahmad Mustofa, 45:44 alhamdulillah sudah masuk beberapa 45:47 pertanyaan. Yang pertama, Habib. 45:48 Marhaban, Habib. Allah. 45:49 Eee 45:50 dari hamba Allah di Bekasi. 45:52 Assalamualaikum Warahmatullahi 45:53 Wabarakatuh. 45:54 Waalaikumsalam Warahmatullahi 45:55 Wabarakatuh. 45:55 Secara jujur saya lebih nyaman berzikir 45:58 sendirian dibanding di majelis. Apakah 46:00 tidak apa-apa? Apakah lebih utama kalau 46:03 kita berzikir di majelis bersama-sama? 46:06 Syukron Habib. 46:07 Jazakallah. 46:08 Iya. Masyaallah. 46:10 Haza ajib. 46:12 Jazakallah khair. Eee apa namanya? Dari 46:14 dari ya dari Bekasi Habib ya? 46:15 Saya tidak sebutkan iya dari Bekasi. 46:18 Bekasi masyaallah. Ini hamba Allah 46:20 jazakallah khair. Perihal tentang 46:22 berzikir. 46:24 Eee apakah lebih afdolnya berzikir 46:26 bersama bareng-bareng atau berzikir 46:28 dengan sendirian? 46:31 Tiap-tiap dua itu Habib punya sisi 46:33 keutamaan sendiri itu. Jadi ada dalam 46:36 zikir sendirian ada eee dampak yang 46:39 indah yang tidak akan kita dapatkan 46:40 bilamana kita zikir dengan berjamaah. 46:42 Heem. 46:42 Pun juga sebaliknya. 46:44 Bilamana kita berzikir dengan berjamaah 46:46 ada dampak yang positif yang tidak akan 46:48 kita dapatkan bilamana kita zikir dengan 46:50 dengan sendirian. 46:50 Heem. 46:51 Nah, walaupun di sini ada ada hadis yang 46:54 makruf itu. 46:55 Heem. 46:56 Apa namanya? Eee 46:58 bilamana hambaku, kata Allah taala dalam 47:01 dalam hadis qudsi-Nya, "Menyebutkan Aku 47:03 dalam kesendiriannya 47:05 Heem. 47:05 zakartuhu fi nafsi maka Aku pun akan 47:08 menyebutnya dalam kesendirianku." Kata 47:10 Allah taala. 47:11 Wa in zakarani fi mala'in zakartuhu fi 47:13 mala'in khairun min mala'ih atau khairun 47:16 minhu dalam riwayat. Bilamana dia 47:18 menyebutkan Aku dalam keramaian, maka 47:20 Aku pun akan menyebutnya dalam keramaian 47:23 yang lebih 47:24 ramai dari dari keramaiannya itu. 47:26 Ajib. 47:27 Nah, wa haza di sini 47:29 eee banyak yang paham oh berarti zikir 47:31 dengan berjamaah itu lebih utama karena 47:33 Allah taala menyebutkan orang itu 47:35 di sisi keramaian. 47:37 Heem. 47:38 Menyebutkan kepada malaikat-malaikatnya 47:39 wa ghairuh wa haza. 47:41 Tapi kalau kita lebih fokus lagi 47:43 Nah. 47:43 kedua-duanya itu istimewa. 47:45 Ketika Allah taala menyebutkan seorang 47:47 hamba 47:48 dalam dirinya Allah taala sendiri tanpa 47:50 menyebutkan dalam apa namanya keramaian 47:53 itu sisi yang luar biasa. 47:55 Begitu. 47:56 Ketika engkau dikenang oleh kekasihmu. 47:58 Ketika ia menyendiri. Wah, senangnya 48:01 luar biasa begitu. 48:01 Berarti spesial ya, Bib, ya. 48:03 Spesial. Wah, 48:04 betul sekali spesial. 48:06 Spesial. Luar biasa, Bib. 48:10 Pun kalau seandainya kita disebut sama 48:12 kekasih kita di keramaian orang, kita 48:13 bakal GR. Nah, keduanya itu utama. 48:16 Keduanya utama. 48:17 Jadi, gimana afdalnya? Nah, kata ulama, 48:20 kata Imam Haddad Imam Haddad pernah 48:22 menceritakan ini. 48:23 Yang afdalnya adalah 48:25 engkau mengambil dari sini sisi dan juga 48:28 dari sini sisi. 48:30 Eh, harus ada wiridan yang engkau di 48:32 situ menyendiri antara engkau sama Allah 48:34 Ta'ala saja. 48:35 Itu paling nikmat. Itu teruslah meresapi 48:37 yang luar biasa rasanya nikmat banget. 48:40 Menyendiri sama Allah Ta'ala. Tapi juga 48:42 harus ada 48:43 eh, apa namanya berzikir dengan 48:45 bareng-bareng. Walaupun seminggu sekali 48:48 ataupun sehari sekali atau berapa kali 48:49 sehari berapa hari sekali begitu. 48:52 Nimbrung sama orang-orang. Karena di 48:54 situ ada keutamaan yang tidak ada kalau 48:55 seandainya kita berzikir dengan 48:57 sendirian. 48:59 Ada kalam itu Yadullah Ma'al Jama'ah ya, 49:01 kan. 49:02 Syuf, diantara begini. Kalau seandainya 49:03 kita berzikir dengan sendirian 49:05 Iya. 49:06 kalau kita fokus, khusyuk, ya 49:08 alhamdulillah. Tapi kalau seandainya 49:09 sambil-sambil mengkhayal, wah, itu susah 49:11 untuk diterima. 49:12 Tapi kalau seandainya berzikir dengan 49:13 jama'ah 49:15 hatta kita mengkhayal, enggak khusyuk, 49:17 tetap diterima karena berkat jama'ahnya 49:19 tadi. 49:20 Apa di dalam bahasa mereka? Asama'al 49:22 jam'i yahsul lil jami'il qabul. 49:26 Dengan kebersamaan itu akan didapatkan 49:28 qabul, diterima oleh Allah Ta'ala. Ini 49:30 persis di apa namanya perihal salat 49:32 jama'ah, Bib. 49:33 Heeh. 49:34 Salat jama'ah bareng-bareng. 