Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Nah, itulah siapa yang punya pikiran
- kotor ngeras mau berbuat jahat atau
- perasaan mau dendam sama orang atau
- apaah itu kalau gak jadi batalin ya
- karena Allah itu mendapat pahala besar.
- Enggak jadi dihapus itu enggak jadi
- belum dicatat mereka tunggu nanti enggak
- jadi sudah memang enggak dicatat jadi
- enggak dihapus memang belum tapi kalau
- berbuat baik langsung
- dicatat begitu karena berbuat baik
- enggak jadi tapi dia sudah niat tetap
- dapat. Jadi sekarang kita bahas lagi.
- Musibah itu bukan
- kezaliman ya. Musibah bukan kezaliman.
- Firman Allah Subhanahu wa taala surat
- Annisa ayat 19. Annisa 19.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Maasa an takrahu saian waja'alallahu
- fihi khairon
- katsiro.
- Eh, semoga atau kiranya Anda membenci
- sesuatu, tidak suka pada sesuatu, sebal
- pada sesuatu, benci sesuatu, padahal
- Allah jadikan di tempat sesuatu itu
- setelah sesuatu itu terjadi akan ada
- kebaikan yang
- banyak. Jadi, yang kita benci belum
- tentu itu malah jelek, bisa saja baik.
- yang kita suka belum tentu
- baik. Maka dari itu kita selalu minta
- petunjuk dari Allah, minta bimbingan
- dari Allah. Ada enggak bimbingan dari
- Allah itu? Ada.
- Benar. Gimana ya pembimbingannya itu?
- Hm. Bimbingan petunjuk tuh
- Al-Qur'an. Bimbingan tuntun dituntun
- tuh. Tapi caranya memang
- beda. Luar biasa bimbingan Allah
- itu. Itu ada kita ini semua menjadi
- baik, Bapak, Ibu ya, anak-anak semua
- menjadi baik. Itu Allah yang
- bimbing. Kadang-kadang tumbuh dalam
- perasaan
- kita. Mau berbuat salah tungu enggak
- jadi. Tentu kita enggak mau mendadak
- enggak mau. Itu bimbingan
- Allah. Ada pikiran jelek mau segala
- tetap batal. kita enggak mau atau
- dihalangi terhalangi itu yang halangi
- Allah itu bimbingan dijaga kita
- sebenarnya. Nah, tapi kadang-kadang
- kitanya yang sudah dibimbing kita lompat
- pagar lagi sudah dicegat itu kita yang
- salah. Tapi kalau nanti sudah berhenti
- itu bimbingan Allah terus seperti
- dilindungi terus sama Allah. Mau salah
- dibikin gak jadi, mau salah dibikin gak
- jadi. Mau mau buat baik didorong, mau
- buat baik didorong. Tambah baik tambah
- baik. Mulai salat fardu lengkap. Tadinya
- salat fardu enggak lengkap, mulai salat
- fardunya lengkap. Nanti berapa lama
- sudah salat fardu lengkap? Sudah bisa
- salat dua rakaat
- ba'diah atau qobliah. Nanti terus lagi
- nambah. Sudah bisa salat ba'diyahnya
- tambah, salat qabliahnya tambah. Nanti
- dapat lagi hidayah dari Allah lagi.
- Terus bisa salat malam, nanti dapat
- hijah lagi Allah bisa baca
- Quran malam Jumat. Nanti bisa baca Quran
- malam Jumat malam
- Senin. Nanti bisa baca terus ambil
- bimbingan dari Allah itu kitaah kalau
- sudah bisa beramal sesuatu mantapkan
- jadikan terus gitu loh. Sudah salat
- ba'diah terus ba'diah jangan dilepas
- jangan sekarang ini salat banyak besok
- habis gitu enggak mantap. Khairul amal
- adwaha. Setiap amal yang diamalkan tu
- dawam dijadikan terus
- gitu. Nanti kalau sudah terus ya sudah
- enteng. Baca apapun kalau sudah terus
- jadi
- enteng. Jadi tidak ada yang itu yang apa
- tuh yang kita lihat jelek itu jelek.
- Semua ada baiknya. Sekarang kita bahas
- secara rasional. Gempa ini orang
- meninggal ya. Kalau tidak ada gempa
- orang-orang ini meninggal juga enggak?
- Nantinya meninggal. Meninggal ya. Tapi
- ustaz, jangan gempa dong meninggalnya.
- Apa bedanya meninggal di gempa,
- meninggal kena gempa, meninggal di rumah
- sakit? Enggak ada beda. Sama dengan
- meninggal. Hal yang wajar itu. Hal yang
- wajar, Ustaz. Wajar, Ustaz. Wajar. Besok
- gempa di sini, besok di sana, besok di
- situ, besok di sini. Wajar. Besok banjir
- di sana, kering di sebelah situ, pohonan
- mati. tumbuh-tumbuhan sawah mati,
- padi-padi enggak jadi. Hah? Di sana
- banjir, di sana ada angin-angin rita,
- angin apa tahin terus di Jepang, di
- Amerika ada juga. Di semua tempat ada
- bencana apa? Itu cara untuk
- kematian. Wajar enggak? Wajar. Kalau ada
- orang sampai umur 150 tahun enggak mati,
- itu enggak wajar. Pasti wartawan cari
- itu.