49:35 Kalau Allah Ta'ala melihat Allah Ta'ala 49:37 akan terima mereka. Kalau bilamana 49:39 imam itu hatinya khusyuk, maka diterima 49:41 semua salat jama'ah berkat kekhusyukan 49:43 si imam. 49:43 Kalau tapi kalau imamnya khayal hatinya 49:46 dilihat di saf pertama. 49:48 Ada enggak makmumnya khusyuk di di 49:50 pertama? Kalau ada diterima semuanya 49:52 berkat orang itu. 49:53 Kalau enggak ada saf pertama, saf kedua, 49:55 saf ketiga sampai bilamana ada satu 49:57 orang saja di jamaah itu yang khusyuk 49:58 hatinya, maka semua akan diterima berkat 50:00 orang yang Nah, tapi kalau enggak ada 50:01 yang khusyuk, semua khayal semua. 50:04 Tetap diterima oleh Allah Ta'ala berkat 50:06 jamaah itu. Nah, begitu pula. 50:09 Nah, makanya jadi dua-duanya ada 50:10 keutamaan. Jadi, afdalnya gimana? Kita 50:13 harus mempunyai porsi zikir menyendiri 50:16 dan juga harus punya porsi zikir 50:17 berjamaah. 50:18 Jangan mengandalkan zikir berjamaah tapi 50:20 enggak punya waktu untuk menyendiri sama 50:22 Allah Ta'ala. Oh, jangan. 50:24 Enggak punya keromantisan dengan Allah 50:25 Ta'ala. Ya, biasanya nimbrung sama 50:27 orang. Ya, pas juga bul, majelis 50:30 Zain, tapi adakah waktu engkau di situ 50:32 apa namanya? Nostalgia ataupun romantis 50:35 dengan Allah Ta'ala ketika engkau 50:36 menyendiri? Nah, itu luar biasa 50:38 bermesraan dengan Allah Ta'ala dengan 50:39 berzikir. Itu luar biasa, Bib, nikmat 50:41 nikmat banget. Nah, jadi harus ada 50:42 dua-duanya. Itulah yang paling afdal. 50:45 Masyaallah, Habib. 50:48 Jadi, dua-duanya afdal ya, Habib, ya. 50:49 Allahu Akbar. 50:50 Jamaah mau sendiri, yang penting 50:52 dilaksanakan ya, Habib, ya. Jangan 50:53 nonton film. 50:54 Jangan nonton film nih, menafkahi. 50:56 Bagaimana buat yang ingin bertanya? 50:58 Silakan. Sudah banyak pertanyaan masuk 51:00 ini di YouTube. Eh, satu lagi, Habib, 51:02 pertanyaan tentang zikir. 51:04 Assalamualaikum warahmatullahi 51:05 wabarakatuh dari hamba Allah lagi ini, 51:07 Habib, di 51:09 enggak sebutkan. 51:11 Nah, Habib, eh 51:13 apa itu tarekat? 51:16 Apakah 51:17 termasuk tata cara berzikir? Afwan, 51:20 jazakallah khair. 51:22 Mumtaz. 51:25 Ini, ya, Habib, tarekat itu ada 51:26 macam-macam ya, Habib, ya. Ada tarekat 51:28 apa, tarekat apa, tarekat apa. Itu 51:30 sebenarnya apa enggak sih, Habib? Apakah 51:32 kita harus bertarekat, Habib? 51:36 Bismillah. Oke, sip. Di sini ada dua 51:38 pertanyaan, Habib. Pertama, tentang 51:40 perihal eh zikir dan hubungan antara 51:43 zikir dan tarekat. 51:45 Kemudian pertanyaan tadi yang apa 51:46 namanya? 51:48 Eee, 51:49 apakah kita harus bertarekat? Saya pikir 51:51 mungkin jawab dulu, Kak. Jawab yang 51:52 kedua dulu. Perihal tarekat, Ikhwan. 51:55 Thariqah. 51:57 Intinya adalah begini, eee, kita mau apa 52:00 namanya sampai kepada Allah Ta'ala, al 52:01 wushul ilallah. 52:03 Eee, jalan untuk menuju Allah itu banyak 52:06 dan tidaklah terbatas. 52:07 Turuquhu bi adadil anfaasi. Kata 52:11 Allamatud Dunya Habib Abdurrahman bin 52:12 Faqih, jalan untuk bisa sampai kepada 52:14 Allah itu sangat banyak seperti 52:16 banyaknya hembusan nafas para makhluk. 52:19 Luar biasa banyaknya. 52:21 Nah, tapi itu dia apa namanya? Eee, 52:23 untuk sampai kepada Allah Ta'ala dengan 52:25 sendiri kita itu sangat beresiko, 52:27 katanya kan. 52:28 Nah, pernah kita sebutkan di sini, ada 52:30 kita mau nyampe ke puncak gunung gitu. 52:32 Eee, bisa aja kita eee, bismillah anis 52:35 sendirian, pasti bisa nyampe. 52:37 Eee, betul. Lewat hutan gitu. Bisa jadi 52:40 nyampe, bisa jadi lama nyampenya, bisa 52:42 jadi nyungsruk ke jurang. 52:44 Bisa nyungsruk ke mana gitu. Itu bisa 52:47 jadi, tapi kalau seandainya ada guide 52:49 yang telah sampai duluan dan dia tahu 52:51 jalannya, itu lebih mempermudah. 52:54 Lebih menyingkat waktu dan lebih 52:56 mempermudah dan lebih aman. 52:58 Resikonya kurang. Nah, begitulah persis 53:00 perihal tarekat. Begitulah persis 53:02 perihal perihal thariqah wa ha kadza. 53:05 Eee, 53:06 berjalan dengan pola jalannya Imam Fulan 53:08 contohnya Imam Abu Bakar Jailani ataupun 53:11 Imam Ar-Rifa'i ataupun Imam Abi Hasan 53:13 Syadzili. Itulah pola-pola mereka 53:15 berjalan, mereka telah sampai kepada 53:16 Allah dan dengan jalan itulah mereka 53:18 sampai. Ketika eee, jadi kita menjadikan 53:21 beliau sebagai guide. Ehm. Kita bisa 53:23 sampai juga wa ha kadza. Itulah perihal 53:24 tarekat. Berarti lazim dong? Enggak, 53:26 enggak lazim juga. Bisa aja, bisa jadi, 53:28 bisa bisa aja inti jalan sendirian, 53:30 bisa. Tapi tadi sangat beresiko dan 53:33 agak lama waktunya. Itu perihal tarekat 53:36 tadi. Nah, kedua perihal dzikir dan 53:38 hubungan dengan tarekat. Nah, begini 53:40 Ikhwan. 53:41 Setiap thariqah, setiap tarekat-tarekat 53:43 itu pasti mereka akan eh mempunyai pola 53:45 dalam berzikir, mempunyai zikir tertentu 53:48 dan pastilah memang karena al-wushul 53:50 ilallah ataupun eh tasawuf itu nah yang 53:52 kita baca tadi diantara alamat yang 53:55 besar dalam tasawuf adalah banyak 53:56 berzikir kan. Nah, pasti tiap-tiap 53:58 tarekat pasti mereka punya zikir. Enggak 54:00 ada ceritanya tarekat enggak berzikir. 54:01 Wah, kan. 54:02 Nah, hanya saja di sini mereka 54:04 berbeda-beda dalam berbeda-beda dalam 54:06 pola zikir. Tujuannya satu. Apa 54:08 tujuannya? Tujuannya untuk bisa lebih 54:10 fokus. Itu tujuannya. 54:12 Ya. Sebagian tarekat 54:15 berzikir dengan tegak, diam gitu. Enggak 54:17 gerak, 54:19 enggak teriak-teriak karena mereka 54:20 memandang ini lebih dekat ke khusyuk 54:24 daripada eh gerak-gerak gitu. 54:26 Seperti Sayyid Abu Alawi kebanyakan 54:28 begitu Bib kan ya. 54:29 He eh. 54:30 Gitu. 54:31 Dengan tetap, dengan tegak. Dibilang eh 54:34 rusumuhum mahwul rusum. Itulah eh 54:37 logonya Sayyid Al Ba'alawi. 54:38 Khusyuk. 54:40 Jadi, enggak ada apa namanya eh 54:42 menghapus simbol. Simbol mereka adalah 54:45 menghapus segala simbol begitu. Jadi, 54:47 tetap tenang gitu. Itu pandangan dari 54:49 Sayyid Al Ba'alawi. 54:51 Sebagian tarekat enggak. 54:53 Wah, kalau diam berarti ngelintar ya 54:55 pikiran ke mana-mana ya. Jadi, harus 54:57 dengan gerakan biar terobsesi itu. 55:00 Terbawa gitu pikiran itu. Kalau kita 55:02 gerak-gerak gitu. Nah, udah mau mikir ke 55:04 tempat lain enggak sempat. 55:06 Bareng-bareng gitu. 55:08 Dengan gerakan begini enggak tahu 55:09 gerakan begitu. Intinya satu untuk 55:11 menggapai ke kekhusyukan. Nah, sebagian 55:14 orang itu mereka bisa khusyuk dengan 55:16 dengan dengan tegak sendiri gitu. Enggak 55:18 goyang-goyang. Sebagian kagak. Lebih 55:21 mengutamakan goyang-goyang karena itu 55:22 lebih membawa ke khusyuk katanya begitu. 55:25 Nah, jadi intinya adalah kekhusyukan. 55:28 Tapi yang jelas di sini baikpun itu 55:30 dengan bergoyangkah ataupun dengan tidak 55:32 bergoyangkah 55:33 semuanya eh dengan cara yang sesuai 55:36 dengan syariat. 55:37 Nah, ada beberapa cara yang 55:39 disalahgunakan. 55:41 Oh, musykilahnya, problemnya 55:42 mengatasnamakan tasawuf. Wah, deh. Eh, 55:45 gimana ya? Eh, eh, goyang-goyang 55:47 contohnya, eh, campur laki dan perempuan 55:50 di situ. 55:51 Wah, itu kan bukan zikir lagi, jadi 55:53 menari namanya akhirnya kan. 55:56 Sudah keluar, sudah keluar dari dari 55:58 batasan syar'inya. Enggak, itu enggak 55:59 bisa, Ikhwan. Enggak di, enggak, enggak 56:01 diperkenankan dan tidak disahkan dan 56:03 tidak, dan tidak masuk dalam kategori 56:04 yang tasawuf memang itu. 56:06 Kesimpulan, sebagian apa namanya yang 56:08 muter-muter contohnya. Sering kita lihat 56:10 Habib. 56:10 Orang kalau, kalau orang, kalau sering 56:12 ditanya nih, "Apa yang ente dengar dari 56:14 tasawuf? Tasawuf itu apa? Yang laki-laki 56:16 pakai rok itu." Nah. Yang pecinya 56:18 panjang itu merah muter-muter. Nyiut 56:20 begitu-begitu. Itu tasawuf? 56:22 Enggak. Jauh banget. 56:26 Itu hanya sebagian tarekat yang mau 56:29 menggapai kekhusyuk dalam zikirnya. 56:31 Akhirnya mereka pakai cara itu. Dan itu 56:33 bukan menggambarkan sama sekali hakikat 56:35 daripada tasawuf. Cara untuk menggapai 56:38 kekhusyuk. 56:39 Nah, kalau kita 56:40 kalau kita di sini kayak gitu, ya, 56:42 puyeng. Bisa pingsan akhirnya, Bib. Ada 56:44 Habib sempat hadir dalam acara kayak 56:46 gitu. 56:47 Kasian itu. Jadi, di acaranya itu ini 56:49 mau, ceritanya mau nyimbolin tasawuf 56:50 nih. 56:51 Heeh. 56:51 Muter bapaknya itu. Sampai puyeng, 56:53 sampai jatuh, Bib. Allah, kasian. 56:58 Kasian. 56:59 Bukan sama sekali, Ibu. La, la, bukan 57:01 itu simbol tasawuf atau bukan itu 57:03 lambang tasawuf. Bukan sama sekali. 