- Jadi berita dijadiin berita. Ini orang
- sudah 150 tahun enggak mati. Ini ada apa
- ini? Periksa dia makan apa
- ini? Dibawa-bawa ke mana-mana fotonya
- itu. Diselidiki itu mungkin ada ngambil
- darahnya, ngambil apanya. Kenapa dia
- belum mati? Tidak
- wajar. Tapi ada gempa, ada banjir. Wajar
- dunia. Dunia ini begini. Maka itu jangan
- dicintai dunia ini. Di sini tempat
- nangis ada perang, ada, ribut, berantem.
- Ada semua di sini masuk penjara, keluar
- penjara, lahir, mati, sakit, semua
- terjadi. Berita, lihat berita di TV.
- Mana ada berita baik-baik, berita
- senang-senang enggak ada. Semua
- beritanya begitu semuanya. W sudah aneh
- dunia
- ini. Sudah aneh. Ada negara kuat yang
- minta uang jago.
- Iya kan? Iya. Aneh. Saya juga bingung.
- Saya orang awam enggak ngerti gitu-gitu.
- Saya cuma dengar bingung saya kok apa
- begini hidup ini. Nah, tapi kalau per
- pikir oh ini dunia ah wajar lagi
- dunialah begini dunia ini gini sudah
- lihat aja itu semua orang itu ada main
- bersandiwara semua di panggung dunia ini
- ada yang bawa peranan sebagai apa?
- Sebagai pembela kebenaran ada yang bawa
- peranan sebagai orang zalim ada yang
- bawa peranan sebagai pemeras ada yang
- bawa peranan sebagai pembela orang
- tertindas. Nah, itu semua kayak film
- kayak sineton panggung itu. Ada sebagian
- sudah bubar panggungnya sudah rubuh tuh
- gempa itu. I kan iya bubarlah dia terus
- seperti itu. Kenapa? Inilah dunia. Habis
- bagaimana Ustaz? Saya mau pindah ke
- mana? Pindah aja ke negeri yang tidak
- ada gempa, tidak ada perang, tidak ada
- toilet, tidak ada rumah sakit. Senang,
- bersih, senang semua. Pindahlah. Tuhan
- tunjukin kok. Tuhan kasih sudah sediain
- kalau mau. Di mana negeri yang aman
- tidak ada perang, tidak ada kematian,
- tidak ada kematian, tidak ada fitnah,
- tidak ada hoak, tidak ada bohong. Di
- surga lah. Kenapa enggak mau?
- Kepenginnya begitu, tapi enggak mau ke
- surga. Bagaimana? Pengin hidup senang,
- pengin hidup tanpa perang, tanpa
- penyakit, tanpa fitnah, ya pindah ke
- surga siapkan diri nanti dijemput.
- Nah, jemputannya ini jemputannya lewat
- gempa, lewat banjir, lewat perang istri
- sama saja. Nah, kalau maaf ya pendengar
- sekalian bisa nerima ini kalimat ini,
- pendapat ini, insyaallah
- tenang. Ada gempa ada banjir, kita akan
- tenang. Kenapa? Ya ini jemputan mau
- pindah ke surga
- kok. Begitu. Jadi inilah iman di sini
- orang beriman itu mau ada gempa, mau ada
- banjir, dia tetap tenang aja seperti
- biasa ya. Dia menghindar, menyelamatkan
- diri itu wajib. Tapi ya meninggal ya
- enggak apa-apa. Memang sudah saya memang
- sudah nunggu kapan saya
- dijemput. Apa dijemput lewat perang,
- lewat banjir, lewat gempa, apa saja.
- Siap-siap saja tuh ujung-ujungnya
- insyaallah ke akhirat diampunan Allah ke
- surga insyaallah kan gitu.
- Coba deh berpikir tukar
- pikiran. Mengukar pikiran. Benar enggak
- kira-kira? Iya. Apa kita bisa lawan itu
- gempa itu banjir? Enggak, Ustaz. Enggak
- bisa. Sebaiknya
- siap menerima jalani jalani. Karena
- memang sudah
- seharusnya seharusnya manusia di dunia
- itu mengalami sakit. Seharusnya manusia
- itu di dunia ini mengalami sedih.
- Seharusnya manusia di dunia ini ada
- sedikit bahagia
- kadang-kadang. Hah. Seharusnya sedikit
- lagi punya problem. Seharusnya akan ada
- kecapekan mengurusi rumah tangga, ada
- kecapekan mengurusi anak, ada keletihan
- bekerja. Semua itu sudah dunia memang
- begitu. Apakah nanti kalau panjang umur?