57:05 Walaupun ini kalau diketik-ketik tasawuf 57:07 di, di Wikipedia, akan keluarnya itu 57:09 nomor satu, lambangnya itu. 57:10 Betul. 57:10 Orang lagi muter-muter. 57:12 Betul. 57:12 Gimana cer, ceritanya panjang itu. Di 57:14 Turki ya itu kan kebanyakan. 57:15 Heeh. 57:16 Di, akurat. Bagaimana pola mereka gitu. 57:19 Ada yang nyampe khusyuk dengan, dengan 57:21 lahan-lahan tertentu. 57:23 Sebagian pakai musik. Sebagian enggak 57:25 pakai musik. 57:26 Kaidahnya satu. 57:28 Kaidahnya satu, target mereka adalah 57:30 menggapai kekhusyukan. Dan syaratnya 57:32 satu, gunakan segala cara dengan syarat 57:34 tidak bertentangan dengan syariat. Nah, 57:37 itu baru benar. 57:38 Masya Allah, masya Allah. 57:39 Nah, wa ha kada kalau yang bertentangan 57:40 dengan syariat baikpun ada musik yang 57:43 diharamkan ataupun ada gerakan yang 57:45 diharamkan atau nyampur laki perempuan 57:48 yang enggak mahram, nah itu enggak 57:49 dibenarkan wa ha kada wa laisa min at 57:51 tasawufi syai. 57:52 Nah, itu mungkin ringkasannya. 57:54 Jazakallah khair, Habib. Masya Allah. 57:56 Allah yubarik fik, Habib. 57:57 kan bilang harus ada guide-nya gitu. 57:59 Maksudnya lebih mudah kalau ada 58:01 guide-nya. Kalau guide-nya langsung Nabi 58:03 Muhammad gimana? 58:04 Allahumma sholli wa sallim alaih. 58:06 Allahu Akbar. Kama'an, Habib, pasti 58:08 Baginda adalah guide yang paling utama. 58:10 He 58:10 Sallallahu alaihi wa sallam. 58:11 Sallallahu alaihi wa sallam. 58:12 Wa ha kada dalam apa namanya eh 58:14 hadisnya, barang siapa yang mau sampai 58:17 kepada Allah tidak melewatiku faqad 58:19 akhta'a thariqal jannah. Berarti nyasar 58:22 tuh surganya. Mau ke surga tapi nyasar. 58:24 Semuanya pasti bermuara ke Baginda 58:27 sallallahu alaihi wa alihi wa sallam wa 58:28 ha kada. 58:29 Nah, Baginda adalah guide yang paling 58:30 utama. 58:32 Eh innama 58:34 apa namanya eh anal qasim wallahul 58:37 mu'thi kata Baginda sallallahu alaihi wa 58:38 sallam. 58:39 Aku hanyalah yang membagi-bagi karunia 58:41 Allah. Yang memberikan karunia adalah 58:43 Allah. Tugasku adalah al qasim 58:46 membagi-bagi. Nah, begini. 58:48 Kan kita membaca hadis apa namanya 58:51 inna ma'asyiral anbiya' la nuwarritsu 58:53 dinaran wa la dirhaman wa innama 58:55 nuwarritsul ilm. 58:57 Kami para nabi tidak mewariskan harta. 59:00 Kami hanya mewariskan ilmu. Berarti 59:01 ulama itu adalah waratsatul anbiya'. 59:04 Ulama apa? Mereka para para pewaris Nabi 59:05 alaihi wa sallam. Nah, 59:07 suatu makna yang sangat indah. 59:09 Kita kaitkan hadis yang pertama tadi 59:11 innama anal qasim wallahul mu'thi. Aku 59:13 adalah yang membagi-bagi. 59:15 Sang pemberi adalah Allah. Aku 59:17 ditugaskan untuk membagi-bagi karunia 59:18 itu. Oke. 59:20 Tugas itu pun diwarisi oleh ulama-ulama. 59:23 Dan tiap-tiap guru seperti itu 59:25 membagi-bagi 59:26 karunia Allah Ta'ala kepada 59:27 hamba-hambanya. 59:30 Jadi, guru dan gurunya guru dan terus 59:32 sampai itu Qasim dan Qasim dan Qasim dan 59:34 Qasim, pembagi, pembagi, pembagi sampai 59:36 bermuara ke Al-Qasim, sang pembagi yang 59:38 paling utama adalah Nabi Shallallahu 59:40 Alaihi Wasallam. Mereka semua hanya 59:41 membagikan. Wahai yang memberikan 59:44 karunia adalah Allah Ta'ala. Nah, di 59:45 sini kita paham bahwasanya 59:49 di antara kuniah Baginda Shallallahu 59:51 Alaihi Wasallam adalah Abul 59:52 Abul Qasim. Abul Qasim. Apa arti Abul 59:54 Qasim? Bisa diartikan ya karena Baginda 59:57 punya anak namanya Qasim, betul. 59:59 Tapi juga bisa diartikan Abul Qasim 1:00:01 karena aulia dan ulama itu mereka adalah 1:00:04 Qasim, Qasim, Qasim semua dan abuhum 1:00:07 ayah mereka yang paling utama, yang 1:00:09 Qasim yang paling utama adalah Baginda 1:00:11 Shallallahu Alaihi Wasallam. Oleh karena 1:00:11 itu dijuluki dengan Abul Qasim. Ayah 1:00:15 daripada Qasim, Qasim, Qasim itu semua. 1:00:17 Wahai karena 1:00:18 Jadi, apa ceritanya? 1:00:20 Bisa dan memang utama, pasti semua akan 1:00:22 merujuk ke Rasulullah Shallallahu Alaihi 1:00:23 Wasallam. Tidaklah ada satu tarekat pun 1:00:25 atau guru manapun yang benar-benar guru 1:00:27 yang murabbi melainkan pasti akan pasti 1:00:31 di antara tandanya itu mereka fana fi 1:00:32 mahabbatin Nabi Shallallahu Alaihi 1:00:34 yang luar biasa mahabbahnya dengan Nabi 1:00:36 Shallallahu Alaihi Wasallam. 1:00:37 Nah, 1:00:38 kalau begini lebih enak apa namanya? 1:00:40 Jadi, kita bisa melihat bagaimana cara 1:00:41 kita cinta kepada Rasulullah. 1:00:44 Bagaimana cara kita mentauladani 1:00:45 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam 1:00:46 dengan kita melihat 1:00:48 sosok seorang guru itu, sosok seorang 1:00:50 murabbi itu yang sudah teraplikasikan di 1:00:52 perbuatannya sunah-sunah Nabi 1:00:54 Shallallahu Alaihi Wasallam. Jadi, lebih 1:00:55 mudah untuk meniru Rasulullah 1:00:56 Shallallahu Alaihi Wasallam. Daripada 1:00:57 kita langsung baca hadis syamailkah 1:00:59 ataupun sirah nabawikah atau hadis yang 1:01:01 lain 1:01:02 agak bingung ini maksudnya gimana sih? 1:01:03 Gimana memperagakan sunah ini? 1:01:05 Wahai karena Baginda tawaduk, ya kadang 1:01:07 kala kita mau tawaduk bingung ini entar 1:01:10 tawaduk kah atau takutkah? Nah, semua 1:01:12 itu bisa dengan mudah kita dapatkan 1:01:14 dengan melihat sosok seorang murabbi, 1:01:15 dengan guru tadi yang itulah kinayah 1:01:17 daripada tarekat-tarekat itu semua. 1:01:20 Jadi, intinya mempermudah untuk apa 1:01:23 namanya bisa meneladani Nabi Muhammad 1:01:25 Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam. 1:01:26 Itulah tugas-tugasnya para murabbi. Dan 1:01:28 itulah manfaatnya tarekat tadi ataupun 1:01:30 ee guru tadi. Bisa saja tanpa guru 1:01:33 langsung ke Rasulullah. Allahumma sholli 1:01:34 alaihi. Dan pasti semua kembali ke 1:01:36 Rasulullah. Tapi sama ee ee ee ada 1:01:39 bingung dikit. 1:01:41 Iya. 1:01:41 Gimana pengin lihat, pengin wujud gimana 1:01:43 ee wujud. 1:01:45 Mu. 1:01:46 Wa ha ke da. 1:01:47 Masyaallah. 1:01:47 Lailahaillallah. 1:01:48 Syukran jazakumullah khairan jazak. Ini 1:01:51 apa pertanyaan masyaallah jazakumullah 1:01:52 khairan jazak. Ini ada pertanyaan yang 1:01:54 masuk tapi sebenarnya sudah dibahas 1:01:56 tadi. 1:01:57 Heeh. 1:01:57 Dari 1:02:01 Oh, tidak menyebutkan namanya. Seorang 1:02:02 ibu tulisannya. 1:02:04 Assalamualaikum Habib, apakah majelis 1:02:06 apakah harus majelis zikir kalau hanya 1:02:09 ikut pengajian atau kajian ceramah 1:02:11 bagaimana? Apa bedanya Habib? Tadi sudah 1:02:14 disebutkan ya bahwa majelis zikir ilmu 1:02:16 juga merupakan majelis zikir. 1:02:19 Sama itu masyaallah. Masyaallah 1:02:20 masyaallah. 1:02:20 Sahih sahih Habib sahih. 1:02:23 Ada Ibu Nur Jamah binti Madyo. 1:02:25 Masyaallah alhamdulillah rabbil alamin 1:02:27 menyimak kami yang di Singapura. 1:02:29 Masyaallah. 1:02:30 Masyaallah jazakumullah khairan Ibu Nur 1:02:32 Jamah semoga berkah salam-salam buat 1:02:36 ikhwan akhwat yang berada di Singapura. 1:02:38 Jazakumullah khairan 1:02:40 Dari Bunda Emilda alhamdulillah ikut 1:02:42 menyimak. Dari YouTube ini ada DJ 1:02:45 Action. Masyaallah ini DJ ini apa 1:02:47 namanya jamaah Habib ini selalu datang 1:02:50 tiap hari Senin 1:02:52 sore ini. Izin bertanya, gimana ngadepin 1:02:55 orang yang hasud sama kita terutama 1:02:58 umur beliau lebih tua dari kita. 1:03:00 Apa kita harus bela diri sedikit tegas 1:03:04 agar dia tak berlaku seperti itu kepada 1:03:06 orang lain. Masyaallah. 1:03:08 Ee gimana menghadapi orang hasud katanya 1:03:11 Habib? 1:03:12 Aji marhaban. 1:03:15 Ini curhat Habib. 1:03:16 Dari Habib DJ Action ini. 1:03:19 Masyaallah untuk 1:03:22 Oke, pertama-tama begini. 1:03:25 Ketika ada orang yang hasut sama kita, 1:03:27 oke, ketika ada orang yang hasut sama 1:03:29 kita, itu merupakan suatu nikmat yang 1:03:31 besar, Syekh. 1:03:32 Berarti 1:03:33 engkau mempunyai sesuatu sehingga engkau 1:03:35 dihasuti oleh orang lain. 1:03:37 Iya, kan? 1:03:39 Kalau seandainya ente enggak punya 1:03:40 apa-apa, enggak bakal orang hasut sama 1:03:41 ente. 1:03:42 Kenapa orang hasut? Pasti ente punya 1:03:43 keutamaan. Ah, ini dia, alhamdulillah. 1:03:47 Makanya dikatakan begini, ada seorang 1:03:48 anak, Bib, dia minta doa sama ibunya. 1:03:50 Umi, doain ane, insya Allah. 1:03:52 Ibunya doa, doanya aneh. 1:03:55 Allah yukatsir hussadak, dia bilang. 1:03:58 Semoga Allah memperbanyak orang yang 1:04:00 hasut kepadamu. 1:04:01 Wah. 1:04:02 Uh. 1:04:03 Anaknya bingung. Kok disumpahin malahan. 1:04:06 Minta doa malah disumpahin. 1:04:08 Ya, kenapa doain gitu tuh, Bib? Enggak 1:04:10 tahu. 1:04:11 Gimana tuh, Bib, artinya, Bib? 1:04:13 Nah, arti gimana? Semoga Allah 1:04:15 memperbanyak orang yang hasut kepadamu. 