- Ya, panjang umur
- jompok. Sudah jompok susah, susah capek
- jalan capek apa kenapa? Ya, memang dunia
- begitu. Maka itu jangan dicintai.
- Nikmati hidup boleh, tapi mencintai
- dunia terlalu tergila-gila kepada dunia.
- Sampai mengambil yang bukan hak kita,
- sampai menzalimi orang, sampai mengambil
- uang negara. Jangan. Cuma negara ini
- kalau uangnya diambil terus banyak
- kekurangan untuk bikin ini kadang-kadang
- apa itu di desa itu lintasan lintasan
- kereta api itu ada yang belum ee dijaga
- penjaga lintasannya penjaga lintasannya
- belum ada coba kan enggak seberapa itu
- masih banyak kurang senjata itu ya
- negeri kita harus kuat untuk membela
- dari serangan dari luar mesti punya
- senjata banyak mesti punya macam-macam
- tapi biarlah uang itu bisa digunakan
- beli
- beli rudal-rudal yang canggih ya, terus
- ada riset-riset bisa bikin ini bikin itu
- kan itu perlu dana semua. Nah, seperti
- itu.
- Jadi kan juga negeri ini kuat kan buat
- kita juga, anak-anak kita juga kan
- begitu. Iya. Nah, jadi sekali lagi yang
- perlu saya sampaikan hari ini adalah
- nerima. Nerima itu tidak bisa ditolak.
- Kita tidak bisa mau diskusikan bagaimana
- ngatasi ya silakan aja. Tapi buktinya
- hah beginilah keadaannya, tidak bisa
- ditolak. Ada banjir, ada gempa, ada
- semua itu ada kesulitan, kesusahan.
- Itulah dunia. Jadi kesimpulannya agar
- kita tidak terlalu tergila-gila kepada
- dunia. Dunia tergila-gila kepada surga
- boleh ibadah lagi. Ibadahkan apa? Saya
- cinta Allah, saya cinta akhirat, saya
- cinta surga. Saya selalu berpikir ke
- sana. Di sini hanya sebentar.
- Bagaimanapun kita akan mening akan mati.
- Mati sendiri-sendiri atau mati berah
- berjamaah sama saja. Mati di rumah
- sakit, mati di tempat tidur, mati gempa,
- mati banjir, penci, mati perang sama
- saja. Nah, ini kita pahami seperti ini.
- Insyaallah tidak stres dan insyaallah
- setiap saat siap untuk dipindahkan ke
- akhirat. Setiap saat siap karena
- menyadari memang itu hal yang wajar. He.
- Jadi, sekali lagi wajar ada gempa, ada
- bencana, ada kematian. Wajar.
- Mudah-mudahan kita bisa rida, bisa
- nerima hal seperti ini sehingga kita
- hidup tidak dalam ketakutan, ada iman
- bahwa itu semua adalah hanya perpindahan
- dari alam dunia yang yang susah kayak
- gini, yang penuh keributan, penuh
- bencana, penuh perang segala macam.
- Pindah ke alam yang tenang, hidup yang
- senang, bersih, damai. Damai bersih
- hidup negara damai itu damai itu hanya
- ada di surga. Damai hanya di surga. Jadi
- orang nih kalau di dunia cerita tentang
- damai-damai itu agak
- mimpilah. Prank tetap enggak pernah dari
- dibuka dunia ini sudah bunuh-bunuh habil
- dan habil sampai sekarang tak bagilah
- peperangan ini. Senjata pembunuh tambah
- banyak produksi. Hah. Iya. Tumpah darah
- di dunia lebih banyak dari tumpahan
- susu. Tetesan darah lebih banyak dari
- tetesan susu.
- Tetesan susu diaman sudah hampir habis.
- Tetesan air berni sudah hampir habis.
- Tetesan darah di mana-mana. Tapi lulus
- di Syria, di Irak, di mana-mana seperti
- ini dunia. Marilah kita semua menyadari
- dunia ini bukan tempat tinggal permanen.
- Kita di sini hanya transit untuk
- mengikuti ujian keimanan. Semua kita
- akan dipindahkan ke surga insyaallah.
- Siap-siap tunggulah jemputan.
- Bersiap-siap dengan membersihkan diri,
- membersihkan hati. Heeh. Menghadap Allah
- dengan hati yang bersih. Insyaallah.
- Semoga bermanfaat.
- Baik, Ikhwan Ahad yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala. Untuk Anda yang
- ingin bergabung di acara tausiah sore
- edisi kali ini bersama Ustaz Zain
- Alhadi, silakan sampaikan pertanyaannya
- melalui nomor WhatsApp ataupun SMS Rasil
- yaitu di nomor 0811999720.
- Untuk berdialog langsung dengan Ustaz
- Zain Alhadi, silakan telepon kami di
- nomor
- 0218451512. Kami akan segera kembali di
- sesi kedua. Untuk itu tetaplah bersama
- kami.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]