1:04:17 Dia bingung. Umi, kok nyumpahin, kok ini 1:04:19 kan ane 1:04:20 Ini doa, ya, waladi. Ini doa bagus. 1:04:23 Maksudnya gimana? Ah, ketika 1:04:25 ada orang hasad, satu atau dua, berarti 1:04:27 ente punya keutamaan. Makin banyak orang 1:04:30 hasad, makin banyak keutamaanmu. Paham, 1:04:32 kan? 1:04:32 Eee kalau kita lihat semut, 1:04:35 ada gula, berarti di situ contohnya. 1:04:37 Makin banyak gula, ya, makin banyak 1:04:38 semutnya. Makin banyak semut, berarti 1:04:39 makin banyak gulanya. Begitu, ya. Eh, 1:04:41 yang hasut-hasut itu kayak kayak kayak 1:04:43 kayak kayak semut-semut tuh. Eee semut 1:04:45 enggak bakal datang kecuali kalau ada 1:04:46 manis-manisnya di situ. Begitu pula 1:04:47 orang yang hasad enggak bakal datang, 1:04:49 enggak bakal dia menghasut kecuali 1:04:50 karena ada karunia yang ada ada ada 1:04:52 sesuatu yang di hatimu atau di dirimu 1:04:54 yang enggak mereka miliki. Akhirnya 1:04:55 mereka hasad, iya, kan? 1:04:57 Jadi, poin pertama, 1:04:59 eee bersyukur. Alhamdulillah ada orang 1:05:01 hasad. Ah, gitu. Berarti ada ada sesuatu 1:05:04 nih ane yang punya yang yang enggak yang 1:05:05 yang lain enggak punya. Itu poin 1:05:07 pertama. Yang kedua, banyak-banyak baca 1:05:10 eee surat Al-Falaq. 1:05:12 Iya, kan? Dan kita soalnya kita disuruh 1:05:13 berlindung. Orang hasad tuh, Bib. Kalau 1:05:16 dia lagi action gitu, melampiaskan 1:05:19 kehasadannya, itu bahaya. 1:05:21 Iya, kan? 1:05:22 Wa idza hasada fala tabghi. 1:05:24 Bahaya, itu bahaya. Sampai-sampai kita 1:05:26 disuruh untuk berlindung kepada Allah 1:05:28 dari kayak gitu. Wa min syarri hasidin 1:05:30 idza idza hasad. 1:05:32 Berlindung. Rabbil falaq min syarri ma 1:05:34 khalaq, min syarri ghaasiqin idza waqab, 1:05:35 wa min syarri di akhir ayat 1:05:37 Dia Allah berlindung kepadamu dari 1:05:39 keburukan orang yang hasad ketika dia 1:05:41 melampiaskan kehasad kehasutannya. Oh, 1:05:44 bahaya. 1:05:45 Gitu. Oke, jadi kita 1:05:47 apa namanya? Memasang tirai dengan 1:05:49 banyak-banyak baca surat eee, Al Falaq. 1:05:52 Terakhir, nah gimana? Jadi, kita harus 1:05:54 membela diri, kah? 1:05:55 Atau menjelaskan? Nah, begini. Ini 1:05:57 sebenarnya akan dibahas di bab yang 1:05:59 setelah ini. Perihal husnul bayan. 1:06:02 Iya. Bab itu langsung setelah ini. 1:06:04 Husnul bayan. Eee. 1:06:07 Kita disuruh menjelaskan dan kapan kita 1:06:09 disuruh diam. 1:06:10 Gitu. 1:06:11 Kalau bahasa kita ya, bela diri. Kapan 1:06:13 kita disuruh bela diri? Apa ya yang 1:06:15 bahasa yang keren, Bib? 1:06:16 Klarifikasi. 1:06:18 Kapan kita disarankan untuk klarifikasi? 1:06:22 Atau ada pembelaan atau penjelasan? 1:06:24 Kapan kita disuruh diam? Ada yang mau 1:06:26 ngejelasin ini. 1:06:27 Padahal bukan ngejelasin, itu pembelaan 1:06:29 untuk diri sebenarnya. 1:06:31 Untuk hawa nafsu. Nah, beda jauh antara 1:06:33 penjelasan ataupun pembelaan kepada hawa 1:06:35 nafsu. Walaupun madharnya sama, tapi 1:06:37 tergantung hati di situ. Ini insya Allah 1:06:39 akan dijelaskan. Intinya begini, intinya 1:06:43 eee, tergantung niat dan tergantung 1:06:45 kekuatan. Kalau seandainya engkau bisa 1:06:47 tahan dan enggak perlu jelas, enggak 1:06:49 perlu dijelaskan, sudah enggak usah 1:06:51 dijelasin. Eee, satubdilakal ayyamu ma 1:06:54 kunta jahilahu. Wa ya'tika bil akhbari 1:06:57 man lam tuzawwidi. Ada dalam syairnya. 1:07:00 Di Mu'allaqat. 1:07:02 Hari yang akan membuka. 1:07:04 Hari-hari akan membuka ke kebenaran. 1:07:07 Walaupun enggak engkau buka sekarang, 1:07:09 namun tenang saja suatu hari akan 1:07:11 terbuka segala kebenaran itu. 1:07:13 Nah, tinggal tunggu harinya, nah tinggal 1:07:15 tunggu jam tayangnya gitu kalau 1:07:17 Masya Allah. 1:07:18 Itu paling nikmat, Bib. Serahin kepada 1:07:20 Allah, ya biar Allah yang tasarruf. 1:07:21 Daripada kita tasarruf sendiri. Iya, 1:07:23 kita membela sendiri, ya kan ada 1:07:25 ceritanya waktu Sayyidina Abu Bakar 1:07:26 Siddiq. 1:07:27 Sayyidina Abu Bakar Siddiq dituduh ini 1:07:29 itu, Sayyidina Abu Bakar Siddiq diam. 1:07:31 Dan Baginda di sampingnya. 1:07:33 Habis itu Sayyidina Abu Bakar Siddiq mau 1:07:34 menjawab ketika 1:07:36 ketika beliau menjawab Nabi alaihis 1:07:37 salam langsung bangun. 1:07:39 Tengok Sayyidina Abu Bakar Siddiq, 1:07:40 berarti salah dong ana menjawab ini. 1:07:42 Heeh. 1:07:43 Salah ya, enggak kau enggak salah, namun 1:07:45 hanya saja ketika engkau diam tadi itu 1:07:47 yang ngejawabin ente malaikat. Nolongin 1:07:50 ente. Tapi pas ente ngejawab sendiri ya 1:07:52 sudah kabur malaikatnya ana juga kabur. 1:07:54 Waha gitu. 1:07:55 Masya Allah. 1:07:56 Tapi ini berat, Habib, insya Allah kita 1:07:57 akan jelaskan nanti. 1:08:00 Lailahaillallah. 1:08:00 Masya Allah, syukran syukran, Habib. Ini 1:08:02 pertanyaan mungkin terakhir, Habib. 1:08:05 Afwan, Bib. 1:08:06 Astaghfirullahalazim. Afwan, Bib. Dari 1:08:08 hamba Allah di Jati Karya ini, tetangga 1:08:10 Rasyid. 1:08:12 Assalamualaikum warahmatullahi 1:08:12 wabarakatuh, salam Habib Mustofa. 1:08:15 Masya Allah, mencerahkan sekali. 1:08:17 Habib, 1:08:18 ana paling enggak betah 1:08:20 duduk lama di majelis. Tapi ana hobi 1:08:24 bikinin kopi, apakah tidak apa-apa, 1:08:26 Habib? Jazakallah ya. 1:08:29 Ehm, mumtaz. 1:08:30 Kadang ada spesialis begitu, Bib, enggak 1:08:32 bisa lama-lama ditekuk kakinya. 1:08:35 Nah, itu pegal. 1:08:37 Gimana, Habib? 1:08:38 Siap siap, Habib. 1:08:40 Oke, jadi begini. 1:08:42 Ini pertanyaan yang jamil, jamil 1:08:43 pertanyaan ini, Bib. 1:08:44 Enggak bisa duduk lama di majelis, waha 1:08:46 gitu, memang enggak semua orang ya bisa 1:08:48 duduk lama, bisa sila lama-lama 1:08:51 kata ana tadi, betul. 1:08:52 Ehm, waha gitu. 1:08:54 Nah, juga ini jadi ada dua, ada dua 1:08:56 sisi. 1:08:57 Nah, dari sisi yang hadir, dari sisi 1:08:58 yang menyelenggarakan acara. 1:09:01 Waha gitu, oh ini majelis zikir apa 1:09:03 lama-lama. Oh, lama sekian jam akhirnya 1:09:04 orang pada bosan. 1:09:06 Oh, enggak gitu juga. 1:09:08 Kecuali kalau sudah kalau sudah jadi 1:09:10 adat dan dan sudah biasa. Sebagian 1:09:12 tempat ya kayak gitu semalaman suntuk 1:09:14 majelis zikirnya. Memang sudah menjadi 1:09:15 kebiasaan dan orang sudah tahu itu. 1:09:18 Tapi sebagian kagak. 1:09:19 Orang pada sibuk, akhirnya buat majelis 1:09:21 lama-lama, akhirnya membuat orang bosan 1:09:23 gara-gara kelamaan. 1:09:25 Itu juga enggak bagus, wahai kawan. 1:09:26 Itu dari segi penyelenggara acara. 1:09:28 Dari segi kita yang hadir, 1:09:31 apa namanya, bisa duduk lama 1:09:32 alhamdulillah. Enggak bisa duduk lama 1:09:34 enggak apa namanya kaki pegal atau 1:09:35 gimana, 1:09:36 bagus ini, keren banget. Cari aktivitas 1:09:38 yang masuk dalam kategori membantu 1:09:40 seperti membuatkan kopi, itu bagus 1:09:42 banget. 1:09:43 Heem. 1:09:44 Wahai kawan. 1:09:45 Khidmat. Kalau enggak bisa nimbrung sama 1:09:47 mereka, ya sudah ana khidmat sama mereka 1:09:49 deh. Oh, luar biasa itu. 1:09:51 Apa namanya, Baginda Rasulullah ketika 1:09:53 dalam dalam jihad, ada beberapa 1:09:55 kelompok, mereka puasa. Tapi sebagian 1:09:58 lagi enggak puasa. 1:10:00 Akhirnya yang enggak puasa itu, 1:10:01 merekalah menyiapkan ee makanan untuk 1:10:04 orang yang puasa untuk buka ya nanti. Di 1:10:06 akhir cerita, wah kata Nabi pahala ente 1:10:09 dirampas sama-sama yang ono. 1:10:12 Mereka yang enggak puasa, tapi mereka 1:10:13 dapat pahala puasa juga. Kenapa? Karena 1:10:16 berkhidmat kepada orang yang puasa. 1:10:18 Nah, begitu pula. Jadi, kalau seandainya 1:10:21 kita enggak betah di majelis taklim 1:10:23 karena pegal atau gimana enggak bisa 1:10:24 duduk lama, 1:10:25 solusinya gimana? Ngapain? Bangun. Apa 1:10:28 namanya, dan membantu. 1:10:30 Nuangin kopi, apa namanya, ee 1:10:34 bagi air, 1:10:36 yang masuk dalam kategori kebaikan, itu 1:10:38 bagus bagus. 1:10:40 Ada cerita Habib Ali Zainal 1:10:41 Marhum. 1:10:41 Ada seorang sholihin. 1:10:44 Dia lagi ngajar nih. 1:10:45 Dia lagi ngajar. 1:10:48 Di tengah-tengah ngajar, 1:10:49 terlintas di hatinya, 1:10:52 ee suatu ujub gitu. Wah, ane punya ane 1:10:56 begini. Itu bahaya. 1:10:59 Ketika dia mengawasi, mengontrol hatinya 1:11:00 ada perihal yang enggak bagus, langsung 1:11:02 dia tinggalin. 1:11:04 Eh, tengah-tengah ngajar padahal. Dia 1:11:06 keluar dari halaqah itu. Muridnya pada 1:11:07 bengong. Loh, kenapa? Ada apa, Ustaz? 1:11:09 Keluar. 1:11:10 Kira dia marah. 1:11:11 Keluar tuh Ustaz tuh. Ke mana? Akhirnya 1:11:13 si Ustaz tuh ngambil makanan buat ayam, 1:11:16 ngasih makan ayam. 1:11:19 Orang bingung. Ini ini gimana ceritanya? 1:11:21 Di tengah-tengah halaqah, di 1:11:22 tengah-tengah di tengah-tengah ngajar, 1:11:23 bangun dari majelis taklim. 1:11:25 Habis itu ngasih makan ayam. 1:11:27 Akhirnya ditanya, "Emang ada apaan sih?" 1:11:29 "Anti marah sama murid-murid?" Kagak, 1:11:31 enggak sama sekali. "Terlintas di hatiku 1:11:33 ketika aku ngajar sesuatu yang ujub atau 1:11:35 kesombongan. 1:11:36 Mak, dan aku ingin melawannya." 1:11:39 Ya, akhirnya keluar dari majelis itu. 1:11:41 Tapi, ke mana keluarnya? Ke kebaikan 1:11:43 juga. Ngasih makan ayam. 1:11:45 Ngasih makan ayam. Yang di situ ada 1:11:47 tarbiyah untuk jiwa dan untuk hati. 1:11:49 Menjadi kayak orang biasa gitu. Menjadi 1:11:51 orang yang enggak yang enggak terhormat 1:11:52 gitu. Begitu. Nah, 1:11:54 begitulah ketika kita kalau seandainya 1:11:56 ada suatu godaan 1:11:58 dari kebaikan yang memaksa kita untuk 1:11:59 keluar daripada itu, maka keluarlah ke 1:12:02 kebaikan juga. Seperti yang tadi. 1:12:05 Ah, enggak bisa duduk lama. Ya, sudah. 1:12:07 Ngapain? Kita bantu. 1:12:09 Apa namanya? Buatin kopi, buatin teh, 1:12:11 apa kek lah. Jadi petugas parkirnya 1:12:14 contohnya. Ah. 1:12:16 Atau apalah gitu. Kembali ke kebaikan 1:12:18 juga. Akhirnya dapat juga pahalanya. 1:12:21 Kayak tadi kan, orang yang berkhidmat 1:12:22 kepada orang yang orang yang orang yang 1:12:23 yang yang lagi amal saleh dapat juga 1:12:25 pahala amal saleh itu. 1:12:26 It's okay, Bib. Masyaallah 1:12:28 insyaallah. 1:12:32 Allahu Akbar. Dari kebaikan ke kebaikan 1:12:34 insyaallah, Bib. 1:12:35 Naam. 1:12:37 Masyaallah insyaallah. 1:12:38 Emang suka ada, Bib, enggak bisa ditekuk 1:12:41 lama-lama. Termasuk Alfaqir 1:12:43 capek kalau ditekuk lama-lama. 1:12:46 Masyaallah jazakallah khair amin atas 1:12:48 penjabarannya dan juga jawaban dari 1:12:49 pertanyaan-pertanyaannya. Semoga 1:12:51 bermanfaat 1:12:52 buat ikhwan akhwat sekalian di rumah. 1:12:53 Terima kasih banyak yang sudah menonton 1:12:55 dan sudah menyimak ini di YouTube Rasel 1:12:57 TV. Ada Jefri, ada Anggit, ada Ibrahim 1:12:59 Talib. Masya Allah nih Ibrahim Talib ini 1:13:03 adiknya Mifare tadi. Ada Ibu Yetri Mas. 1:13:07 Ada Ayu Irawati, ada DJ Action. Masya 1:13:10 Allah jamaah nya Habib ini. Ada Bekasi 1:13:13 Selatan, ada MRBJ TV. Masya Allah. 1:13:16 Masya Allah. 1:13:16 Ada Fatma, ada Sugiyanto, ada Lizani 1:13:20 Indah. 1:13:20 Ada Pak Muhammad Hanafi ini. Dan banyak 1:13:23 lagi ikhwan akhwat yang tidak bisa kami 1:13:24 sebutkan satu persatu. Minta maaf sekali 1:13:27 ikhwan akhwat. Mudah-mudahan bermanfaat 1:13:29 bagi ikhwan akhwat sekalian. 1:13:30 Mudah-mudahan menjadi wasilah hidayah. 1:13:32 Mudah-mudahan menjadi apa namanya 1:13:35 pelajaran buat kita semua. Sehingga kita 1:13:37 bisa menjadi ahli zikir atau orang yang 1:13:41 senantiasa mengingat Allah Subhanahu Wa 1:13:43 Ta'ala di manapun kita berada. Di 1:13:45 majeliskah, dalam kesendiriankah. 1:13:48 Bahkan dalam kerja pun mudah-mudahan 1:13:50 kita selalu ingat Allah Subhanahu Wa 1:13:52 Ta'ala. Sehingga Allah Subhanahu Wa 1:13:54 Ta'ala jaga kita. 1:13:56 Kata Allah Subhanahu Wa Ta'ala, 1:13:57 "Fadzkuruni adzkurkum." 1:13:59 Iya betul. 1:13:59 itu saja sudah fadilah itu saja sudah 1:14:02 sebenarnya harusnya memotivasi kita. 1:14:05 Maka ingatlah Aku, Aku akan mengingatmu. 1:14:07 Fadilah apa keutamaan apa lagi yang 1:14:10 lebih besar daripada diingat oleh Allah 1:14:12 Subhanahu Wa Ta'ala ikhwan akhwat. 1:14:14 Mudah-mudahan bermanfaat. Minta maaf 1:14:16 sekali ikhwan akhwat jika ada kesalahan. 1:14:20 Semoga ikhwan akhwat senantiasa dalam 1:14:22 lindungan dan kesehatan dari Allah 1:14:23 Subhanahu Wa Ta'ala. Jazakumullah 1:14:25 khairan jazah Habib sekali lagi 1:14:26 Masya Allah. 1:14:27 atas penjabarannya. Semoga sehat selalu 1:14:29 Habib ya. Sehat selalu Habib ya. Sehat 1:14:30 Habib ya. 1:14:30 Amin. Antum juga insya Allah sehat afiat 1:14:32 insya Allah sembuh. 1:14:33 Amin. Amin. Amin. Ya Rabbal Alamin. 1:14:36 Makasih juga Kang Neja kameramen dan 1:14:38 Kang Agus Susilo di meja operator. Dan 1:14:41 ikhwan akhwat saya Ical Kahfi mohon 1:14:43 undur diri. Wassalamualaikum 1:14:45 Warahmatullahi Wabarakatuh. 1:14:47 Waalaikumsalam Warahmatullahi 1:14:48 Wabarakatuh. 1:14:50 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:14:51 wabarakatuh.